Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Dalam Islam adalah ketauhidan berarti 0:02 yang membuat kamu yakin bahwa ini 0:04 jawabannya. 0:04 Iya. Apakah Erni sempat mempelajari 0:06 agama-agama lain? 0:08 Eee, enggak sempat sih. 0:10 Langsung? Langsung. Jadi, enggak sempat 0:12 belajar agama lain, cuma aku mau 0:14 memperdalam agama aku dulu sebelum aku 0:17 masuk Islam. Karena kan aku mengikuti Pa 0:19 Baja. Iya. Eee, aku bilang Pa Baja kedua 0:22 kalinya nih, udah Pa Baja dua kali, udah 0:24 bilang sama ada salah satu Bhante yang 0:26 aku bilang juga, Bhante mau eee, Pa Baja 0:30 mau jadi, bukan Pa Baja, mau jadi Bhiksu 0:32 nih ya. Pa Baja apa tadi lagi boleh 0:34 diulangin lagi? 0:35 pelatihan Atasilani untuk eee, 0:38 melepaskan kehidupan duniawi sebenarnya. 0:40 Mau jadi proses ingin menjadi Bhiksu 0:42 tapi masih di bawah Bhiksu. 0:44 di bawah Bhiksunya gitu. 0:46 Tapi Bhante bilang, "Ah, nanti kamu 0:48 masuk Islam." Eee, loh, begitu? "Ah, 0:51 nanti kamu ujung-ujungnya masuk Islam." 0:53 gitu. Eh, beneran masuk Islam. 1:35 Bismillahirrahmanirrahim. 1:36 Alhamdulillahirobbilalamin. 1:38 Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad 1:40 wa ala alihi Sayyidina Muhammad. Ikhwan 1:43 dan Akhwat yang dirahmati Allah 1:44 Subhanahu wa Ta'ala yang dapat meraih 1:47 kami baik itu lewat radio maupun lewat 1:50 Rasil Visual yaitu Rasil TV. 1:53 Assalamualaikum warahmatullahi 1:55 wabarakatuh. Bagaimana puasa 1:57 Ramadhannya? Tarawihnya? 2:00 Kemudian ibadah-ibadah sunnahnya, 2:01 mudah-mudahan istiqomah dan hari demi 2:04 hari makin membaik. Dan kami di sini 2:07 akan menemani ikhwan dan akhwat lewat 2:09 ruang dengar yang hadir dengan sesi 2:11 Ramadhan bersama tokoh. Alhamdulillah 2:14 edisi kali ini insya Allah akan membuka 2:17 mata kita dan kita akan lebih bersyukur 2:20 lagi akan nikmat Islam yang kita kecap 2:23 selama ini. Saya bersama salah satu 2:26 mualaf yang luar biasa, masih muda, 2:28 bersemangat dan insya Allah kita doakan 2:30 bersama istiqomah dalam Islamnya. Saya 2:33 sapa terlebih dahulu tamu kita 2:35 Erni Regina, betul? Betul. 2:38 Assalamualaikum warahmatullahi 2:39 wabarakatuh. 2:40 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:41 wabarakatuh. Alhamdulillah, terima kasih 2:42 sebelumnya. Saya bersyukur diterima di 2:46 kediaman Mbak Erni dan masya Allah 2:49 sebuah kehormatan dan selalu minimal 2:52 untuk saya ketika mendengar 2:54 seorang mualaf bersedia untuk revert 2:58 atau untuk beralih dari agama beliau 3:01 yang lama kemudian istiqomah dalam 3:03 memeluk Islam itu sesuatu yang luar 3:05 biasa dan dan kami selalu mendoakan 3:07 mudah-mudahan Allah menjaga Mbak Erni 3:09 dan keluarga. 3:10 Amin. Masya Allah. Boleh dikenalkan 3:12 terlebih dahulu kepada pendengar dan 3:14 pemirsa Rasil sedikit saja singkat 3:17 perihal kegiatan Mbak Erni, kemudian 3:20 sekarang mahasiswi di mana? Mungkin 3:22 sedikit, silakan. Oke, baik. Sebelumnya 3:25 perkenalkan nama saya Erni Regina. 3:28 Saya seorang mahasiswi yang sedang 3:30 berkuliah saat ini di jurusan studi 3:33 agama-agama di salah satu PTN negeri di 3:36 Jakarta. Seperti itu. Kegiatannya ya 3:39 sehari-hari 3:41 ngurus anak juga, kuliah juga, seperti 3:44 itu. 3:45 Ngurus suami juga? Iya, ngurus suami 3:47 juga, jangan sampai lupa. Masya Allah. 3:49 Dan Eee, selain juga aktivitas beliau 3:53 yang masih menjadi mahasiswi eee, juga 3:57 mengurus anak yang usianya 2 tahun. Iya, 3:59 betul 2 tahun 3 bulan. 4:01 2 tahun 3 bulan. Berarti ketika 4:03 memutuskan memeluk agama Islam masih 4:06 tergolong sangat belia ya. Iya, betul 4:08 sekali. 4:08 Usia berapa kala itu? 4:09 Eee, kurang lebih 17 tahun. 4:11 Mmm, 17 tahun sudah memiliki keyakinan 4:16 dan keputusan sendiri untuk memeluk 4:18 agama Islam. 4:19 Iya. Ceritakan dong Mbak, bagaimana 4:20 akhirnya eee, Mbak Erni mantap untuk 4:23 memeluk agama Islam dan agama sebelumnya 4:25 apa? Heeh. Jadi, eee, agama aku 4:28 sebelumnya adalah agama Buddha memang. 4:31 Nah, eee, pada saat itu memang selalu 4:34 bertanya-tanya tentang konsep ketuhanan 4:36 dalam agama Buddha. Dan sebelumnya juga 4:39 aku sering mengikuti kegiatan pabaja 4:41 yang di mana eee, latihan pabaja ini 4:44 adalah latihan untuk melepaskan 4:47 kehidupan duniawi pada saat itu. Eee, 4:50 latihan pabaja ini namanya atasila nih 4:52 kalau untuk perempuan. Nah, kalau untuk 4:55 eee, laki-laki itu disebut samanera tapi 4:57 kita masih di bawahnya biksu ya. Masih 4:59 di bawahnya biksu dan sila yang kita 5:02 jalankan juga masih sangat sedikit 5:03 sekali dibandingkan para biksu yang 5:05 lainnya. 5:06 Sila itu apa, maaf? Eee, tuntunan hidup, 5:08 moralitas. Heeh. 5:10 Jadi, 5:12 eee, dari situ selalu mengikuti, 5:14 kepalaku dibotakin dua kali, selalu 5:17 mengikuti hal yang seperti itu, aktif di 5:20 vihara, selalu mengikuti kepanitiaan, 5:23 harus eee, bukannya harus tapi disuruh 5:27 bahwasanya Erni eee, ayo masuk ke dalam 5:29 kepanitiaan untuk menjadi seorang ketua 5:32 waisak pada saat itu juga, sekretaris di 5:35 acara katina, bendahara, seksi desain, 5:38 seksi rohani pada saat itu juga. Jadi, 5:41 di vihara itu eee, selalu pasti selalu 5:43 ikut ketika ada di 5:45 apapun di vihara itu selalu mengikuti ee 5:49 kepanitiaan tersebut di wihara gitu. 5:51 Kalau ada pabaja, pelatihan pabaja pasti 5:54 selalu mengikuti ketika liburan sekolah. 5:56 Karena kan pabaja itu kan diadakan 5:58 ketika liburan sekolah sesuai dengan 6:01 keputusan wihara tersebut mau diadakan 6:03 kapan gitu yang penting ketika liburan 6:05 sekolah. Nah, 6:07 dari situ selalu bertanya-tanya 6:09 bagaimana konsep ketuhanan dalam agama 6:11 Buddha. Mungkin ee menurut aku konsep 6:15 ketuhanannya itu enggak masuk di dalam 6:18 ee pikiranku. Mungkin enggak terlalu 6:20 nyangkut gitu, enggak mengerti. Mungkin 6:22 kalau umat Buddha lainnya mungkin mereka 6:24 paham tapi yang aku pelajarin, yang aku 6:27 rasakan aku enggak mengerti bagaimana 6:29 konsep ketuhanan dalam agama Buddha 6:31 tersebut. 6:32 Dan sampai akhirnya tidak ada yang bisa 6:34 menjawab pertanyaan-pertanyaanku, 6:36 aku berlanjut bertanya kepada teman 6:38 sekolahku, teman wiharanku bahwasanya 6:41 bagaimana konsep ketuhanan dalam agama 6:43 agama Buddha ini. Mereka mengatakan ee 6:46 ada Tuhan dalam agama Buddha tapi 6:48 disebutnya Sang Hyang Adi Buddha. Dan ee 6:51 bagaimana bisa dikatakan Sang Hyang Adi 6:54 Buddha itu sedangkan mengapa kita juga 6:56 menyembah ee Sidharta Gautama yang 6:58 jelas-jelas ee mereka bilang itu adalah 7:01 gurunya. Guru harus dihormati. Terus 7:04 bagaimana dengan ee keadaan Tuhannya 7:06 seperti itu? Bagaimana Tuhannya? Masa 7:08 Tuhannya enggak dihormati dan dilupakan 7:10 seperti itu. 7:12 Sampai akhirnya 7:13 aku menemukan, aku bertanya kepada 7:16 guruku ee bagaimana konsep ketuhanan ini 7:19 kok seperti ini gitu. Ee kebetulan 7:22 guruku juga agamanya Islam. Jadi selama 7:24 itu aku ee dibelikan tiga buku, tiga 7:28 buku keajaiban hati salah satunya karya 7:30 Imam Al Ghazali, kompilasi tentang 7:32 cerita Nabi Muhammad yang berjudul Ya 7:35 Rasulullah izinkan aku bersinar sama 7:37 buku-buku Muhammad Al Fatih. Aku lupa 7:40 karangannya siapa. 7:42 Ee dari situ aku belajar memahami eh, 7:45 apa yang terkandung dalam eh, buku 7:48 tersebut bahwasanya eh, akhirnya 7:52 buku tersebut buat hati aku tersentuh 7:55 juga ya, bahwasanya 7:57 eh, kalau lah seandainya hati dan 7:59 pikiran kita itu eh, lemah otomatis 8:03 nafsu itu akan menyerang hati atau 8:06 pikiran kita. 8:06 He em. Nah, dari situ belajar juga butuh 8:09 proses enggak langsung bisa, enggak 8:12 langsung eh, ngerti gitu, harus butuh 8:15 proses untuk memahami buku tersebut 8:17 karena kan eh, kebanyakan buku ku adalah 8:20 buku-buku agama Buddha bukan agama Islam 8:23 dan baru kali itu aja aku eh, belajar 8:25 atau ingin membaca buku agama Buddha 8:29 tersebut. Nah, sebetulnya eh, sebelumnya 8:31 aku enggak pernah kepikiran sama sekali 8:33 untuk mempelajari agama Islam ini gitu. 8:36 Sampai akhirnya aku memetu memutuskan 8:38 untuk memeluk agama Islam 8:40 pada tahun 2018. Syahadat pertama itu 8:43 aku di Yuka Jejak Bar dibantu juga sama 8:46 Mbak Nindi, Mas Gani suaminya Mbak Nindi 8:49 dan dibantu sama Hawariyun untuk eh, 8:52 didampingi syahadatnya. 8:54 Terus syahadat kedua itu aku di eh, 9:00 Ci Melisa, dibantu Ci Melisa untuk 9:02 syahadat bersama orang tuanya karena aku 9:04 memerlukan serti sertifikat mualaf untuk 9:07 eh, mem apa ya, ada hukum dalam 9:11 eh, keislaman ku ini agar sewaktu-waktu 9:14 ketika eh, 9:15 warga ku menuntut aku sudah punya lembar 9:18 eh, sertifikat tersebut. 9:20 sudah jelas gitu. Eh, akhirnya 9:23 sebelum aku 9:25 eh, 9:26 dapat sertifikat itu juga aku syahadat 9:29 eh, bersama Mbak Yani dari Darussalam 9:31 kalau enggak salah waktu itu. Jadi 9:33 syahadatnya tiga kali. He em. Gitu. Jadi 9:36 bisa dikatakan pada prinsipnya Mbak Erni 9:39 itu dalam agama Buddha dan kewiharaan ee 9:42 aktivitasnya sebenarnya padat ya, aktif 9:45 juga. 9:46 Betul. Dan dipercaya menjadi ee pemimpin 9:49 ee acara, mencoba seperti ketua panitia. 9:52 Iya. Kemudian bahkan untuk ee apa ya, 9:55 mengorganize banyak hal gitu. 9:57 Iya. Sudah menjalankan proses menuju ee 10:01 apa tadi, di bawah di bawah 10:03 Biksu itu atasila ini itu. Atasila ini 10:04 dan itu bukan atas permintaan orang tua, 10:07 bahkan itu Iya. keinginan Aku sendiri. 10:09 pribadi. Jadi, wihara itu juga 10:12 mempercayai aku untuk buka wihara 10:14 sendiri. Mmm. Minta kuncinya, kadang 10:17 juga kunci wihara aku yang bawa pulang. 10:19 Oke, oke, oke. Besok wihara pagi-pagi 10:21 untuk beres-beres wihara. Siapin matras 10:24 untuk ee sekolah minggu juga karena 10:26 biasanya kadang aku juga disuruh untuk 10:28 ee membantu sekolah minggu gitu. Mmm, 10:31 mmm, mmm. Gitu. Iya ya, padahal sudah 10:33 menjadi kuncen bahasa kita Iya. juru 10:35 kunci, menguasai maksudnya dipercayakan 10:38 oleh ee para petinggi-petinggi wihara 10:40 Mmm. Erni bahkan mungkin Mmm. dipandang 10:44 memiliki potensi untuk ee bisa 10:47 mengoperasikan wihara. Iya. Makanya di 10:50 dijadikan. Nah, itu ee luar biasa. Tapi 10:53 ee benar-benar berarti secara keilmuan 10:56 ya, Erni kemudian merasa bahwa 10:59 agama Buddha ini 11:02 meragukan. Iya. 11:03 Seperti itu. Mmm, mmm. Jadi, hanya dari 11:06 inikah keberadaan Tuhan di Buddha kah 11:08 atau ada hal lain yang memang yang ingin 11:11 ee Erni ketahui? Iya. Sebenarnya ee 11:14 bukan cuma keberadaan Tuhan saja dalam 11:17 agama Buddha ini. Karena sebetulnya pada 11:19 saat itu juga ee keadaannya aku masih 11:22 SD. Mmm. Dan banyak sekali 11:24 pembeda-pembeda pada saat itu. Dan aku 11:27 juga enggak suka sama Islam ketika aku 11:30 SD itu. Mmm. Karena aku meyakini 11:31 bahwasanya agama aku enggak enggak sama 11:34 seperti mereka gitu kan. 11:37 Eh, sampai akhirnya yang tadi sudah aku 11:39 jelaskan juga sampai aku tertarik sama 11:41 Islam eh tentang konsep ketuhanan dalam 11:43 agama yang dahulu membingungkan sekali 11:46 sampai aku akhirnya aku mencari-cari 11:47 Islam untuk mendapatkan 11:49 pertanyaan-pertanyaan tersebut dan 11:53 eh ketika bulan Ramadan juga ketika Idul 11:56 Fitri juga aku selalu merasakan eh 11:59 langit-langit itu bercahaya terang saja. 12:01 Masyaallah. Eh, ketika besok paginya 12:04 Idul Fitri aku selalu merasakan eh 12:07 matahari itu teduh walaupun cahayanya 12:10 terik, panas, tapi ketika kita jalan 12:12 merasa teduh dan enggak panas sama 12:14 sekali. Sampai akhirnya 12:16 Itu Merry rasakan eh eh secara berkala 12:19 maksudnya diperhatikan banget gitu ya 12:21 jadi perhatian padahal masih SD berarti? 12:22 Enggak, maksudnya sudah kelas SMP juga 12:25 sudah merasakan sebenarnya. Sudah 12:27 merasakan perbedaan hari-hari saja 12:29 ketika ketika bulan Ramadan ataupun Idul 12:31 Fitri gitu kan. Kalau di SD sebenarnya 12:34 memang sudah cita-citanya mau jadi bik 12:36 biksuni. Heeh. 12:38 Jadi sebenarnya apa ya 12:41 ketika Ramadan atau Idul Fitri itu kan 12:44 selalu melihat orang-orang pergi ke 12:46 makam gitu ya. Wah, ramai sekali gitu 12:48 kan. Kok ngerasanya ini terik tapi kok 12:50 teduh rasanya gitu dan eh aku juga 12:53 enggak lupa ketika aku selalu mengikuti 12:55 kepanitiaan di vihara ataupun aku 12:57 mengikuti pabaca setelah berakhir acara 13:00 tersebut aku selalu merasakan 13:02 kegelisahan yang luar biasa. Enggak tahu 13:04 kenapa aku aku juga sering diajak 13:07 jalan-jalan sama keluargaku pergi ke 13:09 sana pergi ke sini tapi selalu merasakan 13:11 gelisah saja di hati. Enggak karuan 13:13 seperti ada yang lupa seperti ada yang 13:15 tertinggal tapi apa enggak tahu. Jadi 13:17 aku bisa tenang setiap hari ketika bulan 13:20 Ramadan sama Idul Fitri saja. Setelah 13:23 itu gelisah gelisah walaupun aku bahagia 13:26 aku bahagia ketika mengikuti acara atau 13:29 aktivitas di wihara ataupun maupun di 13:31 luar itu bahagia cuma sementara. Nanti 13:33 setelah selesai acara tersebut aku 13:35 gelisah lagi. 13:36 Tapi Ramadan dan Idul Fitri tersebut 13:39 yang membuat aku itu tenang dan enggak 13:41 gelisah sama sekali. 13:42 Masyaallah. Dan ketika aku masuk Islam 13:44 ini eh banyak banget dapat pelajaran di 13:47 Islam ini karena ketika aku butuh pasti 13:50 Allah itu sudah siapin doa-doanya buat 13:52 aku. 13:53 Gitu. Mmm. Ada obatnya. Heeh, heeh, 13:55 heeh. Masyaallah, ya. Karena memang 13:58 hadiah dari Allah apabila eh kita 14:01 benar-benar beriman dan bertakwa 14:03 dalam keislaman itu adalah bukan harta 14:05 yang melimpah atau teman yang koneksinya 14:08 luas, tapi ketenangan. Heeh. Ketenangan 14:12 dan 14:13 kesabaran. Iya. Keikhlasan yang akhirnya 14:14 turunnya kan gitu. Ketenangan itu sudah 14:16 dirasakan ketika eh Mbak Erni belum 14:20 menjadi mualaf tapi pada saat spesial 14:23 Ramadan dan menjelang atau pas Idul 14:25 Fitri langsung merasa tenang. Merasa hal 14:28 tersebut. Masyaallah. Nah, 14:31 proses ketika 14:34 tentu saja yang menjadi pertanyaan 14:35 banyak orang tentu saja adalah keluarga. 14:37 Iya. Ketika seseorang memutuskan untuk 14:41 eh menjadi seorang mualaf 14:44 yang paling sulit adalah menghadapi 14:46 keluarga sebenarnya. Bukan bukan 14:48 mempelajari agamanya atau segala macam. 14:50 Nah, mungkin sedikit walaupun eh pasti 14:52 banyak hal yang harus kita jaga Iya. 14:55 terutama karena memang keluarga juga 14:56 masih ada di sekitaran rumah Mbak Erni 14:59 ya. Mungkin bisa diceritakan sedikit 15:00 halangan yang Mbak Erni hadapi saat itu. 15:03 Eh mungkin halangannya pasti ada eh 15:05 pembeda-pembeda juga dari keluarga ya 15:07 mau bagaimanapun, tapi alhamdulillah 15:09 untuk saat ini keadaan sudah membaik. 15:11 Mereka sudah menerima aku dengan 15:13 keislaman aku untuk saat ini seperti 15:15 itu. Mmm, yang sangat keras menentang? 15:19 Eh ada dari beberapa keluargaku yang 15:21 enggak bisa aku sebutkan gitu. Tapi saat 15:23 ini masih keraskah eh reaksinya atau 15:25 sudah melunak? Enggak, sudah melunak, 15:28 sudah bisa menerima keislamanku. 15:30 Alhamdulillah saat ini eh kami lihat 15:32 Mbak Erni sudah ada pendampingnya yang 15:34 baik, saleh, insyaallah. 15:36 Eh tapi tentu saja dijauhi keluarga 15:39 pasti ada rasa eh sedihkah apa merasa 15:42 sendiri atau memang sudah tahu bahwa ini 15:44 akan datang sehingga Mbak Erni merasa ya 15:48 ini memang harus saya alami. He eh, 15:50 mungkin ya memang sudah akan tahu 15:53 pastinya karena pasti keluarga keluarga 15:55 pasti eh 15:57 eh merasakan hal demikian pastinya kan, 16:00 tapi mau bagaimanapun eh aku enggak 16:03 pernah merasa sendiri karena 16:05 aku juga punya Allah kan yang selalu ada 16:07 di hati aku. 16:09 Eh untuk keluarga pastinya sedih ya 16:11 pasti sedih karena tapi eh kita tetap 16:15 baik aja sama keluarga, tapi 16:16 alhamdulillah keluarga juga sudah 16:17 menerima jadi ya eh sebisa mungkin 16:20 mungkin kita ber berperilaku baik kepada 16:23 keluarga, mau bagaimanapun walaupun kita 16:25 beda agama ataupun apapun tapi aku tetap 16:28 harus berperilaku baik sama keluargaku 16:30 sendiri. Kewajiban kita adalah eh 16:33 berbuat baik kepada keluarga ya. Nah ini 16:35 mungkin yang bisa dibagi secara konkret 16:37 kepada pendengar yang saat ini bisa saja 16:40 berniat untuk menjadi mualaf juga 16:42 seperti Mbak Erni namun merasa 16:45 tidak berani mengatakannya karena ada eh 16:48 rintangan dari keluarga. Mungkin ada 16:49 tipsnya bagaimana 16:51 awalnya kita begini dulu ya kemudian 16:53 begini begini begini sehingga nanti kita 16:56 akan lebih smooth untuk melewatinya. Eh 16:59 kalau pertama-tama sih aku eh ingin 17:01 masuk Islam belajar dulu kan tadi juga 17:04 kan ada buku tiga buku jadi aku 17:06 mempelajari dulu bagaimana Islam itu 17:08 bagaimana konsep Islam tersebut sampai 17:11 akhirnya ya aku memutuskan untuk 17:13 syahadat tapi enggak berbicara langsung 17:16 kepada keluarga jadi diam-diam saja 17:18 dulu. 17:19 Sembunyi-sembunyi dulu berarti. 17:19 Sembunyi-sembunyi dulu. Tapi kalau 17:21 seandainya memang yang mau 17:22 terang-terangan langsung enggak apa-apa 17:23 kalau berani gitu. Kalau aku memang pada 17:25 saat itu aku belum berani, jadi aku diam 17:28 atau sembunyi-sembunyi saja dulu yang 17:30 penting sudah masuk Islam dan 17:32 agak kesulitan juga untuk menjalankan 17:34 ibadah sebenarnya karena 17:35 sembunyi-sembunyi itu kan. Di mana tuh? 17:37 Punya kamar sendiri kan? Enggak, aku 17:39 masih tidur bareng. Gitu sama orang 17:42 baku. Jadi 17:44 ketika itu aku sempat bohong sih, mau 17:47 ngerjain tugas dulu ya keluar dulu 17:48 sebenarnya salat. Tapi kalau seandainya 17:50 enggak kayak gitu enggak bisa salat gitu 17:52 kan. Terus kadang ada juga kalau 17:54 seandainya aku pulang sekolah kebetulan 17:56 sekolahku kan siang jadi 17:59 salat dulu di masjid di Al Azhom itu. 18:01 Jadi Al Azhom itu saksi bisu untuk aku 18:03 masuk Islam. 18:04 Masya Allah. Belajar subuh-subuh? Kalau 18:06 subuh aku masih bisa karena kan aku 18:08 bangun pagi-pagi. 18:09 Orang tuaku sudah keluar untuk olahraga 18:11 jadi bisa salat subuh gitu. Jadi nanti 18:15 De, sebenarnya masih diam-diam, masih 18:17 enggak tahu mau kapan bicara yang tepat 18:19 gitu kan sampai akhirnya ketahuan 18:21 sendiri nanti juga. Ketahuan muka nanya 18:23 ya? Iya ketahuan muka nanya. 18:25 Iya memang tapi di balik kesulitan di 18:27 dalamnya pasti ada kemudahan gitu yang 18:29 harus kita yakini ya. Nah eh bagaimana 18:32 kemudian Mbak Erni 18:35 meneruskan ketika semua tahu 18:38 keluarga tahu bahwa Merri sudah memeluk 18:40 agama Islam, apakah pindah dari rumah 18:43 atau tetap di situ? Iya aku pindah dari 18:44 rumah. Kebetulan kan Hijrah berarti 18:46 langsung. Heeh hijrah betul. Jadi kan 18:49 sebetulnya aku kan masuk Islam juga aku 18:51 sudah ngehubungin Koh Hanny Kristianto 18:54 juga, ngehubungin Ci Melissa juga ketika 18:56 nanti sewaktu-waktu kamu sudah ketahuan 18:58 ya sudah kamu keluar saja dari rumah 19:00 gitu. Kalau untuk tempat tinggal aku 19:02 dimasukkan pondok pada waktu itu sama 19:04 Koh Hanny, Koh Hanny Kristianto di 19:06 Cileungsi juga di Mahabatul Quran. 19:08 Nah di tempatnya di situ akhirnya aku 19:11 eee, 19:12 tempat tinggalnya di situ, kalau mau 19:14 ketemu keluarga juga, eee, dibantu sama 19:16 Koh Hanny untuk mediasi, kayak gitu. 19:18 He em, he em. Jadi, catatan pentingnya 19:20 Iwan dan Nawat, perlu juga untuk mencari 19:22 seseorang yang bisa mendukung kita, 19:24 entah itu secara individu maupun secara 19:27 komunitas. 19:28 Iya. Ya, dan sebenarnya jangan 19:29 dikhawatirkan, karena setiap masjid 19:31 seharusnya mereka memiliki ustad atau, 19:34 eee, orang-orang yang bertanggung jawab 19:36 atas para calon mualaf atau, ya, bukan 19:38 gitu, untuk pengalaman Mbak Erni gitu. 19:40 Gitu, ya. 19:40 Iya. He em. Jadi, tidak ada, apa 19:42 namanya, kesulitan dalam mencari saudara 19:45 atau saudari sesama muslim? Eee, enggak 19:47 ada kesulitan, sih, ketika sudah, eee, 19:50 sama Koh Hanny ini, kan, pastinya banyak 19:53 dikenalin dengan mualaf-mualaf lainnya, 19:55 seperti Ci Melissa ataupun nanti juga di 19:58 pondok eee, ketemu dengan teman-teman 20:00 yang seagama juga, gitu. He em. Apa yang 20:03 Mbak Erni rasakan pada saat mengucapkan 20:06 kalimah syahadat? Eee, rasanya pas 20:09 pertama kali, ya, bingung. Bingung, 20:10 malah. He em, bingung, malah. Eee, 20:12 sebenarnya, nih, 20:14 benar-benar yakin, 20:15 memang dari hati atau memang karena 20:18 perlari, pelarian aja karena enggak 20:21 punya Tuhan dari dalam agama Buddha, 20:23 gitu. Aku sempat di, mempertanyakan juga 20:26 sampai akhirnya aku meyakinkan diri, 20:28 diriku bahwasanya memang ini betul dari 20:30 hati. Kita berpikir bahwasanya memang 20:33 benar di agama Buddha itu Tuhannya 20:35 bagaimana, konsep ketuhanan juga enggak 20:36 jelas. Sudah ketemu yang benar, sudah 20:38 ketemu jawabannya, berarti harus 20:39 dijalankan dengan baik, dengan 20:41 istikamah, 20:43 dengan 20:44 harus berdamai juga sama keluarga, 20:46 pastinya, gitu. Nah, kebimbangan dan 20:49 kegalauan Mbak Erni itu, kan, dimulai 20:51 dari konsep ketuhanan dalam agama 20:53 Buddha. Eee, kemudian mencari-cari dan 20:57 apa yang kemudian menjadi jawaban ketika 21:00 Mbak Erni mempelajari agama muslim? 21:03 Dalam, dalam pandangan Mbak Erni saat 21:05 itu, Tuhan yang apa yang di eh 21:08 digambarkan atau dipersembahkan untuk 21:11 Mbak Erni secara pribadi selaku kalau 21:14 saya menjadi seorang muslim. Heeh. 21:16 Eh jadi gini, 21:18 ketemu jawabannya itu di Alquran surah 21:21 Al-Ikhlas ayat 1, Qulhuwallahu Ahad. Iya 21:24 ada Tuhan 21:25 eh selain Allah gitu kan, yang satu ya 21:28 kalau enggak salah yang satu tunggal 21:29 gitu. Jadi sedangkan di agamaku 21:31 sebelumnya banyak dewa-dewa juga yang 21:33 kita sembah. Iya. Budha juga kita 21:35 sembah. Sedangkan bagaimana posisi Tuhan 21:39 itu di dalam agama Budha itu? Kalau lah 21:42 Tuhan itu di banyak tempatkan atau eh di 21:46 banyak sembah selain Tuhannya bagaimana 21:48 posisi Tuhan itu gitu. Masa harus 21:50 disamakan dengan 21:52 yang bawah-bawahannya aja, sedangkan 21:54 Allah aja kan enggak disamakan dengan 21:56 makhluknya atau malaikatnya seperti itu. 21:59 Tapi ada juga gini yang udah Islam 22:02 eh tapi mereka mengatakan masih eh Tuhan 22:05 itu satu sebenarnya, cuma beda aja 22:07 caranya. Aku enggak suka kalau kayak 22:09 gitu. Ada temanku juga yang bilang 22:11 mengatakan hal demikian. Muslim. Jadi 22:13 kerasa 22:14 ih gimana kalau ngomong seperti itu? 22:16 Terus buat apa harus berjuang, harus 22:19 melawan keluarga, harus dapat eh hinaan 22:24 juga, 22:25 harus dapat fitnahan juga dari 22:27 teman-teman sekolah, sedangkan kamu yang 22:29 udah Islam dari kecil malah kamu 22:31 mengatakan hal demikian. Rugi kamu. 22:34 Kamu gitu Mbak Erni? Iya. Ah masya 22:36 Allah. Eh oke. Jadi eh 22:39 dalam Islam adalah ketauhidan berarti 22:41 yang membuat kamu yakin bahwa ini 22:43 jawabannya. Apakah Erni sempat 22:45 mempelajari agama-agama lain? 22:47 Eh enggak sempat sih. 22:49 Langsung? Langsung. Jadi enggak sempat 22:51 belajar agama lain, cuma aku memperdalam 22:55 agama aku dulu sebelum aku masuk Islam 22:57 karena kan aku mengikuti Pak Baja. Iya. 23:00 Eh aku bilang Pak Baja kedua kalinya nih 23:02 udah Pak Bajak dua kali, udah bilang 23:04 sama ada salah satu Bhante yang aku 23:06 bilang juga, Bhante mau eh, Pak Bajak 23:09 mau jadi bukan Pak Bajak, mau jadi 23:11 Bhiksuni ya?" Pak Bajak apa tadi lagi 23:13 boleh diulang lagi Bhante? 23:14 pelatihan atas silani untuk eh, 23:17 melepaskan kehidupan duniawi sebenarnya. 23:19 Mmm, mau jadi proses ingin menjadi 23:21 Bhiksu tapi masih di bawah Bhiksu. 23:23 di bawah Bhiksuni nya gitu. 23:25 Tapi Bhante bilang, "Ah, nanti kamu 23:27 masuk Islam." Mmm, loh, begitu? 23:30 Ah, nanti juga ujung-ujungnya masuk 23:32 Islam gitu. Eh, beneran masuk Islam. 23:35 Bhante bicara begitu? 23:36 Iya, Bhante nya langsung bicara seperti 23:38 itu. 23:38 Kenapa ya dia berasumsi jangan-jangan 23:39 sudah banyak pengalaman. 23:40 Mungkin sudah banyak pengalaman. Eh, 23:43 jadi aku proses dulu memperdalam agama 23:46 ku dulu sebelum aku masuk Islam. Jadi 23:48 enggak cuma semata-mata langsung masuk 23:50 Islam aja gitu, enggak. Aku belajar 23:51 dulu, aku Pak Bajak dua kali bilang juga 23:54 ke diriku kalau seandainya enggak nemuin 23:56 nih, Pak mau Pak Bajak kan tiga kali. 23:58 Aku bilang dulu kalau seandainya enggak 24:00 nemuin Tuhan, ya udah cari aja agama 24:02 lain. Mmm, mmm. Cari jawabannya di 24:04 agama-agama lain mungkin ketemu gitu. 24:06 Udah Pak Bajak tiga kali, udah cari aja. 24:08 Mmm, aku belajar Islam sama akhirnya ya 24:11 ketemu. Mmm, mmm. Kami yang merasa bahwa 24:13 dalam agama Buddha ketika melihat eh, 24:16 patung yang eh, selama ini familiar di 24:19 di permukaan bahwa kami beranggapan 24:21 bahwa itu adalah Tuhan tapi ternyata 24:23 bukan, itu adalah Sidharta Gautama. 24:25 Iya. Jadi itu adalah apa eh, gambaran 24:28 dari Sidharta Gautama guru berarti ya, 24:31 bukan Tuhan. 24:32 Bukan. Mmm, mmm. Jadi Sidharta Gautama 24:33 itu eh, mereka menganggapnya guru bukan 24:36 Tuhan. Jadi mereka enggak menyembah 24:38 langsung kepada Tuhan nya. Mereka 24:41 langsung 24:41 Melewati. melewati Sidharta Gautama 24:44 untuk eh, sebenarnya tujuannya untuk 24:45 menghormati jasa-jasa eh, ketika 24:48 hidupnya Sidharta Gautama tersebut. Eh, 24:51 sebenarnya kalau seandainya 24:52 dipikir-pikirin sama yang tadi juga 24:54 ngomong kalau seandainya Tuhan itu satu 24:56 cuma berbeda aja caranya. Terus 24:58 bagaimana dengan agama-agama lain yang 25:00 mereka harus tertuju kepada Tuhannya, 25:03 bukan Tuhannya. Bagaimana posisi 25:05 Tuhannya? Mereka 25:07 menyembah adanya Tuhan atau yang sering 25:09 disebut Tien ya, Tuhan itu Tien. Eee 25:12 tapi kalau di di agama Buddha juga 25:14 disebut Tuhan itu Sang Hyang Adi Buddha, 25:16 tapi ada juga Sang Tathagata, terus ada 25:19 juga eee Tien juga, Tuhan artinya. 25:23 Terus kalau seandainya dia menyembah 25:25 Siddharta Gautama ini, terus mereka 25:28 mengatakan yang Islam itu mengatakan 25:30 bahwasanya Tuhan itu satu cuma berbeda 25:32 caranya. Lah terus mereka bagaimana 25:34 menyembahnya? Menyembah Tuhannya 25:36 sedangkan mereka itu enggak tahu 25:38 Tuhannya itu siapa. Ibarat kalau 25:40 seandainya kita jalan-jalan nih, kita 25:42 udah dikasih tahu arah yang benar untuk 25:45 ke Magelang, pasti kita mengikuti 25:47 rutenya dan itu akan sampai. Ketika kita 25:50 rutenya salah, bukankah kita akan 25:51 tersesat? Bukankah kita enggak akan 25:54 sampai kepada Tuhan yang benar tersebut? 25:56 Enggak akan sampai kecuali kita sudah 25:58 mengikuti rutenya yang benar, otomatis 26:00 kita akan sampai kepada Tuhan yang 26:02 benar. 26:03 Gitu. Iya, kadang-kadang memang 26:06 saudara-saudari kita ada yang tanpa 26:08 sadar mungkin terbawa hawa nafsu karena 26:11 ingin dianggap toleran, dianggap mungkin 26:14 keren karena saat itu mungkin 26:16 bersosialisasi dengan 26:18 rekan-rekan yang bukan non muslim 26:19 sehingga kalimat-kalimat yang mereka 26:21 tidak sadari menggoyangkan ketauhidan 26:24 mereka selaku muslim. 26:25 Bahwa semua agama mengajarkan hal yang 26:27 sama kok, kasih sayang, cinta kasih, 26:30 sehingga pada prinsipnya Tuhan itu sama, 26:32 cuma manusia aja yang kemudian akhirnya 26:34 mengejawantahkannya dengan cara-cara 26:35 berbeda dan itu tidak tepat dan akhirnya 26:37 sangat menentang keras pendapat itu. 26:38 Iya, menentang keras. Karena kalau 26:40 seandainya mereka berpikir seperti itu, 26:41 kenapa harus aku keluar dari agamaku 26:44 sebelumnya? Kenapa harus memilih Islam 26:46 sedangkan aku ingin mencari Tuhan yang 26:48 benar-benar satu? Seperti itu. Kalau 26:50 mereka mengatakan Tuhan satu cuma 26:52 berbeda caranya. Itu pikiran aku ketika 26:54 aku masih di agama Buddha dulu. He em. 26:56 Sekarang sudah Islam, sudah beda 26:57 pikirannya, enggak seperti itu 26:59 seharusnya. Iya. Tapi terkadang mereka 27:02 terlalu memasukkan opini yang salah yang 27:04 sehingga membuat mereka diri mereka 27:06 sendiri rugi terhadap agama yang mereka 27:09 sudah dapatin dari lahir. Seharusnya 27:11 mereka sudah berbangga diri 27:13 kepada agama Islam, agama yang mereka 27:16 bawa sejak lahir tersebut. Karena aku 27:18 merasakan bahwasanya ketika aku butuh 27:20 segala sesuatu, ketika aku membutuhkan 27:23 doa ataupun hal-hal semacam yang 27:25 lainnya, aku mendapatkan gitu. 27:28 He em. Hal konkret apa secara eh 27:30 pengalaman spiritual yang Erni minta 27:32 kepada Allah dan Allah langsung 27:34 kabulkan? 27:35 Eh anak ya. Masya Allah. Iya, ketika aku 27:38 masuk Islam, aku sempat keguguran juga. 27:41 Oke. Aku bilang, "Nih keguguran, tiga 27:43 bulan lagi harus hamil." 27:46 Oh, mintanya gitu sama Allah, tegas. 27:47 Tegas. Tiga bulan lagi harus hamil ya. 27:50 Gitu. Aku tiga bulan tersebut aku 27:52 langsung hamil. Masya Allah. Langsung 27:54 dikabulin sama Allah. Masya Allah. 27:57 Langsung merinding. 27:58 Baik, ikhwan dan akhwat, eh 28:00 kadang-kadang memang kita selaku pemeluk 28:03 agama muslim dari lahir 28:05 terlupa akan nikmat yang harusnya kita 28:07 syukuri dalam bentuk itu. Kita pun harus 28:10 menjaga lisan kita, pikiran kita, hati 28:12 kita dan jangan terpengaruh itu tadi. Eh 28:15 kadang-kadang ketika kita bersosialisasi 28:17 dan ingin dianggap baik, dianggap 28:19 toleran, "Asik banget sih dia karena dia 28:21 ternyata menganggap kita juga sama. Kok 28:23 kita enggak dikafir-kafirkan gitu." Tapi 28:25 kita tidak sadar bahwa saat itu kita 28:27 meragukan keislaman kita. Lebih lanjut 28:30 lagi bersama Mbak Erni, tapi kita akan 28:32 sedikit mendengarkan eh eh jeda tausiah 28:36 atau nasyid nanti yang akan 28:37 diperdengarkan dan saya akan kembali 28:39 sesaat lagi. Jangan ke mana-mana. 29:17 Radio silaturahim Rasel TV Ikhwan dan 29:19 Akhwat saat ini menyimak Ramadan bersama 29:22 tokoh dan saya bersama Mbak Erni salah 29:24 seorang mualaf, mahasiswi, seorang ibu 29:27 dan juga seorang istri yang masyaallah 29:29 pengalamannya membuka mata dan hati kita 29:31 lembar-lembar bahwa pada prinsipnya 29:33 tidak mudah memperjuangkan agama ini dan 29:36 bagi kita yang sudah muslim yang Allah 29:38 hadiahkan muslim dari sejak lahir 29:40 seharusnya lah lebih menjaga dan 29:42 mensyukurinya bukan menyia-nyiakannya 29:45 dan bahkan memberikan statement yang 29:47 malah sebenarnya meragukan ketauhidan 29:49 Allah subhanahu wa taala. Nah, Mbak Erni 29:51 ini berarti sejak masuk menjadi Islam 29:55 pada tahun 2018 29:57 ee ini Ramadan kelima betul? Heeh, 29:59 betul. Heeh, dan adakah ee kesulitan 30:02 dalam menjalankan ibadah puasa? Kan 30:04 harus puasa, tarawih, apalagi nanti ee 30:07 bukan nanti 2 tahun belakangan ini 30:09 berarti sambil mengurus anak. Iya, jadi 30:12 ee sebelum aku masuk Islam juga sudah 30:15 ada niatan untuk memeluk agama Islam 30:17 karena ee aku sering puasa sunah Senin 30:20 Kamis, aku belajar dari situ biar supaya 30:22 ee bisa 30:24 puasa Ramadan. Walaupun pas pertama 30:27 puasa Ramadan itu aku batal, tapi hari 30:30 pertama batal tapi ke sana-sananya 30:32 Kenapa? Hausnya, laparnya yang bikin 30:34 batal? Iya, dua-duanya. Dua-duanya? 30:36 Dua-duanya. 30:37 Jadi akhirnya ee pas besok-besoknya aku 30:39 enggak sudah biasa saja gitu. Heeh. Cuma 30:42 mungkin pas pertama kesulitannya itu kan 30:44 karena baca Alquran kan bahasa Alquran 30:48 kan, 30:49 he eh agak kesulitan juga. Jadi kayak 30:51 agak kaku-kaku, apalagi kalau seandainya 30:54 sudah panjang banget. Agak susah itu. He 30:57 em, padahal eh sebelumnya tadi agama 31:01 sebelumnya maksud saya juga diajarkan 31:04 konsep untuk berpuasa, tapi berbeda. Eh 31:06 berbeda, karena kan konsep berpuasa di 31:08 agama sebelumnya itu walaupun sudah 31:10 selesai batas untuk makan tapi kan masih 31:13 bisa untuk minum. Sedangkan kan kalau di 31:15 Islam ini untuk sekarang, untuk sekarang 31:17 aku sudah memeluk agama Islam kan 31:19 pastinya berbeda kan. Kalau kita dari 31:21 pagi sampai ketemu maghrib kan kita 31:23 enggak boleh makan, enggak boleh minum. 31:24 He em, sama sekali. Kalau di agamaku 31:27 sebelumnya walaupun sudah berhenti untuk 31:29 makan, masih boleh untuk minum gitu. 31:32 Ada enggak sih setelah ada banyak hal 31:35 dalam Islam itu kan banyak aturan-aturan 31:36 yang wajib. 31:37 Iya. Kita wajib salat lima waktu, kita 31:40 wajib puasa pada saat bulan Ramadan. 31:42 Belum lagi kalau memang mau menambahkan 31:44 lagi levelnya yaitu ada ibadah-ibadah 31:45 sunah. Ada enggak sih eh rasa Mbak Erni 31:49 banyak banget sih aturan He eh ibadah 31:52 dalam Islam ini enggak boleh, harus 31:54 menutup Iya. 31:55 aurat, iya kan? Jilbab, bagaimana proses 31:58 itu Mbak Erni lewati? Karena aku 32:00 berpikir seperti ini, karena aku senang. 32:03 Banyak aturan senang. Oh gitu. Apalagi 32:05 aturan-aturan untuk kebaikan, aku 32:07 senang. Tapi daripada kita enggak punya 32:10 aturan sama sekali dan walaupun ada 32:12 aturan di kitab suci tersebut enggak 32:14 dijalankan sama sekali. Aku lebih senang 32:17 dan lebih suka sama yang mempunyai 32:21 aturan padat dibandingkan punya aturan 32:24 lebih padat tapi umatnya tidak 32:26 menjalankan hal tersebut gitu. Jadi aku 32:29 senang saja, jalan-jalanin saja apalagi 32:31 kan pas ketemu di pondok kan banyak yang 32:33 pakai niqab, cadar, kerudungan panjang. 32:37 Jadi melihat sehari-hari kalau 32:38 seandainya kita enggak pakai kerudung ya 32:40 malu. 32:40 Oh, iya. Iya, kan? Jadi, yang sebelumnya 32:42 itu juga sudah belajar kalau seandainya 32:44 mau belajar nih di Al Azhom, eh belajar 32:47 Iqro gitu, kan? Pakai kerudungan, 32:49 belajar walaupun pakai celana panjang 32:52 sama kaos panjang, terus pakai 32:53 kerudungan itu sudah sesuatu yang buat 32:55 aku, wah, kayaknya nyaman gitu. Tapi, 32:58 pas di pondok sudah dirubah bajunya 33:00 pakai gamis, pakai baju, eh kerudung 33:02 yang panjang gitu. Iya. 33:05 Mbak Erni terbilang unik kalau menurut 33:08 eh kami. Karena untuk usia belia tadi 33:10 sempat ketika off air kami sempat 33:12 berbincang bahwa apakah pada saat eh 33:16 masih belia, maksudnya di di bawah usia 33:18 17 tahun itu ingin bersosialisasi, 33:21 senang-senang, enggak katanya. Emang 33:23 dari SD, dari SD betul ya, mau 33:25 cita-citanya sudah mau jadi bikuni. 33:26 Iya, memang. Sudah ingin mengabdi, tidak 33:29 ingin menikah berarti ya. Kemudian, 33:31 tidak ada tidak ada keinginan kah untuk 33:33 main terus nongkrong istilahnya kayak 33:35 gitu, enggak katanya. Jadi, memang pada 33:37 prinsipnya dari sejak eh belia, sejak 33:40 kecil, sejak usia dini fokusnya adalah 33:43 mencari ketenangan dalam hidup. Iya, 33:45 jadi kayaknya kalau seandainya kan 33:47 biasanya ada bantek tuh ke rumah-rumah 33:49 untuk pindah patah gitu, kan? Pindah 33:51 patah itu memberikan makanan kepada 33:53 bantek gitu. Banteknya sekarang sering 33:56 eh lewat rumah atau ke manapun gitu, 34:00 kan? Kadang juga ada umat yang 34:02 memberikan dana dana kepada bantek. 34:04 Karena kan kita menganggapnya eh umat 34:06 Buddha di situ ada pahala yang besar, 34:09 ada karma baik yang besar sekali ketika 34:11 kita berdana kepada seorang bikhu atau 34:14 bikhuni. 34:15 Jadi, kayaknya kalau melihat bantek, 34:17 wah, tenang, adem, enak ya. Itu, ah, 34:20 segala macamnya. Jadi, sudahlah jadi 34:22 bikhuni saja kali ya gitu. 34:23 Masya Allah. Nah, itu unik karena ketika 34:27 eh usia 17 tahun berarti memeluk agama 34:29 Islam. Iya. Usia 17 tahun aku sudah 34:33 mulai belajar-belajar agama Islam dan 34:35 akhirnya di usia 17 tahun ya syahadat. 34:38 Masya Allah, luar biasa. Mudah-mudahan 34:40 nanti kita lihat 5 tahun ke depan 34:42 jadi ustazah Erni. Amin, menyebarkan 34:45 bagi banyak kebaikan dan ilmu kepada 34:48 yang lain gitu kan. Amin. Karena memang 34:50 niatnya menebarkan atau berlomba-lomba 34:52 dalam kebaikan di Allah berikan 34:54 jalannya. Malah sekarang aku lagi 34:56 mikirnya gimana ya caranya itu kita bisa 34:59 belajar dan kita bisa bermanfaat untuk 35:01 umat gitu kan. Aku mau 35:03 belajar mau mandiin jenazah. Masya 35:06 Allah, masya Allah. Aku mikir apa 35:08 apa coba cara belajar mandiin jenazah 35:11 saja ya gitu. Padahal sebenarnya aku Oh, 35:13 ada ada di ee Di sini tuh sebenarnya 35:16 ada, kadang RT tuh ee ngasih tahu di 35:18 grup. 35:19 juga ada ya, ya? Oh, ada ya? Pernah ada 35:21 kursusnya. Oh, iya. Entah kapan lagi 35:23 silakan Abi Agus di itu di organize. 35:25 Ternyata banyak yang berminat untuk 35:26 belajar memandikan jenazah. Banyak di 35:28 Rasyid ada juga. Iya, makanya tapi 35:29 sebenarnya tuh sebenarnya aku takut sama 35:32 untuk melihat jenazah itu takut. Apalagi 35:34 kan di agama sebelumnya mantap banget. 35:37 Sampai berminggu-minggu kan di di dalam 35:39 peti saja ya. 35:40 Iya iya iya, enggak langsung dikuburkan 35:42 ya, betul. Dikuburkan. Jadi, maaf ya ada 35:45 yang sampai biru. 35:46 Tidak diawetkan dulu? Mungkin diawetkan 35:49 pakai formalin ya. Kalau enggak saya 35:50 pakai formalin. Ada ah, makanya dari 35:52 situ aku enggak pernah melihat enggak 35:54 mau melihat. Tapi untuk sekarang ini aku 35:57 lagi kayaknya 35:58 ini saja deh mau belajar gitu kayaknya. 36:01 Karena kebermanfaatannya gitu. Iya. 36:02 Insya Allah, mudah-mudahan Allah kasih 36:03 jalan ya. Insya Allah, 36:05 amin. Nah, ee pengin tahu dong bagaimana 36:08 peran pasangan pada saat ini? Oh, iya. 36:11 Ee sangat berpengaruh sekali. Maksudnya 36:13 berpengaruh besar sekali ketika apalagi 36:16 kan kuliah gitu kan, kuliah belajar 36:18 semua agama ada filsafatnya juga. 36:21 Kebetulan suamiku juga bisa filsafat, 36:23 bisa pelajaran filsafat. Jadi, ketika 36:25 ada kesulitan-kesulitan apapun aku bisa 36:28 bertanya kepada beliau dan ketika ada 36:30 masalah dari intern maupun ekstern gitu 36:34 kan ya jadi bisa dibantu diberikan 36:36 solusinya ketika aku sudah menghadapi 36:39 sesuatu hal yang cemas enggak tenang 36:41 dibantu juga di support sama suamiku 36:44 gitu 36:45 iya dan ee 36:47 rintangan yang lain jadi ketidak 36:49 terlihat besar kalau misalnya ada 36:50 pasangan yang solid iya betul masyaallah 36:53 betul sekali ketika ada sesuatu hal yang 36:55 besar bisa bercerita langsung sama suami 36:57 sudah tenang saja gitu kadang kalau lagi 37:00 enggak karu-karuan langsung dekat sama 37:02 suami terus berbicara langsung curhat 37:05 saja langsung gitu sudah nanti setelah 37:07 itu selesai enggak kenapa-napa hadiah 37:09 dari Allah untuk Mbak Erni alhamdulillah 37:12 nah sampai saat ini apa proses yang 37:14 masih dijalani dalam Mbak Erni 37:15 memperdalam 37:17 keislaman Mbak Erni belajar 37:19 pastinya belajar 37:20 Alquran sudah khatam ee masih proses 37:24 untuk khatam sudah masuk Alquran besar 37:27 atau masih Iqro 37:28 Alquran besar Alquran besar 37:30 alhamdulillah tapi ya terkadang-kadang 37:32 kan ee ada ayat-ayat yang panjang tapi 37:34 kadang sering berhenti karena kehabisan 37:37 nafas ataupun ada ee kagok-kagok antara 37:41 kali kata atau ba sama a itu jadi kayak 37:44 ini bingung masih menyesuaikan diri 37:47 dengan bahasa Arab dan kalau misalnya 37:50 masih kan bertemu dengan keluarga 37:52 teman-teman 37:53 sebenarnya 37:54 apa cemoohan atau fitnah yang paling 37:57 sering didengar itu apa sih 37:59 ee untuk fitnah sih enggak ada sih 38:01 enggak ada sama sekali sih cuma mungkin 38:03 mereka ee mau bagaimana pastikan ada 38:05 berbeda tapi insyaallah lah mereka sudah 38:08 bisa menerima aku dengan baik aku juga 38:10 bisa menerima mereka dan mereka juga 38:12 bisa menerima aku dengan keislaman aku 38:15 untuk sekarang ini gitu jadi yang paling 38:17 berat rintangannya pada saat ini sudah 38:19 tidak ada lagi sudah enggak ada 38:21 alhamdulillah 38:22 sudah biasa biasa saja gitu 38:25 Ada rencana 10 tahun dari sekarang apa 38:28 yang ingin Mbak Erni gapai selain bisa 38:31 mempelajari, bisa memandikan jenazah? 38:34 Eh, pastinya ilmu yang aku terapkan di 38:39 eh 38:39 di agamaku sebelumnya atau di agama yang 38:42 sekarang itu di agama Islam dan 38:44 dikuliahkan juga oleh suamiku dan 38:46 seharusnya 10 tahun ke depan aku bisa 38:48 mengaplikasikan ilmu tersebut di 38:50 kehidupan aku gitu. Di maksudnya di 38:53 masyarakat banyak atau di 38:55 umum gitu. Sekarang ini selain kuliah 38:58 juga 38:59 aktif di salah satu atau ada komunitas 39:02 atau organisasi kah yang digeluti oleh 39:03 Mbak Erni? Iya, aku mengikuti organisasi 39:06 Ismi. Ismi itu apa singkatannya ya? Oh, 39:09 Ummi Irna. Heeh, Ummi Irna. Jadi aku 39:12 juga sering ikut Zoom-nya, ada kajiannya 39:14 juga kan online setiap Rabu ataupun 39:17 Jumat. Jadi aku ikut kalau emang enggak 39:18 berhalangan ketika bentrok jadwalnya 39:21 sama kuliah. Terus ada juga aku belajar 39:24 kristologi sama Kak Cristi juga gitu. 39:28 Ya, kalau eh Mbak Erni melihat eh 39:32 fenomena mualaf-mualaf yang bisa stand 39:35 out eh dia bisa berbagi di eh media 39:38 sosial atau jaringan eh apa ya virtual 39:41 bersama. Bagaimana Mbak Mbak Erni 39:43 memandangnya? Apakah termotivasi untuk 39:45 melakukan hal serupa atau eh memandang 39:48 mereka terlalu prematur untuk mereka eh 39:51 berbagi ilmunya padahal mereka baru saja 39:54 memasuki eh tahapannya sebagai seorang 39:57 muslim atau muslimah. Karena banyak 39:58 sebenarnya banyak fenomena yang begini. 40:00 Eh, banyak kritikan yang hadir kepada 40:02 para mualaf atau eh mualafati yang 40:06 mendadak ustaz, mendadak ustazah tapi 40:08 dibilang kan baru masuk Islam dan apa 40:10 segala macam. Nah, sebagai sesama mualaf 40:13 bagaimana menyikapi kritisi-kritisi yang 40:16 hadir eh seperti itu. Iya. Jadi, menurut 40:19 aku itu kan sudah sesuatu hal yang 40:21 mereka punya. Pastinya mereka 40:23 menginginkan ketika mereka mendapatkan 40:25 suatu ilmu, pastinya ingin memberikan 40:27 ilmu tersebut kepada orang banyak. Agar 40:30 pikiran-pikiran mereka yang tergiring 40:32 opini atau ke dalam hal-hal yang salah 40:35 bisa terbuka, seperti itu. Kayak seperti 40:38 semisalnya kayak tadi, ee, Tuhan itu 40:41 satu, cuma berbeda aja caranya. Nah, 40:43 dari dari banyaknya mualaf yang speak up 40:47 terhadap hal tersebut, bukankah itu 40:48 menjadi suatu ilmu yang sangat 40:50 bermanfaat sekali untuk mereka yang 40:53 sudah ke-distract pikirannya bahwasanya 40:55 Tuhan itu sebenarnya satu, tapi cuma 40:56 berbeda caranya, gitu kan. 40:59 Sebenarnya, mau siapapun itu, mau ia 41:02 baru saja masuk Islam ataupun dia belum 41:06 lama masuk Islam, tapi kalau seandainya 41:08 mereka memiliki ilmu yang banyak bukan 41:10 dan dia masih mau untuk memberikan ilmu 41:12 tersebut, bukankah itu guru untuk kita? 41:15 Nah, secara enggak langsung kita juga 41:17 kan belajar kepada mereka yang mau 41:18 memberikan ilmunya dan memberikan apa 41:21 yang ia ketahui untuk orang yang meminta 41:24 ilmunya, bukankah itu guru untuk kita? 41:26 Ya, seperti itu sih. He em. Jadi, kita 41:28 enggak boleh seharusnya mengkritisi, ee, 41:30 para saudara-saudari kita yang harusnya 41:32 Iya. Kita lakukan malah harusnya 41:33 menghargai dan berterima kasih karena 41:34 diingatkan kembali. Iya. Karena 41:36 kadang-kadang kita yang sudah terbiasa, 41:37 jadi terlupa. He em. Enak-enaknya aja 41:40 bicara seperti itu karena tidak ada 41:41 perjuangan yang kita lakukan seperti 41:43 yang dialami atau dilewati oleh ee, para 41:46 pemeluk agama yang baru seperti Mbak 41:48 Erni dan Mbak Erni. 41:49 Ee, 41:50 bicara perihal perjuangan, berarti kan 41:53 ada, ee, tadi 41:55 rintangan yang mungkin tidak dialami 41:56 Mbak Erni, tapi karena Mbak Erni ber 41:59 ee, singgungan dengan banyak juga mualaf 42:01 di luar sana. Ee, sebenarnya yang 42:04 dibutuhkan para mualaf ini perlindungan 42:07 konkret seperti apa sih dari hal-hal 42:09 yang mengancam, terutama mengancam jiwa? 42:11 Oh, iya. Pastinya ada penjagaan untuk 42:14 mereka seperti badan hukum, ya, 42:16 seharusnya. Dan ada rumah, seharusnya 42:18 mungkin kalau rumah singgah itu banyak, 42:20 ya, untuk mualaf. Tapi kadang eh 42:22 pendamping ataupun yang lain sebagainya 42:24 kadang kalau seandainya mereka sudah 42:25 selesai gitu, ya, kalau aku nih kan 42:27 dibatasin juga sampai 3 bulan. Setelah 42:29 itu kalau seandainya itu boleh mau 42:31 pulang gitu, kan. Tapi kan terkadang eh 42:33 enggak bisa juga lah kalau seandainya 42:35 kita mau langsung pulang, sedangkan 42:36 belum tentu keluarga kita bisa menerima 42:38 dan belum tentu juga keluarga kita eh 42:41 menginginkan kita untuk tetap di Islam. 42:43 Siapa tahu bisa memeluk agama, mau 42:46 masukin kita ke agama yang terdahulu, 42:48 seperti itu. Dibalikin lagi gitu, ya. 42:49 Banyak kejadian seperti itu. Banyak 42:50 kejadian. 42:52 Diancam? Diancam sudah pasti. 42:55 Termasuk aku sih. 42:56 Berarti diperlukan badan hukum atau 42:59 memang eh sudah jelas secara legal eh 43:03 melindungi orang-orang yang 43:06 ini, tapi bisa enggak ya diaplikasikan 43:07 di negara ini, ya? 43:09 Ya, sulit sih memang. Ya, karena ini 43:10 lebih ke personal, ya, kan, menyangkut 43:13 permasalahan keluarga dan sangat 43:14 sensitif. Ya, ya, jadi menurut Bayu apa 43:17 yang perlu dilakukan oleh para mualaf 43:18 ketika mereka mengalami penolakan yang 43:21 besar dalam lingkup orang-orang 43:23 terdekat. Kabur adalah jadi solusi? 43:27 Eh kalau seandainya memang hal tersebut 43:28 tidak memungkinkan dan mengancam nyawa 43:31 kita, aku lebih milih pasti kabur. 43:34 Karena aku sendiri waktu itu karena ada 43:36 ancaman-ancaman yang akan eh mengancam 43:40 nyawaku, jadi aku lari dari rumah. Oh, 43:42 gitu. Jadi memang memang eh apa 43:45 awareness kita terhadap penjagaan diri 43:48 penting. Tapi kan sebelum dari itu kita 43:50 sudah ada pihak yang akan bantu kita 43:52 ketika kita pergi, he eh, ketika kita 43:55 pergi dari rumah itu kita harus sudah 43:57 punya pihak yang akan menjamin ketika 43:59 kita keluar dari rumah tersebut. Kalau 44:01 aku kan Kohani yang bantuin aku dulu 44:03 ketika aku keluar dari rumah. 44:05 Mengikuti saran juga dari beliau, sudah 44:06 keluar saja dari rumah. Nanti di sini 44:08 tinggal ada mualaf juga dan nanti saya 44:11 akan masukin kamu ke pondok gitu. 44:13 Akhirnya dimasukkan ke pondok sama Koh 44:14 Hanny. 44:15 Jadi ada yang menjamin gitu. Iya, jadi 44:17 jelas ya mau 44:19 kalau misalnya melakukan sesuatu udah 44:20 jelas mau kemana. Jangan terlantar 44:22 langsung bahaya juga. 44:23 Iya, terlantar langsung kan bahaya juga. 44:25 Yang penting udah ada yang menjamin dan 44:26 ketika keluarga ingin bertemu juga udah 44:28 ada orang yang akan menghadapi dengan 44:30 tepat gitu. Kalau aku kan sama Koh Hanny 44:33 jadi dibantu mediasi sama Koh Hanny. 44:35 Gitu loh. Ya, eh nampaknya fenomena eh 44:38 memberikan eh wadah perlindungan 44:41 terhadap para mualaf ini menarik karena 44:43 kami melihatnya yang 44:46 lebih konsen terhadap eh keselamatan 44:48 atau kenyamanan para orang-orang yang 44:50 baru saja memeluk agama Islam adalah 44:53 sesama mualaf sendiri. Jadi bukannya 44:55 kita-kita yang sudah settle, ada yang 44:58 atau yang memang sudah eh 45:00 apa namanya firm dengan agama kita tapi 45:02 yang lebih konsen dan lebih aktif 45:03 ternyata 45:04 eh kalau melihat track record-nya 45:06 kebanyakan malah sesama mualaf ya yang 45:09 mendirikan foundation, eh mendirikan 45:11 rumah singgah, bahkan membuka pintunya 45:14 lebar-lebar. Eh 45:15 menurut saya itu sebuah ironi dan ini 45:17 merupakan catatan penting bagi kita. 45:19 Seharusnya kita lebih konsen terhadap 45:21 saudara dan saudari kita, ikhwan dan 45:23 akhwat. Sehingga kita harus lebih 45:24 sensitif lagi apabila ada orang-orang 45:26 yang datang ke kita, kita yang 45:28 seharusnya merangkul mereka bukan 45:30 menyerahkan pada orang-orang yang eh 45:33 sebenarnya juga butuh perlindungan. 45:35 Cuman karena mungkin bergandengan tangan 45:37 jadi lebih kuat. Nah itu eh kita 45:40 berharap kita bisa lebih lebih bersatu 45:42 lagi ya Mbak Mbak Erni ya. Tapi eh apa 45:45 namanya ketika berada dalam rumah 45:48 singgah itu eh ketakutan dan rasa eh 45:52 gampang itu sedih gitu meninggalkan 45:54 keluarga tidak menyurutkan langkah untuk 45:57 tetap maju. 45:58 Tetap. 45:59 Iya, enggak ada hambatan. 46:01 pengen, 46:01 ini kayaknya salah nih. Oh gitu ya Kak. 46:03 aku nyakitin, terutama misalnya Ibu 46:06 gitu, aku nyakitin kayaknya kan banyak 46:09 yang maju mundur karena hal tersebut ya. 46:11 Bahkan ada temanku yang karena Ibunya 46:12 sakit, wasiatnya adalah kamu kembali ya, 46:15 gitu karena itu yang bikin dia merasa 46:17 sangat bersalah. 46:18 tapi sebenarnya kalau aku dikasih tahu 46:20 sama Mamahku itu mah udah hal yang 46:21 biasa, Ibunya bilang sakit padahal 46:24 sebenarnya enggak. Oh gitu, trik itu. 46:26 Trik. Itu trik. Aku pernah digituin sama 46:29 orang tuaku. Oh gitu oke. Tapi 46:31 sebenarnya Mamahku orang tuaku enggak 46:32 kenapa-napa, jadi kayak aku enggak jadi 46:34 pulang padahal itu udah khawatir takut 46:36 kenapa-napa kan sebenarnya enggak 46:37 kenapa-napa juga. Terus akhirnya 46:39 eh sebenarnya di pondok itu aku ngerasa 46:41 sedih juga ya, ini gimana ya orang tua 46:43 apalagi kan aku deket banget sama 46:45 Kakekku, ini gimana ya nyariin nih pasti 46:47 gitu sedih banget enggak mau makan gitu 46:49 kan sampai akhirnya ketemu, udah 46:51 aku di sini dulu aja ya belajar dulu 46:53 gitu, nanti kalau udah selesai 46:55 insyaallah pulang gitu. 46:57 Karena masih kecil banget saya bukan 46:58 kecil mah sangat belia. Belia, 4 17 47:01 berarti itu prosesnya dia dialami 16-17 47:04 tahun gitu kan. Kalau seandainya udah 47:06 masuk pondok aku udah umur 18 tahun. 47:09 Udah umur 18 tahun. Tetap sih maksudnya, 47:12 tapi berarti hitungannya sudah bekerja 47:15 atau 47:16 eh masih sekolah? Aku udah baru lulus 47:20 banget jadi belum kerja atau apa, baru 47:22 lulus banget lulus banget. 47:25 Menopang diri sendiri, menghidupi diri 47:27 sendiri kan berarti masih ditanggung 47:28 orang tua kan. Secara finansial berarti 47:32 eh bagaimana maksudnya 47:34 ketika kita memutuskan untuk mengambil 47:37 tindakan sesuatu secara personal kita 47:39 kan misalnya oh ada duit sendiri, kerja 47:41 sendiri atau ini kan kamu masih saat itu 47:44 baru banget lulus. 47:46 Iya. 47:46 Sehingga berani gitu ya, entar kalau 47:49 enggak disekolahin enggak dikasih uang 47:51 saku segala macem. 47:53 Dijalan aja. Dijalan aja, karena waktu 47:55 itu juga aku 47:56 kan emang kebetulan udah lulus, pulang 47:58 dari perpisahan sekolah itu ketahuan. 48:00 Ya, akhirnya aku juga punya simpanan 48:03 uang. He em. Eh, jadi, ya udahlah, pergi 48:05 aja gitu. Tapi, kalau di sana mah kita 48:07 semuanya juga dijamin, alhamdulillah. 48:09 Orang tua juga secara finansial juga 48:12 memberikan hal tersebut gitu, kan. Dari 48:14 teman-teman pondok juga sama. Kalau 48:16 misalnya kita kurang, bilang aja sama 48:17 ustazah gitu. Masya Allah, luar biasa. 48:20 Itu catatan yang penting lain lagi bahwa 48:23 kalau misalnya eh ada yang pendengar 48:27 ingin eh convert atau ingin beralih, 48:30 jangan lupa nabung, ya. 48:32 Biar enggak wiswas. 48:34 Saya ingin lagi kembali menanyakan 48:35 mengenai perihal eh menjalani ibadah 48:38 Ramadan. Eh, prosesi apa atau kebiasaan 48:41 apa yang menjadi kesukaan Mbak Erni 48:44 ketika Ramadan memasuki eh kehidupan? 48:48 Eh, apa, ya? Hampir setiap hari kayaknya 48:51 kalau bulan Ramadan aku suka banget. 48:53 Karena enggak bisa ada acara tapi yang 48:55 buat suka atau sesuatu hal yang buat 48:57 suka kita 48:58 dari setiap dari hari Ramadan atau bulan 49:01 Ramadan sampai ke Idul Fitri itu aku 49:03 senang banget. Enggak bisa, enggak tahu 49:04 apa yang buat aku senang aja. Tapi, 49:06 nanti 49:07 ketika berakhir Idul Fitri bilang, "Yah, 49:09 besok udah enggak Ramadan." Gitu. Terus, 49:12 senang aja. Aku paling senang 49:14 terutama ngelihat langit sama bintang 49:16 sama bulan kayak beda aja. Apa sih yang 49:18 dilihat? 49:19 Enggak tahu, kayak terang aja gitu. 49:22 Terang banget kayak malam tapi enggak 49:25 gelap, terang. Aku mungkin semuanya 49:27 mungkin bisa ngerasain, ya, bukan cuma 49:28 aku doang. Kalau aku pasti ngerasain hal 49:31 demikian. Aku senang ngelihat langit, 49:33 bulan, dan bintang atau mau deket-deket 49:36 Ramadan atau pas udah Ramadan itu pasti 49:38 langitnya sama. Tapi, nanti pasti 49:39 langitnya sama. 49:41 Gitu, ya. 49:41 Saya akan sangat memperhatikan langit 49:43 nanti menjelang Ramadan dan Idul Fitri, 49:45 ya. Karena catatan Mbak Erni ini. Iya, 49:46 coba deh kalau aku ngerasain hal yang 49:49 berbeda aja. Kalau malam juga, kan, eh 49:52 kalau malam-malam biasa gitu, kan, eh 49:55 menjelang Ramadan atau pas bulan 49:57 Ramadannya gitu kan kan agak beda aja 50:00 gelap ya gelap enggak ada terang gitu 50:01 kalau Ramadan terang ada terang terang 50:04 banget apalagi kalau seandainya panas di 50:06 siang hari ada ada beberapa hari yang 50:08 aku merasakan panas di bulan Ramadan 50:11 atau menjelang Ramadan itu berbeda 50:12 walaupun terik tapi teduh gitu masih 50:14 merasakan alhamdulillah sampai sekarang 50:16 jadi Allah karena kan memberikan hadiah 50:18 kepada Mbak Erni yaitu bentukannya cuaca 50:20 dan cuaca iya keadaan langit udara 50:23 dan masya Allah 50:24 aku sempat mempertanyakan juga ke dosen 50:25 kenapa ya kok saya bisa merasakan hal 50:27 demikian kok ngelihat langit seperti itu 50:30 gitu kan 50:32 dosen cuma jawab ya itu udah dari Allah 50:34 gitu 50:35 enggak ada pertanyaan enggak ada jawaban 50:36 lain dari Allah gitu 50:39 dan anak yang 2 tahun ini udah 50:41 ikut-ikutan sahur ah dia ketika kita 50:44 bangun pagi atau siap-siap jam 3 dia 50:47 selalu bangun terus habis itu langsung 50:50 minta mandi mandi nanti kalau kita salat 50:52 dia ikut sujud salat 50:54 laki-laki perempuan apa laki-laki oh 50:56 laki-laki alhamdulillah anak pertama 50:58 langsung laki-laki alhamdulillah oke dan 51:01 di 51:03 apa PTN swasta saat ini menjadi 51:05 mahasiswi di jurusan apa tadi di studi 51:08 agama-agama studi agama-agama 51:10 di salah satu PTN negeri di Jakarta 51:12 dekat-dekat sinilah ya 51:13 sini 51:14 nah itu 51:15 memang menjadi concern Mbak Erni untuk 51:19 mempelajari agama-agama lain-lain iya 51:21 memang sebenarnya aku disuruh sama 51:23 suamiku sih untuk masuk studi 51:25 agama-agama emang karena kebetulannya 51:27 juga kan aku emang suka pelajaran agama 51:30 dari dulu pokoknya kalau seandainya 51:32 pelajaran-pelajaran agama pasti nilaiku 51:33 bagus semuanya maka dari situ ya udah 51:36 suamiku bilang coba aja masuk studi 51:38 agama-agama gitu kan he ya aku senang 51:40 sama agama-agama jadi ya coba aja gitu 51:43 itu itu berarti studi agama-agama 51:46 berarti mempelajari kembali agama Islam 51:48 atau hanya agama-agama di luar Islam? 51:50 Eh, kita mempelajari agama di luar Islam 51:53 sesuai dengan perspektif umat umat eh 51:56 pemeluk agamanya tersebut gitu. Oke. 51:59 Kita enggak boleh memandang agama 52:02 Kristen sesuai dengan 52:03 perspektif Islam. He eh, harus sesuai 52:06 dengan umat tersebut gitu. 52:09 Mmm, baik. Berarti itu eh diambil untuk 52:13 eh adakah tujuan yang spesifik ketika 52:17 suami menyarankan kemudian Mbak Erni 52:19 mengaminkan eh apakah emang untuk 52:22 memperteguh akidah atau ada tujuan saya 52:24 ingin menjadi atau membuat disertasi 52:26 atau penelitian perihal bahwa ini memang 52:29 Islam adalah agama kebenaran rahmatan 52:30 lil alamin? 52:32 Pastinya seperti itu. Ingin memasti- 52:34 bukan memastikan sih. Pastinya kalau 52:36 seandainya kita ada sesuatu hal, ada 52:37 perbandingan antara agama yang lain. 52:39 gitu. He eh, ada perbandingan antara 52:41 yang satu dengan antara antara yang 52:43 lainnya. Pasti kan kita menemukan 52:44 sesuatu satu jawaban gitu. Bagaimana 52:47 sejauh ini? Sudah empat semester. He eh. 52:49 Ada perkembangan eh yang ini makin eh 52:53 meneguhkan bahwa yang benar cuma Islam? 52:55 Eh, sebenarnya kalau seandainya di studi 52:58 agama-agama itu kita enggak boleh 52:59 memikirkan bahwasanya Islam yang paling 53:01 benar gitu. Gitu, karena setiap umat itu 53:04 memiliki klaim yang sama terhadap umat 53:07 Islam sendiri kalau mengatakan 53:08 bahwasanya Islam itu yang paling benar, 53:10 pastinya mereka juga memiliki klaim yang 53:12 sama terhadap umat Islam tersebut 53:13 bahwasanya agama mereka juga benar gitu. 53:16 Kalau cuma Islam saja gitu. Yang penting 53:19 kita juga menghargai pendapat mereka dan 53:21 seharusnya mereka juga bisa menghargai 53:22 pendapat yang kita punya gitu. Aku 53:24 enggak mau yang eh mengatakan bahwa 53:27 agama itu enggak ada yang benar, enggak 53:28 ada yang salah, Tuhannya itu satu, 53:30 caranya aja yang berbeda. Tapi dari 53:32 mahasiswa mahasiswi ataupun dosen ada 53:35 yang mengatakan hal demikian, tapi aku 53:37 enggak sependapat sama mereka seperti 53:39 itu. Ketika 53:41 ada yang ingin menentang 53:43 mereka selalu menjawab, Dosen selalu 53:45 menjawab, "Ini bukan waktunya untuk kita 53:47 berdebat." 53:48 Seperti itu. Berarti mempelajari Bible, 53:51 Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, 53:52 kitab-kitab suci. Berarti tadi sempat 53:54 disebutkan mempelajari juga Yahudi Iya. 53:57 Heeh. 53:58 Eh, apa lagi pelajaran yang di Eh, Hindu 54:00 juga. 54:00 Hindu juga. 54:01 Nanti agama Buddha juga, gitu. Agama 54:04 Kristen di Indonesia kalau sekarang 54:05 masih masuk ke agama Kristennya, 54:07 Protestan, Katolik. Dan aku juga kan ada 54:10 kegiatan belajar di luar juga selain di 54:12 kampus, belajar Kristologi juga. Heeh. 54:15 Terus eh, nanti kalau di semester 5 54:17 sudah lebih eh, lebih banyak lagi 54:19 agama-agama yang akan dipelajari, gitu. 54:21 Heeh. Kalau di semester 4 ini baru agama 54:24 Hindu, Yahudi, Kristen. 54:27 Mungkin itu saja. Heeh. 54:28 Iya, luar biasa maksudnya eh, 54:31 ketika seorang mualaf 54:33 Heeh. 54:33 eh, sudah firm dengan agama Islam, 54:36 kemudian 54:37 mengambil jurusan eh, eh, apa studi 54:40 yaitu mempelajari agama-agama. Jadi 54:42 tetap jadi kayak seperti 54:43 berkesinambungan, gitu ya, psikolog. 54:45 Makanya tadi saya doakan mudah-mudahan 54:47 dengan ilmu yang sudah didapatkan bisa 54:49 seperti Dr. Zakir Naik. Amin. Kalau oh, 54:51 berarti 54:52 mengetahui tentang keberadaan 54:53 beliau-beliau ya. Bagaimana secara 54:55 gamblang, secara fasih, secara eh, 54:58 apa logis 55:00 Heeh. menjawab semua pertanyaan dari 55:01 berbagai kalangan agama dengan apa 55:05 kitab-kitab yang memang dipelajari oleh 55:06 beliau. Iya, betul. Tapi ada banyak 55:08 sekali yang kutemui teman-temanku eh, 55:11 atau Dosen juga ada yang kontra juga 55:14 sama Dr. Dr. Zakir Naik pastinya seperti 55:17 itu. Pasti. Pasti ada saja 55:18 kesalahan-kesalahannya. Padahal sebelum 55:20 aku masuk Islam aku juga sudah nonton 55:22 video-videonya Dr. Zakir Naik menurutku 55:24 itu sudah sesuatu hal yang logis tuh 55:26 yang dikatakan oleh eh, Dr. Zakir Naik 55:29 tersebut. Dan itu merupakan apa ya, 55:31 seperti eh, kita mendapatkan insight 55:33 lain ya, karena Dr. Zakir Naik 55:35 menjelaskan sebenarnya ada latar 55:36 belakang dari eh pernyataan Anda. Dan 55:40 dia menyebutkan ayat-ayat dalam kitab 55:41 suci Hindu misalnya, kitab suci Buddha. 55:43 Jadi 55:44 eh seharusnya itu 55:46 ya bingung juga kenapa jadi kritikan. Ya 55:47 mungkin tersinggung ya kali ya. Iya, 55:49 karena mungkin ada juga guru aku ketika 55:52 di SMK gitu enggak mempercayai Dr. Zakir 55:55 Naik. Bahwasanya maksudnya Dr. Zakir 55:57 Naik itu hafal sama kitab-kitab semua 55:59 agama, termasuk agama Buddha. 56:01 Buddha. Mereka eh guruku bilang kalau 56:03 seandainya iya sampai bisa menghafal 56:07 rak-serak-raknya 56:08 Tripitaka, saya bakal guling-guling di 56:10 depannya di depan Dr. Zakir Naik. 56:13 Heeh, tapi nyatanya memang dia hafal 56:14 kok. Mmm, bisa berapa banyak kitab suci 56:17 yang tadi Tripitaka itu? 56:18 Heeh, banyak banget. 56:20 Banyak banget. Walaupun ada ada 56:21 pembagiannya di setiap itu kan ada 56:24 ada Sutapitaka 56:25 eh ada Winayapitaka sama 56:28 Abhidhammapitaka. Jadi setiap Sutapitaka 56:30 itu kumpulan-kumpulan doa, mantra. 56:33 Winayapitaka itu eh 56:35 apa ya, peraturan-peraturan bagi para 56:37 upasaka, upasika, bhikkhu, bhikkhuni. 56:40 Terus kalau Abhidhamma itu ke lebih ke 56:41 filsafatnya aja gitu. 56:44 Gitu. Jadi dari bagian-bagian tersebut 56:46 dari Sutapitaka bercabang lagi. Nanti 56:48 dari ini bercabang lagi gitu. Jadi 56:49 banyak. 56:51 Eh serak-serak gitu. Makanya diragukan 56:53 apakah Dr. Zakir Naik betul-betul hafal 56:55 atau tidak. Belum lagi tadi sempat 56:57 disinggung bahwa sebenarnya Buddha itu 56:59 ada dua. 57:01 Bisa dibilang dua aliran atau dua jenis. 57:03 Dari tadi ada yang eh benar-benar eh 57:06 yang dianut oleh Bernie dulu. Dulu 57:09 Buddha apa tadi? Tadi aku eh mengatakan 57:11 bahwasanya aku dulu memeluk agama Buddha 57:14 Theravada. Theravada. Ada juga Buddha 57:17 Yang Mahayana juga ada. Sekarang juga 57:19 banyak sekali sih aliran-aliran yang 57:21 muncul. Belum lama juga di sini juga ada 57:24 eh aliran yang wihara dengan aliran yang 57:26 berbeda seperti itu. Ada ada banyak. 57:29 Tapi kalau aku dulu eh Theravada pure, 57:31 jadi aku enggak sembahyang ke dewa-dewa 57:34 gitu. Aku cuma mengenal karma baik sama 57:36 karma buruk aja gitu. Jadi bagaimana 57:39 karma baik, karma buruk? Jadi kita tidak 57:41 boleh melakukan sesuatu yang buruk 57:42 karena itu akan berbalik berbalik ke 57:44 kita dan kita harus melakukan karma baik 57:45 karena itu akan juga balik ke kita. Iya, 57:48 karena kan di agama Buddha ini kan 57:50 mengenal konsep reinkarnasi. Ketika kita 57:53 mengetahui apa yang kita lakukan itu 57:56 adalah karma baik, insya Allah 57:59 nanti katanya bakal 58:03 bereinkarnasi itu menjadi hal suatu hal 58:05 yang baik seperti halnya kalau 58:08 kita sekarang baik ya bisa jadi kita 58:10 bisa terlahir lagi di alam manusia 58:12 karena alam manusia ini juga yang sangat 58:15 susah sekali untuk mendapatkannya ketika 58:17 kita meninggal gitu. Jadi ketika 58:20 meninggal di agama Buddha itu langsung 58:22 reinkarnasi di alam-alam selanjutnya 58:24 gitu. Ada alam peta, alam setan, alam 58:27 neraka, binatang. Jadi ketika kita 58:30 sebagai manusia, kita melakukan karma 58:32 buruk, bisa saja kita terlahir di alam 58:35 yang binatang, setan, 58:37 jin yang besar, iblis maksudnya gitu. 58:40 Terus ada juga alam dewa-dewa yang 58:41 paling tinggi gitu. Ada. 58:43 Nanti sebelum kita mencapai penerangan 58:46 sempurna, kita bakal terus berputar 58:48 terus di roda kehidupan tersebut. Kita 58:50 bisa masuk yang tadi ke alam manusia, ke 58:52 neraka, bisa ke alam dewa sebelum kita 58:55 mencapai nirwana gitu. Nirwana itu 58:58 surga? Bukan. Nirwana itu enggak bisa 59:01 dikatakan surga. Nirwana juga enggak 59:03 bisa dikatakan nirwana itu di mana. 59:05 Pokoknya nirwana itu adalah kebahagiaan 59:07 sejati yang udah enggak ada di 59:08 mana-mana. Ada guruku di agama Buddha 59:11 yang mengatakan Buddha itu di mana? 59:12 Dikatakan di mana? Buddha itu udah 59:14 enggak enggak ada di mana-mana. Udah 59:16 enggak enggak ada di mana-mana pokoknya 59:18 karena udah mencapai nirwana, udah 59:19 mencapai kebahagiaan sejati. Itu bukan 59:21 aku loh yang ngomong. Nanti kalau ada 59:22 yang hujat, jangan hujat aku. Aku yang 59:24 dihujat. Heeh. Karena 59:27 beliau yang mengatakan langsung 59:28 bahwasanya Buddha itu Buddha tidak ada. 59:30 Buddha ada di mana-mana pokoknya karena 59:31 mereka sudah menyam, sudah tercapai 59:35 kebahagiaan sejati tersebut yaitu 59:36 nirwana begitu. Mungkin oleh sebab itu 59:39 ketika penganut Buddha berdoa pun butuh 59:42 perantara sehingga Sidharta Gautama 59:43 perannya berjalan di situ. Iya karena 59:46 kan salah satu tujuannya yaitu untuk 59:48 menghormati beliau atas jasa-jasa yang 59:50 beliau lakukan semasa hidupnya yaitu 59:54 menyebarkan agama Buddha tersebut kan 59:56 tapi mereka juga enggak mau mengatakan 59:58 bahwasanya Sidharta Gautama itu Tuhan 1:00:01 enggak mau karena Sidharta Gautama itu 1:00:03 bukan Tuhan melainkan guru saja begitu 1:00:05 untuk menghormati jasa-jasa beliau 1:00:07 dibuatkanlah sebuah patung 1:00:10 Sidharta Gautama untuk menghormati 1:00:12 jasa-jasanya seperti itu. Nah itu 1:00:15 mantra yang ada di kitab-kitab ini dalam 1:00:17 bahasa apa? Dalam bahasa Pali. Pali itu? 1:00:21 Bahasa India zaman dulu 1:00:24 dan sekarang mungkin enggak enggak 1:00:25 digunakan ya bahasa Pali tersebut tapi 1:00:27 masih digunakan dalam kitab suci agama 1:00:29 Buddha bahasa Pali tapi ini Beri paham 1:00:32 bahasa Pali? Mungkin kalau untuk baca 1:00:35 paritta aku bisa membaca tapi aku enggak 1:00:37 ngerti artinya karena kan di paritta itu 1:00:40 kan ada artinya juga jadi kita enggak 1:00:43 perlu 1:00:44 eh 1:00:44 Kalau aku dulu enggak belajar juga 1:00:46 karena di bawahnya sudah ada 1:00:47 arti-artinya begitu. 1:00:50 Tapi ketika kita ke Thailand 1:00:52 Theravada nya kitabnya itu enggak bahasa 1:00:54 Pali bahasa Thailand. 1:00:56 Oh. 1:00:58 Makanya aku juga kagum sama Islam 1:00:59 bahwasanya kalau seandainya mau di mana 1:01:01 pun kita gerakan salatnya sama bacaan 1:01:03 kitabnya juga sama 1:01:05 Iya. Kalau kita ke Thailand 1:01:07 Beda lagi. 1:01:08 beda lagi bahasa nya begitu. Kalau di 1:01:10 China juga beda lagi bahasa nya pakai 1:01:12 bahasa Mandarin. Iya makanya dari itu 1:01:14 ketika 1:01:15 ajaran berpuasa pun tidak seperti kita 1:01:17 muslim yang saat bulan Ramadhan semua 1:01:19 berpuasa tapi kalau di dalam Buddha 1:01:22 berpuasa tapi sesuai dengan kebijakan 1:01:24 liburan sekolah. Iya kalau itu kalau 1:01:27 seandainya ingin mengikuti Pa Bajak ya, 1:01:29 kalau mengikuti Pa Bajak kan otomatis 1:01:31 kita juga kan puasa, puasa mengikuti 1:01:33 delapan sila. Jadi kalau makan dari jam 1:01:36 06.00 sarapan sampai jam 11.00 kita 1:01:38 makan siang sampai jam 12.00 lah ya 1:01:40 gitu. Nah, setelah itu kita sudah enggak 1:01:42 boleh makan lagi tapi kita minum air 1:01:44 atau minum teh manis itu boleh. Untuk 1:01:46 minuman-minuman kaleng itu sudah enggak 1:01:49 dibolehkan kembali. Oh iya. Tapi kalau 1:01:50 seandainya untuk kita mau Attha Sila Ni 1:01:53 di hari Minggu atau di hari Senin itu 1:01:54 juga boleh kok. Kalau enggak salah ada 1:01:56 bulan-bulannya juga deh. Kalau Jadi itu 1:01:58 jadi itu kan tadi Mbak Erni bilang puasa 1:02:00 untuk Pa Bajak. Untuk penganut Buddha 1:02:02 yang 1:02:03 mengikuti pelatihan he eh tapi kalau 1:02:05 seandainya enggak mengikuti pelatihan 1:02:07 mereka mau menjalankan Attha Sila Ni, 1:02:10 puasa di rumah itu bisa. Bisa juga. Hmm. 1:02:13 Tapi jadi 1:02:14 dengan waktu yang ditentukan oleh 1:02:15 masing-masing rumah? Enggak harus 1:02:17 mengikuti sesuai. Si dari ketua wihara 1:02:20 terdekat. 1:02:21 eh 1:02:21 mengikuti para 1:02:23 dari Bhantenya atau 1:02:25 He eh. 1:02:26 Masya Allah nampaknya sudah luas juga 1:02:29 informasi tentang agama Buddha, proses 1:02:33 perpindahan 1:02:34 dari agama yang lama ke agama Islam dari 1:02:38 seorang Mbak Erni. Dan masya Allah 1:02:41 detail malah cenderung kita tahu secara 1:02:45 teknis gitu ya dan menjadi pengetahuan 1:02:48 baru untuk kita dan mudah-mudahan ini 1:02:50 menjadi dan meningkatkan empati kita 1:02:52 sebagai muslim dan menyikapi 1:02:55 saudara-saudara kita yang non muslim. 1:02:57 Mungkin sebelum saya tutup ada yang 1:02:59 ingin disampaikan kepada para pendengar 1:03:00 dan pemirsa Radio Silaturahim. Eh 1:03:02 mungkin kalau seperti 1:03:05 kita belajar, kita belajar itu 1:03:08 secara enggak langsung kita itu punya 1:03:10 guru 1:03:11 mau dari artikel, mau dari YouTube kan 1:03:14 itu pasti ada tutornya kan. Nah, dari 1:03:16 situ 1:03:18 eh secara enggak langsung kita belajar 1:03:19 dengan guru kita yang mau memberikan 1:03:21 ilmunya, yang ikhlas memberikan ilmunya 1:03:23 disebut guru gitu. Jadi kan eh terus 1:03:27 juga dengan teman-teman yang sudah Islam 1:03:29 dari sejak eh lahir gitu ya, eh jangan 1:03:32 mengatakan bahwasanya sebenarnya Tuhan 1:03:33 itu satu cuma berbeda aja caranya enggak 1:03:36 enggak enggak seperti itu karena ke 1:03:38 analoginya seperti ini ketika kita pergi 1:03:40 ke Magelang dengan satu rute yang sama 1:03:43 yang akan sampai ke Magelang insyaallah 1:03:44 kita akan sampai ke Magelang, tapi 1:03:46 ketika kita mencari rute yang lain 1:03:48 sesuai dengan keinginan kita apakah kita 1:03:50 akan sampai ke Magelang tersebut? 1:03:51 Bukankah dengan waktu yang lama untuk eh 1:03:54 kita akan sampai ke Magelang tersebut? 1:03:56 Bahkan bisa jadi kita akan tersesat di 1:03:58 jalan tersebut dan kita enggak akan 1:04:00 menemukan 1:04:01 enggak akan sampai-sampai kepada Tuhan 1:04:03 yang eh sebenarnya yang mana gitu. Jadi 1:04:05 sebenarnya Tuhan itu satu 1:04:07 bukan berbe eh bukan sama 1:04:09 Bukan sama. bukan enggak sama dengan 1:04:11 agama-agama yang lain kayak gitu. Jadi 1:04:14 mereka juga enggak tahu mereka menyebut 1:04:17 dengan Tuhan tapi mereka bingung siapa 1:04:19 sebenarnya Tuhan yang ada di dalam agama 1:04:21 mereka gitu. Bagaimana mereka 1:04:23 menempatkan posisi Tuhan di dalam agama 1:04:26 mereka sedangkan mereka saja masih 1:04:28 banyak menyembah-menyembah 1:04:30 selain Tuhan, masa Tuhannya di banyakin? 1:04:34 Maksudnya Tuhannya masa disamakan 1:04:36 posisinya dengan yang makhluk hidup 1:04:38 sebenarnya seperti itu. He eh gitu. 1:04:41 Masyaallah, terima kasih Mbak Erni. 1:04:43 Sama-sama, terima kasih juga Mas 1:04:45 bagi kami-kami ini yang sudah memeluk 1:04:47 Islam dari 1:04:47 lahir 1:04:48 He eh. dan terima kasih atas 1:04:50 hidangannya, rasa sekali yang memiliki 1:04:52 rumahnya bahagia 1:04:54 auranya terasa dan kami doakan 1:04:57 mudah-mudahan rahmat Allah, keberkahan 1:05:00 Allah tercurah untuk Mbak Erni, suami 1:05:02 dan keluarga kecilnya diberikan Allah 1:05:03 kelancaran dalam studinya dan 1:05:06 cita-citanya mudah-mudahan kita bertemu 1:05:08 kembali dalam nikmat Islam dan iman 1:05:12 insyaallah. 1:05:13 Ikhwan dan Ikhwan dan Akhwat, 1:05:14 demikianlah perjumpaan kita Ramadan 1:05:16 bersama tokoh. Saya Caroline didampingi 1:05:19 Agus, juga ada Neja yang kali ini hadir 1:05:22 di Tangerang. Mudah-mudahan kita makin 1:05:25 meninggikan dan makin meningkatkan 1:05:27 kualitas keimanan kita dengan setelah 1:05:30 mendengarkan 1:05:31 acara Rahasia Ramadan bersama tokoh pada 1:05:34 kali ini. Mohon maaf apabila ada 1:05:36 kesalahan dalam pengucapan, juga ada 1:05:38 kata-kata yang menyinggung tanpa kami 1:05:40 sengaja. Mudah-mudahan Ikhwan dan Akhwat 1:05:42 dapat membuka lapang hati dadanya 1:05:44 lebar-lebar membukakan pintu maaf untuk 1:05:46 kami semua. Saya Caroline undur diri. 1:05:48 Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an 1:05:50 la ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu 1:05:52 ilaih. Wabillahi taufiq walhidayah, 1:05:53 wassalamualaikum warahmatullahi 1:05:55 wabarakatuh.