Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [musik] 0:07 Rasul TV 0:09 [musik] 0:17 Assalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:21 rahimakumullah. 0:22 Alhamdulillah wa syukurillah kita 0:24 dipertemukan kembali di acara 0:29 yang mudah-mudahan lewat 0:32 Kesehatan Islami ini akan membuat kita 0:35 semakin mampu menjaga diri lahir batin 0:39 sehat ya. 0:41 Dan seperti biasa akan hadir sahabat 0:44 kita 0:45 Bung Alfian dari Rumah Sehat Indonesia 0:49 yang sudah ada di ujung sana. 0:52 Dan karena ini Zoom 0:55 mungkin bisa diinformasikan enggak bisa 0:58 telepon langsung ya. 1:00 Oke, kita sapa beliau. Assalamualaikum 1:03 warahmatullahi wabarakatuh. 1:05 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:06 wabarakatuh. 1:09 Sehat ya? 1:10 Alhamdulillah. 1:12 Ya, meskipun cuma terlambat beberapa 1:15 saat tapi mudah-mudahan bahasan kita 1:17 persisnya 1:18 terkait dengan gangguan metabolisme 1:21 gimana nih? 1:23 Ya. 1:24 Sama kebugaran. 1:29 Kelompok 1:30 gangguan metabolisme dan kebugaran. 1:34 Untuk semua umur atau untuk usia 1:36 tertentu? 1:37 Eee semua umur pastinya yang pasti eee 1:40 orang-orang tua lah ya mau mulai 40 ke 1:43 atas ya. 1:44 Kalau kebugaran kan anak-anak muda ya 1:46 gitu. 1:48 Baik ikhwan akhwat, apakah yang 1:50 menyebabkan gangguan terkait dengan 1:54 metabolisme dan kebugaran pada kita? Apa 1:57 saja faktor penyebabnya dan bagaimana 1:59 cara mencegah atau menanggulangi nya 2:02 menanggulanginya, yuk kita simak sepenuh 2:05 hati 2:06 perasaan juga dipakai agar kita paham 2:09 banget ya, eh Bung Alfian silakan. 2:12 Baik, eh terima kasih eh Bu Nuning dan 2:15 operator 2:17 Assalamualaikum warahmatullahi 2:19 wabarakatuh. 2:21 Alhamdulillahirobbil alamin washolatu 2:22 wassalamu ala asrofil anbiya wal 2:24 mursalin wa ala alihi wasohbihi ajmain 2:26 amma ba'du. 2:27 Alhamdulillah kita panjatkan puji syukur 2:30 kehadirat Allah subhanahu wa taala atas 2:31 berkat rahmatnya kita dapat ketemu 2:34 kembali 2:36 di di bulan 2:40 eh bulan pertama ya dari minggu ketiga 2:42 ya, jadi jatuhnya eh ini minggu ketiga 2:44 ya Sabtu ketiga ya. 2:46 Eh 2:47 tidak lupa kita sampaikan sholawat dan 2:50 salam kepada junjungan kita Nabi besar 2:52 Muhammad Shallallahu alaihi wasallam 2:53 beserta 2:54 eh keluarga dan para sahabat ya, hari 2:57 ini kita mau akan membahas tentang 3:00 gangguan metabolisme 3:02 ya, jadi eh umur 40 3:07 Halo? 3:08 Suara, kedengaran kan suaranya? 3:11 Halo? 3:13 Halo? Kedengaran? 3:15 Jelas? 3:17 Oh, sudah aman. 3:19 Jadi eh 3:21 metabolisme ya, kita kan eh sudah 3:23 umur-umur ya 40 tahun ke atas ya karena 3:27 makan-makan yang 3:29 eh 4 sehat 5 sembarangan ya, biasanya 3:31 itu sudah mulai degeneratif ya tipe 2 3:35 ya. 3:36 Apa eh sekunder ya, bukan primer kalau 3:39 primer ini biasanya dari awal eh turunan 3:43 ya, nah itu bisa primer tetapi kalau ini 3:46 yang bahas kita metabolisme berarti yang 3:49 eh sekunder ya biasanya. 3:52 Nah, tapi nanti biasanya genetik juga 3:54 akan berpengaruh, ya. Nah, apalagi 3:56 sekarang sudah banyak lagi yang lebih 3:59 parah anak kecil, ya. Anak kecil 4:01 sekarang sudah mulai kena ginjal akut, 4:05 ya. Kena diabet, ya. Jadi, anak kecil 4:08 pun bisa, ya, sekarang. Jadi, fenomena 4:10 sekarang anak-anak kecil tuh suka minum 4:13 ee soft drink, ya. 4:15 He em, he em. 4:16 Eee apa? Minuman kemasan, ya. Minuman 4:18 kemasan, jajan nya minum kemasan, ke 4:20 warung minum kemasan, ya. Tiap hari, ya. 4:24 Harian, bulanan, tahunan, ya. Akhirnya 4:27 terjadilah eee gula, ya. Gula yang 4:30 diakibatkan oleh eee sekunder, ya. 4:34 Akibat dari eee 4:35 eee berlebihan, ya. Nah, akibatnya nanti 4:38 ke ginjal, ya. Karena arteri renalis itu 4:41 akan tersumbat, ya. Akhirnya ginjalnya 4:44 bermasalah, fungsinya menurun, ya. 4:46 Akhirnya nanti cuci darah, ya. Kalau 4:48 sudah terbiasa. Nah, tapi kita di sini 4:51 bahas ke arah eee degeneratif, ya. 4:54 Metabolisme. Tapi enggak apa-apa, itu 4:55 pengetahuan supaya Ibu-ibu 4:58 pemirsa, pendengar 5:00 hati-hati dalam memilih eee 5:02 makanan dan minuman buat anak-anaknya, 5:05 ya. 5:05 He em, he em. Sekarang tidak terkontrol 5:07 banget, ya. Minuman, ya, di luar itu 5:10 yang namanya manis kan senang. Orang 5:13 pasti senang manis, ya. He em, he em. 5:15 Apalagi sudah manis, ya. Tambah manis 5:17 kan senang dia. 5:18 [tertawa] 5:19 Nah, itu. Jadi, eee ya, harus di kita 5:23 yang memberikan warning, memberikan 5:26 arahan, memberikan masukan, ya. Kalau 5:29 bisa dibeliin tumbler tuh yang gede air 5:31 putih, ya. Anak saya tuh bawa tumbler 5:33 gede di air putih, ya. He em, he em. 5:35 Kalau dia 5:36 dari kecil sih, kalau sekarang sudah 5:38 ngerti, ya. Kalau dulu dia beli permen, 5:40 "Ih, makan racun." saya bilang. 5:43 "Ih, minum racun." saya bilang. Eh, dia 5:45 dia sendiri paham, ya. Eee dengan 5:47 bercanda, ya. Eh, terus kita bilang nih, 5:50 eh, kalau dewasa kita kasih arahan, ya. 5:52 Kalau anak-anak masih bisa kita panis, 5:54 ya. Nah, itu lebih gampang, ya. Tapi 5:56 kalau sudah dewasa, kita berikan arahan. 5:59 Insya Allah dia mau, ya. 6:01 Nah, ini kita akan membahas tentang 6:02 hipertensi, ya, atau darah tinggi. Ya, 6:05 darah tinggi itu di atas, eh, 6:07 diastoliknya 90, sistoliknya eh, lebih 6:10 dari atau sama dengan 140 dikatakan eh, 6:13 hipertensi, ya. 6:15 Nah, hipertensi ini tekanannya tinggi, 6:17 ya. Berarti jantungnya bisa bengkak, ya. 6:20 Elongasi aorta, ya. Karena tekanan 6:22 pompanya kuat, ya. Pompanya kuat, 6:25 jantungnya medok, ya. 6:27 Heeh, oke. Em, maaf Bung Alfian, bisa 6:30 mohon waktu sedikit. Ini ada kendala 6:33 teknis. Jadi, ada sesuatu yang juga 6:36 harus diperbaiki dulu. Oke? Oke, siap. 6:38 Kita jeda sejenak. Oke, oke. 6:41 Oh, diisi prolog aja. Sebentar berarti. 6:44 Oke deh kalau gitu. Jadi, eh, hari ini 6:49 ikhwan akhwat terkait dengan kelompok 6:52 yang mendapatkan gangguan dari 6:55 metabolisme dan kebugaran, 6:58 itu tadi kita sudah dengar, ya, 40 tahun 7:00 ke atas. Bukan berarti yang di bawah 40 7:03 tahun enggak boleh dengar. Dan ternyata 7:05 Noning cukup segini aja ngomongnya. Oke, 7:08 Bung Alfian silakan kita lanjutkan. 7:10 Sudah beres. Oke. Beres, ya. Heeh. 7:13 Nah, jadi eh, ya itu tadi, ya. Eh, 7:15 kita ngomong eh, yang degeneratif, ya. 7:18 Berarti eh, 7:19 orang-orang 40 tahun ke atas biasanya, 7:21 ya. Nah, tapi ya enggak bisa eh, enggak 7:23 bisa kita dikte juga 40 tahun ke atas 7:25 kena, ya. Di bawah pun sudah banyak, ya. 7:28 Karena faktor makanan dan minuman, ya. 7:31 Yang instan, yang gulanya tinggi, ya. 7:34 Yang berlemak, ya. Eh, kemarin saya ada 7:37 pasien 26 tahun sudah jantung, ya. Ada 7:39 juga. 7:39 Heeh. 7:40 Ya, itu. Jadi, eh, tidak menutup 7:42 kemungkinan kalau sekarang ya. Biasanya 7:43 dulu 40 tahun ke atas ya. 7:45 [tertawa] 7:46 Ya, itu. Nah, eee jadi penyebabnya 7:49 adalah ya genetik bisa ya. Terus diet 7:52 tinggi garam ya, rendah serat, kurang 7:55 olahraga dan berat badan berlebihan. Ya, 7:57 karena dia tinggi garam ya, natrium 7:59 klorida, terus ada radikal bebas ya, ada 8:02 lemak ya, seratnya kurang, olahraganya 8:04 kurang ya, terus BB-nya berat ya. 8:07 Akhirnya lemak itu menekan pembuluh 8:09 darah sehingga terjadi jadi 8:10 vasokonstriksi ya, vasokonstriksi 8:12 menyempit pembuluh darah akhirnya 8:14 tensinya naik ya. 8:17 Risiko meningkat seiring bertambahnya 8:19 usia. Iya, ya karena pembuluh darah kita 8:22 lama-lama kalau kita kena lemak terus 8:24 ya, tensinya rapuh, rapuh. Pembuluh 8:27 darah itu rapuh, getas kayak kita 8:30 kabel-kabel ya, kabel kita bayangkan 8:32 kabel nih, kabel ditaruh di luar ya. 8:35 Nah, lama-lama eee kabel itu kan getas 8:37 ya, rapuh ya. Nah, dimakan usia. Nah, 8:40 seperti itu juga pembuluh darah kita 8:41 kalau kita enggak jaga ya. Nah, pembuluh 8:44 darah itu bisa rapuh ya, getas ya. Nah, 8:46 akhirnya dia akan terjadi tromboksan ya. 8:49 Eee pertama lemak ya, ada sel foam di 8:52 situ, menyempit akhirnya getas ya, pecah 8:54 tromboksan akhirnya nutup pembuluh darah 8:56 ya, menyempit. Nah, itu bisa risiko 8:59 jantung, risiko stroke ya di samping 9:02 dari tensi ya. 9:05 Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol 9:07 yang berlebih. Ya, sudah jelas ya karena 9:09 radikal bebas ya. 9:10 Gangguan me- medis seperti penyakit 9:12 ginjal atau diabetes atau fungsi organ 9:15 atau hormon ya. Nah, diabetes ya pasti. 9:17 Induk segala penyakit itu diabet. 9:20 Makanya hati-hati yang diabet, harus 9:22 kontrol gulanya. Karena gula itu karamel 9:25 ya, gula itu karamel, dia tidak bisa 9:27 menjadi energi akhirnya dia akan 9:30 menumpuk di pembuluh darah ya. Nah, 9:33 menumpuk di pembuluh darah akibatnya 9:35 apa? Jadi plak ya, jadi karamel, ya. 9:39 Akhirnya pembuluh darahnya nyempit, ya. 9:42 Nah, gangguan ginjal, ya. Bisa juga 9:45 karena hipertensi itu ada 9:48 mekanismenya di angiotensinogen, ya. 9:50 Nah, jadi ada pengaruhnya. Hormon juga 9:53 bisa. Kalau kita sering-sering stres, 9:55 ya, hormon kortisol, ya. Jadi akhirnya 9:59 berpengaruh, ya, tensinya naik, ya. 10:03 Kita lagi banyak pressure, tensinya 10:05 naik. Ada pasien saya itu pas saat dia 10:09 stres, dia gulanya naik, ya. Enggak 10:12 turun-turun, ya. Ya, digali, digali, 10:14 digali, digali karena ada masalah di 10:17 orang tuanya tinggal sendirian, dia jadi 10:19 kepikiran, ya. Nah, itu 10:23 makanya tadi pengobatan itu secara 10:25 menyeluruh, ya. Jadi bukan hanya kita 10:27 obatin body-nya, ya. Body, mind, soul, 10:30 spirit, dan energi, ya. Body-nya, mind 10:33 pikirannya, soul jiwanya, ya. Spirit 10:37 semangatnya, ya, energinya, ya. 10:39 Berkumpul dengan orang-orang yang 10:41 positif, ya, mendengarkan Radio Rasya, 10:43 ya. Nah, ini kan positif, ya, menjadikan 10:46 energi yang bagus, ya, itu. Oke. 10:50 Nah, gejalanya, ya, hipertensi gejalanya 10:53 ada yang tekuknya sakit, kepalanya sakit 10:56 sampai ke belakang, ya. Jadi 10:58 kadang-kadang di 11:00 dari kening ke belakang, biasa tensi 11:02 itu, ya. Itu sakit biasanya, ya. Nah, 11:05 kalau ada juga yang enggak ada gejala, 11:07 ya. Hati-hati yang enggak ada gejala, 11:08 ya. Banyak juga. Wah, Pak Alfian, saya 11:10 200 enggak ada gejala. Nah, itu lebih 11:12 bahaya, ya. Karena kalau yang bergejala 11:14 kan enak. Dia pusing, sakit kepala ke 11:17 belakang, ya. Kadang ya nyeri dada juga, 11:20 ya. Nah, tapi yang enggak bergejala itu 11:22 hati-hati, ya. Karena yang enggak 11:24 bergejala ini lebih silent, ya. Makanya 11:27 kalau ada tensi, kita bisa tensi di 11:30 rumah sendiri, ya. 11:32 Nah, ini ada ada herbalnya, ya, yang 11:34 bisa Nah, ini ada ada herbalnya, ya, 11:36 yang bisa membantu 11:38 untuk pelebaran pembuluh darah, ya. Ada 11:41 daun alpukat, ya. Ada daun jambu beji 11:44 jambu mede. 11:45 Ada umbi bawang 11:47 putih, ya. 11:48 Ada daun kumis kucing, ada buah 11:51 mengkudu, ya. Yang banyak digunakan 11:53 adalah umbi bawang putih, ya. Tapi 11:55 hati-hati bagi yang asma atau dia ada 11:58 alergi, ya. Ada bau badan, ya. Pasti 12:01 akan berpengaruh, ya. Tapi bawang putih 12:04 ini bagus banget, ya. Karena dia 12:07 bisa antihiperlipidemia, 12:09 ya. Dia bisa antioksidan, dia bisa 12:12 sebagai antiarteriosklerosis, 12:16 ya. Menghilangkan plak plak, ya, di 12:18 pembuluh darah, ya. 12:20 Ada lagi peluruh air seni, ya. Kenapa 12:22 kita butuhkan? Karena kan NaCl natrium 12:25 kloridanya kebuang, tensinya turun, ya. 12:28 Nah, akar alang-alang, ya. Buah 12:30 belimbing wuluh, daun pegagan, daun teh, 12:33 ya. 12:34 Nah, bisa juga kita turunkan HB, ya. HB 12:37 turun, tensi rendah biasanya. HB-nya 12:39 yang misalnya yang terlalu tinggi 16, 12:41 nah, itu bisa kita turunkan HB-nya 12:43 dengan apa? Dengan terapi lintah, 12:45 misalnya. Terapi lintah kan punya enzim, 12:47 ya. Nah, enzimnya itu bisa ngencerkan 12:49 darah, ya. Nah, selebihnya kita donor 12:51 boleh, ya. Donor darah, ya. Pasti tensi 12:54 akan turun, ya. 12:56 Penennag, nah, kalau kita stres. Nah, 12:58 stres ini kan ada hubungan dengan tensi 13:00 tinggi, ya. Kita gunakan ketumbar, pala, 13:03 ya. Dadap ayam, ya. Pala, nah, biasa 13:06 kita gunakan pala, ya. Pala atau 13:09 valerin, ya. Nah, itu sering digunakan 13:11 untuk menenangkan. Nah, kalau kita 13:13 tenang, berarti tensi kita juga akan 13:17 stabil, ya. Jadi, tensi ini karena 13:19 hormon bisa, ya. Stres, ya. Berlebihan, 13:22 kurang tidur, ya. Nah, akhirnya pasti 13:24 tensi meningkat karena gangguan di tubuh 13:26 kita, metabolisme kita 13:30 Nah, ada lagi apa nih? Lemak darah, ya. 13:32 Lemak darah nih bahasa 13:35 umumnya emik-nya, ya. Nah, tapi kalau 13:38 bahasa kedokterannya adalah 13:39 hiperlipidemia, ya. Kolesterol tinggi, 13:43 ya. Kolesterol total yang tinggi, HDL 13:46 yang rendah, LDL yang tinggi, 13:48 trigliserida yang tinggi. Nah, itu 13:49 namanya 13:51 hiperlipidemia atau lemak darah kalau 13:53 bahasa emik, ya. 13:56 Nah, faktornya apa? Ya, pasti makan yang 13:58 sering-sering yang berlemak, ya. Empat 14:00 sehat lima sembarangan, ya. 14:04 Udang, kerang, cumi, kepiting, ya. 14:08 Kuning telur, ya. 14:10 Terus apa lagi? Martabak, ya. 14:14 Keju, cokelat, ya. Nasi uduk, ya. Nah, 14:17 itu yang berlemak-lemak, ya. Pasti akan 14:19 menumpuklah lemak. Nah, lemak itu akan 14:22 lama-lama dia jalan di pembuluh darah. 14:25 Srap, srap, srap, ya. Sewaktu-waktu ada 14:27 radikal bebas, endotel itu akan 14:29 merenggang. Dia akan masuk situ, ya. 14:31 Nempel, ya. Nah, di situlah dia akan 14:33 menjadi sel foam, menjadi lemak, ya. 14:36 Akhirnya timbul 14:37 nutup pembuluh darah, akhirnya pecah 14:39 karena kayak ketarik itu. Jadilah 14:40 trombosan, nutup lagi. Nah, itu full 14:43 total oklusi atau total stenosis, ya. 14:46 Kalau kalau bahasa medisnya, ya. Jadi, 14:49 penutupan sempurna dari pembuluh darah, 14:52 ya. Nah, caranya apa? Ya, kita jaga 14:55 makanan kita, ya. Kalau kita gemuk, kita 14:57 turunkan. Ini saya berlomba-lomba nih, 14:59 ya. Belum belum turun juga, ya. Baru 15:02 turun 8 kilo nih, susah banget turun 15:04 lagi, ya. 15:05 Nah, kurangnya olahraga atau gaya hidup 15:07 yang kurang aktivitas fisik, ya. Pasti, 15:09 ya. Karena kalau kita olahraga, pembuluh 15:11 darah kita lebih lancar, ya. Aliran 15:13 darah kita lancar, darah itu bawa 15:16 nutrisi dan oksigen sehingga asupan 15:19 oksigen kita semakin bagus, ya. Darah 15:22 kita semakin bagus, ya. 15:24 Eh, terus merokok, ya. Sudah otomatis 15:26 tadi ya, radikal bebas, ya. Merokok ini 15:28 pasti akan eh, menjadikan radikal bebas 15:31 sehingga eh, celah endotel tadi 15:33 merenggang, akhirnya terjadilah plak, 15:35 ya. Faktor genetik juga bisa, ya. Kalau 15:38 misalnya dia memang pembuluh darahnya 15:39 sempit, ya. Kadang-kadang dia makan yang 15:41 berlemak dikit, langsung dia terjadi 15:43 plak, ya. Langsung terjadi penyumbatan, 15:45 ya. 15:47 Nah, ini ada gejalanya. 15:50 Nah, ada yang sampai 15:52 pingsan, ya. Karena pasokan oksigennya 15:55 kurang, ya. Karena lemak tadi nutup eh, 15:57 pembuluh darah, pasokan oksigennya 15:59 kurang, pingsan, ya. Eh, di otak bisa 16:03 menjadi infark, bisa pecah, ya. Kalau 16:05 pecah, langsung koma langsung, ya. Tapi 16:07 kalau dia infark, kalau dia sudah jalan 16:10 eh, embolinya, dia akan siuman, ya. Tapi 16:13 kalau infark pecah, biasanya dia pingsan 16:15 karena darahnya itu ke mana-mana, 16:17 menekan otak, ya. 16:19 Atau penyumbatan jantung, ya. Bisa 16:22 tiba-tiba jantung yang left main atau 16:24 yang right coronanya yang yang utamanya, 16:26 ya. Utamanya tersumbat, ya. Kalau yang 16:29 bawah-bawahnya tersumbat, ya, mungkin 16:31 sesaat, ya. Eh, dia siuman, tapi kalau 16:33 yang utama itu langsung infark, ya. 16:35 Langsung bahaya, ya. 16:38 Nah, berat ditekuk, ya. Kalau tensi tadi 16:39 sampai ke depan biasanya ya, dari 16:41 belakang ke depan. Tapi kalau di 16:43 kolesterol, lemak itu biasanya ditekuk 16:44 di pundak, ya. Berat banget, ya. Tapi 16:47 ada juga yang enggak bergejala, ya. Ada 16:48 yang enggak bergejala. Nah, kalau yang 16:49 enggak bergejala nih, agak hati-hati. 16:51 Terus kesemutan, ya. Kesemutan di tangan 16:53 dua-dua, ya. Rasa kayak ada 16:55 semut-semutlah, ya. Semut-semutan. Nah, 16:57 ada lagi santoma. Santoma itu yang lebih 17:00 ciri khas di bawah mata ini eh, apa? Eh, 17:04 di di pinggir mata, salah ngomong. Di 17:05 pinggir mata di sini, eh, di dekat 17:07 hidung sini, ya. Nah, di atas di bawah 17:10 alis dikit. Nah, itu kayak 17:11 bercak-bercak. Nah, itu biasanya 17:13 menandakan dia pernah kolesterol tinggi, 17:15 ya. Di sini, ya. Di dekat eh, di bawah 17:18 alis, dekat hidung, dekat mata, ya. Nah, 17:21 biasanya itu menandakan dia pernah 17:23 kolesterol tinggi, ya, gitu. 17:25 Nah, itu ciri khasnya. 17:27 Nah, ada herbal yang bisa menghambat 17:29 absorpsi lemak, ya. Jambu biji, ya, 17:32 garcinia, ya, daun teh, temulawak, ya, 17:36 kunyit juga bisa, ya. 17:38 Bawang putih bisa, ya. 17:41 Bawang putih diambil dimasukkan ke dalam 17:43 sintesis lemak, ya, di bawahnya itu ada 17:44 sintesis lemak, bawang merah, bawang 17:46 putih, ya, angkak, jati belanda. Nah, 17:48 biasanya gunakan bawang putih, daun teh 17:51 boleh, temulawak boleh untuk kolagoganya 17:53 sehingga lemak itu disalurkan menjadi 17:56 bantalan sendi, vitamin D. Sebenarnya 17:58 lemak itu bermanfaat, ya, asal enggak 18:00 berlebih, ya. Lemak itu untuk bantalan 18:02 kita, misalnya kita di bawah kulit ada 18:04 bantalan lemak, ya, kalau kita jatuh kan 18:06 lemak duluan, kan, ketimpuk, ya. Makanya 18:08 kalau orang gendut kena ketimpuk masih 18:10 aman, ya. 18:11 [tertawa] 18:12 Lemaknya lebih, tapi berlebihan, ya. 18:15 Nah, terus kalau 18:18 vitamin D, nah, vitamin D juga, ya, dari 18:20 lemak juga, ya. Sintesis lemak itu 18:22 vitamin D, ya. Jadi, lemak itu 18:24 sebenarnya berfungsi, bermanfaat, ya, 18:26 tapi kalau berlebihan enggak boleh, ya. 18:28 Berlebihan itu yang bermasalah, ya. 18:31 Nah, penurunan kadar lemak darah, ya, 18:33 bisa pare, buah belimbing wuluh, buah 18:35 mengkudu, asam jawa, rosella. Rosella 18:37 boleh, tapi jangan sering-sering. 18:39 Rosella ini akan hepatotoksik, ya, SGOT 18:42 dan SGPT-nya tinggi, ya, nantinya. Kalau 18:45 dia sering-sering, ya. Kalau menurut 18:46 saya bagusnya tetap bawang putih, ya, 18:50 daun teh, temulawak, kunyit, ya, terus 18:54 seledri, ya, 18:56 terus sambung nyawa, ya, di sini enggak 18:58 ada sambung nyawa, ya. Nah, itu bagus 19:01 untuk daun sukun, ya, untuk kolesterol, 19:03 untuk lemak, ya. Tapi, rosella bisa 19:05 turun kalau lagi tinggi banget, tapi 19:07 jangan menjadikan harian, ya, maksudnya 19:10 jangka panjang, ya, karena dia akan ee 19:13 meningkatkan SGOT SGPT, fungsi hatinya 19:16 terganggu, ya. Sama kayak buah manggis, 19:19 ya. Buah manggis itu kulit buah manggis, 19:21 nah itu juga antioksidannya tinggi. 19:23 Kalau kita makan mau sakit mau flu 19:26 ee itu enak langsung badan, ya. Tapi dia 19:28 hepatotoksik, ya. Kalau dia ee jangka 19:30 panjang, ya. Nah, itu kita harus tahu 19:32 interaksi herbal, ya. 19:35 Nah, ini ada 19:37 ee diabet, ya. Ternyata dibahas juga 19:39 diabet, ya. Jadi, degeneratif semua 19:41 dibahas di sini, ya. Kencing manis, 19:43 kalau bahasa ilmiahnya kencing manis, 19:45 ya. Kenapa kencing manis? Karena 19:47 kencingnya mengandung gula, ya. Makanya 19:49 orang di dibuat ee diinfokan, oh kencing 19:52 manis karena bisa dikerumutin ee gula ee 19:56 dikerumutin semut, ya. Karena memang 19:57 benar. Jadi, Allah itu menciptakan tubuh 19:59 kita tuh sempurna, ya. Apabila ada yang 20:02 berlebih akan dibuang, ya. Gula tinggi 20:04 akan dibuang melalui kencing, ya. 20:06 Makanya 20:07 ee kencingnya itu mengandung gula, 20:09 mengandung glukosa, ya. Akhirnya 20:12 dibuang, ya. Ya, semutan karena 20:14 mengandung ee gula, ya. Nah, karena 20:17 sudah berlebihan, ya. 20:19 Nah, faktor penyebabnya ya bisa genetik, 20:21 ya. Bisa keturunan dari keluarga yang 20:23 punya riwayat diabet, ya. 20:26 Kelebihan berat badan utama, ya. Karena 20:28 ee 20:29 berat badan yang berlebih itu 20:31 mengakibatkan ee gangguan ke pankreas, 20:34 biasanya, ya. Jadi, sensitivitas insulin 20:36 reseptornya terganggu, ya. Kurang 20:39 aktivitas fisik, ya. Ada hubungan dengan 20:41 lemak, aliran darah, ya. 20:43 Ee terus ee makanan yang manis, ya. 20:46 Makan yang manis, ya. Tepung-tepung, ya. 20:49 Risiko diabet bertambah usia, iya. Ya, 20:52 karena usia kita itu degeneratif, ya. 20:53 Menurun, ya. Makanya semakin kita usia 20:56 tua, semakin kita mengurangi asupan ma 20:59 makanan yang mengandung gula, yang 21:01 mengandung kalori tinggi, 21:03 yang mengandung lemak, ya. Karena 21:05 semakin tua itu pertama tubuh kita sudah 21:08 semakin pelan ya. Gerakan kita semakin 21:11 lambat ya. Nah, akhirnya apa? Eh, asupan 21:14 kita sama dengan kita masih muda ya. 21:17 Akhirnya input dan output enggak sama 21:19 ya. Tapi kalau inputnya 21:21 sedikit outputnya banyak itu akan aman. 21:24 Nah, kayak orang bertani ya, dia 21:26 inputnya banyak tapi outputnya banyak 21:29 juga. Itu boleh juga ya. Nah, kalau kita 21:31 nih habis degeneratif kan habis pensiun 21:34 ya. Habis pensiun makan sama tapi udah 21:37 enggak begitu bekerja misalnya dia turun 21:40 naik tangga atau jalan ya. Eh, ya di 21:43 rumah doang kan enggak ngapa-ngapain ya. 21:45 Nah, akhirnya pasti akan resiko kena 21:48 diabet atau kolesterol ya, biasanya gitu 21:51 ya. Makanya kita bahas penyakit 21:53 degeneratif atau metabolisme ya. 21:56 Gaya hidup tidak sehat ya. Pola makan 21:59 tidak sehat ya, 4 sehat 5 sembarangan 22:02 ya, merokok, alkohol ya, udah jelas. 22:05 Sebut Nuning ketawa tuh kalau 4 sehat 5 22:06 sembarangan ya. Itu icon Bu Nuning. 22:09 [tertawa] 22:10 Jadi kalau kalau dengan Pak Alfian kenal 22:12 4 sehat 5 sembarangan 22:14 [tertawa] 22:16 Ya, tekanan darah tinggi atau hipertensi 22:19 yang tidak terkontrol ya, ya gangguan 22:21 produksi insulin ya, karena kalau kita 22:24 sudah tipe 2 degeneratif itu insulin 22:27 kita tuh tidak bekerja dengan sempurna 22:29 walaupun ada 22:30 pabriknya ada cuman jumlahnya kurang ya. 22:33 Akhirnya mau untuk masuk sel target 22:35 untuk jadi energi tidak bisa. Akhirnya 22:37 terkumpullah di hati 22:39 di otot ya, eh, terus lama-lama di 22:42 pembuluh darah karena numpuk ya, 22:44 berlebih ya. Nah, kalau tipe 1 pabriknya 22:46 sudah rusak ya, itu beda cerita. Makanya 22:49 dia butuh insulin dari luar ya, karena 22:51 sel beta pulau Langerhans saya sudah 22:53 rusak ya. 22:56 Oke, nah ini ada tanda eh, ini gejalanya 22:58 dulu ya, pastilah polidipsi ya, haus ya, 23:00 karena dia sering kencing ya. Poliuri, 23:02 dia kencing melulu, ya. Polifagi, dia 23:05 sering makan tapi enggak jadi energi, 23:07 makanya dia sering lapar, ya. Penurunan 23:09 berat badan, iya, ya, karena dia tidak 23:11 jadi energi, akhirnya lemak yang 23:13 dipecah, ya. Lemak dipecah, eh, namanya 23:16 glukoneogenesis, ya. Jadi, dia makan 23:19 tidak jadi energi, akhirnya dia sering 23:21 lapar, lapar pun tidak menjadikan 23:23 energi, akhirnya lemak dipecah, akhirnya 23:26 dia kurus. Nah, dia kencing-kencing 23:28 pasti orang gula tinggi karena Allah 23:30 tadi menciptakan kita 23:32 stabil, homeostatis, ya, namanya itu, 23:35 ya. Menyeimbangkan, nah, cuman kita yang 23:37 enggak ngerti, ya, bahasa-bahasa alam 23:39 itu kita enggak ngerti, ya. Nah, 23:42 eh, dia akhirnya kencing, ya. Kencing 23:44 pasti haus, ya, kan? Makanya polidipsi, 23:46 polifagi, poliuri, ya. Itu penurunan 23:49 berat badan, ya, pasti, ya. 23:51 Makanya orang diabet yang tinggi yang 23:53 tidak terkontrol dia kurus, ya. Bukan 23:55 kurus karena sehat, ya, kurusnya karena 23:57 diabet, ya. 23:59 Ya, jadi, eh, itu, eh, tambahan ilmu, 24:02 ya. 24:03 Penurunan gula darah, ya. Nah, ini 24:05 untuk, eh, menurunkan gula darah, ya. 24:07 Bisa dengan alpukat, daun jambu mede, 24:11 ya, umbi bawang putih, kunyit, ya, 24:13 sambiloto, ya. Sambiloto masuk di 24:15 insulin, ya. 24:16 Sambiloto, ciplukan, buah mengkudu, kayu 24:19 manis, ya. Kayu manis satu lagi. Kalau 24:21 saya gunakan sambiloto, kayu manis, 24:23 brotowali, 24:25 daun sendok, ya. Eh, ini untuk diabet, 24:29 ya. Perasa kepekaan reseptor, boleh. 24:31 Sambung nyawa ditambahin sambiloto, ya. 24:33 Sudah jelas sambiloto itu kerjanya sama 24:35 kayak metformin, ya. Menghambat 24:37 penguraian karbohidrat. Nah, jadi, kalau 24:39 kita untuk, eh, gula, ya, pertama kita 24:42 harus bisa meningkatkan sensitif 24:44 insulin. 24:46 Kedua, dia bisa meningkatkan kepekaan 24:48 reseptornya, reseptor insulin. Ketiga, 24:51 bisa menguraikan karbohidrat, ya. Jadi, 24:53 karbohidrat itu tidak tersimpan 24:56 di hati dan di otot terlalu banyak dan 24:58 tidak terserap di pembuluh darah. Nah, 25:00 kita gunakan apa? Meniran, jombang, 25:02 buncis ya atau kedelai ya, tapi bagi 25:05 yang enggak ada asam urat ya. Meniran 25:07 enggak boleh sering-sering juga bagi 25:09 laki-laki ya karena dia akan menjadi 25:12 impotent ya. Memang meniran ini banyak 25:14 digunakan untuk daya tahan tubuh ya, 25:17 tapi kalau kita laki-laki bisa impotent 25:19 ya. Nah, ini eh tambahan ilmu ya. He em, 25:22 he em. 25:23 Ada lagi kegemukan, nah kegemukan. Nah, 25:26 ini ngomong sendiri nih kegemukan ya. 25:28 Saya ini kegemukan ya. Turun susah juga 25:31 ya. 25:31 [tertawa] 25:31 8 kilo turun tapi susah banget nurun 25:33 lagi ya. 25:34 Nah, ini kegemukan ini akan ya pasti ya 25:37 waktu saya 98 itu mager. Magernya apa? 25:40 Lutut sakit ya, engkel sakit ya. Nah, 25:44 karena terlalu over ya. Wah, ini bahaya. 25:46 Saya ngobatin orang bisa saya yang sakit 25:48 ya. Akhirnya saya memanajemen eh 25:52 tubuh sendiri, pikiran sendiri ya. 25:54 Jadi saya coba intermittent dari jam 5 25:56 sore atau jam 6 sore saya sudah enggak 25:59 makan, besoknya saya baru makan jam 9 26:01 ya. Kalau enggak ada kerjaan jam 12 ya. 26:04 Memang turun ya. Sama olahraga berenang. 26:07 Saya suka berenang ya seminggu dua kali, 26:09 seminggu tiga kali. Kalau enggak jalan 26:11 ya. Nah, itu lumayan turunnya ya. Eh 26:14 turun 8 kilo sekarang 90. Nah, target 26:17 saya 70 ya. Jadi masih berjuang ya, 26:20 berjuang ya. 26:22 Nah, ini faktornya apa? Ya karena sudah 26:24 keenakan makan ya, keenakan 26:27 Ya, keenakan makan. 26:28 [tertawa] 26:29 Keenakan makannya ya orang Sumatera tahu 26:30 sendiri ya. Makanannya pasti ketemu nasi 26:33 ya. 26:34 [tertawa] 26:34 Nah, istri orang Padang ya makannya enak 26:36 juga ya. 26:38 Nah, jadi karena keenakan makan ya. 26:41 Nah, keenakan makan masuk lebih banyak 26:43 daripada output yang tadi saya bilang 26:44 ya. Makanya sekarang saya kurangin input 26:47 eh outputnya saya tambahin ya. Dengan 26:49 apa? Dengan intermittent tadi ya. 26:51 Kurangin masukan makan. Jadi kan biasa 26:54 lebih dari 13 jam ya ya. Kalau 6 ke 6 26:57 kan 12, berarti kalau saya jam 9 berarti 26:59 15 jam ya. Jadi cuman waktu makannya di 27:03 15 jam berarti tambah 24 eh 27:07 9 jam ya. Berarti makannya di 9 jam. 27:10 Kalau sampai jam 12 makan saya cuman 6 27:12 jam ya. Jadi inputnya dikurangin, 27:14 outputnya dengan berenang, dengan jalan 27:17 ya. Jalan aja kalau kita gemuk jangan 27:18 lari ya. Apalagi lari dari kenyataan ya, 27:21 jangan ya. 27:23 [tertawa] 27:24 Jadi kalau gemuk ini jangan lari ya 27:25 karena high impact ya. Kalau gemuk kita 27:28 lari lutut kita kena ya. High impact tuh 27:31 tuh tuh tuh. Kalau enggak saraf kejepit 27:33 ya. Jadi bagusnya jalan aja, jalannya 27:36 cepat ya jalannya cepat bukan cepat 27:38 banget ya maksudnya jalannya lebih cepat 27:40 bukan jalan nyantai ya. Bukan kayak 27:42 pengantin baru ya jalannya ya. 27:44 Ya cepat maksudnya. Nah terus 27:46 usahakan 30 menit enggak berhenti. 27:48 Jangan 10 menit ada ada tetangga kita 27:52 ngobrol dulu. 10 menit ada lontong lewat 27:54 kita makan dulu ya [tertawa] enggak 27:55 apa-apa. 27:57 Jadi dia harus 30 menit ya supaya 27:59 kalorinya kebakar ya. Kalau lebih dari 28:01 30 menit lemak biasanya dibakar. Lebih 28:03 dari 1 jam protein dibakar. Nah kalau 28:05 lebih 1 jam menurut saya harus tambah 28:07 protein ya misalnya putih telur atau 28:09 apa. Orang fitness kan lebih ya karena 28:12 dibakar. Protein itu berguna buat kita 28:14 metabolisme kita ya. Jadi kalau kita 28:16 sudah menggunakan protein lebih dari 1 28:18 jam mending tambahin putih telur ya. 28:21 Tapi kalau kita belum sampai 1 jam udah 28:23 enggak apa-apa enggak pakai ya. Jadi 28:25 kita membakar lemak setengah jam itu. 28:28 Eh untuk membakar kalori setengah jam. 28:30 Lebih dari setengah jam membakar lemak 28:31 ya. Nah itu jadi 28:34 10 menit ya terus sampai 30 menit. 28:36 Jangan 10 menit ngerumpi, 10 menit makan 28:38 lontong, 10 menit apa lagi ya itu enggak 28:40 jadi ya. 28:42 Tuh oke. Nah terus kita konsumsi makanan 28:44 yang eh pola makan tidak sehat oh ini 28:47 penyebabnya ya. Penyebabnya ya pasti ya, 28:49 pola makan tidak sehat, empat sehat lima 28:51 sembarangan ya, tinggi kalori, lemak, 28:53 dan gula ya. 28:55 Gaya hidup kurang aktif ya tadi, makanya 28:56 saya bilang kemarin mager karena kurang 28:58 output, makan banyak ya. Nah, sekarang 29:00 saya balik ya, inputnya dikit, outputnya 29:03 banyak, ya itu akan turun dia ya. 29:06 Kalau kita nabung 29:07 ee, banyakan input ya, jangan dibalik 29:09 ya. 29:10 [tertawa] 29:12 Nah, faktor genetik bisa ya, benar ya, 29:14 karena ada namanya jaringan adiposa 29:16 coklat dan adiposa putih. Saya memang 29:19 keluarganya ka, keluarga besar ya, 29:21 besar-besar badannya ya. Nah, karena ee, 29:24 adiposa putih tadi ya, makan jadi lemak. 29:27 Nah, kalau orang yang adiposa coklat, 29:29 dia makan banyak-banyak aja tetap jadi 29:31 energi, masih kurus juga ya. 29:33 Tetap, memang ada ya. Jadi, jangan 29:35 heran, Pak, saya makan sudah banyak, 29:38 nyemil sudah banyak, tapi tetap kurus 29:40 juga ya, bukan berat di dosa ya, kadang 29:42 orang bilang berat di dosa. 29:43 [tertawa] 29:45 Jadi, karena ee, ada namanya jaringan 29:47 adiposa ee, coklat, nah dia makan jadi 29:50 energi langsung ya. Kalau kita makan, 29:52 bukan makan, minum aja jadi lemak ya, 29:54 kata orang mik, pikirannya aja jadi 29:56 lemak ya langsung ya. 29:57 [tertawa] 29:58 Nah, ada lagi faktor ee, psikologi ya, 30:01 biasanya kalau orang stres kadang-kadang 30:03 jadi makan, itu ada juga ya, orang stres 30:06 hobinya jadi makan ya. 30:08 Aduh, ngilangin stres, hobi makan, 30:09 makan, makan, makan, ya akhirnya bulat 30:11 ya. 30:12 Gangguan metabolisme tubuh ya, itu ada 30:14 faktornya ya, oke. 30:16 Kita lanjut ya. 30:20 Gejala ya, kenaikan badan signifikan ya, 30:22 karena dia hobi laper ya, makan, makan, 30:25 makan, makan, enggak dikontrol ya. Terus 30:27 kes, kesulitan mengontrol porsi makan, 30:29 iya benar saya sudah mengalami, jadi 30:30 sudah tahu ya. Merasa lelah atau, iya 30:33 mager ya, sama seperti yang makan ini 30:35 ya. Kesulitan bernafas, belum sampai 30:37 sini saya. 30:38 [tertawa] 30:39 Untung belum sampai ya. 30:40 Karena masih bisa terkontrol berat 30:42 badannya, tapi sudah merasakan ya, 30:45 pertama susah untuk ngontrol makan ya 30:48 waktu itu ya. Terus juga merasa lelah ya 30:51 karena berat ya, ee yang terasa tuh di 30:53 lutut ya. Nah, karena saya berpikir 30:56 positif, oh harus kita rubah ya, kalau 30:59 enggak kita yang sakit ya. Nah, akhirnya 31:01 berubah pola itu ya sekarang bisa naik 31:04 turun tangga tanpa pakai lift ya, kalau 31:07 tinggi-tinggi pun enggak kuat waktu di 31:08 Jixing itu sampai 10 lantai ya Jixing 31:12 ya. Jixing itu masih bisa ya. Terus 31:15 waktu itu saya naik gunung ya, 9 1.900 31:20 anak tangga ya. Jadi 1.900 ya, itu kalau 31:23 kita ke Jixing kan itu kan sudah 31:25 graduation kemarin, jadi diajak 31:28 Pak Alfian, kalau enggak ke Lingshan, 31:30 Lingshan Mountain itu belum ke Jixing 31:32 kata orang. Wah, saya pikir kan Lingshan 31:34 pendek kan gitu kan. 31:36 Enggak tahunya 31:38 Tahunnya oh kita naik gantole nanti. Iya 31:40 memang benar naik gantole. Pas sudah 31:42 naik ke atasnya 31:44 [tertawa] 31:44 1.900 anak tangga. Aduh, benar-benar ya, 31:48 tapi alhamdulillah bisa ya mencapai itu 31:51 dan turun kembali dengan selamat. 31:53 [tertawa] 31:54 Ya, [terkesiap] 31:55 nah itu lagi dingin 6 derajat ya di 31:57 bawah itu di atas lebih dingin lagi ya. 32:00 Nah, terus kabutnya, ya kabutnya tebal 32:02 sekali ya. Nah, itu baru pengalaman saya 32:04 pertama kali naik gunung ya. Jadi saya 32:06 belum pernah naik gunung, baru pertama 32:08 kali itu ya. 32:10 Nah, penekan nafsu makan. 32:12 Ya, ee bisa kita dengan jeruk pahit ya, 32:15 teh hijau ya, tapi kalau demam hati-hati 32:17 ya. Ee jeruk pahit sama teh hijau ya, 32:19 karena perih nanti di lambung kalau 32:21 demam ya, jangan ya kalau demam ya. 32:23 Buncis ya. 32:24 Terus kalau ada asam urat buncis enggak 32:25 boleh ya. Nah, naik dia ya. Nah, ada 32:28 lagi yang mengkatalisme lemak seperti 32:30 kunyit, jeruk nipis ya, ganti jeruk 32:32 lemon boleh ya, asam jawa ya. Penghambat 32:35 enzim lipase ya, asam gelugur, bangle. 32:38 Nah, bangle ini eee dia sedatif ya. Eee 32:42 ada juga enggak boleh sekarang kalau 32:43 terlalu berlebih ya. Malah ada yang 32:45 dilarang katanya bangle ya. Sambung 32:48 nyawa, kemuning, jati belanda. Ya, itu 32:50 bisa kita gunakan ya. Jati belanda boleh 32:53 ya, daun teh boleh, eee lemon boleh ya. 32:57 Terus mindset yang paling penting itu 32:58 mindset ya. Kita di akupuntur juga bisa 33:01 ya untuk menahan nafsu makan di telinga 33:03 sama di perut ya. Tapi tetap mindset ya. 33:06 Mindset kita harus kita ah saya pengen 33:08 sehat, saya pengen sehat ya. Gitu. 33:10 Makanya di China itu orang slim-slim ya. 33:13 Waktu saya 33:14 eee ke sana ya naik subway ya, naik ini 33:17 ya malu juga ya. Yang lain slim tanya 33:20 nyembul perutnya ya. 33:21 [tertawa] 33:23 Ya, makanya taraf hidup orang di sana 33:25 eee 90 tahun rata-rata dia meninggal ya. 33:28 Karena apa? Pola hidupnya sehat ya. Ya 33:31 eee eee umur rahasia Allah tapi kita 33:34 bisa usaha untuk memperpanjang umur. 33:36 Bagaimana hidup lebih lama. Nah, makanya 33:38 saya bikin health cultivation itu, bikin 33:41 kesintasan ya, survival. Nah, eee saya 33:44 bikin masa saya enggak harus eee 33:46 survival kan. Paling enggak saya harus 33:48 belajar untuk bagaimana memperpanjang 33:51 umur lebih lama. Ya, dengan apa? Cara 33:54 makanan, cara olahraga ya, cara pikiran, 33:57 manajemen ya. Nah, makanya manajemen itu 34:00 kalau kita di Islam sangat bagus ya. 34:02 Kita bisa dengar rasul ya. Tenang hati 34:05 tenang ya. Kalau iman enggak dicas itu 34:06 kan habis kayak baterai handphone 34:08 [tertawa] habis ya. Nah, kalau kita cas 34:11 dengar rasul kan kita tenang ya. Hati 34:13 batin kita tenang ya. Nah, itu merupakan 34:16 eee tambahan ya buat eee soul kita, jiwa 34:19 kita ya. Makanya pengobatan tuh eee 34:22 body, mind, soul, spirit, energy ya. Itu 34:24 jangan lepas ya. Bagaimana memperpanjang 34:26 umur lebih lama? Iya, itu jawabannya ya. 34:29 Makanan 34:30 eee body ya, makanan ya. main pikiran 34:33 kita, ya, soul kita isi cas dengan yang 34:36 kebaikan, ya, bermanfaat untuk orang 34:38 banyak, ya, ee komunitas, ya. Ee soul, 34:43 spirit, dan energi, ya, itu. Kalau kita 34:45 sudah berhubungan dengan komunitas yang 34:46 baik, ya, dengan Radio Rasima, ya, 34:49 tumbuh semangat, tumbuh energi, ya, 34:51 apalagi dengar saya, oh, semangat 34:52 langsung. 34:53 [tertawa] 34:56 Karena kesehatan, ya. 34:58 Nah, ini sakit kuning, ya, ee jaundice, 35:00 ya, jaundice, ya, matanya kuning, 35:01 jaundice, ya. Jaundice atau sakit kuning 35:04 atau hepatitis A, ya, biasanya orang 35:06 ngomong kalau bahasa medisnya hepatitis 35:08 A, ya. 35:09 Wah, ini dapat enggak kita waktunya. Ini 35:11 baru gangguan metabolisme ya. 35:13 Nah, ini ee peningkatan kadar bilirubin, 35:15 ya, kalau kita cek lab, ya, bilirubin, 35:17 matanya kuning, ya. 35:19 Ee kadang tangannya juga kuning, mukanya 35:22 juga kuning, ya, gitu, ya. Terus ee ya, 35:26 gangguan hati, ya, penyebabnya gangguan 35:28 hati, hepatitis. Kalau sudah sirosis 35:30 agak bahaya, ya, obstruksi saluran 35:32 empedu bisa, ya, jadi saluran empedu itu 35:34 tidak mengalir dengan sempurna, ya. 35:37 Ee biasanya apalagi nih, biasanya 35:39 terkait masalah darah seperti hemolisis 35:41 atau kerusakan sel darah merah, iya, ya. 35:44 Efek samping obat dapat menyebabkan 35:45 kerusakan, iya, ya, hepatotoksik. 35:47 Makanya kalau orang makan di Rasima, itu 35:49 bisa hepatotoksiknya, ya, nanti bisa 35:51 jaundice, ya. Jadi, lama-lama bisa 35:54 fungsi hatinya keganggu, bilirubinnya, 35:56 ya. 35:57 Ee kolestatik ikterik hepatik, ya, 35:59 disebabkan oleh alkohol, ya, steroid, 36:01 tuberkulosis bisa. 36:03 Kolestatik ikterik yang disebabkan oleh 36:04 kanker, ya, ya, karena gangguan ke hati, 36:07 ya, ke pankreas, ya, ke pankreas, ke 36:09 apa, empedu, ya, akhirnya jadi 36:11 bermasalah, kuning, ya. Nah, biasanya ee 36:15 virus juga bisa, ya, atau kelelahan, ya, 36:18 akhirnya kegangguan fungsi hati, ya, 36:20 jadi kuning dia, ya. 36:23 Nah, ini, ya, warna kuning di 36:26 putih-putihnya, ya, urin berwarna gelap 36:28 ya seperti teh, feses berubah warna jadi 36:30 tanah liat ya, mual, muntah dan nyeri 36:33 perut kanan atas ya pada hepar ya karena 36:35 itu kan di hepar, hepar kita di kanan ya 36:38 gitu. Nah jadi ini eh ke jelas gejalanya 36:41 ya tapi ini sudah parah biasanya ya. 36:44 Pereda mual ya bisa kita gunakan jahe, 36:47 jintan hitam ya, buah mengkudu, kunyit 36:50 ya asam jawa, kunyit sama temulawak yang 36:52 paling penting ya. Meniran boleh ya 36:54 meniran antivirus nih, kunyit, pegagan, 36:57 meniran ya meniran boleh kombinasinya 36:59 menurun panas kalau sudah ada demam ya 37:01 boleh sambiloto ya, boleh pare, boleh 37:04 bangle ya bangle sedikit aja ya, pulai, 37:07 jintan hitam, buah belimbing ya biasa 37:09 saya gunakan sambiloto kalau untuk demam 37:12 ya. Cuma sambiloto pahit ya. Sambiloto 37:14 itu pahit jadi kalau bisa yang 37:16 ekstraknya ya, hidup sudah pahit tambah 37:18 pahit lagi ya jangan [tertawa] ya. 37:21 Biar refreshing ini. 37:23 Nah ada lagi sehat pria wah ini pasti 37:26 yang pria mendengar ini ya. 37:28 Jamu sehat pria mengatasi masalah apa 37:30 ini? Metabolisme ya. Faktor penyebabnya 37:34 pola makan tidak tepat di mana dia tidak 37:36 seimbang nutrisi yang tidak cukup ya 37:37 pasti ya karena kalau kita pola makan 37:39 yang tidak sehat ya terus kita 37:42 makan-makan yang banyak radikal bebas 37:44 kita lemas ya lemas kadang-kadang ya, 37:46 aktivitas kurang fisiknya kurang 37:49 olahraga ya karena aliran darah ya 37:51 kelelahan berlebihan akibat berolahraga 37:52 dengan ah kelebihan juga enggak boleh 37:54 ya. Karena kalau berlebihan dia akan eh 37:57 memaksa ya makanya kalau kita sudah 37:59 berlebihan olahraga kita harus tambahkan 38:01 protein ya, enggak boleh berlebihan juga 38:03 nanti waktu istirahat kita kurang ya, 38:05 harus diimbangi ya dan stres stres pasti 38:09 ya stres ya kurang olahraga juga ya 38:12 karena darah darah kita tidak lancar ya 38:14 penis itu aliran darah ya. 38:17 Merokok, alkohol, kurang tidak cukup ya 38:19 nih tidak tidak cukup eh 38:20 baik ya untuk tidurnya ya karena kita 38:23 ada melatonin yang harus tidur malam 38:25 hari ya, 38:27 itu kita malah bawa aktivitas ya, nah 38:29 itu akan 38:30 keganggu ya metabolisme kita ya. 38:34 Gejalanya ada jantung dan tekanan darah 38:36 tidak normal, fungsi seksual tidak 38:38 normal ya stres juga bisa ya, kekuatan 38:40 dan daya tubuh tidak baik ya cepat 38:42 lelah, mudah mengantuk dan kurang 38:44 konsentrasi benar ya, ini 38:47 benar ya karena gangguan stres, gangguan 38:51 hormon akhirnya kita cepat lelah, kurang 38:53 olahraga ya. 38:55 Terus makanan yang tinggi lemak, 38:58 tinggi gula ya, itu membuat kita lemas 39:00 ya, tapi kalau kita sering olahraga, 39:02 sering apa aktivitas kita lebih 39:04 semangat, lebih kuat ya itu. 39:07 Nah makanya waktu yang naik naik gunung 39:09 itu orang 70 tahun ya, 56 tahun itu 39:13 kuat-kuat ya, itu nah kita masih muda 44 39:17 ya jauh banget ya, karena mereka sudah 39:19 biasa jalan ya, mereka sudah biasa 39:22 jalan, terus enggak biasakan kalau kita 39:25 kan naik ke mau ke warung aja naik motor 39:28 ya, nah itu kalau mereka jalan ya jalan 39:31 ya, jadi memang 39:33 enaknya di sana enak ya, jadi kita 39:35 ngikut ngikut juga ya, karena keamanan 39:37 juga bagus ya. 39:39 Nah penambah nafsu makan ya, kalau kita 39:41 kurang nafsu makan bisa kita gunakan 39:43 binahong, brotowali, jahe, kunyit, temu 39:46 mangga ya, itu nafsu makan ya, tapi 39:48 kalau sudah lebih jangan ya. 39:50 Penyegar badan alang-alang ya bisa, cabe 39:53 jawa nih untuk segar badan, tapak liman, 39:55 cabe jawa, purwaceng ya, nah kencur, 39:58 mengkudu ya itu, jintan hitam ya, jintan 40:01 hitam boleh ya, karena untuk 40:03 meningkatkan imunitas kita ya, tapi 40:04 jangan sering-sering, jintan hitam nih 40:07 enak memang di badan hangat, kuat badan 40:09 kita cuman panas nanti, kalau sudah 40:11 sering-sering panas nanti sariawan 40:12 jadinya, jadinya gerd ya, 40:15 temulawak, sambiloto, pegagan, meniran 40:17 ya sudah jelas ya ini untuk menambah 40:20 stamina kita ya, untuk daya tahan tubuh 40:23 kita ya. 40:25 Tapi meniran jangan sering-sering malah 40:26 impotent ya, harus dicampur ya. 40:28 Ya, meniran harus dicampur ya. Daya 40:30 tahan tubuh meningkat tapi jadi impotent 40:32 ya, enggak lucu ya. 40:34 Nah, ada lagi sehat wanita. Nah, ini 40:37 wanita yang dengar ya, ibu-ibu yang 40:39 dengar ya. Diet yang tidak seimbang 40:41 dengan asupan nutrisi yang kurang ya, 40:43 sama ya harus memang nutrisi yang 40:45 seimbang ya. Berolahraga secara tidak 40:48 teratur ya, ibu-ibu kadang-kadang ya 40:50 sudah [tertawa] apa ya, sudah kerjaan 40:53 rumah ya. Eh, pagi dia beres-beres dulu 40:57 terus dia ke kantor ya, pulang sudah 40:59 beres-beres lagi nyiapin makan ya. 41:01 Makanya jadi enggak teratur ya, jadi 41:04 kalau orang sana di China itu dia 41:06 olahraganya saat dia di kantor ya, malah 41:08 naik tangga dia manual ya. Turun tangga 41:11 dia manual, dia menggunakan subway ya, 41:13 dia di situ ya olahraganya jadi jalan 41:15 ya. 41:17 Perawatan kesehatan reproduksi yang 41:18 kurang baik ya, kalau kita perempuan ini 41:20 kan lebih rentan ya. Nah, infeksi lebih 41:23 rentan, jamur ya lebih rentan ya karena 41:26 eh, 41:28 apa ya kadang penggunaan WC yang tidak 41:30 sehat atau kotor ya. Nah, ini perawatan 41:33 bisa kita dengan eh, apa tuh eh, daun 41:36 sirih ya, daun sirih boleh kita eh, eh, 41:39 apa kita siram ya, kita kita cebok ya 41:41 untuk daun eh, daun sirih ya. 41:43 Stres yang berlebihan ya, itu ya pasti 41:46 ya mengganggu hormon kita ya, stres ini 41:48 ke mana-mana ya. Bad mood segala 41:50 macamlah ya. 41:52 Kekurangan darah dalam tubuh ya, kalau 41:54 kekurangan pasti akan lemas ya, hatinya 41:56 kurang ya. 41:57 Nah, ini ada gejalanya ya, siklus 42:00 menstruasi yang tidak teratur ya 42:02 kadang-kadang membuat apa tuh kata orang 42:04 tuh eh, apa bad mood ya, bad mood ya. 42:07 Kesehatan organ reproduksi yang kurang 42:09 baik, berat badan yang tidak 42:10 proporsional ya, Cepat lelah, mudah 42:13 mengantuk, dan kurang konsentrasi. Nah, 42:15 ada tanaman nya alang-alang, ya. Ada 42:18 pulai, ada temulawak, ada secang, ya. 42:21 Echinacea, ya. Jintan hitam, temulawak, 42:25 ya, untuk daya tahan tubuhnya sambil itu 42:26 kunyit, ya. Penambah darah bisa buah 42:28 bit, ya. Adas, bayam, ya. Adas manis, 42:32 bayam, adas bintang, ya. 42:34 Nah, ini eh bisa kita gunakan untuk 42:37 stamina nya eh jintan hitam, ya. 42:40 Echinacea, ya. 42:41 Eh untuk menyegar badan bisa gunakan 42:43 alang-alang, ya. Ini Pak eh sangat 42:45 bagus, ya. Olahraga yang paling penting, 42:47 ya. 42:49 Terus kurang stamina. Nah, kurang 42:51 stamina di mana orang merasa lelah, 42:53 lemah, ya. Aktivitas atau mentalnya, ya, 42:57 eh berpengaruh, ya, karena kita 42:59 eh lemah letih lesu, ya, kata orang tuh, 43:02 ya. Nah, kekurangan latihan fisik, ya, 43:04 menyebabkan kelemahan otot, ya, atrofi, 43:06 ya. Karena kalau kalau kita fitness, 43:08 kita ini kan dia membuat massa otot eh 43:13 lebih besar, ya. Hipertrofi, ya. Nah, 43:15 massa otot tuh energi, ya. Hipertrofi, 43:18 ya. Jadi, ada puskok-puskoknya untuk 43:20 menyimpan energi, ya. 43:23 Rendah daya tahan tubuh, ya. Asupan 43:25 makan yang tidak mencukupi nutrisi atau 43:27 tidak seimbang yang menyebabkan kurang 43:28 energi, ya. Kekurangan tidur, ya. Tidur 43:31 nih jangan sampai larut malam, ya, 43:33 begadang, ya. Kurangin, ya. Pasti akan 43:35 lemah besoknya. 43:36 Stres, ya. Kondisi emosional yang tidak 43:39 stabil, ya. Nah, berapa kali penyakit 43:41 itu stres stres stres? Berarti kan 43:43 memang eh body, mind, soul, ya. Mind 43:47 pikirannya, soul jiwanya, ya. Beberapa 43:50 kondisi medis seperti anemia, diabet, 43:52 hipotensi, atau hipertiroid, ya. 43:53 Hipertiroid hormon, ya. 43:55 Nah, makanya eh memang benar, ya, 43:57 pengobatan tuh body, mind, soul, spirit, 43:59 dan energi. Jangan body-nya aja, ya, 44:01 simptomnya aja diobatin, tapi yang lain 44:03 enggak, ya. Akhirnya ya enggak Enggak 44:05 ya. 44:07 Merasa lelah atau lemah dan sulit buat 44:09 konsentrasi, memerlukan waktu yang lebih 44:11 lama untuk pulih, mudah terserang 44:13 penyakit. Nah, itu mudah terserang 44:14 penyakit, benar, ya. Kalau kita daya 44:16 tahan tubuh kita kuat, ya, insya Allah 44:18 penyakit itu ee lewat, ya, lewat, ya. 44:21 Keadaan lemah syahwat atau kurang daya 44:23 tahan, ya. 44:25 Contoh tanaman, ya, pemberi sehat, ya, 44:27 bawang merah, bawang putih, cengkeh, ini 44:30 membuat segar, ya, badan kita, ya. 44:31 Sereh, ya, cengkeh, ya, itu membuat 44:33 segar, jahe, ya. 44:35 Peningkatan daya tahan tubuh, ya, 44:36 echinacea tadi, jintan hitam, ya, 44:39 temulawak, sambiloto, kunyit, ya, bisa 44:41 kita gunakan. Vitalitas pria, bisa kita 44:44 gunakan pasak bumi, ya, tapak liman, ya, 44:47 cabai jawa, ya, ketumbar, ya, pasak 44:49 bumi, ya. Ini bisa digunakan semua untuk 44:52 stamina, ya. 44:54 Oh, habis. Ee kita kejar, habis. 44:57 Oke, Bu Nuning habis. 44:59 Habis, padahal kayaknya baru 5 menit, 45:02 kayaknya. 45:03 [tertawa] 45:04 Tapi ee boleh nambah 45:06 informasi sedikit kali, ya, dari 45:08 pertanyaan yang dikirim ini. 45:11 Kalau boleh jujur, di WA masuk 1 2 3 4 5 45:16 6 7, 45:17 banyak juga. Tapi 45:19 ee paling tidak disampaikan dulu 45:23 jawabannya, entah bisa terjawab semua 45:25 atau tidak, 45:26 ya, dari Ibu 45:30 Tunggu sebentar. 45:31 Kalau enggak bisa, WA ke sini. 45:33 Ee boleh nanti dikirim saja ke Anda, ya, 45:35 tapi setidaknya sebelum closing 45:38 ini 45:39 seseorang berusia 63 tahun 45:43 pernah dislipidemia, 45:45 asam urat, tapi sekarang cenderung 45:47 normal. 45:49 Makannya buah, sayur bus, mentah, sore 45:52 karbo, ubi, singkong, tidak 45:54 tepung-tepungan. 45:56 Kalau saya makan protein, misalnya 45:58 kacang hijau, nih, segelas, terus 46:00 kedelai rebus, tahu rebus mungkin ya 46:04 kok kambuhnya nyeri sendi, meradang, 46:08 bengkak gimana? 46:10 [tertawa] 46:10 bahkan sampai 3 bulan 46:13 oke 46:15 ya itu setidaknya ee mungkin juga 46:18 dialami oleh yang lain itu dijawab 46:20 tolong karena 46:22 makan kacang hijau enak kok bisa sakit 46:24 gitu loh kacang-kacangan 46:26 ya 46:29 kacang-kacangan itu membikin peradangan 46:31 sendi ya itu 46:33 iya 46:34 oke bagaimana mengatasi berat badan yang 46:37 sudah masuk kategori obesitas 46:40 padahal olahraganya sudah keren banget 46:42 loh 46:43 agar berat badan ideal tapi metabolisme 46:46 masih saja terganggu enggak bisa diet 46:49 deh gimana solusinya kalau berat 46:52 badannya 46:53 mau turun 46:54 mungkin sakit hati kali ya 46:57 [tertawa] 46:58 oke silakan dijawab oke 47:01 jadi yang pertama ya dia sudah 47:03 makan-makanan yang bagus ya kalau 47:05 menurut saya bagus makanannya ya dia pun 47:07 proteinnya nabati ya cuman 47:09 kacang-kacangan itu bisa membikin radang 47:11 kalau berlebih ya 47:13 nah tapi saya juga enggak tahu tadi asam 47:15 uratnya juga normal ya tapi coba 47:17 di vena ya takutnya cuman di jari ya 47:20 kalau di jari kan kadang-kadang kurang 47:21 akurat ya kalau bisa di vena ya nah coba 47:25 kurangin yang kacang-kacangan tadi ya 47:27 kacang-kacangan coba seminggu ini di 47:29 off-in ya ada enggak berkurang 47:31 peradangannya ya 47:33 kalau misalnya dia meradang banget kasih 47:36 aja pareman kayu manis cengkeh ya 47:40 dibubukin di pada diradangnya biasanya 47:43 akan berkurang karena sebagai 47:44 anti-inflamasi ya atau jahe tambahin 47:46 jahe ya jahe, sereh, 47:49 kayu manis, cengkeh ya diparemin di 47:51 tempat 47:52 inflamasinya ya nah tapi asupan tadi 47:54 kurangin yang kacang-kacangan kalau bisa 47:56 distop dulu ya kita lihat 1 minggu ini 47:58 ya aman ya kalau aman ya sudah, 48:00 jawabannya di situ, ya. Oke, yang kedua 48:04 tadi obesitas, ya. Obesitas, ya kalau 48:07 pengalaman saya sendiri, ya. Pengalaman 48:09 saya sendiri ya input-nya dikurangin, 48:11 ya. Olahraga besar, kuat, ya, banyak, 48:14 tapi kalau input-nya eh banyak sama aja, 48:17 ya. Jadi 48:18 [tertawa] 48:19 ya, 48:19 pasti itu, ya. Karena input-nya paling 48:21 penting, ya. Kalau kita input kurang 48:22 gini, kita lapar. 48:24 Kayak kita puasa, ya. Kita puasa Ramadan 48:26 tuh pasti turun berat badan, kecuali dia 48:29 ngembat malamnya, ya. Kalau malamnya 48:31 ngembat ya percuma, ya. Kenapa kita 48:33 turun? Karena pas kita makan subuh, ya, 48:36 pas kita makan sebelum subuh sampai jam 48:38 12 tuh kita ngerasa krocok-krocok-krocok 48:40 perutnya, ya. Nah, itu lemak kita lagi 48:43 dibakar, ya. Jam 1 kita segar lagi, kan? 48:45 Karena lemak kita sudah dibakar jadi 48:47 energi, ya. Nah, makanya orang puasa 48:50 pasti kurus seharusnya, seharusnya, ya. 48:53 Kalau dia tidak malam-malamnya ngembat, 48:54 Iya. Heeh. 48:56 itu 48:56 habis magrib, habis isya, habis tarawih, 48:59 ya. Nah, itu over, ya. Nah, kalau kita 49:02 pun sebenarnya kita pun enggak perlu 49:03 olahraga, enggak olahraga, ya. Maksudnya 49:05 enggak olahraga, bukan enggak perlu 49:06 olahraga. Enggak olahraga, kalau kita 49:07 input-nya sedikit, itu pasti turun, ya. 49:10 Seperti intermittent, ya. Ada pasien 49:12 saya kemarin ketemu, wah, keren banget 49:14 dia. 2 bulan turun 20 kilo, ya. Keren 49:16 banget dia. 49:17 Eh saya yang edukasi, dia duluan malah, 49:19 ya. Saya yang yang belum. 49:21 [tertawa] 49:23 Nah, jadi dia intermittent-nya bisa 49:25 sampai eh jam 5. Dia cuma makan sehari 49:28 cuma jam 5, 49:29 jam 5 sore, ya. Kalau enggak kuat 49:31 jangan, ya. Nanti bahaya, 49:33 mending pelan-pelan, ya. Nah, jadi dia 49:35 makan itu hanya jam 5 sore, ya, tiap 49:38 hari. 49:39 Ya, 2 bulan dia turun 20 kilo. Ya, 49:41 olahraganya cuma sederhana, dia jalan 49:43 doang katanya, ya. Nah, kenapa turun? 49:46 Karena ya enggak ada lagi yang yang mau 49:48 dipecah, lemak pasti dipecah, ya. Ya, 49:51 energi yang tersimpan di hati, di otot 49:53 kan kalau kita berlebih, energi itu 49:55 tersimpan di hati dan di otot. He 49:57 [tertawa] em, he Tapi kalau otot sudah 49:59 eh eh 50:00 kalau kita puasa, nah hati dan otot gula 50:02 yang di hati dan di otot ya dipakai 50:04 untuk energi. Habis itu enggak ada lagi 50:06 lemak yang dipecah, pasti kurus, ya. 50:08 Inputnya yang penting. Nah, habis input 50:11 olahraga, olahraganya se seadanya jalan 50:13 aja udah cukup sebenarnya, ya. Nah, 50:16 kalau memang pengen eh makannya banyak, 50:18 ya olahraganya mesti lebih over lagi 50:20 kayak petani, nah. Petani itu kan 50:21 makannya banyak. Ya, se se piring naik 50:25 nih kayak gunung, ya. Gitu. Nah, tapi 50:27 dia jalan jauh banget. Saya pernah ke ya 50:30 saya punya pesantren di Sukabumi, kan. 50:32 He em. Nah, itu ngomong dekat, Pak, 50:34 dekat. Dekatnya 5 kilo. 50:35 [tertawa] 50:36 Dekatnya 5 kilo jalan gitu. 50:39 Ya. Nah, mereka ngomong dekat 5 kilo itu 50:42 karena mereka sudah biasa jalan pakai 50:44 cangkul ya naruh, ya. Terus dari pagi 50:46 sampai sore nyawah, ya. Jadi, outputnya 50:50 tuh lebih banyak dibandingkan itu. 50:52 Ya, itu saya ngerasakan sendiri, ya. 50:54 Saya sudah mulai coba intermittent itu 50:55 jam 6 selesai atau jam 5. Saya makan 50:58 besoknya jam 8 atau jam 9. Kalau enggak 51:00 ada kerjaan saya bisa sampai jam 12, ya. 51:02 Nah, itu turun, ya. Tanpa olahraga pun 51:04 turun. Nah, makanya saya olahraganya 51:06 saya tambahin untuk stretching aja, eh 51:08 berenang, ya. Berenang tuh paling 51:10 penting untuk punggung kita, pinggang 51:11 kita, ya. Oke. 51:14 Sayang sekali kita terbatas waktu nih. 51:17 Tadi kalau jalan kaki 51:19 6.000 langkah sehari, seminggu tiga kali 51:22 sehat juga kali, ya. 51:24 Sehat 30 menit yang penting, ya. 30 51:26 menit. 51:27 Oke. Ada informasi barusan, silakan 51:29 jalan terus, Mbak Nuning. Oke, kalau 51:30 begitu lanjut ke pertanyaan berikutnya 51:33 saja, 51:34 yaitu yang dikirim oleh 51:38 Abak, ya, Abak AL, ya. 51:40 Pak Alfian, fenomena realitas di 51:43 kehidupan terasa lumayan unik karena 51:46 bagi sebagian besar laki-laki yang masih 51:49 ngebuujang atau belum menikah itu maunya 51:52 makan banyak pun tapi badannya tetap 51:54 kurus. Tetapi setelah dia menikah 51:56 otomatis jadi gemuk. Ini penyebabnya apa 51:58 ya Pak Alfian? E oh. 52:00 [tertawa] 52:01 Karena ada pendampingnya. 52:07 Penyebabnya sudah cocok dilayanin. Ya 52:09 saya dulu waktu belum nikah 70 kilo ya. 52:13 Nah sejak saya nikah naik naik naik naik 52:15 naik jadi 100. Oh enggak. Jangan sampai 52:17 belum belum jangan sampai ya. Terakhir 52:19 itu 98 ya sekarang sudah turun lagi 90 52:22 ya. Nah ini saya pengen turun lagi ya 52:24 itu. Nah kalau dulu belum nikah 52:26 aktivitas lebih banyak ya maksudnya 52:28 olahraga dulu kan kita enak kan. Ya 52:30 karena kita kuliah kita sekolah ya eh 52:34 kita olahraga enggak ada beban maksudnya 52:36 tuh enggak ada pikiran untuk eh sudah 52:38 deh saya mau berjam-jam pun olahraga 52:40 enggak apa-apa ya kalau kita sekarang 52:42 sudah punya tanggung jawab ya. Kita 52:43 balik ke rumah dan istri pun menyiapkan 52:46 makanan ya. Jadi sudah diurusin ya 52:48 kemungkinan di situ kalau menurut saya 52:50 sudah diurusin dengan pengalaman saya 52:51 ya. 52:52 [tertawa] 52:53 Jadi karena diurusin enggak kurus gitu 52:55 ya. 52:56 Oke ini pertanyaan dari Mbak Naya. 52:59 Eh usia saya masih 21 tahun. Enggak 53:02 punya riwayat diabet. 53:04 Dari keluarga itu enggak ada. Kaki saya 53:06 tuh sering sakit. Bermacam-macam rasanya 53:09 kadang kesemutan kadang terasa panas 53:11 kadang terasa bergetar. Selain itu kaki 53:14 saya juga muncul eksim disitrotik. 53:19 Tetapi saya tidak sering merasa lapar 53:21 dan buang air kecil saya juga normal. 53:24 Waktu itu saya pernah cek gula darah 53:27 hasilnya juga normal 92 mg/dl. 53:32 Jadi 53:33 apakah ini masih ada kaitannya dengan 53:35 diabet ya? 53:37 E oh. 53:38 Oke jadi pertama kalau mau cek diabet 53:40 itu HbA1c ya HbA1c gula rata-rata 3 53:44 bulan. Nah, itu lebih akurat 53:46 dibandingkan gula puasa, gula PP 2 jam 53:48 bisa nipu, ya. Kalau kita makan bagus, 53:50 pas kita cek bagus, ya. Kalau HbA1c pas 53:53 saat kita enggak ngecek kita makannya 4 53:55 sehat 5 sembarangan, ketahuan, ya, 53:58 rata-rata 3 bulan. Oke, itu yang 53:59 pertama, ya, kalau mau cek gula. Tapi 54:02 saya belum tentu ini gula, ya, cuman 54:04 ngasih tahu, ya. 54:05 Nah, kedua, dia kesemutan sebelah atau 54:08 menjalar sebelah atau panas sebelah. Itu 54:10 yang paling penting kita tahu. Kalau 54:12 memang sebelah, berarti itu ada kejepit 54:14 di tulang belakangnya, ya. Ada masalah 54:16 persarafan, ya. Nah, kalau eksim 54:19 biasanya pembuluh darahnya enggak 54:20 lancar, ya. Eh, atau imunitasnya turun, 54:24 ya. Kasih lintah biasanya eksim sudah 54:26 bagus, ya, biasanya, ya. Ada eksim, ada 54:29 eksim dikasih lintah biasanya bagus, 54:31 aliran darahnya lancar. Nah, cuman 54:33 imunitas turun juga bisa, ya. Atau dia 54:35 ada masalah gangguan eh, autoimun, ya, 54:38 bisa inflamasi ke mana-mana, tapi bukan 54:40 eksim, biasanya inflamasi, ya. Nah, jadi 54:42 coba cari sebab yang lain, ya. Karena 54:44 kalau diabet saya mikir enggak mungkin, 54:46 ya, kalau eh, masih muda, ya. Kecuali 54:50 dia memang ada tipe 1 keturunan, ya. 54:53 Terus makannya yang berlem, berbu, 54:54 bergula-gula, ya, tepung-tepung, nah, 54:56 kemungkinan. Nah, tapi kalau tadi 54:58 kuncinya dia cuman sebelah, ya, itu 55:00 pasti ada masalah persarafan. Coba eh, 55:03 cek pinggangnya ada masalah enggak atau 55:05 duduk lama atau apa menjalar. Apalagi 55:07 tadi clue-nya panas, ya, berarti saraf, 55:09 ya. 55:10 Apalagi usia masih muda, ya. Usianya 55:13 masih muda, ya. Nah, itu tinggal kita 55:15 cek nanti, ya, di mana masalahnya. 55:17 Oke. 55:17 Yang berikutnya dari Mbak Risda. 55:20 Assalamualaikum. 55:22 Izin bertanya dong. Apakah faktor 55:25 genetik itu lebih dominan dibandingkan 55:27 dengan gaya hidup di dalam menyebabkan 55:30 gangguan metabolisme kita? Terima kasih. 55:33 Dulu sekarang malah, malah, malah tipe 2 55:35 malah eh, sekunder, ya. Malah gaya hidup 55:38 sekarang yang paling banyak. Orang sakit 55:40 sekarang banyak gaya hidup, ya. Bukan 55:41 karena keturunan. 55:43 Keturunan, ya. Pertama regulasi kita, 55:46 ya. Kita, eh, 55:48 MSG itu tidak terkontrol, ya. Pokoknya 55:51 lebih di Indonesia enak banget kalau mi, 55:53 ya, mi instan, ya. Kalau di luar mi 55:55 instannya enggak enak, ya, karena ada 55:57 regulasinya. Gula di kita, beh, 56:00 tinggi banget, ya. Minuman soft drink 56:02 itu bisa setengahnya, ya, gula kita. Di 56:04 sana di China, ya, karena saya kemarin 56:06 sekolah di China, itu tidak ada rasa 56:09 yang enak, kopinya enggak enak, eh, susu 56:11 kedelainya enggak enak, enggak ada rasa. 56:13 Ya, tapi karena sudah tiap hari sering 56:15 sering sering begitu, akhirnya enak 56:16 juga. Terus 56:17 [tertawa] 56:17 begitu ini, wah, enggak enak banget 56:19 rasanya, terlalu manis, ya. Itu. Luar 56:22 biasa beda, beda, ya, itu. Jadi, eh, 56:26 berbeda jauh, ya. Jadi, yang yang karena 56:29 pola hidup yang degeneratif itu lebih 56:32 banyak sekarang dibandingkan yang 56:34 genetik, ya. Jadi, tidak bisa di di apa 56:37 dibilang sekarang genetik, enggak, ya. 56:40 Malah yang bukan genetik sekarang, ya, 56:42 pola hidup, ya. 56:43 Gitu. 56:45 Oke. 56:48 Eh, masih ada yang mau ditambahin? 56:49 Nah, itu sekarang kan fenomena yang anak 56:52 kecil ginjal akut, ya, kan? 56:54 Gula tinggi, ya, kan? Itu fenomena apa? 56:57 Ya, karena sering minum soft drink, ya. 56:59 Soft drink, ya, yang minum yang di 57:01 kemasan-kemasan itulah, ya, karena 57:03 tinggi gulanya, ya, gulanya tinggi. Nah, 57:05 tiap hari, tiap bulan, tiap tahun, ya, 57:08 akhirnya kena diabet, kena diabet kena 57:11 ginjal akut, kena ginjal akut cuci 57:13 darah, ya. 57:15 Sudah jelas banget, ya, itu. 57:18 Oke. Pertanyaan dari Ibu Aminah. 57:22 Pak Alfian, saya itu tiap hari olahraga 57:25 jalan keliling komplek, semua normal, 57:27 cuma heran kok kolesterolnya 57:30 naik 57:31 turun enggak jelas, apa penyebabnya? 57:35 Makanannya, inputnya dulu. Jadi kalau 57:36 kita mengobati orang itu, pertama kalau 57:39 saya sering ya He eh. inputnya kita 57:41 gali. Ya, inputnya itu apa? Ya, dia 57:43 masukin makanan itu apa? Ya, kalau 57:45 sering minum gorengan atau Alvian saya 57:47 kolesterol tinggi, ya gorengan tiap 57:48 hari. Ya, sudah itu Pak, Alvian saya 57:50 kolesterol tinggi. Ya, udang makan, 57:53 kuning telur makan, udang, udang, 57:55 kepiting, seafood ya, ya kuning telur 57:58 ya. Nah, makanan yang asupan makanannya 58:00 coba diperhatikan asupan makanannya. Ya, 58:03 kita enggak enggak memikirkan dia 58:05 genetik ya, eh memikirkan pola makannya 58:08 dulu. Ya, kita lihat asupannya dulu yang 58:10 masuk ya. Yang masuk itu apa? Ya, nah 58:12 baru kita 58:14 pikirkan untuk body-nya ya, 58:15 kesembuhannya ya. Kita kasih herbal 58:17 untuk menurunkan kolesterolnya, kita 58:19 terapi ya. Tapi yang inputnya dulu. 58:22 Kalau inputnya tetap makan saja apa saja 58:24 sama saja, cuman ditahan doang ya. Nah, 58:27 akhirnya nanti lepas naik lagi lonjakan 58:30 kan ya. Nah, pertama input ya, stres ya, 58:34 eh pikiran segala macam ya, baru kita 58:36 obatin. Nah, obatin kasih lagi saran ya, 58:39 sarannya apa setelah ini? Oh, olahraga 58:41 jalan, oh pantangan makan ya, terus eh 58:45 kita sarankan apa lagi? Misalnya eh apa? 58:49 Kalau dia kejepit misalnya, oh 58:51 stretching ya. Nah, itu kalau saya gitu 58:53 ya, jadi pertama kita runutkan dulu 58:56 penyebabnya apa, ya kita anamnesa ya 59:00 sampai ketemu clue-nya, sampai ketemu 59:01 clue-nya baru kita terapi. Apa yang 59:03 terapi yang cocok? Bukan semuanya 59:05 lintang, enggak. Yang cocok apa nih buat 59:07 dia nih? Misalnya kayak kemarin ada eh 59:09 pasien saya cedera, sudah lama. Kayak 59:11 ACL-nya pernah eh robek ya. Nah, dia 59:14 sakit terus ya. Kita caranya 59:16 treatment-nya ada beda. Bukan kita 59:17 traksi tambah robek ya. Ada caranya. Oh, 59:20 orang jantung ada caranya tekniknya. Oh, 59:22 stroke ada ada caranya. Saraf kejepit 59:24 ada caranya. Nah, baru kita berikan 59:26 saran ya, konseling, saran terapi ya. 59:30 itu, ya. Nah, biasanya ya, bagus, ya. 59:33 Insya Allah bagus, ya, itu. 59:35 Oke. 59:36 Baik, yang berikutnya dari 59:39 Ibu atau Bapak nih, Nauval 59:42 Maulana. 59:44 Eh, Pak Avian, saya selama ini mengikuti 59:47 anjuran Pak Avian 59:49 apa yang dibolehkan dan apa yang tidak 59:51 dibolehkan makan yang saya konsumsi, ya. 59:54 Kalau 59:56 sekarang ini di usia 57 tahun kemarin 1:00:00 ceri cek gula darah itu DM-nya 138, ya. 1:00:06 Dan 1:00:09 kemarin periksa juga terkena asam 1:00:11 lambung. 1:00:12 Selama ini saya puasa Daud kurang lebih 1:00:15 2 tahun loh. Apakah ada hubungannya 1:00:17 penyebab asam lambung ini dengan puasa 1:00:19 Daud? Dan katanya juga nih, air tajin 1:00:24 air tajin singkong itu bisa membantu 1:00:26 mengobati asam lambung tersebut selain 1:00:28 obat medis. 1:00:30 Mohon informasinya, terima kasih. 1:00:33 Ya, berarti kalau gulanya tadi kalau dia 1:00:35 PP 2 jam atau sewaktu itu aman, ya. 1:00:39 Jadi, yang keluhan dia semua aman 1:00:42 kecuali lambung, ya. Nah, lambung ini 1:00:45 kan banyak penyebabnya, bisa dia karena 1:00:48 obat-obatan. Misalnya kalau dia makan 1:00:50 obat anti-inflamasi 1:00:52 atau makan obat pengencer, ya, bisa 1:00:55 lambungnya kena. 1:00:57 Yang kedua dia stres, ya. Tadi eh, 1:01:00 obat-obatan, stres, ya. Nah, stres bisa 1:01:03 meningkatkan asam lambung. Yang ketiga, 1:01:05 makanan-makanan yang pedas, ya. Sambal, 1:01:09 ya. Hobinya makan sambal, makan pedas, 1:01:11 asam-asam, ya. Asam-asam hobi, ya. Terus 1:01:15 makan apalagi yang perih ke lambung. 1:01:18 Misalnya ada habbatussauda 1:01:19 sering-sering, nah, lama-lama juga bisa 1:01:21 iritasi lambung, karena panas ya. Terus 1:01:26 eee yang bergas ya, yang bergas nangka 1:01:29 ya, atau eee kol ya, atau durian, nah, 1:01:34 itu juga bikin masuk asam lambung naik. 1:01:36 Nah, kalau kita sudah punya asam 1:01:38 lambung, makan per 3 jam ya. Nah, untuk 1:01:41 sementara kalau memang dia 1:01:43 eee ulkus peptikum yang di atas, dia 1:01:47 diperparah kalau saat enggak makan ya. 1:01:49 Dia tambah perih enggak makan. Tapi 1:01:51 kalau ulkus duodeni yang di bawah, dia 1:01:53 diperparah saat makan, malah dia makan 1:01:55 dia kembung ya. Nah, coba dilihat. Kalau 1:01:58 misalnya Bapak mengganggu puasa Daud 1:01:59 itu, eee sehatkan dulu ya, sehatkan 1:02:02 dulu, makan per 3 jam sekali, tapi 1:02:05 sedikit saja enggak apa-apa ya, enggak 1:02:07 perlu banyak ya, 3 jam sekali makan 1:02:10 sedikit saja, tapi jangan yang tadi ya, 1:02:12 yang cabai, yang pedas, yang asam, 1:02:13 semangka, yang melon ya, itu manis tapi 1:02:16 perih di lambung ya. Jeruk nipis, nah, 1:02:18 lemon aman asam tapi aman di lambung, 1:02:21 alkali ya, apa, eee tidak membuat asam 1:02:23 ya, jadi ada pantangan, ada sarannya. 1:02:26 Nah, kalau memang dia diperparah saat 1:02:28 makan, ya, berarti makannya pas makan 1:02:30 itu jangan terlalu banyak ya. Nah, dia 1:02:32 ada luka di atas, luka di bawah ya, nah, 1:02:35 tergantung lukanya, sembuhkan dulu kalau 1:02:37 menurut saya ya, baru puasa lagi, karena 1:02:39 kalau dia luka masih kita puasa, karena 1:02:42 lambung itu otot polos ya. Dia tanpa 1:02:44 perintah, ada makanan digiling dia. Nah, 1:02:47 luka, darah itu digiling dia. 1:02:49 Dianggapnya makanan, ya, enggak bisa 1:02:51 diperintah, "Woi, gilingnya pilih-pilih 1:02:53 dong, jangan pilih sembarangan, darah 1:02:55 eee digiling juga." Nah, itu enggak bisa 1:02:57 ya. 1:02:59 Oke, kalau saya sehatkan dulu ya, Pak, 1:03:01 kalau menurut saya, baru puasa 1:03:02 Puasanya keren, tapi harus dalam kondisi 1:03:04 sehat gitu ya. Iya, nanti malah ke 1:03:06 mana-mana ya, karena lambung 1:03:09 ke mana-mana Bu Nuning, kepala dulu-dulu 1:03:10 sakit, dada bedebuk, 1:03:12 eee ketekan ya, enggak enak, enggak 1:03:14 nyaman, sampai ke belakang ya, keringat 1:03:16 dingin ya, Kena AC, kena dinginnya saja 1:03:19 sudah langsung keringetan. Wah, pokoknya 1:03:20 enggak nyaman. 1:03:22 Ya, enggak nyaman banget, ya. 1:03:24 Oke. 1:03:26 Mau tanya nih, 1:03:27 ada enggak sih buku yang disediakan oleh 1:03:30 narasumber kita yang isinya apa yang 1:03:32 dibahas sekarang? Keren banget, soalnya 1:03:34 enggak nyimak sepenuhnya. Hello. 1:03:37 [tertawa] 1:03:37 Buku ada, buku ada. Ada dua saya sudah 1:03:39 terbitkan, ISBN-nya ada. Heeh. 1:03:41 Nanti tinggal di Rahasil, ya. Nah, atau 1:03:43 di eh saya buka ada Shopee juga ada, ya. 1:03:46 Atau di Rahasil saja deh kalau mau 1:03:47 pesan, ya. Oke, di etalase ada, ya, 1:03:50 disediakan. Baik. ngikutin sini, 1:03:53 ngikutin sini juga saya bahas. Di 1:03:55 YouTube [tertawa] 1:03:56 saya ada, YouTube saya ada. 1:03:58 Baik. 1:04:00 Empat sehat lima sembarangan memang 1:04:01 banyak di gitu kita kerjain, katanya. 1:04:04 Itu ngomong-ngomong soal manggis, kok 1:04:06 kulitnya dimakan? Gimana caranya makan 1:04:08 kulit manggis? Heeh. 1:04:10 [tertawa] 1:04:10 Jadi, kulit manggis itu dikeringkan, ya. 1:04:12 Kalau kalau kita mau menggunakan kulit 1:04:16 manggis, jadi dikeringkan dulu, ya. 1:04:18 Dikeringkan sampai kayak daun teh itu, 1:04:20 ya. Nah, baru kita seduh dengan air, 1:04:22 direbus boleh, ya. Bukan langsung kulit 1:04:25 manggisnya, kan enggak enak. Kalau 1:04:26 kering 1:04:26 Heeh. 1:04:27 kayak teh. Nah, cuman 1:04:29 memang dia daya tahan tubuh, dia 1:04:31 antioksidannya tinggi banget, ya. Kalau 1:04:33 enggak salah 17.000, ya. Biji anggur 1:04:35 saja 12.000, ya. Nah, tapi dia 1:04:37 hepatotoksik kalau jangka panjang, ya. 1:04:40 Mengganggu fungsi hati, ya. Jadi, jangan 1:04:42 sering-sering pas mau mau flu-flu saja, 1:04:44 mau sakit, mau apa, nah, minum kulit 1:04:46 manggis. Bikin boleh, ya, tapi kering 1:04:48 banget, ya. Kalau enggak kering banget 1:04:50 eh sampai kadar air itu 5%, ya. Kalau 1:04:52 bisa kurang dari 5% karena kalau dia 1:04:54 enggak sampai 5% berjamur nanti. Karena 1:04:56 kulit manggis itu kan agak basah, ya. 1:04:58 Jadi, harus kering-kering banget, ya. 1:05:01 Kalau enggak kering banget dia jamuran, 1:05:02 ya. 1:05:03 Heeh. Jadi, kalau musim hujan enggak 1:05:05 cocok, ya, ngejemur kulitnya. 1:05:08 bisa gunakan pakai oven. Oven bisa, tapi 1:05:10 tidak boleh lebih dari 55 derajat. 1:05:13 Karena kalau dia lebih dari 55 derajat 1:05:15 rusak antioksidannya. Sedangkan kita 1:05:17 butuh antioksidannya. 1:05:19 Pertanyaan berikutnya, ini eh belimbing 1:05:22 wuluh itu belimbing sayur ya? Bingung 1:05:24 [tertawa] nih ya. 1:05:24 Iya, iya. Belimbing yang asam itu. 1:05:27 Eh heh. Belimbing yang bulat yang asam 1:05:29 kalau kita suka bikin pindang ya. Kalau 1:05:31 di Palembang itu bikin pindang pakai 1:05:33 belimbing wuluh. Enak banget itu ya. 1:05:36 Untuk jerawat pun bagus belimbing wuluh 1:05:37 tuh. Dioles ke wajah gitu? Dioles ke 1:05:40 wajah iya. Dioles ke wajah ya. 1:05:42 Itu jadi kita apa? Maskerin maskerin ke 1:05:45 muka ya. Dibejek-bejek dulu ya 1:05:48 dimaskerin. Jangan kena mata ya. 1:05:51 [tertawa] 1:05:53 Gitu. Yang jelas ibu-ibu pasti suka 1:05:55 pakai belimbing wuluh ini untuk bikin 1:05:58 asam padeh ya. Asyik. 1:06:00 [tertawa] 1:06:01 Ya alami aja jangan pakai asam cuka ya. 1:06:04 Eh pertanyaan berikutnya terkait 1:06:06 alpukat. 1:06:08 Kenapa kelebihan gula bikin kita suka 1:06:12 pipis, makan alpukat bisa teratasi gitu? 1:06:16 Kelebihan gula kita suka pipis. Ya kalau 1:06:19 kita diabet, tinggi gula pasti suka 1:06:21 pipis, poliurin tadi kan. Nah jadi kalau 1:06:23 kita berlebih, Allah itu ciptakan tubuh 1:06:25 kita akan membuang gula. Ya. Nah 1:06:28 maksudnya untuk mengatasi gula bisa 1:06:30 menggunakan daun alpukat ya. Salah satu 1:06:33 Direbus? 1:06:34 Iya direbus atau 1:06:35 tuh atau kunyit atau kayu manis atau 1:06:40 daun sendok atau apa lagi untuk anti 1:06:43 diabet? 1:06:44 Brotowali ya. Nah itu bisa untuk 1:06:47 anti diabet atau insulin atau cermei, 1:06:50 daun cermei ya. 1:06:51 Atau kalau minum yang tawar-tawar sambil 1:06:54 ngaca. Kan wajah di cermin manis. 1:06:58 [tertawa] 1:06:59 Oke, ini pertanyaan berikutnya terkait 1:07:02 dengan 1:07:03 em 1:07:04 buncis. Masa iya sih buncis bikin asam 1:07:07 urat? Saya baru dengar, oh oh. 1:07:11 Ya, ya, eh buncis, kacang panjang ya, 1:07:14 itu akan membikin asam urat naik ya, 1:07:17 karena dia meningkatkan purin ya. Nah, 1:07:20 purin itu akan menjadi asam urat ya, 1:07:23 asam urat ya, kalau berlebihan ya, tapi 1:07:26 kalau enggak berlebihan masih muda aman, 1:07:29 tapi kalau sudah umur 40 hati-hati ya. 1:07:32 Hati-hati apalagi sudah pernah kena asam 1:07:35 urat ya, pasti akan bengkak dia. Nah, 1:07:38 asam urat jadi batu, batu ginjal bukan 1:07:41 batu intan, batu permata 1:07:44 itu kena loh ya. 1:07:46 Oke, sekarang terkait pertanyaan yang 1:07:48 pasti juga akan mmm diminati para pria. 1:07:51 Sambiloto bagus buat kesehatan pria saya 1:07:54 dengar tadi. Terus kenapa meniran bikin 1:07:57 impotent? Hello. 1:07:58 [tertawa] 1:08:00 Kalau kalau pengen coba enggak apa-apa 1:08:03 tiap hari minum meniran. 1:08:04 [tertawa] 1:08:05 Nantangin gitu ya. 1:08:08 Jadi gini, ya kalau untuk stamina pria 1:08:11 itu biasa kita gunakan pasak bumi ya, 1:08:14 purwoceng ya, terus eh 1:08:17 apa tuh? 1:08:19 Sambiloto tadi ya, he he. Ini sambiloto 1:08:21 boleh ya untuk eh 1:08:23 aliran darahnya, terus eh 1:08:26 apa? Cabe Jawa ya, cabe Jawa, terus 1:08:30 jintan ya, itu untuk aliran eh darah ke 1:08:33 penis ya, bawang putih ya, daun dewa. 1:08:36 Nah, itu bisa kita eh gunakan ya. Nah, 1:08:39 eh 1:08:40 kenapa meniran tadi bisa impotensi? Ya, 1:08:43 karena memang mengganggu ya. Mengganggu 1:08:45 dia kelebihan dia akan mengganggu aliran 1:08:48 darah ke eh 1:08:50 penis ya, akhirnya jadi impotent. Oke, 1:08:53 jadi jauhi meniran gitu ya. Kalau 1:08:56 sering-sering [tertawa] kalau enggak 1:08:57 sering-sering enggak apa-apa. Kalau 1:08:58 dosisnya masih rebusan masih aman, tapi 1:09:00 kalau dosisnya ekstrak, hati-hati, ya. 1:09:02 Oke. 1:09:04 Tadi ada yang tanya tentang rumah 1:09:07 sehatnya Bapak Alfian. 1:09:10 Kalau pegang pen, boleh dicatat. Nanti 1:09:12 kalau salah dibetulin, ya, Bung Alfian. 1:09:14 Jalan Ruyung nomor 7. 1:09:16 Blok A 20. 1:09:19 Pondok Kelapa. 1:09:20 Kecamatan Duren Sawit. 1:09:23 Di Jakarta Timur. Betul? 1:09:26 Betul. Oke. 1:09:28 Dan kalau 1:09:31 kita sudah ada di penghujung, mungkin 1:09:33 boleh dirangkum terkait dengan bahasan 1:09:36 kita, gangguan metabolisme dan kebugaran 1:09:40 kesehatan kita. 1:09:42 Sok. 1:09:43 Oke, jadi kalau mau searching, tinggal 1:09:45 Rumah Sehat Alfian. Saya sudah bikin web 1:09:48 yang baru, ya. Bukan Rumah Sehat 1:09:49 Indonesia lagi, Rumah Sehat Alfian. 1:09:52 Indonesia itu sudah ada yang mematenkan. 1:09:54 Nah, Rumah Sehat Alfian itu sudah saya 1:09:55 patenkan. Jadi, sekarang gampang 1:09:57 searching-nya Rumah Sehat Alfian, nama 1:09:59 saya sendiri, ya. He em. WA nanti kalau 1:10:01 kurang jelas, WA. Jangan telepon, ya. WA 1:10:04 saja, ya. Karena kalau telepon nanti 1:10:06 akan 1:10:06 Enggak terangkat. 1:10:07 [tertawa] 1:10:08 akan banyak enggak terangkat. Jadi, 1:10:10 bagusnya ee 1:10:12 apa tuh WA, ya. 1:10:14 Oke, jadi rangkuman kita hari ini 1:10:15 tentang metabolisme dan kebugaran. Nah, 1:10:18 jadi apa sih yang kita dapatkan intinya 1:10:21 hari ini? Ya, intinya hari ini adalah 1:10:24 pertama jangan 4 sehat 5 sembarangan. 1:10:27 Sembarangan. 1:10:28 Ya, itu paling utama, kunci utama, ya. 1:10:31 Kalau kita enggak 4 sehat 5 sembarangan, 1:10:33 berarti kita pola hidup sehat. Pola 1:10:36 hidup sehat akan memperbaiki tubuh kita, 1:10:39 akan menjaga tubuh kita tidak berlebihan 1:10:42 seperti kolesterol, ya, hipertensi, 1:10:45 diabet, ya, ee apalagi tadi ee 1:10:50 kegemukan, ya. Nah, itu akan menjaga 1:10:53 stabil tubuh kita menjadi ideal dan 1:10:57 tidak berlebihan di dalam pembuluh 1:10:59 darah, ya sehingga tubuh kita lebih 1:11:02 sehat, darahnya lancar, oksigennya 1:11:04 banyak, akhirnya tubuh kita sehat. 1:11:07 Nah, satu lagi adalah kebugaran, ya 1:11:10 kebugaran itu ya stamina tubuh kita. 1:11:13 Bagaimana kita meningkatkan stamina 1:11:14 tubuh kita? Ya dengan olahraga. Olahraga 1:11:17 tadi apa? Memperlancar peredaran darah, 1:11:19 memperlancar oksigen kita. Ya, kalau 1:11:22 kita sering olahraga tubuh kita lebih 1:11:23 kuat tapi tidak berlebihan. Tidur yang 1:11:26 cukup, kalau tidur enggak cukup pasti 1:11:28 kita besok lelah. Asupan makanan yang 1:11:30 baik, ya. Tambahan boleh yang tadi 1:11:32 purwoceng, pasak bumi, cabe jawa, jintan 1:11:35 hitam tapi tidak boleh berlebih jintan 1:11:37 hitam karena panas, ya. 1:11:39 Eee apalagi? Eee purwoceng, ya itu bisa 1:11:43 kita gunakan. Jadi eee kuncinya adalah 1:11:47 eee hindari empat sehat lima sembarangan 1:11:50 terus psikisnya diperbaikin dengan 1:11:52 mendengarkan Rasil, ya. Yang ketiganya 1:11:56 obatin kalau sakit, oke? 1:11:59 [tertawa] 1:12:01 Terima kasih Ibu Rini. 1:12:03 Informasi yang sungguh sangat 1:12:05 mempersuasi kita, yang jelas jaga fungsi 1:12:09 tubuh dengan 1:12:11 makanan minuman olahraga 1:12:14 istirahat dan satu lagi STD, sikap tahu 1:12:18 diri. 1:12:19 [tertawa] 1:12:20 Sekali lagi terima kasih dan juga terima 1:12:22 kasih untuk radio-radio yang 1:12:24 menyebarluaskan juga siaran-siaran dari 1:12:27 Rasil. 1:12:28 Insyaallah kita ketemu lagi di lain 1:12:30 kesempatan, ya. Billahi taufik wal 1:12:32 hidayah, wassalamualaikum warahmatullahi 1:12:34 wabarakatuh. Walaikumsalam. 1:13:02 Ya.