Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan
- akhwat pendengar radio silaturahim dan
- juga pemirsa Rasi Visual yang dirahmati
- Allah. Alhamdulillah kita kembali
- berjumpa di siang hari ini kita siaran
- live acara kajian kitab manhajus salafi
- Fahmus bersama Ustaz Fawas Abi Jawiyah.
- Dan telah bergabung bersama kita Iwan
- Awat, Ustaz Pawas yang sekarang berada
- di rumahnya dan saya di studio. Kita
- menggunakan aplikasi Zoom Ikhwan Ahwat
- kita sapa Ustaz Pawas Abi Jawiyah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabar sehat, Ustaz? Ya,
- alhamdulillah. Alhamdulillah. Teknologi
- ya yang jauh jaraknya jadi dekat.
- Alhamdulillah.
- Jadi mudah dengan teknologi ya, Ustaz,
- ya.
- Alhamdulillah.
- Alhamdulah.
- Dan kita hari ini akan Ustaz akan
- membawakan tema orang yang paling mulia
- adalah orang yang paling bertakwa.
- Betul. Dan nanti yang ingin bergabung
- seperti biasa bisa Anda melalui WhatsApp
- kami di 0811999720
- ataupun di 0218451512
- Tafadul Ustaz.
- Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu
- wasalam ala sayyidil mursalin
- sayyidina wa maulana Muhammadin waa
- alihi
- akamallahuqati
- muhajirin
- yaumidin subhanaka ilana illa maamtana
- inaka antal alimul hakim wula w quwwata
- illa billahil aliilim
- amanqahuanaadunka
- rahmatan
- amrinaidna
- ilman hablana hukmanimnaadunka
- ilman tawa musliman
- akir
- imallahu
- sayidina Muhammadin waairinamin
- akwamdulillahbil
- alamin.
- Alhamdulillah, ikhwan dan akhwat,
- para pendengar Radio Rasil AM720
- dan juga radio-radio yang bersinergi
- dengan Radio Rasil, baik yang ada di
- Sukabumi, yang ada di Semarang, yang ada
- di Bondowoso, yang ada di Banyuwangi,
- yang ada di Batam, yang ada di Johor,
- yang ada di Pontianak, dan seluruh
- ikhwan akhwat yang menyimak. melalui
- live streaming TV Radio Silaturahim di
- mana saja berada. Khususnya yang
- menemani
- al-fakir di siang hari ini, akhina
- Fakri yang berada di meja
- studio Rasil dan juga ada Kang Anas
- Mualim ya, Anis Mualim, kemudian ada
- Kang Atep ya, di belakang layar.
- Mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala
- berkenan, muliakan kita, dan berikan
- kebaikan untuk kita semua. Amin ya
- rabbal alamin. Ee ikhwan dan akhwat,
- kajian siang kita hari ini adalah kajian
- kitab yang ditulis oleh salah satu
- gurunda kami Prof. Dr. Dr. Abuya Asayid
- Muhammad ibn Sayyid Alawi ibn Sayyid
- Abbas AlMiki Alhani, yaitu salah satu
- kitab
- yang ditulis oleh beliau yang cukup
- fenomenal yang bernama Manhajus Salaf
- Fahmin Nusus Bainal Nadariyati Tatbi.
- Nah, kitabnya seperti ini ya bisa
- dilihat. Nah, baik ya. Nah, ikhwan
- akhwat yang ingin dan mereka sudah
- mempunyai kitab ini bisa membuka di
- halaman 42.
- Tema kajian kita adalah
- manhajus salaf. Metode salaf dalam
- memahami nas Al-Qur'an yang berfirman,
- "Inna akakumallahium,
- sungguh yang paling mulia di antara
- kalian di sisi Allah adalah orang yang
- paling bertakwa
- di antara kalian.
- Baik. Baik, bisa kita mulai kajian siang
- hari ini dengan terlebih dahulu
- membacakan suratul fatihah. bermohon
- kepada Allah Subhanahu wa taala, zat
- yang maha kaya, zat yang maha berkuasa,
- zat yang maha mulia, zat yang maha
- agung, [berdehem] zat yang maha
- pengasih, zat yang maha penyayang, zat
- pemilik alam semesta raya, pemilik diri
- kita, pemilik
- jiwa Anda, serta pemilik segala apa yang
- ada di permukaan bumi dan dunia ini. Dan
- juga bermohon pada Allah dengan
- kemuliaan suratul fatihah mudah-mudahan
- Allah berkenan merahmati kita,
- mengampuni dosa-dosa kita, meridai jalan
- hidup kita, dan mudah-mudahan Allah
- senantiasa membimbing kita dan
- membawa kita, menuntun kita dengan
- kemuliaan
- zat-Nya, kemuliaan firman-Nya
- Al-Qur'anul Karim agar Allah agar Allah
- Subhanahu wa taala jadikan kita hidup di
- dunia bermanfaat bagi sesama. sama. Dan
- tidak lupa saya bermohon pada Allah
- mudah-mudahan Allah berkenan mengangkat
- bermacam bala, bermacam penyakit,
- bermacam ujian yang sedang merebak dan
- mewabah di negeri kita semua. Dan
- mudah-mudahan guru-guru kita yang masih
- hidup Allah Subhanahu wa taala berkenan
- untuk berikan kemuliaan berupa panjang
- umur, sehat dan afiat zahiran wa
- batinan. khususnya putra dari penulis
- kitab ini, Syekhina Abuya Sayid Ahmad
- bin Muhammad AlMI dan juga founder dari
- radio serta TV silaturahim, gurunda
- mulia kita Al Ustaz Husein bin Hamid
- Alattas dan gurunda kami Abuya K.H.
- Ghazali Musanif Abina K. Muhammad Ihya
- Ulumuddin dan guru-guru kita semua.
- Mudah-m Allah subhanahu wa taala
- senantiasa rahmati mereka, bimbing
- mereka, berikan usia yang panjang fi
- taat taat Rasul. Dan tidak lupa juga
- untuk guru kita salah satu narasumber
- hasil yang sedang ee sakit mudah-mudahan
- Allah berkenan sembuhkan yaitu Al Habib
- Hamzah binas Alattasin
- ahlah
- Nabi Muhammadahu alaihi wasallamillahir
- bismillahirahmanirahimhamdulillahbilamin
- Iaka na
- ih
- anamtaaihim
- girilaibfirli
- waliya walil mukmin. Amin. Baik, kita
- bisa mulai ya.
- I ustaz silakan.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Qid walid abuyaid Muhammad bin al bin
- abbas almaliki fi kitabihi manajus
- bab in akakum
- taala kitabihil azizubillahilim
- minyaitanirjim
- ya ayyuhanasu
- inna khalaqnakum
- min dzakarin wa unsa
- W'alna bainakum
- walnakumub
- waqila
- litaarofu
- inna akramakumallahi
- atqakum
- innallaha alimun khabir
- zakar alquba
- nuzuli hadil ayti fahu an ibni abbas
- radhiallahu anhuma q lam
- yaum fathil makkah amar nabi
- shallallallahu alaihi wa alihi wasallama
- bilalan hatta alaahrilatiana
- faqan
- faqab ibn asyad ibin abilis
- alhamdulillah
- ibam
- Amah
- ibrai
- akbaru bima fadaum wasalahum ammaq faq
- faanzalallahu taalail ayata zajarahum
- zajarahum
- bilakat
- bil amwal wali biluqar
- alqwa wal jami min adama wawa wa innamal
- fadlu bqwa
- Nah, tema kita di kesempatan hari ini
- dalam kitab Manhajus Salaf edisi cetakan
- Darus Syamail dan Darul Hawi halaman 42
- tema tentang bagaimana metode salaf
- memahami menjelaskan ayat dari Qur'an
- surah Al-Hujurat ayat 13 ini.
- Ayat ini berbunyi yaitu firman Allah
- Subhanahu wa taala, "Ya ayyuhannas
- inna khalaqnakum min dzakarin wa unsa."
- Wahai segenap manusia, sungguh kami
- telah ciptakan Allah kami. Allah telah
- ciptakan kalian semua min zakarin dari
- jenis
- jantina laki-laki
- wa dan perempuan.
- W'alnakum. Dan kami telah jadikan kalian
- syuuban
- berbangsa-bangsa
- waqoba bersuku bersuku-suku. Tujuannya
- litaarofu
- agar kalian saling dapat mengenal satu
- dengan yang lain walaupun berbeda
- bangsa, berbeda suku, berbeda adat dan
- budaya.
- Namun ingatlah oleh kalian, inna
- akramakumallahiqokum.
- Yang paling mulia di antara kalian
- dari bermacam perbedaan suku dan bangsa
- di sisi Allah adalah atqokum yang paling
- takwa di antara kalian.
- Innallaha alimun khabir. Sungguh Allah
- maha mengetahui dan maha meneliti atau
- mengawasi.
- Nah, beliau menyebutkan
- tukilan dari keterangan Al-Qurtubi,
- Al Imam Al-Qurtubi Sahib tafsir tentang
- sebab nuzul hadil ayah. Di antara asbab
- nuzulnya ayat ini adalah sebagaimana
- dikutip oleh Al-Qurtubi dalam tafsirnya
- fa rawahu an ibni abbasin. Dari riwayat
- yang diriwayatkan bersumber dari sahabat
- Abdullah ibn Abbas.
- radhiallahu anhuma.
- Semoga Allah meridai Sayidina Abdullah
- dan Sayidina Abbas. Kedua-duanya adalah
- sahabat setia baginda Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam dan
- merupakan sepupu baginda Nabi dan Abbas
- adalah paman baginda Nabi.
- Nah, riwayat daripada sahabat Abdullah
- bin Abbas ini menyebutkan
- ketika terjadi hari Fathu Makkah, yaitu
- pembebasan kota Makkah sekitar pada
- tahun 8 Hijriah,
- Rasulullah bersama rombongan para
- sahabatnya mendatangi kota Makkah ya
- untuk membebaskannya dari orang kafir
- Quraisy.
- Ketika terjadi fathu Makkah dan umat
- muslim bersama Rasulullah sallallahu
- alaihi wa alihi wasallam
- menguasai kota Makkah dan masuk ke
- Masjidil Haram. Amar maka Nabi amar an
- nabiyu maka memerintahkan baginda Nabi
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam
- bilalan kepada sahabat Bilal ibn Abi
- Rabah
- ya. seorang sahabat berkulit hitam.
- Sunya adalah Habasyah, ya Afrika dari
- negeri Habasyah atau Somal. Hatta ala
- alaahril Ka'bah. Sehingga sahabat Bilal
- naik ke atas bangunan Ka'bah.
- Faazana
- maka sahabat Bilal mengumandangkan azan.
- Ya, ini pun satu petunjuk yang dijadikan
- dalil oleh para ulama bahwa azan itu
- tidak mesti ketika masuk waktu salat.
- Ini panggilan azan untuk mengumandangkan
- keagungan Islam. Sekalipun menurut
- penjelasan ee para pensyarah hadis ini
- bukan di waktu salat ya.
- Nah, sahabat Bilal naik ke atas Ka'bah
- atas perintah baginda Nabi untuk
- mengemandangkan azan.
- Faqala. Namun kemudian kata Saud Abbas,
- ada para pemuka-pemuka Quraisy yang saat
- itu ee apa namanya? Ee menurut sebagai
- riwayat belum lagi masuk Islam atau baru
- masuk Islam. Ya. Dan ee di sini banyak
- dikenal dengan sebutan mereka ini adalah
- atulaqa ya, orang-orang yang dibebaskan
- oleh baginda Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasallam.
- Di antaranya ada beberapa orang yaitu
- ibn Asyad ibn Abil Ais. Dia berkata,
- "Segala puji bagi Tuhan
- yang mana telah mengambil ayahku yang
- bernama Asiyat Ibn Abil Az
- sehingga tidak melihat apa yang berlaku
- di hari ini." Alhamdulillahilladzi
- q abi hatta laarum.
- Dan di antaranya lagi ada yang berucap
- namanya Alhit ibn Hisyam. Ma wajada
- Muhammadunil
- aswad muinan. seraya nyinyir. Nah, ya
- jadi lagi ramai nih ya viral perbedaan
- nyinyir dengan kritisari itu ya. Ini
- nyinyir nih bukan kritis nih ya. Tipis
- antara nyinyir dengan kritis. [berdehem]
- Segala e apa? Seorang yang bernama Alhit
- ibn Hisyam berkata, "Apakah Muhammad
- tidak mendapatkan atau tidak menjumpai
- atau tidak ada pengganti selain gagak
- hitam ini sebagai seorang muadin?" Dia
- nyinyir. Nyinyir kepada siapa? Kepada
- sahabat Bilal. Emang Muhammad enggak ada
- orang lain nih yang dipilih jadi muadin?
- Kok orang hitam begini suruh suruh azan.
- Sebutkan apa fari? Gurabul aswad. Jadi
- si Alhit ibn Hisyam ini di antara pemuka
- Quraisy ya. Kafir Quraisy ini menyinyir
- ketika Rasulullah memerintahkan sahabat
- Bilal yang berkulit hitam untuk
- mengemandkan azan. Beliau mengoment
- orang ini mengomentari bahwa sahabat
- Bilal ini laksana algurul aswad. Artinya
- burung gagak yang hitam. Betul.
- Ee kalau burung gagak hitam kan yang
- cuman matan putih apa? Jambulnya dikit
- doang kan.
- Iya.
- Baik.
- Kemudian siapa lagi yang mau
- berkomentar? Ada seorang dari kalangan
- Quraisy ini bernama Suhail ibn Amr
- ya. Dia berkata, "In yuridillahuaian
- yugyirhu
- kalau Allah menghendaki sesuatu pasti
- akan diganti." Berarti di maksudnya
- nyinyir apa? menyinyir. Seakan-akan Nabi
- itu enggak punya pilih pilihan lain
- kecuali seorang yang berkulit hitam
- untuk menjadi seorang muadin. Waqala Abu
- Sufyan ya. Abu Sufyan ayahnya Muawiyah
- nih ya. Abu Sufyan ibn Habr Harb. Dia
- berkata, "Innian
- aku gak berani mengatakan sesuatu.
- Kenapa?"
- Khawatir nanti ada yang memberitahukan e
- ada apa? khawatir nanti Tuhan pemilik
- langit ini mengabarkan apa yang aku
- komentari kepada Muhammad tuh jadi dia
- no takut nanti Tuhannya Muhammad ya
- pemilik langit ini akan memberitahukan
- apa yang dikomentari
- faata Jibril faata Jibrilun Nabi
- shallallahu alaihi wa ali wasallam wa
- akbaru bimaqu kata sahabat Ibnu Abbas
- kemudian datang Jibril kepada baginda
- Nabi dan memberitahukan apa yang mereka
- perbincangkan tuh Empat orang itu siapa?
- Itbin Asyad, Harit ibn Hisyam, Suhail
- ibn Amr, dan Abu Sufyan ibn Harb.
- Fadaahum. Maka Nabi pun memanggil mereka
- tuh empat orang tadi. Wasalahum ammau
- dan menanyakan, menginterogasi tentang
- apa yang mereka ucapkan tadi. Kaget
- mereka. Aduh, benar-benar nih ada yang
- ngabarin kepada Muham Muhammad.
- Akhirnya mereka enggak punya pilihan
- kecuali apa? mengakui faqaru iya mereka
- mengakui bahwa mereka memang
- mengomentari pilihan Nabi untuk
- mengangkat seorang muadzin di atas
- Ka'bah berkulit hitam yaitu sahabat
- Bilal ibin Abi Rabbah Abi Rabbah ya.
- Nah, sahabat Bilal ini memang dulu
- adalah budaknya mereka, orang kafir
- Quraisy. Nah, sekarang Allah muliakan
- Bilal melalui Islam dengan dipilihnya
- Bilal mengumandangkan azan di atas
- Ka'bah, di atas para mantan-mantan
- majikan ya atau apa? Pemilik dari
- sahabat Bilal ibn Abi Rabah.
- Faanzalallahu taala hadil ayah. Maka
- Allah pun turunkan ayat ini untuk
- apaajar?
- untuk memberikan
- teguran dan warning kepada mereka untuk
- meninggalkan atafakur, berbangga-bangga
- bil ansabi dengan nasab-nasab mereka.
- Jadi orang-orang Arab nih jahiliah ya
- cirinya Arab jahiliah itu apa? Senang
- sekali membanggakan nasab tuh ya. Dan
- dalam Al-Qur'an surah Al-Hadid, Allah
- sudah berikan sebuah gambaran kehidupan
- dunia ini ya
- ee bermuara dari sekian macam sisi-sisi
- kehidupan dunia. Sisi dan kisi kehidupan
- dunia ini dengan firman Allah Subhanahu
- wa taala dalam Al-Qur'an suratul hadid
- yaitu yang berbunyi
- azubillahiminasyaitanirrajim.
- Amu annamal hayatud dunya laibun
- walahun.
- kehidupan dunia ini rata-rata memang
- isinya adalah tafakur, berbangga-bangga
- ya antar sesama. Terlebih lagi berbangga
- dengan apa? Dengan jabatan, berbangga
- dengan keturunan yaitu attaf bil ansab.
- Maka Allah turunkan ayat tadi Al-Qur'an
- surah Alhujurat ayat 13 untuk memberikan
- teguran kepada bangsa Arab. jahiliah
- tadi untuk meninggalkan perilaku
- berbangga-bangga dengan nasab.
- Ada sebuah hadis ee dan sebagian ulama
- mengatakan asar ya. Sebagian mengatakan
- hadis, sebagian mengatakan asar. Asar
- ini ee sekalipun hadis ini juga
- riwayatnya adalah sama dari Amirul
- Mukminin Sayidina Ali ibin Abi Thalib
- radhiallahu anhuma wakaramallahu wajhah.
- Apa itu hadis? Apa itu hadis berbunyi
- atau asar dari sahabat Ali ini bunyinya
- adalah man abqoa bihi amaluh lam lam
- yusri bihi nasabuh. Ya,
- siapa orang yang lamban amalnya maka
- nasabnya tidak akan mampu
- mengantarkannya cepat sampai kepada
- tujuan. Nah, itu ya itu asar dari Amirul
- Mukminin Ali bin Abi Thalib. Atau
- sebagian mengatakan ini riwayat hadis
- dari baginda Nabi bersumber dari sahabat
- Ali bin Abi Thalib. Manta
- bihi amal
- lam yusra atau lam yus bihi nasabuh.
- Orang yang lamban atau sedikit amalnya
- maka nasabnya tidak akan mampu
- menghantarkan dengan cepat orang
- tersebut kepada tujuannya.
- Iniya agak hangat ya. Apa ya?
- Hah.
- Oke. Baik.
- Kalau mungkin sejuk ya, Kari.
- Sini agak [tertawa]
- baik.
- [berdehem]
- Dan memperingatkan mereka jangan pernah
- berbangga-bangga dengan nasab ataupun
- berbangga-bangga dengan apa? Perlombaan.
- Memperbanyak harta.
- izdiri bil fuq atau memandang sebelah
- mata ya memandang sebelah mata dengan
- apa terhadap orang-orang fakir. Kenapa
- kata Abu eh kata riwayat ini dari
- sahabat Ibnu Abbas tadi fainnal madar al
- taqwa. Sesungguhnya
- ukuran kemuliaan itu adalah dasarnya
- ketakwaan kepada Allah. Wal jamiu min
- Adam wa Hawa. Sedangkan seluruh manusia
- semua sama anak keturunan Adam dan Hawa.
- Wa inamaladu bqwa. Sungguh keutamaan itu
- hakikatnya adalah dengan ketakwaan.
- Baik. Ini hadis diriwayatkan dari mana?
- Dari Ibnu Abbas. Kemudian ada sebuah
- hadis kata Abu ya wafi Tirmidzi yang ada
- dalam kitab Sunan at-Tirmidzi ya. Kalau
- tadi sumber yang tadi itu dari mana?
- Dari tafsir Al-Qurtubi juz 16 halaman
- 341.
- Kalau yang sekarang ini riwayat dari
- mana? An ibni Umar dari sahabat Abdullah
- ibn Umar radhiallahu anhuma. Anna
- Rasulullahi sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam khata bkah.
- Ya, sahabat sahabat Abdullah bin Umar
- meriwayatkan hadis dikutip oleh apa?
- Dikumpulkan oleh Al Imam Tirmidzi dalam
- sunannya nomor hadis 3.270
- bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam berkhotbah di kota
- Makkah. Ini pun katanya riwayatnya dalam
- peristiwa Fathu Makkah.
- Apa bunyinya? Ya ayyuhannas. Ini mungkin
- apa? Swingnya diturun ke bawah sini.
- Turun ke bawah remote ya. K Makkah
- menyampaikan khotbah di kota Makkah.
- Faqala ya
- inallahakum
- jahiliah
- kata Rasulullah, "Wahai segenap manusia,
- sesungguhnya Allah telah menghilangkan
- dari kalian noda dan aib.
- zaman jahiliahumaha
- dan keburukan jahiliah tentang apa?
- Tentang saling berbangga, saling
- mengagung-agungkan diri abaiha dengan
- ayah dan leluhur.
- Maka fasu rajulani
- yang ada sekarang adalah manusia ini
- hanya dua orang.
- Rajulun barrun taqiyun alallah. Seorang
- yang barun berbakti kepada Allah.
- Taqiyun bertakwa kepada Allah. Karimun
- Allah yang mulia ya menjaga kemuliaannya
- Allah. Dan yang kedua wafajirun
- syaqiyun hayinun alallah. Orang yang
- berbuat fujur orang yang laut. Syaqiun
- yang celaka. Hayinun yang hina di
- hadapan Allah Subhanahu wa taala itu
- yang tersisa ya. Adapun ee keburukan
- jahiliah sudah saat mulai saat ini
- dengan datangnya Islam dihilangkan.
- Kebiasaan yang buruk dari bangsa
- jahiliah adalah apa? Yaitu taumahabaiha.
- Saling berbangga-bangga ya dengan apa?
- Dengan keturun keturunan dengan ayah dan
- luhurnya.
- Wasu banu Adam. Manusia ini semua adalah
- anak turunnya Adam. Walaqahu Adama.
- Dan sungguh kata baginda Rasul Allah
- telah menciptakan Adam minabin dari
- tanah. Qahu taala ya
- inumakar
- waum.
- Laro
- inna akramakumallahiqum.
- Nah, jadi kata Rasulullah kalau
- seseorang yang beriman kepada Allah,
- artinya setelah datangnya ajaran Islam
- kepada mereka
- masih berbangga-bangga
- ya dengan apa? dengan orang tua dan
- leluhur ataupun berbangga-bangga dengan
- keturunan, maka dalam diri orang
- tersebut masih ada penyakit jahili
- jahiliah atau virus jahiliah.
- Kemudian Abu mengutip lagi qala Ibnu
- Katsir berkata Ibnu Katsir dalam
- tafsirnya tafsir Ibnu Katsir ya qulu
- taala inna akramakum
- indallahi atqakum beliau menyebutkan
- a innamafadunaallahi
- taala bqwa la bil ahsab sungguh
- kalian ini memiliki keutamaan
- yang berbeda-beda
- Ya, di sisi Allah disebabkan perbedaan
- kualitas ketakwaan diri kalian, bukan
- disebabkan keturunan maupun pangkat dan
- kedud kedudukan.
- Waqad waradat al ahaditu bidzalika an
- rasulillahi sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam. Dan sungguh telah datang
- banyak hadis tentang hal tersebut
- bersumber dari Rasulullah sallallahu
- alaihi wa alihi wasallam.
- jumlatan min ah. Kemudian Ibnu Katsir
- menyebutkan kata Abuya dari beberapa
- hadis di seputar tafsir, di seputar
- pemahaman inuminha
- di antaranya kata beliau Abi Hurairq
- diriwayatkan bersumber dari Abu Hurairah
- radhiallahu anh ia berkata suila pernah
- ditanya Rasulullahi sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam apa pertanyaannya
- Rasulullah pernah ditanya di hadapan ee
- oleh para sahabat Sahabatnya
- aku. Siapakah manusia yang paling mulia
- wahai Rasulullah? Q berkata
- Rasulullahiqum
- yang paling mulia di tengah kalian di
- sisi Allah adalah yang paling bertakwa
- di antara kalian. Mereka pun berkata,
- "Laisa
- nasaluka
- nasaluka." Bukan tentang hal ini yang
- kami tanyakan padamu Rasulullah.
- Maka Rasulullah menyebutkan lagi
- Yusuf orang apa yang paling mulia di
- antara sekian banyak manusia contohnya
- adalah Yusuf atau Nabi Yusuf. Dia adalah
- nabiullah, seorang nabi pilihan Allah.
- Ibnu Nabiillah, anak dari seorang nabi
- nabinya Allah. Ibnu Nabiillah, anak
- seorang nabinya Allah. Ibnu Khalilillah,
- anak seorang kekasih Allah. Jadi
- maksudnya Rasulullah mau beritahukan
- nih, apakah maksud kalian mulia dari
- sisi keturunan gitu kan. Tadi kan
- Rasulullah sebutkan bahwa definisi orang
- yang paling mulia adalah orang yang
- paling bertakwa. Namun rupanya para
- sahabat
- bertanya lagi, bukan ini maksudnya
- Rasulullah. Nah, Rasulullah berpikir
- barangkali maksudnya adalah orang yang
- paling mulia di sisi nasabnya dan
- sekaligus amalnya. Siapa dia? Nabi
- Yusuf. Yusuf adalah putra Nabi Yakub.
- Yakub putra Nabi Ishak. Ya, Ishak putra
- Nabi Ismail. Ya. Ehak putra Nabi Ibra
- Ibrahim. Nah, Nabi memberikan ee ee satu
- contoh karena memang orang-orang
- Yahudi, ahlul kitab ini mereka
- berkeyakinan kemuliaan itu bergantung
- dengan kemuliaan nasab. Kemuliaan
- seseorang itu bergantung apa? Dengan
- kemuliaan nasab. Jadi kalau orang
- memiliki gen keturunan yang mulia
- dipastikan dia nantinya menjadi orang
- yang mulia. Nah, akhirnya para sahabat
- berkata,
- "Bukan tentang ini yang kami tanyakan
- wahai Rasulullah."
- Maka Rasulullah berkata lagi,
- "Apakah yang kalian ingin tanyakan
- tentang
- jalur apa namanya keturunan yang mulia
- dari bangsa Arab?" Qolu naam. Ya, mereka
- berkata, "Iya betul wahai Rasul." Nah,
- rupanya yang mereka inginkankan ini apa?
- Ee bangsa Arab nih ya yang paling mulia
- atau bagaimana yang mereka tanyakan.
- Maka Rasulullah pun menjelaskanukum
- jahiliyatiukum
- islami
- faqahu rawahul Bukhari. Maka Rasulullah
- memberitahukan yang paling mulia yang
- terpilih di antara kalian di masa
- jahiliah
- adalah yang terbaik dari kalian di masa
- islam
- ketika mereka memahami ajaran Islam.
- Nah, ini ee penjelasan baginda Rasul
- tentang ayat inna akramakumallahiqum
- yang dinukil oleh Al Imam Ibnu Katir
- dalam tafsirnya.
- Waminha. Di antaranya adalah hadis
- tentang e hadis hadis apa namanya yang
- bersumber dari Abi Hurairah an Abi
- Hurairah radhiallahu anhu qa Rasulullahi
- shallallahu alaihi wa alihi wasallama
- innallaha la yanuru ilaarikum wa
- amwalikum wakin yanzuru ila qulubikum wa
- a'alikum rawahu Muslim. Hadis yang sahih
- diriwayatkan dari Abu Hurairah
- radhiallahu anhu bahwa Nabi sallallahu
- alaihi wasallam bersabda, "Sesungguhnya
- Allah tidaklah mau memandang kepada
- bentuk rupa kalian, tidak melihat kepada
- harta kalian, tapi Allah melihat kepada
- hati dan amal kalian."
- Jadi sesungguhnya ketakwaan kemuliaan
- itu bukan dengan harta. Kemuliaan itu
- bukan dengan bentuk fisik yang tampan
- rupa dan jelita. Namun ketakwaan adalah
- ya hati yang bersih dan amal yang baik.
- Ini gambaran dari inna akrakum
- abadallahu anhu diriwayatkan dari
- sahabat Abu Dzar alghifari radhiallahu
- anhu q ia berkata in nabi shallallahu
- alaihi wa ali wasallam q
- berkata lahu kepada abu dzar wahai abu
- dzar unzur fainnaka laisa bhairin min
- ahmar
- Had Ahmad rahimahullah. Kata Abu Dzar,
- Rasulullah pernah berkata kepada
- dirinya, "Wahai Abu Dzar, unzur, lihat
- dan renungkanlah."
- Maka sesungguh dirimu itu laisa
- bikhairin. "Tidaklah lebih baik min
- ahmar dari bangsa orang yang berkulit
- merah.
- Orang Barat maksudnya wala aswada atau
- Asia atau tidak lebih mulia dari orang
- yang berkulit hitam illa kecuali
- makudnya sekalipun kau berbahasa Arab
- misalnya
- bqwallah kecuali kau kalahkan mereka ya
- lebihkan mereka dengan ketakwaanmu di
- atas mereka hadis ini hadis yang mufrad
- diriwayatkan oleh Imam Ahmad apa dikutip
- oleh Imam Ahmad Ibnu Hambal dalam
- musnadnya
- waminha an Hubaib ibn Kiras alasri
- annahu sami Rasulullahi shallallahu
- alaihi wasallam yaakul almuslimuna
- ikhwatun laadiahadin ala ahadin illa
- bqwa rawahu thabaran diriwayatkan dari
- Hubaib Ibin Khiraj alasri annahu
- sesungguhnya dia mendengar Rasulullahi
- sallallahu alaihi wasallam yaquul
- bersabda almuslimuna
- Seluruh umat Islam satu sama lain
- laksana saudara kembar. Ya, arti ikhwat
- apa? Saudara kembar,
- Saudara sedaging. Laad ahadin. Tidak ada
- keutamaan bagi seseorang ala ahadin atas
- orang lain illa bittaqwa. Kecuali dengan
- ketakwaan.
- Ya, hadis riwayat Attabrani. Waminha an
- Hudzaifat ibn Yaman radhiallahu anhu q
- Rasulullahi sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam
- beliau bersabdaukum banu Adam.
- Setiap dari kalian adalah anak turunnya
- Adam. Wa Adamu khuliq minat turab.
- Sedangkan Adam itu diciptakan dibentuk
- dari apa? Dari tanah.
- hendaknya berhentilah, selesailah satu
- kelompok masyarakat yang senantiasa
- berbangga-bangga diri dengan apa? Dengan
- orang tuanya dan luhurnya.Akunan
- ahwana alallahi minal julan.
- Atau kalau enggak mau berhenti dari
- kebiasaan berbangga-bangga dengan nasab
- dan keturunan, nanti mereka akan menjadi
- orang yang lebih hina di hadapan Allah
- minal jari serangga kumbang. Tahu
- kumbang enggak? Ya, bukan lebah ya.
- Kumbang ya. Kumbang.
- Rawahul bazarfah
- minal wajah. Sebagian pembukaan Kang
- Fahri tentang tema kita di siang hari
- ini. Inna akakum.
- Yang paling mulia di antara kalian
- adalah orang yang paling bertakwa di
- antara kalian. Nah, kira-kira ee mau
- jedah dulu ataukah bagaimana? Mangga
- Kang Fahri. Saya serahkan kepada Kang
- Pahri,
- ya. Baik, terima kasih Ustaz Pawas Abi
- Jawiyah atas ilmunya di siang hari ini
- Iwan Hwad di acara kajian kitab Manhajus
- Salafi Fahmin Nusus dengan tema orang
- yang paling mulia adalah orang yang
- paling bertakwa. Ini firman Allah dalam
- surat Alhujurat ayat ke-13 Ustaz ya.
- Inna akrakum.
- Yang ingin bergabung bertanya,
- berkomentar silakan di 0811999720
- ataupun telepon juga bisa. silakan ya di
- 0218451512
- kami segera kembali
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Radio Rasil untuk Islam yang satu. Masih
- bersama kami Ikhwan Hawat di acara
- kajian kitab Manhajus Salafi Fahmin
- Nusus bersama Ustaz Pawas Abi Jawiyah.
- Kita siaran live via Zoom di siang hari
- ini Iwan Wanwat. Dan tema yang
- disampaikan Ustaz adalah mengenai orang
- yang paling mulia adalah orang yang
- paling bertakwa.
- Jadi bukan orang yang gelarnya banyak,
- bukan orang yang bertahta,
- bukan orang yang apa namanya, Ustaz? ee
- jabatannya tinggi gitu ya. Tapi yang
- paling bertakwa, yang paling mulia di
- sisi Allah Subhanahu wa taala. Dan sudah
- banyak yang bergabung, Ustaz di
- WhatsApp. Saya bacakan pertanyaan yang
- masuk
- dari Ibu Saprida yang pertama.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh,
- Pak Ustaz. Perintah takwa dalam
- penggalan firman Allah dalam Quran surah
- Al Imran ayat 102. Apa pesan atau wasiat
- yang terkandung di dalam penggalan ayat
- tersebut dan bagaimana hubungannya takwa
- dengan amal kebajikan?
- Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
- amanaidlana.
- Kami hadir bersama antum semua
- dari basecamp majelis kubur Subuh Asrama
- Mahasiswa
- Umatan Wahidah
- For Quran Institute.
- ee pertanyaan Ibu tadi berkenaan dengan
- firman Allah Subhanahu wa taala yang
- tercantum dalam Al-Qur'an surah Ali
- Imran
- ayat 102
- yaitu firman Allah yang berbunyi
- azubillahiminasyaitanirrajim.
- Ya
- ayyuhalladzina
- amanutaqulaha
- haqqa tuqatih
- wala tamutunna
- illa wa antum muslimun.
- Waasimu bihablillahi
- jamian wala tafarraqu
- wadkuruallahi
- alaikum
- id kuntum a'daan
- faallafa baina qulubikum
- faasbahtum
- binikmatihi
- ikhwana
- wauntum ala syafa hufratim minan
- [bernyanyi]
- laallakum tahtadun.
- Untuk Ibu penanya yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa taala, tentunya penjelasan
- takwa itu dalam Al-Qur'an sangatlah
- banyak dan Al-Qur'an merupakan guidance,
- pembimbing, pemandu bagi orang-orang
- yang ingin menjadi petakwa sejati.
- Sebagaimana Allah jelaskan dalam
- Al-Qur'an suratul baqarah ayat ke-2.
- Dalikal kitabu laba.
- Fihi hudan lil muttaqin. Fihi hudan lil
- muttaqin. Dalam Al-Qur'an terdapat mudan
- penjelasan ya bagi orang-orang yang
- ingin menjadi petakwa sejati. Barakallah
- fikum.
- Nah, di ayat Al-Qur'an surah Al-Imran
- ini ayat 102 itu terikat tersambung
- dengan penjelasan ayat ke-103
- dan satu hingga satu. 05.
- Jadi, bagaimana bisa menjadi seorang
- yang mampu bertakwa haqqo tuqqati dengan
- sebenar-benar takwa? Karena Allah
- perintahkan, "Ya ayyuhalladzina amanu,
- wahai orang-orang yang beriman,
- ittaqulah,
- bertakwalah kalian ya haqqo tuqatih
- dengan sebenar-benar takwa." dengan
- sebenar-benar takwa. Wala tamutunna illa
- wa antum muslimun. Dan jangan sampai
- kalian mati kecuali mati dalam keadaan
- menjadi seorang muslim. Arti muslim
- adalah orang yang betul-betul memaskan
- jiwa dan raganya kepada Allah Subhanahu
- wa taala. Nah, ayat berikutnya untuk
- dapat menjadikan apa namanya? Dapat
- menghasilkan ketakwaan dengan takwa yang
- sebenar-benarnya.
- Yang berbuah tidaklah apa? Tidaklah mati
- kecuali dalam keadaan muslim. Allah
- lanjutkan dengan perintah di ayat
- 103blillahi
- jam. Para ulama menyebutkan di antara
- wau memiliki makna tafsiriah. Jadi wau
- waimu di sini yang berisikan perintah
- dengan Alquran merupakan penjabaran dari
- perintah di ayat sebelumnya.
- Ittaqulahaqqatih
- wunna illa waum muslimun. Bagaimana
- caranya bertakwa dengan sebenar-benar
- takwa dan berusaha sekuat tenaga untuk
- tidaklah wafat atau mati kecuali dalam
- keadaan menjadi seorang muslim sejati.
- Caranya satu biillahi jamian.
- Berpeganglah kalian dengan erat kuat ya
- dengan apa talinya Allah. Dan hablullah
- adalah Al-Qur'an.
- Wala tafarqu dan jangan kalian berpecah
- belah.
- Nah, ada sebuah kaidah berlaku dalam
- ayat-ayat Qur'an. Setiap ayat yang
- berisikan perintah kemudian disambung
- dengan larangan. Maka larangan ini jika
- tidak, maaf jika perintah yang perintah
- tidak diindahkan, seseorang akan
- terjebak pada jurang larangan. Ketika
- Allah perintahkan
- berpeganglah erat kalian semua biillah
- dengan Alquran
- tafar. Dan Allah melarang jangan sampai
- kalian berpecah belah bercerai-berai.
- Maka ketika perintah Allah berupa
- bihablillah berpegang erat berpegang
- kuat dengan Al-Qur'an tidak dilaksanakan
- oleh orang beriman untuk mencapai haqq
- tuqqatih untuk mencapai w tamutuna illa
- wa antum muslimun. Seorang yang mengaku
- beriman ini akan terjebak masuk dalam
- larangan yaitu berpecah belah sesama
- orang beriman.
- W tafar. Nah, jadi perintahnya apa tadi?
- Untuk menggapai hak takwa dengan haqq
- tuqqatih. Menggapai wala tamutunna
- artinya almaut alul islam dan menjadi
- seorang muslim sejati denganisam
- bihablillah. Berpegang erat berpegang
- kuat dengan tali Allah yaitu Al-Qur'an.
- Demi apa? agar tidak nanti terjebak pada
- larangan, berpecah belah. Jadi kalau
- seseorang yang mengaku beriman,
- berpegang erat dengan Al-Qur'an,
- berpegang kuat dengan Al-Qur'an, dia
- tidak akan terpecah belah, tidak akan
- bercerai belelai satu dengan yang lain
- di antara umat yang beriman. Dan Allah
- perintahkan lagi untuk apa namanya?
- Mampu melaksanakan ketakwaan. Yang
- ketiga adalahum.
- Nah, untuk mencapai hak takwa dengan
- sebenar-benar takwa melalui
- dan agar tidak berpecah belah antar umat
- beriman, Allah perintahkan
- wkuruallahi
- alikum. Ingatlah selalu oleh kalian
- nikmat yang Allah anugerahkan kepada
- kalian yaitu nikmat Islam.
- Kuntum a'daan. Ingat tatkala dulu kalian
- saling bermusuhan satu dengan yang lain.
- Antar suku bermusuhan, antar kabilah
- bermusuhan, antar bangsa bermusuhan.
- Kemudian datang ajaran Islam menyatukan
- kalian. Faallafaikum.
- Datang Alquran, datang ajaran Islam.
- Kemudian Allah jadikan hati kalian satu
- dengan yang lain saling ulfah, saling
- apa? Berpadu, saling bersatu, saling
- menyayangi.
- Ingat hal ini kata Allah agar tidak
- terjadi perpecahan, bercerai-berai di
- antara kalian orang berimanum
- ikhwana. Kemudian kalian menjadi orang
- yang saling bersaudara. satu dengan yang
- lain antara umat yang berimanum
- minanar. Dan dahulu kalian berada di
- pinggir jurang api neraka syafa hufrah
- di bibir atau pinggir tepi jurang dari
- jurang api neraka. Kemudianakum
- minha Allah selamatkan kalian dari
- terjerumus padahal kalian sudah berada
- di tepi jurang api neraka. Allah
- selamatkan kalian dengan datangnya Islam
- dan ajaran Al-Qur'an.
- Yang demikian itulah Allah Subhanahu wa
- taala jelaskan pada kalian ayatayat
- Allah dalam kitab sucinya agar kalian
- sejalan dengan petunjuk Allah Subhanahu
- wa taala. Kemudian pada ayat berikutnya
- Allah perintahkan di ayat ke104
- dan 105.
- Dan hendaknya ada dari kalian,
- sebahagian dari kalian
- menjadi satu umah, satu komunitas, satu
- kelompok yang perannya, tugasnya yaduna
- ilalhair, mengajak orang untuk
- senantiasa berbuat kebaikan
- biluf
- dan memerintahkan mereka untuk
- mengerjakan perkara yang makrufkar
- dan melarang mereka untuk berbuat yang
- mungkar.
- Dan sejatinya mereka itulah orang-orang
- yang sukses dan bahagia. Jadi
- orang-orang yang sukses yang bahagia itu
- adalah orang-orang yang senantiasa
- bihablillah dan tidak berpecah belah.
- Kemudian mengingat nikmat-nikmat yang
- Allah berikan pada mereka dan kemudian
- mengajak orang kepada kebaikan, amar
- makruf dan nahi nahi mungkar. Lalu di
- 105 106 Allah 105 dari Quran surah Ali
- Imran Allah melarang mereka takun
- baahumulinat
- waahumabunim
- waika lahumabunim.
- Jangan kalian orang-orang yang beriman
- kepada Al-Qur'an menjadi seperti
- orang-orang yang dulu
- mereka diberikan pada mereka Alkitab,
- namun mereka berpecah belah dan saling
- berselisih. Padahal telah datang di
- hadapan mereka ayat-ayat Allah yang
- begitu jelas. Maka orang-orang yang
- melakukan hal itu jika ada di kalangan
- umat Nabi Muhammad yang tafarqualafu,
- berpecah belah, berkelompok-kelompok,
- bermazhab-mazhab, berkotak-kotak ya lalu
- ikhtalafu saling berselisih satu manhaj
- dengan manhaj yang lain, ya saling
- memusuhi satu dengan yang lain. Padahal
- min ba'di ma jaahumulinat. Padahal telah
- datang, telah ada, telah sampai di
- hadapan mereka ayat-ayat Allah yang
- begitu jelas. Mereka ini nantinya Allah
- katakan ulaika lahumabunim
- wa ulaika. Dan mereka itulah lahum bagi
- merekaim.
- Siksa yang begitu dahsyat, siksa yang
- begitu besar. Artinya perpecahan,
- perselisihan antar umat beriman di
- hadapan panduan yang jelas yaitu
- Al-Qur'an mengakibatkan umat beriman,
- umat Islam mendapatkan azab yang besar
- dari Allah Subhanahu wa taala. Ya,
- itulah penjelasan dari Al-Qur'an surah
- Ali Imran ayat 102 yaitu
- ittaqulahaqqatih
- wun illa waum muslimun. Kemudian
- pertanyaan dari Bapak tadi ya tentang
- masalah berbangga dengan nasab ya.
- I eh belum dibacakan dari Bapak Hamdan
- di ciracasak.
- Iya ya. Yang kedua
- ini ini terjadi dikarenakan jauhnya umat
- Islam, jauhnya bangsa-bangsa ini dari
- berpandu kepada Al-Qur'an sehingga virus
- jahiliah masih melekat atau terkena ya
- dalam jiwa mereka. Apa itu virus
- jahiliyah? Berbangga-bangga dengan
- nasab. Ya, berbangga-bangga dengan
- nasab. Nah, ini bukan ajaran Islam.
- Karena ajaran Islam adalah ajaran amal.
- berbuat perbuatan yang apa namanya dapat
- menyebabkan keridaan Allah subhanahu wa
- taala. Nasab dan hasab di bawah amal.
- Karena kemuliaan di sisi Allah bukan
- dengan hasab jabatan, bukan dengan
- pangkat, bukan bukan dengan keturunan,
- bukan tetapi dengan ketakwaan. Yaitu
- amal saleh di hadapan Allah subhanahu wa
- taala. Wallahuam bab.
- Baik, Ustaz. kita dibatasi oleh waktu
- mungkin sebelum pamit ada yang akan di
- sampaikan disimpulkan di bahasan kita di
- siang hari ini, Pak Ustaz.
- Baik, insyaallah taala kita akan sambung
- di pertemuan berikut tentang ee
- keterkaitan ayat ini di hadapan
- ayat-ayat lain tentang kemulia yaitu
- tentang apa? Tentang kemuliaan seseorang
- di sisi Allah adalah orang yang paling
- bertakwa. Nah, insyaallah sementara
- waktu karena asar akan menjelang karena
- hari-hari ini asarnya jam 3.00 kurang.
- Ya,
- betul.
- Kurang sudah masuk waktu asar. Kita
- tutup dengan doa bersama.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad
- wa ali sayyidina Muhammad. Allahumma
- irhamna bil quran waj'alhuana imaman
- waan wa hudan warahmah. Allahirna
- minhina
- minahilnaznaharan
- yaalamin allahum quran quran
- quran quran
- Muhammadinir
- Ya rabbanaarofna
- biannanafna
- wa annana asrafna
- ala ladha asrafna
- fatub alaina taubah tagsil
- wasurlanal
- aurati
- wainir
- maina
- wal ahli wal ikhwani
- wasairil
- khillani
- wa kulli [bernyanyi]
- mahabbah
- a jiratinbah
- wal muslimina
- ajma amin ya rabbi fasma fadlan
- [bernyanyi]
- [bernyanyi]
- ulah
- bikulli
- shallallam
- rabbi alaihi addal habbi wa alihi
- wasohbiasbi
- walhamduil [bernyanyi] ilahi
- Subhanakallahum wabihamdika asadu alla
- ilahailla anta astagfiruka waubuik
- billahi taufik wal hidayah warid wal
- inayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian ikwanawat
- kebersamaan kita di acara kajian kitab
- manhajus salafi fahmin khusus bersama
- Ustaz Pawas Abi Jawiyah di yang hari di
- sii hari ini dengan tema orang yang
- paling mulia adalah orang yang paling
- bertakwa. yang sudah bergabung. Terima
- kasih banyak. Semoga apa yang
- disampaikan ustaz dapat menambah ilmu
- agama kita
- juga menambah iman dan takwa kita kepada
- Allah subhanahu wa taala. Yang bertugas
- saya hari ditemani ATP dan juga Yusuf
- Subamit. Wabillahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Hatur nuhun Kang.