Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [Musik] 0:09 [Musik] 0:20 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:22 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan 0:24 akhwat rahimakumullah. Syukur 0:26 alhamdulillah kita dipertemukan kembali 0:29 di acara Bincang Komunikasi yang 0:33 mudah-mudahan mempersuasi kita untuk 0:35 mampu lebih optimal lagi ee menggunakan 0:39 apapun itu yang bertema komunikasi. 0:43 Tidak lupa salam selawat kita lantunkan 0:45 untuk junjungan umat kekasih kita 0:48 Muhammad Rasulullah sallallahu alaihi 0:50 wasallam yang semoga kelak kita 0:52 dipertemukan dengan beliau di saat yang 0:54 sangat kita rindukan di yaumil akhir. 0:57 Ikhwan akhwat, Ibu atau Mbak Mona Ganim 1:01 sudah siap untuk kita semua. Tadi di off 1:05 air bicara sedikit soal nonverbal. 1:08 Kalau nonverbal itu emang tidak ada 1:13 maknanya di kalau tidak ada 1:14 kata-katanya. Justru mungkin sebaliknya 1:16 ya. Oke, mari kita ee simak dan kita 1:21 sapa dulu beliau. Asalamualaikum 1:23 warahmatullahi wabarakatuh. 1:25 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:26 wabarakatuh. Halo, Bang. Selamat. Halo 1:29 juga. Selamat tahun 2025 kita baru 1:33 sekali ini. Heeh. Dan juga kita masuk ke 1:36 bulan Syakban. Syakban jelang Ramadan. 1:40 Alhamdulillah. Bentar lagi tuh ya. 1:41 Bentar lagi. Nah, soal verbal dan 1:44 nonverbal nih kayaknya perlu banget kita 1:46 pahami. Karena untuk orang yang membisu 1:49 aja bisa menyampaikan banyak hal. Mau 1:51 itu rasa benar atau rasa marah atau apa 1:55 saja. Oke, ikhwan akhwat. Mari kita 1:58 simak penjelasan dari Dr. Leila 2:00 Monaganim di acara Bincang Komunikasi 2:04 sore ini. Silakan. Terima kasih Mbak 2:07 Nuning. Ee Iwan dan Ah semua. Terima 2:11 kasih saya ketemu lagi hari ini dengan 2:15 ee Iwan Ahot semua. 2:18 Eh, saya akan ngajakin bahas lagi 2:22 tentang komunikasi. 2:25 Karena setiap orang tidak mungkin tidak 2:29 berkomunikasi. No one cannot 2:32 communicate. Heeh. Pasti diam aja tuh, 2:35 pasti berkomunikasi gitu. Nah, 2:39 komunikasi itu kan ada aspek penting, 2:43 salah satu aspek penting dalam kehidupan 2:45 kita gitu ya. 2:47 setiap kita ee bertemu dengan orang 2:52 karena kan kita makhluk sosial jadi kita 2:53 pasti 2:54 berkomunikasi. Kalau kita ingat-ingat ya 2:56 zaman dulu apaan sih? Gimana sih 2:58 komunikasinya? Pasti ada ya ee misalnya 3:03 kita nulis surat gitu ya pakai ee buru 3:08 merpati atau pakai kurir gitu ya. Ee itu 3:13 juga bentuk dari komunikasi. Telegram 3:16 masih ingat enggak? 3:17 di eh awal di abad ke-19 awal abad 3:21 ke-20 eh masih ingat enggak dulu kalau 3:24 kirim-kirim surat, kirim-kirim pesan 3:27 singkat itu kalau sekarang kayak WA gitu 3:31 ya, tapi harus datang ke kantor pos atau 3:36 beberapa spot-spot tertentu gitu ya buat 3:39 kirim telegram anak 3:43 lahir enggak segini misalnya begitu ya. 3:46 Jadi ee info-info seperti itu ee 3:50 Telegram kemudian ee kita juga pakai 3:54 telepon ya ee berhubungan sama orang di 3:57 abad ke-20 kita gunakan itu em telepon 4:01 teman, telepon ee orang tua ke anak ee 4:05 bisnis dan lain sebagainya. Pager. Masih 4:07 ingat? Itu juga bentuk dari komunikasi 4:10 ya dengan teknologi pager eh tahun 1980 4:15 sampai 90-an. Masih ingat enggak ya? 4:17 Yang kecil itu tit tit tit gitu 4:19 ya. Terus ee SMS, HP sampai sekarang ya. 4:24 Kemudian juga ee email ya. Email 4:28 chatting online Yahoo. Masih ingat 4:31 enggak Yahoo Messenger ya untuk 4:33 ngobrol-ngobrol eh kayak WA sekarang, 4:35 tapi dulu namanya Yahoo Messenger. 4:38 Kemudian Mat SOS dari 2010 sampai 4:41 sekarang ini juga bentuk lain dari 4:44 komunikasi selain dari kita 4:46 berkomunikasi secara langsung dan lain 4:48 sebagainya. 4:50 Kemudian virtual reality ya, virtual 4:53 reality, metaverse juga ya. Eh eh ketemu 4:59 langsung tetapi virtual. Nah, jadi 5:03 beragam-ragam bentuk komunikasi baik 5:06 secara langsung maupun menggunakan 5:07 teknologi pasti kita gunakan. Nah, 5:10 sekarang ini saya mau ngebahas yang hal 5:12 yang kecil banget, partikel-partikelnya 5:14 gitu, yaitu verbal dan nonverbal. He. Ee 5:19 verbal itu apa sih? Verbal itu 5:22 kata-kata. Jadi ketika kita 5:24 berkomunikasi, kita pasti pakai 5:27 kata-kata. Misalnya seorang guru 5:29 ngejelasin sesuatu kan ada kata-katanya. 5:32 Kita mau nulis 5:34 pesan ee yang tertulis melalui WhatsApp 5:38 itu juga kata-katanya. Nah, kalau 5:40 nonverbal apa? Namanya juga non. Jadi 5:44 bukan kata-kata nonverbal. ee misalnya 5:47 kita tersenyum ya, kemudian juga ini 5:51 senyum menandakan apa ya kan pasti itu 5:53 adalah ada pesannya gitu di dalam senyum 5:57 itu. Kemudian ketika kita mengangguk, 5:59 ketika kita e menggunakan ee e pakaian 6:03 yang kita kenakan ini, kemudian ketika 6:06 kita ee sambil tangannya begini ya atau 6:10 juga berjabatan tangan itu semua adalah 6:12 bentuk-bentuk dari nonverbal. Nah, eh 6:16 dua-duanya penting ternyata e Iwan dan 6:18 Nafat. Dua-duanya 6:20 penting. Ketika kita mau berkomunikasi 6:22 efektif, kata-katanya perlu kita pikirin 6:25 baik-baik. Kenapa sih kata-kata itu 6:27 penting? Karena kata-kata itu bisa 6:32 membuat ee 6:35 ee apa namanya? hubungan 6:39 yang renggang menjadi erat kembali atau 6:43 hubungan yang kokoh menjadi 6:47 tercerai-berai hanya dengan kata-kata. 6:50 Dan ee kata-kata itu adalah inti dari 6:54 pesan ketika kita berkomunikasi dengan 6:56 orang lain. Nah, nonverbal yang ee bukan 7:02 kata-kata itu ternyata juga penting 7:04 sekali. dia akan memperkuat dan 7:06 memperjelas. Misalnya ada orang bilang, 7:10 "Em aku baik-baik aja, tapi ee mukanya 7:15 mukanya dingin gitu ya. Mukanya dingin, 7:18 kelihatannya sedih atau kelihatannya ee 7:21 apa namanya? Ee ee cool gitu ya. Bukan 7:26 cool ya, apa ya namanya ya? Lempeng gitu 7:28 ya. Kelihatannya lempeng gitu ya. Jadi, 7:31 komunikasinya jadi enggak efektif gitu. 7:33 Karena bisa jadi interpretasinya 7:35 berbeda. Jadi, omongan kita aku 7:38 baik-baik aja itu adalah kata-katanya. 7:42 Tetapi dengan dukungan nonverbal yang 7:45 enggak pas itu 7:48 ternyata bisa membuat makna yang 7:51 berbeda. Jadi, yuk kita bahas tentang 7:55 nonverbal. 7:57 nonverbal itu lebih dari sekedar 8:00 kata-kata gitu ya. Nah, komunikasi 8:04 nonverbal itu penting. Bukan berarti 8:08 verbal enggak penting. Verbal penting 8:10 banget, nonverbal juga penting banget. 8:14 Dua-dua penting. Ee ada yang bilang 8:18 pesan verbal lebih penting dari 8:20 nonverbal. Saya enggak setuju tuh. Saya 8:23 juga enggak setuju kalau bilang bahwa 8:24 pesan nonverbal lebih penting dari ee 8:28 verbal. Enggak setuju juga. 8:30 Dua penting. Ee gerak tubuh kita bisa 8:35 mengandung banyak makna dan bisa jadi 8:39 lebih jujur daripada ungkapan kata-kata. 8:43 Betul. Betul sekali. Tetapi ee kita 8:46 enggak bisa mengabaikan ee nonverbal eh 8:49 verbal kata-kata gitu. meskipun ada 8:52 beberapa penelitian yang bilang bahwa ee 8:55 ini salah satu yang ee di kerap kali di 9:01 ee apa namanya diquote gitu ya, seorang 9:04 eh profesor dari eh California, Los 9:08 Angeles dia menulis bahwa verbal itu 7%. 9:13 Ketika orang pertama kali ketemu verbal 9:16 itu berpengaruh 7%, nonverbal itu 9:19 93%. Dari ekspresi wajah 55% dari suara 9:25 38%. Ee ada yang bilang begitu. Kemudian 9:29 ada dokter ahli plastik ya ee dia juga 9:34 ee mempelajari komunikasi. dia bilang ee 9:39 konten itu ee berpengaruh 8% dari 9:44 isinya. Sisanya adalah nonverbal gitu 9:46 ya. Atau ahli-ahli lain yang menyatakan 9:50 bahwa ee 65% nonverbal, 35% verbal. 9:55 whatever deh percentage itu 9:59 eh bisa jadi inspiratif untuk kita ee 10:05 pertimbangkan bahwa nonverbal itu juga 10:08 penting loh. Enggak cuman kata-katanya 10:10 gitu ya. 10:12 Tetapi saya tidak 10:14 ingin menggaris bawahi yang ini lebih 10:17 penting daripada yang lain. Dua-duanya 10:20 penting. Nah, 10:22 ee ee tahun 10:25 2001 2001 ya ee jadi berapa 20 tahun 10:30 lebih lah ya. He, saya pernah melakukan 10:33 penelitian seseorang nih dianggap 10:36 kredibel ya, kredibel kredibilitas 10:38 seorang komunikator, seorang penyampai 10:40 pesan gitu ya yang ngomong di depan 10:43 publik. Apakah dia itu dianggap cerdas, 10:47 dianggap ngerti enggak yang diomongin? 10:50 Dianggap bisa ngembangin kata-katanya, 10:53 dianggap 10:55 berwibawa, dianggap bisa diandelin, 10:59 kemudian punya motivasi baik. 11:02 orangnya disukai, orangnya objektif, 11:05 bisa membujuk, bersemangat, bergairah 11:08 dan aktif, berani dan tegas. Itu 11:12 kata-katanya penting, tetapi juga 11:15 gerakan tubuhnya 11:17 penting. Dia kelihatan tegas itu karena 11:19 gerakan tubuhnya juga berpengaruh gitu. 11:23 Suaranya juga berpengaruh dari yang tadi 11:25 tuh. cerdas, paham, e ngembangin 11:29 kata-kata, berwibawa, bisa diandalkan, 11:31 indikator-indikator tadi gitu ya. Itu 11:35 fair ee apa namanya? gerakan tubuh dan 11:39 suaranya 11:40 penting. Ee 11:43 penampilan itu juga berpengaruh tetapi 11:47 untuk bisa apakah seseorang pembicara 11:50 publik itu bisa dianggap cerdas apa 11:53 enggak, ngerti apa enggak yang diomongin 11:57 ee bisa ngembangin kata-katanya, 11:59 orangnya objektif dan tegas. itu 12:03 penampilan dibandingkan antara 12:06 penampilan formal dan penampilan casual 12:09 gitu ya. Bajunya yang lebih serius sama 12:13 bajunya yang lebih casual, yang santai 12:16 gitu ya buat sehari-hari santai, 12:17 kaos-kaos dan lain sebagainya itu 12:20 ternyata ee kelihatan bedanya gitu. 12:24 Kalau gerakan tubuh, suara semuanya 12:28 penting gitu. Jadi orang-orang yang eh 12:32 mau kelihatan eh cerdas, paham, e bisa 12:36 ngembangin kata-kata objektif dan tegas. 12:38 Sori sori. Ee yang dari tadi itu ya 12:42 penampilan tidak terlalu berpengaruh. 12:44 Sori. Jadi kalau e dia bisa dianggap 12:47 cerdas meskipun penampilannya bajunya 12:49 casual atau bajunya formal gitu ya, dia 12:53 bisa dianggap ngerti tuh yang diomongin 12:55 gitu ya. Meskipun bajunya casual, 12:57 bajunya formal, bisa dianggap juga 13:00 ngerti, bisa mengembangkan 13:04 penjelasannya, bisa dianggap objektif, 13:06 bisa dianggap tegas. Itu dua-dua itu 13:08 penting. Tetapi gerakan tubuh sama suara 13:12 itu ee apa namanya? Semuanya 13:16 berpengaruh. Kalau yang tadi yang ee 13:18 lima ee lima apa ya? persepsi 13:22 kredibilitas 13:23 tadi pakaian formal sama casual sama eh 13:28 tidak terlalu berpengaruh begitu ya. 13:31 Nah, ee sedikit saya ingin ngingetin 13:34 bahwa verbal itu juga penting ya. Karena 13:38 kalau kita enggak peduli sama verbal, 13:40 isu-isu kompleks itu kadang-kadang susah 13:44 diomongin sama nonverbal gitu ya, sama 13:47 bahasa tubuh. ee perlu ada penjelasan 13:51 kata-kata atau ee apa ya struktur 13:54 kalimatnya yang jelas gitu. 13:57 Misalnya 13:59 guru ngajarin pelajaran matematika 14:03 ee atau ee dalam kegiatan pendidikan 14:07 misalnya begitu ya, penjelasan yang 14:10 jelas dan juga terstruktur itu 14:14 penting. Enggak cuman ee ada gerakan 14:17 tangan gitu ya, ada ekspresi wajah, 14:20 mungkin siswa-siswanya enggak terlalu 14:22 paham gitu. Artinya dalam menjelaskan 14:25 sesuatu verbal itu juga penting banget 14:28 gitu. Nonverbal penting tapi verbal itu 14:30 juga penting banget. Atau misalnya mau 14:32 memberikan panduan yang spesifik, yang 14:35 akurat begitu ya, dokter mau ngasih tahu 14:40 kepada perawat segini nih dosis yang 14:44 digunakan ee untuk ee obat diberikan 14:47 kepada pasien gitu ya. Kalau cuman pakai 14:50 gestur, pakai 14:53 ekspresi bisa jadi salah paham dan ee ee 14:59 ee ini adalah isu hidup dan mati. Bisa 15:02 jadi gitu ya. 15:04 Terus ketika bikin ee apa ya ee 15:07 kesepakatan hukum atau legalitas 15:09 perjanjian, maka ee untuk menghindari ee 15:13 blur atau ambiguitas gitu ya, ee kontrak 15:16 kerja, kata-kata, setiap kata-kata dalam 15:20 dokumen itu harus spesifik, harus jelas 15:23 sehingga tidak ada interpretasi yang 15:25 beragam dari sana dari sini atau 15:27 diupayakan interpretasinya itu merujuk 15:30 kepada satu kesepakatan gitu ya. itu itu 15:33 diupayakan sedemikian rupa sehingga 15:35 pilihan kata menjadi penting sekali. 15:37 Mengandalkan bahasa isyarat atau bahasa 15:40 tubuh itu bisa jadi beda banget 15:42 persepsinya. Atau lagi ada kebakaran 15:45 atau lagi ada kedaruratan misalnya 15:48 begitu ya. 15:50 Kebakaran keluar sekarang misalnya 15:52 begitu ya. itu kan lebih spesifik, lebih 15:55 bikin orang menjadi bergerak atau 15:57 melakukan suatu tindakan yang dibutuhkan 16:00 daripada ee apa namanya ee gerakan doang 16:04 gitu ya. Jadi pemandu yang instan lebih 16:08 mudah juga ee ketika orang panik itu 16:13 bisa jadi guiding. Tentu saja dua-duanya 16:15 ya dengan gerakan tubuh dan lain 16:17 sebagainya itu juga sangat ini saat 16:19 negosiasi misalnya itu juga bisa jadi ee 16:23 berbahaya ketika kita tidak memastikan 16:27 pemahaman dan itu melalui kata-kata. 16:31 Kalau enggak jelas bisa jadi maknanya 16:33 ganda, itu bisa jadi konflik yang besar. 16:36 Negosiasi gaji misalnya atau wawancara 16:39 kerja misalnya ya ee bisa jadi salah 16:41 arti gitu ya ee kalau tidak ada ee 16:46 kejelasan dalam bentuk 16:48 kata-kata. Misalnya ee kita bilang ee 16:53 saya berharap ee gajinya sekian. 16:56 Apakah ee itu bisa di ee sepakati ee 17:03 dalam perjanjian kita misalnya begitu 17:05 ya. Jadi clear ee dibandingin sama ee 17:08 ekspresi yang kita sampaikan gitu. Jadi 17:11 ee pilihan kata atau verbal itu 17:16 underlining digaris bawahi penting 17:18 banget untuk kita fokuskan ketika dalam 17:22 situasi-situasi tertentu. Ee ketika 17:26 diskusi orang tua sama anak lagi 17:28 ngomongin tentang ee mau mau ee misalnya 17:33 mau kuliah di mana misalnya begitu ya. 17:36 ee orang tua misalnya ee anaknya ingin 17:38 kuliah di suatu kota misalnya begitu, 17:42 orang tuanya misalnya 17:45 ee enggak secara spesifik 17:49 ngomong oke setuju atau dia misalnya 17:52 enggak setuju tapi cuman geleng-geleng 17:54 kepala gitu ya ee atau tarik nafas gitu 17:57 ya, itu bisa jadi interpretasinya 17:59 beda-beda gitu. Tapi ketika orang tua 18:01 menyampaikan bahwa oke saya khawatir nih 18:05 kalau biayanya besar atau juga jaraknya 18:08 jauh atau juga ee pengawasan ke kamu 18:12 tidak bisa optimal kalau kamu ada di 18:14 luar kota. Tetapi ketika anaknya juga 18:17 bisa menjelaskan 18:18 bahwa saya ee cukup yakin saya bisa 18:22 bertanggung jawab pada diri saya 18:24 sendiri. Kemudian terkait dengan biaya 18:26 saya bisa dapetin beasiswa misalnya 18:29 begitu. Kemudian tentang ee jarak saya 18:32 akan ee cari tempat-tempat yang paling 18:35 jadi penjelasan itu, dialog kata-kata 18:38 itu bisa jauh lebih efektif daripada 18:42 ee nonverbal. Enggak suka enggak dengan 18:47 ekspresi aja atau ee setuju tidak setuju 18:51 dengan ekspresi aja gitu. Nah, jadi saya 18:54 mau bilang verbal, nonverbal, saling 18:57 melengkapi. Sekarang yuk kita lanjut ke 19:00 nonverbal. Apa aja sih nonverbal gitu 19:02 ya. Jadi ee 19:05 nonverbal lebih dari sekedar kata-kata 19:07 gitu ya. Nah, nonverbal itu ada gerakan 19:11 tubuh, ada ekspresi wajah gitu ya, ada 19:15 mimik wajah, ada gerakan tangan, ada 19:19 sentuhan, ada salaman, ada angkat bahu, 19:24 ada menghadapkan, ada yang nengok ke 19:27 sini dan lain sebagainya. Itu semua 19:29 berhubungan dengan nonverbal. Kemudian 19:31 juga ada kata-kata ee ee suara gitu ya. 19:36 kata-kata yang kita ee kita sampaikan 19:39 ini, tapi juga ada suara misalnya ee 19:43 halo ya atau halo. Ah, itu ee 19:47 kata-katanya sama nih halo tapi ee suara 19:50 yang halo atau halo itu beda banget. Ee 19:55 bisa jadi interpretasinya berbeda banget 19:57 gitu. Ee kemudian bagaimana waktu, 20:00 bagaimana penampilan itu semua 20:02 berpengaruh. 20:04 Eh, yuk kita lihat satu-satu. Karena 20:07 apa? 20:09 Masalahnya banyak tuh yang salah paham 20:11 sama 20:12 nonverbal ee bisa salah tafsir gitu ya. 20:16 Kalau kita lihat dari ekspresi wajah 20:19 seseorang gitu ya. 20:21 Si A misalnya pulang kerja 20:25 capek, tapi dia sebenarnya udah capek 20:28 banget, tapi dia eh mau mau mau on the 20:31 way home dari kantor terus dia eh 20:37 di ketemu sama temannya si B tapi tetap 20:42 eh senyum dan welcome gitu ya. Nah, si B 20:46 itu ee mau 20:49 ngomong kepada A. Si B itu ee tetap 20:53 ngajakin ngobrol gitu ya dengan berpikir 20:57 bahwa ini right time kok dia juga 21:00 baik-baik aja kondisinya gitu. Jadi dia 21:03 cerita tentang ini itu dengan e panjang 21:06 lebar. Padahal si A ini memang udah 21:09 capek banget, tetapi 21:13 ekspresinya eh menunjukkan dia ready 21:18 untuk diskusi, gitu. Nah, jadi salah 21:22 paham karena ekspresi wajah itu bisa 21:27 jadi ee tidak sesuai dengan perasaan 21:30 sebenarnya dari si A tadi gitu. 21:33 Ee kenapa ini sesuatu yang penting untuk 21:37 kita perhatikan? Karena ee 21:39 kejadian-kejadian dalam kita bertemu 21:42 dengan orang itu ee sangat tinggi 21:46 pengaruhnya dari ekspresi wajah gitu. 21:48 Jadi kalau ketika kita tidak me 21:51 menjelaskan kita kita tidak punya 21:54 kata-kata yang cukup untuk ngomong 21:57 tetapi ekspresi kita juga tidak sesuai, 21:59 enggak pas gitu ya, bisa jadi nih 22:02 interpretasinya bisa beda gitu. Misalnya 22:04 kita bisa ngomong kalau pakai kata-kata 22:06 tadi ya, aduh sorry banget aku ada perlu 22:11 aku capek banget hari ini kita 22:13 ngobrolnya besok aja ya gitu. That's ok. 22:16 itu dengan kata-kata. Tetapi ketika kita 22:20 enggak ngomong dengan kata-kata, tapi 22:22 kita sebenarnya perasaannya sangat telah 22:27 kondisi fisiknya sangat telah, tetapi 22:29 ekspresinya eh 22:32 masih mengesankan bahwa I'm ready to 22:35 discuss things gitu ya. Itu bisa jadi 22:38 interpretasinya berbeda. Nah, ee maka 22:42 kita 22:43 perlu memainkan keduanya. Oke, ini bakal 22:47 panjang nih. Enggak apa-apa. Jadi jangan 22:49 sampai hubungannya jadi enggak bagus. 22:50 Tapi kita bisa sampaikan oke. 22:54 Ee be atau siapa ya? Ee Budi. Aku hari 22:59 ini capek banget. Mm kurang bisa 23:03 konsentrasi. So, let's discuss tomorrow 23:05 ya. Gitu atau whatever ya. 23:09 Kemudian ee nada suara ini ini 23:12 kesalahpahaman-kesalahpahaman nonverbal 23:14 yang mungkin saja terjadi. Nada suaranya 23:17 tuh bisa jadi beda makna gitu. Ee ya itu 23:21 tadi aku baik-baik aja. Nah, si aku 23:24 baik-baik aja itu 23:29 ee istrinya atau suaminya atau 23:32 pasangannya mungkin enggak tahu 23:36 kalau ee dia lagi enggak nyaman. 23:40 Misalnya, enggak apa-apa aku baik-baik 23:42 aja. Nah, tetapi itu bisa jadi 23:46 sebenarnya dia enggak baik-baik aja 23:48 gitu. Atau bisa saja ketika dia bilang, 23:51 "Aku baik-baik aja." sambil begitu bisa 23:53 jadi dipahami bahwa dia enggak baik-baik 23:55 aja, tetapi kata-katanya kontradiktif 23:58 dengan ee nonverbalnya begitu. Jadi ee 24:03 ee ini sebenarnya di ee apa ya 24:06 pembahasan yang sederhana tapi ini dekat 24:10 sekali dalam kehidupan kita gitu. Ini 24:13 ini yang ee sensitif kalau kita tidak me 24:19 em memilih secara bijak. 24:23 ee alat dalam kita berkomunikasi yaitu 24:27 verbal dan nonverbalnya 24:29 gitu. Kemudian ketika kita ee kontak 24:33 matanya 24:35 enggak enggak straight gitu ya, kita 24:38 menghindari kontak mata gitu ya, bisa 24:41 jadi kesannya enggak peduli gitu. Ini 24:43 ini terlepas dari ee apa namanya? ee 24:46 keyakinan ya. E ini ini dalam percakapan 24:48 yang memang kita yang yang merasa nyaman 24:51 untuk atau merasa oke dengan interaksi 24:54 langsung face to face misalnya ee teman 24:57 atau dengan saudara, dengan orang-orang 25:00 yang kita misalnya tatapan langsung 25:02 misalnya begitu ya. Kita kesannya ee 25:06 menghindar itu bisa dikesankan 25:10 macam-macam ke sana ke sini. Jadi ribut 25:13 ribut itu terjadi bisa jadi karena 25:16 kesalahan 25:17 nonverbal. Eh padahal kita sebenarnya 25:20 mungkin tidak direct e contact karena 25:24 kita lagi butuh waktu untuk menenangkan 25:25 diri 25:26 kita. Eh sikap tubuh misalnya di kantor 25:29 bisa jadi menjadi misinterpretasi. 25:32 misalnya ee ada presentasi dari bos, 25:36 terus ee karyawannya kesannya ee malas, 25:40 terus kesannya leyeh-leyeh atau enggak 25:44 apa ya enggak nunjukin ekspresi I'm 25:48 ready to listen gitu ya. 25:50 itu ee tangannya 25:54 dilipat, gerakan e wajahnya dengan 25:58 ketinggian tertentu ee nanga gitu ya 26:02 dalam bahasa jawanya ya ee dan lain 26:04 sebagainya itu bisa jadi interpretasinya 26:07 jadi berbeda begitu. 26:09 eh bisa jadi ee rekan bisnisnya atau 26:13 atasannya merasa ini tidak tertarik atau 26:16 lagi defensif atau ee enggak respect dan 26:21 lain sebagainya. Padahal dia mungkin 26:24 udah very tired gitu ya, capek banget 26:27 dengan 26:29 eh apa rapat yang cukup panjang yang 26:32 membuat dia jadi enggak konsentrasi lagi 26:34 atau dia sambil mikirin ke mana dan lain 26:36 sebagainya. 26:38 waktu wawancara misalnya kurangnya 26:40 kontak mata, bisa jadi dianggap dia 26:42 enggak enggak 26:43 PD, enggak kompeten atau juga enggak 26:47 jujur, gugup. Itu bisa jadi terjadi 26:51 ketika wawancara dilakukan itu 26:56 ee kurangnya atau tidak tepatnya kontak 27:00 mata bisa dipersepsi atau diinterpretasi 27:05 beragam begitu. 27:08 senyum-senyum misalnya di momen yang 27:10 enggak tepat misalnya begitu ya di rapat 27:13 lagi serius terus ee dia senyum ee yang 27:17 ee nyeringai kecil misalnya begitu ya eh 27:22 lagi serius terus gitu ya bisa jadi 27:25 dianggap nih enggak nghargain diskusi 27:27 gitu padahal dia memang lagi gugup 27:30 misalnya begitu maka keterampilan dalam 27:35 memilih kata 27:37 yang tepat dan memilih ee bukan 27:41 kata-kata atau nonverbal yang tepat itu 27:43 penting sekali untuk kita 27:45 tingkatkan. Kemudian perbedaan budaya 27:47 itu juga bisa berbeda ya. Ee negara A ee 27:52 acungin jempol itu bisa jadi bagus, 27:55 gestur yang ee respect, apresiatif gitu. 28:00 Tapi di negara B itu ee menyinggung 28:05 gitu. Jadi ee ee gestur atau gerak tubuh 28:11 itu tidak 28:13 [Musik] 28:14 seragam lintas 28:17 budaya. Jarak misalnya lagi dekat ee 28:19 ngobrol sama orang, ada negara-negara 28:22 tertentu misalnya di Asia atau di Timur 28:25 Tengah itu kedekatan fisik pada saat 28:29 bercakap-cakap itu biasa gitu. Sementara 28:32 di negara barat ee ada jarak yang cukup 28:37 ketika ngobrol itu ya dia harus teman ya 28:39 teman ya jaraknya harus ada jarak yang 28:42 cukup gitu. Ketika seorang dari Asia dan 28:47 Timur Tengah ngobrol sama orang bule 28:50 atau barat, terus si baratnya itu merasa 28:53 enggak terlalu nyaman nih duduk ee apa 28:56 berdekatan secara fisik ketika 28:58 bercakap-cakap dia mundur. Yang si orang 29:02 Asia ini ngerasa ini kok kayaknya apa ya 29:05 dia nghindarin aku ya. Jadi dia dia 29:07 tersinggung. Ee bisa jadi ini berbeda 29:10 dia juga. Kenapa dia mundur? karena dia 29:12 tidak nyaman juga. Jadi 29:14 perbedaan-perbedaan itu bisa saja 29:16 terjadi gitu. Nah, habis ini kita akan 29:19 ngebahas tips mengurangi kesalahan dalam 29:23 nonverbal. Oke, Mbak Nuning. 29:26 Mengurangi kesalahan. Tapi kalau 29:29 kesalahannya sudah tahu. Kalau belum 29:31 tahu, tapi tadi sudah kita dengar ya. Ee 29:34 ini kalau sambil menghindari sambil lalu 29:37 ke apa WA yang masuk boleh ya? Iya. 29:40 Boleh. Ini dari tidak ada namanya. Cuman 29:43 pertanyaannya adalah gerak tubuh itu 29:46 Mbak Mona yang merugikan tuh yang kayak 29:48 apa ya? Iya iya iya iya. Megang-megang 29:52 apa gitu. Iya. Gerak tubuh itu ee 29:56 penting banget ya karena ee di dalam ee 30:02 beberapa ya beberapa kajian itu 30:06 persentage-nya juga lumayan besar gitu 30:07 ya. ee misalnya gerak tubuh yang kita 30:11 nuding misalnya nuding orang ini aja 30:13 bisa jadi sensitif banget tuh nuding 30:15 orang ee yang ee bisa jadi di budaya 30:20 tertentu dianggap itu ngeremehin gitu. 30:23 Ee bedakan dengan ketika kita 30:26 mempersilakan Heeh. atau misalnya ee ke 30:29 situ misalnya sambil sambil 30:30 nuding-nuding kayak gitu atau misalnya 30:32 kita oh ee ayo ke situ misalnya dengan 30:36 tangan tertentu ya ee ee yuk ke situ 30:40 sambil nuding dan yuk ke situ sambil 30:43 tangannya ee ee si lima-limanya itu 30:47 diarahkan gitu ya. Itu beda banget. Oke. 30:51 Beda banget interpretasinya itu dari 30:54 gerakan suara juga beda banget gitu. 30:57 Yuk ke situ. Beda dengan yuk ke situ. 31:01 Nah, beda kan? Jadi ee nonverbal itu 31:04 bisa berpengaruh besar sekali seperti 31:07 yang tadi si gerak tubuh tadi atau 31:09 misalnya ekspresi wajahnya kita enggak 31:12 ngelihat dia, kita nunduk atau kita 31:14 sambil cemberut misalnya begitu ya. itu 31:17 bisa jadi ngerusak hubungan yang 31:22 dibangunnya susah payah 31:24 gitu gitu Mbak Nuning. Iya. Jadi memang 31:29 Heeh. lagi-lagi semua perlu pertimbangan 31:32 ya. Iya. Ini dari Mbak Indah atau Inda 31:36 nih. Iya. 31:37 Kalau menatap lawan bicara penting 31:41 enggak takut nanti kita diganggu. Heeh. 31:45 Iya iya. 31:47 Ee jadi 31:48 [Musik] 31:50 ee kalau ee dengan 31:53 pertimbangan ee keyakinan gitu ya ee 31:57 tidak memandang lawan bicara karena ada 32:01 kekhawatiran diganggu maka ee hindari. 32:05 Ee tetapi ketika kita mau menjelaskan 32:08 sesuatu yang memang butuh eh 32:12 contact, kita bisa 32:15 lakukan tatapan mata itu 32:20 bisa aku jatuh 32:22 cinta, aku lagi 32:25 ngejelasin, aku lagi 32:28 marah, aku lagi ee peduli, whatever deh, 32:33 banyak banget nih. dari ekspresi tatapan 32:36 mata itu gitu. Jadi setel aja di pikiran 32:40 kita, aku mau 32:43 menyampaikan I care to you. Aku peduli 32:46 pada Anda. Aku peduli sama kamu. Aku eh 32:51 lagi perhatiin kamu gitu. Bedain 32:55 sama aku cinta sama kamu 32:58 gitu. Ee titik tatapannya juga beda. 33:03 Misalnya begini. 33:04 Iyice to ice itu cenderung 33:07 eh profesional begitu ya. ee kalau mata 33:14 ke 33:16 ee rambut gitu ya, mata ke rambut atau 33:20 mata ke dahi itu juga bisa orang gunakan 33:25 untuk 33:27 mengurangi 33:28 ee dia enggak tahu PD untuk langsung 33:31 direct eye contact, tapi dia ngelihatnya 33:33 pakai ke kepala, ke rambut ee rambut 33:37 yang di bagian ee depan. ya sama ee 33:41 Kedahi gitu ya. Itu kadang-kadang orang 33:45 yang public speaking itu ngihatnya ke 33:47 sana gitu. Ee ketika dia ngerasa yang 33:50 penting saya arahnya ke situ gitu. Arah 33:53 lain yang bisa kita lakukan adalah 33:55 direct eye contact, tetapi dengan cara 33:57 eh tadi pesannya ketika kita 34:00 menyampaikan itu ke situ. Tapi kalau 34:02 arah mata kita ngelihatnya ke bibir atau 34:06 ke lebih bawah lagi gitu ya ee leher ke 34:09 bawah itu interpretasinya bisa ke 34:11 mana-mana. Artinya tatapan mata itu juga 34:17 bisa di salah artikan atau bisa menjadi 34:22 tepat begitu kalau kita memilihnya 34:24 dengan baik. Nah, kalau kita merasa ini 34:28 ee kepada misalnya kita menghindari eh 34:31 direct e contact kepada orang lawat 34:33 jenis, kita juga bisa ee ee 34:38 menghindarinya dengan tepatlah begitu. 34:41 Jangan sampai ee apa namanya kesannya 34:45 kita ee ee enggak peduli gitu. Jadi 34:50 tetap mungkin sebentar ngelihat ke yang 34:52 lain dan lain 34:53 sebagainya. Tatapan terus-menerus secara 34:56 intens kepada seseorang yang misalnya 34:58 sama jenis kelamin terus berus kita 35:00 lihat itu juga bisa merusak hubungan 35:03 karena kesannya kayak diintimidasi atau 35:05 give me space gitu ya. Aku butuh untuk 35:08 apa? nafas gitu untuk enggak dilihatin 35:11 terus gitu. Jadi lihat ngelihat ke yang 35:13 lain balik lagi itu ada yang perlu kita 35:17 ee apa ya gunakan empati, gunakan 35:20 perasaan, gunakan teknik-teknik yang 35:22 tepat gitu. Oke. Kemudian asalamualaikum 35:27 Mbak Mona. Waalaikumsalam. Mengikuti 35:29 menikmati dialog dengan Mbak Nuning 35:32 tentang komunikasi verbal dan nonverbal. 35:35 Heeh. Maknawi, penuh arti. dan berguna. 35:40 There is no leadership without 35:41 communication. I bagi lansia seperti 35:44 saya, tegur siapa jadi kebutuhan primer. 35:48 Saya lebih perlu tegur siapa daripada 35:50 obat untuk menjaga kesehatan saya. Doa 35:54 dan salam saya untuk teman-teman Rasil. 35:56 Terima kasih banyak. Ini dari Mas Parni. 36:00 Oke. Salam buat Mas Hadi ya. 36:04 Iya. Mas Parni. Halo. Iya, betul, betul, 36:07 betul banget tuh. Ee Tegur sapa saya 36:11 punya komunitas ya, komunitas 36:12 orang-orang yang ee apa namanya? Yang ee 36:18 senior citizen lah kira-kira begitu ya. 36:20 Orang-orang yang sudah cukup senior lah 36:22 begitu ya. ee ee komunitas lansia yang 36:27 ee kita 36:30 ini iya pembahasannya itu bukan pada 36:34 topik yang serius banget gitu kayak 36:36 misalnya urusan profesi, urusan 36:39 tugas-tugas pekerjaan di 36:41 situ rileks gitu rileks. yang dibahas 36:44 adalah masalah-masalah 36:47 keseharian, masalah 36:49 percakapan yang berhubungan dengan 36:52 keterubungan 36:53 emosional, ee ngobrolin tentang hal-hal 36:57 yang ringan dan lain sebagainya 37:00 itu bagus banget. Nah, ee karena nanti 37:05 kita akan lihat bahwa kalau kalau 37:08 percakapan seperti itu yang ada dalam 37:10 grup-grup ee ee media sosial seperti 37:14 WhatsApp dan lain 37:16 sebagainya itu 37:20 nonverbalnya tidak 37:22 terlalu lengkap karena banyaknya verbal, 37:26 kata-kata. Maka bisa jadi 37:29 interpretasinya salah gitu. misalnya ee 37:33 cepat dong misalnya begitu ya. Orang 37:35 bisa jadi membacanya dengan gaya yang 37:38 cepat dong misalnya gitu ya atau cepat 37:42 dong kan beda ya ee rasanya gitu ya. 37:45 Kalau ada suaranya ada rasanya. Nah, 37:49 maka ee juga kita perlu ee berhati-hati. 37:53 Jadi, saya mau menghubungkan, saya 37:55 sepakat ee Mas Parni atau Pak Parni 37:59 bahwa hubungan kita ee ee komunikasi 38:04 itu keterlibatan emosional, ee interaksi 38:10 ee ee antar pribadi yang benar-benar ee 38:15 apa ya? 38:17 Mm. Ngomongin hal-hal yang ringan-ringan 38:20 itu sangat-sangat healing ya, 38:23 sangat-sangat menarik, sangat-sangat 38:26 bermanfaat gitu untuk kesejah kesehatan 38:28 jiwa. Karena sehat itu jiwa raga sosial. 38:30 Nah, ee sosial kita terbangun dalam 38:34 komunikasi dan itu menimbulkan kesehatan 38:37 jiwa. Jiwa juga berpengaruh pada 38:40 kesehatan raga. Jadi itu 38:45 satu paket yang kompleks dan penting 38:48 untuk kita 38:50 pahami. Hubungannya sama nonverbal tadi 38:52 hati-hati juga sama nonverbalnya. Jangan 38:54 sampai salah nonverbal. 38:58 Oke. Iya. Mas Parni Hadi yang aktif di 39:01 pramuka, aktif di dompet duava. Masarni 39:03 Hadi nih. Iya kan Mas Parni kirim salam 39:06 buat Mas Adi. Aku 39:08 orang luar biasa banget ya. Yang jelas 39:11 kita semuanya suhu. Suhu. Heeh. Suhu tuh 39:13 guru ya. Iya. Baik, sekarang kita 39:15 lanjutkan dengan pertanyaan berikutnya 39:17 atau Mbak Mona ada yang mau ditambahkan? 39:18 Oke, saya lanjutin. Saya lanjutin dulu. 39:19 Oke, silakan. Jadi, tipsnya adalah 39:23 verbal sama nonverbal usahakan selaras 39:26 gitu. 39:28 Pastikan ee pilihan katanya sama 39:32 ekspresi 39:34 tubuh, ekspresi wajah, nada 39:37 suaranya tepat. Nah, itu yang perlu kita 39:41 tingkatkan terus, gitu. Misalnya kita 39:44 mau memuji seseorang, kerja kamu 39:48 bagus. 39:50 Ee kerja kamu bagus. Ah, itu beda banget 39:53 rasanya dengan ekspresi 39:56 tubuhnya ya. Kamu bagus itu juga beda 40:00 banget gitu rasanya gitu. Jadi, ee 40:03 tekanan suara, lengkok-lengkoknya gitu 40:06 ya. bisa jadi di dipahami berbeda, bisa 40:11 jadi dianggap ngenyek, dianggap 40:13 menyindir, dianggap 40:16 ee iri hati dan lain sebagainya. Padahal 40:20 sebenarnya ini ditujukan untuk 40:22 menyemangati, untuk memberikan 40:24 apresiasi, untuk 40:26 mendukung dan lain sebagainya 40:29 gitu. Ee dan dampaknya juga akan terasa 40:33 pada hubungan selanjutnya jadi senang 40:35 atau jadi enggak senang. gitu ya. Ee 40:38 pujian ee jadi ee pujian yang efektif 40:42 misalnya kita mau memberikan pujian yang 40:44 efektif ee kata, senyum, tatapan, 40:48 perhatian, semua ya verbal, nonverbal 40:50 perlu benar. Terus sikap tubuh juga 40:54 penting untuk kita perhatikan ya. ee 40:57 ketika kita posisinya membungkuk atau 41:01 juga menunduk begitu ya, bisa jadi 41:03 interpretasinya menjadi negatif atau ini 41:06 orangnya lemah nih gitu ya atau gerakan 41:08 kita lamban gitu ya itu lemah kesannya. 41:12 Maka kita perlu menjaga pada 41:15 proporsional. Misalnya di di situasi 41:18 yang memang perlu jalannya pelan ya 41:20 pelan. Tapi di di situasi yang memang 41:23 perlu kita menunjukkan kita ini ee 41:26 sedang ee apa namanya? Ee mau mencapai 41:32 sesuatu atau mau menunjukkan ee kita 41:36 sigap kita ee apa fokus dan lain 41:39 sebagainya. gerak tubuh itu perlu kita 41:44 ee perlu kita 41:46 optimalkan di jalur yang tepat 41:49 gitu. Karena bisa jadi kesannya PD 41:52 orangnya, PD orangnya, kuat orangnya 41:55 meyakinkan itu juga dari sikap tubuh. 41:58 Oke, Mbak Nun tambahin dulu mungkin 42:00 barangkali kembali ke nonverbal nih dari 42:03 tidak ada namanya di sini. Orang yang 42:05 duduk dengan menyilangkan kaki pada saat 42:08 bertamu itu biasa atau enggak sopan sih? 42:11 Iya, itu hubungannya sama culture. Jadi 42:15 di budaya tertentu itu ketika 42:19 disilangkan kemudian apalagi misalnya 42:22 pas kelihatan ee sol sepatunya di negara 42:25 tertentu itu ya itu 42:28 sangat ee tidak sopan di negara tertentu 42:33 ya. ee 42:36 ee bahkan masih ingat dulu ada ee apa 42:41 namanya? Bahwa sol sepatu itu atau 42:44 sepatu itu dianggap ee penghinaan yang 42:48 tingkat tinggilah gitu ya. 42:51 Ingat enggak beberapa saat yang lalu 42:52 pernah ada yang ee dilemparin gitu ya ke 42:57 seorang pemimpin negara itu sebenarnya 43:00 ketika dianalisis dari komunikasi 43:02 nonverbal konteks budaya itu sebenarnya 43:06 ekspresi kemarahan yang sangat besar 43:09 yang diekspresikan melalui 43:12 ee apa namanya ee pelemparan terhadap 43:16 sepatu gitu. Jadi bukan enggak enggak 43:18 enggak pakai benda tajam dan lain 43:21 sebagainya, tapi sepatu itu udah udah 43:22 dia marah bangetlah gitu di situ. Jadi 43:25 ee saya mau menghubungkan bahwa ketika 43:27 kita duduk terus sol sepatunya kelihatan 43:30 itu bisa jadi dianggap kurang tepat 43:34 untuk negara tertentu. Tetapi di di 43:36 Indonesia ee saya sih sarankan enggak 43:39 sampai kelihatan so sepatunya ya yang 43:41 diangkatin gitu ya. Karena itu juga 43:42 enggak enak orang ngelihatnya gitu ya. 43:44 ee disilangkan saya enggak enggak 43:47 melihat itu negatif di Indonesia gitu. 43:50 Asal jangan jegang maksudnya jangan Iya. 43:52 Iya. Posisi tertentu itu posisinya baru 43:54 kita perlu perhatikan yang jegang yang 43:56 ngebuka atau yang kelihatannya enggak 43:59 enggak enggak halus enggak 44:02 enggak atau ee bagian tubuh tertentu 44:05 terlihat gitu itu enggak terlalu tepat 44:06 gitu. Ee kemudian juga perlu 44:09 berhati-hati sama ee ee dampaknya pada 44:14 fisik gitu ya. Jadi karena kita ngerasa 44:16 oh ini perlu keren banget kalau itunya 44:19 miringnya begini ketinggian tertentu. 44:21 Karena karena saya tahu ee 44:24 di 44:25 ee tata wiraga pada ee apa namanya model 44:32 gitu ya. 44:34 dulu ee saya ee mempelajari hal itu gitu 44:38 ya, itu kakinya itu perlu ee miringnya 44:42 sampai miring banget. Itu apa dampaknya 44:45 kepada pinggul dan lain sebagainya in 44:47 the long term bisa jadi satu terganggu. 44:50 Iya. Jadi ee ya secara kesehatan itu ada 44:55 pengaruhnya, tetapi secara fisik itu 44:57 juga karena kita ingin gimana supaya 45:00 kelihatannya ee luas banget gitu ya, 45:03 nanti enggak tepatlah untuk kita sendiri 45:06 gitu. Jadi untuk ee jawabannya adalah di 45:09 Indonesia saya tidak melihat itu menjadi 45:13 masalah krusial kecuali kecuali kalau 45:15 kita lihat di budaya tertentu ya. Saya 45:17 tidak terlalu memahami seluruh budaya di 45:19 Indonesia ya pada suku-suku tertentu. 45:22 Tetapi secara umum saya tidak melihat 45:24 itu masalah. Meskipun tetap lebih baik 45:26 duduk biasa aja. Ee tidak apa-apa 45:29 disilang juga atau duduk biasa. Tetapi 45:32 kalau biasa pun jangan jegang tadi gitu 45:34 ya. Kalau disilang juga silang begitu 45:36 juga jadinya cantik gitu. Tapi jangan 45:39 sampai jangan sampai yang saran saya ya 45:42 karena ada aturan yang silangnya tuh 45:45 sampai begitu banget gitu set gitu loh 45:48 Mbak Bandun yang gimana ya gini gini nih 45:50 set banget gitu ya ee kalau ee di di 45:55 bawah ya ini ya sampai miring banget itu 45:58 cakep kelihatannya gitu ya 46:01 ee luas gitu tapi kalau 2 jam begitu Oh 46:04 itu bahaya itu. Benar in the long term 46:06 bahaya. 46:07 Oke, sebelum dilanjutkan dengan 46:09 bahasannya ini ada yang bertanya tadi 46:11 saya dengar terkait dengan perintah dan 46:14 ajakan. Kata-katanya sama tapi bisa jadi 46:18 beda makna. Itu apakah karena 46:20 intonasinya, gayanya atau bagaimana? 46:22 Minta penjelasan. Iya. Jadi gini 46:25 ee kalau kita pakai secara perhitungan 46:29 ya He ee supaya lebih mudah gitu 46:33 ya, kata-kata itu ber kata-kata itu 46:36 berpengaruh 46:37 7%, suara 46:40 38% ya ekspresi wajah 55%, gerak tubuh 46:44 termasuk dari sana ya 55%. Sekarang 46:47 kalau pakai suara kita. 46:51 Jadi ini ini tidak mengatakan bahwa 46:54 kata-kata enggak penting ya, tapi 46:56 kata-katanya yuk jalan-jalan yuk gitu ya 47:00 dengan yuk jalan-jalan yuk gitu ya 47:04 atau yuk jalan-jalan yuk. Ah beda kan 47:07 suaranya interpretasinya juga bisa 47:09 beda-beda gitu. Jadi ekspresi suara itu 47:13 ada kecepatan, kekerasan, kualitas 47:16 suara, intonasi, tinggi nada, itu semua 47:20 berpengaruh. Ee 47:24 ee caranya gimana? Kan kalau kita pakai 47:28 perhitungan yang itu kan rumit ya, 47:30 apakah kecepatannya, kekerasannya dan 47:31 sebagainya. Mudahnya gini deh, jiwa ee 47:35 pakai jiwa gitu. Yuk, jalan-jalan yuk. 47:39 Ah, ya kan enak kan rasanya. Jadi pakai 47:42 jiwa, pakai feeling, ada ketika kita 47:45 ngomong tuh kasih jiwa dalam kata-kata 47:48 kita, 47:49 gitu. Ee jangan sampai ee hubungan baik 47:56 menjadi jelek 47:59 gara-gara ekspresi suara 48:02 yang ee enggak tepat nadanya gitu. 48:07 Kalau berbicara dengan apa tadi? Jiwa 48:10 ya. Heeh. Berjiwa dan itu memang akan 48:13 sangat enak banget untuk didengar. Tapi 48:16 Mbak Mona ini terkait dengan pertanyaan 48:18 yang juga enggak ada namanya. Kalau 48:20 seandainya Mbak Mona, Mbak Nuning kita 48:23 bicara maunya hangat, maunya ramah, tapi 48:25 terus dianggap genit gimana? Ohoh. 48:32 Ah, Bapak ini kan gini ya 48:37 rasanya. Iya kan? Ee 48:41 cengkoknya misalnya kita tambahin kayak 48:44 gitu itu kan bisa jadi interpretasinya 48:47 jadi genit gitu loh. Tapi kalau ah 48:50 enggak kok saya maksudnya begini 48:52 misalnya gitu. itu kan beda kan tingkat 48:55 kegenitan rasa dari yang pertama sama 48:57 yang kedua itu bisa jadi beda gitu. Jadi 49:02 jangan-jangan nonverbal suara 49:07 kita membuat interpretasinya jadi 49:10 kesannya genit. Maka hati-hati kalau itu 49:15 tidak di ee proporsi yang tepat. Mungkin 49:21 sama pasangan boleh aja kan. 49:24 Tapi sama ee orang yang kita baru kenal 49:28 atau kita ee ee konteksnya profesional 49:33 kayak gitu kan bisa jadi 49:35 misinterpretation atau enggak tepat 49:37 gitu. 49:39 Oke, lanjut dengan materi. Oke. Baiklah. 49:42 Nah, sekarang ee masih ngomongin tentang 49:44 sikap tubuh gitu ya. Ketika kita ee 49:49 berdirinya di satu kaki gitu ya. 49:53 ee kesannya kayak naambblek gitu di satu 49:57 kaki gitu ya. Jadi kayak blek gitu di 49:59 satu kaki. Itu tuh bisa jadi perasaan 50:03 orang lain tuh kayaknya dia udah deh 50:06 ngomongnya deh, udah deh percakapan kita 50:08 udah selesai deh gitu. Bisa jadi 50:10 interpretasinya dari gerak tubuh gitu 50:12 ya. Jadi ee saya ingin intinya 50:17 adalah berjiwa dengan ee nonverbal kita 50:21 gitu. 50:22 Mari dalami nonverbal itu karena itu 50:26 adalah pesan 50:28 penting. Kita tidak pernah tidak 50:30 berkomunikasi nonverbal. Kita juga 50:32 berkomunikasi gitu. Jadi gimana caranya 50:36 supaya orang yang kita ajak ngomong itu 50:37 ngerasa kita ini ee lagi berminat pada 50:43 orang tersebut. Maka fokus 50:46 perhatian hadir dari ekspresi wajah, 50:50 dari gerak tubuh kita, dan lain 50:51 sebagainya. Ketika kita memang 50:54 merasa sorry ya, saya harus melakukan 50:56 sesuatu, sampaikan saja gitu. Makanya 50:58 pesan verbal dan nonverbal itu perlu 51:02 kita kuasain. Jangan sampai kita udah 51:06 perlu pergi atau perlu menyudahi, tetapi 51:10 ekspresi kita masih ragu untuk 51:13 menyampaikan dengan gerak tubuh kita 51:16 yang enggak jelas, terus suara ee kita 51:18 juga enggak ngomong ya. Jadi bisa jadi 51:21 berbeda. Ini perlu ee 51:25 kematangan dan perlu belajar terus. It's 51:28 also eh apa ya proses yang penting untuk 51:33 saya begitu ya. Kita ketemu sama orang 51:36 terus kita lagi ngobrol sama orang terus 51:37 apa ya bahasa sundanya tuh culang cileng 51:39 gitu ya ngelihat sana lihat 51:41 sini ee nengok sana nengok kiri gitu ya. 51:45 Itu kesannya kayak orang yang kita ajak 51:47 ngomong ini enggak penting. Bayangin 51:49 coba apa rasanya orang yang kita ajak 51:52 ngomong 51:53 ee terus kita ngelihat sana sini sana 51:55 sini atau kita sibuk sama gadget. gitu. 51:59 Itu interpretasi yang mungkin muncul 52:03 adalah ini enggak penting. Ini ee bisa 52:07 jadi ada sesuatu yang mencurigakan, ada 52:10 sesuatu yang dihindari gitu ya. Maka 52:14 fokus postur tubuh kita ini juga perlu 52:18 kita perhatikan ketika kita berinteraksi 52:21 dengan orang lain. 52:24 Ee ada yang mau diomongin Mbak Nun? 52:27 Lanjut aja dulu karena keren banget 52:29 bahasannya. Iya Mbak Nuning ada tentang 52:32 gerak tubuh ya ini 52:34 menyilangkan ee tangan sedakep sedakep 52:38 ya. Eh, masih ingat enggak peristiwa 52:40 tahun 1998 atau 99 gitu ketika Michel 52:44 Kamdesu dari IMF dengan gerak tangannya 52:48 ee ketika itu ee ee apa ada pembuatan 52:53 MOU di depan Pak Harto. Lalu beliau ee 52:56 dengan gerakan tangan tertentunya gitu 52:59 ya ee diinterpretasi ada ada 53:03 ketidaknyamanan secara protokoler pada 53:06 saat itu ya. Eh, Misel Kamdesu 53:10 berargumen, 53:12 "Eh, aku dikasih tahu sama ibuku kalau 53:15 kamu tidak tahu apa yang harus kamu 53:16 lakukan dengan tangan kamu, lipatlah di 53:18 depan." Nah, jadi dia pakai rujukan 53:20 budayanya dia. Sementara dari budaya 53:23 Jawa ee yang di ee ee apa namanya? yang 53:29 ee di apa asal dari ee Presiden kita Pak 53:35 Harto itu Jawa itu kalau tangannya 53:37 sedakep begini ee postur tubuh tertentu 53:41 bisa jadi kan kesannya kayak 53:45 ee enggak enggak enggak tepat gitu, 53:49 tidak terlalu respek atau juga ee bisa 53:51 jadi meremehkan dan lain sebagainya 53:53 begitu. maka 53:55 eh postur tubuh 53:59 itu perlu kita pahami ketika kita 54:02 berinteraksi dengan orang dari budaya 54:04 lain atau ketika kita ketemu sama orang 54:06 terus kita posturnya begini ee danga 54:11 juga posturnya dan sebagainya. Kesannya 54:13 kita oke saya jaga jarak. Makanya ee 54:16 postur kita juga perlu kita perhatikan 54:18 ketika kita ketemu sama orang, ketemu 54:20 sama keluarga dan lain sebagainya. Bukan 54:22 berarti enggak boleh begini ya. Bisa 54:25 jadi yang begini tapi kesannya eh I'm 54:28 ready gitu. Aku ini bisa kita gunakan 54:31 juga gerakan tangannya. Terus bisa 54:33 begini, bisa begini tambahin 54:36 lagi dengan postur yang cukup tepat. 54:40 Tapi hati-hatilah saya ingin 54:42 mengingatkan bukan berarti saya tidak 54:43 mengatakan enggak boleh sepenuhnya 54:45 begini, tetapi lebih berhati-hati, 54:48 optimalkan semuanya. Kadang-kadang kan 54:50 kita lupa nih begini. Oke, jangan sampai 54:52 nanti interpretasinya begitu turunin 54:55 terus diapakan dan lain sebagainya. Itu 54:57 perlu kita 54:58 perhatikan. Eh, lihat atas bawah 55:00 ngelihat orang ini ada kecenderungan 55:03 pada gender yang ee dua ini ya, 55:06 laki-laki dan perempuan ya. Cowok 55:08 biasanya langsung ngelihat ke wajahnya 55:10 gitu ya. Cewek bisa ngelihat dari atas 55:12 bawah atas bawah apalagi atas bawah atas 55:14 bawah ini pakai apa? Pakai ininya apa 55:16 dan lain sebagainya. Cik cik cik cik 55:18 dilihat atas bawah. itu bisa jadi eh 55:22 enggak nyaman untuk orang yang itu. Itu 55:24 nonverbal itu gitu. Orang yang dilihat 55:26 itu kesannya kayak dia lagi diperhatikan 55:29 atau dia lagi ee diintimidasi atau dia 55:33 lagi dijudge, dinilai gitu ya, lagi 55:36 dievaluasi dan lain sebagainya atau 55:39 jealous ya, iri dan lain sebagainya itu 55:41 juga bisa jadi interpretasinya ke 55:43 mana-mana. 55:44 Jadi hindari gerakan tubuh yang bisa 55:49 disalah artikan. Sangat mungkin disalah 55:52 artikan kalau enggak 55:56 tepat. Nunjuk misalnya kayak begini ini 55:59 di budaya barat ini sensitif banget ya. 56:03 Di Indonesia tidak. Tidak seperti itu. 56:07 Tetapi Indonesia karena cukup banyak 56:09 dipengaruhi oleh budaya Barat juga 56:12 jadinya itu menjadi sensitif. Padahal 56:14 aslinya tidak seperti itu. Semua jari 56:17 itu masih cenderung ee apa ya 56:23 ee baik-baik saj lah gitu ya. Ee mungkin 56:28 kecuali agak lebih sensitif dengan 56:30 telunjuk di Indonesia bahkan gitu ya. Ee 56:34 ada orang ee asing gitu ya ketika 56:38 berhubungan sama orang Indonesia. si 56:41 orang Indonesia tersebut ketika 56:43 menjelaskan tentang ee ee apa namanya? 56:47 Satu satu tempat dan lain sebagainya 56:50 atau satu desain, tangannya itu yang 56:52 ditunjuk itu tangan tangan tangan jari 56:55 tengah ini. Padahal dia maksudnya mau 56:57 nunjukin begitu saja dia enggak punya 56:58 interpretasi bahwa itu bisa jadi sangat 57:00 sensitif bagi orang tersebut itu sangat 57:03 sensitif gitu. itu itu dia malah enggak 57:05 bisa dengerin penjelasan yang begitu 57:08 pentingnya lagi dijelasin malah sibuk 57:10 sama mikirin aduh ini orang kok bisa 57:12 kayak begini ya jauh banget gitu ee 57:15 enggak enggak mencapai target sasaran 57:18 gitu Mbak Nuning. Anything? 57:20 Oke, ini tadi tunggu sebentar terkait 57:25 dengan mana nih yang menatap mata tadi. 57:29 Iya. 57:31 Kalau tidak sama sekali tidak sopan. 57:34 Iya. Sementara kalau 57:36 terus-terusan juga tidak apa, tidak 57:39 layak, tidak tepat. Itu ada 57:41 idealnyaakah, Mbak? Coba tanyakan ke 57:44 Mbak Mona. Iya. 57:47 Eh, misalnya kita sama teman ya ee 57:51 idealnya adalah kita tatapin dan kita 57:54 pindah ke yang lain ke pindah untuk 57:57 ngasih space dia untuk bisa apa ya 58:00 bahasa bahasa sundanya ngareng hp gitu 58:03 ya nafas gitu ya. Oke. Ee kasih 58:06 kesempatan dia untuk Oke. Ee 58:11 saya ngerti di bagian itu, kita lihat 58:14 lagi yang lain, kita balik lagi gitu. 58:17 Dan yang bagus adalah cara menatapnya. 58:19 Terutama cara menatapnya. Cara menatap 58:22 yang bikin aku nih nyaman loh sama kamu. 58:25 Aku nih lagi enggak eh flurink ya atau 58:29 aku nih lagi enggak godain ya. Aku nih 58:32 lagi enggak mengintimidasi kamu ya. aku 58:35 nih tatapan ramah ya itu disetel dengan 58:38 baik dari pikiran kita ketika kita 58:41 menyampaikan itu, itu akan terasa gitu 58:44 sangat-sangat terasa. Sangat terasa 58:46 karena bagian jadi gini dari 58:50 nonverbal yang paling penting ya ee 58:54 ekspresi wajah. Dari wajah yang paling 58:58 penting mata. Jadi si mata ini dominan 59:00 sekali gitu. Makanya tatapan mata itu 59:03 perlu sewajarnya. 59:05 perlu ee baik ee kita niat dari hati 59:10 saya bermaksud untuk 59:12 positif. Jangan terlalu sedikit atau 59:16 jangan berlebihan gitu ya ee 59:19 proporsional 59:21 ee tidak 59:23 memberi apa ee waktunya durasinya terus 59:27 kepada orang tersebut. Terus tatapnya 59:30 kalau mau terlibat sama orang tersebut 59:34 ee bola mata ke bola mata gitu. Kalau 59:37 kita ngelihatnya ke dahi ini orang tuh 59:41 tahu bisa ngerasain gitu. Apalagi direct 59:43 konteks kayak begini ya. Orang ngelihat 59:46 dia ngelihatnya ke dahi berarti dia tuh 59:47 enggak enggak fokus gitu atau 59:49 ngelihatnya ke tengah sini gitu ya. Ee 59:53 kadang-kadang kan orang menghindar. 59:54 Memang sih itu bisa jadi trik atau 59:57 solusi gitu ya untuk kalau misalnya 1:00:00 enggak terlalu nyaman kita misalnya 1:00:02 tidak merasa terlalu pede gitu ya bisa 1:00:06 diambil ambil di tengah sini gitu ya. 1:00:08 Tapi kalau bisa kita rasakan dalam hati 1:00:12 kita, aku tuh ngobrol dengan niat baik 1:00:16 loh gitu. Jadi berusaha untuk menjalin 1:00:20 hubungan loh, menyampaikan apa adanya 1:00:23 loh, niatnya baik loh, itu akan jauh 1:00:26 lebih memudahkan kita untuk interaksi ee 1:00:30 contact. Jangan terus-menerus pindah 1:00:32 sedikit, lihat lagi. Pindah sedikit 1:00:35 lihat lagi gitu. Di mana pindahnya? Di 1:00:39 koma lah kira-kira kalau ngomong gitu. 1:00:41 Ada koma kita lihat yang lain balik lagi 1:00:44 gitu. Tapi kecepatan untuk ngelihat itu 1:00:47 jangan sampai tik tik tik itu kan 1:00:49 kelihatan dia enggak enggak fokus gitu. 1:00:51 Jadi rasain deh rasain deh 1:00:55 ya. Mungkin kalau secara detik mah 3 1:00:59 detik maksimal 5 detik lah gitu. Kalau 1:01:02 kalau secara kalimat dikoma gitu. Itulah 1:01:06 kira-kira gitu Mbak. Ee ada pertanyaan 1:01:08 tentang kebiasaan nih Mbak Mona. Em 1:01:11 kalau kita makan bertamu Heeh. 1:01:14 di Kalimantan tuh habis makan H jilatin 1:01:17 jari yang buat makan itu katanya sih 1:01:20 bukti kalau kita puas tapi kita harus 1:01:23 ikutan gitu ya. Iya. Heeh. Jadi 1:01:27 ee kita bisa me kita misalnya kita bukan 1:01:32 orang Kalimantan misalnya begitu ya. 1:01:33 Kita bukan orang Kalimantan. ketika kita 1:01:36 merasa punya hubungan dekat dengan dia 1:01:40 dan kita 1:01:42 ingin menyampaikan that ee saya respek 1:01:47 loh dengan bude kamu gitu ya. Ee ketika 1:01:50 kita diundang dan dia melakukan seperti 1:01:52 itu dan kita merasa nyaman, so just do 1:01:54 it gitu. Kita merasa nyaman untuk 1:01:56 melakukannya. Aku juga mau ikutan ah 1:01:57 pakai budaya ini. Ah dijilatin saking 1:02:00 enaknya gitu. kita bisa ngomongin 1:02:02 tambahin apa ya ee penghalus lah gitu ya 1:02:05 untuk menyamankan ee omongan kita. Bisa 1:02:08 jadi kita lakukan seperti itu. Tapi 1:02:10 kalau kita merasa itu aku enggak bisa 1:02:13 nih lakukan itu nih gitu ya kita e 1:02:16 verbal aja kita sampaikan, "Aduh dahsyat 1:02:19 banget nih enak banget nih makanannya 1:02:20 nih gitu." Misalnya kita bilang pakai 1:02:22 anu ya bahasa pakai verbal aja atau 1:02:25 Heeh. 1:02:27 very nice gitu misalnya ya atau enak 1:02:29 banget nih makanannya ya dan dan dengan 1:02:31 ekspresi yang tulus gitu 1:02:33 ya. Aduh ini saya jadi nambah-nambah nih 1:02:37 enak banget makanannya misalnya begitu 1:02:39 kita bisa lakukan seperti itu. Artinya 1:02:42 it's up to you. Apakah mau menggunakan 1:02:46 budaya tertentu? Heeh. 1:02:48 Kalau kalau di budaya tersebut tidak 1:02:53 tepat malah itu dianggap tidak sopan 1:02:57 misalnya ya di e gitu ya misalnya ya ee 1:03:02 di budaya tertentu itu dianggap tidak 1:03:04 sopan terus kita 1:03:07 melakukannya ya kalau bisa kita 1:03:09 hindarin. Makanya memahami budaya orang 1:03:11 yang kita ajak berkomunikasi itu penting 1:03:13 sekali. Tetapi ketika udah secara 1:03:15 otomatis e kita melakukannya yang tadi e 1:03:19 gitu ya, ya kita juga ada solusinya 1:03:21 dengan minta maaf dan lain sebagainya. 1:03:23 Kalau kita sudah tahu, kita akan 1:03:25 menghindari bisa secara psikologis kita 1:03:27 kendalikan gitu tubuh kita itu gitu. 1:03:29 Tapi kalau secara otomatis begitu dan 1:03:31 kita tahu itu enggak boleh, maka kita 1:03:33 tunjukin bahwa itu saya aduh sor banget 1:03:36 ya gitu. Mbak Mona ini pas banget dengan 1:03:40 yang ditanyakan enggak ada namanya di 1:03:42 sini. Kalau yang geleken itu maksudnya 1:03:44 tadi itu kan bukti puas loh dengan 1:03:47 hidangannya. Padahal bagi kami rasanya 1:03:50 enggak sopan banget masa gelegen di 1:03:53 depan orang. Tapi di sini sayangnya 1:03:55 tidak disebutkan dari daerah mana. Iya. 1:03:58 Jadi memang ada budaya yang si gelege 1:04:02 tadi dianggap positif, yang si gelege 1:04:05 tadi dianggap itu tidak sopan. Nah, maka 1:04:10 ketika kita berkomunikasi itu kan 1:04:13 nonverbal ya 1:04:15 ee ee bukan kata-kata tapi perilaku 1:04:20 tubuh dari suara dan lain sebagainya 1:04:23 yang kita ee keluarkan dari tubuh kita 1:04:27 yang bisa jadi very positif atau very 1:04:30 negative. Kalau kita paham bagus banget 1:04:34 gitu. Kalau enggak paham makanya bisa 1:04:36 jadi salah gitu. Kalau kita lakukan 1:04:38 sementara itu dianggap negatif 1:04:41 atau saya mengalami itu beberapa kali 1:04:44 gitu ya 1:04:46 ee melihat orang yang melakukan seperti 1:04:49 itu yang sebenarnya dia tuh ingin 1:04:51 ngomongin ini bagus banget gitu tapi 1:04:53 setelah lama baru memahami oh dia ya 1:04:56 sebenarnya dia maksudnya ini enak banget 1:04:58 nih maksudnya thank you very much ya 1:05:00 enak banget masakannya gitu tetapi 1:05:02 interpretasi awalnya oho oh boleh ya 1:05:05 kayak begitu 1:05:07 kaget juga gitu. Nah, itu itulah 1:05:11 komunikasi nonverbal. 1:05:14 Iya. Oke, lanjut lagi, Mbak Muna. Oke. 1:05:17 Baik. Senyum. Senyum. Jadi, wajah itu 1:05:22 penting sekali ya. Wajah itu penting 1:05:24 sekali. Ee terutama dari mata, kemudian 1:05:26 senyum yang termasuk yang penting sekali 1:05:29 gitu ya. Hindari momen yang salah gitu 1:05:32 ya. Senyum itu bagus sekali. Mencairkan 1:05:35 suasana, bagus, nyaman, tenang, dan lain 1:05:38 sebagainya. Tapi misalnya lagi dosen 1:05:42 lagi ngasih arahan ee tentang ee nilai 1:05:47 yang enggak benar atau ujian yang enggak 1:05:49 benar misalnya begitu ya. dikasih tahu 1:05:50 pas si menjal terus dia senyum-senyum 1:05:52 gitu ya nih kesannya nih enggak serius 1:05:54 nih gitu atau enggak nghargain nih gitu 1:05:58 atau dia melakukan kesalahan tapi tidak 1:06:00 menunjukkan ee ee penghargaan gitu ya 1:06:04 makanya bisa jadi nanti salah 1:06:07 interpretasinya pernah kejadian Mbak 1:06:09 Nuning secara e politis ya ini ee ee 1:06:13 ketika ee ee Barack Obama bersama dengan 1:06:18 ee Presiden dan ee Raul Castro itu 1:06:21 ketika dia ketemu ee gerakan tangannya 1:06:25 itu ee apa ya kurang kurang FB gitu. 1:06:29 Tiba-tiba ujuknya tangannya begini gitu. 1:06:31 Jadi jadi e tidak secara gestur ketika 1:06:35 difoto atau di video itu kelihatannya 1:06:39 terlalu santai gitu. Implikasinya apa? 1:06:43 implikasinya bisa jadi 1:06:45 diinterpretasi kurang respect, kurang 1:06:48 firm, kurang alert, kurang eh fokus, 1:06:52 kurang respek, begitu. 1:06:54 Jadi dalam dunia 1:06:58 diplomasi, jabat tangan yang lebih 1:07:01 formal dan ekspresi yang tepat itu 1:07:05 penting 1:07:09 karena 1:07:11 kesalahpahaman itu bisa berdampak pada 1:07:14 politik suatu negara gitu. 1:07:18 Jadi hati-hati 1:07:20 ya ee menunduk misalnya ya ada ini ada 1:07:24 ceritanya seorang ee orang menikah orang 1:07:28 India nikah sama orang Amerika. He. 1:07:30 Orang Amerikanya yang cowok, orang 1:07:32 Indianya yang cewek. Jadi ee ketika 1:07:35 ketemu dia nunduk terus gitu ya, 1:07:38 kesannya enggak ngelihat pada saat 1:07:41 upacara lagi berlangsung dia tetap 1:07:44 menunduk gitu ya. suaminya nih, si calon 1:07:48 suaminya nih ngerasa nih, jangan-jangan 1:07:50 nih istri aku nih enggak bahagia nih 1:07:52 sama aku nih. Gitu ya. E enggak bahagia 1:07:54 nih sama pernikahan ini, sama upacara 1:07:57 yang kita sedang 1:07:58 jalankan. Ternyata ketika akhirnya 1:08:02 dikomunikasikan, kenapa sih kamu kok 1:08:04 nunduk-nunduk gitu ya, itu setelah 1:08:06 panjang ya karena dari awal tuh udah ada 1:08:10 apa ya unek-unek kok ini kok kayak 1:08:12 begini sih? Memang sementara di budaya 1:08:14 Amerika direct eye contact dan nunjukin 1:08:17 ekspresi senang gitu ya dengan 1:08:19 berbinar-binar begitu ya. Sementara si 1:08:21 ini nunjukinnya dengan ekspresi yang 1:08:24 menunduk yang kesannya ee malu-malu 1:08:27 begitu ya. dia ternyata diajarkan oleh 1:08:32 budaya bahwa perempuan itu ee 1:08:36 sebaiknya ee lebih menunduk, lebih 1:08:40 menundukkan dia itu dia sopan, dia tuh 1:08:43 wanita baik-baik begitu. Jadi kalau dia 1:08:46 ee agresif atau atau bukan agresif ya 1:08:49 nunjukin hai aku ready nih gitu ya. itu 1:08:52 itu kurang kurang kurang tepatlah 1:08:54 dianggap tidak sebaik yang tadi menunduk 1:08:57 atau ee seolah-olah malu-malu gitu, 1:08:59 cewek baik-baik 1:09:00 gitu. Itu butuh waktu lama untuk setelah 1:09:03 dikomunikasikan. Kenapa sih kamu 1:09:05 perilakunya tubuhnya atau wajahnya atau 1:09:09 postur matanya ke bawah dan lain 1:09:12 sebagainya begitu. Jadi bisa jadi 1:09:14 interpretasi yang berbeda gitu, Mbak. 1:09:17 itu generasi milenial Genzi juga sama 1:09:21 pegangannya ya. Jangan ini, jangan itu. 1:09:23 Karena anak-anak sekarang kan beda ya. 1:09:26 Iya, anak-anak sekarang berbeda. Tetapi 1:09:28 ketika dia berinteraksi dengan 1:09:30 orang-orang yang berbeda generasi 1:09:32 misalnya dia e dia berinteraksi sama 1:09:36 tradisionalis, baby boomers, Gen X 1:09:38 misalnya ya, milenial sama Gen Z 1:09:40 berinteraksi sama generasi yang 1:09:42 sebelumnya gitu ya. Ata apalagi alfa ya 1:09:44 atau beta sekarang. itu berinteraksi 1:09:47 sama dia. Dia bisa jadi bisa jadi 1:09:49 interpretasinya salah loh. Sangat 1:09:52 mungkin di rumah ee dia nunjukin ee 1:09:57 dengan cara yang ee apa namanya ee ee 1:10:02 postur tubuh seolah-olah egaliter. Aku 1:10:05 enggak takut. aku ee ini posisi aku 1:10:10 postur tubuh tertentu bisa jadi 1:10:13 diinterpretasi oleh orang tuanya yang 1:10:16 beda generasi ini menantang, ini enggak 1:10:20 sopan, ini enggak respek, ini enggak 1:10:23 nyenengin, gitu bisa jadi itu. Maka 1:10:28 pemahaman 1:10:30 atas verbal 1:10:32 nonverbal penting banget gitu, Mbak Nun. 1:10:36 Oke, lanjut. Oke. Ee Mbak Nur masih 1:10:39 ingat enggak Putri Diana itu ekspresinya 1:10:43 malu-malu? Cantik sekali ya ekspresinya 1:10:45 e kesannya tuh nunduk, malu-malu begitu 1:10:48 ya. kadang-kadang disalah maknai oleh 1:10:51 beberapa orang. Padahal itu adalah 1:10:55 tradisi atau bentuk kesopanan bangsawan 1:11:00 Inggris ee yang 1:11:04 diekspresikan ee sebagai kesantunan pada 1:11:07 saat itu terutama ya mungkin sekarang 1:11:08 seperti yang tadi Mbaking bilangin ya. 1:11:11 Heeh. makin ke sini makin ee ee banyak 1:11:16 dipengaruhi oleh apa ya 1:11:18 ekspresi-ekspresi tubuh yang berbeda 1:11:20 gitu ya sama yang ada lagi istilah 1:11:22 malu-malu kucing. Malu-malu kucing kalau 1:11:24 dulu ya malu-malu kucing itu justru 1:11:26 bagus. Misalnya ee mau enggak menikah 1:11:29 sama ya kan kan ada aturannya kan di 1:11:31 dalam ee Islam juga ya. Kalau istrinya 1:11:34 ceweknya nunduk atau dia diam aja, itu 1:11:37 berarti dia misalnya nerima setuju 1:11:40 misalnya dianggap begitu ya. Mau enggak 1:11:42 marit sama ini saya ceweknya enggak. Oh, 1:11:45 mau mau mau kan enggak gitu ya. 1:11:46 Kadang-kadang ya ada aturan-aturan kayak 1:11:49 gitulah. Tapi sekarang ini kan sudah 1:11:51 secara verbal disampaikan ee bahwa ee 1:11:54 saya maunya begini atau dan lain 1:11:56 sebagainya. Nah, perubahan-perubahan itu 1:11:59 juga terjadi lintas generasi. Makanya 1:12:02 bisa jadi ada 1:12:04 ada 1:12:05 ketidaknyamanan dari lintas generasi 1:12:09 karena perilaku nonverbal yang bisa jadi 1:12:12 interpretasinya beda-beda 1:12:15 gitu. Em, Mbak Duning eh Facebook itu 1:12:19 kan eh diinisiasi di antaranya oleh Mark 1:12:22 Zegeber ya. Max Zegber itu eh cenderung 1:12:26 dulu-dulu kalau dia diskusi atau 1:12:29 diwawancara itu lempeng gitu ngomongnya 1:12:32 tuh ee tatapannya tuh lempeng kosong 1:12:34 gitu kesannya. Padahal sebenarnya itu 1:12:37 itu dulu ya sekarang dia akhirnya 1:12:39 belajar lagi bagaimana ngomong di depan 1:12:41 publik dan lain sebagainya. 1:12:43 Sebelum-sebelumnya di awal-awal dulu 1:12:45 gitu ya dia kesannya tatapannya kosong. 1:12:49 Lalu interpretasi orang adalah dia 1:12:52 kayaknya enggak meyakinkan. Padahal dia 1:12:55 bilang itu tuh dia lagi mikir omongannya 1:12:58 apa dan agak gugup gitu. Lah lambat laun 1:13:01 setelah dia makin mempelajari bagaimana 1:13:04 ngomong di depan publik. Karena ngomong 1:13:05 di depan publik e public speaking dan 1:13:08 lain sebagainya itu verbal nonverbal itu 1:13:10 penting banget gitu. Jadi dia akhirnya 1:13:13 mempelajari dan dia lebih ekspresif 1:13:15 sekarang. Lebih ekspresif. 1:13:18 Tapi bukan sangat ekspresif 1:13:21 ya. Ee aku suka sama eh apa ekspresi Pak 1:13:28 Presiden e apa ya? Presiden Prabowo itu 1:13:31 kalau ngomong ekspresinya kuat gitu ya. 1:13:35 Eh TNI gerakan tubuhnya mantap gitu ya. 1:13:40 Kadang-kadang suaranya keras banget gitu 1:13:42 ya dengan suaranya yang menggelegar gitu 1:13:44 ya. ee di situasi tertentu orang bisa 1:13:48 menerima itu sebagai kekuatan, tetapi 1:13:50 kadang-kadang kok galak banget ya bikin 1:13:52 ngeri gitu ya. Itu juga ee apa ya perlu 1:13:56 di diperhatikan juga begitu. Ee Anis 1:14:00 Basuedan kekuatan kata-katanya itu saya 1:14:03 waduh dahsyat sekali ya. Very smart, 1:14:06 keren banget ngomongnya tapi tekanannya 1:14:10 kadang-kadang ee kurang dimainkan gitu 1:14:12 ya. Eh, saya berharap di set lagi dikit 1:14:16 gitu ya. Oke. Dalam situasi ini di 1:14:18 awal-awal dulu ya, sekarang ini sudah 1:14:21 bermainnya keren banget gitu ya. Ee 1:14:23 tetapi kekuatan beliau menurut saya 1:14:26 adalah di kata-kata gitu, di kata-kata 1:14:28 yang ee bergizi begitu gitu Mbak Noning. 1:14:32 Ada lagi yang diomongin? 1:14:35 Masih ngasih jempol banyak. Nunggu 1:14:37 berikutnya nih. Oke, Mbak Nuning ee saya 1:14:40 kasih contoh lagi ee ee dari tokoh 1:14:42 publik ya. Seperti misalnya Barack Obama 1:14:44 ya dulu ya di Amerika ya yang kita 1:14:46 sering lihat karena dia dianggap sebagai 1:14:48 orator yang juga keren. Pak 1:14:52 Karno Indonesia. Bung Karno keren banget 1:14:55 ya. Eh, Barack Obama deh ya yang 1:14:57 agak-agak sekarang-sekarang ini. Dulu 1:15:00 itu waktu awal-awal masih-masih muda dia 1:15:02 itu kadang ngomongnya tuh 1:15:05 ee e jedanya tuh banyak. Ee saya ingin 1:15:09 mengatakan si eh eh itu boleh tapi kalau 1:15:13 kebanyakan itu ee 1:15:17 berpengaruh ee kurang bagus gitu ya. 1:15:20 Apalagi kalau paus-paus ya. Iya. Paus 1:15:22 ya. Eh, kalau pausnya kebanyakan. 1:15:25 Tetapi dalam situasi tertentu, 1:15:30 Pa lagi mikir. Dia enggak gerleng 1:15:34 ngomongnya kayak ngfalin sesuatu, tapi 1:15:36 dia lagi oke, lagi mikir gimana 1:15:40 menjelasin sesuatu, tetapi dalam 1:15:42 proporsi yang cukup. Nah, sekarang saya 1:15:44 mau balikin lagi sama Barack Obama. 1:15:46 Barack Obama itu dulu waktu masih belum 1:15:49 jadi presiden ya kadang dianggap sebagai 1:15:52 orang yang ragu-ragu dalam menyampaikan 1:15:54 pesannya karena banyak paus-paus itu. 1:15:57 Lalu dia latihan dengan ee ee baik gitu 1:16:01 ya. Ee belajar bagaimana ngomong 1:16:04 meyakinkan dengan ekspresi wajah, 1:16:06 ekspresi suara, tekanan. Uh, keren 1:16:09 banget nih postur tubuhnya itu ketika 1:16:11 dia menghadapkan ke sini, balik ke sini, 1:16:14 menghadapkan ke sini, pausnya, 1:16:17 tekanannya, tangannya, dan lain 1:16:18 sebagainya itu ketika dia sampaikan 1:16:20 dengan baik sampai dia dikenal sebagai 1:16:23 salah satu orator terbaik gitu. Salah 1:16:25 satu orator terbaik dunia gitu. Jadi, 1:16:29 itu adalah sesuatu yang dipelajari kok 1:16:31 gitu dan perlu belajar di depan cermin. 1:16:33 Exactly. Exactly. Nonverbal itu penting 1:16:36 sekali gitu ya. 1:16:39 Eh, siapa lagi yang cukup beken ya? Alon 1:16:42 Mas, Mbak Nuning ya. Eh, 1:16:45 Spice X ya. Jadi dia itu kalau ngomong 1:16:50 cenderung monoton gitu ya, datar. Datar 1:16:53 ya. Nah, ee lempeng jadi 1:16:59 ee tidak dinamis naik turun naik turun 1:17:03 gitu ya. Itu ekspresi yang naik turun 1:17:05 naik turun itu jarang dia lakukan. 1:17:07 lempeng. Nah, ee makin dia ee 1:17:12 diundang untuk berbicara di berbagai 1:17:15 event event, makin banyak yang 1:17:17 memberikan asupan-asupan bahwa dia tuh 1:17:19 diharapkan lebih ekspresif. Maka dia 1:17:22 mempelajari bagaimana ekspresinya, 1:17:24 suaranya lebih 1:17:27 ee berdinamis gitu ya. Tinggi nada, 1:17:30 kecepatan, kekerasan udah lumayan lebih 1:17:33 baik gitu. Kalau Elon Mas, kalau Barack 1:17:36 Obama kan dahsyat, keren banget gitu. 1:17:39 Memang dasarnya dia bagus, tetapi yang 1:17:41 si paus-paus yang tadi itu sebelumnya 1:17:43 dianggap dia ragu-ragu. Tetapi dengan 1:17:46 dia mempelajarinya dengan suhu-suhu 1:17:48 jadinya keren banget. Elon Mas sekarang 1:17:51 jauh lebih mudah diterima percakapannya 1:17:54 atau omongannya ee kepada publik karena 1:17:57 dia mempelajari bagaimana variasi 1:17:59 intonasi suara dimainkan. 1:18:04 Eh, seorang pemimpin bisa jadi dianggap 1:18:07 marah, dianggap enggak sabaran karena 1:18:11 intonasinya, kecepatannya, kekerasannya, 1:18:14 kualitas suaranya, tinggi nadanya, dan 1:18:16 lain sebagainya. Atau dianggap ramah, 1:18:20 dianggap ee ee berkualitas, dianggap ee 1:18:26 inspiring gitu ya. itu karena ekspresi 1:18:28 suaranya, ekspresi wajah, termasuk 1:18:31 pilihan katanya juga yang keren gitu. 1:18:34 Gitu Mbak Nuning. Oke, waktunya 1:18:36 merangkum bahasan kali ini. Luar biasa 1:18:39 banget antara verbal dan nonverbal. 1:18:42 Silakan. Iya, terima kasih Iwan dan 1:18:45 Akhwat yang dirahmati Allah. 1:18:48 Ee kita tidak pernah tidak 1:18:51 berkomunikasi. 1:18:52 komunikasi itu selalu ada dalam 1:18:55 kehidupan kita. Dan salah satu yang 1:18:59 penting untuk kita perhatikan ketika 1:19:02 kita 1:19:03 berkomunikasi ada dua unsur, yaitu 1:19:06 verbal, kata-kata dan nonverbal, bukan 1:19:10 kata-kata. Nonverbal 1:19:12 ini ekspresi wajah, gerak tubuh, suara, 1:19:16 sentuhan, penampilan, warna, dan lain 1:19:19 sebagainya. itu perlu kita perhatikan 1:19:22 dengan baik. Jangan 1:19:24 sampai kata-kata yang kita sudah siapkan 1:19:27 dengan baik, kita malah bisa 1:19:32 jadi 1:19:33 diinterpretasi salah atau dipersepsi 1:19:36 salah oleh orang lain karena nadanya 1:19:38 enggak tepat, karena ekspresi ee wajah 1:19:42 yang kita ekspresikan tidak ee selaras 1:19:46 atau gerak tubuh tidak ee tepat dan lain 1:19:49 sebagainya. Jadi kita perlu 1:19:52 terus-menerus update diri e sehingga 1:19:56 komunikasi 1:19:57 kita ee semakin baik. Semoga dialog kita 1:20:02 ini mencerahkan. Terima kasih. Mohon 1:20:04 maaf kalau ada yang kurang berkenan. 1:20:05 Wabillahi taufik wal hidayah. 1:20:07 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:20:09 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:20:11 warahmatullahi wabarakatuh. Luar biasa 1:20:14 banget ya ikhwan akhwat. Karena kalau 1:20:18 kita bersuara dengan jiwa tadi yang e 1:20:21 Mbak Mona bilang akan nyaman didengar. 1:20:23 Dan mudah-mudahan dengan bahasan terkait 1:20:28 dengan verbal dan nonverbal ini kita 1:20:32 akan 1:20:33 semakin mampu membedakan, menambah 1:20:37 kurangkan, tapi yang jelas pasti ada 1:20:39 perubahannya ya. Oke deh, terima kasih 1:20:42 banyak semuanya juga Mbak Mona. 1:20:45 Mudah-mudahan nanti bulan depan bisa 1:20:47 live lagi ya. Insyaallah. Billahi taufik 1:20:50 wal hidayah. Wasalamualaikum 1:20:51 warahmatullahi wabarakatuh.