Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 Sayidah Aisyah radhiallahu anha berkata, 0:05 "Kana Rasulullahi sallallahu alaihi 0:07 wasallam yastahibbul 0:11 jawad siwa rawahu Abu 0:15 Daud adalah Rasulullahi sallallahu 0:18 alaihi wasallam. Beliau menyukai doa 0:21 yang ringkas dan beliau meninggalkan 0:24 yang selain itu." Hadis riwayat Abu 0:27 Daud. 0:28 [Musik] 0:33 Dari Anas bin Malik radhiallahu anh kana 0:37 aksaru duain Nabi shallallahu alaihi 0:40 wasallam. Allahumma rabbana atina fid 0:44 dunya hasanah wafil akhirati hasanah 0:48 waqinaabanar muttafa alai. 0:52 Doa yang paling banyak dibaca oleh Nabi 0:54 sallallahu alaihi wasallam yaitu 0:57 Allahumma atina fid dunya hasanah wafil 1:01 akhirati hasanah 1:06 waqinaabanarfa 1:11 alai sebenarnya bisa saja nanti berdoa 1:14 dengan doa yang panjang sebagaimana yang 1:17 terdapat dalam sebagian hadis tentang 1:20 doa-doa beliau 1:21 Akan tetapi yang paling beliau sukai 1:24 adalah membaca doa yang ringkas tapi 1:27 padat. 1:29 [Musik] 1:52 Allahu 1:55 Akbar. Allahu Akbar. 2:11 [Musik] 2:13 Lailahaillallah. 2:15 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 2:16 warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma 2:19 sholli ala sayyidina Muhammad wa ali 2:20 sayyidina Muhammad. Alhamdulillah kita 2:22 berjumpa lagi hari ini hari Jumat 2:24 tanggal 27 Zulhijah 1442 Hijriah atau 2:28 tanggal 6 Agustus 2021. Seperti biasa, 2:32 Radio Silaturahim dan Nasir TV kembali 2:34 menghadirkan acara sirah nabawiyah 2:36 bersama Ustaz Salman Alfarisi. 2:39 Alhamdulillah siaran ini adalah live 2:41 bukan siaran ulang ya. Ustaz Salman 2:43 sudah berada di studio dan kita akan 2:46 mengambil tema hati-hati. 2:49 Benar sekali, Ustaz Salman nih kalau 2:51 beri judul enggak pernah 2:52 panjang-panjang. Hati-hati waktu itu 2:54 apa? Waktu kemiskinan ringkes-ringkes 2:58 satu suku kata saja. 3:00 Ustaz sehat ustaz. Alhamdulillah Pak 3:03 Krishna sangat sehat luar biasa. Allahu 3:05 Akbar. Iha. 3:07 Jadi apa bedanya ikan yang dipelara di 3:10 biovlog dengan iklan yang di eh ikan 3:13 yang di empang? Mantap. Suka kali 3:17 diingatkan kepada kita semua ya yang mau 3:19 berternak ikan kembalilah ke teori lama. 3:23 Oh ke ke teori teori lama ke teori yang 3:27 tanam ikan di empang tanah. 3:30 empang ini airnya mengalir dari sungai 3:33 yang ada di situ. Pastikan air ada terus 3:36 panjang tahun, tidak tergantung dengan 3:38 musim panas atau musim hujan. Itu baru 3:40 menghasilkan. Oh, berarti hanya di desa 3:42 dong ya. Di desa. Jangan kalau untuk 3:44 usaha kecuali iseng-iseng dibilar beli 3:48 hati ya. Tapi kalau usaha nih jangan 3:50 sekali-kali hati-hati. Wah, ini tema 3:53 kita. Banyak sekarang pembuat-pembuat 3:55 seminar penipu, pembuat-pembuat 3:57 motivator penipu gitu ya. 3:59 Cara melihat seminar ini benar atau 4:02 seminar atau motivator ini benar? Tanya 4:04 aja misalnya ternak ikan karena Pak 4:06 ternak ikan. Bila ada seorang pemberi 4:09 seminar ternak ikan jenis 4:11 apapun model ternaknya tanya dia di mana 4:16 peternakan. Itu aja dulu. Jangan kau 4:19 percaya kali. W jiga. Bem bem bem bem 4:21 bem. Aduh. Saya sekarang nengok 4:23 motivator nih maunya dikasih hidayah di 4:27 sama Allah lah gitu ya. Tanya dia 4:29 peternakannya di mana. Hm. Ada. 4:32 Kunjungi. Hm. 4:34 Ah. Setelah kau kunjungi, tengok wajah 4:36 karyawannya berkerut apa enggak. Kalau 4:38 berkerut jauh sama percaya 4:40 lagi. Wajah 4:44 karyawannya, wajah karyawannya senyum. 4:47 Hm. Ya. Tanya dia, "Ini modal ternak 4:51 ikan dari siapa?" He. Bantuan 4:53 pemerintah. Jangan percaya motivasinya. 4:56 Se se se 4:58 0,001 kata pun jangan kau percaya lagi. 5:01 Kenapa? Atau dimodali kawan-kawannya. 5:04 Jangan kau percaya lagi. Karena pasti 5:06 rugi itu sudah. Ah carilah motivator 5:09 ikan. Ni khusus ikan dulu nih ya. Dia 5:12 peternak ikan modalnya dari dia. Uang 5:14 dia sendiri. Cash flow-nya bagus. 5:17 Karyawannya bahagia. Baru kau dengarkan 5:22 motivasinya. Kenapa aku korbannya? 5:25 Aku banyak banyak kan aku pertanyaan aku 5:29 gitu juga setelah saya dimotivasi saya 5:31 pertanyaan saya dua aja sederhana bukan 5:34 dua satu aja Pak selama Bapak memotivasi 5:37 peternakan ini atau menjalankan 5:40 peternakan ini udah ada untungnya belum? 5:42 Hm. Sudah 5 tahun aku jalan enggak ada 5:44 untungnya lah. Ngapain aku 5:46 ikut? Jadi saya sekarang 5:48 mentradisionalkan kembali sistem modern 5:50 harus jadi banting setir ya. Iya. 5:52 Tadinya kan sistem modern tuh saya 5:54 banting setir jadi sistem tradisional. 5:56 Itu pun saya mau kaji dulu e setahun ini 5:59 kalau memang cash flow-nya bagus kita 6:02 lanjutkan. Kalau gak kita ganti jadi 6:04 pertanian tanaman hias. Hmm. Sebenarnya 6:06 gini karena pertanyaan Pak Krishna 6:08 begitu ya. Hati-hati dengan motivator. 6:10 Hm. Dalam jenis apapun. 6:13 dalam jenis apapun motivator hati-hati 6:17 karena saya lihat dulu motivator benar 6:19 sama kayak ustaz juga lah. Hm. Ustaz 6:21 juga harus hati-hati. K aku ni juga kau 6:23 harus hati-hati dengar aku juga ya biar 6:25 fair gitu kan. Dengerin aku pun 6:27 hati-hati kau. Jangan-jangan aku juga 6:28 nipu kan gitu kan. Karena di zaman ini 6:33 udah enggak tahu kita siapa yang benar, 6:35 siapa yang enggak benar. Siapa 6:36 penceramah yang menginginkan kegaduhan, 6:38 siapa penceramah yang menginginkan 6:40 ketenangan? Siapa orang-orang yang sok 6:42 berjuang untuk sosial? Siapa yang benar 6:44 berjuang untuk sosial? Siapa orang yang 6:46 benar memotivasi agar agar agar orang 6:49 hidup dengan motivasinya atau sekedar 6:51 menjual kemampuan motivasinya? Ini sudah 6:54 bingung kita ee menyaringnya ya. Maka ya 6:59 termasuk saya kau juga harus saring gitu 7:01 ya. Tapi kalau kau mau lihat peternakan 7:03 ikan ke Ruhama boleh. Artinya silakan 7:06 saya saya bercerita apa adanya. Saya 7:08 akan cerita ke kau bagaimana 7:10 prinsip-prinsip modern peternakan ikan 7:12 ini. Jangan gitu. 7:15 Kalau di sini aku buka memalukan nanti. 7:17 Enggak enak datang hanya aku cerita ke 7:20 kau nanti. Tapi kalau ada kolam 7:22 tanahnya, ada sumber airnya, cakep Pak 7:24 Krisna ya. Jadi sekarang kita karena 7:27 sudah terlanjur bikin kolam terpal jadi 7:29 kita namakan kolamnya kolam terpal tapi 7:31 dengan konsep tetap tradisional. Ee 7:34 dengan konsep tidak dengan modal besar 7:36 diperkecil lagi modalnya dan lain 7:38 sebagainya. Alhamdulillah. Sekali lagi 7:41 hati-hati mendengarkan motivasi atau 7:42 seminar. Kalau kau mau jadi pengusaha, 7:45 main ke pesantren. Ku ajari kau menjadi 7:47 pengusaha yang real kayak mana caranya. 7:50 Karena banyak aku dengar 7:52 motivator-motivator ini mengada-ngada. 7:54 Hm. Banyak kalau ngebl ya. Heeh. Kalau 7:59 mau jadi motivator enggak usah ketemu 8:01 saya pun enggak apa-apa. K tunjukkan ke 8:03 kau nanti motivator sesungguhnya yang 8:07 enggak bikin kelas motivator mereka 8:08 sebenarnya. Hm. He. Saya kan termotivasi 8:11 juga gara-gara praktisi-praktisi usaha 8:14 itu. Hm. Bu, mereka enggak dagang h 8:18 seminar gitu loh. Diam-diam 8:20 memperhatikan gitu ya. Bukan diam-diam 8:22 mengerjakan. Jangan memperhatikan. 8:23 Mengerjakan. Saya memperhatikan. Saya 8:26 datangi. Pak Kris. Saya datangi semua. 8:29 Ketika saya mau ternak kambing Pak Kris 8:31 tak ada seminar satu pun yang saya 8:33 dengarkan tentang ternak kambing. 8:36 Hmm. He. Tapi saya cari peternak kambing 8:40 yang minimal sudah 10 atau 7 tahun dia 8:42 main. Makanya kan Pak Ser ke Jawa Tengah 8:44 dong ya. Iya. Enggak mau aku pensiunan 8:48 ternak kambing. Enggak akan belajar aku 8:49 sama dia. Ngapain aku belajar sama dia? 8:53 Enggak akan. Jangan kalian mau. Jangan 8:57 pensiunan ternak apapun usaha apapun 8:59 jangan belajar dari belajar jangka 9:00 pendek itu. Nah iya cari. Oh saya dulu 9:03 di Blitar Pak Krisna. Hm. Blitar 9:05 bolak-balik namanya Pak Ibnu Aqil. 9:07 Masyaallah tabarakallah. Silakan 9:10 teman-teman yang mau ternak kaming 9:11 belajar ke sana. Jangan ke kita juga 9:13 biar sanadnya nyambung gitu kan. Silakan 9:15 ke sana. Saya saya enggak usah dengarin 9:17 motivator-motivator ee gadungan yang 9:20 hanya dagang motivator. H. Tapi apa 9:22 boleh buat ya aku bilang ya. Tapi ada 9:25 enggak motivator yang benar? Ada. Pasti 9:27 sama kayak ustaz lah. Ada enggak ustaz 9:29 yang benar? Ada. Ada enggak polisi yang 9:31 benar? Ada. Yang bengak ada. 9:36 Sama juga kayak gitu ya. Dunia kita ini 9:38 memang sudah sangat ee batas antara 9:41 hitam putih abu-abu ini yang abu-abunya 9:43 makin lebar 9:46 nih. Maka karena pertanyaan ternak ikan 9:49 saya sebenarnya sedih melihat 9:51 korban-korban motivator itu. Maka tema 9:54 kita hari ini hati-hati gitu ya Pak 9:57 Krisna ya. Dalam segala hal. Dalam 9:59 segala hal. H dalam segala has kita 10:02 harus hati-hati. H kayaknya kita ngobrol 10:04 santai aja nih. Sudah enggak pakai 10:07 mukadimah kita. Ee Bapak Ibu sependengar 10:10 Rasil ee pemirsa channel YouTube ee 10:15 Rasil ya yang dimuliakan oleh Allah 10:17 Subhanahu wa taala. Rohama Alfajar juga 10:19 punya channel sekarang Pak Krisna ya. 10:22 Boleh dong ya pendengar Rasil ikut 10:25 subscribe mendengarkan Ruhama Alfajar. 10:28 Ruha. Iya. Tema-temanya yang sekarang 10:30 yang kita mau bikin ternak ikan dan 10:34 pertanian secara umum ya. Nanti akan ada 10:36 lagi ee kanal di di di satu channel juga 10:40 ada ada siaran tentang ternak kambing. H 10:43 nanti akan ada lagi aglo. Hm. Ada lagi 10:46 tentang ee bonsai. Ada lagi. Wih, lebih 10:49 gitu-gitu. Tapi ada juga pertanyaan 10:51 masuk ke Rasil. Kalau misalnya mau 10:53 belajar hadis di Ruhama bisa setiap 10:55 malam rebo datang aja sahabat ada setiap 10:57 malam rebo jam 09.00 kita belajar hadis 10:59 pakai kitab apa? Sahih Muslim. Sahih 11:01 Muslim. Siapapun yang tinggal di sekitar 11:03 Citayam Tajur Halang yang dekat dengan 11:06 kita, silakan datang jam 09.00 malam. 11:09 Oh. Ada pendengar Rasil dari Hack 11:11 Citayam itu. He. Aktif mereka lima orang 11:14 sampai en orang. Itu per per bab apa per 11:15 apa ini? Per bab. Per bab. Per bab. 11:17 Kadang-kadang bisa baca 2 sampai 3 bab. 11:20 Hm. Jam 09.00 dan malam mulainya itu 11:23 untuk orang-orang dewasa apa anak-anak 11:26 juga ikut? Kalau anak-anak ikut hari 11:28 Ahad pagi h hadis tapi tentang akhlak 11:31 Nabi. Hm. 11:34 Oleh sirah sahabat juga tentu ya. Ee itu 11:36 akhlak Nabi itu tadi kitabnya Alsanal 11:39 Kamil Lil Alamah As Syekh Murabbi Ruhi e 11:43 Abuya Assayid Muhammad Ali 11:45 Almiki. Itu yang kita baca. Masyaallah. 11:48 Kalau enggak salah saya kemarin sudah 11:49 sampai di bab tentang pemurahnya Nabi 11:52 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 11:54 Silakan datang, Pak Krisna. Ee kita, 11:57 saya kan sekarang sudah enggak 11:58 keluar-keluar ke mana-mana nih. Jadi 11:59 ngaj jadi kita ngaji aja di pesantren. 12:01 Siapapun yang mau datang silakan. Kalau 12:03 subuh hari Minggu ya. Subuh hari Minggu, 12:07 kalau malam malam rebo ya. Kalau Minggu 12:11 sore juga ada minggu pertama, ketiga, 12:14 dan kelima. Pertama, ketiga, dan kelima. 12:17 itu juga terbuka untuk umum. Cuman 12:19 sekarang karena kondisi-kondisi begini 12:21 ini yang dari luar sedikit datang ya, 12:23 jadi sama santri aja. Apa yang motivasi 12:26 ustaz untuk terus berhikmat di dalam 12:29 pengajaran ini? 12:31 Wah, keren nih pertanyaannya. Ah, 12:33 ngobrol gini aja. Ee ini suka aku nih 12:36 kalau 12:37 gitu. Terus terang, Pak Krisna, kenapa 12:40 saya akhirnya memilih pesantren? Ya, Pak 12:43 Krisna ya. pesantren kita ini terserah 12:46 Allah saja. Mudah-mudahan kita gak 12:48 terganggu dengan cerita ini ya. Saya 12:49 saya khawatir saya terganggu keikhlasan 12:51 saya itu aja. Ee kita gratiskan free 12:55 total gitu ya. 12:57 Nah, kegelisahan yang muncul di kepala 12:59 saya itu adalah ketika saya dijuluki 13:01 oleh Pak Ihsan 1000 jadwal itu ya dan 13:04 itu menghasilkan uang yang luar biasa 13:06 ya. Kebayang enggak Pak Kristana? Empat 13:09 kali saya sehari ceramah. Sekarang masih 13:11 begitu udah enggak ada saya tinggal 13:13 semua ya. 13:14 Kebayang enggak amplopnya berapa itu? 13:16 Ya. Ya, saya akhirnya pada waktu itu 13:21 bukan ceramah lillahi taala lagi tuh. 13:23 He. Ceramah lil unplop dan isi-isinya. 13:27 Hm. Sementara pesantren yang sudah saya 13:30 Iya. Yang sudah saya rintis saya nyampai 13:33 ke pesantren capek tidur, besok 13:35 pagi-pagi harus keluar. H. Nah, itu 13:37 membatin di saya kayak saya ziarah ke 13:40 Makkah ee salam saya ke Sayid Muhammad 13:43 Almaliki ya. Salam saya kehad Syekh 13:45 Ahmad Jabir Jibran, salam saya ke 13:47 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 13:48 Saya bertanya Syid Nabil Alghamri dan 13:50 berapa guru saya kesimpulannya dan saya 13:53 ziarah juga ke berkunjung ke Buya 13:55 Mufasir gitu 13:57 ya. Saya harus harus harus apa namanya? 14:01 harus kuat meninggalkan ceramah dan 14:04 mantek di pesantren. Artinya duduk di 14:07 pesantren. He tentu kan bagaimana income 14:10 gitu kan. Ee maka saya dampingi Sofyan 14:13 dalam ternak kambing, saya dampingi Bang 14:15 Hari di ternak ikan, saya dampingi Bang 14:18 Andre namanya di tanaman hias ya. Ee 14:21 bagaimana pemeliharaan durian alpukat 14:23 kita terus ee berusaha supaya nanti 14:26 menghasilkan ya. sekarang ini ada susu 14:29 kambing, ada susu sapi, kita dampingi 14:32 dan itu saya yang buka jalan bersama 14:33 teman-teman ini. Ee sekarang kita mau 14:36 tani pepaya gitu ya. Tetani pepaya 14:39 insyaallah ee sampai 2 hektar nanti 14:43 insyaallah kena korban lagi, Pak. Gitu. 14:46 Jadi kalau Pak Krisna punya musibah, 14:47 saya beberapa hari in jadi salah satu 14:50 karyawan kita lagi ngebabat buka lahan 14:52 pepaya itu 14:55 putus kakinya. Itu yang keluar tema kita 14:58 kemiskinan kemarin bareng sama saya kan. 15:00 Wah itu ngamuk kali saya karena kakinya 15:03 putus ya. Kita bawa ke rumah sakit tu 15:05 enggak ada yang mau karena penampilan 15:07 kita miskin gitu ya. Rumah sakit mikir 15:09 enggak mampu bayar. Udah gitu kan jadi 15:11 habis sudah. Tapi alhamdulillah udah ee 15:14 lukanya iya udah udah sembuh. Kita 15:18 tinggal nunggu proses ini sampai dia 15:20 benar-benuh total baru kita tempak kaki 15:22 palsunya gitu, Pak Krisna ya. Nah, ini 15:25 jadi saya milih ini 15:28 setelah setelah apa ya, Pak Krisna ya? 15:31 Saya kan sebenarnya enak ya, Pak Kris 15:32 dengan ceramah itu enak ya. Saya 15:33 berangkat di setirin sampai di masjid 15:36 atau di majelis taklim disambut ah mas 15:39 dikasih teh, dikasih kopi ya kan pasti 15:41 dimuliakan kan kita ngomong apa aja 15:43 orang dengar kan gitu ya pulang dikasih 15:46 amplok disetir enak enak banget ee tapi 15:51 dari segi kenyataannya sekarang lebih 15:53 enak hmm menurut teman-teman saya yang 15:58 kenal itu ya maksudnya bukannya lebih 16:00 enak kayak kemarin ceramah gitu enak kan 16:02 gitu Enak kan? Enggak ada. Sekarang saya 16:05 macul, saya ngangkat EMB, saya bertama 16:08 teman-teman ngaduk media untuk media 16:11 aglonema kan mulai berbunga. Iya. Ya 16:14 melihat gitu ya. Iya. Kambing lahirin 16:17 kemarin alhamdulillah kambing lahiran 16:20 tapi karena belum ada sistem istrim 16:21 caesar sungsang kambingnya lahir 16:23 meninggal anaknya gitu kan. Itu itu itu 16:26 enak sekali Pak Krishna ya. Bagaimana 16:28 melihat tim guru mengajari anak-anak. 16:31 Saya perhatikan satu-satu nanti 16:32 musyawarah lagi kita cari solusinya 16:35 sama-sama. Bukan saya sendirian Pak 16:36 Kristana ya, Teman-teman. Teman-teman 16:37 ini hebat semua. Teman-teman saya itu 16:39 hebat semua. Saya pikir ya mereka 16:41 betul-betul ingin memperjuangkan 16:42 anak-anak yatim duafa ini. Saya kira wah 16:46 ini jangan saya tinggal lagi. Hm. Kan 16:48 sesudah COVID ini kan muncul Zoom dan 16:50 lain sebagainya. Saya hanya menerima 16:51 jadwal Zoom sama yang saya kenal doang 16:53 paling. H kalau enggak udah enggak 16:55 paling dua tiga kali saya seminggu gitu 16:57 Pak. Itu pun yang akrab-akrab sama saya 16:59 gitu ya. 17:01 Kenapa? Kalau dari sisi ekonomi dan 17:05 popularitas saya pasti pilih itu. H. 17:09 Tapi kalau sisi memperjuangkan pesantren 17:11 ini kan pesantren ini menurut saya ee 17:14 cita-cita sahabat-sahabat saya ini luar 17:16 biasa ya. Bagaimana pesantren ini 17:18 gratis, berkualitas gitu kan. Kan harus 17:21 ada mesinnya. Iya. Iya. Ah mesinnya ini 17:23 ya usaha pesantren itu sendiri yang 17:25 harus kita bangun gitu kan. Tapi 17:28 semuanya ke sana motivasi sama apa ke 17:30 arah sana semuanya. Ee saya sendiri 17:32 berusaha membangun itu di antara 17:34 teman-teman. 17:36 Jangan nyari yang lain kalau di sini. 17:39 Nanti saya sedang pikirkan bagaimana si 17:42 ustaz punya aglonema 10 nanti 17:44 dikembangin punya dia jadi berapa 17:46 dijual. kita sedang oret-oretlah tentang 17:48 itu supaya supaya ustaz, karyawan apa 17:51 semua jangan hanya mengharapkan gaji. 17:53 He. Misalnya nanti perumahan Pak Parit 17:56 butuh antorium berapa pohon butuh tapi 17:58 Pak Parit sudah main 18:02 pohon ya perubahan siapalah gitu 18:06 kan ya. Akhirnya ya ini senang saya Pak 18:10 Krisna ngaji ee pengajian kita Pak 18:12 Krisna hari Senin e yang hari subuh 18:16 selain kita gratiskan, alhamdulillah 18:18 bila ada rezeki kita kasih sarapan. 18:20 Pengajian sore selain kita gratiskan, 18:22 kalau kita rezeki kita kasih makan. 18:25 Paling enggak bisa ngerebus lah ya. Iya. 18:27 Kalau malam rebo selain kita gratiskan 18:30 juga kita kasih makan. Jadi justru 18:32 sekarang menurut saya kalau dulu saya 18:35 datang ceramah dikasih makan enak, 18:37 dikasih amplop, sekarang saya ceramah, 18:40 saya harus siapin makan, minum dan lain 18:41 sebagainya gratis. Sekarang lebih 18:43 nikmat. Hmm. Masyaallah, bedalah. Nikmat 18:47 sekali kebebasan saya menyampaikan 18:50 sesuatu justru saat sekarang. 18:54 Jadi kalau ada orang datang ke sana, dia 18:56 buta huruf Al-Qur'an tiba-tiba lalu bisa 18:59 tuh lain kepuasannya. Waduh, Pak Krisna 19:01 tadinya nakal. 19:03 Saya cerita nih. Ini kan ada yang murid 19:05 sudah 3 tahun di situ, Pak. Waktu tahun 19:07 pertama dia 19:09 datang, selain yatim, miskin nih, salah 19:12 satu yang Ustaz Hamdan juga lihat ya di 19:13 Medan. Dia orang Medan ya. Kalau ini 19:15 Bang, harus kau bantu dah. Rumahnya itu 19:17 di pinggir sungai. Kalau sungai naik 19:19 pasti naik ke dalam. Ini anak datang 19:21 enggak bisa apa-apa sekarang. Masyaallah 19:23 sudah jadi imam, salat sudah lancar, 19:25 bagus, hafalan mungkin 3 atau 5 juz. 19:28 Enggak mengada-ngada lah saya. Saya saya 19:30 juga enggak suka kali lihat pesantren 3 19:32 tahun hafal 30 juz gitu ya. Itu juga 19:34 harus saya tegur. Enggak usah 19:35 mengada-ngada bikin program gitu ya. 19:38 Bagus dia. H wah itu dibayar 3 triliun 19:42 juga enggak bisa, Pak. Itu misalnya ada 19:44 orang bayar saya 3 triliun untuk 19:46 melakukan itu, enggak enggak butuh saya 19:48 3 triliun. Kenapa? Saya sudah percaya 19:51 betul dengan bantuan Allah Subhanahu wa 19:53 taala. Makanya sekarang kalau ada orang 19:54 ingin mewakafkan hartanya, menyumbangkan 19:56 hartanya, kalau dalam bentuk banyak saya 19:58 pasti tanya. H ini sumbangan apa ini? He 20:02 pasti saya tanya. Sedekah, infak, zakat, 20:05 wakaf. Hm. Wakaf kata dia wakafnya wakaf 20:09 total atau wakaf mau mengontrol saya? 20:11 Pasti saya tanya. Iya. Enggak. Karena 20:14 gini, Pak Krisna, saya sekarang sangat 20:16 PD dengan adanya Allah. Sudah. 20:19 Masyaallah. PD sekali. Saya sudah 20:21 mengalami turbulens yang sangat luar 20:24 biasa. Apalagi sesudah saya memutuskan 20:27 enggak ceramah, Pak Krisna. 20:29 Kan Pak Krna bayangkan enggak tadi 20:31 pemasukan saya tadi empat kali sehari 20:33 saya ceramah itu kalau di prime time 20:36 time time Pak Krishna itu amplopnya 20:38 keren sudah prime time sudah di 20:41 tempat-tempat yang ee segitiga bermuduh 20:44 gitu Pak 20:45 Krishna kau bayang enggak Kplopnya itu 20:48 Pak Krishna ah luar biasa luar biasa 20:51 amplop-amplopnya kayak gitu tuh saya 20:53 putuskan total tidak ada 20:56 lag pesantren Kan harus jalan bukan 20:59 harus jalan, harus 21:01 naik turbulensi mengenai kon cikung 21:05 tiba-tiba kemarin putus. Saya sampaikan 21:07 di sini ya 150 juta habis untuk operasi 21:10 itu. Ketika itu Pak Krisna saya 21:13 ceritakan karena sudah saya hadapi bukan 21:14 saya minta-minta dana. Enggak. Saya 21:15 sudah hadapi gitu loh. Sudah saya 21:17 selesaikan bukan saya ini. Saya bingung 21:20 pada waktu itu ya. Saya akhirnya benar 21:22 waktu itu saya minta tapi hanya yang 21:23 saya kenal saja kawan. Kalau kali ini 21:25 aku minta tolong, aku enggak pernah 21:27 minta tolong kayak gini. K, tapi ini 21:28 harus kita bantu. Bilang tolong kasih 21:31 aku rezekimu. Kalau apap pun nanti biar 21:33 k 21:35 ganti. Enggak, enggak saya umumin ke 21:37 mana-mana yang saya dengar a yang saya 21:38 kenal aja. Wah, ketika turbulensi itu 21:41 bisa saya hadapi kok bilang, "Ya Allah, 21:43 saya semakin PD 21:45 ini." Itu hasilnya yang kemarin lebih 21:47 dari 17 tahun saya belajar di Mekah 21:49 tentang tauhid, Pak Krisna. Masyaallah. 21:51 Proses itu ya. Maka ujian ketika Allah 21:54 bikin enggak usah ni ada istri saya coba 21:58 tanya dia stres enggak aku waktu itu 22:00 gitu. Cuman kalau agak berat saya bilang 22:03 saya kalau saya bilang sama istri saya 22:04 kalau agak berat aku bilang kalau aku ke 22:06 rumah ini aku agak berat kau jangan 22:07 macam-macam itu aja tapi kalau aku 22:10 merenung susah terus diam enggak gerak 22:12 enggak ada semua program harus jalan tim 22:14 nanya saya ustaz gimana kambing harus di 22:17 urus semua jangan ada yang berhent 22:18 bilang h tapi kan ustaz lagi b enggak 22:20 saya akan datang cek semuanya ayo jangan 22:24 ada yang berhenti gara-gara masalah 22:25 apapun 22:27 jangan ini Allah menguji kita membikin 22:30 bikin fermentasi kepada kita sesuatu. 22:33 Kalau sudah melewati masa fermentasi 22:34 jadi apa, Pak? Jadi mahal 22:36 harganya. Ah, itu ya. Wah, sesudah itu 22:41 terjadi rezeki kita bujuk naiknya kayak 22:45 main itu, Bapak. Main 22:48 trompolinam gitu. Datang lagi turbulens 22:50 yang lebih hebat. Wah, gitu ya. Dan saya 22:54 tenang aja. Turbulens kedua ini istri 22:57 saya juga nah ayah enggak apa-apa 22:59 katanya. Enggak 23:01 apa-apa masih ada di tanya kok ayah bisa 23:03 seikhlas itu gitu ya. Bukan saya sedang 23:06 belajar gitu. Ohyaall saya enggak ikhlas 23:08 sebenarnya. H kalau ikhlas mah enggak 23:10 kayak saya ini kan muka buuka preman di 23:13 mana ikhlasnya coba 23:15 Pak? Saya kadang-kadang kalau dipanggil 23:17 ustaz kiai itu malu dengan diri sendiri 23:19 karena lebih baik Bang Salman kan gitu 23:21 ya Bang Salman gitu ya. Tenang saya 23:25 enggak ada beban saya dipanggilan itu 23:27 ya. Tapi turbulen sini, Pak Krishna. 23:29 Yakin dan percayalah kalau saya kayak 23:30 turbulen sekarang. Udah enggak apa-apa. 23:33 Enggak ada yang dibawa mati. Gua pikir 23:34 kan ya. Enggak ada yang dibawa mati. 23:36 Kita jalan. Teman-teman saya nanya, 23:38 "Gimana ini Ustaz? Gimana?" Tetap semua 23:40 harus jalan. Ini hanya turbulens. He. 23:43 Kalau di pesawat di zaman sahabat ada 23:45 enggak ngalin seperti ini juga? Banyak, 23:47 Pak Krishna. Abu Bakar itu sesudah dia 23:50 beriman menghadapi turbulensi-turbulensi 23:52 yang jauh lebih berat dari kita. H 23:54 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 23:55 sebagai manusia yang paling mulia 23:57 mengalami turbulens yang yang tak bisa 24:00 kita alami pasti Pak Krisna kebayang 24:02 enggak sih Pak Krisna kita ceramah 24:04 dilempar orang dimaki orang h kita dia 24:08 harus mengeluarkan biaya atas 24:10 operasional ceramahnya sendiri sesudah 24:13 dia keluarkan biaya operasional 24:14 ceramahnya dihina dimaki pula dia 24:17 lagi belum lagi cobaan rumah tangganya 24:20 dia hanya tenang bersama Khadijah 24:21 radhiallahu anha wa ardha istri-istri 24:23 yang lain Lu cerewet kayak bini kita 24:26 semua, lu ganggu kegiatan kita. Tapi 24:30 Nabi bagaimana memanage itu semua dengan 24:31 baik? Fitnah tentang istrinya, 24:33 perselingkuhan dan lain-lain sebagainya 24:35 ada di kehidupan Nabi. Tapi Nabi tetap 24:38 tegar. Wah, itu Pak Krishna kalau kita 24:41 pelajari enggak ada apa-apanya kita. 24:44 Makanya kalau bicara sunah sama saya 24:46 ini, kau pernah enggak berbicara tentang 24:48 kuatnya Nabi menghadapi masalah? Ini 24:50 sunah. Hm. Kalau cuma pakai jenggot 24:52 kemudian kau putus asa, kau pakai jubah 24:54 kayak aku nih pakai topi tapi putus asa. 24:56 Itu mah sunah receh kan seling bilang 24:58 gitu. Tapi dimarahi orang aku bilang 24:59 gitu. Tapi sunah menghadapi masalah. 25:02 Problem solving is the real sunah 25:06 sebenarnya. Pernah enggak kita pelajari 25:09 tentang problem solver yang diajarkan 25:10 oleh Rasulullah sallallahu alaihi 25:11 wasallam? Sebenarnya kata kuncinya dua. 25:12 Sabar, syukur, sudah 25:14 selesai. Hanya saja aplikasinya kalau 25:17 kata guru saya, saya pernah tanya sampai 25:19 kapan kita belajar syukur dan sabar? 25:20 sampai izrail cabut 25:22 nyawamu. Enggak ada khatamnya, Pak 25:24 Krisna. Jangan, Pak Krisna pikir setelah 25:27 Bapak terjadi penipuan penipuan yang 25:29 Bapak alami ini tidak ada lagi ujian 25:31 sabar. Siap-siap kalau kau semakin saleh 25:34 pasti lebih berat. Ya, saya pastikan Pak 25:38 Krisna juga lagi dilanda musibah ini ya. 25:40 Mudah-mudahan Allah kuatkan ya. Amin. 25:43 Gini Pak Krisna ya, yang Bapak alami 25:45 sedang saya alami juga ya gitu. Masalah 25:47 tanah, masalah rumah ya gitu ya. Saya 25:49 juga sedang mengalami, tapi bagi saya ya 25:51 sain santai aja kita. Gak ada yang harus 25:54 kita sesalkan dalam hidup ini. Enggak 25:56 ada yang harus kita sayangkan dalam 25:58 hidup ini. Belajarlah ketika sesuatu 26:01 yang berharga hilang dari kehidupan 26:03 kita. Itu tanda bahwa Allah ingin 26:05 mengajarkan kita bahwa yang berharga 26:07 hanya 26:10 Allah. Bahwa hanya yang berharga hanya 26:12 Allah. waktu saya mengalami beapa ee 26:15 berarti kan dari sebelum belum nyampai 26:17 sebulan saya menghadapi turbulens yang 26:19 sangat yang sangat koliber goncangnya 26:22 luar biasa. Tapi membuat saya menyadari 26:24 bahwa saya hanya punya Allah. Sudah 26:28 saya hanya punya Allah. Di situ saya 26:30 paham betul. Iyaka na'budu wa iyaka 26:34 nasta. 26:36 Selesai. Uh. Saya saat ini sedang 26:40 difasilitasi oleh Allah. Fakultas Tauhid 26:45 gratis, tidak perlu hafal apapun. Itu 26:48 enaknya sama Allah kan. Kalau kita 26:50 berguru sama Kiai, sama Habib, sama 26:51 Syekh, sama siapapun kok harus ngfal, 26:53 Pak. Hafal ayat sekian sampai ayat 26:55 sekian, hafal syair ini itu repotnya. 26:57 Tapi sama Allah langsung praktik, 26:59 langsung praktik dia bikin. Dan kalau 27:01 kau lulus, kau akan dekat dengan Allah 27:03 Subhanahu wa taala. Amin. Kelulusan ini 27:05 cuma dua, syukur dan sabar saja. Kalau 27:07 kau ngeluh, kalau enggak apa enggak apa. 27:09 Enggak, enggak, enggak usah kita 27:10 keluhkan. kita ceritakan boleh sebagai 27:13 iktibar bagi orang kan gak kalau saya 27:15 enggak sayaan ceritakan detail apa itu 27:17 ya tapi kalau yang kaki putus kan 27:20 selesai saya hadapi sudah selesai saya 27:22 hadapi saya hanya memikirkan kaki 27:23 palsunya doang masyaallah Pak Iyuh ini 27:26 juga tegar saya lihat ya kuat dia. 27:28 Masyaallah ee kita akan tetap support 27:31 sebagaimana dia e supaya lebih hebat 27:33 lagi nanti sesudah kondisi dia seperti 27:35 itu. It's the real sunah Pak Krista ya. 27:37 motivasi eh apa tadi? Eh bagaimana 27:41 problem solver? The problem solver of 27:44 life is the real sunah. Wah itu kita 27:47 bikin ya sunah dari Rasulullah 27:50 sallallahu alaihi wasallam adalah 27:53 bagaimana seseorang mampu menyelesaikan 27:55 masalahnya. Nanya lagi Pak Krisna apa 27:57 lagi? Mending kayak gitu. Ngapain pakai 28:00 judul kan? Apa lagi Pak Gr. Terus ee 28:05 kalau dari segi zikir-zikir, zikir-zikir 28:07 apa yang mesti kita baca supaya kita 28:08 tenang? Wow. Dalam menghadapi problem 28:11 gitu. 28:13 Gini, Pak. Apa semua zikir? 28:15 Enggak. Ada hal zikir yang istimewa itu 28:18 ada, Pak Krent. Yang tertentu itu ada. 28:22 [Musik] 28:24 Ee ada satu surah cerita tentang sebuah 28:28 turbulens. bila terjadi turbulens ya 28:31 mudah-mudahan sama-sama hafal kita ini 28:33 ya nama surahnya 28:35 turbulens kita nama surbul ya biar 28:40 bingung nih kawan-kawan aku yang ustaz 28:41 nih apa pula di zamannya ada pula nama 28:44 surah 28:45 turbulens ada enggak pakna surah 28:48 turbulens dalam Al-Qur'an 28:50 Albaqarah 286 itu apa bukan Albaqarah 28 28:53 ini surah itu ayat kalau Albaqarah kan 28:56 ada enggak Pak Krishna dengar surah di 28:58 dalam Al-Qur'an judulnya alturbulensi. 29:01 Enggak ada namanya Azzalzalah. 29:04 Azzalzalah. Azzalzalah. Goncangan ya. 29:07 Nah. Ya. 29:09 Alzalzalah goncangan. H. Ini di sini ada 29:13 petunjuk dari Allah kalau goncangan 29:15 terjadi. Tentu surah ini bukan 29:19 satu-satunya petunjuk tentang bila 29:21 turbulens terjadi. Tapi saya suka yang 29:24 ini karena ada keistimewaannya. Kita 29:26 lihat ya. 29:30 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 29:33 Bismillahirrahmanirrahim. Idza 29:35 zulzilatil ardu zilzalaha wa akhrajatil 29:39 ardhu 29:41 atqalaha waqal insanu maa laha. 29:46 Yaumaidzin tuhadditsu 29:49 akhbaraha bianna rabbaka aa laha. 29:55 Yaumaidin tuhadditsu 29:58 akhbaraha. Yaumaidin 30:01 yasdurunna yaumaidin 30:04 yasdurunnasu asatan liyurau 30:07 a'maalahum. Fam 30:11 ya'malarin khairan yarah. Wamay 30:16 ya'malarin syarr yarah. Kalau salah 30:20 bacaan saya, saya mohon maaf ya. 30:22 Ya Allah bilang gini, idza zulzilatil 30:26 ardu zilzalaha. Apabila bumi 30:28 diguncangkan dengan guncangan yang 30:30 dahsyat, turbulens kan. Betul kan, Pak? 30:33 Tentu ini kalau saya belajar dengan para 30:35 kiai saya, ulama-ulama saya yang saya 30:37 temui di Makkah, ini cerita tentang 30:38 kiamah. Tetapi guru-guru kita juga 30:40 mengingatkan bahwa surah ini bukan hanya 30:43 tentang kiamah, tapi tentang bila 30:45 terjadi problem cobaan dalam hidup. 30:47 Waakjatil 30:49 arduqha ya. Bumi mengeluarkan beban 30:52 berat yang ada di 30:54 kandungannya. Ee bila bumi bergoncang, 30:58 dia sedang punya beban yang harus dia 31:00 keluarkan. Hm. Ada pesanan tasire kalau 31:03 kata orang Padang di situ, Pak Krishna. 31:06 Bila Bapak Krishna mengalami 31:08 permasalahan berat seperti yang Bapak 31:10 alami sekarang ini ya, Bapak Krisa 31:12 tertipu sampai 1,2 miliar tadi ya. Ee 31:15 berarti di dalam benak Bapak tuh ada hal 31:19 unek-unek yang sangat berat gitu yang 31:22 tak 31:23 terungkapkan. Ada yang sangat berat tak 31:25 terungkapkan. Allah kasihan sama bapak. 31:28 H maka dibikin aja ini supaya itu 31:31 unek-unek ya dia keluar 31:35 atau dia malah mendem menyatu dengan 31:37 daging bapak. Sudah sudah lupa nanti 31:38 Bapak seumur hidup ini. Wa akrajatil 31:41 arduq. Jadi bumi ini kenapa dia goyang? 31:45 Karena ada beban di bawah ini. Berat 31:48 kali gitu loh. Larva ini sudah harus 31:50 dimuntahkan memang gitu ya. Ya, 31:53 lempengan-lempengan yang didahi itu 31:55 memang harus dikeluarkan sudah gitu. 31:57 Maka digoyang dia. Sebenarnya proses 32:00 goyangan itu bagus mengeluarkan beban 32:04 berat yang berat-berat di dalam. Kan 32:06 Ibnu Sina kan dalam Alkanun Fibnya dia, 32:09 dia bilang mengobati penyakit itu tidak 32:11 selamanya dengan obat, tapi dengan 32:14 memunculkan penyakit yang lebih berat. 32:16 Hm. Sembuh penyakit yang 32:18 kemarin. Tetapi ini orang-orang filsafat 32:21 memahami ini apa maksudnya ya? Ee tentu 32:24 bukan bukan bukan saya yang mampu 32:25 menjelaskan itu. Tapi dia mengatakan 32:28 bahwa misalnya penyakit yang nilainya en 32:31 bisa diobati dengan memunculkan penyakit 32:33 yang nilainya 15. 32:35 Ada film kungfu yang dimainkan oleh 32:37 Jetlee. Eh, Jetlee apa Donien gitu ya. 32:40 Waktu saya nonton film itu, saya 32:42 terbayang teorinya e Ibnu Sina itu ya. 32:45 Saya ulangi lagi bahwa goncangan itu 32:47 terjadi mengeluarkan apa? Beban berat. 32:51 Magma 32:53 itu coba kalau Pak Krishna diam nih ya 32:56 pasti ada kelegaan yang sangat luar 32:58 biasa terjadi nanti. Coba diam dulu 33:00 nanti. Tapi ya kita lihat bagaimana 33:03 supaya lega. Bagaimana supaya lega? Ada 33:05 jawabannya di ayat ketiga. Waqalal 33:09 insanu ma 33:11 laha. Dan bumi eh dan manusia bertanya 33:15 apa yang terjadi pada bumi ini? Hmm. 33:20 Tentu gini ya, tafsir ini sangat 33:23 variatif ya. Nanti silakan belajar dari 33:25 guru-guru kita yang lain. Tapi saya 33:26 melihat ayat ini dari perspektif bencana 33:29 tadi 33:30 ya. Manusia ini bila terjadi bencana, 33:35 goncangan, pasti kepo. Iya. Nah, Allah 33:39 enggak mau kepo. H Bapak kalau kena 33:42 musibah, bencana udah inn lillahi wa 33:45 inna ilaihi rojiun. Selesai. Ini kenapa 33:48 ya? Enggak usah, makin repot kau, Pak. 33:52 Heh, 33:53 Salmon. Saya 33:55 kenapa, padahal saya sudah membesarkan 33:59 anak saya, tapi dia malah lupa sama 34:02 saya. Enggak usah, 34:04 Salman tetangga saya ini. Padahal saya 34:07 loh yang selama ini nyekolahin anak dia, 34:09 sekarang dia malah nipu saya. 34:13 Enggak usah gitu ya. Enggak usah. 34:16 H Salman ini tanah saya loh sebenarnya 34:18 kan Pak K saya bilang gitu ya. Eh, 34:20 enggak 34:21 usah. Entah kenapa sama pula hujan 34:25 kita. Enggak apa-apa. Santai aja kita 34:28 ngapain? Kalau saya nih, kalau saya 34:31 boleh nih kita main gitar. Lagu main 34:34 gitar kita, Pak Krishna. Mending 34:35 daripada ceramah dan lagu-lagunya 34:37 lagu-lagu Roma Irama kita bikin. 34:39 Begadang jangan 34:41 begadang rereret kalau tiada 34:46 artinya. Santai aja Pak Krisan saya. 34:49 mengajak Bapak begitu ya. Q insanu malah 34:52 udah enggak usah dibahas 34:53 ngapain. Karena manusia itu bukannya 34:56 menghadapi masalahnya malah bertanya 34:59 kenapa nih corona datang malah debat 35:03 antara pro corona sama enggak corona 35:06 dipolitikisasi lagi ini lagi itu lagi 35:09 kan jadi enggak selesai coronanya ada 35:11 mazhabnya ya. Iya, Corona. Gua bilang 35:14 makanya kemarin ketika saya diajak 35:16 bincang mengenai itu, saya bilang, "Kita 35:18 enggak usah berdebat mengenai ini dan 35:19 enggak usah tanya kenapa lagi. 35:22 Problemnya di depan mata 35:23 selesaikan, identifikasi permasalahannya 35:26 oksigen. Tanam pohon sebanyak-banyaknya 35:28 sudah selesai, Pak. K enggak dibadakan 35:32 debat begini bebat." Dan rata-rata 35:34 narasumber nasber ini pintar ngoceh tapi 35:37 enggak bisa ngelakuk apa-apa. 35:39 termasuk rasil nih kadang-kadang banyak 35:41 kali narasumber kayak mana nih ku bilang 35:44 kalau nak nyari itu orang yang 35:47 ngelakukan 35:48 sesuatu jangan cuma ngecap 35:52 aja begini bekan begini ah bikin 35:56 puyeng saya enggak enggak termasuk 35:59 siapapun ya saya enggak enggak ada 36:00 ngapain kita dengerin orang yang cuma 36:02 bisa 36:04 ngoceh enggak usah dengerin orang yang 36:06 bisa 36:07 ngoceh cari yang benar-benar melakukan 36:10 sesuatu begitu. Dan jangan dia baru 36:13 lakukan 7 bulan karena lagi tren lagi 36:16 tren ternak lele dia tiba-tiba ternak 36:18 lele. Jangan dengerin dia cari yang 36:21 sudah 17 tahun main di 36:23 situ. Dan ini problem bangsa kita ya. 36:26 Banyakan yang ngoceh daripada yang 36:28 berbuat. Banyakan kritikus. 36:32 Kalau kayak gini terus nanti sampai hari 36:34 kiamat presiden kita enggak bisa tenang 36:36 kerja karena banyak yang sok 36:40 pintar. Kalau dia disuruh jadi presiden 36:42 enggak bisa juga dia. Ya, mohon maaf 36:45 kan. Ah, banyak tokoh kita yang kayak 36:46 gitu. Demo menjatuhkan presiden fulan 36:49 bin fulan. Giliran dia disuruh jadi 36:51 presiden enggak bisa juga ya dia. Nah, 36:53 ini sekarang kan yang dulu demo-demo 36:55 sudah naik diantar DPR RI semua kan. 36:57 Bisa enggak dia ngapa-ngapain coba? 36:59 Enggak bisa. Enggak bisa juga. Cengkune 37:01 kebanyakan kalau ketar Medan Wak labu. 37:06 Makanya belajar wahai bangsa Indonesia 37:10 belajarlah. Kita perlu orang-orang yang 37:13 tidak sekedar bercerita tapi do 37:16 something. No action talk only. That 37:20 menipuan kudah enggak ada gunanya enggak 37:22 usah dengar. Ini kalau barang acara TV 37:26 ni makin bingak aja. Eh, dia ini 37:28 ngomongin teori dia nih di mana dia 37:30 praktikkan gitu 37:32 dong. Bukti nyata gitu ya. Ah, kembali 37:35 lagi kok ke situ pula pembahasan kita 37:37 ya. Iya tadi qol insanu malaha manusia 37:41 itu hobinya nanya bukan jangan kau nanya 37:45 ngapain nanya. sudah terjadi kok, Pak 37:48 Kris. Hadapi ya hadapi. Karena kembali 37:52 lagi ke ayat yang kedua tadi karena ini 37:54 adalah proses di mana beban-beban berat 37:57 kita akan dikeluarkan gitu 38:02 ya. Akbar. Pada itu pada hari itu bumi 38:05 menyampaikan 38:07 beritanya. Lihat ya, ayat ini unik 38:10 sekali bagi saya. Bagi saya, tapi saya 38:12 memandangnya di perspektif 38:13 bencana atau problem atau permasalahan. 38:17 Manusia ini kalau ada sesuatu terjadi 38:20 yang berat sebagai bencana, dia justru 38:23 nanya. Padahal kata Allah, bumi sudah 38:26 berkali-kali menyampaikan pesannya. Ya, 38:29 gitu ya. 38:31 Misalnya ee ada bencana kelaparan, ada 38:34 bencana kebanjiran, ada bencana gempa, 38:38 ada bencana kebakaran, ada bencana. 38:41 Sebenarnya bumi sudah berkali-kali 38:43 sampaikan ke kita dengan skala kecil 38:46 SMS, tapi kita e mengabaikannya. Joe 38:51 Biden bilang bahwa Jakarta 10 tahun lagi 38:53 akan tenggelam. Saya bilang sama Jo, 38:55 saya enggak butuh pernyataan ente. E 38:58 Jakarta itu dulu Rawa. Jakarta itu dulu 39:00 kebun duren. Jakarta itu dulu kebun 39:02 Salak. Jakarta itu dulu kebun Jahe. Ke 39:04 Jakarta itu dulu kebun apa lagi? Kebun 39:06 Siri, kebun manggis, Kampung Rambutan. 39:09 Tiba-tiba dibangun-bangunan. 39:11 tenggelam dia gitu kan. Harusnya kita 39:14 pikirkan jangan ditanamin gedong gitu 39:17 ya. Jadi si bumi ini sebenarnya kalau 39:20 kita jeli sudah menyampaikan pesan 39:23 terhadap masalah-masalah kita. Ah 39:26 sekarang permasalahan kita oksigen. Nah 39:29 gitu kan. Permasalahan Pak Krishna 39:31 ditipu. Permasalahan siapa lagi? Bang 39:34 Ondi ee ee ee belanja rumahnya selalu 39:38 kurang gitu kan. Kan sudah sering 39:39 dipesankan oleh peristiwa itu sendiri. 39:42 Ma kita sesudah terjadi bencana itu cara 39:47 supaya beban-beban kita keluar. Enggak 39:49 usah banyak tanya. Dan itu pesan ada 39:52 pesan di 39:53 sana 39:57 bianbakaha. Karena sesungguhnya Tuhanmu 40:00 telah memerintahkan yang demikian itu 40:03 padanya. Bahwa goncangan itu terjadi 40:07 berdasarkan perintah Allah. subhanahu wa 40:09 taala. Enggak ada cobaan Allah berikan 40:13 gratis gitu, enggak ada, Pak Krishna. 40:15 Atau enggak ada cobaan Allah berikan 40:17 karena dia iseng, enggak ada. Itu 40:19 terstruktur cobaan yang Allah berikan 40:21 itu. Dan itu memang sudah menjadi pesan 40:23 bagi kita umat manusia ya gitu ya. 40:26 Kemudian yaumaid yasurunasu 40:31 asuralahum pada hari itu, tapi ini 40:33 kiamah bahwa manusia akan diperlihatkan 40:37 amal mereka. Nah, pada saat bencana kita 40:40 kecilkan lagi makna surah ini Pak Krisna 40:41 ya. Kita bikin bencana skala kecil kayak 40:44 yang kita alami sekarang bukan bencana 40:45 skala kiamah. Pada hari di mana bencana 40:49 didatangkan oleh Allah Subhanahu wa 40:51 taala. Pada hari di mana bencana 40:54 diberikan kepada seseorang atau kepada 40:56 suatu kampung atau kepada suatu negara 40:59 itu 41:02 amalahum untuk mempertontonkan kualitas 41:06 amal mereka. 41:09 Wah, ini ya untuk menunjukkan kualitas 41:12 amal kita di bencana itu ketahuan ya. Di 41:16 problem itu ketahuan. Sesungguhnya kita 41:18 ini menyembah Allah dengan baik atau 41:20 tidak. Sesungguhnya kita ini kenal Allah 41:22 atau tidak. Dibencana itu akan ketahuan. 41:25 Lurau a'alahum. Ya, untuk 41:28 mempertontonkan hasil dari amalan 41:30 mereka. Kalau nanti di hari kiamah sudah 41:32 enggak ada tedeng aling-aling lagi, kita 41:35 hanya dapat nilai kiri apa kanan gitu 41:38 ya. Kalau masih hidup cobaan kecil, ah 41:42 ketika dapat cobaan itu untuk memper e 41:45 itu untuk memperlihatkan ee ee ee amalan 41:48 kita gitu ya. Amalan kita sekualitasnya 41:50 seperti apa. Kalau ternyata kualitas 41:53 amalan kita masih rendah, kita masih 41:56 punya waktu untuk memperbaiki gitu, Pak 41:58 Kris ya. Ah baru yaal 42:02 mqalain khair yararah wal 42:06 mqalatin sararah. 42:09 Baru Allah bilang, "Dalam bencana itu 42:11 nanti sekecil apapun perbuatan baikmu 42:15 akan sangat membantumu untuk menghadapi 42:18 bencana itu." Begitu juga sebaliknya, 42:20 sekecil apapun perbuatan jahatmu akan 42:24 merepotkanmu menghadapi bencana itu. 42:26 Sekaligus kata guru saya saat belajar 42:28 ayat ini, maka Salman saat bencana itu 42:31 datang, segera perbanyak perbuatan baik. 42:34 Karena perbuatan baik inilah yang akan 42:36 mampu menyelesaikan problem yang sedang 42:38 kita alami. Pak Krishna sedang 42:40 menghadapi problem. Enggak usah pikirkan 42:43 problemnya, enggak usah ceritakan 42:45 problemnya, enggak usah dianggap 42:46 kenapa-kenapa problemnya. Teruslah 42:48 berbuat baik. Amin. Teruslah berbuat 42:50 baik. Ya, jangan lakukan sesuatu yang 42:52 tidak baik. Terus kita berbuat baik, 42:54 lakukan kebaikan. Lakukan kebaikan. 42:56 Lakukan kebaikan. Kenapa? Janji Allah 42:59 akan dipertontonkan hasilnya oleh Allah 43:01 Subhanahu wa taala. hasil dari perbuatan 43:04 baik kita itu, Pak Krisna. Silakan, Pak 43:06 Krisna. Oke. Baik. Silakan yang mau 43:09 bertanya, mau sharing, kami tunggu untuk 43:12 WA di 43:16 0811999720 untuk telepon di 43:21 0218451512. kami 43:29 tunggu 43:30 fasayarallahu amalakum wa rasuluhu wal 43:36 mukminun 43:38 wasaturadduna ila aalimil ghaibi 43:43 wasyahadah 43:46 fayunabbiukum bimaa 43:49 kuntum ta'malun 43:54 [Musik] 44:06 Sungguh nikmat orang yang sudah mendapat 44:09 perhatian Allah dan 44:11 rasulnya. Jika perhatian dari atasan, 44:14 pejabat, dan orang-orang yang berkuasa 44:17 saja sudah bisa membuat kita kegirangan. 44:21 Bagaimana jika perhatian itu datang dari 44:23 pencipta alam semesta beserta ciptaannya 44:27 yang paling indah, yaitu baginda nabi? 44:31 Apalagi yang kita cari di dunia selain 44:34 dua hal 44:40 tersebut? Perhatian tadi bisa didapat 44:43 hanya jika kita beramal saleh apapun 44:46 bentuknya. bisa dengan tenaga, harta, 44:50 pemikiran, dan lain 44:53 sebagainya. Namun amalan yang paling 44:55 menyenangkan baginda Nabi adalah 44:59 memperjuangkan ajarannya, meneruskan 45:01 perjuangan beliau, berdakwah di 45:04 jalannya. 45:05 [Musik] 45:09 Kami mengajak ikhwan akhwat pendengar 45:12 Radio Silaturahim dan pemirsa Rasil TV 45:15 bersama-sama berjuang bersama Radio 45:18 Silaturahim dengan berdonasi ke nomor 45:21 rekening berikut. 45:31 [Musik] 45:37 Sayidah Aisyah radhiallahu anha berkata, 45:40 "Kana Rasulullahi sallallahu alaihi 45:42 wasallam yastahibbul jaw 45:46 minad ma siwaik rawahu Abu 45:51 Daud adalah Rasulullahi sallallahu 45:53 alaihi wasallam beliau menyukai doa yang 45:57 ringkas dan beliau meninggal 45:59 Yang selain itu. Hadis riwayat Abu 46:04 [Musik] 46:07 Daud dari Anas bin Malik radhiallahu 46:11 anhu. Kana aksaru duain Nabi shallallahu 46:15 alaihi wasallam. Allahumma rabbana atina 46:19 fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah 46:24 waqinazabanar muttafa alai. 46:27 Doa yang paling banyak dibaca oleh Nabi 46:29 sallallahu alaihi wasallam yaitu 46:32 Allahumma atina fid dunya hasanah wafil 46:36 akhirati hasanah 46:46 waqinaabanarfa. Sebenarnya bisa saja 46:49 nanti berdoa dengan doa yang panjang 46:51 sebagaimana yang terdapat dalam sebagian 46:54 hadis tentang doa-doa beliau. Akan 46:57 tetapi yang paling beliau sukai adalah 47:00 membaca doa yang ringkas tapi padat. 47:09 [Musik] 47:31 Allahu 47:33 Akbar. Allahu 47:37 Akbar. Lailahaillallah. 47:51 Radio Silaturahim yang dipancarkan dari 47:53 jalan Masjid Silaturahim 36 Kalimanggis 47:55 Cibubur masih di acara sirah Nabawiyah 47:58 bersama Ustaz Salman Alfarisi. Sudah ada 48:01 pertanyaan masuk dari Bapak Arianto. 48:04 Salam Ustaz Salman Salam warahmatullahi 48:06 wabarakatuh. Terima kasih tausiah dan 48:08 nasihatnya paten kali katanya. Bagaimana 48:11 Ustaz agar di saat kita terkena musibah 48:13 di awalnya kita bisa langsung 48:15 mengendalikan diri, langsung ingat dan 48:17 sepenuhnya berserah diri kepada Allah. 48:19 Terkadang kita ya ee mengucapkan istirja 48:23 innalillahi tapi tetap awalnya itu 48:25 berat. Heeh. 48:29 Itu 48:30 memang ibarat seorang gini, Pak Krishna. 48:35 Bagaimana caranya 48:37 bisa bawa MotoGP kayak Valentino Rossi? 48:41 Jawabannya apa, Pak? Belajar. Belajar. 48:43 Bukan hanya itu. Latihan. Latihan. 48:46 Bagaimana saya supaya bisa main gitar 48:49 kayak ee siapa? Rido Sleng. Kayak alif 48:53 bata. Oh, alif bata. Benar. Latihan gitu 48:57 ya. Enggak bisa alif bata kunci f, kunci 49:00 mi, apa langsung. Enggak. Setelah 49:02 bertahun-tahun dia latihan baru bisa. 49:05 Sama dengan menghadapi 49:07 musibah. Menghadapi musibah 49:09 pertanyaannya kalau seperti itu hanya 49:11 dua jawabannya. Bersabar dan 49:13 bersyukurlah kepada Allah Subhanahu wa 49:15 taala. Yang Pak Reanto sudah tahu 49:17 jawaban itu. Tapi apakah bisa sabar dan 49:21 syukur itu langsung kita aplikasikan 49:23 saat ee bencana itu datang? Enggak akan 49:26 bisa. Maka diajari kita oleh Allah 49:30 dengan cara bagaimana? Ya itu tadi 49:31 didatangkan bencananya. Didatangkan oleh 49:34 Allah bencananya. Kalau bencana itu 49:36 datang, yang kita lakukan adalah tetap 49:39 melakukan kebaikan gitu ya. Tetap 49:42 kerjakan kebaikan. Pokoknya yang tidak 49:44 baik jangan kerjakan gitu ya. Setiap ada 49:47 masalah tetap lakukan kebaikan. Setiap 49:49 ada masalah tetap lakukan kebaikan. 49:52 Nanti sesudah 70 kali kita mendapat 49:54 masalah dan melakukan kebaikan yang kita 49:57 lakukan. Masalah gak kita dapatkan yang 49:59 kita lakukan adalah melakukan kebaikan. 50:01 Insyaallah lama-lama masalah apapun udah 50:04 udah udah santai aja kita nghadapinya. 50:05 Karena apa? Karena sudah terbiasa kita. 50:07 Jam terbang seseoranglah menghadapi 50:10 masalah membuat dia makin pintar 50:11 menghadapi masalah. Itu pertama. Yang 50:13 kedua memang tidak ada cara kecuali 50:17 dekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa 50:19 taala. Sebagai yang beragama Islam, 50:21 menurut saya ini jawaban yang paling 50:23 dibutuhkan ya. Supaya kita ini bisa ber 50:28 apa namanya menghadapi problem dengan 50:30 baik, rajinlah salat lima waktu. Bacalah 50:33 Al-Qur'an, bacalah selawat kepada Nabi 50:35 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dan 50:38 yang paling hebat di antara itu semua 50:39 ternyata sedekah. Hm. Kalau Bapak 50:43 Krishna banyak bersedekah, masalah 50:45 seberat apapun terasa ringan. Coba aja. 50:48 Nah, ini kan sudah kus sampaikan nih. 50:51 Coba coba aja langsung coba mulai 50:53 sekarang langsung coba. Di antara semua 50:57 terapi supaya kita kuat menghadapi 51:00 masalah 51:01 sedekah. Itu yang saya rasakan 51:04 sendiri. Bukan berarti saya banyak 51:06 bersedekah, tapi alhamdulillah 51:08 bersedekah saya gitu. E berapa banyak 51:12 ya? Wallahuam ya sekolah cerita kali 51:15 kita gitu ya. Pokoknya kita bersedekah 51:17 terus. Nah, orang yang rajin sedekah ini 51:21 biasanya tidak terlalu repot dengan 51:23 problem. H datang problem dianggap 51:26 santai aja semuanya 51:28 jalan. Enggak sampai enggak gitu sampai 51:32 harus merenung, diam di rumah, mengurung 51:35 di rumah. Enggaklah. Enggak eh. Semua 51:38 saya pas masalah saya datang langsung 51:40 nanam, langsung macul, ngontrol ini 51:42 ngontrol ngelihat semuanya. Seolah-olah 51:43 enggak ada. Karena apa? 51:46 Pertama saya dari kecil dari saya sejak 51:50 ayah saya meninggal sudah mengerima 51:52 salah saya kan. Bagaimana makanan saya 51:55 sehari-hari, rumah saya dalam 51:57 sehari-hari, baju saya sehari-hari, apa 52:00 yang emak saya fasilitas ya itu sudah 52:03 itu adalah tempaan dari Allah langsung 52:06 gitu ya. baju saya e paling sekali 52:09 setahun kami beli baju itu pun 52:11 kadang-kadang ya makanan saya saya ingat 52:13 betul mak saya bikin nasi pakai kuah 52:15 santan dikasih garam enak saya ingat 52:17 betul kami sore-sore beli sayur harga 52:19 Rp500 pada waktu itu ya semangkok bakso 52:22 lah ya saya bagi empat saya adik-beradik 52:24 tiga mamak saya kami makan bareng dan 52:26 lahap betul enggak dan satu jenis gitu 52:30 satu jenis bagaimana kami tidur sampai 52:32 umur saya 19 tahun tidak ada listrik 52:34 padahal kampung itu punya listrik semua 52:36 sampai umur saya 19 tahun sampai saya 52:38 berangkat ke Makkah kami pagi pagi 52:40 sore-sore pasti ngelap semprong tahu 52:42 semprong enggak pak i karena kan dia 52:44 hitam tuh ya gila sering pecah dan mak 52:46 saya pasti marah kalau pecah dan saya 52:48 punya jawaban mak kalau saya enggak 52:49 pecah-pecahin ini pabrik semprong enggak 52:52 kaya-kaya ya itu itu tempaan dari Allah 52:56 ya makanya punya anak jangan dikasihi 52:59 aja apa-apa itu sama saja bapak sedang 53:01 mengajari dia lemah mentalnya makanya 53:03 bila dia punya permintaan tiga, dua 53:06 jangan kasih. Hm. Satu aja, satu aja 53:08 dong. Supaya dia tahu bahwa gak 53:10 segampang itu. Harus diajari problem 53:13 solver. Nah, saya ee saya ceritakan saya 53:15 dan banyak orang seperti saya, bukan 53:18 saya aja, banyak orang seperti saya. Dan 53:20 saya lihat orang-orang yang ditempa 53:22 dengan ini dia akan kuat nanti. Dia gak 53:25 gak gampang cengeng dia. Makanya 53:26 hati-hati kalau hidup enak itu 53:28 hati-hati. Tapi Salman saya lahir dari 53:31 orang kaya gimana ya kan bisa enggak 53:34 belajar? Ya bisa dikasih emak kau, 53:37 dikasih bapak kau kau duit R10 juta 53:39 sebulan sedekahin R5 juta. Hm. Kalau kau 53:42 berani kau 53:44 hebat. Kayak itu dong. Jangan 2,5%. Ah, 53:48 kok 2,5% pelit namanya. H. Nah, itu 50% 53:52 kan kau nak orang kaya. Kau bilang kan 53:54 gitu ya. Atau kalau kau orang kaya 53:56 berani enggak kau melakukan itu? Jangan 53:59 banyak bacot. Kadang-kadang banyak kali 54:02 jawabannya. Manusia ini 54:05 begitu ngomong lu ke mana-mana. Alah, 54:09 kebanyakan bisa cerita. Enggak ada yang 54:10 mau ngerjain tapi giliran dapat 54:15 masalah tempeleng kau. Gua bilang harus 54:18 dari awal. Ayo saya ulangi lagi Pak 54:21 Krisna. Bersedekah yang banyak. 54:23 Bersedekah ya bukan berarti saya 54:25 mengajak sedekah kepada siapa gitu ya. 54:27 Kepada siapa kau bersedekah Pak Krisna? 54:29 Terserah ya. Terserah. Benar. Dan 54:32 hati-hati ngongngo Indonesia nih. 54:34 Hati-hati kau mending datangi merbot. 54:39 Lihat nih banyak NGO di republik ini 54:41 merbot masjid aja enggak enggak 54:43 teratasi. Heeh. Banyak merbot masjid 54:45 yang miskin. Heeh. 54:48 Sama kayak kayak penegak hukum banyak di 54:50 negara ini. 54:52 Tapi tertegakkan enggak hukum di negara 54:54 ini? Tidak. 54:57 Keadilan sosial bagi seluruh rakyat 54:59 Indonesia. Tidak. Kita jujur ajaalah. 55:02 Udah. Keadilan sosial bagi yang mampu 55:04 bayar. 55:05 Udah. Oh, hilang motor saya. Saya lapor 55:08 sama polisi. Alah, Ustaz percuma. 55:09 Udahlah ikhlasin aja hilang. Coba kalau 55:12 saya anak jenderal bintang empat ketemu 55:15 enggak itu motor? Ketemu. Ketemu 55:18 pasti sudah. Nah, ini kondisi kita 55:21 sedang begini. Maka waduh Pak supaya 55:26 kembali lagi supaya Bapak bisa 55:28 menghadapi masalah ini. Siapapun itu 55:30 masalahnya setiap datang masalah terus 55:33 ucapkan inn lillahi wa inna ilaihi 55:35 rojiun. Sesudah itu lakukan 55:37 sebanyak-banyaknya kebaikan. Sesudah itu 55:40 bersedekahlah. Selesai insyaallah 55:41 problemnya. Baik, selanjutnya dari Bapak 55:44 Abdullah di Depok. Asalamu Salman. 55:46 Terkait dengan cobaan atau musibah yang 55:49 dialami seseorang dikatakan tadi oleh 55:51 ustaz bahwa kita tidak usah kepo. 55:54 Pertanyaan saya adalah bagaimana dengan 55:56 konsep muhasabah itu sendiri? Oh, paten 56:00 pertanyaan. Berarti rajin baca nih Bapak 56:02 nih. Bagaimana dengan muhasabah? 56:05 Muhasabah bukan kepo terhadap 56:08 masalahnya bukan ya. Muhasabah itu 56:11 langsung la ilaha illa anta subhanaka 56:14 inni kuntu minadzalimin. Itu muhasabah 56:16 yang dilakukan oleh Yunus Alaih Salam 56:18 dalam perut ikan ikan nun ya. Bukan saya 56:22 kenapa ya kemarin kok bisa bukan begitu 56:24 kepo yang saya maksud begitu ya. Ini 56:26 kenapa bisa terjadi ya ini? Padahal saya 56:28 kemarin begini loh. Tega amat sih ya itu 56:30 kepo yang salah ya. Tidak. Muhasabah itu 56:33 langsung maafkan saya. Ya Allah. Ampuni 56:37 saya ya Allah. Tolong saya agar 56:39 besok-besok saya berbuat baik. Ya Allah 56:42 bantu saya agar salat tepat waktu. Ya 56:44 Allah bantu saya agar bisa baca Quran. 56:47 Ya Allah bantu saya agar pemurah. Ya 56:50 Allah bantu saya agar bisa bersedekah 56:53 setiap bulan dari 20% dari hasil saya. 56:55 Ya Allah. Itu muhasabah ya. menyadari 56:58 betapa pelitnya kita selama ini. 57:00 Menyadari betapa lalainya kita selama 57:02 ini. Menyadari betapa sedikitnya 57:04 Al-Qur'an yang kita baca selama ini. 57:05 Menyadari betapa salat kita telat terus 57:07 selama ini. Menyadari betapa tidak 57:09 bersyukurnya kita. Tapi kalau kenapa 57:11 masalah ini terjadi? Waqal insanu 57:15 maaha. Kenapa bumi gempa? Itu yang 57:17 ditanya. Enggangan. Tapi muhasabah 57:20 wajib. Thank you. 57:24 Oke, selanjutnya. Ya, 57:28 masyaallah. Hmm. Asalamualaikum, Ustaz. 57:30 Ee 57:32 waalaikumsalam. Banyak sekali 57:34 ini. Ee 57:43 H mana sih tadi yang nanya-nanya 57:47 nih, Ustaz. Hm. Jadi apabila kita kena 57:51 musibah, Heeh. pertama yang kita harus 57:54 lakukan apa? Inna lillahi wa inna ilaihi 57:56 rojiun. Tersenyum. 57:59 Tersenyum. Jangan banyak tanya 58:01 sesudahnya. Innalillahi wa inna ilaihi 58:03 rojiun. Kalau gak isigfar. La ilahailla 58:06 anta subhanaka inni kuntu minadzalimin. 58:08 La ilahailla anta subhanaka inni kuntu 58:11 minadzalimin. La ilahailla anta 58:13 subhanaka inni kuntu minadzalimin. Ata 58:15 rabfirli alai innaka ant tawaburim. 58:17 Rabbigfirli watu alai innaka ant tawabur 58:20 rabbfirli alai innaka ant tawaburahim. 58:22 Rabbigfirli alai tawaburahim. Enggak 58:24 hafal juga. 58:26 Astagfirullahalazim. 58:28 Astagfirullahalazim. 58:29 Astagfirullahalazim. 58:31 Astagfirullahalazim. Itu aja. Kalau 58:33 enggak kalau suka kau nyanyi nyanyikan 58:35 yang dinyanyikan sama para ulama atau 58:37 Agim yang populer. Kenapa itu? 58:41 Astagfirullah rabbal 58:45 baraya. 58:48 Astaghfirullah minal khataya. 58:52 dan benar-benar minta ampun, minta maaf 58:54 kepada Allah. Bila ada masalah minta 58:55 maaf aja sama Allah. Saya juga ketika 58:57 saya mengalami masalah langsung saya 58:58 istigfar sebanyak astagfirullahalazim 59:00 astagfirullahalazim astagfirullahalazim 59:03 astagfirullahalazim gitu dah. Tapi 59:05 kadang-kadang marah juga saya bukan ya 59:06 kadang-kadang marah marah kita. Saya 59:09 kira manusia kayak saya dan ya wajar 59:11 kita marah kesal itu wajar tapi jangan 59:13 terlalu lama jangan terlalu sering. Hm. 59:16 Masa cuma diambil Indomie aja kok marah 59:18 itu repot itu. Tapi kalau wak marahmarah 59:21 boleh tapi jangan sampai lama istigfar. 59:24 Sadari bahwa tak ada yang abadi Pak 59:27 Krishna ya kan semua ini tak ada yang 59:30 diabadi. Dunia ini sementara dunia ini. 59:32 Dunia 59:34 sementara akhirat 59:37 selama-lamanya kan gitu kata Dani 59:39 Sulaiman ya. Enggak ada. Tak ada 59:42 yang abadi. Kata Peter Pen. Siapa lagi? 59:46 Banyak yang mengatakan ngapain kita. 59:49 Oke. Kalau kata Ahmad Albar apa? Dunia 59:53 ini panggung 59:55 sandiwara 59:58 ceritanya mudah berubah. 1:00:02 Itu kata Taufik Ismail. Taufik Ismail ya 1:00:04 yang bikin lagunya. Pantesan Paten 1:00:09 yang menyanyikan Aman Albar. Yang 1:00:10 menyanyikan aman Albar. Main yangikin 1:00:12 Taufik Ismail. Siap. Asalamualaikum 1:00:14 Ustaz Salman. Waalaikumsalam. Saya 1:00:17 senang dengan aglonema Ustaz ada ya? 1:00:21 Banyak. Saya mau tuh ngejualin yang 1:00:23 punyanya ustaz. Ee pesantren. Datang 1:00:25 pesantren ini khususnya banyak kita di 1:00:27 sana. Datang aja ke pesantren. Dian 1:00:29 Ferdiansa di Sukabumi. Oke. Oh Dian 1:00:31 Ferdiansah Sukabumi pula dia ya. Iya. 1:00:33 Bukannya di sana lebih murah Bang. Oh. 1:00:35 Enggak tahu nih. Hm. Coba kolaborasi 1:00:38 kita 1:00:40 nanti hubungi saya bilang Pak Kris. 1:00:43 Mantap Ustaz Salman kata Pak Asep di 1:00:45 Bogor. Bujo. Oke Ustaz kita sudah 1:00:48 dibatasi waktu. Waktu siap Pak Kris. Eh 1:00:52 nanti malam siapa di itu tamu kita nih? 1:00:54 Ee di apaan? 1:00:57 Hah? 1:00:59 Coba tolong dilihatin. Ada pokoknya yang 1:01:00 yang jelas Rocky Grung. Siapa lagi? 1:01:04 Eh, coba saya mesti lihat di 1:01:07 koordinatornya jam 0.00 itu kan jam 8.00 1:01:10 malam nanti. Oh, ini Kurniawan Dwi 1:01:12 Kurniawan Dwi mantan atlet timnah 1:01:16 Indonesia. Mantan atlet. Hm. Siapa 1:01:19 namanya? Kurniawan. Kurniawan. Terus 1:01:21 siapa lagi? Gerung sama Marisera. Udah 1:01:24 apa? Rocky Grung sama Mardani. Rocky ee 1:01:27 Mardania Risera. Jangan lupa nanti malam 1:01:30 ya pukul .00 di AM720 Radio Silaturahim. 1:01:35 Ustaz Syukran Ustaz ya. Kita saling doa. 1:01:37 Saling mendoakan. Saling doa. Aku doakan 1:01:39 semoga sesudah ini datang rezeki sama 1:01:41 kau R triliun. Amin ya Allah. K 1 1:01:44 triliun Pak Kris. Amin. K doakan itu ya. 1:01:47 Doakan sama-sama pemirsa semoga sesudah 1:01:49 ini Pak Kris dapat uang 1 triliun. 1:01:52 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:01:53 Bismillahirrahmanirrahim. 1:01:54 Alhamdulillahiabbil alaminahmanirrahim. 1:01:56 Maiki yaumiddin. Iyaka na'budu wa iyaka 1:01:59 nastain. Ihdinatal 1:02:04 mustaqiminaaiin. Amin. Oke, jangan lupa 1:02:07 nanti malam 1:02:08 live di rasio Rocky Grung e Kurniawan 1:02:13 Dwiwe penimantan timnas nasional juga 1:02:16 Mardani Alisera politisi dari 1:02:20 PKS 1:02:22 pukul 8.00 hingga pukul 22. 1:02:27 Olimpiade dan kebesaran bangsa itu apa 1:02:31 namanya ee temanya. Oke, terima kasih. 1:02:34 Saya Muhammad Krishna Saputra kemudian 1:02:36 Anis Malim ya. 1:02:38 Mohon pamit. Wabillahi taufik 1:02:39 walhidayah. Wasalamualaikum 1:02:40 warahmatullahi wabarakatuh.