Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Brail TV. 0:15 Halo. Asalamualaikum warahmatullahi 0:17 wabarakatuh, Bang Ihsanudin. 0:20 Waalaikumsalam warahmatullah 0:23 wabarakatuh. 0:25 Baik, gimana kabarnya Bang Ihsanudin 0:26 pagi hari ini? 0:28 Insyaallahir. 0:31 Insyaallah dari semua berita-berita yang 0:36 bikin geleng-geleng dan juga bikin 0:38 runyam ya dari mulai kebakaran hutan 0:41 masih terus terjadi di Kalimantan gitu 0:43 ya. BBM langka sekali di Sulawesi. Belum 0:47 lagi kasus-kasus MBG yang terus 0:49 bertambah. Kemarin media gempar gitu ya 0:51 ketika Purbaya dipecat. Siapa Sua hasil 0:54 Nazara? Itu Bang Isanudin langsung 0:57 nge-share, langsung nge-share itu 0:59 broadcast tuh saya juga dapat kan. Wih, 1:02 yang disinggung langsung ee rupiah yang 1:05 tidak berdaya siapapun orangnya gitu ya. 1:08 Nah, Bang Insanudin di pagi hari ini 1:11 kita ingin fokus betul-betul Bang 1:13 Insanudin bagaimana sebenarnya 1:15 analisanya ketika ee satu komentar dari 1:19 tulisan Bang Insanudin itu yang saya 1:21 garis bawahi itu ini fenomena terjerat 1:25 di jalan sesat gitu ya. Sepertinya 1:27 pemerintah ini mengganti orang ini makin 1:29 memperlihatkan 1:31 ee tata kelola pemerintah yang amburadul 1:34 makin tidak jelas gitu ya. Apalagi ada 1:37 ee ee apa ee ee apa ee pandangan bahwa 1:43 SUASIL Nazara ini meneruskan nanti 1:45 konsep neoliberal di negeri ini gitu ya. 1:48 Di samping itu kita juga kan melihat 1:50 media sosial nih Bang Hanudin ya, 1:52 bagaimana pengamat gitu ya, termasuk 1:55 juga orang-orang enggak mau disebut 1:57 oposisi sih sebenarnya gitu, tapi mereka 2:00 berada di posisi sana gitu ya, di di 2:02 luar dari pemerintahan yang melihat wah 2:04 ini langkah-langkah kalau dilihat dari 2:06 segi ee politiknya ya enggak jauh beda 2:09 sih sebenarnya apalagi dilihat ee 2:11 beberapa hari sebelumnya Purbaya ini 2:14 melakukan perombakan besar-besaran di 2:16 lingkungan Kementerian Keu keuangan 2:18 katanya ada hubungannya di situ. Lalu 2:20 juga ada hubungannya dengan perombakan 2:22 yang mencakup lingkungan Direktorat 2:23 Jenderal Pajak dan Bea Cukai gitu ya. 2:26 Ini urusannya juga versus 2:28 jenderal-jenderal yang ee selama ini 2:31 gitu ya mendukung Prabowo. Lalu juga 2:33 dosa besarnya karena urusan dipangkasnya 2:37 ee anggaran MBG dan KDMP gitu ya. Nah, 2:41 apakah unsur-unsur ini yang paling kuat 2:43 atau justru di belakangnya ya memang 2:45 sudah seperti ini fenomenanya itu udah 2:48 udah sesat ini gitu ya sudah ambadul 2:50 juga. Bagaimana Bang Insanudin memulai 2:53 ini apa ee bahasan kita di pagi hari 2:57 ini? Monggo. 2:59 Ee kita mulai dari current isu atau 3:03 strategic isu 3:04 itu dulu pertanyaan. 3:06 Iya. I 3:07 berbeda soalnya. 3:08 Berbeda soalnya. Kalau mau merespon 3:10 publik, mau merespon publik ya yang 3:12 current isu dulu. 3:14 Karen isu tapi yang current isu itu 3:17 berarti publik ee hampir tidak 3:22 membangun punya tidak punya kesadaran 3:24 kuat tentang 3:25 problem akar. Jadi karena saya lihat 3:28 semua yang beredar cuma menyangkut soal 3:31 isu tidak menyahuti problem akar gitu 3:33 ya. ee itu bukti bahwa memang publik 3:37 mudah terbuse dengan ee isu politik yang 3:42 ee 3:43 yang penuh dengan intrik-intrik. 3:46 Makanya nanti kita masuk ke strategic 3:48 isu juga. 3:50 Oke, 3:51 kita mulai dari yang isu enggak apa-apa. 3:53 Bismillahirrahmanirrahim. 3:55 Subhanaka la ilmaana illa maamtana inaka 3:58 antal hakim. Allahum shi sayidina 4:00 Muhammad sayidina Muhammadbana ilman fah 4:05 diu 4:08 Purbaya sesungguhnya memang berhadapan 4:10 dengan mafia 4:12 ee impor 4:14 h 4:15 berhadapan dengan ini ee ini karena ini 4:19 karena 4:21 saya hadapi juga gitu ya 4:23 Heeh 4:24 ee pada 4:26 hitungan beberapa tahun lalu sehingga 4:28 seperti saya bilang saya 4:30 sampai berhadapan secara fisik gitu ya. 4:34 Ee mafia impor. 4:37 Nah, mafia impor ini 4:40 memang melibatkan berbagai kalangan. 4:42 Namanya saja mafia, dia tidak berdiri 4:44 sendiri ya. 4:44 Iya. 4:46 Dia berkaitan dengan 4:50 kalangan penegak hukum. Dia berkaitan 4:52 dengan 4:53 media massa. Dia berkaitan dengan 4:55 preman. jejaring ya jejaring gitu 4:58 punya jejaring luar biasa luar biasa dan 5:02 ketika dibenahi ee ya berarti 5:06 pundi-pundi mereka terganggu. 5:08 Hm. 5:09 mereka soal saya akan bubarkan be cukai 5:12 misalnya itu 5:14 ee ee itu kata-kata tidak mungkin karena 5:16 sebuah institusi yang ee dari zaman 5:19 dahulu sudah ada dari zaman sebelum 5:21 merdeka soal cukai itu soal bea itu soal 5:25 biasa. 5:26 Tapi ketika perbaya teriak kayak gitu 5:29 itu berlebihan. 5:30 Hm. 5:32 Tapi itu paling tidak ee membangkitkan 5:34 kesadaran 5:36 bahwa ee Purbae memang memusuhi 5:39 orang-orang atau katakan jejing mafia 5:42 impor tadi. 5:44 Nah, ini dari pelabuhan, dari aparat 5:46 penegara hukum, dari mafia, dari preman 5:49 ee itu semuanya terdbat. 5:52 Heeh. 5:54 Nah, luar biasa di situ kalau kita bisa 5:56 ngebongkarnya 5:58 ee apalagi 6:00 ee 6:01 beberapa importir itu sebagian besar 6:07 adalah orang-orang yang menjaga 6:10 ee model 6:13 mekanisme pasar bebas yang datang yang 6:16 barang boleh didatangkan dari mana pun 6:19 gitu ya 6:20 sehingga dia bisa menentukan ukan harga 6:23 dia mendapatkan keuntungan dan dari 6:24 keuntungan dia berbagi untuk biaya 6:27 pemilu, untuk biaya macam-macam dan 6:28 untuk kesejahteraan sejumlah sejumlah 6:33 petinggi di negeri 6:36 ee ingat dulu ee isu impor ee gula, isu 6:41 impor kedeleai, isu impor Oh, itu ya 6:43 ingat ya 6:44 zaman menteri 6:46 zaman menteri perdagangannya enggarasuk 6:48 kita itu kan. Iya. Enggar 6:50 Ramli menyebut, almarhum Rizal Ramli 6:53 menyebut gitu ya. 6:54 Sampai kayak gitu. Saya cuma ini aja. 6:57 Tapi 6:57 ee itu yang saya tahu begitu kalau soal 7:01 dan memang ah kita kalau kita bicara 7:04 penerima negara sampai di situ terakhir 7:06 kan isu cukai rokok. 7:09 Iya. Wah, beredarah terakhir isu cukai 7:11 rokok 7:12 sampai muncul di tempo ya. Majalah tempo 7:15 itu juga ngebahas tu soal cukai ilegal, 7:19 rokok ilegal tampak cukai. 7:21 Nah, itu juga bagian dari ma dan dia 7:25 cukai mengumumkan bahwa dia menangkap 7:27 sejumlah barang itu tampak cukai 7:31 jumlahnya miliaran. 7:34 Artinya lagi-lagi 7:36 ee diba cukai di penerima negara. 7:39 isu kebocoran penerima negara salah 7:41 satunya itu di di Bea Cukai. Lalu 7:44 kemudian juga masuk di isu kebocoran di 7:46 perpajakan. 7:48 Nah, dua-dua tempat ini ee 7:52 memang harus dibersihkan. 7:55 yang di era Sriulani hampir-hampir tidak 7:58 tersentuh artikel saya tentang 8:00 perpajakan misalnya ketika saya di DPR 8:03 sampai saya keluar DPR kan salah satunya 8:05 adalah tentang kejahatan 8:08 transfer pricing kan. Heeh. 8:11 Rangkup. Dan itu nilainya bukan miliar, 8:14 itu nilainya triliun 8:16 gitu. Nilainya triliun. 8:21 E dan 8:23 peristiwa atau kejadian transfer pricing 8:26 itu memang kejadian tiap tahun gitu. 8:31 Jadi kalau bisa ngebenahin itu akan 8:34 terjadi peningkatan peningkatan pajak 8:37 teks rasio meningkat. Iya. 8:39 Nah, Pak Purbaya juga membersihkan itu 8:43 dan tentu saja dengan persetujuan 8:45 Presiden ketika mengganti Dirjen Pajak, 8:47 ingat ya, Dirjen Pajak diganti 8:49 itu arahnya itu ke situ. Kalau kemarin 8:51 isinya begini. Lalu apakah betul 8:54 sejumlah orang pajak dengan sejumlah 8:56 orang terganggu? Ee yang namanya mafia 9:00 dengan dengan pelurusan gitu pasti 9:02 terganggu. 9:03 Heeh. Tapi kan ini serba serba serba 9:07 spekulatif analisisnya. He. 9:09 Yang kita tangkap memang ada orang Bea 9:11 Cukai yang ditangkap, ada orang pajak 9:13 yang ditangkap. Itu benar gitu. 9:15 He. 9:16 Tapi kemudian ee kenapa cuma pejabatnya? 9:19 Kenapa kemudian pihak-pihak swastanya 9:21 atau mafianya tidak terlibat? Walaupun 9:24 ada juga di Bea Cukai yang kasus Blu-ray 9:27 gitu ya. 9:28 Kalau di di Bea Cukai kan kasusnya kasus 9:30 Blu-ray. Ingat ya? 9:31 Heeh. 9:32 nama nama perusahaannya Blu-ray. 9:36 Dan itu pernah saya tampilkan di sebuah 9:38 stasiun TV swasta. 9:43 Ee di perpajakan sama mestinya kan kita 9:46 dapetin itu dan perpajakan bukan hanya 9:48 itu sebenarnya kalau kita mau ambil. 9:51 Nah, itu current isu 9:54 ee 9:56 yang muncul dari beas cukai dan pajak 9:57 yang 9:58 H. Tapi juga ada isu lain soal 10:01 pemangkasan biaya, pemangkasan anggaran 10:04 untuk ee ee MBG dan KDMP. 10:08 Hm. Kalau saya lihat soal pemangkasan 10:10 anggaran kan menyangkut soal berapa 10:13 besar penerimaan 10:15 dan kalau itu memang dipangkas saya 10:18 tidak saya enggak saya enggak apa ya 10:22 terlampau ee 10:25 punya punya kecenderungan ngebahas itu 10:29 dengan data yang cukup gitu. Hm. 10:31 Karena ee 10:34 ada kesadaran kok dari Pak pejabat 10:37 ketika MPG dan KDMP diprotes 10:39 habis-habisan. 10:40 Heeh. He. 10:41 Dan mereka mau mengurangi gitu. Yang 10:43 menarik sebenarnya soal soal IMF yang 10:46 menarik. 10:47 Hm. 10:48 Itu juga kan katanya Purbaya menolak 10:51 pinjaman dan kemudian diumumkan oleh 10:56 ee Presiden. Kita menolak tawaran AMF 10:58 dan 11:00 demikian kita terbebas dari utang dari 11:03 IMF gitu. 11:04 Heeh. He. 11:04 Tapi juga 11:06 Purbaya disebut-sebut sebagai menteri 11:09 yang membandingi membandingkan antara 11:12 era SBY dengan era Joko Widodo gitu 11:18 kalimat gitu ya. 11:19 Iya. Belum lagi Menteri Keuangan juga 11:21 kan menyentuh danantara ya urusan 11:23 fiskalnya katanya. 11:25 Ah itu yang katanya mintanya R10 11:27 triliun. 11:27 Iya. 11:28 Dan kemudian katanya dan tarahnya 11:30 mencak-mencak melapor ke presiden. 11:33 Heeh. gitu tuh. 11:37 Jadi banyak juga yang khawatir ternyata 11:39 ya pasti kita ada berita gini tuh 11:42 Purbaya sebut Pertamina Pertamina malas 11:45 gitu ya. Terus 11:47 ee terus kalimat kurangi merasa paling 11:50 ketepuan. Kurangi merasa paling jago 11:52 dari semua pejabat gitu. 11:54 Loh kalau soal paling jago purba sendiri 11:57 memang mengatakan saya jagonya tapi Buan 12:01 dia tidak 12:04 Wan yang ngerti ngerti masalah kalau dia 12:06 ngebahas kayak gitu 12:08 itu kalimatnya. 12:09 Lalu yang paling menarik adalah soal 12:12 purbaya menolak menanggung beban kereta 12:14 api cepat. Nah, itu lagi. 12:19 Karena enggak ini kan ini kan buku 12:21 bangsa terbelah nih. 12:22 Iya. 12:24 Saya nulis di bangsa terbelah bagaimana 12:26 kereta apat lalu saya tampilkan di INWS 12:30 gitu. 12:31 Lalu kemudian kita hitung soal 12:33 overpricing-nya, kemahalannya dan 12:35 korupnya gitu. 12:38 Nah, 12:39 banyak ributlah siapa yang tanggung 12:42 karena BUMN yang menjadi kerja sama 12:46 sudah tersedot habis-habisan mengalami 12:48 kerugian gitu. I. 12:49 Nah, menarik adalah yang menarik adalah 12:51 kenapa waktu proses proses pembangunan 12:54 ee BC BUMN tadi tidak berteriak gitu 12:57 bahwa itu overpricing 12:59 dibungk. 12:59 Nah, itu karena Cina karena Cina karena 13:02 Cina yang menjadi leaders-nya, jadi 13:04 pemimpin proyeknya. 13:06 Jadi mereka enggak ngomong apa-apa. He. 13:08 Nah, itu kan jumlahnya gede ketika 13:09 ditarik ke APBN. 13:11 He. 13:12 Ada angka 116 triliun, ada angka 120. 13:15 Saya kira yang benar 116 ya 13:17 kemahalan gitu ya. 13:19 Nah, ee pernah ribut juga soal pemda, 13:23 jangan, jangan hobi berburu, bang, 13:27 berburu bunga, Bang. Itu kan juga seru 13:29 kayak gitu gitu melihat itunya. Nah, ee 13:35 lalu yang juga mendasar menurut saya di 13:38 sini bagi isuisunya di sini isu yang 13:41 cukup ini 13:42 soal mafia migas kan. 13:45 Iya. 13:47 Dia mengancam mafia migas. 13:49 Kalimatnya seru, akan saya hajar. 13:51 Katanya 13:55 kalimatnya begitu gitu kalimatnya. Nah, 13:57 ee 13:59 yang menarik adalah ketika anaknya 14:00 ikut-ikutan mengomentari Trimulyani. 14:03 Iya. 14:06 Iya. 14:07 Lalu yang agak agak menyentuh menyentuh 14:11 ee ulu watinya Joko Widodo ketika dia 14:15 nyebut soal Undang-Undang Cipta Kerja 14:17 Warisan Joko Widodo bikin negara rugi 25 14:20 triliun, orang kaya makin kaya. 14:23 Nah, ketika dibilang orang kaya makin 14:24 kaya itu kan istilah Ihsanuddin Nursi 14:26 itu 14:27 gitu ya. 14:29 Nah, ee ketika saya ungkap itu padahal 14:32 ketika saat saya bilang orang kaya makin 14:34 kaya, orang miskin makin miskin itu 14:38 karena saya melihat dia menggunakan 14:43 strateginya Harold Minski 14:45 he 14:45 dengan meributkan SBN dengan meributkan 14:47 Patriot bond dengan meributkan merah 14:49 putih bond gitu. Iya. Iya. 14:51 Nah, itu kalau kalau kita ngambil 14:55 current isunya, isu-isu yang beredar 14:57 keluar itu kayak 14:58 pertanyaannya jadi banyak gitu. 15:01 Jadi ada e ada ee saya menginventarisasi 15:04 ada 11 isu isu yang berkaitan dengan 15:08 pernyataan Prabu 15:10 Purubaya sendiri gitu. Ada 11 isu yang 15:12 saya catat gitu ya. 15:14 Terlepas apakah 11 itu menjadi sasaran 15:18 atau tidak saya tidak. Tapi yang menarik 15:19 adalah dia dicopot pada posisi dia di 15:22 DPD. 15:23 Nah, itu 15:25 menarik itu. Itu hal 15:27 Iya. momen momen yang menarik itu. 15:30 Eh, dan itu pernah terjadi pada Agus 15:33 Marardoyo. 15:34 Oh, 15:35 pada Agus Marwardo. Cuma Agus Marwardo 15:38 bukan di forum. Dia sedang olah dalam 15:40 kunjungan dalam kunjungan ke luar negeri 15:44 gitu ya. 15:44 H 15:45 atau terbalik gitu ya. Pokoknya dia 15:47 aktif cepat tapi dia dapat alokasi ke 15:49 Gubernur B kan. 15:51 Heeh. He. 15:51 Kalau Agus kan dialokasikan ke Gubernur 15:53 BI. Kalau ini kan Gubernur BI-nya sudah 15:55 terisi. 15:55 Iya. 15:56 Jadi tidak mungkin ikut 15:58 tidak mungkin ke tapi modusnya 16:01 pemecatannya persis dalam posisi mereka 16:04 tidak dalam posisi berada di dalam Band 16:06 tepatnya. 16:07 I 16:09 Agus kayak gitu. Purupaya juga kayak 16:11 Nah, 16:11 kenapa kenapa kayak gitu? Eh saya kira 16:17 ee ini model modal tata kelola yang 16:21 kurang baik. 16:22 Apa yang sebenarnya terjadi, Bang 16:23 Hanudin? 16:25 Yang sebenarnya terjadi adalah gitu ya, 16:28 kalau kita melihat 16:31 ini ada 16:33 ee tantangan besar 16:37 secara 16:39 strategik. 16:40 Hm. Tantangan besarnya adalah ketika 16:45 BBM 16:47 harga minyak dunia naik seperti analisis 16:51 di INS, 16:52 iya 16:52 mencapai 110 16:54 dolar per barel. 16:55 Heeh. 16:56 Itu ee APBN 17:00 subsidinya jebol. 17:03 Subsidinya jebol sekitar R0 triliun naik 17:06 dia. 17:06 Hm. 17:08 Itu yang pertama. 17:10 Berikutnya adalah dengan situasi situasi 17:13 eksternal ini strategic isus semua ini 17:15 saya kemukakan 17:17 itu membebani APB lebih dalam barang 17:20 persoalan utang 17:23 maka utang diperkirakan 17:27 dari 10.293 17:29 triliun naik menjadi 17:33 10.800-an 800-an. H 17:35 kalau kayak gini caranya dampaknya 17:38 walaupun mereka tetap bilang ee utang 17:40 per PDB tetap aman karena bergerak di 17:43 antara 38 sampai dengan 40% gitu ya. Itu 17:47 kan dihitung terhadap PDB. Tapi kalau 17:49 dilihat dari nah di sini kata kuncinya 17:52 dilihat dari cicilan pokok dan bunga 17:55 terhadap pendebat negara, dia sudah 17:58 betul-betul menekan habis-habisan. 18:00 Menekan habis-habisan APBN. 18:03 Nah, itu luar biasa tekanannya gitu. 18:07 Jadi isu utang, isu energi, isu suku 18:11 bunga, isu tekanan ee membayar ee racah 18:17 jasa yang negatif terus-menerus gitu ya. 18:20 Karena kita impor teknologi dan kita 18:22 mengimpor bahan baku, bahan penolong 18:26 dan saat yang sama moneter kita 18:29 bersaing. 18:30 Heeh. Heeh. dengan head rate set rate. 18:34 Ee 18:36 nah ini ee ee situasi eksternalnya 18:39 begitu sehingga ee tekanan pada utang, 18:44 tekanan pada impor 18:47 itu mengakibatkan inflasi dan dampaknya 18:49 kenaikan harga-harga dan 18:52 kenaikan harga-harga itu dengan kenaikan 18:54 suku bunga mengakibatkan 18:57 logis ketika kredit yang sudah disetujui 19:00 tapi tidak dicairkan bertahan di 2500. 19:03 R8 triliun. 19:05 Hm. 19:06 Tadinya kan 257 19:08 triliun gitu ya. 2.576 triliun. 19:11 Dia turun hanya beberapa saja. 19:15 Dia turun hanya beberapa. Padahal ini ee 19:21 pasar dunia usaha membutuhkan 19:23 likuiditas. 19:25 H. 19:25 Nah, dampak dari situ berarti perbankan 19:27 main di SBN atau main di SRBI. He. 19:30 Nah, sudah berarti likuiditas di pasar 19:33 di dunia usaha makin kering gitu ya. 19:35 Perbankannya enjoy main di surat 19:37 berharga. Saat yang sama terjadi 19:39 persaingan bunga. Ya sudah 19:42 tersendatlah itu sektor usaha. Makin 19:44 sulit si kecil, makin melarat tasti 19:46 kecil gitu lebih lanjutnya. Nah, 19:49 ditambah lagi dengan problem kejatuhan 19:52 kelas menengah. 19:53 Hm. 19:54 9,48 makin susah lagi. Tambah lagi 19:57 problematiknya gitu ya. 19:59 E BPS mengumumkan orang miskin 8,07% 20:03 tapi dia tidak mau menghitung tingkat 20:04 kerentanan. Ditambah lagi dengan problem 20:06 angka tidak kastnya desil. Wah, makin 20:09 tidak percaya. Jadi 20:10 ee isu ekonominya mungkin berlibet-libet 20:13 gitu ininya 20:14 makin banyak enggak perlu karuan. 20:16 Nah, gambaran seperti ini masih ditambah 20:21 lagi dengan masalah ucapan-ucapan para 20:24 pejabat, ucapan 20:26 yang tidak simpati. 20:28 Oh, itu ah di sini kelemahan Purbaya. 20:32 Hm. 20:33 Mestinya seperti saya bilang, 20:36 orang keuangan itu ngomongnya terbatas. 20:39 Jangan terlalu banyak cakap ya. 20:42 Betul. Orang keuangan itu tidak boleh 20:45 banyak ngomong, banyak komentar. 20:48 Omongannya terbatas. 20:50 Omong cukup proporsional saja gitu. 20:54 Anda tahu enggak ketika Kevin W menjadi 20:57 eh chairman of Federal Reserve itu 21:00 dibandingin dengan siapa? 21:01 H 21:02 dibandingin dengan Alan Greensman. 21:04 Kenapa Alan dibandingin kayak gitu? 21:06 Karena Kevin WS tegas-tegas menyatakan 21:10 kami tidak akan banyak bicara tapi kami 21:13 akan lebih banyak bekerja gitu. 21:17 Ah kenapa dibandingkan dengan GRSP? 21:19 Karena Greenspen banyak bicara tapi 21:21 omongannya tidak banyak dimengerti umum 21:25 karena dia tidak ingin memberikan 21:27 sinyal-sinyal tertentu dari kebijakan 21:29 federal resarchnya. 21:30 Ah, itu arahnya gitu. Nah, itu 21:32 diperbankan. 21:34 Padahal itu itu berpengaruh di ini ya, 21:36 Bang Isanudin. Komentar-komentar itu 21:38 berpengaruh ke sentimen pasar ya. 21:41 Betul. Betul. Memang arahnya ke sentimen 21:43 pasar. Jadi 21:44 begitu juga pernyataan Purbaya itu 21:46 mengarahnya ke sentimen pasar. Itu yang 21:49 saya mau bilang. Jadi ee Scott Benson 21:52 misalnya kalau kita sebagai Menteri 21:53 Keuangan di sana itu kan tegas-tegas 21:56 menyatakan kita akan mengeluarkan sanksi 21:58 dan sanksi perekonomian yang jauh lebih 22:00 keras dan belum pernah terjadi di dunia 22:02 terhadap Iran. 22:03 I 22:03 itu pengaruh pasarnya luar biasa. 22:06 He. 22:06 Pengaruh pasarnya luar biasa gitu. 22:08 seorang Menteri Keuangan gitu ya sebagai 22:11 sebagai 22:13 ee 22:14 garis inti gitu ya, lingkaran inti ee 22:18 dari satu kabinet gitu, dari satu rezim 22:21 itu menyatakan seperti itu dan 22:24 beriringan dengan pernyataan Donald 22:26 Trump gitu. Itu mempengaruhi betul. Sama 22:29 seperti Purbaya, saya jagonya AMF begini 22:32 enggak boleh ngomong begitu. 22:34 Enggak boleh. Hm. 22:36 Jadi tidak tidak pantas gitu 22:39 ngomong-ngomong kayak gitu gitu. Nah, 22:42 ni sua hasil nah di sini kita masuk ke 22:44 sua hasil ya. H 22:45 su hasil bukan tipikal orang yang banyak 22:47 bicara kebetulan. 22:48 Hm. 22:49 Dia akan ngomong terbatas gitu ya, 22:51 ngomong apa adanya dan 22:55 seperti kebanyakan kaum neolip gitu ya. 22:58 Ini dia kaum neolip. 22:59 Kebanyakan kaum neolip. 23:01 Iya. Iya. Iya. 23:03 ke ee dia akan ngambil tradisi seperti 23:07 itu. H 23:08 tradisi ngomong terbatas gitu ya. Kerja 23:11 yang penting karena memang mereka 23:14 pekerja dari sistem neoliberal. 23:17 Ulang dia pekerja dari sistem 23:19 neoliberal. 23:19 H. 23:20 Jadi jangan jangan jangan jangan jangan 23:23 berharap dia akan melakukan satu 23:25 gebrakan-gebrakan hebat mengubah sistem 23:27 neoliberal enggak akan ada. 23:29 Iya. Iya. 23:29 E maka kalimat saya, kalimat saya coba 23:33 kita tanya sampai seberapa jauh suah 23:36 hasil nazar itu punya jurus ampuh 23:41 mengatasi situasi seperti sekarang yang 23:44 IMF sendiri menyebutnya penuh dengan 23:46 ketidakpastianitu 23:49 kan kalimat saya, kalimat saya di 23:51 artikel begitu judulnya. 23:54 Nah, kalau kita masuk lagi ke isu 23:57 strategik isunya ee ini kan juga 24:00 berhadapan dengan soal bagaimana 24:03 deindustrialisasi, 24:05 bagaimana kita memilah-milah 24:07 industrialisasi 24:08 karena membutuhkan biaya dari fiskal, 24:10 dari moneter. 24:12 Mana yang sunset, mana yang sunrise, 24:14 mana yang bertransformasi di satu sisi 24:16 gitu ya. H 24:17 sisi lain dia mempengaruhi pajak karena 24:20 misalnya katakan di industri hilirnya 24:22 ngapain gitu ya. He. 24:23 Tapi pada saat yang sama isu ini juga 24:26 berhadapan dengan masalah bagaimana 24:29 sebenarnya 24:31 ee 24:32 perpajakan yang dimuncul yang 24:35 diterbitkan untuk ee industrialisasi 24:39 ini. Karena ini memantik memantik apakah 24:43 kita menumbuhkan reindustrialisasi 24:45 atau kita melanjutkan deindustrialisasi 24:48 atau stagnan 24:49 sehingga kita tidak punya daya apa-apa. 24:51 Nah, ini juga muncul dari kebijakan 24:53 fiskal, kebijakannya. 24:55 Nah, kebijakan kebijakan sohasil lebih 24:59 lanjut saya lihat. 25:01 Nah, dia dia dia 25:04 iya ya biasa saja gitu tidak akan ada 25:07 sesuatu 25:08 ya biasa aja biasa aja kalau neoliberal 25:11 kerja kayak gimana amankan kepentingan 25:13 investor kata kuncinya itu seperti Sri 25:15 Mulyan 25:16 seperti Sri Mulyan Sri Mulyani selama 25:19 dia menjadi menteri keuangan salah satu 25:21 tugas utamanya adalah ee ee mengamankan 25:24 kepentingan eksternal dalam hal ini 25:26 kepentingan investor asing gitu ya ee 25:29 sehingga 25:30 mereka tetap terjaga. 25:32 He. 25:32 Nah, kalimat itu pernah dimunculkan oleh 25:35 Budiono dengan kalimat kita harus tetap 25:37 menjaga kepercayaan kreditor. Katanya 25:39 gitu kalimat. 25:41 Karena Bang Isanudin sudah menyebut 25:42 nama-nama nama-nama tokoh ekonomi 25:44 sebelumnya. Jadi apakah sebenarnya 25:47 pelaku pasar itu lebih suka sama Menteri 25:50 Keuangan yang dianggap ramah terhadap 25:53 kepemimpinan kapitalis? 25:56 Iya. Eh eh 25:59 bahasa kerennya investor friendly. 26:01 Investor friendly. 26:05 Bahasa kerennya investor. Bahasa 26:07 beritanya ramah pada investor. Bahasa 26:10 kerennya investor friendly. 26:12 Dan memang karena Indonesia sudah 26:14 dijebak diperangkap dalam utang tadi 26:17 ya diperangkap sedemikian rupa pada 26:19 utang. dijebak pada sistem nilai tukar 26:21 ee dijebak pada sistem pembayaran. 26:24 Walaupun sistem pembayaran sudah bisa 26:25 bikin kris gitu ya, 26:27 tapi pada hakikatnya ee perangkap itu 26:31 tidak ingin mereka lepaskan tentu dan 26:33 tentu harus ada yang menjalankan 26:34 perangkap jebakan tadi terjal dalam 26:37 sesat tadi gitu. 26:38 Hm. 26:39 Kalau pakai bahasa saya terjal dalam 26:40 jalan sesat tadi gitu. 26:42 H. 26:42 Nah, kalau kita tanya AI, AI akan 26:45 bilang, "Oh, buktinya Singapura enggak 26:48 apa-apa. 26:49 Singapura punya tagihan luar negeri yang 26:51 besar. Jangan salah. 26:55 Tentu saja dia tidak apa-apa. Sama 26:57 seperti kemarin kejatuhan Yen. Kenapa 27:00 Amerika tergopoh-gopoh membantunya? Itu 27:03 karena persoalan stabilitas kawasan 27:05 dalam bukan sekedar pada persoalan 27:06 ekonomi politik tapi juga berkaitan 27:08 dengan bagaimana 27:10 Jepang sebagai aliansi Washington. 27:14 Nah, Indonesia apa di situ gitu. Kalau 27:17 dalam konstruksi misalnya 27:19 posisi menjaga kepentingan kepentingan 27:22 nilai tukar gitu kan. Ee tesisnya adalah 27:26 nilai tukar itu berhubungan dengan ee 27:28 bukan tesisnya, formulanya adalah ee 27:31 nilai tukar itu berhubungan dengan suku 27:33 bunga dan inflasi. Nah, sementara nilai 27:36 tukar itu menentukan harga emas, harga 27:40 energi, dan harga komunitas strategis 27:42 lainnya. Nah, sekarang pertanyaannya 27:44 siapa yang menentukan suku bunga? pedal 27:47 res gitu kan. 27:50 Ee lalu siapa yang menentukan ee 27:52 harga-harga strategis ya? Penguasa 27:54 pasar. Nah, kalau penguasa pasarnya 27:56 misalnya pada minyak adalah Nimex 27:58 berarti penentunya Amerika. Kalau 28:00 penentunya ee komoditas lain ee di itu 28:03 misalnya katakan di emas Amerika ya 28:06 Amerika lagi gitu misal 28:08 har. Jadi artinya yang saya mau bilang 28:11 kalau belajar dari international trade, 28:15 international finance, kata kuncinya 28:17 memang ada di 28:19 ada di New York, ada di Washington gitu. 28:22 Baru ee baru Uni Eropa ikutan, Pak. Nah, 28:25 pada konstruksi kayak gitu suka tidak 28:28 suka Indonesia adalah bukan suka tidak 28:30 suka, sistem di Indonesia sudah 28:32 terbangun kokoh, follower 28:35 terbangun 28:37 sebagai pengikut gitu. Hm. 28:39 Nah, kalau kalau kita mau mengubah, kita 28:41 harus mengubah bukan sekedar mengubah 28:44 regulasinya, bukan sekedar mengubah 28:46 kebijakannya. 28:47 Heeh. He. 28:47 Tapi juga mengubah konstitusinya karena 28:50 konstitusinya mereka yang atur. 28:52 He, 28:52 gitu. Nah, itu makanya saya bilang dalam 28:56 siapapun menterinya sepanjang dia tidak 28:57 mengubah mengubah aturan-aturan 29:00 dasarnya, norma dasarnya, mengubah 29:03 regulation kebijakannya, tetap saja 29:05 rupiah akan melemah gitu. Oh, berarti 29:08 itu membuktikan ini dong, Bang Isanudin. 29:10 Membuktikan bahwa pasar itu suka atau 29:12 dia menolak seseorang gitu ya. 29:16 Eh, ya. Salah satunya dinur sih tentunya 29:23 nangkapnya ke situ 29:26 lah. Enggak. Karena itu sudah diucapkan 29:28 mereka. 29:28 Iya. Iya, iya. Iya. 29:29 Itu itu diucapkan mereka di kan dalam 29:33 sebuah rapat ee komite stabilitas sistem 29:36 keuangan yang rekamannya diputar di 29:38 Mahkamah Konstitusi 29:40 kan cuma satu yang disebut namanya 29:41 Ianudin Nursi. Tapi Bang Inudin, saya 29:44 saya juga pernah baca satu komentar 29:45 YouTube loh, Bang Insurdin kalau udah 29:47 nyentuh global market arus dana asing, 29:49 pasti Bang Insudin nanti ditandai gitu 29:51 katanya ada komen gitu 29:57 ya. Karena sebagian orang suka menjadi 30:00 kaki tangan kaki tangan itu gitu. He. 30:03 Saya enggak mau kalau saya, saya bahkan 30:05 kalau konsep yang saya sodorkan pada 30:07 beberapa jejaring kekuasaan gitu ya, 30:10 saya menyebutkan bagaimana melepas diri 30:11 dari jari dari jejaring jalan tersesat 30:14 gitu. 30:15 Dari sudah saya sampaikan pola-pola 30:18 pikirnya bagaimana melepas itu, 30:21 bagaimana restrukturisasi aset berkaitan 30:24 dengan restrukturasi keuangan, bagaimana 30:26 restrukturisasi sumber daya gitu. 30:29 Jadi pernah saya lakukan. Nah, ee isu 30:33 seperti ini gitu ya, strategic is dan 30:35 currentus ini 30:37 dia membutuhkan aktor yang bisa 30:40 menjalankan. 30:41 Nah, aktor itu bernama namanya kelompok 30:43 neoliberal. 30:45 Iya. 30:45 Yang pernah yang pernah bangga 30:47 menyatakan gitu ya, jangan bicara moral 30:50 pada ekonomi gitu. 30:53 Jangan pernah bicara etika dalam ekonomi 30:56 ya namanya pasar bebas gitu. Hm. 30:58 Nah, itu ee itu pernah disampaikan oleh 31:02 seorang yang sering dikutip oleh 31:03 media-media ternama di Indonesia 31:06 yang namanya Dedek Khatib Basri 31:08 misalnya. 31:11 Loh, enggak kan itu pengalaman saya. 31:13 Iya. 31:14 Pengalaman saya berabere mereka. 31:18 Misalnya ketika ee ketika kita bicara 31:20 tentang ee ee apa itu privatisasi gitu. 31:25 W mereka bela habis-habisan privatisasi 31:27 gitu kan. 31:28 Kan yang namanya neoliberal itu kerjanya 31:30 cuma tiga. 31:31 He. 31:32 Memprivatasi, 31:34 meliberalisasi, 31:35 ngebangun disiplin keuangan, disiplin 31:39 APBN gitu. Tiga kerjanya kalau mau 31:42 disederhanakan cuma tiga itu, gitu. 31:45 Sementara menurut menurut menurut 31:47 beberapa ekonom gitu misalnya kata 31:50 misalnya 31:53 itu adalah pengambil alihan kalau kalau 31:56 pakai norina herz ke kalau pakai 31:59 sticklet itu pada akhirnya adalah 32:01 perampokan lekal. 32:03 Hm. 32:07 Jadi kalau mau ngambil 32:09 pemahaman-pemahaman begitu kita bisa oh 32:11 iya ya kaum kritis Amerika sendiri 32:14 melihatnya begitu terhadap apa kebijakan 32:16 disebut dengan 32:17 privatisasi, liberalisasi, dan disiplin 32:19 fiskal. Nah, disiplin fiskal wujudnya 32:22 adalah ya 32:23 dibatasinya anggaran untuk membelanjakan 32:26 belanja modal seperti yang saya bilang 32:27 dalam artikel saya gitu ngelihatnya. 32:30 Nah, jadi artinya kalau kita mau ngambil 32:33 begini, nah ketika kita teriak-teriak 32:37 pasal 33, Undang-Undang Dasar 45 pasal 1 32:42 ayat 1, 2, dan 3, kebijakan keuangan 32:45 neoliberal itu konsisten apa enggak tuh 32:48 kira-kira? 32:48 Enggak. Enggak. 32:54 Hm. 32:57 Itu bukti bahwa untuk menegakkan ekonomi 33:01 konstitusi tidak bisa dipahami hanya 33:04 satu pasal. Satu, h 33:06 dia rangkaian dari sejumlah pasal yang 33:09 ada dalam batang tubuh Undang-Undang 33:12 Dasar 45 asli. Satu. Yang kedua, 33:17 dia berhubungan dengan faktor X dalam 33:19 hal ini pasal 29 33:21 gitu ya. Hidup ini, hidup ini pun ada 33:24 campur tangan Allah gitu ya. Kan ada 33:27 istilah qadaah dan qada rambah kan. 33:29 Iya. 33:29 Berarti ada sesuatu yang sudah 33:30 ditetapkan, ada sesuatu yang sifatnya 33:33 ditetapkan Allah setelah kita bertindak 33:35 qadam Allah dan qadar rabbah. Ya. 33:37 Jadi ekonomi kita juga sama. 33:39 H 33:39 ee Allah 33:41 apa mengizinkan kejadian kayak gini 33:45 bukan dalam rangka persetujuan ridanya 33:48 dia. Bukan. Tapi ngasih tahu eh lu ini 33:49 salah gitu. He. 33:51 Tapi kan kita tidak pernah mau menyadari 33:53 bahwa ini salah. Itu yang yang saya 33:56 sebut. Nah, selain itu juga berkaitan 33:57 dengan perintah 33:59 pembukaan Undang-Undang Dasar 45 yang 34:02 saya sebutkan sebagai saya ringkaskan 34:04 sebagai perekonomian itu wajib 34:07 membebaskan masyarakat dari 5K. Ini yang 34:10 pernah saya sampaikan berkali-kali 34:12 dirasil. 34:14 Bangsa masyarakat dan bangsa Indonesia 34:17 harus bebas dari ketertindasan, 34:21 kebodohan, 34:23 kemiskinan, ketimpangan, dan kehinaan. 34:28 Untuk lebih jelasnya lihat aja YouTube 34:32 artinya artinya 34:36 kalau nilai tukar sudah berkesinambungan 34:40 melemah sejak tahun 4 maka yang terjadi 34:44 sesungguhnya adalah memang proses 34:46 pemiskinan. 34:47 H 34:49 kan data saya sebut ini loh data yang 34:52 saya gelar sejak tahun 4 hingga hari ini 34:56 gitu ya. 34:58 nilai tukar berkesinambungan melemah 35:01 baik sua hasil maupun Destri Damayanti 35:05 tidak akan menunjukkan keperkasaannya 35:07 untuk menahan depresiasi atau melemahnya 35:11 rupiah. 35:12 Hm. He. 35:13 Ah, salah satu indikatornya adalah 35:15 ketika harga minyak menjadi 110 dolar 35:19 per barel atau kemudian terjepitnya APBN 35:23 sehingga tangan Anda harus dibawa lagi 35:25 kepada para investor untuk meminta 35:28 hutang gitu. Lalu ketika Federal Resep 35:32 naikin suku bunga, Anda pun harus naikin 35:35 lagi suku bunga. Begitu 35:38 ketika Morgan Stly Capital eh Investment 35:41 bicara tentang transparansi pasar modal, 35:45 siapa MSCI kok anda ikutin? Memang dia 35:48 negara kan bukan gitu loh. Karena kok 35:50 Anda ikutin kok Anda ikutin 35:52 standarisasinya, kok anda ikutin 35:54 kemauannya, kok anda ikutin dikt karena 35:57 dikt modal pada pasar modal gitu. tu 36:00 yang mempengaruhi nilai tukar. Nah, itu 36:03 bukan tidak tidak variabel yang berdiri 36:05 sendiri, bukan unsur yang berdiri 36:07 sendiri. Itu yang sayaebut sebagai 36:09 bagaimana cara mendikti Indonesia dari 36:11 lima pintu, gitu melihatnya. Nah, ee 36:15 pada sua hasil ee karena dia bagian dari 36:20 stabilitas sistem keuangan gitu ya, 36:22 sebagai pemimpinnya kan. pemimpinnya Din 36:26 bersama namanya Gubernur Bank Indonesia 36:29 bersama OJK dan LPS sesungguhnya 36:34 adalah institusi ke lembaga negara yang 36:37 menjalankan sistem terdiktenya 36:40 perekonomian Indonesia. Ulang ya 36:42 kalimatnya. 36:44 Ulang kalimatnya. 36:46 empat institusi yang berada dalam komite 36:49 stabilitas sistem keuangan gitu ya. 36:51 Sesungguhnya adalah institusi yang 36:53 menjalankan terdiktenya sistem 36:55 perekonomian Indonesia. Maka yang harus 36:58 dibenahi seperti perintah pasal 33 ayat 37:01 1, perekonomian nasional disusun. 37:06 Nah, ini kita enggak pernah ada 37:08 perekonomian itu. Susunan perekonomian 37:09 kita kayak apa gitu 37:11 ya. Sementara Sahil ini, Sahil ini sosok 37:14 yang sudah ada di lingkungan itu sudah 37:17 lama sejak eranya Jokowi gitu ya. 37:21 Iya, sudah lama. Bahkan sebelumnya sudah 37:23 ada di situ memang memang berkarir di 37:25 situ kan 37:26 berarti disuruh menjaga 37:29 iya dia ya menjaga kepatuhan pada 37:32 investor dong menjaga 37:33 menjaga kepatuhan pada sistem dong itu 37:36 bahasa sederhana 37:38 Bangin karena tadi Bang sudah nyentuh 37:40 tentang undang-undang gitu ya pertanyaan 37:42 kan dari sisi kita lihat ekonomi 37:45 politiknya ya political ekonominya ee 37:48 rakyat itu dapat apa gitu jangan sampai 37:50 pemerintah ini terlalu sibuk menjaga 37:53 kepercayaan investor gitu ya, tapi lupa 37:56 menjaga daya beli masyarakat. Jangan 37:58 sampai pasar itu dibuat nyaman sementara 38:00 rakyat harus menanggung pajak, biaya 38:02 hidup, beban ekonominya makin berat. 38:06 Gimana, Bang Isudin? Ini kayaknya jadi 38:07 pertanyaan terakhir nih. Heeh. 38:09 Oke. Oke. Pertanyaan terakhir kan tadi 38:11 kalimatnya kepercayaan investor gitu ya. 38:14 Kalau kalau saya sejak sejak Sri Mulyani 38:18 bangga-bangga dengan dengan ukuran ee 38:22 bagaimana environmental bisnis di 38:24 Indonesia gitu ya, 38:25 lingkungan bisnis gitu ya. 38:27 Kan dulu ada ukuran gitu sampai seberapa 38:29 jauh satu negara akrab dengan bisnis 38:32 gitu kan ya indikatornya dibangun 38:35 indeksnya gitu kan. 38:36 Heeh. 38:36 Saya berbalik kenapa Anda kemudian tidak 38:38 akrab dengan rakyat 38:40 gitu loh. 38:40 Heeh. 38:41 misalnya gitu contohnya sama seperti 38:43 tadi Angga menyebut he 38:45 kepercayaan investor. Kenapa Anda tidak 38:47 memperbaiki kepercayaan dari rakyat? 38:49 Kenapa Anda memperbaiki kepercayaan 38:50 darior itu membuktikan bahwa 38:53 ketika Anda menjaga kepercayaan 38:55 inspektor maka sesungguhnya Anda sedang 38:59 menjaga kepercayaan 39:01 oligarki 39:03 bisnis 39:04 gitu. 39:06 Nah, sementara kalau pakai 39:08 kalau pakai Harold Minski ketika Anda 39:11 menjaga kepercayaan investor atau Anda 39:14 menjaga kepercayaan 39:16 oligarki bisnis gitu ya, akibatnya 39:19 adalah 39:21 yang kaya makin kaya, yang miskin makin 39:23 miskin. 39:23 I 39:24 gitu. Karena Anda sedang menjaga itu. 39:26 Anda tidak sedang menjaga kepercayaan 39:28 rakyat. Padahal rakyat menjadi sumber 39:30 kepercayaan Anda, rakyat menjadi sumber 39:32 kekuasaan Anda. H 39:34 kan rakyat pemilik kedaulatan rakyat. 39:36 Nah, ternyata ketika kita ambil rakyat 39:38 sebagai sumber kedaulatan, 39:40 sistemnya menjungkir balikkan 39:42 h 39:43 kedaulatan itu sepenuhnya diserahkan 39:45 kepada partai politik. Partai politik 39:47 yang terkooptasi berarti salah sistem. 39:49 Berarti salah sistem politik, salah 39:51 sistem ekonomi. 39:52 Hm. 39:55 Nah, ini yang tidak banyak disadari oleh 39:57 masyarakat sehingga masyarakat lebih 39:59 lebih ngelihat ke isu-isu yang 40:01 mengintrik-intrik gitu loh daripada 40:04 strategic isunya gitu 40:05 ya. Panggung depannya itu soalnya. 40:08 Iya betul. Ee eh ee orang lebih menarik 40:12 panggung depannya gitu ya di balik 40:14 bagaimana si sutradara menentukan 40:16 panggung itu gitu. Nah, itulah yang 40:18 disebut dengan media sosial itu mampu 40:22 mengecoh perhatian. 40:24 Hm, 40:25 gitu. Nah, ketika kita berhasil dikecu 40:28 perhatian, maka mereka tetap berhasil 40:30 mempertahankan kekuasaan. Begitu 40:31 kalimatnya. 40:32 Nah, 40:34 penguasa ini memang jago ya. Penguasa 40:36 jago. 40:40 Nah, saya sebenarnya eh ee dalam ulang 40:44 tahun rasil yang ke berapa ni? Ke 15 40:46 17. ke-17. Ke-17 40:49 dalam ulang tahun kan hampir setengahnya 40:51 bersama Ihsanuddin Nursi. 40:53 Betul. Betul. 40:55 Setengahnya lebih gitu bersama saya sih 40:57 gitu ya. 40:57 Iya. 10 tahun lebih. 40:59 Nah, kalau dilihat dari posisi saya 41:02 sebenarnya mengajak masyarakat untuk 41:03 tidak terperangkap ke dalam pendengar 41:05 Rasil pemirsa Rasil TV untuk tidak 41:08 terperangkap ke dalam isu intrik-intrik 41:10 gitu loh. Iya. Iya. 41:11 Intrik-intrik politik itu dikembangkan. 41:13 Isu-isu kayak gitu dikembangkan gitu ya. 41:15 He. 41:15 Yang itu memang bagian dari pertarungan 41:18 dari pertarungan kekuasaan, 41:20 bagian dari power game. 41:22 Nah, ketika kita bilang power game itu 41:24 bertarung satu sama lain, itu artinya 41:26 mereka tidak dalam posisi didorongkan 41:29 oleh keinginan luhur gitu. 41:33 Di situlah lagi-lagi baling. Oh, berarti 41:35 dua yang salah nih. Salah sistem dan 41:38 salah aktor. Kayak gitu angg melihatnya. 41:42 He. 41:42 Nah, dari sana ketika kita bilang 41:46 kepercayaan instruktor dijaga rakyat 41:48 rakyat tambah miskin, kesalahannya 41:51 seperti saya bilang tadi. Mari kita 41:53 lihat bagaimana Undang-Undang Dasarnya, 41:56 bagaimana kemudian undang-undangnya, 41:58 bagaimana kebijakannya, lalu kemudian si 42:00 pelaksananya, si aktornya itu kayak apa. 42:02 Nah, 42:03 ternyata 42:06 seluruh aktornya itu hampir seluruhnya 42:11 merupakan bagian dari oligarki, 42:13 bisnis, 42:15 merupakan bagian dari kekuasaan 42:18 keuangan, kekuasaan bisnis. Nah, di 42:21 situlah bertumbuh oligarki bisnis dengan 42:23 oligarki politik sehingga rakyat 42:26 walaupun sebagai sumber kedaulatan, 42:28 walaupun merupakan pemilik kedaulatan 42:31 dan kemudian 42:33 APBN sudah tergantung pajak sebanyak 80 42:37 sekian pers gitu ya. 42:39 Yang enggak ada gunanya juga. Jadi 42:40 duitnya diambil, kekuasaannya diambil, 42:43 duitnya diserahkan itu 42:44 gitu ya. Dengan atas nama undang-undang, 42:47 kedaulatan diserahkan atas nama 42:48 konstitusi dan undang-undang. Lulu 42:50 raknya tetap miskin. Oh, itu itu yang 42:53 namanya pemimpin menjalankan amanah apa 42:54 enggak tuh? 42:56 Para petinggi politik itu menjalankan 42:58 amanah apa enggak itu loh. Saya cuma 43:00 bertanya. I 43:01 saya cuma bertanya. Silakan Anda jawab 43:03 gitu loh. 43:05 Dua pertanyaan itu aja saya tanya. Anda 43:06 sudah menerima kedaulatan rakyat tapi 43:08 pada saat yang sama Anda ambil juga 43:10 duitnya gitu. 43:11 Dan rakyatnya menjadi miskin gitu. Pada 43:13 saat yang sama Anda biarkan juga 43:14 kekayaannya Anda serahkan ke sekelompok 43:16 orang gitu. Jadi kan tiga kan. 43:18 Iya iya. Iya. hasilnya seperti sekarang. 43:20 Nah, apakah apakah seorang tua hasil 43:23 bisa melihat isu ekonomi politik kayak 43:26 gini? Ya, kalau saya ingat ngomongan 43:28 saya dengan teman-teman di EPUI, 43:31 he 43:32 teman-teman yang menjadi petinggi di 43:33 sana, ya. Kami belajar makro memang, 43:37 Bang. Seperti Abang juga belajar makro. 43:41 Tapi Abang kan makronya lengkapi dengan 43:43 politik. Kalau kami kan enggak 43:46 gitu. 43:48 Iya. itu mereka mereka bela dirinya 43:50 begitu 43:52 ya ke depan kita akan lihat ya Bang 43:53 Isnudin ya 43:55 iya 43:55 gak apaagi 43:56 kalau saya kalau kalau saya bukan lihat 43:59 kita akan menyaksikan kalau lihat kan 44:02 coba kita akan menyaksikan 44:04 bahwa 44:05 ee negara ini akan tetap berada di dalam 44:08 jalur neoliberal. 44:10 Waduh. Ee 44:12 dan itu artinya Anda tetap berada dalam 44:16 posisi seperti YouTube saya 44:18 berada dalam posisi ultra modern 44:21 selfivery system di mana banyak 44:24 masyarakat menjadi budak tapi tidak 44:26 merasa sebagai budak gitu ya. Nah, 44:28 ee di mana masyarakat dihisab 44:30 habis-habisan kedaulatan dan 44:32 pendapatannya ee tapi tidak merasa 44:35 apa-apa di sumber dayanya diambil lalu 44:40 kemudian juga akhirnya baru sadar bahwa 44:42 kebakaran hutan seperti itu gitu. 44:44 Baik, baik. Jadi banyak banyak masalah 44:47 di sini. Nah, 44:48 ini saya kira kita akan menyaksikan itu 44:50 karena 44:51 kita akan melihat juga satu kontradiksi 44:53 antara antara keinginan menegakkan pasal 44:56 33 yang harus berdiri dengan pasal lain 44:58 dengan satu aktor-aktor yang kemudian 45:00 tidak punya keberpihakan pada ee 45:02 tegaknya harkat martabat bangsa ini yang 45:05 menghapuskan 5 K yang saya sebut tadi. 45:07 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 45:10 alla ila anta astagfirul. Asalamualaikum 45:13 warahmatullahi wabarakatuh. 45:14 Waalaikumsalam warahmatullahi 45:16 wabarakatuh.