Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:05 warahmatullahi wabarakatuh. 0:07 Alhamdulillahiabbil alamin. Wasalatu 0:09 wasalamu ala sayyidina Muhammad wa ala 0:12 alihi wasohbihi ajmain. Rabbi zidni ilma 0:15 allahumfani bima alamtani waimni ma 0:18 yangfa warzuqni ilman yangfauni. 0:20 Dipancarkan dari Jalan Masjid 0:21 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 0:24 Bekasi. Radio Silaturahim dan Rasil TV 0:27 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 0:29 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. 0:30 Apa kabar Anda di pagi menuju siang hari 0:32 ini? Semoga di mana pun saja Anda 0:35 berada, Anda dalam keadaan sehat 0:37 walafiat. Dan saat ini bagi Anda yang 0:40 dalam keadaan sakit, semoga sakitnya 0:42 segera disembuhkan oleh Allah Subhanahu 0:44 wa taala dan diberikan ee kesabaran 0:47 terus gitu ya dengan selalu mendengarkan 0:49 siaran-siaran Rasil. Senang sekali di 0:51 kesempatan kali ini saya Angga Aminudin 0:53 ditemani oleh Algi di meja operator. Ada 0:58 juga Ondi di kameramen. Kami hadir dalam 1:01 kajian ekonomi Islam siaran live kita 1:04 edisi hari ini, hari Selasa, Ikhwan 1:07 Akhwat. Alhamdulillah narasumber kita, 1:10 guru kita telah hadir di studio, Ustaz 1:13 Ikhwan Basri. Asalamualaikum 1:15 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:16 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:18 wabarakatuh. 1:19 Bagaimana kabarnya, Ustaz? Alhamdulillah 1:21 sehat walafiat. Bisa bersuah lagi kita, 1:23 Ustaz ya [tertawa] 1:25 sama pendengar juga nih melalui udara 1:26 ya. Dan insyaallah, ikhwan akhwat, topik 1:29 kita di edisi hari ini, 10 Februari ya, 1:34 kita akan mengangkat topik mengenai 1:38 masalah populerah ekonomi Islam saat ini 1:42 atau akhir-akhir ini. karena kita 1:45 melihat bagaimana ee aspek ekonomi ini 1:50 sepertinya masih ee ee terus menjadi 1:53 trending isue dan juga bagian 1:57 pokok sepertinya bagian obrolan penting 2:00 gitu ya dari orang-orang 2:03 maupun di tempat kerjanya, di rumahnya 2:06 bahkan di masjid-masjid tempat 2:08 kajian-kajian. selalu saja ketika ee 2:10 terkait dengan kebijakan pemerintah 2:12 tentang ekonomi, jadi perbincangan 2:14 publik, program-program ee tentang ee 2:17 kesejahteraan, kemasyarakatan sosial itu 2:19 pasti selalu jadi perbincangan publik. 2:21 Nah, pertanyaan-pertanyaan itu ee kita 2:24 lihat ya dalam beberapa akhir ini dari 2:26 mulai masalah penyelenggaraan haji yang 2:29 beberapa aturannya banyak berubah gitu 2:31 ya beberapa kali. Bahkan terakhir 2:33 presiden ini dalam pidatonya di ee 2:37 harlah NU. Kalau tidak salah, Pak Ustaz 2:39 ya menyinggung juga tuh tentang 2:41 ee hal positif tentang haji. 2:43 Mudah-mudahan bukan hanya janji. Nah, 2:44 itu kan [tertawa] 2:45 ada yang komentar begitu. Lalu juga 2:48 masyarakat membicarakan tentang program 2:50 MBG yang dengan segala dinamikanya gitu 2:53 ya. Kadang-kadang ee ada juga 2:55 komentar-komentar dari Dirjen itu yang 2:57 bikin kita geleng-geleng gitu ya. Ada 2:59 juga ini mengenai ee jaminan halal 3:02 undang-undang. Isu terbaru adalah ee ada 3:05 kepentingan luar negeri nih Pak Ustaz. K 3:08 yang ingin-cawek urusan jaminan produk 3:11 halal di Indonesia. Nah, saya enggak 3:13 tahu deh itu ekonomi politiknya seperti 3:14 apa itu gitu ya. Tapi ini jadi 3:15 perbincangan publik juga. Belum lagi 3:17 kita bicara tentang ee pariwisata halal 3:19 yang makin tahun ke tahun ini di 3:21 Indonesia ini wisatawan bertambah terus 3:24 Pak Ustaz meningkat gitu ya. Dan bukan 3:26 terfokus di satu tempat. Kalau dulu kan 3:28 Bali saja. Sekarang hampir seluruh 3:30 wilayah-wilayah di Indonesia ini menjadi 3:33 destinasi. Nah, cuman orang melihatnya 3:36 itu pariwisatanya sudah masuk ke 3:38 pariwisata syariah belum gitu. Nah, 3:39 [tertawa] hal-hal begitu, Pak Ustaz, ya 3:41 ini perbincangan gitu, Pak Ustaz ya. 3:42 Belum lagi kita menghadapi bulan Ramadan 3:45 nih, Pak Ustaz. 3:46 Bicara harga, 3:48 bicara pasar, kalau mau masuk ke momen 3:50 itu selalu naik, masyarakat resah. Nah, 3:53 pertanyaan-pertanyaan ini ya akan kita 3:55 bahas bersama Ustaz Iwan Basri sebagai 3:58 pembuka Pak Ustaz masalah ekonomi 4:01 saat-saat ini yang juga menjadi sorotan 4:03 Pak Ustaz yang akan disampaikan ke 4:05 ikhwan dan akhwat. Monggo Pak Ustaz. 4:07 Terima kasih Masangga. 4:09 Asalamualaikum warahmatullahi 4:10 wabarakatuh. 4:11 Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu 4:14 wasalamu ala asrofil iya wal mursalin 4:17 nabiina wa rasulina Muhammadin wa ala 4:20 alihi wa ashabihi ajmain. Amma ba'du. 4:24 Para pemirsa Rasil TV dan para pendengar 4:27 radio silaturahim yang dirahmati Allah 4:28 subhanahu wa taala. Alhamdulillah 4:32 kita bersyukur ke hadirat Allah 4:34 Subhanahu wa taala karena dengan 4:36 rahmatnyaalah kita pada pagi hari ini 4:39 bisa melangsungkan siaran live setelah 4:43 beberapa minggu, beberapa hari Selasa 4:46 kita ee online atau saya siaran tunda 4:50 karena banyak agenda yang menyibukkan 4:53 kita sehingga siaran ini terpaksa tidak 4:56 bisa kita laksanakan secara ee real 4:58 time. Nah, alhamdulillah di pagi hari 5:01 ini kita bisa ketemu dengan Masangga, 5:04 dengan teman-teman di Rasil dan bertemu 5:07 dengan ee para pemirsa di udara dan para 5:10 pendengar Radio Silaturahim di seluruh 5:12 Indonesia. Alhamdulillah. Yang kedua 5:14 adalah ee 5:17 ini kita selama off ee secara rail ee 5:21 secara live ini ee kita ternyata sambil 5:26 tidak sadar kita itu menginventaris 5:29 ee beberapa masalah yang tadi diangkat 5:31 oleh Mas Angka itu ya. Dan itu menjadi 5:34 perbincangan ee perbincangan di jemaah 5:39 kita, jemaah majelis taklim terutama 5:42 yang memang kajiannya itu adalah 5:44 muamalah ya. Alhamdulillah 5:47 jamaah itu walaupun dari berbagai 5:49 kelompok, dari berbagai background dan 5:52 pada umumnya tidak memiliki ee edukasi 5:56 atau akademisi tinggi, tapi mereka itu 5:59 turut memberikan ee apa namanya? 6:02 memberikan saran memberikan perhatian 6:05 yang cukup kepada ee kebijakan-kebijakan 6:08 pemerintah yang dikaitkan dengan ekonomi 6:11 Islam. Salah satu yang sudah lama 6:13 sebetulnya menjadi ee daya tarik untuk 6:16 di apa namanya? Untuk dibahas ya bukan 6:20 dibahas sebetulnya ingin mereka ini 6:22 ingin tahu itu banyak sekali. Bahkan ada 6:24 teman saya pun yang sudah background-nya 6:26 itu e ekonomi sekalipun masih 6:28 mendiskusikan ini dalam konteks disiplin 6:31 ilmu makroekonomi ya. 6:34 Ya, makanya melalui ee saluran ini dan 6:38 di hari ini mudah-mudahan apa yang 6:40 menjadi perhatian 6:42 Bapak-bapak, Ibu-ibu ee para ee apa 6:47 hadirin di pengajian majelis taklim, 6:49 musala dan masjid yang kadang-kadang 6:52 menyinggung masalah ini ee mungkin ini 6:55 sebagai jawaban ee bukan klarifikasi, 7:00 kita enggak punya untuk klarifikasi tapi 7:02 kita hanya mencoba untuk memahami itu 7:04 dalam konteks ekonomi Islam yang kita 7:06 pelajari. Nah, beberapa masalah yang 7:10 sudah diajukan ya yang kita inventaris 7:12 tadi itu ada beberapa ya. Yang pertama 7:15 adalah ee 7:17 makan bergizi gratis itu ya. 7:21 Ya, MPG ya. Ini jemaah ada yang 7:25 menghubung-hubungkan itu ya dengan 7:28 thaamul miskin ya. Surat Almaun wala 7:31 yahudamil miskin ya. 7:34 Salah satu ciri orang yang mendustakan 7:36 agama adalah tidak menganjurkan untuk 7:39 memberi kemakan kepada orang-orang 7:40 miskin. Wuduil miskin. Ada juga yang 7:45 menghubung-hubungkan dengan ee kafarat 7:47 ya, yaitu denda yang harus dibayar 7:52 karena kita melanggar ee ketentuan 7:54 syariah. Misalnya kafaratul aiman, yaitu 7:57 ee kafarat karena kita ee suloyo janji, 8:01 tidak menepati janji itu kan ada itu ya 8:05 ada puasa 3 hari, ada memberikan makan. 8:08 Kemudian kafarat zhar misalnya kalau 8:11 kita kedendakannya kita zihar kepada 8:14 istri kita. Adzihar kata kata ahli 8:18 tafsir ya ayakluluim 8:22 anti alri ummi. Jadi dihar ialah suatu 8:26 ucapan yang diucapkan oleh seorang 8:28 laki-laki terhadap istrinya. Isi 8:30 ucapannya itu ialah kamu 8:34 terhadap saya bagaikan punggung ibu 8:36 saya. Jadi ini pada zaman jahiliah 8:39 merupakan bentuk thalak. Maka ketika 8:42 masa Islam masuk, Rasulullah berdakwah 8:45 kepada sahabat. Ashabat ada yang masih 8:47 mendiar istrinya. Maka turunlah ayat 8:50 ini. Ya. Ya. Ayat ini yaitu surah 8:54 almujadilah. Dan orang yang melanggar 8:58 e karena melakukan zihar ini maka salah 9:01 satu dendanya, kafaratnya adalah taamu 9:04 masakin. Memberikan makan kepada 60 9:08 sitina miskinah ya 60 orang miskin. Nah, 9:11 ini dan banyak lagi kafarat-kafarat yang 9:13 lain itu juga ada yang ee apa namanya ee 9:18 dendanya itu memberikan makan kepada 9:20 orang miskin gitu ya. He. 9:22 Maka jemaah ini kan gak enggak cuman 9:26 menghubung-hubungkan sebetulnya mereka 9:28 itu tapi enggak tahu ilmunya gitu. 9:30 Maka mereka bertanya itu kepada saya itu 9:33 ini gimana? Apa ada hubungannya dengan 9:34 wala yahudamil miskin? Ya. Iya. Yaitu 9:38 salah satu ciri orang yang mendustakan 9:40 agama yaitu tidak memberikan makan 9:42 kepada orang miskin. Ya, karena itu maka 9:45 perlu kita penjelaskan, kita perlu 9:47 jelaskan bahwa ee MBG ini sebetulnya 9:51 program pemerintah. Kalau dalam ekonomi 9:54 makro terutama ada dalam sektor 9:57 government spending ya. Ya, belanja 10:00 pemerintah ya. Pemerintah itu ada ada in 10:05 ada out, ada cash in ada cash out. Cash 10:08 in-nya uang masuk itu lewat pajak ya. 10:11 lewat pajak, cukai dan lain sebagainya. 10:15 Termasuk perusahaan pemerintah sendiri 10:17 di kita ada Bank BUMN, ada Bank Mandiri, 10:21 ada Bank ee BRI, ada BNI, ada BTN ya. 10:26 Kemudian 10:27 apa namanya ada perusahaan-perusahaan 10:29 pemerintah ya, seperti Garuda ya, ee 10:33 kereta api misalnya dan lain sebagainya. 10:36 Banyak sekali tambang dan lain 10:37 sebagainya banyak ya. Nah, ini kalau ee 10:41 untung maka keuntungannya menjadi 10:42 pemasukan pemerintah termasuk pajak yang 10:45 harus dibayar oleh perusahaan-perusahaan 10:46 ini pun menjadi ee pemasukan pemerintah 10:50 atau penghasilan pemerintah. Nah, dari 10:52 penghasilan-penghasilan itu pemerintah 10:54 melakukan belanja ya, yaitu membayar 10:57 karyawan atau bagian negeri ya, kemudian 11:01 membayar TNI, 11:04 anggota DPR termasuknya 11:07 Menteri Presiden dan seterusnya. ini 11:08 pegawai-pega pemerintah ini harus digaji 11:10 ya. Intinya itu adalah untuk 11:13 menyelenggarakan negara ini supaya 11:15 berjalan maka itu perlu pendapatan dan 11:18 juga perlu pemasukan. Nah, salah satu 11:21 belanja yang diincer oleh pemerintah 11:24 pada masa sekarang ini yang tidak ada 11:27 contoh sebelumnya ya mungkin ada contoh 11:29 tetapi tidak benar-benar ee apa namanya 11:32 ee istilahnya itu tidak benar-benar 11:36 ee masif seperti ini. Dulu pada zaman 11:39 Orde Baru mungkin ada contoh tapi 11:41 sifatnya parsial, temporer, tidak 11:44 terstruktur. Nah, kalau yang sekarang 11:46 ini dikonsep demikian sebelum terjadi 11:49 sudah dikonsepnya dan dihitung-hitung 11:52 bagaimana ini terhadap ee APBN dan 11:55 bagaimana ini hasilnya nanti. Nah, jadi 11:59 itu kita kalau lihat di dalam ee aspek 12:03 pemerintah dia adalah belanja pemerintah 12:06 ya. masuk dalam kategori beran 12:07 pengeluaran pemerintah yang sama aja 12:09 dengan pengeluaran untuk penggajian bag 12:12 negeri, penggajian ee TNI, Poli dan lain 12:15 sebagainya itu sama. Cuman pada zaman 12:18 sebelum ini konsep itu mungkin pernah 12:21 terlintas tetapi belum menjadi sebuah 12:23 kristalisasi yang 12:26 bisa dilihat dengan dengan utuh gitu ya. 12:29 Ya, makanya di sini ketika muncul 12:32 istilah itu, saya pun dengan teman-teman 12:35 yang background-nya itu ekonomi ini kita 12:38 melihat bagaimana sebenarnya program ini 12:41 bagus dalam pengertian ya. Misalnya 12:43 kalau lihat setiap satu belanja 12:46 pemerintah ini menurut beberapa jurnal 12:50 itu 1 dolar belanja pemerintah yang 12:54 diinvestasikan 12:56 dikeluarkan untuk sektor umum ini akan 12:59 menimbulkan dampak multiplayer sekitar 13:02 antara 15 kali sampai 20 kali 13:06 ya itu jadi kalau 1 dolar misalnya 13:09 Rp20.000 akan menimbulkan efek ganda ee 13:13 kepada ekonomi itu antara 15 kali ya 13:16 sampai 20 kali. Kalau 20* 20 4 ya jadi 13:20 20.000 jadi R400.000 iya kan. Nah, ini 13:23 misalnya kalau R triliun maka dampak 13:25 ekonomi sangat besar, jauh lebih besar 13:28 daripada seluruh industri di negeri ya. 13:31 Misalnya jauh lebih besar daripada 13:33 katakanlah pendapatannya Bank BRI, 13:36 pendapatannya Garuda, pendapatannya 13:38 mandiri digabung sekali ya. Itu 13:42 hitung-hitungan ya, hitung-hitungan 13:46 multiplayer ya. 13:48 banyak yang menghitungnya seperti itu. 13:51 Nah, ini menarik ya dari sisi ekonomi 13:54 ya, investasi yang ee besar tapi 13:56 penghasilan yang didapatkan lebih besar 13:58 lagi. Tapi itu dari ekonomi. Tapi 14:01 sebelumnya kita itu mempunyai masalah 14:04 yang cukup rentan ya. Bahwa kita bangsa 14:07 Indonesia ini mengalami gejala stunting 14:09 ya. ya 14:10 cenderung pendek orang Indonesia itu dan 14:14 pendek itu disebabkan karena kurang gizi 14:16 istilahnya stunting ya 14:17 jam dan jumlah orang yang lahir dengan 14:19 stunting ini kurang lebih secara data 14:22 20% dari penduduk yang lahir. Besar 14:25 sekali ya 14:27 artinya ada kerentanan di bidang gizi 14:31 dalam usia antara 1 tahun sampai 15 14:34 tahun di negeri kita ini. Dan itu sangat 14:37 berbahaya bagi generasi yang akan datang 14:40 ya. Bagaimana negara kita ini ke depan 14:42 jika generasi yang sekarang 20% lebih 14:45 kekurangan gizi istilahnya begitu, 14:48 maka kita enggak akan bisa apa namanya 14:51 ber apa tidak bisa menghadapi tantangan 14:54 di masa yang akan datang. Intinya 14:56 begitu. itu perlu SDM yang terampil, 15:00 sumber daya manusia yang bagus karena 15:02 menghadapi teknologi ataupun tantangan 15:05 tantangan ee 15 tahun yang akan datang 15:08 ya. Nah, sekarang harus dipersiapkan 15:10 supaya generasi itu sehat ya. Maka ada 15:13 cara lain adalah MB gitu 15:15 di intervensi. Sebetulnya intervensi 15:16 bentuknya H 15:18 e pemerintah tidak lagi sebagai e 15:22 regulator tetapi sebagai player, sebagai 15:24 pemain masuk ke dalam dunia ekonomi yang 15:28 sangat luar biasa. Nah, akibat 15:31 multiplayer itu secara ekonomi salah 15:33 satunya adalah beberapa yang saya 15:35 dapatkan laporan dari daerah kemarin 15:37 saya bukan minggu lalu saya dari 15:39 Makassar ya e mendapatkan data juga ya 15:42 dan teman-teman saya di Cikarang, daerah 15:45 Tambun sana 15:46 iya teman-teman dulu teman-teman kerja 15:48 itu cerita bahwa sekarang ini gara-gara 15:51 MBG itu itu kita ibu-ibu belanja sayur 15:55 enggak dapat ya, telur juga enggak 15:57 dapat. Kalau ditanya ke mana? Sudah 15:59 diborong. [tertawa] 16:00 Iya, 16:01 sudah habis. Jadi ini 16:04 istilahnya masif ya. Masif. Maka bisa 16:08 kita ini bisa kita orang awam saja bisa 16:11 melihat bagaimana pengaruhnya terhadap 16:14 perputaran ekonomi dan setiap channel, 16:17 setiap mata rantai yang membuat MB ini 16:22 jadi mulai dari petani, petani beras, 16:25 petani sayur, petani macam-macam yang 16:28 bumbu-bumbu itu apa namanya? Ee 16:31 iya rempah-rempah itu 16:33 sekarang permintaannya tinggi banget. Oh 16:36 ya, pokoknya bukan tinggi, tinggi banget 16:38 itu. He. 16:39 Sehingga apapun yang mereka hasilkan 16:41 akan habis ya. Berapapun mereka 16:43 kemampuannya untuk menghasilkan itu 16:45 habis di diserap oleh pasar dan ini 16:48 belum pernah terjadi berikutnya. Jadi 16:50 ini kalau dilihat dari dari ekonomi kan 16:53 seolah-olah 16:55 petani itu ditantang kamu mau mau mau 16:58 menghasilkan berapa jagung, berapa 17:01 beras, berapa kentang dan lain 17:03 sebagainya itu tidak akan bisa memenuhi 17:06 ini apa namanya permintaan kami kayak 17:08 gitu tersedut. Nah, ini luar biasa 17:10 pengaruhnya dari sisi ekonomi. Jadi, 17:12 makanya sebagian yang saya baca dari Zan 17:14 itu ada yang mengatakan 17:16 one dolar itu invested 1 dolar 17:18 diinvestasikan dalam MBG ini 17:21 akan menghasilkan 17:22 ganda angka ganda 15 sampai 20 kali 17:26 lipat ya. Luar biasa. J kalau itu tadi 17:29 maka ekonomi ini bergerak ya bergerak 17:33 dan kelihatan. Nah, orang dalam diskusi 17:36 kan ini ee melihatnya dari sisi yang 17:40 berita-berita muncul misalnya orang 17:41 dilendis mobilnya, orang apanya apa 17:45 namanya antaranya panjang dan lain sebag 17:47 ya memang itu terjadi karena apa kita 17:50 enggak punya contoh sebetulnya 17:52 sebelumnya gitu loh dan ini kan kita 17:54 belum punya infrastrukturnya belum lagi 17:57 kita buat sekaligus kita bikin 17:59 infrastruktur 18:00 ya mungkin akan menjadi lebih bagus atau 18:03 normal itu mungkin 2 3 tahun ke depan ya 18:07 program ekonomi semuanya begitu enggak 18:09 bisa seperti kita beli kacang hari ini 18:12 kita beli kacang ada selesai enggak itu 18:15 perlu waktu apalagi infrastrukturnya 18:17 belum ada nah kita bikin makanya banyak 18:20 inconvenience ya berita-berita yang 18:23 miring terkait dengan ini. Kalau bagi 18:25 pelihat orang yang melihat sebagai ee 18:28 observer pengamat ekonomi itu biasa saja 18:31 meskipun sebagian berita itu 18:33 kadang-kadang miris gitu kan. 18:36 Seperti misalkan 18:38 ada yang kecelakaan gara-gara kemunduran 18:40 mobil MBG misalkan 18:43 ada yang masnya bilang tadi ada yangang 18:46 bunuh diri karena enggak bisa beli 18:49 pen atau alat buus I itu kan. 18:51 Oh iya ada anak siswa yang 18:52 Iya. Dan ada yang miskin ya. Kalau 18:55 miskin 18:55 ada yang tidak mau makan itu di sekolah 18:58 mau dibawa pulang karena gak pernah 19:00 makan seperti ini. Nah, itu banyak. 19:02 Iya. 19:02 Ya memang hal seperti itu kan terjadi di 19:04 awal-awal tapi sesuai dengan apa namanya 19:08 program yang dilanjutkan ke depan maka 19:10 efeknya itu besar ya. Yang yang menurut 19:14 saya itu bagi kesehatan saja. Kalau ini 19:16 berjalan akan mencetak sebuah generasi 19:19 yang sehat. 19:21 generasi yang tidak stunting lagi, tidak 19:24 kekurangan gizi dan anak-anak jadi 19:27 cerdas karena makanan ini yang disuplai 19:30 itu adalah makanan yang bergizi tinggi 19:32 yang berbeda dengan yang dimakan 19:33 sehari-hari. Dan apabila ini continue 19:35 sampai bertahun-tahun, sampai 19:37 selama-lamanya lah gitu ya. Maka ini 19:40 akan mengubah ya sumber daya Indonesia 19:42 yang tadinya rentan terhadap penyakit 19:46 akan menjadi generasi yang sehat dan 19:48 mampu menjadi generasi yang kreatif di 19:52 masa yang akan datang. Itu Mas. 19:54 Oke. 19:54 I dari program MBG kita ke 19:58 penyelenggaraan haji ini, Pak Ustaz. 20:00 Kita lihat sekarang ini kan di 20:02 pemerintahan baru ini ada Kementerian 20:04 Haji. Nah, bicara tentang haji, kenapa 20:07 baru sekarang, Pak Ustaz? Kenapa enggak 20:08 dari dulu nih Kementerian Haji ini? 20:10 Sebetulnya kalau saya lihat dari tahun 20:14 90 pun sudah ada keinginan ya. 20:16 Iya. 20:17 Kita itu membuat ee wizaratul Haj wal 20:21 Auqaf. Kalau di negara Timur Tengah 20:23 ya, Kementerian sendiri, Kementerian 20:24 Haji dan Wakaf biasanya begitu. kita ini 20:28 masuk Departemen Agama yang urusannya 20:30 itu banyak banget sehingga ketika ee 20:34 Kementerian Agama ini diberikan tugas 20:36 termasuk penyelenggaraan haji, maka itu 20:41 beban yang luar biasa bagi kementerian 20:43 ini. Dan ada banyak kasus, kasusnya 20:47 enggak berhenti-berhenti ya. Misalnya 20:48 pertanyaannya adalah kenapa UNH 20:51 Indonesia itu lebih mahal daripada 20:52 Malaysia gitu ya. Kenapa? Apalagi yang 20:55 sekarang ini antriannya bisa sampai 40 20:57 tahun sampai 50 tahun di beberapa 21:00 provinsi itu bagaimana kita 21:02 menghadapinya gitu ya. Kenapa tidak 21:04 seperti negara-negara lain yang tertib 21:07 dalam pengertian? Nah, tertib dalam 21:08 pengertian itu apa namanya? Jumlah 21:11 kepastian kita bisa berangkat dan 21:14 masalah korupsi dan lain-lain yang luar 21:17 biasa ya. Nah, jadi sebelumnya itu sudah 21:20 ada itu karena mitra kita di luar negeri 21:23 ini itu dikelola oleh kementerian ya 21:27 Indonesia ya 21:29 yang itu Malaysia punya tabung haji yang 21:31 sudah berdiri dari tahun-an. Nah, itu 21:33 secara pengalaman jauh daripada kita ya. 21:37 Sehingga dari sisi biaya ee Malaysia itu 21:41 lebih efisien daripada Indonesia yang 21:44 dibuktikan dengan apa namanya ongkos 21:47 naik hajinya itu jauh lebih murah dengan 21:50 relatif tempat penginapan itu lebih 21:53 dekat ke Masjidil Haram atau Masjid 21:55 An-Nabawi dibandingkan dengan Indonesia 21:57 ya. Indonesia jauh-jauh dikeluhkan oleh 21:59 semua orang ya karena begitu jauhnya ya. 22:02 Nah, ini 22:05 apa namanya? Permasalahan ini kan enggak 22:06 selesai bertahun-tahun sehingga akhirnya 22:10 ada undang-undang tentang ee apa haji 22:14 itu diselenggarakan oleh kementerian 22:15 gitu loh. Dan baru tahun ini atau 22:18 kabinet sekarang ini yang kita apa 22:20 namanya menikmati realisasi daripada 22:22 itu. 22:23 Iya. Memang mungkin karena desakan dari 22:26 kita, dari DPR juga ada, dari ormas 22:28 Islam juga ada bahwa penyelenggaraan 22:31 kita ini penuh dengan hal-hal yang tidak 22:33 baik, tidak efisien, dan yang parah lagi 22:37 adalah menjadi seorang korupsi. 22:40 Ya, ada menteri yang berturut-turut 22:42 menjadi tersangka dan di penjara itu 22:45 Menteri. Menteri Agama 22:46 selalu selalu urusan haji. 22:47 Iya, Menteri Agama kan. Iya. 22:49 Menteri yang lain kan enggak ada yang 22:51 berturut-turut di di apa di penjara 22:53 gitu. 22:54 Hanya menteri haji yang mengurusi urusan 22:57 umat, urusan agama malah dijadikan 23:00 sarang korupsi korupsi. Ini ee sangat 23:03 miris kita melihatnya. Nah, karena itu 23:06 ya walaupun ini terlambat sebetulnya 23:08 sudah sangat-sangat terlambat tapi 23:10 daripada tidak ada ya mending ada. Nah, 23:13 mudah-mudahan dengan ee terpisahnya ee 23:16 program penyelenggaraan haji ini dengan 23:20 kementerian yang baru bisa dari 23:22 Kementerian Agama menghasilkan apa 23:26 hal-hal yang makin efisien. Paling tidak 23:28 harapan itu begitu. Sebab ini kan akan 23:31 ada orang-orang yang pemutus generasi 23:34 gitu yang ee yang masuk ke dalam 23:37 kementerian ee urusan haji itu nanti kan 23:40 orang-orang baru profesional ya. yang 23:43 tidak memiliki background korupsi dan 23:47 lain sebagainya atau tidak memiliki 23:49 mental yang seperti itulah. 23:50 Mudah-mudahan begitu ya. Kemudian nanti 23:53 kita wajib buktikan apakah bisa 23:55 mengurangi ongkos atau mengurangi paling 23:57 tidak ee lamanya antri ya lamanya antri. 24:02 Sehingga kita lebih predik ya bisa 24:05 memprediksi bahwa calon jemah haji yang 24:07 daftar tahun segini misalnya paling gak 24:09 6 atau 7 tahun yang akan datang bisa ya 24:11 dengan cara bagaimana. Wallahuam bisab. 24:14 Nah, ini tuntutan ya tuntutan dari 24:16 masyarakat, tuntutan dari kaum muslimin 24:17 sendiri. kita sekarang sudah memiliki 24:20 itu. Nah, mari kita buktikan ya bahwa 24:22 dengan adanya Kementerian Haji yang 24:24 setelah telah dipisahkan dari 24:26 Kementerian Agama itu secara ekonomi 24:29 lebih efisien akan dibuktikan dengan 24:32 katakanlah UN menjadi lebih murah dan 24:34 lain sebagainya. Kemudian pencingan 24:36 lebih nyaman bahkan sekarang kan sudah 24:37 ada apa namanya ee gedung yang dipilih 24:42 oleh pemerintah Indonesia 24:43 di sana ya. 24:44 Iya. Ya, lahan saya kemarin lewat itu 24:47 haji 24:48 Kampung Haji kita. 24:50 Nah, itu salah satu apa namanya ee 24:54 keinginan kita supaya kita bisa 24:56 memberikan daya tawar kepada Saudara Bia 25:00 kan walaupun Indonesia dikenal sebagai 25:02 jemaah haji itu rapi tertib ya, 25:04 disiplin. Iya itu. 25:06 Tetapi kalau seperti itu aja daya tawar 25:10 kita belum apa-apa ya. Kita harus 25:12 memberikan 25:13 Iya. apa namanya gambaran atau bisa 25:15 memposisikan diri kita sebagai negara 25:18 yang paling besar dalam menyelengarkan 25:20 haji ya jumlah umat yang berhaji paling 25:22 besar sedunia yang paling tertib paling 25:25 disiplin dan tidak bikin onar ee tetapi 25:28 juga kita mempunyai Taiwer agar supaya 25:31 ini diperbaiki pelayanan dari pihak 25:33 Saudi dan lain sebagainya ee diperbaiki 25:36 terhadap jamaah haji kita ya karena daya 25:39 daya tawar kita menjadi lebih baik gitu 25:42 Saya kira saya kira itu. Tapi masalahnya 25:44 orang-orang yang ini orang-orang yang 25:47 bicara tentang ee apa namanya pemisahan 25:51 antara Kementerian Agama dengan 25:54 dengan ee Kementerian Haji ini 25:56 sebagian jemaah yang bicara itu apatis 25:59 ya. 26:00 Hm. 26:01 Apatis dalam sudah putus asa. Apa ya 26:03 bisa kita pesimis banget? Iya. 26:05 Pesimis. [tertawa] 26:06 karena tidak menunjukkan bahwa 26:09 Kementerian Agama ini bersih gitu loh 26:13 ya dan profesional gitu. 26:15 Apagi yang terakhir ini yang kabinet Pak 26:18 Presiden Jokowi 26:19 itu 26:20 terjerat 26:20 orang tahu siapa dia kan ya. Nah, untuk 26:24 mengobati luka yang begitu lama dan 26:26 dalam, umat Islam itu sampai mempunyai 26:30 sifat pesimis terhadap apapun yang 26:32 dilakukan oleh pemerintah 26:34 dalam upaya menyelenggarakan haji secara 26:37 lebih baik. Ya, 26:38 tapi ya kita enggak boleh putus asa. 26:40 Kita coba tunggu bagaimana ini ya. 26:43 He. 26:43 Pertama sudah di depan kita bahwa 26:45 Kampung Aji sudah dibangun. Walaupun 26:48 mungkin tahun ini belum bisa dipakai, 26:51 tapi beberapa tahun yang kadang akan 26:53 sudah bisa dipakai dan kita tunjukkan 26:56 bahwa pelayanan ini menjadi lebih baik 26:58 dari segala sektor. Ya. Ya, saya kira 27:01 itu. 27:02 Jadi intinya itu, Mas orang ini orang 27:04 jamah itu sudah putus asa. 27:05 Putus asa. Padahal ini Kementerian Rukun 27:08 Islam nih, Pak Ustaz. 27:09 Iya. 27:10 Yang kelima. Tapi saya juga ingin 27:12 menyoroti dari sisi ekonomi Islamnya, 27:14 Pak Ustaz. 27:14 Iya. Kalau bagi pemerintahan Saudi 27:17 sendiri, momen ibadah haji itu kan momen 27:20 income. 27:21 Oh iya ya. 27:22 Momen devisa 27:23 sangat besar gitu ya bagi negeri Saudi. 27:26 Bagi Indonesia sendiri harusnya 27:27 pemerintah juga kan bisa mengelola bahwa 27:30 momen ibadah haji ini pun bisa 27:32 memberikan kesejahteraan bagi 27:33 masyarakatnya gitu kan. Mengelola 27:35 mengelola ibadah kan ada dananya gitu 27:37 ya. Seharusnya ada dana juga yang bisa 27:40 diserap gitu ya dari momen ibadah haji 27:42 ini ya untuk masyarakat. 27:44 Selama ini sudah bisa begitu belum, 27:46 Ustaz? Di 27:46 belum. 27:47 Belum ya. 27:47 Kayak misalnya catering ya kan? 27:49 Iya. 27:49 Nah, cateringnya itu murni dari sono. 27:52 Hm. 27:52 Ada dulu pernah saya baca itu ada usulan 27:55 ya supaya kateringnya itu dari kita. 27:58 Iya. Ya. Enggak perlu enggak mungkin 27:59 semuanya lah gitu. Tapi ee jemaah haji 28:03 diberikan paket-paket makanan yang bisa 28:05 dipakai selama haji. Ada misalnya 28:07 mengusulkan ikan. 28:09 Heeh. 28:10 Ikan dalam kaling. Tapi ikannya itu 28:12 kayak ikan apa sih namanya yang kita 28:13 makan sehari-hari? 28:15 Ikan kering. Ikan 28:17 apa ya? Ee layang gitu loh. 28:19 Kembung. Ikan kembung. Oh. 28:20 E iya kembung tapi dikaleng tapi sudah 28:21 siap makan. 28:22 Sarden. 28:22 Dan itu ya benarnya sarden 28:25 yang rasanya itu di diindonesiakan. 28:28 Jangan rasa yang seperti sekarang ini 28:30 kan orang pada enggak mau ya. Tuna juga 28:33 bisa, ayam juga bisa. 28:35 Tetapi enggak tahu apakah itu sudah Iya. 28:38 [tertawa] 28:39 Apakah sudah diimplementasikan? 28:41 Tapi usul itu ada ya. Andai kata itu di 28:45 ini di ee diaplikasikan itu menjadi mata 28:49 rantai suplai ee akomodasi. Kemudian apa 28:52 namanya? Makan bagi jemah yang jumlahnya 28:54 200.000 lebih ya 28:57 itu besar sekali. 28:58 Bukan bukan hanya aja nanti termasuk 29:00 umrah itu bekalan dari negara kita bisa 29:03 dibawa ke sana atau bagaimana caranya 29:05 supaya 29:05 ee kita juga mendapatkan manfaat dari ee 29:09 apa namanya supply chain itu apa namanya 29:12 mata rantai logistik itu 29:14 ini berarti kan ada di apa kemampuan 29:16 pemerintah dalam lobi dan negosiasi 29:18 sebenarnya 29:18 itu itu negosiasi 29:20 jadi nanti Kah itu bukan cuman ngurusin 29:22 kopernya [tertawa] 29:24 koper tiket sama apa namanya kain ihram 29:27 doang 29:28 Tapi nyiapin akomodasi, perbekalan kan 29:31 mungkin dari sisi ekonominya juga besar, 29:33 Ustaz ya. 29:33 Iya. Penyerapan tenaga kerja mungkin 29:36 itu nanti ada ahli gizi juga di situ ya. 29:38 Iya. 29:40 Kan jemahnya banyak Pak Ustaz. 29:42 Kita kalau dari jemah enggak usah 29:43 ditanya. Masalahnya adalah 29:46 orang yang menikmati benar-benar ini 29:48 bukan kita sebetulnya. 29:49 Iya. 29:51 Seb apa namanya? Saya sendiri yang 29:53 melihat di lapangan. Kalau saya tanya 29:55 jemah nanti pesawatnya apa dari Jakarta 29:57 ke ini rata-rata maunya Saudi. 29:59 Kenapa enggak Garuda aja? 30:01 Padahal kita punya skapai sendiri. 30:03 [tertawa] 30:04 Nah, itu juga sudah persepsi ya. 30:06 Garuda mestinya bisa mengubah persepsi 30:09 negatif dari jemaah ini kepada dia. 30:11 Kenapa? Kalau kita wawancarai jemaah itu 30:14 yang ini yang edukatif ya itu selalu 30:18 maunya Saudi atau bukan Garuda lah ya. 30:20 Kalau iklan turour juga k Saudi Airline. 30:24 Jadi kayak jadi ini gitu jadi penarik 30:26 dan bukannya Saudi ya kan ada beberapa 30:28 penerbangan yang dari Saudi ya Flyas ada 30:30 apalagi 30:31 yang ke kita 30:32 lah kita kan cuman Garuda mungkin sama 30:34 Lion Lion lebih besar sekarang kalau 30:36 dalam hal 30:37 ee umrah kan. 30:37 Iya umrah lebih banyak ininya. Heeh. 30:39 Jadi ya mohon dengan hormatlah Garuda 30:43 dibenahi 30:44 supaya ini 30:45 apa namanya sebetulnya ini menjadi 30:47 tulang pungu penghasilan bisa karena 30:49 Iya. 30:49 Apa captive market gitu. 30:51 Betul. 30:52 Malah pesawatnya ditarik-tarik kelising 30:55 lagi. [tertawa] 30:56 Aduh masyaallah. 30:57 Jadi pesimis Pak Ustaz nih. 30:59 Pesimis dengan Garuda tapi optimis 31:01 enggak ini yang Kementerian Haji ini 31:04 itu juga masih masih ini masih pesimis. 31:06 Tapi kalau secercah harapannya di mana, 31:09 Pak Ustaz? 31:09 Ada. Jadi orang itu kan tidak akan ini 31:13 kita bicara tentang orang yang rata-rata 31:16 edukatif ya, 31:17 pendidikannya tinggi. Bukan orang-orang 31:19 dari kampung yang mereka enggak ada 31:20 masalah gitu ya. 31:21 Tapi orang-orang yang edukatif, orang 31:23 yang pendidikan tinggi itu paling tidak 31:25 standar itu dia preferensinya akan 31:28 berubah jika ada hal-hal yang menurut 31:30 dia berubah. persepsi Saudia sekarang 31:33 ini mungkin ee lebih dipilih daripada 31:37 Garuda. Maka itu sebabnya apa? H. 31:39 Nah, tinggal dicari alasannya kan orang 31:42 semuanya inginnya bagaimana supaya haji 31:44 itu atau terbang ke Saudi dengan naik 31:46 Saudi ya. Sebetulnya apa kehebatan 31:49 pesawatnya sama tujuh tujuh tujuh begini 31:51 pelayanannya kalau misal 31:52 iya pelayanan enggak pramugarinya 31:54 Indonesia kan ya makanannya disesuaikan. 31:56 Jika kemudian dalam hal ini kita kalah 31:59 bersaing 32:00 itu kesalahannya ada dalam diri kita 32:02 kan. Kita harus belajar ya. 32:04 Iya. 32:06 Oke, itu masalah dari penyelenggaraan 32:09 haji yang jadi perbincangan ee umat, 32:12 perbincangan masyarakat akhir-akhir ini. 32:15 Selanjutnya, Pak Ustaz, umat pun ini 32:17 memperbincangkan kenapa penerapan 32:20 Undang-Undang Jaminan Halal ini 32:22 sepertinya tidak dirasakan ini oleh 32:25 masyarakat, Pak Ustaz. Apalagi kita 32:27 melihat secara faktual, Pak Ustaz ya, di 32:30 beberapa kota, Pak Ustaz, tempat-tempat 32:32 yang sebenarnya komunitas muslimnya 32:33 banyak, tapi tempat makan yang non 32:37 halal, yang haram gitu ya, kok meraja 32:39 lela. 32:39 Merajela dan bagus-bagus. 32:41 Bagus-bagus. Ini sebenarnya peran 32:42 pemerintah dan juga lembaga yang 32:45 menjamin untuk ee produk hal ini gimana, 32:47 Pak Ustaz? 32:48 Itu juga yang menjadi keluhan banyak 32:51 sekali masyarakat. 32:52 Iya. Heeh. Karena mereka itu melihatnya 32:54 di lapangan bukan bukan kebijakan. 32:56 Iya. 32:57 E undang-undang ada tapi undang-undang 32:59 itu enggak merubah apapun. I kan 33:02 seperti sediakala ya. Di beberapa 33:05 perumahan di Jel sini aja ada supplier 33:08 daging babi masuk ke perumahan. 33:10 Iya. 33:11 Iya kan? Dengan merasa tidak bersalah 33:13 sama sekali. Muslim 33:16 terang-terangan. Ya Allah. Nah, dengan 33:20 undang-undang seperti ini hal itu tetap 33:22 terjadi tidak ada perubahan. Makanya 33:24 yang dituntut oleh orang itu di mana ada 33:26 perubahan setelah ada undang jaminan 33:28 halal ini ya. 33:29 Kemudian ada restoran atau istilah ya 33:32 rumah makan. 33:33 Rumah makan itu desainnya kalau yang 33:35 model kayak gini ini jauh lebih baik 33:37 daripada katakanlah wartek atau yang 33:39 lain warung padang yang di 33:41 kampung-kampung. 33:41 Heeh. 33:42 Jauh lebih baik. Tapi berdiri di 33:44 tengah-tengah. Kalau di statistik 33:46 barangkali 98% 33:48 masyarakatnya beragama Islam. 33:50 He. 33:50 Tapi bisa berdiri tengah-tengah itu 33:52 bagaimana? 33:53 Hm. 33:54 Yang lain yang disoroti oleh oleh 33:55 teman-teman ini adalah tidak ada jaminan 33:59 bahwa restoran itu halal. Contoh yang 34:01 kasusnya di Surabaya, di Solo yang 34:03 beberapa tahun lalu ayam 34:05 ayam goreng [tertawa] 34:07 sudah puluhan tahun bahkan 34:08 sudah puluhan tahun nipu orang ya. di 34:10 tengah-tengah ee komunitas yang kalau 34:13 kita bikin statistik penduduk saya rasa 34:16 90% itu beragama Islam. Bagaimana kita 34:20 ee 90% dari penduduk ini gak terjamin 34:23 makanannya itu halal padahal 34:25 undang-undang itu ada. Ya, 34:27 kalau begitu bagaimana nasibnya? Yang 34:30 jauh ya, yang mungkin 50-F atau mungkin 34:33 6040 lah gitu ya. He. 34:35 Atau kebalik kita menjadi minoritas, 34:38 kita mungkin ee apa namanya? Tidak 34:40 mendapatkan jaminan sama sekali bahwa 34:43 apa yang kita makan, restoran, rumah 34:45 makan dan lain sebagainya itu akan ee 34:49 apa menyediakan yang halal. Ya, ini 34:51 mohon maaf ini mungkin ada yang berbeda 34:53 pendapat tetapi saya ini mewakili orang 34:55 yang terkena korban termasuk saya 34:57 sendiri ya. 34:58 Iya. Iya. 34:59 Karena saya sering keluar kota 35:00 mendapatkan hal seperti itu. 35:02 H. Jadi ee apa namanya yang dilihat oleh 35:05 masyarakat Islam bukan masalah 35:06 undang-undangnya sudah lolos di DPR ya, 35:09 tapi masalahnya adalah bagaimana kita 35:11 rasakan implementasinya di masyarakat. 35:14 Ya, ada sih jawabannya itu dari 35:17 media ya. Karena untuk 35:20 mengimplementasikan undang-undang hal 35:22 perlu infrastruktur ya. [tertawa] 35:25 Semuanya perlu infrastruktur semuanya 35:27 perlu infrastruktur. 35:28 Kemudian perlu staf yang harus dilatih 35:30 dan itu jumlahnya banyak. Oke. Tahun 35:33 berapa ini undang-undang itu ada? Kalau 35:35 enggak salah undang-undangnya sebelum 35:36 Covid 2. Sudah lama I kan? 35:38 Lama. Iya. 35:39 Sebelum Covid sudah katakanlah 8 tahunan 35:42 MPG aja singkat bisa ya. 35:44 Iya. [tertawa] 35:45 Jadi selalu alasannya mereka itu kita 35:48 lagi membangun infrastruktur, kita lagi 35:51 melatih teknisi-teknisi yang 35:53 jumlahnya bisa ribuan itu ya. Tapi kapan 35:57 implementasinya dan bagaimana itu bisa 35:59 kita rasakan di dalam 36:01 masyarakat kita ditunggu oleh para 36:03 jemaah sekalian gitu. 36:05 Ini jadi ini ee apa masalah yang 36:08 kaitannya dengan ekonomi Islam terkait 36:10 dengan kehalalan produk yang merupakan 36:12 bagian pokok daripada konsern ekonomi 36:14 Islam. Tapi di masyarakat yang jumlahnya 36:18 90% 36:20 beragama Islam, 36:22 h 36:22 tidak ada jaminan bahwa 36:25 orang itu bisa menikmati yang halal dan 36:29 tidak ada larangan atau aturan bagaimana 36:34 masakan haram itu 36:37 di bisa disediakan di tengah-tengah 36:39 masyarakat muslim. Iya, 36:42 itu mas sedih saya itu sedih 36:44 sedih sekali. Nah, ini yang dituntut ya. 36:46 Ya, mudah-mudahan lewat rasil ini 36:49 suaranya didengar oleh mereka yang 36:52 konsen atau para pihak yang ada di ee 36:56 usaha jaminan halal ya, 36:59 Undang-Undang Jaminan Halal. 37:00 Betul. 37:02 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 37:04 subhanahu wa taala. Saat ini Anda sedang 37:06 menyimak siaran live acara kajian 37:10 ekonomi Islam. Kita mengangkat topik 37:13 masalah populer ekonomi Islam 37:16 akhir-akhir ini. Kami mengundang Anda 37:18 untuk bergabung. Silakan sampaikan 37:20 pertanyaan ataupun komentarnya ke nomor 37:21 WhatsApp rasil di 0811999720. 37:28 Ikhwan Allah, tetaplah bersama kami. 37:29 Kami akan kembali di sesi kedua. Kami 37:31 akan segera kembali 37:38 Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk 37:40 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 37:42 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 37:44 Terima kasih masih bersama dalam kajian 37:46 ekonomi Islam, masalah populer ekonomi 37:50 Islam saat ini. Tadi sudah beberapa hal 37:53 ya kita tanyakan kepada Pak Ustaz dan 37:55 ini sudah ada beberapa pertanyaan yang 37:58 masuk. Namun sebelum kami ke pertanyaan, 38:01 ada satu hal lagi nih, Pak Ustaz yang 38:03 menjadi perbincangan ee hilirisasi 38:06 dan juga pariwisata halal. ini ke mana 38:10 nih beritanya, Pak Ustaz? Ustaz Halal. 38:13 [tertawa] 38:13 Sebelum kita ke pertanyaan Pak Ustaz, 38:15 bagaimana ee menyoroti dua hal ini, Pak 38:17 Ustaz? 38:17 Iya, terima kasih. Ilirisasi itu menjadi 38:21 kalimat yang ee kalau dihitung di media 38:24 sosial mungkin paling banyak keluar ya. 38:26 Iya. 38:27 Termasuk yang paling banyak keluar. 38:28 Walaupun kadang-kadang orang enggak 38:30 paham ya, seringkiali orang enggak paham 38:32 karena hilirisasi itu adalah istilah 38:35 ekonomi tingkat tinggi. Jadi 38:37 kalau kita itu memproduksi barang 38:40 katakanlah tepung ya roti ya roti. Roti 38:42 kan produk akhir ya. 38:44 Heeh. 38:44 Roti itu kan sebelum jadi roti kan ada 38:47 gandum. Nah gandum itu sektor pertanian 38:50 kan. 38:50 Gandum ditanam kemudian dipanen diproses 38:53 demikian rubah menjadi tepung. itu 38:56 berapa mata rantai itu sampai ready 38:59 menjadi tepung itu pun belum belum apa 39:01 namanya belum produk akhir karena produk 39:04 akhirnya itu menjadi roti atau makanan 39:05 yang siap kita makan ya berapa kali. 39:08 Nah, jadi kalau dilihat dari sisi apa 39:11 prosesnya itu gandum itu hulu gitu loh. 39:15 He. 39:16 Nah, hilir itu ada di bawah di di ujung 39:18 produknya yang siap untuk kita nikmati. 39:20 Produk. Begitu juga kalau kita tambang 39:21 ya, tambang misalnya besi itu kita 39:24 menambang besi dari biji besi dari 39:26 tambang ya kita harus menggunakan 39:28 pertambangan yang berat-berat alat berat 39:30 kemudian disortir dipisahkan dari tanah 39:32 dipisahkan dipisahkan, dipisahkan sampai 39:34 kepada besi itu sendiri 39:35 dan kita sudah menjadi ketika menjadi 39:37 besi itu pun belum kita konsumsi akan 39:40 kita buat menjadi apa redina apa namanya 39:43 bentuknya akhirnya itu ada mobil ya ada 39:45 untuk rumah alat beranteng dan lain 39:48 sebagainya itu kanunakan akhir Nah, 39:50 penggunaan mulai dari besi sampai 39:51 penggunaan akhirnya ada ilirisasi. 39:54 Kayu juga poset ya. 39:55 Kayu sama kayu kan pohon ya. Makanya 39:58 jadi playwood itu playwood ini ee produk 40:01 akhir yang kita bisa gunakan and usernya 40:04 itu begitu kita. 40:05 Nah, proses ini dulu sebelum kita masih 40:09 awal tahun 70 kita itu biasanya menjual 40:12 mentah 40:13 bahan baku. 40:14 Iya. ment e biji-biji 40:17 i 40:17 dari apa pasir keluar ke Jepang 40:20 pakai itu apa 40:20 kembali ke sini jadi mobil 40:22 kapal kapal 40:23 harganya murah banget 40:24 ya satu kapal paling berapa gitu kan 40:27 sekarang orang tahu bahwa ketika nikel 40:31 misalnya sudah menjadi nikel yang e bisa 40:33 dipakai langsung untuk untuk 40:35 penggunaannya 40:37 itu dari 40:38 biji nikel yang kita tambang dengan 40:42 menjadi nikelnya itu itu bergerak 30 40:45 kali lebih nilai nilai tambahnya itu 40:48 nilai tambahnya. Ya, jadi kalau kita 40:51 pernah ya saya baca dulu Indonesia tahun 40:53 2004 itu mengekspor satu kapal besar 40:58 bijinegikel ke Belanda 41:00 saat kemudian di apa itu dibajak di 41:02 Somalia itu kan angkatan laut kita ke 41:04 sana. 41:04 He. 41:04 Itu nilainya 1 triliun pada waktu itu. 41:06 Satu kapal full. 41:08 Itu setelah menjadi nikel beneran itu 41:10 bisa 20 kali nilainya sampai 30 kali 41:14 itu. Iya. 41:15 Dijual lagi ke Indonesia. jual lagi 41:16 Indonesia jadi barang yang beda. Nah, 41:19 nah ini kemudian kenapa enggak kita 41:21 lakukan hilirisasi di sini itu tapi kita 41:25 enggak enggak melihat itu karena 41:27 orang-orang awam ini enggak tahu biji 41:29 nikel segala macam. Iya. 41:30 Yang dirasakan sekarang ini adalah 41:32 petani. 41:33 Nah, 41:33 ya orang yang punya kelapa misalkan 41:37 kelapa selama ini apa mereka kapan mau 41:39 ambil kelapa mau enggak ada masalah 41:43 kapan dia mau diambil orang untuk dijual 41:46 menjadi minuman air kelapa gitu kan. 41:48 Tapi sekarang enggak mau dihilirisasi. 41:51 Jadi kesan petani kelapa itu meras kita 41:54 enggak bisa lagi jualan ke mana-mana 41:56 karena nanti apa? Kelapa ini akan dibeli 41:59 oleh perusahaan. He. 42:00 Lalu perusahaan itu akan memproses 42:02 kelapa ini menjadi macam-macam. Ada 42:04 makanan, ada farmasi, ada bumbu dan lain 42:07 sebagainya. Obatatan kosmetik dan lain 42:09 sebagainya yang harganya 42:11 mungkin 20 kali lipat daripada butiran 42:14 yang kita minum ini. 42:15 Iya. 42:15 Nah. Nah, yang yang mereka rasakan ada 42:18 beberapa kasus yang sudah terjadi 42:19 seperti itu. 42:20 Jadi, seolah-olah betani itu enggak 42:22 enggak bebas lagi menjual. Nah, kalau 42:24 dibeli oleh perusahaan besar untuk 42:26 hilirisasi itu yang penting 42:29 menguntungkan sebetulnya. 42:30 Iya. 42:30 Kalau petani jual itu paling berapa satu 42:33 butir ya mungkin 2.000 3.000 gitu ya. 42:36 Tapi kalau dalam hal ilirisasi ini 42:38 prosesnya terjadi mungkin pabrik itu 42:41 akan membelinya mungkin di harga R5.000. 42:44 Tapi wallahuam. Apa betul begitu? 42:47 Masalahnya itu 42:48 kebijakan pemerintah ini 42:49 apa ada sudah kasus masa enggak di 42:51 masyarakat ya? Iya, banyak Pak Ustaz 42:53 [tertawa] 42:54 bahan-bahan baku tahu-tahu lebih ke 42:56 praktik monopoli. Jadinya Pak Ustaz gitu 42:58 ya. 42:59 Yang harusnya 42:59 jadi saya khawatirnya ada kapital, 43:03 ada kapital yang besar dengan modal yang 43:05 gede 43:06 lalu gaji ngasih upah pada orang 43:09 tertentu 43:10 agar supaya memaksa orang itu menjual 43:12 itu ke dia. 43:13 Nah, kalau ini bentuknya maka bukannya 43:16 hilirisasi itu menjadi nikmat ya menjadi 43:20 azab gitu loh. Iya. Ya. Ya. Ini belum 43:23 terjadi secara meluas. Tapi beberapa 43:25 tempat yang di luar Jawa biasanya karena 43:28 memang di luar Jawa itu kelapa lebih 43:30 banyak di luar Jawa. Maluku, Sulawesi 43:32 daerah sekitar itu tumbuh subur ya. Satu 43:35 orang punya mungkin punya ribuan pohon 43:37 kelapa yang selama ini tidak 43:39 dimanfaatkan secara maksimal. Tapi 43:41 dengan hilirisasi harapannya 43:44 akan bisa meningkatkan pendapatan 43:46 mereka. Itu karena penggunaan daripada 43:49 kelapa ini luar biasa. itu contoh kelapa 43:51 saja 43:52 belum yang lain-lain. Makanya jika 43:54 kemudian terjadi hilirisasi dengan 43:57 dengan dengan misi untuk meningkatkan 44:00 kesaderaan semua pihak dalam mata rantai 44:02 ini, itu bisa jadi ee seperti yang 44:05 dikatakan Pak Menteri Pertanian 44:08 itu pendapatan negara atau pendapatan 44:10 dari sektor ini saja bisa ribuan triliun 44:13 ya itu. 44:15 Iya. 44:15 Iya seperti itu ya. Tapi ini sekali lagi 44:19 ini konsep ya. He 44:20 belum dirasakan oleh oleh para petani. 44:23 Dan yang paling penting adalah masalah 44:26 ilirisasi ini bagi petani itu harus 44:29 jelas dulu konteksnya sehingga mereka 44:31 tidak takut. Jadi nanti jangan sampai 44:33 ada praktik yang memaksa mereka itu 44:36 menjual kepada orang tertentu atau pihak 44:38 tertentu dengan harga yang tidak yang di 44:41 bawah pasar. 44:43 Kemudian dengan agak memaksa sehingga 44:46 kalau ini terjadi itu blunder ya gitu. 44:49 menjadi tidak baik. Iya. Baik, Pak 44:51 Ustaz. Selanjutnya ini kita akan ke 44:53 beberapa pertanyaan sudah masuk dari 44:55 pendengar, Pak Ustaz, ya. Ada Ibu 44:57 Yuniar. Asalamualaikum warahmatullahi 44:59 wabarakatuh. 45:00 Waalaikumsalam warahmatullahi 45:01 wabarakatuh. 45:02 Pak Ustaz, setiap kali bulan Ramadan 45:04 akan datang, apalagi mendekati hari 45:07 raya, itu bahan-bahan pokok biasanya kok 45:11 naik. Kenapa ya, Pak Ustaz? Ya, dalam 45:15 dunia ekonomi khususnya ekonomi Islam, 45:18 apakah kenaikan harga bahan-bahan pangan 45:21 itu wajar atau memang permainannya 45:24 seperti apa? Di saat orang-orang muslim 45:26 yang tidak mampu ingin makanan bergizi 45:29 atau makanan enak di momen Ramadan 45:32 ataupun Lebaran, tapi malah menghadapi 45:34 kenyataan tidak bisa membelinya karena 45:36 harganya yang tidak terjangkau. 45:39 Ya, mohon penjelasan dan terima kasih. 45:41 Terima kasih. Kalau gejala apa namanya 45:45 gejala kenaikan harga menjelang atau 45:47 menghadapi bulan puasa 45:49 itu bukan hanya di kita ya yang saya 45:52 lihat di Malaysia pun begitu, 45:54 di Bangladesh, di Pakistan juga begitu. 45:56 Saya tinggal di sana dulu ya. 45:57 He 45:58 ee di kita lebih-lebih karena 46:00 penduduknya sangat banyak. Ee jadi ada 46:03 momen Ramadan. Momen Ramadan ini memang 46:06 momen yang dalam dirinya sendiri itu 46:09 akan dipersikan oleh semua orang. 46:12 akan menimbulkan permintaan tinggi dalam 46:15 segala hal gitu ya. 46:17 Iya. 46:17 Mulai pakaian, sandang, pakaian, 46:20 kemudian makanan dan lain sebagainya itu 46:23 ee apa namanya akan ada kenaikan 46:25 permintaan. 46:25 He. 46:26 Nah, beberapa pengalaman saya yang 46:28 ketemu dengan orang-orang yang 46:29 memanfaatkan situasi ini biasanya di 46:33 bulan ini Rajab ya, eh Syakban ya. Mulai 46:37 dari Rajab sampai Syakban itu 46:39 orang-orang yang pedagang-pedagang itu 46:41 sudah menyetok untuk bulan puasa. 46:44 Iya. 46:44 Jadi mereka menyok dalam keadaan normal 46:46 sebetulnya harga normal atau mungkin 46:48 bisa harga dibanting sedikit ya gitu 46:51 untuk stok di bulan puasa. Dan 46:53 pengalaman mereka itu membuktikan bahwa 46:55 jualan di bulan Ramadan itu melebihi 46:59 daripada penghasilan dari ee bulan-bulan 47:02 yang lain. 47:03 Maka akan terulang 47:04 terulang lagi. Nah, ini akan menimbulkan 47:08 akan menimbulkan persepsi bahwa bulan 47:09 puasa itu seperti itu ya permintaan 47:12 tinggi dalam segala hal gitu kan. 47:14 Dan ini dimanfaatkan oleh semua pedagang 47:17 bahkan hanya pedagang pakaian saja 47:19 makanan tapi pedagang mobil juga begitu. 47:21 Heeh. pedagang apa motor juga begitu. 47:25 Sampai-sampai kalau kita lihat rata-rata 47:27 orang perusahaan bis itu rilis mobil e 47:31 bus baru itu di bulan Ramadan. Kita 47:33 lihat nanti mesti ada di 47:35 Iya. 47:35 Jadi ini momen penjelasannya seperti 47:37 itu. Jadi ee dalam persepsi orang bulan 47:40 puasa itu bulan permintaan yang tinggi 47:43 dalam segala permintaan ya. Mulai dari 47:45 makanan, mulai dari minuman, kendaraan 47:48 dan lain sebagainya ya. Maka karena 47:51 dipersepsikan dia itu permitannya 47:53 tinggi, maka masing-masing pedagang yang 47:56 akan men-supplai kepada bulan Ramadan 47:58 ini meningkatkan suplainya dan dia mulai 48:01 siap-siap itu jauh jauh hari dari bulan 48:03 puasa. Ee kalau pedagang umumnya adalah 48:06 Rajab Syakban ini sudah siap ya. 48:08 Iya. 48:09 Ya, mereka sekarang sudah menyetok dan 48:11 akhirnya ketika masuk harga sudah 48:14 tinggi, dia jual dengan harga tinggi 48:15 pula. Maka ini sulit sekali bagi 48:17 pemerintah atau siapapun yang akan 48:20 merubah ini 48:21 karena itu kekuatan pasar ya. 48:23 Kekuatan pasar itu walaupun dikasih 48:25 regulasi jebol. 48:26 Iya. 48:28 Karena ada akan ada artifisial 48:31 permintaan permintaan buatan yang 48:32 seolah-olah bahwa permintaan itu lebih 48:35 tinggi daripada suplly. 48:37 Itu tuh 48:38 artifisial atau beneran. Tapi begitulah 48:40 bulan puasa itu. Iya. 48:42 Iya. Oke, selanjutnya ada Ibu Fani. 48:45 Asalamualaikum warahmatullahi 48:46 wabarakatuh. 48:47 Waalaikumsalam warahmatullahi 48:48 wabarakatuh. 48:48 Pak Ustaz, izin bertanya, Pak Ustaz. 48:50 Bolehkah kita bertransaksi di dalam 48:52 masjid? Misalnya ada teman yang 48:55 menawarkan travel umrah, 48:57 memesan barang via online atau seorang 49:01 ustaz ketika di kajian dia menawarkan 49:04 bukunya dijual di kajian itu. Dan saya 49:08 juga pernah diberi voucher belanja di 49:10 dalam masjid. Apakah semua itu boleh 49:13 dilakukan hal-hal transaksi seperti itu 49:16 atau masuknya kategori apa? Terima kasih 49:18 jawabannya. 49:20 Ada hadisnya memang kalau Nabi Muhammad 49:23 sallallahu alaihi wasallam, Rasulullah 49:25 sallallahu alaihi wasallam itu melarang 49:27 jual beli atau transaksi dalam masjid. 49:29 Ya, bahkan beliau mengatakan tidak ada 49:32 berkahnya. Semoga tidak ada berkah orang 49:35 yang melakukan transir di dalam 49:37 masjidnya sampai begitu. Itu menunjukkan 49:39 larangan ya. Menunjukkan larangan. atau 49:42 paling tidak makruh ya. Ya, itu makruh 49:45 sampai haram ya. Tapi pada zaman 49:48 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 49:49 transaksinya real. Artinya orang mau 49:52 jual unta gitu, untanya di sebelah 49:54 masjid, enggak mungkin di dalam masjid 49:55 ya gitu. Tapi 49:56 jual belinya itu ee ijab kobulnya 49:59 dilakukan di situ gitu ya. Ya, begitu 50:01 juga dengan jual yang lain misalnya 50:02 jualan makanan, jualan pakaian atau 50:05 jualan senjata, pedang dan lain 50:07 sebagainya dilaksanakan di dalam masjid. 50:09 Karena pada zaman Rasulullah belum ada 50:11 online offline semua gitu ya, 50:13 belum ada alat-alat canggih seperti 50:16 sekarang bisa melaksanakan transaksi ee 50:19 online. 50:20 Nah, sekarang masalahnya 50:23 adalah apabila transaksi online yang 50:25 sebetulnya transaksinya itu enggak di 50:27 masjid tapi lewat komunikasi 50:29 lah. Itu serupa aja ya serupa dengan 50:31 transaksi yang real gitu kan. 50:33 Karena apa? Karena ijab kobul dilakukan 50:35 bisa menggunakan HP ya kan. Jadi kalau 50:39 seperti ini ya itu analog ya analog 50:42 kepada ee larangan Rasulullah sallallahu 50:45 alaihi wasallam yang mendoakan agar 50:47 supaya orang yang transaksasi di masjid 50:50 itu tidak diberkahi transaksinya oleh 50:51 Allah Subhanahu wa taala. I kan maka 50:54 orang yang kalau pada zaman sekarang ee 50:57 ijab kabul lewat lewat handphone itu 51:00 sama aja itu transaksi dalam masjid 51:02 walaupun dia menggunakan gawai gitu 51:05 ya. Kalau kalau menurut saya tidak 51:09 mempersoalkan gini-gini, lebih baik kita 51:12 apa namanya tunduk kepada aturan ee 51:14 hadis Nabi Muhammad sallallahu alaihi 51:15 wasallam itu supaya kita itu dapat 51:18 berkah dalam transaksi. Mari kita 51:20 lakukan di luar komplek masjid, di luar 51:23 apa ini namanya? Ee ruang utama itu 51:26 berarti di halamannya itu enggak 51:27 masalah. ee tinggal melangkah beberapa 51:30 meter saja itu dan jangan diaktifkanlah 51:33 keluar pintu dulu [tertawa] 51:35 ee apa namanya HP kita itu dengan apa 51:38 namanya dengan tujuan untuk melakukan 51:40 transaksi online kalau misalnya di dalam 51:42 masjid ya tinggalkan saja HP itu di 51:45 mobil atau di mana ya masjid itu enggak 51:47 usah bawa apa-apa gitu ya 51:49 saya kira gitu tuh itu apa namanya ee 51:53 apa namanya kita hati-hati ikhtiatnya 51:56 ikhtiat 51:56 biasanya kalau Ustaz lagi kajian juga 51:58 bukunya mah ditaruh di luar masjid kan 52:01 jadi belinya di luar gitu enggak di 52:02 dalam masjid 52:03 kalau ustaz yang ngerti enggak melakukan 52:05 [tertawa] itu ya 52:05 iya ya baik Pak Ustaz itu 52:07 pertanyaan-pertanyaan yang masih kita 52:09 jawab di kesempatan kali ini. Kami ingin 52:11 menyapa Pak Budi. Begitupun ini ada 52:14 Eyang Sri yang menyampaikan atensinya 52:17 gitu ya. Ada juga Ibu Suyati menyimak 52:20 siaran di hari ini kajian ekonomi Islam. 52:23 Terima kasih banyak Pak Ustaz. Pak 52:24 Sujana juga ini ada gitu ya memberikan 52:26 apresiasinya. Sebagai penutup Pak Ustaz 52:28 dari seluruh bahasan kita apa yang 52:30 diingatkan kembali kepada ikhwan dan 52:31 akhwat 52:32 ya. Terima kasih Masangga para pemirsa 52:35 Rasil TV dan para pendengaru silaturahim 52:37 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. 52:39 Jadi ini yang kita ee bahas atau kita 52:44 bincangkan pada pagi hari ini sebetulnya 52:46 unek-unek ya. Unek-unek dari berbagai 52:48 kelompok ya kelompok kajian fikih 52:51 muamalah di masjid ataupun di kampus. 52:55 Kemudian juga teman-teman yang ada 52:59 kesamaan profesi yang bergerak dalam 53:02 pergerakan ekonomi syariah di mana-mana. 53:05 Kemudian ibu-ibu, bapak-bapak juga yang 53:07 dalam kegiatan kajian musala ini ee 53:11 paling tidak ada lima hal yang saya apa 53:14 namanya yang saya catat itu yang diminta 53:18 untuk diperjelas bagaimana posisi 53:21 ekonomi Islam sebenarnya. Yang pertama 53:23 ialah masalah MB. Nah, banyak dari 53:27 masyarakat yang menyamakan atau paling 53:29 menyiung dengan ayat-ayat yang berkaitan 53:31 dengan taamul miskin, dengan wala 53:33 yakamil miskin dan lain sebagainya. 53:36 Apakah sama? Ya, jadi itu enggak sama 53:39 ya. Ya, enggak sama. Karena itu tadi itu 53:42 adalah apa namanya? Konteksnya Almaun 53:45 itu adalah faktor orang yang mendustakan 53:47 agama. Salah satu ee kriterianya adalah 53:51 tidak memberikan apa makan kepada orang 53:53 miskin. Tetapi di sini ee program 53:56 pemerintah ini bukan di situ maksudnya, 53:59 tapi bagaimana menyelesaikan persoalan 54:02 akibat kekurangan gizi kepada generasi 54:04 muda kita yang ditunjukkan adanya 54:07 stunting yang jumlahnya menurut data itu 54:09 kira-kira 20 lebih, 20% lebih daripada 54:13 penduduk kita. Nah, jika jumlah ini 54:15 terus dipertahankan seperti itu, maka 54:18 kita layak menghadapi masa depan dengan 54:20 pesimis. Karena apa? Karena generasi 54:22 kita generasi yang luyuh, generasi yang 54:25 kekurangan makanan, tidak sehat dan 54:27 tidak mampu bisa menjabat tantangan di 54:31 masa angkatan yang penuh dengan 54:33 kompleksitas, perlu keberanian, perlu 54:35 kecerdasan tetapi tidak didukung oleh 54:39 sumber daya yang mau yang yang mumpunil 54:42 terutama dalam sektor nutrisi karena itu 54:45 menjadi tugas pemerintah dan efeknya ini 54:48 luar biasa secara ekonomi ya. yang 54:51 masalahnya adalah karena ini masalah 54:53 baru sehingga belum bisa ee apa namanya 54:56 di aplikasikan dilaksanakan dengan 54:59 normal dan baik. Mungkin waktu beberapa 55:02 tahun ya 2 3 tahun ke depan barulah 55:04 mungkin infrastrukturnya itu establish 55:07 sehingga prosesnya itu menjadi lebih 55:08 baik dan harapan kita terhadap hasil 55:11 daripada MPG ini menjadikan sumber daya 55:14 Indonesia itu setara dengan negara lain 55:16 mudah-mudahan terwujud. Amin. 55:18 Yang kedua adalah masalah haji itu ya. 55:21 Iya. 55:21 Iya. Haji ya dipisahkan Kementerian ee 55:25 urusan haji dengan ee ee Kementerian 55:27 Agama ini sudah lama keinginan kita. 55:30 Tetapi harapan ini apakah apakah dengan 55:33 adanya Kementerian Urusan Haji yang 55:35 dipisahkan dari Kementerian Agama lantas 55:37 akan membuat penyelenggaraan lebih 55:39 efisien? Kemudian penelan dengan tanpa 55:42 korupsi. ini yang tetap menjadi apa ee 55:46 ee harapan tapi ya tanda-tanya besar ya 55:49 kepada ee masyarakat sendiri karena ada 55:53 tiga menteri berturut-turut menteri 55:55 agama ini masuk penjara itu menteri 55:56 agama. 55:58 [tertawa] 55:59 sehingga 55:59 ironis 56:00 ee umat Islam ini ee sudah apais mungkin 56:04 lebih kepada ee apa pesimisme ya 56:06 menghadapi itu. Tapi pesimisme itu tidak 56:09 boleh kita 56:10 lama-lama ya jangan sampai kita diserang 56:12 dan dikuasai oleh apa nam pesimisme. 56:15 Maka harus kita ubah dengan optimisme. 56:18 Mudah-mudahan dengan cara seperti ini 56:19 menjadi lebih baik. Dan kepada yang 56:22 bersangkutan yaitu Kementerian apa 56:24 namanya? urusan haji mari ee bekerja 56:27 dengan baik sehingga harapan masyarakat 56:30 itu ee dapat direalisasikan. 56:33 Kemudian yang lain itu masalah hilisasi. 56:35 Kalau masalah pertambangan itu 56:37 orang-orang enggak banyak ikutlah. Nah, 56:39 jemaah kita kan enggak ke sana. Cuman 56:40 yang menjadi masalah itu yang dikeluhkan 56:42 adalah bilamana 56:44 masyarakat memiliki sumber daya k 56:46 misalkan kebun kelapa, misalkan kebun 56:48 petani dan lain sebagainya. Kemudian 56:50 akhirnya ada yang ee pihak tertentu 56:53 kemudian menyeragamkan harga. Kita 56:55 diberikan harga yang tidak kompetitif 56:58 sehingga harga kepetani itu menjadi 56:59 rugi. Maka ilirisasi dalam pangan ini ee 57:04 harus dikaji ulang ya. Kita tidak 57:07 mungkin 57:08 me me apa menghalang-halangisasi ya. 57:11 Tapiasi harus kita dukung sebetulnya. 57:13 Tapi misinya adalah meningkatkan taraf 57:16 hidup petani. Karena merekalah yang 57:18 selama ini termarginalisasi ya. Kalau 57:22 apa namanya indeks petani tidak 57:24 naik-naik ya, maka petani itu hanyalah 57:27 bisa menyambung napas saja untuk hidup. 57:30 Tapi enggak bisa yang lain-lainnya. Akan 57:33 menghasilkan sumber daya manusia yang 57:34 tidak baik karena mereka dalam 57:36 kemiskinan yang terus-menerus. Maka 57:38 hilirisasi dalam bidang pertanian itu 57:40 harus dengan misi mensejakan 57:43 meningkatkan pendapatan petani menjadi 57:45 lebih baik. Itu saya kira itu Mas 57:48 Angangga ya. 57:49 Baik. Demikianlah ikhwan akhwat yang 57:52 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 57:54 Kajian kita di hari ini bersama guru 57:56 kita Ustaz Ikhwan Basri. Semoga apa yang 57:59 beliau sampaikan bermanfaat bagi kita 58:01 semua. Terima kasih banyak atas 58:03 kebersamaan Anda. Kami undur diri. Mohon 58:05 maaf atas segala kesalahan kata. Billahi 58:07 taufik wal hidayah. Subhanakallahumma 58:09 wabihamdika asadu alla ilahailla anta 58:11 astagfiruka waubu ilaik. Asalamualaikum 58:14 warahmatullahi wabarakatuh. 58:15 Waalaikumsalam warahmatullah.