Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Gusti Allah
- [Musik]
- nyembahmanirrahim. Alhamdulillahiabbil
- alamin. Wasalatu wasalamu ala asrofiliya
- wal mursalin wa ala alihi wa asabihi
- ajmain. Amma ba'du. Allahumma sholli ala
- sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina
- Muhammad. Masih dipancarkan dari Jalan
- Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimagis
- Cibubur Bekasi. Inilah radio silaturahim
- dan rasio visual untuk Islam yang satu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, ikhwan akhwat di mana pun
- Anda berada yang mendengarkan kami lewat
- radio maupun streaming radio di
- www.radiosilaturahim.com
- radiosilaturahim.com ataupun pemirsa
- yang menyaksikan kami
- lewat YouTube channel Rasil TV serta
- sekarang kita streaming melalui Facebook
- di fanpage Radio
- Silaturahim. Semoga Iwan Akhwat dalam
- keadaan sehat walafiat serta dalam
- lindungan Allah Subhanahu wa taala. juga
- bagi Iwan akhwat yang sedang ada di
- perjalanan yang menuju ke rumah atau
- menuju ke tempat lain ee tetap
- berhatihati semoga selamat sampai
- tujuan. Ee alhamdulillah saya budi
- bersama kru yang bertugas bisa menemani
- ikhwan akhwat pada malam hari ini yaitu
- seperti biasa pada program kajian kitab
- edisi Senin tanggal 17 Desember 2018
- atau bertepatan dengan tanggal 9 Rabiul
- Akhir 1940 Hijriah. Seperti biasa telah
- hadir narasumber kita yang akan
- memberikan tausiah atau nasihatnya yaitu
- Ustaz Ahmad Sanosi. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Sehat, Ustaz?
- Alhamdulillah. Gimana, Ustaz, perjalanan
- tadi macet? Tidak. Alhamdulillah. Tidak.
- Alhamdulillahirabbil alamin. Ee baik. Ee
- dan pada kesempatan malam hari ini Ustaz
- Ahmad Sanusi akan membahas tafsir Quran
- surah
- Al-Isra ayat 50 sampai ayat 58 yaitu
- dibantu oleh kitab Fathul Bari eh
- Al-Qurtubi.
- Maaf. Baik Iwan Akwad ee tidak panjang
- lebar. Mari kita simak pemaparan yang
- akan disampaikan oleh Ustazah Masanusi.
- Namun sebelumnya kita baca doa ee
- menuntut ilmu. Allah manfaana bima
- alamsana waimna ma yanfauna warzuqna
- ilman yangfauna. Tepul ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin hamdan
- katsir thyiban mubarakan fih kama
- yuhibuna waar.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- habibika wa kholilika wa rasulika
- sayyidina Muhammad wa alihi wa alih
- thhirin wa ashabihil ghuril muhajjalin
- waman ihtada bihadiihi ila yaumiddin.
- Ashadu alla ilahaillallah wa ashadu anna
- muhammadar rasulullah.
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
- wa ala ali
- sayyidina amma ba'du faya
- ibadallahikum waai bqwallah ittaqulah
- haqqa tuqatih wala tamutunna illa wa
- antum muslimun pendengar radio
- silaturahim dan pemirsa televisi visual
- silaturahim di mana saja
- berada pada kesempatan kali ini kita
- akan mempelajari Al-Qur'an surah Al-Isra
- surah yang ke-17 17 ayat yang ke-50
- sampai ayat yang
- ke-58. Di antaranya dengan bantuan kitab
- tafsir
- al-Qurtubi juz 10 halaman
- 238 insyaallah sampai halaman
- 245. Untuk itu mari kita awali dengan
- ummil kitab
- alfatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi
- rabbil alamin
- arrahmanirrahim. Maiki yaumiddin. Iyaka
- na'budu wa iyyaka
- nasta ihdinasirathal
- mustaqimathalladzina anamta alaihim
- ghairil magdubi alaihim
- wadin. Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Qul kunu
- hijaratan au
- hadida au
- khalqam
- mimma yakburu fi
- sudurikum.
- Fasayaquuluna may yuiduna.
- qulilladzi fatharakum awwala marah
- fasayungiduna ilaika ruusahum
- waquuluna
- matahu qul
- asa
- ayakuna
- qoriba
- shqallahul adzim wasodqa rasulul karim
- wahnu ala dalalika minasyahidin
- Amdulillahbilamin.
- Bismillahirrahmanirrahim. Surah al-Isra
- ayat yang ke-50.
- Qul menyampaikanlah siapa engkau Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wa
- ashabihi wasallam. Kepada orang yang
- tidak percaya bahwa setelah kematian
- akan ada pertanggungjawaban.
- Kunuh hendaklah ada siapa kalian semua.
- Hijaratan, yaitu menjadi batu au hadidan
- atau menjadi
- besi. Kalian itu jangankan masih
- berbentuk manusia, berbentuk batu,
- berbentuk besi, apa saja pasti oleh
- Allah disatukan, dihidupkan untuk
- dimintai pertanggungjawaban.
- Jadi waaru al ba faqil lahum
- istasyaru takunuum fala kuntum hijaratan
- hadidan labum kama khulium awala
- marahu maum fainnallaha yumitukum tumma
- yabatukum au khalqom mimma yaakburu fi
- sudurikum
- [Musik]
- Atau hendaklah kalian menjadi makhluk
- yang mimma yakburu yang besar yang tidak
- mungkin hidup kembali menurut
- kalian
- fiurikumuna. Maka pada saatnya akan
- berkata siapa mereka? Man adapun
- seseorang
- yuiduna yang akan bisa mampu
- menghidupkan kembali siapa manna kepada
- kami setelah kematian
- kami. Qul menjawablah siapa engkau Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wa
- ashabihi
- wasallam. Alladzi yang fathrakum yang
- akan menghidupkan kalian itu. Alladzi
- yang fatharakum telah menciptakan siapa
- ladikum kepada kalian semua.
- Awala maratin pertama
- kaliun maka akan menggerakkan
- menggeleng-gelengkan
- kepalaunaika kepadamu
- ruusahum kepada kepala-kepala mereka.
- Mereka akan menggelengkan kepala-kepala
- mereka untuk menunjukkan mereka itu
- tidak setuju dan tidak sependapat dengan
- Al-Qur'an yang disampaikan Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wa ashabihi
- wasallam. Karena mereka tidak percaya
- tentang sebentar lagi akan menghadapi
- kematian dan setelah terjadi kematian
- bukan masalah malah menjadi selesai tapi
- itu awal sebenarnya masalah yang
- sebenarnya. Kalau kita waktu hidupnya
- menjadi orang yang baik-baik, in khairon
- fakhairun wain syarron fasyarun, akan
- dimintai pertanggungjawaban semua
- masalah dari sekecil-kecilnya sampai
- yang
- terbesar. Mereka akan menggelengkan
- ruusahum kepada kepala-kepala mereka.
- Dan mereka sambil menggelengkan kepala,
- menggerakkan kepala dan mereka berkata,
- "Matahu kapan memang terjadinya
- kematian? Kapan kiamat
- itu?" Qul menjawablah, "Siapa engkau
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wa ashabihi wasallam? asa ayakuna qiba.
- Sebentar lagi juga pasti tiba. Jadi
- ketika disampaikan kepada mereka bahwa
- semuanya itu bakal dimintai
- pertanggungjawaban, lalu mereka yang
- tidak percaya bertanya, "Emang siapa
- yang bisa menghidupkan kembali kita utuh
- lalu memberi pertanggungjawaban?"
- Dijawab oleh Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasahbihi wasallam, "Ya
- Allahlah yang pertama menciptakan kalian
- mudah untuk mengembalikan lagi." Lalu
- mereka tidak setuju dengan yang
- disampaikan
- Nabi. Apalagi yang cuman disampaikan
- kita. Yang disampaikan Nabi aja enggak
- disetujui oleh mereka. Kalau begitu
- kapan terjadinya kematian? Kapan kiamat?
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasahbihi wasallam menyampaikan, "Ya,
- sebentar lagilah emang ada orang yang
- enggak mati semuanya pasti meninggal
- tinggal nunggu waktu saja. Demikian juga
- kiamat. Ada malam, ada siang. Ada siang,
- ada malam.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Wama yudrika
- laallata takunu qorib." Itu sama dengan
- itu. Aahzab ayat 63.
- Asah ayakuna qorba. Kalau alisra ayat
- 51
- laallataqib itu Asyura ayat 17 sama aja
- artinya itu. Wa ma huain fahua qoribun.
- Adapun tiap-tiap sesuatu hua ya em
- sesuatu atin akan datang fahua. Maka
- adapun ma
- qoribun yaitu dekat. Adapun tiap-tiap
- sesuatu yang sesuatu itu akan datang
- maka itu fahua qorib. Maka adapun ma
- tadi qorib itu namanya qarib. Nanti
- jumlah dari mubtada dan khabar kedua
- menjadi khabarnya mubtada yang
- pertama. Apa
- saja yang akan datang itu namanya dekat.
- Karena pasti kita merasakan termasuk
- kematian.
- Yauma
- yadukum surah al-Isra ayat 52 yauma
- yadukum
- fatastajibuna bihamdihi
- watadunnuna inabitum illa
- qolila yauma yadukum.
- Ingatlah di saat memanggil siapa Allah
- Subhanahu wa taala kum kepada kalian
- semua
- fatastajibuna. Maka kalian sudah pasti
- itu harus memenuhi panggilan
- Allah. Panggilan kematian. Habis begitu
- dibangunkan untuk dikumpulkan di mahsyar
- untuk dimintai pertanggungjawaban
- semuanya enggak bisa menolak
- itu. Yauma yadukum fatastajibuna
- bihamdihi. Kalian semua akan memenuhi
- kepada panggilan Allah itu tadi
- bihamdihi dengan memuji
- Allah. Watadun dan yakin siapa kalian
- semua dalam keadaan seperti itu. Abum
- illa qolila. Ternyata kalau dibandingkan
- dengan kehidupan di akhirat di dunia itu
- cuma sebentar. Kalau
- umurnya sudah 50 itu biasanya sudah
- mendekati kematian. Apalagi 60, apalagi
- 70 itu innakum bahwasanya kalian tuduna
- dipanggil siapa kalian semua
- yaumalqiamati di hari kiamat biasmaikum
- dengan nama-nama kalian wa asmaai
- abaikum dan dengan nama-nama bapak e
- nenek moyang kalian faahsinu. Oleh
- karena itu membaguskanlah siapa kalian
- asmaakum kepada nama-nama anak cucu
- kalian. Jadi kalau punya nama, namanya
- yang bagus sesuai
- Al-Qur'an yang bagus yang bahasanya
- bahasa Al-Qur'an. Bahasa Al-Qur'an itu
- satu huruf dapat pahala. Kok bahasa
- bukan Al-Qur'an itu ya kalau belum
- digabungkan dengan yang lain belum
- mendapatkan pahala
- itu. Dan tabarrukan karena mengharapkan
- barokah kebaikan dari pahalanya
- Al-Qur'an.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Itu tadi hadis
- Muslim
- 2139. Kalau Bukhari fil adabil mufrad
- 820. Kalau Abu Daud
- 42 at-Tirmidzi
- 2.840. Ahmad juz 5 halaman 194. Ibnu
- Hibban
- 5818 dari Abi Darda
- itu. Kita lanjutkan surah al-Isra ayat
- 53.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Wa ibadi
- yaquulullati hiya ahsan.
- Innasyaitana yanzagu bainahum.
- Innasyaitana kaana lil
- insani aduwam
- mubina wa dan berkatalah siapa engkau
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wa ashabihi wasallam liibadi bagi
- hambaku yaakulu hendaknya berkata siapa
- mereka allatihi asan
- berkata ee kepada perkataan atau dengan
- perkataan hiun lati Ahsan yaitu lebih
- bagus kita
- ini apabila
- dimungkinkan sehendaknya kita berkata
- yang lebih bagus dari orang lain. Jadi
- kadang-kadang Al-Qur'an itu mengandung
- sangat kelembutan, basyir, kadang-kadang
- nadir,
- tegas.
- Innasyaitana. Kenapa begitu? Karena
- kalau perkataan yang kurang bagus itu
- biasanya mengandung melahirkan
- pertengkaran. Nah, itu biasanya akibat
- dari kita tergoda oleh setan. Baik
- godaan setan itu berbentuk uang atau
- jabatan. Akhirnya para pendukungnya
- berantem terus ya akibat pemimpinnya
- tergoda dengan godaan setan.
- Innasyaitana bahwasanya setan yanzagu.
- Yaitu menimbulkan apa? Setan bainahum di
- antara mereka menimbulkan perselisihan
- pertengkaran.
- Kalau Al-Qur'an Asunah tidak akan
- melahirkan pertengkaran
- itu. Innasyaitana bahwasanya setan kana
- yaitu ada apa? Setan lil insan bagi
- manusia aduan yaitu betul-betul musuh
- mubinan yang jelas. Jadi satu sisi walli
- ibadi waulli ibadi yaqulullati ahsan.
- Tapi satu sisi di ayat itu saja Allah
- sudah menyampaikan innasyaitana yanzau
- bainahum innyaana lil insani mubina.
- Apalagi nanti di ayat berikutnya ee
- surah al-Isra surah yang ke-17 ayat 58.
- Waim qatin. Dan tidaklah dari suatu
- penduduk penduduk di suatu daerah di
- suatu
- negara min qariah disebut qariah. Tapi
- yang dimaksud penduduknya karena yang
- diajak bicara itu kan manusianya. Illa
- kecuali nahnu. Adapun kami muhlikha.
- yaitu kami pasti akan membinasakan siapa
- kami Allah
- kepada penduduk desa tadi oleh Allah
- akan dihancurkan. Oh, satu sisi tegas
- kan begitu. Tidak lemah gemulai
- keseluruhan. Waktunya tegas-tegas waktu
- lembut-tembut. Qobla yaumil kiamah. Akan
- dihancurkan oleh Allah penduduk suatu
- daerah itu kejadian itu kehancurannya
- sebelum hari kiamat. A muadzibuha atau
- akan menyiksa siapa? Allah ha kepada
- penduduk desa tadi disiksa adzaban au
- muadzibuha.
- Masdar lafzi adzaban dengan azab
- syadidan yang dua satad luar biasa. Oh
- tegasnya
- bukan kanaalika fil kitabi mastur kana
- ada dalalika. Apa hal tersebut? Azab fil
- kitabi di dalam lauhil mahfud mastur
- yaitu tertulis bagi orang yang memang
- tidak bisa ee menentang Al-Qur'an Asunah
- tidak bisa diatur dengan Al-Qur'an dan
- Asunah. Allah sudah menyampaikan kalian
- akan dihancurkan oleh Allah sebelum hari
- kiamat. Di dunia sudah diazab. Noh bukan
- radikal itu Quran itu. Jadi Al-Qur'an
- itu begitu. Waqala Ibnu Mas'ud.
- Tujuannya apa? Supaya orang tidak
- terpanggil untuk jauh dari Al-Qur'an.
- Karena kalau jauh dari Al-Qur'an
- melahirkan perselisihan, melahirkan
- pertengkaran, melahirkan kezaliman.
- Sedangkan Al-Qur'an mengajarkan supaya
- kita tidak zalim. Apalagi kepada sesama
- umat Islam. Termasuk kepada non Islam
- pun kita tidak boleh zalim, tetapi kita
- ee harus menempatkan pada tempatnya. Ya,
- bagaimana ya? Seperti Fathi Makkah itu
- orangnya oleh Nabi tidak diapa-apain
- meskipun orangnya itu kerjanya membunuh
- Nabi. Nah, buktinya apa? Abu Sufyan
- waktu perang Badar coba tuh berperang
- dengan Nabi itu sampai Fatih Mekah. Tapi
- oleh Nabi, pada saatnya musuh lemah,
- oleh Nabi orangnya tidak diapa-apain,
- dimaafin, hartanya tidak diambil sedikit
- pun, satu sen pun, seperak pun, tapi
- soal kekuasaan tidak diberikan oleh
- Nabi, diambil alih.
- Begitulah. Qala Ibnu Mas'ud, idza dah.
- Menurut sahabat Abdullah bin Mas'ud,
- apabila tampak azzina, apa perzinaan?
- Perzinaan sudah di mana-mana dibiarkan
- oleh oknum yang punya kekuasaan. Warriba
- di mana-mana. oleh oknum yang punya
- kekuasaan riba di mana-mana malah senang
- hutang ke mana-mana ke berbagai
- negara. Nah, yang suruh bayar kita.
- Akhirnya dengan hutang yang banyak itu
- kita yang diperas dengan pajak yang
- tinggi. Macam-macam kan pajak apa saja
- itu. Wah, luar biasa itu. Demi untuk
- bayar hutang. Ya begitulah kalau riba.
- Makanya bangun itu menurut
- kemampuanlah. Kalau kita mampu bayar
- hutang mah silakan. fi qaryatin di dalam
- suatu ee desa atau negara. Kalau di
- suatu tempat, di suatu negara zina
- dibiarkan ee apa itu undang-undang minol
- dibiarkan saja tidak ada kepastian. Jadi
- sesuatu yang memabukkan dibiarkan saja,
- riba dibiarkan saja. Kalau terjadi
- seperti itu adzina maka mengizinkan
- Allahu siapa? Allah di dalam kehancuran
- di penduduk di suatu negara itu. Faqila
- maka dikatakan almna wa min
- qatinimatin yuqwiika quluhu w kunna
- muhlikil qura illa wa
- ahluhaimun. Alqasas ayat 59 persis
- dengan materi kita. Al-Isra surah yang
- ke-17 ayat
- 58. Kalau Fathul Bari di sini juz 10
- halaman 244 di sebelah kanan. Insyaallah
- sekitar empat baris dari atas
- itu. Jadi waktu tegas tegas tidak
- seperti kita. Kalau Quran itu cocok
- dengan selera kita, oh ini bagus nih.
- Kalau tidak cocok Qurannya dianggap
- radikal. Apalagi yang menyampaikan
- dianggap paling
- radikal. Jadi setan itu melahirkan
- permusuhan. Kalau bukan setan tidak akan
- melahirkan permusuhan. Makanya ketika
- sahabat Ibnu Mas'ud, sahabat Ibnu Mas'ud
- itu ketika ditanya, "Kenapa Anda
- salatnya Anda kalau musafir kan Anda
- memberi fatwa salatnya yaitu dua rakaat
- kalau isya?" Jadi di qasar sebagaimana
- contoh yang dicontohkan oleh Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wa asahbihi
- wasallam, sahabat Abu Bakar, Umar,
- Utsman di awal pemerintahannya.
- ee Anda tidak setuju dengan sahabat ee
- Utsman di akhir-akhir kan sahabat Utsman
- itu meskipun musafir salatnya 4 rakaat.
- Demikian juga Siti Aisyah salatnya 4
- rakaat. Itu di zaman Nabi itu di zaman
- wahyu masih turun. Anda tidak sepakat
- dengan itu. Tapi kenapa Anda kok
- kenyataannya Anda salatnya 4 rakaat? Ee
- itu ditanya kepada sahabat Ibnu Mas'ud.
- Ketika ditanya seperti itu, sahabat Ibnu
- Mas'ud dia ketahuan fatwanya salat dua
- rakaat. Kalau musafir ternyata
- kenyataannya waktu salat dia salat 4
- rakaat. Inn Masudin shabaan faqil
- lahubta ala utsman tumma shaita arbaan.
- Faqala. Maka menjawab, "Siapa sahabat
- Utsman?" Eh, sahabat Abdullah bin
- Mas'ud, "Alkhilafu syarun." Ee saya itu
- tidak suka apabila terjadi banyak
- pertengkaran, perselisihan apalagi sama
- umat Islam. Apalagi sampai kelihatan di
- muka umum. Wafi riwayat Baihaqi. Inni
- sungguhnya aku sahabat Abdullah bin
- Mas'ud laqrahu. Yaitu tidak suka siapa
- aku alkhilafah kepada pertengkaran
- sesama umat Islam. Itu makanya innamal
- imam liutamma innama juilal imam al
- imamu liutammah. Itu sama aja
- redaksinya. Itu Fathul Bari juz 2
- halaman 719. dari kiri itu enam baris
- dari atas itu. Jadi atau Fathul Bari juz
- 2 halaman
- 725. Itu hebatnya sahabat dulu. Sahabat
- dulu berbeda tidak jadi masalah karena
- tidak punya kepentingan uang dan
- jabatan. Sedangkan kita enggak
- rukun-rukun karena kita punya
- kepentingan uang dan jabatan. Sehingga
- Al-Qur'an nomor 10.
- Padahal kalau jangankan Quran ya, hadis
- hadis Bukhari itu hadis Bukhari itu
- apabila dipahami apa adanya saja tidak
- akan ada ribut antara radio satu dengan
- radio lainnya, antara jemah satu dengan
- jemah lainnya, antara organisasi dengan
- apa organisasi yang
- lain. Karena kepentingan bosnya itu
- syekhnya, ustaznya, imamnya begitu atau
- ilmunya yang terbatas. E contohnya apa?
- Ada hadis begini, la tusyaddur rihal
- illa ilaati masajid. Tidak
- diparkir arrihal apa kendaraan diikat
- illa ila masajid. Kecuali kalau berada
- di tiga masjid. Masjidil Haram, Masjidir
- Rasul, Masjidil Aqsa. Lalu jadi kalau
- berada di Masjidil Haram, Masjidir Rasul
- Nabawi, Madinah, Masjidil Aqsa itu harus
- diparkir, diikat untanya. ini lalu
- dipahami
- macam-macam. Ada yang berpendapat tidak
- boleh berniat berziarah kecuali ee tiga
- masjid itu. Kalau di selain tiga masjid
- tidak boleh. itu kan ngambil hukum
- masing-masing kan loh. Padahal tidak
- begitu itu. Cuman maksudnya kalau di
- Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Masjidil
- Aqsa karena dari dulu itu ramai supaya
- tidak mengganggu parkirnya dan rapi ya
- diparkir yang rapi. Kalau unta ya diikat
- di tempat unta sehingga aman. Ee
- jalannya luas, tidak mengganggu orang,
- hewannya tidak diganggu orang,
- kendaraannya aman, nanti pulang juga
- aman. orangnya yang salat juga khusyuk,
- tidak terganggu dengan takut hilang
- segala macam itu. Itu satu sisi.
- Kenyataannya kalau dipahami tidak boleh
- pergi kecuali hanya tiga masjid itu.
- Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Masjidil
- Aqsa. Kenyataannya tidak begitu. Nabi
- pergi ke tempat masjid yang lain seperti
- apa? Yaitu pergi ke masjid Quba. Nabi
- itu malah setiap Sabtu. Coba-coba tuh.
- Kalau tadi hadis Bukhari
- 1189. Jadi apabila terlalu banyak
- perbedaan, perbedaan itu bukan terlalu
- banyak dan itu yang berbeda itu yang
- menyampaikan ustaznya itu ya karena
- keterbatasan keilmuan sama kelasnya
- dengan
- saya. Coba lihat hadis Bukhari
- 1191. Haddasana Yaakub ibnu Ibrahim.
- Haddasana Ibnu Ulay akhbarana Ayyub
- annafi annabna Umar radhiallahu anhuma
- bahwasanya sahabat Abdullah bin Umar
- radhiallahu anhuma kana yaitu ada siapa
- sahabat Abdullah bin Umar putranya
- Sayyidina Umar ini la yusoli minadduha
- illa fi yaumain. Beliau ini tidak salat
- dha
- dengan
- memastikan dengan terang-terangan,
- kecuali di dalam dua hari. Yaqdamu
- Makkah fainnahu
- yaqdam. Yaitu kecuali waktu datang ke
- Makkah. Waktu datang ke Makkah itu
- beliau melaksanakan salat duha baru
- tawaf qudum. Bil baiti tumma yusli
- rakatain khalfal maqam. Kemudian salat
- dua rakaat di belakang makam Ibrahim.
- Waum yati masjida Quba dan di antara
- juga di
- waktu datang ke Masjid Quba fainnahu
- maka sungguhnya sahabat Abdullah bin
- Umar ini mencontoh Nabi. Nabi juga
- begitu.
- Padahal di dalam redaksi yang lain,
- sahabat Abdullah bin Umar ini pernah
- menceritakan
- bahwa Nabi itu tidak salat sunah kalau
- musafir. E buktinya dia mengatakan
- sendiri di dalam riwayat yang lain
- sama-sama Bukhari bahwa Nabi itu salat
- sunah. Nah, coba nanti yang satu hadis
- Bukhari riwayat sahabat Abdullah bin
- Umar. Nabi kalau musafir tidak salat
- sunah sama sekali. Di dalam hadis
- Bukhari riwayat sahabat Abdullah bin
- Umar juga di dalam riwayat yang lain,
- Nabi itu salat sunah. Bahkan beliau
- mencontoh Nabi yaitu salat sunah di
- rumah Ummi Hani, di rumah Idban bin
- Malik, di rumah waktu datang ke Makkah,
- bahkan ketika datang ke Quba. Nah, coba
- ini pentingnya kalau kita belajar hadis
- hati-hati terlalu banyak redaksi la
- yazidu la yazidu la yazidu. Meskipun
- redaksinya seperti itu, la yazidu, kita
- harus tahu kebiasaan orang Arab itu
- berbicaranya seperti apa, maksudnya apa,
- gitu.
- Dan orang Arab itu kalau mengatakan
- jangan atau misal itu kan haram misal
- atau makruh, jangan dipahami berlebihan.
- Hati-hati harus lihat situasi dan
- kondisi sesuai Al-Qur'an dan Asunah apa
- tidak.
- Kami
- ulangi masjid quba dan waktu datang ke
- masjid Quba fainnahu yatihi sabtin.
- Karena sahabat Abdullah bin Umar itu
- meniru Nabi kalau datang itu seminggu
- sekali khususnya hari Sabtu itu ke Quba
- kalau pagi itu. Jadi begitu sampai di
- Quba ya dari Madinah beliau salat dhha
- dua rakaat itu. Faid dakhalal masjida.
- Karena apabila masuk siapa man
- almasjida, siapa sahabat Abdullah bin
- Umar masuk almasjida kepada masjid
- kariha maka tidak suka siapa sahabat
- Abdullah bin Umar ayakruja untuk keluar
- siapa sahabat Abdullah bin Umar minhu
- dari masjid hatta yusol sehingga salat
- siapa sahabat Abdullah bin Umar fihi di
- dalam masjid qala wana yuhadditsu wana
- dan ada lalu sahabat Abdullah bin Umar
- ini menyampaikan dengan tegas di muka
- umum wana ada siapa sahabat Abdullah bin
- Umar
- Yaitu menceritakan siapa sahabat
- Abdullah bin Umar anna Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam kana yaitu
- ada siapa Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam yazuruhu yaitu ziarah
- siapa nabiu kepada masjid Quba raqiban
- kadang-kadang naik kendaraan wam
- kadang-kadang jalan kaki hale dalam
- keadaan naik kendaraan wam kadang-kadang
- dalam keadaan berjalan setiap Sabtu pagi
- itu. Nabi seminggu sekali itu ke Masjid
- Quba. Fayusolli fi rakatain. Setelah
- sampai di situ salatlah dua rakaat. J
- itu satu sisi tentang salat sunah. Satu
- sisi hadis ini sebagai penguat bahwa
- menentukan suatu hari dalam kita
- melakukan amal saleh itu boleh. Makanya
- yasinan. Kenapa kok yasinan harus setiap
- malam Jumat? Ya enggak apa-apa. Ini
- buktinya Nabi kenapa kok setiap hari
- Sabtu ke Quba? Kenapa enggak hari
- Minggu, hari Senin, hari Ahad, hari
- Isnin, hari sulasa misal boleh. Boleh.
- Kata siapa yang enggak boleh. Ini hadis
- Bukhari. Kalau enggak boleh menentukan
- hari, ya memang mestinya baca Yasin,
- baca Al-Kahfi atau apa saja tabarak
- boleh hari apa saja. Apabila ada orang
- mengkhususkan suatu hari enggak ada
- masalah. Tidak ada masalah. Ini
- buktinya. Kalau tidak boleh berarti
- hadis ini kan harus dicoret juga. Nah,
- saya ngomong begini supaya orang paham
- dan yakin betul. Ini bukan kata saya
- penafsiran seperti ini. Kata Fathul
- Barinya. Kenapa saya bicara begini?
- Supaya cepat ngerti. Itu saja. Lalu ada
- orang yang enggak sepakat ya. Maklumlah
- namanya ini radio didengerin orang
- berjuta-juta. Bolehlah saya terima, Pak.
- Jangan mengatakan itu dicoret
- Bukharinya. Habis enggak ngerti-ngerti
- sih. Yang lain bisa bicara umum enggak
- macam-macam. Sedangkan kita kalau enggak
- bicara tegas orang enggak paham-paham
- tuh.
- Tujuannya apa kita seperti ini supaya
- mulai dari sekarang enggak ribut? Yang
- baca Yasin setiap malam Jumat
- boleh-boleh. Yang enggak baca Yasin juga
- boleh. Yang enggak boleh itu malam Jumat
- ngerasain orang. Nah, itu baru enggak
- boleh. Hadis Bukhari
- 1191,
- 1193,
- 1194, 7.326
- 326 Fathul Bari ee juz 3 halaman 88 di
- sebelah kanan. Saya bacakan syarahnya.
- Bukan kata saya. Saya enggak berani
- nambah-nambahin. Apalagi ini kan
- streaming kan ya. Iya. Saya bacain ya.
- Boleh dicek di dalam tafs ee kitab
- Fathul Bari juz 3 halaman 89 di sebelah
- kiri paling bawah.
- Wafial hadisi dan di dalam hadis ini,
- hadis yang barusan kita baca ini
- 1191 bahwa Nabi ke Quba setiap
- Sabtu. Wafi
- hadilukihi berdasarkan banyak jalur
- dalalatun. Adapun dalil hadis ini dari
- berbagai jalur sebagai dalil. Ala jawazi
- taksi ba'dil ayyam. Boleh mengkhususkan
- suatu hari tertentu. Termasuk sahabat
- Abdullah bin Mas'ud kalau ngajar itu
- setiap hari Kamis mengkhususkan hari.
- Jadi oh enggak boleh mengkhususkan hari
- enggak ngaji dulu kalau begitu. Bukhari
- ala jawazi ba'dil ayyam ba'dil shihah.
- Dengan melakukan sebagian amal-amal yang
- shah wal mudawamah dan terus-menerus.
- atas
- tersebuthah. Ya, saya bukan menukung
- mendukung eh saudara saya di NU tentang
- malam Jumat baca Yasin, Mas silakanlah
- supaya intinya tidak ribut. itu aja
- wafih dan yaitu di dalam hadis ini annan
- nahyah bahwasanya larangan an syaddir
- rihal tentang ee apa itu mengikat
- kendaraan parkirlah ya lighhairil
- masajid salat ke bagi selain tiga masjid
- ini laisa alat tahrim bukan menunjukkan
- haram menunjukkan haram itu kan hasil
- ijtihad orang yang tidak sependapat atau
- karena dia mestinya jangan tinggal di
- situ muluah pergi ke daerah daerah lain,
- ngajilah ke guru lain, ke daerah lain.
- Nanti dia tahu situasi dan kondisi. Imam
- Syafi'i saja dari Baghdad ke Mesir lalu
- beliau kan banyak fatwanya karena
- melihat situasi dan kondisi meskipun di
- dalam Fathul Bari ini karena ini sudah
- tidak asli ini Fathul Bari ini dikasih
- komentar yang
- lain-lain. Tapi aslinya memang tidak ada
- pengharaman seperti itu. Kenapa?
- Buktinya Nabi ke Quba dan kadang-kadang
- Nabi parkir juga naik kendaraan dan
- diparkir gitu. Likaunin Nabi sallallahu
- alaihi wasallam kan yaitu ada siapa nabi
- yati ya yaitu melakukan siapa nabi
- masjida datang masjid Quba kepada masjid
- Quba raqiban hal dalam keadaan ee naik
- kendaraan parkir juga. Kenapa parkir itu
- ya untuk rezekinya tukang parkir, untuk
- ketertiban, keamanan, kekhusyukan kita
- salat, kerapian dan
- seterusnya. Wataqaba bianna majiahu
- shallallahu alaihi wasallam ila qubaah.
- Meskipun ada yang baca qubai, kedatangan
- Nabi ke Quba itu innama
- limwilatil ansar.
- limil
- yaitu jumuah
- maahu kenapa nabi itu datang hari sabtu
- di antaranya nabi itu datang sabtu ke
- itu untuk ee bersilaturahim kepada
- orang-orang yang waktu hari Jumat itu
- tidak hadir. Karena Nabi hampir bisa
- mengetahui sahabat-sahabat khawatir
- sakit, khawatir ada yang perlu dibantu,
- kenapa ini jumatan kok enggak datang?
- Kira-kira begitu. Jadi bukan ini enggak
- datang ke masjid, kita bakar. Oh, enggak
- begitu. Umat Islam itu enggak main
- bakar-bakaran begitu. Bakar-bakaran ikan
- sih boleh yang penting harus
- dibagi-bagi. Jadi menurut sahabat
- Abdullah bin Umar kanan Nabi shallallahu
- alaihi wa alihi asbihi wasallam yati
- masjida qubain kul sabtin masan
- warakiban wana Abdullahi radhiallahu
- anhu yaf'aluhu
- 1193. Jadi ini satu sisi untuk
- menunjukkan apa? Keutamaan Masjid Quba.
- Keutamaan masjid Masjid Quba. Karena
- Masjid Quba itu sampai ada orang yang
- meriwayatkan begini. Menurut sahabat
- Sa'ad bin Abi Waqqas, beliau bersabda,
- beliau berkata, "Laan usolli fi masjidi
- Qubaah." Aku salat di Masjid Quba
- rakataini dua rakaat.
- Bait maqdis maratain. Daripada aku
- datang ke Baitul Maqdis dua kali salat
- dua rakaat di Masjid Quba, aku lebih
- senang daripada aku datang ke Baitul
- Maqdis dua kali. Lau ya'lam ma fi Quba.
- Andai saja mereka tahu tentang fadilah
- yang ada di Masjid Quba, Ladu ilaihi
- aqbadal ibil. Pasti dia akan membuat e
- bekal untuk datang ke Masjid Quba.
- Limpah hati bawa bekal. itu beban untuk
- unta itu. Ini pelajaran bukan Baitul
- Maqdis tidak penting apalagi situasinya
- seperti sekarang dalam keadaan normal.
- Maksudnya kenapa keutamaan Masjid Quba?
- Baru nanti keutamaan masjid Baitul
- Maqdis. Karena keutamaan Masjid Quba, di
- samping ada contoh dari Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam, tentu Nabi
- dan para sahabat itu berdasarkan
- Al-Qur'an surah at-Taubah ayat
- 108, yaitu la takum fihi abada l
- masjidun usisa alat taqwa min awali
- yaumin ahaqqu takuma f fi f rijal
- yuhibbunaharu wallahu yuhibbul
- muthirin. Kenapa masjid Quba itu
- diabadikan oleh Allah? Keutamaannya di
- dalam Al-Qur'an surah at-Taubah ayat
- 108. Jadi masjid-masjid yang usisa alat
- takqwa yang pertama itu Masjid Quba baru
- masjid Nabawi di daerah Madinah itu
- masjid yang pertama. Dan di situ itu
- orang di sekitar Quba itu fihi rijalu
- yuhibbuna ayatharu. orangnya itu bersih,
- rapi. Karena di situ kan ee dari dulu
- ada air. Jadi dia kalau bersuci pakai
- air, orangnya bersih begitu kan. Wallahu
- yuhibbul
- muthahirin. Sedangkan keutamaan masjid
- Baitul Maqdis ee silakan apalagi kondisi
- seperti sekarang yaitu diabadikan oleh
- Allah. Nah, kami ulangi ya. Sedangkan
- keutamaan Masjid Baitul Maqdis atau
- Masjidil Aqsa itu berada di dalam hadis
- Bukhari
- 1189. La tusyaddur rihal illa ilaati
- masajidah. Al masjidil Haram ila Al
- Masjidil Haram wa masjid Rasul wa
- masjidil Aqsa. Nah, itu Masjidil Aqsa
- itu keutamaan Masjidil Aqsa. Dan ini
- berdasarkan Al-Qur'an surah Ali Imran
- ayat 96.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Inna aala
- baitinzi bibkata mubarok wudil alamin.
- Masjid yang pertama ee pembangunannya,
- penempatannya, keutamaannya tentu bkah
- di Makkah. Ee Makkah itu dibilang Bakkah
- karena begitu orang ke Makkah dengan
- betul-betul ikhlas karena Allah,
- hartanya halal, perjalanannya halal
- sampai pulang betul-betul karena Allah
- subhanahu wa taala. bukan kepengin ya
- untuk tujuan yang lain, maka insyaallah
- dosanya akan bakkah. Bakkah itu hancur,
- rontok itu. Dan kalau kita ke Makkah itu
- akan mubarak, diberkahi hidupnya,
- umurnya, hartanya. Wah hudan dan akan
- diberikan petunjuk. Makanya orang kalau
- habis umrah, habis haji itu dia bakah,
- dosanya insyaallah hancur. Keduanya akan
- barokah hidupnya.
- alamin dan mendapatkan petunjuk bagi
- dirinya dan bagi orang lain.
- Walillahiul baiti ilaihi sabila waman
- kafarinnallah ganiyunil alamin. Ali
- Imran
- 9697 itu keutamaan Makkah, Masjidil
- Haram. Ee termasuk kalau Masjidil Aqsa
- itu yang al-Isra itu subhanalladzi asro
- bihi subhanalladzi asro bihi lailam
- minal masjidil haram ilal masjidil aqsa.
- Jadi kalau begitu mana yang lebih utama?
- sama-sama utama, sama-sama bagus,
- sama-sama ahli surga. Ya, supaya tidak
- ribut. Apalagi lihat situasi dan
- kondisi. Alhukmu yaduru maillatihi
- wujudan wa adaman. Yang bagus ke Makkah
- dulu, ke Madinah, ke Quba baru
- perjalanan ke Aqsa, ke Turki begitu
- boleh. Kalau memang ada uang masih
- sehat. Jadi jangan gara-gara hadis ini
- lalu tidak boleh. Biasanya hadis ini
- dipakai oleh orang yang anti kekuburan
- untuk menyerang. Tidak boleh pergi ke
- kuburan Sunan ini. Kenapa? Ini hadisnya
- cuman tiga. Masjidil Haram, Masjid
- Nabawi, Masjidil Aqsa. Tidak ada masjid
- di Jawa Tengah begitu. Jadi enggak boleh
- ke Jawa Tengah, Jawa Timur enggak boleh.
- Itu kan buatan sendiri. Dia punya
- pendapat karena bencinya kepada
- saudaranya yang pengin silaturahim
- kepada daerah-daerah lain dan mengenang
- perjuangan para para wali. Makanya
- memahami Al-Qur'an dan Asunah harus
- dengan hati yang bersih. Sampaikan apa
- adanya, insyaallah tidak akan melahirkan
- pertengkaran dan
- permusuhan. Ada lagi
- misal bismillahirrahmanirrahim.
- Ini tadi sudah
- tentang ee tentang hadis Bukhari ini.
- Sekarang hadis Bukhari yang
- lain. Di dalam hadis Bukhari yang lain
- itu ada hadis begini.
- Samu Aba said alkudri radhiallahu anhu
- yuhaddin Nabi shallallahu alaihi wibi
- wasallam
- faabani eh menceritakan siapa Aba Said
- biarbain dengan empat perkara anin nabi
- dari Nabi katanya Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasabi wasallam faabnan
- maka membuat heran e apa empat tadi ni
- kepadaku waaknani cerita A said alhudri
- itu membuat buat heran nih kepada aku.
- Qazaah. Qaza'ah itu orang yang
- dimerdekakan oleh Ziyad.
- Waanaqnani. Sama itu mengherankan. Qala
- di antara pesan sahabat Aba Said
- Alkhudri dari Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi
- wasallam. La
- tusafir eh la tusafiril marah. Tidak
- boleh bepergian almaratu siapa? Seorang
- perempuan. Yaumaini dua hari perjalanan
- dua hari. Illa waha zaujuha. kecuali
- yaitu bersama eh perempuan tadi zaujuha
- adapun pasangannya suaminya auzu mahram
- atau ya mahram kalau ada kenapa waktu
- itu tidak aman kalau sekarang sudah
- dalam keadaan aman enggak ada
- masalah sama dengan begini
- ee dulu orang
- itu
- tentang larangan-larangan
- dengan hal-hal ee nanti saya supaya
- tidak melangkah terlalu jauh ini aja w
- fi yaumain dan tidak boleh e puasa di
- dalam 2 hari. Bagaimana tentang larangan
- musafir itu harus mahram misal itu di
- zaman Nabi kalau dalam keadaan aman atau
- di zaman Nabi saja kalau perempuan itu
- betul-betul dia percaya diri insyaallah
- merasa dia aman enggak ada masalah
- seperti hadis dari sahabat ee Ibnu Abbas
- Ibnu Abbas yaitu tentang imraatun min
- khas'am perempuan dari Khas'am.
- Perempuan dari Khas'am ini dia ini
- menyampaikan kepada Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wa ashabihi
- wasallam waktu haji
- wada. Beliau bertanya kepada Nabi. Nabi,
- bapakku ini sudah tua. Abi sikhon kabir
- dia itu la yatbutu alarahilah tidak bisa
- naik kendaraan. E rumahku jauh. Afahajju
- anhu afaahujju anhu di sekitar Yaman
- sana. Apakah aku bisa menghajikan,
- membadalkan orang tuaku? Qala naam. Iya,
- kamu berangkat sendirian. Iya, saya
- perempuan sendirian. Karena dia orangnya
- hebat ini. Ee mungkin dari anggota TNI
- Polri meskipun dia perempuan sendirian
- berani dia enggak ada yang berani
- ganggu. Qala naam walika fi hajatil
- wada. Jadi lihat situasi orang tidak
- boleh bepergian itu kalau perjalanan
- jauh itu perjalanan 2 hari harus ada
- mahramnya. Itu kalau dia satu khawatir
- di perjalanannya tidak aman dan
- lingkungannya memang tidak aman,
- perjalanannya tidak aman. Ah itu enggak
- boleh sendirian. Haram. Sama dengan
- bunuh diri. Tapi kalau dia merasa kuat,
- yakin, insyaallah. Ini pelajaran supaya
- kita di mana pun berada harus membuat
- orang aman, termasuk kaum perempuan.
- Jalan pun aman. Semuanya kita harus
- membuat aman sehingga orang bisa ke
- mana-mana merasa aman. Begitulah tugas
- kita itu. Jadi hadis Bukhari
- 1197 ini harus disandingkan dengan hadis
- Bukhari
- 1513
- 1855
- 4.399.228. Fathul Bari juz 3 halaman 482
- sampai483.
- atau Fathul Bari juz 4 halaman 81 sampai
- 86 yang membolehkan perempuan meskipun
- perjalanan jauh tanpa mahram kalau
- situasinya yakin aman.
- Makanya kita harus bantu
- itu
- womain. Ee pertama pesan yang empat itu
- kata sahabat Aba Said Alkhudri dari Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- asahbihi wasallam ee perempuan jangan
- jalan sendirian kalau merasa tidak aman
- harus ada mahramnya. Yang kedua, pesan
- Nabi menurut sahabat Aba Said Alkudri,
- wala fi yaumain. Tidak boleh berpuasa di
- dalam dua hari, yaitu alfitri, Idil
- Fitri, wal adha dan Idil Adha. Yang
- ketiga, wala sata ba'da shatin. Tidak
- boleh ada salat setelah ee setelah
- salat. Wala shata ba'da shatin. Tidak
- ada salat setelah salat ba'da subhi,
- setelah subuh.
- sampai terbit
- matahari. Sampai terbit matahari. Jadi
- habis subuh ee sampai terbit matahari. W
- ba'dal asri dan setelah asar itu hatta
- tagruba sampai tenggelam matahari. Itu
- tidak boleh salat sunah. Kata hadis
- Bukhari menurut riwayat sahabat Abi Said
- Al-Khudri
- 1197. Kenyataannya tidak begitu. Kata
- Siti Aisyah radhiallahu anha, Nabi itu
- tidak pernah tidak salat sunah sesudah
- salat subuh dan sesudah salat asar
- itu. Ya, itu kenapa begitu? Itu yang
- tidak diperbolehkan itu begini
- ceritanya. Karena kalau sesudah subuh
- hatta tatlu asyamsuh orang dulu di zaman
- Nabi dulu itu orang suka nyembah
- matahari.
- Maka supaya orang itu karena akidahnya,
- keimanannya, ketauhidannya masih rawan,
- maka Nabi menyampaikan tidak boleh salat
- ee ada salat salat sunah sesudah subuh
- sampai matahari terbit. Nah, kalau sama
- dengan ziarah kubur karena sekarang
- orang sudah paham, sudah kuat bahwa
- tidak dimungkinkan menyembah matahari,
- maka tidak ada masalah. Buktinya Nabi
- apa? Habis subuh salat sunah. Tapi kalau
- kita tidak tahu ilmunya atau di berada
- di daerah yang enggak biasa, maka kita
- jangan cari fitnah. Tapi kalau
- sendirian, mah silakan. Paling tidak
- kalau ada orang salat sunah sesudah
- subuh di rumahnya atau salat sunah
- sesudah asar, paling tidak kita enggak
- terlalu curiga. Karena memang Nabi
- pernah melakukan bahkan Nabi tidak
- pernah tidak melakukannya. Itu hadis
- dari Demikian juga waktu asar matahari
- tenggelam. Karena dulu di zaman Nabi
- orang baru imannya masih belum kuat sama
- dengan ziarah kubur kan. Jadi karena
- dulu matahari terbit disembah, matahari
- tenggelam disembah maka tidak
- diperkenankan. Nah, sekarang sudah tidak
- ada orang yang sama, tidak ada yang
- dikhawatirkan. Coba lihat kata Siti
- Aisyah radhiallahu anha, pertama la
- shata ba'dal asri hatta tawyibyamsu.
- Bukhari dari sahabat Abu Said Alkudri
- 586.
- Tapi kebalikannya dari Siti Aisyah
- radhiallahu anha yatini fium ba'dal asri
- illa sha rakatain. Nabi salat terus dua
- rakaat sesudah asar. Ee Bukhari 590,
- 591, 592,
- 593,
- 1631, Fathul Bari juz 2 halaman 81
- sampai 84. Yang tidak boleh itu kalau
- mendekati azan. Rakatani lam yakun
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- yaduhuma sir waaniah dalam keadaan
- sembunyi-sembunyi maupun
- terang-terangan. Rakatani qla shati
- subhi warakatani ba'dal asri. Dua rakaat
- sesudah asar itu. Nah, Bukhari 592,
- Fathul Bari juz 2 halaman 8184.
- Ihya Ulumiddin misal juz 1 halaman
- 238 di daerah kanan itu qalat walladzi
- dahahaba bihi kata Siti Aisyah maqahuma
- jadi dua rakaat sebelum subuh dua rakaat
- setelah asar itu tidak pernah ditinggal
- oleh Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam
- apalagi salat sunah yang lain qolat
- walladzi dahahaba bihi
- maqahumaqiallah sampai nabi wafat kata
- Siti Aisyah tidak pernah Nabi itu
- meninggalkan salat sunah qobla shati
- subhi Dua rakaat sebelum subuh dan dua
- rakaat setelah
- asal
- asallahu alaihi
- wasallam wus
- masjid umi
- wibo nabi tidak melakukan di muka umum
- kenapa khawatir memberatkan umatnya
- umatnya memaksakan diri 590 sampai
- 593 atau 1631 fathul bari juz halaman 81
- sampai
- 84 nafla perbuatan sunah termasuk salat
- sunah
- almutlaqwi tahdiduhu tidak boleh
- dibatasi apa pembatasannya bal bahkan
- yakt berbeda-beda alhalu apa keadaan
- bikhtilafil ashas dengan perbedaan orang
- yang melakukan wal auqat dan waktu wal
- ahwal dan keadaan fathul bari juz 4
- halaman
- 283 bagi yang mau melakukan silakan yang
- tidak mau melakukan ya silakan
- insyaallah sama-sama ahli surga. Dah
- kembali lagi pesan sahabat Aba Said
- Alkhudri dari Nabi sekarang yang
- berikutnya ee yang berikutnya yaitu wala
- tusyaddur rihal illa ilaati masajid.
- Jadi tidak boleh parkir. Pesan yang
- keempat tidak boleh parkir itu kecuali
- tiga masjid. Masjidil Haram, Masjidil
- Aqsa, Masjid Nabawi. Maksudnya
- memaksakan diri. Kalau enggak memaksakan
- diri enggak apa-apa. Tapi kalau Masjidil
- Haram, Masjid Nabawi, Masjidil Aqsa
- kalau bisa agak memaksakan diri kalau
- mampu. Begitulah. Dan parkir itu karena
- di situ kan tempat padat, jadi aturlah
- supaya orang bisa juga gitu. Jadi hadis
- seperti ini
- 1197 harus digabungkan dengan
- 1191,
- 1192, 1193.
- Bukhari ee itu hadis Bukhari tadi ya,
- Fathul Bari juz 3 halaman
- 88. Satu lagi, apabila perbedaan itu
- sama-sama ditanggapi oleh orang yang
- paham, maka tidak akan melahirkan suatu
- perbedaan pertengkaran, malah melahirkan
- ilmu pengetahuan.
- Bismillahirrahmanirrahim. Hadis Bukhari
- 1198.
- E ini haddasana Abdullah bin Yusuf
- akhbarana Malik an mahrama ibni sulaiman
- an qurib maula ibni abbas annahu
- bahwasanya sahabat Abdullah bin Abbas
- akhbarahu an abdillah ibn abbas
- radhiallahu anhuma annahu bata suatu
- ketika sahabat Abdullah bin Abbas ini
- menginap in the maimunah di rumahnya
- Maimunah waktu beliau sekitar umur 5
- tahunan lah ummil mukminin ya Ummil
- Mukminin radhiallahu anha wahiya adapun
- Maimunahu yaitu bibinya sahabat ee
- Abdullah bin Abbas qala menyampaikan
- siapa sahabat Abdullah bin Abbas maka
- tidur siapa aku ala aradil wisada aku
- tidur di lebarnya bantal watja dan tidur
- Rasulullah siapa Rasulullah sallallahu
- alaihi wasabi wasallam wa ahluhu dan
- keluarganya nabi nabi dan istrinya dan
- Maimunah bibiknya sahabat Abdullah bin
- Abbas fiuliha radhiallahu anhum waraduan
- radhiallahu
- fituliha di panjangnya bantal. Nah,
- kalau misal Nabi dan istrinya di sini ee
- sahabat Abdullah bin Abbas itu di
- sininya. Nah, begitulah
- kira-kira. Fanama Rasulullah. Maka tidur
- siapa? Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Hatta intasofa alil. Maka Nabi
- tidur tilem kata orang Jawa sampai
- pertengahan malam. A qoblahu atau
- sebelum pertengahan malam biqolil
- sedikit. A ba'dahu atau sesudah
- pertengahan malam. Biqolilin dengan
- sedikit enggak pasti. Kenapa? Ya
- begitulah sesuai Al-Qur'an almuzzammil.
- Azubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Kumilila illa
- qolila nisfah. Bisa pertengahan malam.
- Aingus minhuila atau kurang dari
- pertengahan malam. Aid alaih atau lebih
- dari pertengahan malam.
- almuzamil ayat 1 sampai 4. Demikian
- juga Allah maha tahu bahwa kamu
- kadang-kadang salat tahajud itu 2 per3
- malam atau separuh malam atau sepertiga
- malam. Karena manusia itu tidak punya
- kemampuan untuk memastikan. Jadi silakan
- kalau enggak sakit lakukan menurut
- kemampuan salat tahajud seperti yang
- dilakukan oleh Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Semua yang sunah
- begitu. Nah, tummastaiq Rasulullah
- kemudian bangun siapa Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam fajalasah.
- Maka begitu Nabi bangun tidur, Nabi
- duduk dulu tidak langsung lari ke kamar
- mandi. Khawatir jatuh kan belum belum
- terlalu sehat sadar. Famasaha maka
- mengusap siapa? Nabi annauma kepada rasa
- ngantuk an wajhi dari wajahnya Nabi
- biyadihi dengan tangannya Nabi. Tumma
- qaraah kemudian membaca siapa Nabi?
- Alasral ayati kepada 10 ayat khawatima
- surati Ali Imran eh kepada ee akhir dari
- surah Ali Imran. Bayangkan saya ulangi
- ya. Nabi itu hijrah umur 53 ditambah
- waktu Fatih
- Makkah ee
- ditambah ee
- ini kalau ini yang dibaca ini khawatima
- surati Ali Imran ee sekitar 2 tahun
- setelah
- itu ee berarti berapa itu
- 535 itu beliau
- itu membaca kalau salat tahajud itu di
- antaranya yang dibaca itu
- adalah ini akhir dari surah Ali Imran.
- Kalau Nabi salat dhha itu di umur waktu
- beliau umurnya 61 tahun, Nabi salat dhha
- itu 8 rakaat. Bayangkan itu hadis
- Bukhari yang diceritakan oleh Ummi Hani.
- Bayangkan itu salat dhya Nabi. Yaitu di
- dalam hadis Bukhari itu yang diceritakan
- oleh Ummi Hani. Hadis Bukhari
- 1103.
- 1176
- 4.292. Kalau 53 + 8 berapa? 61. 61 Nabi
- itu salat duhanya 8 rakaat lah. Kita
- umurnya berapa? Kadang-kadang jarang
- salat
- duha. Demikian salat malam. Sebentar
- dulu kita lanjutin dulu ya. Nah, kalau
- ini Nabi salat tahajudnya yang suka
- dibaca itu di antaranya kata sahabat
- Abdullah bin Abbas itu
- adalah akhir daripada surah Ali Imran
- yaitu mulai dari ayat 190 sampai ayat
- yang ke-200. Ini ayat tentang
- azubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Inna
- fiqamawati wal ardhi wtilafilia nahar
- laatilulil albab alladina yadkurunallaha
- qiam waud waa junubihim waatafakkaruna
- fi khq samawati wal ard. Rabbana ma
- khalaqta hza bat subhanaka
- faqinazabanar. E ini Nabi suka baca ayat
- ini menunjukkan bahwa ada malam, ada
- siang, ada kehidupan, ada kematian. Nabi
- itu nangis kadang-kadang. ini suka baca
- ini. Dan setelah itu ini doa ini yaitu
- ayat 191 sampai 194 baru nanti sampai
- ayat yang ke-200. Nah, ini pelajaran
- sebentar saya lanjutin
- dulu. Muaq kemudian Nabi berwudu
- menyamperin e semacam teko besar begitu
- yang terbuat dari kulit. Lalu di situ
- ada air untuk Nabi ambil
- wudu. Kemudian Nabi salat q Abdullah ibn
- Abbas radhiallahu anhuma. Kemudian aku
- berdiri ngikuti jejak langkah
- Nabi. Kemudian aku pergi faumtu aku
- berdiri ikut salat ila jambi di sebelah
- Nabi yang pengin mahallus syahid kita
- bicarakan. Fawada Rasulullah maka
- meletakkan siapa? Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam yadahu kepada tangannya
- Nabi alyumna yang kanan alasi atas kiri.
- Saya ulangi ya. Nabi lagi salat, tangan
- kanannya ini memegang
- kepalaku wa akza dan mengambil siapa
- Nabi biuduni. Telinganya sahabat
- Abdullah bin Abbas ditoel. Bukan dicewer
- ya. Ya, semacam dipegang gitu karena
- malam nih kan. Karena sayangnya Nabi
- kepada keponakannya kalau bahasa kita. E
- wa akh Nabi biudun dengan telingaku
- alyumna oleh Nabi dipegang telingaku
- yang kanan. yaftiluha oleh Nabi ya
- semacam dicewer gitulah dipegang
- biyadihi diarahkan dengan tangannya Nabi
- ee supaya dia salat di sebelah kanan
- Nabi. Ini hadis Bukhari. Fasal rakatain
- tumma rakatain rakatain rakatain
- rakatain rakatain
- tumma hatta jaahul muadin
- faqatafatain fasha.
- Ini pelajaran bahwa salat itu boleh
- bergerak. Yang penting ada hubungannya
- dengan salat atau untuk kesempurnaan
- salat. Jadi ini buktinya Nabi pegang
- siapa? Pegang kepalanya sahabat Abdullah
- bin Abbas. Demikian juga pegang
- telinganya sahabat Abdullah bin Abbas
- dipindahi ke sebelah ke sebelah kanan.
- Itu ini pelajaran. Ee bahkan Nabi salat
- megang e cucunya yang bernama Umamah
- binti Zainab ya kan. pegang anak apalagi
- kan bergerak kan. Ini pelajaran ee dari
- hadis Bukhari tapi tidak harus bawa anak
- terus kalau anaknya enggak bisa
- dikendalikan nanti malah lari-lari kan
- ganggu orang salat. Jadi artinya dalam
- salat itu boleh ada gerakan kalau itu
- ada hubungannya dengan salat atau demi
- untuk kekhusyukan salat.
- Ini hadis Bukhari tadi 516
- 5.996 Fathul Bari juz 1 halaman 776
- 779 Fathul Bari juz 10 halaman 522 529.
- Jadi kalau kita salat apalagi kalau
- salat sendirian di rumah boleh sambil
- pegang Quran, pegang HP baca.
- Kenyataannya Nabi itu waktu dia masih
- sehat, Nabi berdiri sampai berjuz-juz.
- Al ee ni Albaqarah, Ali Imran, An-Nisa
- habis oleh Nabi. Tapi begitu Nabi sudah
- sepuh, maka Nabi duduk salat sunahnya
- duduk. Nanti kalau kurang 30 atau 40
- ayat baru Nabi ee berdiri baru ee
- begitulah. Itu kan hadis Bukhari yang
- kemarin dijelaskan itu oleh kita itu.
- Jadi hatta kabir qalisan faqi
- alaihi ayah
- qah hadis Bukhari
- 1148 Fathul Bari juz 3 halaman 41 sampai
- 42. Ini pelajaran. Demikian juga
- Sayidina Ali w Aliun radhiallahu anhu
- kafahu ala rusil aisar. Kalau tidak ada
- masalah Sayidina Ali itu biasa salatnya
- begini kan.
- Nabi Sayidina Ali itu begini salat apa
- dipegang apa
- nih? E apanya nih namanya? Iya tangannya
- dipegang. Itu kalau Sayidina Ali begitu
- kalau habis takbir kecuali jildan.
- Kecuali kalau beliau perlu menggaruk
- ayuslian atau membaguskan e apa ini
- bajunya. Nah itu jadi enggak ada
- masalah. Enggak ada masalah. Jadi yang
- penting itu
- tadi. Demikian juga Abu Ishaq waq Abbas
- radallahu
- anhumulah. Ini hadis Bukhari
- 1198 Fathul Bari juz 3 halaman 93 di
- sebelah kanan sampai di halaman ini
- sampai di halaman ya 93. Barangkali kita
- potong sampai di sini dulu baru nanti
- kita lanjutkan lagi materi kajian kita.
- Subhanakallahumma wabihamdik nashadu
- alla ilaha illa anta nastagfir wubu
- ilaik. Wallahuam.
- Baik. Ee demikianlah iwan akhwat
- pemaparan yang disampaikan oleh Ustaz
- Ahmad Sanusi ee yaitu membahas tentang
- tafsir Quran surah Al-Isra ayat 50
- sampai ayat 58. Namun belum selesai,
- Ustaz ya. I masih mau melanjutkan ee
- nanti setelah jeda ee baik Iwan ee mari
- ee saya
- mengundang bagi Iwan akhwat yang ingin
- bertanya atau
- berpartisipasi bisa kirimkan SMS atau
- WhatsApp di nomor
- 0811
- 999720 atau telepon di 021 8451512.
- Baik, kita akan kembali setelah jida
- berikut ini.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- Wabihamdihi subhanallah
- Oh.
- [Musik]
- Silaturahim dan rasil visual untuk Islam
- yang satu. Terima kasih akhwat ee yang
- masih menyimak kajian pada malam hari
- ini. Bagi ikwan akhwat yang baru
- mendengarkan ee pada sesi pertama tadi,
- Ustaz Ahmad Sanutsi telah menjelaskan ee
- tafsir Quran surah Al-Isra ayat 50
- sampai ayat
- 58. Namun ee belum selesai Ustaz ya.
- Kita akan melanjutkan. Namun sebelum
- melanjutkan ada beberapa pertanyaan yang
- datang ke
- ke HP kami ya. Saya langsung bacakan
- Ustaz ya. Boleh.
- Baik. Pertanyaan pertama dari Bunda
- Rudo. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Apakah orang yang menolak poligami
- termasuk murtad karena mengingkari
- Al-Qur'an?
- Terus? Baik. Pertanyaan kedua dari
- 0857376987. Sekian-sekian.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Iya, Ustaz. Saya mau
- tanya ee apa hukuman bagi orang yang
- suka mengadu domba satu sama lain
- sehingga menimbulkan perpecahan? Terima
- kasih.
- SMS ketiga dari
- 081128745. Sekian-sekian. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Apakah salat sunat raib
- bisa dikerjakan setelah waktunya habis?
- Heeh. Baik. Ee pertanyaan keempat dari
- 082320776. Sekian. Sekian. Sekian.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Kenapa orang
- yang masuk masjid di hari Jumat tidak
- langsung salat tahiyatul masjid ketika
- sedang azan? Apa hadis pegangan orang
- itu? Ulang lagi yang terakhir nih. Ee
- kenapa orang yang baru masuk masjid di
- hari Jumat tidak langsung salat
- tahiyatul masjid? Heeh. Ketika sedang
- azan malah mendengarkan azan dulu,
- Ustaz? Maksudnya mungkin gitu. Apa
- pegangan orang itu. Baik, Ustaz. Ee
- mohon dijawab.
- Bismillahirrahmanirrahim. Salat itu
- setelah azan.
- Jadi biar dapat dua pahalanya. Baina
- kulli azanain asalah. Di antara dua azan
- itu kaidahnya dua azan itu maksudnya
- azan dan iqamah. Salat apa saja itu
- kaidah zuhur, asar, magrib, isya, subuh
- ee jumat semuanya itu kaidah itu. Kaidah
- itu baina kulli adanain di antara yaitu
- di antara tiap-tiap baina baina kulli
- baina mudhaof kulli mudhaofun ilaih.
- Nanti menjadi khabar muqaddam. Di antara
- jeda antara dua azan, antara azan dan
- iqamah itu ada salat sunah dua rakaat
- paling tidak. Itu hadis Bukhari. Iya.
- Hadis hadis Bukhari. Hadis Bukhari.
- Hadis Muslim
- itu itu Bukhari
- 627, Muslim ee
- 838, At-Tirmidzi
- 185, Abu Daud
- 1283, Annasai juz 1 halaman 28, Ibnu
- Majah
- 1162, Ahmad juz 5 halaman
- 5456 ee
- itu demikian juga di dalam hadis Bukhari
- yang lain. Di dalam hadis Bukhari yang
- lain itu coba dicek itu kaidah itu baina
- kulli adzanain shatun salatan. Sampai
- Nabi mengulangi tiga kali ucapan seperti
- itu. Sabda beliau seperti itu.
- Limansyaah. Baru yang ketiga kali beliau
- sampaikan kalau tapi tidak wajib tidak
- maksakan. Kalau mau ya silakan gitu kan.
- itu hadis Bukhari
- 6247. Coba dicek. Lalu tentang salat
- sunah itu. Salat sunah itu kalau bisa
- dilakukan, tapi kalau enggak bisa
- artinya begini. Paling tidak kalau ada
- temannya melakukan salat sunah mulai
- dari sekarang jangan disalahin, jangan
- dicurigain. Karena itu ada anjuran dari
- Nabi. Hadis Bukhari. Kalau tidak
- melakukan ya mudah-mudahan ahli surga
- juga. Sahabat yang namanya sahabat Abu
- Said Alkhudri pernah oleh oknum eh
- pengawal dari e Marwan untuk karena Pak
- Marwan ini jadi khatib sedang khotbah ee
- sahabat Abasid Alhudri datang e maunya
- itu tidak boleh salat sunah karena Pak
- Marwan sedang khutbah ee karena seorang
- ee gubernur lah. Maka sahabat Aba Saidri
- enggak mau. Saya tetap mau salat sunah.
- Sejak saya mendengarkan dengan telinga
- saya sendiri bahwa Nabi menganjurkan
- salat sunah dua rakaat sebelum ee Jumat.
- Maka saya tidak akan pernah meninggalkan
- salat sunah Jumat dua rakaat sebelum
- Jumat. Itu saya bacakan an Abu Said
- Alkudriwan Rasulullah alaihi wasallam.
- Fathul Bari juz 2 halaman 521 dari kiri
- itu di kiri baris kedua dari bawah itu.
- Jadi kalau yang baru baru datang jelas
- yang sudah duduk yang sudah duduk pakai
- hadis Bukhari tadi baina kulli adanain
- asalah. Jadi boleh yang baru datang
- apalagi yang sudah duduk juga boleh.
- Begitu ya. Salat sunah berikutnya.
- Apakah orang yang menon lak poligami itu
- murtad? menolak poligami itu kalau dia
- jelas-jelas sudah tahu bahwa di
- Al-Qur'an diperkenankan dengan tentu e
- syarat dan ketentuan berlaku. Kalau dia
- mampu ee fisiknya mampu ekonominya mampu
- rasa sayangnya juga mampu betul-betul
- dia niat menikah karena perasaan sayang,
- pengin saling membantu dan lain
- sebagainya dan untuk menghindari
- perzinaan dan seterusnya betul-betul dia
- niat karena Allah maka enggak ada
- masalah. Kalau dia yakin dan dia tahu
- bahwa di Al-Qur'an itu diberikan peluang
- seperti itu, lalu dia menentang, dia
- murtad. He. Tapi kalau dia hanya tidak
- bisa melaksanakan, maka tidak masalah.
- Jadi ada aturan yang oleh Allah
- diperkenankan lalu orang itu tidak bisa
- melaksanakan baik pihak laki-laki atau
- pihak perempuan maka tidak ada masalah.
- Nah, karena itu bukan kewajiban kan. Ee
- jadi yang kewajiban menikah itu satu.
- Sedangkan yang lain itu artinya sunah.
- itu satu sisi. Tapi kalau dia itu memang
- ee punya keharusan enggak enggak cukup
- satu, maka menjadi hukumnya wajib nanti
- daripada berzina. Begitu ini. Mohon
- maaf. Jadi memang hukum nikah sendiri
- itu yang kesatu saja bisa wajib, bisa
- haram, bisa sunah, bisa mubah. Dia
- menjadi haram apabila justru dengan
- menikah itu dia niat melorotin istrinya.
- Ngerti? Melorotin? Ngambil hartanya,
- menyakitin istrinya. Kan ada orang
- laki-laki yang seperti itu. Ini mohon
- maaf. Tapi tidak semua. Tidak semua. Nah
- kan jadi dosa kita
- dah. E itu di dalam Al-Qur'an kan surah
- An-Nisa surah yang ke4 ayat 3.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Waftum all
- tuqama
- minisum. Berikutnya adu domba. Kalau
- mengadu domba itu bagaimana
- hukumnya? Dosanya. Wah, dosanya besar
- banget itu. Iya, dosanya besar banget.
- Sayidina Ali saja jelas-jelas mau
- dibantai itu. Sayidina Ali yang ditanya
- apa? Sayidina Ali itu musuhmu itu orang
- musyrik apa? Bukan. Bukan. Itu orang
- munafik apa? Bukan. Bukan. Itu saudara
- saya. Qala ikhwan ba alaina. Itu saudara
- saya sesama seagama Islam. Cuma beliau
- itu tidak patuh kepada saya. Luar biasa,
- Sayidina Ali. luar biasa itu. Itu bisa
- dicek seperti itu di
- dalam ee sudah pernah kami sampaikan
- itu. Coba lihat itu ee di dalam semacam
- ee di antaranya tafsir Al-Qurtubi ada di
- halaman 275 itu kalau tidak keliru itu
- insyaallah
- itu. Dan di dalam hadis-hadis yang hadis
- kalau di hadis banyak kalau di dalam
- tafsir itu banyak yang menjelaskan
- tentang penafsiran al-Hujurat. Surah
- al-Hujurat, surah yang ke-49.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Waatani minal
- mmininaqaluahuma alal uk
- faqatta amrillah. Itu jelas-jelas bagot
- buat bag. Tapi masih dipanggil
- almukminin. Jadi apalagi kita cuman beda
- pilihan presiden dan wakil presiden
- enggak boleh berantem. Iya. Tapi yang
- besok yang jelas kita cari yang sesuai
- dengan ijtima ulama yang betul-betul
- ulama yang tidak punya kepentingan. Nah,
- itu
- bismillahirrahmanirrahim. Bukan ulama
- yang berminat dengan kepentingan uang
- dan
- jabatan. Nah, berikutnya apa itu ya?
- Rawatib bisa dilakukan enggak setelah
- waktunya habis? Boleh. Oh, Nabi buktinya
- apa? Ee waktu Nabi itu ada tamu dari
- Bani Bani Abdi Qais e itu waktu beliau
- itu mestinya salat sunah ee qbla ya.
- qbliah zuhur. Lalu beliau karena enggak
- cukup waktu demi untuk menghargai tamu
- juga yang penting salat wajibnya
- dilakukan. Nanti dilakukan salat sunah
- ba'dal asri. Begitu ditanya oleh ee di
- antaranya Ummi Salamah melalui
- pembantunya. Lalu Nabi menyampaikan ini
- kasusnya seperti itu. Kalau enggak
- keliru ada di kajian e Sabtu itu ada
- itu. H. Nah, lalu salat apa sudah tadi?
- Ya sudah. Sudah ya. Ee Ustaz satu lagi
- Ustaz ini dari nomor Malaysia ya. H e
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullah wabarakatuh. Malaysia.
- Iya. Saya punya teman yang selalu
- memfitnah saya. Cerita yang bukan-bukan.
- Pas saya tanya dia
- bukan bukan mengaku malah menjelekkan
- pihak sebaliknya. Padahal orang itu
- saudaranya sendiri. Sampai saya pergi
- ninggalin anak istri saya secara
- diam-diam. Mohon nasihatnya Ustaz.
- Gimana sikapnya? Bagaimana sikap saya,
- Ustaz? Saras. Wah, sikapnya luar biasa.
- Apabila bisa sabar itu dia duduk gini
- bisa sabar. Karena kita melakukan
- sesuatu kezaliman itu sama dengan orang
- bunuh diri, zalim sama diri sendiri
- sebenarnya. Makanya Al-Qur'an itu
- menyampaikan
- azubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Wala talmizu
- anfusakum wala tanabazu bil alqab dan
- seterusnya. Itu ketika kita mencela itu
- sama dengan mencela menzalimi diri diri
- kalian anfusakum. Karena umat Islam itu
- seperti satu kesatuan. Ada yang
- berfungsi kepala, ada yang fungsi
- tangan, ada yang berfungsi kaki. Wala
- tanabazu bil alqob. Itu innamal
- mukminuna ikhwah. Itu alhujurat itu.
- Alhujurat itu isinya nasihat semua. itu
- baca ayat 10, ayat 11, ayat 12 itu ya
- ayyuhalladina
- amanuibu min
- inmun w tajassasu wagta ba'dukum ba'
- ayuhibbu
- ahadukumitanum wattaqulah inallah
- tawaburahim. Kalau bisa jangan
- dilayanin, jangan dilayani. Sabar saja.
- Ee berikutnya bisa dilanjutkan materi.
- Dilanjutkan. Bismillahirrahmanirrahim.
- Ee kita kembali lagi kepada materi kita
- yaitu
- bismillahirrahmanirrahim. Rbukum a'lamu
- bikum in yasya yarhamkum au in yasya
- yuadzibkum w
- arsalna alaihim waqila rbukum. Adapun
- tuan kalian aamu yaitu maha mengetahui
- siapa rbukum bikum dengan perbuatan
- kalian. Iyasya jika menghendaki siapa?
- Rabbukum yarham maka jawabannya
- insyartiah yarham maka akan mengasihi
- siapa rbukum kum kepada kalian semua au
- atau iyasya. Jika menghendaki siapa
- rabbukum yuadzib maka pasti menyiksa
- siapa rabbukum kum kepada kalian wama
- arasalna dan tidak mengutus siapa kami
- Allah kah kepadamu Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam alaihim atas
- mereka waakila sebagai penjaga. Kalau
- mereka enggak bisa diatur, Nabi tidak
- tanggung jawab, biarin saja. Yang
- penting kita sudah berusaha terus,
- jangan pernah putus asa. Kita berusaha
- memberi contoh yang terbaik dan
- mendoakannya. Selebihnya kita serahkan
- kepada Allah. Karena memang tugas kita
- bukan tugas kita maksimal sebagai Allah
- yang bisa merubah keadaan orang dari
- hitam menjadi putih. Yang bisa itu
- Allah. Nah, kita cukup berusaha dan
- ngasih contoh yang terbaik dan berdoa.
- Itulah bedanya antara manusia dengan
- Allah Subhanahu wa taala. Meskipun nabi
- tidak bisa berfungsi sebagai Allah.
- Warabbukaamu biman fis samawati wal ard
- walaqad fadolna ba' nabiyina ala ba'din
- waina dawuda zabur warabbuka. Adapun
- Tuhanmu alamu yaitu maha mengetahui
- siapa rbuk. Allah maha mengetahui biman
- dengan makhluk perbuatan makhluk fis
- samawati yang ada di dalam beberapa
- langit wal ardi dan bumi. Walaq fadna.
- Dan sungguh telah memberikan keutamaan
- siapa kami, melebihkan siapa kami ba'dan
- nabiyin kepada sebagian para nabi ala
- ba'din atau sebagian. Jadi nabi itu ada
- yang luar biasa. Makanya itu biasanya
- ulul azmi. Demikian juga sahabat.
- Sahabat itu ada yang luar biasa ilmunya,
- ada yang di bawahnya itu ya sama dengan
- kit.
- Waaina Daud Zabur dan telah memberikan
- siapa kami Daud kepada Nabi Daud Zabura
- kepada kitab
- Zabur. Kita
- lanjutinadina zaamtum minunihi fala
- yamlikuna
- kasfadrium wala
- tahwila. Qul berkatalah siapa engkau?
- Siapa engkau? Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Sampaikan ud'u
- memanggillah alladzina memanggillah
- alladzina za'amtum min duni. Siapa
- kalian alladzina kepada orang-orang
- zaamtum yang telah menduga siapa kalian
- semua min dunihi dari selain Allah. Coba
- panggil sini tuhan-tuhan yang kalian
- pertuhan selain Allah. yamlikuna maka
- tidak akan punya kemampuan siapa
- tuhan-tuhan yang kalian pertuhan selain
- Allah tadi kasfadurri kepada
- menghilangkan bahaya angkum dari kalian
- yang menyembah selain Allah wala tahwila
- apalagi mengubah mengubah sesuatu
- keburukan dari kalian musibah enggak
- bisa yang bisa itu hanya Allah jadi
- jangan sampai mempertuhan selain Allah
- ulaika adapun mereka itu alladzina
- orang-orang yang yaduna berdoa ini
- pengertiannya bisa macam-macam nih
- pengertiannya, cara membacanya,
- penafsirannya juga macam-macam. Cuma
- kadang-kadang karena saya kebodohan saya
- kadang-kadang memang saya salah membaca
- mungkin. Jadi saya khawatir punya
- kesalahan saya minta maaf. Kadang-kadang
- memang di kitabnya yang saya enggak
- berani merubah, saya tahu kalau itu
- salah menurut aturan tata bahasa, nahwu
- dan sharf. Cuman saya kadang-kadang ya
- sudah saya baca aja begitu. Meskipun
- saya tahu sebenarnya itu mungkin salah
- ketik atau salah bagaim cetak itu.
- Ayyuhum. Adapun mereka yadaun yang
- menyembah siapa mereka?
- Yabetawuna mencari siapa mereka ilahim
- kepada Tuhan mereka. Alwasilah kepada
- wasilah. Jadi pengertiannya,
- penafsirannya di antaranya begini. Orang
- yang menyembah selain Allah itu dia
- menganggap yang disembah selain Allah
- itu sebagai perantara untuk mendekatkan
- diri kepada Allah. Lalu dia cari Tuhan
- yang paling lebih mendekatkan diri
- kepada Allah.
- Alhamdulillah ayyuhum. Adapun siapa di
- antara mereka aqrab yaitu yang lebih
- dekat. Ada penafsirannya begini.
- Orang-orang yang disembah atau sesuatu
- apa saja yang disembah selain Allah
- justru Tuhan yang disembah itu dia itu
- mencari Tuhan. Saya ulangi, Tuhan yang
- disembah, Tuhan-tuhan selain Allah itu
- kalau dia berbentuk manusia yang
- dikultus, maka dia sendiri sebenarnya
- makhluk itu mencari Tuhan. Cuman yang
- menyembah enggak sadar. Itu di antara
- penafsirannya seperti itu. Yaduna
- yabtawuna siapa
- minunillahbihim kepada Tuhannya yang
- minunillah. Alwasilah kepada alwasilah
- ayyuhum aqra warjuna rahmah. Dan mencari
- siapa mereka minunillah rahmatahu kepada
- rahmat Allah wakfuna dan takut siapa
- mereka minunillah adzabahu kepada
- azabnya Allah. Innazabika sesungguhnya
- azab Tuhanmu kana itu ada apa azab?
- Adzabarabbik eh karena adzabik
- kalimatnya kalau dibaca azab rabbik itu
- karena menjadi fa'il.
- Jadi mah yaitu ditakutin. Yang pertama
- khabarnya innah, yang kedua khabarnya
- kana. Saya bacakan ya satu sisi begini
- tadi ada
- penjelasan walli ibadial mukminin
- jadalul kuffara f tauhid ayakulu
- alimatallati hi ahsan kama qubadina
- yaduna
- minunillahwiri alanam ayat 108
- waqanil
- kafir hadakallah yarhamukallah
- wiru bil jihad Jadi kalau berbicara
- termasuk kepada orang siapapun yang kita
- hadapi termasuk orang non Islam, kita
- tidak boleh caci maki, tidak boleh
- berkata yang kasar. Ee cukup kita
- sampaikan hadakallah yarhamukallah.
- Waktu kita belum ee turun ayat uzina
- lilladzina
- yuqataluna. Begitu kita dicaci maki
- terus-menerus diinjak-injek lalu kita
- dikasih izin oleh Allah untuk
- mempertahankan diri dan melawan. Maka
- setelah itu kita boleh berkata lembut
- kadang-kadang pada lihat orang-orangnya
- dan melihat situasi dan kondisi. Apabila
- musuh sudah lemah maka kita tidak boleh
- berbuat zalim. Tapi kalau orang itu kuat
- maka mesti kita lemahkan dulu supaya dia
- tidak menzalimi orang yang sama dengan
- dia. Apalagi menzalimi umat Islam itu.
- Coba uzina lilladina yuqataluna itu
- hubungkan dengan Al-Qur'an itu supaya
- umat Islam itu enggak lemah gemulai.
- Jadi, tapi di dalam sesama umat Islam,
- Nabi menyampaikan waunu ibadallah
- ikhwana. Sesama umat Islam kita harus
- berikhwan. Kita berikhwan sesama umat
- Islam. Hadis Bukhari 6066, Muslim
- 2.563, Abu Daud
- 4.917, Malik juz 2 halaman 907, Ahmad
- juz 2 halaman 465 dari sahabat Abi
- Hurairah radhiallahu anhu. Nah, tentang
- ee surah Al-Isra materi kita ayat yang
- 57 ini begini.
- Q nafarum minal jin aslamu. Eh, suatu
- ketika orang-orang yang eh makhluk Allah
- dari jin ini masuk Islam. Karena jin ini
- begitu mendengarkan Al-Qur'an banyak
- yang masuk Islam. Tunduk patuh menerima
- Al-Qur'an. Jin mendengarkan Al-Qur'an
- langsung tunduk patuh kepada Al-Qur'an
- masuk Islam. Lah kita bukan jin. Quran
- banyak di almari Quran enggak pernah
- dipakai. Karena apa? Punya kepentingan e
- ya perutlah, uang dan jabatan. Kalau
- dikasih Al-Qur'an marah dia. Lebih
- pintar mana kamu dengan imam saya,
- dengan syekh saya, dengan kiai saya. Ya
- lihat dulu lah, lihat perkaranya.
- Makanya buktinya apa? Pendapat Imam
- Malik, Imam Abu Hanifah, Imam Syafi'i,
- Imam Abu Hanifah, Imam Malik, ee Imam
- Syafi'i, Imam Ahmad itu
- berbeda dan tidak ada imam dari yang
- empat itu atau pengikutnya kamu lebih
- pintar mana dari guru. Tidak e tidak
- seperti sekarang. Karena kalau beliau
- itu tidak punya kepentingan uang dan
- jabatan, mudah saja rukun dan mudah
- saling menghargai. Seperti perbedaannya
- sahabat Abdullah bin Mas'ud dengan
- sahabat Utsman. Nah, kalau sekarang kan
- begitu arahnya karena kita punya
- kepentingan. Jadi, kalau umat Islam ini
- tidak terlalu punya banyak kepentingan
- dunia, insyaallah rukun antara sesama
- radio, sesama televisi, demikian sesama
- jemaah, demikian juga sesama orang yang
- berbeda pilihan tentang politik.
- Fabqialladina kanu wu y'baduna. Padahal
- jin ini disembah, sedangkan jinnya
- sendiri sudah masuk Islam. Fabaqiya,
- maka tetaplah alladzina, siapa
- orang-orang kanu? Ada yang ada siapa?
- Alladzina ya'buduna menyembah siapa?
- Alladzina ala ibadatihim atas
- penyembahan mereka. Padahal waqad aslama
- dan sungguh telah masuk Islam. Annafaru
- apa? Kelompok minal jin dari jin yang
- disembah. Jin yang disembah masuk Islam
- sedangkan mereka menyembah
- jin. Kapok kalau sudah begitu. riwayat
- nazar
- minu nafar
- minasunina wasilah alisra ayat 57. Nah,
- tentang wasilah ini begini saya ulangi
- ya. Dengarkan baik-baik kalau perlu
- direkam, dicatat. Alwasilah perantara
- kalimat e Arabnya itu wasilah. Al-Qur'an
- surah Al-Isra surah yang ke-17 ayat 57
- itu berhubungan dengan orang kafir bahwa
- patung-patung yang disembah itu oleh
- orang kafir itu dianggap wasilah
- perantara untuk mendekatkan diri kepada
- Allah. Agamanya tetap yang disembah
- maupun yang menyembah yaitu agama tidak
- Islam. Maka wasilah seperti ini yang
- tidak boleh sama dengan ala
- lillahiddinul kholis. Yang benar itu
- adalah yang bersih yaitu menyembah Allah
- adalah agama Islam. Wallu minun orang
- yang menyembah selain Allah, yang
- menjadikan selain Allah aulia. Ma naud
- nabuduhumqallah zulfa. Kami menyembah
- patung-patung itu untuk mendekatkan diri
- kepada Allah dengan sedekat-dekatnya
- tapi agama dia tetap tidak Islam.
- Innallah yahumu bainahum fima hum fihi
- yakhtalifun. Innallah la yahdi man hua
- kadibun kafar. Wasilah seperti ini
- liuqoribuna seperti ini. Azzumar ayat 3
- yang tidak boleh. Tapi yang wasilah yang
- boleh adalah yang seperti diabadikan di
- dalam Al-Qur'an Almaidah ayat 35. Jadi
- beda antara wasilah ayat 1 dengan
- wasilah ayat yang lain penempatannya.
- Coba lihat antara Al-Wasilah ayat 35 ee
- dengan Al-Wasilah dengan Al-Isra ayat 57
- dan dengan liuqoribuna azzumar ayat 3.
- Yang boleh adalah Alwasilah ayat
- Almaidah ayat yang ke-35.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ya ayyuhalladina amantaqulah wabaiil
- wasilah. Wahai orang-orang yang beriman.
- Nah, ya kan ini urusannya orang yang
- beriman. Sedangkan tadi walladinu
- minunihi
- wahai orang yang bertiman, ittaqulah.
- Pertama beriman yang kepada Allah.
- Kedua, tingkatkan keimanannya dengan
- takwa kepada Allah. Yang ketiga, wabtu
- ilaihil wasilah. Cari wasilah amal-amal
- yang baik, ibadah, sedekah, infak,
- segala macam itu untuk menjadi wasilah
- mendekatkan diri kepada Allah. Baca
- Qurannya dan seterusnya. Wajahidu. Yang
- keempat berjihad fisabilillah. Pertama,
- amanu. Kedua, ittaqulah. Yang ketiga,
- wabtau ilaihil wasilah. Yang keempat,
- wajahidu fi sabilih. Berjihad mencari
- hal-hal yang diridai oleh Allah.
- Lakukan. La'allakum tuflihun. Almaidah
- ayat 35. Jadi tidak semuanya wasilah itu
- enggak boleh. Nah, ini sebenarnya
- panjang ini. Iya. Kita e sebentar dulu,
- sebentar dulu.
- Bismillahirrahmanirrahim. Kita lanjutin
- sedikit sampai selesai.
- 58 nahliqu. Ini udah dibaca tadi. Sudah
- dibaca ini hubungannya tadi sudah
- dihubungkan. Kami ulangi ini tadi ayat
- yang terakhir surah Al-Isra ayat 58 tadi
- sudah dihubungkan dan diterangkan
- dihubungkan dengan Al-Qur'an surah
- Al-Isra ayat 53. Sedikit dengan cepat
- akhi saya bacain ya tentang sedikit
- hubungannya tentang wasilah ya. Coba cek
- di dalam hadis Bukhari. Di dalam hadis
- Bukhari
- yaitu hadis Bukhari nomor 110.
- 3710 dari sahabat Anas radhiallahu anna
- Umar bin Khattab qatu istq abbas ibni
- Abdul Muthalib faq allahumma inna
- kunnaika binabinau alaihi
- wasallam
- wawalika
- biina
- q itu hadis Bukhari. Jadi kalau kita e
- bukan minta kepada manusia tapi minta
- kepada Allah dengan menyebut-nyebut
- kebaikan orang lain, artinya mengirim
- Fatihah dan mendoakan keluarga Nabi,
- maka oleh Allah dikabulkan. Itu seperti
- itu. Lalu itu hadis Bukhari. Itu
- termasuk amal baik. Kita mendoakan orang
- lain, menyebut-nyebut kebaikan orang
- lain itu pahala. Termasuk yang satu
- lagi, bismillahi turbatu ardina biriqoti
- ba'dina yasfi saqimuna bidnibina. Jadi,
- Nabi itu dengan wasilah tanahnya Allah,
- dengan air liurnya Nabi, lalu atas izin
- Allah didoakan oleh Nabi, maka dengan
- doa itu alhamdulillah berobat tetap ee
- pakai apa ini obat-obat yang dari
- tumbuh-tumbuhan itu namanya obat apa?
- Herbal. mungkin ke dokter juga lalu
- berdoa atas izin Allah dengan menyebut
- juga kebaikan orang dan juga membaca
- Al-Qur'an menghargai kebaikan orang lain
- maka itu dapat pahala dan bisa
- menurunkan penyakit. Itu hadis Bukhari
- 5.745746. Sekali lagi bukan menyembah
- selain Allah ya. Bukan minta justru
- mengirim doa kepada orang lain dan
- mengingat-ngingat jasa orang lain karena
- itu berpahala. Fathul Bari juz 10
- halaman 253 256. Demikian mudah-mudahan
- bermanfaat. Subhanakallahumma wabihamdik
- nashadu alla ilahailla anta nastagfir wa
- atubu ilaik. Asalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah demikian
- ikhwan akhwat kajian kita pada malam
- hari ini. Kami ucapkan terima kasih
- jajakallah kepada Ustazusi atas nasihat
- dan kajiannya di malam di malam hari
- ini. Semoga Allah membahas ke semuanya
- serta selalu diberikan kesehatan. Amin
- ya Allah ya rabbal alamin. Terima kasih
- juga kepada Iwan Akhwat yang telah
- memberikan pertanyaan ataupun komentar.
- Ee dan mohon maaf bila ada pertanyaan
- yang tidak sempat saya bacakan. Baik, e
- saya Setia Budi bersama kru yang
- bertugas ada Bang Neza di switcher dan
- kameraman serta Bang Yusuf di operator.
- Pamit undur diri. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilahailla anta
- astagfiruka wa atubu ilaik.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]