Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bani
- [Musik]
- ірамей
- [Musik]
- He.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat,
- pendengar radio silaturahim dan juga
- pemirsa Rasil TV yang dirahmati Allah.
- Alhamdulillah kita kembali berjumpa di
- siang hari ini Wan Akhwat di tanggal 19
- Jumadil Awal 1444 Hijriah atau 12
- Desember 2022. Masyaallah. Seper biasa
- di Selasa siang hadir acara tausiah
- siang bersama Ustaz Fawas Abi Jawiyah
- yang alhamdulillah telah hadir di
- studio. Kita sapa Ustaz terlebih dahulu
- Iman Ahmad. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Masyaallah. Tidak berjumpa
- dengan Ustaz nih. Iya. Lama nih Kang
- Fahri tidak menemani saya. Gimana
- kabarnya? Sehat, Ustaz? Alhamdulillah
- sehat. Insyaallah doakan semoga sehat
- selalu zahiran w batinan. Insyaallah.
- Semoga juga semua Iwan dalam keadaan
- sehat ya, Ustaz ya di siang hari ini.
- Semoga semua pendengar pemirsa Radio
- Setia Kita Silaturahim untuk Islam yang
- satu Rasul TV di mana saja berada semoga
- senantiasa sehat afiat zahiratan wa
- batinan insyaallah. Amin ya rabbal
- alamin. Dan tema kita di siang hari ini
- masih mengenai ee masih mengkaji ya
- mengkaji ya tentang sebuah syair. Sebuah
- syair Ustaz ya. Syair dari Al Habib
- Abdullah bin Alwi Alhadan Ustaz ya.
- Namam. Ini ulama dari Hadramut. Namam.
- Lebih tepatnya dari Kampung Alhawi.
- Perkampungan Hawil Khairat di daerah
- Tarim Hadramut Yaman. Ulama di abad
- ke-11. Beliau lahir tahun
- 104 Hijriah. Jadi abad ke-11 ya. yang
- mana di Indonesia lebih dikenal dengan
- Sahib Ratib. Hm. Ya, karena di mana-mana
- ee beliau memiliki sebuah apa namanya?
- Kumpulan zikir-zikir nabawi. I kalau
- bahasa teman-teman zaman sekarang
- maksurat. Oh, matsurat. Iya. Zikir pagi
- petang. He. Yang beliau susun cuman
- istilah orang Hadr Maut bukan maksurat
- namanya ratib. Ratib. Arti ratib
- susunan. Jadi kumpul pilih pilihan dari
- zikir-zikir Nawawi yang pendek-pendek
- yang ringkas-ringkas. disusun agar
- orang-orang ee mukmin senantiasa membuka
- harinya, menutup harinya dengan berzikir
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Dikenal
- dengan Ratibul Haddad. Ratibul. Nah,
- beliau sahibur Ratib, pemilik Ratibul
- Haddad. Al Habib Abdullah bin Alawi bin
- Muhammad al-Haddad Ba'alawi al-Husaini.
- Beliau salah satu keturunan baginda
- Rasul dari jalur Al Imam Husein ee bin
- Ali bin Abi Thalib, putra dari Sayidah
- Fatimah binti Rasul alaihim salamullah
- waridwan anhu tabaraka wa taala.
- Insyaallah. Dan luar biasanya
- ulama-ulama dahulu itu pandai mengemas
- ee dakwah dengan metode-metode yang luar
- biasa ya, Ustaz ya. Dengan syair-syair
- dan memudahkan untuk menyampaikan.
- Betul. Orang Arab kan senang syair.
- Heeh. Heeh. Banyak ahli sastra,
- penyair-penyair. Jadi kalau mungkin
- diajak untuk mengkaji dengan ee bentuk
- media tulisan mungkin jenuh. Betul.
- Betul. Tapi kalau pesan-pesannya
- disampaikan melalui pesan-penan syair
- ya. Heeh. maka pesannya sampai. Intinya
- kan kontennya kan. Betul. Yang inti kan
- konten atau esensinya. Esensi dari dari
- sebuah pesan. Sebuah pesan itu cara
- menyampaikan tinggal pilih gitu kan.
- Nah, itu makanya kan ada dikenal dengan
- pembacaan maulid atau kalau bahasa dulu
- namanya baca rawi. Baca rawi. Iya, baca
- rawi itu kan kisah-kisah Nabi. Bentuk
- kemasannya dalam bentuk syair biar
- mudah. Dan sebetulnya juga orang-orang
- di Indonesia zaman dulu juga banyak
- pesan-pesannya menggunakan s he syair
- kan. Betul. Betul gitu. Saya ingat dulu
- waktu monduk di Jawa aja tuh belajar
- bahasa Arab pakai syair syair juga.
- Heeh.
- Pertama belajar itu di pesantren
- langitan pelajaran bahasa Arab pakai
- syair. Pakai syair run sirah
- roqobatun uzunun kuping sinun untu gitu
- kan ya kan. Run kepala ya kan. Raqabah
- leher ya kan. Udunun telinga sin nun
- gigi. Cuma kalau kita hafalin arasun
- kepala ya kan kan repot kan tuh dibentuk
- syair lebih gampang kan ya. Run sirah
- roqobatun kulu udun kuping sinun untu
- anfun irung famun dudu syafatun lambe
- jabhatun batuk gitu
- akhlak juga dibuat dalam bentuk syair
- dan di antara di Jakarta juga di kawasan
- Jakarta Jabar Tabik ini ada ulama besar
- Al Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf
- dari Citayam majelisnya di mana? di
- Albuswa ya Citayam itu membuat
- pesan-pesan dalam bentuk syair tentang
- masalah akhlak birul walidain di Jawa di
- mana-mana hampir di darah Melayu dan
- kalau kita dengar lagu-lagu Melayu zaman
- dulu juga isinya pesan-pesan kan dalam
- bentuk syair ya begitulah lebih kurang
- tadi juga saya dengarkan itu syair dari
- Alhabib eh Hadad Abdullah bin Alwi Al
- Hadad tentang layak surhamuk maqodir
- yakun ustaz ya ini tentang apa ustaz nih
- artinya nih Ini judulnya aja sudah
- kelihatan kan? Lauru hamuk mair yakun.
- Kalau bahasa kita jangan banyak galau. H
- yang ditentukan oleh Allah pasti berlaku
- untukmu. Segala takdir itu pasti ber
- berlaku. Jangan banyak sedih, jangan
- banyak galau. Kewajiban kita menghadap
- Allah, beribadah, taat kepada Allah.
- Sisanya Allah akan atur sebaik-baik buat
- kita. Segala harapan, permohonan, dan
- doa yang kita panjatkan akan Allah
- wujudkan. baik secara eksekusinya di
- kehidupan dunia ataupun kebaikannya doa
- tadi disimpan di negeri akhirat. Nah,
- ini pesan daripada Alhabib Abdullah bin
- Al Haddad dalam bentuk syairnya. Bahkan
- beliau itu ee ada seorang ulama menurut
- beliau ini mengumpulkan kumpulan syair
- beliau dalam sebuah bentuk yang bernama
- Adurul Manzum ya. Ya. Ee lidil wal
- fuhum. Jadi kumpulan syair-syair Habib
- Allah Haddad dalam bentuk ee apa
- namanya? dalam bentuk sebuah buku itu
- ratusan syair ya. Jadi pendekatannya
- melalui apa namanya pesan-pesan melalui
- syair begitu mengenal rupanya ya. Tapi
- beliau lebih kenal dengan sahib ratib
- padahal karangan beliau banyak loh.
- Kitab-kitab beliau banyak banyak ya
- banyak karangan belasan karya beliau
- tebal-tebal.
- sekalipun beliau itu menurut
- cerita sejak kecil umur 4 tahun lebih
- kurang ee ee kornia matanya terkena
- sesuatu benda benda cair yang akhirnya
- merusak pandangannya atau diken dengan
- makfuful bashar beliau itu pandangan
- matanya tertutup karena ee ketika masih
- kecil main apa tuh main minyak cat itu
- kena matanya ee jadi ibunya sedih mohon
- mohon doa pada Allah Taala kalau memang
- anak saya enggak bakal bermanfaat karena
- mata pandangan matanya rusak Ak ya kan?
- Sudahlah ya Allah ambil sajalah. Ni kata
- sang ibu nih yang kasih dengan nasib
- anaknya di kemudian hari. Tapi
- subhanallah Allah gantikan dengan mata
- batin yang beliau tidak bisa melihat
- tetapi karya tulisnya begitu banyak
- tentunya di melalui metode imla ya atau
- dikta ya. Iya. Jadi beliau membacakan
- lalu muridnya beliau di antaranya yang
- terkenal adalah Al Imam Ahmad bin Zain
- Al Habsyi ya dari negeri Hautah yang 40
- tahun belajar kepada beliau dari Hautah
- itu jaraknya ke Tarim itu lebih
- kurang mungkin 30 kiloan lebih ya dengan
- keledai setiap hari itu datang ke kata
- Tarim mengaji kepada Al Habib Abdullah
- bin Al Haddad. Nah, Al Habib Abdullah ee
- tidak bisa mata tidak bisa melihat. Jadi
- beliau menyampaikan kajian ya. Lalu
- muridnya menulis. Jadilah beberapa karya
- tulis lebih kurang 15 karya tulis
- judulnya. Di antara yang terbesar kitab
- yang dibaca di mana-mana adalah
- Annasaihuddiniyah wal Wasoayah
- alimaniyah.
- Itu buku ditarim loh. Gak ada publikasi.
- Iya zaman dulu lagi. He. Tapi sampai di
- seluruh apa e penjuru negeri bisa
- menyebar. Bisa menyebar. diterjemahkan
- dalam berbagai macam bahasa asing. Dan
- yang paling terkenal adalah ratib beliau
- tadi, kumpulan zikir pagi petang yang
- bernama Ratibul Haddad. Ratibul Had itu
- kumpulan zikir-zikir nabawi ya. Dibaca
- pagi dan petang. Di setiap musala,
- masjid, pondok pesantren dibaca di
- mana-mana. Subhanallah. Di Asia, Afrika,
- Timur Tengah, di barat semua dibaca.
- Nah, ada kumpulan syair beliau bernama
- Adurul Manzum Lil Uqul Wal Fuhum. itu
- ada satu jilid tapi berisikan ratusan
- syair-syair pesan-pesan sufi beliau ya
- yang tentunya tema utamanya adalah
- tazkiatun nufus untuk pembersihan jiwa
- kan berangkat dari firman Allah
- subhanahu wa taala qad aflaha man
- tazakka
- atau dalam ayat lain qad aflaha man
- zakaha waqad khaoba manasaha
- beruntunglah orang beruntunglah orang
- yang senantiasa membersihkan jiwanya dan
- merugilah orang yang mana menyibukkan
- diri dengan mengotori hati dan jiwanya.
- Nah, konsep tazkiyatun nufus
- ini menggunakan bermacam metode, di
- antaranya melalui pesan-pesan syair yang
- siang hari ini kita akan bacakan
- sebagian kepada pemirsa dan pendengar
- setia Radio Silaturahim
- AM720 untuk Islam yang satu. Masyaallah.
- Ustaz, Ustaz ee bisa enggak ke tolong
- jelaskan kepada kami kupas tuntas
- mengenai syairsyair dari Al Habib
- Abdullah bin Hadad ini? Boleh, boleh,
- boleh. Ee mungkin saya awam ya mengenai
- hal ini. Ee apa manfaatnya, apa
- fungsinya dan apakah bisa dibaca setiap
- harikah atau tujuannya apa? Ee Alhabibi
- ini membuat syair-sir ini, Ustaz.
- Masyaallah. Ustaz tentunya ini syair ini
- kan apa dibaca dalam biasanya
- event-event ya, tapi umumnya untuk
- dipelajari dari setiap arti ee syair ini
- begitu agung. Mungkin saya bisa baca
- baca dikit ya. di antaranya ini kita
- baca ee tadi juga sudah kita dengar kan
- di radio itu ya e pilihan dari radio
- Rasil ini seorang penyayir bernama Al
- Habib Muhammad Atas Al Habsyi. Dia punya
- suara indah sekali menyentuh terlebih
- lagi kan pemilik syairnya seorang yang
- saleh, seorang yang bertakwa kepada
- Allah. Seorang yang digambarkan oleh
- Al-Qur'an, rijalun shodqu ma ahadullah
- alaih. Seorang yang benar-benar jujur
- dalam mencari kecintaan dan keridaan
- Allah Subhanahu wa taala. Maka Allah pun
- buktikan ya ee balas kejujuran cinta
- mereka kepada Allah Taala dengan
- perwujudan ilmunya yang begitu
- bermanfaat. Bahkan dalam bentuk syair
- sendiri pun begitu bermanfaat. Coba kita
- baca nih syairnya ya.
- Kita tentunya mulai dengan baca ummul
- Quran suratul fatihah ya. Supaya ee
- kajian siang hari ini, tausiah siang
- hari ini bertambah berkah dan juga kita
- mohon pada Allah subhanahu wa taala
- mudah-mudahan Allah berikan manfaat dari
- kajian kita di siang hari ini. Mungkin
- pemirsa pendengar bisa ikut bersama-sama
- membaca ummul Qur'an suratul
- fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi
- rabbil alamin arrahmanirrahim.
- yain iyaka nabudu iyaka nastain
- ihdinatal
- mustaqimatadina anamta alaihim ghairil
- magdubi alaihim
- wadin rbigfirli waliwalidaiya walil
- mukminina
- amin sebuah tema syair la yaksuru hammuk
- ma qudir
- yakun ilzam baba rabbik
- watrukuladun wasalhusamah
- Allahulqadir
- walamunakarak
- warakbir aid was man
- barak maulakal muhaimin
- inahuak umur
- la walam la
- walima wa
- kaifa
- hamaq yarid alallah alladzi
- khalaq waq waqadar kullai bihaq ya qalbi
- tanabbah watrukil mujak
- Kitabil munzal nur lil
- anamid farid wasat
- haram walnu rohah watama junun la yaktur
- hammuk ma qudir
- yakun anta wal khalaq kulluhum abid
- ilahu fina yaf'al ma
- yurid hammuk
- wtimamuk wq ma yufid alqada taqaddam
- fagnam sukun la yaktur hammuk ma qdir
- yakun
- alladzihairik lan yasil ilaik walladzi
- qusimlak hasilun
- ladaik fastagil birabbik walladzi alik
- fiardilah
- [Musik]
- Mustofa alhadil basyir shallallahu
- alaihi khatmil
- anbiya al badril munir shallallahu
- alaihi wa ala alih arrabbul qadir
- marihus maat bil gusun la yaksuru hammuk
- ma qudir
- yakun apa kata beliau
- Ilzamik. Lazimkan selalu untuk selalu
- dirimu berada di depan pintu
- Tuhanmu. Ya, artinya selalu berada di
- hadapan Allah Taala. Ngantri di depan
- pintu
- Allah dengan salat, ibadah, berzikir,
- bersimpuh di hadapan Allah tabaraka wa
- taala. Ilzam babbik watrukadun.
- Tinggalkan segala sesuatu yang lebih
- rendah dari Allah Subhanahu wa taala.
- Lazimkan saja dirimu di hadapan
- Allah.
- Wasalhusalamah. Dan mintalah kepada
- Allah
- keselamatan minaril futun. Dari bermacam
- fitnah dan ujian yang ada di kehidupan
- dunia. Karena dunia ini disebut dengan
- darul
- bila, darul imtinan, darul imtihan, dan
- darul fitan. Negeri tempat ujian. negeri
- tempat cobaan. Apapun kondisi kita,
- hakikatnya kita sedang diuji dan
- menjalankan ujian Allah Subhanahu wa
- taala. Dalam kondisi manis, punya
- pangkat, kedudukan, jabatan, kemewahan,
- sedang diuji dengan
- kemewahannya. Seorang yang berada dalam
- kesempitan, susah
- pekerjaan, resesi di mana-mana, di PHK,
- sedang diuji dengan kepahitan. Ya, maka
- mintalah kepada Allah wasalhusalamah.
- Dan kata
- beliau, jangan sampai dadamu
- sempit hanya dengan apa? Dengan
- banyaknya ujian ya, kesedihan. Jangan.
- Itu membuat dadamu sempit. Kenapa? Kata
- beliau, "Fal hadis yahun." Segala
- kejadian sedang berlaku terjadi di
- tengah kehidupanmu, yahun itu akan
- segera pergi dan meninggalkanmu. Kenapa?
- Selama berada dalam kehidupan dunia,
- selama roda bumi berputar, selama jam
- terus berputar, maka ujian pahit apapun,
- sepahit apapun akan sirna dan hilang
- berganti dengan kenikmatan. Sebaliknya
- ketika sedang berada dalam kenikmatan,
- kenyamanan, kesenangan, jangan pernah
- lupa kepada Allah tabaraka wa taala.
- Karena setelah ada kesenangan, giliran
- ujian pahit akan datang dalam kehidupan.
- Watrukadun
- ya
- lauk fal hadit yahun. Jangan buat hatimu
- sempit karena setiap kejadian sekalipun
- pahit akan segera berganti pergi
- berganti yang lain. Allahul muqaddir.
- Allahlah zat yang menentukan segala
- takdir dan ukuran dan serta takaran
- dalam kehidupan kita. Wal alam syuun.
- Yang namanya alam dunia ini silih
- berganti, berputar laksana roda pedati.
- Maka kata beliau, "La yakuru
- hammuk ma qdir
- yakun." Jangan kau banyak
- galau, jangan banyak gundah-gulana,
- apalagi
- mengeluh, apalagi ngedumel, apalagi
- menyalahkan Allah dan keadaan. Kenapa?
- Ma qoddir yakun. Apa yang sudah
- ditakdirkan oleh Allah pasti berlaku
- kepada kita. Subhanallah.
- Ini baru beberapa paragraf ya.
- Berikutnya fikrak wtiarak dauma
- warak. Akal
- pikiranmu whtiarak usahamu yang begitu
- sungguh-sungguh. Da huma warak
- tinggalkan di belakangmu. Jadi jangan
- kita berpatokan dengan kemampuan akal
- kita dalam berpikir. Jangan hanya apa?
- berpakuan apa namanya? Berkeyakinan.
- Setiap ikhtiar saya pasti hasilnya
- begini ya. Dauma war tinggalkan di
- belakangmu. Watadbir aidon wasad man
- bar. Begitupun merasa bangga hebat
- dengan pandainya memanage segala urusan
- kehidupan. Jangan kata kata beliau ya
- watbir aidan washad man bar. Namun
- seharusnya dengan usahamu dengan akal
- pikiranmu yang tajam dan kuat serta
- segala macam aturan yang kau buat.
- Ishad man barak. Saksikan Allah berada
- di hadapanmu karena Dia yang menetapkan
- segala urusanmu. Jadi jangan pernah
- berpangku apa namanya berpatokan dengan
- hasil usaha dan pikir pikiran serta
- aturan. Karena berapa banyak yang sudah
- kita hitung 1 + 1 atas kehendak Allah
- menjadi tiga bukan lagi dua. Iya. Itu da
- warak watadbir aidon washad man barak.
- Maulakal muhaimin. Sungguh
- Tuhanmu, pelindungmu yang maha
- menghegemoni segala urusan. Arti mimani
- itu apa? Yang haimana menghegemoni atas
- segalanya. Yang mampu berkuasa ya secara
- total adalah Allah jalla jalaluhu.
- Maulakal muhaimin innahu yarak. Allah
- senantiasa
- memandangmu, senantiasa melihatmu. Tidak
- ada tempat untuk kita bersembunyi, tidak
- ada waktu untuk kita lari dari
- penglihatan Allah tabaraka wa taala.
- Maka dalam sebuah definisi kata takwa,
- di antara definisi takwa yang paling
- indah adalah yang disebutkan dipilih
- oleh para ulama
- adalah alla yaraka maulaka haitsu
- nahaka.
- Wa la yafqidaka haitu
- amaraka. Arti bertakwa itu berusaha
- sekuat tenaga. Jangan sampai kita
- terlihat oleh Allah. Maulakal muhaimin
- innahu yarak.
- Jangan sampai kita tampak oleh Allah
- sedang berada di satu tempat, di satu
- satu saat atau waktu yang saat itu Allah
- jalla jalaluh tidak suka, tidak senang,
- tidak rida, bahkan boleh jadi murka bila
- kita berada di situ dan atau melakukan
- hal itu. Itulah makna takwa. Anla yaraka
- maulaka haitu nahaka. Yang kedua,
- wafqidaka haitu amaraka. Dan jangan
- pernah absen, jangan pernah pergi,
- jangan pernah hilang dari pandangan
- Allah di saat Allah senang kita berada
- di satu tempat, di satu waktu yang Allah
- suka dan rida kita melakukan hal itu di
- waktu itu, di tempat itu. Itulah makna
- takwa. Maulakal muhaimin innahu yarak.
- Kemudian faidl umur wahsin fidunun.
- Pasrahkanlah dengan total segala
- urusanmu kepada
- Allah. Wahsin fidun. Dan senantiasalah
- bersangka baik kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Ya, lihat di antara amalan para
- anbiya adalah ucapan wa ufawidu amri
- ilallah.
- Ya, aku serahkan segala urusanku hanya
- kepada
- Allah. Wahsin fidunun. Rasul memberikan
- sebuah panduan. Ada dua
- perkara yang sangat agung di sisi Allah
- Subhanahu wa taala. Yang laisa
- fauqohumasai. Di atas dua perkara ini
- tidak ada lagi yang dapat
- mengunggulinya. Apa itu? Husnudan
- billah wa husnudan biibadillah.
- Bersangka baik hanya kepada Allah.
- Begitu pula sangka baik kepada
- hamba-hamba Allah Subhanahu wa taala.
- Fawlu umur wahsin fidunun lau hammuk
- mairakun. Jangan banyak galau wahai
- saudaraku. Kata beliau Al Habib Abdullah
- bin Al Haddad. Ma qdir yakun. Apa yang
- ditakdirkan pasti berlaku terjadi dalam
- kehidupan
- kita. Baik. Ini baru dua dari beberapa
- bait syair ini. Iya. Kita lanjut
- setelah jedah ya.
- [Musik]
- Radio Rahasil untuk Islam yang satu.
- Masih bersama kami Iwan Awat di acara
- tausiah siang bersama Ustaz Jawiyah. Ini
- tadi syair luar biasa dari Al Habib
- Abdullah bin Awi Al Hadad isinya tentang
- motivasi-motivasi tentang ketauhidan
- Ustaz ya tauhidan mengingatkan kita
- jangan bersedih karena semua ketentuan
- itu pasti akan berjalan sesuai dengan
- apa yang Allah takdirkan move on lah.
- Move on. Iya move on lah. Sedih bersedih
- mungkin manusiawi sedikit enggak apa-apa
- ya? Boleh. Tapi jangan sampai jangan
- sampai mengantarkan pada tidak move on.
- Tidak move on. Lebih mendalam itu jangan
- sampai. Iya akhirnya depresi. Heeh. dan
- seterusnya. Tadi Ustaz katakan ee kita
- jangan terlalu ee berpaku kepada
- kekuatan kita ya, kemampuan kita. Ini
- mengenai tawakal ini bagaimana? Apa kita
- hanya menunggu saja atau berusaha gitu
- ya? Kar memang sudah Allah tentukan atau
- bagaimana sejatinya tak seperti apa?
- Baik. Masyaallah ini pertanyaan cakep
- banget ini. Iya karena biar lebih tipis
- ya biar nanti salah paham orang ya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Rabbana atina
- min ladunka rahmatan wahyi lana min
- amrina rasyada. Rabbana zidna ilman
- hablana hukmanimna minadunka ilman tawa
- musliman
- waqnain. Ketika tadi Al Habib Abdullah
- bin Alul Haddad menyampaikan pesan dalam
- syairnya.
- fikraktiarak
- warakbir aid was man barak maulakal
- muhaimin innahu
- yarak fa umur wahsin fidunun la yakturu
- hammuk mairakun.
- Bahkan ada salah satu syair beliau yang
- mungkin maknanya sangat begitu puncak
- dalam masalah konsep ini. Konsep ee
- melepaskan patokan atau apa namanya?
- Bersandar atau bertopang kepada kekuatan
- pikiran, usaha dan memanage urusan.
- Dalam sebuah syair beliau
- mengatakan, "Qod kafani ilmu rabi min
- suali wa ikhtiari.
- Faduai wabali syahidun li biftiqari. Ini
- beliau dalam saat ini mengatakan qad
- kafani ilmubi. Cukup
- bagiku pengetahuan sang pencipta dan
- pemilik
- diriku minali ketimbang dari hanya
- sekedar permintaanku whtiari dan usaha
- kerasku.
- Ya. Namun faduai wabtihali doaku dan
- permohonan yang bersungguh-sungguh yang
- sangat sungguh-sungguh. Artihal yang
- sangat sungguh-sungguh itu hanyalah
- sebuah syahid
- pembuktian li bagi diriku bifttiqari
- bahwa aku sangat memerlukan Allah
- Subhanahu wa taala. Sebetulnya tanpa
- usaha juga Allah sudah tetapkan urusan
- kita. He. Nah, cuma supaya kita enggak
- salah paham antara konsep tadi ini
- dengan masalah
- tawakal. Pertama yang perlu kita pahami
- ada dua kata serupa tapi tak sama karena
- bentuk katanya bentuk timbangan katanya
- berbeda. Dalam konsep bahasa Al-Qur'an
- atau bahasa Arab itu perbedaan timbangan
- kata menunjukkan perbedaan makna yang
- sangat signifikan. Contoh ini kasus ini
- tawakal dengan tawakal.
- Beda itu ya tulisannya tawakal ta wau
- kaf dengan tasdid lam tawakal tawakaltu
- alallah. Bahkan dalam satu ee kumpulan
- ratib yang disusun oleh guru dari
- Alhabib Abdullah bin Alhdad yang bernama
- Al Habib Umar bin Abdurrahman Al-Attas
- ya.
- Beliau di antara kumpulan ratibnya ada
- sebuah zikir yang berbunyi
- bismillah amanna billah waman ymin
- billah la khaufun alaih. Bismillahi
- tawakalna billah.
- Bismillah taw apa?
- Easam billah. Bismillah tawakalna
- billah. Tawakal dengan tasdid. Ada dalam
- bahasa Arab
- tawakal. Apa artinya? Arti tawakal
- itu menyerahkan sepenuhnya kepada Allah
- hasil usaha yang sudah kita kerjakan
- dengan begitu maksimal dan
- optimal. Usahanya maksimal. Bukan santai
- aja nunggu. Ya Allah turunkanlah ayam
- goreng, turunkanlah nasi goreng yang
- panas. Itu namanya bukan tawakal. Itu
- tawakal.
- Kalau tawakal itu menyerahkan hasil
- usaha yang sudah dikerjakan dengan
- maksimal dan optimal kepada Allah
- semata, bukan kepada usahanya. Iya.
- Bukan kepada usahanya
- usahanya. Itu arti
- tawakal. Kalau
- tawakal menyerahkan urusan kepada
- Allah tanpa ada upaya dan usaha yang
- optimal dan maksimal.
- Dua kata ini berangkat dari akar kata
- yang sama yaitu wakil. Artinya wakil itu
- apa sih? Memberikan kuasa kepada orang
- lain
- dalam satu urusan. Perwakilan majelis
- perwakilan rakyat kuasa rakyat. Rakyat
- menunjuk orang-orang ini atau memilih
- orang-orang ini untuk apa? Mengurus
- segala urusan negeri dikuasakan pada
- mereka. Namanya wakil dari rakyat. Nah,
- dari kata wakil ini berkembang sebuah
- kata tawakal. dan
- tawakal. Kalau tawakal memberikan kuasa
- sepenuhnya kepada Allah setelah usaha
- maksimal kita. Usaha yang optimal tapi
- tidak berpaku kepada usaha tersebut.
- Hasilnya jadi hasilnya saya serahkan
- sama Allah Taala. Saya sudah usaha
- secara maksimal itu baik itu jodoh,
- rezeki, ilmu. Allah kan maha maha kaya.
- Udah saya di rumah aja dan Allah akan
- kasih harta buat saya. enggak mau
- bergerak. Ada ungkapan tadi dari Kiai
- Hasan Sadri
- itu alharakah barokah tu
- ya dengan banyak pergerakan bergerak
- akan banyak dapat
- keberkahan gitu. Nah, kalau tawakal
- memasrahkan atau menguasakan kepada
- Allah Taala akan satu urusan yang dia
- belum kerjakan secara optimal ataupun
- maksimal.
- Jadi tawakal yang sejati adalah
- menyerahkan hasil dari usaha yang
- optimal dan maksimal sepenuhnya kepada
- Allah. Hasilnya kepada Allah. Walaupun
- hitungan kita, pikiran kita nih
- hitungannya 1 + 1 dua sudah dengan usaha
- seperti itu ya. Tapi subhanallah boleh
- jadi Allah akan berikan tiga dan empat
- sebagai bonus. Boleh jadi gitu ya. Kita
- belanja barang ya dari satu tempat lalu
- kita jual. Kita tahu modalnya sekian ya
- dan kita enggak akan e kita enggak akan
- jual dengan dapat keuntungan lebih dari
- 10% dari nilai harga barang aslinya.
- Tapi boleh jadi Allah berikan keberkahan
- di situ ya kan. Ah dan setelah kita
- berusaha dengan dengan sepenuhnya
- tawakalkan wakilkan hasilnya pada Allah
- Taala. Eh ada orang beli dengan harganya
- yang berlipat ganda. Bisa jadi kan gitu.
- Itulah namanya tawakal gitu kira-kira
- bisa dipaham ya. Baik. Seperti kisah
- Nabi Ibrahim. J Nabi Ibrahim tidak tidak
- apa tidak menyangka bahwa api akan
- dingin dan juga Nabi Musa tidak menyeka
- bahwa laut akan terbelah. Itu tawakal
- juga ya. Tapi sudah usaha maksimal kan?
- Usaha maksimal mengikut mengikut aturan
- dan perintah Tuhan untuk menyebelang
- lautan. Pukulkan tongkat. Mana bisa
- secara akal. Iya. Tongkat dipukulin
- laut, laut terbelah dua. Mana mungkin
- api yang punya sifat dasar membakar lalu
- dingin. Dingin. Ini ketika ada usaha
- yang maksimal oleh seorang seorang anak
- manusia bernama Nabi Ibrahim ini
- akhirnya Allah Taala berikan hasilnya di
- luar nalar. Apa itu? Allah perintahkan,
- "Ya nar kuni bardan wasalam ala
- Ibrahim."
- Api terlihat nyala-nyala tapi tidak
- memberikan panasnya. Ya kan? Jadi hanya
- ada apinya hilang panas panasnya. Kalau
- yang berlaku pada orang kafir bagaimana
- digambaran dalam Quran surah Albaqarah?
- Berbeda. Hilang cahaya apinya yang
- tersisa rasa panasnya gitu kan. Nah
- seperti itu ya. Nah begitupun yang
- dilakukan oleh Nabi Musa ketika sudah
- berusaha begitu perintah Tuhan ya tapi
- masih dikejar-kejar oleh Firaun dan bara
- tentaranya. Sampai di pinggir lautan
- Allah perintahkan pukulkan tongkatmu. Oh
- tongkat dipukulin di laut jadi apa coba?
- Terbelah dengan izin Allah Subhanahu wa
- taala. Karena Allahul muqaddir wal alam
- syuun. Allahul muqaddir wal alam syuun.
- Allah yang menetapkan segala takdirnya.
- Ya nanti pun ada di sini saya berbunyi
- falqada taqaddam. Ketetapan Allahlah
- yang mendahului segala hal. Wal alam
- syuun namanya alam semesta. Nah, ini
- karena ciptaan Allah Taala. S Allah
- Subhanahu wa taala punya punya apa
- namanya? Punya karakter atau sifat
- disebutkan oleh Alqur'an kulli yaumin
- hua fi
- sya'. Yang merubah memindah merotasi
- segala urusan adalah haknya Allah
- Subhanahu wa taala. Itu gambarannya Bu
- ya. Dan Allah juga sangat menyukai
- orang-orang yang bertindak ya berusaha
- gitu ya. Berusaha. Nah, seperti contoh
- Nabi Musa kalau misalkan Allah langsung
- aja bukakan laut kan bisa menyuruh apa
- tapi mau lihat dulu usahanya. Jadi yang
- Allah lihat itu proses
- i kan Allah melihat dari setiap hambanya
- itu proses dan usa usahanya bukan lihat
- hasilnya bukan begitu. Masyaallah. Ustaz
- mungkin dilanjutkan kembali
- pembahasannya. Baik kita baca lagi ya.
- Kayaknya kalau bahasa Betawi nih resep
- banget nih. Resep banget pesan syair
- nih. Iya. Baik. Ada sebuah pelajaran
- dari Al Habib Abdullah bin Al Haddad
- dalam sir ini berbunyi, "Lau walam atau
- lau walima qulu dzil
- hamaq yarid alallah alladzi
- khalaq waqada
- waqadarai bihaq ya qbi tanabbah watrukil
- mujun lau hammuk
- mairak
- lafa andaikan
- sekiranya belum berlaku dan kenapa
- berlaku dan bagaimana bisa
- berlaku, itu adalah ucapan orang-orang
- yang
- dungu. Yang dungu, pandir. Jadi kenapa
- sih andaikan enggak begini, andai saja
- begitu, bagaimana sih kok hasilnya
- begini? Iya. Itu kata beliau ucapan
- orang yang dungu. Dung lebih dari bodoh
- kan? I kan. Hah? Kelewatan gitu ya.
- Lewat dari bodoh. Kalau namanya jahil
- dungu ini apalagi kalau bahasa Betawi
- dongok banget orang itu ya kan. Artinya
- orang yang bodoh dan dia enggak sadar
- bahwa dia bo bodoh dan melakukan
- kebodohan.
- Itu itu adalah ucapan ulidil hahamaq.
- Nah, orang yang berkata begitu kenapa
- sih? Andai kata sekiranya bagaimana
- bisa? Itu adalah ucapan orang yang dungu
- yaarid alallah. Orang yang menentang
- Allah subhanahu wa taala. Alladzi
- khalaq. Menentang Allah sang pencipta
- alam semesta
- raya. Kenapa dibilang ucapan orang yang
- dungu menentang Allah Subhanahu wa
- taala? Karena orang ini tidak kenal
- bahwa alam sementara ini bukan ada wujud
- dengan sendirinya, tapi ada yang
- mencipta
- menciptakannya. Pencipta ini kulla yamin
- hua fisan setiap hari dengan segala
- macam urusan di atas permukaan buminya.
- Bahkan bukan hanya bumi alam semesta
- raya, langit, planet, bintang, bulan,
- matahari dialah Allah yang muqadir yang
- mengatur, menaker segala urusannya. Maka
- ketika seseorang tidak terima apa tidak
- mengungkapkan ungkapan yang
- menggambarkan ketidak terimaannya,
- kekecewaannya kepada Allah, berarti dia
- menentang sang pencipta alam semesta
- raya. Karena apa? Karena di kehidupan
- manusia ini tidaklah dapat berlaku
- sesuatu yang
- berlaku. Tidaklah diam sesuatu benda
- yang
- diam tidaklah mengalir sesuatu yang
- dapat mengalir tidaklah berhembus angin
- yang dapat berhembus kecuali atas
- ketetapan atur dan izin dari Allah
- Subhanahu wa taala. Maka jalani
- kehidupan dengan menerima apa yang Allah
- taala tetapkan.
- Waqad waqadar. Dia yang menetapkan
- qadanya waqadar dan dia yang menakar
- segala
- urusannya. Kulluai bihaq. Segala sesuatu
- itu dengan benar dengan nyata dari Allah
- Subhanahu wa taala.
- Ya. Ya qolbi tanabbah. Wahai hatiku
- hati-hati jaga hatimu. Kata beliau nih
- ini nasihat buat diri kita sendiri nih.
- Beliau memberi nasihat buat diri sendiri
- untuk kita pahami. Ya qolbi tanabbah.
- Wahai hatiku yang senantiasa mudah
- berbolak-balik, mudah bergoncang,
- tanabbah, hati-hati. Ingatlah dengan
- pasti, fokuslah dengan benar. Watrukil
- muj. Tinggalkan umpatanmu, tinggalkan
- kekecewaanmu yang kau kecewa kepada
- Allah Subhanahu wa taala. La yakturu
- hammuk. Jangan banyak galau. Ma qudir
- yakun. Apa yang ditakdirkan oleh Allah
- pastilah berlangsung dan berlaku dalam
- kehidupan kita.
- Kenapa Alhabib melanjutkan qadin taala
- birizkilam?
- Allah tabaraka wa taala telah
- menjamin segala rezeki dari segala apa
- yang melata di atas permukaan bumi. Wama
- min daatin
- illa alallahi rizquha wlamu
- mustaqoraha wa mustaudaaha kullun fi
- kitabin mubin. Segala sesuatu yang ada
- di atas permukaan bumi ini sudah Allah
- jamin segala rezekinya. Segala yang
- melata, baik melata dengan
- tangannya, melata dengan kakinya, bahkan
- yang terbang dengan sayapnya, berenang
- dengan tubuhnya, bergoyang dengan
- ekornya, semua sudah Allah jamin
- rezekinya. Sudah Allah jamin rezekinya.
- Ya, tidak ada yang tertukar, tidak ada
- yang salah alamat atau alat palsu,
- enggak ada. I semua sudah Allah tetapkan
- dalam kitabnya. Semua sudah berlaku.
- Maka perlu apalagi kita galau enggak
- move on, istri yang di yang akhir cerai
- sudah. Kenapa harus dipikirkan terus?
- Barang yang hilang ya sudah kenapa harus
- dipikirkan terus semua yang berlaku ini
- atas kehendak Allah Subhanahu wa taala.
- Jangan kita kata katakan lau walima wa
- kaifa. Karena itu adalah hamaq yang
- alallah alladzi khalaq waq waqadar biq
- yaabbah watrukil mujun lau hammuk mair
- yakun janganlah banyak galau janganlah
- tidak move on dalam kehidupan kita sudah
- bergerak terus karena dalam bergerak ada
- keberkahan mairakun segala apa yang
- sudah ditetapkan Allah pasti berlaku.
- Abid kata Habib Abdullah Haddad, anta
- walaiqluhum abid. Dirimu dan segala
- makhluk yang ada di alam semesta raya
- ini, baik ikan, tumbuhan, binatang,
- serangga, angin, dedaunan, segala
- khalaik ciptaan Allah ini kulluhum abid.
- Semua adalah hamba-hamba Allah yang
- mesti patuh dan tunduk kepada Allah.
- Tas bumi bertasbih kepada Allah, langit
- bertasbih kepada Allah. Burung-burung
- bertasbih kepada Allah, air yang
- mengalir bertasbih kepada Allah. Cuma
- manusia yang suka lupa diri kurang
- bertasbih kepada Allah. Enggak sadar
- bahwa dirinya adalah abidullah,
- hamba-hambanya Allah Subhanahu wa taala.
- Wal ilahu fina yaf'al ma yurid.
- Sedangkan Allah di tengah kehidupan
- kita
- mengeksekusi melakukan apa yang Allah
- Taala inginkan pada hambanya. Jadi kalau
- ada ada bahasa gini, ana
- urid anta turid. Allahu fa'alun lima
- yurid. Saya punya keinginan Kang Fahri,
- Abah Hasan Sadili, Kang Ate punya
- keinginan. Masing kita punya keinginan
- punya iradah. Ya ana urid wa anta turid.
- Tapi ingat yang berlaku Allahu fa'alun
- lima yurid. Allah yang akan mengeksekusi
- ya segala apa yang ia
- kehendaki. Dan uniknya yang perlu kita
- pahami ini kalau kita ingin mengenal
- segala iradatullah kepada hamb-Nya,
- semua sudah Allah tetapkan dalam kitab
- sucinya
- Al-Qur'an. Jadi kalau orang ingin
- mengenal Allah pelajari dari Al-Qur'an,
- kitabullah. Ingin mengenal segala iradah
- Allah kepada hambanya, pelajari, kenali
- dari kitabullah. Supaya apa? Antara
- iradah kita nanti akan sejalan dengan
- iradahnya
- Allah. Hammuk
- wagtimamuk wq ma yufit. Kata beliau
- kegalauanmu gundah guladamu. Gundah
- gulana. Basaran dulu ya, Pak. Gundah
- gulana. Ada apa sepertinya kalau sedang
- bergundah-gulana? Heeh. Iya.
- Kalau bahasa kita galau, stres, depresi,
- whaq, celaka dirimu, ma yufit. Semua
- enggak akan berfaedah. Kesedihan kita
- bolehlah galau, stres, depresi, ya semua
- itu enggak beri faedah buat kebaikan
- kita. Enggak ada faedahnya. Enggak ada
- faedahnya. Kenapa? Alqada taqaddam.
- Ketetapan Allahlah yang pasti
- mendahulukan itu semua. Jadi enggak ada
- enggak ada untungnya kita ya
- guling-guling. Kenapa sih begini ya?
- Kenapa saya enggak nikah dengan dia?
- Kenapa sih dia meninggalkan saya? Kenapa
- sih ini begitu? Kenapa enggak dapat?
- Kenapa my fit? Whak. Ini bahasa orang
- Arab tuh begitu. Whak. Celakalah dirimu.
- Semua itu enggak berguna. Kenapa? Alqada
- taqaddam. Maka kata beliau pesannya
- fagnam sukun. Selalulah ambil sebuah
- ganimah. Ganimah nih keuntungan ya.
- terbesar dengan ketentraman hati
- menerima ketetapan Allah Subhanahu wa
- taalaukun maka yir hammuk mairakun
- jangan banyak galau segala takdir Allah
- pasti berlaku kepada kita manis maupun
- pahit yang kita rasakan yang penting
- kewajiban kita hanya apa menjalani
- ketetapan Allah dengan asukun tenang
- hati tentram jangan panik kita kan kalau
- yang dapat ujian yang pahit. Wuh panik
- banget mana semua. W kenapa kenapa air
- stres? Kalau kata Bokir jangan banyak
- bengong entar bengong sakit. Kalau sakit
- gila dah gitu kan. Itu bahasanya orang
- dulu ya Pak. Bokir. Bokir. Dan ingat ini
- ada berikutnya pelajaran sebagai penutup
- nih. Ini di di beberapa paragraf ini
- begitu dahsyat pesan beliau. Alladzi
- lighhairik lan yasil ilaik.
- yang jadi milik orang lain enggak akan
- sampai kepada kamu. Enggak akan sampai.
- Jangan nyalit, jangan nyajar-ngejar gitu
- ya. Iya. Pasti udah enggak bakal sampai
- karena itu punya orang lain.
- Alladzihariik lan yasil ilaik. Yang
- milik orang lain, yang jatahnya orang
- lain enggak akan sampai kepadamu. Ya
- hatta laibta fima
- taibta maadakailah. Kalau bahasa Arab
- itu walaupun capek ngos-ngosan uh
- banting tulang enggak akan bertambah
- walaupun seujung menang seujung menang
- enggak nambah bagaimana seenggem berlian
- seujung menangnya bakal bertambah iya
- alladzihariik lan yas ilik walladzi
- qusimlak ini indahnya sesuatu yang sudah
- menjadi bahagianmu menurut Allah Taala
- hasilun ladaik pasti sampai ke hadapanmu
- enggak akan salah
- alamat maka fastagilbik Kewajiban kita
- sibukkan dirimu dengan Tuhanmu. Sibukkan
- dengan Tuhanmu. Sibukkan dengan Tuhan.
- Fastgil birabbik walladzi alik. Dan juga
- sibukkan dirimu berikutnya dengan apa
- yang Allah Taala wajibkan padamu. Fi
- fardil
- hakikah. Dalam mengikuti kewajiban yang
- sudah Allah nyatakan pastikan untuk kita
- lakukan. Wasyaril masun. Ya. Dan
- mengikuti syariat yang dijaga oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Ya kan? Maka tadi
- ada yang terlewat sedikit nih ya.
- Subhanallah nih maaf nih terlewat jamaah
- sekalian. Ada sebuah syair yang terlewat
- dari Habib Allaha ini yang beliau
- katakan qadam taala birizqil qawam fil
- kitabil munzal nuron lil anam. tadi ayat
- yang tadi itu minatin illa alallahi
- rizqu yaamu mustaqaraha waudaha kullun
- fi kitabi mubin maka farid farid farid
- rida kepada ketuan Allah itu merupakan
- kewajiban
- bagim wasuktu haram murka enggak terima
- itu dilarang oleh Allah subhanahu wa
- taala walnu rohah qanaah itu
- mengantarkan kepada ketentraman jiwa
- Heunun serakah kepengin menguasai apa
- saja itu bagian dari penyakit jiwa.
- Penyakit
- jiwa ya. Maka lairu hammuk ma qudir
- yakun. Kemudian kata beliau, syarul
- mustofa alhadil basir. Ikutilah syariat
- yang dibawa oleh Nabi pilihan Allah
- Subhanahu wa taala. Alhadi sang pemberi
- petunjuk. Albasyir sang pemberi kabar
- gembira. Khatmil anbiya albadril munir.
- Penutup segala nabi yang purnama yang
- begitu menyinari kehidupan kita.
- Sallallahu alaihi wa ala alih. Semoga
- selawat Allah tercurah pada beliau dan
- keluarganya. Arrabbul qadir diberikan
- oleh Allah Tuhan yang maha berkuasa.
- Marihus maat bil ghusul. Selama masih
- ada angin yang begitu menyejukkan pagi
- hari yang membuat ranting-ranting
- bergoyang. La yaksuru hambuk. Maka
- janganlah banyak galau. Segala yang
- Allah tetapkan ma qudir yakun pasti
- berlaku bagi kehidupan kita. Semoga
- syair-syair mendalam yang dalam ini
- sampai kepada mata batin kita, telinga
- hati kita, dan kalbu sanubari nurani
- hati kita semua dan dapat kita amalkan
- dalam kehidupan kita sehari-hari. Amin.
- Allahum amin. Amin ya Allah ya rabbal
- alamin. Demikian Iwan akhwat. Terima
- kasih Ustaz Fawas atas pencerahannya di
- siang hari ini. Tadi jangan bersedih ya
- karena segala yang Allah tentukan pasti
- akan terjadi. Sedih boleh? Jadi boleh
- jangan terlalu jangan banyak kalau
- jangan banyak kalau ya. Move on aja.
- Move on. Allah bizikrillah tatmainulub
- ya. Di antara cara untuk kita
- menghilangkan galawan dengan berbanyak
- berzikir. Kenapa? Hati ini kan mudah
- goyang mudah goncang ya. Makanya kan
- bizikrillah tatbain menjadi tentram.
- Hati yang mudah goyang-goyang ini.
- Masyaallah. Mudah-mudahan Allah
- tentangkan hati kita. Amin. Dengan kita
- mendengar dan memahami pesan-pesan yang
- mendalam dari Alhabib Abdullah bin Alwi
- bin Muhammad Al Haddad Baalawi
- Al-Husaini. Jadi kita ini hari ini
- sebetulnya siang hari ini tausiahnya
- bukan dari saya, bukan dari Al Habib
- Abdullah bin Al Haddad. Saya cuman
- bacain doang, terjemahin doang.
- Mudah-mudahan dapat pencerahan dari
- orang yang Allah berikan cahaya
- pencerahan dalam kehidupan beliau
- sehingga ilmunya begitu bermanfaat ke
- seluruh penjuru belahan negeri dunia
- ini. Amin. Allahuma am amin ya rabbal
- alamin. Baik rahmat. Demikianlah
- kebersamaan kita di acara tausiah siang
- bersama Ustaz Fawas Abi Jawiyah. Terima
- kasih untuk untuk Anda yang sudah
- bergabung dan untuk Anda yang sudah
- menyimak acara kita di siang hari ini.
- Semoga bermanfaat dan semoga apa yang
- disampaikan dapat menambah ilmu agama
- kita juga menambah iman kita kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Saya Fahri ada
- Atep dan juga Anis Malim Nur pamit.
- Subhanakallahum wabihamdika asadu alla
- ilahailla anta astagfiruka.
- Alalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.