Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [Musik] 0:07 [Tepuk tangan] 0:12 [Musik] 0:17 [Tepuk tangan] 0:24 [Musik] 0:27 [Tepuk tangan] 0:33 [Musik] 0:44 Rasil 0:46 TV untuk Islam yang satu. 0:56 [Musik] 1:07 Asalamualaikum warahmatullahi 1:09 wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil 1:11 alamin. Allahumma sholli ala Muhammad wa 1:13 ala ali Muhammad wa ba'du. Dipacarkan 1:16 dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36 1:18 Kalimanggis, Cibubur, Bekasi. Radio 1:21 Silaturahim dan Rasil Visual untuk Islam 1:23 yang satu. Bagaimana kabarnya Iwan 1:26 Akhwat di siang hari ini? Semoga kita 1:28 selalu semangat dalam menjalankan segala 1:30 aktivitasnya dan semoga kita selalu 1:33 dalam perlindungan Allah subhanahu wa 1:34 taala. Amin ya rabbal alamin. Dan senang 1:37 sekali wan akhwat saya Panji Ahmad besar 1:39 yang bertugas di siang hari ini akan 1:40 menemani Ikhwan dan Akhwat dalam tausiah 1:42 siang bersama Ustaz Ahmad Zakir dan 1:45 alhamdulillah beliau telah hadir bersama 1:46 kami di studio. Mari kita sapa terlebih 1:49 dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi 1:50 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:52 warahmatullahi wabarakatuh. Kabar sehat, 1:54 Ustaz? Alhamdulillah. Alhamdulillah. 1:56 Kita masih meneruskan ee kajian 1:59 hadis-hadis kemarin, Ustaz, ya, di dalam 2:00 kitab Mukhtar Hadis Annabawiyah. Iya. 2:02 Iya, betul. Baik, Wahwat. di siang hari 2:05 ini kita live alhamdulillah dan bagi 2:08 warna hot yang mendengarkan kami di 2:09 daerah-daerah melalui kanal AM720 2:12 ataupun channel YouTube kami di Rasil TV 2:15 bisa dicatat dari sekarang untuk layanan 2:17 interaktif ataupun ee mengirimkan 2:20 pesannya silakan kirimkan ke nomor 2:26 0811999720 itu nomor untuk WhatsApp 2:28 ataupun SMS. Adapun untuk pelayanan 2:30 interaktif silakan hubungi di nomor 2:35 0218451512. Baik Warambat sebelum kita 2:37 melangkah lebih jauh lagi bersama Ustaz 2:39 Ahmad Zaki, mari kita buka tausiah siang 2:41 kali ini dengan doa menuntut ilmu. 2:43 Rabbana zidna ilman nafi'an warzuqna 2:47 fahman taman. Amin ya rabbal alamin. Dan 2:50 akhwat bersama Ustaz Ahmad Zaki dalam 2:54 pembahasan kitab Mukhtarul Ahadis 2:56 Annabawiyah. Kepada Ustaz kami 2:58 persilakan. 3:02 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 3:05 Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi 3:07 hamdan yuwafi niamahu wa yukafiu 3:11 mazidah. Ya rabbana lakal hamdu wak 3:14 syukru kama yanbag jalalik waimtanik. 3:19 Subhanakallahumma lafsianaan alika anta 3:22 kamaita ala nafsik. Wa ashadu alla 3:26 ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa 3:29 ashadu anna sayyidana wa nabiyana 3:32 Muhammadan abduhu wa 3:34 rasuluh. Allahumma fasolli wasallim 3:37 wabarik waadzim ala abdika wa rasulika 3:40 Muhammadin wa ala alihi wasahbih. 3:43 Shatan wasalaman daimaini mutalazimaini 3:48 ila 3:49 yaumiddin. Amma 3:52 ba'd. Para 3:54 pendengar radio silaturahim yang 3:56 dirahmati Allah. Asalamualaikum 4:00 warahmatullahi 4:03 wabarakatuh. Syukur alhamdulillah pada 4:06 siang hari ini kita dapat melanjutkan 4:10 taklim kita seperti biasa. 4:14 yaitu Takrir kitab Mukhtarul Ahad 4:20 an-Nabawiyah. 4:22 Semoga Allah Subhanahu wa taala 4:25 memberikan 4:26 pencerahan pada 4:29 kita, memberikan rahmah, maunah, taufik, 4:34 hidayah sehingga 4:36 kita tetap berada di jalan yang benar. 4:42 Sebelum kita lanjutkan, seperti biasa 4:45 taklim ini kita awali dengan ummul Quran 4:48 suratul 4:50 fatihah. Semoga Allah limpahkan kebaikan 4:52 buat kita semua. 4:56 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 4:58 Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi 5:00 rabbil alamin arrahmanirrahim. 5:04 maiki 5:05 yaumiddin iyaka na'budu wa iyaka nasta 5:10 ihdinasirathal 5:11 mustaqim shathalladzina an'amta alaihim 5:15 ghairil maghdubi alaihim 5:17 [Musik] 5:21 waladin 5:22 [Musik] 5:24 amin para pendengar radio silaturahim 5:29 rahimakumullah insyaallah beberapa hadis 5:33 Kita akan bacakan siang hari ini yang 5:37 pertama hadis 5:41 ke501. Ruyaan Rasulillahi sallallahu 5:44 alaihi 5:46 wasallamatun yatahaddasuna fiillil arsi 5:51 amininasu fil hisaba. 5:55 Ada tiga kelompok 5:58 manusia 5:59 yang mereka sudah 6:03 bersenang-senang di bawah arasy, di 6:05 bawah naungan Arasy atau berada di surga 6:09 dalam keadaan riang 6:11 gembira. Wanasu fil hisab. Padahal 6:14 sebagian manusia yang 6:16 lain masih berada dalam 6:20 hisab. Jadi secara bergantian. 6:24 Karena jumlah manusia yang sedemikian 6:28 banyaknya. Yang pertama, rajulun lam 6:31 takudhu fillahi laumatu 6:35 laim. Orang yang akan masuk 6:40 surga lebih 6:42 dahulu. Padahal banyak manusia yang 6:45 masih dalam 6:46 hisab. Nah, pertama adalah rajulun. 6:52 Seseorang lam takudhu fillahi laumatu 6:56 laim yang tidak 6:59 dipengaruhi oleh 7:02 hujatan 7:05 cemooh 7:07 selagi berada dalam 7:10 kebenaran, selagi berada di jalan Allah. 7:15 dakwah 7:18 fillah menyampaikan 7:20 kebenaran dengan penuh 7:27 ketulusan dalam perjalanan dakwah. 7:31 Kita tahu dari semenjak Rasulullah 7:34 sallallahu alaihi wasallam bahkan bukan 7:37 cuma Nabi Muhammad tapi nabi-nabi 7:39 sebelum beliau juga memang sudah sunatud 7:43 dakwah marahilud 7:46 dakwah. Perjalanan dakwah 7:49 ini 7:51 senantiasa banyak 7:54 hambatan-hambatan, enggak ada yang 7:56 mulus. 8:00 Ujian dalam dunia dakwah itu hal biasa. 8:06 Dan kalau kita 8:09 perhatikan dari dulu, dari zaman para 8:12 nabi dan 8:14 rasul sampai zaman para sahabat, tabiin, 8:17 tabiut tabiin, aimmatul 8:21 muslimin, 8:23 memang mereka semua berhadapan dengan 8:28 para 8:29 penguasa, berhadapan 8:31 [Musik] 8:33 dengan manusia-manusia yang 8:38 diktator itu sunatun dakwah. Bagaimana 8:42 Nabi Allah Ibrahim menghadapi penguasa 8:45 pada saat itu Namrud. 8:48 Bagaimana Nabi Musa berhadapan dengan 8:52 Firaun sebagai penguasa pada saat 8:57 itu. Bahkan kalau kita 9:02 perhatikan 9:05 imam-imam yang disiksa, 9:09 diboikot cuma karena ingin menegakkan 9:11 kebenaran. 9:14 Jadi 9:15 dakwah mengajak orang ke jalan 9:18 Allah, menyampaikan yang hak, menegakkan 9:22 keadilan, kebenaran, 9:25 kejujuran. Semua perjalanan dakwah 9:31 ini dipenuhi oleh 9:34 tantangan-tantangan, ujian, cobaan, 9:37 penderitaan hidup. 9:40 Selagi kita tetap 9:43 konsisten lillah wafillah 9:47 semata-mata karena Allah di jalan 9:52 Allah kita 9:54 tidak 9:56 terpengaruh oleh apapun 9:59 juga termasuk hambatan, ancaman, teror, 10:03 intimidasi. Nah, saat 10:05 ini kita kaum muslimin merasakan 10:09 betul bagaimana 10:12 ada 10:13 tuduhan-tuduhan 10:15 radikal, ekstrem, teroris dan sebagainya 10:20 itu ditujukan ke kita kaum 10:26 muslimin 10:27 yang terkadang membuat kita tidak punya 10:31 harga diri. 10:33 membuat kita 10:36 cemas, membuat 10:38 kita 10:42 ketakutan. Tapi 10:43 itulah perjalanan dakwah. Nah, jadi 10:47 tetap selagi kita berada di rel yang 10:50 benar, kita juga dengan akhlakul 10:53 karimah tidak sembarangan, tidak 10:56 menghujat ke sana ke sini, tetap 11:01 kita 11:02 jalan 11:04 konsisten, tidak kita pedulikan apapun 11:07 juga yang 11:09 menghambat perjalanan dakwah. 11:13 Kemudian yang kedua, warajulun lam 11:15 yamudda yadaihi ila ma lam 11:18 yahillalah. 11:19 Kedua, seorang yang akan masuk lebih 11:22 dahulu daripada orang 11:25 lain. Seseorang yang tidak pernah 11:27 mengulurkan 11:29 tangannya, mengambil yang tidak halal. 11:40 ini 11:42 berarti seperti 11:44 pencurian, 11:46 korupsi, sogok-menyogok. 11:50 Nah, 11:51 kemudian kalau sekarang juga kita 11:54 manipulasi data, 11:57 angka itu semuanya bisa jadi mengelurkan 12:03 tangan menuju yang tidak halal. 12:07 Jadi caranya mungkin kalau di zaman 12:09 dahulu cuma mencuri, tapi kalau zaman 12:12 sekarang kita 12:14 klik megang kita pegang HP kita klik 12:16 saja itu 12:19 mungkin sudah melakukan perbuatan yang 12:22 baik ataupun yang tidak 12:25 baik. Jadi semua itu berkembang. 12:28 Kemudian ketiga, warajulun lam yanzur 12:30 ila ma harramallahu alaih. Ketiga, 12:33 seorang yang tidak mau melihat yang 12:36 diharamkan oleh Allah Subhanahu wa 12:38 taala. Nah, saat ini memang tantangan 12:40 kita cukup 12:43 banyak. Enggak usah di luar rumah. 12:46 Dalam rumah juga ketika kita melihat 12:48 televisi, melihat medsos, melihat 12:52 kalender dan sebagainya itu banyak yang 12:56 sebenarnya mata kita dilarang untuk 13:00 menatap yang demikian. 13:04 Nah, apalagi kalau kita keluar rumah itu 13:07 yang sudah jelas aurat 13:10 perempuan yang begitu banyak 13:13 terbuka, yang mempesona, yang 13:18 menggiurkan dan enggak 13:21 sedikit remaja-remaja, pemuda kita, 13:25 generasi penerus bangsa rusak karena 13:28 masalah ini. Jadi masalah 13:31 seks, video-video 13:34 mesum 13:36 ternyata jauh lebih bahaya daripada 13:41 narkoba, lebih berbahaya daripada miras. 13:49 Ternyata ketika mata 13:53 melihat yang dilarang oleh 13:55 Allah melihat hal-hal yang 13:59 porno ya 14:01 porno aksi bukan sekedar pornografi, 14:04 tapi 14:06 pornoaksi yang tersebar luas di 14:11 medsos itu 14:13 ternyata begitu cepat 14:16 merusak otak. 14:18 Jadi jaringan 14:20 saraf itu banyak yang 14:23 rusak karena 14:26 menyaksikan tontonan-tontonan yang mesum 14:29 seperti 14:31 itu. Makanya enggak sedikit kalau kita 14:34 perhatikan ketika kita melihat 14:37 televisi, ada anak SD mempraktikkan 14:40 hal-hal seperti itu. Jadi bukan saja 14:43 sekarang anak kuliahan atau anak SMA, 14:46 tapi anak SD pun sudah ada yang praktik 14:51 demikian. Dan enggak sedikit yang jadi 14:53 korban pun anak-anak kecil, anak yang 14:56 umur 6 tahun, 7 tahun ya garis-garis 15:00 cilik menjadi korban. 15:03 Memang itulah lahan empuk untuk merusak, 15:07 menghancurkan sebuah 15:09 negara. Ketika moral generasi muda ini 15:12 hancur, maka dengan 15:15 mudahnya negara tersebut hancur. Jadi 15:18 ketika moral remaja, 15:21 moral orang-orang dewasa, moral kita 15:25 semua. Nah, apalagi yang mempertahankan 15:28 negara ah termasuk polisi, tentara. Nah, 15:31 kalau moral mereka sudah hancur, maka 15:34 dengan mudahnya negara ini akan hancur. 15:37 Ah, jadi salah satu langkah untuk 15:39 menghancurkan bangsa dan negara itu 15:44 melalui tontonan-tontonan yang mesum. 15:49 Nah, jadi di sini ketika kita menjaga 15:52 mata memang bukan hal yang 15:55 mudah kita menjaga mata, tapi Allah akan 15:59 gantikan dengan kenikmatan ibadah dan 16:02 Allah akan berikan ee surga yang penuh 16:06 dengan kenikmatan. 16:09 Kemudian berikutnya hadis 16:12 ke-502. Ruya an rasulillahi 16:14 shallallallahu alaihi wasallam salatun 16:17 yuhibbuhumullahu azza waall. Ada tiga 16:21 kelompok juga yang dicintai oleh Allah 16:23 subhanahu wa taala. Yang pertama rajulun 16:26 qoma minallaili yatlu 16:28 kitaballah. Ya, seorang yang membiasakan 16:32 diri bangun di tengah 16:35 malam bertahajud. 16:39 berdoa, salat, kemudian dilanjutkan 16:42 dengan yatlu 16:43 kitaballah, membaca 16:46 Al-Qur'an. Dan memang inti ibadah kita 16:49 membaca Quran. 16:51 Salat, bacaan yang wajibnya itu Fatihah. 16:55 Kemudian ditambah dengan bacaan-bacaan 16:57 yang sunah. Dan yang paling terpanjang 16:59 kalau kita salat di Timur Tengah, di 17:01 Makkah, di Madinah itu ayat Quran. 17:08 Jadi rukun yang paling panjang itu 17:10 ternyata waktu saat kita 17:12 berdiri. Di saat kita berdiri yang 17:14 dibaca itu ayat 17:16 Quran. Mereka ada yang membaca waqi'ah, 17:19 membaca 17:21 Ar-Rahman. Yang rakaat pertama, rakaat 17:23 kedua itu 17:25 panjang-panjang. Yang paling panjangnya 17:27 itu justru di waktu berdiri. Dan waktu 17:30 berdiri itu adalah membaca Quran. 17:34 Nah, jadi waktu bangun malam walaupun 17:36 salatnya katakan dua rakaat enggak 17:39 masalah, tapi Qurannya yang 17:44 panjang atau kita salat beberapa rakaat 17:48 dengan bacaan-bacaan yang pendek. 17:51 Kemudian kita sambung dengan tilawatul 17:54 Qur'an. Jadi biasakan di malam hari 17:57 sebelum terbit 17:59 fajar kita biasakan baca 18:02 Al-Qur'an. Mata kita membiasakan melihat 18:05 Al-Qur'an sebelum kita melihat orang 18:07 lain. Sebelum kita keluar rumah melihat 18:09 ini itu, mata kita terlebih dahulu 18:12 menatap Al-Qur'an imam kita. Kita 18:15 berkomunikasi, kita berdialog dengan 18:18 Al-Qur'an. 18:20 Kemudian kedua, warajulun tasdaqo 18:23 biyamini yukfiha 18:25 minimalih. Kedua, orang yang sangat 18:28 dicintai oleh Allah Taala. Orang yang 18:32 bersedekah tapi dia sembunyikan 18:35 sedekahnya sampai tangan kirinya pun 18:37 tidak 18:39 melihat. Ini hanya sebuah 18:43 perumpamaan. Tangan dia tidak bermata, 18:46 tangan tidak melihat. Nah, kenapa ada 18:49 istilah tangan kiri pun tidak melihat? 18:52 Itu hanya himbauan. Jangan sampai 18:56 kita bersedekah tapi punya 19:00 tujuan, punya 19:02 kepentingan. Nah, saat ini banyak orang 19:05 nyebar uang, tapi karena adanya 19:07 kepentingan. Bukan karena dia dermawan, 19:12 bukan karena dia cinta 19:14 sedekah, bukan karena 19:18 dia ingin beramal 19:21 saleh, tapi karena ada kepentingan. 19:25 Biasanya ini dilakukan di dunia 19:29 politik. Ada 19:31 istilah jaga image ya, ja. Ada istilah 19:36 pencitraan. Nah, itu macam-macam. 19:39 Nah, jadi untuk memperoleh suara dan 19:43 sebagainya, nah itu dilakukan hal itu. 19:46 Jadi kampanye sambil bagi-bagi uang. 19:50 Nah, bukan 19:51 itu yang 19:53 dimaksud. Tapi benar-benar sodqah 19:57 lillahi wafillah semata-mata karena 19:59 Allah Taala. Jadi tidak butuh pujian, 20:02 tidak butuh jabatan, tidak butuh 20:05 popularitas, tidak butuh acungan jempol. 20:09 Sebisa mungkin kita bersedekah tidak ada 20:11 yang 20:13 tahu. Sebenarnya juga 20:15 memang bukan masalah terlihat atau 20:18 enggak terlihat. Ini menyangkut 20:20 ketulusan hati kita. Biasanya kalau 20:22 tidak terlihat insyaallah hati kita 20:24 lebih terjaga. Tapi bukan berarti orang 20:27 yang terlihat sedekahnya berarti juga 20:30 enggak tulus. Banyak di antara mereka 20:33 yang walaupun terlihat tapi hati mereka 20:36 terjaga. Nah, bagaimana cara kita 20:38 menjaga kebersihan hati? Jangan sampai 20:41 punya tujuan-tujuan yang tidak 20:43 baik. E seperti 20:47 rier, ada lagi ujub, merasa bangga. 20:50 Jadi bisa saja tidak terlihat oleh 20:53 orang, tidak mendapatkan acungan jempol 20:55 tapi 20:57 ujub. Ini sama juga bahaya. Nah, jadi 21:00 tujuannya ini kebersihan hati. Mau 21:03 terlihat atau enggak terlihat, mau 21:05 dipuji ataupun dicemooh enggak 21:09 masalah, enggak 21:11 mempengaruhi hatinya. 21:16 Kemudian ketiga, warajulun kana fiatin 21:19 fanhazama ashabuh fastaqbalal 21:23 adua. Ketiga, laki-laki yang berada di 21:26 medan 21:28 perang kemudian fanhazama 21:31 ashabuh. Kawan-kawannya banyak terbunuh 21:34 di medan 21:35 perang. Jumlah semakin 21:38 sedikit apalagi kalau tinggal seorang 21:41 diri demi membela agama. mempertahankan 21:45 keutuhan bangsa dan 21:47 negara, mempertahankan 21:49 kehormatan, kemudian dia berhadapan 21:51 dengan musuh walaupun hanya seorang diri 21:55 demi untuk 21:56 menjaga dan membela kebenaran. 22:04 kita. 22:06 Alhamdulillah negara kita ini dikenal 22:09 dengan negara yang kaum muslimnya 22:13 terbesar di dunia. 22:16 Kita juga 22:18 dikenal walaupun bukan negara 22:23 Arab, tapi kita punya sejarah 22:27 Islam, jumlah kaum 22:30 muslimin. Nah, 22:32 kemudian yang kita bersyukur kepada 22:36 Allah Taala ya kita enggak bangga tapi 22:38 kita 22:39 bersyukur di mana pada akis 22:44 212 Allah 22:47 buktikan itulah kaum muslimin cinta 22:50 damai, cinta kebenaran. 22:53 Ah, ternyata kaum muslimin yang datang 22:57 berjuta-juta ke kaum muslimin datang 23:01 dari berbagai penjuru tapi tidak terjadi 23:06 benturan. 23:08 Alhamdulillah kita sudah bisa 23:10 membuktikan di mata 23:12 dunia inilah Islam yang rahmatan lil 23:17 alamin. Inilah Islam yang menjunjung 23:19 tinggi kemanusiaan. 23:22 Inilah Islam yang menghargai 23:25 perbedaan yang amat 23:29 toleran. 23:30 Bahkan enggak sedikit di antara 23:35 pengunjung terdiri 23:38 dari 23:41 nonmuslim. Ini satu kebanggaan buat 23:47 kita di mana ini bukan satu hal yang 23:49 mudah. 23:54 Tapi itulah sebuah 23:56 kenyataan yang tidak bisa 24:00 dibantah. Dunia 24:02 melihat, dunia 24:05 menyaksikan, dan 24:07 dunia membuktikan itulah 24:16 Islam. Kemudian berikutnya hadis yang 24:18 ke-503. 24:21 Ruya rasulillahi shallallallahu alaihi 24:23 wasallam salatun la yanurullahi ilaihim 24:27 yaumalqiamah. Ya, jadi ada tiga kelompok 24:30 yang Allah tidak akan lihat, Allah tidak 24:33 akan berikan 24:34 rahmah di hari kiamat nanti. Padahal 24:37 saat itu kita amat membutuhkan 24:40 rahmah, amat membutuhkan syafaah, 24:46 pembelaan. Wala yuzakkihim. 24:50 Bahkan Allah tidak sucikan dari dosa. 24:52 Allah tidak ampuni 24:54 dosa orang-orang tersebut. Walahum 24:57 adzabun alim. Dan kelak bagi mereka 25:00 Allah janjikan azab yang begitu 25:06 pedih. Jadi kalau 25:09 tadi itu yang 25:12 enak-enak. Nah, sekarang 25:15 ancaman yang pertama. Rjulun kana lahu 25:19 fadlu main bit thriq famanauh min ibn 25:22 sabil. 25:24 Ya, seorang yang tidak akan diampuni 25:26 oleh Allah Taala, tidak diterima amal 25:30 ibadahnya, dan Allah ancam dengan azab 25:32 yang 25:33 pedih adalah pertama seorang yang punya 25:39 kelebihan 25:41 air tapi dia tidak mau memberikan 25:45 kepada Ibnu 25:47 Sabil, para 25:50 musafir yang kehausan yang kekurangan 25:57 air. Jangan kita samakan dengan keadaan 26:00 kita di Indonesia zaman sekarang. Kalau 26:03 sekarang air melimpah, di mana pun juga 26:06 banyak. Kita mampir ke masjid, ke 26:08 musala, banyak air, yang jual air minum 26:11 juga banyak. 26:13 Beda dengan yang dulu ya. Di zaman dulu 26:17 yang memang belum ada pompa air, belum 26:19 ada produksi 26:20 air ya, pedagang-pedagang air dan 26:23 lain-lainnya. Air itu sesuatu yang 26:25 langkah, barang langkah, barang sulit. 26:28 Nah, sedangkan air juga sesuatu yang 26:30 amat dibutuhkan. Kita enggak bisa lepas 26:33 dari air. Setiap saat kita membutuhkan 26:35 air, baik untuk minum, untuk mandi, atau 26:40 untuk mencuci dan sebagainya. Yang jelas 26:43 kita tidak akan berpisah dari air. Ah, 26:46 dari 26:47 itu ketika 26:50 kita ingin tinggal di salah satu rumah 26:54 yang kita periksa airnya bagaimana, 26:57 sumber airnya dari 26:58 mana. Karena air ini sangat 27:08 vital kita kembangkan. 27:11 Jadi kalau di zaman dulu air itu begitu 27:14 berharga, begitu mahal karena barang 27:17 langkah. Nah, saat ini kita kalau di 27:19 Indonesia ya tentunya bukan barang mahal 27:22 lagi, 27:25 melimpah. Kita mampir mau salat termasuk 27:29 di jalan tol ada rest 27:32 area di masjid-masjid 27:34 musala. Kita enggak bingung-bingung air 27:37 melimpah ya. untuk minum juga banyak 27:40 musala masjid menyediakan air 27:43 minum. 27:45 Tapi 27:46 hadis hadis Rasul tetap 27:49 berlaku. Enggak ada istilah 27:53 ketinggalan, enggak ada istilah usang, 27:56 enggak cocok lagi dengan zaman sekarang. 27:58 Jadi yang namanya 28:00 kebutuhan itu tetap ada. Keadaan manusia 28:04 berbeda-beda. Saat ini banyak orang yang 28:07 membutuhkan bantuan kita, membutuhkan 28:10 perhatian. Mereka hidup di bawah garis 28:13 kemiskinan. Banyak orang-orang yang 28:15 terkena musibah, orang-orang yang 28:18 sakit yang tentunya mereka membutuhkan 28:20 bantuan dari kita. Nah, bagaimana 28:23 perhatian 28:25 kita? Di makanya di sini kata Nabi ada 28:29 tiga yang Allah tidak akan berikan 28:30 rahmah di yaumul qiamah. 28:33 Di antaranya orang yang tidak punya 28:35 perhatian, enggak ada rahmah di hatinya, 28:38 enggak punya belas kasih. Karena enggak 28:40 punya belas kasih, enggak ada kepedulian 28:42 dengan penderitaan orang lain, maka dia 28:45 juga akan dibiarkan oleh Allah Taala di 28:47 yaumul qiamah nanti. Bahkan akan 28:50 mendapatkan azab sebagaimana orang 28:53 tersebut tega kepada orang lain, berada 28:55 dalam kesulitan. 28:59 Nah, jadi hadis ini himbauan jangan 29:01 sampai kita enggak punya belas kasih, 29:03 jangan sampai kita pelit cuma karena 29:06 hubbud dunya kita sayang mengeluarkan 29:08 menggelontorkan harta kita di jalan 29:10 Allah 29:12 Taala. Kemudian yang kedua yang 29:16 mendapatkan ancaman dan tidak 29:18 mendapatkan rahmah di hari kiamat nanti. 29:20 Warajulun baya imaman la yubayuhu illa 29:24 lidunya. Nah, ini sangat penting sekali. 29:28 seorang yang berbaiat. Baiat memang di 29:32 zaman sekarang sudah enggak ada, tapi 29:33 kita mencoblos. Itu sama dengan 29:36 baiat. Jadi kalau di zaman 29:38 dulu baiat kita menjulurkan tangan, kita 29:43 berjabat 29:44 tangan, kita merestui orang yang kita 29:48 pilih, kita rida dengan seseorang 29:52 kemudian 29:53 kita ulurkan tangan kita untuk berjabat 29:56 tangan. 29:57 Kita katakan, "Aku rida engkau sebagai 30:00 khalifah. Aku rida engkau sebagai imam." 30:03 Kita menyatakan hal itu. Itu satu 30:07 keharusan. Nah, saat ini memang enggak 30:09 ada lagi baiat seperti itu. Tapi kita 30:14 mencoblos. 30:16 Kita 30:18 berkampanye, kita memilih, kita ajak 30:21 orang untuk 30:23 memilih. Ada yang jadi jurkam. Nah, ini 30:26 tidak berbeda 30:28 sebenarnya. Nah, sekarang orang yang 30:31 tidak akan mendapatkan rahmah di yaumul 30:33 qiamah nanti. Warajul baya imaman. 30:37 Seorang yang berbaiat kepada imam. 30:40 Memilih seorang pemimpin la yubayuhu 30:43 illa lidunya. Dia tidak akan mau memilih 30:45 kecuali karena dunia, karena adanya 30:47 kepentingan, karena dapat uang, karena 30:51 jabatan dan 30:55 lain-lain. Fain a minha rodya. Kalau 30:58 memang 31:01 kita ada di kelompok tersebut, kita 31:03 memilih orang tersebut, kita akan dapat 31:08 peluang jadi anggota 31:11 legislatif di kabinet. 31:14 ataupun 31:15 kita punya jabatan entah itu di partai 31:19 kita punya uang 31:21 banyak. Nah, kalau memang 31:24 kita dapat imbalan kita akan pilih, kita 31:28 akan 31:29 dukung. Waillam ytihi minhait. Tapi 31:33 kalau enggak dapat 31:34 apa-apa, kita akan hujat 31:36 habis-habisan. Kita enggak akan pilih, 31:39 kita enggak akan bela. 31:43 Nah, saat ini sudah banyak sudah marak 31:46 ya. Sama-sama kita tahu 31:49 walaupun saya enggak mau banyak bicara 31:51 dalam masalah ini, tapi kita sudah 31:54 sama-sama 31:55 merasakan 31:56 bagaimana ada orang memblok ke sana ke 32:00 mari. 32:01 Kita 32:02 lihat kalau kita membela seseorang 32:06 memang karena Allah walaupun kita enggak 32:08 dapat 32:09 apa-apa, kita enggak dapat 32:12 imbalan. Kita enggak menjadi pejabat, 32:15 enggak punya kedudukan, enggak jadi 32:18 tenar, seperak pun kita enggak dapat 32:21 apa-apa. Semata-mata karena Allah Taala 32:25 kita bela. 32:27 yang seandai 32:28 kata kalau kita berada 32:31 di kelompok tertentu, organisasi 32:34 tertentu atau partai tertentu, kita jadi 32:37 jurkam, kita akan mendapatkan bayaran, 32:41 mendapatkan iming-iming yang luar biasa. 32:46 Nah, 32:47 selagi kita membela 32:51 kebenaran, memilih 32:55 pemimpin 32:56 berdasarkan karena cinta Allah dan 32:59 Rasul-Nya. Karena orang yang kita pilih, 33:01 dia akan membela bangsa dan negara cinta 33:03 kepada Allah, akan membela hak-hak kaum 33:07 muslimin. Jadi, kita memilih dasarnya 33:10 cuma karena itu, bukan karena 33:12 kepentingan. 33:14 Nah, orang yang memilih pemimpin baik 33:18 itu gubernur sampai seterusnya 33:20 semata-mata lillahi wafillah nanti akan 33:25 mendapatkan pembelaan di yaumul 33:28 qiamah. Tapi kalau kita semata-mata 33:30 karena 33:32 dunia berarti kita termasuk orang yang 33:35 tidak akan dapat rahmat, enggak 33:37 mendapatkan ampunan di yaumul qiamah 33:39 nanti. Karena bukan sekedar kita salah 33:42 sesaat. 33:44 Kalau salah saya salah 33:47 sesaat, mungkin diri saya sendiri yang 33:50 akan merasakan 33:52 penderitaannya. Kalau saya salah jalan, 33:55 dulunya saya punya cita-cita ingin jadi 33:58 dokter, ingin jadi 34:01 gubernur, ingin jadi tentara, polisi, 34:04 dan sebagainya, tapi saya salah jalan. 34:08 Jadi saya sekarang saya bukan dokter, 34:11 saya bukan dosen, tapi saya cuma 34:16 sekedar apa 34:19 menjadi office 34:22 boy menjadi 34:25 kurir atau saya menjadi ojek 34:29 online karena saya salah 34:33 jalan. Itu cuma saya yang merasakan 34:35 seorang diri. Saya yang susah karena 34:38 saya yang salah jalan. Orang lain enggak 34:40 akan merasakan penderitaan karena 34:43 kesalahan yang saya 34:45 lakukan. Tapi ketika kita salah dalam 34:49 memilih pejabat, pemimpin, ini akan 34:52 membuat sengsara orang 34:56 banyak. Kesulitan demi kesulitan. 35:00 Nah, jadi orang yang memilih pemimpin 35:02 tidak dilandasi karena ketulusan lillahi 35:05 taala, bukan karena bangsa dan negara, 35:08 maka termasuk kalau memang orang Islam 35:10 berarti termasuk orang yang tidak akan 35:12 dapat rahmat Allah Subhanahu wa 35:15 taala. Kemudian yang 35:18 ketiga, yang tidak akan dapat 35:21 rahmat adalah warajulun halafa ala 35:25 silatih. Seorang yang bersumpah-sumpah. 35:30 menjual dagangannya. Laq biha 35:34 aksar mimma wahua 35:37 kadib. Jadi kalau ada orang ingin 35:41 membeli 35:43 menawar dengan harga 35:45 sekian kemudian si penjual ini 35:47 mengatakan tadi juga ada orang yang 35:49 menawar lebih tinggi dari tawaran Bapak 35:51 tapi saya enggak jual. Wahua kadib. 35:54 Padahal dia sudah berdusta. Enggak ada 35:57 orang menawar dengan harga setinggi 36:03 itu. Itu termasuk orang yang tidak akan 36:05 mendapatkan rahmah dari Allah Subhanahu 36:08 wa taala. Karena apa? Karena di hatinya 36:11 enggak ada 36:13 rahmah. Jadi, man la yarham la yurham. 36:17 Orang yang tidak punya rahmah, enggak 36:19 punya belas 36:20 kasih, enggak mau nolong orang, 36:23 meringankan beban, maka dia juga enggak 36:26 akan dapat rahmat dari Allah Subhanahu 36:27 wa taala di yaumul kiamah 36:29 nanti. Nah, jadi betapa pentingnya kita 36:33 memiliki rahmah, belas kasih, kasih 36:36 sayang kepada siapapun juga. Islam ini 36:39 agama rahmatan lil alamin. Bukan cuma 36:43 kita punya belas kasih kepada orang yang 36:45 sesama akidah, tapi yang namanya 36:47 penderitaan. Walaupun dia itu binatang, 36:50 walaupun itu anjing babi, walaupun itu 36:53 binatang yang hina, kalau memang dia 36:57 sakit, kita dianjurkan 37:00 untuk menjenguk orang sakit walaupun 37:02 beda akidah. Dalam Islam juga ketika ada 37:05 orang yang beda akidah meninggal dunia, 37:08 tetap kita dianjurkan untuk melayat. 37:11 Kita dibolehkan untuk ee mengantarkan ke 37:15 pemakaman. Kita juga 37:17 dibolehkan membersihkan 37:19 jenazahnya kecuali doa, salat itu yang 37:22 enggak boleh. Adapun kemanusiaan, maka 37:25 tetap kita dibolehkan. 37:27 Jadi yang namanya 37:29 toleransi, menghargai perbedaan agama 37:33 itu dalam Islam satu keharusan. 37:36 Bagaimana orang-orang Yahudi mendapatkan 37:39 pembelaan di zaman Nabi ketika ada 37:42 seorang muslim yang salah, apakah 37:44 Rasulullah membela si muslim karena 37:46 seakidah? Tidak. Ketika ada orang Yahudi 37:50 menjadi tertuduh padahal tidak melakukan 37:52 kesalahan, yang salah adalah seorang 37:54 muslim. Apakah Rasulullah membela si 37:58 muslim karena satu akidah? Sama sekali 38:01 tidak. Begitu juga sahabat-sahabat yang 38:04 lain menegakkan 38:06 kebenaran tanpa pandang 38:08 buruk. Walaupun Yahudi, Nasrani kalau 38:12 memang dia benar, dia yang akan dibela, 38:15 diberikan 38:17 haknya. Ini luar biasa. Jadi Islam ini 38:20 agama rahmatan lil alamin. Ah 38:23 sebagaimana Allah katakan Rasul Allah 38:26 mengutus Nabi wama arsalnaka illa 38:28 rahmatan lil 38:29 alamin. Ya, tidaklah aku utus engkau 38:32 semata-mata kecuali untuk ya rahmah lil 38:36 alamin. Dan Rasulullah juga dalam salah 38:40 satu hadisnya mengatakan, "Innama ana 38:44 rahmatun muhda." 38:47 semata-mata aku diutus adalah rahmatun. 38:51 Keberadaan aku atau diriku ini merupakan 38:54 rahmah, rezeki, anugerah dari Allah 38:57 Taala untuk kalian 39:00 semua. Jadi rahmat yang di satu 39:04 anugerah, satu hadiah. Jadi muhdah yang 39:08 diberikan hadiah ya hadiah gratis dari 39:12 Allah Subhanahu wa taala. 39:14 Allah utusnya Nabi Muhammad sallallahu 39:16 alaihi 39:20 wasallam. Nah, apalagi sekarang ini 39:23 bulan Maulid ya, banyak yang merayakan 39:25 Maulid di sana sini. Ah, saya juga 39:29 mengajak 39:31 agar peringatan perayaan Maulid saya 39:35 menganjurkan biar ada santunan di 39:39 samping ee ada kajian ceramah-ceramah 39:42 agama. 39:43 muatan dakwah, ada selawat, ada qiraatul 39:47 Quran, nanti ada pembacaan sejarah Nabi 39:51 dan sebagainya. Jadi ajang pertemuan 39:54 juga. Nah, di sana juga ada ajang apa? 39:58 Saling tegur 40:00 sapa. Kemudian ada makanan ringan ee 40:04 sampai makanan berat itu juga ada. Nah, 40:09 juga jangan 40:11 kita tidak ingat di sekeliling kita 40:15 banyak fuqara 40:17 masakin. Baik itu janda, yatim. Kita 40:21 enggak pandang janda atau yatimnya. 40:23 Kalau memang dia membutuhkan, kita 40:25 berikan. Walaupun dia bukan janda, 40:28 walaupun bukan yatim, tetap kita akan 40:31 berikan. Yang kita lihat susahnya, 40:33 penderitaannya. Jaga keadaan 40:36 saudara-saudara kita. 40:38 Jangan sampai orang lain lebih 40:41 duluan membantu mereka. Nah, jadi 40:45 alangkah baiknya ketika ada peringatan 40:48 perayaan-perayaan Maulid, ada santunan. 40:50 Kita data orang-orang yang tidak mampu, 40:53 kita berikan sembaku. Kemudian kita 40:56 bantu sedikitlah ya untuk meringankan 40:58 beban saudara-saudara kita. Nah, itu 41:01 saya membiasakan di tempat-tempat 41:03 maulid, di tempat-tempat saya mengajar 41:06 saya biasakan. 41:08 budayakan, tradisikan, berikan santunan 41:11 kepada fuqara dan masakin ya. Di samping 41:15 kita ee apa? Menjadikan maulid Nabi 41:18 sebagai lahan dakwah, mempersatukan 41:21 umat. 41:23 Kemudian yang hadis yang ke-504 mungkin 41:26 ini hadis yang terakhir. Ruya an 41:28 rasulillahi sallallahu alaihi wasallam 41:31 atayibu tubu an 41:34 nafsiha wal bikru ridha 41:38 somtuha. Atayib thas thaayib ini janda 41:41 ya. Kalau biker gadis 41:46 perawan atayib tubu an nafsiha. 41:53 Janda 41:55 juga banyak laki-laki yang berminat pada 41:58 janda. Kalau memang walaupun janda tapi 42:02 masih muda, janda tapi cantik, janda 42:06 tapi masih montok, itu saya kira banyak 42:10 yang berminat walaupun dia seorang 42:13 janda ya. Apalagi kalau gadis ya itu 42:17 lebih banyak lagi. Jadi kalau wanita 42:18 cantik, jandanya juga masih 42:21 dibutuhkan, masih orang mau apalagi 42:24 gadisnya. 42:25 Nah, jadi 42:28 janda kalau sekarang ya ini tradisi saya 42:32 sering menghadiri perkawinan ee 42:35 pernikahan itu nanti gadisnya yang 42:38 sebenarnya enggak harus seperti 42:40 itu. itu apalagi di hadapan orang 42:45 lain 42:47 apa 42:48 si 42:51 wanitanya pengantin wanitanya yang mau 42:54 dinikahkan terlebih dahulu disuruh minta 42:56 izin, disuruh minta bapak nikahkan saya, 43:00 Bapak ridain saya. 43:02 dan lain-lain. Sampai 43:05 akhirnya pengantin tersebut 43:07 nangis-nangis di hadapan orang yang 43:10 akhirnya makan waktu lagi semakin lama. 43:13 Ini sebenarnya bukan bagian dari ajaran 43:15 Islam. Kalaupun harus minta cukup di 43:19 kamar. Tapi juga yang namanya orang mau 43:21 nikah memang sebenarnya memang dia sudah 43:24 mau. Enggak mungkin kalau dia enggak mau 43:26 enggak siap dia mau di nikahkan. Karena 43:31 memang dia sudah mau, dia sudah 43:32 kepengin. Memang sebelumnya juga banyak 43:35 anak-anak sekarang pacaran sudah 2 3 43:38 tahun. Jadi enggak perlu lagi minta, 43:41 nikahkan aja langsung. Ya. Nah, kalau di 43:45 zaman dulu memang enggak ada tradisi 43:47 pacaran ke sana kemari. Bahkan saya 43:50 dengan kalimat-kalimat pacaran juga saya 43:52 enggak suka ya. Saya jarang sebenarnya 43:54 nyebut-nyebut kalimat pacaran karena 43:56 memang enggak ada dalam Islam. Jangan 43:59 dibiasakan. 44:03 Nah, jadi kalau kita mau menikahkan anak 44:07 kita yang gadis atau anak kita yang 44:11 janda, kalau ada orang mau ini karena 44:14 enggak ada tradisi pacaran ya. Jadi saya 44:18 umpamanya saya kepengin nikah atau 44:20 mungkin Bang Odi mau nikah lagi ya, 44:23 lihat perempuan karena enggak ada 44:25 tradisi pacaran. 44:27 Cukup kita bicara kepada bapaknya, 44:31 ibunya atau kita melihat ya melihat 44:34 karena memang harus melihat. Nah, 44:36 kemudian kita minta. Nah, si Bapak itu 44:39 bagaikan orang yang pemilik-pemilik 44:41 barang. Nah, si Bapak ini tanyakan 44:43 kepada anak gadisnya, kepada 44:48 jandanya, "Mau enggak nikah dengan si A 44:51 itu?" Si A datang senang sama kamu. Dia 44:54 ingin melamar kamu. Dia ingin menikahi 44:57 kamu. Mau 45:01 enggak? Nah, kalau 45:04 janda 45:05 itu karena sudah pernah 45:09 menikah, dia ada jawaban iya atau 45:13 enggak. Kalau enggak biasanya dia marah, 45:16 enggak mau menolak. Tapi kalau dibilang 45:19 iya berarti sudah nerima. Itu kalau 45:22 janda. Tapi kalau gadis, gadis 45:26 ini rasa malunya lebih tinggi. Jadi 45:29 kalau 45:30 perempuan kalau umpamanya ini kalau 45:32 orang-orang dulu ya yang tanpa meros apa 45:36 proses pacaran itu ditanya sama 45:39 bapaknya, "Benar mau sama 45:44 dia?" Itu untuk menjawab iya 45:48 malu. Jadi enggak perlu mendapatkan 45:51 jawaban iya. Saya mau jadi istrinya, 45:54 saya mau dinikahi. Enggak perlu jawaban 45:57 seperti itu. Tapi wa jawabuha somtuha. 46:02 Diamnya iya. Diamnya berarti iya. Oke. 46:07 Jadi enggak harus kita paksa untuk 46:09 menjawab 46:11 iya. Kalau dia marah dia tolak. Nah, 46:14 baru berarti dia enggak 46:16 mau. Ah, jadi pada umumnya perempuan 46:19 gadis kalau memang dia enggak mau dia 46:21 menolak. 46:22 marah-marah, enggak 46:24 menerima. Nah, jadi enggak 46:27 perlu keluar kata-kata iya. Nah, apalagi 46:32 sampai diminta ya, Bapak nikahi saya ya, 46:36 setiap orang sudah apa sudah lamaran, 46:39 sudah nyebar undangan ya emang sudah 46:42 setuju 46:43 semua. Nah, jadi itu hal-hal yang 46:46 sebenarnya enggak perlu ya, cuma semacam 46:49 drama ya. dipertontonkan di depan orang 46:54 lain. Kalau saya termasuk yang enggak 46:57 suka drama-drama seperti itu dan 47:00 alangkah baiknya kita semua enggak usah 47:03 dibudi ee dibudayakan hal-hal semacam 47:07 itu. Ya, jadi seorang bapak silakan 47:10 nikahkan. Enggak perlu calon pengantin 47:12 dibawa-bawa ke tempat pernikahan. Jadi 47:15 cukup ada di kamar. Saya juga dulu 47:18 seperti itu. Jadi enggak perlu 47:20 minta-minta. Cukup saya ijab kabul 47:22 dengan bapaknya istri saya di kamar 47:26 selesai. Ya, jadi enggak enggak jadi 47:28 tontonan. 47:30 Nah, tapi kalau kayak sekarang diminta 47:33 terlebih dahulu di depan orang sampai 47:37 nangis-nangis, 47:38 terisak-isak, akhirnya jadi lama lagi, 47:40 lama lagi. Nah, jadi ini walaupun saya 47:44 tidak tahu persis, saya termasuk orang 47:46 yang enggak suka dengan drama-drama 47:48 seperti itu, sandiwara ya. 47:51 Wallahuam. Semoga Allah subhanahu wa 47:54 taala memberikan pencerahan buat kita. 47:55 Amin ya rabbal alamin. Wasalamualaikum 47:58 warahmatullahi wabarakatuh. 48:00 Baik Ahwat, Ustaz Ahmad Zakir telah 48:02 menjabarkan beberapa hadis dari kitab 48:04 Mukhtarul Hadis Annabawiyah. Dan untuk 48:06 kita sebelum beralih ke sesi kedua, 48:08 baiknya Iwan Akhwat mencatat nomor SMS 48:11 ataupun WhatsApp. Untuk layanan tanya 48:13 jawabnya silakan kirim ke nomor 48:18 081199720. Adapun untuk layanan 48:20 interaktif silakan hubungi ke nomor 48:22 0218451512. 48:25 Sebelum kita kupas tuntas 48:27 pertanyaan-pertanyaan yang sudah masuk, 48:29 kita akan jeda terlebih dahulu dengan 48:30 aset berikut ini. 48:32 [Musik] 48:41 [Tepuk tangan] 48:46 [Musik] 48:51 [Tepuk tangan] 48:53 [Musik] 49:01 [Tepuk tangan] 49:07 [Musik] 49:19 [Tepuk tangan] 49:24 Yeah. 49:25 [Musik] 49:29 [Tepuk tangan] 49:31 [Musik] 49:39 [Tepuk tangan] 49:45 [Musik] 49:52 [Musik] 49:57 [Tepuk tangan] 50:03 [Musik] 50:07 [Tepuk tangan] 50:09 [Musik] 50:17 [Tepuk tangan] 50:19 [Musik] 50:24 Yeah. 50:31 [Musik] 50:35 [Tepuk tangan] 50:40 [Musik] 50:45 [Tepuk tangan] 50:51 [Musik] 50:55 [Tepuk tangan] 51:01 [Musik] 51:08 [Musik] 51:13 [Tepuk tangan] 51:18 [Musik] 51:23 [Tepuk tangan] 51:25 [Musik] 51:33 [Tepuk tangan] 51:39 [Musik] 51:46 [Musik] 51:51 H 51:54 Rasil 51:56 TV untuk Islam yang 52:07 [Musik] 52:16 satu. Radio Silaturahim dan Rasil Visual 52:19 untuk Islam yang satu. Terima kasih Wan 52:21 Akhwat masih bersama kami dalam tausiah 52:23 siang bersama Ustaz Ahmad Zaki. Dan 52:25 alhamdulillah di siang hari ini kita 52:26 live dan sudah memasuki sesi tanya 52:28 jawab. Kami akan bacakan satu-satu 52:30 pertanyaan yang sudah masuk ustaz ya. 52:32 Baik pertanyaan pertama dari hamba Allah 52:34 tidak menyebutkan tempat. Asalamualaikum 52:36 warahmatullahi wabarakatuh. 52:38 Waalaikumsalam. 52:40 Ustaz di kampung saya di daerah masih 52:42 ada aspek musala masjid yang tidak 52:44 memakai pengeras suara. Katanya tidak 52:46 boleh. Tapi para ustaznya juga masih 52:49 pada merokok. Ustaz. Nah, itu seperti 52:51 apa, Ustaz? Gimana? 52:53 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 52:55 alhimna rusdana waimna ma 52:58 yanfauna wazidna 53:02 ilma. Masalah sound system ya pengeras 53:08 suara itu sebagai salah satu media yang 53:13 membantu 53:15 untuk 53:17 menyampaikan dakwah ajakan. 53:22 Jadi yang namanya benda yaitu speaker 53:26 sound system terdiri dari benda ya, 53:31 mikrofonnya kemudian 53:33 speakernya semuanya itu merupakan 53:36 benda. Jadi benda ini kita enggak bisa 53:41 mengatakan bahwa benda ini haram ataupun 53:46 halal. Yang haram itu perbuatan. 53:50 Ketika ini umumnya sound system 53:53 ya. Saya gunakan di masjid untuk 53:57 dakwah, menyiarkan agama, 54:02 murattal dengan sistem yang yang sama 54:05 itu juga. Kemudian besok dipakai 54:10 digunakan untuk konser dengan 54:13 wanita-wanita yang setengah bugil. 54:16 bendanya itu-itu juga. Mikrofonnya itu, 54:18 salonnya itu, speakernya itu, ya, 54:22 amplifier-nya juga itu, semuanya itu 54:24 enggak ada 54:25 bedanya. Jadi kita enggak enggak bisa 54:27 mengatakan ini 54:29 dilarang. Jadi, yang dilarang itu 54:33 perbuatannya. Begitu juga uang. Ada 54:35 orang 54:36 korupsi, uangnya ya enggak apa-apa. Uang 54:39 itu kertas, benda. 54:44 Cuma bagaimana cara kita peroleh uang 54:47 tadi? Ya, kalau dengan cara berbohong, 54:50 korupsi, jelas 54:52 haram. Tapi yang haram itu sebenarnya 54:54 perbuatan ya. Uang ini beredar. Nanti 54:59 jatuh ke tangan orang baik, nanti jatuh 55:01 ke tangan orang enggak baik, 55:02 terus-menerus beredar. Jadi bukan 55:05 kertasnya yang haram, tapi 55:07 perbuatannya ya. Jadi kertas itu itu 55:10 juga uang yang sekarang ada di kantong 55:12 saya yang sekarang saya pegang. Saya 55:15 enggak tahu tadi pagi lusa ada di tangan 55:18 siapa uang 55:20 ini. Nah, jadi kita enggak bicara soal 55:24 sound systemnya, soal speakernya, 55:27 mic-nya, pengeras 55:30 suaranya, tapi pandangannya ya. Nah, 55:33 pandangan ini ketika 55:36 dikatakan bidah itu salah tempat 55:39 benar-benar. Ini saya kira mutlak ya, 55:41 bukan saya berbeda pandangan tapi 55:45 memang merupakan satu kesalahan kalau 55:48 dikatakan itu bidah dengan alasan di 55:52 zaman Nabi enggak ada. Itu banyak 55:54 sekarang alasan-alasan bidah karena di 55:57 zaman Nabi enggak ada. 56:00 Saya juga terkadang suka sudah bosan ya 56:02 bicara soal hal-hal seperti ini kok. 56:05 Kenapa? Oh, karena di zaman Nabi enggak 56:08 ada ya. Ya, karena memang belum masanya. 56:12 Seandai 56:13 kata Nabi hidup zaman sekarang, Imam 56:16 Syafi'i hidup zaman sekarang, saya kira 56:18 berbeda lagi 56:20 ya. Mungkin saja Rasulullah menggunakan. 56:23 Ah, tapi kita enggak usah terlalu jauh 56:24 ke sana. 56:27 Jadi 56:30 kalau dengan 56:34 alasan ri umpamanya itu masih saya 56:38 terima. Saya juga termasuk orang yang 56:41 enggak suka kalau jangkaunya terlalu 56:43 jauh. Sekedar untuk speaker dalam, suara 56:46 dalam itu tetap saya. Saya jadi imam 56:49 karena 56:50 kebutuhan jemaah banyak 56:53 membeludak masjid besar. Enggak mungkin 56:56 suara saya itu sampai ke belakang. Jadi, 57:00 waktu saya jadi imam tetap saya 57:03 gunakan speaker dalam, suara 57:06 dalam walaupun saya enggak mau keluar. 57:09 Begitu juga sewaktu saya apa 57:13 mengajar, saya enggak mau menggunakan 57:15 suara luar karena enggak dibutuhkan. 57:17 Apalagi di depan jalan lalu-lalang, 57:21 enggak perlu keluar. Tapi sekedar untuk 57:24 jemaah yang ada di dalam itu satu 57:28 kebutuhan. Jadi enggak apa-apa. Ini 57:31 masalah pengeras suara sound system ini 57:34 jangan dibahas-bahas lagi 57:37 ya. Walaupun enggak ada di zaman Nabi 57:40 enggak masalah. Jadi ini merupakan satu 57:42 kebaikan memperluas ya agar orang agar 57:46 terdengar semua oleh jemaah. ini jadi 57:50 satu kebutuhan kalau zaman 57:52 sekarang. Nah, adapun masalah yang 57:56 mengharapkan itu melarang pakai sound 57:59 system tapi mereka masih merokok ya. 58:02 Nah, memang ini juga satu hal yang 58:05 sangat 58:05 memprihatinkan. Ee masih ada juga ya 58:08 saya perhatikan itu yang namanya asbak 58:10 ada di masjid. Ada orang di emper-emper 58:13 masjid. Nah, itu masih masih cukup 58:16 banyak ee apa memang sebaiknya ya biar 58:21 ada larangan keras ya, tulisan keras, 58:23 warning. Jadi 58:25 benar-benar jangan cuma sekedar HP ya, 58:28 tapi juga ee masalah rokok dan lain-lain 58:31 itu warning ya. Jadi jangan ada di 58:35 masjid. Nah, kalau masalah diomasi kita 58:37 enggak tahu ya urusan mereka. Tapi yang 58:40 terlihat di masjid itu jangan sampai ada 58:42 hal-hal yang munkar. 58:45 Walaupun katakan pelakunya ada yang 58:46 masih tukang mabuk, asal jangan ada di 58:48 masjid. Atribut-atribut apapun juga 58:51 jangan ada di masjid. Masjid hanya untuk 58:54 kita sujud tunduk kepada Allah Subhanahu 58:56 wa taala, untuk kita merendah di hadapan 58:58 Allah. Jadi enggak boleh ada apapun juga 59:01 ya. Apalagi yang haram-haram. Walaupun 59:05 katakan saya tukang mabuk, yang satu 59:08 masih tukang judi, yang satu masih 59:10 tukang melacur dan sebagainya. 59:13 Walaupun kalau di luar masjid melakukan 59:15 itu, tapi tolong kalau di masjid jangan 59:18 ada hal-hal yang semacam itu. Masjid 59:20 jangan digunakan untuk hal-hal yang 59:23 dilarang dan mafiah masjid jangan 59:25 memberikan kesempatan. Jadi benar-benar 59:28 steril dari perbuatan-perbuatan semacam 59:33 itu. Nah, jadi memang ini ee bertolak 59:36 belakang ya. Sementara sound system yang 59:39 sebenarnya itu bagus, yang sebenarnya 59:41 itu merupakan satu kebutuhan, tapi 59:44 dilarang. Nah, sementara yang merokok di 59:47 masjid atau di emperor masjid dan 59:48 lain-lain itu dibiarkan. Bahkan mereka 59:51 yang melakukan 59:53 itu. Nah, ini yang sebenarnya perbaiki 59:57 diri kita masing-masing terlebih dahulu. 1:00:00 Hargai diri kita. Jangan sampai kita 1:00:02 melakukan yang dilarang di hadapan orang 1:00:05 lain. Orang banyak yang melihat. Nah, 1:00:07 ini yang enggak bagus ya. Wallahuam. 1:00:11 Baik, kita beralih ke pertanyaan lainnya 1:00:13 dari Hambalu di Jakarta. Asalamualaikum 1:00:15 warahmatullahi wabarakatuh. 1:00:16 Waalaikumsalam warahmatullah. Ustaz, 1:00:18 saya mau nanya, maaf di luar tema. Saya 1:00:20 nikah dengan seorang duda punya anak 1:00:23 empat. Saya tinggal di rumah suami. Saya 1:00:25 kerja tapi gaji saya dipegang oleh 1:00:27 suami. Awalnya suami tidak punya 1:00:29 tabungan, tapi sekarang sudah punya uang 1:00:32 dan bikin kontrakan. Dia bilang uang. 1:00:35 Dia bilang uang sendiri. Yang saya 1:00:37 tanyakan saya punya hak atau tidak, 1:00:39 Ustaz, di rumah itu dan saya juga tidak 1:00:41 punya keturunan. Terima kasih. 1:00:43 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:00:44 wabarakatuh. 1:00:48 Bismillahirrahmanirrahim. Ibu sebagai 1:00:50 istri itu sudah jelas punya hak. 1:00:53 Suami ibu punya 1:00:55 kewajiban memberikan makan minum, 1:00:59 memberikan tempat 1:01:00 tinggal, memberikan 1:01:02 pakaian, kenyamanan hidup. Itu sudah 1:01:06 menjadi kewajiban 1:01:08 suami. Dan itu semuanya merupakan hak 1:01:11 ibu. Tanpa ibu mengeluarkan 1:01:14 seperak pun juga, tetap ibu harus 1:01:17 memperoleh itu semua. 1:01:20 Apalagi kalau ibu punya 1:01:23 penghasilan. Jadi tanpa ibu punya 1:01:25 penghasilan, tanpa ibu keluar 1:01:27 rumah, ibu mendapatkan hak yang harus 1:01:31 diberikan oleh suami. Hak yang layak, 1:01:34 makan, minum, tempat tinggal yang layak 1:01:37 tentu sesuai dengan kemampuan suami. Ya, 1:01:39 kalau memang dia orang kaya raya ya 1:01:41 tentu menu makannya yang enak ya. Ya, 1:01:45 kalau memang dia orang yang pas-pasan, 1:01:47 yang enggak mampu atau yang sederhana, 1:01:49 jadi sesuai dengan sesuai dengan 1:01:52 kebiasaan ya gaya hidup kita semua. 1:01:55 Bagaimana kalau gaya hidup orang yang 1:01:57 enggak mampu? Bagaimana gaya hidup orang 1:02:00 kaya menu makannya seperti apa? Tempat 1:02:02 tinggalnya seperti apa? Nah, Ibu 1:02:04 mendapatkan 1:02:06 apa? Hak yang layak dari suami. Nah, 1:02:10 apalagi sekarang ibu bekerja, ibu punya 1:02:13 penghasilan. 1:02:16 Sebenarnya kalau saya mau bicara 1:02:18 kewajiban-kewajiban suami, ibu 1:02:21 tidak berapa, tidak punya kewajiban. 1:02:24 Bahkan untuk diri ibu juga sebenarnya 1:02:27 itu tanggungan suami. Tanpa ibu 1:02:29 mengeluarkan biaya untuk hidup ibu 1:02:32 sendiri itu juga enggak apa-apa. Jadi 1:02:34 benar-benar ditanggung oleh suami. Jadi 1:02:37 suami punya kewajiban, ibu juga punya 1:02:40 kewajiban merawat suami, mengurus suami, 1:02:42 perhatikan suami, tapi juga dapat 1:02:44 imbalan dari suami. Suami harus 1:02:46 perhatikan kebutuhan ibu. Itu memang 1:02:50 sudah merupakan kewajiban. Jadi, ibu 1:02:52 punya hak tapi ibu punya kewajiban. 1:02:55 Suami juga punya hak tapi suami punya 1:02:57 kewajiban. 1:02:59 Tapi kalau memang ternyata dan ini juga 1:03:03 tidak merupakan kewajiban, ibu harus 1:03:05 menyerahkan gaji ibu, uang ibu kepada 1:03:08 suami. Nah, apalagi kalau umpama ya kan 1:03:12 tidak semua orang laki ini sama. Ada 1:03:14 orang laki yang punya harga diri enggak 1:03:16 akan memanfaatkan istrinya. Ada orang 1:03:19 laki yang memang apa? Mata duitan. Ada 1:03:24 orang lelaki yang memanfaatkan 1:03:25 perempuan. 1:03:27 Nah, ini sifat orang berbeda. Nah, 1:03:29 apalagi kalau memang laki tersebut 1:03:32 memang mata 1:03:33 duitan, memanfaatkan istri dan 1:03:36 lain-lain. Ibu enggak perlu serahkan 1:03:39 gaji 1:03:40 ibu kalau memang tahu suami seperti itu. 1:03:43 Nah, apalagi dengan anak empat. Jadi, 1:03:46 anak yang empat itu juga bukan merupakan 1:03:49 kewajiban 1:03:50 istri. Jadi, diri ibu sendiri juga ibu 1:03:53 enggak perlu mengeluarkan uang ini 1:03:55 sebenarnya ya. 1:03:57 Jadi makan minum ibu ditanggung oleh 1:04:00 suami. Ibu silakan mau untuk sedekah, 1:04:04 mau untuk termasuk memberikan suami juga 1:04:07 masih boleh. Enggak apa-apa membiayai 1:04:09 kalau memang suami pas-pasan. 1:04:12 Kemudian apa salahnya? Karena kita punya 1:04:15 gaji, kita punya uang, kita tambah, jadi 1:04:19 kita beli yang lain-lain, enggak 1:04:21 masalah. Tapi ingat, ini bukan kewajiban 1:04:23 istri. 1:04:25 Nah, 1:04:26 apalagi ee kebutuhan suami dan anak-anak 1:04:29 suami ini sebenarnya sama sekali bukan 1:04:31 kewajiban ibu. Nah, jadi saya juga 1:04:33 enggak bisa menyalahkan memang kalau 1:04:35 bisa kalau memang betul suami kurang 1:04:39 bagus karakternya, suami 1:04:42 matre, nah itu ibu enggak perlu 1:04:44 serahkan. Ibu juga pegang uang 1:04:48 ya. Jadi jangan sampai enggak punya uang 1:04:50 sama sekali karena ibu punya kebutuhan. 1:04:53 Nah, apalagi tiba-tiba 1:04:55 kok apa suami ternyata tabungannya 1:04:59 banyak. Kemudian yang tadinya enggak 1:05:00 punya uang memang kita tahu penghasilnya 1:05:03 pas-pasan kok tahu-tahu bisa bikin 1:05:04 kontrakan dan 1:05:06 sebagainya. Ya, saya juga enggak tahu. 1:05:09 Mungkin saja ya dari uang yang uang ibu 1:05:13 ya diolah itu bisa saja 1:05:15 dan ini juga harus ada keterusterangan 1:05:19 sebenarnya. Jadi, Ibu juga boleh 1:05:21 tanyakan ya uang dari mana. Nah, jadi 1:05:25 yang jelas ibu punya hak 1:05:27 untuk apa? 1:05:30 untuk tinggal di rumah 1:05:32 suami. Nah, jadi kalau memang ibu punya 1:05:36 harta, ibu punya uang, 1:05:39 kemudian ee dia bangun 1:05:45 kontrakan ini sebenarnya kalau memang 1:05:47 benar itu uang ibu, suami sudah kurang 1:05:51 jujur. Harusnya bilang, "Ini uang saya 1:05:54 pakai." Karena yang namanya harta dalam 1:05:56 Islam itu harus jelas. Oh, ini harta 1:05:59 saya, ini harta istri 1:06:02 saya. Kalau memang dicampur seperti 1:06:05 itu, nanti akan terjadi keributan harta 1:06:08 gunung gini. Banyak sekarang orang 1:06:10 begitu bercerai ribut soal harta harta 1:06:13 gunung gini. Karena waktu bangun 1:06:16 rumah dengan apa? Bareng-bareng 1:06:20 uangnya. Jadi kalau dalam Islam harus 1:06:22 ada kejelasan. 1:06:24 Oh, ini harta saya. Oh, ini harta suami. 1:06:28 Walaupun pemanfaatan bareng-bareng saya 1:06:31 punya rumah, masa iya istri saya enggak 1:06:33 manfaatkan, enggak ikut menikmati rumah. 1:06:36 Saya beli TV, saya beli 1:06:38 motor. Apakah istri saya enggak boleh 1:06:40 nonton TV, enggak boleh lihat? Toh 1:06:42 pemanfaatan bareng-bareng. Bahkan kalau 1:06:45 saya beli TV, saya beli barang, saya 1:06:48 kira yang lebih banyak makai istri. kita 1:06:51 orang laki banyak di luar, istri banyak 1:06:53 di rumah. Jadi dari segi 1:06:56 pemanfaatan bareng-bareng seperti kita 1:06:58 beli tempat tidur, beli ranjang ya tidur 1:07:01 berdua. Bukan cuma suami yang tidur di 1:07:03 ranjang, ibu tidur di kolongnya. Enggak 1:07:05 mungkin. Jadi 1:07:08 pemanfaatan 1:07:10 bareng-bareng tapi kepemilikan itu 1:07:13 masing-masing. Oh ini harta saya, rumah 1:07:17 ini harta suami. Nah, Ibu sekarang kalau 1:07:19 kerja ibu mau beli motor, mau beli 1:07:22 mobil, mau beli perabotan, itu milik ibu 1:07:26 semua pemanfaatannya 1:07:28 bareng. Nah, jadi kalau 1:07:31 ini apa? Suami juga kurang bagus seperti 1:07:35 itu ya. 1:07:36 Jadi punya tabiat yang kurang bagus 1:07:39 dalam Islam. Jadi kalau memang dia tidak 1:07:42 jujur, dia 1:07:44 berdosa, berarti itu termasuk apa? 1:07:47 perampasan atau pencurian juga bisa ya. 1:07:50 Jadi tetap jadi ibu kalau memang sudah 1:07:53 tahu enggak usah diserahkan kepada 1:07:55 suami, Ibu pegang sendiri ya. Nah, jadi 1:07:58 kita juga enggak tahu saya masalah yang 1:08:00 sebenarnya saya juga belum tahu seperti 1:08:03 apa kronologisnya. Ya, mudah-mudahan ibu 1:08:06 bisa menata hidup ibu lagi, lebih baik 1:08:09 lagi ke depannya agar Ibu bisa hidup 1:08:12 lebih nyaman ya, enggak merasa was-was. 1:08:15 Jadi ee tolong nanti ditanyakan lagi ee 1:08:20 pakai uang siapa. Berarti kalau memang 1:08:22 suami sudah enggak enggak enggak ada 1:08:24 keterusterangan padahal itu harta-harta 1:08:26 ibu yang memang ibu enggak berkewajiban 1:08:29 memberikan suami, memberikan nafakah 1:08:31 kepada anak-anak suami, itu bukan 1:08:33 kewajiban ibu. Nah, berarti suami sudah 1:08:35 melakukan satu kesalahan yang fatal 1:08:38 dalam berumah tangga. Wallahuam. Baik, 1:08:41 kita beralih ke pertanyaan lainnya. Ini 1:08:43 ada dua penanya yang ee temanya sama, 1:08:45 Ustaz. Pertama dari hamba Allah di 1:08:47 Magelang dan hamba Allah tidak 1:08:49 menyebutkan nama tempatnya. Pertama saya 1:08:51 bacakan dari hamba Allah di Magelang. 1:08:53 Asalamualaikum warahmatullahi 1:08:54 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:08:55 warahmatullah. Ustaz, semisal baiat 1:08:57 disejajarkan dengan memilih pejabat atau 1:08:59 pemimpin. Bagaimana dengan orang awam 1:09:02 yang ternyata salah dalam memilih karena 1:09:04 kurang pengetahuan tentang pemimpin yang 1:09:05 dipilih itu, Ustaz? Yang kedua ee 1:09:08 pertanyaan ee dengan tema yang sama. 1:09:10 Hamba Allah tidak menyebutkan tempat. 1:09:12 Ustaz, apakah baiat bisa disamakan 1:09:14 dengan coblos pemilihan pemimpin, Ustaz? 1:09:17 Caranya saja berbeda, Ustaz, nasihatnya. 1:09:19 Iya. Ee 1:09:22 bismillahirrahmanirrahim. Jadi 1:09:24 praktik-praktik agama itu enggak selalu 1:09:28 sama karena keadaan yang berbeda. 1:09:31 Termasuk masalah dakwah. Jadi sistem 1:09:34 dakwah di zaman 1:09:36 Nabi itu mungkin door to 1:09:39 door seperti yang diterapkan Jamaatut 1:09:42 Tabligh saat 1:09:44 ini. Tapi kalau kita ingin menjadikan 1:09:47 media seperti radio, televisi sebagai 1:09:49 media dakwah, itu pun sama bagian dari 1:09:51 dakwah juga. Jadi kalau 1:09:54 pelaksanaan itu enggak harus 1:09:57 sama. Rasulullah mengeluarkan zakat itu 1:10:00 dengan gandum. pakai gandum atau 1:10:03 kurma. Kita orang 1:10:06 Indonesia tetap kita keluarkan zakat 1:10:08 tapi bentuknya beras. Jadi dalam 1:10:11 pelaksanaan karena memang geografisnya 1:10:13 berbeda, semuanya berbeda, enggak harus 1:10:16 sama bentuknya, tapi intinya sama. 1:10:19 Sama-sama mengeluarkan zakat, sama-sama 1:10:21 barang 1:10:22 pokok. Begitu juga soal berbaiat, ya. 1:10:25 Jadi kalau memang berbaiat di di zaman 1:10:29 Nabi itu langsung kita apa? menyjulurkan 1:10:34 tangan. Seperti ketika Rasulullah 1:10:36 meninggal, Abu Bakar Assiddiq 1:10:38 radhiallahu anh menjabat sebagai 1:10:41 khalifah. Kemudian kaum muslimin 1:10:43 berbaiat datang menjodorkan tangan ya 1:10:46 berbaiat menyatakan setuju. Nah itu sama 1:10:50 juga kalau kita artikan itu saya setuju 1:10:52 berarti saya memilih saya mencoblos 1:10:54 menyatakan saya 1:10:56 setuju. Nah jadi ini masalah teknik ya. 1:10:58 Kita enggak usah ribut dalam masalah 1:11:02 ininya ya. Dan kalau di bukan kita 1:11:05 samakan ya, itu kira-kira gambaran kalau 1:11:08 di zaman Nabi e menyatakan setujunya itu 1:11:11 dengan baiat. Kalau sekarang kita dengan 1:11:13 cara pemilihan walaupun kalau kita mau 1:11:16 telusuri lebih jauh lagi, demokrasi 1:11:18 enggak ada dalam Islam dan lain-lain, ya 1:11:21 terlalu sulit buat kita. Karena media 1:11:24 yang tersedia, cara yang tersedia memang 1:11:26 seperti 1:11:27 ini. Nah, sekarang kalau kita enggak mau 1:11:30 memilih itu nanti kita juga yang akan 1:11:33 rugi. Nah, jadi kita enggak usah ribut 1:11:36 dalam masalah ininya. Yang penting kita 1:11:39 lakukan kebaikan. Kita ikuti 1:11:42 ulama-ulama. Bagaimana ulama menetapkan 1:11:45 untuk kita ikuti saja langkah mereka. 1:11:47 ulama yang berada dalam ijtima ulama 1:11:50 yang disepakati yang diikuti oleh 1:11:52 mayoritas umat itu yang terpenting buat 1:11:57 kita ya. Jadi bukan soal perbedaan 1:11:59 bahasanya itu cuma masalah bahasa ya. 1:12:01 Jangan ribut di masalah bahasa dan 1:12:04 teknik tapi kita masuk ke masalah inti. 1:12:09 Nah kemudian yang jadi pertanya tadi 1:12:10 dari Magelang Ustaz ya dari Magelang. 1:12:12 Bagaimana jika orang awam yang salah 1:12:14 memilih, Ustaz? Karena kurang 1:12:16 pengetahuan tentang pemimpin yang 1:12:17 dipilihnya. Iya. Jadi sekarang kalau 1:12:20 kita perhatikan ya, ini 1:12:23 media sudah 1:12:25 merata. Banyak orang di televisi ada 1:12:29 surat kabar ada di medsos juga semua. 1:12:33 Jadi kalau masih buta politik juga ini 1:12:36 agak aneh ya kalau zaman sekarang 1:12:38 walaupun masih banyak yang enggak 1:12:40 mengetahui, banyak yang terjebak ya. 1:12:44 Nah, 1:12:45 tapi sekarang ini karena ustaz-ustaz 1:12:49 banyak, pengajian 1:12:51 banyak, apalagi sudah ada ijtima 1:12:55 ulama, ulama sudah menyepakati. 1:12:59 Jadi kita ikuti saja yang diarahkan oleh 1:13:02 ulama. Ulama-ulama ini mengarahkan apa? 1:13:04 Apa yang harus kita lakukan sesuai 1:13:07 arahan para 1:13:08 ulama? Kita tinggal ikuti ulama-ulama. 1:13:12 Nah, kalau kita orang bodoh yang enggak 1:13:14 tahu politik, enggak tahu individu 1:13:17 seseorang, enggak tahu partai, tidak 1:13:20 mengetahui ideologi dan sebagainya, 1:13:23 kemudian kita mau ngotot tetap akan 1:13:25 berdosa karena diberikan arahan enggak 1:13:28 mau. Dia sendiri enggak bisa enggak 1:13:30 mengerti 1:13:31 politik, enggak mengenal apa-apa, tapi 1:13:34 ngotot. 1:13:36 Taasub, fanatik buta. Orang jahiliah 1:13:39 juga seperti itu. Abu Jahal juga ngotot 1:13:41 kepada Nabi, enggak mau menerima 1:13:43 kebenaran. Apakah berarti karena dia 1:13:45 enggak tahu kebenaran dia selamat di 1:13:47 akhirat? Enggak. Tetap Abu Jahal di 1:13:49 neraka. Tetap Abu Lahab di neraka. Tetap 1:13:52 dia 1:13:55 berdosa karena enggak bisa enggak bisa 1:13:59 apa? Enggak bisa dibenarkan 1:14:01 penolakannya. 1:14:04 Begitu juga orang-orang bodoh yang tidak 1:14:06 memahami 1:14:08 apa-apa. Media sudah luas, majelis 1:14:11 taklim banyak dan masing-masing orang 1:14:14 juga punya hati 1:14:15 nurani. Nah, sekarang kalau enggak mau 1:14:18 menggunakan hati 1:14:20 nuraninya, lalu mau jadi apa? Kita orang 1:14:23 Islam kalau tidak mau taat kepada agama 1:14:26 kita, enggak mau mengikuti jejak langkah 1:14:30 ulama-ulama yang bersatu dalam ijtima 1:14:32 ulama. Lalu siapa lagi yang mau kita 1:14:34 ikuti dan berarti siapa diri kita? 1:14:39 Nah, jadi zaman sekarang 1:14:41 ini sudah saya kira sudah enggak bisa 1:14:44 ditoler kecuali kalau ada seorang yang 1:14:47 memang tinggalnya di pegunungan di Papua 1:14:51 yang memang ee belum sampailah 1:14:54 berita-berita tentang 1:14:55 kebenaran atau suku Badui ya pedalaman 1:15:00 yang memang belum pernah tahu informasi. 1:15:03 Nah, adapun orang-orang kita yang memang 1:15:05 enggak mengerti politik, enggak mengerti 1:15:07 agama, tapi kalau soal cari duit pintar 1:15:11 dan lain-lain. Nah, kenapa dia enggak 1:15:13 bisa gunakan akal sehatnya, hati 1:15:15 nuraninya? Jadi, yang namanya akal 1:15:17 sehat, hati nurani itu semua punya 1:15:20 tergantung kitanya. Mau ikuti nafsu atau 1:15:24 mau mengikuti akal sehat kita. Jadi 1:15:28 semua walaupun katakan saya enggak tahu, 1:15:31 saya ketipu, saya kejebak, ya tetap 1:15:34 berdosa. Nah, cuma tetap kita juga 1:15:36 jangan musuhi, kita terima, kita berikan 1:15:39 pengertian dan ini merupakan tugas kita 1:15:42 semuanya. Yang belum mengerti kita 1:15:45 berkasih pengertian, kasih 1:15:47 pandangan, buka matanya biar dia 1:15:51 melihat. Nah, ini jadi tugas kita 1:15:53 semuanya. Saya juga sama bertugas 1:15:56 seperti ini. Saya juga menghadapi 1:15:58 tantangan. Saya harus memberikan 1:16:00 pencerahan walaupun katakan kritikan, 1:16:03 hujatan orang yang benci, yang tadinya 1:16:05 suka dengan saya kemudian benci 1:16:07 gara-gara masalah ini. Itu hal biasa. 1:16:10 Nah, jadi ya Bapak, Ibu semuanya berikan 1:16:13 mereka apa? 1:16:16 Pemahaman. Berikan pencerahan yang 1:16:19 insyaallah itu merupakan jihad kita, 1:16:21 perjuangan kita semua yang terlibat. 1:16:24 semua yang ada inisiatif usaha untuk 1:16:26 memberikan pencerahan kepada orang-orang 1:16:28 yang tidak memahami, insyaallah itu 1:16:30 merupakan jihad kita dan insyaallah kita 1:16:32 akan mendapatkan pahala dari Allah 1:16:34 Subhanahu wa taala. Wallahuam. Baik, 1:16:36 dari Magelang dan dari bawa yang tidak 1:16:38 menyebutkan tempatnya kita beralih ke 1:16:40 Depok, Ustaz. Ada Bapak Tono bertanya, 1:16:43 "Asalamualaikum warahmatullahi 1:16:43 wabarakatuh." Waalaikumsalam 1:16:45 warahmatullah. Pak Ustaz, saya punya 1:16:46 anak gadis umur 20 tahun. Beberapa bulan 1:16:49 yang lalu ada yang menanyakan dan 1:16:51 mengajak untuk berkeluarga. Namun anak 1:16:53 saya belum siap. Saya sebagai orang tua 1:16:55 harus bersikap seperti apa, Ustaz? Iya. 1:16:59 Nah, 1:17:01 bismillahirrahmanirrahim. Memang di 1:17:02 dalam Islam di antara yang harus 1:17:05 disegerakan tazwijul bintiza balagat. 1:17:09 Kita menikahkan anak gadis kita ketika 1:17:11 sudah baligh, ketika sudah haid. Itu di 1:17:14 antaranya ya harus kita 1:17:16 segerakan. Tapi juga ini bukan harga 1:17:19 mati. 1:17:21 keadaan enggak semuanya sama. Ada yang 1:17:25 usia belia sudah ada yang lamar, ada 1:17:29 yang belum dan lain-lain. Nah, 1:17:32 kemudian keadaan 1:17:34 juga 1:17:36 situasi ini 1:17:39 mempengaruhi. Ada anak-anak yang masih 1:17:42 setelah lulus SMA pengin kuliah, sedang 1:17:46 kuliah dia ingin apa? ee menjadi aktivis 1:17:50 Islam 1:17:51 umpamanya enggak masalah ini hak 1:17:54 individu, ini hak pribadi. Jadi jangan 1:17:57 kita marah karena anak enggak taat sama 1:18:01 orang tua. Ini berkaitan dengan 1:18:04 kebutuhan biologis, berkaitan dengan 1:18:07 hati. Jadi umpama ada laki-laki yang mau 1:18:11 kalau memang dia enggak suka, kita 1:18:13 enggak bisa paksa dan enggak boleh kita 1:18:15 paksa. 1:18:18 Ini masalah kesiapan. Kalau umpama 1:18:20 kebutuhan Bapak, Bapak minta 1:18:23 dimasakin sayur, Bapak di minta 1:18:26 dimasakin opor ayam, betul dia wajib 1:18:28 taat kepada Bapak karena bukan 1:18:30 kebutuhan. Dia enggak menyangkut 1:18:32 kebutuhan. Tapi ini menyangkut 1:18:34 kebutuhan. Dan setelah dia nikahkan dia 1:18:37 lepas dari bapak. Dia kepengin punya 1:18:40 suami yang benar-benar 1:18:42 menyayanginya, melindungi sama seperti 1:18:46 bapak sayang kepada 1:18:48 dia. Nah, jadi masalah ini jangan 1:18:52 dipaksa. Dulu juga Rasulullah sallallahu 1:18:54 alaihi wasallam berapa kali memisahkan 1:18:57 seorang ketika ee termasuk ee apa ee 1:19:04 Zainab bin Jahsy yang akhirnya menjadi 1:19:06 istri 1:19:08 Nabi itu menikah dengan ee Zaid bin 1:19:14 Haritah yang 1:19:16 memang Zainab bin Jahsy enggak suka 1:19:21 dengan Zaid bin Harithah. Walaupun Zaid 1:19:24 bin Haritah seorang sahabat Nabi. Ini 1:19:27 saya kira ya bukan 1:19:29 masalah karena orang saleh, bukan. Ini 1:19:32 masalah hati. Jadi masalah hati kita 1:19:36 enggak bisa intervensi hati. Kalau dia 1:19:38 enggak cinta enggak akan bisa. Saya 1:19:42 senang sama calon menantu saya karena 1:19:44 orang banyak duit, orang berdasi, orang 1:19:46 bergelar, pejabat. Mungkin saya sebagai 1:19:49 orang tua girang, senang. Tapi apakah 1:19:52 anak saya gadis ini mau? Belum. Tentu 1:19:57 juga. Jadi kita enggak bisa paksa. Jadi 1:20:00 si gadis ini juga kita enggak bisa 1:20:03 katakan dia berdosa karena enggak mau 1:20:05 mengikuti perintah orang tua. Dan kalau 1:20:08 kita paksakan juga akibatnya fatal 1:20:09 nanti. Jadi orang tua juga enggak boleh 1:20:11 intervensi dalam masalah hati ya soal 1:20:15 kebutuhan. Jadi kalau dia belum butuh, 1:20:18 belum kepengin, enggak usah tunggu ya. 1:20:21 Nah, insyaallah nanti akan menjadi 1:20:24 kebaikan untuk dia juga. Dan juga kita 1:20:28 sebagai bapak 1:20:30 tetap kita harus menyeleksi. Karena yang 1:20:34 namanya perempuan juga anak gadis 1:20:36 mungkin belum jauh 1:20:38 pandangannya. Kadang laki-laki yang sama 1:20:42 sekali tidak baik dunia akhiratnya, dia 1:20:44 senang. 1:20:46 Nah, tentu kita sebagai orang 1:20:48 tua kita sudah bisa membaca kalau anak 1:20:51 saya nikah dengan laki-laki yang memang 1:20:54 dunia akhiratnya enggak bagus, akhlaknya 1:20:56 enggak bagus, maksiat, apalagi enggak 1:20:59 ibadah, untuk apa saya menjerumuskan 1:21:03 anak saya? Nah, jadi kita sebagai orang 1:21:06 tua juga 1:21:07 milah-milah. Jangan cuma masalah 1:21:09 materinya, masalah kedudukannya, status 1:21:12 sosialnya. Nah, tapi agama laki-laki 1:21:16 ketakwaannya kepada Allah, bagaimana 1:21:18 ibadahnya, bagaimana 1:21:20 akhlaknya. Nah, jadi biar ada kerja 1:21:22 sama. Kalau perempuan memilih ini, Bapak 1:21:25 juga 1:21:26 lihat yang di senangi oleh gadis 1:21:31 bapak. Jadi, jangan kita biarkan juga. 1:21:34 Nah, begitu juga jangan kita paksa kalau 1:21:37 memang dia enggak mau. Tapi kalau 1:21:39 sekedar kita berikan pandangan, berikan 1:21:42 pencerahan, ajak bicara ke depannya 1:21:45 seperti apa itu silakan. Nah, jadi 1:21:47 silakan Bapak berusaha untuk memberikan 1:21:51 masukan, 1:21:52 berdoa itu silakan semuanya ya. Ah, jadi 1:21:56 jangan sekali-kali kita paksa karena 1:21:58 juga banyak orang-orang dulu dipaksa 1:22:00 anak 1:22:02 gadisnya yang akhirnya belum tentu 1:22:04 bahagia. Nah, jadi di zaman Nabi ada 1:22:07 seorang yang mengeluh karena waktu itu 1:22:11 kawinnya dipaksa oleh pamannya atau oleh 1:22:13 orang tuanya. Padahal dia sama sekali si 1:22:15 gadis ini enggak senang sama sekali 1:22:18 dengan 1:22:19 suaminya. Karena enggak senang, enggak 1:22:22 cinta. Karena enggak cinta ya enggak ada 1:22:24 gairah. Untuk apa kita berumah tangga 1:22:27 punya istri enggak ada gairah sama kita, 1:22:29 enggak senang sama kita, enggak cinta 1:22:31 sama kita. Begitu juga kalau saya 1:22:33 dipaksa nikah dengan wanita yang saya 1:22:36 enggak srek sama sekali, saya enggak ada 1:22:37 gairah, enggak ada hasrat. Nah, untuk 1:22:40 apa kita berumah tangga seperti itu? 1:22:43 Nah, jadi dalam Islam cinta itu modal 1:22:47 awal. Karena kalau sudah cinta ya 1:22:49 insyaallah berjalan dengan lancar. 1:22:52 Wallahuam. Baik, Ustaz. Sebenarnya 1:22:54 pertanyaan dari Bapak Tono di Depok ini 1:22:55 menjadi pertanyaan terakhir di saya kali 1:22:57 ini, Ustaz. Mungkin kesimpulannya. Iya. 1:22:59 Ee bismillahirrahmanirrahim. Para 1:23:01 pendengar Radio Silaturahim, marilah 1:23:04 kita senantiasa banyak-banyak berdoa 1:23:07 kepada Allah Taala demi keselamatan 1:23:10 bangsa dan negara. Jadi yang cinta 1:23:12 kedamaian, cinta pemimpin yang saleh, 1:23:16 cinta masa depan anak-anak kita. Nah, 1:23:20 marilah kita banyak-banyak 1:23:23 berdoa demi kita semua. Insyaallah kalau 1:23:29 negara kita aman, 1:23:31 berdaulat, ya, warabbun gfur, nah 1:23:35 insyaallah kita juga akan nyaman. 1:23:37 Banyak-banyak berdoa minta kepada Allah 1:23:40 subhanahu wa 1:23:41 taala. Wallahuam. In uridu illal islah't 1:23:46 w taufiqi illa billah alaihi tawakaltu 1:23:48 wa ilaihi unib. Subhanakallahumma 1:23:50 wabihamdik ashadu alla ilaha illa anta 1:23:53 astagfiruka wa atubu ilaik. Wasallallahu 1:23:56 ala nabiyana Muhammadin wa ala alihi 1:23:58 wasahbihi wasallam. Walhamdulillahi 1:24:01 rabbil alamin. Wasalamualaikum 1:24:03 warahmatullah wabarakatuh. Demikian 1:24:06 ikwan akhwat tausiah siang kali ini 1:24:07 bersama Ustaz Ahmad Zaki melanjutkan 1:24:10 bahasanya di dalam kitab Mukhtarul ahis 1:24:12 Annabawiyah. Dan kami ucapkan banyak 1:24:14 terima kasih kepada Ustaz Ahmad Zaki. 1:24:16 Semoga diberi kesehatan dan kelapangan, 1:24:18 Ustaz agar kita bisa bertemu lagi di 1:24:20 hari Senin mendatang. Dan itu juga rasa 1:24:22 terima kasih kami ucapkan kepada para 1:24:24 penanya di siang hari ini. Baik dari 1:24:25 hamba Allah di Jakarta, hamba Allah yang 1:24:28 ditutupkan nama tempat dari Magelang, 1:24:30 kemudian dari Bapak Tono di Depok kami 1:24:32 ucapkan banyak terima kasih dan tentunya 1:24:34 juga beriringan dengan mohon maaf dari 1:24:36 kami beberapa pertanyaan yang masuk 1:24:38 belum bisa dijawab karena waktu 1:24:41 keterbatan waktu yang kita miliki di 1:24:43 siang hari ini. Dan dari Man Ahwat saya 1:24:45 Panji Ahmad bersugas di siang hari ini 1:24:47 ada Ondi ada Yus Bangkit dan Fanny rekan 1:24:52 kita ya. Siapa? Fah. Oh Fahri. Oh iya. 1:24:55 Baik. Eh demikian Iwan Ahot akhirnya 1:24:58 kami mohon diri kita tutup bersama 1:24:59 tausiah siang kali ini dengan doa 1:25:01 kafaratul majelis. Subhanakallahumma 1:25:03 wabihamdik ashadu alla ilahailla antubu 1:25:06 ilaik. Wabillahi taufik wal hidayah. 1:25:08 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:25:10 wabarakatuh. 1:25:20 [Musik] 1:25:42 [Musik] 1:25:44 Ha. 1:26:45 [Musik] 1:26:54 Berasil 1:26:56 TV untuk Islam yang satu. 1:27:07 [Musik]