Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:14 Assalamualaikum warahmatullahi 0:16 wabarakatuh. 0:18 Alhamdulillahirobbil alamin. Allahumma 0:20 sholli ala sayyidina Muhammad wa'ala ali 0:23 sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat 0:26 yang dirahmati Allah subhanahu wa 0:27 ta'ala, bagaimana kabar Anda di sore 0:30 hari ini? Semoga dalam keadaan sehat 0:33 walafiat dan selalu dalam lindungan 0:35 Allah subhanahu wa ta'ala. 0:37 Senang sekali kami 0:40 kru Radio Silaturahim, saya Bi Agus 0:42 ditemani Neza dan juga ada Yusuf 0:45 Sebangkit di meja operator dan juga 0:47 switcher Rasil TV dapat kembali hadir di 0:50 tengah ruang dengar Anda. Baik Anda yang 0:53 berada di rumah maupun Anda yang saat 0:55 ini masih berada di tempat aktivitas 0:59 atau Anda yang saat ini sedang dalam 1:01 perjalanan. 1:03 Semoga 1:04 selalu diberikan nikmat sehat dan juga 1:07 sampai di tempat tujuan. 1:10 Di hari ini ikhwan dan akhwat Rabu 7 1:12 Jumadil Awal 1447 Hijriah 1:15 yang juga bertepatan di tanggal 29 1:18 Oktober 2025 1:20 Masehi. Kami hadir 1:23 dalam program tausiah sore bersama 1:25 narasumber kita Ustad Jazuli, Ustad 1:28 Ahmad Jazuli Khalil yang akan mengangkat 1:31 tema tentang pasca wafatnya Rasulullah 1:34 sallallahu alaihi wasallam. Telah 1:37 terhubung melalui aplikasi Zoom. 1:39 Assalamualaikum warahmatullahi 1:41 wabarakatuh, Ustad. 1:43 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:45 wabarakatuh. 1:46 Sehat, Ustad ya? 1:47 Alhamdulillah. 1:48 Alhamdulillah. 1:50 Baiklah ikhwan dan akhwat, tanpa 1:51 berpanjang lebar kita akan dengarkan 1:53 tausiah yang akan beliau sampaikan dan 1:56 seperti biasa bagi Anda yang ingin 1:58 bergabung silakan kirimkan pertanyaan 2:00 ataupun komentar 2:02 di 08111 2:05 999720 2:09 tafadol Ustad 2:12 Assalamualaikum warahmatullahi 2:14 wabarakatuh 2:17 alfatihah Sayyidina wa Habibina 2:19 Rasulillah Muhammad bin Abdillah 2:21 Shallallahu Alaihi Wasallam wa ala alihi 2:23 wasahbihi 2:25 wal 2:25 baiti wal ikhwani minal Anbiya wal 2:28 mursalin warasyidin wasahabati watabiin 2:31 wa immatil arbaatil mujtahidin wal 2:34 auliya syuhada sholihin wasufiyatin 2:36 hakikin wal ulama amilin wasyaidina 2:38 fiddin ilaruhi abi 2:41 atina wa kafatil muslimin wal muslimat 2:44 wal mukminin wal mukminat syaiun 2:47 alfatihah 2:49 audzubillahiminasyaitonirojim 2:51 bismillahirohmanirohim 2:53 alhamdulillahirobbil alamin 2:55 arrahmanirrahim 2:56 maliki yaumiddin iyyaka na'budu wa 2:59 iyyaka nasta'in ihdinas sirotol mustaqim 3:02 sirotal ladzina an'amta alaihim ghoiril 3:04 maghdubi alaihim waladholin 3:08 amin 3:09 bismillahirohmanirohim 3:10 alhamdulillahirobbil alamin washolatu 3:13 wassalamu ala asrofil mursalin sayyidina 3:16 wa maulana Muhammadin wa ala alihi 3:20 wasahbihi ajma'in amma ba'ad 3:23 para pendengar radio silaturahim 3:26 dan pemirsa rasil TV rahimakumullah 3:30 alhamdulillah kembali kita panjatkan 3:32 puji serta syukur kehadirat Allah 3:35 Subhanahu Wa Ta'ala yang senantiasa 3:38 melimpah curah nikmat karunia-nya kepada 3:41 kita 3:42 terutama nikmat iman dan Islam nikmat 3:44 sehat wal afiat nikmat panjang usia 3:47 dalam taat termasuk nikmat 3:49 dipertemukannya kita sore ini dalam 3:52 rangka menjalankan kewajiban kita 3:54 menuntut ilmu yang insyaallah 3:57 setelah minggu yang lalu kita bahas 4:00 tentang wafatnya Rasulullah sallallahu 4:03 alaihi wasallam 4:04 maka kini kita akan membahas tentang 4:07 pasca pasca wafatnya Rasulullah 4:10 sallallahu alaihi wasallam, apa yang 4:11 terjadi. 4:12 Namun sebelumnya saya ingin menyampaikan 4:15 dulu tentang renungan 4:18 dan juga 4:20 [berdehem] 4:20 ee bagaimana sikap beberapa orang 4:23 sahabat ee atas wafatnya Nabi sallallahu 4:27 alaihi wasallam. 4:29 Yang pertama adalah saya ingin 4:32 menyampaikan apa yang dialami sahabat 4:35 Abu Umar bin Khattab radhiallahu anhu. 4:38 Ya, setelah wafatnya Rasul seperti 4:41 diriwayatkan atau dijelaskan oleh 4:44 Al-Ghazali di dalam kitab Ihya 4:46 Ulumuddin-nya. 4:49 Bahwa suatu hari 4:51 sahabat Umar bin Khattab radhiallahu 4:54 anhu 4:55 [berdehem] 4:56 itu beliau menangis 4:59 dan sambil menangis beliau kemudian 5:01 berkata begini 5:03 bi abi anta wa ummi ya Rasulullah 5:08 demi ayah bundaku wahai Rasulullah 5:11 laqad kana laka jiz 5:14 [berdehem] 5:15 waqad kana laka jiz un takhtubunnas 5:18 alaih 5:20 dulu katanya engkau 5:22 pernah khotbah 5:24 menyampaikan khotbah kepada kami para 5:28 sahabat 5:30 ya, di mana 5:33 dalam berkhotbah itu engkau selalu 5:36 memegang pelepah batang kurma. 5:40 Falam makatsurunnas ittakhadzta mimbaron 5:43 litusmi'ahum 5:45 begitu manusia atau sahabat semakin 5:49 banyak, kemudian engkau 5:52 ee berkhutbah di atas mimbar. 5:56 Yang mimbar itu adalah yang membuat 5:58 seorang wanita, ya. Jadi, pertama kali 6:01 mimbar 6:02 ada itu yang membuat adalah seorang 6:06 ee apa namanya sahabatlah, sahabat Nabi, 6:09 ya, wanita. 6:11 Nah, karena ada mimbar yang waktu itu 6:13 tangganya tiga, ya. 6:16 Kaya tangga yang ada di dalam ee 6:19 Baitullah. 6:20 Barangkali mengisyaratkan 6:23 kepada iman, Islam, dan ihsan. 6:28 Ya. 6:29 Nah, setelah dibuatkan mimbar, maka Nabi 6:32 kemudian khutbah di atas mimbar tidak 6:35 lagi memegang itu ee batang kurma. 6:41 Nah, tujuannya dengan adanya di atas ini 6:45 supaya suara Nabi lebih apa namanya 6:49 terdengar, lebih kencang, lebih apa 6:52 namanya, lebih jelas lagi ketika berada 6:55 di tempat tinggi. 6:58 Fahannal jid'u lifiroqika. 7:01 Nah, karena engkau sudah tidak lagi 7:03 memegang batang kurma, 7:06 maka kemudian didengarlah 7:08 batang kurma itu merintih, menangis, 7:11 sedih. 7:12 Karena [mendengus] 7:14 apa namanya dipisahkan, ditinggalkan 7:16 oleh engkau, wahai Rasulullah. 7:20 Kemudian 7:21 hatta ja'alta yadaka ala alaih fasakana. 7:26 Kemudian 7:28 begitu 7:29 dan suara rintihan dari batang kurma ini 7:32 bukan cuma Rasulullah yang mendengar, 7:34 tapi para sahabat pun mendengar. 7:38 Ya, begitu memilukan, akhirnya 7:40 Rasulullah sallallahu Alaihi Wasallam 7:43 ya, menyentuhnya. 7:46 Menyentuhnya, baru kemudian setelah 7:49 dipegang oleh Rasulullah, batang kurma 7:53 itu kemudian dia apa nih diam karena 7:56 merasa nyaman barangkali setelah 7:59 disentuh oleh Rasulullah. Maka kata 8:01 sahabat Umar Fa ummatuka aula bil hanin 8:06 ilaika li mufaraqotihim. 8:09 Maka umatmu tentu lebih sedih lagi wahai 8:13 Rasulullah. 8:15 Ya, lebih sedih lagi karena perpisahan 8:17 mereka, karena mereka telah berpisah 8:20 dengan engkau. 8:23 Bi abi anta wa ummi ya Rasulullah. 8:26 Demi ayah bundamu wahai Rasulullah. 8:29 Laqod balagho min fadhilatika indallah. 8:33 An ju'ila tho'atuka 8:38 Demi ayah bundamu wahai Rasulullah, 8:40 sungguh telah sampai ke 8:43 keutamaan itu di sisi Allah. 8:45 Bahwa ketaatan kepadamu 8:48 itu adalah sama dengan ketaatan kepada 8:52 Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Faqola azza 8:54 wa jalla, man yuti'ir rosula faqod 8:57 ato'allah. 8:59 Barangsiapa yang taat kepada Rasul, 9:02 sesungguhnya dia telah taat kepada Allah 9:06 Subhanahu Wa Ta'ala. Dan juga mengancam 9:09 kepada mengancam dengan adzabnya kepada 9:12 siapapun yang menyalahi, mengingkari 9:16 Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Karena 9:19 sama dengan menyalahi Allah Subhanahu Wa 9:22 Ta'ala. Bi abi anta wa ummi ya 9:24 Rasulullah. 9:25 [mendengus] 9:26 Laqod balagho min fadhilatika indah. 9:30 [berdehem] 9:32 An akhbaroka bil afwi anta qobla an 9:35 akhbaroka bidzanbi. Faqola azza wa 9:38 jalla, afallahu an 9:42 Demi ayah bundamu wahai Rasulullah, 9:43 sungguh telah sampai keutamaanmu itu di 9:46 sisi Allah 9:47 bahwa Allah mengabarkan kepadamu akan 9:51 maafnya memaafkan kesalahanmu sebelum 9:54 mengabarkan dosa 9:57 mengabarkan kepadamu akan dosa. 10:00 Allah berfirman, Allah afallahu an 10:03 kalima adzinta lahum. Allah memaafkan 10:06 kamu ketika engkau mengizinkan kepada 10:09 mereka untuk tidak ikut berperang. 10:25 Demi ayah dan bunda bundaku wahai 10:29 Rasulullah, sungguh telah sampai 10:32 keutamaan dari sebagian dari keutamaanmu 10:35 di sisi di sisi Allah bahwa Allah telah 10:38 mengutusmu sebagai nabi terakhir tapi 10:41 menyebutmu di permulaannya 10:45 sebagai nabi pertama. 11:03 Itu dijelaskan dalam surat Al Ahzab 11:07 ayat 7, ya. Jadi walaupun nabi nabi 11:10 terakhir nabi Muhammad itu nabi terakhir 11:13 tetapi sudah disebutnya lebih dahulu 11:16 daripada nabi-nabi sebelumnya. 11:20 Bi abi anta wa ummi ya Rasulullah. 11:24 Demi ayah bundaku wahai Rasulullah laqod 11:27 balagho min fadilatika indah 11:38 Demi ayah bunda wahai Rasulullah sungguh 11:42 telah sampai sebagian dari keutamaanmu 11:46 di sisinya 11:47 bahwa penghuni neraka sangat 11:50 menginginkan 11:51 menginginkan bahwa mereka ini dulu di 11:55 dunia nya taat kepadamu padahal mereka 11:58 sedang disiksa di dalam darak neraka 12:01 darak itu adalah tingkatan paling bawah 12:04 di neraka 12:05 mereka berkata ya laitan atau Allah atau 12:10 Rasul 12:12 itu surat Al Ahzab ayat 66 mereka 12:14 berkata 12:15 ya 12:16 [berdehem] 12:17 kenapa katanya dulu kita enggak taat 12:19 kepada Allah kepada Allah dan kepada 12:22 Rasul 12:23 atau 12:27 bi abi anta wa ummi ya Rasulullah 12:30 demi ayah bundaku wahai Rasulullah lain 12:33 kana Musa kana Musa bin Imran atau Allah 12:37 hajarun 12:39 tata fajaru minhu anhar 12:41 fama dalika bi ajab min asobika hina 12:46 ngaba aminhal ma 12:48 demi ayah bundaku wahai Rasulullah 12:52 sungguh jika Nabi Musa bin Imran 12:56 Allah karuniakan kepadanya batu 12:59 kemudian memancar dari batu itu setelah 13:02 dipukulnya sungai 13:04 ya jadi suatu hal yang sangat 13:08 mengagungkan tapi itu tidak lebih 13:10 mengagungkan dibandingkan dengan 13:13 jari-jarimu yang memancarkan air kalau 13:17 itu dari batu ini dari jari-jari ketika 13:20 Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam waktu 13:23 itu mau mengerjakan sholat enggak ada 13:25 air lalu Nabi minta kepada sahabat, coba 13:29 carikan sedikit air. 13:31 Kemudian dibawakanlah 13:34 sedikit air, Nabi celupkan tangannya, 13:37 begitu diangkat memancar dari sela-sela 13:40 jari Nabi yaitu air. Sehingga kata 13:43 sahabat Anas, tidak kurang dari 70 orang 13:47 sahabat yang berwudu dari air yang 13:49 keluar dari celah 13:51 celah-celah apa orang jari-jari Nabi 13:54 sallallahu alaihi wasallam. Dan para 13:56 ulama sepakat ya bahwa air yang paling 14:00 utama adalah air yang keluar dari jari 14:03 Nabi, baru kemudian air zamzam dan 14:06 seterusnya. 14:07 [berdehem] 14:09 Sallallahu alaik bi abi anta wa ummi ya 14:13 Rasulallah. Lain kana Sulaiman atahullah 14:17 rih guduha syahr, war wahu syahr, fama 14:21 dzalika bi ajaba minal buroq. 14:23 Demi ayah bunda wahai Rasulallah, 14:26 sungguh jika Nabi Sulaiman alaihi salatu 14:29 wasallam dikaruniai oleh Allah 14:33 ya eee apa menundukkan ini, menundukkan 14:37 angin 14:39 di pagi harinya 14:41 dan juga sore harinya dalam perjalanan 14:44 satu bulan, fama dzalika bi ajaba minal 14:47 buroq. Itu tentu tidak lebih mengagumkan 14:51 dibandingkan dengan buroq. Hina sirta 14:54 alaihi ila sama is sabiah. Ketika engkau 14:58 berisra mikraj, nah mengendarai buroq 15:01 itu sampai ke langit tujuh. Suma salaita 15:05 subhan min lailatika bil abtah, kemudian 15:08 di malam harinya di waktu subuhnya 15:11 engkau sudah sampai di bumi dan 15:14 mengerjakan salat subuh di abtah. 15:20 Sallallahu alaik. 15:22 [mendengus] 15:22 Bi abi anta wa ummi ya 15:26 Assalamualaikum, Ustaz. 15:34 Baik, Ikhwan dan Akhwat mohon maaf 15:36 nampaknya terputus jaringan kami dengan 15:39 Ustaz 15:41 Ahmad Jazuli Khalil di sore hari ini 15:43 dengan tema pasca wafatnya Rasulullah 15:46 sallallahu alaihi wasallam. 15:50 Kami akan terus mencoba untuk 15:51 menghubungi beliau kembali 15:53 melalui aplikasi Zoom. 15:59 Ya, untuk sementara Ikhwan dan Akhwat 16:01 kami akan jeda sejenak. 16:03 Tetaplah bersama kami masih dalam 16:05 program tausiah sore di hari ini. 17:21 Islam yang satu ikhwan dan akhwat yang 17:23 dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala, 17:26 kami memohon maaf kepada Anda 17:29 karena tadi sempat terputus jaringan 17:32 kami dengan Ustad Ahmad Jazuli Khalid 17:36 dan sekarang beliau telah hadir kembali 17:38 di tengah-tengah kita 17:40 untuk memberikan tausiyah dengan tema 17:44 pasca wafatnya Rasulullah Shallallahu 17:46 Alaihi Wasallam 17:48 selamat mendengarkan Ustad 17:51 baik 17:51 baik dilanjut Ustad silahkan 17:53 baik 17:55 baiklah mohon maaf kepada para pendengar 17:57 kita lanjutkan 17:59 bahwa tadi 18:02 Sahabat Umar bin Khattab Radhiallahu 18:04 Anhu mengatakan bahwa 18:07 kalau Allah mengaruniakan kepada Nabi 18:10 Isa 18:11 ya me eh kemampuan menghidupkan orang 18:14 yang sudah mati dengan izin Allah maka 18:17 itu kata Sahabat Umar tidak lebih 18:19 mengagungkan 18:21 dibandingkan dengan 18:23 dihadapan Rasul bagaimana kaki kambing 18:27 yang diracuni 18:29 itu ketika mau dimakan oleh Rasulullah 18:32 Shallallahu Alaihi Wasallam dia berkata 18:35 la ta'kulni fainni masmumah jangan 18:38 engkau jangan memakan saya katanya 18:40 Rasulullah karena aku ini diracuni ya 18:45 kemudian bi abi anta wa ummi ya 18:47 Rasulullah laqad da'a Nuh 18:50 ala qaumihi faqala rabbi la tadzar alal 18:53 ardhi minal kafirina dayyara 18:57 demi ayah bundaku wahai Rasulullah 19:00 sungguh Nabiullah Nuh Alaihis Shalatu 19:03 Wasallam pernah mendoakan buruk 19:06 menyumpahin umat kaumnya beliau kemudian 19:09 berkata rabbi la tadzar alal ardhi minal 19:12 kafirina dayyara ya Allah Tuhanku jangan 19:16 kau sisakan kau tinggalkan 19:18 muka bumi ini orang-orang kafir yang 19:22 menempati 19:23 kam apa namanya rumah-rumahnya. 19:26 Nah. 19:28 Jadi mendoakan mendoakan buruk Nabi 19:30 Ibrahim kepada kaumnya. 19:32 Walau da'auta alaina misla seandainya 19:36 engkau pun mendoakan buruk kepada kepada 19:39 kami wahai Rasulullah lahalakna kullana 19:44 [berdehem] 19:45 niscaya akan binasalah kami semua. 19:49 Falaqad da'wat 19:51 falaqad wuti'a dhahruk. 19:54 Padahal dulu punggungmu pernah diinjak 19:57 ketika salat di bawah mizab. 20:00 Lalu datang Uqbah bin Uqbah ya yang 20:04 celaka itu yang menginjak 20:06 apa namanya punggungmu wa adma wajhak. 20:10 Dan juga membuat wajahmu berdarah wa 20:14 kasrat ruba'iyyatuka 20:16 gigi gigi depanmu sampai pecah. 20:20 Ya fa abaita an taqula illa khair. 20:24 Nah dan engkau tidak mau mendoakan kami 20:27 yang buruk kecuali adalah doa yang baik. 20:31 Padahal seandainya engkau mendoakan 20:33 buruk niscaya kami akan binasa. 20:36 Fa abaita an taqula illa khair engkau 20:39 tidak 20:39 mau mengucapkan kecuali yang baik untuk 20:42 kami faqulta lalu engkau berdoa 20:45 Allahummaghfirli qaumihi fainnahum la 20:48 ya'lamun. Ya Allah ampunilah kaumku 20:52 karena mereka adalah tidak mengerti 20:55 karena mereka tidak mengetahui seperti 20:57 dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam 21:00 Bukhari di dalam kitab dala'ilun 21:02 nubuwwahnya. 21:04 Dan juga hadis sahih dari Ibnu Mas'ud ya 21:08 tentang hal itu. bi abi anta. 21:27 Demi ayah bundaku, wahai Rasulullah, 21:29 sungguh telah begitu banyak yang 21:34 mengikuti engkau dalam usiamu yang 21:37 pendek. 21:38 Ya. 21:40 Apa yang tidak di mereka ikuti kepada 21:44 Nabi Nabi Nuh alaihis salatu wassalam, 21:47 sementara usianya begitu panjang 21:50 dan perjuangannya juga lama. 21:53 Walaupun amanabik, sungguh telah beriman 21:56 kepadamu demikian banyaknya, wama 21:59 amanama 22:00 anu alaihisalam illa qolil, sementara 22:03 yang beriman kepada Nabi Nuh alaihisalam 22:05 hanya sedikit saja. Biabi anta wa ummi 22:09 ya Rasulullah, demi ayah bundaku, wahai 22:12 Rasulullah, lau lam tujalis illa 22:15 kufanlak, seandainya engkau tidak mau 22:17 bergaul, tidak bertemau berteman, 22:20 kecuali dengan orang yang sepadan 22:23 denganmu, majalastana, 22:25 niscaya engkau tidak mungkin bergaul 22:28 dengan berteman dengan kami. 22:31 [mendengus] 22:32 [berdehem] 22:33 Walau lam tankih illa kufanlak, manakah 22:36 ta ilaina? 22:37 Seandai dan seandainya engkau tidak mau 22:39 menikahi kecuali wanita-wanita yang 22:42 sepadan denganmu, siapakah wanita yang 22:45 sepadan denganmu? Niscaya engkau tidak 22:48 akan menikahi wanita-wanita kami. Walau 22:51 lam tuakil illa kufanlak, mawakaltana, 22:55 seandainya 22:56 [berdehem] 22:57 engkau tidak mau saling mempercayai 23:00 kecuali orang yang sepadan denganmu, 23:03 niscaya engkau tidak akan saling percaya 23:06 dengan kami. 23:07 [berdehem] 23:08 Wallahi wa Allah wa akaltana wa jalasna 23:11 wa nakahna ilaina. Demi Allah, engkau 23:15 mau mempercayai kami, engkau mau makan 23:18 bersama dengan kami, dan engkau berteman 23:22 dengan kami, dan engkau pun menikahi 23:24 kami. Wa labista suuf dan kau mau 23:27 memakai pakaian-pakaian kulit. Wa 23:29 rakibtal himar, engkau mau nunggang 23:32 keledai, wa ardafta khalfak dan engkau 23:35 juga mau memboncengkan kami di 23:38 belakangmu. Wa wadho'ta amakabil ard dan 23:42 engkau pun meletakkan makanan di atas 23:44 tanah. Wa la'iqota ashabi'aka tawadhu'an 23:47 minka sallallahu alaih. Dan engkau pun 23:50 menjilati jari-jarimu karena tawadhu'nya 23:54 engkau wahai Rasulullah sallallahu 23:56 alaihi wasallam. 23:57 Demikianlah renungan saya sahabat Umar 24:00 bin Khattab radhiallahu anhu. Kemudian 24:03 bagaimana sekarang? Kita lihat sahabat 24:07 Bilal bin Rabah. 24:10 Ketika eh di masa khalifah Abu Bakar, 24:13 sahabat Bilal ini datang menghadap Abu 24:15 Bakar. 24:16 Kata beliau, "Wahai tuan Abu wahai 24:19 khalifah, saya meminta izin mau ikut 24:24 saudara-saudara 24:25 di Syam berjihad fisabilillah." 24:28 Kata sahabat Umar atau Abu Bakar begini, 24:31 "Tidak, aku tidak izinkan kamu." 24:35 Kecewa rupanya sahabat Bilal ini. Lalu 24:38 sahabat Bilal bertanya, 24:41 "Wahai khalifah, 24:42 ketika engkau menebus aku dulu 24:46 waktu dijemur di tengah padang pasir 24:49 sambil ditindih batu, 24:51 apa engkau menebus aku karena Allah 24:55 atau engkau menebusnya untuk dirimu. 24:59 Kalau engkau waktu itu menebus aku 25:01 adalah untuk dirimu atau karena dirimu, 25:05 aku siap 25:07 akan menjadi budakmu sampai akhir 25:09 hayatku. 25:11 Tapi jika engkau menebus aku waktu itu 25:13 karena Allah, 25:15 biarkanlah, ya, izinkan aku pergi ke 25:19 Syam untuk turut berperang di sabilillah 25:22 bersama saudara-saudaraku. 25:25 Lalu kata sahabat Abu Bakar, "Demi 25:27 Allah, wahai Bilal, 25:29 aku menebusmu karena Allah." 25:33 "Kalau aku keberatan, 25:36 ya, bukan karena itu alasannya. 25:39 Setelah 25:41 sama-sama katanya kita ditinggalkan oleh 25:44 kekasih kita, 25:46 setelah aku ditinggalkan oleh 25:48 Rasulullah, 25:49 lalu orang yang sangat aku cintai, 25:51 engkau orang yang sangat aku cintai, 25:54 kini akan meninggalkan aku pula. Itu 25:57 yang membuat aku tidak eh aku keberatan 26:00 engkau pergi. 26:02 Aku tidak siap ditinggalkan oleh 26:04 engkau." 26:05 Lalu kata sahabat Bilal begini, 26:08 "Wahai Tuan Khalifah, 26:11 saya bukan ingin meninggalkanmu, 26:14 tapi saya tidak sanggup, sudah tidak 26:16 kuat hidup di di Madinah. 26:19 Setiap sudut-sudut di Kota Madinah ini 26:23 mengingatkan aku akan Rasulullah 26:26 sallallahu alaihi wasallam. 26:28 Masih terngiang di telingaku 26:31 bagaimana aku dibawa oleh Rasulullah 26:35 sallallahu alaihi wasallam 26:36 menemui sahabat Abdurrahman bin Auf, 26:39 sahabat yang paling kaya. Lalu 26:42 Rasulullah mengatakan, 'Wahai 26:43 Abdurrahman, 26:45 nikahkan, 26:46 kawinkan adikmu dengan calon penghuni 26:50 surga ini.' 26:52 Rasulullah yang menikahkan sahabat Abu 26:54 Bakar, yang yang melamar 26:57 ee melamar untuk sahabat Bilal. 27:00 Manusia yang tadinya hina dina, 27:03 ya, sangat rendah, 27:05 tapi kemudian beliau diangkat oleh Rasul 27:08 derajatnya. 27:10 Sampai beliau ini setara, duduk 27:12 berdampingan dengan Rasul, sejajar 27:14 dengan sahabat Abu Bakar, Umar, dan kini 27:18 orang itu sudah meninggalkan nya. 27:21 Maka sahabat Bilal, 27:23 ya, sudah tidak kuat lagi tinggal di 27:25 Madinah karena setiap sudut-sudut 27:28 Madinah mengingatkan selalu kepada 27:31 dirinya kepada Rasulullah sallallahu 27:34 alaihi wasallam. 27:35 Itulah katanya khalifah. 27:37 Karena alasan itulah, walaupun berat 27:40 hatinya sahabat sahabat Abu Bakar, 27:43 beliau pun merasakan itu, maka 27:45 diizinkanlah sahabat Bilal. 27:48 2 tahun beliau ini, ya, di sana dan masa 27:52 khalifah Abu Bakar bin Abu Bakar ini 27:57 memang cuma 2 tahun. Beliau kemudian 28:00 satu malam bermimpi ketemu Rasulullah. 28:03 Lalu Rasulullah dalam mimpinya itu 28:05 bersabda, 28:06 "Ma hadihil jafa, ya, Bilal? Lima 28:09 tazurni?" 28:11 [mendengus] 28:11 Ya. 28:12 "Kekerasan apa ini?" katanya Bilal. 28:14 "Kenapa kamu tidak mengunjungi aku? 28:17 Tidak mengunjungi aku menjarahi aku." 28:21 Ya, begitu Bilal bangun, beliau nangis. 28:24 Takut kalau Nabi meninggalkan dia, kalau 28:27 Nabi marah. 28:29 Maka beliau sambil nangis berangkat dari 28:32 ee dari ini, 28:34 dari Syam menuju ke Madinah. Hanya satu 28:37 tujuan beliau, mau bertemu dengan kubur 28:41 Rasul sallallahu alaihi wasallam. 28:44 Sesampainya di Madinah, kemudian beliau, 28:48 ya, langsung ke kubur Nabi, dipeluknya 28:51 kubur Nabi, diambilnya tanahnya sambil 28:54 menangis, dibalurkan ke mukanya, 28:57 seolah-olah beliau ini sedang memeluk 29:00 dan mencium Nabi sallallahu alaihi 29:02 wasallam. 29:03 Para pendengar hadis silaturahim, 29:05 silaturahim rahimakumullah. 29:08 [mendengus] 29:08 Ya, itulah bahasa cinta. 29:12 Bahasa cinta tidak bisa, 29:14 ya, kita lihat dengan bahasa disamakan 29:17 dengan bahasa-bahasa lainnya. 29:20 Melihat perbuatan sahabat Bilal ini, 29:23 ya, maka sahabat Umar bin Khattab waktu 29:26 itu menganggap ini adalah berbahaya 29:28 sekali kalau ada orang berbuat semacam 29:31 ini. Karena itu beliau segera membawa 29:34 cambuk, niat mau mencambuk orang yang 29:37 memeluk kuburan Nabi sallallahu alaihi 29:39 wasallam ini. 29:40 Begitu tiba di hadapannya, ternyata yang 29:43 melakukan itu adalah sahabat Bilal. 29:46 Sahabat Umar bin Khattab melihat, ya, 29:49 karena ini adalah sahabat Bilal, enggak 29:52 mungkin Bilal melukakan melakukan 29:54 perbuatan syirik. 29:56 Kenapa? Ilmunya sahabat Bilal luar 29:59 biasa, manusia cerdas yang dididik oleh 30:02 mahaguru yang luar biasa. 30:05 Yang sangat dicintai oleh Nabi, dia 30:08 tidak mungkin melakukan perbuatan 30:11 syirik. Walaupun boleh jadi 30:14 [mendengus] 30:14 jika orang lain yang melakukannya, itu 30:17 adalah menjadi syirik. Nah, dari sini 30:19 makanya sahabat Umar enggak jadi. 30:22 Padahal rencananya sahabat Umar itu mau 30:24 mencambuk 30:26 karena tidak tahu. Para pendengar hadis 30:28 silaturahim. 30:30 [berdehem] 30:30 Apabila suatu kebaikan 30:33 dilakukan oleh orang, 30:36 jangan kita melihat 30:38 siapa yang melakukan, tapi apa yang 30:41 dilakukan. 30:43 Tapi jika adalah itu bukan perbuatan 30:46 baik, 30:48 maka jangan melihat apa yang dilakukan, 30:52 tapi siapa yang melakukan. 30:55 Karena perbuatan itu 30:57 boleh jadi buruk jika dilakukan oleh A, 31:01 tapi belum tentu buruk kalau yang 31:03 melakukannya adalah B. 31:06 Ya, maka bisa jadi perbuatan itu 31:09 menyebabkan syirik kalau yang melakukan 31:12 orang awam, tapi tidak menyebabkan bisa 31:16 menjadi baik kalau yang melakukannya 31:18 adalah orang yang alim. Karena orang 31:21 alim ngerti batasan syirik. 31:24 Para pendengar Radio Silaturahim dan itu 31:26 banyak, ya, Jamalullah. Satu kalimat 31:29 bisa jadi dikatakan itu adalah kalimat 31:32 takabur jika yang mengatakan si B, tapi 31:35 tidak se- eh dikatakan takabur jika yang 31:39 mengucapkannya adalah si B. Maka Islam 31:42 itu tidak hitam putih. 31:45 Para pendengar Radio Silaturahim, maka 31:47 begitu melihat Sahabat Bilal, Sahabat eh 31:51 Umar girangnya luar biasa, ya. 31:54 Marhaban ahlan wa marhaban, ya akhi, 31:58 wahai saudaraku. Dipeluknya. 32:01 Lalu dengan dengan penuh eh semangat, 32:05 penuh harap, 32:06 eh Sahabat Umar bin Khattab memohon 32:08 kepada Sahabat Bilal, 32:10 "Wahai saudaraku," katanya Bilal, 32:13 "aku mohon kepadamu, 32:16 ya, untuk mengenang masa-masa kita 32:19 bersama dengan Rasulullah sallallahu 32:21 alaihi wasallam, 32:23 eh karena itu tolonglah kumandangkan 32:26 azan walaupun cuma satu kali." 32:29 Apa kata Bilal? "Tidak Rasul eh tidak, 32:32 wahai Amirul Mukminin. 32:34 Sesudah wafatnya Rasul, 32:37 saya bukan enggak mau azan, tapi saya 32:39 sudah tidak bisa lagi azan. 32:42 Saya azan untuk Rasul. 32:44 Jadi bukan enggak mau azan Sahabat 32:46 Bilal, tapi karena enggak bisa azan. 32:49 Sudah enggak bisa lagi azan. 32:52 Siapapun merayu beliau enggak mau tetap. 32:55 Tidak lama kemudian datang cucunya 32:57 Rasul, 32:58 Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein. 33:02 [mendengus] 33:02 Begitu datang Sahabat Bilal, uh, 33:04 bahagianya, 33:07 dipeluknya dua cucu kesayangan Rasul ini 33:09 sambil menangis, seolah-olah beliau ini 33:13 sedang memeluk Rasulullah Shallallahu 33:15 Alaihi Wasallam. 33:16 Kemudian Sahabat Bilal menatap wajah 33:19 Sayyidina Hasan 33:21 dan melihat kakinya Sayyidina Husein. 33:24 Karena dari pusar ke atas Rasulullah itu 33:27 sama dengan cucunya Sayyidina Hasan, 33:30 dari pusar ke bawah kaki itu seperti 33:33 Sayyidina Husein. 33:34 Kalau para pendengar pernah melihat 33:37 Maqam Ibrahim, bagaimana tapak kaki Nabi 33:40 Ibrahim, nah itu 33:43 eee di muka bumi ini yang kakinya enggak 33:47 ada lengkungannya, rata bawahnya, itu 33:49 tiga orang. Satu Nabi Ibrahim, keduanya 33:52 Nabi Muhammad, ketiganya adalah 33:55 Sayyidina Husein. 33:56 Maka kalau Sayyidina Husein, Nabi 33:58 Muhammad, kakinya basah, napak, itu 34:02 basah semuanya. Kalau kita kan enggak 34:04 ada lengkungannya ya. 34:07 Nah, karena itulah maka Sahabat Bilal 34:09 melihat kakinya Sayyidina Husein, karena 34:12 seolah-olah dia ini melihat kakinya 34:14 Rasulullah, menatap wajahnya Sayyidina 34:17 Hasan, karena persis wajah Sayyidina 34:20 Hasan ini dengan wajahnya Rasulullah 34:22 Shallallahu Alaihi Wasallam. 34:25 Ya, akhirnya Sayyidina Hasan dan Husein 34:27 berkata, "Wahai Paman Bilal, 34:32 kami mohon kepadamu katanya Paman ya 34:36 untuk 34:39 mengenang masa-masa bersama dengan Kakek 34:43 dulu 34:44 tolong kumandangkanlah adzan untuk kami 34:47 walaupun cuma satu kali 34:50 wahai katanya eh 34:53 cucu kesayangan Rasulullah 34:56 seandainya penduduk bumi meminta aku 34:59 untuk mengumandangkan adzan aku tidak 35:02 akan memenuhi permintaan siapapun 35:05 tapi ini kalian berdua dua kesayangan 35:09 kekasihku 35:11 mana mungkin aku bisa menolaknya 35:14 insyaallah nanti subuh aku akan 35:16 kumandangkan adzan 35:18 jadi seolah-olah yang memerintah itu 35:20 adalah Rasul sendiri sehingga Sahabat 35:23 Bilal tidak sanggup untuk menolak 35:24 permohonannya 35:27 begitu subuh ya para sahabat sudah 35:30 kumpul karena tahu mereka akan 35:33 mendengarkan adzannya Sahabat Bilal ya 35:36 begitu mengucapkan Allahu Akbar Allahu 35:40 Akbar 35:41 ya 35:42 mereka 35:44 terkenang 35:45 ya seolah-olah Rasulullah masih ada 35:49 lalu asyhadu alla ilaha illallah para 35:51 wanita pun berdatangan 35:54 karena mendengar suara yang dulu yang 35:57 sudah 2 tahun lebih ya ba apa namanya 36:01 tidak pernah terdengar 36:03 dan kini sekarang mulai terdengar lagi 36:06 ya ingat masa-masa 2 tahun lalu ketika 36:09 Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam 36:11 masih gesang ya 36:13 terus berdatangan mereka 36:16 begitu Sahabat Bilal mengucapkan asyhadu 36:19 anna Muhammadar Rasulullah 36:23 begitu diucapkan kata Muhammad maka 36:27 suara Bilal berhenti dan beliau tidak 36:30 sanggup lagi meneruskannya. 36:32 Itulah alasan kenapa beliau ini enggak 36:35 mau azan. 36:36 Sekali lagi bukan beliau tidak bisa 36:38 azan. 36:40 Ya, bukan enggak mau azan. Tapi setiap 36:42 mengucapkan kata Muhammad beliau tidak 36:45 akan sanggup lagi mengeluarkan kata-kata 36:48 lain selain tangisan. 36:50 Ya. 36:51 Betapa rindunya beliau ini ya begitu 36:55 besarnya kerinduan begitu besarnya 36:58 kecintaan sahabat Bilal kepada 37:00 Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam 37:03 melebihi kecintaan pada dirinya kepada 37:05 siapapun juga. Semoga mahabbah yang ada 37:09 di dalam hati Bilal ini sepercik ya 37:12 mahabbah itu Allah tanamkan di dalam 37:15 hati kita sehingga kita juga merasakan 37:17 adanya kerinduan untuk bisa bertemu 37:20 dengan Rasulullah Shallallahu alaihi 37:22 wasallam. 37:24 Inilah dua orang sahabat setelah 37:26 wafatnya Rasulullah dan masih banyak 37:29 lagi di antaranya sahabat Abu Bakar dan 37:32 lain-lainnya. Ya, insyaallah itu nanti 37:34 kita akan bahas pada pertemuan yang akan 37:37 datang dengan harapan mudah-mudahan itu 37:40 semua akan menambahkan kepada kita 37:44 pengetahuan 37:45 eee tentang Rasulullah Shallallahu 37:48 alaihi wasallam yang begitu dirindukan, 37:51 dicintai oleh para sahabat. Ya. Eee 37:54 sehingga dengan demikian eee Allah 37:57 tanamkan pula mahabbah dan kecia 38:00 mahabbah dan kerinduan eee dalam hati 38:03 kita kepada Rasulullah Shallallahu 38:05 alaihi wasallam. Dan eee sehingga 38:08 berhaklah kemudian kita untuk bersama 38:11 dengan orang yang kita cintai almarhum 38:15 ma aman ahad kama qala Rasulullah 38:17 Shallallahu alaihi wasallam. Inilah yang 38:20 bisa saya sampaikan sore ini, ya 38:22 mudah-mudahan ada manfaatnya ya buat 38:26 para pendengar semuanya, wallahu a'lam. 38:30 Wallahu a'lam bishawab, ikhwan dan 38:32 akhwat demikian tadi telah kita simak 38:34 tausiah yang disampaikan oleh guru kita 38:37 Ustad Ahmad Jazuli Khalil. 38:40 Kami akan kembali setelah jeda berikut 38:43 ini, tetaplah bersama kami. 38:59 Untuk Islam yang satu ikhwan dan akhwat 39:01 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, 39:03 terima kasih Anda masih bersama kami di 39:06 sore hari ini. Ada Bapak Musawir Abdul 39:10 Basir. 39:13 Yang menyimak begitu, semoga kru Rasya 39:17 selalu sehat walafiat. Amin ya rabbal 39:20 alamin. Kemudian ada Ibu Retno SW 39:25 hadir menyimak tausiah sore 39:27 Ustad Ahmad Jazuli Khalil, ada Eyang Sri 39:30 juga alhamdulillah menyimak. 39:32 Ada Bapak Sa'iyan Rohili 39:35 lalu ada Ibu Ani Hani Hudaifah. 39:39 Kemudian ada Bapak Arwin 39:42 semoga Pak Ustad dan pejuang dakwah 39:44 serta para pendengar Radio Rasya selalu 39:47 dalam keadaan sehat walafiat serta dalam 39:49 lindungan Allah subhanahu wa taala, amin 39:51 ya rabbal alamin. 39:53 Pertanyaan pertama dari Bapak Musawir 39:54 Pak Ustad, assalamualaikum 39:56 warahmatullahi wabarakatuh. 40:00 Ustad untuk sebutan malaikat pencabut 40:02 nyawa malakul maut, tapi banyak yang 40:05 menyebut dengan Izrail. 40:07 Kata Izrail itu dari mana Ustad? 40:10 Kemudian yang kedua saat Rasulullah 40:12 wafat menghembuskan ruh yang terakhir 40:16 dari keluarga Rasul siapa yang pertama 40:19 kali menyatakan bahwa Rasul sudah wafat? 40:23 Terima kasih atas pencerahannya. 40:25 Baik. 40:27 Bismillahirrahmanirrahim. 40:31 Mengenai Malakul Maut, ya, siapa 40:35 namanya? 40:36 Itu sudah dimaklumi dalam iktikad ahli 40:39 sunnah wal jamaah. 40:41 Bahwa malaikat yang wajib kita ketahui 40:44 ada 10. 40:46 Ya, yang diketahui secara perinci 40:49 namanya. 40:50 Dimulai dari Jibril, Mikail dan 40:53 seterusnya sesuai ee berikut 40:56 tugas-tugasnya. 40:57 Gitu. 40:59 Nah, tugas malaikat Izrail ini karena 41:02 beliau bertugas mencabut nyawa, maka 41:05 disebutlah Malakul Malakul Maut, yakni 41:08 malaikat yang membuat makhluk Allah 41:12 mati, ya. 41:14 [mendengus] 41:15 Nah, kemudian dan itu sudah maklum. Yang 41:18 berikutnya sekarang. 41:20 Siapa yang mengetahui ee Nabi ini 41:24 menghembuskan nafas terakhirnya? 41:28 Ee minggu yang ee 2 minggu yang lalu 41:31 saya sudah sampaikan bahwa Rasulullah 41:34 sallallahu alaihi wasallam seperti 41:37 dikatakan oleh Sayyidah Aisyah 41:39 radhiallahu anha, 41:42 beliau itu wafat di pangkuan Rasulullah 41:44 sallallahu alaihi wasallam. Bahkan kata 41:47 beliau, "Yang paling membahagiakan saya 41:50 adalah ludahnya Rasulullah itu adalah 41:55 bercampur dengan ludahku atau ludahku 41:58 bercampur dengan ludahnya Rasulullah 42:00 sallallahu alaihi wasallam." 42:02 Kenapa bisa dikatakan bercampur? Apa 42:04 Rasulullah waktu itu dicium oleh 42:06 Sayyidah Aisyah? Tidak demikian. 42:09 Ketika Rasulullah sallallahu alaihi 42:11 Wasallam sakit, ya, saudara seayah lain 42:16 ibu dari Sayyidah Aisyah, yakni 42:18 Abdurrahman bin Abu Bakar, waktu itu 42:21 menjenguk Rasulullah membawa siwak. 42:25 Ya. 42:25 Membawa siwak. Rasulullah melihat siwak 42:28 itu. 42:30 Lalu Sayyidah Aisyah bertanya, "Rasul, 42:32 engkau menginginkan siwak?" Lalu 42:35 Rasulullah berisyarat, menunjukkan iya. 42:37 Maka dimintalah itu siwaknya sahabat 42:41 Abdurrahman bin Auf. Kemudian 42:44 dibersihkan dulu oleh Sayyidah Aisyah, 42:47 setelah itu diberikan kepada Rasulullah. 42:51 Nah, begitu diberikan ke Rasul, rupanya 42:54 siwak ini masih kasar serat-seratnya, 42:57 ya. 42:58 Nah, jadi oleh Sayyidah Aisyah kemudian 43:02 ee diambil. 43:04 Ya. Berarti di siwak itu kan ada 43:06 ludahnya Rasulullah. Nah, oleh Sayyidah 43:09 Aisyah kemudian 43:11 dihaluskan serat-seratnya, digigit-gigit 43:15 begitu sampai halus. Nah, dengan 43:17 sendirinya kan ludahnya Sayyidah ee 43:20 Rasulullah ini nyampur dengan ludahnya 43:22 Sayyidah Aisyah. 43:24 Sesudah itu kemudian diberikan lagi 43:26 kepada Rasulullah. Nah, ludah yang ada 43:29 di apa namanya, di 43:32 siwak yang tadi digigit Rasulullah, itu 43:35 kemudian masuk ke mulutnya Rasulullah. 43:38 Itu maksudnya campurnya ludahku dengan 43:41 ludah Rasulullah Shallallahu Alaihi 43:43 Wasallam. Jadi yang tahu, yang me yang 43:46 tahu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam 43:48 wafat adalah Sayyidah Aisyah, ya. 43:51 Kemudian juga Sayyidina Ali, Sayyidina 43:54 Ibnu Abbas, kemudian istri-istri 43:57 Rasulullah yang lainnya, termasuk juga 44:02 adalah putrinya Rasul, Sayyidah Fatimah 44:05 Radhiallahu Anha. Wallahualam. 44:08 Baik. 44:09 Terima kasih, Ustaz. Kemudian pertanyaan 44:11 selanjutnya 44:13 dari 44:16 Bapak Sa'iyan Rohili. Assalamualaikum 44:18 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 44:22 Eh, izin bertanya. Bagaimana 44:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 44:24 wabarakatuh. 44:25 Bagaimana tanggapan orang-orang kafir 44:27 Quraisy setelah mengetahui Rasulullah 44:30 sallallahu alaihi wasallam meninggal 44:32 dunia? 44:36 Eh, tanggapan kafir Quraisy, ya? 44:39 Iya, betul, Ustaz. 44:40 Jadi, setelah Rasulullah sallallahu 44:42 alaihi wasallam wafat, ya, 44:45 dan itu pada 44:49 waktu terbukanya Kota Mekah, ya, 44:52 demikian juga waktu Nabi melaksanakan 44:55 ibadah haji, dijelaskan oleh Allah di 44:59 dalam surat An-Nasr, wa ra aitan nasa 45:01 yadkhuluna fi dinillahi afwaja. 45:05 Ya, kau lihat, katanya Muhammad, pada 45:07 tahun 8 Hijriah ini, begitu banyak 45:11 manusia berbondong-bondong memeluk agama 45:13 Islam. Yang tadinya pada kafir, kemudian 45:17 memeluk agama Islam, ya. Sehingga Islam 45:21 itu menjadi kuat. Nah, dengan 45:24 sendirinya, 45:25 orang-orang Quraisy ini hanya tinggal 45:28 beberapa orang saja yang masih dalam 45:31 keadaan kafir. Kebanyakan sudah pada 45:34 masuk Islam. Lalu, bagaimana tanggapan 45:36 mereka? Ya, kita enggak perlu diinikan 45:39 juga tahulah bagaimana kalau orang yang 45:42 yang memusuhi 45:45 Nabi sallallahu alaihi wasallam wafat, 45:47 ya, itu 45:49 senanglah. 45:53 Sehingga pemberontak 45:57 Nah, seperti 46:00 Ailamah Al 46:03 mendek 46:05 kelar seorang nabi lalu kemudian 46:09 dihancurkan, diperangi 46:11 ya oleh Khalifah Abu Bakar As-Siddiq 46:14 radhiallahu anhu dan dalam peperangan 46:16 itu 70 sahabat nabi yang hafal Alquran 46:21 itu gugur ya. Demikian kemudian nanti 46:25 apa yang akan terjadi setelah wafatnya 46:28 Rasulullah di kalangan para sahabat ini 46:30 kan yang menjadi tema 46:33 pada sore ini yakni pasca wafatnya 46:36 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 46:39 cuma karena waktunya jadi enggak enggak 46:42 di apa namanya enggak dijelaskan dulu 46:44 insyaallah pada pertemuan yang akan 46:45 datang apa yang terjadi setelah wafatnya 46:48 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 46:51 yang kemudian menyebabkan timbulnya per 46:55 apa namanya 46:58 perpecahan atau 47:00 fitnah di kalangan para sahabat nabi 47:04 sallallahu alaihi wasallam. Demikian ya 47:07 wallahualam. 47:08 Baik. Ada Bapak Rohman di Depok. 47:11 Assalamualaikum warahmatullahi 47:12 wabarakatuh Pak Ustaz. 47:14 Waalaikumsalam warahmatullahi 47:15 wabarakatuh. 47:16 Kalau kita melihat ulang kembali sejarah 47:19 pasca wafatnya Rasulullah sallallahu 47:22 alaihi wasallam banyak sekali ujian yang 47:24 menimpa umat Islam bahkan sampai ada 47:27 yang murtad dan muncul nabi-nabi palsu. 47:30 Menurut Ustaz apa hikmah terbesar yang 47:32 bisa kita ambil dari peristiwa ini agar 47:35 umat Islam di zaman sekarang tetap kuat 47:38 menjaga iman dan persatuan? 47:43 Baiklah bismillahirrahmanirrahim. 47:47 Dari sini kita bisa melihat ya 47:50 bahwa 47:53 selama ini 47:56 ada orang yang 47:59 orang munafik, orang yang mengaku iman 48:02 dalam lidahnya, tapi hatinya tidak. 48:05 He eh. 48:06 Selama ini mereka tunduk, ya, tidak 48:08 terang-terangan melawan Rasul. 48:12 Mereka tentu adalah eee 48:15 eee melihat, ya, kekuatan Rasulullah 48:18 sallallahu alaihi wasallam. 48:20 Nah, begitu Rasulullah sallallahu alaihi 48:22 wasallam wafat, ya, maka orang orang ini 48:26 menampakkan sifat aslinya. 48:29 Walaupun Rasulullah sallallahu alaihi 48:31 wasallam juga tahu orang-orang munafik, 48:34 ya. Dan ini sudah disampaikan oleh 48:36 Rasulullah kepada sahabat yang kemudian 48:39 sahabat ini di 48:43 apa namanya? Sirrun Nabi, yakni 48:45 rahasianya Nabi. 48:47 Yaitu sahabat Hudzaifah. 48:49 Sahabat Hudzaifah itu disebut rahasia 48:51 Nabi karena kalau ada rahasia, Nabi itu 48:55 ceritanya hanya cuma sama Hudzaifah, 48:58 sahabat Hudzaifah, ya. Dan sahabat 49:00 Hudzaifah itu kalau sudah megang 49:03 rahasia, enggak mungkin bocor kepada 49:05 siapapun. 49:07 Ya, jadi sahabat Hudzaifah itu tahu 49:09 siapa saja orang-orang 49:13 munafik padanya. Makanya sahabat Umar 49:15 bin Khattab radhiallahu anhu itu kalau 49:18 ada orang yang meninggal, 49:21 dia mau nyalatin kalau Hudzaifah mau 49:24 menyalati. 49:25 Kalau sahabat Hudzaifah tidak mau 49:27 menyalati, sahabat Umar enggak mau. 49:29 Karena sahabat Umar tahu ini adalah 49:31 orang munafik, gitu. 49:33 He eh. 49:33 [berdehem] 49:33 Dan beliau pun pernah bertanya kepada 49:36 sahabat Hudzaifah, 49:40 Rasulullah menyebutkan 49:43 munafik itu aku di dalamnya. Sahabat 49:46 Hudzaifah mengatakan, "Tidak." Begitu, 49:47 ya. "Tidak, Rasul enggak menyebutkan 49:49 kamu." 49:50 [mendengus] 49:50 Nah, jadi orang-orang yang selama ini 49:53 pura-pura itu menunjukkan kemudian sifat 49:57 aslinya. 49:59 Nah, di kita juga sebenarnya tidak 50:02 sedikit orang yang begitu loyal 50:05 kelihatannya ya loyal entah di 50:08 pemerintahan atau loyal kepada pres 50:13 Iya. 50:14 Nah, begitu orang yang ditakutinya 50:17 sudah tidak ada maka akan kelihatanlah 50:20 sifat aslinya yang sebenarnya. Jadi, 50:23 selama ini itu adalah loyalitas itu 50:25 adalah palsu. 50:27 Ya, palsu bohong sebenarnya. 50:30 Tapi karena kemudian dia ungka 50:34 perlihatkan setelah siapa-siapa yang 50:37 ditakutinya itu tidak ada. Makanya 50:39 sekarang ada kan mulai mulai kelihatan. 50:44 Yang selama ini luar biasanya kepada 50:47 pemerintahan begitu pemerintahannya 50:49 sudah berhenti kelihatan kemudian 50:52 keasliannya ya. 50:54 Nah, demikian ee di antara ee ee 50:58 kemudian juga ee untuk terus nah apa 51:01 namanya merupakan ee 51:04 peringatan dari Allah tentunya agar para 51:07 sahabat 51:09 supaya berhati-hati dan terus dalam 51:11 berjuang. 51:15 Wafatnya Rasulullah kemudian berhenti 51:17 segala-galanya tidak dan ternyata di 51:20 masa sahabat Abu Bakar Islam itu adalah 51:24 tidak mati karena ma karena wafatnya 51:27 Rasulullah. 51:28 Ya, justru di masa sahabat Abu Bakar 51:31 semakin berkembang. Di masa sahabat Umar 51:34 lebih berkembang lagi dan seterusnya ya. 51:37 Jadi, jangan pernah kita berhenti 51:39 berjuang karena tokoh ya orang 51:45 Ya, sudah tidak ada. Nah, apa? Jadi, 51:49 mati satu tumbuh seribu, begitu ya, 51:51 dalam berjuang. Wallahualam. 51:53 Baik. 51:54 Pertanyaan terakhir, Pak Ustaz, dari 51:56 Bapak Haji Raya 51:59 di Depok. Assalamualaikum warahmatullahi 52:01 wabarakatuh. 52:03 Waalaikumsalam warahmatullahi 52:04 wabarakatuh. 52:06 Eh, saya pernah taklim di tempat para 52:08 habaib. Dia bilang ceramahnya 52:10 mengenalkan Allah subhanahu wa taala, 52:13 sifat-sifatnya, dan juga Rasulullah 52:16 sallallahu alaihi wasallam 52:18 juga mengajarkan berlaku baik kepada 52:21 orang tua, ibu dan bapak. 52:24 Menurut eh habaib, kalau mau mencari 52:26 ilmu mah mondok saja di pesantren. Minta 52:30 tolong bantu dijabarkan, Pak Ustaz, apa 52:33 maksudnya? Terima Haji Raya, Sawangan. 52:36 Tadi ada yang terputus tuh perkataan 52:39 ente, Gus. Jadi, coba diulang, Gus. 52:41 Baik. 52:42 Eh, waktu itu saya pernah taklim di 52:45 tempat eh habaib. 52:47 Ehm. 52:48 Ehm. 52:49 Dia bilang ceramahnya mengenalkan Allah 52:51 subhanahu wa taala, sifatnya, dan juga 52:54 Rasulullah. 52:56 Juga mengajarkan berlaku baik kepada 52:58 orang tua. 53:00 Kata habaib, kalau mau mencari ilmu mah 53:03 mondok saja di pesantren. 53:06 Minta tolong bantu dijabarkan, Pak 53:08 Ustaz, apa maksudnya? Terima kasih. 53:11 Baik. 53:13 Bismillahirrahmanirrahim. 53:16 Kalau kita mau nyari ilmu, ya, Islam 53:20 ya, mondok saja di pesantren. Itu adalah 53:23 benar sekali, begitu ya. 53:26 Eh, cuma sekarang ini pesantren itu 53:30 sudah mulai banyak ragamnya. 53:34 Ya, nah, karena tahu bahwa banyak orang 53:39 yang begitu besar minatnya untuk 53:41 mengkaji, mendalami Islam di pesantren. 53:47 In, ee apa namanya? 53:49 [berdehem] 53:50 Ee supaya pahamnya itu adalah juga 53:54 banyak diikuti, maka mereka pun sama 53:58 membuat apa namanya pesantren. 54:01 Dan sekarang ini memang banyak 54:03 macam-macam pesantren. Ada pesantren ala 54:06 NU, ya. Pesantren apa namanya? Ala 54:10 Wahabi, ya, Salafi gitu ada. Dan lain 54:17 sebagainya. Di sini kita harus 54:20 benar-benar 54:21 ketika mau mempesantrenkan anak, tahu 54:25 pesantren mana yang akan ee menjadi 54:28 tempat anak kita menuntut ilmu. 54:32 Gitu ya. Yang menuntut ilmu. Jangan 54:34 salah, jangankan zaman sekarang dulu ada 54:37 zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam 54:39 itu sudah ada pesantren para jin yang 54:42 dipimpin oleh pemimpin majelisnya itu 54:44 namanya Habib 54:47 Kan dia mendampingi sekarang ini 54:49 mendampingi Lia, Ibu Lia Aminudin atau 54:52 Lia Eden, ya. 54:54 Nah, itu maka kita harus harus harus 54:57 selektif dalam hal ini. 54:58 Ya, sehingga di kalangan para ulama dulu 55:02 kayak model Imam Syafi'i, ketika selesai 55:05 Imam Syafi'i belajar kepada Imam Malik, 55:07 Imam Syafi'i minta petunjuk kepada Imam 55:09 Malik, "Saya ingin melanjutkan belajar 55:11 kepada siapakah saya harus menuntut 55:14 ilmu?" Nah, itu 55:18 ya, memberi petunjuk. Dan itu sudah 55:20 menjadi adab di pesantren. Ya, kalau 55:23 anak sudah lulus di pesantren, mau 55:25 pesantren, mau pesantren lagi tempat 55:27 lain, 55:28 datang ke kiai-nya, ya, minta petunjuk 55:32 dari kiai itu sendiri. 55:34 Karena si kiai itu tahu, ya, ini anak 55:37 ini paknya di bidang apa? Oh, bidang 55:40 hadis umpamanya, maka pesantren di 55:42 pesantren anu yang lebih meng, 55:45 yang 55:48 ilmu hadis, ilmu tafsir pesantren anu 55:51 gitu tah, ini Kiai-kiai ini ngerti yang 55:53 semacam itu, ya. 55:55 Demikian saya rasa, ya, kepada eh, 55:58 apa namanya semua yang mau mesantren 56:00 anak jangan asal memasukkan saja, tapi 56:04 dicek dulu, ya, 56:06 dicek dulu. Eh, di zaman Nabi ada masjid 56:10 namanya Masjid Dirar. 56:12 He em. 56:12 Ya, padahal masjid, tapi kemudian masjid 56:15 itu dihancur 56:19 apa? Atas perintah dari Rasulullah 56:21 sallallahu alaihi wasallam. Kenapa? 56:23 Karena masjid itu bukan usisa alat takwa 56:26 dibangunnya, tapi dibangunnya masjid ini 56:29 adalah untuk menjauhkan orang dari 56:32 ketakwaan, ya, tempat mereka orang-orang 56:36 munafik, orang munafik menunggu pasukan 56:39 dari Romawi yang akan menggempur apa 56:43 namanya kaum muslimin yang ada di 56:45 Madinah, itu seperti 56:49 Eh, kalau umpamanya ada masjid 56:51 dihancurkan, eh, 56:53 lalu kita menentang, dilihat dulu masjid 56:56 ini ketika dibangun tujuannya untuk apa? 56:59 Itu masjid. Begitu juga tentu adalah 57:02 pesantren, ya. 57:04 Eh, karena itu sekarang kalau ada 57:06 umpamanya satu pesantren 57:09 [mendengus] 57:09 yang dia ini adalah sangat buruk sekali, 57:12 jangan lantas kita me, meratakan semua 57:16 pesantren adalah se 57:20 tidak mengerti eh, pesantren. Bagi kami 57:23 orang-orang pesantren, ya, tentu tidak 57:26 seperti itu. Kita jangan kemudian 57:29 mengatakan, ya, eh, buruk kepada suatu 57:34 komunitas, entah apa pula, hanya karena 57:38 salah satu di antara eh, apa anggotanya 57:42 berperilaku tidak benar. Kalau kita apa 57:45 namanya, kalau kita sakit eh, 57:50 lalu telunjuknya dipotong, ya obatin aja 57:52 yang sakitnya, ya. Obatin yang sakitnya, 57:55 jangan telunjuknya yang dipotong. Jangan 57:58 karena kesalahan satu satu apa pihak, 58:01 kemudian semuanya dikatakan seperti itu, 58:05 ya. 58:05 Nah, ini yang yang tidak eh, yang tidak 58:08 sehat yang seperti ini. Mudah-mudahan 58:10 kita ini bisa berpikir jernih, sehat, 58:13 dan bijaksana. Semoga Allah subhanahu wa 58:15 taala panjangkan umur kita dalam taat. 58:18 Amin. 58:20 Jalan yang diridai dan dicintainya, dan 58:23 semoga Allah hiasi hati kita dengan 58:25 akhlak yang mulia. Allah bersihkan hati 58:27 kita dari akhlak yang hina. Allah 58:29 jernihkan pikiran dan hati kita. Allah 58:33 berikan kecerdasan, kemampuan bagi kita 58:36 untuk mengetahui bahwa yang hak itu 58:38 adalah hak, lalu Allah karuniakan 58:41 kemampuan untuk mengikutinya, dan juga 58:44 kita mohon semoga Allah memberi eh, 58:46 mengaruniakan kepada 58:50 kita yang batil itu adalah batil, serta 58:53 Allah berikan taufik kepada kita untuk 58:56 menjauhinya. Dan juga semoga Allah 58:58 selalu melimpahkan 59:00 rahmat, taufik, dan hidayah 59:01 kepada kita, anak cucu kita, sehingga 59:04 selama hidup kita istikamah menjalankan 59:07 perintahnya, menjauhi larangannya, 59:09 sesuai dengan tuntutan tuntunan yang 59:11 diajarkan oleh Rasulullah, yang 59:13 dilanjutkan oleh eh, ahli warisnya, 59:16 yaitu para eh, para ulama saleh, dan 59:21 wafatkan kita semua dalam keadaan husnul 59:24 khatimah. Rabbana taqabbal minna duaana 59:26 wa rajaana syira amalina birahmatika ya 59:29 arhamar rahimin. 59:30 Jazakallah Ustad atas tausiahnya di sore 59:33 hari ini. Ikhwan dan akhwat dengan 59:35 demikian usai sudah jumpa kita dalam 59:37 program tausiah sore pasca wafatnya 59:40 Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam 59:43 yang tadi telah disampaikan oleh guru 59:45 kita Ustad Ahmad Jazuli Khalil. Semoga 59:49 apa yang beliau sampaikan bermanfaat dan 59:52 kita yang mendengarkan bisa mengamalkan 59:55 nasehat-nasehat dari guru kita. Kami 59:58 mohon maaf jika 1:00:00 tadi ada sedikit gangguan dan juga 1:00:04 jawaban dari Ustad yang mungkin sedikit 1:00:05 terganggu karena terputus-putus. Sekali 1:00:08 lagi kami mohon maaf dan kita akan 1:00:09 berjumpa kembali pada hari Rabu pekan 1:00:12 depan di jam yang sama. Akhirul kalam 1:00:15 kami yang bertugas mohon undur diri dari 1:00:17 ruang dengar Anda. 1:00:19 Ila liqa billahi taufik wal hidayah. 1:00:21 Wassalamualaikum warahmatullahi 1:00:23 wabarakatuh.