Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasatu
- wasalamu ala sayyidina Muhammad waa
- alihi wasbihi ajmain. RBI zidni ilma
- Allahumfani bima alamtani waimni ma
- yangfani warzuqni ilman yangfoni.
- Dipancarkan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur
- Bekasi radio silaturahim dan rasil
- visual untuk Islam yang satu. Ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa
- taala. Semoga kabar Anda di pagi menuju
- siang hari ini dalam keadaan sehat
- walafiat. Senang sekali saya anggap
- Aminuddin ditemani oleh Neza dan juga
- Anis di meja operator dapat kembali
- menyapa Anda di mana pun berada. Kami
- hadir dalam
- ekonomi Islam, ikhwan akhwat setiap hari
- Selasa. Dan di kesempatan kali ini kita
- akan membahas mengenai haruskah kita
- mengolah sendiri sumber daya alam kita
- bersama narasumber kita dari Dewan
- Syariah Nasional, Ustaz Ihwan Basri.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Setelah kita ee dua edisi ya membahas
- mengenai ee kapitalisme
- ee sekarang kita akan mengangkat satu
- topik yang mungkin nanti ada kaitannya
- juga sedikit Pak Ustaz ya. Bagaimana
- ketika sumber daya alam di satu negeri
- itu dikelola oleh asing atau negara lain
- lah. Nanti kita akan berkaca kepada
- negara Indonesia sendiri. Lalu kita akan
- bicara juga mengenai ee prinsip dasar
- nasionalisme, patriotisme, dan heroisme.
- Nah, disinggung juga di situ. Semua
- bangsa dalam sejarahnya mungkin ee
- ingin maju gitu, Pak. Ya, bagaimana
- kekayaan kekayaan alamnya ini bisa
- diolah dengan baik.
- dan Ihwat. Di kesempatan kali ini kita
- akan membahas bersama Ustaz Ikhwan Basri
- dan nanti juga kami akan mengundang Anda
- di acara ini. Silakan sampaikan
- pertanyaannya ataupun komentarnya.
- Silakan ke nomor WA berhasil di
- 0811999720.
- Untuk bergabung nanti di dialog bertanya
- langsung kepada ustaz bisa Anda telepon
- di 0218451512.
- Baik, Pak Ustaz sebagai pembuka dari
- topik kita, apa yang akan disampaikan
- kepada Iwan dan akhwat.
- Terima kasih, Mas Angangga.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wabihi
- nastainuhu ala umurid dunya waddin.
- Wasalatu wasalamu ala asrofil iya wal
- mursalin Muhammadin wa ala alihi wa
- asahihi ajmain. Amma ba'du. Para pemirsa
- Rasil TV dan para pendengar radio
- silaturahim yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Kita bersyukur
- kepada Allah Subhanahu wa taala atas
- segala curahan rahmatnya kepada kita
- sekalian sehingga pada pagi hari ini
- kita dapat melangsungkan
- ee siaran live ee tentang ekonomi Islam.
- Dan alhamdulillah
- ee siaran yang kita langsungkan pada
- hari ini masih terkait dengan dua siaran
- live sebelumnya yang membahas tentang
- bagaimana sepak terjang kapitalisme di
- dunia sekarang ini. Pasca kemenangan
- mereka atas sosialisme di akhir abad
- ke-20. Dan kali ini kita sudah diberikan
- tadi topik oleh Mas Angangga tentang
- kenapa kita ini
- tidak
- mengelola sumber daya kita sendiri,
- sumber daya alam kita sendiri. Ya.
- Nah, itu pertanyaan yang bagus ya.
- Banyak orang yang bertanya-tanya seperti
- itu. Kenapa ya ee Jepang yang memiliki
- sumber daya alam relatif kurang
- dibandingkan Indonesia juga Korea
- misalnya itu bisa menjelma menjadi
- negara maju
- menjadi
- menjadi menjelma menjadi negara industri
- olahan
- mobil petrokimia. kemudian elektronik
- dan lain-lain. Dan produk-produk mereka
- menguasai atau ya menguasai produk
- seperti itu di dunia dan ada di
- mana-mana kita dapatkan
- ya. Di Amerika kita dapatkan, di
- mana-mana kita dapatkan. Padahal dulunya
- mereka itu terutama Korea Selatan itu ee
- awalnya malah lebih dulu kita sebetulnya
- dulu kita Indonesia dibandingkan Korea
- Selatan.
- Nah, ini banyak yang di apa namanya?
- Ditanyakan kita diskusikan dengan
- kolega, dengan teman-teman kita di
- kantor bahwa ini menjadi pertanyaan yang
- belum ada jawabannya.
- Itu kenapa kita harus ee mengelola
- sumber daya alam kita ini pasti dengan
- asing ya, dengan kapitalis asing atau
- dengan negara asing gitu ya. Pada
- umumnya bukan dengan negara asing ya.
- umumnya adalah dengan ee ee apa namanya
- korporasi global, perusahaan-perusahaan
- multinasional yang operasinya sudah di
- mana-mana di seluruh dunia sehingga apa
- namanya seolah-olah kalau kita bekerja
- sama dengan mereka katakan dengan Toyota
- misalnya itu seperti seolah-olah kita
- ber bekerja sama dengan Jepang ya
- meskipun tidak luput dari eh kerja sama
- G to G atau di government to government
- karena ini adalah skalanya besar sekali
- dan itu pasti akan ee apa namanya? ee
- pasti akan mendapat perhatian dari
- pemerintah setempat di manapun mereka
- kerja sama karena membutuhkan layan
- lahan yang besar kemudian sumber daya
- yang besar kemudian tidak kalah
- pentingnya adalah sumber daya terutama
- listrik itu yang tidak mungkin disuplai
- oleh pihak swasta di mana mereka bekerja
- sama ya
- dan kebijakan-kebijakan pajak serta yang
- lain-lain ya kepemilikan tanah atau
- penguasaan tanah dan juga kebijakan yang
- terkait dengan ee ekspor dan impor.
- Karena tidak semua apa yang diproduksi
- ee Toyota itu bisa dikerjakan di sini.
- sebagian besar dulu awal-awalnya malah
- masih impor semuanya ee lama-kelamaan
- kemudian komponennya semakin banyak ya
- domestical limit ya dibuat oleh domestik
- sehingga ee sekarang ini sudah di atas
- 50% malah ada yang sampai 80% itu
- domesically
- made ya untuk industri seperti mobil dan
- motor. Nah, ini adalah suatu gambaran
- ya, gambaran bagaimana ee kita mengolah
- atau kerja sama dengan asing. Jadi kalau
- pertanyaannya itu kenapa tidak kita buat
- sendiri? Kita kan punya tambang besi,
- punya pasir besi, punya segala macam,
- punya nikel, punya timah, punya apa
- sajalah boleh dikatakan ya. Tetapi
- kenapa kita tidak eh tidak apa namanya
- tidak buat itu menjadi barang barang
- ready barang midang apa namanya yang
- sudah readymade yang sudah bisa kita
- pakai tidak perlu kita ekspor dulu
- keluar baru kemudian balik ke sini
- menjadi barang jadi. Kenapa tidak begitu
- gitu? Ini semuanya adalah bikin
- penasaran ya. Terutama saya ketika masih
- masih SMP juga mikir begitu. setiap ada
- benda yang itu manufaktur itu selalu
- made in eh Jepang atau Cina ya atau
- pokoknya lainlah gitu bukan buatan
- Indonesia bahkan peniti saja ya
- itu itu made in Korea ee misalkan ap
- lagi potong kuku ya sampai sekarang ini
- potong kuku belum pernah saya lihat
- potong kuku buatan Indonesia ya selalu
- Korea atau Cina Nah, padahal itu
- sederhana sekali. Tapi seperti itulah
- ya. Nah, ini ee membuat kita ee mungkin
- juga yang awam bertanya-tanya apa
- sebabnya kok kita ee tidak membuat
- sendiri gitu ya. Nah, di sinilah kita
- bicara yang terkait dengan apa yang
- sudah kita bicarakan pada minggu lalu
- yaitu pentingnya kita kerja sama. Nah,
- kalau umpamanya pertanya pertanyaannya
- adalah oke, apakah kita bisa membuat
- motor atau sepeda motor atau mobil?
- Kan kita sudah punya bahan bakunya, ada
- besi, ada baja di sini, semuanya
- pabriknya ada. Kenapa tidak dibuat saja
- di sini? Ya.
- Nah, itu makanya
- teknologi membuat barang itu belum
- jelas, belum kita kuasai. Karena itu
- perlu kita kita kerja sama. Seandainya
- tidak ada kerja sama sekali kita buat
- dari nol itu apa? Ah histori namanya. Ah
- historis ya tidak ada sejarahnya.
- Sejarah [tertawa]
- ya mesti begitu ya. Kecuali kita mencuri
- ya kita belum mempunyai teknologi atau
- kemampuan mencuri teknologi itu ya. Nah,
- ini termasuk bangsa yang santun ya,
- bangsa yang menghargai orang lain
- sehingga tidak ada cerita orang
- Indonesia itu mencuri teknologi. Ya,
- kalau sekarang saya belum dengar itu ya
- mungkin ada tapi saya gak tahu. Tapi
- kalau seperti Korea, seperti Cina itu
- sudah terbiasa
- sudah terkenal.
- O terkenal itu. [tertawa]
- Karena mereka juga berpikir bahwa
- teknologi tidak bisa kita ee tiru ee
- dengan formal ya. Karena kalau kita tiru
- itu yang dikasihkan ke kita itu sudah
- usang.
- Ya, saya juga waktu
- di S2 itu waktu kuliah
- ada bab tentang transfer teknologi dari
- negara negara maju ke negara ee
- berkembang ee dalam rangka kerja sama.
- Tetapi seingat saya pada waktu itu tahun
- 90-an ya itu adalah ee teknologi yang
- diberikanalah teknologi yang sudah tidak
- dipakai di situ. Jadi misalnya kita
- mempunyai pabrik bolam, bolam lampu ya
- lampu. Nah, bolam lampu itu teknologinya
- itu sudah enggak dipakai di sana. di
- Belandanya sudah enggak oleh pilip di
- mana enggak dipakai kasih di sini buat
- di sini mereka sudah teknologinya sudah
- maju menggunakan lampu apa gitu sudah
- setingkat lebih maju
- LED
- yang terakhir LED dan lain sebagainya
- tapi yang kita produksi ya tetap aja
- bolam itu yang yang volt-nya lebih
- tinggi boros panas dan lain sebagainya
- ya itu ya dan itu untuk bolam yang
- lainnya sama yang lainnya sama ya karena
- mereka enggak akan kasih gratis nah
- Karena itu maka harus ada ee apa namanya
- probosahan pemerintah mensekolahkan
- anak-anak muda kita ke negara-negara
- maju dan itu diprogram ya sekian ribu
- mahasiswa sekian ratus ribu mahasiswa
- belajar di Jepang, di Eropa, di Amerika
- dan mereka harus balik. Yang seperti itu
- yang melakukannya dengan baik itu adalah
- Malaysia tahu saya karena datanya ada
- mereka diberikan beasiswa. Betul. oleh
- Malaysia. Kalau Indonesia itu enggak
- ada, tetapi jauh lebih kecil
- dibandingkan dengan Malaysia. Makanya
- banyak yang keluar negeri tapi bias
- sendiri dan mereka sampai pulang ke
- Indonesia ya cari kerja sendiri. Beda
- dengan ee mahasiswa dari Malaysia
- disuruh pemerintah belajar nanti
- pulangnya langsung ditempatkan di
- masing-masing ee yang diperlukan gitu.
- Jadi bagus ya.
- Nah, jadi ini adalah persoalan bagaimana
- kita menguasai teknologi. Kalau kita
- enggak menguasai, selamanya kita enggak
- akan bisa. Maka kalau kita dalam hal ini
- kerja sama dalam dalam arti kata kerja
- sama dengan pihak lain itu misalnya kita
- harus membuat suatu persyaratan yang
- menguntungkan kita. Nah, misalnya ada
- benar-benar transfer teknologi itu harus
- ada dan teknologinya itu harus kekinian,
- harus betul-betul ee apa namanya cutting
- age, harus betul yang paling gini ya.
- Jangan sampai teknologinya itu usang,
- ya. ya. Kalau usang enggak di produk
- kita enggak akan bisa bersaing dengan
- yang lain. Nah, yang seperti ini memang
- sudah masuk ee kepada bidang ee atau
- domain daripada pemerintah. Bagaimana
- bikin perjanjian dengan negara atau
- dengan perusahaan asing dalam bidang
- tertentu dan itu menguntungkan kita. Ya,
- sebetulnya kalau menurut saya kita ini
- mempunyai keunggulan ya dibandingkan
- dengan ee korporasi global tadi itu
- karena kita punya tanah. Jadi, pabriknya
- juga ada di Indonesia, SDM-nya juga
- Indonesia. Jadi, ee sangat mungkin kita
- akan bisa menguasai ee teknologi itu
- dalam waktu tertentu dibikin apa namanya
- dibikin ee timeline lah gitu ya.
- Tapi yang saya tahu ya, karena saya juga
- punya teman-teman yang kerja di
- perusahaan-perusahaan seperti ini,
- elektronik itu ada pabrik-pabrik yang
- beroperasi di sini, pabrik Jepang
- misalnya ee kimikal ya, tapi kait dengan
- elektronik misalnya itu ee memang
- pekerjaannya dari Indonesia mungkin 90%
- ya. Tapi untuk yang paling sangat
- rahasia, bagaimana cairan ini atau zat
- ini dicampur dengan ini menjadi seperti
- ini. Ee terakhirnya itu itu yang
- Indonesia enggak boleh masuk ya, tetap
- menjadi rahasia ya. Ya, mungkin yang
- layer satu yang orang Indonesianya
- paling menebak-nebak gimana ceritanya k
- bisa begitu. Nah, ini makanya walaupun
- pabriknya di Indonesia, tapi hasil riset
- dan pengembangan dari Jepang yang
- diterapkan di sini itu sampai dengan
- hari ini masih dikuasai oleh ee orang
- Jepang, engineernya dari sana gitu. Ini
- contoh saya sudah mendapat cerita ini
- dari teman saya dan memang sampai
- sekarang seperti itu. Karena itu maka
- sulit ya kita tidak melakukan terobosan
- sendiri. Selamanya mungkin kita akan
- dikuasai atau didominasi oleh mereka. I
- itu adalah catatan. Tapi itu semuanya
- bisa kita apa ya, bisa kita minimalisir
- dengan tingkat kita mendapatkan
- keuntungan ketika ada kerja sama itu
- dibuat dengan cara bagaimana item-item
- perjanjian klausula-klausula di dalamnya
- itu ee untuk ee menguntungkan kita.
- Sebab mereka ya kapitalis global ini ee
- sebetulnya keinginannya hanya mendapat
- untung.
- untung dan untung itu saja di balik itu
- selagi menguntukkan mereka dia akan
- datang di sini. Ya, kalau kita kasih
- misalkan persyaratan bahwa mereka harus
- ee transfer teknologi yang paling
- mutakhir yang mereka miliki, mereka saya
- kira juga mau karena mereka yang
- mutakhir sekarang dia akan menggunakan
- dia akan bikin riset untuk yang lebih
- bagus setelah ini terus-menerus karena
- RnD itu enggak pernah berhenti.
- Mereka sudah punya kebijakan seperti
- itu, sudah punya kebiasaan. Jadi apa
- yang sekarang kita miliki walaupun
- sekarang ini kita katakan cutting age
- yang paling tinggi, yang paling canggih,
- tapi 6 bulan 3 bulan berikutnya saya
- kira itu sudah ada yang lebih baru ya.
- Dan kita juga menunggu ini kalau
- elektronik ini ada ee quantum lip nanti
- ya yang di mana kecepatannya akan tidak
- terbayangkan dengan yang sekarang.
- Padahal yang sekarang kan sudah kayak
- gitu ya.
- Begitu kencangnya. Nah, ini contoh. Jadi
- ee kesimpulan kita adalah kerja sama ini
- enggak masalah. ya. H
- kerja sama enggak masalah dengan ee
- asing apakah bentuknya itu dengan
- pemerintahan atau bentuknya itu dengan
- apa namanya B toB bisnis to bisnis dari
- korporasi ke korporasi. Tetapi kalau
- pemerintah ini mempunyai pandangan ee
- planning bahwa dalam sekian tahun 5
- tahun ke depan kita teknologi yang
- semacam ini harus kita sudah kuasai.
- tidak lagi kita akan belajar, tapi kita
- sudah mengosi betul-betul dan kita
- menjadi leading di situ.
- Itu kalau diplanningkan pasti bisa orang
- aja bisa, apalagi pemerintah ya punya
- segala macam ya. Ya, makanya planning
- itu penting ya. Ya, dan sayangnya
- planningnya sekarang ini tidak jelas ya.
- Ya, di mana-mana planning itu penting
- ya. planning untuk mencapai dan kita
- bisa menghitung bagaimana ee apa
- pencapaian sudah kita capai dalam ee
- kurun sekian apa yang kurang itu bisa
- kita lihat tidak apa istilahnya acak
- begini
- connya sini atau ada euforia ke sini dia
- ke sini ada euforia ke sini dia ke sini
- atau ya seperti itu. Jadi ee
- ee melangkahnya langkah acak ya. Ini
- kurang ya penting itu adalah planning
- planning 5 tahun atau 2 tahun. Jadi
- kalau dibuat seperti itu bisa. Saya beri
- contoh ya. Saya itu hidup di Pakistan
- selama kurang lebih 7 tahun lebih ya.
- bagaimana Pakistan itu membuat nuklir
- dan dia bisa ya
- itu saya di sana dari tahun '87 sampai
- 94
- dan di situ ada tokoh yang sangat
- terkenal Dr. Abdul Qadir Khan ya itu
- adalah di balik nuklir Pakistan.
- H
- kebetulan apa ee kampus saya itu dekat
- dengan rumah dia ya. Rumah dia itu
- di pinggirnya penuh dengan anti air
- craft ya. Senjata anti pesat tempur.
- Oh iya.
- Kemudian rudal ya moncongnya banyak
- karena orang sangat ee penting w lebih
- penting daripada presiden Pakistan.
- Oh gitu ya. Sebab kalau presiden atau
- perdana menteri Pakistan bisa
- digulingkan, bisa berganti, tetapi yang
- ini jalan terus.
- I
- jadi Pakistan itu ada dua program yang
- tidak akan berhenti walaupun presiden
- ganti
- atau perdana menteri ganti. Satu adalah
- militer, yang kedua adalah nuklir.
- Oh, nuklir. [tertawa]
- Jalan terus
- itu sama dengan India. Walaupun
- berganti-ganti e pemerintahan itu tetap
- jalan itu enggak bisa diotak-atik
- itu. Jadi ini kan diplanning semenjak
- Zul Haq itu
- dan sekarang sudah dikuasai teknologinya
- sudah bisa ambil buat bom walaupun ini
- sebetulnya namanya juga bom ya itu
- sangat apa berbahaya bagi manusia secara
- keseluruhan karena kalau diledakkan itu
- bom atom itu
- ee tidak seperti bom-bom biasa
- radiasinya bisa melebar ke mana-mana.
- lingkungan juga ee berbahaya bagi
- lingkungan dan kita sudah tahu ya
- ee tapi mungkin itu sebagai ee senjata
- dia untuk bertahan melawan India karena
- India juga begitu.
- He.
- Nah, itu contoh. Jadi apa namanya?
- Pentingnya atau pelajaran yang penting
- di sini adalah ee planning perencanaan.
- Yang kedua, bahwa kita ini selama belum
- menguasai teknologi apapun, maka tidak
- ada salahnya kita itu bekerja sama
- saling menguntungkan. Mutualisme, saling
- menguntungkan antara kita dengan mereka.
- Ya, tapi di banyak negara kasusnya
- seperti ini.
- Dengan asing itu curiga ya.
- Seperti di Pakistan saya juga mengalami
- itu ya curiga sekali dengan asing.
- Makanya Pakistan itu walaupun seperti
- itu dia itu buat apa-apa made in
- sendiri.
- Iya.
- Ada angin bahkan AC aja buatan sendiri.
- AC seperti AC split itu mereknya Sabro
- Salim Brother. [tertawa]
- Mikiran dalam negeri.
- Iya. Eh iya. Terus apa namanya? K kepas
- angin namanya Yusef. namanya Akbar,
- macam-macam nama-nama gitu aja
- dan di mana-mana begitu cuci mesin cuci
- dan lain sebagainya heater dan lain
- sebagainya buatan mereka sendiri
- walaupun ya dari sisi
- estetika ya kurang kurang ini kurang
- baguslah tapi mereka kita ajung jempol
- mau bikin sendiri kalau kita kan gak
- mesin cuci Sony, mesin suci Samsung
- enggak ada mesin suci Sarina gitu kanak
- enggak ada
- ya seperti itu. Ini berarti ini
- menunjukkan bahwa kita pun sekarang
- sudah kerja sama dengan asing dari
- segala bidang ma elektronik, mobil,
- motor ya dan lain sebagainya. Nah, cuman
- masalahnya adalah kerja sama ini apakah
- lebih menguntungkan pihak vendor, pihak
- asing, ataukah lebih menguntungkan kita.
- Nah, itu yang jadi ketakutan tadi. Kalau
- misalkan asing itu datang,
- I
- khawatir tadi dominasi.
- Ya, begitulah. Begitulah memang
- begitulah memang ya kita negosiasinya
- kurang tough kurang ini kurang seru.
- Kenapa India bisa bikin motor kerja sama
- dengan Suzuki namanya TVS?
- Oh TVS
- itu kan semuanya dengan Jepang itu.
- Iya
- tapi produknya itu menggunakan merek
- sendiri gitu
- itu ya. Kalau saya saya perhatikan jago
- itu India bikin perjanjian dengan
- Jepang. Jepang enggak masalah bikin
- Suzuki di sana namanya Maruti.
- Heeh.
- Ya, persis Suzuki kita ini yang Suzuki
- apa namanya? Jimmy itu ya,
- tapi namanya Maruti.
- Karena apa? Karena e apa namanya? Teman
- kerja samamanya di di di India itu
- namanya Maruti. Begitu juga dengan
- Toyota ya.
- Cina juga gitu. Cina ya?
- Iya, Cina juga begitu.
- Nah, kalau kita mau seperti itu kan kita
- akhirnya punya merek nih.
- Tapi katanya ada kan kemarin tuh Ustaz
- dulu ada namanya Kijang. Sekarang
- Kijangnya enggak ada. Yang ada Toyota.
- Iya kan? Yang kalau kotak itu masih
- Toyota Kijang. Tapi kalau
- kemarin juga ada apa itu SMK SMK
- itu namanya enak didengar tapi kemudian
- hilang begitu saja. I.
- Nah, tadi itu selain dominasi, Pak
- Ustaz, kan memang yang dilihat tuh
- akhirnya di kancah internasional tuh
- yang kuat ya itu perusahaannya bukan
- negara.
- Oh, maaf ini kalau untuk kasus
- Indonesia. Iya.
- Oh,
- jadi enggak semua negara
- enggak seperti tadi ee seperti India ya.
- Di Pakistan saja itu Suzuki bekerja
- dengan
- bekerja dengan mehran. Mehran motor. Itu
- namanya Mehran Motor.
- Iya.
- Ya, di Mitsubishi kerja MMC tapi bukan
- bukan Mitsubishi Motor Company bukan
- MMSC itu apa gitu dari bahasa dari
- Pakistan ya saya lupa sudah lama
- ya jadi mereka berani walaupun
- sebetulnya kerja sama itu jauh berbeda
- dengan kita kita ini kan pabriknya sudah
- di sini
- iya
- e dibuat di sini kopernya sebagian sini
- tapi tetap aja mereknya Toyota tetap aja
- mereknya
- seolah-olah dominan dia gitu negara kita
- sebaliknya gitu.
- Makanya saya pikir negosiasi kita ini
- h
- kurang.
- Apakah ketakutan hanya karena itu Pak
- Ustaz?
- Wallahualam. Ya, nanti kalau saya bilang
- takut nanti saya dianggap [tertawa]
- gimana.
- Iya. Iya. I
- tapi yang jelas hasilnya kan kita bisa
- lihat untuk membuat supaya yang LC gizi
- itu
- iya.
- Supaya di depannya itu Garuda enggak
- mau. Mereka tetap
- di belakangnya saja dikasih nama. Garuda
- atau Agia atau apa yang di depan enggak
- di Malaysia kan gak. Coba kalau kita ke
- Kuala Lumpur Kia gak ada Kia itu namanya
- apa di Malaysia itu saya juga bingung
- awalnya dulu ternyata itu Bu itu KIA
- tapi di Malaysia dijadi begini mereknya
- merek Melayu
- merek itu penting juga.
- Iya
- itu berarti negosiasi Malaysia hebat
- walaupun gak seperti kita. Nah, kita
- saya bilang gimana ya? Kita ini
- produsennya 1 juta mobil lebih ya jauh
- lebih tinggi daripada Malaysia. Lah kok
- bikin merek aja kita enggak kuat melawan
- mereka gitu ya.
- Ya itu salah satu
- kenapa Pak Ustaz itu tidak kita olah
- sendiri aja supaya semua keuntungan itu
- diperoleh
- itu apa namanya ee kita kembali kepada
- teori ya. teori ee internasional
- ya.
- H
- jadi dalam di pembukaan buku tentang
- teori international trade atau
- perdagangan internasional itu
- selalu dikatakan bahwa tidak ada satuun
- negara di dunia ini yang bisa
- memproduksi apa saja [berdehem]
- secara efisien
- ya.
- ya, Jepang itu bisa apa namanya?
- Produksi apa saja, semua bisa dibuat.
- Iya.
- Tapi tidak semuanya efisien ya. Ada
- bangsa yang lebih efisien ee membuat
- ini.
- Heeh.
- Nah, itu. Nah, karena itu maka walaupun
- negara itu bisa membuat apa saja,
- Amerika boleh dikatakan bisa membuat apa
- saja,
- pertanian apa yang kurang. Dia gandum
- produsen nomor satu di dunia. Beras juga
- sangat besar. kedele nomor satu di
- dunia. Apa itu dari pertanian
- kacang-kacangan? Wah, Amerika nomor satu
- ya. Kemudian mobil Amerika pelopornya ya
- saat terbang dan lain sebagainya.
- Amerika boleh dikatakan ee
- bisa membuat harusnya bisa membuat apa
- saja dengan sumber daya alam yang hebat
- di sana ya. Tapi sebaliknya Jepang
- sumber daya alamnya tidak terlalu
- mendukung tapi dia juga bisa membuat apa
- saja. Tapi kenapa Jepang impor dari
- mana-mana ya? Karena ada beberapa yang
- Jepang itu tidak efisien membuatnya.
- Begitu juga begitu. Jadi tidak ada satu
- negara ini, betapaapun hebatnya negara
- itu, itu mampu memproduksi semua barang
- ee untuk memenuhi kebutuhannya dengan
- efisien.
- Ya, di sinilah basis daripada
- trade itu basis daripada perdagangan
- internasional atau internasional trade.
- Makanya semenjak dari zaman Adam Smith
- itu sudah ada teori perdagangan. Ada
- namanya kalau Adam Smith itu namanya
- absolute eh absolute advantage ya. Jadi
- absolute advantage itu artinya suatu
- negara bagus membuat produk A. Yang B
- kurang bagus membuat produk A tapi eh X
- tapi dia bisa produk Y yang lebih lebih
- efisien. Nah, si B ini akan membuat
- produk Y untuk diekspor ke A. Sebaliknya
- yang A ini membuat produk X untuk
- diekspor ke B gitu ya. Kemudian ada
- teori blok berikutnya dari Ricardo ya.
- tidak lama. Kemudian setelah apa itu?
- Setelah dalam sem itu ada David Ricardo
- membuat teori yang kurang yang agak apa
- agak persyaratannya untuk enggak kaku.
- Kalau absolut itu enggak kaku
- ya yang menggunakan teori namanya
- comparative advantage.
- Jadi misalkan kalau kita membuat motor
- itu perlu
- ee SDM tu Jepang cuman dua. Nah itu
- dikatakan Jepang itu lebih efisien
- membuat motor daripada Indonesia.
- Walaupun selama bisa, tetapi Indonesia
- perlu tujuh orang, dia cuma perlu dua
- orang sehingga costnya lebih rendah.
- Nah, itu maka Jepang efisien lah. Lebih
- baik dia Jepang menspesialisasikan
- dirinya di bidang pembuatan motor untuk
- diekspor ke Indonesia s Indonesia buat
- yang lain yang lebih efisien daripada
- Jepang untuk di kirim ke Jepang.
- Begitulah.
- Ada yang belakangan waktu saya kuliah
- itu saya pelajari eh absolute advantage
- lalu kemudian comparative advantage.
- Nah, yang ketiga itulah endomen. Faktor
- endomen itu dari Hexir Olin model ya.
- Itu itu ee yang lebih maju ya. Jadi ee
- apa negara itu, sumber dayanya bagaimana
- itulah yang akan membuat dia
- spesialisasi. Kalau sumber daya itu laut
- maka dia spesialisation di laut ya.
- Kalau sumber daya itu di hutan lebih
- banyak hutannya. Dia menjadikan hutan
- sebagai ee lahan untuk efisien dan dia
- ekspor hasil hutan itu ke luar negeri
- dan dia impor barang yang lain gitu. Ada
- juga setelah saya kuliah itu ada namanya
- eh apa ya? Eh comparative eh comparative
- advantage ya.
- Iya, yang ee bukan itu David Ricardo
- yang baru-baru ini itu sudah saya sudah
- keluar itu. Jadi, saya enggak begitu
- begitu memahami
- kalau enggak salah namanya competitive
- advantage ya. Nah, itu itu tahun di atas
- 94 ya. Saya kan selesai tahun 94. Jadi,
- belum ada di buku saya itu yaitu namanya
- competitive advented. Tapi ketika saya
- pulang ini sudah muncul isu. Kemudian
- namanya produk eh life cycle theory yang
- sekarang-sekarang ini. Kemudian theory
- of identical preference dan seterusnya.
- Pokoknya teori ini untuk menjelaskan
- bagaimana perdagangan ee perdagangan
- internasional itu ada dan menguntungkan.
- Ya,
- intinya adalah jika perdagangan
- internasional itu ee terjadi, maka
- seluruh yang bermitra yang ikut dagang
- ini akan better off ya. Nah, misalnya
- gini, kita ee enggak bisa bikin mobil,
- akhirnya bisa beli mobil ya. Kita enggak
- bisa apa namanya menumbuhkan Apple
- Amerika itu apel merah, akhirnya kita
- bisa makan apel merah kan gitu. Karena
- kita tidak punya keahlian di situ. Tanah
- kita enggak cocok ya. Kita bisa beli
- dengan harga murah. Begitu juga Amerika
- bisa menikmati teh Indonesia, bisa men
- kopi luak dan lain sebagainya.
- Produk-produk dari Indonesia. Kenapa?
- Karena ada perdagangan internasional.
- Ya. Jadi kalau Amerika walaupun ya
- Amerika itu bisa bikin mobil sendiri
- tapi preferensi orang Amerika terhadap
- mobil misalnya lebih suka ke Jepang,
- suka ke Jerman, akhirnya Jerman bikin
- pabrik di sana. Mercedes, ada BMW,
- begitu juga Toyota ada pabernya di
- Amerika. Karena preferensi orang Amerika
- itu tidak mutlak senang dengan mobil
- Amerika gitu ya. Sekarang akhir-akhir
- ini setelah harga banyak naik tahun 0-an
- itu mobil Jepang masuk ke Amerika karena
- lebih efisien ya.
- Itu Jepang bisa begitu kok
- bisa [tertawa]
- itu beda ya beda kelas. Jepang itu
- pura-pura habis perang dunia kedua
- karena negaranya dibom oleh Amerika dan
- juga infrastrukturnya habis. Sama dengan
- Jerman juga itu negara-negara yang
- negaranya itu adalah medan perang. Tapi
- ee recovery setelah Perang Dunia Kedua
- gak sampai 5 tahun. Tah tahun 9 dari
- Perang Dunia tahun 45 1945
- Jerman Barat itu menjadi seperti Jerman
- semula itu cuman 4 tahun 49 itu sudah
- sama
- luar biasa. Jepang juga sama tahun 50-an
- sudah mengekspor barang-barang Amerika
- lagi.
- H
- gitu loh.
- Dan sekarang itu dilakukan oleh Cina di
- negara Amerika.
- Iya.
- Itu pakai teori apa, Ustaz? Kalau tadi
- dari macam-macam teori sampaikan Pak
- Ustaz tuh yang dilakukan Cina
- teorinya sama ya teorinya sama tapi
- keunggulan Cina adalah pertama kemudahan
- untuk investasi itu keunggulan yang
- sampai sekarang tidak ada negara yang
- ee bisa mengungguli mungkin Vietnam ini
- kalau bayangan saya ke Vietnam.
- Yang kedua adalah ee apa namanya? ramah
- ramah investor itu maksudnya segala
- bidang keinginan investor itu apa?
- Infrastruktur dibangun luar biasa. He.
- Jadi, sehingga apa namanya gampang
- transportasi, gampang dan lain
- sebagainya. Kemudian yang ketiga adalah
- buruh murah.
- Hm.
- Saking murahnya sehingga orang curiga
- bahwa itu adalah tahanan yang disuruh
- bekerja
- dan tahanan enggak boleh mendapat
- bayaran gitu. Akhirnya barangnya
- ee menjadi murah gitu, macam-macam.
- Tapi intinya kan apapun yang terjadi di
- Cina itu semua bisa dijelaskan dengan
- teori yang ada tadi itu. Iya. Karena itu
- menjadikan apa? menjadikan ee Cina
- menjadi supplier apa saja. Kalau dia
- bisa membuat sesuatu lebih efisien,
- lebih murah
- dibuat
- ee maka dia bisa menyebar barnya ke
- seluruh dunia.
- Nah, akibatnya apa? Akibatnya ya negara
- yang dominan menjadi terancam ya karena
- menjadi ee terdesak oleh produk Cina.
- Tapi itu keniscayaan. Jadi Cina seperti
- itu kan enggak akan bisa dihambat.
- H
- enggak bisa dihambat terus akan maju ya
- pasbih BHA dibuat ya.
- Ya, itu semua barang-barang aksesoris
- haji itu kan. Nah, itu
- itu sebetulnya buatan Cina itu ya.
- Dan murah-murah sekali [tertawa] murah
- banget.
- Jadi sorban sama pecinya juga yang kita
- pakai juga, Ustaz ya.
- Iya. [tertawa]
- Jadi selama dia bisa atau menjual dengan
- harga lebih murah daripada yang lain,
- nah
- di situ ada konsumennya pasti di manapun
- ya teorinya kan seperti itu.
- Nah, Pak Ustaz mohon penjelasan juga
- bagaimana sebenarnya ekonomi Islam itu
- memandang tadi ya perdagangan
- internasional
- dikupas lagi ini Pak Ustaz
- ya. Nah, [berdehem]
- ini kan perdagangan internasional tidak
- bisa dihambat karena tidak ada sebuah
- negara yang bisa membuat apapun yang
- dibutuhkannya sendiri.
- Dia harus kerja sama atau impor dari
- negara yang lain.
- Nah, kalau begitu ada enggak sih
- basisnya? Basisnya dalam Islam ada
- perdagangan dalam Islam,
- perdagangan internasional.
- Saya itu baru dapat buku, tapi bukunya
- belum ada ya, cover-nya saja.
- Ada buku yang menarik bagi saya itu
- judulnya adalah
- ee
- apa?
- Islamic capitalism and the eh oke oke
- sebentar ini saya agak lupa nih ee saya
- harus lihat
- buku ini, Ustaz. Buku asing ya?
- Buku asing. Iya.
- Kalau bahasa
- Early Islam and the Bird of Capitalism.
- Iya, ini buku saya belum baca, tapi
- resumenya ee review-nya sudah saya baca
- dan
- ee
- teman-teman saya tanya yang lain-lain
- teman saya yang biasanya punya buku
- duluan tuh ternyata enggak punya juga
- karya siapa ini, Ustaz?
- Ini orang Jerman namanya Kohler Amerika
- kalau engak salah.
- Buku tentang apa?
- Buku tentang jadi dari judulnya saja itu
- Early Islam and the Bth of Capitalism.
- Ini menceritakan bahwa kapitalisme itu
- lahir di Islam.
- Kalau selama ini kan lahirnya
- kapitalisme di Itali ya,
- abad pertengahan. Nah, buku ini ee
- apa ya? Menantang
- menantang itu bahwa secara historis
- sebetulnya kapitalisme itu lahir di
- Islam.
- Dan cerita di dalam bab-babnya cerita
- tentang bahwa Nabi Muhammad sendiri
- adalah pedagang.
- Iya.
- Iya kan? Pedagang di mata dia identik
- dengan kapitalis.
- H. [tertawa]
- Kemudian kota suci Mekah di mana
- adalah pusat perdagangan.
- Pusat perdagangan
- dan dia tidak menghasilkan apa-apa.
- Tidak ada yang tumbuh di situ. Tapi kota
- itu hidup beriban tahun
- karena perdagangan internasional.
- Nah, itu di mata dia itu sebagai
- kapitalis ya.
- Jadi Nabi Muhammad itu nabi kapitalis
- H
- dalam versi dia ee banyak yang merreview
- itu dari mahasiswa atau dari ee anak
- teman saya bukan teman tapi sarjana dari
- Malaysia itu menyatakan bahwa ini
- melihatnya itu dari sisi sangat zahirnya
- sangat lahiriah sekali
- lahiriah sekali.
- Iya. Jadi
- makanya menantang.
- Heeh. Menantang. Jadi menantang bagi
- kita dan juga bagi orang Barat sendiri
- yang selama ini yakin bahwa kapitalism
- didik dengan Barat itu ya. Tapi kenapa
- ini sarjana mengatakan bahwa justru
- Islam yang meliarkan kapitalisme?
- [tertawa]
- Nah, ini menariknya. Saya lagi
- mencari-cari mudah-mudahan tidak lama
- lagi dapat buku ini. Teman-teman juga
- penasaran ini.
- Iya. Iya.
- Iya.
- Jadi para pemirsa dan pendengar ini ee
- ada suatu cabaran kalau masih itu
- tantangan ya. He
- tantangan ini bagi sarjana muslim juga
- juga bagi sarjana Barat yang yang selama
- ini kita
- ee tahu bahwa kapitalisme itu lahirnya
- di Barat ee terutama di Itali ee pada
- waktu itu abad pertengahan lalu kemudian
- ini pendapat menyebar di dalam teksbook
- ya kan. He.
- Lalu kemudian ini diterbitkan tahun
- 2014. Jadi masih baru nih, relatif baru
- baru 6 tahun.
- Dan itu menyatakan pendapat yang sangat
- berbeda ya. Bahwa Nabi Islam yaitu Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- dikatakan sebagai penggagas kapitalis.
- Bahkan khulafur rasyidin Abu Bakar
- radhiallahu anhu, Umar bin Khattab
- radhiallahu itu semuanya penerus-penus
- kapitalis. Karena mereka melihat
- Abdullah bin Auf [tertawa]
- Abdullah bin
- bisa kapitalis sekali kayaknya. Itu dia.
- Jadi hanya melihat bahwa perdagangan
- saja itu sebagai kapital padahal itu
- sangat jauh.
- Sangat jauh. Padahal
- iya tidak ada perdagangan selama ini
- yang selalu identik dengan kapitalis.
- Karena perdagangan dari dulu sudah ada.
- Kalau kita lihat misalnya Nabi Yusuf ee
- beli gandum ke Mesir itu kan perdagangan
- internasional itu ribuan tahun sebelum
- Nabi Muhammad. I kan
- gitu. Jadi janganlah apa ya men-judgemen
- suatu hal yang sangat ee trivial seperti
- itu. Kemudian
- iya diambil sama. Karena Islam itu
- menggalakkan perdagangan maka kemudian
- Islam itu dikatakan pendiri kapitalis.
- Padahal sebelumnya itu sudah ada ya.
- Oke. Ee
- jadi kalau kita lihat dalam surat ee apa
- ya? Surah e Quraisy. Surah Quraisy.
- Auzubillah minasyaitanirrajim. Liilafi
- Quraisyin
- ilfihim. rihlatasita
- wasif ya oleh karena kebiasaan Quraisy.
- Apa kebiasaan kaum Quraisy?
- Ilafihim ya
- rihlatita yaitu perjalanan perdagangan
- kafilah dagang ee asyita wasif yaitu
- musim dingin dan musim panas.
- Nah, musim panas ini mereka ke Syam ke
- Palestina ya. Ya. Kemudian musim dingin
- ke Yaman. H
- eh sori. Musim dingin dia ke ke Yaman,
- musim panas dia ke Syam gitu. Jadi dua
- kali dalam setahun itu. Nah, dari Yaman
- dapat apa? Dari Palestina dapat apa?
- Kalau dari Yaman
- kemungkinan besar itu adalah
- produk-produk yang dari India atau dari
- zina di kapal. Dari kapal situ ya
- pelabuan itu.
- Iya.
- Yaman, pelabuhan, Aden atau apa itu
- sudah lama dari dulu ya. He.
- Lalu kemudian yang di Roma atau yang di
- Palestina ee Syam itu daerah Suriah,
- Jordan, Palestina sekarang
- itu.
- Heeh. Itu itu dari Turki, dari mana?
- Dari ee rumah ya, Yunani dan
- negara-negara Eropa. Jadi diambil
- diperdangkan di sana.
- Tanpa itu ekonomi ekonomi Mekah enggak
- bisa.
- Iya.
- Ya. Dan ini diabadikan dalam Al-Qur'an
- menunjukkan betapa penting e perdagangan
- internasional pada masa masa awal Islam.
- atau sebelum Islam sekalipun ya. Nah,
- dalam riwayat itu dikatakan bahwa kalau
- ada rombongan kafila dagang itu
- diperkirakan 2.000 unta kurang lebih.
- Oh, berjajar 2000 unta gimana itu? Luar
- biasa. Jadi besar sekali ya.
- Barang apapun,
- barang apapun semua kebutuhan termasuk
- logam segala macam. Ya,
- itu sebabnya maka ada industri senjata
- di Makkah, ada orang bisa buat pedang.
- Nah, dari mana mau lokamnya? Ya, dari
- situ ya semuanya kebutuhan manusia lah.
- Bukan hanya kebutuhan harian, tapi
- kebutuhan senjata dan lain sebagainya.
- Itu
- bahkan sampai ke teknologi pertanian
- juga ya.
- Iya. Ya, makanya kemudian di dalam hadis
- kan ada banyak nama nama tumbuh-tumbuhan
- ya yang sebetulnya tidak tumbuh di situ.
- Karena Nabi Muhammad tahu karena dari
- ekspor impor itu tadi dari impor luar
- negeri
- ya.
- Subhanallah ya. Jadi ee tidak masalah
- kita ini berdagang dengan negara lain
- karena kita tidak bisa memenuhi
- kebutuhan kita sendiri. Kebutuhan kita
- sendiri bisa terpenuhi lantaran kita
- berdagang dengan negara lain.
- He.
- Tapi kalau pada masa sekarang bukan
- masalahnya perdagangan, tapi bagaimana
- merebut investasi
- supaya kita ini bisa menikmati lebih
- bagus. Kalau perdagangan itu ya bagus,
- itu pasti okelah. Tapi yang lebih
- penting lagi bagaimana kita merebut
- investasi. Karena investasi ini efeknya
- itu jauh lebih tinggi. Misalnya
- penyerapan tenaga kerja ya, teknologi
- kita bisa kuasai ya. Misalnya teknologi
- kita selama ini nikel kita kirim
- bercampur tanah ke luar negeri ke
- Belanda dimurnikan di sana.
- Sekarang ada hilirisasi, ada apa namanya
- pemurnian. Nah, tidak perlu ke sana. Dan
- antara pemurnian jadi dari barang yang
- OR yang dari kasar tadi sampai menjadi
- murni itu edit-nya tinggi sekali. Yang
- tadinya sekilo cuma dihargai Rp10.000 ya
- karena 1 kilo sudah berjuta-juta ya kan
- gitu. Nah karena itu kemudian efek
- dampaknya kepada ekonomi sangat besar
- terutama terhadap wilayah yang
- menghasilkan itu
- ya. Kita melihat Sulawesi Tenggara atau
- Sulawesi iya Sulawesi Tenggara ya yang
- banyak nikelnya itu dalam 10 tahun yang
- akan datang. Kalau dia sebagai apa
- namanya? Pusat hilirisasi nikel itu aya
- raya itu.
- Begitu juga di Maluku Utara Halmhera
- yang di sana itu ada macam-macam tambang
- itu bisa akan merubah ee ekonomi lokal.
- Luar biasa.
- Tapi kita juga punya catatan tuh
- sebenarnya praktik itu bahwasanya dia
- report.
- Iya itu ada asumsinya. Asumsnya dikelola
- dengan benar.
- [tertawa]
- Kalau usul perjanjiannya harus
- menguntungkan kita transparan, tidak
- ditutup-tutupi. Nah, ditutup-tutupi kan
- kita enggak tahu isinya apa.
- Baik, Pak Ustaz, kita jedah dulu, Pak
- Ustaz. Ya, di studio sudah menunjukkan
- pukul 10. Iwan Ahot, kami mengundang
- Anda untuk bergabung. Silakan sampaikan
- pertanyaan ataupun komentarnya. Haruskah
- kita mengolah sendiri sumber daya alam
- kita? Tadi juga menarik ya, Ustaz
- menjelaskan mengenai pandangan ekonomi
- Islam mengenai perdagangan
- internasional. Contoh dari kehidupan
- masa Rasulullah hingga saat ini. Untuk
- WhatsApp silakan kirim ke 0811999720.
- Untuk dialog silakan di 0218451512.
- Kami akan segera kembali.
- H
- [musik]
- [musik]
- Radio Silaturahim dan Rasil Visual untuk
- Islamia 1. Iwan Alfati yang dirahmati
- Allah Subhanahu wa taala. Terima kasih
- masih bersama kami dalam acara ekonomi
- Islam. Haruskah kita mengolah sendiri
- sumber daya alam kita? Kalau jawaban
- singkat harus ya, Ustaz ya?
- Harus. [tertawa]
- Harus. Sebelum ke beberapa pertanyaan
- masuk, Pak Ustaz,
- mutualisme tadi kalau kita tekankan
- dalam perspektif ekonomi Islam sekarang
- yang saling menguntungkan itu Pak Ustaz
- ya.
- Tujuannya kalau dulu mungkin orang
- mengatakan suku Quraisy itu menekankan
- perdagangan, lalu juga para sahabat Nabi
- juga profesar berdagang. He. Tapi kan
- tujuannya betul-betul tujuannya untuk
- apa gitu ya,
- untuk memenuhi kebutuhan.
- Untuk memenuhi kebutuhan, menjalani roda
- kebutuhan. Lalu untuk sejahtera juga
- masyarakatnya. Nah, sekarang
- itu bagaimana mutualismenya, Pak Ustaz?
- Karena tadi kan ada dominasi ketika ada
- persaingan dia ingin yang lebih unggul,
- yang lain ingin ditekan, masyarakat jadi
- hanya menjadi objek pasar saja.
- Bagaimana
- sebetulnya kalau [berdehem] di di dari
- pihak investor ya
- ee atau katakanlah kapitalis global
- misalnya
- nongol ke sini mau mau kerja sama dengan
- kita ee tentang pertambangan.
- I
- itu yang di pikirannya ada dalam
- kepalanya itu bagaimana modal yang dia
- tanamkan di sini balik.
- H
- gitu. Dan sebetulnya itu aja prinsipnya.
- Heeh. Tapi tentu ada ada
- pemikiran-pemikiran yang ini tidak ada
- di kertas ya. Bagaimana supaya tetap
- dominan itu itu second for granted lah.
- Cuman kita hanya tahu ketika kita lihat
- perjanjiannya.
- Kemudian misalnya dibuat kita sesuatu ee
- sedemikian rupa sehingga ketika terjadi
- dispute dia menang. Dia pasti posisinya
- menang lewat arbitrase internasional
- misalnya. Nah, pertamanya pernah itu
- pernah kena kan di mana itu di Tasik
- Malaya di Garut yang panas ee uap gitu.
- Uap panas
- Garut Kamjang.
- Kamjang itu ya. Iya. [mendengus]
- Itu walaupun
- sefron Ustaz.
- Iya. Itu kan mereka memang sudah ee
- membuat skenario bahwa jika nanti
- begini-begini dan larinya itu ke arbiter
- internasional nanti harus begini.
- Sudah dirancang semuanya. Nah, kita
- harus siap ya.
- Pokoknya setiap kita kerja sama dengan
- asing mesti kita persiapkan seperti itu
- ya. Harus ada jago-jago yang memang jago
- jago legal, jago hukum ya. Jago hukum.
- Heeh. Supaya enggak dipermainkan.
- Intinya adalah bagaimana perjanjian kita
- buat dengan tetap berpedoman kepada
- Undang-Undang Dasar 45 pasal 33. He
- itu pedoman kita. Kalau kita lupa ketika
- perjanjian itu dari pasal ini, ya kita
- akhirnya dibawa ke mana-mana.
- Intinya adalah bagaimana kita tidak bisa
- mengolah sendiri ya. Karena kita enggak
- mau nguasai teknologi. Otomatis kita
- akan kerja sama dengan asing. Kerja
- sama. Oke. Tetapi yang harus kita garis
- bawahi adalah isi kerja sama itu ad
- menguntukkan kita.
- Iya.
- Sebesar-besarnya untuk rakyat. Nah,
- sekarang andai kata sudah kita untungkan
- dalam perjanjian ini dibuat bahwa asing
- hanya mendapat 30% kita 70%. Oke. Nah,
- 70% kue ini bagaimana pembagiannya?
- Ya,
- untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat
- itu bagaimana caranya? Iya kan?
- Kalau kita lihat misalnya tidak terjadi
- di Irian Jaya apa di Papua ya.
- Heeh. dia punya tambang emas, dia punya
- tembagapura
- yang sebetulnya dengan itu saja dia
- makmur sekali karena penduduknya enggak
- sampai 10 juta.
- Iya. Enggak sampai
- iya orang itu enggak akan pakai KTK
- lagi. Orang itu akan sudah peradaban
- modern, fasilitas pendidikan ada di
- mana-mana.
- Anak-anak mereka itu sudah belajar
- gratis dengan nyaman gitu ya, dengan
- satu saja dari tembaga purura itu saja.
- Karena itu emas luar biasa. Emas dan
- tambang-tambang lain katanya kan. Saya
- enggak tahu
- bagaimana bisa seperti itu. Ini
- menunjukkan bahwa perjanjian itu berat
- sebelah.
- Iya.
- Walaupun saya sendiri enggak tahu isinya
- perjanjian kayak apa sih, tapi dilihat
- efeknya saja gitu loh.
- Buktinya [tertawa]
- kan bukti yang bicara.
- Iya. Bukan bukan klausul perjanjian tapi
- bukti di lapangan ngenes. Kalau kita
- lihat seperti itu
- enggak terbayang itu kalau
- dan itu bukan hanya di Papua ya bisa di
- mana saja gitu ya. Heeh.
- Iya.
- Ini seperti pertanyaan dari Pak Haji
- Yudi itu barusan, Pak Ustaz. Sumber daya
- alam kita berupa emas di Papua yang
- dikelola oleh PT Priford,
- Indonesia dapat jatah berapa
- dan efeknya apa bagi negara kita?
- Dulu-dulu waktu pertama itu lucu 1%
- Indonesia kalau enggak salah. Yang
- lainnya Freepot berarti 99%.
- Iya. Jadi Freeport itu ketika sebelum
- sebelum dapat kontrak dengan pemerintah
- Indonesia itu sahamnya cemen.
- Saya cemen enggak orang ngelirik. Begitu
- dapat kontrak langsung melejut.
- Ya sekarang saya enggak tahu satu share
- itu berapa hanya 200-an dolar. Luar
- biasa.
- Iya. Puluhan tahun Ustaz.
- Iya. Jadi
- enggak kebayang itu kalau misalkan
- saya juga enggak enggak kebayang
- bagaimana kalau kita yang punya bumi kok
- dapatnya 1%. Iya si
- yang yang mitra kita itu sebelum itu
- logikanya di mana?
- Betul tadi saat itu baru satu Papua aja
- belum.
- Iya. Makanya saya lebih suka melihat
- cara kerja cara apa namanya ee
- perjanjian itu kayak Saudi.
- H
- Saudi itu punya minyak aja kan?
- Minyak aja
- dengan Amerika. Aram Arab eh Arab
- Amerika Corporation.
- Tapi dia dominan Saudi dominan bahkan
- bisa menghentikan ekspor ke Amerika
- padahal perusahannya mereka [tertawa]
- lucu ya. Iya.
- Tahun perang Arab Israel tahun 3 itu
- gara-gara Arab kalah ini potong di Raja
- Fesal mengkat tidak mau ini mengekspor
- ke Amerika gelagapan Amerika
- padahal perusahaan-perusahaan Amerika
- itu menunjukkan bahwa dia independen.
- Walaupun perusahaan dia ee kerja sama
- dengan Amerika tapi dia independen bisa
- mengambil segala macam kebijakan yang
- menguntungkan negerinya.
- Nah, itu saya spot yang seperti itu.
- Nah, apa kita enggak bisa? Kalau enggak
- bisa kita belajar dong ke sana.
- Iya. Ya, kalau otomotif belajar ke
- India, cara kerjanya bagaimana?
- Bisa Maruti menjadi Suzuki jadi Maruti.
- [tertawa]
- Heeh.
- Dan ternyata bukannya terjadi di negara
- Indonesia dengan Papuanya, negara Afrika
- juga banyak seperti itu, Pak.
- Iya. Kalau Afrika I kalau Afrika masih
- diakalin ya karena mereka konfliknya itu
- luar biasa. Mereka
- konflik ini bisa jadi dirawat gitu ya.
- Dirawat. Iya. Dirawat memang supaya
- tidak bersatu ya.
- Iya.
- Baik. Selanjutnya Pak Ustaz ini dari
- Bunda Tia. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Pak Ustaz untuk hasil-hasil pertanian
- saat ini kenapa banyak sekali yang impor
- dan kenapa tidak dimaksimalkan saja
- proses pertaniannya?
- Iya.
- Syukur-syukur bisa seperti dulu karena
- lahan kita masih banyak loh, Ustaz.
- Contoh dulu ada sasembada pangan meski
- tidak bisa dihindari untuk impor produk
- tertentu saja.
- Iya.
- Jadi petani pun itu bisa lebih makmur.
- Mohon nasihatnya.
- Ee kalau untuk pertanian ini kalau
- menurut saya ada yang salah ya.
- Hm.
- Ee terutama untuk bahan pokok makanan.
- Dulu waktu saya kecil tahun 0-an itu
- makanan kita itu hanya bukan hanya
- beras. Saya makan jagung pernah
- jangkung
- ee singkong pernah
- dan Madura itu kan dikatakan ee
- pulau-pulau jagung. Artinya masyarakat
- pada waktu itu makan jagung. Kemudian
- daerah NTT sana juga sama
- sagu Maluku dan dan Irian Papua itu
- begitu
- di ilmu bumi
- i gitu tapi kemudian disatukan semuanya
- makan beras
- akibatnya apa kekurangan kita kekurangan
- suplai beras tapi pernah kita suas
- sembada tahun 1984 ya seeda beras zaman
- Pak Harto. Ee tetapi itu enggak kontinue
- ya, enggak kontinue karena jumlah
- penduduk yang
- apa namanya tinggi kemudian lahan untuk
- pertanian di terbatas tidak ada
- pencetakan sawah baru irigasi juga
- kurang
- rnya kita ini kita
- baik Pak Ustaz mohon maaf Pak Ustaz ini
- memang harus kita akhiri siaran kita
- gitu ya karena ada pemadaman listrik di
- DPLN nih Pak Ustaz 1015
- oke
- jadi kita masih bisa
- menyampaikan kesimpulan Pak Ustaz
- Kesimpulannya seperti itu. Jadi,
- Teman-teman sekalian, kita ini pasti
- akan kerja sama dengan negara atau
- perusahaan asing dalam rangka untuk
- mengolah sumber daya kita.
- Tapi yang kita pentingkan adalah sumber
- daya ini e perjanjian itu harus
- bagaimana supaya perjanjian itu
- menguntungkan kita.
- Nah, itu peran DPR, politisi yang
- nasionalis yang mementingkan kepentingan
- nasional itu yang harus bergerak. Jadi
- dipelototin semuanya supaya semua
- klausul-klausul perjanjian ini
- menguntungkan kita. baik dari sisi
- transfer of technology maupun ee ke apa
- namanya manfaat ee perusahaan itu bagi
- kita ya bagi anak cucu kita dan
- kemakmuran kita dan itu tidak bisa ee
- satu pihak seluruhnya pokoknya stakeh
- mulai kementerian kemudian anggota DPR
- politis semua harus mengkritisi.
- Tapi ya mudah-mudahan mereka tulus.
- Amin. [tertawa]
- Pak Ustaz terima kasih banyak atas
- seluruh ilmunya. Mohon maaf, Pak Ustaz,
- ini kita harus terjeda gitu ya siaran
- kita. Dan demikianlah ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala,
- siaran ekonomi Islam bersama Ustaz Iwan
- Basri di kesempatan kali ini kita potong
- lebih awal karena ada informasi PLN akan
- mematikan listrik selama 5 menit ya
- sampai 10.20 dan sekaligus kami
- informasikan ee rasil siarannya akan
- mati sejenak selama 5 menit kurang lebih
- karena ada perbaikan. Ini kemarin hujan
- besar Pak Ustaz di sini.
- [tertawa]
- Demikianlah akhwat kami undur diri mohon
- maaf atas segala kesalahan kata. Billahi
- taufik wal hidayah subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilahailla anta
- astagfiruka waubu ilaik. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.