Penguatan Keluarga dan Kepemimpinan Jadi Sorotan dalam Halal Bihalal Rasil 2026

Cibubur, Rasilnews — Penguatan institusi keluarga dan kepemimpinan yang kokoh menjadi sorotan dalam acara Halal Bihalal Rasil dan Narasumber 2026 yang mengusung tema “Dakwah Menggerakkan, Adab Memuliakan, Produktivitas Memberdayakan.”

Dalam kegiatan tersebut, arah dakwah ke depan dinilai perlu semakin rasional, terarah, dan dimulai dari pembenahan individu sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif umat. Keluarga dipandang sebagai fondasi utama dalam membangun kekuatan umat dan negara, sekaligus menjadi tempat lahirnya generasi yang siap menghadapi tantangan zaman.

“Keluarga adalah fondasi utama dalam membangun kekuatan umat dan bangsa, sehingga pembinaan harus dimulai dari sana,” Ujar Ustaz Umar Rasyid Hasan pengasuh program tafsir Ibnu Katsir.

Dirinya menilai kondisi umat saat ini juga dinilai berada dalam fase yang penuh ketidakpastian, sehingga membutuhkan kesiapan yang menyeluruh, baik dari sisi mental, spiritual, maupun intelektual.

“Saat ini umat berada dalam situasi yang tidak menentu, sehingga diperlukan kesiapan mental, spiritual, dan intelektual yang kuat,” ungkapnya.

Ditempat yang sama pengasuh program Keluarga Islami Ustaz Agus Sudarmadji mengajak Rasil untuk memperluas jaringan melalui silaturahim dengan berbagai elemen bangsa dinilai penting untuk memperkuat posisi umat di tengah dinamika sosial dan kebangsaan.

“Silaturahim dengan tokoh-tokoh bangsa harus terus diperkuat sebagai bagian dari strategi membangun sinergi,” ujarnya.

Kepemimpinan (leadership) yang kuat juga menjadi perhatian utama. Kepemimpinan yang solid dinilai mampu menjaga arah perjuangan serta menghadapi berbagai tekanan eksternal.

“Leadership yang kuat menjadi kunci dalam menjaga arah gerakan dan menghadapi tantangan ke depan,” tegas ustaz Agus.

Ia menggambarkan, kekuatan kepemimpinan di Iran disebut sebagai salah satu faktor yang membuat negara tersebut tetap bertahan dalam menghadapi agresor Israel – Amerika.

Di sisi lain, ke depan Rasil juga didorong untuk lebih aktif mengangkat isu-isu perempuan dalam program dakwahnya, seiring tingginya perhatian pendengar terhadap topik tersebut.

“Isu-isu perempuan perlu lebih sering diangkat, karena banyak pendengar yang bertanya, termasuk mengenai poligami,” menjadi salah satu catatan dalam kegiatan tersebut.

Melalui tema yang diangkat, kegiatan ini menegaskan bahwa dakwah tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian nilai, tetapi juga sebagai kekuatan penggerak perubahan, dengan tetap menjunjung tinggi adab serta mendorong produktivitas umat di berbagai bidang.

Comments (0)

Your email address will not be published. Required fields are marked *