Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Bismillahirrahmanirrahim. 0:01 Asalamualaikum warahmatullahi 0:03 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:05 rahimakumullah. 0:07 Alhamdulillah wasyukurillah kita dapat 0:10 bersama-sama di acara info sehat. 0:14 Sepenggala acara yang mudah-mudahan 0:16 mempersuasi kita semua untuk bisa lebih 0:19 ringan melangkah ke depan dengan 0:21 kesehatan baik jasmani atau rohani yang 0:24 lebih teroptimalkan. 0:26 Tidak lupa salam selawat kita lantunkan 0:29 untuk junjungan umat kekasih kita 0:31 Muhammad Rasulullah sallallahu alaihi 0:33 wasallam. Semoga kelak kita mendapatkan 0:36 syafaat beliau sekaligus dapat 0:38 bersama-sama beliau di saat yang sangat 0:41 kita rindukan di yaumil akhir. Ikhwan 0:45 akhwat, narasumber kita kali ini ada dua 0:49 sosok yang luar biasa yang berbaju 0:54 hitam. Dr. Amin Suharti. Beliau adalah 0:58 spesialis rehap medik dan Dr. Henri 1:01 Hidayatullah 1:03 yang dua-duanya lepasan dari Universitas 1:07 Indonesia. 1:09 Hari ini yang akan dibahas persisnya 1:12 seperti apa? Sebaiknya kita tanyakan 1:14 saja pada yang akan membahasnya. Kita 1:17 sapa beliau dulu yuk. Asalamualaikum 1:19 warahmatullahi wabarakatuh. 1:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:23 wabarakatuh. Alhamdulillah sudah kerso 1:26 hadir di acara kita. 1:29 PERSISnya terkait dengan speech delay 1:31 ini gimana topiknya? 1:34 Iya. Jadi begini Bu, ini kan ee pemirsa 1:39 Rasil, ikhwan akhwat sekalian 1:42 di segmen Info Sehat kali ini kita 1:45 kedatangan tamu ya Bu ya dengan dr. Amin 1:48 spesialis rehap medik. Nah, beliau ini 1:51 karena terkait dengan reha medik, beliau 1:53 lagi menekuni ee tentang tumbuh kumang 1:56 anak khususnya terkait dengan ee 2:00 perkembangan bicara anak. Nah, beliaulah 2:04 sumber ee sumber materinya saat ini. 2:07 Kita explore lebih lanjut 2:11 terkait dengan apa ee keterlambatan 2:14 bicara pada anak dan peran daripada 2:17 rehabilitasi medik. kita akan membahas 2:20 tentang itu. 2:21 Meskipun ikhwan akhwat enggak semua 2:23 anak-anak terlambat dalam bicara, tapi 2:26 karena ini adalah bagian yang bisa saja 2:28 terjadi 2:29 pada 2:30 ee keponakan kitaakah atau siapapun juga 2:34 informasinya akan sangat-sangat 2:36 membantu. Jadi keterlambatan 2:39 bicara 2:40 pada anak dan 2:42 di mana peran rehabilitasi medik. 2:44 Betul. Baik, Dr. Amin Suharti silakan 2:48 menyampaikan yang memang betul-betul 2:50 ingin kami simak dengan telinga jiwa 2:52 kita. 2:53 Silakan. 2:54 Baik, terima kasih. Asalamualaikum 2:56 warahmatullahi wabarakatuh. 2:58 Waalaikumsalam warahmatullah 3:01 Rasil dan Rasil TV. 3:03 Ee 3:05 kita dalam keseharian sangat penting 3:09 untuk 3:11 mengamati perkembangan dari anak. mulai 3:15 dari perkembangan fisik, motorik, 3:18 kemampuan berjalan, perkembangan bicara 3:22 tentunya, kemudian perkembangan untuk 3:25 interaksi sosial, semuanya itu sangat 3:28 penting dalam tumbuh kembang anak 3:30 terutama dalam 2 tahun pertama. 3:34 Karena itu nanti yang akan menentukan 3:36 sebagian besar perjalanan kehidupan 3:38 berikutnya. Jadi selain dari 3:42 perkembangan motorik, seringki ee kita 3:45 dapati akhir-akhir ini ee anak yang 3:49 motoriknya tidak terlambat, jalannya 3:51 sesuai usia, tapi bicaranya di 2 tahun 3:54 belum bisa bicara, di 3 tahun belum bisa 3:57 bicara. Nah, supaya tidak sampai terjadi 4:00 keterlambatan yang mengakibatkan suatu 4:03 hal yang ee fatal, kita harus deteksi 4:08 dari dini. supaya bisa diintervensi 4:10 dengan baik. 4:12 Bu 4:13 mungkin kita perlu tahu nih sebenarnya 4:15 kan kita bicara ini sebenarnya kasusnya 4:17 banyak enggak sih ya? Gimana dokter Amin 4:18 ya? Karena tetangga sebelah itu 4:21 ngomongnya 4:22 tidak lancar padahal umurnya sudah 4:24 hampir 3 tahun. 4:26 Oke. 4:26 Dan terbata-batanya itu masih bunyinya 4:30 pun ee artikulasinya juga enggak enggak 4:33 jelas. Nah, 4:33 jelas. Ee ini kasus testemonial 4:35 tetangganya Bu Nuning. 4:36 Nah, Drter Amin, kalau di Indonesia 4:39 sendiri sebenarnya case-nya e seberapa 4:42 besar tuh? 4:43 Iya, kalau di praktik sehari-hari yang 4:45 kita jumpai sekarang lebih banyak anak 4:48 dengan keterlambatan bicara yang datang 4:50 ya daripada anak yang keterlimatan 4:51 berjalan. 4:53 Jadi ee bisa sekali praktik misalnya itu 4:58 tuh yang datang hampir 80% itu biasanya 5:01 keterlambatan bicara. 20% yang 5:03 keterlambatan yang atau gangguan yang 5:05 lain. 5:06 Keterlambatan bicara di sini banyak 5:09 jenisnya. Ada yang dia sama sekali 5:12 enggak 5:13 ada kata spontan yang keluar 5:15 tapi ngoceh sendirinya banyak misalnya. 5:18 Jadi kalau ngelihat ee angka dia bisa 5:21 tuh spontan ngomong 1 2 3 atau ya 5:24 seringkiali one two th gitu ya karena 5:26 tontonannya di YouTube dan sebagainya. 5:28 Tapi memanggil orang tua sendiri pun 5:31 enggak bisa. Mama, papa, ibu, bapak, 5:33 Umi, Abi itu 5:35 enggak ada. Enggak bisa. Itu yang 5:37 ee sering sekarang ee terjadi ya. Yang 5:41 kedua, seperti tadi Bu Nuning sampaikan, 5:44 bisa bicara tapi ujung-ujung kata. Jadi 5:47 kalau mau bola dia cuman bilang la atau 5:51 boa. Nanti kalau sudah semakin diterapi 5:53 jadinya boa. Jadi 5:54 ee kata-kata yang berubah semuanya. Jadi 5:57 yang ngerti cuman orang tuanya saja 5:59 biasanya. 6:00 Itu yang ada yang jenisnya seperti itu. 6:03 Ada yang jenisnya 6:05 ee dia mengerti perintah tapi enggak ada 6:09 kata yang keluar. Nah, jadi kalau 6:13 diperintah interaksi segala macam tahu 6:15 ee biasanya suka cerita ya, 6:18 tapi kok dia enggak ngomong sama sekali 6:20 ya. Nah, itu ada ya jenis-jenis itu yang 6:23 perlu kita perhatikan karena sebenarnya 6:27 perkembangan bicara dan anak pada anak 6:29 ini kan tidak langsung dia ngoceh banyak 6:33 ya, ada proses-prosesnya, ada 6:35 tahapan-tahapannya yang kita sebenarnya 6:37 bisa mengenali nih dari ini. Itu kalau 6:40 stimulasi ikut ambil bagian enggak dari 6:42 keluarga terhadap bagaimana si anak 6:44 bicara? 6:45 Sangat sangat penting Bu Nuningi. Karena 6:48 apalagi sekarang era 6:51 milenial ini era gadget ya. Seringki di 6:55 keluarga interaksi dalam keluarga pun 6:57 jadi berkurang dan kadang-kadang sering 7:00 ee kalau yang ibu kebetulan di rumah 7:04 sendiri tanpa asisten rumah tangga dan 7:07 sebagainya seringkiali ee karena saya 7:09 mesti ngerjakan sesuatu sehingga anaknya 7:11 diberi gadget supaya tenang gitu ya. 7:14 Jadi itu yang mempengaruhi jenis 7:16 stimulasinya sekarang yang berbeda. 7:19 Akhirnya anak jadi cenderungnya lebih 7:21 pasif ya menonton saja. Kalau nonton itu 7:24 kan pasif, enggak ada interaksi. Dia 7:26 enggak perlu ngomong. Jadi dia paham itu 7:28 seringkiali yang terjadi. Dia mau apa, 7:30 dia ikut ketawa-ketawa kalau ngelihat 7:32 itu. Kalau ada yang sedih, dia ikut 7:33 sedih segala macam. Dia paham apa yang 7:35 terjadi di TV segala macam. 7:37 Tapi dia kan enggak perlu nimpalin ya. 7:39 Enggak perlu mengucapkan sehingga ya 7:42 lebih pasif. Iya. anaknya mendengar 7:45 saja. Jadi itu yang salah satu yang 7:47 mempengaruhi juga terjadinya fenomena 7:49 ini 7:50 secara dominan 7:52 faktor itu saja atau ada yang lain? Ya, 7:56 faktor itu memperberat kalau ada faktor 7:58 yang lain 7:58 gitu. 7:59 Jadi kalau sekarang ee 8:03 penelitian-penelitian yang terakhir itu 8:05 dikatakan angka kejadian untuk autism 8:07 spektrum disorder semakin tinggi autis. 8:10 I. 8:10 Nah, kalau anak dengan autis ditambah 8:13 dengan lingkungan keluarga yang seperti 8:15 itu tentu akan kondisinya akan jauh 8:17 lebih berat. 8:18 Tapi memang dia pada dasarnya bukan 8:20 lingkungan itu yang menyebabkan anak 8:21 autis, tapi memang dia sudah punya punya 8:24 ee 8:25 bawaan ya 8:26 bawaan sendiri yang memang autis gitu. 8:30 Nah, meningkatnya 8:32 kejadian autis ini memang belum 8:33 diketahui apa penyebabnya. Apa karena 8:35 sekarang orang sudah ngeh gitu ya. Kalau 8:37 seperti ini tuh autis gitu. Itu salah 8:40 satu penyebab yang paling sering. Yang 8:42 kedua adalah gangguan pendengaran. 8:44 Gangguan pendengaran ini sering lost, 8:46 enggak kelihatan. Orang enggak nyangka 8:49 gitu kadang-kadang. Tapi biasanya 8:51 feeling ibu nih sangat kuat. Biasanya 8:53 dia suka menyadari kok anaknya kayak 8:55 enggak dengar ya. Tapi kadang-kadang 8:57 denile apa ee ah enggaklah gitu. Iya. 9:01 Buktinya kalau motor datang dengar tuh 9:04 anaknya gitu. 9:06 Nah dia sudah tahu itu papanya. Padahal 9:07 suara frekuensi motor itu kan sangat 9:09 tinggi ya desibelnya. Beda dengan kita 9:12 berkomunikasi. Itu penyebab yang kedua 9:15 gangguan pendengaran. Ee yang penyebab 9:17 ee ketiga seringki karena proses 9:20 keterlambatan di area yang lain juga 9:22 misalnya memang prematuritas atau 9:25 keterlambatan di berjalan juga 9:27 keterlambatan di motorik halus dan 9:29 terlambatan yang lainnya. Iya. yang 9:32 nanti jatuhnya ke intelektual disability 9:34 itu salah satu penyebab keterlambatan 9:36 bicara. 9:37 Ibu-ibu misalnya apa ya ngelihat nih 9:40 indikasinya apa emang ada bakal speech 9:44 delay. Nah, itu gimana ngelihatnya tuh? 9:47 I 9:47 standandanya tanda-tandanya. 9:51 Yang perlu diamati sebenarnya ee 9:54 sekarang sudah sangat banyak ya 9:56 sumber-sumber yang kita bisa ee ikutin 9:59 di media sosial, di posyandu pun ada 10:02 sekarang ya yang namanya milestone. Jadi 10:05 setiap anak itu sebenarnya sudah 10:07 diketahui perkembangan secara umumnya. 10:09 Kalau enggak sesuai dengan itu, itu yang 10:11 mesti kita waspadai 10:12 ya. Jadi, dari bayi baru lahir itu 10:15 biasanya ee usia-usia 4 sampai 6 bulan 10:19 itu mulai ngoceh-ngoceh. 10:21 Wiing istilahnya. A oh kadang-kadang dia 10:23 ngikutin sudah mulai kontak mata. Nah, 10:25 kalau kita lihat 4 bulan kok anaknya 10:27 cenderung diam aja ya? Kok enggak mau 10:29 ngelihat? Enggak ada respon. Kalau kita 10:30 bilang, "Ah, dia enggak mau ngikutin." 10:32 Kadang-kadang kita senyum bayi nimpalin 10:34 senyum. itu sebenarnya awal semuanya 10:37 perkembangan bicara bahasa mulai dari 6 10:39 bulan itu kemudian nanti 9 bulan dia 10:42 sudah mulai mama dada papa walaupun 10:47 belum untuk manggil cuman 10:49 ngoceh aja 10:50 1 tahun yang pasti kita ingat biasanya 10:53 kan ulang tahun 1 tahun ya nah 1 tahun 10:55 tuh biasanya 10:56 ee anak sudah bisa manggil entah itu 10:58 mama atau papa satu kata 11:00 jadi kita mulai aware gitu kalau 1 tahun 11:03 kok 11:04 cuek banget banget sama sekali enggak 11:05 ngelihat kita dipanggil cuek enggak ada 11:08 respon. Nah, itu yang perlu mesti jangan 11:12 ditunda lagi. Jangan nunggu 2 tahun. 11:14 Kadang-kadang kan ah masih 1 tahun nanti 11:17 juga didiamin aja. Dulu bapaknya soalnya 11:19 2 tahun ngomongnya. Nah, kalau zaman 11:22 sekarang sebaiknya makin cepat makin 11:26 baik kita intervensi. 11:29 Jadi, wahai ayah bunda, kalau di usia ee 11:35 setahun bahkan sebelumnya tidak ada 11:37 respon sama sekali, 11:38 kayaknya ada yang perlu diperhatikan. 11:40 Apalagi kalau biasanya di usia lebih 11:43 dari segitu anak-anak biasa ngoceh ini 11:46 kok diam aja. Stimulasi bicaranya 11:49 enaknya seperti apa tuh, Dok? maksudnya 11:51 agar mereka terpancing untuk juga ee 11:55 beraktivitas dalam menggelatkan lidah 11:57 dan mulut. 12:00 Itu stimulas paling 12:01 dongeng gitu eh 12:02 utama itu dari keluarga ya. 12:04 Nah, dari ibu, dari ini yang mengajak 12:07 bicara bayi dari kecil. Jadi kebiasaan 12:09 kita dulu kalau misalnya menidurkan bayi 12:13 sambil ee menyanyikan satu lagu atau 12:16 membacakan ee surat atau ee tadi 12:19 bercerita tentu itu itu sangat memberi 12:22 stimulasi buat anak karena ada 12:25 interaksi. Yang paling penting adalah 12:27 bermain bersama anak, interaksi bersama. 12:29 Jadi tidak hanya memberikan stimulus 12:32 berupa gambar-gambar ditempel terus 12:34 dibiarin aja, tapi kita juga ngelihat 12:36 itu salah satu stimulus sebenarnya 12:37 memang gambar kartu dan sebagainya tapi 12:40 harus dengan interaksi kita misalnya wah 12:42 ada gambar burung misalnya ada kucing 12:45 ada gajah. Nah itu salah satu 12:48 metode-metode yang biasanya menarik sama 12:51 anak termasuk ee benda-benda di sekitar 12:54 kita ya. Kalau kita punya peliharaan 12:57 kucing tentu ini ee dengan kita berajak 13:01 komunikasi 13:03 anak-anak itu dari kecil kita libatkan 13:06 sebenarnya kan dari anak begitu bisa 13:08 jalan sekitar 10 bulan berdiri 10 bulan 13:12 12 bulan jalan itu mereka sudah biasanya 13:16 sudah bisa tuh interaksi misalnya dia 13:18 akan ngikutin mainan ee kalau laki-laki 13:21 mainan bola, mainan itu. Nah, 13:23 permainan-permainan itu juga memberikan 13:25 stimulasi juga untuk bicara bahasa. 13:28 Karena tentu kita kalau misalnya main 13:30 bola, wah bolanya ngelempar apa bolanya 13:32 menggelinding. Jadi ada istilah-istilah 13:34 yang dia dengar. Tidak hanya bermain 13:37 fisik untuk dia ngejar bola itu, tapi 13:39 juga kita ajak interaksi. 13:42 Diajak bermain, diajak ngobrol itu 13:45 diperlukan banget. Tapi kalau ayah ibu 13:47 kerja semua gimana ya anunya ya? apa ee 13:51 babysitternya yang diajarin untuk jangan 13:53 malah diam. Karena kebanyakan, Dok, 13:55 sekarang ini yang ee mengasuh anak itu 13:58 justru senang kalau anak itu enggak 13:59 ngapa-ngapain. Dia enggak repot gitu. 14:01 Enggak repot. Ya, 14:03 betul. Padahal kan ee kalau dalam ee 14:08 proses perkembangan anak jadi setahun 14:10 pertama itu istilahnya sensorik motor. 14:14 Jadi, pondasi awal untuk 14:16 kemampuan-kemampuan berikutnya. 14:17 kemampuan belajar academic learning itu 14:20 nanti ee di usia 67 tahun panennya itu 14:24 nanamnya dari umur setahun 2 tahun ini 14:27 gitu ya. 14:28 Jadi ee 14:30 seringki 14:32 seperti yang mungkin kalau zaman saya 14:35 kecil itu umur 5 tahun pertama kan 14:38 karena enggak ada era gadget ya. 14:40 benar-benar bebas kita mainan apa saja 14:43 main explore di luar rumah mau segala 14:46 macam main becek main hujan main tanah 14:48 main sama teman 14:49 main sama teman ya itu sangat di 14:53 perlukan ternyata itu 14:55 sangat berpengaruh juga terhadap 14:57 perkembangan bicara bahasa dan nanti 14:59 tentu ke proses akademik nah kalau orang 15:02 tua sadar bahwa itu proses yang penting 15:05 di usia 1 2 3 tahun ini, jadi ee tentu 15:09 tidak akan menyanyiakan di fase-fase 15:11 awal ini untuk memberikan stimulasi 15:14 sebanyak-banyaknya. Makanya kenapa 15:16 sekarang banyak ee klinik area 15:18 playground yang ada sekolah sensorik 15:21 motor untuk anak-anak setahun, untuk 15:24 anak-anak 2 tahun karena mungkin ya 15:26 keterbatasan ruang main di luar rumah 15:29 ya. Jadi ee itu mungkin bisa jadi 15:31 alternatif ee juga kalau misalnya ayah 15:34 bundanya sibuk ya sudah ikutin aja ke 15:38 stimulasi dari awal. Kalau memang 15:39 terjadi keterlambatan misalnya paling 15:42 enggak kita amati tuh kita bisa tunggu 15:44 sampai 18 bulan. 18 bulan sama sekali 15:46 enggak ada kata, udah jangan ditunggu 15:48 lagi. Segera dicari pertolongan ke 15:51 klinik, ke rumah sakit, ke mana untuk 15:53 segera bisa distimulasi. Kalau di rumah 15:55 memang tidak apa terbatas tadi ya waktu, 15:58 kemampuan dan sebagainya. Sekarang sudah 16:01 banyak sekali klinik-klinik yang ee 16:04 menyediakan tempat untuk stimulasi. 16:07 Semakin dini dilakukan stimulasi tentu 16:10 hasilnya akan jauh semakin baik. 16:12 Termasuk di klinik mismari nih nanti 16:15 bisa bertemu dengan Dr. Amin. 16:18 Eh, lokasinya di mana tuh? 16:20 Di Jalan Hajiwi, Bu. Jalan Haji Raya 5D 16:24 dekat Pondok Indah, Anak Jaksel kita. 16:26 Oh iya iya iya. Yang jelas kalau ee 16:31 mendapatkan dukungan dari ahlinya lebih 16:34 mantap kita ya. 16:35 He 16:36 Dok, kalau seandainya kaitannya dengan 16:38 itu kan tadi bicara pemahaman tentang 16:40 warna atau tentang apa itu tersambung 16:43 enggak atau lain lagi? 16:44 Oh iya. Jadi untuk bicara bahasa itu 16:48 jenis kata yang disampaikan itu ada 16:52 usia-usianya. Kalau yang pertama kali 16:55 yang disampaikan biasanya untuk ee 16:58 menyebut benda atau memanggil tadi ya, 17:00 papa, mama. Kemudian nanti ada kata yang 17:03 sesuai dengan kebutuhannya dia. Makan 17:06 mam atau susu ee dia mau untuk warna 17:11 biasanya anak paham paham betul-betul 17:14 ini merah itu mana merah itu di usia 3 17:17 sampai 4 tahun. Tapi kalau 17:19 mengelompokkan itu bisa dari lebih awal 17:22 misalnya kuning coba cari yang warna 17:24 kuning. Jadi dia menyamakan walaupun dia 17:25 belum bisa nyebut itu kuning dia jadi 17:28 belum. Ya, itu di 2 tahun 17:30 3 tahun itu sudahud udah mulai bisa. 17:33 Jadi memang kalau misalnya setahun dia 17:36 bisa menyebut saja tapi biasanya belum 17:38 paham. Jadi karena dia hafal aja. Kalau 17:41 yang dia tonton tiap hari tentang warna 17:43 blue, red, yellow gitu. Ada juga anak 17:45 yang udah bisa di s tahun tuh dia nyebut 17:48 blue, red, yellow, tapi enggak ngerti 17:49 blue itu yang mana red. Jadi hanya 17:52 menyebut saja. Kalau gitu bagus juga tuh 17:55 kalau kita ngajarinnya misalnya nih 17:58 ee yuk kita pakai baju hijau. Nah, taruh 18:01 cari cari gitu. Jadi lama-lama dia paham 18:04 oh warna hijaunya seperti apa. 18:06 Jadi harus kreatif yang mendampingi ya. 18:09 Heeh. Itulah sebabnya surga ada di bawah 18:12 telapak kaki ibu. Jadi ibu wahai ibu 18:15 kalau bisa jangan dititipin ke orang 18:16 anak-anak. 18:17 Ibu ngomong gitu saya merinding loh 18:18 Buan. 18:20 Ya kan kalau dititipin ke orang kan beda 18:22 ya. 18:22 Iya benar. Dan itu sesuatu yang apa 18:25 namanya tidak bisa kita nafikan namanya 18:28 juga ditinggal kan. 18:29 Betul. 18:31 Itu yang tadi kan ee dokter yang bilang 18:34 kan 18:34 tetangga sebelah tuh ada tuh. Nah, itu 18:36 tuh yang paling senang dilakukan oleh 18:39 ibundanya itu adalah ketika kita lewat 18:41 atau apa, eh 18:43 kita nyanyi, nyanyi, yuk nyanyi. Jadi 18:45 yang lewat itu misalnya anak kecil atau 18:46 apa, 18:47 diajak nyanyi tapi ya cuman nyanyi lagu 18:49 anak-anak yang mesti misalnya itu apa 18:52 balonku atau apa gitu. Itu memang 18:55 berpengaruh ya terhadap ee ee telinga 18:58 terus ke lidah gitu karena kan mau 19:00 enggak mau karena dia dengar dia ikutan 19:03 gitu. Iya, tentu. Jadi, anak-anak kadang 19:06 metode pengajaran 19:08 atau metode yang menarik itu 19:12 lagu termasuk salah satunya lebih sering 19:14 mungkin bernada karena ya. Jadi itu 19:16 lebih menarik. Jadi anak yang 19:18 kadang-kadang anak autis yang tidak 19:20 tertarik apapun misalnya kita kasih ee 19:22 puzzle, kita kasih kartu, kasih ini 19:25 enggak mau respon, enggak mau ngikutin, 19:26 tapi begitu nyanyi dia nengok tuh 19:28 ngelihat. Nah, kadang-kadang boleh 19:30 ngikutin adanya itu menarik ya. 19:32 kadang-kadang dia bisa berguman sesuai 19:35 nadanya walaupun enggak ngeluarin 19:36 kata-katanya. Nah, jadi tentu lagu itu 19:40 salah satu yang ee makanya kenapa lagu 19:44 anak-anak itu dari dulu sudah tercipta 19:46 ya karena ternyata itu metode yang 19:48 paling kuat juga untuk anak-anak 19:51 tertentu yang lebih tertarik ke 19:53 nada, ke bunyi ee itu lebih cepat 19:57 untuk yang mau berbicara. 19:59 Ngomong-ngomong terkait sama tadi 20:01 tetangga itu 20:03 delay ee artinya gini udah speech delay 20:07 dibawa ke treatmentnya ke terapinya 20:09 terlambat juga atau gimana tuh? 20:11 Aku enggak pernah bertanya soal yang 20:12 sensitif gitu ya. Jadi kita ee bantu aja 20:16 ketika dia perlu seperti itu. 20:18 Nah, kaitan sama pertanyaan saya si 20:20 sebenarnya gini dokter Amin. Artinya 20:22 kalau artinya kan ada orang yang enggak 20:24 ngeh ya, 20:25 enggak ngeh sehingga terlambat. Nah, 20:27 dampaknya seperti apa sih kalau kemudian 20:29 ditemukan lebih dini gitu? Gimana tuh, 20:32 Dok? 20:34 Iya. Yang perlu kita perhatikan 20:36 sebenarnya kenapa perlu ee identifikasi 20:39 atau deteksi dini kita mesti membedakan 20:42 ini terlambat atau memang ini berbeda. 20:46 Nah, kalau terlambat itu akan terkejar 20:49 suatu hari. Jadi, akan terkecap dan anak 20:51 akan tipikal akan kembali seperti biasa 20:54 menemu jalurnya lagi gitu ya. Tapi kalau 20:56 buka, 20:57 kalau dia berbeda, nah dia akan ee 21:00 memang punya perkembangan yang berbeda. 21:02 Dan tentu dengan intervensi kita 21:04 harapkan dia tetap akan nanti bisa 21:06 mengikuti ee perkembangan yang lain 21:09 seperti bersekolah dan sebagainya. 21:11 Itu yang pertama. Yang kedua, tentu 21:14 sangat berbeda hasilnya ee dr. Henri, 21:17 jadi kalau pada pasien kasus contohnya 21:19 dengan gangguan pendengaran. 21:21 Saat ini teknologi untuk gangguan 21:23 pendengaran di Indonesia sangat maju. 21:25 pesat yaitu dengan ee operasi. Kalau 21:29 misalnya dia memang dari lahir terjadi 21:31 gangguan dengar kemudian dilakukan 21:33 intervensi operasi sedini mungkin 1 21:37 tahun atau pokoknya maksimal di bawah 2 21:39 tahun dia akan bisa berkomunikasi secara 21:42 normal seperti kita. He. 21:44 Tapi kalau dia terlambat terdeteksinya 21:46 misalnya baru 2 tahun ketahuan kalau dia 21:49 ternyata gangguan dengar sangat berat 21:51 kemudian dioperasinya pun telat di atas 21:53 4 tahun walaupun sudah dioperasi 21:55 hasilnya tidak akan sama. 21:58 Iya betul. Jadi dia akan tetap punya 22:00 aksen yang berbeda cara bicara dan 22:03 sebagainya. Dan itu yang sering saya 22:06 temui orang tua yang menyesal gitu ya 22:10 ketemunya di kita tuh. Dan itu yang kita 22:13 juga sedih gitu. Makanya kita perlu 22:15 kampanyekan bahwa Indonesia nih untuk ee 22:18 gangguan dengar nih teknologinya sudah 22:20 tidak kalah dengan luar negeri. Jadi 22:22 yang penting adalah deteksi dini sedini 22:25 mungkin supaya kita intervensinya kalau 22:27 ada hal-hal yang bisa diintervensi 22:29 secara maksimal, intervensi secara 22:30 maksimal. Kalau dia terlambat saja 22:33 misalnya ee setahun belum ngomong 18 22:37 bulan kemudian diintervensi biasanya 22:39 enggak akan terlalu lama intervensi 1 22:42 tahun 3 6 bulan dia sudah terkejar sudah 22:45 relatif lebih cepat untuk penanganannya 22:47 tapi kalau 3 tahun baru diintervensi 22:50 terlambatnya sudah kejauhan nih. Tentu 22:52 waktunya untuk terapi pun jadi akhirnya 22:55 akan lebih lama. 3 tahun terapinya, 4 22:58 tahun untuk ngejar dia untuk balik ke 23:01 ee 23:02 jadi kalau kita tidak ee terlambat itu 23:06 kemungkinan ke anak-anak setelah mereka 23:09 membutuhkan kemampuan berbicara itu di 23:12 usia setelah lewat dari eh golden age 23:15 misalnya itu aman bisa kalau enggak 23:18 terlambat. 23:19 Iya. 23:20 Jadi kalau 18 diintervensi kan 18 itu 23:24 batas batas maksimal ya kita bisa 23:27 mentolerir menunggu itu tuh 18 bulan lah 23:30 maksimal. 23:31 Kemudian diintervensi 23:33 ee banyak yang kemudian datang sudah TK 23:37 udah ini iya sudahud sekarang juara loh 23:40 ee ini pasien dokter waktu itu yang 23:42 sempat terlambat bicara gitu gitu. Jadi 23:45 berarti gimana tuh antara yang terlambat 23:49 dengan yang memang ada kelainan? 23:51 Lah kalau di usia sebelum 18 bulan 23:53 enggak bisa ngapa-ngapain, hello mama, 23:55 papa, hello gitu kan jadinya. 23:57 Iya, betul. Ee ada tanda-tanda yang 24:00 lain, dokter. Jadi kalau terlambat saja 24:03 biasanya memang yang terganggu masalah 24:05 bicaranya. Jadi maksudnya tadi 24:07 kosakatanya yang enggak ada enggak 24:09 keluar, tapi yang lainnya misalnya 24:11 interaksi kontak mata oke disuruh dia 24:13 paham. He 24:15 dia ee ada respon mendengar kalau 24:18 misalnya adik itu tolong ambilin 24:20 handphone mama. Dia tahu itu handphone 24:22 dia bisa ngambil tu kutuk untuk ngambil. 24:24 Tapi kalau yang dia ada sesuatu yang 24:26 berbeda 24:27 yang terlambat tidak hanya bicara tapi 24:30 dia juga cuek dipanggil enggak nengok. 24:33 Kontak mata sama sekali enggak ada, 24:35 cenderung main sendiri enggak mau sama 24:37 temannya. mainannya berbeda dengan kalau 24:41 yang lainnya mobil-mobilan misalnya dia 24:43 mainin 24:45 dia 5 menit 10 menit bosan pindah lagi. 24:49 Kalau yang berbeda seringkiali kalau 24:51 pada anak autism kalau ada mobil dia 24:53 enggak mainin tapi dia cuma susun 24:55 h 24:56 susun berder kemudian dia lihatin aja 24:58 itu bisa berjam-jam dia melakukan itu. 25:00 Kalau kita ganggu kita ambil gitu 25:02 dia marah 25:04 tantrum dan sebagainya. Nah, itu yang 25:06 perilaku-perilaku yang tidak hanya 25:08 bicara bahasa, tapi ada hal-hal lain 25:10 yang itu yang menunjukkan memang dia 25:13 berbeda. 25:14 Selain pemahaman bahwa itu bukan karena 25:17 keterlambatan, tapi karena adanya autis, 25:20 perbedaannya kan seperti yang tadi 25:22 dokter Iman gambarkan. Kalau seandainya 25:25 yang ngomongnya cedal itu enggak ada 25:27 kaitannya dengan ee terlambat bicara, 25:30 ya. 25:31 Oh, kalau ee cadel itu istilah cadel 25:37 disartri. 25:38 Cadel tuh sekarang lagi musim, Bu. Itu 25:40 itu 25:42 ee salah satu dari ee jenis gangguan 25:47 bicara bahasa. 25:48 Heeh. 25:49 Ee tapi biasanya dia tidak terlambat. 25:51 Cuman cara bicaranya dari awal misalnya 25:54 manggil orang tua mama papa 1 tahun 25:56 sesuai dia kalimat aku mau makan ee tiga 26:01 kata, dua kata 2 tahun sesuai. 26:04 Cuman ada artikulasi-artikulasi tertentu 26:05 yang dia enggak bisa gitu. 26:09 Seringki huruf-huruf R kok dia tetap 26:11 enggak bisa ya gitu sampai usia 45 26:14 tahun. huruf-huruf tertentu aja sih, 26:17 tapi dalam jumlah kata, dalam pemahaman, 26:20 dalam interaksi dia enggak ada masalah. 26:24 Iya. 26:25 Kalau yang kagetan tuh kalau yang apa 26:26 apa istilahnya kalau kaget kemudian 26:29 latah-latah. Nah, kalau latah 26:31 latah sebenarnya kalau latah tidak 26:33 termasuk sih karena anak kecil jarang ya 26:37 kita bisa dewasa 26:39 kalau sejauh ini enggak ada sih pasien 26:41 saya latah anak kecil. Jadi latah itu ee 26:45 hak prerogratifnya orang dewasa ya. Ada 26:48 sih sekarang saya 26:51 itu kalau ada istilah terapi wicara 26:56 berarti harus dibawa ke dokter ke 26:58 ahlinya itu diain aja sih maksudnya 27:00 diajarin apa aja terapinya seperti apa? 27:03 Oh ya. Jadi setelah nanti terdiagnosa 27:07 ini gangguannya 27:09 apa itu ee nanti dari dokter akan 27:15 merekomendasikan untuk dilakukan terapi 27:17 tentunya ya. Kita dari rehap medik itu 27:19 ada tim terapi ee ada terapi wicara, ada 27:23 terapi okupasi, ada terapi fisik, 27:25 fisioterapis. Ee kalau untuk terapi 27:29 wicara sendiri itu seringki lebih untuk 27:33 ee satu misalnya gangguan oromotor tadi 27:36 Ibu ngelatih lidahnya misalnya lidahnya 27:39 ini kurang bergerak dia kalau ngomong 27:41 cenderung lidahnya ee diam aja gitu 27:43 enggak mau gerakin atau ee bibir dan 27:47 mulut kalau ngomong enggak buka mulut 27:49 ngomongnya bergumam saja. itu tuh 27:51 ahlinya di prapi wicara termasuk untuk 27:55 mengajarkan kosakat pemahaman kata dan 27:59 sebagainya. 28:02 Pokoknya ketika ahlinya yang memegang 28:05 aman gitu ya. 28:05 Aman. Insyaallah. Insyaallah. 28:07 Iya. Baik, ikhwan akhwat. Kita akan jeda 28:12 sejenak bersama dr. Amin Suharti, 28:14 spesialis rehap medik dan juga dr. Henri 28:17 di Henri Hidayatullah ya di acara kita 28:22 Info sehat ini yang tengah membahas 28:25 bagaimana mengenal keterlambatan bicara 28:28 pada anak dan juga peran rehabilitasi 28:31 medik. Kami jeda sejenak 28:43 berasil TV. 28:50 Terima kasih untuk kebersamaan kita di 28:53 acara info sehat ini bersama dr. Amin 28:56 Suharti dan juga dr. Henri Hidayatullah. 28:59 Kita lanjut lagi bicara soal. 29:03 Aku tadi sebelum on air dengar terkait 29:06 dengan wismari. 29:08 Nah, wis mari apa isih loro? 29:11 Benar sekali. 29:13 Wis mari Bu. 29:14 Wis mari itu wis wis 29:17 kalau enggak salah klinik ya. Klinik wis 29:19 mari. Wismari 29:20 itu merupakan bagian dari kalau 29:24 seandainya di mana tempatnya? 29:26 Di Jalan Hajinawi Raya. Oh, kalau daerah 29:29 sana paling dekat ke situ asik juga gitu 29:31 ya. 29:31 Betul. Tapi pada prinsipnya ee kami juga 29:35 memberikan jadi klinik Wismari ini 29:38 memang 29:39 Heeh. 29:39 selain juga di klinik kami juga 29:41 memberikan layanan ke rumah Bu. 29:43 Oh, jemput bola. 29:44 Jemput bola. 29:45 Heeh. Zamannya sekarang sudah jemput 29:47 bola. Heeh. 29:48 Jadi, home healthc termasuk di antara 29:51 itu. Jadi ee setelah ee katakanlah di ee 29:56 apa diassesmen oleh dokter Amin. Nah, 29:59 kemudian terapisnya terapis bicara itu 30:01 bisa juga ke rumah gitu. 30:03 Kalau hasil perlu mau ke kantor. 30:05 Oh, iya. 30:06 Kan itu kantor kan Rasil. 30:08 Betul. Bisa ke rumah, bisa ke apartemen 30:10 gitu. He. Jadi layanan kami memang 30:13 ee klinik utama yang ee apa namanya 30:18 unggulannya adalah rehabilitasi medik, 30:20 terapi wicara ya. Kemudian ada yang lain 30:23 juga nih Bu. 30:24 He 30:25 ada misalnya butuh infus vitamin ya itu 30:29 bisa di rumah, bisa di apartemen. 30:32 Ada lagi Sudirman, Bu. 30:34 Heh. 30:35 Dan Sudirmah. Sunat di rumah dan sunat 30:38 di apartemen. 30:40 Sudirman dong. 30:41 Sudirman. 30:43 Iya ya. Kalau seandainya tadi dokter 30:46 Amin bilang, "Anak 2 tahun belum bicara, 30:48 beware. How harus diperhatikan benar 30:52 itu semua laki perempuan enggak ada 30:54 bedanya 30:55 sama." Semua walaupun dari statistik ee 31:00 dikatakan laki-laki lebih banyak ya 31:02 untuk yang terlambat. Tapi kalau itu 31:05 berlaku untuk semua. 31:06 Jadi 2 tahun udah maksimal banget, sudah 31:09 jangan tunggu lagi kalau sudah 2 tahun. 31:11 Ada pengaruhnya enggak, Dok, dari 31:13 lingkungan ee ekonomi ee atas ekonomi 31:17 ada enggak ada ya? H 31:21 I. 31:22 Jadi ada beda kan memang perempuan perlu 31:25 mengeluarkan 30.000 kata sat hari. 31:27 Jadi 31:28 kemungkinannya dia harus tidak mengalami 31:31 delay speech ya. 31:35 Iya. Iya. I. 31:36 Kalau tanda-tandanya selain yang tadi 31:38 dokter Amin sebutkan 31:42 yang tidak bisa menyebutkan dua suku 31:44 kata ya, cuman satu suku kata aja itu 31:47 ngelatihnya untuk dia bisa berkembang. 31:50 Tidak misalnya ma tapi bisa mama gitu. 31:53 Ada teknik tersendiri enggak? 31:56 Ee iya ee 31:59 nanti kalau detail detail latihannya itu 32:02 yang nanti dikerjakan oleh teman-teman 32:03 dari terapis wicara ya. Pada dasarnya 32:06 sih dengan kita 32:08 mengucapkan sesuai dengan ee kata yang 32:12 tepat atau kata yang benar ya. Jadi 32:14 kadang-kadang kalau anak-anak bilang 32:16 susu itu cucu, kita tetap bilangnya 32:18 susu. Oh, adik mau susu. Iya. Walaupun 32:21 dia misalnya belum bisa ngomong susu, 32:23 dia bilang cucu, tapi kita tetap 32:25 bilangnya susu. Jangan ee ngikutin dia. 32:28 Jadi supaya dia tahu, "Oh, yang yang ini 32:29 lengkap itu susu gitu." Misalnya dia 32:32 sudah bilang bisa bilang ma boa ma bola 32:36 gitu. Oh. Nah, kita menyebutkan oh adik 32:39 mau bola. Jadi gitu sih. 32:41 Jadi terusmenerus kita betulkan 32:44 kekurangan sempurnaan yang dia ucapkan 32:46 itu ya. 32:47 Iya. Tanpa mengatakan 32:51 di depan anak untuk koreksi. Bukan boa 32:54 bola, jangan gitu enggak boleh gitu. 32:56 Jadi kita langsung otomatis aja 32:59 menyampaikan, "Aik mau 33:00 semua kekeliruan dibetulin tanpa 33:02 menyalahkan." 33:02 Betulitu. Kadang-kadang tanpa sadar sih, 33:05 Bu. Suka seringkiali kan ee 33:09 susahnya kalau sudah terjadi 33:10 keterlambatan. Kadang-kadang tuh ee kita 33:14 sebagai orang tua ngajarin anak sendiri 33:16 itu 33:17 lebih sering emosi. Ya mungkin karena 33:18 cemas kok ini enggak ada 33:19 perubahan-perubahan dan sebagainya. itu 33:21 gampang sekali terpantik emosi. Jadi 33:24 memang ada saatnya kita memang perlu 33:26 bantuan profesional. 33:28 Nah, itu biasanya seminggu berapa kali 33:31 atau untuk hadir dan mendapatkan 33:33 dukungan? 33:35 Kalau untuk terapisnya biasanya kita 33:37 sarankan dua sampai tiga kali seminggu 33:40 untuk tapi 33:43 ada PR di rumah nih yang harus dibantu 33:45 juga dilakukan oleh orang tua di rumah. 33:48 Jadi enggak tidak hanya ansih 33:51 terapis Heeh. Terima jadi gitu. 33:54 Jadi ada porsi-porsi yang memang ee 33:56 kalau untuk membenarkan untuk ini 33:58 mungkin lebih ini ee terapis bicara yang 34:03 melakukan ya. Tapi stimulasi untuk kita 34:07 ngajak main bareng dengan kita 34:09 mengucapkan kata-kata yang tepat itu 34:12 juga stimulasi yang di rumah. Intinya 34:14 sih kita ee paling penting tadi tuh ya 34:17 bermain dengan anak supaya anak enggak 34:19 takut untuk ngomong, supaya anak enggak 34:21 takut untuk ee bicara dengan kita gitu. 34:25 Yang jelas kita wahai ikhwan akhwat 34:28 sebagai ayah bunda jangan pernah 34:31 menunjukkan kecewa atau nyalahin kalau 34:34 anak itu memang belum seperti yang 34:37 umumnya itu. Ngomong-ngomong kan sekitar 34:39 18 bulan ya batasannya itu kalau 34:42 seandainya usia sudah 2 tahun nih 34:45 anakku sudah 2 tahun kira-kira mm 34:48 umumnya itu berapa kosakata yang mereka 34:51 biasanya bisa ucapkan? 34:54 Iya. Kalau 2 tahun itu kalau dia untuk 34:58 merangkai kata biasanya kita paling 35:01 gampangnya itu 1 tahun itu satu kata 35:04 dalam artian untuk nyebut mama, mandi, 35:06 bola satu-satu belum merangkai. 2 tahun 35:09 itu sudah merangkai dua kata. Untuk 35:11 merangkai dua kata, minimal kosakata 35:13 yang dia harus punyain tuh 50 sampai 100 35:15 kata. Normalnya anak-anak 2 tahun ee itu 35:19 tuh sudah bisa 200 300 kata. Nah, kalau 35:22 minimal banget ya 50 lah modalnya untuk 35:25 dia bisa nyebut dua kata, Mah. Mau 35:29 bola ayam goreng. Nah, itu minimal 50 35:32 sampai 100 kata. Jadi, kalau dia baru 35:34 bisa 20 kata, kok dia belum bisa 35:35 merangkai ya? Iya, Bu. Modalnya masih 35:37 kurang. 35:39 Iya, itu yang perlu disampaiin. 35:42 Pada anak-anak yang dengan keterlambatan 35:44 bicara 35:46 ada kemungkinan juga berpengaruh 35:47 terhadap IQ. Ya, 35:49 betul. I. Jadi dampak yang paling 35:52 terbesar salah satunya itu ya. 35:54 Iya. He 35:56 jadi ee model dari IQ yang kita bisa 36:00 ukur di anak-anak usia paling cepat sih 36:03 67 tahun ya itu ee dari perkembangan 36:07 semua aspek karena IQ itu menilai ee 36:13 merupakan hasil perkembangan dari waktu 36:15 dia perkembangan motorik kasar berjalan 36:17 bicara motorik halus dia memegang, 36:20 menulis makan sendiri 36:22 keterampilan-keterampilan ee ee motorik 36:24 halus ya tangan. Kemudian personal 36:26 sosial bagaimana dia berkomunikasi 36:29 dengan orang, bagaimana dia bersikap 36:30 dengan orang dan kemandirian. Ee semua 36:35 interaksi ini nanti yang dituangkan 36:37 dalam sebuah tes itu dan sebagian besar 36:42 tesnya tuh berupa verbal kan 36:44 pertanyaannya. Jadi tentu kalau anak 36:47 terlambat bicara dan kemudian dia 36:50 terlambat juga untuk pemahaman tentu 36:52 akan mempengaruhi hasil tes IQ-nya. 36:54 Pada saat menjawab misalnya dia enggak 36:56 bisa nih nyampein gitu pasti nanti akan 36:59 berpengaruh 37:01 seandainya usianya sudah di atas 2 tahun 37:04 tapi itu belum belum pulihlah dalam 37:06 artian meskipun kita sudah mencoba 37:10 membantunya secara emosional kira-kira 37:13 ada enggak pengaruhnya? kan dia enggak 37:16 sama dengan yang lain. Itu kira-kira 37:17 efek bagi si anak sendiri merasa rendah 37:21 diri mungkin secara ee berteman dengan 37:25 yang lain atau apa gitu? 37:28 Sebenarnya sih kalau untuk anak yang 37:30 paling sering kita temui adalah kalau 37:33 semakin besar dia masih terlambat bicara 37:35 itu memang problem perilaku karena dia 37:38 pengin menyampaikan sesuatu tapi dia 37:40 enggak bisa. Yang kita temuin bukan 37:43 rendah diri sih, Bu. emosi ya lebih 37:45 cenderung emosi. 37:45 Betul lebih cenderung kantrung yang kita 37:47 temuin. 37:48 Jadi kalau dia minta sesuatu karena dia 37:50 enggak bisa menyampaikan, akhirnya dia 37:53 dengan guling-guling orang tuanya datang 37:55 akhirnya dia dapat mau yang didapat. 37:57 Jadi dia akan menggunakan perilakunya 37:59 untuk menyampaikan keinginannya dengan 38:02 nangis, dengan marah, dengan memukul, 38:05 dengan ee itu yang biasanya dampak 38:08 kelanjutan dari karena dia sudah di atas 38:11 2 tahun itu sudah mulai ada keinginan ee 38:15 yang 38:16 dia makin berkembang keinginannya. Jadi 38:19 dia sudah pengin main bola, 38:21 kadang-kadang dia pengin main sama 38:22 temannya. temannya enggak ada yang mau 38:24 karena enggak ngerti dia apa, akhirnya 38:27 enggak ditemenin. Nah, itu yang akhirnya 38:29 secara sosial juga terbang 38:30 secara sosial. 38:31 Kalau pada anak-anak yang tidak 38:34 terganggu atau bukan autism, yang dia 38:36 memang senang bermain dengan orang itu 38:39 tentu akan jadi gangguan. Makin 38:42 emosional anaknya, makin marah-marah 38:45 kalau di rumah. Sedangkan kalau main 38:46 keluar rumah temannya pada ngejauhin 38:49 karena dia enggak ngerti kita dia 38:51 ngomong apa. Nah, itu sih yang kita 38:53 hindi. 38:54 Yang repot anaknya sudah 38:56 berguling-guling, ibunya marahin. Jadi, 38:59 ibunya juga enggak ngerti 39:00 bahwa itu adalah perlu dukungan ya, Bu. 39:04 Terus ngomong-ngomong itu kalau secara 39:06 genetik ada enggak sih? 39:08 terlambat bicara ee secara genetik 39:11 memang disampaikan ada pengaruhnya, 39:14 tapi bukan berarti ee tadi ya tetap kita 39:17 biarkan. Autism juga ada genetisnya, 39:20 ADHD juga ada genetisnya. 39:23 Jadi yang perlu kita ee 39:26 tekankan juga bahwa anak-anak ee 39:30 perilaku anak itu sebenarnya adalah 39:33 bagian dari komunikasi anak, cara 39:35 berkomunikasi. Nah, tergantung kita 39:38 mendidiknya. Kalau misalnya ternyata 39:40 anaknya ketika ngomong baik-baik, kita 39:43 cuekin misalnya, 39:45 "Mah, mau main." Kitanya sibuk tetap 39:47 ini. Tapi begitu dia 39:49 teriak baru kita respon, "Adik mau apa 39:52 sih?" gitu. Kita juga teriaknya ya kan 39:54 gitu. Itu teriak juga. Nah, itu secara 39:56 enggak standar kita membentuk perilaku 39:58 dia. Kalau minta sesuatu tuh harus 40:00 teriak. Karena ketika dia ngomong 40:02 baik-baik enggak diladenin. Nah, untuk 40:06 kita mesti melihat lagi 40:08 perilaku-perilaku yang misalnya yang 40:10 tadi ya membuat kita marah itu 40:12 sebenarnya ini anak sebenarnya maunya 40:14 apa ya gitu apa jangan-jangan saya yang 40:16 salah nih selama ini enggak paham 40:18 apa yang dia inginkan. 40:21 Jadi genetik gambarannya kan kita yang 40:25 memahami satu penyakit tertentu nih 40:28 kalau sudah ada genetik keturunan beda 40:31 dengan yang tidak gitu kan seperti 40:33 misalnya 40:34 kalau ee kalau autism juga ada pengaruh 40:39 genetiknya. 40:39 Jadi bukan dalam artian genetik. Kalau 40:43 sekarang tuh ee kita sudah bisa periksa 40:48 sequencing DNA masing-masing orang ya, 40:50 Bu ya. Heeh. 40:51 Nah, yang dimaksud genetik di sini tuh 40:53 ee 40:56 saya misalnya sudah punya ee genetik X 41:01 yang misalnya dia ketemu pada ee anak 41:05 kemudian lingkungannya dan faktor-faktor 41:08 yang lain itu bisa menjadi autism. Jadi 41:11 dari sayanya memang sudah ada apa ya 41:14 istilahnya ya mm tapi saya sendiri 41:18 enggak autis. 41:19 Nah, gitu. secara menurun adanya. Heeh. 41:22 Tapi bukan karier juga. Jadi memang 41:26 sequencing genetiknya intinya ada yang 41:28 ditemukan juga di keluarga ini. Jadi 41:31 enggak selalu anak saya yang autis. 41:32 Kadang-kadang ponakan saya karena kita 41:34 satu keluarga punya genetik yang ini 41:37 biasanya sih di lingkungan besar itu ada 41:41 yang ee misalnya ee ponakan, ada yang 41:45 autis nanti di 41:48 enggak langsung anaknya atau ibunya sih 41:51 bisa cucunya ya. 41:53 Iya betul. Jadi keluarga yang 41:55 biasanya kan kalau ee dari pria turunnya 41:58 ke wanita. pernah dengar kayak gitu 42:00 maksudnya genetik 42:01 kalau untuk autism tidak seperti itu. 42:03 Beda dengan genetik yang penyakit 42:05 lainnya misalnya parasemia dan 42:07 sebagainya yang langsung otomatis ee 42:09 terbawa gitu. 42:10 Kalau kelahiran yang tidak normal dalam 42:13 artian ee lebih dini ya, lebih awal 42:16 gitu, prematur gitu, itu ee kans-nya 42:19 untuk 42:20 mendapatkan gangguan atau hambatan dalam 42:23 berbicara ada enggak? 42:26 ee kita istilahnya anak-anak dengan 42:28 prematur tuh resiko tinggi, high risk 42:30 baby. Jadi kita ee dia sangat besar 42:34 resikonya, tidak hanya keterlambatan 42:36 bicara, tapi keterlambatan-keterlambatan 42:38 yang lain. 42:39 Jadi biasanya akan dipantau lebih ee 42:42 seksama kalau pada anak-anak prematur 42:44 ini. Jadi kalaupun nanti dia ada 42:47 keterlambatan tuh diintervensi dari dini 42:49 karena dari awal kita sudah tahu dia 42:51 punya resiko lebih tinggi dibanding ee 42:53 yang ee lahirnya secara cukup bulan 42:57 gitu. Jadi tidak selalu sih kalau 43:00 misalnya ee anak yang tadi ya karena 43:04 kita sudah tahu dia sebagai kemudian di 43:07 pantau terus dan diintervensi dari awal 43:09 hasil akhirnya juga akan sama sih 43:11 maksudnya terkejar juga dia bisa 43:13 mengejar ketertinggalan 43:15 jadi tidak selalu menetap ee 43:18 keterlambatannya itu. 43:20 Iya. salah satu faktor apa ee 43:25 tercetusnya kemudian terapin cara kan 43:27 pengaruh lingkungan ya tadi ya. 43:29 He. 43:29 Nah, saya coba tadi membayangkan kalau 43:33 misalnya pada keluarga dengan orang tua 43:35 yang memang sudah tundang bicara kan ee 43:39 bahkan kita ngedapetin bahwa anaknya ya 43:41 fine-fine aja gitu ya. Nah, itu 43:43 betul 43:44 ee sebenarnya artinya kan ini dapat 43:47 rangsangan dari mana gitu. 43:49 Ee kalau pada kasus anak tuna wicara 43:52 karena gangguan dengar misalnya ya, 43:54 karena orang tuanya dua-duanya gangguan 43:55 dengar. Nah, kalau anaknya yang 43:57 dilahirkan itu tidak gangguan dengar, 44:00 nah karena walaupun orang tuanya enggak 44:02 bicara tapi ada lingkungan lain yang dia 44:04 tetap mendengar suara. 44:06 Jadi di lingkungan itu kan sama sekali 44:07 bukan tidak ber 44:09 tidak ada suara ya. Nah, itu yang jadi 44:11 stimulasi ee pada anak-anak tersebut 44:14 gitu. Jadi ee modalnya karena dia ada 44:19 enggak ada gangguan jadi dia masih bisa 44:21 mendengar suara-suara dari yang lain, 44:24 bukan dari orang tuanya sehingga ya 44:27 tidak terjadi masalah sih gitu. Tadi 44:29 dokter Amin kan bilang ee yang dialami 44:33 anak-anak itu di rumah, di luar yang 44:35 berbeda dengan anak-anak lain yang 44:38 setidaknya pasti memunculkan stres juga 44:41 ya bagi si anak itu ee apa perlukah 44:45 nanti sampai pada titik bantuan dari 44:47 psikolog kalau misalnya dengan kondisi 44:50 dia yang ee switch delay tadi 44:53 mendapatkan ketidaknyamanan di luar 44:56 karena teman-temannya meremehkan atau 44:58 enggak suka bersama dia gitu. Sampaikah 45:01 perlu bantuan dari psikolog? 45:04 I pada kasus-kasus tertentu biasanya 45:07 kaitannya terutama dengan perilaku ee di 45:10 sini kita ee ada tim juga yaitu 45:15 psikiatri. Jadi dokter spesialis ee jiwa 45:19 kesehatan jiwa anak itu kalau pada 45:21 kasusnya anak-anak. Ee dan psikolog 45:24 tentu juga ikut berperan sangat 45:26 berperan. Ee jadi dua kolaborasi ini 45:31 kita semua. Jadi apakah perilaku yang 45:35 menyebabkan ee si anak ini dijauhi oleh 45:39 teman-temannya ini bagian dari gangguan 45:42 psikiatri atau bukan? Itu tentu ee 45:44 ranahnya dokter psikiatri nanti yang 45:46 akan mengevaluasi. Nah, kalau ternyata 45:49 ee problem perilakunya ini perlu untuk 45:53 ditangani, ditindaklanjuti, itu dari ee 45:57 psikolog tentu sangat berperan juga 46:00 bagaimana dia untuk mengelola emosinya 46:03 itu dalam bermain. 46:06 Oke, 46:07 menarik sekali bahasan kita kali ini, 46:10 Ikhwan Akhwat. Tetapi yang paling 46:13 penting lagi nih sebelum terjadi 46:17 speech delay kita tahu atau enggak itu 46:20 yang paling baik kita lakukan sebagai 46:22 orang rumah ketika bayi kita sudah 46:24 lahir, sudah 46:26 ee mengkurep, sudah pokoknya itu mulai 46:29 apa saja sih yang bisa kita lakukan 46:31 untuk mencegah andai kata itu nanti 46:34 jangan sampai terjadi gitu, Dok. 46:37 untuk mencegah ee tentu untuk mencegah 46:40 keterlambatan tadi ya dengan memberikan 46:42 ee simulasi yang ee terus-menerus. 46:46 Sebenarnya lingkungan natural di rumah 46:48 itu sudah merupakan bagian dari 46:51 stimulasi yang perlu yang tentu yang 46:55 kita sudah lakukan sehari-hari misalnya 46:58 sejak tadi ya mengamati perkembangan 47:00 anaknya ee dengan dia rutin untuk 47:04 menimbang bayi biasanya di 47:07 fasilitas-fasilitas kesehatan di manapun 47:09 entah posiandu, puskesmas ataupun di 47:11 dokter pribadi itu ee pasti akan 47:14 terpantau nih ee ee perkembangan dan 47:17 pertumbuhannya, stimulasi yang dilakukan 47:19 sesuai dengan ee alamiahnya. Kalau anak 47:24 ee ASI tentu sambil ngajak bicara tetap 47:28 sambil kita ngajak bermain sesuai dengan 47:31 perkembangannya, memberikan ee dia untuk 47:34 ruang mengeksplore, untuk mencoba, untuk 47:38 bermain. Ee itu merupakan bagian dari 47:41 stimulasi untuk mencegah terjadinya 47:43 keterlambatan. Nah, yang perlu kita tahu 47:46 kapan sih dikatakan terlambat tadi kan 47:48 sudah disampaikan. Nah, kalau sudah tahu 47:51 ee kemudian terjadi ya jangan ditunda 47:54 untuk segera diintervensi karena tentu 47:57 itu akan lebih mudah dilakukan hasilnya 48:01 lebih baik sesuai dengan ee 48:03 jurnal-jurnal atau penelitian-penelitian 48:05 yang dilakukan daripada kita menunggu, 48:08 menunggu, menunggu kemudian memberi 48:09 intervensi di fase akhir itu lebih 48:11 susah. 48:13 Jadi ngoceh sama bayi kita meskipun dia 48:15 belum bisa ngomong itu melatih juga ya 48:18 bagi dia untuk mendengar omongan-omongan 48:22 gitu. 48:22 Betul. Makanya kalau di Islam 48:25 disampaikan bahkan sejak kandungan pun 48:28 diajak ngobrol ya dibacakan surat surah 48:31 tertentu segala macam. Itu kan sudah 48:33 disampaikan bahwa sebenarnya pendengaran 48:35 kita ini sudah diciptakan dari sejak 48:37 kandungan. He. 48:38 Begitu lahir itu sudah punya mereka 48:42 semua 48:43 penglihatan, pendengaran, sensibilitas 48:45 ini. Nah, itu yang simulasinya ya sesuai 48:48 dengan itu. Kalau penglihatan kita ajak 48:50 untuk kontak mata, kemudian 48:52 mainan-mainan yang ee berwarna-warni, 48:54 pendengaran dengan suara-suara, dengan 48:57 sentuhan yang semua mereka sudah punya 48:59 modalnya. Tinggal kita yang 49:02 memberikan stimulusnya, 49:03 kenalkan lagu-lagu ya, bersenandung. 49:07 Terus satu yang pasti jauhin dari 49:09 gadget. 49:10 Betul. 49:11 Tapi susah banget noh. 49:12 2 tahun pertama no gadget sama sekali 49:14 ya. Jadi kita mesti ketat tuh di 2 tahun 49:17 pertama. Enggak ada penelitian 49:19 menyatakan 49:21 bahwa semakin dini gadget ada 49:22 manfaatnya. Yang ada semakin dini gadget 49:25 selalu bermasalah. Jadi ee Bapak Ibu ee 49:28 Ikhwan Akhwat semua penonton di ee sini 49:33 kita punya rules atau ini paling enggak 49:35 2 tahun pertama. 2 tahun pertama udah 49:38 enggak ada manfaatnya sama sekali deh. 49:39 Itu buat anak gadget 49:41 merusak. Iya, itu yang perlu dipahami. 2 49:44 tahun pertama. 49:44 Heeh. 49:45 Setelah 2 tahun pertama itu ada range 49:47 waktunya 2 tahun eh 2 jam sampai ee 4 49:51 jam maksimal nonton TV. Biasanya kan 2 49:53 tahun sudah mulai bisa jalan, bisa lari, 49:55 bisa ini. Nah, dia bisa tuh mulai kenal 49:58 TV dan sebagainya tuh. Kalaupun kita mau 50:00 mengenalkan itu boleh 2 sampai 4 jam. 50:04 Setelah 4 tahun ya kita sesuai dengan ee 50:08 kebutuhanlah ya. Jadi kalau di 2 tahun 50:11 pertama saya kira sih sebenarnya ya 50:15 kalaupun enggak diberi juga enggak 50:17 masalah sih. Anak itu juga belum belum 50:19 tantrum-tantrum amat sebenarnya. I tahun 50:21 pertama biasanya mereka mulai ngelatak, 50:24 mulai nyoba, mulai ini kan di atas. 50:27 Justru problemnya kalau orang tua enggak 50:29 mau sibuk tuh 50:32 pakai gadget. 50:35 Memang itu benda 5* 10 cm tuh aman gitu. 50:38 Kasih aja dia itu sudah dengerin musik, 50:40 dengerin apa kan aman ya. Betul. 50:42 Dan ajaibnya semua kondisi anak apapun 50:44 enggak ada yang nolak. 50:45 Iya. Mau anak autis, mau anak adh mau 50:47 anak rilek, anak yang 50:50 suka semua sama benda itu. 50:52 Dan kalau deteksi dini itu penting 50:55 banget harus ke dokternya untuk tahu 50:58 untuk di itu tuh ditanggungin BPJS 51:02 enggak sih? 51:03 Ee kalau di rumah sakit yang kerja sama 51:06 dengan BPJS ditanggung. 51:08 Oh sebab 51:09 gitu ya, Ditamin ya? 51:10 Betul. Sebab ada beberapa ee rumah sakit 51:13 atau aku enggak tahu persisnya karena 51:14 kemarin ada keluhan yang bilang, "Aduh 51:16 kalau untuk ke psikiater kayaknya enggak 51:19 ada yang free." 51:20 Oh ya. 51:21 Tapi enggak tahu juga sih ya 51:24 sepemahaman saya dicover. Tapi ee gini 51:27 Bu, jadi 51:28 ee rumah sakit atau klinik yang memang 51:30 kerja sama dengan BPJS. Nah, kebetulan 51:32 kalau di Kis enggak semua 51:35 jadi Heeh. Jadi kalau sudah kerja sama 51:38 BPJS insyaallah sih dicover. Tapi kalau 51:40 di klinikari kebetulan karena belum 51:43 kerja sama PJS jadi belum bisa di-cover. 51:46 He 51:47 gitu. 51:49 Jadi speech delay itu bisa terjadi bisa 51:53 tidak. Dan seperti apa yang dokterin 51:56 tadi bilang, banyak hal yang 51:57 mempengaruhi apalagi kalau sudah terkait 52:00 dengan pendengaran nih. Itu ee 52:03 terganggunya pendengaran si anak itu 52:05 kalau misalnya boleh dicari tahu 52:07 kesalahan orang tua ngorek-ngorek kuping 52:10 bersihin gitu bisa enggak sih? 52:12 Oh ya. Jadi untuk gangguan pendengaran 52:15 sendiri bisa dari bawaan lahir. 52:18 Maksudnya dari dia begitu lahir memang 52:20 sudah 52:21 terjadi ee gangguan pendengaran. 52:24 ee ada yang penyakit infeksi. Nah, itu 52:26 yang seringkiali kaitannya dengan itu 52:28 tadi korek-kurek atau masukan binatang 52:31 atau dan sebagainya yang menyebabkan 52:32 terjadinya infeksi. 52:34 Pada anak-anak seringki memang ee 52:37 saluran hidung, tenggorokan, dan telinga 52:40 itu masih posisinya masih lurus. Jadi 52:43 gampang sekali anak kalau batuk pilek 52:45 itu larinya ke telinga. Jadi ikut ikut 52:49 pilek telinganya ya, ikut ada cairan. 52:51 Nah, itu jangan dikurek-kurek atau di 52:54 bersih-bersihkan. Nah, itu yang nanti 52:56 kalau terjadi kerusakan pada 52:59 gendang telinga 53:00 gendang telinga, nah itu tentu akan 53:01 menyebabkan gandang dengar di masa 53:03 mendatang. Jadi, kalau ada ee anak yang 53:08 batu pilek kemudian ada gangguan di 53:11 telinga, segera ke dokter sebaiknya 53:14 jangan dibersihkan. 53:15 Saya pernah nemuin kasus 53:17 e 53:19 nemuin kasus itu tadi ya. E terkait sama 53:22 e lubang telinga, hidung itu saya nin 53:26 manik-manik di telinga. Itu loh apa 53:29 gabusnya eyesadow tuh 53:30 di hidung anak-anak karena mereka suka 53:34 apa memasukkan. Nah itu kadang yang ee 53:37 yang ee tidak disadari ternyata udah 53:40 maaf sudah infeksi sudah busuk. Nah, itu 53:42 yang juga salah satu faktor yang bisa 53:45 mengakibatkan misalnya gendang 53:46 telinganya juga akan ee buruk gitu loh. 53:50 Pendengaran tentunya akan juga buruk. 53:53 Kalau bicara soal anak mendengar 53:56 kemudian mengikutin ibu harus banyak 54:00 ngomong, ayah juga. Kalau misalnya ayah 54:04 dan ibunya itu punya perbedaan misalnya 54:08 ibunya dari Jawa, 54:09 ayahnya dari ee 54:11 Medan. 54:12 Medan gitu. 54:13 Itu kan perbedaan 54:15 apa pengucapan katanya dan dialeknya 54:19 ataupun juga mungkin 54:20 ee mereka malah bicara pakai bahasa Jawa 54:23 sendiri, bahasa ee apa kalau dari 54:27 Sumatera Utara Medan itu 54:28 ee Batak 54:29 Batak sendiri gitu. itu ada enggak 54:31 kira-kira pengaruhnya bagi si bocah? 54:33 Kalau anak tidak dengan ganggu 54:36 keterlambatan bicara sebenarnya 54:39 fase 54:41 3 tahun pertama kehidupan anak itu fase 54:45 menyerap yang sangat 54:47 kuatat 54:47 ee kuat. Jadi kayak 54:49 haribu kering gitu ya. Jadi apapun yang 54:51 dia dengar, apapun yang dia itu dia bisa 54:54 beradaptasi untuk mendengar, untuk 54:57 belajar. Jadi enggak masalah kalau dia 55:00 tidak ada keterlambatan bicara. 55:02 Tapi kalau anak-anak dengan 55:04 keterlambatan memang kita sarankan untuk 55:06 memilih satu bahasa yang akan digunakan 55:10 dalam rumah itu. Jadi ee kalau mau pakai 55:13 bahasa Indonesia ya semuanya bahasa 55:15 Indonesia di dalam satu rumah supaya 55:18 anaknya enggak kesulitan untuk mengejar 55:20 ketertinggalannya. 55:22 Tapi kalau enggak ada ketertinggalan sih 55:23 enggak masalah. Kadang-kadang kan ada 55:25 yang pakai bahasa Inggris. B. Sementara 55:28 e yang ngasuh misalnya enggak bisa 55:30 bahasa Inggris, bahasa Indonesia gitu 55:32 sampai bapak ibunya maunya pakai bahasa 55:34 Inggris. Anak 55:35 kalau dia enggak ada keterlambatan ya 55:37 dia bisa beradaptasi. Tuh dua-duanya dia 55:39 bisa bahasa Indonesia dan bahasa 55:40 Inggris. Jadi aman. 55:42 Tapi kalau anak-anak dengan 55:43 keterlambatan itu akan kesulitan dia 55:46 untuk mengejar bahasa mana dulu nih yang 55:48 saya harus kejar. 55:50 Iya. Menarik sekali, Ikhwan Akhwat. 55:53 sayangnya ee kita dibatasi juga oleh 55:56 waktu nih ya 55:58 terkait dengan bagaimana menghadapi 56:01 speech delay di closing statement 56:04 mungkin dr. Henri dan juga dr. Angin 56:06 bisa tambahkan 56:08 yang bisa kita genggam per kira-kira 56:10 biar anak kita ke bawah sini. 56:14 Diteramin 56:15 baik terima kasih. Jadi ee ayah bunda 56:19 sekalian, ikhwan akhwat di mana pun 56:21 berada sangat penting untuk memantau 56:24 perkembangan anak kita. Jadi kita awasi 56:28 dari mulai lahir kemudian perkembangan 1 56:31 tahun. Jadi ulang tahun itu tidak hanya 56:33 mensyukuri bertambahnya usia juga sudah 56:36 sejauh mana perkembangan anak-anak kita 56:39 dengan deteksi dini akan ee segera 56:42 dikenali kemudian diberikan intervensi 56:45 yang tepat. tentu itu akan menjadi aset 56:48 ataupun ee bekal yang sangat baik untuk 56:52 anak di kemudian hari. 56:55 Dr. Henri. 56:56 Iya. Jadi, ikhwan akhwat sekalian, dari 56:59 apa yang tadi dipaparkan Dr. Amin 57:00 semakin jelas 57:02 kita harus jadi lebih aware. Nah, Klinik 57:05 Wiswari hadir menjadi bagian dari 57:08 keluarga Anda ketika ada kondisi-kondisi 57:11 yang tadi diceritakan oleh dr. Amin. 57:14 Sehingga intervensi menjadi lebih cepat, 57:16 lebih optimal, hasilnya juga lebih 57:18 optimal dan tentunya itu yang diharapkan 57:21 bagi orang tua. Jadi, kami hadir ee 57:24 ikhwan akhwat bisa menghubungi Klinik 57:27 Wismari di Jalan Haji Raya dekat Pondok 57:31 Indah dan di dihubungi dapat dihubungi 57:36 dengan nomor telepon 0811 57:39 903 5432. 57:42 Jadi ee satu lagi 0852 57:46 13.150. 57:48 Demikian Bu Nun. 57:50 Terima kasih Dr. Amin, Dr. Henri untuk 57:53 info sehat dari Radio Silaturahim yang 57:56 mudah-mudahan membuat kita semakin paham 58:00 bisa melangkah lebih ringan ke depan 58:02 terkait dengan kesehatan jasmani dan 58:04 rohani terlebih-lebih untuk keluarga 58:06 kita. Billahi taufik wal hidayah. 58:08 Wasalamualaikum warahmatullahi 58:10 wabarakatuh. 58:11 Waalaikumsalam. warahmatullahi 58:13 wabarakatuh.