Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:15 Ahim. Asalamualaikum warahmatullahi 0:17 wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil 0:20 alamin. Allahumma sholli ala sayyidina 0:22 Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad. 0:25 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 0:27 subhanahu wa taala. Bagaimana kabar Anda 0:29 di sore hari ini? Semoga dalam keadaan 0:32 sehat walafiat dan selalu dalam 0:34 lindungan Allah Subhanahu wa taala. 0:36 Senang sekali kami dapat kembali 0:38 menjumpai Anda dalam program di sore 0:42 hari ini tausiah sore bersama narasumber 0:44 kita, guru kita, Ustaz Z. Mahmid dengan 0:47 tema peranan hati dan ee obatnya begitu, 0:51 Ustaz ya. 0:52 Dan penyakit-penyakit. dan 0:53 penyakit-penyakitnya. Mohon maaf peranan 0:56 hati dan penyakit-penyakitnya yang akan 0:58 disampaikan oleh beliau yang mana pada 1:01 sore hari ini kita telah tersambung 1:03 melalui aplikasi Zoom. Asalamualaikum 1:06 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:08 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:10 wabarakatuh. 1:11 Sehat, Ustaz? Ya, 1:13 alhamdulillah. 1:14 Alhamdulillah. Baik, ikhwan dan akhwat. 1:16 Tepat di pukul 1615 1:19 menit waktu studio kami. Insyaallah 1:22 selama 1 seteng jam ke depan kita akan 1:24 mendengarkan tausiah yang akan 1:26 disampaikan oleh guru kita. Tafadol 1:29 Ustaz. 1:31 Asalamualaikum warahmatullahi 1:34 wabarakatuh. 1:36 Bismillahirrahmanirrahim. 1:38 Alhamdulillahiabbil alamin. 1:41 Alhamdulillahilladzi 1:44 hadana lihada w kunna linahtadi laula an 1:47 hadanallah tumma innalhamdalillah 1:50 nahmaduhu wasaskuruhu wastainuhu 1:52 wastagfiruh 1:54 w naudubillahi minuri anfusina 1:56 wamatialina. 1:59 Man yahdillah fahual muhtad w yudlil 2:03 falan tajid lahu walian mursyida. 2:07 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 2:10 sayyidina Muhammad an nabi rahmah wa ala 2:13 alihi wasahbihi wasallama tasliman ka. 2:17 Allahumma rabbisrohli sadri waassirli 2:20 amri wahlul uqdatan min lisani yafqahu 2:23 qauli. Amin ya rabbi. Para pendengar 2:26 sekalian 2:28 di mana aja Anda berada. 2:30 Mudah-mudahan rahmah dan hidayah Allah 2:33 akan tetap selalu mengikuti 2:35 langkah-langkah kita ke depan 2:37 insyaallah. Amin ya rabbal alamin. 2:40 Mari bersama-sama hari ini 2:44 kita akan 2:49 ee 2:52 kita akan mendalami tentang 2:54 penyakit-penyakit hati. 2:58 Di dalam kehidupan manusia, hati itu 3:01 baik di dunia ataupun di yaumul akhir, 3:04 hati itu mempunyai peranan yang sangat 3:07 penting. 3:08 Peranan yang menentukan kehidupan kita 3:10 baik di dunia ataupun di akhirat. Dan 3:13 ada ayat yang Allah Subhanahu wa taala 3:16 mengingatkan kepada kita sekalian 3:17 bagaimana peranan hati. 3:21 Yauma la yanfaul mau wala banun illa man 3:25 atallah biqalbin salim. 3:29 Akan datang hari yang sudah tidak ada 3:32 manfaat 3:34 hartanya 3:36 ya atau harta-harta kita ataupun 3:39 anak-anak kita. 3:44 La yanfaul malun. 3:47 Kapan hari itu akan terjadi? 3:49 Itu ketika kita dibangkitkan oleh Allah 3:51 di yaumul akhir. 3:54 Illa man atallah biqalbin salim. 3:57 Terkecuali mereka datang dengan hati 3:59 yang bersih, 4:01 hati yang sehat, yang suci, yang tidak 4:05 terkontaminasi noda-noda dosa. 4:08 Jadi Allah melihat lebih banyak kita itu 4:11 ke dalam hati. Sebab hati ini yang 4:14 mengatur tindak tanduk kita. 4:17 Terkadang kita manusia, Subhanallah, 4:21 kalau ada sakit, apalagi kalau sakitnya 4:24 itu agak-agak mengganggu kehidupan kita, 4:27 ya. Kita cepat-cepat mencari dokter. 4:32 Kita akan cepat berusaha supaya sakit 4:34 yang kita hadapi ini cepat 4:39 artinya dia sehat kembali. apa orang 4:41 yang kakinya patah, sakit kepala ya dan 4:45 macam-macam, bermacam-macam sakit. Ada 4:48 orang yang ginjalnya sudah dikasih 4:50 warning oleh dokter. 4:53 Ah itu kita bakal cepat-cepat mencari 4:55 dokter supaya jangan sampai gagal 4:56 ginjal. Atau umpama dokter bilang ini 5:00 harus dipasang ring karena jantungnya, 5:03 urat jantungnya ada yang bermasalah, 5:05 tersumbat. Ee biasanya kita akan cepat 5:09 untuk menangani masalah ini. Tapi hamba 5:12 Allah yang mulia, para pendengar 5:14 sekalian yang dimuliakan Allah, 5:17 terkadang hati kita ini tertutup dengan 5:20 penyakit-penyakit hati. 5:24 Dan penyakit hati ini kita enggak bisa 5:26 ke dokter. 5:29 Dokter itu hanya bisa mengobati jasad 5:32 kita. 5:34 Nah, hati kita ini bertalian dengan roh. 5:39 Sebab hati ini merupakan juru bicaranya 5:43 roh. 5:45 Hati 5:47 dosa itu bersemayam di dalam hati. 5:50 Hati itu yang mana? Jantung. 5:53 Nah, ada hadis Rasul sallallahu alaihi 5:55 wasallam yang Rasul sallallahu alaihi 5:57 wasallam mengingatkan kepada kita, ala 6:00 fil jisim mutq 6:04 faidza saluhat saluhat kullaha waid 6:08 fasadat fasadat kullaha 6:12 fahiyal khalb 6:15 ya itulah hati kita jadi jantung 6:19 sebenarnya jantung 6:23 kan ee subhanallah 6:27 jantung ini merupakan 6:30 ee 6:33 sebab salah satu organ yang hanya 6:35 berdiri sendiri tidak ada cadangan itu 6:37 jantung. 6:39 Ya, kalau satu waktu jantung mengatakan 6:42 saya sudah capek mompa darah, saya ingin 6:45 berhenti. Ah, sudah berakhir berarti 6:48 terlepas roh kita dari badan, meninggal 6:50 mati. 6:54 Jadi dalam hadis ini Rasulullah 6:55 sallallahu alaihi wasallam menyatakan di 6:57 dalam badan manusia itu ada segumpal 7:00 daging. 7:02 Kalau daging ini baik, 7:05 maka kehidupannya akan baik. Artinya 7:08 orang melihat kepadanya baik, tindak 7:10 tanduknya baik, tutur katanya bakal 7:13 baik, wajahnya menunjukkan masyaallah 7:16 bastatal wajah artinya wajah yang 7:18 menyenangkan. 7:19 Kalau segumpal darah ini, segumpal 7:22 daging ini jelek, maka keseluruhan 7:25 hidupnya jelek, tindak tanduknya jelek 7:28 atau omongan-omongannya jelek. 7:31 Kan terkadang dalam kehidupan kita 7:33 banyak kita mendengar. Apabila teman 7:35 kita yang berbicara atau seseorang 7:37 berbicara enak dengar tutur katanya enak 7:40 kalimat-kalimatnya keluar enak. Enggak 7:43 gampang-gampang menyinggung orang, 7:44 nyindir-nyindir orang. Tapi ada 7:47 hamba-hamba Allah kalau kalau ngomong 7:50 itu suka nyerang orang, suka nyindir 7:53 orang, suka melecehkan orang, itu 7:56 bertalian dengan hati. 7:59 Jadi Rasul sallallahu alaihi wasallam 8:01 menyatakan kalau umpama 8:04 gumpalan daging ini jelek maka akan 8:08 jelek semua tindak tanduknya. 8:10 Sekarang pertanyaan muncul, apakah ada 8:14 manusia yang lahir dengan hatinya yang 8:16 bagus? Ya, 8:21 ada yang lahir dengan 8:24 hatinya yang jelek? 8:28 Rasul sallallahu alaihi wasallam sudah 8:30 menyatakan 8:32 kullu mauludun yuladu al fitrah. 8:36 Ya, semua anak yang lahir, dia lahir itu 8:40 fitrah. Sekalipun anak orang Yahudi, 8:44 [berdehem] anak Nasra, anak muslim itu 8:46 Allah Taala pada waktu itu hatinya masih 8:49 kosong. 8:52 Karena saya ulangi lagi, 8:56 kita kalau berbuat dosa, dosa itu dia 8:58 bersemayam dalam hati. Rasul sallallahu 9:01 alaihi wasallam menyatakan Allah 9:03 memberikan titik hitam di dalam hatinya. 9:06 Ketika kita berbuat satu dosa, kita 9:08 berbuat dosa yang lain lagi, Allah 9:10 tambahkan lagi titik hitamnya. Yunakat 9:13 nuatan asbihi. 9:16 Ya, apabila kita berbuat dosa, Allah 9:18 Taala berikan titik hitam dalam hatinya. 9:21 Di hadis yang lain, Rasul sallallahu 9:23 alaihi wasallam juga mengingatkan iman 9:26 kita ini bersemayam di dalam hati. 9:30 Rasulullah menyatakan, "Laisal iman 9:32 bamanni wakin ma waq filqb wasqahul 9:36 amal." 9:37 Iman itu apa yang dia bersemayam dalam 9:40 hati seseorang dan dia tunjukkan 9:44 dengan tingkah lakunya yang baik. 9:50 Wasaddaqahul amal artinya dia tunjukkan 9:53 tindak tanduknya yang baik. Dia buktikan 9:55 baik karena imannya di dalam hatinya. 9:58 Jadi berarti hamba Allah, para pendengar 10:01 sekalian yang dimuliakan Allah, 10:04 dosa dan iman itu saling mengambil 10:07 tempat di dalam hati. Berebutan untuk 10:10 mengambil tempat dalam hati. 10:13 Jadi berarti 10:16 ketika hamba Allah itu Allah Taala 10:20 pindahkan dari rahim seorang wanita 10:23 ke dalam pangkuannya, ibunya 10:27 itu hatinya dalam keadaan bersih. 10:33 Nah, yang mengotori itu atau yang yang 10:36 menjadikan dia itu Nasra atau Yahudi 10:39 atau Muslim itu orang tuanya. 10:43 Kemudian ketika dia dia mulai dewasa, 10:49 apapun yang dia berbuat, apapun yang dia 10:52 lakukan yang berseberangan dengan 10:54 perintah Allah atau dengan 10:56 larangan-larangan Allah yang dia 10:58 lakukan, maka Allah Taala akan 11:00 memasukkan nokta yang hitam ke dalam 11:03 hatinya tergantung berapa banyak yang 11:05 dia lakukan. 11:09 sehingga lama-lama iman kita ini akan 11:12 terdesak. 11:14 Jadi ada hamba-hamba Allah ketika dia 11:17 mereka meninggal dunia, dia meninggal 11:19 dunia dengan hatinya penuh dengan 11:23 nokta-nokta hitam, titik-titik hitam. 11:27 berarti bukan hati yang bersih 11:33 dan titik-titik hitam ini merupakan 11:35 dosa-dosa yang menjadikan hati ini penuh 11:38 dengan penyakit 11:41 dan penyakit hati ini macam-macam. 11:43 Masyaallah. 11:45 Keangkuhan itu termasuk penyakit hati. 11:48 Angkuh, sombong 11:50 ya. 11:52 Hasut, hasad apa? Dengki. iri itu 11:57 termasuk penyakit hati. 12:02 Sangkaan-sangkaan jelek termasuk 12:03 penyakit hati. 12:06 Dan seorang 12:09 yang mempercayai 12:11 ada sesuatu itu mempunyai kekuatan gaib 12:14 untuk merubah nasib kita atau kondisi 12:17 kita, itu termasuk penyakit hati. 12:21 Sehingga sekali waktu Rasul sallallahu 12:23 alaihi wasallam ketika duduk dengan 12:26 sahabatnya kemudian Rasul sallallahu 12:28 alaihi wasallam menyatakan 12:31 la yanjuh minhunna ahadan. 12:37 Tidak akan 12:40 selamat, tidak akan berhasil 12:43 mereka-mereka itu 12:46 di dalam kehidupan mereka. 12:49 Sahabat bertanya, 12:51 "Siapa mereka-mereka itu?" "Siapa ya 12:53 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam?" 12:56 Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi 12:58 wasallam menjawab kepada mereka, 13:03 "Mereka-mereka itulah yang punya sifat 13:07 hasad." 13:10 Ya, 13:12 banyak sangka-sangkaan. 13:15 Sangkaan jelek, bukan sangkaan baik. 13:17 sangkaan-sangkaan jelek 13:22 dan atiarah 13:24 ya al-hasad waddan wat tiarah 13:29 tiarah itu 13:32 dia menganggap ada sesuatu kekuatan gaib 13:36 yang bisa merubah nasibnya selain Allah 13:39 subhanahu wa taala 13:42 kan banyak dalam kehidupan kita 13:44 mempercayai kepada yang tidak-tidak 13:47 N mari kita lihat. Kemudian salah 13:49 seorang sahabat bertanya, 13:52 "Nah, bagaimana kita bisa lolos dengan 13:54 keadaan kaifa nunjah minhunna ya 13:57 Rasulullah? Bagaimana kami ini bisa 14:01 lolos dengan penyakit-penyakit hati 14:03 ini?" Dan ada lagi penyakit-penyakit 14:06 yang lebih banyak. Tapi rupanya ini yang 14:08 yang besar-besarnya ini yang 14:11 ee 14:13 apa yang 14:15 boleh dibilang yang biang-biangnya 14:18 penyakit hati ya. 14:22 Kemudian Rasul sallallahu alaihi 14:23 wasallam menyatakan apabila timbul 14:25 merasa iri di dalam hati kita, 14:30 merasa iri. 14:31 Nah, 14:34 sifat iri ini memang di dalam kehidupan 14:37 manusia selalu ada. 14:40 Tapi kalau kita arahkan sifat iri ini 14:43 kepada yang positif, 14:45 maka itu akan menjadi sangat baik dan 14:48 dicintai oleh Allah Taala, disenangi 14:50 oleh Allah Taala. 14:53 Ini yang bagaimana yang kita bisa 14:55 arahkan ke sifat yang ee positif. 15:00 Ketika umpama contoh 15:03 ketika kita melihat 15:05 ada hamba Allah 15:08 yang suka bersedekah 15:10 atau teman kita yang suka bersedekah 15:14 atau teman kita yang umpama kalau dia 15:16 membaca Al-Qur'an 15:19 suaranya bagus, 15:22 lafaznya bagus ya yang mendengarnya 15:25 enak. 15:27 Kemudian kita 15:29 ya tentu ada merasa wah kenapa saya 15:32 enggak begitu? 15:34 Itu termasuk salah satu sifat iri. Tapi 15:37 kemudian sifat iri ini kita katakan 15:39 kepada diri kita, saya harus bisa 15:42 seperti dia. Atau kita lihat saudara 15:45 kita yang suka bersedaka atau teman baik 15:47 kita yang suka gampang bersandakah. kita 15:49 mengatakan saya ini 15:53 sekalipun kita ngomong kepadanya saya 15:56 merasa iri dengan sifat ente yang begini 15:58 baik 16:00 tapi ana ingin mengambil contoh ini ada 16:02 contoh yang baik boleh itu namanya kita 16:06 arahkan diri kita merasa iri kepada yang 16:08 positif 16:11 tapi Rasul sallallahu alaihi wasallam 16:13 mengingatkan ada orang-orang yang iri 16:17 yang dalam bahasa Indonesia dikatakan 16:19 sudah iri dia dengki. 16:22 Dengki artinya dia tidak senang. Kenapa 16:25 hamba Allah ini yang mendapat keuntungan 16:28 atau kenapa hamba Allah ini bisa 16:30 berhasil? Kenapa hamba Allah ini naik 16:33 jabatannya sedangkan saya ini lebih 16:35 pintar atau lebih lama dari dia? Mungkin 16:38 ya. Nah, apalagi itu di dalam ee 16:43 subhanallah 16:45 ya Allah ee 16:48 di dalam pemerintahan 16:50 ya pegawai-pegawai dalam pemerintahan 16:53 PNS 16:55 itu malahan ada ada istilah yang ee 16:59 menjual jabatan ya. Jadi orang ingin 17:01 naik pangkat dia harus keluarin fulus 17:03 mau ingin naik posisi. Artinya ada 17:07 kementerian yang suka jual jabatan. 17:10 Ada itu di WA itu pernah beredar. 17:17 Kemudian Rasul sallallahu alaihi 17:18 wasallam mengingatkan, "Apabila muncul 17:21 rasa iri dalam dirimu, kata Rasul 17:24 sallallahu alaihi wasallam, jangan 17:27 dilanjutkan dengan kalimat yang negatif. 17:35 Fala tabi. Kata Rasulullah sallallahu 17:37 alaihi wasallam. Saya berikan contoh 17:40 begini. 17:44 Umpama 17:47 dua hamba Allah yang bertetangga 17:51 kemudian tiba-tiba tetangganya yang 17:53 sebelah ini tiba-tiba 17:57 sore-sorenya dia pulang. dia sudah 17:59 pulang dengan mobil yang baru. Mobil 18:01 yang wah sangat menabu 18:05 umpama ini contoh aja. 18:07 Kemudian tetangganya yang satu lihat, 18:10 mereka bilang, "Wah, 18:13 padahal dia ini kan 18:16 kalau mau pikir-pikir usahanya enggak 18:18 seberapa. 18:21 Ya, paling-paling juga uangnya enggak 18:23 benar." Atau kalau dia PNS kita bilang, 18:25 "Ya, paling-paling juga uangnya enggak 18:28 benar. ini hasil korupsi ini. Nah, itu 18:32 termasuk kita menunjukkan kepada Allah 18:35 Taala bahwa kita tidak senang dengan 18:38 tetangga kita mendapat kelebihan 18:41 sama dengan kita memprotes putusan Allah 18:44 Taala. 18:46 Seorang itu kalau dia iri dan dia dengki 18:49 kemudian dia lafazkan dengan kalimat, 18:52 umpama di bilang, "Ya, paling-paling 18:55 juga uangnya enggak benar. 18:59 Kita tidak tahu. Kita telah tunjukkan 19:02 bahwa kedengkian kita tidak senangnya 19:05 melihat hamba Allah ini mendapat 19:08 apa? Dia mendapat jabatan atau dia 19:12 membeli mobil yang baru atau merenovasi 19:14 rumahnya yang baru. Ya, 19:17 masyaallah. 19:19 Rasulullah mengingatkan, "Apabila muncul 19:23 rasa iri dalam dirimu, maka jangan 19:26 engkau lanjutkan dengan kalimat yang 19:29 tidak-tidak." 19:31 [berdehem] 19:35 Kan ada terkadang orang suka 19:36 komentarentar. 19:40 Subhanallah 19:42 terputus dari internet ini rupanya. 19:49 Alhamdulillah. 19:53 Nah, terkadang kan ada yang suka 19:54 komentar, "Ah, paling-paling juga 19:57 uangnya enggak benar." Padahal kita 19:59 tidak tahu. 20:03 Mestinya kalau kita lihat yang demikian, 20:07 angkat tangan kepada Allah. 20:09 Alhamdulillah 20:11 saudaraku ini Allah Taala berikan 20:13 kelebihan kepadanya. Kita bisa lanjut, 20:16 "Ya Allah, berikanlah yang lebih baik 20:19 atau yang terbaik untukku." 20:22 Justru itu dalam Al-Qur'an Allah 20:24 Subhanahu wa taala mengingatkan, "Wala 20:27 tatamnau ma fadallahu bihi ba'dakum ala 20:30 ba'd." 20:32 Jangan kamu terlalu menginginkan 20:39 dengan apa yang Allah berikan kepada 20:44 mungkin saudaramu, temanmu, ya. Jangan 20:48 kamu terlalu menginginkan dengan 20:50 perasaan iri apa yang Allah Taala 20:53 lebihkan kepada mereka yang lain. 20:56 Karena rezeki untuk mereka belum tentu 20:58 baik untuk kita. 21:01 Tiap-tiap orang itu Allah Taala telah 21:03 tentukan sampai di mana jabatannya akan 21:05 naik, rezeki apa yang dia akan terima, 21:08 berapa banyak rezeki yang dia akan 21:10 makan. 21:11 Itu semua di tangan Allah Subhanahu wa 21:13 taala, bukan di tangan kita. Tugas kita 21:16 ini hanya berusaha. Berusaha dengan 21:18 baik. 21:21 Tadahkan tangan kepada Allah yang 21:22 banyak. Minta kepada Allah Taala. Maka 21:26 insyaallah Allah Taala akan memberikan 21:27 yang terbaik kepada kita. 21:31 Dan 21:33 perasaan hasad ini hasad ya kalau bahasa 21:36 Indonesianya iri dan dengki. 21:41 Jadi iri itu dia merasa dia enggak 21:44 senang orang lain mendapat lebih dari 21:47 dia atau mempunyai posisi lebih tinggi 21:49 dari dia atau lebih dikenal dari dia. 21:54 Kemudian dia mulai lanjutkan dengan 21:57 kalimat-kalimat negatif. Maka itu 22:00 termasuk hamba Allah ini sudah dengki 22:03 dengan utusan Allah. 22:06 Itu sama dengan kita memprotes putusan 22:09 Allah Taala. 22:11 Nabi-nabi aja tidak diberikan wewenang 22:13 oleh Allah untuk memprotes putusannya. 22:18 Karena Allah Taala wahua ala kulliin 22:21 qadir. 22:22 Allah Taala menyatakan walillahi ma fis 22:25 samawati wa fil ard. 22:28 Walillahi mulkus samawati wa fil ard. 22:31 itu berulang-ulang di Quran Allah Taala 22:33 ingatkan di tangan Allah apa yang Allah 22:36 Taala ee apa segala kerajaan langit dan 22:40 bumi seluruh alam ini di tangan Allah. 22:42 Kemudian di ayat yang lain Allah Taala 22:45 ingatkan 22:49 yang Allah Taala jelaskan itu sangat 22:51 jelas kepada kita. 22:55 Nahnu qasamna bainahum maisyatahum fil 22:59 hayatid dunya. 23:07 Di ayat ini dimulai dengan ahum 23:09 yuksimuna rahmata rabbika. 23:13 Apakah mereka maksudnya apa mereka? 23:16 Mereka yang kaya, mereka yang berkuasa, 23:18 mereka yang mempunyai kekuatan, 23:20 kemampuan. Apa mereka yang membagi-bagi 23:23 rahmat Allah Taala ini. Kemudian Allah 23:26 Taala menyatakan, "Kami Allah nahnu 23:29 qasamna bainahum." Kami Allah yang 23:32 membagi-bagikan kepada mereka maisatum, 23:36 kehidupan mereka dalam kehidupan dunia. 23:40 Posisi jabatan, pengetahuan itu Allah 23:43 Taala yang membagi-bagikan. 23:48 Seorang hamba Allah kalau dia umpama 23:50 pintar mempunyai 23:53 ee apa namanya? Subhanallah gelar doktor 23:57 ya, master degree, doktor degree, PhD 24:04 itu karena memang Allah Taala yang 24:06 memberikan kelebihan di dalam otaknya 24:09 untuk dapatkan demikian. 24:12 Nah, bagaimana kalau orang yang memakai 24:15 ijazah palsu? Ah, itu penipuan 24:19 ya. Itu penipuan itu menipu menipu 24:23 hamba-hamba Allah. Nah, mungkin Allah 24:25 Taala berikan kelebihan kepadanya untuk 24:28 menipu orang dan itu bakal berakhir 24:30 dengan kecelakaan. 24:34 Jadi di ayat ini Allah Subhanahu wa 24:36 taala ingatkan supaya kita sadari bahwa 24:39 usaha kita ini hanya ee tugas kita ini 24:43 hanya berusaha sebaik mungkin. Hasilnya 24:46 itu mutlak di tangan Allah Subhanahu wa 24:49 taala. 24:51 Jadi coba kalau ada saudara kita yang 24:53 naik jabatan dia dapat kelebihan qul 24:56 alhamdulillah 25:00 kita minta kepada Allah Taala ya Allah 25:03 berikanlah kepadaku yang lebih baik dari 25:05 itu atau yang terbaik untukku itu. 25:08 Masyaallah 25:10 terlepas dia dari masalah ini. Dan 25:13 memang hamba Allah yang mulia, para 25:15 pendengar yang dimuliakan Allah Taala, 25:18 seorang itu kalau 25:21 dia dengki, iri dan dengki ya hasud, 25:26 hasad, 25:27 hidupnya tidak tenang. 25:31 Karena ini masalah penyakit hati, 25:32 masalah hati. 25:37 Ada hamba-hamba Allah, 25:40 Subhanallah. 25:43 yang begitu melihat saudaranya naik, 25:46 mendapat posisi yang baik, dicari-cari, 25:49 dicari-cari masalahnya untuk menjatuhkan 25:52 hamba Allah ini. 25:55 Artinya dicari-cari apa aja. Padahal 25:57 mungkin hamba Allah ini orangnya jujur, 26:01 baik, dia berusaha dengan baik, dapat 26:04 posisi yang baik. 26:09 kita tidak ada hak, 26:12 tidak ada hak untuk kita mengganggu 26:15 kepadanya karena perasaan dengki yang 26:17 ada pada kita. 26:19 Dan itu Rasul sallallahu alaihi wasallam 26:21 mengingatkan 26:23 salah satu sifat ini akan menjadikan 26:25 kehidupan kita itu berantakan, tidak 26:27 akan berhasil. 26:31 Baik berhasil dalam 26:34 kehidupannya sebagai seorang hamba Allah 26:36 yang saleh, tidak berhasil juga dalam 26:39 hidup mungkin akan berantakan 26:40 macam-macam. 26:42 Orang yang iri 26:46 dan bengki. 26:50 Jadi biasakanlah diri kita ini apabila 26:53 kita melihat saudara kita yang mendapat 26:57 ya mendapat kelebihan, 26:59 mendapat jabatan lebih baik dari kita. 27:02 Biasakan diri kita ini kembalikan kepada 27:05 Allah. Ya Allah, 27:08 Engkau zat yang maha mengetahui. 27:10 Engkau yang membagi-bagikan kehidupan 27:12 dalam kehidupan dunia ini. Allah Taala 27:15 jelas nahnu qasamna bainahum maisyatahum 27:20 fil hayati dunya. 27:22 Kami yang telah mengatur, 27:24 membagi-bagikan 27:26 kehidupan mereka dalam kehidupan dunia. 27:30 Berarti ada yang Allah Taala angkat 27:32 sebagian, 27:34 ada yang Allah Subhanahu wa taala 27:37 rendahkan sebagian. 27:39 Baik dalam soal ekonomi, mungkin soal 27:42 pengetahuan, soal apa aja. 27:49 Sebab hamba Allah yang mulia, 27:52 kita perlu sadari 27:54 umpama 27:56 kalau Allah Taala ciptakan kehidupan ini 27:59 semua kaya raya sama semua sama kaya. 28:05 Siapa yang akan mengangkat sampah intum 28:08 di rumah? Siapa yang akan bekerja 28:11 menjadi sopir kepada Anda? Siapa yang 28:14 akan Anda kerjakan sebagai sekretaris 28:17 kalau Anda mempunyai perusahaan? 28:20 Sebab dia juga sama sama kaya semua. 28:24 Inilah yang Allah Subhanahu wa taala 28:26 menyatakan dalam Al-Qur'an. 28:29 Wafadalahu ba'dakum ala ba'd. kami 28:33 lebihkan sebagian di antara kalian 28:36 daripada yang lain. 28:38 Jadi dengan adanya bervariasi yang 28:41 demikian, kita bisa pakai sopir ya, 28:46 kita bisa pakai pesurup, 28:49 ada orang yang akan membersihkan rumah 28:51 kita. 28:55 Allah Taala zat yang maha tahu dan maha 28:57 bijaksana. 28:59 Kalau dia atur kehidupan kita semua ini 29:01 semua kaya raya, masyaallah 29:05 kita sendiri yang bakal sulit. 29:08 Enggak ada orang yang bakal ngali gali 29:10 kubur untuk kita. Coba. Masyaallah. 29:15 Jadi sifat hasad, sifat dengki hilangkan 29:20 dari diri kita. Karena sifat ini akan 29:23 membawa kecelakaan ketika kita datang 29:25 menghadap kepada Allah Taala. 29:28 Dan itu penyakit hati. Nah, mungkin 29:31 kalau antum bertanya bagaimana paling 29:35 bagus untuk menghilangkan penyakit hati? 29:39 Perbanyak kita istigfar kepada Allah 29:42 Subhanahu wa taala. Perbanyak istigfar 29:45 dan perbanyak minta perlindungan dari 29:47 Allah Taala. Allah Taala sudah berulang 29:50 kali di dalam Quran Allah Taala nyatakan 29:53 uduni astajib lakum. 29:59 Panggillah aku, tadahkan tanganmu 30:01 kepadaku. Aku akan menjawab. 30:05 Jadi kalau kita merasa iri, 30:08 iri ya belum sampai dia dengki. Kalau 30:11 sudah lafazkan dengan kalimat-kalimat 30:14 menunjukkan kedengkiannya dia kepada 30:15 hamba Allah tersebut. 30:17 merasa iri berdoa kepada Allah, "Ya 30:20 Allah, berikanlah yang lebih baik 30:21 kepadaku." 30:26 Dan Allah akan mencatat kepada kita 30:29 bahwa kita bukan manusia yang termasuk 30:32 tidak senang dengan utusan Allah 30:34 Subhanahu wa taala. Orang yang dengki 30:37 dengan naiknya seseorang itu dia 30:39 menunjukkan dia tidak senang dengan 30:41 utusan Allah Subhanahu wa taala. Siapa 30:44 kita untuk memprotes utusan Allah 30:46 Subhanahu wa taala? 30:50 Itu yang pertama. Salah satu penyakit 30:53 hati. Jangan kita bawa sampai ke yaumul 30:56 akhir. Dan penyakit hati ini kalau kita 30:59 dan hamba Allah yang mulia, hati manusia 31:02 ini, hati manusia itu peranan luar biasa 31:06 dalam kehidupan kita. 31:08 Wajah kita wajah mewakili apa yang dalam 31:13 hati. Karena hati manusia kita enggak 31:14 bisa lihat. 31:17 Hati manusia ini merupakan juru bicara 31:19 daripada roh, dari jiwa kita. 31:23 Karena yang bertanggung jawab kepada 31:24 Allah Taala itu jiwa kita, roh, nafs. 31:34 Kan di dalam Al-Qur'an itu Allah Taala 31:35 ingatkan balil insan ala nafsihi 31:38 basirah. Artinya nanti kalau kita 31:40 meninggal dunia, 31:44 anggota tubuh kita ini akan menjadi 31:46 saksi kepada roh kita. 31:51 Roh kita enggak bisa lihat, 31:53 tapi kenyataan adanya roh kita bisa 31:56 tahu. 31:57 Roh yang membikin mata kita berfungsi, 32:00 jantung kita berfungsi, telinga kita 32:02 berfungsi. 32:04 Begitu roh sudah terpisah dari badannya, 32:07 dia sudah enggak bisa dengar, dia sudah 32:09 enggak bisa lihat, dia sudah enggak bisa 32:11 berbicara, dia sudah enggak bisa 32:13 bernafas. 32:16 Juru bicaranya roh itulah hati. 32:19 Dan Allah akan menilai ketika seorang 32:22 hamba Allah di yaumul akhir di antara 32:25 artinya kita semua ketika meninggal 32:27 dunia sampai di yaumul yaumu yubatun 32:31 hari ketika Allah membangkitkan kita 32:33 Allah Taala menyatakan 32:36 yauma la yanfaul mau wan banun illa man 32:39 atallah biqalbin salim 32:43 semua sudah tidak akan manfaat kepada 32:45 kita harta yang kita kumpulkan, 32:46 anak-anak yang kita sayangi. istri yang 32:49 kita apa jalani kehidupan bersama enggak 32:53 ada manfaat apa-apa mereka kepada kita 32:56 yang Allah lihat man atallah bikalbin 33:00 salib mereka yang datang dengan hati 33:03 yang bersih yang sehat masyaallah itu 33:07 yang dilihat oleh Allah justru itu dalam 33:09 hadis yang lain Rasulullah sallallahu 33:10 alaihi wasallam mengingatkan, "Innallaha 33:13 la yuru ala aswalikum wala ala akwalikum 33:18 ala amwalikum 33:21 ha tidak melihat rupamu, hartamu, 33:24 posisinya, kedudukanmu. 33:26 Tapi Rasul sallallahu alaihi wasallam 33:28 menyatakan, "Innallaha yanduru 33:30 alailubikumalikum." 33:33 Allah melihat hatimu dan tidak tenduk. 33:38 Itu yang Allah Taala ya. 33:41 Jadi, hasud ini salah satu penyakit hati 33:45 yang sangat berbahaya. 33:47 Dalam hadis yang lain, Rasulullah 33:49 mengingatkan 33:52 algila wal hasad 33:55 yail hasanat kama takaral khatab. 34:02 Ya, 34:04 gillah 34:07 bisa berarti dengki atau bisa berarti 34:11 gibah. Membicarakan orang, membicarakan 34:14 kejelekan-kejelekan orang. 34:17 memviralkan kejelekan-kejelekan orang 34:22 dan hasad. 34:24 Rasul sallallahu alaihi wasallam 34:25 menyatakan 34:28 bagai ee yail hasanat itu akan memakan 34:33 memakan amal-amal baik kalian seperti 34:37 api membakar kayu yang kering. 34:41 Berarti kita kalau iri dan dengki kepada 34:44 seseorang, kita lanjutkan dengan kalimat 34:48 amal kita itu hilang, 34:51 dihapus oleh Allah Taala. 34:54 Kalau hamba Allah ini orang yang baik. 34:59 Nah, sekarang kalau pertanyaan 35:04 kalau pejabat yang koruptor 35:07 zaman sekarang kan masyaallah 35:09 sedikit-sedikit kita viralkan kalimat 35:11 viral ya. 35:14 Pejabat yang koruptor sudah jelas-jelas 35:17 koruptor ketangkap tangan. 35:20 Kemudian KPK sudah jatuhkan 35:24 penjara. 35:27 Apa boleh kita viralkan atau tidak? 35:30 Tergantung niat kita, 35:35 tergantung niat kita. 35:42 Nah, 35:46 jadi Subhanallah 35:50 hasad ini. Sebab begini, kenapa saya 35:53 katakan tergantung niat kita. Kalau 35:56 pejabat korupsi, 35:59 uang kita ada di situ. 36:03 Yang dia curikan ini uang rakyat. 36:09 Jadi mungkin kita berhak kalau kita 36:12 kalau kita ingin viralkan ya uang saya 36:14 ada di situ, uang kita ada di situ. 36:18 Tapi kita perlu hati-hati juga 36:21 sebab kalau belum ditetapkan bersalah 36:25 kan ada pengadilan. Jangan kita 36:27 gampang-gampang viralkan. 36:30 Nah, yang kedua Rasul sallallahu alaihi 36:32 wasallam menyatakan itu sakit penyakit 36:34 hati yang berbahaya. Yang pertama, yang 36:36 kedua, 36:38 adkaan-sangkaan 36:41 tapi sangkaan jelek. 36:44 Kan di dalam Al-Qur'an Allah Taala 36:46 menyatakan, 36:48 "Inna ba'dadan 36:50 ismun." 36:52 Sebagian sangkaan-sangkaan itu dosa. 36:57 Sangkaan yang bagaimana? Yang dosa 36:58 sangkaan jelek. 37:01 Sampai Allah Taala melarang kita 37:02 berhati-hati. Jangan kita banyak 37:04 sangka-sangkaan yang tidak-tid apalagi 37:07 menyangka jelek kepada Allah Subhanahu 37:09 wa taala. Wah, itu lebih berbahaya. Luar 37:11 biasa. Nauzubillah. 37:15 Banyak sangka-sangka itu termasuk 37:17 penyakit hati. 37:20 Dan Rasul sallallahu alaihi wasallam 37:21 menyatakan, "Kalau kalian bersangka 37:24 sesuatu yang jelek kepada orang 37:26 tersebut, jangan mencoba mencari-cari 37:29 jalan." La tuhaqik. Artinya jangan 37:31 mencari-cari jalan untuk membenarkan 37:33 sangkaan tersebut. 37:38 Saya berikan contoh begini. Yang 37:41 biasanya terjadi di dalam masyarakat 37:43 kita sangkaan jelek 37:47 ya. 37:53 umpama ini umpama karena ini pernah 37:57 terjadi kejadian ini pernah terjadi 37:59 kepada saya. Jadi berarti bukan mustahil 38:02 ini enggak terjadi kepada orang lain. 38:07 Pernah saya masuk satu kondangan, 38:11 kondangan orang nikah kalau enggak 38:13 salah. 38:16 Nah, kemudian 38:18 ada yang datang, "Ustaz, apa kabar?" Ini 38:21 datang salaman, salaman, salaman. 38:23 Rupanya ada salah satu teman saya yang 38:26 agak jauh dari kira-kira sekitar sekitar 38:29 5 m dari saya. 38:32 Dia tengok kepada saya, senyum-senyum, 38:34 tapi saya waktu itu belum tahu lagi 38:36 hadapi hamba-hamba Allah ini lagi 38:38 salaman. 38:40 Ah, 38:44 pada waktu dia senyum-senyum rupanya 38:45 saya enggak balas senyumnya. Dia angkat 38:47 tangan tapi saya enggak tahu. Saya 38:49 enggak lihat. 38:52 Pada waktu sesudah saya keluar dari 38:56 undangan tersebut, 38:58 dia ada berdiri di samping mobil. 39:02 Saya datang kemudian saya katakan, 39:04 "Ahlan ya, akhi." Kemudian saya datang 39:07 mau salaman. Dia enggak mau salaman. 39:09 dipukul tangan saya 39:13 lah. Saya bilang, "Ente, kenapa ente 39:16 marah sama ana? Kenapa?" Lalu dia 39:18 katakan, 39:20 "Tadi ana tegur sama intum, ana angkat 39:22 tangan. Ana senyum-senyum, ana angkat 39:25 tangan. Ente balas pun tidak." Padahal 39:29 ya Allah sampai saya mengatakan 39:30 kepadanya, "Saya sumpah demi Allah ana 39:33 enggak lihat, ana enggak tahu." 39:36 Nah, 39:38 ini yang begini. Berarti tadinya sudah 39:40 ada sangkaan bahwa saya ini agak 39:42 sombong, agak angkuh, enggak mau. 39:45 Kejadian ini banyak terjadi dalam 39:47 kehidupan kita. 39:50 Saya berikan contoh begini aja. Umpama 39:52 ya umpama ini 39:57 ada orang berpapasan dengan kita 40:00 kemudian dia memberikan salam. 40:05 Kebetulan hamba Allah ini yang 40:07 berpapasan dengannya ini otaknya lagi 40:10 problem, lagi ada masalah. Mungkin apa? 40:14 Uang kontrak sudah habis, enggak ada 40:16 fulus, dia lagi keluar mau cari fulus di 40:18 mana atau mungkin lagi ribut dengan 40:21 istrinya atau problem dengan masalah 40:23 anaknya. Pokoknya dia menghadapi 40:25 problem. 40:27 Ada terkadang 40:29 kita melihat ke satu arah 40:34 ya, mata kita melihat satu arah, tapi 40:38 sebenarnya kita enggak melihat. 40:42 E memandang memandang ke satu arah tapi 40:45 tidak melihat. 40:47 Contoh aja orang yang lagi 40:50 umpama lagi menghadapi masalah dia ingin 40:53 cari jalan keluar masalahnya dia duduk 40:56 kemudian dia menghadap ke 41:00 plafon ke atap duduk menghadapkan bukan 41:04 atap yang dia lihat 41:07 hanya dia memandang ke atap tapi otaknya 41:09 lagi jalan 41:12 bukan warna atap yang dia perhatikan 41:14 bukan bentuk atap yang dia perhatikan 41:16 kan hanya memang dia lagi meneropong ke 41:19 atas karena lagi memikirkan bagaimana 41:21 cara jalan keluar daripada kesulitan 41:23 yang dia hadapi. 41:25 Begitu juga terkadang umpama 41:30 ketika seorang memberikan salam kepada 41:33 kita 41:34 atau kita memberikan salam kepada 41:36 seseorang, 41:39 dia diam, dia enggak jawab. 41:43 Atau mungkin kira-kira dia 10 m dari 41:46 kita, dia senyum-senyum kepada kita. 41:48 Kemudian kita kebetulan memandang ke 41:50 sana tapi tidak melihat 41:53 otak kita lagi memikirkan sesuatu, lagi 41:56 ada problem, lagi ada masalah. 41:59 Dia senyum, 42:01 kita bermasak bodoh karena kita enggak 42:03 lihat. 42:05 Jadi ada terkadang orang memandang, tapi 42:07 dia tidak melihat. Memandang tapi tidak 42:10 melihat. 42:13 Kemudian hamba Allah itu terus berpikir, 42:16 "Wah, 42:18 manusia ini angkuh banget ya. 42:21 Kasih salam dia enggak balas." Padahal 42:24 kita kalau memberikan salam kepada 42:26 seseorang, kita tidak ada hak untuk 42:29 menuntut dia harus membalas salam. 42:31 Karena kalau dia tidak membalas 42:32 salamnya, malaikat membalas salam kepada 42:35 kita. Di dalam hadis Rasul sallallahu 42:37 alaihi wasallam, malaikat membalas 42:40 salamnya kita. 42:42 Nah, 42:45 atau contoh yang lain, 42:51 kaum perempuan, kaum wanita. 42:57 Umpama 42:59 seorang anak mantu dia datang berziarah 43:02 kepada mertuanya, 43:05 dia lihat mertuanya lagi mukanya sangat 43:07 tidak enak dipandang. 43:11 Dia masuk seakan-akan mertuanya ini dia 43:14 kasih salam ya. Mertuanya menjawab salam 43:16 tapi dengan muka nampaknya yang agak 43:19 tidak enak. 43:21 Jangan kita terus bersangka jelek. Wah 43:24 memang dia tidak senang kepada saya. 43:27 Saya datang bukannya enggak enak. Jangan 43:30 bersangka baik. 43:33 Kalau dia seorang mukminah yang salehah, 43:38 datang 43:40 cium mertuanya, peluk mertuanya, 43:43 tanyakan kepadanya dengan kalimat yang 43:45 indah, "Bu, ada apa? 43:49 Kayaknya ibu kurang nampaknya kurang 43:51 senang. mungkin ada masalah apa atau apa 43:53 itu masyaallah pasti dia akan terhibur 43:57 karena mungkin dia lagi menghadapi 43:58 masalah sesuatu yang kita enggak tahu. 44:02 Masalah-masalah hamba Allah [berdehem] 44:06 selain dari diri kita kebanyakan kita 44:08 enggak tahu apa di dalam hati mereka 44:11 itu. Kita enggak tahu. 44:15 Jadi sekalipun seorang itu dia lihat ke 44:17 satu tempat, mandang satu tempat, belum 44:21 tentu dia melihat apa itu tempat 44:23 tersebut itu. Belum tentu dia lagi 44:26 termenung memandang ke satu tempat 44:28 karena lagi mencari jalan keluar 44:30 daripada kesulitan yang dihadapi. Jadi 44:33 selalulah kita bersangka baik 44:36 kepada saudara-saudara kita. Jangan 44:38 terus kita anggap, "Waduh, saya 44:40 memberikan salam." Enggak 44:42 dijawab sekali. Terkadang kita ingin 44:46 membenarkan pendapat kita. Kita ketemu 44:48 dengan teman, kita ceritakan kepadanya, 44:51 "Wah, si fulan itu sudah mulai angkuh. 44:55 Tadinya enggak ada apa-apa, sekarang 44:57 mulai ada fulus." Ini kira-kira begitu 44:59 ya. 45:01 Saya berikan salam aja dia enggak jawab. 45:03 Saya tengok senyum-senyum dia enggak 45:05 balas. 45:10 Karena kita ingin mencari supaya ada 45:13 yang membenarkan sangkaan jelas kita. 45:17 Itu yang salah. Itu termasuk penyakit. 45:20 Bersangka baik. Jangan bersangka jelek. 45:23 Apalagi bersangka jelek kepada Allah 45:25 Subhanahu wa taala itu nauzubillah. 45:28 Dan ini biasanya terjadi kepada 45:30 orang-orang yang kena musibah apa sakit 45:34 atau kebakaran atau musibah. 45:39 Ada terkadang hamba-hamba Allah itu 45:42 ketika dicobai Allah dengan satu 45:44 musibah, 45:46 terkadang mereka itu mengeluh, "Kenapa 45:49 saya yang hadapi seperti ini?" 45:53 Ah, itu artinya sama dengan kita 45:56 menyalahkan Allah Taala. Kenapa saya 46:03 Nabi Ayub? Subhanallah. 46:07 Saya kira belum pernah dalam kehidupan 46:09 kita ada hamba Allah yang dicobai 46:11 seperti Nabi Ayub. Dan sebenarnya masa 46:15 ee 46:17 astagfirullah 46:19 kisah nabi-nabi ini diwahyukan Allah 46:22 dalam Al-Qur'an, diabadikan dalam 46:24 Al-Qur'an itu menjadi untuk pelajaran 46:26 bagi kita. 46:29 Nabi Ayub dengan 46:31 kondisi yang luar biasa. 46:36 ulat-ulat sudah penuh di badannya, 46:38 kemudian bau lagi. Sehingga orang 46:41 kampung menyuruh kepada istrinya supaya 46:44 Ayub ini disingkirkan karena baunya kita 46:47 enggak kuat. 46:50 Nabi Ayub tidak pernah mengeluh. 46:53 Malahan Nabi Ayub Subhanallah 46:56 mengatakan, 46:58 "Inni masan wa anta arhamar rahimin." 47:03 Ya Allah, 47:05 aku ini 47:08 menghadapi penyakit ya Allah, tapi 47:11 Engkau adalah zat yang maha penyayang. 47:16 Coba bayangkan 47:20 ini sebenarnya Allah mengajarkan kepada 47:22 kita kalau kita dalam keadaan sakit itu 47:26 doa yang paling baik untuk kita baca. 47:32 Rabbi inni masanadur 47:34 fa anta arhamarurahimin. 47:37 Wahai zat yang menghidupkan aku, yang 47:39 memberikan takdir ini kepadaku, Engkau 47:42 adalah zat-zat yang maha arhamar 47:45 rahimin. 47:46 Artinya zat yang maha penyayang, 47:50 maha memperhatikan kepada hambanya. 47:54 Jangan bersangka jelek 47:57 atau jangan kita mencari-cari kambing 48:00 hitam untuk kita salahkan. Artinya 48:02 mencari ini karena gara-gara si fulan 48:04 saya begini. Ini karena gara-gara dia 48:06 sampai saya rugi. Ini karena gara 48:10 tidak akan terjadi sesuatu kalau tidak 48:12 akan ditakd ditakdirkan oleh Allah 48:14 Taala. 48:20 Jadi itu salah satu penyakit hati yang 48:23 kedua. 48:24 Ya. Jadi salah satu aja penyakit hati 48:27 ini ada kepada kita, hidup kita itu 48:30 enggak bakal berhadir, bakal berantakan. 48:34 Yang ketiga, Allah Rasul sallallahu 48:37 alaihi wasallam menyatakan attiarah. 48:42 Ya, aptiara ini kita mempunyai 48:47 ee saya contoh begini saya katakan tadi 48:52 kita mempercayai ada kekuatan gaib 48:58 selain daripada Allah Subhanahu wa 49:00 taala. 49:03 Contoh banyak. Contohnya 49:06 ada orang yang takut dengan angka ya 49:09 dengan angka. 49:11 angka 13. 49:14 Jadi kita anggap bahwa angka 13 ini 49:17 mempunyai kekuatan gaib untuk membawa 49:19 sial dalam diri kita. Membawa tidak 49:22 keberuntungan, membawa kehancuran. 49:26 Justru itu di Jakarta rata-rata 49:29 gedung-gedung yang pernah saya naik 49:32 tidak ada tingkat 13 49:36 12A. 49:39 Kemudian 14. 49:43 Yang saya sayangkan kalau gedung ini 49:46 punya muslimin, ya Allah. 49:51 Itu berarti dia ada takut dengan angka 49:53 13 49:55 dan itu termasuk syirik. Karena dia 49:58 anggap kan 50:02 Allah Taala menyatakan khairi minallahi 50:05 taala. Yang baik, yang jelek itu 50:07 datangnya dari Allah Subhanahu wa taala. 50:10 Allah tidak akan memberikan kejelekan 50:13 kepada seseorang terkecuali kalau kita 50:15 yang mengundang untuk Allah datangkan 50:17 kejelekan. 50:19 Kalau kita yang mengundang, caranya 50:21 mengundang gimana? Apa yang dilarang 50:24 oleh Allah Subhanahu wa taala kita 50:25 lakukan? 50:28 Yang dilarang kita lakukan. Yang 50:30 diperintahkan tidak kita lakukan. 50:35 dan termasuk orang yang iri dengki 50:40 ya 50:41 itu sama dengan kita mengundang untuk 50:44 Allah Taala memberikan sesuatu kepada 50:46 kita tidak senang. 50:53 Nah, ada lagi. Subhanallah. Subhanallah. 50:56 Apa banyak dalam kehidupan kita itu yang 51:00 kita anggap punya kekuatan gaib yang 51:03 akan memperakporandakan hidup kita. 51:06 Orang takut beli tanah 51:08 atau takut tinggal di rumah yang namanya 51:12 astagfirullah 51:15 ya Allah. Tusuk sate. Istilah istilah di 51:18 Jakarta sini tanah tusuk sate. Padahal 51:22 istilah ini di daerah di tempat saya 51:25 dibesarkan enggak pernah dengar. Nanti 51:27 saya tinggal di Jakarta bertaruh tusuk 51:29 sate. Pedagang-pedagang rumah juga kalau 51:32 mau beli tanah tusuk sate takut. 51:35 Karena mereka katakan nanti jualnya 51:37 susah karena orang lihat tuh sate. 51:40 Lailahaillallah 51:42 itu termasuk tiarah. Itu termasuk 51:44 penyakit hati. 51:48 Penyakit hati. 51:51 Ada juga yang percaya ada tanaman 51:53 tertentu tidak boleh tanam di depan 51:56 rumah. Akan menghendak akan ee apa 52:00 namanya? menghadang rezeki masuk. 52:04 Yang bentuk-bentuk begini banyak kita 52:06 percaya bahwa masalah-masalah ini, 52:09 benda-benda ini akan membawa kekuatan 52:12 gaib yang akan menghandang rezek kita 52:15 atau mencelakakan kita atau menjadikan 52:18 hidup kita sial berentakan. 52:21 Itu termasuk penyakit hati. 52:26 Penyakit hati yang lain itu riya arya. 52:30 Ya Allah. 52:32 Jadi hamba Allah yang mulia, 52:36 hanya kita yang bisa memperhatikan dan 52:38 membersihkan hati kita. 52:41 Karena kalau kita meninggal dunia, Allah 52:44 Taala mengingatkan kepada kita, 52:48 "Yauma la yanfaul mau wala ban illa man 52:53 atallah biqalbin salim." 52:55 Jadi Allah menghendaki kita balik kepada 52:58 Allah itu dengan hati yang bersih, yang 53:00 suci, tidak terkontaminasi macam-macam 53:04 penyakit-penyakit hati. Karena penyakit 53:07 hati itu kita bukan cuma di dunia kita 53:08 celaka. Kita terbawa sampai di yaumul 53:10 akhir. 53:13 Bagaimana untuk menghilangkan semuanya? 53:16 Perbanyaklah kita beristigfar kepada 53:19 Allah. 53:20 Perbanyak kita bertobat kepada Allah. 53:22 Tadahkan tangan kepada Allah. 53:26 Minta kepada Allah. Allahumma 53:31 inni asaluka 53:33 an yubasiru qalbi bil iman atau yubasiru 53:37 qulubuna bil iman. Yubasiru qulubuna bil 53:41 iman. 53:43 Allah Allah memumpakan hati kita 53:46 [berdehem] itu dengan iman wakinan 53:50 dan dengan keyakinan yang sangat kuat, 53:52 keyakinan yang benar. 53:55 Sebab kalau hati kita ini terisi dengan 53:57 iman itu masyaallah kita bakal 54:01 insyaallah dijauhkan Allah subhanahu wa 54:03 taala dari penyakit hati. Perbanyak 54:05 beristigfar, perbanyak bertahmid kepada 54:08 Allah. Itu termasuk obat-obat yang 54:11 mujarab untuk membersihkan hati kita. 54:14 Kalau ada yang salah kepada Allah saya 54:15 mengharapkan magfirahnya. Waminallahi 54:18 taufik wal hidayah. Wasalamualaikum 54:21 warahmatullahi wabarakatuh. 54:24 Waalaikumsalam warahmatullahi 54:25 wabarakatuh. Jazakallah kami ucapkan. 54:27 Langsung aja pertanyaan Ustazah. 54:30 Baik. Baik, Ustaz. Jazakallah kami 54:32 ucapkan kepada Ustaz Zahmid yang sudah 54:36 memberikan tausiahnya dan pemaparannya 54:40 kepada kami di Radio Silaturahim. Baik 54:43 ikhwan dan akhwat, kita langsung saja 54:45 menuju ke pertanyaan-pertanyaan yang 54:48 sudah masuk. 54:51 Kami ingin menyapa ada Ibu Susiawati 54:54 Wahyu Ningsi, lalu ada Ima Mulhen Ibu 54:58 Anni, kemudian Bapak Jono, Bapak 55:02 Tuan Barondi Betawi, Bapak Arwin, Ibu 55:05 Suyati, lalu ada Bapak Bagus. Pertanyaan 55:11 pertama 55:12 ee 55:16 dari 55:18 hamba Allah, Pak Ustaz. Asalamualaikum 55:20 warahmatullahi wabarakatuh. 55:22 Waalaikumsalam warahmatullah. 55:26 Bapak Ahmad Saifudin. Ustaz, bagaimana 55:29 tanda-tanda seseorang mulai memiliki 55:32 sifat iri di dalam hatinya dan mengapa 55:34 sifat iri ini dapat menghalangi 55:37 seseorang untuk bersyukur atas nikmat 55:40 Allah? 55:43 Itu saja, Pak Ustaz. 55:44 Kita tahu, kita bakal tahu orang itu 55:47 mempunyai sifat ini dengan omongannya. 55:51 Just itu Rasulullah menyatakan kalau ada 55:54 timbul agak iri dalam hatimu 55:57 jangan dilanjutkan dengan kalimat. 56:01 Begitu kita ngomong ketahuan bahwa dia 56:03 ini tidak senang orang itu mendapat 56:05 keuntungan atau mendapat 56:09 itu pasti kita bakal tahu. 56:11 Biasanya 56:15 orang yang iri ini, orang yang iri 56:18 biasanya dibenci oleh masyarakat 56:22 karena dari omongan-omongannya 56:24 menunjukkan kedengkiannya dia kepada 56:26 saudaranya dia yang lain. 56:30 Jadi memang gampang untuk mengetahui 56:32 bahwa orang ini penuh dengan sifat ini. 56:35 Nah, kenapa itu mencegah? Karena itu 56:37 merupakan penyakit di dalam di dalam 56:39 hati merupakan penyakit hati. 56:42 Dan penyakit hati itu termasuk dosa. 56:46 Sebab kalau kita 56:49 menunjukkan rasa iri kita dengan kalimat 56:52 sama dengan seakan-akan kita memprotes 56:55 utusan Allah Subhanahu wa taala. Kita 56:58 tidak senang dengan utusan Allah 57:00 Subhanahu wa taala 57:04 dan siapa kita untuk memprotes kepada 57:07 Allah Subhanahu wa taala. Insyaallah 57:09 terjawab. Baik. Kemudian Bapak Rohili, 57:13 Pak Ustaz di Pulau Gebang, Jakarta 57:16 Timur. Asalamualaikum warahmatullahi 57:18 wabarakatuh. 57:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:21 wabarakatuh. 57:22 Bila seseorang memiliki sifat iri 57:25 dengki, sombong, dan yang sejenisnya, 57:27 maka di dalam jiwanya akan bersemayam 57:29 berbagai macam penyakit hati yang penuh 57:31 dengan dosa-dosa dalam hidupnya. Ini 57:34 nampaknya ee komentar, Pak Ustaz. Ee 57:39 saya lanjut saja. 57:40 Ini masih dari Bapak Ad. Ee 57:44 asalamualaikum Ustaz. Apa hubungan 57:45 antara sifat iri dengan hilangnya 57:48 ketenangan dan kebahagiaan dalam hidup? 57:52 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 57:53 shalli ala Muhammad wa ali Muhammad. 57:56 [mendengus] Bagus pertanyaan. Apa 57:59 hubungannya sifat iri dengki dengan 58:01 kebahagiaan? Sudah jelas orang kalau dia 58:04 dengki dia iri 58:07 bakal tidak tenang. 58:09 Karena kedengkiannya ini terus akan 58:11 bersemayam di dalam hatinya, maka dia 58:14 tidak akan dapatkan ketenangan. 58:18 Kan ketenangan hati itu Allah Taala ada 58:21 campur tangan dengan hati kita itu 58:27 ada campur tangan dengan hati kita. 58:29 Sampai dikatakan hati itu kalb 58:32 artinya suka berbolak-balik. 58:36 Seorang hamba Allah itu ketika dia ada 58:39 sifat iri masuk dalam hatinya, ya Allah 58:42 Taala tanamkan di dalam hatinya sifat 58:44 irinya sehingga dia tidak akan mendapat 58:45 ketenangan dari Allah Taala. 58:50 Kan di Quran itu Allah Taala gambarkan 58:52 bagaimana ketika Allah memberikan 58:54 ketenangan kepada mukminin. 59:01 Di dalam Quran ada berapa kali Allah 59:03 Taala ingatkan. Jadi berarti Allah Taala 59:06 sudah campur tangan. Nah, ketika seorang 59:07 itu iri dengki 59:10 ya sama mungkin ya mungkin sama dengan 59:15 dia secara tidak langsung memaklumkan 59:18 perang dengan Allah Taala. Kenapa orang 59:20 itu yang diberikan bukan saya? Sama 59:23 kira-kira begitu kan 59:26 dia protes kepada Allah Taala. Bagaimana 59:29 mungkin Allah Taala akan berikan 59:31 ketenangan dalam hatinya? 59:33 Insyaallah jawab. 59:35 Baik, Ustaz. Kemudian pertanyaan dari 59:38 Bapak Jaka. Asalamualaikum 59:39 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 59:42 Waalaikumsalam warahmatullahi 59:43 wabarakatuh. 59:45 Apa yang dimaksud dengan ujub atau 59:47 bangga diri dan bagaimana cara 59:49 membedakannya dengan rasa syukur atas 59:51 nikmat Allah? 59:55 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 59:57 shalli ala sayyidina Muhammad wa ali 59:59 Muhammad. 1:00:01 Ujub itu ujub 1:00:06 dia membanggakan dirinya 1:00:10 melebihi dari semestinya. 1:00:14 Dan ujub itu termasuk membanggakan 1:00:16 dirinya dan lupa untuk bertahmid kepada 1:00:20 Allah dengan apa yang Allah berikan 1:00:22 kepadanya. 1:00:23 Dan ujub ini merupakan tunas yang paling 1:00:26 subur untuk tumbuh menjadi kesombongan. 1:00:32 Di zaman Rasul sallallahu alaihi 1:00:34 wasallam 1:00:36 itu ayat pernah turun menegur kepada 1:00:39 sahabat-sahabatnya 1:00:42 karena ada perasaan ujub mereka jumlah 1:00:45 sekarang sudah banyak. itu terjadi di 1:00:47 perang Hunaid 1:00:49 yang Allah Taala menyatakan 1:00:52 ee nasarakumullahu fi mawatina katsiran. 1:00:57 Sesungguhnya Allah Taala telah 1:00:59 memenangkan kalian di dalam banyak 1:01:02 peperangan. 1:01:03 Jadi ini peperangan aja Allah Taala 1:01:05 ingatkan Allah yang menangkan. 1:01:09 Waumal hunain. 1:01:12 Dan ketika peperangan 1:01:13 Hunainjabatumratukum. 1:01:18 Ketika kalian sudah merasa ujub dengan 1:01:21 jumlah kalian yang banyak. 1:01:26 Dan apa yang terjadi? 1:01:29 Pada waktu itu 1:01:31 musuh memporak-porandakan 1:01:34 pertahanan 1:01:35 kaum muslimin. Pada waktu itu kaum 1:01:37 muslimin sudah banyak, sudah sangat 1:01:39 banyak. Sehingga Rasul sallallahu alaihi 1:01:42 wasallam 1:01:44 harus menendahkan tangan kepada Allah 1:01:48 baru Allah balikkan lagi itu keadaan. 1:01:52 Sudah itu turun ayat ini teguran kepada 1:01:56 sahabat-sahabat Rasulullah. 1:01:58 Karena waktu mereka datang ke peperangan 1:02:00 Hunain, jumlah mereka itu sudah sangat 1:02:02 banyak. Maka Allah Taala menyatakan, 1:02:05 "Waumul hunain idjabatkum 1:02:09 katratukum." Dan waktu perang Hunain, 1:02:12 kalian sudah merasa ujub dengan jumlah 1:02:15 mereka kalian yang banyak. 1:02:18 Jadi ujub itu merupakan tunas yang 1:02:20 sangat subur untuk menjadi manusia yang 1:02:23 sombong. 1:02:26 Kalau umpama ini contoh ya, contoh 1:02:31 umpama 1:02:35 kita 1:02:39 dalam pendidikan kemudian kita ambil 1:02:41 master degree umpama, 1:02:45 kemudian habis master degree kita ambil 1:02:46 lagi PhD, doktor S3 ya. Ya, 1:02:52 terkadang umpama kita berpikir 1:02:56 ya 1:02:58 saya ini sudah dapat S3 1:03:01 ya. Umpama cepat-cepat tadahkan tangan 1:03:05 kepada Allah ya Rabb alhamdulillah 1:03:08 Engkau telah mengarahkan aku sampai 1:03:10 mendapat S3. 1:03:15 itu obat yang paling manjur untuk 1:03:18 menekan rasa ujubnya kita. 1:03:23 Jangan terus berpikir, "Wah, saya ini 1:03:26 S3, saya doktor. Kenapa undangan ini kok 1:03:31 enggak dicantumkan doktornya?" 1:03:34 Ah, itu ada ujubnya. 1:03:37 Mungkin hamba Allah ini lupa 1:03:40 atau juga kan tidak ada kewajiban dia 1:03:42 harus cantumkan doktornya. 1:03:51 Sebut aja alhamdulillah. 1:03:55 Apapun 1:03:59 limpahan rezeki yang Allah berikan 1:04:01 kepada kita. Kekayaan 1:04:03 ketika kita melihat rumah kita yang 1:04:05 indah. 1:04:06 Ya, alhamdulillah kita ini di hidup di 1:04:10 semua serba ada. Cepat-cepat selalu 1:04:12 begitu melihat keindahan dan kemewahan 1:04:15 yang kita punyai, cepat-cepat selalu 1:04:18 mengatakan lalhamdulillah ya Rabb. 1:04:22 Alhamdulillah. H min fadlika ya Rabb. 1:04:24 Alhamdulillah. 1:04:28 Kita ambil contoh 1:04:30 di Quran 1:04:32 ketika Nabi Sulaiman mengundang kepada 1:04:34 Ratu Balgis 1:04:39 dan Ratu Balgis ketika diundang jalan di 1:04:42 istananya dia yang selantainya terbuat 1:04:44 daripada kaca. 1:04:48 Ratu Balgis terkagum-kagum. 1:04:51 Tapi apa katanya Nabi Sulaiman? 1:04:55 H min fadlibbi liblu 1:04:59 akfur. 1:05:02 Ini dia bilang h minadlibi. 1:05:05 Dia tidak katakan siapa dulu yang 1:05:07 rancang, 1:05:10 siapa dulu yang ngatur. Dia katakan ini 1:05:13 semua adalah kurnia dari Allah Subhanahu 1:05:15 wa taala. Fadilah yang Allah berikan 1:05:17 kepadaku, 1:05:19 tumpahan rahmah yang Allah berikan 1:05:21 kepadaku, dia kembalikan kepada Allah 1:05:24 Subhanahu wa taala 1:05:29 untuk menekan. 1:05:31 Jadi justru itu kita kalau diberikan 1:05:33 penghargaan, dipuji oleh orang, 1:05:37 dipuji oleh orang, sampaikan 1:05:40 alhamdulillah ada minadli rabbal 1:05:43 insyaallah terjawab 1:05:45 baik. 1:05:46 Itu menjadi pertanyaan terakhir, Pak 1:05:47 Ustaz di sore hari ini dan kita tutup 1:05:50 dengan kesimpulan, Pak Ustaz. 1:05:52 Kesimpulannya. Bismillahirrahmanirrahim. 1:05:54 Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad 1:05:55 wa ala ali Muhammad. Para pendengar 1:05:58 sekalian yang dimuliakan Allah subhanahu 1:05:59 wa taala, perbanyaklah kita bertahmid 1:06:03 dan beristigfar kepada Allah subhanahu 1:06:05 wa taala. Sebab itu merupakan obat yang 1:06:08 paling manjur, menghilangkan noda-noda 1:06:10 hitam dalam diri kita. Dan hentikanlah 1:06:14 rasa iri. Karena itu sangat berbahaya 1:06:16 bagi kita. Sama dengan kita protes 1:06:18 dengan utusan Allah Subhanahu wa taala. 1:06:21 Bersangka baiklah selalu dalam kehidupan 1:06:24 kita. Jangan bersangka jelek. Apalagi 1:06:26 kepada Allah selalu kita bersangka baik. 1:06:30 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:06:32 alla ilahaillallah wa anna muhammadar 1:06:34 rasulullah nastagfirukaubu ilaik. 1:06:36 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:06:38 wabarakatuh. 1:06:39 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:06:41 wabarakatuh. Jazakallah Ustaz Z atas 1:06:44 tausiahnya ya. Baiklah ikhwan dan 1:06:46 akhwat, terima kasih atas segala 1:06:48 perhatian dari Anda. Terima kasih pula 1:06:50 atas segala pertanyaan yang sudah Anda 1:06:53 ajukan di nomor interaktif kami di 1:06:56 0811999720. 1:07:01 Sekali lagi kami mohon maaf atas segala 1:07:03 khilaf dan salah dan kami mohon undur 1:07:05 diri. Billahi taufik wal hidayah. 1:07:07 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:07:09 wabarakatuh.