Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Innalhamdalillah, nahmaduhu
- wanasta'inuhu wanastaghfiruh.
- Wa na'udzubillah min syururi anfusina wa
- min sayyiati a'malina.
- Mayyahdihillah fala mudhillalah.
- Wamayyudhlilhu fala hadiyalah.
- Wa asyhadu an la ilaha illallah wahdahu
- la syarikalah.
- Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa
- rasuluh.
- Wa habibuhu wa shofiyuh.
- Khairu nabiyyin arsala.
- Arsalallah rahmatan lil alamin wa
- basyiran wa nadzira.
- Allahumma fashalli wasallim ala hadzan
- nabiyyil karim wa ala alihi wa shahbihi
- ajma'in. Amma ba'du.
- Yang saya hormati dan saya cintai para
- habaib,
- para alim ulama, para hujjaj,
- wabil khusus keluarga besar Sayyidil
- Walid Al Habib
- Hamid bin Alwi bin Hud Al Attas.
- Alhamdulillah wa syukrulillah.
- Para hadirin sekalian,
- pada hari ini kita berjumpa
- di tempat ini dalam rangka memperingati
- Isra Mi'rajnya Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam
- dan juga dalam rangka haulnya Sayyidil
- Walid Al Habib Hamid bin Alwi bin Hud Al
- Attas.
- Hadirin,
- nah
- hendaknya kita
- mengetahui
- bahwasanya
- dengan adanya peringatan ini
- tentunya kita mengharapkan ada efek,
- ada manfaat dari setiap peringatan
- yang kita adakan.
- Sedikit kita merenung firman Allah
- subhanahu wa ta'ala
- di dalam surat Taha
- ayat 14,
- di mana Allah subhanahu wa ta'ala
- berfirman,
- Innanani, audzubillah
- audzubillahiminasyaitanirrajim,
- bismillahirrahmanirrahim.
- Innanani anallahu la ilaha illa ana,
- fa'budni.
- Wa aqimusholata
- lidzikri.
- Allah subhanahu wa ta'ala
- berpesan kepada Nabi Allah Musa
- tatkala Nabi Allah Musa dipanggil ke
- Bukit Tursina
- dan diangkat menjadi rasul,
- pertama kali Allah subhanahu wa ta'ala
- pesankan,
- Allah subhanahu wa ta'ala katakan,
- Innanani anallah, sesungguhnya aku
- adalah Allah, la ilaha illa ana
- fa'budni, tidak ada Tuhan selain aku,
- maka sembahlah aku.
- Wa aqimusholata
- lidzikri.
- Dan dirikanlah shalat,
- tujuannya untuk apa?
- Lidzikri, supaya mengingat aku.
- Jadi, dengan diadakannya, diwajibkannya
- shalat
- agar supaya kita senantiasa ingat kepada
- Allah subhanahu wa ta'ala.
- Pelaksanaan shalat pun
- dipecah-pecah waktunya
- dalam sehari lima kali kita laksanakan.
- Sejak bangun tidur, di siang hari, sore
- hari, pada maghrib, isya, sebelum tidur.
- Kenapa tidak disatukan saja, misalnya
- setelah subuh saja digabung semuanya?
- Tidak seperti itu, karena
- tujuannya agar supaya kita dalam
- mengarungi kehidupan senantiasa ingat
- kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Sejak
- kita bangun tidur pagi hari, kita
- diingatkan oleh Allah subhanahu wa
- ta'ala dengan menjalankan
- shalat. Lidzikri, kemudian di siang hari
- pun
- tatkala sibuk-sibuknya kita,
- kita diingatkan kembali supaya kita
- ingat kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
- Menjelang kita pulang dari aktivitas
- kita di sehari, sore hari pun
- kita diperintahkan lagi shalat.
- Ini semuanya adalah
- agar supaya kita senantiasa ingat kepada
- Allah.
- Kalau orang yang ingat kepada Allah
- subhanahu wa ta'ala,
- saat dia senangkah,
- dia akan bersyukur kepada Allah
- subhanahu wa ta'ala karena kenikmatan
- yang dia peroleh adalah dari Allah
- subhanahu wa ta'ala.
- Saat dia susah, dia pun ingat kepada
- Allah sehingga dia bisa bersabar mene
- menerima cobaan-cobaan karena dia tahu
- setiap cobaan yang dihadapi akan di
- diberikan pahala oleh Allah subhanahu wa
- ta'ala tatkala dia bersabar.
- Tatkala dia memperoleh jabatan, dia
- ingat kepada Allah subhanahu wa ta'ala
- dalam melaksanakan jabatannya dia tidak
- akan berkhianat.
- Ini adalah manfaat daripada shalat. Nah,
- kebanyakan sekarang
- orang menjadikan
- ibadah ritual ini hanya sebagai
- pelaksanaan saja, setelah itu
- tujuan dari ibadah ini tidak
- diperhatikan.
- Yang hanya diperhatikan hanya dalam
- pelaksanaan saja, bahkan
- banyak di antara mereka
- membangga-banggakan, shalatku ini adalah
- yang terbaik,
- yang paling ingat kepada, yang paling
- sesuai dengan sunnah Rasulullah
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- Saling membanggakan dengan amalannya,
- menyombongkan diri dan menganggap
- orang yang tidak shalat seperti
- shalatnya dia, shalatnya
- tidak diterima oleh Allah subhanahu wa
- ta'ala.
- Nah, ini walaupun mungkin
- shalatnya
- dia sesuai dengan sunnahnya, tapi kalau
- ada rasa sombong di dalam hatinya,
- maka kemungkinan malah Allah subhanahu
- wa ta'ala tidak terima shalatnya.
- Tujuan daripada shalat
- tadi
- adalah agar supaya mengingat Allah
- subhanahu wa ta'ala. Di dalam surat Al
- Ankabut
- Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,
- Utlu ma uhya ilaika minal kitab.
- Wa aqimusholah.
- Innasholata tanhaa anil fahsya wal
- munkar. Waladzikrullahi akbar, wallahu
- ya'lamu ma tashna'un.
- Bacakanlah ya Muhammad, ya asyrafal
- kholqi, apa yang diwahyukan kepada
- engkau, bacakan Alquran, jelaskan kepada
- mereka, terangkan
- apa yang diwahyukan kepada engkau
- daripada Alquran, wa aqimusholata
- innasholata, dan dirikanlah shalat,
- innasholata tanhaa anil fahsya wal
- munkar. Sesungguhnya shalat itu dapat
- mencegah dari perbuatan yang keji dan
- munkar. Jadi, dengan pelaksanaan shalat
- akan mengakibatkan atau berdampak dalam
- kehidupan sehari-hari dia tidak akan
- pelaksanaan melaksanakan perbuatan yang
- keji dan munkar. Waladzikrullahi akbar.
- Dan ingat kepada Allah itulah yang
- paling besar.
- Artinya, tujuan utamanya lagi bukan
- hanya saja
- mencegah dari perbuatan keji dan munkar,
- juga
- adalah tujuan yang paling besar adalah
- kita bisa ingat kepada Allah subhanahu
- wa ta'ala.
- Saya tidak akan memanjang lebar masalah
- ini, ya, insya Allah nanti kita akan
- mendengarkan ceramah dari Al Habib
- Husein
- bin Hamid bin Hud Al Attas.
- Kami ingin
- saya ingin menggambarkan juga bagaimana
- dengan peringatan,
- kalau tadi shalat kita bisa
- dengan pelaksanaan shalat kita akan
- selalu ingat kepada Allah, dengan
- peringatan
- maulid misalnya,
- yaitu bukan hanya perayaannya yang kita
- kita laksanakan, hendaknya peringatannya
- yang harus kita kita ambil. Bagaimana
- dengan kita mengingat,
- dengan melaksanakan
- peringatan maulid ini, mengingat
- perjuangannya Rasulullah, mengingat
- akhlak-akhlaknya Rasulullah, mengingat
- sepak terjangnya Rasulullah supaya kita
- bisa mencontoh sepak terjangnya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Dengan
- Isra Mi'raj pun
- ya, bagaimana esensinya dengan
- peringatan ini agar supaya kita ingat
- tentang
- mukjizat yang besar yang Allah Subhanahu
- Wa Ta'ala berikan kepada Nabi kita
- Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan
- juga oleh-oleh yang diperoleh oleh Nabi
- kita Muhammad Shallallahu Alaihi
- Wasallam yaitu
- tentang kewajiban salat.
- Begitu juga dengan peringatan haul guru
- kita
- Sayyidil Walid Al-Habib Hamid bin Alwi
- bin Hud Al-Athas ini.
- Apa gunanya kita
- memperingatinya?
- Yaitu kita mengingat
- ya, dengan ada peringatan ini kita
- supaya ingat kepada guru kita.
- Ingat bagaimana akhlaknya, ingat
- bagaimana perjuangannya agar supaya kita
- mengikuti mereka.
- Mengikuti beliau
- dan juga jangan lupa agar supaya kita
- senantiasa mendoakan beliau.
- Ya. Inilah tujuannya daripada esensi
- diadakannya
- peringatan haul seperti ini. Atau tujuan
- bagaimana yang utama adalah peringatan
- pelaksanaan salat tadi. Yaitu wa aqimis
- salata li dzikri. Dirikanlah salat
- yaitu untuk mengingat Aku. Karena
- sebanyak sekarang sekarang ini orang
- melaksanakan salat
- bahkan salatnya lebih baik daripada kita
- ya, akan tetapi akhlaknya
- sangat jauh daripada akhlaknya Nabi kita
- Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
- Ini sesuai dengan hadis Nabi kita
- Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
- Sayakti alaiha ala ummati zamanun.
- Sayakti ala ummati kaumun taqiluna
- salatakum
- bi salatihim.
- Wa siyamakum bi siyamihim. Nanti akan
- datang satu zaman di mana kamu lihat
- nanti ada satu kaum yang kalian merasa
- enggak ada enggak ada apa-apanya salat
- kalian dibandingkan salat mereka.
- Puasa kalian juga enggak ada apa-apanya
- dibandingkan salat eh puasa mereka.
- Mereka puasanya rajin.
- Salatnya pun rajin.
- Ya, bahkan bukan salatnya wajib saja
- salat sunat
- dilaksanakan. Yaqraunal Quran.
- Mereka hafal Alquran.
- Tapi kata Nabi yamruquna minaddin
- kama yamruqu sahmun minar ramiyah. Tapi
- mereka keluar dari agama bagaikan anak
- panah keluar dari busurnya.
- Ini artinya apa? Mereka laksanakan hanya
- ritualnya saja, tapi tujuan dari pada
- salat tadi, li dzikri tadi
- tujuan daripada salat dan manfaat salat
- tanhaa anil fahsya iwal munkar tidak ada
- berbekas di dalam diri mereka. Ini
- dikarenakan ya
- melaksanakan salat tadi hanya
- melaksanakan praktek salat, tapi tidak
- mendirikan salat. Dan mudah-mudahan
- dengan adanya peringatan Isra Mi'raj ini
- dan juga haul
- dari guru kita menambah
- ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa
- Ta'ala, kedekatan tidak kita kepada
- Allah Subhanahu Wa Ta'ala
- dan mudah-mudahan kita pun
- sedikit banyaknya akan mendapatkan
- keberkahan dan mengikuti sepak terjang
- guru-guru kita
- di dalam menjalankan dakwah Nabi kita
- Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Alihi
- Wasallam. Ini saja yang dapat saya
- sampaikan, lebih kurang saya mohon maaf.
- Billahi taufiq wal hidayah.
- Wassalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam