Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 Rasul TV 0:16 Bismillahirrahmanirrahim, 0:17 assalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. Alhamdulillahirabbil alamin 0:20 wassalatu wassalamu ala sayyidina 0:22 Muhammad wa ala alihi wasahbihi ajmain. 0:24 Rabbi zidni ilman Allahuma fahmi bima 0:27 alamtani wa alimni ma yanfa'uni warzuqni 0:30 ilman yanfa'uni. 0:31 Dipancarkan dari Jalan Masjid 0:33 Silaturahim nomor 36, Kalimanggis, 0:36 Cibubur, Bekasi. Radio Silaturahim dan 0:38 Rasul TV untuk Islam yang satu. Ikhwan 0:41 akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa 0:42 taala, apa kabar Anda? 0:44 Semoga selalu dalam keadaan sehat. 0:47 Senang sekali Angga Aminudin dapat 0:48 kembali menyapa Anda di mana saja Anda 0:51 berada. Bincang inspiratif kembali 0:54 hadir. Kali ini kami kedatangan tamu 0:58 dari negeri jiran Singapura gitu ya. 1:01 Kita kedatangan tamu Bapak Zahid Yakub. 1:05 Assalamualaikum warahmatullahi 1:06 wabarakatuh. 1:07 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:08 wabarakatuh. 1:09 Selamat datang ini di Rasul. 1:11 Terima kasih. 1:12 Terima kasih ini jalurnya 1:14 memang awalnya ketemu dengan 1:17 beberapa manajemen Rasul ya di sebuah 1:19 acara dan karena memang 1:22 banyak 1:23 pengetahuan dan juga ilmu yang beliau 1:26 bawa gitu ya ke sini dan kita berkenalan 1:29 dan dengan beliau dan kita juga akan 1:32 bahas lebih dalam mengenai wakaf 1:35 memberdayakan 1:37 umat gitu ya. Siapa sosok tamu kita kali 1:40 ini? 1:41 Kita akan berkenalan ya dengan Pak Zahid 1:43 Yakub. Pak Zahid Yakub 1:46 ini ke Indonesia dalam rangka apa? 1:48 Saya dijemput untuk berikan 1:51 sharing itu. 1:52 Sharing. 1:53 Ya, di Bogor. 1:54 Heeh. 1:54 Dalam acara wakaf untuk mengoptimalkan 1:57 wakaf. 1:58 Eee bagaimana kita kelola wakaf, kita 2:01 kita menguruskan wakaf agar dapat kita 2:03 optimumkan insya Allah wakaf-wakaf yang 2:05 sedia ada di sini. 2:07 Saya kan googling ya, Zahid ya. Googling 2:09 ini siapa nih tahu kita nih. 2:11 Munculah dari mulai nama Waris. 2:15 Waris ini 2:16 salah satu lembaga ya. 2:18 Lembaga di Singapura, lalu juga muncul 2:20 Majelis Ulama Singapura, lalu juga 2:22 muncul properti syariah, muncul juga 2:26 Baril Real Estate Investment. Jadi 2:29 kaitannya dengan Pak Zahid Yakub ini di 2:31 Google ini banyak riwayat. 2:33 Iya. 2:34 Gimana Pak dengan aktivitas Bapak 2:37 sekarang? 2:38 Saya sekarang sudah 2:40 kembali 2:41 sekian lama saya di Waris tuh, di 2:43 Majelis Agama Islam kemudian saya 2:44 keluar. Saya dapat tawaran 2:48 bertugas di Saudi. 2:49 Iya. 2:50 Arab Saudi kemudian di Vietnam dalam 2:52 bagian properti di luar Waris. 2:54 Kemudian sekarang saya sudah kembali ke 2:55 Singapura insya Allah dan alhamdulillah 2:58 baru satu dua tahun ini saya sudah 2:59 kembali juga untuk 3:01 eee berkecimpung dalam 3:03 eee wakaf dan juga syariah properti 3:06 investment dan development eee di rantau 3:09 ini insya Allah. 3:11 Ke Indonesia sudah berapa kali Pak? 3:12 Sering ya? 3:13 Sudah sering sudah sering juga ya. 3:15 Dalam rangka bisnis atau dalam rangka 3:16 tadi? 3:17 Kita sedang meneroka eee peluang-peluang 3:20 untuk dibangunkan wakaf. 3:22 Untuk kita dapatkan investment secara 3:23 syariah dari badan-badan eee berkanun 3:26 misalnya 3:28 eee agar dapat kita kumpulkan eee 3:30 resource, sumber untuk kita bangunkan 3:33 wakaf. Alhamdulillah. 3:35 Pak Zahid asli Singapura ya? 3:36 Saya asal orang Singapura. 3:38 Memang lahir di sana? 3:38 Memang lahir di sana ya. 3:40 Kalau melihat perkembangan eee Singapura 3:42 sendiri dari sisi pengelolaan wakaf 3:44 gimana di sana? 3:46 Secara umum? 3:46 Di Singapura eee pengelolaan wakaf 3:49 dipusatkan 3:51 di Majelis Agama sebab memang eee 3:53 Majelis Agama eee 3:55 bertanggung jawab sepenuhnya 100% di 3:58 atas kesemua wakaf yang berdaftar di 3:59 Singapura. 4:00 Iya. 4:00 Jadi, dari segi pengurusan, dari segi 4:03 pembangunan, semuanya memang berpusat di 4:05 di di di Majelis Agama. 4:07 Mhm. 4:08 Dan alhamdulillah mereka telah tubuhkan 4:10 Waris Investment ini sebagai anak 4:11 syarikat Baitulmal, sebenarnya. 4:13 Mhm. 4:14 Untuk dipisahkan segala aktiviti 4:16 komersial, aktiviti pembangunan, 4:18 aktiviti 4:19 penyewaan di bawah Waris yang ditugaskan 4:21 sepenuhnya untuk menguruskan wakaf di 4:23 Singapura secara keseluruhannya. 4:25 Seberapa banyak di sana? Kan kita tahu 4:27 Singapura kan negara kecil 4:28 yang sangat. Iya, betul. 4:29 Iya. 4:30 Di Singapura kita ada 4:32 berdaftar lebih kurang 100 wakaf. 4:35 Mhm. 4:35 Eee dan 4:38 100 wakaf ini ada yang mungkin mungkin 4:40 mempunyai lima unit rumah kedai, ada 4:43 yang mempunyai tapak tanah yang besar, 4:45 yang kecil. Jadi, berbagai dari segi 4:48 tiap-tiap 100 eee wakaf ini. 4:51 Mhm. 4:52 Nah, Pak Zaeh, sebelum kita membahas 4:54 mengenai wakaf yang bisa memberdayakan 4:55 umat, saya sebenarnya ingin mengajak eee 4:58 pendengar itu lebih mengenal bagaimana 5:00 Singapura kok bisa jadi pusat ekonomi 5:02 bukan hanya Asia ya? 5:04 Dunia, Pak. 5:04 Mhm. 5:05 Apa yang Pak Zaeh lihat dari Singapura 5:06 nih kelebihannya? 5:07 Mungkin saya rasa eee 5:10 because 5:11 mungkin Singapura tidak punya sumber 5:14 dari segi 5:15 SDA 5:15 galian, minyak, semua enggak ada. 5:18 Jadi, fokusnya banyak pada 5:21 sumber manusia. 5:22 Mhm. 5:23 Dan sumber manusia ini harus ada 5:25 ciri-ciri yang 5:26 penting yang yang begitu Islami sekali. 5:28 Mhm. 5:28 Kejujuran, 5:29 Mhm. 5:29 eee ketekunan, you know, itqan, eee 5:32 kesungguhan dalam bekerja. 5:34 Iya. 5:34 Jadi, ini saya rasa telah dikenal pasti 5:37 sebagai salah satu aset eee sumber 5:40 manusia di Singapura. 5:41 Mhm. 5:41 Dan ini juga menjadi satu pemangkin, 5:44 pemacu ekonomi 5:45 Mhm. 5:46 eee yang dipastikan ke 5:48 kesemua atau keseluruhan penduduk 5:51 Singapura di diberi pendidikan yang yang 5:53 sebaik mungkin. 5:54 Iya. 5:55 Di peringkat rendah hingga ke peringkat 5:56 atas. Dengan ciri-ciri yang saya katakan 5:58 tadi, kejujuran, you know, eee, hard 6:00 working-nya. Jadi, 6:02 menjadi satu ciri yang dikenal pasti dan 6:04 juga dari segi framework-nya. 6:06 Ada framework yang begitu baik dari segi 6:08 legal-nya, administrasinya, eee, yang 6:12 alhamdulillah kita punya pemerintah yang 6:14 agak 6:15 eee, prihatin 6:16 tentang eee, sistem, tentang 6:19 administrasi, tentang eee, pengelolaan 6:22 legal semua. Jadi, jadi kepercayaan. 6:24 Saya rasa dalam apa-apa bisnis 6:26 sekalipun, dalam apa-apa eee, eee, 6:28 bidang sekalipun, it trust ataupun 6:31 kepercayaan itu paling penting sekali, 6:32 integrity. 6:33 Singapura pun beragam, ya? 6:35 Iya. 6:35 Masyarakatnya beragam. 6:37 Tidak ada yang mendominasi di sana gitu, 6:39 ya? 6:39 Ada. 6:40 Ada? 6:41 Dari segi eee, populasi, kalau di 6:43 Singapura tuh memang eee, 6:46 majority-nya 6:47 eee, orang Cina, lebih kurang 74%. Orang 6:50 penduduk 6:51 asal Singapura, Melayu hanya membentuk 6:54 15%. 6:56 Kecil sekali sebenarnya. 6:57 Betul, ya? 6:57 Iya. 6:58 Iya. 6:58 Muslim sendiri? 6:59 Muslim 15%. Mungkin kalau kita campur 7:02 eee, convert-nya ataupun eee, dari dari 7:04 luar, mungkin lebih tak, tapi tak sampai 7:06 20%. 7:07 Nah, dengan sekecil itu, tapi memiliki 7:10 eee, 7:11 GDP yang besar, ekonomi yang maju gitu, 7:14 ya? 7:16 Kalau kesejahteraan masyarakatnya gimana 7:18 di Singapura? 7:20 Ini yang sangat penting sekali, saya 7:21 rasa eee, di Singapura banyak ditekankan 7:25 tentang keharmonisan. 7:27 Kesejahteraan eee, masyarakat. Jadi, 7:29 tidak ditoleransi sekalipun kalau ada 7:32 apa-apa kenyataan ataupun perlakuan yang 7:35 menyalahi, yang menyalahi eee, yang bisa 7:39 eee, menggugat keharmonisan kaum di 7:42 antara kaum itu. 7:43 He eh. 7:43 Tidak tidak eh 7:45 ada ada ada sedikitpun eh diberi 7:47 peluang. 7:48 Iya iya. 7:48 Iya. 7:50 Makanya di sana itu apa ya namanya itu 7:53 eh keharmonisan lalu juga kerukunanlah 7:57 kalau di Indonesia itu kerukunan gitu 7:58 ya. 7:58 Itu dijaga sekali gitu ya. 7:59 Dijaga sekali ya. Dan dan diwujudkan 8:01 juga badan-badan eh interface antara 8:04 silang agama untuk bekerja sama untuk 8:07 berbincang eh secara harmonis begitu 8:09 jadi dia menjadi 8:11 eh semacam eh 8:13 eh example kepada penduduk 8:16 penganut-penganut yang ada di di 8:18 Singapura. 8:19 Kalau bisnis di sana sebenarnya yang 8:20 paling tinggi peluangnya bisnis apa di 8:23 Singapura? 8:24 Singapura kalau kita lihat dari segi 8:26 financial center 8:27 Financial center. 8:27 bisnis center eh juga eh dari segi 8:30 teknologi 8:31 He eh. 8:32 medical 8:33 He eh. 8:33 juga coba dikembangbiakkan 8:35 jadi menjadi eh satu pusat dari seluruh 8:38 eh 8:40 dunia itu. 8:41 Dari seluruhnya. 8:42 Oke. Ini adalah 8:44 Mister Zahid Yacob ya. 8:47 Kalau saya boleh tanya riwayat 8:48 pendidikannya Mister Zahid pengalaman 8:50 belajar di mana saja? 8:51 Oh saya saya keseluruhannya di Singapura 8:53 dari pada peringkat rendah 8:55 He eh. 8:55 hingga menengah kemudian saya pergi ke 8:57 college 2 tahun 8:58 Sambil fokus di pendidikan apa? 9:01 Di Singapura semuanya sama dari segi 9:03 pendidikan eh peringkat rendah 9:05 He eh. 9:05 hanya di peringkat eh 9:08 mungkin di peringkat college 9:10 Iya. 9:11 pre-u baru kita ada pengkhususan. 9:13 Saya itu eh 9:14 pada waktu itu eh memilih eh 9:18 engineering 9:19 Engineering? 9:19 Iya. Jadi saya masuk ke university di eh 9:23 tempatan eh 9:24 dan mengambil 4 tahun eh bachelor's 9:27 bagian eh struktur dan juga pembangunan. 9:30 He eh. Jadi Mister Mister engineer 9:32 Engineer saya. 9:34 Tapi engineer kok nanti bisa masuk ke 9:36 wakaf ini? 9:37 Itu sudah ditakdirkan begitu. 9:38 Ah, gimana ceritanya ini? 9:40 Saya sebenarnya mulakan kerja saya 9:41 sebagai eh 9:43 site engineer. 9:43 Iya. 9:44 Menyelia pembangunan di tapak-tapak eh 9:48 perumahan. 9:48 He em. 9:49 Eh, lebih kurang 3 tahun lebih. 9:51 Jadi ada peluang waktu itu, kebetulan 9:53 ditakdirkan saya mendapat tawaran eh 9:55 bekerja di Majelis 9:57 Agama Islam Singapura. 9:59 Iya. 9:59 Saya masih muda sebenarnya sebenarnya. 10:01 Eh, umur saya 27 tahun. 10:03 He em. 10:03 Baru kerja 3-4 tahun kemudian dapat 10:05 tawaran, saya masuk sebagai eh pengurus 10:07 proyek. 10:08 Iya. 10:08 Proyek-proyek wakaf eh pada waktu itu. 10:10 Dan alhamdulillah saya ingat pada waktu 10:12 itu baru baru dimulai kan program 10:15 pembangunan wakaf 10:17 di Singapura. 10:17 He em. 10:18 Dan banyak peluang sekali dan banyak 10:20 begitu banyak sekali kerja-kerja yang 10:21 harus di diberesin di pada waktu itu. 10:23 Jadi saya masuk dibawa 10:26 oleh pengurus pada waktu itu. 10:27 He em. 10:29 Dan kebetulan juga selepas 9 bulan dia 10:31 berhenti pengurus itu. 10:32 Tuh baru sebulan. 10:33 Jadi saya terpaksa eh 10:35 ganti eh 10:38 Profesi. 10:39 Profesi itu sebagai pengurus eh 10:41 departemen eh wakaf dan properti pada 10:44 waktu itu. 10:45 He em. 10:45 Eh, jadi agak payah sebenarnya saya eh 10:48 agak tiba-tiba agak 10:50 Mendadak. 10:50 Masuk dalam bagian. Walaupun saya agak 10:52 biasa dengan eh 10:54 pengurusan proyek, dengan pembangunan, 10:56 tapi wakaf 10:58 totally zero sebenarnya pada waktu itu. 11:00 He em. 11:00 Jadi saya harus melalui eh pembelajaran 11:02 wakaf begitu eh 11:05 step sekali ya, maknanya saya harus 11:07 cepat begitu. Jadi saya terpaksa pick up 11:10 banyak daripada para ustaz asatizah di 11:11 sana di Majelis daripada mufti sendiri, 11:13 daripada asatizah dan juga harus banyak 11:16 membaca 11:17 eh sejarah wakaf eh pewakifnya 11:21 dan juga melihat bagaimana dapat kita 11:23 kembang dan bangunkan wakaf pada waktu 11:25 itu. 11:26 Berarti belajar terus ya. 11:27 Belajar sambil saya bekerja. 11:29 Sambil bekerja. 11:30 Sambil eh 11:31 membuat planning, you know. Eh, dan 11:33 tambah juga staf-staf yang eh 11:34 berkelayakan saya bawa masuk. Pada waktu 11:37 itu memang tak tak ramai saja, hanya ada 11:39 lima orang pada dalam departemen wakaf 11:41 itu. 11:42 Jadi kita bawa ba 11:45 kita rekrut mereka-mereka yang 11:46 berkelayakan, 11:47 engineer, project manager, 11:50 dan 11:51 financial, legal. 11:52 Base-nya Singapura semua, tak ada yang 11:55 orang luar, orang asing? 11:56 Tak ada pada waktu itu. Ya, semua 11:58 orang-orang 11:59 Base-nya Singapura ya, Singapura ya? 12:01 Iya. 12:02 Benar. 12:03 Kalau waktu itu, berarti awal mula itu 12:06 tahun berapa? 12:06 96 saya masuk. 12:07 96 12:08 96 12:09 Itu sebelum ada krisis moneter besar 12:10 Belum lagi ya. Saya rasa krisisnya 12:12 selepas itu. 12:13 Selepas itu ya? 12:14 Ya, beberapa tahun selepas itu. 12:15 Nah, itu melihat potensi wakaf yang 12:18 berkembang di 12:20 Singapura sendiri itu sebesar apa sih? 12:22 Dilihat dari asetlah, kalau kita lihat 12:24 asetlah. 12:24 Bila saya masuk pada waktu itu lebih 12:26 kurang wakaf kita anggarkan dari segi 12:28 valuation-nya. Anggaran nilainya 12:31 mungkin 100-120 juta. 12:34 Kebanyakan tanah atau 12:36 Dolar Singapura? 12:37 Ya, dolar Singapura. 12:39 Dalam bentuk tanah dan juga dalam bentuk 12:42 harta tanah yang mungkin sudah usang. 12:44 Sudah tua, sudah mungkin tidak dapat 12:47 kita 12:48 manfaatkan atau kita sewa dengan baik 12:50 sekali. 12:51 Jadi terpaksa kita melakarkan satu plan 12:53 untuk kita menghidupkan 12:55 Ya. 12:56 Kita revitalize wakaf-wakaf yang sedia 12:58 ada. 12:59 Memang banyak sekali kerja pada waktu 13:00 itu, sibuk sekali. 13:01 Hmm. 13:02 Saya saya masih ingat kadang kala saya 13:04 sampai malam saya saya di office itu, di 13:06 kantor itu. 13:07 Lembur? 13:08 Dan 13:08 dan saya terpaksa 13:10 mejanya begitu kecil, saya terpaksa 13:11 letak kertas di di bawah untuk susun 13:13 project ini, project ini, project ini, 13:15 begitu banyak sekali. Terlalu banyak. 13:17 Iya. 13:18 Ya, boleh ya? 13:19 Itu memorinya. 13:20 Memori ya? 13:22 Keluarga di Singapura? 13:24 Keluarga saya di Singapura, istri saya 13:25 Anak di Singapura? 13:26 Ada anak lima, alhamdulillah istri saya 13:28 begitu begitu sokong sekali, 13:29 alhamdulillah. 13:30 Dan um 13:33 eh bila saya sudah banyak buat kerja 13:35 wakaf ini mereka paham, alhamdulillah 13:37 sebab memang selalu saya balik lambat. 13:39 Hmm. 13:39 Dan seperti yang kita biasa di majelis 13:41 itu banyak juga eh acara pada ujung 13:44 minggu. 13:44 Iya. 13:45 Jadi sangat sangat terbatas dengan 13:47 keluarga, iya. Sangat. 13:49 Cerita sampai akhirnya 13:52 mendirikan Waris itu gimana ceritanya? 13:54 Iya, dia sebenarnya saya sudah kelolakan 13:56 wakaf di majelis itu lebih kurang 4-5 13:59 tahun. Jadi kita dapat kita dapati bahwa 14:03 kebanyakan 14:06 aset-aset ini kita terlibat dalam 14:07 pembangunan, dalam penyewaan, dalam 14:10 administrasi yang melibatkan orang luar. 14:12 Kontraktor. 14:13 Iya. 14:14 Jadi mungkin tidak begitu serasi dan 14:16 sesuai dengan activity majelis 14:18 Hmm. 14:19 yang banyak berfokus kepada pendidikan, 14:21 pada keagamaan yang ini banyak kontrak 14:24 dengan pihak-pihak luar. Jadi ada risiko 14:26 mungkin dari segi legal. 14:28 Hmm. 14:28 Ada risiko dari segi eh teknikal yang 14:31 mungkin tidak begitu dipahami oleh eh 14:34 majelis secara keseluruhannya. 14:36 Iya. 14:36 Dan alhamdulillah saya mendapat eh 14:37 sokongan yang sangat kuat, sangat baik 14:39 daripada eh manajemen pada waktu itu, 14:41 presidennya, menterinya juga. 14:43 Dan pemerintah, ya? 14:44 Eh iya, MUIS di bawah eh menteri eh yang 14:48 bertanggung jawab. 14:49 Eh 14:50 memang dia 14:51 eh memang duduk di kabinet. 14:53 Iya. 14:54 Jadi memang kita juga eh harus 14:55 melaporkan diri pada eh menteri pada 14:58 waktu itu. Jadi alhamdulillah karena 14:59 mungkin sokongan yang begitu baik kita 15:01 dapat jalankan banyak program-program eh 15:03 pembangunan pada waktu itu dengan pesat 15:05 sekali. 15:06 Itu ya, dan sampai saat ini juga. 15:08 Iya, eh pada waktu saya eh lakarkan eh 15:12 plan pembangunan, saya 15:14 kita tubuhkan Waris pada waktu itu sebab 15:16 kita 15:17 ingin eh dapat sumbangan daripada eh 15:20 mungkin eh board of directors daripada 15:22 luar yang kita dapat kepakaran ada 15:24 accountant, ada property expert, ada 15:28 financial 15:30 expert-nya sebagai board member. Jadi 15:32 saya dapat banyak pengalaman daripada 15:34 para veteran, para 15:36 specialist dalam bidang yang 15:38 masing-masing. Di situ kita dapat 15:40 kembang luaskan, dapat kita bangunkan 15:42 secara pesat pembangunan wakaf di 15:44 Singapura dengan sokongan Baitulmal. 15:46 Dengan sokongan masjid dan madrasah yang 15:49 mungkin ada ee 15:52 kelebihan keuangan, simpanan. Mereka 15:54 juga menyumbang pada pembangunan wakaf. 15:57 Dan bila tidak kecukupan kita ambil 15:59 pinjaman daripada bank dalam bentuk 16:02 syariah financing. Itu yang kita buatkan 16:06 musyarakah, suku musyarakah itu yang 16:07 pertama di dunia untuk wakaf. 16:09 Alhamdulillah. 16:09 Apa saja yang dibangun oleh Faris? 16:12 Fokusnya? 16:13 Di Singapura 16:14 kebanyakan 16:15 wakaf terdiri daripada rumah kedai. 16:18 Rumah kedai? 16:18 Itu 16:20 ya? 16:20 Kayak rumah kedai itu warung? 16:22 Bukan warung. Dia dia sebenarnya di 16:24 bawah komersial, di atas tempat tinggal. 16:26 Kayak ruko? 16:27 Ruko ya. 16:28 Kalau di Indonesia ruko. 16:29 Oke, ruko. Tapi ada yang digunakan 16:31 sepenuhnya sebagai komersial, tingkat 16:33 dua dan tingkat 16:34 tingkat satu dan tingkat dua. Ada yang 16:36 mungkin perumahan yang lama yang yang 16:38 agak usang yang disewakan. 16:39 Ya. 16:41 Ada masjid, tentu of course ada ada 16:42 masjid, ada madrasah juga wakaf. Dan 16:45 juga tanah-tanah yang 16:47 dibiarkan tidak tahu oleh warisnya 16:50 mungkin setelah diwakafkan untuk dibuat 16:52 apa. 16:53 Jadi itu dicari, ditelusuri tidak itu? 16:56 Bila 16:57 diwakafkan memang ada registrinya, 16:59 mungkin tidak tidak sepenuhnya. Bila 17:01 saya 17:02 join itu pada 96 mungkin kita ada lebih 17:05 kurang 17:06 70 atau 80 wakaf registri. 17:10 Tapi ada juga wakaf-wakaf yang kita 17:11 ambil alih, yang kita baru 17:13 temui setelah itu. Sebab itu sekarang 17:15 sudah ada lebih kurang 100 wakaf di di 17:18 Singapura 17:19 sebab ada yang mungkin tidak diuruskan 17:22 dengan baik atau tidak mampu diuruskan 17:24 oleh 17:26 pengamanah dari segi 17:27 family-nya sendiri diberikan kepada 17:29 waris kepada 17:31 pewakifnya ya tapi kebanyakan wakifnya 17:32 sudah sudah meninggal lama 17:34 Apa ada juga yang milik-milik orang luar 17:36 orang Malaysia atau orang Indonesia ada 17:37 juga? 17:38 Sebenarnya 17:40 wakaf kebanyakan di Singapura daripada 17:42 orang luar 17:43 Oh itu ya? 17:44 Saya saya boleh katakan mungkin 17:46 Oh 17:47 majoritinya 17:47 Iya iya 17:48 kebanyakannya daripada 17:51 orang Arab 17:51 He em 17:52 Hadramaut di Yaman 17:53 Oh iya 17:54 itu mungkin mungkin lebih pada separuh 17:56 itu 17:56 Karena ada sejarahnya itu ya? 17:57 Sejarahnya sangat sangat panjang 17:59 wakaf pertama ialah pada 1820 18:02 He em 18:02 itu wakaf pertama di Masjid Omar Kampung 18:03 Melaka wakaf Aljunied itu 18:05 He em he em 18:06 dan kita lihat ada wakaf Alkaf, 18:09 Aljunied, Alsagaf 18:10 Oh 18:12 Bin Talib, Alsyaraf berbagai ada juga 18:14 daripada Indonesia 18:16 Iya iya iya 18:16 Iya kita ada wakaf yang terkenal Raja 18:19 Siti Krain dia orang Indonesia dia 18:22 pedagang terkenal 18:23 He em 18:24 seorang wanita 18:25 Dari? 18:26 Saya 18:27 enggak pasti dari kawasan mana itu 18:29 Ah biasanya itu Sumatera Barat atau apa 18:31 gitu 18:31 mungkin juga mungkin juga iya 18:33 Iya iya 18:34 dan juga selain daripada orang-orang 18:35 Arab orang India juga 18:36 Orang India 18:37 pedagang-pedagang India yang datang 18:38 seperti yang kita tahu 18:39 para mubaligh daripada Hadramaut yang 18:42 datang melalui jalan Silk Road ya jalan 18:46 sutra itu mereka mereka turun ke 18:49 Malaysia kemudian ke Singapura ada yang 18:51 duduk menetap di Singapura ada yang 18:52 pergi ke ke ke ke Indonesia ramai saya 18:55 rasa di Singapura ramai sekali dan 18:56 mereka ini Spice Road hingga ke ke 19:00 Maluku itu 19:01 Betul betul betul 19:01 mereka ambil banyak dan mereka 19:03 biasa di situ dan berdakwah dan mereka 19:06 menetap di situ dan mereka menjadi orang 19:07 yang sangat kaya dan mereka wakaf banyak 19:09 wakaf-wakafnya di situ 19:10 Lebih banyak kalau Singapura di daerah 19:12 mana itu? 19:12 Di bagian 19:14 ee 19:14 selatan. Sentral selatan. 19:16 Sentral selatan. 19:17 Iya. 19:18 Situ memang bagian port itu, ee di 19:21 kawasan Beach Road. Ee selalunya 19:24 pada waktu itu ee tempat perkapalan 19:27 berlabuh untuk mereka buat trading. 19:29 Biasanya cirinya ada masjid. 19:32 Iya. 19:32 Di situ. 19:33 Ada masjid, ada rumah kedai dan kawasan 19:35 komersial perdagangan situ. 19:37 Mmm. 19:37 Iya. 19:39 Kira-kira nilai budaya apa yang dijaga 19:41 sampai sekarang di Singapura gitu kalau 19:44 kaitannya sama aset wakaf? Kan ada 19:45 rumah-rumah dulu, apakah itu di dibangun 19:49 ulang ataukah jadi cagar budaya atau 19:51 gimana? 19:52 Saya rasa ini satu amanah yang sangat 19:54 besar sebenarnya bila kita mengelola 19:56 wakaf. Kita sebenarnya harus tahu 19:58 pewakif 20:00 ee instrumennya yang dibuat itu apa 20:02 tujuannya. 20:03 Iya. 20:04 Siapa ee penerima wakaf beneficiary-nya. 20:08 Iya. 20:08 Kemudian ee apa yang di inginkan pada 20:12 properti itu, harta tanah itu. Ini 20:14 sebenarnya ee sebab itu saya sebenarnya 20:17 ee 20:19 banyak masa saya saya luangkan untuk 20:20 baca sejarah 20:21 Mmm. 20:22 file-file yang lama-lama ini agar kita 20:24 dapat ee 20:26 appreciate 20:27 Iya. 20:28 pewakif kita ada ee 20:31 apa nih semangat 20:32 Mmm. 20:33 untuk kita bangunkan, untuk kita ee yang 20:36 diamanahkan kepada kita. Jadi kita 20:37 bangunkan dengan rasa tanggung jawab. 20:39 Tanggung jawab. 20:40 Iya. Itu penting saya rasa itu dalam 20:42 pengelola wakaf. 20:44 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 20:46 Subhanahu wa Ta'ala saat ini bincang 20:47 inspiratif kami bersama seorang ee 20:51 pengusaha dari Singapura gitu ya. 20:55 Pak Pak Zahid Yakub. 20:58 Kita ingin lebih mendalami ini tentang 21:00 bagaimana mengelola wakaf. 21:02 Dari pengalamannya Pak Zahid ini kalau 21:05 mengelola wakaf 21:08 membangun 21:09 peradaban umat itu 21:11 konsepnya bagaimana sih menurut Pak Zaid 21:13 nih? 21:15 Saya rasakan pengolahan wakaf ini 21:17 menjadi semacam eee 21:20 eee penyokong sebenarnya pembangunan 21:22 ummah 21:23 sebab dari wakaf ini maka lahir lah 21:26 lahirlah 21:27 eee masjid, madrasah pusat-pusat 21:29 komersial 21:30 ataupun eee ruang-ruang pejabat untuk 21:33 eee peniaga-peniaga kita 21:35 jadi 21:36 eee 21:38 mungkin secara 21:40 eee langsung atau tidak dia menyumbang 21:42 kepada pembangunan ummah 21:44 dan harus kita eee 21:47 tingkatkan 21:48 pembangunan wakaf agar manfaatnya 21:50 terus-menerus mengalir dan agar umat 21:53 Islam dapat menggunakan ruang-ruang ini 21:55 yang tidak eee 21:57 di di di kuasai oleh pihak-pihak lain 22:00 yang mungkin 22:01 eee objektifnya 22:03 adalah 22:04 profit begitu 22:06 kalau kita lihat banyak masalah 22:07 sebenarnya apabila bisnis itu 22:09 eee 22:11 menyewa mungkin tempat-tempat yang eee 22:13 ruang-ruang pejabat tiap-tiap tahun akan 22:15 dinaikkan harga misalannya 22:17 gitu ya 22:17 iya jadi akan ada hambatan akan ada eee 22:21 masalah bila dia mau mau mengoperasikan 22:23 atau mengembangkan bisnisnya 22:25 jadi dan juga rumah-rumah pendidikan 22:26 mungkin eee mereka menyewa untuk 22:29 dijadikan madrasah 22:30 dan jika sewanya terlalu mahal saya rasa 22:33 mungkin payah untuk dia beroperasi di 22:35 sinilah saya rasa wakaf menjadi satu eee 22:38 generator atau menjadi satu pemangkin 22:41 eee satu eee sokongan sistem sokongan 22:44 yang penting untuk eee 22:48 umat itu dapat 22:49 ruang yang sesuai yang sempurna agar 22:51 dapat dijalankan aktiviti eee kita eee 22:55 secara berterusan 22:57 nah pengolahan ini kan dari wakaf supaya 23:00 menjadi manfaat kan 23:02 harus ada peran lembaganya 23:04 iya 23:04 harus ada peran badannya gitu ya 23:07 Pak Zahir melihat bagaimana peran badan 23:09 Islam dalam pembangunan aset umat nih 23:12 kalau kita lihat di di di Singapura itu 23:14 alhamdulillah disebabkan 23:16 pengasingan peranan otoritas penguasaan 23:20 dan juga pembangunan 23:22 komersial 23:24 majelis dengan waris dibedakan 23:27 iya 23:27 jadi ada fokus ada pembangunan dan 23:30 ekspertis di situ kepakaran dan dapat 23:32 ditingkatkan kemahiran 23:34 secara sangat fokus 23:36 jadi 23:37 akan ada check and balance juga 23:39 iya 23:39 di sini penguasaan otoritasnya majelis 23:42 yang yang sebenarnya 23:44 regulasi peraturan 23:45 betul supervisi 23:46 sekali nya dan juga mereka juga ada 23:47 penguasaan jika ada salah 23:50 penyalahgunaan ataupun mungkin salah 23:52 manajemennya 23:54 dan di pihak waris 23:55 mereka fokus sangat pada 23:57 pembangunan 23:59 pengurusan wakaf 24:00 pelaksana operasional 24:01 pelaksanaan yes betul 24:03 jadi kita lihat karena pengkhususan dan 24:05 juga 24:06 skopnya begitu terurus dan juga 24:10 diperincikan 24:12 jadi sangat fokus itu dapat dikembangkan 24:14 begitu pesat sekali 24:17 Pak Zahir 24:18 membayangkan tidak 24:19 Indonesia 24:20 iya 24:21 dengan lahannya 24:22 yang paling luas gitu di Asia 24:24 iya 24:25 itu aset wakafnya kan masih kalau bisa 24:27 kita katakan waduh ini masih kacau balau 24:30 negeri ini nih 24:31 itu gimana tuh memulainya tuh yang besar 24:33 seperti ini wakafnya 24:35 saya rasa 24:36 ini sebenarnya satu satu rahmat 24:39 Indonesia sebagai negara paling ramai 24:41 penduduk Islam di dunia 24:43 iya 24:43 300 lebih 24:45 juta bukan 24:46 dan aset wakafnya juga begitu banyak 24:47 sekali saya dapat lihat dari segi dari 24:50 listnya daripada badan wakaf Indonesia 24:52 potensinya begitu besar 24:54 cuma bagaimana dimulai kan saya rasa 24:55 sudah ada ee, 24:57 pihak-pihak yang berkepentingan yang 24:59 dalam pengurusan wakaf ini sudah ada 25:00 mungkin ee, beberapa badan, beberapa 25:02 pihak yang coba membangunkan wakaf 25:05 secara tersendiri. 25:07 Baik begitu, Ustaz. Tetapi saya rasa 25:09 mungkin harus ada, ee, mungkin check and 25:12 balance-nya, latihannya, 25:14 dan juga mungkin sharing-nya. 25:16 Sebab kalau kita lihat, ee, dari segi 25:18 pengurusan wakaf sudah lama sebenarnya 25:21 ee, di Malaysia, di Singapore, mungkin 25:23 di tempat-tempat lain. Jadi saya rasa 25:24 kalau ada ada sharing ataupun dari segi, 25:27 ee, dapat dikongsikan pengalaman, 25:29 dikongsikan, ee, best practices 25:32 misalnya. 25:33 Dapat kita tingkatkan, percepatkan lagi 25:35 pembangunan wakaf. Dan semestinya mesti 25:37 ada pemilihan dan juga pengawasan 25:39 orang-orang yang jujur yang, amanah 25:42 untuk jalankan, ee, kerja-kerja ini. 25:44 Badan wakaf itu prinsipnya apa yang 25:46 Iya, harus jelas sekali. Betul, betul. 25:48 Kita lihat 25:49 Kan bukan hanya jujur, amanah, tapi kan 25:50 harus profesional 25:51 Benar, benar. Dan harus kita, ee, ee, 25:55 kawinkan ini 25:56 ciri-ciri yang yang yang yang ini, yang 25:58 kita katakan. 25:59 Sebenarnya Islam dan juga umat Islam tak 26:01 ada boundary, tak ada, kita lihat 26:03 batasannya. 26:05 Di, sama ada kita di di mana-mana 26:06 sekalipun, kita orang umat Islam yang 26:08 satu. Ini adalah satu mungkin seakan 26:10 kata rasil sendiri ya. 26:12 Dan itu sangat bagus saya rasa, dapat 26:14 kita satukan. Jadi kita dapat 26:16 ee, tukar-tukar pikiran, dapat kita 26:18 kongsi, dapat kita, ee, 26:21 lihat bagaimana dapat kita bersama untuk 26:23 membangunkan aset-aset sumber-sumber 26:25 alam, sumber-sumber orang Islam yang ada 26:27 di mana saja. 26:29 Lalu juga 26:30 ini kan 26:32 kita juga harus menyesuaikan 26:33 perkembangan zaman ya. 26:34 Iya, iya. 26:35 Apalagi dilihat, ee, wakaf produktif di 26:38 masa lalu, di masa sekarang nih. 26:41 Teknologi berkembang, apalagi sekarang 26:43 masanya sudah masuk ke masa teknologi 26:44 informasi, teknologi AI apa semua. Nah, 26:47 masuk ke era modern sebenarnya mengelola 26:50 wakaf supaya produktif itu gimana 26:52 menurut 26:53 Ini sekali lagi kita lihat wakaf satu 26:56 mungkin satu subjek yang ee 26:59 agak beda dengan ee bidang-bidang ee 27:02 Islam yang lain sebab dia begitu 27:05 terbuka, agak luas 27:07 He em. 27:07 sebab tuh dari segi istilah wakaf tuh 27:09 tak ada dalam Quran dan hadis 27:11 Iya enggak ada ya? 27:11 Tak ada. 27:13 Itu ada satu rahmat sebab kalau kita 27:14 lihat faraid misalnya 27:16 He em, waris. 27:17 terperinci sekali 27:18 Iya, faraid. 27:19 ee di Alquran 27:20 He em. 27:20 sembahyang terperinci sekali dalam hadis 27:23 Iya. 27:24 dari segi pembacaannya, dari segi 27:25 kelakuannya, pergerakannya sudah ada 27:27 Kelakuannya apa? 27:28 semua sudah tidak boleh diubah itu 27:30 Iya. 27:30 mungkin ada sedikit-sedikit yang ee 27:32 khilaf begitu ya, tapi wakaf ini 27:35 mungkin ada beberapa hadis yang atau 27:38 ayat Quran yang begitu general 27:40 diterangkan tentang mungkin dalam hadis 27:43 riwayat Muslim 27:44 He em. 27:44 ee 27:46 apabila mati anak Adam itu izamatal 27:48 insan 27:49 Iya. 27:50 inkotaan amaluhu illa salah satu yang 27:52 tiga itu, itu itu wakaf itu, amal 27:54 jariyah salah satunya anak yang saleh 27:56 Itu masih umum itu kan? 27:57 umum, itu masih umum, tapi itu yang 27:59 dijadikan sandaran wakaf sebenarnya amal 28:01 jariyah itu 28:02 atau sedekah 28:03 He em. 28:04 jadi banyak interpretasi ulama-ulama 28:06 daripada dulu sampai sekarang 28:07 kontemporer, jadi luas itu interpretasi 28:10 wakaf itu, ini sebenarnya satu ee 28:12 kekuatan yang saya rasa harus kita kita 28:14 lihat 28:15 He em. 28:15 dan dalam pada zaman ini wakaf bukan 28:17 hanya dalam bentuk harta nah 28:19 He em. 28:20 dalam bentuk shares mungkin dalam 28:21 syarikat 28:23 dalam bentuk 28:24 cash, cash wakaf banyak sudah 28:26 dibincangkan dalam konferensi, dalam 28:28 seminar 28:28 Iya iya. 28:29 dan luas sekali pandangan ulama, jadi 28:31 ada kelonggaran, ada ee banyak 28:33 ruang-ruang yang kita boleh terokai 28:35 ee dalam bisnis, dalam pembangunan, 28:37 dalam ee pensyarikatan, saya rasa 28:40 alhamdulillah banyak ee peluang 28:41 sebenarnya pada waktu ini, cuma kita 28:43 harus berpikir, kita harus ee berdiskusi 28:45 bagaimana kita ingin menerapkan 28:47 He em. 28:48 ee 28:49 wakaf pada waktu ini dan kita gunakan 28:51 tools dari segi AI, dari segi teknologi 28:54 dan sebagainya pengurusan yang baik. 28:57 Harus ada perbincangan, harus ada 28:58 kesepakatan untuk kita 29:00 gerakkan wakaf ini. 29:03 Apa urgensi atau 29:05 sepenting apa 29:07 Ya. 29:07 kita bisa mengelola data. 29:10 Kan era-era modern ini era data. 29:12 Big data. 29:13 Big data. 29:13 Yes. 29:14 How to, bagaimana mengelola data itu 29:16 gitu ya. Nah, kalau dikaitkan dengan 29:17 wakaf, sepenting apa itu data? 29:20 Sehingga sekarang datanya memang 29:23 the intinglah maknanya 29:25 perkara yang sangat 29:26 penting pada waktu ini dan harus 29:28 dimanfaatkan sepenuhnya. Bukan hanya di 29:30 wakaf, juga di mungkin di halal. Kita 29:32 lihat boleh trace 29:34 daripada penyembelihan sampai di atas 29:37 meja itu. Misalnya, wakaf juga begitu. 29:40 Kalau kita lihat dari segi 29:42 data 29:43 mungkin tanahnya atau shares-nya, di 29:45 mana, bagaimana peralihannya, bagaimana 29:47 pengembangannya dapat kita 29:51 ambil data-data ini agar dapat kita 29:52 lihat bagaimana performancenya 29:55 bagaimana security-nya 29:57 bagaimana dapat kita kawal dan juga kita 30:01 pastikan tidak-tidak hilang. 30:03 Sebab kalau kita gunakan misalnya 30:07 blockchain 30:08 wakaf, takkan hilang record-nya takkan 30:10 hilang sampai bila-bila. 30:11 Blockchain wakaf? 30:12 Ya, saya rasa sudah ada. 30:14 Ya. 30:14 Di setahu saya di Indonesia 30:16 sudah ada untuk kita trace, untuk kita 30:18 register semua wakaf-wakafnya dalam 30:19 bentuk digital. 30:21 Jadi takkan hilang, takkan di 30:22 disalahguna, takkan dijual. 30:24 Karena status itu penting ya. 30:26 Penting. 30:26 Status. 30:27 Betul, betul. Jadi yang pertama sebelum 30:29 kita bangun, kita harus pastikan bahwa 30:31 title-nya clean, title-nya sahih. Jadi 30:34 tidak hilang itu. Itu pertama yang mesti 30:37 kita buat saya rasa. 30:37 Termasuk nanti kan akan berurusan dengan 30:40 ijab qabulnya, akadnya, apa gitu semua 30:43 ya. 30:43 Yes. 30:43 Dan kemudian harus ada record dan juga 30:45 dokumentasi yang 30:47 yang yang yang yang 30:48 harus disimpan. 30:49 Apa yang dibutuhkan oleh lembaga untuk 30:51 bisa mendata itu? Badan wakaf gitu 30:54 misalkan, butuh apa dia untuk perlu apa 30:56 dia untuk bisa 30:59 Saya rasa mungkin kepakaran sudah ada. 31:00 Kepakaran ya. 31:02 Tools-nya sudah ada. 31:03 He em. 31:03 Mungkin yang kurangnya ialah ee badan 31:06 atau 31:07 mungkin personality yang mungkin dapat 31:09 menguruskan yang dapat organize, dapat 31:11 kita ee ee gerakkan 31:15 bidang-bidang ini dalam satu wadah, 31:17 dalam satu mungkin badan yang mungkin 31:20 dapat kita kontrol 31:22 ee kesemua ini. 31:23 Itu yang yang yang pengalaman saya bila 31:25 saya di di di waris itu, saya lihat 31:27 ee 31:29 bidangnya sangat pelbagai. Bila kita 31:31 uruskan wakaf, dia bukan 31:33 bukan hanya dalam bentuk properti 31:34 development, kita harus ada itu legal, 31:38 financing, 31:39 urusan dengan bank, kemudian dengan 31:41 penerima wakaf 31:43 Ya. 31:43 di satu pihak, 31:44 kemudian dengan para ee family-nya 31:48 yang yang yang yang mungkin private 31:50 wakafnya ada family-family-nya yang 31:51 waris-warisnya. 31:52 Ya ya ya. 31:52 Jadi sangat pelbagai. Jadi kita harus 31:54 ada orang yang mungkin dapat lihat 31:56 bagaimana kita 31:58 ee dapat 32:00 menguruskan kesemua 32:02 Semua. 32:02 ee aspek-aspek ini secara baik. 32:04 Bukan hanya administrasi. 32:05 Ya ya. Jadi harus ada kerja sama. 32:07 Kehumasan juga ada. 32:08 Ya. 32:08 Public relation-nya 32:10 Itu penting itu. Sebab kalau sudah ada 32:11 pembangunan, sudah ada ee PR yang sangat 32:15 baik pada publik, mereka akan akan 32:16 sokong. Mereka dapat lihat ini 32:18 pembangunan ini selalu disalurkan duit 32:19 wakaf ke sini, ini yang dapatlah 32:22 ee manfaat penerima wakaf, jadi 32:23 alhamdulillah akan ada sokongan yang 32:25 baik sekali. 32:26 Bagaimana memahamkan masyarakat? Kan 32:28 banyak juga masyarakat belum paham 32:29 wakaf. Dia ada tanggung jawab lahan 32:32 misalkan dibiarkan begitu saja karena 32:33 dia belum paham wakaf itu, bagaimana 32:35 memahamkan? 32:36 Ini saya rasa mungkin peranan mungkin 32:38 bukan saja para asatizah yang mungkin 32:40 harus beri ceramah, harus beri 32:41 penerangan, kupasan tentang wakaf, tapi 32:43 mereka-mereka yang mungkin ee sebagai 32:46 profesional yang dalam bidang wakaf ini 32:47 juga. Jadi, mereka dapat lihat 32:48 perspektif yang berbeda. Bukan hanya 32:50 dari segi ee agama, tapi dari segi 32:53 profesional. 32:54 Ada pengamanah, ada ee penggerak wakaf 32:56 yang dapat uruskan wakaf dengan baik. 32:58 Iya. 32:59 Itu saya rasa penting. Jadi, kalau ada 33:01 mungkin komunikasi yang berterusan 33:03 antara pihak-pihak ini dengan 33:05 masyarakat 33:05 dengan penerima wakaf. Jadi, saya rasa 33:07 mungkin dah ada peningkatan kefahaman. 33:10 Ada peningkatan dari segi ee 33:12 appreciation wakaf itu sendiri. Dan 33:14 insya Allah sokongan akan akan datang. 33:16 Apakah perlu apakah perlu dimasukkan ke 33:19 sistem pendidikan masyarakat supaya ada 33:22 ada pelajaran-pelajaran tentang wakaf? 33:23 Iya, sebenarnya saya rasa ini mungkin 33:25 penting juga, sebab mungkin wakaf ini 33:27 dikira sebagai satu subjek yang asing 33:29 untuk anak-anak kecil, ya. 33:32 Pak, padahal kita lihat mungkin wakaf 33:34 ini dari segi sejarah 33:35 ee 33:37 mungkin saya ambil di zaman Nabi itu, 33:39 Anas bin Malik 33:40 Iya. 33:40 Dia sebenarnya di wakaf spirit wakaf itu 33:41 ada. Ibunya 33:43 ee Ummu Sulaim, dia wakafkan anaknya ee 33:46 Anas bin Malik untuk khidmat dengan 33:47 Nabi. 33:48 Pada umurnya 9-10 tahun. 33:50 Dia hidup dengan Nabi. Sebab itu dia 33:53 banyak 33:54 hadis-hadis yang dia 33:55 Banyak meriwayatkan hadis. 33:56 Meriwayatkan hadis daripada Anas bin 33:58 Malik. Masya Allah, kita banyak manfaat 33:59 yang kita terima. Itu sebenarnya konsep 34:01 wakaf sudah ada dari segi diri kita 34:02 diwakafkan untuk masyarakat untuk 34:04 khidmat. 34:06 Jadi, harus ini di kita mungkin bukan 34:08 hanya wakaf dalam bentuk uang ringgit 34:10 ataupun dari segi hartanah, 34:11 Iya. 34:12 tapi diri kita sendiri itu patut 34:13 diwakaf. Iya, kita milik Allah 34:15 sebenarnya kan. Jadi, kita harus 34:16 senantiasa ingat bahwa kita harus 34:18 khidmat pada masyarakat. 34:20 Iya, iya. 34:21 Bukan hanya ibadah, tetapi luas itu 34:22 pengertian wakaf itu. 34:24 Ada bahasa saya mewakafkan diri saya. 34:26 Untuk dakwah. 34:27 Itu ya. 34:28 Wakaf juga itu. 34:30 Itu wakaf juga. 34:31 Luas sekali. 34:32 Eh, saya kan ada pengalaman di Saudi, 34:35 ya? 34:35 Iya. 34:36 Atau di beberapa negara Timur Tengah 34:38 lain ada pengalaman juga. Itu gimana di 34:40 sana tuh? Dunia wakaf di sana tuh 34:41 seperti apa ya? 34:42 Sebenarnya saya selepas saya eh keluar 34:44 daripada waris itu sudah lebih kurang 34:46 12-13 tahun saya bekerja di Saudi di 34:49 bagian properti development itu dengan 34:51 syarikat besar dari Singapura yang ada 34:53 eh kerjasama dengan pihak Saudi. 34:55 Iya. 34:56 Family eh 34:57 itu pun family daripada Hadramaut itu. 35:00 Oh, gitu ya? 35:00 Iya, yang yang mana orang kaya. 35:02 Hmm. 35:02 Itu memang dari segi komersial lah. 35:04 Hmm. 35:05 Tapi bila saya di sana lebih kurang 4-5 35:07 tahun memang eh 35:09 saya masih terlibat dalam perbincangan 35:10 wakaf eh 35:12 di merata dan memang di dalam 35:14 eh dunia wakaf ini di Arab Saudi atau 35:18 mungkin di negara-negara Arab 35:19 Hmm. 35:20 semuanya dikuasai oleh eh 35:22 eh pemerintah pusat itu, kerajaan. Eh 35:24 sama macam Singapura sebenarnya. Saya 35:26 ingat sama macam Indonesia ada ada 35:28 pihak-pihak berkuasa yang menguasai 35:29 wakaf. 35:30 Hmm. 35:30 Cuma mungkin pengurusannya tidak eh 35:33 seperti yang dibentuk di Singapura. 35:35 Maknanya diswastakan badan untuk 35:36 mengurus dan mengelola wakaf secara 35:39 profesional. Mungkin tak ada. 35:42 Eh tak ada. Tapi nilai wakafnya sangat 35:44 tinggi sekali. 35:45 Tinggi, ya? 35:45 Di Kuwait Kuwait ada ada kementerian 35:47 wakaf itu. 35:48 Kementerian wakaf khusus? 35:49 Iya. 35:50 Khusus. 35:51 Memang maju juga tapi mungkin cara 35:55 pengelolaannya agak agak agak beda. 35:56 Hmm. 35:57 Mungkin sesuai dengan dengan negeri itu. 36:00 Lalu dilihat dari potensi income 36:02 Hmm. 36:03 dari aset-aset itu 36:04 Iya. 36:05 itu seberapa besar sebenarnya? 36:06 Sangat besar sekali kalau kita lihat di 36:08 di Singapura itu 36:09 Hmm. 36:09 sudah hampir sekarang eh melepasi 1 36:12 billion Singapura dollar dari segi aset 36:14 wakaf, dari segi value eh 36:16 nilainya, nilai asetnya. Dan dari segi 36:18 pulangan saya ingat yang paling eh eh 36:21 terbaru tahun lepas 11,2 36:25 juta 36:26 pulangan wakaf 36:28 yang dapat diraih, yang diberikan kepada 36:30 penerima wakaf 36:32 secara tahunan. 36:33 Dan dan dan jumlah ini meningkat dari 36:35 tahun ke tahun. 36:37 Jadi manfaatnya sangat sangat banyak 36:38 sekali. Dan kita dapat lihat para 36:40 asatizah kita di di di eh diberi 36:43 allowance misalnya daripada uang wakaf 36:46 eh masjid, madrasah, eh dan juga 36:48 program-program masjid untuk masyarakat. 36:51 Ini ini juga termasuk eh wakaf yang 36:53 wakaf eh uang yang dihantar di di Timur 36:56 Tengah di Indonesia, di India. 37:00 Eh. 37:01 Jadi banyak manfaatnya kita kita lihat 37:03 sekarang ini. Alhamdulillah. 37:04 Dari eh 37:06 income ataupun bisa menghasilkan eh tadi 37:10 ya eh pendapatan atau produk itu 37:12 bagaimana 37:13 aset wakaf ini bisa 37:16 membantu muslim di seluruh dunia. 37:18 Bagaimana kaitannya misalkan penghasilan 37:21 wakaf ini bisa membantu saudara di 37:23 Palestina misal atau saudara muslim di 37:25 Afrika atau di Indonesia belahan lain 37:27 itu gimana? 37:29 Dia ciri-ciri wakaf ini sebenarnya eh 37:30 tergantung pada wakif. Kadang-kadang 37:32 wakif itu eh amat eh eh dari segi 37:37 beneficiary-nya, penerima wakaf itu 37:39 begitu spesifik sekali. 37:41 Untuk masjid ini 37:43 atau untuk badan ini. Jadi kita tidak 37:45 bisa berubah itu. 37:47 Kita harus hormati dan harus amanah bila 37:49 kita jalankan wakaf ini untuk kita eh 37:51 berikan pada penerima yang berhak yang 37:53 telah di eh catitkan dalam instrumen 37:56 wakaf. Itu penting. 37:58 Tapi ada juga pewakif yang mungkin eh 38:02 agak terbuka dan dia eh 38:06 tuliskan eh instrumen wakaf itu begitu 38:09 general. Misalannya untuk pendidikan. 38:12 Jadi boleh kita beri penguasa ataupun eh 38:14 majelis 38:15 bisa untuk berikan pada eh mana-mana 38:18 badan yang menjalankan activity 38:20 pendidikan misalnya atau untuk medical. 38:22 Mungkin medical untuk mantap eh mission 38:25 rumah sakit untuk haji medical, atau 38:27 untuk ee 38:29 kegunaan secara general. 38:32 Bisa. 38:33 Dan kalau tidak bisa di di di jalankan 38:37 ee instrumen itu secara spesifik 38:39 misalnya dia minta untuk timba air 38:42 daripada ee tempat ini untuk diberikan 38:45 kepada fakir miskin. 38:47 Sudah tidak ada tempat itu lagi. 38:48 Jadi ini terpulang kepada budi bicara ee 38:51 penguasa wakaf untuk diubah, untuk 38:53 diberi fatwa, untuk diubah. Itu bisa. 38:56 Jadi kan pengelolaan produktif itu kan 38:57 dikelola. 38:58 Iya. 38:59 Contoh contoh lahan itu bagaimana? 39:02 Lahan biasanya tidak di ee 39:06 di dijelaskan untuk kegunaan apa. Dia 39:08 hanya menjelaskan 39:09 ee pulangannya saja. 39:11 Pulangannya saja. 39:12 Iya, jadi 39:13 di situ mungkin ada mungkin sedikit ee 39:15 kelonggaran, ee keluasan untuk apa ingin 39:19 dibina lahan ini. Dan ini juga ee 39:22 tertakluk kepada ee undang-undang 39:25 negara. 39:26 Iya. 39:26 Kadang-kadang tempat ini hanya boleh 39:27 dibina kantor misalnya, tempat ini hanya 39:29 di dibina ee residential, perumahan. 39:32 Jadi kita harus juga melihat selain 39:34 daripada ee hukum syariah, hukum ee 39:37 negara. 39:37 Di Indonesia pernah ada case 39:39 Hmm. 39:39 lahan wakaf karena luas 39:41 Iya. 39:42 gitu ya ratusan hektar, ternyata 39:43 dalamnya ada tambang. 39:45 Tambang? 39:45 Iya. 39:46 Ada ada tambang ini apa 39:49 ee bauksit gitu ya. 39:51 Oh. 39:51 Mineral gitu ya. 39:52 Mineral? 39:53 Sumber alam itu. 39:54 Itu jadi seperti apa itu loh? 39:55 Itu bagus sekali kalau ada begitu. Mana 39:57 Tapi di Indonesia itu langsung diambil 39:59 oleh pemerintah. 40:00 Iya. 40:01 Biasanya kalau ini pemerintah akan 40:03 mengambil tanah itu. 40:04 saya. 40:04 Benar. 40:05 Padahal kan itu haknya itu pemilik lahan 40:08 wakif. 40:09 Mungkin bisa dinegosiasi dengan 40:11 pemerintah untuk di di di adakan share. 40:14 Kira-kira aturan apa tuh supaya bisa itu 40:16 tuh ya, manfaatnya yang untuk umat gitu. 40:18 Dia, 40:20 saya rasa ini pendapat saya lah, 40:21 kalau-kalau itu terjadi, mungkin 40:24 penguasa wakaf dapat ee minta pampasan. 40:27 Sebab 40:29 pengeluaran ee dari segi sumber alam itu 40:31 sangat banyak sekali kalau ada. 40:33 Iya. 40:33 Jadi mereka harus 40:35 ada kepentingan jika tidak dalam share, 40:38 harus diberi pampasan yang yang 40:39 setimpalnya. Jadi boleh mereka beli 40:41 mungkin tapak yang lain yang lebih 40:43 besar, yang lebih sesuai untuk 40:44 dibangunkan mungkin aset wakaf itu. 40:48 Atau mungkin ada ada ada perancangan 40:49 untuk mereka dapatkan share secara 40:51 berterusan daripada hasil 40:52 Iya. 40:53 ya yang ditemui itu. 40:55 Ini saya rasa ikut budi bicara penguasa. 40:58 badan pengelola yang 40:59 Yes, yang mungkin fight untuk wakaf. 41:01 Yang fight untuk wakaf itu juga. 41:02 Iya, penting itu. 41:03 Penting itu ya. 41:05 Aduh, luar biasa ini ya. 41:07 Nah, selanjutnya kita ke 41:09 ee bahasan terakhir kita nih. 41:10 Iya. 41:11 Pak Cik. 41:13 Investasi akhirat, kita bicara ini. 41:15 Ehm. 41:16 Strategi pengelolaan wakaf dan ee 41:18 properti Islami itu gimana sih? 41:21 Atau contoh kita misalkan contoh 41:23 mengambil dari Singapura sendiri ya. 41:24 Ehm. 41:25 Yang bisa diterapkan di negara lain itu 41:27 kira-kira gimana? 41:30 Saya rasa dari dari segi mungkin secara 41:33 tradisionalnya wakaf ini dalam bentuk 41:35 hartanah. 41:36 Ehm. 41:37 Dan sekarang ini sudah ada banyak 41:38 instrumen dan untuk kita gunakan 41:41 ee untuk bangunkan wakaf. 41:43 Iya. 41:43 Kita lihat keuangan Islam misalnya sudah 41:45 berkembang 41:47 sangat advance sekali. 41:48 Di Malaysia atau mungkin di Indonesia 41:50 sekali-sekali. 41:51 Ehm. 41:52 Terlalu banyak instrumen, terlalu banyak 41:54 expert dalam bidang keuangan Islam 41:56 misalnya. 41:56 Iya. 41:57 Dan juga bank-bank Islam sudah ada, 41:58 sudah sudah banyak. 41:59 Ehm. 42:00 Yang dapat menyokong, yang dapat 42:02 memberikan ee mungkin pinjaman. 42:04 Mereka paham bagaimana bentuk wakaf itu 42:06 dan mereka boleh ee mungkin ee menyokong 42:10 proyek wakaf. 42:12 Ee itu saya rasa kita telah gunakan di 42:14 Singapura itu dalam bentuk eee 42:17 sukuk misalnya. 42:18 Dan benda itu boleh diaplikasi di 42:20 mana-mana. 42:21 Eee dan sudah berkembang dan sudah ada 42:23 banyak eee kepakaran di situ. Orang 42:25 Islam 42:26 di sini. 42:27 Itu satu, mungkin dari segi pengurusan 42:30 eee wakaf ini yang saya katakan tadi eee 42:33 bisa kita sharing, bisa kita kongsi 42:35 pengalaman yang boleh diambil dan boleh 42:37 mungkin eee dikembangkan lagi. Eee 42:41 pengurusan wakaf secara teratur, secara 42:44 eee 42:45 tersusun dan juga secara-secara eee 42:47 kolektif, secara baik itu. Dan eee 42:50 di sinilah saya rasa mungkin kesatuan 42:52 umat itu sangat penting. Eee kita harus 42:54 kerja sama, kita harus eee 42:57 melihat 42:58 umat Islam sebagai satu badan. 43:01 Eee tidak kira dari bangsa apa, dari eee 43:05 eee negara apa. 43:06 Jadi 43:09 itu mungkin satu inti inti ataupun 43:11 formula eee 43:13 pembangunan ummah untuk bukan hanya 43:14 untuk wakaf, untuk lain-lain juga. Ya, 43:17 activity eee secara keseluruhannya. 43:19 Insya Allah. 43:20 Kalau properti Islami itu di masa yang 43:23 akan datang bagaimana peluang menurut 43:25 Pak Zahid? 43:27 Ini peluang yang yang sangat besar 43:28 sebab-sebab saya saya lihat di Indonesia 43:30 misalnya banyak lahan, banyak eee 43:33 wakaf yang mungkin belum lagi 43:35 dibangunkan, belum lagi dioptimalkan 43:37 potensinya. 43:38 Jadi kalau dapat kita mungkin 43:42 Saya rasa wakaf ini sebenarnya tiga 43:44 kriteria 43:45 unsurnya yang penting. Pertama ialah 43:49 keuangan yang saya katakan tadi kalau 43:50 sudah dapat soft ini saya rasa sudah 43:52 sebab ada kepakaran, ada bank, ada juga 43:55 eee instrumen eee keuangan yang boleh 43:57 support wakaf. Yang kedua ialah 43:59 eee syariah. 44:01 Juga saya rasa sudah ada banyak asatizah 44:04 kita ataupun scholars kita yang terbuka 44:07 dalam eee wakaf ini yang mereka tahu 44:09 sebab di sini dia boleh dalam berbagai 44:12 bentuk berbagai cara kita buat wakaf ini 44:14 dan juga yang ketiga ialah expertis itu 44:17 mungkin mungkin ada sedikit kekurangan 44:19 expertisnya 44:21 yang kita boleh buat training misalnya 44:23 kita boleh buat pengungsian kita boleh 44:25 buat latihan attachment misalnya dan 44:27 dapat kita 44:28 maju kan wakaf dalam ketiga-tiga bidang 44:32 ini disatukan 44:34 dan saya rasa dengan itu bisa kita 44:36 bangunkan wakaf 44:38 walau di mana saja 44:39 walau di mana saja itu 44:40 iya iya 44:42 dan sebagai 44:45 penutup 44:45 iya 44:46 dari Pak Zahid nih untuk pendengar dan 44:49 juga pemirsa Rasil 44:51 apa yang bisa 44:52 diajak kalimat ajakan apa atau kalimat 44:55 motivasi apa supaya kita peduli terhadap 44:59 wakaf untuk umat 45:01 bagaimana Pak Zahid 45:02 iya 45:03 mungkin mungkin 45:04 ah 45:06 dari pengalaman yang saya lihat ah 45:10 kesadaran itu sudah ada sebenarnya wakaf 45:12 ini 45:13 mungkin dari segi 45:16 ah 45:17 galakan atau semangat wakaf itu mungkin 45:19 belum dapat di kita 45:21 ah 45:22 ah mungkin rasakan dengan mendalam 45:26 sekali mungkin kita tidak lihat 45:28 contoh-contoh yang baik mungkin kita 45:30 tidak di di di ah 45:33 berikan sejarah wakaf itu dari zaman 45:35 Rasulullah sekali sekalipun jadi kita 45:38 mungkin tidak appreciate 45:40 aset yang ada pada kita pada umat Islam 45:42 jadi saya mengajak kepada pendengar 45:43 untuk ah 45:45 menyokong usaha-usaha yang sudah ada ini 45:47 ah pada mereka yang sudah ada expertis 45:49 dapat menyumbang 45:50 kepada usaha membangunkan wakaf di 45:52 Indonesia khususnya 45:54 agar dapat kita manfaatkan untuk umat 45:56 keseluruhannya 45:57 mungkin itu yang mungkin pesanan yang 45:58 saya dapat saya berikan insya Allah 46:00 Baik, 46:01 Pak Zahid Yaqub, terima kasih banyak ini 46:04 perbincangan kita, obrolan kita di acara 46:06 bincang inspiratif ini. Ikhwan akhwat, 46:08 demikianlah bincang inspiratif dengan 46:12 Pak Zahid Yaqub from Singapore gitu ya. 46:16 Pengalaman beliau di lembaga wakaf dan 46:19 juga aktivitas beliau dalam pemberdayaan 46:22 umat di bidang wakaf tadi kita sudah 46:24 bahas gitu ya. Semoga perbincangan kami 46:27 ini bermanfaat ikhwan akhwat. Kami undur 46:30 diri, mohon maaf atas segala kesalahan 46:32 kata. Billahi taufiq wal hidayah. 46:34 Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu 46:36 alla ilaha illa anta astaghfiruka wa 46:38 atubu ilaih. Assalamualaikum 46:39 warahmatullahi wabarakatuh.