Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:25 mursalin waa alihi wasohi ajmain. 0:30 Ashadu alla ilahaillallah wa ashadu anna 0:33 muhammadan abduhu wa rasuluh. Allahumma 0:36 sholli ala nabiina Muhammadin waa alihi 0:39 wasohbihi ajmain. Qallahu taala fil 0:42 quranil karim. 0:43 Aubillahiminasyaitanirrajim. 0:46 Innallaha wa malaikatahu yusuna alan 0:50 nabi. Ya ayyuhalladzina amanu shu alaihi 0:55 wasallimu taslima. Sadaqallah. 0:58 Alhamdulillahi rabbil alamin. Masih 1:00 dipancarkan dari jalan Masjid 1:02 Silaturahim nomor 36, Cibubur, Bekasi. 1:05 Inilah Radio Silaturahim dan Rasil TV 1:08 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 1:10 yang dimuliakan Allah subhanahu wa 1:12 taala, bagaimana kabar Anda di hari 1:15 Jumat pagi ini? Semoga menemani ikhwan 1:18 akhwat dalam program hikmah. menemani 1:20 ikhwan akhwat dalam program Hikmah Pagi 1:24 kajian keluarga Islami edisi Jumat 3 1:27 Safar 1448 1:30 Hijriah dan juga bertepatan dengan 1:32 tanggal 17 Juli 2026. Alhamdulillah 1:37 bersama guru kita Ustaz Agus beliau 1:39 sudah hadir di studio. Kita sapa guru 1:41 kita terlebih dahulu. Asalamualaikum 1:43 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz. 1:45 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:46 wabarakatuh. Bang Pozi 1:47 sehat Ustaz? Alhamdulillah doanya. 1:49 Alhamdulillahamdulillah. Antum sehat 1:51 juga kan? 1:52 Alhamdulillah sehat, Ustaz. [berdehem] 1:52 Alhamdulillah. 1:54 Ee baik ikhwan aat. Semoga kesehatan 1:56 juga dirasakan oleh Ikhwan akhwat di 1:58 mana pun Anda berada. Kami doakan semoga 2:00 Allah memberikan kesehatan dan semoga 2:03 kajian ini dapat menemani ikhwan akhwat 2:05 dalam segala aktivitas di hari Jumat, 2:09 hari yang sayyidul ay 2:12 penuh berkah. 2:14 Dan tentunya nanti juga Ustaz Agus akan 2:17 menyampaikan bahwasanya di hari Jumat 2:19 kita harus memperbanyak selawat kepada 2:22 Nabi Muhammad sallallahu alaihi 2:23 wasallam. 2:25 E baik ikhwan akhwat, Jumat yang lalu 2:27 kita Ustaz Agus sudah memberikan kepada 2:30 kita tentang meneluruskan niat menikah. 2:33 Nah, semoga 2:35 putra-putri kita yang sudah di waktunya 2:40 untuk menikah 2:42 mempunyai dan sudah memiliki tekad niat 2:45 yang lurus. Insyaallah 2:47 pada Jumat kali ini insyaallah Ustaz 2:50 Agus akan membahas tentang 2:52 menguatkan fondasi keluarga. 2:56 [berdehem] Masih dalam keluarga, 2:57 bagaimana 2:59 pondasi atau tiangnya atau bentengnya? 3:03 dari keluarga itu harus kokoh. Apa aja 3:07 sesuatu yang harus kokoh di keluarga itu 3:10 nanti kita akan belajar bersama-sama 3:12 dengan Ustaz Agus. Namun sebelumnya bagi 3:14 ikhwan akhwat yang ingin bertanya dapat 3:17 mengirimkan pertanyaan di nomor WhatsApp 3:19 hasil 0811999720. 3:24 Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 3:26 langsung dengan Ustaz dapat menghubungi 3:28 di 0218451512. 3:32 Sebelumnya 3:35 kita berdoa thaabul ilmi terlebih 3:37 dahulu. Bismillahirrahmanirrahim. 3:39 Rabbanagfirlana dzunubana waliwalidina 3:42 warhamhuma kama rbayana shogir. 3:45 Rbisrohli sodri waassirli amri wahlul 3:49 uqdatan m lisani yafqahu quli. Allahumma 3:52 inna nasaluka ilman nafian warizqiban 3:55 waalan mutaqalan. Baik, Ikhwan. Mari 3:58 kita dengarkan ilmu yang akan 3:59 disampaikan oleh Ustaz Agus tentang 4:01 menguatkan fondasi [berdehem] keluarga. 4:03 Tafadul Ustaz. 4:04 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 4:08 warahmatullahi wabarakatuh. 4:10 Waalaikumsalam warahmatullah. 4:11 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 4:13 sholli wasallim wabarik ala nabiina 4:16 Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi 4:19 waman tabiahum ila yaumilqiamah. 4:23 Masyaallahu kan wama lam yasya lam yakun 4:26 la haula wala quwwata illa billahil 4:30 alilim. 4:32 Qallahu taala fil kitabil karim haqqo 4:35 tuqatih wala tamutunlaha haqqo tuqatih 4:41 wala tamutunna illa wa antum muslimun. 4:46 Sadaqallahulim. Amma ba'du. Ikhwan dan 4:48 akhwat yang Allah rahmati. Di mana saja 4:51 dapat menjangkau atau dijangkau siaran 4:54 kami, kita bersyukur kepada Allah pada 5:00 hari ini, Jumat pertama di bulan Safar. 5:03 Ya. 5:04 Iya. 5:05 Kita bersyukur diberi sehat oleh Allah, 5:08 diberi kesempatan untuk hidup ya. Umur 5:11 kita masih diperpanjang oleh Allah dan 5:15 hendaknya sebagai wujud syukur pada 5:18 Allah itu kita 5:21 meningkatkan 5:23 keimanan dan ketakwaan pada Allah dan 5:26 juga 5:28 memperbanyak ibadah ya bersujud 5:33 memperlihatkan ketaatan kepatuhan kepada 5:36 Allah Subhanahu wa taala. [berdehem] 5:39 Tak lupa marilah kita memperbanyak 5:41 berselawat atas Nabi yang karena 5:43 diutusnya beliau di tengah-tengah 5:46 manusia kita 5:48 menjadi orang yang beruntung, 5:51 terselamatkan dari kegelapan. Dan 5:53 insyaallah kita berdoa pada Allah sampai 5:56 mati kita dapat istikamah mengikuti 6:00 sunah beliau. 6:01 Amin. 6:02 Dan di akhirat kelak kita mendapatkan 6:05 syafaat dari beliau. Amin. Amin. Allahum 6:08 amin. 6:09 Ikhwan sekalian, setelah kita bicara 6:11 tentang motivasi atau niat yang benar 6:14 dalam 6:16 menikah, ya kar nikah ini suatu 6:18 perjalanan yang panjang. Kita sekarang 6:21 akan bicara tentang bagaimana 6:23 membangun 6:25 keluarga itu dengan pondasi yang kuat. 6:27 Maka judulnyaalah menguatkan pondasi 6:29 keluarga. Ya, kita tahu bahwa setiap 6:35 pasangan yang dinikahkan secara Islam 6:39 disyariatkan ketika proses akad itu ada 6:43 khutbah nikah. Ya. Dan khutbah nikah itu 6:49 ada empat ayat yang sering dibaca sesuai 6:52 dengan sunah Nabi. Pertama adalah surah 6:55 Ali Imran 102. Kemudian surah An-Nisa 6:59 ayat pertama dan surah 7:03 ee Al-Ahzab Alahzab 7:05 70 dan 71. Jadi empat ayat ini yang 7:09 standar ya. I 7:10 dan itu kalau tidak ada yang memberikan 7:13 khotbah di setiap akad itu biasanya 7:17 petugas dari negara yang diutus oleh 7:19 negara yaitu dari kantor Usan Agama KUA 7:24 itu biasanya membacakan empat ayat itu 7:28 sama beberapa hadis yang terkait. Saya 7:30 ingin ee Abu Bilal ya akhirnya Fus 7:33 Ridwan membacakan dengan tartil. 7:37 Kemudian kita akan membahas 7:40 karena ini bagian dari berkeluarga yang 7:44 paling penting itu meletakkan fondasi 7:46 yang benar, fondasi yang kuat dan dengan 7:50 fondasi itu insyaallah kita akan 7:53 mendapatkan keluarga yang baik, keluarga 7:56 yang kuat, keluarga yang selamat 7:58 insyaallah. Silakan, Mbak. [berdehem] 8:01 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 8:05 Ya ayyuhalladzina 8:08 amanutaqulaha 8:10 waquulu qlan 8:13 sadida 8:15 yuslih lakum a'malakum waaghfir lakum 8:19 dzunubakum 8:21 wam yutiillaha wa rasulahu faq faza 8:27 fauzan adzima. 8:30 Wahai orang-orang yang beriman, 8:32 bertakwalah kamu kepada Allah. Dan 8:35 ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya 8:39 Allah akan memperbaiki amal-amalmu 8:42 dan mengampuni dosa-dosamu. 8:45 Dan barang siapa mentaati Allah dan 8:47 rasulnya, maka sungguh dia menang dengan 8:51 kemenangan yang agung. Sodqallah. 8:53 Sadaqallahim. 8:56 Ikhwan sekalian, ayat ini 9:00 diawali dengan perintah Allah, yaitu 9:04 bertakwa kepada Allah. 9:08 Dan bertakwa kepada Allah ini kita 9:10 jadikan unsur pertama 9:15 dari fondasi ya, fondasi 9:20 kita 9:22 membangun keluarga. [batuk][berdehem] 9:26 Dan kita tidak boleh keluar dari pondasi 9:29 ini. Kalau pondasinya tidak betul, 9:31 masyaallah. 9:33 Wong di dalam Islam itu 9:37 takwa itu pun menjadi ee fondasi dari 9:40 membangun masjid. 9:43 Jadi masjid yang usisa alat takwa yang 9:47 asasnya, fondasinya ini betul-betul di 9:49 dikatakan oleh Al-Qur'an ya. 9:54 dibangun di atas takwa, insyaallah 9:57 masjid itu akan menjadi masjid yang 9:59 manfaat, masjid yang mengantarkan 10:02 siapapun yang salat di dalamnya kepada 10:05 sejatinya beribadah, yaitu beroleh 10:08 beroleh ketenangan hidup, beroleh 10:10 keselamatan ya iman dan takwanya 10:13 meningkat. Jadi masjid pun dibangun di 10:16 atas takwa. Nah, apa yang dikatakan 10:18 Allah? yaitu wahai orang-orang beriman 10:22 hendaknya kamu 10:25 bertakwa kepada Allah. 10:28 Ya. Dan yang kedua disebutkan apa di 10:31 situ? Yang kedua yakni 10:34 disebutkan 10:35 ee 10:38 ucapkanlah kata 10:39 berucap 10:41 mengucapkan atau berkata-kata. 10:44 Waquluan 10:46 sadida ya. 10:50 Sadida itu apa? 10:53 Sadida kalau ada 10:56 nasyid ya sidnan nabi, sidnan nabi ya. 10:59 Nah, itu akar katanya sama. 11:04 Sadid itu sesuatu yang benar, cinta yang 11:08 benar. Ya. Jadi, perkataan sadida itu 11:11 perkataan yang diucapkan 11:16 satu motivasinya benar. 11:19 Motivasi yang benar menurut Islam apa 11:21 tadi? Kembali kepada takwa. 11:25 Takwa utamanya takut kepada Allah. Takut 11:28 bahwa ucapan kamu itu nanti di akhirat 11:31 ditanya oleh Allah. Karena ucapan yang 11:34 bermasalah itu panjang urusannya. 11:36 Masalah yang bisa timbul dari suatu 11:39 ucapan pertama ucapan itu tidak benar. 11:43 Mengandung unsur kebohongan. Kid. 11:48 ya ucapannya enggak benar 11:52 ya motivasinya tidak karena Allah itu 11:54 dah yang pertama ya. Yang kedua 11:56 ucapannya tidak benar. 11:59 Jadi ucapan yang awalnya tidak diniatkan 12:02 untuk takut kepada Allah tidak lillahi 12:05 taala pasti bengkok. 12:08 Kebengkokannya kita temukan pertama 12:12 unsurnya. unsurnya adalah 12:16 tidak kebenaran tetapi kebohongan. Ada 12:19 meskipun sekian persen ya ada 12:20 bohong-bohongnya. 12:23 Karena biasanya orang kalau bergaul itu 12:25 bohong itu tidak 100% ya. 12:29 Ya. Ada juga kalau sudah jahat benar 12:31 100% bohongnya ya. 12:32 Heeh. 12:33 Nah bohong bercampur-campur. Talbis. 12:35 Talbisul haqqo 12:37 bil batil. Bercampur-campur. Ini ada 12:39 yang benar, ada yang salah batil itu 12:40 dicampur-campur. Orang jualan juga gitu. 12:45 Jadi 12:46 sadida itu benar ucapannya. 12:50 Diucapkan dengan cara yang benar. Cara 12:53 yang benar bagaimana mengucapkan cara 12:55 yang benar? Satu, 12:59 tidak merendahkan, tidak menyakiti, 13:03 tidak meremehkan 13:05 lawan bicaranya. 13:10 Misalnya saya bersama Bang Abu Bilal ya, 13:13 [mendengus] 13:14 saya tidak boleh ucapannya itu mencibir 13:17 dia, merendahkan dia, 13:20 apalagi memfitnah dia. Ya, jadi ucapan 13:24 yang yang 13:26 jelek-jelek itu tidak termasuk yang 13:29 waqulu qulan sadida. 13:34 Kalau sadida seperti itu, jadi ucapkan 13:37 motifnya benar. 13:39 ya kontennya 13:41 benar 13:41 benar 13:44 kemudian cara mengucapan atau metodenya 13:47 juga benar udah itu selamat. Nah itu 13:52 dijadikan apa? Akhirnya dijadikan 13:55 pondasi kita dalam berumah tangga. Jadi 13:58 pondasi yang pertama adalah takwa. Yang 14:01 kedua, ucapan ini bagian dari akhlak. 14:04 Jadi boleh disimpulkan bahwa pondasi 14:07 utama dalam berkorga adalah takwa kepada 14:10 Allah dan husnul khuluk. Apa itu khusus 14:14 khuluk? 14:15 Akhlak yang mulia. Akhlak yang mulia 14:19 disimpulkan dalam ayat ini adalah 14:22 ucapan. 14:24 Ucapan itu perilaku verbal. Uliah 14:31 ya. Uliah perilaku verbal. 14:34 Perilaku verbal ini mencerminkan 14:37 dalamannya apa? 14:39 Hati orang yang memproduksi atau 14:42 menghasilkan ucapan itu seperti apa. 14:44 Insyaallah kalau ucapan itu keluar dari 14:47 hati yang takwa, dari hati yang benar, 14:50 ucapannya pun benar, ucapannya pun 14:53 selamat. 14:57 Waidza khotbahumul jahiluna qolu salama. 15:01 itu dalam surah Al-Furqan salah satu 15:05 karakter orang yang disebut dengan 15:08 ibadurrahman. 15:11 Orang-orang yang dicintai oleh Allah 15:12 karena ketakwaan mereka itu ketika 15:15 dibully, 15:17 ketika disakiti, ketika di 15:22 ee diperlakukan dengan buruk oleh 15:26 orang-orang jahil, mereka mengatakan 15:29 waqulu kau waqulu 15:32 ucapan yang selamat. 15:36 Qolu salama. ee ucapan yang selamat ini 15:40 bagian dari ucapan yang selamat ini 15:41 adalah berakhlak. Jadi di manaun 15:45 orang [berdehem] itu sikapnya ee akhlak 15:47 orang itu bisa dari pertama dari sikap 15:49 ya, 15:51 yang kedua dari perkataan quiah, yang 15:53 ketiga dari amal kelihatan fi'liah 15:58 tindakannya ya. Misalnya saya mau minum, 16:03 itu ucapan baru ucapan. 16:08 Ketika dia minum baru kelihatan, ya kan? 16:11 Oh, dia cara minumnya sesuai dengan 16:14 sunah. [mendengus] Dia minum dengan 16:17 duduk, minum dengan tangan kanan dan 16:19 membaca doa. Ah, benar. 16:23 Nah, tetapi dalam ayat ini disebut olan 16:26 sadida dengan satu paket itu ucapan dan 16:30 perbuatan ya ucapan. Maka itu kita 16:34 simpulkan dalam hal ini pondasi ya 16:37 pondasi dari 16:39 keluarga membangun keluarga seterusnya 16:41 adalah bertakwa dan berakhlak yang 16:45 mulia. Ya, coba kita lihat ayat 16:48 berikutnya. Silakan, Bang. Eh, yuslih, 16:52 yuslih lakum amalakum. Nah, ini 16:55 ya kan dengan bertakwa dan berusaha 16:58 menjaga ucapan berdasar takwa itu. 17:01 Yusrih lakum a'malakum. Allah 17:04 memperbagus ya kan memperbaiki amalan 17:06 kamu. Amalan keamalan kamu mungkin tidak 17:10 sempurna. Tapi karena kamu bertakwa dan 17:12 ucapanmu baik insyaallah ucap ee 17:15 perbuatan-perbuatan kamu diperbaiki oleh 17:17 Allah. I kan? 17:18 Masyaallah. 17:19 Ya, yuslih lakum itu 17:22 amal di dunia dan amal di akhirat. Para 17:24 ulama mengatakan di dunia apa amal kamu 17:27 misalnya 17:29 ya 17:30 enggak tuntas kamu dalam beramal tetapi 17:34 disempurnakan oleh Allah. 17:36 Ya, kamu sudah ngomong baiklah. Kamu 17:38 enggak tidak 17:41 berusaha tidak bohong dalam semua 17:43 urusan. 17:44 Ya, 17:47 misalnya 17:49 Bang Abu Bilal jualan 17:53 ee buah-buahan mangga musim mangga ya. 17:55 Nah, dia berusaha bilang, "Pak, mangga 17:58 yang ini manis, harganya agak mahal." 18:02 Rp30.000 1 kilo. 18:03 Iya. 18:04 Yang ini, Pak, ada asem-asemnya. Lebih 18:07 murah Rp25.000. 18:09 Yang di sana lebih asem lagi Rp15.000. 18:12 yang di sana Bapak boleh ambil 5.000. 18:14 Kenapa? Sudah setengah-setengah agak 18:16 busukah. 18:18 Pak, saya enggak punya uang. Gimana yang 18:21 5.000 ini saya ambil? Silakan, Pak. 18:23 Ambil semua. Tapi Bapak nanti 18:26 anu sendiri resikonya, ya. Oh, iya. 18:28 Orang semuanya diambil, ya kan dengan 18:30 gratis tapi disampaikan dengan benar. 18:32 Insyaallah bisnisnya diperbaiki sama 18:34 Allah. 18:35 Amin. 18:36 Di bisnis diperbaiki oleh Allah. Apa 18:38 yang terjadi 18:40 dalam bisnis itu? Banyak gangguan. 18:43 Betul enggak, Bang? Banyak gangguan. 18:45 Betul. 18:46 Lagi enak anak jualan, mohon maaf ya, 18:50 ada musibah. 18:53 Ada musibah misalnya ya di pinggir jalan 18:57 ada motor nyelonong ke bablasan ya atau 19:00 mobil. Ada enggak seperti itu? 19:02 Ada. Ada. 19:03 Atau diganggu preman ada enggak 19:05 diganggu? Oh, itu yang namanya 19:07 orang-orang jahat sekitar kita kan 19:08 banyak ya. 19:09 Iya. Apalagi zaman sekarang ekonomi 19:12 susah, cari kerja susah, ya kan? Orang 19:14 tetap harus makan. Betul tidak? Ya, 19:16 akhirnya jalan pintas ya ada preman, ada 19:19 begal ya kan. Itu masyaallah. Nah, itu 19:22 sama Allah dijaga. Itu di dunia nanti di 19:25 akhirat. Waduh, 19:29 mohon maaf nih kita di dunia 19:32 ber jangankan bermuamal sama manusia, 19:35 dengan Allah aja banyak 19:37 tidak sempurnanya ibadah kita. Apa 19:41 ibadah kita yang tidak sempurna? Salat. 19:42 Coba Bang Fauzi, apakah setiap salat 19:45 khusyuk 100% Bang? 19:47 Tidak. 19:48 Pasti ada gangguannya. Betul tidak? Y 19:49 betul. 19:51 Sedang salat ya kan meskipun di masjid 19:53 ya. 19:54 Nah, 19:54 sebelah kita ini pakai parfum yang 19:56 kebetulan menyengat dan kita kurang suka 20:00 bau parfumnya. Aduh [mendengus] orang 20:01 ini kok gak bawa. Eh, akhirnya kan kita 20:03 tidak khusyuk 20:04 ee teralihkan konsentrasi kita. Nah, itu 20:07 sama Allah kalau kita takwa dan kita 20:10 ucapan yang baik, insyaallah yusrih 20:12 lakum aalakum. 20:14 Nah, kemudian ditambah wagfir 20:17 lakumunubakum. 20:19 Ditambah lagi 20:20 wiausulahu 20:23 faqanim. 20:25 Masyaallah. Barang siapa yang taat 20:27 kepada Allah dan rasulnya, taat sama 20:30 Allah dan rasulnya, berusaha dengan 20:32 semaksimal mungkin, aku taat sama Allah, 20:34 aku taat sama Rasul. Kalau datang waktu 20:36 salat azan, aku berusaha untuk jalan ke 20:38 masjid. 20:40 Disebut oleh Allah, faqad sungguh 20:46 mendapatkan kemenangan yang agung paling 20:50 besar. Faqad faza fauzan adzima. 20:54 Bagaimana dengan keluarga? Sama keluarga 20:56 juga begitu. Kita dalam berkeluarga 20:58 banyak kurangnya tidak banyak. 21:02 Bang Fauzi sebagai suami apakah sudah 21:04 sempurna jadi suami? 21:05 Belum. 21:05 Belum. Belum. 21:10 Semua haknya istri belum tentu kita 21:13 penuhi. Itu ada hak istri ada empat. 21:17 Sebut [berdehem] 21:17 yang tempo hari saya sebut, Bang. Ada 4 21:19 M. Masih ingat tidak? M pertama hak 21:22 istri mendapatkan mahar. Mahar 21:25 4 M. 21:27 M pertama mahar ya kan. itu wajib tuh 21:30 diberikan suami. 21:33 Suami kalau maharnya boleh enggak, 21:35 Ustaz? Maharnya separdu boleh, tapi 21:37 wajib segera dipenuhi. Itu utangmu sama 21:39 istrimu. Nah, suami yang baik, suami 21:42 yang mulia itu berusaha maharnya itu 21:45 terbaik. Tapi sebaliknya, sebaik-baik 21:48 perempuan yang maharnya ringan. Ya, jadi 21:53 bertolak. 21:55 Iya, 21:56 kalau laki-laki yang terbaik, maharnya 21:57 terbaik. Kalau yang perempuan 21:59 sebaik-baik perempuan yang maharnya 22:00 ringan. M yang pertama. Yang kedua, 22:04 berlaku makruf. Apa itu makruf? Yaitu 22:09 bergaul, 22:10 me ee memperlakukan istri dengan makruf, 22:15 dengan santun, dengan baik. Sudah begitu 22:18 belum kita? Belum tentu. Ya, Bang. sama 22:22 istri kadang-kadang ketus, sama istri 22:24 kadang-kadang lupa. 22:27 Lupa punya istri di rumah. 22:30 Jangankan sama istri di rumah, orang 22:33 istri jalan berdua itu ke mall 22:36 kadang-kadang lupa. Oh iya tadi sama 22:38 istrinya [tertawa] 22:39 banyak. Kalau sudah usia-usia di atas 55 22:42 itu kadang-kadang lupa sama istrinya ya. 22:45 Apalagi yang namanya mohon maaf ya ee 22:50 memperingati 22:51 hari jadi kita menikah dulu ya misalnya 22:54 saya menikah tanggal 22:57 12 Syawal misalnya ya. 23:00 Bang Fosi ingat enggak hari 23:02 pernikahannya? E insyaallah ingat ya. 23:04 Ingat 20 Syawal. 23:07 20 Syawal 23:08 pas ya. Waduh. bulan Syawal 23:11 itu kita memberikan sesuatu yang membuat 23:14 istri semakin senang. Ya. 23:19 Yang kedua, makruf. Yang ketiga adalah 23:22 maisyahmu harus benar. Nah, ini 23:25 kadang-kadang kita juga istri punya 23:29 keperluan misalnya ya, [mendengus] 23:32 kosmetiknya sudah habis misalnya Bang 23:34 Fauzi ya. 23:36 Tapi kita belum bisa membelikan hari 23:38 ini. Kita minta ampun sama Ya Allah, 23:41 minta maaf ya Allah, minta sama istri 23:43 ya. Ya, tunggu ya, tunggu dalam beberapa 23:48 hari mudah-mudahan kamu bisa beli buat 23:51 perlengkapan kosmetika. Karena itu buat 23:53 perempuan wajib enggak? 23:56 Wajib. [tertawa] Itu wajib perempuan itu 23:58 wajib. 23:59 Apalagi termasuk mohon maaf ya 24:01 keperluan-keperluan dia dalam hal ee 24:06 pembalut ya bulanan ya. Itu kan bulanan 24:08 Bang ya itu wajib ya. 24:11 Maka itu masyaallah M yang ketiga 24:13 maisyah. Yang terakhir madrasah. 24:15 Madrasah. 24:16 Nah ini saya gampang aja supaya kita 24:19 mengingat-ingat ya Bang Fauzi ya. 24:21 Iya. 24:21 Madrasah itu gimana? Mendidik istri. 24:25 Didiklah istri dengan benar. belikan 24:27 buku bacaan buku agama ya. Buku agama 24:30 itu banyak ee di 24:35 ee kita dulu punya etara di sini ya, 24:37 tapi saya etara sudah lagi tutup nih ya. 24:40 Nah, boleh banyak buku-buku agama untuk 24:42 istri terutama memperbaiki akhlaknya 24:45 ya. 24:47 Baik. Jadi intinya orang berkeluarga itu 24:51 fondasinya dua. 24:54 Apa itu? 24:55 bertakwa dan 24:57 berakhlak yang mulia. 24:58 Berakhlak yang mulia. Mari kita lihat 25:01 dari satu hadis yang diriwayatkan dari 25:03 Imam at-Tirmidzi 25:05 bahwa Nabi sallallahu alaihi wasallam 25:06 pernah bersabda, 25:07 "Ittaqulah 25:09 haitsu ma kunta." 25:13 Hendaknya kamu bertakwa kepada Allah di 25:15 mana pun berada. 25:18 Di dalam rumah atau di luar rumah, ya. 25:21 Apalagi di dalam rumah. orang yang 25:24 paling 25:26 pertama untuk diperlakukan dengan baik 25:29 ya. 25:31 Di mana kamu juga di situ harus bertakwa 25:34 yaitu ada keluargamu. 25:36 Takwa itu kita mulai di mana pun berada 25:38 ya, di mana pun berada terutama di dalam 25:40 rumah. Jadi bukan karena kita tidak di 25:44 masjid kemudian tidak ada takwa. Justru 25:46 di rumah ada takwa. Ustaz gimana caranya 25:48 kita bertakwa di rumah? Pertama, 25:51 letakkan kepentingan Allah itu nomor 25:54 satu prioritas. Kalau sudah datang 25:57 waktunya salat, salat. 25:59 Kok ada kalau ada tamu-tamu, ibu-ibu 26:04 pakai 26:06 ee hijab, pakai jilbab, [berdehem] 26:09 itu Allah yang pertama. Jadi bukan 26:11 justru karena di rumah kita tidak punya 26:15 kontrol diri, tidak punya kendali diri, 26:17 tidak ya. Nah, ittaqulaha haitsuma 26:23 kunta. Kamu hendaknya bertakwa kepada 26:25 Allah di mana saja, kapan saja. 26:30 Waatbi sayiatal hasanah tamhuha. Dan 26:34 ikutilah 26:37 apa-apa yang buruk. 26:40 perbuatan kamu buruk misalnya ucapanmu 26:44 buruk sikap kamu buruk 26:50 dengan yang baik dengan yang hasanah 26:53 yang baik tamhuha mudah-mudahan menutup 26:59 menghapus dan menutupnya ya contoh pagi 27:01 tadi kita agak 27:05 keras kepada keluarga agak keras kepada 27:08 anak kita istigfar 27:09 Astagfirullahalazim. 27:13 Ya, 27:15 gimana caranya kita 27:18 memperbaiki ini? Ya, disuruh disebutkan 27:22 oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam wa 27:23 atbii 27:25 ikutin 27:27 itiba ya kan. Kalau kamu kamu ingat kamu 27:30 tadi pagi berbuat suatu yang tidak betul 27:33 ya, suatu yang tidak ee tidak semestinya 27:37 sama keluarga, sama istri, sama anak itu 27:41 ikuti dengan jangan ittiba itu gimana 27:43 sih, Bang? Itiba apakah berjarak 27:46 nanti-nanti 27:47 langsung 27:47 langsung tek langsung kalau perlu 27:49 berbarengan ittiba ya. Ittiba Nabi itu 27:53 seperti bebayang. Bayangan itu ada jarak 27:55 enggak? 27:56 Enggak ada. 27:56 Enggak ada. Itba tuh seperti 27:58 berbayangan, Ustaz, terhadap tubuh. 28:00 Tidak ada tidak ada jarak. Kamu berbuat 28:04 saat itu, saat itu juga ikuti. Ya Allah, 28:07 Ustaz. Tapi mau ketemu istri nanti 28:09 siang. Ya udah, kamu telepon. 28:11 Maaf ya, tadi pagi aku kok agak kencang 28:14 sama kamu ya. Hm. 28:17 Maaf, tadi pagi enggak sempat. 28:21 Izin keluar rumah langsung bablas saja 28:22 bawa motor, ya kan? Karena sudah tidak 28:25 kejar waktu. 28:27 Ini laki-laki yang takwa. Masyaallah. 28:30 Laki-laki yang terbaik. Iya kan? 28:34 Sikapnya enggak semestinya, ucapan dan 28:37 perbuatan enggak semestinya langsung 28:39 diperbaiki. Mudah-mudahan itu semua 28:42 menghapus tamhuha karena dicatat sama 28:45 malaikat. Betul tidak? 28:47 Ya Allah. 28:49 Jangan kira enggak dicatat loh. Kalau 28:51 kita tidak ada upaya untuk menghapusnya, 28:54 upaya untuk mengikutinya dengan kebaikan 28:57 yang menghapusnya atau menggantikannya 28:59 atau menutupnya, hah itu mengangat 29:02 terus. Astagfirullahalazim 29:04 ya. Maka kita istigfar. Tapi istigfar 29:06 kan urusan sama Allah dengan sesama 29:08 manusia dengan dengan 29:11 ee sama anak Adam. Hak-haaminya tetap 29:14 harus di perbaiki ya. Nah, terakhir ini 29:18 menjadi pengikut ee yang kedua. Yang 29:22 pertama tadi takwa kepada Allah, yang 29:24 kedua ikuti keburukan dengan 29:26 kebaikan. Sekarang nih 29:29 ya. 29:31 Wahaiinas 29:33 bi khuluqin 29:34 hasan. 29:34 Hasan. 29:36 Hendaknya kamu berakhlak 29:40 dengan manusia itu. Kamu berperilaku 29:43 dengan apa? dengan yang baik, dengan 29:46 akhlak yang mulia terhadap keluarga 29:48 terutama 29:50 ya. Nah, masih ada waktu enggak, Bang? 29:53 Masih, ya. Oke, 29:54 masih ada. 29:55 Saya ingin pertama memperlihatkan 29:58 beberapa cara kita ber interaksi dengan 30:02 keluarga di rumah. Karena kalau nantinya 30:05 jadi ayah atau jadi ibu ini 30:07 mudah-mudahan jadi 30:10 modal 30:11 berperilaku. 30:13 Ini sudah masuk antara ee family 30:16 building maupun parenting ya. Nah, dua 30:20 hal yang berbeda tapi satu. 30:23 Jadi akhlak yang pertama adalah 30:28 selalu 30:30 bersikap 30:32 penuh tanggung jawab. Namanya orang 30:35 hidup itu nanti ditang minta 30:37 tanggungjawaban di hadapan Allah. 30:39 Kullukum rain wlukum masulunatihi. 30:43 Setiap kamu adalah pemimpin dan tiap 30:45 pemimpin ditanya akan diminta 30:48 pertanggungjawaban oleh Allah. Jadi 30:49 sikapnya tanggung jawab. Ini tanggung 30:51 jawab saya loh ya. Ini tanggung jawab 30:53 saya sebagai kepala keluarga. Jangan 30:54 lepas tangan di mana pun itu. 30:59 Istri sakit, anak sakit, tanggung jawab. 31:01 Karena banyak orang abai sama tanggung 31:03 jawabnya. 31:05 Ya, banyak orang abai. Pura-pura lupa, 31:08 pura-pura tidak tahu, handphone-nya 31:10 ditutup. Ada enggak seperti itu? 31:12 Banyak. 31:13 Banyak istri yang mengadukan ke kita. 31:17 ya suaminya entah lupa atau sengaja 31:20 melupakan. Nah, ini jadi sikap tanggung 31:23 jawab yang pertama 31:25 [mendengus] ya. Kalau sudah tanggung 31:26 jawab ya gentleman lah ya kan pasang 31:30 badan. Ini urusan keluarga, ini haknya 31:34 keluarga, ini haknya istri ini haknya 31:36 anak. Ya, pastikan ditunaikan dengan 31:41 penuh rasa tanggung jawab. Itu yang 31:42 pertama. 31:43 Yang kedua adalah sikap [berdehem] 31:46 tenang, tidak terburu-buru dalam 31:50 berkeluarga. 31:53 Ya, karena keluarga itu mesti banyak 31:56 ujian dan cobaan. 31:58 Salah satu kecelakaan adalah ketika 32:01 orang terburu-buru, sikapnya tidak 32:03 tenang. ini 32:06 ya. [batuk] 32:09 Pernah suatu ketika 32:13 Nabi ee bersabda kepada sahabat Asyaj 32:18 bin Abdul Qais. Ini satu hadis yang 32:21 diriwayatkan dari sahabat Ibnu Abbas 32:23 radhiallahu anhuma ya, bahwa beliau 32:27 bersabda begini, 32:30 "Inna fika qoslataini 32:33 yuhibbuhumallah." 32:36 Tahu enggak kamu? 32:39 Ada dua hal dalam dirimu yang Allah 32:41 sayang, suka sama kamu tuh. Masyaallah 32:44 yang dicintai Allah. 32:47 Apa itu? Ya Allah. Jadi ini Pakwan, mari 32:49 kita lihat Nabi itu spill spill membuka 32:53 ee rahasia. 32:56 Dua hal yang dicintai oleh Allah ada 32:59 dalam diri Asyad bin Abdul Qais. Ya, 33:03 adalah kata Nabi sallallahu alaihi 33:04 wasallam, alhilmu 33:07 wal anatu wal anahu 33:11 halim. 33:13 Ada sifat Allah alhalim. Maka kalau 33:17 orang ee hamba yang halim disebut Abdul 33:20 Abdul Halim 33:23 ada bandara 33:24 Halim Perdana 33:25 Halim Perdana itu Abdul Halim 33:26 berdasarkan ya 33:28 Abd Kenapa Halim ini masyaallah 33:31 sikap yang kenapa disebut Halim tenang 33:34 dia. Tidak tergesa-gesa tidak ee tenang 33:37 dia. Alhalim itu alhilmu 33:40 dia orangnya penyantun sebenarnya tapi 33:42 tenang tenang. Enggak buru-buru, tidak 33:45 gampang terprovokasi ya, grusa-grusu 33:48 gitu ya. 33:49 Tenang orangnya. Ah, masyaallah ya. 33:52 Apakah dia suami, apakah dia istri, 33:54 dua-duanya tenang. Eh, keluarga selamat. 33:59 Jangan terburu-buru, 34:01 jangan 34:03 kelihatan cepat galau, baperan gitu ya. 34:08 Yang kedua, wal anahu. Yang kedua, tidak 34:12 sikap yang apa ya, yang penuh kendali, 34:15 tidak buru-buru ya. Ngambil keputusan 34:18 tidak terburu-buru ya. 34:22 Ee 34:26 boleh enggak saya bilang gini, Ma? 34:28 Bikinin kopi boleh enggak? 34:30 Boleh. 34:30 Tapi GPL. 34:33 Hm. Harusnya enggak usah pakai GPL. 34:34 Enggak pakai GPL. GPL. GPL apa sih, 34:37 Bang? 34:38 Enggak pakai lama. 34:38 Enggak pakai lama. Boleh enggak pakai 34:40 lama. Tapi kalau yang terjadi 34:44 agak lama gimana? Ee enggak usah marah. 34:48 Iya kan? 34:48 Iya. 34:49 Kamu kan dibilang udah udah GPL ya, 34:52 jangan GPL 34:54 ya. GPL enggak pakai lama kok lama. Itu 34:57 ini menyalahi prinsip yang kedua ini ya. 35:02 Tidak tenang dan terburu-buru ya. Ini 35:05 orang yang tidak sabaran sebenarnya. 35:08 Jadi sabar aja wong semua perlu proses 35:12 ya. 35:14 Bikin kopi perlu proses enggak 35:16 proses. Woh malam-malam nih 35:19 pengen apa namanya yang anget-angat 35:21 bikinin mie goreng dong atau mie mi 35:24 rebus. Siap kata istrinya. Tapi enggak 35:28 pakai lama ya. Enggak usah diucapkan. 35:30 Cepat dikit ya mak ya. Oh boleh ya. 35:34 Tapi jangan marah kalau prosesnya 35:37 memakan waktu. 35:38 Kepada ana juga gitu. Jangan buru-buru. 35:40 Ana pengin cepat selesai, ingin cepat 35:42 pintar, ingin cepat saleh. Ada enggak 35:44 gitu, Bang? [tertawa] Banyak. 35:47 Saleh itu butuh waktu. Istri jadi 35:50 salehah pun butuh waktu. 35:53 Udah tahu memilih istri yang enggak 35:56 berjilbab, 35:59 artinya modal pengetahuan agamanya pun 36:02 minim. Ini buru-buru kepengin istrinya 36:04 jadi salehah. Apa namanya? Mendadak 36:07 saleh ya kan? Mendadak saleh. Enggak 36:10 bisa perlu wak 36:12 ada ustaz mengatakan 36:16 mendidik itu tidak mendadak. I 36:18 mendidik tidak mendadak. 36:19 Iya. Mendidik tidak mendadak. Oke ya. 36:22 Itu yang kedua. Yang pertama tadi apa, 36:25 Bang? 36:26 Pertama 36:27 bukan. Yang pertama bertanggung 36:29 jawabanggung jawab. 36:30 Yang kedua tenang dan tidak terburuk. 36:32 Yang ketiga, lembut dan tidak kasar. 36:35 Nah, ini ya. 36:39 Baik. Ini kata Nabi sallallahu alaihi 36:40 wasallam lagi dari Ibunda Aisyah 36:43 diriwayatkan oleh Imam Muslim. 36:46 Qala Rasulullahi shallallahu alaihi 36:48 wasallam. Innallaha rofiq 36:52 yuhibur rifqo. Sesungguhnya Allah itu 36:56 maha lembut 36:58 dan menyukai kelembutan. Ada orang 37:00 namanya Rofiqah ya. Ada 37:02 adik. Hah? 37:03 Adik saya. Adik saya 37:05 adiknya namanya Rofiqah itu lembut. 37:07 Sahabat yang lembut sebenarnya ya. 37:12 Sikap yang bersahabat dan lembut hati. 37:14 Ah ini orang lembut hati ya. 37:19 alarifqi ma yuti alal unfi 37:24 w la yti ala ma siwahu ya dia memberi 37:29 kelembutan 37:31 apa yang tidak diberikan 37:35 kepada kekasaran dan lainnya jadi 37:39 Allah menolong 37:42 satu Allah tadi men 37:45 Allah itu adalah [berdehem] ee lembut 37:49 lembut hati ya katakan lembut ya maha 37:52 lembut. Jadi Allah sayang mencintai 37:56 semua hal yang lembut, lemah, lembut, 37:58 lembut hati. Enggak suka yang 38:00 kasar-kasar 38:02 ya. 38:05 Tidak memberikan 38:08 yang kasar-kasar, tidak memberi 38:11 pertolongan kepada kekasaran itu untuk 38:12 untuk terjadi. Jadi kekasaran itu 38:14 terjadi karena pilihan manusianya. Jadi 38:19 sekalian ini juga ada 38:24 dalam hadis yang lain. Aisyah juga dari 38:27 Aisyah, innallaha rofiqun yuhibur rifqo 38:30 fil amri kullihi. Allah itu maha lembut 38:35 dan Allah mencintai 38:37 kelembutan dalam semua urusan. Oh ya, 38:40 masyaallah. 38:44 Kalau ada cara kita itu merobek kertas, 38:49 jangan pilih merobek dengan sesuatu yang 38:51 kasar ya. Wah, wow. Tapi lembut aja. Sek 38:58 pilih yang kasar-kasar ya kan. 39:00 Kalau bisa ngomong yang lembut, kenapa 39:03 harus ngomong yang 39:03 kasar? 39:04 Kasar. Astagfirullah. Ya kan? 39:06 Kadang-kadang kita banyak ee lupanya, 39:09 akhirnya ngomong ka kasar, ngomong 39:11 tinggi ya. Masyaallah nadanya. Kemudian 39:15 beliau sallallahu alaihi wasallam 39:17 bersabda, "Ya, 39:20 sesungguhnya kelembutan tidaklah 39:22 terdapat pada sesuatu melainkan akan 39:24 menghiasinya." Masyaallah. 39:27 Inariq la yakunu fiin illa zanahu. 39:35 Setiap hal yang lembut ada pada sesuatu 39:38 itu membuat sesuatu itu 39:41 menjadi indah. 39:44 Ya, sebaliknya 39:47 tidaklah dicabut dari sesuatu melainkan 39:50 akan mencemarinya. Jadi kalau sesuatu ee 39:54 hilang kelembutannya 39:56 itu langsung hilang keindahannya. Coba 40:00 aja, Bang. 40:02 Orang jualan ya kan? 40:03 Nah, 40:05 itu indahnya warung dia, indahnya bisnis 40:08 dia karena kelembutan. Betul enggak? Ini 40:10 dipakai buat ilmu marketing ini. Ya kan? 40:14 Yang kasar-kasar enggak pakai 40:20 semua hal. semua hal. 40:22 Cari cari solusi yang lebih lembut hati, 40:25 solusi yang lebih humanistik lah, begitu 40:27 ya. Nah, yang berakhlak. 40:31 Kemudian 40:33 diriwayatkan oleh Muslim 40:37 dari Jabir Jarir bin Abdillahi 40:39 radhiallahu anhu. Ia berkata, "Samiu 40:42 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 40:43 yaakul 40:46 may yuhromir rifqo yuhromil khairo 40:51 kullahu." Masyaallah. Barang siapa yang 40:53 tidak dikarunia kelembutan, berarti dia 40:56 tidak dikaruniai 40:59 kebaikan apapun. Ya Allah, kalau orang 41:01 enggak enggak bisa sikap lembut, itu 41:04 berarti dia enggak punya kebaikan. 41:08 Maka marilah kita bersikap lembut, ya. 41:10 Nah, 41:12 sama hewan peliharaan lembut enggak? 41:14 Harus lembut ya. 41:16 Masyaallah. Sama kucing marah-marah. 41:20 Sama kucing marah-marah. Pagi-pagi sudah 41:23 marah-marah sama kucing. Aduh, kucingnya 41:25 enggak enggak salah. Dia bukan manusia 41:27 enggak sekolah dia. Yang lembut tidak 41:30 kamu kamu habis nyuri ee ikan ikan saya 41:34 mau makan kamu curi. Ya sudah itu hak 41:36 kamu ya. Tapi besok ee saya harus 41:40 letakkan di tempat yang benar ya kan. 41:42 Nah, 41:43 ini sama kucing. Sama kucing aja kita 41:45 mesti lembut apalagi sama 41:47 manusia. 41:47 Manusia apalagi sama istri apalagi sama 41:50 anak. Ya, ya Allah. 41:52 Coba yang lembut sama anak ya. 41:55 Masyaallah. 41:58 Diriwayatkan oleh Ahmad, Imam Ahmad dari 42:00 Aisyah, Bunda Aisyah radhiallahu anha. 42:02 Hai an Rasul sahu alaihi wasallam 42:03 bersabda, 42:06 beliau bersabda, "Qala laha, bersabda 42:08 kepada Aisyah, ya Aisyah 42:11 urfikii, 42:14 bersikap lembutlah kamu." Ya, jadi sama 42:17 Aisyah disuruh kamu yang lembut ya. Ya, 42:19 Aisyah ya, istrinya Nabi ya disuruh ur 42:23 fikih yang lembut. 42:26 Jadi Islamnya agama lembut bukan agama 42:28 kasar-kasar beringas-beringas. Enggak 42:32 ya. Fainnallah idza arodiahli baitin 42:35 khairahu 42:37 alar rifqi. 42:39 Sesungguhnya Allah itu apa mengendai 42:42 kebaikan pada suatu keluarga 42:45 dia ilhamkan kelembutan pada mereka. Oh, 42:47 jadi kalau keluarga yang saling cinta, 42:51 lembut hati sesama, itu tanda Allah 42:54 kasih rahmat. 42:56 Masyaallah. Jadi kalau keluarga apa-apa 42:59 mesti suaranya keras, ah itu berarti di 43:03 tengah keluarga itu dicabut sama Allah 43:05 keberkahannya. 43:08 Ya, saya kira karena waktunya, Bang, ya. 43:10 Iya. 43:12 ee 43:15 minggu depan insyaallah kita tambahkan 43:18 yang lain ya. Demikian ik sekalian. Jadi 43:21 tiga dulu nih akhlaknya. Pertama bahwa 43:24 pondasi itu dua 43:27 takwa dan akhlak yang mulia. 43:31 Akhlakul karimah. Akhlakul karimah 43:33 banyak. Pertama tadi bertanggung jawab. 43:37 Yang kedua apa, Bang? 43:38 Tenang. Halil. 43:39 Tenang. tidak buru-buru. Yang ketiga, 43:41 lembut. 43:42 Lembut hati ya. Tidak kasar. Nah, 43:47 insyaallah kita memperbaiki keluarga 43:49 kita, terutama wahai para 43:54 ayah, para suami. 43:57 Sebaik-baik kita adalah paling yang 43:58 paling baik kepada keluarga. Nabi pernah 44:00 bersabda, "Akyurukum 44:03 ayah akhyarukum liahlihi." Wa ana 44:06 akyarukum liahli. 44:08 Sebaik-baik kamu nih semuanya itu yang 44:11 paling baik buat keluarganya. 44:17 Enggak kelihatan kamu punya harta 44:19 banyak, kamu hebat dalam berniaga, dalam 44:21 berbisnis, kamu punya pendidikan tinggi, 44:24 tapi sama keluarga kamu enggak baik. 44:27 Aku 44:29 nih yang orang paling baik terhadap 44:31 keluargaku. 44:33 Ya, maka kita lihat model teladanya Nabi 44:36 sallallahu alaihi wasallam. Wallahuam 44:39 bissawab. 44:40 Wallahuam bawab. Masyaallah. 44:41 Jazakumullah khairan kir. 44:44 Baik ikhwan Ahmad. Demikian 44:46 menguatkan fondasi keluarga yang sudah 44:48 disampaikan oleh Ustaz Agus. J 44:50 sebaik-baik kita adalah kita yang paling 44:53 baik kepada keluarga kita, bukan kepada 44:55 yang lainnya. Yang lainnya juga baik. 44:58 Pertama ya kepada 44:59 yang paling baik kepada keluarga ya. 45:02 Yang kedua baru setelah itu kepada yang 45:04 lain 45:05 yang lain. Baik. Ee ikhwan awat sebelum 45:08 kita lanjut kepada diskusi bersama Ustaz 45:12 Agus, kami akan bacakan dulu 45:16 ee agenda 45:18 di Radio Silaturahim insyaallah pada 45:22 dengan nama agenda Masjid Majelis Umahat 45:24 Silaturahim. 45:25 Heeh. dengan tema bersandar pada yang 45:28 maha kokoh menemukan kedamaian di tengah 45:32 kepastian. Ini masjid majelis umahat 45:35 silaturahim yang akan biasa dilaksanakan 45:38 pada hari Rabu 45:41 jam 09.00 sampai jam 11.00 dengan 45:44 narasumber yang akan disampaikan oleh 45:46 Ustaz Husein Al-Attas di Masjid 45:48 Silaturahim. kami tunggu kehadirannya 45:51 pada hari Rabu besok di Masjid 45:53 Silaturahim tanggal 22 Juli insyaallah 45:58 dan silakan untuk mempersiapkan 46:00 pertanyaan yang akan diajukan kepada 46:03 Ustaz Husin. Demikian semoga bermanfaat 46:05 dan semoga ikhwan akhwat memiliki waktu 46:08 luang untuk hadir di majelis umahat 46:11 silaturahim. 46:13 Baik, selanjutnya kita akan masuk ke 46:15 sesi tanya jawab bersama ikhwan akhwat. 46:20 Kami akan bacakan atensi yang sudah 46:23 masuk. 46:25 Ada Bapak Setiawan di Cilengsi yang 46:27 Setiawan ya 46:28 menyimak. Kemudian Ibu Ani Hudzaifah. 46:34 Asalamualaikum warahmatullahi 46:35 wabarakatuh Ustaz. 46:36 Waalaikumsalam. 46:37 Alhamdulillah Ustaz hadir menyimak 46:38 hikmah pagi di radio silaturahim. 46:41 Insyaallah Ustaz Agus dan keluarga besar 46:44 Rasil sehat walafiat. Amin. Amin. Amin. 46:47 Kemudian ada Ibu Lise. Alhamdulillah 46:49 Ustaz saya menyimak Ustaz. Jazakumullah 46:51 khairan kairon ilmunya Ustaz. Kemudian 46:54 ada Ibu Retno. Alhamdulillah hadir 46:58 menyimak tausiah, Ustaz. Jazakumullah 46:59 khairan khair. Selalu hadir ya. 47:02 Iya. Masyaallah. 47:04 Kemudian kita bacakan pertanyaan dari 47:07 Ibu Yeti Setiawati. Ustaz, 47:08 Ibu siapa? 47:09 Ibu Yeti. 47:10 Bu Yeti Setiawati ya. Baik, lanjut, 47:13 Bang. 47:13 Asalamualaikum warahmatullahi 47:14 wabarakatuh. 47:14 Waalaikumsalam. wabarakatuh. 47:16 Ustaz, izin bertanya, Ustaz. 47:17 Silakan. 47:18 Ada suami yang selalu tertawa bersama 47:21 teman-temannya. 47:23 Heeh. 47:23 Namun bila berkumpul dengan keluarganya, 47:26 dengan anak istrinya, terlihat seperti 47:29 galakset. H. 47:31 Itu kenapa dan bagaimana keadaan 47:35 iya 47:35 suami tersebut, Ustaz? Jazakumullah 47:37 khairan katir. 47:38 Iya. Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 47:39 shalli ala Muhammad wa ala ba'du. Ibu 47:42 Yeti terima kasih sudah ikut menyimak 47:45 pagi ini ya. Alhamdulillah Bu Yeti ini 47:47 juga rajin ee mengikuti kajian kita. 47:50 Masyaallah. 47:52 Kalau ada suami yang sama teman-temannya 47:57 kelihatan senang ya, bercanda, ber 47:59 cengkerama, tapi begitu sampai keluarga 48:02 kehilangan semua kesenangan itu. 48:06 Bahkan 48:08 ada yang sika sikapnya itu dingin, 48:12 rigid, bahkan ada yang agak kasar. 48:16 Ini ada apa? Dia yang punya masalah. 48:20 Ya, 48:22 kemungkinan satu dia tidak punya ilmu 48:27 dalam membangun keluarga yang islami. 48:30 Ya, keluarga keluarga aja udah 48:32 nikah-nikah aja. Punya anak punya anak 48:34 aja udah tapi tidak. Ini orang yang 48:38 masyaallah 48:40 yang kata Nabi tadi ya, Ibu mesti harus 48:42 digaris bawahi yang 48:46 tidak dipilih oleh Allah untuk 48:48 mendapatkan rahmatnya. 48:51 Karena orang yang mendapatkan rahmat 48:54 Allah itu dia punya kelembutan kepada 48:56 keluarganya. Rifqo. 49:01 Rifqa ini ee ada yang mengatakan nama 49:04 dari ibunda 49:07 ee apa namanya? 49:11 [berdehem] 49:12 Istri dari 49:15 Nabi 49:16 Nabi 49:16 Yaakub 49:18 ya. Istri dari Nabi Yaak. 49:20 Yaakub alaihissalam. 49:23 Istri Nabi Ibrahim. 49:26 Ee ibunya, ibunya Yakub siapa? 49:30 Ibunya Yakub. 49:31 Eh, Isma, eh Ishak ya. 49:33 Oh, 49:34 istak. Sarah. Sarah. 49:35 Sarah 49:38 mendapatkan anak namanya Ishak. Nah, 49:40 istri Ishak adalah Rifqah. 49:44 Jadi kalau ada suami tidak mampu untuk 49:47 berbuat yang baik lembut hati kepada 49:50 keluarga, mohon maaf saya sampaikan, dia 49:53 tidak dipilih oleh Allah 49:56 ya. Karena apa? Dia tidak membuka 49:57 hatinya untuk berlembut-lembut. 49:59 Kalau dia mau dipilih oleh Allah 50:01 mendapatkan rahmat, buka hatinya. 50:04 Mal la yarham la 50:05 yurham. 50:06 La yurham. Barang siapa yang tidak 50:08 menyayangi, tidak disayangi sama Allah, 50:10 tidak diberi rahmat sama Allah. Ah, jadi 50:12 ustaz gimana caranya? Ya dia harus buka 50:14 hati itu istigfar aja. 50:15 Astagfirullahalazim. Banyakin istigfar. 50:20 Kalau perlu baca 50:22 amalan ee asmaul husnanya itu dua dua 50:26 asma Allah. Ya Rahman, ya Rahim. Ya 50:28 Rahman, ya Rahim. Ya Rahman, ya Rahim, 50:31 ya Rahman, ya Rahim. Supaya hatinya 50:32 lembut. Hatinya lembut. Insyaallah 50:36 dia akan mendapatkan 50:39 keindahan dalam hidupnya ya. Kelembutan 50:42 hati tidak kasar ya. Itu merupakan 50:46 bagian dari keinginan 50:49 zanahu. Ya begitu ya Bu Yati ya. Ya. 50:53 Jadi didoakan saja suaminya yang tadi 50:55 ibu lihat itu. Kalau suami orang kasih 50:58 tahu istrinya suruh doakan. Jangan ibu 50:59 yang doakan. Itu haknya si istri. 51:03 Kalau itu adik ibu atau saudara ibu bar 51:05 boleh di ya. 51:09 Nah, jadi masyaallah ini urusan yang 51:11 sangat fundamental karena kembalinya ke 51:14 hati juga ya. Demikian Ibu ya. Jadi 51:17 didoakan semoga Allah kasih kelembutan 51:19 nanti. Maka masyaallah kalau ada kalimat 51:22 ya para ulama sering mudah-mudahan Allah 51:25 lembutkan hatinya. Ternyata di sini ini 51:29 kuncinya di sini. Karena kelembutan hati 51:31 itu adalah 51:35 inti dari keindahan semua hal. Segala 51:37 urusan. Kulis syai katanya 51:40 semua hal itu kalau ada kelembutan di 51:43 sana. Ah ya kan. Makan pakai 51:46 lembutlembut boleh enggak? Harus. Malah 51:48 kalau makan pakai kasar-kasar gimana 51:50 coba, 51:52 Bang Fauzi? Kalau makan makanannya kasar 51:55 sama lembut, pilih mana, Bang? 51:56 Yang lembut. 51:57 Yang lembut ya? [tertawa] 51:59 Ini sudah ini sudah lembut nih. 52:03 Dapat daging korban ya kan? Ahah. Cuma 52:06 masak sekali itu. Waduh, ini bukan 52:08 lembut nih dagingnya. 52:10 Ini sabuk hitamnya dagingnya nih. Karena 52:12 ngelawan ni kan [tertawa] 52:14 bela diri. Tapi kalau dilembutkan ya 52:17 masyaallah apalagi di rumah ada mesin 52:19 presto ya. Masukkan mesin presto di 52:21 rumah. Alhamdulillah. 52:22 Iya. Saya di rumah itu istri beli mesin 52:25 presto tuh ya waduh 52:26 untuk melembutkan 52:27 lembutnya itu cepat ya kan alhamdulillah 52:29 itu karena apa dia tahu kalau keluarga 52:31 ini istri ya masyaallah istri saya 52:33 mudah-mudahan dirahmati oleh Allah 52:35 amin masyaallah 52:36 itu [berdehem] 52:37 supaya keluarga itu tidak 52:40 ee berkelai dengan daging ketika makan 52:43 itu [tertawa] ya dia ingat oh ya supaya 52:46 lembut itu beli itatnya luar biasa betul 52:49 enggak 52:50 betul 52:51 jadi Ibu-ibu Maka masyaallah. Apalagi 52:54 kalau di rumah ada balita dan ada 52:56 lansia, maka harus cari yang 52:58 lembut-lembut ya. Karena mereka bagian 53:01 dari kaum lelembut ya gitu ya. [tertawa] 53:04 Demikian ibu yaitu ya. Mudah-mudahan 53:05 Allah kasih lembut hati orang yang Ibu 53:08 lihat agak tidak semestinya kepada 53:11 keluarga. Amin. Allahum amin. 53:13 Amin. Demikian Ibu Yeti semoga dapat 53:15 menjawab. 53:17 Berikutnya 53:18 pertanyaan kedua dari Ibu Aminah. Ustaz, 53:23 asalamualaikum warahmatullahi 53:24 wabarakatuh, Ustaz. 53:24 Waalaikumsalam warahmatullahi 53:25 wabarakatuh. 53:27 Alhamdulillah, Ustaz. Terima kasih 53:28 ilmunya, Ustaz. Izin bertanya, Ustaz. 53:31 Saya kalau berbohong sama teman-teman 53:34 ibu-ibu ketika berbicara suka sedikit 53:37 meleset, Ustaz. Kemudian saya 53:40 beristigfar minta ampun kepada Allah. 53:42 Iya. 53:42 Apakah dosa saya diampuni ya Allah? 53:44 Bagaimana caranya supaya saya tidak 53:48 berbohong dan tidak meleset dalam 53:51 berbicara, Ustaz? Jazakullah khairan k 53:53 insyaallah. 53:54 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 53:56 sholli ala Muhammad wa ala ali ba'du. 53:58 Ibu Aminah, nama Ibu adalah nama yang 54:02 luar biasa, 54:05 nama yang indah namanya Aminah, ibunda 54:08 dari Rasulullah 54:10 sallallahu alaihi wasallam. 54:11 Masyaallah. 54:12 Apa artinya Aminah? Aminah itu perempuan 54:15 yang beriman. Satu perempuan yang penuh 54:20 dengan amanah. Dua, yang ketiga, 54:23 perempuan yang selalu aman tidak 54:26 diganggu. Masyaallah doanya orang tua 54:28 luar biasa ya. 54:29 Masyaallah. 54:30 Jadi, Ibu Aminah 54:33 karena sesuai dengan dengan nama ibu nih 54:35 didoakan sama orang tua beramanah dalam 54:38 berbicara. 54:40 Ya, Ustaz. Gimana caranya kalau saya 54:44 menghindari ucapan yang tidak benar, ada 54:47 kebohongannya? Diam, Bu. 54:50 Barang siapa beriman kepada Allah dan 54:53 akhir-akhir hendaknya berkata baik au 54:56 liyasmud. 54:57 Falyaqul 54:59 khairan au liasmut. hendaknya kamu 55:02 berbicara yang baik, yang benar, 55:06 tidak ada konten-konten kebohongan, 55:11 campur-campur ya, hoax dan lain-lain. 55:15 Tapi kalau enggak enggak mampu berbicara 55:19 dengan benar, ya diam, enggak usah buka 55:21 mulut. Diam aja, Bu. Diam aja, senyum 55:24 aja kalau lagi arisan senyum aja. 55:28 Karena kita seringkiali, mohon maaf 55:30 diganggu sama 55:32 setan. 55:35 Setan tuh ganggu supaya kita ngomongnya 55:37 ngelantur-ngelantur. Ya, tadi 55:38 meleset-meleset tuh ngelantur. 55:40 Melantur tuh ya. 55:41 Jadi, Ibu ee kalau mau ngomong baca doa 55:44 dulu. Bismillahirrahmanirrahim ya. 55:47 Rabbisrohli 55:49 sodri waassirli amri wahlul uqdatan min 55:52 lisani yafqohu qoli. Jadi itu salah 55:55 satunya kita berdoa itu ketika bicara 55:59 kita tidak meleset-meleset, tidak 56:01 ngelantur-ngelantur 56:03 apalagi kecampur-campur dengan 56:05 kebohongan ya. Nauzubillahik ya. 56:07 Demikian Ibu setelah itu ibu istigfar. 56:10 Betul. Betul. Istigfar. Istigfar gitu. 56:13 Memperbaiki diri aja. Istigfar. 56:16 Kalau ternyata ada informasi yang salah, 56:18 Ibu perbaiki. Mohon maaf, Ibu-ibu. 56:20 Ternyata setelah saya periksa 56:23 apa yang saya sampaikan tadi 56:24 informasinya kurang tepat, tidak benar. 56:27 Mohon maaf ya. Nah, ini saya saya 56:29 perbaiki yang benar seperti ini ya. 56:32 Contoh misalnya, oh ada 56:36 ee sale. 56:39 Sale itu apa? Penjualan murah-murahan di 56:42 sana antara pukul 10. Pukul 12.00. 56:46 Ternyata salah. Sudah selesai kemarin. 56:48 Ada enggak? Ada ada [tertawa] 56:50 sudah lewat. 56:51 Ini sudah lewat ya. Jadi kita masyaallah 56:53 karena ucapan kita itu nanti sama Allah 56:55 diputar lagi. Diputar ya. 56:58 Masyaallah. 56:59 Itu seperti kaset aja Bu direkam putar 57:01 lagi kan. Seperti kita HP punya HP. 57:04 Memori kita berapa banyak itu ya kan. 57:06 Wah masyaallah. 57:08 Atau CCTV lah kali kelihatan ya. CCTV 57:11 kita ngomong sama lagi 57:13 lagi 57:14 ee belanja di minimarket itu ada 57:18 CCTV-nya. 57:19 Iya. 57:20 Ucapannya kedengar, perilakunya juga 57:23 terekam. Kalau enggak dihapus seterusnya 57:26 ya abadi itu 57:28 ya. Masyaallah di hadapan Allah begitu 57:31 ya Allah. Jadi salah satu cara kita 57:34 menghapusnya banyak istigfar ditutup 57:36 buat ee apa namanya? Berittiba tadi 57:41 [berdehem] 57:42 wabiatal hasanah. 57:45 Tutup keburukan-keburukan hal yang 57:47 kurang baik tadi dengan 57:48 kebaikan-kebaikan yang menghapuskannya. 57:51 Begitu ya Ibu Aminah. Semoga Allah 57:54 menolong kita sekalian untuk berkata 57:57 benar dan beramal yang benar. Amin. 58:00 Allahuma amin. 58:01 Amin. Demikian Ibu Aminah semoga dapat 58:04 menjawab. Ee kemudian ada Ibu Darma di 58:07 Bekasi. Alhamdulillah menyimak. Syukron 58:09 Ustaz juga ilmu dan pencerahannya. 58:13 Baik, Ustaz. Alhamdulillah. Oh, Tuan 58:15 Baron juga alhamdulillah menyimak. Ee 58:18 baik, Ustaz. Sebagai hikmah untuk pada 58:21 pagi hari ini tentang menguatkan fondasi 58:23 keluarga, Ustaz. 58:24 Iya. Bismillahirrahmanirrahim. Shallli 58:25 ala Muhammad wa ala wa ba'du. Ikhwan 58:27 sekalian ee 58:31 bahwa masyaallah ya dalam hidup kita itu 58:35 kita mesti kembali kepada Al-Qur'an dan 58:37 Asunah ya. Bahwa hidup kita tidak akan 58:42 benar kecuali kita kembali kepada 58:45 Al-Qur'an dan Asunah. 58:48 Dan dalam hal ee 58:53 membangun keluarga, awal dari ma 58:55 keluarga adalah pondasinya. Pondasinya 58:58 adalah bertakwa dan akhlak yang mulia. 59:01 Akhlakul karimah. 59:03 Jangankan bangun keluarga, bangun masjid 59:05 aja kita mesti pakai takwa. Itu Allah 59:09 katakan di dalam surah at-Taubah ayat 59:11 yang 108. 59:13 Ya, masjid yang didirikan usia alat 59:17 takwa sejak hari pertama itu yang paling 59:20 layak kamu salat di dalamnya. 59:23 Jadi, apapun yang dibangun atas takwa 59:26 insyaallah akan selamat. Berakhlak yang 59:30 paling utama mendapatkan berhak 59:32 mendapatkan perlakuan kita dengan akhlak 59:35 yang terbaik adalah keluarga kita, 59:39 istri utamanya dan anak-anak. Ya, maka 59:43 banyak-banyaklah berakhlak yang baik, 59:45 minta maaf pada istri, banyaklah 59:48 berterima kasih. Ya, 59:51 habis dibikinkan kopi. Terima kasih 59:53 enggak, Bang? Alhamdulillah. Terima 59:54 kasih ya. 59:55 Iya. 59:56 Nah, kadang-kadang lupa ya. 59:57 Lupa. Jazakillah. Habis makan ya 1:00:00 terima kasih ya. Jazakillah khair. 1:00:03 Wong kita kalau di restoran 1:00:07 diantarkan makanan atau minuman oleh 1:00:09 pelayen, kita juga bilang apa? 1:00:10 Kita bilang terima kasih. Benar ya. sama 1:00:12 istri enggak? Terima kasih. Masih 1:00:14 masyaallah. Astagfirullah. 1:00:15 Ya, itu bagian yang paling ringan aja 1:00:18 kita perbandingkan ya. 1:00:19 Terbaru. 1:00:19 Nah, maka masyaallah marilah kita 1:00:22 memperbaiki akhlak kita. Kalau tidak di 1:00:24 rumah dari mana lagi ya? Demikian ikhwan 1:00:28 sekalian semoga Allah subhanahu wa taala 1:00:29 memberkahi dan merahmati kita sekeluarga 1:00:32 semuanya. Amin. Allahum amin. 1:00:33 Asalamualaikum warahmatullahi 1:00:35 wabarakatuh. 1:00:36 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:00:37 wabarakatuh. Masyaallah. Jazakumullah 1:00:39 khairan kiran, Ustaz. Baik, Ikhwan. 1:00:41 Semoga juga kita bisa mengamalkan 1:00:44 menjadi keluarga yang baik dengan 1:00:45 fondasi-fondasi takwa dan akhlak yang 1:00:50 mulia. 1:00:52 Sebelum kita tutup, kami sekali lagi 1:00:54 mengundang ikhwan akhwat untuk hadir 1:00:56 dalam majelis Umahat Silaturahim. 1:00:59 Itu Umahat ya? 1:01:00 Iya, umahat. 1:01:00 Bukan buat ikhwan. Itu 1:01:02 yang ngantarnya. Yang ngantarnya semua 1:01:03 suaminya, Ustaz. Sama aja. 1:01:05 Iya kan? 1:01:06 Iya. Yang akan dilaksanakan di majelis 1:01:08 silaturahim. Insyaallah akan disampaikan 1:01:10 oleh Ustaz Husein Al-Attas. 1:01:14 Terima kasih atas segala perhatian dan 1:01:16 partisipasinya. Kami di studio mohon 1:01:19 undur diri. Subhanakallahumma 1:01:21 wabihamdika ashadu alla ilahailla anta 1:01:23 astagfiruka wa atubu ilaik. 1:01:25 Asalamualaikum warahmatullahi 1:01:26 wabarakatuh. 1:01:27 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:01:28 wabarakatuh.