Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan
- akhwat, pendengar radio silaturahim dan
- juga pemirsa Rasil TV yang dirahmati
- Allah. Alhamdulillah kita kembali
- berjumpa ikhwan akhwat di Kamis malam
- hari ini tanggal 4 Rajab 1447 Hijriah
- atau tanggal 22 Januari 2026 kembali
- hadir acara tausiah malam kajian kitab
- Alulu Wal Marjan bersama Dr. K. H. Zaki
- Mubarok, MA. Belulah Mustasyar PBNU.
- Tema eh dan alhamdulillah beliau telah
- hadir di ee tengah-tengah kita Iwanawat.
- Kita sapa Ustaz terlebih dahulu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullah
- wabarakatuh.
- Kabar sehat, Ustaz? Ya,
- sehat, alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Tema yang akan
- disampaikan adalah mengenai fitnah besar
- yang melanda umat Islam.
- Ya,
- kita akan bersama-sama simak ikhwan
- akhwat dan nanti yang ingin bergabung
- bertanya silakan Anda bisa kirimkan
- melalui WhatsApp kami di 0811999720.
- Tul ustaz.
- Asalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillahilladzi
- an'amana
- binikmatil imani wal islam
- wawarana binurit tauhid
- wa arsala rasulahu bil huda winil haqq
- yuzirohu aladini kullihi wa kafa billahi
- syahid
- ashadu alla ilahaillallah wahdahu
- Wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluh.
- Allahumma sholli wasallim ala hadan
- nabiyil karim
- sayyidina wa maulana Muhammad
- wa ala alihi wa ashabihi wat tabiin
- waman tabiahum biihsanin
- ila yaumiddin.
- Amma ba'd.
- Ikhwan akhwat yang kami cintai.
- Alhamdulillah
- pada malam hari ini kita dapat jumpa
- kembali
- dalam kajian kitab Allu wal Marzad.
- Semoga kajian ini dapat membimbing kita
- bisa memahami ajaran Islam dengan baik
- dan bisa kita praktikkan dalam kehidupan
- sehari-hari. Amin ya rabbal alamin.
- Para jemaah
- pemirsa
- radio silaturahim
- dan pemeriksa Rasul TV.
- Kajian malam ini kita akan membahas
- tentang
- timbulnya fitnah yang melanda umat
- Islam.
- Itu bukan cuma sekarang.
- masa lalu pun terjadi ya.
- Nah, karena itu kita ingin mencoba
- apa sebelumnya hal itu terjadi.
- Ya, misalnya
- kita melihat bagaimana
- fitnah terjadi pada saat pemerintahan
- Abu Bakar pertama kali
- itu ada beberapa orang yang mengaku jadi
- nabi
- disebutnya nabi palsu.
- Waktu itu muncul tiga orang
- jadinya membuat keresahan.
- Lalu mereka itu ada yang bertobat, ada
- yang kemudian mereka tidak bertobat
- sehingga terjadi peperangan.
- Lalu mereka itu terbunuh dalam
- peperangan.
- Kemudian terjadi juga
- fitnah yang melanda umat Islam ketika
- terjadi perang Syifir
- ya, ada perang Jamal macam-macam.
- dan seterusnya ke sini. Baik.
- Nah, sekarang kita lihat satu hadis
- an Hudzaifata
- dari Hudzaifah
- radhiallahu anhu semoga Allah
- meridainya. Qala ia menginformasikan
- kunna kami semua
- julusan duduk
- umaro di samping Umar radhiallahu anhu.
- Semoga Allah meridainya. Umar bin
- Khattab maksudnya.
- Faqala tiba-tiba Umar bertanya,
- "Ayakum,
- siapa di antaramu?
- Yakfadu yang menghafal
- qala rasulillah ucapan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam fil fitnati
- mengenai fitnah.
- Jadi waktu para sahabat duduk dengan
- Umar
- ya tiba-tiba Umar melontarkan satu
- pertanyaan. Siapa di antara kalian
- yang ya
- memperoleh
- informasi dari Nabi atau menghafal hadis
- Nabi
- tentang fitnah?
- Qum kata Hudzaifah, "Aku berkata
- ana kamaqala
- aku." Sebagaimana yang dikatakannya
- qala innaka alaihi alaiha lajariyun.
- Sesungguhnya engkau benar-benar
- berani terhadapnya.
- Kullu fitnatur rajul.
- Yaitu fitnah seseorang
- fi ahlihi
- dalam keluarganya.
- Wa waladihi dan anak-anaknya.
- warihi dan tetangganya
- tukfaruha
- tukafiruha ya kafar kafir tukiruha
- asalatu wasum
- akan dihapuskan dosanya dengan
- melaksanakan salat puasa wasodqatu dan
- sedekah wal amru
- dan member memerintahkan kebaikan wahyu
- dan mencegah kemungkaran.
- Jadi kata Kh
- semua orang itu
- terkena fitnah artinya cobaan fitnah.
- Fitnah soal keluarganya,
- fitnah mengenai anak-anaknya, fitnah
- mengenai hartanya, fitnah mengenai
- jabatannya.
- Nah, fitnah itu wujudnya ujian.
- Nah, maka orang yang sukses adalah orang
- yang
- fit
- fitnah itu dia bisa berhasil,
- bisa bertahan.
- Nah, saya ambil contoh
- masalah keluarga itu banyak cobaan.
- Ya, banyak sekali
- anak-anak juga begitu. Bagaimana kita
- mendidik anak itu problem
- tapi kita kalau sabar bisa selesaikan
- masalah dengan baik.
- Demikian juga harta semua orang diuji
- oleh Allah.
- diuji dengan kekayaan hartanya,
- dimanfaatkan untuk kebaikan dia.
- Bagaimana cara dia memperoleh uang itu,
- dana itu, bagaimana cara dia
- mengolahnya? Bagaimana cara dia
- membelanjakannya? Itu
- dipertanggungjawabkan.
- Kemudian tetangga juga termasuk.
- Nah, dosa-dosa yang berkaitan dengan ini
- diselesaikan dengan baik.
- Dikatakan tukir asalatu
- kita melaksanakan salat rutin
- ya. Kemudian juga puasa, kemudian
- sedekah kemudian amar makruf nahi
- mungkar maka
- itu akan hilang. Dihapuskan.
- dihilangkan.
- Kemudian Umar menjawab
- mengatakan lagi, "Laisa hadza uridu
- saya bukan memaksudkan fitnah ini," kata
- Umar.
- Walakin alfitnatullati
- tamuju kama yamujul bahr. Fitnah besar
- yang bergelombang-gelombang
- seperti gelombangnya laut.
- Q alaisa alaika minha bun ya am mukminin
- ya
- inna bainaka wainaha baban mhl
- sesungguhnya antara engkau wahai Umar
- dan fitnah itu ada pintu yang tertutup
- tegaskan kata
- Hudaifah,
- "Laisa alaika minha basun." Enggak
- ada masalah mengenai itu fitnah
- untukmu
- wahai amirul mukminin. Jadi kata ee
- Hudzaifah enggak ada masalah itu untuk
- dirimu Umar.
- Mengapa? Karena antara Umar dengan
- fitnah itu
- ada baban mugl
- pintu yang ter tutup
- ayar a
- yuftahu
- Apakah pintu itu bisa dipecahkan,
- dipatahkan saru?
- O yuftahu atau dibuka
- w yuksaru
- ya patahkan
- la yuglu abadan.
- Kalau demikian tidak akan
- dibuka untuk selama-lamanya.
- Qulna kami berkata,
- "Akaana Umaru ya'lamu
- yalamul baba." Apakah Umar tahu pintu
- itu.
- Ada pertanyaan dari para sahabat.
- tahu sebagaimana setelah pagi nanti akan
- datang sore hari itu kan pasti itu ya
- saking yakinnya pastinya dikatakan
- gambarnya gitu seperti pastinya orang
- yang mengelah besok pagi nanti akan
- datang saudara
- inni haddasu sesungguhnya aku
- menceritakannya bhadis dengan suatu
- cerita atau hadis lesa bil agalit
- yang tidak terdapat
- kesalahan-kesalahannaah
- kami merasa enggak enak untuk bertanya
- pada
- masuk maka kami memerintahkan kepada
- masruk
- untuk bertanya kepada Huzaifah.
- Maka beberapa sahabat itu menemui
- Huzaifah dan siapa yang dimaksud pintu
- itu?
- Apa? Jawab Huzaifah.
- Albabu Umar.
- Pintu itu ada Umar sendiri.
- Ya, ini
- itulah yang bisa menolak
- fitnah-fitnah yang akan melanda umat
- Islam. Karena itu di zaman pemerintahan
- Umar bin Khattab banyak
- kemajuan-kemajuan luar biasa termasuk
- futuha ya menguasai beberapa negara.
- Di masa Umar bin Khattab, Mesir masuk
- wilayah Muslim.
- Persi masuk ke layar Mesir.
- Luar biasa ya.
- Dan banyak ee
- aktivis-aktivitas baru di dalam
- kehidupan bernegara di bawah Umar
- termasuk administrasi negara
- ya.
- Termasuk mempersiapkan sarana dan
- prasarana itu luar biasa.
- Jadi setiap ada masalah fitnah pasti ada
- penyelesaian.
- Enggak perlu khawatir asal kita
- benar-benar waspada.
- Hadis berikutnya, hadis Sa'din
- radhiallahu anhu. Semoga Allah
- meridanya.
- Anna rasulullahi sesungguhnya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam
- a rohton.
- membagi-bagi sesuatu,
- membagi-bagi sesuatu.
- Was'adun jalis. Sedangkan Saad
- duduk di samping mereka itu.
- Fat Rasulullah. Rasulullah meninggalkan
- atau tidak membagi ya rajulan salah
- seorang laki-laki.
- Wa a'jab ajabuhum.
- Maksud Nabi membagi-bagi
- pada beberapa orang itu
- ya
- imam makanan, imam sembakaqoh pokoknya
- membagi hal-hal yang dibutuhkan oleh
- umat.
- Nah, beliau melihat ada seorang
- enggak dibagi oleh Nabi.
- Padahal menurut Saad hua ajabu.
- Dialah orang yang paling baik di antara
- mereka. Kok malah enggak dibagi? Yang
- lain dibagi kok ini enggak dibagi.
- Faqulu. Maka aku
- berkata,
- "Ya Rasulullahi
- maaka an fulan."
- Kenapa dia ini Rasulullah tidak dibagi?
- Wallahi, maka demi Allah inni laroahu
- mukminan. Saya melihat dia itu seorang
- mukmin,
- orang yang baik kok enggak dibagi gitu.
- Qola a musliman atau muslim
- pasakat qilan maka aku diam
- kata Saad
- sebentar
- tummaabaniam
- mengalahkan saya apa yang saya ketahui.
- Jadi beliau enggak bisa untuk tidak
- bertanya lagi orang itu orang baik kok
- enggak dibagi gitu ya. Jadi mendorong
- dia untuk bertanya lagi
- faudu limaqolati. Aku bertanya lagi pada
- Nabi,
- kata Saadaka
- Fulan
- bagaimana keadaanmu tentang si fulan itu
- yang enggak dibagiallahi
- maka demi Allah inni mukminan aku
- melihat dia seorang
- muslim
- Fakat qilan,
- maka aku diam lagi sebentar.
- Tumma golabani ma a ma aamu. Kemudian
- mengalahkan saya. maksudnya ee apa yang
- dia ketahui itu mendorong dia untuk
- bertanya lagi.
- diulang seperti tadi
- ya sampai tiga kali
- waada Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam kemud dan Rasul
- menjawab ya tumma qala
- ya sa'du
- wahai saad kata nabi
- inni lajul
- Saya sesungguhnya sungguh telah memberi
- seorang whairuhu ahabbu ila ilaiya minna
- dan yang lainnya.
- Orang yang tidak saya kasih itu Nabi itu
- orang yang sangat saya cintai.
- Kenapa dia enggak dibagi? Hatanya.
- Saya khawatir kalau orang itu terpeset
- se disampahkan Allah dalam api neraka.
- Jadi saking sayangnya Nabi kepada
- sahabat,
- beliau enggak memberikan karena Nabi
- tahu
- dia ini orang cukup.
- Yang lain orang-orang kekurangan fakir
- miskin.
- Nah, kalau ada pembagian untuk fakir
- miskin diberikan kepada orang yang cukup
- itu kan salah.
- yang membaginya salah, yang menerima
- juga salah.
- Jadi di sini, Saudara-saudara harus
- hati-hati sekali.
- Kita dikasih
- ya kesempatan dikasih kepercayaan untuk
- memberikan harta orang fakir miskin.
- Kita kasih orang-orang kaya karena dia
- saudara kita misalnya, "Oh, itu dosa
- besar."
- Dan itu sering terjadi ternyata kita ya.
- Orang yang mengambil bantuan untuk fakir
- miskin, orang yang datang bawa mobil,
- mewah lagi mobilnya misalnya. Nah, itu
- enggak benar.
- Jadi yang
- hak fakir miskin jangan diganggu. Kasih
- mereka.
- Meskipun ada saudara teman kita, orang
- dekat kita di sini, justru kita kasihan
- kalau dia kita bagi. Karena dia enggak
- berhak untuk itu.
- Nah, ini ini harus berani istri kita
- enggak berani, enggak enak gitu. Enggak.
- Di situlah Nabi misalnya
- tidak memberikan jabatan apapun kepada
- orang yang sangat dekat dengan beliau,
- yang sangat kami cintai.
- Ya,
- enggak kasih jawatan.
- Nabi tahu kalau si A ini orang ini kasih
- jabatan orangnya sangat baik.
- Nah, kalau orang sangat baik nanti
- enggak tegas ya, enggak bisa mengatakan
- no, enggak selalu dia iya. Nah, itu kan
- bahaya.
- Nah, orang yang diberi amal itu harus
- bisa yes, bisa no, tegas.
- Nah, di sinilah para jemaah sekalian
- ikhwan-akhwat supaya kita sadari
- harus kita berhati-hati.
- Berikanlah
- masing-masing sesuai dengan haknya ya.
- Tolaklah kalau mereka meminta padahal
- bukan hak.
- Para jemaah sekalian
- ya, dari hadis ini
- kita melihat dalam nyataan
- orang-orang yang
- minta
- santunan untuk orang-orang miskin. yang
- susah. Tapi banyak orang-orang yang
- kaya,
- orang-orang yang diamanahi
- untuk memberikan fakir miskin.
- Dia misalnya punya jabatan RT atau RW
- atau apa, lalu dia berikan kepada
- saudara-saudaranya atau orang yang kenal
- dengan dia, fakir miskinnya dibiarkan.
- Ah, itu dosa besar. Enggak boleh
- ya. Harus diberikan kepada berhak.
- Yang tidak berhak meskipun dia saudara
- kita atau keluarga kita sendiri jangan
- dikasih dia enggak punya.
- Ikhwan akhwat sekalian,
- tugas tugas kita adalah
- menyampaikan amanah itu dengan jujur.
- Waktu jadi pemimpin, jadi pemimpin yang
- adil.
- diberi amanah, kita harus jujur
- sehingga kita memberikan haknya
- masing-masing dari
- kerabat kita, dari saudara kita,
- dari rakyat kita.
- Jangan dikurangi hak seseorang.
- Jangan diberi orang yang tidak punya
- hak. Termasuk diri kita sendiri.
- Ya, diri kita termasuk itu.
- Ini hak orang lain kok kita ikut ambil.
- Ah, itu bahaya. Itu dosa besar.
- Ikhwan akhwat sekalian, inilah hadis
- yang bisa kami sampaikan malam hari ini.
- Mudah-mudahan ada manfaatnya dan apabila
- ada khilafan dan kekurangan kami mohon
- maaf. Wabillah wal inayah.
- Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian ikhwan telah kita
- bersama-sama simak kajian kitab Allu wal
- Marjan bersama Dr. K. H. Zaki Mubarok,
- MA. Abdullah Mustasyar PBNU. Tema yang
- disampaikan adalah mengenai fitnah besar
- yang melanda umat Islam. Yang sudah
- bergabung banyak sekali ini yang sudah
- mengirimkan WhatsApp di malam hari ini.
- Terima kasih banyak Ihwan Ahwat. Ini ada
- Bapak Yuman. Bapak Yuman S sedang
- menyimak eh Ustaz dan eh juga kelur
- hasil semoga sehat selalu. Amin ya
- rabbal alamin. Terima kasih Pak Yuman.
- Ibu Ani Hudaifah juga setia selalu
- menyimak rahasil. Terima kasih Ibu Eyang
- Sri juga ada Bapak Baron Betawi. Ada
- juga Ibu Hajah Saidah sedang menyimak
- Ustaz Zaki Mubarok. Terima kasih Ustaz
- ilmu dan nasihatnya. Bapak Fajar juga
- Bapak Ahmad Rasyidin sedang menyimak
- kita di malam hari ini. Terus juga
- oke ini dari sebentar
- dari
- Ibu Sulis ya sedang menyimak Ustaz di
- malam hari ini. Pak
- Supi di Depok,
- Ibu Hesti, Bapak Muliana, Bapak Fajar,
- Bapak
- Agus, Bu Siti,
- Bapak Slamat Suryadi, Ibu Adlilia Amanda
- di Bogor dan masih banyak lagi. Yang
- pertama pertanyaan yang masuk Ustaz saya
- bacakan ini
- dari Ibu Asri ya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullah
- wabarakatuh.
- Awan, Ustaz, saya agak awam dengan
- istilah fitnah ini. Seperti yang sering
- saya dengar. Contohnya seperti fitnah
- dajal, fitnah akhir zaman, anak istri
- yang sebagai fitnah, dan lain-lain.
- Sedangkan yang saya pahami fitnah itu
- artinya menuduh orang lain tanpa bukti
- nyata. Mohon pencerahannya, Pak Ustaz.
- Demikian
- ya. Baik.
- Ah, itu nanti kita lihat dari siakul
- kalam
- ya,
- dari susunan kalimat yang diucapkan.
- Memang fitnah itu macam-macam.
- H
- ya, ada fitnah yang berkaitan dengan
- ketika seorang tidak melaksanakan
- amanah.
- Ya, itu fitnah.
- Maka semua itu fitnah itu diartikan
- ujian.
- Setiap orang itu diuji oleh Allah.
- W nabluannakum bisyaaiin
- minal khau wal. Pasti kami akan uji kamu
- sekali Tuhan dengan sesuatu dari
- perasaan takut, dari kelaparan,
- merosotnya penghasilan,
- merosotnya hasil pertanian.
- Nah, maka tegaskan fabasyirisirin.
- Maka beritakanlah
- ya informasi yang gembirakan
- terhadap orang-orang yang tabah dan
- sabar dalam menerima itu.
- Iya.
- Dalam menerima cobaan itu ya yang tabar
- dan sabar itu
- sama kita juga dengan hal
- ya. Jadi itu bisa masamlah yang dimaksud
- dari fitnah.
- Ya, fitnah yang menimbulkan kekuat
- ada fitnah yang bisa kita atasi sehingga
- menimbul enggak tidak menimbulkan
- kegoncangan.
- Seperti kita mendidik anak-anak kita.
- Kalau kita enggak baik, enggak berhasil,
- oh bisa dia menimpa kita, anak-anak
- kita. Enggak sedikit orang punya anak
- kemudian jadi masalah besar. Hm.
- Ya, saya ambil contoh misalnya
- ada orang tua yang anaknya kecanduan
- obat terlarang.
- Iya. Betapa menderitanya orang tua
- ya
- sampai
- keras
- anaknya maksa minta sekian juta
- sampai orang tuanya jual rumah sampai
- ini.
- Oh, berat sekali.
- Sama kehidupan keluarga juga gitu
- ya. Suami istri juga ada cobaan-cobaan.
- Ya, ada yang KDRT misal
- terasa dalam rumah tangga ada
- yang maaf ya selingkuh. Nah, itu kan
- fitnah
- dalam keluarga, dalam harta juga begitu.
- Kita dapat harta tapi kita tidak
- memanfaatkan untuk kebaikan.
- Dapat harta untuk poa-poyah,
- untuk membiayai hal-hal yang enggak
- benar. Ah, itu fitnah itu
- akan merusak diri kita
- ya. Kita punya harta, kita mensponsori
- anak-anak muda minum-minuman keras, kita
- yang biayai. A dosanya kita kena
- ya. Contohnya
- jabatan juga begitu.
- Jabatan kan amanah. Nah, ada orang
- menjadikan jabatannya untuk mencari
- sesuatu.
- ya mencari ruswah sogokan mencari ini.
- Oh itu fitnah. Nah itu jadi tergantung
- nanti
- susunan kalimatnya yang digunakan apa.
- Pokoknya fitnah itu macam-macam. Terima
- kasih.
- Jadi berbagai macam maknanya Ustaz ya.
- Mungkin tergantung kalimat selanjutnya
- seperti apa gitu ya Ustaz ya.
- Betul.
- Baik selanjutnya dari Bapak Supriatna di
- Bekasi. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Baik, Ustaz. ini ee dalam surah
- at-Taubah ayat 12 yang artinya jika
- mereka melanggar sumpah sesudah
- perjanjian mereka dan dan menistakan
- agamamu perangilah para pemimpin ke
- kekufuran itu karena sesungguhnya mereka
- adalah orang-orang yang tidak dapat
- dipegang sumpahnya supaya mereka
- berhenti
- dari kekufuran dan penganiayaan
- perintah memberikan kritik yang tegas
- kepada pemimpin Yang zalim merupakan
- kewajiban umat Islam pada masa lalu
- apakah masa sekarang, Pak Ustaz? Dan
- apakah sejarah masa lalu mencatat
- keberhasilan kritikan tegas umat Islam
- kepada pemimpin yang zalim yang
- memenangi Islam? Demikian, Ustaz.
- Ya. Ya. Kita diperintahkan untuk
- menegakkan kebenaran.
- Kata Nabi, qulil haqqo walau mur.
- Ucapkanlah, sampaikanlah kebenaran itu
- meskipun rasanya pahit.
- Nah, tetapi kita diarahkan majelakukan
- dengan cara yang baik
- sehingga tidak tersinggung.
- Kalau sanya baik mereka akan terima
- insyaallah. J kalau kita saran dengan
- keangguhan
- kamu ini bikin melangar kalau dia ngerti
- sendiri oh diawa
- ini kan kita sampaikan dengan sopan
- disampaikan dengan ee kalimat-kalimat
- yang lembut ulan karimah kalimat yang
- mulia
- ya ulan sadidah kalimat yang lurus
- ulan baligh kalimat yang begitu dalam
- saya menyentuh kalbus seorang itu akan
- berhasil.
- Nah, dalam sejarah dalam sejarah
- perkembangan
- ee umat Islam, dalam
- pemerintahan-pemerintahan umat Islam ya
- terjadi hal
- ya
- ada
- penguasa-penguasa yang bersikap keras
- tapi umat Islam tetap di manaun ada yang
- menyampaikan kebenaran
- ya sampai ada seorang sahabat yang
- menyampaikan kebenaran kepada seorang
- pejabat waktu itu.
- dia enggak terima diingatkan
- kamu ini limbahnya sahabat Nabi.
- H
- ya. Nah, jadi itu itu sampai sahabat itu
- ya sudah saya tugas saya menyampaikan
- ini
- kamu ikut silakan enggak ada masalah itu
- tanggung jawab kamu sendiri.
- Nah, itu contohnya ya. Jadi, Pak. Tapi
- kita harus lakukan
- bil hikmah dengan hikmah.
- dengan tadi kaulan lain kaulan karimah
- kalimat yang mulia dengan kaulan sadidah
- kalimat yang lurus
- dengan kaulan baligh kalimat yang sangat
- mendalam sehingga merasuki lubuk hati
- seorang dan lain-lain begitu
- ya terima kasih
- iya Ibu Yanti juga alhamdulillah
- menyimak ustaz sambil macet-macetan di
- jalan karena banjir masyaallah
- alhamdulillah Bu Yanti. Ibu Aminah juga
- sedang menyimak ya eh di malam hari ini.
- Terima kasih banyak.
- Ini selanjutnya pertanyaan yang masuk
- lagi dari hamba Allah di Bogor, Pak
- Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Mohon maaf di luar tema, Pak Ustaz.
- Mohon pencerahannya.
- Sebagai kita kepada orang tua itu apakah
- wajib berbakti? Apakah pengabdian? Pak
- Ustaz mohon pencerahannya. Apa tadi?
- Wajib apa?
- Berbakti ataukah pengabdian? Begitu. Oh
- iya
- ya. Dua-duanya itu hampir sama itu.
- Berbakti pada orang kepada orang tua
- mengabdi pada doa.
- Saman.
- Ya itu kata Al-Qur'an.
- Waqbuka
- alla ta'budu illa iyah.
- Dan Tuhanmu telah menetapkan
- ya
- agar kamu tidak menyembah kepada suu
- apapun kecuali kepada dia kepada Allah.
- Wabil walidaini ihsan.
- Dan terhadap kedua orang tua hendaklah
- kamu berbuat baik. Bakti tadi ya bakti
- pengabdian
- hidmat sama ya pada orang tua itu sangat
- baik.
- itu kewajibannya. Yang nomor dua
- kewajiban taat pada Allah ya.
- Yang pertama taat pada Allah dan
- rasulnya. Yang kedua berbakti kepada itu
- baru yang lain. Ya, saya kira demikian.
- Terima kasih.
- I dari Bapak Andi Muliawan.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Kiai.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Semoga Pak Kiai dan kuras
- dalam keadaan sehat walafiat selalu.
- Amin ya rabbal alamin. Pak Kiai,
- kejujuran sudah sangat langka zaman
- sekarang ini. Bagaimana menanamkan
- kejujuran dan keberanian berkata jujur
- dalam kebenaran kepada generasi bangsa.
- Jika banyak orang tua yang tidak jujur
- dan takut jujur, ditakutkan akan lahir
- generasi yang berakhlak tidak baik.
- Mohon pcirannya, Pak Kiai. Demikian,
- ya.
- kita harus punya niat untuk memperbaiki
- dan tugas kita menyampaikan
- mereka bawa atau enggak itu urusan lain.
- Tapi kalau kita tering beramar makruf
- dan nahi mungkar,
- insyaallah itu lama-kelamaan orang sadar
- ya. Sadar
- kita enggak boleh bosan.
- Enggak boleh kita berkecil hati, enggak
- boleh putus asa dalam menyampaikan
- kebenaran.
- Nah, dengan terusmenerus
- insyaallah
- tembus sehingga mereka sadar
- dan itu perlu sikap sabar dan teliti.
- banyak saya tangani agama, keagamaan,
- keluarga-keluarga yang datang ke saya
- dalam juga banyak cari solusi gimana
- penyelesaian, masalah keluarga, masalah
- wadis, masalah masukmasuk. Nah, kita
- tangani dengan cara
- yang
- lembut, dengan cara yang baik itu banyak
- berhasil
- ya. Keluarga yang sudah bentrok, sudah
- begini kita
- h
- arahkan supaya menyatu kembali.
- Saling mengalah satu sama lain itu
- kuncinya saling mengalah. Penting
- keluarga itu saling mengalah. Kalau
- dua-duanya saling ngotot enggak ketemu.
- Kalau saling mengalah kan dapat jalan
- yang terbaik.
- I
- saya kira itu. Terima kasih.
- Baik Ustaz. Pertanyaan yang terakhir
- Ustaz ya. Yang terakhir dari Bapak
- Khairul di Jakarta Timur. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Fitnah akhir zaman ini kini
- mulai terlihat jelas, Pak Ustaz. Di di
- mana Islam selalu dijadikan cemoohan,
- adu domba, dan lain-lain. Yang harus
- dilakukan kita sebagai umat Islam
- seperti apa, Pak Ustaz, untuk menghadapi
- fitnah ini? Demikian
- kita harus menyampaikan
- informasi yang benar.
- Maka manfaatkan itu MED
- untuk menginformasikan kebenaran. Mus
- media digunakan orang lain untuk
- menyampaikan keburukan.
- Harus itu kita harus harus apa namanya
- punya kemampuan untuk
- ya. Maka saya dalam berbagai kegiatan
- semampus saya yang bisa saya lakukan ya
- mes media media kita manfaatkan untuk
- berdakwah,
- untuk menyampaikan nasihat-nasihat yang
- menyentuh kalbu ya menyampaikan
- hikmah-hikmah yang bisa dipahami orang
- itu penting sekali. Termasuk dalam
- pergaulan sehari-hari juga demikian.
- Insyaallah
- kebaikan akan tetap jalan.
- ya enggak akan berhenti.
- Dan ada orang-orang yang ikhlas untuk
- itu pasti di mana pun ada
- ya. Oh kalau dia enggak cari bayaran,
- enggak cari bahkan enggak cari pujian
- orang lain, dia benar-benar ikhlas untuk
- menyampaikan kebenaran itu mesti ada.
- Jadi itulah saya kira yang harus kita
- pahami. Terima kasih.
- Baik, Ustaz, kita dibatasi oleh waktu
- mungkin sebelum pamit Ustaz di
- singgungkan tema kita di hari ini.
- Baik, ikhwan akhwat yang kami cintai
- bahwa dalam
- kehidupan sehari-hari kita,
- kita akan mendapatkan berbagai macam
- pujian
- dan kita menghadapinya dengan tabah dan
- sabar serta mohon
- ya perlindungan dari Allah.
- Mohon bimbingan dari Allah dan Rasul
- insyaallah akan selamat. Yang kedua,
- di dalam kita
- memperoleh amanah harus dilaksanakan
- dengan baik.
- Jangan sampai
- haknya seorang
- dihilangkan kemudian dipindahkan ke
- orang lain karena dia saudara kita atau
- orang dekat kita. Ya,
- sampaikanlah hak mereka masing-masing.
- Kalau fakir miskin misalnya
- bantun fakir miskin lah saudara saya
- kayak kaya yang ini cukup jangan
- dikasih- saudara karena ini bagian fakir
- miskin gitu. Insyaallah kita akan
- selamat.
- H
- dan masyarakat akan lebih berbahagia.
- Demikian, semoga bermanfaat. Saya mohon
- maaf kalau ada kalau ada kekhilafan.
- Wabillahi rida wal inayah.
- Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian telah kita
- bersama-sama simak kajian kitab Allu wal
- Marjan bersama Dr. K. H. Zaki Morok, MA.
- Beliah Mustasyar PBNU. Tema yang telah
- disampaikan adalah mengenai fitnah besar
- yang melanda umat Islam. Semoga apa yang
- ustaz sampaikan dapat menambah ilmu
- agama kita juga menambah iman dan takwa
- kita kepada Allah subhanahu wa taala.
- Saya yang bertugas pah ditemani Neza dan
- juga Yusuf Subang pamit.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.