Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:11 Rasul TV 0:32 Bismillahirrahmanirrahim, Allahumma 0:34 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:36 sayyidina Muhammad. Dipancarkan dari 0:38 Jalan Masjid Silaturahim nomor 36, 0:40 Kalimanggis, Cibubur, Bekasi. Inilah 0:42 Radio Silaturahim dan Rasul TV untuk 0:45 Islam yang satu. Siaran ini juga dapat 0:47 Anda saksikan secara langsung melalui 0:50 YouTube Rasul TV. Assalamualaikum 0:53 warahmatullahi wabarakatuh, ikhwan dan 0:54 akhwat yang dimuliakan Allah. Bagaimana 0:56 kabar Anda di siang hari ini? Semoga 0:58 selalu dalam keadaan sehat walafiat. 1:00 Amin ya rabbal alamin. 1:02 Bahagia sekali saya, Rizka Agustin, Anis 1:05 Mualim, dan Andy Syahputra menjumpai 1:07 Anda kembali dalam acara Fikih Wanita. 1:11 Edisi hari ini, Jumat, 17 Ramadan 1444 1:14 Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 7 1:18 April 2023. 1:21 Dan seperti biasa, Fikih Wanita ini akan 1:23 dibawakan oleh guru kita, Ustadzah 1:26 Herlini Amran. Beliau sudah hadir 1:28 bersama kita di melalui Zoom ya. 1:31 Kita sapa dulu. Assalamualaikum 1:32 warahmatullahi wabarakatuh, Ustadzah. 1:34 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:37 wabarakatuh, Mbak. Iya, sehat ya, 1:40 Ustadzah? 1:40 Alhamdulillah. 1:42 Sudah lama enggak ketemu kita ya? 1:44 Iya, lama sekali, rindu sekali ini, 1:46 masyaallah. 1:48 Iya, Ustadzah. Pada hari ini kan kita 1:50 memperingati Nuzulul Quran ya, Ustadzah 1:53 ya. Dan kita akan membahas hari ini, 1:56 masyaallah, adalah bacalah Alquran 1:59 demikian ya Ustazah ya. Iya insyaallah. 2:02 Iya baik Ikhwan dan Akhwat kita langsung 2:04 saja menyimak tausiah dari Ustazah 2:07 Herlina Amran silakan Ustazah. Iya 2:10 jazakillah khairan Mbak. 2:12 Bismillahirrahmanirrahim 2:14 alhamdulillahirobbil alamin hamdan 2:16 yuwafi ni'amahu yukafi mazidah ya 2:19 rabbana lakal hamdu bil iman ya rabbana 2:22 lakal hamdu bil Islam ya rabbana lakal 2:26 hamdu bil Quran lakal hamdu bil mali wal 2:29 ahli wal muafah lakal hamdu bikulli 2:32 ni'matin an'amta biha alaina. 2:35 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 2:37 sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa 2:39 ashabihi ajma'in waba'd. 2:42 Qalallahu ta'ala fil Quranil Karim 2:44 audzubillahiminasyaitanirrajim 2:47 inna anzalnahu 2:49 fi lailatin mubarokah inna kunna 2:53 mundzirin. 2:55 Allah telah menurunkan Alquran pada 2:57 suatu malam yang diberkahi dan Allahlah 3:00 yang memberi peringatan ya. 3:02 Kita di bulan Ramadan ini kita bersyukur 3:05 kepada Allah masih diberikan nikmat 3:07 iman, nikmat Islam, nikmat sehat bisa 3:10 menghadiri hidangan Ramadan ini dan 3:13 diantara kenikmatan yang dapat kita 3:16 rasakan saat ini di bulan mulia ini 3:19 adalah kenikmatan Alquran ya bacalah 3:22 Alquran. 3:23 Alquran ini memuliakan siapa saja orang 3:26 yang beriman yang berinteraksi dengan 3:28 Alquran ya. Allah memposisikan orang 3:32 beriman yang ahli terhadap Alquran itu 3:35 sebagai ahlullah keluarga Allah. Jadi 3:38 interaksi dengan Alquran ini tentu saja 3:41 saja menjadi mulia dan terbaik. Jadi 3:43 barangkali kita pendengar semua sudah 3:45 banyak sekali mendengarkan 3:47 motivasi-motivasi ya bagaimana Allah 3:50 mengangkat derajat orang-orang yang 3:53 berinteraksi dengan Alquran. Kita tahu 3:55 bahwa Allah yang menurunkan Alquran itu 3:58 adalah adalah Allah yang paling mulia, 4:01 ya, artinya zat yang paling mulia yang 4:02 telah menurunkan Alquran. Dan manusia 4:05 pertama yang menerima Alquran itu adalah 4:07 sosok yang paling mulia berpredikat 4:10 Sayyidul Anbiya wal Atqiya, 4:13 penghulu para nabi dan orang-orang yang 4:15 bertakwa. 4:16 Bahkan eh beliau ini Rasulullah 4:19 sallallahu alaihi wasallam ini adalah 4:20 sosok yang paling mulia dari para nabi 4:24 dan para rasul yang paling bertakwa di 4:27 seluruh dibandingkan seluruh makhluk 4:29 yang ada di muka bumi ini, sehingga 4:31 beliau dijuluki dengan Khairul 4:33 Basyariyah, sebaik-baik manusia. Dialah 4:36 Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam 4:38 yang pertama menerima Alquran. 4:41 Begitu juga 4:43 kalau yang namanya bersentuhan, 4:44 berinteraksi dengan Alquran, tempat 4:47 diturunkannya Alquran adalah tempat yang 4:50 paling mulia di muka bumi ini, yang 4:53 diberi judul eh julukan ya, tanah haram, 4:56 ya, tanah haram itu kan tanah yang 4:58 disucikan ya, Ummul Qura, Mekah Al 5:01 Mukarramah. Jadilah dia tempat yang 5:03 dimuliakan, disucikan. Begitu juga 5:06 bulan, bulan yang di dalamnya diturunkan 5:09 Alquran itu menjadi bulan yang paling 5:12 mulia, bulan Ramadan yang saat ini kita 5:15 berada di eh pertengahan ya, 17 eh 5:19 Ramadan ya. Dijuluki dengan Sayyidus 5:22 Syuhur, penghulu bulan. Subhanallah, 5:25 masyaallah, walillahilhamd. 5:27 Begitu juga 5:28 waktu, 5:30 waktu diturunkannya Alquran itu juga 5:33 merupakan waktu yang paling mulia di 5:35 sisi Allah subhanahu wa taala, yaitu 5:38 malam Lailatul Qadar, ya. Jadi malam 5:41 Lailatul Qadar ini memang mudah-mudahan 5:43 ya kita berharap semoga semua kita 5:45 pendengar eh kita dapat meraih eh, malam 5:48 yang kita incar, yang kita buru, yang di 5:51 10 hari terakhir ini, mudah-mudahan kita 5:53 mendapatkan keberkahannya. Nah, di malam 5:55 ini, eh, diturunkan Alquran, di malam 5:59 yang penuh dengan kemuliaan, Lailatul 6:01 Mubarakah, malam yang penuh dengan 6:03 keberkahan, ya. Kemudian kita tahu malam 6:06 ini lebih baik, khairun min alfi syahr, 6:09 malam yang lebih baik daripada 1.000 6:11 bulan. Nah, oleh karena itulah setiap 6:15 hamba Allah, orang-orang yang beriman, 6:17 umat Islam, yang ingin mendapatkan 6:20 kemuliaan di sisi Allah, maka harus 6:24 banyak berinteraksi dengan Alquran. Maka 6:26 bacalah Alquran, baik dengan membaca 6:29 Alquran, memahaminya, 6:32 menyimaknya, mentadaburkannya, 6:35 menghafalnya, mengamalkan kandungan isi 6:38 yang ada dalam Alquran dalam kehidupan 6:40 sehari-hari, ataupun mengajarkannya, 6:42 ataupun belajar, itu di antara itulah 6:45 yang mendapatkan kemuliaan di sisi 6:47 Allah. Khairukum man ta'allamal Quran wa 6:50 'allamah. Sebaik-baik kalian tuh yang 6:52 mau belajar Alquran dan mau 6:54 mengajarkannya. Maka, subhanallah, 6:57 alhamdulillah kita diberikan nikmat 6:59 Alquran, hidangan Alquran. Nah, di 7:01 sinilah letak kebahagiaan yang dapat 7:04 diperoleh oleh setiap hamba ketika 7:07 mendapatkan kesempatan mengarungi 7:09 kehidupan di bulan Ramadan ini dengan 7:12 nikmatnya membaca Alquran, mengkaji 7:15 kandungan ayat-ayatnya, ya. Ketika 7:18 manusia mengupas, eh, keagungan Alquran 7:22 ini, maka di situlah Allah akan berikan 7:25 kita keutamaan dan kemuliaan. Ketika 7:27 itulah manusia itu tunduk kepada 7:29 keagungan dan kebesaran Allah. Karena 7:32 apa? Karena Alquran itu terdapat lautan 7:35 makna yang tiada batas, lautan keindahan 7:38 bahasa yang tiada dapat dilukis dengan 7:41 kata-kata, lautan keilmuan yang belum 7:43 terpikirkan dalam jiwa manusia. Jadi, 7:46 Alquran ini luar biasa mukjizat dari 7:49 Allah. Oleh karena itu, bacalah Alquran. 7:52 Oleh karenanya, mereka yang telah dapat 7:55 berinteraksi dengan Alquran sepenuh 7:58 hati, itu dapat merasakan getaran 8:01 keagungannya yang luar biasa tiada 8:04 tandingannya. Mereka dapat merasakan 8:06 sebuah keindahan yang tidak terhingga 8:09 rasanya. Rasa bagaimana dekat dengan 8:12 Allah. Dan kita tahu orientasi dunia ini 8:15 hanya kecil dibandingkan yang yang ada 8:17 di balik ini. Nah, itulah sebabnya 8:20 kalau kita baca ya, ee Sayyid Qutb dalam 8:23 Fi Zilalil Quran, itu dalam mukadimahnya 8:25 itu beliau mengucap mengungkapkan ya. Ee 8:28 beliau mengatakannya dalam ee mukadimah 8:31 ee Fi Zilalil Quran, 8:32 "Hidup di bawah naungan Alquran itu 8:35 merupakan suatu kenikmatan. Kenikmatan 8:38 yang tiada dapat dirasakan 8:40 kecuali hanya oleh mereka yang 8:42 benar-benar telah merasakannya." Jadi, 8:44 memang kalau sesuatu yang belum kita 8:46 rasakan akan sulit untuk 8:47 mengungkapkannya, kecuali yang sudah 8:49 bisa merasakannya ya. Nah, itu ee oleh 8:52 orang yang sudah merasakan ini ketika 8:54 berinteraksi dengan Alquran itu terasa 8:57 kenikmatan. Hidup di bawah naungan 8:59 Alquran ini nikmat sekali ya. Suatu 9:02 kenikmatan yang mengangkat jiwa, kata 9:04 beliau. Memberikan keberkahan dan 9:06 mensucikannya. Nah, ini beliau me me me 9:09 melanjutkan lagi bahwa "Alhamdulillah," 9:12 kata beliau, "Allah telah memberikan 9:14 kenikmatan pada diriku untuk hidup di 9:16 bawah naungan Alquran beberapa saat 9:19 dalam perputaran zaman." Sebelumnya kan 9:21 beliau kan jauh ya dari Alquran. Ketika 9:23 beliau kembali kepada Alquran, mencoba 9:25 untuk menggalinya, membacanya, 9:27 memahaminya sampai menulis tafsir ya, Fi 9:30 Zilalil Quran, beliau merasakan sebuah 9:32 kenikmatan yang sangat sulit untuk 9:34 diungkapkan dalam tulisan. Indah sekali. 9:37 Nah, beliau mengatakan, "Di situ aku 9:39 dapat merasakan sebuah kenikmatan yang 9:41 benar-benar belum pernah aku merasakan 9:43 sebelumnya sama sekali dalam hidupku." 9:46 Nah, pendengar yang dirahmati Allah, 9:48 kita bisa mencoba. Maka, bacalah Alquran 9:51 dengan sepenuh hati dan jiwa. Cukuplah 9:53 menjadi bukti keindahan bahasa Alquran 9:56 sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu 9:58 Ishaq, ya. Jadi, ada kisah 10:00 ada tiga orang kafir Quraisy, ya. 10:03 Namanya Abu Lahab, Abu Jahal, dan Ahnas 10:06 bin Syariq, ya. Kita lihat bagaimana 10:09 mereka ini penasaran terhadap apa yang 10:12 diturunkan kepada Rasulullah, ya, 10:13 Alquran. Mereka tuh pengin tahu apa, ya, 10:16 aku apa kandungan Alquran itu. Mereka 10:19 sembunyi-sembunyi. Mereka itu kan 10:20 ingkar, kufur, kafir, tidak beriman 10:22 kepada Rasulullah. Tapi, mereka 10:24 penasaran. Apa tuh yang dibawa? Apa itu 10:26 Alquran? Mereka sembunyi-sembunyi 10:30 mendatangi rumah Rasulullah sallallahu 10:32 alaihi wasallam pada malam hari, ya. 10:34 Jadi, mereka mendengarkan lantunan 10:37 ayat-ayat Alquran yang dibaca oleh 10:39 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 10:41 dalam salatnya, ya. Kemudian, mereka 10:43 bertiga ini bertiga tiga orang ini itu 10:47 bersembunyi itu sendiri-sendiri tanpa 10:50 satu sama lain tahu di mana posisinya. 10:53 Jadi, artinya mereka enggak enggak 10:55 saling ini, ya, tidak saling apa namanya 10:58 kompromi, ya. Nanti kamu enggak, mereka 11:00 sendiri-sendiri. Tapi, pas tiga orang 11:02 ini 11:03 ingin mendengarkan apa yang dibaca oleh 11:05 Rasulullah. 11:06 Nah, jadi mereka satu sama lain tidak 11:08 tahu, tidak saling mengetahui. Nah, 11:10 setelah Rasulullah selesai melaksanakan 11:13 salat, akhirnya mereka kan balik 11:15 kepergok di jalan, ya. Waktu mereka 11:18 saling mencela, ya, artinya ini padahal 11:21 mereka tuh sebenarnya tertarik, ter apa 11:23 ter dengan lan ayat Alquran dengan 11:26 lantunannya, dengan isinya, itu mereka 11:28 tertarik. Nah, akhirnya mereka saling 11:31 mencela, kemudian mereka punya 11:33 kesepakatan, "Sudah kalau begitu kita 11:34 enggak datangi lagi rumahnya Rasulullah, 11:37 rumahnya Muhammad." katanya. Pada malam 11:39 berikutnya, mereka bertiga ingin tahu 11:42 karena tidak kuasa menahan gejolak 11:43 jiwanya untuk mendengarkan lantunan 11:46 ayat-ayat Alquran yang penuh dengan 11:47 keindahan tersebut. Mereka datang lagi 11:50 tuh bertiga. Mereka mengira satu sama 11:52 lainnya tidak datang, kan mereka sudah 11:54 kesepakatan, sudah janji. Ternyata 11:57 datang lagi bertiga. Nah, mereka 11:58 menempati eh posisinya masing-masing ya 12:01 untuk mendengarkan biar enggak tidak 12:03 ketahuan ya, biar tidak kepergok. 12:05 Selesai Rasul membacakan baca Alquran 12:07 dalam salatnya, mereka pulang ketemu 12:09 lagi di jalan. Terjadilah saling mencela 12:12 sesama mereka ya. Kemudian jiwa mereka 12:15 tuh terus ya bergejolak ingin 12:17 mendengarkan kembali Alquran, lantunan 12:20 Alquran. Ya, jadi mereka tuh sebenarnya 12:22 eh tunduk ya dengan Alquran, tapi karena 12:25 egonya, karena keingkarannya mereka 12:27 tidak mau beriman kepada Alquran. 12:30 Akhirnya mereka muahadah ya, membuat 12:32 perjanjian untuk sama sekali tidak akan 12:35 ke rumah Rasulullah mendengarkan 12:37 Alquran. Nah, ini menjadi contoh ya 12:39 kisah ini bagaimana 12:42 keindahan Alquran itu diakui oleh 12:45 orang-orang eh kafir ya, walaupun hawa 12:47 nafsu mereka itu mengingkarinya, tapi 12:50 mereka mengingkari Rasulullah, tapi 12:52 mereka tidak mengingkari keindahan 12:53 Alquran ya. Maka itulah sebabnya dalam 12:56 Alquran disebutkan, "Lau anzalna hadzal 12:59 Quran ana ala jabalin la raaitahu 13:02 khasyi'an mutashaddi'a." 13:04 Kalau sekiranya kami turunkan Alquran 13:07 ini kepada sebuah gunung, pasti kamu 13:09 akan melihatnya tunduk terpecah karena 13:12 takut kepada Allah. Nah, ini perumpamaan 13:14 ya bagaimana indahnya Alquran. Alquran 13:17 adalah mukjizat. Alquran ini merupakan 13:21 kalamullah, wahyu Allah. Jadi, itulah 13:23 sebabnya kita sebagai umat Muhammad 13:26 sallallahu alaihi Wasallam wabil khusus 13:29 di bulan Ramadhan amalan unggulan kita 13:32 amalan utama kita adalah bacalah 13:34 Alquran. Galilah kandungannya, 13:37 berinteraksilah sedekat-dekatnya, 13:39 pahamilah maksudnya. Nah, oleh karena 13:41 itu saya akan sampaikan di sini delapan 13:44 keutamaan membaca Alquran yang nanti 13:46 setelah kita membahas delapan keutamaan 13:49 membaca Alquran, saya juga akan membahas 13:51 delapan adab membaca Alquran ya nanti 13:54 juga niat-niat niat dalam membaca 13:56 Alquran ya bacalah Alquran. Nah, 13:58 keutamaan delapan keutamaan membaca 14:01 Alquran ini 14:03 eh yang pertama 14:05 membaca Alquran itu adalah perdagangan 14:07 yang tidak pernah merugi ya. Alladzina 14:10 yatluuna kitaballahi wa aqoomush sholaah 14:13 wa anfaquu mimmaa rozaqnaahum sirraw wa 14:16 alaaniyah yarjuuna tijaarotan lan 14:19 tabuur. 14:20 Orang-orang yang selalu membaca Alquran, 14:24 membaca kitab Allah dan mendirikan 14:26 sholat, menafkahkan sebagian dari rezeki 14:29 yang Allah berikan kepada mereka baik 14:32 dengan diam-diam atau dengan 14:33 terang-terangan mereka mengharapkan 14:36 yarju tijaaroh, mereka mengharapkan 14:39 perniagaan yang tidak akan merugi. Ya. 14:43 Jadi Alquran ini adalah perdagangan yang 14:46 tidak akan pernah merugi kalau kita 14:47 berinteraksi dengannya. Ini bagian dari 14:50 yang pertama ya keutamaan membaca 14:52 Alquran. Yang kedua satu hurufnya itu 14:55 diberikan pahala dengan satu kebaikan 14:58 dan dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan. 15:01 Ini di waktu-waktu di luar 15:04 eh bulan Ramadhan. Nah, bagaimana kalau 15:07 di bulan Ramadhan itu sendiri? Tentu 15:10 saja dengan keutamaan bulan Ramadhan ini 15:13 itu berlipat-lipat 15:15 pahala yang didapatkan tentu saja ya 15:18 jadi tidak hanya sampai 10 15:20 berlipat-lipat akan didapatkan, ya. 15:23 Masya Allah, eh ini keberkahan Ramadan 15:26 mudah-mudahan kita semakin terasa ya 15:28 kecintaan kita kepada Alquran ini. Nah, 15:31 jadi satu kebaikan ya, satu huruf satu 15:34 kebaikan. Man qara'a Man qara'a harfan 15:37 min kitabillah falahu bihi hasanatun, ya 15:40 dan seterusnya ya hadis-hadis yang eh 15:42 dijelaskan dengan sahih ya. 15:44 Jadi, orang yang membaca Alquran itu 15:47 dapat satu kebaikan tapi 15:48 dilipatgandakannya 10 kali 15:50 berlipat-lipat, nah itu ya. Kemudian 15:52 yang ketiga, kebaikan itu akan menghapus 15:55 kesalahan. Karena kita setiap huruf ya, 15:57 maka jangan khawatir bagi 15:59 saudara-saudara kita yang masih belajar 16:02 membaca Alquran, jangan khawatir. 16:04 Semakin kita intensif belajar Alquran 16:07 semakin banyak pahalanya. Bukankah kita 16:09 terus mengulang-ulang, apalagi yang ikut 16:11 tahsin ya. Misalnya ketika mem- mem- 16:14 membahas tentang satu huruf aja misalnya 16:16 huruf kha kha gitu ya, itu susah banget 16:20 diulang-ulang, itu kan pahala itu ya. 16:22 Nah, kebaikan itu akan menghapus 16:24 kesalahan. Innal hasanati yudhibnas 16:27 sayyi'at. Perbuatan-perbuatan yang baik 16:29 itu menghapuskan dosa dan 16:31 kesalahan-kesalahan yang ada, gitu. 16:33 Kemudian yang keempat, setiap kali 16:35 bertambah kuantitas bacaan kita itu 16:38 bertambah pula ganjaran pahala dari 16:40 Allah, ya. Man qara'a bi mi'ati ayat fi 16:43 lailatin kutiba lahu qunutu laila, ya 16:46 barang siapa yang membaca 100 ayat pada 16:49 suatu malam itu dalam hadis Nabi itu 16:50 ditulis baginya pahala salat sepanjang 16:53 malam. Masya Allah. 100 ayat aja tuh 16:57 salat apa ditulis 16:59 apa namanya kuali- apa kuantitas bacaan 17:01 kita bertambah, maka pahala juga 17:03 bertambah. 17:04 Ya, membaca 100 ayat pada satu malam 17:07 ditulis baginya pahala salat sepanjang 17:10 malam. Itu 100 ayat, bagaimana dengan 17:12 satu juz, dua juz dan seterusnya. Maka 17:14 kalau kita lihat ya para ulama dulu 17:16 ketika di bulan Ramadan itu mereka 17:18 berlomba-lomba untuk memanfaatkan 17:22 eee 17:23 keberkahan bulan Ramadan ini dengan 17:25 banyak beramal, beramal saleh. Bahkan 17:28 kita lihat ya lo ba luar biasa kalau 17:30 bacaan Qurannya ya luar biasa mungkin 17:33 sulit ya kita untuk mengikutinya seperti 17:35 misalnya Imam Syafi'i itu mengkhatamkan 17:37 Quran itu di bulan Ramadan tuh 60 kali, 17:40 masyaallah ya. Nah itu jadi mereka 17:43 berlomba karena memang ganjaran pahala 17:44 dari Allah juga berlipat ya. Kemudian 17:47 yang kelima bacaan Alquran itu akan 17:49 bertambah agung dan mulia jika di dalam 17:52 salat ya. Maka dalam sebuah riwayat 17:55 Rasul pernah bersabda 17:57 Ayyuhibu ahadukum idza roja'a ila ahlihi 18:00 ila ahlihi an yajida fihi salasa 18:03 kholifat idzamin simanin. 18:06 Maukah salah seorang dari kalian jika 18:09 dia kembali ke rumahnya itu dia 18:10 mendapati di dalamnya tiga unta yang 18:13 hamil, gemuk serta besar. Nah jadi 18:17 artinya eee kalau dulu kan unta dianggap 18:20 eee ba benda barang berharga ya, 18:22 bernilai ya. Nah kemudian mereka jawab 18:25 eee fasalasatu ayat ya apa itu ya Rasul? 18:27 Na'am ya kami mau ya Rasul. Apa itu ya 18:29 Rasulullah? Salasatu ayat yaqro' bihinna 18:31 ahadukum fi salatihi khairun lahu min 18:33 salasati kholifatin idzamin simanin. 18:36 Maksudnya apa? Salah seorang dari kalian 18:39 membaca tiga ayat di dalam salat itu 18:43 lebih baik baginya daripada mendapatkan 18:46 tiga unta yang hamil, gemuk dan besar. 18:49 Ini maksudnya Rasul itu memotivasi para 18:51 sahabat kalau lagi salat ya baca Quran 18:54 karena baca Quran di dalam salat itu 18:56 mulia banget bertambah agung banyak 18:58 pahalanya ya. Karena kita tahu ya kalau 19:00 rukun salat itu eee kan hanya Al Fatihah 19:03 saja. Eee baca Quran baca surat itu kan 19:06 tidak tidak rukun salat ya. Maka Rasul 19:09 memotivasi kita bacalah Alquran itu akan 19:12 bertambah agung dan akan bertambah mulia 19:14 jika dibaca di dalam salat, ya. Kemudian 19:18 keutamaan Alquran berikutnya itu eh 19:21 membaca Alquran itu bagaimanapun juga 19:23 itu akan mendatangkan kebaikan, ya. Al 19:26 mahir bil Quran ma'as safaratil kiramil 19:29 bararah, ya. Orang yang mahir membaca 19:33 Quran, yang lancar membaca Quran itu 19:35 bersama para malaikat yang mulia, yang 19:37 taat kepada Allah, ya. Tadi kan kalau 19:40 kita lihat yang membacanya terbata-bata, 19:42 ya. Ya tak tak itu, ya. Itu kan dapat 19:45 pahalanya kan setiap huruf dia baca 19:47 dapat kebaikan satu, ya. Artinya eh 19:49 mereka juga dapat ini, dapat eh balasan 19:52 kebaikan juga, dapat dua pahala dia, ya. 19:54 Wahuwa alaihi syakkin lahu ajran, dia 19:56 tuh dapat dua dua ajran, pahala. Apalagi 19:59 yang mahir. Jadi masyaallah keberkahan 20:02 Alquran ini luar biasa akan didapat oleh 20:04 siapapun yang mau mau intens 20:06 berinteraksi dengan Alquran. Kemudian 20:08 juga keutamaannya yang ketujuh itu 20:11 mendatangkan syafaat, ya. Jadi iqra'ul 20:14 Quran fainnahu ya'ti yaumal qiyamah 20:17 syafi'an li ashhabihi. Bacalah Alquran, 20:20 iqra'ul Quran, ya. Bacalah Alquran. 20:23 Karena Alquran ini datang nanti pada 20:24 hari kiamat sebagai pemberi syafaat 20:28 kepada orang yang membacanya. 20:30 Subhanallah. Ini, ya. Jadi kita 20:32 termotivasi lagi, ya. Bacalah Alquran, 20:34 bacalah Alquran, ya. Yang kedelapan 20:38 membaca Alquran itu adalah sebaik-baik 20:40 amal perbuatan. Khairukum man ta'allamal 20:44 Quran wa allamah. Tadi kita sudah bahas, 20:46 ya. Bahwa sebaik-baik kalian, kata 20:49 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, 20:51 adalah orang yang belajar dan 20:54 mengajarkan Alquran. Jadi kita mestinya 20:58 hendaknya diposisikan antara. Kalau kita 21:02 mahir, ya mengajarkan. Kalau kita belum 21:05 mahir, ya kita belajar. Jadi antara yang 21:07 belajar dan mengajarkan semuanya itu 21:10 adalah sebaik-baik amal, sebaik-baik 21:12 manusia, insyaallah ya. Mudah-mudahan di 21:15 bulan Ramadan ini termotivasi bagi kita, 21:18 bagi siapapun yang belum lancar Alquran 21:21 untuk belajar Alquran. Mulailah membaca 21:24 Alquran, bacalah Alquran, belajarlah 21:26 Alquran ya. Nah, ini 21:28 keutamaan dari Alquran. Maka, dengan 21:31 banyaknya keutamaan yang saya sampaikan 21:33 di antaranya itu delapan, maka para 21:35 ulama memiliki pandangan yang luar 21:37 biasa. Boleh kita dengar, kita simak 21:40 pandangannya seperti yang disampaikan 21:43 oleh Abdul Malik bin Umair. Beliau 21:45 mengatakan ya, 21:47 "Satu-satunya manusia yang tidak pikun 21:50 itu adalah orang yang selalu membaca 21:54 Alquran." Subhanallah. Jadi, kalau dalam 21:58 kesempatan lain beliau mengatakan, 22:01 "Manusia yang paling jernih akalnya, 22:03 yang yang masih pokoknya yang akalnya 22:05 tuh masih bisa di walaupun sudah usia 22:07 tua, itu adalah pembaca Alquran ya." 22:10 Kita banyak dapatkan bukti ya, 22:12 orang-orang yang sudah tua, yang sudah 22:14 sepuh tapi masih tajam ingatannya. 22:16 Bahkan ada yang saya luar biasa ya 22:19 menjadi contoh juga buat kita ya di usia 22:21 80 selesai menghafal Quran, masyaallah. 22:24 Jadi, berarti memang seumur hidup kita 22:26 memang harus berusaha untuk menghafal ya 22:29 pelan-pelan tapi niat dan semangat itu 22:31 harus ada ya. 22:33 Kemudian kita lihat lagi misalnya Imam 22:34 Qurtubi ya, beliau mengatakan, 22:37 "Barang siapa yang membaca Alquran, maka 22:40 Allah akan menjadikan ingatannya itu me 22:44 segar, pulih, terang walaupun usianya 22:47 mencapai 100 tahun." Masyaallah. Ini 22:49 kayaknya perlu dibuktikan ya di 22:51 usia-usia yang masih-masih muda gitu ya. 22:53 Coba deh kita 22:54 rutin. Kalau ada yang mengatakan, 22:56 "Enggak juga tuh, enggak jaminan. Tuh 22:57 usianya baru 70 sudah pikun." Ya, ya 23:00 pertama tentu kita mengevaluasi diri 23:03 sejauh mana intensitas kedekatan 23:05 interaksinya dengan Alquran gitu ya. 23:08 Kemudian yang kedua hal-hal yang lain ya 23:10 yang manusiawi ya misalnya apakah ada 23:13 penyakit pikun dalam arti mungkin ada ya 23:15 banyak faktor tapi paling tidak para 23:16 ulama mengatakan bacalah Alquran ya. 23:20 Bahkan 23:21 Imam Besar Ibrahim Al-Maqdisi beliau 23:24 memberikan wasiat pada muridnya, 23:27 muridnya itu bernama Abbas bin Abdi Daim 23:29 ya. Beliau mengatakan 23:31 perbanyaklah baca Alquran, jangan pernah 23:33 kau tinggalkan karena sesungguhnya 23:35 setiap yang kamu inginkan akan 23:39 dimudahkan setara dengan yang kamu baca. 23:43 Masyaallah luar biasa ya. Jadi memang 23:46 ini termotivasi kita untuk bacalah 23:48 Alquran ya. Bahkan Ibnu Salah pernah 23:50 mengatakan begini 23:51 malaikat kan tidak diberi keutamaan 23:54 untuk membaca Alquran maka para malaikat 23:56 itu bersemangat, senang dia untuk 23:58 mendengarkan bacaan Alquran dari 24:01 manusia. Ya jadi ini kalau kita baca 24:03 Alquran ya insyaallah ya malaikat hadir 24:06 bersama kita mendengarkan bacaan kita 24:08 ya. Nah inilah sebabnya 24:11 kalau kita melihat di masa dulu itu ya 24:13 sebagaimana penuturan Abu Zannat itu 24:17 ketika dia keluar malam menuju Masjid 24:19 Nabawi itu tidak ada satu rumah pun yang 24:22 dia lewati melainkan di dalamnya tuh ada 24:25 yang sedang membaca Alquran masyaallah 24:27 apalagi di bulan Ramadan ya. Ini di 24:29 bulan Ramadan ini kalau kita lihat 24:31 dulu-dulu itu ya di masa sebelum 24:34 teknologi IT berkembang saat ini kita 24:36 temukan ya rumah-rumah itu setiap malam 24:38 tuh terdengar suara orang ngaji baca 24:40 Alquran ya. Kalau sekarang agak susah 24:42 untuk didapat ya. 24:44 Nah hal yang menarik misalnya Syekh 24:47 Islam Ibnu Taimiyah itu pernah 24:49 mengatakan tidak ada sesuatu yang lebih 24:53 bisa memberikan nutrisi pada otak yang 24:56 membuat jiwa kita menjadi segar, yang 24:59 menambah sehat tubuh kita, yang mencakup 25:02 semua ada kebahagiaan-kebahagiaan yang 25:04 ada yang dirasakan oleh manusia, itu 25:07 melebihi orang yang selalu melihat 25:10 Kitabullah, orang yang selalu membaca ee 25:13 Alquran ya. Jadi memang ada perbedaan 25:16 ya, baca Alquran lewat HP, baca Alquran 25:19 ee lewat mushaf, itu beda banget ya. 25:21 Walaupun yang dibaca Kalamullah ya, 25:23 ayat-ayat Alquran. Tapi kan beda, yang 25:25 di dari mananya ee dia baca. Ya, dari HP 25:29 dengan mushaf tentu beda, karena 25:31 kemuliaan mushaf ini tentu sudah kita 25:33 pahami ya, dibanding HP. HP itu kan ya 25:36 hanya alat ya. Nah, tentu ee lebih baik 25:38 membacanya ee ee melihat ee membaca 25:41 Alquran itu dengan melihat Kitabullah 25:43 ya, dengan mushaf itu ya. Nah, 25:46 kemudian ee para ulama tafsir ya itu 25:49 menjelaskan bahwa ee mereka berpandangan 25:51 bahwa ketika kita menyibukkan diri kita 25:54 dengan Alquran, maka kita akan dibanjiri 25:57 oleh sejuta keberkahan dan kebaikan di 26:00 dunia. Subhanallah, luar biasa ya. 26:03 Maka itulah sebabnya ee ketika kita 26:05 mendengarkan apa yang disampaikan oleh 26:08 Abdullah bin Mas'ud, "Man ahabba an 26:10 ya'lama annahu yuhibbullah wa rasuluhu, 26:13 falyandur. Fa in kana yuhibbul Quran, fa 26:17 innahu yuhibbullah wa rasuluhu." Ya, 26:20 siapa yang ingin ya, siapa yang ingin 26:23 mengetahui bahwa dia mencintai Allah dan 26:26 Rasul-Nya, maka perhatikanlah. Jika dia 26:29 mencintai Alquran, maka dia itu sudah 26:32 berarti dia itu mencintai Allah dan 26:33 Rasul-Nya. Jadi, sebagai ee apa ya, 26:37 sebagai parameter ya, barometer kita 26:40 cinta kepada Allah dan Rasul itu bisa 26:42 dibuktikan sejauh mana interaksi kita 26:44 dengan Alquran. Nah, ini ee pembahasan 26:47 tentang Alquran, keutamaannya, maka 26:50 bacalah Alquran. Nah, selanjutnya eh 26:53 saya akan menyampaikan adab, ya. Adab 26:57 itu memang sangat penting dalam 26:58 kehidupan kita. Kalau kita memiliki ilmu 27:01 tapi tidak memiliki adab, itu naif 27:03 banget ya. Maka adab ini penting. Adab 27:06 membaca Alquran ini ada delapan, di 27:08 antaranya ya saya saya kumpulkan ada 27:09 delapan. Yang pertama, 27:12 membaca taawuz, ya. 27:13 Auzubillahiminasyaitanirrajim, 27:15 ya. Fa idza qara'tal Quran 27:18 fasta'izubillah minasyaitanirrajim, 27:21 ya. Apabila kamu membaca Alquran, 27:23 hendaklah kamu meminta perlindungan 27:26 kepada Allah dari setan yang terkutuk. 27:27 Itu adab ya, taawuz dulu. Yang pertama. 27:31 Yang kedua, membaca dengan tartil, ya. 27:35 Jadi bacaannya tuh jangan cepat-cepat 27:37 ya. Kan dalam Alquran kan Allah sudah 27:39 jelaskan, warattilil Qur'ana tartila. 27:43 Bacalah dengan tartil. 27:45 Jadi kalau misalnya saya ngejar target, 27:48 karena target Ramadan ini mau khatam 27:51 Quran sebanyak lima kali, misalnya ada 27:53 yang begitu ya. Akhirnya baca Qurannya 27:55 tuh ngebut, ya. Pokoknya dihantam terus 27:59 deh, makhrajnya, tajwidnya, pokoknya 28:02 ya sebenarnya sih yang kita inginkan itu 28:04 bukan eh apa namanya kualitas khatamnya 28:07 ya, tapi eh kuantitasnya. Artinya bacaan 28:10 tartil itu kan diperintahkan oleh Allah. 28:13 Bacalah. Jadi kalau cepat menabrak, 28:15 kecuali kalau cepat tapi cepatnya itu 28:17 sesuai ya. Misalnya kalau kita dengar eh 28:21 Syekh Sudais itu kan cepat bacaannya. 28:23 Cepat benar enggak ada masalah gitu ya. 28:25 Jadi sebaiknya memang dengan tartil, 28:28 kita bisa memahami juga tuh apa yang 28:30 kita baca, apa yang kita telah eh apa 28:33 sejauh kalau ada ayat-ayat tentang 28:35 rahmat, kita baca minta pemi mohon 28:38 kepada Allah rahmat. Kalau ada ayat azab 28:41 itu kita berlindung kepada Allah dari 28:43 dari azabnya. Nah, jadi yang kedua adab 28:46 membaca Alquran itu dengan tartil. 28:50 Yang ketiga, tentu saja eh dalam keadaan 28:54 suci, ya. Dalam keadaan berwudu, ya. Ini 28:59 karah tuan at kurullah illa ala tohrin. 29:01 Eh aku enggak suka kalau berzikir itu 29:04 kepada Allah itu dalam keadaan tidak 29:06 suci. Jadi memang sebaiknya kita membaca 29:09 Alquran dalam keadaan berwudu, ya. 29:12 Berwudu sehingga terasa ya ini kan 29:15 keagungan kemuliaan Allah ini yang kita 29:17 baca kan surat cinta dari Allah. Tentu 29:20 eh ini mulia dan suci. Maka alangkah 29:23 baiknya, alangkah eh beradabnya ketika 29:25 kita membaca kalamullah ini dalam 29:28 keadaan bersuci. Dalam keadaan berwudu. 29:31 Kalau seorang perempuan, ya dianjurkan 29:34 adabnya juga menutup aurat. Karena 29:36 memang ti memang tidak ada eh nas yang 29:39 mengharuskan baca Quran harus nutup 29:42 aurat. Beda dengan salat ya. Eh salat 29:44 itu memang ada aturannya. Memang tidak 29:46 ada tapi mim bab bil adab. Kan kita 29:48 ingin bacaan kita itu didengar oleh eh 29:52 malaikat ya. Maka berusaha dalam keadaan 29:55 menutup aurat, ya. Dalam keadaan suci, 29:59 dalam keadaan menghadap kiblat itu 30:01 sangat dianjurkan. Jadi ada adab, sopan 30:04 santun, etika. Kita ini berhadapan 30:07 dengan eh kitab suci ya. Wahyu Allah 30:11 pencipta alam semesta, pemilik kita 30:14 semua. Itu surat cintanya masa kita baca 30:16 sambil ber apa berleha-leha begitu ya. 30:20 Adab. Nah, hendaknya dalam keadaan suci 30:23 dan menghadap kiblat. Itu adabnya dalam 30:25 membaca Alquran. Kemudian yang keempat, 30:28 eh membersihkan mulut ya sebelum membaca 30:31 Alquran ya. Kalau di masa Nabi itu kan 30:33 bersiwak ya. Ya kalau kita kan seperti 30:36 sikat gigi ya. Maka Ali bin Abi Thalib 30:38 mengatakan, "Inna afwahakum ya tur kulil 30:41 Quran." Mulut kalian itu itu jalan 30:44 Alquran. Maka wangikanlah mulut kalian 30:46 itu dengan siwak. Jadi, mulut kita ini 30:49 kan tempat keluarnya bacaan Alquran, ya, 30:52 kan, yang sesuatu yang dimuliakan Allah, 30:54 maka bersihkanlah tempatnya. Ya, jadi 30:57 hal-hal yang memang lewat sesuatu yang 30:59 mulia itu yang kita baca itu sebaiknya 31:01 juga di 31:02 bersihkan. Nah, itu sunahnya di situ, 31:05 ya, bahkan malaikat juga sangat menyukai 31:08 orang-orang yang bersiwak itu, ya. yang 31:10 kelima memilih tempat yang bersih. 31:13 Memilih memilih tempat yang jauh dari 31:15 najis. Jadi, memang spesial khusus untuk 31:17 baca Alquran semaksimal mungkin hindari 31:20 tempat-tempat yang kotor, ya, karena 31:21 kita baca sesuatu yang mulia tentu 31:24 layaknya di tempat yang mulia. 31:27 Kemudian yang keenam, 31:28 merenungi apa yang terkandung dalam 31:31 Alquran itu. Ya, apa yang terkandung 31:33 dalam Alquran itu kita renungi, kita 31:35 tadaburkan. Afala yatadabbarunal Quran 31:39 walau kana min indillah la wajadu fihi 31:41 ikhtilafan katsira. 31:44 Jadi, di sini perintah Allah, 31:46 renungkanlah. Ya, jadi kalau kita tidak 31:49 paham bahasa Arab, kita bisa melirik 31:51 terjemahannya. Maka oleh karena itu para 31:53 ulama memberikan motivasi kepada kita di 31:57 bulan Ramadan ini ketika interaksi 31:59 dengan Alquran itu dibagi tiga. 32:02 Pertama yang khusus untuk tilawah saja, 32:04 ya, baca saja, baca bacalah. Ya, bacalah 32:07 Alquran, baca saja. Jadi, itu kan nanti 32:09 ada 32:10 tempat-tempat tertentu yang kita baca 32:12 rutin, ya. Kemudian baca terjemahannya. 32:16 Jadi, antara membaca atau tilawah itu 32:20 dengan 32:21 memahami 32:23 maksudnya dengan membaca terjemahan kan 32:24 enggak sama. Kita kan punya kemampuan 32:26 membaca 32:28 apa membaca itu kan terbatas, ya, 32:29 terjemahan itu paling tidak direnungkan, 32:31 ditadaburkan. Bahkan kalau memang 32:34 memungkinkan itu membaca 32:37 kitab tafsir ya misalnya Ibnu Katsir, 32:39 ada yang tafsir yang satu ayat saja 32:41 enggak usah perbanyak setiap hari satu 32:43 ayat kita tahu oh maksudnya ini. Nah, 32:45 itu juga bagian dari tadabbur Alquran. 32:48 Nah, bisa juga yang ketiga ini itu ada 32:51 bagian untuk menghafal. Ini tentu saja 32:54 bagi yang sudah lancar ya. Kalau yang 32:57 masih mulai belajar cukuplah belajar 32:59 dengan tilawahnya membaca gitu ya. Kalau 33:01 menghafal itu kan biasanya setelah 33:04 lancar bacaannya. Nah, itu yang ke 33:06 yang keenam ya. Pahami, renungkan apa 33:09 yang 33:10 terkandung dalam Alquran. Kemudian yang 33:13 ketujuh 33:14 ketika kita membaca Alquran melewati 33:17 ayat-ayat penuh dengan rahmat Allah, 33:20 kasih sayang Allah kita minta kasih 33:22 sayang Allah. Ketika 33:24 kita baca ayat-ayat tentang azab, kita 33:27 berlindung kepada Allah dari azab Allah 33:29 ya. Jadi memang 33:31 ini dilakukan oleh Rasulullah sebagai 33:32 teladan kita ya. Ketika Hudzaifah itu 33:36 ketika beliau bersama Rasulullah, beliau 33:39 ceritakan bahwa Rasulullah itu ketika 33:42 melewati ayat-ayat tentang tasbih, 33:44 beliau bertasbih kepada Allah. Ketika 33:46 ada ayat-ayat tentang azab, beliau 33:48 memohon perlindungan kepada Allah dari 33:50 azab Allah ya. Jadi itu yang ketujuh. 33:52 Yang kedelapan 33:54 tidak membaca Alquran dalam keadaan 33:56 mengantuk. 33:58 Kalau mengantuk itu kan ya namanya 34:00 kadang-kadang ya jangankan baca Quran, 34:02 salat-salat saja ketika kita mau apa 34:05 ngantuk suruh tidur dulu ya. Tapi 34:07 jangan-jangan sampai lalai ya ketiduran 34:09 ya. 34:10 Nah, jadi di sini 34:11 jelas sekali bahwa 34:15 kalau salah seorang dari kalian salat 34:16 malam kemudian lisannya tidak bisa 34:18 membaca Alquran dengan baik karena 34:20 mengantuk dan dia tidak tahu apa yang 34:22 dia katakan maka hendaklah dia tidur 34:24 atau berbaring ya. Jadi ini 34:26 delapan adab dalam membaca Alquran. 34:29 Nanti kita lanjutkan ya, Mbak. 34:33 dan akhwat yang dimuliakan Allah, 34:35 demikian tadi telah kita simak bersama 34:37 tausiah dari Ustadzah Herlini Amran. 34:40 Mungkin untuk ikhwan dan akhwat yang 34:41 ingin bertanya, menanggapi, atau 34:43 berinteraksi langsung dengan beliau bisa 34:45 melalui layanan interaktif kami 34:48 di nomor telepon 0218451512 34:52 atau melalui WhatsApp di 34:54 08111 34:57 999720. 35:00 Kami akan kembali setelah yang berikut 35:01 ini. 38:59 Rasul TV 39:16 Radio silaturahim dan Rasul TV untuk 39:19 Islam yang satu. Masih bersama Riska 39:22 Agustin, Anis Mualim dan Oni Syahputra 39:25 dalam acara Fikih Wanita bersama 39:27 Ustadzah Herlini Amran. 39:29 Dan Ikhwan dan Akhwat kita langsung saja 39:31 menyimak kembali. Ustadzah Herlini 39:33 silakan meneruskan. Ya, terima kasih 39:36 Mbak Riska dan pendengar yang dirahmati 39:38 Allah. Dari pemaparan tadi betapa kita 39:41 memahami Alquran memuliakan siapa saja 39:45 orang yang beriman dan berinteraksi 39:47 dengan Alquran. Bahkan Allah 39:49 memposisikan orang yang beriman yang 39:52 ahli terhadap Alquran itu adalah 39:53 Ahlullah. Nah, kita lihat contoh ya 39:55 misalnya bagaimana kondisinya orang yang 39:58 berinteraksi dengan Alquran itu 39:59 dimuliakan. Misalnya eh ada seorang 40:02 sahabat Nabi namanya Abdullah bin Mas'ud 40:05 ya. Memang secara eh sosial status 40:07 sosial beliau itu tidak seperti sahabat 40:09 yang kaya ya yang apa 40:12 secara fisik juga perawak perawakannya 40:15 kecil pokoknya lemah kayaknya lemah gitu 40:18 ya ketika berdiri itu seperti duduknya 40:20 orang gitu ya kecil jadi enggak 40:22 meyakinkan lah ya secara fisik ya tapi 40:26 suatu saat ketika beliau itu lagi manjat 40:29 pohon ya ada ada angin itu menyingkap 40:33 pakaiannya betisnya itu terlihat ya jadi 40:35 apa namanya kok tipis banget gitu ya nah 40:38 ini menyebabkan 40:40 para teman-temannya itu orang-orang yang 40:42 hadir di situ pada ketawa ya kecil amat 40:45 betisnya badannya kurus gitu ya ya 40:48 seakan-akan ya begitulah kan manusia kan 40:50 kalau ada yang tubuhnya kecil gitu kan 40:53 diketawain lah gitu ya kemudian 40:55 Rasulullah 40:56 langsung ini memberikan peringatan kata 40:58 Nabi kenapa kalian mentertawakan 41:00 betisnya Ibnu Mas'ud yang kecil ini demi 41:04 Allah kata Rasulullah ya sesungguhnya 41:06 kedua betis ini dalam timbangan Allah 41:09 pada hari kiamat itu lebih berat dari 41:11 Gunung Uhud Subhanallah karena memang 41:14 Abdullah bin Mas'ud ini 41:15 luar biasa ya interaksi dengan Alquran 41:17 bahkan Rasulullah 41:19 menjadikan 41:20 sangat suka mendengarkan bacaan Abdullah 41:22 bin Mas'ud ini ya 41:24 Allah tentu memuliakan Ibnu Mas'ud 41:26 karena memang beliau itu ahli dalam 41:28 Alquran ya jadi beliau itu kan rujukan 41:30 pertama dalam qiraah ya 41:33 tentu saja setelah Rasulullah 41:34 Shallallahu Alaihi Wasallam jadi 41:34 Rasulullah sendiri suka mendengarkan 41:36 bacaan yang dibaca oleh Abdullah bin 41:38 Mas'ud nah jadi barangsiapa yang ingin 41:41 membaca Alquran seindah sebagaimana 41:44 diturunkan kata Nabi maka bacalah 41:46 sebagaimana yang dibaca oleh Ibnu Mas'ud 41:49 jadi luar biasa ya kemuliaan Ibnu Mas'ud 41:51 ini karena beliau 41:53 berinteraksi dengan Alquran itu luar 41:55 biasa hingga Rasulullah membelanya 41:57 bacalah ya 41:59 aku ingin sekali mendengarkan bacaan 42:00 yang dibaca oleh 42:02 Ibnu Mas'ud ya jadi 42:04 Ibnu Mas'ud juga pernah cerita ketika 42:07 bersama Rasulullah Rasulullah mengatakan 42:08 kepadanya Iqra bacalah Alquran aku ingin 42:12 dengarkan bacaan Quran dari eh dari dari 42:14 darimu. Ibnu Mas'ud kan jadi gimana 42:16 orang Alquran diturunkan kepada 42:17 Rasulullah. Eh bagaimana dengan dengan 42:21 saya ini aku senang dengarnya. Jadi 42:23 memang bagian dari eh sunatullah juga 42:25 fitrah juga ya. Kalau kita itu senang 42:28 kali mendengarkan bacaan-bacaan yang 42:30 indah ya bacaan Alquran yang dilantunkan 42:33 dengan suara yang penuh dengan eh 42:35 masyaallah ya itu kan memang bagian dari 42:37 fitrah senang. Rasul juga begitu. Nah 42:39 ketika Ibnu Mas'ud membacakan Alquran 42:41 tersebut di hadapan Rasulullah 42:43 sallallahu alaihi wasallam, ke beliau 42:45 mendengarkannya dengan khusyuk. Nah 42:47 ketika sampai dalam eh bacaan itu dalam 42:49 surat An-Nisa ayat 41 ya. Fakaifa idza 42:53 ji'na min kulli ummatin bi syahidin 42:56 waji'na bika ala ha'ula'i syahida. Maka 43:00 bagaimana halnya orang-orang kafir 43:03 apabila kami mendatangkan seorang saksi 43:06 yaitu Rasul dari tiap-tiap umat dan kami 43:08 mendatangkan kamu Muhammad sebagai saksi 43:11 atas mereka sebagai umatmu. Maka Rasul 43:13 mengatakan cukup cukup. Ya Rasul itu di 43:15 kemudian Ibnu Mas'ud melihat wajah 43:17 Rasulullah Rasul itu menitikkan air mata 43:19 menangis ya. Jadi itulah eh bagaimana 43:21 Alquran ini luar biasa dapat menyentuh 43:25 hati-hati hamba Allah ya yang menjadi 43:27 hati yang lembut ya. Ini karena 43:30 interaksi ya. Nah di sinilah eh 43:33 bagaimana 43:34 para salafus saleh ya para sahabat 43:37 berinteraksi dengan Alquran. Nah begitu 43:39 juga kalau kita lihat 43:41 mereka itu baca Quran itu betul-betul 43:43 dengan memahaminya, mentadabburkannya, 43:46 bahkan membacanya berulang-ulang kalau 43:49 itu adalah ayat yang sangat menyentuh eh 43:51 sanubarinya. Dibaca berulang-ulang. 43:54 Terus dibaca ya. Sebagaimana misalnya eh 43:57 abad eh bin apa Ibnu Hazam Ibnu Hamzah 44:00 itu yang eh beliau itu ingin menemui eh 44:03 Asma ya. Asma eh ketika akan menemui 44:06 Asma ternyata lagi baca Quran ya, baca 44:08 Qur'an ayat yang dibaca itu 44:09 diulang-ulang. "Famanallahu alaina wa 44:12 waqana adzabas samum." Maka Allah 44:15 memberikan karunia kepada kami dan 44:17 memelihara kami dari azab neraka. Beliau 44:19 baca ulang-ulang, akhirnya 44:21 tadi yang mau menemui Asma ini, nanti 44:24 saja deh, balik lagi mungkin selesai 44:26 baca Qur'an. Balik lagi dari 44:28 keperluannya cukup lama juga, masih ayat 44:30 itu yang diulang-ulang. Nah, jadi ini 44:32 maksudnya apa? Kalau ada ayat-ayat 44:36 Alquran yang kita tersentuh dengan 44:38 bacaan ayat itu, bacalah berulang-ulang. 44:41 Itu akan meresap dalam sanubari kita, 44:43 akan menghujam di hati kita, akan 44:45 berdampak kepada pribadi kita, perilaku 44:48 kita dan keimanan kita. Nah, itulah 44:49 bentuk interaksi dengan Alquran. Bacalah 44:52 Alquran ya. Nah, terakhir yang ingin 44:55 saya sampaikan di sini adalah 44:57 niat. Niat membaca Alquran. 45:01 Niat ini penting. "Innamal a'malu 45:04 binniyat." 45:05 Semua amal itu tergantung niat. Maka 45:08 benar ya, artinya apa yang disampaikan 45:10 oleh Yahya Ibnu Katsir mengatakan, 45:12 "Ta'allamunniyat fainnahu ablagh minal 45:14 amal." Pelajarilah masalah niat. Niat 45:18 itu lebih besar dampaknya dari amal itu 45:20 sendiri ya. Jadi bisa jadi ada orang 45:23 yang beramal tapi karena memang tidak 45:25 pandai memanage niat, ya mengelola niat, 45:28 dapat pahalanya enggak seberapa 45:29 dibandingkan orang yang beramal dengan 45:32 niat yang dia pahami, dia dengan niat 45:34 yang luar biasa tuh dapatnya juga 45:36 banyak. Maka jangan lupa niat. Nah, niat 45:39 membaca Alquran itu para ulama juga 45:41 telah banyak ya memberikan 45:44 apa namanya masukan-masukan untuk kita, 45:46 untuk kita amalkan ya. Misalnya ketika 45:49 baca Qur'an tuh jangan hanya 45:51 jangan hanya cukup ya, artinya baca 45:53 dengan ta'awudz, eh baca bismillah ya, 45:56 ta'awudz, bismillah 45:57 langsung baca Qur'an, selesai 45:59 "Shadaqallahuladzim." Dah, selesai. Ya 46:01 itu betul, pasti dapat pahala ya, karena 46:03 setiap bacaan itu pasti mendatangkan 46:06 pahala ya. Tapi kan niatnya ya memang 46:09 karena Allah, kenapa enggak dimasukkan 46:11 niat-niat yang lain. Jadi sambil kita 46:14 beramal, sambil banyak kita dapatkan 46:16 niat ya. Maka iqra'ul Qur'an li ajlil 46:18 ilmi wal amal bihi. Ya para ulama 46:20 mengatakan, maka niatkanlah ketika baca 46:23 Alquran itu tujuannya apa? Untuk belajar 46:25 dan untuk beramal. Bahkan biqashdil 46:27 hidayah, niatkan juga tujuan untuk 46:30 membaca Alquran itu agar Allah 46:32 memberikan kita hidayah. Niatkan juga 46:35 agar kita bermunajat kepada Allah. 46:37 Niatkan juga ketika ketika kita membaca 46:40 Alquran ini adalah li istisyfa ya, li 46:43 istisyfa minal amradh, amradh dzahir wal 46:46 bathin. Dengan tujuan apa kita membaca 46:48 Alquran, tujuannya apa? Supaya semoga 46:50 Allah menyembuhkan penyakitku ini, 46:52 penyakit dzahir dan bathin, penyakit 46:54 fisikku. Bukankah Alquran itu syifa? Ya 46:57 mungkin diantara kita ada yang 47:00 ya sakit yang apalah ya. Bismillah ya 47:02 kita niatkan. Niat, mudah-mudahan dengan 47:04 membaca Alquran ini kita disembuhkan 47:07 dari semua penyakit-penyakit yang ada, 47:09 dzahir dan bathin yang like fisik atau 47:11 atau yang bathin. Pokoknya niat untuk 47:13 kesembuhan ya, kan innama a'malu 47:16 binniyat. Maka berniatlah tujuan kita 47:19 membaca Alquran ini niatkan juga untuk 47:21 mengeluarkan kita dari ke kezaliman, 47:24 dari akhlak yang buruk, dari hati yang 47:27 keras. Kita minta kepada Allah dengan 47:29 baca Alquran ini agar hidup kita tenang, 47:31 muncul kebahagiaan. Makanya bagi 47:34 orang-orang yang mungkin tanda kutip eh 47:36 stres ya, sedang stres, depresi, pusing 47:40 dengan ujian cobaan yang menimpanya ya. 47:42 Pokoknya nama hidup itu pasti adalah 47:44 ujian ya, menghadapi pasangan hidup, 47:46 anak atau apapun ya. Pada saat kita 47:49 membaca Alquran, jangan lupa masukkan 47:51 niatnya. Ya Allah kurniakan aku 47:53 ketenangan hati, ketenangan bathin ya, 47:56 agar diberikan cahaya keimanan, 47:58 diberikan eh solusi dari semua 48:01 permasalahanku ya, agar engkau tunjuki 48:04 aku, bimbing aku. Nah, seperti itu kan 48:06 niat ya. Masya Allah, jadi banyak sekali 48:08 niat-niat yang bisa kita 48:10 lakukan ketika kita membaca Alquran. Ini 48:12 adalah hidangan Allah, Alquran ini 48:14 adalah jamuan Allah. Ya Allah, 48:16 karuniakan aku kenikmatan untuk bisa 48:18 menikmati hidanganmu ini. Kadang-kadang 48:21 kita merasakan, apa sih nikmatnya baca 48:23 Quran? Biasa-biasa saja tuh kan. Begitu 48:25 ya, karena biasanya ibadah yang kita 48:28 lakukan ini kan biasanya rutinitas. 48:30 Kalau rutinitas ibadah yang kita lakukan 48:32 itu nilainya itu enggak terasa gitu ya 48:36 nikmatnya, karena rutin. Nah, pada saat 48:38 kita beramal ya, membaca Alquran, kita 48:41 minta kepada Allah, ya Allah, berikan 48:43 aku nikmatnya membaca Alquran ini 48:46 hidangan darimu dan jangan aku ditulis 48:49 sebagai orang yang lalai. Jadikan aku 48:51 golongan yang mengingatmu, ya Allah. 48:53 Masya Allah. Ini kalau baca niat saja 48:55 akhirnya enggak jadi baca Quran ya. 48:57 Banyakan niatnya ya. Ya itu itu hanya di 49:00 antaranya ya, Mbak ya. Artinya jangan 49:02 lupa dengan niat dan kalau perlu juga 49:04 nanti kita juga niatkan juga misalnya, 49:07 Allahumma ausil sawaba ma qoroktu ila 49:09 ummi wa abi misalnya. Ya Allah, 49:11 sampaikanlah pahala bacaan Quranku ini 49:13 untuk orang tuaku yang sudah meninggal. 49:15 Masya Allah. Jadi ini Alquran ini 49:17 berkah. Alquran ini penuh dengan 49:19 kenikmatan, penuh keberkahan. Ya, ini 49:22 adalah hidangan Allah. Mudah-mudahan 49:24 Allah memuliakan kita, mengangkat 49:26 derajat kita dengan Alquran dan 49:28 mudah-mudahan kita nanti berjumpa dengan 49:30 Allah di telaga Rasulullah sallallahu 49:31 alaihi wasallam, berjumpa dengan Rasul 49:32 di telaganya. Insya Allah, amin ya 49:34 rabbal alamin. 49:35 Iya, Mbak. Iya. Baik, Ustazah. Ini 49:39 langsung pertanyaan atau mau jeda dulu? 49:42 Langsung saja ya. Langsung saja. Iya, 49:45 baik. Ini sudah ada beberapa pertanyaan, 49:47 Ustazah. Yang pertama dari Bunda Aisyah. 49:51 Eee, assalamualaikum warahmatullahi 49:53 wabarakatuh. 49:55 Waalaikumsalam warahmatullahi 49:57 wabarakatuh. Semoga Ustazah dan para 50:00 klorasi senantiasa sehat-sehat dan dalam 50:02 rahmat Allah. Amin ya rabbal alamin. 50:03 Amin ya rabbal alamin. 50:05 Izin bertanya Ustazah. Yang pertama, 50:08 kalau baca Alquran masih belajar dengan 50:11 guru ngaji tapi saat sendiri berusaha 50:15 pelan-pelan tetap membaca sendiri. 50:17 Apakah boleh? Sebab kadang saya merasa 50:21 masih terbata-bata dan tidak yakin benar 50:24 semua bacaannya. 50:26 Dan kemudian pertanyaan yang kedua, eee, 50:28 pertanyaan kedua ini juga ditanyakan 50:30 juga sama pertanyaannya oleh Bunda Eri 50:32 ya. 50:33 Pertanyaan yang kedua adalah 50:35 eee, sebentar. 50:37 Tadi 50:38 apakah salaman dengan suami bisa 50:40 membatalkan wudu? 50:42 Kalau Bunda Eri tanya, apakah 50:44 bersentuhan kulit dengan suami 50:46 membatalkan wudu seorang istri? 50:49 Terima kasih Ustazah, jazakillah khair. 50:51 Oh, iya Bu. Eee. Jadi begini Ibu ya, 50:54 kalau yang baru belajar Alquran baca 50:58 sendiri itu boleh, tapi ala baik juga 51:01 misalnya kalau kita me-mengikuti juga 51:04 murotal yang ada. Kan ada tuh murotal 51:07 yang eee, kayak Al Muqri itu ya, Al 51:09 Muqri eee, dot com itu kan ada yang 51:12 siapa Ibrahim ada beberapa eee, Syekh ya 51:15 yang baca Qurannya itu sangat pelan. 51:18 Kita bisa ngikuti. Jadi kita bisa 51:21 menyimak, kita bisa ngikuti, kita juga 51:24 bisa baca Alquran. Jadi seakan-akan kita 51:26 dibimbing gitu ya, kalau tidak ada 51:28 gurunya. Jadi kalau sendiri kan nanti 51:30 kadang-kadang eee, salah benarnya kan 51:32 kadang-kadang merasa benar sendiri ya. 51:35 Nah, maka dengan mengikuti bacaan 51:37 murotal yang dipilih eee, Syekhnya itu 51:41 yang bacaannya tidak cepat. Nah, 51:44 insyaallah mudah-mudahan deh, 51:45 mudah-mudahan bisa lancar insyaallah. 51:47 Kan mendengar kan, jadi membaca, 51:48 mendengar, melihat mushaf itu tiga 51:51 berjalan di situ ya. Telinga 51:52 pendengaran, mata ya, lisan gitu ya, 51:55 mudah-mudahan semuanya bisa menambah 51:58 kemahiran bagi yang sedang belajar 52:01 Alquran, insyaallah. Nah, itu yang 52:02 pertama. 52:04 Kemudian 52:05 yang kedua, apakah bersentuhan kulit 52:09 membatalkan wudu tadi ya, Mbak ya? 52:11 Iya, betul. 52:12 Ini memang permasalahan fikih ya. Kalau 52:15 kita lihat dari mazhab 52:17 Syafii, Imam Syafii memang 52:19 bersentuhan kulit suami istri itu batal 52:23 ya, kalau di mazhab Syafii. Sementara di 52:25 mazhab yang lainnya mengatakan tidak 52:28 batal bila tidak ada syahwat. Ya, jadi 52:31 ini permasalahan-permasalahan fikih ini 52:33 kalau saya berpandangan jika kita 52:36 dibesarkan di lingkungan misalnya 52:39 Syafiiyah ya, dari awal kita diajarkan 52:42 mungkin oleh para kiai lingkungan 52:44 pesantren ya, nahdliyin yang memang 52:46 batal ikuti aja, enggak apa-apa. Ya, 52:49 artinya 52:50 ikuti aja apa yang selama ini telah kita 52:52 dapatkan. Nah, tapi kalau di lingkungan 52:54 yang yang selama ini misalnya 52:56 berpandangan ya kan, kita lihat di 52:58 Indonesia ini kan luar biasa ya, 52:59 perbedaan ini antara 53:02 mazhab itu ya, seperti dua organisasi 53:05 besar itu kan, NU dan Muhammadiyah 53:06 misalkan. Di Muhammadiyah itu 53:09 ya mengatakan kita tidak bermazhab, tapi 53:11 kalau dilihat tahrirnya itu kan 53:13 mengambil pandangan para imam mazhab. 53:15 Kemudian mana yang kuat itu diambil ya. 53:17 Dia mengatakan tidak batal kalau tidak 53:19 ada syahwat. Jadi, 53:20 silakan 53:22 mengikuti apa yang selama ini telah 53:24 diyakini. Dengan catatan, jangan pernah 53:27 menganggap pandangan orang lain yang 53:29 berbeda dengan kita itu keliru. Karena 53:31 masing-masing punya dalil, punya nas. 53:32 Kita tidak bisa memaksakan pandangan 53:34 kita kepada orang lain. Amalkan aja apa 53:37 yang kita yakini. Jadi, kalau Ibu 53:39 misalnya selama ini berada di lingkungan 53:41 diajarkan oleh orang tua, batal tuh wudu 53:43 tuh kalau bersentuhan dengan suami. Ya 53:46 sudah, enggak apa-apa kan enggak salah 53:48 juga kan berwudu ya artinya kan 53:50 itu kebaikan wudu itu ya sudah ikuti 53:53 gitu ya karena memang mereka para mazhab 53:55 yang menyebutkan batal itu ya memang 53:57 punya nas, punya alasannya juga ya. 54:00 Sementara yang tidak juga punya alasan. 54:02 Nah, begitu ya Mbak Riska ya kembali 54:05 kepada 54:06 kondisi kita ya. Jadi sekali lagi jangan 54:08 pernah menyalahkan pandangan yang 54:10 berbeda dengan kita. Begitu. Iya. 54:13 Baik, pertanyaan selanjutnya dari Bapak 54:17 Ahmad Kosasih. Assalamualaikum 54:19 warahmatullahi wabarakatuh. 54:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 54:23 wabarakatuh. Bisa dijelaskan bagaimana 54:26 kecepatan bacaan Alquran Imam Syafi'i 54:29 sehingga dalam 1 bulan Ramadan bisa 54:32 khatam 60 kali. 2 kali khatam per hari. 54:36 Bisakah bacaan tersebut memenuhi 54:38 perintah tartil dalam membacanya? Terima 54:40 kasih. 54:42 Iya. 54:43 Jadi begini, ee kalau kita lihat Imam 54:47 Syafi'i itu memang para ulama lah secara 54:49 umum itu menjadikan bulan Ramadan itu 54:52 sebagai bulan untuk banyak beramal saleh 54:55 ya 54:56 ya artinya 54:57 kita bisa lihat saja sekarang misalnya 54:59 kalau dalam salat tarawih itu bisa 55:02 lama ya. Jadi beliau itu memanfaatkan 55:04 waktu-waktu yang ada. Jadi beliau fokus 55:07 di bulan Ramadan itu 55:09 untuk 55:10 ee 55:11 untuk ini berinteraksi dengan Alquran. 55:13 Di samping pertama beliau sudah paham 55:16 karena beliau kan orang orang Arab 55:17 Quraisy jadi baca Quran itu sudah ngerti 55:19 sudah paham enggak apalagi sudah hafal 55:21 ya. Beliau hafal Quran sejak usia 7 55:22 tahun. Jadi orang yang hafal Quran ya di 55:26 luar kepalanya itu berbeda dengan orang 55:28 yang tidak 55:29 melihat Quran di mushaf. Jadi di mana 55:31 pun beliau berada beliau kan bisa baca 55:33 Quran. Jadi hari-hari beliau itu 55:35 dipergunakan untuk Alquran. Tiada hari 55:38 tanpa Alquran. Ya, kalau kita kan masih 55:40 banyak hal-hal yang begini-begitunya ya. 55:42 Jangankan ini ya, coba kita menyiapkan 55:44 makanan berbuka saja tuh lama di dapur 55:46 kan. Nah, para ulama dulu memang 55:48 mengkhususkan Ramadan itu adalah syahrul 55:50 ibadah. Jadi, kalau ditanya kecepatannya 55:54 ya karena orang sudah paham ya sekarang 55:56 gini deh, 55:57 bagi yang sudah mendengar 56:00 tilawahnya, bacaannya 56:01 Syekh Sudais. Kan cepat kan? Bisa jadi 56:05 bisa bisa jadi lebih cepat dari itu 56:06 karena beliau paham, mengerti, dan 56:09 beliau mempergunakan waktu-waktunya 56:10 untuk Alquran. Bahkan dalam riwayat itu 56:13 pernah di di apa disampaikan ya, 56:15 Utsman bin Affan radhiallahu anhu. Itu 56:19 dalam bulan Ramadan ya, itu dalam satu 56:22 witir beliau witir itu enggak banyak 56:24 cukup satu rakaat. Tapi beliau khatam 56:27 Quran dalam satu rakaat itu di witirnya. 56:30 Bayangin masyaallah. Jadi, memang 56:32 berdiri baca Quran lama itu betul. 56:35 Makanya enggak heran kan ketika kita 56:37 mendapatkan mendengarkan riwayat Rasul 56:39 itu kalau baca salat malam itu sampai 56:41 bengkak kaki beliau. Nah, coba 56:43 bandingkan kita ya kalau bengkak kaki 56:45 itu ke mana tuh lagi jalan-jalan ya. 56:48 Lama berdirinya itu karena jalannya lama 56:50 jadi bengkak ya. Nah, para salaf saleh 56:53 dulu itu bengkaknya karena lama berdiri 56:54 karena memang baca Quran nya bacaannya 56:56 panjang. Jadi, hal-hal yang begini ini 56:59 luar biasa ya bisa mereka 57:01 apa lakukan ya. Paling tidak 57:04 kalau kita 57:05 apa namanya me me mau mengamalkan amalan 57:08 Rasulullah itu ya paling cepat itu ya 57:11 paling tidak 57:12 ini ya tiga tiga hari sekali kalau 57:14 khatam Quran. Kalau zaman sekarang 57:16 enggak sulit ya seperti Imam Syafii. 57:18 Paling tidak adalah target hafal 57:21 khatam Quran bagi kita. Artinya jangan 57:24 sampai hari hari kita itu berlalu tanpa 57:26 Quran ya. Jadi, seperti itu ya. Jadi, 57:28 contoh-contoh para imam itu adalah 57:29 memotivasi kita. Betapa mereka itu luar 57:32 biasa, keilmuannya yang luar biasa, 57:35 kesalehannya dan interaksi Qurannya yang 57:37 masya Allah menjadi pemicu kita untuk 57:40 bacalah Alquran, pahamilah Alquran, 57:42 tadabburilah Alquran. 57:44 Iya. 57:45 Memang sulit dibayangkan ya Ustazah ya 57:47 kalau kita sebagai orang biasa dan 57:50 beliau levelnya berbeda ya kecepatannya 57:52 dan sebagainya sulit membayangkannya ya 57:53 Ustazah ya. 57:54 Iya kayak gini juga Mbak kalau kita 57:56 belajar bahasa Arab Mbak ya, orang-orang 57:57 Arab tuh cepat banget bacanya tuh. Iya. 57:59 Kita dengan cepat mengejar kecepatan, 58:02 kita kan biasa lambat ya baca itu agak 58:04 keteteran gitu. 58:05 Iya betul, masya Allah ya. 58:08 Baik ada pertanyaan lagi selanjutnya 58:12 dari Ukhti di Depok. 58:14 Assalamualaikum warahmatullahi 58:16 wabarakatuh Ustazah Herlina Aman. 58:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 58:20 wabarakatuh. 58:21 Ustazah saat salat tarawih ketika 58:24 penceramah sedang menyampaikan 58:26 ceramahnya 58:27 banyak ibu-ibu yang sibuk membaca 58:29 mushaf. 58:30 Menurut Ustazah apakah itu bisa 58:32 dibenarkan menurut adab? 58:37 Menarik ya. Eh sedangkan ceramah di 58:39 antara antara salat Isya dan tarawih 58:42 sendiri kan juga Iya. apa namanya baru 58:44 juga ya. 58:45 Iya. Eh biasanya kan enggak pakai begitu 58:47 ya, 58:48 enggak ada enggak ada. Kita tahu deh 58:50 gini salat tarawih itu sendiri di masa 58:53 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 58:54 itu tidak dilakukan berjamaah. 58:57 Rasulullah tuh hanya melakukan tiga kali 58:59 saja. Nah kita tahu ya Rasulullah eh 59:03 melaksanakan puasa Ramadan yang 59:06 diwajibkan puasa Ramadan tuh hanya 59:08 sembilan kali dalam umur umur beliau. Ya 59:10 karena puasa Ramadan tuh kan diwajibkan 59:12 tahun kedua Hijriah. 59:14 Ya berarti sembilan kali. Nah selama 59:16 sembilan kali Ramadan yang Rasulullah 59:18 lakukan itu itu hanya tiga kali 59:20 berjamaah karena Rasulullah tuh khawatir 59:22 nanti umatnya mewajibkannya maka sejak 59:24 itu enggak enggak lagi berjamaah. Nah 59:26 sekarang munculnya berjamaah itu di masa 59:29 Umar bin Khattab, ya. Karena lihat orang 59:31 banyak nih salat di Masjid Nabawi tapi 59:33 masing-masing sendiri-sendiri. Akhirnya 59:35 disatukan dengan imam. Nah, sekarang di 59:37 kita waduh ini salat saja enggak ada 59:39 nilai-nilai spiritualnya ya, enggak ada 59:41 nilai-nilai keislaman. 59:43 Diisilah dengan kultum, dengan ceramah 59:45 supaya tidak hanya salat yang didapatkan 59:47 tapi ada oleh-olehnya nanti bisa 59:49 diamalkan. Nah, diisilah dengan ceramah. 59:51 Nah, kan gitu ya. Iya. Nah, sekarang 59:53 pertanyaannya secara adab, secara etis 59:56 ada enggak ya penceramah berceramah 59:58 sementara ibu-ibunya baca Quran? 1:00:02 Ya, ini mah sebenarnya 1:00:04 apa namanya kita tidak tidak kalau saya 1:00:07 berpandangan jangan terlalu 1:00:08 dipermasalahkan 1:00:10 ya. Karena ini 1:00:11 kita lihat bukan bagian dari adab atau 1:00:15 tidaknya ya. He em. Intinya 1:00:18 kalau yang mau dengar silakan. 1:00:20 Yang tidak mau dengar karena mungkin 1:00:22 sudah paham gitu bisa jadi. Iya. Kita 1:00:25 husnuzan saja dengan saudara kita itu 1:00:27 ya. Mungkin ibu tuh lebih paham, sudah 1:00:29 paham gitu ya apa yang disampaikan oleh 1:00:31 penceramah tersebut. Jadi kalau dia 1:00:35 kalau dia berceramah ya sudah paham kan 1:00:37 lebih baik waktunya dipakai untuk 1:00:39 membaca Alquran. Cuman dengan syarat ya 1:00:41 tidak saling mengganggulah gitu ya. Kan 1:00:45 rasanya kalau ibu-ibu yang baca Quran 1:00:47 suaranya berisik yang ceramah jadi 1:00:49 balap-balapan yang 1:00:50 pendengarnya jadi bingung ya. Jadi kalau 1:00:52 memang mau membaca Alquran coba deh 1:00:54 diambil posisi yang mungkin di tempat 1:00:56 lain atau di tempat yang tidak di di 1:00:58 area itu ya untuk menjaga kenyamanan 1:01:02 bagi yang mendengarkan ceramah. Seperti 1:01:03 itu. Iya. 1:01:05 Baik. 1:01:06 Pertanyaan selanjutnya dari hamba Allah. 1:01:10 Assalamualaikum warahmatullahi 1:01:12 wabarakatuh Ustazah Herlini. 1:01:13 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:01:15 wabarakatuh. 1:01:16 Semoga selalu dirahmati Allah. 1:01:19 Amin ya rab. 1:01:20 Ustazah mengapa Alquran itu da turun 1:01:23 dalam bahasa Arab? Haruskah kita 1:01:25 menguasai bahasa Arab? Bagaimana jadi 1:01:28 hukumnya belajar bahasa Arab? 1:01:33 Kalau ditanya kenapa, ya Allahu alam, 1:01:35 Allah yang Maha tahu ya. Tapi paling 1:01:37 tidak kita bisa mendapatkan hikmahnya. 1:01:40 Karena bahasa Arab itu luar biasa, kaya 1:01:42 dengan kosakata makna yang luar biasa, 1:01:45 yang masyaallah ya, penuh dengan 1:01:47 keindahan yang tidak bisa ditandingkan 1:01:49 ditandingkan dengan bahasa-bahasa yang 1:01:51 lain ya. Intinya ya itu memang eh sudah 1:01:54 Allah tetapkan ya kepada kita bahasa 1:01:56 Arab itu menjadi bahasa Alquran, 1:01:59 bahasanya ahlul jannah ya. Nah, itu 1:02:02 Alquran diturunkan dalam bahasa Arab, 1:02:04 bacaan salat kita bahasa Arab ya. Tentu 1:02:06 saja apakah kita wajib untuk mempelajari 1:02:10 bahasa Arab? Ya, para ulama juga ber 1:02:12 memberikan pandangan karena memang 1:02:15 eh bahasa Arab ini adalah bahasa 1:02:17 Alquran, tentu kita dituntut untuk 1:02:21 menuntut ilmu 1:02:24 Apakah wajib atau tidaknya kan 1:02:25 tergantung ya dari kemampuan kita. 1:02:28 Paling tidak mencoba untuk belajar. 1:02:30 Belajar bahasa Arab, paling tidak yang 1:02:33 kita pelajari itu bahasa Arab itu yang 1:02:35 memudahkan kita untuk memahami Alquran, 1:02:39 untuk memahami bacaan-bacaan ibadah 1:02:41 salat kita. Itu ala akal ya, paling 1:02:43 tidak itu. Ya, kalau paling yang ininya 1:02:46 ya mempelajari 1:02:47 yang kita diwajibkan di sekolah itu 1:02:50 misalnya belajar bahasa Inggris gitu ya. 1:02:53 Emang bahasa Inggris untuk apa? Ya, kan 1:02:54 untuk memudahkan kita bersosial ya, 1:02:57 bersosialisasi untuk menuntut ilmu. 1:02:59 Kenapa enggak juga bahasa Arab? Begitu 1:03:01 ya. 1:03:08 Yang menjadikan bahasa Arab sebagai 1:03:11 bahasa 1:03:12 Alquran dalam berbahasa Arab 1:03:15 itu sebaiknya kita mulai mempelajari 1:03:18 bahasa Arab. Pelajarilah bahasa Arab. 1:03:20 Mudah-mudahan dengan mempelajari bahasa 1:03:22 Arab itu ada nilai ibadahnya. Ya, kita 1:03:24 bisa paham bacaan salat kita, kita bisa 1:03:27 paham Alquran, hadis, dan sebagainya. 1:03:29 Begitu, Mbak. Iya. 1:03:31 Baik, pertanyaan selanjutnya merupakan 1:03:34 pertanyaan pertanyaan yang terakhir nih, 1:03:36 Ustazah. 1:03:37 Dari 1:03:38 hamba Allah. 1:03:41 Assalamualaikum warahmatullahi 1:03:42 wabarakatuh, Ustazah. Waalaikumsalam 1:03:45 warahmatullahi wabarakatuh. 1:03:48 Eh, saya pernah dengar orang menafsirkan 1:03:50 Alquran seperti beberapa orang buta yang 1:03:53 meraba gajah, berbeda-beda bentuknya. 1:03:56 Bagaimana menyikapi perbedaan yang ada? 1:03:59 Misal orang liberal dalam menafsirkan 1:04:01 tentang hijab atau LGBT dan ada pula 1:04:05 yang meyakini bahwa hijab itu wajib dan 1:04:08 LGBT 1:04:10 eh, hijab wajib dan LGBT tidak bisa 1:04:12 ditolerir. Syukron. 1:04:15 Iya. 1:04:16 Eh, 1:04:18 memang dalam menafsirkan Alquran itu 1:04:20 tidak bisa menafsirkan bebas begitu ya, 1:04:23 Mbak, ya. Karena Alquran itu kan 1:04:25 diturunkan dalam bahasa Arab. Tentu ada 1:04:28 eh, syarat-syaratnya untuk bisa 1:04:30 menafsirkan Alquran ya. Syaratnya itu di 1:04:32 antaranya menguasai bahasa Arab, 1:04:35 cabang-cabangnya itu bahasa Arab ya, 1:04:37 menguasai ulumul Quran, menguasai ulumul 1:04:40 hadis, usul fikih, memiliki pemahaman 1:04:43 agama yang mendalam. Pokoknya 1:04:44 betul-betul memiliki seperangkat syarat 1:04:47 ya. Enggak mungkinlah kita yang orang 1:04:49 asing. Ya, bisa jadi wallahualam 1:04:51 sekarang karena bebas eh, apa terjun 1:04:53 bebas ya. Akhirnya berusaha menafsirkan 1:04:56 Alquran sementara bahasa Arab saja 1:04:58 enggak ngerti. Gimana bisa paham? Jadi, 1:05:00 jadi memang ketat ya. Jadi, ketika kita 1:05:03 menyikapi perbedaan-perbedaan 1:05:05 penafsiran, kita lihat dulu siapa yang 1:05:06 menafsirkan. Ya, siapa dia? Kalau dia 1:05:10 ya, eh, ilmu agamanya belajar dari 1:05:12 barat. Oh, ngajar itu bukan orang Islam 1:05:14 pula, gitu. Belajar Islam kepada orang 1:05:17 yang bukan Islam. Terus kemudian 1:05:18 berusaha menafsirkan Alquran. Ya, yang 1:05:20 begini mah enggak usah diambil lah, ya. 1:05:22 Nah, jadi sekali lagi, ee, 1:05:24 persyaratannya itu ketat. Karena Alquran 1:05:26 kan itu kan bahasa Arab diturunkan oleh 1:05:29 Allah, itu pakai bahasa yang itu harus 1:05:31 menguasai. Ya, sekarang gini, bagaimana 1:05:33 misalnya, Mbak? Ee, Mbak Riskan orang 1:05:35 Jawa, ya, Mbak? Iya. 1:05:37 Ehm, saya orang Sumatera. 1:05:39 Ee, bagaimana saya bisa menafsirkan 1:05:41 bahasa Jawa kalau saya sendiri enggak 1:05:42 bisa bahasa Jawa? Iya, betul. 1:05:44 Ya. Atau hanya belajar begitu-gitu aja, 1:05:46 jadi zauq-nya, rasa itu enggak kena, 1:05:48 gitu. Enggak enggak akan bisa mencapai 1:05:50 kepada maksud yang sebenarnya, gitu. 1:05:53 Makanya, ee, ketat, ya. Jadi, jangan 1:05:56 jadi kita enggak bisa melihat, ee, ada 1:05:58 orang yang menafsirkan langsung kita 1:05:59 terima. Lihat dulu siapa dia, bagaimana 1:06:01 latar belakang keilmuannya, gitu. Jadi, 1:06:03 syaratnya ketat itu untuk menafsirkan, 1:06:05 ya. Iya. 1:06:08 Baik, Ustazah. Ini tadi, ee, pertanyaan 1:06:10 yang terakhir. Mungkin ada kesimpulan 1:06:12 yang ingin disampaikan. 1:06:14 Ya, ee, pendengar yang dirahmati Allah, 1:06:18 bacalah Alquran. Karena Alquran ini 1:06:20 nanti akan memberikan syafaat kita di 1:06:22 yaumil akhir. Bacalah Alquran dengan 1:06:25 hati yang bersih, dengan fisik yang 1:06:27 bersih, dengan jiwa yang bersih. Bacalah 1:06:30 Alquran, mudah-mudahan Allah memberkahi 1:06:32 hidup kita, memberkahi apa yang ada pada 1:06:35 kita. Bacalah Alquran, mudah-mudahan 1:06:37 dengan syafaat membaca Alquran ini kita 1:06:39 bisa berkumpul bersama-sama dengan Nabi 1:06:41 kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam 1:06:43 beserta keluarganya di jannah-nya. Aqulu 1:06:45 qauli hadza, astagfirullahalazim 1:06:47 walakum. Assalamualaikum warahmatullahi 1:06:49 wabarakatuh. 1:06:51 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:06:53 wabarakatuh. Iya, sebelum saya akhiri, 1:06:55 wananal akhwat, mungkin tadi yang 1:06:57 masih ketinggalan, ee, saya ingin sekali 1:07:01 lagi 1:07:02 ee, membacakan tadi yang Ustazah 1:07:04 sampaikan, ya, delapan keutamaan baca 1:07:06 Alquran. yang pertama itu membaca 1:07:08 Alquran adalah perdagangan yang tidak 1:07:10 pernah rugi, yang kedua pahala satu 1:07:13 huruf satu kebaikan dilipatgandakan 1:07:15 menjadi 10 kebaikan terlebih di bulan 1:07:16 Ramadan, kemudian yang ketiga kebaikan 1:07:19 akan menghapus kesalahan, yang keempat 1:07:21 bertambah kuantitas bacaan akan 1:07:23 bertambah pula pahalanya, yang kelima 1:07:26 bacaan Alquran akan bertambah agung dan 1:07:28 mulia di dalam salat, kemudian yang 1:07:30 keenam membaca Alquran akan mendatangkan 1:07:32 kebaikan, yang ketujuh membaca Alquran 1:07:35 mendatangkan syafaat dan yang kedelapan 1:07:37 membaca Alquran adalah sebaik-baik 1:07:39 kegiatan, masyaallah. 1:07:41 Baik ikhwan dan akhwat, demikianlah 1:07:43 acara Fikih Wanita pada hari ini, semoga 1:07:46 membawa manfaat, amin ya rabbal alamin. 1:07:49 Saya kami ucapkan terima kasih kepada 1:07:51 Ustazah Herlini Amran yang telah membagi 1:07:53 ilmunya di siang hari ini, kita doakan 1:07:55 semoga Ustazah selalu sehat walafiat dan 1:07:58 dalam keberkahan, amin ya rabbal alamin. 1:08:01 Saya Rizka Agustin, Anis Muallim dan 1:08:04 Aldi Syahputra 1:08:05 mengucapkan selamat berpisah dan terima 1:08:09 kasih kepada ikhwan dan akhwat juga yang 1:08:11 telah menyimak siaran pada hari ini. 1:08:15 Baik. 1:08:24 Ya baik ikhwan dan akhwat, terima kasih 1:08:26 atas perhatiannya dan mohon maaf bila 1:08:29 ada pertanyaan yang belum terjawab di 1:08:31 malam hari ini. 1:08:33 Saya Rizka Agustin, Anis Muallim dan 1:08:35 Aldi Syahputra mengucapkan mohon 1:08:37 dimaafkan segala kekhilafan dan 1:08:38 kekurangan. Subhanakallahumma 1:08:40 wabihamdika asyhadu alla ilaha illallah 1:08:41 anta astagfiruka wa atubu ilaik, 1:08:43 wassalamualaikum warahmatullahi 1:08:45 wabarakatuh. 1:08:46 Waalaikumsalam 1:08:48 warahmatullahi wabarakatuh. 1:09:10 Hah.