Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:11 [musik] 0:42 Bismillahirrahmanirrahim. 0:43 Asalamualaikum warahmatullahi 0:44 wabarakatuh. 0:46 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:48 wa ala ali sayyidina Muhammad. 0:49 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 0:51 ini hari Rabu tanggal 16 0:55 Maret 2022 atau tanggal 12 Syakban 1443 1:00 Hijriah. 1:02 Ya. Ee tadi Anda mungkin terkaget-kaget 1:04 nih suara penyar siapa [tertawa] 1:07 itu suaranya tentu Anda sudah kenal ya. 1:10 Bagi Anda yang dulunya suka nonton TVRI 1:13 tadi adalah suaranya 1:16 Bung Yasir Denas. 1:19 kami cuplikan dari YouTube untuk 1:21 mengenang Anda ee tentang Yasir Denhas 1:26 sekarang sudah ada berada di samping 1:28 saya menjadi bintang tamu kita dalam 1:31 acara TU kita. 1:34 Beliau lahir di dekat Sawah Luntu itu 1:37 apa namanya tuh? Mm 1:40 Silungkang. Silungkang. Sawah Lunto. 1:43 Kira-kira 9 km dari 1:46 apa tuh? ee 1:48 tambang, Batubara, Umbilin. Tapi lebih 1:53 banyak besarnya tuh di Bukittinggi, SD 1:55 di Bukittinggi, SMP di Bukittinggi, SMA 1:59 di Bukittinggi, kemudian kuliah di UI di 2:03 FH UI Fakultas Hukum. 2:06 Asalamualaikum. 2:08 Waalaikumsalam. 2:09 Bung Yasir Denhas 2:10 warahmatullahi wabarakatuh. 2:12 Kemarin kami bertanya, saya manggilnya 2:14 apa nih? Uda, Abang, atau Bung? 2:17 diulang bung aja 2:17 lebih nasional 2:18 lebih nasional Bung Bung Yasir Denha 2:22 Anda tentu mengenalkan baik ya ee kalau 2:26 Anda adalah penggembar dunia dalam 2:28 berita. Saya termasuk penggemar acara 2:31 dunia dalam berita walaupun acara itu 2:33 cuma setengah jam dari ee jam 09.00 2:36 malam sampai jam 21.30 ya sampai jam 2:39 09.30 cuma setengah jam tapi gemanya 2:42 luar biasa itu ya mungkin karena 2:44 satu-satunya dulu kan 2:46 oke 2:47 kan belum ada stasiun TV yang lain 2:49 [tertawa] 2:50 [terkesiap] 2:51 dan ee 2:53 Bung Yasir ini sekarang usianya sudah 78 2:56 tahun alhamdulillah masih diberi 2:58 kesehatan sementara ee teman-teman lain 3:02 Tati Tito sudah enggak ada, Anita Rahman 3:05 sudah enggak ada, Sri Mariati juga sudah 3:08 enggak ada. Kemudian 3:10 ee Sam Amir juga sudah enggak ada. 3:14 Heeh. 3:15 Sambas sudah enggak ada. Kemudian Idrus 3:18 ini guru bahasa Indonesia saya waktu SMA 3:21 8 sudah enggak ada. Rusdi Saleh masih 3:24 ada ya? 3:24 Masih. Masih. 3:25 Alhamdulillah. 3:27 Kemudian Ahmad Syahrif sudah enggak ada 3:29 juga. 3:30 Almarhum 3:31 sudah. Hasan Ashari Oramahi 3:33 masih ada. 3:34 Masih ada. Kemudian Sazli Rais 3:37 masih. 3:38 Masih ada. 3:39 Kemudian Yan Partawijaya 3:41 juga masih ada. 3:42 Masih. Anita Rahman sudah enggak ada. 3:44 Ahmad Sarif juga sudah enggak ada. Tuti 3:47 Aditama juga sudah enggak ada. Hasan 3:50 Asari e Hasan Asari Rahma ini orang NTT 3:53 ya. 3:54 Iya. 3:55 Kemudian Dian Budiargo 3:58 masih 3:58 sekarang sudah dokter komunikasi nih 4:00 beliau nih ya. 4:01 Iya. 4:02 Kemudian Mak Sopak 4:05 sudah 4:05 sudah enggak ada juga ya. 4:07 Inkemaris juga sudah enggak ada 4:09 Inkemaris. Saya terkesan waktu beliau 4:11 mewawancara Margaret Teacher ya, PM 4:13 Inggris dan juga Yasera Arafat. 4:15 He 4:16 pimpinan waktu itu. Subhanallah. 4:20 Ee ini para penyiar ini suka ada yang 4:24 masih hidup ya? Suka ada perkumpulan 4:25 enggak sih? Suka arisan. Ada. 4:27 Ada ada 4:28 ya di mana biasanya? 4:29 Ya enggak tentu aja. Kadang-kadang bisa 4:32 di ee mana? 4:35 di Plaza Senayan bisa di mana-mana lah, 4:38 di restoran, di Cikini atau di mana gitu 4:42 ya tergantung sponsornya. [tertawa] 4:45 Biasanya antar antar ee rekan sendiri 4:48 sih 4:49 sponsornya. 4:50 Heeh. Kalau lagi ngobrol kenangan apa 4:53 biasa yang suka dibicarakan ke 4:54 teman-teman? 4:55 Ya paling lebih banyak cerita soal apa 4:58 sih? paling soal pertelevisian sekarang 5:02 ini, kemudian juga ya kenangan-kenangan 5:06 kita masa lalu, 5:07 terutama barangkali ya mungkin ee 5:13 yang lebih agak pribadi. He. 5:15 Hmm. 5:16 Punya anak berapa, punya cucu berapa, 5:18 [tertawa] 5:19 kesehatan berapa 5:20 eh kesehatan gimana kesehatannya? Ya. 5:23 Iya. Ee Anda juga boleh mengirim apa 5:28 namanya WA ke Rasil ke 081199 5:33 9720. 5:35 Apa perbedaan penyiar TVR dulu dengan 5:38 penyiar-penyiar sekarang? Kalau yang 5:40 saya lihat ya, kalau penyiar 5:43 dulu pun beda dengan artis. Pakaiannya 5:45 sopan, gitu, santun. 5:48 Kalau sekarang penyiar dengan artis sama 5:51 itu cara berpakaiannya, sisiran 5:53 rambutnya. 5:54 He he. 5:54 Udah kayak artis juga gitu kalau 5:56 sekarang kan. 5:57 Iya. 5:57 Kalau dulu kan 5:59 jaz-nya apa semuanya terus ada. 6:01 Kalau dulu itu memang 6:03 ada ketentuan ya, ada aturannya ya. 6:05 Ada ada. Jadi ada ada pakemnya, ada 6:08 prasyaratnya. 6:09 Heeh. Kalau kita dulu mau siaran itu ya 6:13 memang harus harus tampil tuh prima 6:17 gitu. Heeh. 6:19 Cara berpakaian segala macam itu memang 6:21 harus pakai jaz. 6:22 Itu jaz disediakan oleh kantor atau ee 6:25 bawa sendiri rumah? 6:26 Iya bawa sendiri dari rumah. Tapi kita 6:28 biasanya sih dapat jatah gitu berapa 6:31 bulan sekali dapat jatah gitu. 6:33 Tinggal ngukur aja ke Taylor. 6:35 Heeh. 6:36 Dan nah itu jadi hak milik ya mungkin 6:39 lusinanlah jaz-nya gitu. Makanya saya 6:43 tadi kalau Anda bilang kemarin itu 6:46 bahwa ini ada 6:47 ada syuting saya pakai jaz lah [tertawa] 6:49 supaya orang lebih 6:51 lebih ingat gitu. 6:53 Kalau sekarang ini dengan ee casual 6:56 begini kan beda ya. [tertawa] 6:58 Tapi ingatlah wajah kan enggak bisa 7:01 lupalah. Ee 7:03 dan kemudian begini, prasyarat utama 7:05 dulu itu penyiar itu adalah voice, 7:08 suara gitu. 7:09 Suara ya. 7:10 Nah, kemudian yang kedua itu baru ee 7:13 profile penampilan 7:16 performanya kira-kira kena masuk enggak 7:20 di 7:22 ee di kamera gitu kan. 7:25 Itu jadi prasyarat utama. Tapi yang 7:27 paling utama itu adalah suara. 7:29 Suara 7:29 beda dengan sekarang kan. He. 7:31 Sekarang suara apa aja boleh gitu. 7:34 Yang penting penampilan. 7:35 Heeh. Penampilannya juga penampilan cuek 7:38 kan lebih banyak. Kalau yang agak formal 7:40 itu kalau saya lihat ya kalau boleh saya 7:42 sebutkan he 7:44 antara lain adalah Metro TV. 7:45 Heeh. 7:46 Itu lebih lebih bagus. Kemudian juga ee 7:50 Kompas TV. 7:52 Ee barangkali juga satu dua ada di TV1. 7:56 Tapi yang lain-lain tuh 7:58 Heeh. 7:59 kayaknya 7:59 modis semua ya. Ah, betul. [tertawa] 8:02 Rambut di chat gitu ya. 8:03 Kita enggak bisa bedain ini penyiar 8:06 berita, pembaca berita atau artis gitu. 8:09 Iya. Kalau saya bilang dulu kan beda 8:11 antara 8:13 artis dengan dengan penyar berita tuh 8:16 beda kostumnya ya. 8:17 Beda. He kostumnya beda. 8:18 Jadi ya kan dunia dalam berita tuh 8:21 ditayangkannya jam 09.00 live ya. Jam 8:24 09.00 itu jam berapa sudah berada di TV? 8:27 2 jam sebelumnya kita sudah harus. 8:29 Terus berita diterimanya kapan? 2 jam 8:31 itu 8:32 ee enggak kira-kira 1 jam sebelumnya 8:35 kita korek. 8:37 Jadi 1 jam itu 8:38 1 jam pertama itu 8:40 ya kita make up dulu lah gitu. 8:42 Oh make up dulu terus 8:44 ya dandan dulu, make up segala macam. 8:47 Terus nanti kira-kira selesai make up ya 8:49 kita koreksi dulu beritanya. 8:52 Hm. He. 8:53 Nah, tapi kalau saya 8:56 he 8:56 mungkin sudah menjadi kebiasaan ya. 8:59 Heeh. 9:00 Saya misalnya siaran nanti malam 9:02 Heeh. 9:03 Tapi pagi ini saya dengerin dulu stasiun 9:05 radio 9:06 Heeh. 9:07 dari luar negeri BBC London, 9:10 Deutche Veller atau Radio Australia. 9:13 Saya dengar dulu 9:14 karena saya ee perkirakan nanti malam 9:18 pasti beritanya itu yang keluar gitu. 9:20 He. 9:21 Nah, yang saya utamakan itu adalah 9:24 pronounciation-nya. 9:25 He. 9:26 Ini bacanya ben kayak gimana gitu. Oh, 9:30 begini. Yang benar. 9:31 He. 9:31 Jadi, alhamdulillah begitu saya on air 9:34 di jam 09.00 di TVRI 9:38 rasanya sih jarang saya salah baca gitu. 9:43 Terutama pronunciation untuk bahasa atau 9:46 istilah-istilah asing gitu ya. N seperti 9:48 router itu bacaannya gimana? 9:50 Reuter. 9:51 Reuter yang betul Reuer karena itu 9:53 bahasa Belanda ya. 9:54 Iya. 9:54 Terus ada kota di Ukraina kan orang 9:57 bacanya KIF. 9:58 He. 9:59 Harusnya 10:00 kalau kita biasanya dari dulu bacanya 10:02 Kiev. 10:02 Kiev. He 10:03 bukan KIF ya. 10:05 K I. 10:06 Nah, itu 10:07 orang bacanya KI. 10:08 Sekarang ini kan di Mandalika tanggal 18 10:11 sampai 20 Maret ini kan ada 10:14 MotoGB itu 10:15 MGB. Iya. sebelum ini kan sudah ada kan 10:18 minggu-minggu yang lalu kan sudah ada 10:20 beritanya 10:21 mereka ee latihan kan. 10:23 He. 10:24 Nah, saya dengar itu di televisi mana 10:27 aja selalu bacanya Grank Prik. Grand 10:29 prick gitu. 10:30 Grand prick. Harus salah itu ya? 10:32 Salah 10:33 harusnya 10:34 Grand Prix itu. 10:36 Iya, itu kan bahasa Perancis. 10:37 Grand Oh, bukan bahasa Inggris ya. 10:39 Bukan bahasa Inggris. 10:41 Oh, ground pre. 10:42 Grand Prix. 10:42 Grand Prix. 10:43 Heeh. 10:44 Hm. H. 10:45 Saya sampai saya kirim WA ke Ros 10:47 Silalahi, 10:48 saya bilang, 10:50 "Kuping saya enggak salah dengar." Saya 10:53 bilang, 10:55 "Apa teman-teman Anda tuh bacanya grank 10:58 prik prik semua. 11:00 Yang betul tuh saya kasih tahu grong pr. 11:03 Nah, kemudian ada yang merubah gitu." 11:05 Nah, kan di dalam berita kan ada dari 11:07 bahasa Belanda, Prancis apa dari mana 11:10 bagaimana untuk mendapatkan pronation 11:12 yang yang betul? Bagaimanainya? Kuncinya 11:15 sebetulnya di situ. 11:15 Dapat dari mana tuh? 11:17 Kalau di TVR itu kan ada ini ada ee apa 11:21 namanya? Ee 11:23 alat yang 11:24 bukan ada perpustakaan dan di 11:27 perpustakaan itu ada ensiklopedi. 11:29 He. 11:31 Saya lebih banyak belajar dari situ. 11:33 Hm. 11:33 Jadi kalau misalnya saya temukan pada 11:36 waktu ngecek berita itu ada istilah yang 11:39 agak aneh gitu ya yang belum pernah saya 11:41 dengar. Saya buka dulu ensiklopedi. 11:44 Hm. 11:46 Kemudian bagaimana pronunciation-nya? 11:49 Oh, begini. Terus saya ingat itu. Jadi 11:52 begitu baca udah enggak salah gitu. 11:55 Ditambah lagi pagi-pagi sebelumnya saya 11:57 sudah dengar stasiun luar negeri dulu. H 12:01 banyak belajar. Karena kita penyiar tuh 12:02 sebetulnya harus terus-menerus 12:06 belajar gitu. Enggak boleh kita merasa 12:09 diri kita udah wah gue udah mapan nih 12:13 jadi penyiar 12:14 enggak perlu lagi belajar gitu. Enggak 12:16 ada nonsens itu. 12:18 Oke Iwan. Kami masih berbincang-bincang 12:21 dengan Bung Yasir Denas. Dannya dipisah 12:25 Denas. 12:27 Iya. 12:27 Yasir. Denas. 12:29 Beliau juga menulis buku judulnya Kiat 12:32 Sukses menjadi presenter profesional 12:35 edukasi di balik biografi Yasir Denas. 12:38 Penyiar teladan kaya pengalaman. 12:41 Pengantar dan penulis ada Taufik Ismail 12:44 budayawan. Dia juga ikut ee memberikan 12:48 sambutan. 12:48 Ken kenapa saya ee klaim penyiar teladan 12:52 kaya pengalaman? 12:53 Karena 12:54 karena pada waktu tahun 8 ada pemilihan 12:59 penyiar ee radio penyiar terbaik radio 13:05 non RRI dulu tuh Radio Swasta Niaga. 13:08 Heeh. 13:09 Ee se DKI Jakarta dan saya juara satu. 13:13 Oh gitu. 13:14 Jadi penyiar teladan pertama gitu. Oke. 13:17 Nah, karena itu makanya saya klaim 13:20 penyiar teladan kaya pengalaman. 13:22 [tertawa] 13:23 Bagaimana saya enggak kaya pengalaman? 13:24 Saya sudah siaran di radio itu sejak 13:27 tahun 1964. 13:28 64 di radio radio apa? 13:31 Lagi bukan radio Angkatan Udara. 13:32 Angkatan udara. Terus radio belum? 13:34 Angkatan udara berapa tahun? 13:35 Ee lama juga sih. 13:38 Lama ya. 13:39 Sekitar 13:39 angkatan udara tu di mana? Di Polonia 13:41 atau di mana? 13:42 Polonia. Polonia 13:43 sekarang masih ada. Dan sekarang saya 13:44 masih siaran. Oh, masih di sekarang ya. 13:47 Airman 107,9 ya. Masih siaran dalam 13:51 bahasa Padang ya. 13:52 Oh, enggak 13:53 enggak yang acara Padangnya 13:55 itu acara padangnya juga ada itu 13:57 seminggu sekali tapi saya program biasa. 14:00 He. 14:01 Ee Selasa, Kamis. 14:03 Ee nama acaranya apa? 14:04 Selamat pagi Jakarta, selamat pagi 14:06 Indonesia, selamat pagi dunia. 14:08 Masyaallah. 14:09 Selasa dan Kamis jam .00 sampai jam 10. 14:12 Kemudian Sabtu pagi jam 0. 10 14:16 acaranya mari bernostalgia. 14:19 Jadi lagu-lagu tempo dulu gitu. 14:21 H seperti lagu siapa? Titi Sasandora 14:24 gitu 14:24 ya. Titi Sandora, Erni Johan segala 14:27 macamlah [tertawa] 14:28 [berdehem] 14:29 Indonesia, Ridi Suryani. 14:31 Nah, itu saya siaran berdua sama istri 14:33 saya. 14:33 Oh, gitu. He 14:35 kemudian Minggu malam juga 14:38 kembali bernostalgia bersama Yasir 14:41 Denhas dan Rina Denhas 14:44 istri. 14:45 Iya. 14:45 Masyaallah. Yang beli nyerta ini. 14:48 Iya. 14:49 Oke ya. Yang lawat beliau ee Bapak Yasir 14:54 dan Yasin datang bersama istrinya di 14:55 sini ya. Eh, dan Bung Yasir ini menulis 14:59 buku judulnya Kiat Sukses menjadi 15:01 presenter profesional edukasi di balik 15:04 biografi. Yasir Denhas penyiar teladan 15:08 kaya pengalaman. Yang bilang teladan 15:09 bukan Pak Yasir sendiri. Memang pernah 15:11 ada yang pemilihan mengenai itu. Dan eh 15:14 Bung Yasir Denas terpilih menjadi 15:16 penyiar teladan. Di halaman 133 buku ini 15:21 ada contoh melafazkan kayak ini aja 15:24 huruf ibzaiyah ya. Bagaimana A B C D 15:29 ada pengucapannya seperti apa? A gitu. 15:32 I 15:32 seperti B gitu. 15:35 Itu perlu diajarkan juga ya. 15:36 Iya dong. 15:37 Kan kalau kita dengar cuplikan tadi dari 15:39 TV itu Bung Yasir masyaallah kata demi 15:43 kata begitu jelas banget dengan suara 15:45 baritonnya. Tidak ada suatu kata pun ya 15:47 ngomong apa tadi ituak enggak semuanya 15:49 kata demi katanya jelas. 15:51 Nah sekarang contoh aja ya misalnya ee 15:53 ee akronim DPR ya. 15:56 Orang bacanya DPR 15:58 itu salah. Yang betul tu DPR. 16:01 DPR. 16:02 D-nya itu tajam gitu. 16:05 DPR DKI. 16:08 Oh, gitu. 16:09 Bukan DPR, bukan DKI. 16:12 Nah, itu yang banyak penyiar-penyiar 16:14 sekarang enggak enggak tahu. 16:16 Enggak kurang kurang begitu diperhatikan 16:18 ya. 16:18 Iya. He. 16:19 Kalau kita memang dulu itu belajar gitu 16:22 ee artikulasi 16:25 h 16:25 ya pengucapan kat apa ee kata demi kata, 16:29 huruf demi huruf 16:31 itu dipelajari dulu gitu. 16:35 Oke. Baik, kita akan bacaan W. Silakan 16:37 Anda mau kirim WA. Oh ya, nanti kami 16:39 juga akan membacakan nomor HP Bung Yasir 16:42 Denas. Barangkali Anda mau telepon, mau 16:44 tanya-tanya silakan siapkan pulpen 16:46 keratan kertas. Saya akan bacakan dulu 16:50 ee WA yang masuk. Asalamualaikum, Bung 16:53 Yasir. Senang sekali Bang Yasir. Bung 16:55 Yasir bisa ada di 16:58 Rasil. Selamat datang di Rasil. 17:01 Ee Bung Yasir, bisakah Anda cerita 17:04 bagaimana ceritanya Anda bisa gabung di 17:06 TVRI? Silakan. 17:10 Ya, tadi ee off air saya sudah cerita 17:13 sama Anda kan? H 17:17 ee dulu itu saya kan ee 17:20 saya memang mungkin karena berkah ya 17:23 dari Allah Subhanahu wa taala saya 17:25 diberi suara baron. 17:27 He. 17:28 Dan kalau dulu itu 17:31 itu diseleksi gitu untuk pembaca iklan. 17:33 H. 17:34 Nah, kebetulan 17:37 mungkin lebih dari 60% iklan yang 17:39 beredar di Indonesia, baik di radio, di 17:42 televisi, maupun di bioskop itu adalah 17:45 suara saya. 17:46 He. 17:47 Dan itu kita itu di di dites dulu ya, 17:51 dipitching dululah gitu. Di antara 17:54 sekian penyiar siapa yang suaranya cocok 17:56 untuk membacakan iklan A gitu. Prof. 17:59 Iklan apa yang yangang diingat diingat 18:01 oleh Bung Yasir ini? Banyak sekali ya. 18:03 Ya, ribuan. 18:04 Ribuan. He. 18:05 Dan ee mungkin Anda kalau di layar kaca 18:09 eh TV RRI dulu pernah nonton Kate 18:13 Pacific. 18:14 Oh, itu suaranya Yasin tu. 18:16 Panam Pan American. 18:20 Nah, banyak sekali deh rokok apalagi 18:24 [tertawa] 18:27 jadi ee produk-produk ee segala macam 18:31 produklah Pak. Oke, 18:33 saya pernah bacakan. 18:34 Nah, 18:35 jadi kau kembali ke pertanyaan tadi 18:37 bagaikan sejarahnya Bung Yasir bisa 18:39 gabung di TVI seperti apa? 18:42 Ya itu kebetulan karena memang hari-hari 18:44 itu saya kan sering rekaman di Sanggar 18:47 Pra TV ya. 18:49 Nah, kebetulan salah satu penyiar ee TV 18:52 RI waktu itu Rini Sutomo. 18:55 Rini Sutomo. Istri dari Dedi Sutomo. 18:57 Iya, betul. Heeh. Ee dia telepon saya 19:02 untuk bacain salah satu produk dari 19:04 Unilever. 19:05 Hm. 19:06 Dia kan ee memang radio producernya 19:09 Unilever. 19:12 Terus datang ketemu baca. Selesai baca 19:16 dia bilang sama saya 19:18 kalau di radio itu kan dulu dikenal 19:21 orang saya tuh Denny Denhas ya. Den 19:25 bukan diasir den. 19:27 Dia bilang, "Den, ee ini ada TVRI lagi 19:32 nyari penyiar 19:33 untuk siaran berita." Katanya, 19:36 "Anda mau enggak?" "Ya mau dong." H 19:39 ini kesempatan saya pikirkan. 19:43 "Ya udah bikin aja CV." Tapi saya belum 19:45 yakin juga itu omongan Rini waktu itu 19:48 benar apa enggak ini apa cuman dia guyon 19:51 atau bercanda gitu. 19:52 Saya penasaran. Saya kebetulan dari ee 19:57 Pasar Baru Timur itu ke Gunung Sahari 19:59 itu dekat gitu rumahnya Ahmad Syarif 20:02 almarhum ya. 20:03 Heeh. Saya mampir ke rumah Ahmad Syarif. 20:06 Saya bilang, "Apa benar, RIP TVRI cari 20:09 penyiar untuk pembaca berita." Oh, iya. 20:12 Katanya ente bikin deh ee lamaran. 20:16 Katanya bikin CV 20:18 ee besok bareng sama aneh, aneh anterin 20:21 katanya. 20:22 Dia kan ngomongnya Betawi banget. 20:24 [tertawa] 20:24 Ya udah besoknya kita ketemu. Saya 20:27 datang lagi ke tempat dia nih 20:29 bareng-bareng deh. 20:31 Nah dikenalin sama ee Kasub berita waktu 20:34 itu. Pak Adi Kasno. 20:36 Adi Kasno 20:37 dia bilang, "Pak Adi selamat pagi. Ini 20:41 ee teman saya. Sebetulnya bukan teman 20:43 ini guru saya." K [tertawa] 20:45 dia bilang guru saya. Memang dia justru 20:48 belajar siaran itu sama saya waktu saya 20:50 di Antarnusa itu. 20:51 Oke. 20:53 Ini guru saya nih, Pak Adi katanya 20:55 kepengin jadi pembaca berita di sini. 20:58 Ya. Oke. Mana CV-nya? Udah saya serahin. 21:01 Nanti tanggal sekian hari hari ini jam 21:03 sekian datang ya tes katanya. Oke saya 21:07 siap dulu ya. 21:09 Begitu Hari H-nya itu saya datang 21:13 kemudian dites yang tes mengetes saya 21:15 itu Pak Viktor Kue 21:18 Dr. Edwin Saleh Indra Praja 21:20 Indra Praja 21:21 itu penyiar dari Radio Australia kan 21:24 dulunya tuh. 21:26 Terus Tuti Aditama. 21:27 Tuti Aditama. 21:28 He. Sudah dites ada 60 orang. 21:32 Ternyata yang lulus cuman saya sama Didi 21:35 Yuda Prawira. 21:35 He. 21:36 Almarhum juga. 21:39 Dan tapi saya dikasih kesempatan, "Anda 21:42 tinggal pilih, Anda mau pembaca berita 21:45 atau menjadi penyiar kontinuity katanya. 21:48 karena dia lihat gaya saya atau cara 21:51 saya berbicara mungkin cocok juga bisa 21:53 buat jadi pembawa acara kan 21:56 cara hiburan, cara musik kayak gitu. 21:59 Saya bilang, "Saya mau jadi pembaca 22:00 berita aja 22:01 karena saya pikir pembaca berita kan 22:03 lebih enak." 22:03 Iya. 22:04 Jam sekian sampai jam sekian tugas kita 22:07 selesai itu pulang. 22:08 He. 22:09 Kalau jadi penyiar continuity dari pagi 22:11 standby. 22:13 Enggak tahu jam siaran berapa, jam 22:15 berapa gitu onir-nya. Makanya saya pilih 22:18 itu. 22:19 Nah, Idrus bilang sama saya, 22:22 "Bagus deh Anda pilih ee penyiar berita 22:25 kata Idrus." Nah, 22:28 jadi akhirnya masuklah ke TV RI kan. 22:31 Nah, sebelum saya tune in di TV R 22:36 yang paling ngetop itu Idrus itu sendiri 22:38 gitu. [berdehem] 22:40 Tapi sebulan 2 bulan akhirnya dia 22:42 bilang, "Ya, karena saya tuh sudah kena 22:43 lama sama dia ya." He. 22:45 Saya kan sering main di R-RI ketemu di 22:47 mana aja sama dia gitu. 22:50 Dia bilang, "Hampir setiap hari itu 22:52 surat masuk [tertawa] 22:54 melulu." 22:55 Dia bilang, "Den, gua udah kalah sama 22:59 lu. [tertawa] 23:01 Pada guru Anda, ya?" 23:02 Heeh. 23:03 Kenapa? Iya. 23:06 Yang jadi fans favorit itu sekarang 23:09 Anda, katanya jadi primadonanya TV. Dia 23:12 bilang, "Ya, syukur alhamdulillah aja." 23:15 Saya bilang gitu 23:17 ya. Tapi ya persahabatan saya sama 23:20 Idrusi tetap baik gitu. 23:22 Oke. 23:23 Baik. gitu jawabannya ya 23:25 untuk Ibu Mino. Oke. Ee 23:29 dari Bapak Asep ee 23:34 Bang Krishna dan Om Yasir Rin Khas. Saya 23:36 terakhir lihat Om saat nonton film G30 23:39 SPKI tahun ' eh sesekolah SMA Sukabumi. 23:44 Saat itu Om sedang membacakan berita. 23:46 Betulkah? Senang bisa dengar suaranya eh 23:50 Mbak Unun Sugianto dan Mbak Rini semua 23:53 masih adaah 23:55 Mbak Bu Rini enggak ada ya 23:57 Mbak Unun masih ada. 23:58 Iya di film itu ada cuplikannya itu 24:01 sedang membaca berita dan Yasenas. 24:04 Hm 24:04 ada ya 24:05 enggak tahu. Saya sudah enggak ingat 24:06 deh. 24:07 Jadi di film itu ada cuplikan. 24:11 Eh, jadi terakhir lihat Om saat nonton 24:14 film G13 PKI tahun 5 sekolah di Sukabumi 24:18 itu Om sedang membacakan berita. 24:20 Hm. Jadi bukan pemain filmnya, tapi 24:23 film itu mencuplik ee gambar 24:26 mungkin juga mungkin juga 24:27 gambar itu 24:29 lu udah lupa itu ya. 24:30 Tapi ada yang lucu kalau bicara soal 24:32 Sukabumi. 24:33 Saya kan pernah buka stasiun radio FM 24:35 itu di Sukabumi. 24:36 SMS itu. 24:37 Nah, SMS FM gitu. Jadi fans saya, 24:42 orang-orang Sukabumi itu cerita sama 24:44 saya 24:45 di buku itu saya ceritain gitu. Dia 24:48 cerita 24:50 karena di radio SMS tuh saya bikin 24:53 program berita 24:54 jam .00 pagi sama jam .00 malam. Jadi 24:56 dua kali sehari gitu 24:57 yang bacakan Bungi Yasir. 24:59 Ya kadang-kadang kalau saya lagi di 25:00 Sukabumi saya yang baca gitu. Jadi kalau 25:03 saya yang baca, kalau saya siaran gitu 25:05 di sana, 25:07 mm mereka bilang, 25:10 "Saya nyalain TV katanya." 25:13 Tapi blank aja. Cuman saya bayangin Pak 25:16 Yasir Denhas lagi baca berita. Padahal 25:18 yang saya dengar radio SMS. Dia bilang 25:20 [tertawa] gitu sampai kayak begitu. Saya 25:23 bilang, "Waduh, bukan main deh." 25:26 Oke. 25:28 Ee, dari siapa ini? Dari Ibu Etius. 25:31 Assalamualaikum Mas Krishna dan Yasir 25:34 Denas. Saya lagi nyimak acara tamu kita 25:36 Radio Rasil. Alhamdulillah hari ini Uda 25:38 Yasir Denas diundang di Rodasil sebagai 25:41 bintung tamu. Udah Yasir Denas juga 25:43 sekarang ngisi acara Minangka Minang 25:47 Maimbo setiap hari Selasa jam .00 sampai 25:50 jam 5.00 25:51 saya sering request lagu 25:54 dari ee dari orangur Silungkang. Urang 25:58 Silungkang ada lagunya. Saya masih 26:01 menyimpan kasetnya. Saya senang banget 26:03 udah Yasir Denhas hari ini bisa 26:05 hadirasi. Terima kasih. Terima kasih 26:08 dari Ibu Eti Rustan. 26:11 Oh, Eti Rustam. 26:12 Heeh. 26:13 Ee sama Uni Awati Sari Rawamangun. 26:18 Iya. 26:19 Pengemar acara Minang Maimbau 26:21 Airman Radio di Polonia. 26:24 Hm. 26:25 Kemudian dari Bapak Avianto. Salameng 26:29 Bung Yasir dan Has. saya berapa kali ee 26:32 Pak Yasir tugas liputan ke luar negeri 26:34 ke mana saja dan ada kesankah yang 26:37 menarik dari Pondok Cabe ini karena 26:40 liputan ke luar negeri 26:41 ee bukan liputan sih sebetulnya 26:42 jalan-jalan gitu. H 26:45 ee pernah saya waktu itu ee berada di ee 26:50 ibu kota Belgia Brussel. 26:54 Nah, ceritanya kayak di alun-alun lah 26:57 gitu ya. 26:58 Saya lagi jalan sama istri saya, 27:00 kemudian ada keponakan 27:03 ee kita ya bertiga gitu lagi jalan 27:09 semacam alun-alun lah. Kalau di 27:11 Indonesia ini di kota besarnya 27:14 ee dari jauh kira-kira jarak 50 m ada 27:18 rombongan turis gitu. Rombongan turis 27:21 tuh orang-orang Jepang. 27:22 Heeh. He. 27:23 Tapi ada orang Indonesianya 27:25 di situ. Suami istri. 27:26 Heeh. Dia teriak dari jauh. Dia bilang, 27:29 "Pak Yasir dan khas 27:32 saya kaget juga. Eh, ini orang kok tahu 27:34 saya." H 27:36 dia lari dia nyamperin gitu. Aduh, lagi 27:40 ngapain, Pak, di sini? Katanya, "Ya, 27:42 saya lagi jalan-jalan aja." 27:45 Eh, Anda ngapain? Ya, kita turour lagi 27:48 turour katanya. Dia bilang, "Aduh, 27:50 senang banget saya bisa ketemu." Saya 27:52 kenalin sama istri saya, saya kenalin 27:54 sama keponakan kan. Keponakan kan 27:57 orang sana, lahir di sana gitu. 27:59 [berdehem] 28:00 Jadi, 28:01 orang habis ngobrolngobrol 28:02 ngobrolngobrol dia pamit. Nah, si 28:05 keponakan saya ini kan orang Belgia, 28:08 dia enggak bisa bahasa Indonesia, 28:10 bisanya bahasa Inggris. 28:12 Dia tinggi besar kayak ee siapa? Ada 28:15 bintang film action di 28:19 di bintang film Stepen Seagle. Kira-kira 28:23 mirip kayak gitulah. Rambut panjang itu 28:27 dia tanya sama saya ee Om tante dalam 28:32 bahasa Inggris. Kalau sama istri saya 28:34 dia ngomong bahasa Belanda. Istri saya 28:36 bisa 28:38 sama saya. Dia tanya itu tadi siapa? 28:42 Enggak kenal. Kita enggak kenal katanya. 28:45 Karena sebelum beberapa hari sebelumnya 28:48 sejak saya datang itu 28:50 di di rumahnya dia, 28:52 He. 28:52 Dia enggak percaya kalau saya tuh 28:54 penyiar televisi gitu. 28:57 Ya, kata istri saya, "Ini, ommu ini nih 29:00 orang terkenal katanya di Indonesia, 29:03 penyiar televisi." 29:05 Dia enggak percaya. Jadi, ee akhirnya 29:09 ketemu orang itu. Dia tanya, "Itu siapa? 29:11 Justru saya enggak tahu itu siapa. 29:14 Justru dia kenal saya. Nah, sekarang 29:16 terbukti kan kata tantenya 29:19 bahwa ini om itu dikenal orang. 29:22 Enggak harus dia harus mengenal itu 29:24 orang karena memang dia itu 29:26 ee apa? Penyiar televisi. Baru dia 29:29 yakin, 29:31 baru dia percaya. 29:31 Kalau kunjungan ke daerah tentu lebih 29:33 dikenal lagi dong. Kunjungan ke daerah. 29:35 Gimana kesan penggemarnya Bung Yasir? 29:38 Waduh, kalau ke daerah sih udah banyak 29:40 sebetulnya ceritanya. 29:42 [tertawa] 29:43 Banyak banget cerita. 29:44 Heh. 29:46 Ya, 29:48 langsung dikerubungin tuh ya. 29:49 Iya. Pernah juga lagi 17 Agustus ya di 29:53 Jawa Timur gitu. 29:55 Nah, jadi ada apa? Pawai. Pawai 17-an. 30:01 He. 30:02 Kita jalan pelan-pelan nih. Pawai yang 30:04 sebelah kanan gitu. Kita jalan 30:05 pelan-pelan kemudian 30:07 ee kaca kita buka. 30:09 He. 30:09 Saya kan duduk di pinggir di samping 30:11 sopir. 30:12 Heeh. 30:12 Begitu lihat wajah saya pada 30:14 teriak-teriak tuh yang di pinggir jalan 30:16 yang lihat pawai itu. He. 30:19 Yasir Den Yasir Denas katanya pada 30:21 teriak-teriak. Saya kasih tangan aja 30:24 gini. 30:24 He. 30:25 Nah, saya kan waktu itu foto session. 30:28 Heh. 30:29 Fotografer saya orang Singapura, Cina. 30:31 Singapura gitu. 30:32 Dia tanya, "Itu siapa?" Kok dia tahu 30:35 katanya. He, 30:36 ya bagaimana enggak tahu orang saya 30:38 setiap hari muncul di televisi. Saya 30:39 bilang gitu. 30:41 Wih, hebat ya katanya Yu katanya. 30:43 [tertawa] 30:44 Terus sampai mereka enggak lihat pawai 30:48 justru melihat saya. Tapi kita mobil 30:50 kita jalan pelan-pelan aja. 30:52 Saya kasih tangan-tangan aja gini 30:55 ya. 30:57 Banyak sih sebetulnya 30:58 tapi ada satu dua saya ceritakan di buku 31:01 ini ya. Ya, 31:03 oke, untuk Anda yang ingin mendapatkan 31:05 bukunya atau ingin bertanya kepada 31:08 Bung Yasir Rena, saya akan bacakan nomor 31:10 HP-nya. Silakan siapkan pulpen sama 31:12 kertas ya. Yasir Denas. Dennya dipisah. 31:16 Denha ini kenapa dipisah nih? 31:18 Ya memang dari orang tua begitu. 31:20 Oh, begitu. Yasir. Denh 31:22 nomornya 0815. 31:26 Sudah. Kemudian 63. 31:30 Kemudian 13. 31:33 24 31:35 6 3 0815 31:41 63 31:45 24 63. 31:48 Oke. 31:49 Kenapa nama Denhas itu memang dari 31:51 sononya ada kayak begitu gitu? 31:54 Den D-nya huruf besar. E N huruf kecil 31:58 biasa. H-nya huruf besar. H S huruf 32:01 kecil 32:02 memang dari orang tua saya ngasih nama 32:04 begitu. He. 32:06 Dan kenyataannya 32:09 3 tahun yang lalu waktu saya buka Google 32:12 itu saya cari itu nama Denhas itu ada 32:15 100 lebih gitu. 32:17 Hm. 32:18 Tapi depannya ada Arif Denhash ada 32:20 macam-macam. 32:21 He. 32:22 Ada yang di Amerika, ada yang di 32:23 Belanda, ada yang di Australia, ada yang 32:26 macam-macamlah gitu 32:28 lokasinya. 32:30 Padahal nama Denhas tuh setahu saya di 32:33 dunia cuman ada satu. [tertawa] 32:36 Iya. Tapi mereka enggak bikin ee huruf D 32:41 dan huruf Huruf besar. Enggak. Denhas 32:44 biasa gitu. Nah, di situ bedanya. 32:47 Oke. Di meja ini ada koran Republika. 32:50 Barangkali 32:52 Bung Yasir Denas bisa membacakan untuk 32:55 mengenang bagaimana Bung Yasir Denas 32:57 dalam membacakan berita nih. Mata masih 32:59 awas enggak nih? Lum 33:01 sudah 78 tahun loh. 33:02 Lumayan. Sebetulnya ini kacamata saya 33:05 kacamata 33:07 ee tahun 2000 ini. 33:09 Hm. 33:10 Karena kacamata saya yang terakhir itu 33:12 hilang gitu. Hm. 33:13 Saya pulang siaran dari radio Airmen itu 33:16 malam enggak tahu jatuhnya di mana, 33:19 hilangnya di mana. 33:21 Jadi ini kacamata kira-kira 22 tahun 33:24 yang lalu. Enggak tahu masih bisa bisa 33:27 baca tapi agak susah gitu. Tapi saya 33:29 berusaha untuk sebaik mungkin. 33:30 Oke, kita dengar ya bagaimana ya Denas 33:33 diakan berita. 33:36 Kementerian Kesehatan Palestina 33:37 mengatakan pasukan Israel menembak 33:41 hingga tewas seorang remaja dalam 33:43 penyerbuan ke tenda-tenda pengungsian 33:45 Palestina pada hari Selasa, 15 Maret 33:49 dini hari tentara Israel juga melukai 33:52 tiga orang lainnya. Remaja yang 33:55 meninggal dunia diidentifikasi 33:57 bernama Nader Ryan berusia 16 tahun. 34:01 Militer Israel menunjuk merujuk kami 34:04 maksudkan pertanyaan seputar kematiannya 34:08 pada para militer polisi. 34:12 Perbatasan yang tidak menjawab 34:14 permintaan komentar. Penyerbuan itu 34:16 terjadi di Balata kam pengungsi di 34:20 sebelah utara kota Nablus tepi barat. 34:23 Pasukan Israel yang beroperasi di daerah 34:26 padat penduduk itu kerap dilempari batu, 34:29 petasan, dan berhadapan dengan tembakan. 34:33 Israel menduduki tepi barat dalam perang 34:35 1967 34:38 berdasarkan konsensus internasional, 34:40 negara Palestina kelak meliputi tepi 34:43 barat dan jalur Gaza dengan Yerusalem 34:45 Timur sebagai ibu kotanya. Israel 34:48 mengatakan operasi militer dan polisi 34:52 bertujuan untuk mengatasi terorisme. 34:55 Sementara itu, Palestina memandangnya 34:57 sebagai sarana untuk mempertahankan 35:00 pendudukan militer yang berlangsung 35:03 hampir 55 tahun dan tidak menunjukkan 35:06 tanda-tanda akan berakhir. 35:09 Mantap, [tertawa] 35:11 Bung Yasir Denhas. Oke, ini ada Ibu Juni 35:15 di Ciputat. Asalamualaikum Bung Yasir 35:17 dan Has dan Mas Krishna. Alhamdulillah 35:19 Bung Yasir 35:20 dikaruniai oleh Allah 35:23 subhanahu wa taala suara yang sangat pas 35:25 dan cocok serta enak didengar sebagai 35:27 pembaca berita. Betul Bung Yasir. Banyak 35:29 pembaca berita sekarang yang bacaannya 35:31 asal-asalan terutama pengucapan istilah 35:33 asing intonasi dan tanda baca. Termasuk 35:37 pembaca berita Rasil. tolong kasih 35:40 masukan bagaimana harus menjadi seorang 35:42 profesor Profesional 35:44 agar enak didengar bukan hanya dari 35:47 suaranya tapi juga cara membacanya. Oke. 35:51 Kesalahan apa lagi yang ee Bung Yasir 35:54 pernah temui di TV-TV swasta kita atau 35:58 di radio tentang membacakan berita? 36:00 Oh, banyak sekali ya 36:02 terutama pronunciation. He. 36:04 Kemudian kadang kala itu tidak ee 36:07 mengikuti pakem gitu. Sebetulnya membaca 36:10 itu juga ada ada pakemnya. Jadi ada 36:13 titik ada koma kan. 36:16 Ee kalau koma bagaimana kita membaca itu 36:20 pada saat koma. Kemudian pada saat titik 36:23 bagaimana nada baca kita gitu. 36:25 Itu ada ada aturannya. 36:28 Cuman sekarang ini kelihatannya 36:29 kadang-kadang dibaca aja semau-maunya. 36:33 enggak ada titik komanya sehingga orang 36:35 susah nangkap gitu. 36:37 Ini apa sih yang dimaksud gitu? 36:39 Nah, kalau saya pada waktu membaca 36:42 memang saya pelajari dulu sehingga saya 36:45 mengerti betul dan saya paham betul 36:48 kontens isi dari berita itu apa yang 36:50 maksudnya yang dimaksud gitu. Nah, 36:53 sesudah saya pelajari baru saya baca. 36:55 H. 36:56 Jadi, ya ada istilahnya kalau orang 36:59 menyanyi itu ada penjiwaannya gitu. 37:01 Heeh. He. 37:02 Justru sekarang ini enggak ada penjiwaan 37:04 itu sama sekali. 37:05 H. 37:06 Kalau saya lihat 37:08 di situlah kelemahannya. 37:10 Oke. Baik. Ini ada yang tanya lagi nomor 37:13 telepon dari Bung Yasir Denas. Silakan 37:16 siapkan pumpulan sama kertas. Saya akan 37:19 bacakan kembali. Nomor HP Bung Yasir 37:22 Denhas adalah 0815 37:27 kemudian 37:29 63 37:30 kemudian 13 37:33 24 37:34 6315 37:38 63 37:41 24 63 37:45 Bung Yasir saya ingin tanya kalau Bung 37:47 Yasir sendiri siapa penyiar favoritnya 37:51 di TV itu zaman itu. 37:54 Zaman itu saya suka Edwin Saleh Indra 37:57 Praja. 37:57 H. Kenapa? 38:00 Karena kalau dia baca berita ya mungkin 38:02 juga orang mendengarnya sama kayak 38:05 mendengarkan saya gitu. 38:07 Ee jelas gitu apa yang dia sampaikan 38:09 itu. 38:10 H 38:10 titik komanya bagus, intonasinya bagus. 38:14 Saya sudah mengagumi beliau itu sejak 38:17 beliau itu masih siaran di radio 38:18 Australia. 38:19 Hm. 38:21 Kalau di radio Australia itu memang ada 38:23 beberapa penyiar yang bagus-bagus ya 38:25 seperti Ebet Kadarusman. 38:27 H. 38:28 Terus Nuim Hayat. 38:29 He. 38:30 Itu penyiar bagus-bagus sih. 38:32 Iya. Noim sekarang di sini setiap hari 38:34 Senin. 38:35 Hm. 38:37 Oke. Kemudian dari Bapak Samsul Iimen. 38:41 Asalamualaikum Bang Yasir. 38:43 Waalaikumsalam. Pak Lut sekalian numpang 38:45 tanya, kok rambut enggak berubah sejak 38:47 dulu? Resepnya apa? Saya sudah mulai 38:49 putih dan berguguran dari Samsul 38:51 Sipinong. Benar rambutnya tetap hidam, 38:54 hitam, tetap sehat dalam usia 78 tahun. 38:58 Apa resepnya? 39:00 Ya resepnya mungkin ya 39:05 walau alam ya. H 39:07 kalau menurut saya sebetulnya 39:10 ee supaya kita sehat, supaya kita tatap 39:14 bugar, fisik itu kan harus dijaga, harus 39:17 dirawat ya. 39:18 Jadi perawatan fisik dengan olahraga he 39:22 secara rutin, kemudian ee apa pola makan 39:28 juga begitu. 39:30 Harus jelas gitu aturannya. 39:33 Begitu juga pola istirahat. He 39:35 itu aja sebetulnya. [berdehem] 39:37 Dan kemudian mungkin ya mungkin karena 39:39 saya ini seorang penggemar musik, 39:41 penggemar lagu. 39:43 Lagu lagu apa? 39:43 Lagu apa aja? 39:45 Kalau Anda mau tahu seluruh lagu yang 39:48 ada di Nusantara ini mulai dari Aceh 39:50 sampai ke Papua sana itu saya suka 39:52 semua. 39:52 Oh 39:54 di samping lagu barat ya. 39:56 He. 39:56 Lagu barat saya juga suka lagu klasik. 39:59 He. 40:00 Lagu rock saya juga suka. Hanya metal 40:03 yang saya 40:03 ada koleksinya di rumah. 40:05 Ya, sedikit-sedikit sih ada L. He. 40:08 Dan kebetulan kalau ada yang mau dengar 40:11 saya siaran 40:13 boleh ya. 40:14 Ya boleh. 40:15 Dengarin radio Airman Radio 40:17 107,9 MHz 40:19 secara streaming juga bisa. 40:22 Oke, 40:24 Bung Yasir. Salam. Apakah Bung Yasir 40:26 masih merokok sekarang? Dari Bapak Edi 40:29 Mariadi. Ini orang TV juga nih 40:31 Depok ya. 40:33 Nah, 40:33 Edi Mariadi. 40:34 Alhamdulillah saya sudah 8 tahun tidak 40:37 merokok 40:40 sejak tahun 19 eh 2014. 40:45 Jadi 8 tahun sudah saya stop merokok. 40:48 He. 40:50 Dulu memang saya perokok berat gitu. 40:54 Oke. Ini ee komentar. Kalau mau tahu 40:56 rahasianya 40:57 kok bisa berhenti merokok. E cuman satu 41:01 saja. 41:02 Apa? 41:03 Saya pernah dicek kesehatan jantung sama 41:07 dokter jantung di rumah sakit haji. 41:10 Kemudian 41:11 dia bilang, "Anda perokok ya?" Saya 41:14 bilang, "Iya." 41:15 Terus ah sekarang gini aja. Kalau Anda 41:19 masih ingin ee merokok terus dan tidak 41:23 ingin umur panjang, 41:26 rokok aja terus dibilang gitu terus. 41:29 Tapi kalau Anda ingin sehat, 41:32 stoplah itu rokok. Katanya 41:35 kata-kata itu aja itu 41:37 beliau itu sudah almarhum sih. 41:39 He. 41:39 Berapa tahun yang lalu sudah meninggal 41:41 gitu. 41:43 Saya 41:45 saya pulang ke rumah saya mikir-mikir 41:48 omongan itu dokter benar juga ya. Hari 41:52 itu kebetulan ada rokok di kantong saya 41:54 Malboro Putih ya. Masih ada kira-kira ee 41:59 berapa batang lagi? 42:00 12 batang gitu. 42:01 12 batang lagi. 42:02 Hari itu saya habisin sampai malam sat. 42:06 Terus bungkusnya saya buang ke tempat 42:08 sampah. Besok pagi saya enggak ngerokok 42:11 lagi. Saya enggak beli rokok lagi. 42:13 Stop sampai detik. 42:14 Masyaallah. 42:16 Boleh ditiru tuh ya. 42:18 Jadi bukan bukan harus makan permen 42:20 segala macam. Udah 42:22 kata-kata dokter itu aja tuh. 42:24 H. Oke. Ini dari komentar dari YouTube 42:27 ya. Aku nangis ingat zaman dulu nonton 42:30 TVRI sekampung. TV ditaruh di halaman 42:33 semua 42:35 rukun. Hidup sederhana tapi bahagia. 42:39 Kalau ingat-ingat masa itu hatinya 42:42 terasa tenang, damai, khusyuk, tidak 42:46 seperti zaman akhir ini. 42:49 Ee kemudian terima kasih TVRI sudah buat 42:53 masa keci saya begitu bahagia. 42:55 Tiada kesombongan demi dari cara mereka 42:59 berbicara. Ee adem dengarnya 43:04 dan enak memandangnya. Waduh, itu 43:07 komentar dari YouTube. 43:09 Oke. Mm. Bung Yasir hobinya apa? 43:13 Tadi saya sudah sebut 43:15 apa?endengarkan lagu. 43:16 Nyanyi, dengar musik, dengar lagu. 43:18 Dengar lagu 43:19 dan nyanyi. 43:20 Heeh. 43:21 Makanya di radio itu di Airmen itu saya 43:23 kadang-kadang saya putar saya punya lagu 43:25 lagu karangan beng ya. 43:27 Bukan lagu lagu-lagu pop, kemudian lagu 43:31 karaoke saya isi vokal gitu. 43:34 Hmm. Hm. Gitu. Biasanya lagu-lagu apa? 43:37 Lagu pop ya? 43:38 Dan Iya, betul. He dan sebetulnya karier 43:41 saya ini ee bukan sebagai penyiar 43:45 awalnya. Saya itu penyanyi. 43:47 Oh. 43:49 Di buku biografi saya itu saya cerita, 43:53 saya itu SMP kelas 2 sudah nyanyi 43:57 sebulan sekali di RRI Bukittinggi. 44:00 Hm. 44:00 Masih pakai celana pendek. 44:01 Oh, lagu apa itu waktu itu? 44:03 Dulu kan lagi musim ee pop daerah. 44:06 He. Bisa diperdengarkan sedikit? 44:10 Hm. 44:11 Macam-macam sih. [tertawa] 44:15 Ee ya mungkin kalau mau tahu ya silakan 44:18 dengar aja ya. 44:19 Airman radio aja. 44:20 Oke. 44:21 Tapi ada juga di YouTube juga ada tuh. 44:23 Di YouTube ada ya? 44:24 Heeh. Lagu Juita Malam. Cari aja Yasir 44:27 dan Khas ada di situ. 44:29 Asalamualaikum warahmatullahi 44:30 wabarakatuh. Yasir danas. Masyaallah 44:32 subhanallah dari saya masih kecil 44:34 sehingga sekarang masih terengiang suara 44:36 khas dan merdunya. Syukron Rasul sudah 44:39 mengundang Bapak Yasir Denas. Salam 44:41 silaturahim dari kami pendengar hasil 44:43 yang ada di Singapura dari Nurjamah 44:46 binti Madiu di Singapura. 44:48 Sedangar kitaasih. 44:50 Hm. 44:52 Kemudian Bang Yasir ee alhamdulillah 44:56 diberikan umur yang barokah. Semoga 44:58 sehat selalu. Saya dulu senang melihat 45:00 berita. Terima kasih TVRI mengingatkan 45:02 saya waktu kecil dari Ibu Yuti Reni 45:06 Jaya. 45:09 Oh Jaya Ciputat ya. 45:12 Eh Pamulang dekat Pamulang. 45:13 Pamulang. 45:14 Asalamualaikum. Semoga tetap sehat ya. 45:16 Saya merinding dengar baca beritanya 45:19 dari Bapak Muhammad Irfan. 45:22 Minta nomor teleponnya Yasir Den has 45:24 dong. Oke saya akan bacakan lagi. 45:26 Siapkan sama kertas ya. Mm. 0815. 45:33 Sudah. 45:35 Kemudian 63. 45:37 Kemudian 13 45:41 24 45:43 6315 45:47 63 45:51 2463. 45:54 Saya juga ingin menyapa teman-teman TVRI 45:56 ya yang masih mungkin seniornya eh 46:00 juniornya Bung Yasir tuh. He 46:03 Mbak Inta Nugraha. 46:04 Oh 46:05 In Sukandar. Mbak Bonita masih ada 46:07 enggak? 46:08 Siapa? 46:08 Bonita. 46:10 Oh masih. 46:10 Masih ya Bonita ya. 46:12 Baru 46:12 inesandar 46:13 Desember kemarin saya ketemu di Hotel 46:16 Sultan itu 46:18 ada fotonya. 46:19 Oh iya 46:19 di situ juga ada. Saya saya suka kirim 46:23 suka saya posting gitu di Facebook saya. 46:27 Terus Malinda, Tengku Malinda. Malinda. 46:30 Terus siapa anaknya almarhum rumah 46:33 Farida Masyah? 46:35 Mm. 46:36 Ya Allah karim. Astagfirullahalazim. 46:40 Siapa? 46:40 Gina. Gina. 46:41 Oh Gina. 46:43 Gina. Apa kabar? Terus ee Mas Kepra juga 46:49 apa kabar ya? Ya, Mas Kepra. Apa kabar? 46:53 Mas Helmi Yahya. Halo, Mas Helmi. 46:55 Kemudian udah bagaimana caranya menjaga 46:58 suara tetap stabil walaupun usia sudah 47:00 78 tahun. Merokok pula apa dengan 47:03 merokok suara jadi bagus? Dari Iwan 47:05 Nurid. Dari Iwan Nur Said sekarang sudah 47:08 enggak ngerokok kok ini. 47:09 8 tahun. 47:10 Bagaimana cara merawat suara supaya 47:12 tetap bariton itu? Iya. Sebetulnya sih 47:15 kalau menurut saya itu berkah ya. 47:18 berkah aja itu dan 47:21 merawatnya ya mungkin karena 47:23 saya suka nyanyi 47:25 h 47:25 jadi terlatih terus kan itu suara 47:28 kemudian saya siaran gitu siaran itu 47:31 juga 47:32 ee besar pengaruhnya terhadap 47:35 kondisi rongga dada, tenggorokan segala 47:38 macam. 47:39 Hm. 47:41 Katanya pang ee Bang Yasir pernah ketemu 47:43 Bang Luim Hayap waktu di Sukabumi ya? 47:46 Bukan. Bukan di Sukabumi. 47:47 Bukan. Bukan. Ee Nuim Hayat. Nuim Hayat. 47:50 Bang Nuim itu telepon saya. 47:53 Oh, telepon. 47:54 Nah, dulu ada utusan beliau siapa sih 47:56 namanya saya lupa itu. 47:59 Dari Austral dari Rasi. 48:03 Rupanya begini ceritanya. 48:05 Mereka itu sudah survei gitu seJawa 48:08 Barat. radio-radio mana yang baik 48:11 menurut ee 48:13 Rasi yang akan diajak kerja sama untuk 48:17 siaran gitu. 48:19 Rupanya mereka pilih radio saya itu 48:22 SMS itu 48:23 dan akhirnya datang itu ke Sukabumi. 48:27 Ee sebelumnya mereka kirim program 48:30 kemudian ceritanya mau tukar program 48:32 gitu kita. 48:34 Dan 48:36 rencana juga seminggu sekali, setiap 48:39 hari Minggu kita mau siaran langsung 48:41 live 48:42 dari Australia ee siaran langsung, kita 48:45 dari Sukabumi siaran langsung kemudian 48:48 dipancaruaskan gitu. 48:49 He. 48:50 Sama Radio Australia 48:52 mereka pasang semacam apa itu parabola 48:55 ya? 48:56 Heeh. 48:58 Tapi enggak jadi, enggak berlangsung 49:00 karena saya sudah keburu ee angkat kaki 49:04 dari situ, share saya, saham saya saya 49:07 jual gitu. 49:07 Oh, kalau di radio SK itu kan radio 49:11 humor. Siapa yang 49:14 me apa namanya 49:16 mencanangkan ini jadi radio humor? 49:19 Itu ide dari saya sendiri 49:21 tahun. 49:21 Oh, jadi dari dulu sebelum ada bagi 49:23 sebelum ada sudah radio humor ya. 73 49:26 kalau saya tidak salah itu 49:27 sudah sudah r humor itu ya SK ya. 49:29 I 49:30 hmm 49:31 dan kenapa saya saya bikin radio humor? 49:34 Karena saya melihat orang Jakarta ini 49:37 kan sibuk ya 49:38 siang malam dari pagi siang sore malam 49:41 kemudian stres gitu 49:42 stres. 49:43 Aduh apa ya kalau siaran biasa-biasa aja 49:47 enggak ada manfaatnya buat orang banyak 49:49 gitu. Saya pikir kita bikin humor aja 49:52 deh 49:53 bercanda-bercanda gitu. 49:55 Eh, ternyata animanya besar sekali gitu. 49:58 Sambut. 49:59 Jadi 50:00 responnya besar luar biasa sehingga 50:03 akhirnya radio itu jadi populer, jadi 50:06 terkenal. Bahkan kawan-kawan 50:08 di stasiun-stasiun radio yang lain, 50:11 terutama dari dulu di ee Melawa itu ada 50:17 radio, Anda mungkin ingat ya, radio apa 50:20 sih namanya? Saya juga lupa nama 50:23 penyiarnya. cewek 50:24 ya. Iya, ya. 50:25 Yang centil yang centil itu tuh 50:28 dulu dia alumni SMA 11. Jadi saya lupa 50:31 namanya itu. Per sama dia itu setiap 50:34 hari kalau kalau kita siaran itu 50:37 terutama kalau saya siaran ya 50:40 dia monitor gitu. H 50:41 terus Anda ingat enggak radio Amigos? 50:44 Heeh. Radio Amigos 50:45 Arman Donida. 50:46 Iya iya. Arman Donida. 50:48 Nah itu dia bilang, "Den, kalau elaran, 50:50 gua monitor loh." Padahal gua lagi 50:52 siaran. 50:53 [tertawa] 50:54 Kenapa enggak enak aja, senang aja 50:57 dengerinnya. Kocak di bilang gitu. 51:01 Oke, dari YouTube lagi dari Yulni Welisa 51:06 Jonggol menyimak. Oh, masyaallah yang 51:09 ada di acara dunia dalam berita nih ya. 51:11 Heeh. Oke. Kemudian dari 51:15 Tangsel Monitor dari Bapak Muhammad 51:19 kemudian masyaallah dari Amin Zuhri. 51:21 Masyaallah, wajah dan suara Bung Yasir 51:23 Danas masih seperti yang dulu waktu 51:25 siaran di TVRI. Semoga sehat walafiat 51:27 dan tetap istikamah. 51:29 Amin. Amin. 51:29 Dari Edmar. Salam Bung Yasir. Eh, dari 51:34 Dalmin. Alhamdulillah nyimak. Kebetulan 51:36 dulu suka nyimak. Sehat selalu ya. Ee 51:39 Bung Yasir. Ee dari Elice suaranya yang 51:42 khas masih teringat dari dulu sampai 51:45 sekarang. Asma Wildati. Masyaallah luar 51:48 biasa suaranya enggak berubah. Semoga 51:50 beliau sehat selalu dan mungkin Rasil 51:52 bisa buat jadwal beliau. 51:56 Andrini Anjar Rini Depok hadir nyimak 51:59 masih ingat wajah gantengnya. Dwi 52:01 Ismanto ingat zaman masih kecil 52:03 tahun-an. 52:05 Chark Diajah Charkidi setia mendengar 52:09 hasil Marita Zat penyiar favorit saya 52:12 ini suaranya tenang banget. Adam Hawa 52:14 Pondok Ranggon Nyiwak Rizka Rizka Rizka 52:19 Rizka Pasar Minggu nyimak Syarif Hidayat 52:22 setiap sore sehabis mandi pukul 17 saya 52:25 pantengin TV untuk lihat Bung Yasir. 52:27 Mantap 52:28 Sarif Hidayat kala itu saya masih 52:30 berusia 8 tahun saya suka dengan Yasir 52:33 Denhas. Yasir Denhas sekarang saya 52:36 umurnya 48 tahun. Oh 40 tahun yang lalu 52:38 itu saya mendengar dunia dalam Lita. 52:41 [tertawa] 52:42 Luar biasa nih pendengar Rasil banyak 52:44 juga ya. 52:45 Hm. Banyak. H. Oh, Radio Monalisa nih. 52:48 Ada ingat? 52:49 Ah, iya Monalisa. Benar. 52:50 Ini penyiar yang pernah baca berita di 52:52 RRI ya maksudnya. 52:55 Siapa sih cewek itu yang kenipu? Ya 52:57 Allah. Saya padahal pernah MC sama dia 52:58 tuh. Lupa namanya. 53:00 Namanya lupa saya. 53:01 Pokoknya 53:02 Endang. Endang Monalisa. 53:04 Endang Monalisa. 53:05 Iya. Halo, Endang. Apa kabar Endang? 53:08 Enggak tahu, sudah enggak pernah dengar 53:10 suaranya dia lagi gitu. 53:12 Hm. 53:14 Dari Ibu Tia Legend ini Mat Pitung masih 53:18 ingat dengan suaranya. Wah. 53:21 Hmm. Ada yang nanya nomor telepon lagi. 53:23 Oke. tadi saya sudah bacakan padahal 53:25 nomor ee nomor telepon dari Bung Yasir 53:28 Denas adalah 0815 53:31 63 53:35 kemudian 24 53:38 63 53:38 63815 53:42 63 53:43 13 53:45 2463 53:48 Bung Yasir e suruh diminta ini coba 53:50 siaran dalam bahasa Padang sedikit aja 53:55 Selamat siang sanak-sanak pandanga k 53:58 nyobaa kab siangko. Mudah-mudahan sanak 54:01 lahat-sehat 54:03 sajo 54:06 [tertawa] 54:07 nama-nama pendengarnya sudah lupa tuh 54:09 ya. 54:09 Iya sudah lupa. 54:10 Banyak sekali ya. Oke. 54:12 Dan boleh dong ee saya promoin kalau mau 54:15 dengar saya siaran di siaran musik ya di 54:19 di Ermen Radio 107,9 54:23 ee 54:25 FM ya. He. 54:26 Atau bisa ee secara live streaming bisa 54:30 melalui HP. 54:32 Heeh. 54:33 Oke. 54:34 Setiap hari Selasa pagi, Kamis pagi, 54:37 kemudian juga Sabtu pagi dan Minggu 54:39 malam. Yasir Denhas. 54:42 Asalamualaikum. 54:44 Menyimak dan mendengar salam Yasir 54:46 Denhas dari Tuti dan Tuti Aditama Sukron 54:50 dari Pak Sunan 54:52 Batam. Ee Pak Yasir punya kenangan 54:55 enggak dengan Syambas Penyar 54:58 sepak bola acara desa ke desa pokoknya 55:01 olahraga lah. Punya kenangan dengan 55:03 Sambas. ee kebetulan enggak ada kenangan 55:05 sih, 55:06 cuman 55:07 saya itu juga salah seorang yang suka 55:10 kalau beliau itu sedang membawakan acara 55:13 dari desa ke desa gitu. 55:14 H ee siapa namanya 55:18 ee Mas Anis bisa diputar enggak yang 55:22 cuplikan TVRI itu yang lengkap itu yang 55:24 ada belnya sampai penyiar-penyiara lain 55:27 bisa diperdengarkan? 55:30 Kita dengar ya. 55:31 He. 55:31 Hah? 55:34 bisa ya. Oke. Enggak bisa. 55:38 M 55:43 oke, 55:46 Bang Yasir. Ee 55:49 sama sekali Bang Yasir bisa berada di 55:52 Rasil. Kalau bisa siaran sering di sini. 55:56 Ee [berdehem] 56:00 nanti bosan kalau saya sering-sering 56:02 gitu. Enggaklah. Kalau dulu di TVRI 56:05 bagaimana bergiliran ee penyiarnya 56:07 setiap hari apa di TV? 56:09 Ada jadwal gitu. 56:09 Ada jadwal 56:10 setiap minggu itu diolling terus. 56:12 He. 56:13 Jadi enggak tentu harinya. He. 56:15 Karena kalau ditentukan hari orang 56:17 nonton dia aja gitu. 56:19 Oh. Jadi 56:21 diolling terus 56:22 semua. Ada berapa penyiar sih untuk 56:23 dunia dalam berita? 56:24 Waduh banyak sih kalau penyiar beritanya 56:27 itu banyak sekali sih. Mungkin sekitar 56:30 20 sampai 30 orang. Seluruhnya 56:34 itu berita itu di Tier ada berapa macam 56:37 kan dunia dalam berita yang 56:38 bawah-bawahnya itu yang jam . Apa itu 5, 56:40 jam . jam 09.00 terus .30 malam. 56:43 Hm. 56:44 Terus pagi jam 6.00 56:46 pagi. 56:47 Nama-namanya lain-lain kan ya? 56:48 Lain-lain. 56:49 Pinyarnya juga lain-lain ya. 56:51 Iya. He. 56:51 Oke. Ee ada yang tanya nih, bagaimana 56:55 hubungan 56:57 ee Bung Yasir Denas dengan para artis 57:01 pada zaman itu? Karena kan juga mereka 57:04 sering ke TV. 57:05 Oh iya, sering ketemu ya 57:07 dengan Eli Kasim dekat mungkin ya 57:08 almarhumah. 57:09 Oh iya kalau ada acara-acara beliau 57:13 biasanya saya diundang gitu. 57:14 H 57:15 sampai sekarang ini pun juga masih masih 57:18 terjalin hubungan baik dengan para 57:20 artis. 57:20 He. 57:22 Karena saya punya program ee lagu-lagu 57:26 lawas ya di radio. 57:27 Heeh. Jadi 57:29 seperti di Johan masih kali ya. 57:31 Heeh. Jadi mereka 57:34 ikut dengar kemudian saya putar lagu 57:37 mereka gitu. Wah senang banget. Hm. 57:39 Dan kebetulan ada ada grup 57:43 Gentra Lestari Budaya itu kumpulan 57:46 seniman budayawan di situ. 57:48 Dan saya sebetulnya saya enggak minta 57:50 saya di 57:52 nama saya, nomor telepon saya dimasukin 57:54 di situ. 57:54 H 57:55 ya udah sampai sekarang pun ya tetap aja 57:58 terjalin hubungan baik dengan mereka 58:00 gitu. Jadi kalau ada album mereka yang 58:02 baru atau anaknya yang jadi penyanyi, 58:05 putterin dong lagu anak saya nih 58:06 dikirim. Iya, saya putar gitu. 58:11 [berdehem] 58:11 Kemudian dari 58:13 Mas Nano di Citereup, Asalamualaikum. 58:16 Masyaallah, alhamdulillah masih bisa 58:18 dengar suaranya Bung Yasir Denhas. 58:21 Teringat ketika kelas 6 SD tahun 1 saya 58:24 mulai suka dengan dunia dalam berita 58:27 TVRI. Sementara teman-teman masih main 58:29 dijalanin ini gara-gara dengar suara 58:32 Bung Yasir Denas. Salam sehat selalu 58:35 buat Bung Yasir Denhah. Oke, 58:40 saya jadi pengin kehasil katanya. Pengin 58:42 ketemu Yasir Denas. Boleh, boleh. 58:45 Ini penyar yang pernah baca berita RRI 58:46 pernah di RRI enggak sih, Bung Yas? 58:48 Enggak, enggak, 58:49 enggak enggak pernah. Ya, 58:50 saya pernah dites di RRI pernah 58:52 sama-sama Ahmad Syarif. 58:54 Tapi saya mengundurkan diri 58:56 diterima. Tapi saya enggak mau gitu. 58:58 He 58:59 ya. Kalau dulu itu ya kita 59:02 berkubang di 59:05 broadcasting ya di radio gitu kan. 59:08 Hm. 59:08 Ya mungkin ee selerinya belum memadai 59:12 barangkali waktu itu. Jadi saya 59:14 mengundurkan diri. 59:15 Ini ada yang tanya Bang Bung Yasrias di 59:18 TVRI selerinya bagus enggak waktu baca 59:20 dunia dalam berita? 59:21 Iya 59:22 ya lumayan. [tertawa] 59:27 itu rahasia perusahaan. 59:29 Oke. Bang Yasir pernah enggak makan di 59:31 restoran? Enggak enggak boleh dibayar 59:33 sama yang punyanya karena dia penggemar 59:35 Bang Yasir. 59:36 Ada juga sih 59:36 gitu ya. 59:37 Heeh. 59:37 He. 59:38 Pernah juga 59:39 makan. 59:40 Heeh. 59:40 Di restoran. 59:41 Iya. 59:42 Tahu juga sih. 59:43 Oh, gitu ya. 59:45 H. 59:48 Tapi yang yang lebih ekstrem lagi juga 59:51 pernah. 59:53 terutama cewek-cewek nih 59:55 kalau ketemu main peluk aja gitu. 59:59 Jadi ya 1:00:03 pernah sekali waktu saya diundang 1:00:06 yang undang saya itu Dedi Miswar. 1:00:08 H 1:00:09 Dedi Miswar anaknya nikah gitu 1:00:12 di Balai Kota. 1:00:13 Iya 1:00:13 DKI. 1:00:15 Jadi saya datanglah saya sama istri kan. 1:00:18 Hm. 1:00:19 Tiba-tiba begitu kita naik tangga, ada 1:00:22 cewek teriak, "Ya sir, Denh dia langsung 1:00:26 [tertawa] saya, saya gelagapan dong." 1:00:31 Terus habis itu aduh bisa ketemu di sini 1:00:35 ya? Katanya, "Aduh terima kasih. Terima 1:00:37 kasih." Ya udah, terima kasih. Maaf ya. 1:00:40 Saya kan ada istri saya. Saya bilang 1:00:41 gitu, "Hm, kenalin dong istri saya." 1:00:44 Saya kenalin. 1:00:46 Udah. Terus dia pamitan. 1:00:48 Istri saya tanya, "Itu tadi siapa?" 1:00:51 Enggak tahu [tertawa] ya? Memang enggak 1:00:54 tahu. 1:00:56 Eh, tapi istri enggak cembur waktu itu. 1:00:59 Enggak. 1:00:59 Udah memaklumi ya? 1:01:00 Sudah memaklumi. 1:01:01 Memaklumi. 1:01:03 Eh, 1:01:05 wah, banyak sih cerita-cerita lucu 1:01:07 begitu. Ketemu sama artis pun juga 1:01:09 begitu. 1:01:11 Pernah sama Roy Martin. 1:01:13 He. 1:01:14 Waktu itu di Carrefour ya. 1:01:16 H. 1:01:17 Ee kita tuh sudah dikasa ya, mau bayar 1:01:22 gitu. 1:01:23 Terus anak saya colek, "Pak, tuh ada Roy 1:01:27 Martin tuh sebelah sana tuh." 1:01:29 Ya, jarak jauhlah jaraknya mungkin ada 1:01:31 di kasir sebelah lain ya. 1:01:33 Gak, bukan di kasir. Dia lagi 1:01:35 milih-milih barang gitu 1:01:36 sama keluarganya 1:01:38 kira-kira sekitar 30 40 m gitu. 1:01:42 Udah biarin aja. Saya bilang gitu. Kalau 1:01:45 papa balik badan entar pasti dia angkat 1:01:47 tangan itu. 1:01:48 H 1:01:49 sombong juga dikit [tertawa] 1:01:51 sama anak tapi ngomongnya. 1:01:54 Ya udah terus sebelah mana tuh? Sebelah 1:01:56 kiri papa lihat aja ke sana saya meleng 1:01:59 gitu. Ya benar dia begini-begini Roy 1:02:02 Martin 1:02:03 saya balas lagi kan. Terus saya bisikin 1:02:05 anak saya benarkan apa? [tertawa] 1:02:11 Jadi kadang kala kita itu lebih lebih 1:02:14 apa ya, lebih populer daripada artis 1:02:17 sendiri 1:02:18 karena setiap hari berkunjung ke rumah 1:02:19 ya. 1:02:19 Nah, itu dia 1:02:20 redan 1:02:21 lebih bermanfaat. 1:02:22 Iya. Yang lucunya lagi ee Bung Kris, 1:02:26 saya tuh 1:02:29 pernah ee dapat informasi ini dari 1:02:33 musika studio, 1:02:35 studio rekaman kan. 1:02:38 Jadi ee pada waktu ketemu sama salah 1:02:42 satu produsernya, dia bilang, 1:02:45 dia sebut namanya ini penyanyi si anu 1:02:48 katanya. Saya sebut aja namanya Koni 1:02:51 Konstantia. 1:02:52 Heeh. 1:02:52 Penyanyi tahun 90-an kan. 1:02:57 Dia kalau lagi take vokal pas jam dunia 1:03:02 dalam berita, 1:03:03 dia lihat dulu. Dia bilang 1:03:05 h 1:03:05 lihat dulu ya. 1:03:07 Dunia dalam berita siapa yang baca? Ada 1:03:09 Yasir Dian enggak? 1:03:10 H. 1:03:11 Kalau ada Yasir Dian Khas kita break. 1:03:13 Dia bilang gitu sampai kayak begitu. 1:03:15 Yang syuting film pun juga ada yang 1:03:17 begitu. 1:03:18 Masyaallah 1:03:20 ya. Alhamdulillah aja mungkin orang 1:03:22 senang barangkali cara saya baca mungkin 1:03:25 saya pikir begitu gitu. 1:03:27 Oke saya bacakan berikutnya. 1:03:29 Asalamualaikum 1:03:30 Yasir. Saya sangat suka mendengar dunia 1:03:32 dalam berita TV. Apagi kalau udah 1:03:34 penyiarnya pada saat siaran tersebut 1:03:37 sama ayah kami semua dikumpulkan untuk 1:03:39 mendengarkan saat saya tinggal di 1:03:41 Jakarta. Salam takzim Hirnal Savei di 1:03:44 Kota Batam. Ini dari Batam ini 1:03:47 jauh ya. 1:03:48 Mm. Oke, Bung Yasir. Ee kita sudah 1:03:53 mepet waktunya ya. Silakan yang mau 1:03:56 mendapatkan buku kiat sukses menjadi 1:03:58 presiden terprofesional edukasi di balik 1:04:00 biografi Yasir Denas. penyiar teladan 1:04:03 kaya pengalaman pengantar Taufik Ismail. 1:04:07 Silakan bisa kontak ke nomor telepon 1:04:10 Yasirdena sendiri di 0815 1:04:13 63 1:04:18 24 1:04:20 6 3 0815 1:04:24 63 1:04:27 24 63 1:04:30 Ee terakhir ada yang mau disampaikan 1:04:34 enggak ada sih Ya, 1:04:37 kalau memang 1:04:41 saya diberi kesempatan ya saya juga 1:04:43 terima kasih banget [tertawa] 1:04:47 karena saya dengar kelihatannya Rasil 1:04:49 nih fansnya banyak juga ya. 1:04:52 Iya ya. Tadi ada dari Singapura, dari 1:04:55 Batam, dari Sukabumi. 1:04:57 Ee 1:04:59 oke dari Bapak Ibrahim. Masyaallah 1:05:02 legend barokah. 1:05:04 buat acara rutin dong dirasil katanya. 1:05:06 Bang Cilandak C menyimak luar biasa 1:05:08 salah seorang legenda penyerta zaman 1:05:10 dulu suaranya khas banget sijah 1:05:13 alhamdulillah bisa menyimak Bung Yasir 1:05:15 danas. 1:05:17 Oke terima kasih sekali lagi kami 1:05:19 ucapkan kepada Bung Yasir Denas saya 1:05:22 juga terima kasih 1:05:22 walaupun di tengah kesibukannya masih 1:05:24 menyempatkan diri untuk datang ke Rasil. 1:05:27 Baik terima kasih perhatian Anda ee 1:05:29 pendengar istri siapa namanya 1:05:31 ya? 1:05:32 Istri siapa namanya? Rina 1:05:33 Rina. Terima kasih Ibu Rina sudah 1:05:35 menemani Bengiastir di sini. Saya 1:05:38 Muhammad Krishna kemudian juga Neza dan 1:05:41 Anis Mali. Mohon pamit. Wabillahi taufik 1:05:43 walhidayah. Wasalamualaikum 1:05:44 warahmatullahi wabarakatuh.