Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Brail [bernyanyi]
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin hamdan
- kirsiran thyiban baran fih kama yuhibuna
- waard. Allahumma shalli wasallim ala
- sayyidina Muhammadin wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Masih dipanjarkan
- dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimangis Cibubur Bekasi radio
- silaturahim dan hasil TV untuk Islam
- yang satu. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah. Senang sekali di
- kesempatan ini kami bisa kembali
- menjumpai ikhwan akhwat dalam acara
- bincang sahur. Sahur bersama tokoh untuk
- edisi Ramadan di kesempatan ini, Ikhwan
- Akhwat. Dan di ee kesempatan ini juga
- kami tengah berada di Kota Sukabumi,
- tepatnya di kantor IKDI Kota Sukabumi,
- Ikatan Dai Indonesia Kota Sukabumi. Dan
- alhamdulillah kita diterima dengan baik
- oleh keluarga besar IKADI Kota Sukabumi.
- Dan saat ini saya tengah berada di
- samping ketua IKD Kota Sukabumi yaitu
- Ustaz Ujang. Dan kita akan
- berbincang-bincang mengenal lebih dekat,
- mengenal lebih jauh sosok dari Ustaz
- Ujang. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabar.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabar baik dan sehat, Ustaz? Ya,
- khair Ustaz.
- Alhamdulillah. Yang pertama kami
- mengucapkan terima kasih atas waktunya,
- atas kesempatannya kita bisa berbincang
- dengan ustaz di kesempatan ini. Nah,
- Ustaz yang pertama kami ini ingin
- mengenal lebih jauh sosok seorang ustaz
- gitu ya. mungkin riwayat hidup,
- bagaimana pendidikan ee yang Ustaz ee
- nyam gitu ya. Ee kemudian ee riwayat
- pendidikan agama, bagaimana orang tua
- mendidik ustaz sama kecil sampai menjadi
- sosok ustaz ujang seperti ini? Mungkin
- seperti apa, Ustaz? Nama lengkap dan ee
- gelar mungkin, Ustaz? Silakan.
- Eh, alhamdulillah wasalatu wasalamu ala
- rasulillah wa alihi wasudah
- ba'du.
- Ee pertama-tama kami ana ucapkan terima
- kasih
- bagi
- ee tim atau Kang Rijal atas nama Radio
- Rasil yang pada malam hari ini
- ee bisa beli silaturahmi
- ke kantor IKA di Kota Sukabumi.
- Mudah-mudahan
- ee walaupun kantornya kecil seperti ini,
- tetapi ee insyaallah
- kita bisa sinergis
- insyaallah
- terutama dalam
- dakwah
- menggembangkan dakwah di Kota Sukabumi.
- Alham untuk teman-teman Kang Rijal tim
- Rasil TV.
- Rasil TV yang ana lihat luar biasa.
- Masyaallah, masih muda,
- masih punya
- power yang sangat luar biasa.
- Ee mungkin
- anak itu terlahir dari asli Sukabumi,
- Ustaz.
- Asli Sukabumi.
- Ee ana insyaallah asli dari Kota
- Sukabumi.
- Iya.
- lebih tepatnya ee
- dilahirkan di
- Kampung Balanongan.
- Balanongan.
- Balanongan itu sebuah kampung
- kalau sekarang itu persis ee masuk
- wilayah ee
- terminal baru Kota Sukumi.
- Hm. I.
- Jadi terminal baru itu masuk wilayah
- Balandongan.
- Iya.
- Kemudian ee Kelurahan Sujah Hilir,
- Kecamatan Baros, Kota Sukumi.
- Kalau
- Ana sendiri terlahir
- 4 Mei 1971.
- Jadi usia sekarang?
- Usia sekarang hampir 50 tahun, Ustaz.
- Oh iya iya. Masyaallah.
- Hampir 50 tahun. sudah cukup tua. Jadi
- masuk pada generasi all lah. Insyaallah.
- Ee untuk
- ee saat ini
- ee
- kebetulan punya istri dari Cibadak.
- Iya. Asli Sukabumi juga, Ustaz.
- Asli Sukabumi. Ee kebetulan sama-sama
- aktivis.
- Hm.
- ee yang aktivis dalam pergerakan dakwah.
- Insyaallah.
- Alhamdulillah. Ee hari ini
- dikar dikaruniai anak lima, Ustaz.
- Iya.
- Yang pertama mungkin
- baru lulus dari
- Gontor.
- Gontor 5 Kediri.
- Iya.
- Sekarang Ramadan ini insyaallah selesai
- pengabdian dari rumah Quran.
- ee pondok Quran Bandung
- rencananya ee anak yang pertama akan
- melanjutkan ke Alazar Kiro insyaallah.
- Masyaallah.
- Minta doanya mudah-mudahan
- bisa masuk.
- Amin. Semoga mudahkan. Yang kedua, mm
- sekarang
- mau sudah masuk e beasiswa perintis dari
- Rumah Salman.
- Hm.
- ITB.
- Ee insyaallah nanti mm
- hari Senin sebelum Ramadan akan
- mengikuti UTBK.
- H
- mudah-mudahan mm anak yang kedua juga
- bisa masuk ITB.
- Amin. Amin. Amin.
- Anak yang ketiga ee
- lagi mondok di
- Pondok Pesantren
- Alhimah Geger ee Gegerbitung
- Sukabumi juga. Ustaz ya?
- Sukumi juga.
- Iya. yang Jalan Cianjur itu.
- Iya.
- Kemudian yang keempat masih SD kelas 6.
- Yang kelima ee umur 2 tahun.
- Bungsu. Umur
- bungsu. Insyaallah.
- Ee untuk aktivitas mungkin ee
- aktivitas
- insyaallah kita mengelola yayasan.
- Hm.
- Kebetulan Yayasan
- Pendidikan Islam Al-Istiqamah
- yang ada di Kampung Belandongan.
- kita meng mengelola madrasah diniah
- kemudian
- SD Quran
- he
- kemudian madrasah tsanawiyah
- SMK dan pondok pesantren insyaallah
- ee aktivitas yang lainnya mungkin untuk
- ee amanah di IKDI kebetulan
- ee ana di amanahi di Ikadi itu dari ee
- periode
- 2017 2022.
- Oh.
- J kalau saat ini 2021 tinggal 1 tahun
- lagi, Ustaz.
- Ee makanya ee makanya ee mudah-mudahan
- di periode yang terakhir sampai 22 itu
- Anda bisa optimal.
- Iya.
- Alhamdulillah tahun ini kita dapat
- ee hibah dari Pak Walikota Sukabumi
- sekretariat yang ada di sini walaupun
- statusnya ngontrak ya
- sewa ya
- sewa ya. Mudah-mudahan di sana tahun ini
- kita ee akan
- membangun sekretariat sendiri.
- Amin. Amin.
- Ya.
- Dan mudah-mudahan
- kerja sama ini akan terus berlanjut.
- terutama dengan radio Rasia.
- Masyaallah.
- Mungkin ee
- Ustaz riwayat pendidikan.
- Oh, iya.
- Kalau riwayat pendidikan em saya itu
- tahun
- 4 keluar dari MI
- Madrasah Ibtidaiyah Kebon Kaung.
- Kemudian tahun 7 ee keluar atau alumni
- SMP Negeri 7.
- Hm. tahun 90 ee
- alumni PGAN Negeri Cibadak.
- Setelah keluar 90 PGN Negeri Cibadak,
- kita fokus di pesantren, Ustaz.
- H
- maksudnya mondok ya?
- Iya. Iya.
- Mondok.
- Kebetulan kita mondok di beberapa
- pesantren tradisional ya.
- Pesantren salaf itu
- pertama salaf ya.
- Iya.
- Ada salaf salafi itu ya. He
- per salaf yang pertama di pondok
- pesantren Atfal yang ada di
- Cisaad Cibaraja.
- Yang kedua, pondok pesantren
- yang ada di Panjalu
- ee pimpinan Abu
- Panjalu Tasik
- bukan Pandayu yang Jansel Bintana.
- Oh Sowi
- pimpinan Abuya Kiai Abdullah Mukhtar.
- Setelah kita mondok baru bisa
- melaksanakan melanjutkan
- ee kuliah S1. Kulas S1 itu
- ee masuk 2002 eh 2003 keluar 2007
- dari STI Samsul Ulum.
- He.
- Kemudian ee setelah 2007 kita nikah
- dulu. Nikah tahun 2000.
- Iya. melanjutkan study lagi S2
- tahun 2000
- ee 18
- lulus 2020.
- Masyaallah.
- Jadi walaupun usia sudah tua
- semangat belajarnya.
- Insyaallah masih semangat belajar.
- Nah, bahkan di sana ee mudah-mudahan ee
- kalau ada rezekinya kita akan
- melanjutkan S3.
- He dokter insyaallah
- insyaallah.
- ee motivasi yang pertama itu yang
- pertama ee untuk meningkatkan kapasitas
- ya.
- H
- karena ee ana pikir salah satu hal yang
- perlu kita
- ee upgrade itu kapasitas diri ya.
- H
- dikapasin naik insyaallah segala
- sesuatunya pasti akan mengikuti dengan
- sendirinya.
- Iya.
- Ee kemudian
- kalau
- kegiatan yang ada di masyarakat,
- kebetulan kita juga ketua DKM.
- Hm.
- Kalau ketua DKM itu bahkan Ustaz mungkin
- kalau
- bisa dikatakan DKM terlama.
- Berapa lama, Ustaz?
- Karena itu ketua DKM tahun 2002 tahun
- 2000
- 21 tahun.
- Sekarang tahun 2021. Ini sudah 21 tahun.
- Masyaallah.
- Ya, mungkin karena
- kalau ketua DKM pada enggak mau kali,
- Ustaz, ya.
- Sebenarnya ana tawar, ana tawarkan,
- Ustaz, ya. Ana tawarkan
- ya. Ya, mungkin nanti insyaallah
- mudah-mudahan ee
- 2022 [berdehem] itu ana berakhir ketua
- DKM.
- Mungkin mudah-mudahan nanti ada sosok
- muda,
- ada regenerasi lagi.
- Regenerasi yang mungkin lebih baik
- insyaallah. Amin. Nah, Ustaz sekarang
- kan ya di IKDI yang kita kenal sebagai
- ketua IKD Kota Sukabumi ee masa periode
- sudah mau berakhir 1 tahun lagi. Nah, ee
- pertanyaannya Ustaz memilih terjun dunia
- dakwah
- apakah ada motivasi mungkin dari orang
- tua atau lingkungan? Karena kan dunia
- dakwah itu bisa dibilang juga bukan
- dunia yang mudah gitu ya.
- Iya. serba mudah, serba ya berkelimang
- materi, banyak tatangan-tatangan, banyak
- kekuranganlah yang bisa dikenal gitu
- kan. Banyak ustaz-ustaz yang ya
- kebanyakan dunia dakwah itu seperti itu
- gitu. Kenapa Ustaz memilih dunia dakwah
- Ustaz?
- Kalau ana sendiri memilih dunia dakwah
- itu yang pertama mungkin ee didikan
- tempaan dari guru-guru kita.
- Kebetulan guru-guru kita
- dari pondok dulu ya.
- Ee alhamdulillah
- tempaan guru-guru kami itu sangat luar
- biasa.
- H
- sebagai contoh ee guru kami ketika dulu
- waktu sekolah di PGA Negeri
- yang pertama ee K. H. Khusah Turmudi.
- Beliau sosok kiai yang sangat
- harismatik.
- Iya.
- Harismatif. Sangat berwibawa.
- Kemudian dilanjutkan oleh
- ee anak Pak Kiai itu Kiai
- ee Badrun dan Kiai Juhad. Beliau juga
- sosok yang sangat luar biasa
- salah satu hal yang sangat membekas bagi
- ana
- ee di antara guru-guru yang dulu pernah
- menyentuh ana.
- Ee guru tersebut kebetulan tidak
- merokok, Ustaz.
- Hm.
- Tidak merokok ya?
- Iya.
- Bu yang pertama
- jihad tidak merokok. Kemudian ketika
- pindah masuk ke anidam, kebetulan Abu
- juga tidak merokok. Jadi itu ee
- sangat-sangat membekas ya termasuk pola
- pikir beliau ee dalam mengajarkan dengan
- dakwah islamiah.
- Karena kalau misalnya
- guru ana yang pertama Kang Badun itu
- beliau itu masuk ketika
- sedang gawat-gawatnya masuk perjuungan
- dakwah tahun 5 ya. H
- itu waktu
- sedang meledaknya e pemberontakan PKI. H
- bagaimana beliau mengajarkan kepada ana
- ee perjuangan di awal yang sangat berat
- ya.
- Iya.
- Termasuk ee pasca sesudahnya.
- He
- dari hal tempaan guru tersebut sehingga
- memotivasi
- buat anak bagaimana dakwah ini supaya
- berlanjut. Apa yang dulu diajarkan oleh
- guru-guru itu ya kita punya tanggung
- jawab ya
- meneruskan perjanganan-perjingan beliau.
- Iya. Iya.
- Itu yang pertama ya. Yang kedua ya
- karena tanggung jawab beliau ini
- tanggung jawab yang ee harus di
- pikul oleh semua.
- Tidak mungkin dakwah ini akan berhasil
- kalau hanya ditimpul oleh satu dua orang
- tetapi suruhnya harus bersatu.
- Tanggung jawab kita bersama
- sebagaimana tagl radio rasial ya untuk
- Islam yang satu.
- Iya.
- Sebab hari ini ya kita ee kalau
- pesan-pesan guru-guru kami itu hari ini
- umat Islam itu saatnya untuk tauhidut
- kalimah likalimati tauhid.
- He.
- Tauhidul kalimah itu menyatukan
- kekuatan, menyatukan potensi untuk
- menegakkan kalimah tauhid.
- Jadi kita jangan lihat background lah.
- Iya. Iya. Bagon apapun ketika dia
- memproklamasikan diri sebagai muslim
- itu berarti punya tanggung jawab dakwah.
- Oh. Jadi dua hal tersebut sehingga ee
- kita konsen dan insyaallah mudah-mudahan
- diwafatkan oleh Allah dengan ee seluruh
- aktivis jemaah dakwah.
- Iya.
- Begitu aja, Ustaz. Amin. Amin.
- Jadi akhirnya memilih jalan dakwah ya
- tadi dari motivasi-motivasi terus
- dari para guru-guru terdahulu ya yang
- akhirnya
- guru-guru
- menggembleng ustaz menjadi seorang dai
- juga gitu. Masyaallah.
- Walaupun kalau disebut dai
- ana sendiri sebenarnya mah masih banyak
- kekurangan si.
- Oh iya Ustaz
- belum belum pas dah.
- Iya. Nah, untuk keluarga Ustaz tadi
- Ustaz menyebutkan ee lima anak dan
- masyaallah satu anak tadi ada insyaallah
- ya dimudahkan oleh Allah akan masuk ke
- Alazhar kemudian yang ke ITB
- dan adik-adiknya juga yang masih
- sekolah. Nah, pendidikan
- karakter pendidikan akhlak kepada
- keluarga dan pendidikan agama tentunya
- seperti apa, Ustaz menerapkan ke mereka?
- itu yang pertama untuk mendidik
- anak-anak kita ya supaya menjadi
- anak yang saleh dan punya karakter.
- Yang pertama kita anak dan istri
- ee terus belajar
- belajar bagaimana mendidik anak-anak
- kita supaya mereka berhasil
- dalam semua aspek termasuk pendidikan
- karakter ya. H
- kita banyak belajar dari teman-teman
- yang sudah sukses dalam mendidik anak,
- banyak membaca literatur tentang
- pendidikan anak termasuk
- ee kita juga ee harus komitmen
- komitmen ee antara suami dan istri. He
- sebagai contoh ya. Alhamdulillah ee
- anak-anak
- kita itu semuanya
- punya motivasi untuk mondok.
- Hmm. Iya. Iya.
- Apa sebab? Karena ee kita ee saya dan
- istri itu sudah komitmen ketika anak
- diberangkatkan
- pondok satu sama lain harus saling
- mendukung.
- Betul.
- Jangan ada yang menghalang-halangi ya.
- He. Heeh.
- Kan banyak teman-teman kita yang ketika
- anaknya mondok itu ayah, ayahnya punya
- semangat untuk memondokkan anaknya ke
- pesantren,
- ibunya melarang
- atau kebalikannya gitu ya.
- Atau kebalikannya.
- Iya.
- Kalau kita sudah komitmen
- Heeh. Heeh.
- Ee makanya dari usia
- kelas 3 itu kita udah
- udah diberikan pencerahan
- bagaimana sebetulnya kehidupan di
- pondok.
- Dikenalkan lah ya.
- Dikenalkan. Betul.
- Bahkan kita bersilaturahmi ke para kiai,
- bersilaturahmi ke beberapa pondok
- pesantren.
- Iya.
- Sehingga ketika kelas 5 itu sudah ada
- minat.
- Heeh. Heeh.
- Kan anak-anak itu manggil ke anak itu
- abah.
- Abah. Iya.
- Kalau ke ibunya umah.
- Mbah kalau kelas 6 pengin masuk pondok.
- Masyaallah.
- Alhamdulillah. Kan anak ke satu
- jadi enggak ada paksaan ya?
- Enggak. Itu kesadaran sendiri.
- Iya.
- Kesadaran sendiri. Sehingga walaupun
- jauh insyaallah ana dukung. He.
- Jadi kalau dipaksakan biasanya enggak
- bakalan bertahan lama sih.
- Iya. Enggak bakal kerasan kat ya.
- Iya.
- Kemudian ada satu lagi yang unik ketika
- dalam memberikan pendidikan karakter
- kepada anak.
- Karena itu kebiasaan di yayasan itu suka
- mengundang
- para kiai, para habaib. Hm.
- Ee terutama yang secara keilmuan dan
- secara amaliah sangat luar biasa. He
- undangannya itu apakah undangan pribadi
- ataupun misalnya diundang ceramah.
- Iya.
- Ketika sampai ke rumah ana biasanya ana
- itu suka bawa anak.
- Heeh.
- Pak Kiai Afan nih tolong doain.
- Hm.
- Anak saya yang ini mudah-mudahan jadi
- orang yang berguna.
- Iya. Iya. Iya. jadi dai ilallah, jadi
- ulamaul amilin.
- Sehingga dari beberapa yang sepertinya
- sederhana, tetapi mudah-mudahan mungkin
- salah satu guru-guru kita, kiai kita
- yang doanya dikabul.
- Betul. Betul.
- Ya, minta doanya, Ustaz.
- Amin. Amin. Amin. Amin. Nah, Ustaz,
- untuk ee dunia dakwah sekarang, Ustaz
- melihatnya seperti apa, Ustaz? Khususnya
- di Kota Sukabumi gitu, ya. Apalagi di
- tengah ee kemajuan zaman, kemajuan
- teknologi yang sangat besat.
- Iya.
- Terutama dengan adanya internet kan.
- Internet seperti media sosial, YouTube,
- Facebook, WhatsApp itu juga kan
- istilahnya bisa ya merubah peradaban
- manusia juga gitu ya.
- Iya. Iya.
- Merubah peradaban manusia juga, merubah
- ee kebiasaan dunia dakwah juga gitu,
- Ustaz ya. yang tadinya dakwah ya
- konvensional gitu dari mimbar ke mimbar
- sekarang bisa melalui media seperti ini
- contohnya melalui YouTube gitu kan Ustaz
- seluruh dunia nanti bisa melihat kapanp
- bisa menikmati
- begitu dalam keadaan apapun bisa
- istilahnya ngaji gitu melihat seperti
- apa, Ustaz?
- Kalau ana sendiri
- ee perspektif tentang
- perkembangan dakwah hari ini
- yang pertama perkembangan ini sangat
- cepat luar biasa ya.
- Hm. dulu ketika tahun 90-an
- dakwah itu masih tidak terbayangkan akan
- seperti
- ee teknologinya maju seperti hari ini.
- H
- oleh karenanya mungkin
- ee
- orang tua para as para penggiat dakwah,
- para asatid, para kiai
- ya harus terbuka juga ya. He he.
- Harus terbuka dalam wawasan.
- Iya, betul.
- Dalam keilmuan.
- Termasuk dalam perkembangan zaman.
- Harus mengikutilah ya.
- Harus mengikuti ya.
- Betul.
- Walaupun ya ketika kita mengikuti ya
- kita tidak
- responsif, tidak secepat anak-anak muda
- sekarang ya.
- He he.
- Seperti misalnya kita bermain gadget
- smartphone
- ya. mungkin smartphone
- ataupun menggunakan
- aplik-aplikasi yang hari ini dibuat oleh
- para ahli.
- Hm.
- Ya, kalau anak-anak yang hari ini
- mungkin anak kita, remaja kita itu lebih
- mahir, lebih pintar.
- Betul.
- Tetapi kita juga jangan tutup mata. Kita
- harus tahu ya. Heeh.
- Harus tahu. Ketika tahu ya kita
- insyaallah bisa mengantisipasi.
- Dan untuk dakwah di kota Sukabumi
- sendiri, Kota Sukabumi itu sebenarnya
- kecil.
- Heeh.
- Cuma tujuh kecamatan
- kotanya itu ya.
- Heeh. Kota Sukumi tuuh kecamatan
- dengan wilayah terkecil memang di
- Indonesia itu paling kecil Kota Sukumi.
- Iya. 33 kelurahan.
- Hm.
- Penduduknya di bawah
- ee 300.000. 1000 kalau salahnya. H
- atau mungkin di bawah R00.000.
- Iya. Iya.
- Nah, tetapi walaupun kecil ya, Kota
- Sukobi sebenarnya untuk tantangan dakwa
- itu sangat luar biasa beratnya.
- Hm.
- Karena pusat-pusat hiburan, pusat-pusat
- perbelanjaan di Kota Sukobi kumpulnya.
- Iya. Dan cukup pesat kejuan ya kotanya.
- Cukup pesat. Ee kenapa seperti itu? ya
- mungkin
- ee banyak pendatang
- he
- ataupun banyak ee orang-orang yang
- sengaja ingin liburan weekend di
- Sukabumi.
- Heeh.
- Sehingga pengpengaruhnya itu cukup luar
- biasa.
- Iya. Iya. Jadi banyak dibangun-bangun ee
- tempat-tempat hiburan kayak gitu ya,
- Ustaz ya.
- Iya.
- Oleh karenanya mungkin
- ee kesadaran
- satu visi dan misi dalam tanggung jawab
- dakwaah ini
- he
- perlu di
- perlu dimiliki oleh setiap
- ee para dai.
- He.
- Sehingga kita bisa
- menyatukan persepsi.
- Iya. Nah, Ustaz, untuk IKD sendiri ee di
- Kota Sukabumi untuk Ramadan, Ustaz,
- untuk Ramadan apakah ada program sosial
- eh program apa? Program spesial khusus
- Ramadan biasanya, Ustaz seperti apa,
- Ustaz? Untuk IKAD sendiri khususnya Kota
- Sukabumi.
- Ee untuk Kota Sukabumi itu kita
- insyaallah ee
- ada program Gebiar Ramadan ya.
- Gebiar Ramadan
- ya. Yang pertama ee
- tarhib Ramadan.
- Hm. Ban juga insyaallah ada program
- nanti kuliah duha.
- Heeh.
- Kemudian
- program
- ee
- mabit nih.
- Mabit.
- Mabit nanti
- mabit di masjid-masjid gitu.
- Ee rencana kalau pengurus pengurus IKD
- nanti masjid difokuskan di sebuah ee
- masjid yang menjadi makas IKD.
- Insyaallah rencana masjid di Masjid
- Almuluk.
- Di mana, Ustaz? Terminal.
- Oh, terminal.
- Terminal
- bis kota Sukumi
- yang Ustaz Sanwar di sana ya.
- Ustaz Sanwar itu. Masyaallah.
- Nah, Ustaz untuk ee kita kan sudah mulai
- bekerja sama nih antara Radio
- Silaturahim tempatnya Duskaum Radio
- Latan ya dengan IKDI. ee apakah ada ee
- respon dari jemaah mungkin jemaah IKD
- yang sudah ikut menyimak mendengarkan
- dakwah dakwah IKD yang sudah apa
- istilahnya mengembangkan sayapnya
- melalui media radio. Ustaz bagaimana
- Ustaz dan Ustaz sendiri bagaimana
- melihatnya atau ada tanggapannya
- progresnya seperti apa? Kalau yang ana
- amati kan background para ustaz ikadi
- yang terutama yang suka siaran di roda
- itu bermacam-macam.
- He.
- Ada yang
- dosen,
- kemudian ada yang praktisi dakwah,
- kemudian ada yang beberapa ustaz yang
- punya komunitas.
- Hm. Iya. Iya. Kalau yang background-nya
- seperti dosen,
- biasanya kita bisa
- menggunakan power.
- He.
- Seperti Pak Ustaz Dr. Anwar Aziz ya.
- Kalau beliau siaran itu, beliau itu
- biasa suka memerintahkan kepada para
- mahasiswanya.
- Hm.
- tolong ee dakwah yang
- suka disiarkan oleh Pak Doktor supaya
- disimak ya.
- H
- nanti kalau misalnya disimak ya
- berhubungan dengan SKS.
- Hm. Iya. Iya. Jadi ikut belajar juga ya.
- Ikut belajar juga ya.
- Tapi itu kan itu juga dalam rangka
- kebaikan.
- Iya. Iya. Iya.
- Ee kemudian beberapa
- dari IKD yang kebetulan ketua DKM. He
- atau pembina majelis taklim biasanya
- suka diumumkan di masjid atau di
- majelis taklim.
- Iya.
- Tolong ketika anak siaran hari
- hari
- A misalnya
- disimak
- itu alhamdulillah ya.
- Ee kemudian yang lainnya ada IKADI yang
- basic basicnya basic komunitas itu juga
- sama. Jadi mudah-mudahan ee dengan kerja
- sama ini
- keberadaan IKD bisa terus dikenal.
- Bahkan sebetulnya kita juga ee tidak
- terpaud dengan
- ustaz yang biasa mengisi yang empat aja.
- He.
- Kita juga banyak ustaz-ustaz yang lain.
- Iya.
- Bahkan kemarin ada tawaran
- untuk ustaz yang punya background
- kedaerahan misalnya menggunakan bahasa
- Sunda.
- Bahasa Sunda gitu.
- Itu juga sudah siap.
- Iya. Iya.
- Siap. Insyaallah.
- Alhamdulillah. Baik, Ikhwan Awat yang
- mungkin baru menyalakan pesawat radionya
- atau baru menyimak YouTube ini. Kita
- tengah berbincang dengan Ketua Ikatan
- Dai Indonesia Kota Sukabumi yaitu Ustaz
- Ujang Dedi Humaidi. Ustaz ya,
- mohon maaf kalau salah. Betul, Ustaz,
- ya.
- Iya,
- Ustaz Dedi,
- Ustaz Dedumidi. Masyaallah. Ya, tadi
- kita mendengarkan riwayat ee hidup
- beliau, riwayat pendidikan. bagaimana
- anak mendidik anak seperti apa dan juga
- sharing mengenai dunia dakwah di kota
- Sukabumi. Ikhwan ikhwan akhwat dan
- ikhwan akhwat kita akan jeda terlebih
- dahulu. Nanti di sesi kedua kita akan
- lanjutkan bincang-bincang lebih dalam
- lagi dengan Ustaz Ujang Dedi Humaidi,
- Ketua IKD Kota Sukabumi.
- Oh
- [musik]
- Terima kasih Wanwati yang dirahmati
- Allah. masih menyimak siaran Radio
- Satrahim dan juga Rasil TV. Di
- kesempatan ini kita tengah berbincang
- dengan ketua Ikatan Dai atau Ikatan Dai
- Indonesia IKDI Kota Sukabumi Ikhwanawat
- yaitu dengan Ustaz Ujang Dedi Humaidi.
- Dan di sesi yang pertama kita
- mendengarkan ee mengenai riwayat beliau,
- riwayat hidup, riwayat pendidikan,
- keluarganya, bagaimana mendidik karakter
- keluarganya seperti apa. Masyaallah,
- semoga kita bisa memetik pelajaran ee
- dan hikmah dari bincang-bincang ringan
- dengan beliau ini. Nah, Ustaz, untuk
- dakwah sendiri di Kota Sukabumi
- khususnya ee
- pihak-pihak yang maksudnya ikut
- mendukung dakwah ini dari pemerintahan
- seperti apa, Ustaz?
- Kalau di Kota Sukabumi itu
- dukungan
- kelurahan terutama dari Pak Walikota
- Sukabumi cukup luar biasa.
- Bahkan ee kebijakan beliau itu sangat
- konsen kepada dukungan terhadap
- perjuangan dakwah.
- Hm.
- Sebagai contoh
- ee seluruh
- program beliau itu menggunakan program
- magrib mengaji.
- H
- J magrib itu ee TV dimatikkan.
- Kemudian ee para asatid
- ee supaya mengajar ngaji anak-anak usia
- SD, SMP, dan SMU
- supaya mereka lebih ee fokus. Iya.
- Awal itu sampai memberikan insentif
- untuk para asatid yang konsern pada
- kegiatan magrib dan ngaji.
- H
- diberikan insentensif per bulan
- walaupun diberikannya biasa per 3 bulan
- sekali.
- Bukan saja
- pada guru ngaji, beliau itu sangat
- konsen mendukung
- ee
- ee para penggerak dakwah.
- Hm.
- misalnya ee intensif untuk marbot juga
- ada
- insentif ee guru pesantren.
- H
- tiap pesantren itu diberi intensif ya
- ya mujahid-mujahid dakwah gitu ya.
- Mujahid dakwah diberikan bulanan.
- Iya. Iya.
- Kemudian intensif untuk ee guru-guru
- madrasah diniah
- h
- bukan intensif untuk guru TPQ.
- termasuk juga konsep memberikan ee
- bantuan khusus keagamaan.
- Artinya sangat mendukung sekali ya
- dengan program dakwah di Kota Sukusnya
- program-program IKD juga, Ustaz ya.
- Iya. Termasuk program IKD juga.
- Heeh.
- Walaupun dalam kegiatan dakwah itu di
- Kota Sukum ini sebenarnya banyak orang
- omat-omas besar.
- Hm. Iya. Ormas lembaga lain juga b juga
- banyak seperti misalnya
- Nadatul Ulama ya
- he NU
- NU kemudian Muhammadiyah
- betul
- Persis
- ee kemudian
- keagamaan yang lain kan salah satu
- program IKD di bulan
- ee Ramadan ini kita insyaallah akan road
- show road
- show road show ke
- safari dakwah gitu
- safari dakwah ke ormas Islam.
- Masyaallah.
- Insyaallah kita akan awali nanti ee di
- awal Ramadan
- kita akan silaturahmi dengan ketua NUAHI
- [berdehem] dengan ketua Muhammadiyah,
- ketua Persis, kemudian omars-omars yang
- lain ya.
- H
- ee sehingga dari road show tersebut
- mudah-mudahan bisa ada kerja sama ya.
- dari kerja sama itu mudah-mudahan
- ee kegiatan daripada di Sukabumi lebih
- kondusif
- lebih baik dalam rangka bersatu padu
- untuk ee menggarap dakwah di Kota
- Sukabumi.
- Nah, untuk dakwah ini, Ustaz, di Kota
- Sukabumi khususnya adakah
- kendala-kendala gitu yang berarti yang
- bisa dibilang ujian pasti ada gitu,
- kendala pasti ada gitu namanya dakwah
- gitu ya, sudah sunatullahnya gitu. Nah,
- seperti apa, Ustaz? Dan saya sih melihat
- sepertinya di Kota Sukumi sih
- alhamdulillah ya persatuannya cukup
- cukup bagus. Sarang jarang terdengar ada
- perpecahan antar
- ormas gitu, antar lembaga-lembaga
- keagamaan gitu. Bagaimana, Ustaz?
- Kalau untuk dakwah di Kota Sukabumi itu
- sebenarnya Kota Sukabumi kota Santi ya.
- Hm.
- ee secara umum
- kendalanya itu relatif masih bisa
- diatasi ya.
- H
- ee tidak ada letupan-letupan yang
- mengganggu perjuangan dakwah.
- H
- tetapi mungkin yang perlu diantisipasi
- itu
- ee karena kota Segobi itu bisa dikatakan
- kota satelit ya, kota persinggahan.
- Hm. Iya. I
- misalnya orang yang Bandung sehingga
- dulu ke Sukabumi.
- Iya. I
- orang Jakarta yang mau berlibur sing
- dulu Sukabumi. Bogor dan seterusnya.
- Jadi di dari satu City yaitu membawa
- manfaat sara ekonomi.
- He.
- Di sisi lain juga ada manfaat mungkin
- yang bisa berpengaruh negatif
- kepada penduduk yang ada di Kota
- Sukabumi.
- Hm.
- Ee tetapi insyaallah dengan kuncinya itu
- cuma satu sebenarnya kebersamaan di
- antara seluruh ee pengelola dakwah di
- Kota Sukumi. He
- ee ego ee asobiyah ya.
- Asobiahnya fanatik
- terhadap golongan.
- Golongan.
- Iya.
- Kalau bisa ee dihilangkan.
- H
- ee kita ke kita kedepankan masalah
- ukhuwah
- Islamnya dulu gitu ya. nya dulu ya. Ana
- sendiri insyaallah
- komunikasi dengan
- NU misalnya karena anak-anak sendiri
- basic dari NU Ustaz.
- Iya. Iya.
- Ana pesantren-pesantren dari NU
- komunikasi dengan orang NU dan
- insyaallah ee guru-guru kami,
- teman-teman kami banyak yang aktivis di
- NU ya. Kita juga komunikasi dengan
- orang-orang Muhammadiyah ya. Banyak
- teman-teman saya juga yang orang
- Muhammadiyah ya. dan komunikasi dengan
- orang Persi dan yang lainnya. H
- mudah-mudahan ee kalau dulu dulu ketika
- tahun 90 itu sebetulnya
- ee pernah terjadi gesekan ya.
- H
- ini terus terang aja ya pengembangan an
- pribadi ya.
- Iya. Iya.
- Antara
- Wahabi dengan kalau istilah di kamuk an
- itu gober
- Gober. E
- ee wahabi dan gober. Gabir itu istilah
- untuk ahli sunah.
- Hm.
- Wahabi itu istilah untuk untuk pembaru.
- Iya. Iya.
- Di tahun 90 itu karena mungkin ego yang
- tidak bisa tercerahkan sehingga ada
- bentokan-bentrokan sebenarnya.
- Yang satu membidahkan, yang satu tidak
- mau dibidahkan gitu ya.
- Yang satu suka qunut, yang satu lagi
- tidak suka qunut.
- Tetapi hari ini kalau Anda dengar
- letupan itu sekarang jarang tidak ada
- tidak terdengar
- lebih tenggang rasa toleransinya lebih
- tinggi.
- Iya. Toleransinya lebih tinggi.
- Iya.
- Ee kemudian
- ee
- ukhuwahnya dikedepankan.
- Betul. Persaudaraannya lebih
- dikedepankan ya.
- Nah, Ustaz untuk ee program IKADI yang
- mungkin masih menjadi apa ya ee harapan
- atau dicita-citakan yang belum
- terlaksana
- untuk IKDI sendiri kota Sukumi apa,
- Ustaz? Dan dari pribadi Ustaz sendiri
- mungkin ada harapan cita-cita selain
- tadi anak-anak yang pendidikannya ee
- ya istilahnya ingin yang lebih tinggi
- dari Ustaz sendiri seperti apa ustaz
- untuk IKD ya? Iya. Untuk IKD dan Ustaz
- untuk IKD Kota Sukab ITI cita-cita ana
- yang
- sangat
- ingin sekali terwujud
- yang pertama IKD ini
- ee bisa melahirkan dai-dai yang moderat.
- Hm.
- Moderat itu yang
- lebih toleran
- tengah-tengah gitu.
- Tengah-tengah. Kalau dalam istilah
- guru-guru kami, mereka punya pemahaman
- fikih wasatiah.
- Wasaton.
- Fikih wasaton. Walaupun ya ketika ana
- berbincang
- tentang fikih wasatiah itu ya ana
- sendiri karena basik dari NU di NU
- dibicarakan juga tentang fikih wasatiah.
- H. Kemudian orang lain juga membicarakan
- tentang fikih wasatiah.
- Mudah dalam fikih wasatiah ini bukan
- tataran konsep tetapi sudah
- merasuk dalam jiwa para dai.
- Hm.
- Maksudnya gimana? Maksudnya gini, Ustaz,
- ya. Ketika kita misalnya melihat
- fenomena keberagaman di masyarakat,
- Iya.
- Ada yang
- baca shih, ada yang tidak ya.
- He.
- Ada yang qunut, ada yang tidak. Ya,
- betul. Jadi ketika ditanamkan fikat kita
- mencoba menghargai mereka ya.
- Iya.
- Jangan sampai umat ini dipecah belelah
- oleh istilah-istilah yang bisa
- menghancurkan ukhuwah islamiyah.
- He he.
- Sebagai contoh ya, ada beberapa orang
- yang memberikan stigma dengan sangat
- gampang.
- Kamu itu misalnya orang Wahabi.
- H
- buahbi itu ee sangat berbahaya. keras
- keras ya. Padahal sebenarnya yang patut
- diwaspadai itu
- ee
- ada yang lebih bahaya seperti misalnya
- per kebangkitan PKI sebenarnya.
- H
- PKI itu lebih bahaya daripada habis
- sebetulnya.
- Iya.
- Ee jadi ee perlu ditanamkan toler
- bagaimana kita menghargai perbedaan
- sehingga ketika kita mengha perbedaan wa
- ini bisa lebih dikedepankan.
- Pada akhirnya mudah-mudahan kebangkitan
- umat itu bukan mimpi tetapi akan jadi
- bukti.
- Iya. Tapi ustaz memang kalau ya tadi
- keasobiahan ya jadi yang sudah mendarah
- daging itu kan tidak mudah juga
- dihilangkan.
- Iya.
- Dan untuk menumbuhkan ya tadi ya
- menghargai toleran terhadap perbedaan
- perbedaan yang istilahnya bukan usul
- gitu ya. Perbedaan yang khilafiah yang
- fikih gitu. Nah, itu bagaimana cara ee
- belajar kita menumbuhkan hal itu atau ya
- mengajak orang lain yang tadi itu yang
- sudah mendarah daging beda sedikit aja
- sudah ah itu bukan golongan saya.
- Kita qunut dia enggak qunut. Ah, saya
- enggak mau berteman dengan dia atau
- bergaul dengan dia gitu kan. Sekarang
- kan masih ada Ustaz oh yang ini bidah
- itu bukan golongan saya. Minimal itu
- syubhat seperti itu kan masih sebenarnya
- masih terdengar gitu
- ya. minimal di media sosial itu masih
- masih saja terlihat atau di YouTube
- masih ada pembahasan-pembahasan seperti
- itu gitu, Ustaz. Bagaimana tuh mengubur
- asobiah seperti itu, Ustaz?
- Ee kalau menurut pendapat saya pribadi
- yang pertama mungkin ee harus dijalin
- komunikasi yang in
- he
- terutama komunikasi dalam ranah-ranah
- ee diskusi ilmiah ya.
- Hm. Tapi diskusi ilmiahnya bukan tujuan
- untuk menjatuhkan
- I atau debat kusir.
- Debat kusir yang tidak ada ujungnya.
- Iya.
- Tapi semata-mata ee masing-masing pihak
- bisa menahan [musik] diri.
- Kemudian ternyata pihak ini benar juga
- pihak ini benar juga gitu.
- Punya dasar masing-masing
- punya dasar yang jelas.
- Iya.
- Yang kedua mungkin perlu dibuatkan
- kurikulum.
- Hm. kurikulum
- yang dibuat oleh
- semua ahli dari berbagai macam latar
- belakang
- dari kurikulum tersebut nanti bisa
- diajarkan kepada anak-anak kita terutama
- generasi-generasi yang baru. Hm.
- [menghela napas]
- Karena kalau
- ana pikir mungkin kalau misalnya
- meluruskan atau membetulkan
- ee
- awi. Awi itu apa ya?
- Bambu.
- Bambu yang sudah tuanya.
- Hm.
- Itu susah biasanya.
- Iya. Iya. I
- kalau misalnya kita akan kalau di sunah
- mah diperuhkeun ya.
- He
- dibengkokan itu akan patah.
- Iya. Tapi kalau misalnya kayak
- [berdehem]
- bambu-bambu yang masih muda kita
- sedikit-sedikit
- itu berarti bisa dibentuk ya.
- Iya.
- Jadi di kurikulum ini kita ajarkan
- kepada generasi-generasi yang baru,
- generasi baru yang pemahamannya lebih
- toleran.
- Hm.
- Walaupun
- ee sebetulnya toleran di sini bukan
- artinya tidak punya prinsip ya.
- J prinsip harus ada.
- Iya. Iya. punya prinsip tetapi ee
- tidak abu-abu gitu ya,
- tidak abu-abu. Menghargai perbedaan,
- menghargai ee keilmuan dimiliki oleh
- orang lain.
- He. Nah, Ustaz, kalau sekarang kan zaman
- tadi ya kembali ke ee teknologi yang
- begitu pesat ya, begitu maju dunia
- internet. Nah, banyak dari kita juga kan
- yang muda-muda ini ee mengambil belajar
- yang mudah gitu melalui YouTube gitu.
- kita mendengarkan kajian-kajian dari
- berbagai ustaz. Nah, ada mungkin nasehat
- buat kaum muda, Ustaz, yang ya tadi itu
- belajarnya itu secara insan melalui
- media sosial tersebut gitu. Bagaimana,
- Ustaz?
- Ya, untuk
- ee adik-adikku yang masih muda, masih
- remaja, ya.
- Ketika kita belajar dari YouTube atau
- dari medsos itu sebenarnya tidak tidak
- mengapa ya
- untuk menambah keilmuan.
- Tetapi yang paling baik itu kapasitas
- keilmuan
- harus dimiliki dulu oleh setiap pribadi.
- Sebagai contoh ya, kalau kita misalnya
- ingin memahami Al-Qur'an ya minimal kita
- belajar bahasa Arab dulu ya. Baha bahasa
- Arab dulu.
- Kemudian belajar nahwu sarf dulu.
- Ilmu-ilmu mendukung.
- Iya. Iya.
- Ketika dasar keilmuan yang sifatnya
- keilmuan dasar kita kuasai
- ee insyaallah belajar tambahan di
- YouTube dan sejenis pun itu
- tidak akan memberikan
- pengaruh yang sangat jelek
- atau tidak ditelan mentah-mentah gitu.
- Iya. Tidak ditelan mentah-mentahnya.
- Iya.
- Karena doktrinisasi itu ketika kita
- tidak punya basic itu sangat mudah.
- H
- bahkan yang harus kita waspadai itu apa
- yang digambarkan oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Eh ajarokum ala fatwa ajarukum alanar
- atau man
- quran bihiwa
- minanar ya ajarum al fatwa ajarkum alar.
- Siapa yang paling berani berfatwa tanpa
- dasar kimun yang jelas, berarti dia
- berani untuk menyebruskan dirinya ke
- neraka.
- H
- ee fatwa itu berhubungan dengan hukum.
- Iya.
- Dia mengeluarkan hukum tapi dasar
- hukumnya tidak jelas. Itu sangat
- berbahaya.
- Atau manas Quran birihi. Barang siapa
- yang menafsirkan Al-Qur'an dengan
- akalnya ya
- tidak tidak mempunyai kemampuan secara
- keilmuan
- faladu minanar.
- H
- berarti dia seolah-olah mempersiapkan
- salah satu kursinya di neraka.
- Itu berarti ee silakan belajar dari
- medsos dari YouTube dan seterusnya.
- Tetapi
- ssah basic keilmuan sebagai basic dasar
- harus di minimal kita belajarlah. Betul.
- Betul. Nah, ikhwan akhwat. Kita masih
- berbincang-bincang dengan Ustaz Ujang
- Dedi Humaidi, ketua IKDI Kota Sukabumi.
- IKADI itu Ikatan Dai Indonesia ya. Dan
- kita sekarang tengah berada di kantor
- IKDI Kota Sukabumi, tepatnya di ee
- perumahan Cisuda Riverside ya.
- Riverside ya.
- Masuknya Sukaraja, Ustaz ya.
- Sukaraja ini kabupaten nih.
- Iya. Oh, sudah masuk kabupaten ya. Tapi
- kita kayaknya kayak di Kota Sukumi.
- Oh iya. Tapi kan dekat ya perbatasan ya.
- Masyaallah. Karena Ustaz tadi di awal
- saya kan menyampaikan bahwa dunia dakwah
- itu kan banyak ujian, tantangan, tidak
- ya kemudahan-kemudahan juga tidak selalu
- ditemui gitu, Ustaz ya.
- Tantangan-rintangan.
- Nah, bagaimana untuk generasi muda juga,
- Ustaz? Biasanya kan untuk dunia dakwah
- tuh kita tuh udah di mindset kita tuh ah
- yang tua-tua gitu. yang senang dakwah
- juga kan biasanya yang tua-tua.
- Nah, bagaimana
- untuk generasi muda juga, Ustaz, bahwa
- dakwah itu ee seru, menarik,
- menyenangkan gitu, dan banyak hal-hal
- yang baik juga gitu. Bagaimana, Ustaz,
- untuk generasi muda ini? Dunia dakwah ni
- harus seperti apa?
- untuk generasi muda ee adik ee
- anak-anakku atau adikku yang hari ini
- masih remaja
- ee berdasarkan pengalaman asa pribadi
- ya.
- H.
- Jadi yang pertama itu kita harus
- ee tarkiyatul ilmu.
- Targiatul itu jadi peningkatan kapasitas
- diri.
- Hm. Tadi itu ya. Nah, jadi peningkapan
- kapasitas sendiri itu jadi kita harus
- bisa merubah mindset. Biasanya kalau
- kita itu ee
- ee investasi itu dari
- ee
- leher ke bawah.
- H
- kita harus bisa merubah mindset
- investasi dari leher ke atas.
- Isi kepala ya.
- Isi kepala ya. Kalau investasi dari
- leher ke bawah itu berarti masalah
- makanan,
- pakaian, hiburan dan seterusnya.
- Iya. Iya.
- Ee jadi kita berubah mindset bagaimana
- kita mengisi kepala tingkatan tulus
- kapasitas
- baik melalui pendidikan formal,
- nonformal atau informal.
- Ee jadi tidak mesti kuliah sebetulnya. H
- kalau meningkat kapasitas itu bisa
- melalui pesantren, bisa melalui masuk ke
- komunitas,
- kemudian bisa bergaul dengan orang-orang
- yang punya ilmu.
- Ee setelah
- kapasitas keilmuan meningkat,
- kemudian kita berusaha untuk tarkiyatul
- amal ya.
- Hm.
- Bagaimana kita dari ilmu yang ada itu
- kita amalkan.
- Amalkan. hari ini yang
- banyak ditinggalkan orang itu
- mengamalkan ilmu.
- Makanya kebarokahan ilmu sekarang ini
- tidak
- tkiyatul amal ustaz diulang. Iya
- tarkkiatul amal meningkatkan masalah
- amal ya.
- Jadi ilmu sekecil apapun ilmu yang kita
- punya itu harus disertai dengan amal.
- He
- sebagai contoh misalnya ya qabliah
- ba'diah jangan ditinggal ya. tahajud,
- duha, sunah-sunah
- termasuk ee bertutur kata, berpakaian
- akhlak sedikit banyak itu harus harus
- terus di ditingkatkan amaliah kita.
- Kemudian ee
- tarkyatul
- ee ilmu, tarkiyatul amal.
- Kemudian yang ketiga tarkiyatul iman.
- Tarkiyatul iman.
- Iya. Seb itu mah dari amal nanti akan
- meningkat masalah iman. I
- tarkiyatul iman. Bagaimana kita
- meningkatkan masalah iman. Jadi walaupun
- kita sebagai generasi muda hari ini ee
- banyak godaan tetapi iman kita terus
- tingkatkan
- sebagai tameng ya. ya sebagai tameng
- termasuk ee
- yang terakhir
- ee tarkiatul
- akhlak.
- Hm. Tarkiyatul ilmu, tarkiyatul amal,
- tarkiyatul a
- ee iman, dan tarkiatul akhlak.
- Iman. Iya. Meningkatkan masalah akhlak.
- Heeh.
- Jadi akhlak kita itu harus betul-betul
- terjaga.
- Bergaul dengan siapap pun boleh.
- H
- tetapi kita tetap punya ilmu, punya
- amal, punya akhlak.
- Iya.
- Baik, Ustaz. Ee kita sudah dibatasi
- waktu. Sebenarnya bincang-bincang kita
- masih seru nih, Ustaz. Ya, nanti
- di lain waktu kita akan bincang-bincang
- lagi. Tapi, Ustaz, terakhir, Ustaz, di
- bulan Ramadan ini mungkin pesan untuk
- para pendengar dan pemirsa Rasil TV.
- singkat saja, Ustaz. Pesan Ramadannya
- seperti apa, Ustaz?
- Ee pesan di untuk Ramadan hari ini
- termasuk pesan untuk pribadi sendiri ya.
- Mudah-mudahan Ramadan ini Ramadan yang
- terbaik ya.
- Amin.
- Anggaplah ini Ramadan terakhir kita ya.
- Iya.
- Karena kalau ana bayangkan teman kita,
- saudara kita ee
- hari ini eh tahun kemarin sekarang sudah
- meninggal dunia.
- Oleh karanya mudah-mudahan Ramadan ini
- Ramadan yang terbaik, Ramadan yang
- terakhir dan mudah-mudahan Ramadan ini
- Ramadan yang menghantarkan kita
- mendapatkan ee rida Allah Subhanahu wa
- taala. Amin. Amin. Amin ya rabbal
- alamin. Baik, demikianlah ikhwan akhwat
- bincang-bincang kita dengan Ustaz Ujang
- Dedi Humaidi, Ketua IKDI Kota Sukabumi
- ya, ketua Ikatan Dai Indonesia Kota
- Sukabumi. Sekali lagi Ustaz terima kasih
- atas waktunya atas bincang-bincangnya.
- Insyaallah sharing-nya
- berbagi dengan kita dan kita mendapatkan
- manfaatnya. Jazakallah khairan kir.
- Baik. Demikian ikhwan akhwat sekali lagi
- kami sampaikan terima kasih atas
- kebersamaannya. Saya Rizal Alhaq dan e
- kameramen yang bertugas di kesempatan
- ini ada Bang Ondi dan Bang Fajar undur
- diri dari Kota Sukabumi.
- Kota Moci Ustaz ya. Kota
- Iya, Kota Moci.
- Kota Mochci. Kalau santri juga tadi
- kalau kalau orang luar sudah ke Sukabumi
- dia akan selalu kerasa suka suka di
- Sukabumi.
- Baik,
- insyaallah kita akan silaturahim lagi ke
- sini ikhwanawat dan berbincang-bincang
- lebih lanjut dengan Ustaz Ujang ataupun
- ustaz-ustaz ikadi lain yang memang
- keilmuannya luar biasa yang bisa kita
- dapatkan ilmu-ilmu dari beliau-beliau.
- Kami undur diri. Subhanakallah
- wabihamdika asadu alla ilahailla anta
- astagfiralamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.