Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah rabbil alamin
- washolatu wassalamu ala sayyidina
- Muhammad wa ala alihi wasohbihi ajmain.
- Rabbi zidni ilman Allahumma afani bima
- alamtani wa alimni ma yanfauni warzuqni
- ilman yanfauni.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala.
- Apa kabar Anda di pagi menuju siang hari
- ini? Semoga dalam keadaan sehat
- walafiat. Hari Selasa kita dapat
- berjumpa lagi. Kita sudah memasuki hari
- yang keenam di bulan Jumadil akhir 1422
- Hijriah.
- Dan ikhwan akhwat di kesempatan kali ini
- senang sekali saya Angga Aminudin
- ditemani oleh Fajar Hidayat, ada juga
- Anis Mualim
- di meja operator dapat kembali menyapa
- Anda di manapun Anda berada. Ekonomi
- Islam kembali hadir. Kita akan
- mempelajari
- ee dalam hal ekonomi Islam bersama
- narasumber kita Ustaz Ikhwan Basri dari
- Dewan Syariah Nasional. Alhamdulillah
- narasumber kita telah hadir di studio.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Apa kabarnya Pak Ustaz?
- Alhamdulillah sehat walafiat.
- Sehat walafiat, sehat terus Pak Ustaz
- ya.
- Mudah-mudahan begitu terus insyaallah.
- Sudah sempat silaturahim ke Ngruki
- Ustaz?
- [tertawa]
- Belum.
- Lagi jadi sorotan ya Ustaz.
- Beberapa pekan ini jadi sorotan di
- Ngruki ya.
- Eee
- Nunggu PSBB.
- Nunggu PSBB. Sekarang lagi dibatasi dulu
- ya Ustaz ya.
- Iya.
- Perjalanan ke mana-mana.
- Dan ikhwan Akhwat di kesempatan kali
- ini, kita akan mengangkat topik mengenai
- keterpurukan
- ekonomi dalam pandangan ekonomi Islam.
- Masih berlanjut bahasan kita ini dengan
- topik minggu lalu. Jadi masih banyak
- bahasan-bahasan mengenai
- eee keterpurukan ekonomi di masa pandemi
- ini dalam pandangan ekonomi Islam.
- Begitu Pak Ustaz ya.
- Iya.
- Nanti di sesi kedua, kita kami juga
- mengundang untuk bergabung,
- berpartisipasi, silakan untuk bertanya,
- berdialog mengenai topik yang kita
- bahas.
- Dan di sesi pertama ini, kita akan
- mendengarkan pemaparan mengenai topik
- kita.
- Kami persilakan Ustaz.
- Terima kasih Mas Angga ya.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahirobbil
- alamin.
- Wasolatu wasalamu ala asrofil anbiya wal
- mursalin.
- Sayyidina Muhammadin wa ala alihi
- wa ashabihi ajmain amma ba'du.
- Para pemirsa Rasul Visual dan para
- pendengar Radio Silaturahim yang
- dirahmati Allah Subhanahu wa taala.
- Alhamdulillah pada pagi hari ini, kita
- dapat melangsungkan siaran live
- seperti juga minggu yang lalu
- dalam rangka menyampaikan
- eee kajian kita tentang ekonomi Islam
- dan keterkaitan
- ekonomi Islam dan ekonomi pada umumnya
- dalam masa pandemi yang sudah
- berlangsung
- kurang lebih 1 tahun. Di Cina sudah
- tahun 1 tahun lewat. Kita kurang 1 bulan
- lagi sudah 1 tahun.
- Dan belum ada kepastian
- eee kapan kira-kira ini bisa berlalu.
- Dan itu membuat
- eee membuat sebagian pelaku ya
- termasuk yang
- korban atau yang menjadi korban PHK,
- pemutusan hubungan kerja
- dan lain sebagainya.
- Kalau dilihat dari
- eee kalau dihitung dari pesangon yang
- mereka
- terima dari perusahaan tempat mereka
- bekerja,
- kemudian di
- eee dipakai untuk kebutuhan sehari-hari
- sampai dengan hari ini,
- rasanya
- pesangon itu sudah habis ya, sudah sudah
- tidak bisa menumpang kehidupan mereka.
- Banyak yang mengalami seperti ini
- sehingga
- eee menyulitkan kehidupan pribadi
- mereka, keluarga mereka juga.
- Dan bahkan secara psikologis itu
- memberikan
- eee tekanan batin ya
- bagi kepala rumah tangga ini untuk
- bagaimana bisa
- menyelamatkan bahtera keluarga mereka
- ketika pendapatan mereka itu berhenti.
- Nah, alhamdulillah
- pemerintah memberikan bantuan
- ya, bantuan tunai
- yang bisa
- memberikan harapan kepada
- saudara-saudara kita atau masyarakat
- kita yang berdampak
- yang kena dampak daripada pandemi ini
- ya.
- Dan itu bukan hanya terjadi di kita ya,
- di beberapa negara mungkin lebih buruk
- ya.
- Kita mungkin masih mending.
- Eee tapi ada yang lebih buruk dan bahkan
- ada yang lebih bagus daripada kita ya.
- Sehingga yang kita
- eee
- soroti, yang kita rasakan sekarang ini
- ada banyak
- eee warga atau sebagian daripada rakyat
- kita ini yang
- ada yang sudah putus asa ya.
- Putus asa karena mungkin sudah tidak
- punya pekerjaan
- dan tidak bisa mendapatkan pekerjaan,
- tidak bisa berkarya secara produktif
- sehingga
- secara psikologis ini memberikan tekanan
- batin yang sangat berat bagi mereka
- sampai pada level menekan kepada mental
- mereka.
- Sehingga ada yang sampai putus asa dan
- beberapa
- sampai ada yang eee stres, depresi dan
- lain sebagainya.
- Kemudian juga
- eee kalau tidak pada titik yang ekstrem
- ini ada yang di atasnya itu yang
- semangatnya untuk hidup sudah berkurang,
- ya. Semangat untuk ber usaha sudah sudah
- tertutup ini karena eee semangatnya
- lemah ya atau mentalnya lemah, ya. Ini
- juga banyak dan itu
- eee sangat mengganggu kelangsungan
- kehidupan keluarga mereka, ya. Karena
- kepala rumah tangga ini yang bertanggung
- jawab terhadap
- semua
- keuangan dan mereka sekarang sudah tidak
- memiliki apa tidak ada
- eee penjelasan yang mumpuni bagaimana
- ini akan berakhir. Jadi
- levelnya sudah sama sangat eee apa itu
- sudah seperti itu dan
- eee kemudian ada bincang-bincang tentang
- bagaimana
- eee kita
- melihat persoalan ini dari dari
- perspektif ekonomi Islam. Ada yang
- bertanya tentang
- bagaimana apakah ini pernah terjadi, ya.
- Yang melanda dunia
- dalam bentuk seperti ini apakah pernah
- terjadi dan bagaimana perekonomian yang
- mengalami itu itu keluar dari jebakan
- atau trap ini sehingga mereka menjadi
- kalau enggak salah saya ingat saya gitu.
- Tapi ini
- eee karena ini terlalu lama ya, biasanya
- kan kalau apa namanya perang misalnya,
- ya. Perang itu
- eee ada yang sebentar ada yang ada yang
- lama. Kayak perang dunia ini kan
- sebetulnya bisa ya. Mulanya itu di mana
- kemudian