Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:16 Ikhwan akhwat rahimakumullah syukur 0:19 alhamdulillah atas karunia, hidayah, 0:21 rahmat Allah 0:23 sehingga kita dapat berada bersama-sama 0:26 di acara tausiah pagi Radio Silaturahim 0:30 yang hadir setiap kali jam 09.00 lewat 0:34 sekian menit dan tentu saja tidak lupa 0:37 salam selawat kita lantunkan kepada 0:39 junjungan umat, kekasih kita Muhammad 0:42 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 0:44 yang mudah-mudahan kelak kita 0:46 dipertemukan dengan beliau di saat-saat 0:48 yang sangat kita rindukan di yaumil 0:50 akhir. 0:52 Seperti biasa untuk hari Rabu tausiah 0:55 pagi bersama Ustaz Abul Hidayah Sairoji, 0:57 beliau sudah siap di sini. 0:58 Assalamualaikum warahmatullahi 1:00 wabarakatuh, Ustaz. Assalamualaikum 1:02 warahmatullahi wabarakatuh. 1:04 Alhamdulillah sehat bugar ya, Ustaz ya. 1:06 Alhamdulillah, insyaallah. Ustaz, jujur 1:09 banget bahwa kita semua sangat takut 1:11 sama yang namanya api. 1:13 Apalagi api neraka. 1:15 Terus orang-orang yang tidak bakal 1:17 disentuh api neraka itu orang-orang 1:19 seperti apa ya? Ya, nanti kita 1:22 bicarakan. Alhamdulillah. Mari kita 1:24 simak [berdehem] karena kita semua pasti 1:27 merindukan sesuatu yang betul-betul 1:29 membuat kita jauh dari apa yang disebut 1:32 jilatan api neraka. Silakan, Ustaz. Ya. 1:39 Assalamualaikum 1:41 warahmatullahi wabarakatuh. 1:43 Waalaikumsalam. 1:45 Bismillahi alhamdulillah 1:48 was salatu was salamu ala rasulillah 1:51 wa ala alihi wa sahbihi wa mau wa man 1:54 tabiahu bi ihsanin ila yaumil qiyamah. 1:57 Maa syaa Allahu kan wa ma lam yasya lam 2:00 yakun 2:01 la haula wala quwwata illa billah amma 2:04 ba'du. 2:07 Ayyuhal ikhwan rahimakumullah, kaum 2:09 muslimin 2:10 saudara-saudaraku di manapun Anda berada 2:14 alhamdulillah pagi ini kita bisa berke 2:16 berjumpa kembali 2:18 mudah-mudahan pagi yang diberkati oleh 2:21 Allah subhanahu wa taala 2:22 pertemuan kita pertemuan yang diharapkan 2:25 bisa memberikan manfaat baik untuk diri 2:28 kita ataupun untuk orang lain. 2:31 Semoga para pendengar setia, para 2:33 pemirsa TV lewat 2:36 YouTube dan sebagainya 2:39 mudah-mudahan senantiasa 2:41 dapat bimbingan dari Allah subhanahu wa 2:43 taala 2:44 dimudahkan segala urusan 2:46 dan dimantapkan iman Islamnya, sedangkan 2:49 yang masih dihadapkan oleh 2:52 ujian yang sakit mudah-mudahan segera 2:54 disembuhkan 2:56 yang sedang menghadapi masalah kemudian 2:58 mudah-mudahan diberikan solusi yang 3:00 terbaik. Amin, Allahumma amin. 3:05 Beberapa kali pertemuan kita kita masih 3:07 bicara soal 3:10 indahnya silaturahim 3:13 dan ini menjadi satu keharusan, menjadi 3:16 ciri manusia bermartabat 3:19 sebagai makhluk sosial yang tidak 3:21 mungkin dia bisa hidup sendiri, dia amat 3:24 sangat memerlukan orang lain. 3:27 Maka di sini menjadi parameter 3:30 baik buruknya seseorang 3:33 selain dari segi keimanan akan dinilai 3:36 bagaimana interaksi 3:39 mereka terhadap sesama 3:41 yang disebut dengan silaturahim. 3:44 [berdehem] 3:45 Bahkan dalam sebuah hadis yang kemarin 3:46 sudah kita sampaikan 3:49 bahwa 3:51 orang yang 3:53 insyaallah 3:55 akan masuk surga 3:57 adalah orang yang pertama 4:00 mereka 4:02 adalah orang-orang yang menyembah Allah 4:06 dan tidak menyekutukan dengan sesuatu 4:08 apapun. 4:10 Bahkan disebutnya adalah 4:13 orang yang dekat dengan surga dan jauh 4:15 daripada api neraka 4:17 mereka menyembah Allah dan tidak 4:19 menyekutukan dengan sesuatu apapun 4:22 mereka menegakkan salat 4:24 mengeluarkan zakat dan satu hal 4:27 adalah wat tasilu rahim mereka 4:30 menghubungkan silaturahim. 4:34 Bahkan ada sanksi yang 4:37 perlu juga disampaikan bahwa 4:41 Baginda Nabi juga mengatakan la 4:42 yadkhulul jannah qati'ur rahim. 4:46 Tidak akan masuk ke dalam surga 4:49 orang yang 4:51 memutuskan silaturahim. 4:53 Jadi betapa pentingnya silaturahim, 4:56 memang 4:58 manusia diturunkan di muka bumi ini 5:00 mencip di dengan tugas sebagai 5:02 khalifatullah di muka bumi 5:05 adalah 5:06 men diharapkan menciptakan kehidupan 5:09 yang harmonis kepada sesama. 5:11 Jangankan kepada sesama manusia terhadap 5:14 lingkungan 5:16 yang disebut dengan ramah lingkungan, 5:18 baik kepada makhluk lain seperti 5:20 binatang 5:21 kemudian juga tumbuh-tumbuhan dan 5:23 seterusnya 5:25 apalagi kepada sesama manusia. 5:27 Bahkan dalam hadis yang lain yang 5:29 diriwayatkan Imam Baihaqi, Rasulullah 5:31 juga mengatakan innar rahmatala 5:35 la tanzilu ala qaumin fihim qati'ur 5:38 rahim. 5:39 [batuk][berdehem] 5:40 Sesungguhnya rahmat 5:42 maksudnya rahmat Allah 5:44 tidak akan turun atas kaum yang di 5:47 dalamnya mereka adalah memutuskan 5:49 silaturahim. 5:50 Jadi betapa pentingnya silaturahim dan 5:53 ini menjadi 5:54 apa namanya 5:56 ciri khas daripada agama Islam yang 5:58 hidup di tengah masyarakat 6:00 yang mereka harus hidup harmonis 6:02 berdampingan sesamanya, saling tolong 6:05 menolong, saling nasihat menasihati 6:08 saling kuat menguatkan, bahkan Allah 6:10 sendiri menetapkan kecintaanku 6:13 akan aku berikan pada orang yang selalu 6:16 mereka berkasih sayang sesamanya tapi 6:18 mereka lakukan hanya karena Allah. 6:22 Haqqat mahabbati lil mutahabbina fiyya. 6:27 Sesungguhnya 6:29 kepastian ataupun ketetapan kecintaanku 6:32 akan aku berikan pada orang yang 6:35 mereka saling mencintai 6:38 saling menyayangi 6:41 tetapi dia lakukan itu bukan karena 6:42 pamrih 6:44 bukan karena kepentingan 6:46 bukan ada udang di balik batu 6:49 tapi mereka lakukan itu hanya karena 6:50 Allah dia merasa sebagai sama-sama hamba 6:53 Allah sesama makhluk yang hidup 6:56 berdampingan yang saling memerlukan, 6:58 maka dalam menjalin kehidupan itu 7:01 berinteraksi didasarkan pada kasih dan 7:04 sayang karena Allah. 7:07 Yang kedua 7:09 wa haqqat mahabbati lil 7:13 lil 7:15 mutasa mutasawilin muta mutasawilin 7:18 orang yang saling 7:20 mena apa bersilaturahim 7:25 saling bersilaturahim sesamanya 7:27 kemudian yang ketiga adalah saling 7:30 nasihat menasihati 7:32 dan kemudian 7:34 yang keempat adalah 7:36 lil mutabazilin 7:38 saling memberi 7:41 mutazawirin saling mengunjungi satu 7:44 dengan yang lain. 7:45 Inilah 7:46 pentingnya silaturahim 7:48 menjalin hubungan kepada sesama 7:51 semua dilakukan karena Allah. Kalau saja 7:54 dalam peradaban modern ini kehidupan 7:57 kita 7:58 yang sudah ditopang oleh 8:01 penemuan sains dan teknologi serba 8:04 kemudahan-kemudahan 8:05 didasari pada kehidupan yang satu 8:08 motivasinya adalah mengabdi kepada sang 8:11 pencipta yaitu Allah dan yang kedua 8:13 membangun peradaban ini didasarkan pada 8:16 kasih sayang dan silaturahim 8:18 dunia akan 8:19 aman tentram damai sejahtera 8:24 penuh dengan 8:25 bertaburannya 8:27 senyum 8:28 dalam kehidupan, jauh dari bahasa dan 8:31 dengki dan ini sebenarnya dikehendaki 8:33 oleh Islam. 8:34 Jadi tidak benar kalau orang mengatakan 8:36 bahwa Islam itu 8:38 jahat, bahwa Islam itu 8:40 apa namanya 8:42 dalam kehidupan ini 8:45 di 8:47 apa namanya suka berperang dan 8:48 sebagainya, tidak benar sama sekali. 8:51 Jadi justru itu yang kasih sayang itu 8:53 bukan ajaran dari tetangga kita 8:56 bukan dari mana-mana, tapi justru kasih 8:58 sayang menjadi pilar utama sesudah 9:00 keimanan yang harus kita jalin dalam 9:03 kehidupan. 9:04 [berdehem] 9:05 Nah, kali ini adalah 9:07 saya sudah sampaikan sebuah hadis sahih. 9:12 Jadi ada golongan yang 9:14 kelak pada hari kiamat adalah termasuk 9:17 golongan orang yang haram 9:19 tersentuh api neraka. Wah, ini dahsyat 9:22 sekali kalau bisa kita dapatkan. 9:25 Aduh, gimana kira-kira ini? Mungkin 9:28 enggak? 9:29 Secara pribadi kita coba menghitung diri 9:31 kira-kira kita ini pantas enggak? 9:33 Nanti di akhirat nanti orang yang bebas 9:36 dari sentuhan api neraka, bahkan 9:38 diharamkan oleh Allah hamba Allah ini 9:42 dari sentuhan api neraka. 9:44 Nah, kita memantaskan diri kira-kira 9:46 pantas apa enggak? 9:48 Dari mana pantasnya? Ya, kalau kita 9:50 sudah 9:51 ya, kalaupun berbuat salah dosa, 9:53 dosa-dosa kecil-kecillah, itupun selalu 9:56 diimbangi dengan amal perbuatan baik dan 9:58 seterusnya. Tapi kalau banyak dosa, 10:00 masih bohong, masih dusta, masih 10:04 selimpat-selimpet, masih hidup tukang 10:06 kalengkong, masih ada hasad, dengki, 10:09 permusuhan, kebencian. 10:11 Kayaknya jauh dong dari apa yang 10:13 dikehendaki oleh Rasulullah. 10:15 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 10:16 mengatakan dari sebuah hadis. 10:18 Dari Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 10:21 anhu qala qala Rasulullah sallallahu 10:22 alaihi wasallam. 10:24 Beliau bersabda. 10:26 Ala ukhbirukum biman tahrimu alaihin 10:29 nar. 10:31 Maukah aku kabarkan kepadamu, aku 10:33 beritahukan kepadamu. 10:36 Bagaimana atau terhadap orang yang 10:38 diharamkan atasnya dari sentuhan api 10:42 neraka. 10:44 Tentu jawabannya para sahabat itu pasti. 10:47 Qalu mereka menjawab, bala ya 10:50 Rasulullah. Tentu saja ya Rasulullah. 10:53 Siapa yang enggak senang. 10:55 Ingin bebas dari sentuhan api neraka. 10:57 Kalau bisa. Jangankan tersentuh, melihat 10:59 saja jangan kalau bisa. 11:02 Nah ini dikabarkan begitu oleh Baginda 11:04 Nabi tentu para sahabat senang sekali. 11:07 Lalu beliau bersabda, qala. 11:10 Beliau bersabda, kullu hayyinin layyinin 11:14 qaribin sahlin. 11:18 Maka. Beliau mengatakan, setiap. 11:22 Apa? Hayyinin. 11:25 Layyinin qaribin sahlin. Jadi hanya 11:28 empat macam itu. 11:30 Pertama, hayyinin adalah orang yang 11:32 tenang. 11:34 Yang pembawaannya tenang. 11:37 Teduh lahir batin. 11:40 Jadi hatinya itu tenang, adem ya. 11:43 Tidak grusa-grusu. 11:46 Selalu mantap pribadinya. 11:49 Tidak gampang marah. 11:51 Tidak gampang tersinggung. 11:54 Penuh pertimbangan, bijak dalam 11:56 mengambil langkah. 11:59 Milah-milih dalam kehidupan. 12:02 Tidak mudah memaki dan tidak mudah 12:04 melaknat terhadap orang lain. 12:07 Itu pertama yang disebut dengan 12:09 hayyinin. 12:11 Artinya tenang. 12:13 Teduh lahir batin. 12:16 Tidak labil jiwanya. 12:19 Tidak gampang marah. 12:21 Penuh pertimbangan dalam langkah dengan 12:23 kebijakan, ditimbang-timbang, 12:25 dipilah-pilih. 12:27 Langkah-langkah hidup, kalimat, 12:29 perbuatan, pikiran yang benar, tidak 12:32 mudah memaki dan tidak mudah melaknati 12:35 orang. 12:37 Kira-kira masuk enggak dalam golongan 12:39 ini. 12:41 Ya. 12:42 Bahagia sekali. 12:43 Kalau antum diantara antum, diantara 12:46 kita. 12:47 Ya termasuk saya juga yang ngomong. 12:50 Punya jiwa seperti ini itu luar biasa, 12:52 anugerah Allah yang luar biasa. 12:55 Ya jiwanya tenang. 12:57 Teduh. Tidak grusa-grusu. 13:00 Ya tidak meledak-ledak, tenang. 13:03 Bagaikan. 13:05 Air laut ketika sedang teduh. 13:08 Tanpa riak dan tanpa gelombang. 13:11 Ya biasanya air yang dalam. Itu tanpa 13:15 riak, tanpa riak air tenang suasana 13:18 kelihatan. 13:20 Ini yang pertama. 13:21 Yang kedua al layyinin, layyinin. 13:25 Lemah lembut. 13:28 Ya Allah. 13:29 Kelemahlembutan memang orang senang 13:31 kalau diperlakukan dengan lemah lembut. 13:34 Sopan santun. 13:37 Ya baik dalam bertutur kata. 13:40 Maupun bersikap. 13:43 Jadi tidak asal nyemplong kalau ngomong. 13:45 Dia pertimbangkan betul. 13:48 Jangan sampai menyinggung orang lain, 13:49 tidak kasar. 13:51 Tidak grusa-grusu, tidak galak. 13:55 Tidak suka memarahi orang. 13:58 Bukan berarti tidak boleh marah ya, 13:59 marah boleh tapi marah benar gitu. 14:02 Tidak gampang, tidak suka memarahi orang 14:04 sedikit-sedikit marah. 14:06 Ada apa tersinggung sedikit marah. 14:08 Ya belum jelas sudah marah duluan. 14:12 Tidak juga suka memaksa orang. 14:14 Tidak memaksakan kehendak, pikirannya 14:17 pada orang lain. 14:18 Selalu menginginkan kebaikan terhadap 14:21 sesama. 14:23 Aduh ini semua ternyata. 14:26 Tidak pakai modal tapi ternyata berat 14:27 juga ya. 14:29 Ya untuk bisa diamalkan masya Allah ini 14:31 perlu latihan-latihan terus. 14:34 Jadi layyinin adalah orang yang lemah 14:37 lembut. 14:38 Yang santun, baik dalam dalam tutur 14:41 kata. 14:43 Maupun bersikap ya sikapnya sopan. 14:47 Hormat sama orang tua. 14:49 Nah orang yang berilmu. 14:52 Kepada atasannya. 14:54 Juga sayang pada bawahan. 14:56 Tidak kasar kalau ngomong tidak kasar, 14:59 apalagi sikap dan tindakan. 15:02 Tidak galak ya main hantam saja. 15:05 Tidak suka memarahi orang. 15:08 Tidak suka memaksa. Selalu menginginkan. 15:11 Kebaikan terhadap sesama. Jadi 15:14 keinginannya selalu baik. 15:17 Bertemu dengan orang dia menginginkan 15:19 kebaikan, sebenarnya tersirat di situ. 15:22 Ucapan salam orang beriman baru bertemu, 15:25 baru berjumpa sudah doanya adalah 15:27 assalamualaikum warahmatullahi 15:29 wabarakatuh. Semoga Anda. 15:32 Yang baru bertemu ini. 15:34 Diberikan keselamatan oleh Allah, 15:36 dilimpahkan keselamatan, rahmat dan 15:38 berkah dari Allah. 15:41 Ini salamnya luar biasa 15:43 enggak ada seindah, sehebat salamnya 15:45 orang Islam. 15:47 Kalau selamat pagi yang selamat paginya 15:49 bukan orangnya. 15:51 Selamat malam, selamat petang, 15:52 selamat-selamat tapi kalau ini selamat 15:54 di ucapkan mudah-mudahan Anda. 15:57 Saudaraku, temanku, sahabatku. 15:59 Apalagi guruku, orang tuaku. 16:03 Bahkan adik-adik. Ku misalnya atau. 16:08 Kepada. 16:09 Siapapun. 16:11 Semoga rah selamat. 16:13 Keselamatan, rahmat dan berkah Allah 16:16 curahkan kepadamu. 16:18 Maka ketika salam itu diucapkan kita 16:21 harus terima kasih ya Allah ini 16:23 saudaraku. 16:25 Padahal bukan saudara kandung entah dari 16:27 mana sesama muslim karena akidahnya 16:29 sama. 16:30 Begitu ketemu saja dia sudah mendoakan 16:32 dan tentu saja di dalamnya. Tersirat 16:35 satu makna bahwa sikap orang beriman itu 16:38 adalah yang orang menghendaki orang lain 16:40 itu selamat sejahtera. 16:43 Jadi kalau ada orang lain tetangga kita, 16:44 saudara kita, teman kita sukses, 16:47 keberhasilan. 16:49 Dalam arti ya di murahkan rezekinya 16:52 kemudian dimudahkan. 16:54 Prestasinya ke luar biasa kita ikut 16:57 senang 16:58 [berdehem] 16:58 itu tanda orang beriman. 17:02 Tapi kalau sebaliknya. 17:04 Walaupun kita harus. 17:05 Ucapan salamnya assalamualaikum tapi 17:07 ketika saudara kita, tetangga kita, 17:10 teman kita sukses. 17:12 Banyak uang malah kita meriang itu 17:14 tandanya hati kita yang tidak bersih, 17:16 tidak tulus. 17:19 Nah jadi layyinin di sini selain lemah 17:20 lembut adalah dia selalu menginginkan. 17:24 Kebaikan terhadap orang lain. 17:27 Kalau melihat penderitaan orang lain iba 17:29 hatinya tersentuh. 17:32 Ingin memberikan solusi walaupun 17:35 kadang-kadang keinginannya lebih besar 17:37 daripada kemampuannya. 17:39 Kalau ada anak terlantar yang lintang 17:42 lantung enggak karuan enggak bisa 17:43 sekolah. 17:45 Karena tidak ada kemampuan orang tua 17:47 membiayai sekolah rasanya dia ingin 17:49 menjadi orang tua asuh. 17:52 Bagaimana supaya saya menjadi orang tua 17:54 asuh. Walaupun kadang-kadang dia juga 17:56 tidak punya kemampuan. 17:58 Maka beruntung kalau punya jiwa seperti 18:01 ini kemudian dia punya kemampuan. 18:05 Dilihat ya Allah kamu anak siapa nak. 18:08 Ya di kampung sini Pak, kamu kenapa 18:10 tidak sekolah enggak punya uang enggak 18:12 punya biaya untuk sekolah sini nak. 18:15 Ya nanti datang kepada Bapak nih atau 18:17 pada Ibu. 18:19 Kamu akan saya sekolahkan. 18:21 Biaya saya tanggung ya, lha duitnya 18:23 banyak untuk apa. 18:25 Numpuk mau dibawa mati apa. 18:27 Mending untuk begini ini. 18:28 Siapa tahu diantara mereka itu akan 18:31 nantinya menjadi orang yang sukses. 18:33 Berbuat kebaikan yang amal jariyah yang 18:35 terus akan berkepanjangan. 18:37 Memutus rantai kemiskinan. 18:40 Dari dia lah mulai kehidupan yang mapan. 18:43 Mungkin anaknya lagi sebenarnya ada ke 18:45 kecerdasan. Sehingga mampu meraih yang 18:48 pendidikan tertinggi dan seterusnya, 18:50 apalagi bisa menjadi tokoh masyarakat, 18:52 tokoh bangsa. Yang bisa membawa kepada 18:54 kebaikan masya Allah ini luar biasa. 18:57 Jadi enggak usah harus diminta. 19:04 Lihat karyawannya mungkin hanya OB saja. 19:08 Atau mungkin karyawan biasa, tapi 19:10 dilihat dia punya skill bagus, 19:11 kejujuran. 19:13 Kesalehannya kenapa tidak. 19:17 Kamu sekolah apa nih, saya cuma SMA saja 19:19 Pak. 19:21 Saya cuma SMP saja Pak makanya jadi OB 19:23 di sini. 19:25 Kamu mau belajar, mau Pak. 19:28 Dilihat memang anak ini rajin membaca 19:30 dan sebagainya, kamu sekolah. 19:33 Bapak yang akan menyekolahkan kamu. 19:36 Waduh kalau ada direktur begitu nikmat 19:38 benar rasanya, masya Allah. 19:41 Kita punya tetangga yang seperti itu 19:43 alhamdulillah. 19:45 Di sisi satu lingkungan masyarakat dia 19:47 orang kaya. 19:49 Kekayaannya berlimpah ada di mana-mana. 19:52 Kok ada tetangganya yang miskin jangan 19:54 miskin enggak Kok ada tetangganya yang 19:56 miskin, jalannya miskin, rumahnya mau 19:58 reyot, mau rubuh. 19:59 Lha iya, perhatian. Orang yang 20:02 tidak ingin disentuh api neraka, 20:05 dia segera ngambil sikap. 20:08 Panggil itu asisten, para pembantunya. 20:11 Coba, kok saya 20:13 apa, melihat ada rumah mau rubuh, punya 20:15 siapa itu? 20:17 Sudah kamu hitung biayanya, buatkan 20:20 rumah yang layak untuk dia. 20:22 Ya Allah, paling berapa sih dibanding 20:24 dengan kaya yang berlimpah. Nah, kalau 20:26 jiwa seperti ini ada, insya Allah. Bukan 20:29 untuk siapa-siapa, 20:32 tapi justru untuk dirinya sendiri. Apa 20:35 yang dia berikan, 20:36 apa yang dia sumbangkan, 20:39 apa yang sudah dia, apa namanya, berikan 20:41 bantuan pada masyarakat yang tua, yang 20:44 lemah, yang miskin, yang perlu bantuan 20:46 dan seterusnya. Dia lakukan itu tanpa 20:49 harus diminta, karena care dan 20:51 kepedulian 20:52 tidak hanya simpati, tapi empati. 20:56 Nah, inilah termasuk di antara 20:59 karakter orang yang 21:00 layyin. 21:02 Ya, layyin. Kemudian sering disebut 21:04 sebagai menjadi nama, menjadi Lina. 21:08 Layyinah, Lina. 21:13 Sebenarnya mudah bagi yang mampu. 21:15 Kalaupun 21:17 saya tidak punya kemampuan seperti itu, 21:19 tapi tetap saja rasa simpati dan empati 21:22 ada, 21:23 kalau memang imannya itu bekerja dengan 21:25 baik dan tumbuh ngrembuyung dalam 21:27 jiwanya. 21:28 Paling tidak dia lantunkan doa 21:30 diam-diam. Ya Allah, ada ibu-ibu, 21:32 nenek-nenek tua yang kelihatan, cuma 21:35 bisa memberikan berapalah, 21:37 sekadar uang untuk dia. 21:39 Tapi diam-diam di hatinya dia lantunkan 21:41 doa kepada Allah. Ya Allah, berikan 21:43 kemudahan. 21:44 Tolonglah dia, ya Allah, lapangkan 21:46 rezekinya. Diam-diam yang didoakan juga 21:48 enggak ngerti. Kenapa? Sifat lemah 21:51 lembut dan ingin menginginkan kebaikan 21:54 untuk sesama. 21:56 Ini yang 21:58 disebut dalam bahasa 22:01 kajian akhlak dan akidah, 22:03 itu orang yang berjiwa itsariyah. 22:07 Altruisme. 22:09 Dia rela 22:10 memberikan sebagian kebahagiaannya 22:13 diberikan untuk orang lain. 22:15 Dia rela bersusah payah untuk 22:17 kebahagiaan orang lain. 22:19 Dia rela berjuang dengan kapasitas kap 22:22 kapasitasnya, yang dia punya kemampuan, 22:25 potensi berpikirnya, untuk kemakmuran 22:28 satu bangsa. 22:30 Kalaupun dia menjadi pemimpin, misalnya 22:31 menjadi walikota, menjadi bupati, 22:34 menjadi gubernur, dia rela berkorban, 22:36 kerja keras. Yang dia pikirkan, 22:39 bagaimana rakyat saya 22:41 bisa makmur, 22:43 menikmati kehidupan dan 22:46 suasana yang 22:48 damai dan tentram. 22:50 Itu yang dia pikirkan. 22:52 Apalagi kalau bisa jadi presiden. 22:55 Presiden enggak mikirin keluarga, tapi 22:57 mikirin rakyat 22:58 semua yang menjadi tanggung jawab 23:01 kepemimpinannya. Inilah yang disebut 23:03 dengan layyin. 23:05 Ya. 23:06 Kemudian yang ketiga adalah 23:09 qaribin. 23:12 Qarib, artinya akrab. 23:14 Akrab sama orang itu enggak sombong, 23:17 enggak cuek, 23:18 enggak memucu saja mulutnya. 23:21 Kadang-kadang orang pusing mikirin, 23:23 ngitungin duitnya kebanyakan, 23:25 akhirnya pandangannya itu nguli saja, 23:28 kayak wajahnya itu mengerut saja. 23:30 Mulutnya maju 2 senti ke depan, enggak 23:32 pernah tersenyum. 23:34 Ini orang yang 23:36 punya jiwa qarib, artinya akrab. 23:40 Ramah dengan siapapun. 23:43 Ada, apa, simpati. 23:46 Dia melihat orang siapapun, misalnya di 23:49 kampung, 23:50 dia sapa. 23:52 Walaupun dia orang kaya, 23:55 orang terhormat, dihormati orang, tapi 23:57 kalau melihat rakyat, kehidupan yang 24:00 sederhana, dia tersantun gitu loh. 24:03 [mendengus] 24:03 Dia sapa dengan baik. 24:05 Disambut, 24:10 dia tersenyum, 24:11 dia sapa dengan baik masyarakat banyak. 24:14 Ibu-ibu, assalamualaikum. 24:17 Lagi pada ngapain? Itu ibu-ibu, 24:20 orang-orang yang sederhana hidupnya, 24:22 disapa orang kaya yang orang populer, 24:25 orang terkenal, wes, senangnya itu. Baru 24:28 disapa saja. 24:31 Coba. 24:32 Apalagi dia punya perhatian, akrab, 24:35 ramah. 24:37 Lihat anak-anak, ya, sedang main di 24:39 sini, Nak, lagi pada ngapain ini? 24:42 Lagi pada main, main di elus kepalanya. 24:45 Mana rumahnya? Kelas berapa? 24:48 Ya Allah. 24:49 Itu ditanya gitu saja sudah senang. 24:52 Jadi buah bibir kalangan mereka. Ya 24:55 Allah, ibu itu baik benar, ya, ramah 24:57 orangnya, enggak sombong. 24:59 Walaupun jadi orang kaya, tapi enggak 25:01 pernah 25:02 sombong, menyombongkan kekayaannya, tapi 25:04 malah dia baik. 25:06 Empati. Jadi akrab, ramah, 25:10 menyenangkan sikapnya, perilakunya, 25:12 unggah-ungguhnya, 25:14 tutur katanya, senyumnya, itu 25:16 menyenangkan. 25:17 Menyenangkan dalam pergaulan, masya 25:19 Allah. Tidak memandang apakah levelnya 25:23 sama apa tidak, dia peduli kepada sesama 25:25 manusia, siapapun dia. 25:29 Murah senyum, masya Allah. 25:31 Suka menebar salam. Assalamualaikum. 25:35 Ibu-ibu sedang ngapain ini? 25:37 Alhamdulillah, baik-baik semua, ya, Bu, 25:39 ya. 25:40 Itu saja 25:42 modalnya cuma ngomong gitu saja, masya 25:43 Allah, sudah membahagiakan orang. 25:45 Apalagi mau berbagi 25:48 dalam situasi yang susah, ya, misalnya 25:51 minyak mahal, nah, dia belikan minyak, 25:54 kemudian dijual dengan murah, niatnya 25:56 sedekah. 25:59 Atau bagi-bagi beras, bagi apalah, 26:01 sembako untuk 26:03 sehingga 26:05 dia tidak merasakan kenyang sendiri, dia 26:07 ingin juga tetangganya, 26:09 masyarakatnya juga ingin menikmati. 26:13 Ada yang sakit, ditawari, Bu, kalau ada 26:16 keperluan apa-apa, boleh pakai mobil 26:19 saya ini, boleh, ya. Mau sakit maupun 26:22 sakit malam-malam, gedor saja, enggak 26:24 apa-apa, kita ini kan tetangga. Ya 26:27 Allah, kalau ada tetangga kaya begitu, 26:29 ya, masya Allah, luar biasa. Tapi ini 26:32 hanya ada pada manusia yang berhati 26:34 emas, 26:36 berjiwa lemah lembut, layyin, hayyin, 26:39 ya, 26:40 akrab. Kenapa? Iman mestinya ini 26:43 mempengaruhi seperti itu. 26:46 Jadi iman itu tidak hanya dalam ungkapan 26:47 kata-kata, saya beriman. Rabbana innana 26:50 amanna. 26:52 Sesungguhnya kami beriman, ya Allah. 26:53 Bukan hanya itu, tapi memberikan 26:56 sibghah, mencelup pada jiwanya, 26:59 terpatri pada jiwanya, satu tumbuh 27:02 karakter yang murni dalam, dari lubuk 27:05 hatinya, dengan motivasi ibadah pada 27:07 Allah sebagai wujud pengabdiannya dia 27:09 kepada Allah. Maka dia berlaku lemah 27:11 lembut, akrab, 27:14 kemudian empati, simpati, suka menolong, 27:18 ingin melihat orang lain bahagia dan 27:20 sedih melihat orang lain ketika 27:21 mendapati kesusahan. 27:26 Dan yang terakhir adalah sahlin. 27:29 Maka sering dijadikan nama sahlan. 27:32 Artinya orang yang mudah. 27:35 Tapi bukan mudah 27:37 gampangan, ya. Orang gampangan itu 27:39 apa-apa gampang, diajak judi mau, diajak 27:43 ngerokok, ya, mau, diajak macam-macam 27:45 mau, bukan itu. Yang dimaksud gampang di 27:48 sini, sahlin adalah dalam kebaikan. 27:53 Dalam kehidupan bermasyarakat, sulit 27:56 gitu loh. 27:58 Ada tetangganya atau temannya mau pinjam 28:00 uang. Oh, ada keperluan apa? Ini ibu 28:03 saya sakit, Pak. 28:04 Saya sudah enggak ada daya lagi, kecuali 28:07 terpaksa 28:08 saya harus memberanikan diri pinjam 28:10 uang. Oh, berapa keperluannya? Masya 28:12 Allah, mudah, kasih saja. 28:14 Masya Allah. 28:15 Percaya, enggak perlu belit-belit, 28:17 macam-macam nanya-nanya, enggak. 28:20 Jadi mudah. 28:22 Memberikan kemudahan-kemudahan 28:24 dalam segala urusan. 28:26 Artinya tidak mempersulit. 28:29 Kalau bisa, kalau mudah, kenapa 28:31 dipersulit? 28:36 Bahkan yang sulit pun dipermudah. 28:39 Ini kadang-kadang supaya naik, tarifnya 28:41 naik, dipersulit dulu. 28:44 Supaya naik dulu. 28:46 Harganya supaya naik. 28:48 Kalau ini menjadi pelayan-pelayan 28:49 masyarakat, menjadi aparat yang konon 28:52 katanya aparat pemerintah adalah pelayan 28:56 masyarakat, baik di kalangan sipil 28:58 maupun polisi maupun militer, menjadi 29:01 pelayan masyarakat dengan jiwa sahlin 29:05 tadi, kemudahan. Ya Allah, ngurus apa, 29:07 Dek? Ini, Pak, ngurus KTP. Sini, sini, 29:10 saya bantu. 29:12 Dimudahkan urusannya, enggak dipersulit. 29:15 Oh, enggak bisa, Pak, ini begini, 29:16 begini, begini. 29:18 Boleh nanti saya bantu, tapi, ya, tahu 29:20 sendirilah. 29:22 Eh, ini mah 29:24 sama saja dengan pengemis terhormat. 29:27 Ya. 29:28 Pengemis berdasi. 29:30 Atau pem, atau 29:32 pembegal, ya. Pembegal, apa-apa 29:34 dipersulit, apa-apa ndak uang. Tapi 29:36 dimudahkan urusannya, urusan orang 29:38 banyak, apalagi yang ngurusi 29:41 urusan-urusan sebenarnya memang itu 29:42 kepentingan dan tugas masyarakat, tugas 29:44 pemerintah untuk diberikan pelayanan, 29:48 jangan 29:50 Tidak suka berbelit-belit, 29:53 tidak menyusahkan orang lain, bahkan 29:56 sedih kalau dia ada sikap perbuatan yang 29:59 menimbulkan orang menjadi susah, dia 30:00 sedih hatinya. 30:04 Jiwa yang mempermudah orang lain dalam 30:06 pergaulan hidup ini. 30:08 Inilah empat hal, empat pokok yang 30:11 masya Allah ya 30:13 ternyata walaupun hanya empat tidak 30:16 mudah. Itu hanya bisa dilakukan jika 30:19 memang benar-benar kita mampu menyerap 30:22 keimanan dengan benar, memantapkan di 30:24 dalam hati kita, kemudian menterjemahkan 30:27 iman dalam seluruh aspek kehidupan. 30:30 Imannya mampu mewarnai jiwanya, 30:33 memberikan pengaruh terhadap seluruh 30:35 saraf-saraf 30:39 tubuh kita, muncul di penglihatan 30:42 menjadi 30:43 pesan-pesan penglihatan dengan 30:45 penglihatan iman, muncul pada 30:47 pikiran-pikiran yang didasarkan pada 30:49 keimanan dan perilaku dalam hidupnya itu 30:53 adalah warna 30:55 ekspresi dari indahnya keimanan dalam 30:59 pergaulan. 31:01 Empat hal tadi mudah tapi ternyata 31:04 tidak 31:05 mudah juga untuk bisa kita terapkan 31:07 kecuali orang-orang yang 31:09 bersungguh-sungguh dan mendapat 31:11 pertolongan dari Allah, memiliki hati 31:14 bagaikan mutiara berlian yang 31:18 tak ada tara bandingannya. Wallahualam. 31:22 Assalamualaikum warahmatullah 31:23 wabarakatuh. Waalaikumsalam 31:25 warahmatullah wabarakatuh. Hati berlian, 31:28 wow. Dan diantara empat itu pasti satu 31:31 sudah dilakukan, dua mungkin. 31:34 Mudah-mudahan sesudah ini kita kejar ya 31:36 yang empat bisa semuanya. Sebelumnya 31:39 saya ingin menyampaikan sekali lagi 31:41 nomor yang biasa dan bisa dihubungi 31:44 untuk ke WA itu di 31:47 08111999720. 31:52 Sekali lagi 08111999 31:56 720. Sementara kalau Anda mau telepon 31:58 langsung bertanya pada Ustaz Abul 32:01 Hidayah bisa ke 8451512. 32:06 Terima kasih untuk radio-radio di daerah 32:08 yang juga turut menyebarluaskan siaran 32:10 kami. Kalau silaturahimnya 32:12 ada di Jakarta, kemudian juga di 32:14 Bondowoso dan di Semarang ya. Sementara 32:17 di Sukabumi 32:19 radio Latansa, kemudian di Banyuwangi 32:21 ada radio Suara Habibullah di Batam ada 32:25 Sheila FM di Pontianak ada Madinah dan 32:30 di Palembang ada Ras serta di Magelang 32:33 ada Amas. Mudah-mudahan semua yang 32:36 disebarluaskan melalui radio-radio 32:39 yang juga 32:40 begitu banyak memberikan apa yang 32:43 disiarkan Ras ke daerah-daerah akan 32:46 bermanfaat ya. Kita kembali sesudah jeda 32:48 berikut. 32:55 [musik] 33:02 [musik] 35:17 [musik] 35:30 [musik] 35:45 [musik] 35:45 Iya, terima kasih banyak masih tetap 35:48 pilih Ras untuk jadi sahabat Anda dan 35:51 masih tetap bersama Ustaz Abul Hidayah 35:54 Sairoji yang siap menjawab pertanyaan 35:57 yang dikirim. 35:58 Ustaz, ini yang pertama dari Rama ya. 36:02 Bagaimana mau ramah 36:05 sama sebelah rumah Ustaz? Dia itu suka 36:07 nyindir-nyinyir, kalau disapa wajahnya 36:09 sinis banget. Seolah-olah saya ada 36:12 maunya. 36:14 Ini padahal tetangga sebelah. 36:16 Gimana dong Ustaz? 36:18 Iya. 36:20 Iya, ini pahalanya bisa berlipat ganda. 36:24 Kalau memang emas walaupun dicemplungkan 36:27 ke comberan tetap emas. 36:29 Jangan kemudian masukin ke comberan ikut 36:32 luntur jadi comberan. 36:34 Ada istilah Jawa mengatakan sing waras 36:36 ngalah. 36:38 Jadi artinya kita ya memaklumi memang 36:41 sudah karakternya. 36:42 Tetap kita berbuat baik. 36:45 Berbuat baik, enggak usah terpengaruh 36:47 dengan orang lain yang salah. 36:49 Biar orang lain salah, kita doakan 36:51 mudah-mudahan dia 36:52 apa namanya sembuh dari nyinyirnya ya. 36:56 Kalau bisa dinasehat kalau bisa, kalau 36:57 enggak bisa ya cukup kita doakan. Bisa 37:00 seperti itu hatinya terbuat dari apa ya 37:02 Ustaz? 37:03 Berlian tadi itu. Memang ya enggak mudah 37:05 karena Allah itu menilai manusia itu 37:07 hati dan amalnya. 37:09 Bukan pakaiannya harganya mahal. 37:11 Bukan berliannya, cincinnya. 37:14 Bukan rumahnya, bukan gedungnya. Tapi 37:17 hati dan amalnya. Kebayang enggak sih 37:19 Memang hati kita yang iman itu harus 37:21 mewarnai hati. Sasaran dakwah para nabi 37:23 itu hati. Iya. Bukan kursi. 37:25 Wallahualam. 37:27 Ya, mau disinisin kek, ramah terus, sapa 37:30 terus, dia mau bilang apa kek, kira-kira 37:32 kuat enggak sih? Enggak usah peduli ya. 37:34 Mari kita sapa terus. Apalagi dengan 37:36 tambahan senyum dan nada yang begitu 37:38 hangat. Entar dia juga yang bingung 37:40 sendiri, nih orang gimana sih? Please, 37:42 kalau telepon jangan ke nomor ini. Ini 37:44 nomor cuman buat WA ya. Tolong 37:47 saya enggak tahu siapa ini yang telepon. 37:49 Jadi ke 8451512. 37:54 Oke Ustaz, kita lanjut kembali ke 37:57 pertanyaan berikutnya. Assalamualaikum 37:59 Pak Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullah 38:02 wabarakatuh. 38:02 Semoga selalu diberkahi Allah. 38:05 Kalau kita silaturahimnya lewat WA boleh 38:08 enggak? 38:09 Karena saudara-saudara saya, anak-anak 38:11 saya rumahnya beda kota. Mohon 38:13 pencerahannya. Satu lagi, kalau misalnya 38:17 ke warung kita termasuk silaturahim 38:19 enggak sih Pak Ustaz? Dari Ibunda 38:21 Aminah. 38:24 Iya, WA itu kan hanya alat. 38:27 [berdehem] 38:27 Alat ya. Kalau dulu kan surat. 38:30 Mau nanyakan kabar beritanya 38:33 ikut mendoakan saja lewat surat jauh 38:35 kadang seminggu baru nyampe. 38:38 Itu yang ekspres, apalagi yang surat 38:39 biasa kadang-kadang sebulan mau ngirim 38:42 surat ke Sumatera. 38:44 Belum lagi balasannya. 38:46 Jadi waktu yang ngabari itu sakit tapi 38:48 begitu dapat balasan sudah sehat ya. 38:51 Itu dulu nah sekarang pakai WA dalam 38:53 hitungan detik saja sudah bisa kita 38:55 lihat. Itu kan 38:57 bagus ya, artinya kita memanfaatkan 38:59 teknologi itu untuk menyambung 39:01 silaturahim diantara kita. 39:03 Bagus tapi jangan 39:05 karena mudah ah lah sudah WA saja lah. 39:09 Kalau berjumpa dengan 39:11 tidak berjumpa kan berbeda. 39:13 Kalau berjumpa bisa berjabat tangan, 39:16 kemudian bisa lihat wajah senyumnya dan 39:19 itu pahala semua itu. 39:21 Dua orang yang bersilaturahim apalagi 39:23 saudara, tulus karena Allah, kemudian 39:26 dia sepanjang perjalanan dia didoakan 39:29 para malaikat, doa rahmat dan ampunan, 39:31 kemudian begitu berjabat tangan 39:33 berguguranlah dosa-dosa diantara 39:35 keduanya. Coba. Itu kalau berjumpa. Jadi 39:39 ya kalau memang jauh tidak mungkin 39:41 dengan WA kita manfaatkan tapi kalau 39:43 dekat bisa kita 39:45 jangkau dengan ini akan lebih baik kalau 39:47 kita berjumpa. 39:48 Kemudian kalau ke warung apakah bisa 39:50 silaturahim? Tergantung. 39:53 Kalau ada warung-warung warung banyak, 39:55 nah kita melihat ada warung-warung orang 39:58 yang sederhana, 40:00 orang kampung, orang asli situ, ya. 40:03 Modalnya cuma itu, alangkah baiknya saya 40:05 mau belanja di situ saja lah. 40:07 Mudah-mudahan dengan ini menjadi rekat 40:09 persaudaraan dan bisa membantu. 40:12 Jangan melihatnya yang besar-besar saja 40:14 kita, mall misalnya. Barangkali dengan 40:17 itu kan bisa menyambung silaturahim. 40:19 Pertama, asalamualaikum. Yang kedua, 40:22 berkenalan. Itu juga silaturahim. 40:25 Tapi kalau datang hanya mau nembung 40:26 utang saja ya wallahualam apa 40:28 silaturahim apa bukan. Tapi dia datang 40:30 ke warung itu niatnya untuk menyambung 40:33 silaturahim dan membantu dia bisa 40:36 mengembangkan usahanya dengan kita 40:37 sering belanja di situ dan kita 40:40 manfaatkan untuk menyambung atau 40:42 memperbanyak persaudaraan. Insya Allah 40:44 termasuk silaturahim. Wallahualam. 40:47 Iya. 40:48 Enggak bisa [berdehem] diminta 40:49 kembaliannya gitu ya. 40:50 Iya, iya, iya. 40:51 [tertawa] 40:52 Baik, Pak Ustaz ini dari 40:54 Depok, Pak Zulfan. 40:57 Di luar tema boleh ya, Ustaz. 40:58 Asalamualaikum. 41:00 Waalaikumsalam warahmatullah 41:02 wabarakatuh. 41:03 Musala di tempat kami kiblatnya tidak 41:05 sesuai. Harusnya miring ke kanan 41:07 kira-kira 45 derajat. 41:09 Wus. 41:10 Terus imamnya bilang cukup kaki kiri 41:12 dimajukan ke depan. 41:14 Oh, oh. Mohon solusinya. 41:16 Iya. Kalau 41:19 apa namanya? Ya bagusnya idealnya pas 41:23 gitu ya. 41:24 Pas. Pada bulan-bulan tertentu kalau 41:26 enggak salah bulan Maret atau bulan apa, 41:28 itu di waktu asar itu ada cenderung 41:31 matahari pada saat itu adalah 41:34 persis matahari itu di atas Ka'bah. 41:38 Itu juga bisa ukuran. 41:40 Atau pakai sekarang kan pakai kompas 41:42 modern bisa. Oke. Ya kalau bisa dirubah 41:45 dirubah. 41:47 Tapi kalau ya kalau hanya musala kan 41:49 sebenarnya kecil ya bisa dirubah. 41:51 Tapi kalau tidak ya Karpetnya saja yang 41:54 digeser. 41:54 Ya disesuaikan lah. 41:56 Gampang saja disesuaikan. 41:57 Oke. Tapi jangan kira-kira saja, hanya 41:59 kira-kira nanti sama saja dengan 42:01 kira-kira. Jadi tidak persis harus 42:04 menghadap lurus gitu ya menurut 42:07 perkiraan kita. Tapi kalau memang bisa 42:08 dirubah itu akan lebih bagus. 42:10 Wallahualam. Ehm, terima kasih untuk 42:12 yang telepon. Halo, asalamualaikum. 42:15 Oh, sudah putus ya. 42:17 Maaf. Baik, ditunggu kembali teleponnya. 42:20 Saya lanjut ke pertanyaan berikutnya 42:22 dari Bapak 42:25 Andi ya. 42:27 Tunggu sebentar. 42:32 Pak Andi, pertanyaannya adalah 42:36 hukumnya apa ya, Ustaz, kalau saya 42:38 mengambil uang dari pedagang gerobak 42:41 yang mangkal di depan luar pagar, 42:43 pagar rumah saya dan depan pagar rumah 42:46 saya tersebut jalan aspal, jalan raya. 42:49 Apakah boleh? Apa hukumnya menurut agama 42:52 Islam? 42:53 Terima kasih. Ya, itu uang apa? 42:58 Uang mangkal. 42:58 Uang sewa. Kalau sewa itu berarti jalan 43:01 punyanya yang punya rumah. Yang punya 43:03 rumah jalannya. 43:05 Jadi kalau itu memang punya kita, 43:07 tanahnya yang dipakai jual beli, 43:10 kita harus sepakat dengan mereka. 43:14 Kamu boleh jualan di sini karena ini 43:16 masuk tanah saya. 43:18 Satu hari sekian umpamanya. 43:20 Tapi kalau itu bukan bukan punyanya, itu 43:23 jalan umum, ya enggak ada hak untuk 43:27 apa meminta uang kepada dia. Malah bisa 43:29 disebut malak ini namanya. Malak. Malak 43:33 ya, artinya memalak orang. 43:35 Bahkan ya kalau sebaiknya ya kalau 43:37 pedagang 43:39 asongan seperti itu kan perlu kita bantu 43:41 dan pedagang kecil gitu, itu akan lebih 43:42 bagus. Kita punya tanah, ya sudah 43:45 anu, Bang, sini dagang sini enggak 43:47 apa-apa, enggak usah bayar tapi jaga 43:49 kebersihan ya 43:50 sama lingkungan. Nah, itu akan lebih 43:52 baik dapat pahala kita. 43:54 Jadi kalau itu punyanya ya boleh-boleh 43:56 saja tapi 43:58 ya baguslah kalau kita nolong 43:59 orang-orang pedagang kecil kayak gitu. 44:01 Tapi kalau itu bukan punyanya, ya itu 44:03 berarti kita malak sama orang lain. 44:06 Dan itu dilarang dalam agama. 44:07 Wallahualam. 44:10 Ehm, mudah-mudahan kita yang lain juga 44:12 kalau misalnya halaman kita dipakai 44:15 mangkal buat jualan, ya kalau itu jadi 44:18 penghasil rezekinya, 44:21 ya diikhlaskan gitu ya. 44:24 Bu Ani, sama pertanyaannya tadi jadi 44:26 kurang lebih terima kasih. Mudah-mudahan 44:29 intinya sama, Ustaz. Saya di depan rumah 44:31 itu juga selalu dibuat mangkal. Bukan 44:33 cuma satu pedagang. Ya sudahlah, orang 44:36 rumahnya juga berpagar. 44:38 Oke, yang berikutnya ini dari Ibu 44:40 Arumantining 44:42 sih atau Bu Ati ya. 44:44 Ustaz Abul Hidayat Sairoji, 44:47 asalamualaikum. 44:48 Waalaikumsalam warahmatullah 44:50 wabarakatuh. Mudah-mudahan sehat selalu. 44:53 Wa iyyakum, amin. 44:55 Bagaimana agar kita punya sifat hayyin? 45:00 Kadang-kadang saya juga masih banyak 45:01 kekurangannya dan sepertinya enggak 45:03 mudah juga, Ustaz. Mungkin ada enggak 45:05 sih doa kepada Allah agar Allah membantu 45:08 kita 45:10 bisa punya sifat seperti itu, hayyin dan 45:14 lain ya. Iya. 45:15 Kemudian satu lagi atau satu-satu deh. 45:17 Iya. 45:18 Sama, Bu. Saya juga walaupun saya 45:20 ngomong tapi kan saya juga harus 45:22 belajar. 45:24 Enggak mudah memang apalagi sudah dalam 45:27 latar belakang kehidupan kita. 45:29 Mungkin kita sudah biasa ngadepin 45:31 masalah-masalah, 45:33 kekerasan dan sebagainya, itu memang 45:35 harus ya betul-betul kita berjuang untuk 45:38 bisa 45:40 membaguskan akhlak kita dengan karakter 45:42 yang hayyin, layyin, qoribin, sahlin 45:44 tadi. 45:46 Ya ini memang harus belajar. Nah, 45:47 bagaimana caranya selain berdoa? 45:50 Ya kalau doa doa saja ya, Allah. Bahasa 45:52 Indonesia saja kalau memang susah ya. 45:54 Ya Allah, lembutkan hati saya, jadikan 45:57 saya menjadi orang pemurah, 45:59 pemarah bukan pemarah dan seterusnya 46:01 bisa. Tapi perbanyak istigfar, itu juga 46:05 akan melembutkan hati kita. 46:07 Banyak bersedekah, empati pada orang 46:10 lain, itu akan melembutkan. Jadi memang 46:12 harus berlatih. 46:14 Kita berlatih, berlatih, berlatih. Kalau 46:16 ada pertarungan batin antara tadinya mau 46:18 kita ini mau apa gejolak hatinya, kita 46:22 teduhkan, kita lawan itu, kita jinakkan, 46:26 kemudian 46:27 kita menjadi 46:29 apa hati-hati, penuh pertimbangan, tidak 46:32 mudah memaki, tidak mudah melaknat. Itu 46:35 memang harus dengan latihan-latihan. 46:37 Tapi insya Allah istigfar, perbanyak 46:39 sedekah, itu termasuk bisa insya Allah 46:42 melembutkan hati kita. Wallahualam. 46:44 Amin. 46:45 Murah hati dan kalau u-nya diganti a, 46:49 cuma satu huruf beda banget ya artinya. 46:51 Oke, terima kasih, Bu Ati. Ini 46:53 pertanyaan yang keduanya. Bagaimana kita 46:55 menghadapi sikap orang yang agak susah 46:58 untuk diingatkan dalam hal kebaikan? 47:01 Kadang saya berpikir mau mengingatkan 47:03 tapi takut jangan-jangan orang tersebut 47:05 malah marah dan enggak terima karena 47:07 saya tidak mampu. 47:09 Akhirnya saya hanya mendoakan saja biar 47:11 Allah merubah sifatnya menjadi lebih 47:13 baik. 47:15 Gimana, Ustaz? Ya, itu sudah bagus ya. 47:18 Kalau 47:19 artinya 47:21 kita kan hanya menyampaikan 47:24 nasehat, mengingatkan. 47:27 Hidayah itu punya Allah. 47:30 Tapi kita enggak boleh putus asa. 47:32 Barangkali dengan satu kalimat kita, 47:34 Allah menurunkan 47:36 hidayah kepada mereka sehingga kalimat 47:38 itu terngiang-ngiang menjadikan 47:40 kesadaran dirinya. 47:42 Jadi jangan putus asa untuk berbuat 47:43 kebaikan, menegur seseorang, itu kalau 47:46 mampu. Tapi kalau misalnya kurang mampu, 47:50 kalau kita ngomong nanti malah jadi 47:52 masalah, ya cukup bagus tadi kita 47:54 doakan. Diam-diam kita doakan supaya 47:56 mereka 47:58 bisa merubah dari karakter yang buruk 47:59 itu. Wallahualam. 48:01 Mendoakan orang yang nyebelin itu 48:03 pahalanya lebih banyak ya. 48:05 Kalau doakan orang kasih duit ya Biasa. 48:07 biasa itu. Tapi menyambung silaturahim 48:11 orang yang memutuskan, 48:13 bersedekah kepada orang yang tidak 48:15 pernah memberi, nah itu luar biasa. 48:18 Berkunjung kepada orang yang tidak 48:19 pernah mengunjungi, itu pahala semua itu 48:22 dilipat ganda. Dan itu membuat api 48:25 neraka enggak mau dekat-dekat sama kita. 48:26 insya Allah, mudah-mudahan. Kayaknya 48:28 sederhana banget ya. Ramah sama orang, 48:30 hangat menyapa, itu kayaknya bisa deh. 48:33 Kalau kemudian 48:35 apa? Me 48:38 Akrab. Akrab sama orang. Di di apain, 48:41 disebelin tetap ramah. Bisa enggak sih? 48:43 Menginginkan kebaikan selalu pada orang 48:44 lain 48:46 dan seterusnya. Keren banget. Oke, saya 48:48 ingin menyapa Mas atau Bang Bapak Nana 48:51 Sumarna. Terima kasih nyimak nih. 48:54 Kemudian Engkong Jun juga dan 0878 48:58 sekian-sekian enggak ada namanya. 0812 49:01 sekian-sekian. 49:02 Ehm, terima kasih sekali dengan 49:05 pencerahannya. Saya mau lebih 49:08 hilang juteknya. Oh, biasa jutek. Saya 49:10 sih enggak sebetulnya enggak marah, 49:11 cuman ya sudah jutek emang kehidupan 49:14 saya lagi jutek. Enggak boleh ya, Ustaz? 49:16 Mesti Merugikan sendiri. 49:19 Merugikan dirinya sendiri kalau enggak 49:21 ada enggak ada produknya yang baik. 49:25 Nih, pertanyaannya ini yang berikutnya 49:27 dari Ibu Tini. Mudah-mudahan nanti 49:29 teman-teman program di Ras FM dengar. 49:32 Boleh enggak sih minta sama Ras FM untuk 49:35 menambah jam siarannya tahu pagi, jangan 49:38 cuman sampai jam 09.00 sekian tapi 2 49:42 berapa lama? Gimana menurut Ustaz? 49:45 Menurut Ustaz kalau misalnya dipanjangin 49:47 waktunya gimana? 49:49 Iya, kan sudah ada yang mengatur. 49:52 Ras ini kan 24 jam nasehat semua. Dari 49:55 berbagai 49:56 bidang keilmuan ada tafsir, ada akhlak, 50:00 ada tareh, ada macam-macam. Nah, 50:02 kebagian saya memang 50:04 dari jam 09.00 walaupun kadang-kadang 50:07 molor waktunya terlam apa lambat 50:09 kemudian sampai ya 1 1/2 jam sebenarnya 50:12 jatahnya. 50:13 Saya kira ini memang ya program Ras ya, 50:16 diusulkannya ke Ras ke manajemen. 50:19 Wallahu a'lam. 50:21 Ya, insyaallah ini dari hamba Allah. 50:24 Maaf kalau di luar tema Ustaz. 50:27 Ngingetin cucu yang susah diingetin. 50:30 Usianya baru 11 tahun sih, adiknya 9 50:33 tahun dan dua-duanya perempuan. 50:36 Saya ingin sekali 50:39 bermanfaat ya jadi mengingatkan cucu. 50:42 Iya. 50:44 Ya, mengingatkan mengingatkan saja 50:46 mengingatkan jelas kewajiban. 50:48 Tapi 50:50 tanda petik ya jangan cerewet artinya 50:52 cerewet sehingga anak-anak menjadi 50:55 apa namanya jenuh mendengarnya. Mungkin 50:58 satu saat dengan berbagai macam cara. 51:00 Ada pendekatan-pendekatan 51:03 ya walaupun anak sudah gede kan cucu 51:05 enggak apa-apa dirangkul 51:07 kemudian ya diajak ngobrol 51:11 dan tanamkan dalam obrolan itu 51:14 apa namanya nilai-nilai pendidikan yang 51:17 kita mau. 51:18 Jangan suka nakal misalnya. 51:21 Kemudian kamu belajar sungguh-sungguh 51:23 nah itu kalau dirangkul gitu dipegang 51:25 itu beda dengan kalau kita 51:27 diomong gitu kan beda. Kalau dirangkul 51:31 nih mau apa nih pas 51:34 satu saat berikan hadiah pada dia. Sini 51:36 Nak, sini. 51:38 Ayah atau Mbak atau Nenek ingin ngobrol 51:41 sebentar. 51:42 Terus kasih hadiah atau apa. Jadi 51:44 meluluhkan hati anak itu dengan 51:46 pendekatan-pendekatan berbagai macam 51:48 metode. 51:49 Kita 51:50 perlu harus tetap walaupun sudah tua pun 51:53 masih perlu diingatkan anak itu juga. 51:56 Mentang-mentang anaknya sudah jadi 51:57 direktur kemudian kita enggak menasehati 51:59 justru orang tua itu tetap nasehati Nak 52:02 hati-hati. 52:04 Saiki kowe dadi wong 52:06 sing anak punya anak buah banyak 52:08 dipercaya. Jangan sampai membuat kecewa 52:12 orang. Nah, enggak apa-apa tapi di 52:14 khusus ya itu jangan di depan anak 52:16 buahnya ngomongin begitu. Tapi tetap 52:18 saja orang tua punya kewajiban selain 52:20 mendoakan. Diam-diam misalnya lihat cucu 52:24 cucu lagi tidur kita lantunkan doa. 52:27 Ketika anak mau cucu atau anak berangkat 52:30 sekolah kita iringi dengan doa. 52:32 Bahkan ketika kita ingat di rumah 52:34 anaknya entah kemana lantunkan doa itu. 52:37 Jadi dikawal terus dengan doa ya. 52:40 Masyaallah. Insyaallah akan berpengaruh 52:42 insyaallah. Baik, 52:45 terima kasih untuk Ibu Nurlis di 52:48 Sukabumi. Ibu Misti di Jatiasih nyimak 52:51 nih Pak Ustaz pokoknya nyimak. 52:53 Dan Ibu Tini. 52:55 Ini kebetulan pertanyaannya mirip Ustaz 52:58 saya menjaga untuk tidak dibenci sama 53:01 anak-anak saya yaitu dengan tidak 53:05 meminta mereka berakrab ria pada saya 53:09 padahal saya merasa kesepian. Mereka 53:11 memang sibuk dengan diri sendiri. 53:14 Tapi sebagai orang 53:17 tua saya rindu disapa. Saya menyapa tapi 53:22 jatuhnya jadi mereka cuek kan mereka 53:24 jadi durhaka. Oh 53:26 Benarkah Ustaz? Gimana nih? Iya, memang 53:29 [berdehem] 53:30 kadang-kadang anak ini ada saja. 53:33 Enggak itu ya enggak bisa menjiwai 53:36 bagaimana terhadap 53:38 orang tua yang makin lama makin tua. 53:41 Makin tua itu kan kadang-kadang cuma 53:43 pengin disapa. 53:45 Ya, pengin disapa itu itu saja sudah 53:48 masyaallah luar biasa. Yang mestinya 53:50 anak-anak kita yang masih punya orang 53:54 tua ini mesti mengerti ya makanya 53:57 silaturahim itu mengu apalagi sama orang 54:00 tua. 54:01 Jangan orang tua sudah setengah mati 54:03 baru datang. 54:05 Ya, waktu sehat mbok ya dibelikan apa 54:07 yang jadi kesukaannya yang biasa orang 54:09 tuanya itu misalnya senang makan apa 54:11 kita belikan enggak usah nunggu minta. 54:14 Nih kadang-kadang perlu saja 54:16 ngomong sudah terang-terangan bukan 54:18 nyindir pengin makan apa apa misalnya. 54:21 Itu enggak dibeli-beliin. Giliran sudah 54:23 sakit baru dibeliin. 54:25 Ya akhirnya enggak dimakan orang 54:27 menyerang sakit dimakan sendiri. 54:29 Waktu sehat suruh datang kangen orang 54:32 tuanya 54:33 enggak datang-datang juga. Berkali-kali 54:35 Nak pulang Nak Ibu rindu pada kamu 54:38 pengin ini nanti sempatkanlah waktunya 54:40 enggak datang juga. Sudah mati baru 54:43 datang nangis-nangis saya ngapain? 54:45 Astaghfirullah. Nah, jadi janganlah 54:47 anak-anak terutama ya mau ngerti gitu 54:49 loh. 54:50 Orang tua itu kan enggak kepingin 54:51 macam-macam lihat anak sukses saja sudah 54:54 senang. 54:55 Lihat anak sekolahnya pintar senang. 54:58 Lihat anak itu jadi orang saleh itu 55:00 senang. 55:01 Lihat anak itu bersedekah di masyarakat 55:03 berguna itu senang. 55:06 Apalagi dia sering datang walaupun 55:08 enggak ada keperluan datang 55:09 setor muka lah. 55:12 Setor muka minta di elus kepalanya 55:14 kemudian mendoakan masyaallah luar biasa 55:16 itu. 55:17 Wallahu a'lam. 55:19 Masyaallah. 55:20 Jadi 55:22 kalau kita sebagai 55:24 orang tua yang 55:26 baper ya tadi kata Ibu tadi 55:28 butuh kehangatan dan keramahan anak 55:32 mudah-mudahan tidak terluka hati 55:34 sehingga anak-anak enggak jadi durhaka 55:36 gitu ya Ustaz ya. Dan beramah tamah 55:38 anggap saja sebagai 55:40 pemberian. Enggak usah nunggu di 55:42 diramahin kembali. Dan terima kasih 55:44 sekali untuk teman-teman di 55:47 komunitas pendengar Ras yang juga 55:49 bersama-sama kita menyimak acara ini 55:52 serta satu lagi nih Ustaz dari hamba 55:55 Allah. 55:56 Kalau tadi saya dengar nambah 55:59 jam siarnya tausiah pagi saya setuju 56:01 banget. 56:03 Kalau takut 56:05 tak takut enggak diterusin ya ini saja 56:08 bikin bikin di siaran ulang saja. Oh 56:11 oke. 56:12 Saya rasa untuk sementara kita sudah di 56:14 penghujung waktu Ustaz bisa kita rangkum 56:16 bahasan hari ini. Terima kasih. 56:19 Saudara-saudaraku kaum muslimin 56:23 muslimat di manapun berada. 56:26 Jadi inilah tugas utama dari hidup ini. 56:30 Mengukir prestasi 56:32 pribadi. 56:34 Ini yang sering dilupakan. 56:36 Kalau mengukir prestasi dalam 56:39 kepangkatan, jabatan itu orang berebut. 56:43 Tapi mengukir prestasi diri 56:45 ini yang kurang mendapat porsi yang 56:48 sebenarnya porsi yang seharusnya. 56:51 Kalau memperindah diri, mempercantik 56:54 diri, berpakaian maunya yang bagus ya 56:57 kemudian 56:58 sepatu yang bagus, perhiasan yang bagus 57:01 yang mahal boleh-boleh saja. Tapi kenapa 57:05 mempercantik pribadi, kepribadian kita 57:09 tidak kita perhatikan? 57:11 Kalau fisik sehari mandi dua kali 57:13 minimal tapi kenapa jiwa dibiarkan 57:15 terkatung-katung tanpa pembinaan agama 57:18 dengan benar? 57:19 Kalau itu yang kita lakukan kita keliru 57:21 dan salah. Silakan 57:24 Allah subhanahu wa taala memberikan 57:26 kesempatan memang dunia diciptakan untuk 57:28 kita. 57:29 Tapi bukan jadi tujuan. 57:31 Itu hanya sarana. 57:34 Sebagai instrumen belaka. 57:37 Jadikan itu semuanya yang mampu 57:39 mengangkat, menjunjung tinggi martabat 57:42 kita di hadapan Allah. Orang diberikan 57:45 kekayaan tapi hatinya tidak pernah 57:47 terbelenggu oleh kekayaannya. 57:50 Dia kaya harta tapi bagaimana kita 57:52 memperkaya diri memperkaya jiwa kita. 57:55 Kita boleh mempercantik diri tapi 57:57 bagaimana mempercantik hati kita, jiwa 57:59 kita, kepribadian kita. Ini menjadi hal 58:02 yang sangat penting. Mudah-mudahan ada 58:03 manfaatnya. 58:05 Mohon dimaafkan segala kekurangan 58:06 kekeliruan. Wabillahi taufik wal 58:08 hidayah. Wassalamualaikum warahmatullahi 58:11 wabarakatuh. Waalaikumsalam 58:13 warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih 58:15 Ustaz. 58:16 Abul Hidayat Sairoji. Mudah-mudahan 58:20 Rabu yang akan datang kita juga akan 58:23 menambah 58:24 pemahaman kita terkait hal-hal yang 58:26 membuat kita jadi jauh lebih dekat ya 58:29 dengan 58:30 hamba-hamba Allah yang mendapatkan 58:32 ridanya. Mari kita putus rantai 58:35 kemiskinan putuskan rantai silaturahim. 58:38 Itu tadi kata Ustaz yang harus kita 58:39 genggam erat ya. Jangan biarkan jiwa dan 58:43 nurani kita terkatung-katung bingung. 58:45 Baiklah. Subhanakallahumma wabihamdika 58:48 asyhadu alla ilaha anta astaghfiruka 58:51 tub ilaih. 58:53 Wabillahi taufik wal hidayah. 58:54 Wassalamualaikum warahmatullahi 58:56 wabarakatuh. Waalaikumsalam.