Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Radio Rodja untuk Islam yang satu untuk
- Anda pendengar setia Rodja yang ada di
- kawasan Sukabumi, Semarang, Batam,
- Pontianak, Magelang, Banyuwangi juga
- Anda yang bisa menyimak kami melalui
- www.rodja.com.
- Kita tengah bersama sama di acara
- tausiah sore bersama Ustadz Zaid M
- Bahmid dengan tema nilai dari kelembutan
- hati. Dan sudah banyak SMS yang masuk
- Ustadz, saya bacakan yang pertama datang
- dari Bapak Candra di Jakarta.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustadz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Pak Ustadz,
- mengapa kalau kita diajak oleh Ustadz
- dengan penuh kelembutan hati, kita jadi
- terenyuh dan cenderung mengikuti apa
- yang disampaikannya. Beda kalau ada
- Ustadz yang berdakwah dengan kata-kata
- yang kurang santun. Mengapa bisa seperti
- itu Ustadz?
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- Muhammad.
- Kepada Bapak yang bertanya.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- mengingatkan kepada kita sekalian.
- Kan ada hadits Rasul yang Rasulullah
- menyatakan
- eee
- kullul mauludun yuladu alal fitrah.
- Semua anak yang lahir itu lahir dalam
- keadaan fitrah. Fitrah itu artinya
- bersih, ya. Belum terkontaminasi
- apa-apa.
- Jadi berarti
- si hati ini mempunyai satu sifat lembut.
- Jadi saya berikan contoh begini.
- Ketika ada yang sebab di Quran itu Allah
- Ta'ala menyatakan ud'u ila sabili
- rabbika bil hikmah wal mauidzatil
- hasanah. Hmm. Panggil ke jalan Tuhanmu
- dengan cara yang sangat hikmah,
- bijaksana.
- Wal mau'idzatil hasanah dan artinya
- dialog, cara menyampaikan dengan sangat
- baik.
- Ini dikatakan dalam Alquran oleh Allah
- Ta'ala.
- Hati ini asalnya fitrah, artinya lembut,
- bersih.
- Betul.
- Ketika seorang
- dia mem, dia mempergunakan
- kalimat-kalimat yang Allah Ta'ala
- nyatakan bil hikmah wal mau'idzatil
- hasanah, berarti frekuensinya sama,
- bergerak hati hamba Allah tersebut.
- Jadi memang
- sesuai dengan yang Allah Ta'ala nyatakan
- dalam Alquran.
- Justru itu kita jangan da, jangan kasar
- di dalam berdakwah.
- Jangan gampang-gampang terus menuding
- orang, menstempel orang dengan kalimat
- kafir, bid'ah. Wah, ibadahmu ini bid'ah,
- wah ini.
- Orang tidak tertarik dengan begitu.
- Kalau ada yang lebih baik, coba anjurkan
- dengan cara yang lebih baik. Di zaman
- Rasulullah itu begini, mestinya Anda
- begini. Ini.
- Insya Allah terjawab. Baik.
- Dari Ibu Yulia di Sukabumi, Ustaz.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi.
- Eh, Pak Ustaz, bagaimana menjadikan
- keluarga saya menjadi keluarga yang
- selalu dihiasi oleh cahaya Allah? Tapi
- saya sebagai anggota keluarga kurang
- memiliki ilmu agama yang mumpuni, Pak
- Ustaz. Mohon pencerahannya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
- wa ala ali Muhammad.
- Kepada Ibu yang bertanya, masya Allah.
- Seorang itu untuk mendekatkan diri
- kepada Allah, dia ha, tidak harus
- mempunyai ilmu yang tinggi, tidak.
- He em.
- Karena memang ada hamba-hamba Allah yang
- kasihan, dia ber, artinya dia beribadah
- kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan
- ketulusan hatinya tanpa banyak
- pengetahuan.
- Tapi
- ada satu hal yang perlu kita
- kita banyak berdoa, menadahkan tangan
- kepada
- kita kalau menginginkan keluarga kita
- itu dengan cahaya ilahi dengan cahaya
- Islam dengan cahaya nurullah dengan
- cahaya nurul Islam
- tentunya kita juga harus banyak
- mendekatkan diri kepada Allah subhanahu
- wa taala dan banyak doa-doa yang
- diajarkan oleh Rasul sallallahu alaihi
- wasallam dalam masalah ini
- diantaranya Rasulullah mengingatkan kita
- begitu selesai salat tadahkan tangan
- kepada Allah minta Allahumma a'inni ala
- dzikrika
- wa syukrika wa husni ibadatik
- ya Allah bantu aku untuk selalu lebih
- mendekat mendekatkan diri kepadamu
- selalu mengingat kepadamu
- wa syukrika dan selalu mensyukuri
- nikmatmu
- wa husni ibadatik
- dan supaya setiap hari makin baik
- peribadatanku kepadamu penyembahanku
- kepadamu itu doa yang masyaallah dan itu
- diajarkan oleh Rasulullah Rasulullah
- mengingatkan supaya usahakan jangan kita
- tinggalkan selesai salat
- kalau kita menginginkan supaya hati kita
- ini lembut
- banyak kita datangi tempat-tempat
- orang-orang miskin fuqara wal masakin
- karena itu akan membangkitkan
- perasaan
- kita melihat nikmat di tangan kita itu
- masyaallah dibandingkan dengan mereka
- insyaallah terjawab
- iya semoga terjawab kembali ke SMS dari
- Ibu Li di Bekasi assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Pak Ustad
- apakah sama ucapan dengan hati ada orang
- yang kalau marah sampai menyakitkan hati
- saya Pak Ustad tapi orang itu bilang
- hati saya tidak seperti itu apakah ini
- benar Pak Ustad kalau hatinya tidak
- marah
- kan yang kita tahu perbuatannya bukan
- hatinya Pak Ustad
- bismillahirrahmanirrahim Allahumma
- sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad
- memang benar
- manusia enggak bisa tahu hati
- Enggak ada yang tahu hati manusia.
- Justru itu
- ketika kita akan mengeluarkan
- kalimat-kalimat
- perlu berhati-hati.
- Sebab kalimat satu kata aja begitu kita
- keluarkan
- yang akan menterjemahkan makna daripada
- kalimat ini bukan kita, tapi yang
- mendengar.
- Yang mendengar.
- Sekalipun kita katakan, "Oh, saya tidak
- bermaksud demikian."
- Hmm.
- Tapi begitu kita lepas satu kalimat
- kalimat itu mempunyai eh
- eh yang memiliki adalah orang yang
- mendengar untuk menterjemahkan, bukan
- kita.
- Justru itu
- Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam
- mengingatkan kepada kita.
- Yang menggampangkan orang itu masuk
- neraka ada dua.
- Kemudian Rasulullah
- menunjuk lisan dan kemaluan.
- Hmm.
- Jadi lisan itu itulah sehingga saya
- katakan. Terkadang kalimat yang pendek
- yang keluar dari lisan seseorang bisa
- mengakibatkan seorang itu menderita
- bertahun-tahun. Bisa mengakibatkan dua
- keluarga bertarung.
- Bisa mengakibatkan dua kelompok itu
- bertarung sampai ada korban. Hanya
- karena lisan, fitnah.
- Justru itu kita biasakanlah
- dengan kalimat-kalimat yang indah,
- kalimat yang lembut.
- Ya.
- Contoh aja ketika Rasulullah Shallallahu
- alaihi wasallam
- biasa memanggil kepada istrinya dengan
- kalimat apa? Semua kita tahu, "Ya
- Humaira." Kepada Aisyah.
- Ya. Karena dalam sejarah dikatakan bahwa
- Aisyah itu mempunyai pipi yang
- kemerah-merahan. Maka Rasulullah
- memanggil dengan kalimat Humaira. Ini
- kalimat yang sangat baik. Dan Allah
- Subhanahu wa taala eh Rasulullah
- Shallallahu alaihi wasallam menyatakan
- "Khairukum
- yang terbaik di antara kalian khairukum
- li ahlihi yang paling baik, santun,
- lembut kepada
- keluarganya. Itu yang paling baik di
- antara kalian.
- Hmm.
- Di ayat Alquran Allah Ta'ala menyatakan
- "Wa'a syiru hunna bil ma'ruf." Gaulilah
- keluarga-keluargamu dengan cara yang
- sangat baik, akhlak yang mulia, dengan
- cara yang indah.
- Saya berikan contoh begini, saya berikan
- contoh begini, masyaallah.
- Umpama.
- Anda sudah capek dari kerjaan.
- Istri kasihan sudah masak dari pagi
- sampai siang dia perhatikan dia berpikir
- apa yang paling terbaik untuk suaminya.
- Subhanallah, mungkin di dalam masaknya
- itu ada yang kurang.
- Apa kurang garam, ya, umpama kurang
- garam.
- Suaminya begitu makan dia merasa hambar.
- Kalau umpama dia keluarkan kalimat, ini
- contoh dia kalimat, "Ya Allah, ini
- masakannya masyaallah."
- "Kalau ini ditambah garam dikit,
- masakannya rasanya bagaikan makanan dari
- surga yang ke-7." Ya.
- Itu istrinya kalau perlu akan terbang ke
- dapur untuk mengambil garam.
- Tapi coba dia katakan.
- Dibanting mejanya dia katakan.
- "Ini makanan kurang garam." Umpama.
- Subhanallah.
- Hilang.
- Usaha dan gairah istrinya.
- Untuk berusaha menyediakan makanan yang
- terbaik.
- Jadi.
- Lisan itu mempunyai peranan yang luar
- biasa. Imam Ghazali radhiallahu anhu
- mengatakan kalimat yang baik, yang indah
- bagaikan sihir yang akan memukau kepada
- mereka yang mendengar. Masyaallah,
- insyaallah terjawab.
- Iya.
- Dari hamba Allah di Jakarta.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi.
- Pak Ustaz, apa maksud dari hadis yang
- mengatakan barang siapa yang mengenali
- dirinya maka dia akan mengenali
- Tuhannya? Atau apa maksud mengenali diri
- sendiri dalam mengenali Tuhan dalam
- Islam, Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- Muhammad. Ya, memang benar. Seorang
- kalau dia enggak kenal dirinya, dia
- enggak bakal kenal Tuhannya. Orang yang
- kenal dirinya kan dia tahu. Oh, nikmat
- yang saya terima ini dari Allah Ta'ala.
- Oh, saya sehat ini karena pemberian
- Allah. Itu artinya dia mengenal dirinya.
- Iya.
- Ya. Oh, saya menjadi kaya raya ini,
- masyaallah. Karena Allah Ta'ala
- memberikan kelebihan kepada saya. Itu
- dia mau. Oh, saya
- perbuatan saya ini adalah perbuatan
- dosa. Artinya dia kenal dirinya. Dia
- tahu perbuatannya.
- Dia sadari yang demikian, dia akan
- mengingat kepada Allah Ta'ala. Jadi,
- pantas kalau dia mengenal dirinya, dia
- akan mengenal Allah Subhanahu wa Ta'ala.
- Insyaallah terjawab.
- Baik.
- Terakhir, Ustaz, sebelum pamit. Ini
- pertanyaan dari Bapak Fathurrahman di
- Batam. Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi.
- Pak Ustaz, mohon doa apa agar kita
- dikaruniai hati yang selalu ingat Allah
- dan perilaku yang selalu lembut kepada
- sesama manusia, Pak Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
- wa ala ali Muhammad.
- Doa apa agar kita selalu mengingat
- kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala? Doa
- yang saya sebutkan tadi. Yang diajarkan
- oleh Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Allahumma a'inni ala dzikrika.
- Ya Allah, bantulah aku, bimbinglah aku
- untuk selalu mengingat kepadamu.
- Itu, masyaallah.
- Sehingga Rasulullah katakan, usahakan
- jangan kalian tinggalkan tiap kalian
- selesai salat. Allahumma a'inni ala
- dzikrika wa syukrika wa husni ibadatika.
- Nah,
- kelembutan hati.
- Kelembutan hati.
- Ada doa juga yang Rasul sallallahu
- alaihi wasallam menyatakan doa ini
- sering dibaca kalau kita dengar qunut
- yang terakhir
- pada waktu Ramadan
- di Baitullah Al Haram.
- He.
- Ya, qunut yang kurang lebih setengah
- jam. Di antaranya dalam qunut itu ada
- doa yang Allahumma inni as
- innana nas'aluka fi'lal khairat wa
- tarkal munkarat wa hubbul masakin. Doa
- ini selalu saya lihat, saya dengar ada
- dalam qunut tersebut. Ya Allah, aku
- meminta amal-amal yang baik, ya.
- As'aluka fi'lal khairat, amal-amal yang
- baik yang kau ridai. Dan aku meminta
- kepadamu supaya aku selalu meninggalkan
- kemungkaran. Wa hubbul masakin, dan
- jadikan aku ya Allah orang pencinta
- kepada orang-orang yang miskin yang
- patut dikasihani. Justru itu kita kalau
- ingin hati kita lembut, coba jalan-jalan
- di tempat orang-orang ziarah
- saudara-saudara kita yang lagi sakit.
- Jalan-jalan ke rumah sakit, jalan-jalan
- ke tempat orang-orang yang miskin. Hati
- kita akan lembut, insyaallah. Karena
- kita akan melihat bagaimana penderitaan
- mereka, kekurangan mereka,
- ya. Dengan
- eh artinya kepas-pasan yang ada kepada
- mereka, tapi mereka terima dengan rida.
- Itu akan melembutkan hati kita,
- insyaallah.
- Dan tentunya kalau kita jalan-jalan,
- jangan hanya sekadar jalan-jalan ke
- tempat-tempat yang duafa, yang masakin.
- Kita bawa sesuatu,
- sumbang sesuatu,
- berikan sesuatu.
- Dan mintakan kepada mereka,
- "Tidak usah berterima kasih, doakan saya
- kepada Allah Ta'ala." Itu masyaallah.
- La uridu minhum syukra.
- Ya.
- Kami tidak mengharapkan terima kasih
- dari mereka.
- Yang kita harapkan adalah wajhullah,
- keridaan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
- Mudah-mudahan insyaallah terjawab.
- Hamba Allah yang mulia,
- biasakanlah kita untuk
- berusaha melembutkan hati kita.
- Allah sangat mencintai kepada orang yang
- berhati lembut.
- Allah Subhanahu wa Ta'ala menyatakan,
- "Arhamu man fil ardhi
- yarhamkum man fis sama'."
- Sayangilah makhluk-makhluk Allah yang
- ada di bumi. Tentunya kita tidak akan
- mungkin menyayangi kalau kita enggak
- berhati lembut. Tidak mungkin akan
- lembut hati kita kalau kita tidak
- biasakan untuk menumpahkan kasih sayang
- kepada mereka, sekalipun kucing.
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menyuruh, kita kalau memelihara kucing
- kita harus memperhatikan makannya.
- Ya, kita mengusap-usap kepada kucing
- saja itu menunjukkan ada kelembutan
- dalam hati kita. Biasakan tumpahkan
- kasih sayang kita, apalagi kepada sesama
- saudara kita.
- Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu
- alla ilaha illallah wa anna Muhammad
- Rasulullah nastaghfiruka wanatubu ilaik
- wassalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam, demikian Ikhwan Nawaf
- kebersamaan kita di acara tausiah sore
- bersama Ustaz Zaid M. Wahmid dengan tema
- nilai dari kelembutan hati. Semoga apa
- yang disampaikan dapat menambah ilmu
- agama kita, juga menambah iman dan takwa
- kita kepada Allah subhanahu wa taala.
- Dan kita dikaruniai eh sifat mutaqin
- atau hati yang lembut. Amin ya Allah ya
- rabbal alamin. Untuk Anda yang sudah
- bergabung kami ucapkan terima kasih
- untuk SMS yang belum sempat terbacakan
- semuanya kami mohon maaf karena waktu
- yang sangat terbatas. Saya Muhammad
- Fahri ditemani Fajar, Anis juga Kang
- Yusuf pamit. Subhanakallahumma
- wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta
- astaghfiruka wa atubu ilaik.
- Wassalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.