Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 [musik] 0:10 Rasul TV 0:17 [musik] 0:22 [musik] 0:28 Bismillahirahmanirahim, Assalamualaikum 0:29 warahmatullahi wabarakatuh. 0:31 Alhamdulillah wasyukurillah wala haula 0:33 wala quwata illa billah. Asyhadu an la 0:36 ilaha illallah wahdahu la syarikalah wa 0:38 asyhadu anna Muhammadan abduhu wa 0:39 rasuluh. 0:40 Masih dipancarluaskan dari Jalan Masjid 0:42 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 0:44 Bekasi, inilah Radio Silaturahim dan 0:47 juga Rasul TV untuk Islam yang satu. 0:49 Ikhwan akhwat para pendengar Radio 0:50 Silaturahim dan juga pemirsa Rasul TV di 0:52 manapun Anda dapat menyimak siaran kami. 0:55 Bagaimana kabar Anda di siang hari ini? 0:57 Semoga kabar ikhwan akhwat di siang hari 1:01 ini masih dalam keadaan sehat walafiat. 1:03 Mudah-mudahan segala bentuk aktivitasnya 1:06 di 1:07 Rabu siang ini diberikan kelancaran oleh 1:09 Allah Subhanahu wa ta'ala. Dan tentunya 1:11 ikhwan akhwat para pendengar Radio 1:13 Silaturahim di siang hari ini kami 1:14 kembali hadir secara langsung dalam 1:16 program acara tausiah siang 1:18 edisi hari ini yaitu di hari Rabu di 1:20 tanggal 9 Muharram 1443 Hijriah 1:24 bertepatan di tanggal 18 Agustus 2021. 1:29 Dan kami menghadirkan juga untuk 1:30 narasumber kita seperti biasa di setiap 1:32 Rabu siang bersama guru kita Ustadz Ami 1:35 Nuroni. Alhamdulillah beliau telah hadir 1:37 di studio kita sapa terlebih dahulu 1:39 terlebih dahulu. Assalamualaikum 1:40 warahmatullahi wabarakatuh Pak Ustadz. 1:41 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:43 wabarakatuh. 1:44 Sehat Pak Ustadz ya di siang hari ini? 1:46 Alhamdulillah sehat walafiat. 1:48 Alhamdulillah masyaallah perjalanan 1:49 lancar Ustadz ya? 1:51 Lancar tadi di perjalanan. 1:52 sedikit mendung Ustadz ya? 1:53 Ya, sudah hampir Untuk di, Allah 1:56 turunkan hujan. 1:57 Wilayah Cileungsi masih menunggu juga 1:59 ya? Belum ya? 1:59 Masih panas. 2:00 Oh ya, masya Allah. 2:01 Baik, Ikhwan awat pendengar Radio 2:03 Silaturahim, insya Allah Ustadz Amin Nur 2:05 nyakan melanjutkan kembali pembahasan di 2:09 bagian yang ketiga yaitu dalam tema 2:11 mengembangkan potensi kebaikan diri 2:14 untuk menjadi Hizbullah sejati. 2:17 Dan tentunya kami akan membuka untuk 2:18 layanan interaktif insya Allah di segmen 2:20 yang kedua, dipersilakan bagi Ikhwan 2:22 awat eh bisa menghubungi di layanan 2:25 telepon di 0218451512, 2:28 untuk layanan WhatsApp-nya di 2:29 08111999720. 2:34 Kita buka acara kita di siang hari ini 2:35 dengan kita membaca doa tholabul ilmi, 2:37 bismillahirrahmanirrahim. 2:39 Rabbi zidni ilman, Allahumma anfa'ni 2:41 bima alamtani wa alimni ma yanfa'uni 2:44 warzuqni ilman yanfa'uni, amin. Tafadhol 2:47 Ustadz. 2:49 Bismillahirrahmanirrahim, 2:50 assalamualaikum warahmatullahi 2:52 wabarakatuh. 2:53 Waalaikumsalam warahmatullahi. 2:54 Alhamdulillah. 2:56 Alhamdulillahirobbil alamin wabihi 2:59 nasta'in ala umurid dunia waddin, 3:01 washolatu wassalamu ala asyrofil 3:03 anbiya'i wal mursalin wa ala alihi wa 3:06 ashabihi wa man tabi'ahum biihsanin ila 3:09 yaumiddin. 3:11 Para pendengar Radio Silaturahim di 3:14 manapun berada 3:16 dan pemirsa Rasio Visual yang 3:19 berbahagia, alhamdulillah 3:22 kita bersyukur kepada Allah 3:25 sampai pada hari ini satu pekan sudah 3:28 kita berada di tahun baru Hijriah 3:32 dan mudah-mudahan hari demi hari yang 3:35 kita lalui menambah kebaikan bagi diri 3:38 kita. 3:39 Kajian-kajian yang selalu kita eh yang 3:43 selalu kita 3:45 khidmat mudah-mudahan menambah ilmu 3:48 pengetahuan bagi kita 3:50 dan semuanya itu pada akhirnya mampu 3:53 meningkatkan rasa syukur kita kepada 3:55 Allah dan juga meningkatkan ketakwaan 3:58 kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 4:01 Hidup dengan selalu bersyukur dan selalu 4:04 bertakwa kepada Allah. 4:06 Karena dengan keduanya akan membuahkan 4:09 ibadah yang penuh dengan keikhlasan. 4:13 Dan dari ibadah yang penuh keikhlasan 4:15 ini efeknya akan memberikan manfaat yang 4:18 banyak berupa lahirnya akhlakul karimah 4:23 yang tumbuh pada diri dan kepribadian 4:25 kita dan harapannya bisa memberikan 4:29 contoh atau imaman bagi orang lain. 4:33 Pada kesempatan siang hari ini kita akan 4:37 melanjutkan kajian tentang men 4:40 menumbuhkembangkan potensi kesalehan 4:42 diri menuju Hizbullah sejati bagian yang 4:45 ketiga. 4:47 Dan ini memang 4:48 suatu [berdehem] hal yang harus terus 4:50 kita 4:52 harus terus kita bedah, harus terus kita 4:56 ee kaji untuk membuka, untuk menyikap 5:01 tentang betapa besarnya ras 5:06 nikmat iman yang Allah berikan pada diri 5:08 kita dan betapa banyak buah iman yang 5:11 mesti kita kembangkan karena pekan yang 5:14 lalu sudah kita baca hadisnya ternyata 5:18 keimanan itu ada buahnya, ada cabangnya 5:21 tidak kurang dari 73 kebaikan. Dari 5:25 hal-hal yang ee Allah wahyukan, kemudian 5:29 Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam 5:31 contohkan bersama para sahabat itu 5:33 semuanya adalah bagian dari buah-buah 5:36 iman. 5:37 Yang jika kita praktekkan maka akan 5:40 menumbuhkembangkan, 5:42 menumbuhsuburkan keimanan yang ada pada 5:45 diri kita dan juga akan men 5:49 menyemangati, 5:50 memotivasi diri kita untuk beramal lebih 5:53 baik. 5:54 Pada kesempatan 5:56 sore hari ini ada dua hadis yang akan 6:00 kita baca sebagai landasan kajian kita 6:04 dan ini 6:06 termasuk eh bagian apa sih? 6:08 Mengembangkan sifat pertama yang di 6:11 Allah terangkan terkait dengan Hizbullah 6:14 yuhibbuhu nahu wayuhim yuhim buhum 6:18 wayuhim buna. 6:19 Mereka yang disebut Hizbullah ada oleh 6:22 adalah orang-orang yang sangat mencintai 6:25 Allah 6:26 dan Allah pun mencintai mereka. 6:30 Hadis yang pertama 6:32 An Sufyana Ibni Abdillahi Atsaqafi qala 6:37 Qultu ya Rasulallah sallallahu alaihi 6:40 wasallam 6:42 qulli fil Islam 6:45 qulli fil Islami qaulan 6:48 la as aluhu anhu ahadan ba'daka 6:53 wafi hadisin Abi Usamah ghairaka 6:57 qala qul amantu billah fastaqim 7:02 Rawahul Bukhari wa Muslim wa Tirmidzi wa 7:04 Ibnu Majah. 7:07 Hadis ini dibawakan oleh Sufyan bin 7:10 Abdillah Atsaqafi. 7:12 Ia berkata 7:15 Qultu ya Rasulallah, saya bertanya wahai 7:18 Rasulallah sallallahu alaihi wasallam 7:21 qul katakanlah ya Rasulallah, ajarkanlah 7:24 ya Rasulallah, wasiatkanlah ya 7:26 Rasulallah li kepadaku fil Islam tentang 7:30 Islam. 7:32 Qaulan dengan suatu perkataan 7:37 la as aluhu anhu ahadan ba'dak 7:41 yang tidak akan aku tanyakan kepada 7:44 seorang pun setelah engkau. 7:47 Dalam dalam hadis yang lain riwayat dari 7:50 Abi Usamah 7:52 ee disebutkan la as'aluhu anhu ahadan 7:55 ghairuka 7:57 di mana aku tidak akan tanyakan kepada 7:59 seorang pun selain engkau. 8:02 Qala, maka kemudian Rasulullah 8:05 sallallahu alaihi wasallam bersabda 8:08 ee memerintahkan kepada penanya Sufyan 8:12 bin Abdillah As-Saqafi katakanlah qul, 8:16 katakanlah oleh Anda amantu billah. 8:19 Aku telah beriman kepada Allah fastaqim 8:23 maka kemudian istikamahlah kalian. 8:27 Ini hadis yang pertama. 8:29 Qadi Iyad 8:31 seorang ulama ahli hadis 8:34 yang menyebutkan bahwa hadis ini 8:36 termasuk untaian kata hikmah dari Nabi 8:39 sallallahu alaihi wasallam yang 8:39 sempurna. 8:41 [menghela napas] 8:43 Kemudian Imam An-Nawawi dalam syarah 8:46 Muslimnya menyebutkan makna amantu 8:49 billah fastaqim. Katakanlah olehmu 8:52 aku beriman kepada Allah, maka 8:54 istikamahlah. Istikamah yaitu mereka 8:57 mentauhidkan Allah. 8:59 Jadi perintah istikamah setelah ia 9:01 menyatakan amantu 9:03 dengan asyhadu alla ilaha illallah wa 9:06 asyhadu anna 9:08 Artinya ia mentauhidkan Allah. 9:11 Maka kemudian ia istikamah 9:13 konsisten 9:15 pada tauhid 9:17 dan terus konsisten dalam menjalankan 9:20 apa yang Allah perintahkan. 9:23 Hingga kemudian meninggal dalam kondisi 9:25 tersebut. 9:27 Ini pendapat mayoritas ahli ahli hadis. 9:32 Jadi kalimat qul amantu billah fastaqim. 9:36 Jadi 9:37 ketika Anda sudah bertauhid, 9:39 mentauhidkan Allah, maka istikamahlah 9:42 dalam tauhid Anda. 9:44 Istikamahlah dalam 9:46 tauhid Anda sampai menghadap Allah 9:49 subhanahu wa taala. Ini yang dimaksud 9:50 dengan tadi. 9:52 Jadi, kalau orang sudah mengatakan 9:55 kalimat tauhid, mengucapkan kalimat 9:57 tauhid, ia sudah berikrar, beriman 9:59 kepada Allah, 10:01 kemudian ia tetap dalam keimanan, ia 10:03 dalam tauhidnya, dalam akidahnya sampai 10:07 mati, inilah makna istikamah yang benar. 10:12 Ustaz Abu Qasim Al-Qusyairi berkata, 10:14 "Istikamah adalah suatu tingkatan yang 10:17 dengannya dapat diraih kesempurnaan 10:19 segala perkara." 10:20 Nah, ini dia mengomentari kenapa 10:23 Rasul sangat pendek nasihatnya. 10:26 Tak, imanlah kemudian istikamah. Nah, 10:29 karena istikamah itu 10:31 sesuatu yang berproses secara 10:33 terus-menerus. 10:36 Dan orang yang istikamah dapat meraih 10:38 kesempurnaan segala perkara. 10:41 Jadi, istikamah. 10:43 Jadi, orang istikamah itu orang-orang 10:45 yang akan mendapatkan hikmah 10:47 dari apa? Dari kebaikan yang ia isti, 10:50 istikamahkan. 10:52 Maka di sini Ustaz Abu Qasim Al-Qusyairi 10:54 menyebutkan suatu tingkatan yang 10:56 dengannya dapat diraih kesempurnaan 10:58 segala perkara. 10:59 Dan dengannya ia dapat meraih segala 11:02 kebaikan. Subhanallah. Jadi, 11:05 jadi 11:07 ee syariat Islam itu akan berdampak 11:11 kebaikan yang panjang, yang banyak, yang 11:13 terus-menerus seiring dengan 11:15 keistikamahan dia. 11:17 Apa pun itu kebaikan yang dia ker, 11:20 kerjakan. Subhanallah. Jadi, penting 11:22 sekali. Maka, 11:23 betul tadi yang menurut ee Qadi Iyad 11:26 bahwa ini nasihat yang luar biasa dari 11:28 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 11:31 Jadi, katanya tidak banyak, tapi 11:34 masyaallah 11:35 konsekuensi kalimat itu memang berat, 11:39 tapi juga dampak dari pelaksanaan 11:42 nasehat wasiat Rasulullah untuk kita 11:45 istikamah dalam keimanan, istikamah 11:47 dalam tauhid itu memberikan dampak yang 11:50 sangat luar biasa. 11:52 Nah, makanya 11:54 ee tadi disebutkan merupakan 11:55 kesempurnaan. Jadi, tidak ada yang dapat 11:58 istikamah kecuali orang-orang yang 12:00 besar. 12:01 Nah, jadi 12:03 ini menjadi apa? Ini menurut Imam 12:05 An-Nawawi. Jadi, 12:07 betapa pentingnya istikamah ini. 12:10 Karena apa? Ya, karena memang tanda 12:12 orang besar itu dilihat dari 12:14 keistikamahannya. Nah, tentu tanda kutip 12:18 ya besarnya itu. 12:20 Ya kan, bisa saja seseorang itu besar di 12:23 hadapan Allah ketakwaannya dan tidak 12:25 nampak pada orang-orang lain, gitu ya. 12:28 Nah, makanya Nah, jadi orang-orang yang 12:31 besar itu hakikatnya adalah orang-orang 12:33 yang istikamah dalam kebaikan. Orang 12:35 yang istikamah dalam kebaikan. 12:37 Karena istikamah adalah meninggalkan 12:39 rutinitas, 12:41 menjauhi hal-hal yang formalitas. 12:45 Ya kan, dan adat tradisi serta berdiri 12:47 di hadapan Allah di atas hakikat 12:49 kebenaran. Itu istikamah. 12:51 Jadi, apa sih sebenarnya yang melandasi 12:54 orang itu istikamah? 12:57 Tentu tidak hanya ilmu yang ia miliki, 13:01 tapi juga karena ee makrifatnya, 13:05 karena keimanannya kepada Allah 13:06 subhanahu wa taala. 13:09 Ia tidak 13:10 terbatasi oleh situasi dan kondisi, 13:13 tidak terikat dengan waktu dan zaman. 13:16 Kenapa? Karena kebaikan pada dirinya itu 13:19 dasarnya, hakikatnya karena iman kepada 13:23 Allah subhanahu wa taala. Maka, 13:26 orang-orang yang besar itu orang-orang 13:27 yang istikamah, iya kan? Bukan orang 13:30 yang beramal besar tapi kadang-kadang, 13:32 nah itu juga belum belum tentu itu 13:34 karakter orang yang besar. 13:36 Jadi, orang yang besar itu justru 13:38 orang-orang yang istikamah dalam 13:39 kebaikan. Masya Allah. Ya, nyatanya 13:42 memang begitu, ya. 13:43 Coba sederhana saja, Mas siapa nih? 13:46 Ondi. 13:46 Mas Ondi, seumpama, ya. 13:48 Eee, membiasakan saja setiap hari baca 13:51 buku lima buku, lima halaman saja. 13:54 Enggak usah 10 halaman, 13:56 lima halaman. 13:57 Nah, itu nanti akan mendapatkan ilmu 14:00 yang banyak. Terasanya itu nanti 14:03 tidak hanya nanti membaca ilmunya saja. 14:06 Yang mendatangkan kepada kebaikan. 14:08 Jadi, rutinitas yang tadinya penuh 14:11 dengan keterpaksaan itu menjadi satu 14:13 kesenangan, habit, kebiasaan. 14:16 Itu belum pada manfaat dia membaca. Nah. 14:20 Jadi, selama ini yang berat sebenarnya 14:22 istikamahnya, 14:23 Coba orang sudah, bayangkan Mas Anis 14:26 seumpama di pesantren. 14:28 Anak-anak MI seumpama. 14:30 Dibiasakan setiap hari 14:32 setengah juz saja. Nah, berarti kan 14:35 satu, dua bulan khatam. 14:37 Dua bulan khatam. 14:38 Di saat dia masih jernih pikirannya, 14:42 gitu kan? Masih bersih hatinya, coba 14:45 baca setengah juz dibiasakan terus, 14:47 masya Allah. Itu akan menjadi hafiz. 14:50 Ya, setidak-tidaknya itu lisannya, gitu 14:53 kan? Pandangannya, hatinya, pikirannya 14:56 itu akan terwarnai. 14:58 Ada isar, ada pengaruh dari 15:00 kebiasaannya. 15:01 Ini memang masya Allah. Jadi, betul 15:04 Rasul nasihatnya pendek sekali. 15:06 Ya, amantu billah sumastaqim. 15:09 Karena memang istikamah itu hanya 15:11 orang-orang yang besar. 15:13 Hanya orang-orang yang bisa melaksanakan 15:15 orang yang yang besar. Oleh karena itu 15:17 coba kita istikamah. 15:19 Istikamah dalam kebaikan. 15:21 Semua kebaikan tadi ya cabangnya 73. 15:24 Taruhlah kita bisa membiasakan hal yang 15:27 baik saja 3 4 5 di samping yang wajib. 15:30 Wah, luar biasa itu. 15:32 Subhanallah. 15:34 Kalimat seumpama hasbunallah wanikmal 15:36 wakil nikmal maula wanikmal nasir la 15:39 haula wala quwata illa billah, tapi 15:41 rutin. 15:42 Kita baca 10 hari kali pagi hari, 10 15:45 kali sore hari, gitu kan? Masya Allah. 15:47 Nanti lama-lama bukan hanya itu, eh mau 15:50 salat zuhur terdengar terdengar azan 15:52 gitu kan, berangkat ngapain di jalan? 15:54 Nah, sudah hasbunallah wanikmal wakil 15:56 nikmal. Karena kebiasaan habit itu itu 15:59 akan masya Allah. 16:01 Jadi akan indah pada dirinya ya. Indah 16:03 ending-nya juga. Subhanallah. Jadi 16:06 contoh begitu. 16:07 Nah, semuanya nih Mas Anis semuanya. 16:10 Paling enak itu namanya hukum Islam itu 16:13 baca apa? Nanya nanya. 16:15 Karena nanya itu enggak usah susah. Apa 16:17 hukumnya salat? Iya kan? Masya Allah 16:20 gitu kan. Apa hukumnya? Macam-macam itu. 16:22 Tapi kalau baca malas, apalagi hadis. 16:25 Nah, coba kita 16:27 siapkan tuh buku besar tentang hadis. 16:29 Sekarang kan luar biasa. 16:31 Iya kan? Nah, hal yang mesti dikaji oleh 16:34 umat Islam. 16:35 Apa itu? Karena ketika muncul buku buku 16:39 fenomenal seumpama fikih Islam Dr. 16:42 Wahbah Al 16:44 Zuhaili. Dia punya buku luar biasa 16:46 sebanyak 10 jilid. Nah, tentang masalah 16:49 salat, zakat, puasa, haji hanya satu 16:51 setengah jilid. Nah, yang lain tuh 16:53 bicara apa? Bicara muamalah, iya kan? 16:56 Bicara tentang apa? Bicara tentang 16:58 hudud, bicara tentang apa lagi? 17:00 Perdagangan, bicara tentang Masya Allah 17:02 masih banyak ilmu yang belum kita bedah. 17:05 Nah, sudah bismillah ya, niatkan karena 17:07 Allah. Innamal a'malu bin binniat. Apa? 17:11 Saya ingin istikamah nih, minimal satu 17:13 tahun selesai ini buku Wahbah Al 17:16 Zuhaili. Wah, tentang fikih Islamiyah. 17:19 Jadi yang mahal itu bukan masalah 17:21 selesainya. 17:22 Ya kan, targetnya. Yang mahal itu tadi. 17:25 Bagaimana dia meniatkan untuk membaca 17:28 secara isti- qamah. Nah, lima halaman 17:32 setiap hari. Masyaallah. Loh kalau nanti 17:34 sudah biasa membaca, lima halaman itu 17:37 sangat kecil. 17:38 Sebentar saja, masyaallah. 17:41 Jadi itulah kira-kira keistiqamahan itu 17:43 kalau dalam sisi belajar. Atau baca 17:45 Quran, istiqamah saja, masyaallah. Jadi 17:48 mau teori, teori tajwid, teori tahsin, 17:51 teori apa gitu kan. Pada intinya juga 17:54 membiasakan. 17:56 Pembiasaan. 17:57 Lidah di situ akan terbiasa. Baca Quran 17:59 itu kelihatan ini orang yang kelihatan 18:01 ini pintar baca Quran tapi kayaknya 18:03 mungkin jarang murajaah sehingga 18:05 kayaknya berat itu. Tapi kalau yang 18:07 biasa murajaah insyaallah ringan 18:08 kelihatan di lidahnya, di lisannya, di 18:10 suaranya. Memang membiasakan begitu, 18:13 masyaallah. 18:14 Atau mungkin lagi, saya ingin menjadi 18:16 orang yang salehlah. Kriteria orang 18:18 saleh itu tahajud malam. Masyaallah. 18:20 Jadi dia programkan betul. 18:23 Sampai dia baca hadis tentang Rasul 18:24 bagaimana sih salat malamnya Rasulullah. 18:27 Bagaimana kalau Rasulullah mungkin 18:29 pernah kesiangan kemudian sampai diqada 18:31 pada pagi harinya, subhanallah. Nah kan, 18:34 pertama memang penuh keterpaksaan. Ini 18:37 proses, proses menuju keistiqamahan. 18:40 Masyaallah. Tapi setelah sudah berjalan 18:42 lama, nah masyaallah. Tapi nah yang 18:45 demikian itu hanya untuk orang-orang 18:46 yang besar. 18:48 Orang-orang yang besar. Makanya perlu 18:50 kita ingin menjadi hamba Allah yang 18:52 punya potensi, punya nilai yang besar di 18:55 hadapan Allah subhanahu wa taala. Dengan 18:58 apa? Istiqamah dalam kebai- kebaikan. 19:01 Ini hadis yang pertama. Ini saya belum 19:03 menjelaskan tentang kaitannya tadi 19:05 tentang istiqamah. 19:07 Hadis yang kedua. 19:09 Ini bab tentang tadi keutamaan ilmu 19:13 dan mengajarkannya, kemudian juga hadis 19:16 tentang bagaimana perumpamaan 19:18 orang-orang yang tadi yang istikamah 19:21 mengamalkan ilmu. 19:22 An Abi Musa, dari Abi Musa 19:26 Anin Nabi sallallahu alaihi wasallam 19:28 dari Nabi sallallahu alaihi wasallam 19:29 qala 19:31 ia berkata 19:33 masalu perumpamaan 19:35 ma baats ya ma baatsani Allahu bihi 19:39 minal huda wal ilm 19:42 perumpamaan 19:44 apa yang Allah wahyukan kepadaku 19:48 dari petunjuk dan ilmu kamasalil 19:50 ghaitsil katsir 19:52 seperti hujan yang lebat ashobal ard 19:56 yang menimpa bumi atau yang menyirami 19:59 bumi 20:00 jadi perumpamaan wahyu 20:03 risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad 20:05 sallallahu alaihi wasallam 20:08 yang itu adalah petunjuk yang itu adalah 20:11 ilmu 20:12 nah perumpamaannya seperti hujan lebat 20:15 yang menyirami bu bumi, masyaallah jadi 20:19 apalagi hujan yang lebat ini 20:22 di alam kehidupan dunia secara fitrah 20:26 merupakan sesuatu yang ditunggu oleh 20:29 manusia 20:31 coba kemarau panjang 20:33 kemudian semua orang berharap hujan 20:36 nah ketika hujan turun pasti gembira 20:38 sekali, nah itu loh, masyaallah 20:41 jadi perumpamaan yang Allah berikan 20:44 terhadap wahyu yang diturunkan kepada 20:46 Nabi Muhammad berupa petunjuk dan ilmu 20:49 itu seperti hujan yang menyirami 20:52 bumi 20:53 artinya kalau wahyu itu Allah turunkan 20:55 kepada manusia, manusia itu diibaratkan 20:58 seperti bumi, seperti permukaan tanah 21:01 nah masyaallah 21:03 jadi permukaan tanah yang yang tentu 21:06 berbeda-beda 21:08 Ada yang subur, ada yang tidak. Nah, 21:11 bagaimana? Fakana minha naqiyah. 21:15 Dari permukaan bumi itu ada sebidang 21:19 tanah yang subur, naqiyah. 21:21 Sebidang tanah yang subur. Qabilatil ma, 21:25 tanah yang subur itu ditandai dengan 21:27 apa? Dengan tekstur tanah yang mudah 21:31 menyerap air. 21:33 Bisa menyimpan air dan menyerap air. 21:36 Nah, turunnya hujan kepada tanah ini 21:40 sangat, masyaallah, sangat memberikan 21:43 banyak manfaat. 21:45 Sehingga apa? 21:46 Fa ambatatil 21:48 kala. 21:49 Dengan air hujan yang menyirami tanah 21:52 yang subur itu, maka setelah itu akan 21:57 tumbuh al kala, pepohonan. 22:00 Ya kan? Biji-bijian yang tertimbun di 22:03 tanah yang subur itu dengan air yang 22:07 menyiraminya, kemudian akan menjadi 22:10 tetumbuhan, kala. Masyaallah. Jadi ini 22:13 ibaratnya orang yang beriman. Jadi orang 22:16 yang beriman seperti tanah yang subur, 22:20 masyaallah. Dia ketika membaca ayat 22:24 tadi, masyaallah, mendapatkan hidayah, 22:26 mendapatkan siraman. 22:29 Sehingga semangat beramal, semangat 22:32 beramal. 22:33 Fa ambatatil kala. 22:34 Wal usba, tidak hanya wal usbu, tidak 22:37 hanya pepohonan yang tumbuh, tapi 22:39 rerumputan juga tumbuh subur. Al kasir 22:43 yang banyak, masyaallah. 22:45 Wakanat minha, nah, ada pula di di bumi 22:50 itu, minha, tanah yang dataran yang 22:53 ajadib. Ajadbun. 22:57 Tanah yang tandus, tanah yang gersang. 23:01 Amsakatil ma, 23:04 tapi tanah ini masih bisa menerima 23:07 turunnya air hujan, masih bisa menam- 23:09 menampung air hujan. 23:12 Nah, tanah yang keras, tanah yang 23:14 tandus. 23:15 Nah, fanafaallahu bihannas, tapi tanah 23:19 ini meskipun dia tandus, dia masih bisa 23:23 menyimpan air. Masih bisa menjadi apa? 23:27 Menjadi tempat air bersemayam padanya. 23:31 Fanafaallahu bihannas, maka air yang 23:35 terkumpul di tanah yang keras itu masih 23:38 bisa memberikan manfaat bagi manusia. 23:42 Fasyarobu, 23:44 dengan air itu manusia minum. 23:47 Wasakau, dengan air itu manusia eh 23:51 wasakau, menyirami tanah. 23:53 Wazarou, dengan eh dengan air yang 23:57 tergenang di atas batu yang keras itu 23:59 juga manusia bisa menyirami 24:01 tanam-tanamannya. 24:03 Nah, itu ajadib. 24:05 Jadi, ada ya jiwa manusia itu yang 24:08 sifatnya tadi seperti ajadib. Nah, 24:11 kalau yang pertama seperti naqiyah, 24:13 tanah yang yang subur, masya Allah, 24:15 semangat dia mencari kebenaran, mencari 24:18 ilmu. 24:19 Kemudian semangat juga pada dirinya itu 24:21 tadi menumbuhkembangkan ilmu yang ada. 24:24 Makanya tadi seperti tanah yang setelah 24:27 tersiram hujan tumbuh di atasnya 24:30 pepohonan dan rerumputan. Artinya, 24:34 ilmu, artinya Alquran, artinya kebenaran 24:39 yang Allah berikan 24:40 dari risalah yang Allah ba- yang 24:43 Rasulullah bawa itu menumbuhkan amal 24:45 kebaikan pada dirinya, gitu kan? Menjadi 24:48 pribadi yang berakhlak, bermanfaat bagi 24:51 orang lain. Menjadi pribadi yang 24:54 menjalankan kebaikan-kebaikan, 24:57 sehingga apa? Tidak hanya dirinya yang 24:59 baik, tapi bisa memberikan kebaikan bagi 25:01 orang-orang lain. Masya Allah. Jadi itu 25:04 tanah yang subur. Nah, ini kan kita juga 25:06 berharap bagaimana eh kita dalam proses 25:12 mencari ilmu, taklim, baik melalui media 25:15 online, media offline, semuanya itu kan 25:17 dalam rangka apa? Menggali ilmu. Dan 25:20 ilmu itu kita harapkan menjadi apa? Mem 25:23 menjadi penggerak tumbuhnya 25:26 perbaikan-perbaikan pada diri kita. 25:28 Ucapan yang tadinya tidak baik, dengan 25:30 kita belajar menjadi baik. 25:33 Sikap kita yang kasar, kemudian dengan 25:35 kita belajar wahyu, belajar ilmu, 25:37 menggali petunjuk Allah, menjadi hati 25:40 yang lem yang lembut. Begitu. Yang 25:42 tadinya kita pribadi yang tidak 25:44 dipercaya orang, sering berdusta, sering 25:46 berbohong, itu menjadi orang-orang yang 25:49 takut kepada Allah, sehingga 25:51 takutnya itu menghalangi dia dari 25:53 berbuat maksiat. Dia jujur dan 25:55 seterusnya dan seterusnya. Yang tadinya 25:58 dia menjadi suami yang mungkin belum 26:00 menjadi bisa menjadi teladan bagi 26:02 keluarganya, kemudian menjadi suami yang 26:05 mampu mengajak, membimbing, mengarahkan, 26:08 bahkan menjadi contoh bagi istri dan 26:11 anak-anaknya. Nah, ini namanya tadi. 26:14 Masya Allah, naqiyah namanya. Tanah yang 26:17 subur. Nah, masya Allah, ini manfaatnya 26:19 besar. 26:21 Maka supaya tanah itu semakin menjadi 26:23 subur, nah, tadi istikamah. Dapat ilmu, 26:27 laksanakan, amalkan, kemudian istikamah 26:30 dalam menjalankan. Begitu, naqiyah. 26:33 Nah, yang kedua ajadib. Nah, 26:36 ini juga termasuk masih bermanfaat. 26:39 Artinya apa? Dia senang loh mencari 26:41 ilmu, dia senang membaca, ya kan? Dia 26:44 senang anu kajian-kajian, dia senang 26:46 apalagi diskusi-diskusi, 26:48 dia senang seminar-seminar, ya kan? Jadi 26:51 jiwanya saja sudah dengan apa? Dengan 26:53 dengan keilmuan itu 26:55 bahagia dia, senang dia. Nah, namun 26:58 memang ada kelemahannya ajadib ini. 27:01 Ajadib ini hanya senang mencari ilmu. 27:04 Tapi dia tidak apa? Tidak membiasakan 27:08 dirinya mewujudkan ilmu itu dalam 27:10 perubahan kebaikan pada dirinya. 27:13 Tapi dia bisa memberikan ilmu itu 27:17 manfaat itu kepada orang orang lain. 27:19 Masya Allah, ini juga masih fanafa 27:21 annas, fanafa Allahu biha annas. Allah 27:24 memberikan 27:26 tipe orang semacam ini manfaat bagi 27:29 manusi manusia. 27:31 Nah, kalau tadi ibaratnya air, nah air 27:34 yang dia punya itu bisa untuk orang yang 27:37 sedang kehausan. 27:39 Air yang dia punya bisa untuk menjadikan 27:42 apa? Menjadikan orang berusaha. 27:45 Kan begitu kira-kira. Namanya tadi 27:47 disebut di situ ee wajarau wasa kau juga 27:51 disebut. Jadi, bisa saja untuk bertani, 27:53 masya Allah. Kan banyak yang semacam 27:56 ini, orang-orang punya wawasan yang 27:58 luas, orang punya apa? Punya ee sebagai 28:00 motivasi, dia bisa mendorong orang 28:03 berkreatif, berinovasi, ya kan? Kemudian 28:06 bisa orang potensi kebaikannya 28:08 berkembang, akhlaknya berkembang, dia 28:10 menjadi orang yang bisa menjadi panutan. 28:13 Waduh, penjelasannya mudah, tapi dia 28:15 sendiri kadang-kadang abai terhadap ilmu 28:17 yang dia dapatkan, masya Allah. Nah, ini 28:20 ini bentuk tanah, ya kan? Namanya tadi 28:23 indah sekali ini Rasulullah memberikan 28:24 apa? Perumpamaan. 28:26 Yang pertama tadi apa, Mas Anis? 28:28 Naqiyah, tanah yang subur. 28:30 Yang kedua ajadib, tanah gersang, tapi 28:33 dia masih bisa memberi manfaat bagi 28:35 orang orang lain. Nah, maka ketika kita 28:39 istikamah dalam kebaikan, itu 28:41 sesungguhnya kita mengembangkan potensi 28:43 diri untuk posisi naqiyah tadi. 28:46 Naqiyah apa? Menjadi tanah yang subur 28:49 bagi kebaikan-kebaikan yang Allah perin 28:51 perintahkan. Masya Allah. Menjadi tanah 28:54 yang subur bagi tumbuh kembangnya apa? 28:57 Nilai-nilai ketakwaan pada diri diri 28:59 kita. Subhanallah. Makanya istikamah itu 29:01 perlu. Apa? Untuk apa? Nah, menurut 29:04 hadis ini jelas artinya untuk apa? Untuk 29:06 menumbuhkembangkan 29:08 potensi yang baik bukan bagi orang lain 29:11 tapi dirinya utamanya qu anfusakum. Baru 29:13 kemudian untuk orang orang lain. 29:17 Ya, kita lanjut. Wa saubat minha 29:20 toifatun ukhra. 29:22 Dan ada juga, ada lagi 29:24 tipe tanah 29:26 tipe orang, tipe manusia yang lain 29:29 innama hiya qi'an. 29:31 Dia itu adalah batu licin yang keras. 29:34 Nah, 29:35 jadi tanah ini permukaannya bentuknya 29:37 batu keras tapi licin. Nah, kan? 29:41 Masya Allah. La tumsiku ma. 29:43 Turun hujan menimpanya baik itu lebat 29:46 maupun tidak lebat, semuanya itu 29:48 kemudian la tumsik. Tanah ini tidak 29:51 mampu untuk menyimpannya apalagi 29:53 menyerapnya. Menyimpannya saja tidak 29:56 mau, eh tidak mampu apalagi menyerapnya. 29:59 Nah, ini mungkin ya 30:01 ya apa? Kelompok orang yang masya Allah 30:04 belajar malas 30:06 beramal malas. Kan gitu kira-kira. 30:08 Membaca malas apalagi mengamalkannya 30:11 malas gitu kan. Jadi masya Allah. 30:14 Ini kebenaran kebaikan terus 30:16 dikumandangkan, disampaikan. Masya 30:18 Allah. Apalagi kalau ngelihat siapa yang 30:20 menyampaikan Rasul. Walladzi ba'atsa fil 30:23 ummiyyina rasulan yatslu. Nabi 30:25 menjelaskannya dengan penuh 30:27 kelemahlembutan. 30:28 Yatslu alaihim ayat. Wayuzakkihim tidak 30:31 hanya tidak hanya membacakan, 30:33 menerangkan ya ilmu, wahyu, kebenaran 30:37 itu dengan gamblang tapi juga keinginan 30:41 baik Nabi dengan penuh kasih sayang 30:43 yuzakihim ingin membersihkan orang 30:45 mensucikan orang 30:47 kemudian membuat dia baik di mata Allah 30:50 yang semuanya itu kepentingannya tidak 30:52 untuk Nabi untuk dia sendiri 30:55 masya 30:57 Nabi menganggapnya masya Allah dengan 31:00 penuh kasih kasih sayang hubungan nasab 31:02 tidak ada kepentingan ekonomi juga tidak 31:05 ada yang ada ada pada dirinya dia sangat 31:09 sayang sangat cinta kepada manusia 31:12 supaya mau mengikuti kebenaran demi 31:14 keselamatan dirinya wa yuzakihim wa 31:16 yu'allimuhumul kitaba wal hikmah 31:18 kemudian menuntun untuk bisa memahami 31:20 makna hidup ini loh guidance hidup way 31:23 of life yang kalau kita pegang kita 31:27 konsisten melaksanakannya itu akan 31:30 memberikan kemaslahatan dunia dan 31:32 akhirat masya Allah nah ini ada yang 31:35 bentuk ki'an laa tumsikuma 31:37 walaa tunbitul kalaa nah jangankan 31:41 menyerap menyimpan saja tidak 31:44 walaa tunbitul kalaa boro-boro dia akan 31:46 menyimpan atau boro-boro apalagi akan 31:49 tumbuh di atas batu licin ini 31:52 alkalaa pepohonan 31:55 fadzalika mislu man faqih fiddinillah 31:58 demikian itu adalah perumpamaan 32:02 bagi orang yang Allah beri kefahaman 32:04 tentang agama masya Allah makanya 32:06 disebut dalam hadis yang lain tuh ya man 32:09 siapa yang Allah kehendaki kebaikan 32:12 yufaqqihu fiddin maka Allah akan berikan 32:14 kefahaman tentang agama masya Allah nah 32:17 jadi kan luar biasa ini 32:20 nah 32:20 wanafa'ahum maba'atsiyannallahu bihi 32:23 fa'alima wa'allama 32:25 dan manfaat wanafa'ahu dia akan dan 32:28 Allah akan memberikan kemanfaatan 32:31 terhadap apa yang dibawa oleh Nabi Nabi 32:34 ini dengan alima memahaminya wa'allama 32:37 dan mengajarkannya 32:40 Wa masalu mal, wa masalu man lam yarfa 32:42 bi zalika ra'san, falam yakbal hudallahi 32:46 ladzi ursiltu bihi rawahul Bukhari. 32:50 Nah, ini hadis yang kedua. 32:52 Jadi, 32:53 Rasul sallallahu alaihi wasallam 32:55 menggambarkan wahyu yang berisi petunjuk 32:59 dan ilmu itu akan diterima oleh beberapa 33:04 prototipe manusia. 33:06 Yang pertama adalah prototipe manusia 33:10 yang diibaratkan seperti naqiyah, yang 33:13 kedua prototipe manusia yang diibaratkan 33:16 seperti ajadib, yang ketiga prototipe 33:20 manusia yang diperumpamakan dengan qian. 33:24 Nah, inilah prototipe yang jelas. Oleh 33:27 karena itu, ayo kita menggali potensi 33:31 diri untuk bisa tumbuh berkembang 33:33 menjadi hizbullah hizbullah yang sejati. 33:37 Jadikanlah diri kita ini hamba-hamba 33:39 Allah yang diibaratkan seperti tanah 33:41 yang subur, ya kan? Senang dengan 33:44 kebaikan, 33:45 senang dengan ilmu, senang dengan wahyu, 33:48 dengan Islam, dengan syariat Islam. 33:50 Jadi, semangat itu, masya Allah. 33:53 Ya, beramal, beramal, beramal dan 33:55 seterusnya. Nah, ini hadis yang kedua 33:58 menguatkan tentang hadis yang pertama 34:00 tadi. Apa? Istiqamah. 34:02 Nah, yang sudah sedikit dibahas. Apa itu 34:05 istiqamah? Istimrar. 34:07 Artinya terus menerus, ya. 34:10 Ya kan, istimrar. 34:12 Kalau dalam bahasa Jawanya ajeg. Nah, 34:16 jadi dawam kalau bahasa Arabnya. 34:18 Mudawamah, kontinu terus menerus gitu. 34:21 Nah, juga bisa juga dinamakan lazim, 34:24 mulazamah. 34:26 Jadi, mulazamah itu memang membiasakan, 34:28 membiasakan terus. Nah, Nah, istiqamah. 34:31 Nah, makanya tadi istikamah disebutkan 34:34 oleh ahli tafsir tadi ahli ahli salah 34:36 hadis tadi ahli hadis menyebutkan sampai 34:38 hari kiamat. Wa'bud rabbaka hatta 34:41 ya'tiyakal yakin. Hendaklah Anda dalam 34:44 beribadah kepada Allah itu tidak 34:46 dibatasi dengan kondisional. Tapi 34:49 batasnya hatta ya'tiyakal yakin sampai 34:52 Anda mati. 34:54 Sampai Anda menghadap Allah subhanahu wa 34:56 taala. Nah, itulah pentingnya istikamah. 34:59 Jadi kalau ada ya seringkali kita memang 35:02 ya terjerembab dalam istikamah yang 35:04 bersifat kondisional gitu ya, bersifat 35:07 kondisional saja. Eee seumpama menangis 35:10 tersedu-sedu. Kemudian bertobat kepada 35:13 Allah dalam kondisi kita sedang tertimpa 35:16 musibah. Dalam kondisi kita sedang 35:19 diuji oleh Allah berupa sakit, ya kan? 35:22 Masya Allah semangat ibadah. Dalam diuji 35:25 ketika orang-orang yang kita cintai 35:28 diambil oleh Allah subhanahu wa taala. 35:30 Jadi kayaknya saat-saat itu hati kita 35:32 sedang lemah. 35:34 Hati kita sedang luluh. Dan kita sedang 35:37 butuh apa tadi? 35:38 Butuh sandaran untuk menguatkan hati 35:41 kita yang rapuh, ya kan? Jiwa kita yang 35:43 lemah. 35:45 Maka secara fitrah 35:46 kita dibawa kepada situasi pasrah. 35:50 Tunduk patuh. Penuh dengan hati yang 35:53 kosong untuk disucikan dan dikuatkan 35:56 dengan Allah, dengan akidah, dengan 35:59 iman. 36:00 Namun kadang-kadang ini tidak bisa 36:02 bertahan lama, hahaha kan? Tidak bisa 36:04 bertahan lama. Oh, berarti kita belum 36:06 mampu isti istikamah, begitu kira-kira. 36:10 Subhanallah. 36:11 Ya kan? 36:12 Eee seumpama begitu. 36:14 Senang ke masjid karena lagi apa? Wuih, 36:17 ini lagi banyak order jadi senang ke 36:19 masjid. Bisnisnya lagi maju, nah. Begitu 36:23 nanti tambah maju tambah maju, wah 36:25 enggak sempat lagi ke masjid. Nah, 36:26 namanya istikamah yang kondisional. 36:30 Yang kita bisa melakukan kebaikan itu, 36:32 tapi masih belum seperti yang diharapkan 36:35 dalam syariat. Nah, seperti yang 36:37 disyaratkan oleh nabi tadi. Summa 36:39 staqim, sampai hari hari kiamat, sampai 36:41 kita meninggal. Masyaallah, jadi begitu. 36:44 Baca Quran juga, belum mampu istikamah 36:47 setiap hari. Makanya tadi itu, 36:49 masyaallah. Belajar istikamah mahal. 36:51 Nah, tapi kalau semuanya target seminggu 36:54 sebulan, insyaallah banyak yang lulus. 36:57 Iya kan? Baca apa, baca Quran ketika 37:00 Ramadan. Nah, itu kan istikamah. 37:02 Targetnya apa? Khatam. Nah. 37:05 Hari ini lewat, besok di besok di apa? 37:08 Besok dirapel, iya kan? Yang penting 37:10 begitu selesai Ramadan, selesai baca 37:14 Quran. 37:15 Iya begitu Syawal, istirahat. Nah, ini 37:17 namanya istikamah kondisional. Istikamah 37:20 secara bahasa, belum kepada secara 37:23 syar'i. Ini juga sudah bagus. Nah, tapi 37:27 kan mungkin belum. Iya kan? Nah, jadi 37:29 kan kondisional, iya kan? 37:31 Jadi, sering salat berjamaah. Kenapa kok 37:34 sering salat berjamaah? Lagi nunggu 37:36 panggilan. Nah, artinya belum kerja gitu 37:38 ya. 37:39 Nanti begitu sudah kerja, sibuk, sudah 37:42 berjamaahnya ya. Ditanya, "Kok subuh 37:44 ini?" "Habis kalau subuh siap-siap 37:45 berangkat." Nah. Biasanya Isya, suka ini 37:48 ya, "Isya capek baru datang." Nah, jadi 37:50 kapan tuh kan? Nah, itu namanya 37:52 istikamah tadi. Walaupun menit 37:55 nganggurnya panjang, tapi tetap 37:57 kondisional. 2 bulan, 3 bulan dia 38:00 nganggur, rajin ke masjid. Tapi setelah 38:02 itu, nah istirahat. Kan gitu kira-kira. 38:05 [tertawa] 38:06 Ini namanya istikamah masih secara 38:08 bahasa, 38:09 subhanallah. 38:10 Ini belum kalau kita apa, pahami. Apa 38:13 manfaat istikamah? Wah, luar biasa. 38:16 Allah menyebutkannya itu, di dunia kalau 38:19 kita buka versi surat apa, perspektif 38:22 surat eh Fussilat ayat 30, masyaallah. 38:26 Allah akan berikan betul, tadi menurut 38:30 Al Husairi disebutkan memang ya 38:32 istikamah itu perilaku orang-orang hebat 38:35 kok. 38:36 Perilaku orang-orang besar kok 38:37 istikamah, ya gitu ya. 38:39 Nah, Mas siapa tadi? 38:40 Ondi. 38:40 Mas Ondi seumpama pengin sehat, lho 38:43 sehat itu bukan waktu yang pendek. Sehat 38:46 itu proses waktu yang panjang. 38:48 Pertama tadi dia bisa mengatur makan, ya 38:51 kan. Boleh mana makan jangan berlebihan, 38:54 boleh minum jangan berlebihan. Lho itu 38:56 mengatur pola makan saja itu sudah 38:58 merupakan nanti istikamah itu hikmahnya. 39:01 Nah, panjang kan. 39:03 Coba saya seperti lagi yang di sini yang 39:05 kurus yang gemuk, nah jalan kaki. Nah, 39:08 yang mahal itu istikamahnya bukan jalan 39:10 kakinya. 39:11 Ya, artinya yang mahal itu bukan jalan 39:13 kaki sehari dua kali sekilo dua kilo 39:16 dalam sehari, tapi yang mahal itu 39:18 keistikomahan. Karena kekuatan fisik dan 39:20 seterusnya itu, itu tidak bisa apa? 39:23 Tidak bisa tiba-tiba di waktu durasi 39:26 yang cepat, tapi memang kumpulan dari 39:28 kebiasaan-kebiasaan habit-habit terus 39:31 begitu, masyaallah. Orang yang jujur itu 39:34 juga begitu, berat lho jadi orang jujur. 39:37 Jadi masyaallah, jadi bagaimana 39:39 membangun kejujuran itu pada dirinya 39:41 bukan waktu yang pen pendek, masyaallah 39:44 proses yang panjang, masyaallah. Jadi 39:46 itulah 39:47 pentingnya istikamah, makanya tadi ayo 39:50 menjadikan kita ini ya lahan yang subur, 39:53 awalnya memang harus istikamah, ya kan. 39:55 Bagaimana coba dia mencintai ilmu, 39:58 kemudian mencintai mengamalkan ilmu, 40:00 sehingga apa? Dia seperti tanah yang 40:02 subur, ya kan. Ya Allah, tanah yang 40:04 subur itu tanah yang selalu merindukan 40:07 turunnya hujan. Ya kan, di musim hujan 40:10 saja dia masih membutuhkan ya kan, 40:12 masyaallah. Kemudian apalagi ini sudah 40:15 subur diberi nutrisi. Nah, jadi nutrisi 40:20 kesuburan iman pada dirinya tidak hanya 40:23 ilmu, itu nutrisinya, tapi ilmu dan am 40:26 amal. Jadi, supaya menjadi naqiyah, 40:29 menjadi tanah yang subur. Yang tanah 40:31 subur itu apa? Begitu tertimpa hujan, 40:33 muncul di sana, ya kan, biji-bijian yang 40:36 terkandung, yang tersimpan di tanah itu 40:38 menjadi tumbuh berkembang, masyaallah. 40:41 Nah, tumbuh berkembangnya ini akan 40:43 menjadi apa? Menjadi lebih hebat lagi 40:45 dengan rutinnya siraman itu pada 40:47 dirinya. 40:49 Ya kan? Apalagi sudah rutin dirawat, 40:51 wah, lebih indah lagi. 40:52 Nah, kitalah orang yang beriman. 40:55 Diibaratkan bahwa wahyu, kebenaran, 40:58 kebenaran, kemudian syariat itu, 41:00 masyaallah, akan menjadi apa? Menjadi 41:03 nutrisi bagi diri kita. 41:05 Maka kalau seumpamanya kita enggak 41:06 ngaji, enggak belajar, enggak beramal 41:08 itu ya, masyaallah, kayaknya ada yang 41:10 hilang nih. Nah, karena nutrisi keimanan 41:13 itu ya tadi ilmu, terus. Yang kedua, 41:16 nutrisi keimanan itu adalah am amal. 41:19 Nah, jadi yang menjadikan dia semangat 41:22 itu tadi istikamah. Semuanya itu 41:23 dilakukan dengan istikamah. 41:25 Sehingga tidak salah ketika 41:28 kita baca ayat yang luar biasa, 41:30 "Tatanazzalu alaihimul malaikat." 41:33 Nah, orang-orang yang istikamah tadi, 41:34 istikamah dalam hal apa? Dalam 41:36 kebenaran. 41:37 Yang kebenaran itu bisa dengan ucapan, 41:40 mungkin zikir-zikir, coba. Subhanallah. 41:43 Jadi, kadang-kadang kita yang di sini 41:45 nih, kalau memang belum hafal, baca saja 41:47 tuh buku zikir pagi. 41:48 Nah, yang mahal tuh istikamahnya. 41:50 "Bismillahilladzi la yadurru ma'asmihi 41:52 syai'un fil ardhi wala fis sama'i wa 41:54 huwas sami'ul alim." Kita baca tiap hari 41:56 tiga kali sore hari, tiga kali pagi 41:58 hari, masyaallah. Kalau dari dulu, 42:00 kemudian pandemi sudah enggak aneh lagi. 42:03 Nah, kita seakan-akan ya gara-gara 42:04 pandemi ini sekarang baca 42:06 "Bismillahilladzi la yadurru." Karena 42:07 pengin selamat, padahal ini sudah 20 42:10 tahun yang lalu kita baca. Hmm, yang 42:12 mahal itu karena tidak di istikamahkan, 42:15 iya kan? 42:16 Kok dulu kita kayaknya enggak pernah tuh 42:18 pengen sehat, pengen sehat kayaknya 42:20 karena sudah merasa sehat. Nah, sekarang 42:22 baru zikir pagi Allahumma afini fi 42:23 badani, wa afini fi sam'i, wa afini fi 42:26 basari, la ilaha illallah pagi dan sore. 42:28 Nah, kalau sudah dibaca terus-menerus 42:30 masyaallah indah itu perjalanan hidup 42:32 kita. Iya kan? Allahumma anta rabbi la 42:34 ilaha illa anta khalaqtani sayyidul 42:36 istigfar. Nah, kalau kita baca tiga kali 42:38 pagi hari sore dari dulu sudah. Wah, ini 42:41 sudah tinggal penguatan-penguatan terus 42:43 begitu. 42:44 Masyaallah, doa apa lagi? Jadi lama-lama 42:47 indah sekali ya. Saya jadi kurang banyak 42:49 doa nih yang saya hafal gitu kan. 42:51 Allahumma bi kalimatit tamah min syarri 42:52 ma khalaq, radhitu billahi rabba wa bil 42:54 islami dina, kemarin yang yang kita baca 42:56 hadis yang kemarin. Iya kan? Nah, karena 42:58 ini kaitannya tentang banyak musim orang 43:00 yang sakit yang sakit. Nah, kan 43:02 kaitannya tentang apa lagi? Tentang apa? 43:04 Tentang ini, tentang kesehatan doanya 43:06 kita hafalin baru. Allahumma inni 43:08 a'udzubika min zawali ni'matika wa 43:10 tahawwuli afiyatika wa fujati ni'matika 43:12 wa jami'i sakhathika. Kan berlindung 43:14 supaya jangan kau cabut kesehatan ini ya 43:17 Allah. Jangan kau apa lagi? Jangan kau 43:20 ganti keindahan min zawali ni'matika wa 43:22 tahawwuli berubahnya nikmat rahmat yang 43:24 kau berikan. Jangan sampai hilang itu. 43:27 Masyaallah, Allahumma inni a'udzubika 43:28 min jahdil bala wa darkis saqa wa su'il 43:30 qada wa syamatatil a'da. Nah, awalnya 43:33 mungkin kita belum hafal ini loh ada 43:34 buku zikir pagi sore dibelikan bapaknya 43:37 dibeliin, ibunya dibeliin. Nah, yang 43:39 mahal memang keistikamahannya. Nah, kan 43:41 begitu. Subhanallah. Jadi penting 43:44 istikamah. 43:45 Jadi tatanazzalu alaihimul malaikah. 43:47 Nah, orang-orang yang istikamah di dunia 43:50 Allah akan berikan, akan dampingi dia 43:53 dengan para malaikat. Nah, 43:55 Mas Anies kalau istikamah didampingi 43:57 para malaikat. 43:58 Masyaallah. 43:59 Nah, malaikat itu tidak hanya sekali 44:02 sesekali turun, tapi tatanazzal. 44:05 Bergantian terus-menerus. Masyaallah. 44:07 Ngapain kira-kira malaikat mendampingi 44:09 kita? Nih itu. Innaladzina qolu 44:11 robbunallahu tsumma staqomu tatana zzalu 44:13 alaihimul malaikah. Ngapain kira-kira 44:16 misalnya? Kita baca coba masyaallah 44:18 dalam surat dalam surat apa itu Ibu? 44:20 Dalam surat Ghafir 8 yang ke-9. Kalau 44:23 malaikat itu mendampingi orang-orang 44:25 yang istiqomah dalam kebenaran, selalu 44:28 dari lisan malaikat itu doa-doa yang 44:31 terus datang. Apa isi doanya? 44:33 Allahummaghfir wastaghfir 44:35 wayastaghfiruna lilladzina amanu. Mereka 44:37 memintakan ampun 44:39 bagi orang-orang yang beriman. Coba 44:42 masyaallah itu para malaikat. Kemudian 44:44 apa? Memintakan ampun bagi orang yang 44:46 bertaubat kepada Allah. 44:48 Tidak itu saja. Yo ini ada lima di situ 44:50 isi doanya kalau enggak salah. Eee 44:52 kemudian 44:53 mendoakan orang yang beriman supaya 44:55 tidak masuk atau tidak disiksa oleh 44:57 Allah. 44:58 Yang keempat doanya, "Ya Allah masukkan 45:00 dia ke dalam surga Adn." 45:02 Waman sholaha min abaihim bersama 45:04 bapaknya, bersama istrinya, bersama 45:06 anak-anaknya yang sholeh. Itu doanya 45:08 tuh. Dalam surat 8 ke-9. Nah surat yang 45:11 ayat yang ke-10 surat Ghafir itu, 45:13 Waqihimus sayyi'at. Ya Allah jauhkanlah 45:15 dia dari marabahaya. Jauhkanlah dia dari 45:19 apa lagi? Dari segala keburukan di 45:21 dunia, dari keburukan hidup, dari 45:23 keburukan Ah masyaallah. Ini enggak 45:24 kira-kira Enggak. Ya kalau yang doakan 45:27 kita saja coba kalau kita baca hadis, 45:29 "Siapa yang mendoakan saudaranya tanpa 45:32 diketahui oleh orang dan tidak diminta, 45:35 maka doa itu akan kembali untuknya." Wah 45:38 masyaallah. Nah sekarang orang yang 45:40 istiqomah, para malaikat diperintahkan 45:42 oleh Allah langsung mendampingi tatana 45:44 zzalu. Turun secara bergantian. Makanya 45:48 istiqomah itu penting. 45:49 Masyaallah. 45:49 Nah mari kita bikin program supaya kita 45:53 bisa istiqomah dalam kebaikan. Walaupun 45:55 tidak sempurna, ada beberapa yang 45:57 program itu kita istiqomahkan. 45:59 Sehingga kita mendapat kepastian tadi, 46:01 pendampingan dari para malaikat. Itu 46:04 baru satu itu. Tatanazalu alaihimul 46:07 malaikat, alla takhofu wala tahzan. 46:09 Jadi, orang yang istikamah itu 46:10 masyaallah tidak takut, tidak khawatir, 46:13 tidak ada waswas. 46:14 Wala tahzan, tidak putus asa, juga tidak 46:17 apa, tidak putus asa, juga tidak suudzon 46:20 kepada Allah, juga tidak menyalahkan 46:22 dirinya, juga tidak menyalahkan orang 46:23 lain, tidak menyalahkan kondisi. Artinya 46:26 apa? Orang yang kuat pribadinya. 46:29 Makanya ingin menjadi orang yang 46:30 istikamah, masyaallah ini luar biasa 46:32 ini. Jadi, menumbuhkembangkan 46:34 kesalehan diri menjadi apa, menjadi 46:37 hizbullah yang sejati itu memang mau 46:39 tidak mau tadi, istikamah dalam 46:41 kebenaran. 46:42 Jadi, nanti tauhid, iman yang ada pada 46:45 dirinya itu akan tumbuh subur. Seperti 46:47 halnya dia tanah subur yang tersiram 46:50 hujan. Masyaallah, jadi semangat, tumbuh 46:53 semangat apa, kebaikan pada dirinya itu 46:56 memancar terus-menerus. Nah, 46:58 melalui dengan istikamah. 47:00 Ya kan? 47:01 Oh, ternyata enak ya tahajud malam. 47:03 Lama-lama ya tadi, yang tadinya 47:06 11 rakaat, ayatnya masih pendek-pendek, 47:09 qulhuallah. Kok kok cepat ya? 47:11 15 menit kelar gitu seumpama atau 10 47:13 menit kelar. Nah, besok jadi pengin 47:15 nambah. Karena sudah terbiasa gitu kan. 47:17 Masyaallah. 47:19 Kalau Mas Anis semuanya ke Rasyid. 47:21 Berangkat jam berapa? Subuh sudah 47:22 berangkat. Awalnya mungkin bisa masuk 47:25 angin karena kedinginan. Nanti lama-lama 47:27 itu masyaallah happy, terbiasa. 47:29 Terbiasa. 47:30 Biasa. Jadi, semuanya orang kerja malam 47:32 shift 3. Awalnya enggak kuat fisiknya. 47:35 Karena memang tidur itu ya malam untuk 47:37 tidur istirahat. Waja'alna laila libasa, 47:40 ya kan? Waja'alna naharo ma'asya. Tapi 47:42 karena kondisi kemudian kebiasaan itu 47:45 sudah apa, melekat pada dirinya. 47:47 Nah, itu di akhirat. Di dunia Allah 47:50 berikan tadi pribadi yang kuat, 47:52 mentalitas yang kuat. Subhanallah, itu 47:55 buah dari isti 47:56 Istikamah. 47:56 Istikamah. Wa absyiru bil jannati allati 47:59 kuntum tu'adun. Itu yang ketiga. Di 48:01 akhirat orang yang istiqomah itu, Allah 48:04 akan berikan kabar gembira nanti surga. 48:07 Nah, masya Allah. Jadi, 48:09 kabar gembira itu ya, kan wajar-wajar 48:12 saja. Mas Anis ada kabar gembira, 48:14 kenapa? Anaknya jadi juara satu lomba 48:17 Agustusan. Nah, itu buahnya. 48:18 [tertawa] 48:19 Kabar gembira. Tapi kabar gembira surga 48:21 itu tidak boleh di sampaikan. Kecuali 48:24 Allah atau para nabi atas izin Al, 48:27 Allah. 48:29 Nah, jadi kalau kamu itu ahli surga, 48:31 enggak boleh. Apa hak kita? Kita enggak 48:32 tahu tentang hal itu. Tapi orang yang 48:34 istiqomah, sudah Allah kabarkan 48:36 jauh-jauh. Wa absyiru bil jannati allati 48:39 kuntum tu'adun. 48:40 Nabi sendiri kan memberikan apa? Jaminan 48:43 sahabatnya yang masih hidup ahli surga. 48:46 Tapi kan itu karena izin Allah. 48:47 Hmm. 48:48 Nih, Utsman bin Affan, calon penduduk 48:50 surga. Umar bin Khattab, calon penduduk 48:52 surga. Ya kan? Nah, Sa'ad, Abu Ubaidah 48:55 bin Jarrah, 48:56 Sa'ad bin Abi Waqqas, calon penduduk 48:58 surga. Sampai begitu. Disebutkan, ya 49:00 kan? Nah, itu bi istilah pengetahuan 49:02 nabi karena memang diizinkan oleh, nah 49:05 selain nabi enggak boleh. Nah, masya 49:07 Allah. Nah, orang yang istiqomah, wa 49:09 absyiru bil jan, kabarkan gembira. 49:12 Berilah kabar gembira kepada mereka 49:14 orang-orang yang istiqomah dalam 49:15 kebaikan, surga menanti mereka. Itulah 49:19 yang dijanjikan oleh 49:20 Allah. 49:21 Allah. Jadi, indah sekali, masya Allah 49:23 ya. Mudah-mudahan kita dengan semakin 49:25 belajar, ayo kita berniat, ya Allah 49:27 jadikanlah saya menjadi orang-orang yang 49:29 istiqomah meskipun tidak semua kebaikan 49:32 bisa saya kerjakan dengan sempurna. Gitu 49:35 kan? Nah, dengan istiqomah itu akan 49:37 menjadi tambah subur, tambah subur. 49:39 Jadi, nutrisi keimanan adalah ilmu dan 49:43 juga apa? Pengamalan secara isti, 49:47 istiqomah. Mudah-mudahan kita termasuk 49:49 di dalamnya. Wallahu a'lam bishawab. 49:53 baik, ikhwan akhwat para 49:55 pendengar Radio Silaturahim dan juga 49:56 pemirsa Rasil TV di manapun Anda dapat 49:59 menyaksikan kami di siang hari ini sudah 50:01 kita dengarkan tausiah yang disampaikan 50:03 oleh Ustaz Amin Nuroni dalam pembahasan 50:07 itu mengembangkan potensi kebaikan diri 50:09 untuk menjadi Hizbullah sejati. Sudah 50:12 masuk di bagian yang ketiga 50:14 dan sudah banyak pertanyaan yang masuk, 50:16 Ustaz kita rehat sejenak, kita 50:19 dengarkan dulu satu buah nasyid dan 50:21 tentunya ikhwan akhwat kami mengundang 50:22 bagi ikhwan akhwat yang ingin 50:23 mengirimkan pertanyaan bisa di line 50:25 telepon di 021 8451512 50:28 dan juga untuk line WhatsApp di 50:30 08111999720. 50:34 Ikhwan akhwat kami akan segera kembali 50:35 tetap di Radio Silaturahim untuk Islam 50:37 yang satu. 50:58 [bernyanyi] 51:16 [musik] 51:25 Sungguh nikmat [musik] 51:26 orang yang sudah mendapat perhatian 51:28 Allah dan Rasul-Nya. 51:31 Jika perhatian dari atasan, pejabat dan 51:34 orang-orang yang berkuasa saja sudah 51:37 bisa membuat kita kegirangan. 51:39 Bagaimana jika perhatian itu datang dari 51:42 pencipta alam semesta beserta ciptaannya 51:46 yang paling indah, yaitu Baginda Nabi. 51:50 Apa lagi yang kita cari di dunia selain 51:53 dua hal tersebut? 51:59 Perhatian tadi bisa didapat hanya jika 52:02 kita beramal saleh, apa pun bentuknya. 52:06 Bisa dengan tenaga, harta, 52:08 [musik] 52:09 pemikiran, dan lain sebagainya. 52:12 Namun, amalan yang paling menyenangkan 52:15 Baginda Nabi adalah memperjuangkan 52:18 ajarannya, meneruskan perjuangan beliau, 52:21 berdakwah di jalannya. 52:28 Kami mengajak ikhwan akhwat pendengar 52:30 Radio Silaturahim dan pemirsa Rasya TV 52:34 bersama-sama berjuang bersama Radio 52:36 Silaturahim dengan berdonasi [musik] 52:39 ke nomor rekening berikut. 52:51 [musik] 53:02 Rasil TV 53:10 [musik] 53:22 Radio Silaturahim untuk Islam yang satu, 53:24 ikhwan akhwat, para pendengar Radio 53:25 Silaturahim dan juga pemirsa Rasil TV di 53:27 mana pun Anda dapat menyimak siaran 53:29 kami. Terima kasih Anda tetap 53:30 mendengarkan di AM 720 Radio Silaturahim 53:32 untuk Islam yang satu. Dan di siang hari 53:35 ini kita sudah masuk di segmen yang 53:38 kedua di acara tausiah siang bersama 53:42 Ustaz Amin Nuroni dalam pembahasan yaitu 53:45 mengembangkan potensi kebaikan diri 53:46 untuk menjadi Hizbullah sejati di bagian 53:49 yang ketiga. Baik, Pak Ustadz langsung 53:51 saja kita bacakan pertanyaan yang masuk 53:52 Pak Ustadz di 53:54 line [berdehem] WhatsApp. 53:56 Pertanyaan yang pertama Pak Ustadz ini 53:58 datangnya dari 54:00 Ibu Mameh di Jatiwaringin. 54:02 Assalamualaikum warahmatullahi 54:03 wabarakatuh Pak Ustadz. 54:04 Waalaikumsalam warahmatullahi 54:05 wabarakatuh. 54:06 Pak Ustadz saya ingin bertanya hijrahnya 54:08 Rasul setelah sampai di Madinah Rasul 54:11 lebih banyak membangun mental 54:13 apa Pak Ustadz? Spiritual akidah atau 54:15 hablum minallah atau mental spiritual 54:18 muamalah atau syariah? Mohon 54:20 penjelasannya Pak Ustadz. Syukron. 54:22 Ya, bismillahirrahmanirrahim. 54:24 Dari 54:26 Ibu Mameh. 54:27 Ibu Mam, Bu? 54:28 Ibu Mameh. 54:29 Ibu Mameh di Jatiwaringin. Iya. 54:31 Apa yang dibangun oleh Rasulullah? Kita 54:34 bisa membaca dan ini sering diterangkan. 54:36 Pertama muakhah, muakhah itu 54:39 mempersaudarakan Muhajirin dan dan 54:42 Anshar. Itu juga menjadi satu langkah 54:45 strategis karena ya masya Allah ini 54:48 kalau kita bedah tentang kajian 54:50 ayat-ayat hijrah, salah satunya kan ada 54:53 doa itu. Rabbana Rabbana gfir lana wa li 54:56 ikhwanina ladzina sabaquna bil iman wala 54:59 taj'al fi qulubina gilla lilladzina 55:02 amanu. Kok ada doa itu? Ya Allah jangan 55:04 kau jadikan dalam hati kami orang-orang 55:06 beriman itu gil, hasad, dengki. Nah, 55:10 kenapa kok ada doanya begitu? Kira-kira 55:12 memang ada potensi kita saling berhasad 55:15 dengki. Ada enggak kira-kira? 55:17 Seperti ini nih, awas hati-hati di jalan 55:20 karena musim hujan licin. Jadi eh 55:24 peringatan itu di jalan ada potensi 55:26 enggak untuk jatuh? 55:27 Ada. 55:27 Ada. Nah, begitu kira-kira. Kenapa kok 55:30 doa orang-orang Muhajirin dan Anshar? 55:32 Ini kan doa-doa orang Muhajirin dan 55:34 Anshar. Rabbana la taj'al fi qulubina 55:36 gilla lilladzina amanu. Rabbana innaka 55:38 raufur rahim. Ya karena memang apa? 55:41 Memang penyakit ghil itu ada pada 55:44 potensinya ada pada setiap manusia. 55:46 Hatta orang beriman sekalipun. Nah, maka 55:49 ketika mendoa 55:51 diajarkan oleh Allah doanya semacam itu 55:53 itu sebagai upaya langkah untuk supaya 55:56 kita tidak ada ghil pada diri kita. 55:59 Apalagi latar belakangnya kan beda-beda 56:01 gitu ya. 56:02 Coba nih seumpama nih, ini lagi akur nih 56:04 Mas Anis Mas Anis terus Ondy Ondy akur 56:08 karena dirahasi. Nanti kalau begitu 56:10 apa semuanya dikasih freelance usaha 56:13 Anis sukses jadi pengusaha kan. Nah itu 56:16 bisa jadi enggak akur lagi ya kan. Bukan 56:19 apa-apa yang satu kata si Ondy wah 56:21 sekarang Anis duitnya udah banyak 56:23 mungkin dia enggak ketemu padahal belum 56:24 tentu. Dia pengen ketemu cuman enggak 56:26 punya waktu nah kan gitu kan. Nah ini 56:29 juga begitu. Kemudian kita yang enggak 56:31 punya itu merasa ya tadi rendah hati 56:33 atau bukan rendah hati rendah diri 56:35 sehingga kita tadi secara tidak langsung 56:38 terserip tuh nah di situlah kesempatan 56:40 setan untuk masuk ya kan meng apa waswas 56:43 memberikan bisikan-bisikan. 56:45 Jadi banyak keluarga yang tadinya akur 56:48 apa harmonis gitu hanya karena tadi 56:51 nasib dunia 56:53 nasib dunia yang berbeda menjadikan 56:56 mereka tidak lagi harmonis. 56:58 Padahal mestinya secara agama secara din 57:01 siapapun itu tidak pengaruh ya tidak 57:04 pengaruh. Selama dia muslim bersaudara 57:06 apalagi ada hubungan persaudaraan tapi 57:08 potensi munculnya tadi ghil ada. Nah 57:12 pertama dari mana? Dari setan yang 57:14 jelas. Yang kedua agama kita yang 57:16 mungkin lemah iman kita yang pudar 57:19 karena tidak dipupuk ya kan. Mestinya 57:21 Anda kaya saya miskin is oke itu hanya 57:24 nasib saja tapi kemuliaan kita di sisi 57:27 Allah karena ketak ketakwaan. Jadi yang 57:29 kaya juga tidak merasa bahwa dirinya 57:31 mulia boleh jadi harta yang Allah 57:33 berikan justru ujian bagi dirinya, ya 57:35 kan? Orang miskin juga tidak merasa 57:38 orang yang tidak punya harta, tidak 57:39 merasa bahwa dia dihinakan oleh Allah. 57:42 Boleh jadi inilah cara Allah memuliakan 57:44 kita, ya kan mestinya begitu. 57:46 Nah, jadi ada ada potensi khil, nah 57:49 makanya diajarkan. Nah, dengan Nabi 57:51 mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar, 57:54 ini kan latar belakangnya kan beda-beda 57:55 nih Muhajirin dan Anshar, masya Allah. 57:58 Orang-orang Muhajirin itu kan ya 58:00 orang-orang yang tidak hanya tidak hanya 58:02 apa tidak tidak semuanya mampu. Mereka 58:06 mungkin seperti Utsman bin Affan 58:07 radhiallahu anhu orang kaya, Abu Bakar, 58:09 tapi kaya ketika di Mekah. 58:11 Namun ketika hijrah mereka meninggalkan 58:13 hartanya, makanya disebutkan dalam surat 58:15 Al-Hasyr lil fuqara'il 58:16 muhajirinalladzina ukhriju min diyarihim 58:19 wa amwalihim. Jadi sekelas Abdurrahman 58:21 bin Auf kaya raya di Mekah, tapi ketika 58:23 hijrah ditinggalkan semua hartanya, 58:25 merintis dari awal. Nah, masya Allah, 58:28 nah mereka orang-orang yang hebat. Gitu 58:30 kan? Nah, dipersaudarakan oleh-oleh 58:32 orang Anshar juga bukan orang yang kaya 58:34 raya dan kecukupan. 58:36 Kalau dia memberi walau kana bihi 58:37 khashashah, dia memberi kopi sebenarnya 58:40 dia juga belum ngopi, kira-kira begitu. 58:42 Dia memberi kurma sebenarnya kurmanya 58:44 juga pas-pasan. 58:46 Dia memberi tempat tinggal itu juga 58:48 tidak karena dia rumahnya banyak 5 6 58:50 dikasih tidak, ya rumahnya itu dibelah. 58:53 Jadi mereka juga bukan orang yang kaya, 58:56 orang yang berkecukupan, makanya 58:57 disebutkan dalam ayat yang ke-9 walau 58:59 kana bihi khashashah. Sebenarnya mereka 59:02 memberi pun membutuhkan itu. Nah, bisa 59:05 dipahami ya? Ini mu'akhkhah. 59:07 Jadi apa sih yang dilakukan oleh 59:08 Rasulullah untuk menguatkan 59:10 masyarakatnya? Ya tadi, 59:11 mempersaudarakan. Yang kedua, membangun 59:14 masjid dan memfungsikan masjid. He em, 59:16 nah masya Allah kan Rasul bangun masjid, 59:18 difungsikan. Nah, fungsinya untuk apa? 59:20 Nah, salat berjamaah, rukuk, sujud, 59:23 mengharapkan ridha Allah. Kenapa? Karena 59:25 potensi akan menjadi sirna itu namanya 59:28 hasad dengki dengan dia bersujud, dia 59:31 berjamaah, kan tertulis itu. Masya 59:33 Allah. Makanya sekarang kalau supaya 59:35 ingin mengakrabkan masyarakat, didorong 59:38 supaya ke masjid berjamaah, sering 59:39 bertemu, sering bersalaman, sering 59:41 mengucapkan salam gitu kan, sering apa? 59:44 Berbagi, sering apalagi apa? Ya curhat, 59:47 apa? Apa? Bukan curhat namanya, apa 59:49 namanya? Eh, berbagi pengalaman, 59:52 sharing. Loh, itu masya Allah. Nah, 59:54 kenapa kok ketika bukan enggak ada 59:56 masalah? Rasul hijrah itu sudah membawa 59:58 masalah. Sahabatnya juga dengan banyak 1:00:01 mas- masalah. Ada yang istrinya enggak 1:00:02 ikut, ada yang anaknya enggak ikut, ada 1:00:05 yang hartanya juga enggak dibawa sama 1:00:07 sekali. Jadi memang bawa orang yang 1:00:09 banyak masalah. 1:00:11 Di Madinah sendiri banyak masalah. Ada 1:00:14 Yahudi, ada Abdullah bin Salul yang 1:00:16 merasa direbut kekuasaannya, kan begitu. 1:00:19 Tidak semuanya muslim. 1:00:21 Juga mereka bukan orang kaya. Masalah. 1:00:23 Jadi untuk meminimalisir 1:00:25 minimal masalah-masalah itu, nah 1:00:27 dibangunlah di masjid, memfungsikan 1:00:29 masjid, berjamaah di masjid, ngaji di 1:00:31 masjid, ibadah di masjid. Sehingga apa? 1:00:33 Tadi, tumbuh subur. Nah, masya Jadi yang 1:00:36 tumbuh pada dirinya tadi seperti tanah 1:00:38 subur yang kena hujan. Wah, masya Allah. 1:00:41 Jadi baru mendapatkan siraman wahyu saja 1:00:43 sudah indah sekali. Naqiyah tadi kan, 1:00:46 tanah yang subur. Dari di- dirinya masya 1:00:48 Allah. Jadi celah untuk tadi setan 1:00:51 nyelusup hilang. Celah untuk saling iri 1:00:53 juga hi- hilang. Yang ada ya tadi, 1:00:56 senang, susah hadapi bersama. Nah, masya 1:00:59 Allah. 1:01:01 Kalau kita lihat. Yang ketiga yang 1:01:03 dilakukan Rasul juga ya, Nak. Eh, 1:01:04 sahabat-sahabat ini memang orang-orang 1:01:06 yang memiliki apa? 1:01:08 Etos kerja yang tinggi, solidaritas yang 1:01:11 ting- yang tinggi. Masya Allah. Coba, 1:01:13 "Sudah enggak usah saya kasih makanan. 1:01:16 Saya hanya pengin tahu mana pasar." 1:01:17 Begitu kan mempunyai etos kerja yang 1:01:19 tinggi. 1:01:20 "Sudah enggak usah kamu berikan kebun, 1:01:22 jadikan saya karyawan kamu saja supaya 1:01:25 saya menikmati makanan ini betul-betul 1:01:28 karena itu hasil keringat. Keringat. 1:01:29 Coba sampai begitu orang Muhajirin. 1:01:32 Jadi mentang-mentang enggak mumpung, wah 1:01:33 mumpung kita nih ditawarin apa-apa, 1:01:35 sudahlah. Enggak begitu. Jadi sahabat 1:01:37 memang punya etos kerja yang tinggi. 1:01:40 Juga punya solidaritas yang ku 1:01:42 kuat. 1:01:43 Masya Allah. Itulah kira-kira yang 1:01:44 dibangun 1:01:45 oleh Rasulullah setelah hi hijrah. 1:01:47 Wallahu a'lam bisawab. 1:01:48 Iya baik. Syukron Ustaz atas jawabannya 1:01:50 dan juga terima kasih untuk Ibu Mameh di 1:01:53 Jatiwaringin. Kita lanjutkan kembali Pak 1:01:55 Ustaz di pertanyaan 1:01:57 selanjutnya. Ini dari hamba Allah di 1:01:59 Jakarta Utara. Assalamualaikum 1:02:01 warahmatullahi wabarakatuh. 1:02:02 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:02:03 wabarakatuh. 1:02:04 Ustaz Aminuroni yang dirahmati Allah 1:02:05 subhanahu wa taala, izinkan saya 1:02:06 bertanya. Ustaz seberapa pentingnya 1:02:09 makna istikamah dalam diri umat Islam? 1:02:11 Syukron Pak Ustaz. 1:02:12 Masya Allah. Ini kalau 1:02:14 tidak salah bisa kita baca dalam surat 1:02:17 Hud ayat yang ke 112. 1:02:20 Di sana Allah perintahkan fastaqim kama 1:02:23 umirta. 1:02:25 Nah kalimat fastaqim ini adalah fi'il 1:02:27 amar yang khitabnya ditujukan kepada 1:02:30 Rasul. 1:02:32 Rasul Allah perintahkan istikamah. 1:02:35 Rasul saja Allah perintahkan is 1:02:37 istikamah. 1:02:37 Apalagi kita. Nah jadi urgensinya 1:02:40 berarti istikamah itu sesuatu yang 1:02:42 sangat pen penting. Rasul menyebutkan 1:02:44 amal yang paling dicintai oleh Allah 1:02:46 bukan amal yang besar kemudian 1:02:47 istirahat, tapi amal yang dawam yang 1:02:50 terus men 1:02:51 menerus. 1:02:51 menerus yang istikamah 1:02:52 gitu. 1:02:53 Coba kalau kita baca tafsirnya tentang 1:02:55 ayat ini, coba. Ada pernah kalau enggak 1:02:57 salah Ibnu Abbas bertanya kepada 1:02:59 Rasulullah, "Ya Rasulullah dari seluruh 1:03:01 ayat-ayat yang turun, mana yang Anda 1:03:03 rasakan ayat itu paling berat?" Ayat 1:03:06 istikamah. Nah kan. Jadi perintah 1:03:08 istikamah ini perintah yang sangat ber 1:03:11 berat. Karena apa? Ya tadi. 1:03:13 Masya Allah. 1:03:14 Coba Mas ah Ondy semuanya suruh jalan. 1:03:17 Kalau jalan seminggu sekali weekend, ya, 1:03:20 enggak apa-apa, ya kan? Masya Allah, 1:03:22 bisa senang-senang atau bahkan bukan 1:03:24 weekend, sebenarnya sebulan sekali atau 1:03:27 dalam rangka nih 17 Agustus, kan setahun 1:03:29 sekali, senang saja sepedaan kemarin 1:03:31 kan, goes, ya kan? Goes terakhir, senang 1:03:33 setahun sekali. Nah, coba kalau setiap 1:03:36 hari, uh, ada kejenuhan, ada keletihan, 1:03:40 ada kemalasan, macam-macam, nah kan, 1:03:42 masya Allah. Makanya kira-kira istikamah 1:03:44 berat apa ringan? Berat, betul. Makanya 1:03:47 Rasul saja diperintahkan oleh Allah 1:03:49 untuk istikamah, apalagi ki- kita 1:03:51 umatnya, masya Allah. Jadi, istikamah 1:03:53 itu penting, sangat penting. Sehingga 1:03:56 Allah perintahkan langsung, fastaqim. 1:03:58 Beristikamahlah Anda, wahai Rasulullah, 1:04:00 apalagi kita umatnya. Nah, kalau 1:04:03 Rasulullah mungkin istikamah dalam semua 1:04:05 karena beliau kan 1:04:06 menjadi uswah dalam semua as- aspek. 1:04:10 Nah, kalau kita masya Allah ya, enggak 1:04:12 mampu, ya sudahlah saya istikamah untuk 1:04:14 ini saja, istikamah untuk istigfar 1:04:16 sajalah sehari 100 kali, itu saja sudah 1:04:18 berat. 1:04:20 Saya istigfar, ya, saya istikamah dalam 1:04:22 apa? Dalam puasa lah Senin-Kamis saja 1:04:24 sudah berat, ya kan? Ah, saya 1:04:26 istikamahlah dalam apa? Dalam yaumul 1:04:28 bidh, puasa, bisa. Ini besok puasa 1:04:31 Asyura ya kita, atau saya mau istikamah 1:04:34 dalam salat dua saja, berat, ya kan? 1:04:36 Masya Allah. Tapi penting, sehingga 1:04:38 karena penting Allah berikan reward, 1:04:41 berikan apa tadi? 1:04:42 Penghargaan. 1:04:43 Penghargaan yang tinggi. Orang yang mau 1:04:45 istikamah dalam kebaikan tadi satu, dua, 1:04:47 tiga, tadi sudah terangkan. Oh, berarti 1:04:49 seiring kalau hadiahnya besar pasti 1:04:52 memang amalnya pen- penting. Nah, kalau 1:04:54 hadiahnya ya lomba makan kerupuk, kan 1:04:57 kecil ya anak-anak kita, hadiahnya apa? 1:05:00 Pensil dua, ya kan gitu. [tertawa] 1:05:02 Karena lombanya kecil. Nah, ini masya 1:05:05 Allah, istikamah meskipun dalam kebaikan 1:05:08 yang tidak banyak, hanya sedikit yang 1:05:09 kita istikamahkan yang kita mampu, tapi 1:05:12 Allah berikan penghargaan yang besar. 1:05:14 Tidak hanya di dunia 1:05:16 ya, tapi sampai di 1:05:17 akhirat. 1:05:18 Masya Allah, berarti di sini di balik 1:05:20 istikamah ada kasih sayang Allah yang 1:05:22 luar biasa. Wallahualam bissawab. 1:05:24 Iya, masya Allah Ustaz ya. Syukran Ustaz 1:05:26 atas jawabannya. Namun Pak Ustaz, eh 1:05:28 keistikamahan seorang itu apakah dilihat 1:05:30 dari keimanannya juga Pak Ustaz? 1:05:32 Ya. 1:05:33 Makanya tadi sebut innalladzina qolu 1:05:36 robbunallah. 1:05:38 Sudah kita pernah bahas kalau enggak 1:05:40 alladzina qolu robbunallah artinya 1:05:42 istikamah dalam tauhid. 1:05:44 Ehm. 1:05:44 Istikamah dalam keimanan. 1:05:46 Nah, pertemuan kemarin sudah kita bedah 1:05:48 bahwa keimanan itu punya buah loh, 1:05:51 buahnya 73 kata Rasulullah. Ada yang 1:05:54 menyebutkan hadisnya 63. 1:05:56 Nah, begitu dihitung oleh para ahli 1:05:58 hadis jadi semua perintah-perintah yang 1:06:00 ada dalam Alquran dan hadis cuma kalau 1:06:02 dijumlahkan ada tuh nilai-nilainya 70. 1:06:05 Nah, itu artinya 70 kebaikan yang ada 1:06:08 dalam Alquran yang ada dalam hadis yang 1:06:12 itu notabene-nya perintah ataupun 1:06:14 larangan, semuanya itu adalah buah dari 1:06:16 im, dari iman. Masya Allah. 1:06:18 Ya. 1:06:19 Ya, baik kita lanjutkan kembali Pak 1:06:20 Ustaz ya di pertanyaan yang masuk. Ini 1:06:25 eh satu pertanyaan terakhir ini Ustaz 1:06:27 ya, saya akan bacakan dari Ibu Ismail di 1:06:29 Jonggol Pak Ustaz. Assalamualaikum 1:06:30 warahmatullahi wabarakatuh. 1:06:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:06:33 wabarakatuh. 1:06:33 Ustaz Aminuroni, bagaimana Ustaz cara 1:06:36 menerapkan istikamah dalam kehidupan 1:06:38 sehari-hari Pak Ustaz? 1:06:40 Syukran. 1:06:40 Ya. 1:06:41 Bismillahirrahmanirrahim, 1:06:43 Ibu Ismail di Jonggol, bagaimana cara 1:06:46 menerapkan keistikamahan 1:06:48 dalam kehidupan sehari-hari? Ya, memang 1:06:51 eh tinggal proyeknya siapa? Ya, kan? 1:06:55 Ehm. 1:06:55 Sebenarnya proyeknya diri kita. Nah, apa 1:06:57 sih yang kita mampu? Ini biasanya kalau 1:07:00 membuat program yang fleksibel, yang 1:07:04 realistis. Seumpama saya kesibukannya 1:07:07 banyak, saya pengen khatam, eh seumpama 1:07:10 saya pengen sehari 3 juz, mungkin 1:07:12 enggak? Nah, kalau enggak mungkin kita 1:07:14 sudah memperkirakan, makanya hanya 1:07:16 mungkin jalannya hanya sehari 2 hari 1:07:17 seumpama 1:07:18 berarti kita enggak mampu. Kalau 1:07:20 seumpama saya belajar Qurannya sudah 1:07:23 lancar, jadi kalau seumpama 4 halaman 1:07:25 kayaknya ringan dalam sehari. Ya sudah 1:07:27 saya berniat mulai hari ini setiap hari 1:07:30 4 halaman. Jadi dia mampu melakukannya 1:07:33 dan kalau dikerjakan pun tidak 1:07:35 mengganggu yang lain, itu namanya teknik 1:07:38 untuk membuat pro program seumpama. Ya 1:07:41 seumpama Anis apa? Kan untuk diri kita 1:07:44 proyeknya nih, saya ingin tahajud 2 jam 1:07:46 seumpama, apa iya sanggup ya kan? 1:07:49 Masya Allah kalau bangun jam 4 saja 1:07:51 kalau kerja sudah ngantuk berarti. Nah, 1:07:53 jadi bikinlah yang kira-kira realistis 1:07:56 bahwa program itu bisa kita kerjakan 1:07:58 secara kon kontinu terus-menerus. Nah, 1:08:02 itu proyek namanya. Kalau seumpama kita 1:08:04 pengen anak kita yang istikamah, 1:08:06 istikamah dalam apa? Gitu kan? Makan 1:08:08 saja biar makannya tertib gitu kan? Nah, 1:08:11 sudah makan atau sholat anak kita. Jadi 1:08:14 kita bikin kasih tahu, sampaikan, Nak 1:08:17 tidak ada amalan yang terbaik dalam 1:08:21 kehidupan seorang muslim kecuali apa? 1:08:23 Yuk, sholat jangan tinggalkan sholat. 1:08:26 Siap Nak? Siap. Nah, nanti dibantu tuh 1:08:28 pengawalannya. Yuk, sudah dzuhur tuh, 1:08:31 ashar tuh, maghrib tuh, isya tuh, subuh 1:08:35 gitu kan? Nah, itu namanya tadi 1:08:37 bagaimana 1:08:39 membangun keistiqomah keistiqomahan. 1:08:41 Jadi apa yang mau diistiqomahkan? Jadi 1:08:43 perlu bagi kita. Seumpama saya ingin 1:08:46 istiqomah sholat berjamaah di masjid 5 1:08:49 waktu. Nah, sudah fokus jadwalkan ya 1:08:52 kan? Targetkan, masya Allah. Kecuali 1:08:55 udzur syar'i, nah itu juga termasuk 1:08:57 upaya untuk mengistiqomahkan. 1:09:00 Tadi boleh bisa tahajud malam, bisa 1:09:03 salat berjamaah, bisa baca Quran, bisa 1:09:06 zikir pagi dan sore, bisa berinfak, 1:09:08 bersedekah. Saya ingin istikamah infak 1:09:11 saja tiap pagi, tiap pagi 5.000 minimal. 1:09:14 Nah, itu istikamah doa, mampu enggak 1:09:16 mau, mampu enggak mau dia berdoa kepada 1:09:19 Allah. Nah, itu namanya target-target. 1:09:22 Iya, kan? Kalau seumpama sempurna semua, 1:09:24 ya, salat, ya, mungkin kita juga berat. 1:09:26 Jadi, ukurlah diri kita dengan kemampuan 1:09:29 kita hanya ingin istikamah. Kalau tidak 1:09:31 semua kebaikan saya ingin satu, dua, 1:09:33 tiga kebaikan yang ingin kita 1:09:35 istikamahkan. Kira-kira begitu. Kenapa? 1:09:37 Karena motivasinya tadi, orang-orang 1:09:39 yang istikamah selalu diberi oleh Allah 1:09:42 dalam kehidupannya itu rahmat. Yang 1:09:44 kedua, selalu diberi oleh Allah kekuatan 1:09:47 hati, kekuatan mental. Yang ketiga, 1:09:49 mudah-mudahan nanti ending-nya masuk ke 1:09:51 dalam surga. 1:09:53 Masyaallah. Wallahualam bisawab. 1:09:55 Jadi, kita memilih saatnya 1:09:56 dalam sehari apa yang mau kita 1:09:58 istikamahkan. 1:09:58 Heeh, yang kira-kira targetkan. Makanya 1:10:00 ada istilah smart kalau dalam manajemen, 1:10:03 gitu, kan? Artinya yang kita memang 1:10:04 mampulah, yang realistis, yang bisa 1:10:06 terlaksana. Iya, kan? Seumpamanya saya 1:10:09 baru belajar, nih, belajar sedekah 1:10:11 setiap hari 20.000. Mungkin sehari, dua 1:10:13 hari bisa dia. Nah, ke sananya berat, 1:10:16 berarti itu kurang realistis, iya, kan? 1:10:18 Coba kalau 5.000 mungkin realistis kalau 1:10:20 5.000 untuk awal, tahapan awal. Terus, 1:10:23 sehingga ketika dia istikamah 1:10:24 mendapatkan, "Ya Allah, dengan saya 1:10:26 membiasakan di apa? Infak kok Allah 1:10:29 berikan kemudahan rezeki, ya, Allah 1:10:30 berikan nah, lama-lama nah, bulan depan 1:10:33 saya mulailah berapa? 6.000, naik lagi, 1:10:35 terus, nah, itu namanya hal-hal yang 1:10:38 realistis, yang kira-kira mungkin kita 1:10:39 bisa. 1:10:41 Gitu. Baca Quran juga begitu. Nah, dan 1:10:43 seterusnya dan seterusnya. Wallahualam 1:10:45 bisawab. 1:10:46 Baik, Pak Ustaz, 1:10:47 mungkin bisa dirangkum, Ustaz, di dari 1:10:49 seluruh pembahasan kita saat di siang 1:10:50 hari ini, Ustaz. 1:10:52 Para pendengar Radio Silaturahim dan 1:10:54 pemirsa Rasio Visual di mana pun berada, 1:10:58 selesai juga akhirnya kajian kita pada 1:11:01 sore hari ini dengan apa bagian ketiga 1:11:05 menumbuhkembangkan nilai keimanan pada 1:11:08 diri kita untuk menjadi Hizbullah yang 1:11:10 sejati. Bagaimana itu? Tadi disebutkan 1:11:13 betapa Rasulullah memberikan nasehat 1:11:15 yang sangat bermanfaat bagi diri kita. 1:11:18 Qul amantu billah sum mastakim. Artinya 1:11:20 kita beriman kepada Allah, kita 1:11:22 bertauhid kepada Allah, kemudian 1:11:24 mewujudkan iman itu dalam bentuk 1:11:26 buah-buah iman, amal-amal ketaatan 1:11:29 kepada Allah yang bisa kita jaga secara 1:11:32 isti- istiqomah. Kemudian Rasul 1:11:34 menggambarkan bahwa orang-orang muslim 1:11:37 itu ibaratnya mereka adalah mereka 1:11:40 ibaratnya adalah tanah 1:11:43 tanah yang disirami oleh hujan. Tinggal 1:11:46 bagaimana kita memetakan diri kita. 1:11:48 Apakah kita menjadi naqiyah, tanah yang 1:11:50 subur di mana turunnya hujan menjadikan 1:11:53 kita menjadi subur, kemudian kita bisa 1:11:57 ber- membuahkan kebaikan-kebaikan 1:12:00 seperti halnya tanah tumbuh padanya 1:12:01 pepohonan dan rerumputan, kemudian 1:12:04 bermanfaat bagi orang lain. Atau kita 1:12:06 menjadi ajadib, artinya tanah yang keras 1:12:09 tapi dia masih bisa menyimpan air. Dia 1:12:12 bisa menerima indahnya air, indahnya 1:12:14 kebenaran. Tapi kemudian kebenaran itu 1:12:17 ya memberikan manfaat bagi orang lain, 1:12:19 pencerahan bagi orang lain, memotivasi 1:12:22 orang lain. Tapi dirinya sendiri tidak 1:12:24 mem- tidak mendapatkan manfaat dari 1:12:26 kebaikan. Itu juga menjadi bagian dari 1:12:28 prototipe manusia. Yang ketiga, jangan 1:12:32 sampai kita menjadi 1:12:34 orang-orang yang diibaratkan seperti 1:12:36 tanah licin. Betapa banyak nasehat 1:12:39 kebaikan yang Allah turunkan dan itu 1:12:42 untuk kebaikan kita, tapi berlalu 1:12:44 semuanya. Air hujan tuh berlalu. 1:12:46 Boro-boro kita menjadi tanah yang subur, 1:12:48 tetap menjadi tanah yang tandus. 1:12:50 Boro-boro kita bisa menyimpan air. Ih, 1:12:52 air yang baru turun pun kemudian hilang 1:12:55 pada diri kita. Nauzubillah min zalik. 1:12:57 Mudah-mudahan taklim kita melalui media 1:13:01 Radio Silaturahim ini menjadi apa? 1:13:04 Menjadi siraman-siraman seperti hujan 1:13:06 yang menyuburkan hati kita. Dan 1:13:08 mudah-mudahan Allah selalu bimbing kita 1:13:10 dan istikamah dalam kebaikan hingga kita 1:13:13 wa'bud rabbaka hatta ya'tiyakal yakin. 1:13:15 Allahu a'lam minkum. Assalamualaikum 1:13:17 warahmatullahi wabarakatuh. 1:13:18 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:13:20 wabarakatuh. Kami ucapkan jazakumullah 1:13:21 khair kepada Ustaz Aminur Roni yang 1:13:23 telah memberikan tausiahnya dan juga 1:13:25 menjawab pertanyaan dari ikhwan akhwat 1:13:27 di siang hari ini dalam program acara 1:13:29 tausiah siang. 1:13:31 Dan kita doakan semoga Ustaz Aminur Roni 1:13:33 selalu diberikan kesehatan oleh Allah 1:13:34 subhanahu wa taala. Amin Allahumma amin. 1:13:37 Ikhwan akhwat para pendengar Radio 1:13:38 Silaturahim, demikian acara kita di 1:13:39 siang hari ini. Semoga bermanfaat bagi 1:13:41 kita semuanya. Mudah-mudahan menambah 1:13:43 keimanan dan juga ketakwaan kita di sisi 1:13:44 Allah subhanahu wa taala. Kami ucapkan 1:13:46 terima kasih juga untuk ikhwan akhwat 1:13:48 yang senantiasa mendengarkan dan juga 1:13:49 yang telah berinteraktif di siang hari 1:13:51 ini. Semoga kuota ataupun pulsa yang 1:13:53 dikeluarkan dicatat oleh Allah subhanahu 1:13:54 wa taala dan digantikan dengan pahala 1:13:56 yang berlipat ganda. Amin Allahumma 1:13:57 amin. 1:13:58 Akhir kata saya Muhammad Anis Mualim dan 1:13:59 kru Radio yang bertugas ada Neiza dan 1:14:01 juga Yusuf Subangkit. Dan juga 1:14:04 rekan-rekan kita yang telah merelay 1:14:05 acara di siang hari ini yang berada di 1:14:07 daerah. Semoga kita selalu diberikan 1:14:09 perlindungan oleh Allah subhanahu wa 1:14:11 taala. 1:14:12 Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu 1:14:14 alla ilaha illa anta astagfiruka wa 1:14:15 atubu ilaik. Kurang lebih kami mohon 1:14:17 maaf. Assalamualaikum warahmatullahi 1:14:19 wabarakatuh. 1:14:20 Waalaikumsalam.