Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Bagaimana kabar Anda di siang hari ini?
- Semoga dalam keadaan sehat walafiat dan
- selalu dalam lindungan Allah Subhanahu
- wa taala. Senang sekali kami dapat
- kembali menjumpai ikhwan dan akhwat
- dalam program
- tausiah siang edisi Selasa, 23 Rabiul
- Awal 1447
- Hijriah yang juga bertepatan di tanggal
- 16 September 2025
- Masehi. Telah hadir guru kita di studio
- Rasil yaitu Ustaz Fawas Abi Zawiyah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sehat, Ustaz? Ya,
- alhamdulillah sehat.
- Alhamdulillah wasyukurillah. Ikhwan dan
- akhwat, tema yang akan beliau bawakan di
- siang hari ini yaitu ikuti yang terbaik
- dalam kurung Al-Qur'an baru yang lain.
- Itu dia.
- Masyaallah. Tafadal Ustaz.
- Boleh.
- Boleh, Ustaz.
- Bismillah. ahmanirrahim.
- Bismillahi masyaallah la yasul khaira
- illallah. Bismillahi masyaallah la
- yasrifus sua illallah. Bismillahi
- masyaallah
- maana min nikmatin faminallah.
- Bismillahi masyaallah la quwwata illa
- billah.
- Alhamdulillah
- alladzi khalaqal mauta wal hayata
- liyabluana. Wabluakum ayyuna wa ayyukum
- ahsanu amala. Alhamdulillah
- alladzi [berdehem]
- ahsana kullain khalaqah.
- Alhamdulillah
- fahua ahsanul khaliqin. Ashadu alla
- ilahaillallahu wahdahu la syarikalah
- rabbul alamin. Wa asyhadu anna sayyidana
- muhammadan abduhu wa rasuluh
- wasofiyuhu wa kholiluh
- khairu man.
- fil ardhi ajmain shallallahu wasallam
- wabaraka alaihi wa alihi thyibin thhirin
- wa ashabihil guril mayamin tabiihim
- bisihsanin ila yaumiddin
- subhanaka
- la ilma lana illa ma alamtana innaka
- antal alimul hakim wala haula wala
- quwwata
- illa billahil aliyil adzimabbisrohli
- irli amri wahlul uqdatanisani
- yafqohu
- rbana atina minadunka rahmatan wa lana
- min amrina rasyada
- rbana zidna ilman hablana hukmanimna
- minadunka ilman tawa musliman waiknain
- waakiru dwana
- Alhamdulillah
- ikhwan dan akhwat, mustamiin dan
- mustamiat, musyahidin dan musyahidat,
- Radio Silaturahim
- AM720
- untuk Islam yang satu
- yang berada di Jalan Silaturahim
- Kalimanggis Cibubur, Bekasi dan juga
- radio-radio
- lain yang bersinergi dakwah dengan radio
- silaturahim
- baik yang ada di Jawa Barat, Sukabumi,
- ataupun Jawa Tengah hingga Magelang dan
- Jogja bahkan hingga Surabaya,
- Bondowoso, Sitobondo, Banyuwangi hingga
- Bali atau yang berada radio yang berada
- di daerah Palembang. Kemudian Batam,
- Johor, dan Singapura
- juga yang ikut
- melancarkan kajian siang hari ini yang
- berada di Kalimantan Pontianak, radio
- apa namanya? Almadinah ya?
- Iya,
- Almadinah. Kemudian Alkhairat, Palu
- hingga Papua ataupun yang ikut
- mendengarkan di seberang benua Australia
- atau juga yang menyimak melalui apa
- Radio Garden ya. Audio streaming
- Audio streaming
- Radiosilaturahim.com
- radiosilaturrahim.com ataupun Radio
- Garden Internasional.
- Amin.
- Atau yang biasanya ngelihat langsung
- melalui apa namanya kanal YouTube
- Rasil TV.
- Rasil TV di mana [berdehem] saja berada.
- waqallahu wakum latihi wabati
- amin ya rabbal alamin.
- Amin ya rabbal alamin. Ikhwan akhwat tak
- lupa yang ikut bersama di studio kita
- siang hari ini ada Kang Abi Agus.
- Siap.
- Kemudian Ondi Mandi Kang Algi
- He
- ataupun yang ada di belakang kamera
- semua.
- Mari kita buka.
- kajian tausiah siang hari ini dengan
- membaca ummul Qur'an suratul fatihah.
- Bermohon kepada Allah semoga
- guru-guru kita, orang tua kita yang
- sudah meninggalkan dunia, para mujahid
- yang ada di Palestina, yang ada di
- Liban, yang ada di Iran, yang ada di
- Yaman, para mujahidin fiabilillah li
- kalimatillah yang sudah meninggalkan
- dunia. Semoga Allah terima arwah mereka
- dan Allah berikan tempat sebaik-baiknya
- di sisi Allah Subhanahu wa taala. Tak
- lupa untuk guru-guru kita, orang tua
- kita yang masih hidup, para
- pejuang-pejuang Islam yang masih hidup,
- semoga Allah berkenan untuk menjaga
- mereka semua dan berikan anugerah
- panjang umur fi taatillah wa taati
- rasul. Khususnya untuk ayahanda Buya K.
- Haj Ghazali Musanif, Abina K. Muhammad
- Ihya Ulumiddin, Nurul Haramin, Pujan,
- Malang, Amina, Kiai Syihabuddin.
- Kemudian guru-guru kami yang ada di luar
- sana, yaitu khususnya Al Habiban Umar
- bin Muhammad bin Salim bin Hafid, Al
- Habib Abu Bakar bin Muhammad Bal Faqih,
- Al Habib Zain bin Ibrahim bin Sumaid,
- Abu Yasid Ahmad bin Muhammad Almaliki wa
- Ikhwanih, Sayid Alwi dan Asim bin Abbas
- AlMaliki. wa ikhwani jami. Kemudian Dr.
- Fadil Saleh Assamirai Albaghdadi, Sayid
- Kamal Bagir Al-Hahaidari, Dr. Adnan
- Ibrahim Alhasni dan khususnya untuk guru
- kita founder Radio Silaturrahim.
- Semoga Allah anugerahkan usia panjang,
- sehat afiat. Al Ustaz Husein bin Hamid
- bin Hud Al-Attas juga guru-guru siapa
- dari guru-guru kami semua yang kami
- berintis ilmu kepada mereka semua.
- hadiah wa niyatin shihah waa hadratin
- nabi mustofa muhammadin sallallahu
- alaihi wa alihi wasallam.
- Alfatihah.
- Auzubillahis samiil alim
- minasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin arrahmanirrahim.
- Maliki yaumiddin iyaka na'budu wa iyyaka
- nasta' ihdinasirathal
- mustaqimathalladzina
- an'amta alaihim ghairil maghdubi alaihim
- waladin
- rabbighfirli waliwalidaiya walil
- mukminina amin kami ucapkan
- jazakumullahu khairan katsir khususnya
- untuk
- uda Doni dari jenis
- Optik yang menghadiahkan saya untuk
- siaran Radio Rasil nih. Kacamata baru
- nih.
- Ini dari ee apa namanya? Penjahit Al
- Imad juga. Terima kasih. [tertawa]
- Masyaallah.
- Doain aja BK ya.
- Amin.
- Nah. Ya. Baik jemaah ikhwan akhwat
- mustamiin mustamiat wafaqanallahum
- latih.
- Setiap dari kita selalu ingin menjadi
- mendapatkan yang terbaik. Betul enggak?
- Ya, semua nih. Maka di siang hari ini
- kita akan bacakan beberapa ayat suci
- Al-Qur'an berangkat dari beberapa ayat
- di antaranya Quran surah Assajdah,
- Azzumar, Tabarak dan yang lain-lain
- tentang
- sebuah tema ikutilah yang terbaik
- baru setelah itu ikuti yang lain.
- yang terbaik. Jadi ukuran, panutan,
- tuntunan, baru ikuti yang lain. Walaupun
- kebaikannya masih di bawah yang terbaik.
- Kita akan baca Al-Qur'an. Kita akan
- mulai dari Quran surah Az-Zumar.
- Yang pertama kita buka Al-Qur'an surah
- Az-Zumar
- ayat ke-18
- ya. ayat ke-18
- yaitu firman Allah Subhanahu wa taala
- dibaca dari ayat ee ujung ayat 17.
- Firman Allah [mendengus] Subhanahu wa
- taala, "Ba'da anzubillahis
- samiil alim minasyaitanirrajim.
- Fabasyir ibad
- alladzina yastamiunal
- qula
- fayattabiuna
- ahsanah.
- Ulaikalladzina
- hadahumullah
- wa ulaika
- hum ulul albab.
- Sadaqallahul aliyul adzim.
- Wasq rasul nabiul habibul karim wahnu
- alaika minyahidinaakirin.
- Walhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- ja'alna min syuhadail haq.
- Di ayat ke-17 penghujung dan ayat ke-18
- dari Quran surah Azzumar,
- Allah berfirman, "Fabasyir ibadi."
- Wahai rasulku,
- berikan kabar gembira kepada
- hamba-hambaku.
- Atau boleh diartikan hamba-hamba
- pilihanku.
- Karena kata ibadak
- dari kata abdun.
- Abdun artinya satu orang hamba. Abdani
- dua orang hamba. Ibad banyak hamba.
- Namun dalam Al-Qur'an
- bentuk jamak dari kata abdun bukan hanya
- ibadah.
- Namun ada bentuk jamak dari kata abdun.
- abid.
- Lalu apa bedanya ibad?
- Secara makna keduanya sama, yaitu banyak
- dari hamba.
- Namun istikmal lafaz ibadakan.
- Penggunaan kata ibad menggambarkan
- hamba-hamba Allah yang nurut, yang baik,
- yang patuh.
- sekalipun masih terjebak dalam gelimang
- dosa atau terkena cipratan lumpuran
- dosa.
- Namun kata abid digunakan untuk
- menunjukkan hamba-hamb yang sulit diatur
- atau sulit mengikuti aturan pemiliknya
- Allah jalla jalaluhu.
- Nah, di sini kata ibad contohnya ibadur
- rahman ya. Arti ada lagi ya ibadiyadzina
- asrofu ala anfusihim.
- Di sini adaakah perintah dari Allah
- taala kepada baginda Rasul Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam
- untuk memberikan bisyarah
- kepada siapa? Ibadi hamba-hambaku
- yang mereka punya sifat dan karakter.
- Alladzina orang-orang dari sekian
- hamba-hamba Allah ini yastamiunalula
- yang mau dengan serius dan fokus
- mendengarkan alqul ucapan.
- Kata istamaa juga berbeda dengan kata
- yasmu
- atau sami'.
- Kalau kata samiah mendengar sepintas
- lalu
- tanpa fokus sekalipun, namun istima
- istama'a
- yastamiu itu menunjukkan mendengarkan
- sesuatu dengan fokus,
- dengan serius dan fokus.
- Nah, di sini ada kabar gembira untuk
- siapa? untuk orang-orang yang setiap ada
- orang lain yang sedang berkata
- terlebih lagi bila dibacakan perkataan
- Tuhan, ucapan-ucapan baik dari kalam
- Rasul atau yang lainnya dia yastamiu
- mendengarkan dengan fokus
- ya mendengarkan dengan fokus.
- Makanya di di antara akhlak yang terpuji
- dari seseorang adalah orang yang mau
- mendengarkan
- pembicaraan orang tanpa memotong sampai
- orang tersebut mendengar menyampaikannya
- hingga selesai.
- Dan itu bukan mudah. Makanya di sini ada
- pesan ada apa? kabar gembira dari Allah
- bagi setiap orang yang mau mendengarkan
- ucapan. Sekalipun nanti kalau di dalam
- penjelasan kata al-qul di sini di
- antaranya adalah Quran ya. ada al lit
- takrif ya atau lil ahdi misalnya kita
- enggak bahas itu kita hanya bahas secara
- terjemah kata alqul perkataan
- orang yang mau mendengarkan dengan fokus
- perkataan orang lain ya menyimak dengan
- baik dan benar nah atau menyimak ya ah
- kalau mendengar selalu kalau fokus itu
- menyimak ya itu mendapatkan bisyarah
- dari Allah subhanahu wa taala Ya.
- Namun bukan hanya mendengarkan,
- tapi fayattabiuna
- ahsanah.
- Dia mau berittiba
- mengikuti dan menjadikan ikutan ucapan
- yang dia dengar adalah dari ucapan yang
- didengar. Ahsanahu
- yang terbaik dari ucapan yang dia dengar
- tadi, yang dia simak tadi. Orang-orang
- ini mendapatkan bisyarah dari Allah. Apa
- bisyarahnya? Perhatikan
- dan dengarkan dengan sesama. Simak
- dengan benar.
- Ulaika hadahumullahu
- ulaika hadahumullahu.
- Mereka
- hamba-hamba Allah yang [berdehem]
- melakukan dua perkara.
- Satu, yastamiunal qul.
- mau menyimak ucapan
- yang sedang disampaikan di hadapannya.
- Kedua, wayattabiuna
- ahsanah.
- Dan mau mengikuti,
- mau menjalani,
- mau menjadikan ikutan ahsanah yang
- terbaik dari ucapan itu.
- Mereka mendapatkan bisyarah ulaika
- alladzina hadahumullah.
- Mereka itu orang-orang yang diberikan
- bimbingan,
- arahan oleh Allah. Dibimbing jalannya,
- hidupnya diarahkan
- langkahnya oleh Allah. Tuh, Kang Agus
- tuh. Penting nih. Ada kajian tausiah
- siang ataukah renungan Quran Ustaz
- Husein ya.
- Yang paling mahal menyimak.
- Orang yang mau menyimak perkataan yang
- disampaikan
- maka dia mendapatkan bisyarah kabar
- gembira dari Allah.
- Dan disempurnakan
- menyimak itu dengan apa? Dengan
- mengamalkan, mengikuti yang terbaik dari
- yang diucapkan
- dari ucapan yang dia dengar.
- Ulaikalladzina hadahumullah
- wa ulaika hum ulul albab.
- Dan mereka itu sejatinya adalah
- orang-orang yang cerdik pandai. Jadi
- orang yang mau menyimak ucapan dan
- mengikuti yang terbaik dari ucapan
- adalah ciri ulul albab. Orang-orang yang
- disebutkan oleh Allah orang yang cerdik
- dan pandai. Pemilik lub.
- Lub itu kalau kita ibarat kita ee
- melihat sebuah kelapa, buah kelapa itu
- daging kelapanya itu namanya lob.
- Lub
- ya. Jadi kalau akal kita ini bahagian
- yang paling mahal tuh itu namanya
- loobnya.
- Artinya
- orang yang memiliki akal sempurna.
- Kesempurnaan kesempurnaan akal itulah
- disebut dengan lubbul aqli. ya. Nah,
- orang-orang yang memiliki kesempurnaan
- akal, cerdik dan pandai atau cendikiah
- disebut dengan ulul albab. Siapa mereka
- ulab itu? Atau bagaimana cara meraih
- atau orang ingin menjadi ul albab, simak
- perkataan ikuti yang terbaik darinya.
- Ya, kata kita apa tadi? ikuti yang
- terbaik baru yang lain.
- Nah, nanti dari sekian kaul tentunya ada
- yang ul yang terbaik
- ya. Baik. Apa itu ahsanul? Al-Qur'an.
- Nanti kita lihat Allah Subhanahu wa
- taala menyampaikan panduannya kepada
- kita. Masih dalam Al-Qur'an surah
- Az-Zumar. Perhatikan dari ayat ke-10
- kita pindah ke ayat 23.
- Maaf dari ayat ke-17 18 kita pindah ke
- ayat 23.
- Allah Subhanahu wa taala berfirman,
- "Allahu
- nazzala ahsanal hadisi
- kitaban
- mutasyabihan
- matsaniya
- taqsya'irru minhu juludulladzina
- yakhsyauna rabbahum
- tumma talinu juluduhum
- wa qulubuhum
- Hudallahi
- yahdi bihi yasya
- wamay yudlilillahu
- fama lahu minhad had.
- Allahu akbar.
- Lihat begitu indahnya firman Allah
- Subhanahu wa taala
- tadi. Ketika Allah berpesan
- bagi setiap orang yang ingin menjadi
- ulul albab,
- yang ingin menjadi seorang mahdi. Arti
- Mahdi itu yang dibimbing oleh Allah.
- Maka lakukan dua perkara.
- Istimaul qul wattibaul ahsanil qul.
- menyimak ucapan dan mengikuti yang
- terbaik dari ucapan.
- Di ayat lain ada gambaran ahsanul.
- Di antaranya firman Allah Subhanahu wa
- taala, "Waman ahsanu qulan
- mimman da'a
- ilallahi waila shihan waqala innani
- minal muslimin."
- Waman ahsanu mimman da'a ilallah.
- Tahukah Anda adakah yang lebih baik dari
- ucapan?
- Ada enggak ucapan yang lebih baik lagi?
- Ketimbang apa?
- Mimman da'a ilallah waila shihan.
- Dari orang yang mengajak orang lain
- menuju Allah,
- mencari Allah, mengikuti Allah. Waman
- ahsanu
- mimman daa ilallahi wa amila shihan.
- Dan dia beramal saleh. Jadi ucapan
- bahkan tidak ada ucapan yang lebih baik
- dari apa? Satu orang yang ngajak orang
- lain kembali kepada Allah atau menuju
- Allah.
- itu enggak ada ucapan yang lebih baik
- dari itu. Ayo kita salat, ayo kita
- ngaji, ayo kita ikuti Al-Qur'an. Itulah
- ucapan yang paling baik. Tidak ada
- ucapan yang lebih baik dari itu. Satu,
- mengajak orang menuju Allah, mengikuti
- Allah.
- Wa amila shihan. dan mengajak orang lain
- untuk beramal melakukan perbuatan yang
- sesuai dengan keinginan Allah dalam
- Al-Qur'an.
- Yang ketiga, waqala innani minal
- muslimin.
- Dan dia berkata bahwa innani minal
- muslimin. Sungguh saya sebahagian dari
- orang muslim.
- Kalau ngajaknya ke kelompok,
- ngajaknya ke mana? Ke dirinya, itu bukan
- ahsanul qul. Bahkan boleh jadi aswaul
- qul. Seburuk-buruk ucapan. Orang yang
- mengajak kepada dirinya, kelompoknya
- meninggalkan Allah, meninggalkan panduan
- Allah.
- Sambil berkata, "Aneh, paling benar.
- Kelompok saya paling benar,
- mazhab saya paling benar.
- Hizib saya paling benar itu masuk dalam
- kategori bukan ahsanul namun aswaul
- quul.
- Kalau ahsanul tiga. Satu mengajak orang
- untuk kembali atau menuju Allah. Mencari
- Allah menjemput ker Allah. Yang kedua,
- waamila shihan. mengajak orang untuk
- berbuat amal yang saleh. Yang ketiga,
- waqala innani minal muslimin. Bersaksi
- bahwa saya adalah bagian dari
- orang-orang muslim. Ini gambaran yang
- disebutkan dalam Al-Qur'an. Bahkan tadi
- lihat
- sebagaimana Allah Subhanahu wa taala
- adalah zat yang memperkenalkan dirinya.
- Alladzi ahsana kulla saaiin khalaqah.
- Dia Allah
- ahsana zat yang ahsana kullai
- ya khalaqahu
- yang selalu menciptakan segala sesuatu
- dan ciptaannya dengan nilai yang
- terbaik.
- dengan suatu yang begitu perfect,
- sempurna, dan terbaik.
- Kemudian Allah Subhanahu wa taala
- memberitahukan
- bahwasanya dia Allah dalam Quran surah
- almulk hualladzi
- khalaqo
- alladzi khalaqo al mauta wal hayata
- liyabluakum ayyukum ahsanu amala dia
- Allah yang menciptakan kematian
- menciptakan kehidupan
- dengan satu tujuanakum
- untuk menguji kalian
- ayukum siapa di antara kalian ahsanu
- amala yang terbaik amalnya Allah
- menginginkan
- sebagaimana Allah menciptakan
- seluruh makhluknya dengan nilai yang
- begitu sempurna dan terbaik Allah ingin
- memberikan kepada kita alam semesta raya
- ini. hidup di tengah-tengah ini semua
- tujuannya mana di antara kita yang
- terbaik amalnya.
- Karena manusia Allah ciptakan dengan
- sebaik-baik sistem.
- Laqad khalaqnal insan fi ahsani takwim.
- Sungguh kami ciptakan manusia insan fi
- ahsani [berdehem] takwim dalam
- sebaik-baik,
- sesempurnna
- sistem dalam dirinya. Maka tidak heran
- ketika Allah beritahukan bahwa Allah
- ciptakan manusia bahkan ciptakan
- kematian dan kehidupan di tengah manusia
- ini tujuannya satu. Ayyukum ahsanu
- amala. Siapa di antara kalian yang
- terbaik amalnya? Kenapa? Karena kita
- punya potensi Allah ciptakan kita dalam
- sebaik-baik
- sistem. Selepas jedah kita sambung lagi
- tausiah siang hari ini insyaallahu
- taala.
- Baik ikhwan dan akhwat yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala, kita akan jeda
- sejenak terlebih dahulu. Mendadak banget
- Ustaz nih saya lagi
- lihat-lihat pertanyaan yang sudah masuk
- gitu ya. Nanti kita akan kembali ke
- ruang dengar Anda. Jadi tetaplah bersama
- kami masih dalam tausiah siang di hari
- ini bersama Ustaz Fawas Abi Zawiyah.
- Anda bisa mengirimkan komentar,
- pertanyaan ataupun keluhan ke Ustaz Pak
- di 0811999720.
- Dan insyaallah beliau insyaallah akan
- menjawabnya dengan arif dan bijaksana.
- Masyaallah tafadol Bang Algi.
- [musik]
- Radio Silaturahim untuk Islam yang satu
- yang dipancaruaskan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis,
- Cibubur, Bekasi. Ikhwan dan akhwat,
- sebelum kami jawab pertanyaan dari Anda,
- ini ada informasi bagi Anda. Nah, kami
- mengundang ikhwan dan akhwat untuk temu
- pendengar radio silaturahim,
- peringatan Maulid Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam
- dan juga milad Rasil yang ke-16.
- Insyaallah akan diadakan pada hari Sabtu
- esok tanggal 20 September
- 2025 pukul .00 sampai dengan selesai.
- Nanti akan ada Ustaz Husein Alatas,
- kemudian ada Imam Yaksullah Mansur, ada
- Ustaz Doni Amir Sagaf, dan juga Ustaz
- Ahmad Jazuli Kholil. Mulainya dari pukul
- sampai dengan pukul 11.30 siang gitu ya.
- Kemudian yang kedua ini juga di hari
- yang sama ada layanan pemeriksaan
- kesehatan gratis, skreining darah, gula
- darah, asam urat, kolesterol.
- pemeriksaan umum dan juga tensi darah.
- Kalau ini Anda harus mendaftar ya di
- Kang Atep di 0822
- 98696032
- 0822
- 986
- 96032.
- Lebih jelasnya Anda bisa melihat di
- status ee
- HP-nya Rasil. Mungkin Ustaz mau ikut
- pemeriksaan gratis. Insyaallah nanti
- saya ada acara sih.
- Amin. Baik, ada beberapa pertanyaan. Oh,
- kami ingin menyapa ada Ibu Nurhaidah
- sedang menyimak siaran dari Ustaz gitu
- ya. Pertanyaan pertama Ustaz datang dari
- hamba Allah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bagaimana cara kita menanamkan kepada
- anak-anak bahwa Al-Qur'an adalah
- petunjuk utama yang harus didahulukan?
- Sementara mereka lebih sering mencontoh
- figur publik di media sosial.
- Masyaallah.
- Itu Ustaz.
- Mangga.
- Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Rabbana
- zidna ilman wa alhikna bisolihin.
- Jika ditanya
- bagaimana cara memperkenalkan,
- menanamkan di hati anak-anak kita untuk
- apa namanya tadi?
- Lebih ee
- lebih ee mengikuti Al-Qur'an.
- Iya.
- Jawabannya
- berapa durasi dalam 24 jam orang tua
- memberikan pengenalan
- ya,
- baik melalui pendengaran,
- visual ya atau ajaran
- h
- terhadap Al-Qur'an kepada anak-anak itu
- ya.
- Kalau orang tuanya saja tidak dekat
- dengan Al-Qur'an
- ya, bagaimana mau membiasakan menanamkan
- hati anak-anaknya untuk mau cinta kepada
- Al-Qur'an?
- Kalau orang tuanya
- satu hari mampu
- men-scroll.
- Scroll namanya ya.
- Heeh.
- Geser-geser.
- Media sosial.
- Media sosial. gadget sehari total
- jumlahnya 10 jam.
- Masyaallah.
- Dari 24 jam yang Allah berikan waktu
- sehari semalam, namun tidak mampu
- menscroll
- Al-Qur'an.
- Al-Qur'an
- walau hanya satu halaman.
- tidak mampu, tidak bisa mengalokasikan
- waktu, memanage waktu untuk membaca
- Quran, terjemah,
- apalagi mentadaburkan atau mempelajari
- atau berguru ya kepada seorang guru
- Al-Qur'an. Lalu bagaimana dapat
- memperkenalkan anak-anaknya terhadap
- Al-Qur'an? Sedangkan
- setiap hari sang anak sudah diberikan
- ya diberikan izin untuk memegang gadget
- dan membuka seluruh aplikasi yang ada di
- di gadget tersebut.
- Ada sebuah ungkapan Arab begini, faqidu
- saiin la y.
- Orang yang enggak punya sesuatu
- enggak akan bisa memberikan orang lain
- sesuatu.
- Kalau orang tua enggak punya air, enggak
- bakal bisa kasih minum anaknya yang
- kehausan.
- Kalau orang tuanya tidak ada interaksi
- yang baik dengan Al-Qur'an, maka jangan
- berharap anaknya mau dengan gadgetnya
- membuka aplikasi di seputar Al-Qur'an.
- Itu semoga menjadi jawaban buat saya dan
- buat Anda yang bertanya. Wallahu taala
- alam bawahabah.
- Baik, Ustaz. Pertanyaan kedua datang
- dari Bapak Ridwan di Cibubur.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumussalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Mohon maaf, Ustaz, jika di luar tema.
- Oh, gitu.
- Boleh.
- Ee, Ustaz, kalau kita sedang dalam
- perjalanan lalu masuk waktu salat
- magrib,
- sedangkan celana yang saya kenakan
- terasa kotor atau ada keraguan terkena
- najis. Sementara waktu magrib kan cukup
- singkat. Apa yang sebaiknya dilakukan?
- Salat dulu dalam kondisi seperti itu
- atau dijamak saja dengan isya? Karena
- kalau saya tunda sampai di rumah
- khawatir kecapekan karena perjalanan
- masih jauh malah ketiduran. Bagaimana
- sebaiknya menurut syariat, Ustaz?
- Masyaallah.
- Islam adalah dinu yusr. Agama yang
- begitu mudah
- dan agama yang sangat samhah. Dinus
- samhah yang sangat bertoleran dengan
- para terhadap para pengikutnya.
- Ketika misal kita dalam perjalanan
- ya pulang dari kantor atau dari mana
- saja intinya perjalanan.
- Lalu kita ragu dengan
- pakaian kita khawatir terkena najis,
- maka cuci dan basuh. Berhenti di masjid
- atau musala lalu bersihkan dulu celana
- kita. Lalu kemudian kita berwudu setelah
- mensucikan pakaian dan najis. Berwudu
- kemudian salat magrib.
- Kenapa? Jangan sampai ada waswasah
- dengan hanya alasan telan najis. Ya. He.
- Kalau kita meninggalkan salat atau
- magrib tanpa melakukan salat
- itu itu pilihannya. Ya.
- Kalau alasan ragu ya.
- Iya.
- Ragu kan bagian dari godaan juga nih.
- Was-was.
- Heeh. Masuk was-was juga.
- Bisikan setan ber.
- Wah, ini gimana ya? Aduh, gimana ya?
- Nah,
- kalau memang hanya karena alasan najis,
- bersihkan selama bisa berhenti di tempat
- salat, lalu masuk kamar mandi,
- bersihkan. sekalipun setelah wudu salat
- dengan pakaian atau dengan telana yang
- masih baah
- basah tapi sudah suci dari na najis itu
- kalau alasan apa alasannya karena apa
- karena pakaian najis atau ragu-ragu
- kalau celana ustaz
- iya celana ya ustaz celananya iya
- arti celana bagian yang yang terkena
- najis tadi cuci
- he
- nah salatlah dengan sekalipun dengan
- kondisi ba basah atau demek ya
- cuci cucinya dibasahin semua atau
- diperciikan saja dong ee kalau najis ya
- bersihkan
- bersihkan Memang ada airnya, buang
- airnya lalu dibersihkan, dibasuh.
- Heeh.
- Itu kalau semisal alasan lain sulit
- untuk berhenti.
- Iya. Iya.
- Sulit untuk singgah salat
- Heeh.
- dengan bermacam kondisi dan alasan, maka
- silakan Anda berniat menjamak takhir.
- Hm.
- Di perjalanan tidak mampu salat magrib
- karena karena apa? Tidak memungkin
- singgah. Ya.
- Maka silakan Anda niat menjamak takhir.
- Heeh.
- Itu itu hanya ada dua pilihan di hadapan
- Anda.
- Heeh.
- Anda berhenti singgah, bersihkan najis,
- lalu salat. He he.
- Bila alasannya karena pakaian khawatir
- terkena najis. Apalagi hanya khawatir
- kan
- belum yakin kan.
- Iya. Iya.
- Tapi kalau yakin bersihkan. Kalau hanya
- gangguan aja was-was ya tinggalkan tuh
- was-wasnya sehingga wudu salat. Atau
- tadi misalnya enggak memungkinkan untuk
- singgah ya di perjalanan untuk salat
- silakan takhir ya silakan niat menjamak
- takhir alias melakukan salat magrib
- nanti di waktu isya saat sudah sampai
- tuju tujuan tujuan
- itu saja mudah-mudahan bermanfaat.
- Baik dan bisa dipaham.
- Pertanyaan ketiga dari Ibu Nur Hayati di
- Depok. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Saya ingin bertanya, apakah sebenarnya
- boleh [berdehem] kita mengeluh kepada
- Allah? Kadang hati ini takut kalau
- mengeluh nanti dianggap tidak bersyukur.
- Tapi di sisi lain, saya yakin hanya
- kepada Allah tempat kita mengadu dan
- mencurahkan isi hati. Mohon penjelasan
- dan uraiannya, Ustaz.
- Masyaallah.
- dalam Al-Qur'an
- kisah Nabi Ayub.
- Nabi Ayub atau Nabi Yakub ya
- yang kehilangan putranya yang bernama
- Yusuf ya. Di situ jelas
- beliau menyampaikan satu ungkapan keluh
- kesah
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Bahkan
- ketika orang-orang lain di sekitarnya
- mencibirnya
- ya menangis selalu berdoa memohon kepada
- Tuhan Allah Subhanahu wa taala agar
- mengembalikan putranya yang hilang tanpa
- kabar Yusuf
- dijinyir ngapain sih sudah
- bertahun-tahun masih juga enggak move on
- katanya gitu.
- Heeh.
- Ya
- move on.
- Kenapa sih?
- Apa jawab beliau? Innama asku
- wa huzni ilallah.
- Ya wa a'lamu minallahi ma laun.
- Kenapa kalian kok pada grutu
- enggak nerima, enggak suka melihat saya
- seperti ini? Saya ini hanya menyampaikan
- keluh kesah
- dan mengadukan keluhan saya, kesedihan
- saya hanya kepada Allah yang tidak boleh
- berkeluh kesah kepada selain Allah.
- [berdehem]
- Ya, karena makhluk sama-sama memiliki
- bermacam masalah kan gitu ya. Iya.
- Nah, kita diperintahkan
- dan bukan hanya dibolehkan,
- diperintahkan
- untuk berkeluh kesah hanya kepada Allah.
- Innama asku bi huzni ilallah. Hal ini
- diabadikan dalam Quran surah Yusuf ayat
- 86.
- Hm.
- Jadi jawabannya boleh.
- Boleh.
- Silakan Ibu berkeluh kesah kepada Allah.
- Mengadu mengeluh kepada Allah. Boleh.
- Boleh, Ustaz. Ya.
- Namam.
- Baik.
- Barakallah.
- Barakallah. Sembari menunggu ee WhatsApp
- lainnya, Ikhwan dan Akhwat, kita akan
- mendengarkan kembali pemaparan materi
- oleh Ustaz Tafadal.
- Kembali [berdehem] kepada tema kita,
- ikutilah yang terbaik
- itu Al-Qur'an baru yang lain. Allah
- Subhanahu wa taala di Quran surah
- Az-Zumar ayat 23 memperkenalkan
- kepada kita tentang Al-Qur'an.
- Kata Allah, "Allahu dia Allah
- nazzala yang telah menurunkan secara
- bertahap hingga selesai."
- Ahsanal hadis.
- Sebaik-baik perkataan.
- Jadi, Al-Qur'an adalah ahsanal hadis.
- Sebaik-baik perkataan,
- sebaik-baik berita yang datang,
- sebaik-baik ucapan dari segala ucapan,
- sebaik-baik firman dari firman-firman
- Tuhan.
- Allah yang telah menurunkan ahsanal
- hadis kitaban dalam bentuk rangkuman
- tertulis
- Heeh.
- sebuah kitab mutasyabihan
- yang ada kemiripan satu ayat dengan yang
- yang lain. Bentuk redaksinya serupa,
- makanya mudah untuk dipelajari dan
- dihafal.
- Matsani bahkan ada ayat yang
- diulang-ulang.
- Tak syairru
- pasti gemetar,
- pasti bergetar. Ibaratnya bulu kuduk
- pasti berdiri.
- Bulu kuduk siapa? Minhu dari Al-Qur'an
- yaitu ahsanal hadis. Juludulladzina
- yaksyaunab rbahum.
- Kulitnya orang-orang yang memiliki sifat
- atau sikap khasyiah kepada Allah Tuhan
- mereka. Apa
- itu khasyiah?
- Diterjemah mungkin rasa takut.
- Namun disebutkan khasiah itu
- keseimbangan
- antara khauf,
- rasa takut dan raja, rasa pengharapan.
- Orang kalau berlebihan rasa takutnya
- kepada Allah,
- bahkan lebih dari 80 90% takut, takut,
- takut, maka dia tidak berani berbuat
- apa-apa di kehidupan dunia. Takut salah
- dan takut mendapat siksa.
- Sebaliknya
- sikap raja
- pengharapan
- percaya diri kepada Tuhan bila
- berlebihan
- lebih dominan dari rasa takut bahkan
- berlebih, maka dapat mengantarkan orang
- kepada sikap
- menggampangin
- ya atau tafrit menggampangin. Tenang aja
- deh, ambil aja tuh barang. Ayo bikin
- dosa. Allah maha pengampun kok. Mau dosa
- kita sebesar apapun, berulang-ulang
- sekalipun kita minta ampun pada Allah
- pasti diampuni. Nah, ini namanya orang
- yang berlebihan sikap rjanya kepada
- Tuhan.
- Nah, kata para ulama,
- khasyiah itu
- keseimbangan dalam diri seseorang antara
- khauf dan raja.
- Iya,
- antara khauf dan raja.
- Raja
- itu namanya apa? Khasyiah.
- Khasyiah.
- Nah, Allah beritahukan
- bahwa taksyairru minhu juludulladzina
- yaksyaunabbahum.
- Al-Qur'an ini
- memberikan efek rasa getar
- di kulit kulit orang-orang yang memiliki
- sikap khasyiah kepada Tuhan mereka.
- Tumma kemudian talinu juluduhum
- wa qulubuhum ilaikrillah.
- Setelah bulu kuduk merinding bangun
- ibaratnya
- setelah itu talinu menjadi lemas.
- Bahkan
- jiwanya, hatinya juga lemas, lentur ila
- zikrillah untuk selalu mau mengingat
- Allah.
- Kan disebutkan dalam ayat lain, ala
- bidzikrillahi tatmainnulub.
- Ingat dengan berzikir kepada Allah hati
- menjadi tenang.
- Ya kan?
- Iya. Nah, ini Al-Qur'an bila sering
- didengar,
- disimak,
- diperdengarkan,
- bahkan dibaca dengan penuh kekhusyukan,
- perlahan-lahan,
- ya, fokus, akan berefek hati semakin
- tenang,
- jiwa semakin lentur, pola pikir hidup
- sikap enggak mungkin kaku ya, fleksibel.
- Itu gambaran orang-orang yang apa?
- yaksuna
- juludadina yaksyabahum tumma talinu
- juluduhum wlubuhum ilaikrillah
- dalalika hudallah
- al-qur'an itu yang merupakan ahsanul
- hadis adalah petunjuk serta bimbingan
- arahan Allah subhanahu wa taala yahdi
- bihi man yasya
- Dengan Al-Qur'an yang merupakan ahsanul
- hadis, Allah membimbing siapa orang yang
- ia kehendaki. Ke mana? Tentunya menuju
- jalan Allah yang diridai.
- Sebaliknya,
- orang yang menjauh dari ahsan hadis
- gambarannya orang itu tersesat jalan.
- Nah, kalau seseorang sudah tersesat
- jalan, dia tidak memilih Al-Qur'an
- sebagai panduan.
- Waman yudlilillah
- fama lahu minhad.
- Siapa orang yang disesatkan oleh Allah
- disebabkan
- ia tidak memilih Al-Qur'an sebagai
- panduan dan bimbingan hidup, maka
- tentunya tidak akan ada yang mampu
- memberikan petunjuk bimbingan padanya
- kecuali Allah subhanahu wa taala.
- Subhanallah. itu lihat ahsanal hadis,
- perkataan ucapan yang terbaik yaitu
- Al-Qur'an.
- Oleh karenanya dalam Al-Qur'an surah
- Az-Zumar ya di ayat
- 35
- kita kembali
- ingin mendengarkan Allah Subhanahu wa
- taala berfirman. H
- kita akan baca dari ayat
- 32 hingga 35 yaitu firman Allah dalam
- Quran surah Azzumar.
- Faman adlamu mimman
- kadzaba alallahi
- waadzaba bisidqi idah
- alaisa fi jahannama matwall lil kafirin
- walladzi jaa
- bisidqi wasaddaq bih ulaika
- lahum ma yasyaabbihim
- dzalika jazaul
- muhsin
- liyukffirallahu
- anhum
- aswaalladzi
- amilu
- waajziahum
- ajrahum biahsanil
- Perhatikan.
- Ayo kita simak dengan seksama
- ijtima agar mendapatkan bisyarah dari
- Allah.
- Allah berfirman,
- "Ketahuilah, faman adlamu mimman kadaba
- alallah."
- Allah memberitahukan bahwa tidak ada
- orang yang lebih zalim.
- Pemberitahuan bahwa orang yang paling
- zalim di antara orang-orang zalim
- siapa mereka? Tidak ada orang yang
- paling zalim. Yang lebih zalim melebihi
- orang yang kadaba alallah.
- Berbohong.
- berani berdusta mengatasnamakan Allah.
- Ini orang yang paling zalim
- ya. Membunuh orang perbuatan zalim.
- Memutilasi lagi ramai nih kan Agus.
- Heeh.
- Ya, ada berita orang Sumatera ya.
- Iya.
- Yang memutilasi pasangannya
- hingga tulangnya dicacak lebih dari 500
- potong. Innalillah wa inna ilaihi
- roajiun. Matanya dicongkel.
- [mendengus]
- Lailahaillallah.
- Bully, perkusi,
- berzina, korupsi, mencuri, itu semua
- perbuatan zalim. Tapi tahukah ada yang
- lebih zalim dari itu? Siapa?
- Man kadaba alallah.
- Orang yang berani berbohong atas nama
- Allah.
- bisa bersumpah palsu.
- Heeh.
- Demi Allah.
- Patal bohong. [berdehem] Atau seseorang
- yang mengatasnamakan Allah
- lalu melegakkan sesuatu
- alias berdusta atas nama Allah.
- Au kadzaba waadzaba bisidqi id jaahu.
- Ada lagi orang yang paling zalim itu
- orang yang mendustakan
- kebenaran yang datang dari Allah yang
- dibawa oleh Rasulullah.
- Mendustakan Al-Qur'an.
- Apa sih maksud dari mendustakan
- Al-Qur'an itu?
- Ditanya oleh orang, "Antum percaya
- enggak sih Al-Qur'an itu datang dari
- Allah?" Oh, percaya.
- 100% percaya. Haqul yaakin.
- Antum percaya enggak sih? Semua isi
- ajaran Quran adalah nilai-nilai
- kebenaran dalam kehidupan yang tidak
- mungkin melenceng dan salah. percaya
- 100%
- haqqul yakin.
- Namun sayang
- dia mendustakan kebenaran itu dengan
- cara tidak mau menjadikan Al-Qur'an dan
- nilai-nilai kebenaran yang terdapat
- dalam Al-Qur'an sebagai neraca dan
- pedoman undang-undang dalam
- kehidupannya.
- Dia lebih mempercayai, mengikuti
- undang-undang buatan manusia, tapi tidak
- mau membenarkan aturan dan undang-undang
- yang datang dari Allah melalui baginda
- Rasulullah sallallahu alaihi wa
- wasallam.
- Idz jaahu.
- Maka Allah katakan untuk orang yang mai,
- bagaimana? Alaisa fi jahannama matwan
- lil kafirin.
- Bukankah
- jahanam itu
- tempat yang paling terbaik bagi
- orang-orang yang menutup diri dari
- kebenaran apa? Kebenaran yang datang
- dari Al
- Allah.
- Sebaliknya walladzi jaa bisidqi
- dan orang-orang.
- Dan adapun orang yang datang dengan
- membawa kebenaran
- ya
- membawa kebenaran datang ke mana pun
- membawa kebenaran yang datang yang ada
- dalam Al-Qur'an wasaddaqo bihi dan
- membenarkan
- nilai-nilai
- kebenaran yang terdapat dalam Al-Qur'an.
- Ulaika humul muttaquun. Mereka itulah
- sejatinya orang-orang yang bertakwa
- alias para petakwa sejati. Makanya dar
- itu di antara definisi kaum muttaqin
- adalah orang-orang yang datang membawa
- kebenaran yang terdapat dalam Al-Qur'an.
- Ke manaun, di lingkungan manaun, di
- komunitas manaun, dia membawa
- nilai-nilai kebenaran Al-Qur'an dan ia
- benarkan, tidak ia dustakan. Itu ciri
- orang-orang muttaqin.
- Apa balasan untuk mereka? Lahum ma
- yasyaunahim.
- Untuk mereka apa yang mereka inginkan di
- sisi Tuhannya.
- Dalika jazaul muhsinin. Itulah
- balasan yang layak, yang pantas bagi
- orang-orang yang perfect,
- yang sempurna.
- Jadi orang muhsin itu artinya apa?
- Ahsana yuhsinu. Kalau hasanun bagus.
- Kalau muhsinun orang-orang yang
- melakukan sesuatu ya dengan sempurna.
- Apa saja? Apa saja profesi profesinya?
- Bila dia kerjakan dengan penuh
- kesempurnaan
- Heeh. dengan kebaik dengan nilai yang
- terbaik. Maka itulah disebut dengan
- orang-orang muhsin.
- Muhsin.
- Nah, orang muhsinnya apa? Orang-orang
- yang mendapatkan balasan. Apa itu kata
- Allah? Jadi orang nih kalau selalu apa?
- Ingin menjadi yang terbaik dalam setiap
- pekerjaannya,
- terbaik dalam setiap tugasnya. Misalkan
- Agus jadi host, host yang terbaik.
- Saya narasumber menyiapkan bahan e
- menyampaikan hal yang terbaik.
- Kameramen, operator bekerja bukan
- asal-asalanya muhsin ya melakukan
- sesuatu dengan apa namanya penuh
- kesempurnaan.
- Apa kata Allah Subhanahu wa taala?
- liyukiro anhum
- aswaalladzi amilu.
- Allah punya tujuan menghapuskan
- aswaalladzi amilu yang paling buruk dari
- pekerjaannya. Lihat coba
- dia orang muhsin ini orang yang selalu
- berusaha untuk melakukan hal yang
- terbaik, menjadi yang terbaik,
- menyelesaikan tugas dengan nilai yang
- terbaik. Namun manusia itu kan tempatnya
- luput dan salah serta lupa. Sudah
- berusaha untuk menjadi terbaik, masih
- juga terpeleset melakukan hal yang tidak
- baik. Lalu bagaimana nasibnya? Setiap
- orang yang ingin menjadi seorang muhsin,
- Allah pun punya tujuan. Bila
- karena begini, Allah itu selalu melihat
- proses, bukan hasilnya.
- Ya, bukan hasil. Tapi Allah melihat pro
- proses. Maka
- ketika seseorang sudah punya niatan,
- keinginan, upaya, usaha secara maksimal
- untuk menjadi yang terbaik. Namun bila
- masih bila masih terjebak melakukan
- kesalahan, keburukan, apa kata Allah?
- Liyukirallah
- anhum aswaalladzi amilu. Allah punya
- keinginan ingin menghapus dari mereka
- yang paling buruk, yang paling jelek
- dari amal atau pekerjaan mereka.
- Kemudian wayziahum ajrahum. Lalu Allah
- memberikan balasan atas sebagai upah
- dari usaha mereka. Yang bagaimana?
- Ahsanalladziu
- yamalun.
- Subhanallah. Wahai hamba-hamba Allah
- Taala. Fabiayikum
- tukadziban. Adakah Tuhan yang lebih baik
- dari Allah Subhanahu wa taala? Jika
- seorang dari kita mau berusaha untuk
- menjadi seorang yang muhsin, perfect,
- sempurna dalam usaha dan tujuan, lalu
- terjadi kesalahan.
- Lalu salah dalam berbuat. Allah ingin
- menghapuskan yang terburuk dari usaha
- kita, dari pekerjaan kita. Dan Allah
- menginginkan memberikan balasan sebagai
- ganjaran untuk mereka dengan balasan
- yang lebih baik
- h
- dari yang mereka lakukan. Jadi gini
- Agus,
- matematika Quran atau matematika Allah
- beda dengan matematika kita.
- Heeh.
- Matematika kita 1 + 1 berapa? Dua.
- Dua. Kalau matematika Quran 1 + 1 11
- ya. Subhanallah ya.
- Heeh.
- Tapi kekurangan, kesalahan cukup satu
- balasannya.
- Tapi kebaikan Allah akan berikan balasan
- lebih baik dari apa yang dia kerjakan.
- Subhanallah. Maka tadi itu ya dalam
- Al-Qur'an
- surah Az-Zumar di penutup kita ini ada
- pesan dari Allah Subhanahu wa taala di
- ayat ke-55.
- Namun mestinya kita baca dari ayat 53
- agar sempurna kajian tausiah siang dari
- Al-Qur'an kali ini. Apa kata Allah? Coba
- kita dengarkan.
- qul ya ibadialladzina
- asrofu
- ala
- anfusihim
- laa taqnatu mir rahmatillah
- innallaha
- yaghfirudzunuba
- jami
- innahu
- huwal ghafurur rahim
- Wauwbikum
- wa aslimu lahu min qobli ay ya'tiyakum
- min qobli ay ya'tiyakumul
- adzabu tsumma laa tunsarun
- wattabiu
- ahsana
- unzilaikum
- watabiu
- ahsana ma unzila ilaikum mir rabbikum
- min qobli ay ya'tiyakum
- min qobli ay ya'tiyakumul
- adzabu baghtatan
- wa antum laa tasy'urun
- Allah sodq Qallah. Sodqallahul
- aliyul adzim.
- Penutup tausiah siang kita hari ini.
- Pesan Allah di penghujung ayat yang
- menjadikan tema kita pagi siang hari
- ini. Ikuti yang terbaik yaitu Al-Qur'an
- baru ikuti yang lain. Kenapa? Dengarkan
- Allah menyampaikan pesannya buat kita.
- Qul bacakan wahai rasulku.
- Qul katakan wahai rasulku kepada siapa?
- Ya ibadialladzina
- asrofu ala anfusihim.
- Wahai hamba-hambaku
- yang melampaui batas
- terhadap dirinya.
- Ini buat saya nih ayat Kang Agus buat
- saya atau buat mungkin buat pendengar
- yang merasakan hal yang sama.
- Allah memanggil hamba-hambnya.
- yang sudah melampaui batas
- merugikan dirinya sendiri dengan
- melakukan hal-hal yang dilarang
- tidak disuka oleh Allah subhanahu wa
- taala.
- Apa panggilan Allah yang Allah serukan?
- Nabi disuruh menyampaikannya.
- La taqnatu min rahmatillah.
- Jangan kalian pernah berputus asa dari
- rahmatnya Allah.
- Sekalipun hidup Anda berlumuran dosa.
- Kenapa? Warahmati wasi'at kullai.
- Rahmatku itu meliputi segala sesuatu,
- mengalahkan kemurkaanku sekalipun,
- dan melewati ketentuan buruk dariku. Itu
- rahmatku, kata Allah.
- Maka la taknatu min rahmatillah, jangan
- pernah ada di antara kita yang
- putus asa dari rahmatnya Allah. Kenapa?
- Innallaha yagfirudzunuba jamia.
- Sungguh Allah itu selalu memberikan
- ampunan
- dosa-dosa
- semuanya.
- Bermacam dosa, bentuk dosa, ukuran dosa,
- waktu dosa.
- Semua Allah berikan ampunan saat para
- pelaku dosa
- menghadap Tuhannya.
- mengadukan, mengakui kesalahannya,
- meneteskan air matanya dan memohon
- ampunan padanya. Innallaha
- yagfirudzunuba jamiah.
- Innahu huwal gfurur rahim. Sungguh Allah
- itu maha pengampun lagi maha penyayang.
- Gfur Allah yang maha pengampun. Sebesar
- apapun dosa kita, asal mau minta ampun,
- Allah ampuni. Kemudian waibu ilabbikum.
- Yang penting kamu mau kembali kepada
- Tuhan kalian. Kembali kepada Allah. Wa
- aslimu lahu. Pasrahkan jiwa ragamu untuk
- Allah.
- Minqobli yatiakumulzabu tumma la
- tunsarun. Yang penting ingat catatannya
- ada. sebelum azab datang pada kalian,
- akibatnya kalian tidak ada yang
- memberikan pertolongan. Yaitu
- bertobatlah, mintalah ampun pada Allah
- sebesar apapun dosa kalian sebelum
- meninggalkan dunia, sebelum ajal
- menjemput kita. Dan kata Allah, pesan
- Allah yang terakhir, wattabi'u.
- Berittibalah
- dan ikutilah yang terbaik dari apa? Ma
- unzila ilaikum mirbikum.
- Ikuti yang terbaik dari apa yang Allah
- turunkan pada kalian. Kitab-kitab Allah
- banyak yang Allah turunkan pada para
- nabi rasul. Tapi ikut yang terbaik yaitu
- Al-Qur'an. Sebelum azab datang tiba-tiba
- dan kalian tidak mampu merasakan atau
- tidak mampu punya kesempatan berlari
- dari azabnya Allah. Ikuti yang terbaik
- yaitu Al-Qur'an. Baru setelah itu ikuti
- yang lainnya. Mudah-mudahan tausiah
- siang hari ini bermanfaat buat saya,
- buat Kang Abi Agus, kru di Rasil dan
- seluruh pendengar dan umat Islam di mana
- saja berada.
- Baik. Barakallah li wakum fil quranilim
- wafaani waakum bima fihi minal ayatikril
- hakim taqobala minni winkum tilawatahu
- innahu huul alim.
- Baik, sebelum berpisah satu pertanyaan
- Ustaz.
- Mangga silakan.
- Ee ini sudah masuk dari tadi dari Ibu
- Nur. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ya, Ibu Nur. Mudah-mudahan
- Allah berikan kita Nur.
- Amin. Apa yang harus saya lakukan biar
- lebih sabar untuk menghadapi ujian dari
- orang-orang terdekat?
- Tiap saya tiap lima waktu dan salat
- sunah yang lain saya selalu berdoa
- kepada Allah Subhanahu wa taala
- diberikan anugerah untuknya. Terima
- kasih. Kemudian dari Bapak Ahmad di
- Tangerang usia 63 tahun. Asalamualaikum
- Ustaz. Saya sering merenung. Apakah umur
- panjang ini juga termasuk nikmat yang
- sering dilalaikan manusia? Bagaimana
- sebaiknya kami yang sudah berusia lanjut
- memanfaatkan sisa umur agar tidak
- sia-sia?
- Masyaallah. Yang pertama dari Ibun Nur.
- Ya Nur ya Nur ya. Wasta'inu bisobri
- wasah
- wa innahu lakabiratun
- illa alal khasiyi'in.
- Wasta'in bisobri wasalah. Wasta'in
- bisobri wasalah. Mintalah pertolongan
- dan bantuan Tuhan dengan sabar menjalani
- ujian dan berbanyak doa.
- Ya, memang itu berat, tapi itulah
- gambaran pahala yang besar untuk
- orang-orang yang khusyuk. Bapak yang
- bertanya, bagaimana sisa umur
- mengisinya? isi umur, sisa usia dengan
- menambah durasi dan keakraban kita
- dengan Al-Qur'an.
- Itu saja, semoga bermanfaat. Barakallahu
- fikum. Baik,
- dua pertanyaan langsung dijawab dengan
- singkat oleh Ustaz Fawas Habizawiyah dan
- itu menjadi ee penutup kita di siang
- hari ini. Ikhwan dan akhwat, sebelum
- ditutup kesimpulannya, Ustaz
- ikuti Al-Qur'an.
- Heeh. Karena Al-Qur'an adalah yang
- terbaik yang Allah datangkan dan
- turunkan buat manusia. Setelah itu
- silakan ikuti yang lain. Baik. Baik.
- Terima kasih Ustaz jazakallah atas
- tausiahnya dan akhwat. Ustaz sudah jumpa
- kita di hari ini. Semoga apa yang beliau
- sampaikan bermanfaat bagi kita semua.
- Akhirul kalam kami yang bertugas mohon
- undur diri. Billahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikum