Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirahmanirahim. Assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari
- ini hari Jumat ya. Hari Jumat tanggal 12
- atau 13 sekarang nih.
- Hari Jumat ini tanggal 12. 12 Januari
- 2018 1 26 eh Rabiul akhir 1439 Hijriah.
- Yang seperti biasa Radio Silaturahim dan
- juga Rasul TV melalui YouTube.
- Menyajikan acara Sirah Nabawiyah bersama
- Ustad Salman Al Farisi.
- Alhamdulillah beliau sudah hadir di sini
- dan tadi mengajak keluarganya. Aduh
- alhamdulillah.
- Assalamualaikum Ustad Salman.
- Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Gimana kabarnya Rolis? Aku enggak nanya
- grup musik nih.
- Gitu Rolis ya?
- Rolis Rolis.
- Rolis ini
- Pak Krisna santri
- Rolis? Rolis ini 13 tahun sekarang.
- 13 tahun.
- Santri kita di Sawangan datang dulu
- diantar oleh ustadnya sebenarnya datang
- kemudian diantar oleh ayah ibunya.
- Datang tidak bisa baca Alquran. Heeh.
- Alif pun enggak tahu.
- Alif ba ta pun belum belajar dia.
- Sekarang? Tapi alhamdulillah sekarang
- sudah ikut membaca Shahih Muslim.
- Masyaallah. Dan bisa membacanya.
- Ini Pak Krisna saya dapatkan dari Sayyid
- Nabil Al Ghambri rahimahullah.
- Beliau pernah bilang gini,
- "Mengajarkan ilmu itu jangan dengan
- menjelaskan saja." Ehm. Konsep kami kan
- di pesantren di Medan itu
- satu hadis dijelaskan
- seperti ceramah.
- Tapi dari guru saya Sayyid Nabil saya
- dapatkan ilmu bahwa "Ajaklah anak-anak
- membaca." Ehm.
- Walaupun dia enggak bisa. Ehm, ehm.
- Nah, terutama bila membaca Alquran
- seperti kita kan tadarusnya itu beberapa
- kali sehari, selain tahfiz ada tadarus.
- Kemudian dia membaca hadis. Ehm. Mau
- pada saat-saat beberapa hari tertentu
- wajib membaca 40-50 hadis per orang.
- Ternyata terbukti Pak Krisna.
- Anak yang tidak bisa baca ini
- jika kita ajak membaca terus, membaca
- terus, membaca terus paslah sudah
- pepatah orang kampung kami Melayu Medan
- sana, apa? Ala bisa karena biasa.
- Tajam pisau karena sering diasah.
- Masyaallah.
- Maka sering saya sampaikan ke remaja
- yang tidak nyantri
- "Kalau kau enggak bisa baca Alquran,
- maka paksalah dirimu membaca Alquran."
- Dia hafalnya yang Baca saja, tapi yang
- baiknya memang dengan seorang guru Pak
- Krisna.
- Jadi
- membaca didampingi oleh seorang guru.
- Itu insyaallah kami sudah buktikan
- dengan seorang anak di sana. Tapi memang
- si Rolis ini punya kemauan yang tinggi
- Pak Krisna ya. Jadi oh drastis sekali
- perubahannya. Sering saya puji dia di
- depan dia pun di di ruangan kelas.
- Saya sering tersenyum bila sekarang
- giliran dia membaca.
- Karena u ingat sekali saya dulu
- awal-awal dia membaca Sahih Muslim
- terbata-bata, bukan hanya terbata-bata,
- enggak tahu dia.
- Maka saya saya ajari, "Baca."
- "Yang mana Ustaz?" "Yang ini." "Apa
- bacaannya Ustaz?"
- "Qala haddasana." "Qala haddasana." Dia
- enggak tahu mana ha dan da, tapi dia
- baca "Qala haddasana."
- "Qutaibatu." "Qutaibatu." Ibnu Said
- Qala
- Sufyanu Ibnu Uyainah
- Syu'bah.
- Baru Anis Syabi.
- An Ibni Umar Radhiallahu Anhu
- Qala Rasulullah Shallallahu Alaihi
- Wasallam, dia baca. Mendengarkan apa
- yang saya dan dia dia belum tahu itu
- hurufnya gimana.
- Baru ada guru kita Ustaz Halim, ada guru
- Ustaz Gus Suwanto yang saya amanahkan,
- tolong kenalkan dia alif ba ta tsa.
- Jadi sambil kita ajak dia membaca,
- sambil dikenalkan dia alif-alif ba ta
- tsa tadi. Alhamdulillah ini baru berapa
- bulan? 8 bulan.
- Sudah ikut membaca hadis dan lancar.
- Bagi saya itu prestasi.
- Maka sering saya katakan, kalau di
- pesantren kita ini kan tidak tidak
- menganut konsep instan terburu-buru.
- Berapa juz per tahun dia hafal? 5 juz
- saja cukup. Enggak usah banyak-banyak.
- Kemudian apa targetnya tahun pertama
- dalam ilmu hadis? Dia bisa baca hadis
- dengan baik.
- Saya sering jelaskan kepada tim kita di
- sana, kenapa harus bisa membaca?
- Sekarang ini, zaman sekarang ini Pak
- Krisna, zaman di mana
- antara motivator, antara public speaking
- dengan ustaz sudah tidak ada bedanya.
- Banyak orang yang belajar public
- speaking kemudian membaca Google,
- berceramah membawakan ilmu agama. Saya
- tidak menyalahkan itu tentunya ya, tapi
- saya sangat menyayangkan itu. Tapi
- enggak perlu saya mencaci, menghardik
- pelakunya enggak perlu. Apa yang saya
- lakukan?
- Mendidik anak-anak.
- Dengan konsep ulama-ulama salafus saleh.
- Ulama salafus saleh enggak ada yang
- belajar 2 tahun Pak Krisna.
- Belajar berapa tahun? 15 tahun. Belajar
- berapa tahun? 20 tahun. Baru boleh
- mengajar.
- Ini kita kadang-kadang bisa enggak kita
- bikin program hafal Quran 30 juz
- setahun?
- Apa artinya?
- Jangan jangan instankan semuanya, enggak
- ada. Apa yang mau kita kejar?
- Salman, nanti mati kau sebelum program
- itu tidak jadi. Akan ada diutus oleh
- Allah orang yang lebih hebat dari si
- Salman.
- Maka
- dan itu sekali lagi saya tidak mencaci
- atau saya tidak menganggap remeh
- orang-orang yang sudah membikin semuanya
- instan, cepat, cepat menghafal, cepat
- ini, enggak sudah. Aku tidak mencaci itu
- itu itu namanya metode, silakan yang
- itu, tapi aku lebih memilih
- metode lama.
- Metode lama itu apa? Lambat.
- Kau harus belajar dulu membaca, lancar
- dulu kau membaca baru saya ajarkan kau
- menerjemahkan.
- Bisa kau menerjemahkan, saya ajarkan kau
- kau nanti memahami makna teks ini.
- Bisa kau memahami teks ini, baru saya
- ajarkan di mustalah hadis. Tapi mustalah
- itu akan kita mulai dari bawah.
- Setelah itu baru diajarkan rijalul
- hadis.
- Jarang sekali orang bisa memahami
- tentang rijal.
- Oh, setelah itu baru kita mempelajari
- ini sahih apa daif apa hasan.
- Setelah itu baru yang dibikin oleh Ustaz
- Husein.
- Man man man apa namanya? Menyejajarkan
- hadis dengan Alquran.
- Hasilnya apa? Tetap Alquran hadis harus
- didampingkan.
- Tapi dengan ilmu pengetahuan yang
- mumpuni. Ibaratnya gini Pak Krisna.
- Kalau kau mau bikin bakwan, bisa saja
- kau sekarang pergi ke toko, beli tepung
- bakwan, ada kan?
- Maka kau cuma cukup mengiris kol,
- masukkanlah kol itu ke
- adonan tadi, sudah jadi.
- Tapi rasa bakwan kau standar.
- Cuman bagi orang yang suka mecin, suka
- kali bakwan kau.
- Ah, karena bumbunya itu dikasih mecin.
- Tapi kalau kau datang ke opung-opung
- yang pandai betul masak bakwan,
- Enggak begitu, Nak. Pertama, kau belajar
- dulu mengenal tepung, Nak.
- Tepung ini ada ini, ada ini, ada ini,
- ada ini. Dan yang cocok untuk bakwan,
- Nak, terigu yang mereknya ini.
- Ha, bumbu itu ada ada bumbu-bumbunya.
- Nanti kita akan sama dia bumbu-bumbunya.
- Yang bagus untuk bakwan, Nak, harus
- kayak gini. Nanti mengirisnya begini,
- Nak. Nah, ini. Terus, kalau kau ingin
- rasa begini, begini, begini, ini cara
- Terakhir, Nak, menggoreng bakwan, Nak.
- Ada triknya, Nak. Kau baru ketika dia
- suguhkan bakwan itu ke depan kau, Pak
- Krisna, ketika kau kunyah bakwan itu,
- lupa kau cantik istri kau saking enaknya
- bakwan ini.
- Ha, itu sama dengan ilmu pengetahuan.
- Ilmu pengetahuan jika didapatkan dengan
- setahun saja,
- ya itu kayak bakwan yang dibeli tadi
- tepungnya tadi.
- Luar biasa mantap kita.
- Oke, entar kawan-kawan main ya ke
- pesantrennya Ustaz Salman, ya.
- Alon-alon. Diajarin bikin bakwan entar.
- Oh, iya.
- Pokoknya asyiklah kalau ngobrol sama
- Ustaz Salman. Masyaallah. Oke, kita akan
- bahas eh konten kita pada pagi hari ini.
- Eh, judulnya Pesona Akhlak Rasulullah.
- Iya, iya. Pesona Akhlak Rasulullah.
- Sallallahu alaihi wasallam. Kita panggil
- Ustaz Salman Alfarizi. Terima kasih,
- terima kasih, Pak Krisna.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin
- wabihinastain ala umuriddunya waddin.
- Wasallallahu ala sayyidina Muhammadin
- abil Qasimil amin wa ala alihi wa
- ashabihi ajmain. Amma ba'du.
- Eh, tentu segala puji syukur kita
- ucapkan sebanyak-banyaknya kepada Allah
- karena banyak sekali nikmat yang sudah
- kita terima.
- Sebagai ungkapan rasa terima kasih kita,
- memang layak dan wajib untuk kita selalu
- memujinya.
- Selawat dan salam kepada dia yang
- mengajarkan kita segala-galanya.
- Bukan hanya sekedar sunnah, tetapi
- merupakan sebuah kebutuhan untuk selalu
- kita ucapkan.
- Semoga semua ajaran yang sudah dia
- sampaikan bisa kita amalkan sehingga di
- hari akhirat kelak kita mendapatkan
- syafaat darinya. Amin ya rabbal alamin.
- Pemirsa, pendengar Radio Silaturahim
- yang kami muliakan, baik yang
- menyaksikan kita di radio ataupun yang
- menyaksikan kita melalui channel YouTube
- Rasio TV. Semoga semua diberkahi oleh
- Allah subhanahu wa taala.
- Eee.
- Eee kita bacakan Al-Fatihah. Eee pertama
- saya tadi pagi ini, saya cerita saja
- bukan ini tahaddus binni'mah.
- Dari hari Senin yang lalu kami di
- pesantren.
- Eee bermusyawarah bagaimana mengecilkan
- biaya
- operasional.
- Yang kita kecilkan itu termasuk
- pengadaan beras. Ya, jadi beras itu di
- di di cari caranya supaya ada terus
- karena lumayan meringankan.
- Kemudian salah seorang ustaz saya ustaz
- kita di sana namanya Ustaz Halim. Ustaz,
- kalau bisa kita punya sumber air yang
- bersih yang layak minum.
- Saya hari Senin itu teringat wajah
- beberapa orang yang saya kenal tentang
- air. Saya telepon telepon telepon tapi
- tidak ada yang pas.
- Saya teringat Pak Ihsan.
- Eee.
- Pak Ihsan kan punya Rasio yang ada air
- minum yang di bagi-bagikan semua orang.
- Dan beliau pernah cerita ke saya.
- Lebih murah harganya nanti kalau kita
- yang bikin katanya. Oh, saya pikir gini.
- Besok saya ngomong Pak Ihsan ini supaya
- lebih murah gitu kan.
- Kalau lebih murah itu artinya karena
- beliau punya kenalan jadi kan murah
- harganya.
- Eee saya bilang saya tanya sama Pak
- Ihsan. Pak Ihsan,
- sama siapa ini kita bikin air ini kita
- mau bikin di pesantren. Dah, sehat
- sekali mudah-mudahan panjang umur berkah
- beliau ya.
- Dan ini bukan sebuah cerita riya, ini
- cerita tahaddus binni'mah.
- Kata Pak Ihsan apa? Ah, kalau itu
- aku yang bikin semuanya katanya.
- Jadi, kalau kata Pak Krisna, saya
- berkhayal ayam tapi dapat kambing saya
- pagi ini.
- Aduh.
- Saya tadi di mobil gini Pak Krisna ya.
- Ini ini cerita asli ini. Di mobil tadi
- pas keluar tol Cibubur, saya berdoa
- begini.
- Ya Allah, entah bagaimana caramu, itu
- kuserahkan kepadamu. Aku pengin rezeki
- yang agak banyak dan berkah.
- Saya ngomong gitu di sambil nyetir. Ini
- demi Allah mungkin malaikat Raqib kalau
- bisa ngomong betul cerita saya.
- Saya tadi selalu berdoa, "Ya Allah, saya
- pengin rezeki pagi ini Allah.
- Aku kadang-kadang kalau berdoa suka
- spesifik.
- Pagi ini aku pengin rezeki Allah yang
- banyak dan berkah."
- Eh, itu bikin air itu banyak itu.
- Karena ustaz-ustaz saya bilang,
- "Ustaz harus segera ada ini." Baik, saya
- pikirkan saya bilang.
- Alhamdulillah.
- Maka jangan ragu berdoa.
- Ini aku bilang sama pemirsa Bapak Krisna
- sama kita semua yang hadir di sini. Saya
- ini bukan orang saleh.
- Salatku saja pas-pasan. Bacaan Qur'anku
- pun pas-pasan. Zikir saya pun pas-pasan.
- Amal saleh saya pun dikit sekali. Lebih
- banyak Pak Krisna.
- Yang aku mau bilang itu apa? Lihatlah
- hamba yang maksiat ini ketika ber
- langsung dikabulkan oleh Allah Subhanahu
- wa Ta'ala.
- Maka,
- jika kalian masih ragu dalam doa,
- rugilah hidup kalian.
- Saya ulangi lagi deh.
- Saya ini bukan orang saleh.
- Bahkan menurut malaikat Raqib dan Atid,
- mungkin saya ini banyak dosanya.
- Tapi saat saya coba mengangkatkan
- tangan, seyakin-yakinnya kepada Allah
- Subhanahu wa Ta'ala. Ini cerita nyata
- ini. Tadi selalu saya sampai lampu merah
- tadi di situ, selalu itu yang saya
- ulang-ulang di hati saya tadi.
- Dari lampu merah kemari,
- "Ya Allah apapun caranya Engkau ya
- Allah." Aku juga enggak enggak kebayang
- aku kalau air ini engkau abang aku hari
- yang lalu aku pengen temui Pak Ihsan.
- Pengen supaya harganya lebih murah saja
- sebenarnya.
- Alhamdulillah.
- Maka pemirsa, jangan pernah ragukan doa
- ya.
- Eh, baca Al Fatihah dulu. Oh, baca Al
- Fatihah dulu kita, benar.
- Supaya berkah semuanya. Ini ya Pak
- Ustadz Zeilani yang baru saja meninggal
- ayahnya di Palembang. Oh, innalillahi wa
- inna ilaihi raji'un. Yuk kita hadiahkan
- Fatihah kita ini kepada eh ayahanda dari
- Ustadz kita Ustadz Zeilani. Semoga
- dirahmati, dilapangkan kuburnya. Dan
- kepada saudara-saudara kita yang
- meninggal
- eh dalam waktu dekat atau yang sudah
- lama, semoga diberkahi oleh Allah.
- Dan eh kita ini kru Radio Rasya ini
- semuanya diberkahi oleh Allah Subhanahu
- wa Ta'ala.
- Dimudahkan rezekinya, dilunasi
- hutang-hutangnya, diangkat penyakitnya
- semuanya. Amin ya Allah. Amin. Wabil
- khusus keluarga Thalib ini, baik Pak
- Farid, Pak Ihsan dan adik-adiknya, Pak
- Fikri, Pak Ibrahim.
- Siapa lagi namanya itu, lupa saya. Oke.
- Pak Mulki. Madinah. Iya, Dina. Semualah
- keluarga Thalib ini, masya Allah.
- Semoga diberikan Allah pahala yang
- banyak atas wakaf radio yang luar biasa
- ini dengan segala fitnah, tetap komitmen
- dan istiqomah. Semoga tidak di
- tidak diganggu lagi oleh siapapun,
- dijaga oleh Allah, diberkahi oleh Allah.
- Semoga Ustadz kita Ustadz Husein
- juga dijaga oleh Allah. Asatidz-asatidz
- kita yang ada di sini
- partner kita semuanya, baik asatidz yang
- ada di Al Fatah, NU, Muhammadiyah.
- Teman-teman kita semuanya lah
- eh dijaga oleh Allah, diberkahi oleh
- Allah. Negara kita Indonesia ini
- diberkahi oleh Allah. Hmm. Mulai dari
- rakyatnya sampai pejabat dan presidennya
- ditunjuki, diberikan hidayah oleh Allah
- Subhanahu wa Ta'ala.
- Ala hadzihin niat walikulli niatin
- shalihah walihadhratin nabiil musthafa
- shallallahu alaihi wasallam Al Fatihah.
- Audzubillah.
- Audzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbilalamin.
- Arrahmanirrahim. Maliki yaumiddin.
- Iyyaka wa iyyaka nasta'in, ihdinas
- shirotol mustaqim.
- Shirotol ladzina an'amta alaihim ghoiril
- maghdubi alaihim walad dhollin, amin.
- Alhamdulillah. Banyak sekali kabar
- gembira hari ini, masya Allah, masya
- Allah, masya Allah. Baik.
- Ini kita mau bercerita mengenai pesona
- akhlak Rasulullah Shallallahu alaihi
- wasallam atau keluhuran budi pekerti
- Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam.
- Sudah pernah kita bahas berkali-kali di
- radio ini.
- Tetapi
- seperti yang sudah pernah saya
- sampaikan, saya akan
- eh menyampaikan sejarah ini berurutan
- dari sejak Nabi sebelum lahir sampai
- kemarin peperangan Uhud. Dan peristiwa
- Uhud kita bahas berkali-kali karena kita
- tidak punya target eh harus khatam, ya
- seumur hidup kita belajar ini kan.
- Oh target kita adalah bagaimana kita
- mampu mengimplementasikan
- sejarah hidup Rasulullah ini dalam
- kehidupan sehari-hari. Maka banyak
- sekali yang perlu kita pelajari.
- Hari ini kita coba tematik yaitu tentang
- keluhuran budi pekerti Muhammad
- Shallallahu alaihi wasallam.
- Bapak dan Ibu pemirsa, pendengar yang
- kami muliakan.
- Budi pekerti adalah ajaran utama
- Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam
- menurut saya yang lemah analisanya ini.
- Walau asatidz-asatidz kita sering
- mengatakan tauhidlah ajaran utamanya
- atau fiqih atau lain-lain sebagainya.
- Tapi bagi saya ajaran yang paling utama
- dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi
- wasallam adalah budi pekerti.
- Saya sering mengatakan kepada diri saya,
- kepada orang-orang yang saya kenal
- dekat, "Bila kau mendidik umat, maka
- didiklah umat tentang budi pekerti
- Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam
- terlebih dahulu sebelum yang
- lain-lainnya.
- Bahkan sebelum engkau kenalkan dia
- tentang Allah dan Rasul-Nya, kau ajarkan
- dulu dia tentang budi pekerti Rasulullah
- Shallallahu alaihi wasallam."
- Dan budi pekerti Bapak dan Ibu yang saya
- muliakan tidak bisa diceramahkan seperti
- ilmu tauhid, tidak bisa dijelaskan
- seperti ilmu hadis, tidak bisa di
- disyarahkan seperti ilmu fikih. Tetapi
- ilmu akhlak atau keluhuran budi pekerti
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- harus ada di dalam diri pengajarnya,
- baru bisa
- itu tertularkan kepada orang yang
- mendengarkannya.
- Bila seorang ustaz yang mengatasnamakan
- akhlak Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam masih sering sumpah serapah,
- saling menyalahkan,
- eh mimbar hanya digunakan untuk
- mengklaim kebenaran diri sendiri dan
- mengatakan yang lain salah, itu bukanlah
- akhlak Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam.
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam kepada musuh yang menyakitkan
- sekalipun,
- Nabi tetap menunjukkan pesona akhlak
- yang luar biasa.
- Bapak dan Ibu pemirsa yang Allah
- muliakan, pendengar setia Radio
- Silaturahim, lihatlah sekarang
- di mana akhlak Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam? Penghafal Quran semakin
- banyak. Yang ahli ilmu hadis ada, yang
- tahu ilmu tafsir banyak, ya, yang bisa
- berceramah banyak, yang pandai ilmu-ilmu
- ilmu banyak sekali, tapi seolah-olah
- akhlak hilang. Atas nama perjuangan,
- mereka mengorbankan akhlak. Atas nama
- keadilan, kadang-kadang akhlak harus
- disingkirkan. Atas nama tegaknya syariat
- Islam pun kadang-kadang akhlak hilang
- dari kehidupan umat Islam. Terlalu besar
- kalau kita bahas yang tiga perkara ini
- karena penuh dengan intrik, penuh dengan
- subjektivitas. Saya tidak akan bahas
- yang barusan saya sampaikan, tapi saya
- ingin bahas tentang hal-hal kecil yang
- ada di kehidupan kita sehari-hari.
- Lihatlah Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam
- mengatakan dalam hadisnya, "Innama
- buistu liutammima makarimal akhlak."
- Semua umat Islam hafal hadis ini.
- Mau umat Islam yang baru kenal Islam
- sampai umat Islam yang ahli. Hafal hadis
- innama buitsu liutammima makarimal
- akhlak.
- Tapi
- entah kenapa
- ketika ingin menerapkan akhlak
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- seolah-olah
- eh entah apa yang terjadi dalam diri
- kita masing-masing.
- Bapak dan Ibu pemirsa yang kami
- muliakan, lihatlah.
- Yang sering saya sampaikan, saya ingin
- sampaikan lagi di sini.
- Di jalan raya
- akhlak kita tidak ada.
- Eh tidak ada.
- Di lingkungan kita akhlak hilang.
- Lihatlah di lingkungan kita sekarang,
- sampah dibuang sembarangan. Itu bukan
- bagian dari akhlak Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam.
- Orang yang merokok tidak memikirkan
- apakah asap rokoknya akan merusak orang
- lain, itu bukan akhlak Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Bukan saya melarang merokok, yang ingin
- merokok saya katakan teruslah merokok
- sampai engkau panjang umur dengan
- rokokmu.
- Tetapi berakhlaklah ketika merokok.
- Itu yang ingin saya sampaikan, ya.
- Saya sudah eh saya coba teliti, dilarang
- orang yang merokok itu enggak bisa.
- Tapi minimal jaga akhlakmu dengan
- rokokmu itu.
- Eh
- di mana lagi saya bilang tadi? Di jalan
- raya, ya Allah innalillahi wa inna
- ilaihi raji'un.
- Berantem setiap pagi ada gara-gara jalan
- raya.
- Eh
- dan eh pemirsa dan pendengar yang kami
- muliakan
- akhlak kita antara kita sesama umat
- Islam pun betul-betul eh menipis.
- Menipis sekali.
- Kenapa aku bilang begitu?
- Umat Islam kita ini sekarang
- sudah tidak ada lagi remnya dalam hal
- mengkerdilkan orang lain dan
- membanggakan diri sendiri.
- Padahal
- Nabi kita sallallahu alaihi wasallam
- tidaklah mengajarkan itu.
- Nabi kita selalu menasehati kita
- mengkerdilkan diri sendiri dan memuji
- orang lain.
- Saat kita berbeda pendapat dengan
- siapapun mengatakan "Oh, saya yang
- salah.
- Saya belum belajar tentang apa yang kau
- sampaikan."
- Ini sudah hampir
- hampir tapi bukan semua ya, hilang dari
- kehidupan kita sebagai umat yang mengaku
- cinta Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam.
- Akhlak-akhlak kita yang lainnya yang
- perlu kita introspeksi
- masih banyak dan banyak lagi. Tapi kalau
- saya introspeksi terus nanti seolah-olah
- kajian kita ini sangat sinis. Maka coba
- kita lihat dulu satu persatu akhlak
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Yang pertama
- yang ingin saya sampaikan akhlak
- Rasulullah adalah tentang
- ke kekuatan mental pribadi atau
- istiqomah kalau kita bilang ya.
- Kekuatan kepribadian Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Nabi sallallahu alaihi wasallam
- pendiriannya itu tidak goyang walau di
- diterkam
- oleh badai atau singa sebesar apapun.
- Masih teringat kita mungkin pernah kita
- ceritakan.
- Di awal-awal dakwah Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam
- Nabi dicaci, dimaki, dipukul, dicekek,
- diembargo
- tidak pernah goyang dari dakwahnya.
- Bahkan
- itu dengan cara kekerasan.
- Orang kafir Quraisy mencoba membujuk
- Nabi, memberikan harta, memberikan apa,
- tapi Nabi tidak tergoyahkan.
- Bahkan suatu hari pamannya Abu Thalib
- menjumpai Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Nak,
- paman bukan menginginkan kau berhenti,
- tapi inilah yang disampaikan oleh
- pamanmu Abu Lahab yang harus paman
- sampaikan kepadamu.
- Apa itu paman?
- Mereka mengatakan,
- "Berhentilah Muhammad berdakwah
- atau
- kau eh kami beribadah seperti engkau
- sehari, kemudian engkau seperti kami
- sehari. Muhammad atau
- sampai mereka mengancam untuk
- membunuhmu, Nak."
- "Ini yang saya takutkan, Nakku." Kata
- Abu Thalib. Tapi kata apa, apa kata Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam?
- Ya ammi,
- wallahi
- lau wadha'us syamsa
- fi yamin
- wal qamara fi yasari ala an atruka
- hadzal amra
- ma taraktuhu hatta
- yuzhirahullahu wa uhlika fihi.
- Allah Allah. Lihat nih.
- "Pamanku, dengar baik-baik. Andai mereka
- mampu mengikatkan matahari di tangan
- kananku,
- bulan di tangan kiriku agar saya
- berhenti bergerak untuk menyampaikan apa
- yang di sudah dititipkan oleh Allah
- kepada saya, tidak akan pernah
- kutinggalkan sampai
- Allah me mem apa menggemilangkan agama
- ini
- ha atau aku dihancurkan di dalamnya."
- Ini kekuatan mental istiqamah Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Ini wajib kita contoh.
- Kenapa aku bilang begitu? Kenapa aku
- bilang wajib? Karena sekarang orang
- mudah sekali terombang-ambing.
- Ada angin timur,
- kau ikut ke timur.
- Ada angin barat,
- kau pun ikut ke barat.
- Ini yang terjadi di tengah-tengah umat,
- baik di kalangan umatnya atau di
- kalangan tokohnya atau di kalangan
- ulamanya.
- Kepribadian yang kuat itu hilang dari
- pengikut Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam.
- Ini kalau mau saya ceritakan buktinya,
- tapi memalukan sekali kalau saya
- detailkan.
- Betapa banyak orang yang mudah sekali
- bergeser nilai-nilai keislamannya hanya
- karena uang, hanya karena jabatan, hanya
- karena popularitas, hanya karena
- penghasilan dan lain-lain sebagainya.
- Lihat nih kawan-kawan yang yang lemah
- pendiriannya itu ya.
- Sampai-sampai mereka tega mengatakan
- tidak ada ajaran eh eh eh eh ajaran dari
- Alquran mengharamkan homoseksual contoh,
- itu kan
- kepribadian yang jauh sekali, tapi
- mengaku dia Islam.
- Coba bayangkan ada orang mengatakan
- LGBT itu bagian dari hak asasi manusia.
- Dari hak asasi manusia, mana nya pula
- itu?
- Hah? Wal iyazubillah.
- Demi apa? Ya demi uang misalnya, ya demi
- popularitas atau demi ada saja itu demi
- nya.
- Ah.
- Sudah terlalu banyak, terutama nanti
- saat-saat ini besok kan ada pilkada
- serentak Pak Krisna ini kan.
- Oh oh oh.
- Dari sejak zaman Pak Harto sampai lah
- zaman ini
- orang-orang yang terombang-ambing di
- masa pilkada, terutama mereka-mereka
- yang pakai kopiah dan pakai jenggot,
- pakai jubah kayak aku nih banyak.
- Hati-hati kawan.
- Jangan kau terpesona
- dengan ge dengan kemilaunya duit yang
- ditawarkan.
- Jangan kau terpesona dengan menterengnya
- jabatan yang sedang menanti.
- Jangan engkau tergiur dengan
- tawaran-tawaran popularitas yang
- membuatmu hilang atau pergi dari ajaran
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Enggak lama hidup kita ini cuma 63
- tahun, 70 tahun. Kalau kau jabatan 5
- tahun, harta akan habis.
- Saya kemarin di-share oleh orang
- 10 orang terkaya Indonesia ini.
- Yang paling kaya ternyata yang punya
- Djarum.
- Siapa di Hartono entah siapa namanya.
- 200 triliun.
- Saya lagi mikir itu.
- Diapainlah sama Pak Hadi Hartono duit
- 200 triliun itu.
- Umur dia sudah 60-an lebih.
- Bentar lagi meninggal.
- Saya juga baca beritanya di CNN tuh.
- Yang punya Mayora itu entah nomor ke
- berapa masuk 10 besar.
- Umurnya sudah 90 tahun.
- Mau dibawa ke mana itu harta?
- Tidakkah kita berpikir? Sampai mana itu?
- Meninggal dia.
- Meninggal dia, apa yang terjadi nanti?
- Yang punya Sinar Mas, siapa namanya itu
- kemarin? Masuk juga 10 besar.
- Yang punya Mayapada
- masuk juga 10 besar.
- Mau kau masukkan semua ke perut kau yang
- 200 triliun itu? Masuk itu duit.
- Atau mau kau pakaikan semua? Jadi
- jam Rolex 14 biji kau pakai tangan kau.
- Hah? Pak jam Richard Mille mungkin entah
- apa namanya ada yang saya tahu itu lagi
- yang mahal-mahal karena saya pengalaman
- bawa jemaah dulu belanja ke
- barang-barang branded. Tas Hermes.
- Tas Hermes atau kau bikin 14 biji kau
- punya.
- Iya kan? Sepatu kau Bottega Veneta
- mungkin entah apalah mereknya Bally.
- Bally masih murah mungkin di kalangan
- mereka iya kan?
- Sampai berapa?
- Andai kita pikirkan itu maksud aku.
- Tidakkah kau pikirkan saja cukuplah
- sudah apa yang Allah berikan. Kau punya
- rumah, kau punya kendaraan, ada makan
- setiap hari selesai sudah.
- Pikirkan sekarang apa yang akan kau bawa
- ke alam sesudah kau meninggal.
- Kepribadian Rasulullah Shallallahu
- Alaihi Wasallam, kekuatan hati
- Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam,
- kehebatan mental Rasulullah Shallallahu
- Alaihi Wasallam, istikamahnya Rasulullah
- Shallallahu Alaihi Wasallam
- adalah bagian pesona akhlak yang wajib
- kita contoh sebagai pengikut Rasulullah
- Shallallahu Alaihi Wasallam, apalagi
- kita mengakui mencintai Rasulullah
- Shallallahu Alaihi Wasallam.
- Jangan tergeser dakwah kita. Jangan
- tergeser ajaran kita ini. Tetap ada
- dalam istikamah di jalan Rasulullah
- Shallallahu Alaihi Wasallam. Akan tetapi
- perlu juga aku jelaskan ini.
- Sekarang banyak juga orang yang salah
- dalam menerapkan istikamah.
- Tentu lagi-lagi aku ini sangat mengaku
- analisa saya lemah dan bisa salah saya
- sangat terima sekali bila saya salah.
- Kemarin ceramah kita kemarin saya
- ditegur oleh Ustaz yang saya sayangi
- sekali Ustaz Abul Hidayat Sirazi. Ah
- masya Allah saya ucapkan terima kasih.
- Begitu yang saya suka dari semua yang eh
- saya senang sekali bila ditegur, saya
- senang sekali karena saya anak muda.
- Antara emosi dan ilmu pengetahuan saya
- nyampur masih kan? Waisnya saya belum
- ada. Maka kalau ditanya fatwa saya
- enggak mau berfatwa Pak Ustaz ya.
- Eh ini yang saya ingin sampaikan itu
- apa? Salah kaprahnya orang dalam
- menerapkan istikamah itu maksud saya apa
- tadi?
- Dia istikamah di satu hal
- yang tidak tepat. Emm. Tapi itu berwarna
- agama.
- Ah, itu.
- Saya tidak mau mencontohkannya karena
- nanti saya takut sakit hati yang
- mendengarkan.
- Tetapi saya ingin memberikan cara
- bagaimana agar kita istikamah atau kuat
- pendiriannya di jalan yang tepat. Ah,
- ini. Karena kata guru saya di Mekah,
- enggak perlu kita mencaci sesuatu jika
- ingin memperbaiki sesuatu.
- Berikan saja cara memperbaikinya atau
- jelaskan saja solusinya. Mudah-mudahan
- yang salah mendengarkan.
- Nah, kalau kita
- sesalah apapun kau, Pak Krisna, kalau ku
- salahkan entar sakit hati kau itu. Betul
- enggak?
- Hah? Betul. Jadi, saya tidak akan kasih
- contohnya. Tapi saya ulangi lagi.
- Dalam hal keteguhan pribadi atau
- kekuatan mental tadi istikamah yang
- sudah kita berikan nama, akhlak
- Rasulullah ini
- kadang-kadang ada orang yang kurang
- tepat
- dalam praktekannya. Ah, itu ya.
- Tetapi dia berwajah agama. Siapa itu?
- Tidak perlu kita sebut. Terus, bagaimana
- caranya agar istikamah kita tepat di rel
- agama? Gampang.
- Jawabannya cuma satu. Menuntut ilmulah
- kepada orang yang berilmu.
- Ah, ini.
- Menuntut ilmulah kepada orang yang
- memiliki ilmu.
- Kenapa ku tegaskan kepada orang yang
- memiliki ilmu?
- Karena di zaman now, ini kan zaman now
- namanya ya. Zaman kita sekarang ini
- dan saya tidak salahkan itu. Ada kancah
- menuntut ilmu yang bedanya antara
- hiburan dan menuntut ilmu itu 11-12.
- Kita tidak tahu apakah kita sedang
- menuntut ilmu atau sedang merelaksasi
- ee ke ke ke ke ke penat yang di otak
- kita.
- Menurut saya, itu tidak cukup. Menurut
- saya tapi ya, itu tidak cukup.
- Boleh kau ikuti itu tapi tidak cukup.
- Jangan kau bilang tidak boleh ya, tidak
- cukup.
- Maka saya pertegas tadi, menuntut
- ilmulah kepada orang yang berilmu.
- Karena bila kau menuntut ilmu kepada
- orang yang berilmu seperti kata Ibnu
- Sirin di Muqaddimah Shahih Muslim,
- Anna hazal ilma dinun.
- Fanzur aman takhuzuna dinakum.
- Ilmu ini bagian dari agama, maka teliti
- baik-baik dari siapa kau ambil ilmu ini.
- Tentu Ibnu Sirin mengatakan ini tidak
- mengada-ngada, ada rujukan di dalam
- Alquran. Karena Allah berfirman, fas'alu
- ahla zikri inkuntum la ta'lamun.
- Artinya jika kau ingin belajar ilmu
- agama,
- pelajari kepada yang memang kompeten di
- bidang itu.
- Ini sekarang
- tengoklah ulama zaman dulu. Jika orang
- ingin belajar fikih,
- dia pergi ke Imam Syafi'i.
- Jika dia ingin pergi belajar hadis, dia
- pergi ke Imam Malik atau Imam Bukhari.
- Jika ingin dia belajar tasawuf, maka dia
- lihat di Imam Al-Ghazali.
- Artinya ada spesifiknya masing-masing.
- Sekarang orang
- seolah-olah dia ahli semuanya. He eh.
- Ya.
- Apa saja bisa dijawab.
- Hati-hati kita ini.
- Kalau kita baca di Sunan Ad-Darimi, Pak
- Krisna,
- betapa takutnya para ulama dulu
- mendengarkan pertanyaan.
- Betapa
- seorang Ibrahim Ad-Dakhai,
- setiap ditanya dia, merah mukanya.
- Enggak suka dia.
- Asy-Sya'bi, Amir Syurahbil seorang
- tabi'in yang
- dahsyat sekali ilmunya, gurunya para
- master pada waktu itu.
- Jika dia ditanya tentang ilmu
- pengetahuan yang belum dia tahu
- ee fatwa sifatnya, dia selalu bilang
- apa? Enggak tahu apa.
- La ilmalibihi syai'un, saya tidak punya
- saya tidak tahu itu.
- Eh.
- Apa yang ingin saya sampaikan sekarang
- ini? Tadi saya ulangi lagi ya.
- Keteguhan pendirian itu bisa didapatkan
- bila keteguhan pendirian kadang salah.
- Jika ingin kau perbaiki keteguhan
- pendirianmu ini, maka belajarlah kepada
- orang yang berilmu.
- Kenapa? Karena hanya orang yang berilmu
- yang mampu mengajak kau ke lautan
- samudra ilmu yang sangat luas.
- Saya bilang lagi, bukan berarti tidak
- boleh kita pergi ke pengajian yang
- antara hiburan dan pengajian tidak ada
- bedanya. Bukan tidak boleh.
- Pergilah ke sana karena
- ibarat makanan kadang-kadang kita perlu
- cemilan.
- Eh. Ibarat minuman kita perlu
- kadang-kadang minuman-minuman yang
- tidak melulu air putih Pak Krisna.
- Ibarat pakaian kita beli kadang-kadang
- pakaian untuk apa?
- Santai, kan begitu ya.
- Tidak tidak salah, silakan. Tapi sekali
- lagi saya sampaikan
- supaya istikamah ini benar
- supaya istikamah ini tidak salah kaprah
- supaya keteguhan kepribadian yang
- dimiliki oleh Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam mampu kita amalkan dan
- tepat pada sasarannya
- wajib hukumnya kita belajar ilmu
- pengetahuan dari orang yang memiliki
- ilmu pengetahuan.
- Ah ini. Ini yang kita lakukan di Radio
- Silaturahim, lihatlah
- narasumber-narasumber yang kompeten di
- bidangnya.
- Lihatlah guru-guru kita dari
- Al-Fatah.
- Ada Abul Hidayat Sayrozi, ada
- ee Syekh Yakhsyallah Mansur, ada
- ee Ustaz
- Wahyudi KS. Wahyudi KS, ada
- Umar Rasyid iya kan? Ada Ustad Umar
- Rasyid Lihat dari kalangan NU ada masuk
- di kita juga
- K.H. Zazuli Kholil Ya Allah
- Saya kalau mendengarkan beliau
- menjelaskan fikih
- Sering saya dengarkan beliau menjelaskan
- fikih, masya Allah Saya bilang gini
- Beruntung pendengar Rasya punya kiai
- seperti Zazuli Kholil
- Detail sekali
- Tentu tidak ada yang sempurna, Zazuli
- Kholil enggak sempurna, Umar Rasyid
- enggak sempurna, Salman apalagi ya Tak
- ada yang sempurna ini Tapi baiknya ambil
- Oh, bila kau ingin tahu ilmu hadis yang
- lebih detail pembahasannya sampai
- halamannya pun di beri jelaskan
- Ustad Umar Ustad Ahmad Sanusi
- Ah, saya Kalau mendengarkan dia ini
- kayak belajar di Mekah aja kita udah
- Kaya sekali
- ininya
- Kalau kau ingin makna-makna Alquran ya
- sudah
- Jangan kau pernah tinggalkan Ustad
- Husein Alatas Karena dia akan
- menjelaskan makna kata demi kata
- Rahasia-rahasia kata-kata Alquran Sesuai
- dengan sesuai dengan apanya namanya
- temanya di bawah naungan Alquran
- Oh, banyak lagi pakar-pakar yang lain
- yang ada di di di Rasya kita ini, ah
- Saya mengakui bahwa apa yang ada di
- radio kita ini
- Adalah termasuk cara kita
- Agar kita bisa istiqomah Rijal yang
- benar Karena radio silaturahim
- memberikan kita narasumber-narasumber
- Yang kompeten di bidangnya
- Oh, ah Bahkan bisa seandainya kita bikin
- kayak gini ya
- Pendengar Rasya yang istiqomah sudah 7
- tahun berhak diberikan gelar LC Emm Ah,
- bisa tapi lulus ujian kita bikin
- ujiannya
- Iya kan? Ada ujian siapapun itu di bahas
- Sirah Nabawi apa aja pertanyaannya,
- bagaimana simulasi ujiannya, apa semua
- di bikin Siapa yang mau dapat Apa gelar
- Lulusan LC lulusan Cibubur Rasya
- Ah, gitu kan
- Kan gitu ya
- Bisa
- Karena kita mengakui dari kompetensinya.
- Saya ulangi lagi tema kita supaya enggak
- lupa.
- Saya tadi ingin mengajak kita berbicara
- pesona akhlak Rasulullah Shallallahu
- Alaihi Wasallam. Kita berikan tadi
- beberapa pengantar tentang betapa
- pentingnya akhlak Rasulullah Shallallahu
- Alaihi Wasallam.
- Kemudian kita ambil satu tema yaitu
- tentang kekuatan kepribadian Rasulullah
- Shallallahu Alaihi Wasallam tentang
- istikamah. Betapa luar biasa dahsyatnya
- istikamah Rasulullah Shallallahu Alaihi
- Wasallam
- mempertahankan dakwah ini dengan segala
- macam pengorbanan yang dia lalui.
- Kemudian kita ingatkan keistikamahan
- kadang tidak tepat pada tempatnya walau
- dia ber warna agama. Supaya itu tidak
- terjadi sama kita, maka belajarlah ilmu
- agama dari orang yang memang memiliki
- ilmu pengetahuan. Saya tambah satu lagi
- kalau bisa, belajarlah kepada orang yang
- berilmu agama dan memiliki sanad ilmu
- pengetahuan yang baik sehingga kita tahu
- dari mana dia dapatkan ilmu itu.
- Misalnya, saya dapatkan ilmu ini dari
- Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki. Dapatkan
- ilmu ini dari Sayyid Habib Al-Ghamidi.
- Dapatkan ilmu ini dari Syekh Ahmad Jabir
- Jibran. Dapatkan ilmu ini dari Ayah
- Mahmudin Pasaribu. Ayah Mahmudin
- Pasaribu dapat ilmu dari siapa? Syekh
- Ahmad Khatib ee
- ee Syekh Ahmad Khatib.
- Abdul Halim Khatib Mandili. Didapatkan
- dari mana? Syekh Hasan Al-Masyaath.
- Syekh Hasan Al-Masyaath dari mana? Dari
- Umar Hamdan. Umar Hamdan dari terus naik
- ke atas sampai ke Rasulullah Shallallahu
- Alaihi Wasallam. Sehingga apa?
- Keautentikan pemahaman ilmu pengetahuan
- yang kita dapat itu bisa
- dipertanggungjawabkan dari guru ke
- gurunya ke gurunya ke gurunya ke gurunya
- sampai ke penulis bukunya sampai ke
- Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
- Eh, itu Pak Krisna mengenai keteguhan
- kepribadian Rasulullah Shallallahu
- Alaihi Wasallam.
- Saya serahkan dulu ke Pak Krisna.
- Setelah ee
- istirahat rehat nanti saya sambung lagi
- ada satu akhlak yang ingin saya bacakan.
- Baik, kanan dan alat tadi kita dengarkan
- Eee, uraian dari Ustaz Salman mengenai
- pesona akhlak Rasulullah. Silakan bagi
- Anda yang ingin bertanya untuk SMS di
- 08111
- 999720
- atau telepon di 021 84515
- 12, kami tunggu.
- Satu phone.
- Radio Silaturahim yang dipancarkan dari
- Jalan Masjid Silaturahim 36 Kalibangis,
- Cibubur, Bekasi.
- Ya, eee, kita akan masih teruskan lagi
- pesona akhlak Rasulullah bersama Ustaz
- Salman Al Farisi. Tadi belum selesai
- uraiannya. Baik, terima kasih Pak
- Krisna. Alhamdulillah kita ketemu lagi
- pemirsa dan pendengar yang dimuliakan
- oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
- Eee
- Pesona akhlak Rasulullah Shallallahu
- Alaihi Wasallam, motivasi atau eee
- targhib tadi sudah kita sampaikan,
- kemudian kita contohkan salah satu
- akhlak yaitu keteguhan kepribadian atau
- istikamahnya Rasulullah Shallallahu
- Alaihi Wasallam, sudah kita jelaskan
- sedaya mampu kita tadi ya.
- Kita akan menjelaskan lagi beberapa
- akhlak Rasulullah Shallallahu Alaihi
- Wasallam, banyak sekali yang akan kita
- jelaskan mengenai akhlak Rasulullah
- Shallallahu Alaihi Wasallam.
- Apa ini sekarang yang kita jelaskan?
- Orang yang istikamah pasti memiliki
- sifat berani. Eee nih ya.
- Berani.
- Jadi
- seorang muslim
- bila mengaku mencintai Rasulullah
- Shallallahu Alaihi Wasallam, harus
- berusaha semaksimal mungkin mencontoh
- akhlak keberanian Rasulullah Shallallahu
- Alaihi Wasallam.
- Tidak boleh kita menjadi umat Islam yang
- penakut.
- Pengecut.
- Enggak boleh, kita harus berani.
- Oh ke eh apa kata
- Umar bin Khattab, Umar bin Khattab yang
- bilang ini.
- Ma ra'aitu ahadan asyja'a wala anjada
- wala ajwada min Rasulillahi Shallallahu
- Alaihi Wasallam. Saya terjemahkan tidak
- semua teks ini karena kita akan butuh
- teks ini nanti di di akhlak yang lain.
- Yang jelas
- saya tidak pernah melihat orang seberani
- Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam,
- kata Umar bin Khattab.
- One day di Madinah saat malam hari
- ada
- oh oh suara aneh, kalau di bahasa Arab
- disebut ngauman.
- Terdengar di Kota Madinah sangat kencang
- sekali.
- Semua orang ketakutan.
- Dan siapa yang berani mengecek suara apa
- itu? Hanya Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam.
- Dia tunggangi kuda yang belum terpasang
- pelananya. Dia kejar dari pada arah
- suara itu, boom.
- Sampai tidak kelihatan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Dan semua sahabat khawatir.
- Tapi luar biasa. Kembali Nabi dari
- kegelapan itu. Nah, malam pula ya kan di
- Madinah waktu itu ya susah sekali, belum
- ada listrik.
- Kembali Nabi sallallahu alaihi wasallam,
- tidak ada apa-apa. Semua sahabat, semua
- rakyat Kota Madinah aman.
- Sampai Umar bin Khattab saja heran.
- Ya, Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam sangat berani.
- Di beberapa poin
- titik-titik keberanian Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam luar biasa.
- Yang membuat sahabat sehebat Umar bin
- Khattab yang dianggap Umar adalah orang
- yang paling pemberani, tapi ternyata
- tidak.
- Kata Umar, orang lebih berani dari saya
- adalah Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam.
- Maka umat Islam
- wajib memiliki sifat berani ini.
- Jangan jadi orang yang pengecut. Jadi,
- enggak betul itu.
- Gini ya.
- Ada sekarang ustaz-ustaz kita, semoga
- Allah memberikan mereka hidayah ya.
- Saya tidak benci mereka, saya hanya
- mendoakan mereka. Apa itu?
- Jadi, kalau Palestina diserang kata dia,
- Palestina itu harus keluar dari
- Palestina.
- Biarkan saja Palestinanya di
- di di apa namanya? Dikuasai oleh orang
- Yahudi.
- Analoginya
- teman-teman kita yang berpendapat ini
- biasanya anti analogi.
- Tapi sekali itu dia beranalogi.
- Itulah ruginya bila orang yang tidak
- pernah belajar analogi menganalogi.
- Ilmu yang fokus belajar tentang analogi
- namanya mantuk.
- Dan mereka tidak belajar ilmu mantuk.
- Dia bilang apa? Nabi waktu itu saat di
- Kota Mekah hijrah dari Kota Mekah dulu.
- Baru
- ee kembali lagi menaklukan Kota Mekah.
- Saya tidak bahas panjang ya, tapi
- analogi ini bagi siapapun yang ingin
- yang belajar tidak pas. Enggak usah saya
- terlalu detailkan nanti enggak enak
- kita. Sesuai dengan konsep kita, enggak
- usah kita saling ngejek sama siapapun.
- Tapi
- saya ingin kembali, keberanian kita di
- mana?
- Bila Palestina kita tinggalkan.
- Pengecut namanya kita itu.
- Enggak
- Kenapa ditinggalkan?
- Ibaratnya gini Pak Krisna.
- Ada orang datang mau merampok rumah kau.
- Karena kau enggak sanggup lawan perampok
- itu.
- Udah lah tinggalkan aja lah rumahku.
- Ya habis isi rumah kau Pak Krisna.
- Betul enggak? Betul.
- Nih rasil ini contohnya nih. Datang
- orang di depan mau ya audzubillah mau
- rampok TV kita di sini.
- Terus kita bilang kita tinggalkan karena
- kita enggak sanggup karena orang itu
- bawa parang.
- Ya ee
- Mana beraninya?
- Mana beraninya?
- Enggak betullah begitu.
- Yang betul adalah perjuangkan Palestina.
- Perjuangkan sampai titik darah
- penghabisan kita Palestina.
- Ya
- Sebenarnya sudah sering saya sampaikan.
- Bila ingin memenangkan Palestina
- sebenarnya mudah sekali. Ya
- Sangat mudah.
- Saudi Arabia mau saja menyatu dengan
- yang lain.
- Mereka bukan saudara yang biasa saja ya,
- semua negara-negara Arab itu bersatu.
- Jangan
- kepala batu semuanya.
- Arab nih
- harus diakui kepala batu.
- Maka
- bagi siapapun yang belajar ke negara
- Arab, jangan kepala batunya bawa ke
- Indonesia ini, tapi ilmunya.
- Kepala batunya tinggalkan saja di sana.
- Ini kadang-kadang kawan-kawan kita ini
- kepala batunya pun dibawa kemari.
- Jadi diajak umat Indonesia ini berkepala
- batu, sementara orang Indonesia bukan
- kepala batu. Orang Indonesia ini orang
- yang ada dulu sejak dulu biasa dialog.
- Biasa kita berbaur.
- Ya, begitu masuknya Islam ke negara kita
- ini, berbaur mereka dengan masyarakat.
- Bagaimana para habaib di dari Hadramaut,
- Yaman
- datang ke negara kita ini, membuka
- warung, membuka eh restoran, membuka
- usaha-usaha. Mereka tidak bikin
- pengajian, tapi membuka warung.
- Dari warung itulah Islam beredar ke
- mana-mana.
- Ini ini Arab yang baiknya ini.
- Eh bukan semuanya Arab kepala batu ya,
- tapi memang Arab itu dasar memang kepala
- batu.
- Eh kayak ini sekarang ini.
- Enggak tengok ngalah.
- Ya kan? Yordania itu kan berbatasan
- langsung dengan Israel.
- Eh Mesir
- apa semua mereka berbatasan langsung.
- Andai mereka mau, ya
- apa sulitnya melawan HP itu HP itu itu.
- Kau bawa saja sudah. Hancurkan saja dulu
- para Israelnya, nanti kita bahas hukum
- internasionalnya. Sudah, kan selesai
- kan?
- Kayak yang mereka bikin saja dihancurkan
- dulu Iraknya, baru nanti dibahas
- hukumnya apa.
- Kalau berani kayak gitu dong.
- Tapi enggak berani.
- Akhlak Rasulullah itu tidak ada. Lihat
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Nabi ingin menyampaikan risalah Islam
- ini ke negara yang lain.
- Tujuan selanjutnya adalah ke arah
- Khaibar.
- Jauh itu Pak Krisna.
- Jauh sekali Khaibar itu dari Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Lanjut lagi ke Tabuk, jauh itu dari
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Tapi keberanian Rasulullah Shallallahu
- Alaihi Wasallam
- dengan ap
- apa namanya logistik seadanya sampai
- Rasulullah sampai ke Khaibar, sampai
- Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
- ke Tabuk
- menyampaikan risalah Islam ini.
- Itu yang harus kita contoh, bukannya
- kita keluarin Palestina.
- Maka kita berterima kasih sama Mercy ini
- kan.
- Dia bangun rumah sakit di sana.
- Nanti mau bangun lagi di Yaman
- insyaallah. Oh di Yaman ya?
- Alhamdulillah.
- Yaman ini negara yang luput dari umat
- Islam.
- Padahal hancurnya Yaman lebih parah dari
- Palestina.
- Penyakit, kehancuran fisik, apa macam.
- Enggak tahu aku kenapa enggak ramai
- beritanya.
- Pembantaian di Rohingya ramai kan?
- Lebih parah pembantaian di Yaman
- daripada Rohingya.
- Dan yang bantai enggak usah kita sebut
- namanya siapa, enggak enak kita nanti.
- Sudah dibahas oleh satu sen. Hah? Di
- dialog pagi sudah dibahas itu. Sudah
- dibahas tadi ya?
- Ya, maksudnya apa aku bilang tadi?
- Keberanian Mercy membangun rumah
- apa tadi rumah sakit tadi itu kita
- acungin jempol.
- Dan itu mencontoh gaya Nabi. Jadi berani
- tapi santun.
- Ada orang berani Pak Krisna
- menghancurkan.
- Siapa itu yang kayak gitu ceritanya?
- Superman.
- Batman. Spiderman. Tengoklah filmnya
- kan. Jadi kalau dia melawan musuh hancur
- satu kota dia bikin.
- Itu enggak.
- Bukan gitu ya? Enggak kayak gitu. Kita
- enggak butuh yang itu. Hati-hati kalian
- yang nonton-nonton superhero-superhero
- itu. Itu itu menyesatkan itu. Lihat,
- keberanian Superman mengalahkan musuhnya
- itu pasti menghancurkan.
- Tengoklah film superhero.
- Hancur dulu kota Gotham ini itu baru
- bisa Batman mengalahkan musuh. Ah, itu
- enggak betul.
- Nabi enggak begitu.
- Seperti yang dilakukan Mercy itu.
- Berani.
- Masuk.
- Tapi bikin rumah sakit, memperbaiki.
- Seperti yang dilakukan oleh dai-dai
- Yaman Hadramaut di awal-awal Islam masuk
- Indonesia.
- Datang ke negara yang jauh. Jauh kali
- Yaman kemari, Pak Krisna.
- Dia enggak perang kemari. Dia enggak
- ngerusak kemari. Dia berbisnis di sini.
- Dari situ menular.
- sudah di sini, di sini saja. Enggak
- dibawa-bawa ke sana hartanya. Enggak.
- Langsung menetap di sini.
- Menetap di sini. Bukan hanya itu, Pak
- Krisna. Kalau kita bahas tentang
- kehebatan dai-dai Arab Yaman itu.
- Sesudah dia buka usaha itu di sini, dia
- beli tanah di sini.
- Setelah dia beli, dia kasih lagi ke
- orang-orang yang membutuhkan. Mmm. Oh.
- Ini dia.
- Biasanya.
- Keistiqomahan akan diiringi oleh
- keberanian.
- Keberanian, Pak Krisna, seperti yang
- kita lihat tadi, akan diiringi oleh
- pemurah. Maka kata Umar bin Khattab. Ma
- ra'aitu ahadan asyja'a wala ajwada.
- Saya tidak pernah melihat orang yang
- lebih pemu, pemberani.
- Dan pemurah dari Rasulullah Shallallahu
- Alaihi Wasallam. Jadi.
- Keberanian Islam atau keberanian
- Rasulullah atau akhlak berani yang
- dimiliki Rasulullah Shallallahu Alaihi
- Wasallam.
- Jika ingin diamalkan, itu tidak merusak.
- Sama persis kayak 212 yang kita lakukan
- kemarin. Keberanian umat Islam
- ditunjukkan.
- Tapi alhamdulillah. Enggak ada yang
- rusak, Pak Krisna. Betul tidak? Betul.
- Berbeda dengan keberanian mahasiswa yang
- tidak dikoordinir oleh keislaman pada
- waktu itu di tahun 98.
- Pak Krisna ingat enggak apa yang terjadi
- pada tahun 98?
- Kan waktu itu masih kecil aku pada waktu
- itu. Cuman aku setelah aku baca apa yang
- terjadi.
- Keberanian yang tidak diiringi dengan
- akhlak Rasulullah Shallallahu Alaihi
- Wasallam, apa yang terjadi?
- Rusak di mana-mana.
- Turun memang Pak Hartonya.
- tapi rusak di mana-mana.
- Itu kayak gaya superhero.
- Gaya Rasulullah Shallallahu Alaihi
- Wasallam lihat,
- kalah memang Ahoknya, tapi Monas enggak
- rusak, kita enggak bunuh-bunuhan sama
- polisi, oke, taman kita jaga, oh kok
- orang semua di sana makan.
- Nah, itu itu Rasulullah Shallallahu
- Alaihi Wasallam punya. Alhamdulillah,
- mudah-mudahan bisa kita istikamah
- mencontoh akhlak Rasulullah Shallallahu
- Alaihi Wasallam ini.
- Ah, alhamdulillah hari ini kita sudah
- bahas tentang istikamahnya Rasulullah,
- beraninya Rasulullah, sedikit tentang
- pemurahnya Rasulullah Shallallahu Alaihi
- Wasallam. Insya Allah entah di bulan
- berapa nanti kita akan bahas lagi pesona
- akhlak Rasulullah Shallallahu Alaihi
- Wasallam yang akan menceritakan
- akhlak-akhlak Rasulullah yang lainnya.
- Ini saja mungkin yang bisa saya
- sampaikan Pak Krisna, saya serahkan ke
- Pak Krisna jika ada pertanyaan coba kita
- jawab.
- Kita langsung saja ke pertanyaan ini
- dari Ibu Lucy di Bekasi.
- Assalamualaikum, saya Ibu Lucy di Bekasi
- mau mengucapkan alhamdulillah kesehatan
- suami Bapak Ustadz Salman sudah kembali
- pulih sesuai harapan dan doa-doa kami
- sekeluarga yang selalu mendengarkan
- setiap Jumat di Radio Rasya. Amin.
- Amin.
- Assalamualaikum Ustadz Salman, Ustadz
- Salman, Rasulullah itu kalau mau perang
- apakah ada latihan perang yang untuk
- para tentara? Jadi ada latihannya
- enggak?
- Ada, ada. Nah.
- Latihan Rasulullah Shallallahu Alaihi
- Wasallam ada dan bagus sekali.
- Tapi kalau Ibu Bapak ingin tanya saya
- detailnya,
- saya memang kehi apa namanya, belum
- menemukan bukan kehilangan ya, belum
- menemukan itu.
- Tapi itu terlihat dari sabda Nabi Alimu
- auladakum ar-rimayatu was-sibahah.
- Itu terlihat dari
- beberapa kali Nabi menghadiri konser,
- konser saya bilang pagelaran adu bela
- diri.
- Itu terlihat dari
- ketika Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam
- memotivasi sahabat agar bisa menunggangi
- kuda tanpa pelana.
- Nah, itu terlihat ya. Jadi ada kah Ada
- militer Rasulullah Shallallahu Alaihi
- Wasallam, ada sahabat-sahabat tuh
- latihan.
- Latihan bela diri, latihan bermain
- pedang, latihan memanah, latihan
- menunggang kuda.
- Dia tidak mengharap mentakdir kekuatan
- Allah, enggak gitu. Kita latihan juga
- ya? Salah kalau mengharapkan takdir Pak
- Krisna.
- Ada latihan, ada seleksi siapa yang bisa
- menjadi tentara.
- Kalau letih loyo enggak boleh jadi
- tentara. Kau punya keahlian apa? Saya
- bisa menaiki kuda ya Rasulullah. Coba
- naik kuda kau.
- Dilihat oleh Rasulullah Shallallahu
- Alaihi Wasallam, baik. Cek. Apalagi kau
- punya keahlian memanah ya Rasulullah.
- Dia disuruh memanah.
- Setelah itu dicek. Nanti akan ada tim
- Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
- memeriksa.
- Coba lihat ke kepribadiannya secara
- emosional seperti apa.
- Dicek. Coba lihat dulu spiritualnya
- seperti apa hubungan dengan Allah
- Subhanahu Wa Ta'ala. Dinilai, set.
- Nilainya, maka Rasulullah ini akan, oh
- kau cocok di satuan infanteri bidang
- ini.
- Kau cocok di satuan ini bidang ini. Kau
- cocok di sini bidang ini. Itu Rasulullah
- Shallallahu Bagian pemanah, pemanah.
- Pemanah enggak bisa. Maka Rasulullah
- Shallallahu Alaihi Wasallam
- sangat luar biasa pasukannya. Tidak bisa
- dikalahkan kan pasukan musuh.
- Ada manajemen perangnya juga ya? Ada dan
- bagus sekali.
- Jadi kalau kau bisanya main kuda, ya kau
- ditaruh jadi pasukan kuda.
- Nanti tinggal dilihat kau bisa main kuda
- sambil berpedang, sambil menombak atau
- sambil memanah. Itu semua ada.
- Semua akan ditentukan oleh Rasulullah
- Shallallahu Shallallahu Alaihi Wasallam.
- Oke.
- Selanjutnya dari Lintang 20 tahun di
- Bekasi ya Ustad Muhammad Salman.
- Bagaimana dengan pesona Rasulullah dalam
- rumah tangga? Apakah Rasul juga suka
- masak bersama istri dan bercanda bersama
- anak-anak? Terima kasih Ustad.
- Rumah tangga Rasulullah Shallallahu
- Alaihi Wasallam adalah rumah tangga yang
- paling harmonis di dunia ini.
- Suatu hari nanti kita buat konsep
- mempelajari rumah tangga Rasulullah
- Shallallahu Alaihi Wasallam. Saya sudah
- pernah bahas di sini tapi global.
- Di rumah saya sedang terus memperbaiki
- diri.
- Belajar
- tentang Rasulullah lebih lebih dalam Pak
- Ustad.
- Itu termasuk di antaranya rumah tangga
- Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
- Saya ingin sekali membahas tentang rumah
- tangga itu spesifiknya
- rumah tangga bersama Khadijah, Aisyah
- itu kita ingin bahas.
- Kenapa? Indah sekali.
- Kalau bukan hanya sekedar memasak.
- Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
- bahkan sering dipuji oleh istrinya
- masakannya lebih enak daripada dia.
- Bercanda, ya Allah Rasulullah
- Shallallahu Alaihi Wasallam
- menaikkan Aisyah di pundaknya ketika dia
- ingin menonton pagelaran silat yang saya
- ceritakan tadi.
- Tapi jangan lupa Rasulullah pernah
- bertengkar, pernah.
- Rasulullah pernah memisahkan istrinya
- pisah ranjang selama berapa? 29 hari.
- Dan itu menarik untuk dibahas. Bahkan
- pisah ranjangnya Rasulullah Shallallahu
- Alaihi Wasallam pun bagian dari akhlak
- Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
- yang harus kita pelajari dengan baik.
- Dengan detail, ada hikmah, ada pesan
- yang sangat dahsyat jika kita
- kita kita mampu amalkan.
- Rumah tangga Rasulullah Shallallahu
- Alaihi Wasallam adalah salah satu
- disiplin ilmu
- yang tidak bisa saya bahas hanya sekedar
- memberikan pertanyaan. Tapi kalau cuma
- jawabannya pernahkah Nabi masak? Pernah.
- Pernahkah Nabi bercanda? Sering.
- Wallahu A'lam.
- Ustad Salman, apakah hikmah dari
- rumahnya Rasulullah yang tidak terlalu
- besar?
- Ya.
- Tapi gini.
- Rumah Rasulullah tidak terlalu besar itu
- di Madinah.
- Oh, ya.
- Eee, di Madinah itu bagi yang umrah
- wajib masuk ke museum Rasulullah.
- Saya ini sedang mencari orang yang tepat
- yang punya uang, saya ingin membangun
- museum Rasulullah di Jakarta ini.
- Tapi perlu dana minimal mungkin 20 atau
- 30 miliar rupiah.
- Karena saya enggak mau bangunnya di
- Sawangan.
- Eee, saya mau bangunnya di mana?
- Di tengah kota. Di tengah kota.
- Mungkin lebih dari 30 miliar. Tanahnya
- saja sudah mahal kan.
- Melihat
- melihat museum Rasulullah yang ada di
- Madinah
- karena saya bukan saya bilang ah saya
- tidak ahli sirah nabawi.
- Tapi saya suka belajar sirah nabawi.
- Langsung terpikir di kepala saya
- saya angkat tangan saya. Saya yakin itu
- makbul waktu suatu hari nanti. Saya
- ingin ada orang yang mau jangan satu
- orang 5 10 40 orang
- menyumbang 10 miliar 1 miliar 2 miliar 3
- miliar kan jadi 80 miliar kalau 40
- orang.
- Kita ingin bangun apa? Museum Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Sehingga bila ada orang yang ingin
- datang mengenal Rasulullah
- eh museum ini memadai.
- Lihat rumahnya gitu Lihat kita bikin
- rumahnya kita bikin kota Madinah
- kota Mekah pada zaman old zaman-zaman
- itu di mana posisi rumah Abu Jahal
- Abu Lahab Rasulullah Khadijah di mana
- posisi
- posko dakwah nabi itu pengen sekali saya
- bikin Pak Krisna.
- Tapi itu kan
- idenya dari saya saya tidak bisa berdiri
- sendiri itu harus ada ahli banyak yang
- perlu saya perlukan. Maka saya butuh
- Mbak dana banyak itu.
- Walaupun saya tidak punya uang
- sebenarnya tapi saya yakin saya bisa
- bangun.
- Tapi enggak cocok itu kita bangun di
- Sawangan.
- Nah ini dulu.
- Kalau di Sawangan mau kita bangun enggak
- perlu banyak kali tanah murah di situ ya
- kan. Oh di tengah kota ya. Ya harus di
- tengah kota.
- Jadi belum saya jawab hikmah rumah kecil
- karena memang setelah di Madinah
- nabi memilih cara hidup sederhana.
- Kenapa? Itu adalah analisa panjang
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Dan bagi saya itu keputusan yang sangat
- tepat. Bukan karena dia seorang mukjizat
- jangan kita bahas mukjizat tapi
- di situ saya lihat ke briliannya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Apa aku bilang begitu?
- Andai Nabi memilih hidup mewah dan Nabi
- bisa,
- maka Abu Hurairah akan merasa kerdil.
- Ehm.
- Abdullah bin Mas'ud akan merasa kerdil.
- Kenapa?
- Karena mereka enggak bisa seperti
- Rasulullah.
- Tetapi ketika Nabi sederhana,
- tapi memiliki peluang kaya raya. Eh,
- jangan lupa ini
- keren Rasulullah itu ya. Jadi Nabi
- memilih sederhana, tapi dia memiliki
- peluang kaya 100%. Dan tidak di tidak
- dimanfaatkan.
- Apa yang membuat Nabi hebat dengan
- dengan gaya itu?
- Orang sekaya Utsman dan Abdurrahman dan
- Zubair bin Awwam tidak berani
- macam-macam ke Rasulullah. Ehm. Walaupun
- nampak rumahnya kecil. Kenapa? Karena
- peluang Nabi untuk jadi orang kaya
- melebihi Utsman, Abdurrahman, Zubair,
- Sa'ad itu terbuka lebar.
- Jadi
- si sahabat-sahabat konglomerat ini
- jika dia bawa Harley Davidson, dia
- enggak berani
- Nabi bisa bikin Harley yang lebih hebat
- dari itu. Ah, gitu loh.
- Ehm. Tapi ketika Nabi berkumpul dengan
- Abdullah bin Mas'ud, eh Zubair, apa
- namanya tadi? Abu Hurairah, Bilal bin
- Rabah,
- ah,
- mereka juga tidak kerdil. Ehm. Kenapa?
- Oh, iya ya. Nabi juga cuma makan nasi
- uduk saja.
- Iya kan?
- Nabi juga cuma makan goreng singkong.
- Nabi kopinya juga kopi Mandailing.
- Enggak pakai yang merek-merek.
- Istilahnya
- eh
- jadi mereka apa namanya? Dengan Nabi itu
- eh
- tidak sungkan-sungkan. Jahil sekali.
- Ehm. Hebat sekali. Itu hikmah yang bisa
- saya ambil. Kenapa Nabi rumahnya kecil,
- tapi jangan rumah kecilnya engkau ingat
- bagi penanya tadi yang bertanya. Jadi
- kalau
- dia menyeru umatnya untuk ikat pinggang,
- terus sudah dia sendiri sudah ya?
- Sudah ganjalkan batu ya? Iya.
- Nah, itu dia.
- Kalau dia suruh yang sederhana. Disuruh
- ikat pinggang, yang sananya enggak ikat
- pinggang.
- Kalau kau singgung aku mengenai itu Pak
- Krishna, agak terluka hati aku ini
- melihat fenomena ini.
- Banyak kali orang yang berceramah
- sedekah, zakat, dan lain-lain
- sebagainya.
- Tapi kok dia enggak berzakat-zakat.
- Ah, itu kan, itu enggak bisa juga itu.
- Wallahualam.
- Oke, Ustaz. Ustaz Salman, Subhanallah
- begitu indah dan mempesona akhlak
- Rasulullah. Sallallahu alaihi Telah
- membawa rahmat bagi semua, tapi kenapa
- masih saja ada
- di tengah-tengah kita yang
- menjelek-jelekkan dan bahkan menghina
- Rasulullah. Jazakallah khair Ustaz
- Salman. He eh. Senang Ustaz Salman sudah
- sembuh dari Bu Lisa.
- Masyaallah.
- Ya.
- Egonya manusia ini
- bukanlah eh PR kecil untuk bisa kita
- selesaikan. Enggak usahlah kita melihat
- ego manusia orang lain.
- Ego kita sendiri saja kita perbaiki. Itu
- sudah sangat menguntungkan untuk kita
- dan sekitar kita.
- Karena
- bila seseorang mampu mengalahkan egonya,
- itu akan berdampak positif untuk dirinya
- dan orang sekitarnya.
- Mudah-mudahan Allah berikan kita
- kemampuan itu. Terima kasih doanya bagi
- pemirsa eh atas sembuhnya. Ini masih ada
- sisa-sisanya sedikit lagi. Eh, begitu
- ya. Mudah-mudahan Allah sembuhkan total
- berkat doa dari pemirsa dan pendengar
- yang
- dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
- Oke, Ustaz, kita sudah di batas waktu.
- Baik. Sebagai penutup ada yang ingin
- disampaikan. Baik. Pemirsa, pendengar
- yang Allah muliakan.
- Apa yang kita kaji hari ini adalah
- pesannya cuma satu dan ingin kita
- ulang-ulang setiap kita membahas pesona
- akhlak Rasulullah. Yaitu apa?
- Jangan pernah kita lupakan bahwa tujuan
- Islam diturunkan
- bukan untuk menjadi
- umat yang nomor satu, bukan untuk
- menjadi umat yang paling kuat, bukan
- untuk menjadi umat yang berkuasa, tetapi
- untuk menjadi rahmat buat semuanya.
- Dan untuk merealisasikan rahmat buat
- semuanya,
- hanya satu jawabannya,
- berakhlaklah seperti akhlak Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Ini saja yang bisa kita sampaikan,
- semoga bisa kita amalkan.
- Wabillahi taufik wal hidayah, mohon maaf
- atas segala yang salah.
- Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an
- la ilaha illa anta, astaghfiruka wa
- atubu ilaik. Assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah, terima kasih
- Ustaz Salman Al Farisi atas pemaparannya
- mengenai pesona akhlak Rasulullah.
- Mudah-mudahan dapat menjadi renungan
- bagi kita semuanya ya. Jangan lupa nanti
- hari Ahad tanggal 14
- Januari
- di Masjid Silaturahim ada pengajian Ahad
- pagi bersama Ustaz Husein Alatas dan
- Hamzah Alatas tanggal 14
- hari Ahad di Masjid Silaturahim mulai
- pukul 08.30. Kemudian Ustaz Dery sama
- Ustaz Heri Nurdi, tanggal berapa itu ya?
- Tanggal 13 ya? 13. Tanggal 13 juga di
- Masjid Silaturahim ba'da salat Isya
- berjamaah. Baik, terima kasih terima
- kasih atas perhatian Anda semuanya. Saya
- Muhammad Krisna, Wan Fajar Ibrahim,
- kemudian teman-teman dari
- Sudirman
- Apa SMK Sudirman?
- SMA Sudirman dan juga Khalid bin Walid
- Eh,
- Khalid Mustofa, kemudian di atas.
- Antep mohon pamit. Wabillahi taufik wal
- hidayah, assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.