Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Wasalatu
- wasalamu ala asrofili iya wal mursalin
- waa alihi wa asabihi ajmain. Amma ba'du.
- Allahumma shi ala sayidina Muhammad waa
- ali sayidina Muhammad. Allahumna
- bimaamanazna.
- Masih dipancarkan dari jalan Masjid
- Silaturahim Kalimanggis Cubur Bekasi.
- Inilah radio silaturahim dan hasil
- visual untuk Islam yang satu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Iwan akhwat di mana pun
- Anda berada yang mendengarkan kami lewat
- radio maupun streaming di
- www.radiosilaturahim.com atau pemirsa
- yang menjangkau kami lewat YouTube
- channel Rasil TV. Semoga ikhwan akhwat
- di mana pun Anda berada senantiasa
- diberikan kesehatan oleh Allah subhanahu
- wa taala. Amin ya Allah ya rabbal
- alamin. Alhamdulillah saya Budi pada
- malam hari ini bisa menemani ikwan
- akhwat ee kembali seperti biasa di Senin
- malam program kajian kitab Al-Qurtubi
- edisi Senin tanggal 22 Oktober 2018 atau
- bertepatan
- dengan tanggal 13 Safar 1440 Hijriah.
- telah hadir narasumber kita Ustaz Ahmad
- Sanusi yang akan memaparkan kajian pada
- malam hari ini seperti ya bisa ee mari
- kita simak ee Ikhwan Ahmad.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Kabar baik, Ustaz? Alhamdulillah.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Ee dan
- ikhwan akhwat, tema pada malam hari ini
- beliau akan membahas mungkin melanjutkan
- yang minggu kemarin ee tafsir Quran
- surah
- An-Nakhal ayat 103 sampai ayat 110.
- Baik, Iwan akhwat. Bagi wanat yang ingin
- bertanya di segmen 2 nanti bisa kirimkan
- SMS atau WhatsApp di nomor
- 0811
- 999720 atau telepon di
- 0218451512. Baik, mari kita simak
- pemaparan yang akan disampaikan oleh
- Ustaz Ahmad Sanusi. Tafadul Ustazah.
- Asalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin hamdan katsiron thyibam mubarok
- fih kama yuhibuna waar.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- habibika wa kholilika wa rasulika
- sayyidina Muhammadin wa alih
- thhirin wa ashabihil ghurril
- muhajjalin waman ihtada bihadiihi ila
- yaumiddin. Ashadu alla
- ilahaillallah wa ashadu anna muhammadar
- rasulullah.
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
- wa ala ali sayyidina
- Muhammad
- Allah. Amma ba'du faya
- ibadallahikum wa iyai bitaqwallah.
- Ittaqulah haqqa tuqatihi wala tamutunna
- illa wa antum
- muslimun.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah.
- Amin arahmanirrahim maiki yaumiddin
- iyaka na'budu wa iyaka nasta
- ihdinasiratal
- mustaqimathalladzina anamta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim
- waladin
- amin.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Man amila
- shiham
- minzakarin au unsa wahua
- mukmin wahua mukminun
- falanuhyannahu
- hayatan
- thayibah
- naajziannahum ajrahum biahsani maa kau
- ya'malun.
- Qallahulim rasul
- karimahuika
- minasyahidin wasyakirin. Walhamdulillahi
- rabbil alamin. Surah
- An-Nahl, surah yang ke-16 ayat 97.
- Melanjutkan yang
- kemarin insyaallah sampai 110.
- Man adapun siapa orang amila yaitu
- melakukan siapa man salihan kepada
- perbuatan yang
- saleh.
- Minzakarin baik dari laki-laki au unsa
- atau perempuan. Wahua hali adapun man
- amil shihah mukminun yaitu syaratnya
- beriman kepada Allah subhanahu wa taala.
- Falauhyannahu maka pasti memberikan
- balasan kehidupan yang baik dan tenang.
- Siapa kami Allah sungguh pasti membalas
- siapa kami Allah memberikan kehidupan hu
- kepada man amila shihah hayatan dengan
- kehidupan thayibatan yang sangat bagus
- baik dan diridai oleh Allah subhanahu wa
- taala.
- Wajziannahum. Dan pasti akan membalas
- siapa kami. Kami allahum kepada mereka
- akan membalas ajrohum kepada pahalanya
- mereka biahsani mau dengan
- sebagus-bagusnya suatu yamaluna. Yang
- beramal siapa
- mereka? Surah An-Nahl surah yang ke-16
- ayat 97.
- Di
- [Musik]
- antaranya Allah Subhanahu wa taala
- berfirman di dalam
- Al-Qur'an surah Al-Anfal surah yang ke-8
- ayat 63.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Wa allfa baina qulubihim lau anfaqta maa
- fil ardhi jamiam ma alafta baina
- qulubihim
- wakinnallaha alafa bainahum innahu
- azizun hakim. Surah al-anfal surah yang
- ke-8 ayat 63.
- Kita berusaha beramal, maka
- mudah-mudahan Allah membantu amal kita
- dan
- meridai. Waalafa merukunkan, melembutkan
- siapa? Allah baina
- qulubihim. Dilembutkan dan dirukunkan,
- dijahit di antara hati-hati
- mereka.
- Wakinnallah lau anfaqat ma fil ardi.
- Andai saja menginfakkan siapa kamu,
- membelanjakan, memberi uang
- sebanyak-banyaknya.
- Ma
- kepada siapa saja fil ardi di bumi ini
- jamian hal semuanya ma alafta tidak
- mungkin bisa melembutkan dan menyatukan
- siapa kalian merajut baina qulubihim di
- antara hati-hati
- mereka
- wakinnallahakan tetapi Allah alaf yaitu
- telah melembutkan dan merukunkan siapa
- Allah bainahum di antara hati mereka
- kita berbuat kita mohon kepada Allah
- membantu perbuatan kita, perjuangan
- kita. Innahu sungguhnya Allah Aziz yaitu
- maha kuat, maha mulia tapi hakim satu
- sisi maha
- bijaksana. Ini pelajaran bahwa satu sisi
- memang kita perlu
- dunia,
- tapi jangan dunia terus yang diurus.
- uang dan jabatan. Karena tidak mungkin
- kita bisa membahagiakan orang, memuaskan
- orang, melembutkan hati orang,
- merukunkan hati orang dengan uang. Tapi
- Allahlah yang membisa menyatukan dan
- melembutkan itu. Jadi kita berusaha
- sambil memohon kepada Allah Subhanahu wa
- taala.
- [Musik]
- Contohnya di dalam Al-Qur'an surah
- Almukminun surah yang ke-23.
- Ayat
- 5254. Wa inna hadhi ummatukum ummatan
- wahidah waukum
- fattaquun. Sebenarnya kita ini
- diciptakan beragama sama umat Islam.
- Mestinya kita ini bisa meredam, rukun.
- Tapi fataq amrahum bainahum zubur.
- Akhirnya kita ini menjadi ahzab
- berhizbu-hizbu, berfirqok-firok.
- ee bahasa berkelompok-kelompok.
- Berkelompok-kelompok itu bahasa Arabnya
- berjamaah. Berjamaah. Berjamaah itu
- perlu. Tapi kalau terlalu banyak jemah
- akhirnya begitu.
- Mukhtalifatan fataq amrahum bainahum
- zubur.
- Kemudian menjadi berhizbu-hizbu kullu
- hizbim bima ladaihim farihun. Mereka
- bangga dengan jemaahnya
- masing-masing. Fadarhum fiamratihim
- hattain. Ini pelajaran kita harus
- beramal, tapi bagaimana caranya amal
- kita diridai oleh Allah subhanahu wa
- taala.
- seperti sekarang ini yang lagi viral ini
- yaitu bagaimana di hari santri bisa
- dikotori oleh pekerjaan
- oknum-oknum akibat orang tuanya haus
- dengan uang, haus dengan jabatan,
- anak-anaknya, santrinya
- menjadi oknum
- yang rupa-rupanya karena tidak paham
- akhirnya membakar bendera
- lailahaillallah muhammadur rasul.
- Rasulullah di tengah-tengah acara
- santri. Padahal jelas-jelas itu dosa
- besar dan harus minta maaf kepada Allah
- dan kepada orang Islam sedunia
- itu. Wamay yuadzim syaairallah fainnaha
- min taqwal qulub. Bendera yang ada
- tulisan lailahaillallah itu bukan
- benderanya siapa. Itu syiar Islam.
- Dengan demikian orang pasti membaca.
- Tidak terasa membaca lailahaillallah.
- Alhaj
- [Musik]
- 3032. Tidak ada yang lebih mulia
- daripada tulisan
- lailahaillallah. Gara-gara
- lailahaillallah kita menjadi Islam.
- Gara-gara
- lailahaillallah kita menjadi boleh
- menikah. Gara-gara
- lailahaillallah kalau kita meninggal
- diterima oleh Allah subhanahu wa taala.
- Akibat kebodohan kita, akhirnya kita
- berani membakar bendera yang ada
- tulisannya lailahaillallah.
- itu mesti diamankan oleh
- polisi dan jangan diikuti yang kayak
- begitu itu. Ilaiiul
- kalimutibal surah Fatir ayat 10. Fi
- [Musik]
- buyutinallah annur ayat 36. Menurut
- sahabat Ibnu Abbas, ratu rasulillah
- sallallahu alaihi wasallam sauda
- waliwauhu abyad.
- Jadi bendera panji kecilnya Nabi itu
- hitam. Bendera besarnya itu warnanya
- putih. Kalau hitam tulisan
- lailahaillallahnya. Kalau hitam
- tulisannya putih. Kalau kainnya
- itu hitam tulisannya
- putih. An Abi Hurairah wazada kata
- sahabat Abi Hurairah radhiallahu anhu
- maktuban fih. tertulis di dalam rayah wa
- liwa dan royah dan liwanya nabi itu
- kalimat
- lailahaillallah muhammadur
- rasulullah. Fathul Bari juz 7 halaman
- 605-608. Allah menyampaikan kalimat
- lailahaillallah itu kalimat mulia.
- Kenapa Anda
- membakar itu santri gadungan
- itu? Alam taro kaifaallahu matalan
- kalimatan thyibatan kasyajaratin thyibah
- asluha tsabit waaruha fissama. Itu
- kalimat
- lailahaillallah surah Ibrahim ayat 24.
- Demikian juga hati-hati orang yang tidak
- suka dengan tulisan lailahaillallah di
- kertas apalagi di bendera. Apalagi
- bendera itu merupakan
- suatu kehormatan. Itu dulu itu dijaga
- betul oleh para
- sahabat. Seperti sahabat Muhajirin
- dipegang betul oleh sahabat Azzubair
- Ibnul Awwam. Sahabat Anshar dipegang
- oleh sahabat Saad bin Ubadah. Hadis
- Bukhari
- 4.280. Fathul Bari juz 8 halaman 6
- sampai 16. Demikian juga sahabat-sahabat
- yang
- lain waktu perang Muktah, sahabat Jafar
- dan sahabat-sahabat yang lain.
- Yutsabbitullah amanu bilqul tsabiti fil
- hayatid dunya wafil akhirah. Besok kalau
- enggak suka kepada bendera kayak begitu,
- mati enggak ketemu kalimat
- lailahaillallah. Ibrahim ayat 27.
- Demikian juga hadis Bukhari terlalu
- banyak yang menjelaskan keutamaan
- tulisan dan melafazkan kalimat
- lailahaillallah, mensyiarkan kalimat
- lailahaillallah, memperkenalkan kalimat
- lailahaillallah terlepas itu. Jangan
- curiga kepunyaan aliran atau partai
- siapa. Kalau ada yang kurang pas ya
- dilurusin tapi jangan marah-marah dengan
- bendera dan kalimat
- lailahaillallah. Hadis dari sahabat
- Umar. Diceritakan oleh sahabat Abdullah
- bin Umar. Hadis Bukhari 61
- 631
- 2.209
- [Musik]
- 4.698
- [Musik]
- 5.44
- 5.448
- 6.133 6.144 144 Fathul Bari juz 1 paling
- tidak halaman 193 sampai
- 197 memang apalagi sekarang di zaman
- yang penuh fitnah. Fitnah itu sebenarnya
- bisa tidur cuman kita sendiri yang
- membangunkan karena dibangunkan oleh
- orang yang kelaparan dengan uang dan
- jabatan. Akhirnya begitu. Bagaimana kita
- harus bertanggung jawab besok di hadapan
- Allah Subhanahu wa
- taala. Gara-gara kita yang lapar uang
- dan jabatan banyak orang melakukan
- kemaksiatan. Dulu sahabat Abu
- Hurairah di zaman fitnah takut beliau
- menyampaikan
- ilmunya. Ini diabadikan di dalam hadis
- Bukhari nomor 120.
- Kata sahabat Abi Hurairah, qala hafidu
- mir rasulillah wiin. Gara-gara musim
- fitnah saya enggak berani menyampaikan
- ilmu Al-Qur'an, Asunah apa adanya dan
- kejadian apa adanya. Hafidu
- rasulillah
- faammau. Yang satu aku sampaikan apa
- adanya waamal ak. Sedangkan yang lain
- enggak berani aku menyampaikan.
- Takut ya takut dikerjain kan sekarang
- orang itu mana ada orang adil. Jarang
- itu kalau yang sesuai dengan kelompoknya
- dibiarkan. Meskipun merugikan agama,
- merugikan nilai keadilan, merugikan
- nilai
- kemanusiaan. Sedangkan
- kalau menyangkut orang lain dibiarkan
- saja. Bahkan subhanallah
- menginjak-nginjak masalah agama. Memang
- sekarang kemaksiatan itu dapat angin
- besar. Makanya sekarang musibah
- betul-betul Allah memberikan peringatan
- dengan
- setinggi-tingginya. Wa ammal akharu
- falau qutial bulum. Andai saja yang satu
- ini aku sampaikan juga pasti aku
- khawatir dengan keselamatanku. Hadis
- Bukhari itu hadisnya nomor 120. Apa yang
- dimaksud itu? Yaitu kepemimpinan anak
- kecil.
- Mungkin sudah tua, umurnya sudah tua
- tapi ilmunya kecil sehingga masih
- serakah terhadap uang dan
- jabatan.
- Makanya kana Abu Hurairah yakni ba'dihi
- w yus bihi khaufan ala nafsi
- minhumi. Kata Abu Hurairah, "Ya Allah,
- mudah-mudahan saya umur saya tidak
- sampai hidup di tahun yang ke-60 Hijriah
- kalau bahasa kita." Wa imarati Sibyan.
- Dan saya tidak memenangi, saya tidak
- hidup di zaman pemerintahan anak kecil.
- Mungkin sudah tua dia, tapi karena dia
- petugas
- partai atau dia itu karena haus uang dan
- jabatan akhirnya seperti anak
- kecil. Yasyiru ila khilafati Yazid ibni
- Muawiyah.
- yaitu waktu itu yang dimaksud Abu
- Hurairah itu tidak kepingin ketemu
- dengan ee tahun di mana di situ Yazid
- bin Muawiyah menjadi penguasa. Bukan
- kata saya ini kata Fathul Bari silakan
- cek. Saya cuman bacain aja nih kitabnya
- Fathul Bari juz 1 halaman
- 289 paling kiri itu silakan dibaca kalau
- enggak ya Fathul Barinya lah yang
- disalahkan jangan saya entar dipikir apa
- itu. Karena memang di situlah
- kemaksiatan luar biasa. Al-Qur'an
- keinjek-injek, Asunah keinjak-injek,
- umat Islam dibully, ulama dibully, kalau
- perlu dibantai,
- diusir. Ya, kayak sekaranglah. Nasaom
- terbit, PKI bangga. Liannaha kanat sanat
- sittin minal hijrah. Wastajaballah.
- Akhirnya mengijabah, mengkabulkan Allah.
- Siapa Allah, doa Abi Hurairah kepada
- doanya sahabat Abi Hurairah. Famatta
- meninggal siapa? Sahabat Abi Hurairah
- qoblaha sebelum tahun yang ke-60
- kekuasaan yang dipimpin oleh Yazid bin
- Muawiyah bisanatin kurang 1 tahun
- sahabat Abi Hurairah
- meninggal. Makanya Nabi menyampaikan
- waktu haji wada Nabi itu sudah titip
- hadis Bukhari 120. In
- istansitinas tenangkan
- manusia rukunkan. Nah, bagaimana kita
- bisa menenangkan k diri kita saja orang
- tua enggak bisa menenangkan diri.
- Bagaimana kita bisa merukunkan orang?
- Bagaimana kita bisa menyampaikan
- Al-Qur'an Asunah apa adanya. Orang kita
- saja enggak bisa
- mengamalkan. Akhirnya oknum-oknum yang
- ada di bawah kita, lailahaillallah
- dibakar. Quran itu lailahaillallah.
- Pokoknya manusia itu
- lailahaillallah. Faqala. Maka
- menyampaikan siapa? Nabi. Nabi berpesan
- di akhir hayatnya.
- Jangan sampai begitu saya meninggal
- nanti kamu kembali menjadi orang kafir
- atau mendukung dan membesarkan
- perjuangan orang kafir. Yadribu baukumq
- ba'in. Akhirnya kamu terjadilah saling
- fitnah, saling bully, saling sikut,
- saling mencaci, cari kelemahan ee
- teman-temannya. Terjadilah saling
- pembunuhan sesama umat Islam. Hadis
- Bukhari
- 4.405 6.869
- 69 7 1080.
- Sebenarnya kalau Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wa ashabihi
- wasallam dulu telah memberi contoh
- berjuang bagaimana caranya supaya umat
- itu rukun damai
- itu sampai-sampai mestinya Nabi itu
- merubah dulu bentuk Ka'bah
- itu. Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam menyampaikan, "Ya Aisyah, wahai
- Siti Aisyah, laula kaumuki. Andai saja
- bukan karena kaummu baru masuk Islam.
- Haditun
- ahduhum qala Ibnu Zubair bikufrin. Andai
- saja bukan karena baru masuk Islam
- lanaqattul Ka'bah maka suku pasti aku
- merubah siapa aku? Alka'bata kepada
- bangunan Ka'bah. Faja'altu laha babain.
- Maka akan menjadikan siapa aku? Laha
- kepada Ka'bah. Babain kepada dua pintu.
- Babun yadkulunas. Yaitu pintu untuk
- pertama masuk.
- yakrujuna. Ya, berikutnya yang lurus
- begitu untuk keluar supaya orang tidak
- mengkultuskan. Karena kita memang bukan
- menyembah batu apalagi menyembah seorang
- kiai, imam, syekh, habaib semuanya itu
- harus diarahkan, sesuaikan diukur dengan
- Al-Qur'an. Itu akibatnya kalau kita
- ngalap berkas pokoknya ini sudah
- didukung sesuai enggak dengan Quran?
- Kalau enggak sesuai, kita enggak usah
- caci maki, tapi enggak usah hulul
- berlebih-lebihan mendukung. Nanti pas
- waktunya silakan mau pilih apa.
- Selesaikan begitu. Orang kok diajarkan
- fanatik, akhirnya
- berantem, akhirnya lailahaillallah
- dibakar. Kok sampai hati itu? Apa enggak
- bisa baca itu penglihatannya? Apa buta
- bahwa itu tulisan lailahaillallah? Sudah
- butakah mata hati kita? Itu tulisan
- lailahaillallah.
- Hadis Bukhari
- [Musik]
- 1583 awalnya 126 lalu
- 1584
- 1585
- 1586
- 3.68
- [Musik]
- 4.484 7.283
- 3 dulu saking Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasahbihi wasallam itu
- ee dakwahnya itu betul-betul
- perjuangannya itu
- betul-betul
- mengakar sampai orang sesudah masuk
- Islam saja Islam itu
- dipermudah apabila ada orang
- salat terasa orang perorang. Misalkan
- orang itu ada yang imannya kuat, ada
- yang baru masuk Islam, ada yang orang
- tua, ada yang pertengahan, orang dewasa,
- ada anak-anak. Tidak seperti orang
- sekarang menyampaikan agama karena
- ilmunya sepotong-sepotong, tidak
- lengkap. Akhirnya main bakar, main
- bidah, main kafir
- saja. Nanti kalau dibilang ilmunya
- sepotong, protes dia. Kenyataannya
- memang
- sepotong. Repot. Bagaimana cara
- nyampaikannya? Kalau saya, kalau saya
- berani saya katakan salah sebenarnya itu
- kalau memang kenyataannya salah nanti
- saya kasih
- contoh. Kenapa? Karena kita id naasa
- ahdukum. Naasa ahdukum. Apabila Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- apabila ngantuk siapa salah satu kalian.
- Wahua dan ahli adapun ahadukum yusol
- yaitu sedang salat falyarkut. Maka
- hendaklah coba kalau kamu ngantuk tidur
- dulu gi.
- Saking dikasih kemudahan supaya umat
- Islam tuh mudah memeluk agama Islam,
- rukun, tidak seperti orang sekarang main
- mau bakar saja. Kalau
- kira-kira enggak jemah ya jemah-jamaah
- lah memang keharusan bahasa Arabnya
- harus itu orang Arab tuh bilang ya wajib
- gitu. Tapi begitu ditinjau dari ushul
- fikih e makruh misal dari makruh ada
- makruh tanzih, ada makruh tahrim ada dan
- lain sebagainya macam-macam. Ini akibat
- orang belajar sepotong-sepotong di dalam
- sebidang. Akhirnya masyaallah luar biasa
- imbasnya ke mana-mana. Sampai orang mau
- salat kamu ngantuk. Udah tidur aja dulu
- kalau begitu. Hatta yadhabaun naum.
- Sampai kamu betul-betul sadar. Tidak
- terlalu ngantuk, tidak penuh
- keterpaksaan. Sehingga kamu sadar apa
- langkah kamu, gerakan kamu, apa yang
- dibaca. Indahnya Islam.
- Fa inna ahadakum sha wahua nais la yadri
- laallahu yastagfir fayasubba nafsahu.
- Hadis Bukhari itu hadis Bukhari nomor
- 212
- itu paling tidak ya coba Fathul Bari juz
- 1 halaman 415
- 4145 tuh dari ee kanan bawah tuh sampai
- terus itu sampai kanan di
- 418 begitu. Luar
- biasanya Bukhari 2013 lah. Kita sekarang
- luar biasa salat kayak enggak sadar
- apalagi di luar enggak sadar juga kita
- sampai mau meninggal cuma enggak sadar.
- Saya kasih contoh juga
- bagaimana saya enggak bilang salah nanti
- malah tersinggung repot orang sekarang
- itu. Contohnya begini orang misalnya
- datang ke kuburan lalu dikomentari di
- kitabnya. Ya sekarang kitab aja banyak
- kebohongan kok. Kitab apa yang enggak
- ada kebohongan sekarang? Tanya aja semua
- orang yang sudah belajar ke Timur
- Tengah. itu ditambahi bahwa kekuburan
- itu kalau berdoa atau ee menanam pohon
- kalau dimungkinkan atau menyiram atau
- pakai bunga gitu atau itu itu kekhususan
- dari Nabi katanya. Jadi itu khusus untuk
- Nabi katanya itu bohongnya kan luar
- biasa itu. Itu bohongnya luar biasa.
- Dijawab oleh kitab Fathul Bari bukan
- kata saya enggak berani mengatakan itu
- bohong. Wakadzalika fima fihi barokatun
- kadzikri wa tilawatil quran min babil
- aula. Namanya air, namanya bunga atau
- tanaman yang penting enggak terlalu
- besar itu bermanfaat. Apalagi zikir,
- berdoa, bacaan
- Al-Qur'an. Walau kan dalalika min
- khasihi labayyanahu. Andai saja itu
- memang betul seperti dugaan orang yang
- bohong itu bahwa itu hanya khusus untuk
- Nabi, itu Nabi sudah pasti menjelaskan
- sebelum Nabi meninggal. Mana di hadisnya
- enggak ada dibilang itu khusus untuk
- Nabi. Quran sudah sempurna. Alyya
- akmaltu lakum dinakum wa atmamtu alaikum
- nikmati waru lakumul islama dina. Kita
- itu lebih pintar daripada Allah dan
- Rasulnya.
- Nambah-nambahin. Akhirnya umat tuh
- enggak rukun-rukun. Silakan kalau mau
- kirim doa dari rumah habis salat di
- jalan, di kuburan dan lain sebagainya
- silakanlah. Jangan bilang itu
- kekhususan. Karena yang tahu bahwa orang
- punya dosa itu hanya Nabi. Kalau boleh
- jujur, siapa orang yang enggak punya
- dosa? Siapa coba kalau satu sisi itu di
- mana penjelasan seperti itu? Ya buka aja
- hadis Bukhari lah. Nomor berapa?
- 216 218
- 1361
- 1378
- 602 6.05.
- Coba cek
- tuh. Ada lagi cerita sangat menarik.
- Tapi kalau di antaranya itu fagraza fi
- kulli qobrin wahid laallahu yukafuuma
- maam yaasa.
- Kita sering mendengar cerita Zul
- Huwaisarah atau Zul
- Huwaisirah.
- Seorang
- at-tamimi alyamani.
- Dia
- ini cerita yang mudah. Dia pernah
- kencing di pojongan masjid. Orang Arab
- desa
- kencing. Lalu dilarang sama sahabat.
- Nabi tidak melarang sahabat yang
- melarang orang yang tidak paham kencing
- sembarangan. Tapi yang kencing pun tidak
- dimarahi oleh
- Nabi. Tapi diberikan solusi, lalu
- diarahkan,
- dirukunkan. Karena Nabi dulu enggak
- rebutan jabatan sama uang. Jadi bisa
- merukunkan umat, bisa menyampaikan
- Al-Qur'an, Asunah apa adanya. tidak
- punya kepentingan seperti orang sekarang
- yang perutnya kotor, pikirannya
- kotor. Sama dengan saya, udah saya ini
- bodoh, pikiran saya juga kotor. Jadi
- begitu. Jadi sampai akhirnya karena
- kelembutan, satu sisi lembut tapi satu
- sisi penuh dengan kepastian tegas Nabi
- itu sampai beliau berdoa ini
- Allahummarhamni wa Muhammada. Ya Allah
- sayangi kami dan Nabi Muhammad walaham
- ma'ana ahada. Yang lain enggak usah. Itu
- satu sisi. Tapi satu sisi setelah ee dia
- diajari kelembutan dan ketegasan pada
- saat yang lain, maka si namanya orang
- Dulhuwa sirah ini seumur hidup dia lalu
- dia mengambil pelajaran. Sejak itu dia
- tidak pernah falam yuanib walam yasub.
- Dia tidak pernah mencela sesama umat
- Islam. mencaci. Apalagi orang sekarang
- gara-gara beda pilihan. Coba lihat wuh
- lisannya kotor luar
- biasa. Nabi tidak mengatakan lima
- nahaitum al'rabiyah. Tidak memarahi
- sahabat. A'rabinya juga tidak dimarahi.
- Luar
- biasa. Jadi bagaimana caranya kita bisa
- punya wibawa? Kalau kita sudah kotor di
- situlah kita harus sadar mulai dari
- sekarang bertobat kembali kepada
- Al-Qur'an dan Asunah. Wahai teman-teman
- santri, sadarlah ini hari santri. Kalau
- dibilang hari santri, ingatlah Kiai
- Hasyim yang di Tebu Ireng itu kiai saya
- juga, saya lama di situ. Jangan lupa
- Kiai Hasyim itu berjuang demi untuk
- membebaskan Indonesia ini dari
- penjajahan asing dan
- aseng. Bukan kita hari santri ini
- ditunggangi oleh oknum-oknum yang punya
- kepentingan politik.
- kita ini jangan sampai kekuasaan,
- pemerintahan, ekonomi, segala macam.
- Itulah perjuangan Ki Hasyim Asy'ari
- aslinya. Coba cek hadis Bukhari. Ini
- yang kita ceritakan tentang tadi orang
- Arab itu 200 e orang Arab maksudnya yang
- belum pernah kena sentuhan Al-Qur'an dan
- Asunah yang kencing di pojokan masjid
- tadi. Begitu disampaikan dengan waktu
- lembut dan tegas di saat yang lain, maka
- dia bisa mengambil pelajaran 220 atau
- 6.128. Banyak cerita seperti itu
- sebenarnya.
- Kenapa seperti
- ini? Kalau kita nanti apa saja, kalau
- kita niatnya tidak baik, kita bisa cari
- dalil. Enggak boleh membuka aib orang,
- enggak boleh keras-keras. Justru satu
- sisi keberadaan Nabi itu untuk tabligh,
- ya kan? Tabligh, fatanah, qidib,
- khianah. Menyampaikan keberadaan Nabi.
- Al-Qur'an itu tujuannya litubayyina
- linnas. Lagi pula satu sisi, jadi
- Al-Qur'an itu untuk disampaikan tapi
- tidak penuh dengan kebencian, tidak
- penuh dengan
- dendam. Cobalah tanyakan kepada hati
- masing-masing. Anda menyampaikan ini,
- wat tawasau bilhaq, watwu bisabri,
- watawau bil marhamah. Apa penuh
- kedengkian, dendam, atau ada tujuan
- dunia? Karena Al-Qur'an juga
- menyampaikan
- azubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Watqu
- fitnibadinaamu minkum
- khamu
- annallahadidulq. Apabila Anda tidak bisa
- amar makruf nahi
- mungkar lalu kerjanya cuman tidur doang
- padahal suruh bangun. Ya ayyuhal
- muddatir ya ayyuhal muzammil. Bangun
- umat Islam nanti. Kamu itu kalau tidak
- amar makruf nahi
- mungkar sok rahmatan lil alamin. Terus
- orang menyampaikan kebenaran terus
- dibilang radikal. Berarti Anda ini lebih
- pintar daripada Allah dan Rasulnya.
- Al-Qur'an dihapus, Asunah dihapus, Allah
- pasti menurunkan azab. Itu Al-Qur'an
- surah Al-Anfal ayat 25. Wattaqu fitnatan
- lausibannadinaamu minkum
- khamu annallahidulqab.
- Demikian juga wain aku ala aidihim najau
- wajau jamia. Apabila Anda bisa
- mengingatkan amar makruf nahi mungkar
- jangan dipisah
- itu. Tangan itu ada kanan ada kiri.
- Telinga juga ada kanan ada kiri. Dakwah
- itu enggak ada cuman basyira tapi juga
- nadirah. Ada malam ada siang. Ada panas
- ada dingin. Itu hadis Bukhari 2493.
- Coba cek juga penjelasannya di dalam
- tafsir Al-Qurtubi juz 7 halaman
- 343. Jadi sesuaikan
- itu dengan ayat wama kanallahu
- liuadzibahum wa anta fihim wama
- kanallahu muadzibahum wahum yastagfirun.
- Satu sisi asal ada yang istigfar Allah
- tidak akan menurunkan azab. Kenyataannya
- sekarang azab di mana-mana. Di zaman
- Nabi juga Uhud hancur umat Islam. Quran
- masih turun. Nabi masih ada. Perang
- Hunen juga begitu. Itu kalau kita akibat
- tidak amar makruf nahi
- mungkar. Dan Nabi juga menyampaikan
- kepada
- putra-putrinya agar tetap beribadah dan
- seterusnya. Kita kembali kepada materi
- kita. Sebenarnya masih banyak
- contoh-contoh yang kayak begitu.
- Bagaimana contoh tegasnya Nabi? Kalau
- contoh tegasnya Nabi yaitu waktu
- orang-orang orang-orang yang ini cerita
- yang sudah biasa itu sangat masyhur.
- Orang-orang yang jelas-jelas menyakiti
- Nabi, menyakiti agama Islam waktu Nabi
- salat dikasih kotoran itu karena sesuai
- permintaannya dia. Dia mati semua waktu
- perang Badar
- itu. Ketegasan Nabi, Nabi berdoa itu
- angkat tangan, "Ya Allah berikan dia
- pelajaran yang tegas ya Allah." Karena
- kalau dia masih sisa hidup seperti itu,
- maka orang yang bangga menjadi anaknya
- titik-titik. Saya bangga itu akan luar
- biasa. Dan coba orang sekarang agama
- enggak agama ini enggak dihargai sama
- sekali. Orang sekarang itu coba hancur
- semua mati sesuai permintaannya. Itu
- hadis Bukhari itu. Coba cek hadis
- Bukhari 240 Fathul Bari juz 1 halaman
- 460 sampai 465. itu bagaimana Nabi luka
- habis hancur dihancurkan oleh orang
- kafir yang keras begitu hadis Bukhari
- 243 Fathul Bari juz 1 halaman
- 467 orang yang enggak begitu hancur
- semua binasa waktu lembut tembut waktu
- tegas tegas wong kita kerasnya sama
- huk-huk mau ceramah di YouTube.
- Hook-hook itu di zaman sebelum Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Kalau kita punya hukuk maka amalnya
- sekarang kurang. sebesar gunung Uhud.
- Jadi bunuh semua hukhuk. Akhirnya Hukhuk
- punya anak dibunuhin semua huk-huk pada
- yatim. Di zaman Nabi Huk-Huk dibiarkan
- berkeliaran. Itu di mana itu? Di hadis
- Bukhari itu. Jadi alkilab tabulu wat
- tuqbilu wudbiru fil masjid fi zaman
- Rasulillah sallallahu alaihi wasallam.
- Coba cek hadis Bukhari itu 174 Fathul
- Bari juz 1 halaman 369.
- Kita saja kalau orang sesama muslim
- lisannya semua diarahkan untuk berantem
- sesama umat Islam. Eh, dengan orang lain
- kita mah kayak orang Subhanallah. Kita
- kembali kepada materi kita.
- Bismillahirrahmanirrahim. Yaitu surah
- An-Nahl ayat berikutnya sekarang yaitu
- ayat yang ke-98.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Faidza qal qurana fastaid billahi
- minasyaitanirrajim. Apabila membaca
- siapa kamu membaca Al-Qur'an kepada
- Al-Qur'an? Betul-betul membaca ini
- arahnya jelas kalau membaca
- Quran. Jadi baca ucapkan
- auzubillahiminasyaitanirrajim. Lalu kan
- sekarang ada Pak orang macam-macam kayak
- begitu ya terserahlah. Tapi kalau boleh
- lihat, yang penting jangan mengaku
- paling
- benarlah. Kalau aslinya itu kalau kamu
- takut tergoda setan, maka kamu itu lagi
- baca Quran apa tergoda setan si apa
- tidak? Begitu
- sebenarnya. Jadi kalau
- Anda takut tergoda oleh setan, maka
- silakan baca azubillahisil alim
- minasyaitanirrajim. Karena ayatnya
- begitu. Wa imma yanzagaka minasyaitani
- nazun. Kalau takut digoda setan maka
- bacau.
- Auzubillah assamiil alim
- minasyaitanirrajim. Berdasarkan fastaid
- billah innahu samiul alim. Itu umum itu
- Ala'raf ayat 200. Pendapatnya siapa?
- Pendapat ijtihadnya Imam Ahmad itu. Jadi
- jangan merasa paling benar kalau baca
- itu. Silakan mau baca apa aja insyaallah
- sama-sama benar. Enggak boleh kalau
- merasa paling benar. Ada lagi bukan
- azubillah assamiil alim azubillah samiil
- alim minasyaitanirrajim tapi azubillahim
- minasyaitanirrajim innallah hu samiul
- basir. Ijtihadnya siapa itu? Pendapatnya
- siapa? Mazhabnya siapa? Itu ijtihadnya
- Imam Asauri al-Auzza'i. Itu malah
- katanya lebih utama, lebih
- lengkap. Itu berdasarkan Al-Qur'an.
- Berdasarkan Quran surah Ghafir atau
- Almukmin ayat 56. itu kalau kamu
- berdebat. Kalau kamu berdebat khawatir
- terjadi permusuhan baca itu baca
- aubillahiminasyaitanirrajim. Innallaha
- samiul basir. Karena ayatnya begitu.
- Innalladina yujadiluna. Yujadil berdebat
- bukan untuk mencari kebenaran kayak
- orang sekarang kan. Yujadiluna fi atinha
- sulan
- atahumihim illa kibr
- maumid billah.
- Tapi kalau kamu betul-betul mau baca
- Quran no kan langsung kalau ini arahnya
- kalau kamu mau pengin baca Quran menurut
- jumhur ulama Imam Malik, Imam Abi
- Hanifah, Imam Syafi'i semua faidza qal
- quran betul-betul qora sebenarnya fi'il
- madi betul-betul mau baca Quran, mau mau
- tergoda setan kek, enggak tergoda setan
- kek, pokoknya mau baca Quran fastaid
- billahi minas sitan.
- langsung mengarah itu ke jantungnya.
- Jadi yang benar yang mana ya? Silakan
- sama-sama benarlah. Di mana penjelasan
- seperti itu lah bukalah tafsir Assawi
- juz 1 halaman 5. Baca sendiri. Kalau
- enggak tak bacain ya ke rumah aja lah.
- Kita lanjutin ayat berikutnya materi
- kita Annahl surah yang ke-16 ayat
- 99. Innahu laisa lahu sultanun
- alalladina amamanu wa ala rabbihim
- yatawakkalun.
- Innahu bahwasanya laisahu tidak
- ada tidak
- ada lahu bagi setan sultanun apa bisa
- menggoda
- kita. Jangankan orang kafir, setan
- enggak bisa mengatur kita kalau kita
- betul-betul dekat kepada Al-Qur'an dan
- Asunah. Kita enggak mungkin berada di
- bawah kekuasaannya
- dia. Enggak mungkin orang yang berada di
- bawah kekuasaannya dia itu kalau bahasa
- Alhijr ayat 42.
- ibaka minalin. Kecuali orang yang memang
- menghamba menghambakan diri kepada uang
- dan jabatan sehingga bertekuk lutut di
- bawah kekuasaannya dia. Al-Hijr ayat 42
- itu gabungkan dengan materi kita Annahl
- surah yang ke-16 ayat
- 99. Laisa lahu sultan alladzina amanu
- asal kita mulai hidup sampai akhir hayat
- tetap menjaga keimanan kita,
- keistikamahan kita.
- yatawakalun dan semakin bertawakal
- apalagi di sisa umur. Tidak pantas di
- sisa umur kita kelayapan ke anak muda,
- ke orang ini, minta dukungan ini dan
- itu. Masyaallah.
- yang namanya ustaz, kiai, syekh, imam,
- habaib itu jangan sering-sering
- kelayapan lah. Mbok ya di rumah
- didatangin, dimintain doa, minta
- nasihat, diminta di supaya ngajarin
- tafsir, ngajarin apa ee kitab alhadis
- misal asunah atau apa-apa
- begitu enggak
- waktunya. Berikutnya yaitu surah An-Nahl
- ayat 100. Innama sultanuhu alalladina
- yatawalla walladzina hum bihi
- musyrikun. Anging
- pastine. Orang yang bisa dikuasai setan
- itu alalladina yatawallaunahu adalah
- orang yang menjadikan setan sebagai
- pemimpin. Allahu Akbar. Walladzina hum
- bihi musyrikun. Dan dia bersekutu dengan
- setan. Ayat berikutnya. Waidza
- baddalna
- ayatamana ayah. Wallahu a'lamu bimaa
- yunazzil. Qolu
- innama anta muftar bal aktarsaruhum laa
- ya'lamun. Waidza baddalna apabila
- mengganti. Siapa
- kami? Siapa kami? Kami Allah. ayatan
- kepada ayat makana ayatin di tempat ayat
- yang
- lain. Maka wallahu a'lamu bima yunazzil.
- Adapun Allah alamu yaitu maha mengetahui
- bima dengan sesuatu yunazzil yang
- menurunkan secara berangsur-angsur siapa
- Allah kepada Al-Qur'an sesuai dengan
- kepentingan manusia. Qolu menyampaikan
- siapa mereka? Innama anta muftar. Orang
- kafir itu bilang nabi itu
- pembohong. Padahal nanti dijawab oleh
- Allah, "Bukankah bukan Nabi yang
- pembohong, Mas. Sampean yang pembohong
- itu nanti dijawab di belakang itu. Kita
- ikuti
- dulu." Bal aksaruhum. Bahkan kebanyakan
- mereka la ya'lamuna yaitu tidak
- mengetahui siapa mereka. Ini berbicara
- tentang nash dan mansuh. Emang ada yang
- dinas dan dimansuh. Di antaranya coba
- hubungkan surah Annahl surah yang ke-16
- ayat 106. Wa badalna ayat makana. Ayah
- seperti ini hubungkan dengan Al-Qur'an
- surah Albaqarah ayat
- 144 yaitu tentang pergantian Baitul
- Maqdis yang kiblatnya tadinya dari
- Ka'bah ke Baitul Maqdis lalu kembali
- lagi ke ke Ka'bah atau dari Ka'bah lalu
- sepertinya mengarah ke Baitul Maqdis
- lalu kembali lagi ke Ka'bah. Coba cek
- Al-Qur'an surah Albaqarah ayat 144.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Qod narquba
- wajhika fama falan
- qiblatan fawalli
- wajhaka masjidil haram. Waitsuma kuntum
- fawallu wujuhakum satrah. Wa innalladina
- utul kitaba annahul
- haqqubihim wamallahu bighfilin amma
- yaalun.
- Demikian juga surah Annahl materi kita
- ayat yang ke-101. Wa badalna ayat makana
- ayah berhubungan dengan nasak dan
- mansuh. Hubungkan dengan Al-Qur'an surah
- al-Anfal ayat
- 656. Karena memang ayat itu saling
- yufassiru ba'duhu ba'd. Saling
- berhubungan, saling menjelaskan.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ya ayyuhan nabiyu haridil mukminina alal
- qital. Umat Islam itu tolong Nabi
- bangunin dia supaya dia jaga
- waspada. Takut sewaktu-waktu kita
- dilemahkan oleh orang
- kafir. Kalau kalau dulu kalau sekarang
- umat Islam sendiri yang melemahkan diri
- karena dia memproklamirkan diri sebagai
- negara mihaq dan mustad'afin. Karena
- kita orang lemah sudahlah terima saja.
- Bahkan dia telah kufur kepada Al-Qur'an
- dan Asunah. Dia bilang takdir. Ini
- takdir dari Allah begini. Ini takdir
- yang baik, bohong. La yard bihimul
- kufro. Allah tidak pernah rida ee
- mengakui bangga dengan orang yang
- mengaku saya menjadi bangga anak ini dan
- seterusnya. Nah, sakom segala macam itu
- bohong itu. La yammuru bil fahsya. Allah
- tidak pernah memerintahkan dan rida
- dengan kemaksiatan dan kepada keburukan.
- itu telah melampaui Al-Qur'an itu.
- Iyakum minkum
- isrunirun miatain. Kalau umat Islam 20,
- maka dia bisa berhadapan dengan 200
- orang kafir. Umat Islam harus kuat. Kuat
- badannya, ilmunya, kekuasaannya,
- imannya. Sehingga kalau berhadapan kalau
- betul-betul mayoritas syahid-syahid dah.
- Bukan kita merengek.
- Waakum minkum miatun alf minallina
- kafaru. Kalau 100 bisa lawan 1000
- banding 10 tuh
- tadinya. Yaglibu alfam minalladina
- kafaruahum lafqahun. Wah ini Quran
- radikal ini. Radikal ini. Hapus saja
- ini. Radikal ini. Ini didomplengin oleh
- radikal oleh pihak sebelah. Bahasanya
- begitu kan? bahasanya orang udah enggak
- Islam kali itu.
- Wallahuam. Biannahumul la yafqohun. Lalu
- setelahnya baru Allah menyampaikan
- alana alana khffafallahu ankum. Maka
- Allah bagi yang ada yang bilang ini
- nasakh mansu ada yang bilang tidak.
- Untuk yang kuat tetap 1 banding e 10
- tapi untuk yang enggak kuat 1 banding 2.
- Ada yang bilang nasab mansuh.
- Wallahualam. Yang penting jangan
- berantemahuumikum. Karena Allah mah tahu
- bahwa di antara kalian ada yang
- lemah bukan melemahkan. Faakum minkum
- miatun miin 100 banding 200 1 banding 2.
- Waakum minkum alibu alini bidnillah
- wallahirin. Itu Alanfal surah yang ke-8
- ayat 656.
- Kita lanjutin sekarang yaitu materi kita
- ayat yang
- ke-102. Qul nazzalahu ruhul qudusi
- mirbika bilhaqqi
- liyutsabbitalladzina amanu wa huda wa
- busro lil
- muslimin. Qul nazzalahu ruhul qudus.
- Menyampaikanlah siapa engkau nabi.
- Nazzalahu ruhul qudus menurunkan hu
- kepada Al-Qur'an. Ruhul qudus apa?
- Malaikat Jibril atas perintah Allah.
- mirbika dari Tuhanmu dari Allah bilhaq
- dengan hak. Al-Qur'an itu hak dari Allah
- yang maha disampaikan oleh orang yang
- juga hak. Malaikat Jibril disampaikan
- kepada manusia yang hak dan kita semua
- manusia akan menerima yang hak tadi.
- Liutsabbitalladzina amanu untuk
- mengokohkan, meneguhkan, menambah
- keimanan orang-orang yang mau beriman.
- Wah hudan menambah petunjuk orang yang
- pengin petunjuk. Wyro dan memberikan
- kabar gembira lil muslimin bagi orang
- Islam.
- Walaqad na'lamu annahum yaquuluna innama
- yuallimuhu basyar lisanulladzi yulhiduna
- ilaihi
- a'jamiyun wa hadza lisanun arabiyum
- mubin. Kalau bahasa singkatnya kamu
- menduga bahwa Quran itu Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wa asabi wasallam itu
- diajari oleh orang ajam.
- Bukan Arab, orang Nasra bohong.
- Bagaimana bisa orang dia Nasra dia
- bahasanya ajam sedangkan Qurannya
- berbahasa Arab? Qurannya berbahasa Arab.
- Orang sekarang benci sama
- Arab.
- Yes. Betul-betul.
- Walaq naamu annahum yaquuna innama
- yallimu
- basyarzi
- [Musik]
- innamaqih ibnil mughirah katanya diajari
- oleh
- pembantunya Alfaqih bin Mughirah namanya
- Jabar. Kalau Jabar itu
- ya menolong kalau Jabrun memaksa. kana
- nasranian diajari Pak Jabar katanya
- beragama Nasrani nabi itu faaslama
- kemudian dia masuk Islam si Pak Jabar
- itu. Nah kalau dia ngajarin kok tertarik
- ke
- Islamu id samiu minan nabi ma orang
- kafir itu kalau mendengarkan Al-Qur'an
- itu win maahu umm katanya nabi itu umi.
- Nabi itu buta enggak bisa baca enggak
- bisa menulis jadi orang bloon. Jadi umat
- Islam itu maunya bloon katanya begitu.
- Padahal Nabi tidak begitu. Begitu
- diajarin minqobluh. Coba lihat
- alangkabut sebelumnya. Begitu diajari
- menjadi orang yang paling pandai. Orang
- Arab itu orang paling keras. Karena dulu
- batu di sekelilingnya pasir juga sampai
- sekarang. Makanya berantem mulu. Tapi
- begitu dikasih Al-Qur'an menjadi paling
- lembut, menjadi paling pintar. dong
- Nabi, para sahabat dan semua yang
- orang-orang di kota yang punya keb ee
- apa ini adab dan semua sopan santun
- berdasarkan Al-Qur'an dan Asunah itu.
- Nah, kita di rumah Al-Qur'an mungkin
- lebih dari 10 tapi kita enggak
- lembut-lembut
- gitu. Jin saja begitu kasih Al-Qur'an
- beriman hatinya lembut. Nah, manusia
- enggak lembut-lembut itu. Wakanu id
- samiu dan seterusnya.
- katanya atau Pak Jabar faqallahu
- taalaun
- jabaramin. Bahasa Arab itu tidak ada
- yang bisa dan mampu ngarang manusia dan
- jin itu. Buktinya apa? Suruh ngarang
- satu kata aja enggak bisa kok. Satu
- kalimat satu ayat itu. Ayyuidu minhu
- suratan wahidatan fama fauqoha.
- an ma jabarbu sampai bosnya Mas Jabar
- ini memukul Pak
- Jabar lahu dan berkata siapa bosnya
- pemiliknya lahu kepada Mas Jabar anta
- tuimu Muhammadan eh Jabar pembantu kamu
- Jabar kamu ngajari Muhammad ya ngajari
- Islam ya fayaqulu maka berkata
- pembantunya la tidak wallahi tidak bal
- hua yuallimuni terbalik yang ada
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- mengajari I aku ngajari Islam, ngajari
- bahasa Arab, ngajari Al-Qur'an, ngajari
- Asunah. Makanya aku tertarik pada Islam.
- Akhirnya aku masuk Islam yang tadinya
- aku beragama
- Nasrani. Wahua yuallimuni. Mengajarkan
- siapa Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam ni kepadaku. Wayahdini dan
- memberikan hidayah petunjuk menuntun
- siapa Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam ni kepadaku. Waqala Ibnu Ishaq
- kanan nabiu fa shallallahu alaihi
- wasallam fima balagani katsiram ma
- yajlisual marwah. Nabi itu kayak kita.
- Jadi dia seorang pemimpin bukan karena
- mencari simpatik karena pemilu. Dia suka
- duduk sama orang biasa, bahkan sama
- orang non Islam dalam hal tertentu ya
- tidak punya kepentingan. Tujuannya apa?
- Untuk ngajari Islam, ngajari Al-Qur'an,
- memberi contoh, berdoa. Kalau kita dekat
- sama dia karena mau jabatan, mau uang,
- beda sama Nabi. Beda. Kita kelayapan
- karena minta dukungan. Kalau Nabi beda
- mau ngasih ngasih hidayah, ngasih
- rezeki. Ila gulami Nasraniin di Marwah
- dia duduk akhirnya diajarin pelan-pelan
- satu dua. Tertariklah ke Islam. Ini
- kayak teman-teman ini kebun jeruk ini.
- Heeh. Yang suka jauhulah
- ini. Yang suka ke musala-musala,
- masjid-masjid gitu kan. Yang suka bawa
- kompor katanya. Yahu jabrun abdu bani
- hadrami wana yqutuba.
- Ketepatan Jabr. Jabr ini orang yang
- terbuka hatinya. Dia sering membaca dan
- mudah menerima kebenaran dari kelompok
- manaun, dari jemaah manapun. Kalau
- kebenaran dia dengar dia terima.
- Kalau orang sekarang coba lihat tuh ada
- pembohong lalu dia membuat mengirim
- kepada WA YouTube ini radio yang islami
- ini yang lain tidak islami. Eh cari dosa
- aja. faqal musyrikuna wallahi ma yallimu
- muhammad ma yati bihi illa jabrun
- nasrani. Jadi
- begitulah kita lanjutin.
- wal muhtamilan nabi shallallahu alaihi
- wasallam rubama jalasa ilaihim fiqat
- mukhtalifah liimuhum
- mimmaamahumullah waalika bimak waqasil
- aqwalisat
- bimutanaqid
- bimutanaqidinahu yajuzu
- ayakuna ayakunu aa jamian wamahum
- yallimun berikutnya kita materi kita
- yaitu ayat berikutnya Ya
- auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Innalladzina laa yumminuna
- biayatillahi la
- yahdihimullah walahum adzabun
- alim. Surah Annahl, surah yang ke-16
- ayat 104. Innalladzina sesungguhnya
- orang-orang la yukminuna yang tidak
- beriman biayatillah tidak mau beriman
- dengan ayat Allah, Al-Qur'an,
- tanda-tanda kuasaan Allah, dia enggak
- mau. La yahdihimullah. Tidak akan pernah
- memberi petunjuk him kepada mereka.
- Allah siapa? Allah walahum. Dan yaitu
- bagi mereka azabun alim. Adapun azab
- yang sangat pedih. Allah memberi
- petunjuk enggak mau. Ya udah dibiarin
- saja maunya ke neraka.
- Innama yaftaril kadiballadzina laa
- yukminun. Surah Annahl, surah yang
- ke-16 ayat 105. Innama yaftalil kadiba
- ini Allah yang menjawab karena Nabi
- dituduh
- pembohong. Yaitu di dalam ayat
- sebelumnya surah Annahl surah yang ke
- surah yang ke-16 ayat
- 101. Qolu innama anta muftar. Kamu
- Muhammad pembohong. Lalu dijawab oleh
- Allah, "Yang bohong tuh
- kamu." Innama yaftaril kadibah. Membuat
- kebohongan, melakukan alkadibah kepada
- alkadib. Alladzina, siapa? Orang-orang
- la yukminun yang tidak beriman. Siapa
- mereka? Biayatillah dengan ayat
- Allah. Wa ulaika. Dan adapun mereka yang
- yaftalil kadiba alladina la yminuna
- biayatillah hum ya ulaik
- alkadibun. Coba cek ya.
- Alkadiba sama alkadibun itu
- beda. Kadiba fi'il, kadibun isim. Apa
- maksudnya? Menunjukkan bahwa alladzina
- la yukminun. Orang kafir itu betul-betul
- pembohong
- asli. Kamu itu kok lebih pintar ya dari
- Allah.
- Sedangkan coba e ketika as adamu rabbahu
- ketika anggaplah Nabi Adam enggak
- sengaja misal ya misal dianggap orang
- yang
- ee belum melaksanakan perintah Allah aso
- adamu rabbahu tapi meskipun aso adamu
- rabbahu fawawa tapi Allah tidak pernah
- satuun mengatakan berfirman di dalam
- Al-Qur'an itu yang mengatakan yang
- menyatakan bahwa Nabi Adam itu asin
- pakai isim fa'il atau
- ghawin tidak. Tapi pakai aso, pakai
- ghawa. Karena memang umat Islam itu pada
- dasarnya bukan ahli, tidak potongan dan
- tidak terus-menerus tenggelam di dalam
- kebohongan dan kemaksiatan. Mestinya
- umat Islam itu
- sadar. Itu bedanya antara apa tadi? Ee
- alkadiba dengan
- alkadzibun. Banyak ditafsir kayak
- begitu. Buka aja tafsir Al-Qurtubi lah,
- baca sendiri. Di antaranya juz
- 10, halaman berapa? Halaman 159. Tuh di
- kiri bawah tuh
- bacalah. Berikutnya yaitu surah An-Nahl,
- surah yang ke-16 ayat
- 106.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Man kafar billahi mim ba'di imanihi illa
- man ukriha wa qolbuhu mutmainnum bil
- iman. Wakim manarha bil kufri shodron
- faalaihim ghadab.
- Wakim syaraha bilfri shodron faalaihim
- wadabum
- minallah walahum adzabun adzim.
- Man adapun siapa orang kafarah yaitu
- kufur siapa man billahi dengan Allah min
- ba'di imanihi setelah beriman orang kok
- sudah beriman paham dan dengar Al-Qur'an
- tapi tidak dekat dengan Al-Qur'an tidak
- membesarkan Al-Qur'an Islam tidak
- bergabung dengan umat Islam maka dosanya
- berlipat-lipat.
- Yang dimaafkan itu kalau betul-betul dia
- dalam keadaan
- terpaksa, lemah, mati, dia enggak makan
- kalau enggak minta jabatan dan uang
- kepada itu baru dimaafkan oleh Allah.
- Betul-betul mustadin orang yang kayak
- begitu baru dimaafkan. Illa man ukriha.
- Kecuali orang yang betul-betul dalam
- keadaan
- terpaksa. Apa kita orang kita mayoritas
- kita enggak lapar, kita kok bisa
- bertindak seperti itu? Tu bagaimana?
- waqbuhu dan hatinya meskipun dia dalam
- keadaan terpaksa seperti itu betul-betul
- mati kalau enggak begitu. waqolbu. Dan
- adapun hatinya mutmainnum bilan, tetap
- kokoh dengan keimanannya. Walakin akan
- tetapi yang dosanya luar biasa itu man
- orang. Ada kalau lakin nanti menjadi
- istinnaf. Man adapun siapa orang syaroha
- yaitu melapangkan siapa man. Dia bangga,
- dia senang berkumpul dan membesarkan
- kekafiran, kekufuran bil kufri sodron.
- dadanya memang lapang, bahagia bahkan
- dipromosikan,
- dibantu pakai kampanye segala macam.
- Faaiim gadum minallah. Maka yaitu bagi
- mereka ghadum minallah. Adapun kemurkaan
- dari Allah walahum. Dan yaitu bagi
- mereka adzabun. Adapun azab adzimun yang
- sangat besar. Ayat radikal. Biarinlah
- ayatnya. Itu ayatnya bukan saya. Saya
- cuma baca aja.
- kita potong dulu ya. Boleh dipotong
- dulu. Iya. Baik. Baik. Alhamdulillah
- ikwan akhwat ee demikian kajian pada
- malam hari ini ee
- yaitu Ustazah Massi menjelaskan tentang
- Quran surah An-Nahl yang ayat ee
- melanjutkan ayat kemarin yaitu ayat 97
- ya baru sampai ayat 1006.
- Ee bagi Iwan Ahwat, kami mengundang bagi
- Iwan Ahwat yang ingin bertanya atau
- mengirimkan
- ee inah bertelepon bisa
- mengs111999720 atau telepon di
- 0218451512.
- Namun kami akan kembali setelah jedak.
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Yeah.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- silaturahim dan rasil visual untuk Islam
- yang satu. Terima kasih Iwan Akhwat
- masih menyimak kajian pada malam hari
- ini yaitu program kajian kitab
- Al-Qurtubi. Pada sesi pertama tadi Ustaz
- Aban Sanusi telah membahas ee Quran
- surah An-Nahl ayat
- 96 sampai ayat 100 106. Ee
- mungkin sebelum melanjutkan, Ustaz kita
- kedatangan beberapa pertanyaan. Iya. Ee
- saya bacakan dulu ya, Ustaz ya. Baik.
- Baik. Ee untuk SMS pertama ya datang
- dari
- 081
- 579 3421.
- Sekian-sekian. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ee saya mau bertanya,
- makanan halal atau haram ini apakah juga
- dipengaruhi oleh sumber uang si pemberi
- atau cara mendapatkannya? Kadang kita
- diberi makanan tidak jelas sumbernya
- seperti di pesta pernikahan. Tidak
- dimakan enggak enak dengan yang
- mengundang. Dimakan ragu melihat track
- record si pengundang. Apa yang harus
- dilakukan Ustaz? Ya, saya bacakan
- selanjutnya, Ustaz.
- Dari Ibu Nia di Bekasi. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ee ingin bertanya
- sebenarnya jika sedang head boleh tidak
- memegang Al-Qur'an karena ada yang
- berpendapat? Boleh. Mohon pencerahannya,
- Ustaz. Syukron.
- ee SMS berikutnya
- dari
- 0812822881
- sekian-sekian. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam. Terkait ee Banser yang
- membakar kalau saya bukan bukan oknum
- oknum oknum ya? Iya. oknum. Terkait
- oknum. Kalau saya ada di situ
- melihat kalau melihat ee kejadian
- tersebut, bolehkah saya bertindak keras
- dengan orang tersebut? Mohon
- penjelasannya, Ustaz. Dari Haji Suhud.
- Iya. Ee kemudian SMS selanjutnya dari
- 0838
- 768625.
- Sekian-sekian. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam. Terkait dengan keadaan
- umat sekarang ini, apakah ada
- keterkaitannya dengan Quran surah
- Albaqarah ayat
- 185 dengan ayat dengan Albaqarah ayat
- 128? Mohon penjelasannya, Ustaz. Mohon
- dijawab, Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Suatu ketika laqad hamamtu an amur bhatb
- fuhu amuru bah. Aku pengin orang-orang
- yang melenceng ini aku bakar saja. Lalu
- bagaimana kalau kita di sebelah orang
- yang kepeleset misal mungkin enggak
- sengaja atau bagaimana karena enggak
- tahu atau
- karena itu Nabi menyampaikan la
- yatahaddasunas anna muhammadan yaqtulu
- ashabah. Kalau bisa sesama umat Islam
- kita itu harus mendoakan, harus dengan
- tetap lembut. Tapi kalau orang yang lain
- kalau dia betul-betul mencelakakan kita,
- maka di situlah hitam putihnya, black or
- white-nya. Jadi itu coba cek di dalam
- hadis Bukhari
- 4.905 ketika kita berhadapan dengan
- sesama muslim. Fathul Bari juz 8 halaman
- 836 838.
- itu satu
- sisi. Lalu di sisi yang lain,
- makanya sebenarnya banyak orang enggak
- bisa membedakan antara Al-Qur'an, antara
- Asunah, antara ijtihad ulama. Ada orang
- ditanya, "Hukum salat jemah itu apa?"
- Dia yang menjawab pakai pakai ijtihadnya
- Imam Imam Ahmad. Mestinya jawab pakai
- Quran, pakai Asunah. Asunahnya
- bagaimana? Nah, begitu loh. Jadi bukan
- dijawab dengan pendapatnya Imam Ahmad
- dengan pendapat iya betul pendapat Imam
- Ahmad itu berdasarkan Quran dan Asunah.
- Tapi kalau dijawab dengan itu kan dia
- yang lain juga berdasarkan Quran juga.
- Jadi tetap aja pendapat para imam itu
- kita baca, kita ikuti, kita pelajari
- untuk bantu kita memahami Al-Qur'an dan
- As-Unah. Tapi kalau apa-apa itu pakai
- Quran dan Asunnahnya pokoknya baru
- pendapat ijtihad ulama. begitu
- kenyataannya sebenarnya memang ya
- namanya salat haruslah ya sunah muakkad
- wajib kalau perlu tapi enggak boleh kita
- mewajibkan sesuatu yang tidak wajib
- dosa nanti kita bohong atas nama Nabi.
- Kedua kita lima
- takluna ee jadi jangan sampai had halal
- wa hadza haram litaftaru alallahil
- kadib. Hati-hati kita jangan
- kadang-kadang kita ini wulul dan kita
- tidak bisa membedakan mana itu pendapat
- ulama, mana itu ee coba cek di dalam ee
- kitab Fathul Bari juz 7 halaman
- 393 tentang kasusnya sahabat Abdullah
- bin Umar waktu salat jumah itu mau
- jumatan beliau malah e besuk temannya
- yang sakit itu.
- Coba itu 3.990
- 990 dan kasusnya sahabat Ibran bin Malik
- bandingkan dengan sahabat ee Abdullah
- bin Ummi Maktum dan seterusnya
- itu waqtatil jumuah wataroka al
- jumuah itu banyak itu. Jadi sekarang itu
- di level semua level itu orang berani
- fatwa tapi sebenarnya enggak menguasai
- dan enggak bisa membedakan antara
- Al-Qur'an Asunah dengan ijtihad ulama
- itu enggak bisa kadang-kadang tapi
- beraninya luar biasa.
- Jadi tadi saya kembali lagi apa yang mau
- dibahas tadi ya tentang janganlah kalau
- bertemu orang salah jangan kita langsung
- ada TNI Polri kita serahkan saja kepada
- aparat kepada ketuanya jangan sampai
- mengotori umat Islam itu minta maaf ke
- orang sedunia dia kalau enggak minta
- maaf betul-betul coba lihat sampai akhir
- hayatnya kayak apa. Jadi kalau kayak
- begitu serahkan kepada TNI Polri saja
- serahkan kepada pimpinannya kita kasih
- penjelasan yang baik saja kita jangan
- ikut mereka. Berikutnya bagaimana kalau
- tentang masalah makanan? Tentang masalah
- makanan itu selama kita tidak jelas
- bahwa itu makanan yang haram, bismillah
- saja makan. Jadi kalau memang tidak
- terlalu jelas bahwa itu sumbernya haram,
- kecuali kalau jah jelas-jelas
- haram. Allah menyampaikan
- azubillahiminasyaitanirrajim
- bismillahirrahmanirrahim.
- Ya ayyuhalladina amanu la tasalu asya in
- tubakum tasum
- wainasaluhaunazzalul
- quranakumallahu anha wallahu gfurun
- halim. Coba dicek tuh Alqur'an surah
- Almaidah. Almaidah itu meja besar ada
- makanannya itu Almaidah itu namanya. Kok
- di rumah kita ada meja besar enggak ada
- makanannya itu bukan Almaidah namanya.
- Sufrah
- kosong ya. Kata istrinya, "Ya, kosong
- orang suaminya enggak ngasih uang
- belanja kurang. Apalagi semua naik
- sekarang." Ya, Almaidah ee surah yang
- keelima ayat 101 itu. Lalu baca
- bismillah.
- Bismillahirrahmanirrahim yang lengkap
- karena itu Asmaul Husna sama dengan
- sepertiga pahalanya membaca Al-Qur'an
- karena ada Allah, ada arrahman arrahim.
- Daripada awalahu wa akhirahu itu masih
- terjadi perdebatan. Lalu bagaimana kalau
- kita ini pegang Al-Qur'an darurat mau
- ngaji apa lomba ini kita misal nih
- dikirim antum untuk ikut lomba tingkat
- nasional atau internasional ternyata
- menca ya kalau darurat itu illa maturum
- kalau bahasa Al-Qur'an kalau darurat
- maka insyaallah dimaafkan bahasa usul
- fikihnya alhajatu alhajatu tanzilu
- manzilaturah tubihul
- mahdurat. Makanya kalau sudah bicara
- fikih itu belajar ushul fikih. Belajar
- fikih enggak belajar ushul fikih ya
- jungkir balik enggak karu-karuan nanti
- itu belajar Quran usulnya belajar asunah
- belajarlah. Lalu sudah semua ya. Oh
- Albaqarah yang ditanya Al apa tadi
- pertanyaannya? Apa tentang apa tadi?
- Terkait dengan keadaan umat Islam sek.
- Oh keadaan umat Islam hubungannya dengan
- Albaqarah 18 185.
- Auzubillahiminasyaitanirjim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Oh, syahru
- ramadanzi unzila fihil quranu hudinasi
- wa bayyinatim minal huda wal furqan.
- Famanya minkumus falyasum. Waman kaana
- maridan ala safarin faiddatum min
- ayyamin ukhur. Yuriullahu bikumul yusra
- wala yuridu bikumul usro.
- [Musik]
- itu mungkin maksudnya itu kita harus
- ikut Al-Qur'an dari pertanyaan ini
- mungkin supaya keadaan kita tidak
- seperti ini. Karena ee dengan kita
- mengikuti Al-Qur'an yuridullah bikumul
- yusro. Allah itu menghendaki kita itu
- mudah. Semuanya mudah jangan dipersulit.
- Memang Islam itu mudah. Contohnya ini ya
- kalau mengajari Al-Qur'an mohon maaf
- saya enggak pintar cuman kalau pakai
- Hamzah 2 misal A' jamiyun itu boleh
- dibaca bagaimana? itu boleh dibaca dua
- sama dengan
- aartahum hamzahnya dua kali di depan
- boleh jelas boleh tidak jelas coba cek
- di dalam paling tidak coba cek ee tafsir
- Al-Qur'anul Karim tafsir jalalin lah
- enggak usah tinggi-tinggi di ee di
- halaman yang ketiga itu bitahqiqil
- hamzatain wa ibdalaniya alifan
- waashiliha waidhali alifin bainal
- musahalati wal ukhra watarkihi boleh
- dua-duanya ya kan jadi enggak ribut
- kalau begitu kalau ini alasannya ini Kok
- ini alasannya ini begitu. Bagaimana
- kalau
- aamian itu contohnya ya? Ajamiyuun wa
- arabi istifham inkarun minhum bitahqiqil
- hamzani waqolbi alifan bisbain wadunih.
- Coba cek ini. Cek nih nih jalalen.
- Jalalen nomornya 393 di sebelah kiri di
- bawah tuh 2 3 4 tuh coba. Jadi
- mudah sampai orang menikah pakai saksi
- atau tidak saksi harus pakai saksilah
- kecuali darurat. Kalau darurat maka
- nanti naib yang
- menikahkan. Jadi Quran itu yang penting
- orang nikah cepat
- dinikahin. Cepat dinikahkan cari
- keluarganya. Oh kau bisa keluarganya
- yang jadi saksi. Kalau enggak ada ya
- nanti naib yang segera. Mana itu? Coba
- cek ya di
- dalam di dalam apa ini?
- tentang masalah kesaksian itu di
- antaranya harus pakai saksi
- falaun azwajahun. Tapi yang saksi itu
- bisa tidak terlalu jadi masalah tapi
- harus tetap ada saksi karena nanti juga
- ada naib segala macam yang bertanggung
- jawab.
- Albaqarah ayat
- 232 sandingkan dengan 234 sama-sama
- Albaqarah itu itu bahasannya panjang itu
- tentang masalah kesaksian itu banyak
- itu. Fihun bidni ahli annisa 25
- waulama
- inuijal. Jadi itu semuanya apa intinya?
- Bagaimana caranya kalau orang punya
- hajat apalagi orang punya nikah anak
- antum sudah nikah belum? Ah belum
- dipermudah gitu loh. Jadi Islam itu
- mempermudah yuridullahu bikumul yusro
- wala yuridu bikumul usro. Ini sehubungan
- dengan pertanyaan tadi Albaqarah ayat
- 185 dan hubungannya dengan Albaqarah
- dengan keadaan kita sekarang Albaqarah
- 120 8 200 oh 208
- 200 Albaqarah 2008 oh
- 208ubillahiminasyaitanirrajim
- bismillahirrahmanirrahim ya
- ayyuhalladzina amanudkulu fmi
- kaah kamu itu kalau mau melaksanakan
- aturan Islam itu jangan dipilah,
- dipilih, laksanakan semua meskipun
- menurut kemampuan. Tapi kalau larangan
- itu harus dihindari mampu enggak mampu.
- Kalau amar itu mastatum. Tapi kalau
- larangan itu harus sekuat mungkin itu.
- Wala tattabiu khutuati setitan. Jangan
- pernah mengikuti langkah-langkah godaan
- setan yang sangat banyak langkahnya,
- triknya itu loh. Innahu lakum aduwum
- mubin. Karena memang setan itu jelas
- musuh yang jelas. Kenapa Anda kok mau
- berteman lah Qurannya ke mana gitu? Kita
- lanjutin ya materi Ah.
- Bismillahirrahmanirrahim. Ada orang yang
- di zaman Nabi Quran masih turun, Nabi
- masih ada. Murtad tuh ada. Siapa
- namanya? Abdillah bin Sa'd ibn Abi
- Sarah, Mikyas bin Subabah, Abdillah bin
- Khattal, Qais bin Alwalid bin Almuwirah.
- Kafaru ba'da
- imanihim. Ini para hujjat ini kan dulu
- orang kafir juga sudah haji kan? Iya.
- Haji Abu Jahal. Haji Abu Lahab tuh kan
- dia dulu buktinya apa? Safa dan Marwah
- kan dulu dia sama dengan sai cuman kasih
- patung kan Safa Marwah di Ka'bah juga
- dikasih patung 360 lalu dia dengan
- telanjang lalu dia kalau tawaf itu
- enggak pakai baju uryanan itu attaubah 1
- sampai 5 itu. Kalau dia wukuf tidak mau
- wukuf di Arafah dia maunya di Muzdalifah
- karena merasa dia orang hebat tidak mau
- kumpul dengan orang biasa. Albaqarah
- ayat 199. Bukan kata saya itu Albaqarah
- ayat 158 cek tuh tentang Haji Abu Jahal,
- Haji Abu Lahab. Jadi kalau sekarang
- banyak tuh Pak Haji tapi jauh dari
- Al-Qur'an dan Asunah, mudah-mudahan
- insyaallah dengan disebut nama hajinya
- beliau malu dan segera bertobat dan
- kembali kepada Al-Qur'an. Dekat dengan
- Al-Qur'an dan Asunah itu pasti
- insyaallah. Qais bin Al-Walid bin
- Almugwiraq kafaru ba'da imanihim. Ini
- hubungannya dengan materi kita Al-Qur'an
- surah An-Nahl ayat
- 106. Jangan kita ini Al-Qur'an ada tapi
- pikiran kita jauh dari Al-Qur'an. Ukriha
- hadil ayah nazalat fi Ammar ibni Yasir
- fi ahli tafsir liannahu qoribun ba'
- maadabuhu ilaihi q Ibnu Abbas akahul
- musyrikuna wau abahu. Saya cuman bacain.
- Jadi saya cuman bacain. Menurut sahabat
- Ibnu Abbas orang musyrik itu kalau dia
- kuat dia nyiksa umat Islam. Apalagi dari
- zaman dulu. Sekarang terulang. Dia
- menyiksa bapaknya sahabat Amar. Demikian
- juga ummahu ibunya sahabat Amar yang
- bernama Sumayyata itu disiksa. Wahaiban,
- Suhaib, sahabat Suhaib disiksa. Bilalan
- sahabat Bilal disiksa. Wa khawbaban
- sahabat Khabbab disiksa. Saliman sahabat
- Salim disiksa.
- Faadzabuhum. Kalau dulu disiksa fisik,
- kalau sekarang disiksa supaya ngumpulin
- suara keceplosan.
- Warubitat Sumayyah. Ee diikat Sumayyah
- itu ibunya sahabat Amar. Baina bairrain.
- Jadi dia diikat di antara dua unta.
- Seorang perempuan diikat di antara dua
- unta. Kurang ajar ya. Wau wuji kubuluha.
- Lalu ditusuk kubulnya. Kemaluannya
- ditusuk bikhirbatin dengan tongkat besi
- panas. Wakila. Dan dikatakanlah kepada
- Sumayyah ibunya sahabat Amar bin Yasir.
- Wahai Sumayyah wahai umat Islam. Hei
- kamu yang beragama Islam. Innaki kata
- orang kafir kamu perempuan yang kurang
- ajar aslamti masuk Islam siapa kamu? Min
- ajl rijal karena kamu naksir sama
- Muhammad faquutilat maka dibunuh.
- Sumayyah ini ibunya sahabat Amar bin
- Yasir. Waqutila zaujuha enggak puas e
- ibunya dibunuh. Bapaknya sahabat Amar
- Pak Yasir juga dibunuh. Wahuma awalu
- qtilini fil Islam. Ini awal syahid di
- dalam Islam. Ya Allah. Gara-gara
- mengucapkan lailahaillallah, gara-gara
- menyampaikan Al-Qur'an apa adanya. Kalau
- dulu langsung dibunuh, kalau sekarang
- dibunuh pelan-pelan, dianggap e radikal,
- ya kan? Pelan-pelan kita dibunuh. Waar
- amar
- faumisaniiqrahan. Sedangkan sahabat Amar
- dia terpaksa menuruti apa kata orang
- kafir tapi hatinya tetap Islam. Fasaka
- rasulillah. Kemudian melapor sahabat
- Amar kepada Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Faqala lahu Rasulullah. Kata
- sahabat Amar, "Bolehkah saya mundur
- selangkah untuk maju 1000 langkah?
- Lalu begitu lapor kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam, "Kaifa
- tajidu?" Bagaimana tajidu? Ada qolbuka
- apa hatimu Amar saat kamu mengatakan
- mengikuti ee bagaimana trik-trik godaan
- dari orang kafir? Qala berkata apa?
- Sahabat Amar, "Mutmainnum bil iman."
- Hati saya Nabi sesuai yaitu Al-Qur'an
- surah An-Nahl ayat 106. Waqolbuhu
- mutmainnum bil iman. Hati saya tidak
- bergerak sedikit pun. tetap di dalam
- ketauhidan
- lailahaillallah muhammadur rasulullah.
- Eh, orang sekarang malah kalimat
- lailahaillallah
- dibakar. Faqala Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam, "Fain adu faud." Kalau
- orang kafir mengulangi lagi, menyiksa
- kamu begitu lagi, ulangi
- lagi seperti trik kamu itu. Ini kalau
- kita mengambil ruksah. Tapi nanti ada
- cerita lain, sahabat yang tidak
- mengambil rusah sampai digergaji itu
- kepala dari atas jadi dua. Dia gara-gara
- dia mengatakan bahwa khalifah yang benar
- itu Sayidina Ali. Digergaji
- dia. Demikian juga sama yang lain
- sebelumnya ceritanya gara-gara tetap
- Islam. War man ibnulir almujahid q aalu
- syahid fil islam ummu amar abu jahal
- awalu syahidin minijal mihja maula umar
- itu yang membunuh itu abu jahal warawa
- mansur aid am mujahid makanya dia itu
- namanya abu jahal sebenarnya bukan abu
- jahal itu cuma karena dia itu jauh dari
- Al-Qur'an dan Asunah padahal Al-Qur'an
- Asunah datang di tengah-tengah dia. Kok
- dia tidak mau dengan Al-Qur'an? Makanya
- dinamakan Abu Jahal sebenarnya Amrin bin
- Hisyam namanya. Amrin bin Hisyam tapi di
- YouTube dia terkenal namanya Abu Jahal.
- Abu Jahal
- begitu. Warawa mansur aidan almujahid
- qaluan manha islam sabatun. Orang yang
- berani menampakkan keislaman di
- antaranya ada tujuh orang. Pertama
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Wa Abu Bakrin wa Bilal wa Khabbab wa
- Suhaib wa Ammar wa Sumayyah ummu Ammar.
- Faamma Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam famanahu Abu Thalib wa amma Abu
- Bakrin famanahu
- qumuh waakul akirin. Sedangkan yang lain
- disiksa. Kalau nyiksa kepada Nabi tapi
- Nabi tetap aja yang diinjak dikasih
- kotoran dicekik. Biasa itu Abu Bakar dia
- takut sama kaumnya orang kafir tapi yang
- lain dihabisin. Faalbasuhum adroal hadid
- ya. Dikasih baju besi dibakar diterik
- matahari disiksa. Tumma shaharuhum
- dipanaskan itu orang ee orang Islam
- karena dianggap lemah fisyabsi di
- matahari. Azan aja
- repot. Azan repot. Hatta balag minhum
- aljuh. Kalau dibaca juh itu susah payah.
- Kalau dibaca jah itu sungguh.
- Abu Jah. Abu
- Jahlinah. Begitu sore sudah disiksa di
- panasan, Abu Jahal datang dengan membawa
- tongkat besi.
- Faalaumbihum. Sebagaimana biasa,
- mulutnya Abu Jahal kan kotor. Mencaci
- maki, mencela. Kayak mulutnya orang
- sekarang aja di YouTube, di WA dia suka
- mencari kelemahan orang. Kok saya benci
- banget itu orang? Berarti itu hatinya
- busuk itu orang tangannya juga busuk.
- Yang keluar dari tulisannya yang
- busuk-busuk terus tuh selalu mencari
- kekurangan orang tuh. Waata sumayata
- faja'ala yasubuha. Kemudian datang
- kepada Sumayyah mencaci makiarfus dan
- menganggap e Sumayyah itu pezina,
- pelacur. Padahal itu umat Islam
- bagus-bagus muslimah itu. Farjaha
- kemudian kemaluannya ditusuk dengan besi
- panas. Hatta krajat alkirba sampai
- tusukan tadi besi yang panas tadi keluar
- dari kemaluan sampai kepada lisannya.
- Faqatha membunuh itu Abu Jahal kepada
- Sumayyah radhiallahu anha. Mudah-mudahan
- Allah meridai kepada syahidah ibu
- sumayah. Q waq akun mailu illa bilalan
- fnahu hanat alaihi nafsu fillah fa'alu
- yadibunahu waquuna lahu irik. Hei kamu
- Amar murtad kamu bantu perjuangan saya.
- Kata orang kafir, "Wah yaqul ahad."
- Enggak bisa. Saya Allah, Allah, Allah.
- Lailahaillallah muhammadur rasulullah
- ahad. Ahad hattau. Sampai bosan dia.
- Jadi sama-sama bertahan akhirnya botsen.
- Tumma kattau wajalu habl min. Kemudian
- lehernya sahabat Amar ini diikat sama
- tambang.
- Wfaihim. Lalu tambang itu dikasih ke
- anak-anak supaya buat main. Yalabuna
- bihi baina aksabai Makkah.
- di antara dua gunung di Makkah dibuat
- mainan di situ sahabat Amar ini
- gara-gara Islam mempertahankan Al-Qur'an
- dan Islam hatta sampai bosan akhirnya
- anak-anak bosan Abu Jahal dan temannya
- bosan
- dibiarin kemudian diselamatkan oleh
- sahabat Bilal dengan cara dibeli.
- Begitulah umat Islam saling membantu.
- Akhirnya diselamatkan. Sahabat tadi
- dibeli, sahabat Bilal juga dibegitukan.
- Amar juga. Warawa Ibnu Abi Naj Mujahid
- anasam min ahli Makkah amanu faqataba
- ilaihim ba'du asabi Muhammad bil Madinah
- anjaru ilaina. Lalu sebenarnya
- sahabat-sahabat yang sudah masuk Islam
- itu dikirimi surat oleh orang di Madinah
- supaya hijrah. Ternyata di tengah jalan
- dicegat oleh orang kafir.
- Ismail is
- amarillahuma. Jadi sahabat Amar ini luar
- biasa perjuangannya dari kecil dulu
- pertama Islam sampai besar. dan sahabat
- Amr bin Yasir ini adalah sahabat yang
- membantu perjuangan dan berada di pihak
- Sayidina Ali. Itu hadis Bukhari
- 2812 Fathul Bari juz 7 halaman 24 sampai
- 115. Dari kecil, dari muda, dari awal
- Islam, sahabat Amar bin Yasir ini selalu
- memilih dan berada di dalam posisi yang
- tepat sampai di akhir hayatnya. Makanya
- beliau wafat itu disampaikan oleh Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- ketika wafat kasihan Ammar tuh kasihan
- Amar. Jadi taktul amaron alfiatul
- bawiyah wana amar main w ammarul fiatul
- bawiah
- amarumallahu sahabat Ammar mengajak
- kepada Allah sedangkan yang membunuh
- sahabat Amar itu mengajak ke neraka.
- Hadis Bukhari
- 2812 dan panjang sekali.
- dari kecil dari dulu dia berjuang sudah
- luar biasa
- dia. Kita lanjutin bacanya ya
- itu. Lalu rufian ummati alkhat yang
- dimaafkan oleh Allah itu kalau kita
- salah tanpa sengaja wanisyan atau kita
- karena lupa sehingga melakukan dosa.
- Wamukrihu alaih atau kita terpaksa
- melakukan dosa atau belum bisa
- melaksanakan isi Al-Qur'an karena
- betul-betul kita mati. Kalau
- melaksanakan isi Al-Qur'an misalnya
- betul-betul lapar, enggak ada nasi
- sepiring lah. Kalau nasi banyak,
- tabungan banyak diisa umur, masih aja
- yang dikejar dunia dan jabatan. Yo piye
- toh iku?
- Yo. Kita lanjutin. Illa an tattaqu
- minhum tuqo. Tolong renungkan baik-baik.
- Tolong dicatat, tolong direkam Alqur'an
- surah Ali Imran ayat 28.
- Azubillahiminasyaitanirjim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ini hubungannya dengan materi kita.
- Bukan saya ngarang, saya cuman bacain
- aja. Ini dari tadi tafsir al-Qurtubinya
- halamannya kan sudah disebut.
- Hubungannya dengan materi kita Annahl
- ayat 106.
- Man kafar billahi ba imani illa man ukri
- waq mutma bilan. Jadi Allah sudah
- mengingatkan melalui Al-Qur'an surah Al
- Imran ayat 28. La yattak asilnya karena
- sukun enggak boleh ketemu sukun. Tidak
- boleh menjadikan siapa? Orang-orang
- mukmin alkafirina kepada orang-orang
- kafir. Dijadikan aulia kepada pemimpin
- teman dekat. Min dunil mukminin. Lalu
- meninggalkan orang-orang mukmin. Waman.
- Dan adapun siapa orang yafal yaitu
- melakukan siapa man dalika kepada hal
- tersebut sehingga dekat dengan orang
- kafir falaisa minallahi fai Allah tidak
- tanggung jawab sedikit pun anda lepas
- dari Allah subhanahu wa taala illa an
- tattaqu minhum tuq kecuali kalau anda
- mati tidak ada nasi sepiring kalau tidak
- ada berada di bawah dia. Wadirukumullahu
- nafsah waallahil masir. Demikian juga
- hubungkan dengan Annisa ayat 97. Annisa
- 98 jadi
- rasulullah. Di manaun kita berada selalu
- kita harus dekat kepada Allah. Albaqarah
- ayat 115.
- [Musik]
- Annur ayat 33. Kecuali betul-betul kita
- dalam keadaan terpaksa maka insyaallah
- Allah akan memaafkan. Kul muslim alal
- muslim haram damuh wauh wa irduh. Kita
- sesama muslim harus membantu jangan
- sampai umat Islam selalu berada di dalam
- keadaan yang lemah. Karena darahnya,
- hartanya, harga dirinya umat Islam harus
- selalu dijaga. Demikian juga di Muslim
- ada 140 dari hadis sahabat Abi Hurairah.
- Qarak rasulillah wahua mutawidun
- burdatan ka'bah faqulu ala tastir lana
- ala
- tadana ini panjang
- ini sedang yang waktunya sudah habis yai
- sudah habis ini pelajaran insyaallah
- kita potong sampai sini yang penting
- nasihat terakhir kita hati-hati bahwa
- kita harus saling bantu dan
- mudah-mudahan kita dibantu oleh Allah
- subhanahu wa
- taala subhanakallahumma wabihamdik
- nashadu alla ilaha illa anta nastagfir
- wa atubu ilaikalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh
- waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh demikian ikhwan akhwat
- kajian kita pada malam hari ini.
- Kami ucapkan terima kasih kepada Ustaz
- Ahmad Sanusi atas kajian dan nasihatnya.
- Semoga Allah membalasnya dan serta
- selalu diberikan kesehatan. Amin ya
- Allah ya rabbal alamin. Terima kasih
- juga kepada Iwan akhwat yang mengirimkan
- pertanyaan. Ada Bapak Bapak Suhud dan
- Ibu Ani serta dua SMS dari hamba Allah
- dan mohon men maaf bila ada pertanyaan
- yang belum dibacakan. Saya Budi bersama
- kru yang bertugas ada Fajar di bagian
- operator, switcher, kameraman, dan Yusuf
- Subangkit pamit undur diri.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]