Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:09 [musik] 0:14 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:16 warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma 0:18 sholli ala sayyidina Muhammad wa ali 0:19 sayyidina Muhammad. Alhamdulillah kita 0:21 berjumpa lagi hari ini hari Rabu tanggal 0:23 7 Desember 2022 atau tanggal 13 Jumadil 0:28 Awal 1444 Hijriah. Seperti biasa, Radio 0:31 Silatim Darasil TV melalui YouTube 0:33 kembali menghadirkan acara tamu kita. 0:37 Kami menghadirkan seorang pria yang 0:38 insyaallah Anda sudah kenal dengan baik. 0:40 Beliau lahirnya 0:42 tanggal 21 0:45 November tahun 2. Kemudian SD-nya di 0:49 Parakan. di Jawa Tengah ya? 0:51 Iya. 0:52 Kemudian SMP-nya di mana? Temanggung apa 0:55 di mana? SMA juga Temanggung. 0:58 Ee kuliahnya di mana dulu? 0:59 Saya di IPB, Ibu. 1:00 Oh, iya iya di IPB. Di IPB ambil pangan 1:03 ya. 1:03 Itu suaranya sudah Anda dengar ya. 1:06 Ee kalau Anda 1:09 pernah berbelanja menggunakan dinar atau 1:11 dirham, nah ini dia bapaknya dinar. 1:14 [tertawa] 1:15 [terkesiap] 1:16 Kita akan mengambil tema yang perlu Anda 1:19 ketahui tentang dinar, dirham, dan 1:22 fulus. Ternyata fulus ini bukan dalam 1:25 pengertian uang atau money, tapi memang 1:27 ada definisinya. Fulus itu apa? Nanti 1:29 akan dijelaskan oleh ee Ir. Zaim, Zaim 1:35 Saidi, MPA. Tapi kami panggil aja Amir 1:38 Zain gitu ya. 1:40 Asalamualaikum Amir Zainal. 1:42 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:43 wabarakatuh. Oke, Amir Zain yang perlu 1:46 Anda ketahui tentang dinar, dirham, dan 1:50 fulus. Nah, saya juga enggak tahu karena 1:52 dirham tuh ada dirham Kuwait, ada dirham 1:55 eh 1:55 i apa barain kok bisa ada beda-beda gitu 2:00 ya. Bisa dijelaskan satu 2:02 ee ini ada hal yang memang harus 2:04 diklarifikasi ya mengenai dinar, dirham, 2:07 dan ee fulus. He. 2:08 Jadi yang perlu pertama kali kita 2:10 ketahui adalah bahwa dinar dan dirham 2:11 ini adalah ee koin emas untuk dinar dan 2:16 dirham adalah koin perak dan fulus 2:18 adalah koin tembaga. 2:20 Ini adalah satu warisan yang ee 2:22 diajarkan oleh Rasul sallallahu alaihi 2:24 wasallam dan sebetulnya bukan hanya dari 2:25 Rasul sallallahu alaihi wasallam tapi 2:27 semua rasul dan nabi menggunakan mata 2:29 uang ee bukan mata uang menggunakan uang 2:31 emas, perak, dan tembaga. Jadi itu dari 2:34 catatan sejarah menunjukkan yang pertama 2:36 kali membuat koin ini adalah putranya 2:40 Nabi Adam. Salah satu putra Nabi Adam. 2:42 Oh, gitu ya. 2:43 Gitu. Dan itu kemudian terus dipakai 2:45 sepanjang sejarah umat manusia karena 2:47 ini fitrah ya. Bahkan di dalam Al-Qur'an 2:49 disebutkan tuh tentang emas dan perak 2:51 itu. Nah, sementara yang kemudian 2:54 sekarang dipakai sebagai nama-nama mata 2:56 uang kertas dinar Irak ee dirham ee 3:00 Maroko atau dinar Yugoslavia. Bahkan 3:03 mata uangnya namanya dinar karena dulu 3:04 dia meneruskan tradisi dari Daulah 3:08 Utsmani ya kan. 3:09 Nah, ini hanya nama-nama yang 3:10 ditempelkan pada uang kertas seperti 3:12 hanya rupiah. Rupiah itu adalah koin ee 3:15 perak. 3:15 He. 3:16 Gitu atau rial itu juga koin perak. Jadi 3:19 semua 3:20 uang yang ada dulu sebelum ada sistem 3:23 riba itu pasti terbuat dari emas atau 3:26 perak atau tembaga. Tergantung nilai 3:29 yang ditetapkan. Dan yang menetapkan 3:31 nilai ini Allah Subhanahu wa taala. He 3:33 emas itu tidak mungkin tertukar nilainya 3:35 dengan perak dengan tembaga gitu. Jadi 3:38 kalau kita buka Al-Qur'an itu sudah 3:41 ditentukan kalau disebutkan nilai-nilai 3:43 yang besar itu pasti emas acuannya. 3:45 Jadi harga seekor kambing di zaman 3:46 Rasulullah dengan sekarang mestinya 3:48 sama. 3:48 Sama bahkan sampai sebelum Nabi 3:50 sallallahu alaihi wasallam di zaman 3:51 Romawi pun sama berubah-berubah kan 3:54 seperti apa inilah 3:56 kacamata ini. 3:57 Heeh. Iya kacamata 3:58 apakah pernah berubah dia? He. 4:00 10 tahun yang lalu hari ini sampai 10 4:02 tahun yang akan datang. 4:03 Iya kan? 4:04 Nah, jadi yang jadi persoalan kan 4:06 kemudian yang dipakai untuk 4:08 mempertukarkannya. 4:09 Kalau yang dipakai untuk menukarkannya 4:10 adalah perak, peraknya juga tidak 4:12 berubah. 4:13 Maka kambing dengan dinar tidak berubah. 4:16 Tapi begitu diganti secari kertas, 4:18 He. 4:19 Yang kemudian kita sebut sebagai uang 4:20 kertas ini, ini tidak ada nilainya. He 4:23 gitu. Apalagi secara ee mekanismenya kan 4:26 dia terus dicetak. Jadi makin merosot, 4:28 makin merosot, makin merosot. Bahkan 4:29 katanya uang kertas juga akan berganti 4:30 lagi dengan uang plastik. 4:31 Nah, sebentar lagi kiamat, uang kertas 4:33 tidak ada lagi. Bahkan melewati uang 4:36 plastik sudah lewat, sekarang akan 4:37 menjadi uang digital, ya kan? 4:40 Uang digital. 4:41 Uang digital itu artinya ya enggak ada 4:42 wujudnya. 4:43 Hm. 4:44 Kita menggunakan instrumen-instrumen 4:46 gadget lah. Heeh. He 4:47 gitu. Nah, tapi di situlah 4:49 ee juga ini akan mempercepat kembalinya 4:51 emas dan perak. Justru orang [tertawa] 4:54 nanti akan punya dua pilihan. pilihannya 4:56 adalah alat tukar yang maya, yang 4:59 bodong, enggak ada nilainya atau alat 5:01 tukar yang zil yaitu emas dan perak 5:04 gitu. Bahwa instrumen yang dipakai 5:06 adalah sama. Iya, bisa 5:09 gitu. Bedanya adalah tadi kalau 5:11 cryptocurrency atau cryptofiat seperti 5:14 yang akan dibuat oleh Bank Indonesia ini 5:17 yang kemarin baru saja diumumkan 5:19 itu tidak ada wujudnya. He. 5:21 Tapi kita bisa membuat ee teknologinya 5:25 sama dengan blockchain, he 5:27 tapi namanya security token. Di mana 5:30 dinar dan dirham 5:32 ada emas dan peraknya. 5:35 Jadi ini hanya sebagai perantara saja 5:37 dalam transaksi. Jadi kalau orang bilang 5:39 kita mundur 1500 tahun, enggak betul. 5:42 Emas dan perak, Dinar dan adalah masa 5:44 depan, 5:45 gitu. Dan itu pilihan yang yang ya nanti 5:49 lihat saja. mengenal agama ya 5:51 dan mengenal agama 5:52 emas dan perak agama apa saja 5:54 mengenalinya dan menggunakannya. 5:56 Oke. 5:57 Nah, itu juga kekeliruan yang lain bahwa 5:58 ini adalah radikalisme Islam [tertawa] 6:01 menggunakan dinak emas dan perak itu 6:02 keliru besar. Itu keliru besar gitu. 6:05 [tertawa] 6:06 Ee hampir ee Zaim Saidi itu pernah ini 6:10 juga ya tempat berusan juga sama polisi 6:12 yang buat pasar muamalah itu ya. 6:14 Iya betul. Jadi, jadi tadi kan kita 6:16 ingin menggunakan kembali mengembalikan 6:19 fungsi emas dan perak alat tukar dan 6:21 alat bayar. Karena Allah Subhanahu wa 6:22 taala mengharamkan emas dan perak yang 6:25 hanya disimpan-simpan. 6:27 Dia harus beredar sebagai alat bayar. 6:30 Nah, karena itu kita memfasilitasi 6:32 dengan membuat pasar di mana di situ 6:35 orang bebas menggunakan alat tukarnya. 6:39 Nah, tentu yang terbaik adalah yang 6:41 terbuat dari emas dan perak dan itu 6:43 namanya dinar dan dirham. He. 6:45 Nah, rupanya ada orang-orang yang 6:46 memprovokasi. Seolah-olah kita 6:47 menggunakan mata uang asing gara-gara 6:49 namanya tadi ya kan. 6:51 Ee kemudian juga ada yang bilang bahkan 6:53 ini radikalisme Islam adalah Mas dan 6:55 Perak enggak punya agama ya kan. Nah, 6:57 akhirnya ee aparat ini memang tidak 7:00 bijaksana. Aparat ini termakan oleh 7:03 provokasi dan main tangkap saja gitu. 7:06 dan terbukti bahwa hakim sampai 7:08 pengadilan mengatakan ee tidak ada yang 7:10 dilanggar, tidak ada undang-undang yang 7:12 di ee langgar maka tidak terbukti 7:16 bersalah dan vonis bebas murni begitu. 7:18 Oke, Iwan Darwat, kami masih 7:19 berbincang-bin 7:23 Saidi, MPA. Beliau 7:27 juga seorang pengarang. Bukunya banyak 7:29 sekali. Ada 16 buku kalau salah di 7:31 antara euforia emas kemudian dinar 7:35 dirham hakim yang adil. Ini peledoi 7:37 kasus pasar muamalah. Kemudian juga 7:39 jalan menuju Allah. Ini juga ee karya 7:43 dari 7:43 bukan itu itu dari Syekh Abdul Kadir 7:44 itu. 7:45 Oh, Syekh Abdul Qadir Asufi ya. 7:47 Itu ee guru kita lah. 7:48 Oke. Baikbaik. 7:50 Ee judul tema kita pada hari ini adalah 7:55 yang perlu Anda ketahui tentang dinar, 7:59 dirham, dan fulus. Kita mulai dari dinar 8:01 dulu ya. Dinar apa? 8:03 Jadi dinar itu mm dan dinar itu 8:06 disebutkan dalam Al-Qur'an ya. Dinar dan 8:08 dirham itu disebutkan dalam Al-Qur'an. 8:10 Fulus tidak? 8:11 Jadi dinar adalah koin emas yang 8:13 kemudian ditetapkan oleh Rasul 8:15 sallallahu alaihi wasallam 8:16 mengikuti tradisi sebelumnya yang ada. 8:19 Heeh. 8:19 Yaitu 4 1/4 gram. Jadi yang menetapkan 8:22 kenapa dinar itu 4 1/ gram emas atau 8:25 yang disebut satu mqal adalah Rasul 8:27 sallallahu alaihi wasallam. Eha lalu 8:28 Rasul juga mengatakan bahwa setiap tujuh 8:31 misqol sama dengan 10 dirham. Nah, dari 8:34 situlah kemudian ketemu bahwa 1 dinar 8:36 itu 4 1/4 gram emas sedangkan 1 dirham 8:40 adalah 2,975 gram perak 8:43 gitu. itu. Nah, jadi ee sepanjang 8:47 perjalanan 8:49 ee sejarah tentu konteks kita dalam ini 8:52 terutama kaum muslimin itu dari zaman ee 8:56 Rasul sallallahu alaihi wasallam sudah 8:57 menggunakan koin emas tapi bukan dinar. 9:00 He 9:01 iya kan? Kemudian mulai Khalifah Abu 9:04 Bakar masih sama. Nah, kemudian Khalifah 9:08 Utsman mulai ee ada koin perak. 9:11 Hm. Khalifah Umar kemudian menetapkan 9:15 ee apa yang di jadi mewujudkan apa yang 9:19 ditatukkan oleh Rasul sallallahu alaihi 9:20 wasallam. Rasul sahu alaih wasallam kan 9:21 baru teori 9:22 bahwa 1 dinar sekian 1 dirham sekian 9:25 tapi belum mencetak 9:26 karena masih secara politik yang 9:28 berkuasa itu masih Romawi sebagai 9:30 penguasa dinar. 9:31 Romawi waktu itu mata uangnya apa? 9:32 Ee emas. 9:33 Emas. 9:33 Dan dari timur ada Persia mata uangnya 9:36 perak. 9:36 Perak. Nah, Nabi menggunakan 9:37 kedua-duanya tapi kemudian dirubah 9:40 ketentuannya 9:41 tadi menjadi 7 banding 10. Nah, di 9:43 situlah yang kemudian standarisasi oleh 9:45 Umar Ibnu Khattab. 9:47 Nah, di situ maka kita kenal standar 9:49 yang sekarang berlaku ini standarnya 9:51 Khalifah Umar. Nah, tapi emas tetap 9:54 belum ada karena politik masih dikuasai 9:57 oleh Romawi. Baru sesudah zaman Malik 9:59 bin Marwan kira-kira ee di tahun 700-an 10:04 ya atau 10:05 ee pokoknya 10:08 dinar pertama itu dicetak oleh Malik bin 10:10 Marwan. Lalu dia mengatakan, "Inilah 10:12 mata ee uang emas Islam." 10:15 Dan dengan demikian maka emas-emas dari 10:17 Romawi tidak dipakai lagi. Nah, sejak 10:20 itu sepanjang perjalanan semua khalifah, 10:23 semua sultan termasuk di Indonesia, di 10:25 Nusantara ini yang menggunakan emas dan 10:27 perak 10:27 h 10:28 sebagai alat tukarnya. Dan untuk 10:31 recehnya adalah fulus. Nah, 10:33 fulus 10:34 itu ee spesifik karena dia adalah koin. 10:37 Fulus bukan berarti uang ya, 10:39 bukan. itu adalah bahasa Arab modern 10:41 yang 10:41 yang ee kepleset 10:43 gitu mengatakan bahwa uang kertas ini 10:46 adalah fulus 10:47 gitu. Itu benar dalam arti bahwa uang 10:50 kertas itu enggak ada nilainya. Seperti 10:51 halnya fulus enggak ada nilainya. 10:52 Maka orang yang bangkrut itu disebut 10:54 muflis ya kan. Orang yang punyanya cuma 10:56 fulus enggak punya emas dan perak 10:58 disebut muflis. Orang yang bangkrut. He. 11:00 Nah, jadi kalauinisi semua orang hari 11:02 ini walaupun dia milioner tapi uangnya 11:05 adalah uangat dia muflis sebenarnya 11:08 bangkrut enggak ada apa-apanya ya kan. 11:09 Nah, jadi kembali ke definisinya 11:12 ee uang tembaga ini adalah untuk recehan 11:15 untuk beli kerupuk, untuk beli permen, 11:18 untuk bayar parkir misalnya dalam 11:20 konteks sekarang. 11:21 Paling kecil berapa nilainya? 11:23 Nah, sekarang yang kita berlakukan di 11:25 sini satu fulus itu seper24 11:28 dirham. 11:30 gitu. Jadi kalau di konversi rupiah 1 11:33 dirham kan sekarang 73.500. 11:35 Jadi satu fulus itu kira-kira 3.300. 11:38 Nah, koin yang tersedia hari ini ada 2 11:39 fulus dan 3 fulus 11:41 gitu. Nah, jadi kalau ee beli yang 11:44 murah-murah ya pakai fulus. Tapi begitu 11:46 sampai 12 dirham 11:48 yaitu 12 fulus sudah ada koin setengah 11:51 dirham. Harus pakai setengah dirham. 11:52 Hm. Gitu 11:53 gitu. Apalagi 1 dirham. Jadi tidak bisa 11:56 beli fulu eh beli ayam dengan fulus. 11:58 Hm. 11:59 gitu. Karena fullus hanya untuk yang 12:01 betul-betul recehan itu bedanya dengan 12:03 uang fiat. Uang fiat Rp1.000 koin itu 12:05 dikumpulkan satu karung bisa buat beli 12:07 motor. 12:08 Iya. 12:08 Nah, fulus enggak bisa. 12:10 Oh, 12:10 kecuali nilainya setara. Jadi, misalnya 12:12 setaranya dia lima karung ya harus lima 12:14 karung tembaga gitu kan dengan satu 12:17 motor. Dan yang kedua ee dinar dan 12:20 dirham itu wajib dizakati dan wajib 12:23 digunakan sebagai alat bayar zakat. 12:26 Fulus tidak wajib dizakati dan tidak 12:28 bisa dipakai untuk membayar zakat. Jadi, 12:31 fulus itu bukan harta. Fulus itu kalau 12:33 dalam bahasa sekarang currency, alat 12:36 tukar saja tapi nilainya receh 12:39 gitu. 12:39 Oke. Lalu timbulnya 12:42 uang kertas tuh dolar, ada rupiah, ada 12:44 macam-macam tuh panjang. 12:45 Iya. Ini sejarahnya panjang. Sejarahnya 12:47 panjang tapi sebetulnya ee munculnya itu 12:50 dimulai dengan ketika riba dihalalkan. 12:55 Jadi ee uang kertas ini adalah instrumen 12:58 riba yang paling paling sistematis ya. 13:01 Jadi itu sebetulnya dimulai dari 13:03 bersamaan dengan munculnya yang disebut 13:05 sebagai bank sentral dan munculnya 13:09 kemudian ee ya yang mewadahinya yaitu 13:13 negara fiskal. di mana negara fiskal ini 13:15 dibiayai dari hutang 13:18 dan hutang itu berbunga. Nah, jadi untuk 13:21 bisa menggelembungkan 13:23 harta itu maka diciptakanlah 13:26 kertas. Karena kalau emas kan terbatas 13:28 i 13:29 jadi emas 1 kilo ya 1 kilo. 13:31 He. 13:32 Nah, sedangkan di dalam sistem riba atau 13:35 dalam bahasa modernnya itu sistem 13:36 kapitalisme 13:38 di mana semuanya harus bisa 13:40 digelembungkan secara tidak terbatas. 13:42 He. 13:43 Maka diciptakanlah kertas. 13:45 He. 13:45 Nah, tapi jadi pada mulanya kertas itu 13:48 diciptakan hanya untuk mewakili 13:51 mewakili emas ini. Jadi yang disebut 13:53 sertifikat. 13:54 Jadi tadinya kan uang ini emas dan perak 13:56 ya kan. Kemudian mereka bilang, "Ah, 13:58 nanti hilang berat titipkan aja pada 14:01 kami." Dititipkanlah pada para 14:04 ee yang kita sebut ee bangkir hari ini. 14:07 Kemudian dia keluarkan kuitansi. 14:08 Iya, 14:09 gitu. Nah, makanya secara resmi uang 14:12 kertas itu namanya promisory note, 14:14 janji hutang. Karena hutangnya emas dan 14:16 perak yang dititipkan. 14:18 Satu titik ini dihapus. Mereka bilang, 14:21 "Sudah, ini sekarang dijamin oleh 14:22 pemerintah melalui undang-undang bahwa 14:24 kertas ini punya nilai sama dengan 14:26 emas." 14:27 He. 14:28 Nah, jadi semula ini bisa diambil, 14:30 emasnya diambil, kuitansinya 14:31 dikembalikan. Sekarang enggak bisa. 14:33 Hm. 14:34 Tapi kalau kita tanya kepada bank 14:35 sentral yang menciptakan uang kertas 14:38 ini, uang kertas ini apa? Mereka tetap 14:40 bilang bahwa ini adalah hutang kami pada 14:41 masyarakat. 14:42 H. 14:42 Tapi ketika diminta kalau gitu 14:44 kembalikan dong 14:45 emas dan perak saya. Mereka bilang ya 14:47 enggak ada. 14:48 Dengan kata lain, uang kertas hari ini 14:51 adalah janji bodong yang tidak akan 14:53 pernah dipenuhi. 14:54 Hm. 14:55 Gitu. Karena sejak awal di cetak dia 14:58 sudah dicetak sebagai hutang dan tidak 15:00 bermaksud untuk dilunasi. 15:02 H. 15:03 Nah, jadi itu bahkan melalui 15:05 undang-undang. Jadi kalau kita ingat 15:07 tahun 1946 15:09 dalam konteks Indonesia itu ada 15:11 Undang-Undang Nomor 19 tahun 46 yang 15:13 mengatakan bahwa uang rupiah itu 15:17 ditetapkan bernilai setiap Rp10 = 5 gram 15:21 emas. 15:21 H 15:22 dan sampai hari ini undang-undang ini 15:23 berlaku bahwa jadi kalau kita punya uang 15:28 ini Rp100.000 ini 15:30 Heeh. 15:30 ini artinya adalah Rp100.000 / 2 50.000 15:34 gram emas. 15:35 Hm. Jadi 50 kilo emas 15:38 tinggi dong. 15:39 Oh iya. Tapi kan kemudian ini janji 15:42 tidak bisa dipenuhi karena emas mereka 15:43 sudah tidak ada. Dan yang kedua adalah 15:45 bahwa nilai yang tadinya Rp2 1 gram emas 15:49 sekarang enggak ketulungan. H 15:51 iya kan wujud Rupiahnya sudah enggak 15:53 ada. He 15:55 gitu. Nah jadi karena itu yang kita 15:57 rasakan sebagai masyarakat adalah 15:59 semakin hari harga-harga itu semakin 16:01 naik. 16:02 H 16:02 orang menyebutnya inflasi. He. 16:04 Nah, itu adalah akibat dari sistem 16:08 uang kertas ini dan sekarang sudah 16:09 berubah lagi dengan digital. Bahkan 16:11 wujudnya pun enggak ada. 16:12 Nah, karena tadi karena itu kembalilah 16:15 kepada apa yang diajarkan oleh Rasul 16:16 Sallah alaihi wasallam. Gunakanlah dinar 16:17 emas dan diram perak dan fulus untuk 16:20 recehannya, maka masyarakat enggak akan 16:21 pernah jadi miskin. 16:22 Tadi Mas Krishna sudah bilang dari zaman 16:24 Romawi, zaman Nabi sallallahu alaihi 16:26 wasallam, satu dinar emas ini dapat satu 16:28 sampai du ekor kambing. 16:30 Tergantung besar kecilnya. H 16:32 yang besar dapat satu, yang kecil dapat 16:33 dua, gitu. Hari ini sama dan ini sudah 16:37 20 tahun beredar dari 20 tahun yang lalu 16:40 sama. 16:40 Masyaallah. 16:41 Tahun 2000 ya, tahun 2000-an awal 2001, 16:44 2002 itu harga kambing Rp400.000. 16:48 1 dinar Rp400.000. Hari ini satu kambing 16:51 yang sangat besar Rp4 juta. Sekarang 1 16:53 dinar kira-kira Rp4 juta. 16:56 Masyaallah. 16:56 Gitu ya. Nah, jadi jadi sepanjang 16:59 masyarakat masih 17:01 menggunakan kertas saja ee tiap hari 17:04 makin miskin gitu. [tertawa] 17:06 Oke, Iwan dan Awat, kami masih 17:08 berbincang-bincang 17:10 dengan Bapak Ir. Zaim Saidi, MPA. Beliau 17:16 orang yang sangat peduli terhadap dinar 17:19 dirham ya. Karena judulnya juga yang 17:21 perlu Anda ketahui tentang dinar dirham 17:25 dan fulus. 17:27 E 17:29 ada pertanyaan dari penengarnya. 17:31 Asalamualaikum Bapak 17:34 Zaim Saidi. Kenapa kok ee itu sampai 17:39 timbulnya uang kertas? Kenapa tidak 17:41 tidak bisa bertahan sampai sekarang? 17:44 Iya. Karena karena uang kertas adalah 17:46 pengelabuan. 17:47 Uang kertas adalah pengelabuan. Coba 17:49 lihat ya apa bedanya ini dua kertas ini. 17:52 [tertawa] 17:53 Iya kan? Kan cuma beda gambar. 17:55 Heeh. Tapi yang satu dikatakan ini tidak 17:57 ada nilainya. Yang satu dikatakan 17:58 nilainya Rp100.000. He. 17:59 Dan Rp100.000 itu maknanya 2 ekor ayam 18:02 ya kan? Ee 6 kilo beras 18:05 atau mungkin ee 5 galon air ya kan. Nah 18:09 ini tetap tidak bisa digunakan untuk 18:11 apa-apa 18:12 gitu. Jadi dasarnya hanya kita dibuat 18:15 percaya. 18:16 kita dibuat percaya bahwa ini ada 18:18 nilainya dan tadi ini adalah 18:22 terus-menerus dicetak dan kemudian masuk 18:24 dalam satu sistem yang namanya 18:26 perbankan. Masyarakat bahkan orang yang 18:29 kerja di bank itu tidak mengerti cara 18:31 kerja bank. 18:32 Kita selalu diajari bahwa apa sih kerja 18:34 bank? Kerja bank adalah mengumpulkan 18:36 dana masyarakat kemudian menyalurkan 18:38 dana masyarakat itu kepada yang 18:39 memerlukan. Kan begitu kita diajarkan 18:41 itu bohong. 18:42 Ternyata, 18:43 ternyata kerja bank itu adalah dia 18:45 mengumpulkan dana dari masyarakat 18:47 Rp100.000, 18:48 tapi kemudian dia menghutang-hutangkan 18:50 dari kepada masyarakat 10 kali lipatnya. 18:53 Hm. 18:54 Jadi, bank itu kerjanya adalah mencetak 18:56 uang. Kalau ada orang berhutang, dia 18:59 mencetak uang. Nah, sekarang begini 19:01 penjelasannya supaya lebih mudah ya. 19:03 Saya punya uang Rp100.000 nih. 19:04 Oke. 19:04 Terus Mas Krishna pinjam, "Masih ada 19:06 enggak uang saya? 19:07 Tidak, 19:08 tidak ada. Kalau dikembalikan baru ada 19:10 lagi. Nah, kalau 19:12 orang minjam uang di bank nih, bank 19:14 punya uang Rp100.000 nih. 19:15 Terus dipinjam oleh satu nasabah 19:18 Rp100.000. 19:18 Iya. 19:19 Uang bank masih ada enggak? 19:20 Masih. 19:21 He. 19:21 Bahkan bertambah karena bank kemudian 19:23 punya piutang Rp100.000. Betul enggak? 19:25 I 19:26 jadi Rp200.000. 19:27 Heeh. 19:28 Ya kan? Lah jadi tadinya Rp100.000 malah 19:31 jadi Rp200.000. Jadi kalau ada utang 19:32 orang datang utang lagi dia bahkan bisa 19:34 mengutangkan Rp200.000. 19:37 Jadi ketika dia mengutangkan Rp200.000 19:39 tambah enggak uang dia? Tambah R00.000 19:42 menjadi Rp500.000. 100 + 200 + 200 19:46 begitu seterusnya 19:47 gitu. Tapi apakah uangnya ada? Uangnya 19:51 cuma Rp100.000. 19:52 Itu sebabnya hari ini kita setiap kali 19:54 menyaksikan orang kehilangan uang di 19:55 bank. 19:56 He. 19:57 Uangnya enggak ada ya kan tiba-tiba 19:59 kosong atau kalau mau mengambil tidak 20:01 ada. Jadi itu selalu saya katakan bahwa 20:03 menyimpan harta yang paling tidak aman. 20:05 Bank adalah tempat menyimpan harta yang 20:07 paling tidak aman. 20:08 Tidak amannya di mana? 20:09 Sebelum kita pergi, uang kita sudah 20:11 enggak ada. 20:12 H 20:13 lah. Lalu kok kalau kita datang, kita 20:15 ambil uang, kok ada uang siapa yang 20:17 diberikan? 20:18 Orang lain. 20:18 Uang orang lain yang datang nitip 20:20 diberikan ke kita. 20:21 Beda nomor tuh. 20:22 Beda nomor gitu. Nah, jadi perbankan itu 20:25 adalah arisan berantai sama money game. 20:28 Tapi karena saking besarnya dan selalu 20:30 di-support oleh pemerintah, kalau ada 20:32 apa-apa di ditalangin, ada apa-apa 20:35 ditalangin seolah-olah tidak ada masalah 20:38 gitu ya kan. Nah, jadi ee itu yang yang 20:42 membuat tadi nilainya terus merosot 20:45 karena memang enggak ada dia enggak ada 20:46 nilainya gitu. Nah, jadi kembali 20:48 sekarang kalau dibandingkan dengan emas 20:51 dan perak ini kan nyata. Kalau satu emas 20:53 saya dipinjam ya enggak ada dan ini 20:56 enggak bisa lagi dipinjamkan ke orang 20:58 karena sudah kosong dengan uang kertas 21:00 karena dia berupa buku ya kan hanya 21:02 berupa catatan hutang piutang hutang 21:05 piutang hutang piutang 21:06 dari 100 bisa menjadi ee R10.000 atau 21:10 Rp100.000 Ibu dan kata lain, perbankan 21:12 itu mengutangkan uang yang bukan milik 21:15 dia. Satu. Dan yang kedua bahkan yang 21:17 diciptakan dari udara hampa. 21:20 Hanya berupa catatan dalam dalam 21:21 neracanya, dalam bukunya. Begitu. 21:24 Oke. Baik, kita 21:26 jawab dulu pertanyaan ya. Asalamualaikum 21:28 Bapak ee Zaim Saidi. 21:31 Waalaikumsalam. ee Pak Zaim Zaidi, 21:33 seandainya saya menjual rumah lalu 21:35 uangnya itu besar, tapi saya ingin 21:38 konversikan ke bentuk dinar, bagaimana 21:41 caranya dan di mana menyimpannya supaya 21:43 aman? 21:45 Ya, pertama tentu saja tinggal 21:46 ditukarkan. Sekarang ini kan sudah 21:48 banyak ee koin-koin dinar yang beredar, 21:50 ya kan? Nah, tapi perlu dipahami juga 21:53 bahwa 21:55 ee 21:57 kalau dalam jumlah besar kan pasti 21:59 disimpan ya dan kalau jumlahnya melewati 22:02 20 dinar dia harus dizakati setiap tahun 22:05 gitu. 22:06 Nah, kalau yang soal menyimpannya di 22:08 mana ya simpanlah di tempat yang hanya 22:10 Bapak atau Ibu dan Allah yang tahu. 22:13 Itu tidak ada bank khusus mengenai itu 22:15 tentunya 22:15 ee saat ini belum. Saat ini belum ada. 22:17 Nanti akan ada yang namanya wadiah. Itu 22:19 bisa dititipkan di tempat wadiah. 22:21 Nah, tapi sebelum ada wadiah ini ya 22:23 disimpan sendiri di tempat yang aman 22:25 gitu. Ee karena kan memang berupa fisik 22:30 berupa fisik koin yang harus disimpan 22:32 baik-baik begitu. 22:33 Oke. 22:35 Ee asalamualaikum Rasil. Senang sekali 22:38 bahwa Rasil telah mengundang Bapak Zaim 22:39 Saidin. Ini saya tunggu-tunggu nih Pak 22:42 Zaim. Saya mau tanya kalau dinar dengan 22:46 emas yang biasa itu, emas batangan apa 22:48 emas itu, apa perbedaannya? 22:50 Ya, perbedaannya begini. Kita harus tahu 22:52 dulu Allah itu menciptakan segala 22:54 sesuatu dengan hak. 22:56 H 22:56 dengan hak yang dikehendaki oleh Allah 22:59 Subhanahu wa taala sendiri. Allah 23:00 Subhanahu wa taala menciptakan kayu jati 23:01 itu karena diberikan buat kita untuk 23:04 alat-alat yang terbuat dari kayu, meja, 23:06 kursi, dan sebagainya. Allah Subhanahu 23:08 wa taala menciptakan kambing supaya kita 23:09 bisa dapat makan daging kambing dan 23:11 kulitnya dipakai buat macam-macam. 23:13 Nah, Allah Subhanahu wa taala 23:14 menciptakan emas dan perak sebagai alat 23:16 tukar, 23:17 sebagai uang. 23:18 Dan karena itu haram menyimpan-nyimpan 23:20 emas. 23:21 Heeh. 23:22 Gitu ya. Ada kewajiban zakatnya dan 23:24 sebagainya. Nah, jadi perbedaannya emas 23:27 dan dinar itu apa? Emas itu adalah 23:30 ee penimbunan harta yang diharamkan oleh 23:33 Allah Subhanahu wa taala. Dan kenapa dia 23:36 dibuat batangan supaya ditimbun-timbun? 23:38 Supaya uang kertas terus dipakai. H 23:42 gitu. Nah, karena itu tugas kita 23:44 sekarang adalah menjadikan emas-emas ini 23:47 dicincang-cincang sebagai koin dan 23:49 digunakan sebagai alat tukar. Bahwa 23:51 miliknya berlebih di tabung dan 23:53 sebagainya enggak ada masalah. Tapi 23:55 bahwa emas ini bukan hanya di 23:57 timbun-timbun. 23:58 sehingga kita sekarang kenapa kita 24:01 menggunakan 24:03 ee emas eh uang kertas ini kita sudah 24:06 kecanduan 24:08 kecanduan dan tidak menyadari bahwa 24:11 akibatnya adalah kita semua jadi miskin 24:14 gitu. Itu sebabnya barang siapa punya 24:16 emas batangan, jadikanlah koin dinar 24:19 emas. He 24:20 gitu. Imam Ghazali mengatakan, 24:24 "Orang yang punya harta 24:28 emas dan perak dan tidak menggunakannya, 24:30 tidak membelanjakannya, tidak 24:31 mengedarkannya adalah orang yang tidak 24:33 bersyukur." 24:34 Hm. 24:35 Dan orang-orang yang mengubah 24:38 dinar dan dirham ini menjadi perhiasan. 24:41 Perhiasan kan halal. Tapi kata Imam 24:42 Ghazali, yang mengubah dinar dan dirham 24:44 menjadi perhiasan adalah orang jahat. 24:47 Kenapa? karena dia membuat tidak lagi 24:49 beredar, tidak lagi bertukar-tukar 24:52 menjadi barang dan jasa. 24:54 Tapi C ini kan bisa beredar, bisa 24:55 dijual. 24:56 I ee kalaupun dijual kan alat untuk 25:01 membayarkannya itu harus berupa koin 25:03 dinar dirham 25:04 gitu. Nah, apalagi sekarang kalau berupa 25:05 batangan itu berarti 100% dia tidak akan 25:08 pernah beredar. 25:09 Hm. 25:10 Dia menjadi komoditi dan yang dicadikan 25:12 sebagai uang adalah kertas. Ini saja kan 25:16 sudah pengelabuan. Bayangkan. emas 25:19 yang dari tahun zaman Romawi nilainya 25:21 enggak berubah ditukar dengan sumber 25:23 kertas yang dulu tidak laku dan besok 25:25 tidak laku. 25:26 Ini laku kan cuma sekarang. 25:28 Iya. 25:28 Lakunya pun berubah-rubah. Duput dapat 25:30 50 kilo telur. Ingat kan zaman awal-awal 25:34 Pak Harto turun ini dapat 50 kilo. 1 25:37 kilo telur cuma Rp2.000. 25:39 Hari ini kalau dibelikan telur cuma 25:41 dapat 3 kilo. 25:43 Heeh. Rp20.000 sama. kan yang 40 kilo ke 25:46 mana gitu. 25:49 Nah, jadi itu tadi ee karena kita ee 25:52 lupa bahwa Allah Subhanahu wa taala 25:55 sudah memberi kita alat tukar yang tidak 25:58 akan merosot nilainya yaitu Mas Perak. 26:01 Oke, 26:03 dari Ibu Wati. Asalamualaikum. 26:07 Waalaikumsalam. 26:08 Em, Pak Saidi ya mau tanya, kenapa Arab 26:12 Saudi tidak menggunakan dinar dirham? 26:15 Ya dulu pakai juga tadi dulu seluruh 26:17 negeri-negeri muslim dan maupun bukan 26:19 muslim itu mata uangnya adalah emas dan 26:21 perak. Ketika kemudian sistem riba 26:24 berlaku termasuk Saudi Arabia itu adalah 26:27 negara fiskal sebagaimana yang saya 26:29 sampaikan. Jadi rial 26:30 rial itu tadinya adalah koin perak. He. 26:32 Koin perak seberat ee 11 gr 26:35 tadi sama semuanya kemudian diganti 26:37 dengan kertas 26:39 ya kan. Nah, lebih-lebih ketika kemudian 26:40 ditemukan minyak. 26:41 He. 26:42 Ketika ditemukan minyak pada waktu itu 26:44 keluarga Saud masih mengatakan saya 26:46 hanya mau menyerahkan minyak saya kalau 26:48 dibayar dengan emas. 26:49 He. 26:50 Ya kan? Nah, para pedagang minyak dari 26:52 Amerika terutama enggak mau dong. 26:54 Ngapain gua bayar 26:55 ee minyak lu pakai emas. Akhirnya dia 26:57 ciptakan yang namanya petro dollar 27:00 gitu. bahwa sekarang minyak itu bahkan 27:02 satu-satunya alat bayar yang bisa 27:04 dipakai hanyalah dolar Amerika Serikat. 27:07 Nah, itulah yang kemudian mempengaruhi 27:09 sistem negara Arab Saudi yang juga 27:11 mengadopsi sistem negara fiskal dan 27:14 bahkan menetapkan rial itu sama dengan 27:17 US dollar. 27:18 He. 27:18 Cuma beda beda nilainya tapi dia fix. 27:22 Jadi real sama dolar Amerika itu cuma 27:24 beda wajah, beda gambar. He. 27:25 Tapi setiap 1 dolar Amerika sama dengan 27:28 3,8 27:30 atau berapa ee sekitar tiga kalau enggak 27:33 salah 3 riyal gitu. Jadi kalau 27:36 pertanyaan tadi kenapa Saudi Arabia 27:38 tidak menggunakan 27:38 tidak mengunam ya karena dia menggunakan 27:40 sistem yang sama dengan negara-negara 27:41 lain di seluruh dunia ini 27:43 gitu. Dia tidak lagi menggunakan kaidah 27:45 syariat Islam gitu. Oke. Kemudian 27:48 percandari 27:50 di mana tadi di 27:54 ee Mas ini kok ngilang tadi dari 27:55 YouTube-nya nih dari pertanyaan dari Pak 27:57 Budi nih. Mm. Asalamualaikum Pak Zaim 28:01 Saidi. Apakah 28:02 Waalaikumsalam 28:03 dinar dirham bisa untuk investasi? 28:06 Nah, ini sekarang ini pengertian 28:08 investasi ini juga perlu kita clearkan 28:09 ya. Investasi ini toksik. Jadi investasi 28:13 itu adalah terminologi dalam sistem 28:14 riba, gitu. Tu karena yang dipahami 28:17 sebagai investasi hari ini kan biarkan 28:19 uang Anda, Anda unggang kaki, biarkan 28:21 uang Anda menghasilkan uang. 28:23 Nah, jadi uang beranak uang. Nah, itu 28:25 kalau dulu orang bilang babi ngepet 28:27 namanya 28:28 gitu ya kan. Nah, jadi emas dan perak 28:30 bukan alat investasi. Emas dan perak 28:32 adalah alat bayar, alat tukar, alat 28:34 untuk membayar zakat, untuk membeli 28:36 barang dan sebagainya. Ditabung bisa. 28:39 Tapi kalau investasi kan yang dimaksud 28:41 itu adalah Anda memproduktifkan 28:44 sesuatu menghasilkan uang. Nah, 28:47 income gitu. 28:48 Nah, passif income. Tapi kita ini kan 28:51 sekarang diajari bahwa 99% 28:54 atau 95% passif income itu riba. 28:57 H 28:58 passif income satu-satunya yang halal 29:00 itu adalah kalau kita menyewakan aset, 29:02 menyewakan mobil, menyewakan mesin, 29:05 menyewakan rumah, 29:06 punya hotel, ya kan. Nah, itu passif 29:08 income. Nah, itu yang halal karena itu 29:10 bagian dari perdagangan. 29:12 Selebihnya pasif income dalam bentuk 29:13 deposito, dalam bentuk jual beli saham, 29:17 dalam bentuk reksadana itu semua riba. H 29:20 gitu. Nah, jadi emas dan perak 29:22 kegunaannya bukan untuk investasi ribawi 29:25 seperti itu, tapi nilainya tidak 29:28 berubah. 29:30 Ya, benar gitu. Dengan kata lain, kalau 29:32 kita memegang emas dan perak itu tidak 29:34 membuat kita menjadi kaya, 29:36 tidak berubah, tapi tidak akan membuat 29:38 kita menjadi miskin 29:41 karena kita tidak memegang alat yang 29:43 memiskinkan kita, yaitu uang kertas, 29:46 gitu kira-kira. 29:47 Oke, selanjutnya pertanyaan dari YouTube 29:49 nih, Bapak Faris Fatur. Buku tentang 29:52 dinar dirham sejauh ini yang paling 29:55 bagus adalah buku Eforia Emas terbitan 29:58 Pustaka Adina karya Bapak Zaim Saidi. 30:02 Bisa dibeli di Tokopedia Pustaka. 30:05 [berdehem][tertawa] 30:07 Kemudian dari story, mm 30:09 kemiskinan sistematis dan masif itulah 30:12 karena yang uang kertas sistem ribawi. 30:15 Kemudian Ahmad Saiful haramnya menyimpan 30:18 dinar dirham seperti apa, Ustaz Zaim? 30:22 Apa jawaban saya? 30:25 Apa apa jawabannya? Saya ucapkan terima 30:27 kasih dari Bapak Ahmad Saiful 30:29 ya. Jadi begini, kita harus bedakan 30:31 antara menabung, menyimpan, dan 30:34 menimbun. Iya kan? Kalau menyimpan itu 30:38 berarti kita simpan untuk satu saat 30:41 ee dipakai 30:42 gitu. Begitu juga menabung untuk dipakai 30:44 untuk keperluan tertentu. Misalnya 30:46 menabung untuk keperluan membayar 30:48 pendidikan untuk persiapan kesehatan di 30:51 hari tua dan sebagainya. Yang ketiga 30:53 adalah menimbun. Menimbun ini enggak ada 30:55 tujuan. Pokoknya nyimpan nyimpan, numpuk 30:56 numpuk, numpuk, numpuk. Nah, dalam hal 30:58 emas dan perak sudah ada ketentuannya 31:01 bahwa kalau 31:04 seseorang memiliki 20 dinar atau 200 31:06 dirham, maka setiap tahun harus dibayari 31:09 eh dibayarkan zakatnya, gitu. Nah, jadi 31:12 di situ secara hukum sudah tidak masuk 31:14 kategori menimbun 31:17 gitu. Nah, tapi ada soal yang kedua yang 31:19 sekarang harus dipahami oleh masyarakat 31:20 bahwa kalau menyimpan dinar dan dirham 31:22 atau menabung dinar dan dirham ya tentu 31:24 halal sepanjang kalau lewat nisabnya 31:26 dizakati. tapi tidak kemudian 31:28 dikembalikan jadi uang kertas 31:31 gitu. Sekarang ini kan karena diajari 31:33 secara salah bahwa emas adalah alat 31:35 investasi yang tadi ditanyakan, maka 31:36 orang menimbun-nimbun emas 31:38 yang satu saat nanti dirupiahkan 31:41 kembali. 31:41 Nah, dalam hal dinar dan dirham kita 31:44 jangan dirupiahkan kembali karena dia 31:46 harus digunakan supaya terus beredar 31:48 dari tangan ke tangan. Nah, penggunaan 31:50 pokok yang pertama untuk zakat gitu. 31:53 Jadi ee membayar zakat mal itu wajib 31:56 hanya dengan dinar emas atau dirham 31:57 perak gitu. itu ketentuan. 32:00 Tapi si penerima zakat nanti akan 32:02 merugiahkan dia untuk kenapa kemudian 32:05 harus ada pasar muamalah ee pasarlah 32:07 bukan pasar muamalah pasar-pasar yang 32:09 menerima pembayaran dengan dinar dan 32:10 dirham 32:11 gitu supaya tidak kembali jadi rupiah. 32:13 Nah, jadi pasar muamalah yang kemarin 32:15 saya dipenjara tanpa salah itu ya kan 32:18 sebelum diadili itu urut-urutannya 32:20 adalah karena kita menarik zakat 32:21 membagikan zakat 32:23 kepada mustahik. Nah, mustahik harus 32:25 bisa membelanjakan maka dibuatlah 32:27 pasar muamalah. Jadi ini satu rangkaian 32:29 dari penggunaan dinar dirham sesuai 32:31 dengan sunah sebagai alat bayar zakat 32:34 dibagikan kemudian dipakai untuk ee jual 32:37 beli di pasar 32:39 gitu. Jadi hakimnya pun sampai bilang, 32:41 "Ini saya mengadili Pak Zaim ini tiap 32:44 hari saya baca Quran kat dan saya 32:45 konsultasi sama kiai-kiai. Saya enggak 32:47 mau salah ini karena ini urusannya 32:48 urusan zakat gitu kan. Dan 32:51 alhamdulillahnya akhirnya clear gitu 32:53 bahwa hakimnya mengatakan ini memang 32:55 tidak ada yang salah. ini sesuai dengan 32:58 ketentuan agama ya kan dan tidak ada 33:00 undang-undang apapun yang dilanggar. 33:02 Kenapa hikmahnya juga jadi ada edukasi 33:04 ya 33:04 benar jadi vonis bebas gitu. [tertawa] 33:06 Oke. Asalamualaikum Bapak Zaim Saidi. 33:10 Saya mau tanya apakah bertransaksi 33:13 melalui dirham dinar ini bukan sesuatu 33:16 yang utopis di zaman sekarang? 33:18 Loh sudah 20 tahun berlaku. Utopis itu 33:20 apa? Utopia itu adalah sesuatu yang 33:22 tidak pernah ada dan tidak pernah bisa 33:24 diadakan. H 33:26 ya kan. Nah, Dina dan dirham dulunya ada 33:30 ribuan tahun 33:31 kemudian sempat hilang. He 33:33 baru 100 tahun dan sekarang kembali ada. 33:36 Hm. 33:36 Ini bukan utopia. Ini adalah sesuatu 33:39 yang hilang sekarang kembali gitu. Jadi 33:42 ee cuma pengalaman kita sudah ada jeda 33:45 100 tahun. Jadi harus mulai awal 33:47 kembali, belajar kembali, memulai dari 33:50 no lagi dan seterusnya. Tapi bukan utopi 33:52 ya. 33:53 H 33:55 kalau investasi LM tiap tahunnya 33:58 dizakati boleh dong dari mana nih? Fakal 34:02 Almaidani. 34:04 Iya tentu justru emas dalam bentuk 34:06 apapun harus dizakati kecuali perhiasan. 34:09 Perhiasan tidak ada zakatnya. Tapi yang 34:11 berupa emas dalam bentuk apapun itu 34:13 diwajib dizakat. Tapi yang harus 34:14 dimengerti adalah tadi dari mana 34:15 datangnya LM batangan itu. Yang tadi 34:18 sudah saya jelaskan bahwa LM itu 34:20 datangnya dari uang kertas. Karena 34:23 diciptakan uang kertas, maka emasnya 34:25 ditimbun-timbun dan itu melanggar 34:27 ketentuan dari Allah Subhanahu wa taala 34:28 gitu. Bahwa harus dizakati betul tapi 34:31 poin bahwa emas-emas batangan ini harus 34:33 dicincang-cincang menjadi koin dinar 34:36 supaya semua dalam bentuk sesuai dengan 34:38 apa yang dikehendaki oleh Allah 34:39 Subhanahu wa taala. 34:40 Oke. Kemudian dari Es Sri Yuni. 34:43 Asalamualaikum. 34:44 Waalaikumsalam. Mbak Zaim Saidi, dinar 34:48 dirham itu belinya di mana dan bagaimana 34:51 penentuan harganya? 34:52 Ya, jadi pertama dinar dirham itu bukan 34:54 komoditi yang diperjual belikan 34:56 gitu. Jadi dia adalah uang 34:58 uang yang diterbitkan oleh sesuai dengan 35:03 sunah Nabi oleh para amir atau sultan 35:07 yang menjaga takaran dan timbangannya 35:10 dan yang menetapkan ee keberlakuannya 35:14 gitu ya. Ee nah sekarang ini ada yang 35:16 namanya wakala-wakala. Jadi cara 35:19 mendapatkan dinar-dirirham itu yang 35:21 terbaik tidak pakai uang kertas. 35:22 Jadi 35:23 jadi pergilah ke pasar tadi yang sudah 35:25 ada bawa barang dagangan. Nanti orang 35:28 membeli dengan dirham dia pulang bawa 35:29 dirham ya kan. 35:30 Dia masti dagang dulu jadinya. 35:32 Ya satu itu artinya menukarkannya dengan 35:34 barang atau jasa ya kan. Yang kedua, oh 35:36 saya karyawan nih saya enggak berdagang. 35:37 Ya minta digaji sama bosnya. Bos, saya 35:39 mau digaji pakai dinar dan dirham. 35:41 Paling enggak sebagian, ya kan? Gitu. 35:44 Yang ketiga tadi kalau fakir miskin dari 35:46 pembagian zakat. Jadi, alhamdulillah 35:49 kami ini dari Baitul Mal ya sudah 35:51 kira-kira 40.000 dirham yang kita 35:53 bagikan. 35:53 He. 35:54 Karena saya sebagai seorang amir, saya 35:55 tarik zakat, saya bagikan zakat. Saya 35:57 tarik zakat, saya bagikan zakat. 35:59 Sekarang ini kan zakat sebagian besar 36:01 tidak dibagikan 36:02 gitu. Nah, itu salah satu hikmah dari 36:05 kembalinya dina dan dirham adalah zakat 36:07 itu dibagikan. itu baru yang keempat. 36:09 Oh, saya punyanya cuman uang kertas. Ya, 36:11 datanglah ke wakalah tukarkan kertasnya 36:14 dengan dinar dan dirham. Lalu kertasnya 36:16 buat apa? Kertasnya digunakan untuk 36:18 mencetak kembali koin-koin yang baru 36:21 gitu. Jadi terus setiap hari ee 36:23 diharapkan dinar dan dirham di 36:25 masyarakat bertambah nanti berputar 36:26 dengan sendirinya lewat zakat, lewat. 36:29 Nah, juga yang kedua nih mahar. 36:31 Mahar sekarang ini kan orang membayar 36:34 mahar juga enggak jelas. 36:35 H 36:36 ee ketentuannya apa. Bahkan dirubah 36:38 menjadi ee seperangkat alat salat atau 36:41 sandal jepit bahkan ya kan gitu. Nah, 36:44 sedangkan sunah mahar itu mahar itu 36:46 dengan dinar dan dirham. 36:47 He. 36:47 Emas dan perak atau harta yang lain 36:50 gitu. Jadi, jadi ee mahar itu adalah 36:54 sebetulnya kompensasi dari seorang 36:56 laki-laki yang mengambil seorang 36:58 perempuan sebagai istri. 36:59 Kebebasannya diambil dikompensasi dengan 37:02 harta bukan simbolik. Hari ini mahar 37:05 seolah simbolik. H 37:07 pakai alat meena seperangkat alat salat 37:11 atau bahkan sandal jepit. Sah. memang 37:13 sah, tapi telah mengubah 37:16 esensi mahar yang merupakan kompensasi 37:20 material kepada seorang perempuan. Imam 37:22 Malik mengatakan ini serupa dengan ee 37:25 seorang yang mencuri 37:27 hm 37:27 hak orang lain. Nah, makanya di situ 37:29 kalau begitu mahar itu harus dibayarkan 37:32 minimal 1/4at dinar kata Imam Malik. 37:34 Karena ini seperti hanya nisab yang 37:36 ditutupkan oleh Rasul sahu alaih 37:37 wasallam. Seseorang mencuri barang kalau 37:40 sudah lewat dari seperempat dinar 37:42 dipotong tangannya. 37:44 gitu. Jadi ketentuan satu sunah mahari 37:46 itu adalah harta khususnya dinar dan 37:49 dirham. Yang kedua, nilainya kira-kira 37:51 1/4at dinar atau lebih. 37:53 He 37:54 gitu. Masih cukup ringan, enggak terlalu 37:56 mahal kan itu sekitar hari ini 13 37:58 dirham, enggak sampai Rp1 juta kalau 38:00 dikonversi 38:01 gitu. Nah, jadi sekarang ini kita 38:04 kebanyakan ee Dina dirham ini juga 38:06 digunakan sebagai alat mahar gitu. Mas 38:09 kawin namanya. nya mas kawin [tertawa] 38:11 bukan 38:11 Pak Zaidi saya akan menikah waduh saya 38:14 jadi akan minta mas kawin saya adalah 38:17 dari Dirham dan Dina dibaiknya ini 38:19 sebaik begitu sebaiknya begitu dan itu 38:21 banyak bahkan beberapa selebriti itu ee 38:24 siapa ee 38:27 Dewi Ayu ya yang dulu istrinya 38:30 yang pernah menikah dengan Grain Fadli 38:32 waktu menikah kemudian sudah 38:34 Sandra Dewi Sandra sudah menjadi muslim 38:36 menikah dengan 38:38 ee calon suaminya maharnya dinar 38:40 Oh, itu betul ya. 38:40 Iya. Indra bekti itu juga maharnya 38:43 dinar. 38:44 Heeh. 38:44 Dan beberapa ee selebriti yang lain lah. 38:47 Cici Tegal juga pakai dinar gitu loh. 38:50 Jadi sudah mulai umum sebetulnya. 38:52 Cici Tegal enggak ngundang-undang ya. 38:55 Asalamualaikum Afan. Ustaz mau tanya 38:58 bagaimana kalau kita saat ini investasi 39:00 dalam bentuk emas batangan? Karena 39:02 sekarang Mas bukan sebagai alat tukar 39:05 tetapi sebagai komoditi di mana harganya 39:08 berubah-rubah terus secara fluktuatif 39:10 dari Bapak Wahyu Witono. 39:12 Ya, itu tadi yang sudah kita koreksi 39:14 bahwa Mas itu bukan alat investasi. Dia 39:17 harus berupa ee uang dinar emas ya kan. 39:21 Kalaupun ditabung disimpan ya boleh saja 39:22 tapi pengertiannya adalah dia bukan alat 39:24 investasi. 39:26 Dan yang tadi disebut bahwa nilainya 39:28 naik turun futasi itu adalah uang 39:30 kertasnya. Emas 100 gram sepanjang hidup 39:34 100 gr. Kenapa nilainya berubah-rubah? 39:36 Yang berubah-rubah adalah uang 39:37 kertasnya. Tadi satu lembar Rp100.000 39:42 ini dapat 50 kilo telur. Telurnya kan 39:45 tetap, uangnya tetap mata uangnya. Tapi 39:47 sekarang cuma dapat 3 kilo telur. Nah, 39:51 yang 47 kilo ke mana? 39:52 Wong kertasnya sama, telurnya sama. 39:55 Heeh. He, 39:55 gitu. Itu yang ada pencurian dari proses 39:59 ee 39:59 transaksi ekonomi ribawi hari ini. 40:02 Jadi, di dalam 40:04 konteks diner ini enggak ada inflasi, 40:06 enggak ada. 40:06 Enggak ada inflasi itu bohong. Gak ada 40:08 inflasi yang ada itu depresiasi turunnya 40:11 nilai uang kertas gitu. Tapi barang 40:15 seperti yang tadi saya jelaskan dari 40:16 zaman Nabi Adam seekor ayam sampai hari 40:19 ini sampai nanti kiamat tetap seekor 40:20 ayam. Karena itu pertukarannya dengan 40:23 benda yang lain juga akan sama. 40:26 Itu alangkah indahnya kalau dari begitu 40:28 enggak buru-buru mau tuang dia 40:29 gak ada yang berubah. Gak ada yang 40:30 berubah. Enggak repot. [tertawa] 40:34 Ini ada ngusulin wah Pak Zaim Zadi jadi 40:36 Menteri Ekonomi Indonesia aja. [tertawa] 40:40 Oke. Kalau saya jadi menteri ekonomi 40:42 atau menteri keuangan, yang pertama kali 40:44 saya lakukan adalah menasionalisasi bank 40:45 sentral. 40:46 Oh. Jadi perbankan itu harus kembali 40:48 dikontrol oleh pemerintah. 40:51 H 40:51 hari ini perbankan 100% milik swasta. 40:55 Hm. 40:56 Gitu. Di seluruh dunia ini hanya ada 40:59 satu negeri di mana banknya itu 41:02 dikontrol oleh pemerintah yaitu Cina. 41:05 Hm. 41:06 Dan karena itu di Cina kredit itu sesuai 41:09 dengan program pemerintah. He. 41:12 Dulu kita pernah sedikit dalam zaman Pak 41:14 Harto kredit itu diarahkan kepada 41:17 ee hal-hal tertentu BMAS, INMAS, iness 41:20 dan seterusnya. Karena Pak Harto waktu 41:23 itu masih berpengaruh. 41:24 Bank sentral masih di bawah Pak Harto ya 41:27 kan. Begitu Pak Harto jatuh IMF 41:28 berkuasa, bank sentral dikeluarkan dari 41:31 pemerintah, dia independen, gitu. Nah, 41:34 karena itu ya tidak bisa dikontrol. Nah, 41:37 hari ini ee kalau kita memperbaiki 41:41 keadaan satu tadi bank sentral 41:45 itu dinasionalisasi, 41:47 dikembalikan menjadi di bawah kontrol 41:49 pemerintah. Yang kedua, nanti program 41:51 pemerintah mengarahkan kredit 41:53 kepada hal-hal yang bermanfaat, bukan 41:55 seperti hari ini, kepada hal-hal 41:56 spekulatif, pasar saham, properti. 41:59 Properti itu sebenarnya sangat 42:00 spekulatif gitu. Karena itu ups down, 42:03 ups down. Kalau ambles ambles beneran 42:05 karena dia sektor yang spekulatif. Nah, 42:07 diarahkan ke kredit produktif gitu. 42:10 Oke. Nah, ee Amir Zin sendiri bagaimana 42:13 dalam kehidupan sehari-hari misalnya 42:14 membeli mobil, membeli rumah, membeli 42:16 yang mahal-mahal begitu. Apakah 42:18 menggunakan dinar atau? 42:19 Iya. Jadi pertama kita ini kan dasarnya 42:21 harus R sama Rido. 42:22 Jadi pertama harus kita nego dulu. Saya 42:25 mau beli barang ini tapi saya bayar 42:27 dengan emas atau saya mau jual barang 42:28 ini saya minta dibayar dengan emas. 42:30 Contoh yang termahal apa emang? 42:32 Saya pernah menjual membeli mobil saya 42:34 bayar pakai dinar. Mobil S waktu itu 42:37 saya bayar waktu itu 25 dinar kalau 42:39 enggak salah zaman 1 dinaranya masih 42:41 sekitar 42:42 si penjualnya orang paham ini juga. 42:44 Oh iya tentu harus ada pemahaman ya kan. 42:47 Ee dan itu sepakat gitu. Kalau dalam 42:49 sehari-hari ya kami kan punya pasar tiap 42:52 dua pekan sekali ya saya belanja di 42:53 pasar 42:54 mulai dari beli beras sampai ikan asin 42:57 sampai jengkol 42:58 ya di pasar itu kita bisa bayar pakai 43:00 dirham 43:01 gitu. Sebaliknya kalau saya berjualan, 43:03 saya berjualan madu ya kan saya lupa 43:05 enggak bawa madunya harus bawa [tertawa] 43:07 madu rihlah namanya. Itu juga saya 43:09 bandrol. Kalau Anda mauembayar pakai 43:11 rupiah tentu tidak boleh kita tolak tapi 43:14 kita lebih senang dibayar dengan dengan 43:16 ee dirham gitu. 43:18 Oke, ya. Saya akan bacakan nomor HP 43:21 Bapak Zaim Saidi, Insur Jaim Saidi, MPA 43:27 yang menulis buku Eforia Emas mengupas 43:31 kekeliruan sekaligus menuntun bagaimana 43:35 memperlakukan emas sesuai Al-Qur'an dan 43:39 sunah karya Ir. H. Zaimzadi, MPA. Ini 43:42 nomor HP-nya silakan disiapkan popan 43:45 sama kertas kami akan bacanya. Ir. Zaim 43:49 Saidi MPA 0812 43:55 sudah kemudian 23 43:59 kemudian 79 44:02 18 44:05 32 kami ulangi lagi. 0812 44:11 79 44:13 182. 44:15 Anda boleh bertanya mengenai dinar. 44:18 ee apaagi itu ee dinar dirham dan fulus 44:24 itu apa? Silakan Anda bertanya ya. Oke, 44:28 silakan Anda yang mau bertanya di Rasil 44:30 juga boleh kami tunggu untuk telepon di 44:32 02184515. 44:35 Untuk WA di 0811999720. 44:43 Ee Pak Zaim, mm 44:47 wakalah-walqalah itu tentu akan 44:50 mendapatkan profit juga. Itu bagaimana 44:52 cara mendapatkan profitnya? 44:54 Ee jadi kalau mau dapat profit jual 44:57 telur 44:58 atau jualan madu seperti saya atau 44:59 jualan buku ya kan. Nah, kalau wakala 45:01 itu adalah ee layanan kepada masyarakat 45:04 gitu. Jadi, jadi sebetulnya wakala itu 45:06 nalangi masyarakat kan masyarakat 45:09 sekarang punyanya uang kertas. He. 45:10 Jadi, bagaimana cara mendapatkan dinar 45:12 dan dirham? Maka dia harus menghubungi 45:14 pihak yang sudah punya stok. 45:16 Nah, jadi itu itu ee wakala nalangin 45:19 dulu dia punya stok dulu. Kalau ada 45:21 orang yang menukarkan uang kertasnya, 45:23 diberikanlah koin dan dirham itu. Lalu 45:26 uang kertasnya dibawa ke mana? Uang 45:27 kertasnya yang dibawa ke 45:29 ee wakala induk yang kemudian 45:31 menggunakannya untuk belanja belanja 45:33 bahan ee membayar percetakan dan 45:37 kemudian mengedarkan kembali. He. 45:38 Itu sebenarnya kita tidak mengenal 45:40 istilah jual beli, kita hanya mengenal 45:41 istilah penukaran. H 45:43 gitu. Nah, tentu wakala ini sifatnya 45:46 adalah syiar, dakwah, dan perjuangan, 45:49 gitu. Nah, karena itu 45:51 ee kita membuat satu cara-cara supaya 45:54 dia tidak nombok. Kalau sudah berjuang 45:57 juga, sudah syiar juga, dakwah juga, 45:59 harus nombokin juga. Sudah nalangin juga 46:00 harus nombok, ya kan? 46:02 Ee enggak fair gitu. Dan karena itu 46:04 memang di situ ada sedikit biaya 46:06 distribusi gitu, tapi bukan jual beli, 46:09 bukan ngambil profit. Itu sebabnya kita 46:11 mengatakan tidak ada jual beli dinar dan 46:13 dirham. Sekali Anda menukar uang kertas 46:15 menjadi koin emas dan perak, that's it. 46:17 Gunakan 46:18 dalam dalam transaksi, dalam muamalah. 46:21 Tidak kembali dijual sebagai rupiah, 46:22 terus kita ngambil untung ee seperti 46:25 jual beli emas pada umumnya. Nah, tetapi 46:28 kan saat ini masih masih transisi 46:32 untuk dirham karena sudah mudah 46:33 membelanjakannya kita total enggak ada 46:35 buyback. 46:36 Hm. 46:36 Gitu. Nah, dalam hal dinar dalam keadaan 46:39 sangat terpaksa memang ee masih kita 46:42 tolerir 46:43 gitu. Tapi yang pertama kali harus 46:45 dilakukan adalah tawarkan dulu kepada 46:47 saudara, kepada teman yang ingin 46:49 memiliki dinar ditukar dengan rupiah. 46:50 Jadi tetap beredar tidak kembali ke 46:52 wakala. Kalau kembali ke wakala nyungsep 46:53 lagi masuk dompet. 46:54 Oke. Baik, kita terima telepon dulu. 46:56 Halo. Asalamualaikum. 46:58 Waalaikumsalam warahmatullahi 46:59 wabarakatuh. 47:00 Iya. Dengan siapa ini? Maaf. 47:01 Pak Asmiati. Mas Krisna. 47:03 Silakan. Ibu Haji Asmiati. 47:05 Pak Zain Saidi. Ya. Asalamualaikum, Pak. 47:08 Waalaikumsalam warahmatullahi. 47:10 Tolong dikecilkan supaya tidak feedback 47:12 Bu Haji dulu ya. 47:14 H 47:17 gimana sekarang? 47:18 Silakan Bu Haji. 47:21 Kita pengin ngikut begini. Bagaimana 47:24 memasyarakatan itunya, Pak? Terus 47:26 menukarkan uang kita bagaimana tuh, Pak 47:29 Ustaz? 47:29 Iya. 47:32 Sudah, Ibu. 47:33 Iya. Maksudnya kita pun masyarakat. 47:35 Baik, ya. Pertama, kalau kita ingin 47:37 menukarkan tadi hubungi wakala yang 47:38 resmi ya. Karena sekarang ini di pasaran 47:40 banyak sekali juga orang yang mengklaim 47:42 memperjual belikan e dinar emas dan 47:44 diram perak, tapi tujuannya e hanya 47:47 untuk bisnis mencari uang. Nah, nilainya 47:50 1 dirham itu berapa, Pak? 47:52 Nah, sekarang hari ini 1 dinar itu sudah 47:54 Rp3.890-an 47:57 ribu, Bu. Hampir 47:57 R juta 1 dinar 1 dirham itu 48:00 R3.500. 48:03 Kalau satunya itu 4 gr set ya, Pak. 48:05 4 1/4 gram. Nah, ada yang lebih besar 2 48:08 dinar, ada yang lebih kecil yaitu 1/2 48:10 dinar dan 1/4at dinar. Jadi tergantung 48:12 Oh, ada juga yang seteng. 48:13 Heeh. Tergantung keperluan Ibu mau yang 48:15 mana ya kan. He. 48:16 Nah, kedua pertanyaan mengenai bagaimana 48:18 kita ikut mensosialisasikan dan 48:20 menggunakannya ya. kita harus berhimpun. 48:21 Berhimpun dalam komunitas-komunitas 48:24 sekarang ini ada di Bekasi, di Depok, di 48:26 Medan, di Ketapang, Tanjungpura, di 48:29 Bintan, di banyak tempat sudah ada 48:30 komunitas seperti itu yang antara lain 48:33 tadi menyelenggarakan pasar-pasar 48:34 muamalah. 48:36 Jadi Ibu harus cari komunitas ini. Kalau 48:39 belum ada ya dihimpun, dibentuk. 48:41 Nah, pelan-pelan kita 48:43 bertransaksi di situ. 48:45 Di Bekasi alamatnya di mana, Pak? 48:48 ee di Bekasi itu aduh saya kurang ingat 48:51 persis Bu nanti bisa di e cek saja ada 48:54 banyak Instagram ada Facebook 48:56 komunitas-komunitas di Nadirham ini. 48:59 Oke, 49:00 Ibu Haji nanti telepon aja ke itu ya. 49:03 Oh iya itu 49:05 Pak. Asalamualaikum warahmatullahi 49:06 wabarakatuh. 49:07 Oke terima kasih Bu Haji. 49:10 Ini banyak yang bertanya nih. M dari Ibu 49:15 Habibah. Asalamualaikum. Waalaikumsalam. 49:18 Saya tertarik dengan bukunya. Bagaimana 49:19 cara mendapatkan buku beliau dari Ibu 49:22 Habibah? 49:23 Yaitu bisa ke Pustaka Adina Bookstore di 49:26 Tokopedia. Ada Bu di marketplace ada 49:28 toko bukunya Pustaka Adina Bookstore 49:31 Tokopedia. 49:32 Hm. 49:35 Saya mau nikah, saya mau mau bilang 49:37 Panda calon suami saya untuk mas 49:40 kawinnya pakai dinar saja. Waduh 49:43 terinspirasi 49:45 kalau enggak 49:45 itu. Betul ya? Betul. Kalau enggak dinar 49:47 ya dirham lah. Jadi 49:49 ee 49:50 paling kecil berapa? 49:51 Iya tadi 1/4 dinar. Kenapa sekarang ada 49:53 koin 1/4 dinar? Karena supaya memenuhi 49:56 orang-orang yang memang mau membayar 49:57 maharnya. 49:58 He. 49:59 Sesuai dengan apa namanya sunahnya. 50:02 N itu ada koinnya. 50:02 Setelah kita nerima mas kawin gitu boleh 50:05 enggak disimpan buat kenang-kenangan 50:06 aja? 50:06 Boleh dong. Boleh. Boleh. 50:08 Tidak dibelanjakan? 50:09 Enggak apa-apa. Enggak apa-apa. Enggak 50:10 masalah. 50:11 Enggak apa-apa. Minimal berapa 50:12 syaratnya? Ee kalau mahar itu kalau kata 50:14 Imam Malik sekurang-kurangnya 1/4at 50:16 dinar. 50:17 Kalau dalam dirham berarti sekarang ini 50:18 kira-kira 13 dirham. 50:20 13 dirham. Oke. 50:23 Asalamualaikum Ustaz ee James Saidi. 50:26 Bagaimana saat ini Ustaz memposisikan 50:28 uang rupiah saya yang sekarang masih 50:31 dipakai sedangkan alat tukar sket gitar 50:33 masih itu dari Bapak Catur Sayogo 50:36 ya. Tadi pelan-pelan dikonversi 50:37 pelan-pelan dikonversi menjadi emas dan 50:40 perak. Kalau di situ tidak ada dinham 50:42 bisa dikonversi buat pelihara kambing, 50:44 buat beternak ee binatang ya atau buat 50:48 sawah pokoknya diproduktifkanlah. Jadi 50:50 keberkahan harta itu adalah pada 50:52 perputarannya, pada produktivitasnya 50:55 bukan pada jumlahnya yang 50:57 disimpan-simpan. Itu enggak berkah 50:58 malah. 51:00 Pak Zaim Zaidi, saya jadi menghayal 51:02 langkah indahnya apabila semua 51:04 menggunakan dirham dinar sehingga tidak 51:07 ada inflasi, tidak ada tawar-tawar 51:10 harga. [tertawa] 51:11 Betul. 51:12 Sehingga flat gitu enggak? 51:14 Betul. Itu itu satu hal yang tidak 51:17 dipahami hari ini masyarakat ya 51:19 ee bahwa kenapa kita jual beli itu ee 51:22 kalau tawarmen-awaran itu si fitrah 51:24 boleh. Yang yang tidak ada itu 51:26 kembalian. Jadi model kembalian itu 51:29 karena kita pakai sistem riba, pakai 51:31 uang kertas. Kalau kita pakai muamalah 51:34 sebagaimana yang diajarkan Nabi kan Nabi 51:37 mengatakan kalau kamu jual beli itu 51:38 mesti mitan bimlin, 51:40 setara dengan setara. Jadi enggak ada 51:42 kembalian. 51:43 Kok bisa enggak ada kembalian? Kalau 51:44 harganya 51:46 lebih murah dari dinar. 51:47 E enggak ada cerita kembalian. Kalau ee 51:50 lebih murah dari dirha eh misalnya 51:52 kambing yang besar 1 dinar bayar pakai 1 51:55 dinar. Yang kecil setengah dinar, bayar 51:57 pakai setengah dinar. 51:58 Kan ukuran kambing beda-beda. 52:00 Iya, tapi dia akan mengikuti 52:02 uang yang tersedia. 52:04 Oh, 52:04 kalau misalnya oke ini 1 dinar kemurahan 52:07 eh setengah dinar kemurahan, setengah 52:08 dinar tambah 2 dirham, oke tambah 2 52:10 dirham. Penjualnya bilang enggak tambah 52:11 3 dirham. Oke, 1/2 dinar tambah 3 52:13 dirham. Jadi enggak ada kembalian. Sama 52:16 hanya kalau kita misalnya saya mau beli 52:18 ayam saudara dengan harga 1 liter beras 52:22 ya kan 1 liter beras dengan seekor ayam. 52:24 H 52:24 enggak ada. Terus dibayar ee 52:28 2 liter beras terus kembali 1 liter 52:30 beras. Kalau ayamnya lebih gede, 52:31 berasnya yang ditambah gitu. Itu cara 52:34 jual beli yang betul. 52:35 Oke. Masyaallah, Pak Jim Saidi. 52:39 Seandainya saya punya uang R miliar lalu 52:42 saya ingin konversikan ke dinar dirham 52:46 itu bagaimana nanti saya menyimpannya 52:48 padahal tidak ada bank yang menyimpan 52:50 dinar dirham? 52:51 Nah, kalau seandainya saya enggak bisa 52:52 jawab. Kalau Bapak betul punya uang R 52:54 miliar baru saya jawab. Tapi kalau cuma 52:56 seandainya saya menjawabnya juga 52:58 seandainya juga [tertawa] enggak ada 53:00 gunanya 53:01 gitu. Jadi kalau memang Bapak atau Ibu 53:03 ini punya uang R miliar beritahu saya 53:05 nanti saya beritahu bagaimana caranya. 53:06 Masyaallah. [tertawa] 53:08 Oke Mas Kna tolong dong nomor teleponnya 53:11 dibacakan lagi. Oke. Ini nomor telepon 53:14 Bapak Ir. Zaim Saidi, MPA. Kalau mau 53:18 pesan buku ya boleh. Ada buku Eforia 53:19 Emas ya. dan ada 16 buku lainnya yang 53:22 beliau karang yang yang beliau susun. 53:25 Oke, ini nomornya 53:27 ee 0812 53:30 sudah. Kemudian 2 3 79. 53:36 Kemudian belakangnya 18 53:40 3212 53:44 2379 53:47 18 53:49 32. 53:51 Ir. Zaim Saidi, MPA. Beliau ini lulusan 53:56 IPB. 53:58 Hm. 54:00 Asalamualaikum, Mbak Zaim. Jadi, kalau 54:02 kita mau naik pesawat, beli tiketnya 54:05 bisa enggak pakai uang dinar? 54:06 Bisa kalau nanti saya jualan tiket 54:08 [tertawa] 54:09 gitu. Nah, jadi tentu harus bertahap ya 54:11 kan. Ee sekarang ini ee sebagian besar 54:16 kan belum ngerti Dindar Dirham gitu dan 54:18 karena itu ee di masih hanya dibayar 54:21 dengan kertas gitu. Kalau sudah tahu 54:24 coba ditanya dipilih mau dibayar pakai 54:26 kertas atau dipikir bayar pakai emas. 54:29 Kira-kira kalau 100 orang ditanya mau 54:31 pilih kertas atau emas, mana yang banyak 54:34 dipilih gitu ya kan. Kalau pilihannya 54:37 itu secara rasional dan bebas sudah 54:40 hampir bisa dipastikan 54:42 orang memilih emas. Itu terbukti dulu 54:45 gitu. Dulu ketika adanya emas dan selain 54:48 emas semua orang milih emas. 54:50 H. 54:51 Nah, sekarang karena pengetahuan itu 54:52 sudah dihapus dan perilaku kita sudah 54:54 diubah, kita tidak lagi mencintai emas, 54:57 tapi mencintai kertas. 54:58 Hm. Oke, 54:58 gitu. Jadi kalau beli tiket pesawat ya, 55:01 kecuali yang sudah mengerti ee ya pasti 55:05 mintanya rupiah. 55:07 Oke. Zam Zaidi. E sekarang di negara 55:10 mana yang sudah memperlakukan ee dinar 55:12 dirham secara konsekuen? 55:14 Nah, itu pertanyaannya keliru. 55:16 Pertanyaannya harus dibalik. 55:17 Di negeri mana yang tidak pakai dinar 55:20 dan dirham ketika belum ada sistem riba? 55:23 Hm. 55:24 Gitu pertanyaannya. baru bisa kita jawab 55:26 bahwa di seluruh negeri di manaun 55:28 muslim nonmuslim pakainya emas dan 55:30 perak. 55:31 He. 55:31 Sesudah berganti menjadi sistem riba 55:35 seperti sekarang ini dengan bank bank 55:37 uang kertas dan sebagainya tidak ada 55:40 gitu. Jadi pertanyaannya keliru menurut 55:43 saya. 55:46 Oh Pak Zaim saya jadi ngeri nih 55:48 dengarnya. Waduh, kalau gitu selama ini 55:49 saya berbuat riba-riba terus dong nih. 55:51 Katanya 55:52 loh memang kan Nabi sudah bilang akan 55:54 datang satu zaman 55:56 bahwa 55:58 kamu tidak akan menemukan orang yang 56:00 tidak makan riba. Para sahabat nanya, 56:02 "Kuluhum semua mereka ya rasul." Kata 56:04 Nabi, "Jawannya bukan ya mereka semua." 56:06 Nabi bahkan menjawab, "Bahkan mereka 56:08 yang menolak pun kena riba juga." 56:12 Menolak gimana maksudnya? 56:13 Yang menolak riba pun pasti kena juga. 56:15 Sampai juga riba pada mereka. Nah, hari 56:17 ini kita sudah tahu kenapa Nabi 56:18 mengatakan semua orang kena riba. 56:21 Sahabat enggak ngerti. Bagaimana mungkin 56:24 kok semua orang kena riba? Sekarang kita 56:27 bisa tahu gara-gara uang, kertas dan 56:29 sistemnya membuat kita semua terkena 56:32 riba. 56:33 H 56:33 karena itu tadi kita sekarang ada jalan 56:35 keluar. 56:36 Tentu tidak seperti membalik tangan. 56:38 Pelan-pelan kita bebaskan diri dari ini 56:42 kecanduan 56:44 uang kertas ini. 56:45 Hm. Oke. 56:48 Ee salam Pak Zaim Saidi. Kenapa para 56:51 ustaz tidak pernah mempopulerkan masalah 56:53 ini ke umatnya? 56:56 Ee saya rasa ada beberapa hal ya. Yang 56:58 pertama mungkin pemahamannya belum 57:00 sampai karena masalah muamalah ini kan 57:02 memang ee 57:04 memang jarang dibahas. Di 57:06 pesantren-pesantren masih diajarkan tapi 57:08 cuma sebagai teori gitu. Sesuatu yang 57:11 hanya berupa teori enggak akan bisa 57:12 dimengerti. ketika ini diamalkan baru 57:15 bisa dimengerti. Jadi, pertama mungkin 57:17 pemahamannya yang belum sampai. Yang 57:20 kedua ee tadi karena kalaupun sudah 57:23 sampai tapi tidak mengamalkan ya dia 57:25 tidak akan bisa bicara. 57:26 Oke, 57:27 gitu. Kemudian dari Bapak Ahmad Saiful, 57:29 apakah Ustaz Zain Saidi pernah mengajak 57:32 ormas ormas 57:34 Islam untuk kembali bermuamalah 57:36 menggunakan dinar dirham terutama kepada 57:39 ormas besar NU dan Muhammadiyah dan 57:41 bagaimana respon beliau-beliau para kiai 57:44 ulamanya dari 57:46 ee iya saya sudah 20 tahun ya mencoba 57:48 melakukan ini dan ya saya sudah hubungi 57:52 banyaklah termasuk ee Nadratul Ulama dan 57:55 Muhammadiyah. Bahkan saya sudah pernah 57:56 mengajak, saya sudah buatkan desainnya 57:58 tuh dinar dirham Muhammadiyah itu. Ee 58:00 tapi pada waktu itu memang ee di 58:03 Muhammadiyah itu yang baru-baru ini baru 58:06 muktamar berganti pengurus. 58:07 Mudah-mudahan nanti bisa dilanjutkan 58:09 diputuskan untuk tidak dilanjutkan pada 58:11 waktu itu. Nah, jadi mudah-mudahan 58:13 sekarang dengan pengurus yang baru ini 58:15 ee bersedia melanjutkan supaya ee 58:20 Muhammadiyah mengeluarkan dinar dirham 58:21 dan fulusnya. Karena di Muhammadiyah ini 58:23 kan luar biasa harta yang berputar gitu. 58:27 Nah, jadi ee pada waktu itu ada 13 ketua 58:32 yang sekarang baru juga terpilih 13 58:34 ketua. Nah, di Muhammadiyah itu kalau 58:36 tidak 13-13-nya setuju enggak jalan 58:39 gitu. Nah, jadi pada waktu itu saya tahu 58:41 sebagian besar sudah oke tapi ada dua 58:45 tiga orang yang tidak setuju hanya 58:47 karena salah pemahaman menurut saya 58:49 salah persepsi akhirnya tidak 58:51 dijalankan. Tapi di Muhammadiyah sudah 58:54 sudah dibahas sampai tingkat ee pengurus 58:58 waktu itu bahwa bahwa ada usulan agar 59:02 Muhammadiyah menerbitkan dan menggunakan 59:04 dinar dirham untuk amal-amal usahanya. 59:06 Doakan saja mudah-mudahan pengurus yang 59:08 baru ini ee 59:10 bersedia untuk melanjutkan itu. 59:12 Oke. Oke. Kita sudah dibatasi oleh 59:16 waktu. Banyak sekali sebenarnya 59:18 pertanyaan yang mesti kita ajukan ini. 59:21 Sekali lagi saya akan bacakan lagi nomor 59:24 telepon dari 59:26 Amir Zain atau Ir. Zaim Said Saidi. Ee 59:32 Ir. Zaim Saidi, MPA. Nomornya 0812 59:37 kemudian 23 59:40 kemudian 59:42 79 59:43 kemudian 59:45 18. 59:47 32 0812 59:50 2379 59:53 18 32. Oke. Ee terakhir apa yang mau 59:57 disampaikan? 59:59 Ya, yang saya ingin sampaikan adalah 1:00:00 bahwa Rasul sallallahu alaihi wasallam 1:00:02 telah menubuahkan ya bahwa akan datang 1:00:05 zaman di mana semua orang akan 1:00:07 memerlukan dinar dan dirham ini untuk 1:00:10 keperluan dunianya dan keperluan 1:00:11 akhiratnya. Ya. Dan yang dimaksud saya 1:00:14 rasa adalah bahwa tadi terutama dalam 1:00:16 hal zakat, zakat itu tidak sah kecuali 1:00:18 dibayarkan dengan emas dan perak. Zakat 1:00:20 mal gitu. Itu yang pertama. Dan yang 1:00:23 kedua, Rasul sallallahu alaihi wasallam 1:00:25 mengatakan bahwa akan datang satu masa 1:00:27 di mana semua yang kamu miliki enggak 1:00:29 ada nilainya, enggak ada harganya 1:00:31 kecuali dinar emas dan dirham perak. 1:00:33 Kenapa Rasul Sallahu Wam mengatakan itu? 1:00:35 Kita sekarang paham. Karena ketika semua 1:00:37 harta dinisbahkan dengan angka-angka 1:00:39 nominal ini menjadi tidak ada harganya. 1:00:41 Hm. 1:00:43 Ya kan contoh konkritnya begini. Dulu 1:00:45 zaman generasi kakek kita 1:00:47 enggak punya ini enggak ada. 1:00:49 Heeh. 1:00:49 Tapi dia punya sawah 5 hektar, punya 1:00:51 kerbau 10 ekor, punya kolam ikan ya 1:00:54 ribuan meter. Itulah harta. 1:00:56 Begitu datang banking system, datang 1:00:58 sistem riba, generasi ayah kita sudah 1:01:00 mulai hartanya menyusut. Tapi rumah 1000 1:01:03 m biasa, 1:01:05 kebon 3.000, 5.000 m biasa. Begitu 1:01:08 generasi kita 1:01:09 H 1:01:11 kita memegang kertas 1:01:13 H 1:01:13 dan tidak punya sawah. 1:01:15 He. 1:01:16 Kalau punya rumah tipe 45 sudah bagus, 1:01:19 ya kan? Nah, sekarang generasi anak kita 1:01:21 nih, Mas Krishna, anak generasi kita 1:01:23 sudah pasti tidak akan bisa beli rumah. 1:01:25 H 1:01:26 sudah pasti tidak akan beli rumah selama 1:01:28 mereka masih menggunakan ini dan nanti 1:01:29 menjadi digital 1:01:31 gitu. Oleh karena itu keniscayaan kita 1:01:33 semua muslim nonmuslim kembalilah kepada 1:01:36 apa yang difitrahkan oleh Allah 1:01:37 Subhanahu wa taala bahwa harta itu alat 1:01:40 tukar itu adalah emas dan perak dan 1:01:43 tembaga untuk recehnya. Jadi himbauan 1:01:45 saya adalah mulailah walaupun baru 1 1:01:47 dirham 1:01:49 miliki dan gunakan dinar dan dirham ini 1:01:52 gitu. Bahwa kita 99,9% 1:01:54 masih pakai uang kertas enggak apa-apa 1:01:56 namanya baru mulai ya kan tapi mulai 1:01:59 dari situ. 1:02:00 Baik. Masyaallah, kita jadi paham ya 1:02:04 mengenai apa itu dinar, dirham, kemudian 1:02:07 juga fulus. Terima kasih 1:02:10 Ustaz Ir. Zaim Saidi, MPA atas 1:02:13 penjelasan yang luar biasa mengenai 1:02:15 dinar dirham dan fulus ini. 1:02:16 Mudah-mudahan siaran ini bermanfaat. 1:02:19 Terima kasih. Saya Muhammad Krishna 1:02:22 kemudian Anis Mualim mohon pamit. 1:02:23 Wabillahi taufik. Alalamualaikum 1:02:25 warahmatullahi wabarakatuh. 1:02:26 Waalaikumsalam.