Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma
- sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.
- Apa kabar ikhwan akhwat di mana pun Anda
- berada? Masih dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis,
- Cibubur, Bekasi. Inilah radio
- silaturahim dan Rasil Visual.
- Alhamdulillah saya Nurdiana Zen juga
- Fakri senang sekali hari ini di waktu
- duha Anda yang indah ini menemani ruang
- dengar Anda dengan thabul ilmi di Kajian
- Pagi bersama Ustaz Hamzah Alatos.
- Alhamdulillah beliau sudah ada di tengah
- ketaat-tengah kita. Kita sapa dulu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillah sehat sehat.
- Alhamdulillah di edisi Ahad ee 3 Rabiul
- Aal yang bertepatan dengan 10 November
- ini, kajian kita pagi ini masih
- menyambung dari tema kita yang lalu,
- iman kepada qada dan qadar. Bukan begitu
- ya, Ustaz? Ya, kalau pekan lalu kita
- sudah membahas tentang
- yang terdapat di Quran surah Ghafir ya,
- Ustaz ya, ayat
- 6768. yaitu secara umum kita membahas
- bagaimana ketetapan Allah pada alam,
- pada semesta, dan pada diri kita. Nah,
- kali ini kita akan membahas Quran surah
- at-Taubah
- 551 yang juga menjelaskan apa sih yang
- dimaksudkan dari ketetapan Allah
- tersebut pada diri kita. Bukan begitu
- ya, Ustaz? Ya. Baik pemirsa dan
- pendengar setia Radio Silaturahim di
- mana pun Anda berada, kita mulai kajian
- kita dengan membaca. Allahumma inna
- nasaluka ilman nafi'an warizqiban wa
- amalan mutaqbalan. Kepada Ustaz Amah
- Hamzah Alatas kami persilakan.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Innalhamdalillah
- nahmaduhuastainuhuagfiruh.
- naubillahuri anfusina
- wamatialina yahdihillah fala mudillalah
- wam yudlilhu fala hadiyaalah wa ashadu
- alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah
- wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluh wa
- habibuhufiuh kiru nabiyin arsala
- arsalahullahu rahmatan lil alamina
- basyir wazir faqadag risalah
- Allahumma wasallim wik nabi karim waa
- alihi wasobihi ajmain. Subhanaka la ilma
- lana illa ma alamtana innaka antal
- alimul hakim.
- Rabbana zidna ilma wa
- alhiqnain. Rabbana la tuz qulubana ba'da
- idada wahablana ladunka rahmah. Innaka
- antal wahab.
- Rabbisrohli sodri waassirli amri wahlul
- uqdatan min lisani yafqahu
- qauli. Amma
- ba'du para pendengar Radio Rasil serta
- pemirsa Rasil TV di mana pun antum
- berada. Salamullahi warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah
- wasyukrulillah.
- Kita panjatkan puji syukur kita yang
- tiada hentinya kepada Allah Subhanahu wa
- taala yang tiada henti pula mencurahkan
- nikmat dan karunianya kepada
- kita, terutama sekali nikmatul iman wal
- Islam wa kafa bihima min
- naik taufik dan hidayah
- sehingga kita masih dapat menjalankan
- segala perintah-perintah Allah dan
- menjauhkan larangannya
- juga kita masih
- dapat bertemu
- kembali di saat ini yaitu dalam
- rangka merenung
- mentadaburi firman-firman Allah
- Subhanahu wa
- taala. Para pendengar Radio Rasil serta
- pemirsa Rasil TV yang dimuliakan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Pada pertemuan yang lalu telah kita
- bahas
- tentang rukun iman,
- yaitu
- dalam bab rukun iman dalam Al-Qur'an di
- mana subtemanya adalah iman kepada qada
- dan
- qadar. Telah kita jelaskan
- bagaimana qada atau ketentuan Allah.
- maupun
- qadarnya. Yang kita bagi dua, yaitu ada
- qada
- takwini, ada qada
- tasyri'i. Qada takwini artinya ketentuan
- dan ketetapan Allah Subhanahu wa
- taala yang berlaku di alam semesta ini.
- Termasuk kepada diri kita.
- Ketentuan Allah Subhanahu wa taala di
- alam semesta ini dengan
- menciptakan langit dan bumi beserta apa
- yang ada di dalamnya.
- juga menciptakan
- manusia dengan berbagai bentuk dan
- rupanya, berbagai bahasanya itu. Allah
- Subhanahu wa taala ciptakan manusia ini
- yang begitu unik, yang
- merupakan makhluk yang mulia yang Allah
- Subhanahu wa taala ciptakan. Walaqad
- karamna bani Adam. Sungguh kami telah
- muliakan anak keturunan Adam.
- Qada takwin ini ketetapan Allah yang
- secara takwini. Arti ketetapan yang
- Allah berlakukan di alam semesta
- ini artinya ketetapan dan ketentuan
- Allah yang berlaku pada alam semesta
- ataupun
- makhluknya seperti penciptaan langit dan
- bumi beserta berbagai
- makhluknya serta
- ditentukannya batas waktunya. Ya, kita
- dicaptakan ada
- batas waktunya. Ya, begitu juga
- benda-benda langit ada umurnya, ada
- waktunya, ada saat kadar
- kaduarsanya, artinya saat hancurnya
- nanti di yaumil kiamah. Begitu juga kita
- ada ditentukan ajalnya kapan ajalnya
- kita
- ini untuk qada takwin ini ketentapan
- Allah Subhanahu wa taala pada kita ya
- atau pada makhluk yang lain ya.
- Ini kita tidak dimintai
- pertanggungjawaban terhadap apa yang
- Allah Subhanahu wa taala tetapkan. Kalau
- qada takwini pada diri kita misalnya
- seperti kami ya kita telah contohkan
- pada ee pertemuan yang
- lalu. Bagaimana kita ditetapkan,
- dilahirkan dari ayah si fulan, ibu si
- fulana ya, dari bangsa Indonesia.
- Ada yang dari bangsa Arab, ada yang dari
- bangsa Amerika ya, ada yang dari bangsa
- Afrika, dari bangsa Cina dan
- seterusnya. Ini ketetapan Allah yang
- kita itu tidak ada pilihan di sana. Kita
- tidak diberikan pilihan. Kita enggak di
- di sebelum dilahirkan kamu mau ee
- dilahirkan bapak kamu, ibu kamu dari
- bangsa apa? kamu mau lahir dari bangsa
- apa? Enggak, kita ini enggak ada
- diberikan pilihan. Ini Allah yang
- menetapkan bagi kita. Ini namanya
- ketentuan Allah secara
- takwini. Ya. Dan pasti kalau ketentuan
- Allah itu adalah itu yang terbaik untuk
- diri
- kita. Nah, untuk ketentuan-ketentuan
- takwini ini atau qada takwini ini, kita
- tidak akan dimintai pertanggungjawaban
- oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Ya, nanti di akhirat enggak mungkin kita
- ditanya, "Kenapa kamu lahir dari bangsa
- Indonesia, bukan bangsa Arab? Kenapa
- kamu lahir dari ayah si fulan dan ibu si
- fulan? Kenapa kamu lahir dengan warna
- kulitmu hitam atau putih atau
- sebagainya? Kenapa rambut kamu keriting?
- Ya, kenapa rambut kamu lurus?" Tidak
- akan ditanya tentang hal itu. Ya, ini
- tentang qada takwini.
- Kemudian ada
- qada ee tasyri'i. Ini qada qada takwini
- tadi kalau kita baca di dalam
- surah
- ee ada Fusilat ayat
- 12 atau juga dalam surah Ghafir ayat
- 67-68.
- Kemudian qada tasyri'i artinya ketetapan
- Allah secara syariat, secara hukum. Ya
- Allah mewajibkan hamba-hambanya untuk
- mengabdi kepada Allah, berbakti kepada
- kedua orang tua, ya berbakti kepada
- berbuat baik kepada sesama, ya dan
- seterusnya. Syariat-syariat yang Allah
- tetapkan. Ini qada juga ya. Ketetapan
- Allah seperti di dalam surah al-Isra
- ayat 23. Waqad rabbuka ya alla ta'budu
- illa iyah. Dan Allah telah menetapkan ya
- bahwasanya kalian tidak boleh mengabdi
- kecuali kepadanya. Ini ketetapan Allah.
- Wabil walidain ihsanan. Allah pun telah
- menetapkan agar supaya kalian berbuat
- baik kepada kedua orang tua. Ini adalah
- ketetapan Allah secara tasyri secara
- syariat. kita diperintahkan salat,
- diperintahkan puasa, diperintahkan
- mengeluarkan zakat. Ini qada tasyri. Dan
- untuk qada qada tasyri
- ini ya bagi manusia itu dipersilakan
- untuk memilih. Artinya Allah berikan
- kebebasan kepada kita ya. Kalian mau
- ngerjakan atau tidak itu kali kalian
- diberikan kita diberikan kebebasan.
- Akan tetapi setiap pilihan yang kita
- pilih, setiap ya apa yang kita kerjakan,
- kita akan dimintai
- pertanggungjawaban oleh Allah Subhanahu
- wa
- taala. Manusia diberikan kebebasan
- bahkan silakan kalian kafir. Allah
- katakan, "Famanya falyukmin wamyaa
- falyakfur." Barang siapa yang mau
- silakan dia beriman. Barang siapa yang
- mau pun silakan dia kafir, tapi setiap
- pilihan yang dia pilih ada
- konsekuensinya nanti di hadapan Allah
- Subhanahu wa taala. Ini tentang
- qada ee ee tasyri'i ya.
- Kemudian ya tentang qadar. Apa itu
- qadar? Ya apa bedanya dengan qada dan
- qadar?
- Ya, kalau kita baca dari ayat-ayat Quran
- ya tentang qada dan qadar ini, qada arti
- ketetapan Allah Subhanahu wa taala
- secara umum, secara
- menyeluruh ya. Kalau di alam
- ini kalau qadar artinya menentukan
- kadarnya ya. Kadar sudah jadi bahasa
- Indonesia ukuran. Jadi Allah
- tetapkan segala sesuatu, kadarnya,
- ukurannya, sifatnya.
- Ya. Atau istilah sekarang spesifikasinya
- seperti itu Allah tetapkan ya. Allah
- Subhanahu wa taala menyebutkan
- walaqaiin faqaddarahu taqdir. Allah
- menciptakan segala sesuatu faqaddarahu
- takdir. Lalu Allah menentukan kadarnya,
- menentukan ukurannya. Ini makna takdir
- ya. Sesuai dengan apa yang ada dalam
- Al-Qur'an.
- Seperti dalam surah Yasin, wasyamsu
- tajri limaqor
- lahaika taqdirul azizil alim wasamsu
- tajri
- limaqarha. Dan matahari beredar pada
- garis edarnya.
- Jadi ketentuan Allah bagaimana peredaran
- matahari eh bumi, bintang-bintang dan
- lain semua benda-benda langit semuanya
- bergerak tapi bergerak secara teratur
- menurut ukuran yang tidak ngawur
- semuanya bergerak ya secara secara
- teratur. Ini Allah Subhanahu wa taala
- sebutkan dalika takdirul azizil alim.
- itu adalah ketentuan ya penetapan secara
- teliti dari Allah Subhanahu wa taala
- alizul alim yang maha perkasa lagi maha
- mengetahui. Ini makna takdir artinya
- qaddara dari bahasa Arabnya qaddara
- yuqaddiru taqdiran. Qaddara arti menetap
- menetapkan
- kadarnya, menentukan ukurannya. Ya,
- segala sesuatu Allah Subhanahu wa taala
- sudah tetapkan. Oh, api ini ya sifatnya
- panas ya. Ya. Kemudian air sifatnya
- dingin dan cair. Kalau dia
- dipanaskan dia akan mendidih pada suhu
- tertentu. Kalau dibabuk bekukan,
- didinginkan, dia akan membeku. Kalau
- dipanaskan lagi akan menguap. Itu semua
- ketentuan-ketentuan Allah Subhanahu wa
- taala yang manusia bisa pelajari. Ya,
- karena ketentuan Allah pasti ya tidak
- berubah-rubah. Nah, ketentuan Allah bisa
- berubah atas kehendak Allah sendiri ya.
- Seperti yang kita sudah jelaskan
- bagaimana api yang sifatnya
- panas. Kalau Allah menghendaki dia
- enggak jadi panas bisa. Tapi itu
- ketentuan umum panas. Itu speknya
- seperti itu. Jangan coba-coba kita
- dekatin, "Oh, api nih. Kalau Allah
- enggak kehendaki dia panas, enggak panas
- nih. Saya taruh tangan saya di atas api
- kebakar." Ya, panas kita rasa. Karena
- itu adalah ketentuan Allah. Jadi, enggak
- sembarangan Allah merubah ketentuannya
- yang secara umum ya. Kecuali atas
- kehendaknya. Ya, seperti itu. Seperti
- yang Allah kehendaki terhadap Nabi Allah
- Ibrahim Alaih Salam. Api yang panas bisa
- menjadi
- dingin. Air yang sifatnya cair
- mendatar. Ya, kalau Allah kehendaki.
- Ketika Nabi Musa diperintahkan
- fadrib biasakal bahr,
- pukulkan laut itu dengan tongkatmu.
- Fanfalaq, maka terbelah laut itu.
- Fakanat kullu
- firqinilim. Setiap bagian itu
- seperti apa? ee dinding yang besar
- seperti gunung yang besar itu di sebelah
- kanan kiri. Kok bisa seperti itu? Air
- seperti benda padat itu kehendak Allah
- ya ketentuan Allah. Tapi secara umum
- tadi seperti itu. Nah, ini harus kita
- pahami tentang takdir dan tentang qada
- dan takdir. Apa bedanya kemudian qada
- dengan qadar
- atau ee takdir tadi? Ya, kalau secara
- umum seperti yang saya juga pernah
- gambarkan kalau qada itu artinya
- ketentuan secara
- umum. Kalau kita analogikan seperti
- Allah menentukan penciptaan langit ya
- dan bumi ini. Tujuh lapis langit dan
- bumi ini ketetapan Allah Subhanahu wa
- taala ya. Kemudian apa di langit pertama
- ada apa saja dan di situ di bumi ini ada
- apa saja. Allah itu ketentuan Allah.
- Tapi tentang sifat dari ciptaan-ciptaan
- Allahnya ini tentang spesifikasinya itu
- adalah
- qadarnya. Ya, kalau analoginya seperti
- kita bangun ada seorang misalnya
- membangun gedung misalnya 70 lantai,
- apakah itu gedung hotel misalnya atau
- apartemen, tetapkan 70 lantai ya. Setiap
- lantai ada berapa rumah misalnya seperti
- itu. Itu ketentuan itu qada namanya.
- ketentuan secara umum. Tapi kemudian apa
- itu qadarnya? Qadarnya itu penentuan
- setiap ruangan rumahnya itu. Setiap
- lantainya ada apa saja. Oh, ada lampunya
- berapa, kemudian e lampunya berapa watt.
- Kemudian ada catnya warna apa. Itu
- qadar. Arti ketentuan secara detailnya
- masing-masing ruangan itu qadar. Kalau
- qada secara ee secara umum
- tadi. Nah, ini penjelasan tentang qada
- dan qadar. Ini banyak lagi karena
- kaitannya qada dan qadar ini panjang.
- Bagaimana nasib? Bagaimana tentang
- katanya apakah ee kita ini sudah
- dituliskan, sudah ditentukan, bakal
- celaka atau kita mas bakal masuk neraka
- atau b bakal masuk surga katanya sudah
- ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Apakah seperti itu?
- Nah, ini ini berbahaya ya. Ini bisa-bisa
- kalau kita salah pengertian ya atau kita
- memahami seperti ini kita menjadi apatis
- ya. Ini ini akan terjerumus kepada paham
- namanya paham jabariah. Jabariah artinya
- paham segala sesuatu. Apa yang kita
- kerjakan, kita perbuat. Kita ini sudah
- dikendalikan oleh Allah. Artinya kita
- sudah di ee kita bagaikan robot diatur
- oleh Allah Subhanahu wa taala. ini engak
- salah ya pemahaman seperti ini atau
- pemahaman yang melawan pemahaman ini
- bertolak belakang itu pemahaman
- qadariah. Qadariah ini artinya kita ini
- kebalikan dari yang tadi. Kalau tadi
- kita menganggap kita ini seperti robot
- sudah diatur ya kita itu, "Oh, saya
- maksiat, oh ini kan kehendak Allah. Eh
- saya berzina, oh ini kehendak Allah."
- Ini bahaya sekali pemahaman seperti ini.
- Kemudian pemahaman yang bertentangan
- berlawanan dengan ini ya yang 100%
- berlawanan yaitu paham qadariah. Artinya
- kita ini setelah diciptakan oleh Allah
- kita dibiarkan. Kita ini berbuat
- sekehendak kita ini sama sekali tidak
- ada peran Allah Subhanahu wa taala pada
- diri kita. Itu pun ya salah. yang benar
- adalah di tengah-tengah. Ada ya di dalam
- diri kita ini ya yang kita diberikan ee
- kebebasan untuk milih memilih dan
- menentukan pilihan kita. Tapi ada dan
- itu yang terbanyak yaitu dalam diri kita
- ini kita tidak bisa ya berlaku semaunya.
- Itu sudah ditentukan oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Yang ini yang
- disebut
- ketentuan
- takwini dalam diri kita. Seperti dalam
- diri kita bagaimana bergeraknya jantung
- kita, berdetak jantung kita, itu bukan
- kemauan kita. Kita enggak bisa
- kendalikan, "Oh, berhenti entar
- istirahat dulu, jantung jangan
- bergerak." Enggak bisa. Atau lambung
- kita ini, ya, setiap saat dia punya apa?
- Ee dia bergerak terus me me apa artinya?
- ee mencerna makanan yang masuk, kemudian
- menyerapnya, kemudian memisahkannya mana
- yang menjadi ya darah ya, kemudian yang
- vitaminnya ke mana ya, kemudian ampasnya
- harus ke mana, itu semuanya Allah yang
- atur. Kita tidak ada kekuasaan di sana
- inah takwin, ketentuan Allah dan ini
- adalah kebijaksanaan Allah untuk
- kebaikan kita. Andai kata dibiarkan
- diberikan, oh paru-paru, jantung, limpa,
- semuanya bekerja atas kemauan kita.
- repot kita kalau kita
- lupa, kita lupa ini enggak oh ini enggak
- kita kasih tugas bergerak ya kita out
- nantinya seperti
- itu. Tapi ini semuanya adalah ketentuan
- Allah yang Allah Subhanahu wa taala
- tangani. Ya. Jadi ya yang benar adalah
- dalam diri kita ada hal-hal yang kita
- tidak diberikan
- ee pilihan ya. Tidak diserahi untuk
- tidak dibebaskan kita untuk memilih
- semawa kita seperti yang ada di dalam
- tubuh kita ini ya. Peredaran darah
- semuanya pemisahannya oksigennya
- disampaikan ke seluruh tubuh dan
- seterusnya.
- Ini semuanya adalah ya Allah yang
- tentukan, Allah yang tangani. Tapi ada
- di dalam diri kita yang Allah berikan
- kebebasan seperti tangan kita, kaki
- kita, mata kita, mulut kita, ini telinga
- kita. Ini Allah Subhanahu wa taala
- berikan kebebasan bagi kita ya untuk
- melakukan sesuai dengan kehendak kita.
- saya mau ngangkat ini ya HP atau saya
- tidak itu diberikan ya kebebasan bagi
- kita. Saya mau ee ee ambil minuman
- misalnya, oh minuman ini air yang halal
- atau saya ngambil minuman yang haram
- misalnya. Itu kita bisa karena kita
- diberikan tangan kita untuk kekuasaan
- untuk memilih mata saya. Saya bisa
- menggunakan melihat hal-hal yang tidak
- baik. Saya juga bisa gunakan untuk
- melihat dan membaca Al-Qur'an. misalnya
- kita diberikan
- kebebasan ya seperti itu. Nah, pada
- hal-hal yang kita diberikan kebebasan
- tadi itulah yang kita akan ditanyai oleh
- Allah Subhanahu wa taala. Dimintai
- pertanggungjawaban. Kaki kita dibawa ke
- mana, mulut kita ngomong apa saja. Itu
- akan
- dimintai pertanggungjawaban oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Mata kita digunakan
- untuk melihat apa saja seperti
- itu. Tapi hal-hal yang kita tidak bisa
- kendalikan seperti darah kita, peredaran
- darah kita, jantung kita. Enggak bakal
- ditanya kenapa jantung kamu berdetak
- terus seperti itu dulu dan seterusnya
- itu tidak akan dimintai
- pertanggungjawaban. Nah, ini ya secara
- gar besar. Kenapa saya ulangi lagi? Agar
- supaya ini menjadi sesuatu yang kita
- pahami terlebih dahulu. Kemudian nanti
- akan mudah memahami hal-hal yang lain
- seperti tentang ajal nanti, tentang
- musibah, bagaimana terjadinya, tentang
- penulisan yang Allah Subhanahu wa taala
- maksudkan dalam Al-Qur'an itu seperti
- apa. Untuk
- itu marilah kita
- baca
- ee firman Allah Subhanahu wa taala dalam
- surah at-Taubah ayat 50 dan 51. Nanti
- ada beberapa lagi ayat-ayat Quran yang
- kita akan baca dan pelajari ya ee
- tentang qada dan qadar ini ya akan
- menjadi begitu gamblang, begitu jelas
- kalau kita baca dari Al-Qur'an. Saya
- dulu mengalami ya benarana lama sekali
- kita baca kita mau pahami qada qadar
- melalui kita dari kitab-kitab ya
- penjelasan-penjelasan simpang siur
- seperti
- itu. Ee bahkan ada yang mengatakan sudah
- jangan dibahas masalah qada dan qadar
- ini. Itu bagaikan lautan yang dalam.
- Kalau kamu masuk susah nanti kamu kap
- akan ee tidak selamat dan seterusnya.
- Kan ini sesuatu keimanan katanya rukun
- iman. Rukun iman kan harus kita yakini.
- Bagaimana kita bisa yakini kalau kita
- belum pahami seperti itu? Kalau kita
- belum mengerti. Nah, ini kan ee
- timbulnya keimanan itu ada ilmul yaakin
- nanti tingkatannya haqqul yakin ee ainul
- yaakin
- kemudian haqqul yaakin seperti itu. Nah,
- ini ilmul yaakin ini bagaimana kita mau
- meyakini tanpa ada kita dapat
- pengetahuan yang jelas. Oleh karena itu
- ya apa yang Allah terangkan dalam
- Al-Qur'an begitu gamblang, begitu jelas.
- Allah tidak memerintahkan kepada kita
- sesuatu yang kita enggak bisa
- mengetahuinya. Ya, itu itu Allah
- Subhanahu wa taala gambarkan secara
- jelas. Di
- sini marilah kita baca eh
- ee surah at-Taubah ayat 50 dan 51.
- Ya, sebagaimana biasa marilah kita awali
- dengan membaca ummul kitab suratul
- fatihah. Semoga dengan bacaan ummul
- kitab ini Allah subhanahu wa
- taala membukakan hati-hati kita,
- membersihkan hati-hati kita dari kotoran
- alfaisy albatinah. Amin. Semoga Allah
- subhanahu wa taala memaafkan segala
- kesalahan dan dosa kita. Amin. Memaafkan
- segala kesalahan dan dosa kedua orang
- tua kita, para guru kita, orang-orang
- yang telah berjasa kepada kita juga dosa
- saudara-saudara kita kaum mukminin dan
- mukminat. Wasallam.
- Alfatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin
- arrahmanirrahim maiki
- yaumiddin iyyaka na'budu wa iyyaka
- nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina an'amta alaihim ghairil
- maghdubi alaihim
- [Musik]
- Amin.
- [Musik]
- wa tusibka musibatun
- yaquulu qad
- akhadna amrana min
- qabl qad
- akhadna amrana min qablu waatawallau
- wahum
- farihun waatawallau wahum farihun
- qul yusibana
- illa maa kataballahu
- lana hua
- maulana wa alallahi
- falyatawakkalil
- mukminun sadaqallahulzim wasadaqa
- rasuluhun nabiyul habibul karim wahnu
- ala dalalika minyahidin
- syakirinhamdulillahiabbil alamin
- Para pendengar Radio Rasil serta pemirsa
- Rasil TV yang dimuliakan Allah Subhanahu
- wa
- taala. Ee surah at-Taubah ayat 50 dan 51
- tadi ini sebenarnya berbicara
- tentang orang-orang munafik.
- Bagaimana mereka
- itu sifat
- mereka ya diceritakan oleh Allah
- Subhanahu wa taala. In tusibka hasanatun
- tasum. Ya, ini pernah saya ciri sebutkan
- ciri-ciri orang munafik ya. Bukan hanya
- tiga ya. haddasa kadzaba wa idza wa'ada
- akhlafa wa idza tumina
- khana atau empat waidza khasama fajaro
- ya itu seperti yang diterangkan dalam
- hadis itu garis besarnya tapi justru
- kalau di Al-Qur'an dirincikan
- sifat-sifat orang munafik di antaranya
- bagaimana ya ini kita perlu camkan juga
- ini perlu perhatikan agar supaya kita
- tidak termasuk orang-orang yang ee
- digolongkan orang-orang yang munafik.
- Inusibka
- hasanatunum.
- Jika kamu mendapatkan suatu kebaikan ya
- Rasulullah. Jadi Rasulullah kalau
- mendapatkan suatu kesenangan, suatu
- kemenangan, suatu kejayaan, mereka sakit
- hati
- tasuhum. Ini hati-hati juga ya kalau ada
- orang-orang yang
- baik ya, orang-orang yang saleh
- mendapatkan kesenangan tapi
- kita sakit hati, kita kesal. Ini
- hati-hati ada ada masalah di dalam hati
- kita, ada penyakit. Ya, ini juga ini
- Allah terangkan ini sifatnya orang-orang
- munafik. Tapi wain tusibka musibatun
- yaqu qod akna amrana minqoblu
- waatawallau wahum
- fihun. Tapi kalau kamu ditimpa oleh
- musibah ya kan terkadang ya Rasulullah
- dan juga para sahabatnya ya kena musibah
- seperti dalam perang Uhud ya.
- Awalnya menang kemudian jadi kalah. Itu
- kan musibah atau musibah kena penyakit
- dan seterusnya ya sakit dan seterusnya
- itu adalah musibah. Mereka mengatakan
- wain tusib musibatun. Kalau kamu
- tertimpa oleh suatu musibah yaquulu qod
- akna amrana minqblu.
- ee mereka mengatakan, "Oh, kami itulah
- ee kami kan sudah sudah putuskan ee
- pendirian kami. Kimi enggak ikut mereka
- ya." Seperti dalam perang Uhud ya kan
- mereka balik tuh ya orang-orang
- munafik ya. Abdullah bin Ubay bin Salul
- pulang enggak ikut perang Uhud. Ketika
- ee kaum muslimin mengalami kekalahan,
- mereka bilang, "Oh ya qod akhna amrana.
- Benarkan pendapat kami, benarkan
- pendirian kami, saya enggak ikut
- perang." Ya, buktinya apa? Kalah seperti
- itu. Ya, kalau saya ikut mungkin saya
- mati. Nah, ini seperti itu. Jadi, ketika
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- dan para sahabatnya ya mendapatkan
- musibah, mereka mengukap mengucapkan
- seperti itu dan mereka apa? Wahum
- farihun. Mereka bergembira, senang kalau
- Rasulullah mendapatkan musibah,
- Rasulullah dapat bencana. Uh, senang.
- Nah, ini juga ya kita perhatikan hati
- kita ini. Bagaimana kalau ada orang
- saleh, orang yang berjuang di jalan
- Allah, oh kena musibah, difitnah, kita
- senang hati-hati penyakit ini. H
- hati-hati kita digolongkan oleh ee ke
- dalam golongan orang-orang munafik.
- Bahaya
- sekali ya.
- Orang munafik itu salat ya salat. Orang
- munafik
- itu mengucapkan syahadat yang
- mengucapkan
- syahadat. Tapi hatinya bahaya ya. Orang
- ada yang munafik secara terang-terangan,
- ada yang munafik yaitu nifak secara
- sebagian ya ee tidak 100%. Ini hati-hati
- semuanya ini berbahaya ya. Salah satunya
- ini kalau ada orang yang baik,
- orang-orang yang saleh
- difitnah, dizalimi, kemudian digembira,
- nah ini ya hati-hati ya seperti
- itu. Sebab ee kemarin juga peristiwa,
- "Oh, katanya Habib Rizq mau ditangkap"
- katanya seperti itu. Ini ini beritanya
- menyebar. Banyak orang-orang itu wah
- yang mengata-ngatain dan menyumpai
- seperti itu. Ketahuilah di hati kalian
- ini ada penyakit kalau kita ya kalau
- gembira dengan apa yang menimpa musibah
- yang menimpa kepada orang-orang yang
- dekat kepada Allah yang berjuang di
- jalan Allah kalau kita gembira ini ya
- hati-hati ya seperti
- itu. Qul lan yusibana. Katakanlah ya
- Rasulullah. Rasulullah ya terkadang ada
- kata terkena musibah ya ya ee juga
- mendapatkan kesenangan ya terkadang
- mendapatkan kesenangan, kejayaan, tapi
- kadang-kadang juga mendapatkan ee
- musibah. Allah Subhanahu wa taala
- tegaskan di sini, qul katakanlah ya
- Rasulullah lan yusibana illa ma
- kataballahu lana. Sesungguhnya tidak
- akan ya mengenai musibah kepada kami.
- Tidaklah suatu musibah menimpa kami.
- Illa ma kataballahu lana. Kecuali itu
- adalah sesuai apa yang Allah tuliskan
- untuk kita. Hua maulana. Dialah
- pelindung kita. Wa alallahi
- falyatawakalil mukminun. Dan hanya
- kepada Allah orang-orang mukmin
- hendaknya bertawakal.
- Nah, ini hendaknya kita perhatikan ya
- supaya jangan salah pengertian tentang
- musibah yang menimpa kita ya itu sudah
- dituliskan oleh Allah subhanahu wa
- taala. Nah, dalam hal ini ya saya ingin
- menjelaskan
- bagaimana
- ee Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- pernah menulis di apa?
- di pasir gitu ya. Dulu kita enggak ada
- whiteboard, enggak ada apa-apa tulis
- seperti kita ya. Menulis di pasir ya
- ketika Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam ingin menjelaskan kepada
- sahabatnya tentang musibah-musibah yang
- menimpa kepada diri kita ya Allah
- subhanahu wa taala tuliskan di eh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- tuliskan ya persegi panjang. He.
- Kemudian dari persegi panjang ini
- Rasulullah menarik garis lurus panjang
- keluar dari segi panjang tadi. Dan di
- dalam garis ee dalam garis lurus tadi
- ada garis pendek-pendek ke bawah dan ke
- atas. Kalau saya gambarkan seperti ini
- ya. Kira-kira seperti ini yang
- digambarkan Rasul Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam menulis persegi panjang
- ini kotak
- ya. kemudian mengenis garis lurus keluar
- dari
- kotak sampai keluar dari kotak
- ini. Kemudian di dalam garis lurus ini
- ada garis panjang pendek di atas ya atau
- yang ke bawah di atas lagi dan terus
- sampai sini. Nah, apa kemudian
- Rasulullah penjelas menjelaskan tentang
- hal ini? Rasulullah jelaskan ini garis
- ya kotak ini adalah batas dari ajalnya
- manusia.
- ajal manusia dilahirkan di sini dari
- titik awal di sini dilahirkan kemudian
- dia akan mengarungi kehidupannya sampai
- besar dewasa, sampai tua kemudian akan
- apa ee sampai ajalnya. Ajal di sini
- bukan berarti harus tua ya seperti ayat
- yang kita
- bacakan ee di pertemuan yang lalu ya.
- Ada yang
- diambil ajalnya atau ditentukan ajalnya.
- masih muda, ada yang masih bayi dan
- seterusnya. Tapi secara umum Rasulullah
- gambarkan seperti ini. Jadi garis yang
- memanjang ini eh garis
- yang persegi panjang ini adalah ajalnya.
- Ini batas ajalnya ya. Di sini batas
- ajalnya. Kemudian yang panjang sampai
- kelewati ajal ini apa? Ini adalah
- amaluhu. A pakai hamzah ya, Bu. Alif ya,
- bukan pakai ain. Kalau ain itu amal ya.
- Tapi amaluhu di sini artinya
- angan-angannya atau
- cita-citanya. Jadi seorang ya walaupun
- ajalnya ditentukan ya misalnya umur
- berapa? 25 tahun tapi cita-citanya kan
- melebihi. Bahkan orang ada yang kata
- Nabi, banyak orang ya sekarang dia
- sedang tertawa-tawa ya, sedang
- merencanakan sesuatu padahal besok ya
- dia meninggal ya. Padahal di tukang kain
- ya, tukang perlengkapan mayit mereka
- sedang gunting-gunting kain kafan biasa
- disusun. Enggak tahu kain kafan buat dia
- tuh. Dia enggak tahu. Masyaallah.
- Rasulullah katakan ya. Jadi inilah tapi
- angan-angan seseorang itu panjang
- melewati ajal yang dia
- perkirakan ya sampai terus ngelewati
- garis ajal di sini ya. Kemudian ini
- garis pendek panjang pendek ini apa?
- Inilah kata Rasulullah ini adalah
- romantika hidupnya. Inilah ada musibah
- ya misalnya saya gambarkan kalau ke atas
- ini kesenangan. Oh dapat keuntungan,
- dapat pekerjaan, dapat uang ya.
- Ya. Kemudian yang ke bawah, oh nih. Oh,
- ini musibah dikena sakit ya. Terus entar
- senang lagi dan seterusnya. Ini Allah
- Subhanahu wa taala sudah tentakkan
- sampai ajalnya di ini ada musibah dan
- kesenangan. Musibah ya hasanatun ya atau
- seiah ya.
- Musibah atau kebaikan ini yang akan
- dihadapi dan ini Allah Subhanahu wa
- taala tentukan. Sudah tentukan di sini
- musibah ini sudah ditentukan.
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Tujuannya
- apa? Ini adanya garis panjang pendek ke
- atas dan ke bawah ini adalah tujuannya
- tiada lain untuk menguji kita bagaimana
- sikap kita. Ya, karena kalau lurus aja
- tanpa
- ujian ya nanti seorang bisa terlena.
- Seorang belajar terus tapi enggak dites
- ya kan entar enggak ketahuan apa dia dia
- paham apa enggak atau yang diajarkan
- sudah pintar belum nih kenapa ada
- tes-tes itu untuk menguji kita begitu
- juga kehidupan kita ini kita diuji
- dengan kesenangan dan
- kesusahan itu semuanya ujian dari Allah
- yang Allah Subhanahu wa taala untuk
- menilai
- kita ya seperti dalam surah Tabarak
- liyabluakum ayyukum ahsanu amala
- mauta di mana Allah subhanahu wa taala
- menciptakan kematian dan
- kehidupan ini liuakum untuk menguji
- kalian ini garis-garis ini untuk ujian
- kita ayyukum ahsanu amal mana di antara
- kalian yang baik amalnya jadi ketika dia
- kasih kesenang Allah lihat dia bersyukur
- enggak ya atau dia malah
- malah lupa diri. Ketika dia mendapatkan
- musibah, dia sabar gak? Atau dia malah
- ngedumel, dia malah berkeluk kesa, ya
- mengumpat ke sana ke
- mari. Ini dinilai oleh Allah Subhanahu
- wa taala. Kata Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi
- wasallam, "Ajaban liamril mukmin inna
- amru kullahu lahu khair." Sungguh aneh,
- sungguh menakjubkan sekali sekali
- keadaannya seorang yang mukmin itu. Inna
- amrahu kullahu lahu khair. Segala
- urusannya akan menjadi baik baginya. Ya.
- Jadi ketika dia mengelimi, mendapati
- musibah, apakah dia dapat kebaikan atau
- dapat keburukan?
- semuanya enggak ada. Enggak ada yang
- menjadikan menjadi tidak baik. Tidak
- semuanya menjadi baik. Kata Nabi, in
- asobathu khairun. Kalau dia ter
- mengalami suatu
- kebaikan, syakarah fahua khairun lahu.
- Dia bersyukur kalau dia dapat
- kesenangan, dia dapat rezeki, ya dia
- bersyukur ya, dia keluarkan apa yang
- bukan haknya, zakatnya dia keluarkan,
- dia berbagi, dia perhatikan kedua orang
- tuanya ya, dia perhatikan keluarga dan
- kerabatnya, di perhatikan orang-orang
- sekelilingnya.
- Ini namanya ketika dia mendapatkan
- kesenangan dia bersyukur fahua khair itu
- baik baginya. Sebaliknya wain
- asarun sharo fahuairun lahu. Kalau dia
- tertimpa suatu musibah, suatu kesusahan,
- kena bencana, ada
- kematian, kesusahan hidup, kemiskinan,
- dia
- sabar. Ya, artinya sabar ini ulat tabah,
- ya. tidak
- kemudian menjadi runtuh ya dia tetap
- berusaha fahua khairun lah itu baik
- baginya. Jadi kata Nabi sungguh aneh
- segala sesuatu yang menimpa kaum mukmin
- ini orang yang beriman semuanya baik
- baginya. Jadi kita pahami bagaimana
- musibah-musibah yang Allah Subhanahu wa
- taala memang tuliskan bagi kita. Tapi ya
- ketahuilah setiap musibah itu akan ee
- merupakan ujian dari Allah, cobaan dari
- Allah Subhanahu wa taala untuk menilai
- melihat siapa di antara kita yang baik
- amalnya. Berikutnya supaya
- jangan jangan rancu ya dengan apa yang
- Allah Subhanahu wa taala sebutkan. Ma
- kataballahu lana. Ya, apa yang Allah
- tuliskan untuk kita ya
- klusibana. Katakanlah tidaklah menimpa
- kepada kita sesuatu yang Allah tuliskan.
- Jadi musibah yang menimpa kita. Apa arti
- kataba di sini? Kataba bimakna
- menentukan, menetapkan ya kata kataba
- itu. Ini ada bentuk fi'il madhi, ada
- bentuk fi'il mudhori. Fi'il madhi arti
- telah ya. Fi'il mudhori berarti sedang
- dan terus akan datang.
- Arti kataba ya menetapkan
- seperti watatabna alaihim innan nafsa
- bin nafsi wal aina bil aini wal anfa bil
- anfi waluna bil uzuni wal juruhat wal
- juruh qisas ya atau wal jurahat qisas
- ini ee dalam surah almaidah ayat 45
- bagaimana arti kata benar di sini dan
- kami tetapkan kepada mereka annan nafsa
- bin nafsi bahwasanya jiwa dibayar jiwa,
- mata dibayar mata. Ini masalah masalah
- qisas. Arti kata benar di sini kami
- tetapkan
- hukumnya juga. Katabna arti menetapkan,
- menentukan juga. Watatabna fil alwahi
- min kulli saaiin tentang Nabi Musa
- bagaimana ketetapan-ketetapan hukumnya.
- Allah tuliskan di dalam lauh
- lembaran-lembaran ya batu
- itu. Nah, ini dalam bentuk kataba, dalam
- bentuk fil
- mentuk ee kutiba ya. Fi'il madhi mabni
- majhul kalau dalam bahasa e kalau tata
- bahasanya ya. Arti yang artinya di
- seperti dalam ayat Quran ya dalam ayat
- puasa tuh. Ya ayyuhalladzina amanu
- kutiba
- alaikumusamu kama kutiba alalladina min
- qoblikum la'allakum tattaquun. Nah,
- kutiba artinya ditetapkan atau
- diwajibkan. Kutiba alaikumusam.
- Diwajibkan kepada kalian
- berpuasa. Ya. Kama kutiba alalladina min
- qoblikum. Ya, banyak lagi kata kutiba
- kutibaikumulikum ahadakumul
- mautin. Ya, tentang wasiat. Arti kutiba
- di sini ditetapkan, diwajibkan ya kepada
- kita.
- Nah, ini ketetapan-ketetapan Allah yang
- kalau kita kategorikan tadi di
- pendahuluan tentang takdir atau qada
- tasyri'i, ketentuan Allah secara syariat
- yang mana ya kita
- diberikan ee kekuasaan eh keluasan ya
- menjalankan atau tidak. Tapi setiap
- tindakan kita akan dimintai
- pertanggungjawaban.
- Nah,
- kemudian dalam bentuk fi'il mudhori.
- Nah,
- ya dalam bentuk fard ini kenapa kita
- harus perhatikan? Kita harus ee baca
- dari Al-Qur'an supaya tidak rancu ya,
- tidak rancu dengan ada suatu hadis yang
- menyebutkan ini ya dari Ibnu Mas'ud ini
- secara sanadnya hadisnya sahih ya.
- ya, yaitu yang menceritakan bagaimana ya
- tentang proses ee diciptakannya manusia
- di dalam rahim ibunya. Kemudian setelah
- ya sempurna dia punya bentuknya
- dituliskanlah ya katanya ditetapkan
- rezekinya ya kemudian umurnya seperti
- itu. Dan kemudian di situ ada yang
- terakhir di katanya ditetapkan apakah
- dia akan menjadi orang celaka atau dia
- orang yang beruntung.
- sampai dijelaskan katanya ada
- seorang yang ya nantinya di dunia itu
- ada orang yang asalnya ahlu
- maksiat. Dia seorang yang ahli maksiat.
- Kemudian pada akhir
- umurnya ketika memang katanya sudah
- ditetapkan dia itu menjadi ahli surga,
- akhirnya dia berubah
- menjadi ya seorang ee yang baik ya
- menjadi ahlut taah ya dia mengabdi
- bertobat kepada Allah akhirnya dia
- menjadi ahlul jannah. Atau sebaliknya
- katanya ada orang yang dari dari
- kecilnya ibadat
- terus, tapi karena kata sudah ditentukan
- dia menjadi ahlun nar, akhir dia akhir
- umurnya dia menjadi ahli
- neraka. Ya, di akhir umurnya dia
- misalnya dia jadi murtad atau apa,
- akhirnya masuk neraka.
- Ya. Nah, ini jangan sisa salah
- pengertian tentang hadis ini. Ada hadis
- ada orang juga
- yang ini menolak hadis ini secara
- langsung ya. Tapi kita kita ambil
- takwilnya. Jangan di jangan di
- dipahami ayat ini bahwasanya kita ini
- disetir oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Artinya amal kita ini ya kita ini
- ditentukan sama sekali kita tidak punya
- pilihan. Jangan seperti itu. Ini
- pahamilah kalau ini adalah ilmu Allah.
- Allah itu
- mengetahui akhir setiap orangorang itu
- Allah tahu. Tapi Allah tidak menggiring
- Allah yang yang menjerumuskan kita.
- Tidak. Ya. Kita diberikan kebebasan,
- kita diberikan untuk memilih. Justru
- kita itu akan dinilai setiap amal yang
- kita kerjakan.
- Ya, as Syekh Muhammad Mutawalli
- Asya'rawi. Ya, dari
- Mesir ya, ulama terkenal kalau buka ya
- di YouTube itu banyak ceramah-ceramah
- dia ya ee ngarang kitab tafsir 25 jilid
- ya tafsir Quran itu dia menerangkan
- tentang ilmu Allah ini. Dia menyebutkan
- ilmullahi sabiqun la saiq.
- Ilmu Allah ini mendahului segala
- sesuatu. Allah itu maha mengetahui. Baik
- yang dahulu terjadi, yang sekarang
- terjadi, yang akan datang, yang akan
- terjadi, Allah tahu
- semuanya. Tapi katanya ilmu Allah la
- saiq. Ilmullahi sabiquun. Ilmu Allah itu
- mendahului segala sesuatu. Tapi la saiq.
- Tapi ilmu Allah tidak menggiring ya
- seorang ya untuk misal melakukan
- kejahatan yang di akhirnya dia masuk
- surga. Gak. Artinya seorang ya ketika
- dilahirkan manusia ini diberikan amanah
- ya diberikan amanah yaitu diberikan dia
- tanggung jawab dan kebebasan untuk
- menjalankan amanah ini. Apa mau
- diselewengkan amanahnya atau
- tidak diberikan kebebasan. Tapi akhir
- dari hidupnya manusia tersebut, Allah
- tahu ke mana dia ya. Apakah di
- akhirnya menjadi ahli nar atau menjadi
- ahli ee ahlil jannah. Allah tahu. Tapi
- semuanya itu adalah hasil perbuatan si
- manusia tadi. Karena dia kenapa ee
- ketika diazab ya ayat-ayat Quran baca
- semua ayat Quran. Ketika Allah
- mengazabkan ya mengazab mereka, malaikat
- berkata, "Dzuqu bima kuntum tamalun."
- Rasakanlah ini azab disebabkan apa yang
- kalian perbuat ya oleh perbuatan kalian.
- Jadi bukan bukan Allah yang berbuat,
- berarti Allah zalim dong. Wamallahu
- bidamin lil abid. Allah nyatakan Allah
- sama sekali tidak berbuat zalim kepada
- hambanya. Apa yang mereka dapatkan? Ya,
- di akhirat nanti itu adalah hasil dari
- dari perbuatan mereka. Ya, padahal Allah
- Subhanahu wa taala yang maha rahim sudah
- membantu mereka ya agar supaya mereka
- mengambil jalan yang baik ya jalan
- kebaikan. Tapi ya mereka sendiri yang
- tidak mau. Mereka lebih mau taat kepada
- ya bujukan iblis, bujukan setan, lebih
- taat kepada hawa nafsunya daripada
- mengabdi kepada Allah. Akhirnya ya
- rasakanlah apa yang mereka ee apa yang
- kalian perbuat itu kata Allah Subhanahu
- wa taala ya ini kita dapat buktikan,
- kita dapat baca pelajari firman-firman
- Allah masalah kataba tadi arti
- dituliskan apa yang maksudnya
- dituliskan terutama sekali ketika kita
- baca dalam bentuk fi'il mudhor' artinya
- yang waktu yang sekarang dan akan datang
- dalam surah Yasin Allah Subhanahu wa
- taala menyebutkan Kan inna nahnuil
- mauta. Sesungguhnya
- kami menghidupkan orang yang mati.
- Watubu ma qaddamu. Dan kami menuliskan.
- Bukan katabna bukan bentuknya di sini
- bukan katabna maqaddamu. Tidak. Ya kalau
- tadi katanya dituliskan ya seorang itu
- dituliskan ya ketika di rahim oh dia
- akan berbuat ini berbuat gak ya. Allah
- menuliskan itu secara ya dalam Al-Qur'an
- ya Allah tuliskan setelah mereka
- melaksanakannya ya wakubu dan kami
- menuliskan ya bukan pakai fi'il madhi
- ini bukan lampau ini kami akan
- menuliskan ma qaddamu apa yang mereka
- telah kerjakan lihat ini Allah bahkan
- Allah maha rahm rahim atas penjelasan
- dari kita dapati penjelasan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam pun bilang
- seorang itu kalau mau
- melakukan kebaikan ya, belum mengerjakan
- saja itu sudah dapat kebaikan satu.
- Kalau dia menjalan melaksanakan
- kebaikannya maka dia ya mendapatkan
- pahala 10. Tapi kalau kejahatan lain.
- Lihat ini rahmat Allah Subhanahu wa
- taala. Kalau dia mau ingin melakukan
- kejahatan, dia mau ngerampok misalnya.
- Akhirnya setelah itu ya dia sadar dia
- enggak mau enggak jadi diurungkan
- niatnya itu ya Allah berikan ganjaran
- dia pahala satu ya. Kemudian kalau dia
- laksanakan pun ya perbuatan dosanya itu
- ya Allah masih hanya tuliskan satu
- kesalahan tidak dilipat gandakan menjadi
- 10. Nah, ini ya Allah yang Allah
- Subhanahu wa taala katakan, waaktubu ma
- qaddamu. Kami akan tuliskan apa yang
- telah mereka atau apa yang mereka
- perbuat. Bahkan rahmat Allah Subhanahu
- wa taala bukan saja ya kalau itu
- kebaikan ya Allah Subhanahu wa taala wa
- tuliskan waarahum dan dampak-dampak dari
- perbuatannya. Ini bisa positif, bisa
- negatif ini ya. Jadi kami tuliskan apa
- yang mereka persembahkan, apa yang
- mereka kerjakan. Ya qaddamu arti mereka
- fi'il madhi ini yang mereka telah
- kerjakan. Allah baru tulis. Oh, dia
- melakukan kebaikan ini ditulis oleh
- Allah Subhanahu wa taala.
- Waarahum dan
- dampaknya,
- bekas-bekasnya seorang ya mendirikan
- suatu bangunan yang bermanfaat untuk
- halai ramai. Jadi bukan hanya
- perbuatannya sekali, tapi terus selama
- ee bangunan itu dimanfaatkan terus oleh
- masyarakat untuk kepentingan umum, dia
- akan mendapatkan pahala terus. Jadi
- bukan waktu dia yang mengerjakan itu
- aja.
- Jadi waktubu e waarhum jadi waktubu ma
- qaddamu waarahum kami tuliskan apa yang
- mereka kerjakan dan
- dampak-dampaknya. Ya inilah ya makanya
- begitu besar pahala orang yang beramal
- jariah itu ya. Terus mengalir
- terus. Sebaliknya ararhum kalau negatif
- ya kalau dia melakukan perbuatan yang
- buruk seperti mencontohkan bagaimana
- mencuri yang baik misalnya supaya dapat
- uang. Wah, dia caranya ya bikin program
- bagaimana bisa mengambil ee uang orang.
- Walaupun dia sudah meninggal, tapi
- program itu masih digunakan oleh orang
- untuk mengambil untuk melakukan
- kejahatan, dia masih mendapatkan andil
- dari dosa itu. Bukan dosa yang ngerjakan
- ditimpahkan ke dia. Tidak. Arti dia
- karena memberikan contoh yang tidak
- baik. Itu ya. Jadi sesuai dengan hadis
- Nabi katanya, "Man sanna fil islami
- sunnatan hasanatan falahu ajruha wa ajru
- man amila biha ila yaumilqiamah." Barang
- siapa memberikan contoh kebaikan maka
- dia akan mendapatkan paha pahalanya dan
- juga mendapatkan pahala ya orang yang
- mengerjakannya sampai hari kiamat. Jadi
- ada orang yang contoh dia, dia melakukan
- kebaikan ya. Ada orang contoh dia ya.
- Kemudian terus terus ya banyak orang
- yang mencontohi dia makin banyak dia
- makin bertambah
- amalnya. Sebaliknya waman sanna fil
- islami sunnatan sayyiatan. Barang siapa
- yang berikan contoh dalam Islam dengan
- contoh yang tidak baik
- ya, maka dia pun akan mendapatkan
- dosanya dan dosa seperti dosa orang yang
- mengerjakannya ya ee ila yaumilqiamah
- sampai hari kiamat. Bukan berarti dosa
- orang yang ngikutinnya diambil sama dia,
- dia enggak dosa. Enggak. Dia yang
- mengerjakan dapat dosa, dia juga dapat
- dosa karena dia dapat dosa mencontohkan
- tadi. Jadi
- waktubuahum jadi ma qaddamu waarahum ya
- ararahum di sini dalam ada penafsiran
- lain artinya kalau orang juga misalnya
- berjalan dia salat ke masjid asarhum di
- sini bekas-bekas langkahnya ke masjid
- itu di ditulis oleh Allah subhanahu wa
- taala sebagai suatu kebaikan. Ini juga
- diterangkan oleh hadis Nabi. Makanya ada
- suatu peristiwa ketika Rasulullah
- membangun Masjid
- Nabawi, ada orang yang rumahnya jauh
- dari situ pengin pindah ke dekat masjid.
- Rasul bilang, "Enggak, makanakum,
- makanakum. Tetap saja kalian di rumah
- kalian tinggal yang jauh enggak apa-apa.
- Tuktab arsarukum." Karena langkah kalian
- ke masjid ini akan dihitung. Jadi makin
- jauh dia dari rumahnya, dari masjid,
- langkahnya kan makin banyak ya. itu
- makin banyak pahala dia melangkah
- seperti itu. Jadi Rasulullah kasih tahu
- begini kan kalau enggak enggak
- dibilangin akhirnya semuanya pindah
- dekat masjid akhir penuh masjidnya apa
- masjid sesak nantinya ya dikelilingi
- rumah semua ya makanakum arti setiap
- orang itu ya akan dihitung ya langkahnya
- ke masjid ya itu ee makna yang lain
- daripadaum waaiin ahsaahu fi imam mubin
- segala sesuatu kami hitung sudah kami
- perhitungkan di Imam Mubin. Di sini
- adalah maksudnya di Lauhil mahfuz
- tercatat
- semuanya. Ya, berikutnya lagi
- ya. Inna
- ee ada ayatnya juga yang dalam yaktubu
- dalam fi'il mudhori.
- Waqulun faidza barzu minaka bay thatifat
- minhum ghairadzi taquul wallahu yaktubu
- ma yubayitun.
- Ini Annisa ayat
- 81.
- Jadi orang-orang munafik juga
- ini mereka mengatakan thaatun. Mereka
- mengatakan kami taat ya Rasulullah. Tapi
- faid baru minika. Ketika mereka sudah
- keluar dari sisi Nabi bayat that
- thifatum
- giriralladzi takl ya mereka kemudian
- merencanakan di waktu malam merencanakan
- makar ya tidak seperti apa yang kamu
- katakan merencanakan perbuatan-perbuatan
- seper tidak yang seperti diinstruksikan
- oleh Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam apa yang mereka kerjakan itu
- malam-malam mereka rencanakan apa
- wallahu yaktubu maa yubhyitun Allah
- mencatat apa yang mereka rencanakan kan
- itu ya niat jahat mereka itu ya Allah
- catat maksudnya ya perbuatan mereka itu
- di depan
- Rasul bilang iya bilang taat tapi di
- belakangnya malah membantah itu Allah
- subhanahu wa taala catat lihat ini dalam
- bentuknya fi'il mudhor' artinya Allah
- akan catat semuanya apa yang mereka
- rencanakan rencana
- busuknya di dalam ayat yang lain
- Ya am yahsabuna alla nasma sirrahum wa
- najwahum. Ini dalam zukhruf ayat 80.
- Apakah mereka mengira orang-orang kafir
- itu bahwasanya kami tidak
- mendengar rahasia mereka dan bisikan
- mereka? Allah dengar apa yang mereka
- perbuat. Bala bahkan warusuluna ladaihim
- yaktubun. utusan-utusan kami. Arti para
- malaikat mereka pun mencatat apa yang
- mereka perbuat. Jadi yaktubun dalam
- bentuk fi'il mudhori. Jadi bukan sudah
- dituliskan perbuatan manusia dituliskan
- oh seorang ini bermaksiat ini seorang
- ini melakukan maksiat di hari enggak di
- hari ini dia dia akan maksiatnya bukan
- seperti itu. Ya, artinya malaikat
- mencatat ee perbuatan manusia tapi Allah
- tahu semuanya ya. Oh. si manusia akan
- melaksanakan maksiat di hari ini, jam
- sekian. Allah tahu. Tapi Allah itu
- adalah itu Allah
- ee ee segala perbuatan itu atas kehendak
- si manusia tadi ya. Dan akan dicatat
- perbuatannya setelah mereka
- melaksanakan.
- Ya, inilah jadi tentang
- ee ee kata-kata ba tadi dan juga yang
- harus diperhatikan
- tentang makna kasaba
- artinya ee kataba atau kataba itu
- menentukan kalau kasaba artinya bimakna
- hampir mirip dengan amilah bekerja.
- Jadi banyak sekali ayat-ayat Quran yang
- mengatakan wallahu ya'lamu bima kuntum
- tamalun. Allah maha mengetahui apa yang
- kalian kerjakan. Dan ee Allah akan
- membalas sesuai dengan apa yang kalian
- kerjakan. Alyyauma tujzauna ma kuntum
- tamalun. Kata Allah, "Pada hari ini di
- yaumul kiamah nanti kalian akan
- dibalas sesuai apa yang kalian
- kerjakan." Jadi, jangan bilang, "Oh, ini
- kan karya kami kerjakan ini Allah yang
- sudah tentukan." Enggak ya. tidak
- seperti itu. Itu adalah pemahaman yang
- salah, pemahaman Jabariah. Ya.
- Ee sampai sini dulu
- ee pembicaraan kita
- tentang qada dan qadar ya. Insyaallah
- nanti kita akan masih ada kelanjutannya
- di pertemuan yang akan datang seperti
- membaca membicarakan apa yang maksud
- ajal ya itu kan ketentuan Allah juga ya.
- ajal nasib apa semuanya itu ya
- insyaallah di dalam pertemuan yang akan
- datang. Ee ini saja yang dapat saya
- sampaikan lebih kurang saya mohon maaf.
- Billahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Iya subhanallah. Allahumma shalli ala
- Muhammad wa ala ali Muhammad. Sambil
- tetap berselawat ikhwan akhwat, kita
- akan teruskan kajian kita di sesi tanya
- jawab. Bagi yang ingin bergabung bisa
- menghubungi kami di
- 0218451512 ataupun bertanya melalui SMS
- atau WhatsApp kami di
- 0811999720. Namun setelah jeda yang
- berikut ini, tetaplah bersama kami.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Okej.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- Radio Silaturahim untuk Islam yang satu
- masih bersama saya Nur Diana juga ada
- Zin di operator Bang Fahri kameraman
- juga terbalik ini ya Zin kameramen ya
- Zin ya dan masih bersama Ustaz Hamzah
- Halat di iman kepada qada dan qadar.
- Tadi kita sudah membahas jabaran dari ee
- surah at-Taubah juga surah Annisa juga
- Azzukruf yang di mana intinya adalah
- kita membahas tentang orang-orang
- munafik ya, Ustaz. Dari dari qada dan
- qadar juga. Iya. Dalam qada dan qadar
- ini tadi ee di belakang layar kami
- berdiskusi tentang bagaimana sih Ustaz
- kita menghadapi orang-orang munafik ya
- Ustaz ya. terutama yang ada di lembaga
- dakwah yang tadi bisa menjangkiti orang
- yang berilmu ya, Ustaz ya. Seperti yang
- kita tahu bahwa ee Rasulullah
- sendiri mengedepankan akhlak ya, Ustaz
- ya, baru ilmu. Nah, bagaimana kita
- menghadapi ee sikap seperti ini, Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli wasallam ala sayyidina Muhammadin
- wa ala sayyidina Muhammad.
- ya artinya
- bagi ee
- bagi pendakwah ya, bagi orang yang dai
- ya harusnya dia itu tetap ya konsisten,
- dia harus ee ee sabar di dalam
- menghadapi berbagai cobaan baik itu
- fitnahan dan seterusnya. Ee karena
- itulah ee ujiannya bagi dai seperti apa
- yang dilakukan oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Dan ujian
- ini ya cobaan, godaan, rintangan bukan
- hanya dari orang awam, tapi juga dari
- orang-orang yang ada rasa dengki di
- dalam hatinya, rasa iri di dalam
- hatinya. Oh, kok dia begit terkenal,
- disanjung, dicintai orang kok. Saya kan
- ilmunya lebih banyak ya. saya lebih
- pintar. Saya orang yang punya kedudukan
- yang tinggi. Kok enggak seperti dia
- seperti itu. Nah, kadang-kadang rasa iri
- ini, dengki ini bisa mendorong seseorang
- untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang
- dimurkai oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Ya, dia mulailah menjelek-jelekan, ya.
- orang yang istiqamah, orang yang
- berdakwah dengan ee mengharapkan
- keridaan Allah Subhanahu wa taala di
- dijelek-jelekkan, difitnah ya dibusukkan
- dan
- seterusnya. Ini bisa terjangkit jangan
- kira oh kalau orang sudah alim pintar
- enggak enggak melakukan ini. Tidak ya.
- Ini penyakit yang Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam saja perintahkan kita
- untuk berdoa, minta dilindungi ya,
- di-jauhkan dari penyakit-penyakit ini.
- Ini penyakit batin ini atau yang
- disebutkan dalam Al-Qur'an alfawahisy
- albatinah. Ya wujtanibul fawahisya
- mahara minha wa bathan. Allah katakan,
- "Jauhkanlah perbuatan fahisyah ini,
- perbuatan yang keji ini." Ya, mahara
- minha apa yang zahir maupun yang batin.
- Yang zahir itu yang dilakukan ya oleh
- mulut dan kemaluan biasa ya. Dan yang
- batin itu yang dilakukan oleh hati ya.
- Itu di antaranya yang terbesar adalah
- syirik. Itu amalan hati ya. Ini adalah
- fahisyah albatinah.
- kibir ya sombong kesombongan itu adalah
- ada di dalam
- hati walaupun ciri-cirinya bisa keluar
- ke dalam perbuatan ya kemudian hasud
- dengki ya itu juga fahisyah albatinah ya
- fahisyah yang ada di dalam hati ini
- hasud ini iri dengki ini bisa
- menghinggapi siapa saja menghinggapi
- orang yang kaya punya keduduk orang yang
- alim atau orang yang biasa biasa ya.
- Contohnya Qabil anak Nabi Adam ya
- membunuh Habil saudaranya. Karena apa?
- Karena ada rasa hinggit di sini, rasa
- hasud di sini, rasa iri ya. Kenapa kok
- si
- Habil korbannya diterima oleh Allah?
- Kenapa korban saya kok enggak terima?
- Ya, dengki akhirnya
- dibunuh. Begitu juga menghinggapi
- anak-anaknya Nabi Yaakub Alaih Salam.
- Ya, bagaimana Nabi Yusuf ya diperdayai
- oleh saudara-saudaranya, orang
- kakak-kakaknya karena apa? Karena
- dengki. Ini anak Nabi loh ya. Jadi
- enggak pandang ini kalau kalau apa kalau
- kedengkian itu menghidapi menghinggapi
- seorang dia akan berbuat sesuatu yang
- dilarang oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Bahkan sampai berani membunuh pun dia
- dia lakukan.
- Ya, bagaimana
- disebutkan ya layusufu ahabbu ila abina
- minna wahnu asbah. Inilah kedengkian itu
- di dalam hatinya yang diungkapkan
- kemudian dibilang apa? Ah, ini Yusuf.
- Bagaimana Yusuf kok lebih dicintai oleh
- orang tua kami? Wahnu usbah. Padahal
- kami ini adalah laki-laki yang kuat. Ini
- sekumpulan orang-orang yang kuat ya.
- orang-orang yang sudah bermanfaat,
- berguna buat bagi ayah kita. Kita kan
- suka bantu ayah kita. Kitalah yang
- menjadi ee penopang hidup dari ayah
- kita. ini seperti itu. Jadi merasa dia
- berjasa, merasa dia ya seorang itu bisa
- merasa punya ilmu, merasa punya
- kedudukan, kadang-kadang bisa hasut
- kepada orang lain ya kedengki akhirnya
- dia melakukan perbuatan yang
- yang tidak baik tadi. Bagaimana Nabi
- Yusuf diceburkan ke sumur itu ya ee
- hinggap menghinggapi anak Nabi atau juga
- kepada ya orang-orang yang di sekitar
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam ya. Bagaimana pamannya sendiri
- Abu Lahab
- ya dia enggak
- mau enggak mau taat ya enggak mau
- ikut beriman kepada Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Karena apa?
- Karena ada rasa tadi penyakit hati ya,
- di situ juga ada kibir, ada kesombongan.
- Kok keponakan saya yang jangan nasihatin
- saya? Ya, ya seperti itu juga Abu Jahal
- dan teman-temannya itu juga sama seperti
- itu karena dengki, karena hasud, iri kok
- dari Quraisy yang jadi nabi. Padahal
- kita ini selama ini kita selalu bersaing
- kabilah-kabilah suku-suku yang terhormat
- di di apa yang ya yang ya yang terbesar
- di di Jazirah Arab waktu itu. Mereka
- semuanya saling berlomba di dalam
- berbuat-berbuat yang kesohorlah
- istilahnya ya. Ketika orang haji kan
- orang-orang dulu sebelum Nabi pun
- orang-orang melaksanakan haji ke Makkah.
- Oh mereka ada yang menjamu tamu ya, ada
- yang bagaimana menghiasi Ka'bah,
- memberikan apa ee kain Ka'bah, penutup
- Ka'bah. Oh, ada yang melakukan e yang
- memberikan air bekal perbekalan, ngasih
- makanan dan seterusnya. Semuanya
- bersaing dalam kebaikan. Waktu
- itu Abu Jahal pernah me
- me memberikan perumpamaan
- begini ya. Kita ini dengan Bani Hasyim
- yaitu Bani Hasyim adalah ee sukunya Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- ya. Kabilah Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Kita ini bersaing
- ibarat kita lagi balapan kuda lagi
- berjaban begitu. Oh, saling mencap main
- main e dulu-duluan dalam dalam ee
- perlombaan tersebut. Ya, dia melakukan
- kebaikan, saya juga melakukan kebaikan.
- Dia melakukan ini, saya melakukan ini.
- Seperti itu. Tapi ketika dari Bani
- Hasyim mengatakan di sana di kelompok
- kami ada seorang nabi. Akhirnya saya
- masa saya juga ngaku nabi enggak mungkin
- gitu. Akhirnya dia karena dengkinya,
- irinya dia enggak bisa. Nah, ngaku nabi
- juga bersama Nabi. Akhirnya dia malah
- menentang nabi tersebut. Bukan dia
- enggak, bukan dia tidak mengakui
- kebenaran yang dibawa oleh Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Wajahadu biha. Allah Subhanahu
- wa taala terangkan, wajahadu biha
- wastaiqonatha anfusuhum dulman wa uluwa.
- Mereka ingkar kepada Nabi. Tapi
- wastaiqat anfusum dalam hati mereka.
- Mereka yakin akan kebenaran Nabi. Tapi
- kenapa enggak mau ikut? Karena ada itu
- kezaliman, ada sifat zalim dan uluan
- karena sombongan. Jadi, sifat sombong,
- sifat dengki itu bahaya sekali. Jadi,
- enggak pandang seorang itu kadang-kadang
- dia ngerti, "Oh, ini ini salah nih, tapi
- lihat kesombongan dan rasa dengki itu
- bisa mengalahkan itu semua." Ini
- berbahaya sekali bagi siinya ya.
- Ya, seperti yang diperintahkan oleh
- Allah Subhanahu wa taala. Qul lay
- yusibana. Ya, bagi para dai yang yang
- istiqamah yang terus membela,
- menjalankan perintah Allah Subhanahu wa
- taala, berdakwah di jalan Allah. Kalau
- mendapatkan ya segala musibah cobaan
- ini, Allah Subhanahu wa taala sudah
- perintahkan seperti yang diperintahkan
- kepada Nabi QL yusibana illa ma
- kataballahu lana hua maulana wa alaihi
- falyatawakalil mukminun. Ya, katakanlah,
- "Ya Rasulullah, layusbana tidak ada yang
- menimpa kami kecuali apa yang sesuai
- dengan itu kecuali sesuai dengan apa
- yang Allah telah tuliskan. Ya, kepada
- Allahlah kami bertawakal. Dialah
- pelindung
- kami. Dan wa alaihi falyatawakal
- mukminun. Dan hanya kepadanya, kepada
- Allah orang-orang yang beriman itu
- bertawakal. Wallahuam. Iya, Ustaz. Kita
- menuju pertanyaan yang masuk di WhatsApp
- kita dari hamba Allah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz
- Hamzah. Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Maaf, Ustaz. Saya ingin tahu apakah
- penyakit munafik ini bisa sembuh dan
- bagaimana caranya berhadapan dengan
- orang-orang
- munafik. Terima kasih.
- Ya. Bismillahirrahmanirrahim. Allahum
- shalli ala sayidina Muhammad sayidina
- Muhammad. Ya. Penyakit munafik ini ya
- bisa saja sembuh ya. Yang penting dia
- harus paham mengerti yang pertama.
- Kemudian mengerti dengan ya tadi
- sifat-sifat Allah yang Allah Subhanahu
- wa taala terangkan apa saja sifat
- orang-orang munafik itu ya dan kemudian
- ada kemauan di dalam dirinya untuk
- berubah untuk memperbaiki diri ya
- insyaallah dia akan ee akan ee
- dihilangkan dari sifat-sifat munafik ini
- dan dia bertobat atas
- perbuatan-perbuatan nifaknya yang
- terdahulu ya Allah Subhanahu wa taala
- mahah rahmanirrahim. Allah akan
- membukakan ya ee pintu maaf kepada
- siapapun yang mau bertobat kepada Allah
- subhanahu wa taala.
- Ya. Adapun terhadap orang munafik ya,
- bagaimana sikapnya terhadap orang begini
- ya. Allah Subhanahu wa taala perintahkan
- kepada Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam faid anhum ya ya hindari
- mereka ya enggak jangan diladenin orang
- seperti itu ya faarid anhum wat tawakal
- alallah bertawakal kepada Allah
- subhanahu wa taala. Jadi itu sikap
- menghadapi orang orang yang seperti itu
- ya juga ee samping itu doakan mereka
- supaya mereka bertobat, mereka menjadi
- baik. Wallahualam. Dihindari dan
- didoakan. Iya doakan menjadi baik. Ya,
- tidak boleh terlibat dalam perkumpulan
- mereka. Berarti jangan hindari.
- Masyaallah. Semoga terjawab ya hamba
- Allah. Kita ke Bu Liza Emilda di Bekasi.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz Hamzah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Seringkiali di saat saudara
- atau keluarga kita terkena musibah, kita
- bilang
- begini, "Kita harus ikhlas. Ini sudah
- ketentuan Allah. Ini sudah takdir Allah.
- Banyak-banyak istirja aja. Apakah kita
- berkata seperti itu boleh, Ustaz?" atau
- bagaimana yang lebih afdalnya ya? Supaya
- di dalam musibah kita tidak seperti
- seakan-akan menyalahkan Allah. Syukran,
- Ustaz Hamzah. Mohon nasihatnya. Iya. Ya,
- pertanyaan bagusnya yang terakhir itu
- jangan seolah-olah kita menyalahkan
- Allah Subhanahu wa taala. Ini ini banyak
- dilakukan ya orang ya sudahud begini oh
- saya ini sengsara ini sudah takdir.
- Seolah-alah kamu ini seperti ini menjadi
- ini adalah Allah yang artinya yang ee
- berbuat untuk kamu. Jadi yang disalahkan
- Allah Subhanahu wa taala. Ya ini tentang
- musibah sebenarnya nanti akan kita bahas
- khusus tentang musibah ya. Tapi boleh
- kita karena ada pertanyaan ini
- ya kita baca firman Allah Subhanahu wa
- taala
- dalam surah Al Imran 165 pertama tentang
- masih ma asobaka min hasanatin
- faminallah wama asobaka min sayyiatin
- famin nafsik. Allah terangkan dalam
- surah An-Nisa bukan? Heeh.
- itu ya. Annisa ayat 79. Ma asobaka min
- hasanatin. Apa yang menimpa kamu dari
- kebaikan faminallah itu dari Allah. Wama
- asobaka min sayiatin famin nafsik. Apa
- yang menimpa kamu dari keburukan itu
- dari diri kamu. Jadi jangan disalahin
- Allah ya. Gambaran maksudnya seperti
- apa? Begini.
- Allah Subhanahu wa taala sudah
- menciptakan alam semesta ini dengan
- begitu rapinya, dengan begitu baiknya,
- dengan begitu teraturnya. Bahkan waqadar
- walaq klain faqaddarahu taqdir. Allah
- ciptakan segala sesuatunya sampai
- kadar-kadarnya
- pun ya Allah tentukan kadar air, oksigen
- sampai zat-zatnya Allah tentukan kadar
- oksigen dalam air berapa persen,
- hidrogennya berapa.
- Allah Subhanahu wa taala sudah tentukan
- itu dan Allah ciptakan alam semesta ini
- begitu serasi, begitu indah ya atau yang
- sering kita sebut ekosistemnya begitu
- baik ya.
- Kemudian terjadi bencana akibat ya satu
- ada bencana bencana dilakukan oleh kita
- secara fisik ada juga bencana yang
- dilakukan yang diakibatkan oleh
- dosa-dosa kita ya dari yang fisik
- misalnya ya ini juga termasuk sebenarnya
- dosa ya tapi yang
- kelihatan seperti begitu sudah ee apa ee
- indahnya lingkungan alam semesta ini
- Allah Subhanahu wa taala ya ee turunkan
- hujan dari langit
- kemudian ya tidak turun lagi
- di ketika Allah uapkan ee air laut
- menjadi ya uap embun menjadi awan tidak
- Allah turunkan di laut juga tapi Allah
- giring dengan angin ya diturunkan di
- gunung diturunkan di sawah ini semuanya
- adalah ketentuan Allah atur semuanya
- dari gunung kemudian mengalir merasap ke
- dalam tanah ya. Ada dijadikan kemudian
- sumber air, sumur dan seterusnya dan
- irigasi juga ada yang dialirkan melalui
- sungai. Sungai begitu meliuk-liuk. Itu
- gunanya untuk memberikan kesempatan bagi
- ee manusia untuk mengambil manfaat di
- sana. Tapi
- kemudian datang musibah akibat banyak
- hutan digunduli ya. dan digunduli
- akhirnya terjadi
- longsor. Ya, juga kalau di perkotaan
- banyak saluran-saluran air itu ya
- disumpel dengan kotoran-kotoran, ditutup
- dengan sampah-sampah. Yang naruh buang
- sampah sembarangan manusia terjadi
- banjir. Ini mah takdir Allah Subhanahu
- wa taala. Ketentuan Allah enggak. Takdir
- Allah selalu baik, ketentuannya baik.
- Oh, ini air ditentukan. Oh, mengalir
- dari atas ke bawah mencari daerah
- terendah. Kita buat daerah terendahnya
- itu buat resapan dia. Air itu meresap ke
- tanah-tanah. Oh, resapannya kemudian di
- ditutup semuanya. Yang buat resapannya
- tertutup semuanya jadi aspal, semuanya
- jadi beton kan manusia. Ketika terjadi
- banjir bilang salahkan Allah subhanahu
- waala ini takdir Allah bukan. Ini takdir
- Allah arti baik. Ini yang Allah
- sebutkan. Ma asobaka min hasanatin
- faminallah. Apa yang menimpa kamu dari
- kebaikan itu adalah dari Allah. W
- asobaka min sayatin famin nafsik. Kalau
- yang menimpa dari keburukan itu biasanya
- ulah diri kita sendiri. Ya, seperti
- itu ya. Seperti yang pernah kita
- contohkan kalau bilang takdir gini ya.
- Takdir semuanya Allah subhanahu wa taala
- sudah jalankan sudahud ada nih air nih
- ya Allah tentukan dia akan mengarah ke
- daerah yang bawah kemudian dia akan
- meresap ya kalau ada di tanah-tanah yang
- berpori di sana.
- Ya, itu ketentuan Allah seperti itu. Dan
- kalau ditutup tanahnya itu ya takdir
- Allah dia akan enggak meresap. Nah,
- seperti itu. Itu juga takdir Allah. Jadi
- ketika dari suatu takdir di yang Allah
- Subhanahu wa taala sudah tetapkan itu
- adalah merupakan baik ya. Kemudian kita
- rubah menjadi tidak baik. Nah, itu itu
- juga sebenarnya ketentuan Allah. Memang
- takdir Allah. Tapi yang dibuat oleh
- kita, yang diakibatkan oleh kita. Oleh
- karena itu, min nafsik famin nafsik
- katanya dari diri kamu. Jadi ketentuan
- yang Allah Subhanahu wa taala tetapkan
- di alam ini itu semuanya semuanya
- tertata dengan baik adalah itu sudah
- baik. Tapi ketika ada kerusakan maka itu
- adalah ulah dari manusia. Jadi tadi
- secara fisik yang langsung seperti itu
- contohnya. Ada juga musibah karena
- kemaksiatan ya. Karena kemaksiatan juga
- itu bisa
- mendatangkan musibah dan murka dari
- Allah Subhanahu wa
- taala. Jadi dalam ayat yang lain Asyura
- ayat 3, wama
- asobakum mim musibatin fabima kasabat
- aidikum. Dan tidaklah menimpa kalian
- dari suatu musibah ya kecuali itu adalah
- dari hasil karya buah tangan kalian. Ya
- wfuir. Dan padahal kalau andai kata
- Allah biarkan lepas semua buah kal tang
- tanah buah tangan kalian itu akan
- menjadi
- musibah. Oh kita hancur ya
- sehancur-hancur ya. Tapi wfuan katir
- Allah banyak itu sudah disaring oleh
- Allah sudah sudah dimaafkan. Jadi
- mungkin sudah keterlaluan akhirnya di
- diberikan musibah itu supaya
- apa ya ketika terjadi musafir supaya
- kita sadar ya supaya bisa ngambil
- pelajaran gitu. Ini ini ini adanya
- musibah-musibah seperti itu ya. Walaupun
- itu ada hasil dari perbuatan kita
- sendiri ya.
- Tapi ketika terjadi musibah, Allah
- harapkan kita itu menjadi sadar. Dalam
- surah Rum ayat 41, Allah berfirman,
- "Doharal fasadu fil barri wal bahri bima
- kasabat
- aidinas."
- Ya, muncul kerusakan di daratan maupun
- di lautan. Itu
- semuanya bukan enggak ada sebab.
- Sebabnya apa? Bima kasabat aidinnas
- disebabkan oleh apa yang dilakukan oleh
- tangan-tangan manusia. Terjadi bencana,
- terjadi longsor, terjadi kebakaran. Ini
- hasil karya
- manusia. Tapi ini semuanya azab kemudian
- Allah takdirkan terjadi. Ada juga yang
- tidak terjadi bisa ya Allah hindarkan
- tadi yang Allah katakan wfuan kir
- kadang-kadang Allah masih nunda itu
- musibah itu kerusakan. Tapi ketika
- terjadi ya Allah katakan apa?
- Liyudziqohum ba'dadzi
- amilu. Ini tujuannya untuk Allah
- merasakan kepada mereka ya untuk dia
- agar supaya digasi pelajaran buat mereka
- ya. La'allahum yarjiun. Tujuannya apa?
- Agar supaya mereka kembali kepada Allah
- supaya sadar.
- Itu seperti itu ya.
- Jadinya kita harus pahami ya memang
- Allah Subhanahu wa taala telah
- menetapkan ya menakdirkan segala sesuatu
- pada alam semesta ini. Tapi jika terjadi
- suatu hal yang buruk kita hendaknya kita
- salahkan diri kita ya kita introspeksi
- apa yang kita lakukan. Oh, ini mungkin
- ini karena kesalahan saya, karena suat
- kealpaan saya, banyak dosa saya seperti
- itu. Ini ini adalah yang terbaik ya. Ini
- yang terbaik ya. Sambil kita katakan inn
- lillahi wa inna ilaihi rojiun. Ini
- istirja ya. Sesungguhnya kita milik
- Allah ya. Apa yang terjadi pada kita pun
- ya
- kita serahkan kepada Allah Subhanahu wa
- taala karena kita akan kembali juga
- kepada Allah Subhanahu wa taala. ini
- ketika kita n mendapatkan musibah
- artinya ini semua ya tidak lain Allah
- Subhanahu wa taala maha sempurna maha
- kasih sayang ini kelah-laian kami ya ini
- kesalahan kamen ya kami akhirnya
- terjatuh dalam musibah ini seperti itu
- ya yang terbaiknya seperti itu. Jangan
- menyalahkan Allah Subhanahu wa taala.
- Wallahuam. Ya, semoga terjawab ya. Tadi
- subhanallah ya, Ustaz ya. Setiap musibah
- yang kita ee terima itu adalah teguran
- dari Allah agar kita kembali nih, Ustaz.
- Nah, ini pengalaman pribadi nih, Ustaz.
- Saya melihat ee seorang yang
- aktivitasnya itu ee melakukan kebaikan
- gitu ya, Ustaz ya. Tapi terus banyak
- sekali mengorganize ini itu di
- acara-acara Islami gitu kan ya, Ustaz.
- Tapi ter ganjal sekali dengan akhlaknya
- yang senang sekali merendahkan orang
- lain. Bahkan kalau misalnya ini ee bisa
- memaki orang yang lebih tua pun dimaki
- atau sombong gitu, Ustaz. Senang seperti
- itu. Nah, satu hari mengalami kecelakaan
- ya, Ustaz ya. Iya. Tapi setelah pasca
- kecelakaan itu kita harapkan dia mungkin
- mengelis teman-teman yang sudah di
- pernah disakiti gitu ya. Tapi ini
- kembali bahkan lebih ee lebih tidak
- tidak menampakkan perubahan. Nah, kita
- bingung itu gimana ya, Ustaznya?
- Berkaitan dengan pertanyaan satu lagi
- nih, Ustaz. Dari hamba Allah yang kita
- sekalian bacakan ya, Ustaz ya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Heeh. Kalau kita ada
- waktu ajalnya, sudah waktu ajalnya,
- bagaimana perbuatan kita sendiri
- sehari-harinya misalnya, oh ajal itu
- sesuai dengan perbuatan kita
- sehari-hari. Misalnya kita gemar membaca
- Quran tiap habis subuh, apakah itu ajal
- kita akan seperti itu? Setiap baca Quran
- habis subuh akan mati seperti itu
- mungkin ya.
- Seperti He begini ya. Tadi pertanyaan
- yang pertama tadi apa kaitan pengalaman
- pribadi tadi ya?
- ee seharusnya tadi ya seperti apa yang
- Allah Subhanahu wa taala Allah itu
- sayang sama kita enggak mau dicabut dulu
- kita ini ya dalam keadaan kita mungkin
- lagi sombong lagi lupa diri tapi
- diingatkan dulu karena dapat musibah ya
- ya dapat
- cobaan itu hendaknya kita pahami takdir
- ini harus kita itu ayat-ayat Quran ini
- harus dipahami. Ketika kita dapat
- musibah, harusnya kita itu sadar ya.
- Harusnya kita itu introspeksi. Aduh, ken
- saya kenapa musibah ini? Mungkin saya
- banyak nyakitin orang, mungkin saya
- enggak jaga mulut saya seperti itu. Itu
- harusnya menjadi pelajaran, harus
- memperbaiki diri. Maka itu akan menjadi
- ya musibah yang kita hadapi itu akan
- menjadi pelajaran yang sangat baik dan
- akan merubah sikap kita. Ini itu yang
- diharapkan yang Allah Subhanahu wa taala
- inginkan. La'allahum yarjiun. agar
- supaya mereka kembali kepada Allah ya,
- tidak tidak lagi ee melakukan
- perbuatan-perbuatan yang sebelumnya
- sebelum diingatkan mereka biasa lakukan
- seperti itu ya seperti itu. yang yang
- hendaknya ya bagi orang yang yang tadi
- ya kadang-kadang
- memang iblis itu ya tidak hanya
- menggelincirkan kita suruh kita maksiat,
- suruh kita tinggalkan salat, suruh kita
- bakhil enggak enggak mengeluarkan infak
- kita. Bukan itu saja, tapi ketika kita
- sudah menjalankan kebaikan pun sudah
- salat ya, sudah berinfak, sudah puasa,
- sudah menjadi seorang organizer dari
- kebaikan-baikan itu pun di masih. Jangan
- kira iblis lepas tangan. Iblis masih
- goda kita. Disuruh kita oh bangga, suruh
- kita ria, suruh kita oh kali kamu ini
- orang yang paling baik. Ini amalmu
- paling banyak. seperti itu dibikin kita
- sombong, dibikin kita lupa diri. Nah,
- itu ketika kita lupa diri itu kan kita
- akan tergelincir di situ. Oleh karena
- itu mungkin diingatkan ya tadi ya
- bagaimana orang yang sudah kelihatan
- banyak baik amal baiknya kemudian tapi
- akhlaknya tidak baik itu diingatkan oleh
- Allah dicambuk sedikit ya kecelakaan
- misalnya ya agar supaya dia dia sadar ya
- memperbaiki diri sebab apa yang dia
- lakukan ini suatu kebaikan jangan sampai
- dirusak oleh akhlaknya yang tidak baik
- ya karena itu nanti akan sia-sia
- nantinya ya apa yang dia lakukan itu.
- Nah, itu N. Heeh. Jadi, ee pertanyaan
- pertama yang kedua apa tadi? Yang
- kematian tentang Heeh. Dia senang baca.
- Iya. Kalau kita kita melakukan kebaikan,
- insyaallah kita akan ditutup
- ee apa ee usia kita dalam melakukan
- kebaikan tersebut. Ya, bahkan seorang
- kata Nabi, seorang yang biasa melakukan
- kebaikan. dia biasa baca Quran setiap
- pagi, dia biasa
- ee bersedekah ya setiap hari walaupun
- dia apa ee ee sesuai dia itu kemudian
- enggak mampu kata Nabi ya karena sakit
- dia biasa salat tahajud tapi dia
- kemudian sakit enggak bisa melaksanakan
- tadi. Itu akan dituliskan oleh Allah
- Subhanahu wa taala ya amal itu tetap dia
- dia dapatkan pahalanya ya. Nabi
- sallallahu alaihi wasallam pernah
- bersabda tentang seorang yang
- dibangkitkan itu atas apa nanti yang dia
- amalkan.
- Ya, yamutul
- maru ala ma asya alaihi. Kata Nabi,
- seorang itu akan mati atas apa yang dia
- biasa hidup padanya.
- Al ma alaih. Dan seorang akan
- dibangkitkan nanti atas apa dia matinya.
- Ya, mati dalam keadaan maksiat akan di
- ee nauzubillah itu yang disebut suul
- suul khatimah yang dibangkitkan dalam
- keadaan maksiat seperti itu. Jadi,
- yamutul maru ala ma asya alaihi. Seorang
- itu akan mati pada apa yang dia biasa
- hidup dengannya. Ya. Jadi hendaklah kita
- biasakan, dawamkan segala amal kebaikan.
- Dawamkan walaupun sedikit ya. Karena
- kata Nabi, ahabbul aaliallah adwamuha
- wainqa. Ya, amal yang paling dicintai
- oleh Allah subhanahu wa taala adalah
- yang dikerjakan walaupun sedikit. Jangan
- sekarang kita oh giatnya semangat
- ngerjain amal kebaikan eh setelah itu
- sama sekali kita tinggalkan ya. Nah, itu
- itu enggak enggak enggak baik ya seperti
- itu ya. Jadi yang terbaik atau ee
- artinya kita rutin ya.
- Walaupun sedikit apalagi kalau banyak
- tapi rutin ya. Ini ini yang yang
- diharapkan dan ini juga yang kita
- harapkan ya. Kalau kita rutin seperti
- itu kita akan dimatikan dalam keadaan
- husnul khatimah. Wallahuam. Amin.
- Allahuma jadi semoga saja akhir kita
- baik ya, Ustaz ya. Tidak sedang dalam
- menzalimi orang lain. Baik. Ini
- alhamdulillah dari Singapura dari Mbak
- Nurjana nih Ustaz. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz mohon pencerahannya.
- Saya ada teman di sini dan beliau
- bilang, "Saya mau keluar dari Islam dan
- teman saya suka ke tempel tempat
- sembahyangnya orang Buddha." Dan
- pertanyaan saya yang kedua, Ustaz,
- apakah kalau kita mengirimkan doa buat
- teman atau saudara yang sudah wafat kita
- tidak tahu namanya, apakah doa itu akan
- sampai? Syukran penjelasannya, Ustaz.
- Apakah teman saya tadi sudah murtad,
- Ustaz? Nih, ya. Gimana tadi e temannya
- apa katanya? Temannya sering ke tempel
- bimana?
- temannya Islam dan teman saya ini suka
- ketempel untuk sembahyangnya orang
- Buddha. Apakah teman saya ini sudah
- murtad, Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala sayidina Muhammad Sayidina
- Muhammad. Ya, musyrik atau dia seorang
- keluar dari Islam
- itu adanya di dalam hati ya. Ya, di
- dalam hati. Tidak tidak tidak berarti
- seorang oh datang ke gereja kemudian dia
- jadi musyrik atau dia jadi murtad datang
- ke tempel. ya dia jadi musyrik atau
- murtad tidak ya. Tapi hatinya itu enggak
- kalau dia menyembah itu dia mempercayai
- tempel itu, patung itu sesuatu yang
- bermanfaat itu sesuatu yang bisa
- mendatangkan madarat itu dari musyrik
- dia ya. Tapi kalau hanya datang saja
- sana berkunjung itu enggak ya bukan
- waktu kemusyrikan. Kemasyrikan itu
- adanya di hati ya. Ya. Dan di hati dan
- biasanya dari hati ya bisa muncul kepada
- perbuatan. Tapi kalau kelihatannya
- perbuatan saja tanpa di hati tidak. Ya,
- seperti apa yang dilakukan oleh Ammar
- bin Yasir ya ketika dipaksa oleh oleh
- tuannya untuk menyebutkan Tuhannya ee
- orang Quraisy ya, hubal-hubal seperti
- itu. Akhirnya dia paksa karena dia
- ditekan, diintimidasi orang tuanya
- dibunuh di depan matanya sendiri.
- Ya,
- akhirnya dia terpaksa bilang, "Ya,
- hubal-hubal seperti itu." Kemudian dia
- dilepaskan ya. Akhirnya dia menghadap
- Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam.
- Ya, dia sambil menangis, "Ya Rasulullah,
- saya sudah malu menghadap kamu, ya
- Rasulullah. Saya karena kenapa?" Apa
- kata kata Rasulullah? Karena saya sudah
- menyebutkan Tuhan apa ee ee Tuhan mereka
- ya Rasulullah ya yang mengakui Tuhan
- mereka ya secara lisan gitu kan. Terus
- kata
- Rasulullah, "Apakah kamu hati kamu ee
- itu
- apa tetap ee apa beriman kepada Allah?"
- Iya kami beriman kepada Allah Subhanahu
- wa taala karena kami terpaksa aja.
- Akhirnya turun ayat Quran ya. illa man
- ukriha waqbuhu mutmain bil iman. Ya.
- Jadi orang yang dipaksa itu dalam
- keadaan ee terpaksa kemudian dia
- mengucapkan hal yang di luar
- keimanan ya tapi hatinya tetap dalam
- keimanan maka itu ee dia tetap berada
- dalam keimanan. Jadi kadang-kadang zahir
- ya b ee ya karena suatu keadaan ya tidak
- bisa kita menghukuminya kalau dia itu
- musyrik atau kafir ya. Tapi yang
- sebenarnya keimanan dan kekafiran atau
- kemusyrikan
- itu ya itu adalah min amalil qalb ya
- dari amalan hati ya. Ya, tadi kalau
- temannya tadi misalnya berkunjung saja
- ke tempat ke tempel itu ya jangan
- sembarang-barang kita membilang dia
- murtad. Tidak ya. Kalau dia itu murtad
- kalau hatinya benar-benar ee menjunjung,
- menghormati dan
- meyakini bahwasanya patung-patung yang
- ada di situ adalah memberikan bisa
- memberikan manfaat dan madarat, ya. Dia
- dia musyrik seperti itu. Tapi kalau
- tidak kita jangan menghukumi seperti
- itu, ya. Yang kedua mengenai doa kepada
- orang yang kita enggak kenal namanya
- insyaallah diterima ya. Ya. Kata doa
- kepada fulan bin fulan ya atau Abdullah
- ibn Abdillah seperti itu. Kita doa
- kepada hamba Allah yang kita maksud
- adalah seorang teman kita mungkin dia
- pernah berjasa kepada kita. Kita doakan
- kita namanya kita enggak tahu.
- Insyaallah sampai itu ya karena Allah
- maha mengetahui hati kita ya.
- Wallahualam. Insyaallah sampai seperti
- itu. Wallahuam. Semoga terjawab ya, Mbak
- Nur Jannah. Baik Ustaz, kita sudah di
- penghujung waktu kesimpulan dari tema
- plan belajaran kita hari ini.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli wasallim ala sayyidina Muhammadin
- wa ali sayyidina Muhammad. Dari apa yang
- kita pelajari tentang qada dan qadar ini
- hendaknya
- kita benar-benar
- memahami ketentuan-ketentuan Allah baik
- secara takwini maupun tasyri'i.
- Ketentuan-ketentuan Allah qada maupun
- qadarnya
- ya. Ada yang
- ee ee merupakan sesuatu yang kita tidak
- bisa tawar-tawar ya itu memang sudah
- ketentuan. Tapi ada sesuatu yang kita
- diberikan kebebasan di sananya itu yang
- disebut qada tasyri'i. Nah, kalau qada
- tasyri'i ya kita akan dimintai
- pertanggungjawaban terhadap apa yang
- kita pilih ya. Kemudian tentang apa yang
- dituliskan oleh Allah Subhanahu wa taala
- pada diri kita akan dituliskan tatkala
- kita melakukan perbuatan tersebut ya
- untuk perbuatan kejahatan. Tapi bahkan
- kalau
- untuk perbuatan kebaikan ketika kita
- berniat pun sudah Allah tuliskan satu
- kebaikan dan ketika kita mengamalkannya
- akan dituliskan menjadi 10 kebaikan.
- Sedangkan kejahatan kalau kita sudah
- melakukannya baru ditulis itu merupakan
- satu kejahatan. Akan tetapi kalau kita
- mengurungkan kejahatan tersebut ya
- artinya atas kemauan diri kita sendiri
- bukan dipaksa orang lain maka kita itu
- akan dituliskan satu kebaikan. Nah ini
- ee mengenai qada dan qadar ya hendaknya
- dipahami dengan benar. Insyaallah kita
- akan ya masih lanjutkan para pertemuan
- yang akan datang tentang musibah,
- tentang ajal,
- tentang ee nasib dan sebagainya. Ya, ini
- saja yang dapat saya sampaikan lebih
- kurang saya mohon maaf. Billahi taufik
- wal hidayah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jazakumullah khairan kepada
- Ustaz Hamzah. Pagi ini ilmunya
- masyaallah sangat bermanfaat. Semoga
- kita semua bisa menerapkannya dalam
- kehidupan sehari-hari. Baik, terima
- kasih juga kami ucapkan kepada seluruh
- pendengar dan pemirsa Rasil TV di mana
- pun Anda berada yang sudah membersamai
- kami dari jam 0.00 sampai 08.30 di waktu
- duha ini. Semoga ini tercatat sebagai
- amal yang bisa kita bawa pulang ke
- hadapan Allah subhanahu wa taala. Saya
- Nurdiana mohon maaf atas segala
- kekurangan juga Zain di meja kameramen
- juga Bang Fahri sebagai operator hari
- ini. Doakan kami agar bisa memberikan
- yang terbaik lagi. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilahailla anta
- astagfiruka wa atubu ilaik.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]
- H