Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Brail TV.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, ikhwan akhwat
- rahimakumullah. Syukur alhamdulillah
- kita dapat bersama-sama kembali di sekat
- acara bincang komunikasi yang hadir
- setiap minggu pertama, tiap bulannya
- yang mudah-mudahan akan membuat kita
- semakin mahir berkomunikasi, semakin
- membawa kita menjadi hamba-hamba Allah
- yang mampu membuat hamba-hamba yang lain
- paham persis dengan apa yang kita bahas
- atau yang mereka bahas. Dan tentu saja
- tidak lupa salam selawat kita lantunkan
- kepada kekasih kita Muhammad Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam beserta
- keluarga dan kerabatnya. Mudah-mudahan
- ya kelak kita dipertemukan di saat-saat
- yang sangat kita rindukan. Untuk sore
- ini seperti biasa yang hadir adalah tamu
- kita, narasumber tetap kita Bincang
- Komunikasi yaitu Dr. Laila Monaganim.
- dari ujung ke ujung dengan ee kemudahan
- virtual kita dapat bersama-sama ya Mbak
- Mona ya. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Non.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Apa kabar Mbak Nuning?
- Kabarnya
- baik dalam tanda petik baik banget gitu.
- [tertawa]
- Karena kadang-kadang ketika kita diberi
- kesempatan untuk melakukan hal-hal yang
- tidak dilakukan orang lain itu kayaknya
- sesuatu banget deh apapun warnanya.
- Hari ini kita bicara soal apa, Mbak
- Mona?
- Iya, Mbak Noning kan tahu ya sekarang
- ini banyak ee banjir ya. Ada juga ee
- beberapa bencana-bencana yang kita alami
- begitu ya. Jadi kita membahas tentang
- komunikasi saat bencana itu yang akan
- kita bahas hari ini.
- Jadi di dalam bencana seperti apapun
- kondisinya tetap diperlukan komunikasi
- dan itulah yang akan jadi bahasan kita.
- Wow. Jadi, ikhwan akhwat, ketika saudara
- kita kena badai entah di mana, ketika
- keluarga kita kena gempa entah di mana,
- banjir entah di mana, tidak satuun di
- antara kita yang tidak ingin mendengar
- kabarnya. Tetapi itu pun bagian dari
- yang tetap menjadi ee perhatian kita
- semua. Kadang-kadang
- salah sapa malah jadi salah kapra ya.
- Oke, mari kita simak apa yang akan
- disampaikan oleh dr. Laila Monaganim
- terkait dengan komunikasi di saat
- bencana. Silakan Mbak Mona.
- Terima kasih Mbak Nuning, Ikhwan, dan
- Akhwat yang dirahmati Allah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Ee alhamdulillahiabbil alamin wasalatu
- wasalamu ala asrofil iyaai wal mursalin
- waa alihi
- wasohbihi ajmain. Amma baad.
- Ee ikhwan dan akhwat yang dirahmati
- Allah. Ee hari ini kita elaborasi
- tentang bencana ya. Sebenarnya ini bukan
- sesuatu yang kita harapkan tentunya
- pasti bukan sesuatu yang kita harapkan.
- Ee namun ee realitas atau apapun
- keputusan Allah kita perlu mensikapinya
- dengan sebaik-baiknya.
- beberapa ee saat yang lalu ee kira-kira
- 2 bulan yang lalu kalau enggak salah tuh
- saya bantuin ee sharing ya dengan ee
- teman-teman terkait dengan bagaimana sih
- sikap kita terhadap bencana begitu ya ee
- ee teman-teman di ee BNPB.
- Nah, ee hari ini ee mari kita lihat
- beberapa data ya.
- [mendengus]
- E di tahun
- 2018 itu ada di Indonesia ada 2.426
- data dari BNPB
- ee bencana alam. 2019 tidak kurang dari
- Rp3.700an 700an bencana alam ya bisa
- jadi ee kebakaran, hutan, lahan,
- longsor, puting beliung, kekeringan,
- banjir,
- abrasi dan lain sebagainya. Di ee
- Desember 2020 itu ee akhir Desember 2020
- dicatat sebanyak 2.929
- bencana alam. Nah, ee jadi memang ee
- alhamdulillah di bawah dari tahun
- sebelumnya ya 2019 ya mudah-mudahan
- tahun ini ee semakin ee berkurang
- bencananya atau insyaallah tidak ada
- lagi ya.
- Ee
- kita tahu ee
- Indonesia ini riskan gitu ya, karenanya
- sampai sudah ada undang-undangnya yang
- khusus ngebahas tentang gimana sih cara
- nanggulangin bencana. Kalau kita
- klasifikasikan bencana itu karena
- bencana alam, bencana alam tuh misalnya
- gempa bumi ee letusan, gunung berapis,
- tsunami, kemudian kekeringan, longsor,
- ee kebakaran hutan, ee kemudian angin
- topan dan sebagainya. Ada juga bencana
- yang non alam, misalnya gagal teknologi,
- ee wabah penyakit kayak sekarang ini
- gitu ya. Kemudian bencana karena manusia
- itu juga lain lagi ya, konflik sosial
- dan lain sebagainya. Kita tidak akan
- membahas tentang itu. Yang kita bahas
- spesifik tentang bencana alam gitu ya.
- Ee kemudian ee bencana alam itu
- bagaimana sih di Indonesia? Terutama di
- Indonesia ini kalau kita lihat di kita
- ee wilayah geografis ee di antara dua
- penua kemudian ada lintasan ee kulistiwa
- ya rawan tuh gitu ya. untuk ee ee
- wilayah kita ini rawan terhadap bencana.
- Jadi kita ada di apa ya pertemuan tiga
- lempengan tektonik gitu ya ee di tiga
- lempengan ee tektonik dunia bahkan ya.
- Kemudian juga di ee apa namanya kita
- adalah pertemuan dari tiga sistem ee
- pegunungan misalnya ya. Kemudian juga
- kita punya sungai yang besar kecil
- jumlahnya cukup banyak bahkan ada yang
- menyebut 500 30%-nya melintasi wilayah
- padat manusia gitu ya padat penduduk.
- Kemudian juga ruang wilayah juga masih
- masih memang challenge untuk di
- Indonesia ya karena masih belum terlalu
- tertib kemudian juga ee dan lain
- sebagainya. Jadi ee Indonesia kalau
- boleh dibilang negara yang cukup rawan
- terhadap bencana. Karenanya
- ee kita perlu punya ee kemampuan untuk
- ee menghadapinya begitu ya. Beradaptasi
- atau
- mengantisipasi begitu ya. Ee kenapa sih
- bahasan ini bahasan komunikasi? Karena
- ketika ada bencana ketidakpastian tinggi
- gitu ya. Jadi dengan komunikasi
- mengurangi ketidakpastian.
- Nah, kalau kita lihat ee di ee Al-Qur'an
- juga ada bencana ada bahasan tentang
- bencana alam gitu ya.
- He
- seperti misalnya banjir bandang ya di
- dalam surah Al-Qur'an kemudian waktu
- zaman Nabi Nuh kemudian hujan batu
- kemudian gempa bumi dan lain sebagainya
- itu juga dibahas di ee
- di Al-Qur'an ya. Nah, ee kita lihat pada
- saat-saat bencana itu banyak sekali
- peristiwa-peristiwa gitu ya. Peristiwa
- peristiwa yang mungkin humanis juga gitu
- ya. Peristiwa inspiratif, peristiwa
- sedih, peristiwa heroik, peristiwa duk,
- terus bagaimana bertahan hidup. Banyak
- sekali cerita-cerita. Dari cerita-cerita
- itu kita juga bisa membayangkan atau
- kita bisa belajar sesuatu.
- ee saat ini ee tadi pagi aja hujan
- [tertawa] ini.
- Iya, betul.
- Ee ee ee sahabat saya dari Jawa Tengah,
- dari Semarang ya nelepon bilang, "Aduh,
- ini lagi banjir di rumahnya gitu ya.
- Airnya tuh difotoin gitu ya, divideoin."
- He
- ee saya ingat betul ini
- challenging benar. Jadi, bagaimana kita
- mensikapi ya kemarin juga ada ee gunung
- dan lain sebagainya gitu ya. Nah, ee
- hambatan
- hambatan di dalam komunikasi. Jadi
- ketika kita berkomunikasi salah satunya
- hambatannya adalah cuaca gitu ya.
- He.
- Ee ee banyak kegalauan ketika ada
- bencana ya, bencana banjir apa saja
- bencana tadi gitu ya. Karena sekali lagi
- semua butuh kepastian. Mereka cari
- informasi gitu ya.
- He.
- Ee bagaimana supaya ketidakpastian itu
- berkurang? Kita perlu melakukan
- serangkaian upaya. Misalnya kita ngecek
- jalannya kalau banjir ya
- ee terus e enggak langsung juga
- berangkat kemudian pastiin lihat ee
- bagaimana informasi ee ee apa informasi
- bencana, informasi GPS dan lain
- sebagainya gitu. Jadi kita perlu
- melakukan upaya-upaya apalagi sekarang
- ini banyakan diminta di rumah begitu ya.
- He.
- Nah ee
- informasi bencana biasanya pada saat
- bencana cenderungnya itu simpang siur.
- Karenanya sekali lagi informasi itu
- penting sekali dan perlu ada komunikasi
- yang baik gitu ya. Eh, saya berikan
- contoh ini sekian tahun lalu ya, ketika
- ada gempa bumi di Palu gitu ya. Ee tahun
- 2005 itu benar-benar orang tukalang
- kabut pastinya pada saat bencana orang
- bingung ya aku ke mana, aku ngapain dan
- lain sebagainya.
- ee berteriak-teriak orang ee misalnya
- ada orang bilang misalnya ya tentang air
- misalnya ya ee ada banjir, orang teriak
- wah makin bingung, makin heboh ke mana
- arahnya dan lain sebagainya gitu ya. Ee
- barang-barang disiapin dan lain
- sebagainya. Ee kemudian ee pada saat
- bencana kita bisa melihat bagaimana ee
- ee kadang-kadang tanpa ada informasi,
- ujuk-ujuk ada bencana. Iya kan?
- kadang-kadang kita tidak bisa atau
- ee sistemnya
- ee teknologi
- apa ya kecerdasan manusia belum mampu
- misalnya memprediksi potensi tersebut
- misalnya kan ee sudah ada
- teknologi-teknologi seperti di ee apa
- namanya meteorologi dan geofisika untuk
- mengecek cuaca dan lain sebagainya
- tetapi ada yang unpredicted begitu ya.
- Nah, ee itu
- kita pastinya mengupayakan gitu ya ee
- bagaimana caranya mengatasi supaya tidak
- tidak
- unpredicted ya. Tetapi ya itu yang
- terjadi karenanya pada saat sekali lagi
- pada saat bencana kecenderungan orang
- bingung ya. pemerintah
- mengupayakan. Kita tahu bahwa pemerintah
- sudah punya tanggung jawab melalui BMKG
- misalnya gitu ya, untuk memberikan
- informasi-informasi bagaimana curah
- hujan, bagaimana gerakan bumi, bagaimana
- ee dan lain sebagainya melalui teknologi
- misalnya misalnya melalui ee apa media
- sosial, media massa dan lain sebagainya
- di diinformasikan gitu ya. Kemudian, mm
- ee kalau kita lihat bagaimana bencana
- itu ada ada beberapa ee
- penanggulangannya ya. Ada beberapa cara
- penanggulangannya. Pertama adalah
- pencegahan. Pada saat kita sebelum
- terjadi bencana kita perlu seperti apa
- sih ee ee kita berkomunikasinya, kita
- akan elaborasi di situ, ya. Kemudian
- kesiapsiagaan gitu ya ee ketika terdapat
- potensi bencana. Jadi sebelum bencana,
- belum belum ada itu ya kita sudah punya
- ee seperangkat pengetahuan. Kemudian
- saat kita sudah dapat ee green light
- gitu ya ee atau ee lampu kuning ya ada
- bencana nih kemungkinan nih gitu ya.
- Jadi kita siap-siap kemudian pada saat
- ya kita ngerespon bencana tersebut dan
- setelahnya gitu ya itu gimana ee
- upaya-upaya itu dilakukan gitu ya di
- dalam penanggulangan bencana oleh ee
- lembaga-lembaga, oleh pemerintah dan
- juga sebaiknya kita lakukan juga gitu
- ya.
- Ee termasuk juga bagaimana berkomunikasi
- dengan anak karena anak itu paling
- rentan. ee mereka belum bisa
- menyelamatkan diri sendiri. Jadi,
- peluang untuk menjadi korban akan
- menjadi lebih besar. Di mana itu
- letaknya? Di dalam mitigasi, terutama di
- dalam mitigasi, di dalam sebelum terjadi
- gitu ya. Sebagai informasi kadang-kadang
- kita kenapa kok kesannya ujuk-ujuk nih
- gitu ya. Kenapa ujuk-ujuk nih? Karena
- kita tidak pernah mempersiapkan diri
- bahwa di dalam di dalam kehidupan kita
- ada juga loh sesuatu yang tidak kita
- harapkan tetapi ada datanya ada jumlah
- sekian ribu per tahun itu itu bukti
- bahwa ada di sekitar kita. Itulah yang
- perlu kita punya kemampuan untuk
- menguasai ee apa namanya
- informasi-informasi tersebut begitu ya
- dan bagaimana menanganinya. Jadi ee ee
- apa yang terjadi pada anak gitu ya. Ee
- misalnya misalnya keluarga kita tidak
- punya tidak punya pengetahuan yang cukup
- terkait dengan bagaimana persiapannya
- kalau ada bencana. Implikasinya terutama
- anak. anak itu paling berpeluang menjadi
- korban yang paling besar, bisa jadi
- traumatik fisik, psikis, dan juga ee
- apalagi pada saat dia ee kehilangan ya
- orang tua-orang tua gitu ya.
- Jadi ee keluarga dapat mengatasi
- bencana, dapat membantu untuk mengatasi
- bencana, menyediakan ee apa namanya?
- informasi-informasi yang dibutuhkan,
- mengajari, membuat mempersiapkan diri ya
- dan ee apa namanya mengatasinya pada
- saat reaksi pada saat sebelum terjadi ya
- sebagai pengetahuan pertama kemudian
- ketika sudah ada berita-berita akan
- terjadi dan pada saat terjadi dan
- setelahnya gitu. itu itu bagus kalau
- kita bisa
- mensikapi gitu ya, memiliki pengetahuan,
- memiliki kemampuan untuk menyampaikan ee
- ee hal itu.
- Ee beberapa beberapa catatan yang bisa
- kita lihat bahwa ee
- bencana itu ada
- negatifnya
- tetapi juga ada positifnya.
- meskipun kita juga aduh please jangan
- bencana itu gitu ya, tetapi kita bisa
- lihat selalu ada gitu. Ee tentu saja
- dengan adanya bencana sarana prasarana
- terganggu. Ee ee barangkali bahkan
- handphone kita enggak bisa jalan.
- Ee barangkali ee alat alat
- telekomunikasi kita enggak bisa jalan
- gitu ya. alat transportasi kita enggak
- bisa jalan, aksesnya enggak bisa jalan.
- Harta jadi masalah, benda, jiwa,
- gangguan aktivitas, gangguan
- perekonomian itu tidak mudah untuk kita
- ee apa ya kita terima, tetapi ya itu ee
- realitasnya. Karenanya ee ee kemampuan
- kita untuk memprediksi atau
- mengatasi se minim mungkin dampaknya itu
- itu akan jauh lebih baik.
- Kalau banjir misalnya jalan terendam ya
- ee dan lain sebagainya ya. Ee dari sisi
- komunikasi itu sulit kita berhubungan
- dengan keluarga. misalnya baterainya
- habis ya ee baterai HP habis misalnya
- akses jalan sulit dan lain sebagainya
- atau dicolokin enggak enggak ada
- listriknya misalnya begitu ya. Jadi ee
- persiapan-persiapan itu ee mari kita
- upayakan.
- Ada dampak positif juga ini perlu
- kebesaran hati untuk bisa ee
- melihat dampak tersebut gitu ya. Dampak
- positif adalah lebih sadar bahwa Allah
- itu maha kuasa. Kemudian kita juga ee ee
- kita
- dengan dengan
- kita menghadapi apa ya ee tantangan
- bencana ini kita menjadi lebih berbagi.
- Kita menjadi rasa kita secara feeling
- menjadi lebih terasah gitu ya. He
- ini besar sekali pembelajaran luar biasa
- yang tadinya lulug jadi iya ya saling
- tolong-menolong kohesivitasnya menjadi
- tinggi makin peduli, makin kenal satu
- sama lain. Kita tahu bagaimana
- organisasi-organisasi
- mulai memikirkan bagaimana berbagi,
- bagaimana mengumpulkan berbagi, dan lain
- sebagainya. mencari akses untuk membantu
- atau menghubungkan antara antara
- individu, keluarga-keluarga atau
- orang-orang dengan ee orang yang yang
- sedang mengalami bencana. Jadi kerja
- sama ee warga di RT makin kuat ee
- seperti yang tadi ee kita klasifikasikan
- ee bukan ini bencana non alam misalnya
- seperti COVID misalnya begitu ya. ee
- masyarakat bisa saling bantu ee tetangga
- dan lain sebagainya mikirin iya ya kita
- kasih ini bawain ini untuk ini kita
- kumpulin dana dan lain sebagainya. Jadi
- ee ternyata ada ada
- dampak reflektif besar terhadap adanya
- bencana itu. Kita jadi lebih sadar ee
- harus ee apa namanya ee percaya ada
- sunatullah. ee kita jadi berpikir gimana
- caranya untuk tidak merusak lingkungan
- gitu ya.
- Itu
- itu juga bentuk komunikasi
- dalam diri kita sendiri ee ketika kita
- bisa ee memaknai bencana ini dengan
- sebaik-baiknya.
- Ee kemudian bagaimana komunikasi dengan
- orang lain begitu ya. Ee kita akan bisa
- lebih ee antisipatif ya terhadap
- bencana. Ee kemudian ee di antaranya
- misalnya mitigasi, kita dengar ee
- ada beberapa wilayah di Indonesia
- memberlakukan misalnya ya misalnya ee ee
- ganjil genap misalnya begitu atau
- pembatasan kendaraan misalnya begitu.
- itu kan untuk meminimalisir adanya
- masalah-masalah lebih lanjut lagi. Jadi
- penjagaan ee apa yang dilakukan itu
- lebih lebih besar gitu ya. Situasi
- ketika tidak terjadi bencana atau pada
- saat terjadi bencana dengan cara-cara
- yang dilakukan itu di antaranya
- pemerintah membuat membuat
- keputusan-keputusan. Nah, ee ini
- informasi atau keputusan pemerintah ini
- perlu dikomunikasikan, perlu
- dis-sharingkan kepada masyarakat supaya
- masyarakat tahu, supaya masyarakat lebih
- lebih sadar. ee seperti ee ee di
- sehari-hari yang kita dengar di daerah
- rumah saya itu tiap hari ada orang yang
- pakai kendaraan ee pakai toowak, kasih
- tahu tentang ee ee protokol kesehatan,
- mengingatkan kembali apa-apa yang perlu
- dilakukan. [berdehem] Itu juga kan
- mengkomunikasikan bagaimana kita
- mengantisipasi atau bereaksi, merespon
- bagi yang sudah kena. barangkali itu
- adalah ee bagaimana merespon itu bagi
- yang belum, bagaimana mengantisipasi
- dirinya. Nah, sebagai individu
- yang perlu kita lakukan adalah pertama
- cari tahu terhadap ee apa yang terjadi
- di dalam bencana itu. Misalnya dari
- media massa, media sosial, dari teman,
- dari saudara, cari tahu. Kemudian kita
- juga bisa ngingat kembali pengalaman
- kita gitu ya. Ee pengalaman-pengalaman
- sebelumnya. Kadang-kadang kita lupa
- kenapa kok terjadi lagi sesuatu yang
- kita tidak memprediksi begitu. Padahal
- sebenarnya kita punya pengalaman gitu.
- Dulu pernah kok ada kejadian ini kita
- tidak melakukan misalnya ya ee
- surat-surat enggak disimpan di tempat
- yang ee cukup tinggi misalnya lagi
- banjir cukup tinggi yang membuat kita
- jadi ee secured gitu ya secara ee
- legalisasi, dokumentasi dan lain
- sebagainya gitu. itu kan penting sekali.
- Nah, ee karenanya kita perlu cari tahu
- ee dan kita juga bisa belajar dari
- pengalaman-pengalaman kita. Ee misalnya
- tentang banjir. Apa yang perlu dilakukan
- sebelum banjir, pada saat banjir,
- setelah banjir, bagaimana ee sikap-sikap
- kita dan lain sebagainya.
- Mitigasi ee juga bisa kita lakukan ee ee
- apa namanya ee dengan deteksi-deteksi
- dini gitu ya. Ada anak SMA, Mbak Noning
- yang kreatif. Dia bikinin
- ee peringatan sebelum diterjang banjir
- gitu ya. Ada alat dia bikin ee dia bikin
- alatnya nih, informasinya. Kemudian di
- BMKG seperti yang tadi ya. Ee kemudian
- ee BMKG misalnya ngasih ngasih informasi
- ini di Tinggi Air, di Katu kalau di
- Jakarta ya. Heeh.
- Ee ee segini misalnya ini informasinya
- potensinya banjir atau misalnya ada ee
- gempa ee potensi ee apa namanya ee
- tsunami atau tidak dan lain sebagainya.
- Kemudian kita juga perlu rajin menyimak
- informasi potensi-potensinya misalnya ya
- dari media dan lain sebagainya. Dan kita
- perlu hati-hati terhadap hoa karenanya
- bisa jadi pada saat ee situasi uncertain
- ini enggak pasti ini pada saat
- situasi-situasi
- ee bencana atau ee dengar ada bencana
- yang lain belum terjadi bencana
- itu informasinya bertumpuk-tumpuk gitu
- ya atau ee ee kita tidak tahu nih benar
- apa enggak nih. Jadi perlu cari dari
- sumber-sumber yang benar gitu ya.
- Waspadai hoax karena cukup banyak. Jadi
- cari sumber yang kredibel. Kemudian ada
- lagi informasi terkait dengan bencana
- yang sebenarnya mungkin tidak terlalu
- mudah untuk kita peroleh ya. Tetapi ini
- jadi refleksi juga mungkin untuk di
- daerah-daerah mungkin banyak ya. Atau
- kalau sensitivitas kita- kitaita ini e
- ternyata ee apa namanya? hewan-hewan itu
- punya ee informasi deteksi dini bencana
- gitu. Ee karena ee hewan punya
- sensitivitas atas perubahan bencana
- dibandingkan manusia gitu ya. Ee dia
- bisa mendeteksi ini akan ada bencana.
- Akibatnya mereka punya kesempatan untuk
- menyelamatkan diri lebih daripada
- manusia. He
- eh sensitivitas dari binatang itu kita
- bisa temukan di dalam komunikasi yang
- alamiah gitu ya. Misalnya katak. Katak
- pada saat banjir misalnya ya, itu katak
- itu dia bisa memprediksi
- bakal datangnya bencana alam ee di
- antaranya banjir, gempa bumi gitu ya.
- He.
- Ee
- kemudian dia juga bisa ee merasakan
- perubahan kimia dari air tanah gitu ya
- dengan ee tanda-tanda yang dia rasakan.
- Jadi, jadi kita juga bisa ngelihat kalau
- kalau misalnya katak itu bereaksi
- tertentu, kita perlu
- ee melihat oh iya ya barangkali ada
- sesuatu gitu. Jadi ee kita
- mereka punya insting juga ya.
- Mereka punya insting juga. Jadi ketika
- kita melihat ada reaksi-reaksi dari
- binatang-binatang tertentu yang
- sebenarnya tidak tidak biasa kita lihat,
- kita bisa belajar dari mereka gitu. Kita
- bisa membaca itu sebagai deteksi dini.
- Ada seorang ilmuwan biologi
- ee dia meneliti katak. Dia meyakini
- bahwa katak melarikan diri ke daratan
- yang lebih tinggi.
- He
- ee
- setidaknya mereka merasa aman gitu ya
- dari kejatuhan bebatuan, dari longsor,
- dari banjir gitu. Cerdas kan? dahsyat
- gitu loh. Jadi katak itu punya
- kecerdasan untuk mencari pelarian
- terbaik di mana dia aman dari kejatuhan
- bebatuan.
- He.
- Luar biasa. Capung misalnya Mbak Nuning,
- capung ya pada saat banjir ee
- jumlah capung
- yang terbang di sekeliling kita
- cenderung ee
- tiba-tiba berubah banyak gitu ya. ee ee
- ini ee
- cenderung sedikit Mbak Nuning.
- Terbalik malahan. Oh.
- Apabila ee di perkotaan ya, terutama di
- perkotaan gitu ya, tapi di desa pun jadi
- mengurang gitu.
- Buat yang tinggal di dekat sungai atau
- danau gitu ya, Capung sering terbang di
- sekeliling rumah tapi tiba-tiba mereka
- terbang ber sekeliling area tempat kita
- ee apa namanya? ee
- kan jadi gini, capung itu biasanya tidak
- terlalu banyak, tetapi pada saat capung
- itu membanyak
- berarti
- biasanya itu air akan naik.
- Ah
- air laut naik atau e atau air sungai
- meluap naik efeknya bisa jadi banjir.
- Jadi betul Mbak Nuning tadi
- bahwa
- ee kemunculan dari capung yang yang ee
- tidak umum gitu ya menimbulkan
- informasi sebenarnya untuk kita untuk
- kita menjadi sensitif dan
- mengantisipasi. Jadi dengan ee dengan ee
- apa ee ee hewan-hewan di sekeliling kita
- yang tiba-tiba muncul, kita juga bisa
- belajar sesuatu.
- Lele misalnya, [tertawa]
- jadi alam [berdehem] berbicara ya. Heeh.
- Lele gimana lele?
- Heeh.
- Ee
- ini
- kucing kucing dulu deh. Kucing.
- Oke.
- Kucing bisa memprediksi bencana alam.
- Dia mengevakuasi bayinya gitu. [tertawa]
- Iya. Dibawa dulu bayinya. Ini research
- dari international journal ya
- eh dari apa namanya? Environmental
- research public health. Jadi dia
- menganalisa dengan
- hati-hati tentang bagaimana sikap kucing
- ketika bencana. Jadi ee insting mungkin
- insting orang tua kucing terhadap
- anaknya [tertawa]
- anjing misalnya ya. prediksi perubahan
- cuaca ekstrem ee reaksinya dia menggigil
- dan gemetar ya. Ee sebelum terjadi badai
- petir misalnya ya, anjing punya
- sensitivitas indra perasa
- yang ee 10.000 kali lebih kuat
- dibandingkan manusia. Jadi bayangin
- coba,
- mm dia punya kemampuan mencium suhu
- udara, mencium ee ee apa situasi ee
- kemudian suhu udara yang berubah, gempa,
- babadai, gempa bumi gitu ya. Ini ada
- research dari pengamat ee hewan piaraan
- ya di Amerika. rata-rata ee hanya 5%
- pemilik kehilangan anjing ee ee setiap
- hari itu ee
- ee 5% pemilik kehilangan anjing
- peliharaan mereka. Tapi suatu hari
- ketika pengumuman kehilangan anjing
- meningkat drastis 20 sampai 30% itu
- kemungkinan besar akan ada bencana dalam
- sekian hari mendatang misalnya begitu.
- Jadi anjing
- sudah tahu sebelumnya. Jadi dia akhirnya
- jadi kabur ee menyelamatkan diri gitu. I
- [tertawa]
- ee
- hewan ternyata punya kemampuan deteksi
- gitu ya. Luar biasa. Gajah misalnya Mbak
- Nuning ya. He.
- Seminggu sebelum Krakatau meletus itu
- ada sirkus di ini dari salah satu ee
- catatan yang saya baca ya.
- Ada sirkus Lampung yang punya gajah
- kecil. Itu sikapnya mulai aneh gitu si
- gajah itu. Dia meraung-raung, berlarian
- ke sana ke mari ee susah dihentikan gitu
- ya. He.
- Jadi ee di satu pulau kecil di Thailand
- yang Thailand juga banyak sekali gajah
- gitu ya, dia juga ngalamin binatang itu
- juga sibuk ee ribut dan lain sebagainya.
- Dia tiba-tiba lari cepat gitu ya si
- gajah-gajahnya seperti ketakutan. Jadi
- ternyata gajah itu punya sensitivitas
- atas bencana alam yang kebetulan bencana
- alamnya adalah tsunami gitu atau bencana
- alamnya adalah ee letusan gunung gitu.
- Jadi kita perlu pertama yang perlu kita
- lakukan adalah ee melihat ada sisi
- positif dan negatif ee apa ya ya ini
- qadarullah gitu. Allah yang maha maha
- kuasa, Allah yang maha ee membuat
- keputusan apapun. Jadi untuk ee adanya
- untuk potensi sesuatu yang memang ee
- diizinkan oleh Allah, mari kita membuat
- persiapan yang lebih baik. Bagaimana
- caranya kita ee ber ee mencari informasi
- ya, mencari informasi
- membuat diri kita punya informasi,
- menggali informasi-informasi,
- kemudian melihat dari informasi yang
- diberikan oleh sekeliling gitu ya,
- termasuk dari dari apa namanya
- lembaga-lembaga yang punya kredibilitas,
- kemudian juga dari media-media,
- kemudian juga dari alam, dari
- binatang-binatang dan lain sebagainya.
- Ee nanti kita lanjutkan lagi ya, Mbak
- Nuning. Gimana?
- Iya. Luar biasa. Jadi, ikhwan akhwat,
- bumi yang kita tinggali ini sudah berapa
- tahun umurnya ya, sudah semakin menua
- dengan kerusakan-kerusakan baik yang
- terjadi oleh alam ataupun juga perilaku
- kita. kerusakan-kerusakan yang bisa
- mempengaruhi aktivitas bumi tempat kita
- tinggal ini dan juga ee polusi udara
- yang kita bikin itu bukan berarti tidak
- ikut berkontribusi, tapi yang jelas
- aktivitas bumi yang seperti diceritakan
- Mbak Mona memang terjadi dari waktu ke
- waktu yang bisa disebut bencana yang ya
- kalau binatang saja sejak zaman bahala
- itu mereka sudah punya sensitivitas ya
- Mbak Mona ya. Anjing, kucing, capung,
- bahkan gajah bisa bereaksi tertentu
- jelang terjadinya bencana. Luar biasa
- alam sudah memberikan tanda-tanda dan
- kita harusnya semakin cerdas juga untuk
- menyikapinya. Yang jelas komunikasi di
- dalam berbagai bentuk yang terjadi di
- bencana alam kita ini akan merupakan
- bagian yang harus kita sadari
- sepenuhnya. Tapi sebelum kita lanjutkan
- kembali, kita akan jeda terlebih dahulu.
- [musik]
- Brail [musik][bernyanyi]
- TV.
- Iya. Masih bersama Rasil untuk Islam
- yang satu di acara Bincang Komunikasi
- bersama Dr. Laaganim. kita tengah bahas
- tentang bagaimana komunikasi saat
- bencana yang sudah ee kita simak di awal
- tadi. Mbak Mona, kalau kita punya
- tanggung jawab untuk melakukan sesuatu
- biar enggak terjadi bencana-bencana yang
- umumnya itu karena banyak ulah kita
- seperti biar enggak banjir ee buang
- sampah sembarangan dan segala macam itu.
- Berapa pedulikah masyarakat kita di
- zaman sekarang ini atau ada cara-cara
- tertentu dari pemerintah untuk meng apa
- mengurangi meminimalisir
- kemungkinan-kemungkinan ini?
- Iya, Mbak Nuning. Ini kan kita hidup
- bersama ya dalam dunia ini ya.
- Gimana caranya supaya kita sama-sama
- ngerawat dunia ini bersama gitu. Jadi
- supaya menghindari ya kan
- terjadinya bencana di antaranya bencana
- banjir atau bencana alam lainnya kita
- perlu punya perilaku yang sadar gitu ya.
- Misalnya enggak buang sampah
- sembarangan, kemudian juga ee punya
- punya apa namanya? Saluran yang benar
- ketika kita bikin rumah atau kalau belum
- ya berarti kita rapiin gitu ya. kemudian
- simpan ee apa namanya bak penyimpanan
- air bersih cukuplah gitu ya sehingga
- kalau ada apa-apa tuh kita ee potensi
- itu bisa kita minimalisir gitu ya.
- Kemudian juga kita amankan surat-surat
- surat rumah, surat ijazah atau dan
- surat-surat berharga lainnya. Kemudian
- ee kita siapkan juga ee apa namanya ee
- ee supporting lah makanan dan lain
- sebagainya gitu. Jadi kita mempersiapkan
- diri ee baik jangka
- jangka panjang, jangka menengah, atau
- jangka pendek gitu ya. Kalau misalnya
- kita udah udah ini hampir nih gitu ya
- situasinya misalnya gitu.
- Ee ee kemudian apa yang perlu kita
- lakukan? Jadi yang tadi informasi
- pertama adalah kita belajar dulu, kita
- cari tahu, kita belajar dari pengalaman,
- kita belajar dari informasi-informasi
- ee dan kita melakukan
- persiapan-persiapan yang diperlukan
- karena ini tanggung jawab kita bersama.
- Terus apa yang perlu kita lakukan kepada
- keluarga kita sendiri gitu ya.
- Nah, ini penting banget
- gimana kita [tertawa]
- memfasilitasi ya komunikasi di dalam
- keluarga. bagaimana kita memfasilitasi
- anggota keluarga bisa bereaksi dengan
- cepat dan tepat dalam situasi yang
- darurat. Dan dia memahami di luar kepala
- ketika ada bencana itu ee anggota
- keluarga sudah siap gitu ya. Jadi kita
- perlu mendiskusikan ee bagaimana ee
- terkait dengan bencana ini pada anak.
- Kalau orang yang udah gede, anaknya udah
- remaja atau udah gede, kira-kira dia
- tahu deh. Karena dia mungkin sudah
- ngalamin dari sesuatu yang dia tidak
- predicted gitu ya. Sekarang anak-anak
- kita kasih ee informasi yang cukup
- cara ee dengan cara-cara yang mudah
- dipahami. Jadi ee anak-anak bisa tahu
- apa yang ee dia perlu lakukan. Kenapa
- kenapa ee orang tua itu penting untuk
- menyampaikan atau juga guru ya, terutama
- orang tua? karena ee mereka adalah orang
- yang dipercaya begitu ya. Mereka orang
- yang punya pengaruh gitu. Jadi kalau
- orang tua nganggap udahlah saya aja
- nyiapin semua gitu ya. Nanti dia cuma
- dikasih tahu ee reaksinya atau ngikutin
- gitu ya. itu akan lebih menyulitkan
- dibandingkan dia dimodalin informasi,
- dimodalin strategi, cara-caranya
- sehingga semuanya bisa berkontribusi.
- Eh, jadi eh ada data dari UN eh
- International Strategy for Disaster eh
- bilang bahwa 60%
- bencana alam, korban bencana alam adalah
- anak-anak. Jadi
- memang perlu [berdehem] persiapan
- ee yang cukup untuk anak-anak dalam
- menghadapi bencana. Ee
- jadi ee persiapan itu ee karena orang
- tua bisa jadi cenderung panik pada saat
- bencana ya. Dia saving pikirannya ke
- mana-mana. Apalagi kalau kalau enggak
- balik lagi tadi komunikasi bencana itu
- penting supaya orang tuh punya persiapan
- Mbak Nun. Karena di dalam hidup kita ada
- juga seperti itu.
- Nah, kalau kita kalau orang tua
- oke saya sudah ngerti gitu ya si orang
- tua tadi ya karena dia mau punya
- persiapan tapi dia ngasih tahu ke
- anak-anaknya. Dia sendiri pada saat
- ngalamin bencana itu juga panik gitu.
- Jadi anak-anak jadi ketakutan atau
- enggak enggak nyiapin dengan cukup gitu.
- Nah, gimana caranya? kita perlu ceritain
- ke anak-anak ee tentang bencana yang
- bisa menimbulkan orang terluka, ee
- kerusakan-kerusakan apa, saluran-saluran
- telepon, listrik, air bisa terputus.
- Jadi anak mampu membayangkan potensi ee
- apa yang akan terjadi ketika itu ee
- terjadi. Atau misalnya dari televisi
- kita bisa perlihatkan ini nih situasinya
- kayak gini nih. Ditambah dikasih
- informasi sehingga
- can imagine gitu ya.
- Iya. ee
- lalu diskusikan sehingga anak-anak bisa
- membayangkan dengan lebih jelas lagi. ee
- membayangkan atau mendiskusikan ee
- masalah bencana yang mungkin mungkin
- akan menimpa dalam ee dalam kehidupan
- kita itu bisa mengurangi ketakutan dan
- membuat anak menjadi lebih siap dan ee
- dia akan juga tertarik untuk
- mengetahuinya bagaimana cara menghadapi
- kalau ada itu terjadi begitu. Jadi, anak
- perlu diajarkan bagaimana dan kapan
- mereka meminta bantuan misalnya begitu.
- Mereka perlu punya persiapan apa
- misalnya begitu. Ee ketika misalnya
- ketika misalnya ada masalah dengan orang
- tua mereka, dengan keluarga mereka. Jadi
- dibandingin anak-anak kan bingung kan
- semua orang apalagi bingung, anak-anak
- juga pada bingung misalnya pada saat
- kejadian itu. Nah, kalau anak-anak sudah
- dikasih tahu, dia akan lebih tahu
- bagaimana bersikap. anak-anak kecil
- misalnya begitu.
- He.
- Ee ajak anak-anak misalnya ber ee punya
- punya catatan misalnya ya ee kalau ada
- telepon darurat itu ke mana neleponnya
- gitu ya.
- Kemudian juga siapa lingkungan kita. Oh
- si ini saudaranya ini atau tetangganya
- ini. Karena kan ketika bencana kan yang
- paling dekat adalah ee tetangga kita
- begitu Mbak Nuning ya. He
- ee orang tua perlu menjelaskan kepada
- anak ketika tahu apa yang terjadi dan
- bagaimana latihannya. Misalnya gempa,
- dia hidup di lingkungan yang banyak
- gempa gitu ya, dia harus ngajarin cara
- ee apa cara menghadapi pada saat gempa,
- perilakunya ada di mana? di segitiga
- safety atau juga pada saat banjir. Ee
- ketika saya kecil dulu, saya tinggal di
- tempat yang cukup sering banjir. Mbak
- Runi. Saya saya ingat sekarang ini ya
- belajar berenang enggak dulu. [tertawa]
- Ee tapi saya ingat saya enggak enggak
- ada tuh mitigasi e apa ya pelajaran
- tentang apa sih yang perlu kita lakukan.
- Jadi kalau ada ya seru-seruan aja gitu.
- [tertawa]
- Jadi enggak enggak ada informasi itu ya.
- Jadi menghadapi saja begitu. yang sibuk
- ya orang tua yang nyapin ini, nyapin ini
- dan lain sebagainya gitu. Terus saya
- ingat ee saya pernah ee ee luka di
- kepala Mbak Duning ee jatuh gara-gara
- kepet pada saat ee ee banjir. Pada saat
- banjir jadi
- iya
- ee apa ya geblak gitu ya [tertawa]
- karena ee karena lari-lari dan lain
- sebagainya. Jadi memang ee apa ya
- sensitivitas anak-anak kan riang gitu
- ya, jadinya
- betul
- ee cuek aja gitu. Nah ee itu itu yang
- perlu di ini. Kemudian bagaimana P3K dan
- sebagainya kita perlu persiapkan juga ee
- di di rumah ya. Ceritakan pada anak
- bahwa saat bencana mereka juga bisa kok
- dibantu sama orang lain gitu ya. Jadi,
- siapa saja yang boleh ngebantu?
- Misalnya, misalnya ada oh ada misalnya
- mentok-mentok ya, ada petugas bencana,
- ada polisi, ada palang merah, ada
- tetangga, ada guru misalnya, ada ee
- terutama terutama tetangga ya atau dan
- lain sebagainya. Ini situasi yang
- ekstrem misalnya ya kan kita juga ada
- situasi itu gitu. Bagaimana menghubungi
- anggota keluarga kalau terpisah dan lain
- sebagainya. Jadi ee saat kejadian ee
- sebelum kejadian apa yang perlu
- dilakukan? Kita juga bisa belajar dari
- media massa, Mbak Nuning ya, dari media
- massa ee e apa ee dengan
- lingkungan-lingkungan kita l gitu ya. ee
- dengan ee media massa kita bisa belajar
- bagaimana cara-caranya kalau kita enggak
- tahu atau juga misalnya di lingkungan
- kita ada
- diskusi dengan tetangga-tetangga apa
- yang perlu kita lakukan. Kan sekarang
- ini kita punya WhatsApp grup ya. Justru
- kohesivitas di RT itu menjadi lebih
- tinggi dengan adanya grup ee
- grup WA. Heeh.
- grup WA atau grup ee sosial media
- lainnya, Telegram dan lain sebagainya.
- mungkin WA sebentar lagi sudah [tertawa]
- lenyap lagi gitu ya. Nah, ee misalnya ee
- sosial media dan lain sebagainya ee kita
- jadi bisa saling memberikan informasi.
- Nah, di situ ee komunikasi dengan
- tetangga jadi lebih intens ya kan. Saya
- merasakan Mbak Nuning ee dengan adanya
- dengan adanya pandemi ini kohesivitas di
- lingkungan itu jauh lebih tinggi. Karena
- kita justru justru dengan makin diam di
- rumah makin makin kita berinteraksinya
- tuh lebih intens. Biasanya kan kalau
- ketemu hai gitu ya, tapi enggak ngobrol
- gitu ya. Ini bisa ngobrol karena ada
- grup gitu. Nah, ee itu juga bisa kita
- lakukan. ee siapa tetangga kita juga
- bisa saling berbagi. Siapa tetangga yang
- ahli misalnya siapa dokter di lingkungan
- kita, siapa perawat, siapa tenaga
- kesehatan, siapa polisi. Ee kira-kira
- bantuan apa yang bisa si ini tuh mampu
- membantu apa gitu ya di kita diskusikan
- di dalam lingkungan kita bagaimana kalau
- perut dukungan. Nah, itu pun kita
- sampaikan kepada
- anak-anak kita
- ketika kita bisa memprediksi ini bahaya
- nih situasinya nih bisa jadi un control.
- Kalau masih bisa dikontrol kira-kira ya
- kita bisa kerjakan sendiri gitu. Tapi
- tetapi dalam situasi tertentu kita perlu
- ee apa namanya? Mempersiapkannya dengan
- sebaik-baiknya gitu.
- Kesiapan anak itu perlu kita siapkan.
- Gimana Mbak Nuning? Ada yang mau
- diomongin dulu? Ee boleh kalau ke sambil
- lalu ke pertanyaan ya.
- Boleh, Mbak.
- Oke. Ini pertanyaannya soal surat-surat
- penting ee Mbak Nuning, Mbak Mona itu
- sebaiknya diletakkan di dalam tempat
- yang aman dari air dan api, tapi seperti
- apa ya? Dan kalau keluarga harus tahu
- nyimpannya di mana berarti diumumkan
- gitu. Anak-anak,
- ini barang penting yang kalau Mama sama
- Papa enggak ada di rumah, kalian mesti
- selamatkan kalau terjadi sesuatu.
- Begitukah? Atau mungkin ada gagasan
- lain? Terima kasih. I,
- terima kasih sharing-nya ya. Karena ini
- membuat kita jadi lebih perhatian atas
- isu itu.
- Jadi memang kita perlu ee punya ee
- pertimbangan-pertimbangan
- yang baik gitu ya. Ee apa namanya? di
- mana nyimpannya, di mana yang aman.
- Kalau misalnya potensinya adalah potensi
- banjir, berarti jangan diletak di bawah
- atau di laci yang kira-kira berpotensi.
- Tapi kalau misalnya ee ee potensinya
- kalau kebakaran kan mungkin ee kita
- enggak bisa prediksi gitu ya. Ee kecuali
- sistem e saluran saluran listriknya
- emang kacau gitu ya. [tertawa]
- Iya. Iya.
- Potensi itu ada gitu ya. Tetapi dalam
- situasi yang ini ee ee apa namanya? Ee
- kalau banjir ee lingkungan ee
- geografisnya berpotensi gempa, potensi
- itu ada gitu. Berarti kita perlu
- mempersiapkan diri gitu. Jadi di mana
- letaknya? Ya carilah yang mana yang
- paling aman. Saya ingat ya di apa di ee
- rumah saya juga ee
- lalu dipikir gitu ketika sudah mulai ada
- kecenderungan ada berita-berita seperti
- itu. Wah, mulai dipikir lagi di mana nih
- letaknya nih dar
- terus surat penting jadiin satu
- jadiin satu disimpan, dikasih tahu atau
- yang kita merasa benar ini aman gitu ya.
- He
- ee ee atau juga ya ee yang kita simpan
- juga di safety box misalnya begitu.
- Iya.
- Ee ee tetapi kalau banjir kan ya ya
- mudah-mudahan tidak gitu ya. Tetapi
- kalau banjir kan ee mungkin ee berbagai
- hal kena juga gitu. Tetapi ya
- mereka juga pasti sudah memikirkan juga
- di mana letak yang paling aman untuk
- benda-benda tersebut begitu.
- Dan kalau ditaruh di lemari jangan
- dikunci. Yang mau ngambil aja susah ya.
- [tertawa] Heeh. Jadi ee sensitivitas
- kita, cari solusi atas masalah kita itu
- akan jauh lebih baik dibandingkan sama
- kita cuek gitu ya. Ee dengan komunikasi
- bencana ini penting gitu ya. Penting
- untuk kita ketahui, penting untuk kita
- lebih sensitif di ee ada lagu-lagu ya
- yang mengingatkan lagu-lagu daerah atau
- juga ee informasi-informasi yang juga
- disampaikan ya. Kemarin saya punya ee
- kelompok teman-teman yang ngumpul gitu
- ya ee sama e Bu Nini El Kararim, sama
- Drter Lia sama aduh banyak teman-teman
- bagus-bagus tuh keren-keren ya suka
- ngumpul kami bersama-sama ee ee
- ngediskusiin tentang ee ee judulnya
- judulnya grupnya tuh Ring of Fire.
- Kemarin saya sudah bilangin sama beliau,
- "Ikutan yuk ngobrol di sini" gitu. Cuman
- ee belum belum belum intens ya. Ee jadi
- tadi tadi kelupaan tuh gitu ya. Saya mau
- ajakin beliau. Beliau tuh punya cerita
- banyak bagaimana culture itu di
- Indonesia punya lagu-lagu
- atau juga pantun-pantun gitu ya yang
- menjelaskan bagaimana cara mengatasi
- bencana.
- Ee misalnya lagu apa ya? Saya lupa
- lagunya ya. Tapi ee kira-kira kira-kira
- kalau ada tanda ini binatang ini berarti
- kita harus ini. Jadi balik lagi belajar
- dari binatang tadi gitu. He.
- Kearifan lokal di Indonesia itu juga
- cukup baik dalam ee mengatasi ee bencana
- dalam mempersiapkan diri dalam membuat
- kita dalam kondisi siap ready gitu ya
- kan. Satu yang pertama jangka jauh nih
- siap-siap dulu nih gitu ya. tah nih
- belajar nih gitu ya atau menghindari nih
- dengan sikap-sikap kita. Kedua, dalam
- kondisi kita nih hampir nih gitu ya
- sudah ada tanda-tanda ngerespon nih ee
- tanda-tanda nih gitu ya. Yang ketiga
- saat kita dan setelah itu gitu. Nah,
- tahapan-tahapan itu
- ee dengan kita sadari kita akan jadi
- lebih waspada dengan kita mendiskusikan
- isu ini. Mudah-mudahan kita menjadi
- punya tanggung jawab bersama gitu ya.
- Kalau kita sebut itu PSR, personal
- social responsibility
- untuk
- ee menjaga, menghindari potensi adanya
- bencana. Contoh bencana banjir, jangan
- membuang sampah atau juga punya
- persiapan-persiapan gitu. Nah, ee dan
- dan lain sebagainya itu yang perlu.
- Kemudian bagaimana kita mencari
- informasi. Pemerintah punya punya
- keputusan yang penting untuk
- menginformasikan kepada masyarakat dan
- informasinya sampai. Jangan ee
- informasinya sampai. Kemudian hoa itu
- gimana cara mengatasinya? Kalau kalau
- kita sedang ee ini kan informasinya jadi
- berlimpah tapi
- ee bikin bingung atau enggak benar.
- Makanya kita perlu punya apa ya? Jangan
- jangan yang penting dapat informasi
- terus kita ee Iya. Iya. Iya, gitu ya.
- Tapi kita harus cari yang benar.
- Pemerintah pun harus
- menyampaikan dengan sebaik-baiknya
- sehingga meminimalisir gitu. Ee kita
- kita belajar banyak kok dengan COVID ini
- ya kan Mbak Nuning. Ini bencana non ee
- alam ya.
- Kita belajar banyak bagaimana
- sikap-sikap pada saat bencana ini
- awal-awal dulu komunikasinya
- seperti apa? [tertawa]
- Heeh. Itu itu karena ee ketidaksiapan
- gitu. tidak siapan pada saat yang
- harusnya sudah di tahap merespon gitu ya
- ee sudah tahap mempersiapkan diri itu
- malah malah enggak enggak enggak tepat
- gitu cara ber
- ee apa cara bereaksinya gitu ya
- sehingga implikasinya jadi pada saat
- kejadiannya bisa jadi sekarang ini
- negara Indonesia salah satu yang ee
- mengalami tantangan besar gitu ya untuk
- ngalamin ini.
- Heeh. Karena ternyata
- informasi yang berlimpah saja terkait
- dengan ee bencana pandemi kemarin itu ee
- untuk bisa menyadarkan warga
- iya
- yang begitu mengancam dengan hal-hal
- yang harus kita patuhi saja harus
- dilakukan dengan tepat. Kalau enggak ya
- akibatnya yang masuk yang hoa tadi dan
- sebagainya ya.
- Iya. atau main-main misalnya ya kan
- waktu awal-awal kan banyak main-main tuh
- gitu loh. Jadi enggak enggak cepat dalam
- bereaksi itu itu ini ini isu ini gitu
- bagaimana kita mengatasi bencana gitu.
- Tapi yang saat ini kita bahas nih lebih
- ke bencana alam gitu Mbak Noning.
- Iya. Jadi kalau seperti yang Mbak Mona
- gambarkan tadi, perlu dong adanya
- pelatihan ya, pelatihan dan juga
- internalisasi ee kebiasaan-kebiasaan
- yang ee membuat kita bisa menghadapi
- situasi itu dengan siap, berkelanjutan.
- Iya, betul. Kalau kita tidak tinggal
- tinggal tidak tinggal di daerah bencana,
- mungkin kita tidak mengalami tapi bagi
- daerah-daerah yang memang sering
- mengalami bencana alam itu pasti saya di
- Jogja itu Merapi sering sekali ngadat
- ya. Itu yang namanya kentongan tuh bunyi
- kencang kalau terjadi sesuatu yang akan
- membuat kita harus waspada gitu. Enggak
- tahu kalau di daerah lain pakai apa
- mungkin taak-toak di masjid ya bisa
- dipakai ya Mbak Mona ya. Betul, betul ee
- betul Mbak Nuning. Itu yang perlu kita
- aktifkan ya. Karena apa? Orang kalau
- terlalu banyak informasi yang ada di ee
- apa di misalnya media sosial, sementara
- lingkungan yang dekat di rumah kita
- ee enggak ngasih berita gitu ya. Ee
- enggak ngasih e saya kayak tadi
- kentongan tadi gitu ya. itu itu kita
- juga akan jadi ngerasa oh itu masih jauh
- gitu atau kita malah ketakutan banget
- gitu padahal enggak tuh gitu cukup cukup
- baik kok cukup-cukup
- jadi parno ya
- jadi parno yang sebenarnya enggak perlu
- gitu tetapi saya juga mau mengingatkan
- Mbak Nuning
- Indonesia
- tadi kan beritanya tuh segini nih ribuan
- nih gitu loh dan sudah di ee diprediksi
- bahwa kondisi Indonesia yang ada di
- letak tadi letak geogr grafis tadi.
- Heeh.
- Selain keindahan yang luar biasa, tetapi
- juga punya potensi untuk rawan bencana
- gitu.
- Iya.
- Jadi ya ini perlu untuk kita
- untuk kita pelajari begitu.
- Iya. Kalau selama ini Mbak Mona kan ee
- orang-orang yang ee ahli itu cenderung
- mewujudkannya dalam bentuk tulisan.
- Sementara masyarakat kita lebih suka
- atau paham dengan cara kalau di ee
- didengar apa di diperdengarkan bukan
- enggak semua punya hobi baca. Apalagi
- kalau misalnya kita bayangin sekarang
- ini enggak semua tempat bisa mengakses
- internet dengan mudah. Jadi harus ada
- pilihan-pilihan informasi dan juga
- pemberitahuan yang ee
- apa masih masuk
- apa ya bisa dikatakan tradisional ya.
- Iya. Jadi ada di tataran pemerintah
- perlu ngapain ya kan. Jadi komunikasi
- bencana di lingkungan pemerintah perlu
- ada di masyarakat, di individu, di
- keluarga kita sendiri. Kita harus
- memfasilitasi keluarga kita. Ee kita
- ajarin anak-anak kita gitu ya. termasuk
- juga misalnya anak-anak kita punya atau
- keluarga kita punya disaster kitalnya
- gitu ya, kotak siaga misalnya begitu ya.
- Nanti kalau ada bencana kita harus
- ngapain ngumpulin alat-alat ini kalau
- bisa ready dan lain sebagainya. Ini
- perlu perlu begitu perlu untuk kita
- siapkan. Jadi ee apa fasilitasi
- terkait dengan komunikasi itu juga perlu
- Mbak Mona banyak yang mengacungkan
- jempol keren mengingatkan kita pada
- hal-hal semacam ini yang kita terima di
- YouTube kita. Tapi ini dari Muhammad
- Irfan bilang keren banget. Semoga Allah
- lindungi Mbak Mona, penyiar-penyiar,
- Habib-Habib, ulama-ulama semuanya. ee
- serta semua sivitas radio tercinta. Ada
- pertanyaan, bagaimana mengakses bantuan
- ketika kita terjebak di suatu bencana
- sementara alat komunikasi semuanya lagi
- terputus?
- Bagaimanakah gerangan, apa yang harus
- dilakukan pertanyaan itu? Silakan, Mbak
- Mona.
- Yang pertama adalah berdoa kepada Allah
- Subhanahu wa taala karena Allah yang
- maha kuas
- segala. Iya.
- Itu deh. Itu yang kedua adalah
- sebenarnya ee pemerintah punya tanggung
- jawab untuk secara aktif dan pemerintah
- harus punya sistem dan yang saya tahu
- demikian sudah ada gitu loh ya ee apa
- namanya BNPB dan lain sebagainya gitu ya
- yang sudah mempersiapkan gitu ya tetapi
- juga ada di orang-orang di lingkungan
- kita gitu ee di lingkungan kita. Makanya
- tadi kita harus tahu ee siapa tetangga
- kita gitu ya. Terus kita harus tahu ee
- apa cari cara untuk misalnya ke tempat
- yang terlihat misalnya begitu atau ee
- ee secara aktif membunyikan sesuatu yang
- membuat kita mendapat perhatian misalnya
- begitu.
- I kan. Jadi, jadi kita perlu cari. Jadi
- ee kita yang misalnya ya ee insyaallah
- tidak ya ee kita yang atau orang
- tersebut yang misalnya sedang mengalami
- bencana, dia harus secara aktif
- menginformasikan dengan berbagai cara
- gitu ya, dengan segala e kesederhanaan
- yang dia miliki. Misalnya keterbatasan
- ee gadget enggak ada, enggak ada sinyal
- dan lain sebagainya, dia harus cari
- cara. tetapi juga pemerintah atau juga
- warga sekitar punya tanggung jawab
- karena mereka juga punya list kok warga
- itu kan makanya komunikasi di lingkungan
- itu penting Mbak Nuneng [tertawa] karena
- kita tuh dikenal sama lingkungan kita
- gitu loh. Jadi siapa sih orang yang
- paling
- ee apa ya ee paling cepat membantu
- saudara kita jauh misalnya gitu ya sulit
- gitu tapi lingkungan tetangga dan lain
- sebagainya
- dengan komunikasi yang baik dengan
- mereka komunikasi tetangga yang baik
- dengan mereka implikasinya adalah mereka
- akan ngecek kok siapa nih yang terdampak
- nih siapa nih yang ee belum ketemu
- orangnya nih gitu. ini memungkinkan.
- Terus misalnya anak ini ee keleleran
- sendiri misalnya begitu ya.
- Ee dia kan jadi tahu kalau enggak
- anak-anak kan suka bingung kan. Mbak
- Nuning pernah ngedengar enggak atau
- mungkin kita semua pernah dengar ya
- orang lagi anak-anak lagi di jalan terus
- bingung gitu ya ngapain? Ngerti enggak?
- Anak yang smart dia akan oke berarti
- saya nih harus ke polisi nih ya kan? Dia
- akan cari tuh polisi atau oh berarti
- saya nih harus ee cari RT nih gitu ya.
- dia akan ngomong atau dia cari ee orang
- yang kira-kira dia bisa percaya nih
- siapa nih, enggak siapa aja ya kan.
- Nah, dengan dengan kemampuan seperti
- itu, itu kan kita menjaga keluarga kita,
- mengkomunikasikan kepada lingkungan kita
- di ee apa bagaimana supaya tidak panik
- ee ee ee
- sikap ee apa ya ee kalau lagi panik oke
- caranya nenangin diri oke saya harus
- pintar nih cara solusinya nih ngadapin
- ini. Nah, si anak itu perlu difasilitasi
- dengan informasi-informasi seperti itu,
- gitu.
- He he. Terkait dengan anak nih, Mbak
- Mona. Ada ada bukan informasi ya, tapi
- lampu mati berjam-jam anak harus tahu
- how to do-nya. Kan saya ngajarin
- bagaimana ngidupin lampu teplok,
- kemudian juga lilin tapi ee dengan cara
- yang aman. Eh, diketawain sama
- teman-teman. Tapi faktanya kan memang
- bingung ya kalau gelap. Kalau gelap
- kalau ngidupin teplok. Teplok tahu
- enggak sih, Mbak Mona? Orang
- tahu tahu
- tahu. Lampu
- zaman dulu kita ya,
- lampu minyak tanah gitu ya. Tapi kalau
- banjir gimana dong persiapannya?
- Kayaknya kami akan pindah ke daerah yang
- sungainya sering meluap. Ooh. Di Jakarta
- dekat
- Pondok Gede ya katanya. Apa iya? Enggak
- tahu juga deh. Gimana mempersiapkan
- anak-anak kalau misalnya banjir naik
- lantai du eh kalau punya lantai du.
- Kalau enggak gimana? [tertawa]
- Iya. Jadi yang pertama tadi yang tentang
- itu ya ee kita harus
- lampu mati. Heeh.
- Eh ada apa ya semacam simulasi gitu Mbak
- Nuning. Kita sudah tahu nih potensinya
- ada kayak begini. Berarti harus ada
- simulasi di dalam keluarga kita sehingga
- menjadi ee apa ya tidak galau gitu ya.
- Ee menjadi ee tidak panik kemudian tidak
- berdampak traumatis kepada anak gitu ya.
- dia tahu bagaimana bereaksi yang kayak
- tadi tuh lampu mati di ee berarti
- mentok-mentok ya kan kalau sekarang kan
- ada ee apa ya lampu yang langsung nyala
- gitu ya di sekarang sudah banyak juga ya
- yang langsung ee kalau lampu mati dia
- langsung nyala misalnya begitu ada yang
- enggak punya kalau yang enggak punya
- gimana misalnya tadi yang templok tadi
- ya ajarin itu gitu loh ajarin itu. Heeh.
- justru eh kan apa ya eh namanya
- defensive strategy ya eh apa survival
- survival strategi mempertahankan diri
- sendiri ya kan ee saya punya teman tuh
- keren banget ya dia bilang e dia ajarin
- anak-anaknya Mbak Nuning bagaimana ee ee
- hidup di hutan gitu ya Mbak Nuning. Ini
- sampai-sampai ekstremnya kayak gitu ya.
- He
- bagaimana hidup di hutan, makan
- seadanya, enggak ada apa-apa gak bawa
- apa-apa cari makan dan dia harus mampu
- beradaptasi dengan rum dengan dengan
- hutan, dengan alam. Dia harus pikir
- makan apa dan lain sebagainya kayak
- pramuka tapi rumah sendiri gitu saking
- Heeh.
- dicoba ya. Yuk kita coba. Sabtu Minggu
- besok enggak ada apa-apaan di rumah
- gitu. [tertawa]
- Iya, itu itu bagus banget. Jadi itu itu
- yang dilakukan ee untuk e survival tadi.
- Lalu yang kedua tadi Mbak Nuning kalau
- apa? Banjir ya.
- Heeh.
- Iya. Ya, itu tadi anak-anak misalnya
- lagi banjir ya. Makanya dengan kita
- kasih pelajaran nih, anak nih jadi
- mikir, "Oh, iya berarti saya harus naik
- nih." gitu ya. Atau kalau naik
- mentok-mentoknya apa misalnya begitu ya
- kan. ee kita harus kasih pelajaran
- bagaimana si anak ini ee punya punya ee
- ee apa ya ee ee langkah-langkah yang
- perlu mereka lakukan kalau mereka
- menghadapi ini gitu. Misalnya misalnya
- yang ee anak itu harus ke mana, ke rumah
- siapa misalnya gitu ee yang lebih tinggi
- misalnya begitu. Kalau ya kan kalau
- orang tuanya masih ada dan bisa menemani
- mereka. Tetapi jika dalam situasi yang
- sangat ekstrem misalnya gitu ya, dia
- harus ke mana atau dia naik ke mana gitu
- ya. itu kalau anak-anak enggak enggak
- ngerti kan bisa saja misalnya dia pegang
- apa tuh pegang listrik misalnya ya ee
- ada apa kena kena saluran listrik
- misalnya begitu itu juga berbahaya atau
- nyalain apa nyalain apa pengetahuan itu
- kan
- jadi simulasi nih Mbak Mona harusnya
- kita lakukan ya
- iya simulasi Mbak Nun
- enggak cuman di diceritain doang tapi
- ayo kita kerjain umpamanya gitu
- seolah-olah ya
- sesuatu sesuatu yang misalnya kita sudah
- memprediksi nih Mbak Nuning ya karena di
- beberapa daerah tertentu itu saya mau
- kasih tahu Mbak Nunengke tadi saya
- ceritain
- dulu waktu saya kecil saya tinggal di
- daerah yang banjir berkali-kali setahun
- berapa kali banjirnya gitu loh
- nih saya punya teman Mbak Nuning
- sekarang ini dia tinggal di daerah yang
- setahun berapa kali banjir Jakarta loh
- Mbak Nuning ya ee
- certain daerah ee terus ee sudah ada
- perubahan-perubahan yang dilakukan dan
- sekarang kata dia enggak enggak enggak
- enggak banjir lagi di daerah dia. Tapi
- beberapa yang beberapa tahun sebelum ini
- nih kata dia dia banjir. Nah, jadi yang
- saya mau bilang ini nih artinya enggak
- cuman enggak cuman di ee tempat yang
- jauh gitu. Artinya kita harus tahulah di
- mana kita hidup, di mana potensi banjir
- itu, di mana potensi gempa, di mana
- potensi ee
- unpredicted lainnya begitu. Jadi
- misalnya daerahnya tinggal daerah
- tsunami ya. ya daerah yang di pesisir
- melulu eh bakal kena tsunami lagi gitu
- ya.
- Kita kan enggak tahu gitu. Nah, itu dia
- harus mempersiapkan diri, dia harus
- ngajarin dan sebagainya. Tetapi kan kita
- sendiri kita juga tahu, oh iya ya
- ternyata ee daerah sekarang ini cukup
- banyak kok ee kejadian-kejadian yang
- kita tidak bayangkan.
- Longsor misalnya, ya kan? Kalau longsor
- daerah-daerah yang di sana ya, yang
- daerah-daerah yang banyak itu ya gitu
- ya. atau gempa misalnya unpredicted
- gempa berarti kita harus kayak gimana
- gitu loh.
- Kalau banyak
- pokoknya persiapan peranya itu yang
- penting ya kalau kita ada di daerah
- bencana. Mbak Mona ini ada Mbak Hani
- yang mau berbagi cerita. Jadi
- alhamdulillah sebagai warga Jakarta
- beberapa tahun yang lalu saya biasa
- langanan banjir sering punya kolam
- renang dadakan.
- Tapi setelah bersama warga sekitar rumah
- melakukan pengerukan untuk God,
- mengerukan saluran gorong-gorong yang
- juga dilakukan PMR itu, alhamdulillah
- saat ini sudah bebas banjir meskipun
- hujan deras kayak apapun. Yang jelas
- membuang sampah harus disiplin dan
- enggak boleh sembarangan. Nah, ini ya
- kesadaran tadi ya. Ya, begitulah. Ada
- upaya pasti ada hasilnya juga. Bapaknya
- tadi kalau enggak salah ee BNPB mencatat
- berapa? 2000 lebih ya bencana alam
- terjadi di Indonesia dari 2018 yang lalu
- itu.
- Iya.
- Nah
- eh datanya itu ee BNPB Badan Nasional
- Penanggulangan Bencana yang terakhir
- 2020 tanggal 29 Desember
- itu berapa?
- Hampir 3.000 2.929
- bencana alam.
- Masyaallah. dan korban meninggalnya
- entah berapa ribu ya. Sementara yang
- mengungsi entah jutaan juga
- datanya. Heeh.
- Tapi seperti yang barusan Mbak Hani
- ceritakan kalau kita hand dengan
- tetangga kiri kanan kemudian ada bantuan
- juga dari PEMPR untuk mendukung kegiatan
- kita insyaallah tidak terlalu ee
- berkepanjangan ya apalagi dengan
- kesadaran enggak buang sampah
- sembarangan.
- Iya. Oke.
- Kemudian
- atau sudah ini kayaknya sudah jam ini
- ya, Mbak Noning.
- Oke, nanti kita ee close 17.30-an ya.
- Kalau ada yang mau disampaikan Mbak
- Mona. Iya, Mbak Nuni. Pertama
- ee bencana itu ada ya kan dan Allah
- punya kuasa
- dengan apapun yang Allah mau. Jadi ee
- kita beradaptasi gitu ya dengan apapun
- situasi itu.
- Ee komunikasi bencana penting.
- Ee apa itu perangkatnya?
- sebelum jauh-jauh
- pada saat kita hampir menghadapi sudah
- ada sudah ada lampu kuning.
- He.
- Pada saat terjadi bencana dan setelahnya
- kita tadi ee membahas secara umum saja
- begitu ya. Ee dan juga gimana caranya
- persiapan diri kita? Diri kita perlu ee
- punya pengetahuan tentang itu, punya
- kecerdasan untuk memilah dan memilih
- berita. Mengapa demikian? Karena
- komunikasi pada saat terjadi bencana
- ketidakpastian tinggi dan komunikasi
- mengurangi ketidakpastian. Tetapi
- komunikasi yang berlimpah dan terlalu
- banyak dan membingungkan atau hoa ada
- juga itu akan bikin orang enggak nyaman
- gitu ya. Ee untuk membuat kita jadi
- bingung malah malah malah enggak dapat
- informasi yang cukup. Karenanya kita
- perlu smart smart dalam memilih
- informasi dari sumber-sumber yang
- credibleel. kemudian juga mempersiapkan
- diri kita dan enggak ya udahlah saya ee
- aman-aman saja. Jadi ee siap terhadap
- potensi itu tuh jauh lebih baik. Apalagi
- sekarang ini kita dengar ada masalah ini
- ada masalah sekarang pun kita sedang
- mengalami gitu ya bencana ee ee non alam
- ya
- dan bencana alam juga begitu ya kan. ee
- gimana caranya ini ini ee yang yang
- mungkin tinggal di daerah yang kurang
- banyak atau tidak ee mengalami banjir
- ya. Jangan jadi semau-maunya karena
- Indonesia ini atau dunia ini
- bersama-sama kok hidup bersama. Jadi ee
- kerusakan yang dia bikin itu akan
- menimbulkan
- ee dampak yang buruk pada lingkungan
- yang lain juga. Jadi, yuk kita
- bersama-sama menjaga kebersihan, menjaga
- ee ee ee apa ee menyimpan membuang
- sampah dengan sebaik-baiknya, buat jalur
- yang benar dan lain sebagainya. Tanggung
- jawab untuk menjaga lingkungan ini perlu
- kita lakukan. Kemudian mempelajari
- bagaimana kita ee harusnya dalam
- mengatasi bencana. Kemudian
- ee apa namanya? mempersiapkan keluarga
- kita, membuat anak-anak kita untuk ee
- punya apa ya modal modal yang cukup
- dalam menghadapi ee bencana ini gitu ya.
- punya survival eh strategy. Eh jadi anak
- tidak panik, jadi anak tidak trauma,
- kemudian juga ee apa namanya jadikan
- anak itu jadi orang yang siap ee ketika
- menghadapi bencana. Kemudian anak punya
- bekal dalam memprediksi berarti saya
- harus punya strategi seperti apa, bisa
- mikirin mau ngapain dan lain sebagainya
- gitu ya. Itu yang perlu kita lakukan di
- dalam diri kita, di dalam keluarga kita,
- dan juga di dalam lingkungan kita.
- Lingkungan ini penting sekali.
- Komunikasi dengan tetangga, komunikasi
- dengan lingkungan itu sangat penting.
- Karena pada saat bencana mereka yang
- akan jauh lebih cepat tahu si ini ada,
- si ini enggak ada. Terus siapa yang
- perlu dimintain tolong, siapa yang perlu
- ee kita tolong juga begitu ya.
- barangkali ee tempat mana yang lebih
- tepat untuk ditinggali oleh satu sama
- yang lain. Ee kemudian juga pemerintah.
- Pemerintah perlu ee terus-menerus punya
- tanggung jawab secara undang-undang,
- secara negara, punya tanggung jawab
- untuk menjaga warganya, untuk
- kesejahteraan masyarakat. berarti harus
- terus-menerus aktif, terus-menerus aktif
- memberikan ee ee apa upaya-upaya
- menghindari dan juga
- mengkomunikasikannya.
- Karenanya pemerintah juga harus update
- terus dengan tepat, memilah dan memilih
- di mana masyarakat ini supaya dapat
- informasi yang benar. Karena saat ini
- namanya ee teknologi informasi saat kita
- bahas ya, dampak dari berlimpahnya
- informasi sehingga kita tuh jadi percaya
- sama sesuatu yang
- kalau kita yakin ya percaya. Heeh. Bukan
- benarnya tapi ah percaya aja ya ee
- namanya ee melampaui kebenarannya post
- truth kita sebut itu ya. suatu saat kita
- akan bahas itu ya, bahwa itu tuh juga
- berbahaya. Karenanya kemampuan kita
- untuk bisa smart dalam mengkonsumsi
- informasi atau juga bikin informasi
- untuk lingkungan kita itu juga perlu
- kita tingkatkan.
- Ee semoga kita semua bisa terjaga dari
- bahaya ee dari marah bahaya, dari
- bahaya-bahaya yang tidak kita harapkan
- tentu saja. Semoga bermanfaat diskusi
- kita hari ini, Mbak.
- Insyaallah. Yang jelas Mbak Mona,
- komunikasi di dalam bencana ini bukan
- hanya diperlukan pada saat kondisi
- darurat ya, tetapi justru pranya itu
- lebih penting. Jadi kalau kita ada di
- daerah-daerah yang rawan entah itu
- banjir entah itu gempa atau retakan
- tanah ee kita harus senantiasa
- mencoba memahami. Bukan hanya kita dan
- keluarga tetangga kiri kanan meskipun
- pemerintah sudah banyak membantu tapi
- kesadaran kita pribadi sangat penting
- sekali. pelatihan dan internalisasi
- kebiasaan menghadapi hal-hal bahaya
- bencana ini memang harus dilakukan
- secara berkelanjutan ya.
- Bikin tenang, bikin sabar. Satu lagi
- Mbak Nuni. Heeh. Heh.
- Doa yang banyak. [berdehem]
- Ah, itu pasti. Heeh.
- Oke,
- Mbak Mana pernah datang ke tempat
- bencana melihat bagaimana paniknya warga
- dan bagaimana ee kondisi itu membuat
- kita semua betul-betul hanya menyerah
- pada
- apa yang sedang terjadi.
- Terasa banget ya. Heul.
- Pernah waktu di Jogja itu ee semua
- dipersiapkan untuk segala macamnya.
- Waktu itu saya ke bagian ini Mbak Mona,
- ke bagian ee di bagian logistik ya.
- Tetapi ketika sampai di sana banyak
- anak-anak yang enggak terurus. Mereka
- tetap dengan ketakutan tapi enggak jelas
- mau diapain. Akhirnya ee aku dengan satu
- teman berinisiatif untuk mengambil semua
- makanan yang ada di mobil-mobil yang ee
- mengantarkan truknya untuk dijadikan
- hadiah buat permainan buat anak-anak.
- Ini terasa sekali. Seperti yang tadi
- Mbak Mona bilang bahwa 60% bencana alam
- itu korbannya biasanya anak-anak itu
- memang betul sekali anak-anak. harus
- dibekali persiapan. Bahkan ketika itu
- sedang terjadi pun mereka rasanya ee
- gimana ya, bingung enggak jelas mau
- ngapain juga gitu.
- Oke, Mbak Mona mungkin ada yang bisa
- ditambahkan. Kita masih punya waktu 3 4
- menit.
- Ee enggak Pak Nuning. Ee sudah itu saja.
- Insyaallah kita semua dilindungi oleh
- Allah Subhanahu wa taala.
- Amin. Amin.
- Terima kasih, Mbak. Terima kasih sekali
- lagi Mbak Mona juga teman-teman ikhwan
- akhwat yang berada bersama-sama baik di
- Rasil TV ee di YouTube ya dan juga
- informasi ee menyenangkan bahwa acara
- ini apa membuat kita sadar terima kasih
- banyak. Tapi karena bisa jadi kita
- enggak ada di daerah bencana ya tidak
- banyak yang bisa kita ungkapkan. Sekali
- lagi Mbak Mona terima kasih banyak.
- Seperti yang tadi Mbak Mona janjikan,
- next mungkin kita bicara soal yang itu
- tadi. Dan untuk ikhwan akhwat
- rahimakumullah, insyaallah kita dan
- anak-anak meskipun tidak berharap tapi
- siap menghadapi apapun yang terjadi
- ketika alam berbicara lain. Terima
- kasih. Billahi taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.