Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 [musik] 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. 0:18 Assalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:21 rahimakumullah. 0:23 Hari ini 0:25 Hijrah Talk hadir ke ruang dengar Anda 0:28 dan 0:29 bersama Habib Husein, master trainer 0:32 BNSP serta praktisi AI. 0:35 Kali ini ditemani oleh Dr. Sulaiman AA 0:39 Kausar, spesialis saraf. Dan bahasan 0:42 kali ini mudah-mudahan benar-benar akan 0:44 membuka 0:45 sekat baru di dalam pemahaman kita. 0:48 Tidak lupa salam selawat kita lantunkan 0:50 untuk junjungan umat, kekasih kita 0:53 Muhammad Rasulullah sallallahu alaihi 0:55 wasallam. Semoga kelak kita dipertemukan 0:57 dengan beliau di saat yang sangat kita 1:00 rindukan di yaumil akhir. 1:03 Ikhwan akhwat, sudah hadir seperti yang 1:05 tadi saya sebutkan 1:07 Bung Habib Husein. Assalamualaikum. 1:09 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:10 wabarakatuh. Dr. Sulaiman, 1:12 alhamdulillah. Waalaikumsalam 1:14 warahmatullahi wabarakatuh. 1:14 Assalamualaikum warahmatullahi 1:15 wabarakatuh. Tadi waktu di off air 1:17 bicara terkait dengan bagaimana 1:20 kajian Alquran secara ringan dan menarik 1:25 menjadikan kita sukses dunia akhirat. 1:27 Gimana nih persisnya? Silakan. 1:30 Terima kasih. Assalamualaikum 1:31 warahmatullahi wabarakatuh. 1:33 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:36 Jemaah yang dirahmati Allah 1:38 Mbak Nuning yang saya hormati, Dr. 1:41 Sulaiman yang saya cintai. 1:44 Terima kasih, hari ini kita akan 1:45 membahas bagaimana 1:48 kita berdiskusi terkait Alquran dengan 1:51 aplikasi sehari-hari, gitu ya. Kita 1:54 sering lihat mungkin Mbak Nuning Ehem. 1:56 orang yang 1:58 berkecukupan secara materi 2:01 yang naik secara finansial 2:04 tetapi hidupnya kosong gitu ya. 2:07 Banyak juga mungkin di negara-negara 2:09 barat orang [berdehem] yang kaya raya 2:12 itu bunuh diri gitu ya. Heem, iya. 2:14 Berarti ada satu hal yang 2:16 dicari gitu ya. 2:18 Kalau dari data BPS 2024 72% 2:22 pekerja itu merasa stres gitu ya. 2:26 Terutama ee Gen X sama Heem. 2:29 Gen Y gitu ya. 2:31 Nah, riset Kominfo 2024 menunjukkan 65% 2:35 Gen Z mengalami kecemasan akibat media 2:38 sosial dan kecanduan gadget. Jadi 2:41 kecanduan gadget ini angkanya sampai 87% 2:44 Heem, heem. 2:45 Kalau kita lihat mungkin ee zaman saya 2:47 kecil ya ee ngobrol sama keluarga, orang 2:50 tua itu masih 2:52 ngobrol face to face. Sekarang kita 2:54 lihat di pertemuan-pertemuan itu 2:57 keluarganya ngumpul tapi hatinya enggak 2:59 ngumpul gitu ya. Semua pegang HP, semua 3:02 chat-chatan gitu ya. 3:03 Nah, jadi itu fenomena yang 3:06 yang umum kita hadapin dan stressful-nya 3:08 juga makin lama makin tinggi 3:11 gitu ya. Ketika kita pegang HP kita 3:14 merasa 3:15 harus membalas secepat mungkin siapapun 3:17 yang masuk ke handphone kita. Heem, 3:20 heem. Akhirnya 3:22 dari riset itu 3:23 Indonesia itu sehari lebih dari 8 jam 3:27 pegang handphone gitu ya. 3:29 Heem, heem. Bayangin. Jadi 3:32 bagaimana ee toksik 3:35 handphone ini mempengaruhi hidup kita 3:38 dan mempengaruhi 3:41 pribadi kita, emosi kita, bagaimana 3:43 kalau kita posting kita selalu lihat ada 3:45 yang nge-like apa enggak gitu ya, ada 3:47 yang komentar atau enggak gitu ya. Jadi 3:50 ini pun berpengaruh nanti mungkin Dokter 3:52 Sulaiman juga membahas, berpengaruh ke 3:55 hati kita gitu ya, berpengaruh ke ibadah 3:58 kita gitu ya. 3:59 Gitu, bagaimana kita ee mau share 4:02 sesuatu tetapi ingin di 4:05 balas, ingin di 4:06 komentarin dan lain-lain gitu ya. Nah, 4:09 ada ee 4:11 isu-isu mungkin karena saya di sini 4:13 praktisi, ee saya ingin 4:16 pendekatan ini terutama 4:18 di 4:20 isu-isu aktual yang saat ini ada gitu ya 4:23 dan bagaimana kita membahasnya dengan 4:26 pendekatan Alquran karena sumber-sumber 4:28 lain itu kalau kita mencarinya dari 4:31 sumber aslinya itu akan benar-benar 4:33 clear gitu ya. Misalnya saya ngomong 4:35 sama Dokter Sulaiman ngomong A gitu ya, 4:38 Dokter Sulaiman sampaikan ke Banuning 4:40 itu bisa A minus gitu ya, nanti dari 4:43 Banuning sampaikan ke yang lain bisa A 4:45 min min gitu ya. Jadi terdistorsi banyak 4:47 sekali. Bagaimana 4:49 kalau kita lihat Banuning, Banuning 4:50 misalnya beli ee mobil gitu ya, itu ada 4:54 buku panduan kan, nah buku panduan. 4:57 Mobil ini usianya berapa tahun? 5 tahun, 4:59 10 tahun. 5:00 Itu kan. 5:01 Nah, 5:02 kalau kita mobil ini rusak, kita ke 5:05 bengkel kita bawa buku ini kan? Enggak. 5:07 Nah, kadang-kadang enggak kalau mobilnya 5:09 sudah lewat nah garansi ya, sudah 3 5:12 tahun kita sudah dibenerin tapi secara 5:15 manufaktur ini mobil ini berjalan sesuai 5:18 sama fungsinya ketika 5:19 ee kita ngikutin 5:21 pabrik gitu ya. 5:23 Gimana oli segala macam ya, nah ee itu 5:27 bu mobil ya 5:29 yang memang 5:31 memang sudah pasti dari sini ke sini ke 5:33 sini. Bayangin manusia itu 5:36 mungkin enggak Allah enggak kasih buku 5:38 panduannya gitu ya, menghadapi hidup 5:40 yang luar biasa, naik turun, cobaan, 5:43 sudah gitu ada setan lagi yang ganggu 5:45 terus gitu ya. 5:47 Mungkin enggak dibiarin begitu saja gitu 5:49 ya. Nah, 5:50 ini dari sini kesadaran kita, oh memang 5:53 ada Alquran 5:54 ini sebagai buku panduan 5:57 jalan hidup gitu ya. Kenapa orang 6:00 eh ini oknum ya, baca Quran ada yang 6:02 hafal Quran ada yang baca Quran tapi 6:04 perilakunya enggak sesuai gitu ya. Ada 6:06 yang terlibat korupsi mungkin, ada yang 6:08 segala macam gitu ya. 6:10 Nah, walaupun banyak juga yang memang 6:12 benar bagus gitu ya. Tapi ada fenomena 6:15 ini kenapa gitu ya. Dia baca Quran baca. 6:18 Nah, 6:19 kenapa? Jadi, 6:21 kalau kita 6:23 perhatikan misalnya Al-A'raf ayat eh 204 6:26 ya. 6:27 "Apabila Quran dibacakan maka 6:29 dengarkanlah dan perhatikanlah dengan 6:30 tenang agar kamu mendapat rahmat." gitu 6:32 ya. 6:33 Nah, 6:34 jadi eh Quran ini 6:36 baca 6:38 benar-benar sama artinya dan kita 6:40 hayatin pelan-pelan satu ayat, dua ayat. 6:42 Kita juga sambil sama-sama nih eh 6:45 mempelajari kita dalam forum ini 6:47 mempelajari apa yang bisa kita 6:48 aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari 6:51 dan Quran itu juga enggak terlepas dari 6:53 kehidupan manusia gitu. Misalnya 6:55 Al-Baqarah 275, "Allah menghalalkan jual 6:58 beli dan mengharamkan riba." Jadi, di 6:59 Quran itu semua ada gitu ya. Bagaimana 7:02 kejujuran, bagaimana eh ayat-ayat ini 7:05 berbicara tentang 7:08 eh apa orang fasik yang suka membawa 7:10 dusta gitu ya. Jadi, misalnya gini hoaks 7:12 ya ter- eh terkait hoaks Al-Hujurat ayat 7:15 6 "Wahai orang yang beriman jika datang 7:18 kepadamu orang fasik membawa berita maka 7:19 telitilah agar kamu tidak menimpakan 7:21 musibah kepada suatu kaum tanpa 7:23 mengetahui keadaannya." Nah, 7:25 ayat-ayat seperti itu yang aplikatif 7:27 terhadap eh kehidupan kita sehari-hari 7:31 ya. 7:32 Eh bagaimana kita bertransaksi sama 7:34 orang, bagaimana kita eh ketika pedagang 7:37 jujur ya itu banyak disukain sama 7:40 pembeli gitu ya. Misalnya gini, saya ke 7:43 satu toko Madun nih, saya 7:44 beli barang A gitu ya. 7:47 Eee dia 7:48 bilang, "Oh iya, barang A 7:50 eee kita enggak jual, bukan yang habis 7:52 ya, emang kita enggak jual. Nah, mungkin 7:54 di toko sebelah Pak, eee di sana jual 7:56 barang A." Saya gimana Madun nih, 7:58 rasanya? Lebih respek. Saya ngerasa nih 8:01 orang jujur. Oh ya udah, Bapak jual 8:03 barang apa? Oh, barang ini ini ini gitu 8:06 ya. Jadi, bagaimana eee pelanggan itu 8:09 merasa didengarkan, merasa komunikasi. 8:12 Alquran itu kita ngajak ngobrol gitu ya 8:14 dengan Alquran. Nah, jadi gini 8:17 ketika kita ada masalah Madun nih, ini 8:19 refleksi buat kehidupan kita ya. Kita 8:22 sering sekali 8:23 ketika ada masalah, kita itu berfokus 8:25 sama masalahnya 8:27 gitu ya. Misalnya masalahnya itu sebesar 8:29 lima ya 8:30 atau tujuh lah. 8:32 Nah, kita itu 8:33 kapasitasnya itu empat atau tiga. 8:36 Kira-kira selesai enggak masalahnya? 8:38 Enggak selesai. Kadang kita nanya sama 8:41 orang pintar, orang pintar nih ya, 8:42 misalnya ahlinya ya, kita konsultasi 8:44 sama orang, kita benar-benar gimana cara 8:47 nyelesaiin masalah kita. Sudah selesai 8:48 masalah ini, ada lagi masalah lagi. Kita 8:50 stres selama-lama gitu ya. Setiap hari 8:52 berkutat sama masalah, masalahnya itu di 8:55 luar kapasitas kita gitu ya. Walaupun 8:57 Allah tidak membebani satu kaum melebihi 9:00 kapasitasnya, tapi itu butuh proses dari 9:02 mulai kapasitas kita misalnya empat ke 9:06 masalah yang tujuh itu luar biasa. 9:08 Kadang-kadang kita berdarah-darah, stres 9:10 segala macam gitu ya. Nah, kenapa eee 9:14 kita itu malah melupakan hubungan kita 9:17 sama yang bisa nyelesaiin semua masalah 9:20 gitu ya, Allah subhanahu wa taala. Nah, 9:23 apa itu? 9:24 Dengan salat gitu ya. Salat itu media 9:27 kita ngobrol gitu sama Allah. Nah, 9:29 ketika kita 9:31 salat nya eee benar gitu ya. 9:34 Kadang-kadang kalau kita ada masalah, 9:36 kita malah terlambat salatnya. Udah 9:37 kerja, kerja dulu deh, selesaiin. Ini 9:39 lagi ada ditunggu bos gitu ya. Kita lupa 9:42 yang ngasih rezeki kita Allah gitu ya. 9:44 Ya, ini dia yang bisa nyelesaiin semua 9:46 masalah. Dia yang Maha Besar, masalah 9:49 itu sangat kecil gitu ya. Ketika kita 9:50 hubungannya bagus sama pencipta kita, 9:53 sama Allah Subhanahu Wa Ta'ala, 9:54 kira-kira masalah 9:56 selesai semua enggak Mbak Nuniek? Kita 9:57 dikasih se 9:59 kemudahan semua enggak? Insya Allah, kan 10:01 ada buku petunjuknya juga, Alquran. 10:03 petunjuknya. Kadang-kadang kita itu di 10:06 dijauhkan sama Alquran. "Oh, Alquran ini 10:08 mesti ada mazhabnya, mesti ada gurunya, 10:11 mesti ada hati-hati nanti kamu sesat 10:14 baca sendiri misalnya." Itu kan banyak 10:16 ya, Dok ya. Kita eh sering ada fenomena 10:18 seperti itu gitu. Nah, 10:20 Alquran ini enggak mungkin 10:23 Allah kasih kalau kita enggak bisa baca 10:25 sendiri ya. Iya. Gitu. Bagaimana kita? 10:27 Nah, ini tatanan bacanya. Kita 10:30 pelan-pelan, kita ikut ustaz-ustaz yang 10:32 memang kita bisa 10:34 jalanin gitu kita bisa ikutin. Nah, itu 10:36 pendekatan-pendekatan sedikit intro dari 10:39 saya Mbak Nuniek. Nah, 10:42 saya itu juga terinspirasi sama Dokter 10:44 Sulaiman ini eh nanti beliau cerita 10:47 juga. 10:48 Beliau ini dokter spesialis saraf 10:51 yang eh 10:53 hijrah gitu ya dari kehidupan yang serba 10:56 eh saya bilang glamor kayaknya enggak 10:59 enak ya. 11:00 [tertawa] 11:01 Serba wah gitu ya. 11:02 Berlebih-lebih ya. Serba berlebih, serba 11:04 ada gitu ya. Pasiennya sehari 180 11:07 pasien. 11:08 Gitu ya. 11:09 Dia hijrah, dia ada menemukan satu yang 11:11 kosong dalam hidupnya gitu ya. Nanti 11:13 mungkin mohon dikoreksi. Menemukan satu 11:15 yang kosong dalam hidupnya, 11:17 dia pengin cari sesuatu. "Oh, bukan ini 11:20 yang saya cari." Gitu ya. Tiap hari dari 11:22 pagi sampai malam, dari pagi sampai 11:23 malam, dari pagi sampai malam. Dia jauh 11:25 sama keluarga, beliau jauh sama Alquran. 11:29 Gitu ya. Beliau pengin cari sesuatu. 11:31 Akhirnya beliau hijrah gitu Mbak 11:32 Nunungnya. Masya Allah. Hijrah dan dan 11:35 beliau sekarang menemukan kedamaian, 11:37 ee ketenangan yang luar biasa. Beliau 11:39 membagikan ketenangan itu kepada 11:41 orang-orang lain gitu ya, termasuk saya 11:43 juga. 11:44 [tertawa] 11:45 Ee banyak sharing sama beliau. Jadi, 11:47 ee 11:48 itu hal itu yang menarik ya dan 11:52 tidak kekurangan materi. Apa yang kita 11:53 cari? Materi gitu ya. Itu Allah kasih 11:55 gitu ketika kita ngejar akhirat, dunia 11:57 itu bakal ngejar kita gitu. Itu itu ee 12:00 saya belajar sama beliau juga. Saya 12:02 bilang, 12:03 "Dok, sharing lah." Gitu di Rasil. Apa 12:05 sih? Yuk kita belajar bareng-bareng ee 12:08 dari Rasil 12:09 ee gimana kita mengkaji Alquran dan 12:11 mungkin bisa ceritain kisahnya Dokter 12:14 Sulaiman. 12:15 Gitu. Itu mungkin ee sedikit intro. Iya, 12:18 keren banget ya ikhwan akhwat bahwa 12:21 transformasi hidup itu kalau bersama 12:24 Alquran sebagaimana yang tadi 12:26 digambarkan meskipun masih di 12:29 awang-awang dalam artian tetapi dengan 12:32 hadirnya juga Dokter Sulaiman 12:34 yang ee 12:35 kalau enggak salah saya masih ingat dia 12:37 suka banget dengan yang namanya ASI. 12:39 Seperti apakah itu? 12:40 Silakan, Dok. 12:41 Iya. 12:42 Baik, asalamualaikum warahmatullahi 12:43 wabarakatuh. 12:44 Waalaikumsalam. Ikhwan akhwat semuanya, 12:46 ketemu lagi di program yang berbeda 12:48 ternyata ini ya. 12:50 [tertawa] 12:51 Baik, makasih Bib, Mbak Nunung juga. 12:53 Jadi, 12:54 waktu itu memang benar Allah kasih 12:57 ee rezeki itu banyak banget, berlebih 13:00 malahan. 13:01 [mendengus] 13:01 Jadi, saya praktek sebagai dokter 13:03 spesialis saraf 13:05 itu di Cibubur ini tahun 2014. 13:08 Ee praktek selama 5 tahun sampai 2019. 13:11 Alhamdulillah tuh 13:12 rezeki Allah kasih, ee penghasilan tuh 13:14 kalau sudah spesialis itu ya sama kayak 13:17 kapan-kapan, kurang lebih 50 juta 13:18 sebulan. Nah, itu luar biasa kan? 13:21 Luar biasa. 13:22 Dan ee 13:24 saya memang 13:25 kenapa? Saya kan bukan orang Jakarta, 13:27 dari Jawa Timur, saya dari Gresik. Iya. 13:30 Mau belajar hijrah. 13:32 Hijrah fisik yang pertama, 1.0. 13:34 Eee, hijrah. 13:36 Eee, saya ke Jakarta, saya enggak punya 13:38 keluarga. 13:39 Eee, katanya bergantung pada Allah saja. 13:42 Allahu Somad, kan gitu. He em. Eee, 13:44 bergantung ke Allah. 13:45 Eee, ternyata Allah kasih data. Oh, iya, 13:47 rezeki. 13:48 Tetapi, eee, pasien makin banyak. 13:53 Eee, betul tuh 180 pasien sehari. Tiga 13:55 rumah sakit saya pegang. Awalnya 13:57 ngerintis semuanya, lama-lama kok 13:58 banyak, ya. 14:00 Berangkat jam 08.00 pagi, pulang tuh jam 14:02 02.00 dini hari. Jam 02.00 malam. Jam 14:05 02.00 malam tuh. Kadang saya itu 14:08 aku tak santai dulu. 14:10 Di mobil, saya nyalain mobil. 14:12 Kemudian tak matiin lagi, enggak jadi 14:14 enggak jadi pulang deh, istirahat dulu. 14:15 Ah, entar istirahat setengah jam lah, 14:17 bablas sampai subuh. Loh. Berangkat 14:19 lagi. 14:19 Sudah pagi, masuk lagi saya, periksa 14:21 lagi, pasien gitu. [tertawa] 14:22 Ya, gitu. 14:24 Kadang juga habis praktek. Sus, aku 14:26 capek nih, bukain kamar dong. Jadi, saya 14:28 sudah biasa ngamar di rumah sakit. Bukan 14:30 sakit, saya tidur saja, kayak di hotel. 14:32 Eee, pinjam yang VIP-nya, gitu saja tuh. 14:35 Eee, tiap hari begitu. 14:37 Allah kasih rezeki yang duit, yang 14:39 materi banyak. Tetapi, eee, saat itu 14:42 saya sadar. 14:43 Kok ada yang hilang, ya. 14:45 Sekarang saya merasakan waktu enggak 14:47 punya duit itu. 14:48 Eee, kok salat itu bisa enak. 14:51 Kemudian 14:52 eee, baca Quran itu enak. Ada 14:55 sesuatu kenikmatan yang itu enggak bisa 14:58 diukur dengan materi, ya, hilang. 15:01 Kenapa ini? 15:02 Eee. 15:03 Kalau diteruskan, masa hidup kok 15:05 gini-gini doang, gampang banget cari 15:07 duit. Nah. 15:08 Jadi, bukan sulit cari duit, gampang 15:10 banget, kegampangan. 15:12 Pasti ada yang salah, justru. 15:14 Karena panduan di Quran 15:16 eee, dulu belum mengerti, cuma lama-lama 15:18 paham juga. Quran itu eee, ngasih 15:21 petunjuk ke kita. 15:24 Selama jalannya santai, hati-hati. 15:26 Justru 15:28 perjalanan ke surga itu selalu mendaki 15:31 dan sulit. Itu di Quran surat Al Al 15:32 Balad, silakan dibuka sendiri. 15:35 Harus mendaki dan sukar, kata Allah di 15:37 situ. 15:38 Kalau enggak sukar, ah, pasti 15:41 ada yang hilang. Pasti kita salah jalan 15:43 istilahnya. 15:45 Nah, itu yang saya sarankan. Betul. 15:47 Jadi, duit banyak, ya salat, ya salat. 15:49 Baca Quran, baca Quran. Tapi, salatnya 15:52 hanya sekadar gerak-gerak saja. Kosong, 15:54 betul. 15:55 Kosong. 15:57 Eh, dan itu berkaitan juga. Kenapa 16:00 kosong? Karena kita tuh sering dipuji 16:02 orang. 16:04 Ih, ke dokter Sulaiman saja deh. 16:06 Karena ada pasien tuh sudah pada nyerah 16:08 dokternya. 16:10 Ya Dok, dirujuk saja. Nah, saya bilang, 16:13 biar dioperasi? Enggak, ini enggak boleh 16:15 dioperasi. Stroke pendarahan di batang 16:17 otak pecah tuh. Wah, tapi orangnya masih 16:19 sadar. 16:20 [berdehem] 16:20 Bukan ini, ini bisa ini, insya Allah 16:22 bisa. 16:23 Nah, betul tuh selama 3 minggu dirawat 16:25 di ruangan biasa, bukan di ICU. Karena 16:27 masih kita bisa kontrol. Sambil orang 16:30 yang Pak, silakan tetap tenangkan hati, 16:32 salat, lampu dimatiin supaya tenang. Ah, 16:35 jadi keterangan-keterangan itu Allah 16:37 hadirkan, akhirnya dia sembuh, darahnya 16:39 hilang tanpa operasi. 16:41 Wah, jadinya makin cerita, makin banyak 16:43 orang. 16:44 Makin banyak orang periksa. 16:46 [mendengus] 16:46 Ah, 16:47 tapi tadi makin banyak orang 16:50 ah, makin sering dipuji. 16:52 Dokter yang ini nih, dalam hati nih, iya 16:54 ya, kok gue keren juga ya. 16:56 [tertawa] 16:57 Nah, itu loh. Itulah masalahnya. Jadi, 17:00 ketika kita dipuji, enak nih Habib nih, 17:02 duitnya banyak. Ah, iya juga ya. 17:05 Rasa eh, mengiyakan itu adalah 17:09 pujian. 17:10 Eh, 17:11 itu akan memicu kita menggiring untuk 17:14 jadi hilang tuh, Allah cabut ilham untuk 17:18 beramal saleh. Itu surat 16:66. 17:21 Susu 17:22 itu keluar diantara darah dan kotoran. 17:25 Nah, coba cari Bib. Nah. 17:31 Ini terjemahannya aja. 17:33 Surat 16, surat An Nahl ayat 66. 17:39 Jadi eh dengan Quran tuh kita seperti 17:42 kayak kawan baik aja. Ngobrol begini, 17:45 keluar ayatnya di sini. Jadi seperti 17:47 kita bersenyawa dengan Quran, itu yang 17:49 Allah mau sebenarnya. Nanti Allah kasih. 17:52 Nah. 17:53 Enggak kita hafalin ini, kita enggak 17:54 pakai teks-teksan, langsung Quran aja. 17:56 Nah, gitu. 17:57 [tertawa] 17:57 Dan sungguh pada hewan ternak itu 17:59 benar-benar terdapat pelajaran bagi 18:01 kamu. 18:02 Kami memberi 18:04 mu minum dari apa yang ada dalam 18:07 perutnya berupa susu murni antara 18:09 kotoran dan darah yang mudah ditelan 18:11 bagi orang yang meminumnya. Nah, 18:13 [mendengus] susu keluar diantara darah 18:17 dan kotoran. Darah ini misalkan pujian. 18:19 Makanya kalau kita dipuji 18:21 darah kita naik tuh. [tertawa] Makanya 18:23 jadi besar kepala kan, darah kita naik 18:24 benar secara eh fisiologisnya itu. Nah, 18:28 itu ayat yang di anfus kita. Allah 18:31 tunjukkan, nih naik tuh darah. Jadi 18:32 kalau kamu ngiyakan, iya iya ya keren 18:34 juga gue ya. Ah, naik tuh. Kau makan 18:36 pujian. 18:38 Nah, maka kau enggak dapat susunya. Susu 18:40 itu keluar diantara. Jadi enggak 18:42 nyenggol pujian, kalau dipuji enggak 18:44 terbang, kalau dicaci enggak tumbang. 18:47 Kotoran ini cacian, enggak enak, hidup 18:49 susah, ditipu orang, apalagi tuh. Ah, 18:52 hutang banyak. Ah, ini enggak enak 18:54 enggak tuh? 18:55 Ah, lengkap. Nah. Orang yang sering 18:58 makan darah atau makan kotoran, dia 19:00 gampang baper cirinya. Ah. 19:03 Saya juga iya gue dulu gampang baper ya, 19:04 enggak bisa kokoh nih. 19:06 Nah, susu itu enggak boleh bergeser, 19:08 harus lurus aja shiratol mustaqim. Dapat 19:09 nanti susunya. Keluarkan apa di balik 19:12 pujian itu yang mendekatkan kita ke 19:14 Allah. Apa di balik ujian itu, ah ada 19:17 masalah itu mendekatkan kita ke Allah. 19:20 Maka itulah susunya harus dikeluarkan. 19:23 Karena sering makan darah, jadi kosong 19:25 kita ibadahnya. 19:26 Enggak bisa bersyukur lebih eh baik 19:29 lagi. Ah, jadi ternyata 19:31 ah enggak enak kayaknya hidupku salah 19:32 ini ya Allah. Ya udah. 19:34 Saya itu teringat ada hadis. 19:37 Ah, katanya kan rezeki dari Allah. Waktu 19:39 kan enggak baca enggak baca Quran tuh, 19:40 masih belum. 19:42 Berarti ya udah aku enggak usah praktek 19:43 deh. Jadi 2019 saya putuskan 19:46 bulan Maret 2019 saya enggak praktek. 19:49 Total? Ah, total. 19:51 Ah, karena saya yakin 19:53 saya pernah ingat tuh 19:55 rezeki itu dari Allah. Ah, ingat tuh 19:56 saya pegang terus. Terus ada hadis 19:58 sembilan dari sepuluh pintu rezeki 19:59 adalah 20:01 Wiraswasta. Pedagang, pedagang. Ah, maka 20:04 ya Allah 20:05 saksikan aku 20:07 percaya rezeki dari Engkau. 20:09 Aku enggak praktek, tinggalkan praktek 20:10 karena khawatir. Khawatir kenapa? 20:13 Saya itu tesis tentang habbatussauda, 20:16 tahu ini bisa. Tapi saya enggak pakai, 20:18 justru saya meresepkan obat yang masih 20:20 belum halal. Jangan-jangan gara-gara 20:22 itu, saya masih bertanya jangan-jangan 20:24 ini itu nih. 180 resep sehari, 20:26 jangan-jangan entar tanganku dibakar di 20:28 neraka nih. Ya udah, aku takut. Mending 20:31 saya lepasin dulu deh. 20:32 Saya tinggalkan sesuatu karena Allah, 20:34 nanti pasti Allah ganti, kan gitu. 20:36 Masuklah saya ke bisnis malahan 2019. 20:39 Fokus dulu Mas Hamizan fokus. 20:43 Masuk ke bisnis. 20:44 Eh, lebih gede lagi jadinya. 20:47 Ah, karena ketika itu saya masuk 20:49 multilevel. Oh. Ah, kan selalu ya 20:52 cerita tentang kehebatan diri, ini 20:54 flexing. Dokter Sulaiman nih tembus 20:56 reward dalam 2 minggu dapat 150 juta. 20:58 Ah, itu. 20:59 2 bulan dapat lagi. Nah, makan darah 21:02 lagi tuh. Hm. Dok, sebelum ke itu Iya. 21:06 Mau nanya yang tadi. Ketika dokter 21:07 dipuji, diapa, itu lama-lama orang tetap 21:10 sembuh apa berkurang tuh? Eh, tetap 21:12 sembuh. 21:14 Tetap sembuh. 21:14 Dinaikin ini, ya. Eh, jadi malah justru 21:18 itu eh adalah ujian Nabi Isa 21:20 alaihissalam. Nabi Isa itu dokter. 21:23 Eh, apa ujiannya? Dipertuhankan sama 21:26 umatnya. Oh, oke. Saya merasa 21:28 dipertuhankan. Jadi kalau enggak berobat 21:30 sama Dokter Sulaiman enggak sembuh, 21:31 coba. Jadi yang nyembuhin seolah-olah 21:33 Dokter Sulaiman, bukan Allah gitu. 21:35 Padahal Allah. 21:36 Tuhan kebalik-balik tuh. Ujiannya 21:37 seperti itu. Makanya saya takut 21:39 dipertuhankan terus. Mending saya lepas 21:41 deh. Oke. Saya jadi Tuhan nanti. 21:43 Ngelawan Allah. Surat 26 ayat 80. Wa 21:45 idza maridhtu fahuwa yasyfin. Ketika aku 21:48 sakit, Allah yang menyembuhkan. Nah, 21:49 dokter ngaku-ngaku aja dokternya ini, 21:51 gitu. 21:51 [tertawa] 21:52 Terapis juga sama. Ah, takut kita. 21:54 Ah, aku takut, ya Allah. Salah ini 21:56 kayaknya. Ya udah, usaha aja deh bisnis. 21:59 Ah, sama juga multi level 22:00 flexing-flexing. 22:01 Dipuji lagi kan masuk ke panggung. Wih, 22:04 kepala gua kok tuh. Iya, iya. 22:06 Wah, iya keren juga gue. Keren juga gue, 22:08 ya. Itu loh yang enggak keluar di mulut 22:10 tapi di hati iya. 22:11 Di hati iya. Kena. Karena Allah tuh ya 22:13 basir, melihat mata hati kita. Melihat 22:15 hati kita langsung. 22:17 Kok enggak ngomong di lisan, tapi hatimu 22:19 iya. He em. 22:20 Kena lagi. Jadi kosong lagi. Aduh, 22:24 padahal duit sudah banyak tuh, 100 juta 22:26 sebulan. Waktu sama keluarga ada juga? 22:28 Ada. Oh, lebih banyak waktunya. Iya, 22:30 santai [tertawa] kan. Keluarga santai 22:31 aja gitu. Iya, lebih enak daripada yang 22:33 pertama. 22:34 Eh, lebih banyak. Eh. Laporannya 100 22:36 juta sebulan. Uang lebih banyak. 22:37 Eh, eh. Waktu ada buat keluarga. 22:39 Iya tuh. Tapi tetap hati ini kayak ada 22:41 sesuatu yang hilang gitu, ya. 22:43 Ada hilang. Karena saya pernah merasakan 22:45 waktu enggak ada duit ketika mahasiswa. 22:47 Suatu enak, aku mau harusnya kayak 22:49 begitu. Ini kenapa hilang? Pasti aku 22:51 [tertawa] salah. Iya. 22:53 Eh, jadi bukan diuji dengan banyak 22:55 masalah, enggak. Diuji dengan darah. Oh, 22:57 oke. Ujian jahat tuh. 22:58 Ah, ini salah aku ini, ya Allah. 23:01 Nah, kemudian akhirnya 23:03 eh saya bertanya ke Allah, ya Allah ini 23:05 kan saya aku salah jalan, terus gimana 23:07 nih enggak ngerti. Buka Quran nih. He 23:09 eh. Enggak ngerti juga, apa jalannya 23:11 gimana katanya petunjuknya di Quran, nah 23:13 ini pasti harus pakai Quran. Maka saya 23:15 berdoa, ya Allah datangkan 23:17 guru yang mengajarkan Quran sebagai 23:20 panduan hidup. 23:22 Nah, saya mencari tuh. 23:24 Eh. 23:25 Muter-muter ke sana kemari, nah 23:27 ketemulah guru dibilang teman, ini guru 23:29 unik nih tak punya HP. Wih, tak punya HP 23:32 gimana cara hidup tanpa HP nih. Eh, 23:35 beliau bisa gini-gini nih menghubungkan 23:36 semua dengan dan selalu tepat, makanya 23:38 penasaran tuh. 23:39 Akhirnya benar di diskusi, ih kok iya 23:42 benar semua ya. 23:43 Nah, tunjukkan alatnya eh ayatnya. 23:46 Ternyata semua yang kita kerjakan itu 23:48 pasti rugi. He eh. 23:50 Kalau tidak memakai tiga pilar, kok 23:53 sekolah tinggi-tinggi punya duit banyak 23:56 pasti rugi. He eh. 23:58 Kok ngobatin orang atau coba deh kita 24:00 perhatikan 24:02 eh jumlah rumah sakit 24:04 waktu zaman merdeka sampai sekarang 24:08 jumlahnya kan meningkat nih. He eh. 24:10 Jumlah dokter tambah banyak apa tambah 24:11 dikit? Tambah banyak. Nah, apakah jumlah 24:14 pasien tambah sedikit? He eh. 24:16 Kok tambah banyak? 24:17 Salah ini pasti rugi. Kenapa? Karena 24:20 tidak memakai konsep ASI. Mungkin dokter 24:23 gini doanya, ya Allah 24:25 eh bukakanlah rezeki saya, nah kalau 24:27 misalnya dokter berdoa berdoa begitu He 24:30 eh. pasiennya tambah banyak dong kan. 24:32 [tertawa] 24:33 Nah. Bukakanlah rezeki saya 24:34 sebanyak-banyaknya gitu mungkin ya. Nah. 24:37 Tadi aja 112 sehari enggak pernah pulang 24:40 ke rumah. 180 sehari. Oh, malah 180 kan 24:43 istirahat malam enggak tahu bangun subuh 24:44 dan kerja lagi. 24:45 lagi, nah jadi enggak habis-habis. 24:48 [mendengus] 24:49 Nah. 24:49 Orang juga sering-sering keliru tuh 24:51 menyangka bahwa rezeki yang paling 24:53 tinggi adalah harta. He eh. 24:55 Nah, padahal eh ada ulama bilang dia 24:58 ulama ini sudah mempelajari Qur'an. 25:00 Jadi, rezeki yang paling tinggi itu 25:01 justru kesehatan. 25:03 Paling rendah justru harta. Lah, kita 25:04 sering menukar kesehatan dengan harta. 25:06 Nah, iya. Nah, kok jadi sakit tuh? 25:08 Bangunnya malam masih praktek, ah, jadi 25:11 gemuk banget, itu badan kok capek semua, 25:14 ah, pasti lelah. 25:16 Ah, ada lagi rezeki yang paling utama 25:18 yaitu keshalihan. 25:19 Bagaimana Qur'an bisa bersinergi dengan 25:21 kita, itu rezeki yang tak bisa dibayar 25:24 dengan duit. 25:25 Nah, bisa melihat, oh, pasien ini ini, 25:28 dia kena ayat ini nih, ah, itu rezeki 25:30 enggak bisa dibayar dengan duit. 25:31 Nah, itu saya pikir, waduh, ini Allah 25:34 ganti dengan luar biasa. 25:36 Nah, 25:37 coba kita buka kenapa kok rugi tadi ya. 25:40 Di surat 35 ayat 29. 25:44 Nah, Mbak Nuning ada? Artinya, 25:46 Nah, ini Mbak Nuning ya. Sesungguhnya 25:49 orang-orang yang selalu membaca kitab 25:51 Allah Alquran, 25:53 menegakkan shalat, dan menginfakkan 25:56 sebagian rezeki yang kami anugerahkan 25:59 kepadanya secara sembunyi-sembunyi dan 26:02 terang-terangan, mereka itu mengharapkan 26:06 perdagangan yang tidak akan pernah rugi. 26:09 Nah, jadi ini harus dikerjakan. 26:12 Jadi, harus baca Qur'an, baca Qur'an 26:14 sampai level 26:16 kita pelajari maknanya, artinya itu 26:19 tadabbur. Makanya 26:21 di Qur'an diwajibkan afala ya 26:23 tadabbarunal Qur'an, itu punya wajib, 26:25 bukan afala tafsirun, tafsir itu fardhu 26:28 kifayah. 26:30 Tapi, tadabbur sampai levelnya tukang 26:33 becak, profesor wajib dia tadabbur 26:35 Qur'an. 26:36 Habis tadabbur harus diamalkan. 26:39 Ah, supaya enggak rugi. Kemudian, 26:41 Sekarang itu orang baca Qur'an, kenapa 26:43 baca Qur'an aja, tapi enggak ada dampak? 26:45 Enggak ada dampak. 26:46 Karena ini dianggap sebagai bacaan aja. 26:48 Iya, namanya Alquran. Nah, jadi Qur'an 26:50 itu bacaan. Nah, orang-orang itu bacaan. 26:53 Bacaan, 26:54 enggak baca artinya bahkan mungkin juga 26:56 Sekedar bagus-bagusan suara. 26:59 Oke, oke, oke. Jadi seperti koran saja 27:01 tuh, bacaan saja. Enggak dapat dia. 27:04 Ada memang keberkahan tapi sedikit. 27:06 Tapi kalau didalami lagi, dipelajari 27:09 maknanya, dicari apa ya maksudnya karena 27:11 setiap ayat adalah tentang diri kita. 27:14 Bukan tentang orang lain, bukan buat 27:16 mukul orang. 27:18 Bukan buat cerita orang terdahulu. 27:20 Setiap ayat itu adalah diri kita. Buat 27:22 ke kita ya. Ke kita. Kayak tadi Al-Fajr 27:24 ayat 15, 16. "Adapun manusia apabila 27:27 Tuhannya mengujinya lalu dia 27:29 dia bilang dia dimuliakan dan diberikan 27:32 kesenangan. Misalnya dikasih kekayaan 27:34 gitu ya. 27:35 Kalau diuji, 27:36 kalau diuji 27:38 dia bilang 27:39 "Tuhannya menghinakanku." Gitu ya. Jadi 27:44 kalau kaya seolah-olah saya dimuliakan 27:45 gitu. 27:47 Padahal enggak. Miskin, saya lagi 27:48 dihinain gitu. Nah, kasih kotoran tuh. 27:50 Nah. Itu seolah-olah yang terlihat 27:53 seperti itu. Kan? Iya, padahal kata 27:55 Allah 27:56 sama saja. Ada yang diuji dengan darah, 27:58 ada yang diuji dengan kotoran. Bisa 28:00 enggak kau keluarkan susunya? 28:02 Itu 16:66 tadi. 28:04 Nah, [mendengus] itulah tanda 28:05 ber-Qur'an. Dan yang kedua, "Aqimus 28:07 shalah." Di surat 35:29 ya. Aqimus 28:10 shalah itu menegakkan shalah. 28:12 Jadi kalau laki-laki ya wajib di masjid, 28:14 meramaikan masjid itu loh dalam rangka 28:17 aqimus shalah, bukan keren-kerenan, 28:18 bukan. 28:19 Aqimus shalah ya Allah aku melaksanakan 28:21 perintah-Mu di surat 35:29 28:24 menegakkan shalah. Eh, terkait shalah 28:28 Dok, ini menarik ya shalahnya. 28:30 Bagaimana orang itu ketika shalahnya 28:33 benar, maka hidupnya akan benar. Betul. 28:36 Ketika shalahnya saja sudah enggak 28:38 benar, apalagi 28:39 aktivitas yang lain. Benar enggak Man 28:41 ini? Iya. Iya. Ini ibarat benar-benar 28:43 kunci nih yang dipertanggungjawabkan 28:46 shalahnya. Kan ditanya ini. Di hisab 28:48 lebih awal tuh Di hisab nih salatnya 28:50 Nah, ketika kadang-kadang kita enggak 28:53 konsentrasi salat, kepikiran 28:56 salat kepikiran 28:57 Nih kan misalnya Bang Uning lupa kunci 29:00 Lupa kunci taruh di mana nih, begitu 29:02 salat langsung ingat kuncinya ada di 29:03 sini gitu ya, kepikiran semua dunia nih 29:06 ketika salat gitu ya 29:07 Lagi takbir kepikiran dunia, lagi sujud 29:12 Harusnya kita itu menghambakan diri sama 29:15 Allah, kita tundukkan tempelin Jidat 29:18 kita ke posisi yang paling rendah 29:21 Bahkan di bawahnya bokong kita gitu ya, 29:23 bokong kita pada saat sujud di 29:25 Di atasnya kepala 29:27 Dahi gitu ya, kita rendahin kita 29:29 tempelin saya paling rendah ya 29:31 Saya ngobrol gitu ya dengan nama Allah 29:34 yang Maha Pengasih Maha Penyayang, Allah 29:36 jawab tuh alhamdulillahirobbilalamin 29:38 Allah 29:41 jawab hambaku sedang memuji memuji aku 29:43 gitu ya, terus sampai 29:46 Fatihah Terakhir itu kita lagi ngobrol 29:49 sama Allah sebetulnya, tapi 29:50 kadang-kadang kita baca aja cepat 29:52 kayak buru-buru Ah, iya enggak tahu 29:54 mungkin Ya mungkin mau ke rumah sakit 29:57 gitu ya, atau mungkin ada yang darurat 29:59 Ditunggu pasien tadi, ngantri tuh jangan 30:01 lama-lama gitu 30:03 Gitu ya, mungkin mau ngejar rezeki 30:04 padahal yang ngasih rezeki lagi ngobrol 30:06 sama kita gitu ya, jadi 30:08 Kadang-kadang kita kehilangan makna 30:09 salat juga Ah Ketika salat enggak 30:12 khusyuk Cuman gerak-gerak doang gitu ya 30:15 Buru-buru habis salat langsung 30:17 jalan gitu ya 30:18 Terus untuk laki-laki salatnya di rumah 30:21 gitu ya, itu kan padahal sudah ada 30:23 anjuran yang sangat 30:25 Keras gitu ya He Pada saat nabi 30:28 Salat itu di masjid gitu, bahkan ada 30:30 yang enggak salat di masjid 30:31 Nabi suruh apa? 30:33 He 30:34 Ba bakar gitu ya Ah Ah, apa enggak ada 30:37 alasan kecuali memang ada alasannya Yang 30:39 dibenarkan gitu ya, rumahnya 30:41 Bakar buat 30:42 kasih tahu bahwa salat itu penting. 30:45 Iya. 30:45 Eee salat jamaah itu penting gitu ya. 30:47 Jadi, 30:48 eee menurut saya nih ada kurikulum 30:50 khusus bahas tentang salat khusyuk nih, 30:52 Dok ya. Heeh. Jadi, bacaan, gimana kita 30:56 salat itu mencegah 30:58 perbuatan keji dan mungkar itu 30:59 betul-betul. Jadi, banyak orang salat 31:01 tapi maksiat jalan terus gitu ya. 31:02 heeh. Itu banyak tuh. Iya, itu enggak 31:05 dapat itu ya. 31:06 Jadi, Heeh. salat terus, maksiat jalan 31:08 terus gitu 31:08 Nah, harus khusyuk. ada tuh Heeh. 31:10 eee sebagian 31:11 penganut itu gitu ya. 31:13 Nah, jadi 31:14 Islam KTP tapi enggak salat, banyak. 31:17 Dan riset di Indonesia, Dok, Iya. 31:19 yang salat itu kurang dari 30 persen. 31:22 Iya, sedikit banget. Bayangin. Iya. 31:24 Itu itu sangat sangat 31:26 Heeh, heeh. luar biasa sekali gitu ya. 31:28 Iya. Negara muslim terbesar, saya enggak 31:31 eee belum lihat yang terakhir ya, 31:33 yang benar-benar salatnya eee lima waktu 31:36 ya, 31:37 yang yang 31:39 eee ibaratnya betul-betul 31:41 dia 31:43 istikamah gitu ya, itu [berdehem] kurang 31:45 dari 31:46 Nah, 31:47 kurang dari 30% itu memang 31:49 berarti orang Islam yang dari yang salat 31:52 itu juga 31:53 salat yang khusyuk berapa persen gitu 31:55 ya. 31:55 Iya, makin sedikit. Makin sedikit. Jadi, 31:57 eee salat yang khusyuk berapa persen 31:59 yang dampaknya 32:00 Heeh. ke kehidupan sehari-hari berapa 32:03 persen eee makanya kita benar-benar eee 32:05 menurut saya nih nanti ada bahasan 32:07 khusus terkait salat ini. Iya. Dok, jadi 32:10 gimana ketika kita salat, kita 32:11 benar-benar menghadap sama Allah gitu 32:14 ya. 32:14 Heeh. Benar-benar ngobrol sama Allah. Ya 32:15 Allah, saya punya masalah. Dalam hati 32:17 itu begitu kita ngomong dihayatin 32:19 artinya gitu ya. 32:20 Iya, artinya. 32:21 Artinya dihayatin. Kita benar-benar lagi 32:22 diskusi, lagi ngobrol, lagi benar-benar 32:25 curhat sama Allah gitu ya. 32:27 Ya Allah, saya enggak bisa nih 32:27 nyelesaiin masalah ini ibarat gitu. Iya, 32:30 bantu aku gitu ya. 32:31 ada masalah di Quran kan disebutin eee 32:34 Wasta'inu bis sabri was salat. 32:35 was salat kan. Heeh, surat Al Baqarah 45 32:38 itu. 32:38 Nah, dengan sabar Dan salat. Dan salat. 32:41 Minta minta tolong ke Allah. Nah, kita 32:42 sabarnya enggak, salatnya buru-buru. 32:44 Buru-buru, nah. Doanya enggak dapat 32:46 jadinya. 32:46 Berarti selesai enggak tuh masalahnya? 32:47 Enggak akan selesai. Enggak akan selesai 32:49 gitu ya. Nanti kalaupun masalah itu 32:50 selesai, Allah kasih masalah berikutnya. 32:53 Jadi hidupnya habis menyelesaikan 32:54 masalah, ya enggak pernah selesai 32:56 diselesaikan. 32:57 [tertawa] 32:58 Nah, itu menarik Dok. Jadi kita nyari 33:00 kekayaan dari kecil, dari mulai balig 33:03 lah ya, dari mulai kerja. Terus dari 33:05 pagi sampai malam, pagi sampai malam. 33:07 [berdehem] 33:07 Kita nikmatin. Saya pernah nih Dok ya, 33:10 ini satu yang buat saya tercengang gitu 33:13 ya, ee ter terenyuh juga ya. Saya di 33:18 Menteng ya, daerah kawasan elit. 33:21 Gitu ya, saya di lapangan basket. 33:24 Ada anak-anak lagi main basket, Pak 33:26 Nuning. 33:27 Anak-anak lagi main basket. 33:29 Asik sekali, cuman saya lihat ee mohon 33:31 maaf penampilannya itu bukan kayak orang 33:33 yang di tinggal di Menteng lah gitu ya. 33:36 Saya saya ajak akhirnya saya ajak 33:38 ngobrol anak-anak ini, senang sekali 33:40 senang. 33:41 Saya ajak ngobrol, saya dapat cerita 33:44 itu rumah-rumah di situ tuh kosong, Pak 33:46 Nuning. Yang tinggalin ee ART-nya. 33:50 Terus majikannya paling datang sebulan 33:53 sekali, itu juga enggak tentu. 33:54 Tapi anaknya disekolahin 33:57 ee ART-nya ini makan tidur aja, paling 34:00 beres-beres sekedarnya. Bayangin Pak 34:02 Nuning, kita kalau misalnya kita 34:04 renungin ya. 34:05 Ini bosnya status sosial ya. Bosnya cari 34:08 duit dari pagi sampai malam. 34:09 Dia stres. 34:11 Status 34:12 bos. Dimuliakan. Makan 34:15 kadang-kadang ada gula, makan enggak 34:16 boleh makan ini, enggak boleh makan itu 34:17 ya. Ada jantung, pasang ring, tambah 34:20 [tertawa] 34:20 tiap tahun tambah ring gitu ya. Contoh 34:22 ya, ini contoh. Ini status sosial. 34:24 Sedangkan 34:25 ART-nya 34:27 menikmati hidup. Anaknya disekolahin 34:29 sama bosnya dibayarin. 34:31 Iya. Gitu ya, main di fasilitasnya yang 34:33 ring satu itu kan ibarat komplek mewah. 34:36 He eh. Hidup dibayarin. Bahagia dia. 34:38 Bahagia, kerjanya ya sama istrinya, sama 34:42 anaknya di rumah yang mewah. 34:43 Iya. Di dibayarin, benar-benar 34:45 difasilitasin dong. Apa yang salah di 34:47 sini? Ada sesuatu, saya Oh iya ya, Allah 34:50 kasih kebahagiaan itu Iya. benar-benar 34:52 perbandingannya luar biasa gitu ya. 34:55 Gitu itu Dok, jadi mungkin sedikit Ya 34:58 makanya kan rugi tadi bosnya kan. Nah, 35:00 karena enggak memakai ayat ini. 35:01 Alqurannya ya sekedar dibaca jadi koran 35:04 saja. 35:05 Salatnya juga enggak ditegakkan. 35:07 Ditegakkan pun maksudnya waktunya sudah 35:09 masuk tapi enggak ngerti yang diamalkan 35:11 apa, padahal lagi berdialog sama Allah. 35:14 Kemudian infaknya juga masih 35:15 hitung-hitungan, nah masih 35:18 infaknya itu sisa-sisa. Nah, saya 35:20 ngerasa tuh. 35:21 Jadi selalu kita tuh berpikirnya kalau 35:23 lagi punya duit banyak tuh, justru 35:25 aku tak pakai buat kebutuhanku, nanti 35:28 sisanya nih buat Allah. Bayangin tuh, 35:31 Allah tuh belakangan saja deh. 35:32 Nah, sisanya buat Allah, sisanya buat 35:34 hidup 2,5% ya. Nah, ya gitu ya. Paling 35:36 kecil Sisanya tuh kan. 2,5% buat buat 35:39 akhirat, 97,5% buat dunia. 35:41 itu makanya kan itu kan kurang ajarnya 35:44 saya ya. Nah, saya ada yang ngerasa juga 35:47 tuh, kita yang kurang ajar ke Allah. 35:49 Allah tuh ngasih kita duluan. Arrahman 35:51 kan, ngasih terus tuh. Eh kitanya entar 35:54 ya Allah, aku tak buat diriku dulu, 35:56 sisanya buat engkau kan kurang ajar itu 35:58 namanya. 35:59 Nah, makanya kita rugi. 36:02 Apapun yang kita kerjakan nanti selalu 36:04 nanti kembali ke nol ya. 36:06 Nah, bisnis dibangun kembali ke nol ya. 36:09 Kalau boleh duitnya dapat tapi ada 36:12 sesuatu yang Allah ambil, Allah cabut 36:14 ilham untuk bisa bersyukur, ilham untuk 36:17 beramal saleh. Nah, surat semut ayat 19. 36:21 Gitu. 36:23 Nah, itu yang ngeri banget aku rasa. Ya 36:24 Allah, enggak bisa keluar wajilat 36:27 qulubuhum enggak bisa bergetar, apanya 36:28 bergetar? Cuman ditunggu sama pasien 36:32 Ayo cepetan Dok gitu jangan lama-lama, 36:34 aku sampai kadang ketiduran juga. Nah, 36:35 jadi sampai praktek itu saya itu sampai 36:37 terbawa mimpi, ada pasiennya, ada 36:39 susternya. Saya nulis ini, saya ngantuk. 36:43 Saya merasa sudah menuliskan resepnya, 36:44 saya lihat loh kok masih kosong, 36:46 nulisnya di mimpi nulisnya 36:47 [tertawa] 36:47 gitu, saking banyaknya itu. Nah, kan 36:50 bisa ngambil resepnya sudah, Dok Dok 36:51 Dok, loh kok saya belum nulis? Nulisnya 36:53 dalam mimpi tadi ternyata. 36:54 Belum di kenyataan, sampai begitu saking 36:56 banyaknya. Nah. 36:59 Nah, itu rasanya enggak enak, jadi 37:00 banyak duit belum tentu enak. Nanti 37:02 harus pakai pola asih ini supaya 37:05 bukan kita harus capek-capek ngejar 37:06 duit. Bagaimana Allah itu enggak ridho 37:09 kita miskin. 37:11 Sebagaimana Abdurrahman bin Auf. 37:14 Ya Allah aku pengen miskin ya Allah aku 37:15 tak beli kurma busuk supaya miskin deh. 37:18 Enak aja lu, enggak boleh didatengin 37:20 pembeli, pembelinya 10 kali lipat coba. 37:23 Nah. Iya diborong. Oh, cuman dengan 37:27 kurma busuknya si Abdurrahman bin Auf 37:29 itu. Nah, gila makanya jadi Allah enggak 37:31 ridho dia miskin, kesandung batu kalau 37:33 dicek emas. 37:35 Nah, jadi polanya di Quran itu begitu. 37:38 Kalau kita komitmen ke Allah selalu 37:41 mendahulukan Allah yang pertama nih 37:43 asihnya nomor satu 37:45 nanti dunia ngikut, nah itu yang kita 37:48 eh 37:49 ikuti, jadi para salafus shalih itu 37:52 begitu. 37:53 Bukan baca Quran biar aku lebih keren 37:55 daripada orang lain ya. Di luar 37:57 kajianku, nah itu ana khairum minhu itu 38:00 mahkota iblis sedang kita pakai. 38:02 Merasa sombong, merasa lebih lebih hebat 38:04 merasa lebih punya ilmu. 38:06 Nah. 38:08 Nanti 38:09 bahkan guru saya itu kau harus belajar 38:10 mendengarkan kalimat dari anak kecil. 38:14 Anak kecil tak punya dosa. 38:16 Bisa enggak kau dengarkan? Karena sering 38:19 dipakai Allah untuk menyampaikan hidayah 38:21 ke orang gede. 38:23 Cuman kita merasa hebat, merasa 38:25 pengalaman, apa sih lu anak kecil. 38:27 Itulah kesombongan-kesombongan kita yang 38:29 Allah tuh enggak suka. 38:30 Memandang rendah orang lain. Memandang 38:32 rendah, merasa suci. Surat 53 ayat 32 38:36 buka, ketemu tuh. Surat Bintang An-Najm. 38:39 Ini bintang tuh kan bersinar ya, bintang 38:42 ini keren. 38:43 Nah, tapi di situlah nanti kejatuhannya. 38:46 Bintang kalau enggak enggak mau jadi 38:48 petunjuk, pasti nasibnya akan jadi 38:51 bintang yang jatuh. 38:53 Nah, kira-kira begitu. Nah, coba cek 38:55 5332. 38:59 Dan keren mau dokter nya bisa begini 39:01 bisa begitu, jadi bintang aja tuh. Aku 39:03 itu. 39:04 Nah, ayat 32. 39:05 32. 39:08 Memberi infak nominalnya gede nominalnya 39:09 emang, cuman 39:10 yang menjauhi dosa-dosa 39:11 persentasenya kecil. Dan perbuatan keji, 39:14 kecuali kesalahan-kesalahan kecil. 39:16 Sungguh Tuhanmu Maha Luas ampunannya. 39:19 Dia mengetahui tentang kamu sejak Dia 39:21 menjadikan kamu dari 39:24 dari tanah, lalu ketika kamu masih janin 39:26 dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu 39:28 menganggap dirimu suci. Dia mengetahui 39:31 tentang orang yang bertakwa. 39:33 Nah, itu kan kata Allah, jangan sok suci 39:35 kau. 39:36 Nah, kau merasa paling bertakwa, nah itu 39:39 disindir tuh. 39:40 Nah, jadi orang yang sudah merasa lebih 39:42 baik, itu pasti Allah tuh enggak suka. 39:45 Makanya ya Allah aku enggak bisa 39:46 apa-apa, aku enggak bisa apa aja deh. 39:48 Nah, justru nanti Allah ajarkan. 39:50 Iblis makanya 39:52 itu yang paling rajin ibadahnya. Iya, 39:54 waktu itu kan paling rajin ibadah. Rajin 39:56 ibadah cuman dia merasa lebih baik 39:58 nah. karena merasa lebih baik dari Adam. 40:00 Nah. Cuma satu doang kelebihan eh apa 40:02 namanya kekurangannya itu ya, yang bikin 40:04 dia keluar dari Nah. surga makanya Jadi 40:07 bintang jatuh kan dia. Yang bedanya 40:09 manusia sama iblis berarti gitu ya. Nah 40:10 iya, jadi kalau kita ngikutin jalurnya 40:12 iblis, jatuh juga nanti kita. 40:14 Serajin-rajinnya ibadah tetap ya. 40:16 Tetap. Nah, kelihatan bintang nih, 40:18 keren. Tapi nanti Allah jatuhkan 40:20 serendah-rendahnya. 40:21 Gitu. Makanya saya takut betul. Ya 40:23 Allah, 40:24 enggak berani kita merasa lebih baik 40:27 dari orang lain tuh, karena takut 40:28 jangan-jangan kena lagi tuh. 40:30 Dan itu kita mesti ngejaganya dari 40:32 sebelum sampai sesudah. Jadi gini, 40:34 kadang-kadang kita 40:35 ikhlas itu 40:37 sebelum 40:38 kita niat He em. sebelum kita melakukan 40:41 sampai setelah kita mesti jaga terus itu 40:43 dong. Betul. Karena gini, saya ada juga 40:46 lihat ada satu orang nih real. 40:48 Dia ngejaga. Jadi dia itu pegawai 40:52 saya sebutinlah ya, enggak apa-apa. Dia 40:53 pegawai negeri. 40:55 Lurus hidupnya. Enggak pernah nerima 40:56 suap, enggak pernah 40:59 nerima apapun. Dia benar-benar lurus. 41:01 Jadi harusnya kelas dia pejabat seperti 41:03 itu dengan fasilitas itu dia cuman pakai 41:05 fasilitas negara enggak pernah ada 41:08 sama sekali yang yang yang haram-haram. 41:12 Karena saya nganggap sederhana hidupnya. 41:14 Setelah pensiun 41:15 ini 41:16 ada tekanan gitu ya He em. dari istri 41:19 mungkin atau dari keluarganya dan 41:20 lain-lain. Akhirnya satu waktu saya 41:22 diajak eh 41:24 ketemu. Dia bilang gini, "Bib 41:26 eh Habib kan jago IT, jago digital 41:29 gini-gini. Bisa enggak buka 41:31 bikin website dengan angka yang 41:33 fantastis?" Saya bilang, "Kok angkanya 41:35 besar sekali?" He em. Gitu dia bilang. 41:38 Saya bilang, "Apa ini? 41:40 Eh 41:41 apa ada apa?" Ternyata itu judi online. 41:45 Oh. Waduh. 41:46 Dia nawarin saya bikin website buat biar 41:49 lolos judi online. Saya bilang, "Saya 41:51 sangat sedih sekali." Begitu dia ngomong 41:52 gitu saya sedih. Hati saya tuh terenyuh. 41:54 Ini orang yang lurus, yang enggak pernah 41:57 terlibat sama sekali seperti itu gini. 42:00 Tiba-tiba setelah pensiun 42:03 dia nawarin saya seperti itu. Jadi 42:05 mungkin kita ngerasa diri kita suci. 42:07 Belum tentu akhir hidup kita tuh Iya. 42:10 husnul khotimah gitu ya. Akhirnya yang 42:12 baik. Makanya kita berdoa, "Ya Allah, 42:15 tutuplah usia kita dengan 42:17 kebaikan." Gitu ya. 42:19 Daripada jadi mantan ustaz, jadi mantan 42:22 preman gitu ya, daripada sekarang. 42:24 [tertawa] 42:24 Iya. Jadi, 42:26 kita mesti jaga itu keikhlasan itu. 42:28 Misal gini, saya ngasih dokter, "Dok, 42:30 ini 42:32 saya ngasihnya 42:33 ikhlas saja." Gitu ya. 42:35 Iya, awalnya awalnya. 42:35 Awalnya awalnya. 42:37 Terus dokter 42:39 mungkin kita lagi ada 42:41 satu masalah, dokter ngomong enggak enak 42:42 ke saya. Heeh. Terus saya bilang sama 42:44 orang, "Tuh Manuning, saya ngasih tuh 42:46 Heeh. dokter Sulaiman saya kasih, enggak 42:48 tahu terima kasih." 42:49 Nah, iya. Nah, hilang enggak ini Hilang 42:51 pahalanya. Pahalanya hilang. Berarti 42:52 memang itu menjaga dari awal sampai 42:55 akhir itu penting banget. Saya baru 42:56 sadari ini tuh, Dok. Heeh. Gitu ya. Iya. 43:00 Tahu enggak 43:02 kenapa kok bisa begitu? Pernah enggak 43:03 bertanya begitu? 43:05 Jadi, sebenarnya 43:08 kalau kita lagi beramal saleh tuh, setan 43:10 tahu enggak? 43:12 Tahulah. Tahu, karena dia 24 jam. 43:15 Dan setannya ada sembilan. Satu orang 43:18 tuh sembilan setan. 43:19 Jadi, yang ganggu sembilan gitu. 43:20 Yang ganggu sembilan. Masing-masing 43:21 punya spesialisasi dan mereka 43:22 merekamnya. 43:24 Nah, 43:25 mereka 43:26 kalau loss nih, ketika kita beramal 43:29 pasti di awal disuruh courting dulu. 43:33 Nah, itu di surat tujuh 43:36 ayat 17. Nah, coba cek dulu. 43:39 Nah, nanti berhubungan nanti. 43:44 Nah, 43:45 di-courting. Nanti ketika sudah dalam 43:48 proses sampai selesai, nanti gimana 43:51 caranya amal itu dihapus. Karena ketika 43:53 orang itu suatu saat meminta balasan 43:56 dari makhluk, "Eh, kau kan pernah 43:59 eh kau sekarang sukses kan pernah aku 44:00 bantu, gara-gara aku bantu tuh kau bisa 44:02 sukses." Itu langsung zong. Bukan amal 44:05 saleh, tapi amalnya sia-sia. 44:07 Dalilnya nanti di surat Al-Baqarah 261 44:10 sampai 274. Nah, nanti silakan buka 44:12 sendiri ya. 44:12 ayat 17 ya. Heeh. Kemudian pasti aku 44:15 akan mendatangi mereka dari depan, dari 44:18 belakang, dari kanan, dan dari kiri 44:20 mereka. Dan engkau tidak akan mendapati 44:23 kebanyakan mereka bersyukur. Nah. Dari 44:27 depan, dari belakang, kiri, kanan. Nah, 44:30 gimana tuh? Masa setan nya 44:31 begini-begini? Coba dipikir tuh, 44:33 tadabburnya gimana tuh? 44:35 Iya, iya, iya. Bukan setan nya 24 jam 44:37 begini-begini, bukan. Dari depan, 44:39 tentang masa depan. Eh, kamu sedekah ke 44:41 orang itu. 44:43 Lah, entar buat bayar SPP gimana? Kan 44:45 gitu kan. 44:46 Iya. Nah, jadi selalu ditakut-takuti 44:48 tentang masa depan. Sehingga kita tuh 44:50 maunya sedekah misalkan 1 juta, 44:53 dikorting jadi 500 500.000, dikorting. 44:56 Itu dalam proses awal tuh. Setan 44:58 bergerak. 44:59 Nah. Terus kanan kiri, tentang untung 45:01 rugi. Apa untungnya bantu dia? 45:04 Makin keringlah ini apa namanya 45:06 rekeningmu. 45:07 Nah. 45:09 Habis itu ketika sudah proses jadi, 45:11 sudah dikorting. 45:13 Setan nya berusaha lagi menghapusnya. 45:16 Eh, kau kan pernah bantu dia dari 45:17 belakang, tentang masa lalu. 45:20 Nah, kau pernah bantu dia. Coba deh, kau 45:22 kan sekarang lagi butuh nih, tagih. 45:25 Eh, kau kan pernah aku bantu, boleh 45:26 enggak sekarang kau bantu diriku? 45:28 Nah, jadi 45:30 harusnya 45:32 berinfak itu 45:33 itu minta balasannya ke Allah saja. 45:35 Enggak boleh kita minta balasan ke orang 45:38 yang dikasih, kecuali doa saja. Bahkan 45:40 terima kasih pun enggak boleh. Mmm. Nah, 45:42 kalau enggak amal kita dihapus. He eh, 45:44 gitu. Nol, zonk, jadi amal sia-sia. 45:47 Nah, gitu. Ada di Quran semua. 45:50 Nah. 45:52 Tidak semudah itu ternyata. Iya. 45:55 Ngganggunya itu dari semua sudut. 45:57 Semua. Paling enggak 9 sudut ya. 45:59 [tertawa] 46:00 Dari atas sama bawah belum kayaknya. 46:01 Atas enggak ada. Kenapa coba? Karena 46:04 sujud. 46:05 Ada hubungannya? 46:06 Nah, mirip. Jadi atas itu adalah tempat 46:08 rahmat Allah. Makanya orang yang berdoa 46:10 alhamdulillah, yang selalu bersyukur, 46:12 itu susah untuk diganggu setan. 46:14 Kalau bawah kenapa? Enggak ada. 46:18 Tempat apa di bawah ini? Tempat ee 46:20 sujud, tempat tanah. Nah. 46:23 Ingat mati. Ingat mati. Kita masuk ke 46:25 tanah tuh, ingat mati. Orang yang ingat 46:28 mati, itu susah diganggu setan. 46:30 Kata kunci dua, dia enggak bisa ganggu 46:32 atas bawah. Orang yang selalu terkonak 46:34 sama Allah, bersyukurlah jangan 46:36 mensyukuri apa yang sudah Allah kasih. 46:38 Dia enggak minta apa yang akan dikasih 46:39 baru bersyukur. Ya Allah aku sakit, tapi 46:41 aku tetap bersyukur. Anta 46:43 arhamurrahimin, dapat dia, susah 46:45 diganggu setan. Menarik, menarik. Nah, 46:47 itu. 46:48 Ngomong-ngomong yang WA itu lumayan 46:51 banyak. Wow, setan dan iblis setiap hari 46:54 melihat kita. Iya. Kemudian terima kasih 46:57 Dokter Sulaiman dengan bahasannya dari 47:00 Pak Ansori juga dan ada yang bertanya 47:03 terkait dengan 47:05 tadi kayaknya mau bahas tiga pilar ya, 47:08 belum disampaikan semuanya. Mungkin lain 47:10 waktu ya. Nah. Tiga rotan antar kita. 47:13 ya, satu lagi. Yang tadi yang belum 47:15 disebutin. 47:16 jadi ASI, Alquran. 47:18 Baca Quran ditadaburi, diamalkan. 47:20 Kemudian aqimussholat, sholat. S-nya 47:23 sholat ditegakkan di awal waktu, 47:26 kemudian berusaha terus untuk bisa 47:28 mengerti artinya. 47:30 Dan yang ketiga adalah infak. 47:32 Ee baik itu terang-terangan dan 47:34 sembunyi-sembunyi supaya nanti enggak 47:35 rugi. Jadi tiga pilar ini, satu roboh, 47:39 ternyata roboh semuanya. 47:41 Jadi tiga-tiganya dibangun pelan-pelan, 47:43 bersamaan dan istikamah. Iya, terjawab 47:46 ya Bung Angga, ee 47:48 apa namanya 47:49 pertanyaannya tentang mana nih tiga 47:51 pilarnya. 47:52 Kemudian kalau tadi Bung Ansori bilang 47:55 iblis melihat kita setiap hari, kenapa 47:57 enggak kita 47:59 sujud setiap harinya lebih dari yang 48:01 diminta gitu. 48:02 [tertawa] 48:03 [terkesiap] 48:03 Oke, lanjut silakan. Terima kasih untuk 48:05 yang tidak menyebutkan nama ini eh hanya 48:07 eh 0811 sekian-sekian. 48:11 Ini juga terapi yang luar biasa sekali 48:13 loh karena 48:15 eh mendengarkannya saja sudah 48:18 terinspirasi. Alhamdulillah. 48:22 Iya, lanjut kita masih punya waktu 48:24 sekitar 48:25 Nah. Mungkin closing statement kali ya 48:26 udah tinggal 5 menit. 48:30 Oke. 48:31 Eh terima kasih Manuning, ini adalah 48:33 awal 48:34 dari hijrah transformasi 48:37 menggunakan Alquran gitu ya, buku 48:40 guidance yang 48:42 kadang-kadang kita lupa gitu ya. Kita 48:44 bergantung pada diri kita, kita 48:45 bergantung pada kemampuan kita, kita 48:47 bergantung pada koneksi kita 48:49 gitu ya. 48:50 Kita dekat sama manusia aja 48:53 kita kadang merasa tenang gitu ya. 48:55 Bagaimana kalau kita dekat sama pencipta 48:57 manusia, bos dari segala bos gitu ya. 49:01 Bagaimana kita mulai dari sekarang, kita 49:04 kembali ke 49:06 buku yang memang benar-benar buku yang 49:08 panduan gitu ya. 49:10 Zalikal kitabullah ar-raiba fihi 49:12 hudalil muttaqin. 49:13 Makanya sekarang baca Quran itu enggak 49:16 susah 49:17 gitu ya. Baca artinya banyak cara gitu 49:20 ya. Nanti juga mungkin Dokter Sulaiman 49:21 kalau di-share aja Dok eh mungkin ada 49:24 tempat belajar. Mudah-mudahan kita 49:27 sama-sama belajar, sama-sama aplikasikan 49:30 ayat demi ayat secara mudah gitu ya. 49:33 Baca satu ayat satu hari, luangkan waktu 49:36 untuk berdakwah lewat digital juga, 49:39 mungkin sharing 49:40 eh status di WhatsApp gitu ya. 49:43 Eh ceramah gitu itu enggak berasa kita. 49:46 Kita baca Quran, ajak keluarga kita baca 49:48 Quran satu hari lima ayat aja. Itu kita 49:52 menanamkan Alquran ke dalam keluarga 49:54 kita. Gimana kita ketika kita meninggal, 49:57 salah satu amalan yang tidak terputus 49:59 adalah 50:01 doa 50:02 anak yang saleh 50:03 gitu ya, ee jariah gitu ya. Nah, itu 50:06 adalah ilmu jariah yang kita ajarkan ke 50:09 anak kita gitu kita 50:11 ajarkan Fatihah, kita ajarkan 50:12 amalan-amalan yang dia akan terus 50:15 mengaplikasikan dalam kehidupan 50:16 sehari-hari. Kita hidup cuman 50:19 berapa tahun? 80 tahun misalnya, 90 50:21 tahun sudah capek gitu ya, sudah lelah. 50:23 Kita bukan diciptakan untuk di dunia, 50:26 tapi memang kita hidup untuk selamanya 50:29 di akhirat gitu ya. Bagaimana kita 50:31 merefleksikan, apakah kita mau dikenang 50:33 sebagai orang yang biasa-biasa saja, 50:35 orang yang ketika kita meninggal kita 50:37 dilupakan sama orang lain gitu ya. 50:40 Mungkin 100 tahun lagi kita sudah enggak 50:41 ada namanya di dunia ini, tapi bagaimana 50:44 kita mempertanggungjawabkan amal-amal 50:46 kita, bagaimana kita membaca Alquran, 50:48 bagaimana kita isi sisa hidup kita 50:50 dengan amalan yang tidak akan merugi, 50:54 tijaratan lan tabur. Tiga pilar 50:57 membaca Alquran 50:59 dengan artinya 51:00 salat berjamaah 51:02 dan infak. Itu mungkin ee sedikit dari 51:05 saya, silakan. Iya, jadi disingkatnya 51:08 ASI. 51:09 Alquran, salat dan infak. Nah, 51:12 insyaallah ee ini kita sudah mulai rutin 51:16 ee ada forum khusus untuk bapak-bapak, 51:18 ikhwan. 51:19 Setiap Rabu pekan pertama dan ketiga jam 51:23 08.00 malam. Jadi kita namanya ngontak, 51:26 ngobrolin terapan Alquran. Supaya kita 51:29 tadi bisa ee langkahnya itu supaya 51:31 gimana sih bisa bersenyawa dengan ayat 51:34 Quran. 51:35 Setiap ee gerak kita, kita ketemu Quran, 51:37 kita bisa melihat apa pesan Allah di 51:40 balik peristiwa. Nah, itulah nanti kita 51:43 kalau ada kesempatan silakan nanti di 51:44 Cibubur, nanti bisa kontak ee Habib 51:47 langsung atau Mbak Nuning nanti 51:49 eh mudah-mudahan jadi wasilah 51:51 kawan-kawan untuk jadi tambah baik. 51:54 Tujuannya bukan supaya bisa keren ya, 51:56 nanti kena lagi. 51:58 Eh supaya kita selalu setiap hari 52:01 bertambah baik, itu saja. 52:04 Karena makin sedikit orang yang 52:06 kebaikannya itu murni. 52:08 Eh Allah itu minta kita murni, ikhlas 52:10 selama-lamanya, insya Allah begitu. 52:13 Masya Allah ikhwan akhwat, terima kasih 52:15 sekali ya. Sangat persuasif bagi kita, 52:19 mudah-mudahan 52:20 ter 52:21 tanam, terpatri bahwa ke surga mau jalan 52:23 yang nyaman, santai tanpa halang 52:26 rintang, oh oh it's impossible karena 52:29 untuk menuju surga jalannya mendaki, 52:33 menanjak, berkerikil dan penuh halang 52:35 rintang. 52:36 Mudah-mudahan kita semuanya seperti 52:39 bahasan hari ini, 52:40 sekali lagi 52:42 kaji Alquran akan merupakan panduan bagi 52:46 kita melangkah dengan nyaman dan 52:48 alhamdulillah insya Allah aman. Terima 52:51 kasih Dokter Sulaiman. Sama-sama 52:54 Billahi taufik wal hidayah, 52:55 wassalamualaikum warahmatullahi 52:57 wabarakatuh. 53:51 Eh.