Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
1:08 Tema yang akan ustaz sampaikan adalah 1:09 mengenai keutamaan Ramadan. Ya, kita 1:13 akan bersama-sama simak dan nanti yang 1:15 ingin bergabung bertanya silakan Anda 1:17 bisa kirimkan pertanyaan Anda melalui 1:20 WhatsApp kami di 0811999720. 1:26 Tad ustaz. 1:29 Asalamualaikum warahmatullahi 1:31 wabarakatuh. 1:33 Mursalin 1:47 bin Haji Abdurahman. Humidullah Irfan 1:50 Marid 1:54 K. Ahmadwani nawi akam 1:58 ulama k muhammadim asari 2:03 muhammadahmadanah 2:12 minal muslimin muslimat wal mukminin 2:15 mukminat 2:16 alfatihahubillahiminasyaitanirjim 2:20 bismillahirrahmanirrahimhamdulillah 2:28 Iaka naudu iaka ihdal mustaqimatina 2:34 anamta alaihim ghairil magdubi 2:36 alaihimadin. 2:39 Amin. 2:41 Bismillahirrahmanirrahim. 2:43 Alhamdulillahi rabbil alamin wasalatu 2:45 wassalamu ala asrofil mursalin sayyidina 2:49 wa maulana Muhammadin wa ala alihi 2:53 wasohbihi ajmain. Amma ba'd. Fa inna 2:56 asqal hadis kitabullah taala wahair hadi 3:00 Muhammadin shallallahu alaihi wasallam. 3:05 Waa mukdatin bidah wa bidatin dolalah 3:10 waalatin finar. Para pendengar Radio 3:14 Silaturahim dan pemirsa Rasil TV 3:17 rahimakumullah. 3:18 Alhamdulillah [berdehem] kembali kita 3:21 panjatkan puji serta syukur ke hadirat 3:25 Allah Subhanahu wa taala yang senantiasa 3:28 melimpah curahkan nikmat karunianya 3:31 kepada kita, terutama nikmat iman dan 3:34 Islam, nikmat sehat walafiat, nikmat 3:38 panjang usia dalam taat, termasuk nikmat 3:42 dipertemukannya kita sore ini dalam 3:44 keadaan sehat walafiat guna menjalani 3:48 kan salah satu perintahnya yang 3:50 diwajibkan atas kita semua yaitu 3:53 menuntut ilmu yang insyaallah pada sore 3:58 ini kita tidak seperti biasanya membahas 4:02 akidah akhlak sehubungan ini memasuki 4:06 bulan Ramadan maka saya akan membahas 4:11 tentang khotbahnya Rasulullah sallallahu 4:14 alaihi wasallam di akhir bulan bulan 4:18 Syakban 4:20 yang isinya adalah menjelaskan tentang 4:24 keutamaan Ramadan. Mudah-mudahan dengan 4:28 dengan kita mendengarkan 4:31 apa yang 4:34 disampaikan oleh Rasulullah sallallahu 4:37 alaihi wasallam ya itu bisa kita ee 4:42 manfaatkan, kita amalkan sebaik-baiknya 4:46 sehingga kita benar-benar akan 4:48 memperoleh ee [berdehem] kebaikan yang 4:51 banyak sesuai dengan yang disampaikan 4:55 Nabi Nabi kita Muhammad sallallahu 4:57 alaihi wasallam. Selawat dan salam 5:00 semoga selalu tercurah atas junjungan 5:02 kita Nabi Muhammad sallallahu alaihi 5:04 wasallam beserta keluarganya, para 5:07 sahabatnya, para pengikut dan pengamal 5:10 sunahnya, [tertawa] 5:12 para pendengar hadiah silaturahim dan 5:14 pemirsa Rasil TV. 5:17 ee 5:20 di akhir Ramadan, di akhir bulan Syawal 5:25 ya, di akhir bulan Syakban seperti 5:28 diriwayatkan 5:30 oleh Salman al-Farisi 5:33 ya, bahwa 5:36 Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah 5:40 berpidato 5:41 atau berkhotbah kepada para sahabat 5:45 sebagai berikut. ikut beliau bersabda, 5:49 "Ya ayyuhannas 5:51 qod adollakum syahrun adzim syahrun 5:55 mubarok." 5:57 Wahai manusia, 6:02 telah datang kepada kalian bulan yang 6:05 agung, bulan yang penuh berkah. 6:09 Ya, bulan yang agung, bulan yang berkah, 6:13 agung atau luar biasa. 6:17 Syahrun fihi lailatun 6:20 khairun min syar. Jadi bulan Ramadan ini 6:23 oleh Nabi disebut sebagai syahrun adzim, 6:27 bulan yang luar biasa. Syahrun mubarak 6:31 bulan yang diberkahi. 6:34 Kenapa 6:35 disebut dengan bulan yang luar biasa? 6:39 Ya, Nabi sallallahu alaihi wasallam 6:41 menyebutkan 6:43 satu, syahrun fihi lailatun khairun min 6:47 alfi syahr. 6:49 Yaitu bulan [berdehem] 6:51 yang di dalamnya ada satu malam yang 6:55 lebih baik dari 1000 bulan. 6:59 Nabi tidak menjelaskan ya satu malam itu 7:05 [berdehem] 7:06 ee malam tanggalnya tanggal berapa atau 7:11 malam apa. Namun beliau menyebutkan 7:15 syahrun fihi di dalam bulan tersebut 7:19 yakni bulan Ramadan ya ada satu malam 7:23 yang lebih baik dari 1000 bulan. Oleh 7:25 sebab itu di sini ulama kemudian berbeda 7:29 pendapat ya. Ada yang mengatakan adalah 7:33 tanggal sekian, tanggal sekian itu sudah 7:36 biasa ya. Bahkan ada juga yang 7:40 mengatakan bahwa ee lailatul qadar itu 7:44 terjadi satu kali tidak mesti di bulan 7:47 Ramadan. Ada. Tapi ada juga yang 7:51 menentukan hanya di bulan Ramadan tapi 7:54 tidak menentukan tanggal berapa. 7:58 Jadi di awal, di pertengahan atau akhir. 8:01 Namun kalau kita lihat 8:04 sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam, 8:07 beliau menganjurkan kepada kita untuk 8:10 mencarinya 8:12 ya di sepertiga yang ee sepertiga yang 8:18 ketiga ya. Jadi tanggal 21, 8:21 23, 25, 27 atau 29. 8:29 Ee yang menarik di sini adalah ya bahwa 8:34 pada ee kalau kita lihat di dalam Sahih 8:37 Bukhari 8:39 itu ada cerita bahwa suatu hari Nabi 8:43 kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam 8:46 itu mau [berdehem] 8:48 ee menginformasikan 8:51 kepada para sahabat tentang Lailatul 8:54 Qadar. 8:56 Namun dijumpai oleh Rasulullah 8:59 ya pada saat itu dua orang yang dua 9:02 orang sahabat yang sedang bertengkar di 9:04 dalam masjid. 9:06 Ya, karena itulah kemudian 9:09 oleh Allah diangkat itu lailatul qadar 9:14 ya. Sehingga tidak bisa diketahui lagi 9:16 gara-gara dua orang ini enggak bisa 9:19 diketahui lagi tanggal berapa lailatul 9:22 qadar. H. [berdehem] Namun kata 9:25 Rasulullah, 9:27 boleh jadi dihilangkannya 9:30 lailatul tanda-tanda lailatul qadar itu 9:34 akan lebih baik buat kalian semua para 9:37 pendengar radia silaturahim. 9:41 Ee setiap bulan Ramadan itu pasti ada 9:46 satu malam yang namanya lailatul qadar. 9:51 Entah tanggal berapa itu sudah pasti 9:53 ada. 9:55 Ya. Nah, dengan demikian karena sudah 9:59 pasti di dalam satu bulan itu ada satu 10:02 malam yang disebut lailatul qadar, maka 10:06 kita semua pasti bertemu dengan malam 10:10 itu. 10:11 Oleh sebab itu, Saudara enggak usah 10:14 nyari lailatul qadar pasti ketemu 10:18 ya. kita pasti ketemu 10:21 setiap tahun tuh kita ketemu lailatul 10:23 qadar ya. Ya, katakan sekarang kalau 10:28 lailatul Qadar itu jatuhnya tanggal 17 10:33 Ramadan. 10:34 Ya, kalau kita tanggal 17 Ramadan itu 10:38 hidup atau selama bulan Ramadan kita 10:41 hidup, kita kan pasti ketemu dengan 10:43 tanggal 17 itu. 10:46 Itu artinya kita pasti ketemu dengan 10:48 lailatul qadar. 10:51 Ya, oleh sebab itu lailatul qadar enggak 10:53 usah dicari, pasti ketemu dengan kita 10:58 ya. Cuma kita tidak tahu tanggalnya 11:01 berapa. 11:02 Dan ini yang kata Nabi boleh jadi itu 11:07 lebih baik ya dengan dihilangkannya. 11:11 Yang dimaksud dihilangkan di sini bukan 11:13 lailatul qadarnya, 11:15 tapi tanda-tanda atau ciri-ciri khusus 11:19 lailatul qadar itu yang dicabut, yang 11:23 dihilangkan oleh Allah Subhanahu wa 11:25 taala sehingga kita tidak bisa 11:28 mengetahuinya lagi. Bukan berarti 11:31 lailatul qadarnya hilang. Tidak ya. 11:34 Malam lailatul qadarnya terus setiap 11:37 tahun ada. Cuma ciri-ciri khususnya saja 11:41 yang dihilangkan. 11:43 Ya. Nah, hal ini kata Nabi boleh jadi 11:46 itu lebih baik buat kita. Karena memang 11:49 benar jamaah rahimahullah, banyak 11:51 hal-hal yang dirahasiakan oleh Allah ya. 11:56 Yang tujuannya apa? Tujuannya supa untuk 11:59 kebaikan kita semua 12:02 ya. 12:04 di antaranya adalah ya ini ee lailatul 12:09 qadar itu oleh Allah dirahasiakan 12:12 tanggal berapa? 12:16 Ini jelaslah untuk kebaikan kita semua. 12:20 Kita tahu satu malam itu kalau kita 12:23 beribadah lebih baik dari ibadah 1000 12:27 bulan. Ya, lebih baik dari ibadah 1000 12:30 bulan. Seandainya kita mengetahui 12:35 malam lailatul qadar itu jatuhnya kapan, 12:39 terjadinya kapan, di tahun 200026 12:43 ini ya. Jangan-jangan kita ini 12:48 ibadahnya hanya di tanggal itu saja 12:52 ya, dari pagi dari apa namanya pokoknya 12:56 dari terbenam matahari sampai subuh 12:59 ya. kita enggak ke mana-mana. Ibadah 13:02 terus supaya lebih baik dari 1000 bulan. 13:07 Begitu malam-malam lainnya 13:10 ah udah apa namanya sudah lain lagi. 13:14 Bisa jadi seperti itu rahim Allah. Tapi 13:18 dengan dihilangkannya 13:20 tanda-tanda lailatul qadar. Kita tidak 13:23 tahu lailatul qadar itu kapan. Maka 13:26 akhirnya tiap malam kita beribadah. 13:30 dengan penuh semangat ya, dengan harapan 13:35 ya kalau kita mengisi setiap malam itu 13:39 dengan ibadah pasti di lailatul qadar 13:43 itu kita mengisinya dengan ibadah bukan 13:47 dengan perbuatan maksiat. 13:51 Kita juga dirahasiakan oleh Allah 13:53 tentang kematian. Kapan kita akan mati? 13:58 Ya, tidak diberitahu. 14:00 Seandainya orang itu diberitahu kapan 14:03 matinya, bulan apa, tanggal berapa, jam 14:07 berapa misalnya diberitahu hidup manusia 14:10 sudah enggak ada yang karuan-karuan 14:12 nantinya. Enggak beres semua manusia 14:14 hidupnya. 14:16 Kalau Ahmad Jazuli oleh Allah ditetapkan 14:19 umurnya 65 tahun dan saya sendiri tahu 14:23 itu sebelum umur 65 tahun. Wah, sudah 14:27 berbuat gila-gilaan 14:30 ya. Ee toh enggak bakalan mati gitu, 14:34 enggak bakalan mati. Ini masih lama 14:37 matinya nanti menjelang umur 65 baru 14:42 taubatan nasuha. Enggak karu-karuanlah 14:44 hidup manusia ini. Tapi oleh Allah 14:48 dirahasiakan kematian seseorang supaya 14:51 apa? supaya setiap saat dia sudah apa 14:56 namanya? Sudah bersiap-siap 14:59 seandainya kematian itu datang secara 15:02 tiba-tiba 15:04 sehingga perbuatannya jadinya baik, 15:07 teratur 15:08 ya dan masih banyak lagi yang 15:11 dirahasiakan oleh Allah Subhanahu wa 15:13 taala. 15:15 Para jemaah rahimakumullah. Nah, ada 15:18 lagi yang menarik ya ini tentang 15:23 ungkapan seorang ulama ya, termasuk 15:27 beliau ini adalah gurunya Syekh Abdul 15:29 Qadir Jailani yaitu Syekh Abdul Qasim 15:33 Junaidi Albaghdadi. 15:35 Beliau mengatakan begini, 15:38 "Bagi kalian lailatul qadar itu seatu 15:43 kali dalam satu tahun. 15:46 Kalau bagi kami kata beliau tiap malam 15:50 itu lailatul qadar. 15:53 Kalimat ini adalah kalimat nyeleneh. 15:56 Saya sering katakan kepada jemaah saya 15:59 begini. 16:00 Apabila seseorang melakukan kebaikan, ya 16:06 melakukan kebaikan, maka jangan melihat 16:11 siapa yang melakukannya. Tapi yang 16:14 dilihat adalah 16:16 yang dilakukannya. 16:18 Ya, ini inilah ungkapan dari Sayidina 16:22 Ali kan. Undur maqola wala tandur 16:24 manqola. Lihatlah oleh kamu apa yang 16:29 diucapkannya atau perkataannya. Jangan 16:32 melihat yang mengatakan kalau yang 16:35 diucapkan itu adalah kebaikan. 16:38 Kalau yang dilakukan itu kebaikan. ini 16:41 enggak berlaku kalau memang yang 16:43 diucapkan itu tidak baik. 16:48 Jadi kalau masalah kebaikan enggak usah 16:50 ngelihat siapa yang melakukannya. Kalau 16:52 itu kebaikan, lakukan kita ikuti. 16:57 Tapi kalau keburukan 17:00 ya kemungkaran 17:02 sepintas nih kayaknya enggak benar 17:04 kalimat ini, ucapan ini enggak benar, 17:08 perbuatan itu tidak baik. Nah, yang kita 17:11 harus perhatikan bukan 17:14 ee perbuatannya, tapi siapa yang 17:17 melakukan. Boleh jadi satu perbuatan 17:20 dilakukan oleh A itu buruk, itu 17:24 kemungkaran. Tapi kalau yang 17:26 melakukannya B itu belum tentu berupa ee 17:31 apa namanya? Mungkar itu belum tentu. 17:35 Hm. 17:39 Ya, 17:40 kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam, 17:43 "Wahai Rasulullah, kalau lagi puasa 17:47 ya, lagi puasa mencium istri boleh 17:50 enggak?" Kata Rasulullah, "Boleh." 17:54 Ya, orang itu yang melakukannya lah. 17:58 Lalu enggak enggak kemudian ada lagi 18:00 yang bertanya yang sama, "Rasulullah 18:03 lagi puasa nyum istri boleh enggak?" 18:05 Kata Rasulullah, "Enggak boleh." 18:08 Nah, padahal kan perbuatannya sama. 18:11 Kenapa? Ketika yang pertama 18:13 diperbolehkan oleh Nabi, yang keduanya 18:16 tidak diperbolehkan. 18:19 Hmm. 18:20 Ya. Jadi, di sini yang dilihat adalah 18:22 bukan perbuatannya, yang dilihat siapa 18:25 nanti yang melakukannya. Ni siapa yang 18:28 bertanya? 18:30 Nah, nah ulama itu ketika melihat ee 18:34 jawaban Nabi sallallahu alaihi wasallam 18:36 seperti ini, maka menggelitik pikiran 18:40 mereka. Kenapa Nabi ini kok memberi 18:44 jawaban berbeda kepada ee 18:48 pertanyaan yang diajukan oleh dua orang 18:51 ini? Yang pertanyaan itu sama 18:55 diteliti oleh Nabi, oleh para ulama. 18:59 Ternyata akhirnya mereka temukan 19:01 jawabannya. Oh, pantes yang bertanya 19:06 pertama itu adalah kakek-kakek. 19:10 Ya, orang yang sudah lanjut usia. 19:13 Taruhlah umur 80 tahun, istrinya 75 19:16 tahun 19:18 ya. Lagi puasa dia mencium istrinya 19:21 boleh enggak? Boleh. Enggak apa-apa. 19:23 Kenapa? Karena enggak mungkin orang 19:26 seusai itu 19:28 ya walaupun mungkin ya jarang sekalilah 19:34 dasarnya karena syahwat 19:37 sudah enggak ada syahwatnya sudah. 19:41 Tapi yang nanya kedua, nah itu masih 19:44 muda yang nanya. 19:46 Maka kalau dia mencium boleh jadi 19:49 dorongannya adalah karena syahwat, 19:51 karena nafsu. Makanya oleh Nabi dijawab 19:54 enggak boleh. 19:56 Nah. Nah, kemudian dari sini buatlah 20:01 kesimpulan. 20:03 Nah, 20:04 nanti membuat kesimpulan itu orang ini 20:07 bisa jadi kesimpulannya benar, bisa jadi 20:10 juga kesimpulannya salah. 20:13 Ya, tergantung orangnya berilmu apa 20:15 tidak. 20:17 Ya, ketika sampai saya bahas masalah 20:20 ini, lalu tanyakan kepada 20:23 jemaah, kepada murid-murid saya, 20:27 apa kesimpulannya? 20:29 Oh, jadi kesimpulannya begini. katanya 20:32 kalau apa namanya yang berpuasa itu 20:36 orang tua 20:38 ya kakek kakek dia boleh mencium 20:42 istrinya tapi kalau mereka itu muda 20:45 enggak boleh lah ini kesimpulan yang 20:47 keliru 20:49 bukan begitu ya membuat kesimpulan 20:53 kenapa si kakek-kakek ini diizinkan itu 20:57 ya bukan karena kakek-kakeknya 21:00 Ya, begitu. A kenapa tidak diizinkan 21:03 yang muda? Bukan karena mudanya, tapi 21:06 masalahnya adalah karena masalah 21:09 syahwat, masalah nafsu 21:13 gitu ya. Jadi kalau biarpun kakek-kakek 21:18 kalau memang menciumnya itu karena dasar 21:21 nafsu, dasar sawah, enggak boleh. 21:25 anaknya masih muda mencium istrinya lagi 21:27 puasa bukan karena nafsu 21:31 ya bukan karena sawah bagaimana ya 21:33 enggak apa-apa boleh jadi bukan karena 21:36 tua atau mudanya cuma umumnya kalau yang 21:41 tua ya ya udah enggak ada lagi 21:45 syahwatnya umumnya yang masih ada glora 21:49 apa namanya syahwat itu adalah yang 21:51 masih muda. Oh, demikian 21:55 jemaah jemaah rahimakumullah. 22:00 ketika sal ketika ee sahabat Hamzah 22:05 sahabat maaf Bilal 22:08 sahabat Bilal setelah wafatnya 22:10 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 22:13 beliau minta izin kepada Abu sahabat Abu 22:16 Bakar ya mau ikut berjihad bersama 22:19 dengan sahabat lain karena beliau sudah 22:22 enggak kuat lagi tinggal di Madinah 22:26 karena semua sudut-sudut di Madinah itu 22:29 mengingatkan beliau kepada Rasulullah 22:32 sehingga di mana pun dia berada sedih 22:35 terus nangis terus karena terbayang 22:38 selalu Rasulullah sallallahu alaihi 22:39 wasallam. Makanya beliau kemudian pergi 22:42 ke Panas Syria. 22:45 Nah, 2 tahun di sana beliau enggak 22:48 pulang-pulang 22:49 ya sampai wafatnya sahabat Abu Bakar 22:53 berganti Khalifah Umar bin Khattab. 22:57 Suatu malam beliau ini ya mimpi ketemu 23:00 dengan Rasulullah 23:03 ya. Jadi oleh Rasulullah ditegur, 23:06 "Kenapa katanya kamu enggak berkunjung 23:08 kepadaku? yang enggak mengunjungi aku. 23:12 Wah, sahabat Bilal ini 23:15 dari Syria itu segera pagi-paginya ya ee 23:21 kalau [berdehem] 23:24 pergi ke apa nam kembali ke Madinah 23:27 hanya satu tujuannya mau menemui 23:30 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 23:31 yang saat itu Rasulullah sudah wafat ya 23:35 berarti kuburnya yang menjadi tujuan 23:38 beliau berangkat sahabat Bilal ke tanah 23:43 berziarah kepada Rasulullah. 23:45 Nah, di sini perlu juga ya bagi 23:49 saudara-saudara 23:50 yang mengharamkan ziarah ya. Ya, 23:54 tolonglah nih sahabat Bilal ini murid 23:57 langsung, murid kesayangan Rasulullah 24:01 sallallahu alaihi wasallam. Orang yang 24:03 sangat alim beliau ini ziarah ke kubur 24:06 Nabi, menangis di depan Rasulullah 24:09 sallallahu alaihi wasallam. dipeluknya 24:12 kuburan Nabi sallallahu alaihi wasallam 24:15 sambil menangis ya. 24:18 Nah, sahabat Umar melihat fenomena ini. 24:22 Wah, kata sahabat Umar ini bahaya. Ini 24:26 bahaya. Maka beliau membawa cambuk. 24:29 Tujuannya mau mencambuk orang yang 24:32 sedang memeluk kuburan ini. Artinya apa, 24:35 sahabat Umar melihat ini perbuatan 24:38 mungkar ini 24:40 ya. perbuatan mungkar. Bahaya ini orang 24:44 kalau ziarah sampai meluk-meluk kuburan, 24:46 meluk-meluk apa namanya ininya, nisannya 24:51 ya. Nah, ini berbahaya bisa berbahaya. 24:56 Ini adalah bagian dari kemungkaran yang 24:59 harus diberantas. Nah, 25:02 begitu beliau sudah dekat, siap 25:04 mencambuk, dilihat ternyata sahabat 25:07 Bilal. 25:08 Lalu apa yang dilakukan sahabat Umar? 25:11 Enggak jadi sahabat Umar mencambuk. 25:14 Kenapa enggak jadi? Karena sahabat Umar 25:16 tahu, sahabat Bilal enggak mungkin 25:19 melakukan perbuatan syirik. 25:23 Jadi perbuatan itu ketika yang melakukan 25:26 Bilal bukan perbuatan 25:30 buruk, bukan perbuatan mungkar. Tapi 25:33 kalau bukan Bilal ya itu akan dicambuk 25:37 oleh sahabat Umar. Jadi dua ada satu 25:40 perbuatan dilakukan oleh dua orang yang 25:45 ya berbeda orang ini bisa jadi perbuatan 25:50 itu 25:51 kalau oleh si A ini adalah mungkar tapi 25:54 kalau si B yang melakukannya buat bukan 25:57 perbuatan mungkar. 26:00 Nah, demikianlah jama rahimakumullah. 26:02 Syekh Junaidi albaghdadi mengungkapkan 26:08 bahwa bagi kalian lailatul qadar itu 26:11 setahun cuma satu kali. Kalau bagi kami 26:14 lailatul qadar itu setiap malam. 26:18 Ya, nyeleneh ini begini itu nyeleneh. 26:21 Tapi ya kalau kita kemudian memponis 26:25 ini wali enggak beres, kiai enggak beres 26:29 ya. Nah, itu namanya gegabah kita ini 26:34 ya. Gegabah. N saya masih ingat ketika 26:38 ngaji Fathul Muin dulu kelas 1 Aliah ya. 26:43 Dalam kitab Fatul ini dijelaskan enggak 26:46 boleh makmum kepada imam yang umi 26:51 ya. Imam yang umi, imam bacaannya enggak 26:56 bagus, enggak baik. 26:59 Nah, tapi di sana si kiai mengatakan, 27:02 "Tapi kalau yang jadi imamnya itu kiai 27:05 atau ulama, ya enggak usah mufaraqahoh, 27:08 kamu ikut aja." Kenapa? yang namanya 27:12 ulama tahu batasan ya, syarat orang 27:16 membaca yang memenuhi syarat sahnya itu 27:21 ya ee pasti mereka tahu yang namanya 27:24 ulama. Karena itu enggak usah mufaraqah 27:26 katanya gitu. 27:28 Baik para pendengar ee radio silaturahim 27:32 dan pemirsa Rasil TV rahimakumullah. 27:35 Kembali kepada ungkapan beliau ya, Sy 27:38 Junidal Baghdadi nih. Kalau kita tahu 27:45 nanti malam Lailatul Qadar, 27:48 saya yakin ya saya dan saudara-saudara 27:52 semua tidak ada yang mau tidur ya. Kalau 27:56 kita tahu betul ya nanti malam itu 27:59 lailatul qadar ya. Bodoh sekali kita 28:03 kalau sudah tahu lailatul qadar masih 28:05 tidur juga 28:07 ya. Pasti kita akan isi sejak ee habis 28:12 berbuka dengan berbagai ibadah salat, 28:16 baca Quran, sedekah dan lain sebagainya. 28:20 Hatta matlail fajr. 28:23 Nah, 28:25 ibadah ini kan namanya tumben. 28:29 Inilah semangat lailatul qadar, Saudara. 28:33 Ini semangat lailatul qadar. 28:37 Yang tadinya kita enggak pernah ibadah 28:40 sampai pagi, tapi karena lailatul qadar 28:44 akan ibadah sampai pagi. Ini namanya 28:47 semangat lailatul qadar. 28:52 Ya. Dan semangat ini dalam 1 tahun cuma 28:54 satu kali buat kita 28:58 ya. Dan kenapa kita penuh semangat 29:01 ibadah malam itu? Karena kita melihat 29:05 apa yang akan kita terima dari Allah 29:08 Subhanahu wa taala. 29:11 Ya, gitu. 29:15 Jadi apa yang akan kita terima 29:20 dari Allah 29:22 bukan apa yang harus kita persembahkan 29:27 kepada Allah, tapi apa yang akan kita 29:30 terima dari Allah itu yang kita lihat. 29:34 Padahal semangat lailatul qadar itu 29:37 adalah mestinya apa yang bisa kita 29:40 persembahkan 29:42 gitu ya. 29:45 Nah, 29:47 karena di malam-malam lainnya itu tidak 29:50 ada ya yang kita apa namanya harapkan 29:58 dari Allah, 30:00 maka semangat tadi hilang enggak ada. 30:06 Sementara buat orang seperti Syekh Junid 30:09 Al Baghdadi. 30:11 Nah, ini semangat ini tidak dipengaruhi 30:15 oleh lailatul qadar. 30:17 Baik lailatul qadar maupun bukan 30:20 lailatul qadar. Semangat ibadah tadi 30:24 sampai pagi itu yang terjadi 30:29 ya. 30:31 Sehingga kata beliau, "Bagi kalian 30:34 lailatul qadar seumur se setahun satu 30:37 kali. Bagi kami tidak. Bagi kami setiap 30:41 malam. Karena semangat 30:44 lailatul qadar itu 30:47 bukan hanya di lailatul qadar, tapi juga 30:51 di malam-malam lainnya. 30:54 Karena mereka beribadah 30:57 itu bukan ibadahnya pedagang. 31:00 Kita ini beribadah masih ibadahnya 31:04 pedagang melihat balasannya. 31:09 Ya, melihat balasannya. Makanya kalau 31:12 baca ini sekali baca ini nanti pahalanya 31:16 ini 31:18 ya di bulan Rajab kita itu 31:22 sunahnya memperbanyak baca 31:26 ee 31:27 apa namanya istigfar. Rabbigfirli 31:31 waliwalidaiya. Ya rabbfirli wali walidai 31:35 watub ala 31:38 n itu sem lama bulan Rajab dibaca terus 31:43 rutin 31:45 begitu selesai bulan Rajab istigfarnya 31:47 juga selesai 31:50 masuk bulan Syakban 31:53 ya masuk bulan Syakban memperbanyak 31:57 selawat kepada Nabi. Terus perbanyak 32:00 selawat Nabi. Syakbannya lewat, 32:03 selawatnya juga lewat juga. 32:07 Masuk bulan Ramadan kita salat sunah 32:11 20 rakaat ya. 32:15 Ditambah witir bagi yang 20 nih. Bagi 32:18 yang 8 ya delan ditambah witir 3. Rutin 32:24 setiap malam. 32:26 Nanti begitu Ramadan lewat, 20 rakaatnya 32:30 juga lewat lagi. 32:33 Nah, itulah ibadahnya kita kan masih 32:36 seperti itu ya. Baik, para pendengar 32:40 hadiah silaturahim yang dirahmati Allah. 32:43 Itu ungkapan Syekh Junaidi Albaghdadi. 32:48 Saya pernah ketika menerangkan ini juga 32:51 ada yang bertanya kepada saya begini, 32:55 "Pak Ustaz," katanya, 32:57 "Kayaknya Allah itu mengistimewakan 33:00 orang Arab deh." 33:02 Kata saya, "Loh, kenapa Anda ngomong 33:04 begitu? 33:06 Gimana tidak?" Katanya, "Pak Ustaz, 33:09 orang Arab satu kali ibadah di Makkah 33:12 tuh sama dengan di kita 100.000 kali. 33:17 Satu kali ibadah di Madinah 33:20 ya sama dengan di kita 1000 kali." 33:24 Ya, itu kan namanya mengutamakan, 33:26 mengistimewakan orang Arab. 33:29 Maka kata saya ya bisa jadi seperti itu, 33:33 bisa jadi juga 33:36 karena mereka orang dosanya mungkin 33:38 lebih banyak bisa jadi juga. Kalau 33:41 pahalanya enggak digedein nanti enggak 33:44 seimbang dengan dosanya 33:48 ya kan bisa jadi juga seperti itu saking 33:52 sayangnya Allah. 33:54 Tapi yang jelas saya katakan begini. 34:00 Al Imam Ghazali rahimahullah beliau 34:03 mengatakan orang yang fisiknya jauh dari 34:08 Baitullah 34:10 tapi hatinya di depan Baitullah itu jauh 34:14 lebih baik daripada orang yang fisiknya 34:18 di depan Baitullah tapi hatinya jauh 34:20 dari Baitullah 34:24 ya. Karena Allah tidak melihat di mana 34:27 fisik kita, 34:29 sedang apa fisik kita. Yang dilihat oleh 34:32 Allah adalah hati kita. 34:37 Ya, 34:39 bukankah banyak hadis yang menerangkan 34:42 kalau kita melihat 34:44 di televisi, satu siaran di televisi di 34:48 sana ada seorang nenek 34:52 yang mengumpulkan nasi dari tempat 34:55 sampah. Dicucinya sudah dicuci kemudian 34:58 dijemur. Nanti kalau mau makan baru nasi 35:02 itu dihangatkan. 35:04 Ya Allah. kita kemudian melihat kadang 35:07 itu ya nangis 35:10 sakit rasanya hati kita melihat orang 35:13 menderita seperti itu sehingga kemudian 35:16 keluar dari hati kita, "Ya Allah, 35:19 seandainya 35:21 si nenek itu rumahnya dekat dengan rumah 35:24 kami di sini, tiap hari akan saya kirimi 35:28 nasi dia. Ya, pagi sore." Nah, kita yang 35:33 menjerit begitu. 35:35 Walaupun kita enggak pernah ngasih, Pak. 35:38 Maka tiap hari kita mendapatkan pahala 35:41 ngasih-nasi ke si nenek itu pagi dan 35:44 sore. 35:46 Jadi, Allah tidak melihat bagaimana 35:48 fisik kita, tapi yang dilihat oleh Allah 35:51 adalah hati kita. Begitu juga walaupun 35:55 kita jauh dari dari Masjidil Haram, jauh 35:59 dari Masjid Nabawi, kita bisa memperoleh 36:03 pahala salat di Masjid Nabawi dan juga 36:06 pahala salat di Masjidil Haram setiap 36:10 hari. H itu bisa 36:14 ya. Karena sekali lagi, Allah itu tidak 36:17 melihat di mana fisik kita, tapi hati 36:19 kita. 36:22 Tidak berbuat apa-apa, tapi karena 36:25 jeritan hati kita, ya. Kesedihan 36:29 didasarkan karena keprihatinan 36:34 kepada seorang nenek-nenek yang tadi 36:38 itu, maka Allah akan berikan kepada kita 36:42 ini pahala [berdehem] 36:44 ya. Padahal kita tidak berbuat apa-apa. 36:49 Ah inilah syahrun fihi fihi eh syahrun 36:54 fihi lailatun. khairun min alfi syar ya. 37:00 Jadi disebut bulan yang luar biasa 37:03 karena pertama di bulan itu ada satu 37:06 malam yang lebih baik dari 1000 bulan 37:10 ya. Yang tanggalnya kapan wallahualam. 37:14 Tapi insyaallah kalau kita setiap malam 37:18 beribadah 37:19 maka 37:22 kita pasti akan bertemu dengan Lailatul 37:25 Qadar ya. yang kita isi sebagiannya 37:28 dengan ibadah. Walaupun tidak sepenuhnya 37:32 sepenuh malam ibadah, sebagian dari 37:35 lailatul qadar itu kita isi dengan 37:37 ibadah. 37:39 Barangkali ini dulu karena sudah jam 37:41 5.00 lebih ya. Nanti kita akan lanjutkan 37:45 ee keutamaan kedua dan ketiga pada 37:48 pertemuan yang akan datang. 37:50 Mudah-mudahan bermanfaat buat kita 37:53 semua. Wallahuam. 37:56 Baik, telah kita bersama-sama simak 38:00 tausiah sore yang telah disampaikan oleh 38:02 Ustaz Ahmad Zazuli Kholil mengenai 38:06 keutamaan Ramadan dan sudah banyak yang 38:09 bergabung di WhatsApp Rasil. Ustaz, 38:11 langsung kita bacakan saja, Ustaz ya 38:14 yang sudah bergabung di sore hari ini. 38:16 Iya. Ee pertama ini sapaan dari Bapak 38:18 Arwin. Bapak Arwin di Lenteng Agung, 38:22 Jakarta Selatan. Terima kasih Ustaz atas 38:24 tausiah dan nasihatnya. Sedang menyimak 38:27 Ibu Hajah Saidah juga ada Ibu Imani Sani 38:31 Hudaifa yang selalu setia menyimak Rasil 38:32 ada Muhammad Utsman di Bekasi. Ada juga 38:35 Ibu Sundari sedang menyimak Ibu 38:37 Nurhaidah juga ya. Terima kasih Ustaz 38:39 tausiahnya di sore hari ini. [mendengus] 38:41 Selanjutnya sapaan-sapaan yang sudah 38:43 masuk ini sambil ngebuburit katanya ya 38:46 mendengarkan ada Rasil dari Ibu Enji dan 38:49 Ibu Mutia juga ada Bapak Dedek. 38:53 Ada Bapak Sumardi di Jakarta Timur. Ada 38:55 juga Bapak Nuryadi, Ibu Retno Nuke. 38:59 Bapak pertama Mahendra juga sedang 39:00 menyimak. Ibu Sunarsih, Ibu Karim di 39:02 Tebet, Bapak Fajar Sika, Ibu Aider, ada 39:05 juga Ibu Siswa Tripai di Batam dan masih 39:08 banyak lagi. Pertanyaan pertama yang 39:10 masuk, Ustaz, ini ee saya bacakan 39:13 langsung dari Bapak Khairul di Bekasi. 39:16 Asalamualaikum warahmatullahi 39:17 wabarakatuh, Ustaz Ahmad Zuzuli Kholil. 39:20 Ustaz, mohon dijelaskan tentang 39:22 dibolehkannya tidak puasa bagi orang 39:25 yang dalam perjalanan. [mendengus] Itu 39:28 bagaimana aturannya menurut yang 39:30 dicontohkan oleh Rasulullah, batasannya 39:32 dan ketentuannya seperti apa? Karena 39:34 katanya ada banyak perbedaan pendapat di 39:37 antara para ulama tentang ee 39:40 dibolehkannya tidak puasa ini. 39:43 Baik, 39:43 demikian. [berdehem] 39:45 Bismillahirrahmanirrahim. 39:48 [berdehem] 39:51 bagi orang yang bepergian 39:54 ya, maka diperbolehkan 39:57 meninggalkan 39:58 ee puasa diperbolehkan ya. Nah, perginya 40:04 seperti apa? Ingat pertama bahwa ruksah 40:08 kemurahan dari Allah itu hanya berlaku 40:12 bagi mereka, bagi hamba yang tidak 40:16 menentang Allah. 40:19 Bagi yang menentang ya enggaklah enggak 40:21 dikasih kemurahan. Artinya apa? 40:25 Perjalanannya bukan perjalanan maksiat 40:29 gitu ya. Kalau orang perjalanannya atau 40:32 perjalanan maksiat, rusah itu enggak 40:36 diberikan, enggak dibenarkan buat dia 40:38 membatalkan puasa 40:41 karena tujuannya maksiat. Satu. Yang 40:44 kedua adalah perjalanannya 40:50 mencapai batas orang yang boleh 40:54 mengqasar atau menjamak 40:58 gitu ya. 41:00 Ah, mengqasar atau menjamak berapa 41:04 jauhnya? 41:06 Ah, nah ini para ulama beda memang 41:10 berbeda pendapat. Minimallah 84 km 41:16 ya 84 km. 41:20 Maka kalau umpamanya perjalanannya 41:24 mencapai 85 41:27 80 di atas 84 lah, maka itu boleh tidak 41:32 berpuasa 41:34 walaupun kuat gitu. Kalau puasa kuat 41:37 sebenarnya enggak enggak ada masalah ya. 41:41 Ya, pusing enggak atau apa enggak gitu. 41:44 itu diperbolehkan seperti itu. Nah, 41:48 sekarang kalau dekat dari itu enggak 41:50 boleh ya di bawah 80 tadi 84 enggak 41:54 diperbolehkan berbuka gitu ya. Sekarang 41:58 Pak 42:00 kalau umpamanya saya ini dari Jakarta 42:03 pergi ke Bogor naik mobil biasanya kalau 42:06 bau bensin itu saya puyeng. 42:09 Hm. 42:09 Maboklah saya sudah. Nah, jadinya sakit 42:13 masih enggak boleh juga. Iya, tetap 42:16 enggak boleh buka sebagai musafir. 42:21 Ya, tapi Bapak boleh enggak puasa 42:25 sebagai marid? 42:27 Iya. orang yang sakit ya, bukan sebagai 42:31 orang yang sedang bepergian 42:33 tapi boleh enggak berpuasa 42:37 ya dalam kapasitasnya sebagai orang yang 42:41 sedang sakit gitu. 42:44 Sebab kalau orang yang sakit jangankan 42:47 bepergian, enggak bepergian pun kayak 42:49 tinggal di rumah itu boleh dia enggak 42:51 berpuasa 42:53 begitu ya. Ah, penanya. Wallahualam. 42:56 Baik. Semoga terjawab. Selanjutnya dari 42:59 Ibu Amri di Sukabumi. Asalamualaikum 43:02 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 43:04 Waalaikumsalam warahmatullahi 43:06 wabarakatuh. 43:07 Pak Ustaz, doa apa atau amalan apa saja 43:10 untuk menjaga lisan kita dan ee untuk 43:13 supaya puasa kita di 10 hari awal ini 43:16 mendapatkan keridaan Allah dan 43:17 mendapatkan Lailatul Qadar di 43:19 malam-malam terakhir nanti? Demikian 43:22 Ustaz. 43:24 Ee pertama mengenai doa 43:28 itu kalau yang banyak doa bisa diajarkan 43:31 adalah 43:33 mohon maaf dari Allah dan mohon surga 43:36 dan rida. Allahumma innaka afuun 43:40 tuhibbul afa fafu anna. Ya. Kemudian 43:45 Allahumma inni as'aluka ridoka wal 43:48 jannah wazubika minqatika. 43:53 Itu yang banyak kaitannya dengan 43:55 Ramadan. Doa itu adalah istigfar dan 43:58 permohonan maaf. Kalau istigfar mohon 44:00 ampun dan juga mohon maaf. Karena memang 44:04 sayidud doa itu istigfar. 44:06 Tuannya doa itu adalah mohon ampunan. 44:10 Kalau kita sudah diampuni oleh Allah, 44:13 sudah dimaafkan oleh Allah, maka Allah 44:17 tentu jadinya suka kepada kita. Kalau 44:21 Allah suka, jangankan kita minta, enggak 44:24 minta juga akan dikasih. Namanya juga 44:27 [berdehem] sudah suka, ya. Kemudian yang 44:30 keduanya supaya memperoleh nanti 44:33 lailatul qadar. Ya, sekali lagi saya 44:37 katakan, Ibu bahwa kita semua pasti 44:41 ketemu lailatul qadar ya. Pasti ketemu 44:44 lailatul qadar. Jadi kalau ibu misalkan 44:47 pengin la ketemu lailatul qadar di tahun 44:50 ini, bagaimana caranya ya? Atau 44:53 syaratnya? Syaratnya satu, yaitu ibu 44:56 hidup di bulan Ramadan ini. 45:00 Kalau di bulan Ramadan ini ibu hidup 45:02 pasti ketemu Lailatul Qadar. 45:06 Nah, cuma ketemunya ini bisa jadi pas 45:09 ibu lagi tarawih, ibu lagi ibadah atau 45:14 juga lagi shopping misalnya. Bisa jadi. 45:17 Nah, kalau Ibu pas lailatul qadarnya 45:20 lagi belanja ya boleh jadi belanjanya 45:22 lebih baik dari belanja 1000 bulan 45:25 nantinya mungkin begitu ya. Nah, karena 45:28 itu saya sering katakan kalau mau mau 45:31 ini mau belanja-belanja atau mau yang 45:34 ini ya jangan malam hariah ya 45:37 di siang hari aja gitu 45:40 nanti takutnya kalau malam hari pas itu 45:43 lailatul qadar gitu ya 45:46 begitu ya Ibu ya wallahuam. 45:47 Baik. Jadi setiap orang pasti menemukan 45:50 malam Lailatul Qadar Ustaz ya. 45:52 Iya pasti. Pasti ketemu yangu. 45:56 Iya kan? Ada orang yang pakai nanya, 45:58 "Enggak sembarang orang ketemu lailatul 46:00 qadar." Lah ini orang enggak ngerti 46:03 lailatul qadar. Berarti dia sekarang 46:06 kalau lailatul qadar itu jatuhnya 46:08 tanggal 20 misalnya ya. 46:11 Kalau enggak sembarang orang artinya 46:14 belum tentu semua ada orang semua orang 46:16 bisa bertemu tanggal 20 kan begitu 46:19 berarti ya. He 46:21 mana mungkinlah itu. Nah ini. Nah jadi 46:25 bukan lailatul qadarnya yang diangkat 46:28 tapi ciri-ciri tanda-tanda khusus yang 46:32 keluar di malam di lailatul qadar itu 46:35 yang dihilangkan. Bukan malamnya hilang. 46:38 Enggak begitu. Wah. 46:41 Baik. Selanjutnya pertanyaan yang masuk 46:43 dari Bapak Wawan di Bogor. 46:45 Asalamualaikum warahmatullahi 46:46 wabarakatuh, Ustaz. 46:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 46:49 wabarakatuh. 46:50 Ustaz, apakah benar kalau ibadah puasa 46:52 itu ada tingkatannya? Dapatkah kita 46:55 sebagai orang awam mendapatkan pahala 46:57 puasa seperti orang yang tingkat 47:00 keilmuannya tinggi, Pak Ustaz? Demikian. 47:04 Bismillahirrahmanirrahim. 47:07 Ada ungkapan begini ya. 47:11 Eh khairul ee abror syarrul muqorbin 47:17 wahairul muqarin syarrul ee syarul 47:21 muhibbin. Kebaikan orang-orang yang baik 47:25 itu adalah kejahatan orang-orang yang 47:27 dekat dengan Allah. 47:30 Kebaikan orang-orang yang dekat dengan 47:32 Allah itu adalah kejahatan buat 47:34 orang-orang yang pencinta Allah. 47:39 Begini ya. 47:41 Nah, sebenarnya di dunia ini juga banyak 47:45 kok yang begitu. 47:49 Ee Bapak penanya tadi ya, saya ini punya 47:54 anak umur 9 tahun. 47:57 Dari umur dari kecil dia senang melukis. 48:00 Umur 7 tahun anak kita umur 7 tahun 48:03 melukis. 48:05 I 48:05 begitu sudah selesai lukisannya dia 48:07 merasa bangga luar biasa. 48:10 Karena menurut dia itu lukisannya bagus 48:13 ya, bagus sekali. Lalu disampaikan 48:17 kepada kita ya, 48:20 maka kita jangan menilai lukisan dia ini 48:23 dengan kemampuan kita. 48:25 Iya. 48:26 Menurut kita bagaimana? Dia jeleklah 48:28 lukisan dia. He 48:30 ya. Jelek lukisan dia dibanding dengan 48:34 lukisan kita ya. Cakepan lukisan kita. 48:38 Nah, tapi lukisan kita dengan lukisan 48:41 pelukis 48:42 ya itu jelek lagi punya kita. Kenapa? 48:47 Karena kemampuan anak kita dengan kita, 48:50 kemampuan kita dengan pelukis dalam seni 48:54 lukis jelas berbeda. 48:57 Maka yang baik menurut kita, buruk 49:00 menurut 49:01 para pelukis yang sudah handal. Bagus 49:05 menurut anak kita, jelek menurut kita 49:09 karena kita punya kemampuan yang lebih 49:12 dari dia. Begitulah ibadah ya sama. 49:15 Iya. 49:16 Ibadahnya orang bodoh ya dengan orang 49:20 pintar pasti nilainya berbeda. 49:24 Kain itu sama-sama mereknya Tetoron tapi 49:29 ada yang semeter 5.000, ada yang 49:31 Rp10.000, ada yang Rp50.000. rib ada 49:35 yang Rp100.000 semeternya. Kenapa ya? 49:38 Apa yang membedakan wong sama-sama ee 49:40 mereknya itu kok Oh, kualitas yang 49:43 berbeda. 49:45 Kualitas yang berbeda ya. Loh, sama-sama 49:50 kerja di kantor itu juga sama ya. Tapi 49:53 kenapa sih ini gajinya sebulan ada yang 49:56 R juta, ada R juta, 30 juta, ada yang 50:00 cuma R juta. Kenapa ya? apa pekerjaannya 50:06 apa kualitasnya apa. Nah, itulah 50:10 kehadiran Allah. Begitu itu adil Allah 50:14 ya. Kemudian sekarang orang salat di 50:17 masjid, salat di masjid ya. Nah, 50:21 semuanya dilipat gandakan pahalanya 27 50:25 kali lipat. Ya, betul sekali. Tapi 50:28 pahalanya tidak sama. 50:31 Ya, pahalanya tidak sama. 50:34 Ya, kita berjamaah nih A B C berjamaah 50:37 salat semuanya dikalikan di 27. Cuma 50:41 yang dikalikannya berapa? 50:45 Mungkin si A kalau salat sendirian 50:47 nilainya 5 * 27. 50:51 Si B kalau salat sendirian nilainya 7 50:54 berarti 7 * 27. 50:57 Si C kalau salat sendirian nilainya 10, 50:59 maka 10 * 27 tidak pahalanya sama semua. 51:04 Iya. 51:05 Itulah keadilan Allah Subhanahu wa 51:07 taala. Kualitas menentukan. 51:10 Maka sekarang bagaimana supaya kita ya 51:14 walaupun apa namanya kita ini orang awam 51:19 ya, tapi pengin mempunyai pahala seperti 51:22 mereka. Nah, ya tadi itu ada jeritan di 51:26 hati, "Ya Allah, seandainya saya kayak 51:30 beliau, saya pun akan berbuat seperti 51:34 beliau." Nah, kata Allah, kata kata 51:36 Rasulullah, dua orang ini mempunyai 51:39 nilai yang sama di sisi Allah Subhanahu 51:43 wa taala ya. Tapi kalau enggak ada 51:46 keinginan seperti itu ya ya sesuai 51:50 dengan kapasitasnya masing-masing 51:53 begitu ya. Wallahualam. Itulah adilnya 51:55 Allah. Begitu. 51:56 He. Masyaallah. Dari Ibu Ani Cani 51:59 Hudaifah. Asalamualaikum warahmatullahi 52:01 wabarakatuh, Ustaz. [mendengus] 52:03 Waalaikumsalam, Mbak Ani. 52:06 I ee apa tanda-tandanya orang yang dapat 52:10 Lailatul Qadar, Pak Ustaz? Mohon 52:11 pencerahannya. 52:14 Baiklah. Bismillahirrahmanirrahim. 52:19 Saya enggak tahu tanda-tandanya orang 52:22 yang dapat lailatul qadar ya. Ee 52:28 tadi saya sudah katakan 52:32 ya, bahwa kita ini 52:35 setiap tahun ketemu lailatul qadar. Mbak 52:39 Ani juga sama 52:42 ini kayaknya Mbak Ani ini merasa beliau 52:44 ini belum pernah ketemu lailatul qadar 52:49 gitu ya. Makanya banyak orang kalau 52:52 ditanya pernah enggak sampean ketemu 52:54 lailatul qadar itu jawabannya katanya 52:57 belum pernah ya. Belum pernah. Kenapa 53:00 belum pernah? Karena enggak ngerti 53:05 ya. Kenapa enggak ngerti? Karena banyak 53:07 ustaz atau dai yang mengatakan enggak 53:11 sembarangan orang bisa ketemu lailatul 53:14 qadar. 53:16 Artinya enggak semua orang ketemu 53:18 lailatul qadar. Perlu diketahui ya nih 53:23 se lailatul qadar itu bukan hanya ada di 53:28 zaman Nabi Muhammad sallallahu alaihi 53:31 wasallam. Dari dulu lailatul qadar itu 53:34 sudah ada. 53:36 Ya, dari zaman azali lailatul qadar 53:40 sudah ada. Kenapa saya katakan begitu? 53:43 Allah menetapkan qada dan qadar manusia 53:47 di malam lailatul qadar. 53:50 H 53:51 ya. 53:53 Dan itu adalah penetapan terhadap 53:56 Rasulullah. 53:58 Sudah ada. Terhadap Nabi Adam itu sudah 54:02 ada. Berarti lailatul qadar itu sudah 54:05 ada dari dulu. 54:08 Nih yang harus dipahami ya. Satu, cuma 54:13 nilai lailatul qadar itu sama dengan 54:16 1000 bulan 54:19 itu hanya terjadi di masa Rasulullah 54:23 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 54:26 Ya gitu. Di nabi-nabi sebelumnya enggak. 54:31 Lailatul Qadar itu nilainya sama dengan 54:33 malam-malam lainnya. Kalau ibadah di 54:36 malam lailatul qadar dulu sama aja 54:39 dengan ibadah di malam-malam lainnya. 54:43 Nah, berbeda itu hanya untuk umatnya 54:47 Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam 54:50 gitu ya. 54:52 Nah, kemudian lailatul qadar itu adalah 54:57 salah satu malam yang ada di bulan 55:01 Ramadan. 55:04 Sekarang ini bulan Ramadan tahun 2026 55:09 dimulai dari malam Kamis. 55:12 Iya. 55:13 Ya, malam Kamis. [mendengus] 55:18 Kemudian umpamanya lebaran itu nanti 55:23 hari Jumat ya selama 29 55:28 atau 30 hari bulan Ramadan itu salah 55:32 satunya 55:34 ya salah satunya itu lailatul qadar. 55:38 Entah tanggal 1, entah tanggal 7, entah 55:42 tanggal 11, 21 atau berapa. Yang jelas 55:47 satu dari 29 atau 30 malam di bulan 55:52 Ramadan ini namanya lailatul qadar. 55:57 Taruhlah sekarang lailatul qadar tahun 56:00 ini terjadi tanggal 21. H 56:03 misalnya ya 21 nanti. Nah, 56:08 apakah kita bisa ketemu tanggal 21? 56:12 Bisa. 56:13 Bisa. 56:13 Asalkan kita hidup. 56:17 Jadi kalau kita hidup tanggal 21, 56:19 berarti tanggal 21 itu ya kita ini 56:23 bertemu dengan lailatul qadar. 56:26 Tapi kalau kita tanggal 20 sudah 56:29 meninggal, nah kita enggak ketemu dengan 56:32 lailatul qadar di tahun ini. Makanya 56:35 tadi saya sampaikan syaratnya ketemu 56:38 lailatul qadar apa syaratnya? Di bulan 56:42 Ramadan kita harus hidup. 56:44 Masih hidup. 56:46 Iya. Kalau kita masih hidup pasti ketemu 56:49 dengan lailatul qadar. 56:52 Nah, cuma ketemunya itu bisa jadi kita 56:55 lagi maksiat, 56:57 kita lagi gapleh 57:00 gitu ya, lagi belanja, lagi ibadah. Nah, 57:05 cuma itu doang bedanya. Kalau ketemunya 57:08 pasti ketemu. 57:10 Makanya saya kalau ditanya oleh orang 57:13 ya, Pak Ustaz, Pak Kiai, katanya pernah 57:16 ketemu lailatul Qadar? Lah, tiap tahun 57:18 saya ketemu. Saya begitu. 57:21 Ya, tiap tahun saya ketemu kayak apa 57:24 lailatul qadar ya kayak malam-malam 57:26 biasanya aja gitu ya. Biasa aja gitu. 57:32 Nah, kalaupun itu diangkat yang enggak 57:36 sembarangan orang bertemu bukan dengan 57:39 malamnya. 57:41 Ciri khas lailatul qadar misalnya ciri 57:46 khas itu di malam itu terasa syahdu. 57:51 Ya. Kemudian 57:53 tidak ada angin tapi panas enggak, 57:58 dingin enggak gitu. 57:59 Sedang-sedang saja 58:01 ya. Nih ciri-cirinya. Kemudian kalau 58:04 kita di dalam rumah 58:07 ya, dalam rumah itu tidak ada bayangan. 58:11 Tidak ada bayangan di kolong ya terang 58:14 dikolong gitu ya. sebagaimana terangnya 58:18 di atas tempat tidur. 58:21 Nah, kemudian tadi tidak ada angin, 58:25 tidak ada gerakan, maka tidak ada 58:28 daun-daun yang bergoyang. 58:30 Enggak ada ya. Hatta air pun tidak ber 58:35 apa namanya bergerak semuanya tenang. 58:40 Nah, 58:41 kemudian nanti pagi harinya matahari itu 58:45 akan terbit ya terang sekali, jelas 58:49 sekali itu matahari. Nah, tanda-tanda 58:52 yang seperti ini tidak semua orang 58:56 dikasih lihat oleh Allah. Itu yang 58:59 diangkat. Maksudnya yang dihilangkan tuh 59:03 itu dihilangkan dari semua orang. Hanya 59:07 sebagian saja orang yang dikasih tahu 59:10 sesuai dengan kehendak Allah. Adapun 59:13 malamnya, Lailatul Qadarnya 59:16 setiap orang pasti ketemu gitu ya. Nah, 59:21 ini yang salah banyak salah dipahami 59:23 oleh kita semua. Wallahualam. 59:27 Baik, selanjutnya pertanyaan yang masuk 59:29 dari Ali Basya di Sukabumi. 59:34 Asalamualaikum warahmatullahi 59:35 wabarakatuh, Ustaz. 59:37 Waalaikumsalam, 59:39 Pak Ali Basah. 59:41 Mohon maaf di luar tema, Ustaz. 59:43 Bagaimana cara bertobatnya seorang 59:46 penegak hukum ketika melaksanakan 59:49 tugasnya? ada sebagian yang melenceng 59:51 dari aturan dan bagaimana harta yang 59:54 melekat pada dirinya yang tidak sesuai 59:57 dengan aturan juga. Mohon arahan dan 59:59 bimbingannya, Pak Ustaz. Terima kasih. 1:00:02 Baik. 1:00:06 Bertobat itu kan karena kesalahan. 1:00:11 Kesalahan itu ada dua. Ada kesalahan 1:00:15 kepada Allah, 1:00:18 ada kesalahan kepada sesama. Ni. 1:00:24 Ya, kalau kita punya bertobat karena 1:00:27 kesalahan kepada Allah, misalnya karena 1:00:30 kita dari muda enggak pernah salat lima 1:00:33 waktu, enggak per ya. Nah, itu namanya 1:00:36 kita punya salah kepada Allah. enggak 1:00:40 pernah puasa di bulan Ramadan, maka 1:00:43 bertobatnya, minta ampunnya langsung 1:00:45 kepada Allah. 1:00:48 Tapi kalau kita punya salahnya itu 1:00:51 kepada manusia ya, maka kita harus minta 1:00:56 maaf dulu kepada manusia itu 1:01:01 tuh nanti baru kepada Allah. 1:01:05 Makanya kalau kesalahan lebih berat kita 1:01:08 punya salah kepada manusia daripada 1:01:12 Allah. Ya, kalau enggak salah kepada 1:01:15 Allah mah gampang kita tobatnya lah. Ini 1:01:18 yang punya salah kepada manusia. Makanya 1:01:21 saya pernah menyampaikan begini. 1:01:24 Kalaulah kita harus mencuri, 1:01:27 ya kalau kita harus mencuri, mencurilah 1:01:31 dari seseorang saja. 1:01:34 gitu. Jadi nanti kalau bertobatnya 1:01:37 enggak 1:01:40 h 1:01:40 minta maaf sama orang itu atau 1:01:42 mengembalikan kepada orang itu 1:01:44 satu orang ya. 1:01:45 Tapi kalau saya sekarang nyolongnya duit 1:01:48 rakyat Indonesia. Nah rakyat Indonesia 1:01:51 itu berapa juta? Ratus juta ya. Apa 1:01:55 enggak 1:01:57 budek sampean nantinya? Ya begitu. Jadi 1:02:01 jangan mencuri duit rakyat, susah nanti 1:02:04 mengembalikannya 1:02:06 ya. 1:02:11 Apakah dia adalah penegak hukum atau 1:02:15 siapapun juga kalau dia punya salah 1:02:17 kepada manusia ya, maka ee [mendengus] 1:02:22 dia harus minta maaf dulu kepada manusia 1:02:25 itu sendiri. 1:02:27 Ada satu riwayat ya nih ketika Nabi 1:02:31 sallallahu alaihi wasallam wukuf di 1:02:34 Arafah, 1:02:35 Nabi itu ee memohon kepada Allah 1:02:41 semua dosa umatnya. 1:02:44 Hm. 1:02:44 Maka kata Allah, "Baik Muhammad, aku 1:02:47 ampuni semua dosa umatmu itu yang wukuf 1:02:50 di Arafah." 1:02:52 Ya, kalau itu menyangkut dosa hak 1:02:54 hakullah. 1:02:56 Tapi kalau hak adami hmm yang punya 1:02:59 salah kepada manusia, 1:03:02 dia harus minta maaf dulu, katanya 1:03:04 kepada manusia. 1:03:06 Jadi Allah enggak mau memaafkan orang 1:03:11 yang meminta, Nabi Muhammad yang 1:03:14 meminta. Enggak dikabulkan oleh Allah 1:03:17 ya. Ketika wukuf di Arafah tuh dalam 1:03:20 haji wada. 1:03:21 Ya. Jadi yang punya salah kepada sesama 1:03:24 harus minta maaf dulu kepada sesamanya 1:03:26 baru oleh Allah dimaafkan. 1:03:28 Nah, akhirnya ketika 1:03:31 jadi nabi itu ya mikir model begini nih 1:03:35 ya boleh jadi 1:03:38 orang yang punya salah. 1:03:42 Begitu di Muzdalifah, Nabi berdoa lagi 1:03:45 kepada Allah, "Ya Allah, Engkau mampu 1:03:49 memaafkan dosa ya orang yang bersalah 1:03:54 kepadamu." 1:03:55 H 1:03:56 ya, ya. Karena Engkau Maha Pengampun. 1:03:59 Makanya engkau juga pasti mampu kok 1:04:02 memaafkan dosa orang yang punya salah 1:04:05 kepada sesamanya. Ya, engkau itu pasti 1:04:09 mampu. 1:04:12 Sebagaimana engkau memaafkan, mengampuni 1:04:16 dosa orang yang punya salah kepadamu, 1:04:20 ampuni pula dosa orang yang punya salah 1:04:24 ya kepada sesamanya. Tuh, 1:04:27 Nabi Muhammad ngebelain umat kayak 1:04:29 begitu, Pak. Ya. 1:04:30 Iya. 1:04:31 Akhirnya oleh Allah apa? Baik, katanya 1:04:33 Muhammad, "Aku ampuni semuanya di 1:04:36 Muzdalifah. 1:04:37 Nah, kalau dari dasar ini jalan satu 1:04:41 h 1:04:42 yang model tadi tadi yang punya salah 1:04:45 kepada sesama melaksanakan ibadah haji 1:04:49 kemudian minta ampun kepada Allah waktu 1:04:53 mabid di muzdalifah. 1:04:56 Wallahuam. 1:04:58 Baik ustaz. Kita dibatasi oleh waktu 1:05:00 mungkin sebelum pamit disimpulkan tema 1:05:03 kita di hari ini, Ustaz. Silakan. 1:05:05 Baik. Nah, belum ada kesimpulan karena 1:05:08 masih baru satu ya. Nanti kedu 1:05:13 tunjukkan kepada kemuliaan Ramadan kita 1:05:15 akan bahas pada pertemuan yang datang. 1:05:18 Kita hanya mengharap saja memohon kepada 1:05:20 Allah semoga Allah panjangkan umur kita 1:05:23 dalam taat kepadanya. Allah bimbing hati 1:05:25 kita ke jalan yang diridai dan 1:05:27 dicintainya. Allah hiasi hati kita 1:05:30 dengan akhlak yang mulia. Allah 1:05:33 bersihkan hati kita dari akhlak yang 1:05:35 hina. Allah limpahkan rahmat, taufik, 1:05:37 dan hidayah kepada kita anak cucu kita 1:05:40 sehingga selahnya 1:05:44 menu larangannya. 1:05:49 yaana 1:05:53 akabanarallahu 1:05:57 sayidina Muhammadin 1:05:58 wasallamhamdulillahiabbil 1:06:00 alamin asalamualaikum warahmatullahi 1:06:03 wabarakatuh 1:06:04 waalaikumsalam warahmatullahi 1:06:06 wabarakatuh demikian telah kita 1:06:08 bersama-sama simak tausiah sore yang 1:06:09 telah disampaikan oleh Ustaz Ahmad 1:06:11 Zazuli Kholil membahas tema mengenai 1:06:13 keutamaan Ramadan semoga Semoga apa yang 1:06:15 tadi ustaz sampaikan banyak manfaat 1:06:17 untuk kita semuanya. Saya yang bertugas 1:06:19 pahri ditemani Neza dan juga Yusuf 1:06:21 Subamit. Subhanakallahum wabihamdika 1:06:24 ashadu alla ilahailla anta astagfiruka 1:06:26 wa atubu ilaik. Wasalamualaikum 1:06:27 warahmatullahi wabarakatuh.