Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 [musik] 0:14 Rahim, asalamualaikum warahmatullahi 0:17 wabarakatuh. 0:18 Alhamdulillahirabbil alamin, Allahumma 0:21 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:24 sayyidina Muhammad. 0:26 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 0:28 subhanahu wa taala, bagaimana kabar Anda 0:30 di malam hari ini? Semoga dalam keadaan 0:33 sehat walafiat dan selalu dalam 0:36 lindungan Allah subhanahu wa taala. 0:38 Kembali kita bersua dalam program 0:42 tausiah malam 0:44 di edisi hari ini Selasa, 4 November 0:48 2025 0:50 Masehi. 0:52 Ikhwan dan akhwat, segala puji bagi 0:53 Allah subhanahu wa taala yang telah 0:55 memberikan kita nikmat iman, nikmat 0:57 Islam, dan kesempatan untuk kembali 0:59 menimba hikmah dari kalamnya yang mulia. 1:03 Sahabat Rasheed, ikhwan dan akhwat, di 1:05 kehidupan ini tak jarang kita berhadapan 1:08 dengan orang-orang yang justru membuat 1:10 hati kita lelah. Kadang mereka adalah 1:13 orang terdekat seperti keluarga, teman, 1:16 bahkan pasangan yang ucapannya bisa 1:19 melukai, sikapnya bisa menguras emosi. 1:23 Lalu bagaimana Islam memandang hal ini? 1:25 Apa yang bisa kita pelajari dari Alquran 1:28 ketika orang dekat kita bersikap toksik? 1:32 Malam ini kita akan bertadabur bersama 1:35 dalam program tadabur Alquran 1:38 dan telah hadir guru kita, Ustaz Doni 1:42 Amir Sagaf. 1:44 Mari kita buka hati, tenangkan jiwa, dan 1:47 biarkan ayat-ayat Allah menjadi cahaya 1:50 yang menuntut kita menghadapi ujian ini 1:52 dengan sabar dan bijak. 1:54 Kita sapa guru kita, Ustaz Doni Amir 1:57 Sagaf. Assalamualaikum warahmatullahi 1:59 wabarakatuh, Ustaz. 2:00 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:02 wabarakatuh. 2:03 Sehat, Ustaz, ya? 2:05 Alhamdulillah. Alhamdulillah. Ikhwan dan 2:07 akhwat, langsung saja kita mendengarkan 2:10 ee kajian siraman rohani yang akan 2:12 disampaikan oleh beliau, salah satu 2:14 pengasuh Majelis Makbul Qurani. 2:17 Tafadhol, Ustaz. 2:19 Terima kasih 2:20 ee Mas Agus dan ee para 2:24 ikhwan akhwat, Bapak Ibu yang dirahmati 2:26 Allah, pendengar Rasil, sahabat Rasil di 2:28 mana pun berada. 2:28 Bismillahirrahmanirrahim. 2:30 Assalamualaikum warahmatullahi 2:32 wabarakatuh. 2:34 Alhamdulillah. 2:36 Alhamdulillahilladzi anzala sakinata fi 2:39 qulubil mukminin 2:40 liyazdadu imanan wa imanihim. Walillahi 2:44 junudis samawati wal ard. Wa kanallahu 2:46 aliman hakima. 2:48 Assalatu wassalam ala al mab'usi 2:50 rahmatan lil alamin, asyrofal anbiya wal 2:53 mursalin wa ala alihi wa sahbihi 2:55 ajma'in, amma ba'd. 2:59 Fayaqulullah ta'ala fi kitabihil karim, 3:01 auzubillahiminasyaitanirrajim. 3:03 Bismillahirrahmanirrahim. 3:05 Ya ayyuhalladzina amanu, alaikum 3:07 anfusakum, la yadurrukum man dzalla idza 3:11 ihtadaitum. Ilallahi marji'ukum jami'an 3:14 fayunabbi'ukum bima kuntum ta'malun. 3:17 Shadaqallahul adzim wa shadaqa rasuluhun 3:19 nabiyul karim wa nahnu ala dzalika 3:22 minasy syahidin wasy syakirin, amma 3:24 ba'd. 3:26 Para ikhwan dan akhwat, Bapak Ibu, 3:28 sahabat Rasil di mana pun berada, 3:31 ee semoga Allah subhanahu wa ta'ala 3:33 ridho kepada kita semua pada kesempatan 3:35 malam hari ini. Insya Allah kita akan ee 3:39 apa menghabiskan waktu kita dalam rangka 3:42 mentadaburi ayat-ayat Allah subhanahu wa 3:44 ta'ala malam ini dan wabil khusus kita 3:47 akan membicarakan bagaimana Alquran ee 3:50 menjelaskan kepada kita 3:53 cara atau metode menyikapi 3:57 jika orang-orang dekat dalam hidup kita 4:00 itu adalah orang-orang yang betul-betul 4:03 ee, memberikan 4:05 dampak negatif kepada kita atau istilah 4:09 keren, istilah zaman sekarang adalah 4:11 orang yang toksik, ya, beracun, ya, 4:14 memiliki racun 4:15 emosinya, mungkin juga dari 4:18 kata-katanya, sikapnya dan lain 4:19 sebagainya, ya, tidak jarang merupakan 4:22 orang dekat kita, insya Allah, 4:23 mudah-mudahan Allah izinkan kita membuka 4:26 hati dan pikiran kita sehingga masuk 4:28 ayat-ayat Alquran sebagai panduan 4:31 kehidupan kita, insya Allah. 4:32 Selawat dan salam mari senantiasa kita 4:34 sampaikan, curahkan kepada Baginda Nabi 4:36 Muhammad sallallahu alaihi wasallam, 4:39 Allahumma shalli wasallim wabarik alaihi 4:42 wa ala alihi wasahbihi wasallam. 4:45 Ee, Bapak Ibu yang dirahmati Allah, 4:47 ikhwan akhwat sekalian, 4:51 ee, 4:52 hampir 4:54 boleh dibilang 95% 4:57 begitu, 4:59 95% orang yang bertanya kepada saya 5:02 biasanya 5:04 pertanyaannya itu selalu 5:06 berkaitan 5:08 atau pertanyaannya adalah pertanyaan 5:11 bagaimana cara mengubah 5:13 cara mengubah orang lain, nah, itu ya. 5:17 Jadi, ini saya perhatikan ini, Mas Agus 5:19 ya, dan Bapak Ibu ikhwan akhwat, 5:22 orang kalau tanya itu, "Ustaz, gimana 5:24 caranya saya mengubah 5:26 misalkan 5:27 ee, mertua saya gitu misalkan. 5:31 Karena orangnya begini begini begini 5:33 begini begini 5:34 atau Ustaz, bagaimana cara saya mengubah 5:36 menantu saya, ya, orangnya kok begini 5:39 begini begini gitu. 5:41 Bagaimana cara saya mengubah ipar saya, 5:43 bagaimana cara saya mengubah ee, ponakan 5:45 saya, 5:47 bagaimana cara saya mengubah orang tua 5:49 nih Ustaz ya karena kok dia kayaknya apa 5:53 beliau ini eh posesif sekali begini 5:56 begitu dan lain sebagainya. Jadi 5:59 dalam perjalanan saya berdakwah begitu 6:04 kalau boleh dibuat analisis 95% orang 6:07 yang bertanya pertanyaannya adalah 6:10 bagaimana cara mengubah orang lain 6:12 supaya hidupnya atau hidup kita jadi 6:15 lebih mudah. 6:17 Bapak Ibu Ikhwan Akhwat yang dirahmati 6:19 Allah sebetulnya pertanyaan bagaimana 6:22 mengubah orang lain ini 6:25 batasnya hanya kita ini cu cuma punya 6:28 kekuatan 6:30 di 6:31 hanya sampai pada menyampaikan dakwah 6:34 saja. 6:35 Yang harus kita pahami bahwa kita tidak 6:38 punya kekuatan untuk mengubah siapapun. 6:41 Kita cuma bisa menyampaikan saja. 6:44 Nah jadi jangan jangan sampai kita 6:45 keliru jangan sampai kita akhirnya 6:48 merasa tidak 6:50 apa tidak berhasil ketika tidak bisa 6:52 mengubah orang lain atau kita merasa 6:55 eh rendah diri ketika misalkan orang di 6:58 sekitar kita ada yang toksik ada yang eh 7:01 bicaranya itu menyakiti ada yang 7:04 perilakunya tingkah lakunya mungkin apa 7:07 eh tidak baik gitu ya. Eh jangan kita 7:11 berkecil hati karena memang kita tidak 7:13 punya kekuatan apa-apa. Yang kita bisa 7:15 hanya menyampaikan saja. 7:17 Justru yang Allah perintahkan kepada 7:19 kita nanti kita buka ayatnya 7:22 justru yang Allah perintahkan kepada 7:23 kita adalah menjaga diri kita sendiri 7:28 menjaga kondisi jiwa dan mental kita 7:31 sendiri. 7:32 Nah yang pertama saya hadirkan dulu nih 7:35 di layar Rasail TV kalau eh apa Ikhwan 7:38 Akhwat yang memantau Rasail TV 7:42 atau kalau 7:43 [berdehem] 7:44 Ikhwan dan Akhwat yang mendengarkan 7:45 Radio Rasio, silakan membuka di mushaf 7:48 masing-masing mungkin ya, surat Al-Qasas 7:51 surat ke-28 7:53 ayat ke-56. 7:55 Nah, sudah sering kita mendengar ya ayat 7:57 ini nih, kalimat Allah gini. Kepada 7:59 khitabnya kepada Nabi Muhammad dan juga 8:01 kepada kita semua. 8:03 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 8:05 Innaka la tahdi man ahbabta. 8:10 Walakinnallaha yahdi mayyasya. 8:13 Sekali-kali kamu ini tidak mungkin, 8:16 tidak bisa memberi petunjuk kepada 8:18 siapapun, termasuk orang yang engkau 8:22 cintai atau kamu-kamu cintai kata Allah. 8:25 Tidak bisa, Nabi Muhammad tidak bisa, 8:28 apalagi kita. 8:29 Yang kita bisa apa? Cuma berdakwah saja. 8:33 Hanya berdakwah saja. 8:35 Ya, innaka la tahdi man ahbabta. Kalian, 8:39 kamu tuh tidak mampu memberikan 8:40 petunjuk, memberikan hidayah kepada 8:42 siapa yang kamu kehendaki, kamu cintai, 8:44 enggak bisa. 8:46 Kita cuma sekali lagi, saya saya katakan 8:48 sekali lagi 8:49 kita hanya bisa berdakwah. Tapi tidak 8:52 bisa kemudian kita, Bapak Ibu yang 8:55 dirahmati Allah 8:57 me apa, menyandarkan harapan bahwa orang 9:00 ini akan berubah lalu hidup saya jadi 9:02 lebih enak gitu atau jadi-jadi lebih 9:05 baik kalau dia bisa dikasih tahu gitu 9:07 misalkan gitu ya. Nah, itu itu eee 9:11 adalah sebuah harapan yang 9:14 eee melampaui ya, kewenangan kita karena 9:18 kewenangan kita hanya memberi dakwah 9:19 saja. Jadi, jangan sampai kita berharap 9:22 nanti malah kecewa kitanya. Gitu ya, 9:24 karena memang semua itu di tangan Allah, 9:26 bukan di tangan kita. Sekali lagi, tugas 9:29 kita hanya berdakwah dan berdoa kepada 9:32 Allah, minta kepada Allah gitu. Nah, 9:36 justru yang merupakan tugas kita adalah, 9:40 nah ini ya, surat Al Maidah 9:43 ayat 105, tadi yang saya bacakan di awal 9:46 nih. Justru tugas kita adalah menjaga 9:49 diri kita. 9:51 Ya, jadi cuma ada satu manusia saja yang 9:55 betul-betul berada di bawah eee apa ya, 9:59 di bawah eee kendali kita. 10:03 Cuma satu. 10:05 Ya, jadi siapa? Diri kita sendiri. 10:08 Hanya itulah. 10:10 Eee hanya hanya satu manusia itu saja 10:13 yang bisa kita kita kendalikan. Yang 10:15 lainnya enggak bisa, cuma yang lain itu 10:17 cuma kita bisa ber dakwah saja. 10:20 Nah, ini kalimatnya justru luar biasa. 10:22 Kata Allah begini, 10:25 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 10:26 Ya ayyuhalladzina amanu, wahai orang 10:29 beriman. 10:30 Alaikum anfusakum. Nah, ini ya, ini gaya 10:34 bahasa kalimat dalam bahasa Arab alaikum 10:37 anfusakum. Itu menunjukkan betul-betul 10:40 ya, 10:42 tingkat apa, tingkat peringatannya itu 10:45 tinggi sekali. 10:46 Eee kalau pakai kata-kata alaikum, ya. 10:49 Alaikum eee apa, bittaqwa misalkan. Kamu 10:52 jagalah ketakwaanmu. Nah, itu berarti 10:55 gaya bahasa yang lebih daripada eee 10:58 normal, lebih dari normal gitu. Gaya 11:01 bahasa yang betul-betul menginginkan 11:03 supaya pendengarnya atau yang 11:05 mendengarkan ucapan ini betul-betul 11:07 sadar. 11:09 Kalimat Allah saya ulangi, wahai orang 11:10 beriman, alaikum anfusakum. 11:15 Jadi, kamu jagalah jiwamu itu. Nah, 11:19 anfus ini sebetulnya artinya jiwa. 11:22 Karena diambil dari kata nafs, ya. 11:25 Eee. Kalau diterjemah diartikan jagalah 11:27 dirimu. Ya, kalau dirimu di situ masih 11:30 agak rancu. nanti bisa dikira 11:33 eee apa bisa dikira fisik eee 11:38 jagalah dirimu seolah-olah menjaga fisik 11:41 saja. Jaga makan biar sehat, olahraga 11:45 apa gitu segala macam. Padahal anfus itu 11:48 artinya adalah jiwa, jawab dari kata 11:51 nafs. 11:53 Jadi wahai orang beriman, kamu jagalah 11:58 ya betul-betul perhatikanlah ada di 11:59 bawah tanggungan mu itu, jiwamu, kondisi 12:03 jiwamu, kondisi mentalmu. Nah, lalu kata 12:07 Allah pada kalimat berikutnya 12:09 la yaduruukum man dhalla idza 12:12 ihtadaitum. 12:14 Eee tidak akan memberi pengaruh kepada 12:18 kalian, tidak akan bisa memberi mudharat 12:20 kepada kalian 12:23 orang-orang yang berada di sekitar 12:24 kalian itu yang toksik tuh, yang sesat, 12:27 yang zalim, yang apalagi segala macam 12:31 itu tidak bisa memberi pengaruh kepadamu 12:34 seandainya kamu betul-betul dapat 12:36 petunjuk dari Allah. 12:38 Dari ayat ini Bapak [berdehem] Ibu, kita 12:41 bisa pahami dua hal penting ini. 12:45 Yang pertama, karena ada kalimat Allah 12:47 la yaduruukum man dhalla 12:50 tidak akan berpengaruh orang yang sesat 12:53 ya dalam hal ini se 12:55 orang yang toksik ya, kalau 12:58 apa emosinya itu negatif, kalau bicara 13:00 menyudutkan orang gitu ya, atau menuduh 13:03 atau mengambil hak-hak orang lain atau 13:05 apapun itulah. 13:07 La yaduruukum man dhalla, tidak akan 13:09 mempengaruhi kamu orang-orang yang sesat 13:11 di sekitarmu, kalimat ini menunjukkan 13:14 kepada kita bahwa pasti 13:17 dalam kehidupan kita akan ada 13:19 orang-orang yang toksik di sekitar kita. 13:24 Eee coba bayangkan 13:27 Nabi Ibrahim saja 13:30 orang yang toksik di sekitar beliau 13:32 betul-betul dekat dengan beliau, yakni 13:34 ayah beliau sendiri. 13:37 Eee, Azar itu ya, ayah beliau itu. 13:40 Sampai-sampai ketika beliau ini 13:44 ya 13:45 apa melakukan penghancuran kepada 13:47 berhala-berhalanya 13:49 termasuklah Azar di situ sebagai sebagai 13:52 pembuat berhala ini ya. 13:54 Maka 13:56 Nabi Ibrahim itu diusulkan untuk dibakar 13:59 hidup-hidup. 14:01 Dan bapaknya, yakni Azar itu ikut 14:04 menyetujui. 14:06 Jadi 14:07 waktu Nabi Ibrahim dibakar itu, bapaknya 14:10 bukan sekedar tahu tapi menyetujui. 14:13 Nah, jadi bayangkan betapa toksiknya 14:17 betapa beracunnya itu ya, ayah dari Nabi 14:20 Ibrahim itu, ayah kandung beliau. Sampai 14:23 beliau diusir itu ya dalam surat Maryam 14:26 itu. Ya, kemudian 14:28 apa namanya, tetap Nabi Ibrahim itu 14:31 mendoakan bapaknya. 14:34 Eee, mendoakan ayahnya. 14:36 Sampai-sampai malah Allah menegur beliau 14:39 dalam surat Al Mumtahanah itu. Ya, 14:41 karena ayahnya sudah wafat meninggal 14:43 dalam keadaan kafir, jadi sudah tertutup 14:46 itu terputus itu ya, pintu atau jalur 14:49 mendoakan itu. Makanya ditegur oleh 14:51 Allah 14:52 eee 14:53 Nabi Ibrahim itu. 14:55 Begitu pula 14:56 Nabi Yakub. Nah, kalau Nabi Yakub ini 14:59 yang toksik ini 15:01 anak-anak beliau. 15:03 Ya, sampai melakukan pembunuhan kepada 15:05 adik mereka, yakni Yusuf. 10 anak Nabi 15:09 Yakub itu. 15:10 Ya, toksik ya, [berdehem] orang-orang 15:12 yang toksik. 15:14 Begitu pula Nabi Nuh alaihissalam, yang 15:16 toksik adalah istri dan anak beliau. 15:20 Anaknya enggak berhasil diajak dakwah. 15:22 Surat 43, eh surat Hud ayat 43 tuh. 15:26 Demikian pula surat eh At-Tahrim ayat 15:29 ke-10. 15:31 Ya, istri beliau berkhianat kepada 15:33 beliau, kepada Nabi Nuh. 15:37 Doroballahu masalan lilladzina kafaru 15:39 imroata Nuh wa imroata Lut. Kanat tahta 15:42 abdaini min ibadina sholihaini 15:43 fakhonatuma. Nah, itu. 15:46 Nah, toksiknya luar biasa. Sampai-sampai 15:48 kemudian juga anak beliau juga eh 15:51 menjadi eh sesat gitu ya, toksik juga. 15:56 Begitu pula misalkan Siti Asiah eh istri 16:00 dari Firaun. Suaminya yang toksik. 16:04 Ayat ke-11-nya dari surat At-Tahrim. 16:07 Wadoroballahu masalan lilladzina amanu 16:09 imroata Firaun. 16:11 Idz qolat robbi ibni li indaka baitan 16:13 fil jannah wanajjini min Firaun wa 16:15 amalihi wanajjini minal qoumi dzolimin. 16:18 Eh, beliau selalu berdoa ya Allah eh apa 16:22 eh bangunlah untukku sebuah rumah di 16:25 surga. Eh, kata kata 16:28 eh Siti Asiah. Dan jauhkanlah aku dari 16:31 Firaun, jauhkanlah aku dari orang-orang 16:33 yang zalim nanti bersama dengan di sisi 16:35 Engkau di surga. 16:38 Tuh, jadi suaminya gitu ya yang toksik. 16:41 Ya, jadi 16:43 semua di sekitar kita tuh. Siti Maryam 16:46 begitu juga. Siti Maryam ini yang toksik 16:48 adalah orang-orang dekat di sekitar 16:50 beliau. Ya, orang-orang dekat di sekitar 16:53 beliau. 16:54 Yang mengatakan kepada beliau dengan 16:55 kalimat-kalimat keji sampai-sampai 16:57 Alquran menamakan muhtanan adzimah. 17:01 Kalimat dusta, kalimat fitnah tapi keji 17:04 sekali kepada Siti Maryam gitu. Nah, 17:07 itu. Sampai-sampai karena sedihnya Siti 17:09 Maryam ya sampai-sampai Siti Maryam 17:11 mengatakan lebih bagus lebih bagus saya 17:13 mati saja. Dalam surat Maryam ayat 23 17:17 itu. 17:19 Gitu, jadi tidak mungkin ada lingkungan 17:22 yang bersih gitu saja tanpa ada orang 17:25 yang toksik itu tidak mungkin. 17:27 Sebab apa? Para nabi pun dikisahkan 17:30 dalam Alquran itu dalam lingkungan hidup 17:32 beliau-beliau itu ada orang yang toksik. 17:36 Nah, jadi 17:37 kalau kita sibuk berharap orang lain 17:40 berubah 17:42 gitu, sibuk berharap kalau berdakwah 17:44 boleh, silakan harus kita berdakwah itu. 17:47 Tapi kalau kita ngarepin kapan dia 17:49 berubah nih, kapan dia berubah, lalu 17:51 kita gantungkan 17:54 kebahagiaan kita itu 17:56 adanya kita gantungkan bersama dengan 17:59 perubahan orang. 18:00 Eee artinya kalau orang enggak berubah 18:02 kita enggak bahagia, kalau orang enggak 18:04 berubah kita enggak punya rasa tenang. 18:07 Eee betapa ruginya kita. 18:09 Eee padahal di Quran bolak-balik 18:11 dikisahkan orang-orang yang berhasil eee 18:14 melalui situasi yang banyak orang toksik 18:17 tadi ya di sekitar beliau-beliau itu. 18:21 Ya, bahkan Nabi Muhammad sallallahu 18:22 alaihi wasallam pun demikian Bapak Ibu. 18:26 Orang-orang yang toksik di sekitar 18:27 beliau amat banyak. 18:29 Paman beliau sendiri namanya Abu Lahab 18:32 gitu ya, orang yang toksik. Kepada 18:35 beliau itu permusuhannya besar sekali 18:36 padahal awalnya dulu Nabi Muhammad itu 18:39 adalah ponakan favoritnya Abu Lahab. 18:42 Karena memang Nabi Muhammad sejak kecil 18:45 itu betul-betul lahir sebagai anak yang 18:48 sehat. 18:49 Eee anak yang eee apa? Eee cakep begitu. 18:53 Ya, jadi 18:55 eee 18:55 ponakan favorit buat Abu Lahab, tapi 18:58 kemudian setelah Nabi Muhammad berdakwah 19:00 eee Abu Lahab memusuhi. Begitu pula 19:03 istri dari Abu Lahab, budenya 19:05 Rasulullah. 19:07 Gitu ya, nah namanya Ummu Jamil ya 19:10 begitu juga. Omongannya betul-betul 19:12 menyakitkan bahkan ketika sempat eh lama 19:16 tidak turun wahyu kepada Rasulullah 19:19 itu saat malaikat Jibril tidak turun 19:21 beberapa waktu sampai Rasulullah 19:23 kemudian eh apa ya istilahnya terlihat 19:27 sedih begitu. 19:29 Eh kemudian setelah itu turunlah surat 19:32 Ad-Dhuha itu Ummu Jamil sempat 19:34 mengatakan kepada Rasulullah ya kepada 19:36 Nabi Muhammad "Wahai Muhammad 19:39 eh 19:40 saya berharap mudah-mudahan setan yang 19:43 biasa masuk ke dirimu itu 19:45 eh tidak ada tidak datang lagi" kata dia 19:47 begitu kata Ummu Jamil itu terkenal 19:49 sekali kalimat itu. 19:51 Eh lalu turunlah surat eh Ad-Dhuha ya 19:54 Bapak Ibu. Jadi maksud saya Ikhwan 19:56 Akhwat sekalian 19:58 tidak mungkin kita terbebas dari orang 20:01 yang toksik di sekitar kita pasti akan 20:03 ada. 20:05 Jadi daripada kemudian kita 20:06 menggantungkan kebahagiaan kita 20:09 kepada bagaimana orang lain bersikap 20:12 kepada kita justru sebaik sebaliknya 20:15 harusnya kitalah yang mem eh membuat 20:18 batasan di dalam diri kita kita yang 20:20 membuat kemudian jiwa kita itu jadi eh 20:23 tenang jadi imun menjaga jiwa kita 20:26 karena satu-satunya jiwa yang bisa kita 20:28 kendalikan adalah jiwa kita sendiri. 20:32 Nah maka itu 20:33 kepada Nabi Muhammad saja 20:37 kadang-kadang beliau ini suka sedih 20:40 kalau orang itu tidak mau ikut ya dengan 20:43 dakwah yang beliau sampaikan beliau suka 20:45 sedih tuh. 20:46 Nah itu pun oleh Allah ditegur juga 20:48 beliau itu ya misalkan dalam surat 20:50 Al-Kahfi itu ya "Fala'allaka bakhi'un 20:52 nafsaka 'ala atsarihim illam yu'minu 20:55 bihadzal haditsi asafa" surat 18 ayat 20:59 ke-6. 21:00 Demikian pula surat Al-An'am 21:02 [berdehem] 21:02 surat ke-6 ini ya ayat ke-35 21:05 kalimatnya di situ 21:07 "Wa in kana kabura 'alaika i'radhuhum" 21:11 Kalau seandai kalau memang 21:14 keberpalingan orang-orang darimu itu 21:16 membuat kamu gundah-gulana atau membuat 21:19 kamu jadi 21:21 tidak nyaman, ya wainkana kaburo, kaburo 21:24 itu artinya betul-betul berat bagimu 21:27 wainkana kaburo alaika i'rodhuhum. 21:30 Fainistato'ta antabtaghiya nafaqon fil 21:33 ardhi ausullaman fis sama. 21:36 Fata'tihum biayah. 21:37 Maka kalau kamu bisa 21:40 membuat tangga menembus langit atau 21:43 membuat lubang sampai ke dasar bumi 21:46 untuk bisa membuat mereka orang-orang 21:47 masuk Islam dapat hidayah, coba aja buat 21:50 kata Allah gitu. 21:53 Jadi sebetulnya 21:55 teguran juga kepada Nabi Shallallahu 21:56 Alaihi Wasallam. 21:59 Eee lalu kalimatnya walau syaa Allahu 22:01 lajama'ahum alal huda. 22:03 Kalau Allah mau Allah bisa saja 22:05 mengumpulkan semua orang dalam petunjuk 22:08 Allah sekali waktu, ya. Bisa coba balik 22:11 telapak tangan aja semua orang dapat 22:13 hidayah bisa oleh Allah tuh. 22:15 Eee ujung kalimatnya tadi ayat 35 surat 22:19 Al An'am tadi adalah Falatakunnana minal 22:22 jahilin, maka janganlah kamu menjadi 22:25 orang yang bodoh kata Allah. Bodoh 22:27 kenapa? Karena bersedih hati, 22:29 terpengaruh kita oleh orang-orang toksik 22:33 di sekitar kita. 22:34 Itu itu namanya kerugian gitu ya. Eee 22:38 sampai-sampai Nabi Shallallahu Alaihi 22:40 Wasallam pun diperingatkan Allah 22:41 terhadap hal itu, Bapak Ibu, Ikhwan 22:43 Akhwat sekalian. 22:46 Nah jadi kita kita tuh berdakwah kepada 22:49 orang-orang di sekitar kita, kita beri 22:51 peringatan. 22:53 Tapi 22:54 kita memang sebaiknya tidak berharap 22:57 dalam artian jangan menggantungkan 23:00 eee kebahagiaan kita 23:04 ya 23:05 jangan menggantungkan kebahagiaan kita 23:08 ya 23:09 kepada 23:10 ee, respon orang lain ya nanti kita 23:14 kecewa tuh 23:15 nah, ada istilah begini 23:19 lebih bagus salah sarapan daripada salah 23:22 harapan 23:24 gitu 23:25 kalau sarapannya salah umpamanya 23:28 ya makan 23:30 ketoprak cabainya kebanyakan umpamanya 23:32 gitu ya 23:33 itu paling cuma beberapa beberapa waktu 23:36 saja kendalanya itu 23:38 tapi kalau salah harapan nah, itu bahaya 23:42 karena kita akan kecewa dan 23:44 ujung-ujungnya membuat kita menjadi 23:46 tidak bisa bersyukur kepada Allah ya 23:49 karena penuh kekecewaan dan lain 23:51 sebagainya 23:53 sekali lagi Allah perintahkan kita 23:55 justru menjaga jiwa kita sendiri la 23:58 yadurrukum man dhalla idzahtadaitum tadi 24:01 saya katakan 24:02 ada dua 24:03 pelajaran penting dari kalimat la 24:05 yadurrukum man dhalla ini yang pertama 24:07 adalah pasti akan ada orang yang toksik 24:10 di sekitar kita itu sebabnya Allah 24:12 langsung mengatakan tidak akan 24:14 berpengaruh orang yang sesat yang toksik 24:17 di sekitarmu artinya pasti akan ada yang 24:20 kedua dari kalimat ini 24:22 muncul satu pelajaran bahwa 24:25 idzahtadaitum tadi 24:28 kata Allah satu-satunya petunjuk atau 24:30 satu-satunya cara 24:32 supaya kamu itu bisa terbebas 24:35 dari 24:38 mudharat yang dihasilkan orang-orang 24:40 toksik di sekitarmu 24:43 jadi orangnya jangan jangan kita pikir 24:45 harus mengubah dia baru baru saya bisa 24:48 bisa tenang jangan 24:50 ee 24:52 kata Allah satu-satunya jalan supaya 24:55 kamu bisa tenang bisa melalui persoalan 24:58 dengan orang-orang yang toksik ini di 25:00 sekitarmu dengan baik, bisa melalui 25:03 semuanya dengan baik, caranya adalah 25:05 cuma satu yakni izzat tadaitum kembali 25:08 kepada petunjuk Allah saja. 25:12 Enggak ada cara yang lain. 25:15 Ada orang berpikir mungkin 25:17 kayaknya kalau duit saya banyak 25:19 semua orang di sekitar saya bakal 25:21 respect sama saya. 25:23 Jangan salah, begitu kita punya duit 25:25 banyak 25:26 mungkin ya, mungkin mungkin Allah 25:28 izinkan juga kita punya duit banyak tapi 25:30 coba lihat 25:31 orang-orang yang lain yang sudah Allah 25:33 berikan uang yang banyak, akhirnya 25:36 sebelah sini pinjam uang, sebelah situ 25:38 minta uang, sebelah sini minta 25:40 pekerjaan, sebelah sini minta ini, minta 25:42 di support, disokong, begini begitu 25:45 sebelah ini 25:46 malah tambah pusing kita. 25:49 Nah, itu yang yang betul begitu Bapak 25:50 Ibu. 25:51 Yang terjadi itu. Ya. Jadi tidak 25:54 menyelesaikan apapun yang lain tidak 25:56 menyelesaikan kecuali izzat tadaitum 25:59 kembali kepada petunjuk Allah. 26:03 Ya. 26:04 Baru kita bisa mendapatkan betul-betul 26:07 eh keberhasilan. Ya, memiliki kemampuan 26:10 imunitas tadi. 26:13 Izzat tadaitum ilallahi marjiukum jamian 26:16 lanjut kalimatnya ilallahi marjiukum 26:18 jamian kepada Allah lah kamu semua akan 26:20 dikembalikan fayunabbiukum bima kuntum 26:23 ta'malun maka Allah akan nanti 26:25 menjelaskan kepadamu apa-apa saja yang 26:27 sudah kamu kerjakan. 26:29 Nah, ini. 26:30 Jadi perintah Allah ternyata bukan hanya 26:33 ibadah mahdoh 26:35 bukan hanya yang sifatnya apa ya, salat, 26:38 puasa, zakat dan lain sebagainya. 26:40 Rupanya perintah pun juga adalah menjaga 26:44 kondisi mental alias jiwa kita 26:47 masing-masing. 26:49 Eh. 26:50 Lantas sekarang bagaimana caranya ini? 26:52 Nah, ini yang mau kita bahas ya sedikit 26:54 mungkin nanti kalau tidak cukup waktunya 26:56 bersambung insyaallah di 26:58 pertemuan-pertemuan berikutnya bila 26:59 Allah izinkan. 27:01 Nah, bagaimana caranya supaya kita 27:04 betul-betul punya petunjuk dari Alquran? 27:07 Yang pertama, 27:09 kita buka dulu contoh di dalam Alquran, 27:13 orang-orang yang sempat tergelincir. 27:16 Nah, tergelincir akhirnya salah 27:20 merespon. 27:22 Responnya salah kepada orang-orang yang 27:24 toksik di sekitar beliau itu. Beliaunya 27:27 enggak salah, tapi orang-orang yang 27:28 toksik itu ada di sekitar beliau 27:31 yang perilakunya tidak baik gitu, 27:34 kata-katanya tidak baik itu ada di 27:35 sekitar beliau-beliau ini. Coba karena 27:38 respon beliau salah, maka Allah tegur 27:42 ya, beliau itu dalam Alquran. 27:44 Bapak, Ibu. Siapa saja? Contohnya ada 27:47 dua ini yang yang awalnya itu sempat 27:49 keliru. 27:53 Yang pertama adalah Nabi Yunus 27:55 alaihissalam dan yang kedua adalah 27:56 Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq 27:58 radhiallahu anhu. 28:00 Kedua-duanya ini nanti ada asbabun 28:01 nuzulnya di dalam Alquran, ayat Alquran 28:03 yang turun karena beliau. 28:06 Nah, Nabi 28:08 Abu Bakar dulu, Sayyidina Abu Bakar dulu 28:10 misalkan. 28:11 Sayyidina Abu Bakar ini Bapak, Ibu ya 28:13 ikhwan akhwat sekalian yang dirahmati 28:14 Allah. 28:15 Ini kita tahu beliau ini adalah orang 28:18 yang 28:20 apa istilahnya tuh? Nomor dua nya 28:22 Rasulullah lah gitu. 28:24 Jadi habis Rasulullah langsung Sayyidina 28:25 Abu Bakar. 28:27 Nah, segitu tinggi ranking atau 28:30 peringkat beliau di hadapan Allah di 28:31 sisi Allah. Tapi kemudian ketika beliau 28:35 keliru merespon orang lain yang toksik 28:37 di sekitar beliau, nah Allah kemudian 28:40 pun menegur Sayyidina Abu Bakar. 28:43 Nah, jadi ceritanya, 28:46 Sayyidina Abu Bakar punya 28:49 keponakan, ya. Namanya Mistoh, namanya 28:53 ponakan itu. 28:54 Mistoh ini oleh Sayyidina Abu Bakar 28:56 dibiayai dari kecil. 29:00 Dari lahir dia sudah dibiayai oleh 29:02 Sayyidina Abu Bakar, ya. Sampai dia 29:04 menikah, Sayyidina Abu Bakar juga yang 29:06 membiayai. Rumahnya diberikan, bajunya 29:09 diberikan, makanannya dijamin. 29:12 Bahkan ketika Mistoh punya anak pun, 29:15 anak Mistoh itu pun juga jadi tanggung 29:17 jawab oleh 29:18 di apa di-cover oleh Sayyidina Abu 29:20 Bakar. 29:22 Nah, 29:23 kemudian Mistoh ikut masuk Islam, ikut 29:25 hijrah ke Madinah. 29:27 Nah, sampai kemudian pada suatu saat 29:30 ketika 29:31 Sayyidah Aisyah radhiallahu anha 29:33 difitnah 29:35 oleh orang-orang munafik, ya, 29:38 Abdurrahman bin Ubay bin Salul itu, ya, 29:40 tokoh-tokoh munafik itu. 29:42 Di Sayyidah apa Sayyidah Aisyah ini di 29:45 di apa difitnah, ya, melakukan perbuatan 29:49 keji alias perzinahan. 29:52 Nah, 29:54 waktu Bapak Ibu, 29:57 ketika orang-orang munafik ini membuat 30:00 statement seperti itu, kasak kusuk 30:02 seperti itu, 30:04 nah, rupanya 30:06 nah, Mistoh tadi ada di situ juga dia. 30:10 Ya, ada di kumpulan itu. 30:12 Gitu, ada di kumpulan itu. 30:14 Nah, walaupun dia tidak mengatakan 30:16 apa-apa, tapi dia ada di kumpulan itu. 30:20 Itulah yang sempat membuat Rasulullah 30:22 ini kecewa. Eh, maaf, yang sempat 30:24 membuat Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq 30:26 ini kecewa betul kepada Mistoh eh kepada 30:29 Mistoh, ponakan dia. 30:31 Nah, beberapa hari kemudian turunlah 30:34 ayat 30:35 dalam surat An-Nur juga 30:38 menjelaskan bahwa si Sayyidah Aisyah itu 30:40 tidak bersalah. 30:43 Ya, menunjukkan bahwa Sayyidah Aisyah 30:45 itu tidak melakukan tuduhan yang di yang 30:47 dituduhkan yang keji itu. 30:50 Nah, karena sudah turun ayat seperti 30:52 itu, Sayyidah Sayyidina Abu Bakar ini 30:55 merasa lega bahwa anaknya tidak 30:56 bersalah. 30:57 Nah, tapi kemudian beliau bersumpah, 31:00 Sayyidina Abu Bakar bersumpah tidak mau 31:03 lagi memberi bantuan kepada Misthoh. 31:06 Nah, kenapa? Karena Misthoh tidak 31:08 ngebela in. 31:10 Malah diam-diam aja sehingga orang juga 31:13 bertanya-tanya, jangan-jangan benar ini. 31:16 Nah, tuduhan ini. Kenapa? Karena ada 31:18 ponakan ada sepupunya 31:21 apa Aisyah di sini. 31:22 Nah, gitu. 31:24 Nah. 31:25 Jadi tipuan luar biasa. 31:28 Nah, akhirnya 31:31 karena bersumpah 31:34 Sayyidina Abu Bakar tidak mau lagi 31:35 memberi bantuan kepada Misthoh, lalu 31:37 turunlah ayat ke-22 dari surat 24 ini. 31:42 Justru memberi teguran 31:45 kepada Sayyidina Abu Bakar. 31:47 Bukan menegur Misthoh-nya tapi menegur 31:49 Sayyidina Abu Bakar. 31:52 Nah, ini pelajaran buat kita bahwa 31:54 kalau kita dalam posisi benar tapi salah 31:58 merespon orang yang toksik bisa-bisa 32:01 kita jadi salah. 32:02 Padahal tadinya kita benar. 32:05 Nah, jadi kalimat Allah ya asbabun 32:08 nuzulnya adalah kepada Sayyidina Abu 32:09 Bakar. 32:10 Wala ya'tali ulul fadhli minkum was 32:13 sa'ah. 32:15 Ayyu'tu ulil qurba wal masakin wal 32:18 muhajirina fisabilillah. 32:20 Kata Allah, "Dan janganlah 32:22 orang-orang yang memberi yang mem 32:24 mempunyai kelebihan harta di antara 32:28 kalian, kekaya yang memiliki kekayaan, 32:30 janganlah dia bersumpah 32:32 untuk tidak mau lagi memberikan bantuan 32:36 kepada kaum kerabatnya 32:38 yang miskin, yang berhijrah di jalan 32:41 Allah. Maksudnya Mistoh. 32:44 Nah, janganlah 32:46 ya, janganlah Ab Sayyidina Abu Bakar 32:49 ditegur oleh Allah janganlah dia 32:51 eh bersumpah seperti itu. 32:53 Lalu kalimatnya wal ya'fu wal yasfahu, 32:56 hendaklah dia melapangkan dada dan 32:58 memaafkan. 33:02 Nah, itu melapangkan dada dan memaafkan. 33:04 Padahal kalau kita pikir-pikir ya wajar 33:07 seorang orang tua sebagaimana Sayyidina 33:09 Abu Bakar itu ya berasa kecewa, marah 33:12 gitu kepada Mistoh ponakan yang sudah 33:15 ditanggung dari kecil tapi kemudian 33:18 ketika terjadinya fitnah tadi itu 33:20 bukannya membela 33:22 sepupunya yakni Siti Aisyah malah-malah 33:26 eh Mistoh tetap berada di sana 33:28 dekat-dekat dengan orang yang eh apa 33:30 memfitnah gitu Mistoh itu. 33:33 Nah, lalu kalimat Allah wal ya'fu wal 33:35 yasfahu, hendaklah dia memaafkan 33:37 hendaklah dia melapangkan dadanya eh 33:40 lalu yang saya beri tinta merah itu di 33:42 layar Hasil TV ala tuhibbuna 33:45 ayyagfirallahu lakum kata Allah kepada 33:48 Sayyidina Abu Bakar karena asbabun 33:49 nuzulnya kepada beliau apa kamu tidak 33:51 suka Allah mengampuni dosa-dosamu? 33:55 Nah, jadi dari dari ayat ini 33:58 kita pelajari bahwa 34:00 Bapak Ibu yang dirahmati Allah 34:03 kepada orang sekali bersalah Abu Bakar 34:06 saja oleh Allah tuh dibuat begini ala 34:09 tuhibbuna ayyagfirallahu lakum apa kamu 34:12 tidak suka Allah mengampuni dosa-dosamu? 34:16 Wahai Abu Bakar ya, coba bayangkan 34:20 Sayyidina Abu Bakar saja begitu digituin 34:22 oleh Allah artinya ditegur oleh Allah 34:24 apalagi kita. 34:27 Jadi hati-hati kalau kita merespon orang 34:29 yang toksik ya, jangan sampai kita eh 34:32 memutuskan hubungan atau apa kita 34:34 bersumpah saya saya bersumpah mulai hari 34:37 ini saya enggak punya saudara. 34:39 Seperti kamu 34:41 tidak punya saudara. 34:43 Kamu bukan saudara saya gitu wah repot 34:45 itu dan itu banyak terjadi seperti itu 34:47 Pak. 34:48 Bapak Ibu. 34:49 Jadi jangan sampai kita respon kita 34:51 justru membuat kita adalah posisi 34:53 bersalah. 34:54 Gitu ya. 34:55 Lalu lanjut kalimatnya. 34:58 Apakah 35:00 kamu tidak suka Allah mengampuni kamu 35:02 kata Allah ya kepada Sayyidina Abu Bakar 35:04 wallahu ghafurur rahim ketahuilah bahwa 35:07 Allah Maha Pengampun. 35:10 Maha Penyayang. 35:12 Gitu jadi. 35:15 Kalau salah merespon bisa-bisa keliru 35:18 kitanya yang salah padahal tadinya kita 35:20 benar. 35:21 Satu lagi contoh Nabi Yunus 35:24 alaihissalam. 35:27 Nabi Yunus ini luar biasa Bapak Ibu ya. 35:30 Karena Nabi Yunus ini kan seorang Rasul 35:32 gitu ya kalau Sayyidina Abu Bakar tadi 35:33 walaupun orang yang. 35:35 Apa namanya. 35:37 Tinggi kedudukannya ya. 35:39 Di sisi Nabi sallallahu alaihi wasallam 35:41 juga beberapa juga ada ayat Alquran yang 35:43 turun. Asbabun nuzulnya beliau tapi 35:47 beliau bukan Nabi Sayyidina Abu Bakar 35:49 itu. 35:50 Kalau Nabi Yunus ini Nabi dan Rasul nih 35:53 beliau ini Nabi Yunus ini. 35:55 Jadi. 35:59 Contohnya luar biasa ya Nabi Yunus saja 36:02 bisa tercela kalau kemudian salah 36:04 merespon orang-orang toksik di sekitar 36:06 beliau. 36:07 Ini dalam surat As-Saffat surat 37 mulai 36:11 dari ayat 139 sampai ayat 144. 36:15 Di ayat 139 itu Allah mengatakan wa inna 36:19 Yunus min al mursalin. 36:22 Sungguh Yunus itu adalah betul-betul 36:24 seorang Rasul dari kami. 36:26 Eh, ini 36:28 luar biasa. 36:30 Karena 36:31 seorang rasul pun kita saksikan akan 36:35 menjadi tercela. 36:38 Sebab salah merespon hidup eh salah 36:41 merespon orang-orang yang di sekitar 36:43 beliau. 36:44 Nah, jadi ayat 139 wa inna Yunus alamin 36:47 al mursalin kata Allah, sungguh Yunus 36:49 itu adalah rasul kami. Lalu pada ayat 36:51 143-nya 36:53 eh maaf 142-nya 36:56 eh 37:01 Di situ Allah mengatakan ketika Nabi 37:03 Yunus ditelan oleh ikan fal taqabahu al 37:06 hut 37:08 dia ditelan oleh ikan wa huwa mulim dan 37:11 dia saat itu dalam keadaan tercela. 37:14 Eh, jadi seorang rasul saja bisa tercela 37:17 dia kalau dia salah merespon. Padahal 37:20 awalnya Nabi Yunus dalam posisi benar. 37:23 Cuma karena responnya salah akhirnya 37:25 salah juga. 37:27 Bahkan pada ayat 143 dan 144-nya kata 37:30 Allah falau la annahu kana minal 37:32 musabbihin seandainya Yunus ini 37:35 tidak banyak bertasbih mengingat saya 37:39 kata Allah. 37:41 Walau sya Allah. 37:43 Ya, maka Yunus menjadi orang yang mulim 37:46 atau tercela. 37:48 Eh, wa apa falau la annahu kana minal 37:50 musabbihin seandainya dia tidak termasuk 37:52 orang yang banyak mengingat Allah la 37:54 labisa fi batnihi ila yaumi yubasun 37:57 niscaya dia akan tinggal di perut ikan 37:59 itu sampai hari kiamat. Eh, sampai hari 38:03 kiamat Bapak Ibu. Jadi segitu dahsyatnya 38:08 eh kesalahan merespon itu segitu 38:10 dahsyatnya. Padahal Nabi Yunus tentu 38:12 saja adalah orang yang benar. 38:15 Pesawat namanya juga seorang nabi rasul. 38:17 Cuma karena 38:19 kaum Nabi Yunus ini 38:23 tidak mau didakwahi, sudah didakwahi 38:25 oleh Nabi Yunus 38:27 sudah diberikan segala effort ya, segala 38:30 daya upaya 38:31 tapi kaumnya malah 38:34 tetap menyepelekan beliau, tetap 38:37 memandang buruk Nabi Yunus alaihissalam 38:40 nah, lalu Nabi Yunus meresponnya dengan 38:43 marah 38:44 kemarahan itulah, kemarahan Nabi Yunus 38:46 itulah yang membuat beliau meninggalkan 38:48 kaumnya, surat Al-Hajj ayat ke 87 38:53 nah, wa dzan nun 38:55 dan ingatlah dzan nun, maksudnya Yunus 38:58 idz dzahaba mughadhiban ketika dia pergi 39:00 dalam keadaan marah 39:01 fa dzanna alla naqdiro alaih 39:04 nah, kemudian dia mengira bahwa tidak 39:07 ada lagi yang lebih tinggi daripada dia 39:09 fa nada fi dzulumat, maka dia berdoa di 39:12 kegelapan malam, laa ilaha illa anta, 39:15 subhanaka, inni kuntu minadzolimin 39:18 dia berdoa, laa ilaha illa anta tidak 39:20 ada Tuhan selain Engkau ya Allah, 39:21 subhanaka Maha Suci Engkau ya Allah inni 39:24 kuntu minadzolimin, saya ini orang yang 39:27 zalim 39:28 kenapa beliau katakan saya orang yang 39:29 zalim? karena ke 39:32 apa? respon yang beliau tampilkan, yang 39:35 beliau keluarkan, itu betul-betul 39:38 kezaliman 39:39 yang bentuk kezaliman yakni dengan marah 39:42 nah, jadi 39:45 padahal yang toxic orang-orang lain 39:47 kalau kita salah merespon, kita nya pun 39:49 juga menjadi salah Bapak Ibu yang 39:52 dirahmati Allah, nah, 39:53 gitu ya 39:54 jadi luar biasa nih bagaimana kalau 39:56 respon kita salah ya 39:59 nah, salah juga lah hasilnya, padahal 40:01 memang sebagian manusia memang Allah 40:04 jadikan sebagai ujian bagi sebagian yang 40:07 lainnya, ini kalimatnya surat Al-Furqan 40:10 ayat ke 20 ya, yang saya beri tinta 40:13 merah itu, waja'alna ba'dhokum liba'dhin 40:17 fitnatan 40:18 atashbirun 40:21 Memang kami jadikan 40:23 sebagian kalian bagi sebagian yang lain 40:25 itu adalah 40:26 fitnatan sebagai ujian. 40:29 Tujuannya apa? Atasbirun? Apa kalian 40:32 bisa bersabar? 40:33 Nah, wah kenapa bersabar? Wakana robbuka 40:37 bashiro, karena ketahuilah Allah Tuhanmu 40:41 selalu menyaksikan 40:43 prosesnya itu. 40:46 Nah, selalu menyaksikan prosesnya. 40:48 Wakana robbuka bashiro. Jadi pasti akan 40:51 Allah bayar 40:52 kesabaran kita itu karena memang Allah 40:54 yang menjadikan orang-orang di sekitar 40:56 kita sebagai ujian dan kemudian Allah 40:59 yang meminta kita juga untuk sabar, 41:01 atasbirun. 41:03 Nah, apakah kamu bisa bersabar? Kata 41:05 Allah. 41:06 Wakana robbuka bashiro. 41:09 Gitu. 41:11 Nah, jadi ikhwan akhwat Bapak Ibu yang 41:13 dirahmati Allah, ketika seseorang salah 41:16 merespon, ya contohnya Sayyidina Abu 41:18 Bakar Ash-Shiddiq dan demikian pula Nabi 41:21 Yunus alaihissalam, dampaknya besar 41:23 sekali kepada beliau-beliau berdua, 41:25 kepada kepada apa? Eh, teguran yang 41:30 Allah sampaikan kepada beliau. Kalau 41:32 kalau respon beliau, eh kalau respon 41:35 salah terhadap lingkungan yang toksik 41:37 atau tidak tepat cara meresponnya. 41:41 Lah, 41:43 eh, ini ada penelitian yang baru 41:47 dikeluarkan bulan Mei tahun 2024, ya 41:51 ikhwan akhwat sekalian. 41:52 Memang kalau kita biarkan marah itu 41:56 berada di dalam diri kita, 41:58 marah dia, 42:00 itu ternyata dampaknya besar. 42:03 Jadi bisa membuat 42:06 penyempitan pembuluh-pembuluh jantung 42:08 dalam diri kita. 42:10 Nah, jadi aterosklerosis istilahnya itu 42:13 apa penyempitan pembuluh jantung itu 42:15 sebetulnya tidak datang tiba-tiba dia. 42:17 Ya, tapi dia adalah hasil dari marah 42:20 yang menumpuk yang terus-menerus ada 42:22 menumpuk. Nah, jadi ketika kita marah 42:25 karena respon sebagai respon dari 42:28 perbuatan 42:29 buruk orang di sekitar kita, sebetulnya 42:31 yang rugi kita sendiri. 42:32 Karena pembuluh jantung kita itu jadi 42:35 tidak bisa membuka dengan lebar dan 42:37 akhirnya besar kemungkinan menjadi 42:39 aterosklerosis atau penyempitan pembuluh 42:41 jantung. 42:42 Ya, penyempitan pembuluh jantung. 42:45 Jadi Bapak Ibu yang dirahmati Allah, ini 42:47 dua contoh tokoh yang sempat keliru 42:51 dalam merespon. Lalu kemudian beliau 42:53 perbaiki dan alhamdulillah ee 42:55 apa rezeki apa 42:59 setelah setelah di setelah setelah 43:01 diperbaiki kemudian ee semuanya menjadi 43:03 lebih ee baik. Nah, Ikhwan akhwat Bapak 43:07 Ibu yang dirahmati Allah, 43:09 ee mungkin pertemuan berikutnya kita 43:11 akan membahas nanti bagaimana dua contoh 43:14 lagi orang [berdehem] yang berhasil 43:17 ya, yang berhasil ee berespon dengan 43:20 tepat, yakni Nabi Yusuf dan Nabi Nuh. 43:22 Kedua-duanya juga memiliki lingkungan 43:24 yang toksik, lingkungan dekat yang 43:26 toksik toksik, tapi beliau berdua 43:28 berhasil ee apa berespon dengan baik. 43:31 Ya, ini karena pembahasannya juga masih 43:33 panjang, jadi sementara sudah kita sudah 43:37 berada hampir di jam ee 9, saya pikir 43:40 kita lanjutkan saja di pertemuan 43:42 berikutnya nanti bagaimana ee 43:44 meresponnya. Ya, pagi apa semalam hari 43:47 ini kita sampaikan dulu bagaimana kalau 43:50 salah merespon seperti Sayyidina Abu 43:52 Bakar dan Nabi Yunus sempat salah 43:54 merespon lalu Allah tegur, ya. Nah, jadi 43:58 supaya kita betul-betul tidak salah 44:00 merespon. Insya Allah kita lanjutkan di 44:02 pertemuan berikutnya. Kurang lebih 44:04 demikian ee 44:05 apa ee ee, Mas Agus, yang bisa 44:08 saya sampaikan. 44:10 Ya, billahi taufik wal hidayah, 44:11 assalamualaikum warahmatullahi 44:13 wabarakatuh. 44:17 Jazakallah, ee, atas penjelasannya, 44:20 Ustaz Doni. 44:22 Ikhwan dan akhwat, tadi kita sudah 44:24 mendengarkan pemaparan tausiah 44:26 disampaikan oleh beliau. Dan nanti di 44:30 sesi yang kedua, kami buka 44:33 termin tanya jawab. Silakan bagi Anda 44:34 yang ingin bertanya, langsung saja di 44:37 nomor kami, 08111 44:40 999720. 44:43 Kami akan segera kembali setelah jeda 44:45 berikut ini. 44:52 [musik] 45:00 malam yang satu 45:03 yang masih dipancarluaskan dari Jalan 45:05 Masjid Silaturahim nomor 36 45:09 Kalimanggis, Cibubur, Bekasi. 45:12 Terima kasih, ikhwan dan akhwat. 45:14 Masih bersama kami dalam program 45:16 tadabbur Alquran 45:18 bersama guru kita, Ustaz Doni Amir 45:21 Sagaf. 45:22 Pertanyaan pertama datang dari Tebet, 45:25 Pak Ustaz. Assalamualaikum 45:27 warahmatullahi wabarakatuh. 45:29 Waalaikumsalam warahmatullahi 45:30 wabarakatuh. 45:31 Ustaz, bagaimana kalau yang toksik itu 45:34 ibu yang sangat dicintai? Nah. 45:38 Silakan, Ustaz. Masyaallah. Iya, betul 45:40 sekali. Tadi kita sudah sebutkan, Pak, 45:43 Bapak atau Ibu yang bertanya, ya. Heeh. 45:45 Ee, dari Tebet ini, memang Allah sudah 45:48 contohkan dalam Alquran. 45:51 Ada orang tua yang sangat kita cintai 45:54 pun yang toksik tadi seperti Nabi 45:55 Ibrahim, itu ayah beliau, ya. Jadi, itu 45:58 kira-kira sama lah, seperti kalau ada 46:01 ibu, ibu kita, ya, itu kan 46:04 memang orang tua kita dia, beliau itu 46:06 orang tua kita yang kita cintai yang 46:08 kita hormati tapi kalau kemudian toksik 46:11 nah 46:12 itulah disitulah eh apa ujian kita 46:16 jangan sampai kita salah meresponnya eh 46:18 tapi yang jelas eh jangan jangan keburu 46:22 kita marah atau memutuskan hubungan nah 46:25 itu yang yang nanti yang salah jadi kita 46:29 eh bagaimana seharusnya nanti kita 46:31 sampaikan di insyaallah di pekan depan 46:34 ya bapak atau ibu yang bertanya ada dua 46:37 contoh di dalam Alquran yang yang nanti 46:39 kita akan jelaskan yakni Nabi Yusuf 46:42 dalam hal ini dan juga Nabi Nuh eh 46:45 beliau berdua itu lingkungannya toksik 46:48 tapi berhasil merespon dengan tepat 46:50 kalau tadi Nabi Yunus ya dan Sayyidina 46:54 Abu Bakar sempat keliru se meresponnya 46:56 itu ya ini 46:58 nah Sayyidina Abu Bakar memutuskan 47:00 hubungan tidak lagi mau membantu eh ini 47:03 juga enggak boleh kita kita misalkan 47:05 punya lingkungan yang toksik tadi ada 47:07 ibu atau bapak yang toksik terus kita ah 47:09 udah saya putuskan hubungan enggak boleh 47:11 ya karena itu adalah hubungan eh rahim 47:15 gitu ya kecuali mungkin ya maaf ini 47:17 mungkin kalau itu adalah eh pernikahan 47:20 kalau pernikahan itu kan berdasarkan 47:22 akad jadi bisa bisa ada apa bisa bisa 47:26 bisa terjadi eh berpisah mungkin jadi 47:30 lebih baik gitu ya daripada eh menjadi 47:32 mudarat tapi kalau yang orang tua anak 47:36 eh eh saudara kandung itu tidak bisa 47:39 diputuskan ya karena memang 47:42 eh itu eh sudah diberi oleh Allah dan 47:45 seperti yang bapak atau ibu yang 47:46 bertanya dari tempat ini ya demikian 47:49 pula yang terjadi kepada Nabi Ibrahim he 47:51 beliau bapaknya toksik tapi kemudian 47:53 beliau tetap bisa bersabar dan mendoakan 47:56 nah bagaimana caranya Insyaallah pekan 47:58 depan akan kita bahas secara rinci ee 48:01 dari dua tokoh yang menjadi contoh, 48:03 yakni Nabi Yusuf dan Nabi Nuh 48:06 alaihissalam. Ehm. Dan Baik. dan juga 48:08 kita tambahkan Nabi Ibrahim, insyaallah. 48:10 Ya. 48:10 Sekian kira-kira. Ada Dewi Lestari di 48:14 Jakarta Timur, Pak Ustaz. 48:16 Assalamualaikum warahmatullahi 48:17 wabarakatuh. Waalaikumsalam 48:19 warahmatullahi wabarakatuh. Silakan, Bu 48:21 Dewi, ya. 48:22 Ya. Kalau orang toksik itu justru 48:24 pasangan hidup kita yang tiap hari 48:26 ketemu dan susah dihindari. 48:28 Bagaimana cara menjaga diri biar enggak 48:30 ikut jadi negatif? Terima kasih. 48:33 Eee itu dia. Sama juga ini. Jadi, apa 48:37 namanya, ya? 48:39 Eee 48:40 Nanti, insyaallah pekan depan, ya, kita 48:42 kita kita buka. Ada ada dua cara supaya 48:46 kita bisa tetap ee kuat gitu, se sejauh 48:50 memang 48:51 toksiknya itu tidak melampaui batas 48:54 syariat. Ya, kalau kalau pernikahan kan 48:57 ada aturan syariatnya. 49:00 Kalau ibu ba ibu kita, bapak kita, atau 49:03 saudara kandung, atau anak, ya, itu kan 49:06 tidak ada 49:07 tidak ada putusnya gitu, ya. Tapi, kalau 49:09 pernikahan tadi saya katakan, memang ada 49:11 batas syariatnya. Sejauh tidak melanggar 49:14 batas syariat, ya, kita ya tentu saja 49:18 bersabar, berdakwah gitu, ya. Kemudian 49:22 berdialog gitu. Mudah-mudahan bisa 49:25 menjadi lebih baik. Itu tentu saja 49:27 sangat ideal, ya. Tapi, ada triknya 49:29 memang ada caranya. Dalam Alquran tuh 49:32 Alquran menjelaskan contoh orang yang 49:34 seperti itu. Nabi Yusuf, misalkan. Nabi 49:37 Yusuf itu berhasil. Beliau me apa? 49:40 Memaafkan abang-abang beliau, padahal 49:43 sudah berencana membunuh beliau. Nah, 49:45 bagaimana kok beliau bisa berhasil 49:46 seperti itu? Nah, ini yang insyaallah 49:48 akan kita bahas di pertemuan eee 49:50 berikutnya. Begitu pula Nabi Nuh, Nabi 49:53 Nuh itu istrinya juga toxic. Nah, tidak 49:56 berhasil diajak, bahkan berkhianat 49:58 kepada beliau. Anaknya pun begitu juga, 50:00 tapi beliau itu selalu oleh Allah 50:03 disebut sebagai orang yang bersyukur, 50:04 innahu kana abdan syakuro. Coba 50:07 bayangkan surat ee 17 itu ya. Surat ee 50:11 Al-Isra itu, beliau itu selalu adalah 50:13 orang yang bersyukur. 50:15 Lah, bagaimana bisa bersyukur padahal 50:17 istrinya toxic, anaknya toxic. Nah, 50:19 itulah yang akan kita bahas insyaallah 50:21 di pertemuan berikutnya. Kita membuka ee 50:24 beberapa ee apa cara ya yang bisa kita 50:27 pelajari dari beliau berdua itu dan 50:30 nanti tambahan sedikit dari Nabi Ibrahim 50:32 ya. Kira-kira begitu Bu Dewi ya di 50:34 Jakarta Timur. Heeh. 50:37 Ada Bapak Heri di Depok. Asalamualaikum 50:40 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 50:42 Waalaikumsalam warahmatullahi 50:43 wabarakatuh, Pak Heri ya. Silakan, Pak. 50:45 Kadang 50:46 kadang-kadang orang toxic itu bukan cuma 50:49 ngomong kasar, tapi suka menjatuhkan dan 50:52 membuat hati menjadi down. 50:54 Apa ada ayat Alquran yang bisa menjadi 50:56 pegangan biar hati tetap kuat menghadapi 50:59 orang-orang seperti ini? 51:01 Ya, 51:02 betul sekali. Jadi, 51:04 ee 51:06 tadi Nabi Ibrahim saja bahkan waktu 51:09 beliau mau dibakar hidup-hidup, itu 51:12 bapaknya tak ada di situ dan bahkan 51:14 memprakarsai bapaknya. 51:17 Sampai akhirnya terjadi Nabi Ibrahim 51:18 dibakar hidup-hidup. Bapaknya lihat, ada 51:21 di situ bapaknya itu. Ayahnya itu Azar 51:24 itu ya. Coba Allah takdirkan Nabi 51:27 Ibrahim tidak wafat. Nah, apinya malah 51:30 jadi dingin gitu atas izin Allah. Nah, 51:33 jadi ee bagaimana caranya nanti sekali 51:36 lagi ini kita kita tunda sampai 51:39 pertemuan berikutnya karena sayang kalau 51:41 kita paksakan nanti jadinya ee tidak 51:44 maksimal gitu ya ee pada kesempatan 51:46 malam hari ini, apa isi bagaimana 51:49 caranya gitu. Yang jelas, yang jelas 51:51 saya baru bisa menyampaikan, eh, pekan 51:54 ini bahwa kalau orang toxic yang 51:56 dimaksud adalah orang-orang yang 51:58 terikat, 52:00 eh, hubungan, eh, darah dengan kita, 52:04 itu memang kita tidak bisa melepaskan. 52:07 Melepaskan itu maksudnya tidak bisa 52:08 melepaskan ikatannya. 52:10 Eh, tapi kita harus, eh, tahu caranya. 52:13 Nah, itu ya, insyaallah nanti akan kita 52:15 bahas di pertemuan berikutnya. Kalau 52:17 orang-orang teman, 52:19 teman gitu ya, kawan, itu bisa lepaskan 52:21 saja. Jangan berkawan lagi sama dia. 52:24 Jangan berteman lagi sama dia. Eh, tapi 52:26 kalau, kalau orang tua, anak gitu, 52:30 begitu juga adik, kakak kandung, itu 52:32 tidak bisa. 52:33 Karena memang sudah, eh, terikat, eh, 52:36 secara darah ya, atau rahim ya, terikat 52:40 dengan rahim kepada kita gitu. 52:42 Eh, kurang lebih demikian. Baik, 52:46 ada hamba Allah di Pulau Gebang, 52:49 Ustaz, asalamualaikum warahmatullahi 52:51 wabarakatuh. 52:53 Waalaikumsalam warahmatullahi 52:54 wabarakatuh. Ya. Ustaz Doni, apakah 52:56 menjauhi orang yang toxic ini termasuk 52:59 perbuatan yang dibenarkan dalam Islam 53:01 atau justru kita harus tetap dekat untuk 53:04 selalu menasehatinya? 53:06 Ya, ini dia. Tadi saya katakan, jadi 53:09 kalau orang toxic itu adalah 53:12 orang dekat kita yang berhubungan dengan 53:14 darah kita, 53:17 ya, kita tidak punya pilihan untuk 53:18 menjauhi. 53:20 Karena itu artinya kita memutus tali 53:23 silaturahim. 53:25 Nanti kita yang salah tuh. Eh, seperti 53:27 tadi Sayyidina Abu Bakar kepada Misthoh, 53:30 ponakan beliau, ya, beliau bersumpah 53:33 tidak mau lagi kasih bantuan. 53:36 Karena Misthoh perilakunya toxic, ya, 53:38 ikut dalam penyebaran fitnah, 53:41 eh, tentang Siti Aisyah, Bisthoh-nya ada 53:44 di situ, ada di di waktu penyebaran itu 53:47 dilakukan. 53:49 Maka Sayyidina Abu Bakar kecewa. 53:51 Akhirnya Sayyidina Abu Bakar memutus 53:53 tali silat tali silaturahimnya dengan 53:55 tidak mau lagi memberi 53:57 kepada Bisthoh. Lah, ternyata ditegur 54:00 oleh Allah. Ya, lewat surat ke-24 tadi 54:03 yang kita bacakan ayat 22. 54:05 Tidak boleh. 54:06 Ah, jadi 54:07 bagi kita sekali lagi, kalau memang 54:09 orang toksik yang dimaksud itu dekat 54:12 hubungannya dengan kita karena hubungan 54:14 darah, 54:16 ya, maka eh kita tidak boleh memutuskan 54:19 hubungan. Kalau misalkan gini, menjauh 54:21 dulu sebentar, Ustaz, boleh enggak? Oh, 54:23 boleh saja kalau itu. Istilahnya kita 54:25 break dulu gitu ya, break dulu lalu kita 54:28 ini lagi enggak enggak ada masalah gitu. 54:30 Tapi yang jelas, kita tidak boleh 54:31 memutuskan hubungan. 54:33 Ya, tidak boleh memutuskan hubungan itu 54:34 karena itu adalah saudara yang Allah 54:36 pilih kepada kita. Eh, termasuk tadi 54:40 ponakan tadi ya, kalau Sayyidina Abu 54:41 Bakar itu kan Bisthoh kan ponakannya 54:43 beliau itu. Ponakannya Sayyidina Abu 54:45 Bakar itu, anak dari eh adik atau 54:48 kakaknya Sayyidina Abu Bakar. Nah, jadi 54:51 pilihan untuk memutuskan hubungan itu 54:55 tidak boleh. Tapi kalau menjauh sebentar 54:58 ya tentu saja boleh. Ya, tapi tapi bukan 55:01 berarti kita memutuskan hubungan. Enggak 55:03 mau ketemu lagi, enggak mau apa saja, 55:05 enggak boleh. Karena eh tali tali 55:07 ikatannya adalah tali rahim. 55:10 Ya, yang memang Allah yang pilihkan. 55:13 Kan gini ya, kita tuh enggak pernah 55:15 minta kan, ya, diberi diberi orang tua 55:19 yang seperti ini misalkan gitu ya, 55:20 enggak pernah minta kita. Allah yang 55:22 kasih. Kita enggak pernah minta diberi 55:25 saudara kandung yang seperti itu, enggak 55:27 pernah minta kita itu. Allah yang beri. 55:30 Eh, jadi itu hadiah Allah kepada kita. 55:32 Eh, lihatlah siapa pemberi hadiahnya 55:35 supaya kita bisa pelan-pelan belajar, ya 55:37 bagaimana caranya supaya tetap sembuh 55:40 ya. 55:41 Supaya sembuh dari luka-luka batin yang 55:44 mungkin pernah ada gitu ya dari 55:47 perlakuan toksik orang-orang itu di 55:49 sekitar kita itu. Demikian kira-kira. 55:52 Baik. 55:55 Eh, pertanyaan selanjutnya eh Ustaz Doni 55:59 dari Bapak Fauzi di Tangerang. 56:03 Iya, Pak. 56:03 Assalamualaikum warahmatullahi 56:04 wabarakatuh, Ustaz. 56:06 Waalaikumsalam warahmatullahi 56:07 wabarakatuh. Iya, Pak Fauzi silakan. 56:09 Kadang 56:10 orang yang toksik itu bisa jadi diri 56:12 kita sendiri, Ustaz. 56:14 Eh, iya. 56:14 Dan enggak sadar. 56:16 Lalu adakah tanda-tanda dalam diri kita 56:18 yang bisa kita sadari supaya kita tidak 56:20 jadi sumber racun buat orang lain? 56:23 Iya, 56:24 betul Pak. Eh, menarik ini. 56:27 Jadi kadang-kadang kita sibuk mikirin 56:29 orang gitu, kita lupa bahwa diri kita 56:31 sendirilah sebetulnya yang beracun 56:34 kepada orang lain, kepada anak gitu ya. 56:37 Ya, jangan-jangan seperti itu. Ada 56:38 tanda-tandanya ya. Antara lain adalah 56:42 tadi seperti orang-orang yang toksik. 56:44 Kalau kita rinci misalkan, satu ya. 56:49 Eh, Nabi Ibrahim punya orang toksik 56:52 yakni bapaknya. 56:54 Nah, bapaknya Nabi Ibrahim ini toksik. 56:56 Toksiknya apa? Karena sebagai orang tua 57:00 ya, dia memaksakan kehendaknya kepada 57:03 anak. 57:04 Dia tidak mau lihat argumentasi anak. 57:07 Ya, gitu. 57:09 Jadi argumentasi anak ini 57:12 si bapak ini, si Azar ini merasa dia 57:15 yang paling benar. Ya, misalkan kalau 57:18 nanti eh Bapak Ibu buka surat Al An'am 57:21 ya ayat ke 74 57:25 gitu ya, 74 dan 75 itu kalimatnya 57:29 eh, apa? Wa idz qala Ibrahimu li abihi 57:32 Azaro atattakhizu asbaban aliha. 57:36 Inni aroka wa qouwbaka fi dolalin mubin. 57:40 Dan ingatlah ketika Ibrahim bilang 57:42 kepada bapaknya, 57:44 "Wahai bapakku, aku melihat eh engkau 57:47 ya, melihat dirimu dan 57:49 eh kaummu ya, menyembah sesuatu yang eh 57:53 sesat ya, jadi salah gitu." Kata-kata 57:56 Nabi Ibrahim kepada 57:58 bapaknya. 57:59 Nah, bapaknya itu enggak terima ya, 58:01 kepada eh penyebutan itu ya, 58:05 enggak-enggak terima. Akhirnya diusir 58:07 Nabi Ibrahim tuh oleh bapaknya tuh 58:09 karena apa? Mengatakan yang seperti itu. 58:11 Nanti ada tambahan di surat eh 19 atau 58:15 surat Maryam gitu ya. Jadi 58:18 eh satu itu ya, yang kedua. 58:22 Toksik seperti 58:24 eh saudara-saudara dari Nabi Yusuf 58:27 alaihissalam. Nah, itu juga tanda toksik 58:29 tuh. Kalau tadi yang pertama 58:31 eh toksik sebagai orang tua yakni 58:35 eh kita 58:36 enggak mau dengerin anak eh ya, 58:39 otoriter, maunya ya omongan kita sendiri 58:42 ya, pikiran kita sendiri tidak mau 58:44 memberikan peluang kepada anak untuk 58:46 menyampaikan apa isi pikirannya. 58:48 Ya, belum tentu salah loh anak-anak kita 58:51 tuh apa yang dia bicarakan. Itu toksik 58:53 juga tuh seperti Nabi eh bapak Nabi 58:55 Ibrahim. Lalu sekarang seperti saudara 58:58 Nabi Yusuf. 59:02 Eh 59:03 eh saudara Nabi Yusuf ini 59:07 toksik ya, kepada kepada orang di 59:10 sekitarnya karena cemburu. 59:13 Eh 59:15 cemburu kepada siapa? Kepada Nabi Yusuf. 59:17 Cemburu kepada Nabi Yusuf. Eh cemburu 59:20 kepada Nabi Yusuf eh maksudnya cemburu 59:22 kepada bapaknya karena menurut mereka 59:24 perlakuan bapaknya itu kepada Nabi Yusuf 59:27 ini berbeda dan mereka memiliki 59:30 kesombongan nih ya. 59:33 Kesombongan 59:34 eee 59:36 merasa 59:38 golongan merekalah yang paling eee baik 59:41 gitu ya, golongan mereka itu maksudnya 59:43 dari da 59:44 apa? Kan itu Nabi Yusuf itu punya 59:47 eee apa? Nabi Yakub itu punya empat 59:49 orang 59:51 istri gitu ya, empat orang istri. Nah, 59:54 dari masing-masing istri itu anaknya 59:56 beda-beda gitu ya. Nah, dari dari anak 59:58 yang eee 1:00:01 dari anak yang tua, eh maaf dari istri 1:00:04 yang 1:00:05 yang tua gitu ya, dalam berbagai riwayat 1:00:07 disebutkan begitu, itulah anak yang 10 1:00:10 itu. Eee 1:00:12 eh maaf anak yang eee 10 itu dari dari 1:00:15 tiga istri ya, nah 1:00:17 dari tiga istri. 1:00:19 Eee yang anak terak anak kedua anak 1:00:22 terakhir Nabi Yusuf dan Bunyamin dari 1:00:26 istri yang yang lain gitu kira-kira. 1:00:28 Nah, apa yang terjadi di situ? Kalau 1:00:30 Bapak Ibu buka surat Yusuf 1:00:33 surat ke-12 ya, ayat yang ke 1:00:37 eee delapan ya, delapan dan sembilan 1:00:40 gitu ya. Di situ ada perkataan 1:00:42 abang-abangnya Yusuf waktu mereka eee 1:00:46 rapat ya, ber bersiasat akan membunuh 1:00:50 Yusuf. Eee ayat delapannya 1:00:54 Iż qālū layūsufu wa akhūhu ahabbu ilā 1:00:57 abīnā minnā. 1:00:59 Mereka berkata dalam rapat itu bahwa 1:01:01 Yusuf dan saudaranya itu lebih dicintai 1:01:04 oleh bapak kita daripada kita. Eee itu 1:01:07 kecemburuan di situ. 1:01:09 Qālū layūsufu wa akhūhu ahabbu ilā abīnā 1:01:12 eee minnā. 1:01:14 Nah, lalu kalimat berikutnya wa naḥnu 1:01:16 uṣbah. Padahal kita ini lebih baik. Eee 1:01:20 padahal kita ini lebih baik. 1:01:21 Eee innā amanā lafī ḍalālin mubīn yang 1:01:25 orang toksik itu mudah 1:01:28 eee, apa? Mudah menuduh. 1:01:31 Menjudge. 1:01:32 Ya. Ya, jadi pelan-pelan kita buka 1:01:34 kalimatnya. Jadi, 1:01:36 kata Abang Yusuf gini. 1:01:39 Ini Yusuf dan saudaranya Bunyamin lebih 1:01:42 dicintai oleh bapak kita daripada kita. 1:01:44 Nah, lihat kecemburuan. 1:01:45 Heeh. Satu. 1:01:47 Yang kedua, wa nahnu usbah. Padahal kita 1:01:50 lebih berhak karena kita lebih hebat. 1:01:52 Eee, kesombongan. 1:01:55 Eee, jadi 1:01:56 kecemburuan, kesombongan, dan yang 1:01:58 ketiga memberi hukuman, ya. Inna abana 1:02:02 lafi dholalin mubin pada ujung 1:02:03 kalimatnya ayat ke-8. Ini bapak kita 1:02:05 sudah sesat ini. Eee, gitu. Jadi, kalau 1:02:08 punya tiga sifat itu juga akan toksik 1:02:10 kita. 1:02:11 Eee, gampang cemburu lihat-lihat 1:02:13 kebaikan orang lain. 1:02:16 Kita yang sakit kepala, gitu misalkan. 1:02:18 Heeh. Lihat orang lain sukses, kita yang 1:02:20 meriang misalkan. Nah, itu nanti jadinya 1:02:22 toksik tuh. 1:02:24 Enggak enggak ridho gitu ya kepada 1:02:26 kepada kebaikan orang lain. Yang kedua, 1:02:29 setelah-setelah enggak ridho dengan 1:02:31 kebaikan orang lain, merasa diri paling 1:02:34 hebat. 1:02:35 Eee, wa nahnu usbah. 1:02:37 Itu orang seperti itu akan toksik dia. 1:02:40 Dan yang ketiga tadi dari dari kisah 1:02:42 Yusuf ini, dia gampang menuduh. Wah, ini 1:02:45 pasti orangnya ini nih, ini pasti 1:02:47 begini, ini pasti begitu, dan lain 1:02:49 sebagainya. 1:02:50 Gitu. 1:02:51 Kira-kira empat itu ya sifat yang kalau 1:02:53 kita punya tadi ada yang satu dari bapak 1:02:56 Nabi Ibrahim. 1:02:59 Dan yang tiga dari saudara Nabi Yusuf 1:03:01 alaihissalam. Sifat-sifat yang kalau ada 1:03:03 dalam diri seseorang bisa membuat orang 1:03:06 menjadi toksik. Jadi, yang pertama eee, 1:03:08 tidak mau mendengarkan omongan orang 1:03:10 lain. Anak tidak mau didengarkan. Itu 1:03:13 dari bapak Nabi Ibrahim. Terus dari 1:03:16 saudara Yusuf ada tiga sifat yang 1:03:18 pertama ee sifat cemburu terhadap 1:03:21 kebaikan orang 1:03:22 dan yang ketiga eh yang sifat berikutnya 1:03:25 dari saudara Yusuf ee apa mereka merasa 1:03:29 diri paling hebat 1:03:31 wadahnu usbah dan yang sifat yang ketiga 1:03:34 dari saudara Nabi Yusuf mudah memberi 1:03:36 label, memberi judgement kepada orang 1:03:40 lain ya, kira lebih demikian. 1:03:43 Baik. 1:03:44 Ins pertanyaan selanjutnya Ustaz Doni 1:03:47 dari Bapak Irwan, Assalamualaikum 1:03:49 warahmatullahi wabarakatuh. 1:03:52 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:03:53 wabarakatuh Pak Irwan ya, silakan Pak. 1:03:55 Ustaz di lingkungan kerja saya banyak 1:03:57 yang toxic, suka gosip dan menjatuhkan. 1:04:00 Bagaimana caranya biar tetap profesional 1:04:02 tapi tidak ikut kebawa arus negatif? 1:04:05 Wah 1:04:07 Pak Irwan kalau Pak Irwan dan Bapak Ibu 1:04:09 yang dirahmati Allah, kalau dalam 1:04:10 lingkungan kerja ya artinya yang toxic 1:04:13 itu adalah hubungan kita dengan mereka 1:04:16 hanya kawan saja 1:04:18 maka sebaiknya kita hindarkan 1:04:20 ee karena kawan itu berpengaruh sekali 1:04:23 kepada kita ya, pengaruhnya amat kuat 1:04:26 kawan itu. Ya lama-lama kita akan kebawa 1:04:29 nanti kalau kita tidak hati-hati, 1:04:31 lama-lama kita jadi ikut-ikutan seperti 1:04:34 kawan kita. 1:04:35 Ee kalau orang tua tadi atau 1:04:39 apa saudara tadi ya tidak bisa kita 1:04:43 tidak bisa kita ee apa tidak bisa kita 1:04:46 menghindar ya karena mereka memang 1:04:48 saudara kita, tapi kalau kalau 1:04:51 ee kawan gitu itu bisa ya kita putuskan 1:04:55 saja ya, ee ini 1:04:59 misalkan nanti kalau Bapak buka surat Al 1:05:02 Furqan ya surat ke 25. 1:05:06 Ayat 27 dan 28 di situ nanti diceritakan 1:05:11 di situ bagaimana di hari kiamat 1:05:13 orang-orang yang masuk neraka itu 1:05:16 mereka penyesalan terbesar mereka salah 1:05:19 satunya adalah karena mereka salah pilih 1:05:22 kawan. Heeh. 1:05:24 Salah pilih teman itu. 1:05:26 Eee dalam di ayat 28-nya ya, surat 25 1:05:29 ayat 28. Kalimatnya begini. Ya wailata, 1:05:32 laitani lam attakhiz fulanan khalila. 1:05:37 Kata orang yang masuk neraka itu, 1:05:39 "Celaka saya ini. Seandainya dulu saya 1:05:42 di dunia tidak menjadikan si fulan itu 1:05:45 sebagai khalila, sebagai teman setia 1:05:48 saya, sebagai kawan sejawat." 1:05:51 Kenapa? Karena ayat 29-nya lanjut. 1:05:55 Kalimatnya laqad adhallani adz-dzikri 1:05:59 ba'da iz ja'ani. Karena si kawan ini 1:06:02 membawa saya jauh dari dzikri, dari 1:06:04 Alquran, padahal Alquran sudah datang 1:06:07 kepada saya. Karena pengaruh kawan jadi 1:06:10 terjauhkan dari petunjuk Allah. Nah, 1:06:13 gitu. Maka menyesal dia di dalam neraka 1:06:16 itu, orang yang masuk neraka ini. Salah 1:06:18 satu penyesalan terbesar itu karena 1:06:20 kawan. 1:06:21 Eee sebaliknya kalau kawan kita baik, 1:06:24 itu juga akan memberi, membawa kita 1:06:26 kepada eee tempat yang baik juga. Ya, 1:06:29 memberi dampak, membawa, menggiring kita 1:06:32 ke surga juga. Bahkan sebagian ulama 1:06:34 mengatakan bisa memberi syafaat itu 1:06:36 kawan yang baik itu. Bapak, Ibu. Nah, 1:06:38 jadi kalau kalau eee Pak Irwan tadi 1:06:41 bertanya, "Eee bagaimana kalau kawan 1:06:43 saya?" Maka sebaiknya dihindari saja. 1:06:46 Karena kawan ini memang berbahaya 1:06:47 sekali, bisa mempengaruhi kita. Demikian 1:06:50 kira-kira, Pak. Baik. 1:06:52 Ada pertanyaan selanjutnya, eee Ustaz 1:06:55 Toni, dari Ibu siapa ini? 1:06:59 Oh, sebentar. 1:07:00 Iya. Ibu Sari di Bogor. Assalamualaikum 1:07:04 warahmatullahi wabarakatuh. 1:07:07 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:07:08 wabarakatuh. Pasangan otoriter, paling 1:07:10 benar, paling pintar, enggak mau salat. 1:07:13 Padahal fatal kesalahannya. Anak-anak 1:07:15 zaman sekarang ini sudah bisa menilai 1:07:17 dan 1:07:18 jadi tidak melihat teladan pada ayahnya. 1:07:22 Harus bagaimana Pak Ustaz? Masya Allah. 1:07:25 Betul banget semua yang Pak Ustaz 1:07:27 sampaikan, semua empat sifat toksik yang 1:07:30 ada pada pasangan. 1:07:32 Lalu harus bagaimana Pak Ustaz? Kasihan 1:07:34 sekali kalau kita tidak bisa menghindar 1:07:37 dari orang toksik karena 1:07:40 tapi bagaimana karena dia adalah 1:07:42 pasangan. Itu saja, Pak Ustaz. Iya, iya, 1:07:44 iya. 1:07:45 Bu, anu, Bu siapa tadi yang bertanya? 1:07:49 Bu Sari ya di Bogor ya. Dan juga mungkin 1:07:51 Ibu-ibu atau Bapak-bapak yang lain, 1:07:53 Ikhwan Akhwat sekalian, 1:07:55 saya tidak bisa memberikan anu, apa? 1:07:58 Eee 1:08:00 jawaban secara langsung karena tentu 1:08:02 saya tidak tahu banyak gitu ya. Yang di, 1:08:06 yang ditanyakan di kesempatan malam ini 1:08:08 kan 1:08:09 normatif gitu ya. Maka jawaban saya juga 1:08:11 normatif. Kalau yang toksik itu orang 1:08:15 dekat kita yang eee apa? Terhubung 1:08:19 kepada kita lewat pernikahan. 1:08:22 Gitu ya. Saya katakan sebetulnya bisa 1:08:25 saja 1:08:27 eee mungkin 1:08:29 diputuskan 1:08:30 eee apa? 1:08:33 Tali per, tali akadnya pernikahan itu 1:08:35 bisa saja. 1:08:37 Karena 1:08:38 eee pertimbangan eee kemudaratan yang 1:08:41 banyak. Seandainya, tapi tentu saya 1:08:43 tidak bisa, tidak, ini, jawaban ini 1:08:45 tidak berarti langsung to the point 1:08:47 kepada pertanyaan Ibu, Ibu Sari tadi ya. 1:08:50 Tidak begitu, tapi itu adalah satu eee 1:08:53 hal yang bisa dilakukan. Sebab 1:08:57 eee terhubungnya kita dengan, dengan 1:09:00 pasangan itu kan lewat akad namanya akad 1:09:02 itu 1:09:04 ikatan ya, akad itu artinya ikatan, 1:09:07 ikatan itu adalah ya dalam ikatan itu 1:09:10 masing-masing pihak mesti memberikan 1:09:14 eee apa istilahnya bagiannya 1:09:18 kewajibannya 1:09:19 eee jadi berakad itu kerjasama dia 1:09:24 kalau salah satu pihak 1:09:26 tidak memberikan 1:09:28 eee apa 1:09:30 kewajibannya maka itu dalam dalam kaidah 1:09:33 hukum namanya wanprestasi, wanprestasi 1:09:35 itu batal demi hukum 1:09:38 ya batal demi hukum 1:09:40 ya jadi kalau tadi tidak sholat dan lain 1:09:42 sebagainya itu adalah satu hal yang yang 1:09:44 juga fatal gitu ya, tapi tentu saja 1:09:47 harus dilihat lagi secara kasuistis 1:09:49 lebih teliti lagi tidak bisa eee hanya 1:09:53 apa eee mudah itu tidak bisa tapi saya 1:09:56 hanya ingin mengatakan bahwa 1:09:59 bisa dilakukan hal itu yang tidak bisa 1:10:02 diputuskan tadi adalah hubungan kita 1:10:04 dengan orang-orang yang berkaitan lewat 1:10:07 rahim dengan kita eee ibu, bapak 1:10:12 apalagi eee paban itu enggak bisa juga 1:10:14 tuh karena itu dia adalah adik atau 1:10:16 kakak dari ibu kita 1:10:18 begitu juga eee saudara kandung itu 1:10:22 tidak bisa diputuskan 1:10:23 anak enggak bisa diputuskan eee jadi mau 1:10:26 tidak mau ya kita terus menjalin ya eee 1:10:30 silaturahim namanya silaturahim tuh ya 1:10:33 tapi kalau yang pernikahan tadi bisa dan 1:10:35 boleh diputuskan kalau memang adanya 1:10:38 kemudaratan yang besar tapi sekali lagi 1:10:41 itu bukan berarti saya menganjurkan 1:10:42 kepada Bu Sari ya karena karena tentu 1:10:45 saja saya tidak tahu kondisi yang eee 1:10:48 realnya seperti apa gitu ya, kurang 1:10:50 lebih demikian 1:10:52 pertanyaan terakhir Pak Doni dari Bapak 1:10:54 Rahman di Cibinong, Assalamualaikum 1:10:57 warahmatullahi wabarakatuh. 1:10:59 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:11:00 wabarakatuh. 1:11:02 Eh, Ustaz kadang saya iri lihat orang 1:11:04 lain bisa menghadapi orang toksik dengan 1:11:08 tenang. 1:11:09 Iya. 1:11:10 Apa rahasianya agar hati kita bisa 1:11:12 seperti itu? 1:11:14 Ya. 1:11:16 Memang begini, Pak, 1:11:18 eh Pak Irwan tadi ya di Cibinong ya dan 1:11:20 Bapak Ibu 1:11:21 Eh, Pak maaf, Pak Rahman dari Cibinong 1:11:23 tadi ya. 1:11:24 Dan Bapak Ibu semua Ikhwan dan Akhwat, 1:11:26 Alquran ini hebat. Ya, namanya juga 1:11:29 petunjuk hidup dari pemilik semesta 1:11:32 alam, tentu saja hebat. 1:11:35 Hebatnya apa? Pertama, dalam Alquran ini 1:11:37 ada dijelaskan mengenai 1:11:40 filosofi-filosofi, 1:11:41 makna, ya. Makna-makna dijelaskan. 1:11:45 Yang kedua, sekaligus juga dijelaskan 1:11:48 metodenya. 1:11:49 Gimana caranya? Nah, gitu. Lalu 1:11:52 diajarkan juga dalam Alquran ini tolak 1:11:55 ukurnya, evaluasinya ada juga. 1:11:58 Nah, maka itu 1:12:00 yang sedang kita bicarakan malam ini 1:12:02 baru 1:12:03 eh melihat sisi bagaimana kalau 1:12:06 seseorang salah merespon, ya tadi ya. 1:12:09 Nah, juga ini bagian yang penting juga 1:12:10 dari Alquran. Alquran menjelaskan juga 1:12:13 tolak ukur yang keliru begini, tolak 1:12:15 ukur yang benar begini. Nah, ini baru 1:12:18 baru kita jelaskan mengenai tolak ukur 1:12:20 yang keliru. Sayyidina Abu Bakar sempat 1:12:23 tergelincir, begitu juga Nabi Yunus 1:12:25 sempat tergelincir, salah respon. 1:12:28 Nah, insyaallah pekan depan ya dalam 1:12:30 pertemuan berikutnya 1:12:33 kita akan membahas bagaimana caranya 1:12:35 supaya kita bisa memiliki skill, ya, 1:12:37 kemampuan 1:12:39 eh menghadapi orang yang toksik dengan 1:12:41 tenang. Itu itu terjadi kepada Nabi 1:12:43 Yusuf dan Nabi Nuh serta Nabi Ibrahim. 1:12:47 Eh, itu nanti itu kita kita bisa eh apa 1:12:50 sampaikan. Tapi eh salah satu yang 1:12:55 apa yang mungkin bisa saya sampaikan di 1:12:58 akhir malam ini adalah 1:13:01 kemampuan yang dimiliki oleh tiga orang 1:13:03 yang akan kita bahas nanti, Nabi Nuh, 1:13:06 Nabi 1:13:07 Yusuf dan Nabi Ibrahim, ya. Salah satu 1:13:10 yang utamanya adalah kemampuan 1:13:12 senantiasa 1:13:14 mensyukuri apa yang 1:13:17 lain dari situasi itu. 1:13:19 Jadi, menggeser fokus, 1:13:21 itu dia. Menggeser fokus. 1:13:25 Nabi Ibrahim, maaf, Nabi Nuh itu pandai 1:13:27 menggeser fokus. 1:13:29 Jadi, walaupun istrinya toksik, anaknya 1:13:31 toksik, tapi beliau disebut oleh Allah, 1:13:34 innahu kana abdan syakuro, hamba yang 1:13:36 selalu bersyukur. 1:13:38 Gimana caranya syukur padahal 1:13:40 lingkungannya toksik? Beliau mengalihkan 1:13:42 fokusnya. 1:13:45 Mengalihkan fokus, 1:13:47 ini. 1:13:48 Jadi, itu boleh dilakukan. Kita boleh 1:13:50 mengalihkan fokus sebentar, ya, kemudian 1:13:53 membuat jiwa kita jadi fresh lagi, jadi 1:13:56 tenang lagi, jadi baik lagi gitu 1:13:58 misalkan. Nah, baru kemudian kita 1:14:00 kembali ke dalam kondisi hidup kita. 1:14:03 Kurang lebih begitu, sedikit penjelasan 1:14:05 mengenai bagaimana caranya gitu ya. 1:14:08 Insya Allah kita akan bahas di pertemuan 1:14:10 berikutnya. 1:14:11 Baik, Ustaz. Terima kasih atas 1:14:13 penjelasan dan juga jawaban yang tadi 1:14:16 telah ditanyakan oleh pendengar kami. 1:14:18 Kita akan berpisah ikhwan dan akhwat, 1:14:21 namun sebelum berpisah kita akan 1:14:23 dengarkan kesimpulan apa yang bisa kita 1:14:25 petik pada perjumpaan kita di malam hari 1:14:27 ini. 1:14:28 Ya. 1:14:29 Terima kasih, Mas Agus dan Bapak Ibu 1:14:32 semua yang dirahmati Allah ikhwan dan 1:14:33 akhwat. 1:14:34 Kesimpulannya 1:14:36 ada dua saja, yang pertama 1:14:39 pasti akan ada orang toksik di sekitar 1:14:42 kita, itu sudah sunatullah. Para nabi 1:14:45 pun menghadapi itu, ya. Jadi, kita tidak 1:14:48 perlu kaget, tidak perlu lagi merasa, ee 1:14:52 apa istilahnya, 1:14:53 mungkin kok cuma saya yang dapat 1:14:56 per-percobaan begini, enggak. Semua 1:14:58 orang. 1:14:59 Semua orang ada, gitu ya. Cuma beda-beda 1:15:01 aja ee levelnya, beda-beda juga 1:15:04 kondisinya. Itu per-itu kesimpulan 1:15:06 pertama. Kesimpulan kedua, 1:15:09 kalau kita salah merespon, 1:15:11 bisa-bisa kita yang tadinya benar jadi 1:15:13 salah. 1:15:15 Nah, itu yang malam ini kita pelajari 1:15:17 dari Sayyidina Abu Bakar ditegur Allah. 1:15:19 Demikian pula apalagi Nabi Yunus. Ee 1:15:23 Nabi Yunus itu kan nabi, gitu ya. Beliau 1:15:25 dakwah, ee tapi beliau marah karena 1:15:28 kaumnya tidak terima dakwah beliau. 1:15:30 Akhirnya beliaulah yang ditegur oleh 1:15:32 Allah, bukan kaumnya. Ya, seandainya 1:15:34 beliau tidak segera bertobat, la labitsa 1:15:37 fi bathnihi ila yaumi yub'atsun, dari 1:15:38 dalam surat Ash-Shaffat tadi, niscaya 1:15:41 beliau akan tinggal dalam perut ikan 1:15:43 sampai hari kiamat. Surat Ash-Shaffat 1:15:45 ayat 144. Jadi, penting sekali untuk ee 1:15:48 tidak salah merespon. Ya, insyaallah 1:15:50 pertemuan berikutnya kita lanjutkan 1:15:52 bagaimana respon yang benar, ya. Kurang 1:15:55 lebih demikian. Wallahu a'lam bishawab. 1:15:56 Baik, terima kasih. Jazakallah ee Ustaz 1:15:59 Doni atas tausiahnya. Ikhwan dan akhwat, 1:16:03 dengan demikian selesai sudah jumpa kita 1:16:05 dalam perjumpaan program tadabbur 1:16:07 Alquran 1:16:09 bersama guru kita Ustaz Doni Amir Sagaf. 1:16:12 Semoga apa yang beliau sampaikan 1:16:13 bermanfaat dan kami mengucapkan terima 1:16:15 kasih kepada seluruh pendengar kami yang 1:16:18 sudah menyimak dan memberikan 1:16:21 pertanyaan. Semoga jawaban lugas dan 1:16:24 tuntas. Akhirul kalam, kami mohon undur 1:16:27 diri. Kita 1:16:29 akan berjumpa, insyaallah, di hari 1:16:32 Selasa pekan depan. Saya Abi Agus 1:16:34 ditemani Neza, juga ada Yusuf Sebangkit 1:16:36 di meja operator. 1:16:38 Billahi taufiq wal hidayah. 1:16:39 Wassalamualaikum warahmatullahi 1:16:41 wabarakatuh. 1:16:42 Asalamualaikum warahmatullahi 1:16:43 wabarakatuh.