Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [musik] 0:09 [musik] 0:16 [musik] 0:25 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:27 warahmatullahi wabarakatuh. 0:28 Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu 0:30 wassalamu ala sayyidina Muhammad wa ala 0:33 alihi wasohbihi ajmain. Rabbi zidni ilma 0:36 allahumfani bima alamtani waimni ma 0:39 yangfoni warzuqni ilman yangfoni. 0:42 Dipancarkan dari jalan masjid 0:43 silaturahim nomor 36, Kalimanggis 0:45 Cibubur Bekasi, radio silaturahim dan 0:48 Rasil TV untuk Islam yang satu. Ikhwan 0:51 akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa 0:53 taala. Apa kabar Anda di pagi menuju 0:56 siang hari ini? Hari Selasa kita sudah 0:58 memasuki hari yang kelima di bulan Mei 1:02 2026, 1:03 hari yang ke 18 Zulqadah 1447 1:09 Hijriah. Di mana pun saja Anda berada, 1:12 Iwan Ahot, kami harapkan semoga Anda 1:15 selalu dalam keadaan sehat walafiat. 1:19 Senang sekali saya Angga Aminuddin 1:20 ditemani oleh Ondi di kameramen, ada 1:23 juga Algi di meja operator dapat kembali 1:26 menemani aktivitas Anda. Apapun yang 1:28 Anda sedang lakukan saat ini ya sambil 1:31 mendengarkan siaran-siaran Rasil dan 1:34 sekarang tiba acara kajian ekonomi Islam 1:39 menyapa Anda. Dan alhamdulillah 1:41 narasumber kita Ustaz Ikhwan Basri telah 1:45 hadir di studio. Asalamualaikum 1:46 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:49 wabarakatuh. 1:49 Bagaimana kabarnya, Pak Ustaz? 1:51 Alhamdulillah sehat walafiat. 1:53 Sehat walafiat ya. 1:56 Ee kita tuh beberapa hari yang lalu 1:58 dapat kabar duka, Pak Ustaz 2:00 ya. Kalau tidak salah ee Pak Ustaz kan 2:02 punya ikatan kuat ini ya dengan keluarga 2:06 Ustaz Abu Bakar Basyir. Istri beliau 2:09 wafat ya, Pak Ustaz ya. 2:10 Iya. Kemarin 2:11 Ustaz cukup mengenal dekat dengan beliau 2:12 ya. 2:13 Mengenal. He kami keluarga besar hasil 2:15 menyampaikan dukacita yang mendalam, Pak 2:17 Ustaz. 2:18 Untuk panggilannya Umi Iun, ya. 2:20 Umi Iun. 2:21 Umi Iun. Masyaallah. Kami turut 2:24 berdukacita kepada keluarga besar dari 2:26 Ustaz ee Abu Bakar Basyir. Dan untuk 2:31 kajian kita di 2:33 kajian ekonomi Islam siaran live pagi 2:36 hari ini, kita akan mengangkat topik di 2:39 mana ekonomi Islam ketika masyarakat 2:42 bertanya gitu. berangkat dari banyak 2:45 pertanyaan-pertanyaan, Pak Ustaz. 2:47 Apalagi kita dua pekan kemarin ini 2:49 siaran ulang nih, Pak Ustaz, ya. 2:51 Ee muncul gitu di era sekarang ketika 2:55 banyak sorotan ekonomi Indonesia yang 2:58 diprediksi 3:00 dengan kekhawatiran gitu ya, diprediksi 3:03 dengan kekhawatiran baik karena efek ee 3:05 global maupun efek dari ekonomi ee 3:08 nasional. mereka melihat untuk ke depan 3:12 ekonomi masyarakat itu sebenarnya 3:13 seperti apa sih kaitannya dengan 3:15 pekerjaan, lalu juga dengan 3:18 keberlangsungan hidup gitu ya, lalu juga 3:21 dengan biaya pendidikan. Sampai 3:23 dipikirkan ke situ Pak Ustaz, mereka tuh 3:25 ada kekhawatiran, bagaimana kalau 3:26 ekonomi saat ini gitu ya, pengangguran 3:28 makin banyak, cari kerja susah gitu ya. 3:31 Belum lagi ee perhatian ee pemerintah 3:34 timbang pilih gitu ya. Timbang pilih itu 3:36 tidak merata gitu. untuk kelompok 3:37 tertentu dapat, tapi kelompok yang ee 3:40 termarginal bahkan enggak enggak 3:42 diperhatikan gitu ya. Sebenarnya ee 3:44 bagaimana sih dengan kondisi saat ini? 3:47 Makanya mereka itu bertanya kalau 3:49 kaitannya dengan ekonomi Islam juga 3:52 bagaimana sih gitu ya. Nah, muncul 3:54 pertanyaan-pertanyaan itu Pak Ustaz dan 3:55 diharapkan bisa Pak Ustaz berikan 3:58 jawaban gitu ya dan juga penjelasan. 4:00 Namun sebelum kita ke banyak 4:02 pertanyaan-pertanyaan di tengah-tengah e 4:05 masyarakat ini kaitannya dengan ee 4:07 ekonomi dan juga ekonomi Islam, 4:10 pengantar apa dari Pak Ustaz yang akan 4:11 disampaikan mungkin kaitannya juga 4:13 dengan update kondisi ekonomi terkini. 4:15 Silakan Pak Ustaz, monggo. [berdehem] 4:17 Terima kasih Masangga. 4:20 Asalamualaikum warahmatullahi 4:21 wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin 4:26 waoli wasallim shatan wa tasliman 4:28 yaliqoni bimaqomi amirilya wal mursalin 4:32 nabiina Muhammadin wa ala alihi ajmain. 4:34 Amma ba'du. Para pemirsa Rasil TV dan 4:38 para pendengar radio silaturahim yang 4:40 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 4:42 Alhamdulillah 4:44 tumma Alhamdulillah 4:47 kita selalu membacakan puji dan syukur 4:49 kita kehadirat Allah Subhanahu wa taala. 4:52 yang senantiasa 4:54 mencurahkan rahmat rahmatnya kepada kita 4:57 sekalian sehingga pada pagi hari ini 5:00 kita semuanya berada dalam keadaan sehat 5:02 walafiat termasuk kami yang ada di 5:04 studio dapat melaksanakan siaran live 5:07 tentang ekonomi Islam. 5:10 Selawat dan salam mudah-mudahan 5:12 tercurahkan kepada junjungan Nabi Besar 5:14 Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang 5:17 membawa kemanusiaan kepada 5:20 ilmu pengetahuan, dari kegelapan kepada 5:22 terang benerang, dari kebodohan kepada 5:25 ilmu pengetahuan, dan dari ee kegelapan 5:30 kepada petunjuk yang terang. 5:33 Dan kita semuanya mudah-mudahan adalah 5:35 umatnya yang selalu mengikuti ajarannya 5:38 beliau sampai akhirat kita. 5:42 Para pemirsa Rasil TV dan para pendengar 5:44 adu silaturahim. Ee tadi diawali oleh 5:47 Mas Angga itu ada berita duka dari ee 5:51 istri Ustaz Abu Bakar, 5:54 pemimpin ee pesantren Almukmin di rukuki 5:59 yang kebetulan saya juga di sana ya ee 6:03 saya menamatkan 6 tahun 6:06 pendidikan dasar menengah pertama dan 6:10 menengah atas. 6:11 Kemudian saya mengabdi di sana 2 tahun. 6:14 Jadi hitungannya 8 tahun. Dan saya 6:16 sempat diajar oleh beliau itu kurang 6:18 lebih hitungannya 2 tahunan. H 6:21 iya 2 tahun lebih sedikit ya sebelum 6:24 akhirnya beliau hijrah ke Malaysia ya. 6:28 Dan saya juga sangat mengenal dengan ee 6:31 istri beliau itu karena seperti ibu ya. 6:34 He 6:35 seperti ibu. Karena ketika beliau 6:37 ditangkap, beliau pergi itu ee Ibunda 6:40 Ijun ini masih setia di pesantren 6:43 sehingga anak-anak itu masih bisa 6:45 melihat apa namanya pemimpinnya walaupun 6:49 enggak langsung 6:50 ya. 6:51 Beliau adalah orang yang sangat sabar ya 6:53 mengikuti perkembangan karir daripada 6:56 Ustaz Abu Bakar dari berbagai segi yang 7:00 pahit getirnya sudah dialami semuanya. H 7:03 mudah-mudahan 7:05 wafatnya beliau ini ee apa namanya ee 7:09 merupakan suatu hal yang bagi kita ya 7:12 suatu hal yang cukup mengejutkan karena 7:16 3 minggu yang lalu saya ke sana 7:18 ke Solo itu ya dan setidak biasanya 7:22 biasanya beliau itu ngomong di balik 7:24 tirai di balik jendela menanyakan kabar 7:27 saya tapi ketika itu sudah tidak bisa 7:30 ngomong lagi. 7:31 Hm. Jadi 3 minggu yang lalu saya ke 7:34 sana. 7:35 Iya. Iya. 7:35 Ketemu Ustaz Abu Bakar juga. Jadi 7:37 mengejutkan kemarin berita itu. Nah, fa 7:39 inna lillahi wa innaihi rojiun. 7:41 Mudah-mudahan amal amal ibadahnya 7:44 diterima oleh Allah Subhanahu wa taala 7:46 dan keluarga yang ditinggalkan sabar 7:49 menghadapi ini. 7:52 Ee saya juga mendapatkan banyak sekali 7:54 info ya yang ke WA saya ke mana itu ke 7:58 nomor HP saya ini banyak banget. 8:00 Hm. terutama alumni-alumni yang sudah 8:03 sudah 8:05 sepuh menurutnya sudah sangat lama di 8:07 sudah kehilangan jejak kita itu. Tapi 8:09 dengan adanya berita ini jadi 8:11 ketemu lagi nyambut lagi. Iya. 8:14 Ee alhamdulillah kita dalam keadaan 8:17 sehat walafiat ee para pemirsa Rasul TV 8:19 dan para pendengar silaturahim yang 8:21 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 8:23 ee kita kembali kepada topik yang tadi 8:26 di apa namanya di ee mukadimahi oleh Mas 8:30 Angga itu. Jadi banyak amat ya banyak 8:33 sekali pertanyaan yang 8:35 kita peroleh dari jemaah ini tentang 8:39 ekonomi dan ekonomi Islam yang belum 8:41 dijawab ya. Karena itu dalam sesi ini 8:45 kita mencoba untuk menjawab beberapa 8:47 pertanyaan itu sekaligus juga mungkin 8:50 memberikan jawaban kepada para pemirsa. 8:53 dan juga para pendengar hasil TV yang 8:55 dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Jadi 8:57 kalau ee di mukadimah itu seperti ini, 9:00 kondisi daripada ekonomi sekarang ini 9:04 sudah ee awut-awutan ya, Pak. Iya, 9:07 awut-awutan. 9:09 Kalau dalam 3 bulan yang lalu itu Timur 9:13 Tengah itu adalah pusat daripada 9:16 petro ya. Negara itu menjadi maju, 9:20 menjadi kaya itu karena punya minyak, 9:23 punya gas 9:25 maka keadaan itu berubah di awal bulan 9:29 April atau di akhir bulan Maret ya itu 9:31 berubah total ya. dan perubahannya itu 9:35 sangat cepat dan mendadak yang membuat 9:39 apa namanya negara itu nyaris menjadi ee 9:44 bukan menjadi miskin sih karena sumber 9:46 daya mereka masih ada. cuman kekayaan 9:49 yang mereka miliki tidak bisa lagi 9:51 diekspor karena terjadi blokade. Ya, 9:55 perang yang cukup inten di situ ee itu 9:59 memblokade sumber nyawa daripada seluruh 10:03 dunia yaitu minyak dan gas. Dan itu 10:06 sampai ke kita ya. Jadi Dubai misalnya 10:09 emir Arab misalnya, kota ini adalah kota 10:12 Dubai kota metropolean terbesar di 10:15 dunia. setiap hari orang keluar masuk 10:18 itu ratusan ribu. Bahkan Dubai sendiri 10:22 kalau dihitung dari penduduknya itu 10:24 nyaris penduduknya cuma sepertiga ya. 10:27 Yang lainnya orang asing ya, bekerja di 10:29 situ atau berkarir di situ. 10:31 Jadi makanya pada saat sekarang ini 10:34 mereka itu membikin lapangan terbang 10:37 almakhtum yang lebih besar daripada yang 10:39 sekarang ada di Dubai dalam rangka apa? 10:41 untuk mengakomodasi ee apa wira-wirinya 10:45 profesional yang ada di situ karena 10:47 semua berkembang terutama Properti dan 10:50 lain sebagainya ya. He. 10:52 Kemudian setelah terjadi perang ini 10:55 semuanya berhenti ya bahkan pesawat saja 10:58 enggak bisa masuk, tidak bisa keluar ya. 11:02 Bayangkan saja tempat orang berkumpul di 11:05 situ dibom lalu kemudian pesawat tidak 11:08 boleh masuk, pesawat enggak boleh 11:09 keluar. Bagaimana rasanya pada waktu 11:11 itu? Ya, inilah yang sekarang terjadi di 11:14 sana. Jadi, apa namanya istilahnya itu 11:19 kota yang 3 bulan tadi ramai sekali 11:21 penuh dengan kegiatan komersial hari ini 11:24 itu seperti mati kudus seperti jadi kota 11:26 hantu. Ya, kira-kira seperti itu 11:29 keadaannya ya. bergantung kepada apakah 11:32 perang ini akan berlanjut kembali apa 11:34 tidak, maka negara-negara itu akan 11:37 menjadi ee tempat berperang lagi atau 11:40 tidak bergantung pada sekarang Iran sama 11:42 Amerika itu ya. He. 11:44 Nah, tetapi masalahnya adalah di situ 11:47 berperang tapi pengaruhnya itu kepada 11:50 dunia. Karena suplai minyak itu dari 11:52 situ otomatis harga minyak menjadi ee 11:55 seperti roller roller coaster ya. Jadi 11:58 kadang naik begitu, kadang turun dan 12:00 lain sebagainya dengan begitu cepat ya. 12:03 Nah, itu dampaknya adalah kepada negara 12:05 yang membutuhkan minyak atau gas dari 12:08 mereka ya seperti kita ya. Walaupun kita 12:12 itu ya istilahnya pejabat-pejabat itu 12:16 mencoba untuk memberikan apa namanya 12:19 pencerahan atau ee statement-statement 12:22 yang isinya itu pada intinya adalah 12:24 untuk menenangkan 12:26 tetapi sumber berita itu tidak di bisa 12:29 dimopol oleh pemerintah. Maka apa 12:33 statement pemerintah itu kadang-kadang 12:34 pada umumnya tidak bisa menenangkan ya 12:37 karena rakyat ini zaman sekarang ini kan 12:40 zaman teknologi kita bisa akses berita 12:43 itu bukan dari pemerintah. 12:45 Nah, apa kata orang lain apa kata mereka 12:47 dari luar negeri tentang Indonesia pada 12:49 saat ini itu bisa diakses kapan saja. 12:51 Nah, ini yang menjadi ee menjadi apa 12:54 namanya bahan daripada orang-orang yang 12:56 kemudian tidak begitu percaya dengan 12:59 kebenaran statement dari pemerintah atau 13:01 pejabat gitu ya. Nah, ini makin hari 13:05 makin apa namanya? Makin intens ya 13:09 meskipun sebetulnya gejulannya enggak 13:11 begitu kita rasakan ya. Kalau beda 13:13 sekali dengan di Malaysia itu ya harga 13:15 BPN sudah naik ya. Nah, ini cukup tinggi 13:18 yang dulu di bawah kita. Eh, mereka 13:21 lebih rendah daripada kita pada waktu 13:22 yang normal sebelum perang itu ya. 13:24 Sekarang sudah lebih tinggi daripada 13:26 kita. Nah, seperti itu keadaannya. 13:29 Tetapi apa namanya? Orang-orang yang 13:32 dibawa ini tetap saja tidak percaya. 13:35 Nah, ini karena kita masih ada waktu 13:36 sekian hari, sekian hari maka pemerintah 13:39 bisa begitu. Tapi coba nanti bulan bulan 13:41 Juni, bulan apa itu Juli dan seterusnya 13:44 sampai Agustus apakah masih seperti ini? 13:46 Nah, selalu dibuat ee hal-hal yang 13:49 membuat orang itu tidak percaya gitu. 13:52 Meskipun pemerintah sudah mati matian 13:54 untuk memberikan penjelasan, tetapi bagi 13:56 saya ini hal yang biasa karena ee ada 14:00 banyak faktor yang membuat ee abst 14:02 pemerintah itu tidak begitu saja 14:05 dipercaya oleh masyarakat gitu ya. Ada 14:08 banyak faktorlah gitu. Nah, yang 14:10 ditanyakan tadi oleh oleh masyarakat 14:13 pada kita adalah ee pertama adalah ee 14:18 tidak sulitnya mendapatkan pekerjaan ya. 14:22 He. 14:23 Baik itu orang yang sudah lulusan S1 14:27 sarjana ya, ataupun mereka yang sekolah 14:31 kejuruan seperti yang STM dan seterusnya 14:34 apalagi yang SMA ya seperti itu 14:38 dikeluhkan oleh banyak. Kalau kita 14:41 kebetulan saya ke kampung-kampung pasca 14:44 setelah lebaran saya kampung ke 14:46 kampung-kampung benar-benar kampung gitu 14:48 melihat bagaimana keadaan walaupun saya 14:50 bukan pejabat tapi karena background 14:53 saya itu ekonomi ingin melihat bagaimana 14:55 yang terjadi di masyarakat ni ya 14:57 beberapa yang kita kunjungi masyaallah 15:00 luar biasa ada keluarga yang tidak punya 15:04 pekerjaan sama sekali bisa kita 15:06 bayangkan dari mana dan kebetulan ada 15:08 yang memberikan bantuan di antara 15:11 tetangga-tetangga itu. Nah, saya kira 15:13 ini jumlahnya banyak ya. Maka ee apa 15:16 namanya ee pertanyaan dari jamak tentang 15:20 kesulitan untuk mendapatkan akses kepada 15:24 pekerjaan itu dirasakan sekali di 15:27 kampung ya. 15:28 Mungkin di sini kurang ya karena ee beda 15:32 ininya tapi dirasakannya seperti itu ya. 15:35 Jadi kesulitan untuk mendapat lapangan 15:38 pekerjaan itu sangat dirasakan di 15:42 berbagai tempat ya, bahkan di Pulau Jawa 15:44 ini sendiri. Nah, yang menjadi ee 15:47 menjadi bukan menjadi masalah, sedangkan 15:50 pemerintah sendiri itu sekarang 15:53 sudah di dipercaya oleh investor asing 15:57 bahwa alam atau kondisi di Indonesia itu 16:01 enggak ada masalah. Dan kita lihat 16:03 banyak pabrik didirikan, banyak 16:05 perusahaan-perusahaan asing yang di sini 16:07 dan terus-menerus datang itu enggak 16:09 enggak seketika ketika tahun tahun 16:11 kemarin. Sekarang juga masih banyak 16:13 sekali yang mereka berbondong-bondong ke 16:14 Indonesia. Meskipun demikian itu pun 16:17 tetap belum bisa menyerap. Jadi luar 16:20 biasa kemampuan apa namanya jumlah orang 16:24 yang masuk lapangan kerjaan atau usia 16:26 bekerja tetapi dia tidak mendapatkan 16:28 kesempatan bekerja meskipun sebetulnya 16:31 sudah banyak sekali 16:32 perusahaan-perusahaan yang sedang 16:34 tumbuh, sedang dibangun, sedang ee PSK 16:37 apa namanya PSK itu kerja sama ya PKS 16:40 gitu ya bekerja sama dengan kita dengan 16:43 pemerintah 16:44 itu cukup banyak ya tetapi meskipun 16:46 demikian itu belum bisa menyerapnya. 16:48 Jadi masih sangat dirasakan. Lalu 16:50 kemudian adalah ee 16:54 kalau yang seperti saya tidak mau 16:56 mengomentari MBG 16:58 karena itu saya tidak begitu ini apa 17:01 namanya tidak begitu ee mengetahui 17:05 keadaannya karena saya tidak terlibat di 17:07 dalam e lembaga pendidikan gitu ya. H 17:11 biarkan itu mungkin kayak NU atau 17:12 Muhammadiyah yang punya sekolah-sekolah 17:14 ya merasakan bagaimana itu dipraktikkan 17:17 di lapangan ya. Nah, jadi yang sangat 17:20 penting itu adalah penyedia lapangan 17:22 pekerjaan ya bagi angkatan usia yang 17:27 seharusnya dia bekerja. Kalau usia 17:29 bekerja tapi enggak mendapat pekerjaan 17:31 itu kan luar biasa beban beban bagi 17:34 keluarga itu sendiri. 17:36 Kemudian ee 17:39 saya ditanya juga tentang itu Masangga H 17:44 kalau misalkan ada pengangguran di 17:49 beberapa daerah bukannya di beberapa di 17:52 mana-mana sih ada gitu ya. Lalu kemudian 17:56 apa yang dilakukan oleh pemerintah dalam 17:58 hal ini untuk memberikan atau memberikan 18:00 akses kepada mereka yang tidak 18:02 mendapatkan pekerja. Walaupun sebetulnya 18:05 pertanyaan ini muncul karena mereka 18:07 tidak tahu. N saya sendiri merasa bahwa 18:11 ibu-ibu atau jemaah ini yang bertanya 18:13 seperti ini tidak mengerti bagaimana 18:15 pemerintah itu memberikan lapangan 18:17 pekerjaan. 18:19 Kalau kita lihat di dalam teori ee 18:21 makroekonomi kan pendapatan pemerintah, 18:24 penghasilan pemerintah itu kan ada 18:27 beberapa kelompok satu konsumti konsumsi 18:30 ya itu apa namanya keluarga household 18:34 gitu ya keluarga. Kemudian yang kedua 18:36 adalah sektor pemerintah. Dalam hal ini 18:39 adalah belanja pemerintah. Yang di 18:42 Indonesia itu belanja pemerintah bisa 18:44 ditambah dengan belanja ee 18:46 perusahaan-perusahaan BUMN ya. Kemudian 18:50 yang ketiga adalah sektor luar negeri. 18:52 Sektor kita ekspor barang kita, kemudian 18:55 kita impor dari negara lain. Kemudian 18:58 yang lain adalah investasi ya. Investasi 19:01 ini adalah ee apa namanya? 19:05 terbagi menjadi dua sebenarnya investasi 19:07 dalam negeri atau investasi dalam ee 19:09 luar negeri. Kalau investasi dalam 19:11 negeri itu modalnya dari dalam negeri. 19:13 Tapi kalau investasi asing itulah kerja 19:16 sama dari investor asing akan mendirikan 19:19 perusahaan di Indonesia di bidang 19:21 otomotif, di bidang kimia, di bidang 19:24 tekstil dan lain sebagainya. ee sekarang 19:27 hilirisasi hilirisasi logam-logam atau 19:31 ya tambang-tambang itu luar biasa besar 19:34 semuanya. Karena hilirisasi itu beda 19:37 dengan kita mendirikan tekstil sekitar 19:40 Jabotikin atau di Bandung dan sekitarnya 19:42 ya. 19:43 Hilirisasi itu perlu daya listrik yang 19:46 besar sekali. 19:48 Makanya perusahaan-perusahaan yang besar 19:50 melakukan hilirisasi itu harus bikin 19:53 sumber daya listrik sendiri. entah bikin 19:55 bendungan atau apa gimana gitu. Sebab ee 19:58 serapan ee daya listrik yang mereka 20:01 pakai itu besar sekali. Enggak mungkin 20:03 bisa disuplai oleh PLN ya. Makanya mahal 20:06 sekali ya 20:07 itu. 20:09 Nah, apa namanya investasi asing ini 20:12 penyerapannya ya mungkin tidak tidak 20:14 merata karena bergantung kepada 20:16 lokasinya. Nah, misalkan lokasinya kita 20:19 lihat contoh BYD bikin pabrik di Subang 20:23 butuh sekian berapa itu kemarin katanya 20:25 3.000 lebih kan 20:27 3.000. Nah, karena lokasinya di Jawa 20:30 Barat kemungkinan pekerja-pekerja ini 20:33 kan sebagian besar mungkin akan ada dari 20:36 Jawa Barat atau Jawa pulauaja umumnya. 20:39 Nah, sedangkan sedangkan yang misalkan 20:41 di [berdehem] ee mana daerah Sulawesi 20:44 Tenggara yang itu ada nikelnya. He. 20:46 Nah, mereka bikin perusahaan di sana, 20:48 lokasinya di sana. Tentu saja yang 20:50 diutamakan adalah pekerjaan dari sono 20:53 gitu loh. 20:54 Jadi apa nak tidak bisa merata ee bisa 20:57 merata tetapi harus banyak gitu loh. 21:00 Iya. Masing-masing harus punya 21:02 keunggulan. Provinsi ini harus punya 21:03 keunggulan. Nah, ini semuanya sebetulnya 21:06 dilakukan oleh pemerintah. Tetapi dia 21:07 kan tidak akan bicara kepada penduduk, 21:10 "Hei rakyat Indonesia, hari ini saya 21:11 bikin ini." Enggak bilang begitu. 21:14 Tetapi kita lihat dari ee berita 21:17 kemudian kita lihat dari laporan 21:19 pendapatan nasional itu kita tahu 21:21 semuanya gitu ya. Nah, meskipun demikian 21:24 yang kita 21:26 amati itu sudah banyak, sudah deras arus 21:30 investasi asing ke Indonesia, toh tetap 21:33 saja orang-orang yang kita temui ini 21:37 tetap mengaku mereka itu tidak memiliki 21:40 akses kepada ee lapangan pekerjaan ya. 21:43 Jadi arnya tidak di diserap ya. He. 21:46 Karena sebelumnya tidak diserap, maka 21:48 sulit bagaimana mereka itu harus bisa 21:50 mendapatkan penghasilan untuk memenuhi 21:54 kebutuhan dirinya sendiri termasuk 21:56 kebutuhan keluarganya. Ya, 21:59 itu musangga. 22:00 Hm. 22:02 Baik. Nah, Pak Ustaz, lalu kita lihat 22:05 ini bagaimana masyarakat itu ee 22:08 menanyakan ketika ekonomi Islam ini 22:11 sebenarnya kan sudah menjadi bagian 22:13 gitu, Pak Ustaz, ya. 22:13 Iya. Apakah semua warga negara itu dalam 22:16 ekonomi Islam dijamin 22:18 penghidupannya adalah oleh negara gitu, 22:20 Pak Ustaz, semua warga ini gitu. Jika 22:23 iya, kenapa dalam kenyataannya ya masih 22:24 begitu banyak orang yang enggak punya 22:26 pekerjaan gitu. Terus nasib 22:28 nasib mereka ini bagaimana? Kenapa ada 22:30 yang punya pekerjaan dan ada yang 22:33 pengangguran? Dan kenapa tadi upah gaji 22:35 enggak sama, ada yang rendah, ada yang 22:36 tinggi? Ini gimana, Pak Ustaz? 22:38 Iya, itu pertanyaan umum ya. 22:40 Iya. seringkiali saya ketemu dengan ee 22:43 mereka ketika kita bicara ekonomi Islam 22:45 sebagai pengantar. Pertanyaan rata-rata 22:48 begitu ya. 22:50 Apa apa namanya ee 22:54 apa namanya kalau orang itu tidak 22:57 memiliki pekerjaan, apakah pemerintah 22:59 bertanggung jawab? Sebetulnya itu 23:02 kerjaan pemerintah ya pastilah. Ya. Jadi 23:04 kalau kita baca di dalam buku 23:07 makroekonomi bab yang pertama saja itu 23:09 tentang pendapatan nasional itu 23:11 perhitungannya. Terus tujuan 23:12 makroekonomi misalnya itu nomor satu kan 23:14 dijelaskan tujuan objek daripada 23:17 makroekonomi yang pertama ialah 23:19 memberikan ee memenuhi kebutuhan pokok 23:22 ya meningkatkan pendapatan nasional. 23:25 Nah, memenuhi kebutuhan pokok dengan 23:28 meningkatkan pendapatan nasional 23:29 sebetulnya ibaratnya telur dengan ayam 23:32 ya. Jika pendapatan nasional meningkat, 23:36 maka masalah pengangguran itu akan dapat 23:39 diselesaikan walaupun tidak 100% ya kan. 23:42 Tapi kalau tidak ada peningkatan 23:44 pendapatan ya enggak mungkin penduduk 23:47 itu bisa menunik kebutuhannya gitu ya. 23:50 Jadi makanya di targetnya adalah 23:52 bagaimana pendapatan nasional itu 23:54 meningkat ya. Peningkatan ini harus 23:57 dilakukan dengan cara apa? Ya dengan 24:00 cara spending. Kalau gitu belanja. 24:02 belanja pemerintah. Makanya pemerintah 24:04 itu melakukan belanja ee yang dibiayai 24:07 oleh anggaran negara ya. Bahwa belanja 24:09 itu dipakai untuk hal yang sangat 24:11 mendesak, yang sangat penting bagi 24:13 kehidupan kita di mana ee apa namanya 24:17 swasta itu tidak begitu tertarik karena 24:20 terlalu besar 24:21 h 24:22 biayanya ya. Misalnya bikin jalan yang 24:25 bikin jalan tugas pemerintah. Semua 24:27 infrastruktur itu tugas pemerintah. 24:28 Bendungan apa namanya apa PLTA ya 24:33 pembangkit listrik, tenaga air, 24:35 tenaga batuara, tenaga apalah gitu ya. 24:38 Tenaga panas bumi misalnya, tenaga bayu, 24:40 tenaga angin dan lain sebagainya. Ini 24:43 yang melakukan itu adalah pemerintah. 24:45 Ini bagian daripada infrastruktur. Namun 24:48 demikian, karena apa namanya ee cost-nya 24:52 sangat tinggi sekali, maka kita lihat 24:54 bahwa seringkiali pemerintah itu tidak 24:56 bisa kecuali dengan utang. Maka kalau 24:58 kita lihat itu di awal-awal pembangunan 25:00 orde baru boleh dikatakan semuanya utang 25:03 ya mulai dari pembangunan PLTA apapun 25:06 itu ya pembangkit listrik tenaga air 25:08 bendungan-bendungan yang di sini ada 25:10 Jati Luhur ada Cirata, ada macam-macam 25:13 di sekitar Jawa Barat ini kan semuanya 25:16 itu sebetulnya adalah utang ya kemudian 25:18 jalan-jalan jalan jalan biasa, jalan 25:21 raya kemud jalan tol dan lain sebagainya 25:24 ya ini semuanya juga sebagian dibiayai 25:27 oleh ee utang luar negeri. Iya kan? 25:30 Bahkan dulu sampai untuk bayar gaji 25:33 pegai negeri aja itu mungkin dari utang 25:35 waktu krisis itu ya. Ya. Nah, itu 25:39 semuanya adalah apa? Belanja 25:41 pemerintaannya itu untuk menciptakan apa 25:45 namanya infrastruktur yang pada 25:48 gilirannya itu nanti berguna bagi 25:50 rakyat. Jadi misalkan bendungan dibuat e 25:53 ratusan miliar mungkin triliunan dibuat. 25:55 Setelah dibuat itu kan ada pengairan 25:58 irigasi sehingga sawah-sawah yang 26:00 tadinya enggak bisa diaihiri dapat air 26:03 dari irigasi itu. Kemudian dia 26:05 menghasilkan listrik sehingga orang 26:07 punya ee penduduk bisa mendapatkan 26:09 listrik dari pemerintah meskipun tetap 26:12 harus bayar gitu kan ya. lah nanti kalau 26:15 ada teknologi yang membuat seorang 26:18 pribadi bisa membikin listrik sendiri 26:22 untuk keluarganya ya enggak masalah itu. 26:24 Tapi sekarang ini kan belum ke sana gitu 26:25 ya. Jadi apa namanya itu meang tugas 26:29 pemerintah dan pemerintah itu harus 26:32 menjamin bahwa dia penduduk itu harus 26:34 bisa menghidupi dirinya sendiri. Ya, 26:37 artinya begini, kalau kita itu kalau 26:41 manusia yang hidup dalam sebuah 26:43 perekonomian ya 26:44 itu pada prinsipnya harus makan tiga 26:46 kali sehari, maka pembangunan yang 26:50 dilakukan oleh pemerintah itu tujuannya 26:51 salah satu di antaranya adalah bagaimana 26:54 supaya penduduk itu bisa makan tiga kali 26:56 sehari ya dengan dengan standar nutrisi 27:00 yang baik dengan tingkat apa namanya 27:03 nutrisi makanan yang baik ya sehingga 27:05 nutrisinya itu mencukupi oleh ee 27:08 mencukupi ee kesehatan masyarakat 27:10 sehingga enggak ada lagi masyarakat yang 27:14 stunting ya. Ya, dia makan tiga kali 27:16 tapi karena makanannya enggak bergizi 27:18 tetap aja dia itu kekurangan gizi yang 27:21 mengakibatkan kebodohan gitu ya. 27:23 Kebodohan karena kurang gizi kemudian 27:26 stunting fisiknya enggak mencapai 27:29 standar. kita termasuk negara yang 27:32 banyak stuntingnya itu ya itu. Nah, 27:36 tinggi. 27:36 Iya. Jadi kalau seperti ini itu memang 27:38 tugas pemerintah ya. Jadi tidak salah 27:40 ibu-ibu itu bertanya ee pertanyaan 27:43 seperti itu ya. Apakah pemerintah apa 27:45 negara bertanggung jawab kepada ee 27:48 penduduknya yang tidak bisa makan. Iya 27:50 ya. Selama ada penduduk yang tidak bisa 27:52 makan ya pemerintah berdosa kalau tidak 27:54 memberikan makan kepada mereka baik 27:56 langsung atau memberikan pekerjaan ya. 27:58 Karena dalam sebuah negara penduduk itu 28:02 ibaratnya adalah anggota keluarga. 28:04 Jika ada anggota keluarga itu yang tidak 28:06 bisa makan, maka kepala keluarga ini 28:08 bertanggung jawab. Ya, gitu. Nah, kalau 28:12 sampai ada penduduk yang terlantar, 28:14 tidak diketahui keberadaannya dan tidak 28:17 bisa makan tiga kali, maka itu juga 28:19 dosa. Pemerintah melakukan dosa itu ya 28:22 perbuatan dosa dalam pengertian bahwa 28:25 kewajiban pemerintah atau negara untuk 28:28 memberikan memastikan penduduknya bisa 28:31 makan. Kalau standarnya tiga kali, tiga 28:33 kali. Kalau sudah standar tiga kali 28:35 sudah di sudah terjadi, sudah 28:37 terealisasi lah kalau makan keempat, 28:41 kelima ya terserah dia. Kalau dia punya 28:43 sumber daya untuk makan kelima, kelima, 28:45 keenam itu ya terserah. Tapi paling 28:48 tidak pemerintah bisa menjamin bahwa 28:51 penduduk semuanya ini paling tidak bisa 28:53 makan tiga kali sehari. 28:55 Kalau misalkan pengangguran itu 28:57 bertambah banyak, Pak Ustaz. 28:58 Iya. 28:59 Apakah betul-betul jadi tanggungan 29:00 negara? Iya. I iya iya betul. sama 29:03 dengan tadi ya employment bahkan di 29:06 dalam tujuan makroekonomi itu adalah 29:09 ee tujuannya sangat ideal, tujuannya 29:13 full employment. 29:14 H 29:14 jadi full employment apa maksudnya dalam 29:17 makroekonomi full employment adalah 29:19 keadaan atau kondisi di mana ekonomi itu 29:22 tumbuh sedemikian rubah tumbuhnya 29:25 sehingga orang itu yang ingin bekerja 29:28 dapat lapangan pekerjaan. 29:30 Mudah? 29:30 Iya. Mudah. He. 29:31 Siapun yang bekerja, yang ingin bekerja 29:34 dan sesuai dengan keinginannya dia dapat 29:37 pekerjaan sesuai dengan keinginannya. 29:39 Sehingga tidak dimungkinkan dalam sebuah 29:41 ekonomi orang yang nganggur itu enggak 29:43 ada. Ini tujuan idealnya gitu ya. 29:47 Bagaimana supaya mencapai seperti itu ya 29:49 sumber daya yang ada di negara itu 29:50 dioptimalkan. Heeh. 29:52 yang laut. Bagaimana kita bisa 29:54 menghasilkan ikan, bagaimana kita bisa 29:56 menghasilkan rumput laut, bagaimana kita 29:59 bisa menghasilkan apa namanya ee 30:03 hasil-hasil laut gitu ya. 30:05 Kemudian bagaimana sungai, bagaimana 30:07 tambang-tambang, semua potensi yang ada 30:10 di negeri ini harus dioptimalkan, 30:12 dieksplorasi sedemikian rupa dan 30:14 dimanfaatkan sepenuhnya untuk untuk 30:17 penduduk itu ya. Nah, kalau sudah 30:20 semuanya dilaksanakan, sudah 30:21 dieksplorasi, terus masih saja ada 30:23 penduduk yang apa namanya yang tidak 30:26 bisa mendapatkan pekerjaan, mungkin 30:28 kayak Korea jadinya. Korea itu kan 30:31 sumber dayanya tidak banyak. impor besi, 30:34 impor apa namanya minyak, impor ini, 30:37 impor itu. Tapi dari impor-impor itu dia 30:40 bikin 30:42 ya mobil, dia bikin TV, dia bikin 30:45 handphone, dia bikin segalanya dan 30:47 diekspor ke luar negeri sehingga karena 30:49 begitu banyaknya lapangan pekerjaan di 30:51 situ dia kurang 30:52 impor dari Indonesia, 30:55 impor dari India. Iya kan? 30:57 Sama dengan Jepang juga begitu apalagi 31:00 sekarang. 31:00 Iya. Ya, jadi itu negara yang sumber 31:03 alamnya itu terbatas. Minyak itu hampir 31:06 100% impor. Bahan-bahan baku semua 31:08 diimpor ada dari Indonesia, ada dari 31:10 Amerika, dari mana-mana tapi diolah 31:13 kembali oleh perusahaan-perusahaan itu. 31:15 Dan perusahaan-perusahaan ketika 31:16 mengolah ini membutuhkan tenaga-tenaga 31:19 dan diserap semuanya. Sehingga 31:21 iya 31:21 sangat sangat mudah kita mendapat 31:24 pekerjaan di sana. Bahkan karena 31:26 lapangan pekerjaan itu selalu tersedia, 31:28 mereka mengimpor penduduk orang luar 31:31 negeri dari Indonesia, dari Filipin, 31:33 dari Vietnam, dari India ke sana 31:35 bekerja. 31:36 Nah, itu jadi kalau negara Jepang atau 31:39 Korea yang miskin sumber daya alam itu 31:42 bisa membuat negerinya menjadi kaya raya 31:45 ya seperti sekarang ini, apalagi kita 31:48 Indonesia. 31:49 Hm. 31:50 Kita kita punya kaya dengan sumber daya 31:52 alam yang luar biasa. tapi belum 31:54 dikelola dengan baik. Kalaupun dikelola 31:57 dengan baik, tapi cara mengelolanya itu 32:00 tidak untuk kepentingan dalam negeri. 32:02 Enggak tahu kepentingan siapa. Soalnya 32:04 kok 32:05 masih banyak yang belum mendapatkan 32:07 lapangan pekerjaan. Harusnya kan semua 32:09 dapat ya 32:10 ini. Nah, lalu Pak Ustaz jika keadilan 32:13 ekonomi itu harus direalisasikan 32:17 seharusnya kan semua warga ini bisa 32:19 memenuhi kebutuhan dasar mereka dengan 32:21 mudahlah. tadi gambaran kalau untuk 32:23 konsumsi itu. Tapi kenyataannya kan 32:25 enggak, Pak Ustaz. 32:27 Apakah negara berdosa, Pak Ustaz, 32:28 membiarkan sebagian warganya tidak dapat 32:30 memenuhi kebutuhan dasar itu? 32:32 Itu termasuk tugas dari pemerintah juga 32:34 ya. Jadi memastikan bahwa setiap orang 32:37 itu mendapatkan penghasilan yang 32:39 mencukupi untuk dirinya sendiri. Iya. 32:41 Nah, jikalau ada sebagian penduduk itu 32:46 punya gaji tinggi kayak misalnya kalau 32:48 di Indonesia ini gaji tinggi itu ya 32:49 pegawai OJK misalkan, pegawai Bank 32:52 Indonesia misalkan, pegawai BUMN 32:55 misalnya ya gajinya rata-rata tinggi 32:57 dibandingkan dengan katakanlah pegawai 32:59 negeri atau sektor yang lain ya. Di jadi 33:02 ada sebagian penduduk ini mendapatkan 33:05 penghidupan dengan gampang. Bukan hanya 33:07 gampang, mereka tinggi gajinya, tetapi 33:10 sebagian besar ya mungkin sebagian besar 33:14 itu di atas 60% ya. Itu tidak seperti 33:17 itu. Berapa jumlah pegawai Bank 33:20 Indonesia seluruh Indonesia? kan enggak 33:22 enggak mencapai 1 juta. Berapa jumlah 33:25 pegawai OJK itu juga enggak sampai 1 33:27 juta di Indonesia mereka adalah pegawai 33:30 yang dibayar dengan bayaran lebih tinggi 33:32 daripada yang lain. Pegawai BUMN 33:34 misalnya Pertamina, Telkom misalnya ee 33:38 PLN misalnya, mereka itu dapat gaji 33:40 lebih tinggi daripada yang lain ya. 33:43 Tapi kalau disatukan dijumlahkan 33:45 keseluruhan pegawai negeri ASN kemudian 33:48 pegawai BUMN digabung jadi satu. mungkin 33:51 enggak sampai R juta ya dengan gaji yang 33:55 tinggi. Nah, sekarang penduduk Indonesia 33:57 katakanlah 280 juta berarti masih ada 34:00 250 juta 34:01 H 34:02 yang yang hidupnya di sektor pertanian, 34:05 sektor perkebunan, sektor informal. 34:08 Informal kayak 34:10 pedagang asongan, penjual besuk 34:12 keliling. Nah, ya kayak kayak gitu 34:14 ya. seperti ini mereka dapat satu hari 34:18 tukang bakso. Hari satu hari jalan 34:20 keliling kampung berapa sih? Paling 34:23 50 porsi sudah paling tinggi ya. Satu 34:26 porsi katakan ee R10.000 dia dapat 34:28 R5.000. 5.000* 50 ya paling berapa tiap 34:31 hari? Itu pun harus dibayar dengan 34:33 terknya pantas matahari dengan hujan 34:36 yang dia juga kehujanan karena enggak 34:38 ada tempat untuk berlindung. 34:40 Iya. 34:40 Ya. Undangan Gojek dan lain sebagainya 34:43 apalagi hujan. ee luar biasa. Nah, ini 34:47 menunjukkan bahwa tidak sama mereka ee 34:51 penduduk itu enggak sama gitu. 34:53 kesempatannya 34:54 ee berbeda, peluangnya berbeda. Yang 34:57 menikmati ya tadi itu bagai-bagai 34:59 seperti itu. Nah, sekarang harusnya jika 35:02 kita itu melihat sebuah perekonomian 35:05 sebagai satu keluarga, maka silakan saja 35:08 sebagian penduduk yang bekerja di bank 35:11 sentral mereka di gaji tinggi. Tapi gaji 35:13 yang tinggi itu harus setara dengan 35:14 mereka yang bekerja di 35:16 nelayan. 35:18 Heeh. 35:18 Yang kerja sebagai tukang bakso misalnya 35:21 ya. 35:22 itu kan enggak enggak sama mereka 35:24 mendapatkan tang 1 bulan R juta misalkan 35:26 dengan duduk manis di kantor pakai AC 35:28 segala pergi pakai LRT boleh pakai LRT 35:31 gitu ya. Nah, sementara yang tadi 35:33 ratusan juta ya 200 juta lebih itu harus 35:37 ee pagi-pagi harus ke pasar belanja 35:41 kemudian mengolah bahan-bahannya 35:42 kemudian dijual jam 09.00 pagi dan dia 35:45 jajakan nanti sampai jam 09.00 malam 35:47 cukup capek itu ya. Itu pun tidak bisa 35:49 sampai seperti itu ya. Tapi mereka 35:52 melakukannya sendiri bukan karena 35:53 pemerintah. Maka di sini ee kalau apa 35:57 namanya yang bertanggung jawab misalnya 35:59 pemerintah dalam hal ini tidak mau tahu 36:02 agar supaya ee pendapatan sektor-sektor 36:04 di luar tadi itu bisa naik, maka itu 36:07 membiarkan ketimpangan jadinya. Jadi 36:10 keadilan itu enggak ada ya. keadilan itu 36:13 ee mustahil diciptakan karena sektor 36:17 yang sudah yang sudah mapan tadi itu 36:21 standar gajinya tinggi kemudian enak 36:23 bekerjanya. Sementara yang lain sebagai 36:25 petani itu tiap hari ke sawah, tiap hari 36:28 kena matahari, tiap hari kena hujan dan 36:31 tempat pekerjaan tidak nyaman. Itu pun 36:34 belum bisa mendapatkan separuh daripada 36:37 pendapatan bulanan yang bekerja di bank 36:39 sentral. 36:40 Iya. Iya. Iya kan ini maksudnya 36:42 yang sebetulnya itu yang bertanya itu 36:45 ngerti gitu loh. 36:46 Heeh. 36:47 Mereka itu ngerti ya kenapa kok gajinya 36:50 tinggi kemudian ada yang rendah ya. 36:52 He 36:52 bayangkan aja kalau kita ke kampung ya 36:55 gaji itu bisa masih R1 juta itu masih 36:58 biasa bahkan di bawah R1 juta masih ada 37:00 ya guru honorer masih ada R500.000 37:03 R00.000. 37:04 Iya kalau kondisi ini dibiarkan maka 37:06 kita mengekalkan ketidakadilan 37:09 ya. Kalau ini enggak menjadi konsen, 37:12 maka kita membiarkan ketidakadilan. 37:15 Dan ketidakadilan itu adalah kezaliman 37:17 sebetulnya. Iya kan? Nah, yang ini 37:19 sebetulnya yang saya tangkap dari 37:21 saya apa namanya? Ketemu orang-orang 37:24 dari anggota masyarakat baik itu di 37:25 pengajian maupun ketika saya dialog di 37:29 di jalan-jalan gitu datang ke rumahnya 37:32 mereka itu yang saya tangap begitu ya. 37:35 Jadi tugas pemerintah jauh dari jauh 37:39 dari kata selesai. 37:41 Jauh dari selesai. 37:41 Iya. Jauh dari kata selesai. Ya. Kalau 37:43 kita mau mikir statistik ya yang nyaman 37:46 di Indonesia ini yang yang 37:48 penghasilannya misalkan sebulan 37:49 rata-rata he 37:51 ee 10 juta ke atas gitu. R juta bawahnya 37:54 itu ke atasnya terserah berapa. 37:56 Itu kan enggak sampai ini enggak sampai 37:58 R juta orang. Nah, sedangkan penduduk 38:00 kita apa data terakhir kan 280 280 38:04 berarti ada 250 juta yang dibawa itu 10 38:08 juta itu ya. Mereka ini sebetulnya hidup 38:11 dalam keadaan ee sangat sangat berat 38:16 gitu. 38:16 Hm. 38:17 Nyaman juga tidak ya. Karena lokasi 38:21 tempat mereka bekerja itu berat ya. Ada 38:24 yang tengah hutan, ada yang atas gunung, 38:26 ada yang keliling kampung, ada yang di 38:29 sawah hujan kehujanan, panas-kepanasan, 38:31 ada yang dikuasai oleh tengkulak 38:34 misalnya kayak petani kita sekarang ya 38:36 dan lain sebagainya. Maka ini semuanya 38:40 bagi mereka yang kita yang merasakan 38:43 seperti itu merasa bahwa di mana 38:45 keadilan itu ada di di kita ini. Kok 38:48 tetangga atau anaknya tetangga saya yang 38:50 kemarin masuk ke Bank Indonesia menjadi 38:53 ini sekarang sudah bergaji seperti ini. 38:55 Ya kan 38:57 cepat artinya orang yang bekerja di 38:59 sektor tadi itu 39:01 ee peningkatan penghasilannya. Tapi yang 39:03 mereka berada di nelayan, di petani, di 39:06 sektor informal. He 39:08 itu susah yang mereka untuk bisa 39:09 meningkatkan. Kadang-kadang meningkat 39:11 tapi kadang-kadang jatuh karena berbagai 39:13 masalah. Ya, itu. 39:15 Iya. 39:16 Nah, Pak Ustaz kalau tadi kita 39:20 kaitkan ya karena penjelasannya itu 39:24 teringat ee teori sistem sosialis 39:27 jadinya ekonomi sosialis gitu ketika 39:31 ee pemerataan pendapatan yang disinggung 39:34 gitu ya. Lalu juga akses layanan dasar 39:37 dari mulai ee pendidikan, kesehatan, 39:41 kebutuhan pokok, terus juga penyediaan 39:43 lapangan kerja, terus yang terakhir 39:45 kestabilan harga gitu ya. 39:47 Nah, ini sebenarnya apakah teorinya 39:52 sistem ekonomi ee sosialis ini dengan 39:55 ekonomi Islam itu sejalan, Pak Ustaz? 39:59 Ya, yang kita ceritakan tadi itu lebih 40:01 kepada kapitalis, ya. 40:03 Iya. 40:04 Karena begitu buruknya keadaan ekonomi 40:07 negara-negara yang menyatakan dirinya 40:09 kapitalis, maka datanglah 40:13 ekonomi sosialis sebagai juru selamat 40:15 misalnya begitu. 40:16 Misalnya [tertawa] 40:17 inginnya jadi juru selamat bahwa 40:20 paling tidak semua penduduk tanpa 40:22 kecuali 40:23 di negara sosialis itu bisa makan. Kalau 40:26 standarnya tiga kali, tiga kali. 40:28 Nutrisinya juga nutrisi dijaga. Kemudian 40:31 setiap orang dari penduduk itu bisa 40:33 punya tempat tinggal walaupun bentuknya 40:35 apartemen apalah gitu, rumah susun ya 40:39 tetap mereka punya ya tidak ada yang 40:41 tidak. Nah, ini bagi sementara orang 40:44 dianggap sebagai juru selamat ya. Beda 40:46 dengan kapitalis. Kalau kapitalis orang 40:48 enggak punya kerjaan ya salah sendiri 40:50 kamu kan begitu. Nah, di dalam ekonomi 40:53 Islam itu ya tadi dia itu melihat sebuah 40:57 perekonomian adalah sebuah keluarga. 40:59 H 40:59 ya. anggota keluarga ini bisa 41:03 latar belakangnya berbeda. 41:05 Mungkin muslim ya, sebagian besar muslim 41:07 ya 41:08 ada Hindu, ada Buddha, ada Kristen, ada 41:11 Yahudi, ada segala macam. Ini tetap 41:13 dianggap sebagai anggota keluarga 41:15 sehingga negara dalam hal ini sultan 41:19 atau khalifah itu tetap bertanggung 41:22 jawab kepada penduduknya. Ini tetap 41:26 diwajiban, tetap bertanggung jawab untuk 41:28 memberikan makan. 41:30 tiga kali sehari. Kalau standarnya tiga 41:31 kali, kalau empat kali sehari, ya empat 41:33 kali sehari dengan tidak membeda-bedakan 41:36 antara penduduknya. Karena apa? Karena 41:38 mereka itu semuanya adalah anggota 41:40 keluarga. Ya, itu seperti itu. Jadi, 41:44 dicarikan apa lapangan pekerjaan kalau 41:46 enggak ada dibuatkan lapangan pekerjaan. 41:49 Ya, seperti itu. Tetapi kalau kita lihat 41:53 sekarang ya di negara-negara muslim pada 41:55 umumnya kan miskin itu kayak Pakistan, 41:58 kayak Bangladesh, termasuk Indonesia itu 42:00 negara kategorinya miskin ya dulu ya. 42:02 Sekarang mencoba untuk keluar dari 42:04 kemiskinan. Tapi meskipun begitu belum 42:07 bisa menciptakan 42:09 ee idealisme yaitu memberikan menjamin 42:13 apa namanya penghidupan bagi semua 42:15 anggota keluarganya. Ya, belum bisa. 42:17 Karena terbatasnya sumber daya mereka. 42:19 Ya, misalkan Pakistan penduduknya 42:22 banyak. Penduduknya itu kira-kira ya 200 42:24 jutaan. Tapi sumber dayanya terbatas 42:26 tidak seperti Indonesia. Sehingga 42:28 Pakistan itu membiarkan penduduknya ke 42:30 luar negeri untuk cari makan sendiri. 42:32 Ya, di Indonesia juga sebenarnya 42:34 dibiarkan ya dibiarkan untuk ke luar 42:36 negeri. Ada yang ke Jepang, ada yang ke 42:38 Taiwan, ada yang ke Korea dan lain-lain 42:40 dalam rangka untuk ee hidup yang lebih 42:42 baik ya. Tetapi itu apa namanya 42:45 diberikan pelatihan ya. Kalau di 42:47 Pakistan itu enggak ada pelatihan. 42:48 Banyak orang yang bisa ke luar negeri 42:51 yang buta huruf pun bisa. 42:53 Bisa ya? 42:53 Iya. Buta huruf banyak mungkin 42:55 tapi bisa komunikasi kan. 42:57 Iya. E komunikasi dipaksain kita yang 42:59 harus memahami mereka. 43:00 Kita harus mereka [tertawa] 43:02 ya. Saya mengalami sendiri itu kan. 43:04 Hm. 43:05 Misalnya kalau kita itu naik pesawat 43:08 Pakistan atau yang menuju Pakistan 43:10 menuju ke Islamabad atau menuju ke 43:12 Karaji atau ke Lahor semenjelang landing 43:15 1 jam itu pramugari mengumumkan 43:18 masing-masing penumpangan harus mengisi 43:19 formulir kan. 43:20 Iya. 43:21 Nah itu datang ke saya datang ke saya 43:24 paman-paman Pakistan orang-orang tua 43:25 datang 43:26 ngapain? Saya tanya, "Eh, tolong 43:28 dituliskan ini." Kan enggak ini 43:31 menunjukkan bahwa dia butuh huruf 43:32 enggak bisa. 43:33 Saya bilang, "Bagaimana orang buta huruf 43:35 bisa keluar Pakistan?" 43:36 H 43:36 iya kalau di Indonesia paling tidak kan 43:38 punya skill ya. 43:41 Oh, ke Jepang ya menjadi super ya, 43:43 supernya alat Jepang. Jadinya standar 43:45 superur itu kayak di mana? Dipenuhi dulu 43:47 di sini. 43:48 Pabrik juga begitu. 43:50 Kemudian pembantu rumah tangga diberikan 43:52 skill gitu ya. 43:53 Kalau di sana itu enggak ya. Ya, enggak 43:55 tahu. Itulah yang saya tahu bahwa ada 43:58 yang namanya yang pintar-pintar namanya 44:00 brand-brand yang keluar dari Pakistan, 44:02 tapi yang banyak juga yang buta huruf 44:04 juga banyak yang bisa ke luar negeri. Ee 44:08 mungkin pekerjaan simpel misalnya 44:09 mersihkan WC, tempat umum di 44:12 kantor-kantor atau di 44:14 ee lapangan terbang begitu ya kali. 44:16 Makanya kita dapatkan rata-rata ee 44:19 pekerja pembersih lapang terbang, 44:21 toiletnya dan lain sebagainya atau 44:24 lantainya kita lihat ter orang Pakistan 44:27 atau orang Bangladesh. 44:28 Baik ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 44:30 Subhanahu wa taala. Saat ini Anda sedang 44:32 menyimak siaran live kajian ekonomi 44:35 Islam bersama Ustaz Ikhwan Basri. Di 44:38 mana ekonomi Islam ketika masyarakat 44:41 banyak yang bertanya. Kami mengundang 44:43 Anda yawat untuk juga menyampaikan 44:45 pertanyaan ataupun komentarnya ke nomor 44:47 WhatsApp kami di 0811999720. 44:53 Kami akan kembali di sesi kedua. 44:54 tetaplah bersama kami. 45:00 [musik] 45:06 [musik] 45:13 [musik] 45:21 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 45:22 Subhanahu wa taala. Terima kasih masih 45:24 bersama kami dalam kajian ekonomi Islam 45:27 siaran langsung bersama narasumber kita 45:29 Ustaz Ikhwan Basri. Di sesi kedua ini 45:32 kita akan menjawab pertanyaan-pertanyaan 45:34 yang sudah masuk dari ikhwan dan akhwat. 45:35 Sebelumnya ini kami ingin menyapa Ibu 45:38 Ani Cudaifah terlebih dahulu ya yang 45:41 beliau menyampaikan juga atensinya. 45:43 Alhamdulillah. Bismillah hadir menyimak 45:45 kajian ekonomi Islam di kesempatan kali 45:48 ini bersama AM720 45:51 Radio Silaturahim. 45:53 Ada juga ini Pak Budi menyimak Rasil. 45:56 Terima kasih Pak Ustaz penjelasannya. 45:58 Oke, sementara itu ada Ibu Fani. 46:00 Asalamualaikum warahmatullahi 46:01 wabarakatuh. 46:03 Pak Ustaz, harga-harga melambung tinggi 46:07 untuk harga plastik juga kebutuhan dapur 46:10 padahal hari raya sudah berlalu. 46:13 Bagaimana, Pak Ustaz, dengan hal ini? 46:16 Apakah mungkin harga-harga tersebut itu 46:19 bisa normal kembali sementara gaji tidak 46:23 kunjung naik? Bagaimana ini, Pak Ustaz? 46:25 Ya, karena yang terkena dampaknya itu 46:27 ibu-ibu rumah tangga. Mohon 46:29 pencerahannya. 46:31 Terima kasih. 46:33 Terima kasih Ibu 46:34 Ibu Fani. 46:35 Ibu Fani ya 46:37 yang selalu menyimak siaran kita dan 46:40 menanyakan tentang 46:43 kenapa harga-harga menjelang puasa dan 46:46 puasa dan ya puasa ya setelah puasa 46:49 umumnya rata-rata naik. Beliau sebutkan 46:51 misalnya harga bahkan plastik ya. 46:55 Plastik ini naik naik karena 46:57 perang Iran sebetulnya. Eh perang Iran 46:59 perang Teluk ya. 47:00 H 47:01 ya. Yang lainnya itu naik karena musiman 47:03 sebetulnya ya karena ada apa namanya 47:08 permintaan tinggi di bulan menjelang 47:10 bulan Ramadan terus selama bulan Ramadan 47:12 dan puncaknya ialah di 1 Syawal atau 47:15 Lebaran itu. Nah, setelah itu semua 47:18 lewat kenapa harga-harga itu enggak 47:21 turun juga gitu loh ya. [mendengus] 47:23 Ya, apa namanya ini percaraan kelisi 47:27 artinya setiap tahun kita mendapatkan 47:29 hal seperti ini ya. 47:31 Makanya di beberapa kali siaran kita itu 47:35 pernah menjawab seperti itu ya. Ya, 47:38 mungkin tahunnya saya lupa tahun berapa 47:40 tapi rasanya kita sering ee menjawab 47:43 seperti itu ya. Jadi permintaan di ee 47:46 permintaan terhadap barang terutama 47:48 barang konsumsi, 47:50 makanan, minuman, dan bahan baku untuk 47:53 makanan minuman itu ee termasuk pakaian 47:57 juga ya itu menaik menjelang bulan 48:00 puasa. ini psikologis ya, psikologis. 48:04 Kemudian selama bulan puasa itu juga 48:06 begitu ee stabil naik gitu. Kemudian ee 48:11 lebaran. Nah, event ini sudah berakhir. 48:14 Kenapa itu enggak turun lagi gitu? 48:16 Apakah mungkin ee bisa dikembalikan 48:18 harga itu kepada sebelum terjadi apa 48:23 namanya? Sebelum terjadi bulan puasa, 48:26 sebelum berlangsungnya bulan puasa. 48:29 Ee ini kan sebetulnya sifatnya musiman. 48:33 Karena musiman maka itu akan kembali ke 48:36 ke semula. 48:37 Meskipun ada yang tidak kembali ke 48:39 semula karena ee masalah misalnya 48:43 suppliernya berkurang kayak misalnya 48:46 plastik itu kan kata orang ini kan saya 48:49 enggak belanja tapi umumnya kita 48:52 beritanya kan begitu. Ketika perang Iran 48:54 itu mulai terjadi, tiba-tiba dalam waktu 48:58 yang tidak lama terjadi kenaikan 49:01 plastik. Isunya karena plastik itu bahan 49:03 baku yang diimpor, bahan bakunya itu 49:05 diimpor dari ee dari Iran atau dari 49:08 Timur Tengah yang sekarang mereka lagi 49:10 perang sehingga kapal yang lewat mau ke 49:12 Indonesia itu ditahan sehingga seretnya. 49:15 H 49:15 lah sebetulnya 49:17 kejadiannya tidak seperti itu ya. Ketika 49:20 plastik ini diproduksi di sini untuk 49:22 beberapa bulan yang akan datang, itu 49:24 bahan bakunya sudah ada di sini. Tidak 49:26 ada hubungannya dengan 49:27 apa namanya dengan perang ya. 49:30 Tapi karena ini menjadi pemicu ya orang 49:34 masuk akal ya. Masuk akal dong 49:37 ee naik barangnya. Betul. Yang menaikkan 49:40 spekulan ya. 49:41 Sepekulan yang tahu keadaan gini. 49:43 Heeh. 49:43 Ee dia mengatakan oh karena bahan 49:46 bakunya kurang jadi kita harganya naik. 49:49 itu sepertinya masuk akal, tetapi apa 49:53 namanya tidak benar. Ternyata enggak 49:54 begitu. Karena produksi yang kita 49:56 lakukan sekarang ini yang sudah berada 49:58 di masyarakat itu dibikin ketika bahan 50:01 bakunya harganya masih lama gitu loh. 50:03 Sudah aman bahan bak. 50:04 Nah, gitu. Jadi ada ee distorsi istilah 50:08 dalam ekonomi itu 50:10 ee suplai itu terdistorsi oleh berbagai 50:12 faktor di antaranya spekulasi, orang 50:14 yang tidak benar, orang yang mau 50:17 membikin harganya mahal supaya dapat 50:20 yang tinggi seperti itu ya itu biasa ya. 50:22 Tapi kenyataannya suplai itu aman-aman 50:25 saja tidak ada terjadi kekurangan 50:27 ataupun apapun ya. itu. 50:29 Jadi kesimpulannya Bu ya, ketika supply 50:32 itu aman saja tidak terjadi lonjakan, 50:35 tidak terjadi kekurangan, tapi di dalam 50:37 pasar ini bisa terjadi harga itu naik 50:39 karena beberapa hal 50:40 ya. Misal ada spekulan, ada berita 50:44 bohong dibuat-buat dan lain sebagainya 50:46 yang kita percaya sehingga kita 50:48 menaikkan itu dengan menaikkan harga itu 50:51 seolah-olah kita terima saja. Oh, karena 50:53 begini-begini. Padahal bukan seperti 50:55 itu. 50:56 Ada hubungannya dengan ini enggak, Pak 50:58 Ustaz? kesulitannya 51:00 ee pemerintah mengendalikan 51:02 itu memang sulit 51:03 inflasi [tertawa] 51:04 memang sulit itu ya 51:05 atau harga 51:07 memang sulit tapi yang dipastikan oleh 51:09 pemerintah adalah suplai bahan baku ini 51:11 tetap enggak ada lonjakan sebetulnya. 51:13 Nah, kenapa kok naik ya itu karena itu 51:15 saya ingat jadi mungkin sudah lama ini 51:18 sebelum COVID ya 15 eh 2015 terus 2014 51:23 itu 51:23 he 51:24 waktu sebelum puasa itu daging itu 51:27 harganya Rp70.000. R000 kalau enggak 51:29 salah ya waktu itu. 51:30 Iya 51:31 tiba-tiba menjelang puasa menjadi 51:32 Rp10.000. 51:33 Iya. 51:34 Itu hampir dua kali lipat naik gitu ya. 51:37 Nah, orang semua ya termasuk pemerintah 51:40 itu apa namanya memandangnya itu musiman 51:43 ya. Nanti akan balik lagi 51:45 setelah bulan Syawal sudah normal 51:48 kembali harga enggak turun-turun sampai 51:50 sekarang. 51:51 Kenapa bisa begitu? Jadi ini permainan. 51:53 Iya. 51:54 Nah, kenapa bisa seperti itu? ini 51:56 pemainnya sudah sudah 51:59 kelas berat sampai pemerintah saja tidak 52:01 bisa mengendalikan ya. Ya. Ya, itu zaman 52:05 dulu zaman termasuk Pak Dlan Iskan, 52:08 Daklan Iskand mencoba mencari solusinya 52:11 dengan e mengirim sapi-sapi dari NTD ke 52:14 sini tetap aja tidak bisa sampai impor 52:17 dari India segala macam. ini sebetulnya 52:20 adalah suatu apa namanya distorsi pasar 52:23 yang diciptakan oleh kelompok tertentu 52:25 tetapi sedemikian kuat sehingga 52:28 pemerintah pun enggak enggak bisa ya. 52:30 Iya. 52:31 Nah, bagaimana caranya memerintah ee 52:34 menghujani rakyat dengan daging bersih? 52:36 Kan enggak mungkin. 52:37 Iya. 52:38 Ya, enggak mungkin. Jadi ini menang ini 52:40 kelompok yang seperti ini menang. macam 52:42 kemarin itu apa ee 52:46 langkahnya minyak goreng lah kita ini 52:49 lautan minyak goreng 52:50 berlimpah banget ya. 52:52 Iya. Nah, itu ada pemain dan ternyata 52:53 sudah ditangkap kan ya 52:55 seper tapi yang kasus daging ini 52:57 sepertinya belum ada yang ketangkap. 53:00 Iya itu sudah 10 tahun lebih ya 53:02 kita terlalu mahal. Saya punya 53:04 teman-teman ada yang dari Mesir, ada 53:06 yang dari India, 53:08 ada yang dari mana-mana yang luar negeri 53:10 ee Timur Tengah banyak itu mengeluh ke 53:13 saya di Indonesia itu sangat mahal susu 53:16 dan turunannya dan daging. Kalau di 53:19 negeri kami paling murah daging 53:21 iya daging itu paling murah sama susu. 53:24 Karena kita butuh ya butuh supaya ee 53:28 penduduk itu sehat, tulangnya kuat, 53:31 badannya besar gitu. kita enggak kita 53:33 itu susu sama daging jadi luksuri, 53:36 Buat mahal, 53:37 jadi luxuri ee apa namanya? Mewah gitu 53:41 ya. Sehingga kita pasrah ketika kita 53:43 tidak bisa beli daging, 53:46 kita tidak bisa beli susu, itu pasrah 53:48 karena itu barang mewah. Nah, selama 53:50 pemerintah membiarkan bahwa daging dan 53:52 susu di mata orang awam ini adalah 53:54 barang mewah, 53:55 harga tidak akan turun, ya. dan tidak 53:58 akan ada upaya bagaimana supaya daging 54:01 dan kemudian susu itu menjadi seperti 54:03 beras mudah di 54:05 dapatkan, mudah dibeli di mana-mana, 54:07 semua orang bisa menjangkau. 54:09 Iya. 54:09 Iya. Paradigmanya harus diubah. 54:11 Betul. 54:12 Iya. Jadi seperti ini, Bu. Mungkin bisa 54:15 ee bisa apa namanya? Kembali semula, 54:18 tapi ada yang tidak bisa. Yang tidak 54:19 bisa tadi ya seperti itu. Tapi plastik 54:21 itu ya mungkin bisa 54:23 ya. Ini apa namanya? ee 54:26 ada oknum yang mengambil kesempatan 54:28 dalam kesempitan. 54:29 Betul. Nah, sementara Pak Ustaz kalau 54:31 Ibu Tia ini di Depok enggak harga-harga 54:35 pokok naik, sementara gaji enggak naik. 54:36 Pak Ustaz, bagaimana kita menyikapinya? 54:39 Mohon nasihat. Nah, 54:40 nah itu ini apa namanya? Antara gaji 54:45 dengan harga itu dalam bahasa ekonominya 54:47 kan price and wages ya. Hm. 54:50 Kalau price, kalau harga barang itu 54:55 bisa turun naik tergantung mekanisme 54:57 pasar. Tapi kalau gaji enggak bisa 55:00 berganti mekanis pasar karena dia 55:01 ditentukan ya sticky. Kalau sticky 55:04 maksudnya gaji itu kaku istilahnya kalau 55:08 harga itu fleksibel. Jadi harga dengan 55:10 mudah bisa naik bisa turun tapi kalau 55:12 gaji enggak bisa. dia agak kaku gitu 55:14 loh. Karena itu kadang-kadang kenaikan 55:17 harga itu tidak bisa di-catch, bisa di 55:20 apa ya di 55:22 dilampui oleh ini dilampui oleh kenaikan 55:25 gaji gitu ya. 55:26 Itu seperti itu itu apa namanya hukum 55:30 besinya gitu ya. 55:31 Ya. Nah, memang orang cenderung gaji itu 55:35 tetap ya fix tetap harga berubah. Karena 55:39 ketika harga naik, gaji tetap, maka 55:41 secara relatif harga itu kelihatan 55:43 mahal. 55:44 Iya, barang-barang kelihatan mahal. 55:46 Karena apa? Karena ee gajinya sekarang 55:48 tetap, sementara harganya sudah berubah 55:50 gitu loh. 55:50 Heeh. 55:51 Itu apalagi terjadi inflasi. 55:54 Inflasi maka gaji yang tetap itu akan 55:57 berkurang daya belinya. Kalau dibuat 55:59 jadi rupiah misalnya, 56:01 gaji tetap R juta tapi barang-barang 56:03 sudah naik ya. 56:04 Maka kebijakan pemerintah biasa 56:06 menaikkan gaji ya. 56:08 Iya. Iya. gasi bagi pegawai negeri 56:10 gampang bagi 56:12 marbot masjid ya enggak bisa gitu kan 56:14 dengan begitu ya kemudian tukang bakso 56:17 tidak bisa menaikkan dengan 56:19 dengan porsinya ya 56:21 iya 56:22 tukang bakso ini harga segini pesaing 56:24 saya aja cuma segitu 56:26 jadi berat bagi diulitan 56:28 kesulitan jadi apa namanya inflasi itu 56:30 memang adalah penyakit ya 56:32 tetapi sulit kita apa namanya kita sulit 56:35 untuk membasmi ya melainkan kita harus 56:38 harus melakukan justifikasi ya. 56:39 Justifikasi dalam pengertian ya kita itu 56:41 harus berkembang ya. Pendapatan kita 56:44 tahun 2025 harus lebih tinggi daripada 56:47 2024 gitu. 56:49 2026 harus lebih tinggi, harus selalu 56:50 begitu untuk mengimbanginya. 56:52 Iya. 56:52 Iya. 56:53 Baik, Pak Ustaz. Kita sudah dibatasi 56:56 oleh waktu ee itu pertanyaan-pertanyaan 56:58 bisa kita jawab. Saya juga ingin menyapa 57:00 ini ada Ibu Yuli Sari, ada juga ini 57:03 pendengar dari Lombok ee Nusa Tenggara 57:05 Barat menyimak siaran hari ini. Begitu 57:07 pun Nurjanah binti Madiio ya dari 57:10 Singapura juga menyimak di kesempatan 57:12 kali ini sebagai penutup Pak Ustaz apa 57:16 yang ingin diingatkan digaris bawahi 57:18 kepada pendengar Rasil tentang topik 57:20 yang kita bahas? 57:22 Terima kasih Masangga. Para pemirsa 57:25 Rasil TV dan para pendengar radio 57:26 silaturahim yang dirahmati Allah 57:28 Subhanahu wa taala. 57:29 Jadi 57:31 bahan-bahan yang kita jadikan apa 57:34 namanya ee sesi pagi hari ini adalah 57:38 murni dari pertanyaan-pertanyaan jemaah. 57:41 Ada dari keluarga, ada juga dari jemaah, 57:44 ada dari omongan-obrolan di tepi jalan. 57:47 Iya. 57:48 Dan ini ee menjadi inspirasi bagi saya 57:50 untuk saya jadikan bahan karena perlu 57:54 dijawab dan mungkin saja bukan hanya 57:57 mungkin saja saya kira juga banyak dari 57:59 para pendengar atau pemirsa yang yang 58:01 mengalami hal seperti itu terkait dengan 58:04 sayuginya ekonomi Islam itu kayak apa. 58:06 Kita masih banyak mengalami pengangguran 58:09 dan tidak ada jalan keluar dalam waktu 58:11 dekat. Bagaimana pengangguran bisa 58:13 diatasi? mungkin dalam besar waktu 10 58:15 tahun ke depan tidak banyak perubahan 58:17 seperti itu ya. Meskipun kita membuka 58:21 seluas-luasnya negeri ini untuk investor 58:24 luar, tetapi itu tidak akan bisa 58:26 memberikan ee banyak solusi dalam jangka 58:29 waktu mungkin 5 tahun ke depan. 58:32 Jadi menurut mereka itu tetap aja 58:34 pengukuran akan merasa lela dan tetap 58:36 akan sulit menjadi pekerjaan. Nah, 58:38 inilah yang kita ketengahkan bahwa 58:41 ekonomi Islam itu dalam sebuah 58:44 perekonomian Islam ya, negara atau 58:47 khalifah atau presiden atau apapun itu 58:50 bertanggung jawab terhadap rakyatnya, 58:53 bertanggung jawab kepada mereka agar 58:54 suami mereka itu bisa makan, bisa hidup 58:57 layaknya manusia. Kalau standar makannya 59:00 itu tiga kali, ya mereka itu harus 59:01 semuanya tanpa kecuali yang hidup di 59:03 situ bisa makan tiga kali dengan nutrisi 59:06 yang standar. dan dengan apa namanya 59:09 jangka apa nam perolehan atau cara 59:11 mendapatkan makanan itu dengan relatif 59:13 mudah tidak tidak pakai ngoyo gitu ya 59:17 itu jika kemudian di dalam sebuah negara 59:20 itu ada sebagian kecil mereka itu 59:23 bergaji tinggi karena pegawai 59:25 pemerintah, karena pegawai bank sentral, 59:27 pegawai BUMN dan lain sebagainya. Nah, 59:30 di sana ada sebagian besar 60% lebih 59:34 tidak mendapatkan akses kepada pegawai 59:36 bank, tidak mendapatkan akses kepada 59:38 pegai OJK, tidak mendapatkan akses 59:40 kepada pegawai BMN. Mereka dipaksa oleh 59:43 keadaan untuk mandiri dengan menjual 59:46 bakso, menumai, menjual sayur dan lain 59:49 sebagainya. Dan ini semuanya walaupun 59:51 dengan sudah susah Pak ya itu kalau 59:54 dibandingkan dengan gaji yang diterima 59:56 oleh para pejabat tadi itu masih lebih 59:59 tinggi jauh daripada perolehan yang dari 1:00:02 sektor ini. Nah, jika ini menimbulkan 1:00:04 ketimpangan dan pasti akan terjadi 1:00:06 ketimpangan, sebagian kecil rakyat bisa 1:00:09 mendapatkan ee kelayakan hidup yang 1:00:12 lebih dari cukup, sebagian besar tidak 1:00:14 bisa mendapatkan melainkan dengan susah 1:00:17 payah, dengan ee apa namanya? Dengan 1:00:20 kerja yang begitu keras ya, penuh dengan 1:00:23 tantangan. Tapi itu pun belum bisa 1:00:26 membuat mereka nyaman mendapatkan apa 1:00:28 yang mereka dapatkan tetapi 1:00:31 dibiarkan ya. Jadi apa namanya kondisi 1:00:35 lebih mayoritas dibiarkan oleh 1:00:36 pemerintah tidak mau tahu. Maka 1:00:38 pemerintah itu dalam pandangan ekonomi 1:00:40 Islam itu adalah suatu kezaliman. 1:00:42 Berbuat zalim, berbuat ketidakadilan 1:00:45 karena membiarkan ketimpangan di depan 1:00:47 mata begitu nyata dan tidak ada usaha 1:00:51 untuk mengimbangi atau membalik keadaan 1:00:53 agar supaya semua penduduknya tanpa 1:00:56 kecuali bisa makan, bisa hidup dengan 1:00:58 nyaman. Ini tujuan pemerintah sebetulnya 1:01:01 dalam ee dalam pandangan ekonomi Islam. 1:01:04 Dan yang ditanyakan tadi termasuk dari 1:01:06 ibu-ibu yang bertanya, saya kira itu 1:01:09 merupakan suatu refleksi bahwa di kita 1:01:12 hidup di mana negara ini dilimpahi oleh 1:01:15 begitu banyak karunia sumber daya alam 1:01:17 dari darat, dari laut, dari mana-mana 1:01:20 semua ada. Tetapi dikelola tidak dengan 1:01:22 benar sehingga tetap saja kesulitan 1:01:25 hidup menjadi pandangan sehari-hari di 1:01:27 kita. dan kita masih jauh daripada 1:01:29 ekonomi Islam. Ya, makanya kita coba 1:01:32 untuk apa namanya? Memperkenalkan 1:01:35 bagaimana ekonomi Islam, bagaimana peran 1:01:37 pemerintah itu terhadap ee penduduknya 1:01:41 agar supaya mereka itu bisa hidup 1:01:43 sebagaimana layaknya manusia ya, tidak 1:01:46 sampai berjuang sedemikian rupa sehingga 1:01:50 seperti binatang siang malam mereka 1:01:52 bekerja tapi tidak mendapatkan apa-apa 1:01:54 dan itu dibiarkan oleh penguasa. Nah, 1:01:57 penguasa yang demikian tidak 1:01:58 mencerminkan keadilan ekonomi, baik itu 1:02:01 ekonomi umum apalagi itu ekonomi Islam. 1:02:04 Dan masih begitu banyak hal-hal yang 1:02:06 harus diperbaiki agar supaya keadilan 1:02:09 ini kembali wujud. Ya, saya kira itu Mas 1:02:11 Sangga ya. 1:02:12 Baik, Pak Ustaz. Demikianlah ikhwan 1:02:14 akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa 1:02:16 taala, kajian ekonomi Islam kita kali 1:02:18 ini bersama guru kita Ustaz Ihwan Basri. 1:02:20 Semoga apa yang beliau sampaikan 1:02:22 bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih 1:02:25 banyak atas kebersamaan Anda, Ikhwan 1:02:27 Alwad. Setelah ini Anda kami ajak untuk 1:02:31 menyimak eh acara Ahlan Wasahlan belajar 1:02:36 dari keteladanan Jenderal Sudirman 1:02:38 bersama Gang Priambodo Sudirman, cucu 1:02:42 dari Jenderal Sudirman bersama Mas 1:02:44 Krishna. Ya, setelah ini dari studio 1:02:47 kami yang bertugas undur diri. Billahi 1:02:49 taufik wal hidayah. Subhanakallahumma 1:02:51 wabihamdika asadu alla ilahailla anta 1:02:53 astagfiruka waubu ilaik. Asalamualaikum 1:02:55 warahmatullahi wabarakatuh. 1:02:57 Waalaikumsalam warahmatullah.