Cibubur, Rasilnews — Di tengah derasnya arus informasi yang kian tak terbendung, Radio Silaturahim menegaskan perannya sebagai media dakwah yang tidak hanya cepat dalam menyampaikan berita, tetapi juga kuat dalam membangun persatuan umat dan literasi bangsa. Hal ini mengemuka dalam kegiatan halal bihalal Rasil dan Narasumber yang digelar sebagai momentum konsolidasi sekaligus penguatan arah perjuangan media Islam, Sabtu (18/06/25).
Halal Bihalal ini menyoroti pentingnya menjaga persatuan umat Islam tanpa sekat perbedaan mazhab. Radio Silaturahim terus menempatkan diri sebagai wadah perjuangan yang mengedepankan ukhuwah Islamiyah melalui berbagai program siaran dan kegiatan yang menyatukan.
Tak hanya itu, Radio Silaturahim juga konsisten mengangkat isu-isu strategis dan aktual, baik dalam negeri maupun internasional. Penyajian informasi yang berorientasi pada amar makruf nahi munkar menjadi ciri khas, sekaligus bagian dari upaya membangun kesadaran publik di tengah maraknya informasi yang belum tentu bernilai edukatif.
Namun, derasnya informasi aktual juga menghadirkan tantangan tersendiri. Kebutuhan akan konten yang lebih mendalam, berbasis data, dan menyentuh realitas masyarakat menjadi sorotan utama. Penguatan riset lapangan hingga ke tingkat akar rumput dinilai penting untuk memastikan informasi yang disajikan tidak sekadar cepat, tetapi juga akurat dan substansial.
Radio Silaturahim juga memperluas perannya dengan mengangkat isu-isu kebangsaan dan kepedulian global. Komitmen dalam mendorong integritas bangsa serta solidaritas terhadap persoalan umat di dunia menjadi bagian dari arah pengembangan media ini ke depan.
Ke depan, Radio Silaturahim diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dengan menghadirkan konten dakwah yang informatif, transformatif, dan relevan. Perpaduan antara kecepatan informasi dan kedalaman substansi diyakini menjadi kunci dalam memperkuat peran media Islam di era digital.
Kegiatan halal bihalal ini turut dihadiri sejumlah tokoh dan narasumber, di antaranya Husein Alatas (Dewan Syariah Rasil), Abdullah Hehamahua (Mantan Penasehat KPK), Mardani Ali Sera (Anggota DPR RI), Ustaz Dony Amir Sagaf, Ustaz Abul Hidayat Saeroji, Ustaz Hamzah Al-Attas, Ansorullah dari Presidium Aqsa Working Group (AWG), serta Ustaz Zaki Mubarak selaku Mustasyar PBNU.