Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Radio Silaturahim dan juga Rasil Visual
- untuk Islam yang satu waho. Terima kasih
- masih menyimak siaran kami di malam hari
- ini dalam program acara tausiah malam
- bersama Ustaz Ahmad Sanusi kajian kitab
- tafsir Al-Qurtubi yang malam hari ini
- Ustaz sedang membahas ee Al-Qur'an surah
- Hud ayat 69 sampai dengan 83. Tadi telah
- kita simak kajiannya dan masih akan
- dilanjutkan oleh Ustaz. Namun sekarang
- kita bacakan dulu beberapa SMS atau
- pertanyaan yang sudah dikirimkan oleh
- dan seperti biasa kita gabungkan dan
- akan dijawab sekaligus oleh Pak
- Ustaz. Pak Ustaz ada empat pertanyaan.
- Yang
- pertama dari ini lewat WhatsApp dari
- hamba Allah. Asalamualaikum, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullah. Mohon
- dijelaskan kaitan kajian malam ini
- dengan Quran surah Yunus ayat ke-22.
- Lalu dari Bapak Dedi. Asalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh di Bekasi.
- Waalaikumsalam.
- Ee bagaimana cara kita memandang
- terhadap dunia yang fana ini, Pak Ustaz?
- Iya. Kemudian ada hamba Allah di
- Depok. Asalamualaikum, Pak Ustaz.
- Waalaikum. Apakah bumi ini bisa disebut
- masjid?
- Lalu yang
- terakhir ee asalamualaikum Pak Ustaz.
- Kalau koperasi yang simpan pinjam terus
- kalau dipinjam ada uang jasa, itu
- hukumnya bagaimana, Pak Ustaz? Mohon
- pencerahannya.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Tentang Al-Qur'an surah Yunus, surah
- yang ke-10 ayat 22. Apa hubungannya
- dengan apa ada hubungannya
- dengan kajian kita saat
- ini? Kalau ini jelas ada ini.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Hualladzi
- yusayirukum fil barri wal bah. Allah
- yang yusayiru
- menjalankan. Ada tasdid
- faalifa yusayiru barri wal bahri. Allah
- yang membuat kita bisa hidup punya usaha
- di darat, di laut, kapal berlayar. Hatta
- idza kuntum fil fulqi. Kita naik pesawat
- juga begitu bisa bergerak. Begitu kita
- berada di vulki kapal. Wajaraina birihin
- thibah. Lalu meluncur membawa dengan
- mereka penumpang tadi dengan tiupan
- angin yang enak, yang
- sejuk. Wafarihu biha. Dia bangga, dia
- lupa biha dengan dengan
- tadi bahwa itu
- semuanya dari Allah Subhanahu wa
- taala. Tiba-tiba
- Jaatha
- datang kepada kapal yang jarin bihim
- thyibah tadi rhun asif apa badai yang
- besar.
- Begitu datang badai wajaahum datanghum
- kepada mereka almauju apa gelombang
- ombak yang besar min kulli makan dari
- semua penjuri penjuru. Wonu ketika saat
- seperti itulah baru mereka yakin annahum
- bahwasanya mereka uh bihim sedang
- dikepung oleh bahaya. Baru saat itu
- daullah dalam keadaan kepepet baru dia
- berdoa kepada Allah.
- Mukhlisin dalam keadaan mukhlis berdoa
- tulus. Dia lahu berserah diri
- betul-betul hanya
- semata hanya tulus semata untuk
- kepentingan agama kepada Allah subhanahu
- wa
- taala menyerahkan diri kepada agama
- kepada Allah. Lain anjaitana sambil
- berdoa jika menyelamatkan siapa engkau
- ya Allah na kepada kami min hadhi dari
- ini
- bahaya lakunan maka pasti ada siapa kami
- minasyakirin termasuk orang yang
- bersyukur katanya tapi kenyataannya
- selesai pemilu ya selesai begitu falamma
- anjahum maka setelah
- menyelamatkan hum kepada mereka siapa
- Allah hum kepada mereka idza tiba-tiba
- hum adapun mereka yab
- Zalim lagi. Siapa mereka? Fil ard di
- mana? Di bumi. Kenapa bukan di langit?
- Karena biasanya tempatnya mayoritas di
- bumi. Bighhairil haq. Ya ayyuhanas.
- Wahai manusia innama bawiukum ala
- anfusikum. Kalian melakukan kezaliman
- itu bahayanya kembali kepada diri-diri
- kalian sendiri. Mata al hayatid dunya.
- Dunia ini hanya ee kenikmatan hidup
- sementara.
- tumma ilaina. Setelah itu marjiukum
- yaitu hanya ilaina, hanya kepada Allah
- kami marjiukum. Adapun kembalinya kalian
- semua. Kalau kalian kembali dalam
- keadaan
- koruptor, waduh kotor begitu. Padahal
- umur sudah 61, 62. Repot itu ceritanya.
- Padahal Nabi wafat 63 itu.
- Fanunabbiukum. Maka pasti menceritakan
- siapa kamikum kepada kalian semua.
- Menyampaikan membuktikan. Bima kuntum
- takmalun. Betul. Memang betul ada
- hubungannya. Cuma begini saya ulangi
- lagi
- ya. Nabi Luth
- itu dosanya apa? Di antara dosanya itu
- dia itu lat'tatunar rijal. Jadi dia
- homo. Kedua, watqtaunabil qorup itu jadi
- ngerampok. Watqunbil watuna fiadikumul
- munkar. Dan kemaksiatan di situ di muka
- umum. Jadi sudah terbiasa udah ke
- mana-mana itu menjalar enggak
- karu-karuan tuh maksiat. itu Al-Qur'an
- itu surah Al-Ankabut surah yang ke-28
- ayat 29 itu. Jadi memang dia
- kesalahannya besar sekali makanya dibuat
- tegas oleh Allah Subhanahu wa taala
- azabnya. Tentang ceritanya Nabi Ibrahim
- maupun Nabi Luth ini memang ceritanya
- ada di Al-Qur'an tapi di tafsir maupun
- di riwayat banyak tapi hati-hati karena
- di situ ada kadang-kadang selingan
- israiliyat yang tidak baik dan tidak
- benar.
- Jangan terlalu suka dengan cerita
- israiliyat lah. Kalau mau baca, baca
- tapi harus baca yang aslinya. Saya kasih
- contoh. Saya dapat pertanyaan
- bertubi-tubi termasuk barusan masuk
- kepada HP
- saya. Sebenarnya yang paling ganteng itu
- siapa sih? Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam, Nabi Adam apa Nabi
- Yusuf? Nah, coba kembali kepada Quran
- dan kepada Asunah. Kalau kayak begitu
- itu kalau kita menemukan penjelasan Nabi
- Yusuf lah misalnya yang paling ganteng
- ya biarin saja mungkin dari apa ada yang
- mengatakan misal Nabi Adam ya biarin
- saja mudah-mudahan benarlah sudah
- selesai begitu. Tapi kalau aslinya kayak
- apa? Kalau aslinya coba cek di dalam
- hadis Bukhari
- 3.549. Coba ditulis dan diklik. Itu
- menurut sahabat Albara kana Rasulullah
- sallallahu alaihi wa alihi wa ashabihi
- wasallam
- ahsananasi. Apa
- ahsanah? Paling bagusnya annas apa?
- Manusia apanya? Wajhan. Jadi yang paling
- tampan, yang paling ganteng itu adalah
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Ini hadis Bukhari ini baru
- yang begitu. Tapi kalau ada penjelasan
- lain mungkin riwayat-riwayat israiliyat
- atau apa ya biarin sajalah insyaallah
- mudah-mudahan benar. Tapi kalau nanya
- aslinya ini saya sampaikan aslinya. Wa
- ahsanahu khalqon. Bentuknya wajahnya
- paling bagus, bentuknya paling bagus.
- Kenapa begitu? Alasannya dilanjutkan
- laisa bitwil karena Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wa ali wasahbihi
- wasallam tidak terlalu tinggi panjang
- begitu albain wala bilqosir juga tidak
- terlalu pendek demikian juga coba lihat
- ya suil albara ditanyalah sahabat albara
- ini akana wajhun nabi shallallahu alaihi
- wa alihi wa ashabihi wasallam mlaif
- apakah wajah nabi itu jelek Bahkan seram
- seperti pedang menakutkan. Q menjawab
- siapa? Sahabat Albara? La tidak
- balam. Wajah Nabi itu seperti bulan.
- Coba bayangkan siapa yang bisa
- mengalahkan bulan? Ini hadis Bukhari
- 3.552.
- Makanya kalau ada orang menyampaikan
- thaal
- badru alaina tuh kan albadru alqamar itu
- jadi terbitlah. Jadi bukan ulul itu. Itu
- hadis Bukhari itu. Kalau enggak suka
- dengan tolak albadru berarti hapus saja
- tuh hadis Bukhari
- 3.552. Coba cek itu kalau mau ngecek
- diklik silakan. Kalau enggak di hadis
- Bukhari, kalau di Fathul Bari juz 6,
- coba lihat juz 6 halaman 700 di sebelah
- kanan tuh. Coba cek tuh yang punya kitab
- tuh. Jadi wajahnya itu kayak bulan itu
- luar biasa. Bulan tuh bisa dilihat, bisa
- dinikmati. Coba lihat kalau matahari
- kita kan silau men gitu kan. Dan Allah
- menyampaikan
- azubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim wa innaka laa
- khuluqin adzim. Alqalam ayat 4 itu
- khuluk itu dari kata khalqun itu bentuk
- bisa akhlak itu bisa perangainya bisa
- bentuknya itu. Dan Allah juga
- menyampaikan laqad jaakum rasulum min
- anfusikum anfus dari kalangan kalian.
- Begitu anfah pilihan itu orang pilihan
- yang paling ganteng paling bagus itu.
- Azizun alaihi anittum. Oh, Nabi selalu
- berat merasakan apa penderitaan yang
- kamu rasakan. Harisun alaikum. Dia
- sangat kepingin bagaimana umat Islam itu
- semuanya ee selamat, bahagia dunia
- akhirat. Bil mukminin rauf. Jadi tidak
- wulul sampai asmaul husna saja
- disematkan oleh Allah kepada Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Makanya kalau peringatan Maulid biasanya
- itu penceramah menyampaikan Al-Qur'an,
- Asunah, tazkirah itu kan karena memang
- Allah menyampaikan ee tazkirah itu
- sangat bermanfaat untuk umat Islam. Itu
- Al-Qur'an itu. Dan Allah menyampaikan
- nabi itu rauf, rahim, penyantun, pemaaf,
- penyayang. Itu itu asmaul husna, tidak
- ghul itu. Nah,
- jadi maulid itu apa? Apalagi sekarang
- Saudi itu mengizinkan itu malah
- meliburkan ya Maulid itu. Haflah maulid
- sekarang kan. Kenapa? Karena dia tahu
- bahwa Haflah maulid itu untuk supaya
- orang cinta kepada nabinya yang telah
- menunjukkan dunia akhirat mengantarkan
- supaya orang belajar Al-Qur'an dan
- Asunah. Kalau ada yang kurang baik, segi
- yang kurang baiknya itu yang diluruskan.
- Jangan
- dibidahin. Hati-hati. Allah saja raufur
- rahim. Entar dipikir wulul lagi. Kalau
- Allah dibilang wulul, berarti at-Taubah
- itu harus dihapus tuh. At-Taubah ayat
- 128 itu. Jadi ketika ada maulid
- dibacakanlah seperti ini. Kalau Nabi itu
- wajahnya seperti rembulan bahkan qitatu
- qamar. Hadis Bukhari
- 3.556
- itu ya sampai begitu. Jadi Nabi itu luar
- biasa. Kalau pengin tahu sifat Nabi itu
- dari hadis sekitar 3.000 itu sampai ee
- sampai hampir 4.000 kali ya. Jadi coba
- ceklah. G jadi luar biasa itu masalah
- tentang sifat Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Hati-hati karena memang
- banyak di situ cerita-cerita israiliyat
- itu tentang ee pertanyaan bagaimana
- tentang masjid? Apakah bumi bisa
- dikatakan masjid begitu ya kalau tidak
- keliru. Betul itu. Wilat lial ardu
- masjida. Begitulah kalau hadis
- Bukharinya. Jadi di mana saja kita boleh
- salat. Makanya orang jangan bersumpah
- lah. Masa dia berani bersumpah bahwa
- orang yang salat di 21 di Monas itu
- enggak sah. Jangan gak ilok botan sakit.
- Itu enggak boleh kayak begitu. Enggak
- boleh. Bagaimana? Sumpah nama Allah
- dipakai begitu. Yang tahu sah apa tidak
- itu sahnya apa? Salat dia punya wudu di
- bumi Allah lah. Soal niat yang tahu niat
- tuh kan Allah bukan bukan si dukun bukan
- siapa. Dia betul-betul karena untuk
- berjuang sama dengan tadi. Masa Nabi
- Ibrahim dibilang pelit orang dia itu
- memperjuangkan
- bismillahirrahmanirrahim alhamdulillahi
- rabbil
- alamin. Jangan kita karena sesuatu. J
- begitulah. siapapun kalau lagi baik kita
- ikutin, kalau lagi kurang baik ya enggak
- usah didengerin kalau kayak begitu. Ada
- riwayat seperti ini sebagai pertimbangan
- supaya kita ini tidak mudah yang
- menyampaikan yang aneh-aneh dan tidak
- suka mengkultuskan
- seorang. Ee Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam
- bersabda di antaranya menurut sahabat
- Abi Hurairah radhiallahu anh dan sahabat
- yang lain, yajmaullah akan mengumpulkan
- siapa? Allah annasa kepada manusia.
- Kapan itu? Yaumalqiamah. Di hari kiamat
- fiidin wahid. Di suatu tempat yang
- datar, tinggi dan datar dan luas
- sekali.Aamin. Kemudian setelah itu Allah
- menyampaikan. Sekarang kalian harus
- mengikuti siapa dulu di dunia yang Anda
- bela. Siapa Anda dulu nyembah? Siapa?
- Anda nyembah jabatan, nyembah uang,
- nyembah nama.
- Sekarang silakan Anda
- ikutu. Kemudian bagi orang yang suka
- menyembah salib maka besok diperlihatkan
- salibnya. Dah sekarang kamu ikut tuh
- salibnyawiir. Bagi orang yang dulu
- menyembah gambar-gambar. Nah ikutin tuh.
- Karena dulu macam-macam orang nyembah.
- Walhibinar. Bagi orang yang menyembah
- api. Naruhu diperlihatkan apinya.
- Silakan ikutin. Fattabiuna mau
- ya'buduna. Akhirnya semua orang ngikutin
- siapa dulu yang dibela waktu hidupnya.
- Wabqal muslimun. Tinggallah orang Islam
- di situ. Yaitu dengan rahmat dan rida
- Allah. Yang lain dia ikut. Yang salib
- ikut ke salib. Yang nyembah patung ikut
- ke patung. Yang nyembah api. Yang bela
- si A, si B yang melindungi siapa si A,
- si B, si homo. I semuanya ikut. Itu
- hadis Bukhari
- 6.573, 7.437,
- 7, Muslim 182 itu Ibnu Hibban
- 7429 di antaranya hadis dari sahabat Abi
- Hurairah radhiallahu anh
- itu. Lalu bagaimana pertanyaan
- berikutnya? Bagaimana kita ini
- menghadapi dunia yang fana? Ya, yakinlah
- bahwa segala sesuatunya dari Allah akan
- kembali kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Ada dialog dulu, bagaimana mungkin
- segala sesuatu dari Allah. Dia enggak
- enggak enggak yakin kali bahwa segala
- hidup itu yang penting kita harus
- berusaha yang baik. Ee menyelesaikan
- perkara yang sulit, tinggalkan masalah
- yang sulit, mendekat kepada Allah. Yakin
- bahwa Allah akan memberikan
- solusi. Ada cerita sedikit begini.
- Wadalika analfir qala. Bagaimana bahwa
- orang kafir berkata annutfah harah.
- Nutfah itu kan apa? Sperma itu kan
- panas
- rutbah. Jadi panas satu sisi panas
- tapi gimana
- basah bitil hayat tapi bisa menciptakan
- manusia. Mestinya kalau panas kan mati
- itu fakal hayat. Tapi dari situlah bisa
- hidup itu bagaimana kok bisa wal bar
- sedangkan tulang itu semacam dingin tapi
- satu sisi ya habis kering bitil maut
- bagaimana mestinya kalau tulang itu kan
- mati kok bisa hidup bisa dari kecil
- membesar fakaifa takuju minhul hayat
- bagaimana kok bisa begitu begitulah
- Allah menyampaikan
- azubillahiminasyaitanirrajim
- bismillahirrahmanirrahim alladzi jaakum
- inama amruhu
- aranak lahu fayakun fasubhanalladzi
- biyadihi malakutuai waaihi turjaun.
- Kalau kamu ragu, alladzi jaakum
- minajaril akd nar. Allah menciptakan nar
- api itu dari asyajar alakhdar dari pohon
- itu. Dari pohon itu yang hijau itu kan.
- Faid antum minhu tuqidun. Lalu bisa kamu
- pakai untuk kepentingan manusia itu kan.
- Awalaisalladzi khalaq samawati wal ard.
- Kemudian Allah mengajari kias. Jadi
- dikiaskan bagaimana Allah menciptakan
- langit dan bumi. Cuman menciptakan api,
- kebutuhan manusia, kehidupan manusia
- yang sebenarnya sperma satu sisi panas,
- satu sisi basah, satu sisi tulang itu
- kering, satu sisi dia itu dingin.
- Bagaimana kok bisa tumbuh?
- Awalaisalladzi khalaq samawati wal ard.
- Dikiaskan kepada penciptaan langit dan
- bumi yang lebih besar. Sesuatu yang
- tidak ada dalilnya dikiaskan,
- dikembalikan, dianalogkan, disamakan
- kepada sesuatu yang ada dalilnya. Coba
- perhatikan penciptaan beberapa langit
- dan bumi. Biqodirin
- alaqlahum. Ini juga sebagai dalil kias.
- Ini juga sebagai dalil bahwa segala
- sesuatunya insyaallah atas bantuan usah
- bantuan Allah dan usaha kita dan doa
- kita kepada Allah subhanahu wa taala
- insyaallah Allah maha kuasa merubah dari
- sesuatu yang kurang baik menjadi baik
- yang baik insyaallah menjadi lebih baik
- mudah-mudahan kita meninggal dalam
- keadaan husnul khatimah Allah qadir
- kuasa ala ayyahluq mlahum menciptakan
- apalagi yang menciptakan kalian yang
- lebih kecil daripada langit dan
- bumi. Demikian
- subhanakallahum ilahailla
- antafirik. Insyaallah kita sambung sabtu
- depan. Wallahuam bab. Subhanakallah
- wabihamdih asadu alla ilahailla
- antagfiralamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
- banyak ustaz. jazakallah khairan kir
- atas ilmu yang disampaikan untuk kita
- semua di malam hari ini dan juga jawaban
- atas pertanyaan dari ikhwan akhwat yang
- sudah dikirimkan.
- Semoga bermanfaat dan tentunya kita
- buktikan rasa syukur kita dengan
- mengamalkan apa yang telah kita
- dengarkan di malam hari ini. Semoga
- Ustaz selalu dijaga kesehatannya
- sehingga kita bisa terus menyimak
- ilmu-ilmu yang disampaikan oleh Ustaz
- Ahmad Sanusi. Dan juga terima kasih
- Ikhwan dan Akhwat atas kebersamaannya di
- malam hari ini. Mohon maaf bila ada
- pertanyaan yang tidak sempat kami
- bacakan karena keterbatasan waktu. Kita
- akan jumpa lagi dengan Ustaz Ahmad
- Sanusi di kajian kita Fatul Bari hari
- Sabtu yang akan datang jam .00 pagi. Dan
- kami bertugas juga undur diri. Saya
- Zulfikar, ada Didi, Bang Yusuf, dan
- Fajar serta kerabat kerja yang bertugas
- di daerah. Mohon maaf apabila ada
- kesalahan dan kekurangan. Billahi taufik
- wal hidayah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]