Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:02 Brazil TV 0:11 [Musik] 0:18 berasil 0:27 [Musik] 0:38 [Musik] 0:51 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:52 warahmatullahi wabarakatuh. 0:54 Alhamdulillahiabbil alamin. Wasalatu 0:56 wasalamu ala sayyidina Muhammad waa 0:59 alihi wasbihi ajmain. Rbi zidni ilma 1:02 Allahum bimaamtaniimni 1:05 mafuni warzuqni ilman yangi. Dipancarkan 1:08 dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36 1:12 Kalimanggis Cibubur Bekasi, Radio 1:14 Silaturahim dan Rasil TV untuk Islam 1:17 yang satu. Ikhwan akhwat yang dirahmati 1:20 Allah subhanahu wa taala. Pendengar 1:21 setia Radio Silaturahim di mana pun saja 1:24 Anda berada. Apa kabar Anda di pagi 1:28 menuju siang hari ini? Semoga selalu 1:31 dalam keadaan sehat walafiat di mana pun 1:33 saja Anda berada yang dapat menyimak 1:36 siaran kami. Senang sekali di kesempatan 1:38 kali ini saya Angga Aminudin ditemani 1:40 oleh Ondi di kameramen. Ada juga Algi di 1:43 meja operator. Ihhan Ahot. Kami hadir 1:46 dalam edisi siaran langsung kajian 1:50 ekonomi Islam hari Selasa, 7 Oktober 1:55 2025. Dan alhamdulillah Iwan Ahot 1:58 narasumber kita di acara kajian ekonomi 2:01 Islam ini telah hadir di studio Ustaz 2:06 Ihwan Basri. Asalamualaikum 2:07 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 2:08 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:10 wabarakatuh. 2:12 Apa kabarnya hari ini, Pak Ustaz? 2:13 Alhamdulillah sehat walafiat. Sudah 2:16 berapa hari ini belum turun hujan. 2:18 Oh, gitu ya. Ciling sih panas berarti 2:20 ya. 2:20 Panas. Panas benar. 2:22 Panas benar. 2:23 Alhamdulillah. 2:24 Itu setelah beberapa hari yang lalu 2:25 sebenarnya hujan cukup besar Ustaz ya. 2:27 Iya. Pas itu setelah itu sampai 2:29 sekarang. 2:29 Setelah itu sampai sekarang nih sudah 2:30 berhari-hari. 2:31 Iya. 2:32 Iya. Terakhir hujan gedenya pas kita 2:34 touring kan dia 2:36 on sampai kebanjiran itu di jalan, 2:38 Ustaz. 2:39 Ting apa touring ya? 2:41 Oting ustaz. Tapi sambil touring. 2:43 Iya. 2:44 Masyaallah. 2:45 Akhirnya jadwal siaran pekan lalu kita 2:48 siul ya. Aduh. Karena ini kru rasilnya 2:52 jalan-jalan dulu katanya. Refreshing. 2:54 Baik ikhwan akhwat. Untuk edisi kajian 2:57 ekonomi Islam edisi hari ini kita akan 2:59 mengangkat topik 3:01 yaitu mengenai infak dan belanja. 3:04 Sebenarnya bagaimana kita membahas gitu 3:08 ya, infak dikaitkan dengan belanja dalam 3:11 pandangan ekonomi Islam. Tentu saja ee 3:14 ikhwan dan akhwat juga sering menyimak 3:17 bagaimana kajian-kajian tentang infak 3:20 yang bersumber dalam ee Al-Qur'an gitu 3:24 ya, maknanya seperti apa. Lalu kalau 3:27 dalam ilmu ekonomi itu ada istilah 3:29 belanja gitu, pengeluaran dan lain-lain 3:32 gitu ya. Nah, bagaimana istilah lain 3:35 seperti sedekah dan zakat juga gitu? Itu 3:38 dikatakannya masih dalam istilah ekonomi 3:41 itu seperti apa? Ada infak, ada sedekah, 3:44 ada zakat. Nah, apakah istilah-istilah 3:47 ini mengacu pada ee hal-hal yang ee 3:52 berkaitan dengan belanja dalam ee 3:54 pandangan ekonomi? Dan kita juga akan 3:56 melihat bagaimana sebenarnya kajian 3:58 Al-Qur'an melihat mengenai ee belanja, 4:01 konsumsi, infak, sedekah begitu Pak 4:03 Ustaz ya. Dan ya nanti bisa bergabung 4:06 bersama kami. Silakan sampaikan 4:08 pertanyaan ataupun komentarnya ke nomor 4:10 WhatsApp Rasil di 0811999720. 4:17 Baik, untuk memulai ini kita akan 4:20 melihat bagaimana sebenarnya ee konsumsi 4:22 gitu ya dalam makroekonomi, dalam mikro 4:25 mikroonomi belanja apakah sama dengan 4:27 infak. Nah, ini menjadi ee sorotan kita 4:31 dan Pak Ustaz untuk mengawali kajian 4:34 kita kami persilakan. 4:35 Iya, 4:37 terima kasih Mas Angga. 4:39 Asalamualaikum warahmatullahi 4:41 wabarakatuh. 4:43 Alhamdulillahiabbil alamin wa usolli wa 4:46 usallim shatan wa tasliman 4:49 yaliqoni bimaqomi bimaqomi amiril ambiya 4:53 wal mursalin nabiina Muhammadin wa ala 4:56 alihi washabihi ajmain. Amma ba'du. Para 4:59 pemirsa Rasil TV dan para pendengar 5:02 radio silaturahim yang dirahmati Allah 5:04 subhanahu wa taala. Alhamdulillah kita 5:08 ucapkan puji dan syukur kita ke hadirat 5:10 Allah Subhanahu wa taala. 5:12 atas segala curahan rahmatnya kepada 5:15 kita sekalian 5:17 sehingga 5:18 pada hari ini kita bisa melaksanakan 5:21 siaran live 5:24 setelah minggu lalu ya teman-teman kita 5:27 keluarga besar dari Rasil melakukan 5:31 outing pada hari Selasa jadi kita 5:34 lakukan siaran ulang pada waktu itu. 5:37 Rupanya perlu juga kita ini refreshing 5:40 ya. 5:41 Iya, 5:43 perlu jalan-jalan, perlu touring ya. Ee 5:46 dan semuanya ini anak-anak muda semua 5:50 rasanya belum ada yang 40 tahun ini. 5:53 Jadi kelihatannya menikmati sekali 5:55 teoringnya ini. Alhamdulillah walaupun 5:58 ee bahasa kuyub kena hujan, tapi rasanya 6:01 nikmat sekali kelihatannya. 6:04 Alhamdulillah 6:06 sampai kita harus meng melakukan siaran 6:10 ee apa ituan tunda ya. Tapi enggak ada 6:13 masalah ya. Kita memang butuh 6:16 kadang-kadang untuk refreshing untuk 6:18 meningkatkan spirit kita dalam bekerja 6:21 terutama dalam hal untuk menservis atau 6:24 melayani umat dalam bidang dakwah di 6:27 radio dan TV. Ya, mudah-mudahan tahun 6:30 yang kemarin itu memberikan dorongan 6:34 lagi ya, semangat kembali kita untuk 6:36 memberikan pelayanan kepada masyarakat. 6:39 Para pemirsa Rasil TV dan para pendengar 6:41 laju silaturahim yang dirahmati Allah 6:43 subhanahu wa taala. Nah, topik yang di 6:46 apa namanya? Diangkat pada siaran kali 6:49 ini adalah tentang ee infak dan belanja 6:54 ya. 6:56 Infak dan belanja. Jadi 6:58 ada peristiwa yang ee baru kita 7:03 lihat ya beberapa minggu yang lalu kalau 7:05 enggak salah. ada kebijakan pemerintah 7:08 terutama Menteri Keuangan ya 7:10 menggelontorkan dana R triliun dan juga 7:15 mengurangi ee apa itu namanya ee bunga 7:19 ya 7:21 mengurangi menurunkan 7:23 interest rate sehingga bagi mereka yang 7:26 punya deposito 7:29 di lembaga keuangan ya merasa ini apa 7:33 namanya merasa rasa zilnya itu hasilnya 7:37 itu berkurang karena bunganya turun ya. 7:40 Nah, tujuannya itu adalah untuk apa 7:44 namanya me apa ya menyemarakkan agar 7:49 supaya sektor ril di dalam ekonomi itu 7:53 bergerak. Sebab semakin tinggi bunga ya 7:56 ini dalam pandangan ekonomi konvensional 7:59 ya, semakin tinggi bunga itu semakin 8:03 uang itu akan semakin ee nganggur hanya 8:07 disimpan di lembaga keuangan. Apakah itu 8:10 di perbankan, 8:12 apakah itu di lembaga-lembaga keuangan 8:15 yang lain ya. Ya. Jadi dengan duduk 8:18 manis saja nanti uangnya akan beranak 8:20 ya. sehingga kalau ini dibiarkan akan 8:23 membuat sektor ril itu macet ya. Nah, 8:27 karena itu di banyak negara pada umumnya 8:30 begitu. Semakin rendah suku bunga 8:33 semakin baik bagi sektor ril. Ya, 8:36 begitulah ya. Meskipun nanti ada 8:38 batasnya secara secara historis ya. Ada 8:43 suatu 8:44 ada suatu kedudukan posisi di mana bunga 8:47 sudah sangat rendah tapi sektoral enggak 8:50 jalan-jalan. He. 8:52 Di situ pernah terjadi ya. Jadi namanya 8:56 liquidity trap atau jebakan liquiditas 8:59 yang terjadi pada tahun 20-an 30-an ya 9:03 1920-an 1930-an 9:07 ya di seluruh dunia. Nah, jadi umumnya 9:11 adalah begitu. Semakin rendah bunga 9:13 semakin baik bagi ekonomi dan semakin 9:15 baik bagi ee sektor real. Eah, terutama 9:19 sekali adalah UMKM. Kenapa demikian? 9:23 Karena kalau bunga itu rendah, maka 9:28 tabungan dengan bunga itu atau debus 9:31 ituu dengan bang itu enggak menjanjikan. 9:32 Karena apa namanya? Penghasilan dari 9:36 bunga itu akan dimakan oleh inflasi. 9:38 Jadi misalkan kalau inflasi 2% per 9:41 tahun, suku bunga 2% maka itu net 9:45 interestnya itu jadi nol. Jadi enggak 9:47 ada di negara-negara yang seperti itu, 9:51 termasuk di kita juga karena kita 9:52 menggunakan dual banking system dan 9:55 mayoritasnya masih konvensional, maka 9:58 hal itu dipercaya akan memberikan 10:01 stimulan kepada sektoril. Ya, karena itu 10:06 maka yang diinginkan kata kuncinya 10:10 adalah 10:12 spending, 10:14 belanja ya. Jadi misalkan ada orang yang 10:18 dapat gaji bulan Agustus kemarin ya. 10:22 Lalu kemudian dengan gaji itu dia beli 10:24 beras, dia beli lauk bauk, beli daging, 10:27 beli minyak, beli macam-macam segala 10:30 kebutuhan termasuk mencukur rambutnya 10:33 ya, terus membeli pulsa teleponnya dan 10:35 lain sebagainya. ini kalau dia lakukan 10:38 dengan belanja yang dia peroleh dari 10:40 penghasilan dia sebagai pegawai atau 10:44 karyawan maka akan menggerakkan ekonomi. 10:48 Tukang beras atau toko beras yang dia 10:50 beli maka tukang beras akan mendapatkan 10:53 uang dari orang yang beli berasnya. Lalu 10:57 kemudian orang yang beli berasnya dapat 10:59 beras. Jadi semakin ee banyak transaksi 11:04 ekonomi maka itu semakin baik bagi 11:06 ekonomi. Nah, kalau umpamanya belanja 11:09 ini sulit karena tidak ada uang, karena 11:13 suku bunga tinggi misalkan, maka di di 11:17 disinyalir atau di diasumsikan 11:21 akan seret transaksi dalam ee sektor ril 11:25 dan kalau seret maka ekonomi enggak 11:27 bergerak. Ya, itu sebabnya maka 11:30 ekonom-ekonom semua di dunia ini pada 11:33 prinsipnya percaya bahwa makin rendah 11:36 suku bunga itu adalah makin baik bagi 11:38 sektoril dan makin banyak dimungkinkan 11:41 adanya transaksi-transaksi ekonomi yang 11:44 akan menggairahkan roda-roda ekonomi dan 11:46 pada akhirnya 11:48 akan meningkatkan pendapatan keseluruhan 11:51 dan meningkatkan kemakmuran. Ya, seperti 11:53 itu ya. 11:55 Nah, kita melihat bahwa spending ya 12:00 spending mengeluarkan pengeluaran 12:02 belanja seperti itulah. Ini ada 12:05 macam-macam kategori ya. Kalau kita 12:07 lihat dalam ekonomi itu dalam 12:09 makroekonomi kalau kita belajar 12:11 makroekonomi spending di sini umumnya 12:15 adalah ee pengeluaran negara expenditure 12:20 ya. ya belanja negara APBN itu 12:22 sebetulnya semakin besar APBN dan 12:26 semakin besar digunakan untuk 12:28 proyek-proyek maka akan semakin banyak 12:31 transaksi dalam ekonomi dan akan 12:33 menggerakkan roda-roda ekonomi. Ya, 12:35 karena itu maka kalau kita lihat dari 12:37 sisi makroekonomi belanja pemerintah 12:40 dalam bentuk anggaran ini adalah bagian 12:44 mungkin belanja terbesar di dalam sektor 12:46 makroekonomi. 12:48 yang lainnya adalah belanja tapi yang 12:50 dilakukan oleh husold oleh keluarga, 12:53 sektor keluarga. Nah, keluarga ini ya 12:56 penduduk semuanya ya, penduduk semuanya 12:59 kan butuh apa namanya ee 13:03 kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi 13:04 ya. Semua kebutuhannya dipenuhi dan 13:07 belanja itu sangat penting. Maka kalau 13:10 kita lihat beberapa waktu yang lalu, 13:13 banyak negara termasuk Singapura, 13:15 Jepang, Korea Selatan itu memberikan 13:17 uang kepada penduduknya semata-mata agar 13:20 supaya penduduknya belanja. 13:22 kita ada BLT tapi itu kecil banget kan 13:24 BLT ya kan ya ada seperti itu ya itu 13:28 juga termasuk hal seperti itu ya ya jadi 13:32 ini adalah untuk merangsang ya 13:34 merangsang supaya belanja belanja dan 13:36 belanja nah ini konteksnya belanja itu 13:39 sangat penting ya di dalam ekonomi. 13:41 tanpa belanja, tanpa spending, ya 13:43 berarti ekonomi itu macet ya, berkarat, 13:46 tidak bergerak sama sekali dan pada 13:48 prinsipnya mati ekonomi itu ya stagnan 13:52 ya. Karena itu ee belanja atau spending 13:56 baik itu yang dilakukan oleh negara 13:58 dalam bentuk APBN atau hous rumah tangga 14:03 ataupun ee lembaga yang lain itu sangat 14:07 penting ee dan merupakan indikator bagus 14:11 bagi sebuah ekonomi. Nah, di sisi 14:14 mikroekonomi atau mikroekonomik ini 14:18 kalau ee infak itu kita biasa melihat 14:21 istilah konsumsi 14:23 ya, permintaan misalnya 14:26 permintaan dan penawaran ya. Nah, 14:29 permintaan ini bisa dibagi-bagi menjadi 14:32 katanya di dalamnya ada konsumsi 14:34 individu. Kalau di dalam ekonomi ini kan 14:36 kita lihat ee 14:39 konsumsi itu mikro pengertian yang 14:42 dilihat adalah ee agen ekonomi ya. Agen 14:45 ekonomi ada individu, ada keluarga, ada 14:50 pemerintah, ada perusahaan atau firma 14:52 dan lain sebagainya. Nah, ini perilaku 14:55 konsumsinya akan bisa dilihat ya 14:57 consumer consumer behavior-nya itu akan 15:01 bisa dilihat dipantau polanya bagaimana 15:04 ya. 15:06 Di makroekonomi kita mengenal istilah 15:08 MPC ya. Ini adalah pelajaran ekonomi ya 15:11 mukadimah saja dulu. MPC itu singkatan 15:15 dari marginal propensity to consume. 15:17 Kalau saya ee apa namanya eh ceritakan 15:21 atau kita pahami secara gampang 15:23 kecenderungan mengkonsumsi. 15:25 Jadi misalkan gini, kita punya ee 15:28 pendapatan 1 bulan R1 juta, netnya R1 15:32 juta sudah apa namanya bayar pajak, 15:34 bayar segala macam. yang tag homepay 15:37 kita itu yang kita dapatkan netnya itu 15:41 adalah ee apa namanya namanya adalah 15:45 pendapatan disposibel yang penggunaannya 15:48 cuma dua. Kalau gak konsumsi atau kita 15:50 saving, kita apa namanya kita tabung, 15:53 kita simpan gitu ya. Nah, andai kata 15:56 kita punya uang 1 bulan itu R1 juta lalu 16:00 kemudian di akhir bulan ini bulan apa 16:02 ini? bulan Oktober ya kita dapat bulan 16:05 Oktober tanggal 1 kita dapat gaji R1 16:07 juta umpamanya ya mudah-mudahan dapat 10 16:11 juta ya lebih baik tapi kita asumsikan 16:13 R1 juta. Nah, di akhir bulan ee Oktober 16:17 tanggal 30 Oktober itu ee tanggal 31 ya, 16:21 31 Oktober itu 16:24 nothing left, tidak ada lagi uang Rp1 16:27 pun. Ya, maknanya pendapatan kita dengan 16:31 konsumsi kita itu sama besarnya ya. Awal 16:35 bulan dapat full 100%, akhir bulan 0% 16:39 gak ada tersisa. Tinggal nunggu tanggal 16:42 1 ya. Nah, apabila 16:45 kita punya pendapatan 1 bulan R juta 16:49 lalu kemudian di tanggal akhir bulan 31 16:51 Oktober itu masih sisa Rp100.000. 16:55 Maknanya konsumsi kita, penggunaan kita 16:57 terhadap penghasilan kita itu 17:00 90%. Nah, ketika konsumsi kita 1 bulan 17:03 itu 90% rata-rata dalam setahun kita 17:06 mendapatkan gaji 12 kali dan setiap itu 17:08 kita hanya mengkonsumsi rata-rata 90% 17:12 daripada pendapatan kita. Maka MPC 17:15 marginal propensity to consume itu sama 17:17 0,9 ya. 0,9 ya. Jadi sebetulnya makin 17:23 besar MPC makin bagus ya. Kadang-kadang 17:27 kita melebihi kecenderungan konsumsi, 17:29 bagaimana orang itu bisa pendapatannya R 17:32 juta tapi konsumsinya 1,2 juta. Iya bisa 17:37 saja dengan utang 17:39 ya, dengan pinjol banyak-banyak apa 17:43 salurannya bisa pinjol, bisa pinjam dan 17:45 lain sebagainya. Jadi ee konsumsi 17:49 melebihi pendapatan ini sebetulnya 17:50 enggak bagus ya. Enggak bagus ya. Yang 17:53 bagus adalah apabila konsumsi itu 17:57 sama atau kurang lebih sedikit ya dengan 18:00 pendapatannya seperti tadi 0,9. Jadi 18:03 makin besar MPC makin bagus sebagai 18:06 ekonomi. Artinya apa? Ketika orang 18:09 menerima pendapatan gaji atau honor dan 18:12 lain sebagainya itu dibelanjakan untuk 18:15 kepentingan dia, untuk kepentingan 18:16 keluarga sehingga di awal bulannya itu 18:19 100% di akhir bulannya itu 0%. Ya, jadi 18:23 seperti itu ketika ini terjadi maka 18:26 belanja itu luar biasa kencangnya ya 18:28 transaksinya cepat ya velocity-nya 18:32 kecepatan transaksi 18:34 antar ee ununit daripada 18:36 individu-individu di dalam masyarakat 18:38 ini luar biasa sehingga makin kencanglah 18:41 transaksi itu dan akan meningkatkan apa 18:44 namanya pendapatan. Nah, nah ini sebagai 18:47 contoh bahwa betapa sentralnya kata-kata 18:51 belanja ya dalam ekonomi ya. Tanpa 18:55 belanja ekonomi mandek. Maka yang harus 18:58 dilakukan adalah bagaimana supaya orang 19:00 itu belanja ya. Berbagai cara dilakukan 19:03 ya. Dipermudah belanja ada yang belanja 19:06 di sini ada pileter gitu belanja dulu 19:09 bayar belakangan 19:10 ya. ada ditolongi pakai kartu kredit, 19:13 ada juga apa namanya pakai macam-macam 19:16 cara ya yang kita itu bisa lakukan dalam 19:19 berbelanja dan semuanya dilakukan agar 19:21 supaya unit-unit atau individu di dalam 19:24 ekonomi atau agen ekonomi ini melakukan 19:26 belanja walaupun itu levelnya adalah 19:29 individu tapi juga bisa dilakukan dalam 19:33 bentuk perusahaan ya perusahaan kecil 19:35 atau besar usaha kecil atau besar kalau 19:38 dia sering melakukan belanja beli bahan 19:40 baku ya kan bahan baku kemudian diolah 19:43 menjadi bahan jadi dijual kepada orang 19:46 ini akan memberikan ee apa namanya 19:49 transaksi yang terjadi dalam ekonomi. 19:51 Beli bahan baku laku kemudian diproses 19:54 setelah diproses dijual. Dalam proses 19:56 ini saja nanti ada banyak sekali 19:58 tangan-tangan atau mata rantai yang 20:00 terlibat dan itu setiap mata rantai yang 20:03 terlibat dalam produksi suatu barang itu 20:07 hampir disamakan dengan transaksi dalam 20:09 ekonomi. Ya misalnya beli petani beli 20:11 singkong dari ee kita beli singkong dari 20:13 petani 20:14 langsung ke sawahnya ke ke ladang ya 20:16 itu transaksi. Lalu kita angkut ke rumah 20:20 kita pakai transportasi bayar juga kan? 20:22 Ah transaksi juga. Nah, kita ngolah 20:25 ngulitin apa itu singkong pakai tenaga 20:28 orang motong-motong bersihin segala 20:30 macam. Kita hanya sebagai apa? Bos gitu 20:33 ya. Jadi yang mengerjakan orang lain. 20:35 Nah, di sini terjadi transaksi lagi. 20:37 Nah, jika mata rentai ini terus-menerus 20:39 berjalan maka ekonomi menjadi lebih 20:42 baik. Nah, itu semuanya intinya adalah 20:44 dibelanja di spending. 20:47 Spending. Makanya ini ee penting sekali. 20:50 Nah, kaitannya apa dengan infak? Ya, nah 20:54 ini tadi barusan kita ceritain belanja 20:57 spending dari sisi makro dan mikro ya. 21:01 Nah, sekarang kalau kita lihat dari sisi 21:03 ee kacamata ekonomi Islam ya, ada 21:06 kata-kata infak ya. 21:10 Kata-kata infak dengan segala macam 21:13 pecahannya itu ya di dalam Al-Qur'an 21:17 diulang-ulang sebanyak di sini saya 21:20 kutip dari sumber ini ada 73 21:24 ulangan ya. Ya. Takarroro 21:30 kalimat takarat kalimat apa namanya 21:32 infaq itu dalam Al-Qur'an itu ada 70 21:35 kali ya 73 kali ya. Jadi banyak sekali 21:38 ya. 21:40 Tapi tidak semua menggunakan kata-kata 21:42 infak ya. Jadi ada misalnya begini di 21:45 sini dikatakan ya ada 20 kali dalam 21:49 bentuk lafaz seperti yunfiquun 21:53 dalam surat Albaqarah ayat 3 itu. 21:56 Wamimma rzaknahum 21:57 yunfiquun. Nah itu kata-kata 22:01 infaq ya. Anfaqo yunfiqu yunfiquun ya. 22:04 Jadi yang seperti ini terulang 20 kali 22:07 ya. Di antaranya dalam surat Albaqarah 22:09 ayat 3, surah Asyura ayat 38 ya. Wima 22:13 razqnaum yunfiquun. Jadi satu kalimat 22:16 bentuknya yunfikun. Mereka membelanjakan 22:18 harta yang kami berikan kepada mereka. 22:20 Nah di sini bisa diartikan yunfiq itu di 22:23 apa? Sebagian ada yang mengartikan 22:27 mengeluarkan zakat ya. Tapi ini di dalam 22:30 Al-Qur'an itu zakat itu sendiri ya. 22:33 Walladzina hum lizakati failun ya. dan 22:36 mereka melaksanakan zakatnya. Jadi 22:37 disebut terpisah ya. Ya. Kemudian 22:40 misalkan 22:42 waqus watu zaka ya. Dan mereka 22:47 melaksanakan salat dan mengeluarkan 22:48 zakat. Jadi zakat di dit terpisah 22:51 disebut terpisah dari infak di sini. 22:53 Sekalipun di dalam banyak tafsir 22:55 misalkan di dalam surah Albaqarah ayat 3 22:58 itu dan yang lain-lain yunfiquun itu 23:00 disebutkan juga adalah mengeluarkan 23:03 zakatnya. Tapi tidak selalu demikian. 23:05 Karena infak itu adalah mengeluarkan ya 23:08 apa yang kita miliki kemudian kita harta 23:10 yang kita miliki kemudian kita 23:11 belanjakan ya. Apakah itu kita keluarkan 23:15 dalam bentuk zakat, apakah itu kita 23:18 keluarkan dalam bentuk sedekah umpamanya 23:20 itu sebetulnya dalam kategori infak ya. 23:23 Mengeluarkan ya membelanjakan. Jadi 23:25 sudah 20 kali kata-kata infak itu 23:28 diulang dalam Al-Qur'an dalam bentuk 23:31 yunfiquun. 23:32 Kemudian ada 11 kali ya dalam bentuk 23:38 ee anfau ya misalkan dalam surat 23:40 Al-Furqan ayat 67. 23:43 Walladzina idza anfaqu lam yusribu walam 23:47 yaquru. Ya. Dan mereka orang-orang yang 23:50 ibadurrahman itu apabila membelanjakan 23:53 ya anfak lam yusrifu tidak berlebihan 23:58 walam yakuru. Dan tidak pelit. Ya. Jadi, 24:01 jadi di sini menggunakan anfaqu yang 24:03 awal tadi yunfiquun sekarang anfaqu itu 24:07 yang bentuknya anfaku ada 11 kali. 24:09 Kemudian 24:11 dalam bentuk anfiqu ada 9 kali ya 24:15 misalkan dalam ayat ini. Ya 24:17 ayyuhalladzina amanu anfiqu mimma 24:19 roqnakum Albaqarah 254. Ya, wahai orang 24:23 yang beriman, anfiku, belanjakanlah dari 24:26 apa yang kami berikan kepada engkau 24:29 berupa rezeki. Jadi di sini anfiku 24:33 belanja memerintahkan kita untuk 24:34 belanja. Nah, tidak disebutkan apakah 24:37 ini belanja dalam bentuk zakat itu 24:40 enggak disebutkan begitu ya umum ya. 24:43 Karena anfiku di ee artinya adalah 24:45 membelanjakan. Tapi pembelanjakan harta 24:47 dalam bentuk infak dalam konteks kaum 24:50 muslimin itu hanya untuk mendapatkan 24:53 rida Allah Subhanahu wa taala. Sebab 24:55 nanti ada kalimat infak juga bagi 24:57 orang-orang munafik, orang-orang kafir 24:59 yang menggunakan kata yang sama. E tapi 25:02 itu tidak ibtighoan liwajhillah. Tidak 25:05 untuk mendapatkan keridaan Allah 25:06 Subhanahu wa taala. Maka dikeluarkan 25:08 dari arti ee apa? Infak dalam konteks 25:13 kaum muslimin 25:15 ya. 25:16 Kemudian ada 25:19 kata-kata tunfiqu bukan tunfiqu tunfiku 25:23 ya wama tunfiqu minyain fainnallaha bihi 25:27 alim wama tunfiqu di sini sebetulnya 25:30 mahzub ya harfun nunnya yaitu wama 25:33 tunfiquuna aslinya begitu karena 25:36 didahulu oleh ma annafiah maka dia 25:40 hilang nunnya menjadi w tunfiqu minin 25:44 dan apa-apa yang kamu 25:45 nafkahkan apa-apa yang kamu belanjakan 25:48 Allah akan tahu. Ya. Kemudian ada tujuh 25:51 kali dalam bentuk 25:54 yunfiq ya. Waman qudir alai rizqu 25:56 falyunfiq mimmaahullah. Surah atalaq 25:59 ayat 7 ya. Dan barang siapa yang 26:01 diberikan keleluasaan rezeki falyunfiq 26:04 hendaklah dia itu membelanjakan apa yang 26:07 telah diberikan Allah kepadanya. Nah ini 26:10 kemudian ada empat kali dalam bentuk 26:13 anfaktum ya. Misalkan dalam surat Saba 26:15 39, wama anfaqtum min syain fahua 26:19 yukhlifu. Dan apapun yang kamu 26:21 belanjakan 26:23 ya maka dia akan menggantinya ya. 26:27 Waramarrotin dan dua kali dalam bentuk 26:29 seperti ini. La yastawi minkum man 26:32 anfaqo. Ya, jadi fi'il madhizi. Man 26:34 anfaqo minqobil fat waqatal. Ya. 26:37 Kemudian dalam bentuk eh fi'il mudori 26:40 tunfiquuna w tunfiquuna illa wajillah. 26:44 Kemudian ada juga fasunfiquunahaun 26:48 alim khr. Kemudian ada 26:52 wala yunfiqu nafaqatan. Nah di sini 26:54 disebut nafaqoh ya. Termasuk di apa 26:56 namanya? Kalimat yang pecahan daripada 26:58 infak itu adalah nafaqoh. W w w yunfiqu 27:03 nafaqatan. Dan tidaklah mereka itu 27:05 membelanjakan 27:06 hartanya untuk nafkah kecil ataupun 27:10 besar dan mereka tidak melintasi wadi ya 27:14 lembah melainkan mereka akan diberikan 27:17 dicatat sebagai kebaikan ya. Kemudian 27:21 seperti dalam surat alanfal ini laf 27:25 jaman 27:27 menggunakan fiil maka 27:30 kemudian 27:36 ya wahum 27:39 naq ini disebutkan sekali lagi nafaqat 27:41 ya dan lain sebagainya. Jadi 27:44 diulang-ulang sampai 73 kali menunjukkan 27:48 betapa dalam ekonomi Islam itu 27:52 infak itu sentral, penting, bahkan 27:55 mungkin saya katakan lebih sentral 27:57 daripada dalam konvensional. Karena 28:01 infak di sini dimensinya 28:04 tidak hanya duniawi, tetapi dunia dan 28:07 akhirat. Ya, kalau di dalam konteks 28:11 makro atau mikroekonomi konvensional, 28:14 semua dimensinya cuman duniawi belaka. 28:18 Tidak ada kaitannya dengan kehidupan 28:21 sesudah kematian, tidak ada kaitannya 28:24 dengan kehidupan di akhirat. Ya, itu 28:26 sebabnya maka belanja dalam pandangan 28:29 ekonomi konvensional itu apapun belanja 28:32 homer ya belanja togel itu ya 28:36 infak itu belanja tetapi dalam konteks 28:40 Islam enggak bisa ya 28:42 enggak bisa begitu karena membelanjakan 28:45 harta di jalan ee membelanjakan harta 28:47 dalam Islam itu ada aturannya seperti 28:50 dalam hadis dikatakan bagaimana orang 28:53 itu mendapatkan harta 28:55 dan bagaimana dia membelanjakannya akan 28:57 ditanya oleh Allah Subhanahu wa taala. 28:59 Jadi tidak gratis bukan tidak gratis 29:01 tidak netral ya. tidak netral. Tidak 29:04 boleh apa namanya harta atau uang atau 29:09 rezeki yang kita miliki itu kita 29:11 belanjakan semau-mau kita termasuk 29:14 mengkonsumsi yang haram atau 29:17 membelancakan hal-hal yang dalam bentuk 29:20 dalam bentuk maksiat kategorinya itu 29:22 maksiat mungkarat dan lain sebagainya. 29:24 Nah, ini ini perbedaannya situ. Jadi, 29:27 karena infak dalam Islam itu ee 29:30 mengandung dimensi dua, yaitu dimensi 29:32 dunia dan akhirat ya. Walaupun itu 29:35 konteksnya sekuler dalam pengertian 29:38 duniawi ya. Kayak misalkan kita beli 29:40 mobil misalnya, beli permen misalnya, 29:43 beli segala kebutuhan kita yang untuk e 29:46 membuat kehidupan lebih nyaman misalnya 29:49 bukan kebutuhan pokok gitu. Itu semuanya 29:52 ee apa namanya? ada efek, ada 29:55 konsekuensi terhadap kehidupan yang akan 29:58 kita peroleh nanti di akhirat. Ya, 30:00 karena itu maka infak di dalam konteks 30:04 Islam atau belanja dalam konteks Islam 30:06 itu ee sangat berbeda pengertiannya. 30:09 Sekalipun dalam kenyataannya prosesnya 30:11 sama ya. Kita beli semen misalnya untuk 30:13 untuk bikin rumah itu belanja itu nafkah 30:17 namanya kita membelanjakan untuk membeli 30:20 semen. Untuk apa beli semen? untuk 30:22 membuat rumah rumah itu adalah kebutuhan 30:25 pokok, 30:26 iya kan? 30:27 Dan lain sebagainya bisa kita berikan 30:28 contoh seperti itu. Jadi ee setelah kita 30:32 cek di dalam Al-Qur'an ternyata 30:34 kata-kata infak dengan segala pecahannya 30:36 itu ada 73 kali dalam berbagai varian 30:41 ya. Yang terbanyak itu yunfikun ya 20 30:44 kali ya dan lain ada 9 kali ada cukul 30:47 ada 11 kali dan lain sebagainya. Nah, 30:49 ini menunjukkan kepada kita bahwa dalam 30:52 ekonomi Islam infak atau belanja atau 30:55 spending itu sangat sentral disebutkan 30:59 sampai 73 kali ya luar biasa. Dan 31:03 ternyata di dalam ekonomi konvensional 31:06 itu menjadi sentral juga ya tanpa 31:10 spending baik itu yang dilakukan oleh 31:12 individu, firma ataupun negara maka 31:17 ekonomi akan macet berhenti stagnan ya 31:20 dan tidak mungkin ada peningkatan 31:23 kesejahteraan 31:24 warga atau penduduk ya 31:27 itu Mas Sangga. Terus, Pak Ustaz, kalau 31:31 belanja negara, 31:32 nah itu apakah bisa dikategorikan infak 31:36 dalam pengertian ekonomi Islam? Apakah 31:39 ada kriteria khusus, Pak Ustaz, bahwa 31:41 infak ini dalam pengertian ekonomi Islam 31:43 itu ee tidak selalu ee arti konsumsi 31:47 individual, badan, institusi, atau 31:49 negara 31:50 seperti yang dikenal dalam pengertian 31:51 ekonomi konvensial tadi 31:52 ya. Dalam dalam ilmu makroekonomi Islam 31:56 ya. Saya dulu belajar begitu. Ada yang 31:57 bahasa Arab ya, Al-iiktisad Alkulli ya, 32:02 makroekonomi ya. Ee dalam bahasa Arab 32:05 ditulis oleh profesor saya lupa namanya 32:07 dari Saudi Arabia ya. Saya ingin waktu 32:11 itu membandingkan bagaimana dia 32:12 menggunakan istilah government spending 32:16 dalam bahasa Inggris yang ada di dalam 32:18 umumnya makroekonomi atau ekonomik ya 32:22 dengan yang dia ingin ee apa namanya? 32:26 berikan istilah itu dalam bahasa Arab. 32:28 Nah, ternyata dia menggunakan tetap 32:30 menggunakan nafaqat daulah. W 32:34 dan nafakat daulah itu artinya belanja 32:36 negara ya istilahnya tetap sama dan itu 32:41 mengacu pada hal yang sama yaitu seperti 32:43 belanja negara itu yang terbentuk dalam 32:45 APBN anggaran belanja yang dikutip dari 32:49 ee pajak ya bermacam-macam pajak ya. Ya, 32:54 situ. Jadi istilahnya sama saja. Karena 32:56 itu maka mereka menyebutkan nafaqatul 32:59 daulah. Dengan demikian istilah ee infak 33:02 dalam konteks negara itu sama. Tetapi 33:06 kalau dalam konteks negara infak itu 33:08 tetap dimensinya duniawi. He. 33:11 Tidak apa namanya tidak apa namanya ee 33:15 ee dimensi ukhrawinya itu enggak ada 33:18 karena negara-negara sekuler. Ya. Ya. 33:20 Gitu. Jadi misalkan belanja pemerintah 33:22 untuk beli alista, beli kapal perang, 33:26 menggawaji pegawai negeri, menggawaji 33:28 TNI, Polri dan lain sebagainya ini 33:30 belanja yang keluar dari satu ruang 33:32 namanya nafaqatul Daulah, belanja 33:34 pemerintah ya. Dan itu kemudian dipakai, 33:38 disampaikan kepada yang berhak untuk 33:39 menerima pegawai, tentara, TNI, politik 33:42 dan sebagainya. Baru kemudian sesudah ee 33:45 belanja itu diterima oleh agen-agen 33:47 individu tadi dibelanjakan menurut 33:51 menurut keinginan masing-masing gitu ya. 33:53 Tetapi tetap bisa dikatakan bahwa 33:55 belanja negara atau nafakat daulah atau 33:58 government spending itu tetap ee 34:01 dianggap sebagai infak dalam pengertian 34:03 umum bukan dalam pengertian khusus ya. 34:05 Karena infak dalam pengertian umum itu 34:07 artinya dia mirip atau sama dengan 34:09 spending, dia mirip sama dengan 34:11 expenditure gitu ya 34:13 atau konsumsi dalam konteks individu ya. 34:17 Enggak ada enggak ada perbedaan. Yang 34:18 membedakan adalah ee konvek ee konteks 34:23 ee infak dalam atau belanja dalam 34:25 konteks kaum muslimin. Karena kaum 34:26 muslimin ini ketika belanja dia pertama 34:29 tidak boleh mendapatkan penghasilan 34:32 pendapatan dari yang haram. Enggak 34:34 boleh. Dan kita ketika dia membelanjakan 34:37 dari penghasilan yang dia peroleh itu 34:40 tidak boleh dia menggunakannya untuk hal 34:42 yang tidak diridai oleh Allah Subhanahu 34:44 wa taala. Untuk membeli kemaksiatan, 34:47 untuk membelanjakan hal yang haram dan 34:50 lain sebagainya yang tidak diridai oleh 34:51 Allah Subhanahu wa taala. hanya 34:53 belanjanya itu fi wujuhil birri ee 34:56 belanja dalam koridor yang dibenarkan 34:58 secara syariah ya. koridor halal 35:01 tentunya yang haram ya itu ee makful apa 35:05 tertutup ya itu masangga 35:09 donasi sumbangan nanti masuknya 35:12 bagaimana itu Pak Ustaz 35:14 dalam konteks orang yang memberi 35:16 sumbangan dia infak 35:17 dia infak 35:18 iya meskipun sebaikan mengatakan sedekah 35:21 enggak masalah 35:21 he 35:22 iya 35:23 ya tapi mengeluarkan semua yang kita 35:25 keluarkan harta kita bentuknya uang 35:28 bentuknya apa harta lain Ya, tidak harus 35:30 bentuk uang. Misalnya bentuk sapi, 35:32 berbentuk kambing yang kita sumbangkan 35:35 itu dalam konteks ini kita katakan infak 35:37 ya. Infak fisabilillah ya. Tapi bisa 35:41 juga disebut sedekah enggak masalah. 35:43 Iya. 35:43 Biasa kalau ada keadaan darurat nih 35:45 puasanya sebuah negara bisa karena 35:47 bencana alam, kecelakaan gitu. Biasanya 35:49 kan pemerintah itu membentuk 35:51 Iya. 35:52 Lalu juga mengeluarkan anggaran 35:54 gitu ya untuk penanggulangan bencana 35:56 misalkan gitu ya. anggaran darurat itu 35:58 masuk di dalam anggaran pemerintah itu 36:01 masuk 36:01 iya ituah babnya kan bab apa ya 36:04 lain-lain atau untuk darurat ada posnya 36:07 sendiri ya 36:08 gitu mesti ada 36:11 itu masuk ke 36:11 itu termasuk nafaqah termasuk belanja ya 36:14 ee belanja dalam pengertian umum ya jadi 36:17 infak dalam pengeratan umum setiap orang 36:20 mengeluarkan atau setiap badan lembaga 36:22 atau negara mengeluarkan ee uang atau 36:25 dana itu Dalam ini bisa dikatakan infak 36:29 meskipun tidak harus infak dalam 36:31 pengertian yang kita sebagai seorang 36:33 muslim. Karena infak di sini 36:34 membelanjakan, mengeluarkan dari 36:37 hartanya sendiri untuk orang lain. 36:40 Itu 36:40 kalau kita ingin lihat ee kata-kata 36:44 infak begitu, Pak Ustaz, ya dalam 36:47 pengertian ee ekonomi Islam kita 36:51 bandingkan. Lalu juga ada kekhususan 36:53 kita bisa menyimpulkannya bagaimana, Pak 36:55 Ustaz? 36:56 Iya. Jadi infak itu umum bisa dipakai 36:59 siapa aja ee individu siapa. Bahkan 37:02 dalam surah Al-Anfal dalam surah 37:04 at-Taubah juga dikatakan bahwa orang 37:06 munafik itu yunfiquuna membelanjakan 37:09 harta mereka 37:10 pakai kata infak juga. 37:11 I kata infak juga. Kemudian orang kafir 37:13 dalam surat Al-Anfal juga dikatakan 37:14 mereka yunfiquun. Mereka membelanjakan 37:17 hartanya tapi ujungnya hasratan ya untuk 37:20 hal yang memberkan mereka menjadi 37:21 menyesal. Karena nanti belanja yang apa 37:25 nam yang tidak diridai oleh Allah 37:26 Subhanahu wa taala akan diminta 37:27 pertanggungjawaban. Jadi kalau dalam 37:30 pengertian umum eah infak itu bisa 37:33 dilakukan oleh muslim, non muslim bahkan 37:37 dalam Al-Qur'an dikatakan oleh yang 37:38 kafir maupun oleh yang munafik mereka 37:41 tetap menggunakan kata-kata infaq atau 37:43 yunfiquuna amwalahum. Ya begitu juga 37:47 dalam Islam. Tapi enggak ada yang 37:48 namanya walladzina lizzakati failun. 37:52 misalnya. Dan ciri orang beriman adalah 37:54 seperti dalam surat almukminun itu 37:56 mereka melakukan zakat, mengeluarkan 37:58 zakat. Di sini disebut ya yang tidak 38:00 mungkin dilakukan kecuali dia seorang 38:02 muslim karena syarat daripada 38:04 mengeluarkan zakat itu adalah muslim ya. 38:09 Jadi orang-orang non muslim tidak 38:11 mendapatkan apa namanya imbauan atau 38:14 arahan atau perintah untuk mengeluarkan 38:16 zakat. 38:17 Tapi kalau mereka membantu kepada orang 38:19 Islam enggak masalah kita bisa terima. 38:22 Iya. Kategorinya bukan kategori zakat 38:25 bisa hibah gitu. 38:26 Jadi ketika masuk ke kajian ekonomi 38:30 Islam, belanja dan infak itu hal yang 38:32 berbeda. 38:33 Iya. Di satu sisi berbeda, di satu sisi 38:36 sama. Satu sisi berbed 38:37 ya. Jadi kalau ee persamaannya ialah 38:41 bahwa ee masing-masing dalam ilmu 38:44 ekonomi makro ataupun mikro itu 38:47 menggunakan istilah infak sama saja. 38:49 Artinya 38:50 pribadi atau individu atau agen ekonomi 38:53 membelanjakan hartanya dia disebut 38:56 spending. Ee dalam makroekonomi negara 38:59 government expenditure ya belanja negara 39:02 dikatakan nafaqatul daulah ya 39:05 yaitu belanja negara. Nah, seperti itu. 39:07 Kemudian ee apa namanya? Perusahaan yang 39:10 akan misalnya tahun ini diadakan RAB ya 39:14 rancangan anggaran tahun yang akan 39:15 datang diputuskan oleh komisaris oleh 39:18 direktur segini segini untuk belanja 39:20 tahun depan ya. Nah, itu juga nafkah itu 39:22 artinya belanja ee belanja barang kalau 39:25 dia sektoran-sektor belanja bahan baku. 39:28 Kalau kita misalnya punya pabrik tahu 39:30 misalnya kan kita akan menghitung berapa 39:32 produksi tahu yang akan kita produksi 39:35 tahun 2026 apa sama dengan 25. Nah, itu 39:38 kalau misalkan kita kenaikan sedikit ya 39:40 10% lebih tinggi daripada 2025. Oke. 39:43 Maka kita akan ee belanja banu lebih 39:46 tinggi daripada 39:49 2025. Nah, ekspektasinya kita bisa 39:51 melakukan pertumbuhan. Nah, jadi di sini 39:55 konteks infak atau belanja itu sama 39:57 persis. Yang membedakan adalah bahwa ee 40:01 infak atau belanja dalam Islam itu 40:03 dibatasi oleh halal, koridor halal saja. 40:07 Walaupun dia dalam bentuk lembaga. 40:10 Misalkan ee kita punya perusahaan PT ABC 40:13 Z misalnya lah kita bergerak dalam 40:18 anggaran kita bisa bergerak dalam bidang 40:20 yang lebih luas. Nah, walaupun 40:22 seluas-luas bidang kita boleh bergerak 40:25 tapi kita tetap kita dibatasi kepada hal 40:28 yang halal. H 40:29 tidak boleh kita belanja e misalnya 40:34 apa itu ee minuman Homer 40:38 ya yang untuk entertainment. Wah bilaat 40:41 nanti ada tamu dari Amerika ini kita 40:43 kasih enggak bisa begitu. 40:45 Tetap kita ini harus berjalan pada 40:48 koridor halal. I 40:49 itu. 40:50 Nah di situ. 40:51 Nah kenapa begitu? Karena belanja dalam 40:54 Islam itu ada konsekuensi akhirat ya. 40:56 Akhiratnya itu ada, ukhrawinya ada. 40:59 bahwa nanti kita sesudah ee mati 41:03 dibangkitkan di akhirat nanti akan 41:05 ditanya layak e qodulin tidak akan 41:09 melangkah kaki seorang hamba pada hari 41:12 kiamat itu melainkan akan ditanya empat 41:14 perkara salah satu perkaranya apa dari 41:17 mana harta dia peroleh 41:19 dan bagaimana dia menginfakkan kata-kata 41:22 wa ee apa anfaqoh bagaimana dia akan 41:25 menginfakkan, 41:26 membelanjakan 41:27 i 41:28 seandainya tidak ada pertanyaan itu. 41:30 Kita bebas beli apa namanya sake ya, 41:34 beli apa itu macam-macam minuman keras. 41:38 Tapi enggak bisa begitu. Karena kita 41:40 belanja itu infak itu kita punya koridor 41:43 hanya koridor halal lainnya tidak boleh. 41:47 Ya itu bedanya itu 41:48 hanya koridor halal. 41:50 Heeh. 41:50 Lalu juga ada prinsip-prinsip belanja 41:52 mungkin Pak Ustaz ya 41:53 dalam Islam tuh ya. 41:54 Iya. 41:55 Harus tadi kan enggak boleh boros. 41:58 Oh iya. Berarti ada kesederhanaan di 42:00 situ. 42:00 Iya. Jadi di dalam surat 42:01 perlu adil enggak, Pak Ustaz? 42:02 Iya. 42:03 Kalau belanja nih, 42:04 kalau adil terkait dengan kita sebagai 42:06 orang tua memberikan nafkah kepada anak 42:09 kita. 42:10 H 42:10 ya, anak kita lima misalnya laki-laki 42:13 semua. Kalau yang satu dikasih R.000, ya 42:16 kita kasih yang lain. 42:17 Enggak bisa kita kasih R.000 42:20 sembunyi-sembunyi. Anak yang ketiga, 42:22 yang anak kedua dan lainnya. Enggak, 42:23 enggak kita kasih. Enggak boleh. Itu 42:25 adil di situ. Ee tapi di dalam surah 42:27 Alfurqan ayat 67 tadi dikatakan 42:31 walladzina idza anfaquu lam yusrifu 42:35 walam yakturu wana baina dzalika qawam. 42:39 Ya. 42:39 Nah cerita cerita ini adalah ee tentang 42:44 ibadurrahman 42:45 ya. Di situ disebut ibadrahman 42:47 ibadurrahmanadina yamsyuna alal ard 42:49 hauna. Nah, ibadurrahman ya kaum 42:51 muslimin pada umumnya yang seharusnya 42:53 seperti itu perilakunya. Nah, di dalam 42:56 konteks belanja walladzina idza anfaqu 42:59 lam yusrifu. 43:01 Ketika dia berbelanja lam yusrifu ya. 43:05 Iya. 43:07 Tidak boleh berlebih-lebihan. 43:09 Makanya di dalam salah satu tafsir 43:11 artinya berlebih-lebihan. Israf itu apa? 43:14 Ada yang menafsirkan bahwa israf ialah 43:18 belanja dalam konteks halal tapi 43:20 berlebihan. 43:23 Misalnya 43:24 makan bakso 43:25 halal 43:26 halal lima porsi 43:29 berlebihan. 43:31 Satu porsi saja ya. Nanti kalau lapar 43:33 lagi beli lagi 43:35 ya gitu. Bakso kan halal. Si Umai halal 43:39 ya kan tapi jangan berlebihan. lam 43:41 yusrifu belanja untuk ee apa namanya? 43:44 Aksesorisnya baju. Baju itu wajib kita 43:48 punya karena untuk menutup aurat ya. 43:49 Intinya menutup aurat tapi kan fungsi 43:52 baju enggak hanya untuk menutup aurat 43:54 ya. Ada yang pilihan warna kesukaan, 43:57 mode kesukaan dan lain sebagainya. 44:00 Masing-masing tidak sama. Nah, ini 44:01 dibolehkan saja tapi tak boleh 44:03 berlebihan ya. Lam yusrifu ya. Karena 44:06 israf itu gak boleh. Ee jadi ada tabzir, 44:11 ada israf ya. He 44:13 sebagian tafsir mengatakan bahwa tabzir 44:16 itu belanja atau membelanjakan harta 44:20 untuk hal yang haram walaupun sedikit. 44:24 Nah, ini membedakannya begitu ya. Israf 44:27 itu membelanjakan harta dalam qaridul 44:30 haral. Dalam qaridur halal tapi 44:33 berlebihan 44:34 walaupun sedikit. 44:36 Enggak berlebihan. 44:37 Berlebihan. Kalau tabzir adalah 44:39 membelanjakan harta untuk hal yang haram 44:42 walaupun sedikit. 44:43 Itu tabzir. 44:44 Iya. Karena tabzir kita kan kalau kita 44:46 ee misalnya buang-buang sisa makan, oh 44:49 itu tabzir, itu mubazir. Ini sebenarnya 44:51 konteksnya enggak pas ya. Iya. 44:53 Iya. Membuang makanan ya. Sebetulnya itu 44:56 adalah ee konteksnya makanan sendiri itu 44:59 halal. 44:59 H. 45:00 Tapi karena berlebihan akhirnya kita 45:01 enggak habis israf. Ya, 45:04 kalau di kondisi sekarang nih, Pak Ustaz 45:06 ya, ada potret ketimbangan, dan 45:07 pengangguran. Kira-kira prinsip belanja 45:09 dalam Islam yang perlu diterapkan karena 45:13 kita melihat ada Pak Ustaz orang yang 45:16 berlebihan harta sementara tetangganya 45:18 enggak makan. 45:19 Iya. 45:20 Dan dia jor-joran dalam belanja. Memang 45:23 itu hak harta dia gitu ya, harta dia. 45:26 Nah, ini prinsip apa nih yang perlu di 45:28 e prioritas ya. Jadi ee aulawiyat ya 45:31 istilahnya 45:32 aulawiyat itu artinya prinsip ee yang 45:35 harus kita pegang dalam belanja. Di 45:38 dalam hadis dikatakan dulu sebenar kita 45:39 pernah kayaknya ya 45:41 ee salah satu prinsipnya adalah yang di 45:46 apa yang di kita pelajari dari hadis 45:48 yang mengatakan ada sahabat ya datang 45:51 kepada Rasulullah. Ya Rasulull, 45:52 bagaimana saya akan membelanjakan harta? 45:55 Ya, belanjakanlah untuk diri kamu. 45:58 Pertama, 45:59 anfik ala nafsik ya kan ya. Yang kedua, 46:03 anfik ala auladik, ala zaujik. Ada yang 46:06 ada yang begitu ya. 46:08 Pokoknya kepada dirimu yang pertama, 46:11 kepada istri kamu, kepada anak kamu, 46:14 kepada ayah kamu, ibu kamu, 46:16 tapi masih sisa, masih ada lagi. 46:19 Heeh. 46:19 Anta absor minni. Kata Rasulullah, "Kamu 46:21 lebih tahu siapa yang harus kamu 46:23 belanjai." 46:23 H 46:24 ya, gitu. Jadi, misalnya kalau ada 46:25 tetangganya yang tidak bisa belanja, 46:29 tidak bisa makan, ya bisa memberikan 46:32 bantuan agar supaya belanja apa tangga 46:34 itu bisa berbelanja gitu loh. Nah, itu. 46:36 Nah, ini adabnya begitu. Nah, orang yang 46:39 kaya tapi enggak tahu adab, mungkin dia 46:41 tidak tahu, hanya mengagung-agungkan hak 46:45 dia sendiri. He. 46:47 Argumennya kan harta ini saya dapatkan 46:50 sendiri, saya peroleh sendiri, 46:52 saya siang malam cari harta ini, maka 46:55 ini full hak saya. Gak ada orang lain 46:58 ini yang punya hak di dalam harta saya. 47:00 Nah, kalau seperti ini dia bodoh karena 47:02 enggak tahu haknya. Hak harta itu kan 47:04 harus dizakatkan. Begitu kita peroleh 47:07 langsung kita zakatkan kalau itu 47:08 melebihi nisab ya. 47:10 Nah, sesudah nisab itu kita keluarkan 47:13 misalnya 2,5% untuk zakat dan masih 47:17 banyak. Nah, kita bersedekah ya. Sedekah 47:20 itu di sini maksudnya adalah belanja 47:23 yang tujuannya itu untuk mendapatkan 47:25 pahala tapi tidak wajib. 47:28 Sunah dianjurkan begitu. Jadi kalau 47:30 wajib kan zakat. Nah, kalau sunah atau 47:32 dianjurkan itu kan namanya sedekah itu 47:35 meskipun ini juga salah istilah ini. 47:37 Karena zakat dalam dikatakan juga 47:39 sedekah 47:40 innamodq lil fuqar ini ya 47:44 itu jadi pelan zakat itu hanya kepada 47:48 delan asnaf ya. 47:50 Dan kata-kata yang dipakai oleh 47:51 Al-Qur'an bukan innamzakatu innamodqatu 47:54 ya. Hanya saja sedekah atau zakat itu 47:58 untuk delapan golongan itu ya. 48:01 Itu pasangan. 48:02 Baik, ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 48:04 subhanahu wa taala. Anda saat ini sedang 48:07 menyimak siaran langsung kajian ekonomi 48:10 Islam bersama Ustaz Iwan Basri. 48:12 Sampaikan pertanyaan ataupun komentarnya 48:16 silakan Ikhwan Akhwat ke nomor WhatsApp 48:18 Rasil di 0811999. 48:24 Kami akan kembali. Kami akan jeda 48:26 sejenak Yanah. tetaplah bersama kami. 50:36 [Musik] 50:43 Brazil TV 50:54 [Musik] 51:05 [Musik] 51:17 Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk 51:19 Islam 1. Ikhwan akhwat yang dirahmati 51:20 Allah Subhanahu wa taala. Terima kasih 51:22 masih bersama kami dalam kajian ekonomi 51:24 Islam narasumber kita Ustaz Ihwan Basri 51:27 di kesempatan kali ini edisi hari ini 51:30 mengangkat topik mengenai infak dan 51:32 belanja dalam pandangan ekonomi Islam. 51:35 Ee saya ingin menyapa Ibu Ani Candi 51:36 Hudaifah yang menyampaikan atensinya. 51:39 Asalamualaikum warahmatullahi 51:40 wabarakatuh. 51:41 Waalaikumsalam. 51:41 Pak Ustaz terima kasih banyak atas 51:42 kajiannya. selalu menyimak, Pak Ustaz. 51:45 Masyaallah. 51:45 Begituun Ibu Dharma ya yang menyimak 51:47 siarannya dan juga Pak Kun ini menyimak 51:51 selalu begituun Pak Yuman. Alhamdulillah 51:53 terima kasih Pak Ustaz kajiannya di pagi 51:55 hari ini. Sementara itu, Pak Ahmad di 51:57 Depok. Asalamualaikum warahmatullahi 51:59 wabarakatuh. 51:59 Waalaikumsalam warahmatullahi 52:00 wabarakatuh. Pak Ustaz, tadi infak dalam 52:02 ekonomi konvensional 52:05 itu bagaimana kalau diartikan 52:08 sebagai sumbangan yang diberikan kepada 52:10 orang lain. Kan kita tahu nih, Pak 52:12 Ustaz, ada NGO, ada organisasi charity, 52:15 mereka punya kegiatan-kegiatan sosial. 52:18 Bagaimana, Pak Ustaz, penjelasannya? 52:20 Terima kasih. 52:20 Iya. 52:22 Iya. Jadi ada kalau di perusahaan ada 52:24 GSR ya yang itu merupakan menghimpun 52:28 dana dari sebagian keuntungan untuk 52:31 diberikan kepada ee yang dipandang ee 52:35 perlu menurut undang-undang ada 52:37 aturannya soalnya. Iya 52:38 ada undang-undangnya ada aturannya. Jadi 52:41 itu juga bentuknya belanja infak 52:43 karena itu pendapatan dari perusahaan 52:45 disisihkan, 52:45 disisihkan lalu kemudian dipakai untuk 52:48 membantu orang lain. Nah, apakah ini 52:51 masuk dalam kategori infak ee dalam 52:52 pandangan ekonom Islam yang punyaai 52:54 dimensi apa namanya? Dimensi apa ya? 52:57 Dimensi ukhrawi ya. Ya, bergantung pada 53:00 perusahaan. Kalau perusahaan yang punya 53:01 muslim ya itu mesti ke sana 53:04 ya. Kalau perusahaan 53:04 Iya. Kalau perusahaan yang non Islam 53:07 tiis 53:09 itu dapat ini dapat juga apa namanya 53:12 balasan di dunia 53:13 disanjung-sanjung orang ya itu kan 53:16 balasan di dunia ya seperti Bill Gates 53:18 itu 53:18 berbilun-bilun itu untuk foundation dia 53:22 baik yang sama istrinya dulu ataupun 53:24 yang sekarang itu kalau dihitung besar 53:26 sekali dan banyak juga 53:28 perusahaan-perusahaan dunia yang gabung 53:30 sama dia. Tujuannya itu untuk ee 53:32 memberikan bantuan kepada orang lain. 53:34 Ya. N itu juga ee infak dalam pengertian 53:37 fiujulil birri tapi enggak punya dimensi 53:39 akhirat ya. 53:41 Dan bahkan ulama-ulama mengatakan ya 53:43 bahwa orang kafir sekalipun ketika dia 53:46 berbuat baik kepada orang lain ya 53:48 misalnya dalam bentuk seperti ini itu 53:50 akan dibalas kebaikan di dunia. 53:52 He 53:52 misalnya apa kebaikannya? Perusahaannya 53:54 dimudahkan ya untung terus-menerus 53:57 kemudian disanjung di mana-mana, 54:00 dihormati di mana-mana. itu balasan di 54:02 dunia lah. Karena dia enggak punya tiket 54:04 di akhirat ya nanti enggak dapat itu 54:06 yang satu itu. Tapi di dunia dikasih 54:08 full ya. Maka akan diganti oleh Allah 54:11 dikatakan wqtu minyain wahua yukhlifuhu. 54:15 Apapun yang kamu belanjakan dari sesuatu 54:17 dari harta kamu dia akan menggantinya. 54:20 Nah ini betulnya. Makanya ulama ya yang 54:22 saya baca dalam berbagai sumber 54:25 mengatakan bahwa ee orang-orang kafir 54:28 sekalipun ketika berb berbuat baik baik 54:30 kepada orang kafir yang lain ataupun 54:32 kepada orang Islam itu akan dibalas 54:34 dengan kebaikan di dunia ini. Ya seperti 54:37 itu. Walakin fil akhirah ma fi ya di 54:40 akhirat dapat apa-apa ya. 54:42 Gitu 54:44 ada Ibu Fiza. Asalamualaikum 54:45 warahmatullahi wabarakatuh. 54:47 Waalaikumsalam warahmatullahi 54:48 wabarakatuh. Alhamdulillah menyimak 54:49 selalu kajian ekonomi Islam, Pak Ustaz. 54:54 Pak Ustaz, mohon dijelaskan. Saya 54:57 mendengar istilah kriptoyariah 55:01 ini statusnya bagaimana, Pak Ustaz? Ya, 55:03 terima kasih. 55:04 Ee terima kasih pada ada yang bertanya 55:07 namanya siapa? 55:08 Bu Fizza. 55:08 Bu Fizza. E jadi kalau kripto syariah 55:11 itu kalau di Indonesia ini ee belum ada 55:14 kata sepakat ya. H ya 55:17 kata sepakat tentang kripto mau Bitcoin 55:19 mau yang lain-lain ya yang sesaudara 55:21 seperti itu ya 55:22 ya belum belum ada kata sepakat ya bahwa 55:26 ini mewakili sebuah mal ya 55:29 mal atau harta harta dalam konteks Islam 55:32 ya meskipun dalam ee konteks pemainnya 55:37 ya kreatornya atau komunitynya itu 55:40 dianggap sebagai harta bahkan lebih 55:43 berharga daripada dolar Amerika Ya, 55:46 tetapi kan bukan karena itu kemudian 55:48 kita harus menyetujui ya karena ada hal 55:53 yang sangat ee apa ya gornya tinggi 55:55 banget istilahnya itu 55:56 gornya itu ya itu bergantung kepada 56:00 sistem. Kalau umpamanya sistemnya hari 56:02 ini selesai habis misalnya rusak dan 56:05 lain sebagainya atau kendala-kendala 56:07 yang lain maka itu jadi rusak ya. Jadi 56:10 itu kan menurut ee menurut komunitasnya 56:14 kripto dan lain sebagainya itu dianggap 56:17 harta ya. Tetapi bagi orang yang tidak 56:22 di luar, bagi orang yang tidak dalam 56:24 komunitas itu atau orang di luar 56:26 komunitas itu dia tidak menganggap itu 56:28 riba eh tidak menganggap itu sebagai 56:31 harta. Nah, di sini para ulama belum 56:34 bisa memberikan kata sepakat. Ya, 56:36 mungkin tidak butuh kesepakatan, tapi 56:38 ada hujah yang kuat, yang rojik yang 56:42 mengatakan bahwa ini layak dianggap 56:44 sebagai harta dalam bentuk mal. Nah, ini 56:47 yang belum saya dapatkan. Meskipun saya 56:48 dengar-dengar juga bahwa di Malaysia 56:51 katanya itu sudah settle ya, 56:53 sudah settle, sudah enggak ada masalah 56:54 tentang itu. 56:55 Nah, di situ kemudian muncul kript 56:57 syariah. Malay. 56:58 Oh, gitu. 56:59 Nah, di beberapa negara Arab konon 57:01 katanya juga begitu 57:03 ya. E iya. Saya sendiri e tidak ee tidak 57:07 mengikuti itu ya. 57:08 Saya sendiri mengikuti yang jumhur yang 57:11 umum 57:12 bahwa apa namanya itu belum bisa 57:14 dianggap sebagai harta sehingga tidak 57:16 boleh ditransaksasikan. Ya, 57:18 karena saya belum belum puas ya belum 57:20 puas dengan argumen yang membuat itu 57:23 kita anggap sebagai mal atau harta ya. 57:26 Itu 57:28 baik 57:28 itu 57:29 masih komunitas tertentu. 57:30 E masih komunitas meskipun harganya 57:32 tinggi banget ya. Iya, 57:33 tinggi sekali. 57:35 Wii. Ini sudah searching terus tuh 57:37 Bitcoin tuh, Ustaz. 57:38 Sudah melakukan ya satu 57:41 Bitcoin. 57:42 Bitcoin. Ya, selanjutnya Pak Ustaz ini 57:44 dari 089843. 57:47 Sekian-sekian tidak menyebutkan nama. 57:48 Asalamualaikum warahmatullahi 57:49 wabarakatuh. 57:50 Waalaikumsalam warahmatullahi wabar. Pak 57:51 Ustaz, mohon izin bila tidak keberatan 57:54 saya ingin menanyakan tentang 57:56 blockchain. 57:58 Jadi, Pak Ustaz, ada program dari Credit 58:01 Coin Mendunia yang memberikan free 58:05 kucuran dana gratis, Pak Ustaz. Tapi 58:08 syaratnya itu ada ketentuan prosedur. 58:11 Kalau ingin cair harus ada sekitar 2%. 58:16 Apakah hal ini bisa dikatakan halal, Pak 58:19 Ustaz? atau bagaimana, Pak Ustaz? Terima 58:22 kasih atas kebijaksanaannya. 58:24 Kebijaksana 58:25 ee blockchain ya termasuk di sini 58:27 hasilnya adalah Bitcoin ya harusnya ya. 58:30 Karena Bitcoin itu sebenarnya 58:31 blockchain, teknologi blockchain ya. 58:34 Yang saya juga tidak ahli dalam hal itu 58:37 ya. ya. Dan tidak ada orang yang 58:40 benar-benar ahli dalam hal ini dalam 58:44 pengertian ee menghubungkannya dengan 58:46 konteks syariah. 58:48 Belum ada sepengetahuan saya selalu yang 58:50 saya tanya bukan tanya saya ikuti 58:53 ulama-ulama ini ee selalu mengatakan 58:55 saya tidak mengerti, saya kurang paham, 58:58 saya tidak bisa mengerti semua 59:00 keseluruhan. Nah, itu sehingga gambaran 59:02 blockchain itu tidak dapat dipahami 59:06 secara utuh. oleh seseorang yang 59:08 mengerti betul tentang syariah. Tapi 59:10 kalau model pemain mungkin mengerti 59:13 mengerti ya mereka yang terbiasa dengan 59:16 komunitas blockchain atau apa kripto ya 59:21 paham betul dalam permainan bagaimana 59:23 itu terjadi. Tapi ulama yang saya pahami 59:27 itu yang ngerti betul tentang fikih 59:29 syariah, tentang keuangan Islam itu 59:33 sepanjang yang saya ketahui sampai 59:34 dengan detik ini 59:36 selalu dia tawadu bahwa saya belum bisa 59:40 mendapatkan informasi utuh tentang hal 59:42 itu. 59:43 Karena belum ada informasi utuh tentang 59:46 hal itu di hadapan saya. Saya tidak 59:49 memberikan judgement dan tidak bisa 59:50 memberikan keputusan apak boleh apa 59:52 tidak. Sebab nanti kalau umpamanya saya 59:55 bolehkan misalnya saya hukumnya boleh 59:58 begitu, maka 1:00:00 kalau kita putuskan dalam bentuk 1:00:02 informasi yang tidak utuh belakangan 1:00:04 kemudian ada informasi yang lebih bagus, 1:00:06 lebih utuh daripada itu, bisa jadi apa 1:00:09 namanya ee judgement atau keputusan 1:00:12 fikih ini berubah. Yang tadinya itu 1:00:14 boleh keman jadi tidak boleh. Nah, itu 1:00:16 yang saya pahami ya. Kenapa ulama ini 1:00:19 berhati-hati ya? Sekalipun sebagian yang 1:00:23 saya tahu ya dari ee diskusi dengan 1:00:26 teman-teman yang lain itu menunjukkan 1:00:29 bahwa ada beberapa yang secara individu 1:00:32 membolehkan ya. 1:00:34 Ya. Kalau saya tidak sebutkan nama ya 1:00:38 bisa dicek itu di di Google atau di 1:00:40 komunitas itu ya siapakah mereka yang 1:00:43 membolehkan itu ya. Nah, tetapi argumen 1:00:46 yang membolehkan itu ketika saya 1:00:48 dengarkan, ketika saya diskusikan, dan 1:00:51 ketika saya renung renungkan itu masih 1:00:53 belum bisa meyakinkan saya untuk 1:00:56 mengatakan bahwa kripto adalah harta 1:00:59 dalam pengertian seperti yang kita 1:01:01 pahami dalam kitab ee apa namanya? Fikih 1:01:04 muamalah almaliah. 1:01:06 Itu 1:01:08 kemudian dalam pengertian uang sendiri 1:01:11 itu pun tidak terpenuhi unsurnya 1:01:13 ya. Karena salah satu uang itu 1:01:17 dikeluarkan oleh bank negara atau bank 1:01:20 sentral. Kripto tidak ya itu seperti 1:01:23 itu. Jadi untuk definisi uang saja itu 1:01:25 kripto enggak memenuhi syarat 1:01:27 sebetulnya. Sekalipun kemudian kripto 1:01:30 itu ternyata lebih berharga dari 1:01:32 beberapa mata uang yang paling he 1:01:34 kuat di dunia ya. Tapi apa namanya 1:01:37 unsur-unsur yang mendukung bahwa dia 1:01:39 sebagai uang itu enggak terpenuhi. itu 1:01:43 karena itu maka bahayanya besar ya. Nah, 1:01:46 kalau sekarang belum orang mengatakan 1:01:48 loh sekarang belum ada bayanya sama 1:01:49 sekali malah tambah untung kita itu 1:01:52 belum 1:01:53 belum. Iya. Jadi ee kalau bertanya ke 1:01:57 saya seperti jawabannya ya. Tapi saya 1:02:00 mengatakan bahwa saya tidak ahli dalam 1:02:02 hal itu ya. sehingga saya tidak berhak 1:02:04 untuk mengatakan itu halal atau haram 1:02:07 karena informasi yang saya peroleh belum 1:02:10 bisa meyakinkan saya 1:02:12 untuk menjatuhkan keputusan apakah itu 1:02:14 boleh atau tidak. 1:02:17 Selanjutnya, Pak Ustaz. Oh, saya ke Pak 1:02:20 Shan Rohili. Asalamualaikum 1:02:22 warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih 1:02:24 menyimak kajiannya di hari ini. 1:02:28 Ini tidak menyebutkan nama hamba Allah. 1:02:30 Asalamualaikum warahmatullahi 1:02:31 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:02:32 warahmatullahi wabarakatuh, 1:02:34 Pak Ustaz. Pengelolaan infak 1:02:37 masih belum sepenuhnya mengikuti 1:02:39 perkembangan teknologi. 1:02:42 Di saat-saat model terbaru sekarang itu 1:02:46 banyak penawaran menggunakan teknologi 1:02:48 keuangan syariah atau fintech syariah. 1:02:51 Ada yang untuk mempermudah pembayaran 1:02:53 dan juga penyaluran infak. Nah, ini 1:02:56 bagaimana, Pak Ustaz? Ekonomi Islam 1:02:58 mengadaptasi teknologi. Terima kasih. 1:03:01 Iya. 1:03:02 Ee terima kasih atas pertanyaannya. 1:03:06 Sebetulnya teknologi yang paling canggih 1:03:09 sekalipun 1:03:11 itu tidak membahayakan 1:03:14 ee apa namanya konsep kita tentang apa 1:03:17 saja tentang uang dan lain sebagainya. 1:03:19 Karena kita bisa beradaptasi. Saya beri 1:03:22 contoh misalnya pengaruh teknologi 1:03:24 terhadap akad 1:03:27 di dalam kitab-kitab fikih yang ditulis 1:03:29 oleh oleh ulama kita lebih dari 1000 1:03:32 tahun yang lalu atau ya kayak misalnya 1:03:35 almughni ya kitab-kitab fikih yang lain 1:03:38 ya ee Munil Muhtaj misalnya kemudian ee 1:03:44 ee apa almajmu Syalahul Mudhab dalam 1:03:46 mazhab Syafi'i dan kitab-kitab yang lain 1:03:49 itu akan dijelaskan bahwa majelis akad 1:03:52 itu harus berhadap-hadapan. 1:03:55 Ya. Ya. Kalau kita mau beli ee si Umai, 1:04:00 si Umai. 1:04:01 He 1:04:01 iya. Si Umai yang makanan itu ya. Itu 1:04:04 kan kita ketemu penjualnya. 1:04:05 H 1:04:06 ya. Beli bakso kita ketemu penjualnya 1:04:08 abang-abang yang lewat di rumah kita 1:04:11 atau kita ke warung ee ketemu. Nah, di 1:04:14 situlah ada majelis akad ya. Kita 1:04:17 terjadi pertemuan antara pembeli dan 1:04:19 penjual. Nah, karena pada zaman dulu itu 1:04:23 belum terbayang bagaimana ada teknologi 1:04:25 zaman sekarang, maka semua kitab-kitab 1:04:27 fikih itu ee menjadikan bahwa majelis 1:04:30 akad itu harus belum terpisah antara 1:04:32 pembeli dan penjual itu masih ada dari 1:04:33 suatu tempat. Enggak kebayang kalau 1:04:35 masing-masing berbeda. 1:04:38 Nah, tapi sekarang 100 tahun yang 1:04:40 terakhir ini teknologi telepon mulai 1:04:42 masuk ya, Fek mulai masuk sebelum 1:04:46 akhirnya ada internet ya yang bisa real 1:04:49 time kita melakukan transaksi di tempat 1:04:52 yang sangat berbeda, jauh sekali. Jadi 1:04:55 misalkan kalau kita menggunakan ee fikih 1:04:58 1000 tahun yang lalu kita beli kurma 1:05:02 dari Jakarta kurmanya ada di Jeddah itu 1:05:06 enggak mungkin pada zaman dulu 1:05:07 bagaimana. 1:05:09 Nah, tapi sekarang mula-mula dengan 1:05:11 telepon, mula-mula dengan fek, mula-mula 1:05:13 dengan WA saja kita tahu bahwa kita bisa 1:05:16 langsung ketemu secara visual dengan 1:05:19 penjualnya di di Jeddah. Bahkan di ini 1:05:23 disorot ke di kamera ee kurma-kurma mau 1:05:26 kurma yang mana ajak kah atau kurma 1:05:29 sukari dan lain sebagainya ada semua di 1:05:31 sana ya. Seolah-olah kita itu bisa 1:05:35 bertemu secara fisik padahal jaraknya 1:05:37 ribon kilometer. Nah, karena itu maka 1:05:39 kemudian dikatakan bahwa dalam fikih 1:05:42 modern sekarang ini ee majelis akad 1:05:45 harus ketemu dalam satu tempat di tempat 1:05:47 yang sama ya bisa di Saudi satu 1:05:50 penjualnya di sana. pembelinya di 1:05:52 Jakarta enggak masalah. Terhubung dengan 1:05:54 mukatabah, koresponden, terhubung dengan 1:05:56 telepon, terhubung dengan fek, terhubung 1:05:58 dengan internet dan lain sebagainya. Ini 1:06:00 disahkan oleh para ulama zaman sekarang. 1:06:03 Nah, ini menunjukkan bahwa fikih 1:06:05 muamalah itu mengadopsi ya, bukan 1:06:08 mengadopsi mengakui kemajuan teknologi 1:06:11 dan teknologi yang maju itu enggak 1:06:13 mengancam kredibilitas daripada ee 1:06:17 transaksi yang diatur dalam fikih 1:06:19 muamalah. Nah, seperti itu. 1:06:22 Baik, itu menjadi pertanyaan terakhir, 1:06:24 Pak Ustaz, yang bisa kita jawab di 1:06:25 kesempatan kali ini. 1:06:28 Luar biasa ya, Paknya penjelasan 1:06:29 mengenai infak dan juga belanja 1:06:32 kaitannya dengan ekonomi Islam ini. Nah, 1:06:34 itu WA dari Bu Titi ya. Nah, sebagai 1:06:37 penutup dari Pak Ustaz 1:06:39 I 1:06:39 apa Pak Ustaz 1:06:40 ya? Makasih, Mas Angga. Para pemirsa, 1:06:43 para pemirsa Rasul TV dan para pendengar 1:06:46 Radio Silaturahim yang dimuliakan Allah 1:06:47 subhanahu wa taala. Jadi intinya adalah 1:06:51 ee persamaan mungkin terjadi antara 1:06:54 infak dengan belanja ya. Karena belanja 1:06:59 dan infak sama-sama mengacu kepada 1:07:01 pengeluaran dana, pengeluaran uang, 1:07:05 pengeluaran harta. Ya, bedanya ada di 1:07:08 tujuan ya. Kalau tujuan infak itu dalam 1:07:13 konteks ekonomi Islam, dalam konteks 1:07:15 Al-Qur'an itu hanya berlaku kepada 1:07:19 belanja yang ditujukan untuk hal-hal 1:07:21 yang diridai oleh Allah Subhanahu wa 1:07:22 taala. Ya, yang diridai oleh Allah 1:07:26 Subhanahu wa taala banyak banget ya. 1:07:28 Mustahil kita menghitung ya kan. Nah, 1:07:31 sedangkan kalau belanja dalam konteks 1:07:33 konvensional, konvek non Islam ini 1:07:37 netral nilai ya. tidak ada haram mereka. 1:07:40 Ya, jadi ketika seseorang nonmuslim 1:07:44 menerima pendapatan atau penghasilan 1:07:47 bulanan, dia belanjakan menurut 1:07:49 keyakinan dia. Kalau daging babi enggak 1:07:52 haram bagi mereka, ya dia konsumsi, dia 1:07:55 belikan itu kepada daging babi, kepada 1:08:00 judi, pinjol, dan lain sebagainya. 1:08:02 Investasi-investasi yang tidak 1:08:05 dianjurkan oleh Islam, mereka tidak ada 1:08:07 masalah ya. Itu yang pertama. Yang 1:08:09 kedua, belanja dalam kedua konteks baik 1:08:13 dalam makroekonomi konvensional 1:08:16 maupun makroekonomi Islam itu sangat 1:08:20 penting ya. Sangat penting sekali. 1:08:22 Bahkan kata-kata infak dengan segala 1:08:25 pecahannya dalam Al-Qur'an diulang 1:08:27 sampai 73 kali. Yang menunjukkan betapa 1:08:30 pentingnya belanja atau infak itu dalam 1:08:32 sebuah perekonomian Islam. 1:08:35 Ya, itu seperti itu ya. Ya, karena apa? 1:08:38 Karena belanja itu merupakan 1:08:41 istilahnya oli yang membuat roda ekonomi 1:08:45 itu berputar dengan baik. Ya, kalau 1:08:48 tidak ada oli, maka roda ekonomi macet 1:08:52 ya. Ketika roda ekonomi macet maka 1:08:54 kemakmuran ya itu tidak mungkin terjadi 1:08:58 ya. Karena kemakmuran itu fungsi 1:09:01 daripada transaksi. Semakin banyak 1:09:03 transaksi ekonomi, keuangan, sektor ril, 1:09:07 maka akan semakin tumbuh atau bergerak 1:09:10 ekonomi dan akhirnya ekonomi tumbuh. 1:09:13 Ketika ekonomi tumbuh, maka kemakmuran 1:09:16 akan tumbuh, kesejahteraan pada 1:09:17 gilirannya akan dapat diciptakan. Ya 1:09:21 gitu. Nah, hanya saja perbedaannya 1:09:23 adalah tadi itu bahwa infak itu dalam 1:09:27 konteks ekonomi Islam itu hanya 1:09:30 dikaitkan dengan koridor halal. 1:09:33 Sedangkan non Islam atau konvensional 1:09:35 tidak mengenal koridor halal. Yang ada 1:09:38 koridor halal dan haram itu semua jadi 1:09:40 satu. Saya kira itu ya. Mudah-mudahan 1:09:43 bermanfaat bagi para pemirsa dan juga 1:09:46 para pendengar silaturahim. 1:09:49 Baik. Demikianlah ikhwan akhwat yang 1:09:52 dirahmati Allah subhanahu wa taala, 1:09:53 kajian ekonomi Islam edisi hari ini 1:09:55 bersama guru kita Ustaz Ikhwan Basri. 1:09:59 Semoga yang beliau sampaikan bermanfaat 1:10:01 bagi kita semua. Terima kasih banyak 1:10:03 atas kebersamaan Anda, Ikhwan Akhwat. Ee 1:10:05 kami undur diri. Mohon maaf atas segala 1:10:07 kesalahan kata. Billahi taufik wal 1:10:09 hidayah. Subhanakallahumma wabihamdika 1:10:11 ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka 1:10:13 waubu ilaik. Asalamualaikum 1:10:15 warahmatullahi wabarakatuh.