Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Musik]
- Radio silaturahim dan juga rasil visual
- untuk Islam yang satu. Ak, terima kasih
- masih menyimak siaran kami di malam hari
- ini dalam program acara tausiah malam
- bersama Ustaz Ahmad Sanusi masih dalam
- kajian kitab Fathul Bari kitab tafsir
- Al-Qurtubi yang malam hari ini kita
- melanjutkan Quran surah Hud ayat 109 dan
- selesai ya Quran surah Hud-nya sampai 12
- ke3 dan sekarang kita akan bacakan SMS
- dari Afad yang sudah masuk.
- Ada empat SMS nih, Pak Ustaz yang akan
- kita baca. Baik, boleh satu-satu, Pak
- Ustaz, ya. Boleh bareng jugaah. Yah.
- Baik. Yang pertama dari Bapak Ramli.
- Asalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz,
- terkait Quran surah Hud ayat 113.
- Hud. Heeh. 113. Dan hubungannya dengan
- Quran surah Annaml ayat 48. Annam ayat
- 48. 48. Apakah orang laki-laki dalam
- ayat tersebut
- identik dengan sembilan
- hakim yang melegalkan aliran kepercayaan
- sebagai agama dalam KTP atau adanya
- sembilan naga dalam dunia ekonomi kita?
- Mohon pencerahannya, Pak Ustaz. Kita
- jawab dulu ya. Ya. Iya.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- fil
- madinati yusiduna fil yuslihun wa anaml
- surah yang ke-27 ayat
- 48 sampai 52 di sebelah kanan ya kalau
- posisi halamannya 381 ini kalau Quran
- kami wakana dan ada betul-betul ada
- terjadi dan sejarah itu pasti berulang
- kalau di zaman Nabi terjadi pasti akan
- terjadi.
- Ada fil Madinah, yaitu di Madinah
- tisurahin. Padahal di Madinah ibaratkan
- kalau Quran masih ada, wahyu masih ada,
- nabi masih ada. Masih ada orang yang
- seperti itu. Apalagi
- sekarang angka itu bisa angka 9. Betul
- atau itu menunjukkan bahwa ada dan
- banyak orang yang seperti itu. Ee oknum
- pejabat yang seperti itu. Tisatu rahtin.
- Jadi rahtin itu diud di situ ashas
- minarasa. Ada sembilan orang yufsiduna
- fil ard kerjanya itu merusak di bumi
- wala yuslihun dan tidak pernah membuat
- perbaikan dia. Sehingga apa benar itu
- termasuk orang yang melegalkan aliran
- kepercayaan? Mungkin saja itu mestinya
- segera direvisi atau bagaimana? Karena
- itu mesti dia konsultasilah dengan MUI,
- dengan pondok-pondok pesantren, dengan
- ormas segala macam yang ahli agama.
- Kalau yang berhubungan dengan agama
- mestinya jangan
- sombong. Qu taqosamu billah. Lihat ayat
- berikutnya. Mereka semua bersumpah
- dengan pakai nama Allah.
- Lanubayitannahum. Apa maksudnya ini?
- Tahafu billah lanaahum lailan. Di malam
- hari akan aku habisin, akan aku bunuh
- itu nabinya, sahabatnya, ajaran Islamnya
- akan aku hancurkan. Membuat hancur
- berantakan. Wa
- ahlahualii begitu dia mati nabinya mati
- ulamanya mati aku akan punya alibi
- maahid ahli saya gak tahu cuci tangan
- inodun akhirnya makrna makr wahum
- yasurun dia membuat makar membuat
- sejarah melegalkan aliran kepercayaan
- seumur hidup kalau enggak dirubah itu
- menjadi tulisan menjadi saksi sejarah
- dunia akhirat woh memberatkan
- makarna mak wahum
- yurun
- makrihimarahum waquahum ajmain akhirnya
- oleh Allah
- dihancurkan. Nah, kita MUI Departemen
- Agama mestinya bagaimana caranya supaya
- bisa merevisi. Orangnya enggak usah
- terlalu dicaci maki, tinggal visisi
- saja. Mudah-mudahan nanti bisa dengan
- baik dicarikan jalan keluarnya.
- bisa menimpa kita semua kalau tidak
- direvisi. Jadi barangkali sementara
- begitu ada lagi apa? Baik yang kedua ada
- Umi Aisyah. Pak Ustaz Pak Ustaz mohon
- dijelaskan mengolok-olok yang ada dalam
- Quran surah Albaqarah ayat
- 14.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Q inna maakum innama nahnu mustahziun.
- Jadi kalau bertemu dengan orang beriman
- dia bilang beriman. Kalau bertemu
- denganim dengan
- teman-temannya
- jadi inofu ilaihim
- maahum inna maakum. Kami tetap bersama
- kalian. Innama nahnu mustahziun. Kami
- hanya
- mengolok-ngolok. Apa yang dimaksud
- ngolok-ngolok? Ya
- semuanya berbagai cara. Kalau dulu di
- dalam Al-Qur'an dia menyampaikan disuruh
- bilang
- hittatun
- seperti
- wailum. Hendaklah kalian ini berada di
- suatu tempat makan yang halal. rajin
- beribadah. Wadhulul baba sujada. Bahasa
- ringkasnya seperti itu. Ada di Palestina
- sujud ikut agama Islam. Wau hittatun
- nagfirlakum. Memintalah kepada Allah
- agar Allah
- menghancurkan dosa-dosa kami. Nagfir
- lakum. Memaafkan dosa-dosa kami.
- Khatayakum. Kalau kamu rajin istigfar
- maka nagfir. Maka akan memaafkan siapa?
- Kami. Lakum bagi kalian khotayakum
- kepada salah-salah kalian.
- kalian akan dijadikan orang yang muhsin
- kalau bahasa
- kita. Akhirnya apa? Dirubah bukan
- hitotun menjadi hintotun jadi gandum.
- Jadi dia minta jadi apa? Yang dipikirkan
- adalah bukan hith, tapi
- hinth jadi kembali ke hith, akhirnya
- kembali ke hintoh tuh. Itu Al-Qur'an
- surah Albaqarah ayat 58. Itu ada lagi
- dulu kalau yang disampaikan Al-Qur'an
- sesuai dengan kemauannya dia terima.
- Kalau tidak sesuai dengan penceramah
- seperti yang dia kehendaki, dia enggak
- terima. Itu lagu lama itu. Makanya dia
- enggak mau terima malaikat Jibril.
- Karena apa? Karena malaikat Jibril itu
- menyampaikan Al-Qur'an, musuh menurut
- dia. Jadi kalau ada ulama yang menurut
- dia menyampaikan kebenaran, dia enggak
- suka, enggak mungkin diundang
- itu.
- Qulana jibril fnahu
- nazalahillah
- musq
- winillahiuliallahil kafirin. Albaqarah
- mulai dari tadi itu 9798.
- Ada lagi apa? Dia kalau ngomong kasar
- sama Nabi. Makanya Allah menyampaikan
- orang yang beriman jangan niru ucapan
- dia. Dia kasar dan ucapannya penuh
- penghinaan. Ya ayyuhalladzina amanu la
- takulu ro'ina. Jadi omongannya itu
- kasar. Ro'ina itu ucapan orang Yahudi.
- Kalimatu sabbin watanqisin indal yahud.
- Eh si budek. Begitulah. Makanya
- mudah-mudahan ini alhamdulillah kita
- punya gubernur muslim itu tanggung jawab
- kita semua. Kita terus dampingi Pak Anis
- supaya terus mendapatkan keridaan dari
- Allah. Jangan sampai dia kepeleset.
- Kalau dia kepeleset, umat Islam jadi
- tanggung jawab semua. Surah Albaqarah
- ayat 104.
- Wallahuam bissawab. Apalagi? Baik. Ini
- dua yang terakhir, Pak Ustaz digabung,
- ya. Ee dari Bapak Eko Eka di Sukabumi.
- Asalamualaikum, Ustaz. Jika ada
- ustaz-ustaz yang berbeda pendapat,
- bagaimana umat yang awam ini bersikap?
- Apalagi semua merasa benar dengan dalil
- masing-masing. Kemudian yang kedua,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalamus yang dirahmati
- Allah. Apa makna kata jamian dalam ee
- Quran surah Al Imran
- 103?
- Jamian Al-Qur'an Al Imran 103. Ali Imran
- 103.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Watasimu
- bihablillahi jami wala
- tafarroqu. Kita harus berpegang teguh
- dengan
- Al-Qur'an. Sebenarnya kalau banyak
- jemaah itu enggak ada apa-apa. Yang
- penting jangan pernah merasa bahwa
- jemaah kita yang paling benar, yang
- paling sesuai dengan Al-Qur'an dan
- Asunah, yang ikut para sahabat semuanya.
- Kita yakin semua jemaahnya umat Islam
- itu baik dan benar. Sehingga meskipun
- kita berbeda tetap kita insyaallah kita
- rukun bersama-sama. Wala tafarrqu. Yang
- dimaksud tafarruk itu bukan orang yang
- tidak ikut jemah kita. Jadi bagaimanapun
- kita mulai dari sekarang rubahlah
- bagaimana cara memahami dan cara
- menyikapi bagaimanapun kaidahnya yang
- harus diingat itu Al-Qur'an surah
- An-Nisa ayat 114 surah yang keempat itu
- di halaman 97 di atas di kanan itu
- azubillahiminasyaitanirrajim
- bismillahirrahmanirrahim la khaira fiir
- min najwhum illa man
- amarodqin au
- maruf islah bainanas jadi apa mulai dari
- sekarang kita anggap bahwa orang yang
- berbeda dengan kita insyaallah baik dan
- benar. Begitu yang penting dia ada
- dalilnya itu. Jadi mulai dari sekarang
- rukunkan. Yakinlah bahwa perbuatan kita
- baik dan benar. Dan kita sampaikan
- kepada pengikut kita bahwa orang yang
- lain juga baik dan benar. Pak, bagaimana
- kalau talfik pindah-pindah mazhab?
- Sebenarnya kalau aslinya kalau pakai
- Quran itu la yukallifulahu nafsan illa
- wusaha. di manapun sesuai dengan e
- kemampuan kita, pendapat siapapun kita
- pakai, kita pindah, enggak ada masalah.
- Itu aslinya. Tapi kalau kita berpatokan
- kepada fikih memang begitu. Orang
- maulid, mohon maaf, orang maulid itu
- saya mendengarkan ceramah waktu kemarin
- itu e tersentuh juga hatinya. Yang
- enggak biasa berdiri ketika baca
- selawat, berdirilah. Ada yang
- berpendapat di situ untuk menghormati
- Nabi kan enggak apa-apa. Itu cuman
- sekedar berdiri juga boleh. untuk
- sepertinya kita ini sedang menghormat
- Nabi juga sebenarnya boleh. Kenapa?
- Karena Nabi itu ketika kita berselawat,
- Nabi itu mendengar. Nabi itu mendengar.
- Yang membuat mendengar itu kan itu sudah
- meninggal. Yang membuat mendengar itu
- Allah Subhanahu wa taala. inun.
- Coba cek tuh Al-Qur'an surah An-Naml
- surah yang ke-27 ayat 82 halaman
- 384 di kanan agak ke atas itu. Jadi Nabi
- itu kalau kita baca selawat orang biasa
- aja dengar apalagi Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Itu hadis
- Bukhari itu layasmau kata sahabat Anas
- innahu lasmau qani alihim.
- Itu hadis Bukhari menurut sahabat Anas
- 1338
- 1374. Fathul Bari juz 3 halaman 264
- sampai
- 265. Bahkan di dalam riwayat yang lain
- dari Qatadah, ahyahumullah. Allah yang
- menghidupkan. Hatta asmaahum quahu.
- Hadis Bukhari
- 3976. Fathul Bari juz 7 halaman 38286.
- Kalau kita hubungkan dengan ayat yang
- lain, wabil ahya wal amwat
- innallahausmi yasya. Jadi Allah yang
- membuat dia mendengar. W an bmi qubur.
- Surah Fatir surah yang ke-35 ayat 22.
- Itu contohnya bagaimana kalau orang ee
- berselisih. Nah, yang terakhir saya ee
- misal contohnya bagaimana? Kalau ada
- orang berselisih, ambil saja kira-kira
- yang mana yang mau begitu. Yang penting
- jangan nyalahin orang. Kan sering orang
- berselisih. Mungkin satu sudah saya lupa
- nih kapan pernah disampaikan. Seperti
- orang berzikir pakai jari-jari. Jadi
- kullu sulama minanas alaihiodqoh. Itu
- sebenarnya kalau kita sulama, sulama itu
- mafsil. Mafsil itu ini loh semua apa
- ini? Engsel-engsel itu mafsil. Jadi
- bukan fokus di sini sebenarnya. Kalau
- ini mafsil, kita lihat ya di dalam
- Al-Qur'an kalau sulama mafsil anmulah.
- Anmolah itu jamaknya anamil. Ini jari.
- Kalau kembali kepada Al-Qur'an kita
- lihat
- azubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Yajaluna
- asobiahum. Asobi ini asobi fianiim. No
- no no. Jadi justru atasnya aja itu
- fianiim tuh min maut wallahit bil
- kafirin. Albaqarah ayat e 19 insyaallah
- itu. Jadi manusia itu menurut sahabat
- Abi Dzar diabadikan di dalam kitab
- Muslim
- itu dia punya engsel 360. Semua
- engsel-engsel kita ini kalau digerakkan
- untuk mendekatkan diri kepada Allah
- itulah sodqah. Jadi tidak khusus ini
- sebenarnya. Jadi mau zikir pakai ini
- juga boleh pakai yang lain karena zikir
- pakai batu seperti di zaman Nabi juga
- tetap bergerak kan. Gerakkan badanmu
- untuk bantu orang untuk ibadah. Itu
- hadis Bukhari
- 2707
- 2891
- 2989. Fathul Bari juz 5 halaman
- 387. Di sebelah kiri agak ke tengah. Di
- situ tidak ada penjelasan. Tidak boleh
- berzikir kalau tidak pakai ini. Enggak
- ada. itu tambahan dari ustaznya. Jadi
- silakan zikir pakai apa saja. Kalau Nabi
- itu karena saking dekatnya batu
- bertasbih. Jangankan batu, ini semua
- kayu bertasbih. Nangis sayang sama Nabi.
- Nabi dekat dengan semuanya. Itu seperti
- yang diabadikan di dalam Al-Qur'an.
- Yusabbihuil yusabbihu lahusamawatu wal
- ardu wihin wa minai illa yusabbihu
- bihamdihq inahuiman.
- Alisra ayat 44. E wana mukjizatu isa
- shallallahu alaihi wasallam iya aluta w
- akmah wal abras
- waqal nabi shallallahu alaihi wasallam.
- Nabi memegang batu batunya bertasbih
- wahanal jid. Demikian juga kayu dia bisa
- merengek bertasbih. Wah ablau.
- Penjelasan seperti ini boleh dicek juga
- di dalam hadis Bukhari. Kalau menurut
- sahabat Jabir 900 ee 18 di Bukhari.
- Kalau yang diriwayatkan oleh sahabat
- Ibnu Umar
- 3.583 atau cek penafsiran yang kami
- sampaikan tadi di dalam tafsir
- Al-Qurtubi juz 14 halaman
- 188. Demikian kurang lebihnya mohon
- maaf. Subhanakallahumma wabihamdik
- nashadu alla ilaha illa anta nastagfir
- wa atubu ilaik. Wasalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah demikianlah
- kajian kita bersama Ustaz Ahmad Sanusi
- di malam hari ini. Semoga apa yang
- disampaikan bermanfaat untuk kita semua
- dapat kita kesankan dalam hati dan kita
- amalkan dalam kehidupan kita
- sehari-hari. Kita ucapkan jazakallah
- khairan terima kasih banyak P Ustaz atas
- ilmu dan kajiannya di malam hari ini.
- Dan insyaallah kita jumpa lagi dengan
- Ustaz Ahmad Sanusi hari Sabtu pagi jam
- .00 dalam kajian kita Fathul Bari. Dan
- juga terima kasih kepada partisipasi
- ikhwan akhwat di malam hari ini. Dan
- mohon maaf bila ada pertanyaan yang
- tidak kami bacakan karena keterbatasan
- waktu. Kami yang bertugas di malam hari
- ini undur diri. Saya Zulfikar, ada Dedi,
- Bang Yusuf, dan Fajar dan teman-teman
- kami yang bertugas di daerah. Mohon maaf
- apabila ada kesalahan dan kekurangan.
- Billah taufik walhidayah.
- Subhanakallahum wabihamdika ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wa atubu il.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]