Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Rasil TV 0:16 Assalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. 0:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:21 wabarakatuh. 0:24 Alhamdulillahirobbil alamin. 0:26 Wasolatu wassalamu ala asrofil mursalin 0:29 Sayyidina wa Maulana Muhammadin 0:31 wa ala alihi wa sahbihi ajmain. 0:34 Asyhadu an la ilaha illallah 0:36 wahdahu la syarikalah 0:39 lahul mulku walahul hamdu 0:41 yuhyi wa yumit wa huwa ala kulli syaiin 0:43 qadir. 0:44 Asyhadu anna Sayyidana Muhammadan abduhu 0:46 wa rasuluh. 0:48 Allahumma sholli wa sallim wa barik 0:49 alaihi wa alihi 0:51 wa ashabihi wa man tabi'ahum bi ihsanin 0:53 ila yaumiddin. 0:55 Wa alaina ma'ahum bi rahmatika ya 0:57 arhamar rahimin. 1:00 Para jamaah yang dimuliakan Allah 1:01 uhibbukum jami'an fillah 1:03 saya mencintai kalian semua karena Allah 1:06 semoga Allah senantiasa mempertemukan 1:09 kita di dunia dalam taat 1:11 dan di akhirat di surganya Allah 1:13 subhanahu wa taala. 1:15 Senang sekali di malam hari yang mulia 1:17 ini 1:18 bisa memandang wajah-wajah penghuni 1:21 surganya Allah. 1:24 Semoga sebagaimana Allah pertemukan kita 1:27 di dunia di tempat yang diridai Allah 1:29 Allah pertemukan kita kembali di dalam 1:31 surganya Allah subhanahu wa taala. 1:35 Yang saya hormati dan saya muliakan 1:37 sahibul bait dan 1:39 seluruh hadirin hadirat yang mohon maaf 1:42 saya tidak sebut namanya satu persatu 1:45 maupun yang ikut melalui Zoom 1:48 mudah-mudahan Allah senantiasa berikan 1:49 keberkahan kepada kita semuanya. 1:53 Mudah-mudahan yang hadir 1:55 bisa mendapatkan kebahagiaan dunia dan 1:57 akhirat. 2:00 Halo? 2:02 Halo? 2:04 Ibu-ibu masih ngobrol apa sudah selesai? 2:08 Ibu-ibu belum ada selesai-selesainya 2:10 kalau ngobrol ya. 2:13 Nah, 2:14 halo? 2:16 Masih hidup? 2:19 Alhamdulillah. Jadi, ana dikasih waktu 2:21 cuma 40 menit. Betul? 2:24 Jadikan 40 menit itu benar-benar 2:26 bermanfaat. 2:28 Jangan sampai membawa urusan dunia, 2:30 apalagi ngobrol, jadi sia-sia kita 2:33 hadir. 2:34 Kenapa sia-sia hadir? 2:37 Ada hadis dalam Shahih Muslim dari Abu 2:39 Hurairah. 2:40 Nabi bersabda, "Majtama'a qaumun 2:43 fi baitin min buyutillah, 2:45 yatluuna kitaballah, 2:47 wayatadaarasuunahu fiima bainahum, 2:50 illa nazalat alaihimus sakinah, 2:53 waghasyiyatuhumul rahmah, 2:55 wahaffatuhumul malaikah, 2:57 wadzakarahumullah fiiman indahu." 3:00 Tidaklah berkumpul suatu kaum di rumah 3:02 Allah 3:04 atau di manapun mereka berkumpul, 3:06 mentadaruskan Alquran, mengaji, menuntut 3:09 ilmu, 3:10 melainkan Allah turunkan ketenangan. 3:13 Kalau cari ketenangan, hadir di dalam 3:15 majelis ilmu, tapi jangan cuma jasadnya 3:18 doang. 3:19 Biarkan roh kita juga ikut hadir. 3:22 Pendengaran, penglihatan, hati kita. 3:26 Jangan cuma kita hadir ke masjid salat 3:28 Jumat, dengar khotbah, pulang. 3:30 Hadir ke kajian, ikut kajian sama fulan, 3:32 si fulan, fulan, tapi apa yang kita 3:35 dapat? 3:36 Cuma candanya, lucunya, 3:38 tidak ada ilmu yang kita bawa pulang. 3:41 Maka jadikan kita hadir 3:43 agar mendapatkan ketenangan. 3:46 Nanti malaikat akan meliputi kita. 3:50 Dan Allah sebut nama kita satu persatu 3:52 di hadapan para penghuni langit. 3:55 Maka 3:56 kita malam ini mau mencari kebahagiaan. 3:59 Enggak mungkin kita bahagia kalau kita 4:01 cuma rohnya, jasadnya hadir, rohnya 4:03 tidak ada. 4:05 Enggak mungkin antum bahagia kalau salat 4:07 dan tidak khusyuk. 4:09 Enggak mungkin antum bahagia kalau kita 4:11 masih menerima yang haram. 4:14 Enggak mungkin bahagia kalau kita masih 4:15 mendengar hal yang tidak bermanfaat bagi 4:17 kita. 4:19 Enggak mungkin bahagia kalau antum masih 4:21 berbicara dengan hal yang tidak 4:23 bermanfaat bagi kita. 4:25 Enggak mungkin bahagia kalau antum 4:27 melihat sesuatu yang tidak ber- 4:28 bermanfaat. 4:30 Enggak mungkin bahagia kalau antum punya 4:32 banyak teman dan di dalam HP kita 4:35 ribuan, ratusan nama, tapi tiada ada 4:37 satupun orang saleh yang bisa mengajak 4:39 kita masuk surga nya Allah. 4:42 Halo? 4:44 Nah, 4:45 jadi hadirnya kita jangan cuma jasad, 4:48 tapi roh kita hadir. 4:50 Pendengaran hadir, hati kita, kalbu kita 4:52 ini hadir. 4:54 Jadikan duduknya kita ini bermanfaat. 4:56 Pada saat nonton sinetron, 4:58 kita fokus bahkan meneteskan air mata 5:00 kalau ada kejadian yang menyedihkan. 5:03 Kita ikut nonton bola, pada saat mereka 5:05 itu kalah atau apa kita emosi. 5:08 Padahal mereka kalah, mereka menang 5:10 dapat duit, antum dapat serangan 5:12 jantung. 5:13 Betul? 5:15 Jadi jangan urusan dunia yang kita fokus 5:18 padanya. 5:19 Fokus kepada Allah. 5:21 Mendekat kepada Allah, apalagi kalau 5:24 kita didekatkan oleh Allah. 5:27 Bukan saya mendekat kepada Allah, tapi 5:29 Allah yang mendekatkan saya kepadanya. 5:31 Bukan saya cinta Allah, karena itu cinta 5:33 itu makhluk mencintai sang khalik wajar. 5:36 Tapi apalagi kalau dicintai oleh Allah. 5:40 Maka jangan cuma hanya di- mencintai 5:43 Allah, tapi dicintai oleh Allah. 5:45 Jangan cuma hanya antum hadir di majelis 5:48 ilmu, begitu bubar tidak ada ilmu yang 5:50 dibawa pulang. 5:52 Tapi hadir dalam majelis ilmu membawa 5:53 ketenangan, keberkahan, 5:56 kebahagiaan dunia dan akhirat. 5:59 Para jamaah yang dimuliakan Allah, kalau 6:01 bahas kebahagiaan dalam Islam ini bagi 6:03 kita keluarga, lingkungan itu luas. 6:07 Kita akan bahas dari satu 6:09 satu bab saja. 6:11 Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman 6:12 dalam Alquran, 6:15 Man amila sholihan, 6:17 min dzakarin au untsa wa huwa mukmin, 6:20 falanuhyiannahu hayatan toyyibah. 6:24 Barang siapa, man amila sholihan, barang 6:27 siapa mengerjakan kebajikan, 6:29 amal sholeh, min dzakarin au untsa, 6:32 laki-laki atau perempuan, 6:35 Allah tidak bedakan antara pahala. 6:38 Amal itu wajib bagi kita, sholat semua 6:40 wajib sholat dan lain, walaupun wanita 6:42 ada kekhususan tertentu, waktu-waktu 6:44 tidak dalam sholat 6:46 dan dilarang puasa dan lain, tetapi pada 6:48 dasarnya pahala kita sama. 6:50 Bisa jadi wanita lebih besar dibanding 6:52 laki-laki, bisa jadi laki-laki lebih 6:53 besar dibanding wanita, karena tidak 6:55 memandang jenis kelaminnya, melainkan 6:58 dipandang adalah keikhlasannya 7:00 dan amal ibadah yang dikerjakan oleh 7:02 orang tersebut. 7:04 Ikhlas itu adalah orang berjalan di 7:05 padang pasir, nampak bekas tidak 7:08 terdengar suara. 7:09 Nggak tengah malam sholat tahajud, 7:11 kemudian bangunkan suami, 7:13 "Abang, bangun dong." "Ngapain? Fotoin 7:16 dong." "Ah, istri sujud difotoin, update 7:19 status, alhamdulillah baru selesai 7:21 tahajud." 7:23 Lagi siang eh sore hari mau maghrib, ya, 7:26 meja disiapin makanan, nasi ada sayur, 7:30 ada apa, ada tahu, tempe, ada ikan asin, 7:32 sayur asem, semua lengkap difotoin 7:34 update status, "Selamat berbuka puasa 7:37 bagi mereka yang puasa sunnah." Ya 7:38 salam. 7:40 Mau kasih tahu semua orang ibu lagi 7:41 puasa, Bapak lagi puasa. 7:44 Teman kasih air, kasih makan, kasih 7:46 minum siang hari di kantor. Kita bilang, 7:48 "Eh, lu enggak tahu hari ini apa?" 7:49 "Apa?" "Hari Senin, kan saya puasa." 7:52 Sombong amat. 7:54 Jadi hilang. 7:56 Apalagi zaman medsos sekarang. 7:58 Ketemu orang miskin di ah, langsung 8:00 bikin konten. Ya Tuhan, ya Rabb. Sampai 8:04 gitu amat. Orang di depan Ka'bah dulu 8:05 begini, sekarang di depan Ka'bah begini, 8:07 kan? 8:08 Beda. 8:09 Maka harus kita benar-benar di zaman 8:11 fitnah itu dijaga. 8:13 Amal ibadah kita dijaga. 8:15 Kalau Anda ingin bahagia dunia akhirat. 8:18 Man amila sholihan min dzakarin au 8:20 untsa. Barang siapa mengerjakan amal 8:23 sholeh, kebajikan dari kaum laki-laki 8:26 atau perempuan. 8:27 Wa huwa mukmin, tapi syaratnya beriman. 8:31 Kalau orang kafir beramal sholeh enggak 8:32 diterima? Diterima. 8:34 Tapi diberi balasan di dunia, akhirat 8:36 enggak dapat. Kenapa? Allah ahkamul 8:39 hakimin. Alai sallahu bi ahkamin. 8:42 Allah hakim yang paling adil. Semua 8:43 dikasih di dunia, tapi akhirat enggak 8:45 dapat. 8:46 Dia diberi kesehatan, diberi harta, 8:48 diberi apa, semua dikasih, tapi di 8:50 dunia. Akhirat enggak dapat. Kenapa? 8:53 Allah berfirman dalam surat Al-Furqan. 8:56 Wa qadimna ila ma amilu min amalin 8:59 faja'alnahu habaan mantura. 9:01 Semua amal yang mereka buat itu di hari 9:04 kiamat itu terbang. 9:06 Enggak ada balasannya. Kenapa? Karena 9:08 dia tidak beriman. 9:10 Tapi dia dibalas oleh Allah di dunia, 9:12 dikasih balasannya. Karena Allah itu 9:13 hakim yang paling adil, subhanahu wa 9:14 ta'ala. 9:15 Maka Allah berfirman di ayat terakhir 9:17 surat Al-Kahfi. Faman kana yarju liqoa 9:20 rabbihi. 9:22 Falyakmal amalan sholihan wala yusyrik 9:24 bi'ibadati rabbi ahada. 9:26 Imam Ibnu Katsir dalam kitab tafsirul 9:28 quranil adzim, beliau mengatakan, 9:29 liqobulil amali syarthon. 9:32 Agar diterima amalmu, ada dua syarat. 9:34 Pertama, ikhlas semata-mata karena 9:36 Allah. Yang kedua adalah orang yang 9:39 melakukan amalannya sesuai ajaran Islam 9:41 dan sunah Rasulullah sallallahu alaihi 9:44 wasallam. 9:47 Para jemaah yang dimuliakan Allah, coba 9:49 Allah melanjutkan, barangsiapa 9:50 mengerjakan amal kebajikan dari 9:52 laki-laki, dia jenis kelaminnya laki 9:54 atau perempuan wahuwa mukmin, dia 9:56 syaratnya beriman. 9:58 Fala nuhyiannahu hayatan toyyibah. 10:02 Kami akan berikan kepadanya kehidupan 10:04 yang indah. 10:06 Kehidupan yang bahagia, keberkahan dunia 10:08 akhirat. 10:10 Walana'jiyannahu ajrahum dan seterusnya. 10:13 Kemudian kalau kita buka lagi Alquran 10:15 surat Taha, 10:17 Allah berfirman, 10:18 Famanittaba'a hudaya fala yadzillu 10:21 walayasqha. Barangsiapa mengikuti 10:23 petunjuk dari Allah, 10:25 falayadzillu, dia tidak akan tersesat. 10:28 Walayasqha, dia tidak akan merasakan 10:30 kesulitan. 10:32 Dia tidak bakalan sengsara. 10:34 Terus Allah melanjutkan ayat berikutnya. 10:38 Tadi barangsiapa ikuti petunjuk Allah, 10:40 dia enggak akan tersesat, dia enggak 10:41 akan sedih, dia enggak akan menderita, 10:43 dia enggak akan susah di dunia. Maka 10:45 disambung di ayat yang lain, 10:48 Allah subhanahu wa taala katakan, 10:51 bahwa malaikat itu akan turun 10:54 di akhir hidup seorang waliyullah, orang 10:56 muslim, orang beriman. 10:58 Kenapa dikatakan, lahumul busyra fil 11:00 hayati dunya wa fil akhirah. 11:03 Mereka disampaikan ada kabar gembira. 11:06 Ya. 11:07 Bahwa Allah telah menjanjikan surga bagi 11:09 kalian. 11:12 Ala inna auliyaallahi la khaufun alaihim 11:14 wala hum yahzanun. 11:17 Ya. 11:18 Malaikat itu turun 11:20 mengatakan kepada orang beriman, wali 11:22 Allah itu bukan orang yang kita lihat 11:24 harus berada di gua atau di enggak. 11:26 Setiap orang yang bertakwa, dia menjadi 11:28 wali Allah. 11:30 Setiap orang beriman, menjalankan 11:32 perintah, menjauhi larangan, menjadi 11:33 wali Allah. 11:34 Wali Allah itu orang yang dekat dengan 11:35 Allah. 11:36 Apalagi didekatkan oleh Allah. 11:40 Maka para jamaah yang dimuliakan Allah, 11:41 Allah mengatakan di ayat berikutnya, 11:43 "Waman a'radha an dzikri." 11:46 "Waman a'radha an dzikri fainna 11:51 lahu ma'isyatan 11:53 dhonka." 11:55 "Wanahsyuruhu yaumal qiyamati a'ma." 12:00 "Qala rabbi lima hasyartani 12:03 a'ma waqad kuntu 12:06 bashira." 12:08 "Qala kadzalika atatka ayatuna 12:11 fanasitaha 12:13 wakadzalikal yauma tunsa." 12:18 "Waman a'radha an dzikri." Barangsiapa 12:20 berpaling daripada mengingat Allah, 12:21 menjalankan perintah, menjauhi larangan. 12:23 "Fainna lahu ma'isyatan dhonka." Bagi 12:26 dia kehidupan yang sempit, yang susah. 12:29 Maka jika hidupmu bermasalah, berarti 12:32 shalatmu tidak benar. 12:35 Anda punya anak, merasa anak kita ini 12:37 bandel, nakal, padahal tidak ada dalam 12:39 Islam anak bandel, nakal, ya itu enggak 12:41 ada. 12:42 Sama sekali istilah dalam Islam itu 12:43 enggak ada, enggak boleh disebut anak 12:44 bandel, nakal. 12:46 Kenapa? Yang ada cuma dua. 12:48 Orang tua yang kurang sabar mendidik 12:50 anak dan yang kedua orang tua yang 12:52 jarang memberi nasehat kepada anak. 12:54 Maka karena dia enggak sabar dibilang, 12:56 "An bandel kamu, nakal kamu." 12:58 Padahal itu bandel nakal itu bisa jadi 13:00 berasal dari orang tua karena tidak 13:02 pernah dididik agamanya. Cuma diisi 13:04 perutnya, tidak pernah diisi 13:05 keimanannya. 13:07 2021 saya sampaikan 2 tahun 13:09 berturut-turut di 13:10 ketika saya menjadi juri Hafiz Indonesia 13:13 di RCTI. 13:14 Saya bilang, banyak orang yang 13:16 memikirkan isi perut anak dibanding 13:18 memikirkan isi keimanan anaknya. 13:21 Antum bangun pagi mikirin dunia, tidur 13:24 lagi mikirin dunia, pas meninggal dunia 13:26 cuma dikasih 2 m doang. Rumah yang 13:28 besar, mobil yang mewah, harta yang 13:30 berlimpah, itu semua ditinggal. 13:33 Bisa jadi rebutan, bisa menjadi petaka, 13:35 ya tergantung kita. Bagaimana kita 13:37 mencetak keluarga kita di dunia. 13:41 Para jamaah yang dimuliakan Allah. 13:44 Allah katakan 13:46 fa innahu ma'isyatan dhonka 13:49 baginya kehidupan yang sempit yang 13:51 susah. 13:52 Wa nahsyuruhu yaumal qiyamati a'ma, kami 13:55 bangkitkan dia di akhirat dalam kondisi 13:57 buta. 13:58 Ya Allah. 13:59 Di dunia dapat melihat, lalu dia protes, 14:02 "Rabbi lima hasyartani a'ma waqad kuntu 14:05 bashira. Wahai Rabbku, kenapa bangkit 14:07 aku dalam keadaan buta, padahal di dunia 14:09 aku bisa melihat dengan mata yang 14:11 jelas?" 14:13 Apa kata Allah? 14:15 Subhanallah, coba langsung Allah katakan 14:19 "Rabbi lima hasyartani a'ma waqad kuntu 14:21 bashira. Qala kadzalika atatka ayatuna 14:24 fanasitaha." 14:25 "Aku telah turunkan firman-Ku kepadamu, 14:27 Aku utus para nabi dan rasul untukmu, 14:30 Aku mengingatkanmu melalui para ulama, 14:32 para dai, para kiai, para fulan, tapi 14:35 kamu tidak mendapatkan peringatan. 14:37 Kamu sibuk dengan dunia, bangun tidur 14:39 mikirin dunia, tidur kembali mikirin 14:42 dunia. 14:44 Padahal pada saat meninggal dunia, dunia 14:45 bilang, "Bos, maaf, aku enggak bisa 14:47 kasih banyak-banyak, cuma 2 m doang." 14:50 Lihat Syekh Khalifa bin Zayed, Presiden 14:52 Uni Emirat. 14:53 Punya Burj Khalifa. 14:55 Hebat. Termasuk orang terkaya di dunia, 14:58 di antara daftar orang terkaya di dunia 14:59 beliau. 15:01 Wah, harta kekayaan yang tidak bisa 15:02 disebut. 15:04 Tapi coba lihat kuburnya sekarang. 15:06 Enggak ada yang dibawa pulang. 15:08 Hanya cuma dua, tiga yang mengikut 15:10 mengantarkan beliau dan kita semua. 15:13 Keluarga, harta, dan amal. 15:16 Dua akan kembali, satu menemani. Amal 15:18 menemani, istri dan keluarga kembali, 15:21 harta kembali jadi rebutan. 15:24 Maka Sayyidina Ali bin Abi Thalib ketika 15:26 melewati area kubur kata beliau, "Wahai 15:27 ahli kubur, 15:29 mau enggak kalian aku ceritakan apa yang 15:31 terjadi pada keluarga dan harta kalian 15:33 dan apa yang kalian tinggal? 15:35 Dan tolong dong ceritakan apa yang 15:36 terjadi bersama kalian di alam kubur." 15:38 Cuma hanya ajak orang yang meninggal 15:39 ber-ngobrol, bicara. 15:42 Kata Sayyidina Ali, "Aku kabarkan apa 15:43 yang terjadi pada keluarga kalian. Istri 15:45 kalian jadi janda. 15:47 Bisa jadi sudah nikah lagi. 15:48 Anak kalian jadi yatim. Harta kalian 15:50 jadi rebutan." 15:52 Kata Sayyidina Ali, "Kalau ahli kubur 15:53 menjawab, mereka akan mengatakan inna 15:55 khairaz zaadi taqwa. Sesungguhnya bekal 15:58 terbaik di sisi Allah adalah takwa 16:00 kepada Allah." 16:02 Sayyidina Utsman bin Affan 16:04 kalau disebut kematian, sebut apapun 16:06 itu, beliau tidak terpengaruh, enggak 16:08 nangis. 16:09 Tapi pada saat beliau lewati kuburan, 16:11 beliau menangis. 16:13 Ditanya, "Anda ini disebut kematian, 16:15 disebut ini itu, tapi kenapa enggak 16:16 pernah terpengaruh? Kenapa pada saat 16:18 lihat kuburan baru nangis?" Kata 16:20 Sayyidina Utsman bin Affan, 16:22 "Karena kuburan itu awwalu manazilil 16:24 akhirah, tempat pertama menuju negeri 16:26 akhirat. Kalau di alam kubur lolos, 16:29 berikutnya aman. 16:30 Tapi kalau di awalnya susah, bayangkan." 16:33 Maaf, antum lagi ngurus surat harus ke 16:36 RT, RW, 16:38 camat, lurah, lurah, camat, walikota dan 16:41 seterusnya. 16:42 Antum mogok aja di RT, bagaimana mau 16:44 sampai ke RW? 16:46 Halo? 16:47 Ada Pak RT di sini enggak? 16:49 Pak RW ada? 16:51 Banyak juga, insya Allah. Di sini Anda 16:53 dengar sampai ada 5 RT di sini ya. 16:55 Insya Allah. Insya Allah, barakallah. 16:58 Nah, antum aja mau ngurus surat ke 17:00 walikota, di RT aja ditahan. 17:03 Bagaimana antum? Berarti antum di awal 17:05 sudah sulit, apalagi berikutnya lebih 17:07 sulit lagi. 17:08 Karena belum diizinkan di awal, 17:10 bagaimana berikut-berikutnya? Ya Allah. 17:14 Maka para jamaah yang dimuliakan Allah, 17:16 semua kita menginginkan kebahagiaan. 17:18 Saya yakin semua yang hadir kepingin 17:20 bahagia. 17:21 Tapi kebahagiaan kita memandangnya 17:23 berbeda-beda. 17:25 Pasti di antara kita yang hadir juga 17:27 memandang kebahagiaan dengan jabatan. 17:29 Wah, kalau saya menjabat uh bisa apa 17:31 saja lah. 17:32 Apa saja bisa saya lakukan, bantu banyak 17:34 orang apa segala macam. 17:36 Ada yang memandang kebahagiaan dengan 17:37 harta. 17:38 Ada yang memandang kebahagiaan dengan 17:40 istri yang shalihah, ada yang memandang 17:41 kebahagiaan dengan suami yang shalih. 17:43 Ada yang memandang kebahagiaan dengan 17:44 anak yang shalih-shalihah. 17:47 Ada yang memandang kebahagiaan dengan 17:49 lingkungan yang baik, ada yang memandang 17:51 kebahagiaan dengan atasan yang baik. Ada 17:53 yang memandang kebahagiaan dengan orang 17:54 tua yang shalih dan shalihah. 17:57 Ada yang memandang kebahagiaan dengan 17:59 memiliki harta, memiliki apa. 18:01 Tapi itu tidak semua. 18:05 Pertama kalau Anda memiliki jabatan 18:07 tidak digunakan menjadi kendaraan menuju 18:09 surga Allah buat apa? 18:11 Firaun itu punya jabatan tapi malah 18:13 menjadi petaka bagi dia. 18:15 Sampai mengaku Rabb 18:17 ana rabbukumul a'la, aku adalah Rabb 18:19 kalian yang tinggi dalam surat 18:20 An-Naziat. 18:23 Akhirnya Allah tenggelamkan dia. 18:25 Maka jadikan jabatanmu sebagai jembatan 18:27 menuju surganya Allah. 18:29 Yang kedua, 18:30 ada yang memandang kebahagiaan dengan 18:32 harta. Bayangkan Qarun ketika diberi 18:34 harta berlimpah. 18:35 Kita di Indonesia kalau menggali tanah 18:37 kemudian ada harta simpanan disebut 18:39 harta apa? 18:41 Qarun ya di mana kok bisa sampai kemari. 18:43 Saking orang membayangkan begitu luas 18:45 harta Qarun sampai ke Indonesia, padahal 18:47 Qarun ya ada di Mesir. 18:49 Jauh banget. 18:52 Jadi karena dia ditanya tentang harta 18:54 yang dia peroleh dia tidak menyandarkan 18:56 nikmat itu kepada Allah sang pemberi 18:58 nikmat tapi dia kepada dirinya. 19:00 Maka Allah langsung katakan fa khasafna 19:02 bihi wa bi darihil ard. 19:04 Kami tenggelamkan dia beserta hartanya, 19:07 ditelan bumi habis. 19:09 Maka tidak ada tersisa dari Qarun sama 19:11 sekali, istana Qarun juga sudah enggak 19:12 ada. 19:13 Di Mesir itu ada istana kecil itu 19:15 dibilang istana Qarun, itu sama sekali 19:17 tidak ada. Kenapa? Karena ditenggelamkan 19:19 habis semuanya. 19:20 Dia beserta bangunan, beserta rumah, 19:22 beserta harta, semua habis ketelan bumi. 19:26 Fakhasafna bihi wa bidarihil ard. 19:29 Ya. 19:30 Maka para jemaah yang dimuliakan Allah, 19:32 apalagi orang yang punya harta digunakan 19:34 dalam hal yang diridai Allah. 19:36 Mumpung kita masih sehat, kita punya 19:38 harta kita infakkan di jalan Allah. 19:40 Gunakan dalam hal yang bermanfaat. 19:43 Karena belum tentu sesudah wafat kita 19:44 anak kita masih ingat kita. 19:46 Masih mau bersedekah, mau berinfak. 19:48 Padahal kita yang kumpulin harta, kita 19:50 yang ditanya tentang harta. Jangan antum 19:52 berpikir ninggalin warisan begitu antum 19:54 lolos, tidak. 19:56 Enggak ada. Pasti di akhirat akan 19:57 ditanya tentang apa yang kau lakukan 19:59 kepada hartamu. 20:02 Ya. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, 20:05 Nabi sallallahu alaihi wasallam 20:05 bersabda, 20:06 "La tazula qadama abdin yaumal qiyamah 20:09 hatta yus'ala an arba. Tidak akan 20:11 bergeser kaki seorang hamba sehingga 20:12 ditanya tentang tentang empat hal. 20:14 An malihi min aina iktasabahu wa fima 20:17 anfaqah. Tentang hartanya, dari mana dia 20:19 peroleh dan ke manakah dia habiskan." 20:23 Kalau antum gunakan dalam hal yang mubah 20:24 masih aman. 20:26 Apalagi kalau kita tinggal kemudian jadi 20:28 rebutan anak-anak kita. 20:30 Maka saya pernah bikin tema kajian, "Aku 20:32 benci kedua orang tuaku." 20:36 Ada seorang anak lagi anak muda lagi 20:37 ngobrol sama saya, dia bilang sama saya, 20:39 "Syekh, aku benci ayahku." Akhirnya jadi 20:41 tema buat saya, bagus. 20:44 Di antara yang saya tangkap dari anak 20:45 muda itu, dia bilang, "Aku benci kedua 20:47 orang tuaku karena dia meninggalkan 20:48 harta bukan menjadi nikmat buat kami, 20:50 tapi malah menjadi petaka, permusuhan 20:52 antara kami. 20:54 Maka aku benci orang tuaku." 20:57 Coba bayangkan. 20:58 "Aku benci kedua orang tuaku karena dia 21:00 tidak tidak mendidik agamaku. 21:02 Tidak memberikan hafalan Alquran 21:03 kepadaku. Tidak pernah menuntut saya 21:05 masuk ke masjid atau mengenalkan saya 21:07 kepada saudara-saudariku. 21:09 Sehingga ketika ayahku meninggal, 21:10 pamanku meninggal, kita tidak saling 21:12 mengenal. 21:13 Pas kita bertemu ya dengan takdir Allah 21:15 di satu acara, kamu siapa? Saya anak 21:17 fulan. Kamu si fulan. Loh kok kayak ada 21:20 hubungan saudara. Ayah kamu dulu di 21:21 mana? Karena kadang-kadang putus 21:23 silaturahim begitu. 21:25 Jauh jaraknya. 21:27 Apalagi Corona kemarin. 21:29 Dua setengah tahun kita putus. Jangan 21:31 putus. Tetangga kita saja pas dia bilang 21:33 lagi batuk kita dengar dia lagi batuk, 21:35 kita tutup pintu sama jendela. 21:37 Takut itu. 21:39 Umi Corona masuk. 21:41 Jadi subhanallah, kita duduk-duduk 21:42 ketemu orang dia bilang, "Semalam aku 21:44 perasaan demam, mulut apa tenggorokan 21:47 kering, ee terus begini-begini, batuk." 21:50 Hah, batuk? Ih, main ketemu lagi segala. 21:53 Parah nih orang. 21:55 Jadi kadang-kadang Corona ini membuat 21:57 apa? Banyak orang suuzon. Nauzubillah. 22:01 Kita kan kemarin suuzon. Salama sama 22:02 orang saja enggak mau. Jenguk orang 22:04 sakit enggak ada yang berani. 22:05 Betul enggak? 22:07 Nah, sampai ada tukang tukang ojek lagi 22:09 di pinggir jalan lagi nangis gitu. 22:11 Temannya lewat 22:12 mampir. "Ngapain kamu nangis?" Dipeluk 22:14 temannya. 22:15 "Aku lagi positif." Ih, kurang ajar. 22:17 Positif Covid dipeluk aku lagi. 22:20 "Kurang ajar kamu, hah?" 22:22 "Biar Corona berjemaah." 22:24 "Kan pahalanya 27, beda. Kalau saya 22:26 sendirian kan enggak enak." 22:29 Ya. 22:31 Maka para jemaah yang dimuliakan Allah 22:32 subhanahu wa taala. 22:34 Maka kalau kita memandang kebahagiaan 22:36 dengan istri yang salehah, apa gunanya 22:38 Anda punya istri salehah tapi Anda bukan 22:40 suami yang saleh? 22:42 Apa gunanya 22:44 Anda punya istri salehah seperti Firaun 22:46 punya istri namanya Asiyah binti 22:47 Muzahim, dia jadi wanita penghuni surga 22:50 dan suaminya adalah Firaun. Nauzubillah. 22:54 Apa gunanya Anda ini menjadi mendapatkan 22:57 suami yang saleh tapi Anda bukan istri 22:59 yang salehah? 23:00 Sebagaimana Nabi Nuh dan Nabi Luth, 23:02 Allah gambarkan dalam surat Tahrim. 23:13 Mereka berkhianat, bukan khianat artinya 23:15 berzina tidak, khianat dalam akidah. 23:17 Dia tidak beriman kepada Allah subhanahu 23:19 wa taala dan rasulnya adalah suami 23:21 beliau. 23:22 Maka para jemaah yang dimuliakan Allah, 23:24 apa gunanya? 23:25 Anda ini memiliki anak yang saleh tapi 23:27 Anda bukan orang tua yang saleh, 23:29 bayangkan. 23:30 Nabi Ibrahim punya ayah namanya Azar. 23:35 Azar itu yang membuat berhala, apa 23:36 gunanya? 23:38 Anda punya anak saleh tapi Anda bukan 23:39 orang bukan orang tua yang saleh. 23:42 Anda orang saleh apa gunanya? Anda orang 23:44 saleh anakmu bukan anak saleh. 23:46 Sebagaimana Allah gambarkan tentang Nabi 23:47 Nuh. 23:49 Dia punya anak sampai Allah 23:50 tenggelamkan. 24:03 Bagaimana kamu wahai anakku naik bersama 24:06 kami? Ternyata dia tenggelam. 24:09 Maka para jemaah yang dimuliakan Allah, 24:11 apa gunanya? Apa manfaatnya? 24:14 Ya, apa Anda mendapatkan kebahagiaan 24:16 Anda punya anak hafidz Quran dan Anda 24:17 sendiri enggak pernah baca Quran. 24:20 Sampai banyak orang tua berdoa, "Ya 24:22 Rabb, jadikan anakku imam Masjidil 24:23 Haram." Eh, bapaknya aja enggak pernah 24:25 imam musala sebelah rumah. 24:27 Bapaknya aja subuhnya jam 07.00. 24:30 Subuhnya jam 06.00. 24:32 Akhirnya kita dibohongin, ditipu sama 24:34 ustaz-ustaz di Indonesia. 24:36 Dibilangin kunci rezeki adalah salat 24:38 duha. 24:40 Kita dibohongin. 24:41 Kenapa? Ya begitu dikerjain. 24:44 Ya. 24:45 Mana ada salat duha itu kunci rezeki. 24:48 Salat pada umumnya semua menjadi kunci 24:51 mencari keberkahan dan rezeki. 24:53 Seluruh salat, bukan hanya salat duha. 24:56 Justru salat duha itu fungsinya cuma 24:58 satu, utamanya adalah 25:00 sedekah untuk persendian dalam tubuh 25:02 kita. 360 di dalam tubuh. 25:06 Tidak mungkin mustahil kita ketipu 25:08 dibilangin salat duha on time dapat 25:10 rezeki, itu salah 100% dan bodoh yang 25:13 sampaikan. Dan kalau kita percaya juga 25:15 ikut ee. 25:17 Kenapa? 25:18 Kunci rezeki itu salat subuh berjamaah 25:20 di masjid, Bos. 25:23 Salat duha itu sunah. 25:25 Salat subuh itu wajib. 25:28 Allah tidak bakalan memberi keberkahan 25:30 bagi hamba yang melalaikan kewajiban dan 25:32 mengerjakan sunah. 25:34 Enggak mungkin mustahil antum salat 25:36 subuh jam 06.00 atau jam 06.30 atau jam 25:38 berapa, tidak tepat waktu, kemudian 25:41 antum minta dibukakan pintu rezeki. 25:44 Diberikan keberkahan, enggak ada. 25:47 Salat subuh berjamaah di masjid itu 25:49 adalah membuka pintu rezeki buat kita. 25:51 Kemudian baru yang menjadi bumbunya, 25:54 hidangnya itu adalah salat duha, salat 25:57 ee 25:58 syuruk dan lain. Itulah bumbunya. 26:02 Kayak kita kalau lain umat Islam tuh 26:03 lihat jemaah, 26:05 salat Id itu sunah apa wajib? 26:08 Hah? 26:09 Sunah. Salat Idul Fitri, Idul Adha. Yang 26:12 banyak hadir salat Id, banyak enggak? 26:15 Banyak kan? Yang pakai kursi roda, yang 26:16 pakai tongkat, yang nenek-nenek, yang 26:18 kakek-kakek, anak-anak, semua ikut kan? 26:21 Sampai jin juga ikut salat. 26:24 Saking banyak. Tapi lihat mereka pada 26:25 saat salat subuh hari raya, ada enggak 26:27 di masjid orang yang salat? 26:28 Cuma satu saf, 26:30 dua saf. 26:31 Padahal salat subuh itu wajib, salat Id 26:33 itu sunah. 26:35 Kadang-kadang kita begitu dikerjain. 26:37 Salat duha-nya on time jam 07.00 setiap 26:39 hari, jam 08.00 on time tuh salat duha 26:41 agar rezekinya mengalir. Ada seorang 26:43 guru bilang sama saya, "Syekh, aku 8 26:45 tahun jaga salat duha. Kok gaji saya 26:47 enggak naik-naik? Malah yang naik darah 26:49 saya." Untung bukan roh kamu yang naik. 26:52 Kenapa? Saya nanya, jangan mikirin salat 26:55 duha, salat subuhnya di masjid enggak? 26:57 Ya sih kadang-kadang bangunnya telat, ah 26:59 itu enggak bakalan naik gaji kamu naik. 27:02 Darah kamu naik, kolesterol kamu naik, 27:04 iya. 27:05 Tapi enggak bakalan. Maka coba itu 27:07 dipraktikkan itu salat subuh berjamaah 27:09 di masjid. 27:10 Itu buat gerakan itu. Kita tidak mau 27:12 salat subuh, duha internasional, bikin 27:14 kajian ke sana ke mari, bikin buku tebal 27:16 begini. 27:17 Enggak tahu hadisnya dapat dari luar 27:19 angkasa apa dari mana. Harus baca surat 27:21 ini rakaat pertama, rakaat kedua surat 27:22 kedua rakaat ini. Terus ada doa 27:24 Allahumma inna duha duha uka wal baha 27:26 baha uka. Ya Allah jika rezeki saya di 27:28 langit diturunin. Kata Allah, ya udah 27:30 karena kamu enggak bisa sampai langit, 27:31 aku turunin. Jika di bumi dikeluarin, 27:34 dikeluarin. Jika jauh didekatin, 27:36 didekatin. Jika sulit dimudahin. Loh 27:38 kapan kamu usaha? 27:40 Kapan kita bergerak? Ya Rabb, sampaikan 27:43 aja ke kasur kita, ke rumah kita, kan 27:44 enak itu. 27:46 Di langit diturunin wajar, ke bumi 27:48 dikeluarin wajar, jauh didekatin. 27:50 Dekat dimudahin, lah. 27:52 Eee dekat diberkahi, haram di 27:55 dibersihkan. Mana haram dibersihkan? Kan 27:56 doanya begitu. Wa in kana haraman fa 27:58 tahhiru. Kan udah haram. Ini daging 28:01 haram nih, enggak boleh dimakan. 28:03 Daging babi ini enggak boleh dimakan. 28:05 Bagaimana mau dibersihkan? 28:07 Mau diapain aja, mau dipanggang kek, mau 28:09 digoreng kek, mau dibikin rendang kek, 28:11 tetap 28:12 ya enggak bisa. 28:14 Maka itu doa yang diteliti oleh para 28:15 ulama kurang tepat. 28:17 Jadi salat duha itu bebas. 28:20 Mulai dari 15 menit habis salat habis 28:23 terbit matahari sampai menjelang zuhur 28:24 15 menit. 28:26 Di rumah boleh, di musala boleh, di 28:27 masjid boleh, di kantor boleh, di mana 28:29 aja boleh. Minimal dua rakaat, maksimal 28:31 ada tiga pendapat ulama. Ada yang 28:32 mengatakan 12 rakaat, ada yang bilang 28:34 delapan, ada yang bilang tidak ada 28:35 batas. 28:37 Waktu terbaik salat duha antara jam 9 28:38 jam 11. Waktu terbaiknya. Karena pada 28:41 saat itu manusia pada sibuk. 28:43 Ya sampai ke kantor, ada urusan, ada 28:45 kerjaan. Jadi antara jam 9 jam 11.00 itu 28:47 orang paling sibuk. Maka, pada saat 28:49 orang sibuk kita di situ dekat dengan 28:51 Allah. 28:52 Pada saat orang lagi lalai, kita tidak 28:54 lalai. Kita malah ingat Allah subhanahu 28:56 wa taala. 28:57 Dan tidak ada doa bacaan khusus, tidak 28:59 ada doa khusus, bebas. 29:00 Silakan. Sampai saya pernah dapat satu 29:02 buku tentang salat duha, ya salam. Ustaz 29:05 yang itu bikin buku tentang, mendingan 29:06 bikin salat buku tentang salat subuh 29:07 berjamaah, kan enak itu. 29:10 Orang Yahudi enggak takut sama umat 29:12 Islam. Kenapa? Karena salat subuhnya 29:13 masih kesiangan. 29:15 Bagaimana dia mau perang? Salat subuhnya 29:17 aja kesiangan. Panggilan Tuhan aja dia 29:19 ke, 29:20 gimana? 29:22 Maka, saya ingin ya salat subuh itu 29:24 seperti salat Idul Fitri, Idul Adha, 29:25 bukan salat Jumat. 29:27 Karena salat Jumat bagi orang musafir 29:28 tidak wajib, bagi wanita tidak wajib, 29:30 bagi anak tidak wajib, orang sakit juga 29:31 tidak wajib. Tapi, kalau salat Idul 29:34 Fitri, Idul Adha itu ramai banget. 29:36 Maka, coba bayangkan kalau masjid apa, 29:38 silaturahim tadi ya. 29:40 Halo? 29:41 Masih hidup apa? 29:43 Masjid silaturahim tadi. Coba kalau 29:45 jemaah yang hadir di pengajian ini 29:47 sebanyak yang hadir salat subuh besok. 29:49 Amin, insya Allah. 29:51 Ya, jangan amin enggak bangun. 29:53 Amin dan bangun, insya Allah, ya. 29:55 Maka, para jemaah yang dimuliakan Allah. 29:57 Tuh lihat, hadir pengajian tuh. Padahal 29:59 pengajian tidak wajib. 30:01 Ya. 30:03 Itu, tapi subhanallah, giliran subuhnya 30:05 wajib, alah disia-siakan. 30:08 Maka, itulah para jemaah. 30:10 Kalau kita mau mencari keberkahan, 30:12 mencari kemuliaan, 30:14 kebahagiaan dunia akhirat adalah 30:17 pada saat kita lahir di dunia dan 30:19 diazankan di telinga kita. 30:22 Itu kebahagiaan yang sebenarnya. 30:24 Pada saat Anda lahir dan ada yang 30:25 mengumandangkan azan. Yang mengetuk 30:27 telinga kita pertama adalah suara azan. 30:31 Ada hadis riwayat Tirmidzi dan Abu Daud 30:33 dari ee Ubaidillah bin Abi Rafi dari 30:36 ayahnya. 30:37 Dia mengatakan, "Aku melihat Rasulullah 30:39 sendiri yang mengumandangkan azan di 30:41 telinga Al Hasan. 30:43 Cucunya Rasulullah, anak daripada 30:45 Fatimah Zahra ketika dilahirkan. 30:48 Itu ini indah ketika Anda lahir sudah 30:50 diazankan di telinga. 30:54 Kemudian indahnya pada saat Anda itu 30:56 ditahnik oleh orang saleh 30:59 menggunakan kurma. 31:01 Indah pada saat bagiannya pada saat Anda 31:03 diberi nama yang baik. Jangan kayak anak 31:05 yang saya ketemu, dua anak kembar, satu 31:08 diberi nama 31:10 eee 31:12 di dalam surat Al Bayyinah 31:14 khairul bariyah, yang satu lagi dikasih 31:16 nama syarrul bariyah. 31:18 Yang satu lagi sebaik-baik manusia, yang 31:19 satu lagi sejahat-jahat manusia. 31:22 Bapaknya comot dari Alquran. Ya tidak di 31:23 dalam Alquran diambil. 31:25 Abu Lahab juga ada dalam Alquran, Firaun 31:27 ada dalam Alquran, Haman dalam Alquran. 31:29 Kan enggak semua nama yang baik dalam 31:31 Alquran. 31:32 Akhirnya yang satu khairul bariyah masuk 31:34 surga. Ya namanya bagus. Yang satu 31:37 syarrul bariyah sejahat-jahat manusia 31:38 kan kasihan. 31:40 Ya, apalagi yang memberi nama anaknya 31:42 nama yang tidak baik, mengandung makna 31:44 yang tidak baik. Kenapa? Nama itu 31:46 panggilan, panggilan adalah doa. 31:48 Coba kalau manggil anak mau namanya 31:50 saleh, saleh. Ya jadi saleh karena doa 31:52 setiap hari. Orang tua doa mustajab. 31:56 Coba kalau dipanggil anaknya, "Eh bodoh 31:57 lu ya, bodoh sini sini orang bodoh nih." 32:00 Jadi bodoh lama-lama jadinya. Ya. 32:02 Halo. 32:04 Khususnya bapak-bapak, ibu-ibu yang 32:05 sedang kesal sama anaknya, jangan. 32:07 Walaupun kita lagi kesal, lagi ini, tapi 32:10 tetap, "Eh masya Allah anak saleh sini, 32:12 aduh, mama sayang banget sama kamu dan 32:15 bapak kamu." Begitu. 32:17 Anak pulang bawa nilai jelek, istri lagi 32:20 berantem sama suami, suami pergi, anak 32:23 masuk, istri tidak memandang ini anak, 32:25 bukan suami. 32:27 Tiba-tiba dibilang, "Mama, aku dapat 32:28 nilai jelek." "Ih 11-12 sama ayah lu, 32:31 sama aja lu." Ya Allah. Itu jadi itulah 32:35 para jemaah yang dimuliakan Allah 32:36 subhanahu wa Ta'ala. 32:37 Maka pada saat kita memberi nama itu 32:39 bagiannya pada saat diberi nama yang 32:41 baik. 32:42 Kemudian bagiannya seseorang adalah 32:44 ketika dia lahir dari orang tua yang 32:46 saleh dan salehah. 32:49 Kebahagiaan seseorang itu pada saat dia 32:51 diberi nama yang baik. 32:53 Dia diakikahkan jika orang tuanya mampu 32:56 melaksanakannya. 32:58 Kemudian bagiannya seseorang itu 33:01 pada saat dia dididik agamanya, 33:03 akhlaknya, adabnya. 33:05 Pada saat dia dijadikan hafidz Quran. 33:08 Saya kemarin baru saya posting di IG 33:10 saya itu jadi ramai itu. 33:12 Seorang anak muda 33:14 dicium tangannya sama orang yang lebih 33:15 tua, ya Habib gitu. 33:17 Tapi anak muda itu uh kelakuannya luar 33:19 biasa. Saya tidak memandang gelarnya, 33:21 detailnya dia apa, siapa, bukan. Dan 33:23 yang tua itu saya tidak memandang. Tapi 33:25 saya lihat kok mana akhlak ada begitu. 33:28 Itu sambil orang yang Habib itu ngobrol, 33:31 anak muda itu sambil merokok dia. 33:33 Enggak ada adabnya sedikitpun. Saya 33:34 bilang ilmumu setinggi langit masa 33:36 bodoh. 33:38 Orang begitu masa bodoh itu. 33:40 Ilmu dia akan mencelakakan dia. 33:43 Ilmu dia akan menjadi petaka bagi dia. 33:45 Mungkin bisa saja yakin, saya yakin itu 33:47 tidak berilmu. 33:49 Akhirnya ada orang yang komentar bilang 33:50 afwan ini diteliti ini seorang punya 33:52 pimpinan tahfidz Quran terbesar dan 33:54 jamaahnya banyak banyak. Eh lebih 33:56 musibah lagi. 33:57 Kalau dia seorang pengajar Quran punya 33:59 tahfidz Quran tapi akhlaknya kayak 34:01 Firaun. 34:03 Masa bodoh dia siapa, saya enggak 34:04 peduli. 34:05 Saya posting saja, hampir komentarnya 34:08 400 lebih orang. 34:09 Yang nonton hampir 13 44.000 orang. 34:12 Ya saya enggak masalah, kenapa? Saya 34:14 tidak posting untuk memviralkan karena 34:15 memang sudah viral. 34:17 Dan karena sudah diviralkan ya saya 34:19 viralkan lagi. 34:20 Kemungkaran begitu biar tidak 34:21 dicontohkan oleh anak-anak muda tanpa 34:23 memandang siapa yang ada di video itu. 34:25 Hanya kelakuan yang saya komentari. 34:27 Makanya saya enggak sebut nama. 34:29 Cuma hanya di dalam video ini saja yang 34:30 disebut. 34:31 Maka itulah bagiannya pada saat 34:33 seseorang itu dididik akhlaknya dan 34:36 agamanya oleh orang tuanya. 34:38 Imam Abdullah Ibnu Mubarak mengatakan, 34:40 "Kami belajar adab 30 tahun, belajar 34:41 ilmu 20 tahun." 34:44 Saya pernah ketemu dengan orang ya punya 34:46 jabatan gitu. 34:47 Ya dan punya ilmu ya, jabatan dan ilmu. 34:50 Karena dia masuk ke majelis saja saya 34:51 enggak punya adab, masa bodoh saya duduk 34:53 saja. Yang lain pada berdiri, hormatin 34:55 segala macam, ana pura-pura saja enggak 34:57 tahu. 34:58 Kenapa? Kau enggak menghormati yang 34:59 lebih tua, bagaimana kamu minta 35:01 dihormati? 35:03 Mau kamu siapa? 35:04 Saya jangan yang begitu, menteri saja 35:06 saya sentil itu. Kenapa? Saya bukan anak 35:08 buah dia. Saya kan merdeka, bebas. 35:12 Betul? 35:13 Saya 35:14 khotbah Jumat di salah satu masjid 35:16 sebelum Covid itu sekitar 3-4 tahun yang 35:18 lalu. 35:19 Tiba-tiba pengurus masjid bilang, "Syekh 35:21 afwan, bisa tunggu dulu azan Jumat, Pak 35:24 Menteri belum sampai." Ya salam. Pak 35:26 Menteri, manis banget manis jambu. 35:30 Terus saya harus gimana gitu? Bilang wow 35:31 gitu? 35:33 Menteri sampai enggak sampai 35:34 wassalamualaikum. 35:36 Ana enggak ada urusan dengan dia, saya 35:37 bukan anak buah dia, main ngatur-ngatur 35:39 enak saja. Azan sama salat diatur. 35:42 Enak benar hidup. 35:44 Akhirnya saya bilang, 35:47 "Pak, 35:48 ketika waktu azan dikumandangkan azan. 35:51 Tapi kita nunggu sekitar 5-10 menit Pak 35:53 Menteri sampai." 35:55 Saya gini, saya sampaikan kepada antum, 35:58 "Saya ini orang yang tidak takut kecuali 36:00 sama Allah. 36:02 Kalau beliau tidak tepat waktu datang 36:04 pada saat azan dan dikumandangkan, kalau 36:06 sampai azan telat saya mohon pamit. 36:09 Saya mau salat di masjid terdekat. 36:12 Dan jangan antum, acara live di TV saja 36:14 kalau tidak saya suka atau ada 36:15 pelanggaran saya pulang. 36:17 Masa bodoh." 36:20 Akhirnya saya bilang, 36:21 "Pada saat azan mohon dikumandangkan. 36:23 Kalau tidak wallah saya pergi. 36:26 Saya tidak takut kok. 36:27 Saya enggak ada masalah. 36:29 Yang penting agama saya terjaga. Masa 36:30 ana mau ngajak kalian masuk surga, 36:32 kalian ngajak saya masuk neraka. 36:34 Kan tanggung jawab saya, saya 36:35 mengaminkan, saya menyetujuinya. 36:37 Akhirnya 36:39 pada mungkin pengurusnya lihat tuh saya 36:40 sudah agak ini, kurang suka. 36:42 Pada saat waktu azan diazan. 36:44 Saya lagi khutbah di mimbar. 36:46 Si menteri itu, luar angkasa itu, 36:49 itu masuk paling depan lagi. 36:52 Oh, bagus. Ana sentil lagi dari mimbar. 36:55 Ana suntik mati langsung. 36:58 Kamu datang, mau menteri, mau siapa pun, 37:01 kalau tidak ada peluang Anda masuk, 37:03 makruh melangkahi orang. 37:05 Apalagi khutbah sudah mulai. 37:07 Melangkahi orang makruh, kalau menyakiti 37:09 orang haram hukumnya. 37:11 Kalau sampai pada saat melangkahi orang 37:12 itu kena kepala orang, orang lagi ini 37:14 diinjak orang, itu haram, bukan makruh 37:16 lagi, naik level jadi haram. 37:19 Itu menteri itu ngelangkahin semua 37:20 orang, masuk paling depan. Bagus, di 37:23 depan ana langsung. Biar pura-pura 37:26 enggak dengar. 37:27 Eh, di depan ana. Itu khutbah pertama 37:29 ana aman, lancar, lancar jaya. Khutbah 37:32 kedua ana sentil. 37:35 Mudah-mudahan para jemaah yang ingin 37:36 hadir khutbah Jumat, silakan untuk hadir 37:39 lebih awal. Jangan sampai melangkahi 37:41 orang, hukumnya makruh. Kalau menyakiti 37:43 orang haram. Kalau mau duduk paling 37:45 depan, datang paling awal. 37:47 Dia sambil ini ngelihatin ngelihatin ke 37:49 saya. Lihatin saya, habis itu lama-lama 37:52 nunduk dia diam. Ana bilang, 37:53 "Mudah-mudahan mati tahu." Uh, 37:56 masa bodoh. 37:57 Kamu mau merasa kecewa kek, apa kek, 37:59 karena apa? Itu terjadi di depan umum, 38:01 maka saya harus merubah kemungkaran di 38:03 depan umum juga. 38:04 Kecuali kalau itu mungkar dilakukan 38:06 sendiri, enggak ada yang tahu. 38:07 Bersembunyi, enggak boleh saya bongkar. 38:09 Tapi karena di depan umum, ya sudah. 38:11 Akhirnya habis salat Jumat, beliau, 38:12 "Syekh, afwan, saya minta maaf, saya 38:14 telat, gini-gini." Saya bilang, "Antum 38:15 ini menteri. 38:17 Antum ini punya pengawalan. Busway halal 38:19 buat antum, bahu jalan tol juga halal. 38:22 Kenapa kita harus nunggu? Justru antum 38:24 itu gampang sampai ke lokasi. 38:26 Ya, karena antum punya pengawalan, beda 38:28 dengan kita. 38:29 Akhirnya dia bilang, "Saya minta maaf 38:30 ya." Jangan minta maaf sama ana, minta 38:32 maaf sama Allah, sama jemaah, gitu aja. 38:34 Ana ini biasa aja. Kenapa? Kalau saya 38:37 anak buah dia, 38:39 saya enggak bakalan berani begitu. Benar 38:41 enggak? 38:42 Wuih, dicopot saya besok. 38:43 Habis. 38:45 Ya. 38:46 Tapi karena saya bukan anak buah dia, 38:47 maka saya berani bicara. Apa? Demi 38:49 kebaikan beliau, bukan kebaikan saya. 38:51 Saya tidak ada masalah. Saya cuma hanya 38:53 menyayangkan saja apa yang terjadi 38:55 dengan beliau itu. 38:57 Maka, itulah bagiannya seseorang ketika 39:00 dididik adab akhlaknya. 39:02 Anakmu itu enggak usah banyak hafalan 39:04 Quran, enggak usah banyak hafalan hadis, 39:06 adabnya terlebih dahulu. 39:08 Allah memuji Nabi Muhammad karena 39:09 akhlaknya, wa innaka la'ala khuluqin 39:11 azhim. 39:13 Engkau berada di atas puncak kemuliaan 39:14 akhlak. 39:15 Maka kalau kita punya anak itu, kita 39:17 didik akhlaknya. Sama orang lebih tua 39:19 hormat, kamu. Sekarang anak-anak zaman 39:21 sekarang itu beda kelakuannya. 39:23 Berbeda sikapnya. Maka apalagi di zaman 39:25 handphone, medsos, segala macam, itu 39:27 dididik, terus diingatkan. 39:30 Jangan bosan, jangan malas, jangan ini, 39:32 terus mendidik anak untuk menjadi orang 39:34 yang berakhlak mulia. 39:36 Yang paling berat dalam timbangan adalah 39:38 akhlak. 39:39 Yang paling dekat kepada Nabi dalam 39:41 hadis Nabi, orang yang punya akhlak 39:43 mulia. 39:44 Bukan punya banyak ilmu. 39:47 Karena ilmu itu membuat orang makin 39:48 mulia akhlaknya, bukan makin banyak ilmu 39:50 berarti makin sombong, tidak. 39:53 Kemudian yang disebut orang yang bahagia 39:55 adalah orang yang hidup di dunia dan 39:57 tidak punya permasalahan dengan orang. 39:58 Enggak pernah menyakiti orang dengan 40:00 lisannya. 40:01 Lisan itu tidak bertulang, maka gampang 40:03 berbicara. 40:05 Allah kasih dua telinga, satu lidah, 40:07 lebih banyak mendengar dibanding banyak 40:08 bicara. 40:09 Lisan itu tidak bertulang, tapi bisa 40:11 menghancurkan tulang belulang. 40:15 Luka-luka di mulut gampang disembuhkan, 40:17 sariawan pakai obat hilang. 40:19 Sembuh. Tapi luka-luka yang disebabkan 40:22 oleh mulut, itu susah untuk disembuhkan. 40:26 Anda bisa menyakiti hati orang, bisa 40:28 membuat orang meninggal dunia, merasa 40:29 sakit hati, sakit dan lain itu gara-gara 40:31 lisan. 40:33 Anda di akhirat jadi orang bangkrut, 40:34 banyak amal saleh, ibadah tapi diborong 40:36 oleh orang lain karena Anda telah 40:37 menghina orang di dunia. 40:39 Mengucilkan orang di dunia, meremehkan 40:41 orang di dunia. 40:44 Kemudian orang yang bahagia adalah orang 40:46 yang punya harta kemudian dijadikan 40:48 harta itu sebagai jembatan menuju surga. 40:52 Orang yang bahagia itu adalah orang yang 40:53 bangun tengah malam. 40:55 Bercinta dengan Allah walaupun dengan 40:57 dua rakaat. Antum mampu salat tarawih 40:59 selama 30 hari. 41:02 Ada yang 11, ada yang 23, mampu 30 30 41:05 malam berturut-turut. 41:07 Masa sehabis Ramadan tidak bisa lanjut 41:08 dengan dua rakaat sebelum tidur? Atau 41:11 dua rakaat ketika tahajud? 41:13 Anda mampu khatam Quran satu, dua, tiga 41:15 kali di Ramadan, masa di luar Ramadan 41:17 tidak mampu khatam walaupun sebulan 41:18 sekali, dua bulan sekali? 41:21 Anda mampu salat tahajud, salat malam 41:23 tapi masa selepas Ramadan tidak bisa? 41:26 Bagaimana Anda cari kebahagiaan? 41:29 Pasti jemaah ingin bangun salat malam 41:31 semua, semua ingin karena orang yang 41:32 bangun malam itu orang yang mulia. 41:35 Karena kalau Anda mau bangun malam, itu 41:38 kemuliaan. 41:39 Dan Allah tidak akan berikan kemuliaan 41:40 itu kepada orang ahli maksiat. 41:43 Ada seorang ulama ditanya Hasan Basri. 41:46 Kata orang-orang tersebut, "Aku ini 41:48 tidur dalam keadaan sehat, aku 41:49 persiapkan wudu, aku niat bangun malam, 41:51 tapi kenapa enggak bangun?" Kata beliau, 41:53 "Kayadat kadzunubu, dosamu telah 41:55 mengikatmu." 41:58 Ada seorang salaf, ulama salafus saleh 42:00 delapan bulan enggak bisa salat tahajud 42:02 karena satu dosa yang beliau lakukan. 42:04 Bayangkan kita ini banyak bertahun-tahun 42:06 enggak pernah salat. Ya, tahajud 42:08 jangan-jangan dosa kita lebih banyak 42:09 numpuk. 42:12 Bagaimana kita bangun tahajud? Tiga 42:13 cara. 42:15 Tiga poin Anda bisa bangun salat 42:17 tahajud. Satu, pasang niat. Pertama apa? 42:21 Halo? 42:22 Yang pertama apa? 42:24 Pasang niat. Yang kedua pasang alarm. 42:26 Yang kedua apa? 42:27 Yang ketiga minum air banyak. 42:30 Saya yakin tengah malam bangun. 42:33 Ya udah. 42:34 Itu obatnya. 42:36 Benar kan? 42:37 Saya yakin bangun malam ngapain? 42:41 Ah, itulah orang yang malas. Kencing 42:43 katanya. Saya kirain ah, wudu. 42:46 Kan ya sama aja kan beda istilah doang. 42:49 Kayak anak bilang, "Ayah, tukang sampah 42:51 datang." kata anaknya. Kata ayahnya, 42:54 "Beliau tukang bersih, kita ini tukang 42:55 sampah." 42:57 Kan beda istilah aja kan. Tapi 42:59 istilahnya lebih bagus lagi, main 43:00 cantik. Apa antum jarang main cantik? 43:03 Apa tidak main di politik? 43:05 Jadi tuh lihat, istilahnya apa? Ya 43:07 bangun malam memang ke kamar mandi, tapi 43:09 sekalian ambil wudu. 43:11 Saya yakin kalau antum minum air banyak 43:12 tengah malam bangun, masyaallah. Pada 43:13 saat bangun ke kamar mandi ah, sekalian 43:16 ambil wudu deh, salat dua rakaat. 43:20 Kemudian para jamaah yang dimuliakan 43:21 Allah, orang yang bahagia adalah orang 43:23 yang selalu didoakan orang tua. 43:26 Orang yang bahagia adalah yang didoakan 43:28 oleh teman-temannya. 43:29 Orang yang bahagia adalah orang yang 43:31 punya teman-teman jika dia berbuat baik, 43:33 mereka memujinya, 43:35 mendoakannya. Kalau mereka dia berbuat 43:37 buruk, mereka menasehatinya. Kalau dia 43:39 punya aib, ditutupinya. Bukan dibongkar, 43:41 kemudian disebarkan di medsos dan lain. 43:43 Enggak. 43:44 Diantara dia sama Allah kita tahu 43:46 sendiri berdua dia punya aib, enggak? 43:48 Itulah teman atau orang yang disebut 43:50 bahagia. 43:52 Bahagia pada saat Anda punya anak hafidz 43:53 Quran. Di akhirat nanti diberikan 43:55 mahkota dari cahaya. 43:57 Cahayanya lebih terang dibanding 43:58 matahari dan jubah kebesaran. 44:00 Kebahagiaannya seseorang adalah dia 44:03 tidur di malam hari, dia tidak pernah 44:05 nyakitin orang, enggak menghina orang, 44:06 enggak mengucilkan orang. 44:08 Enggak mau menyanggu perasaan orang. 44:11 Bahagianya adalah orang ketika dia jauh 44:12 dari haram, tidak menerima yang haram. 44:15 Tidak menuju tempat yang haram. 44:17 Bahagia adalah suami yang membangunkan 44:18 istri dan anaknya tengah malam. 44:20 Sampai seorang ibu dan bapak bilang 44:22 kasihan anak banyak kerjaan, banyak ini. 44:24 Enggak, justru kasihan di dunia 44:26 dibanding lebih kasihan di akhirat. 44:29 Istirahat kita bukan di dunia, istirahat 44:30 kita ketika berada di dalam surganya 44:32 Allah. 44:33 Istirahat yang benar-benar itu istirahat 44:35 ketika antum berada di dalam surganya 44:37 Allah Subhanahu wa taala. 44:39 Orang yang disebut bahagia adalah orang 44:41 yang diberi kesempatan 44:42 wafat tobat sebelum wafat. 44:45 Orang yang bahagia adalah orang yang 44:47 bisa melafalkan kalimat syahadat sendiri 44:49 tanpa dituntut oleh orang, dia 44:51 melafalkan kalimat syahadat ketika 44:53 menjelang akhir hayat atau ketika 44:55 wafatnya. Itu adalah orang yang bahagia. 44:57 Orang yang bahagia pada saat dia 44:59 dihantarkan, dimandikan jenazahnya oleh 45:01 orang-orang saleh. 45:03 Orang yang bahagia adalah pada saat 45:05 disalatkan jenazahnya ribuan, ratusan 45:07 jemaah yang menyalatkan padahal tidak 45:08 ada hubungan nasab. 45:10 Tapi karena mereka kenal ini ahli 45:12 ibadah, orang saleh. 45:13 Tidak pernah menyakiti orang. 45:16 Orang yang bahagia pada saat dihantarkan 45:18 ke pemakaman bukan cuma dua, tiga mobil 45:21 dan selebihnya itu motor pakai bendera 45:23 kuning, bukan. 45:25 Tetapi orang yang bahagia dihantarkan 45:26 banyak puluhan, ribuan jemaah. Itu orang 45:28 yang bahagia padahal dia bukan pejabat, 45:30 bukan siapa-siapa. Itulah para jemaah 45:32 yang dimuliakan Allah. 45:33 Orang yang bahagia adalah orang yang 45:35 ketika di alam kubur diselamatkan oleh 45:37 Allah dan dia terhindar dari fitnah 45:39 kubur. Orang yang bahagia adalah 45:41 orang yang masuk di akhirat 45:43 kemudian dia diterima buku catatannya 45:44 dengan tangan kanannya. Orang yang 45:46 bahagia adalah orang yang 45:48 mendapatkan naungan Allah di hari 45:49 kiamat. Orang bahagia adalah orang yang 45:51 berjumpa dengan Rasulullah 45:53 di hari kiamat kelak. Orang yang bahagia 45:55 dinyatakan silakan masuk surganya Allah. 45:58 Orang yang bahagia dan paling puncak 46:00 kebahagiaan 46:01 bagi orang muslim masuk surga, 46:04 jumpa Rasulullah dan memandang wajahnya 46:06 Allah subhanahu wa taala. Mudah-mudahan 46:08 kita yang hadir di malam hari ini 46:10 mendapatkan 46:12 daripada kebahagiaan itu. Mudah-mudahan 46:14 kita bisa mendapatkan bagi diri kita, 46:16 keluarga kita, sahabat kita, kerabat 46:18 kita dan seluruh kaum muslimin muslimat 46:20 di manapun mereka berada. Semoga Allah 46:22 bahagiakan kita semua dunia dan di 46:24 akhirat. Amin ya rabbal alamin. 46:27 Mudah-mudahan yang saya sampaikan 46:28 bermanfaat karena MC-nya sudah kasih 40 46:30 menit, 46:31 nampaknya lewat sedikit. Mohon maaf, 46:34 mudah-mudahan Allah berkahi kita semua, 46:35 Allah pertemukan kita di dunia dalam 46:37 taat dan di akhirat di surganya Allah 46:39 subhanahu wa taala. Kembali lagi ke 46:42 studio. 46:43 Ya, 46:44 terima kasih. Jazakallah khair, Ustaz. 46:48 Barakallah. 46:49 Ahmad Al-Misri. 46:51 Eh, selanjutnya para jemaah kami 46:55 persilakan yang 46:56 berkenan menyampaikan pertanyaan kepada 46:58 beliau. Silakan. 47:00 Eh, mungkin satu, dua pertanyaan. 47:03 Kami persilakan yang pertama. 47:09 Silakan ini mau kurban atau mau Ramadan 47:12 atau apa, silakan pertanyaannya. 47:15 Assalamualaikum warahmatullahi 47:16 wabarakatuh, Ustaz. 47:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 47:18 wabarakatuh. Eh, saya ingin menanyakan 47:21 dan ingin mendapatkan oleh-oleh ke 47:23 rumah, Ustaz. Masya Allah, barakallah. 47:25 Mudah-mudahan dari ini kami eh 47:29 ingin menanyakan kira-kira oleh-oleh apa 47:32 yang bisa kami bawa ke rumah sebagai 47:33 oleh-oleh untuk mendapatkan kebahagiaan. 47:36 Iya. 47:38 Terima kasih. Assalamualaikum. 47:39 Waalaikumsalam. Yang pertama, luruskan 47:42 salat kita. 47:44 Lurusnya salat kita, lurusnya hidup 47:46 kita. Yang kedua, jaga lisan kita. 47:50 Ya. 47:52 Pertama, luruskan salat. Yang kedua, 47:53 jaga lisan. 47:55 Karena Nabi bersabda kepada Muadz bin 47:57 Jabal 47:59 yang mencelakakan manusia adalah lisan." 48:03 Yang mencelakakan manusia adalah lisan. 48:05 Yang membuat kita rugi adalah lisan. 48:07 Yang kedua, luruskan salat kita. 48:10 Jika hidup kita merasa goyang, 48:12 berantakan, banyak masalah, luruskan 48:15 salat kita. Mungkin itu dua poin yang 48:17 paling utama kita bisa bawa pulang. Jaga 48:19 salat kita, kerjakan salat tepat waktu, 48:22 berjamaah di masjid, ajak anak, ajak 48:24 istri salat. 48:26 Subuh-subuh bangunin anak enggak 48:27 masalah. Daripada Anda pagi-pagi 48:30 bangunin anak buat sekolahan yang cuma 48:31 mendapatkan dunia, lebih bagus kalau dia 48:34 mendekat dengan Allah. 48:35 Jadi ketika kita meninggal dunia, kita 48:37 aman. Tugas kita sudah selesai. Daripada 48:39 kita sia-siakan, kemudian tak jadi 48:41 tanggung jawab. Maka luruskan salat 48:43 kita, kemudian luruskan lisan kita. 48:46 Luruskan salat dan luruskan lisan. Itu 48:48 yang paling utama. Apalagi sekarang, 48:50 dulu kita bilang jaga lisan, sekarang 48:52 wajib bilang jaga lisan dan tulisan. 48:55 Di medsos sekarang kalau ada gibah 48:57 orang, menjelek-jelekkan orang, atau 48:59 bikin status tentang suami atau tentang 49:01 istri, kan? 49:03 Maka medsos sekarang ajaib. 49:05 Suami kalau punya masalah dengan istri 49:06 harus minta maaf. Kalau tidak, istri 49:08 langsung bikin status. 49:10 Ya, maka harus luruskan salat dan 49:12 luruskan lisan. Semoga Allah jaga kita 49:14 semuanya. Amin ya rabbal alamin. Allahu 49:16 taala a'lam bishawab. 49:18 Amin ya rabbal alamin. 49:20 Pertanyaan berikutnya, kami persilakan 49:22 dari mana? 49:24 Dari balik tirai, silakan. 49:27 Tafadhol, silakan. 49:31 Izin bertanya, asalamualaikum 49:32 warahmatullahi wabarakatuh. 49:33 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:34 wabarakatuh. Pertanyaannya Mohon izin 49:35 menjawab. 49:38 Silakan. Iya. Antum antum mohon izin 49:40 bertanya, saya juga mohon izin menjawab. 49:44 Ya, mohon 49:46 tanya. 49:48 Jadi yang 49:49 terkait tadi sedikit, azan dan iqamah 49:52 untuk bayi. Nah. Bayi yang baru lahir. 49:55 Eee saya pernah mendengar ada ceramah 49:58 atau tausiah online seperti itu. 50:01 Bahwa itu adalah bukan sunah, Ustaz. 50:04 Dan yang sunah itu tadi yang Ustaz. 50:06 Eee yang tadi tahnik tadi. 50:08 Tahnik ya? Tahnik ya. 50:10 Apakah memang benar seperti itu dan 50:12 gimana? Eee. 50:15 Apakah itu 50:16 budayanya atau seperti apa? 50:17 Nah. Dan memang yang 50:19 selama ini berjalan sepertinya seperti 50:21 itu kan. Kami juga dulu waktu anak lahir 50:23 juga 50:24 sama apa namanya pihak rumah sakit itu, 50:26 Pak, segera azankan ini gitu. 50:28 Nah, kami mohon penjelasannya, Ustaz. 50:29 Apakah memang benar seperti itu? 50:31 Nah. Bukan sunah tapi memang mungkin itu 50:33 hadilah ya atau kebiasaan yang menyertai 50:36 dan 50:37 mohon penjelasannya, Ustaz. 50:38 Jazakallah. 50:40 Barakallah fik. Barakallah fik. 50:42 Mayoritas ulama fikih, jumhur fuqaha, 50:45 mayoritas ulama fikih 50:47 menyatakan bahwa disunahkan azan di 50:51 telinga bayi. 50:52 Yang menjadi perdebatan iqamah di 50:54 telinga kiri. Tapi yang disepakati 50:56 hampir mayoritas adalah azan di telinga 50:59 kanannya. 51:00 Dan itu mazhab Syafii, Hanafi dan lain 51:03 sebagainya. 51:04 Dan itu dicantumkan dalam kitab Al 51:05 Mughni Imam Ibnu Qudamah. 51:08 Dan juga dalam kitab Tuhfatul Maudud Bi 51:09 Ahkamil Maulud Imam Ibnu Qayyim Al 51:11 Jauziyah. Kitab itu sudah diterjemahkan 51:13 bahasa Indonesia. 51:15 Yang menjadi landasan ulama untuk 51:17 menjadikannya sebagai dalil hadis yang 51:19 saya sampaikan tadi. Hadis riwayat Imam 51:22 Abu Dawud dalam Sunan beliau. 51:24 Dan hadis ini dinilai sanadnya hasan, 51:26 sanadnya baik oleh para ulama. 51:28 Dari siapa hadisnya? Dari Ubaidillah 51:31 Ibnu Abi Rafi dari ayahnya. 51:34 Bahwasanya ayahnya melihat Rasulullah 51:36 Shallallahu Alaihi Wasallam azan di 51:37 telinga Al Hasan, cucunya Nabi. 51:41 Anak daripada Fatimah Zahra, anak 51:43 daripada Imam Ali ketika dilahirkan oleh 51:45 Sayyidah Fatimah. 51:47 Nabi yang azan langsung di telinga 51:49 kanannya. Dan hadis ini riwayat Abu Daud 51:51 dan dinyatakan sanadnya baik Syekh 51:53 Al-Albani, ulama hadis salafi yang kita 51:56 kenal. Syekh Al-Albani sendiri 51:57 menyatakan sanadnya baik atau sanadnya 52:00 hasan. 52:01 Maka itu yang menjadi rujukan ulama 52:03 bahwa itu sunah bukan budaya. 52:06 Jelas? Wallahu a'lam bis sawab. 52:09 Nah. 52:10 Barakallah. 52:11 Barakallah. 52:12 Pertanyaan terakhir. 52:17 Ada yang bertanya lagi, silakan. Kalau 52:19 dari sisi ibu-ibu ada? 52:21 Mohon dibantu Pak supaya mic-nya bisa 52:23 dipakai. 52:25 Ada ya? 52:27 Mohon dibantu Pak Ustaz. 52:37 Assalamualaikum warahmatullahi 52:38 wabarakatuh. 52:39 Waalaikumsalam warahmatullahi 52:40 wabarakatuh. 52:42 Pertanyaan saya itu sebenarnya sudah ada 52:44 di hati, Ustaz. 52:45 Berarti jawabannya sederhana juga, 52:46 insyaallah. 52:47 Tapi sederhana mahal loh. Sederhana tapi 52:50 intinya untuk meyakinkan kita. 52:55 Misalnya gini, 52:57 dibangunkan untuk tahajud malam. 53:00 Tapi 53:01 entar deh. 53:03 Entar deh, enggak mau bangun. 53:05 Yang membangunkan pasti dapat pahala. 53:07 Nah. 53:08 Tapi yang dibangunkan entar-entarkan 53:11 akhirnya tidur lagi. 53:13 Itu hukumnya gimana? 53:15 Nah. Apakah dia berdosa atau aman? 53:18 Tidak. Yang membangunkan dia dapat 53:20 pahala, yang dibangunkan jadi 53:22 malas-malasan. 53:24 Tidak berdosa. 53:26 Tapi jadi karena orang kebiasaannya ada 53:27 yang tidur berat. 53:29 Di zaman Nabi begitu, ada keluarga itu 53:31 salat subuhnya itu kesiangan terus. 53:33 Karena keluarga itu tidurnya berat. 53:36 Kalau mereka itu enggak bisa bangun, 53:37 susah. 53:38 Kayak orang kalau tidur sudah kayak 53:39 mati. 53:41 Ada yang tidur pas ada yang bisik atau 53:43 bicara di sebelahnya langsung bangun 53:44 gitu kan. 53:45 Ada orang kita mau apa kek, dia kayak 53:48 orang mati itu. 53:49 Ya, maka yang membangunkan tetap dapat 53:51 pahala, yang dibangunkan insya Allah 53:53 mudah-mudahan kita doakan berkali-kali 53:56 diulang untuk orang diingatkan, insya 53:58 Allah bisa terbangun. Tapi kalau tidak, 54:00 enggak berdosa. 54:01 Kita tidak berdosa, kenapa? Karena itu 54:03 salat sunah. 54:04 Yang kedua, dia dibangunkan mungkin 54:06 karena kelelahan atau kecapekan dan lain 54:08 sebagainya, itu harus kita beri uzur. 54:10 Tidak bisa memvonis dia bahwa dia ahli 54:12 maksiat. Kenapa orang tidak bisa bangun 54:14 malam dan subuh? 54:16 Karena ada hadis dari Nabi, pada saat 54:18 kita tidur ada tiga ikatan. Maka ketika 54:20 merukiah orang, kita pegang pundaknya 54:22 sini, nih. Punggung orang di sini nih, 54:24 paling atas nih, tulang ini. 54:27 Nah, pada saat kita merukiah orang, kita 54:28 pegang bagian sini. 54:30 Karena jinnya ada di sini. 54:32 Dan di dalam hidung. 54:34 Ya, hidung di sini. Maka kalau kita 54:36 semprot air rukiah di dalam hidungnya, 54:38 dia teriak. 54:40 Jelas? 54:41 Maka pada saat kita tertidur atau mau 54:43 tidur malam hari, setan mengikat tiga 54:45 ikatan di sini. 54:46 Pada saat kita terbangun, kemudian kita 54:49 berzikir, lepas ikatan pertama. 54:51 Yang kedua, kalau kita berwudu, lepas 54:53 ikatan kedua. Kalau kita salat, lepas 54:55 ikatan ketiga. Maka walaupun kita cuma 54:57 tidur dua tiga jam, pagi hari segar 54:59 badan kita. Coba kalau kita salat subuh 55:01 berjemaah. Atau bangun tengah malam 55:03 salat. 55:03 Pasti pagi hari segar, walaupun baru 55:05 tidur dua tiga jam. 55:07 Tidak wajar kita terima ya, biasa enam 55:09 delapan jam gitu waktu kita istirahat. 55:12 Tapi sekarang bukan dari jumlah 55:13 ee apa, jumlah waktunya atau jumlah saat 55:16 yang kita tidur, tapi kualitas dari 55:18 tidurnya kita itu. 55:20 Ya. 55:21 Maka kalau orang terlepas tiga ikatan 55:23 itu, insya Allah bangun pagi hari segar. 55:25 Maka orang tersebut boleh kata Nabi 55:27 sallallahu alaihi wasallam, jika seorang 55:28 suami istri saling membangunkan, di di 55:31 iniin aja mukanya dengan air gitu. 55:34 Ya, tapi jangan pakai ember. 55:37 Ya, ya dipake siram aja sedikit gitu, 55:40 cipratin aja mukanya gitu kan biar 55:41 bangun. Tapi kalau suaminya berakhlak 55:43 mulia atau orang itu berakhlak mulia, 55:45 dia bangun tersenyum. Kalau yang lain 55:47 bangun ngamuk langsung. Hah? 55:49 Ya. 55:50 Wallahu a'lam bissawab. 55:52 Kalau salatnya salat wajib, Ustaz? Kalau 55:55 salat wajib harus dibangunkan. 55:57 Kalau enggak mau? Kalau enggak mau dia 55:59 berdosa, karena itu beda levelnya salat 56:02 wajib dengan salat yang sunah. Wallahu 56:04 a'lam bissawab. Terima kasih, Ustaz. 56:05 Barakallahu fik. Wa'alaikumussalam. 56:06 Silakan, Bu. 56:08 Eh, saya mau nanya. 56:10 Assalamualaikum, Pak Ustaz. 56:11 Wa'alaikumussalam. Eh, tadi kan katanya 56:13 untuk meluruskan 56:16 eh, bahagianya kita kan salat 56:18 berjamaah di masjid. 56:19 Eh, kalau pria bisa. Kalau apakah wanita 56:22 juga diwajibkan seperti itu atau bisa di 56:24 rumah? 56:25 Wa- wanita tidak diwajibkan salat di 56:26 masjid dan tidak dilarang ke masjid. 56:29 Dalam Sahih Muslim, Nabi bersabda, "La 56:31 tamna'u ima allahi masajidallah." Jangan 56:34 melarang wanita menuju masjid Allah. 56:36 Jadi, salat itu terbaik wanita itu di 56:38 rumah 56:39 dan di ruangan lebih bagus daripada 56:41 ruangan yang lain. Lebih bagus lagi 56:44 kamar tidurnya, makin tertutup makin 56:45 bagus. Tetapi kalau dia mau menuju ke 56:47 masjid, tidak boleh dilarang. 56:50 Tidak diperintahkan ke masjid dan tidak 56:52 dilarang ke masjid. 56:54 Dilarang pada suatu saat, suatu kondisi 56:56 jika jarak rumahnya dari masjid itu 56:58 jauh, takut terjadi fitnah, apalagi saat 57:00 subuh. 57:02 Nah, kalau terjadi fitnah, lebih baik di 57:04 rumah dibanding di masjid. Kalau beda 57:05 enggak pahalanya, Tidak, insyaallah. 57:08 Maka kalau di rumah, ajak anak yang 57:10 perempuan ikut salat berjamaah. 57:12 Ya, ajak anak perempuan. Kenapa? Biar 57:14 kebagian pahala, kita didik mereka juga 57:16 biar lebih dekat kepada Allah subhanahu 57:19 wa ta'ala. 57:20 Wallahu a'lam bissawab. Terima kasih, 57:21 Pak Ustaz. Barakallahu fik. 57:46 Ya.