Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
3:53 Bismillah alhamdulillah wassalam ala 3:55 Rasulillah wa ala alihi wasohbihi wa ala 3:58 ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 3:59 Subhanahu wa Ta'ala. 4:00 Apa kabar? Selamat datang, selamat pagi. 4:05 Selamat berakhir pekan, alhamdulillah 4:07 senang sekali pagi hari ini saya Isa 4:09 Alkaf bisa kembali menemani ikhwan 4:11 akhwat sekalian di Radio Silaturahim 720 4:14 AM dan disiarkan pula di beberapa radio 4:17 partner kami, ada Radio Bondowoso so ada 4:20 Silaturahim eh Yogyakarta, Sukabumi Sel 4:24 FM 4:26 dan juga Batam Sel FM Batam, Sukabumi 4:29 Latansa, masya Allah. Dan ikhwan akhwat 4:33 juga yang men kami menyapa ikhwan akhwat 4:35 yang menyimak melalui YouTube dan juga 4:37 Radio Silaturahim streaming ahlan 4:39 wasahlan wa marhaban semoga apa yang 4:42 nanti kita diskusikan pada hari ini 4:44 insya Allah jadi wasilah hidayah buat 4:45 kita semua ikhwan akhwat. 4:47 Alhamdulillah seperti biasa setiap Sabtu 4:50 pagi kita 4:52 mempelajari, mengkaji tentang tema 4:55 tasawuf dalam acara kajian tasawuf 4:58 bersama ustaz kita, guru kita yang sudah 5:01 membersamai kita, Habib Ahmad Musawa bin 5:03 Syahab. Assalamualaikum Habib. 5:05 Waalaikumsalam warahmatullahi 5:06 wabarakatuh. 5:06 Sehat Habib? Masya Allah. 5:08 Habib. 5:08 Lama tak jumpa. 5:09 Lama tak jumpa, sangat betul. 5:11 Alhamdulillah bisa datang kembali ya 5:14 setelah sempat 5:15 sebulan lebih ya? 5:16 Lebih Habib. 5:17 Sebulan lebih. 5:18 Hampir dua bulan ya. 5:19 Hampir dua bulan. 5:20 Iya. 5:20 Habib Musawa berkeliling. Habib. 5:23 Nah, jalan-jalan Habib. 5:24 Jalan-jalan ke mana aja Habib ya? 5:26 Malaysia kemarin ya? 5:28 Iya, Malaysia, Singapura. 5:30 Kemarin ini Jawa Tengah, Madura. 5:32 Jawa Tengah ya? 5:33 Jawa Timur juga. 5:33 Masya Allah. Singapura itu musala ada 5:36 musala juga di sana? 5:37 Iya. Singapura ada musala juga, oh masya 5:39 Allah musala di sana masya Allah Habib 5:41 rapi. 5:42 Kemarin juga 5:43 sekalian ada haulnya Imam Haddad di 5:45 Singapura. 5:46 Haul Imam Haddad di Singapura Habib ya? 5:47 Ada di Singapura. 5:48 Haji. 5:48 Heeh. 5:49 Oh. 5:50 Imam Haddad ya, masyaallah. Hal Imam 5:52 Haddad juga di Robithoh kemarin ya? 5:54 Iya, juga di Robithoh. 5:55 Masyaallah, masyaallah. 5:57 Banyak kalau di Malaysia di mana-mana 5:59 tuh Hal Imam Haddad. Hampir di setiap 6:00 wilayah 6:01 diadakan Hal Imam Haddad. 6:03 Imam Haddad, masyaallah. Karena mungkin 6:05 yang membawa Islam ke sana juga dari 6:08 marga Al Haddad juga ada 6:09 Banyak dari auladnya, banyak dari 6:11 keturunan Imam Haddad yang di sana. 6:13 Masyaallah. 6:15 Masyaallah, alhamdulillah. Masyaallah, 6:17 alhamdulillah ala kulli hal Habib sudah 6:19 membersamai kita ikhwan akhwat. 6:21 Insyaallah hari ini, pagi ini kita akan 6:23 membahas tentang bab ketaatan kepada 6:26 Allah subhanahu wa taala. Apa itu taat? 6:28 Nah, yang dijelaskan di kitab Bidayatul 6:32 Hidayah 6:33 karangan Imam Ghazali, insyaallah akan 6:37 kita kaji. 6:38 Nah, mudah-mudahan sampai tamat. Bagi 6:40 ikhwan akhwat yang akan bertanya, yang 6:43 ingin mengirimkan pertanyaan tanggapan, 6:45 atau mau curhat juga boleh. Silakan 6:47 kirimkan pertanyaan Anda di 08111 6:51 999720. 6:53 Boleh telepon juga setengah jam lagi 6:55 insyaallah. Tapi sebelumnya kita 6:57 dengarkan penjabaran dulu dari Habib 6:59 Ahmad Musyaffa bin Syahab. Tapi alangkah 7:01 baiknya kita mulai dulu Habib dengan 7:03 baca Ummul Quran surat Al Fatihah. 7:05 Tafadhol Habib. 7:07 Amin. 7:09 Amin. 7:11 Amin. 7:13 Amin. 7:17 Amin. 7:20 Bismillahirrahmanirrahim. 7:22 Alhamdulillahirobbil alamin, 7:24 Arrahmanirrahim, Maliki Yaumiddin. 7:27 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in, 7:29 ihdinas shirothol mustaqim. 7:31 Shirotalladzina an'amta alaihim ghoiril 7:33 maghdubi alaihim waladdholin. Amin. 7:36 Ikhwan akhwat kita akan membahas sekali 7:38 lagi bab ketaatan dari kitab Bidayatul 7:41 Hidayah karangan Imam Ghazali bersama 7:43 Habib Ahmad Musytaba bin Syahab. Sekali 7:46 lagi bagi yang ingin bertanya silakan 7:47 kirimkan pertanyaan Anda melalui pesan 7:50 WhatsApp di 08111999720 7:55 atau mau telepon juga bisa ke nomor itu 7:57 atau mau telepon ke nomor biasa juga di 7:59 0218451512. 8:02 Ikhwan akhwat mari sama-sama kita 8:04 dengarkan penjabaran dari Habib Ahmad 8:06 Musytaba bin Syahab. Tafadhol Habib. 8:09 Bismillah khair. Jazakallah khair Habib. 8:13 Bismillahirrahmanirrahim 8:14 alhamdulillahirobbil alamin wabihi 8:16 nasta'in wa'ala umuriddunya waddin 8:18 washolatu wassalamu ala sayyidil 8:19 mursalin sayyidina Muhammadin wa'ala 8:21 alihi washohbihi ajma'in. 8:23 Subhanaka la ilmalana illa ma alamtana 8:25 innaka antal alimul hakim watub alaina 8:27 innaka antat tawwaburrahim. 8:30 Allahumma ya fattah ya alim ya fattah ya 8:32 alim ya fattah ya alim iftah alaina 8:34 fathan qoriba ya arhamarrahimin. 8:36 Allahumma la sahla illa ma ja'altahu 8:38 sahla wa anta taja'alul hazana idza 8:41 syi'ta sahla. Allahumma sahhil lana 8:43 hubbul ulum wahablana wasi'atil fuhu 8:45 bijahi nabikal ma'shum shollallahu 8:47 alaihi wasallam. 8:48 Allahumma inna nas'alukal ilman nafi'an 8:51 wal masyrabal shofil hani'a wahab ya 8:52 ghani. Wana'udzubika Allahumma min ilmin 8:55 la yanfa' waqolbin la yakhsya wa'amalin 8:57 la yurfa'. 8:58 Wa'ainin la tadma' wa nafsin la tasyba' 9:00 wa da'watin la yustajabu laha. 9:03 Birahmatika ya arhamarrahimin ya 9:04 arhamarrahimin ya arhamarrahimin nawaitu 9:06 ta'alluma watta'lim wattadzakkura 9:08 wattadzkiro wannaf'a wal infa' wal 9:10 ifadah wal istifadah wal hatsa ala 9:12 tamassuki bikitabillah wasunnati 9:14 rosulillah waddu'a ilal huda wad 9:17 dalalata alal khair ibtigha'a wajhillah 9:20 wamardhatihi waqurbihi watsawabihi 9:21 subhanahu wata'ala nawaina ma nawahu 9:23 bihi ash-habuna sholihun 9:25 nawaina ma ahathobihi ilallah ta'ala min 9:28 husnin niyat. 9:29 Alhamdulillah senantiasa pujian puji 9:32 syukur kita haturkan ke hadirat Allah 9:33 Subhanahu wa ta'ala atas limpahan 9:35 nikmatnya 9:36 dan alhamdulillah kita bisa bersama 9:38 kembali dalam kajian mingguan dan di 9:40 sini 9:42 kita mengkaji kitab Bidayatul Hidayah 9:44 karangan Al Imam Abi Hamid Muhammad bin 9:46 Muhammad Al Ghazali 9:48 yang sebelumnya kita sempat mengkaji 9:49 kitab Mahiyatut Tasawwuf Wasimatul Ahli 9:51 dan alhamdulillah sudah khatam kitab itu 9:54 dan sekarang kita masuk ke kitab 9:55 Bidayatul Hidayah 9:57 dan ini adalah pertemuan pertama setelah 9:59 Ramadhan 10:01 Ikhwan ya 10:02 Iya iya setelah Ramadhan setelah 10:04 Ramadhan Ikhwan 10:05 2 bulan hampir Syawal Dzulqa'dah akhir 10:08 Dzulqa'dah sekarang 10:09 Alhamdulillah akhir insyaallah ya semoga 10:10 Ramadhan menjadi 10:12 menjadi saksi amal baik kita insyaallah 10:14 Ikhwan semoga Allah Ta'ala kembalikan 10:16 kita ke Ramadhan tahun depan dalam 10:18 keadaan afiat dalam keadaan sehat 10:20 insyaallah dalam keadaan aman tentram 10:21 amin ya rabbal alamin 10:24 Ikhwan 10:25 dalam pembahasan 10:28 Bidayatul Hidayah di sini Imam Ghazali 10:30 di akhir 10:32 ee 10:33 penjelasan beliau menjelaskan bahwasanya 10:36 inti dari segala itu adalah hidayah 10:40 hidayah mendapatkan petunjuk dari Allah 10:43 Subhanahu Wa Ta'ala 10:44 petunjuk untuk bisa melaksanakan apa 10:47 takwanya 10:48 karena 10:49 hakikat daripada 10:52 hidayah itu adalah ketakwaan 10:54 Bidayatul Hidayah adalah dzahirnya takwa 10:58 dan Nihayatul Hidayah adalah batinnya 11:00 takwa 11:01 sebagaimana beliau utarakan kan Anna 11:04 Bidayatuha dzahirut takwa wa nihayatuha 11:07 bathinut takwa 11:08 nah 11:09 takwa itu apa seperti yang kita ketahui 11:11 at takwa adalah imtisal awamirillah wa 11:13 ijtinab nawahi hakaza 11:16 mematuhi perintah Allah dan menjauhi 11:18 larangannya jadi ada dua sisi Ikhwan 11:21 melaksanakan perintah itu yang pertama 11:23 yang kedua menjauhi larangan yang kedua 11:26 hakaza 11:27 melaksanakan perintah itu dinamakan 11:30 ketaatan hakaza at ta'ah 11:33 dan meninggalkan ee kemaksiatan, ya 11:36 dinamakan tarkul maksiat. Nah, makanya 11:39 jadi semua itu hanya dua saja, fi'lut 11:42 to'ah 11:43 dan tarkul maksiat. 11:46 Dan kitab ini memang beliau jadikan 11:48 dalam dua perihal itu. Nah, ada gisim 11:51 fit to'ah, gisim fil maksiat. Nah, 11:54 bagian ketaatan yang harus kita lakukan. 11:57 Yang kedua bagian kemaksiatan yang harus 11:59 kita tinggalkan. 12:01 Namun entar di akhir kitab beliau akan 12:03 menyempurnakan dengan pembahasan ketiga, 12:05 as-suhbah. 12:06 Eee apa namanya? Berteman atau ber- 12:10 berga- bersosial 12:11 kepada manusia. 12:13 Itu eee 12:14 yang terakhir. Nah, yang pertama ini 12:16 masalah ketaatan. 12:18 Eee ketaatan apa yang harus kita 12:20 tunaikan? Nah, di sini ikhwani sebelum 12:22 beliau me- me- menjabarkan panjang lebar 12:24 ketaatan yang yang wajib, yang sunah, 12:27 atau yang adabnya, beliau 12:29 bawakan dahulu hadis di sini. Yang mana 12:32 hadis ini menjadi apa namanya? Langkah 12:34 pertama kita untuk bisa memahami apa itu 12:36 ketaatan dan apa dampak daripada 12:38 ketaatan itu. 12:39 Na'am. 12:40 Beliau berkata, sebelum beliau 12:42 membawakan hadis ini ada mukadimah 12:44 sedikit. Qal, al-qismul awal fit to'at. 12:47 I'lam anna awamirullahi ta'ala faroidu 12:49 wa nawafil. 12:51 Fal fardu ro'sul mal wa bihi tahsulun 12:53 najah. 12:54 Wan naflu huwar ribh wa bihil fauzu bid 12:57 darojat. Beliau berkata, 13:00 "Bagian pertama 13:01 dalam ketakwaan adalah 13:03 at-to'at. 13:04 Na'am, imtsal awamirillah. 13:06 I'lam, ketahuilah bahwasanya 13:08 perintah-perintah Allah itu, ya, itu 13:11 berupa faroid, fardu-fardu yang harus 13:15 dilakukan, yang wajib dikerjakan, 13:17 atau nomor dua, wa nawafil, jamak 13:20 nawafilah, sunah-sunah. Wahai kalian, 13:23 jadi semua ketaatan terbagi menjadi dua, 13:24 fardu ataupun sun- sunah. Na'am." 13:30 Fal fardhu adapun fardhu itu 13:32 perumpamaannya bagaikan rasul mal, 13:34 bagaikan modal dalam usaha. Itu fardhu. 13:37 Wabihi tahsulun najah dan dengan fardhu 13:39 ini 13:41 akan kita dapatkan keselamatan. 13:44 Ya, selamat dari neraka. 13:46 Selamat dari murka Allah. Dengan apa? 13:48 Dengan mengerjakan fardhu. 13:50 Wan nafal adapun nafal, adapun yang 13:53 sunnah-sunnah itu huwaribih adalah 13:55 keuntungan dari perniagaan itu. 13:57 Kalau fardhu tadi apa? 13:59 Eee modal. Kalau nafal 14:02 atau sunnah keuntungannya, begitu. 14:04 Wabihi fauzu bid darajat dan dengan 14:06 nafal dan dengan sunnah-sunnah ini kita 14:08 akan mendapatkan alfauzu bid darajat 14:11 derajat-derajat yang tinggi wahakaza. 14:13 Kita akan menang dengan mendapatkan 14:15 derajat-derajat yang tinggi. Dengan apa? 14:17 Dengan nafal. 14:18 Jadi dua ikhwan. 14:20 Kalau orang mau berniaga, tak akan 14:21 mungkin dia berniaga tanpa modal. 14:25 Begitu juga tak akan bisa orang 14:27 melaksanakan 14:28 ketaatan ketaatan kepada Allah ta'ala 14:30 eee dengan selain mengerjakan yang 14:32 fardhu. Harus. 14:34 Yang fardhu itu adalah asas. Dalam 14:36 perihal berniaga itu adalah modal. 14:39 Wahakaza. Nah, ketika dia muter dalam 14:42 perniagaannya berusaha ke sono ke sini 14:44 pakai teknik marketing, taktik marketing 14:46 segala macam. Muter-muter setahun penuh 14:48 contohnya. 14:50 Pas dia di akhir tahun, di akhir tahun 14:51 perniagaan perdagangan dia lihat lagi. 14:54 Nah, kadang-kadang kan ada tiga keadaan. 14:55 Kadang-kadang dia rugi. Modalnya enggak 14:59 dapat, enggak nutup modal. Itu rugi 15:00 namanya itu. 15:02 Ada enggak rugi enggak untung, balik 15:04 modal. 15:04 Ehm. 15:06 Sebenarnya sih rugi balik modal itu, 15:07 Bib. 15:07 Ehm. 15:08 Iya, sebenarnya. Iya, kan capek aja. 15:10 Tapi hal kulli hal lah. 15:11 Hal kulli hal balik balik-balik modal. 15:14 Eee 15:15 yang ketiga yang masya Allah nih, untung 15:18 sekian kali lipat daripada modalnya. 15:20 Nah, begitu juga ikhwan. 15:22 Ketika orang meninggalkan yang fardhu, 15:24 berarti dia rugi. 15:26 Modalnya enggak dapat. 15:28 Nah, yang modal dia tinggalkan. 15:30 Ada orang yang enggak untung, enggak 15:32 rugi. Nah, yang balik modal tadi. Itu 15:35 orang yang hanya mengerjakan yang 15:36 fardhu-fardhu saja. 15:38 Dia enggak mau yang sunah-sunah. Nah, 15:39 ini perumpamaannya orang yang berniaga 15:41 dan balik modal. 15:43 Rugi sih kagak, tapi untung ya enggak 15:45 juga. 15:47 Dia selamat, selamat dari neraka. 15:48 Alhamdulillah enggak masuk neraka. 15:51 Tapi di surga, tapi di di bawah dia. 15:54 Selamat sih selamat, tapi untung oh, 15:56 kalau sudah dilihat teman-temannya yang 15:57 lain oh, di atas banget dia. Masya 15:59 Allah, bakal sedih dia. Wah, gitu. Tapi 16:01 alhamdulillah yang penting selamat, oke. 16:04 Nah, itu nomor dua tuh. 16:05 Yang ketiga, masya Allah orang yang 16:07 berniaga dan dia dapat untung yang 16:09 banyak. Nah, ini perumpamaannya orang 16:10 yang melaksanakan fardhu dan juga 16:12 melaksanakan sunah. Makin banyak dia 16:15 melaksanakan sunah, makin banyak dia 16:16 dapat untung. Wah, gitu. Ini 16:18 perumpamaannya Ikhwan. Jadi, yang fardhu 16:20 itu bagaikan modal 16:22 dan sunah bagaikan un untung daripada 16:24 perniagaan itu. Tayib. Nah, di sini 16:27 beliau bawakan hadis. 16:28 Nah, hadis hadis ini adalah asas hadis 16:31 sahih. Al-Bukhari Muslim. 16:33 Qala Rasulullah sallallahu alaihi 16:35 Qalallahu azza wajalla. Nah, ini namanya 16:36 hadis qudsi Ikhwan ya. 16:38 Hadis qudsi itu adalah eh, firman Allah 16:41 ta'ala yang diutarakan oleh Nabi 16:43 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 16:45 Oh, Qur'an dong? Oh, enggak beda. Kalau 16:47 Al-Qur'an itu lafaz dan maknanya dari 16:49 Allah ta'ala. Baginda Nabi Muhammad 16:51 hanya menyampaikan saja. 16:53 Tapi kalau hadis qudsi 16:54 maknanya dari Allah. 16:56 Allah ta'ala mewahyukan kepada Baginda 16:58 Nabi sallallahu alaihi wasallam makna. 16:59 Kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam 17:00 mengutarakan dengan lafaz Baginda 17:02 sendiri. Itu namanya hadis qudsi. Nah, 17:04 itu dari segi hakikatnya. 17:06 Dari segi hukumnya jelas kalau Al-Qur'an 17:09 dibaca di salat, ya. 17:12 Hadis qudsi dibaca di salat, batal salat 17:14 itu ya. 17:14 Iya, walaupun itu firman Allah juga. 17:18 Quran 17:20 apa namanya? 17:21 Orang kalau lagi haid ataupun junub 17:24 enggak boleh baca Quran, kalau hadis 17:26 qudsi boleh. Karena bukan Quran. 17:28 Kalau ada Quran enggak boleh disentuh 17:31 oleh orang yang yang enggak punya wudhu, 17:33 entena fil mazhab. 17:35 Tapi kalau ada kitab yang khusus buat 17:36 hadis qudsi ada, banyak. Eee kitab-kitab 17:39 yang khusus buat hadis qudsi. 17:41 Itu boleh disentuh walaupun orang itu 17:42 enggak punya wudhu. 17:44 Nah, jadi hukumnya 17:46 secara zahir itu 17:48 sama sekali enggak ada hukum Quran. 17:50 Nah, secara hakikatnya perbedaannya 17:52 hadis qudsi sama Quran itu tadi. Kalau 17:54 hadis qudsi eee maknanya dari Allah tapi 17:57 lafaznya dari Nabi Muhammad sallallahu 17:58 alaihi wasallam. 17:59 Kalau Alquran makna dan lafaznya semua 18:01 dari dari Allah Ta'ala. Oke, nah. 18:04 Qala Allahu azza wajalla, Allah Ta'ala 18:05 berfirman. 18:07 Ma taqarraba ilayya mutaqarribuna 18:09 bimitsli ada'i maftaratuhu alaihim. 18:11 Tidaklah seorang hamba 18:13 yang mau berdekatan, yang mau mendekat 18:15 kepadaku, dia bisa mendekat eee 18:17 melainkan dengan menunaikan apa-apa yang 18:20 aku telah wajibkan kepadanya. Begitu. 18:23 Allah Ta'ala wajibkan kepada kita 18:25 beberapa perihal. Nah, kalau mendekat 18:26 kepadaku, lakukan itu. 18:28 Eee dengan selain itu kalian tak akan 18:30 bisa dekat kepadaku. Nah, wa Ini model 18:32 pertama, langkah pertama untuk mendekat 18:34 kepada Allah Ta'ala. Mau cari jalan 18:36 selain menunaikan yang fardhu ya kagak 18:37 ada. 18:39 Makanya aneh kalau seandainya orang 18:41 eee yang masyaallah mengaku mempunyai 18:43 derajat yang tinggi atau mempunyai 18:45 kedekatan yang spesial kepada Allah 18:46 Ta'ala tapi dia enggak salat. Nah, itu 18:48 kan aneh. Wa ha kaza. 18:50 Tapi dia enggak puasa. Orang pada puasa 18:52 dia enggak puasa. 18:53 Orang salat lima waktu dia enggak salat. 18:56 Atau dia enggak salat Jumat contohnya, 18:57 mengaku bahwasanya dia mempunyai 18:59 kedekatan yang spesial kepada Allah 19:01 Ta'ala. Ini berlawanan dengan zahir 19:03 hadis ini. Tidaklah mungkin seseorang 19:05 itu berdekatan kepada Allah melainkan 19:07 dengan menunaikan apa yang Allah Ta'ala 19:09 telah wajibkan atasnya. Wa ha kaza. 19:12 Nah, itu dia banyak tipu daya setan ya 19:14 yang menipu 19:16 beberapa orang yang tidak berilmu, 19:19 wahakaza. 19:20 Nah, makanya ilmu itu penting, ikhwani. 19:22 Ilmu sangatlah penting, ilmu zahir dan 19:24 juga ilmu batin. 19:26 Dengan ilmu zahir engkau bisa eh 19:28 menangkis tipu daya setan, wahakaza. 19:31 Yang mewaswas eh kepada beberapa 19:35 manusia. 19:36 Dengan ilmu batin engkau bisa menjadikan 19:38 eh amalmu itu murni, wahakaza, dan tulus 19:43 kepada Allah subhanahu wa taala. Ilmu 19:45 batin tanpa ilmu zahir akhirnya menjadi 19:48 zindiq. 19:50 Wah, juga ilmu zahir tanpa ilmu batin 19:52 akhirnya menjadi fasik dan keduanya itu 19:54 tidak benar, wahakaza. 19:56 Naam. 19:58 Jadi, langkah pertama seseorang kalau 20:00 mau mendekat kepada Allah 20:02 hanya bisa dengan 20:04 menunaikan yang fardu. Oke, mulailah dia 20:07 melangkah untuk dekat kepada Allah 20:08 taala. 20:09 Bisakah lebih dekat lagi? Bisa. Ah, di 20:12 sini Allah taala berfirman, "Walayasalu 20:13 abdi yatakorobu ilaiya bin nawafil hatta 20:15 uhibba." Dan senantiasa hamba itu 20:17 mendekat kepadaku. 20:19 Setelah dia dekat dengan langkah 20:20 pertamanya menunaikan yang fardu, 20:22 kalau mau dekat, bisa. Dengan apa ya? 20:25 Allah berfirman, "Senantiasa hamba itu 20:27 berdekat kepadaku dengan 20:30 sunah-sunah." 20:31 Ah, dengan perkara yang sunah-sunah. 20:34 Dalam riwayat, ini penting riwayat ini, 20:36 "Bin nawafili ba'da ada'il faroid." 20:39 Sunah-sunah yang dianggap di sini 20:41 yang lebih mendekatkan seorang hamba 20:42 kepada Allah taala, itu syaratnya 20:44 setelah dia menunaikan yang fardu-fardu. 20:47 Ah, kalau fardunya sudah sudah kelar, 20:49 baru dia ngerjain yang sunah, baru sunah 20:52 ini bakal manfaat untuk menjadikannya 20:53 lebih dekat kepada Allah taala. Tapi 20:55 kalau seandainya hamba itu 20:57 mengerjakan yang sunah 20:59 dengan alasan pengin dekat kepada Allah, 21:01 tapi enggak ngerjain fardunya, ya sama 21:03 aja. 21:04 Sunahnya enggak Enggak 21:05 wahakaza. 21:07 Naam, enggak bisa, enggak ada manfaat 21:08 sama sekali karena asasnya enggak ada. 21:10 Fardu bagaikan asas. 21:12 Gimana kalau orang bangun rumah tuh 21:14 kalau 21:15 pondasinya enggak kuat, wah bisa roboh 21:18 rumahnya. Wahakaza, sayang walaupun 21:19 dibangun tinggi 21:21 didorong langsung roboh. Begitulah 21:22 perihal orang yang banyak mengerjakan 21:24 sunah tapi fardunya enggak ada atau 21:26 fardunya kurang kuat, asasnya kurang 21:28 kuat. Wahakaza, ditiup angin langsung 21:30 roboh itu. 21:32 Naam, wahakaza ikhwan. 21:34 Nah, penting sekali eh kita 21:36 memprioritaskan yang fardu. 21:38 Dahulukan yang fardu dalam semua hal. 21:41 Dalam perihal menuntut ilmu, ayyuh apa 21:43 namanya dahulukan ilmu yang fardu dahulu 21:45 baru menuntut ilmu menuntut ilmu yang 21:47 sunah. 21:48 Dalam perihal ibadah juga orang salat 21:50 dahulukan salat lima waktu dulu baru 21:52 salat sunah, salat witir dan dan dan dan 21:54 dan lain sebagainya. 21:56 Ehm, dalam perihal sedekah masyaallah 21:57 dahulukan zakat dulu 21:59 baru entar apa namanya yang lainnya. 22:02 Naam, dalam perihal puasa begitu juga 22:04 dahulukan yang fardu Ramadan dulu baru 22:06 entar Senin Kamis atau puasa Nabi Daud 22:08 atau yang lainnya. Wahakaza semuanya 22:10 ikhwan. 22:11 Dalam perihal nafkah juga dahulukan 22:13 nafkah yang wajib kepada istrimu, kepada 22:15 anakmu baru menafkahi yang lain-lain. 22:18 Naam. Nah, kias kan seperti itu. 22:21 Yang namanya sunah itu bisa manfaat, 22:23 bisa mendekatkanmu kepada Allah lebih 22:26 wahakaza bilamana 22:28 engkau telah menunaikan yang fardu. 22:31 Naam. 22:32 Paham sama kan Syekh Habib Salim Syatiri 22:35 ya waktu itu sering kalau membahas 22:36 begitu ya. Wahakaza ajib katanya ada 22:37 orang 22:38 pakai 22:41 eh yang laki-laki ya kalau di sana kan 22:43 kayak apa kayak kuli-kuli begitu ya. 22:45 Ehm, kalau lagi kepanasan tuh mereka 22:46 pakai udeng-udeng di kepalanya, pakai 22:48 imamah begitu. 22:49 Tapi ehm, sarungnya diangkat. 22:52 Jadi kelihatan lututnya, kelihatan 22:54 pahanya. 22:55 Ini gimana sih ente ini? Pakai sunah 22:56 imamah tapi yang fardu ente tinggalin. 22:59 Mending sunahnya di imamahnya imamahnya 23:01 dicopot dipakai sarung. 23:03 Jangan pakai celana pendek. 23:04 Pakai imamah, enggak pakai sarung. 23:06 Sarung ya, benar. 23:07 Eh, celana pendek jadinya, kelihatan 23:08 aurat. 23:09 Atau ada beberapa, ini kan laki-laki 23:11 atau perempuan? Perempuan pakai cadar. 23:13 He em. 23:14 Tapi apa? 23:15 Tapi badannya, bajunya ketat, contohnya. 23:18 Contohnya, atau kebuka aurat, kakinya 23:20 atau gimana, lah. 23:21 Contohnya gitu, dahulukan yang lebih 23:23 wajib. 23:24 He em. 23:24 Wahakaza. Itu penting, Bib. 23:28 Oke, ada ilmu, ee 23:30 tertib Oh, hadza ajib. Tartibul 23:32 aulawiyat. Wahakaza namanya, tartibul 23:34 aulawiyat, memprioritaskan 23:37 yang paling utama. 23:40 Mudah kalau seandainya memilih yang mana 23:42 yang baik 23:44 dan yang mana yang buruk. Itu semua 23:46 orang bisa tahu, yang mana yang baik, 23:47 yang mana yang buruk. Tapi orang yang 23:48 bijak adalah orang yang bisa memilih 23:51 yang mana yang baik dan yang mana yang 23:53 lebih baik, nah itu. 23:55 Itu khusus orang yang bijak-bijak tuh, 23:56 Ikhwan nih. 23:58 Wahakaza, Ikhwan. 23:59 Yang fardu 24:00 bagus, yang sunah juga bagus. Nah, 24:02 bilamana bertentangan, eh, dahulukan 24:04 yang fardu. Karena yang sunah tak akan 24:06 manfaat kecuali 24:08 telah ditunaikan yang fardu, oke. 24:11 Setelah hamba ini menunaikan yang fardu, 24:12 kemudian dia melangkah dekat kepada 24:14 Allah Ta'ala dengan sunah-sunahnya. 24:17 Sehingga apa? Makin lama makin dekat dia 24:20 kepada Allah Ta'ala, hatta uhibba, nah 24:22 ini luar biasa, Ikhwan, hadis ini. 24:24 Hatta, sehingga kata Allah Ta'ala, 24:25 sehingga uhibbahu, Aku mencintai hamba 24:28 itu. Oh, hadza ajib. 24:30 Ini jadi kunci mahabbatullah, bagaimana 24:32 kita bisa meraih mahabbatullah? 24:35 Ajib. 24:36 Fattabi'uni 24:38 yuhbibkumullah dari Alquran. Ikuti Aku, 24:41 kata Baginda Rasulullah Sallallahu 24:41 Alaihi niscaya kalian, niscaya Allah 24:43 akan mencintai kalian. Ikuti Aku dalam 24:46 apa? Dalam segala perihal. 24:47 Nah, di sini daripada hadisnya ini, 24:49 hadisnya, Ikhwan, misdaq daripada ayat 24:51 tadi. 24:52 Seorang hamba itu lebih dekat kepada 24:54 Allah selalu dekat dengan menunaikan 24:56 yang sunah-sunah setelah dia menunaikan 24:58 fardhu-fardhunya wa ha kadza, 25:00 mentauladani Baginda Nabi Muhammad 25:02 Shallallahu Alaihi Wasallam. 25:03 Ah, maka dia akan mendapatkan cinta 25:05 Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 25:06 Ketika engkau meniru orang yang Allah 25:08 cintai, maka Allah akan mencintaimu wa 25:10 ha kadza. Jadi kunci untuk mendapatkan 25:12 cinta Allah 25:13 adalah dengan mentauladani Nabi Muhammad 25:16 Shallallahu Alaihi Wasallam. 25:17 Haza ajib kan ba'dhut tabi'in berkata, 25:19 "Barang siapa yang mencari jalan untuk 25:22 menuju Allah eh dari pintu selain Nabi 25:24 Muhammad pasti nyasar dia. Dipastikan 25:27 enggak bakal nyampe-nyampe karena 25:28 satu-satunya jalan ya jalan Nabi 25:30 Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam." 25:31 Wa anna haza wa anna haza wa anna haza 25:33 sirathun mustaqimun fattabi'uhu. 25:35 Wa la tattabi'us subula fatafarraqa 25:37 bikum an sabilih. Satu-satunya jalan ya 25:39 jalan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. 25:40 Mau cari jalan yang lain enggak akan 25:41 bisa ikhwan. 25:43 Dan alhamdulillah jalannya Nabi 25:45 Shallallahu Alaihi Wasallam itu 25:45 senantiasa 25:47 ada, terwujud, nyata di depan kita. Ah, 25:51 wa ha kadza. 25:52 Melewati apa para guru-guru yang 25:53 bersanad sampai ke Baginda Nabi 25:55 Shallallahu Alaihi Wasallam. 25:57 Sanad juga senantiasa ada ala kulli hal 25:59 ikhwani. 26:00 Ah, jadi itulah untuk menggapai cinta 26:01 Allah Ta'ala dengan melaksanakan 26:04 sunah-sunah. 26:06 Tapi apa? Setelah melaksanakan far 26:08 fardhu-fardhu. Ketika hamba itu 26:10 menggapai cinta Allah 26:12 apa yang terjadi? Fa iza ahbabtuhu kuntu 26:14 sama'ahulladzi yasma'u bihi. 26:16 Ah, bilamana aku telah mencintai hamba 26:18 itu maka aku 26:20 menjadi pendengarannya yang dia 26:22 mendengar dengan 26:24 pendengarannya itu. Maksudnya apa? Ah, 26:26 ini maknanya luar biasa ya tinggi 26:27 ikhwan. Diantara makna yang yang 26:29 ma'rufnya 26:30 Allah Ta'ala akan 26:32 memberikan kekuasaannya pada pendengaran 26:34 hamba itu sekiranya hamba itu mendengar 26:36 apa yang orang lain tidak dengar. 26:38 Begitu. 26:39 Wa basharahulladzi yubsiru bihi dan aku 26:41 akan menjadi penglihatannya yang mana 26:43 dia melihat dengan itu. 26:44 Aku akan berikan kekuasaan yang lebih 26:46 pada penglihatannya sehingga dia bisa 26:48 melihat apa yang orang lain tak lihat. 26:50 Dan juga sama wa lisanahulladzi yantiqu 26:52 bihi. Aku berikan kekuasaanku atau 26:55 perhatianku kepada lisannya yang dia ee 26:57 berbicara dengannya. Yadahu ladzi 26:59 yubtasyu biha dan juga di tangannya yang 27:02 dia berinteraksi dengannya. Rijlahu 27:04 ladzi yamsyi biha. Dan juga di kakinya 27:06 yang dia berjalan dengan dengannya. Nah, 27:08 ini hadis adalah asas dalam perihal 27:12 karamah, keramat para wali. 27:15 Dan juga sama, mukjizat para nabi. 27:17 Hakikatnya itu 27:18 ee qudratullah, ya. Kemampuannya Allah 27:20 Ta'ala. Wahakaza, kekuasaannya Allah 27:22 Ta'ala yang Allah Ta'ala limpahkan 27:24 kepada beberapa hamba-hambanya. 27:26 Na'am. 27:27 Ya, jangan heran kalau seandainya ada 27:29 beberapa auliya bisa melakukan apa yang 27:32 lain tidak lakukan. Ya, sama perihal 27:34 seperti mukjizat para nabi dalam akidah 27:36 ahli sunnah wal jamaah bahwasanya setiap 27:38 perihal yang sah menjadi mukjizat nabi, 27:41 maka itu pun sah menjadi keramat bagi wa 27:44 bagi wali. Dan di Alquran banyak sekali 27:46 perihal karamah. 27:47 Wahakaza, ee ibunya Nabi Isa 27:50 Alaihissalam. 27:51 Wahuzzi ilaikhi bijidzi'in nakhlati 27:53 tusaaqith alaiki ruthoban janiyya. 27:55 Wahakaza. Dan itu apa namanya ketika 27:58 Siti Maryam 27:59 ee apa namanya 28:02 menggerak-gerakkan pohon kurma ruthob. 28:05 Ruthob itu kalau kita potekin dari dari 28:08 mana dari pohonnya, iya. Enggak semudah 28:11 itu, Ikhwan. Enggak semudah kurma masih 28:12 muda soalnya harus dipotek dengan kuat. 28:15 Tapi ee Siti Maryam, Sayyidah Maryam 28:17 hanya memukul-mukul pohon kurma 28:20 berjatuhan tuh ruthob-ruthob. Itu suatu 28:22 karamah, wahakaza. Dan banyak lagi. 28:26 Na'am. Ee apa yang terjadi dengan Fata 28:29 Yu, Fata Musa Yusha' bin Nun. 28:31 Ee apa namanya 28:33 dan banyak perihal yang terjadi di 28:34 Alquran yang Allah Ta'ala ceritakan 28:36 ceritakan di Alquran daripada keramat 28:38 ee yang bukan daripada para nabi. Kalau 28:41 para nabi ya mukjizat. Ee selain para 28:43 anbiya ya karamah. 28:44 Wahakaza, Ikhwan. Nah, 28:46 kuncinya apa? Ini kuncinya. Karena Allah 28:48 Ta'ala telah melimpahkan cintanya kepada 28:49 si hamba itu eh maka apa yang si hamba 28:52 itu mau, maka Allah Ta'ala akan mudahkan 28:54 baginya. Naam. 28:57 Ehm. 28:58 Wahakaza. 28:59 Ehm sum makasahun 29:01 min ma'ani qudsihi 29:04 ehm 29:05 hatta sofat tibri hatta sofat 29:09 tibrizu ehm Ibrahim fala yusawi qotumal 29:13 nah Sayyidina Abu Bakar Al Adni 29:16 wahakaza 29:17 berkata, "Nah itulah hakikatnya para 29:18 aulia dan sholihin 29:20 ehm emas yang sangatlah murni yang tidak 29:23 bisa dihargai dengan apapun." Wahakaza. 29:25 Jadi cinta dari Allah Subhanahu Wa 29:27 Ta'ala menjadikan mereka itu mahal. Nah 29:29 wahakaza. 29:31 Maka Sayyidina Abdurrahman bin Abdullah 29:32 Balfaqih itu berkata juga dalam Rosyifah 29:34 nya. 29:36 Naam wastofahum min ma'ani qudsihi fahum 29:38 lahu wahuwa lahum muwali wahakaza yaqul. 29:41 Toyyib Ikhwan. 29:43 Nah di sini beliau berkata, "Nah ini 29:44 kunci." Nah ini kan keistimewaannya Imam 29:46 Ghazali. Kalau kita baca kitab Imam 29:47 Ghazali 29:49 tasawufnya beliau dengan tasawufnya yang 29:52 lain 29:54 ini keistimewaan beliau ini apa? 29:55 Tasawufnya itu langsung amaliyah Habib. 29:57 Apa artinya? Langsung praktek. 29:59 He em. 30:00 Langsung nih tahap-tahapnya 1 2 3. 30:02 Iya. 30:03 Mungkin kalau yang lainnya 30:05 itu hanya 30:06 konsep 30:07 konsep 30:08 lezat 30:09 Oh juga luar biasa konsepnya itu 30:11 mendatangkan ketenangan di hati. Tapi 30:13 melangkah ente sendiri rumusin. 30:16 Yang lain, karena Imam Ghazali enggak 30:17 beliau yang rumusin. Jadi ki kita 30:19 tinggal jalanin. 30:22 Masya Allah. 30:23 Tapi masya Allah tapi rumusannya Imam 30:25 Ghazali ini berat Habib. 30:26 He em. 30:27 Makanya sebagian ulama, "Udah itu 30:28 terserah ente mau ya pokoknya konsepnya 30:29 begini, ente mau gimana nih apa 30:32 ngelaksanainnya terserah." 30:34 Itu banyak kayak gitu kan. 30:35 Eh itulah banyak konsepnya yang lain 30:37 seperti Abil Hasan Syadzili atau yang 30:38 lainnya. 30:40 Thoriqohnya yang lain juga. Tapi kalau 30:41 Imam Ghazali enggak, beliau yang 30:42 konsepin. 30:43 Beliau yang yang apa nih yang yang 30:45 jelasin gimana cara untuk mewujudkan eh 30:48 konsepnya itu. Ala kulli hal. Qal, 30:50 "Walan tasil ayyuhal thalibu." Wahai 30:53 para eh pendengar katanya, wahai para 30:55 pelajar katanya, "Lan tasil, engkau tak 30:57 akan sampai bisa untuk ilal qiyam bi 30:59 awamirillah untuk menunaikan 31:01 perintah-perintah Allah ya baik pun yang 31:03 fardhu atau yang sunnah illa melainkan 31:05 dengan nah, dengan apa ini? Langkah 31:08 pertama muraqabati qalbihi. Dengan 31:10 engkau memperhatikan hatimu. 31:13 Wajawarihik, memperhatikan apa namanya 31:16 eh tubuhmu, eh anggota tubuhmu. Fi 31:19 lahazatika wa anfasik, pada setiap 31:22 lahazat pada setiap saatmu dan setiap 31:24 nafasmu. 31:26 Min hina tumsi, dari saat engkau 31:30 bersore hari ilahin tusbih, sampai 31:32 engkau berpagihari. Sama juga, dari saat 31:35 engkau berpagihari sampai engkau 31:36 bersorehari. Ah, maksudnya apa? Eh 31:39 engkau tak akan bisa untuk melaksanakan 31:41 taat secara sempurna yang fardhu atau 31:42 yang sunnah melainkan engkau mengontrol 31:45 mengontrol apa? Dua-duanya, zahir batin. 31:47 Hatinya dilihatin, apakah ada perihal 31:50 yang keji? 31:51 Wa kazalika. 31:52 Eh juga jasmaninya dilihatin, jangan 31:54 sampai badan ini terjerumus kepada 31:56 maksiat baik baik pun maksiat tangan 31:58 atau maksiat lisan atau maksiat mata. 32:01 Fardhu-fardhunya mana yang kewajiban apa 32:03 namanya mmm tangan apa kewajiban lisan 32:07 apa kewajiban mata melihat apa wa 32:09 kazalika. 32:10 Kewajiban yang di hati harus apa, punya 32:12 sifat apa hati itu? Semua 32:15 dimulai daripada kesadaran ikhwani. 32:18 Bilamana ada kesadaran maka timbullah 32:20 perhatian. 32:21 Nah, kalau enggak ada kesadaran enggak 32:22 akan ada perhatian. Tayyib. Fa'alam, 32:25 ketahuilah kata beliau. Annallaha ta'ala 32:27 muttali'un ala dzamiri, ketahuilah dalam 32:30 perihal mengontrol hati dan mengontrol 32:33 eh jisim eh beliau tanamkan ketahuilah 32:37 bahwasanya Allah Ta'ala senantiasa 32:38 melihat hatimu dan memang Ikhwan 32:41 hati itu adalah apa namanya penglihatan 32:44 Allah Ta'ala. Allah Ta'ala melihat yang 32:45 pertama-tama 32:47 dalam hamba ke hatinya wah ada 32:49 Inna Allah la yandur ila 32:51 suwarikum wala ila ajasadikum walakin 32:54 yandur ila qulubikum wahakaza kama fi 32:57 marwa fi marwa yaumul muslim wahakaza. 32:58 Allah Ta'ala enggak mandang jasmanimu 33:01 tingginya sekian senti, lebarnya sekian, 33:04 warnanya apa yang enggak dipandang itu 33:06 sama Allah Ta'ala enggak sama sekali 33:07 mempunyai pengaruh bagi Allah Ta'ala. 33:09 Yang paling pengaruh apa? Hatinya. Akan 33:12 tetapi Allah Ta'ala mandang bagaimana 33:13 hatimu itu. Naam. 33:15 Wa musyrifun ala zahirika wa batinika. 33:17 Allah Ta'ala mengetahui juga melihat 33:19 zahir dan batinmu. Muhit bi jami'i 33:22 khotorotik wa lahazotik wa khotowatik. 33:24 Allah Ta'ala menguasai 33:26 pengetahuannya terhadap semua yang 33:28 terlintas di hatimu 33:30 dan setiap saatmu dan setiap langkahmu 33:33 wa sa'iri sakanatik wa harokatik baikpun 33:36 engkau diam ataupun bergerak. Setiap 33:38 pergerakanmu Allah Ta'ala tahu itu. Wa 33:40 annaka fi mukholatotika wa kholwatika 33:43 mutaroddidun baina yadaik. Engkau ketika 33:46 bersendiri atau ketika engkau bergaul 33:48 dengan orang lain wahakaza 33:50 engkau 33:52 hanyalah berada di 33:54 hadapan Allah Ta'ala diantara dua 33:56 tangannya. Wah makanya di hadapan Allah 33:58 Ta'ala. Engkau tak keluar daripada 34:00 pantauan Allah Ta'ala baikpun engkau 34:01 bersendiri ataupun bersama yang lain 34:04 pernah kita ceritain nih pada 34:05 pertemuan-pertemuan lalu ya kan cerita 34:07 seorang murid yang jadi murid istimewa 34:09 karena gurunya 34:11 suka sama dia. Kenapa? Karena memang dia 34:13 mempunyai sifat muroqobah yang tinggi 34:15 Ikhwan 34:16 Beliau seorang hamba kalau seandainya 34:18 sudah sadar atas muroqobah ini tak akan 34:20 bisa dia maksiat ya setiap dia mau 34:21 maksiat dia sadar Allah Ta'ala melihatku 34:25 La ilaha illallah 34:30 Haza azim 34:33 Ada bib, ada cerita dulu. 34:35 Iya. 34:38 Ada seorang pemuda. 34:39 Ada seorang pemuda, dia ini 34:43 jatuh cinta sama perempuan. 34:45 Ehm. 34:45 Naam. 34:49 Wa 34:51 berusaha si pemuda ini untuk mendapatkan 34:53 perempuan itu. 34:56 Nih perempuan itu enggak mau. 34:57 Enggak mau. 34:59 Akhirnya si pemuda ini berusaha untuk 35:00 mendapatkannya dengan cara yang haram. 35:03 Nah gitu. 35:04 Suatu hari ketika perempuan itu jalan 35:06 dalam apa kesendiriannya, dipergokin 35:09 sama pemuda itu. 35:11 Wa ha kata. 35:12 Katanya fulanah wahai fulanah. 35:15 Ehm, sekarang enggak ada lagi orang 35:16 ketiga, cuma ada engkau dan aku dan ada 35:19 bintang-bintang di atas ini. 35:21 Loh. 35:22 Wa ha kata. 35:24 Dibalas sama perempuan itu. 35:26 Betul. 35:28 Hanya engkau dan aku. Dan 35:30 bintang-bintang. Namun engkau kemanakan 35:33 gal aina mukaukibul kawakib. 35:36 Ehm. 35:37 Namun engkau kemanakan 35:38 sang pencipta ehm, bintang-bintang itu. 35:43 Nah itu langsung 35:46 langsung apa namanya bingung itu yang 35:48 laki itu. 35:49 Tercengang gitu bib. 35:51 Hut. 35:52 Ya karena memang perempuan ini perempuan 35:53 yang sholehah. 35:54 Naam. 35:54 Pas dia ngomong kayak gitu langsung 35:56 menggetarkan hati si laki-laki itu. 35:58 Lailahaillallah. Nah 36:00 perkataan itu langsung ehm, menggores 36:03 hatinya. 36:04 Aina mukaukibul kawakib iya. 36:07 Aku kemanakan 36:08 apa namanya yang menciptakan 36:09 bintang-bintang ini. Aku kemanakan. 36:12 Langsung di saat itu juga dapat hidayat 36:14 laki-laki itu. 36:15 Akhirnya dia kabur. 36:17 Kabur dan dan pas dia kabur itu di 36:20 padang pasir. 36:21 Ehm. 36:22 Sambil dia ngomong aina mukaukibul 36:24 kawakib aina mukaukibul kawakib. Aku 36:26 kemanakan sambil cipta bintang-bintang 36:28 ini. 36:29 Aku kemanakan iya, aku kemanakan iya. 36:31 Terus dan enggak sadar. 36:33 Enggak sadar, jalan jalan lari terus 36:36 kayak orang benar deh. 36:39 Sampai akhirnya dia kecapekan dan 36:41 pingsan blek. 36:42 Pas dia bangun. 36:45 Dan sadar tahu-tahu didapatin dirinya di 36:47 tengah-tengah padang pasir. 36:49 Dia enggak tahu, lah kemana? Mana arah 36:50 pulang? Wallahualam. Dia datang dari 36:52 dari arah mana dia enggak tahu. 36:55 Bingung dia ya Allah. Dia tobat akhirnya 36:57 dia tobat akhirnya. 36:59 Nangis terus nangis nangis karena dia 37:01 pernah merencanakan suatu maksiat ya 37:03 kan. 37:04 Dia tobat menyesal itu semua. 37:07 Dan dia bingung sekarang mau pulang 37:08 kemana pulang ini. 37:10 Udah, orang kalau tersesat di padang 37:12 pasir 90% mati Bib. 37:15 10% kemungkinan selamatnya. 37:17 Iya. 37:18 Iya masyaallah padang pasir tuh lebih 37:20 dahsyat daripada lautan. 37:22 Oh, la ilaha illallah. 37:25 Ya sudah ya tinggal nunggu kematiannya. 37:27 Subhanallah enggak lama kemudian ada 37:29 orang. 37:30 Dari jauh dia lihat, langsung berburu 37:32 deh. 37:33 Mendekat ke orang itu. 37:35 Kalau ente mau kemana? 37:37 Ane mau ke sono. 37:39 Ane ikut antum. 37:40 Ane enggak tahu jalan. Ya sudah alah 37:41 wasalam di sini. Nah, orang yang jalan 37:43 itu orang saleh tahu-tahunya. Orang 37:45 baik. 37:47 Masyaallah. 37:49 Berjalanlah mereka berdua. 37:51 Si pemuda ini yang masyaallah itu sama 37:52 sampai sampai saat itu juga nangis 37:53 nangis terus pemuda itu. 37:55 Orang ini bingung, ini orang kenapa sih 37:57 kok nangis mulu kenapa? Khair. 37:59 Insyaallah ente doain ane ane banyak 38:01 dosa, banyak salah sama Allah taala 38:03 doain ane. Insyaallah khair Allah gafur 38:05 Allah rahim. 38:07 Eee. 38:08 Pas datang waktunya makan. 38:12 Eee bingung nih orang yang anak muda 38:14 ini. 38:15 Ente kok bak ente enggak bawa bekal? Ane 38:18 mah kalau mau makan tinggal doa sama 38:19 Allah taala. Masyaallah keren banget 38:21 gimana caranya? Ya, ane doa. 38:24 Ya Allah, turunkan hujan. Oh, ini turun 38:27 hujan. Ane bisa minum di situ. Ya Allah, 38:29 pengen makan. Datang rusa. 38:32 Ane gitu. Oh, masyaallah. Ya sudah, ane 38:34 ikut juga deh. 38:36 Gitu ya, dia doa. 38:37 Benar, turun hujan. 38:39 Nah, datang rusa. Makan gitu. Kenyang, 38:41 jalan lagi. Tahu-tahu jauh, jauh 38:44 perjalanannya. 38:45 Sampai eh mereka kepanasan di di siang 38:48 hari itu, 38:49 eh si si si pemuda ini bilang, ente kan 38:53 doa ente mustajab. Yuk, kita 38:55 doa, minta biar minta teduhan awan. Ya 38:57 sudah, 38:58 ane doa, ente aminin ya. Ya sudah, 38:59 bismillah. Ane doa, ente aminin. 39:01 Ya Allah, eh apa berikanlah kami teduhan 39:04 dari dari awanmu. 39:05 Datang awan sret. 39:07 Nah, 39:08 meneduh mereka. Jadi, mereka jalan tuh 39:10 di bawah awan terus. 39:12 Nah, ya. Si yang orang saleh itu berdoa, 39:15 yang pemuda ini mengaminkan. 39:16 Baik. 39:17 Dan terus begitu keadaan mereka sampai 39:20 dekat ke kota itu. 39:23 Nah, sudah 39:24 kelihatan depan itu. Alhamdulillah, 39:26 selamat nih pemuda ini. Ya Allah, tapi 39:28 tetap dia pilu hatinya. 39:30 Ehm, 39:31 merasa berdosa besar gitu. 39:33 Sedih, semoga tobatnya 39:35 diterima oleh Allah taala. 39:38 Dan apa yang terjadi? Ah, ketika dekat 39:40 ke kota itu, mereka mau berpisah 39:42 sekarang. 39:44 Nah, ketika berpisah ya sudah, minta doa 39:46 ini. Insyaallah, doain gitu. Ya akhir, 39:47 salaman, pelukan, segala macam. 39:49 Ane bilang, "Jangan lupa doain ya, 39:51 insyaallah." Berpisah mereka. Ini ke 39:52 kanan, ini ke kiri. 39:54 Tahu-tahunya si awan itu ikut pemuda 39:56 ini, Bib. Ya Allah. 39:59 Enggak ikut si orang saleh itu. 40:01 Heeh. 40:02 Orang saleh jalan, "Kok panas?" Wah, 40:05 awannya yang hilang. Tahu-tahu dia 40:06 lihat, si pemuda itu di atasnya awan. 40:08 "Oh, ini enggak sembarangan pemuda ini. 40:10 Eh, sini sini sini sini." 40:11 Sini sini sini. 40:13 Dipanggil lagi. 40:15 "Ini ini siapa?" 40:17 Kata orang saleh ini. Wah, ane ini orang 40:19 pendosa. Enggak, enggak jangan bohong. 40:22 Ente ini orang istimewa. 40:24 Enggak, enggak ane enggak bisa apa-apa 40:25 ane ini banyak dosa Allah ya Allah ane 40:27 enggak mau sebutin banyak. Enggak, 40:28 enggak ente ini orang istimewa. 40:31 Kenapa? Buktinya ini awan ikut ente 40:32 enggak ikut ane. 40:35 Dia bingung kemudian itu. Oh iya ya ada 40:37 awan di atas ini. 40:39 Ceritain. Ane enggak mau ente lepas, ane 40:41 enggak bakal kasih ente lepas kecuali 40:42 ente ceritain. Ceritain ente gimana? 40:44 Wah, ane malu ceritanya. 40:46 Ceritain. 40:48 Ane tadinya orang yang nakal jatuh cinta 40:49 sama perempuan pengen ngedapetin dia 40:51 tapi wah panjang tapi wah suatu hari ane 40:54 pergokin dia mau maksiat sama dia. 40:57 Wah, sudah mau maksiat dia bilang 40:59 ainamuka kibulkawakib di mana sang 41:00 pencipta engkau kemanakan sang pencipta 41:02 bintang-bintang ini. 41:03 Kalimat itu mem apa namanya ee ee masuk 41:07 ke dalam lubuk hatiku 41:09 dan menggores hatiku langsung. 41:12 Dari saat itu sampai sekarang terus 41:14 terngiang-ngiang kalimat itu. 41:16 Dan tobat aku kepada Allah taala. Nah, 41:18 makanya ini sebabnya. 41:20 Nah, kalau begitu ee jadi yang tadi itu 41:23 ane doa itu jadi mustajab gara-gara 41:25 aminnya ente. 41:26 Bukan gara-gara doa ane. 41:30 Itu sering terjadi Bib. Ada 41:31 kadang-kadang kita berdoa 41:32 wah mustajab doanya bukan gara-gara doa 41:34 ente. Ada satu orang yang mengaminkan 41:36 gara-gara aminnya itu doa mustajab itu 41:38 luar biasa. 41:40 Wah, akhi ikhwan. 41:43 Ajib. 41:44 Ya Allah. 41:44 Punya orang yang tobat itu Bib apalagi 41:47 waktu dia tobat dengan sungguh-sungguh 41:48 dan 41:49 munkasir apa namanya hatinya itu pecah 41:53 hatinya. 41:54 Sangatlah sedih hatinya itu. 41:56 Nyesal atas perbuatannya dan dia 41:59 betul-betul minta magfirah itu luar 42:01 biasa orang itu dalam keadaan azim ana 42:03 indal munkasir qulubuhum min ajli Allah 42:05 berfirman kan 42:06 aku ada di sisi orang yang pecah hatinya 42:10 karena aku akhi akhi. 42:12 Haza ajib ajib ajib ajib. 42:14 Nah, ha jadi begitulah ikhwan. 42:16 Insyaallah. Ha agar di akhir hari ini 42:19 fata adab ayyuhal miskin zahir wa batin 42:21 baina yadillah. Kalau seandainya engkau 42:23 mengetahui 42:24 bahwasanya 42:25 eh apa nih eh engkau di hadapan Allah 42:27 Ta'ala. Eh faryaskun fil mulki wal 42:29 malakut sakin wala yataharrak mutaharrik 42:31 illa wa jabbarus samawat wal ard muttali 42:33 alaih. Tidaklah ada 42:35 dalam alam mulk atau malakut. Alam 42:37 malakut artinya alam malaikat. Tidaklah 42:39 ada dalam alam zahir dunia ini atau alam 42:41 malaikat ataupun di manapun tidaklah ada 42:44 perihal yang diam atau perihal yang 42:46 bergerak melainkan Allah Ta'ala 42:48 eh pencipta langit dan bumi 42:50 mengetahuinya. Maka kalau seandainya 42:52 engkau mengetahui itu, maka 42:54 senantiasalah engkau beradab kepada 42:56 Allah Ta'ala 42:57 zahir dan batin. 42:59 Nah hakaza. 43:00 Layaknya adab seorang hamba yang zalil 43:04 seorang hamba yang hina, yang muznib 43:06 yang banyak dosa di hadapan 43:09 majikannya 43:10 yang Maha Kuasa. Hakaza yang Maha Kuat 43:12 gitu artinya. Ta'addubal abdi zalil al 43:15 muznib fi hadratil jabbarul qahhar. 43:17 Wajta hid dan usahakan 43:20 jangan sampai Tuhanmu itu mendapatkanmu 43:22 di tempat yang Ia larangmu di situ. 43:26 Dan jangan sampai Tuhanmu itu 43:28 eh apa namanya eh tidak mendapatkanmu di 43:31 tempat yang Tuhanmu itu mengharapkan 43:33 engkau ada di situ. Nah gitu. 43:35 Wal antaqdir ala zalika illa bi 43:37 antuwazi'a auqatak wa turattiba auradak 43:39 min sabahik ila masa'ik. Nah kunci 43:41 daripada caranya itu nah jadi nanti 43:43 enggak akan bisa untuk melaksanakan 43:44 fardu dan dan nafal melainkan dengan 43:46 benar-benar mengontrol hati dan 43:47 mengontrol mengontrol zahir batin. 43:50 Dan itu enggak bisa engkau lakukan 43:52 kecuali dengan ini, dengan merapikan 43:55 waktumu. 43:56 Nah engkau rapikan waktumu 43:58 dan tertibkan 44:00 eh wiridmu dari sabah dari pagi sampai 44:03 masa'. Maka fasghi ila mayulqa ilaika 44:05 min awamirillah alaika min hin 44:07 tastaikizu min manamika. 44:12 Oleh karena itu dengarkanlah apa-apa 44:13 yang akan dibawakan untukmu daripada 44:16 perintah-perintah Allah Ta'ala dimulai 44:18 dari ketika engkau bangun tidur sampai 44:21 engkau tidur lagi. Nah, makanya beliau 44:23 di sini mulai dengan bab pertama bab 44:25 adab istiqaf minan naum. 44:27 Jadi langkah-langkah yang beliau 44:28 sarankan kepada kita mulai satu-satu 44:31 bangun tidur ngapain mana perintah Allah 44:33 di sini mana yang fardhu mana yang 44:34 sunnah. 44:35 Habis bangun tidur ngapain ke kamar 44:36 mandi nah gimana caranya ke kamar mandi. 44:39 Apa yang fardhu apa yang sunnah habis 44:41 itu kemana habis itu mau sholat subuh 44:43 apa yang harus kita lakukan kelar sholat 44:45 subuh ngapain sampai terbit matahari dan 44:48 terus sampai entar dibahas sampai adab 44:50 mau tidur lagi. 44:52 Wahakaza nah begitulah beliau menawarkan 44:54 cara untuk bisa mengontrol 44:56 dzohir dan batin kita 44:58 bermuraqabah kepada Allah Ta'ala ya 45:01 semoga Allah Ta'ala Allah berikan taufik 45:03 kepada kita semua untuk bisa mengamalkan 45:04 apa yang kita dengar. 45:06 khairan jazak Habib ada beberapa 45:08 pertanyaan ini Habib insya Allah akan 45:10 kita bacakan 45:11 setelah jeda berikut ini. 51:35 Ikhwan wal akhwat yang dirahmati Allah 51:36 Subhanahu wa Ta'ala, alhamdulillah 51:38 kembali lagi bersama kami di acara 51:40 kajian tasawuf bersama Alfaqir Isa Alkaf 51:42 dan guru kita bersama, alhamdulillah 51:45 Habib Ahmad Mujtaba bin Shahab, Ikhwan 51:47 Akhwat. Yang dirahmati Allah, tadi kita 51:50 sudah membahas tentang bab ketaatan, 51:52 definisi ketaatan. Bahwa taat itu ada 51:55 dua sebenarnya. 51:57 Menjalankan perintah, menghindari 51:59 larangan. 52:00 Dan dalam menjalani perintah, ada yang 52:03 wajib. 52:04 Yaitu modal utama kita buat masuk surga. 52:07 Ada yang sunnah atau nawafil. 52:10 Yang membawa keuntungan buat kita. Ada 52:12 ini ada pertanyaan Ikhwan Akhwat, 52:14 silakan. 52:15 Kirimkan pertanyaan Anda melalui pesan 52:17 WhatsApp atau atau telepon. Ada 52:19 ada telepon masuk dulu ini. 52:21 Assalamualaikum. 52:22 Waalaikumsalam warahmatullahi 52:24 wabarakatuh. 52:25 Dengan siapa? 52:27 Dengan Pak Marlan di Jonggol. 52:29 Oh, iya iya. Ahlan Pak Marlan. Silakan 52:32 pertanyaannya. 52:33 Assalamualaikum, Bib. 52:35 Waalaikumsalam, warahmatullahi. 52:37 Enggak, saya dulu kan pernah dagang 52:40 kolang-kaling itu ya. 52:41 Ehm. 52:42 Setiap saya nimbang, 52:44 itu pasti saya tambahin bil-bil 52:47 timbangannya gitu. 52:49 Nah, kan saya sudah ngambil untung. 52:52 Yang 52:53 beli itu nanya, "Kenapa, Mas, kok 52:55 ditambahin?" 52:57 Kayak gitu. 52:58 Nah, itu saya jawab, "Bu, 53:01 kalau saya kurang, berarti saya itu 53:03 curang. 53:04 Ehm. 53:04 Sedangkan Allah sudah mengancam, "Wailul 53:06 lil muthaffifin, alladzina idza ktalu 53:08 'alan nas yastaufun." Yastaufun dan 53:11 seterusnya itu ya. 53:12 Ehm. 53:13 Kalau saya tambahin, berarti saya itu 53:15 saya sudah ngambil untung, Bu. 53:17 Ehm. 53:18 Kan hitung-hitung saya mah buat 53:21 eh celengan di akhirat gitu, Bu. Saya 53:23 tambahin. 53:23 Sama. 53:24 Jadi, gimana tuh, Ustaz? 53:26 Saya mohon dengan jawaban dari Ustaz. 53:29 Assalamualaikum warahmatullahi 53:31 wabarakatuh. 53:31 Waalaikumsalam, warahmatullahi. 53:35 Iya. 53:38 Langsung dijawab saja. 53:39 Boleh, Bib. 53:39 Bismillah, ahlan wa sahlan. Pak siapa 53:41 tadi namanya tuh? 53:42 Ahlan wa sahlan. 53:44 Saya juga lupa. 53:45 Naam. 53:46 Yang 53:46 Dari Jonggol pokoknya. 53:48 Dari Jonggol. Yang jualan apa? 53:49 Kolang-kaling. 53:50 Kolang-kaling. 53:50 Masya Allah, naam. Kolang-kaling 53:52 biasanya di Ramadan Bib ya? 53:53 Iya, masya Allah. 53:54 Iya. 53:55 Di selain Ramadan ada enggak? 53:56 Ada Bib. 53:56 Ada tapi jarang. 53:59 Sama bulan Maulid. 54:00 Sama bulan Maulid. 54:01 Benar. 54:02 Oh, banyak juga spesial Ramadan Bib 54:04 kalau buka puasa itu biasanya. 54:05 Kolang-kaling. 54:06 Masya Allah antum. 54:08 Anak kuliah di sini beliau 54:10 bilang 54:11 apa namanya? Ee kadang-kadang lagi 54:14 jualan ditambahin nih, ditambahin ini. 54:18 Eee bagus enggak? Sangat bagus Ikhwan. 54:21 Dan ini termasuk kalau dalam bahasa 54:23 ininya sedekah sir. 54:24 Ehm. 54:25 Eee sedekah dengan 54:27 diam-diam. 54:28 Iya. 54:29 Ini luar biasa Bib, luar biasa 54:30 pahalanya. Dalam hadis Baginda bersabda, 54:33 "Kalau bisa engkau sembunyikan sedekahmu 54:36 sehingga sehingga hatta la ta'lam 54:40 yaminuhu ma tunfiqu syimaluhu." Itu nas 54:43 hadisnya, hadis maglub. 54:44 Ehm. 54:45 Wah, sebenarnya hatta la ta'lam 54:46 syimaluhu ma tunfiqu yaminuhu. Sehingga 54:49 tangan kirimu tidak tahu apa yang 54:51 disedekahkan oleh tangan kananmu. 54:54 Itu kinayah arti sangat rahasia, bukan 54:56 yang orang lain yang tahu, bukan orang 54:58 lain yang enggak tahu. Ah, tangan kiri 54:59 kita enggak tahu. 55:01 Apa yang dilakukan oleh tangan kanan 55:02 kita ya daripada sedekah. Itu 55:03 sangat-sangat rahasia berarti. 55:05 Itu sangat disarankan Ikhwani. 55:07 Dalam hadis hadis sahih, Baginda 55:09 bersabda, 55:10 "Sedekah sir tutfiu godobar rob." 55:13 Ajib, ajib. 55:14 Sedekah dengan rahasia itu memadamkan 55:19 kemurkaan Allah. 55:21 Maka Allah telah murka kepada seorang 55:22 hamba, 55:23 mau mengazab hamba, itu bisa dipadamkan 55:26 api kemurkaan Allah dengan apa? Dengan 55:28 sedekah tapi sedekah diam-diam. 55:30 Haza ajib. Keutamaannya luar biasa 55:33 sedekah diam-diam itu. Nah, 55:35 di antaranya ini, ini di antara kaum 55:37 sholihin mereka kalau berniaga mereka 55:39 menggunakan momen perniagaan mereka itu 55:41 untuk di sini sedekah diam-diam. 55:45 Jadi ee apa namanya ee beli sekilo 55:48 sekilo tambahin dikit sama dia. 55:50 Sekiranya orang enggak enggak ngeh gitu 55:52 ada tambahan pernah ada tambahan. Kalau 55:54 ditambahin banyak orang bakal ngeh wah 55:56 kok nambah. 55:57 Ah bukan jadi rahasia lagi ini akhirnya. 56:00 Ditambahin enggak banyak tapi tambah ada 56:03 sekiranya orang enggak ngira. 56:05 Nah itulah yang yang yang masyaallah 56:06 Bib. 56:08 Antum pernah enggak belanja di Tarim? 56:10 Belanja 56:10 Belanja ini belanja buah-buahan belanja 56:14 sayur-sayuran. 56:15 Sering. 56:16 Sering ya Bib di Tarim? 56:19 Kalau di sana kan yang belanja laki-laki 56:20 Bib bukan perempuan. 56:22 Kalau perempuan biasanya 56:23 sampai ana ajibnya di Tarim itu Bib 56:26 perempuan saking enggak mau nunjukin 56:27 dirinya waktu tawar-menawar pun suaranya 56:30 dibentuk sebagai laki-laki. 56:33 Kayak oh 56:35 karena kok hijau-hijau suaranya hijau. 56:39 Saking enggak mau karena ada ter ditanya 56:41 saking enggak mau itu ya Bib. 56:42 Iya sahih. Karena kalau di sana kan 56:44 kalau yang perempuan tuh ada namanya 56:45 suqunnisa. Suqunnisa oh iya ada apa 56:48 namanya pasar khusus untuk perempuan 56:50 yang jual belinya perempuan semua. Ada 56:52 sebagian perempuan jual juga. 56:54 Masyaallah. 56:55 Nah ana sering kalau di sana hampir 56:57 setiap kita belanja 56:59 apalagi itu ya apalagi yang belanja 57:01 sayuran gitu. Pak kubisnya sekian iya 57:05 kangkungnya iya. 57:06 Itu entar entar diselipin sama dia entar 57:08 diselipin jeruk nipis 57:10 entar diselipin kangkung ditambahin 57:12 kelihatan ini 57:13 yang enggak merhatiin enggak ngeh. 57:15 Yang merhatiin masyaallah keren juga 57:18 ini. Ditambahinnya masyaallah loh Bib. 57:22 Dan itu ee entar rugi enggak jangan 57:25 pandang engkau entar rugi entar gimana 57:27 tenang aja kalau ente yakin Allah Ta'ala 57:29 bakal datangin keuntungan yang tak 57:32 diduga. 57:33 Ada saja yang terjadi, entah dari pintu 57:35 ini kah, dari pintu lain kah. Nah, 57:37 ketika seorang ikhlas tulus ya dalam 57:39 pemberiannya, apalagi pemberian seperti 57:41 ini. Sama sekali ini kan ceritanya dia 57:42 enggak mengharap kalimat terima kasih. 57:45 Yang dikasihnya enggak tahu soalnya. 57:47 Enggak mengharap rasa terima kasih, 57:48 enggak mengharap jasa. Karena orang 57:51 mengira dia enggak berjasa dalam 57:52 pemberian. Orang mengira dia enggak 57:54 memberi. 57:55 Berarti benar-benar tulus ini. Nah, ini 57:57 ujiannya dari sedekah tusir. 58:00 Kalau sedekah dengan ee di ee di kita 58:03 orang banyak tahu, itu banyak ujiannya 58:05 Bib. 58:06 Betul. 58:06 Banyak ujiannya. 58:08 Ikhlasnya susah itu. 58:09 Dipuji. 58:10 Ya. 58:10 Dihormati. 58:12 He eh. 58:13 Merasa berjasa. Orang bakal 58:15 menghormatimu itu karena engkau memberi 58:17 kepadanya. 58:18 Tapi kalau sedekah sirri ini 58:21 bangga. 58:22 Tapi itu semua bakal hilang di sedekah 58:25 rahasia. 58:26 Tapi susah bagi hati ini. 58:29 Nah, ini masyaallah sangat disarankan. 58:31 Dan memang kata bapaknya tadi yang 58:33 nelpon 58:34 daripada kita 58:36 apa namanya mengurangi timbangan, lebih 58:38 kita menambahkan timbangan. Jatuhnya 58:40 sedekah. Kalau mengurangi timbangan, wah 58:41 bahaya betul dalam surat At-Tafif, 58:44 Wailul lil mutaffifin. 58:46 Alladzina idza ktalu alan nas yastaufun 58:48 wa idza kaluhum au wazanuhum yukhsyirun. 58:51 Oke. Kita bahas ayat ini dikit Bib. 58:54 Celakalah bagi mereka orang yang 58:55 mutaffif, orang yang tidak adil dalam 58:57 timbangannya. 58:58 Yang mana bila mereka menjadi pembeli 59:01 mereka nagih. 59:03 He eh. 59:04 Harus pas takarannya, jangan sampai 59:05 kurang. 59:07 Ketika mereka jadi penjual 59:09 ya 59:10 mereka berusaha untuk mengurangi. 59:13 Ini kan dalam perihal timbangan ya 59:15 makanan atau apalah yang jual belilah 59:17 pokoknya. 59:18 Sebenarnya ini ayat konsep Syekh, bukan 59:20 cuma dalam perihal timbangan ee makanan, 59:23 minuman atau barang-barang 59:25 dagangan, enggak. 59:27 Timbangan menilai diri. 59:30 Timbangan 59:31 ketika menunaikan atau menagih hak. 59:35 Gitu. 59:35 Mmm. 59:37 Ketika ya 59:39 giliran haknya dituntut. 59:40 Nah, itu dia. Nuntut haknya mati-matian. 59:43 Jangan sampai 59:44 Betul. 59:46 Nuntut haknya masyaallah, jangan sampai 59:47 haknya itu kurang. Nagih hak sono-sini. 59:51 Walaupun benar, benar itu wajib hak 59:53 orang-orang wajib menunaikan hak 59:54 untukmu. 59:56 Tapi ketika ada hak orang lain yang 59:58 wajib engkau tunaikan engkau 59:59 malas-malas. Itu sama masuk dalam 1:00:01 kategori tatfif. 1:00:03 Eee. 1:00:05 Berarti dalam dunia pekerjaan sering 1:00:07 dong, Bib, kayak begini. 1:00:08 dia. 1:00:08 Itu termasuk mutafif dong. 1:00:10 Makanya jadi istilah tatfif itu 1:00:12 mutafifin itu mutafif bukan hanya pada 1:00:15 orang jual-beli, enggak. Setiap perihal 1:00:18 huquq. 1:00:19 Hak. 1:00:19 Hak dengan 1:00:20 Hak pegawai 1:00:22 eee kepada majikannya atau sebaliknya. 1:00:24 Hak pegawai kepada perusahaan, 1:00:26 perusahaan kepada pegawai. 1:00:27 Semua masuk dalam kategori itu. Kalau 1:00:29 seandainya kita 1:00:30 demen untuk nagih-nagih hak kita 1:00:33 dan merasa berat untuk menunaikan hak 1:00:35 kepada yang lain. Ainauzubillah, ini 1:00:37 ngeri-ngeri nya masuk dalam tatfif 1:00:38 nantinya. 1:00:40 Giliran apa namanya kalau misalnya 1:00:43 ibarat bos giliran karyawan diminta buat 1:00:45 lembur, kerja keras giliran gaji 1:00:48 diundur-undurin. 1:00:50 Atau kebalikannya, karyawan ke bos 1:00:53 giliran gaji diundur-undurin protes apa 1:00:55 segala macam. Tapi giliran kerja 1:00:57 malas-malasan. Itu juga mungkin ya, Bib. 1:00:59 masuk dalam kategori tatfif juga, Bib. 1:01:01 Ya Allah. 1:01:01 Sama juga dalam dunia pendidikan ya, 1:01:03 guru dan eee guru dan murid atau guru 1:01:06 apa atau eee murid dan lembaga 1:01:08 contohnya. 1:01:10 Juga sama. 1:01:11 Ya, banyaklah terjadi itu, Bib. Banyak 1:01:13 terjadi. Sebagai murid kan kita 1:01:15 kadang-kadang merasa 1:01:16 wah, mani kok ini enggak dipenuhi 1:01:17 fasilitasnya, ini itu nya segala macam. 1:01:20 Ya, mereka berusaha juga sebenarnya 1:01:21 lembaga pun itu ataupun guru itu 1:01:23 berusaha untuk memberikan yang terbaik 1:01:25 kepada si murid ini. 1:01:26 Si murid senantiasa menagih hak 1:01:29 untuknya. Tapi 1:01:31 hak untuk guru itu atau hak untuk ilmu 1:01:33 sebenarnya. 1:01:34 Ehm. 1:01:34 Mana yang murajaahnya? Mana hafalannya? 1:01:37 Ehm. 1:01:37 Mana kitabnya kok enggak dipahami? Malah 1:01:39 malas-malasan. 1:01:40 Ehm, giliran giliran minta fasilitas 1:01:42 harus fasilitas yang perfect, sempurna. 1:01:43 Tapi ilmunya enggak ditunaikan haknya. 1:01:45 Ya, sama juga, tatfif juga. 1:01:47 Jadi, sama juga. 1:01:48 Juga ke negara juga gitu, Bib, ya? 1:01:49 Hah? 1:01:49 Bernegara. 1:01:50 Semuanya. 1:01:51 Pajak, Bib. Giliran pajak sudah dibayar. 1:01:55 Enggak jadi, saya enggak lanjutin. 1:01:57 Lanjut, Habib. Ini ada pertanyaan 1:01:59 banyak, Habib. 1:01:59 Oke, marhaban. 1:02:00 Ada Ahmad Ibrahim, masyaallah, banyak 1:02:01 banyak banget tuh. 1:02:02 Karena masyarakat. 1:02:03 Masyaallah. 1:02:04 Ada Ahmad Ibrahim, ada Nur Laila, ada 1:02:07 Haji Muslim, ada yang Sri Utari Aisyah, 1:02:11 ada Fajar Al Fatih, Nelly, Iman Pratomo, 1:02:14 Abah, Ibu Ros, Ummu Ismah, Ibu Tati, 1:02:18 Bapak Mas'ud, Agus Hakim, Muhammad 1:02:20 Rosyidi, Purnama Cikarang, 1:02:22 Nurjana dari Singapura, Hasbunallah wa 1:02:24 ni'mal wakil. Wah, namanya Hasbunallah 1:02:26 wa ni'mal wakil. 1:02:27 Wajib. 1:02:28 Wajib. 1:02:29 Asal jangan dipanggil lafaz jalalahnya 1:02:30 saja, Bib, ya. 1:02:31 Iya, kayak gitu. 1:02:32 Ada dari Ibrahim ini pertanyaan tadi 1:02:34 sudah tanya di awal-awal. Habib 1:02:37 Al fakir ingin bertanya perihal 1:02:39 ketaatan. Apakah kita bisa tahu tingkat 1:02:41 kadar ketaatan kita kepada Allah dan 1:02:43 bagaimana cara mengetahuinya? Syukron, 1:02:46 Habib, dari Ibrahim. 1:02:49 Tingkat ketaatan. 1:02:51 Ketaatan. 1:02:54 Bagaimana cara mengetahuinya? 1:02:56 Ehm, ngukur ketaatan kita, Bib, sama 1:02:58 Allah. Gimana kita bisa evaluasi diri? 1:03:01 Jamil jiddan. Bagus, Ikhwan. 1:03:02 Hasibu anfusakum. 1:03:04 Naam, qabla an tuhasabu. Soal qalam 1:03:05 jamil. 1:03:07 Haza jamil. Pertanyaan yang indah ini. 1:03:09 Ehm, gimana kita bisa mengetahui tingkat 1:03:11 ketaatan, Ikhwan, nih? 1:03:12 Ehm, senantiasa hamba itu berusaha untuk 1:03:16 menjadi lebih baik. 1:03:18 Kapan dia menjadi lebih baik? Bilamana 1:03:21 dia 1:03:22 mengira dirinya tidak baik. 1:03:25 Nah, ketika itu dia menjadi lebih baik. 1:03:28 Ah, begitu. Kalau dia mengira baik-baik 1:03:30 saja 1:03:31 berarti dia tidak baik. Nah, itulah dari 1:03:33 konsep ini kita bisa 1:03:35 apa namanya ukur tingkat ketaatan kita. 1:03:37 Seberapa taat kita kepada Allah Ta'ala? 1:03:39 Ya Allah, masih banyak kurangnya. Nah, 1:03:41 bagus. Perasaan itu engkau apa tanamkan 1:03:44 di hatimu dan tingkatkanlah ketaatanmu. 1:03:47 Ana sudah sampai level mana ya? Nah, 1:03:49 dalam perihal ketaatan mungkin agak 1:03:51 susah kalau dibuat pakai level-levelan. 1:03:53 Ah, sudah sampai level sekian. Tinggal 1:03:55 sekian lagi. Aku sudah melewati, Ustaz. 1:03:57 Ah, justru itu 1:03:59 menjadikan 1:04:00 orang 1:04:01 eh merasa 1:04:03 apa namanya berbuat sesuatu atau dalam 1:04:06 istilahnya ujub. Ah, begitu. Yang memang 1:04:08 itu wajib dihindari. 1:04:10 Ini bukan kayak level tingkatan. 1:04:12 Oh, ana sudah level sekian nih, 1:04:13 alhamdulillah. 1:04:16 Yo, aku sudah berbuat ini. Aku sukses 1:04:19 dalam berbuat ini. 1:04:20 Ini dalam konsep tasawufnya semestinya 1:04:22 dihindarin, dihindari. 1:04:24 Ketika engkau melaksanakan sesuatu, eh 1:04:26 kembalikan kepada Allah Ta'ala. 1:04:27 Alhamdulillah, Allah telah memberikanku 1:04:28 taufik untuk em membuat ini, untuk 1:04:31 berbuat ini, beramal ini. Semuanya 1:04:32 kembali kepada Allah Ta'ala. Dan jangan 1:04:35 lihat sudah level berapa. Jangan lihat 1:04:37 ke depan, masih berapa lagi. 1:04:40 Nah, ah begitu. Jangan kita pandang, wah 1:04:43 sudah tiga sekarang nih. Enggak, enggak. 1:04:45 Contohnya ada 10 level. Ini sudah ketiga 1:04:47 sekarang. Jangan pandang sudah tiga, 1:04:48 enggak. 1:04:49 Pandang pandangnya, oh sisa eh delapan 1:04:52 lagi, sisa tujuh lagi. 1:04:54 Ibarat baca Qur'an, jangan lihat sudah 1:04:55 lima juz. Lihat masih 15 juz begitu ya. 1:04:58 Masya Allah, antum keren banget. 1:05:01 Eh, bukan masih 15, 25 juz. 1:05:03 Keren banget antum. Contoh-contoh kecil, 1:05:05 Habib ya. 1:05:05 Betul, contoh kita. 1:05:07 Masya Allah. Oh, alhamdulillah sudah 1:05:09 bisa eh puasa eh hari tiga hari sebulan. 1:05:13 Oh, bagus. Alhamdulillah, nikmat. 1:05:15 kalau bisa lebih lagi contohnya gitu. 1:05:17 Istiqomahnya, oh alhamdulillah sudah 1:05:19 bisa sedekah setiap hari Jumat, bagus 1:05:21 kalau bisa 1:05:21 Setiap hari. 1:05:22 Setiap hari pagi-pagi. 1:05:23 He em. 1:05:24 Nah dengan ini seorang akan 1:05:26 naik terus tingkat ketaatannya, tapi 1:05:27 kalau seandainya wah alhamdulillah ana 1:05:29 sudah begini, mentok akhirnya Bib. 1:05:31 Tok, sudah begitu. 1:05:33 Mentok enggak naik, yang ada cuma ujub, 1:05:36 akhirnya hancur nas Allah subhanahu wa 1:05:37 ta'ala afiah, jadi tingkat ketaatan 1:05:39 seorang hamba 1:05:40 dia bisa mengukurnya, tapi cara 1:05:42 mengukurnya bukan dengan melihat apa 1:05:44 yang dia sudah laksanakan. Lihatlah apa 1:05:46 yang belum dilaksanakan. 1:05:48 He em. 1:05:48 Nah senantiasa dia merasa dirinya tidak 1:05:51 sempurna, itulah suatu kesempurnaan. 1:05:53 Ketika dia merasa sempurna, nah itulah 1:05:55 ketidaksempurnaan. 1:05:56 Masya Allah. 1:05:57 Ya khair. 1:05:58 Masya Allah masya Allah. 1:06:00 Jazakallahu khair 1:06:01 berbicara masalah sedekah tadi sempat 1:06:03 disinggung sama Habib. Ada yang bertanya 1:06:05 nih, bagaimana kalau mau ikut membantu 1:06:08 dakwah Radio Silaturahim, boleh banget. 1:06:10 Ikhwan dan akhwat 1:06:11 yang mau berkontribusi 1:06:13 Iklan dikit Bib. 1:06:14 Ya khair ya khair ya khair. 1:06:16 Untuk dakwah Silaturahim, bayar listrik, 1:06:18 bayar 1:06:20 bayar macam-macam, bayar air, 1:06:22 silakan kirimkan 1:06:25 ke rekening Bank Syariah Indonesia 1:06:26 dengan nomor 72222, 1:06:29 duanya 4 kali, 333 atas nama Yayasan 1:06:32 Wakaf Rumah Quran Silaturahim. Sekali 1:06:35 lagi Bank Syariah Indonesia dengan nomor 1:06:37 7 2222300033 1:06:41 atas nama Yayasan Wakaf Rumah Quran 1:06:43 Silaturahim. Habib pertanyaan terakhir 1:06:45 ini. 1:06:45 Ah fadhol. 1:06:48 Wah banyak sekali yang mana ya? 1:06:51 Masya Allah. 1:06:51 Nah ini, Habib eh 1:06:54 dari hamba Allah di Bekasi, Habib pengen 1:06:56 tanya, kenapa Habib selalu berucap-ucap 1:06:59 sebelum membaca Fatihah itu maknanya 1:07:01 apa? 1:07:02 Bib. Masya Allah. 1:07:03 Apa artinya? 1:07:04 Berucap-ucap sebelum baca sesuatu, 1:07:05 mungkin yang niat itu Habib. 1:07:07 Oh iya. 1:07:07 Bisa jadi masya Allah. 1:07:10 Pengin tahu katanya Habib, masyaallah 1:07:12 marhaban siap. 1:07:13 Berucap-ucap sebelum membaca Fatihah 1:07:15 Fatihah. 1:07:16 Oke jadi gini teman-teman. 1:07:18 Apa namanya kadang-kadang kita kalau 1:07:20 lagi buat buka majelis atau langsung 1:07:22 Al-Fatihah gitu kan. 1:07:24 Padahal Al-Fatihah ini. 1:07:26 Itu dibilang Fatihah Al-Fatihah Fatihah. 1:07:29 Al-Fatihah itu. 1:07:31 Fatihatun apa arti Fatihah kunci. 1:07:34 Dari Fatahakan Fatah membuka pembuka. 1:07:38 Jadi memang itu pembuka dan kunci. 1:07:40 Apa yang kau mau buka ya silakan kau 1:07:42 niatkan. 1:07:44 Ente mau buka apa ane mau semoga terbuka 1:07:46 ini terbuka itu bismillah niatkan itu 1:07:48 kemudian baca bacakan Fatihah untuk itu. 1:07:51 Nah ini Habib. Dalam konsep ininya. 1:07:55 Emang apaan sih kayak gitu 1:07:57 Al-Fatihah semoga Allah Ta'ala. 1:08:00 Satu dua tiga kita sebutkan 1:08:01 hajat-hajatnya kemudian kita bacakan 1:08:02 Fatihah emang dari mana ada kayak gitu. 1:08:05 Nah ini mudah sekali jawabannya. 1:08:07 Jawabannya adalah. 1:08:09 Dikiaskan ini kepada hadis hadis yang 1:08:11 ma'ruf hadis sahih. Tiga tiga orang. 1:08:15 Yang terjebak di gua itu kan akhirnya 1:08:17 mereka bertawasul dengan amal baik 1:08:19 mereka. 1:08:20 Yang satu tawasul dengan sedekahnya yang 1:08:23 satu tawasul dengan baktinya kepada 1:08:24 orang tuanya yang satu tawasul dengan 1:08:27 pernah dia menahan hawa nafsunya 1:08:29 akhirnya dengan tawasul kepada amal 1:08:30 baiknya itu Allah Ta'ala bukakan gua itu 1:08:33 Allah Ta'ala pecahkan batu. Yang ada di 1:08:35 hadapannya itu. Ini hadis dari hadis ini 1:08:38 ulama mengambil kesimpulan bahwasanya 1:08:40 boleh kita bertawasul dengan amal baik 1:08:43 nah di antaranya Fatihah ini. 1:08:46 Jadi ketika kita membacakan Fatihah itu 1:08:47 masuk dalam kategori bertawasul dengan 1:08:49 amal baik. 1:08:51 Nah semoga dengan Fatihah akan yang akan 1:08:53 kita bacakan ini contohnya. 1:08:55 Kan amal itu amal baik. 1:08:56 Kita tawasulkan dengan Fatihah semoga 1:08:59 satu Allah Ta'ala melimpahkan apa 1:09:01 namanya taufiknya kepada kita. Dua Allah 1:09:03 Ta'ala membukakan pintu rezekinya lahir 1:09:05 batin kepada kita. Ini semua hajat-hajat 1:09:08 kita. Kita tawasul dengan 1:09:10 Sebutin ya. 1:09:10 Sebutin hajat-hajatnya. 1:09:12 Baca Fatihah. 1:09:12 Baca Fatihah. Nah, ini masuk dalam 1:09:14 konsep tawasul dengan 1:09:15 amal baik yang itu ada hadisnya yang 1:09:17 sangat sahih. 1:09:18 Oh, gitu. Kalau sebut nama orangnya, 1:09:20 Bib? Misalnya Al Fatihah 1:09:22 buat fulan bin fulan. 1:09:23 Nah, itu lain lagi. 1:09:24 Itu apa namanya? Kan tadi eh Fatihah 1:09:27 untuk qada al hajat. Tapi kalau untuk eh 1:09:29 mengha- hadiahkan amal baik kepada orang 1:09:31 lain, nah itu bukan masuk kepada konsep 1:09:33 tawasul. Kepada ihdaul amal. 1:09:36 Menghadiahkan amal kita kepada orang 1:09:37 lain. Bolehkah itu? Pembahasannya 1:09:39 panjang itu, Bib. 1:09:40 Bukankah ya inqata'a amalu illa min 1:09:42 salasatin. Kalau Ibnu Adam mati 1:09:45 terputus amalnya kecuali tiga kan. Amal 1:09:47 jariyah, sedekah jariyah, doa anak saleh 1:09:50 atau ilmu. 1:09:51 Coba garis bawahin. Inqata'a 1:09:53 amalu. 1:09:54 Nah. Itu garis bawahin tuh. Amalu. 1:09:56 Amal diri sendiri. 1:09:57 Amal diri sendiri yang terputus. 1:09:59 Kalau amal orang orang lain meng- 1:10:01 mengirimkan kepadanya, enggak terputus 1:10:02 itu. 1:10:04 Kan hadisnya gitu. Amalu yang terputus. 1:10:06 Iya, iya. Karena banyak banyak 1:10:07 hadis-hadis lain yang apa? 1:10:09 Heeh. 1:10:10 Sahabat ngirimin umrahnya buat orang 1:10:12 lain. 1:10:13 Nah, bersahabat. Kemudian Nabi motong 1:10:15 kambing buat umatnya. 1:10:17 Hadiah hadiah begitu-begitu ya, Bib, ya. 1:10:19 Nah, betul. Masya Allah. Masya Allah 1:10:20 antum. Jadi memang bisa menghadiahi- 1:10:22 kan. 1:10:23 Itu masuk dalam konsep itu. 1:10:25 Jadi semuanya tertib al Fatihah hadza 1:10:26 jami'an. Dan memang 1:10:29 Fatihah itu luar biasa. Biasa, Bib. 1:10:30 Aduh, panjang nih pembahasannya. Tapi 1:10:32 Alquran jadi yang kita ucap-ucap tadi 1:10:34 mungkin sebelum baca Fatihah itu adalah 1:10:36 berupa doa-doa. 1:10:38 Doa-doa tawasul eh dengan Fatihah. 1:10:40 Terserah. Eh juga antum bisa juga eh 1:10:43 apa namanya? Menyebutkan hajat-hajatnya. 1:10:46 Apa saja hajat dunia atau hajat akhir. 1:10:47 Kemudian 1:10:48 ditutup dengan Fatihah sebagai tawasul 1:10:50 dengan Fatihah itu. 1:10:51 Ra'id. Masya musykilah. Cuma saya kalau 1:10:53 di Tarim, kalau di Hadramaut atau orang 1:10:55 yang lulus dari sana kan biasanya 1:10:57 minta sama guru-guru roti bin Fatihah, 1:11:00 itu maksudnya niatin ya Habib. 1:11:02 Na'am. 1:11:02 Eee, karena doa dia kan 1:11:05 Masya Allah. 1:11:05 Lengkap gitu ya. 1:11:06 Kita ber-tsunnah nih, masya Allah ini 1:11:07 seorang yang mustajab doanya guru kita, 1:11:09 minta bacain Fatihah darinya, minta eee 1:11:12 tawasulin eee Fatihah untuk kita. 1:11:15 Oh. 1:11:15 Semoga Allah Ta'ala jaga ente, semoga 1:11:17 Allah Ta'ala 1:11:18 eee menyampaikanmu ke tujuanmu, 1:11:20 dibukakan pintu rezekinya, dibukakan 1:11:22 pintu ilmu, diberikan faham nabi 1:11:25 Muhammad SAW. Kemudian beliau 1:11:26 Al-Fatihah, kita baca Fatihah bareng. 1:11:27 Kan luar biasa. 1:11:28 Habib. 1:11:29 Na'am. 1:11:29 Nah itu dia. 1:11:30 Berarti makna simbolnya mendoakan kita. 1:11:32 Mendoakan. 1:11:32 Waktu dia me- 1:11:34 mentartibkan Fatihah buat kita. 1:11:35 Na'am. 1:11:36 Habib, jazakallah khair Habib. 1:11:38 Masya Allah. 1:11:39 Terima kasih Habib atas ilmunya yang 1:11:41 sudah dibagikan ke kita, terima kasih 1:11:43 banyak, masya Allah ada tamu spesial 1:11:44 ini. 1:11:45 Di sini yang sudah lama tidak kemari 1:11:47 Pak, sehat Pak? 1:11:51 Masya Allah. 1:11:52 Terima kasih banyak Kang Neja, terima 1:11:53 kasih banyak Fajar. 1:11:55 Nde meja operator, terima kasih banyak 1:11:57 ikhwan akhwat yang sudah menyimak sejauh 1:11:59 ini. Terima kasih yang sudah mengirimkan 1:12:02 pertanyaan. 1:12:03 Fatur, Bapak Eko, eee ada Susmiati, 1:12:07 Bapak Anwar, Rina Depok, Aminah 1:12:09 Nurlaela. 1:12:11 Kemudian Mbak Roni Anwar, Purnama, Ibu 1:12:14 Darma, Nurjiana, Ibu Ijah. 1:12:17 Dan ikhwan akhwat yang sudah 1:12:18 berkontribusi untuk berjalannya acara 1:12:22 ini, terima kasih banyak, semoga Allah 1:12:23 Subhanahu Wa Ta'ala 1:12:25 berikan apa yang disampaikan oleh Habib 1:12:27 Musyabba tadi sebagai wasilah hidayah 1:12:29 buat kita semua, sehat-sehat selalu 1:12:31 Habib. 1:12:31 Eee sama-sama. 1:12:32 Semangat dakwahnya Habib. 1:12:33 Antum juga. 1:12:33 Jazakallah khair Habib, ikhwan akhwat 1:12:35 mari sama-sama kita tutup dengan baca 1:12:37 doa kafaratul majelis, subhanakallahumma 1:12:39 wabihamdika, asyhadu alla ilaha illallah 1:12:41 astagfiruka wa atubu ilaik, 1:12:43 assalamualaikum warahmatullahi 1:12:44 wabarakatuh. 1:12:45 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:12:47 wabarakatuh.