Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan
- akhwat rahimakumullah. Syukur
- alhamdulillah kita dipertemukan kembali
- di acara Bincang Komunikasi yang
- mudah-mudahan mempersuasi kita untuk
- mampu lebih optimal lagi ee menggunakan
- apapun itu yang bertema komunikasi.
- Tidak lupa salam selawat kita lantunkan
- untuk junjungan umat kekasih kita
- Muhammad Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam yang semoga kelak kita
- dipertemukan dengan beliau di saat yang
- sangat kita rindukan di yaumil akhir.
- Ikhwan akhwat, Ibu atau Mbak Mona Ganim
- sudah siap untuk kita semua. Tadi di off
- air bicara sedikit soal nonverbal.
- Kalau nonverbal itu emang tidak ada
- maknanya di kalau tidak ada
- kata-katanya. Justru mungkin sebaliknya
- ya. Oke, mari kita ee simak dan kita
- sapa dulu beliau. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Halo, Bang. Selamat. Halo
- juga. Selamat tahun 2025 kita baru
- sekali ini. Heeh. Dan juga kita masuk ke
- bulan Syakban. Syakban jelang Ramadan.
- Alhamdulillah. Bentar lagi tuh ya.
- Bentar lagi. Nah, soal verbal dan
- nonverbal nih kayaknya perlu banget kita
- pahami. Karena untuk orang yang membisu
- aja bisa menyampaikan banyak hal. Mau
- itu rasa benar atau rasa marah atau apa
- saja. Oke, ikhwan akhwat. Mari kita
- simak penjelasan dari Dr. Leila
- Monaganim di acara Bincang Komunikasi
- sore ini. Silakan. Terima kasih Mbak
- Nuning. Ee Iwan dan Ah semua. Terima
- kasih saya ketemu lagi hari ini dengan
- ee Iwan Ahot semua.
- Eh, saya akan ngajakin bahas lagi
- tentang komunikasi.
- Karena setiap orang tidak mungkin tidak
- berkomunikasi. No one cannot
- communicate. Heeh. Pasti diam aja tuh,
- pasti berkomunikasi gitu. Nah,
- komunikasi itu kan ada aspek penting,
- salah satu aspek penting dalam kehidupan
- kita gitu ya.
- setiap kita ee bertemu dengan orang
- karena kan kita makhluk sosial jadi kita
- pasti
- berkomunikasi. Kalau kita ingat-ingat ya
- zaman dulu apaan sih? Gimana sih
- komunikasinya? Pasti ada ya ee misalnya
- kita nulis surat gitu ya pakai ee buru
- merpati atau pakai kurir gitu ya. Ee itu
- juga bentuk dari komunikasi. Telegram
- masih ingat enggak?
- di eh awal di abad ke-19 awal abad
- ke-20 eh masih ingat enggak dulu kalau
- kirim-kirim surat, kirim-kirim pesan
- singkat itu kalau sekarang kayak WA gitu
- ya, tapi harus datang ke kantor pos atau
- beberapa spot-spot tertentu gitu ya buat
- kirim telegram anak
- lahir enggak segini misalnya begitu ya.
- Jadi ee info-info seperti itu ee
- Telegram kemudian ee kita juga pakai
- telepon ya ee berhubungan sama orang di
- abad ke-20 kita gunakan itu em telepon
- teman, telepon ee orang tua ke anak ee
- bisnis dan lain sebagainya. Pager. Masih
- ingat? Itu juga bentuk dari komunikasi
- ya dengan teknologi pager eh tahun 1980
- sampai 90-an. Masih ingat enggak ya?
- Yang kecil itu tit tit tit gitu
- ya. Terus ee SMS, HP sampai sekarang ya.
- Kemudian juga ee email ya. Email
- chatting online Yahoo. Masih ingat
- enggak Yahoo Messenger ya untuk
- ngobrol-ngobrol eh kayak WA sekarang,
- tapi dulu namanya Yahoo Messenger.
- Kemudian Mat SOS dari 2010 sampai
- sekarang ini juga bentuk lain dari
- komunikasi selain dari kita
- berkomunikasi secara langsung dan lain
- sebagainya.
- Kemudian virtual reality ya, virtual
- reality, metaverse juga ya. Eh eh ketemu
- langsung tetapi virtual. Nah, jadi
- beragam-ragam bentuk komunikasi baik
- secara langsung maupun menggunakan
- teknologi pasti kita gunakan. Nah,
- sekarang ini saya mau ngebahas yang hal
- yang kecil banget, partikel-partikelnya
- gitu, yaitu verbal dan nonverbal. He. Ee
- verbal itu apa sih? Verbal itu
- kata-kata. Jadi ketika kita
- berkomunikasi, kita pasti pakai
- kata-kata. Misalnya seorang guru
- ngejelasin sesuatu kan ada kata-katanya.
- Kita mau nulis
- pesan ee yang tertulis melalui WhatsApp
- itu juga kata-katanya. Nah, kalau
- nonverbal apa? Namanya juga non. Jadi
- bukan kata-kata nonverbal. ee misalnya
- kita tersenyum ya, kemudian juga ini
- senyum menandakan apa ya kan pasti itu
- adalah ada pesannya gitu di dalam senyum
- itu. Kemudian ketika kita mengangguk,
- ketika kita e menggunakan ee e pakaian
- yang kita kenakan ini, kemudian ketika
- kita ee sambil tangannya begini ya atau
- juga berjabatan tangan itu semua adalah
- bentuk-bentuk dari nonverbal. Nah, eh
- dua-duanya penting ternyata e Iwan dan
- Nafat. Dua-duanya
- penting. Ketika kita mau berkomunikasi
- efektif, kata-katanya perlu kita pikirin
- baik-baik. Kenapa sih kata-kata itu
- penting? Karena kata-kata itu bisa
- membuat ee
- ee apa namanya? hubungan
- yang renggang menjadi erat kembali atau
- hubungan yang kokoh menjadi
- tercerai-berai hanya dengan kata-kata.
- Dan ee kata-kata itu adalah inti dari
- pesan ketika kita berkomunikasi dengan
- orang lain. Nah, nonverbal yang ee bukan
- kata-kata itu ternyata juga penting
- sekali. dia akan memperkuat dan
- memperjelas. Misalnya ada orang bilang,
- "Em aku baik-baik aja, tapi ee mukanya
- mukanya dingin gitu ya. Mukanya dingin,
- kelihatannya sedih atau kelihatannya ee
- apa namanya? Ee ee cool gitu ya. Bukan
- cool ya, apa ya namanya ya? Lempeng gitu
- ya. Kelihatannya lempeng gitu ya. Jadi,
- komunikasinya jadi enggak efektif gitu.
- Karena bisa jadi interpretasinya
- berbeda. Jadi, omongan kita aku
- baik-baik aja itu adalah kata-katanya.
- Tetapi dengan dukungan nonverbal yang
- enggak pas itu
- ternyata bisa membuat makna yang
- berbeda. Jadi, yuk kita bahas tentang
- nonverbal.
- nonverbal itu lebih dari sekedar
- kata-kata gitu ya. Nah, komunikasi
- nonverbal itu penting. Bukan berarti
- verbal enggak penting. Verbal penting
- banget, nonverbal juga penting banget.
- Dua-dua penting. Ee ada yang bilang
- pesan verbal lebih penting dari
- nonverbal. Saya enggak setuju tuh. Saya
- juga enggak setuju kalau bilang bahwa
- pesan nonverbal lebih penting dari ee
- verbal. Enggak setuju juga.
- Dua penting. Ee gerak tubuh kita bisa
- mengandung banyak makna dan bisa jadi
- lebih jujur daripada ungkapan kata-kata.
- Betul. Betul sekali. Tetapi ee kita
- enggak bisa mengabaikan ee nonverbal eh
- verbal kata-kata gitu. meskipun ada
- beberapa penelitian yang bilang bahwa ee
- ini salah satu yang ee di kerap kali di
- ee apa namanya diquote gitu ya, seorang
- eh profesor dari eh California, Los
- Angeles dia menulis bahwa verbal itu 7%.
- Ketika orang pertama kali ketemu verbal
- itu berpengaruh 7%, nonverbal itu
- 93%. Dari ekspresi wajah 55% dari suara
- 38%. Ee ada yang bilang begitu. Kemudian
- ada dokter ahli plastik ya ee dia juga
- ee mempelajari komunikasi. dia bilang ee
- konten itu ee berpengaruh 8% dari
- isinya. Sisanya adalah nonverbal gitu
- ya. Atau ahli-ahli lain yang menyatakan
- bahwa ee 65% nonverbal, 35% verbal.
- whatever deh percentage itu
- eh bisa jadi inspiratif untuk kita ee
- pertimbangkan bahwa nonverbal itu juga
- penting loh. Enggak cuman kata-katanya
- gitu ya.
- Tetapi saya tidak
- ingin menggaris bawahi yang ini lebih
- penting daripada yang lain. Dua-duanya
- penting. Nah,
- ee ee tahun
- 2001 2001 ya ee jadi berapa 20 tahun
- lebih lah ya. He, saya pernah melakukan
- penelitian seseorang nih dianggap
- kredibel ya, kredibel kredibilitas
- seorang komunikator, seorang penyampai
- pesan gitu ya yang ngomong di depan
- publik. Apakah dia itu dianggap cerdas,
- dianggap ngerti enggak yang diomongin?
- Dianggap bisa ngembangin kata-katanya,
- dianggap
- berwibawa, dianggap bisa diandelin,
- kemudian punya motivasi baik.
- orangnya disukai, orangnya objektif,
- bisa membujuk, bersemangat, bergairah
- dan aktif, berani dan tegas. Itu
- kata-katanya penting, tetapi juga
- gerakan tubuhnya
- penting. Dia kelihatan tegas itu karena
- gerakan tubuhnya juga berpengaruh gitu.
- Suaranya juga berpengaruh dari yang tadi
- tuh. cerdas, paham, e ngembangin
- kata-kata, berwibawa, bisa diandalkan,
- indikator-indikator tadi gitu ya. Itu
- fair ee apa namanya? gerakan tubuh dan
- suaranya
- penting. Ee
- penampilan itu juga berpengaruh tetapi
- untuk bisa apakah seseorang pembicara
- publik itu bisa dianggap cerdas apa
- enggak, ngerti apa enggak yang diomongin
- ee bisa ngembangin kata-katanya,
- orangnya objektif dan tegas. itu
- penampilan dibandingkan antara
- penampilan formal dan penampilan casual
- gitu ya. Bajunya yang lebih serius sama
- bajunya yang lebih casual, yang santai
- gitu ya buat sehari-hari santai,
- kaos-kaos dan lain sebagainya itu
- ternyata ee kelihatan bedanya gitu.
- Kalau gerakan tubuh, suara semuanya
- penting gitu. Jadi orang-orang yang eh
- mau kelihatan eh cerdas, paham, e bisa
- ngembangin kata-kata objektif dan tegas.
- Sori sori. Ee yang dari tadi itu ya
- penampilan tidak terlalu berpengaruh.
- Sori. Jadi kalau e dia bisa dianggap
- cerdas meskipun penampilannya bajunya
- casual atau bajunya formal gitu ya, dia
- bisa dianggap ngerti tuh yang diomongin
- gitu ya. Meskipun bajunya casual,
- bajunya formal, bisa dianggap juga
- ngerti, bisa mengembangkan
- penjelasannya, bisa dianggap objektif,
- bisa dianggap tegas. Itu dua-dua itu
- penting. Tetapi gerakan tubuh sama suara
- itu ee apa namanya? Semuanya
- berpengaruh. Kalau yang tadi yang ee
- lima ee lima apa ya? persepsi
- kredibilitas
- tadi pakaian formal sama casual sama eh
- tidak terlalu berpengaruh begitu ya.
- Nah, ee sedikit saya ingin ngingetin
- bahwa verbal itu juga penting ya. Karena
- kalau kita enggak peduli sama verbal,
- isu-isu kompleks itu kadang-kadang susah
- diomongin sama nonverbal gitu ya, sama
- bahasa tubuh. ee perlu ada penjelasan
- kata-kata atau ee apa ya struktur
- kalimatnya yang jelas gitu.
- Misalnya
- guru ngajarin pelajaran matematika
- ee atau ee dalam kegiatan pendidikan
- misalnya begitu ya, penjelasan yang
- jelas dan juga terstruktur itu
- penting. Enggak cuman ee ada gerakan
- tangan gitu ya, ada ekspresi wajah,
- mungkin siswa-siswanya enggak terlalu
- paham gitu. Artinya dalam menjelaskan
- sesuatu verbal itu juga penting banget
- gitu. Nonverbal penting tapi verbal itu
- juga penting banget. Atau misalnya mau
- memberikan panduan yang spesifik, yang
- akurat begitu ya, dokter mau ngasih tahu
- kepada perawat segini nih dosis yang
- digunakan ee untuk ee obat diberikan
- kepada pasien gitu ya. Kalau cuman pakai
- gestur, pakai
- ekspresi bisa jadi salah paham dan ee ee
- ee ini adalah isu hidup dan mati. Bisa
- jadi gitu ya.
- Terus ketika bikin ee apa ya ee
- kesepakatan hukum atau legalitas
- perjanjian, maka ee untuk menghindari ee
- blur atau ambiguitas gitu ya, ee kontrak
- kerja, kata-kata, setiap kata-kata dalam
- dokumen itu harus spesifik, harus jelas
- sehingga tidak ada interpretasi yang
- beragam dari sana dari sini atau
- diupayakan interpretasinya itu merujuk
- kepada satu kesepakatan gitu ya. itu itu
- diupayakan sedemikian rupa sehingga
- pilihan kata menjadi penting sekali.
- Mengandalkan bahasa isyarat atau bahasa
- tubuh itu bisa jadi beda banget
- persepsinya. Atau lagi ada kebakaran
- atau lagi ada kedaruratan misalnya
- begitu ya.
- Kebakaran keluar sekarang misalnya
- begitu ya. itu kan lebih spesifik, lebih
- bikin orang menjadi bergerak atau
- melakukan suatu tindakan yang dibutuhkan
- daripada ee apa namanya ee gerakan doang
- gitu ya. Jadi pemandu yang instan lebih
- mudah juga ee ketika orang panik itu
- bisa jadi guiding. Tentu saja dua-duanya
- ya dengan gerakan tubuh dan lain
- sebagainya itu juga sangat ini saat
- negosiasi misalnya itu juga bisa jadi ee
- berbahaya ketika kita tidak memastikan
- pemahaman dan itu melalui kata-kata.
- Kalau enggak jelas bisa jadi maknanya
- ganda, itu bisa jadi konflik yang besar.
- Negosiasi gaji misalnya atau wawancara
- kerja misalnya ya ee bisa jadi salah
- arti gitu ya ee kalau tidak ada ee
- kejelasan dalam bentuk
- kata-kata. Misalnya ee kita bilang ee
- saya berharap ee gajinya sekian.
- Apakah ee itu bisa di ee sepakati ee
- dalam perjanjian kita misalnya begitu
- ya. Jadi clear ee dibandingin sama ee
- ekspresi yang kita sampaikan gitu. Jadi
- ee pilihan kata atau verbal itu
- underlining digaris bawahi penting
- banget untuk kita fokuskan ketika dalam
- situasi-situasi tertentu. Ee ketika
- diskusi orang tua sama anak lagi
- ngomongin tentang ee mau mau ee misalnya
- mau kuliah di mana misalnya begitu ya.
- ee orang tua misalnya ee anaknya ingin
- kuliah di suatu kota misalnya begitu,
- orang tuanya misalnya
- ee enggak secara spesifik
- ngomong oke setuju atau dia misalnya
- enggak setuju tapi cuman geleng-geleng
- kepala gitu ya ee atau tarik nafas gitu
- ya, itu bisa jadi interpretasinya
- beda-beda gitu. Tapi ketika orang tua
- menyampaikan bahwa oke saya khawatir nih
- kalau biayanya besar atau juga jaraknya
- jauh atau juga ee pengawasan ke kamu
- tidak bisa optimal kalau kamu ada di
- luar kota. Tetapi ketika anaknya juga
- bisa menjelaskan
- bahwa saya ee cukup yakin saya bisa
- bertanggung jawab pada diri saya
- sendiri. Kemudian terkait dengan biaya
- saya bisa dapetin beasiswa misalnya
- begitu. Kemudian tentang ee jarak saya
- akan ee cari tempat-tempat yang paling
- jadi penjelasan itu, dialog kata-kata
- itu bisa jauh lebih efektif daripada
- ee nonverbal. Enggak suka enggak dengan
- ekspresi aja atau ee setuju tidak setuju
- dengan ekspresi aja gitu. Nah, jadi saya
- mau bilang verbal, nonverbal, saling
- melengkapi. Sekarang yuk kita lanjut ke
- nonverbal. Apa aja sih nonverbal gitu
- ya. Jadi ee
- nonverbal lebih dari sekedar kata-kata
- gitu ya. Nah, nonverbal itu ada gerakan
- tubuh, ada ekspresi wajah gitu ya, ada
- mimik wajah, ada gerakan tangan, ada
- sentuhan, ada salaman, ada angkat bahu,
- ada menghadapkan, ada yang nengok ke
- sini dan lain sebagainya. Itu semua
- berhubungan dengan nonverbal. Kemudian
- juga ada kata-kata ee ee suara gitu ya.
- kata-kata yang kita ee kita sampaikan
- ini, tapi juga ada suara misalnya ee
- halo ya atau halo. Ah, itu ee
- kata-katanya sama nih halo tapi ee suara
- yang halo atau halo itu beda banget. Ee
- bisa jadi interpretasinya berbeda banget
- gitu. Ee kemudian bagaimana waktu,
- bagaimana penampilan itu semua
- berpengaruh.
- Eh, yuk kita lihat satu-satu. Karena
- apa?
- Masalahnya banyak tuh yang salah paham
- sama
- nonverbal ee bisa salah tafsir gitu ya.
- Kalau kita lihat dari ekspresi wajah
- seseorang gitu ya.
- Si A misalnya pulang kerja
- capek, tapi dia sebenarnya udah capek
- banget, tapi dia eh mau mau mau on the
- way home dari kantor terus dia eh
- di ketemu sama temannya si B tapi tetap
- eh senyum dan welcome gitu ya. Nah, si B
- itu ee mau
- ngomong kepada A. Si B itu ee tetap
- ngajakin ngobrol gitu ya dengan berpikir
- bahwa ini right time kok dia juga
- baik-baik aja kondisinya gitu. Jadi dia
- cerita tentang ini itu dengan e panjang
- lebar. Padahal si A ini memang udah
- capek banget, tetapi
- ekspresinya eh menunjukkan dia ready
- untuk diskusi, gitu. Nah, jadi salah
- paham karena ekspresi wajah itu bisa
- jadi ee tidak sesuai dengan perasaan
- sebenarnya dari si A tadi gitu.
- Ee kenapa ini sesuatu yang penting untuk
- kita perhatikan? Karena ee
- kejadian-kejadian dalam kita bertemu
- dengan orang itu ee sangat tinggi
- pengaruhnya dari ekspresi wajah gitu.
- Jadi kalau ketika kita tidak me
- menjelaskan kita kita tidak punya
- kata-kata yang cukup untuk ngomong
- tetapi ekspresi kita juga tidak sesuai,
- enggak pas gitu ya, bisa jadi nih
- interpretasinya bisa beda gitu. Misalnya
- kita bisa ngomong kalau pakai kata-kata
- tadi ya, aduh sorry banget aku ada perlu
- aku capek banget hari ini kita
- ngobrolnya besok aja ya gitu. That's ok.
- itu dengan kata-kata. Tetapi ketika kita
- enggak ngomong dengan kata-kata, tapi
- kita sebenarnya perasaannya sangat telah
- kondisi fisiknya sangat telah, tetapi
- ekspresinya eh
- masih mengesankan bahwa I'm ready to
- discuss things gitu ya. Itu bisa jadi
- interpretasinya berbeda. Nah, ee maka
- kita
- perlu memainkan keduanya. Oke, ini bakal
- panjang nih. Enggak apa-apa. Jadi jangan
- sampai hubungannya jadi enggak bagus.
- Tapi kita bisa sampaikan oke.
- Ee be atau siapa ya? Ee Budi. Aku hari
- ini capek banget. Mm kurang bisa
- konsentrasi. So, let's discuss tomorrow
- ya. Gitu atau whatever ya.
- Kemudian ee nada suara ini ini
- kesalahpahaman-kesalahpahaman nonverbal
- yang mungkin saja terjadi. Nada suaranya
- tuh bisa jadi beda makna gitu. Ee ya itu
- tadi aku baik-baik aja. Nah, si aku
- baik-baik aja itu
- ee istrinya atau suaminya atau
- pasangannya mungkin enggak tahu
- kalau ee dia lagi enggak nyaman.
- Misalnya, enggak apa-apa aku baik-baik
- aja. Nah, tetapi itu bisa jadi
- sebenarnya dia enggak baik-baik aja
- gitu. Atau bisa saja ketika dia bilang,
- "Aku baik-baik aja." sambil begitu bisa
- jadi dipahami bahwa dia enggak baik-baik
- aja, tetapi kata-katanya kontradiktif
- dengan ee nonverbalnya begitu. Jadi ee
- ee ini sebenarnya di ee apa ya
- pembahasan yang sederhana tapi ini dekat
- sekali dalam kehidupan kita gitu. Ini
- ini yang ee sensitif kalau kita tidak me
- em memilih secara bijak.
- ee alat dalam kita berkomunikasi yaitu
- verbal dan nonverbalnya
- gitu. Kemudian ketika kita ee kontak
- matanya
- enggak enggak straight gitu ya, kita
- menghindari kontak mata gitu ya, bisa
- jadi kesannya enggak peduli gitu. Ini
- ini terlepas dari ee apa namanya? ee
- keyakinan ya. E ini ini dalam percakapan
- yang memang kita yang yang merasa nyaman
- untuk atau merasa oke dengan interaksi
- langsung face to face misalnya ee teman
- atau dengan saudara, dengan orang-orang
- yang kita misalnya tatapan langsung
- misalnya begitu ya. Kita kesannya ee
- menghindar itu bisa dikesankan
- macam-macam ke sana ke sini. Jadi ribut
- ribut itu terjadi bisa jadi karena
- kesalahan
- nonverbal. Eh padahal kita sebenarnya
- mungkin tidak direct e contact karena
- kita lagi butuh waktu untuk menenangkan
- diri
- kita. Eh sikap tubuh misalnya di kantor
- bisa jadi menjadi misinterpretasi.
- misalnya ee ada presentasi dari bos,
- terus ee karyawannya kesannya ee malas,
- terus kesannya leyeh-leyeh atau enggak
- apa ya enggak nunjukin ekspresi I'm
- ready to listen gitu ya.
- itu ee tangannya
- dilipat, gerakan e wajahnya dengan
- ketinggian tertentu ee nanga gitu ya
- dalam bahasa jawanya ya ee dan lain
- sebagainya itu bisa jadi interpretasinya
- jadi berbeda begitu.
- eh bisa jadi ee rekan bisnisnya atau
- atasannya merasa ini tidak tertarik atau
- lagi defensif atau ee enggak respect dan
- lain sebagainya. Padahal dia mungkin
- udah very tired gitu ya, capek banget
- dengan
- eh apa rapat yang cukup panjang yang
- membuat dia jadi enggak konsentrasi lagi
- atau dia sambil mikirin ke mana dan lain
- sebagainya.
- waktu wawancara misalnya kurangnya
- kontak mata, bisa jadi dianggap dia
- enggak enggak
- PD, enggak kompeten atau juga enggak
- jujur, gugup. Itu bisa jadi terjadi
- ketika wawancara dilakukan itu
- ee kurangnya atau tidak tepatnya kontak
- mata bisa dipersepsi atau diinterpretasi
- beragam begitu.
- senyum-senyum misalnya di momen yang
- enggak tepat misalnya begitu ya di rapat
- lagi serius terus ee dia senyum ee yang
- ee nyeringai kecil misalnya begitu ya eh
- lagi serius terus gitu ya bisa jadi
- dianggap nih enggak nghargain diskusi
- gitu padahal dia memang lagi gugup
- misalnya begitu maka keterampilan dalam
- memilih kata
- yang tepat dan memilih ee bukan
- kata-kata atau nonverbal yang tepat itu
- penting sekali untuk kita
- tingkatkan. Kemudian perbedaan budaya
- itu juga bisa berbeda ya. Ee negara A ee
- acungin jempol itu bisa jadi bagus,
- gestur yang ee respect, apresiatif gitu.
- Tapi di negara B itu ee menyinggung
- gitu. Jadi ee ee gestur atau gerak tubuh
- itu tidak
- [Musik]
- seragam lintas
- budaya. Jarak misalnya lagi dekat ee
- ngobrol sama orang, ada negara-negara
- tertentu misalnya di Asia atau di Timur
- Tengah itu kedekatan fisik pada saat
- bercakap-cakap itu biasa gitu. Sementara
- di negara barat ee ada jarak yang cukup
- ketika ngobrol itu ya dia harus teman ya
- teman ya jaraknya harus ada jarak yang
- cukup gitu. Ketika seorang dari Asia dan
- Timur Tengah ngobrol sama orang bule
- atau barat, terus si baratnya itu merasa
- enggak terlalu nyaman nih duduk ee apa
- berdekatan secara fisik ketika
- bercakap-cakap dia mundur. Yang si orang
- Asia ini ngerasa ini kok kayaknya apa ya
- dia nghindarin aku ya. Jadi dia dia
- tersinggung. Ee bisa jadi ini berbeda
- dia juga. Kenapa dia mundur? karena dia
- tidak nyaman juga. Jadi
- perbedaan-perbedaan itu bisa saja
- terjadi gitu. Nah, habis ini kita akan
- ngebahas tips mengurangi kesalahan dalam
- nonverbal. Oke, Mbak Nuning.
- Mengurangi kesalahan. Tapi kalau
- kesalahannya sudah tahu. Kalau belum
- tahu, tapi tadi sudah kita dengar ya. Ee
- ini kalau sambil menghindari sambil lalu
- ke apa WA yang masuk boleh ya? Iya.
- Boleh. Ini dari tidak ada namanya. Cuman
- pertanyaannya adalah gerak tubuh itu
- Mbak Mona yang merugikan tuh yang kayak
- apa ya? Iya iya iya iya. Megang-megang
- apa gitu. Iya. Gerak tubuh itu ee
- penting banget ya karena ee di dalam ee
- beberapa ya beberapa kajian itu
- persentage-nya juga lumayan besar gitu
- ya. ee misalnya gerak tubuh yang kita
- nuding misalnya nuding orang ini aja
- bisa jadi sensitif banget tuh nuding
- orang ee yang ee bisa jadi di budaya
- tertentu dianggap itu ngeremehin gitu.
- Ee bedakan dengan ketika kita
- mempersilakan Heeh. atau misalnya ee ke
- situ misalnya sambil sambil
- nuding-nuding kayak gitu atau misalnya
- kita oh ee ayo ke situ misalnya dengan
- tangan tertentu ya ee ee yuk ke situ
- sambil nuding dan yuk ke situ sambil
- tangannya ee ee si lima-limanya itu
- diarahkan gitu ya. Itu beda banget. Oke.
- Beda banget interpretasinya itu dari
- gerakan suara juga beda banget gitu.
- Yuk ke situ. Beda dengan yuk ke situ.
- Nah, beda kan? Jadi ee nonverbal itu
- bisa berpengaruh besar sekali seperti
- yang tadi si gerak tubuh tadi atau
- misalnya ekspresi wajahnya kita enggak
- ngelihat dia, kita nunduk atau kita
- sambil cemberut misalnya begitu ya. itu
- bisa jadi ngerusak hubungan yang
- dibangunnya susah payah
- gitu gitu Mbak Nuning. Iya. Jadi memang
- Heeh. lagi-lagi semua perlu pertimbangan
- ya. Iya. Ini dari Mbak Indah atau Inda
- nih. Iya.
- Kalau menatap lawan bicara penting
- enggak takut nanti kita diganggu. Heeh.
- Iya iya.
- Ee jadi
- [Musik]
- ee kalau ee dengan
- pertimbangan ee keyakinan gitu ya ee
- tidak memandang lawan bicara karena ada
- kekhawatiran diganggu maka ee hindari.
- Ee tetapi ketika kita mau menjelaskan
- sesuatu yang memang butuh eh
- contact, kita bisa
- lakukan tatapan mata itu
- bisa aku jatuh
- cinta, aku lagi
- ngejelasin, aku lagi
- marah, aku lagi ee peduli, whatever deh,
- banyak banget nih. dari ekspresi tatapan
- mata itu gitu. Jadi setel aja di pikiran
- kita, aku mau
- menyampaikan I care to you. Aku peduli
- pada Anda. Aku peduli sama kamu. Aku eh
- lagi perhatiin kamu gitu. Bedain
- sama aku cinta sama kamu
- gitu. Ee titik tatapannya juga beda.
- Misalnya begini.
- Iyice to ice itu cenderung
- eh profesional begitu ya. ee kalau mata
- ke
- ee rambut gitu ya, mata ke rambut atau
- mata ke dahi itu juga bisa orang gunakan
- untuk
- mengurangi
- ee dia enggak tahu PD untuk langsung
- direct eye contact, tapi dia ngelihatnya
- pakai ke kepala, ke rambut ee rambut
- yang di bagian ee depan. ya sama ee
- Kedahi gitu ya. Itu kadang-kadang orang
- yang public speaking itu ngihatnya ke
- sana gitu. Ee ketika dia ngerasa yang
- penting saya arahnya ke situ gitu. Arah
- lain yang bisa kita lakukan adalah
- direct eye contact, tetapi dengan cara
- eh tadi pesannya ketika kita
- menyampaikan itu ke situ. Tapi kalau
- arah mata kita ngelihatnya ke bibir atau
- ke lebih bawah lagi gitu ya ee leher ke
- bawah itu interpretasinya bisa ke
- mana-mana. Artinya tatapan mata itu juga
- bisa di salah artikan atau bisa menjadi
- tepat begitu kalau kita memilihnya
- dengan baik. Nah, kalau kita merasa ini
- ee kepada misalnya kita menghindari eh
- direct e contact kepada orang lawat
- jenis, kita juga bisa ee ee
- menghindarinya dengan tepatlah begitu.
- Jangan sampai ee apa namanya kesannya
- kita ee ee enggak peduli gitu. Jadi
- tetap mungkin sebentar ngelihat ke yang
- lain dan lain
- sebagainya. Tatapan terus-menerus secara
- intens kepada seseorang yang misalnya
- sama jenis kelamin terus berus kita
- lihat itu juga bisa merusak hubungan
- karena kesannya kayak diintimidasi atau
- give me space gitu ya. Aku butuh untuk
- apa? nafas gitu untuk enggak dilihatin
- terus gitu. Jadi lihat ngelihat ke yang
- lain balik lagi itu ada yang perlu kita
- ee apa ya gunakan empati, gunakan
- perasaan, gunakan teknik-teknik yang
- tepat gitu. Oke. Kemudian asalamualaikum
- Mbak Mona. Waalaikumsalam. Mengikuti
- menikmati dialog dengan Mbak Nuning
- tentang komunikasi verbal dan nonverbal.
- Heeh. Maknawi, penuh arti. dan berguna.
- There is no leadership without
- communication. I bagi lansia seperti
- saya, tegur siapa jadi kebutuhan primer.
- Saya lebih perlu tegur siapa daripada
- obat untuk menjaga kesehatan saya. Doa
- dan salam saya untuk teman-teman Rasil.
- Terima kasih banyak. Ini dari Mas Parni.
- Oke. Salam buat Mas Hadi ya.
- Iya. Mas Parni. Halo. Iya, betul, betul,
- betul banget tuh. Ee Tegur sapa saya
- punya komunitas ya, komunitas
- orang-orang yang ee apa namanya? Yang ee
- senior citizen lah kira-kira begitu ya.
- Orang-orang yang sudah cukup senior lah
- begitu ya. ee ee komunitas lansia yang
- ee kita
- ini iya pembahasannya itu bukan pada
- topik yang serius banget gitu kayak
- misalnya urusan profesi, urusan
- tugas-tugas pekerjaan di
- situ rileks gitu rileks. yang dibahas
- adalah masalah-masalah
- keseharian, masalah
- percakapan yang berhubungan dengan
- keterubungan
- emosional, ee ngobrolin tentang hal-hal
- yang ringan dan lain sebagainya
- itu bagus banget. Nah, ee karena nanti
- kita akan lihat bahwa kalau kalau
- percakapan seperti itu yang ada dalam
- grup-grup ee ee media sosial seperti
- WhatsApp dan lain
- sebagainya itu
- nonverbalnya tidak
- terlalu lengkap karena banyaknya verbal,
- kata-kata. Maka bisa jadi
- interpretasinya salah gitu. misalnya ee
- cepat dong misalnya begitu ya. Orang
- bisa jadi membacanya dengan gaya yang
- cepat dong misalnya gitu ya atau cepat
- dong kan beda ya ee rasanya gitu ya.
- Kalau ada suaranya ada rasanya. Nah,
- maka ee juga kita perlu ee berhati-hati.
- Jadi, saya mau menghubungkan, saya
- sepakat ee Mas Parni atau Pak Parni
- bahwa hubungan kita ee ee komunikasi
- itu keterlibatan emosional, ee interaksi
- ee ee antar pribadi yang benar-benar ee
- apa ya?
- Mm. Ngomongin hal-hal yang ringan-ringan
- itu sangat-sangat healing ya,
- sangat-sangat menarik, sangat-sangat
- bermanfaat gitu untuk kesejah kesehatan
- jiwa. Karena sehat itu jiwa raga sosial.
- Nah, ee sosial kita terbangun dalam
- komunikasi dan itu menimbulkan kesehatan
- jiwa. Jiwa juga berpengaruh pada
- kesehatan raga. Jadi itu
- satu paket yang kompleks dan penting
- untuk kita
- pahami. Hubungannya sama nonverbal tadi
- hati-hati juga sama nonverbalnya. Jangan
- sampai salah nonverbal.
- Oke. Iya. Mas Parni Hadi yang aktif di
- pramuka, aktif di dompet duava. Masarni
- Hadi nih. Iya kan Mas Parni kirim salam
- buat Mas Adi. Aku
- orang luar biasa banget ya. Yang jelas
- kita semuanya suhu. Suhu. Heeh. Suhu tuh
- guru ya. Iya. Baik, sekarang kita
- lanjutkan dengan pertanyaan berikutnya
- atau Mbak Mona ada yang mau ditambahkan?
- Oke, saya lanjutin. Saya lanjutin dulu.
- Oke, silakan. Jadi, tipsnya adalah
- verbal sama nonverbal usahakan selaras
- gitu.
- Pastikan ee pilihan katanya sama
- ekspresi
- tubuh, ekspresi wajah, nada
- suaranya tepat. Nah, itu yang perlu kita
- tingkatkan terus, gitu. Misalnya kita
- mau memuji seseorang, kerja kamu
- bagus.
- Ee kerja kamu bagus. Ah, itu beda banget
- rasanya dengan ekspresi
- tubuhnya ya. Kamu bagus itu juga beda
- banget gitu rasanya gitu. Jadi, ee
- tekanan suara, lengkok-lengkoknya gitu
- ya. bisa jadi di dipahami berbeda, bisa
- jadi dianggap ngenyek, dianggap
- menyindir, dianggap
- ee iri hati dan lain sebagainya. Padahal
- sebenarnya ini ditujukan untuk
- menyemangati, untuk memberikan
- apresiasi, untuk
- mendukung dan lain sebagainya
- gitu. Ee dan dampaknya juga akan terasa
- pada hubungan selanjutnya jadi senang
- atau jadi enggak senang. gitu ya. Ee
- pujian ee jadi ee pujian yang efektif
- misalnya kita mau memberikan pujian yang
- efektif ee kata, senyum, tatapan,
- perhatian, semua ya verbal, nonverbal
- perlu benar. Terus sikap tubuh juga
- penting untuk kita perhatikan ya. ee
- ketika kita posisinya membungkuk atau
- juga menunduk begitu ya, bisa jadi
- interpretasinya menjadi negatif atau ini
- orangnya lemah nih gitu ya atau gerakan
- kita lamban gitu ya itu lemah kesannya.
- Maka kita perlu menjaga pada
- proporsional. Misalnya di di situasi
- yang memang perlu jalannya pelan ya
- pelan. Tapi di di situasi yang memang
- perlu kita menunjukkan kita ini ee
- sedang ee apa namanya? Ee mau mencapai
- sesuatu atau mau menunjukkan ee kita
- sigap kita ee apa fokus dan lain
- sebagainya. gerak tubuh itu perlu kita
- ee perlu kita
- optimalkan di jalur yang tepat
- gitu. Karena bisa jadi kesannya PD
- orangnya, PD orangnya, kuat orangnya
- meyakinkan itu juga dari sikap tubuh.
- Oke, Mbak Nun tambahin dulu mungkin
- barangkali kembali ke nonverbal nih dari
- tidak ada namanya di sini. Orang yang
- duduk dengan menyilangkan kaki pada saat
- bertamu itu biasa atau enggak sopan sih?
- Iya, itu hubungannya sama culture. Jadi
- di budaya tertentu itu ketika
- disilangkan kemudian apalagi misalnya
- pas kelihatan ee sol sepatunya di negara
- tertentu itu ya itu
- sangat ee tidak sopan di negara tertentu
- ya. ee
- ee bahkan masih ingat dulu ada ee apa
- namanya? Bahwa sol sepatu itu atau
- sepatu itu dianggap ee penghinaan yang
- tingkat tinggilah gitu ya.
- Ingat enggak beberapa saat yang lalu
- pernah ada yang ee dilemparin gitu ya ke
- seorang pemimpin negara itu sebenarnya
- ketika dianalisis dari komunikasi
- nonverbal konteks budaya itu sebenarnya
- ekspresi kemarahan yang sangat besar
- yang diekspresikan melalui
- ee apa namanya ee pelemparan terhadap
- sepatu gitu. Jadi bukan enggak enggak
- enggak pakai benda tajam dan lain
- sebagainya, tapi sepatu itu udah udah
- dia marah bangetlah gitu di situ. Jadi
- ee saya mau menghubungkan bahwa ketika
- kita duduk terus sol sepatunya kelihatan
- itu bisa jadi dianggap kurang tepat
- untuk negara tertentu. Tetapi di di
- Indonesia ee saya sih sarankan enggak
- sampai kelihatan so sepatunya ya yang
- diangkatin gitu ya. Karena itu juga
- enggak enak orang ngelihatnya gitu ya.
- ee disilangkan saya enggak enggak
- melihat itu negatif di Indonesia gitu.
- Asal jangan jegang maksudnya jangan Iya.
- Iya. Posisi tertentu itu posisinya baru
- kita perlu perhatikan yang jegang yang
- ngebuka atau yang kelihatannya enggak
- enggak enggak halus enggak
- enggak atau ee bagian tubuh tertentu
- terlihat gitu itu enggak terlalu tepat
- gitu. Ee kemudian juga perlu
- berhati-hati sama ee ee dampaknya pada
- fisik gitu ya. Jadi karena kita ngerasa
- oh ini perlu keren banget kalau itunya
- miringnya begini ketinggian tertentu.
- Karena karena saya tahu ee
- di
- ee tata wiraga pada ee apa namanya model
- gitu ya.
- dulu ee saya ee mempelajari hal itu gitu
- ya, itu kakinya itu perlu ee miringnya
- sampai miring banget. Itu apa dampaknya
- kepada pinggul dan lain sebagainya in
- the long term bisa jadi satu terganggu.
- Iya. Jadi ee ya secara kesehatan itu ada
- pengaruhnya, tetapi secara fisik itu
- juga karena kita ingin gimana supaya
- kelihatannya ee luas banget gitu ya,
- nanti enggak tepatlah untuk kita sendiri
- gitu. Jadi untuk ee jawabannya adalah di
- Indonesia saya tidak melihat itu menjadi
- masalah krusial kecuali kecuali kalau
- kita lihat di budaya tertentu ya. Saya
- tidak terlalu memahami seluruh budaya di
- Indonesia ya pada suku-suku tertentu.
- Tetapi secara umum saya tidak melihat
- itu masalah. Meskipun tetap lebih baik
- duduk biasa aja. Ee tidak apa-apa
- disilang juga atau duduk biasa. Tetapi
- kalau biasa pun jangan jegang tadi gitu
- ya. Kalau disilang juga silang begitu
- juga jadinya cantik gitu. Tapi jangan
- sampai jangan sampai yang saran saya ya
- karena ada aturan yang silangnya tuh
- sampai begitu banget gitu set gitu loh
- Mbak Bandun yang gimana ya gini gini nih
- set banget gitu ya ee kalau ee di di
- bawah ya ini ya sampai miring banget itu
- cakep kelihatannya gitu ya
- ee luas gitu tapi kalau 2 jam begitu Oh
- itu bahaya itu. Benar in the long term
- bahaya.
- Oke, sebelum dilanjutkan dengan
- bahasannya ini ada yang bertanya tadi
- saya dengar terkait dengan perintah dan
- ajakan. Kata-katanya sama tapi bisa jadi
- beda makna. Itu apakah karena
- intonasinya, gayanya atau bagaimana?
- Minta penjelasan. Iya. Jadi gini
- ee kalau kita pakai secara perhitungan
- ya He ee supaya lebih mudah gitu
- ya, kata-kata itu ber kata-kata itu
- berpengaruh
- 7%, suara
- 38% ya ekspresi wajah 55%, gerak tubuh
- termasuk dari sana ya 55%. Sekarang
- kalau pakai suara kita.
- Jadi ini ini tidak mengatakan bahwa
- kata-kata enggak penting ya, tapi
- kata-katanya yuk jalan-jalan yuk gitu ya
- dengan yuk jalan-jalan yuk gitu ya
- atau yuk jalan-jalan yuk. Ah beda kan
- suaranya interpretasinya juga bisa
- beda-beda gitu. Jadi ekspresi suara itu
- ada kecepatan, kekerasan, kualitas
- suara, intonasi, tinggi nada, itu semua
- berpengaruh. Ee
- ee caranya gimana? Kan kalau kita pakai
- perhitungan yang itu kan rumit ya,
- apakah kecepatannya, kekerasannya dan
- sebagainya. Mudahnya gini deh, jiwa ee
- pakai jiwa gitu. Yuk, jalan-jalan yuk.
- Ah, ya kan enak kan rasanya. Jadi pakai
- jiwa, pakai feeling, ada ketika kita
- ngomong tuh kasih jiwa dalam kata-kata
- kita,
- gitu. Ee jangan sampai ee hubungan baik
- menjadi jelek
- gara-gara ekspresi suara
- yang ee enggak tepat nadanya gitu.
- Kalau berbicara dengan apa tadi? Jiwa
- ya. Heeh. Berjiwa dan itu memang akan
- sangat enak banget untuk didengar. Tapi
- Mbak Mona ini terkait dengan pertanyaan
- yang juga enggak ada namanya. Kalau
- seandainya Mbak Mona, Mbak Nuning kita
- bicara maunya hangat, maunya ramah, tapi
- terus dianggap genit gimana? Ohoh.
- Ah, Bapak ini kan gini ya
- rasanya. Iya kan? Ee
- cengkoknya misalnya kita tambahin kayak
- gitu itu kan bisa jadi interpretasinya
- jadi genit gitu loh. Tapi kalau ah
- enggak kok saya maksudnya begini
- misalnya gitu. itu kan beda kan tingkat
- kegenitan rasa dari yang pertama sama
- yang kedua itu bisa jadi beda gitu. Jadi
- jangan-jangan nonverbal suara
- kita membuat interpretasinya jadi
- kesannya genit. Maka hati-hati kalau itu
- tidak di ee proporsi yang tepat. Mungkin
- sama pasangan boleh aja kan.
- Tapi sama ee orang yang kita baru kenal
- atau kita ee ee konteksnya profesional
- kayak gitu kan bisa jadi
- misinterpretation atau enggak tepat
- gitu.
- Oke, lanjut dengan materi. Oke. Baiklah.
- Nah, sekarang ee masih ngomongin tentang
- sikap tubuh gitu ya. Ketika kita ee
- berdirinya di satu kaki gitu ya.
- ee kesannya kayak naambblek gitu di satu
- kaki gitu ya. Jadi kayak blek gitu di
- satu kaki. Itu tuh bisa jadi perasaan
- orang lain tuh kayaknya dia udah deh
- ngomongnya deh, udah deh percakapan kita
- udah selesai deh gitu. Bisa jadi
- interpretasinya dari gerak tubuh gitu
- ya. Jadi ee saya ingin intinya
- adalah berjiwa dengan ee nonverbal kita
- gitu.
- Mari dalami nonverbal itu karena itu
- adalah pesan
- penting. Kita tidak pernah tidak
- berkomunikasi nonverbal. Kita juga
- berkomunikasi gitu. Jadi gimana caranya
- supaya orang yang kita ajak ngomong itu
- ngerasa kita ini ee lagi berminat pada
- orang tersebut. Maka fokus
- perhatian hadir dari ekspresi wajah,
- dari gerak tubuh kita, dan lain
- sebagainya. Ketika kita memang
- merasa sorry ya, saya harus melakukan
- sesuatu, sampaikan saja gitu. Makanya
- pesan verbal dan nonverbal itu perlu
- kita kuasain. Jangan sampai kita udah
- perlu pergi atau perlu menyudahi, tetapi
- ekspresi kita masih ragu untuk
- menyampaikan dengan gerak tubuh kita
- yang enggak jelas, terus suara ee kita
- juga enggak ngomong ya. Jadi bisa jadi
- berbeda. Ini perlu ee
- kematangan dan perlu belajar terus. It's
- also eh apa ya proses yang penting untuk
- saya begitu ya. Kita ketemu sama orang
- terus kita lagi ngobrol sama orang terus
- apa ya bahasa sundanya tuh culang cileng
- gitu ya ngelihat sana lihat
- sini ee nengok sana nengok kiri gitu ya.
- Itu kesannya kayak orang yang kita ajak
- ngomong ini enggak penting. Bayangin
- coba apa rasanya orang yang kita ajak
- ngomong
- ee terus kita ngelihat sana sini sana
- sini atau kita sibuk sama gadget. gitu.
- Itu interpretasi yang mungkin muncul
- adalah ini enggak penting. Ini ee bisa
- jadi ada sesuatu yang mencurigakan, ada
- sesuatu yang dihindari gitu ya. Maka
- fokus postur tubuh kita ini juga perlu
- kita perhatikan ketika kita berinteraksi
- dengan orang lain.
- Ee ada yang mau diomongin Mbak Nun?
- Lanjut aja dulu karena keren banget
- bahasannya. Iya Mbak Nuning ada tentang
- gerak tubuh ya ini
- menyilangkan ee tangan sedakep sedakep
- ya. Eh, masih ingat enggak peristiwa
- tahun 1998 atau 99 gitu ketika Michel
- Kamdesu dari IMF dengan gerak tangannya
- ee ketika itu ee ee apa ada pembuatan
- MOU di depan Pak Harto. Lalu beliau ee
- dengan gerakan tangan tertentunya gitu
- ya ee diinterpretasi ada ada
- ketidaknyamanan secara protokoler pada
- saat itu ya. Eh, Misel Kamdesu
- berargumen,
- "Eh, aku dikasih tahu sama ibuku kalau
- kamu tidak tahu apa yang harus kamu
- lakukan dengan tangan kamu, lipatlah di
- depan." Nah, jadi dia pakai rujukan
- budayanya dia. Sementara dari budaya
- Jawa ee yang di ee ee apa namanya? yang
- ee di apa asal dari ee Presiden kita Pak
- Harto itu Jawa itu kalau tangannya
- sedakep begini ee postur tubuh tertentu
- bisa jadi kan kesannya kayak
- ee enggak enggak enggak tepat gitu,
- tidak terlalu respek atau juga ee bisa
- jadi meremehkan dan lain sebagainya
- begitu. maka
- eh postur tubuh
- itu perlu kita pahami ketika kita
- berinteraksi dengan orang dari budaya
- lain atau ketika kita ketemu sama orang
- terus kita posturnya begini ee danga
- juga posturnya dan sebagainya. Kesannya
- kita oke saya jaga jarak. Makanya ee
- postur kita juga perlu kita perhatikan
- ketika kita ketemu sama orang, ketemu
- sama keluarga dan lain sebagainya. Bukan
- berarti enggak boleh begini ya. Bisa
- jadi yang begini tapi kesannya eh I'm
- ready gitu. Aku ini bisa kita gunakan
- juga gerakan tangannya. Terus bisa
- begini, bisa begini tambahin
- lagi dengan postur yang cukup tepat.
- Tapi hati-hatilah saya ingin
- mengingatkan bukan berarti saya tidak
- mengatakan enggak boleh sepenuhnya
- begini, tetapi lebih berhati-hati,
- optimalkan semuanya. Kadang-kadang kan
- kita lupa nih begini. Oke, jangan sampai
- nanti interpretasinya begitu turunin
- terus diapakan dan lain sebagainya. Itu
- perlu kita
- perhatikan. Eh, lihat atas bawah
- ngelihat orang ini ada kecenderungan
- pada gender yang ee dua ini ya,
- laki-laki dan perempuan ya. Cowok
- biasanya langsung ngelihat ke wajahnya
- gitu ya. Cewek bisa ngelihat dari atas
- bawah atas bawah apalagi atas bawah atas
- bawah ini pakai apa? Pakai ininya apa
- dan lain sebagainya. Cik cik cik cik
- dilihat atas bawah. itu bisa jadi eh
- enggak nyaman untuk orang yang itu. Itu
- nonverbal itu gitu. Orang yang dilihat
- itu kesannya kayak dia lagi diperhatikan
- atau dia lagi ee diintimidasi atau dia
- lagi dijudge, dinilai gitu ya, lagi
- dievaluasi dan lain sebagainya atau
- jealous ya, iri dan lain sebagainya itu
- juga bisa jadi interpretasinya ke
- mana-mana.
- Jadi hindari gerakan tubuh yang bisa
- disalah artikan. Sangat mungkin disalah
- artikan kalau enggak
- tepat. Nunjuk misalnya kayak begini ini
- di budaya barat ini sensitif banget ya.
- Di Indonesia tidak. Tidak seperti itu.
- Tetapi Indonesia karena cukup banyak
- dipengaruhi oleh budaya Barat juga
- jadinya itu menjadi sensitif. Padahal
- aslinya tidak seperti itu. Semua jari
- itu masih cenderung ee apa ya
- ee baik-baik saj lah gitu ya. Ee mungkin
- kecuali agak lebih sensitif dengan
- telunjuk di Indonesia bahkan gitu ya. Ee
- ada orang ee asing gitu ya ketika
- berhubungan sama orang Indonesia. si
- orang Indonesia tersebut ketika
- menjelaskan tentang ee ee apa namanya?
- Satu satu tempat dan lain sebagainya
- atau satu desain, tangannya itu yang
- ditunjuk itu tangan tangan tangan jari
- tengah ini. Padahal dia maksudnya mau
- nunjukin begitu saja dia enggak punya
- interpretasi bahwa itu bisa jadi sangat
- sensitif bagi orang tersebut itu sangat
- sensitif gitu. itu itu dia malah enggak
- bisa dengerin penjelasan yang begitu
- pentingnya lagi dijelasin malah sibuk
- sama mikirin aduh ini orang kok bisa
- kayak begini ya jauh banget gitu ee
- enggak enggak mencapai target sasaran
- gitu Mbak Nuning. Anything?
- Oke, ini tadi tunggu sebentar terkait
- dengan mana nih yang menatap mata tadi.
- Iya.
- Kalau tidak sama sekali tidak sopan.
- Iya. Sementara kalau
- terus-terusan juga tidak apa, tidak
- layak, tidak tepat. Itu ada
- idealnyaakah, Mbak? Coba tanyakan ke
- Mbak Mona. Iya.
- Eh, misalnya kita sama teman ya ee
- idealnya adalah kita tatapin dan kita
- pindah ke yang lain ke pindah untuk
- ngasih space dia untuk bisa apa ya
- bahasa bahasa sundanya ngareng hp gitu
- ya nafas gitu ya. Oke. Ee kasih
- kesempatan dia untuk Oke. Ee
- saya ngerti di bagian itu, kita lihat
- lagi yang lain, kita balik lagi gitu.
- Dan yang bagus adalah cara menatapnya.
- Terutama cara menatapnya. Cara menatap
- yang bikin aku nih nyaman loh sama kamu.
- Aku nih lagi enggak eh flurink ya atau
- aku nih lagi enggak godain ya. Aku nih
- lagi enggak mengintimidasi kamu ya. aku
- nih tatapan ramah ya itu disetel dengan
- baik dari pikiran kita ketika kita
- menyampaikan itu, itu akan terasa gitu
- sangat-sangat terasa. Sangat terasa
- karena bagian jadi gini dari
- nonverbal yang paling penting ya ee
- ekspresi wajah. Dari wajah yang paling
- penting mata. Jadi si mata ini dominan
- sekali gitu. Makanya tatapan mata itu
- perlu sewajarnya.
- perlu ee baik ee kita niat dari hati
- saya bermaksud untuk
- positif. Jangan terlalu sedikit atau
- jangan berlebihan gitu ya ee
- proporsional
- ee tidak
- memberi apa ee waktunya durasinya terus
- kepada orang tersebut. Terus tatapnya
- kalau mau terlibat sama orang tersebut
- ee bola mata ke bola mata gitu. Kalau
- kita ngelihatnya ke dahi ini orang tuh
- tahu bisa ngerasain gitu. Apalagi direct
- konteks kayak begini ya. Orang ngelihat
- dia ngelihatnya ke dahi berarti dia tuh
- enggak enggak fokus gitu atau
- ngelihatnya ke tengah sini gitu ya. Ee
- kadang-kadang kan orang menghindar.
- Memang sih itu bisa jadi trik atau
- solusi gitu ya untuk kalau misalnya
- enggak terlalu nyaman kita misalnya
- tidak merasa terlalu pede gitu ya bisa
- diambil ambil di tengah sini gitu ya.
- Tapi kalau bisa kita rasakan dalam hati
- kita, aku tuh ngobrol dengan niat baik
- loh gitu. Jadi berusaha untuk menjalin
- hubungan loh, menyampaikan apa adanya
- loh, niatnya baik loh, itu akan jauh
- lebih memudahkan kita untuk interaksi ee
- contact. Jangan terus-menerus pindah
- sedikit, lihat lagi. Pindah sedikit
- lihat lagi gitu. Di mana pindahnya? Di
- koma lah kira-kira kalau ngomong gitu.
- Ada koma kita lihat yang lain balik lagi
- gitu. Tapi kecepatan untuk ngelihat itu
- jangan sampai tik tik tik itu kan
- kelihatan dia enggak enggak fokus gitu.
- Jadi rasain deh rasain deh
- ya. Mungkin kalau secara detik mah 3
- detik maksimal 5 detik lah gitu. Kalau
- kalau secara kalimat dikoma gitu. Itulah
- kira-kira gitu Mbak. Ee ada pertanyaan
- tentang kebiasaan nih Mbak Mona. Em
- kalau kita makan bertamu Heeh.
- di Kalimantan tuh habis makan H jilatin
- jari yang buat makan itu katanya sih
- bukti kalau kita puas tapi kita harus
- ikutan gitu ya. Iya. Heeh. Jadi
- ee kita bisa me kita misalnya kita bukan
- orang Kalimantan misalnya begitu ya.
- Kita bukan orang Kalimantan. ketika kita
- merasa punya hubungan dekat dengan dia
- dan kita
- ingin menyampaikan that ee saya respek
- loh dengan bude kamu gitu ya. Ee ketika
- kita diundang dan dia melakukan seperti
- itu dan kita merasa nyaman, so just do
- it gitu. Kita merasa nyaman untuk
- melakukannya. Aku juga mau ikutan ah
- pakai budaya ini. Ah dijilatin saking
- enaknya gitu. kita bisa ngomongin
- tambahin apa ya ee penghalus lah gitu ya
- untuk menyamankan ee omongan kita. Bisa
- jadi kita lakukan seperti itu. Tapi
- kalau kita merasa itu aku enggak bisa
- nih lakukan itu nih gitu ya kita e
- verbal aja kita sampaikan, "Aduh dahsyat
- banget nih enak banget nih makanannya
- nih gitu." Misalnya kita bilang pakai
- anu ya bahasa pakai verbal aja atau
- Heeh.
- very nice gitu misalnya ya atau enak
- banget nih makanannya ya dan dan dengan
- ekspresi yang tulus gitu
- ya. Aduh ini saya jadi nambah-nambah nih
- enak banget makanannya misalnya begitu
- kita bisa lakukan seperti itu. Artinya
- it's up to you. Apakah mau menggunakan
- budaya tertentu? Heeh.
- Kalau kalau di budaya tersebut tidak
- tepat malah itu dianggap tidak sopan
- misalnya ya di e gitu ya misalnya ya ee
- di budaya tertentu itu dianggap tidak
- sopan terus kita
- melakukannya ya kalau bisa kita
- hindarin. Makanya memahami budaya orang
- yang kita ajak berkomunikasi itu penting
- sekali. Tetapi ketika udah secara
- otomatis e kita melakukannya yang tadi e
- gitu ya, ya kita juga ada solusinya
- dengan minta maaf dan lain sebagainya.
- Kalau kita sudah tahu, kita akan
- menghindari bisa secara psikologis kita
- kendalikan gitu tubuh kita itu gitu.
- Tapi kalau secara otomatis begitu dan
- kita tahu itu enggak boleh, maka kita
- tunjukin bahwa itu saya aduh sor banget
- ya gitu. Mbak Mona ini pas banget dengan
- yang ditanyakan enggak ada namanya di
- sini. Kalau yang geleken itu maksudnya
- tadi itu kan bukti puas loh dengan
- hidangannya. Padahal bagi kami rasanya
- enggak sopan banget masa gelegen di
- depan orang. Tapi di sini sayangnya
- tidak disebutkan dari daerah mana. Iya.
- Jadi memang ada budaya yang si gelege
- tadi dianggap positif, yang si gelege
- tadi dianggap itu tidak sopan. Nah, maka
- ketika kita berkomunikasi itu kan
- nonverbal ya
- ee ee bukan kata-kata tapi perilaku
- tubuh dari suara dan lain sebagainya
- yang kita ee keluarkan dari tubuh kita
- yang bisa jadi very positif atau very
- negative. Kalau kita paham bagus banget
- gitu. Kalau enggak paham makanya bisa
- jadi salah gitu. Kalau kita lakukan
- sementara itu dianggap negatif
- atau saya mengalami itu beberapa kali
- gitu ya
- ee melihat orang yang melakukan seperti
- itu yang sebenarnya dia tuh ingin
- ngomongin ini bagus banget gitu tapi
- setelah lama baru memahami oh dia ya
- sebenarnya dia maksudnya ini enak banget
- nih maksudnya thank you very much ya
- enak banget masakannya gitu tetapi
- interpretasi awalnya oho oh boleh ya
- kayak begitu
- kaget juga gitu. Nah, itu itulah
- komunikasi nonverbal.
- Iya. Oke, lanjut lagi, Mbak Muna. Oke.
- Baik. Senyum. Senyum. Jadi, wajah itu
- penting sekali ya. Wajah itu penting
- sekali. Ee terutama dari mata, kemudian
- senyum yang termasuk yang penting sekali
- gitu ya. Hindari momen yang salah gitu
- ya. Senyum itu bagus sekali. Mencairkan
- suasana, bagus, nyaman, tenang, dan lain
- sebagainya. Tapi misalnya lagi dosen
- lagi ngasih arahan ee tentang ee nilai
- yang enggak benar atau ujian yang enggak
- benar misalnya begitu ya. dikasih tahu
- pas si menjal terus dia senyum-senyum
- gitu ya nih kesannya nih enggak serius
- nih gitu atau enggak nghargain nih gitu
- atau dia melakukan kesalahan tapi tidak
- menunjukkan ee ee penghargaan gitu ya
- makanya bisa jadi nanti salah
- interpretasinya pernah kejadian Mbak
- Nuning secara e politis ya ini ee ee
- ketika ee ee Barack Obama bersama dengan
- ee Presiden dan ee Raul Castro itu
- ketika dia ketemu ee gerakan tangannya
- itu ee apa ya kurang kurang FB gitu.
- Tiba-tiba ujuknya tangannya begini gitu.
- Jadi jadi e tidak secara gestur ketika
- difoto atau di video itu kelihatannya
- terlalu santai gitu. Implikasinya apa?
- implikasinya bisa jadi
- diinterpretasi kurang respect, kurang
- firm, kurang alert, kurang eh fokus,
- kurang respek, begitu.
- Jadi dalam dunia
- diplomasi, jabat tangan yang lebih
- formal dan ekspresi yang tepat itu
- penting
- karena
- kesalahpahaman itu bisa berdampak pada
- politik suatu negara gitu.
- Jadi hati-hati
- ya ee menunduk misalnya ya ada ini ada
- ceritanya seorang ee orang menikah orang
- India nikah sama orang Amerika. He.
- Orang Amerikanya yang cowok, orang
- Indianya yang cewek. Jadi ee ketika
- ketemu dia nunduk terus gitu ya,
- kesannya enggak ngelihat pada saat
- upacara lagi berlangsung dia tetap
- menunduk gitu ya. suaminya nih, si calon
- suaminya nih ngerasa nih, jangan-jangan
- nih istri aku nih enggak bahagia nih
- sama aku nih. Gitu ya. E enggak bahagia
- nih sama pernikahan ini, sama upacara
- yang kita sedang
- jalankan. Ternyata ketika akhirnya
- dikomunikasikan, kenapa sih kamu kok
- nunduk-nunduk gitu ya, itu setelah
- panjang ya karena dari awal tuh udah ada
- apa ya unek-unek kok ini kok kayak
- begini sih? Memang sementara di budaya
- Amerika direct eye contact dan nunjukin
- ekspresi senang gitu ya dengan
- berbinar-binar begitu ya. Sementara si
- ini nunjukinnya dengan ekspresi yang
- menunduk yang kesannya ee malu-malu
- begitu ya. dia ternyata diajarkan oleh
- budaya bahwa perempuan itu ee
- sebaiknya ee lebih menunduk, lebih
- menundukkan dia itu dia sopan, dia tuh
- wanita baik-baik begitu. Jadi kalau dia
- ee agresif atau atau bukan agresif ya
- nunjukin hai aku ready nih gitu ya. itu
- itu kurang kurang kurang tepatlah
- dianggap tidak sebaik yang tadi menunduk
- atau ee seolah-olah malu-malu gitu,
- cewek baik-baik
- gitu. Itu butuh waktu lama untuk setelah
- dikomunikasikan. Kenapa sih kamu
- perilakunya tubuhnya atau wajahnya atau
- postur matanya ke bawah dan lain
- sebagainya begitu. Jadi bisa jadi
- interpretasi yang berbeda gitu, Mbak.
- itu generasi milenial Genzi juga sama
- pegangannya ya. Jangan ini, jangan itu.
- Karena anak-anak sekarang kan beda ya.
- Iya, anak-anak sekarang berbeda. Tetapi
- ketika dia berinteraksi dengan
- orang-orang yang berbeda generasi
- misalnya dia e dia berinteraksi sama
- tradisionalis, baby boomers, Gen X
- misalnya ya, milenial sama Gen Z
- berinteraksi sama generasi yang
- sebelumnya gitu ya. Ata apalagi alfa ya
- atau beta sekarang. itu berinteraksi
- sama dia. Dia bisa jadi bisa jadi
- interpretasinya salah loh. Sangat
- mungkin di rumah ee dia nunjukin ee
- dengan cara yang ee apa namanya ee ee
- postur tubuh seolah-olah egaliter. Aku
- enggak takut. aku ee ini posisi aku
- postur tubuh tertentu bisa jadi
- diinterpretasi oleh orang tuanya yang
- beda generasi ini menantang, ini enggak
- sopan, ini enggak respek, ini enggak
- nyenengin, gitu bisa jadi itu. Maka
- pemahaman
- atas verbal
- nonverbal penting banget gitu, Mbak Nun.
- Oke, lanjut. Oke. Ee Mbak Nur masih
- ingat enggak Putri Diana itu ekspresinya
- malu-malu? Cantik sekali ya ekspresinya
- e kesannya tuh nunduk, malu-malu begitu
- ya. kadang-kadang disalah maknai oleh
- beberapa orang. Padahal itu adalah
- tradisi atau bentuk kesopanan bangsawan
- Inggris ee yang
- diekspresikan ee sebagai kesantunan pada
- saat itu terutama ya mungkin sekarang
- seperti yang tadi Mbaking bilangin ya.
- Heeh. makin ke sini makin ee ee banyak
- dipengaruhi oleh apa ya
- ekspresi-ekspresi tubuh yang berbeda
- gitu ya sama yang ada lagi istilah
- malu-malu kucing. Malu-malu kucing kalau
- dulu ya malu-malu kucing itu justru
- bagus. Misalnya ee mau enggak menikah
- sama ya kan kan ada aturannya kan di
- dalam ee Islam juga ya. Kalau istrinya
- ceweknya nunduk atau dia diam aja, itu
- berarti dia misalnya nerima setuju
- misalnya dianggap begitu ya. Mau enggak
- marit sama ini saya ceweknya enggak. Oh,
- mau mau mau kan enggak gitu ya.
- Kadang-kadang ya ada aturan-aturan kayak
- gitulah. Tapi sekarang ini kan sudah
- secara verbal disampaikan ee bahwa ee
- saya maunya begini atau dan lain
- sebagainya. Nah, perubahan-perubahan itu
- juga terjadi lintas generasi. Makanya
- bisa jadi ada
- ada
- ketidaknyamanan dari lintas generasi
- karena perilaku nonverbal yang bisa jadi
- interpretasinya beda-beda
- gitu. Em, Mbak Duning eh Facebook itu
- kan eh diinisiasi di antaranya oleh Mark
- Zegeber ya. Max Zegber itu eh cenderung
- dulu-dulu kalau dia diskusi atau
- diwawancara itu lempeng gitu ngomongnya
- tuh ee tatapannya tuh lempeng kosong
- gitu kesannya. Padahal sebenarnya itu
- itu dulu ya sekarang dia akhirnya
- belajar lagi bagaimana ngomong di depan
- publik dan lain sebagainya.
- Sebelum-sebelumnya di awal-awal dulu
- gitu ya dia kesannya tatapannya kosong.
- Lalu interpretasi orang adalah dia
- kayaknya enggak meyakinkan. Padahal dia
- bilang itu tuh dia lagi mikir omongannya
- apa dan agak gugup gitu. Lah lambat laun
- setelah dia makin mempelajari bagaimana
- ngomong di depan publik. Karena ngomong
- di depan publik e public speaking dan
- lain sebagainya itu verbal nonverbal itu
- penting banget gitu. Jadi dia akhirnya
- mempelajari dan dia lebih ekspresif
- sekarang. Lebih ekspresif.
- Tapi bukan sangat ekspresif
- ya. Ee aku suka sama eh apa ekspresi Pak
- Presiden e apa ya? Presiden Prabowo itu
- kalau ngomong ekspresinya kuat gitu ya.
- Eh TNI gerakan tubuhnya mantap gitu ya.
- Kadang-kadang suaranya keras banget gitu
- ya dengan suaranya yang menggelegar gitu
- ya. ee di situasi tertentu orang bisa
- menerima itu sebagai kekuatan, tetapi
- kadang-kadang kok galak banget ya bikin
- ngeri gitu ya. Itu juga ee apa ya perlu
- di diperhatikan juga begitu. Ee Anis
- Basuedan kekuatan kata-katanya itu saya
- waduh dahsyat sekali ya. Very smart,
- keren banget ngomongnya tapi tekanannya
- kadang-kadang ee kurang dimainkan gitu
- ya. Eh, saya berharap di set lagi dikit
- gitu ya. Oke. Dalam situasi ini di
- awal-awal dulu ya, sekarang ini sudah
- bermainnya keren banget gitu ya. Ee
- tetapi kekuatan beliau menurut saya
- adalah di kata-kata gitu, di kata-kata
- yang ee bergizi begitu gitu Mbak Noning.
- Ada lagi yang diomongin?
- Masih ngasih jempol banyak. Nunggu
- berikutnya nih. Oke, Mbak Nuning ee saya
- kasih contoh lagi ee ee dari tokoh
- publik ya. Seperti misalnya Barack Obama
- ya dulu ya di Amerika ya yang kita
- sering lihat karena dia dianggap sebagai
- orator yang juga keren. Pak
- Karno Indonesia. Bung Karno keren banget
- ya. Eh, Barack Obama deh ya yang
- agak-agak sekarang-sekarang ini. Dulu
- itu waktu awal-awal masih-masih muda dia
- itu kadang ngomongnya tuh
- ee e jedanya tuh banyak. Ee saya ingin
- mengatakan si eh eh itu boleh tapi kalau
- kebanyakan itu ee
- berpengaruh ee kurang bagus gitu ya.
- Apalagi kalau paus-paus ya. Iya. Paus
- ya. Eh, kalau pausnya kebanyakan.
- Tetapi dalam situasi tertentu,
- Pa lagi mikir. Dia enggak gerleng
- ngomongnya kayak ngfalin sesuatu, tapi
- dia lagi oke, lagi mikir gimana
- menjelasin sesuatu, tetapi dalam
- proporsi yang cukup. Nah, sekarang saya
- mau balikin lagi sama Barack Obama.
- Barack Obama itu dulu waktu masih belum
- jadi presiden ya kadang dianggap sebagai
- orang yang ragu-ragu dalam menyampaikan
- pesannya karena banyak paus-paus itu.
- Lalu dia latihan dengan ee ee baik gitu
- ya. Ee belajar bagaimana ngomong
- meyakinkan dengan ekspresi wajah,
- ekspresi suara, tekanan. Uh, keren
- banget nih postur tubuhnya itu ketika
- dia menghadapkan ke sini, balik ke sini,
- menghadapkan ke sini, pausnya,
- tekanannya, tangannya, dan lain
- sebagainya itu ketika dia sampaikan
- dengan baik sampai dia dikenal sebagai
- salah satu orator terbaik gitu. Salah
- satu orator terbaik dunia gitu. Jadi,
- itu adalah sesuatu yang dipelajari kok
- gitu dan perlu belajar di depan cermin.
- Exactly. Exactly. Nonverbal itu penting
- sekali gitu ya.
- Eh, siapa lagi yang cukup beken ya? Alon
- Mas, Mbak Nuning ya. Eh,
- Spice X ya. Jadi dia itu kalau ngomong
- cenderung monoton gitu ya, datar. Datar
- ya. Nah, ee lempeng jadi
- ee tidak dinamis naik turun naik turun
- gitu ya. Itu ekspresi yang naik turun
- naik turun itu jarang dia lakukan.
- lempeng. Nah, ee makin dia ee
- diundang untuk berbicara di berbagai
- event event, makin banyak yang
- memberikan asupan-asupan bahwa dia tuh
- diharapkan lebih ekspresif. Maka dia
- mempelajari bagaimana ekspresinya,
- suaranya lebih
- ee berdinamis gitu ya. Tinggi nada,
- kecepatan, kekerasan udah lumayan lebih
- baik gitu. Kalau Elon Mas, kalau Barack
- Obama kan dahsyat, keren banget gitu.
- Memang dasarnya dia bagus, tetapi yang
- si paus-paus yang tadi itu sebelumnya
- dianggap dia ragu-ragu. Tetapi dengan
- dia mempelajarinya dengan suhu-suhu
- jadinya keren banget. Elon Mas sekarang
- jauh lebih mudah diterima percakapannya
- atau omongannya ee kepada publik karena
- dia mempelajari bagaimana variasi
- intonasi suara dimainkan.
- Eh, seorang pemimpin bisa jadi dianggap
- marah, dianggap enggak sabaran karena
- intonasinya, kecepatannya, kekerasannya,
- kualitas suaranya, tinggi nadanya, dan
- lain sebagainya. Atau dianggap ramah,
- dianggap ee ee berkualitas, dianggap ee
- inspiring gitu ya. itu karena ekspresi
- suaranya, ekspresi wajah, termasuk
- pilihan katanya juga yang keren gitu.
- Gitu Mbak Nuning. Oke, waktunya
- merangkum bahasan kali ini. Luar biasa
- banget antara verbal dan nonverbal.
- Silakan. Iya, terima kasih Iwan dan
- Akhwat yang dirahmati Allah.
- Ee kita tidak pernah tidak
- berkomunikasi.
- komunikasi itu selalu ada dalam
- kehidupan kita. Dan salah satu yang
- penting untuk kita perhatikan ketika
- kita
- berkomunikasi ada dua unsur, yaitu
- verbal, kata-kata dan nonverbal, bukan
- kata-kata. Nonverbal
- ini ekspresi wajah, gerak tubuh, suara,
- sentuhan, penampilan, warna, dan lain
- sebagainya. itu perlu kita perhatikan
- dengan baik. Jangan
- sampai kata-kata yang kita sudah siapkan
- dengan baik, kita malah bisa
- jadi
- diinterpretasi salah atau dipersepsi
- salah oleh orang lain karena nadanya
- enggak tepat, karena ekspresi ee wajah
- yang kita ekspresikan tidak ee selaras
- atau gerak tubuh tidak ee tepat dan lain
- sebagainya. Jadi kita perlu
- terus-menerus update diri e sehingga
- komunikasi
- kita ee semakin baik. Semoga dialog kita
- ini mencerahkan. Terima kasih. Mohon
- maaf kalau ada yang kurang berkenan.
- Wabillahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Luar biasa
- banget ya ikhwan akhwat. Karena kalau
- kita bersuara dengan jiwa tadi yang e
- Mbak Mona bilang akan nyaman didengar.
- Dan mudah-mudahan dengan bahasan terkait
- dengan verbal dan nonverbal ini kita
- akan
- semakin mampu membedakan, menambah
- kurangkan, tapi yang jelas pasti ada
- perubahannya ya. Oke deh, terima kasih
- banyak semuanya juga Mbak Mona.
- Mudah-mudahan nanti bulan depan bisa
- live lagi ya. Insyaallah. Billahi taufik
- wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.