Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- H berasil
- TV untuk Islam yang satu.
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma
- sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.
- Dipancarlaskan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis,
- Cibubur, Bekasi, radio Silaturahim untuk
- Islam yang satu. Ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Senang sekali saya dapat kembali
- menjumpai Anda dalam program tausiah
- sore di hari ini bersama narasumber kita
- Ustaz ZM. Mbahmid. Kita sapa terlebih
- dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Sehat,
- Ustaz? Alhamdulillah baru sehat. Baru
- sehat. Sakit, Ustaz? I minggu lalu
- sakit. Masyaallah. Alhamdulillah. Ustaz
- ya. Dan alhamdulillah kita dapat ee
- ustaz-ustaz Mbah Hammid sudah bersama
- dengan kita di sore hari ini. Dan tema
- kita pada hari ini adalah jangan menjadi
- orang
- munafik. Baiklah ikhwan dan akhwat saya
- juga tidak sendiri. Ada Ondi kemudian
- ada Yusuf Sebangkit di meja operator.
- Baiklah Ustaz tafadol.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah. Alhamdulillahilladzi
- an'amana
- bifdolilan. Alhamdulillah alladzi anama
- alaina binikmatal islam wal iman.
- Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa
- rasuluh arsalahu bil ayati wal ihkam.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- nabiyana Muhammad shahabil burhan wa ala
- alihi wa
- ashabihi ulil fadli wal irfan.
- Allahumma rabbisrohli sadri waassirli
- amri wahlul uqdatan min lisani yafqahu
- qauli. Allahumma ja'alna minalladina
- amanu wail shihat watw bilhaq wataw
- bisabr. Pendengar sekalian yang
- dimuliakan Allah subhanahu wa
- taala. Segala puji dan puja bagi Allah
- subhanahu wa
- taala. Zat yang selalu menaburkan
- rahmatnya kepada kita sekalian.
- Di antaranya hamba Allah yang
- mulia, nikmah yang Allah Taala berikan
- kepada kita dengan kelapangan waktu dan
- kesehatan merupakan nikmah yang
- terbaik yang Allah Taala berikan kepada
- kita. Kemudian Allah
- Taala menghidayahi kita dengan adinul
- haq itu masyaallah.
- Jadilah kita manusia yang bernilai di
- hadapan Allah Subhanahu wa
- taala. Pendengar sekalian yang
- dimuliakan Allah Subhanahu wa taala.
- Kalau kita membuka sedikit lembaran
- sejarah perjuangan Rasul sallallahu
- alaihi
- wasallam itu perjuangan
- Rasulullah dibandingkan dengan
- perjuangan kita di saat
- ini memang sangat
- jauh perjuangan Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam yang dimulai dari
- seorang
- diri kemudian istrinya beriman
- kepadanya kemudian menjadi tiga orang
- empat dan sesungguhnya Dan sampai saat
- ini kita yang tidak pernah bertemu
- dengan Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menjadi hamba-hamba Allah yang beriman.
- Masyaallah.
- Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Pendengar sekalian yang
- dimuliakan Allah subhanahu wa taala.
- Kalau kita membuka lembaran
- sejarah, membuka pintu perbendaharaan
- sejarah perjuangan Rasul sallallahu
- alaihi
- wasallam, di dalam sejarah perjuangan
- Rasulullah, mulai dari Rasulullah
- menjadi
- rasul sampai Rasul sallallahu alaihi
- [Musik]
- wasallam bisa menyebarkan ajaran Islam
- ini sampai Rasulullah bisa menaklukkan
- kota Makkah.
- sampai Jazirah Arab menjadi
- muslimin. Maka di dalam sejarah ini
- kebanyakan yang Rasul sallallahu alaihi
- wasallam hadapi adalah dua bentuk
- musuh. Yang
- satu Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam menghadapi
- adalah para musyrikin. Orang-orang
- musyrik. Termasuk orang kafir adalah
- orang-orang musyrik.
- Yang kedua adalah
- munafikin. Kelompok
- munafik dan hamba Allah yang
- mulia. Perjuangan Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam ini luar
- biasa. Kalau kita meneliti sejarahnya
- luar biasa. Saya hanya mengambil sedikit
- aja daripada perjalanan Rasul sallallahu
- alaihi wasallam. Ketika Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam harus
- berhadapan dengan dua kelompok ini.
- Ternyata hamba Allah yang
- mulia, Allah Subhanahu wa taala
- menggambarkan dalam
- Al-Qur'an di mana aja kita
- berada, kapan aja kehidupan
- kita, bentuk apa aja pemerintahan
- kita, selamanya dua kelompok ini akan
- berhadapan dengan kaum
- muslimin. Itulah sehingga Allah
- Subhanahu wa taala menggambarkan di
- dalam Al-Qur'an bahwa dalam kehidupan di
- mana aja kita berada, manusia itu Allah
- Subhanahu wa taala kategorikan ada tiga
- golongan. Mari hamba Allah yang mulia,
- kita melihat apa yang Allah Subhanahu wa
- taala menggambarkan dalam
- Al-Qur'an. Itulah sehingga Rasul
- sallallahu alaihi wasallam berpesan
- kepada kita sekalian, "Alaika
- bitaqwallah.
- Lekatkan ketaatan kita kepada Allah
- Subhanahu wa
- taala supaya kita itu terlepas daripada
- dua kelompok yang
- berbahaya. Siapa kelompok ini?
- Di dalam Al-Qur'an sesudah Allah
- Subhanahu wa
- taala sesudah
- Al-Fatihah surah pembuka atau bisa
- dikatakan ummul
- Qur'an, maka Allah Subhanahu wa taala
- menerangkan di dalam surah
- Al-Baqarah terhadap tiga kelompok
- manusia. Yang pertama kelompok yang
- beriman.
- Yang kedua, kelompok yang jelas-jelas
- mengambil tindakan kufur kepada
- Allah. Jelas-jelas
- membangkang, menentang kepada Allah
- Taala. Yang ketiga adalah kelompok
- munafikin. Dan ini Allah Subhanahu wa
- taala uraikan dalam Al-Qur'an.
- Allah Subhanahu wa taala menggambarkan
- tentang kelompok mukminin, orang-orang
- yang beriman kepada Allah Taala hanya
- dengan tiga
- ayat. Kita perhatikan di ayat ini.
- Alladzina yukminuna
- bilhab wauqimunas wimma razqnahum
- yunfiquun. Ayat
- pertama. Sesungguhnya mereka-mereka yang
- beriman kepada yang ghaib. Allah itu
- maha ghaib.
- Malaikah juga ghaib. Kita enggak pernah
- lihat malaikah, tapi kita diperintahkan
- oleh Allah untuk yukminuna bil ghaib.
- Jadi ada makhluk gaib juga yang kita
- harus beriman kepada Allah bahwa mereka
- itu
- ada. Wauqimunas.
- Dan mereka yang menjaga salat,
- mendirikan
- salat,
- ya
- ee sangat berhati-hati menjaga kewajiban
- kepada Allah, kewajiban mereka kepada
- Allah di dalam soal
- salat. Wamimma razqnahum
- yunfiquun. Dan mereka yang menafkahkan
- sebagian harta yang Allah Taala berikan
- kepada mereka.
- Walladzina yminuna bima unzila ilaika
- wama unzila
- minq. Dan apa yang pernah Allah Taala
- turunkan. Jadi ini ayat yang
- ketiga. Artinya nabi-nabi sebelumnya
- kita disuruh oleh Allah Subhanahu wa
- taala untuk beriman. Artinya kita harus
- beriman kepada Allah bahwa nabi-nabi
- tersebut betul pernah dikirim oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Diutus kepada
- manusia dan kepada kitab-kitab.
- Apa yang Allah taala wahyukan kepada
- Rasul sallallahu alaihi wasallam dan apa
- yang Allah taala
- turunkan
- sebelumnya. Wabil akhirati hum yuqinun.
- Dan mereka yakin dengan kehidupan di
- yaumul
- akhir. Hanya tiga ini yang Allah Taala
- terangkan. Tiga ayat ini yang Allah
- Taala terangkan. Kemudian Allah Taala
- menyatakan, "Uika ala
- hudambihim wa ulaika humul muflihun."
- Mereka-mereka inilah yang benar-benar
- beriman kepada Allah dan mereka-mereka
- inilah yang mendapat keuntungan,
- keberuntungan berhasil.
- Subhanallah. Para pemirsa sekalian yang
- dimuliakan Allah subhanahu wa
- taala. Orang yang beriman itu Allah
- Subhanahu wa taala hanya gambarkan
- dengan tiga ayat.
- Kemudian orang yang kafir kepada Allah
- Taala. Allah Subhanahu wa taala
- terangkan hanya dengan dua
- ayat. Innalladzina
- kafaru sawaun alaihim antarthum am lam
- tundirhum la
- yminun khatamallahu ala qulubihim
- waaihim w absim gyawah walahumabunim.
- Allah Taala menggambarkan orang kafir
- itu hanya dengan dua
- ayat. Di mana di ayat ini Allah
- Subhanahu wa taala menyatakan, "Dan
- sesungguhnya orang-orang innalladzina
- kafaru, orang-orang yang kufur yang
- mengambil jalan membangkang kepada
- Allah, tidak percaya dengan kehidupan
- yaumul akhir, mereka menganggap begitu
- sudah mati selesai, habis menjadi cacing
- di dalam tanah, hancur, sudah dilupakan
- oleh manusia."
- Jadi seakan-akan tidak ada ee
- pertanggungan jawab kepada Allah Taala.
- Dia tidak akan dimintakan pertanggung
- jawab oleh Allah Taala. Itu orang-orang
- yang kafir. Demikian sama dengan
- orang-orang yang
- ateis. Sebab dalam Al-Qur'an itu orang
- yang kafir itu orang yang tidak
- mempercayai risalah yang dibawa oleh
- Rasul sallallahu alaihi wasallam.
- Atau kalau di zaman Nabi Isa Alaih Salam
- mereka tidak mempercayai risalah yang
- dibawa oleh Nabi Isa Alaih Salam zaman
- Nabi
- Musa. Mereka tidak mempercayai risalah
- yang dibawa oleh Nabi
- Musa itu digolongkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala merupakan orang-orang
- yang kufur kepada Allah Taala atau
- musyrik. Allah Taala menggambarkan sifat
- mereka ini dengan satu ayat.
- Khatamallahu ala qulubihim wa Allah
- Taala menutup
- mengisolasi hati mereka. Jadi hati
- mereka ini diisolasi oleh Allah taala,
- ditutup oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Dan hamba Allah yang
- mulia,
- sebagaimana
- ee ceramah-ceramah kita yang lalu-lalu
- bahwa hati itu mempunyai peranan yang
- luar biasa.
- Hati itu mewakili roh manusia. Jadi,
- juru bicaranya roh itu hati. Sudah
- sering saya
- sampaikan. Karena manusia itu sebenarnya
- yang kufur kepada Allah bukan
- badannya, rohnya yang kufur kepada
- Allah,
- jiwanya. Justru itu di ayat yang lain
- ketika Allah Taala akan mengadzab kepada
- mereka, Allah Taala kembalikan lagi
- seperti semula.
- Innalladzina kafaru
- biayatina saufa
- nuslihimat juluduhum baddalum
- julab. Ayat ini menunjukkan orang-orang
- yang kafir itu orang-orang yang kufur
- kepada Allah Taala nanti di yaumil akhir
- Allah Taala kembalikan badannya seperti
- semula. Dia balik seperti semula. Dan
- kalau menurut beberapa hadis Rasul
- sallallahu alaihi wasallam dikembalikan
- kita kira-kira sekitar umur 30 tahun.
- Jadi sekalipun dia meninggal 80 90
- tahun, Allah Taala kembalikan
- sebagaimana dia pernah muda di umur
- 30-an
- tahun. Nah, Allah Taala terangkat tiap
- kulitnya terbakar, badannya terbakar
- habis. Baddalnahum juludan giraha
- liaduhulab. Allah Taala kembalikan lagi
- kulitnya seperti semula.
- dimakan lagi supaya dia merasakan adab.
- Allah Taala
- menyatakan liaduquul
- adzab. Supaya dia merasakan azab tentang
- kekufurannya dia kepada Allah Subhanahu
- wa
- taala. Itulah sehingga Allah Taala
- menyatakan mereka yang mengambil
- tindakan kufur kepada Allah
- Taala. Allah Taala menyatakan
- khatamallahu ala qulubihim waihim.
- Allah Taala isolasi
- tutup hati
- mereka walaihim dan pendengaran
- mereka. Sehingga ada yang mendengar azan
- itu merasa
- terganggu. Mendengar ayat-ayat Quran dia
- merasa risih,
- ribut. Karena Allah Taala gambarkan di
- ayat ini, khatamallahu ala qulubihim wa
- alaim.
- Allah Taala telah mengisolasi, menutup
- hati
- mereka. Justru itu kenapa kita diajarkan
- oleh Rasul sallallahu alaihi wasallam?
- Supaya kita menjauhi daripada
- kekufuran. Allah Taala jauhkan kita
- daripada kekufuran. Ada hadis yang Rasul
- sallallahu alaihi wasallam mengajarkan
- kepada kita, "Ya muqallibil qulub,
- tsabbit qulubuna ala
- dinika, tabbit qulubuna ala taatika."
- Wahai yang membolak-balikkan hati
- manusia. Karena Allah Taala bisa
- mengisolasi hati
- manusia lebih mudah daripada kita
- membalikkan telapak
- tangan. Maka kita disuruh oleh Rasul
- sallallahu alaihi
- wasallam selalulah tadahkan tangan
- kepada Allah. Ya muqallibil
- qulub. Wahai Allah. Wahai zat yang
- membolak-balikkan hati manusia.
- Tabbit
- qolbi ala dinika. Tetapkanlah hatiku.
- Artinya posisikan hatiku yang tidak
- bakal
- berubah di dalam agamamu yang
- benar. Jadi ayat ini orang-orang yang
- kufur Allah Taala telah mengisolasi hati
- mereka. W absarihim gisyawa.
- Dan di dalam pandangan mereka e wa ala
- absorhim gyawa dan di dalam hati mereka
- dalam dada mereka itu Allah Taala
- letakkan
- penyakit bagi mereka taala menyatakan
- walahum adzabun
- adzim bagi mereka itu ada azab yang
- sangat dahsyat yang disediakan oleh
- Allah di yaumul akhir. Itu kelompok yang
- kedua yang kita akan bicarakan hari ini
- lebih banyak adalah kelompok yang
- ketiga yang Allah Taala menyatakan
- waminanasi man yaquulu amanna billahi
- wabil yaumil akhir w hum
- bimukminin. Jadi Allah Taala
- menggambarkan kelompok yang ketiga ini
- menggambarkan yang pertama dengan
- kalimat dan sebagian manusia.
- Man yaakulu amana billah. Yang
- mengatakan aku beriman kepada Allah
- Subhanahu wa
- taala. Wabil yaumil akhir. Dan juga aku
- percaya adanya yaumul akhir. Wah hum
- bimukminin. Tapi mereka sesungguhnya
- tidak benar-benar beriman kepada Allah
- subhanahu wa taala.
- Nah, hamba Allah yang
- mulia, para pendengar sekalian yang
- dimuliakan Allah subhanahu wa
- taala. Kelompok ketiga inilah yang Allah
- taala menemakan mereka dengan kelompok
- munafikin. Karena apa? Tindak tanduk
- mereka yang menunjukkan mereka tidak
- beriman kepada Allah Taala dengan
- sesungguhnya.
- Hamba Allah yang mulia, ada ayat dalam
- Al-Qur'an bahwa kita itu tidak
- mengetahui tentang orang-orang
- munafik. Jadi kita tidak boleh
- mempinpoint kepada seseorang, menunjuk
- kepada
- seseorang. Anda ini orang munafik.
- Enggak
- boleh. Hanya Allah Taala yang lebih
- tahu. Tapi ada tindak tanduk mereka.
- langkah-langkah
- mereka yang menunjukkan sifat-sifat
- kemunafikan
- mereka. Apa di antaranya Rasul
- sallallahu alaihi wasallam memberikan
- gambaran tentang sifat-sifat daripada
- orang-orang
- munafik. Za hadasa kata Rasul sallallahu
- alaihi wasallam kalau dia berbicara kata
- apa? Lebih banyak bohok.
- Jadi mungkin kalau 100 masalah yang dia
- berbicara ya mungkin kira-kira sekitar
- 90% itu
- bohong. Ini salah satu sifat yang Rasul
- sallallahu alaihi wasallam
- menunjukkan bagaimana kita bisa
- lihat sifat dan pembawaan daripada
- hamba-hamba Allah yang
- munafik. Kalau dia berbicara banyak
- bohong.
- Waidza
- wa'ada
- khalafa. Kalau dia berjanji dia
- khianat. Kalau dia janji dia memungkiri
- janjinya. Nah hamba Allah yang mulia
- kita banyak dalam kehidupan kita sering
- kita
- berjanji. Apalagi kalau kita berbicara,
- kita berjanji untuk yang akan datang.
- Maka disuruh oleh Allah subhanahu wa
- taala kita memulailah dengan kalimat
- insyaallah atau
- bimasyiatillah ya atau dengan kalimat
- biidnillah boleh. Jangan kita
- pasti-pastikan karena kita enggak tahu
- apa besok yang kita akan hadapi. Hari
- besok yang akan kita hadapi kita tidak
- tahu. Jadi yang kedua sifat mereka Rasul
- sallallahu alaihi wasallam menyatakan
- kalau dia
- berjanji banyak
- bohongnya. Nah kita dalam kehidupan
- banyak berjanji benar.
- Umpama kita menjanjikan anak kita kalau
- lulus saya akan berikan sepeda motor.
- Umpama kita harus tepati janji
- kita. Kalaupun pada waktu dia lulus kita
- tidak punya kemampuan untuk beli sepeda
- motor, kita harus berterus terang
- kepadanya. Ayah menjanjikan untuk beli
- sepeda motor Anda sudah lulus. Tapi uang
- ayah masih belum cukup. Ayah akan
- berusaha terlepas kita dari siap sifat
- munafik. Jangan kita diamkan sekalipun
- kepada anak
- kita. Ada hamba-hamba Allah yang
- berjanji kepada temannya juga dia harus
- tepati. Ada politisi-politisi yang
- berjanji dalam
- kampanyenya. Ah, dan ini dalam kehidupan
- kita. Masyaallah.
- Begitu dia menjadi calon bupati, calon
- walikota, calon presiden, calon
- gubernur, calon
- lurah, janjinya
- masyaallah mengalir bagaikan hujan yang
- turun dari
- langit. Tapi begitu Allah Taala
- takdirkan dia telah menjadi apa yang dia
- inginkan,
- subhanallah, 90% janjinya dia tidak
- tepati.
- 60% dia tidak tepati janjinya. Hati-hati
- hamba Allah yang mulia. Karena ini Rasul
- sallallahu alaihi wasallam yang
- menggambarkan. Ini bukan sekedar kalimat
- daripada kalimat-kalimat hikmah. Bukan.
- Ini hadis Rasul sallallahu alaihi
- wasallam.
- sifat dan
- karakter daripada hamba-hamba Allah yang
- munafikin. Kalau dia berjanji, dia tidak
- tepati. Pendengar sekalian yang
- dimuliakan Allah Subhanahu wa taala.
- Di hadis yang lain, Rasul sallallahu
- alaihi wasallam
- mengingat alwa'd janji
- itu ya din adalah
- hutang. Jadi ketika kita
- berjanji maka kita telah
- seakan-akan membikin satu kontrak bahwa
- saya berutang untuk melunasi janji saya
- kepadanya.
- Apalagi kalau kita berjanji kepada
- masyarakat banyak.
- Masyaallah. Mungkin kalau kita berjanji
- kepada seorang antara saya dengan orang
- tersebut mungkin masih ringan, tapi
- ketika kita berjanji kepada masyarakat
- banyak.
- Subhanallah. Janji inilah yang harus
- ditepati. Kalau kita ingin menghindar
- daripada salah satu sifat-sifat
- munafik, maka jangan kita lepaskan apa
- yang Rasul sallallahu alaihi wasallam
- ingatkan supaya kita tidak masuk ke
- dalam kelompok dan golongan ini. Apabila
- kita berjanji, tepatilah
- janjinya. Sekalipun janji tersebut hanya
- janji dalam kampanye. Sebab mungkin kita
- kadang-kadang
- berpikir itu kan hanya sekedar kampanye
- aja.
- hanya untuk menyenangkan aja kepada
- pendengar. Ya, berarti kalau kita
- berpikir yang demikian bukan hanya
- menjadi orang
- munafik, menjadi seorang pembohong
- juga. Nah, ini sifat dan karakter yang
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- terangkan
- tentang hamba-hamba Allah yang Allah
- Taala golongkan menjadi manusia munafik.
- Yang pertama kalau berbicara banyak
- bohong. Yang kedua kalau
- berjanji dia khianati janjinya dia tidak
- tepat. Dan yang ketiga ketika Allah
- mengamanah kalau mengamanahkan sesuatu
- kepadanya atau seseorang mengamanahkan
- sesuatu
- kepadanya atau masyarakat mengamanahkan
- sesuatu
- kepadanya. Rasul sallallahu alaihi
- wasallam menyatakan dia
- khianat. Faid tumina khana.
- Ketika diamanahkan sesuatu dia
- berkhianat. Ada hamba Allah yang mulia
- terkadang kita menerima amanah dari
- seseorang. Umpama
- contoh seorang yang melihat kita mungkin
- seorang yang amanah kemudian dia
- menitipkan sesuatu kepada kita karena
- dia merasa dirinya sudah terlalu tua.
- Mungkin ada anak-anaknya yang masih
- kecil. Kemudian dia mengatakan, "Saya
- titipkan sesuatu apabila saya meninggal
- dunia, maka Anda tolong bagikan kepada
- anak saya yang ini sekian, yang ini
- sekian." Banyak kejadian dalam kehidupan
- kitaitu. Atau umpama ada rumah yang
- disewakan, anak-anaknya masih kecil,
- mereka belum mengerti, kemudian kita
- ceritakan kepada seseorang atau kita
- kuasakan kepadanya kalau saya meninggal
- dunia. Maka ini Anda tolong perhatikan
- untuk anak-anak saya.
- Begitu hamba Allah ini meninggal dunia,
- dia lihat kesempatan yang luar biasa.
- Tidak dilanjutkan amanahnya ini. Nah,
- ini Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan termasuk salah satu orang
- munafik. Itu amanah dari seorang kepada
- seorang yang lain, perorangan.
- Tapi ada amanah bentuk
- masyarakat yang Allah Subhanahu wa
- taala takdirkan dia menjadi sebagai
- seorang penerima amanah dari masyarakat.
- Kapan dan siapa itu?
- Ketika kita masuk calon menjadi anggota
- DPR, masuk calon menjadi calon
- bupati, masuk calon menjadi calon
- walikota, masuk calon menjadi calon
- gubernur, seterusnya sampai calon
- presiden. Ketika hamba-hamba Allah Taala
- menjatuhkan pilihannya kepada hamba
- Allah tersebut, kepada calon tersebut,
- dia masyaallah
- terpilih dengan satu kudrah dari Allah
- Taala. Dia terpilih. Ah, ini
- namanya amanah dari masyarakat yang
- banyak kepada hamba Allah tersebut.
- Bukan dari orang ke orang, bukan dari
- perorangan.
- E Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menggambarkan
- hati-hati kalau amanah yang diamanahkan
- ini kemudian kita mengkhianati kepada
- mereka kezaliman merajailah kita
- berlagak
- bodoh. Keadilan yang diinjak-injak kita
- berlagak enggak
- tahu. ada kelompok tertentu yang
- dipojokkan kita berlagak enggak
- tahu. Itu namanya khianat di dalam
- amanah. Khianat dalam amanah. Dan dalam
- kehidupan kita fenomena seperti ini
- biasa terjadi. Malahan sekarang bagaikan
- jamur di musim hujan tumbuh.
- Masyaallah. Ketika kampanye Masyaallah.
- ee tawadunnya luar biasa janjinya.
- Masyaallah.
- Mari kita lanjutkan nanti. Kemudian
- Allah Subhanahu wa taala menggambarkan
- di dalam
- Al-Qur'an siapa mereka
- itu. Di dalam ayat ini Allah Subhanahu
- wa taala menyatakan, "Waminanasi man
- yaqulu amanna billahi wabil yaumil akhir
- w hum
- bimminin." Dan ada sebagian manusia.
- Sebagian
- manusia
- mereka mengatakan amanna billah wal
- yaumul akhir. Kami beriman kepada Allah
- dan yaumul
- akhir. Malahan yang lebih lucu lagi di
- saat-saat sekarang ini kalau ditanya
- agamanya apa?
- Islam. Percaya kepada Allah Taala.
- Beriman kepada Allah Taala tapi kepada
- yaumul akhir dia enggak beriman.
- kepada yaumul akhir dia enggak
- beriman. Banyak mereka menganggap karena
- belum ada yang kembali dari yaumul akhir
- untuk menceritakan keadaan yaumul akhir.
- Jadi enggak perlu beriman.
- Manusia yang begini Allah Subhanahu wa
- taala gambarkan dalam ayat
- ini. Waminanas yaquulu amanna billahi
- wabil yaumil akhir w hum
- bimukminin. Sebagian manusia mengatakan
- kami beriman kepada Allah dan yaumul
- akhir. Tapi sesungguhnya mereka tidak
- benar-benar beriman kepada Allah
- subhanahu wa taala.
- Allah Taala menyatakan, "Yukhadiunah
- walladzina amanu wama yakhdauna illa
- anfusahum wama
- yasurun." Mereka itu mereka berpikir
- mereka menipu Allah subhanahu wa
- taala dan mereka menipu orang-orang yang
- beriman.
- Karena biasanya hamba Allah yang mulia
- kalau kita
- perhatikan sifat karakter orang-orang
- yang
- [Musik]
- begini, mereka itu merasa dengan sangat
- bangga seakan-akan ini orang-orang yang
- beriman bisa gampang kami tipu, bisa
- kami permainkan.
- Tapi Allah Taala
- nyatakan, wama yakhdauna illa anfusahum
- w yusurun. Sesungguhnya yang mereka nipu
- adalah diri mereka sendiri, tapi mereka
- tidak
- sadar. Yang mereka nipu adalah diri
- mereka sendiri tapi mereka tidak sabar.
- Karena di dalam hati mereka itu Allah
- Taala menyatakan, "Fi qulubihim maradun
- fazadahumullahu marad."
- Karena di dalam hati mereka itu seperti
- di ayat yang pertama Allah Taala
- menyatakan Allah Taala di dalam hati
- mereka itu sudah ada
- penyakit. Fi qulubihim maradun
- fazadahumullahu marad. Dan Allah Taala
- perbesar penyakit ini. Allah Taala
- tambahkan lagi supaya mereka makin
- banyak penyakitnya dalam hati mereka.
- Karena hati mereka ini sudah tertutup.
- Ditutup oleh Allah Subhanahu wa taala
- terisolasi.
- Namun Allah Taala menyatakan, "Walahum
- adzabun alim bima kanu
- yaqibun." Bagi mereka itu ada azab yang
- sangat
- besar. Kemudian sesudah itu Allah
- menggambarkan
- lagi tambahan karakter mereka, karakter
- daripada orang-orang
- munafikin. Waidza qila lahum aminu kama
- amanunas.
- anfaha. Kalau kita anggap ajak mereka,
- panggil
- mereka, beriman yang benarlah. Kira-kira
- begitu. Coba antum beriman yang
- benar. Jangan pakai
- sifat-sifat yang
- tidak-tidak.
- Sebagaimana hamba-hamba Allah yang lain
- yang beriman.
- Kan kita disuruh oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Wal takun minkum ummatun yaduna
- ilal khair wuruna bil maruf wahaunail
- munkar. Jadilah di antara
- kalian
- ya ummatun yaduna ilal khair yang selalu
- memanggil kepada kebaikan.
- Jadi terkadang kalau kita lihat ada
- hamba-hamba Allah yang kalau bicaranya
- banyak
- bohong, janjinya banyak
- khianat,
- ya kan perlu kita
- ingatin. Karena Allah taala menyatakan,
- "Wal takun minkum ummatun yaduna ilal
- khair." Perlu kita ingatin kepada
- mereka apa jawab mereka. Allah Subhanahu
- wa taala terangkan di dalam ayat
- ini.
- Qalu anukminu kama amanas
- sufaha. Apa kamu ini harus beriman
- sebagaimana orang-orang beriman yang
- bodoh-bodoh ini yang
- beriman? Dengan kesombongan mereka akan
- menjawab demikian.
- itu termasuk Allah Taala menyatakan
- termasuk salah satu sifat daripada orang
- munafik. Mengejek orang yang
- beriman, mengejek orang yang pelihara
- janggut. Padahal ada hamba-hamba Allah
- dengan
- tawadu mereka memelihara janggut
- mengikuti sunatur rasul.
- Tapi yang saya heran kalau orang Yahudi
- pelihara janggut tidak diejek.
- Subhanallah. Kalau orang muslim yang
- pelihara janggut diejek.
- Orang Yahudi pelihara janggut malahan
- terkadang janggutnya itu tidak teratur,
- tidak rapi. Orang-orang muslim kalau
- pelihara janggut, masyaallah janggutnya
- itu
- rapi. Enggak ada yang mengejek
- janggutnya orang
- Yahudi. Tapi ketika kita orang mukmin,
- hamba-hamba Allah yang mukmin pelihara
- janggut, diajak dianggap orang bodoh,
- goblok. Hamba Allah yang mulia.
- Inilah salah satu daripada sifat munafik
- yang Allah gambarkan di dalam ayat
- ini. Apa kami ini harus beriman
- sebagaimana cara-cara mereka orang-orang
- yang bodoh ini. Orang-orang yang beriman
- yang bodoh. Subhanallah.
- Subhanallah. Kemudian Allah Taala
- sendiri yang menjawab.
- Ala innahum humus sufaha walakin la
- yalamun. Sesungguhnya mereka ini yang
- pengejek-pengejek.
- Inilah yang pengejek-pengejek
- ini yang kalau istilah Jakarta Allah
- Taala menyatakan orang-orang yang bego,
- yang
- bodoh, yang
- dungu, tapi mereka tidak sadari, mereka
- tidak mengerti.
- Hamba Allah yang
- mulia, para pendengar yang dimuliakan
- Allah subhanahu wa taala.
- Ada lagi karakter mereka yang lain yang
- Allah Taala gambarkan di dalam ayat
- ini. Di mana Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan, "Hamba-hamba Allah yang
- munafikin
- ini kalau mereka itu bersama-sama dengan
- orang-orang
- mukmin, mereka
- mengatakan, "Nahnu
- maakum. Kami ini bersama-sama kalian.
- Tapi ketika dia balik kepada
- syatinihim, ketika mereka balik
- kepada setan-syetannya mereka,
- pemimpin-pemimpin mereka, bos-bos
- mereka, mereka akan
- mengatakan, "Kami ini hanya
- mengolok-olok kepada orang-orang
- mukmin." Dan ini banyak terjadi dalam
- kehidupan kita.
- Kemudian Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan di antara karakter-karakter
- mereka. Kalau tadi Rasul sallallahu
- alaihi wasallam menggambarkan ada tiga
- karakter. Allah Taala memperbanyak
- gambaran kepada
- mereka. Waidza qila lahum la tufsidu fil
- ard qalu innama nahnu muslihun.
- Kalau ada yang mengingati kepada
- mereka,
- antum jangan berbuat fasad di muka bumi.
- Jangan mengadu domba, kaum
- muslimin. Jangan
- mengobrak-abrik bangsa kita ini untuk
- mengadu domba sesama
- muslim. Waidil lahum la tufsidu fil ard.
- Jangan engkau berbuat fasad di muka
- bumi. Q innama nahnu muslihun. Mereka
- mengatakan, "Wah, sebaliknya kita
- berbuat yang
- baik." Itu karakter yang Allah Taala
- gambarkan dalam
- Al-Qur'an. Karakter tentang orang-orang
- munafikin, hamba Allah yang mulia.
- Kemudian kenapa Allah Subhanahu wa
- taala memberikan gambaran kepada kita
- tentang sifat-sifat karakter daripada
- orang-orang munafik?
- Ini pendahuluan sesudah Al-Fatihah
- permulaan daripada surah Albaqarah
- supaya sebelum jadi sebelum Allah Taala
- menerangkan tentang salat, Allah
- menerangkan tentang puasa, Allah
- menerangkan tentang yang lain-lain.
- Allah Taala terangkan tentang tiga
- bentuk manusia dalam kehidupan. Dan yang
- paling banyak diterangkan oleh Allah
- dalam Al-Qur'an adalah sifat-sifat
- kelompok yang ketiga itu kelompok
- munafikin. Di antaranya yang saya
- sampaikan tadi yang Allah Taala
- nyatakan, waidza laquladina amanu qalu
- amanna waid khalau ila
- syatinihim qalu inna maakum innama nahnu
- mustahziun.
- Kalau mereka bersama-sama dengan
- kelompok mukminin, kelompok
- muslimin, mereka menangkat tangan kami
- ini bersama kamu. Qalu
- amanna waid khalau ila syatinihim.
- Ketika dia balik kepada setan-syetannya
- mereka, bos-bos mereka. Di Quran ini
- Allah Taala
- menyatakan, waid khau ila syayatinihim
- qalu inna maakum innama nahnu
- mustahziun. Kalau dia balik kepada
- setan-setannya,
- mereka, perancang-perancang mereka untuk
- mengobrak-abrik
- muslimin, apa mereka
- katakan? Kami ini bersama Anda. Kami
- selalu taat kepada
- kalian dan kami mengolok-olok,
- mengacak-acak,
- mengobok-obok. Kaum
- muslimin, hamba Allah yang mulia.
- Allah Taala menerangkan masalah ini
- dalam
- Al-Qur'an supaya kita dalam kehidupan
- perlu berhati-hati menghadapi kelompok
- semacam ini. Karena di zaman Rasul
- sallallahu alaihi wasallam, Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam harus
- menghadapi kedua kelompok ini. Dan yang
- paling berat Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam berhadapan adalah
- kelompok munafikin yang berada di
- tengah-tengah kaum
- muslimin. Kepada
- nak pendengar sekalian yang dimuliakan
- Allah Taala, kita tidak bisa tahu siapa
- mereka ini, siapa kelompok
- ini. Karena dalam Al-Qur'an Allah
- Subhanahu wa taala menyatakan kepada
- Rasul sallallahu alaihi wasallam di
- dalam ayat ini Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan, "Wamimman haulakum minal
- a'abi munafiquun wamin ahlil Madinah."
- Ini ketika Rasul sallallahu alaihi
- wasallam lagi gencar-gencar menerima
- wahyu, gencar-gencarnya harus berhadapan
- dengan kaum kuffar. Terjadi peperangan
- di mana-mana antara Rasul sallallahu
- alaihi wasallam, kelompok mukminin
- dengan kelompok kuffar.
- Maka Allah Subhanahu wa taala menyatakan
- kepada
- Rasulullah, wabiman haulakum minal a'rab
- munafiquun wamin ahlil
- madinah. Di lingkungan Anda daripada
- kelompok orang-orang Arab
- Badui, Arab dari
- pegunungan. Ada yang dari ada yang
- kelompok munafik, ada yang
- munafikin dan juga daripada penduduk
- Madinah. Allah Taala nyatakan di ayat
- ini dan Rasul sallallahu alaihi wasallam
- tidak tahu siapa mereka
- ini. Maradu alan nifaq
- lauhum. Yang keterlaluan sifat-sifat
- kemunafikan mereka tapi Anda tidak
- tahu. Terkecuali apa yang diwahyukan
- oleh Rasul sallallahu alaihi
- wasallam. Saya ingin membawakan contoh
- sedikit apa yang terjadi di zaman Rasul
- sallallahu alaihi wasallam.
- Dan bagaimana berperannya tokoh
- munafik, bagaimana kelompok
- munafik mengambil kesempatan ini untuk
- mengobok-obok dua kelompok
- muslimin. ketika kelompok
- Muhajirin belum lama berhijrah ke
- Madinah dengan Rasul sallallahu alaihi
- wasallam. Maka kita tahu
- bagaimana kelompok Ansar penolong.
- Masyaallah. bagaimana mereka menolong
- dan membantu kelompok
- Muhajirin sehingga ada di antara mereka
- itu yang mempunyai harta-hartanya dibagi
- dua. Sebagiannya diberikan kepada
- kelompok Muhajirin supaya mereka bisa
- mulai berdagang lagi
- kembali. Satu waktu. Hamba Allah yang
- mulia, di dalam sejarah
- ini terjadi pertengkaran antara dua
- hamba Allah. Yang satu dari kelompok
- Muhajirin, yang satu dari
- kelompok
- Ansar, yaitu ketika terjadi pertikaian
- antara
- Jah'
- al-Ghifari bertikai dengan Sinan bin
- Mas'ud Aljuhan. Yang satu dari kelompok
- Muhajirin, yang satu dari
- kelompok Ansar.
- Kemudian pertengkaran ini menjadi
- melebar karena tiap-tiap kelompok
- membantu tentang pertengkaran ini. Kalau
- dari kelompok Muhajirin tentunya
- membantu hamba Allah yang bertikai
- dengan kelompok yang
- dari
- Muhajirin. Yang satu dari Ansar, satu
- dari Muhajir. Sehingga pertikaian ini
- melebar.
- Terjadilah pertikaian antara dua
- kelompok.
- Subhanallah. Maka datang seorang hamba
- Allah yang kita sangat kenal
- namanya, yaitu Abdullah bin Ubay
- Salul. Abdullah bin Ubay terkenal
- sebagai
- ah sebagai seorang tokoh munafik.
- Artinya godfather-nya
- munafikin itu Abdullah bin Ubay.
- Maka Abdullah bin Ubay mendatangi kepada
- kelompok
- Ansar. Kemudian dia berkhotbah kepada
- kelompok
- Ansar bahwa kalian telah berkorban cukup
- banyak kepada kelompok
- Muhajirin. Kalian telah memberikan
- tempat kepada mereka, memberikan
- kehidupan untuk mereka bisa bangkit
- kembali, memberikan perlindungan kepada
- mereka.
- Tapi nampaknya mereka lupa tempat
- berpijak, lupa
- daratan. Jadi seakan-akan Abdullah bin
- Ubay
- menunjukkan simpatiknya kepada kelompok
- Ansar sengaja untuk mengadu domba
- supaya para pemuka-pemuka daripada
- kelompok
- Ansar merasa bahwa betul mereka telah
- berjasa. ini harus diambil tindakan
- tegas kepada kelompok Muhajirin. Itu
- yang terjadi di zaman Rasul sallallahu
- alaihi wasallam. Kemudian hamba Allah
- yang mulia ketika dia lagi berkhotbah
- yang demikian, salah seorang sahabat
- Rasul sallallahu alaihi wasallam yang
- bernama Zaid bin Arqam mendengar khotbah
- daripada Abdullah bin Ubay tersebut. Apa
- yang terjadi?
- Maka Zaid bin Arqam melihat
- ini khotbah yang tendensinya ingin
- menyulut pertikaian yang lebih
- besar. Zaid bin Arqam
- melihat bahwa khotbahnya ini tidak lain
- dan tidak bukan menunjukkan sifat-sifat
- kemunafikannya untuk mengobok-obok,
- untuk mengadu domba dua kelompok besar
- daripada
- mukminin. Subhanallah.
- ini sudah ada contohnya di zaman Rasul
- sallallahu alaihi wasallam.
- Jadi justru itu kita juga perlu
- berhati-hati kalau ada yang menyulut
- satu masalah dalam satu kelompok
- kemudian dengan membawa-bawa seakan-akan
- dari kelompok yang lain perlu kita
- berhati-hati. Maka Zaid bin Arqam
- mendatangi kepada Rasul sallallahu
- alaihi wasallam karena dia melihat ada
- bahaya yang sangat besar yang akan
- terjadi apabila masalah ini didiamkan.
- Kemudian Zaid bin Arqam menceritakan
- kepada Rasul sallallahu alaihi
- wasallam. Kemudian Rasul sallallahu
- alaihi wasallam mendatangi kepada
- kelompok Ansar.
- Dan dalam riwayat ini kemudian Rasul
- sallallahu alaihi wasallam memanggil
- kepada kelompok
- Muhajirin. Sesudah dinasihati oleh Rasul
- sallallahu alaihi
- wasallam, barulah kedua kelompok ini
- sabar
- sadar dan terjalinlah hubungan yang
- lebih harmonis daripada sebelumnya.
- Hamba Allah yang
- mulia, di zaman itu Rasul sallallahu
- alaihi wasallam masih berada di
- tengah-tengah
- mereka. Kita sekarang Rasul sallallahu
- alaihi wasallam sudah tidak ada di
- tengah-tengah kita. Yang ada hanyalah
- ada Al-Qur'an yang ditinggalkan oleh
- Rasul sallallahu alaihi wasallam dan
- hadis Rasul sallallahu alaihi wasallam.
- Justru itu di dalam Al-Qur'an Allah
- Taala
- ingatkan atiullah wa atiur rasul waulil
- amri minkum wain tanaz'tum fiin
- farudduhu ilallahi
- warasul in kuntum tumminuna billah wal
- yaumul
- akhir dalalikum
- khairun wa ahsana
- tawila Jadi Allah Subhanahu wa taala
- mengingatkan kepada kita
- sekalian kalau ada terjadi salah
- paham antara kita sesama kaum
- muslimin. Tiap manusia mempunyai
- karakter yang
- berbeda-beda. Tapi kita mempunyai Allah
- yang satu. Kita mempunyai Quran yang
- sama. Kita mempunyai nabi yang satu.
- Rasul sallallahu alaihi wasallam. Itulah
- sehingga Allah Taala menyatakan,
- "Farudduhu ilallah war rasul." Kita
- kembalikan kepada Allah dan Rasul.
- Jangan kita kembalikan kepada mazhab,
- kepada kelompok, kepada golongan.
- Balikkan kepada Allah dan Rasul. Apakah
- pantas saya berbuat begini kepada
- kelompok muslimin yang
- lain? Apakah pantas saya harus
- mengarahkan senjata kepada mereka?
- Apakah pantas saya harus mengarahkan
- ujung tombak kepada mereka?
- Allah Taala nyatakan, "Farudduhuallahi
- warasul." Dan hamba Allah yang mulia,
- dengan kejadian
- ini ketika Abdullah bin Ubay yang ingin
- mengobok-obok
- kelompok Ansar dan Muhajirin, maka Allah
- Subhanahu wa taala mewahyukan kepada
- Rasul sallallahu alaihi wasallam di
- surah
- Al-Munafiqun mulai dari ayat 1 sampai
- ayat 8.
- Karena pada ketika Rasul sallallahu
- alaihi wasallam menanyakan kepada
- Abdullah bin Ubay tentang tindakannya
- dia berkhotbah untuk membakar,
- mengobok-obok dua kelompok yang
- besar, dia menjawab kepada Rasulullah
- dengan
- bersumpah, "Demi Allah ya Rasulullah dan
- demi Quran yang diturunkan kepadamu,
- sesungguhnya aku tidak mengatakan yang
- demikian.
- Sesungguhnya Zaid bin Arqham adalah
- bohong. Kemudian Allah Taala
- mewahyukan ayat di dalam surah
- almunafiqun menerangkan tentang
- kebenarannya kesaksian daripada Zaid bin
- Arqam dan kebohongan daripada Abdullah
- bin Ubay yang akan mengobok-obok dua
- kelompok besar.
- Hamba Allah yang mulia, para pendengar
- sekalian yang dimuliakan Allah Subhanahu
- wa taala.
- Di dalam sejarah Rasul sallallahu alaihi
- wasallam menghadapi kepada mereka itu
- juga dalam beberapa peristiwa yang lain
- terjadi. Ketika akan berhadapan di dalam
- peperangan kemudian kelompok
- munafikin mempengaruhi pahlawan-pahlawan
- Rasulullah, mukminin-mukminin yang lain
- untuk balik ajak ke rumah. Kita enggak
- bakal mungkin akan menang menghadapi
- kepada mereka.
- karena jumlah personil yang jauh berbeda
- di dalam peperangan
- Badar. Sehingga ada sebagian percaya
- dengan hasutan kaum munafik. Ada
- sebagian yang benar-benar beriman dan
- taat kepada Rasulullah. Tidak percaya
- kepada mereka. Tapi sebagian sudah mulai
- agak
- terpengaruh. Itu terjadi dalam
- peperangan Badar.
- Namun hamba Allah yang mulia perlu kita
- ketahui dalam kehidupan
- kita bahwa kelompok munafikin kapan aja,
- di mana aja, dalam kondisi bagaimana aja
- selalu mereka
- ada. Justru itu sekali waktu Rasul
- sallallahu alaihi wasallam memanggil
- kepada salah seorang sahabatnya yaitu
- Huzaifah bin Yaman.
- Kemudian Rasul sallallahu alaihi
- wasallam membisikkan kepadanya tentang
- 40 orang
- munafik. Dan di dalam riwayat ini, Rasul
- sallallahu alaihi wasallam berpesan
- kepadanya untuk
- tidak memproklamirkan nama-nama
- mereka. Sampai Rasul sallallahu alaihi
- wasallam wafat.
- Tidak diberitakan. Ketika Umar
- radhiallahu anhu menjadi
- khalifah, maka dalam riwayat ini Umar
- pernah memanggil kepada Huzaifah bin
- Yaman kemudian menanyakan kepadanya
- tentang apa yang dibisikkan oleh Rasul
- sallallahu alaihi wasallam akan 40 orang
- munafik yang ada di
- lingkungan. Huzaifah tidak akan
- memberitakan karena diperintahkan oleh
- Rasul sallallahu alaihi wasallam untuk
- dirahasiakan.
- Kemudian Umar bertanya kepada Huzaifah,
- "Apakah ada di
- dalam personal
- pemerintahanku di antara 40 orang yang
- munafik yang dibisikkan Rasulullah
- kepadamu?" Huzaifah menganggukkan kepala
- dan mengatakan, "Ada ya amirul
- mukminin." Tapi tidak disebut
- nama-namanya.
- Berarti hamba Allah yang
- mulia, kelompok
- munafikin di mana aja selalu ada.
- Kapan aja selalu ada. Dan memang ini
- yang paling sulit dihadapi oleh kaum
- muslimin. Kaum muslimin harus berhadapan
- dengan satu kelompok munafikin, kedua
- kelompok musyrikin. Dan itu sudah
- terjadi di zaman Rasul sallallahu alaihi
- wasallam.
- Maka jalan yang
- terbaik adalah kita berhati-hati di
- dalam mengikuti apa yang sudah diajarkan
- oleh Rasul sallallahu alaihi wasallam
- kepada kita, diajarkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala kepada kita. Namun
- hamba Allah yang mulia, Allah Subhanahu
- wa taala
- mengingatkan kepada kita sekalian supaya
- kita berhati-hati jangan terjebak ke
- dalam kemunafikan. Di antaranya Allah
- Taala menyatakan, "Basyiril
- munafikin." Berikan kabar yang
- dahsyat ya, kabar yang sangat
- besar. Bisa juga berikan kabar gembira
- kepada
- mereka. Kepada siapa? Kepada munafikin.
- Bianna lahum adzaban alima. Bagi mereka
- itu ada azab yang sangat pedih.
- Di antaranya karena Allah Taala
- menyatakan, "Alladzina yattakhidunal
- kafirina auliya minunil
- mukminin." Mereka-mereka itu yang
- mengambil pemimpin-pemimpin mereka
- daripada orang-orang kafir. Mengambil
- teman-teman akrab mereka yang luar biasa
- daripada orang-orang
- kafir. Karena ada janji, ada faktor
- keuntungan.
- Ada faktor
- keuntungan. Mereka menginginkan
- terangkat di dalam jabatan
- mereka. Sehingga itu mereka tidak
- segan-segan melanggar ayat-ayat
- Allah, memelesetkan ayat-ayat
- Allah. Dengan kalimat yang lain, menjual
- ayat-ayat Allah dengan harga yang murah.
- menggadaikan akidah mereka hanya dengan
- materi dan jabatan. Mudah-mudahan Allah
- Subhanahu wa taala menjauhkan kita
- daripada sifat-sifat yang demikian. Ya
- Rabbana tawafana musliman wahahna
- bisolihin. Amin ya
- arhamarahimin. Waminallahi taufik wal
- hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Baik, ikhwan
- dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Ee demikian tadi.
- Bagaimana? Lanjut aja. Lanjut saja.
- Langsung ke pertanyaan. Baik. Baik.
- Ikhwan dan Ikhwat yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa taala. Ee kami akan
- langsung menuju ke pertanyaan. Jadi pada
- hari ini tidak ada ee jeda ya.
- Pertanyaan pertama Ustaz. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik, saya Ibu Albar di
- Cikarang. Sangat menarik temanya pada
- sore hari ini tentang munafik. Ustaz,
- bagaimana tanggapan Ustaz tentang
- fenomena orang yang kita anggap ulama
- besar, kita percayai setiap ucapannya.
- Ternyata beliau sendiri tidak bisa
- membuktikan sesuai ucapannya, tidak
- tawadu dan masih memikirkan keduniawian
- dan kekuasaan. Apakah ini bisa
- dikategorikan orang munafik?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma shallli ala sayyidina Muhammad
- wa ala ali sayyidina Muhammad.
- manusia
- sekalipun dia ulama hm sekalipun dia itu
- ahlil ilm dalam
- agama kalau dia bukan
- nabi dia itu tidak terjamin dari Allah
- subhanahu wa taala tidak dijamin bahwa
- semua itu dia akan
- benar kalimatnya semua kita harus ikut
- secara mutlak tidak kalau Rasul
- sallallahu alaihi Wasallam yang
- berbicara semua kita harus
- ikut. Kalau Rasul sallallahu alaihi
- wasallam mengeluarkan fatwa kita harus
- ikut. Karena dalam Al-Qur'an sudah
- dikatakan atiullah wa atiur rasul waulil
- amri minkum. Taatlah kepada Allah dan
- taat kepada
- Rasul. Tapi kalau kita berbicara ulama,
- ulama juga itu manusia. Kita berbicara
- ustaz, ustaz juga
- manusia. Kita harus bersangka baik
- kepada mereka. Tapi ketika tindak
- tanduknya sudah tidak sesuai dengan
- ucapannya, apalagi ucapannya ini sudah
- banyak yang melenceng, yang agak bohong,
- dia akan masuk kepada kategori yang
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan id hadasa kadaba. Kalau dia
- berbicara banyak bohong. Itu salah satu
- daripada sifat munafik.
- sekalipun dia ustaz, sekalipun dia
- ulama, sekalipun dia
- mubaligh, sekalipun dia ahlil
- Quran, karena dia hanya
- manusia. Dan manusia itu
- terkadang bisa
- karena nafsunya terkagum dengan
- kehidupan dunia.
- Dan kalau dia seorang pintar, hati-hati.
- Sebab kadang-kadang nanti ayat Allah itu
- ada yang dilencengkan sedikit demi untuk
- men-support apa yang
- dikatakan, untuk men-support golongan
- yang dia
- support. Jadi kepada Ibu Albar yang
- bertanya, "Tidak ada manusia dalam
- kehidupan kita ini yang maksum." Artinya
- dia sudah dijamin oleh Allah Taala
- terjaga terkecuali
- nabi-nabi. Nah, justru itu di dalam
- kehidupan kita perlu kita tahu
- iblis,
- iblis ketika dia terus dari rahmat Allah
- Taala dia masih berdoa kepada Allah
- minta
- rabi yaumi yubun. Dia masih berdoa
- kepada Allah, "Ya Allah, tangguhkan aku
- sampai yaumulqiamah." Berarti iblis ini
- pengalaman karena dia hidup saja sebelum
- kita dan kita sudah tua dia masih belum
- mati. Jadi iblis ini paling pintar untuk
- menggoda manusia. Target iblis yang
- pertama bukan orang
- awam. Target iblis yang pertama adalah
- ulama-ulama, ustaz-ustaz. Karena apa?
- Kalau dia menumbangkan seorang ustaz,
- pasti banyak pengikut.
- Dia menumbangkan seorang ulama, apalagi
- ulama besar, pasti banyak pengikut.
- Jadi, iblis enggak kerja dua kali. Jadi,
- kalau
- umpama seorang itu profesor doktor ya
- atau dia doktor di dalam agama, itu
- iblis yang datang kepadanya itu super
- dokter. Super dokter. Lebih pintar,
- lebih pengalaman daripadanya. Jadi itu
- yang target iblis yang pertama ingin
- menumbangkan pemimpin-pemimpin agama
- supaya banyak pengikut. Iblis enggak
- kerja dua kali. H kalau dia tumbangkan
- seorang
- awam, orang awam ini menjadi murtad.
- Enggak ada pengikut. Orang awam ini ee
- menjadi salah pengertiannya dalam agama,
- enggak ada pengikut.
- Tapi kalau seorang pemimpin agama,
- pemuka agama ditumbangkan oleh iblis,
- banyak pengikutnya. Insyaallah terjawab.
- Baik. Wallahuam. Wallahuam bawab.
- Demikian untuk Ibu Albar di Cikarang.
- Kemudian Ustaz ini dari Ibu Liza.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Baik, Ustaz.
- Bila ada yang cuek saja dan seolah tidak
- peduli dengan di saat agama dihina,
- Rasul dan ulama-ulama dihina menganggap
- bukan urusannya, apakah sikap seperti
- ini juga termasuk sikap munafik? Ustaz,
- bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shallolli ala Muhammad wa ala ali
- Muhammad.
- Ada hadis Rasul sallallahu alaihi
- wasallam ketika Rasul ee ketika seorang
- datang kepada Rasulullah dan dia meminta
- supaya Rasulullah menasihati
- kepadanya. Kemudian Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam menyatakan la
- tagdab. Jangan marah. Jadi artinya
- kemarahan itu sebaik-banyaknya kita
- harus bendung.
- Tapi ketika agama kita itu
- dihina dan kita merasa tidak ada
- apa-apanya, ya biasa-biasa aja.
- Hati-hati jangan-jangan iman kita ini
- sudah terangkat, diangkat oleh Allah
- Taala. Di situlah kita harus marah. Cuma
- kemarahan kita itu jangan membabi
- buta. Sebab kalau agama Allah dihina,
- Rasul sallallahu alaihi wasallam dihina.
- Wajar kalau kita marah, tapi dalam
- koridor yang dibolehkan dalam
- agama. Kalau seorang sudah merasa tidak
- ada apa-apanya, anggap biasa-biasa aja,
- ya bukan hal mustahil. Dia masuk kepada
- kelompok yang munafik. Insyaallah
- terjawab. Wallahuam. Baik, Ibu Liza.
- Kemudian, Ustaz, ini ada pertanyaan
- kembali
- dari Ibu Dian di Sukabumi.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah. Baik, Ustaz. Jika kita
- berbicara tentang munafik bagi individu,
- maka hal tersebut sangatlah mudah
- ditemukan. Apalagi ada hadis-hadis yang
- saat ini menjelaskan hal tersebut.
- Namun, bagaimana dengan
- pemimpin-pemimpin
- Islam yang munafik atau tidak? Mungkin
- akan sangat sulit sekali menemukan hal
- demikian. Mohon penjelasannya, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala sayyidina Muhammad wa.
- Saya kira sebenarnya terbalik. Malahan
- lebih gampang kita melihat adalah
- tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama,
- pemimpin. Karena nampak kan dengan
- sifat-sifat kemunafikan mereka. Kalau
- mereka berjanji enggak pernah tepati,
- mereka berbicara tidak sesuai dengan
- kenyataan, banyak bohongnya.
- Justru itu dalam Al-Qur'an kan Allah
- Taala ingatkan, "Ya ayyuhalladzina amanu
- lima taquuluna ma
- taf'alun." Wah, ini panggilan kepada
- orang-orang yang beriman supaya kita
- jangan terpeleset masuk kepada kelompok
- orang-orang munafik. Ya ayyuhalladzina
- amanu, wahai orang-orang yang beriman.
- Lima taquuluna ma taf'alun. Kenapa
- kalian mengatakan sesuatu yang kalian
- tidak perbuat? Artinya dengan kalimat
- yang lain, Anda mengatakan sesuatu tapi
- tindak tanduk Anda ini berseberangan
- dengan apa yang Anda
- katakan. Artinya contoh
- begini, kita berbicara memanggil kepada
- hamba-hamba Allah untuk berbuat baik,
- untuk salat, tapi dia sendiri salatnya
- enggak benar. Ya, dia sendiri tidak
- begitu perhatikan untuk berbuat hasanah.
- Apalagi kalau seorang pemindu kan sangat
- sangat jelas kelihatan. Karena apa? Dia
- sering muncul di media, dia sering
- muncul di tengah masyarakat, sering
- orang berbicara tentang keadaannya,
- orang berbicara tentang janjinya, orang
- berbicara tentang apa yang dilakukan.
- Jadi lebih jelas untuk kita lihat, untuk
- kita perhatikan. Hm.
- Nah, itulah sehingga Allah Subhanahu wa
- taala
- mengancam tentang orang-orang munafik
- itu banyak ayat yang Allah Subhanahu wa
- taala ceritakan tentang bagaimana Allah
- subhanahu wa taala ee menyediakan azab
- bagi mereka.
- Di antaranya ada ayat yang Allah
- Subhanahu wa taala
- menyatakan di ayat yang saya bacakan
- tadi ketika Allah Taala menceritakan
- tentang orang-orang munafik yang ada di
- lingkungan Rasulullah dan yang berada di
- Madinah. Heeh. Kemudian Allah Subhanahu
- wa taala menyatakan nahnu naam. Kami
- Allah mengetahui tentang mereka
- sekalipun enggak diketahui oleh orang
- banyak. Kemudian Allah Taala menyatakan,
- "Sanuadzibuhum marratain tumma yuraduna
- ilaabin
- adim." Kami Allah dia sanuadbum. Kami
- Allah akan mengazab kepadanya dua kali
- maratain. Dua kali ini apa di akhir
- hidupnya atau di dunia yang satunya
- sudah pasti di akhirat.
- Tapi Allah Subhanahu wa taala menyatakan
- di ayat ini, marain tma
- yuradunaabinim. Berarti tiga kali Allah
- Taala azab kepada mereka. Allah Taala
- mengadab kepada mereka dua kali. Dan
- ketika mereka baliknya ke yaumul akhir,
- azab yang sangat besar menanti mereka.
- Itulah sehingga saya sampaikan tadi,
- kita perlu berhati-hati dalam kehidupan
- kita ini supaya jangan kita tergelincir
- masuk kepada kelompok munafik.
- Setidak-tiak masuk terikut dengan
- mereka, terbawa dengan mereka. Karena
- apa? Ada faktor keuntungan, ada faktor
- jabatan, ada faktor materi. Insyaallah
- terjawab. Baik, Ustaz. Dan pertanyaan
- tadi dari Bu Dian di Sukebumi menjadi
- pertanyaan terakhir, Ustaz. Terakhir di
- sore hari ini sebelum berpisah ada
- kesimpulan yang bisa disampaikan.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin. Allahumma shalli wasallim
- wabarik ala sayyidina Muhammadin nabiyil
- karim wa ala alihi wa ashabihi ajmain.
- Hamba Allah yang
- mulia. Inilah tiga golongan manusia yang
- Allah gambarkan di dalam
- Al-Qur'an. Sebelum Allah Taala bercerita
- tentang puasa, tentang zakat, tentang
- hukum-hukum, tentang akhirat, Allah
- Taala menggambarkan dulu tentang tiga
- kelompok. manusia ini di surah
- Al-Baqarah mulai dari
- permulaan. Untuk itu, hamba Allah yang
- mulia, Allah ingin mengenalkan kepada
- kita siapa tiga kelompok manusia ini.
- Tinggal pilihannya balik kepada diri
- kita masing-masing. Kelompok yang mana
- yang akan kita masukkan diri kita?
- Tentunya kelompok yang pertama.
- Alladzina yukminuna bil ghaib wauimun
- shaimnahum yunfiquun. Masukkanlah diri
- kita kepada kelompok tersebut.
- Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala
- mencurahkan
- hidayah-Nya, magfirahnya, rahmatnya
- dalam kehidupan kita. Dan Allah Taala
- jauhkan daripada sifat kemunafikan.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilahaillallah wa anna muhammadar
- rasulullah. Ntagfiruka waatubu ilai.
- Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh, ikhwan dan
- akhwat. Demikian tausiah kita di sore
- hari ini bersama Ustaz ZM Bahmid. Saya
- Biagus Ondi dan juga Subangkit mohon
- undur diri. Terima kasih. Billahi taufik
- wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- shining with the
- [Musik]
- heart and you
- Tuan-Mu
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- He.
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Berasil
- TV untuk Islam yang satu.
- [Tepuk tangan]
- H
- [Musik]