Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:08 Brail TV. 0:16 Asalamualaikum warahmatullahi 0:17 wabarakatuh. Apa kabar, Bang Dula? 0:20 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:22 wabarakatuh, Mas Isa. Alhamdulillah. 0:25 Alhamdulillah. Mohon maaf sikit nih 0:26 terlambat dari Bang Dula ya. Masyaallah. 0:29 Wah, mudah-mudahan sehat, Bang Dulah ya. 0:32 Karena ini kita mau sehat kena asap vap. 0:36 Anehnya organisasi yang satu sudah 0:38 mengharamkan, yang satu lagi ada orang 0:41 bilang ini demen ngewudut juga nih. 0:43 Repot pula ini Bang Dulanya urusan 0:45 kesehatan bangsa kita. Belum lagi urusan 0:48 gula dan lain-lain. Tapi nampaknya 0:50 kesehatan mental menjadi sebuah masalah. 0:53 Ada pejabat di Kalimantan, Bang Dul. Di 0:56 tengah-tengah cerita tentang 0:59 anak-anaknya Ali Khameni yang masih 1:01 ngontrak rumahnya. Lima-limanya, Cing. 1:03 Ini renovasinya aja berpuluh-puluh 1:05 triliun. Apa mental apa yang menyebabkan 1:09 bangsa ini sedemikian sedemikian apa ya 1:13 eh eh borosnya. Belum lagi urusan motor 1:16 ini. [tertawa] 1:17 Motor R0 juta satunya katanya sudah 1:20 dibawa harga pasar jadi garu-garu kepala 1:22 lagi. [mendengus] 1:24 Dan menteri keuangannya bilang 1:25 kecolongan lagi, "Bang, ini [tertawa] 1:27 juga kok bisa begitu ya? Apakah enggak 1:29 ada sistem ya yang 1:32 apa menciptakan ini? Tapi ada ikhtiar 1:34 ini di Garut, Bang Dula. Katanya mau 1:36 jadikan percontohan bagi KPK, daerah 1:40 yang bebas korupsi." Ya, mudah-mudahan 1:42 jadi contoh. Kalau contohnya Pak 1:44 Presiden kan keren itu suruh beli 1:46 barang-barang dalam negeri tapi macam 1:49 bajai di tenabang. Se kanan belok kiri. 1:52 [terkesiap] Ini kan jadi lucu-lucuan 1:54 juga ya. Mobil India, motor dari Cina 1:57 dan lain-lain. Alkisah apa menyebabkan 2:00 bangsa ini dan tentu saja hikmah apa 2:03 dari kisah-kisah pergolakan terutama di 2:05 Timur Tengah yang Bang Dula bisa berikan 2:08 catatan untuk bangsa ini. Silakan Bang 2:10 Abdullah. Ya, mau, Pak. [berdehem] 2:12 [mendengus] 2:13 Iya. Pertama, kasus pejabat di 2:16 Kalimantan yang 2:18 renovasi rumah atau punya rumah yang ee 2:22 apa dahsyat begitu. 2:23 Hm. 2:24 Saya ingat pengalaman saya, Mas Ihsan, 2:26 ketika jadi wakil ketua KPKPN sebelum 2:30 KPK. 2:30 Heeh. 2:31 Saya menemukan ada [berdehem] pejabat di 2:34 saya lupa kabupaten apa, daerah 2:36 Sumatera. 2:37 He. 2:37 Itu punya sekian rumah. 2:40 sekian hektar ee kelapa sawit dan 2:43 seterusnya. Saya tanya ini Bapak dapat 2:46 dari mana? Oh, waktu saya jadi apa 2:49 namanya koramil atau kodam 2:51 kemudian apa namanya pergantian terus 2:53 dikasih hadiah oleh gubernur atau bupati 2:56 seperti itu. 2:56 H 2:57 ee jadi [berdehem] 2:58 ee begitu juga ketika saya periksa 3:02 anggota MPR punya kekayaan 3:05 he 3:05 ee daerah Jakarta. Saya datang ee saya 3:10 gedor pintunya ee terkunci ee tangga 3:14 sebelah ee PRT membuka. 3:17 Hm. 3:17 Ee ternyata kemudian di garasinya itu 3:20 ada satu mobil sedan 3:22 atas satu mobil kijang. 3:24 Saya tanya dia, "Bos, Anda punya dua 3:27 mobil ini buat satu aja, Pak. Yang 3:29 mana?" Yang kijang yang saya dan Bapak 3:31 sebelah. Jadi yang di yang [berdehem] 3:33 anggota emper yang saya mau periksa itu 3:35 dalam garasi ada dua mobil di depannya 3:38 itu pagar itu ada dua dan itu 15. Jadi 3:41 saya bilang lima mobilnya. Oh enggak, 3:42 Pak. Tujuh loh. Tujuh di mana? Dua di 3:45 rumah di rumah anaknya. Jadi itu 3:48 [berdehem] 3:49 apa yang disebut dengan 3:50 ee hadis Rasul sahu alaihi wasallam 3:52 bahwa 3:53 ee e hubu dunia qari maut. 3:57 Cinta dunia takut mati. Nah, cinta dunia 4:00 itu kan dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa 4:02 setan iblis itu membuat sesuatu 4:06 kejahatan di depan orang-orang yang 4:08 jahil itu indah, cantik seperti itu 4:11 sehingga sehingga mereka menjadi cinta 4:13 dunia eh takut mati seperti itu. 4:16 [berdehem] 4:16 Nah, ini problem. Sehingga karena itu 4:18 dalam ilmu korupsi ada yang disebut 4:20 dengan corupsion by need, ada korupsinya 4:23 by greedy. 4:24 Jadi korupsi karena kebutuhan itu 4:27 kira-kira 60 sampai 70% PNS itu 4:30 itu korupsi. Maaf bagi SN PNS yang 4:33 dengar apa namanya dialog ini. 4:36 Karena ee gaji PNS pada waktu itu bukan 4:40 kecil Mas Issan tapi tidak manusiawi. 4:43 Selalu saya katakan bahwa 4:45 ee PNS yang jujur 1 bulan mati tiga 4:48 kali. Gaji diterima 10 hari mati 4:51 kemudian paip lagi mati dan seterusnya. 4:53 Nah, jadi 60 sampai 70% itu ee korupsi. 4:57 Korupsi apa saja seperti itu dilakukan. 4:59 Nah, ada yang disebut dengan ee pengadam 5:02 baran dan jasa misalnya soal motor. Dan 5:04 pengadam baran dan jasa itu 5:06 he 5:07 ee sistem yang sekarang 5:09 ee kalau dulu kan sistem lelang, tapi 5:12 sekarang itu sudah ada lembaga yang 5:14 kemudian 5:15 ee melakukan e tender secara online 5:19 secara online 5:20 se begitu maka itu terkontrol. H. He. 5:23 Jadi saya juga heran kalau Kementerian 5:24 Keuangan tidak tahu misalnya ee soal apa 5:27 namanya beli sekian pul000 motor 5:30 21.000 5:31 iya dan seterusnya. 5:32 Nah itu ada ada online sehingga dengan 5:35 demikian bisa dikontrol bisa dikawal. 5:37 Nah apakah kemudian 5:40 teknologi seperti yang diterapkan oleh 5:41 Iran terhadap Amerika dan dan ee Israel 5:46 yang itu bisa kemudian melalui 5:48 apa namanya sistem ee elektronik, sistem 5:51 online dan seterusnya. e apakah itu 5:53 sudah sampai masuk ke Indonesia. Kalau 5:56 itu masuk berarti 5:57 ada satu mekanisme 5:59 yang disuskan oleh kelompok 6:02 C atau kelompok Mozdad Israel 6:05 untuk kemudian melakukan kekacauan 6:07 seperti itu. Nah, kalau itu berarti 6:10 bahwa [batuk][berdehem] 6:11 apa yang dilakukan oleh Prabowo dengan 6:15 efisiensi itu bertolak belakang ee 6:18 dengan apa yang terjadi di lapangan hari 6:20 ini. Nah, oleh karena itu maka 6:23 [berdehem] ee apa yang terjadi di 6:25 Kalimantan itu berarti bahwa instansi 6:29 terkait 6:30 itu tidak melakukan kontrol pengawasan h 6:34 yang berjalan secara otomatis. 6:37 Kalau Undang-Undang 28 tahun 99 itu Mas 6:39 Isan menetapkan bahwa setiap 6:42 penyelenggara negara wajib melaporkan 6:44 kekayaannya sebelum, selama dan sesudah. 6:47 H. Jadi sebelum dia lapor 6:50 ee setelah dia terpilih jadi pejabat, 6:52 jadi Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota 6:54 DPR, dia melapor juga. H 6:56 ada yang mengatakan e kan dia sudah 6:58 lapor sebelum. Kenapa dilaporkan lagi? 7:01 Sesudah itu saya bilang bahwa kalau dia 7:04 lapor R miliar kekayaannya terus selesai 7:08 Pilkada, selesai, selesai pemilu, e dia 7:12 tidak laporkan. Maka kemudian itu bisa 7:15 terjadi penyimpangan. Nah, dilaporkan 7:17 itu supaya dilihat kalau KKN sebelum dan 7:20 sesudah terpilih setup 1 M ada something 7:22 wrong. 7:23 Sebab apa? Dia kan harus keluarkan 7:25 biaya. 7:26 Dia keluarkan biaya untuk ke kampanye 7:28 dan seterusnya. Berarti dia punya biaya 7:31 kampanye itu ditanggung oleh orang lain, 7:33 disponsori oleh orang lain, oleh 7:34 oligarki. Karena itu maka perlu seperti 7:36 itu. Ee baru kemudian 7:39 sesudah 7:40 H. 7:40 Nah, sesudah itu ee maksimal 5 tahun. 7:43 Jadi setelah dia sudah pensiun atau 7:46 berhenti dari jabatan sampai 5 tahun dia 7:47 harus wajib wajib lapor. Kenapa? Karena 7:51 ada pejabat itu Mas Ihsan 7:54 Hm. 7:55 yang dia punya kekayaan. Saya punya 7:57 pengalaman di KPKP sebelum KPK dia dia 8:03 apa namanya e panitra itu tidak punya 8:06 rumah pribadi, tidak punya mobil 8:09 pribadi, tidak punya rekening. 8:11 Oh pribadi. 8:12 H. Nah, waktu saya dilaporkan oleh 8:14 teman-teman, saya bilang, "Coba periksa 8:16 datang ke kampungnya, tempatnya." 8:18 Ternyata kem ditemukan bahwa ada rumah 8:21 tapi itu atas nama orang lain, ada mobil 8:25 atas nama orang dan seterusnya. Nah, 8:27 jadi dia dia simpan itu nanti kalau 8:29 sudah pensiun baru kemudian begitu. Nah, 8:31 itulah kenapa diberikan waktu sampai 5 8:33 tahun. 8:34 Nah, jadi kasus Kalimantan itu menjadi 8:35 pelajaran bagi penegak hukum untuk 8:37 kemudian intensif melakukan pengawasan. 8:40 H. 8:41 Nah, kemudian soal 8:43 ee beli motor 8:45 ee apakah 8:48 yang diutamakan itu guru honor yang 8:50 Rp300.000 R 1 bulan 8:53 yang itu juga dibayar berapa bulan 8:55 sekali 8:56 seperti di Papua atau di NTT 8:59 atau di Maluku seperti itu dengan 9:01 misalnya ee mereka yang mengurus soal 9:05 ee 9:06 perut 9:06 tekanan gizi 9:08 gratis ini seperti itu. 9:10 Nah, sehingga maka harus menggunakan 9:13 kalau prioritas. Kalau misalnya Prof 9:15 mengatakan efisiensi maka kemudian itu 9:19 tidak efisien. H 9:20 karena apa? Sebenarnya kan Cina itu 9:24 sudah lama melaksanakan model MBG ini, 9:27 tapi dilakukan oleh sekolah 9:28 masing-masing, lakukan sekolah 9:30 masing-masing. Sehingga kemudian 9:32 ee sekolah itu yang 9:34 tahu betul tentang muridnya, mana murid 9:36 yang sederhana, mana murid yang apa 9:39 namanya kaya dan seterusnya. He. 9:41 Kalau kita seperti MBG ini kan tidak 9:44 adil, tidak fair. Orang Jakarta tidak 9:47 semua orang miskin, orang Jakarta, tapi 9:49 apa namanya murid-murid sekolah Jakarta 9:51 semua dikasih makan seperti itu. 9:53 Nah, jadi oleh karena itu maka 9:56 Heeh. 9:56 kalau [berdehem] misalnya soal motor itu 9:59 ee kecolongan oleh Menteri Keuangan, nah 10:01 ini yang jadi problem. Nah, itu 10:04 persoalan apa namanya? 10:06 Mencolongmencolong. 10:07 Kemudian soal 10:08 malingnya H. 10:10 Iya. Apa tadi, Mas Isa? Yang ketiga, e 10:12 ada juga ee ee ee soal contoh ee 10:16 kesederhanaan saya tuh kan orang lagi 10:19 menyorot masalah di Iran, 10:21 pemimpin-pemimpin yang sederhana. 10:23 Sementara di Indonesia ini menjadi 10:26 sebuah apa ya, sebuah ee corong bahwa ee 10:30 pejabat itu akan menjadi kaya. Dan apa 10:33 yang 10:34 ee Bang Dula lihat dari hikmah ini? 10:36 Presiden Iran yang pertama itu kan 10:39 waktu setelah revolusi 10:41 betul 10:41 itu juga dia kan tidur di apa di lantai 10:44 kemudian apa namanya 10:46 ee seperti itu ituul 10:48 jadi ee sebenarnya 10:53 [berdehem] 10:53 kalau kita lihat bagaimana kehidupan 10:54 Rasulullah sampai kemudian badannya itu 10:57 terliar 10:59 karena tidur di lantai. H 11:01 ah begitu juga ketika ee apa namanya? 11:05 Umar diutus untuk kemudian 11:09 menerima kunci Masjid Aqsa 11:11 apa waktu dia jadi khalifah dan kemudian 11:14 penguasa [mendengus] waktu itu di 11:15 Palestina minta Khalifah sendiri yang 11:18 harus datang menerima kunci itu. 11:20 Dan kemudian Khalifah berangkat I Umar 11:23 dengan dengan pembantunya cuma satu ekor 11:26 unta. Ganti-gantian ganti-gantian. 11:28 Begitu masuk masuk apa namanya kota 11:31 Yerusalem. 11:32 E giliran Umar yang menuntun unta 11:36 yang pembantu itu yang duduk di atas. 11:38 Jadi ketika apa penguasa Palestina itu 11:41 pikir ini yang mana yang mana sultan, 11:43 yang mana kaisar, yang mana khalifah 11:45 seperti itu. Itu contoh-contoh seperti 11:47 begitu. Atau misalnya waktu 11:49 ee ee Hasan melakukan acara buka puasa 11:53 buat orang-orang miskin. He. 11:54 Terus ada seorang yang miskin itu 11:57 kemudian 11:58 masuk kota Madinah kemudian ada 11:59 menemukan seseorang 12:01 yang sedang duduk di atas di atas tanah 12:03 dekat pohon kurma lagi makan 12:05 begitu roti roti keras dia makan dia 12:08 bilang waduh ini roti keras apa enggak 12:10 enak apa nah kata orang ini. Oh kalau 12:13 mau yang roti enak datang di sana ada 12:14 acara di sana. 12:15 Nah dia datang ke sana di tempat apa 12:18 buka puasanya e Hasan itu. 12:21 Kemudian dia makan khususnya kemudian 12:22 dibungkus. Kata Hasan makan saja habis 12:25 enggak usah bungkus bilang enggak. Ini 12:26 ada ada orang tua di sana itu yang apa 12:28 namanya? Makannya roti kering. 12:30 Kata Hasan itu ayah saya Ali bin Abi 12:33 Thalib dia khalifah. Tapi begitulah 12:35 seperti itu. Nah pola-pola seperti itu 12:38 sehingga kemudian saya ingat bahwa di 12:41 Indonesia 12:42 H 12:42 saya di Kadarullah Mas Ihsan 12:45 4 tahun bersama-sama dengan Pak Nasir 12:47 dengan Pak Safrudin dengan Pak Pak Brun 12:50 Harahab. Pak Nasir itu sampai pensiun 12:52 tidak punya rumah pribadi, Mas Isan. 12:54 Semua rumah jabatan. Terus kemudian 12:56 terakhir sekali itu diserahkan menjadi 12:59 milik pribadi Pak Nasir. Tapi kemudian 13:01 akhirnya kemudian di dijual seperti itu. 13:04 Pak Burhanudin itu sampai meninggal juga 13:06 rumah rumahnya 13:07 masyaallah 13:08 jabatan bukan rumah pribadi. 13:11 Satu-satunya toko masuk yang punya rumah 13:13 anggap lumayan itu Pak Safrudin karena 13:14 anaknya itu pengusaha sehingga punya 13:16 rumah lumayan seperti itu. Tapi Parum 13:19 itu di jalan apa Mangun Sangkoro itu itu 13:22 rumah rumah rumah jabatan bukan rumah 13:24 pribadi seperti itu. [berdehem] He. 13:26 Nah, jadi ee tokoh-tokoh Masumi dulu itu 13:30 orang yang sangat sederhana. Tapi Pak 13:32 Saprud itu ketika sudah e waktu zaman 13:35 tahun-an 13:36 itu mau pergi satu [berdehem] acara mau 13:38 pulang pertemuan 13:40 dia minta patuwa almahrum sem 13:43 minta-minta apa namanya uang untuk naik 13:45 naik taksi. Bayangkan ini mantan mantan 13:48 apa namanya? Presiden kedua, mantan apa 13:51 namanya? Ee jaksa Agung, mantan apa 13:54 segala macam. E tapi kemudian mau naik 13:57 taksi aja pinjam uang sama sama teman 13:59 seperti itu. 14:00 Nah, oleh karena itu maka 14:03 satu pelajaran daripada Iran ini adalah 14:05 bahwa 14:07 [batuk][berdehem] 14:08 satu kondisi di mana ee sistem 14:11 pertahanan yang dilakukan oleh Iran itu 14:14 dibawa dari masyarakat di bawah. He. 14:16 Jadi salah satu kelebihan daripada 14:20 revolusi Iran itu adalah ketika Humaini 14:23 kembali dari Prancis itu, itu mereka 14:26 membangun sistem 14:28 perdagangan itu melalui masjid. 14:30 Melalui masjid. Jadi masjid itu sehingga 14:32 kemudian itu seluruh apa? 14:35 Masjid apa saja apa masjid Syiah, masjid 14:37 Suni apa segala macam itu dibangun 14:39 melalui masjid 14:41 sehingga kemudian itu berkembang dan 14:43 seterusnya sehingga maka ekonominya itu 14:45 tumbuh. Kemudian 14:47 ee hikmah dari mereka di blokade 40 14:49 tahun lebih mereka kemudian berkarir 14:52 dalam segala aspek apakah pendidikan apa 14:54 ekonomi, apa penyerusnya. Nah, sehingga 14:57 dengan begitu maka untuk bisa begitu 14:59 maka pemimpinnya harus menunjukkan diri 15:01 sebagai orang yang sederhana karena 15:03 rakyatnya seperti itu. Karena itu maka e 15:06 Ali Hemaini kemudian anaknya sekarang ee 15:08 kemudian para mula-mula yang lain itu e 15:11 sederhana dan luar biasanya adalah 15:13 bahkan panglima perwira dan seterusnya 15:15 itu hafiz Quran dan seterusnya seperti 15:17 itu. Nah, di Indonesia tidak. 15:20 Kenapa? karena sistem pemilihan ee 15:24 presiden, pemilihan gubernur, bupati, 15:26 walikota menggunakan sistem one man one 15:30 oh. 15:30 Nah, karena one man one food maka 15:32 kemudian yang punya duit banyak, 15:34 yang kasih duit banyak itulah terpilih. 15:36 Nah, seperti tapi kalau sistem Islam 15:38 tidak. 15:40 Abu Bakar, Umar, Utman, Ali itu dipilih 15:42 dengan surah 15:43 dengan surah. Sehingga demiki maka 15:46 kemudian surau itu yang menetapkan 15:48 berdasarkan kriteria-kriteria 15:50 seorang pemimpin itu harus amanah, harus 15:53 siddiq, harus tabligh, harus patona. 15:56 Nah, itu itu adalah kriteria. Kalau 15:58 sekarang misalnya ee bagaimana seorang 16:00 pemimpin itu dia diamanah mengatakan 16:04 efisiensi tapi kemudian terjadi 16:06 pembaziran dan seterusnya mengatakan 16:08 [berdehem] bahwa harus berdasarkan 16:10 konstitusi tapi melanggar konstitusi 16:12 dengan duduk semeja dengan apa namanya 16:15 ee Israel yang musuhmusuh bebuyutan 16:18 daripada umat Islam. Nah, itu itu 16:20 problem. Sehingga demikian maka ee saya 16:23 pada waktu berapa pekan yang lalu saya 16:26 katakan soal Iran, Amerika dengan 16:29 Israel, kita tidak bicara soal siasuni. 16:32 Kita bicara bahwa siapa yang melawan 16:36 ee iblis yang keluar dari neraka yaitu 16:39 Israel, Amerika, kita akan bantu siapa 16:42 saja? Apakah Cina, apakah Rusia, apa 16:45 saja ee apalagi e apa namanya Iran yang 16:48 masih beragama Islam. Nah, kita dukung 16:51 seperti itu. 16:52 Sehingga demikian, satu pelajaran buat 16:54 kita sekarang di Indonesia adalah 16:56 bagaimana agar supaya 16:59 peristiwa ini membuat kita kembali 17:01 kepada satu apa namanya? Pemahaman bahwa 17:05 innamal mukmin ikhwa orang-orang 17:08 bersaudara. Nah, bagaimana 17:12 disilahkan sama mereka? Tapi ayat ini 17:15 mas dimulai dengan 17:21 muslimun. Jadi orang yang berpegang 17:23 kepada tali Allah adalah orang yang 17:24 betul-betul beriman dan bertakwa. Kalau 17:26 tidak beriman bertakwa dia tidak bisa 17:28 pegang Allah tali Allah tidak bisa 17:30 pegang tangga. Maka kemudian tidak akan 17:32 terjadi saling saling saling memaafkan, 17:35 saling islah dan seterusnya. Itu catatan 17:38 dalam soal refusiran seperti itu. 17:40 Masyaallah. Masyaallah. Luar biasa. 17:44 Terima kasih, Bang Dullah. Ada satu 17:46 sebenarnya masalah percontohan model 17:49 Garut gitu, apus kali nyari contoh ee di 17:52 berbagai tempat yang betul-betul 17:54 menjalankan apa karena sistem yang salah 17:56 mau dicarikan contoh juga agak berat 17:59 gitu. Bukan apa yang terjadi dengan 18:02 Indonesia, Bang Dul? 18:04 Jadi saya sudah sering katakan dan 18:07 banyak orang juga sudah katakan ee apa 18:09 namanya ee kenapa kita tidak kembali ke 18:13 Undar 45 asli. 18:15 Hm. 18:15 Karena selalu saya katakan bahwa empat 18:19 orang dari orang yang menyusun 18:22 dasar negara dan Undas 4 itu adalah 18:24 ulama. Sehingga tidak mungkin empat 18:27 orang ulama ini melakukan satu 18:29 penyusunan Undang-Undang Dasar yang 18:31 bertentangan dengan Islam. Tidak. Itu 18:33 karena itu. Nah, sehingga dengan begitu 18:35 ketika 18:36 ee apa namanya? Reformasi 18:40 maka kemudian CA masuk kemudian Mozard 18:43 masuk kemudian semua masuk kemudian 18:45 akhirnya kemudian UN 4 dia mandem jadi 18:48 amberadu sekarang. 18:49 Nah, sehingga kemudian terjadilah apa 18:51 namanya ee pilpres pemilu pilkada yang 18:55 mani politik dan seterusnya. He. 18:56 Tapi kalau kembali kepada 4 asli, 18:59 Presiden, Wakil Presiden dipilih oleh 19:01 MP. Maka kemudian kalau masih ada money 19:03 politik, maka kemudian KPK bisa tangkap, 19:07 KPK bisa proses. N saya sudah sering 19:09 katakan beberapa tahun yang lalu KPK 19:12 tangkap 42 dari 45 anggota DPRD Kota 19:16 Malang. Satu bis diantar ditangkap dari 19:18 Malang bawa ke Jakarta. Begitu juga 19:21 pemilihan gubernur oleh DPRD, Bupati, 19:23 walikota oleh DPRD tingkat du kalau 19:26 masih ada man politik maka KPK bisa 19:28 tangkap. Tapi kalau seperti Pilpres yang 19:30 sekarang, Pilkada seperti sekarang, 19:31 bagaimana KPK menangkap beriban orang, 19:33 ratusan ribu orang, jutaan orang, tidak 19:35 bisa seperti itu. Jadi 19:37 para founder partners itu sudah berpikir 19:39 dengan matang dengan berdasarkan 19:42 pengalaman-pengalaman [berdehem] 19:43 luar negeri, pengalaman-pengalaman 19:44 tentang sejarah Islam. Maka itulah yang 19:47 terbaik untuk Indonesia. He. 19:49 Kalau kita mau ikuters dengan Amerika, 19:51 Mas Is, 19:52 Amerika itu sudah dari tahun 19:54 eh 18 sekian itu sudah melakukan pilpres 19:58 tapi tidak liberal seperti Indonesia, 20:00 Masan. Kalau Indonesia kan wen Food, 20:02 maka kemudian siapa punya duit banyak 20:04 terpilih. Kalau Amerika tidak masel 20:06 dipilih oleh perwakilan. Jadi ada berapa 20:10 puluh provinsi di Amerika itu 20:12 ya provinsi itu lima wakil. He. 20:14 Lima wakil ini kemudian mereka lima 20:16 wakil ee memilih siapa baru kemudian 20:19 digabungkan sehingga waktu ingat waktu 20:22 Clinton dia dapat populasi tertinggi 20:24 tapi tidak terpilih karena ternyata 20:27 suara dari wakil-wakil negara-negara 20:30 bagian itu ee Hillary Clinton kalah 20:32 seperti itu. 20:33 Nah, jadi ee Amerika yang begitu liberal 20:36 saja sistemnya tidak langsung. H 20:38 bahkan kemudian saya berpikir Amerika 20:40 mungkin ikut sistem Islam karena apa 20:43 namanya pemilihan apa Umar ibn Khattab 20:47 meninggal itu pemilih Utsman itu dengan 20:49 membentuk formatur 20:51 formatur enam orang formatur mereka 20:53 musyawarah memilih Utsman seperti itu. 20:55 Nah kalau kita tidak one man one food 20:58 satu pelacu dengan satu kiai suaranya 21:00 sama 21:01 satu profesor dengan satu yang tidak 21:03 tamat SD suaranya sama. Nah, itu yang 21:05 problem seperti itu. Nah, karena itu 21:07 maka pemilu itu atau Pilpes itu harus 21:10 menggunakan sistem seperti 21:12 pemilu 55 atau pemilu Orde Baru di mana 21:15 itu bersifat tertutup. Sifat tertutup. 21:18 Masyaallah. 21:19 Kenapa? Karena 21:20 orang yang beraktif 21:23 berhabis-habisan 21:25 bertahun bahkan belasan tahun di partai 21:28 dia taruh nomor satu atau nomor dua atau 21:30 nomor tiga. Tapi orang luar dia karena 21:32 cantik, dia karena gagah, dia punya duit 21:34 banyak nomor 5 nomor 10 suaranya banyak 21:37 dia menang. orang partai yang bertungkus 21:40 lumus selama tahun tidak terpilih. 21:42 Nah, karena itu maka sistem order lama 21:45 ee sistem order baru dan sistem pemilu 21:47 55 itu lebih rasional 21:49 yaitu orang memilih partai. 21:51 Nah, kemudian orang partai itu sudah 21:53 tetapkan bahwa orang yang berjasa, orang 21:56 yang berprestasi itu nomor satu, nomor 21:58 dua, nomor 3 dan seperti itu sehingga 22:00 tidak terjadi seperti yang sekarang itu 22:02 masih 22:03 insyaallah. Terima kasih, Bang Dula. Ah, 22:05 [berdehem] luar biasa penceraannya. 30 22:07 menit ee menemani pendengar di berbagai 22:10 tempat. Ee mudah-mudahan Allah 22:11 memberikan kesehatan dan keberkahan. 22:14 Asalamualaikum warahmatullahi 22:15 wabarakatuh. Alhamdulillah. [berdehem] 22:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 22:18 wabarakatuh.