Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:14 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:17 warahmatullahi wabarakatuh. 0:18 Alhamdulillah wasyukrulillah 0:20 wanikmatillah la haula wala quwwata illa 0:22 billah. Dipancarkan dari Jalan Masjid 0:24 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 0:27 Bekasi. Inilah radio silaturahim dan 0:30 Rasil TV untuk Islam yang satu. Apa 0:32 kabarnya Iwan Ahwat di mana pun Anda 0:34 berada? Senang sekali rasanya pada 0:36 kesempatan sore hari ini saya Fajar 0:38 Hidayat ditemani Yusuf Subangkit dan 0:40 juga Muhammad Neza dari Meja Switcher 0:43 bisa kembali menemani ruang dengan Iwan 0:45 semuanya dalam program acara Tosiah sore 0:48 yang setiap hari Jumat diisi oleh guru 0:50 kita Ustaz Ahmad Saleh. Dan 0:51 alhamdulillah guru kita sudah berada di 0:53 tengah-tengah kita Iwan Awat. Kita sapa 0:54 saja. Asalamualaikum Pak Ustaz. 0:56 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:58 wabarakatuh. 0:59 Kabar sehat hari ini? 0:59 Alhamdulillah sehat walafiat. 1:01 Alhamdulillah. 1:02 Gimana ee perjalanan tadi, Ustaz? 1:04 Ah, masyaallah cukup macet nih. Jadi, 1:06 Masyaallah. 1:07 Jadi, masyaallah ee cukup padat di 1:10 perjalanan. ada beberapa titik ee 1:14 selainnya lengang insyaallah tetapi ada 1:17 beberapa titik yang cukup padat sehingga 1:19 agak terlambat nih 1:21 karena biasanya kalau Ramadan itu ap 1:23 menjelangi akhir iya sore itu di 1:25 mana-mana emang padatnya jalanan 1:27 [tertawa] 1:27 orang-orang pada keluar iya iya iya iya 1:30 masyaallah ee Iwan Nawat kita sudah 1:33 memasuki ke hari ke-21 di bulan Ramadan 1:36 ya Iwan Awat dan biasanya ini kita sudah 1:39 masuki ke 10 hari terakhir di bulan 1:40 Ramadan Ramadan yang mana sunahnya 10 1:42 hari terakhir itu kita ini disunahkan 1:45 untuk beriktikaf di masjid. Dan 1:47 kebetulan juga pada sore hari ini guru 1:49 kita Ustaz Saleh akan menyampaikan 1:51 temanya yaitu tentang iktikaf. Bagi Iwan 1:54 akhwat yang mungkin nanti ada pertanyaan 1:57 ataupun ingin mengirimkan atensinya bisa 1:59 dikirimkan ke layanan NASA Berhasil di 2:01 0811999720 2:06 atau yang menyaksikan via YouTube Rasil 2:07 TV bisa mengirimkan pertanyaan via kolom 2:10 live chat Rasil TV. Sebelum mengawali 2:12 kajian sore hari ini, mari kita buka 2:14 saja dengan membaca doa thabul ilmi. 2:16 Bismillahirrahmanirrahim. 2:18 id allah bamtaniimzni 2:22 ilman amin tafadal pak ustaz 2:27 alhamdulillahi 2:30 hamdan katsiran thyiban mubarokan fih 2:34 kama yuhibuna wa yard ashadu alla 2:39 ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa 2:42 ashadu anna muhammadan abduhu wa 2:44 rasuluhu wa innahu la nabiya ba'dah 2:47 Allahumma sh wasall wik ala nabiina 2:52 muhammadin waa alihibihi w tabiahum 2:56 bisihsanin yaumilqiamah amma ba 3:01 ikhwan dan akhwat pendengar radio 3:02 silaturahim serta pemirsa rasil visual 3:05 di mana pun berada 3:07 alhamdulillah segala puji bagi Allah 3:10 yang masih memberikan kesempatan kepada 3:12 kita untuk senantiasa mendekatkan diri 3:15 kepadanya nya untuk memperbaiki 3:18 amalan-amalan kita dan yang paling 3:21 penting senantiasa memohon rahmat-Nya. 3:25 Ikhwan dan akhwat, pada kesempatan 3:29 ini kita akan membahas tentang iktikaf. 3:34 Ee iktikaf adalah berdiam diri di masjid 3:38 dengan niat taqarub kepada Allah, baik 3:41 sebentar maupun lama. Ah, bahkan satu 3:46 istilahnya satu gek ya. Satu gek apa? 3:49 Satu gek ya, satu dudukan saja 3:52 diniatkan. Ini menurut Imam Syafi'i itu 3:54 adalah kategori iktikad. Nah, namun 3:57 kemudian ada beberapa yang kita pelajari 4:01 [mendengus] 4:02 mengapa iktikaf 4:05 disunahkan dilakukan di masjid. Satu. 4:09 Kedua, 4:11 kenapa 4:13 disunahkan 4:15 itu 10 hari Ramadan terakhir? 4:20 Meskipun banyak riwayat bahwa Nabi 4:23 melakukan di luar itu gitu ya. Nah, 4:26 paling tidak dua ini akan kita gali dan 4:28 akan kita pahami insya insyaallah. 4:32 Iktikaf 4:34 itu mau ngapain sih? Iktikaf diam di 4:36 masjid itu ngapain? 4:38 P diam saja gitu, ngelamun atau 4:42 bagaimana kan begitu. 4:44 Nah, sekali lagi mesti ada tujuannya. 4:48 Tidak sekedar diam di masjid, tidak 4:50 sekedar pindah tidur. 4:52 Ya, sekedar pindah tidur, tidak sekedar 4:57 ee apa ya? Ya, tidak sekedar ee untuk 5:01 rehat karena di rumah ribut, banyak 5:03 anak-anak enggak bisa istirahat pindah 5:05 ke masjid tidurnya gitu. Bukan itu. Nah, 5:09 maka oleh sebab itu, pertama 5:12 analisa bahwa kenapa disyariatkannya di 5:16 10 hari terakhir? 5:18 Karena diduga ee diduga keras 5:23 kondisi spiritual seorang 5:27 shoimin, seorang shoimun 5:31 telah matang gitu ya. Sekali lagi, 5:34 kenapa kemudian di 5:38 10 hari terakhir meskipun sekali lagi 5:40 bahwa Nabi pernah melakukan iktikaf 10 5:44 hari awal di bulan Ramadan. 5:47 Kemudian Nabi pernah melakukan juga 5:52 iktikaf di 10 hari kedua bulan Ramadan. 5:57 Nah, kemudian yang sekarang menjadi 5:58 masyhur, yang menjadi kajian-kajian itu 6:01 adalah di akhir ee bulan Ramadan. Nah, 6:05 tadi karena pertama 6:08 ee iktikaf itu adalah diam di masjid 6:13 ya untuk ee ibadah kepada Allah 6:16 Subhanahu wa taala. Ibadah di sini juga 6:19 ada uraiannya. 6:23 Ibadah itu bisa jadi untuk mentafakuri 6:26 perjalanan hidupnya 6:29 gitu ya. Jadi untuk mentafakuri 6:32 perjalanan hidup seorang hamba atau 6:37 mentafakuri 6:39 mengevaluasi amalan apa yang sudah 6:42 dilakukan 6:45 atau mentafakuri 6:48 dosa-dosa apa yang sudah dia lakukan. 6:50 Nah, gitu ya. Nah, dari tafakur itu 6:54 kemudian hadir dalam perasaan. 6:58 Ada perasaan bersalah, 7:01 ada perasaan kurang bersyukur, 7:05 ada perasaan harus memperbaiki 7:08 amalan-amalan, 7:10 dan yang paling penting ada perasaan 7:13 yang mendalam menjadi seorang hamba yang 7:17 harus mengabdi kepada Allah Subhanahu wa 7:19 taala. 7:21 Nah, makanya kemudian 7:23 ee hubungan iktikaf itu kenapa iktikaf? 7:27 Mencari malam lailatul qadar. 7:32 Loh, memang 7:34 kenapa dicari malam lailatul qadar? Nabi 7:38 pernah mencari malam lailatul qadar di 7:40 10 hari pertama. 7:43 Pernah juga menjadi di 10 hari 7:46 pertengahan. 7:47 Namun ada orang yang mengabarkan ya di 7:50 situ orang itu man. Man itu ada sesuatu 7:53 yang bernyawa. Bisa orang, bisa selain 7:56 orang yang tetapi bernyawa gitu kan. 7:59 Dikasih tahu bahwa malam lailatul qadar 8:01 itu terdapat 8:03 di 10 hari terakhir. 8:06 Ini sesungguhnya membahas malam lailatul 8:08 qadar itu menjadi unik 8:13 gitu ya. Menjadi unik. 8:16 Jika kita misalnya merujuk kepada 8:18 tanda-tanda physically, sekali lagi jika 8:21 kita merujuk kepada tanda-tanda fisik 8:24 fisikali 8:25 malam lailatul qadar, maka siangnya 8:28 cuacanya 8:31 ee bagus gitu loh. Bagus itu apa ya? 8:34 Cuacanya tidak terlalu panas. Ah, tidak 8:38 tidak mendung, 8:39 adem. 8:39 Adem gitu. Nah, ini menarik. 8:43 Jika sekali lagi merujuk kepada khabar 8:46 itu kan dikatakan khabar ya sebagian 8:50 mengatakan orang hadis gitu. 8:54 Bagaimana 8:56 jika di satu 8:59 zona zona itu kita katakanlah kabupaten. 9:04 Saya ambil contoh Kabupaten Bogor 9:09 ada Cileungsi, ada Citeureup, 9:13 ada Bogor gitu. 9:16 di Bogor pagi-paginya cuacanya tenang, 9:22 tapi di Citerep mendung, 9:26 di Cilengsi hujan deras. Mungkin terjadi 9:29 enggak itu? 9:30 Mungkin 9:30 sangat mungkin. Lalu diduga keras 9:33 malamnya lailatul qadar apa tidak? 9:39 Nah, mohon maaf ya. Nah, ini ini analisa 9:42 namanya gitu ya. ketika khabar itu 9:44 sampai. Nah, maka kemudian ada ulama 9:48 yang berpendapat, 9:50 jadi ketika malamnya dapat lailatul 9:53 qadar, cuaca siang harinya yang dimaksud 9:57 cuaca itu 10:00 menunjuknya bukan kepada cuaca 10:02 physically, 10:04 tapi menunjuknya kepada cuaca spiritual 10:10 gitu ya. 10:12 Cuaca spiritual, cuaca hati, cuaca 10:14 ruhiah, cuaca spiritual. 10:18 Nah, maka kalau cuaca spiritual tidak 10:21 dipengaruhi oleh hujan, oleh mendung, 10:23 oleh tidak dipengaruhi gitu ya. Oke. 10:27 Baik. Nah, maka oleh sebab itu sekali 10:29 lagi itu menjadi unik, menjadi rahasia. 10:32 Kenapa kemudian lailatul qadar harus 10:35 dicari gitu loh? Menarik lagi banyak 10:38 riwayat. 10:41 Carilah malam lailatul qadar di malam 27 10:44 tuh. 10:47 Kalau enggak dapat cari di 10:49 tanggal-tanggal ganjil 10 hari terakhir 10:52 Ramadan. 10:55 Kalau tidak dapat 10:57 cari di 10 hari terakhir bulan Ramadan. 11:01 Nah, gitu. Jadi secara keseluruhan 21, 11:04 22, 23, 24, 25, 26, 27 dan seterusnya. 11:08 Bisa jadi bukan 21, mulai 20, 20, 21. 11:12 Kan ini aja sudah persoalan. 11:14 Maksudnya 10 hari terakhir itu kalau 11:17 diduga 29 hari kan berarti tanggal 20 11:20 mulainya. 11:21 Heeh. 11:21 Kalau 30 baru tanggal 21. Berarti di 11:25 sini menjadi perselisihan 11:28 mulai iktikaf tuh kapan? 11:31 Sebagian mengatakan mulai tanggal malam 11:33 21. Sebagian mengatakan malam 20. Ah, 11:36 dua-duanya benar. Bahkan mulai tanggal 1 11:39 Ramadan pun benar gitu loh. Kenapa? 11:42 Karena tadi Nabi pernah iktikaf 10 hari 11:46 awal. Jadi perdebatan-perdebatan itu 11:49 menjadi tidak pantas dan tidak perlu 11:51 gitu loh. Karena intinya bukan dimasuk 11:54 tangga iktikaf itu bukan masuk di 11:56 tanggal 20 atau 21 gitu. Karena Nabi pun 12:01 pernah iktikaf di tanggal 1 sampai 10, 12:04 tanggal 11 sampai 20 kan begitu. Nah, 12:07 maka sekali lagi enggak usahlah, enggak 12:09 usah debat-debat, ribut-ribut lah, 12:11 habisin tenaga saja gitu loh. Nah, ya 12:14 tapi kan supaya benar ya informasinya 12:16 begitu kok. Yang paling penting tadi 12:19 bagaimana 12:21 merasakan menggapai suasana batiniah, 12:26 suasana spiritual yang mendalam. 12:30 Oke, nanti akan saya ee apa akan saya ee 12:34 coba jelaskan. Nah, kemudian 12:39 merujuk kepada hadis dari Abdullah bin 12:41 Umar radhiallahu anhu radhiallahu anhuma 12:46 dia menyatakan kana Rasulullah 12:48 sallallahu alaihi wasallama yaqiful 12:52 asral awakiro min ramadana muttafaqun 12:57 alaih. Imam Bukhari dan Imam Muslim 13:00 meriwayatkan 13:01 dengan muara atau sanadnya Abdullah bin 13:05 Umar. Abdullah anak Umar bin al-Khattab 13:09 yang menyatakan adalah Rasulullah 13:11 sallallahu alaihi wasallam beriktikaf 10 13:15 Ram 10 hari terakhir di bulan Ramadan 13:19 gitu ya. Itu dari Abdullah bin Umar. 13:22 Nah, kemudian 13:25 ee 13:28 dengan sanad Aisyah radhiallahu anha 13:34 anan Nabi sallallahu alaihi wasallam 13:37 kana yaqiful asr awak min ramadana 13:42 hatta tawaahullahu 13:44 taala adalah rasul sahu wasallam itu 13:48 beriktikaf 10 hari terakhir di bulan 13:51 Ramadan sehingga Allah mewafatkannya. 13:56 Azwajuh. Kemudian setelah Nabi wafat, 13:59 istri-istrinya iktikaf juga ya. Min 14:02 ba'dih setelah beliau sallallahu alaihi 14:05 wasallam 14:07 gitu ya. Nah, kemudian 14:11 dari Abu Hurairah karena Nabi sallallahu 14:14 alaihi wasallam yaqi fi ramadana asrata 14:18 ayyam. 14:20 Kata Abu Hurairah, Nabi beriktikaf tiap 14:23 Ramadan itu 10 hari. 14:25 Falamal amuladzi. 14:29 Adapun pada tahun di mana tahun 14:32 kewafatannya 14:34 fihi tahun kewafatan di dalamnyafa 14:37 isrina yauman 14:40 gitu ya. Nabi beriktikaf 20 hari 14:46 selama Ramadan. 14:48 Ah. 14:49 Jadi kalau begitu 14:52 ada orang yang mencari malam lailatul 14:54 qadar malam 27-nya. 14:57 Dia dengan ibadah, dengan salat 14:59 malamnya, dengan baca Qurannya, dengan 15:02 istigfarnya, 15:03 dengan selawat atas Nabinya, dengan 15:06 zikir-zikir lainnya untuk bisa menggapai 15:10 lailatul qadar. Sekali lagi, Lailatul 15:12 Qadar ini unik rahasia, 15:15 tapi yang jelas ciri-cirinya tadi. Kalau 15:18 merujuk kepada physically seperti tadi, 15:21 tapi kalau merujuk kepada cuaca hati 15:24 berarti hatinya ee spiritualnya, 15:26 batiniahnya yang menjadi tenang. Oke. 15:33 Jadi, ada orang mencari malam Lailatul 15:36 Qadar malam 27. 15:39 Ada orang yang mencari malam lailatul 15:41 qadar malam 21, 23, 25, 27, 29. 15:47 Tapi ada juga orang mencari malam 15:49 lailatul qadar 21, 22, 23, 24, 25, 26, 15:54 27, 28, 29, bahkan malam 30. 15:58 Heeh. 15:59 Atau malam 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 16:04 27, 28, 29. 16:07 Nah, ini menarik sekali menarik gitu 16:11 loh. Nabi kok ikkafnya 20 hari? 16:14 Berarti pencariannya kalau dihitung 16:17 mulai tanggal 11, Nabi mulai tanggal 11 16:20 atau tanggal 10 16:23 iktikaf. 16:25 Maka ada ulama mengatakan, 16:28 "Siapa yang ingin mencari malam lailatul 16:30 qadar, carilah mulai tanggal 1 Ramadan." 16:34 Ah, bidah itu gitu misalnya ya bidah. 16:38 Tapi itu dari pemahaman yang telah 16:40 diurut. Oh, Nabi saja iktikaf 20 hari 16:45 berarti saya 30 hari atau 20 1 bulan 16:48 penuh saya iktikaf. Kan bisa saja 16:50 begitu. 16:53 Atau 16:56 saya mulai apa namanya? Mencari lailatul 17:00 qadarnya mulai bulan Rajab. 17:04 Karena ada hadis meskipun dianggap diif. 17:07 Allahumma bariklana fi Rajabin 17:11 wa sya'bana wabalighna Ramadan. Nah, 17:15 sejak Rajab dia sudah mencari malam 17:17 lailatul qadar. 17:20 Kalau begitu berarti bukan bidah, 17:23 dolalah, [berteriak] 17:25 bukan sebuah kesesatan. Jika ada orang 17:27 mencari malam lailatul qadar sejak 17:30 tanggal 1 Syawal. 17:33 berarti 1 tahun penuh mencarinya gitu 17:36 ya. Nah, justru apa yang dimaksud 17:40 mencari lailatul qadar? 17:43 Nah, maksudnya senantiasa mendekatkan 17:46 diri kepada Allah Subhanahu wa taala. 17:50 Nah, kalau orang yang mulai mencarinya 17:53 mulai tanggal 1 Syawal diduga keras dia 17:56 mendapatkan malam lailatul qadar. 18:00 Kalau dia mencarinya mulai bulan Rajab, 18:03 kemungkinan dapat lailatul qadar. 18:06 Kalau mulainya tanggal 1 Ramadan diduga 18:09 keras dia mungkin dapat lailatul qadar. 18:15 Nah, 18:17 orang mencari tadi mulai 1 Ramadan, 18:19 mulai tanggal 10 Ramadan. Bisa jadi 18:23 dapat mulai tanggal 10 Ramadan. 18:25 Heeh. 18:26 10 hari Ramadan bisa jadi kalau yang 18:29 serius dapat lailatul qadar. 18:33 Tapi bagi yang main-main 18:36 iktikafnya jangankan 10 hari Ramadan 18:39 terakhir 18:40 sejak tanggal 1 Ramadan pun tidak dapat 18:43 Lailatul Qadar. 18:46 Sekali lagi Lailatul Qadar itu apa? Ah, 18:49 kan begitu. Unik sekali lagi berbagai 18:51 macam pemahaman para ulama. Namun saya 18:54 lebih cenderung kepada pemahaman yang 18:57 menyatakan bahwa lailatul qadar itu ah 19:01 ya ciri lailatul qadar itu digapai 19:04 dengan situasi rohani yang puncak gitu 19:08 loh. 19:09 H. 19:10 Nah, kalau situasi rohani yang puncak, 19:13 suasana rohani yang 19:16 stabil gitu ya, maka tadi pertama 19:20 iktikafnya harus serius. 19:24 Iktikafnya harus se serius, serius, 19:27 tidak dipakai main-main. Tapi Ustaz, 19:30 boleh enggak saya iktikafnya malam hari 19:32 saja karena siang harinya saya kerja. 19:36 Maka sekali lagi tidak ada masalah untuk 19:39 latihan mah 19:41 yang namanya juga pencarian diri, 19:42 pendekatan diri pada Allah asal serius 19:45 gitu loh. Bisa jadi yang malam hari saja 19:49 bisa dapat lailatul qadar. Adapun yang 19:51 siang hari, siangnya, malamnya tidak 19:55 dapat lailat mungkin bisa. 19:58 Jika sekali lagi jika lailatul qadar itu 20:02 bisa didapat tidak oleh semua orang 20:05 dalam satu malam itu. 20:09 Jadi hanya orang-orang yang 20:10 mempersiapkan diri yang mendapatkan 20:12 Lailatul Qadar. 20:15 Tapi a yang main domino, 20:19 main-main yang lagui bahkan yang haram, 20:23 ya jelas tidak dapat lailatul qadar itu. 20:26 Oke, sekali lagi ini harus bertahap 20:28 pelan-pelan ya. 20:30 Jadi lailatul qadar adalah puncak. 20:34 Puncak di mana suana suasana ruhiyah itu 20:38 mapan, stabil. 20:41 Makanya Anda bisa lihat di medsos atau 20:45 di TV-TV 20:48 ada imam tarawih 20:52 membaca khatmul Quran atau membaca 20:56 doa lah tiap malamnya. Ada yang begini, 20:59 Allahumma innakauun tuhibbula fafu anna. 21:04 Allah inim. 21:14 Menurut saya itu normatif saja. Doa 21:16 semacam itu normatif. 21:18 Sekali lagi karena lailatul qadar itu 21:20 rahasia. 21:21 Tapi beda. 21:24 Bedakan dengan orang yang berdoanya 21:27 sambil terisak nangis. 21:30 Kemudian mengatakan, 21:34 "Allahumma innaka afuun 21:39 tuhibbul afwa 21:41 fafu anna ya karim." 21:48 Nah, suasana orang yang berdoa yang 21:50 pertama 21:52 dengan suasana orang yang berdoa yang 21:55 seperti kedua diduga keras suasana 21:58 hatinya berbeda. Iya. 22:02 diduga keras suasana batiniahnya 22:06 mukhtalif berbeda. 22:10 Nah, bagaimana kita bisa mengejar 22:15 ketika berdoa itu 22:17 tembus ke hati? 22:23 Allahumma 22:25 inna nas'aluka hubbak 22:29 wahubba yuhibbuk 22:33 walalladzi 22:34 yuballighuna hubbak. 22:38 Allahumma ya Allah 22:41 sesungguhnya kami memohon kecintaan-Mu 22:46 wahubba yuhibbuk 22:49 dan 22:51 kecintaan orang-orang yang mencintaimu. 22:56 Allahumma inna nasaluka hubbak wahubba 22:59 ma yuhibbuk walalladzi 23:01 dan hamba dan kami memohon kepada Engkau 23:05 amalan yang dapat mengantarkan kepada 23:07 kecintaanmu. Nah, ini kuncinya di situ. 23:14 Ketika suasana itu 23:17 sudah menyatu doa itu, doa tadi, 23:20 Allahumma inna nasaluka hubbak 23:23 wahubba yuhibbuk 23:25 wal amalalladzi yuballiguna hubbak. 23:29 Telah menyatu, telah menjadi 23:31 perasaannya, 23:34 telah menjadi syurnya. 23:37 Maka sekali lagi diduga keras dia 23:40 mendapatkan malam lailatul qadar. 23:43 Kenapa? 23:44 Karena bisa jadi diduga keras doanya, 23:48 rukuknya, sujudnya akan berdampak kepada 23:52 ketaatan kepada Allah Subhanahu wa 23:54 taala. Dia akan senantiasa taat kepada 23:57 Allah azza wa jalla. Dia akan senantiasa 24:00 mengabdi kepada Allah subhanahu wa 24:03 taala. Nah, maka sekali lagi 24:07 begitu juga orang yang mohon maaf ya, 24:10 orang yang di Idul Fitrnya salaman gitu 24:13 ya, salaman. 24:16 Yang satu mengatakan taqobbalallahu 24:20 minna waminkum siamana wasiamakum gitu 24:24 ya. Ja'alallahu lana eh jaal eh 24:28 ja'alanallahu minal aidina wal faizin. 24:34 Itu normatif. 24:36 Tapi kemudian ada juga orang yang 24:38 memohon maafnya, [terkesiap] 24:40 "Aki, maafkan ana. 24:43 Ana banyak salah sama antum. 24:46 Semoga Allah menerima amal ibadah kita." 24:50 Semoga [mendengus] Allah menerima saum 24:52 kita. Semoga Allah menjadikan kita dari 24:56 bagian orang-orang yang kembali kepada 24:58 fitrah, kembali mengibadahi Allah dengan 25:02 benar dan kita termasuk orang-orang yang 25:05 beruntung 25:07 nangis dipelukan temannya gitu ya. 25:10 Sekali lagi bidah itu ya kalau Anda 25:13 menyebut bidah, bidah. Menyebut tidak 25:16 juga tidak gitu ya. Karena begini, dalam 25:20 pendekatan para ulama enggak ada 25:23 ucapan-ucapan termasuk Imam Ahmad bin 25:25 Hambal 25:28 ee apa namanya ee 25:32 gelarnya apa Imam Ahmad bin Hambal itu 25:35 sayyidus sunah atau kalau enggak salah 25:37 ya imamus sunah. 25:40 Imamusna Imam Ahmad bin Hambal tuh tidak 25:43 suka mendahului ngucapkan tadi 25:46 taqoballahu minna wainkum gitu ya enggak 25:49 suka kecuali ada orang yang memulai 25:53 taqobbalallahu minna wainkum dijawab 25:55 taqobbal ya karim 25:57 atau mau ditambahkan siamana wasiamakum 26:00 karena variasi dan itu bulakan kategori 26:04 ibadah mahdoh maka kemudian menjadi 26:06 bukan masalah gitu loh Ya apa 26:10 mengucapkan minal aidin wal faizin 26:12 enggak ada sunahnya itu lah mengucapkan 26:15 taqobalallah minna winkum enggak ada 26:17 sunahnya juga 26:19 sok tunjukkan dalilnya kepada saya bahwa 26:22 Nabi pernah mengucapkan taqobbalallahu 26:24 minna wainkum 26:27 enggak ada yang sepengetahuan saya mohon 26:30 maaf ya siapa tahu bapak-bapak atau 26:32 mustamiin semua ada yang mend yang saya 26:35 tahu itu di kalangan sahabat 26:38 Nabi sendiri tidak mengucapkan 26:39 taqobbalallahu minna wa minkum. 26:42 Nah, kalau begitu kemudian menarik untuk 26:45 dipahami. 26:47 Karena kemudian tidak ada nas yang ee 26:50 kuat sampai kepada Nabi, maka kemudian 26:53 menjadi variasi. Selama sekali lagi 26:57 selama nilainya positif sejalan dengan 26:59 ajaran Quran, sunah jaiz gitu loh 27:02 pemahamannya. Bukan malah kemudian 27:04 menjadi menjadi largapan hati itu gak 27:07 bisa diatur-atur gitu loh 27:11 ya. Jelas kalau mahdoh jelas itu ya 27:14 harus diikuti. Tapi kalau yang buka yang 27:17 ibadahnya giriru mahdoh ya gak bisa 27:20 kemudian diatur-atur. Minal aidin wal 27:22 faizin kan juga ucapan para ulama. Tapi 27:25 maksudnya dengan penuh pemahaman. Ada 27:28 latar belakang yang mendasari kalimat 27:30 minal aidin wal faizin. Itu doa 27:35 agar kita termasuk orang-orang yang id 27:37 ada yaudu. Id ke mana? Id dekat kembali 27:41 kepada Allah yang asalnya kita jauh. 27:43 Kenapa jauh? Karena maksiat kepada 27:45 Allah. 27:47 dengan puasa sebulan penuh dengan 27:50 diiringi diisi dengan baca Quran, dengan 27:54 salat tahajud atau tarawih gitu dengan 27:57 sodqah, dengan infak, dengan bayar zakat 28:00 fitrah. Mudah-mudahan kita kembali 28:02 menjadi fitrah. Fitrah itu beragama 28:04 dengan benar. 28:07 Mudah-mudahan kita kembali menjadi orang 28:09 yang beragama benar kepada Allah 28:11 Subhanahu wa taala. Nah, jadi ini tujuan 28:15 iktikaf itu adalah menggapai kesadaran, 28:19 menggapai pemahaman sehingga situasi 28:22 suasana ruhiah kita menjadi mafan. Ha, 28:27 menjadi senantiasa dekat kepada Allah 28:29 Subhanahu wa taala. Itulah sebabnya 28:31 kenapa iktikaf boleh enggak iktikaf di 28:34 rumah? 28:35 Tentu jawabannya tidak boleh. Karena 28:38 Nabi iktikafnya di masjid 28:42 loh. Bukannya masjid Nabi dengan rumah 28:44 Nabi ber nempel. 28:48 Apa yang membedakan di rumah Nabi dengan 28:52 di masjid? 28:53 Dengan di masjid. 28:55 Ahah. Apa ya yang membedakan? I. 28:59 [tertawa] 29:00 Jadi sesungguhnya sekali lagi saya tidak 29:03 menyebut iktikaf deh supaya tidak jadi 29:05 fitnah ya. Pencarian kesadaran boleh 29:09 dilakukan di manaun. Di masjid, di 29:12 rumah, di majelis zikir, di majelis ilmu 29:15 boleh dilakukan. 29:18 Pencarian apa tadi? 29:20 Jati diri. 29:21 Jati diri. 29:22 Pencarian 29:23 perenungan terhadap suasana hati. 29:26 Tapi kenapa Nabi mencontohkannya di 29:28 masjid? Karena diduga keras, sekali lagi 29:31 diduga keras. Di masjid tempatnya 29:33 bersih, 29:35 jauh dari kebisingan. 29:39 Tapi kan ada ustaz masjid tapi kotornya 29:43 minta ampun. Ya tentu bukan masjid itu 29:45 yang dimaksud. 29:46 Hm. 29:47 Iktikaf itu disarankan diutamakan di 29:51 masjid yang bersih, yang tenang, jauh 29:54 dari kebisingan. 29:56 Maka baca Qurannya bisa 30:00 khusyuk, 30:01 istigfarnya bisa khusyuk. 30:04 Astagfirullahalazzim. 30:09 Astagfirullahalazzim. 30:14 Astagfirullahalazzim. 30:18 Jadi ada gambaran-gambaran dosa yang dia 30:20 mohonkan ampun. Kalau dia katakanlah dia 30:23 ahlut taah sehingga tidak mendapatkan 30:27 kesalahannya, maka istigfarnya dia 30:31 beristigfar karena ketidaksempurnaan 30:34 syukurnya kepada Allah Subhanahu wa 30:37 taala. 30:39 Saya mohon ampun kepada Engkau ya Allah 30:43 atas segala kekurangan hamba gitu loh. 30:47 Kalau dia menemukan tidak ada dosa yang 30:49 dia lakukan. 30:51 Kan ada juga orang yang gampang 30:53 menemukan dosanya, tapi ada orang juga 30:57 yang susah 30:59 mendapatkan dosanya. 31:01 H 31:03 tapi sama-sama berdosa dua-duanya. Iya, 31:05 sama-sama berdosa. Yang pertama bisa 31:08 jadi belum diampuni dosanya, maka 31:10 seringkiali ditemukan dosanya. 31:14 Adapun yang kedua, meskipun sama-sama 31:17 berdosa, sudah diampuni oleh Allah 31:18 dosanya sehingga dia menjadi lupa, tidak 31:22 ingat lagi kepada catatan dosanya. Bisa 31:25 jadi begitu. Maka sekali lagi 31:28 istigfarnya dia bukan istigfar kepada 31:31 dosa maksiat tetapi istigfarnya karena 31:34 kurang sempurnanya syukur kepada Allah 31:37 Subhanahu wa taala. 31:39 Sama-sama istigfar. 31:43 Nah, maka oleh sebab itu 31:47 memohon ampunan sekali lagi memohon 31:50 ampunan atas dosa hendaknya ditingkatkan 31:55 ke memohon ampun karena kurang 31:58 sempurnanya syukur. Hm. 32:02 Ini makamnya sudah beda gitu loh. 32:04 Makamnya beda 32:07 loh. Kok ada begitu? Ada makam-makam 32:09 sendiri segala. Dari mana pemahamannya? 32:13 Ya begini. 32:16 [mendengus] Apakah orang yang dimohonkan 32:19 ampun itu harus berdosa dulu? 32:24 Jika jawabannya ya, berarti Nabi 32:27 Muhammad berdosa. Hm. Tapi kalau tidak 32:32 yang dimohonkan ampun itu tidak harus 32:34 berdosa, berarti Nabi Muhammad tidak 32:36 berdosa. Gitu loh. Kenapa? Karena Allah, 32:40 malaikat itu berselawat atas Nabi. 32:45 Ulama menjelaskan 32:49 jadi asal ayatnya itu katanya begini. 32:51 Innallaha 32:54 yuslu 32:55 wal malaikatu yusuna. Nah, asalnya 32:58 begitu. Kemudian digabung. 33:02 Ya, kenapa ulama menduga bahwa ada beda 33:05 tadi? Innallaha 33:09 yusolli yuslu 33:12 sha 33:15 yusolli ya innallah yusolli wal 33:17 malaikatu yusuna. 33:20 Karena yusollinya Allah dengan yusalluna 33:24 malaikat berbeda. Selawatnya Allah 33:26 dengan selawatnya malaikat berbeda. 33:31 Kalau Allah berselawat kepada Nabi kata 33:33 para ulama adalah memberi rahmat. 33:39 Tapi kalau malaikat berselawat atas Nabi 33:42 memohonkan ampunan. Maka tadi, oleh 33:45 sebab itu kalau yang dimohonkan ampunan 33:48 itu harus berdosa dulu. Begitu ya. Jadi 33:51 pemahaman seperti itu. Tetapi ulama 33:54 menjelaskan malaikat memohonkan ampunan 33:56 bukan berarti Nabi Muhammad punya dosa, 33:59 tapi agar supaya derajatnya 34:03 didekatkan kepada Allah Subhanahu wa 34:06 taala. Derajatnya semakin dekat kepada 34:08 Allah azza wa jalla. Surganya adalah 34:11 surga tertinggi yang paling dekat. yaitu 34:14 surga alwasilah. 34:18 Surga yang paling dekat itu ya. Tentu 34:21 dekat ini seringki kalau kita bicara 34:24 dekat dan jauh seringki terbayang jarak. 34:32 Padahal belum tentu tidak harus jarak 34:37 dekat dan jauh. Misalnya buktinya 34:39 begini. 34:43 Orang itu mendekatkan diri kepada Allah. 34:48 Sebelum mendekatkan diri dia ada di 34:50 bumi. Saat mendekatkan diri ada di bumi. 34:54 Berarti jaraknya kan enggak berubah. 34:56 Heeh. Tapi kemudian dinyatakan, "Oh, dia 34:59 mendekatkan diri kepada Allah." Yang 35:01 dekat bukan jaraknya, tapi apa? 35:05 Syuurnya, [berteriak] perasaannya. 35:09 Apa yang dimaksud dengan perasaan? 35:12 Ada orang bicara ke sana, ngelantur ke 35:14 sana, lupa Allah, itu berarti jauh. 35:18 Tapi apa-apa dia selalu menghubungkannya 35:20 dengan Allah, 35:22 dapat nikmat. Hmm. Alhamdulillah. Segala 35:25 puji bagi Allah. 35:27 Allah telah memberikan rezeki kepada 35:29 hamba dan keluarga. Tuh. Ah, itu dekat 35:32 dengan Allah. Berarti karena dekatnya 35:35 maka selalu disebut-sebut nama Allah 35:37 Subhanahu wa taala 35:39 gitu ya. Oke. Jadi saya kira ee [batuk] 35:44 ee 35:47 beberapa hal yang harus dikasih catatan 35:50 bahwa iktikaf itu bukan untuk bercanda. 35:53 Bahkan sebaiknya tidak hanya melulu 35:56 memperbanyak bacaan Quran, tetapi juga 36:00 mentafakurinya. 36:02 Mentafakuri ayat-ayat Allah Subhanahu wa 36:05 taala. Meskipun dari pendekatan fikih. 36:08 Kata Imam As-Syafi'i, "Yang banyak baca 36:11 Quran itu banyak pahalanya." Ya, saya 36:13 tidak bantah itu. Tapi maksudnya dari 36:17 sisi ee apa? Pendekatan manfaat 36:21 fungsional gitu, maka hendaknya 36:25 dipahami, 36:27 dibaca, 36:29 hayati, 36:31 baca, hayati, dalami, gitu loh ya. Heeh. 36:35 Nah, maka oleh sebab itu saya kira ee 36:38 menjadi catatan ya. Jadi iktikaf ini 36:41 jadi berkualitas 36:44 bukan hanya kuantitas dengan banyak 36:46 amalan tadi ya saya katakan banyak 36:49 amalan tuh baca Qurannya banyak 36:52 kemudian apalagilah gitu. Itu bukan 36:55 berarti disepelekan oleh Allah gak. ini 36:58 juga dicatat sebagai kebaikan. Tapi yang 37:01 kita kejar adalah kualitasnya, 37:04 substantinya, substansinya gitu ya. 37:07 Heeh. Nah, bagaimana ee meningkatkan 37:11 kualitas tadi dengan pemahaman 37:14 pemahaman yang dibimbing oleh Quran dan 37:17 sunah serta taujih dari para ulama, 37:21 arahan dari para ulama gitu. Nah, maka 37:24 oleh sebab itu sekali lagi dia akan 37:27 mendapatkan kenikmatan 37:30 kenikmatan saat dia berpuasa dan isinya 37:34 puasa dan isinya 37:36 dia mendapatkan kenikmatan setelah ia 37:39 berpuasa 37:42 dan ia pun akan mendapatkan kenikmatan 37:44 sepanjang hidupnya ketika dia berhasil 37:48 mendapatkan lailatul qadar. Nah, ini 37:51 saya kira ikhwan dan akhwat pendengar 37:54 radio silaturahim serta pemirsa rasil 37:56 visual hendaknya kita tingkatkan ya. 38:00 Tidak bisa saja orang yang berkualitas 38:03 iktikafnya orang-orang melek dia tidur 38:09 terlihat tidur dia pada orang-orang 38:11 sedang melek. Saat orang-orang sedang 38:13 tidur dia melek. 38:17 Selawat perbanyak selawat. 38:23 Selawatnya bukan sekedar Allahumma 38:25 sholli ala sayyidina Muhammadin. 38:30 Tapi kemudian dia katakan Allahumma 38:31 sholli wasallim wabarik ala sayyidina 38:34 Muhammadin 38:36 wa ala alihi wasohbihi ajmain. 38:42 Allahumma 38:45 sholli wasallim wabarik ala sayyidina 38:49 Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi 38:53 ajmain. Ada kerinduan ingin berjumpa 38:56 dengan Rasulullah. 38:59 Ada kerinduan ingin dipertemukan 39:02 oleh Allah dengan Rasulullah. 39:06 ada keinginan, 39:08 ada harapan dia ingin dikumpulkan 39:11 bersama Rasulullah dan keluarganya. 39:17 Ada kerinduan yang begitu mendalam 39:20 ingin dipertemukan oleh Allah 39:23 dengan Rasulullah, 39:26 dengan keluarganya, 39:28 dengan para sahabatnya, para pejuang, 39:31 pembela, 39:33 penegak risalah Islam. 39:35 Nah, maka beda sekali selawatnya. 39:38 Allahumma shalli ala sayyidina 39:39 Muhammadin wa ala sayyidina Muhammad 39:41 dengan tadi [mendengus] Allahumma 39:45 sholli wasallim wabarik ala sayyidina 39:49 Muhammadin 39:51 wa ala alihi 39:54 wa ashabihi ajmain. 39:58 Dia tidak mengejar banyaknya selawat 40:00 tapi [mendengus] tiap bacaan selawat dia 40:03 nikmati. 40:06 Betapa rindunya dia kepada Rasulullah. 40:10 Betapa [mendengus] rindunya dia kepada 40:12 keluarga Rasulullah. 40:15 Betapa rindunya dia kepada para sahabat 40:18 Rasulullah ridwanullahi alaihim. 40:22 [mendengus] 40:22 Nah, maka itulah 40:29 [mendengus] 40:31 maka itulah kerinduan yang bisa 40:35 mengantarkan kepada istiqamah 40:39 mengandar ee kerinduan yang mengantarkan 40:41 kepada 40:43 ajeg, 40:45 senantiasa taat kepada Allah, senantiasa 40:49 menghidupkan sunah Rasulullah sallallahu 40:51 alaihi wasallam wasallam. 40:54 Nah, saya kira itu [mendengus] saja ya. 40:57 Jadi sekali lagi, iktikaf itu ada 41:01 pendekatan, 41:04 ada pendekatan apa namanya? 41:08 permukaan 41:11 ada pendekatan 41:13 isi 41:15 ya pendekatan yang mencoba mengeksplore 41:18 berbagai macam pemahaman untuk 41:21 menjadikan kaya akan hasanah-hanah 41:24 keislamannya. 41:26 Jadi ada pendekatan apa sisi ee tataran 41:32 luar approach gitu. Pendekatan kulit 41:35 approach. Approach itu pendekatan. 41:38 Tapi ada yang substantive approach. 41:43 Substansi pendekatan substansi. 41:46 Nah, kita hendaknya beralih dari 41:50 pendekatan 41:52 fisikli 41:53 kepada pendekatan psikis. 41:57 Dari pendekatan 41:59 zohiri kepada pendekatan batini. 42:04 Dari pendekatan 42:06 kuantitas 42:08 kepada pendekatan kualitas. 42:12 Nah, mudah-mudahan ini akan mendorong 42:15 kita semakin cinta kepada Allah, semakin 42:19 rindu kepada Rasulullah Muhammad 42:21 sallallahu alaihi wasallam. Demikian 42:24 yang dapat saya kemukakan. 42:27 Wasallallahu 42:28 ala nabiyina Muhammadin. Wallahu aam 42:33 bisawab. 42:36 Demikian Iwan Awat penyampaian materi 42:39 yang disampaikan oleh guru kita Ustaz 42:40 Saleh yang mana tadi Ustaz menyampaikan 42:42 ee tentang iktikaf ya. Bagaimana Ustaz 42:44 menjelaskan bahwa dalam kita menjalani 42:47 iktikaf itu kita itu harus serius, 42:49 bersungguh-sungguh dan juga di saat kita 42:51 banyak membaca Al-Qur'an kita juga bukan 42:52 hanya membacanya tetapi juga 42:54 mendalaminya. memahami e maksudnya apa 42:57 yang kita baca itu ayatnya kita harus 42:59 mendalami itu dan memahaminya dan juga 43:01 banyak berzikir dan juga berselawat agar 43:03 hati kita ini bisa tenang untuk meraih 43:05 lailatul qadar. 43:06 Nah, 43:06 dan ee Iwan Nawat mungkin yang ingin 43:10 bergabung mengirimkan pertanyaannya bisa 43:11 dikirimkan ke layanan masa berhasil di 43:13 0811999720. 43:17 Jangan ke mana-mana kita akan kembali 43:19 setelah nada takwa berikut ini. Tetap di 43:21 radio Silahim Nas TV untuk Islam yang 43:23 satu. 43:40 Iwan Nawat, pendengar Radio Silaturrahim 43:42 di manapun Anda berada. Saat ini kita 43:44 kembali dalam program acara Tosiah sore 43:46 kajian syarah kitab Riyadus Shihin 43:47 bersama guru kita Ustaz Ahmad Saleh yang 43:49 pada kesempatan sore hari ini Ustaz 43:52 menyampaikan temanya yaitu tentang 43:54 iktikaf. Tadi Ustaz menyampaikan temanya 43:57 cukup panjang ya Iwan Awat dan sekarang 43:59 kita sudah mengasiki sesi tanya jawab. 44:00 Bagi wwat yang ingin bertanya bisa 44:03 mengirimkan pertanyaannya di layanan 44:04 berhasil di 08119997220 44:09 atau ingin berinteraktif di 0218451512. 44:14 Sudah ada beberapa pertanyaan yang 44:15 masuk, Pak Ustaz. Namun sebelum itu saya 44:17 juga ingin menyapa para pendengar kami. 44:20 Ada dari Bapak Muhammad, Bapak Edwin, 44:23 Bapak Arif, Ibu Anisa, Ibu Iswati, Ibu 44:26 Supi, Eyang Sri, 44:29 Bapak Mugi, Ibu Teti, Ibu Aminah, Bapak 44:31 Abdul Rasyid, Ibu Nanai Fatimah dan juga 44:34 Bapak Arwin dan masih banyak lagi yang 44:36 menyimak kajian sore tausiah sore pada 44:39 sore ini Pak Ustaz. Dan sekarang kita ke 44:41 pertanyaan yang pertama. 44:44 Pertanyaan pertama datang dari seorang 44:47 ibu. Asalamualaikum, Pak Ustaz Mas 44:49 Saleh. 44:50 Waalaikumsalam warahmatullahi 44:52 wabarakatuh. 44:54 Saya seorang ibu mau bertanya, apakah 44:56 iktikaf itu hanya boleh dilaksanakan di 44:58 masjid saja? Lalu, bagaimana dengan saya 45:00 yang seorang ibu rumah tangga ingin 45:02 iktikaf, namun saya harus mengurus 45:04 keluarga di rumah? Mohon pencerahannya, 45:06 Pak Ustaz. Syukron. Nah, masyaallah. 45:09 Baik. Saya ingin mendekatinya. 45:13 menjawabnya dengan pendekatan fikih dulu 45:15 ya, fikih approach ya, pendekatan fikih. 45:20 Jadi, iktikaf itu sunahnya di masjid, 45:25 tidak di tempat lainnya gitu ya. 45:29 Namun setelah kita mendengarkan uraian 45:31 tadi, 45:32 meskipun saya tidak menyebutnya iktikaf, 45:36 maka ibu boleh merenungi perjalanan, 45:40 boleh menghayati bacaan Quran, boleh 45:44 merenungi dosa-dosa, 45:46 boleh mengevaluasi amalan-amalan di mana 45:50 saja, termasuk di rumah, termasuk di 45:53 dapur, 45:55 gitu ya. Oke, sekali lagi. Jadi, iktikaf 45:58 itu di masjid. 46:01 Kalau di luar masjid bukan iktikaf, kan 46:03 begitu. Namun setelah kita memaknai 46:06 hakikat iktikaf itu, ya sudahlah saya 46:09 enggak iktikaf, tapi saya evaluasi diri 46:12 aja. 46:14 Evaluasi dirinya kan Anda juga bisa 46:16 sambil masak, bisa sambil baca Quran, 46:19 bisa juga. Tapi yang jelas Anda sendiri 46:21 ketika bekerja menyiapkan makan dan 46:24 minuman untuk suami dan anak, itu aja 46:27 sudah pahalanya besar. 46:30 Kalaupun iktikafnya saya sebut dalam 46:32 tanda petik sekarang, kalau iktikaf Anda 46:35 di dapur tidak sempurna, 46:38 Anda sudah dapat pahala banyak kalau 46:40 pencariannya paha pahala kebaikan. 46:44 Namun kalau pencariannya yang dicarinya 46:48 adalah manfaat tambahan motivasi, 46:53 tambahan stimulus 46:55 untuk mendapatkan stimulan, dorongan 46:58 gitu kan, maka perenungannya memang Anda 47:02 bisa melakukannya tidak harus di masjid, 47:04 di malam hari, habis salat Isya kan 47:06 sudah pada selesai makan kan gitu. Nah, 47:08 maka Anda bisa melakukannya. suami Anda 47:11 di masjid iktikaf, Anda di rumah bada 47:13 isya tuh memahaminya ya. Jadi Anda boleh 47:17 melakukan itu di rumah tetapi bukan 47:20 dengan niat iktikaf tapi hakikatnya Anda 47:25 mengambilnya. Hakikat iktikaf Anda 47:28 melaksanakannya 47:30 kan begitu ya. Jadi begitu. Jadi kan 47:33 begini ada orang tidak berpuasa tapi 47:36 hakikatnya puasa. 47:39 Di antaranya apa? Dia tidak berpuasa. 47:42 Dia tidak berpuasa sunah, tidak puasa 47:44 Senin Kamis, tidak puasa Nabi Daud, tapi 47:48 dia senantiasa menjaga lisannya. 47:51 Lisannya senantiasa terucap kalimah 47:54 thayyibah, menghindari kalimat zur, 47:58 menghindari kalimat dusta, kalimat 48:00 maksiat, kalimat kotor, gitu. Nah, 48:02 berarti dia hakikatnya berpuasa meskipun 48:06 dia tidak berpuasa secara fikih gitu 48:09 loh. 48:10 Gitu ya. Oke. Baik. Demikian yang dapat 48:12 saya jelaskan. Wallahu aam bisawab. 48:19 Ya. Selanjutnya sebelum ke pertanyaan 48:20 ada satu atensi dari Bapak Arwin. Terima 48:23 kasih Pak Ustaz atas tausiahnya atau 48:24 nasihatnya. Semoga Pak Ustaz dan pejuang 48:26 dakwah serta para pendengar Radio Rasil 48:28 selalu dalam keadaan sehat walafiat. 48:30 Amin. Allah subhanahu wa taala. Amin 48:32 rabbal alamin. 48:34 Dan kita selanjutnya ke pertanyaan dari 48:38 pertanyaan dari Ibu Mariah. 48:41 Asalamualaikum Pak Ustaz. 48:42 Waalaikumsalam warahmatullahi 48:45 wabarakatuh. 48:46 Semoga Ustaz Saleh selalu dalam 48:47 lindungan Allah Subhanahu wa taala. 48:49 Amin. Allah. 48:50 Bertanya Pak Ustaz kabarnya lailatul 48:52 qadar itu datang di malam ganjil. Tapi 48:55 mengapa ada yang beriktikaf full dari 48:57 siang sampai malam selama 10 hari? 49:00 Memang selain Lailatul Qadar, apalagi 49:02 yang dituju itu Pak Ustaz mohon 49:04 pencerahannya. 49:05 Iya. 49:07 Sebagaimana tadi saya jelaskan, malam 49:10 lailatul qadar itu rahasia 49:14 bahwa suruh dicari di ganjil itu anjuran 49:17 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 49:20 yang memiliki latar belakang yang 49:23 menarik. Jadi, Nabi nyarankan 49:27 cari tanggal malam 27, cari di tanggal 49:29 ganjil 10 hari terakhir, cari di 10 hari 49:33 terakhir di bulan Ramadan. Itu ada 49:35 landasan, ada latar belakang Nabi 49:38 kemudian menyuruh itu. 49:41 Karena apa? Sekali lagi, malam lailatul 49:43 qadar rahasia. 49:45 Bahkan Nabi pernah ingat Lailatul Qadar, 49:48 tapi dijadikan lupa. Begitu kata 49:49 riwayat. Kan berarti Nabi sendiri 49:53 menjadi tidak tahu 49:55 setelah tahu gitu berdasarkan riwayat 49:58 itu tuh ya. Namun kemudian Nabi 50:00 nganjurkan suruh dicari 50:03 ini sekali lagi ini arahan Nabi ini 50:06 menarik gitu loh. 50:08 Maka ada ulama memahaminya 50:11 karena ada beberapa apa anjuran 50:14 Rasulullah mencarinya di berbagai 50:16 variasi perintah. Maka sampai ada ulama 50:20 menyatakan, "Mulailah cari lailatul 50:22 qadar mulai tanggal 1 Ramadan 50:26 atau mulai tanggal 1 Rajab atau mulai 50:29 tanggal 1 Syawal bahkan." Nah, karena 50:32 rahasia tadi karena untuk sampai kepada 50:36 tingkat pencapaian lailatul qadar itu 50:40 perlu kesiapan ruhiyah gitu loh. 50:44 Ah, untuk mempersiapkan ruhiyah itu 50:47 enggak gampang. 50:49 untuk mengakibatkan, untuk menjadikan 50:51 hati kita ini lembut. Itulah pada 50:53 hasilnya penjelasannya. 50:56 Untuk menjadikan hati kita lembut bukan 50:58 sesuatu yang gampang. 51:01 Apalagi kita masih punya musuh, apalagi 51:05 kita masih punya dendam kepada orang 51:06 yang memusuhi kita. 51:10 Kalau masih ada hal-hal semacam itu, kan 51:12 badnya harus dibersihkan dulu untuk 51:14 menyambut lailatul q lailatul qadar. 51:17 Karena lailatul qadar tidak akan datang 51:20 kepada pendendam. 51:25 Lailatul qadar tidak akan datang kepada 51:27 orang yang bermaksiat. 51:29 Ah, lagi jodi nih sabung ayam malam 51:32 lailatul qadar datang. Apa dia 51:34 menghampiri dia? Tidak. [berteriak] 51:37 Ah, dia lagi maksiat kok gitu. Nah, maka 51:40 oleh sebab itu kembali kepada 51:42 pertanyaannya. 51:44 Jadi secara apa? Fikih. gitu ya. Heeh. 51:49 Secara fikih jelas harus di masjid. Tapi 51:52 kalau secara apa tadi? Pendekatan 51:54 substantif. 51:56 Substantif itu adalah hakikat maka boleh 52:00 saja kita melakukannya. Tapi dengan niat 52:03 bukan iktikaf. 52:05 Jadi di rumah Anda baca Quran, istigfar, 52:08 selawat, merenungi kehidupan dan 52:10 seterusnya. Ya, demikian. Wallahu aam 52:15 bisawab. AB ya. Semoga itu juga bisa 52:18 menjadi jawaban ee atas pertanyaan dari 52:21 Eyang Sri ya yang menanyakan apakah 52:23 iktikaf itu hanya boleh dilaksanakan di 52:24 masjid itu. 52:25 Baik, kita ke pertanyaan selanjutnya Pak 52:28 Ustaz datang dari Bapak Abdullah di 52:30 Depok. Asalamualaikum warahmatullahi 52:31 wabarakatuh Pak Ustaz. 52:33 Waalaikumsalam warahmatullahi 52:35 wabarakatuh. 52:36 Semoga Pak Ustaz dan K Rasil dalam 52:38 keadaan sehat walafiat. Amin. 52:40 Amin. Allahum amin. 52:41 Mohon izin bertanya, Pak Ustaz. Apakah 52:43 dengan cara beriktikaf presentase 52:45 mendapatkan lailatul qadar lebih besar? 52:48 Terlihatkah orang yang mendapatkan 52:49 Lailatul Qadar? Mohon pencerahannya, Pak 52:51 Ustaz. Jazakullah khair. 52:52 Iya. Masyaallah. Jadi, pertanyaannya 52:55 saya rubah ya. Apakah orang yang 52:58 senantiasa taat kepada Allah, peluang 53:01 untuk mendapatkan Lailatul Qadar lebih 53:03 besar daripada orang yang biasa-biasa 53:06 saja? Gitu. 53:08 Jadi iktikaf itu kan sebagai definisi 53:11 iktikaf itu kan diisi dengan 53:13 ketaatan-ketaatan. 53:15 Jadi jelas bahwa peluang sekali lagi 53:18 peluang ya hakikat itu di sisi Allah. 53:21 Peluang orang yang iktikaf dan 53:24 mengisinya dengan pendekatan diri kepada 53:27 Allah secara substantif 53:30 peluangnya lebih besar untuk mendapatkan 53:32 lailatul qadar dibanding dengan orang 53:35 yang tidak 53:37 mengarah ke sana. 53:40 Apa yang saya maksudkan tidak mengarah 53:42 ke sana? Kan ada orang 53:45 iktikaf di masjid tapi bercanda. 53:49 Ada orang tidak iktikaf di masjid, tapi 53:52 dia serius membaca perjalanan hidupnya, 53:56 membaca catatan amalnya, 53:59 membaca dan mengevaluasi 54:02 kebaikan-kebaikannya. 54:04 Bisa jadi yang dapat lailatul qadar yang 54:06 di rumah. 54:08 Tapi karena tadi pertanyaannya dengan 54:11 iktikaf itu tentu maksudnya iktikaf 54:14 dengan rentetan gitu loh, rentetan 54:19 ibadah-ibadah lainnya. Meskipun jelas 54:22 kalau pendekatannya pendekatan 54:24 ee hadis atau pendekatan sunah. Jelas 54:28 bahwa orang yang iktikaf 54:30 ya orang iktikaf meskipun mohon maaf 54:33 cuma bagian luarnya saja iktikafnya. 54:35 Jelas dia lebih unggul dibanding dengan 54:37 yang tidak iktikaf itu asalnya. 54:39 Iya. 54:41 Tapi sekali lagi kita jangan tertipu. 54:45 Ada orang tidak iktikaf tapi substansi 54:49 amalannya melebihi orang iktikaf gitu 54:51 loh. Karena ada orang iktikaf dia pindah 54:55 tidur. 54:56 Hm. 54:57 Hanya main-main 54:58 mainan game, 55:02 mainan medsos dan lain sebagainya. Ah, 55:05 gitu loh. Jadi, maka oleh sebab itu 55:08 analisanya harus lebih detail gitu, 55:11 tidak bisa secara umum, secara global 55:14 ya. Jadi ee jika yang dimaksudkan adalah 55:17 pertanyaannya adalah 55:21 orang yang iktikaf dengan pengertian 55:23 orang yang senantiasa taat kepada Allah 55:28 itu jelas lebih besar peluangnya untuk 55:31 mendapatkan lailatul qadar dibanding 55:34 orang yang maksiat kepada Allah 55:36 Subhanahu wa taala. Nah, demikian yang 55:40 dapat saya jelaskan. Wallahuam 55:44 bisawab. 55:46 Dari Bapak Abdullah ke lalu selanjutnya 55:50 dari pertanyaan dari Bapak Nurwo. 55:52 Asalamualaikum Pak Ustaz. 55:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 55:56 wabarakatuh. 55:57 Pak Ustaz, saya orangnya senang sekali 55:59 jalan-jalan. Jadi saya kalau iktikaf 56:02 berpindah-pindah masjid karena ingin 56:03 sekalian mengunjungi masjid-masjid besar 56:05 di sekitar saya. Apakah niat saya ini 56:07 salah, Pak Ustaz? Mohon nasihatnya, Pak 56:09 Ustaz. Syukran. 56:09 Baik. Bismillahirrahmanirrahim. 56:12 jelas tidak salah ya. Apalagi kemudian 56:17 diniatkan sambil silaturahmi ziarah ke 56:20 masjid-masjid. 56:22 Tapi yang paling penting tadi jangan 56:24 sampai pergerakan Anda mempengaruhi 56:27 kualitas iktikaf. Itu saja yang harus 56:31 dijaga. Selama kita konsentrasinya 56:34 kepada iktikaf, 56:37 kepada perenungan diri, kepada 56:40 permohonan ampun, kan ada orang berjalan 56:43 naik kendaraan tapi pikirannya kepada 56:46 Allah. Kan ada yang begitu toh. Tapi ada 56:49 orang yang pindah-pindah fokusnya ke 56:51 pindah-pindahnya. 56:53 Nah, sangat tergantung sekali lagi kalau 56:55 Anda mampu mengendalikan konsentrasi 56:59 iktikaf maka tidak apa-apa. 57:03 Tapi kalau Anda termasuk orang yang 57:06 gampang terbawa suasana keindahan 57:09 sekitarnya 57:10 ya, keramaian di sekitar perjalanannya, 57:14 maka sebaiknya Anda tetap di satu masjid 57:17 saja gitu loh ya. Jadi hukumnya bisa 57:21 boleh, tapi juga menjadi tidak boleh. 57:25 Jadi bisa jaiz, bisa juga menjadi mamnu 57:29 menjadi tidak boleh. Sangat tergantung 57:32 tadi ya. Kalau Anda bisa fokus, bisa ee 57:36 khusyuk meskipun pindah-pindah, maka 57:40 Anda dibolehkan. He. 57:41 Tapi kalau kemudian Anda menjadi 57:43 terganggu, kekhusyuan iktikaf Anda 57:46 terganggu, maka tidak dibenarkan. 57:50 Ini juga menjadi dalil, juga menjadi 57:52 rujukan 57:55 ya. keluar masuk masjid sering keluar 57:59 masuk masjid dengan orang yang tetap 58:02 diam di masjid itu jadi pengaruh kayak 58:05 seperti tadi. Jadi lebih disukai fokus 58:08 duduk blek duduk gitu loh gitu ya. Fokus 58:14 khusyuk ah itu lebih disukai dibanding 58:17 keluar masuk. Hm. meskipun sekedar 58:20 keluar masuknya misalnya cari angin, 58:23 sekedar menggerakkan badan. Ya udah 58:25 kalau menggerak badannya kalau gitu 58:27 berdiri di tempat itu di tempat iktikaf 58:30 terus gerakkan badannya 58:32 kalau memang betul-betul pegal 58:35 gitu ya. Dan jangan sampai sekali lagi 58:38 pada substansinya merusak. Nah, tapi 58:40 kalau terjaga tidak ada apa-apa. keluar 58:43 masuk masjid juga enggak apa-apa. Kalau 58:45 kemudian menunaikan keperluan ke toilet 58:50 ini kan keluar masjid juga gitu kan. 58:52 Tapi kalau keluar masjid ee tidak ada 58:54 keperluan bahkan mengganggu konsentrasi 58:57 iktikaf maka sebaiknya tidak dilakukan 59:02 gitu ya. Demikian yang dapat saya 59:04 jelaskan. Wallahu aam bisawab. 59:09 Baik Ustaz. Selanjutnya datang 59:10 pertanyaan datang dari Ibu Aminah 59:12 menanyakan tentang sahur. Pak Ustaz 59:15 nam 59:15 Pak Ustaz, saya sedang menyimak Pak 59:17 Ustaz di sore hari ini. Izin bertanya 59:20 saya dibangunin anak selalu jam 0.30. 59:23 Jadi saya lebih baik salat tahajud 59:25 terlebih dahulu. Setelah itu baru makan 59:26 sahur sampai menjelang imsak. Kadang 59:29 sampai azan berkumandang. Saya masih 59:31 minum. Mohon pencerahannya, Pak Ustaz. 59:33 Terima kasih. 59:34 Iya. Baik. Ya, tidak apa-apa. 59:38 Anda dibangunkan .30 kemudian salat 59:40 tahajud dulu. 59:43 Kemudian selesai tahajud baru makan 59:45 sahur. 59:47 Imsak itu adalah waktu subuh. 59:51 Adapun yang dikurangi 10 menit itu untuk 59:54 kehati-hatian. 59:56 H gitu ya. Jadi kalau Anda menjelang ee 1:00:01 apa imsak masih minum enggak ada masalah 1:00:04 bahkan masih makan juga enggak ada 1:00:05 masalah. 1:00:07 Ah, apalagi kemudian jika itu dimaknai 1:00:09 sebagai kias kepada azannya Abdullah bin 1:00:13 Ummi Maktum dan Bilal bin Rabah, Nabi 1:00:17 katakan, "Kalau azan Bilal, kamu enggak 1:00:20 usah berhenti makan. Makan dan minumlah. 1:00:23 Ah, nanti kalau sudah azan Abdullah bin 1:00:26 Ummi Maktum, baru kamu berhenti makan 1:00:28 dan minumnya." Ah, berapa jarak di 1:00:31 antara keduanya, ya Rasulullah? Ya, 1:00:33 sekira kamu membaca ayat 50 ayat kan 1:00:37 begitu. Nah, ini menjadi kias 1:00:39 kehati-hatian. Jadi, tidak mengapa ya. 1:00:42 Ya, tapi yang jelas selama ee kalau 1:00:45 sudah tuntas makannya enggak usah nambah 1:00:48 kalau sudah azan itu ya habiskan ya yang 1:00:51 tersisa sampai azan kumandang selesai. 1:00:55 Ah. Tapi kalau semua adam belum selesai, 1:00:58 Anda sudah habis, Anda minum, ya cukupan 1:01:02 sampai di situ, enggak usah nambah lagi, 1:01:03 gitu ya. Demikian ya saya kira yang 1:01:06 dapat saya jelaskan. Wallahu aam 1:01:09 bisawab. 1:01:11 Ini nampaknya jadi satu pertanyaan 1:01:13 terakhir, Pak Ustaz datang dari Bapak 1:01:15 Dodi di Cilangkap, Jakarta Timur. 1:01:17 Asalamualaikum warahmatullahi 1:01:18 wabarakatuh, Pak Ustaz Amad Saleh. 1:01:20 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:01:22 wabarakatuh. 1:01:23 Ada dua pertanyaan. Yang pertama izin 1:01:26 Pak Ustaz pada saat kita qiamulail saat 1:01:29 iktikaf kalau lagi khusyuk saya kadang 1:01:31 sampai menangis dan mendalam dan 1:01:34 mendalam kalbunya. Pertanyaannya 1:01:36 bagaimana menjaga kondisi ini supaya 1:01:38 stabil dan istikamah setelah Ramadan? 1:01:40 Yang kedua, pertanyaan yang kedua, 1:01:42 sebagaimana hadis Nabi bahwa bahwa 1:01:45 sungguh bau mulut orang yang berpuasa 1:01:47 lebih harum di sisi Allah daripada bau 1:01:49 minyak kasturi. Apakah artinya hadis 1:01:51 ini? Apakah makin bau mulutnya lebih 1:01:54 baik? Terima kasih, Pak Ustaz atas 1:01:55 penjelasannya. Oke. Baik, dicatat ya. 1:01:58 Pertanyaan kedua. E saya jawab 1:02:00 pertanyaan pertama dulu. 1:02:02 Bagaimana menjaga 1:02:05 sifat seperti tadi? 1:02:08 Saya katakan berat. 1:02:12 Apalagi kita hidup di dunia 1:02:15 yang jauh dari sifat-sifat islami. 1:02:19 Karena untuk bisa menjaga itu pertama 1:02:21 pandangan mata harus dijaga. 1:02:29 Kedua, telinga harus dijaga. 1:02:33 Ketiga, yang paling penting hati harus 1:02:36 dijaga. 1:02:38 Jika itu masih ternodai, maka sulit kita 1:02:41 mempertahankan keistikamahan seperti 1:02:43 itu. 1:02:45 Atau Anda boleh mencarinya dengan 1:02:48 memperbanyak selawat atas Nabi 1:02:50 sallallahu alaihi wasallam. 1:02:51 Wasam. Karena tidak mungkin kita 1:02:53 menghindari suasana suasana seperti itu 1:02:57 di jalan raya, di perkantoran, ah sangat 1:03:00 susah membayangkannya. Maka Anda 1:03:03 perbanyak dengan selawat atas Nabi 1:03:05 sallallahu alaihi wasallam. Siapa tahu 1:03:08 dengan memperbanyak selawat atas Nabi 1:03:11 dapat membantu mempertahankan sifat 1:03:14 semacam itu. 1:03:16 Karena itu tidak gampang 1:03:19 berdoa, ruku, sujud, bahkan sujud 1:03:23 menjadi betah. 1:03:26 Sujud menjadi betah. 1:03:30 Misalnya saya ambil doa sujud yang 1:03:33 masyhur saja. 1:03:34 Subhana rabbiyal a'la wabihamdih. 1:03:40 Subhana rabbiyal a'la wabihamdih. 1:03:45 Lama. 1:03:47 [mendengus] Bahkan Anda ingin 1:03:49 memperbanyak bacaan subhana rabbiyal aa 1:03:51 wabihamdih 11 kali, 13 kali, 15 kali dan 1:03:55 seterusnya. Kenapa? Karena Anda begitu 1:03:59 rindunya, 1:04:01 [mendengus] 1:04:02 begitu mahabbahnya kepada Allah azza wa 1:04:05 jalla sehingga pujiannya itu 1:04:08 begitu dalam. Nah, untuk bisa 1:04:11 mempertahankan tadi seluruh panca indra 1:04:15 dipalingkan untuk taat kepada Allah 1:04:17 Subhanahu wa taala dan menjauhi dari 1:04:19 maksiat-maksiat. 1:04:21 Kalau kemudian lingkungan kita seperti 1:04:23 ini yang tidak memungkinkan kita 1:04:25 berpaling dari maksiat-maksiat, 1:04:27 berapapun hebatnya kita berpaling dari 1:04:29 kemaksiatan yang ada di sekitar kita, 1:04:32 tentu akan terperangkap. Maka 1:04:34 perbanyaklah istigfar, 1:04:38 perbanyaklah zikir kepada Allah, 1:04:41 perbanyaklah selawat atas Rasulillah 1:04:43 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 1:04:46 Insyaallah itu akan senantiasa terjaga 1:04:49 gitu ya. Oke. Kemudian yang kedua 1:04:53 tentang 1:04:55 apa itu ya hadisnya? Rih. Rih itu bau 1:04:59 mulut ya. 1:05:00 Hmm. 1:05:01 Bau mulut orang yang berpuasa 1:05:04 di sisi Allah itu lebih baik daripada 1:05:08 rihul miski. Misik. Misik itu ee apa 1:05:12 namanya? 1:05:14 Kesturi. 1:05:15 Hm. 1:05:16 Sekali lagi itu di sisi Allah. 1:05:20 Di sisi Allah itu lebih wangi nanti itu 1:05:22 lebih wangi. Tapi di sisi manusia mah 1:05:24 tetap aja bau. 1:05:26 Iya 1:05:26 gitu ya. Nah, hanya saja orang yang 1:05:30 berdekatan dengan yang mencium bau mulut 1:05:33 orang yang berpuasa menjadi sadar gitu 1:05:36 loh. Oh meskipun bau di sisi saya, di 1:05:39 sisi Allah mah dia wangi gitu loh. Nah, 1:05:42 maka terjadilah perdebatan para ulama. 1:05:47 Semakin bau semakin wangi di sisi Allah. 1:05:51 Gitu pendapatnya. 1:05:53 Berarti 1:05:55 gosok gigi pakai sesuatu yang 1:05:58 mengakibatkan wangi jadi makruh. Tuh 1:06:02 dengan pemahaman ini. Sekali lagi dengan 1:06:04 pemahaman semakin bau semakin wangi gitu 1:06:07 kan. 1:06:09 Jadi maka oleh sebab itu ulama 1:06:11 memakruhkan nyikat gigi pakai odol. 1:06:15 Padahal kan enggak ada masalah. Masalah 1:06:16 enggak nyikat gigi pakai odol? Enggak. 1:06:18 Asal tidak ditelan aja kan gitu. 1:06:21 Tapi yang kedua logikanya terbalik. 1:06:26 Bau mulutnya aja wangi 1:06:29 apalagi wangi. 1:06:30 Iya. [tertawa] 1:06:33 Nah, dari pendapat inilah muncul 1:06:36 bolehnya sikat gigi pakai odol 1:06:41 atau siwak. 1:06:43 Bagi yang e berpuasa hari ini coba pakai 1:06:46 siwak. Itu aromanya beda. Aromanya tidak 1:06:50 sebau tanpa siwak. Jadi kalau pakai 1:06:53 siwak aromanya itu mohon maaf ya apa ya? 1:06:57 Wangilah wanginya jel jelas bukan wangi 1:07:01 seperti parfum tapi tadi seperti kesturi 1:07:04 itu 1:07:07 gitu ya. Nah maka saya kira siwakan 1:07:10 siwak g ada masalah. 1:07:13 meskipun sesungguhnya 1:07:15 sikat gigi terjemah dari siwak. 1:07:19 Nah, maka oleh sebab itu menarik sekali. 1:07:21 Jadi kalau sekali lagi ya, kalau 1:07:24 mengikuti pendapat ulama yang menyatakan 1:07:27 semakin bau semakin wangi di sisi Allah 1:07:31 ya saya mohon maaf ya ya saya 1:07:35 menghormati itu pendapat itu. Tapi saya 1:07:38 lebih cenderung kepada pendapat yang 1:07:40 mengatakan jika baunya saja dinilai 1:07:43 wangi di sisi Allah apalagi wanginya 1:07:47 gitu loh. Nah, maka yang kedualah saya 1:07:50 ee mengikuti pendapat kedua, maka saya 1:07:53 termasuk orang yang menyikat gigi pakai 1:07:55 pasta gigi 1:07:58 atau kalau gak saya menggunakan selain 1:08:02 sikat gigi pakai odol, pakai pasta gigi, 1:08:05 saya menggunakan siwak. 1:08:08 Heeh. 1:08:09 Gitu ya. Heeh. Karena akar siwak itu 1:08:12 akar siwak itu masyaallah manfaatnya 1:08:15 jelas sekali. Pertama, akar siwak itu 1:08:18 selain untuk menguatkan gigi, yang kedua 1:08:24 menjadikan aromanya 1:08:27 menjadi netral. Paling tidak netral itu 1:08:30 tidak terlalu bau. Yang ketiga, 1:08:34 menjaga kesehatan mata. 1:08:38 Jadi siwak itu. 1:08:40 Hm. 1:08:40 Itu pengaruhnya ke mata juga ya. Oke, 1:08:43 demikian saya kira yang dapat saya 1:08:45 jawab. Wallahu aam bisawab. 1:08:50 Baik, Ustaz. Kita sudah di penghujung 1:08:52 waktu. Mungkin ada kesimpulan dari 1:08:53 seluruh kajian kita Ustaz. 1:08:55 Masyaallah. Kesimpulan yang dapat saya 1:08:57 kemukakan. Mari kita isi sisa siam 1:09:02 Ramadan ini dengan serius melakukan 1:09:05 iktikaf. Bagi mereka punya yang punya 1:09:08 kelapangan. Tapi bagi mereka yang karena 1:09:12 kesibukan mencari nafkah atau berjuang 1:09:16 yang lainnya, maka Anda bisa melakukan 1:09:20 perenungan-perenungan itu di rumah. Yang 1:09:24 paling penting adalah kita menyongsong 1:09:26 dan menyambut Lailatul Qadar dengan 1:09:29 ketaatan kepada Allah Subhanahu wa 1:09:33 taala. Demikian yang dapat saya 1:09:35 kemukakan. Wasallahu 1:09:38 ala nabiyina Muhammadin. 1:09:40 Walhamdulillahiabbil 1:09:42 alamin. Wasalamualaikum 1:09:46 warahmatullahi 1:09:47 wabarakatuh. 1:09:49 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:09:51 wabarakatuh. Terima kasih Ustaz atas 1:09:52 ilmunya pada sore hari ini dan juga kami 1:09:54 ucapkan mohon maaf kepada Bapak Yuman 1:09:57 yang saat ini sedang sakit ya. ee 1:10:00 pertanyaannya belum bisa kami bacakan 1:10:02 karena keterbatasan waktu dan juga dari 1:10:04 hamba Allah pendengar kami di Sukabumi 1:10:06 pertanyaan belum dibacakan karena 1:10:07 keterbatasan waktu mohon maaf dan juga 1:10:09 kami ucapkan terima kasih kepada Iwan 1:10:10 Awat semua yang sudah mengirimkan 1:10:12 pertanyaannya atensinya semoga Allah 1:10:13 membalas dengan kebaikan yang berlipat 1:10:14 ganda dari studio saya Fajar Hidayat 1:10:17 Yusuf Bangkit dan juga Neza mohon undur 1:10:19 diri mari kita akhiri saja dengan 1:10:21 membaca doa kafaratul majelis subhanaka 1:10:23 allahummahamdika asadua ila anta 1:10:25 astagfiruka waubuik billahi taufik 1:10:28 walhidayah wasalam Asalamualaikum 1:10:29 warahmatullahi wabarakatuh.