Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 [musik] 0:11 [musik] 0:13 Bismillahirrahmanirrahim. 0:15 Assalamualaikum warahmatullahi 0:16 wabarakatuh. Waalaikumsalam 0:18 warahmatullahi. 0:18 Alhamdulillahirabbil alamin. Allahumma 0:21 sholli ala Sayyidina Muhammad wa ala ali 0:23 Sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat 0:26 yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. 0:28 Bagaimana kabar Anda? Di Sabtu hari ini, 0:32 kembali kita berjumpa dalam program info 0:35 kesehatan. 0:37 Di edisi Sabtu tanggal 4 Oktober 2025. 0:43 Bersama narasumber kita, yaitu Dokter 0:46 Hendri Hidayatullah. Assalamualaikum 0:48 warahmatullahi wabarakatuh, Dokter. 0:50 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:52 wabarakatuh, Mas Agus. Alhamdulillah. 0:54 Katanya jalan nih, enggak pakai 0:56 transportasi publik dari Tangerang. 0:58 Nikmat hari Sabtu masih longgar, masih 1:00 enak lah ya. Apalagi kalau pagi. Kenapa? 1:03 Apalagi kalau pagi. Betul. 1:06 Biasanya hari ini kita menghadirkan 1:07 narasumber ya. Iya. Ada eh narasumber 1:12 kedua yang Dokter hadirkan. 1:13 Betul, betul, betul, Mas Agus. 1:15 Hari ini hanya Dokter sendiri yang ke 1:16 studio. 1:17 aja dulu, berdua sama Mas Agus. 1:20 Baik. 1:21 Eh ikhwan dan akhwat. Pada kesempatan 1:25 hari ini, di Sabtu siang ini. Kami ingin 1:29 menyapa para pendengar. Radio 1:30 Silaturahim di manapun Anda berada, baik 1:32 Anda yang berada di Batam. Kemudian di 1:36 Sukabumi, di Semarang, ataupun Anda yang 1:40 berada di Yogyakarta. Semoga dalam 1:43 keadaan sehat walafiat, amin ya rabbal 1:46 alamin. 1:47 Kalau tadi pagi, setiap Sabtu pagi itu 1:50 Rasya mengadakan acara off air namanya. 1:53 Senam terapi sehat Lin Tien Kung ya, L T 1:57 K. 1:57 Lin Tien Kung. Atau LTK, Dok. Hmm. Ini 1:59 dari tahun 2017 Wah, cukup lama ya 2:02 Sampai 2025, banyak yang ikut banyak kan 2:05 lansia Emm 2:07 Di atas usia 40 tahun, jadi bagi anda 2:09 ikhwan akhwat yang ingin 2:11 Ikut, ingin hadir silahkan di hari Sabtu 2:14 pukul 07.00 pagi sampai dengan pukul 2:16 09.00, sebentar kok Iya 2:18 Tapi insya Allah manfaatnya luar biasa 2:20 Dan rutin kan Betul, nah Ngomong-ngomong 2:23 masalah sehat Pada hari ini tema yang 2:26 akan Eee Dokter Hendri bawakan yaitu 2:30 tentang AED 2:33 Apa itu AED? Nah sebelum itu Dokter 2:35 mungkin ingin menyapa pendengar Rasyid 2:37 silahkan Baik, terima kasih Mas Agus, 2:39 terima kasih ikhwan akhwat 2:41 Pemirsa Rasyid dimanapun berada, 2:43 assalamualaikum warahmatullahi 2:44 wabarakatuh 2:45 Waalaikumsalam Semoga sehat selalu, 2:48 murah rezeki, Allah lapangkan segala 2:51 urusannya insya Allah 2:53 Mudah-mudahan kita diberikan rahmat dan 2:55 keberkahan dari Allah sepanjang akhir 2:58 sampai husnul khotimah Amin ya Allah, 3:01 amin amin. Dokter kalau dulu aktif di 3:03 MRC Dok ya? Dulu ya, betul 3:06 Sekarang masih? Eee sekarang sudah off, 3:09 eee Tapi tetap untuk kemanusiaan tetap 3:11 ya? Ada, tetap ada porsi untuk 3:13 kemanusiaan Baik, masya Allah. Baik, AED 3:16 AED itu apa Dok? Nah, mungkin gini Mas 3:19 Agus dan Pak ikhwan akhwat ya 3:22 Tentunya Mas Agus, ikhwan akhwat 3:24 sekalian sering berpergian Emm Iya kan, 3:28 baik kendaraan pribadi ataupun 3:29 transportasi umum Emm Nah pada saat 3:32 menggunakan transportasi umum katakanlah 3:34 di public area 3:37 Baik itu di stasiun 3:39 Di eee apa terminal dan kemudian di 3:43 bandara Emm Menemukan biasanya 3:46 Alat-alat eee keamanan ataupun alat-alat 3:50 penyelamatan Emm Yang paling familiar 3:53 adalah APAR. APAR. Alat pemadam api 3:56 ringan. 3:57 Alat pemadam api ringan. Iya. Nah, yang 3:59 belum familiar adalah AED. 4:02 Heem. 4:02 Kalau kita apa ya, celingak-celinguk lah 4:05 ya. 4:05 Heem. Di beberapa sudut 4:07 hampir sekarang sudah banyak di ee 4:11 public area itu AED. 4:14 AED. 4:14 Apa itu AED? AED itu adalah 4:17 ee kepanjangan dari automated ya 4:19 external defibrillator. Artinya? Artinya 4:24 alat kejut listrik Heem. jantung 4:27 Heem. 4:28 external. 4:30 Artinya ini bisa mobile ya? Dia bisa 4:32 mobile. Dia bisa mobile. 4:33 Yang 4:34 yang kan kalau yang kita tahu tuh yang 4:36 alat kejut listrik itu yang digunakan di 4:37 rumah sakit itu kan sama seperti itu. 4:40 Bedanya adalah kalau yang di rumah sakit 4:43 spesifik buat tenaga medis. 4:44 Heem. Ya, harus dengan keilmuan. Heem. 4:48 Nah, ini dipersiapkan untuk umum. 4:52 Heem. 4:52 Dengan pelatihan yang singkat lah. 4:54 Artinya orang orang umum, orang-orang 4:57 biasa itu bisa. Orang biasa bisa. 5:00 Oke. 5:00 Tapi sekali lagi, tetap perlu pelatihan 5:03 meskipun dalam jangka waktu yang pendek. 5:05 Heem. Tidak perlu harus kalau yang 5:08 yang di rumah sakit itu harus ee 5:11 belajarnya panjang lah. Heem. Tapi kalau 5:13 ini dibantu oleh alat tersebut untuk 5:16 menganalisa 5:18 ee denyut jantung yang kemudian nanti 5:22 ada tran ada apa 5:24 ada tektokan dengan alat itu. Iya. Heem. 5:27 Jadi kita menggunakan alat, Mas Agus 5:28 menggunakan alat itu. Heem. Ya. Nanti 5:31 ada perintah-perintah dari alat itu. 5:33 Heem. Untuk misalnya, oke 5:36 hantarkan kejutan. Heem. Nah, kita 5:38 mencet tombol. 5:40 Begitu sekilas dulu. Heem. Heem. 5:42 Gambaran umumnya. 5:43 Baik. Nah, itu dia yang menjadi tema 5:45 kita Ikhwan dan Akhwat di siang hari ini 5:47 tentang alat eh yang dapat eh membantu 5:52 keberlangsungan hidup di tengah kondisi 5:54 yang mendadak karena kita tidak tahu 5:56 Betul. eh apa tiba-tiba ada orang yang 5:58 tiba-tiba collapse atau seperti apa 6:00 begitu Dok ya. 6:01 Betul. Nah ini alat yang bisa digunakan 6:03 untuk itu karena memang untuk 6:05 transportasi publik sendiri memang yang 6:07 sering kita lihat itulah APAR. Betul. 6:09 Yang kedua palu Dok. Hahaha iya benar 6:11 [tertawa] palu untuk mecahin ya. Kaca 6:12 begitu. 6:13 Kaca betul. 6:13 Nah kebetulan di RSU itu ada mobil 6:15 ambulan Dok. Ehm ehm. Baru APAR doang. 6:18 Baru APAR saja. 6:19 AED-nya belum ada. 6:19 Oh iya. 6:21 Nah 6:21 Nanti mudah-mudahan eh dilengkapi dengan 6:23 AED. Amin. Nah eh biasanya orang-orang 6:26 yang dia itu tiba-tiba collapse terus 6:30 kemudian bisa ditolong dengan AED ini 6:32 yang seperti apa Dok? Nah 6:34 collapse itulah clue-nya. Jadi ketika 6:37 ada orang collapse Ehm. maka 6:40 kita bisa mem apa membantu dengan salah 6:42 satunya dengan alat itu. Ehm. Karena 6:45 bagi orang awam tidak mengerti eh 6:48 spesifik Ehm. kapan harus kasih kejut 6:51 listrik atau tidak, alat inilah yang 6:53 kemudian membantu. 6:55 Nah ketika ada orang collapse, apa yang 6:58 pertama kali dilakukan? Tetap harus kita 7:01 lihat 7:03 kondisi keamanan ya. Jadi kita cek 7:06 keamanan buat diri kita, buat korban 7:10 maupun lingkungan. Contohnya apa? Ehm. 7:12 Misalnya collapse di jalan. 7:15 Iya kan kan kita tidak ujuk-ujuk 7:18 kemudian kita membantu. Iya. Kalau ada 7:20 lalu lintas segala macam kan 7:22 akan sangat mungkin 7:24 kita justru kalau tidak mengamankan diri 7:27 dulu maka kita bisa jadi ikut korban 7:29 Mas. Ehm. Iya kan jadi kita harus lihat 7:31 tuh 7:33 cek 7:35 kita aman, korban aman, lingkungan aman. 7:38 Itu yang pertama. 7:39 Yang kedua adalah 7:41 [berdehem] 7:42 kemudian 7:43 kita cek 7:45 korban 7:46 kesadarannya sadar atau tidak kita 7:48 panggil nih he iya kan kita kita 7:51 eh cubit bisa cubit kita tepuk-tepuk he 7:55 nah kalau tidak sadar 7:57 dan kemudian kita periksa he 8:00 apa yang kita periksa berikutnya adalah 8:01 periksa nadi nadi itu periksa kita bisa 8:04 di bagian leher iya kan atau di 8:07 pergelangan tangan iya kan nah 8:10 itu bisa kita cek kalau tidak ada maka 8:12 bisa kemudian kita tempelkan itu 8:15 alat itu AED nya AED itu he 8:19 AED 8:20 nanti biasanya ada dua elektrode he 8:24 iya mungkin bisa ditampilkan oh iya jadi 8:27 ikhwan dan akhwat 8:28 bagi anda yang menikmati yang 8:31 melihat lewat Rasil TV dan kita ada akan 8:34 lebih jelas ya tampilannya nah ini 8:36 gambaran yang sering iya kita lihat di 8:39 public area nih ya he AED ada tulisannya 8:41 tuh he 8:43 lanjut nah ini bentukannya nah ini ya 8:46 jadi di kalau AED oh jadi kita paham nih 8:49 he selain apar kita oh AED ini buat 8:51 kejut listrik nih he oke lanjut 8:55 eh 8:57 nah ini spesifiknya jadi bisa ditenteng 9:00 tuh Mas iya iya iya 9:01 iya kayak bag lah iya kan ukurannya 9:04 beragam tapi umumnya sih bag kecil lah 9:06 he sebagai 9:07 eh mudah 9:08 listriknya berapa 9:09 eh daya listrik dia dia energinya 150 9:13 sampai dengan 200 joule oh setara kalau 9:17 voltase itu bisa 1200 1200 volt volt 9:21 watt nya itu bisa sampai 15 KW he 9:25 kalau di setarakan ya di setarakan itu 9:27 pada dewasa he pada dewasa itu sekitar 9:31 150 sampai dengan 200 joule 9:35 nah 9:36 bahaya enggak 9:38 he 9:40 Kalau listrik itu dihantarkan 9:43 E buat orang yang normal 9:45 Bahaya Bahaya pastinya He em kalau 9:48 normal Kalau normal, tapi pada 9:51 kasus-kasus orang yang dengan collapse 9:53 He em Dan kemudian ditemukan 9:56 E ada gangguan Iya Irama jantung itu, 10:00 ini sangat membantu survivalnya tinggi E 10:03 penyebab collapse itu sendiri apa Dok? 10:05 Ah penyebab collapse sebenarnya beragam 10:07 ya 10:08 Collapse kan orang pingsan ya, orang 10:09 pingsan kan beragam ada yang kemudian 10:12 Orang gula darahnya rendah bisa pingsan 10:16 Ya kan, orang stroke Ya salah satunya 10:19 juga bisa pingsan 10:21 Ya kan, kemudian salah satunya lagi 10:24 adalah orang yang dengan gangguan di 10:26 jantung yang kemudian 10:28 E iramanya 10:30 Membuat tidak teratur, ah contohnya 10:32 begini nih, bisa lagi digambar untuk 10:35 Pemirsa, silakan Bang Ah nih ya 10:37 E eh 10:39 Sorry yang gambaran jantung dulu, nah 10:41 Iya Iya kan Ini normal Ini tidak normal 10:45 normal? Tidak normal coba lihat 10:46 gambarannya kan tidak teratur, 10:47 bandingkan dengan yang e slide 10:49 berikutnya nih 10:50 Nah ini kan normal cakep ya Iya Teratur 10:54 He em Ah kita balik lagi ke yang tidak 10:56 teratur, nah 10:58 Kan 10:59 Gambaran rekam jantung ini buat orang 11:02 awam ini kan enggak paham 11:04 Nah yang analisa dibantu oleh alat 11:06 tersebut Mas Agus He em Ketika menemukan 11:09 ini tandanya apa? Ya itu tandanya orang 11:11 bisa collapse ya kan 11:14 Kemudian tidak sadar ya, tidak sadar 11:16 collapse, kemudian bahkan Denyut nadinya 11:20 kita tidak bisa merasakan 11:22 Nah 11:24 Ketika kita pasang elektrodanya e boleh 11:27 ditampilkan elektroda e berikutnya coba 11:31 maaf 11:32 Lagi 11:33 Lagi semua ini. 11:35 Lagi yang ada eh ada elektrodanya. 11:38 Yang ada biru sama 11:42 eh 11:44 ke belakang kali ya. 11:46 Oh, di belakang saya nih. Heeh. 11:49 Ada elektrodanya. Nah, 11:52 ya jadi ada elektrodanya kita pasang 11:54 kalau untuk dewasa biasanya kita 11:57 masangnya di 11:58 bagian kiri atas sama 12:00 sebelah kanan bawah. Heeh. Ya, dua 12:03 elektroda tuh. Jadi, simpel buat orang 12:05 awam karena di di di elektrodanya juga 12:08 ada petunjuk, Mas. Iya, iya, iya. Oh, 12:10 yang satu dipasang kiri atas, satu di 12:13 kanan bawah. Nah, itu contohnya 12:15 elektroda ya. Ini. 12:16 Elektrodanya itu. 12:18 Nah, kalau pada anak kecil biasanya di 12:20 tengah sini sama di belakang. 12:23 Ini khusus untuk eh orang yang terkena 12:26 jantung. Ini spesifiknya jadi dampak ke 12:31 kenapa kemudian irama jantungnya seperti 12:33 itu khususnya memang pada akhirnya yang 12:36 s 12:37 yang terkena jantungnya sendiri atau 12:38 yang berefek kepada jantung. 12:41 Misalnya yang berefek pada jantung? 12:42 Eh, banyak. Eh, apa problem-problem lain 12:45 yang kemudian berdampak pada jantung. 12:47 Tapi paling banyak adalah pada kasus 12:49 jantungnya itu sendiri. Heeh. 12:51 Contohnya apa? Penyakit jantung 12:54 koroner. 12:55 Yang kita seru sebut apa? Serangan 12:57 jantung. 12:59 Demikian, Mas. Jadi, eh 13:02 sehingga penting tidak alat ini? Sangat 13:05 penting. Heeh. Baik untuk di public 13:08 area, bahkan sebenarnya 13:11 akan lebih ini lagi, akan lebih luas 13:13 lagi misalnya di 13:15 katakanlah di masjid ya. Iya, iya, iya. 13:17 Ya kan kan itu sebenarnya salah satu 13:18 public area. 13:19 Heeh. Di perumahan, komplek. Heeh. 13:21 Ya. Perumahan, komplek. 13:24 Pokoknya yang eh di mana 13:27 eh berkumpulnya, tempat berkumpulnya 13:29 eee, publik atau masyarakat sekitar. 13:33 Gitu. 13:34 Tapi orang kan belum familiar dengan AED 13:36 ini, Dok. 13:36 Nah, itulah 13:38 butuhnya edukasi. Saat ini kan 13:40 kita yang berikan informasi, plus satu 13:42 lagi dengan tentunya ditambah lagi 13:44 dengan pelatihan. Artinya adalah eee, 13:47 ketika ini belum familiar, makanya 13:50 banyak orang yang mungkin eee, 13:52 menganggap tidak terlalu penting. Bahkan 13:54 ketika ada orang yang kita tahulah 13:55 serangan jantung itu adalah sebagai bisa 13:58 dikatakan dalam tanda kutip pembunuh 14:00 tiba-tiba. Betul. Karena kan kita tidak 14:02 tahu riwayat orang 14:04 Betul. tiba-tiba terkena jantung yang 14:05 sehat bisa terkena jantung, yang sakit 14:07 juga bisa terkena serangan jantung gitu 14:09 kan. 14:10 Bisa diakibatkan karena faktor kesehatan 14:13 yang diabaikan, gaya hidup yang 14:15 diabaikan, kolesterol tinggi, diabetes 14:18 tinggi. 14:18 Sangat betul. Gitu kan, Dok. 14:20 Sangat bagus, betul, betul. Artinya 14:21 dengan alat AED ini bisa sebagai 14:24 penopang hidup. 14:26 Betul. Eee, walaupun kita tahu namanya 14:29 eee, nyawa kita serahkan sama Allah. 14:32 tapi ada tapi kita ada ikhtiar untuk 14:34 itu. 14:34 Ikhtiar dan memang Allah ternyata 14:37 eee, berikan ya, eee, secara alamiah 14:40 segala macam sampai kemudian orang 14:41 menemukan ini kan listrik ya. Iya, iya. 14:44 Yang notabene 14:45 eee, dulu orang menyangka bahwa listrik 14:47 itu manfaatnya penerangan segala macam 14:49 gitu ya, yang kemudian pada akhirnya 14:51 ternyata dapat memberikan efek eee, 14:54 membantu eee, seseorang untuk 14:57 eee, memperbaiki kehidupan atau eee, 15:00 untuk kemudian tetap hidup, tetap hidup 15:02 atau survive. Kalau orang awam tahunya 15:05 angin duduk, Dok. Iya, betul. Angin 15:07 duduk ya. Padahal iya, padahal angin ke 15:10 mana-mana ya. Enggak duduk. Enggak 15:12 duduk. Nah, biasanya kalau orang kena 15:13 angin duduk atau kena serangan jantung 15:15 itu biasanya kan dia itu orang itu tidak 15:19 ter, enggak bingung mau ngapain. Heeh. 15:21 Itu pasti tuh. Betul. Beda halnya kalau 15:24 pertolongan pertama ada kecelakaan atau 15:25 P3K, misalnya hanya sekedar lecet, 15:28 berdarah atau itu, itu pasti bisa. Tapi 15:31 kalau sudah kena serangan jantung ini 15:32 biasanya orang menunggu pertolongan. 15:34 Betul. Menunggu ambulans. 15:36 Iya. 15:37 Kemudian dibawa ke rumah sakit. Nah, 15:39 ini potensinya berapa persen, Dok? Di 15:41 Kalau seandainya itu dilakukan dibanding 15:44 dengan AED ini sudah tersedia. Iya. 15:47 Jadi, eh boleh di slide-nya ada gambaran 15:49 yang cukup menarik ya. Jadi, kalau 15:51 survival itu sebenarnya yang terbaik 15:53 adalah 5 menit pertama itu adalah 15:55 eh golden period-nya ya. Eh boleh, jadi 15:59 kalau hanya sekedar 16:01 istilahnya didiamkan, potensi 16:03 meninggalnya tinggi. 16:05 Tapi kalau kemudian 16:06 eh kita 16:08 resusitasi jantung paru atau bantuan 16:11 hidup dasar, itu bisa lebih dari 10%. He 16:14 eh. 16:14 Nah, dengan adanya 16:16 kemudian kita punya kemampuan bantuan 16:19 hidup dasar ditambah AED itu, itu bisa 16:22 di angka 60 sampai dengan 70%. Ehm. 16:25 Boleh eh di slide slide berikutnya yang 16:28 ada lagi terus. 16:30 Lagi terus. 16:32 Terus. 16:34 Nah, ya ini nih. 16:34 tadi, Mas Dokter. 16:35 Nah, 16:37 coba lihat ya. 16:38 Iya. 16:38 Tanpa pertolongan apapun, tanpa per, 16:41 tadi ya Mas Agus kan tadi cerita tuh. 16:43 Iya. 16:43 Didiemin, bawa pakai ambulans. He eh. 16:46 Dalam hitungan 5 menit awal itu bisa 16:49 eh kurang dari 10 menit kemudian 16:52 eh bisa meninggal. 16:54 Eh dengan 16:57 bantuan hidup dasar, He eh. resusitasi 16:59 jantung paru, itu 17:02 bisa sampai meningkat tuh Ehm. angka, 17:05 angka hidupnyalah istilahnya ya. He eh. 17:07 Eh survival rate-nya itu bisa 10 sampai 17:09 dengan 20%. 17:11 Oke, itu juga tentunya 17:13 CPR saja? 17:14 Dengan CPR. CPR itu artinya meng Ndenya, 17:17 nekan apa dada itu untuk memompa jantung 17:20 dari luar. 17:21 alat ya? Tanpa alat. Hanya dengan tangan 17:23 saja. 17:24 Iya. 17:25 Tanpa alat. He em. Itu hanya 17:27 10 sampai 20% tuh naiknya. 17:30 Ditahan Mas Neza? Iya. Nah, kemudian 17:33 kalau nih 3 5 menit pertama 17:36 ada BHD He em. 17:38 ditambah AED He em. 17:41 itu naiknya signifikan tuh 50 sampai 70% 17:44 survival rate-nya. 17:46 Iya iya iya. Gitu. 17:48 Ya, jadi 17:49 sangat membantu enggak? Sangat membantu. 17:51 Sangat membantu. 17:52 Iya. He em. Demikian. 17:56 Baik. Masya Allah. Jadi memang kalau 17:59 kita lihat chain of survival atau rantai 18:01 kelangsungan hidup, biasanya orang yang 18:02 kena jantung itu memang pertama kan kita 18:05 sibuk itu pegang handphone, 18:06 telepon atau kemudian periksa nadi di 18:09 tangan, terus periksa detak jantung 18:11 untuk ambulans, 18:12 baru masuk rumah sakit. 18:14 Ah. Kalau IGD-nya kosong, kalau IGD-nya 18:16 penuh Ah. Kita bicara sesuatu yang lain, 18:19 tapi kan pada kondisi yang di mana kita 18:22 sendiri masyarakat 18:24 Betul. ketika menemukan itu 18:25 He em. kita harus tahu tata cara 18:27 menolong yang baik dan benar. He em. 18:30 tadi Mas Agus nyebut-nyebut survival eh 18:33 chain ya. Nah, boleh ditayangkan lagi 18:35 nih, Mas. He em. 18:39 Yang ke atas Mas Neza. Iya. 18:45 Jadi 18:46 eh nah ini ya. 18:47 Ini ini Dok ya. Ada kan ini ada enam 18:50 rantai ya? 18:51 Iya betul. 18:52 Eh enam rantai. Tiga rantai awal itu 18:54 dilakukan sebelum di rumah sakit. He em. 18:57 Iya iya. 18:57 Atau 18:58 eh bukan sebelum di rumah sakit, 19:00 dilakukan oleh orang di sekelilingnya. 19:03 He em. Jadi kan itu ada gambar telepon. 19:05 Iya. Maksudnya adalah ketika tadi ya He 19:08 em. sudah aman diri 19:10 aman korban dan aman lingkungan, habis 19:12 itu cek oh dia enggak sadar, nadinya 19:15 enggak ada gitu ya. Heeh. Nah, 19:18 apa yang dilakukan? 19:20 Jangan lupa minta tolong. Heeh. Minta 19:24 tolong kan bisa lewat handphone, kontak 19:26 ambulans atau minta tolong orang-orang 19:28 sekeliling. Iya. Iya kan? 19:30 Mas Agus, tolong teleponin ambulans. 19:32 Heeh. 19:33 Iya kan? Heeh. 19:35 Oke, kita yang menemukan pasien kemudian 19:37 melakukan yang kedua tuh. Heeh. Ada yang 19:41 nelpon, kita melakukan kedua apa ngapain 19:43 tuh? BHD itu CPR. 19:46 Iya kan? Heeh. CPR, 19:48 kemudian yang ketiga. 19:50 Yang ketiga apa itu? AED. AED. 19:54 Tadi survival rate-nya berapa? 50 sampai 19:56 dengan 70%. Heeh, heeh. AED 20:00 sampai kapan? Sampai ambulans 20:03 tiba. 20:04 datang. Heeh. 20:05 Saya merasakan itu karena saya supir 20:07 ambulans, Dok. Wah, iya. [tertawa] 20:09 Jadi Dan harus tahu 20:11 harus tahu, benar. Karena kalau cuma 20:14 sekedar masang oksigen aja kan itu 20:17 [berdehem] tidak terlalu banyak 20:17 menolong, Dok ya. Iya. 20:19 Ya gimana mau 20:20 siapa yang akan ngalirin oksigen? Even 20:23 sekalipun dikasih full penuh, Heeh. kan 20:26 yang mompanya Iya. lagi Heeh. 20:29 eh getar doang, tidak mompa atau bahkan 20:31 kemudian bahkan sudah enggak bergerak 20:33 gitu loh. 20:34 Iya, iya, iya. Tidak mompa. 20:36 Jadi bahasanya nih AED ini kayak 20:39 charger ya. Charger, charger darurat. 20:42 darurat buat jantung, kurang lebih 20:43 gitulah ya. Baik, Dokter. Perbincangan 20:45 semakin menarik, kita akan jeda dulu, 20:48 Dokter ya. 20:48 Baik. 20:49 Baik. Mas Algi, kita jeda terlebih 20:51 dahulu ikhwan dan akhwat, siapkan 20:52 pertanyaan dari Anda. Ini tentang eh 20:56 charger darurat atau alat kejut jantung 20:59 listrik sementara sebelum nanti pasien 21:02 dibawa ke rumah sakit pakai ambulans 21:05 atau mungkin pakai kendaraan biasa 21:06 namanya AED. Tetaplah bersama kami dalam 21:09 program Info Sehat. 21:21 Rasul [musik] TV 21:36 Rasul TV 21:39 [musik] 21:43 untuk Islam yang satu, Ikhwan dan Akhwat 21:46 yang dirahmati Allah Subhanahu Wa 21:47 Ta'ala. Terima kasih Anda masih bersama 21:49 kami di pagi, di siang hari ini di edisi 21:54 Sabtu kita berjumpa dalam program Info 21:58 Sehat bersama Dokter Hendri Hidayatullah 22:01 di tanggal 6 Oktober 2025. 22:07 Tanggal 4 Oktober. 22:09 Baik, Ikhwan dan Akhwat tema kita yaitu 22:10 tentang AED. 22:12 Tapi ee ini adalah alat yang bisa 22:16 menopang hidup ee ketika tiba-tiba ada 22:21 orang-orang di sekitar kita tiba-tiba 22:23 collapse, entah itu akibat serangan 22:25 jantung atau apapun. Nah, Dokter, ee 22:29 kita juga buka pertanyaan ya buat 22:31 pendengar. Silakan kirimkan pertanyaan 22:33 Anda di 08 111999720. 22:39 Ini seperti pertanyaan pertama, ee 22:42 Dokter dari Ibu Maryam di Bogor. 22:45 Assalamualaikum warahmatullahi 22:46 wabarakatuh. 22:47 Waalaikumsalam warahmatullahi 22:48 wabarakatuh. Dokter, saya sering dengar 22:49 serangan jantung itu datangnya mendadak. 22:51 Sebenarnya apa saja tanda-tanda awal 22:53 serangan jantung yang harus kita 22:55 waspadai agar tidak terlambat ditangani. 22:59 Baik. 22:59 Dokter. Terima kasih, Ibu Maryam. Jadi 23:03 gejala awal ya. He eh. Tadi eh sempat 23:06 disebut-sebut angin duduk ya. 23:07 He eh. Jadi karakteristik yang khas ya 23:10 adalah nyeri dada kiri. 23:13 Nyeri dada kiri 23:15 bisa menjalar ke lengan kiri atau ke 23:18 leher sebelah kiri. 23:20 Atau bisa juga nusuk sampai ke belakang. 23:23 Nah, nyerinya tuh beragam ya. Ada kayak 23:24 ditusuk-tusuk. Ada kayak di apa ya remas 23:29 gitu ya. Dan itu bisa sampai kemudian 23:31 keringat dingin Mas Agus. 23:32 He eh. Sampai keringat dingin yang kalau 23:34 kemudian berlanjut ya bisa tadi yang Mas 23:37 Agus sampaikan tuh kolaps. 23:39 Itu yang khas. Ada lagi yang enggak khas 23:42 orang menyangka 23:43 em yang tadi ya kok kayak 23:47 eh mah gitu ya. He eh. Eh mah. Nah, yang 23:50 perlu diwaspadai adalah misalnya kalau 23:53 memang dia memang 23:54 eh memang sudah ada riwayat sakit 23:56 jantung sebelumnya atau riwayat-riwayat 23:59 yang memang 24:00 kecenderungan orang 24:01 eh potensi untuk menderita penyakit 24:03 jantung. Tadi Mas Agus sebutkan juga tuh 24:05 tadi kan 24:06 misalnya kolesterol tinggi, orang gemuk 24:08 ya kan. 24:08 He eh. Orang kencing manis, orang 24:10 hipertensi yang penderita-penderita itu 24:13 potensi untuk menderita apa penyakit 24:16 jantung khususnya penyakit jantung 24:17 koroner menjadi meningkat. 24:19 He eh. Ya, ditambah lagi dengan usia. 24:21 Kalau sudah ada potensi gitu, ada 24:22 keluhan-keluhan maka ada baiknya 24:24 kemudian medical check up setahun sekali 24:28 misalnya. 24:29 Atau pada kalau ada keluhan-keluhan yang 24:32 tidak spesifik itu tapi dengan memang 24:35 ada riwayat tadi kalau kolesterol 24:36 tinggi, hipertensi, kencing manis ada 24:39 baiknya tetap langsung segera ke Dokter. 24:43 IGD. IGD. Betul. IGD untuk memastikan. 24:47 He eh. Jadi memastikannya adalah bahwa 24:50 ini serangan jantung apa bukan. Kalau 24:52 bukan kan alhamdulillah. 24:53 He eh. Tapi ketika kemudian itu serangan 24:55 jantung maka 24:58 tentunya karena eh 24:59 em berkejaran dengan waktu, ini kan juga 25:02 menjadi alhamdulillah jadi pertolongan 25:04 lebih cepat 25:05 dilakukan. He em, he em. 25:08 Baik. 25:09 Demikian. 25:10 Ada Bapak Fajar di Depok 30 tahun, eh 25:13 Dokter assalamualaikum warahmatullahi 25:15 wabarakatuh. 25:16 Waalaikumsalam warahmatullahi 25:17 wabarakatuh. Orang yang terkena darah 25:19 tinggi, apakah akan eh terjadi serangan 25:22 jantung, Dok? Iya. Seperti yang saya 25:24 sebutkan tadi, bahwa ada namanya faktor 25:27 risiko. Faktor risiko itu apa sih? 25:29 Faktor risiko adalah faktor-faktor yang 25:31 menyebabkan potensi seseorang menjadi 25:34 lebih mudah terkena. He em. Nah, apa 25:36 saja yang lebih mudah terkena penyakit 25:39 jantung, khususnya jantung koroner? Itu 25:41 tadi. Hipertensi, 25:44 kencing manis, 25:46 kemudian lagi apa eh kolesterol tinggi. 25:50 Nah, itu menyebabkan 25:52 eh mudah atau style hiduplah, gemuk, He 25:55 em. merokok gitu. 25:57 Jadi, risikonya lebih eh lebih tinggi 25:59 dibandingkan yang 26:00 tidak punya faktor risiko tersebut. 26:04 Jadi, bukan sesuatu yang ini ya, bukan 26:06 sesuatu pasti bakal 26:08 eh terkena penyakit jantung, 26:10 ya tidak, tapi risikonya atau potensi 26:14 untuk terkena penyakit jantung koroner 26:17 menjadi lebih tinggi. 26:19 He em. 26:20 Demikian. Baik, terima kasih. 26:22 ya. 26:22 Pak Fajar. Nah, terkait dengan eh alat 26:25 ini, Dok, eh tentang AED ini. Ini cara 26:28 mengoperasikannya bagaimana, Dok? Oke, 26:30 cara mengoperasikannya boleh eh 26:32 ditampilkan 26:34 ditampilkan 26:37 gambaran. Slide yang berapa, Dok? Oke, 26:39 jadi 26:40 nah 26:41 nah, ini. Ini. Ini tombol-tombol yang 26:43 ada pada alat AED. He em. Iya kan? Jadi, 26:47 pada saat kita 26:50 tadi kita pastikan sudah pasang 26:53 elektroda sesuai dengan 26:55 apa kategori dewasa apa anak gitu ya. 26:59 Nah, ini nih nih elektroda ini kan ada 27:00 nih, hijau nih orang dewasa yang biru di 27:04 sebelah kiri atas. Yang kuning di 27:07 sebelah kanan bawah, itu pada orang 27:09 dewasa nih. 27:11 Nah, pada anak-anak yang biru nih ada 27:13 petunjuknya mudah kok. Pada anak-anak di 27:16 depan yang kuning di belakang. Pasang 27:18 nih. 27:20 Habis itu dinyalakan turn on. 27:22 Pada saat dinyalakan turn on dia akan 27:24 ngeluarin suara itu ya. Ada yang 27:26 ngeluarin dia akan menganalisa. 27:29 Ya kan, analisa kemudian 27:31 dia akan mengeluarkan suara. 27:34 Eee apa namanya eee AED akan 27:37 menganalisa. 27:39 Ketika menganalisa 27:41 supaya tidak terganggu tuh alatnya dalam 27:43 menganalisa maka 27:46 tidak boleh kita sentuh. 27:49 Oke. Setelah dianalisa kemudian ada 27:52 perintah lagi misalnya 27:54 harus 27:55 di di-shock harus di kasih kejutan. 27:59 Nanti ada perintah tuh. 28:01 Perintahnya nih sekarang sudah beragam 28:02 ya, pakai bahasa Indonesia juga sudah 28:04 banyak gitu alat-alat AED yang 28:06 menggunakan beragam bahasa termasuk 28:07 Indonesia. Jadi nanti ada perintah 28:10 tolong apa kasih kejutan. 28:13 Ya. 28:14 Nah 28:15 eee yang sebelumnya coba 28:16 yang tadi itu ya, yang tadi ada tombol. 28:18 Nah 28:19 itu yang tengah itu itu adalah tanda 28:22 kejut. 28:23 Oh, tek jadi 28:25 pada saat ada perintah kejut 28:27 ya maka kita tombol tuh kasih tombol 28:29 pencet kejut. Nah, pada saat kejut 28:33 ya eh sorry sebelum kasih kejutan 28:35 pastikan tubuh kita 28:38 tidak nempel 28:40 di tubuh korban. 28:41 Tubuh kita. Iya. Tubuh orang lain juga 28:44 pokoknya intinya orang-orang sekeliling 28:45 tidak boleh. Heem. Apa yang terjadi 28:47 kalau kemudian nempel? Heem. Maka ada 28:49 aliran juga yang akan menghantar ke 28:51 kita. Oh. Kita bisa jadi korban, 28:54 efektivitas syok, efektivitas 28:57 kerja apa alat tersebut ke korban 28:59 menjadi terbagi. Kurang maksimal. 29:02 Kurang maksimal. Yang pastinya siapa? 29:04 Yang pastinya akan jadi korban dua dong. 29:08 [tertawa] 29:08 Enggak ada yang nolong berarti. Ada yang 29:10 nolong. Nah, dipencet tuh kan yang merah 29:12 tuh. Iya. 29:13 Nah, 29:14 bisa juga 29:16 ternyata ada perintah tidak perlu 29:18 dikejut. Heem. 29:20 Langsung CPR, langsung BHD. Heem, heem. 29:23 Iya kan? Maka kita lakukan 29:27 CPR. 29:28 Heem. 29:29 Nanti dia akan analisa lagi tuh apa yang 29:31 kita lakukan, iya kan? Sudah CPR Heem. 29:33 nanti dia akan perintah lagi. Tiba-tiba 29:35 bisa saja itu. Setelah kita CPR, 29:37 tiba-tiba kita diperintah untuk 29:40 Heem. kejut listrik. Heem. 29:43 Jadi pokoknya intinya 29:44 si penolong itu ngikutin instruksi itu 29:47 alat. Heem. 29:50 Demikian tuh. Jadi kan ini, sebenarnya 29:52 pemakaian apa penggunaannya mudah, asal 29:54 kemudian memang tetap harus dilatih. 29:56 Heem. Nah, di sinilah pentingnya 29:58 pelatihan. 30:00 Heem. 30:00 Begitu. Pelatihan itu apa meliputi apa 30:02 saja? Meliputi BHD, Heem. bantuan hidup 30:05 dasar terkait sama CPR itu. Heem. 30:08 Ya, yang kedua adalah penggunaan alat 30:10 ini. 30:11 Heem. 30:12 [berdehem] 30:12 Artinya kalau tidak ada kalau kita punya 30:14 alat ini tapi tidak ada pelatihan Iya. 30:18 Otomatis eh 30:21 mungkin malah nanti eh dangerous. 30:23 Heem. 30:23 Akan membahayakan malah justru ya. Heem. 30:25 Kalau enggak eh pemakaiannya salah 30:27 segala macam. 30:28 Karena kebanyakan orang-orang kita kalau 30:31 ada yang terkena serangan jantung maka 30:32 dia akan menunggu pertolongan datang 30:35 baru dibawa ke rumah sakit. 30:36 Betul. Tapi tidak berani untuk menangani 30:38 secara langsung secara manual. Iya. 30:41 Iya, iya yang pertama memang yang 30:43 penting BHD-nya. He eh. 30:45 Ya, tapi kan itu tadi. 30:46 orang tidak semua bisa BHD, Dok. Itu, 30:47 artinya penting kedua pelatihan itu. 30:51 Oke, oke. Gitu. Baik, sebenarnya untuk 30:53 golden periode atau waktu emas eh ketika 30:56 orang terkena serangan jantung sampai 30:58 dia dapat pertolongan itu berapa lama 31:00 sih, Dok? 31:00 Iya, kurang lebih eh kurang dari 5 31:02 menit. 31:03 Kurang dari 5 31:04 Kurang dari 5 menit. Cepat kan? Cepat 31:06 banget tuh. Iya, makanya kalau harus 31:08 kemudian maaf nih ada yang collapse 31:10 kemudian tetap kita bawa ke rumah sakit. 31:12 He eh. 31:13 Iya. Pertama 31:15 berapa lama perjalanan ke rumah sakit? 31:17 Iya, Dok. 31:18 Belum macetnya. 31:19 Belum macet. Iya. Artinya niat kita 31:22 sudah benar He eh. tapi cara kita yang 31:24 tidak benar tetap akan tetap akan 31:26 mendapatkan hasil yang kurang 31:28 optimal. Atau seandainya di dalam mobil 31:31 ambulans He eh. di dilakukan BHD Iya. 31:34 CPR dan AED, itu bagaimana Dok? Menolong 31:37 sembari berjalan ke rumah sakit. Kan 31:41 tidak selalu ambulans standby. Iya. 31:44 Tetap yang karena itu waktunya 31:46 singkat 31:47 He eh. maka tetap dilakukan on site dulu 31:49 sambil menunggu ambulans datang. 31:52 He eh. Habis itu dilanjutkan di 31:53 ambulans. 31:55 He eh. Tetap. Jadi, continuous. Makanya 31:57 ada apa chain itu kan lingkaran itu kan 32:00 artinya adalah 32:01 eh continuous. He eh. 32:04 Bukan berarti kemudian sudah aman pada 32:06 saat di 32:07 apa tiga rantai awal itu Iya. aman 32:11 kemudian 32:12 eh selanjutnya aman karena dia masih 32:14 instabil. Masih belum stabil benar, 32:17 sehingga harus dilanjutkan. Even 32:19 sekalipun di ambulans bisa saja kemudian 32:20 di CPR dan kemudian di AED lagi. He eh. 32:24 Sangat mungkin. He eh. 32:26 Baik. Instansi atau lembaga apa saja, 32:28 Dok? Yang apa namanya eh bisa memakai 32:32 AED ini. Eh karena sifatnya itu 32:36 digunakan untuk orang awam Iya, Dok. 32:38 maka harusnya semua bisa. 32:41 Itu memang diperuntukkan untuk untuk 32:43 masyarakat umum gitu. Sehingga 32:46 dianjurkan untuk pabrik-pabrik area 32:48 memiliki alat ini. 32:50 Termasuk pelatihannya. Heeh. Khususnya 32:52 bagi ee petugas-petugas atau orang-orang 32:55 di sekelilingnya harus 32:56 percuma kalau ada alat kemudian tidak 32:58 dilatih. Iya. Iya. Heeh. 33:01 Baik. Demikian. 33:03 Ada Bapak Dimas di Bekasi, Dokter. 33:06 Assalamualaikum warahmatullahi 33:07 wabarakatuh. 33:09 Waalaikumsalam warahmatullahi 33:10 wabarakatuh. 33:10 Dok, saudara saya usianya sekitar 48 33:13 selalu pusing, Dok, saat kondisi 33:15 kelelahan. Heeh. Kadang tensi tidak 33:17 teratur naik turun. Kalau tensi tinggi 33:20 pusing. Heeh. 33:21 Kalau rendah lemas. Heeh. 33:23 Ini kenapa ya, Dok? Agar tensinya stabil 33:25 caranya bagaimana, Dok? Apakah ada 33:27 faktor makanan? Heeh. 33:29 Iya. 33:30 Baik, Pak Dimas, terima kasih 33:32 pertanyaannya. Jadi 33:34 memang secara fluktuasi 33:37 dengan berbagai kegiatan atau berbagai 33:39 aktivitas kita 33:41 otomatis tensi akan naik turun. Tapi 33:44 seberapa naik turunnya kan? Kalau sudah 33:46 pada kondisi-kondisi yang abnormal ya, 33:48 di atas 140 atau ee di bawah 80 ya 33:51 otomatis akan mempengaruhi kondisi 33:53 tubuh. Nah, ini kan juga perlu dinilai. 33:56 Tensinya seberapa tinggi sih gitu kan? 33:59 Heeh. 33:59 Seberapa faktor-faktor tadi tuh faktor 34:02 risiko lain ada tidak? 34:04 Ya kan? Heeh. Artinya apa? Perlu 34:07 pemeriksaan lebih lanjut. Heeh. 34:09 Heeh. Intinya sih itu pemeriksaan lebih 34:11 lanjut supaya bisa dideteksi benar-benar 34:14 bahwa memang oh dia ada hipertensi. 34:17 Heeh. 34:17 Oh, bisa jadi ada 34:19 faktor lain Heeh. yang memperberat Heeh. 34:22 kondisi. 34:24 Heeh. Demikian. 34:26 Mas Agus, Pak Dimas ya. Iya, Pak Dimas. 34:29 Di Bekasi. Heeh. Dari Bapak Ihsan di 34:33 Jogja. Assalamualaikum warahmatullahi 34:35 wabarakatuh, Dokter. 34:36 Waalaikumsalam warahmatullahi 34:36 wabarakatuh. 34:38 apa dan siapa yang boleh menggunakan 34:40 alat ini yang ada di stasiun kereta api 34:42 dan airport? Heeh. Kalau obat yang di 34:44 bawah lidah bagaimana, Dok? 34:46 Emm, baik. Pak Ihsan fi amanillah nih, 34:48 sedang on the way ke Jogja ya, Pak Ihsan 34:50 ya? 34:51 Apa sudah sampai? Belum tahu. 34:53 Oh, belum tahu. 34:54 Lagi di perjalanan. Baik, Pak Ihsan. 34:56 Terima kasih atas pertanyaannya. Jadi, 34:59 alat ini diperuntukkan bagi masyarakat 35:02 awam sekalipun bisa. Tapi dengan catatan 35:05 harus tetap dengan pelatihan. Karena ada 35:07 faktor-faktor risiko di mana kemudian 35:10 alat ini juga bisa mencederai atau bikin 35:13 juga 35:14 apa menambah korban kalau tidak tahu 35:16 penggunaan alat ini. 35:17 Karena kan 35:18 daya listriknya cukup tinggi. Nah, 35:21 berikutnya kalau untuk untuk di apa 35:25 public area yang ada di airport 35:28 macam-macam. 35:29 Kan itu yang tadi palu itu ya? Iya, iya. 35:32 Palu pemecah kaca. 35:33 Palu pemecah kacanya. Biasanya 35:35 disediakan juga. 35:36 Heeh. 35:37 Jadi, 35:39 itu diperuntukkan sebenarnya bagi 35:41 siapapun yang berada di sekeliling dan 35:43 tahu cara penggunaannya. Heeh. Tidak 35:45 mesti petugas. 35:47 Iya, iya. Jadi, jangan nunggu eh 35:49 petugasnya kan belum juga belum tentu 35:51 berada di sekitar alat itu atau berada 35:53 di sekitar korban. Meskipun eh apa 35:56 namanya mereka ya lalu lalang ya. Heeh. 36:00 Iya kan? Jadi, intinya adalah yang 36:02 terdekat dan tahu cara. 36:04 Paling tidak call for help lah. 36:07 Minta pertolongan. 36:08 Ngecek dulu korban segala macam. Paling 36:11 tidak kalau tidak ini alatnya jauh dari 36:14 alatnya, paling tidak tadi 36:17 bantuan hidup dasar dulu. Heeh, heeh. 36:18 Sambil kemudian minta tolong. Heeh. 36:20 Kan ada alat itu, eh tolong eh bantuin 36:23 Mas Agus tolong ambilin AED. Iya, iya. 36:26 Heeh. Iya kan? Nah, kalau misalnya sori, 36:29 Mas Agus enggak tahu AED, AED apaan? 36:31 Yang mana segala macam. 36:33 Kan bingung. 36:34 Jadi 36:35 diperuntukkan bagi siapapun. 36:37 Tujuannya untuk menolong, namanya 36:38 emergency kan? Betul, betul. Gitu, 5 36:40 menit, 5 menit awal. 36:43 Mungkin. 36:43 Demikian Pak Faisal. Nah, kalau untuk 36:44 obat yang di bawah lidah ya? 36:46 Obat di bawah lidah itu 36:48 biasa digunakan untuk melebarkan 36:50 pembuluh darah koroner. 36:53 Iya kan? Jadi bagi siapa? Bagi yang 36:55 memang yang memang mungkin memang sudah 36:57 ada riwayat penyakit jantung koroner. 37:00 Yang kemudian mengeluh sesuatu yang 37:03 lebih spesifik. 37:04 Oh, ini dugaannya memang ke arah 37:08 jantung koroner, serangan. Sehingga dia 37:11 bisa memberikan apa namanya 37:15 obat yang berada di bawah lidah. 37:18 Gitu. Baik, yang itu mungkin bagus kalau 37:20 buat di masjid-masjid ya? Yang AED-nya? 37:23 AED iya. Ada baiknya, kenapa? Karena itu 37:25 kan ini ya? 37:27 Eee apa namanya? Public area. 37:29 Dan kita 37:30 mungkin kalau beberapa tayangan di 37:32 YouTube kan pernah ada tuh ya? 37:34 Kejadian. Kejadian. 37:36 Tapi 37:38 eee wallahualam kan? 37:40 Bisa jadi dia khusnul khotimah ya 37:41 begitu, agak agak dilematis ya. 37:44 [tertawa] 37:45 Tapi ini kan kalau buat wakaf buat umat 37:47 kan masya Allah. 37:48 Wah, luar biasa benar iya, betul. 37:51 Tidak hanya Alquran, apa tidak hanya 37:52 buku-buku tapi juga tentang penunjang 37:55 kesehatan juga mungkin penting untuk 37:57 masjid-masjid. Apalagi kalau kemudian 38:00 eee untuk awalan nih diwakafkan adalah 38:02 untuk ambulans hasil ya? 38:04 [tertawa] 38:05 Gitu ya Mas Agus ya? 38:07 Masya Allah dari kata Faisal baru sampai 38:09 Klaten. 38:10 Dengerinnya di AM 972 38:14 kilohertz Jogja. Langsung dari 38:16 Yogyakarta. Hati-hati Pak Faisal. 38:18 Fiamanillah Faisal. Kemudian eee 38:22 pertanyaan selanjutnya, Dokter. 38:25 Sebentar, saya 38:27 cek dulu dari Bapak Ridwan di Bekasi. 38:29 Dokter, serangan jantung katanya bisa 38:31 dipicu oleh stres. Heeh. Apakah benar 38:33 kondisi emosional Heeh. yang tidak 38:35 terkontrol bisa memicu serangan jantung? 38:38 Dan bagaimana cara menjaga kesehatan 38:40 jantung dari sisi pola hidup 38:42 sehari-hari? Baik, iya. 38:45 Eee, di kehidupan kita sehari-hari pasti 38:48 penuh dengan stres. Heeh. Pasti. 38:51 Karena memang itu trigger kemudian kita 38:53 bisa berkembang segala macam ya karena 38:54 ada stres. Heeh. Namun pada 38:56 kondisi-kondisi tertentu yang kemudian 38:58 over gitu ya. Heeh. Eee, pada sebagian 39:01 orang yang kemudian eee, tidak bisa 39:05 merespon dengan baik, maka 39:07 dia akan 39:09 menimbulkan stres yang sangat tinggi 39:11 yang kemudian dampaknya adalah salah 39:14 satunya adalah penyempitan 39:16 pembuluh darah jantung. Heeh. 39:18 Nah, inilah yang kemudian memicu memang. 39:21 Jadi, apakah emosi itu bisa 39:24 mempengaruhi? Sangat bisa. 39:26 Sangat bisa. Jadi, makanya 39:28 eee, kalau kata ulama ya. 39:32 Eee, itu kan 39:33 ya yang ikhlas. Heeh. Karena ketika 39:36 kemudian ikhlas tentunya 39:39 eee, 39:40 apa namanya? 39:42 Hormon-hormon 39:43 ya, kalau ikhlas kan kan cenderung ini 39:45 ya. Heeh. Eee, hormon-hormon kebahagiaan 39:47 juga akan muncul. 39:49 Dan itu akan merelaksasi pembuluh darah. 39:53 Itu. Jadi, eee, keikhlasan 39:56 keridhoan gitu. Heeh. Itu akan sangat 39:58 mempengaruhi kita 40:00 dalam proses merilis stres. Heeh. Gitu. 40:04 Keikhlasan, keridhoan. 40:05 Keikhlasan, keridhoan, tawakal. Heeh. 40:09 Demikian Dokter. 40:10 ada pengaruhnya Dokter? 40:11 Ada pengaruh. Ada pengaruh. 40:12 Apa Dokter? Ya, itu dia pembuluh darah 40:14 yang menyempit. Oh, jadi semakin orang 40:17 marah, semakin orang emosional He em. 40:19 tidak menerima keadaan 40:21 He em. maka pembuluh darahnya semakin 40:23 sempit. 40:23 Ya, pembuluh darah jantung. Pembuluh 40:25 darah jantung. 40:26 belum lagi kemudian 40:27 orang cenderung ya, orang cenderung yang 40:29 kemudian marah segala macam, cenderung 40:31 jantungnya apa? 40:32 Berdegup kencang. Berdegup kencang. 40:36 He em. Kan 40:37 ketika berdegup kencang, suplai darahnya 40:41 He em. iya kan? 40:42 He em. Suplai darahnya kan 40:44 harus kemudian 40:46 sama gitu, dia 40:47 dia pasti mompanya le Lebih. Sama atau 40:50 lebih sedikit? 40:52 Lebih sedikit. 40:53 Lebih sedikit. Mompanya lebih sedikit, 40:56 tapi jadi dikerjanya lebih Lebih keras. 40:59 iya. 41:00 Demikian. 41:01 Makanya ada hadis nabi itu. He em. Ah. 41:05 Luar biasa ya hadis nabi, kalau kamu 41:07 marah 41:09 Berwudulah. Satu, berwudu. 41:11 Itu merilis tuh. 41:13 Yang kedua ada lagi tuh. 41:15 Kalau kamu marah Duduk. 41:17 Duduk, kalau enggak bisa eh eh 41:19 kalau dalam posisi berdiri, maka suruh 41:21 duduk. 41:21 Duduk. 41:22 Kalau duduk enggak bisa tidur. 41:23 Duduk enggak bisa, rebahan. Merem. 41:26 Rebahan ya kan? 41:28 Demikian, itu itu apa tips dari nabi 41:31 yang luar biasa itu. He em. 41:33 Itu makanya orang-orang dulu itu kan eh 41:35 ngasih nasehat itu nerimo ya? Nerimo, 41:38 betul. Nerimo-nerimo dengan artian penuh 41:41 dengan keikhlasan. 41:42 Penuh dengan keikhlasan. Baik, apalagi 41:45 kehidupan yang sekarang ini kan Dok, 41:46 serba 41:48 apa namanya eh ya serba kita enggak 41:51 tahu. 41:52 Eh serba cepat, dinamis. 41:55 dinamis. Kalau kita 41:57 Unpredictable. tidak menerima dengan 42:00 hati ikhlas, hati lapang 42:02 Iya. 42:03 ya yang ada bawaannya memang marah-marah 42:04 mulu Dok. 42:06 Iya. Begitu Dok ya. Betul Mas Agus. 42:08 [tertawa] 42:08 Tadi Pak siapa Pak Pak siapa tadi di 42:11 Depok ya? Oh, Pak Ridwan Pak Ridwan. 42:13 Demikian Pak Ridwan, terima kasih atas 42:15 pertanyaan, mudah-mudahan bisa membantu 42:17 jawabannya. 42:18 Baik, ada 42:20 Ibu Dina, 23 tahun, Dokter. 42:23 Assalamualaikum warahmatullahi 42:25 wabarakatuh. 42:26 Waalaikumsalam warahmatullahi 42:27 wabarakatuh. 42:27 Generasi sekarang banyak anak-anak muda 42:30 yang suka makan seblak dan minuman yang 42:33 manis-manis, Dokter. Iya. Apakah 42:35 kebiasaan makan dan minum itu bisa 42:37 memicu munculnya serangan jantung? Iya, 42:39 jadi kembali lagi ke faktor resiko tadi, 42:43 makanan-makanan tersebut kan 42:44 kecenderungan kan 42:46 eh mengandung 42:49 MSG. Heeh. Iya kan, asin ya. Nah, 42:53 kecenderungan itu yang memicu kalau 42:55 terus-menerus ya, tentunya akan 42:57 berpotensi untuk kemudian meningkatkan 42:59 tekanan darah tinggi. 43:01 Itu salah satunya. 43:02 Nah, belum lagi kalau kemudian 43:05 yang 43:06 eh berkolesterol. 43:08 Jadi, komplitlah tuh ya. Iya. Heeh. Ada 43:11 kolesterol tinggi, hipertensi. Jadi, 43:14 kalau 43:16 Bapak eh makannya terus-terusan 43:20 ya kan, dalam jangka waktu lama gitu, 43:22 sering Heeh. ya, potensinya semakin 43:25 tinggi. 43:26 Heeh. 43:27 Demikian. Baik. 43:29 Jangan terlalu banyak 43:31 makan-makanan yang berpemanis buatan. 43:33 Iya, eh itu yang tadi tuh kan seblak 43:35 segala macam. Kalau pemanis ya ke 43:38 kecenderungan yang untuk eh diabetes 43:41 Iya, iya, iya. atau kencing manis. Nah, 43:43 itu juga ujungnya kembali lagi karena 43:45 diabetes akan mempengaruhi eh 43:49 apa namanya? Pembuluh darah. Heeh. 43:51 Ya kan, akan mempengaruhi pembuluh darah 43:52 baik di jantung, di otak, ya ataupun di 43:55 ginjal. Iya. Atau di eh apa namanya? 43:58 Ginjal. Kaki atau di seluruh tubuhlah 44:00 ya. Heeh. Gitu. 44:02 Baik. 44:03 Dokter, 44:04 kita jeda kembali Dokter ya. Baik, Mas 44:07 Agus. 44:07 Jam 11.09 menit Ikhwan dan Akhwat 44:10 tetaplah bersama kami masih dalam 44:12 program Info Sehat. 44:25 [musik] 44:29 Silaturahim untuk Islam yang satu yang 44:31 dipancarluaskan 44:33 dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36 44:37 Kalimanggis, Cibubur, Bekasi. Terima 44:39 kasih Ikhwan dan Akhwat, Anda masih 44:42 bersama kami di program hari ini Info 44:46 Sehat bersama Dokter Hendri 44:48 Hidayatullah. 44:50 Kita berbicara tentang AED. 44:53 Ini adalah alat penopang hidup sementara 44:56 bagi Anda yang tiba-tiba collapse atau 44:59 terkena serangan jantung. 45:02 Dan alat ini 45:04 eee ternyata bisa Anda gunakan walaupun 45:08 eee Anda masih bisa dikatakan bukan 45:11 tenaga medis begitu ya? Betul. 45:13 Karena memang ini diperuntukkan bagi 45:15 masyarakat awam. 45:16 bagi masyarakat awam. Heeh. Gitu. Baik, 45:19 eee Dokter terkait dengan alat AED ini 45:21 Heeh. untuk Indonesia ini kasusnya 45:23 bagaimana Dok? Dan apakah sudah banyak 45:25 yang memakai alat ini Dok? Eee terkait 45:27 kasus ini kan eee bukan kasus AED-nya ya 45:30 tapi kasus penyakit eee jantungnya ya. 45:32 Iya. Penyakit jantung eee kalau penyakit 45:35 jantung 45:36 eee menurut data di Kemenkes itu 45:38 prevalensinya bisa 1,5% tapi kalau yang 45:41 koroner ya kurang lebih 0,5% heeh 0,5% 45:45 dari populasi ya. Heeh. Dari populasi. 45:48 Cuma yang yang eee yang cukup eee 45:51 mengejutkan adalah 45:53 angka kematiannya Mas Agus. Angka 45:55 kematian di Indonesia Heeh. 45:57 dia nomor dua 45:58 tertinggi setelah stroke. 46:01 Jantung ini? Iya. 46:02 Jantung koroner. Jadi yang 46:05 yang 46:07 stroke itu sa hampir sampai 20% an lah. 46:10 20% angka kematiannya. Baru diikuti oleh 46:13 penyakit jantung koroner kurang lebih 46:15 hampir 46:16 14 sampai sekitar 15%. Jadi cukup 46:19 banyak. Nah, penggunaan alat AED ini 46:21 karena yang tadi kita sampaikan di awal 46:23 belum begitu memang belum begitu 46:24 familiar sebagaimana APAR. Heeh, iya. 46:27 Kalau APAR kan 46:28 ininya apa namanya? 46:30 Eee Edukasi nya. Edukasi nya cukup 46:32 banyak apalagi kemudian 46:35 lembaga tersendiri Damkar, kemudian di 46:38 kantor-kantor ya kan ada kewajiban ya 46:41 kan. Heeh. 46:42 Gedung di kantor, gedung tinggi, 46:44 kemudian di di Ada pelatihan nya lah ya. 46:46 Ada pelatihan nya. Heeh. Gitu Damkar. 46:49 Nah, yang belum memang AED. Heeh. AED. 46:53 Mungkin nanti bisa dibikin di RSL Dok. 46:54 Betul. 46:55 Kita siap Training kan. Kita training 46:58 kita siapkan ya. 47:00 Lanjut Dok. 47:01 Demikian iya. Jadi demikian jadi 47:04 secara 47:05 apa penyebaran memang mungkin belum 47:07 terlalu 47:09 tersebar merata ya baru di pabrik-pabrik 47:11 area seperti yang tadi saya sebutkan 47:12 tuh. Di stasiun kereta, kemudian di 47:15 bandara 47:17 di terminal gitu. Baru mungkin baru 47:19 sekitar itu. Perkantoran aja mungkin 47:22 bisa 47:23 saya belum pernah lihat ya di 47:24 perkantoran ya. Di perumahan gitu. 47:27 Perumahan, perkantoran, masjid gitu. 47:29 Saya belum belum pernah melihat untuk 47:32 AED. 47:34 Demikian Mas Agus. Siap. Ada Bapak Joko 47:38 ya di mana ini Jakarta Timur Dok. 47:40 Assalamualaikum warahmatullahi 47:42 wabarakatuh. Waalaikumsalam 47:43 warahmatullahi wabarakatuh. 47:44 Dokter kalau orang sudah punya riwayat 47:45 darah tinggi dan kolesterol apakah 47:48 otomatis lebih besar resikonya terkena 47:50 serangan jantung? Lalu bagaimana cara 47:52 mencegahnya di usia di atas 50 tahun? 47:57 Baik, eh terima kasih Pak Agus. Pak 48:00 Joko. Eh, sori. Pak Joko. 48:02 jadi Pak Agus. 48:05 Pak Joko, terima kasih Pak Joko. 48:08 Jadi, eh terkait dengan tadi hipertensi 48:11 ya, hipertensi dan satu lagi apa? 48:13 Kolesterol. Kolesterol. Nah, ini menjadi 48:16 bagian yang memang faktor risiko untuk 48:18 terkenanya penyakit jantung koroner. 48:21 Cara pencegahannya, ya harus dikontrol 48:23 tuh ininya. 48:25 Eh, kolesterolnya diturunkan, pola diet, 48:28 eh mungkin perlu tambahan obat-obatan 48:30 gitu ya untuk menurunkan kolesterolnya. 48:33 Eh, hipertensinya juga demikian. Pola 48:35 hidupnya diperbaiki, tidak merokok lagi, 48:38 kemudian apa makan-makanannya yang 48:41 benar, pola hidupnya, dietnya 48:44 diperbaiki, kemudian 48:46 obat-obatan. 48:48 Nah, tidak cukup sampai di situ karena 48:50 sudah ada faktor risiko, perlu medical 48:53 check up paling tidak setahun sekali. 48:55 Setahun sekali. 48:56 setahun sekali. Bila ada keluhan-keluhan 48:58 yang tadi nyeri dada, rasa tidak enak 49:01 ya, apalagi sampai kemudian khas gitu 49:04 nusuk ke belakang, ke belakang dada gitu 49:06 ya, ke punggung, maaf, ke punggung, ke 49:08 lengan, menjalar ke leher, nah itu 49:11 ya harus segera. Jangan ditahan-tahan, 49:13 jangan kemudian ah ini 49:15 atau misalnya orang merasa mah biasa 49:17 gitu, eh enggak enak. Jadi, rasa enggak 49:20 enaknya di ulu hati gitu ya, mah. 49:23 Kalau sudah ada faktor risiko, sebaiknya 49:25 dengan keluhan seperti itu ya, kita 49:27 harus skrining 49:28 dengan rekam jantung dan itu dilakukan 49:31 di rumah sakit atau di IGD khususnya. 49:35 Kalau orang tidak pernah sama sekali 49:37 medical check up, bagaimana, Dok? Nah, 49:39 di usia-usia 50 tahun, sebaiknya sudah 49:43 mulai melakukan medical check up. Iya. 49:46 Yang dasar-dasar saja. 49:48 Itu rekam jantung, rontgen dada, eh 49:50 laboratorium yang sederhana, gula darah, 49:54 kolesterol. Asam urat. Ya. 49:57 Karena itu asam urat, gula darah, 49:59 kolesterol itu tiga serangkai itu, Dok. 50:00 Tiga serangkai. Eh, tiga [tertawa] 50:01 serangkai itu ini nama salah satu 50:04 penerbit itu. Oh, oh, oh. 50:06 Ya, artinya ini temenan ini gula darah, 50:09 asam urat sama kolesterol gitu, kan. 50:10 best friend. Best friend. 50:12 [tertawa] 50:12 Karena kan kalau biasanya di-screening 50:14 itu kan pasti itu tuh. 50:15 Iya, iya. Betul. Begitu, Dok. 50:17 jadi 50:18 pola-polanya yang harus dilakukan 50:20 seperti itu sehingga 50:21 ya, paling tidak menjadi kita bisa lebih 50:25 tahu kondisi 50:26 histori penyakit kita dan kita bisa 50:28 menangani 50:30 lebih dini. Baik, alat AED ini eh dijual 50:34 di mana? Dan kalaupun ingin memilikinya 50:38 ke siapa, Dok? 50:38 Nah, sebenarnya dijual bebas, ya. Cuma 50:41 kan kalau dijual bebas itu mungkin 50:43 eh relatif tidak ada pelatihannya. Nah, 50:46 kalau yang pelatihan mungkin nanti bisa 50:48 dihubungi itu Mas siapa? Putra Kemal. 50:50 Putra Kemal, ya. 50:52 Dari Yayasan Ada Ada Bajira Muslim 50:54 Indonesia, betul. 50:57 Atmi. 50:58 Atmi. Atmi. Heeh. Baik, di nomor 51:01 teleponnya, Dok. 51:02 Yang ini, Dok, ya. 51:04 Iya. 51:04 Di 08 ah, 0821 51:07 34567157. 51:10 Heeh, iya. Baik. 51:12 AED bisa Anda dapatkan ikhwan akhwat di 51:15 082134567157. 51:21 Dan include pelatihan itu. Oh, ini sudah 51:24 sekalian include sudah pelatihan juga. 51:25 Paket pelatihan, iya. Sudah sekaligus 51:27 paket pelatihan. Oh, iya. Kalau cuman 51:29 alatnya doang kita enggak tahu pakai 51:30 alatnya percuma juga. 51:31 pelatihan pelatihan sekitar mungkin 15 51:33 orang. Orang ta orang disuruhnya taruh 51:36 di dada taruhnya di jidat kan enggak 51:38 nyambung, Dok. 51:38 [tertawa] 51:40 Taruh di dada pun kalau seandainya 51:41 enggak pas enggak enggak kurang pas kan 51:44 apa namanya tidak efektif. Dokter. 51:47 [tertawa] 51:48 Betul, Dokter. Baik, kita ke pertanyaan 51:51 selanjutnya, Dokter ya. Ada Ibu Aminah 51:54 di Depok. Dokter, suami saya pernah 51:56 mengalami nyeri dada tiba-tiba. He em. 51:59 Tapi setelah istirahat agak membaik. He 52:01 em. Apakah itu bisa jadi tanda serangan 52:03 jantung ringan atau hanya masuk angin 52:06 biasa? He em. Bagaimana membedakannya? 52:08 Nah, ini pun juga yang sering dialami 52:10 oleh masyarakat kita, Dok. Kadang kita 52:12 tidak tahu 52:13 apa itu serangan jantung, apa itu angin 52:16 duduk. 52:16 He em. Sehingga kalau kata orang, "Wah, 52:18 itu dikerok saja tuh." Gitu kan. Justru 52:20 itu katanya malah tambah parah. He em. 52:22 Silakan, Dokter. Iya. 52:23 Jadi, Ibu Aminah ya. Selamat siang, Ibu 52:26 Aminah. Terima kasih pertanyaannya. 52:28 Jadi, terkait dengan nyeri dada, 52:32 eh kalau memang biasanya sih gini, 52:34 memang eh trigger-nya itu kan beragam 52:37 ya. Salah satunya adalah aktivitas 52:38 fisik. 52:40 Aktivitas fisik selain kemudian ada 52:41 stres dan faktor-faktor lain gitu loh. 52:43 He em. Aktivitas fisik. Kemudian 52:45 istirahat, ya otomatis pasti berkurang. 52:48 He em. Gitu. Nah, 52:49 apalagi Nah, intinya gini. 52:52 Yang bisa menscreening 52:56 ya, salah satu yang bisa menscreening 52:58 adalah dengan kita harus merekam 53:00 jantung, lebih spesifik. He em. Dengan 53:03 rekaman jantung kita bisa melihat bahwa 53:05 apakah kemudian suatu serangan atau 53:07 enggak. Biasanya ditambah lagi dengan 53:09 pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan 53:11 darah 53:12 yang eh menunjukkan bahwa 53:15 apa namanya eh 53:17 eh serum jantung otot-ototnya meningkat. 53:20 em. He em. 53:21 Ya kan. Nah, itu 53:23 biasanya kita 53:25 eh rekam jantung, He em. kemudian 53:28 pemeriksaan darah, enzim jantung, maaf 53:30 enzim jantung, 53:31 He em. kemudian biasanya dengan ronsen. 53:35 Nah, itu harus discreening. Kalau enggak 53:37 discreening itu ya pada akhirnya kan 53:40 kita hanya menerka-nerka saja. Ehm. 53:42 Gitu. 53:44 Demikian sih, jadi intinya 53:46 kalau yang khas sudah otomatis, kalau 53:49 yang tidak khas ya 53:51 tidak khas tapi dengan faktor risiko, 53:53 ada riwayat faktor risiko, ada baiknya 53:54 kemudian memastikan. Jadi pada 53:57 konsep-konsep dengan kasus-kasus yang 54:00 didugai 54:02 gawat darurat maka harus dipastikan 54:06 terlebih dahulu sampai kemudian ada 54:08 kesimpulan oh ini tidak gawat darurat. 54:10 Ehm. Memastikannya gimana? Memastikannya 54:12 dengan pemeriksaan rekam jantung 54:14 pemeriksaan enzim jantung. 54:17 Demikian, Mas. Ehm. Baik. Ehm. Intinya 54:20 adalah ke rumah sakit gitu, Dok. Betul. 54:22 Ada pertanyaan selanjutnya Ibu Bapak 54:25 Hendra di Tangerang. 54:28 Ehm, Dokter kalau orang yang sudah 54:30 pasang ring di jantung apakah masih bisa 54:32 terkena serangan jantung lagi? Apa yang 54:35 harus dijaga supaya tidak kambuh? Baik, 54:38 ehm Pak Hendra. 54:39 Ehm pemasangan ring jantung itu 54:42 ehm 54:43 tidak serta-merta kemudian menghilangkan 54:46 sama sekali kemudian untuk munculnya 54:49 serangan jantung ulang. 54:50 Ya kan? 54:52 Seperti yang tadi saya sampaikan kalau 54:53 kemudian faktor risiko-risiko itu tetap 54:56 ada, maka potensi untuk terkena serangan 54:59 jantung berikutnya tetap ada. Bisa jadi 55:02 di 55:03 ehm pembuluh darah yang sisi lainnya. 55:06 Jadi yang dipasang ring jantung masih 55:08 normal gitu ya, masih oke, tapi di 55:11 pembuluh darah cabang yang lainnya yang 55:13 kemudian terkena. Atau bisa juga pada 55:16 pada pembuluh darah yang sama gitu. 55:18 Kalau kemudian pola hidup dan 55:20 faktor-faktor risikonya tidak dikontrol. 55:23 Ehm. 55:24 Demikian. 55:25 Jadi tetap harus ehm 55:28 tetap stay healthy 55:30 jaga kondisi, 55:31 kemudian kalau 55:33 obat-obatan 55:34 biasanya kontinu digunakan 55:36 terus-menerus, nah itu 55:38 kontrol teratur He em. demikian. 55:41 He em, baik. Bapak Ahmad di Prambanan. 55:45 Dokter, 55:46 tanya kalau dipasang di masjid itu 55:48 belinya di mana dan berapa? He em. Nah, 55:52 untuk lebih lanjut bisa dihubungi Mas eh 55:55 Putra Kemal tuh. Mas Putra Kemal 55:58 nanti bisa dihubungi ke Mas Putra Kemal. 56:01 Baik, silakan Bapak menghubungi di 0821 56:06 34567157. 56:10 0821 56:13 34567157. 56:18 Ini eh bisa jadi ladang eh amal ya. 56:22 Betul. Ya, ladang amal jariah, wakaf. 56:25 Dan itu 56:26 eh panjang ya. Panjang. 56:27 Long lasting eh manfaatnya itu ya. 56:29 Manfaat. Karena memang kalau kita 56:31 berkaca dari ambulans Raslin saja Dok 56:33 yang sekarang ini, yang dipakai oleh 56:35 Raslin ini memang sumbangan dari 56:37 pendengar Raslin. He em, dan masya Allah 56:39 ini. Wah, ini muter ya. Wah, muter Dok. 56:42 Ya, selagi itu dipakai segala macam 56:43 sampai kapan pun itu pahalanya, amal 56:45 jariahnya ngalir terus. Betul. Bahkan ya 56:48 ini tidak menutup kemungkinan alat-alat 56:50 yang lain seperti dokter yang kita 56:52 bicarakan pada siang hari ini Ya. 56:54 ketika ada orang yang terbantu dengan 56:56 ini kemudian dia 56:58 eh apa namanya dari darurat terus 57:01 kondisinya tidak lagi darurat terus dia 57:03 bisa lagi aktivitas, beramal segala 57:06 macam ya. Wah, masya Allah dokter. 57:08 Insya Allah. Ini amal jariah. Amal 57:10 jariah yang luar biasa benar. Benar. 57:13 Jadi, bagi Bapak dan Ibu yang 57:15 mendengarkan siaran kami di hari ini 57:17 ayo kita sama-sama untuk terus beramal 57:20 jariah. Dan pertanyaan selanjutnya ada 57:25 lagi pertanyaan dari ini pertanyaan 57:27 terakhir Dok ya. Baik, baik. Ada dua 57:29 pertanyaan terakhir. Bapak Sulaiman di 57:31 Cikarang. Nah, ini dia Dok. He em. Saya 57:33 pernah dengar orang meninggal mendadak 57:35 di masjid habis salat. 57:37 Katanya serangan jantung. Apakah 57:39 serangan jantung memang bisa terjadi 57:41 tanpa gejala sama sekali? Ehm. 57:44 Baik, eh Pak siapa? 57:46 Pak Ahmad. Pak Ahmad. Pak Sulaiman. 57:48 Maaf. Oh, Pak Sulaiman. Terima kasih Pak 57:50 Sulaiman. 57:51 Jadi, 57:53 eh serangan jantung umumnya, bukan 57:56 umumnya sih, eh 57:58 umumnya ada keluhan. Hanya saja ada 58:00 keluhan yang tadi saya sebutkan ada 58:01 keluhan-keluhan yang khas, ada keluhan 58:04 yang tidak khas. Itu sudah pasti tuh ada 58:06 keluhan. Dan satu lagi, ada kalanya 58:08 kemudian 58:10 seseorang mengabaikan keluhan tersebut. 58:13 Ehm. Ya kan Mas Agus ya? Abaikan ya tadi 58:16 lah mah nih gitu. 58:17 Jadi, mengabaikan keluhan tersebut. 58:21 Eh, hanya saja kan mungkin 58:23 eh orang-orang eh eh orang kan eh 58:25 karakteristiknya berbeda ya. Ada yang 58:27 mudah mengeluh, ada yang kemudian 58:29 dipendam sendiri gitu ya. Ehm. Dia tidak 58:32 mengeluhkan 58:34 ke orang lain, tapi dia merasakan. 58:37 Dia merasakan. 58:38 Dia tidak mengeluhkan, tapi dia 58:39 sebenarnya merasakan. Iya, ehm. Betul. 58:42 Dan itu banyak Dok. Nah, itu dia. 58:44 Gitu. Artinya, kan orang kita tuh 58:47 orangnya enggak enakan Dok. Betul. 58:49 Eh, satu lagi Mas. Ehm. Yang sering 58:52 terjadi, kita sering mendengar ya. 58:54 Apa Dok? Habis main futsal. Oh, habis ya 58:58 main 58:58 Main badminton. Ehm. Main sepak bola. 59:00 Ehm. Nah, area-area tersebut harusnya 59:03 ada 59:04 AED ini. Ehm. Yang ada malah tandu biasa 59:07 Dok. Nah, itu. AED, yang penting AED-nya 59:09 sama pelatihannya. 59:11 Eh, mungkin beberapa tahun lalu 59:13 pemain bulu tangkis Iya. Iya kan pemain 59:16 bulu tangkis nasional, mantan ya, mantan 59:18 pemain bulu tangkis. Usianya masih muda 59:20 loh, pemain ganda. 59:21 Pemain ganda 59:23 eh nasional gitu ya. Itu 59:26 habis latihan 59:28 eh badminton He em. Kalau enggak salah 59:30 si Haji Mas Said juga sama ya? Eh, 59:32 riwayatnya benar. 59:33 Riwayatnya. Bahkan dulu tahun '95 tuh eh 59:37 Bang Ben. 59:38 Iya, beberapa artis kan yang kemudian 59:40 habis main futsal juga 59:41 Futsal, main bola. 59:43 Demikian 59:43 dia langsung tiba-tiba enggak ada. 59:45 Itulah. Jadi, di area publik termasuk di 59:48 eh gor, sekarang lagi ramai-ramai kan 59:50 padel ya. He em, he em, he em. Nah, 59:52 sebaiknya memang disediakan alat. Itu 59:54 menjadi 59:55 apa? Eh, keamanan dan kenyamanan bagi 59:59 Iya. eh penyewa eh apa namanya? Lapangan 1:00:03 sebenarnya. Selain apar itu sendiri. 1:00:05 Selain apar. He em. 1:00:07 Kalau di ambulans adanya cuman apar 1:00:09 doang, Dok. Nah, mudah-mudahan setelah 1:00:10 ini, setelah ini mudah-mudahan pendengar 1:00:12 Rasil 1:00:13 ada yang mau mewakafkan 1:00:16 AED bagi ambulans Rasil. Insyaallah, 1:00:19 mudah-mudahan ya. Amin, ya Allah. Amin. 1:00:21 Baik, ada Bapak 1:00:24 Tono di Cibinong. 1:00:26 Terakhir, Dok ya. Baik. Eh, Dok minum 1:00:29 obat pelancar darah rutin, apakah aman 1:00:32 untuk kesehatan jantung? Iya. 1:00:35 Baik, eh Pak Tono ya. He em. Ya, baik 1:00:39 Pak Tono. Jadi, eh secara umum dengan 1:00:42 dengan obat-obatan tersebut memang 1:00:45 eh 1:00:46 eh harus diteruskan ya secara secara 1:00:48 umum sampai pada kondisi-kondisi 1:00:50 tertentu di mana kemudian harus distop. 1:00:52 Misalnya pada kondisi yang eh mau 1:00:55 dilakukan 1:00:57 eh tindakan operasi. Nah, itu biasanya 1:00:59 harus distop. 1:01:01 Ya, kan? Karena itu kan pengencer darah 1:01:03 ya, gampang kemudian 1:01:04 eh ya apa namanya? Gampang 1:01:07 berdarahlah istilahnya. He em. 1:01:09 Eh, kesulitan untuk eh pembekuannya. 1:01:11 Jadi, 1:01:12 eh selagi kemudian dianjurkan dokter 1:01:14 terus-terus. He em. Tapi, kalau kemudian 1:01:16 ada kondisi-kondisi tertentu harus 1:01:17 distop ya distop. Jadi, atas atas 1:01:20 instruksi dokter. Jadi, jangan kemudian 1:01:21 kita 1:01:23 menyimpulkan sendiri. Ehm. 1:01:25 Demikian, Pak Tono. Baik, Pak Tono. 1:01:27 Terima kasih. Bagi Bapak dan Ibu yang 1:01:29 ingin memiliki alat ini, silakan hubungi 1:01:32 eh Bapak Putra Kemal 1:01:35 di [berdehem] 082134567157 1:01:40 082134567157. 1:01:45 Alat ini bisa untuk pribadi. Alat ini 1:01:47 bisa untuk umum, untuk khalayak ramai, 1:01:51 atau Anda bisa wakafkan kepada eh 1:01:55 instansi-instansi yang memang 1:01:56 benar-benar membutuhkan. Yang insyaallah 1:01:58 nanti 1:01:59 eh 1:02:00 alat ini bisa menjadi amal jariah Bapak 1:02:03 dan Ibu. 1:02:04 Betul. Gitu ya, Dok ya. Iya. Dan ketika 1:02:06 Anda menghubungi Bapak Kemal ini, Bapak 1:02:08 Putra Kemal 1:02:10 eh ketika nanti mungkin Anda tertarik 1:02:12 untuk membelinya, nanti juga disediakan 1:02:14 pelatihannya. 1:02:14 Ada paket pelatihan juga. 1:02:15 Ada paket pelatihannya. Dan insyaallah 1:02:17 nanti kita planning-kan, Dok, ya. 1:02:19 Betul. Di Rasil ini 1:02:20 insyaallah 1:02:20 untuk pelatihannya. 1:02:21 Iya. Mudah-mudahan nanti Dokter bisa 1:02:23 meluangkan waktunya 1:02:24 Insyaallah. Insyaallah. untuk memberikan 1:02:25 ini jadi jadi amal jariah juga buat 1:02:28 Dokter Hendri. 1:02:29 Siap. Insyaallah. [tertawa] 1:02:30 Masyaallah. 1:02:31 Baiklah, ikhwan dan akhwat. Memang kalau 1:02:33 kita bicara masalah nikmat, selain 1:02:35 nikmat iman dan Islam, maka nikmat yang 1:02:37 paling besar adalah nikmat sehat 1:02:39 ternyata. Betul. Karena sehat itu 1:02:42 ternyata mahal harganya, Dok, ya. Betul. 1:02:44 Kan untuk beribadah perlu sehat. Betul, 1:02:46 Dok. Iya kan? 1:02:47 Berasa banget loh kalau lagi sujud itu 1:02:49 enggak bisa sujud tuh gara-gara asam 1:02:50 urat tuh berasa loh. 1:02:51 Nah, itu dia. 1:02:52 Dengkul. 1:02:53 [tertawa] 1:02:53 Eh apa dengkul sakit dengkul aja udah 1:02:56 susah gitu. 1:02:57 banget ya. 1:02:59 Jadi, orang sujud normal itu ternyata 1:03:01 nikmat yang tidak ter terkira loh. 1:03:03 Betul. Gitu, Dok, ya. Intinya sehatlah. 1:03:06 Intinya sehat. 1:03:06 Dan kita berdoa Amin. buat kita semua 1:03:09 dan buat eh ikhwan akhwat Rasil 1:03:12 mudah-mudahan Allah jaga kesehatan. Dan 1:03:14 tentunya kita juga harus menjaga 1:03:16 kesehatan kita Betul. supaya aktivitas 1:03:18 kita, ibadah kita menjadi lebih optimal. 1:03:21 Amin, amin. Dan karena itu Ikhwan dan 1:03:24 Akhwat, kami undang Anda untuk selalu 1:03:25 hadir di setiap hari Sabtu. 1:03:28 Kita olahraga rutin, ini adalah ikhtiar 1:03:30 kita untuk sehat. Di apa namanya? 1:03:34 Olahraga rutin setiap pagi jam 07.00. 1:03:37 Alhamdulillah sudah banyak testimoninya, 1:03:38 yang dulu tidak bisa ruku, tidak bisa 1:03:40 sujud, sudah bisa ruku dan sujud. Sudah 1:03:43 sampai berapa jumlah yang ikut Mas Agus? 1:03:46 Kalau yang dilahirkan dari Rasil itu 1:03:48 sasarannya sudah ada 9 sasaran, di luar 1:03:50 ya. Tapi yang ngikut sudah banyak. 1:03:53 Sudah banyak. Banyak. 1:03:54 Oke. 1:03:54 Alhamdulillah. Dulu awalnya di rumah Pak 1:03:56 Farid. Ada 300. Masya Allah. 1:03:59 Luar biasa. Kita tutup dengan closing 1:04:01 statement Dokter, silakan. 1:04:02 Baik, eh Ikhwan dan Akhwat Rasil. 1:04:05 Eh informasi ini mudah-mudahan tidak 1:04:08 hanya sekedar eh informasi, tapi 1:04:10 menambah pengetahuan dan tentunya 1:04:12 manfaat bagi 1:04:14 Ikhwan dan Akhwat Rasil dan semoga 1:04:16 sekali lagi Allah jaga kesehatan kita 1:04:19 dan Allah berikan kesempatan kita untuk 1:04:22 beramal dengan kesehatan kita, beribadah 1:04:25 dengan aktivitas yang mulia. 1:04:27 Yang bisa menjadi modal kita di akhirat. 1:04:30 Amin ya Allah, amin. Terima kasih banyak 1:04:32 Dokter. 1:04:33 Sama-sama Mas Agus. Sudah meluangkan 1:04:35 waktunya hadir ke Rasil. 1:04:37 Eh mudah-mudahan langkah Dokter kemari 1:04:40 Amin. dicatat sebagai amal ibadah. 1:04:41 Amin, amin, sama-sama Mas Agus. 1:04:42 amal saleh. Makasih Dokter ya. 1:04:45 Ikhwan dan Akhwat, terima kasih atas 1:04:46 segala atensi dari Anda, perhatian dari 1:04:49 Anda, juga pertanyaan-pertanyaan yang 1:04:51 Anda sampaikan. 1:04:53 Terima kasih kami ucapkan sekali lagi. 1:04:55 Kita tutup dengan doa kafaratul majelis, 1:04:57 Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu 1:04:59 alla ilaha illa anta, astaghfiruka wa 1:05:01 atubu ilaik. Ila liqa, billahi taufiq 1:05:03 wal hidayah, wassalamualaikum 1:05:05 warahmatullahi wabarakatuh. 1:05:22 Ya.