Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:15 Asalamualaikum warahmatullahi 0:17 wabarakatuh. 0:19 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:21 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:24 sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat 0:27 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. 0:29 Bagaimana kabar Anda di sore hari ini? 0:32 Semoga dalam keadaan sehat walafiat dan 0:34 selalu dalam lindungan Allah Subhanahu 0:36 wa taala. Senang sekali kami dapat 0:39 kembali menjumpai Anda dalam program 0:42 tausiah sore edisi Rabu 24 Rabiul Awal 0:48 1447 Hijriah yang juga bertepatan di 0:51 tanggal 17 September 2025 Masehi. Ikut 0:55 akhot di sore hari ini walaupun di 0:57 studio kami di sekitaran wilayah Cibubur 1:00 hingga kediaman Ustaz Ahmad Jazul Kholil 1:03 dalam keadaan hujan yang cukup deras. 1:06 Mudah-mudahan tidak menyurutkan langkah 1:09 kita untuk terus menimba ilmu baik di 1:12 masjid ataupun di radio-radio Islam. 1:15 Salah satunya adalah radio silaturahim, 1:18 radio yang menyatukan semua umat 1:20 manusia. 1:22 Dan di sore hari ini, ikhwan dan akhwat, 1:23 Ustaz Ahmad Jazuli Khalil akan 1:26 membawakan tema tentang menjelang 1:28 wafatnya Rasulullah sallallahu alaihi 1:31 wasallam. 1:34 Dan satu lagi, ikhwan dan akhwat, kami 1:36 ingatkan kepada Anda bahwa hari Sabtu 1:40 besok ee jangan lewatkan untuk hadir 1:43 dalam acara Temu Pendengar Radio 1:45 Silaturahim 1:47 dalam rangka Maulid Nabi Muhammad 1:50 sallallahu sallallahu alaihi wasallam 1:53 dan milad Radio Silaturahim yang ke-16. 1:57 Dan Ustaz Ahmad Jazuli Kholil adalah 2:00 salah satu pengisi di acara tersebut. 2:02 Mudah-mudahan beliau bisa hadir dan 2:05 Allah berikan keberkahan dan juga ee 2:08 naungan rahmatnya. Kita langsung menyapa 2:13 guru kita yang telah terhubung melalui 2:15 aplikasi Zoom. Asalamualaikum 2:16 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 2:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:21 wabarakatuh. 2:22 Sehat, Ustaz, ya. 2:23 Alhamdulillah. 2:24 Alhamdulillah. Baik, ikhwan dan akhwat. 2:27 Marilah kita dengarkan tausiah yang akan 2:30 disampaikan oleh guru kita Ustaz Ahmad 2:33 Jazuli Khalil. Tafadol Ustaz. 2:38 Asalamualaikum warahmatullahi 2:40 wabarakatuh. 2:42 Waalaikumsalam 2:44 habibina rasulillah Muhammad [berdehem] 2:46 Abdillah sallallahu alaihi wasallam waa 2:49 alihiwa 3:20 Auzubillahiminasyaitanirjim. 3:22 Bismillahirrahmanirrahim. 3:24 Alhamdulillahiabbil alamin 3:27 arrahmanirrahim. 3:28 iki yaumiddin iyaka na'budu wa iyaka 3:31 nastain ihdinatal mustaqimathalladzina 3:36 anamta alaihim ghairil magdubi alaihim 3:38 waladin 3:41 amin 3:43 bismillahirrahmanirrahim 3:45 alhamdulillahi rabbil alamin wasalatu 3:48 wasalamu ala asrofil mursalin 3:51 sayyidina wa maulana muhammadin wa ala 3:55 alihi wasohbihi ajma 4:03 Muhammadinallahu alaihi wasallam 4:06 umur wa bidah bidatinar. 4:16 Para pendengar hadia silaturahim dan 4:18 pemirsa Rasil TV rahimakumullah. 4:22 Alhamdulillah kembali kita panjatkan 4:25 puji serta syukur 4:27 ke hadirat Allah Subhanahu wa taala yang 4:30 senantiasa melimpah curahkan nikmat 4:33 karunianya kepada kita, terutama nikmat 4:36 iman dan Islam, nikmat sehat walafiat, 4:40 nikmat panjang usia dalam taat, termasuk 4:44 nikmat dipertemukannya kita sore ini 4:47 dalam rangka menjalankan salah satu 4:50 perintah nya yang diwajibkan atas kita 4:53 semua yaitu menuntut ilmu yang 4:56 insyaallah 4:58 pada sore ini kita akan bahas tentang 5:02 ihtidaruhu 5:04 wafatuhu alaihialatu wasalam yaitu 5:08 ikhtidar 5:10 menjelang wafatnya dan wafatnya 5:13 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 5:19 Sahabat Abdullah bin Mas'ud 5:22 beliau ee menceritakan, 5:26 "Saya masuk menjenguk Rasulullah 5:29 sallallahu alaihi wasallam. 5:33 Kemudian begitu saya menyentuh tubuh 5:35 Rasul, 5:37 saya rasakan begitu panasnya demamnya 5:42 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 5:45 Ya, sampai kata beliau, "Ya Rasulullah, 5:50 engkau panas sekali." 5:52 Lalu kata Rasulullah, "Benar 5:55 ya. 5:57 Jadi aku ini 5:59 merasakan panas dua kali panasnya atau 6:03 demamnya orang lain. 6:07 Karena memang nabi itu 6:10 apabila melakukan kebaikan, kebaikannya 6:14 itu dilipat gandakan. 6:17 Apabila beliau ini melakukan umpamanya 6:21 ya ee melakukan kesalahan, maka dosanya 6:26 juga dilipat gandakan. Yang namanya 6:29 pemimpin ya seperti itu. Termasuk 6:32 sakitnya Rasulullah. 6:36 Ya, makanya sahabat Abdullah Ibnu Mas'ud 6:39 kemudian mengatakan, "Inna laka ajrain." 6:42 Tapi kan kau mendapatkan pahala dua kali 6:45 lipat. Katanya Rasulullah Q naam iya 6:50 walladzi nafsi biyadii maal ard muslimun 6:53 yusibuan min mar 6:56 siwahu illahahuahu 6:59 kamaajarah 7:02 warqoha 7:04 demi zat yang jiwaku dalam kekuasaannya 7:09 tidak ada di muka bumi ini seorang 7:11 muslim pun yang ditimpa 7:15 penyakit 7:16 atau sakit dari penyakitnya itu 7:20 ya, melainkan Allah menghapuskan 7:23 dengannya segala kesalahannya. 7:27 Banyak sekali kesalahan yang 7:29 dihapuskannya. 7:31 Apakah Nabi punya kesalahan? Tidak. 7:34 Ini kan untuk muslim umatnya. 7:38 Sebagaimana pepohonan itu daun 7:41 sebagaimana daun-daun dedaunan yang 7:44 rontok dari pepohonan. Begitulah dosa 7:48 ya seorang mukmin manakala dia itu 7:51 sakit. 7:53 Ketika Rasulullah sallallahu alaihi 7:56 wasallam hijrah ke Madinah 7:59 itu ada seseorang seorang wanita yang 8:02 menawarkan kepada Rasul barangkali Rasul 8:05 berkenan untuk menikah lagi. 8:08 Ya. 8:10 Ya. Maka ditawarkan nih Rasulullah ada 8:13 seorang wanita yang bukan di samping dia 8:15 itu cantik 8:18 tapi istimewanya lagi orang itu enggak 8:20 pernah sakit. 8:23 Lalu Rasulullah mengatakan, "Tidak ada 8:26 kebaikan bagi orang yang tidak pernah 8:28 sakit." Tidak baik katanya ya. Tidak 8:32 baik orang kalau enggak pernah sakit 8:37 ya. Nah, kenapa ada satu hadis walaupun 8:42 ini hadis adalah hadis daif, 8:47 di sana diriwayatkan bahwa apabila Allah 8:50 Subhanahu wa taala 8:53 itu ber menghendaki seseorang sakit, 8:57 maka diutusnyaalah empat malaikat. 9:01 satu malaikat yang mengambil 9:05 tenaganya 9:07 ya. Makanya orang kalau mau sakit 9:09 biasanya lemas ya sudah enggak bergairah 9:14 karena tenaganya diambil. 9:18 Yang kedua adalah malaikat yang 9:20 ditugaskan mengambil nafsu makannya 9:24 sehingga udah air putih pun berasa 9:28 pahit, enggak ada yang enak. 9:32 Dan kadang-kadang nih di sini nih yang 9:34 saya sesalkan 9:36 si istri-istri itu kalau suaminya sakit 9:39 ditawarin makan yang enak-enak. 9:42 Padahal yang bagus nawarin makan yang 9:45 enak tuh jangan lagi sakit 9:47 ya, tapi lagi sehat biar dimakan. Kalau 9:50 lagi sakit gimana mau makan? [tertawa] 9:56 Baiklah para pendengar yang saya 9:58 hormati. 10:00 hilang nafsu makannya karena sudah 10:02 dicabut. 10:05 Kemudian yang ketiga adalah malaikat 10:08 yang mengambil 10:11 cahaya sinar sinar mukanya 10:15 ya. 10:17 Karena enggak makan, enggak banyak gerak 10:21 dengan sendirinyal cahaya mukanya ini 10:25 hilang. Jadilah kemudian pucat. 10:30 Nah, yang keempat adalah malaikat yang 10:33 ditugaskan oleh Allah untuk mengambil 10:36 dosanya. 10:38 Begitu kata Rasulullah. Dan apabila 10:41 Allah 10:43 hendak menyembuhkan 10:46 orang itu, 10:49 maka oleh Allah diutuslah malaikat yang 10:52 kedua, 10:54 yaitu malaikat yang mengambil nafsu 10:56 makannya dikembalikan. 11:00 sehingga 11:01 ya nafsu makan 11:05 ada lagi 11:07 apa saja enak 11:09 kata orang Betawi katanya kemaru 11:13 ya kata orang Sunda itu mamayu 11:19 apa saja enak kenapa nafsu makannya 11:22 sudah dikembalikan 11:25 kemudian malaikat yang pertama yang 11:27 mengembalikan tenaganya 11:29 Kembalikan sekarang tenaganya. 11:31 Dikembalikan tenaganya. 11:35 Kemudian malaikat yang ketiga 11:39 yang mengambil sinar mukanya 11:42 dikembalikan lagi sinar mukanya sehingga 11:46 seperti keadaan sebelum dia sakit. 11:51 Tinggal malaikat yang keempat. 11:54 Malaikat yang keempat ini menunggu 11:58 lah. Kok enggak disuruh-suruh oleh 12:00 Allah? Ya 12:03 gitu. 12:04 Karena itu maka malaikat yang keempat 12:06 kemudian bertanya kepada Allah sujud di 12:09 bawah arasy. Ya Rabb, 12:13 kami berempat di Engkau perintahkan 12:16 untuk mengambil dari si fulan 12:20 sesuatu 12:23 sesuai dengan yang Engkau perintahkan 12:25 kepada kami dan itu sudah kami 12:27 laksanakan. 12:30 Kini mereka sudah mengembalikan apa yang 12:34 dulu mereka ambil. Tinggal saya ya Rabb. 12:38 Kapan saya harus mengembalikan apa yang 12:41 saya ambil darinya? 12:43 Lalu kata Allah, "Wahai malaikatku, 12:48 sakit itu adalah penderitaan." 12:52 Ya, sakit itu adalah penderitaan 12:55 bagian dari siksaan. 12:58 Sementara aku ini arhamur rahimin, 13:02 Tuhan yang maha pengasih, maha 13:05 penyayang. 13:08 Nah, kalau sekarang dosa itu 13:12 dikembalikan lagi, sementara hambaku ini 13:17 sudah menderita, sudah sengsara, lalu di 13:20 mana 13:22 letak kasih sayangku? 13:24 Karena itulah sebagai imbalannya, 13:27 buanglah apa yang sudah kamu ambil. 13:30 Jadi dibuanglah dosanya. 13:34 Karena itu dari kacamata agama sakit itu 13:37 sebenarnya adalah 13:39 bagus ya karena sedang membersihkan 13:42 orang itu dari dosa. 13:45 Tapi juga jangan Anda kemudian kalau 13:49 nengokin orang yang sakit lama enggak 13:52 sembuh-sembuh, wah berarti orang ini 13:54 dosanya belum habis nih. Enggak boleh 13:57 bicara seperti itu, ya. 14:01 Nah, demikianlah dan penderitaan 14:06 yang dialami oleh Nabi, rasa sakitnya 14:10 itu adalah dua kali lipat yang dirasakan 14:14 oleh umatnya. [berdehem] 14:16 Karena pahala dari sakitnya itu juga itu 14:21 dua kali lipat lebih besar daripada 14:25 pahala yang diperoleh oleh umatnya yang 14:27 sedang sakit. 14:35 waqala Nabi sallallahu alaihi wasallam, 14:41 inna 14:43 masyarul anbiya. 14:46 Kami ini adalah para nabi, golongan para 14:50 anbiya, para nabi. 14:52 Yud, 14:54 yudafulan bala. 14:57 Kalau kami ditimpa bala 15:00 itu dilipat gandakan balanya. 15:03 Kama yudafulan ajru. 15:07 Sebagaimana pahala juga dilipat 15:10 gandakan. 15:12 Ya, begitulah namanya para nabi, para 15:17 aulia, para ulama. 15:20 Semakin kualitas orang itu ya 15:24 keimanannya, 15:27 ilmunya semakin tinggi, maka nilai dari 15:32 pahalanya juga pasti bedalah dengan 15:36 orang awam. 15:38 Makanya kan ada ungkapan begini ya dari 15:41 Nabi. 15:43 Tuba liman roani waabi. 15:48 Tumma tuba tumma tuba tumma tuba 15:53 liman amana bi walam yaroni. 15:58 Beruntung sekali orang yang melihatku 16:02 kemudian dia beriman kepadaku. 16:07 beruntung. Kemudian beruntung dan 16:10 beruntung 16:12 orang yang beriman kepadaku padahal dia 16:16 tidak pernah melihat aku. 16:20 Ya, kita-kita ini jadi untuk sahabat 16:23 dikatakan beruntung satu kali. 16:27 Untuk kita, Nabi mengatakan beruntungnya 16:30 sampai tiga kali. 16:33 Nah, kemudian kita beranggapan bahwa 16:36 keberuntungan kita ini lebih besar 16:39 daripada keberuntungan para sahabat. 16:41 Jadi, artinya kita lebih baik dari 16:43 sahabat, lebih beruntung daripada 16:45 sahabat. 16:47 Ya, keliru kalau kita punya paham 16:50 seperti itu. 16:53 Kenapa ya walaupun satu kali beruntung 16:58 ya dan untuk para sahabat, untuk kita 17:01 tiga kali kualitasnya itu beda yang satu 17:05 ini 17:08 ya. 17:10 Orang yang membaca Al-Qur'an kata Nabi 17:14 dengan mahir, dengan baik, dia bersama 17:17 safaratil kiramil barorah. Tapi bagi 17:21 orang yang membaca Al-Qur'an dan dia 17:23 tersendat-sendat, dia mendapatkan pahala 17:26 dua. Bukan berarti yang pahala dua ini 17:29 lebih baik daripada yang lancar, Pak. 17:33 Ya, jangan salah memahami. 17:37 Bilangannya banyak tapi kualitasnya. 17:41 Ketika ee Nabi sallallahu alaihi 17:44 wasallam itu ketika salat sunah ihram, 17:49 beliau mengerjakannya di Bir Ali 17:53 ya. Sehingga kita juga kalau mau 17:56 melaksana ibadah haji, mau umrah, ambil 17:59 miqat dari Madinah, biasanya kita 18:02 mengerjakannya itu di Bir Ali. Kenapa? 18:05 Ittiba kepada Rasul. 18:08 Apakah [berdehem] 18:11 memang lebih baik di situ di Bir Ali 18:13 atau di Madinah? Padahal kalau kita 18:16 mengerjakan salatnya di Madinah, di 18:19 Masjid Nabawi, 18:21 tentu dapat lipatan 1000 kali lipat 18:24 dibanding dengan di Bir Ali. 18:28 Kalau di Bir Ali tidak, tidak ada 18:30 lipatan 1.000. 18:33 Nah, cuma satu gitu. Cuma satu. 18:38 Tapi kalau kita mengerjakan salatnya di 18:40 Masjid Nabawi, maka salat itu lebih baik 18:45 dari di tempat lain 1000 kali lipat. 18:48 Mana yang lebih baik? Sebaiknya salat 18:50 sunah ihramnya di Masjid Nabawi atau di 18:52 Bir Ali? Jelas di Bir Ali. 18:56 Di Bir Ali tidak dilipat gandakan, tapi 18:59 mempunyai nilai ittiba kepada Nabi 19:02 sallallahu alaihi wasallam. Kalau di 19:04 sana di Masjid Nabawi mendapatkan nilai 19:08 lipatan 100 tapi tidak dapat nilai 19:11 itibak kepada Nabi dan kualitas ini jauh 19:15 lebih besar dari lipatan 1.000. 19:20 Nah, jadi kita kembali lagi kepada hadis 19:22 ini. Jadi kata Nabi, S Nabi, para nabi 19:26 itu dilipat gandakan ketika kena bala 19:29 begitu juga adalah pahala. 19:36 Waqala Rasulullah sallallahu alaihi 19:38 wasallam, "Ayadunasi balaan alanbiya." 19:42 Manusia paling berat balanya 19:46 ya, ujian 19:48 kemudian musibah ya. Sebab bala itu 19:55 di satu sisi sama dengan musibah. 19:59 Cuma bedanya kalau musibah adalah ujian 20:03 yang enggak enak. Itu musibah ditinggal 20:06 mati 20:08 ya, dicuri, kemudian apalagi ketimpa 20:13 reruntuhan, tenggelam. Itu namanya 20:15 musibah. Jadi enggak enak 20:18 ya ditimpa kemiskinan. Itu musibah e apa 20:22 namanya? Musibah. 20:24 Jadi enggak enak. Kalau bala bisa jadi 20:27 enggak enak, bisa juga enak. 20:31 Orang diberi kekayaan oleh Allah. Ah, 20:33 itu bala 20:35 ujian ya. Tapi ujian yang pada umumnya 20:40 menyenangkan yang diuji 20:43 gitu. Orang diberi ilmu, diberi jabatan 20:47 atau kedudukan itu adalah bala juga sama 20:52 ujian dari Allah. Cuma ujian yang 20:54 mungkin menyenangkan. 20:56 Banyak orang yang lulus diuji dengan 20:59 kemiskinan. 21:01 Ya, banyak orang yang lulus diuji dengan 21:04 kemiskinan. Jarang yang lulus diuji 21:06 dengan kekayaan. 21:10 Nah, ini kata Rasulullah, manusia yang 21:13 paling keras balanya 21:16 adalah para nabi. 21:19 Jadi kalau kena bala itu yang paling 21:22 berat itu para nabi. Summolihuna. 21:25 Kemudian orang-orang saleh seperti para 21:27 sahabat, 21:30 para aulia, para ulama. Summal amsal fal 21:34 amsal. 21:36 Kemudian ya yang mendekati itu terus di 21:39 bawahnya 21:41 di bawahnya 21:43 sabar lah itu ujiannya berat. 21:47 Lalu nanti di bawah sahabat adalah 21:49 tabiin. Begitu juga ya cuma tidak 21:53 seberat sahabat 21:55 dan seterusnya. Semakin ringan, semakin 22:00 enteng atau lemah iman seseorang, 22:03 semakin apa namanya? enteng juga 22:06 ujiannya. Semakin tinggi semakin kuat ya 22:10 ilmu dan keimanan seseorang maka 22:14 ujiannya juga semakin berat. Sudah yang 22:17 mudah beginilah 22:19 dari mulai SD kelas 1 sampai perguruan 22:23 tinggi itu ada pelajaran matematika. 22:27 Tentu saja kalau anak kelas 1 ujian 22:31 matematika 22:33 pasti soal yang diberikannya adalah 22:36 disesuaikan dengan kemampuan si anak 22:40 kelas 1. Enggak mungkin soal yang biasa 22:44 diberikan kepada anak kelas 6 diberikan 22:47 kepada anak kelas 1. Begitu juga ya 22:51 ujian ya soal-soal yang diberikan kepada 22:55 anak SMP. enggak bakalan diberikan 22:57 kepada anak SD. Begitulah seterusnya 23:02 ya disesuaikan. 23:06 Maka selanjutnya kata Nabi, 23:07 "Yubtalarjulu ala hasbiinih, seseorang 23:11 itu akan ditimpa bala 23:14 ya sesuai dengan agamanya. [berdehem] 23:18 Fain fiinihi." 23:21 Kalau ternyata agamanya kuat, keras ya, 23:26 kokoh, 23:28 maka suddida alaihi bala, 23:31 maka balanya diberatkan. 23:35 Karena apa? Agamanya, akidahnya kuat 23:40 gitu. Akidahnya kuat. 23:43 Hm. Nah, kemudian ya otomatis ya 23:49 kesabaran menghadapi bala buat orang 23:52 yang akidah atau agamanya kuat dengan 23:55 kesabaran menghadapi bala yang dialami 23:59 oleh orang awam nilai kesabarannya 24:02 adalah berbeda. Karena apa? kualitas 24:05 bala berbeda dan dengan sendirinya 24:08 kualitas sabarnya juga pasti akan 24:11 berbeda. 24:13 Karena itu boleh jadi ya orang awam 24:17 sudah menganggap dia itu sabar tapi buat 24:21 ulama dia belum sabar. 24:23 Boleh jadi seorang ulama itu sudah 24:26 dikatakan sabar, tapi belum dikatakan 24:29 sabar buat orang-orang yang di atasnya 24:32 oleh para nabi dan seterusnya. 24:49 dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhu 24:54 ya dalam kitab muwatonya 24:58 Imam Malik rahimahullah beliau ya 25:04 mencantumkan hadis 25:08 dari 25:10 Umar bin Abdul Aziz 25:13 Beliau mengatakan 25:15 kana 25:17 min akhiri ma takallama bi rasulillah 25:20 sallallahu alaihi wasallam anq 25:22 qalallahul 25:24 yahuda nasoro itaku qubur anbiya 25:28 masajid. 25:30 Di antara yang terakhir diucapkan oleh 25:32 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 25:36 atau kalimat yang termasuk akhir 25:38 diucapkan oleh Rasul adalah semoga Allah 25:42 memerangi orang Yahudi dan Nasrani yang 25:45 menjadikan kuburan para nabi mereka 25:49 sebagai masjid. 25:51 Nah, di sinilah makanya ada sebagian 25:55 dari kaum muslimin ya itu mengutuk keras 26:01 kalau di kuburan itu eh kalau di masjid 26:04 itu ada kuburan. 26:06 Bahkan menganggap orang yang salat di 26:08 sana itu sudah masuk dalam kategori 26:11 syirik. 26:12 Ya. Hmm. 26:17 Lalu mereka juga lupa bahwa kuburan Nabi 26:20 sallallahu alaihi wasallam, kuburan 26:23 sahabat Abu Bakar, sahabat Umar itu ada 26:26 di dalam 26:29 masjid. 26:31 Dalam sejarah diriwayatkan bahwa ketika 26:34 Nabi sallallahu alaihi wasallam wafat, 26:38 ada sahabat yang mengusulkan agar Nabi 26:40 Muhammad itu dikebumikannya di 26:43 pengimaman. 26:46 Ada lagi sahabat yang mengusulkan agar 26:48 di bawah mimbar. 26:52 Ya, terlepas masalah kemudian ini 26:55 dilaksanakan atau tidak, usulan itu 26:59 menunjukkan 27:02 berarti mereka menganggap boleh 27:04 menguburkan di dalam masjid. Kalau 27:06 enggak, mana mungkin mengusulkan begitu. 27:10 Lalu sahabat Abu Bakar Assiddiq 27:12 radhiallahu anh beliau datang, beliau 27:15 mengatakan, "Aku mendengar Rasulullah 27:18 sallallahu alaihi wasallam bersabda, 27:21 seorang nabi itu dikuburkan 27:24 di mana 27:26 beliau ini meninggal. 27:29 Kalau meninggalnya di dalam masjid 27:31 dikubur di masjid. Meninggalnya di rumah 27:34 dikubur di rumah. meninggalnya di tengah 27:37 perjalanan dikubur di mana beliau itu 27:39 wafat. Itulah kata Nabi. Nah, sementara 27:42 sedangkan Rasulullah sallallahu alaihi 27:44 wasallam itu wafatnya di kamar Sayidah 27:48 Aisyah radhiallahu anha. 27:53 ya. Nah, dan kita tahu bahwa berdasarkan 27:58 beberapa hadis sahih 28:00 bahwa rumahnya Siti Aisyah itu 28:05 ukurannya 28:07 panjang 4 m, 28:11 lebarnya juga 4 m. 28:14 Di dalamnya ada satu kamar. 28:18 Yang besarnya kamar itu adalah 3 m * 3 28:22 m. 28:24 Ya. Lalu ada pintu di sebelah barat dan 28:27 di sebelah timur. Kalau keluar dari 28:29 sebelah barat ya masuk ke masjid atau 28:32 sekarang rodoh. 28:34 Nah, para pendengar hadiah silaturahim 28:38 ya. 28:40 Maka Nabi dikuburkan di kamarnya Sayidah 28:43 Aisyah radhiallahu anha karena 28:46 penjelasan. Karena begitulah Rasulullah 28:49 memerintahkan. 28:52 Nah, [berdehem] 28:56 jadi tidak tidak dibaki, tidak di 28:59 mana-mana. 29:02 Karena itu sekarang ya jangan terlalu 29:05 gegabahlah kita memusyrikkan ya atau 29:09 mengkafirkan orang lain. 29:14 Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu 29:16 anhu. 29:19 Qala samitu Rasulullah sallallahu alaihi 29:22 wasallam yaakul 29:26 ee qobla mautihi bisalas 29:29 ahsinudon billah. 29:32 Jadi mendengar Rasulullah sebelum 29:34 wafatnya Rasulullah sallallahu alaihi 29:36 wasallam beliau mengatakan 29:40 berbaik sangkalah kepada Allah. 29:44 Berbaik sangkalah kepada Allah. 29:47 Berbaik sangka pada dirinya maupun pada 29:51 keluarganya. 29:54 Kepada diri kepada diri sendiri bahwa 29:57 Allah itu maha pengasih, maha penyayang, 30:00 maha pengampun, maha pemaaf dan Allah 30:04 pasti memaafkan, mengampuni saya. 30:08 Seorang badui datang menghadap 30:10 Rasulullah. 30:13 Kata Bade begini, Rasul, 30:16 nanti waktu kita dihisab 30:20 itu yang menghisab siapa? 30:23 Allah. Kata Rasulullah, "Selain Allah, 30:27 apakah ada yang turut menghisab?" 30:29 "Enggak ada kata Rasulullah, cuma 30:31 Allah." Lalu si badui itu mengatakan, 30:35 "Kalau begitu saya tenang." 30:37 Maka Rasul kemudian menjelaskan, "Ya, 30:41 kalau kalian pengin melihat pengalon 30:45 penghuni surga itu orangnya, 30:49 ya Allah. Tiba ngomong begitu saja, kau 30:52 [mendengus] menjadi calon penghuni 30:53 surga. Bingunglah para sahabat." 30:59 Nah, sedangkan Rasulullah sallallahu 31:02 alaihi wasallam 31:04 itu adalah mempunyai tugas untuk 31:07 menghilangkan kebingungan umat, 31:11 menghilangkan kegalauan umat. Bagaimana 31:14 supaya umat ini bisa hidup tenang, 31:17 tentram, damai, tidak bingung, tidak 31:20 galau. 31:22 Itulah apa namanya? tugas Nabi. 31:26 Nah, demikian juga ulama yang warasatul 31:28 anbiya, ulama itu adalah ahli waris para 31:32 nabi. Maka kalau ulama mewarisi ilmunya 31:35 dari nabi, dia juga adalah punya tugas 31:40 untuk membuat umat itu tenang 31:44 ya, tidak galau, 31:47 tidak bingung. 31:49 Itulah ulama yang mewarisi ilmu dari 31:51 Nabi. 31:53 Bukan sebaliknya. [berdehem] 31:56 Ulama mah ulama KBA membuat umat menjadi 32:00 bingung, 32:02 umat menjadi galau, umat menjadi puyeng. 32:06 Enggak seperti itu. Kalau ulama yang 32:08 warasatul anbiya. 32:11 Karena itulah oleh Nabi kemudian ditanya 32:14 orang itu, 32:16 "Kenapa engkau mengatakan begitu? Bisa 32:19 merasa tenang 32:21 ya. Ya, saya dengan bahasa bebas ya. Kan 32:25 engkau sendiri yang mengatakan 32:27 bahwasanya Allah itu lebih sayang kepada 32:30 kita dibandingkan ibu kita. 32:33 Saya yakin kalau ibu saya yang menghisab 32:37 saya pasti saya masuk ke surga." 32:40 karena akan dibelain oleh ibu. Mana ada 32:43 ibu yang ee rida yang rela melihat 32:46 anaknya masuk neraka. Pasti dibelain. 32:51 Nah, kalau ibu saja membela saya, 32:55 apalagi Allah yang lebih sayang kepadaku 32:59 dibandingkan dengan Ibu. Pasti dia 33:03 membela saya. Ini namanya husnudon 33:06 kepada Allah. Ini husnudon. 33:09 Nih kata Nabi, berhusnudanlah kepada 33:11 Allah Subhanahu wa taala. 33:14 Ini husnudan pada diri sendiri 33:17 ya. Ee 33:20 husnudon baik sangkanya kita kepada 33:23 Allah terhadap keluarga kita. 33:28 Anak kita masih kecil-kecil gitu. Ya 33:31 Allah kalau nanti mati bagaimana lah. 33:34 Nah ini nih nih nih ya. Enggak 33:38 boleh kita punya pikiran gitu. Emang 33:40 selama ini yang ngurusin 33:42 anak kita itu siapa yang merawat? Ya, 33:46 nahnu narzuquukum wa iyahum. Kata Allah, 33:51 "Aku yang memberi rezeki kamu juga yang 33:54 memberi rezeki mereka ya aku." Kata 33:57 Allah. 33:59 Makanya ada satu kisah 34:01 cerita ya. 34:03 Suatu hari malaikat maut itu ditanya, 34:07 "Malaikat maut, apa kamu pernah merasa 34:11 kasihan gitu ketika mau menyabut nyawa 34:15 seseorang? Enggak tegalah gitu." Pernah 34:19 katanya satu kali, "Kapan?" Yaitu saat 34:23 saya mau mencabut nyawa seorang ibu yang 34:26 sedang hamil. yang mau melahirkan di 34:29 tengah padang pasir 34:32 kasihan ya. 34:35 Artinya apa? Membayangkan tuh anaknya 34:38 nanti bagaimana 34:40 ya 34:43 gitu. 34:45 Apakah kamu juga pernah merasa kagum 34:47 ketika mau mencabut nyawa seseorang? Ya 34:50 pernah juga ketika mencabut nyawa 34:53 seseorang di mana cahaya keluar dari 34:55 tubuhnya. Subhanallah. Oh, itu orang. 35:00 Dan kamu tahu kan siapakah anak itu atau 35:04 orang itu yang bercahaya itu? Tidak, ya 35:07 Rabb. Itulah anak yang dilahirkan oleh 35:11 ibu 35:13 yang kau cabut nyawanya di tengah padang 35:16 pasir. Aku yang menjaganya. 35:21 Nah, jadi kalau kita umpamanya mau 35:24 meninggal, anak kita masih kecil, 35:26 serahkan kepada yang maha melindungi. 35:30 Ya, 35:32 ini karena kebiasaan kita ya kalau kita 35:36 mau pergi haji mengadakan walimatus 35:39 safar, nitip anak, nitip cucu, nitip 35:42 istri ya atau orang tua kepada Pak RT, 35:46 kepada Pak RW. 35:48 Padahal mah sejak kita berangkat sampai 35:51 kembali lagi, Pak RW enggak pernah 35:53 nengokin keluarga kita. 35:56 Ya. Oke. Ini namanya dalam bermasyarakat 36:01 ya, mujamalah ya boleh, tapi dalam hati 36:05 yang paling baik adalah menyerahkan 36:09 menitipkannya kepada yang maha 36:11 melindungi atau kepada sebil terbaik. 36:16 Kita sering mengucapkan memanjatkan doa 36:19 hasbunallah nikmal wakil nikmal maula wa 36:24 nikman nasir. 36:27 Hasbiallah cukuplah Allah bagiku 36:30 nikmal wakil sebaik-baik wakil wikman 36:33 nasir dan sebaik-baik penolong. 36:36 Yakini itu oleh kita. Inilah yang 36:38 namanya husnudzon 36:42 ya. 36:48 Selanjutnya adalah dari sahabat Jabir 36:51 radhiallahu anh. Beliau juga berkata, 36:55 "Qala Rasulullah sallallahu alaihi 36:57 wasallam." Rasulullah sallallahu alaihi 37:00 wasallam bersabda, "La yamutanna 37:02 ahadukum illa wahu yuhsinud billahi 37:05 taala." Jangan sekali-kali kali-kali 37:09 mati ee seseorang dari kamu mati 37:12 melainkan ia berhusnudan kepada Allah 37:15 Taala. Tuh ya berhusnudan kepada Allah 37:20 Taala. Makanya Rasulullah sallallahu 37:22 alaihi wasallam ketika mau meninggal itu 37:25 ee ilarfiqil a'la ila jannah firdausil 37:30 a'la 37:31 ila sidrat muntaha gitu. Enggak mau 37:34 ngomonglah terserah Allah. Saya mah 37:36 tidak. Tapi mau kembali saya kepada 37:39 Allah, mau kembali masuk ke dalam surga 37:42 firdaus yang tinggi. Walqil afa. Ya. 37:47 Jadi kalimat-kalimatnya itu adalah 37:49 kalimat-kalimat yang menunjukkan 37:51 husnudan yang luar biasa Rasulullah 37:54 kepada Allah Subhanahu wa taala. Ini 37:56 tentu adalah buat kita juga karena 37:59 beliau uswatun hasanah kita. terakhir 38:03 ya. Banyak hadis-hadis 38:07 yang meriwayatkan yang menceritakan baik 38:10 itu dari Qotadah, 38:14 sahabat Anas bin Malik, 38:17 kemudian juga sahabat Ali bin Abi Thalib 38:21 dan yang lain-lainnya 38:25 ya. dari Aisyah bahwa 38:28 menjelang wafatnya 38:30 Rasulullah itu berpesan berwasiat 38:34 satu adalah salat. Awas jangan sampai 38:38 tinggal salat. Yang kedua wanita. Entah 38:42 itu istri entah itu ibu entah siapapun 38:46 wanita. 38:47 Yang ketiganya adalah wama malakat 38:50 aimanukum. budak, hamba sahaya atau 38:54 pembantu 38:56 supaya dihargai, supaya dihormati, 38:59 jangan diperbudak. 39:01 Kemudian yang keempatnya adalah azzakah, 39:06 ya. Jadi kesadaran beribadah dan 39:09 kesadaran sosial agar selalu tumbuh di 39:12 dalam diri umatnya Nabi kita Muhammad 39:16 sallallahu alaihi wa alihi wasallam. 39:19 Nah, nah selanjutnya jemaah rahimahullah 39:23 nanti insyaallah pada pertemuan yang 39:27 akan datang kita akan bicarakan tentang 39:31 ee apa namanya? 39:34 Detik-detik 39:36 wafatnya Rasulullah sallallahu alaihi 39:40 wasallam. Barangkali inilah yang bisa 39:42 saya sampaikan pada ee sore ini dengan 39:45 harapan mudah-mudahan 39:47 ee 39:49 ada manfaatnya. Wallahuam. Wallahuam 39:53 bisawab. Terima kasih Ustaz atas 39:56 tausiahnya dan juga perenungannya. 39:59 Ikhwan dan akhwat, tepat di pukul 5.00 40:01 sore waktu studio kami ee Ustaz telah 40:04 memberikan tausiahnya kepada kita. 40:07 Mudah-mudahan apa yang beliau sampaikan 40:10 bisa bermanfaat dan tentu saja menambah 40:13 keilmuan kita. Di sesi yang kedua nanti, 40:16 Ikhwan dan Akhwat, kami akan mengundang 40:18 Anda untuk bergabung. Silakan kirimkan 40:21 pertanyaan atau pernyataan dari Anda, 40:24 opini Anda, komentar Anda di 0811999720. 40:31 Kami akan segera kembali setelah jeda 40:33 berikut ini. 40:49 Islam yang satu. Ikhwan dan akhwat yang 40:51 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 40:54 Terima kasih Anda masih bersama kami di 40:56 kesempatan sore hari ini dalam program 40:59 tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Jazuli 41:04 Kholil. 41:05 Kita sapa ada Ibu Anggit. Alhamdulillah 41:10 luar biasa. Allahu Akbar. Siap menyimak 41:12 tausiah sore. Amin ya rabbal alamin. Ibu 41:16 Retno 41:17 hadir menyimak tausiah sore bersama 41:20 Ustaz Ahmad Jazuli Kholil. Semoga ustaz 41:23 selalu sehat. 41:26 [berdehem] 41:26 Amin. 41:27 Amin. Kemudian ada Ibu Darma di Bekasi. 41:32 Alhamdulillah menyimak selalu. Syukron 41:34 ilmu juga pencerahannya, Ustaz. Ibu Ani. 41:41 Ibu Ani. Asalamualaikum Pak Ustaz dan 41:43 juga Bagus. Semoga sehat walafiat. 41:46 Alhamdulillah hadir menyimak di radio 41:49 pencerahan kita semua. Lalu ada siapa 41:53 ini? Ibu Nana Sumarna menyimak. Kemudian 41:58 ada Ibu 42:00 Fani Rasil. Ee semoga Ustaz senantiasa 42:04 dalam lindungan Allah. Izin bertanya, 42:08 bagaimana mempertahankan keimanan agar 42:11 tetap terjaga di tengah badai fitnah 42:13 saat ini. Jazakillah khairon, Ustaz. 42:19 Baik, kita terima telepon dulu, Pak 42:20 Ustaz. ahmanirrahim. 42:21 Kita terima telepon Ustaz. Boleh 42:24 ya? Silakan. 42:24 Siap. Asalamualaikum. 42:28 Halo. Asalamualaikum. 42:29 Waalaikumsalam warahmatullahi 42:31 wabarakatuh. Ibu 42:35 Ustaz ee maaf keluar dari tema dari 42:38 hamba Allah di Jakarta. 42:41 Iya. Ibu 42:42 boleh keluar dari tema? 42:43 Boleh? 42:44 Iya. Iya. Silakan. 42:45 Silakan Ibu. 42:46 Ee baik. Jadi, saya lagi mengalami 42:48 masalah. Eh, adik saya, adik laki, adik 42:52 laki-laki saya 42:54 diselingkuhi oleh istrinya 42:57 dan itu sudah kejadiannya sudah tiga 43:00 kali melakukan perselingkuhan dengan 43:03 laki-laki [tertawa] lain. Istri saya 43:05 juga eh adik saya juga, adik saya 43:07 laki-laki [mendengus] umurnya sekitar 27 43:10 tahun itu. Dia juga sudah mengalami 43:12 KDRT. di mana 43:16 adik saya yang laki-laki ini disiksa 43:19 dengan istrinya. Disiksa, dipukul, 43:21 ditendang sampai kemaluannya juga 43:23 ditendang [menghela napas] tanpa sebab. 43:25 Padahal yang yang bersalah ini ada ipar 43:29 saya, istrinya adik saya ini. Karena dia 43:32 berselingkuh. Dan sekarang saya sedang 43:35 berusaha pengin mengumpulkan keluarga 43:38 tapi tanpa orang tua saya gitu, Pak 43:39 Ustaz. [mendengus] 43:41 Dan saya juga menyarankan untuk pisah ee 43:44 menurut Ustaz ee bagaimana cara agar 43:48 masalah ini selesai? Ee apakah memang 43:51 harus ada talak tiga langsung dan apakah 43:55 ee dalam suatu hubungan rumah tangga 43:58 jika sang istri berzina dan itu lebih 44:01 dari satu kali ee apakah boleh 44:04 diceraikan seperti itu? ee karena memang 44:09 sudah melukai [tertawa] apa ya martabat 44:12 adik saya sendiri. Dia yang salah, dia 44:15 juga sudah melakukan dosa kepada 44:17 suaminya. KDRT itu kan biasa dilakukan 44:20 laki-laki terhadap istri. Nah, ini 44:21 sebaliknya. Jadi seperti istilah 44:24 sekarang tuh playing victim gitu. Jadi 44:26 dia yang salah tetapi dia yang 44:28 memutarbalikkan fakta. Jadi menurut 44:30 ustaz seperti apa? Insyaallah kami akan 44:32 merembuk ee antara kami sebagai 44:34 kakaknya, ibunya, tapi tanpa 44:37 sepengetahuan orang tua saya. Seperti 44:39 itu. Segitu aja, Ustaz. Terima kasih, 44:41 Ustaz. Semoga semoga masalah kami 44:45 terselesaikan. Mohon doanya. Makasih ya, 44:48 Mas. Asalamualaikum warahmatullahi 44:49 wabarakatuh. 44:50 Waalaikumsalam warahmatullahi 44:51 wabarakatuh. Dari hamba Allah, Ustaz, di 44:53 Jakarta. 44:55 Bismillahirrahmanirrahim. 44:59 masalah hubungan masalah rumah tangga 45:01 ini kan ee dalam rumah tangga itu ada 45:06 tujuan 45:08 ya. Tujuannya apa? Tujuannya litaskunu 45:12 ilaiha agar hidup sakinah. 45:16 Jadi si suami merasa sakinah pada 45:18 istrinya. Begitu juga sebaliknya. Hidup 45:22 tenang, tentram itu adalah tujuan dari 45:24 rumah tangga. 45:26 Nah, sekarang kalau memang tujuan itu 45:29 tidak tercapai ya karena ee maka ya 45:35 tidak ee tidak harus dipertahankan. 45:39 Tidak harus dipertahankan 45:42 ya. Ee karena tujuannya sudah enggak 45:44 tercapai gitu. Itu nanti akan yang ada 45:47 adalah ketersiksaan. 45:51 Hmm. Selanjutnya sekarang perselingkuhan 45:55 itu. Selingkuh itu adalah penyakit yang 45:57 sulit obatnya 46:00 ya. Kalaupun umpamanya orang itu sudah 46:03 menyadarinya, minta maaf dan sebagainya, 46:06 apakah itu akan selesai? Ya, ini suka 46:09 kambuh. Saya bukan nak-nakutin walaupun 46:12 tidak semuanya ya, tapi itu adalah 46:15 penyakit yang memang susah untuk 46:17 diobati. 46:19 Dan selanjutnya sekarang 46:21 ya kalau memang kan dalam Al-Qur'an 46:24 dikatakan orang yang berzina itu 46:27 hendaknya menikahnya dengan orang yang 46:29 berzina. Kenapa? 46:31 Karena orang yang tidak bermartabat 46:34 dia tidak menghormati dirinya apalagi 46:38 menghormati pasangannya. 46:41 Dan ada dalam hadis Nabi, apabila 46:46 istri itu akhlaknya buruk kemudian tidak 46:49 diceraikan, maka itu akan menghambat 46:53 rezeki seorang suami, akan mempersulit. 46:56 Nah, menjadi penyebab terhalangnya 46:59 kelancaran rezeki. Maka kalau memang 47:03 kenyataannya adalah seperti itu, maaf 47:06 saya kan enggak tahu ya. 47:07 Iya. Ee ini saya bukan enggak 47:10 mempercayai omongan ibu ya, tapi ibu 47:14 yang berbicara. Seandainya memang 47:16 seperti itu, maka jalan yang terbaik 47:20 bukan terbaik seharusnya adalah 47:22 bercerai, 47:24 berpisah. Memang perceraian itu adalah 47:28 zat perbuatan halal yang dibenci oleh 47:31 Allah. Tentu sekarang kenapa bisanya 47:34 dibenci? 47:36 Apakah Allah itu membenci barang halal? 47:39 Tidak. Ya Allah tidak membenci barang 47:42 halal lah. Ini kan pernikahan itu halal 47:44 kok. Kenapa dibenci? Bukan e ceraiannya 47:48 yang dibenci oleh Allah, tapi ses akibat 47:52 dari perceraian. Itu yang tidak sukai. 47:56 Tinggal sekarang bisa enggak 47:58 menjaga agar jangan menimbulkan 48:03 apa namanya ee sesuatu yang tidak 48:06 disukai oleh Allah. Ibu saya dulu 48:09 ngomong kepada anaknya begini, "Orang 48:12 berkeluarga itu seperti orang yang 48:14 mikul." Katanya, "Nak, ya. Kalau memang 48:17 kamu masih kuat, ya teruskan kamu pikul. 48:20 Tapi kalau sudah enggak kuat, ya sudah 48:23 berhenti. Tapi awas hati-hati barang 48:26 yang kau pikul jangan sampai pada pecah. 48:29 Nah, ini jadi artinya akibat dari 48:32 pracaraian itu ya. Nah, selanjutnya 48:37 ee jalan keluarnya ya satu adalah 48:41 mengakhiri ee rumah tangga ya. 48:44 Mengakhiri rumah tangga jangan karena ee 48:48 menghentikan kita karena anak. 48:50 Sebagaimana juga kita kalau rujuk jangan 48:53 demi anak, tapi demi kita. Ada orang 48:57 yang datang kepada saya mau mau balik 49:00 lagi kepada istrinya. Kenapa? Untuk 49:03 menjaga karena kasihan pada anak-anak. 49:05 Kata saya, "Kalau ente mau kembali lagi, 49:08 jangan alasannya karena anak, tapi 49:11 karena ente memang pengin balik lagi." 49:14 Begitu juga adalah istri. Kalau karena 49:17 anak berarti kita ini sudah membohongi 49:20 anak 49:21 dan kita ini sudah bersandiwara di depan 49:24 anak. Sepandai-pandai orang 49:26 menyembunyikan bangkai pasti tercium. 49:29 Anak akan menyadari, anak akan tahu 49:32 bagaimana kepura-puraan kita. Dan 49:35 celakanya lagi kalau itu kemudian 49:37 menjadi pelajaran buat anak. Ini yang 49:40 lebih berbahaya. 49:42 Nah, kemudian [berdehem] terakhir 49:44 kalau memang mau berpisah atau 49:47 menceraikan 49:49 ya anjuran para ulama sebaiknya jangan 49:53 talak tiga. 49:55 Hm. 49:56 Ya. Jadi talak raji'i saja, talak satu 49:59 saja biasa aja. 50:01 Dikhawatirkan 50:03 barangkali di kemudian hari ada timbul 50:06 penyesalan yang benar-benar menyesal 50:09 lalu ingin kembali lagi kan susah 50:12 jadinya ya. Jadi cukup talak satu saja. 50:16 Tuh demikian mungkin jalan keluarnya. 50:19 Yang kemudian terakhir, 50:21 [berdehem] 50:22 alangkah baiknya kalau masalah ini saya 50:25 rasa tidak ada salahnya kalau bicara 50:28 juga dengan apa namanya dengan orang tua 50:31 ya. Kecuali kalau memang kita tidak 50:36 bicara dengan orang tua ini adalah 50:39 mempertimbangkan 50:41 ee kejiwaan dari orang tua itu sendiri, 50:45 ketenangannya dan lain sebagainya. Yait 50:49 kalau umpamanya berita yang ini akan 50:52 membuat pusing, membuat stres orang tua, 50:56 ya alangkah baiknya kalau orang tua itu 50:59 tidak diberitahu lebih dulu. Tapi kalau 51:02 memang tidak ya tidak ada salahnya kita 51:05 bicara dengan orang tua. Sebab orang tua 51:08 walaupun bodoh banyak pengalamannya 51:11 ya. Siapa tahu nanti ada hal-hal yang 51:15 sangat bermanfaat 51:17 ee bisa kita petik dari pandangan orang 51:22 tua kita. Mungkin itu dari saya. Wallahu 51:24 alam. 51:25 Baik. Kalau orang tua itu kan asam 51:29 garamnya kehidupan, Ustaz. yang 51:31 iya itu sudah dialami ya. Iya. Yang 51:33 sudah dialami dan namanya orang tua itu 51:38 yang makbul itu adalah doanya, Ustaz. 51:41 Iya, 51:41 betul ya. Nah, dari Ibu Fan Posat tadi 51:45 jawaban untuk hamba Allah semoga 51:48 terjawab gitu ya. Untuk Ibu Fan Posat 51:51 yang tadi bertanya, "Bagaimana 51:53 mempertahankan keimanan agar tetap 51:55 terjaga di tengah badai fitnah saat 51:57 ini." 51:59 Bismillahirrahmanirrahim. 52:03 Ee ada satu Allah membuat satu tamsil 52:07 ya, setelah Allah menjelaskan tentang 52:11 orang mukmin di awal surah Albaqarah 52:14 lima ayat. Alif lam alif lam mim dalikal 52:18 kitabu laba fi sampai ulaika ala 52:21 hudamhim waulaika humul muflihun. Ya, 52:26 itu lima ayat. Kemudian Allah 52:29 menerangkan lagi tentang orang kafir dua 52:32 ayat. Innalladzina kafaru dengan 52:35 khatamallahu ala qulubihim. Itu dua 52:38 ayat. Kemudian 13 ayat Allah menerangkan 52:43 tentang orang munafik. Ya, sesudah 52:46 menjelaskan itu kemudian Allah membuat 52:49 tamsil. 52:51 Kenapa? Dengan adanya tamsil akan lebih 52:54 mengenaaluhum 52:56 kamalilladqaramma 53:06 dan seterusnya. Ya. Jadi sini 53:08 perumpamaan mereka orang munafik itu 53:11 seperti orang yang menyalakan api unggun 53:15 ya. Nah, kenapa di ditafsilkan seperti 53:20 ini oleh Allah? Orang munafik itu ada 53:23 imannya. Cuma imannya itu kemudian redup 53:26 dan mati. Kalau orang mukmin terus 53:29 aliman kata Rasulullah yazid waquus. 53:34 Kadang pasang kadang surut. Apa yang 53:37 menyebabkan iman kita pasang dan surut? 53:40 Itu kan pasti ada penyebabnya lah. Ini 53:43 dibuat tamsil api unggun ya. 53:48 Jadi kita ini ketika membakar kayu bakar 53:52 maka keluarlah kemudian ee api cahaya 53:56 nur. Inilah iman. Cahaya ini atau nur 54:01 api ini adalah diibaratkan iman. 54:03 [berdehem] 54:04 Dengan sebab adanya api itu yang tadinya 54:07 kita kegelapan 54:09 jadi terang ya. 54:12 Seberapa terangnya itu api itu sangat 54:16 tergantung kepada seberapa banyak kayu 54:19 yang dibakar. 54:22 Ya, ketika ya beberapa potong kayu yang 54:26 dibakar mungkin menerangi sekelilingnya 54:29 ya. Tapi yang kecil-kecil enggak 54:32 kelihatan. Begitu ditambahin lagi kayu 54:35 bakar, ditambahin lagi semakin besar. 54:39 Karena semakin besar semakin jauh 54:42 jangkauan itu apa nam cahaya dan semakin 54:47 terang memperlihatkan yang tadinya 54:49 enggak terlihat dengan sebab tambah 54:52 besarnya api. 54:54 Nah, lalu jadi kalau gitu 54:58 kayu bakar itu apa? 55:01 Nabi sallallahu alaihi wasallam 55:02 mengatakan begini, alhasadul 55:06 khatul 55:10 alhas yaul 55:13 [berdehem] hasan kama takulunarul 55:16 khatam. Sifat hasud itu bisa 55:20 menghancurkan kebaikan. Hasanat kebaikan 55:24 sebagaimana api menghancurkan kayu 55:29 bakar. Ah, lihat nih di tamsil yang 55:31 dibuat ya. Jadi, sifat hasud itu kan 55:35 sifat buruk 55:38 bisa menghancurkan hasanat, kebaikan 55:42 sebagaimana api. Nah, api disamakan 55:45 dengan hasud ya, [berdehem] dapat 55:48 menghancurkan kayu bakar. Kayu bakar ini 55:53 gitu tuh. Kayu bakar itu disamakan oleh 55:55 Rasul dengan amal saleh hasanat. Ya. 56:00 Jadi 56:02 kalau ee iman itu akan bertambah ketika 56:06 ee ketika bertambahnya amal saleh kita, 56:10 semakin kita tingkatkan amal saleh kita, 56:13 semakin besar keimanan kita. Nah, jadi 56:17 bagaimana mempertahankan 56:19 agar iman kita jangan sampai kurang 56:22 ya. Maka 56:24 tingkatkan oleh kita amal saleh kita. 56:29 kurangi ya hilangkan 56:32 kalau enggak kurangi perbuatan-perbuatan 56:36 apa namanya buruk kita demikian iman 56:40 kita dalam situasi dan kondisi zaman 56:44 apapun insyaallah tidak akan apa namanya 56:48 surut dia akan terus pasang dengan sebab 56:52 kita meningkatkan amal saleh kita 56:55 mungkin begitu ya wallahuam 56:57 baik ustaz 56:58 Ini banyak pertanyaan yang masuk. Kita 57:00 ke Bapak Junaidi. Tadi Ibu Fani sudah 57:03 terjawab ya. Ee Pak Ustaz dari Pak 57:06 Junaidi yang pertama salat di rakaat 57:09 ketiga dan keempat hanya membaca 57:11 Alfatihah. Apakah tidak boleh membaca 57:14 surah yang lain? Kemudian yang kedua, 57:16 apakah membaca surah dalam salat harus 57:19 di surah yang dahulu baru yang 57:22 belakangnya? Umpama rakaat pertama 57:24 al-Ikhlas, rakaat kedua annas. tidak 57:27 boleh terbalik. Mohon pencerahannya, 57:29 Ustaz. 57:31 Baik. Bismillahirrahmanirrahim. 57:36 Jadi, berdasarkan apa namanya? Membaca 57:40 surat itu hukumnya adalah sunah. 57:43 Heeh. 57:43 Ya, membaca surat itu hukumnya adalah 57:46 sunah. Tidak menjadi rukun. Jadi kalau 57:49 kita salat enggak baca surat dari rakaat 57:53 pertama sampai rakaat terakhir salat 57:55 kita sah. Ya, cuma gitu berdasarkan 58:01 riwayat-riwayat dari para sahabat, Nabi 58:05 sallallahu alaihi wasallam itu kalau 58:08 salat di rakaat pertama dan kedua ee itu 58:13 membaca surat. 58:15 Rakaat ketiga dan keempatnya enggak. 58:17 enggak membaca surat. Oh, itu kan kalau 58:20 magrib isya subuh, Pak kedengaran. 58:23 Bagaimana dengan zuhur asar? Kan enggak 58:25 kedengaran sehingga enggak tahu apakah 58:27 beliau ini membaca surat atau tidak. 58:30 Nah, sahabat menceritakan, 58:32 "Ya, kami tahu kalau Nabi itu membaca 58:35 surat dari apa? Dari gerak e 58:39 bergerak-geraknya 58:40 apa namanya? dagu beliau gitu. sehingga 58:43 menunjukkan mm menunjukkan apa namanya 58:47 beliau itu membaca surat. Jadi intinya 58:51 apa? Itu adalah kesunahan dari Nabi. 58:54 Seandainya kita membaca surat pada 58:57 rakaat ketiga dan keempat bagaimana? 59:00 Enggak apa-apa. Boleh-boleh saja. Cuma 59:03 itu kita tidak ittiba, tidak ikut kepada 59:06 ee perbuatan Rasulullah sallallahu 59:09 alaihi wasallam. Kalau haram enggak, 59:11 apalagi membatalkan. Kemudian pertanyaan 59:14 yang kedua, 59:16 di antara kesunahan membaca surat adalah 59:20 bahwa rakaat ee surat yang dibaca pada 59:25 rakaat pertama itu lebih panjang dari ee 59:31 surat yang dibaca di rakaat kedua. 59:35 Heeh. Ya, misalnya kalau rakaat pertama 59:39 membacanya 59:40 ee alam taro ya surat alfil lam taro 59:44 kaifa fa'albuka biashhabil fil. Rakaat 59:49 keduanya mau baca surat liilafi quraisy 59:53 apa qul azab falaq qul azabinnas ya 59:57 rakaat pertamanya kan lebih panjang tuh 59:59 ya. Nah, itu sunah seperti itu. 1:00:02 Kemudian juga ee kecuali 1:00:06 kecuali yang wur dari rasul ee dari 1:00:09 rasul ya. Seperti ee apa namanya? Rasul 1:00:15 itu kalau salat Jumat suka rakaat 1:00:18 pertama membaca surah al-A'la. 1:00:20 Sabbihismaikal 1:00:22 a'la yang ke rakaat keduanya membaca 1:00:26 surah alghasiah. Hal ataka haditul 1:00:29 ghasiah. Ini kan panjangan surah 1:00:32 alghasiyah dibandingkan dengan surah ee 1:00:35 apa namanya? Ala. Kemudian yang 1:00:38 berikutnya lagi juga disunahkan bahwa 1:00:42 urutan ee surat di rakaat pertama 1:00:48 itu di dalam Al-Qur'annya lebih dahulu 1:00:51 daripada urutan 1:00:54 surat yang dibaca di rakaat kedua. 1:00:59 misalnya ya ee di rakaat ee dalam 1:01:03 Al-Qur'an rakaat terakhir itu kan surah 1:01:06 An-Nas 1:01:07 ya, kemudian surah al-Falaq, kemudian 1:01:11 Al-Ikhlas, Alahab, Annasr, ya gitu. Nah, 1:01:17 jadi rakaat pertama kalau baca misalnya 1:01:20 kulya ya surat Alkafirun kemudian di 1:01:25 rakaat berikutnya membaca inna atina 1:01:30 membaca surah idza jaa nasrullah atau 1:01:33 surah Annasr. Maka ini kita mendapatkan 1:01:36 kesunahan 1:01:38 membaca surat yang urutannya di rakaat 1:01:42 pertama ini lebih dulu dibanding dengan 1:01:46 urutan ee di rakaat kedua ya kan lebih 1:01:50 duluan kuliah dibandingkan dengan 1:01:52 an-nasr. Ditambah lagi surat kuliah itu 1:01:57 lebih panjang daripada surah an-nasr ya. 1:02:01 Maka mendapatkan pahala dua, pahala 1:02:04 urutan ayat e urutan surat juga pahala 1:02:09 panjangnya memanjangkan 1:02:12 ee surat di rakaat pertama daripada 1:02:15 surat di rakaat kedua. Kemudian yang 1:02:19 berikutnya lagi lebih utama membaca 1:02:23 surat ya selesai walaupun pendek 1:02:27 dibandingkan dengan membaca surat 1:02:30 panjang tapi tidak selesai satu surat. 1:02:33 Misalnya begini ya, Bapak ee yang Bapak 1:02:39 atau Ibu saya lupa. Ibu membaca surat 1:02:41 dalam salat misalnya surat ini ee alhaut 1:02:47 takutumul 1:02:49 maqir atau surat apa? Watun. 1:02:52 Tapi selesai satu surat ya. Satu surat 1:02:56 selesai. Nah, dibandingkan dengan 1:02:59 membaca lillahi ma fisamawati wa fil ard 1:03:05 ma fi anfusikumfu yuhasibkum terus 1:03:09 sampai berapa ayat itu tiga ayat ya apa 1:03:12 empat ayat selesai kan panjang tuh dari 1:03:14 lillahi lebih baik membaca surah at-Tin 1:03:18 tapi selesai satu surat daripada membaca 1:03:22 ujung surah albaqarah walaupun lebih 1:03:25 panjang yang dibaca Baca ya. Itu 1:03:28 demikian. Makanya kan kiai-kiai kalau di 1:03:31 Jawa ya kita lihat kalau salat itu 1:03:35 membacanya suratnya adalah juz ama dan 1:03:39 tamat semua. Tamat semua satu surat 1:03:42 gitu. Nah, beda dengan ee apa namanya? 1:03:46 Kiai-kiai atau ustaz-ustaz yang dari 1:03:48 Timur Tengah. Nah, itu biasanya 1:03:50 membacanya suratnya panjang-panjang tapi 1:03:53 enggak selesai satu surat gitu ya. 1:03:56 Ee masing jadi demikian, Ibu ya. Jadi 1:04:00 mengenai bukan enggak boleh ya. Bukan 1:04:03 enggak boleh baca surat pertamanya surat 1:04:06 apa namanya? Qulil falaq. Rakaat 1:04:09 keduanya qulhu bukan enggak boleh, boleh 1:04:11 aja. 1:04:12 Mau baca dibolak-balik juga enggak ada 1:04:14 masalah sebenarnya. Cuma tadi 1:04:16 menghilangkan keutamaan itu saja ya. 1:04:21 Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan 1:04:23 ini besar manfaatnya khususnya bagi saya 1:04:26 dan umumnya bagi semuanya. Dan terakhir 1:04:29 saya mengundang kepada 1:04:32 ee Bapak apa pemirsa semuanya ee juga 1:04:38 pemirsa [berdehem] Rasil TV maupun 1:04:40 pendengar Radio Silaturahim bahwa 1:04:42 tanggal 28 1:04:45 bulan September ini insyaallah saya akan 1:04:49 memperingati Maulid Nabi Muhammad 1:04:52 sallallahu alaihi wasallam 1:04:54 dan penceramahnya tunggal insyaallah 1:04:57 nanti Habib Husein Altos guru kita bersu 1:05:00 menyampaikan ceramahnya insyaallah. 1:05:02 Di Pondok Pesantren Ihya Ulumuddin, 1:05:04 Ustaz. 1:05:05 Iya, di pesantren Ihya Ulumuddin ya. 1:05:08 Mudah-mudahan dari para hari Minggu ya, 1:05:12 hari Ahad ya. 1:05:12 Hari Minggu tanggal 28 September. Mudah 1:05:16 mudah-mudahan pukul jam ee insyaallah 1:05:19 jam 11.30 1:05:21 kita sudah apa namanya? Makan siang 1:05:24 nantinya ya. 1:05:26 Ee mudah-mudahan begitu. Heeh. 1:05:28 Nanti para pendengar dan pemirsa Rasil 1:05:30 TV mudahudan bisa ikut ee mensyiarkan 1:05:35 hadir. Nah, selanjutnya bagi para 1:05:39 pendengar ee Radio Silaturahim juga 1:05:42 Rasil TV yang mau apa namanya turut 1:05:46 berkontribusi ya untuk syar ya. Ee 1:05:51 silakan mau dananya boleh, tenaganya, 1:05:54 pikirannya monggo silakan. Paling tidak 1:05:57 doanya dari Bapak semua demi dan 1:06:00 lebih-lebih lagi adalah saya lagi 1:06:03 membangun pesantren minta doanya biar 1:06:06 cepat. Jadi barangkali inilah akhirnya 1:06:08 mari kita memohon kepada Allah semoga 1:06:11 Allah panjangkan umur kita dalam taat 1:06:13 kepadanya. Allah ee tambahkan iman dan 1:06:17 Islam kita. Allah kuatkan keyakinan 1:06:20 kita. Allah kokohkan pendirian kita. Am 1:06:23 bimb kita ke jalan yang diri dan 1:06:26 dicintainya. Allah hiasi hati kita 1:06:29 dengan akhlak yang mulia. Allah 1:06:30 bersihkan hati kita dari akhlak yang 1:06:32 hina. Allah limpahkan rahmat, taufik, 1:06:35 dan hidayah kepada kita anak cucu kita 1:06:37 sehingga selama hidup kita istikamah 1:06:39 menjalankan perintahnya, menjai 1:06:41 larangannya dan manakala wafat semoga 1:06:43 Allah wafatkan kita semua dalam keadaan 1:06:45 husnul ktimah. 1:06:52 amfana 1:07:12 maana 1:07:15 muhammadillah 1:07:18 Amin. Asalamualaikum warahmatullahi 1:07:21 wabarakatuh. 1:07:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:07:23 wabarakatuh. Ustaz boleh di-share nomor 1:07:25 telepon Ustaz mungkin ada yang ingin 1:07:26 menghubungi Ustaz begitu. 1:07:28 Baik. Baik. 1:07:30 Boleh Ustaz ya. 1:07:31 Nomor ya nomornya 08. 1:07:34 Iya. 1:07:35 16. 1:07:37 Heeh. 1:07:37 17 1:07:39 0595. 1:07:45 H. Jadi 08 1:07:47 16 17 1:07:52 095. 1:07:55 Iya. Baik. Jadi itu nomor ustaz, ikhwan 1:07:58 dan akhwat. Jadi, Anda ingin bertanya 1:07:59 untuk Maulid Nabi tanggal 28 September 1:08:03 besok di hari Ahad atau ingin ee 1:08:08 ngobrol-ngobrol yang lain atau ingin 1:08:10 ngobrol tentang pondok pesantren beliau 1:08:13 Ihya Ulumuddin? Langsung saja di 0816 1:08:17 17050995 1:08:21 081617050995. 1:08:27 Ini sebenarnya ada pertanyaan juga, Pak 1:08:29 Ustaz ya beberapa. Tapi mohon maaf 1:08:31 ikhwan dan akhwat ee karena kita 1:08:33 dibatasi waktu ada Ibu Retno SW, Bapak 1:08:36 Haji Raya di Depok, kemudian ada Bapak 1:08:39 Maulana Yusuf, Bapak Arwin Eyang Sri, 1:08:42 lalu ada Tuan Baron Betawi dan Bapak 1:08:46 Saian Rohili yang pertanyaannya belum 1:08:49 sempat terjawab. Insyaallah nanti di 1:08:51 Rabu pekan depan, Ustaz, ya. 1:08:53 Insyaallah. 1:08:54 Insyaallah. Baik, ikhwan dan akhwat yang 1:08:56 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 1:08:59 Dengan demikian usah sudah jumpa kita di 1:09:02 kesempatan sore hari ini. Mohon maaf 1:09:04 atas segala khilaf dan salah. Kami pamit 1:09:07 mohon undur diri. Billahi taufik wal 1:09:09 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi 1:09:12 wabarakatuh.