Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 Brail TV. [musik] 0:12 Asalamualaikum warahmatullahi 0:14 wabarakatuh. Apa kabar Mas Toni? 0:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:19 wabarakatuh. Alhamdulillah kabar sehat 0:21 Paksan dan semua [berdehem] 0:25 i Jakarta. 0:26 Ah sudah di Jakarta nih Mas Toni ya. 0:28 Mantap ya. Jakarta dan [mendengus] sudah 0:30 cerah nih. 0:31 Sudah cerah tapi nampaknya dolar makin 0:34 ee makin bertengger lagi nih. Sudah 0:37 17.500 lebih tertinggi selama republik 0:41 ini berada ya. Tapi akan dibilang under 0:45 value. Ini under value. Ada pengamat 0:47 yang bilang bisa sampai 22.000. 0:50 Masyaallah. Apa yang terjadi sebenarnya 0:53 dengan negeri hamba ini, Bang Toni? Ini 0:55 kan menyangkut hutang yang meningkat 0:57 pula. Ini kemarin sudah 10.000 1000 T. 0:59 Kalau sudah naik begini, tanpa hutang 1:01 pun akan meningkat lagi kisah ini. 1:04 Sementara uang diambur-ambur, harta 1:07 untuk ee apa tuh? Lomba cepat, cerdas, 1:09 cermat saja. Untuk barang-barang kayak 1:12 begini, mewah kali itu penampilannya ya. 1:14 Sampai 30 miliar lebih. Katanya hidup 1:17 harus sederhana tapi perjalanan 1:19 bermiliar-miliar dilakukan. Apa yang Mas 1:22 Toni lihat dari perjalanan bangsa ini? 1:26 Belum lagi China investor satu ini mulai 1:29 uring-uringan karena banyaknya peraturan 1:31 dan lebih tegas lagi barusan kami 1:34 sampaikan banyaknya korupsi katanya 1:36 kalau di istana itu sudah digantung itu 1:38 korupsinya tuh. Eh, apa yang Mas Toni 1:41 riat pula ya dengan royalti eh apa nih 1:45 eh Kadin Cina itu. Tentu saja yang ingin 1:49 Anda perhatikan, apakah ada pelajaran 1:54 dari Iran tentang ee perjalanan bangsa 1:57 ini? Karena minyak mentah ini sudah 105 2:01 dolar Amerika akan ke mana bangsa ini 2:04 berjalan dan bom atom yang sedang 2:06 bergulir di Selat Hormus ini apa Teluk 2:09 Hormus ini akan menjadi sebuah cerita 2:12 bangsa-bangsa di dunia berpengaruh. 2:14 Silakan, Mas Toni Rosid. Tafad. 2:17 [berdehem] 2:18 Baik, Pak dan seluruh pendengar hasil di 2:20 mana pun berada. Yang pertama soal atau 2:24 kita soroti berkaitan dengan harga dolar 2:27 ya. [berdehem] 2:28 Jadi bukan dolar yang menguat tapi 2:31 rupiah yang melemah. Ini yang harus 2:32 dibedakan ya. 2:34 Justru ee 2:36 ringgit Malaysia itu menguat ya atasar 2:41 gitu kan. He 2:41 ini iniya ada persoalan ekonomi di dalam 2:45 negeri kita 2:46 ya. 2:48 Ee sekarang sudah 17.500-an 2:52 bahkan 17.522 2:55 tadi pagi ya. Terus kemudian naik terus 2:57 23 sekarang nih jam ini 23 sekarang 23 3:00 terus naik terus. 3:01 Jadi predikti bisa ya 15 e apa bisa 3:05 22.000. 3:06 Kita enggak bisa bayangkan kalau 22.000 3:09 itu artinya krisis moneter. 3:11 Hm. sampai 18.000 saja itu pengaruhnya 3:14 dahsyat ya atau pengaruh ee berkaitan 3:18 dengan kita sudah beli ee apa harga 3:22 minyak setiap setiap hari itu 1 juta 3:26 barel pakainya 2 dolar. 3:28 H 3:29 itu berapa kenaikannya? Artinya harus 3:31 mengerogoh dari ke fiskal kita. He. 3:35 Terus kemudian betapa banyak impor ya ee 3:39 yang dari bahan-bahan kedelai akhirnya 3:41 naik. Otomatis tempe juga naik kan tahu 3:43 naik. 3:44 Kalau tempe tahu naik yang lain juga 3:46 ikut naik. 3:48 Ee sekarang transportasi ee 3:52 naik karena kelas menengah terkait 3:54 dengan solar itu harga solar industri 3:58 sudah sampai Rp30.000 4:00 yang semula sekitar Rp1.000. 4:02 artinya kenaikan itu tinggi. Nah, ini 4:04 menurut saya menjadi sebuah tantangan 4:06 yang cukup serius dan berat bagi 4:09 pemerintah saat ini yang diberikan 4:11 kepercayaan untuk mengelola negara. 4:13 Bagaimana bisa mengendalikan ini semua 4:16 di saat memang fiskal kita terbatas. 4:20 Hm. 4:21 Jadi ee betul pemerintah harus memang 4:24 memberikan rasa optimisme dan juga 4:27 ketenangan. ini bagian daripada 4:29 stabilisasi di dalam segala bentuknya. 4:32 Tetapi di sisi lain harus kita juga ee 4:36 jujur untuk mengatakan bahwa ini menjadi 4:38 sebuah tantangan yang sangat dan bahkan 4:40 super serius bagi pemerintah untuk 4:42 mencari jalan keluar. Dan jalan keluar 4:44 yang paling instan, Pak Insan, 4:46 itu memang 4:48 ee jalan keluar yang paling instan itu 4:50 memang dapat pinjaman. 4:51 Hm. 4:52 Gitu kan ya. e kemudian dapat pinjaman 4:55 ee diperkirakan menurut para ekonomi itu 4:57 sekitar 300 sampai 500 triliun di tahun 5:01 ini. Kalau itu tidak, maka ee ketika 5:04 pemerintah mengeluarkan surat utang ya 5:07 dan surat utang ini para pengusaha itu 5:10 tidak membeli. Kan saya dapat informasi 5:12 ini perlu diklarifikasi. Ketika 5:14 pemerintah mengeluarkan ee Bonatriot 5:18 atau surat yang Patriot itu 5:20 pengusaha-pengusaha bukan membelinya 5:22 dengan uang sendiri tapi pinjam bank. 5:25 Mohon ini diklarifikasi ya karena ee 5:27 saya mendapatkan rumornya seperti itu. 5:30 Nah, kalau kemudian 5:32 ee mereka pinjam katakanlah misalnya ini 5:35 analg 5:36 dari Bang Himbara ya. Betul. [berdehem] 5:38 Iya, dari Bang Himbara. 5:40 Jadi, Pak ya, Pak Ihsan ya 5:44 yang jembaran ini ee kemudian mereka 5:47 pinjam ee misalnya dapat 5% ini bunganya 5:52 setahun, kemudian dari surat utang itu 5:55 6% kan ada selisih 1% bukan pakai uang 5:58 sendiri. 5:59 Ini kan sama dengan jeruk makan jeruk 6:02 lah. Apa artinya gitu loh. 6:04 Heeh. 6:04 Ya, apa artinya? ini yang kemudian harus 6:07 ee pemerintah boleh jadi pemerintah 6:09 tidak tahu soal ini dipikir itu uang 6:11 sendiri karena saat ini para pengusaha 6:14 terutama kelas menengah ke atas itu 6:16 menahan uangnya ee melihat situasi 6:18 ekonomi yang memang tidak stabil belum 6:21 menentu sehingga mereka tidak mau 6:23 gambling, tidak mau kemudian mengambil 6:25 risiko di tengah situasi ekonomi yang 6:28 tidak bisa mereka prediksi ke depannya 6:31 seperti apa. Karena ketika melangkah 6:33 uang sudah masuk kemudian berhenti di 6:35 situ. Ini akan menjadi sebuah persoalan 6:38 ya. Ee jadi ee 6:41 ee dampak daripada kenaikan dolar ini 6:44 dahsyat sekali, luar biasa ya. Dan 6:47 sekarang ini memang masih masih 6:49 pemerintah masih bisa mengendalikan ya. 6:51 Semoga kita berharap pemerintah tetap 6:52 terus bisa mengendalikan pada situasi 6:54 seperti ini. Sebagaimana yang saya 6:56 prediksi perang Amerika Iran ini lama. 6:59 Hm. Iya 7:00 gitu kan. He 7:01 sama selama ini orang bereforia bahwa 7:04 ini akan selesai 7:06 Amerika itu tidak akan membiarkan eh apa 7:11 statusnya sebagai 7:13 eh super power itu kemudian e rontok 7:16 pengaruhnya enggak mungkin. Maka dia 7:19 bermain cerdik ya. Kalau kemudian 7:21 mainnya ini ee katakanlah mainnya ee 7:25 sprint ya, ini tidak menguntungkan bagi 7:28 Amerika, maka dia main maraton. Tarik 7:30 ulur, tarik ulur, tali ulur gitu kan 7:33 maraton. Tetapi dunia ini menanggung 7:34 resiko itu. 7:35 Betul. Enggak seperti Afghanistan maupun 7:38 Vietnam dulu ya di kekalahan hanya 7:40 Amerika sama negara tersebut. Bodo amat 7:42 gitu ya. 7:44 Bagi Amerika [berdehem] bodo amat. 7:45 Selama negara itu masih bisa selamat 7:47 gitu loh, selama negeri itu masih bisa 7:49 stabil, dia akan pertahankan karena ini 7:51 harga mati. Meskipun ee ada risiko yang 7:54 harus diambil di mana minyak dari salat 7:57 hormus itu kan itu tidak bisa keluar 7:59 secara signifikan. Padahal 8:01 inilah hebatnya Amerika ya. Jadi yang 8:05 produk minyak siapa? Yang cetak dolar 8:07 siapa? Kan gitu Pak. 8:08 Iya iya iya. [berdehem][tertawa] 8:10 Sekarang yuan 8:11 yang produk Venezuela, yang cetak dolar 8:13 Amerika. H 8:15 Indonesia itu kalau cetak dolar inflasi 8:17 Amerika sudah kenal inflasi kecil 8:19 sekalian 8:21 terus karena bisa nyetak dolar terus. 8:23 Iya karena ada yang bilang katanya 8:25 negara Venula itu nanti negara bagian 8:27 ke52 yang 51-nya sudah ada katanya 8:30 namanya Konoha gitu. Itu jadi cerita 8:33 [tertawa] netizen juga itu. 8:36 Ini Pak Isa ya masuk ke arah sana ya. 8:39 sana memang enggak ada pilihan bagi 8:41 Indonesia 8:43 untuk untuk saat ini kondisi memang 8:45 tidak stabil dalam konteks ekonomi dan 8:47 ke depan kalau ini tidak bisa ditangani 8:50 secara baik tentu akan mengancam 8:52 terhadap stabilitas ee termasuk 8:54 stabilitas politik. 8:56 Karena itu ee sekarang Indonesia butuh 8:59 uang cash. Yang punya uang cash itu 9:01 siapa? Kalau ke China itu sifatnya 9:04 investasi. I 9:06 kalau ke Jepang investasi project 9:09 sementara Indonesia butuh uang cash, 9:11 pinjaman cash. 9:13 Yang punya uang sekarang siapa ya? 9:15 Blackrok. 9:16 H 9:17 yang punya uang siapa? Ya dapat 9:20 punya uang 9:21 ya. Berharap dengan lobi kedekatan ya 9:25 kemudian kebaikan Indonesia terhadap 9:28 Amerika ya mestinya dengan dengan 9:31 berhadapan sampai harus berhadapan 9:32 dengan rakyatnya sendiri Pak Prabowo ini 9:34 ya. Itu kan maksudnya eh Amerika tahu 9:38 dong kita lagi susah. Jawel-jawil itu 9:40 black rock, 9:41 jawil-jawil itu Buff. Pinjaman ke kita 9:43 apalah kompensasinya kan gitu. Menurut 9:46 saya lengkah yang ee satu sisi rasional 9:50 tapi di sisi lain ya ini kan kebutuhan 9:53 realistis tapi di sisi lain tidak mudah. 9:56 H 9:57 ya perlu langkah-langkah yang lebih 9:58 taktis karena apa? itu bagian daripada 10:01 upaya untuk menyelamatkan bangsa ini 10:04 dari situasi ekonomi yang ke depan makin 10:07 tidak baikbaik saja kalau tidak ada 10:09 solusinya gitu. Heeh. I 10:12 jadi masyarakat juga harus paham kenapa 10:15 kok Pak Powo ikut bop, kenapa Pak Powo 10:17 ngikut aja Amerika, kenapa ee sebagusnya 10:20 karena memang ada sebuah kebutuhan yang 10:23 itu very very urgen dengan yang ee harus 10:27 dilakukan dalam rangka untuk 10:28 menyelamatkan bangsa ini ke depan. 10:31 Bukan saya membela Pak Prawo juga tidak. 10:34 Tetapi siapapun presidennya saat ini 10:36 dengan situasi hanya saja Pak Purbaya 10:39 kurang jujur gitu aja kan. 10:41 Ya. [tertawa] 10:42 Ya, mungkin dalam rangka untuk 10:44 stabilitas bisa kita maafkanlah. Tapi 10:46 jangan kemudkan ke media terusterus. 10:48 Cukuplah sekali ngomong 10:49 ya. Menurut saya cukuplah sekali ngomong 10:52 untuk menenangkan. Jangan kemudian 10:54 berkali-kali gitu loh. Hindarilah media 10:57 ya 10:58 sehingga tidak kemudian membuat orang 11:01 makin curiga. Ini orang kok ke media 11:03 terus, ini orang kok ngomong ini terus. 11:05 Sementara coba dicek. Semakin dia 11:07 ngomong, semakin orang penasaran untuk 11:09 ngecek ke 11:10 ee lapangan. Benar enggak ya? Termasuk 11:12 yang sekarang itu orang meributkan kan 11:14 pertumbuhan ekonomi 5,61. Benar enggak 11:17 dalam situasi kondisi kayak gini 11:18 pertumbuhan ekonomi 5,61 akhirnya kan 11:21 dikritisi. Heeh. I 11:23 sebagainya begitu. 11:25 We I lanjut, Bang. Lanjut. He. 11:27 Soal ee cerdas cermat ya, Bang. Ini ini 11:30 ya seilah kita singgunglah. 11:33 Dan kebetulan kami itu punya grup. GR 11:35 itu ada salah satu juri yang kebetulan 11:38 terlibat di situ. 11:40 Hm. 11:40 Iya. 11:40 Jadi kalau Pak Ihsan tadi bilang apakah 11:43 30,5 itu salah baca? Mungkin salah 11:46 dengar bukan salah baca Pak Is. 11:47 Oh gitu. Iya iya [tertawa] 11:50 itu masalahnya kalau tidak ada salah 11:52 dengar kan enggak terungkap ini tidak 11:54 ramai. 11:56 Tidak ramai. Kebetulan beliau tidak 11:58 membikan klarifikasi di grup ya. Nah, 12:02 kata-kata beliau nantilah saya 12:03 klarifikasi ketika ngobrol ee karena 12:05 klarifikasi melalui tertulis di grup itu 12:08 tidak apa tidak lengkap gitu kan. 12:11 Jadi memang itu ulang kali kita lihat 12:13 dan kemudian menjadi viral karena ada 12:14 salah dengar. 12:16 Tetapi poin wajar menurut saya setiap 12:18 orang punya berhak punya salah lah. 12:20 Sekali lagi berhak setiap orang punya 12:23 salah 12:24 asal kemudian. Tetapi dalam konteks ini 12:26 yang disorot itu adalah anggaran 12:29 ya. anggaran-anggaran semacam ini 12:31 sebenarnya kan banyak tempatnya di sini. 12:33 H 12:34 ya selalu dilebihkan sampai 12:36 berlipat-lipat kali. 12:38 Dan ee lagi-lagi ya lagi-lagi Pak Ihsan 12:42 kita menyinggung ya soal yang ee kadin 12:48 Cina itu. 12:48 Iya. He 12:50 ya 12:50 uring-uringan gitu dengan peraturan dan 12:52 korupsi di Indonesia. He dalam konteks 12:55 ini satu sisi kita setuju dengan apa 12:58 yang dilakukan oleh Pako memang wajib 13:01 harus mutlak ada penertiban 13:03 ya karena di situlah tempat para 13:05 perampok, tempat para maling gitu kan ya 13:08 tempat orang-orang itu ya melakukan ee 13:12 mengambil aset negara ini. 13:14 Hm. 13:16 Pada saat itu saya dikasih data, Pak. 13:18 Saya sama almarhum Al Basri 13:21 ya. Tapi ngeri-ngeri sedap datanya ini. 13:23 Tidak ada pemasukan untuk negara. 13:25 Nikel ya? Nikel. [tertawa] 13:26 Heeh. Nikel 13:28 itu dari Sulawesi Tenggara dan Sulawesi 13:30 Utara. 13:31 Ya. 13:32 Ada kawan saya yang punya jabatan 13:34 penting di sana kemudian datang ke rumah 13:36 memberikan data yang begitu lengkap itu 13:39 baik hard cope maupun soft copy 13:41 menjelaskan semuanya. Jadi kalau 13:43 kemudian Pak Probow sekarang mau bers 13:45 mau melakukan penertiban itu kita dukung 13:48 itu harus dan mutlak untuk dilakukan. H 13:52 dan memang mereka betul-betul merampok 13:55 gitu. 13:56 H 13:57 tidak bayar pajak. Jadi gini Pak Ihsan. 14:00 Hm. 14:00 Jadi ada istilah ee apa namanya ee uang 14:04 itu uang beredar di Indonesia itu ada 14:06 istilah itu ee ilegal ya. Ada istilah 14:12 under recording, ada istilah 14:14 unrecording. Unrecording itu tidak 14:16 tercatat 14:17 ya. under recording itu tercatat 14:19 misalnya ekspor impor ini nilainya 2 14:22 triliun tapi 500 14:24 ee juta 500 miliar gitu kan itu banyak 14:28 itemnya 14:29 ya banyak poinnya 14:31 bahkan kalau diperkirakan itu sampai 22 14:33 sampai 24% 14:36 itu besar sekali 14:37 dan ada yang menteri keuangan bilang di 14:39 luar ini 6 bulan disuruh balik itu itu 14:41 termasuk uang yang tadi Bapak bilang 14:43 uang yang moded 14:44 kalau ini diterbitkan Pak Ihsan termasuk 14:48 yang dimulai oleh Pak Prabowo di apa di 14:50 Morowali. H. 14:51 Kemudian saya tanya di salah satu 14:53 Kalimantan ini yang salah satu daerah 14:56 Kalimantan itu ada legal itu sekitar IUP 14:59 legal penambang legal itu sekitar 15:01 300-an. Kemudian yang ilegal itu sekitar 15:04 1.000 lebih. Yang ilegal sekarang 15:06 diberantas 15:06 tiga kali lipat. Yang ilegalnya 15:08 innalillah 1000 lebih. In 15:11 1000 lebih. 15:12 Hm. Iya. I 15:14 jadi yang ilegal itu 15:15 belum lagi yang semi legal ada lagi kan 15:17 gitu kan. [tertawa] 15:19 Iya. Heeh. 15:20 Jadi [berdehem] yang yang ilegal ini 15:22 yang semi ilegal itu namanya under 15:24 recording 15:25 gitu kan. dia pelaporannya ya misalnya 15:28 gini Pak Isa gitu kan dia sebenarnya 3 15:32 36 juta tetapi dia laporannya bayar 15:34 pajak itu cuman R juta matrik kan itu 15:39 itu namanya under recording dan itu 15:41 jumlahnya banyak sekali maka apa yang 15:43 dilakukan oleh Pak Perpot tetapi satu 15:45 hal yang juga harus diingat 15:46 mungkin ini menyangkut pemeriksaan BPK 15:48 yang kemarin meninggal juga itu kan jadi 15:50 sebuah pertanyaan karena kan dunianya ke 15:52 sana kan 15:54 oh iya iya iya 15:56 Jadi kemudian apa publik bertanyalah 15:58 paling tidak gitu kan 16:01 jangan jangan menuduh Pak Esan nanti 16:04 publik bertanya 16:06 dipertanyakan ada enggak kaitan itu gitu 16:10 kan gitu. Jadi ini Pak Isan dari konteks 16:13 ini harus juga dipertimbangkan bahwa 16:16 semua ini kan juga berdampak 16:18 terhadap ekonomi kita. Kalau langsung 16:21 dicut potong tek 16:23 H 16:23 eh izin aku cabut. Wih, 16:24 ini kan masalah. 16:26 Betul, betul, betul 16:27 gitu [mendengus] kan. Oke, kamu sudah 16:29 jalan gitu kan, kamu sudah jalan seperti 16:32 ini gitu kan ya. Terus kemudian oke aku 16:35 kasih denda karena kamu ngambil terlalu 16:37 banyak. 16:38 Hm. 16:39 Iya. 16:39 Uang masuk ke negara. Yang kedua ini 16:41 lobi-lobi aja. 16:43 Kalau kita menggunakan jalur hukum 16:44 formal Pak Ihsan, undang-undang apa 16:47 adanya ya ee ee apa namanya itu nanti 16:50 setelah semuanya sudah settle. untuk 16:53 sekarang menurut saya eh kamu melanggar 16:55 setelah kian perusahaan A B C D balikan 16:59 kamu bayar 17:00 ini mungkin yang dimaksud survival mode 17:02 itu gitu Bang. 17:04 Iya gitu [tertawa] kan. Jadi berapa kamu 17:08 berapa berapa katakanlah kamu ternyata 17:11 ee malingnya itu ada ee 100 triliun gitu 17:14 loh. Kamu enggak sanggup karena uang 17:16 sudah ke mana-mana. Oke, kamu cicil. 17:18 He 17:18 untuk saat ini kamu kembalikan ee 25 17:21 triliun misalnya gitu 17:23 ya. Nanti ini atau aku diskon lah kamu 17:25 enggak usah kembalikan semuanya. Kamu 17:26 kembalikan separuh saja 17:28 karena sudah berapa tak perlu tahun itu 17:30 kan lumayan dinegosiasikan. 17:32 Terus kemudian oke kamu jalan ya tapi 17:36 kamu enggak boleh yang melanggar ini. 17:37 Kamu jalan yang ini dengan pajak sekian. 17:40 Jangan kemudian kalau kemudian dengan 17:42 pajak itu dan sebagainya kemudian mereka 17:44 enggak bisa kerja. Kalau mereka enggak 17:46 bisa bekerja, negara enggak punya 17:48 pemasukan. 17:48 Hm. 17:50 Ya, tetap berikan mereka tetap bisa 17:52 kerja tapi dibebani. Satu, ya, hasil 17:55 rampokanmu itu kembalikan ke negara, 17:57 mampu hitung-hitungan aja gitu kan 18:00 kecil. Kemudian yang kedua kamu kerja 18:02 ini ya, ini kan HPP-mu sekian, kamu 18:06 masih punya untung sekian, kamu bayar 18:08 masih masuk akal, masih rasional. Tapi 18:10 kalau HPP-nya itu tidak masuk, mereka 18:12 enggak akan enggak mau kerja. Kalau 18:14 mereka enggak kerja, negara enggak ada 18:15 pemasukan dan itu akan berpengaruh 18:17 terhadap ekonomi kita. 18:19 Iya. Iya. 18:20 Sekali lagi kita sepakat, kita setuju 18:23 ya, bahwa semua yang ilegal, semua yang 18:27 undercover, semua under recording, semua 18:30 yang eh unrecording itu semua 18:32 ditertibkan 18:34 tetapi harus juga mempertimbangkan 18:37 ee apa ee apa namanya ee stabilitas ya. 18:44 harus mempertimbangkan bahwa negara ini 18:46 juga butuh duit, negara ini butuh ee apa 18:49 namanya ee anggaran. Karena itu 18:52 bagaimana tetap mereka itu jalan gitu, 18:54 investasinya tetap hidup ya ee tetapi 18:57 mereka punya kewajiban-kewajiban yang 18:59 lebih tertib sesuai dengan aturan yang 19:01 berlaku di Indonesia. He. 19:03 Tetapi juga konsekuensi yang lain yang 19:06 ketiga ini ya, mereka yang kemudian 19:09 seringki nembak-nembak, ngambil-ngambil, 19:12 nodong-nodong yang sebagaimana 19:13 diungkapkan oleh ee kadin Cina itu ya 19:17 ditertibkan juga. Jangan pengusahanya 19:19 ada yang ditertibkan 19:21 ya, tapi yang ngutip-ngutip enggak 19:22 ditertibkan. Kasihan juga mereka. 19:25 Ini harus adil. 19:26 Mereka ditertibkan ya, tetapi 19:29 pengutipnya juga ditertibkan. Heeh. 19:31 Jadi akhirnya menjadi sebuah bijak. Jadi 19:33 Pak Ihsan ya 19:35 penegakan hukum itu penting tapi 19:37 kebijakan itu di atas hukum. 19:40 Iya 19:41 gitu. 19:42 Masyaallah. Masyaallah. Hampir mendekati 19:45 30 menit pendidikan tentang integritas 19:48 ini menjadi sebuah masalah di negeri 19:50 ini. Akhirnya ini ada berita nih baru ya 19:53 tentang buku dari KPK. kita mulai 19:57 belajar lagi dengan integritas mulai 20:00 dari tingkat pendidikan sekolah-sekolah. 20:03 Tapi kan contohnya sedemikian dahsyat, 20:05 Pak ee Mas Toni. Ini kan cerita 20:09 masyarakat Indonesia ini kien suka 20:11 melihat contoh apa yang terjadi antara 20:16 Dasama restoran. Artinya antara 20:18 pendidikan yang mau didengungkan lagi di 20:21 integritas sekolah ini baru terbit lagi 20:23 bukunya dengan contoh yang sedemikian 20:25 dahsyat di muka ee kita ini Master 20:30 sebagai penutup bincang kita 20:31 perubahan yang paling efektif perubahan 20:33 yang paling efektif itu melalui ee apa 20:36 namanya itu keteladan Pak 20:39 H gitu itu 20:40 jadi itu perubahan paling efektif 20:43 kalau orang tuanya salat anaknya akan 20:45 salat dengan sendirinya 20:46 kreatif gitu Betul. Betul. 20:48 Nah, gitu. Kalau orang tuanya baca buku, 20:50 anaknya akan baca buku. Pak Isan 20:52 dilarang mer. 20:53 Kalau orang tuanya lembut anaknya akan 20:55 lembut. He he. 20:56 Iya. 20:57 Meskipun enggak usah ngomong. He. 20:59 Karena akan dicontoh. Artinya apa? Bahwa 21:02 dengan kasus yang diungkapkan oleh kadin 21:05 Cina bahwa ada penertiban apa penertiban 21:08 sementara, pungutan-pungutan ilegal itu 21:10 tidak tertib. Itu kan keteladanan. 21:13 Betul. Makanya jadi orang tua harus 21:14 hati-hati Mas Toni ya. Jangan sampai 21:16 ngusir anak dari rumahnya. Itu kan 21:18 bahaya. Jauh lagi ngusirnya 21:21 [tertawa] 21:23 karena itu. Iya. Ee tetapi kalau anaknya 21:26 tangguh seperti saya enggak apa-apa. 21:29 Saya kan pernah diusir orang tua. 21:30 Larinya ke pesantren. Tapi kan pesantren 21:33 enggak jauh di sana negeri lagi perang 21:35 lagi kan. [tertawa] 21:36 Lanjut Mas Toni. 21:38 Iya. [berdehem] Jadi, Pak ada ungkapan. 21:44 Jadi, keteladanan itu jauh lebih efektif 21:47 memberikan pengaruh ya ee terhadap 21:50 masyarakat daripada ee ungkapan hukum 21:53 pun kalah. 21:54 Kita kasih panis kayak apapun. Memang 21:57 hukum itu fungsinya dua, satu untuk 21:59 keadilan, kedua untuk preventif yang 22:02 preventif gitu kan. Itu kalau kita 22:03 belajar hukum ya ya gitulah bisa 22:05 dikembangkan ya. He. 22:06 Tetapi dalam konteks ini, itu pun masih 22:08 kalah dengan keteladanan. Dihukum kayak 22:10 apapun kalau kemudian dia melihat terus 22:14 ee apa ee sikap-sikap dan perilaku yang 22:18 tidak bisa dic yang yang rusak ya dia 22:21 akan ikut rusak juga. H 22:23 gitu, Pak Is. Jadi menurut saya ee 22:25 mereka yang kemudian 22:29 apa diberikan ee amanah oleh rakyat 22:32 siapapun itu para pejabat tinggi ya 22:35 mereka yang terpilih apakah itu 22:37 legislatif, eksekutif, apakah kemudian 22:40 yudikatif gitu. Kalau mereka memberikan 22:42 keteladanan, negara ini otomatis 22:44 berubah. 22:46 Itu penting 22:46 berubah. 22:47 Nah, bagaimana cara-cara mereka berubah? 22:50 Penegakan hukum dulu. apa penegakan 22:52 hukum ya? Kalau kemudian koruptor 22:54 korupsi itu disikat ya terus kemudian 22:58 tidak berikan celah sistem itu begitu 23:00 ketat. Sistem itu ketat tidak hanya di 23:02 tambang tetapi juga di birokrasi. Saya 23:04 yakin ini lambat lahon orang akan 23:07 tertib, masyarakat akan tertib. Orang 23:09 bikin KTP enggak ada pungutan tertib. 23:11 Orang bikin SIM ya semua legal, enggak 23:14 ada yang ilegal. semua ikut tertib 23:16 masyarakat di jalan, pelanggaran 23:19 ditilang enggak ada negosiasi orang akan 23:21 tertib terus mengurus ee di birokrasi, 23:24 administrasi birokrasi ee tidak kanan 23:26 kiri tidak susah tetapi dilayani dengan 23:29 baik. Tidak ada pintu belakang, pintu 23:30 samping dan tidak ada kemudian harus 23:33 memberikan e bayaran-bayaran yang 23:35 ilegal. Orang akan tertib, Pak Isan. 23:38 Kemudian orang yang melakukan ee korupsi 23:42 ditunda ya sesuai dengan hukum itu orang 23:45 akan tertib Pak. Kebocoran-kebocoran 23:48 itu dilakukan penertiban Indonesia akan 23:51 tertib dengan sendirinya. Kalau itu 23:54 tidak dilakukan mau membuat pelatihan 23:57 integritas ya mau setiap hari itu 24 jam 24:01 ya enggak banyak pengaruh. Saya tidak 24:03 kemudian pesimis, tidak ada pengaruhnya 24:05 tapi tidak besar selama ya mereka tidak 24:08 memberikan e contoh ya ee ee kebetulan 24:11 saya ini misalnya ee aktif di organisasi 24:15 ekstra dulu diberikan pelatihan ketika 24:17 apa namanya ketika pelatihan di dalam 24:19 ruangan kemudian keluar kita praktik dan 24:21 praktik itu sesuai dengan apa yang kita 24:23 dapatkan di 24:25 lapangan Pak Isan. He. 24:27 Jadi misalnya juga ee apa namanya ee di 24:31 Kopasus itu kan juga ada. Jadi ada 24:33 ruangan ada kemudian laut ada di hutan. 24:36 He. 24:37 Jadi apa yang dipelajari di ruangan 24:40 ya 24:41 itu persis sama dengan yang mereka 24:43 dapatkan di lapangan sehingga mereka 24:45 kemudian matching. Tapi kalau kemudian 24:47 pelatihan integritas ada di ruangan 24:50 keluar mereka menonton berbagai hal yang 24:53 kontra dan tidak sesuai dengan apa yang 24:56 mereka pelajari di ruangan, kira-kira 24:57 mereka niru siapa 24:59 di tekbook itu, di ruangan itu atau di 25:01 luar? Sementara praktnya ada di luar. 25:04 Hm. itu itu 25:05 itu Pak. Jadi ini harus berjalan 25:07 dua-duanya. 25:08 Artinya di ruangan tetap harus berjalan 25:10 supaya secara teoritis mereka memahami 25:13 lebih detail dan komprehensif tetapi 25:15 juga di lapangan ya mereka tidak 25:17 kemudian paradoks melihat 25:19 paradoks-paradoks yang tidak sesuai 25:21 dengan apa yang mereka pelajari. 25:23 H 25:23 sehingga ini nyatu nyambung. Kalau itu 25:26 dilakukan dua sisi ini, Indonesia akan 25:30 ee apa mengalami perubahan integritas 25:32 yang luar biasa. Masyaallah. Masyaallah. 25:35 Eh, luar biasa pencerahannya. 30 menit 25:38 sudah. Kalimat terakhir yang ingin 25:40 disampaikan oleh Mas Toni Rosid untuk 25:42 pendengar dari Aceh sampai Banyuwangi. 25:44 Apa nih, Mas Toni? Silakan Mas Toni. 25:47 Iya. Ee 25:49 pemirsa dan seluruh pendengar ee Rasil 25:52 di mana pun berada ee mari kita terus 25:56 bersatu kemudian melihat situasi yang 25:59 memang sedang tidak baik-baik saja. baik 26:01 itu persoalan internal ee nasional 26:04 maupun persoalan yang datang dari dunia 26:07 luar global ya itu membuat kita harus ee 26:11 saat ini ee untuk satu ee apa 26:17 membangun solidaritas yang lebih kuat 26:19 ya. Maka Indonesia itu kenapa dianggap 26:21 sebagai negara bahagia terbahagia? saya 26:24 mengkonfirmasi betul, tapi bukan karena 26:27 itu pemerintah yang membuat, tetapi 26:28 karena memang warisan nenek moyang kita 26:31 yang terus-menerus untuk membangun 26:33 solidaritas ee kita. Jadi, orang-orang 26:36 di kampung itu solidaritasnya luar 26:37 biasa. Nah, bagaimana solidaritas ini 26:40 kemudian dibangun? jangan dicederai ya, 26:42 jangan dicederai oleh ee kesalahan ya, 26:45 keteladanan-keteladanan yang tidak ee 26:48 baik untuk dilihat oleh rakyat dan 26:50 justru membuat rakyat ee berkembang 26:52 dengan ee tidak adanya integritas. Ini 26:55 menurut saya yang paling penting. Mari 26:57 kita bahagia, tetapi kebahagiaan ini 27:00 kita jaga bersama, terutama oleh mereka 27:03 yang menjadi public figure ya untuk 27:05 tidak melakukan kesalahan-kesalahan 27:07 terhadap bangsa dan negara ini. 27:09 Insyaallah. Terima kasih, Mas Toni. 27:11 Mudah-mudahan Allah memberikan 27:12 keberkahan, kesehatan, dan manfaat 27:14 banyak. Asalamualaikum warahmatullahi 27:17 wabarakatuh, Mas Toni Rosid. 27:18 Waalaikumsalam warahmatullahi 27:19 wabarakatuh.