Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:02 [musik] 0:08 [musik] 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:18 warahmatullahi wabarakatuh. 0:19 Alhamdulillahiabbil alamin wasatu 0:21 wasalamu ala sayyidina Muhammad waa 0:24 alihi wasbihi ajmain. RBI zidni ilma 0:27 Allahumfani bima alamtani waimni ma 0:29 yangfani warzuqni ilman yangfoni. 0:31 Dipancarkan dari Jalan Masjid 0:32 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 0:35 Bekasi radio silaturahim dan rasil 0:38 visual untuk Islam yang satu. Ikhwan 0:40 akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa 0:42 taala. Semoga kabar Anda di pagi menuju 0:44 siang hari ini dalam keadaan sehat 0:45 walafiat. Senang sekali saya anggap 0:47 Aminuddin ditemani oleh Neza dan juga 0:50 Anis di meja operator dapat kembali 0:52 menyapa Anda di mana pun berada. Kami 0:54 hadir dalam 0:56 ekonomi Islam, ikhwan akhwat setiap hari 0:59 Selasa. Dan di kesempatan kali ini kita 1:01 akan membahas mengenai haruskah kita 1:05 mengolah sendiri sumber daya alam kita 1:07 bersama narasumber kita dari Dewan 1:09 Syariah Nasional, Ustaz Ihwan Basri. 1:12 Asalamualaikum warahmatullahi 1:14 wabarakatuh, Pak Ustaz. Waalaikumsalam 1:15 warahmatullahi wabarakatuh. 1:17 Setelah kita ee dua edisi ya membahas 1:19 mengenai ee kapitalisme 1:22 ee sekarang kita akan mengangkat satu 1:25 topik yang mungkin nanti ada kaitannya 1:27 juga sedikit Pak Ustaz ya. Bagaimana 1:29 ketika sumber daya alam di satu negeri 1:32 itu dikelola oleh asing atau negara lain 1:35 lah. Nanti kita akan berkaca kepada 1:37 negara Indonesia sendiri. Lalu kita akan 1:40 bicara juga mengenai ee prinsip dasar 1:42 nasionalisme, patriotisme, dan heroisme. 1:46 Nah, disinggung juga di situ. Semua 1:49 bangsa dalam sejarahnya mungkin ee 1:53 ingin maju gitu, Pak. Ya, bagaimana 1:55 kekayaan kekayaan alamnya ini bisa 1:57 diolah dengan baik. 1:59 dan Ihwat. Di kesempatan kali ini kita 2:03 akan membahas bersama Ustaz Ikhwan Basri 2:06 dan nanti juga kami akan mengundang Anda 2:08 di acara ini. Silakan sampaikan 2:10 pertanyaannya ataupun komentarnya. 2:13 Silakan ke nomor WA berhasil di 2:15 0811999720. 2:20 Untuk bergabung nanti di dialog bertanya 2:23 langsung kepada ustaz bisa Anda telepon 2:24 di 0218451512. 2:27 Baik, Pak Ustaz sebagai pembuka dari 2:29 topik kita, apa yang akan disampaikan 2:30 kepada Iwan dan akhwat. 2:31 Terima kasih, Mas Angangga. 2:33 Asalamualaikum warahmatullahi 2:35 wabarakatuh. 2:36 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 2:39 nastainuhu ala umurid dunya waddin. 2:42 Wasalatu wasalamu ala asrofil iya wal 2:45 mursalin Muhammadin wa ala alihi wa 2:48 asahihi ajmain. Amma ba'du. Para pemirsa 2:52 Rasil TV dan para pendengar radio 2:55 silaturahim yang dirahmati Allah 2:57 subhanahu wa taala. Kita bersyukur 3:00 kepada Allah Subhanahu wa taala atas 3:02 segala curahan rahmatnya kepada kita 3:04 sekalian sehingga pada pagi hari ini 3:07 kita dapat melangsungkan 3:09 ee siaran live ee tentang ekonomi Islam. 3:14 Dan alhamdulillah 3:16 ee siaran yang kita langsungkan pada 3:19 hari ini masih terkait dengan dua siaran 3:23 live sebelumnya yang membahas tentang 3:26 bagaimana sepak terjang kapitalisme di 3:29 dunia sekarang ini. Pasca kemenangan 3:32 mereka atas sosialisme di akhir abad 3:36 ke-20. Dan kali ini kita sudah diberikan 3:41 tadi topik oleh Mas Angangga tentang 3:44 kenapa kita ini 3:47 tidak 3:49 mengelola sumber daya kita sendiri, 3:51 sumber daya alam kita sendiri. Ya. 3:55 Nah, itu pertanyaan yang bagus ya. 3:56 Banyak orang yang bertanya-tanya seperti 3:58 itu. Kenapa ya ee Jepang yang memiliki 4:04 sumber daya alam relatif kurang 4:07 dibandingkan Indonesia juga Korea 4:09 misalnya itu bisa menjelma menjadi 4:12 negara maju 4:15 menjadi 4:17 menjadi menjelma menjadi negara industri 4:21 olahan 4:23 mobil petrokimia. kemudian elektronik 4:27 dan lain-lain. Dan produk-produk mereka 4:31 menguasai atau ya menguasai produk 4:35 seperti itu di dunia dan ada di 4:36 mana-mana kita dapatkan 4:39 ya. Di Amerika kita dapatkan, di 4:40 mana-mana kita dapatkan. Padahal dulunya 4:42 mereka itu terutama Korea Selatan itu ee 4:48 awalnya malah lebih dulu kita sebetulnya 4:51 dulu kita Indonesia dibandingkan Korea 4:54 Selatan. 4:56 Nah, ini banyak yang di apa namanya? 4:58 Ditanyakan kita diskusikan dengan 5:01 kolega, dengan teman-teman kita di 5:02 kantor bahwa ini menjadi pertanyaan yang 5:06 belum ada jawabannya. 5:08 Itu kenapa kita harus ee mengelola 5:12 sumber daya alam kita ini pasti dengan 5:15 asing ya, dengan kapitalis asing atau 5:19 dengan negara asing gitu ya. Pada 5:21 umumnya bukan dengan negara asing ya. 5:22 umumnya adalah dengan ee ee apa namanya 5:27 korporasi global, perusahaan-perusahaan 5:29 multinasional yang operasinya sudah di 5:33 mana-mana di seluruh dunia sehingga apa 5:36 namanya seolah-olah kalau kita bekerja 5:39 sama dengan mereka katakan dengan Toyota 5:41 misalnya itu seperti seolah-olah kita 5:44 ber bekerja sama dengan Jepang ya 5:47 meskipun tidak luput dari eh kerja sama 5:50 G to G atau di government to government 5:53 karena ini adalah skalanya besar sekali 5:54 dan itu pasti akan ee apa namanya? ee 6:00 pasti akan mendapat perhatian dari 6:01 pemerintah setempat di manapun mereka 6:04 kerja sama karena membutuhkan layan 6:06 lahan yang besar kemudian sumber daya 6:08 yang besar kemudian tidak kalah 6:11 pentingnya adalah sumber daya terutama 6:12 listrik itu yang tidak mungkin disuplai 6:15 oleh pihak swasta di mana mereka bekerja 6:17 sama ya 6:19 dan kebijakan-kebijakan pajak serta yang 6:22 lain-lain ya kepemilikan tanah atau 6:24 penguasaan tanah dan juga kebijakan yang 6:27 terkait dengan ee ekspor dan impor. 6:30 Karena tidak semua apa yang diproduksi 6:34 ee Toyota itu bisa dikerjakan di sini. 6:36 sebagian besar dulu awal-awalnya malah 6:38 masih impor semuanya ee lama-kelamaan 6:41 kemudian komponennya semakin banyak ya 6:44 domestical limit ya dibuat oleh domestik 6:47 sehingga ee sekarang ini sudah di atas 6:50 50% malah ada yang sampai 80% itu 6:53 domesically 6:54 made ya untuk industri seperti mobil dan 6:57 motor. Nah, ini adalah suatu gambaran 7:02 ya, gambaran bagaimana ee kita mengolah 7:05 atau kerja sama dengan asing. Jadi kalau 7:07 pertanyaannya itu kenapa tidak kita buat 7:10 sendiri? Kita kan punya tambang besi, 7:13 punya pasir besi, punya segala macam, 7:16 punya nikel, punya timah, punya apa 7:19 sajalah boleh dikatakan ya. Tetapi 7:23 kenapa kita tidak eh tidak apa namanya 7:27 tidak buat itu menjadi barang barang 7:29 ready barang midang apa namanya yang 7:32 sudah readymade yang sudah bisa kita 7:33 pakai tidak perlu kita ekspor dulu 7:37 keluar baru kemudian balik ke sini 7:38 menjadi barang jadi. Kenapa tidak begitu 7:41 gitu? Ini semuanya adalah bikin 7:43 penasaran ya. Terutama saya ketika masih 7:45 masih SMP juga mikir begitu. setiap ada 7:48 benda yang itu manufaktur itu selalu 7:51 made in eh Jepang atau Cina ya atau 7:56 pokoknya lainlah gitu bukan buatan 7:59 Indonesia bahkan peniti saja ya 8:03 itu itu made in Korea ee misalkan ap 8:08 lagi potong kuku ya sampai sekarang ini 8:12 potong kuku belum pernah saya lihat 8:14 potong kuku buatan Indonesia ya selalu 8:16 Korea atau Cina Nah, padahal itu 8:18 sederhana sekali. Tapi seperti itulah 8:21 ya. Nah, ini ee membuat kita ee mungkin 8:25 juga yang awam bertanya-tanya apa 8:28 sebabnya kok kita ee tidak membuat 8:31 sendiri gitu ya. Nah, di sinilah kita 8:34 bicara yang terkait dengan apa yang 8:36 sudah kita bicarakan pada minggu lalu 8:38 yaitu pentingnya kita kerja sama. Nah, 8:41 kalau umpamanya pertanya pertanyaannya 8:43 adalah oke, apakah kita bisa membuat 8:47 motor atau sepeda motor atau mobil? 8:50 Kan kita sudah punya bahan bakunya, ada 8:52 besi, ada baja di sini, semuanya 8:54 pabriknya ada. Kenapa tidak dibuat saja 8:57 di sini? Ya. 9:00 Nah, itu makanya 9:02 teknologi membuat barang itu belum 9:04 jelas, belum kita kuasai. Karena itu 9:07 perlu kita kita kerja sama. Seandainya 9:10 tidak ada kerja sama sekali kita buat 9:11 dari nol itu apa? Ah histori namanya. Ah 9:15 historis ya tidak ada sejarahnya. 9:17 Sejarah [tertawa] 9:18 ya mesti begitu ya. Kecuali kita mencuri 9:22 ya kita belum mempunyai teknologi atau 9:25 kemampuan mencuri teknologi itu ya. Nah, 9:28 ini termasuk bangsa yang santun ya, 9:29 bangsa yang menghargai orang lain 9:32 sehingga tidak ada cerita orang 9:34 Indonesia itu mencuri teknologi. Ya, 9:36 kalau sekarang saya belum dengar itu ya 9:39 mungkin ada tapi saya gak tahu. Tapi 9:41 kalau seperti Korea, seperti Cina itu 9:43 sudah terbiasa 9:44 sudah terkenal. 9:45 O terkenal itu. [tertawa] 9:48 Karena mereka juga berpikir bahwa 9:49 teknologi tidak bisa kita ee tiru ee 9:53 dengan formal ya. Karena kalau kita tiru 9:57 itu yang dikasihkan ke kita itu sudah 9:58 usang. 10:00 Ya, saya juga waktu 10:02 di S2 itu waktu kuliah 10:05 ada bab tentang transfer teknologi dari 10:08 negara negara maju ke negara ee 10:11 berkembang ee dalam rangka kerja sama. 10:14 Tetapi seingat saya pada waktu itu tahun 10:17 90-an ya itu adalah ee teknologi yang 10:20 diberikanalah teknologi yang sudah tidak 10:22 dipakai di situ. Jadi misalnya kita 10:26 mempunyai pabrik bolam, bolam lampu ya 10:29 lampu. Nah, bolam lampu itu teknologinya 10:33 itu sudah enggak dipakai di sana. di 10:35 Belandanya sudah enggak oleh pilip di 10:37 mana enggak dipakai kasih di sini buat 10:39 di sini mereka sudah teknologinya sudah 10:41 maju menggunakan lampu apa gitu sudah 10:43 setingkat lebih maju 10:44 LED 10:46 yang terakhir LED dan lain sebagainya 10:47 tapi yang kita produksi ya tetap aja 10:51 bolam itu yang yang volt-nya lebih 10:53 tinggi boros panas dan lain sebagainya 10:55 ya itu ya dan itu untuk bolam yang 10:59 lainnya sama yang lainnya sama ya karena 11:02 mereka enggak akan kasih gratis nah 11:04 Karena itu maka harus ada ee apa namanya 11:09 probosahan pemerintah mensekolahkan 11:13 anak-anak muda kita ke negara-negara 11:16 maju dan itu diprogram ya sekian ribu 11:20 mahasiswa sekian ratus ribu mahasiswa 11:22 belajar di Jepang, di Eropa, di Amerika 11:25 dan mereka harus balik. Yang seperti itu 11:27 yang melakukannya dengan baik itu adalah 11:29 Malaysia tahu saya karena datanya ada 11:32 mereka diberikan beasiswa. Betul. oleh 11:34 Malaysia. Kalau Indonesia itu enggak 11:35 ada, tetapi jauh lebih kecil 11:38 dibandingkan dengan Malaysia. Makanya 11:41 banyak yang keluar negeri tapi bias 11:42 sendiri dan mereka sampai pulang ke 11:44 Indonesia ya cari kerja sendiri. Beda 11:46 dengan ee mahasiswa dari Malaysia 11:49 disuruh pemerintah belajar nanti 11:50 pulangnya langsung ditempatkan di 11:53 masing-masing ee yang diperlukan gitu. 11:57 Jadi bagus ya. 11:59 Nah, jadi ini adalah persoalan bagaimana 12:02 kita menguasai teknologi. Kalau kita 12:04 enggak menguasai, selamanya kita enggak 12:05 akan bisa. Maka kalau kita dalam hal ini 12:08 kerja sama dalam dalam arti kata kerja 12:12 sama dengan pihak lain itu misalnya kita 12:15 harus membuat suatu persyaratan yang 12:17 menguntungkan kita. Nah, misalnya ada 12:19 benar-benar transfer teknologi itu harus 12:23 ada dan teknologinya itu harus kekinian, 12:26 harus betul-betul ee apa namanya cutting 12:30 age, harus betul yang paling gini ya. 12:33 Jangan sampai teknologinya itu usang, 12:35 ya. ya. Kalau usang enggak di produk 12:39 kita enggak akan bisa bersaing dengan 12:41 yang lain. Nah, yang seperti ini memang 12:43 sudah masuk ee kepada bidang ee atau 12:46 domain daripada pemerintah. Bagaimana 12:48 bikin perjanjian dengan negara atau 12:51 dengan perusahaan asing dalam bidang 12:53 tertentu dan itu menguntungkan kita. Ya, 12:56 sebetulnya kalau menurut saya kita ini 13:00 mempunyai keunggulan ya dibandingkan 13:02 dengan ee korporasi global tadi itu 13:05 karena kita punya tanah. Jadi, pabriknya 13:07 juga ada di Indonesia, SDM-nya juga 13:09 Indonesia. Jadi, ee sangat mungkin kita 13:12 akan bisa menguasai ee teknologi itu 13:15 dalam waktu tertentu dibikin apa namanya 13:17 dibikin ee timeline lah gitu ya. 13:21 Tapi yang saya tahu ya, karena saya juga 13:23 punya teman-teman yang kerja di 13:24 perusahaan-perusahaan seperti ini, 13:25 elektronik itu ada pabrik-pabrik yang 13:29 beroperasi di sini, pabrik Jepang 13:31 misalnya ee kimikal ya, tapi kait dengan 13:34 elektronik misalnya itu ee memang 13:37 pekerjaannya dari Indonesia mungkin 90% 13:41 ya. Tapi untuk yang paling sangat 13:44 rahasia, bagaimana cairan ini atau zat 13:46 ini dicampur dengan ini menjadi seperti 13:48 ini. Ee terakhirnya itu itu yang 13:53 Indonesia enggak boleh masuk ya, tetap 13:55 menjadi rahasia ya. Ya, mungkin yang 13:57 layer satu yang orang Indonesianya 13:59 paling menebak-nebak gimana ceritanya k 14:01 bisa begitu. Nah, ini makanya walaupun 14:03 pabriknya di Indonesia, tapi hasil riset 14:06 dan pengembangan dari Jepang yang 14:07 diterapkan di sini itu sampai dengan 14:11 hari ini masih dikuasai oleh ee orang 14:14 Jepang, engineernya dari sana gitu. Ini 14:16 contoh saya sudah mendapat cerita ini 14:18 dari teman saya dan memang sampai 14:20 sekarang seperti itu. Karena itu maka 14:23 sulit ya kita tidak melakukan terobosan 14:26 sendiri. Selamanya mungkin kita akan 14:28 dikuasai atau didominasi oleh mereka. I 14:31 itu adalah catatan. Tapi itu semuanya 14:33 bisa kita apa ya, bisa kita minimalisir 14:37 dengan tingkat kita mendapatkan 14:39 keuntungan ketika ada kerja sama itu 14:42 dibuat dengan cara bagaimana item-item 14:44 perjanjian klausula-klausula di dalamnya 14:46 itu ee untuk ee menguntungkan kita. 14:49 Sebab mereka ya kapitalis global ini ee 14:53 sebetulnya keinginannya hanya mendapat 14:55 untung. 14:57 untung dan untung itu saja di balik itu 14:59 selagi menguntukkan mereka dia akan 15:01 datang di sini. Ya, kalau kita kasih 15:04 misalkan persyaratan bahwa mereka harus 15:09 ee transfer teknologi yang paling 15:11 mutakhir yang mereka miliki, mereka saya 15:14 kira juga mau karena mereka yang 15:16 mutakhir sekarang dia akan menggunakan 15:19 dia akan bikin riset untuk yang lebih 15:21 bagus setelah ini terus-menerus karena 15:24 RnD itu enggak pernah berhenti. 15:26 Mereka sudah punya kebijakan seperti 15:28 itu, sudah punya kebiasaan. Jadi apa 15:31 yang sekarang kita miliki walaupun 15:32 sekarang ini kita katakan cutting age 15:34 yang paling tinggi, yang paling canggih, 15:37 tapi 6 bulan 3 bulan berikutnya saya 15:40 kira itu sudah ada yang lebih baru ya. 15:42 Dan kita juga menunggu ini kalau 15:44 elektronik ini ada ee quantum lip nanti 15:47 ya yang di mana kecepatannya akan tidak 15:49 terbayangkan dengan yang sekarang. 15:51 Padahal yang sekarang kan sudah kayak 15:52 gitu ya. 15:54 Begitu kencangnya. Nah, ini contoh. Jadi 15:56 ee kesimpulan kita adalah kerja sama ini 15:59 enggak masalah. ya. H 16:01 kerja sama enggak masalah dengan ee 16:03 asing apakah bentuknya itu dengan 16:05 pemerintahan atau bentuknya itu dengan 16:07 apa namanya B toB bisnis to bisnis dari 16:10 korporasi ke korporasi. Tetapi kalau 16:14 pemerintah ini mempunyai pandangan ee 16:17 planning bahwa dalam sekian tahun 5 16:19 tahun ke depan kita teknologi yang 16:21 semacam ini harus kita sudah kuasai. 16:23 tidak lagi kita akan belajar, tapi kita 16:25 sudah mengosi betul-betul dan kita 16:27 menjadi leading di situ. 16:29 Itu kalau diplanningkan pasti bisa orang 16:31 aja bisa, apalagi pemerintah ya punya 16:34 segala macam ya. Ya, makanya planning 16:36 itu penting ya. Ya, dan sayangnya 16:38 planningnya sekarang ini tidak jelas ya. 16:42 Ya, di mana-mana planning itu penting 16:43 ya. planning untuk mencapai dan kita 16:45 bisa menghitung bagaimana ee apa 16:49 pencapaian sudah kita capai dalam ee 16:52 kurun sekian apa yang kurang itu bisa 16:54 kita lihat tidak apa istilahnya acak 16:58 begini 16:59 connya sini atau ada euforia ke sini dia 17:04 ke sini ada euforia ke sini dia ke sini 17:07 atau ya seperti itu. Jadi ee 17:11 ee melangkahnya langkah acak ya. Ini 17:13 kurang ya penting itu adalah planning 17:17 planning 5 tahun atau 2 tahun. Jadi 17:19 kalau dibuat seperti itu bisa. Saya beri 17:22 contoh ya. Saya itu hidup di Pakistan 17:25 selama kurang lebih 7 tahun lebih ya. 17:28 bagaimana Pakistan itu membuat nuklir 17:32 dan dia bisa ya 17:35 itu saya di sana dari tahun '87 sampai 17:39 94 17:41 dan di situ ada tokoh yang sangat 17:43 terkenal Dr. Abdul Qadir Khan ya itu 17:47 adalah di balik nuklir Pakistan. 17:49 H 17:50 kebetulan apa ee kampus saya itu dekat 17:56 dengan rumah dia ya. Rumah dia itu 18:00 di pinggirnya penuh dengan anti air 18:01 craft ya. Senjata anti pesat tempur. 18:04 Oh iya. 18:04 Kemudian rudal ya moncongnya banyak 18:08 karena orang sangat ee penting w lebih 18:11 penting daripada presiden Pakistan. 18:13 Oh gitu ya. Sebab kalau presiden atau 18:14 perdana menteri Pakistan bisa 18:17 digulingkan, bisa berganti, tetapi yang 18:19 ini jalan terus. 18:20 I 18:21 jadi Pakistan itu ada dua program yang 18:22 tidak akan berhenti walaupun presiden 18:24 ganti 18:25 atau perdana menteri ganti. Satu adalah 18:27 militer, yang kedua adalah nuklir. 18:29 Oh, nuklir. [tertawa] 18:31 Jalan terus 18:32 itu sama dengan India. Walaupun 18:34 berganti-ganti e pemerintahan itu tetap 18:37 jalan itu enggak bisa diotak-atik 18:40 itu. Jadi ini kan diplanning semenjak 18:43 Zul Haq itu 18:44 dan sekarang sudah dikuasai teknologinya 18:46 sudah bisa ambil buat bom walaupun ini 18:49 sebetulnya namanya juga bom ya itu 18:52 sangat apa berbahaya bagi manusia secara 18:55 keseluruhan karena kalau diledakkan itu 18:57 bom atom itu 18:58 ee tidak seperti bom-bom biasa 19:00 radiasinya bisa melebar ke mana-mana. 19:03 lingkungan juga ee berbahaya bagi 19:05 lingkungan dan kita sudah tahu ya 19:08 ee tapi mungkin itu sebagai ee senjata 19:13 dia untuk bertahan melawan India karena 19:16 India juga begitu. 19:17 He. 19:18 Nah, itu contoh. Jadi apa namanya? 19:21 Pentingnya atau pelajaran yang penting 19:22 di sini adalah ee planning perencanaan. 19:27 Yang kedua, bahwa kita ini selama belum 19:30 menguasai teknologi apapun, maka tidak 19:34 ada salahnya kita itu bekerja sama 19:37 saling menguntungkan. Mutualisme, saling 19:39 menguntungkan antara kita dengan mereka. 19:41 Ya, tapi di banyak negara kasusnya 19:44 seperti ini. 19:47 Dengan asing itu curiga ya. 19:50 Seperti di Pakistan saya juga mengalami 19:52 itu ya curiga sekali dengan asing. 19:55 Makanya Pakistan itu walaupun seperti 19:57 itu dia itu buat apa-apa made in 20:01 sendiri. 20:02 Iya. 20:02 Ada angin bahkan AC aja buatan sendiri. 20:06 AC seperti AC split itu mereknya Sabro 20:11 Salim Brother. [tertawa] 20:13 Mikiran dalam negeri. 20:14 Iya. Eh iya. Terus apa namanya? K kepas 20:18 angin namanya Yusef. namanya Akbar, 20:21 macam-macam nama-nama gitu aja 20:23 dan di mana-mana begitu cuci mesin cuci 20:26 dan lain sebagainya heater dan lain 20:27 sebagainya buatan mereka sendiri 20:29 walaupun ya dari sisi 20:31 estetika ya kurang kurang ini kurang 20:33 baguslah tapi mereka kita ajung jempol 20:36 mau bikin sendiri kalau kita kan gak 20:38 mesin cuci Sony, mesin suci Samsung 20:42 enggak ada mesin suci Sarina gitu kanak 20:44 enggak ada 20:46 ya seperti itu. Ini berarti ini 20:49 menunjukkan bahwa kita pun sekarang 20:51 sudah kerja sama dengan asing dari 20:53 segala bidang ma elektronik, mobil, 20:55 motor ya dan lain sebagainya. Nah, cuman 20:58 masalahnya adalah kerja sama ini apakah 21:01 lebih menguntungkan pihak vendor, pihak 21:04 asing, ataukah lebih menguntungkan kita. 21:06 Nah, itu yang jadi ketakutan tadi. Kalau 21:09 misalkan asing itu datang, 21:11 I 21:11 khawatir tadi dominasi. 21:13 Ya, begitulah. Begitulah memang 21:15 begitulah memang ya kita negosiasinya 21:19 kurang tough kurang ini kurang seru. 21:22 Kenapa India bisa bikin motor kerja sama 21:25 dengan Suzuki namanya TVS? 21:28 Oh TVS 21:29 itu kan semuanya dengan Jepang itu. 21:31 Iya 21:31 tapi produknya itu menggunakan merek 21:33 sendiri gitu 21:35 itu ya. Kalau saya saya perhatikan jago 21:39 itu India bikin perjanjian dengan 21:41 Jepang. Jepang enggak masalah bikin 21:43 Suzuki di sana namanya Maruti. 21:45 Heeh. 21:46 Ya, persis Suzuki kita ini yang Suzuki 21:49 apa namanya? Jimmy itu ya, 21:51 tapi namanya Maruti. 21:54 Karena apa? Karena e apa namanya? Teman 21:57 kerja samamanya di di di India itu 22:00 namanya Maruti. Begitu juga dengan 22:02 Toyota ya. 22:03 Cina juga gitu. Cina ya? 22:04 Iya, Cina juga begitu. 22:06 Nah, kalau kita mau seperti itu kan kita 22:08 akhirnya punya merek nih. 22:09 Tapi katanya ada kan kemarin tuh Ustaz 22:11 dulu ada namanya Kijang. Sekarang 22:13 Kijangnya enggak ada. Yang ada Toyota. 22:16 Iya kan? Yang kalau kotak itu masih 22:18 Toyota Kijang. Tapi kalau 22:19 kemarin juga ada apa itu SMK SMK 22:22 itu namanya enak didengar tapi kemudian 22:25 hilang begitu saja. I. 22:27 Nah, tadi itu selain dominasi, Pak 22:29 Ustaz, kan memang yang dilihat tuh 22:31 akhirnya di kancah internasional tuh 22:34 yang kuat ya itu perusahaannya bukan 22:36 negara. 22:37 Oh, maaf ini kalau untuk kasus 22:38 Indonesia. Iya. 22:40 Oh, 22:40 jadi enggak semua negara 22:42 enggak seperti tadi ee seperti India ya. 22:46 Di Pakistan saja itu Suzuki bekerja 22:48 dengan 22:49 bekerja dengan mehran. Mehran motor. Itu 22:53 namanya Mehran Motor. 22:54 Iya. 22:56 Ya, di Mitsubishi kerja MMC tapi bukan 23:00 bukan Mitsubishi Motor Company bukan 23:02 MMSC itu apa gitu dari bahasa dari 23:06 Pakistan ya saya lupa sudah lama 23:08 ya jadi mereka berani walaupun 23:11 sebetulnya kerja sama itu jauh berbeda 23:13 dengan kita kita ini kan pabriknya sudah 23:15 di sini 23:15 iya 23:16 e dibuat di sini kopernya sebagian sini 23:18 tapi tetap aja mereknya Toyota tetap aja 23:21 mereknya 23:23 seolah-olah dominan dia gitu negara kita 23:25 sebaliknya gitu. 23:27 Makanya saya pikir negosiasi kita ini 23:29 h 23:30 kurang. 23:31 Apakah ketakutan hanya karena itu Pak 23:33 Ustaz? 23:34 Wallahualam. Ya, nanti kalau saya bilang 23:35 takut nanti saya dianggap [tertawa] 23:38 gimana. 23:39 Iya. Iya. I 23:39 tapi yang jelas hasilnya kan kita bisa 23:41 lihat untuk membuat supaya yang LC gizi 23:44 itu 23:45 iya. 23:45 Supaya di depannya itu Garuda enggak 23:49 mau. Mereka tetap 23:52 di belakangnya saja dikasih nama. Garuda 23:55 atau Agia atau apa yang di depan enggak 23:57 di Malaysia kan gak. Coba kalau kita ke 23:59 Kuala Lumpur Kia gak ada Kia itu namanya 24:02 apa di Malaysia itu saya juga bingung 24:04 awalnya dulu ternyata itu Bu itu KIA 24:06 tapi di Malaysia dijadi begini mereknya 24:08 merek Melayu 24:09 merek itu penting juga. 24:10 Iya 24:11 itu berarti negosiasi Malaysia hebat 24:12 walaupun gak seperti kita. Nah, kita 24:16 saya bilang gimana ya? Kita ini 24:19 produsennya 1 juta mobil lebih ya jauh 24:24 lebih tinggi daripada Malaysia. Lah kok 24:25 bikin merek aja kita enggak kuat melawan 24:28 mereka gitu ya. 24:30 Ya itu salah satu 24:33 kenapa Pak Ustaz itu tidak kita olah 24:35 sendiri aja supaya semua keuntungan itu 24:38 diperoleh 24:39 itu apa namanya ee kita kembali kepada 24:42 teori ya. teori ee internasional 24:46 ya. 24:46 H 24:48 jadi dalam di pembukaan buku tentang 24:51 teori international trade atau 24:53 perdagangan internasional itu 24:55 selalu dikatakan bahwa tidak ada satuun 24:57 negara di dunia ini yang bisa 25:00 memproduksi apa saja [berdehem] 25:02 secara efisien 25:05 ya. 25:07 ya, Jepang itu bisa apa namanya? 25:11 Produksi apa saja, semua bisa dibuat. 25:14 Iya. 25:15 Tapi tidak semuanya efisien ya. Ada 25:17 bangsa yang lebih efisien ee membuat 25:21 ini. 25:22 Heeh. 25:22 Nah, itu. Nah, karena itu maka walaupun 25:25 negara itu bisa membuat apa saja, 25:26 Amerika boleh dikatakan bisa membuat apa 25:28 saja, 25:29 pertanian apa yang kurang. Dia gandum 25:31 produsen nomor satu di dunia. Beras juga 25:34 sangat besar. kedele nomor satu di 25:36 dunia. Apa itu dari pertanian 25:39 kacang-kacangan? Wah, Amerika nomor satu 25:41 ya. Kemudian mobil Amerika pelopornya ya 25:45 saat terbang dan lain sebagainya. 25:46 Amerika boleh dikatakan ee 25:50 bisa membuat harusnya bisa membuat apa 25:52 saja dengan sumber daya alam yang hebat 25:54 di sana ya. Tapi sebaliknya Jepang 25:56 sumber daya alamnya tidak terlalu 25:58 mendukung tapi dia juga bisa membuat apa 26:00 saja. Tapi kenapa Jepang impor dari 26:02 mana-mana ya? Karena ada beberapa yang 26:05 Jepang itu tidak efisien membuatnya. 26:07 Begitu juga begitu. Jadi tidak ada satu 26:09 negara ini, betapaapun hebatnya negara 26:11 itu, itu mampu memproduksi semua barang 26:14 ee untuk memenuhi kebutuhannya dengan 26:17 efisien. 26:18 Ya, di sinilah basis daripada 26:20 trade itu basis daripada perdagangan 26:23 internasional atau internasional trade. 26:25 Makanya semenjak dari zaman Adam Smith 26:28 itu sudah ada teori perdagangan. Ada 26:30 namanya kalau Adam Smith itu namanya 26:33 absolute eh absolute advantage ya. Jadi 26:39 absolute advantage itu artinya suatu 26:41 negara bagus membuat produk A. Yang B 26:45 kurang bagus membuat produk A tapi eh X 26:49 tapi dia bisa produk Y yang lebih lebih 26:52 efisien. Nah, si B ini akan membuat 26:55 produk Y untuk diekspor ke A. Sebaliknya 26:58 yang A ini membuat produk X untuk 27:00 diekspor ke B gitu ya. Kemudian ada 27:03 teori blok berikutnya dari Ricardo ya. 27:06 tidak lama. Kemudian setelah apa itu? 27:10 Setelah dalam sem itu ada David Ricardo 27:12 membuat teori yang kurang yang agak apa 27:17 agak persyaratannya untuk enggak kaku. 27:19 Kalau absolut itu enggak kaku 27:21 ya yang menggunakan teori namanya 27:22 comparative advantage. 27:24 Jadi misalkan kalau kita membuat motor 27:26 itu perlu 27:28 ee SDM tu Jepang cuman dua. Nah itu 27:33 dikatakan Jepang itu lebih efisien 27:35 membuat motor daripada Indonesia. 27:37 Walaupun selama bisa, tetapi Indonesia 27:38 perlu tujuh orang, dia cuma perlu dua 27:40 orang sehingga costnya lebih rendah. 27:42 Nah, itu maka Jepang efisien lah. Lebih 27:45 baik dia Jepang menspesialisasikan 27:47 dirinya di bidang pembuatan motor untuk 27:49 diekspor ke Indonesia s Indonesia buat 27:51 yang lain yang lebih efisien daripada 27:53 Jepang untuk di kirim ke Jepang. 27:55 Begitulah. 27:56 Ada yang belakangan waktu saya kuliah 27:58 itu saya pelajari eh absolute advantage 28:01 lalu kemudian comparative advantage. 28:03 Nah, yang ketiga itulah endomen. Faktor 28:05 endomen itu dari Hexir Olin model ya. 28:09 Itu itu ee yang lebih maju ya. Jadi ee 28:15 apa negara itu, sumber dayanya bagaimana 28:18 itulah yang akan membuat dia 28:20 spesialisasi. Kalau sumber daya itu laut 28:23 maka dia spesialisation di laut ya. 28:26 Kalau sumber daya itu di hutan lebih 28:27 banyak hutannya. Dia menjadikan hutan 28:30 sebagai ee lahan untuk efisien dan dia 28:33 ekspor hasil hutan itu ke luar negeri 28:35 dan dia impor barang yang lain gitu. Ada 28:37 juga setelah saya kuliah itu ada namanya 28:41 eh apa ya? Eh comparative eh comparative 28:45 advantage ya. 28:47 Iya, yang ee bukan itu David Ricardo 28:51 yang baru-baru ini itu sudah saya sudah 28:53 keluar itu. Jadi, saya enggak begitu 28:55 begitu memahami 28:57 kalau enggak salah namanya competitive 28:59 advantage ya. Nah, itu itu tahun di atas 29:03 94 ya. Saya kan selesai tahun 94. Jadi, 29:06 belum ada di buku saya itu yaitu namanya 29:09 competitive advented. Tapi ketika saya 29:10 pulang ini sudah muncul isu. Kemudian 29:13 namanya produk eh life cycle theory yang 29:15 sekarang-sekarang ini. Kemudian theory 29:17 of identical preference dan seterusnya. 29:20 Pokoknya teori ini untuk menjelaskan 29:22 bagaimana perdagangan ee perdagangan 29:25 internasional itu ada dan menguntungkan. 29:28 Ya, 29:28 intinya adalah jika perdagangan 29:30 internasional itu ee terjadi, maka 29:33 seluruh yang bermitra yang ikut dagang 29:36 ini akan better off ya. Nah, misalnya 29:39 gini, kita ee enggak bisa bikin mobil, 29:43 akhirnya bisa beli mobil ya. Kita enggak 29:46 bisa apa namanya menumbuhkan Apple 29:49 Amerika itu apel merah, akhirnya kita 29:51 bisa makan apel merah kan gitu. Karena 29:54 kita tidak punya keahlian di situ. Tanah 29:57 kita enggak cocok ya. Kita bisa beli 29:59 dengan harga murah. Begitu juga Amerika 30:01 bisa menikmati teh Indonesia, bisa men 30:03 kopi luak dan lain sebagainya. 30:05 Produk-produk dari Indonesia. Kenapa? 30:07 Karena ada perdagangan internasional. 30:09 Ya. Jadi kalau Amerika walaupun ya 30:11 Amerika itu bisa bikin mobil sendiri 30:14 tapi preferensi orang Amerika terhadap 30:17 mobil misalnya lebih suka ke Jepang, 30:19 suka ke Jerman, akhirnya Jerman bikin 30:22 pabrik di sana. Mercedes, ada BMW, 30:25 begitu juga Toyota ada pabernya di 30:27 Amerika. Karena preferensi orang Amerika 30:29 itu tidak mutlak senang dengan mobil 30:31 Amerika gitu ya. Sekarang akhir-akhir 30:33 ini setelah harga banyak naik tahun 0-an 30:36 itu mobil Jepang masuk ke Amerika karena 30:38 lebih efisien ya. 30:39 Itu Jepang bisa begitu kok 30:41 bisa [tertawa] 30:42 itu beda ya beda kelas. Jepang itu 30:44 pura-pura habis perang dunia kedua 30:47 karena negaranya dibom oleh Amerika dan 30:49 juga infrastrukturnya habis. Sama dengan 30:51 Jerman juga itu negara-negara yang 30:53 negaranya itu adalah medan perang. Tapi 30:56 ee recovery setelah Perang Dunia Kedua 30:59 gak sampai 5 tahun. Tah tahun 9 dari 31:02 Perang Dunia tahun 45 1945 31:05 Jerman Barat itu menjadi seperti Jerman 31:07 semula itu cuman 4 tahun 49 itu sudah 31:10 sama 31:12 luar biasa. Jepang juga sama tahun 50-an 31:15 sudah mengekspor barang-barang Amerika 31:17 lagi. 31:17 H 31:18 gitu loh. 31:19 Dan sekarang itu dilakukan oleh Cina di 31:21 negara Amerika. 31:21 Iya. 31:22 Itu pakai teori apa, Ustaz? Kalau tadi 31:24 dari macam-macam teori sampaikan Pak 31:26 Ustaz tuh yang dilakukan Cina 31:27 teorinya sama ya teorinya sama tapi 31:29 keunggulan Cina adalah pertama kemudahan 31:32 untuk investasi itu keunggulan yang 31:34 sampai sekarang tidak ada negara yang 31:37 ee bisa mengungguli mungkin Vietnam ini 31:41 kalau bayangan saya ke Vietnam. 31:43 Yang kedua adalah ee apa namanya? ramah 31:48 ramah investor itu maksudnya segala 31:49 bidang keinginan investor itu apa? 31:51 Infrastruktur dibangun luar biasa. He. 31:54 Jadi, sehingga apa namanya gampang 31:56 transportasi, gampang dan lain 31:58 sebagainya. Kemudian yang ketiga adalah 31:59 buruh murah. 32:01 Hm. 32:01 Saking murahnya sehingga orang curiga 32:03 bahwa itu adalah tahanan yang disuruh 32:05 bekerja 32:06 dan tahanan enggak boleh mendapat 32:08 bayaran gitu. Akhirnya barangnya 32:10 ee menjadi murah gitu, macam-macam. 32:13 Tapi intinya kan apapun yang terjadi di 32:15 Cina itu semua bisa dijelaskan dengan 32:16 teori yang ada tadi itu. Iya. Karena itu 32:20 menjadikan apa? menjadikan ee Cina 32:23 menjadi supplier apa saja. Kalau dia 32:25 bisa membuat sesuatu lebih efisien, 32:27 lebih murah 32:28 dibuat 32:29 ee maka dia bisa menyebar barnya ke 32:31 seluruh dunia. 32:32 Nah, akibatnya apa? Akibatnya ya negara 32:34 yang dominan menjadi terancam ya karena 32:38 menjadi ee terdesak oleh produk Cina. 32:42 Tapi itu keniscayaan. Jadi Cina seperti 32:44 itu kan enggak akan bisa dihambat. 32:46 H 32:46 enggak bisa dihambat terus akan maju ya 32:48 pasbih BHA dibuat ya. 32:51 Ya, itu semua barang-barang aksesoris 32:52 haji itu kan. Nah, itu 32:54 itu sebetulnya buatan Cina itu ya. 32:56 Dan murah-murah sekali [tertawa] murah 32:59 banget. 33:00 Jadi sorban sama pecinya juga yang kita 33:02 pakai juga, Ustaz ya. 33:03 Iya. [tertawa] 33:05 Jadi selama dia bisa atau menjual dengan 33:08 harga lebih murah daripada yang lain, 33:10 nah 33:11 di situ ada konsumennya pasti di manapun 33:13 ya teorinya kan seperti itu. 33:16 Nah, Pak Ustaz mohon penjelasan juga 33:17 bagaimana sebenarnya ekonomi Islam itu 33:19 memandang tadi ya perdagangan 33:21 internasional 33:23 dikupas lagi ini Pak Ustaz 33:25 ya. Nah, [berdehem] 33:27 ini kan perdagangan internasional tidak 33:30 bisa dihambat karena tidak ada sebuah 33:32 negara yang bisa membuat apapun yang 33:34 dibutuhkannya sendiri. 33:35 Dia harus kerja sama atau impor dari 33:37 negara yang lain. 33:38 Nah, kalau begitu ada enggak sih 33:42 basisnya? Basisnya dalam Islam ada 33:43 perdagangan dalam Islam, 33:45 perdagangan internasional. 33:47 Saya itu baru dapat buku, tapi bukunya 33:50 belum ada ya, cover-nya saja. 33:53 Ada buku yang menarik bagi saya itu 33:54 judulnya adalah 33:56 ee 33:59 apa? 34:02 Islamic capitalism and the eh oke oke 34:05 sebentar ini saya agak lupa nih ee saya 34:07 harus lihat 34:08 buku ini, Ustaz. Buku asing ya? 34:09 Buku asing. Iya. 34:10 Kalau bahasa 34:11 Early Islam and the Bird of Capitalism. 34:14 Iya, ini buku saya belum baca, tapi 34:16 resumenya ee review-nya sudah saya baca 34:20 dan 34:21 ee 34:23 teman-teman saya tanya yang lain-lain 34:25 teman saya yang biasanya punya buku 34:27 duluan tuh ternyata enggak punya juga 34:29 karya siapa ini, Ustaz? 34:30 Ini orang Jerman namanya Kohler Amerika 34:32 kalau engak salah. 34:33 Buku tentang apa? 34:34 Buku tentang jadi dari judulnya saja itu 34:36 Early Islam and the Bth of Capitalism. 34:38 Ini menceritakan bahwa kapitalisme itu 34:41 lahir di Islam. 34:43 Kalau selama ini kan lahirnya 34:44 kapitalisme di Itali ya, 34:46 abad pertengahan. Nah, buku ini ee 34:51 apa ya? Menantang 34:54 menantang itu bahwa secara historis 34:58 sebetulnya kapitalisme itu lahir di 34:59 Islam. 35:00 Dan cerita di dalam bab-babnya cerita 35:02 tentang bahwa Nabi Muhammad sendiri 35:04 adalah pedagang. 35:06 Iya. 35:06 Iya kan? Pedagang di mata dia identik 35:09 dengan kapitalis. 35:10 H. [tertawa] 35:11 Kemudian kota suci Mekah di mana 35:14 adalah pusat perdagangan. 35:16 Pusat perdagangan 35:17 dan dia tidak menghasilkan apa-apa. 35:19 Tidak ada yang tumbuh di situ. Tapi kota 35:20 itu hidup beriban tahun 35:22 karena perdagangan internasional. 35:24 Nah, itu di mata dia itu sebagai 35:26 kapitalis ya. 35:27 Jadi Nabi Muhammad itu nabi kapitalis 35:29 H 35:30 dalam versi dia ee banyak yang merreview 35:34 itu dari mahasiswa atau dari ee anak 35:36 teman saya bukan teman tapi sarjana dari 35:38 Malaysia itu menyatakan bahwa ini 35:42 melihatnya itu dari sisi sangat zahirnya 35:44 sangat lahiriah sekali 35:45 lahiriah sekali. 35:46 Iya. Jadi 35:46 makanya menantang. 35:47 Heeh. Menantang. Jadi menantang bagi 35:49 kita dan juga bagi orang Barat sendiri 35:51 yang selama ini yakin bahwa kapitalism 35:53 didik dengan Barat itu ya. Tapi kenapa 35:56 ini sarjana mengatakan bahwa justru 35:59 Islam yang meliarkan kapitalisme? 36:01 [tertawa] 36:03 Nah, ini menariknya. Saya lagi 36:05 mencari-cari mudah-mudahan tidak lama 36:07 lagi dapat buku ini. Teman-teman juga 36:09 penasaran ini. 36:10 Iya. Iya. 36:10 Iya. 36:11 Jadi para pemirsa dan pendengar ini ee 36:14 ada suatu cabaran kalau masih itu 36:17 tantangan ya. He 36:18 tantangan ini bagi sarjana muslim juga 36:20 juga bagi sarjana Barat yang yang selama 36:23 ini kita 36:24 ee tahu bahwa kapitalisme itu lahirnya 36:27 di Barat ee terutama di Itali ee pada 36:30 waktu itu abad pertengahan lalu kemudian 36:33 ini pendapat menyebar di dalam teksbook 36:36 ya kan. He. 36:36 Lalu kemudian ini diterbitkan tahun 36:40 2014. Jadi masih baru nih, relatif baru 36:43 baru 6 tahun. 36:44 Dan itu menyatakan pendapat yang sangat 36:47 berbeda ya. Bahwa Nabi Islam yaitu Nabi 36:50 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 36:51 dikatakan sebagai penggagas kapitalis. 36:54 Bahkan khulafur rasyidin Abu Bakar 36:56 radhiallahu anhu, Umar bin Khattab 36:58 radhiallahu itu semuanya penerus-penus 37:00 kapitalis. Karena mereka melihat 37:01 Abdullah bin Auf [tertawa] 37:03 Abdullah bin 37:04 bisa kapitalis sekali kayaknya. Itu dia. 37:06 Jadi hanya melihat bahwa perdagangan 37:08 saja itu sebagai kapital padahal itu 37:09 sangat jauh. 37:10 Sangat jauh. Padahal 37:10 iya tidak ada perdagangan selama ini 37:12 yang selalu identik dengan kapitalis. 37:14 Karena perdagangan dari dulu sudah ada. 37:16 Kalau kita lihat misalnya Nabi Yusuf ee 37:19 beli gandum ke Mesir itu kan perdagangan 37:22 internasional itu ribuan tahun sebelum 37:24 Nabi Muhammad. I kan 37:25 gitu. Jadi janganlah apa ya men-judgemen 37:29 suatu hal yang sangat ee trivial seperti 37:32 itu. Kemudian 37:34 iya diambil sama. Karena Islam itu 37:36 menggalakkan perdagangan maka kemudian 37:38 Islam itu dikatakan pendiri kapitalis. 37:40 Padahal sebelumnya itu sudah ada ya. 37:43 Oke. Ee 37:46 jadi kalau kita lihat dalam surat ee apa 37:48 ya? Surah e Quraisy. Surah Quraisy. 37:51 Auzubillah minasyaitanirrajim. Liilafi 37:53 Quraisyin 37:54 ilfihim. rihlatasita 37:57 wasif ya oleh karena kebiasaan Quraisy. 38:02 Apa kebiasaan kaum Quraisy? 38:05 Ilafihim ya 38:06 rihlatita yaitu perjalanan perdagangan 38:09 kafilah dagang ee asyita wasif yaitu 38:13 musim dingin dan musim panas. 38:15 Nah, musim panas ini mereka ke Syam ke 38:18 Palestina ya. Ya. Kemudian musim dingin 38:21 ke Yaman. H 38:22 eh sori. Musim dingin dia ke ke Yaman, 38:26 musim panas dia ke Syam gitu. Jadi dua 38:29 kali dalam setahun itu. Nah, dari Yaman 38:31 dapat apa? Dari Palestina dapat apa? 38:33 Kalau dari Yaman 38:35 kemungkinan besar itu adalah 38:36 produk-produk yang dari India atau dari 38:39 zina di kapal. Dari kapal situ ya 38:41 pelabuan itu. 38:42 Iya. 38:43 Yaman, pelabuhan, Aden atau apa itu 38:44 sudah lama dari dulu ya. He. 38:46 Lalu kemudian yang di Roma atau yang di 38:48 Palestina ee Syam itu daerah Suriah, 38:51 Jordan, Palestina sekarang 38:53 itu. 38:53 Heeh. Itu itu dari Turki, dari mana? 38:56 Dari ee rumah ya, Yunani dan 38:59 negara-negara Eropa. Jadi diambil 39:02 diperdangkan di sana. 39:03 Tanpa itu ekonomi ekonomi Mekah enggak 39:06 bisa. 39:07 Iya. 39:07 Ya. Dan ini diabadikan dalam Al-Qur'an 39:10 menunjukkan betapa penting e perdagangan 39:13 internasional pada masa masa awal Islam. 39:15 atau sebelum Islam sekalipun ya. Nah, 39:18 dalam riwayat itu dikatakan bahwa kalau 39:21 ada rombongan kafila dagang itu 39:24 diperkirakan 2.000 unta kurang lebih. 39:29 Oh, berjajar 2000 unta gimana itu? Luar 39:31 biasa. Jadi besar sekali ya. 39:34 Barang apapun, 39:34 barang apapun semua kebutuhan termasuk 39:37 logam segala macam. Ya, 39:39 itu sebabnya maka ada industri senjata 39:41 di Makkah, ada orang bisa buat pedang. 39:44 Nah, dari mana mau lokamnya? Ya, dari 39:46 situ ya semuanya kebutuhan manusia lah. 39:48 Bukan hanya kebutuhan harian, tapi 39:50 kebutuhan senjata dan lain sebagainya. 39:52 Itu 39:52 bahkan sampai ke teknologi pertanian 39:54 juga ya. 39:54 Iya. Ya, makanya kemudian di dalam hadis 39:58 kan ada banyak nama nama tumbuh-tumbuhan 40:02 ya yang sebetulnya tidak tumbuh di situ. 40:04 Karena Nabi Muhammad tahu karena dari 40:07 ekspor impor itu tadi dari impor luar 40:09 negeri 40:10 ya. 40:11 Subhanallah ya. Jadi ee tidak masalah 40:15 kita ini berdagang dengan negara lain 40:17 karena kita tidak bisa memenuhi 40:18 kebutuhan kita sendiri. Kebutuhan kita 40:21 sendiri bisa terpenuhi lantaran kita 40:23 berdagang dengan negara lain. 40:24 He. 40:24 Tapi kalau pada masa sekarang bukan 40:26 masalahnya perdagangan, tapi bagaimana 40:29 merebut investasi 40:31 supaya kita ini bisa menikmati lebih 40:33 bagus. Kalau perdagangan itu ya bagus, 40:36 itu pasti okelah. Tapi yang lebih 40:39 penting lagi bagaimana kita merebut 40:41 investasi. Karena investasi ini efeknya 40:44 itu jauh lebih tinggi. Misalnya 40:45 penyerapan tenaga kerja ya, teknologi 40:49 kita bisa kuasai ya. Misalnya teknologi 40:51 kita selama ini nikel kita kirim 40:56 bercampur tanah ke luar negeri ke 40:57 Belanda dimurnikan di sana. 40:59 Sekarang ada hilirisasi, ada apa namanya 41:02 pemurnian. Nah, tidak perlu ke sana. Dan 41:05 antara pemurnian jadi dari barang yang 41:07 OR yang dari kasar tadi sampai menjadi 41:10 murni itu edit-nya tinggi sekali. Yang 41:13 tadinya sekilo cuma dihargai Rp10.000 ya 41:16 karena 1 kilo sudah berjuta-juta ya kan 41:18 gitu. Nah karena itu kemudian efek 41:21 dampaknya kepada ekonomi sangat besar 41:23 terutama terhadap wilayah yang 41:25 menghasilkan itu 41:26 ya. Kita melihat Sulawesi Tenggara atau 41:28 Sulawesi iya Sulawesi Tenggara ya yang 41:30 banyak nikelnya itu dalam 10 tahun yang 41:32 akan datang. Kalau dia sebagai apa 41:35 namanya? Pusat hilirisasi nikel itu aya 41:39 raya itu. 41:40 Begitu juga di Maluku Utara Halmhera 41:42 yang di sana itu ada macam-macam tambang 41:44 itu bisa akan merubah ee ekonomi lokal. 41:49 Luar biasa. 41:50 Tapi kita juga punya catatan tuh 41:52 sebenarnya praktik itu bahwasanya dia 41:54 report. 41:55 Iya itu ada asumsinya. Asumsnya dikelola 41:56 dengan benar. 41:57 [tertawa] 41:58 Kalau usul perjanjiannya harus 41:59 menguntungkan kita transparan, tidak 42:02 ditutup-tutupi. Nah, ditutup-tutupi kan 42:04 kita enggak tahu isinya apa. 42:07 Baik, Pak Ustaz, kita jedah dulu, Pak 42:09 Ustaz. Ya, di studio sudah menunjukkan 42:12 pukul 10. Iwan Ahot, kami mengundang 42:14 Anda untuk bergabung. Silakan sampaikan 42:15 pertanyaan ataupun komentarnya. Haruskah 42:17 kita mengolah sendiri sumber daya alam 42:20 kita? Tadi juga menarik ya, Ustaz 42:22 menjelaskan mengenai pandangan ekonomi 42:24 Islam mengenai perdagangan 42:25 internasional. Contoh dari kehidupan 42:28 masa Rasulullah hingga saat ini. Untuk 42:31 WhatsApp silakan kirim ke 0811999720. 42:35 Untuk dialog silakan di 0218451512. 42:39 Kami akan segera kembali. 43:07 H 43:21 [musik] 43:28 [musik] 43:34 Radio Silaturahim dan Rasil Visual untuk 43:36 Islamia 1. Iwan Alfati yang dirahmati 43:38 Allah Subhanahu wa taala. Terima kasih 43:39 masih bersama kami dalam acara ekonomi 43:42 Islam. Haruskah kita mengolah sendiri 43:45 sumber daya alam kita? Kalau jawaban 43:47 singkat harus ya, Ustaz ya? 43:49 Harus. [tertawa] 43:50 Harus. Sebelum ke beberapa pertanyaan 43:52 masuk, Pak Ustaz, 43:54 mutualisme tadi kalau kita tekankan 43:58 dalam perspektif ekonomi Islam sekarang 44:02 yang saling menguntungkan itu Pak Ustaz 44:04 ya. 44:06 Tujuannya kalau dulu mungkin orang 44:08 mengatakan suku Quraisy itu menekankan 44:11 perdagangan, lalu juga para sahabat Nabi 44:13 juga profesar berdagang. He. Tapi kan 44:16 tujuannya betul-betul tujuannya untuk 44:18 apa gitu ya, 44:19 untuk memenuhi kebutuhan. 44:20 Untuk memenuhi kebutuhan, menjalani roda 44:22 kebutuhan. Lalu untuk sejahtera juga 44:24 masyarakatnya. Nah, sekarang 44:26 itu bagaimana mutualismenya, Pak Ustaz? 44:28 Karena tadi kan ada dominasi ketika ada 44:31 persaingan dia ingin yang lebih unggul, 44:32 yang lain ingin ditekan, masyarakat jadi 44:35 hanya menjadi objek pasar saja. 44:37 Bagaimana 44:38 sebetulnya kalau [berdehem] di di dari 44:41 pihak investor ya 44:42 ee atau katakanlah kapitalis global 44:45 misalnya 44:46 nongol ke sini mau mau kerja sama dengan 44:48 kita ee tentang pertambangan. 44:51 I 44:52 itu yang di pikirannya ada dalam 44:55 kepalanya itu bagaimana modal yang dia 44:57 tanamkan di sini balik. 44:59 H 44:59 gitu. Dan sebetulnya itu aja prinsipnya. 45:02 Heeh. Tapi tentu ada ada 45:06 pemikiran-pemikiran yang ini tidak ada 45:08 di kertas ya. Bagaimana supaya tetap 45:11 dominan itu itu second for granted lah. 45:15 Cuman kita hanya tahu ketika kita lihat 45:17 perjanjiannya. 45:19 Kemudian misalnya dibuat kita sesuatu ee 45:23 sedemikian rupa sehingga ketika terjadi 45:25 dispute dia menang. Dia pasti posisinya 45:27 menang lewat arbitrase internasional 45:29 misalnya. Nah, pertamanya pernah itu 45:32 pernah kena kan di mana itu di Tasik 45:35 Malaya di Garut yang panas ee uap gitu. 45:37 Uap panas 45:38 Garut Kamjang. 45:39 Kamjang itu ya. Iya. [mendengus] 45:40 Itu walaupun 45:42 sefron Ustaz. 45:43 Iya. Itu kan mereka memang sudah ee 45:46 membuat skenario bahwa jika nanti 45:48 begini-begini dan larinya itu ke arbiter 45:51 internasional nanti harus begini. 45:53 Sudah dirancang semuanya. Nah, kita 45:54 harus siap ya. 45:56 Pokoknya setiap kita kerja sama dengan 45:57 asing mesti kita persiapkan seperti itu 45:59 ya. Harus ada jago-jago yang memang jago 46:02 jago legal, jago hukum ya. Jago hukum. 46:04 Heeh. Supaya enggak dipermainkan. 46:06 Intinya adalah bagaimana perjanjian kita 46:08 buat dengan tetap berpedoman kepada 46:11 Undang-Undang Dasar 45 pasal 33. He 46:14 itu pedoman kita. Kalau kita lupa ketika 46:17 perjanjian itu dari pasal ini, ya kita 46:19 akhirnya dibawa ke mana-mana. 46:21 Intinya adalah bagaimana kita tidak bisa 46:23 mengolah sendiri ya. Karena kita enggak 46:24 mau nguasai teknologi. Otomatis kita 46:27 akan kerja sama dengan asing. Kerja 46:29 sama. Oke. Tetapi yang harus kita garis 46:31 bawahi adalah isi kerja sama itu ad 46:33 menguntukkan kita. 46:34 Iya. 46:35 Sebesar-besarnya untuk rakyat. Nah, 46:37 sekarang andai kata sudah kita untungkan 46:39 dalam perjanjian ini dibuat bahwa asing 46:41 hanya mendapat 30% kita 70%. Oke. Nah, 46:44 70% kue ini bagaimana pembagiannya? 46:47 Ya, 46:48 untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat 46:51 itu bagaimana caranya? Iya kan? 46:54 Kalau kita lihat misalnya tidak terjadi 46:56 di Irian Jaya apa di Papua ya. 46:58 Heeh. dia punya tambang emas, dia punya 47:01 tembagapura 47:03 yang sebetulnya dengan itu saja dia 47:05 makmur sekali karena penduduknya enggak 47:06 sampai 10 juta. 47:07 Iya. Enggak sampai 47:09 iya orang itu enggak akan pakai KTK 47:10 lagi. Orang itu akan sudah peradaban 47:13 modern, fasilitas pendidikan ada di 47:15 mana-mana. 47:17 Anak-anak mereka itu sudah belajar 47:20 gratis dengan nyaman gitu ya, dengan 47:24 satu saja dari tembaga purura itu saja. 47:27 Karena itu emas luar biasa. Emas dan 47:29 tambang-tambang lain katanya kan. Saya 47:31 enggak tahu 47:32 bagaimana bisa seperti itu. Ini 47:34 menunjukkan bahwa perjanjian itu berat 47:35 sebelah. 47:36 Iya. 47:36 Walaupun saya sendiri enggak tahu isinya 47:38 perjanjian kayak apa sih, tapi dilihat 47:40 efeknya saja gitu loh. 47:41 Buktinya [tertawa] 47:42 kan bukti yang bicara. 47:44 Iya. Bukan bukan klausul perjanjian tapi 47:47 bukti di lapangan ngenes. Kalau kita 47:49 lihat seperti itu 47:50 enggak terbayang itu kalau 47:51 dan itu bukan hanya di Papua ya bisa di 47:54 mana saja gitu ya. Heeh. 47:56 Iya. 47:58 Ini seperti pertanyaan dari Pak Haji 47:59 Yudi itu barusan, Pak Ustaz. Sumber daya 48:01 alam kita berupa emas di Papua yang 48:04 dikelola oleh PT Priford, 48:06 Indonesia dapat jatah berapa 48:09 dan efeknya apa bagi negara kita? 48:11 Dulu-dulu waktu pertama itu lucu 1% 48:14 Indonesia kalau enggak salah. Yang 48:16 lainnya Freepot berarti 99%. 48:19 Iya. Jadi Freeport itu ketika sebelum 48:21 sebelum dapat kontrak dengan pemerintah 48:23 Indonesia itu sahamnya cemen. 48:27 Saya cemen enggak orang ngelirik. Begitu 48:30 dapat kontrak langsung melejut. 48:33 Ya sekarang saya enggak tahu satu share 48:35 itu berapa hanya 200-an dolar. Luar 48:37 biasa. 48:38 Iya. Puluhan tahun Ustaz. 48:39 Iya. Jadi 48:41 enggak kebayang itu kalau misalkan 48:43 saya juga enggak enggak kebayang 48:44 bagaimana kalau kita yang punya bumi kok 48:47 dapatnya 1%. Iya si 48:49 yang yang mitra kita itu sebelum itu 48:52 logikanya di mana? 48:53 Betul tadi saat itu baru satu Papua aja 48:55 belum. 48:55 Iya. Makanya saya lebih suka melihat 48:56 cara kerja cara apa namanya ee 48:59 perjanjian itu kayak Saudi. 49:00 H 49:01 Saudi itu punya minyak aja kan? 49:02 Minyak aja 49:03 dengan Amerika. Aram Arab eh Arab 49:07 Amerika Corporation. 49:09 Tapi dia dominan Saudi dominan bahkan 49:13 bisa menghentikan ekspor ke Amerika 49:15 padahal perusahannya mereka [tertawa] 49:17 lucu ya. Iya. 49:18 Tahun perang Arab Israel tahun 3 itu 49:21 gara-gara Arab kalah ini potong di Raja 49:24 Fesal mengkat tidak mau ini mengekspor 49:27 ke Amerika gelagapan Amerika 49:29 padahal perusahaan-perusahaan Amerika 49:31 itu menunjukkan bahwa dia independen. 49:33 Walaupun perusahaan dia ee kerja sama 49:35 dengan Amerika tapi dia independen bisa 49:38 mengambil segala macam kebijakan yang 49:40 menguntungkan negerinya. 49:42 Nah, itu saya spot yang seperti itu. 49:44 Nah, apa kita enggak bisa? Kalau enggak 49:45 bisa kita belajar dong ke sana. 49:47 Iya. Ya, kalau otomotif belajar ke 49:49 India, cara kerjanya bagaimana? 49:51 Bisa Maruti menjadi Suzuki jadi Maruti. 49:53 [tertawa] 49:56 Heeh. 49:56 Dan ternyata bukannya terjadi di negara 49:58 Indonesia dengan Papuanya, negara Afrika 50:00 juga banyak seperti itu, Pak. 50:01 Iya. Kalau Afrika I kalau Afrika masih 50:04 diakalin ya karena mereka konfliknya itu 50:07 luar biasa. Mereka 50:08 konflik ini bisa jadi dirawat gitu ya. 50:10 Dirawat. Iya. Dirawat memang supaya 50:12 tidak bersatu ya. 50:14 Iya. 50:15 Baik. Selanjutnya Pak Ustaz ini dari 50:18 Bunda Tia. Asalamualaikum warahmatullahi 50:19 wabarakatuh. 50:20 Waalaikumsalam warahmatullah. 50:21 Pak Ustaz untuk hasil-hasil pertanian 50:23 saat ini kenapa banyak sekali yang impor 50:26 dan kenapa tidak dimaksimalkan saja 50:28 proses pertaniannya? 50:30 Iya. 50:30 Syukur-syukur bisa seperti dulu karena 50:32 lahan kita masih banyak loh, Ustaz. 50:34 Contoh dulu ada sasembada pangan meski 50:36 tidak bisa dihindari untuk impor produk 50:38 tertentu saja. 50:40 Iya. 50:40 Jadi petani pun itu bisa lebih makmur. 50:42 Mohon nasihatnya. 50:44 Ee kalau untuk pertanian ini kalau 50:46 menurut saya ada yang salah ya. 50:48 Hm. 50:49 Ee terutama untuk bahan pokok makanan. 50:51 Dulu waktu saya kecil tahun 0-an itu 50:55 makanan kita itu hanya bukan hanya 50:57 beras. Saya makan jagung pernah 50:59 jangkung 51:00 ee singkong pernah 51:02 dan Madura itu kan dikatakan ee 51:04 pulau-pulau jagung. Artinya masyarakat 51:06 pada waktu itu makan jagung. Kemudian 51:08 daerah NTT sana juga sama 51:10 sagu Maluku dan dan Irian Papua itu 51:13 begitu 51:14 di ilmu bumi 51:15 i gitu tapi kemudian disatukan semuanya 51:18 makan beras 51:20 akibatnya apa kekurangan kita kekurangan 51:22 suplai beras tapi pernah kita suas 51:24 sembada tahun 1984 ya seeda beras zaman 51:28 Pak Harto. Ee tetapi itu enggak kontinue 51:31 ya, enggak kontinue karena jumlah 51:33 penduduk yang 51:35 apa namanya tinggi kemudian lahan untuk 51:36 pertanian di terbatas tidak ada 51:39 pencetakan sawah baru irigasi juga 51:41 kurang 51:41 rnya kita ini kita 51:43 baik Pak Ustaz mohon maaf Pak Ustaz ini 51:45 memang harus kita akhiri siaran kita 51:47 gitu ya karena ada pemadaman listrik di 51:49 DPLN nih Pak Ustaz 1015 51:52 oke 51:53 jadi kita masih bisa 51:54 menyampaikan kesimpulan Pak Ustaz 51:56 Kesimpulannya seperti itu. Jadi, 51:57 Teman-teman sekalian, kita ini pasti 52:00 akan kerja sama dengan negara atau 52:02 perusahaan asing dalam rangka untuk 52:04 mengolah sumber daya kita. 52:06 Tapi yang kita pentingkan adalah sumber 52:07 daya ini e perjanjian itu harus 52:09 bagaimana supaya perjanjian itu 52:12 menguntungkan kita. 52:13 Nah, itu peran DPR, politisi yang 52:16 nasionalis yang mementingkan kepentingan 52:18 nasional itu yang harus bergerak. Jadi 52:21 dipelototin semuanya supaya semua 52:23 klausul-klausul perjanjian ini 52:26 menguntungkan kita. baik dari sisi 52:28 transfer of technology maupun ee ke apa 52:31 namanya manfaat ee perusahaan itu bagi 52:34 kita ya bagi anak cucu kita dan 52:37 kemakmuran kita dan itu tidak bisa ee 52:41 satu pihak seluruhnya pokoknya stakeh 52:43 mulai kementerian kemudian anggota DPR 52:45 politis semua harus mengkritisi. 52:47 Tapi ya mudah-mudahan mereka tulus. 52:50 Amin. [tertawa] 52:52 Pak Ustaz terima kasih banyak atas 52:53 seluruh ilmunya. Mohon maaf, Pak Ustaz, 52:55 ini kita harus terjeda gitu ya siaran 52:57 kita. Dan demikianlah ikhwan akhwat yang 52:59 dirahmati Allah subhanahu wa taala, 53:00 siaran ekonomi Islam bersama Ustaz Iwan 53:03 Basri di kesempatan kali ini kita potong 53:05 lebih awal karena ada informasi PLN akan 53:08 mematikan listrik selama 5 menit ya 53:10 sampai 10.20 dan sekaligus kami 53:13 informasikan ee rasil siarannya akan 53:16 mati sejenak selama 5 menit kurang lebih 53:18 karena ada perbaikan. Ini kemarin hujan 53:20 besar Pak Ustaz di sini. 53:21 [tertawa] 53:21 Demikianlah akhwat kami undur diri mohon 53:24 maaf atas segala kesalahan kata. Billahi 53:25 taufik wal hidayah subhanakallahumma 53:27 wabihamdika ashadu alla ilahailla anta 53:30 astagfiruka waubu ilaik. Asalamualaikum 53:31 warahmatullahi wabarakatuh.