Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:15 rahim, assalamualaikum warahmatullahi 0:17 wabarakatuh. Alhamdulillahirabbil 0:20 alamin, Allahumma sholli ala sayyidina 0:22 Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad. 0:25 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 0:27 subhanahu wa taala, bagaimana kabar Anda 0:29 di sore hari ini? Semoga dalam keadaan 0:32 sehat walafiat dan selalu dalam 0:34 lindungan Allah subhanahu wa taala. 0:36 Senang sekali kami dapat kembali 0:38 menjumpai Anda dalam program di sore 0:42 hari ini, tausiah sore bersama 0:43 narasumber kita, guru kita, Ustaz Z M 0:46 Bahmid dengan tema peranan hati dan 0:50 eh obatnya begitu Ustaz ya? 0:52 Dan penyakit-penyakitnya. 0:53 Dan penyakit-penyakitnya, mohon maaf. 0:55 Peranan hati dan penyakit-penyakitnya 0:57 yang akan disampaikan oleh beliau. Yang 1:00 mana pada sore hari ini kita telah 1:02 tersambung melalui aplikasi Zoom. 1:05 Assalamualaikum warahmatullahi 1:06 wabarakatuh, Ustaz. 1:08 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:10 wabarakatuh. Sehat Ustaz ya? 1:13 Alhamdulillah. 1:14 Alhamdulillah. Baik, ikhwan dan akhwat 1:15 tepat di pukul 16.15 1:19 menit waktu studio kami, insya Allah 1:22 selama satu setengah jam ke depan kita 1:24 akan mendengarkan 1:26 tausiah yang akan disampaikan oleh guru 1:28 kita. Tafadhol, Ustaz. 1:31 Assalamualaikum warahmatullahi 1:34 wabarakatuh. 1:36 Bismillahirrahmanirrahim, 1:38 alhamdulillahirabbil alamin. 1:41 Alhamdulillahilladzi 1:44 hadana lihadza wa ma kunna linahtadi 1:46 laula an hadanallah. 1:48 Tsumma innal hamdalillah nahmaduhu wa 1:50 nasykuruhu wa nasta'inu wa nastaghfiruh. 1:54 Wa na'udzubillah min syururi anfusina wa 1:56 min sayyiati a'malina. 1:59 Man muhtad. 2:02 Waman yudlil falan tajida lahu waliyan 2:05 mursyida. 2:07 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 2:10 sayyidina Muhammad an nabi rahmat. 2:13 Wa ala alihi wasahbihi wasallama 2:15 tasliman kasira. 2:17 Allahumma robbisrohli sodri wayassirli 2:20 amri wahlul uqdatam min lisani yafqohu 2:23 qouli. 2:24 Amin ya rob. 2:25 Para pendengar sekalian. 2:28 Di mana saja Anda berada. 2:30 Mudah-mudahan rahmat. 2:32 Dan hidayah Allah akan tetap selalu 2:35 mengikuti langkah-langkah kita ke depan. 2:37 Insyaallah amin ya robbal alamin. 2:40 Mari bersama-sama hari ini. 2:44 Kita akan. 2:49 Eee. 2:52 Kita akan mendalami tentang. 2:54 Penyakit-penyakit hati. 2:58 Di dalam kehidupan manusia hati itu baik 3:01 di dunia ataupun di yaumul akhir. 3:04 Hati itu mempunyai peranan yang sangat 3:06 penting. 3:08 Peranan yang menentukan kehidupan kita 3:10 baik di dunia ataupun di akhirat. 3:13 Dan ada ayat yang Allah subhanahu wa 3:15 taala mengingatkan kepada kita sekalian 3:17 bagaimana peranan hati. 3:21 Yauma la yanfaul malu wala banun. Illa 3:25 man atallah biqalbin salim. 3:29 Akan datang. 3:31 Hari yang sudah tidak ada manfaat. 3:34 Hartanya. 3:36 Ya. 3:37 Atau harta-harta kita ataupun anak-anak 3:39 kita. 3:43 La yanfaul malu wala banun. 3:47 Kapan hari itu akan terjadi? 3:49 Itu ketika kita dibangkitkan oleh Allah 3:51 di yaumul akhir. 3:54 Illa man atallah biqolbin salim, 3:56 terkecuali mereka datang dengan hati 3:59 yang bersih. 4:01 Hati yang sehat, yang suci. 4:04 Yang tidak terkontaminasi noda-noda 4:06 dosa. 4:08 Jadi Allah melihat lebih banyak kita itu 4:11 ke dalam 4:12 hati, sebab hati ini yang mengatur 4:14 tindak tanduk kita. 4:17 Terkadang kita manusia subhanallah. 4:21 Kalau ada sakit, apalagi kalau sakitnya 4:23 itu agak-agak 4:25 mengganggu kehidupan kita, ya. 4:28 Kita cepat-cepat mencari dokter. 4:32 Kita akan cepat berusaha supaya sakit 4:34 yang kita hadapi ini 4:36 cepat. 4:39 Artinya dia sehat kembali. 4:41 Apa orang yang kakinya patah, sakit 4:43 kepala, ya, dan macam-macam 4:46 bermacam-macam sakit. 4:48 Ada orang yang ginjalnya sudah dikasih 4:50 warning oleh dokter. 4:53 Ah, itu kita bakal cepat-cepat mencari 4:55 dokter supaya jangan sampai gagal 4:56 ginjal. 4:58 Atau umpama dokter bilang ini harus di 5:01 pasang ring karena jantungnya, urat 5:03 jantungnya ada yang bermasalah, 5:05 tersumbat. 5:06 Ah, biasanya kita akan cepat untuk 5:10 menangani masalah ini. 5:12 Tapi hamba Allah yang mulia, para 5:14 pendengar sekalian yang dimuliakan 5:15 Allah. 5:16 Terkadang hati kita ini tertutup dengan 5:20 penyakit-penyakit hati. 5:23 Dan penyakit hati ini 5:26 kita enggak bisa ke dokter. 5:29 Dokter itu hanya bisa mengobati jasad 5:32 kita. 5:34 Nah, hati kita ini 5:36 bertalian dengan roh. 5:39 Sebab hati ini 5:41 merupakan juru bicaranya roh. 5:44 Hati. 5:47 Dosa itu bersemayam di dalam hati. 5:50 Hati itu yang mana? Jantung. 5:53 Nah, ada hadis Rasul sallallahu alaihi 5:55 wasallam, ya Rasul sallallahu alaihi 5:57 wasallam mengingatkan kepada kita 5:59 ala fil jisim mudhghah. 6:04 Fa idza saluhat 6:06 saluhat kullaha. 6:08 Wa idza fasadat 6:09 fasadat kullaha. 6:12 Fa hiyal qalb. 6:15 Ya, itulah hati kita. 6:18 Jadi, jantung sebenarnya. 6:20 Kalau jantung kita. 6:23 Kan 6:25 eee subhanallah 6:27 jantung ini merupakan 6:30 eee 6:33 sebab salah satu organ yang hanya 6:34 berdiri sendiri, tidak ada cadangan, itu 6:37 jantung. 6:39 Ya. 6:40 Kalau satu waktu jantung mengatakan, 6:42 "Saya sudah capek memompa darah, saya 6:44 ingin berhenti." Ah, sudah berakhir 6:47 berarti harus terlepas roh kita dari 6:49 badan, meninggal, mati. 6:54 Jadi, dalam hadis ini Rasulullah 6:55 sallallahu alaihi wasallam menyatakan, 6:57 "Di dalam badan manusia itu ada segumpal 7:00 daging." 7:02 Kalau daging ini baik 7:05 maka kehidupannya akan baik. 7:07 Artinya 7:08 orang melihat kepadanya baik, tindak 7:10 tanduknya baik. 7:11 Tutur katanya bakal baik, wajahnya 7:14 menunjukkan masya Allah, 7:15 basthatul wajh, artinya wajah yang 7:18 menyenangkan. 7:19 Kalau segumpal darah ini, segumpal 7:22 daging ini jelek 7:24 maka keseluruhan hidupnya jelek, tindak 7:26 tanduknya jelek. 7:28 Atau omongan-omongannya jelek. 7:31 Kan terkadang dalam kehidupan kita 7:33 banyak kita mendengar apabila teman kita 7:35 yang berbicara atau seseorang berbicara 7:38 enak dengar, tutur katanya enak, 7:40 kalimat-kalimatnya keluar enak. 7:43 Enggak gampang-gampang menyinggung 7:44 orang, nyindir-nyindir orang. 7:46 Tapi ada hamba-hamba Allah 7:49 kalau kalau ngomong itu 7:51 suka nyerang orang, suka nyindir orang, 7:54 suka melecehkan orang. Itu bertalian 7:57 dengan hati. 7:59 Jadi Rasul sallallahu alaihi wasallam 8:01 menyatakan 8:02 kalau umpama 8:04 gumpalan da- daging ini jelek, maka akan 8:07 jelek semua tindak-tanduknya. 8:10 Sekarang pertanyaan muncul 8:13 apakah ada manusia yang lahir dengan 8:15 hatinya yang bagus, ya? 8:20 Atau ada yang lahir dengan 8:24 hatinya yang jelek? 8:28 Rasul sallallahu alaihi wasallam sudah 8:30 menyatakan 8:32 kullu mauludun yuladu al fitrah. 8:36 Ya. 8:37 Semua anak yang lahir, dia lahir itu 8:40 fitrah. 8:41 Sekalipun anak orang Yahudi 8:44 anak [berdehem] Nasara, anak Muslim, itu 8:46 Allah taala pada waktu itu hatinya masih 8:49 kosong. 8:51 Karena 8:53 saya ulangi lagi 8:55 kita kalau berbuat dosa 8:58 dosa itu dia bersemayam dalam hati. 9:00 Rasul sallallahu alaihi wasallam 9:02 menyatakan 9:03 Allah memberikan titik hitam di dalam 9:05 hatinya ketika kita berbuat satu dosa. 9:08 Kita berbuat dosa yang lain lagi, Allah 9:10 tambahkan lagi titik hitamnya. 9:12 Yunakkat nuktatun aswad fi qalbihi. 9:16 Ya, apabila kita berbuat dosa, Allah 9:18 taala memberikan titik hitam dalam 9:20 hatinya. 9:21 Di hadis yang lain, Rasul sallallahu 9:23 alaihi wasallam juga mengingatkan 9:25 iman kita ini bersemayam di dalam hati. 9:30 Rasulullah menyatakan laisal iman 9:31 bittamanni walakin ma waqara fil qalb wa 9:34 saddaqahul amal. 9:37 Iman itu apa yang dia bersemayam dalam 9:39 hati seseorang dan dia tunjukkan 9:44 dengan tingkah lakunya yang baik. 9:50 Wasadaqahul amal, artinya dia tunjukkan 9:53 tindak tanduknya yang baik, dia buktikan 9:55 yang baik karena imannya di dalam 9:57 hatinya. 9:58 Jadi berarti hamba Allah para pendengar 10:01 sekalian yang dimuliakan Allah 10:04 dosa dan iman itu saling mengambil 10:07 tempat di dalam hati, berebutan untuk 10:09 mengambil tempat di dalam hati. 10:13 Jadi berarti 10:16 ketika hamba Allah itu Allah Ta'ala 10:20 pindahkan dari rahim seorang wanita 10:23 ke dalam pangkuannya ibunya 10:27 itu hatinya dalam keadaan bersih. 10:32 Nah 10:33 yang mengotori itu atau yang menje yang 10:36 menjadikan dia itu Nasara atau Yahudi 10:39 atau Muslim itu orang tuanya. 10:43 Kemudian ketika dia dia mulai dewasa 10:49 apapun yang dia berbuat, apapun yang dia 10:52 lakukan 10:53 yang berseberangan dengan perintah Allah 10:55 atau dengan larangan-larangan Allah yang 10:58 dia lakukan 10:59 maka Allah Ta'ala akan memasukkan noktah 11:02 yang hitam ke dalam hatinya, tergantung 11:04 berapa banyak yang dia lakukan. 11:09 Sehingga lama-lama 11:11 iman kita ini akan terdesak. 11:14 Jadi ada hamba-hamba Allah ketika dia 11:16 mereka meninggal dunia 11:18 dia meninggal dunia dengan hatinya penuh 11:20 dengan 11:23 noktah-noktah hitam, titik-titik hitam. 11:27 Berarti bukan hati yang bersih. 11:33 Dan titik-titik hitam ini merupakan 11:35 dosa-dosa yang menjadikan hati ini penuh 11:38 dengan penyakit. 11:41 Dan penyakit hati ini macam-macam, masya 11:43 Allah. 11:45 Keangkuhan itu termasuk penyakit hati, 11:48 angkuh, sombong. 11:50 Ya. 11:52 Hasut, hasad. 11:54 Apa? Dengki. 11:56 Iri. 11:57 Itu termasuk penyakit hati. 12:01 Sangkaan-sangkaan jelek termasuk 12:03 penyakit hati. 12:06 Dan seorang 12:08 yang mempercayai 12:11 ada sesuatu itu mempunyai kekuatan gaib 12:14 untuk merubah nasib kita 12:17 atau kondisi kita, itu termasuk penyakit 12:19 hati. 12:21 Sehingga sekali waktu Rasul sallallahu 12:23 alaihi wasallam 12:24 ketika duduk dengan sahabatnya 12:27 kemudian Rasul sallallahu alaihi 12:28 wasallam menyatakan 12:31 la yanjuh min hunna ahadan. 12:37 Tidak akan 12:39 selamat, tidak akan berhasil 12:43 mereka-mereka itu 12:46 di dalam kehidupan mereka. 12:49 Sahabat bertanya 12:51 siapa yang mereka-mereka itu siapa ya 12:53 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam? 12:56 Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi 12:58 wasallam menjawab kepada mereka. 13:03 Mereka-mereka itulah 13:05 yang punya sifat 13:07 hasad 13:10 ya 13:12 banyak sangkaan-sangkaan 13:15 sangkaan jelek bukan sangkaan baik, 13:17 sangkaan-sangkaan jelek. 13:22 Dan at-tiyarah. 13:24 Ya. 13:25 Al-hasad, wad-dan, wat-tiyarah. 13:29 Tiyarah itu 13:32 dia menganggap ada sesuatu kekuatan 13:35 ghaib 13:36 yang bisa merubah nasibnya selain Allah 13:39 Subhanahu Wa Ta'ala. 13:42 Kan banyak dalam kehidupan kita 13:43 mempercayai kepada yang tidak-tidak. 13:47 Nah, mari kita lihat. 13:48 Kemudian salah seorang sahabat bertanya, 13:52 "Nah, bagaimana kita bisa lolos dengan 13:54 keadaan kaifa nanjah minhunna ya 13:57 Rasulullah?" 13:58 Bagaimana kami ini 14:00 bisa lolos dengan 14:02 penyakit-penyakit hati ini? 14:04 Dan ada lagi penyakit pengen hati yang 14:06 lebih banyak, tapi rupanya ini yang yang 14:08 besar-besarnya. Ini yang 14:11 eee 14:13 apa yang 14:15 boleh dibilang yang biang-biangnya 14:17 penyakit hati. 14:19 Ya? 14:22 Kemudian Rasul Shallallahu Alaihi 14:23 Wasallam menyatakan, "Apabila timbul 14:25 merasa iri di dalam hati kita, 14:30 merasa iri. 14:31 Nah, 14:33 sifat iri ini memang di dalam kehidupan 14:37 manusia selalu ada. 14:40 Tapi kalau kita arahkan 14:42 sifat iri ini kepada yang positif, 14:45 maka itu akan menjadi sangat baik dan 14:48 dicintai oleh Allah Ta'ala, disenangi 14:50 oleh Allah Ta'ala. 14:53 Iri yang bagaimana? Yang kita bisa 14:55 arahkan ke sifat yang eee positif. 15:00 Ketika umpamanya contoh, 15:03 ketika kita melihat 15:05 ada hamba Allah 15:08 yang suka bersedekah. 15:10 Atau teman kita yang suka bersedekah. 15:14 Atau teman kita yang umpamanya kalau dia 15:16 membaca Alquran, 15:19 suaranya bagus, 15:22 lafadznya bagus, ya? Yang 15:25 enak. 15:27 Kemudian kita 15:29 ya, tentu ada merasa, "Wah, kenapa saya 15:32 enggak begitu?" 15:34 Itu termasuk salah satu sifat iri. 15:37 Tapi kemudian sifat iri ini kita katakan 15:39 kepada diri kita, 15:41 "Saya harus bisa seperti dia." 15:44 Atau kita lihat saudara kita yang suka 15:45 bersedekah atau teman baik kita yang 15:47 suka gampang bersedekah, 15:49 kita mengatakan, "Saya ini 15:53 Sekalipun kita ngomong kepadanya, 15:55 "Saya merasa iri dengan sifat ente yang 15:58 begini baik." 16:00 "Tapi ana ingin mengambil contoh, ini 16:02 ada contoh yang baik." 16:04 Boleh. 16:05 Itu namanya kita arahkan diri kita 16:07 merasa iri kepada yang positif. 16:11 Tapi Rasul sallallahu alaihi wasallam 16:13 mengingatkan ada orang-orang yang iri, 16:17 yang dalam bahasa Indonesia dikatakan 16:19 sudah iri, dia dengki. 16:22 Dengki artinya dia tidak senang 16:24 kenapa hamba Allah ini 16:26 yang mendapat keuntungan. Atau kenapa 16:29 hamba Allah ini bisa berhasil. 16:31 Kenapa hamba Allah ini naik jabatannya, 16:34 sedangkan saya ini lebih pintar atau 16:36 lebih lama dari dia, mungkin. 16:38 Ya. 16:40 Nah, apalagi itu di dalam 16:42 eee subhanallah. 16:45 Ya Allah, eee 16:48 di dalam pemerintahan. 16:50 Ya, pegawai-pegawai dalam pemerintahan, 16:53 PNS. 16:55 Itu malahan ada 16:57 ada istilah yang 16:59 eee menjual jabatan, ya. Jadi orang 17:01 ingin naik pangkat, dia harus keluarin 17:03 fulus, mau ingin naik posisi. 17:05 Artinya ada 17:07 kementerian yang suka jual jabatan. 17:10 Ada itu di di WA itu pernah beredar. 17:17 Kemudian Rasul sallallahu alaihi 17:18 wasallam mengingatkan apabila muncul 17:21 rasa iri dalam dirimu, kata Rasul 17:24 sallallahu alaihi wasallam 17:26 jangan dilanjutkan dengan kalimat yang 17:29 negatif. 17:35 Fala tabghi, kata Rasulullah sallallahu 17:37 alaihi wasallam. 17:39 Saya berikan contoh begini. 17:43 Umpama 17:47 dua hamba Allah yang bertetangga. 17:51 Kemudian tiba-tiba tetangganya yang 17:53 sebelah ini 17:55 tiba-tiba 17:57 sore-sorenya dia pulang, dia sudah 17:59 pulang dengan mobil yang baru, mobil 18:01 yang wah sangat menarik, besar dan baru. 18:04 Umpama ini contoh saja. 18:07 Kemudian tetangganya yang satu lihat, 18:10 mereka bilang, "Wah 18:13 padahal dia ini kan 18:16 kalau mau pikir-pikir usahanya enggak 18:18 seberapa." 18:21 "Ya, paling-paling juga uangnya enggak 18:23 benar." Atau kalau dia PNS, kita bilang, 18:25 "Ya, paling-paling juga uangnya enggak 18:28 benar, ini hasil korupsi ini." 18:31 Nah, itu termasuk kita menunjukkan 18:34 kepada Allah taala 18:36 bahwa kita tidak senang dengan tetangga 18:39 kita mendapat kelebihan. 18:41 Sama dengan kita memprotes putusan Allah 18:44 taala. 18:46 Seorang itu kalau dia iri dan dia 18:48 dengki, kemudian dia lafazkan dengan 18:51 kalimat 18:52 umpama dia bilang 18:54 "Ya, paling-paling juga uangnya enggak 18:56 benar." 18:59 Kita tidak tahu. 19:00 Kita telah tunjukkan bahwa kedengkian 19:03 kita, tidak senangnya melihat hamba 19:05 Allah ini mendapat 19:08 apa dia, mendapat jabatan atau 19:11 dia membeli mobil yang baru atau 19:13 merenovasi rumahnya yang baru, ya. 19:17 Masya Allah. 19:19 Rasulullah mengingatkan apabila 19:22 muncul rasa iri dalam dirimu 19:25 maka jangan engkau lanjutkan dengan 19:27 kalimat yang tidak-tidak. 19:31 [berdehem] 19:34 Kan ada terkadang orang suka 19:36 komentar-komentar. 19:40 Subhanallah. 19:42 Terputus dari internet ini rupanya. 19:49 Alhamdulillah. 19:52 Nah, terkadang kan ada yang suka 19:54 komentar. 19:55 Ah, paling-paling juga uangnya enggak 19:57 benar. 19:58 Padahal kita tidak tahu. 20:03 Mestinya kalau kita lihat yang demikian 20:07 angkat tangan kepada Allah. 20:09 Alhamdulillah. 20:11 Saudaraku ini Allah Ta'ala berikan 20:13 kelebihan kepadanya. Kita bisa lanjut 20:16 lagi, ya Allah berikanlah yang lebih 20:18 baik atau yang terbaik untukku. 20:22 Justru itu dalam Alquran Allahu Subhana 20:24 Wa Ta'ala mengingatkan 20:26 wala tatamannau ma faddalallahu bihi 20:29 ba'dhakum ala ba'd. 20:32 Jangan kamu terlalu menginginkan 20:39 dengan apa yang Allah berikan kepada 20:44 mungkin saudaramu, temanmu, ya. 20:48 Jangan kamu terlalu menginginkan dengan 20:50 perasaan iri apa yang Allah Ta'ala 20:52 lebihkan kepada mereka yang lain. 20:56 Karena rezeki untuk mereka belum tentu 20:58 baik untuk kita. 21:01 Tiap-tiap orang itu Allah Ta'ala telah 21:03 tentukan sampai di mana jabatannya akan 21:05 naik, rezeki apa yang dia akan terima, 21:08 berapa banyak rezeki yang apa yang dia 21:10 akan terima, berapa banyak rezeki yang 21:12 dia akan makan. 21:14 Itu semua di tangan Allah subhanahu wa 21:16 taala, bukan di tangan kita. 21:18 Tugas kita ini hanya berusaha. 21:21 Berusaha dengan baik. 21:24 Tadahkan tangan kepada Allah yang 21:25 banyak. 21:26 Minta kepada Allah taala. 21:28 Maka insyaallah Allah taala akan 21:30 memberikan yang terbaik kepada kita. 21:34 Dan 21:35 perasaan hasad ini, hasad. Ya. 21:39 Kalau bahasa Indonesianya iri 21:41 dan dengki. 21:44 Jadi iri itu dia merasa 21:46 dia enggak senang orang lain mendapat 21:49 lebih dari dia. 21:50 Atau mempunyai posisi lebih tinggi dari 21:52 dia. 21:53 Atau lebih dikenal dari dia. 21:57 Kemudian dia mulai 21:59 lanjutkan dengan kalimat-kalimat 22:01 negatif. 22:03 Maka itu termasuk hamba Allah ini sudah 22:05 dengki dengan putusan Allah. 22:09 Itu sama dengan kita memprotes putusan 22:12 Allah taala. 22:13 Nabi-nabi aja tidak diberikan wewenang 22:16 oleh Allah untuk memprotes putusannya. 22:20 Karena Allah taala wahuwa ala kulli 22:23 syaiin qadir. 22:25 Allah taala menyatakan walillahi ma fis 22:27 samawati wa ma fil ard. 22:30 Walillahi mulkus samawati wa wa wa ma 22:33 fil ard. Itu berulang-ulang di Quran 22:35 Allah taala ingatkan. 22:37 Di tangan Allah apa yang Allah taala eh 22:40 apa segala kerajaan langit dan bumi, 22:43 seluruh alam ini di tangan Allah. 22:45 Kemudian di ayat yang lain Allah taala 22:48 ingatkan. 22:52 Yang Allah taala jelaskan itu sangat 22:54 jelas kepada kita. 22:58 Nahnu qasamna bainahum maisyatahum fil 23:02 hayati dunya. 23:07 Di ayat ini mulai dengan ahum yuqsimuna 23:10 rahmat rabbika. 23:13 Apakah mereka, maksudnya apa mereka? 23:16 Mereka yang kaya, mereka yang berkuasa, 23:18 mereka yang mempunyai kekuatan, 23:20 kemampuan. Apa mereka yang membagi-bagi 23:23 rahmat Allah ta'ala ini? 23:25 Kemudian Allah ta'ala menyatakan kami 23:28 Allah nahnu qasamna bainahum, kami Allah 23:31 yang membagi-bagikan kepada mereka 23:34 ma'isyatahum 23:36 kehidupan mereka dalam kehidupan dunia. 23:39 Tinggi posisi, jabatan, pengetahuan. 23:43 Itu Allah ta'ala yang membagi-bagikan. 23:47 Seorang hamba Allah kalau dia umpamanya 23:50 pintar mempunyai 23:53 ee apa namanya subhanallah gelar doktor 23:57 ya 23:58 master degree, doktor degree, PhD. 24:04 Itu karena memang Allah ta'ala yang 24:06 memberikan kelebihan di dalam otaknya 24:09 untuk dapatkan demikian. 24:12 Nah, bagaimana kalau orang yang memakai 24:15 ijazah palsu? Nah, itu penipuan. 24:19 Ya. 24:20 Itu penipuan. Itu menipu, menipu 24:22 hamba-hamba Allah. 24:24 Nah, mungkin Allah ta'ala berikan 24:26 kelebihan kepadanya untuk menipu orang 24:28 dan itu bakal berakhir dengan 24:30 kecelakaan. 24:34 Jadi di ayat ini Allahu subhanahu wa 24:36 ta'ala ingatkan supaya kita sadari 24:39 bahwa usaha kita ini hanya ee 24:42 tugas kita ini hanya berusaha sebaik 24:44 mungkin. 24:45 Hasilnya itu mutlak di tangan Allahu 24:48 subhanahu wa ta'ala. 24:51 Jadi coba kalau ada saudara kita yang 24:53 naik jabatan dia dapat kelebihan 24:56 Qul alhamdulillah. 25:00 Kita minta kepada Allah Ta'ala. 25:02 Ya Allah berikanlah kepadaku yang lebih 25:04 baik dari itu. Atau yang terbaik 25:06 untukku. 25:07 Itu masya Allah. 25:10 Terlepas dia dari masalah ini. 25:13 Dan memang hamba Allah yang mulia, para 25:15 pendengar yang dimuliakan Allah Ta'ala. 25:18 Seorang itu kalau 25:21 dia dengki 25:22 iri dan dengki ya 25:25 hasud hasad 25:27 hidupnya tidak tenang. 25:31 Karena ini masalah penyakit hati, 25:32 masalah hati. 25:37 Ada hamba-hamba Allah 25:39 subhanallah 25:43 yang begitu melihat saudaranya naik, 25:45 mendapat posisi yang baik, dicari-cari 25:49 dicari-cari masalahnya nah untuk 25:51 menjatuhkan hamba Allah ini. 25:55 Artinya dicari-cari apa saja, padahal 25:57 mungkin hamba Allah ini 25:59 orangnya jujur, baik 26:02 dia berusaha dengan baik dapat posisi 26:04 yang baik. 26:08 Kita tidak ada hak. 26:11 Tidak ada hak untuk kita mengganggu 26:14 kepadanya karena perasaan dengki yang 26:17 ada pada kita. 26:19 Dan itu Rasul Shallallahu Alaihi 26:20 Wasallam mengingatkan 26:22 salah satu sifat ini akan menjadikan 26:25 kehidupan kita itu berantakan, tidak 26:27 akan berhasil. 26:31 Baik berhasil dalam 26:34 kehidupannya sebagai seorang hamba Allah 26:36 yang saleh 26:38 tidak berhasil dalam hidup, kita akan 26:40 berantakan macam-macam. 26:42 Orang yang ini 26:45 yang dengki. 26:50 Jadi biasakanlah diri kita ini apabila 26:53 kita melihat saudara kita yang mendapat 26:57 ya, mendapat kelebihan, 26:59 mendapat jabatan lebih baik dari kita, 27:02 biasakan diri kita ini kembalikan kepada 27:05 Allah, ya Allah, 27:07 Engkau zat yang Maha Mengetahui. 27:10 Engkau yang membagi-bagikan kehidupan 27:12 dalam kehidupan dunia ini. 27:14 Allah Ta'ala nyatakan jelas, "Nahnu 27:16 qasamna bainahum ma'isyatahum 27:20 fil hayati dunya." 27:22 Kami yang telah mengatur membagi-bagikan 27:26 kehidupan mereka dalam kehidupan dunia. 27:30 Berarti ada yang Allah Ta'ala angkat 27:32 sebagian, 27:34 ada yang Allah Subhanahu wa Ta'ala 27:37 rendahkan sebagian. 27:39 Baik dalam soal ekonomi, mungkin soal 27:41 pengetahuan, soal apa saja. 27:49 Sebab hamba Allah yang mulia, 27:52 kita perlu sadari, 27:54 umpama, 27:56 kalau Allah Ta'ala ciptakan kehidupan 27:58 ini semua kaya raya, 28:00 sama, semua sama, 28:02 kaya. 28:05 Siapa yang akan mengangkat sampah itu di 28:07 rumah? 28:09 Siapa yang akan bekerja menjadi sopir 28:11 kepada Anda? 28:13 Siapa yang akan Anda 28:15 kerjakan sebagai sekretaris kalau Anda 28:17 mempunyai perusahaan? 28:20 Sebab dia juga sama, sama kaya semua. 28:24 Inilah yang Allah Subhanahu wa Ta'ala 28:26 nyatakan dalam Alquran, 28:29 "Wa faddalnaahu ba'dhakum 'ala ba'dh." 28:33 Kami lebihkan sebagian di antara kalian 28:35 daripada yang lain. 28:38 Jadi, dengan adanya bervariasi yang 28:41 demikian, 28:42 kita bisa pakai sopir, ya, 28:46 kita bisa pakai 28:49 Ada orang yang akan membersihkan rumah 28:50 kita. 28:55 Allah Ta'ala zat yang Maha tahu dan Maha 28:57 bijaksana. 28:58 Kalau Dia atur kehidupan kita semua ini 29:01 semua kaya raya, 29:03 masyaallah. 29:05 Kita sendiri yang bakal sulit. 29:08 Enggak ada orang yang bakal gali-gali 29:10 kubur untuk kita. 29:12 Coba. 29:13 Masyaallah. 29:15 Jadi sifat hasad, 29:18 sifat dengki, 29:19 hilangkan dari diri kita. 29:22 Karena sifat ini akan membawa kecelakaan 29:24 ketika kita datang menghadap kepada 29:26 Allah Ta'ala. 29:27 Dan itu penyakit hati. 29:30 Enggak mungkin 29:31 kalau antum bertanya, 29:33 "Bagaimana paling bagus untuk 29:35 menghilangkan 29:37 penyakit hati?" 29:39 Perbanyak kita istigfar kepada Allah 29:41 Subhanahu Wa Ta'ala. Perbanyak istigfar. 29:45 Dan perbanyak minta perlindungan dari 29:47 Allah Ta'ala. 29:49 Allah Ta'ala sudah berulang kali di 29:50 dalam Qur'an Allah Ta'ala nyatakan, 29:53 "Ud'uni astajib lakum." 29:59 "Panggillah Aku, tadahkan tanganmu 30:01 kepada-Ku. 30:02 Aku akan menjawabmu." 30:05 Jadi kalau kita merasa iri, 30:08 iri ya, 30:09 belum sampai dia dengki. Kalau sudah 30:11 lafazkan dengan kalimat-kalimat 30:14 menunjukkan kedengkiannya dia kepada 30:15 hamba Allah tersebut. 30:17 Merasa iri, berdoa kepada Allah, "Ya 30:19 Allah, berikanlah yang lebih baik 30:21 kepadaku." 30:26 Dan Allah akan mencatat kepada kita 30:29 bahwa kita bukan manusia 30:31 yang termasuk tidak senang dengan 30:33 putusan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 30:36 Orang yang dengki dengan naiknya 30:37 seseorang, itu dia menunjukkan dia tidak 30:40 senang dengan putusan Allahu subhanahu 30:42 wa taala. 30:43 Siapa kita untuk memprotes putusan Allah 30:46 subhanahu wa taala? 30:50 Itu yang pertama. 30:52 Salah satu penyakit hati. 30:54 Jangan kita bawa sampai ke yaumul akhir. 30:57 Dan penyakit hati ini kalau kita dan 30:59 hamba Allah yang mulia 31:01 hati manusia ini 31:03 hati manusia 31:04 itu peranan luar biasa dalam kehidupan 31:06 kita. 31:08 Wajah kita wajah mewakili apa yang dalam 31:13 hati. Karena hati manusia kita enggak 31:14 bisa lihat. 31:17 Hati manusia ini merupakan juru bicara 31:19 daripada roh, dari jiwa kita. 31:22 Karena yang bertanggung jawab kepada 31:24 Allah taala itu jiwa kita, roh, nafs. 31:33 Kan di dalam Alquran itu Allah taala 31:35 ingatkan balil insan ala nafsihi 31:38 basirah. 31:39 Artinya nanti kalau kita meninggal dunia 31:44 anggota tubuh kita ini akan menjadi 31:46 saksi kepada roh kita. 31:50 Roh kita enggak bisa lihat. 31:53 Tapi kenyataan adanya roh kita bisa 31:55 tahu. 31:57 Roh yang membikin mata kita berfungsi, 32:00 jantung kita berfungsi, telinga kita 32:02 berfungsi. 32:04 Begitu roh sudah terpisah dari badannya, 32:07 dia sudah enggak bisa dengar. 32:09 Dia sudah enggak bisa lihat. Dia sudah 32:10 enggak bisa berbicara. 32:12 Dia sudah enggak bisa bernafas. 32:16 Juru bicaranya roh 32:17 itulah hati. 32:19 Dan Allah akan menilai ketika seorang 32:22 hamba Allah di yaumul akhir 32:24 di antara artinya kita semua ketika 32:26 meninggal dunia. 32:28 Sampai di yaumul yaumu yub'atsun 32:31 hari ketika Allah membangkitkan kita 32:33 Allah taala menyatakan 32:36 yauma la yanfa'ul malu wala banun illa 32:39 man atallah biqalbin salim. 32:43 Semua sudah tidak akan bermanfaat kepada 32:44 kita, harta yang kita kumpulkan, 32:46 anak-anak yang kita sayangi, istri yang 32:49 kita 32:50 apa jalani kehidupan bersama, enggak ada 32:53 manfaat apa-apa mereka kepada kita. 32:56 Yang Allah lihat 32:58 man atallah biqalbin salim. 33:01 Mereka yang datang dengan hati yang 33:03 bersih 33:04 yang sehat. 33:06 Masyaallah. Itu yang dilihat oleh Allah. 33:08 Justru itu dalam hadis yang lain 33:09 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 33:11 mengingatkan innallaha la yang duru ala 33:14 aswalikum wala ala ahwalikum. 33:17 Wala ala amwalikum. 33:20 Hah? 33:21 Allah tidak melihat rupamu, hartamu, 33:24 posisinya, kedudukanmu. 33:26 Tapi Rasul sallallahu alaihi wasallam 33:28 menyatakan innallaha yang duru ala 33:30 qulubikum wa amalikum. 33:32 Allah melihat hatimu 33:35 dan tindak tanduk. 33:38 Itu yang Allah Ta'ala 33:39 ya. 33:41 Jadi hasut ini 33:43 salah satu penyakit hati yang sangat 33:46 berbahaya. 33:47 Dalam hadis yang lain Rasulullah 33:49 mengingatkan 33:52 al ghilla wal hasad 33:55 ya'kulanil hasanat 33:57 kama ta'kulanin narul hatab. 34:02 Ya? 34:04 Al ghilla 34:07 bisa berarti dengki 34:09 atau bisa berarti 34:11 ghibah 34:12 membicarakan orang, membicarakan 34:14 kejelekan-kejelekan orang. 34:17 Memviralkan kejelekan-kejelekan orang. 34:22 Dan hasad 34:23 Rasul sallallahu alaihi wasallam 34:25 menyatakan 34:28 bagai ah ya'kulanil hasanat itu akan 34:31 memakan 34:33 memakan amal-amal baik kalian 34:36 seperti api membakar kayu yang kering. 34:41 Berarti kita kalau 34:43 iri dan dengki kepada seseorang, kita 34:46 lanjutkan dengan kalimat 34:48 amal kita itu hilang. 34:51 Dihapus oleh Allah Ta'ala. 34:54 Kalau hamba Allah ini orang yang baik. 34:59 Sekarang kalau pertanyaan 35:04 kalau pejabat yang koruptor 35:06 zaman sekarang kan masya Allah 35:08 sedikit-sedikit kita viralkan kalimat 35:11 viral, ya. 35:14 Pejabat yang koruptor 35:16 sudah jelas-jelas koruptor ketangkap 35:18 tangan. 35:20 Kemudian KPK sudah jatuhkan 35:24 penjara. 35:26 Apa boleh kita viralkan atau tidak? 35:30 Tergantung niat kita. 35:35 Tergantung niat kita. 35:42 Nah 35:46 jadi 35:47 subhanallah 35:50 hasad ini sebab begini 35:53 kenapa saya katakan tergantung niat 35:55 kita. 35:56 Kalau pejabat korupsi 35:59 uang kita ada di situ. 36:03 Yang dia curikan ini uang rakyat. 36:09 Jadi mungkin kita berhak kalau kita 36:12 kalau kita ingin viralkan, ya uang saya 36:14 ada di situ, uang kita ada di situ. 36:18 Tapi kita perlu hati-hati juga. 36:21 Sebab kalau belum ditetapkan bersalah 36:25 kan ada pengadilan. 36:26 Jangan kita gampang-gampang viralkan. 36:30 Nah, yang kedua Rasul sallallahu alaihi 36:32 wasallam menyatakan 36:33 itu sakit penyakit hati yang berbahaya 36:35 yang pertama. Yang kedua 36:38 adzan 36:40 sangkaan-sangkaan tapi sangkaan jelek. 36:44 Kan di dalam Alquran Allah taala 36:45 menyatakan 36:48 Inna ba'da dzan 36:50 itsmun. 36:52 Sebagian sangkaan-sangkaan itu dosa. 36:57 Sangkaan yang bagaimana itu Ustaz? 36:58 Sangkaan jelek. 37:01 Sampai Allah taala melarang kita 37:02 berhati-hati. Jangan kita banyak 37:04 sangkaan-sangkaan yang tidak-tidak. 37:06 Apalagi menyangka jelek kepada Allah 37:09 subhanahu wa taala. Wah, itu lebih 37:10 berbahaya luar biasa. Audzubillah. 37:15 Banyak sangkaan-sangkaan itu termasuk 37:17 penyakit hati. 37:20 Dan Rasul sallallahu alaihi wasallam 37:21 menyatakan kalau kalian bersangka 37:23 sesuatu yang jelek kepada orang tersebut 37:27 jangan mencoba mencari-cari jalan la 37:29 tuhaqqiq artinya jangan mencari-cari 37:31 jalan untuk membenarkan sangkaan 37:33 tersebut. 37:38 Saya berikan contoh begini. 37:40 Yang biasanya terjadi di dalam 37:42 masyarakat kita. 37:44 Sangkaan jelek. 37:47 Ya. 37:53 Umpama ini umpama. 37:55 Karena ini pernah terjadi kejadian ini 37:58 pernah terjadi kepada saya. 38:00 Jadi berarti bukan mustahil ini enggak 38:02 terjadi kepada orang lain. 38:07 Pernah 38:08 saya masuk satu kondangan. 38:11 Kondangan orang nikah kalau enggak 38:12 salah. 38:16 Nah, kemudian 38:18 ada yang enggak tahu, Ustaz apa kabar? 38:20 Ini datang salaman salaman, salaman. 38:23 Rupanya ada salah satu teman saya yang 38:26 agak jauh dari kira-kira sekitar sekitar 38:29 5 m dari saya. 38:31 Dia tengok kepada saya senyum-senyum, 38:34 tapi saya waktu itu belum tahu. 38:36 Lagi hadapi hamba-hamba Allah ini lagi 38:38 salaman. 38:40 Sudah. 38:44 Pada waktu dia senyum-senyum, rupanya 38:45 saya enggak balas senyumnya, dia angkat 38:47 tangan. 38:48 Tapi saya enggak tahu, saya enggak 38:49 lihat. 38:52 Pada waktu sesudah saya keluar dari 38:56 undangan tersebut, 38:58 dia ada berdiri di samping mobil. 39:02 Saya datang, kemudian saya katakan, 39:04 "Ahlan ya akhi." Kemudian saya datang 39:07 mau salaman, dia enggak mau salaman. 39:09 Dipukul tangan saya. 39:13 Nah, saya bilang, 39:15 "Ente kenapa? Ente marah sama ana 39:16 kenapa?" 39:18 Lalu dia katakan, 39:20 "Tadi ana tegur sama ente, ana angkat 39:22 tangan. 39:24 Ana senyum-senyum, ana angkat tangan. 39:26 Ente balas pun tidak." 39:28 Padahal, ya Allah, sampai saya 39:30 mengatakan kepadanya, saya sumpah, 39:32 "Demi Allah, ana enggak lihat, ana 39:34 enggak tahu." 39:36 Nah, 39:37 ini yang begini berarti tadinya sudah 39:40 ada sangkaan bahwa saya ini agak 39:42 sombong, agak angkuh, enggak mau. 39:45 Kejadian ini banyak terjadi dalam 39:47 kehidupan kita. 39:50 Saya berikan contoh begini saja, umpama 39:52 ya, umpama ini. 39:57 Ada orang berpapasan dengan kita. 40:00 Kemudian dia memberikan salam. 40:05 Kebetulan hamba Allah ini yang 40:07 berpapasan dengannya ini, 40:09 otaknya lagi problem, 40:11 lagi ada masalah. 40:13 Mungkin apa uang kontrak sudah habis, 40:15 enggak ada fulus, dia lagi keluar mau 40:17 cari fulus di mana, atau mungkin lagi 40:20 ribut dengan istrinya, atau problem 40:22 dengan masalah anaknya, pokoknya dia 40:24 menghadapi problem. 40:27 Ada terkadang 40:29 kita melihat 40:31 ke satu arah. 40:34 Ya, mata kita 40:36 melihat ke satu arah. 40:38 Tapi sebenarnya kita enggak melihat. 40:42 Memandang, memandang ke satu arah. 40:45 Tapi tidak melihat. 40:47 Contoh saja orang yang lagi 40:50 lagi umpama lagi menghadapi masalah, dia 40:52 ingin cari jalan keluar masalahnya. 40:55 Dia duduk, kemudian dia menghadap ke 41:00 plafon, 41:01 ke atap. 41:02 Duduk menghadap ke bukan atap yang dia 41:05 lihat. 41:07 Hanya dia memandang ke atap, tapi 41:09 otaknya lagi jalan. 41:12 Bukan warna atap yang dia perhatikan, 41:14 bukan bentuk atap yang dia perhatikan. 41:17 Hanya memang dia lagi meneropong ke atas 41:19 karena lagi memikirkan bagaimana cara 41:21 jalan keluar daripada kesulitan yang dia 41:23 hadapi. 41:25 Begitu juga terkadang 41:27 umpama 41:30 ketika seseorang memberikan salam kepada 41:32 kita, 41:34 atau kita memberikan salam kepada 41:36 seseorang. 41:39 Dia jawab. 41:40 Dia enggak jawab. 41:42 Atau mungkin kira-kira dia 10 meter dari 41:46 kita, dia senyum-senyum kepada kita, 41:48 kemudian kita kebetulan memandang ke 41:50 sana, tapi tidak melihat. 41:53 Otak kita lagi memikirkan sesuatu, lagi 41:56 ada problem, lagi ada masalah. 41:59 Dia senyum. 42:01 Kita bermasa bodoh. 42:02 Karena kita enggak lihat. 42:05 Jadi ada terkadang orang memandang, tapi 42:07 dia tidak melihat. Memandang, tapi tidak 42:10 melihat. 42:13 Kemudian hamba Allah itu berpikir. 42:16 Wah. 42:18 Manusia ini angkuh banget ya. 42:21 Kasih salam dia enggak balas. 42:24 Padahal kita kalau memberikan salam 42:26 kepada seseorang. 42:27 Kita tidak ada hak untuk menuntut dia 42:29 harus membalas salam. 42:31 Karena kalau dia tidak membalas salamnya 42:33 malaikat membalas salam kepada kita. 42:36 Itu dalam hadis Rasul sallallahu alaihi 42:37 wasallam. 42:39 Malaikat membalas salamnya kita. 42:42 Nah. 42:45 Atau contoh yang lain. 42:51 Kaum perempuan, kaum wanita. 42:57 Umpama. 42:59 Seorang anak mantu dia datang berziarah 43:02 kepada mertuanya. 43:05 Dia lihat mertuanya lagi mukanya sangat 43:07 tidak enak dipandang. 43:11 Dia masuk seakan-akan mertuanya ini. 43:14 Dia kasih salam ya mertuanya menjawab 43:16 salam tapi dengan. 43:18 Muka nampaknya yang agak tidak enak. 43:21 Jangan kita terus bersangka jelek. 43:24 Wah memang dia tidak senang kepada saya. 43:27 Saya datang mukanya enggak enak. 43:28 Jangan. 43:30 Bersangka baik. 43:32 Kalau dia seorang mukminah yang salehah. 43:38 Datang. 43:39 Cium mertuanya. 43:41 Peluk mertuanya. 43:43 Tanyakan kepadanya dengan kalimat yang 43:45 indah. 43:47 Bu ada apa? 43:49 Kayaknya Ibu kurang nampaknya kurang 43:51 senang mungkin ada masalah apa atau apa. 43:53 Itu masya Allah. 43:54 Pasti dia akan terhibur. 43:57 Karena mungkin dia lagi menghadapi 43:58 masalah sesuatu yang kita enggak tahu. 44:02 Masalah-masalah hamba Allah selain. 44:05 [berdehem] 44:06 Selain dari diri kita kebanyakan kita 44:08 enggak tahu. 44:09 Ha. 44:11 Apa di dalam hati mereka itu? Kita 44:12 enggak tahu. 44:16 Jadi sekalipun seorang itu dia lihat ke 44:18 satu tempat, memandang satu tempat, 44:21 belum tentu dia melihat apa itu tempat 44:24 tersebut itu belum tentu. 44:26 Dia lagi termenung memandang ke satu 44:28 tempat karena lagi mencari jalan keluar 44:31 daripada kesulitan yang dihadapi. 44:33 Jadi selalulah kita bersangka baik 44:37 kepada saudara-saudara kita. Jangan 44:39 terus kita anggap, "Waduh, saya 44:41 memberikan salam 44:43 enggak dijawab." 44:45 Terkadang kita ingin membenarkan 44:47 pendapat kita. 44:49 Kita ketemu dengan teman, kita ceritakan 44:51 kepadanya. 44:52 "Wah, si fulan itu sudah mulai angkuh. 44:56 Tadinya enggak ada apa-apa, sekarang 44:58 mulai ada fulus." Ini kira-kira begitu, 45:00 ya. 45:02 "Saya berikan salam saja dia enggak 45:04 jawab, saya tengok senyum-senyum, dia 45:06 enggak balas." 45:11 Karena kita ingin mencari supaya ada 45:14 yang membenarkan 45:16 sangkaan jelek kita. 45:18 Itu yang salah. Itu termasuk penyakit 45:20 hati. 45:21 Bersangka baik. 45:22 Jangan bersangka jelek, apalagi 45:25 bersangka jelek kepada Allah subhanahu 45:27 wa taala. Itu nauzubillah. 45:29 Dan ini biasanya terjadi kepada 45:31 orang-orang yang 45:33 kena musibah, 45:34 apa sakit, 45:35 apa kebakaran, 45:37 atau musibah ini maksudnya. 45:40 Ada terkadang 45:42 hamba-hamba Allah itu ketika dicobai 45:44 Allah dengan satu musibah, 45:47 terkadang mereka itu mengeluh, 45:49 "Kenapa saya yang hadapi seperti ini?" 45:54 Ah, itu artinya sama dengan kita 45:56 menyalahkan Allah taala. 45:59 "Kenapa saya?" 46:03 Nabi Ayub 46:04 Subhanallah. 46:07 Saya kira belum pernah dalam kehidupan 46:09 kita ada hamba Allah yang dicobai 46:11 seperti Nabi Ayub. Dan sebenarnya masa 46:15 ah 46:16 astagfirullahalazim. 46:19 Kisah nabi-nabi ini diwahyukan Allah 46:22 dalam Alquran, diabadikan dalam Alquran 46:24 itu menjadi untuk pelajaran bagi kita. 46:29 Nabi Ayub dengan 46:31 kondisi yang luar biasa. 46:35 Ulat-ulat sudah penuh di badannya. 46:38 Kemudian bau lagi. 46:40 Hingga orang kampung menyuruh kepada 46:42 istrinya supaya 46:44 Ayub ini disingkirkan. Karena baunya 46:46 kita enggak kuat. 46:50 Nabi Ayub tidak pernah mengeluh. 46:53 Malahan Nabi 46:54 Ayub Subhanallah mengatakan 46:58 ini masaniat 47:00 wa anta arhamarrahimin. 47:03 Ya Allah 47:05 aku ini 47:08 menghadapi penyakit yang 47:10 tapi engkau adalah zat yang Maha 47:12 Penyayang. 47:16 Coba bayangkan. 47:19 Ini sebenarnya Allah mengajarkan kepada 47:21 kita. 47:23 Kalau kita dalam keadaan sakit 47:26 itu doa yang paling baik untuk kita 47:28 baca. 47:31 Rabbi ini masaniat 47:34 wa anta arhamarrahimin. 47:37 Wahai zat yang menghidupkan aku, yang 47:39 memberikan takdir ini kepadaku. 47:42 Engkau adalah zat zat yang Maha 47:44 arhamarrahimin. 47:46 Artinya zat yang Maha Penyayang. 47:50 Maha memperhatikan kepada hambanya. 47:54 Jangan berprasangka jelek. 47:57 Atau jangan kita mencari-cari kambing 48:00 hitam untuk kita salahkan. Artinya 48:02 mencari, ini karena gara-gara si fulan 48:04 saya begini. 48:05 Ini karena gara-gara dia sampai saya 48:07 rugi. Ini karena gara 48:10 Tidak akan terjadi sesuatu kalau tidak 48:12 akan ditakdir, tidak ditakdirkan oleh 48:14 Allah ta'ala. 48:20 Jadi itu salah satu penyakit hati yang 48:22 kedua. 48:24 Ya. 48:25 Jadi salah satu aja penyakit hati ini 48:27 ada kepada kita. 48:29 Hidup kita itu enggak bakal berantem, 48:31 bakal berantakan. 48:34 Yang ketiga, Allahu sub, Rasul 48:36 sallallahu alaihi wasallam menyatakan 48:38 at-tiyarah. 48:42 Ya. 48:43 At-tiyarah ini kita mempunyai 48:47 eee saya contoh begini. 48:50 Saya katakan tadi 48:52 kita 48:53 mempercayai ada kekuatan gaib 48:58 selain daripada Allahu subhanahu wa 49:00 ta'ala. 49:03 Contoh banyak contohnya. 49:06 Ada orang yang takut dengan angka. 49:09 Ya, dengan angka. 49:11 Angka 13. 49:14 Jadi kita anggap bahwa angka 13 ini 49:17 mempunyai kekuatan gaib untuk membawa 49:19 sial dalam diri kita, membawa tidak 49:22 keberuntungan, membawa kehancuran. 49:25 Justru itu di Jakarta 49:28 rata-rata gedung-gedung yang pernah saya 49:31 naik 49:32 tidak ada 49:34 tingkat 13. 49:36 12 49:38 12A 49:39 kemudian 14. 49:43 Yang saya sayangkan kalau gedung ini 49:46 punya muslimin 49:48 ya Allah. 49:50 Itu berarti dia ada takut dengan angka 49:52 13. 49:55 Dan itu termasuk syirik. Karena dia 49:58 anggap 49:59 kan 50:02 Allah Ta'ala menyatakan khairih wa 50:03 syarrihi minallahi 50:06 yang baik yang jelek itu datangnya dari 50:08 Allah Subhanahu wa Ta'ala. 50:10 Allah tidak akan memberikan kejelekan 50:12 kepada seseorang terkecuali kalau kita 50:15 yang mengundang untuk Allah datangkan 50:17 kejelekan. 50:19 Kalau kita yang mengundang. 50:21 Caranya mengundang gimana? 50:23 Apa yang dilarang oleh Allah Subhanahu 50:25 wa Ta'ala kita lakukan. 50:28 Yang dilarang kita lakukan. 50:29 Yang diperintahkan tidak kita lakukan. 50:35 Dan termasuk orang yang 50:37 iri, dengki 50:40 ya. 50:41 Itu sama dengan kita mengundang 50:44 untuk Allah Ta'ala memberikan sesuatu 50:46 kepada kita kita tidak senang. 50:53 Nah, ada lagi Subhanallah Subhanallah. 50:57 Apa banyak dalam kehidupan kita itu yang 51:00 kita anggap punya kekuatan gaib 51:02 yang akan memporak-porandakan hidup 51:04 kita. 51:06 Orang takut beli tanah 51:08 atau takut tinggal di rumah yang 51:11 namanya astagfirullahaladzim. 51:14 Ya Allah, tusuk sate istilah-istilah 51:17 Jakarta sini. 51:19 Tanah tusuk sate. 51:21 Padahal istilah ini di 51:23 di daerah di tempat saya dibesarkan 51:25 enggak pernah dengar. 51:27 Nanti saya tinggal di Jakarta bertaruh 51:29 tusuk sate. 51:30 Pedagang-pedagang rumah juga kalau mau 51:32 beli tanah tusuk sate takut. 51:35 Karena mereka katakan nanti jualnya 51:37 susah karena orang lihat tusuk sate. 51:39 Lailahaillallah. 51:42 Itu termasuk tiarah, itu termasuk 51:44 penyakit hati. 51:48 Penyakit 51:50 Penyakit hati. 51:53 Ada juga yang percaya 51:55 ada tanaman tertentu 51:57 tidak boleh tanam di depan rumah akan 52:00 menghanda akan 52:01 ee apa namanya menghadang rezeki masuk. 52:06 Yang bentuk-bentuk begini banyak kita 52:08 percaya bahwa 52:10 masalah-masalah ini benda-benda ini akan 52:13 membawa kekuatan gaib yang akan 52:16 menghadang rezeki kita atau mencelakakan 52:18 kita atau men menjadikan hidup kita 52:21 sial, berantakan. 52:24 Itu termasuk penyakit hati. 52:29 Penyakit hati yang lain itu riya. 52:31 Riya, ya Allahu Akbar. 52:34 Jadi hamba Allah yang mulia 52:38 hanya kita yang bisa memperhatikan dan 52:41 membersihkan hati kita. 52:44 Karena kalau kita meninggal dunia 52:46 Allah Ta'ala mengingatkan kepada kita 52:51 yauma la yanfa'ul mal wala banun 52:54 illa man atallah biqalbin salim. Jadi 52:58 Allah menghendaki kita balik kepada 53:00 Allah itu dengan hati yang bersih, yang 53:03 suci 53:04 tidak terkontaminasi macam-macam 53:07 penyakit-penyakit hati. 53:09 Karena penyakit hati itu kita bukan cuma 53:10 di dunia kita celaka, kita terbawa 53:12 sampai di yaumul akhir. 53:15 Bagaimana untuk menghilangkan kan 53:17 semuanya? 53:19 Perbanyaklah kita beristigfar kepada 53:21 Allah. 53:23 Perbanyak kita bertobat kepada Allah, 53:25 tadahkan tangan kepada Allah. 53:28 Minta kepada Allah. 53:30 Allahumma 53:33 inni as'aluka 53:35 an yubasyiru qalbi bil iman 53:39 atau yubasyiru qulubuna bil iman 53:42 yubasyiru qulubuna Allah memompakan hati 53:46 kita [berdehem] itu dengan iman wa 53:48 yaqinan shadiqan. 53:50 Dan dengan keyakinan yang sangat kuat, 53:52 keyakinan yang benar. 53:55 Sebab kalau hati kita ini terisi dengan 53:57 iman 53:58 itu masya Allah. 54:00 Kita bakal insya Allah dijauhkan Allahu 54:02 subhanahu wa taala dari penyakit hati. 54:05 Perbanyak beristigfar perbanyak 54:07 bertahmid kepada Allah. 54:09 Itu termasuk obat-obat yang mujarab 54:11 untuk membersihkan hati kita. 54:13 Kalau ada yang salah kepada Allah saya 54:15 mengharapkan magfirahnya wa minallahi 54:18 taufiq wal hidayah. 54:19 Assalamualaikum warahmatullahi 54:22 wabarakatuh. 54:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 54:25 wabarakatuh. Jazakallah kami ucapkan 54:27 Langsung aja pertanyaan 54:29 ke Ustaz kita. Baik Ustaz. 54:31 Jazakallah kami ucapkan kepada Ustaz 54:34 Zaid M. Hamid yang sudah memberikan 54:37 tausiahnya 54:38 dan pemaparannya kepada kami di Radio 54:41 Silaturahim. Baik ikhwan dan akhwat, 54:44 kita langsung saja menuju ke 54:46 pertanyaan-pertanyaan yang sudah masuk. 54:50 Namun kami ingin menyapa ada Ibu 54:52 Susiawati Wahyuningsih, lalu ada Ima 54:57 Mulhendri, Ibu Ani kemudian Bapak Jono, 55:00 Bapak 55:02 Tuan Baron di Betawi, Bapak Arwin, Ibu 55:05 Suyati 55:07 lalu ada Bapak Bagus. Pertanyaan 55:11 pertama 55:12 ee 55:15 dari 55:18 hamba Allah Pak Ustaz, "Assalamualaikum 55:20 warahmatullahi wabarakatuh." 55:22 Waalaikumsalam warahmatullahi 55:26 Bapak Ahmad Saifudin. 55:28 "Ustaz, bagaimana tanda-tanda seseorang 55:30 mulai memiliki sifat iri di dalam 55:33 hatinya dan mengapa sifat iri ini dapat 55:36 menghalangi seseorang untuk bersyukur 55:39 atas nikmat Allah. 55:43 Itu saja, Pak Ustaz. Kita tahu, kita 55:45 bakal tahu orang itu mempunyai sifat iri 55:48 dengan omongannya. 55:51 Di situ Rasulullah menyatakan kalau ada 55:54 timbul agak iri dalam hatimu, 55:57 jangan dilanjutkan dengan kalimah. 56:00 Begitu kita ngomong, ketahuan bahwa dia 56:03 ini tidak senang orang itu mendapat 56:05 keuntungan atau nikmat Allah. 56:09 Itu pasti kita bakal tahu. 56:11 Dan biasanya 56:15 orang yang iri ini, orang yang iri, 56:18 biasanya dibenci oleh masyarakat. 56:22 Karena dari omongan-omongannya 56:23 menunjukkan kedengkiannya dia kepada 56:26 saudaranya dia yang lain. 56:30 Jadi memang gampang untuk mengetahui 56:31 bahwa orang ini penuh dengan sifat iri. 56:35 Nah, kenapa itu mencegah? Karena itu 56:37 merupakan penyakit di dalam hati, di 56:39 dalam hati, merupakan penyakit hati. 56:42 Dan penyakit hati itu termasuk dosa. 56:46 Sebab kalau kita 56:48 menunjukkan rasa iri kita dengan 56:50 kalimah, 56:52 sama dengan seakan-akan kita memprotes 56:55 putusan Allah Subhanahu wa taala. 56:57 Kita tidak senang dengan 56:59 putusan Allah Subhanahu wa taala. 57:03 Dan siapa kita 57:05 untuk memprotes kepada Allah Subhanahu 57:07 wa taala. 57:08 Insyaallah terjawab. Ehm, baik. 57:11 Kemudian Bapak Rohili, Pak Ustaz di 57:14 Pulau Gebang, Jakarta Timur. 57:16 Assalamualaikum warahmatullahi 57:18 wabarakatuh. 57:19 Waalaikumsalam 57:21 warahmatullahi wabarakatuh. Bila 57:23 seseorang memiliki sifat iri dengki, 57:25 sombong dan yang sejenisnya, maka di 57:27 dalam jiwanya akan bersemayam berbagai 57:29 macam penyakit hati yang penuh dengan 57:31 dosa-dosa dalam hidupnya. Ini nampaknya 57:35 ee komentar Pak Ustaz. 57:38 Ee saya lanjut saja. 57:40 Ini masih dari Bapak Ade. 57:43 Ee asalamualaikum Ustaz. Apa hubungan 57:45 antara sifat iri dengan hilangnya 57:47 ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup? 57:52 Bismillahirahmanirahim. Allahuma shali 57:53 ala Muhammad wa ala alihi. 57:56 [mendengus] 57:56 Bagus 57:57 pertanyaan. 57:58 Apa hubungannya sifat iri dengki dengan 58:01 kebahagiaan? 58:02 Sudah jelas orang kalau dia dengki, dia 58:05 iri 58:07 memang bakal tidak tenang. 58:09 Karena kedengkiannya ini terus akan 58:11 bersemayam di dalam hatinya. 58:14 Maka dia tidak akan dapatkan ketenangan. 58:18 Kan ketenangan hati itu Allah Ta'ala ada 58:21 campur tangan dengan hati kita itu. 58:27 Ada campur tangan dengan hati kita. 58:29 Sampai dikatakan hati itu qalb. 58:32 Artinya suka berbolak-balik. 58:36 Seorang hamba Allah itu ketika dia ada 58:39 sifat iri masuk dalam hatinya ya Allah 58:42 Ta'ala tanamkan di dalam hatinya sifat 58:44 irinya sehingga dia tidak akan mendapat 58:45 ketenangan dari Allah Ta'ala. 58:50 Kan di Qur'an itu Allah Ta'ala gambarkan 58:52 bagaimana ketika Allah memberikan 58:54 ketenangan kepada mukminin. 59:01 Di dalam Qur'an ada beberapa kali Allah 59:03 Ta'ala ingatkan. 59:04 Jadi berarti Allah Ta'ala ada campur 59:06 tangan. Nah, ketika seorang itu iri 59:08 dengki 59:10 ya sama 59:11 mungkin ya 59:13 mungkin 59:14 sama dengan dia secara tidak langsung 59:17 memaklumkan perang dengan Allah Ta'ala. 59:20 Kenapa orang itu yang diberikan, bukan 59:22 saya. Sama kira-kira begitu kan. 59:26 Dia protes kepada Allah Ta'ala. 59:29 Bagaimana mungkin Allah Ta'ala akan 59:30 berikan ketenangan dalam hatinya? 59:33 Insya Allah terjawab. 59:35 Baik, Ustaz. 59:36 Kemudian pertanyaan dari Bapak Jaka. 59:39 Assalamualaikum warahmatullahi 59:40 wabarakatuh, Pak Ustaz. 59:42 Waalaikumsalam warahmatullahi 59:44 Apa yang dimaksud dengan ujub atau 59:47 bangga diri dan bagaimana cara 59:49 membedakannya dengan rasa syukur atas 59:51 nikmat Allah? 59:55 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 59:57 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala 59:58 alihi Muhammad. 1:00:01 Ujub itu 1:00:03 ujub 1:00:06 dia membanggakan dirinya 1:00:09 melebihi dari semestinya. 1:00:14 Dan ujub itu termasuk membanggakan 1:00:16 dirinya dan lupa untuk bertahmid kepada 1:00:20 Allah dengan apa yang Allah berikan 1:00:21 kepadanya. 1:00:23 Dan ujub ini merupakan tunas yang paling 1:00:26 subur 1:00:28 untuk tumbuh menjadi kesombongan. 1:00:32 Di zaman Rasul sallallahu alaihi 1:00:34 wasallam 1:00:36 itu ayat pernah turun menegur kepada 1:00:39 sahabat-sahabatnya. 1:00:42 Karena ada perasaan ujub mereka jumlah 1:00:45 sekarang sudah banyak. Itu terjadi di 1:00:47 Perang Hunain. 1:00:49 Yang Allah Ta'ala menyatakan 1:00:52 ee qad nasharakumullah fi mawathina 1:00:55 katsirah. 1:00:57 Sesungguhnya Allah Ta'ala telah 1:00:59 memenangkan kalian akan 1:01:01 di dalam banyak peperangan. 1:01:03 Jadi ini peperangan saja Allah Ta'ala 1:01:05 ingatkan Allah yang menangkan. 1:01:09 Wa yaumal Hunain 1:01:11 dan ketika peperangan Hunain 1:01:14 idza ajabatkum 1:01:16 katsratukum 1:01:18 ketika kalian sudah merasa ujub dengan 1:01:21 jumlah kalian yang banyak. 1:01:26 Dan apa yang terjadi? 1:01:29 Pada waktu itu 1:01:31 musuh memporak-porandakan 1:01:33 pertahanan 1:01:35 kaum muslimin pada waktu itu. Kaum 1:01:37 muslimin sudah banyak dulu, sudah sangat 1:01:39 banyak. 1:01:41 Sehingga Rasul sallallahu alaihi 1:01:42 wasallam 1:01:44 harus menengadahkan tangan kepada Allah. 1:01:47 Baru Allah balikkan lagi itu keadaan. 1:01:52 Sudah itu turun ayat ini. 1:01:55 Teguran kepada sahabat-sahabat 1:01:57 Rasulullah. Karena waktu mereka datang 1:02:00 ke peperangan Hunain, jumlah mereka itu 1:02:02 sudah sangat banyak. 1:02:04 Maka Allah taala menyatakan wa yaumul 1:02:06 Hunain idz a'jabatkum 1:02:09 katsratukum. 1:02:10 Dan waktu perang Hunain kalian sudah 1:02:12 merasa ujub dengan jumlah mereka kalian 1:02:16 yang banyak. 1:02:18 Jadi ujub itu merupakan tunas yang 1:02:20 sangat subur untuk menjadi manusia yang 1:02:23 sombong. 1:02:25 Kalau umpama ini contoh ya, 1:02:28 contoh. 1:02:31 Umpama. 1:02:35 Kita 1:02:39 dalam pendidikan kemudian kita ambil 1:02:41 master degree umpama. 1:02:45 Kemudian habis master degree kita ambil 1:02:46 lagi PhD, doktor, S3 ya. 1:02:50 Ya. 1:02:52 Terkadang umpama kita berpikir 1:02:56 ya 1:02:58 saya ini sudah dapat S3. 1:03:01 Ya, umpama. 1:03:03 Cepat-cepat tadahkan tangan kepada 1:03:05 Allah. Ya Allah. 1:03:07 Alhamdulillah Engkau telah mengarahkan 1:03:09 aku sampai mendapat 1:03:11 S3. 1:03:15 Itu obat yang paling manjur untuk 1:03:18 menekan rasa ujubnya kita. 1:03:23 Jangan terus berpikir 1:03:25 Pak, saya ini S3. 1:03:28 Saya doktor. 1:03:29 Kenapa undangan ini kok enggak 1:03:31 dicantumkan doktornya? 1:03:34 Ah, itu ada ujubnya tuh. 1:03:37 Mungkin hamba Allah ini lupa. 1:03:40 Atau juga kan tidak ada kewajiban dia 1:03:42 harus cantumkan doktornya. 1:03:51 Sebut saja alhamdulillah. 1:03:55 Apa pun 1:03:59 limpahan rezeki yang Allah berikan 1:04:01 kepada kita, kekayaan. 1:04:03 Ketika kita melihat rumah kita yang 1:04:05 indah, 1:04:06 ya, alhamdulillah kita ini dihidup 1:04:09 di semua serba ada, cepat-cepat selalu 1:04:12 begitu melihat keindahan dan kemewahan 1:04:15 yang yang kita punyai, cepat-cepat 1:04:18 selalu mengatakan alhamdulillah ya Rabb. 1:04:21 Alhamdulillah hadza min fadhlika ya 1:04:24 Rabb, alhamdulillah. 1:04:28 Kita ambil contoh 1:04:30 di Quran. 1:04:32 Ketika Nabi Sulaiman mengundang kepada 1:04:34 Ratu Balqis. 1:04:39 Dan Ratu Balqis ketika diundang jalan di 1:04:42 istananya dia yang lantainya terbuat 1:04:44 daripada kaca. 1:04:48 Ratu Balqis terkagum-kagum. 1:04:50 Tapi apa katanya Nabi Sulaiman? 1:04:55 Hadza min fadhli Rabbi liyabluwani 1:04:58 a'asykuru aw akfur. 1:05:02 Ini dia bilang hadza min fadhli Rabbi. 1:05:05 Dia tidak katakan siapa dulu yang 1:05:07 rancang. 1:05:10 Siapa dulu yang ngatur. 1:05:12 Dia katakan ini semua adalah kurnia dari 1:05:15 Allah Subhanahu wa Ta'ala, fadilah yang 1:05:17 Allah berikan kepadaku. 1:05:19 Tumpahan rahmat yang Allah berikan 1:05:21 kepadaku. 1:05:22 Dia kembalikan kepada Allah Subhanahu wa 1:05:24 Ta'ala. 1:05:28 Untuk menekan. 1:05:30 Jadi justru itu, kita kalau diberikan 1:05:33 penghargaan, dipuji oleh orang. 1:05:37 Dipuji oleh orang, 1:05:38 sampaikan 1:05:40 alhamdulillah. Hadza min fadli robbi. 1:05:43 Insya Allah terjawab. 1:05:44 Baik, 1:05:46 kita menjadi pertanyaan terakhir Pak 1:05:47 Ustad di sore hari ini dan kita tutup 1:05:49 dengan kesimpulan Pak Ustad. 1:05:52 Kesimpulannya bismillahirrahmanirrahim, 1:05:54 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 1:05:55 wa ala ali Muhammad. Para pendengar 1:05:57 sekalian yang dimuliakan Allahu 1:05:59 Subhanahu wa Ta'ala, perbanyaklah kita 1:06:01 bertahmid. 1:06:03 Dan beristigfar kepada Allahu Subhanahu 1:06:05 wa Ta'ala. 1:06:06 Sebab itu merupakan obat yang paling 1:06:08 manjur, 1:06:09 menghilangkan noda-noda hitam dalam diri 1:06:11 kita. 1:06:12 Dan hentikanlah. 1:06:14 Rasa iri, karena itu sangat berbahaya 1:06:16 bagi kita. Sama dengan kita protes 1:06:18 dengan putusan Allahu Subhanahu wa 1:06:20 Ta'ala. 1:06:21 Bersangka baiklah selalu dalam kehidupan 1:06:24 kita. Jangan bersangka jelek, apalagi 1:06:26 kepada Allah. Selalu kita bersangka 1:06:28 baik. 1:06:30 Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu 1:06:32 ala ilaha illallah wa anna Muhammad 1:06:34 Rasulullah. Nastaghfiruka wa natubu 1:06:36 ilaik, wassalamualaikum warahmatullahi 1:06:38 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:06:40 warahmatullahi wabarakatuh. Jazakallah 1:06:42 Ustad Z atas tausiyahnya ya. 1:06:45 Baiklah ikhwan dan akhwat, terima kasih 1:06:47 atas segala perhatian dari Anda. Terima 1:06:49 kasih pula atas segala pertanyaan yang 1:06:52 sudah Anda ajukan 1:06:54 di nomor interaktif kami di 08111999720. 1:07:01 Sekali lagi kami mohon maaf atas segala 1:07:03 khilaf dan salah dan kami mohon undur 1:07:05 diri. Billahi taufik wal hidayah, 1:07:07 wassalamualaikum warahmatullahi 1:07:09 walhidayah. Wassalamualaikum 1:07:11 warahmatullahi wabarakatuh.