Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:15 Asalamualaikum warahmatullahi 0:17 wabarakatuh. 0:19 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 0:21 nastain waa umurid dunya waddin wasalatu 0:24 wasalamu ala asrofil iyaai wal mursalin 0:26 waa alihi wasohbihi ajmain. Ashadu alla 0:30 ilahaillallah wa ashadu anna muhammadan 0:33 abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli 0:36 wasallim wabarik ala nabiyana muhammadin 0:39 waa alihi wasohbihi ajmain. Qallahu 0:42 taala fil quranil karim. 0:44 Azubillahiminasyaitirjim. 0:47 Innallaha wa malaikatahu yusuna alan 0:50 nabi. Ya ayyuhalladzina amanu shu alaihi 0:54 wasallimu taslima. Sadaqallahulim. 0:57 Alhamdulillahiabbil alamin. Masih 0:59 dipancarkan dari Jalan Masjid 1:00 Silaturahim nomor 36, Ciubur Bekasi. 1:04 Inilah Radio Silaturahim dan Rasil TV 1:07 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 1:10 yang dimuliakan Allah Subhanahu wa 1:12 taala, bagaimana kabar Anda di Jumat 1:15 sore ini? Semoga selalu dalam keadaan 1:18 sehat walafiat. Senang sekali saya Fauzi 1:21 Ridwanul Ha ditemani oleh Atep dan juga 1:24 Yusuf Subangkit dapat kembali menemani 1:27 ikhwan akhwat dalam program tausiah sore 1:31 edisi Jumat 14 Jumadil Akhirah 1447 1:37 Hijriah dan juga bertepatan dengan 1:39 tanggal 5 Desember 1:42 2025 bersama guru kita almukaram Ustaz 1:45 Ahmad Shoh MA. Alhamdulillah beliau 1:47 sudah hadir bersama kita. Oleh karena 1:49 itu, kita sapa guru kita terlebih 1:51 dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi 1:53 wabarakatuh, Ustaz. 1:53 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:55 wabarakatuh. 1:57 Lama tidak kelihatan, Ustaz? 1:58 Alhamdulillah. Masyaallah. Iya. I 2:00 Nah, semoga Ustaz selalu diberikan 2:02 kesehatan dan di ditambahkan 2:06 kesehatannya, Ustaz. 2:07 Amin. Allahum amin. Amin. Atas doa dari 2:09 ini alhamdulillah sehat walafiat. 2:12 Alhamdulillah 2:12 alhamdulillah. Masyaallah. [tertawa] 2:13 Sudah sebulan ya, Ustaz? Ya, 2:15 sudah sebulan. Iya. 5 pekan pekan. 2:17 Masyaallah. Pekan. Masyaallah. 2:19 Halo, Ustaz. Diberikan kesehatan untuk 2:22 diberikan istirahat kemudian 2:24 alhamdulillah sehat kembali, Ustaz. 2:25 Alhamdulillah. Iya, insyaallah. 2:27 Baik, Ikhwan [tertawa] Ahmad. 2:28 Alhamdulillah sudah kita sudah tidak 2:31 lama, sudah lama tidak bertemu dengan 2:34 suara Ustaz Ahmad Saleh. Sudah 5 pekan 2:36 kata beliau. Masyaallah. 2:37 Iya. 2:38 Baik, Ikhwan Awat. Mm terakhir kita 2:41 belajar dengan Ustaz Ahmad Saleh tentang 2:44 haram menggunjing dan perintah menjaga 2:46 lidah. sampai dengan hadis ke-12. 2:49 Insyaallah pada sore hari ini kita akan 2:52 belajar dengan Ustaz Ahmad Saleh dari 2:55 kitab Syarah Riyadus Shihin karya Syekh 2:58 Dib Albugo dan kawan-kawan masih dalam 3:02 tema haram menggunjingi dan perintah 3:05 untuk menjaga lidah. Hadis yang ke-13. 3:08 Namun sebelumnya bagi ikhwan akhwat yang 3:10 ingin berpartisipasi dan ingin 3:12 menyampaikan pertanyaan Anda dapat 3:15 mengirimkan pertanyaan di nomor WhatsApp 3:17 Rasil 0811999720. 3:22 Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 3:24 langsung dengan Ustaz dapat menghubungi 3:26 di 0218451512. 3:30 Mari kita persilakan kepada Ustaz untuk 3:33 memberikan ilmu kepada kita semua. 3:34 Tafadul Ustaz. 3:36 Alhamdulillahi 3:39 hamdan katiron thiban mubarokan fih kama 3:44 yuhibuna 3:45 waard. 3:47 Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la 3:50 syarikalah wa ashadu anna muhammadan 3:54 abduhu wa rasuluhu wa innahu la nabiya 3:57 ba'dah. 3:59 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 4:02 nabiina Muhammadin waa alihi wa ashabihi 4:06 w tabiahum bianin yaumiddin. Amma ba'd. 4:12 Ikhwan dan akhwat pendengar radio 4:15 silaturahim serta pemirsa rasil visual 4:18 di mana pun berada. Alhamdulillah 4:21 Allah azza wa jalla mer memberikan 4:25 kesempatan kepada kita untuk 4:27 bermuwajahah lewat maya, lewat dunia 4:30 maya untuk melanjutkan kajian kita 4:33 kajian kitab Syarhu Riyad Shihin 4:38 yang kemarin kita sudah membahasnya 4:41 sampai hadis ke-12 4:44 bab haram mengguncing dan perintah 4:47 menjaga lidah tayib. Ibu untuk tidak 4:50 memperpanjang percakapan, maka kita 4:53 lanjutkan hadis ke-13 ya. An Abi Hurair 4:58 radhiallahu anhu anna Rasulullahi 5:00 sallallahu alaihi wasallam ee 5:07 dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa 5:09 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 5:12 bertanya, 5:13 "Atadrunal gibah?" 5:16 Tahukah kalian apa itu gibah? 5:21 Q. Para sahabat menjawab, 5:25 "Allahu waasuluhu aam." 5:29 Allah dan rasulnya yang maha mengetahui. 5:34 Qala Nabi menjawab kembaliikruka 5:38 ak bima yaqrohu. 5:41 Yaitu bila kamu menceritakan keadaan 5:44 saudaramu yang tidak ia senangi atau 5:48 yang ia benci. Yakrohu yang ia benci. 5:52 Qila. Kemudian di antara sahabat ada 5:54 yang bertanya ditanya Rasulullah 5:56 sallallahu alaihi wasallam, "Apa roita 5:58 inana fi akhi maqul?" 6:03 Eh, 6:05 bagaimana sekiranya 6:07 apa yang aku ceritakan benar benar-benar 6:10 terjadi pada saudaraku? 6:14 Q nabi menjawab, inana fiqu 6:18 faqabtahu. 6:21 Kalau engkau menceritakan keadaannya 6:25 jadi benar terjadi pada dirinya, maka 6:28 engkau telah menggibahnya. 6:31 Waam yakun fih. Dan apabila engkau 6:35 menceritakannya itu dan tidak terjadi 6:37 pada saudaramu itu, faqod bahatahu, maka 6:42 engkau telah mendustakannya, telah apa 6:46 namanya? Telah menuduhnya atau telah 6:49 memfitnahnya gitulah ya. Ee bahat 6:53 bahatahu itu artinya ee 6:57 telah berbohong mengenainya. 7:00 Jadi ini adalah dua hal ya yang 7:04 sama-sama dua-duanya tidak 7:06 diperkenankan. 7:08 Menggibah, menceritakan sesuatu yang 7:10 tidak disukai oleh saudara kita. Baik 7:14 itu benar benar itu. Oh, dia itu sering 7:18 sering menceritakan orang lain. Ya, 7:20 benar. Dia sering menceritakan orang 7:22 lain. Tetapi kalau didengar oleh yang e 7:25 pelakunya dia menjadi tidak suka. Maka 7:28 itulah yang disebut dengan gibah. 7:31 Gibah. 7:31 Tapi kalau ternyata kita menceritakan 7:34 keburukannya 7:36 tetap dan lagi yang di kita katakan itu 7:38 tidak benar, maka kita telah berbohong 7:42 atas namanya. Jadi telah berbohong, 7:44 telah menuduhnya gitu loh. Maka 7:46 dua-duanya baik itu benar maupun tidak 7:49 benar, dua-duanya dilarang di dalam 7:51 Islam. Nah, maka oleh sebab itu 7:55 hendaknya kita menjaga dari berkata 7:58 gibah. Ya, gibah itu menceritakan 8:01 hal yang tidak disukai oleh saudara kita 8:04 di belakangnya. Baik itu gibahnya benar 8:09 maupun gibahnya tidak benar. 8:12 Nah, maka oleh sebab itu, Ikhwan, 8:14 bagaimana kalau kemudian yang kita 8:16 ceritakan itu ada sesuatu yang ia 8:19 senangi. 8:21 Jika persoalannya adalah yang ia 8:23 senangi, falaisa hunaka maka seperti 8:27 laisunaka musykilah tidak ada masalah. 8:30 Nah, jadi yang jadi masalah itu apabila 8:34 apa namanya? Apabila dia tidak 8:37 menyukainya. 8:38 Ini menunjukkan bahwa Islam menutup 8:41 segala pintu fitnah, 8:44 segala bentuk apa namanya? Hal yang 8:48 mengakibatkan persoalan, perselisihan, 8:51 maka dilarang oleh Islam. Nah, kalaupun 8:55 sesuatu yang disenangi apalagi itu 8:56 sebuah kebaikan disenangi, maka tidak 8:59 ada masalah gitu ya. Itu baik. Ah, hadis 9:04 atau mutiara-mutiara dari hadis ini 9:07 dapat kita lihat bahwa hadis ini 9:09 mengandung definisi gibah dan bohong dan 9:13 bahwa keduanya termasuk bencana lisan. 9:17 Nah, gitu ya. 9:21 baik itu terjadi maupun tidak terjadi, 9:23 dua-duanya ya bencana lisan gitu loh. 9:26 Maka oleh sebab itu ee pada dasarnya 9:30 kita ini diperintahkan untuk berkata 9:33 baik, berkata yang mengandung manfaat. 9:37 Nah, berkata yang tidak manfaat apalagi 9:40 yang tadi mengakibatkan ee sesuatu ya 9:46 sesuatu yang tidak disukai tentang orang 9:49 tersebut. Jangankan yang mengandung itu, 9:52 yang tidak manfaat aja itu hendaknya 9:55 kita menjauhi gitu ya. Apa kan dikatakan 9:58 di dalam surah Al-Mukminun itu di 10:01 antaranya orang yang selalu meninggalkan 10:03 perkataan-perkataan yang tidak ber yang 10:06 tidak berguna gitu ya. Baik, 10:09 kita lanjutkan hadis ke-14. 10:13 Dari Abu Bakar radhiallahu anhu bawad 10:16 khotbah haji wada di Mina pada Idul 10:19 Hadah. Rasulullah sallallahu alaihi 10:22 wasallam bersabda, 10:25 "Inna dimaakum wa amwalakum 10:29 waum 10:31 harun alikummati 10:34 yaumikum 10:36 fi syahrikum hadza fiikum hza alag 10:43 mutfun alai 10:45 sesungguhnya darahmu 10:48 hartamu mu dan kehormatan dirimu itu 10:52 haram diganggu sebagaimana haramnya hari 10:55 kalian ini pada bulan kalian ini dan di 10:59 negeri kalian ini. Ingatlah bukankah aku 11:03 telah menyampaikannya 11:05 muttafaqun alaih. Jadi ee apa namanya ee 11:10 sebagaim 11:11 kalian ini hari hari kalian itu hari 11:14 Idul Adha, hari haram. Hari haram itu 11:18 hari yang dihormati gitu loh. Pada bulan 11:21 kalian ini pada bulan Zulhijah, maka 11:25 bulan Zulhijah adalah bulan haram. Haram 11:29 maksudnya adalah bulan yang dihormati 11:33 yang di dalamnya tidak disukai perbuatan 11:37 buruk gitu loh. Kalau di bulan lain 11:39 tidak disukai perbuatan buruk apalagi di 11:43 bulan haram ini. Gitu loh ya. Ah, dan di 11:47 negeri kalian ini maksudnya di apa nam 11:50 tanah haram ya. Kalau di apa namanya? 11:54 Kalau di luar tanah haram tidak boleh 11:57 melakukan kemaksiatan maka di tanah 12:00 haram apalagi gitu loh ya. Jadi bukan oh 12:04 kalau gitu berarti boleh dong berbuat 12:07 buruk di luar tanah haram. Bukan gitu 12:10 loh. Karena di di luar tanah haram kita 12:14 tidak boleh apalagi di tanah haram gitu 12:18 loh ya. Oke. Nah, 12:21 mutiara-mutiara yang dapat kita lihat 12:24 dan kita ambil dari hadis ini adalah 12:27 keharaman mengganggu darah seorang 12:30 muslim atau hartanya atau kehormatannya 12:33 dengan tindakan yang tidak dibenarkan 12:35 syariat. Demikianlah pula dengan gibah 12:39 terhadap seorang muslim gitu ya. Nah, 12:43 gibah itu sesungguhnya ini gibah itu 12:47 sesungguhnya ajaran ee apa ya? 12:50 Perventif. 12:52 Permentif 12:52 perventif susunya asalnya ngomongin 12:55 orang tuh asalnya enggak ada masalah 12:58 gitu loh. Ngomongin orang enggak ada 13:00 masalah kalau yang diomongkan tidak 13:03 tersinggung. 13:06 Ya, makanya boleh kita ngomongin orang 13:08 asalkan tidak menyinggungnya. 13:11 Nah, kalau kalau kita ee apa komentar 13:15 atau bicara tapi menyinggung yang 13:18 dibicarakan maka itu diharamkan. Kenapa? 13:21 Karena intinya menimbulkan masalah. 13:24 Sekiranya tidak masalah boleh gitu loh. 13:28 Gibah itu asalnya boleh tapi karena 13:30 menimbulkan masalah menjadi tidak boleh. 13:33 Jadi ee ilatnya adalah ketika gibah itu 13:39 apa? mengantarkan 13:41 kepada perselisihan 13:43 kepada sesuatu yang tidak disukainya 13:47 maka itu menjadi haram. 13:50 Tapi kalau kita bicara misalnya bicara 13:53 gitu ya bicara ee 13:57 tetapi tidak mengakibatkan dia 13:59 bermasalah, tidak ada masalah 14:02 gitu loh. Nah, begitu juga sesungguhnya 14:07 orang yang melakukan maksiat, 14:09 orang melakukan maksiat korupsi misalnya 14:11 gitu ya, korupsi. 14:13 Iya. 14:13 Terus digibahi sama kita di belakang 14:15 gitu. Dia tidak berasa apa-apa digibahi 14:18 juga, Bang. kerjaan gua enggak apa-ap 14:20 lah [tertawa] 14:22 enggak ada masalah juga gitu loh. Maka 14:25 oleh sebab itu 14:27 maka para ulama mebangi ada yang ee apa 14:31 amalan 14:33 amalan yang mengakibatkan si pelakunya 14:35 masih punya malu. Maka ketika 14:38 diceritakan oleh orang melihatnya itu 14:41 dia menjadi lebih malu maka tidak boleh. 14:44 Tapi kalau dia melakukan kemaksiatannya 14:47 terang-terangan, 14:49 ah itu mah meskipun kita tidak 14:51 menceritakan aja orang sudah pada tahu 14:54 gitu loh. Jadi oleh sebab itu kalau ee 14:58 kemaksiatannya kemaksiatan 15:01 individu 15:02 yang dia sendiri malu melakukannya maka 15:05 dijaga. 15:07 Tapi kalau dia sudah melakukan 15:09 kesalahannya, kesalahan sosial 15:12 gitu ya. Maka menjadi tidak mengapa gitu 15:15 loh. Hanya kemudian menjadi ngapain lagi 15:19 kita juga hari-hari dihabiskan hanya 15:21 untuk menceritakan keburukan orang lain. 15:25 Enggak, bukan menyari keburukan orang 15:27 lain. Kita ini sedang membahas bagaimana 15:30 caranya supaya ini bisa kita cegah. Coba 15:33 lihat tuh akibatnya banjir di mana-mana 15:36 karena ah gitu loh. Tidak ada masalah 15:39 itu. Menceritakan kejahatan-kejahatan 15:43 orang yang seraka 15:45 tidak mengapa ya. Karena kalau tidak 15:48 diceritakan juga alam sudah menceritakan 15:51 ee Kamboja banjir, Thailand banjir. 15:56 Hanya di Indonesia banjirnya gelundungan 15:59 kayu. 16:01 Di negara-negara lain mah air tuh banjir 16:03 tuh. 16:04 Di Indonesia Subhanallahul 16:08 bukan hanya air, gelundungan kayu. 16:11 Masyaallah ya Allah. Nah, maka wajar itu 16:15 kemudian bakal diusut. 16:17 diusut kemaksiatan-kemaksiatan 16:20 seperti karena dia sudah melakukan 16:23 kesalahan sosial. 16:26 Jadi apa namanya? Dia bukan bukan lagi 16:29 enggan atau malu melakukan kesalahan. 16:33 Terang-terangan dia melakukan 16:34 kesalahannya gitu. Bahkan sengaja 16:37 merusak. Masyaallah. Nah, oleh sebab itu 16:40 jadi ada batasannya sekali lagi yakrohu 16:44 itu yang dibenci itu adalah dibenci yang 16:46 dia misalnya mohon maaf ya 16:50 misalnya dia kepepet 16:56 anaknya minta dibayarkan SPP 17:00 yang satu minta uang kuliah dia sudah 17:04 kehabisan sumber 17:06 H 17:06 ke koperasi utang gede. 17:09 dari mana bayarnya sementara anak sudah 17:12 maka dia kemudian ini contoh yang tidak 17:16 benar juga si isunya tapi kemudian dia 17:19 terpaksa melakukan sesuatu yang dia 17:22 sendiri tidak menyukainya terpaksa 17:25 sembunyi-sembunyi dia melakukan sesuatu 17:27 yang tidak disukainya. Nah, itu apalagi 17:31 itu harus memang dijaga. 17:34 dijaga itu artinya ee tidak diumbar, 17:39 tidak dipublikasi karena dia sendiri 17:42 melakukannya sembunyi-sembunyi. 17:45 Melakukannya 17:47 apa ya? Melakukan ya sembunyi-sembunyi. 17:49 Betul. Sembunyi-sembunyi karena terpaksa 17:52 gitu. Nah, itulah yang dimaksud dengan 17:56 gibah di sini. Itulah yang harus dijaga 17:59 harga dirinya gitu loh. Karena dia 18:02 sunggah orang jujur. Dia sendirinya 18:04 sunggnya orang yang apa namanya? Selalu 18:07 berbuat baik karena terpaksa dia harus 18:11 melakukan seperti itu. Gitu ya. Baik. 18:15 Nah, ini ee hadis ke-14. Nah, hadis 18:17 ke-15. 18:19 An Aisyah radhiallahu anh qal qulu lin 18:23 nabii shallallahu alaihi wasallam alaihi 18:26 wasallam. 18:35 QQu 18:44 insan 18:52 Abu Dawudzi waqun hasan 18:57 Nabi, aku berkata kepada Nabi, 19:02 "Hasbuka, cukuplah bagimu bahwa sopiah 19:05 itu begini dan begini." 19:09 Seorang perawi mengatakan, "Maksudnya 19:12 Safiah itu pendek gitu ya. Ini sesama 19:16 istri Nabi ya." Aisyah mengatakan kad 19:20 waz. Nah, tapi kemudian qasirah kata 19:24 perawi maksudnya ee jadi Aisyah 19:27 mengatakan bahwa Sofia itu pendek. 19:30 Kemudian beliau bersabda, "Kamu telah 19:32 mengatakan sesuatu perkataan yang 19:35 seandainya dicampur dengan air laut 19:37 niscaya dapat mencampurinya." 19:41 Aisyah berkata, "Aku pernah menceritakan 19:43 keadaan seorang kepada beliau. Kemudian 19:46 beliau bersabda, "Aku tidak suka 19:48 menceritakan keadaan seorang walaupun 19:51 aku akan mendapat upah sekian dan 19:53 sekian." Jadi ee ee ee begini 19:59 jika sekali lagi ini kalau bermasalah, 20:03 kalau mengakibatkan sebuah permasalahan 20:05 maka haram atau harus dihindari. 20:09 Misalnya orang e kita bicara tentang oh 20:13 ustaz ahsa. Oh, Ustaz Asso itu. Oh, 20:16 Ustaz Asso yang pendek itu. Nah, yang 20:19 pendek itu dua pengertian. Jika memang 20:22 itu karakteristik untuk membedakan 20:25 dengan yang lainnya dan dengan maksud 20:27 tidak untuk meremehkannya, maka tidak 20:30 ada masalah. 20:31 Ya memang pendek kok maksudnya. Masa 20:33 kemudian oh yang jangkung itu orang 20:36 pendek. Nah, gitu. Tapi kemudian dengan 20:39 pengatan, "Oh, yang pendek itu si pendek 20:41 itu tuh." Ah, itu maksudnya dengan 20:43 maksud menghina, 20:45 merendahkan. 20:45 Nah, dengan maksud merendahkan atau 20:48 menghina, maka oleh sebab itu tidak 20:51 diperkenankan. 20:53 Ya. Jadi sekali lagi, segala sesuatu 20:56 yang berdampak, segala perbuatan dalam 20:59 Islam yang berdampak mengakibatkan 21:01 permasalahan, maka dilarang dalam Islam. 21:04 Selama itu tidak berdampak atau tidak 21:07 diduga mengakibatkan dampak yang 21:10 berpengaruh, maka tidak ada masalah. 21:14 Nah, ini saya kira ee ee dalam 21:18 penjelasan ini saya tambahkan ya, dalam 21:20 penjelasan kitab syarah Riyadus Shihin 21:24 atau dalam hal lainnya saya mencoba 21:28 memadukan maqasid syariah dan maqasidul 21:32 Qur'an. 21:34 Maka penjelasan-penjelasannya 21:36 selain yang saya baca dalam kitab-kitab 21:39 ee maka kemudian dan memang ini 21:41 kesimpulan dari kitab-kitab maka sesuai 21:44 dengan apa ee maqasid syariah, tujuan 21:48 syariat itu seperti apa dan tujuan Quran 21:51 itu seperti apa. Maka dijelaskannya 21:53 seperti itu. Maka oleh sebab itu teks 21:56 hadis atau teks ayat ee 22:00 bisa berlaku atau berhukum seperti apa 22:03 adanya. 22:05 Jadi hukumnya apa adanya ketika sekali 22:09 lagi sirrnya hikmahnya belum ditemukan. 22:14 Tapi kalau kemudian hukum itu hikmahnya 22:17 sudah ditemukan, 22:19 maka ada situasi yang berbeda. Maka bisa 22:22 jadi hukumnya berubah. 22:25 gitu ya. Bisa jadi hukumnya berubah. 22:29 Banyak sekali ee hal semacam itu. Di 22:33 antaranya apa yang dikatakan oleh 22:35 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 22:38 Rasulullah menghukumi satu hukum dengan 22:41 A. 22:44 Kemudian sahabat lain juga menghukumi A. 22:46 Menghukumi A. Menghukumi A. sampai 22:49 ditemukan ilat, sampai ditemukan hikmah, 22:53 sampai ditemukan sir, asrar. Asr itu 22:58 rahasia rahasia pensyariatan itu. Maka 23:01 bisa berubah. Contoh, 23:05 Nabi sallallahu alaihi wasallam 23:07 menghukumi yang mentalak tiga kali dalam 23:11 satu majelis dihukumi satu, 23:14 tiga kali talak, tapi sekaligus dalam 23:17 satu majelis. 23:18 Maka oleh Nabi dihukumi satu kali talak. 23:21 Satu. 23:22 Heeh. Tapi kemudian di zaman Abu Bakar 23:25 masih satu kali talak. Tapi di zaman 23:27 Umar di awalnya satu kali talak. Tapi 23:30 kemudian umat di 2 tahun kepemimpinannya 23:33 menghukuminya tiga kali talak karena 23:36 ditemukan hikmah baru. Di zaman Nabi 23:40 orang keceplosan karena emosi gitu loh. 23:43 Tapi di zaman Umar sudah mulai orang 23:46 mempermainkan agama. Nah, rahasia inilah 23:50 yang ditemukan oleh Umar. Maka Umar 23:52 menghukumi jatuh tiga tuh tiga kali 23:56 talak. Jadi tiga kali enak. Tiga 23:58 hukumnya. talak tiga berarti harus ada 24:01 muhalil kalau mau rujuk kembali gitu loh 24:04 ya. Nah, ini saya kira ee pengantar 24:08 dalam kajian sore hari ini tentang haram 24:11 mengguncing dan perintah menjaga lidah. 24:16 Wasallallahu ala nabiyina Muhammadin 24:19 walhamdulillahiabbil 24:20 alamin. Wallahu aam biswab. 24:26 Alhamdulillahirabbil alamin. Wallahuam 24:28 bisawab. Jazakumullah khairan kirsiran 24:30 ustaz. 24:30 Wakum. 24:31 Demikian ikhwan awat tiga hadis yang 24:33 sudah Ustaz Ahmad Saleh ajarkan kepada 24:36 kita dari hadis ke-13 dan 14 dan 15 dari 24:42 bab haram menggunjing dan perintah untuk 24:45 menjaga lidah. Pada tema kali ini 24:48 difokuskan kepada gibah dan berdusta. 24:53 I. 24:53 Baik ikhwan Ahwat. Kami akan kembali 24:55 sejenak setelah nada takwa. Berikut 24:58 tetap di Radio Silaturahim. Terima 25:01 kasih. 25:16 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 25:18 sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad. 25:20 Terima kasih ikhwan akhwat masih bersama 25:23 kami tausiah sore bersama Ustaz Ahmad 25:26 Saleh MA. 25:27 So, baik, bagi Anda yang ingin 25:30 berpartisipasi silakan kirimkan 25:32 pertanyaan Anda di nomor WhatsApp Rasil 25:34 di 0811999720. 25:39 Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 25:41 langsung dengan Ustaz dapat menghubungi 25:44 di 0218451512. 25:48 Sebelum kita 25:50 ke sesi kedua tanya jawab, kita akan 25:53 meneruskan lagi ee hadis yang akan 25:56 disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh. 25:59 Dilanjutkan dengan hadis yang ke16. 26:02 Tafadul, Ustaz. 26:03 Iya. Baik. Baik. Eh, dari Anas 26:05 radhiallahu anh ya berkata, Rasulullah 26:08 sallallahu alaihi wasallam bersabda, 26:10 "Lamijabi 26:12 maru biquin lahum adfarun 26:16 min nuhasin yakmuna biha wujuhahumurahum 26:22 faqulu man haulai ya jibril qulilladina 26:29 yauna luhumas 26:31 waqa fiodih 26:35 Abu Daud. Ketika aku diperjalankan 26:39 dalam Mikraj, aku melewati suatu kaum 26:41 yang mempunyai kuku dari tembaga dan 26:45 mereka mencakar-cakar muka dan dada 26:48 mereka. Kemudian aku bertanya, 26:53 "Eh, man haulai ya Jibril?" Siapakah 26:56 mereka itu wahai Jibril? Jibril 26:59 menjawab, "Mereka itu adalah orang-orang 27:01 yang suka memakan daging manusia dan 27:06 menandai kehormatan 27:08 mereka." Ah, jadi yang memakan daging 27:12 manusia itu maksudnya yang sering 27:14 menggibah. 27:16 Yang menggibah manusia itu 27:18 diilustrasikan sebagai orang yang biasa 27:20 makan daging manusia. Ee di dalam 27:24 Al-Qur'an kan dijelaskan 27:28 ee ya tentang apakah kamu suka makan 27:32 daging saudaramu yang telah mati? Nah, 27:36 tentu kamu tidak suka gitu ya. Nah, maka 27:39 yang dimaksud dengan yaulunumas 27:44 gitu adalah yang apa namanya? Memakan 27:47 daging manusia itu maksudnya yang sering 27:49 gibah. Kemudian eqim 27:56 menandai kehormatan mereka dengan 27:59 perkataan yang buruk. Jadi kibah 28:02 menceritakan keburukan orang lain 28:04 maksudnya adalah menceritakan sesama 28:06 muslim gitu ya. Kalau di sini tidak 28:10 disebutkan muslim, berarti orang-orang 28:12 kafir juga 28:14 orang-orang kafir yang tidak memerangi 28:16 yang tidak boleh gitu loh. Seakan-akan 28:20 begitu. Nah, maka saking terjaganya 28:24 lisan, diajarkannya agar kita menjaga 28:27 lisan. Bahwa kemudian orang kafir, orang 28:30 kufar maksud saya kalau orang kufar 28:32 melakukan kemaksiatan, hal yang wajar 28:34 diceritakan 28:36 gitu ya. Kalau orang ku kufar, apa 28:39 bedanya kufar dengan kafir? Nah, 28:41 lagi-lagi kan kalau kafir dia hanya 28:43 menolak. Tapi kalau kufar selain menolak 28:46 dia juga berupaya untuk merubah, 28:49 memerangi dan memalingkan orang-orang 28:53 yang memeluknya itu kufar. Nah, maka 28:56 oleh sebab itu perbuatan orang kufar 28:59 tidak masalah dikemukakan. Tapi kalau 29:02 kemudian orang kafir, apalagi orang 29:04 kafirnya baik sama kita. 29:07 kita sakit mini mobilnya atau kita sakit 29:10 dia ngantar ke rumah sakit. Itu mah 29:12 memang harus dijaga. Islam itu adil gitu 29:16 loh ya. Meskipun orang kafir tapi kalau 29:19 dia berbuat baik, tolong-menolong gitu 29:22 kan, maka kita juga harus menghormatinya 29:25 gitu. Nah, di sini dinyatakan 29:28 haulailladina yaakulunalumas, 29:31 yaitu mereka orang yang senantiasa 29:34 memakan ee daging-daging manusia, yaitu 29:37 yang sering melakukan gibah. Gibah itu 29:40 menceritakan kebenaran dan juga 29:43 menceritakan yang tidak benar di 29:46 belakangnya di saat dia tidak ha tidak 29:50 hadir. Nah, butir yang dapat kita ambil 29:53 dalam hadis ini adalah peringatan keras 29:56 untuk tidak melakukan gibah dan 29:59 penyerupaan gibah dengan memakan daging 30:02 manusia dan jatuh ke jurang yang sangat 30:05 dalam. Begitu ya. Nah, ini baik. 30:09 Kemudian kita lanjutkan hadis ke-17 dari 30:12 Abu Hurairah bahwa Rasulullah sallallahu 30:14 alaihi wasallam bersabda, "Kullul 30:17 muslimi alal muslimi haramun 30:21 damuhu wauhu wauhu rawahu muslim." 30:26 Setiap muslim terhadap muslim yang lain 30:30 itu haram darahnya, kehormatan dirinya, 30:34 dan hartanya. 30:36 Nah, ini jelas sekali ya. setiap muslim 30:39 itu. Jadi, maka oleh sebab muslim di 30:42 mana pun berada dia haram darahnya, 30:46 tidak boleh ditumpahkan darahnya tidak 30:48 boleh dibunuh. Kehormatan di kehormatan 30:51 juga tidak boleh dihinakan gitu. Muslim 30:55 di mana pun tidak boleh dihinakan dan 30:58 hartanya begitu juga kekayaannya tidak 31:01 boleh diganggu gituah. 31:04 Nah, mutiara yang dapat kita ambil dari 31:06 hadis ini adalah perhatian yang besar 31:09 dari Islam untuk menjaga darah, 31:12 kehormatan, dan harta benda manusia. 31:16 Maka oleh sebab itu sekali lagi ya ee 31:21 Islam itu mengajarkan satu kebaikan, 31:24 mengajarkan kebaikan-kebaikan yang 31:26 banyak. Jangankan harta orang muslim 31:29 gitu, harta orang kafir saja itu wajib 31:33 dilindungi kalau mereka yang tidak 31:36 memeraki Islam gitu loh. Tetap tidak 31:39 boleh kita merampasnya tanpa alasan yang 31:42 benar gitu. Misalnya kita jadi 31:45 karyawannya. 31:47 Wah di orang kafir ini kita karyawan di 31:50 orang kafir ya sudah hartanya kita ambil 31:52 tiap pulang tiap pulang ke rumah bawa 31:55 sesuat gak boleh. He 31:56 gitu loh. Tetap harus dijaga karena dia 32:01 memenuhi perjanjian-perjanjian. 32:04 Eh beda lagi dengan orang kufar, orang 32:06 yang memerangi kita gitu ya. Nah, ini 32:09 saya kira ee dua hadis tambahan dalam ee 32:13 apa namanya? kajian pada sore hari ini 32:15 ee mudah-mudah jadi lengkap sudah ya ee 32:19 bab tentang 32:22 mengguncing 32:23 ee dan perintah menjaga lidah. Jadi 32:26 sudah selesai. Insyaallah kita lanjutkan 32:29 pada bab berikutnya ya, yaitu harap 32:32 mendengarkan gibah dan perintah 32:34 mengingatkan pelakunya atau meninggalkan 32:37 tempat jika tidak mampu. Kalau tadi 32:40 larangan gibah, ah sekarang larangan 32:42 mendengarnya gitu ya. Baik, demikian. 32:45 Wallahuam 32:47 bisawab. 32:49 Wallahuam bisawab. Demikian ikhwana awat 32:53 dua hadis yang sudah disampaikan oleh 32:54 Ustaz Ahmad Saleh tentang cara 32:57 mengunjing dan perintah menjaga lidah. 32:59 Berarti kita sudah belajar ee ada 15 33:03 hadis, ada 17 hadis ya, Ustaz. 33:05 Tentang haram mengguning dan perintah 33:08 menjaga lidah. 33:09 Eh, 33:12 baik ikhwan akhwat tetap di radio 33:14 silaturahim. Kami akan segera kembali 33:16 setelah nada tako berikut. Terima kasih. 33:19 Subhan 33:42 bersama tausiah sore bersama Ustaz Ahmad 33:45 Saleh. Ya, 33:48 sekarang kita akan membahas sesi kedua, 33:51 sesi tanya jawab. Sebelum kita bacakan 33:54 pertanyaan, 33:56 ee Ustaz, ada yang ingin kami tanyakan 33:58 tentang dari 34:01 surah Al-Hujurat ayat 12, Ustaz. 34:03 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 34:05 Ayuhibu ahadukum ya lahmahi maitanum. 34:09 Yang tadi Ustaz sampaikan ada di hadis 34:12 yang ke-16 ya, Ustaz. 34:13 Naam. Naam. Dan tadi ada beberapa hadis, 34:16 dua hadis, hadis ke-16 maupun hadis 34:19 sebelumnya. 34:20 Iya. 34:20 Yang yang sebelumnya tentang 34:23 ee kuku kuku tembaga, Ustaz. 34:26 Ah, iya. Nah, berkuku tembaga dada. H 34:29 gambar kuku tembaga. Kemudian yang hadis 34:32 ke-16 tentang ee memakan daging manusia. 34:37 Nah, 34:38 gambaran seperti itu itu apakah 34:41 ee benar atau itu adalah majas? 34:45 Iya. Baik. Menarik sekali. Jadi teks 34:49 Quran maupun teks hadis ya. Sekali lagi 34:52 ee kalau teks Quran itu pasti ya, tetapi 34:56 maknanya itu menarik. 34:58 Masyaallah. 34:59 Ada bisa bermakna hakiki. 35:02 Ada makna hakiki tapi ada juga makna 35:06 mazaji 35:08 gitu ya. Ada hakiki, ada majazi. 35:12 Tadi digambarkan oleh hadis bahwa Nabi 35:17 pernah diperlihatkan satu kaum yang 35:20 kukunya dari tembaga. 35:23 Iya. 35:24 Yang mencakar-cakar dadanya. 35:27 Sesungguhnya pernyataan itu bisa jadi 35:30 benar apa itu apa hakiki begitu. 35:35 Tapi bagaimana kukunya dari dari tembaga 35:38 gitu loh. 35:39 Oh ya bisa jadi kukunya dari tembaga 35:41 gitu loh. 35:42 Tetapi kemudian ada pengertian yang di 35:45 balik itu. Itu maksudnya 35:48 mengilustrasikan 35:50 betapa menderitanya orang yang suka 35:53 gibah 35:54 sehingga diilustrasikan seperti punya 35:57 kuku dari tembaga dan mencakar-cakar 36:00 dadanya. Tapi bisa jadi hakikatnya nanti 36:04 lebih bahaya, lebih menderita dari 36:06 sekedar itu. 36:08 Karena kan siksa neraka atau kenikmatan 36:12 surga itu kan enggak bisa dibayangkan. 36:14 Gaib, Ustaz. 36:15 Nah, gaib ya. Tidak pernah dibayangkan, 36:18 tidak pernah terlintas dalam pikiran, 36:20 tidak pernah didengar. Tapi kenapa 36:23 kemudian diilustrasikan oleh hadis? 36:25 diusikat itu adalah sesuatu yang bisa 36:27 ditangkap oleh akal untuk bisa dipahami. 36:32 Tapi hakikatnya wallahu aam bisawab gitu 36:38 loh. Misalnya nanti bidadarinya itu apa? 36:42 bahwa nanti kita kalau di surga itu 36:44 punya pasangan atau bidadari-bidadari 36:47 ya ee azwaj yang mutaharah, 36:52 istri-istri yang disucikan 36:54 bahkan diilustrasikan 36:57 apa namanya betisnya itu bagian dalam 37:01 betisnya itu bisa kelihatan dari luar 37:03 gitu loh ya. itu wallahuam. Bisa jadi 37:06 lebih tidak terbayang nanti tidak 37:10 terbayang hakikatnya seperti apa. Oh, 37:12 mengalir di bawahnya sungai-sungai ya. 37:15 Kita paling tinggi melihat keindahan 37:19 sungai yang mengalir di bawah 37:21 gunung-gunung. 37:23 Selebihnya kita tidak bisa menjangkau. 37:26 Indahnya seperti apa, tidak tahu gitu. 37:29 Nah, sekarang dengan kemajuan teknologi 37:34 apalagi tambah AI gitu lah, maka ada 37:37 pemandangan indah sekali. Itu baru bisa 37:41 dibayangkan oleh pemikiran manusia. 37:45 Adapun hakikatnya nanti bisa jadi lebih 37:47 indah dari itu semua gitu loh ya. 37:50 [tertawa] 37:50 Jadi, maka oleh sebab itu kan 37:52 gambarannya misalnya, oh kalau kita 37:55 pengin makan ya terbayang apa terbesit 37:58 dalam hati ada tiba-tiba. Kalau sekarang 38:02 ilustrasinya kalau kita mau makan 38:04 nelepon angka sekian sekian sekian 38:06 datang kan begitu. Nah, lebih dari itu 38:09 kita tidak tahu persis hakikatnya 38:11 seperti apa. Bisa lebih cepat, bisa 38:14 lebih indah, bisa ah masyaallah. Tetapi 38:16 sekali lagi akal menerima itu, akal 38:21 memahaminya seperti itu. Karena memang 38:23 kemampuan manusia, kemampuan akal 38:25 manusia hanya baru sampai di situ. Tapi 38:29 hakikatnya wallahuam 38:32 bisawab. Nah, maka oleh sebab itu 38:36 seringki e tafsir 38:39 beranka ragam 38:41 karena memang dari sananya begitu. Ada 38:44 bahasa maknawi, ada bahasa hakiki. 38:48 Ada ulama tafsir memahami ayat ini 38:51 dengan ayat ee hakiki. Tapi ada ulama 38:55 lain memahami ayat maknawi. 38:58 Maka itu dua versi. Belum lagi nanti ee 39:01 penafsirannya bermacam-macam. Dari dua 39:04 versi itu nanti bermacam-macam juga. 39:06 Nah, maka wajar ya sekali lagi 39:10 kalamullah yang tidak bertepi, 39:13 tidak bertepi itu saking luasnya, 39:16 tidak berdasar, tidak berdasar itu 39:19 saking dalamnya. He, 39:21 gitu ya. Maka wajar para ahli tafsir 39:24 menghasilkan tafsir-tafsir yang variasi. 39:30 Maka 39:31 variasi tafsir itu anugerah. bukan 39:35 malapetaka gitu loh. Nah, maka oleh 39:39 sebab itu yang bisa diterima itu, yang 39:41 bisa sama itu adalah akidah. 39:47 Akidah itu 39:49 dalilnya monotafsir, 39:52 tidak multitafsir. Itu akidah. Kalau ada 39:56 diyakini akidah tapi masih multitafsir, 40:00 bisa jadi itu bukan akidah. Tuh, gitu 40:03 ya. Itu satu. Yang kedua, 40:07 yang bisa berubah selain akidah itu bisa 40:10 berubah, maka hukum juga bisa berubah. 40:13 Hukum di zaman Nabi belum tentu sama 40:16 dengan hukum di zaman sahabat. 40:19 Di zaman sahabat belum tentu sama dengan 40:22 zaman tabiin. Tuh. Loh, kok bisa begitu? 40:25 tadi kaidah menunjukkan bahwa e la 40:29 yunkiruiril ahkam bitiril azman 40:34 bisa jadi di zaman sahabat itu haram 40:37 hukumnya di zaman sesudahnya bisa jadi 40:40 makruh 40:44 gitu loh di zaman nabi tadi satu 40:46 contohnya huk dihukumi satu talak 40:49 iya 40:50 di zaman sahabat sudah berubah jadi tiga 40:52 talak jadi sangat tergantung ee kondisi 40:56 dan situasi 40:58 ya. Maka kemudian hukum hukum mencium 41:01 istri kan jadi dua macam. Ada yang 41:04 boleh, ada yang dilarang gitulah. Nah, 41:06 begitu juga ada pemahaman tekstual, ada 41:09 pemahaman kontekstual. Maka wajar 41:11 kemudian pemahaman itu menjadi variasi. 41:15 Nah, maka oleh sebab itu harus ada 41:17 kesepakatan, 41:19 harus ada rujukan yang disepakati. 41:23 Tapi yang jelas sudah sepakat kalau 41:25 urusan akidah sama. 41:28 Kalau urusan akidah itu sama. Allah qul 41:31 huallahu ahad. Allahus somad lam yalid 41:34 walam yulad walam yakun lahu kufuwan 41:36 ahad. Itu sama semua tafsirannya enggak 41:38 ada bedanya. 41:40 Nah, tapi kalau sudah syariat, sekali 41:43 lagi sudah syariat maka tadi kalau sudah 41:46 syariat 41:48 misalnya ayat maupun hadis 41:52 mengilustrasikan hukumnya A. 41:56 Tapi kalau tidak bisa dilaksanakan A 41:58 tidak harus diwujudkan 42:00 karena belum mampu melaksanakannya. Tapi 42:03 hukumnya tetap A. 42:06 Tapi kalau kemudian yang kedua hukumnya 42:08 A, maka di pelaksanaannya adalah A. Tapi 42:12 kalau kemudian ada ilat yang ditemukan 42:17 atau ada ee sir asrar, ada sir yang 42:21 ditemukan baru, maka hukum bisa berubah. 42:26 Gitu. Misalnya begini, 42:28 bisa jadi di zaman sahabat jenggot itu 42:33 dengan e dengan apa? Celana cingkrang 42:36 itu seakan-akan kokeh, 42:40 harus punya jenggot dan harus 42:42 cingkrang. 42:43 Heeh. Cingkrang 42:45 tuh. Kenapa? Karena pada zaman itu untuk 42:48 membedakan dengan Yahudi, untuk 42:50 membedakan dengan musyrikin muslim 42:53 muslim. 42:54 Maka menjadi wajib. Karena menjadi 42:57 seragam dulu pakaian militernya 43:01 bukan dengan seragam pakaian warnanya 43:03 warna ini. Enggak. 43:07 Karena orang musyrik dengan orang Islam 43:09 pakaiannya sama. 43:12 Iya. 43:13 Untuk membedakannya, oh mana yang 43:14 jegotnya panjang gitu ya, mana yang ee 43:19 celananya ngatung. Nah, itu cirinya. 43:23 Nah, sekarang aktivis-aktivis selain 43:26 Islam ya, aktivis-aktivis 43:30 agama mereka melihara jenggot 43:34 tu gitu ya. Kemudian mereka pun 43:37 celananya 43:39 di atas mata kaki. 43:40 Ngatung, 43:41 mohon maaf ya, saya seringki melihat ee 43:45 drakor, 43:46 drama Korea. 43:47 Drama Korea itu para aktornya celananya 43:51 di atas mana kaki? 43:53 [tertawa] 43:54 Nah, makanya saya melihat saya kebeli 43:56 saya menyimpulkan apa aktor-aktornya ini 43:59 umat Islam 44:00 atau itu m ciri mereka aktor-aktor apa 44:06 drama Korea itu gitu loh. Nah, kalau 44:09 kemudian kita tetap mempertahankan itu 44:11 berarti enggak ada bedanya dengan aktor 44:13 Korea kan gitu. Nah, maka sekali lagi 44:16 itu menjadi pertimbangan. Jadi bahkan 44:19 syariat itu 44:22 lentur sifatnya, tidak 44:26 kaku tapi elastis. Ee ya plastis gitu 44:30 loh bisa. Heeh. Gitu kan syariat. 44:34 Jadi syariat itu dulu kan di kita juga 44:37 mengalami dulu pakai dasi kupu-kupu itu 44:40 haram. 44:41 H 44:42 haram itu di zaman para tahun 60-an, 44:45 70-an itu seingat saya haram. 44:47 Iya. 44:48 Heeh. Umat Islam pakai dasi kupu-kupu 44:51 haram tuh. Nah, maka tapi kemudian 44:55 banyak ulama yang apa yang kuliahnya 44:58 yang studinya di Eropa jangankan yang 45:01 kupu-kupu dingambai aja boleh gitu loh. 45:05 Nah, bahkan sekarang orang Eropa juga 45:10 sudah mau sudah menggunakan pakaian 45:13 pakaian muslim. Kalau menyebut pakaian 45:15 Arab itu pakaian muslim. 45:17 Iya. Sekarang tuh banyak orang-orang 45:19 menggunakan Cina. Cina itu banyak yang 45:22 pakai gamis. Maka dalam film-film kungfu 45:27 itu pakaiannya pakaian apa? Mesti ada 45:29 hubungan itu 45:31 antara Cina dengan 45:32 dengan Saudi paling tidak dengan Arab. 45:35 bahwa kemudian nanti oh itu akibat 45:37 dakwah umat Islam sehingga pakaian bisa 45:40 jadi. Tapi sekali lagi bahwa pakaian itu 45:45 ee bisa menjadi ciri tapi juga bisa 45:49 menjadi bukan ciri gitu ya. Fisik itu 45:55 bisa menjadi ciri atau tidak menjadi 45:57 ciri. Tadi jenggot begitu juga celana 46:00 cingkrang asalnya ciri. Tapi kemudian 46:04 sekarang bukan menjadi cilik lagi, 46:07 terutama di Indonesia kan. Mohon maaf 46:10 dulu kita melihat orang muslim itu pakai 46:13 sarung, pakai peci. Oh, dia muslim, dia 46:17 kiai, dia ustaz. 46:20 Sekarang sudah mulai juga banyak orang 46:22 luar. Maksud orang luar itu selain Islam 46:25 pakai sarung, apalagi sarung itu kalau 46:28 enggak salah tidak bisa dipisahkan 46:30 dengan Hindu. Hm. Nah, orang hidup pakai 46:33 sarung gitu. Nah, maka sekali lagi ee 46:39 sekali lagi kalau bukan syari bukan 46:41 akidah maka itu bisa elasih, bisa 46:44 plastis ya, bisa lentur gitu loh ya. 46:48 Bisa lentur. Nah, maka oleh sebab itu 46:52 makanya jangan terlalu apa namanya? 46:55 jangan terlalu 46:57 ee fanatik 47:00 kepada selain non akidah. Tapi kalau 47:03 urusannya akidah ah itu apa namanya? 47:07 Tidak ada pilihan lain ya. Kalau akidah. 47:09 Jadi akidah itu memang makanya kita 47:12 selalu apa namanya? Selalu mempersalah 47:16 mempersoalkan hal-hal yang bersifat 47:19 aqaid. Kalau sifat-sifat muamalah mah 47:22 kan begini, di Indonesia 47:25 bank konvensional dinyatakan haram 47:30 di Indonesia tuh. 47:32 Indonesia 47:32 ya salah satu. Tapi ada juga yang 47:35 menyatakan itu bank konvensional asal 47:38 itu plat merah itu tidak haram. 47:43 Itu salah satunya Pak Koresiab yang 47:45 berpendapat begitu ya. Jadi bank apa 47:48 bank pemerintah itu tidak haram. Kenapa? 47:51 Karena bunganya dipakai juga untuk 47:54 pembangunan nasional. Kalau bank swasta 47:58 ah beda tuh. Kalau bank swasta berarti 48:00 dinikmati oleh sebagian. Nah, tetapi 48:04 sekali bank konvensional yang saya tahu 48:06 sekali lagi yang saya tahu di Mesir itu 48:09 bukan bukan yang diharamkan. 48:13 Bank konvensional. 48:13 Bank konvensional itu makanya Oh. Oh 48:16 iya. Maka saya kira ee apa namanya ee 48:22 perkembangan ee pemikiran fikih itu 48:26 selalu berkembang ya. Selalu berkembang. 48:29 Maka oleh sebab itu sekali lagi zakat 48:32 fitrah. Nah sekali lagi zakat fitrah itu 48:35 ee asalnya itu dengan ee apa? Gandum 48:40 dan lainnya. Tapi di Indonesia dengan 48:43 beras. 48:44 Iya. Nah, maka pernah terjadi di zaman 48:46 ulama salaf ada zakat fitrahnya pakai 48:49 baju. 48:51 Nah, gitu loh. Loh, kok kenapa jadi 48:55 pakai bayu? Kan zakat fitrah. Nah, 48:58 sangat tergantung kondisinya. 49:00 Kalau orang e orang yang susahnya perlu 49:03 makanan berarti makanan. 49:07 Kalau orang susahnya perlu pakaian ya 49:09 berarti pakaian. Karena syariat Islam 49:13 itu soluter of problem, 49:17 solusi bagi berbagai masalah gitu loh. 49:21 Jadi kalau [tertawa] kalau masalahnya 49:23 kan enggak masuk akal. Orang perlu A 49:26 disediakannya C. 49:29 Nah, ini sekali lagi mohon maaf ya 49:31 karena mungkin ee jarang sekali yang 49:34 mengungkap tapi e analisa tentang ini 49:37 maka maqasid syariah dengan maqasid 49:39 Al-Qur'an perlu digalakkan agar ee 49:43 menjadi menarik. bukan menjadi bukan 49:45 menjadi menarik menjadi solusi. Jadi 49:48 Islam itu betul-betul solusi dalam 49:50 setiap keadaan, dalam setiap apapun 49:54 Islam tetap menjadi solusi gitu loh ya. 49:58 Nah, maka oleh sebab itu saya kira 50:01 kembali kepada persoalan tadi. Jadi, ada 50:04 teks yang bisa dimaknai maknawi, 50:08 ada teks yang bisa dimaknai ee hakiki 50:13 gitu loh. Belum nanti e jadi dalam 50:15 pengertian para sahabat itu ada 50:18 pandangan-pandangan ee tekstual, ada 50:22 pandangan-pandangan kontekstual. 50:25 Nah, itu saya kira ee apa sebagai 50:27 jawaban yang dapat dikemukakan. 50:29 Wallahuam bisawab. 50:32 Wallahuam bawab. Baik, ikhwan akhwat. Ee 50:36 kemudian kita akan bacakan atensi-atensi 50:41 dulu, Ustaz. 50:41 Iya. Siap. 50:42 Dari Ibu Anihani Hufaidah. Ustaz, 50:45 alhamdulillah, Ustaz, pendengar Setia 50:47 Rasil hadir menyimak di tausiah. Ustaz, 50:49 Alhamdulillah. Barakallahu fikum. 50:52 Semoga Ustaz selalu sehat. Amin. Allahum 50:54 amin. 50:55 Kemudian Pak Arwin di Lenteng Agung. 50:58 Alhamdulillahiabbil alamin, Ustaz sudah 51:00 sembuh dari penyakitnya. 51:01 Alhamdulillah. Bertas doa dari semua dan 51:04 dukungannya. 51:06 Terima kasih atas tausiah, nasihat, dan 51:07 pencerahannya, Ustaz. 51:09 Amin. 51:10 E kemudian 51:12 dari Ibu Sri juga hadir menyimak. Dari 51:16 Bapak Rohili di Pulau Gebang. 51:19 Alhamdulillah hadir menyimak. 51:20 Alhamdulillah. 51:21 Semoga Ustaz selalu sehat. Amin. Allahum 51:23 amin. 51:24 Kemudian pertanyaan dari 51:28 dari hamba Allah tidak disebutkan 51:30 namanya. 51:31 Iya. 51:32 Oh dari Bapak Toha di Tegal. Ustaz H. 51:34 Asalamualaikum warahmatullahi 51:35 wabarakatuh Ustaz. 51:36 Waalaikumsalam warahmatullahi 51:37 wabarakatuh. 51:39 Ustaz saya menceritakan tentang sikap 51:42 istri yang tidak patuh pada suami. Ini 51:46 harus diceritakan atau tidak? [tertawa] 51:48 Iya. 51:48 Kita termasuk gibah atau tidak? 51:52 Jadi tentang sikap istri yang tidak 51:55 patuh pada suami dan selalu merendahkan 51:58 yaitu tidak bersyukur atas pemberian 52:00 suami kepada bibinya. 52:03 He. 52:03 Dengan tujuan supaya ee menasehatinya. 52:06 Saya selalu menasehatinya tapi tidak 52:08 mempan, Ustaz. 52:09 He. 52:10 Bagaimana solusinya, Ustaz? Terima kasih 52:12 atas nasihatnya. Jazakumullah khair kir. 52:14 Baik. Baik. Baik. Jadi pertanyaannya ada 52:17 seorang istri gitu ya yang kurang 52:21 bersyukur atas pemberian suaminya. 52:25 Bagaimana cara menyikapinya gitu ya. 52:27 Jadi sekali lagi tuh ada seorang istri 52:31 [tertawa] 52:32 gitu ya. Baik. Pertama, 52:35 dengan sabar kita memberi contoh. 52:39 Yang kedua, dengan sabar pula kita 52:42 senantiasa menasehati. 52:45 Nah, nanti kalau kemudian kita sudah 52:48 memberi contoh dan menasehati, 52:50 kembalikan kepada Allah. 52:54 Jadi, menasehati juga tidak harus 52:56 berhasil. 52:58 Memberi contoh tidak harus berpengaruh. 53:02 Karena memberi contoh itu niatnya ibadah 53:04 kepada Allah. Menasihati juga niatnya 53:08 ibadah kepada Allah. Gitu loh. Jadi yang 53:12 diharapkan pahala dari Allah. 53:16 Kalau kemudian istri istri seseorang itu 53:20 tidak juga berubah, serahkan kepada 53:22 Allah. Yang membolak-balikkan hati dia 53:25 kan Allah. 53:25 Allah. Kalau yang mewolak-walikkan hati 53:28 dia, mau kita nasihati, mau kita kasih 53:31 contoh, enggak pengaruh. 53:33 He. 53:34 Karena yang membolak-balikkan hati kita 53:36 adalah 53:37 Allah, kan gitu. Ya Allah, saya sudah 53:41 memberi contoh, saya sudah menasehati, 53:45 tapi engkau yang membolak-balikkan 53:47 hatinya. Dia bisa bersyukur kepada 53:50 engkau, ya. Engkau yang menjadikan dia 53:52 bersyukur. Adapun saya hanya 53:54 melaksanakan perintah Engkau, yaitu 53:57 ngasih contoh dan menasehati, gitu. Nah, 54:01 seringki kita ini harus selalu berhasil. 54:05 Mendidik anak harus berhasil. Iya, 54:07 bagus. Kalau berhasil 54:10 mendidik istri harus berhasil, harus 54:12 salihah. Bagus kalau jadi salihah. Tapi 54:16 sekali lagi kita harus menyadari bahwa 54:19 yang membolak-balikkan hati istri kita, 54:21 yang membolak-balikkan suami kita, yang 54:24 membolak-balikkan hati anak-anak kita 54:26 adalah Allah Subhanahu wa taala. Maka 54:29 oleh sebab itu serahkanlah setelah 54:32 usaha-usaha itu kepada Allah Subhanahu 54:35 wa taala yang disebut dengan tawakal. 54:38 Jadi pertama ee memberi contoh, kedua 54:43 menasehati, ketiga tawakal kepada Allah 54:46 subhanahu wa taala. Ya. Dan ada tambahan 54:50 keempat tawakal itu mendoakannya. 54:53 Mendoakan 54:54 ya setelah salat doakan. Ya Allah, saya 54:57 tidak bisa merubah sikap istri saya 55:01 karena yang membolak-balikkan hati 55:03 adalah Engkau. Saya ingin sekali punya 55:06 istri-istri yang salihah. 55:08 Amin. 55:09 Tapi saya sekali lagi tidak bisa 55:11 menjadikan istri saya salihah. Maka saya 55:14 mohon kepada Engkau, jadikanlah istri 55:16 saya istri yang salihah. Sebagaimana 55:19 Engkau juga jadikan aku suami yang 55:22 saleh. Jadi jangan nuntut istrinya aja 55:25 salihah ee dirinya tidak saleh gitu loh. 55:28 Maka oleh sebab itu tadi kasih contoh 55:31 menjadi saleh. Maka oleh sebab itu 55:34 kemudian kita berharap istri kita 55:36 menjadi shih 55:38 gitu ya. Demikian saya kira yang dapat 55:40 saya jelaskan. Wallahu aam bisawab. 55:46 Wallahuam bisab. Demikian semoga dapat 55:48 menjawab. Berarti ini untuk istri ya? 55:51 Seorang istri ya Ustaz ya? 55:52 Iya seorang istri. Betul. 55:54 Baik. Ee alhamdulillah kita sudah di 55:58 akhir acara bersama Ustaz Ahmad Saleh. 56:00 Baik, Ustaz. Sebagai penutup untuk 56:02 nasihat dan agar kita terhindar dari 56:06 menggibah Ustaz. Tafadul Ustaz. 56:07 Iya. Pertama 56:10 bahwa kita 56:12 menggibah itu 56:15 bisa jadi kita lebih buruk di hadapan 56:17 Allah. 56:20 Maka oleh sebab itu kita hendaknya 56:23 mencari jalan-jalan kesempurnaan. 56:27 Ketika kita kita mau ngomongin orang, 56:29 "Eh, jangan-jangan saya lebih buruk 56:33 daripada dia." 56:36 Yang kedua, 56:38 ketika kita mau menggibah, ingat tadi, 56:41 aduh saya nanti akan menderita di 56:44 kehidupan berikutnya. 56:46 saya akan seperti orang yang 56:49 mencakar-cakar dada 56:52 investasinya kan begitu. 56:53 Iya. 56:54 Artinya sangat menderita gitu loh, 56:56 sangat tersiksa. 56:59 Maka ketika kita ee apa namanya? Ketika 57:03 kita mau menggibah, ingat lagi ee apa 57:06 akibat yang akan didapatkan. Maka oleh 57:08 sebab itu perbaikilah. Ketika mau 57:11 bergegibah ganti dengan cari 57:14 kebaikan-kebaikannya. 57:16 Kalau tidak bisa mencari 57:17 kebaikan-kebaikannya, 57:19 doakan. 57:21 Oh, ya Allah, saya punya tetangga. Beri 57:24 dia hidayah, bimbing dia di jalan di 57:27 jalan yang baik. Karena di di enggak 57:30 enggak juga dia umat Nabi Muhammad, ya 57:32 Allah. Begitu ya. Jadi ketika dia mau 57:36 ketika kita terpikir keburukannya, 57:39 buru-buru cari kebaikannya. Kalau susah 57:42 mencari kebaikannya, doakan. Kan untuk 57:45 apa kita berdoa? Allahumfirli wali walil 57:49 muslimin wal muslimati wal mukminin wal 57:51 mukminat. Untuk apa kita doa begitu 57:54 kalau ternyata kita masih menyakitinya? 57:57 Berarti kan percuma doang kita [tertawa] 57:59 bohongan gitu loh. Nah, maka oleh sebab 58:02 itu doakan ya, ya Allah ampuni hamba, 58:07 ampuni dia, angkatlah hamba, angkatlah 58:10 dia gitu loh. Sayangi saya, sayangi juga 58:14 dia gitu ya. Karena ketika kita 58:17 mendoakan orang lain sama dengan 58:19 mendoakan diri sendiri. Demikian saya 58:23 kira yang dapat saya garis bawahi dari 58:26 apa yang telah kita sampaikan. 58:28 Wasallallahu ala nabiina Muhammadin 58:31 walhamdulillahi rabbil alamin. 58:33 Wasalamualaikum warahmatullahi 58:36 wabarakatuh. 58:38 Waalaikumsalam warahmatullahi 58:39 wabarakatuh. Jazakumullah khair kiran 58:41 Ustaz atas kehadiran dan ilmunya. 58:43 Baik ikhwan awat. Demikian yang sudah 58:45 disampaikan Ustaz Ahmad Shih tentang 58:48 larangan menggunjing dan perintah untuk 58:50 menjaga lidah, tentang gibah. Semoga 58:53 kita dapat terhindar dari perbuatan 58:55 gibah dan berpikir semua. Kita harus 58:59 merasa lebih rendah daripada orang yang 59:01 kita gibahi. Seperti itu atau tidak 59:04 bergibah sama sekali. 59:05 Ee insyaallah kita bertemu lagi di pekan 59:08 depan, Ustaz, atas izin Allah Subhanahu 59:10 wa taala. Demikian ikhwan awat saya 59:12 Fauzi Riadunul Haq mohon undur diri 59:14 mohon maaf atas segala khilaf 59:16 subhanakallahumma wabihamdika ashadu 59:18 alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu 59:20 ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi 59:23 wabarakatuh. 59:24 Waalaikumsalam warahmatullah.